KEGIATAN AKHIR PADA TEMPAT PEMBUANGAN SAMPAH

A.PENGERTIAN TEMPAT PEMBUANGAN SAMPAH Tempat pembuangan akhir (TPA) atau tempat pembuangan sampah (TPS) ialah tempat untuk menimbun sampah dan merupakan bentuk tertua perlakuan sampah. TPA dapat berbentuk tempat pembuangan dalam (di mana pembuang sampah membawa sampah di tempat produksi) begitupun tempat yang digunakan oleh produsen. Dahulu, TPA merupakan cara paling umum untuk limbah buangan terorganisir dan tetap begitu di sejumlah tempat di dunia. Sejumlah dampak negatif dapat ditimbulkan dari keberadaan TPA. Dampak tersebut bisa beragam: musibah fatal (mis., burung bangkai yang terkubur di bawah timbunan sampah); kerusakan infrastruktur (mis., kerusakan ke akses jalan oleh kendaraan berat); pencemaran lingkungan setempat (seperti pencemaran air tanah oleh kebocoran dan pencemaran tanah sisa selama pemakaian TPA, begitupun setelah penutupan TPA); pelepasan gas metana yang disebabkan oleh pembusukan sampah organik(metana adalah gas rumah kaca yang berkali-kali lebih potensial daripada karbon dioksida, dan dapat membahayakan penduduk suatu tempat); melindungi pembawa penyakit seperti tikus dan lalat khususnya dari TPA yang dioperasikan secara salah, yang umum di dunia ketiga; jejas pada margasatwa; dan gangguan sederhana (mis., debu,bau busuk, kutu,ataupolusi udara). B.KRITERIA PENENTUAN LOKASI TPA SAMPAH Penentuan tempat akhir pembuangan (TPA) sampah harus mengikuti persyaratan dan ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah melalui SNI nomor 03-3241-1994 tentang tata cara pemilihan lokasi TPA sampah. Kriteria penentuan lokasi TPA sampah sudah pernah dikaji oleh tim peneliti dari Kelompok Keilmuan Inderaja dan SIG serta peneliti dari Pusat

Penginderaan Jauh ITB dengan rekan-rekan dari Teknik Lingkungan ITB untuk studi kasus cekungan Bandung. Persyaratan didirikannya suatu TPA ialah bahwa pemilihan lokasi TPA sampah harus mengikuti persyaratan hukum, ketentuan perundang-undangan mengenai pengelolaan lingkungan hidup, analisis mengenai dampak lingkungan, ketertiban umum, kebersihan kota / lingkungan, peraturan daerah tentang pengelolaan sampah dan perencanaan dan tata ruang kota serta peraturanperaturan pelaksanaannya. Adapun ketentuan-ketentuan yang harus dipenuhi untuk menentukan lokasi TPA ialah sebagai berikut (SNI nomor 03-3241-1994 ) : 1. Ketentuan Umum Pemilihan lokasi TPA sampah harus memenuhi ketentuan sebagai berikut: 1. 2.

TPA sampah tidak boleh berlokasi di danau, sungai, dan laut. Penentuan lokasi TPA disusun berdasarkan 3 tahapan yaitu : Tahap regional yang merupakan tahapan untuk menghasilkan peta yang berisi daerah atau tempat dalam wilayah tersebut yang terbagi menjadi beberapa zona kelayakan Tahap penyisih yang merupakan tahapan untuk menghasilkan satu atau dua lokasi terbaik diantara beberapa lokasi yang dipilih dari zona-zona kelayakan pada tahap regional Tahap penetapan yang merupakan tahap penentuan lokasi terpilih oleh instansi yang berwenang.

3. Jika dalam suatu wilayah belum bisa memenuhi tahap regional, pemilihan lokasi TPA sampah ditentukan berdasarkan skema pemilihan lokasi TPA sampah. 2. Kriteria Kriteria pemilihan lokasi TPA sampah dibagi menjadi tiga bagian :

4) jarak dari lapangan terbang harus lebih besar dari 3. tidak boleh di zona bahaya geologi. tidak boleh kelulusan tanah lebih besar dari 10-6 cm / det. c. Kriteria regional. yaitu kriteria yang digunakan untuk menentukan zona layak atau tidak layak sebagai berikut : 1 ) Kondisi geologi a. maka harus diadakan masuJkan teknologi.000 meter untuk penerbangan turbojet dan harus lebih besar dari 1. Kriteria penyisih. yaitu kriteria yang digunakan untuk memilih lokasi terbaik yaitu terdiri dari kriteria regional ditambah dengan kriteria berikut : 1) Iklim a) hujan intensitas hujan makin kecil dinilai makin baik b) angin : arah angin dominan tidak menuju ke pemukiman dinilai makin baik 2) Utilitas : tersedia lebih lengkap dinilai lebih baik 3) Lingkungan biologis : . d. tidak berlokasi di zona holocene fault.500 meter untuk jenis lain 5) tidak boleh pada daerah lindung / cagar alam dan daerah banjir dengan periode ulang 25 tahun b. tidak boleh mempunyai muka air tanah kurang dari 3 meter. b. dalam hal tidak ada zona yang memenuffi kriteria-kriteria tersebut diatas. 2) Kondisi hidrogeologi a.a. 3) kemiringan zona harus kurang dari 20%. b. jarak terhadap sumber air minum harus lebih besar dari 100 meter di hilir aliran.

dinilai makin baik 4) Kondisi tanah a) produktivitas tanah : tidak produktif dinilai lebih tinggi b) kapasitas dan umur : dapat menampung lahan lebih banyak dan lebih lama dinilai lebih baik c) ketersediaan tanah penutup : mempunyai tanah penutup yang cukup dinilai lebih baik d) status tanah : makin bervariasi dinilai tidak baik 5) Demografi : kepadatan penduduk lebih rendah dinilai makin baik 6) Batas administrasi : dalam batas administrasi dinilai makin baik 7) Kebisingan : semakin banyak zona penyangga dinilai semakin baik Bau : semakin banyak zona penyangga dinilai semakin baik 9) Estetika : semakin tidak terlihat dari luar dinilai makin baik 10)Ekonomi : semakin kecil biaya satuan pengelolaan sampah (per m3 / ton) dinilai semakin baik. C. yaitu kriteria yang digunakan oleh instansi yang berwnang untuk menyetujui dan menetapkan lokasi terpilih sesuai dengan kebijaksanaan instansi yang berwenang setempat dan ketentuan yang berlaku. Sejalan dengan peningkatan penduduk dan gaya hidup sangat berpengaruh . Kriteria penetapan. c.PENANGANAN SAMPAH MENUJU KOTA YANG BERSIH DAN SEHAT Sampah merupakan konsekuwensi dari adanya aktivitas manusia.a) habitat : kurang bervariasi dinilai makin baik b) daya dukung : kurang menunjang kehidupan flora dan fauna.

pada volume sampah. maka volume sampah tahun 2000 mencapai 170 kali besar Candi Borobudur (Bapedalda. yang timbul di kota. Untuk mengatasi hal tersebut. hepatitis dan lain-lain. Sampah organic akan terdekomposisi dan dengan adanya limpasan air hujan terbentuk lindi (air sampah) yang akan mencemari sumber daya air baik air tanah maupun permukaan sehingga mungkin saja sumur-sumur penduduk di sekitarnya ikut tercemar. .700 m3 per hari. sangat membantu jika pengolahan sampah dilakukan terdesentralisasi.500 m3 per hari dan pada tahun 2000 meningkat menjadi 25. Misalnya saja. Lindi yang terbentuk dapat mengandung bibit penyakit pathogen seperti tipus. Akibat Sampah yang Bertumpuk Sampah perkotaan adalah limbah yang bersifat padat terdiri dari bahan organic dan anorganik yang dianggap tidak berguna lagi dan harus dikelola agar tidak membahayakan lingkungan dan melindungi investasi pembangunan. Dengan cara ini volume sampah yang diangkut ke TPA dapat dikurangi. sebagian besar sampah yang dihasilkan di Indonesia (di TPA) merupakan sampah organik sebesar 60-70% yang mudah terurai. Jika sampah-sampah tersebut tidak diolah. Selain Jakarta. Pada prinsipnya pengelolaan sampah haruslah dilakukan sedekat mungkin dengan sumbernya. kota Jakarta pada tahun 1985 menghasilkan sampah sejumlah 18. Selain itu ada kemungkinan lindi mengandung logam berat. 2000). suatu salah satu bahan beracun. maka selain menghasilkan tingkat pencemaran yang tinggi juga memerlukan areal TPA yang luas. Selama ini pengelolaan persampahan terutama di perkotaan tidak berjalan dengan efisien dan efektif karena pengelolaan sampah terpusat. Pengolahan sampah terdesentralisasi dapat dilakukan di setiap RT atau RW. dengan cara mengubah sampah menjadi kompos. Jika dihitung dalam setahun. jumlah sampah yang cukup besar terjadi di Medan dan Bandung. Pada umumnya.

5) Jarak dari sumber sampah ke tempat pembuangan akhir sampah (TPA). 3. Lingkungan menjadi terlihat kumuh. 2. Paradigma Penanganan Sampah Penumpukkan sampah di TPA adalah akibat hampir semua pemerintah daerah di Indonesia masih menganut paradigma lama penanganan sampah kota. pengolahan dan TPA. 6) Rencana tata ruang dan pengembangan kota. merupakan sarang lalat. antara lain: 1) Kepadatan dan penyebaran penduduk. tetapi reduksi sampah dengan mengolah sampah untuk dimanfaatlkan menjadi produk yang berguna perlu dipikirkan. . 7) Sarana pengumpulan. karena pembutuhkan biaya tinggi untuk investasi. operasi dan pemeliharaan. Pengumpulan sampah dalam jumlah besar memerlukan tempat yang luas. 4) Budaya sikap dan perilaku masyarakat.1. Dengan demikian sampah berpotensi sebagai sumber penyebaran penyakit. Sampah yang tercecer tidak pada tempatnya dapat menyumbat saluran drainase sehingga dapat menimbulkan bahaya banjir. yang menitikberatkan hanya pada pengangkutan dan pembuangan akhir. Air yang dikeluarkan (lindi) juga dapat menimbulkan pencemaran sumur. 9) Peraturan daerah setempat. konstruksi. pengangkutan. TPA dengan system lahan urug saniter yang ramah lingkungan ternyata tidak ramah dalam aspek pembiayaan. kotor dan jorok yang menjadi tempat berkembangnya organisme patogen yang berbahaya bagi kesehatan manusia. tertutup dan jauh dari pemukiman. 4. Sampah yang membusuk menimbulkan bau yang tidak sedap dan berbahaya bagi kesehatan. Faktor-faktor yang mempengaruhi system pengelolan sampah perkotaan. sungai maupun air tanah. 3) Karakteristik sampah. tikus dan hewan liar lainnya. 2) Karakteristik fisik lingkungan dan sosial ekonomi. Pengangkutan dan Penimbunan di TPA). Berdasarkan uraian tersebut pengelolaan sampah tidak cukup hanya dilakukan dengan manajemen 3P (Pengumpulan. Biaya yang tersedia. Sampah dikumpulkan dari sumbernya kemudian diangkut ke TPS dan terakhir ditimbun di TPA.

nitrogen 1-10%.5%. kotoran ternak.Manfaat Sampah Sampah yang tampak tidak berguna sebesarnya masih banyak manfaatnya seperti dapat dibuat biogas. sampah restoran. dan dapat didaur-ulang bagi sampah anorganik. pengurangan sumber sampah untuk industri berarti perlunya teknologi proses yang nirlimbah serta packing produk yang ringkas/ minim serta ramah lingkungan. ternyata mampu meningkatkan berat badan ternak. Pemberian sampah dan kotoran sungai sebesar 2% pada ternak. sudah saatnya pemerintah daerah mengubah pola pikir yang lebih bernuansa lingkungan. kompos. insinerasi dan pembuangan akhir. Untuk pendekatan daur ulang dan guna ulang diterapkan khususnya pada sampah non organik seperti kertas. yaitu dengan meminimisasi sampah serta maksimasi daur ulang dan pengomposan disertai TPA yang ramah lingkungan. limbah pertanian dan industri yang bersifat sampah organic semuanya dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Sistem Pengelolaan Sampah Terpadu tersebut setidaknya mengkombinasikan pendekatan pengurangan sumber sampah. kertas.2 µg untuk setiap satu gram berat kering.000 ton sampah dan kotoran sungai akan dihasilkan 465 vitamin B12. Yang paling aktif dapat memfermentasikan sampah dan kotoran sungai sehingga dihasilkan vitamin B12 adalah bakteri-bakteri yang termasuk Streptomyces. logam dan lain-lain.Untuk mengatasi permasalahan tersebut. Sampah rumah tangga. Energi baru yang dihasilkan dari hasil penguraian sampah maupun proses daur ulang dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin. daur ulang & guna ulang. Sedangkan bagi rumah tangga berarti menanamkan kebiasaan untuk tidak boros dalam penggunaan barang-barang keseharian.5% dan kalium 0. pakan ternak. fosfat 1-4. plastik. pupuk. Diperkirakan dari 26. . Sementara untuk sampah organik diolah. pengkomposan.2 – 8.1-4. briket. Dalam sampah dan kotoran sungai ditemukan bakteri yang dapat menghasilkan vitamin B12 yang samajenisnya dengan vitamin B12 yang dihasilkan oleh hewan. Kadar vitamin B12 dalam sampah dan kotoran sungai berkisar 4. Konsep pengelolaan sampah yang terpadu sudah saatnya diterapkan. mineral 15-70%. Paradigma baru penanganan sampah lebih merupakan satu siklus yang sejalan dengan konsep ekologi. salah satunya dengan pengkomposan. gelas. Sampah dan kotoran sungai mengandung senyawa organic 40-85%. Dengan pengolahan sampah menjadi bahan-bahan yang berguna akan memberikan keuntungan selain meningkatkan efisiensi produksi dan . alumunium.

sehat. mengurangi polusi secara keseluruhan. Sistem pengolahan sampah secara terpadu 2. Teknologi pengolahan sampah organik menjadi pakan ternak 6. Pengertian Zero Waste adalah bahwa mulai dari produksi sampai berakhirnya suatu proses produksi dapat dihindari terjadi “produksi sampah” atau diminimalisir terjadinya “sampah”. Pengolahan sampah kota metropolitan 9. mengurangi uang belanja. Penanganan Sampah 3-R. 4-R dan 5-R Pemikiran konsep zero waste adalah pendekatan serta penerapan sistem dan teknologi pengolahan sampah perkotaan skala kawasan secara terpadu dengan sasaran untuk melakukan penanganan sampah perkotaan skala kawasan sehingga dapat mengurangi volume sampah sesedikit mungkin. serta terciptanya industri kecil daur ulang yang dikelola oleh masyarakat atau pemerintah daerah setempat. Teknologi tempat pembuangan akhir (TPA) sampah 7. . dan recycle). Prinsip ini juga dapat diterapkan pada berbagai aktivitas termasuk juga kegiatan skala rumah tangga. Peluang dan tantangan usaha daur ulang. Reuse. Peran serta masyarakat dalam penanganan sampah 8. Recycle). Produksi bersih merupakan salah satu pendekatan untuk merancang ulang industri yang bertujuan untuk mencari cara-cara pengurangan produkproduk samping yang berbahaya. Konsep Zero Waste ini salah satunya dengan menerapkan prinsip 3 R (Reduce. Konsep zero waste yaitu penerapan rinsip 3R (Reduce. Orientasi penanganan sampah dengan konsep zero waste diantaranya meliputi : 1. Daur ulang sampah plastik dan kertas 4. serta prinsip pengolahan sedekat mungkin dengan sumber sampah dengan maksud untuk mengurangi beban pengangkutan (transport cost). menghemat energi. menghemat lahan TPA dan lingkungan asri (bersih.keuntungan ekonomi bagi pengolah sampah. Teknologi pembakaran sampah dan insenator 5. Reuse. menghemat sumber daya alam. nyaman). dan menciptakan produk-produk dan limbah-limbahnya yang aman dalam kerangka siklus ekologi. Teknologi pengomposan 3. juga dapat mengurangi biaya pengangkutkan ke pembungan akhir (TPA) dan mengurangi biaya pembuangan akhir.

reuse (menggunakan kembali). Prinsip reduce dilakukan dengan cara sebisa mungkin lakukan minimisasi barang atau material yang kita pergunakan. namun saat ini sudah banyak industri non-formal dan industri rumah tangga yang memanfaatkan sampah menjadi barang lain. Tidak semua barang bisa didaur ulang. semakin banyak sampah yang dihasilkan. 4-R atau 5-R. perkantoran. Tabel 1. Prinsip replant dapat dilakukan dengan cara membuat hijau lingkungan sekitar baik lingkungan rumah. Prinsip replace dilakukan dengan cara teliti barang yang kita pakai seharihari. Semakin banyak kita menggunakan material.Cara Pengerjaannya R Reduce Hindari pemakaian dan pembelian produk yang menghasilkan sampah dalam jumlah besar. Upaya 5-R di Daerah Perumahan dan Fasilitas Sosial Penanganan 5. Prinsip 5-R selain 4 prinsip tersebut di atas ditambah lagi dengan replant (menanam kembali). dan jangan pergunakan Styrofoam karena kedua bahan ini tidak bisa diurai secara alami. sedangkan 4-R ditambah replace (mengganti) mulai dari sumbernya. lahan kosong dan lain-lain. Hal ini dapat memeperpanjang waktu pemakaian barang sebelum ia menjadi sampah. pertokoan. Penanaman kembali ini sebagian menggunakan barang atau bahan yang diolah dari sampah. Gunakan produk yang dapat diisi ulang. Gantilah barang-barang yang hanya bisa dipakai sekali dengan barang yang lebih tahan lama. Kurangi penggunaan bahan sekali pakai . Penanganan sampah 3-R adalah konsep penanganan sampah dengan cara reduce (mengurangi).Prinsip-prinsip yang dapat diterapkan dalam penangan sampah misalnya dengan menerapkan prinsip 3-R. Prinsip recycle dilakukan dengan cara sebisa mungkin. bisa didaur ulang. Penanganan sampah 4-R sangat penting untuk dilaksanakan dalam rangka pengelolaan sampah padat perkotaan yang efisien dan efektif. sehingga diharapkan dapat mengrangi biaya pengelolaan sampah. Prinsip reuse dilakukan dengan cara sebisa mungkin pilihlah barang-barang yang bisa dipakai kembali. Hindari pemakaian barang-barang yang sekali pakai. recycle (mendaur-ulang sampah). Juga teliti agar kita hanya memakai barang-barang yang lebih ramah lingkungan. ganti kantong keresek kita dengan keranjang bila berbelanja. barang-barang yang sudah tidak berguna lagi. Misalnya.

Lakukan penanganan sampah anorganik menjadi barang yang bermanfaat. Ganti barang-barang yang kurang ramah lingkungan dengan yang ramah lingkungan. Reuse Gunakan alat kantor yang dapat digunakan berulang- . - Tabel 2.Cara Pengerjaannya R Reduce Gunakan kedua sisi kertas untuk penulisan dan fotokopi. Kurangi penggunaan bahan sekali pakai. Gunakan baterai yang dapat diisi kembali. Kembangkan manfaat lain dari sampah. Gunakan produk yang dapat diisi ulang. Gunakan kembali wadah/kemasan untuk fungsi yang sama atau fungsi lainnya.Buat hijau dan teduh lingkungan anda. Pilih produk dan kemasan yang dapat didaur-ulang dan mudah terurai. Ganti pembungkus plastik dengan pembungkus yang lebih bersahabat dengan lingkungan. gunakan incinerator untuk sampah medis. dan gunakan bahan/barang yang dibuat dari sampah. Gunakan wadah/kantong yang dapat digunakan berulang-ulang. . Gunakan alat tulis yang dapat diisi kembali. Lakukan penangan untuk sampah organic menjadi kompos dengan berbagai cara yang telah ada atau manfaatkan sesuai dengan kreatifitas masing-masing. Khusus untuk rumah sakit. Gantilah barang-barang yang hanya bisa dipakai sekali dengan barang yang lebih tahan lama. Maksimumkan penggunaan alat-alat penyimpan elektronik yang dapat dihapus dan ditulis kembali. Sediakan jaringan informasi dengan computer. Upaya 5-R di Daerah Fasilitas Umum Penanganan 5.Reuse Recycle Replace Replant Jual atau berikan sampah yang telah terpisah kepada pihak yang memerlukan.

Pertkoan. Gunakan peralatan penyimpan elektronik yang dapat dihapus dan ditulis kembali. dan gunakan Replant . Upaya 5-R di Daerah Komersial (Pasar. seperti pakan ternak. Memberikan kemasan/bungkusan hanya pada produk yang benar-benar memerlukan.Cara Pengerjaannya R Reduce Berikan insentif oleh produsen bagi pembeli yang mengembalikan kemasan yang dapat digunakan kembali. Sediakan perlengkapan untuk pengisian kembali produk umum isi ulang. Reuse Gunakan kembali sampah yang masih dapat dimanfaatkan untuk produk lain.Buat hijau dan teduh lingkungan anda. Restoran. . Berilah insentif kepada masyarakat yang membeli barang hasil daur ulang sampah. atau wadah belanjaan yang diproduksi oleh swalayan yang bersangkutan sebagai bukti pelanggan setia. Hotel) Penanganan 5. Olah sampah kertas menjadi kertas kembali. Sediakan produk yang kemasannya tidak menghasilkan sampah dalam jumlah besar. Tabel 3. Olah sampah organic menjadi kompos. Jual atau berikan sampah yang telah terpilah kepada yang memerlukannya. Berikan insentif bagi konsumen yang membawa wadah sendiri. Berikan tambahan biaya bagi pembeli yang meminta kemasan/bungkusan untuk produk yang dibelinya. Gantilah barang-barang yang hanya bisa dipakai sekali dengan barang yang lebih tahan lama. Recycle Jual produk-produk hasil daur ulang sampah dengan lebih menarik. Kenakan biaya tambahan untuk permintaan kantong plastic belanjaan. bahan/barang yang dibuat dari sampah.Recycle Replace - ulang.

TV). ditangani secara tersendiri pula. Sementara sampahsampah elektronik (seperti kulkas. - Pemilahan Sampah Berdasarkan uraian tentang 3-R.lingkungan bebas sampah. Untuk sampah-sampah B3 tentunya memerlukan penanganan tersendiri. keramik. Malah bisa jadi menjadi lima tempat sampah. terminal dan tempat-tempat dimana manusia beraktivitas. Sampah jenis ini tidak boleh sampai ke TPA. pengangkutan. sekolah. dan gunakan bahan/barang yang dibuat dari sampah. satu tempat sampah untuk kaleng. Mengapa perlu pemilahan? Sesungguhnya kunci keberhasilan program daur ulang adalah justru di pemilahan awal. karena ini akan memerlukan sarana dan prasarana yang mahal. radio. rumah sakit. Oleh sebab itu. dan satu tempat sampah untuk botol. Pada setiap tempat aktivitas dapat disediakan empat buah tempat sampah yang diberi kode. furniture dll. 4-R atau 5-R tersebut. hingga pembuangan. Ganti pembungkus plastik dengan pembungkus yang lebih bersahabat dengan lingkungan. pengolahan. satu tempat sampah untuk sampah plastik atau yang sejenis. sehingga dapat mencapai tujuan atau sasaran yang telah ditetapkan yaitu. Manajemen Pemilahan Sampah dapat diartikan sebagai suatu proses kegiatan penanganan sampah sejak dari sumbernya dengan memanfaatkan penggunaan sumber daya secara efektif yang diawali dari pewadahan. Ganti barang-barang yang kurang ramah lingkungan dengan yang ramah lingkungan. melalui pengendalian pengelolaan organisasi yang berwawasan lingkungan. jika kertas dipisah tersendiri.Buat hijau dan teduh lingkungan anda. Jadwal pengangkutan sampah jenis ini perlu . pengumpulanan. Adalah tidak efisien jika pemilahan dilakukan di TPA.Replace Replant Oleh kembali buangan dari proses yang dilakukan sehingga bermanfaat bagi proses lainnya. . pemilahan harus dilakukan di sumber sampah seperti perumahan. Pemilahan berarti upaya untuk memisahkan sekumpulan dari “sesuatu” yang sifatnya heterogen menurut jenis atau kelompoknya sehingga menjadi beberapa golongan yang sifatnya homogen. yaitu satu tempat sampah untuk sampah yang bisa diurai oleh mikrobia (sampah organik). maka pemilahan sampah menjadi sangat penting artinya. puskesmas. pasar. kantor. Lakukan penanganan sampah organic menjadi kompos atau memanfaatkannya sesuai dengan kebutuhan. Lakukan penanganan sampah anorganik.

misalnya. baik secara manual maupun secara mekanis berdasarkan jenisnya .Pengomposan sampah baik dengan cara konvensional maupun dengan rekayasa .Pemotongan sampah . sistem pengelolaan sampah juga menerapkan model pemilahan antara sampah organik dan sampah anorganik. dengan pilihan pemanfaatan enersi panas . Di Australia.Pemilahan sampah. Jika pada setiap tempat aktivitas melakukan pemilahan. Pemanfaatan sampah Teknik-teknik pemrosesan dan pengolahan sampah yang secara diterapkan di lapangan. Pemerintah Daerah bekerjasama dengan swasta dapat memproses sampah-sampah tersebut menjadi barang yang berguna.diatur. Nah. Ketiga jenis sampah itu akan diangkut oleh tiga truk berbeda yang memiliki jadwal berbeda pula.Pemadatan sampah (baling) . dan satu lagi untuk sisa-sisa tanaman/rumput. satu untuk bekas makanan. Setiap rumah tangga memiliki tiga keranjang sampah untuk tiga jenis sampah yang berbeda. maka volume sampah yang sampai ke TPA dapat dikurangi sebanyak mungkin. misalnya pembuangan sampah-sampah tersebut ditentukan setiap 3 bulan sekali. sampah-sampah yang telah dipilah inilah yang kemudian dapat didaur ulang menjadi barang-barang yang berguna. bahkan sampai pada TPA. Setiap truk hanya akan mengambil jenis sampah yang menjadi tugasnya.Pemrosesan sampah sebagai sumber gas-bio . khususnya di negara industri antara lain adalah: luas . Satu untuk sampah kering (an-organik). maka pengangkutan sampah menjadi lebih teratur. Sehingga pemilahan sampah tidak berhenti pada level rumah tangga saja. tapi terus berlanjut pada rantai berikutnya. Dengan cara ini.Pembakaran dalam Insenerator. Dinas kebersihan tinggal mengangkutnya setiap hari dan tidak lagi kesulitan untuk memilahnya.

saos. pemrosesan. Jenis barang 1 Gelas aqua 2 Kaleng oli 3 Ember biasa 4 Kaset. botol yakult. pupuk dan pakan ternak. Daur ulang Daur ulang adalah salah satu strategi pengelolaan sampah padat yang terdiri atas kegiatan pemilahan. ember dll. kertas. briket dan biogas. infuse) 8 Kardus 9 Kertas putih 10 Majalah 11 Koran 12 Duplek (kardus tipis) 13 Pembungkus semen 14 Besi beton 15 Besi super 16 Besi pipa Harga/kg 1600 1500 1100 150 800 700 1600 500 700 350 500 150 400 700 450 250 .. Dalam proses ini. pupuk kandang. Material yang dapat didaur ulang antara lain botol bekas wadah kecap. dan sampah kertas didaur ulang dan pakan ternak.. aluminium bekas wadah minuman ringan. besi bekas. Menggunakan kembali: barang-barang yang dianggap sampah karena sifat dan karakteristiknya dapat dimanfaatkan kembali tanpa melalui proses produksi. sampah basah dapat diolah menjadi kompos. Tabel 4. Sampah organik dapat didaur ulang menjadi produk-produk berguna seperti kompos. Beberapa sampah yang dapat dijual No. botol kecap 5 Ember hitam (anti pecah) 6 Botol aqua 7 Putian (botol bayclin. plastic bekas wadah shampoo. jerigen. Sementara mendaur-ulang sampah didaur ulang untuk dijadikan bahan baku industri dalam proses produksi. Daur ulang bisa menggunakan prinsip 2 R yaitu reuse dan recycle. sirup. bekas kemasan kue dll.. air mineral. creamer dll. sampah sudah mengalami perubahan baik bentuk maupun fungsinya. pengumpulan.Sampah basah dapat dibuat kompos. sampah kering dapat dipakai kembali dan didaur ulang. pendistribusian dan pembuatan produk bekas pakai.

Proses pembuatan kompos adalah dengan menggunakan aktivator EM-4. Alat pencacah. Pencacahan dilakukan untuk mempercepat proses pembusukan karena pencampuran dengan bahan baku yang lain seperti kotoran ternak dan EM-4 menjadi rata sehingga mikroorganisme akan bekerja serana efektif dalam proses fermentasi. Gembor. fanta. Kotoran Ternak. sprite. Pemilahan Sampah Sampah yang dikumpulkan di TPA pada umumnya bercampur antara bahanbahan organik maupun non organik sehingga pemilahan perlu dilakukan secara teliti untuk mendapatkan bahan organik yang dapat dikomposkan seperti dauan-daunan. Termometer. sayuran dan buah-buahan. 2. 8000 7000 6000 4000 400 200 Proses Pembuatan Kompos Dengan Aktivator EM-4 Kompos merupakan hasil fermentasi dari bahan-bahan organik sehingga berubah bentuk. Pencacahan Sampah organik yang telah terkumpul dicacah dengan ukuran 3-4 cm. Bahan-bahan yang digunakan adalah : Bahan Baku Utama berupa sampah organik. EM4. 3. sisa makanan. Tahapan pembuatan kompos dapat dijelaskan sebagai berikut : 1. yaitu proses pengkomposan dengan menggunakan bahan tambahan berupa mikroorganisme dalam media cair yang berfungsi untuk mempercepat pengkomposan dan memperkaya mikroba. Mesin giling kompos dan Ayakan. Molase dan Air. Cakar. molase . Pengomposan merupakan proses penguraian bahan-bahan organik dalam suhu yang tinggi sehingga mikroorganisme dapat aktif menguraikan bahan-bahan organik sehingga dapat dihasilkan bahan yang dapat digunakan tanah tanpa merugikan lingkungan. Sedangkan peralatan yang digunakan adalah : Sekop. Pencampuran Bahan Baku Sampah yang sudah dicacah dideder di tempat yang telah disediakan kemudian dicampur dengan kotoran ternak. Keranjang. berwarna kehitam-hitaman dan tidak berbau.17 18 19 20 21 22 Tembaga super Tembaga baker Aluinium tebal Aluminium tipis Botol air besar Botol bir kecil. Pencampuran/pengadukan dilakukan secara merata kemudian dicampurkan pula campuran EM-4.

kotoran ternak kering (1/5 dari sampah cacahan). Untuk mendapatkan butiran-butiran kompos yang siap untuk dikemas dilakukan pengayakan sesuai dengan kebutuhan.75 m dan panjang 2 m. Produksi Kompos Adapun Komposisi/kandungan produksi kompos UPTD Komposting berdasarkan hasil uji laboratorium Universitas Airlangga Surabaya adalah sebagai berikut : Kadar Air : 30. lebar 1.3 m-3). 4. Suhu dan kelembaban dapat dipertahankan dengan perlakuan antara lain penyiraman dan pembalikan tumpukan.5 m.64 % dan C/N Ratio : 18. Pada hari keenam dan seterusnya suhu dijaga antara 40-50° C dengan kelembaban lebih kurang 50 %. C : 15. Pemantauan Dalam masa penumpukan akan terjadi peningkatan suhu sebagai akibat proses fermentasi. Penumpukan dapat dilakukan dengan model trapesium. Tujuan pematangan untuk menjamin kompos benar-benar aman bagi konsumen. 8. Penumpukan Bahan Baku Setelah dilakukan pencampuran secara merata kemudian dilakukan penumpukan dengan ketentuan tinggi 1. Pengeringan dapat dilakukan selama lebih kurang 1 minggu sampai kadar air kira-kira mencapai 20-25%.84 %. Dalam tumpukan inilah terjadi proses fermentasi sampah organik menjadi kompos. 5. EM-4 (375 ml). 6. Pencampuran dilakukan sekali lagi agar seluruh bahan bercampur secara merata. N : 0. PH : 9.17.48%. gunungan maupu pesesgi panjang. P : 0. Untuk hari pertama sampai kelima suhu biasanya mencapai 65° C atau lebih.62. Selanjutnya dilakukan pembongkaran untuk dikeringkan/dijemur.dan air di atas campuran sampah dan kotoran ternak. Pematangan Pengkomposan berjalan dengan baik dengan suhu rata-rata dalam bahan menurun dan bahan telah lapuk dan berubah warna menjadi coklat kehitaman. Komposisi bahanbahan ini adalah sampah cacahan (1. 7. Hal ini berguna untuk membunuh bakteri yang tidak dibutuhkan dan melunakkan bahan. Pengeringan Setelah usia tumpukan mencapai usia 21 hari/3 minggu. Penggilingan dan Pengayakan Proses selanjutnya adalah dilakukan penggilingan terhadap kompos yang sudah kering. Pengomposan skala rumah tangga .56 %. maka sampah organi sudah menjadi kompos.

Siramkan larutan fermentasi EM4 yang telah didiamkan selama semalam ke dalam sekam. Setelah itu dicacah hingga lebih kecil ukurannya. b. c. bokashi disebar merata di permukaan tanah atau perakaran tanaman dan siramkan 2 cc EM4/liter air selama 2 minggu sekali. kemudian ditutup dengan karung goni selama 4-5 hari. Masukkan ke dalam karung dan tutup rapat. Pertahankan suhu gundukan adonan 40-50 oC. Buat bokashi starter yang terdiri dari dedak dan sekam dengan perbandingan 9:1. EM4. 3-4 genggam bokashi setiap meter persegi disebar merata di atas permukaan tanah. f. siramkan atau semprotkan 2 cc EM4/liter air ke dalam tanah. aduk hingga tercampur merata. Pengomposan secara sederhana Bahan: drum atau tong plastic yang mempunyai tutup pipa paralon berdiameter 4 inci . Setelah itu sampah tersebut dicampurkan dengan bokashi starter dan aduk hingga rata. d. e. d. b. g. Sampah kemudian ditumpuk atau digundukan di atas lantai yang kering dengan ketinggian 20-25 cm. fermentasi selama 2-3 hari. dedak. buat larutan fermentasi EM4 yaitu dengan perbandingan 1:1:1000 ml. molase dan air. Untuk tanaman buah-buahan atau pot. hingga kelembaban mencapai 30%. Cara pembuatan: a. kemudian bibit siap ditanam. Sampah organic yang akan digunakan. Cara penggunaan a. pada tanah yang kurang subur dapat diberikan lebih. Untuk hasil yang lebih baik. terlebih dahulu dipisahkan dari anorganiknya. c. tambahkan dedak dan aduk kembali hingga merata. sekam. aduk rata dan diamkan selama semalam untuk diaktifkan.Bahan: sampah organic. Bila sampah basah lebih baik diangin-anginkan dahulu. Biarkan tanah yang telah diberi bokashi selama 1 minggu.

kas plastic untuk menutup lubang pipa bagian luar. Tepi tong ditutup batu kerikil setebal 15 cm. Bagian bawah juga dilubangi dengan diameter yang sama. Teknik pembuatan kompos sangat beragam. mulai dari proses yang mudah dengan menggunakan peralatan yang sederhana sampai dengan proses yang canggih dengan peralatan modern. lalu tanam di tanah. yaitu : . tetapi jangan diikutkan kulit telur dan kulit kacang sebab sukar menjadi kompos. Secara teknis. Ambil kompos tersebut dari komposter. Dari segi teknologi manfaat pembuatan kompos antara lain : 1. Dari segi ekonomi. Cara pembuatan bagian atas tong plastic diberi 4 lubang diameter 4 inci untuk memasang pipa. Pasang pipa pada empat sudut tong. pembuatan kompos dapat dilakukan secara manual sehingga modal yang dibutuhkan relatif murah atau secara masinal (padat modal) untuk mengejar skala produksi yang tinggi. Ujung pipa bagian luar ditutup kasa plastic untuk sirkulasi udara. Sampah yang sudah jadi kompos berwarna hitam dan gembur seperti tanah. baru ditutup tanah. pembuatan kompos dapat memberikan manfaat secara ekonomis. sosial maupun kesehatan. tentunya sampah organic. 2. Pipa dilubangi dengan bor sebesar 5 mm setiap jarak 5 cm. Tempatkan pada bagian yang tidak kena hujan secara langsung. kompos itu siap sudah siap dipakai untuk pupuk tanaman. Tempat sampah biasanya berbau karena sampah organic cepat membusuk sehingga diperlukan kerikil untuk meredam bau tersebut. lalu ditutup kasa plastic untuk jalan air. Selam itu akan terjadi proses pengomposan. ekonomi. dan batu kerikil. Tong juga dilubangi 5 mm dengan jarak 10 cm untuk udara. Manfaat Pengkomposan Usaha pengkomposan sampah kota memiliki beberapa manfaat yang dapat ditinjau baik dari segi teknologi. Nah. Tong tersebut diisi dengan sampah rumah tangga. sebanyak 4-5 lubang. lalu diangin-anginkan sekitar seminggu. Setelah penuh. tong ditutup dan dibiarkan selama 3-4 bulan. Demikian juga sekeliling pipa ditutup kerikil. lingkungan.

Mengurangi pencemaran lingkungan. proses pembuatan kompos memberikan manfaat bagi lingkungan. karena sampah yang dibakar. Ini berarti mengurangi pencemaran udara maupun air tanah. Kompos mempuyai kemampuan memperbaiki dan meningkatkan kondisi kesuburan tanah (konservasi tanah). 2. Dari segi sosial. yang dibuang ke sungai ataupun yang dikumpulkan di TPA akan berkurang. . Pengkomposan dapat mengurangi jumlah sampah sehingga akan mengurangi biaya operasinal pemusnahan sampah. karena sampah yang dikumpulkan berkurang. Dapat dijadikan obyek pembelajaran lingkungan baik bagi masyarakat maupun dunia pendidikan. 3. Kompos dapat memperbaiki kondisi tanah dan dibutuhkan oleh tanaman. Dengan demikian akan menguragi investasi lahan TPA.1. Pengurangan tumpukan sampah akan menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Penggunaan pupuk anorganik dapat ditekan sehingga dapat meningkatkan efisiensi penngunaannya. 2. manfaat sosial yang dapat diperoleh dari pembuatan kompos adalah : 1. 4. manfaat kesehatan yang diperoleh dari proses pembutan kompos adalah : 1. Dapat mebuka lapangan kerja sehingga dapat mengurangi pengangguran. yaitu: 1. Dari segi ekologi. Dari segi kesehatan. 3. Tempat pengumpulan sampah akhir dapat digunakan dalam waktu yang lebih lama. Hal ini berarti kompos memiliki nilai kompetetif dan ekonomis yang berarti kompos dapat dijual. Pengkomposan merupakan metode daur ulang yang alamiah dan mengembalikan bahan organik ke dalam siklus biologis. Pemakaian kompos pada lahan perkebunan atau pertanian akan meningkatkan kemampuan lahan dalam menahan air sehingga terjadi koservasi air. 2. Kebutuhan energi dan bahan makanan yang diambil tumbuhan dari dalam tanah dikembalikan lagi ke dalam tanah.

dan dalam program jangka panjang setiap rumah tangga disarankan mengelola sendiri sampahnya melalui program 3 R (Reduce. Pada akhirnya aspek peran serta masyarakat merupakan hal yang sangat penting dalam pengelolaan persampahan. Daftar Pustaka Anonimus. Secara teoritis apabila program daur ulang sampah dengan sistem terpadu dapat dilakukan. Proses pengkomposan berjalan pada suhu yang tinggi sehingga dapat mematikan berbagai macam sumber bibit penyakit yang ada pada sampah. maka sampah yang tersisa hanya tinggal 15 – 20% saja. secara bertahap semua Kota dan Kabupaten harus segera mengubah TPA tipe open dumping menjadi sanitary landfill. 2006.com/2008/05/07/kriteria-penentuan-lokasipembuangan-sampah/ . 3638. Tempat Pembuangan Akhir (TPA) TPA tipe open dumping sudah tidak tepat untuk menuju Indonesia sehat. tempat pencucian alat berat.2.com/2009/01/12/penanganan-sampah-untukmenuju-kota-bersih-dan-sehat/ http://wikantika. truk. Mengolah sampah di rumah. Anonimus. Sampah sebagai sumber daya. ? http://uripsantoso. reuse dan recycle). sehingga akan mengurangi ritasi transportasi sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan umur TPA akan semakin panjang. Estate Vol 2. seperti adanya zona. alat berat yang cukup. dan persyaratan lainnya. No. Dalam strategi jangka panjang peran aktif masyarakat menjadi tumpuan bagi suksesnya pengelolaan sampah kota. Dianjurkan untuk membuat TPA yang memenuhi kriteria minimum.wordpress. Hal. Oleh sebab itu. ?. garasi alat berat. 23. pengolahan sampah. penjaga.wordpress. blok dan sel.

KEGIATAN AKHIR PADA TEMPAT PEMBUANGAN SAMPAH TUGAS PENYEHATAN LINGKUNGAN . Santoso. Bhratara Karya Aksara. Buku Panduan Mengelola Sampah Rumah Tangga dengan Prinsip 4R. KLH Kantor Wilayah Sumatera. 1987.KLH. Pekanbaru. U. Jakarta. 2005. Limbah Bahan Ransum Unggas yang Rasional. Sumber-sumber lain dari internet.

DISUSUN OLEH: NAMA : ATHIRAH PRATIWI NIM :D11110008 UNIVERSITAS HASANUDDIN FAKULTAS TEKNIK JURUSAN SIPIL 2010 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful