ANALISIS BUTIR SOAL MENGGUNAKAN EXCEL

5 Januari 2010BudisastroTinggalkan KomentarGo to comments

Kegiatan menganalisis butir soal merupakan salah satu ―kewajiban bagi setiap guru”.Dikatakan kewajiban karena setiap guru pada akhirnya harus dapat memberikan informasi kepada lembaganya ataupun kepada siswa itu sendiri tentang bagaimana dan sejauhmana penguasaan dan kemampuan yang telah dicapai siswa terhadap materi dan keterampilan-keterampilan mengenai mata pelajaran yang telah diberikan. Sejalan dengan pengertian di atas maka evaluasi berfungsi sebagai alat untuk mengetahuitercapai tidaknya suatu tujuan pembelajaran, umpan balik bagi proses pembelajaran, sebagai dasar untuk menyusun laporan kemajuan belajar siswa, sebagai dasar merumuskan kriteria ketuntasan minimal dan untuk mengetahui sejauh mana kualitas butir soal yang disusun. Alat evaluasi yang berupa tes tertulis harus memiliki karakteristik atau syarat-syarat sebagai alat evaluasi yang baik, diantaranya harus memenuhi syarat validitas, tingkat kesukaran, daya beda dan reliabilitas serta sesuai dengan tujuan pembelajaran yang akan diukur. Adapun fungsi tes (Suharsimi, 1986:138) meliputi tiga hal, yaitu fungsi untuk kelas, fungsi untuk bimbingan dan fungsi untuk administrasi. Kenyataan dilapangan menunjukkan bahwa nilai-nilai yang diperoleh siswa dari hasil ulangan umum masih rendah. Salah satu penyebab rendahnya nilai tersebut kemungkinan adalah kualitas alat evaluasinya. Oleh karena itu menganalisis butir soal harus merupakan serangkaian kegiatan pembelajaran yang tidak dapat ditinggalkan. Pada postingan ini akan dibahas mengenai analisis butir soal menggunakan Excel. Dengan melakukan Analisis Butir Soal Pilihan Ganda Menggunakan Ms. Excel ini, akan diperoleh informasi sebagai berikut : validitas suatu butir soal; tingkat kesukaran suatu butir soal; daya beda suatu butir soal; tingkat kesulitan siswa pada suatu konsep tertentu dan reliabilitas (tingkat keajegan) naskah soal.

1. 2. 3. 4. 5.

Mengapa Excel?.
Kok bukan SPSS, SPS, Microsta, Anabut, Anates atau aplikasi lainnya khan lebih permanen dan bisa dipercaya? Halah kok bahasanya ganik-ganik nrithik seperti mau ujian saja. Metode Analisis Langkah-langkah yang ditempuh dalam analisis ini meliputi : pengumpulan data / lembar jawaban, koreksi, pemarkahan dan mengurutkan data serta menggolongkan data sesuai keperluan analisis. Jawaban yang benar diberi skor 1 dan jawaban salah diberi skor 0, selanjutnya siswa/data diurutkan berdasarkan perolehan skor. Siswa yang memperoleh Skor tertinggi ditempatkan pada urutan paling atas, skor terendah ditempatkan paling bawah. 1. Validitas Butir Soal Soal yang valid harus dapat mengukur apa yang akan diukur. Untuk mengetahui Validitas butir soal digunakan rumus product momment, sebagai berikut:

keterangan: rxy = koefisien korelasi Pearson antara variabel X dan variabel Y N = Jumlah responden

Tingkat Kesukaran Untuk menentukan tingkat kesukaran suatu tes (Suharsimi.00 soal mudah. taraf signifikan yang digunakan adalah taraf signifikan 5%.70 — 1. Rumus yang digunakan adalah =PEARSON (data_hasil_ jawaban_siswa_pada_soal_no…. JS = jumlah seluruh siswa peserta tes Untuk mengiterpretasikan tingkat kesukaran butir tes digunakan kriteria sebagai berikut: P antara 0. 3. kandungan unsur-unsur dalam suatu zat menggunakan taraf signifikan 1%. selanjutnya nilai tersebut kita bandingkan dengan konstanta/tetapan korelasi. dan P antara 0. data_ jumlah_jawaban). P antara 0. Daya Beda Butir Soal Untuk membedakan antara siswa yang pandai dengan siswa yang kurang pandai. yaitu kelompok atas 33%. siswa dikelompokkan menjadi tiga kelompok.00 — 0.70 soal sedang. Rumus yang digunakan adalah : keterangan: D = daya pembeda JA = banyaknya peserta kelompok atas JB = banyaknya peserta kelompok bawah BA = banyaknya peserta kelompok atas yang menjawab benar BB = banyaknya peserta kelompok bawah yang menjawab benar PA = BA / JA = proporsi peserta kelompok atas yang menjawab benar JB = BB / JB = proporsi kelompok bawah yang menjawab benar . artinya kebenaran atau dalam hal ini validitasnya mencapai 95%. cukup tabel hasil koreksi yang telah dibuat sebelumnya. Anda tidak perlu membuat tabel baru yang berisi kolom-kolom yang panjang dan banyak.30 — 0.30 soal sukar. Setelah didapat nilai (harga rxy). 2. maka soal tersebut valid.X = skor nilai tes tiap-tiap butir Y = skor total Untuk mengerjakan hal ini excel dapat mengerjakan dengan cepat dan mudah. atau dapat membuat sendiri tabel korelasi momen produk dengan excel. Tetapan korelasi tersebut dapat diperoleh dari buku-buku serial statistik. 1986:198)dapat digunakan rumus: keterangan : P = indeks kesukaran B = banyaknya siswa yang menjawab soal itu dengan benar. Jika rxy  rxy tabel maka soal tersebut tidak Valid dan jika rxy hitung  rxy tabel.(pada postingan sebelum ini…red) Untuk penelitian sosial atau penelitian pendidikan. kelompok bawah 33% dan sisanya adalah kelompok tengah. Sedangkan pada penelitian ilmiah yang memerlukan validitas tinggi seperti ketepatan obat terhadap suatu penyakit. Pada analisis ini menggunakan taraf signifikan 5%.

Reliabilitas Suatu tes dapat dikatakan mempunyai taraf kepercayaan yang tinggi jika tes dapat memberikan hasil yang tetap.70–1.2 reliabilitas sangat jelek contoh hasil ulangan excel dapat diunduh di sini dan contoh pembuatan tabel produk momen dapat dilihat disini Postingan lain berkaitan dengan excel koreksi pilihan ganda dengan excel mencari hari lahir dan weton dengan excel ulangan harian mengirim jawaban ke hape guru diimpor/diekspor ke file excel persamaan parabola dengan excel mencetak ukuran kertas folio (33x 21.00 : soal baik sekali 4.6 reliabilitas cukup 0.0–0.40 : soal sedang/cukup 0. Rumus yang digunakan untuk menentukan reliabilitas pada tes obyektif adalah K-R.8 reliabilitas tinggi 0.70 : soal baik 0.20 : soal jelek 0.40–0.5 cm) di excel(setting printer) kartu perpustakaan dengan excel .4 reliabilitas rendah 0.21 keterangan: r11 = koefisien reliabilitas tes secara keseluruhan n = banyaknya soal butir soal M = Mean atau rerata skor soal yang valid S = Simpangan baku Untuk menginterpretasikan besarnya r11 r11 : 0.4–0.8–1.00–0. jika D bernilai: 0.2–0.kriteria. Jadi pengertian reliabilitas tes berhubungan dengan masalah ketetapan(keajegan) hasil.0 reliabilitas sangat tinggi 0.20–0.6–0.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful