BAB I PENDAHULUAN 1.1.

Latar Belakang Dalam rangka mendekatkan kesesuian mutu tamatan kejuruan yang meliputi kejuruan dan sikap professional,serta jumlah tamatan dengan kebutuhan lapangan kerja. Maka departemen pendidikan da kebudayaan menempuh kebijakan untuk menyelenggarakan kurikulum SMK dengan metode PKL/PSG (prakerin) Dengan PKL / PSG siswa SMK dapat mengetahui keadaan lingkungan industri, karena keadaan lingkungan sekolah dan lingkungan industri/perusahaan berbeda apabila seorang tamatan SMK langsung bekerja di industri/perusahaan tanpa di bekali dengan bekal dan mental yang kuat dan pengalaman,maka akan jadi kaku apabila seorang lulusan SMK tersebut bekerja.hal ini di sebabkan karena siswa tersebut akan mengenal dan mengetahui lingkungan industri atau juga karena peralatan di sekolah jauh beda dengan peralatan yang ada di industri Untuk memenuhi harapan di atas SMK BELA NUSANTARA melaksanakan kebijakan untuk PKL/PSG selama 4 bulan di industry atau badan usha lain yang sesuai dengan jurusan sekolah. 1.2. Tujuan

Tujuan Praktik Kerja Siswa SMK pada Dunia Usaha/Dunia Industri adalah sebagai berikut: 1. Tujuan Umum Praktek kerja industri di dunia usaha / dunia industri bertujuan agar siswa/siswi memiliki wawasan, kemampuan dasar untuk bekerja dan menyesuaikan diri dengan keadaan di dunia kerja.Antara lain: 2. Menghasilkan tenaga kerja yang memiliki keahlian yang profesional, yaitu tenaga kerja yang memiliki tingkat pengetahuan, ketrampilan dan etos kerja yang sesuai dengan tuntutan lapangangan kerja.

1

2

3. Memperkokoh Link and Match kesesuaian kecocokan antara progaram sekolah dengan tuntutan dunia kerja. 4. Meningkatkan efisiensi proses pendidikan dan pelatihan tenaga kerja yang berkualitas/profesional 5. Memberikan pengakuan dan penghargaaan terhadap pengalaman kerja sebagai proses pendidikan. 1. Tujuan Khusus Kegiatan praktek industry / Instansi mempunyai tujuan khusus sebagai berikut : 2. Mengenal dan memahami tata tertib dan mekanisme kerja di perusahaan / industry dengan segala aktifitasnya. 3. Menumbuhkan semangat dan jiwa wiraswasta bagi siswa. 4. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa sesuai dengan program studinya dan tuntunan dunia usaha / Industri. 5. Melatih dan menumbuhkan etos kerja. 6. Mengurangi kesenjangan dan ketidaksesuaian pengetahuan dan keterampilan yang di peroleh siswa di sekolah dengan yang di butuhkan dunia kerja / Industri. 7. Meningkatkan efesiensi dan evektivitas dalam pencapaian tamatan SMK yang professional. 8. Terjadinya pemindahan atau transper ilmu pengetahuan dan teknologi dari dunia usaha ke sekolah. 1.3. Ruang Lingkup Prakerin

Ruang lingkup praktek kerja industri di dunia usaha / industri meliputi antara lain : 9. Peningkatan kemampuan / keterampilan kerja. 10. 11. Pengenalan ligkungan dan suasana kerja secara psikologis Penguasaan tata laksana dan administrasi, produksi dan pemasaran. ( interpersonal skill )

3

12. 13. 1.4.

Penghayatan tentang tugas, tanggung jawab, hak dan kewajiban Penanaman kepedulian tentang kualitas proses dan hasil kerja. Metoda Teknis Pelaksanaan Prakerin Dikarenakan kemungkinan tidak semua jenis pekerjaan yang ada di

sebagai pekerja professional.

DU/DI bias dilakukan dengan praktik langsung karena bersifat penting atau peralatan yang memerlukan pelatihan khusus, maka supaya kompetensi tersebut bisa dipelajari dan bisa menambah ilmu pengetahuan siswa-siswa. Maka dapat dilaksanakan dengan metoda pelaksanaan prakerin sebagai berikut: 1. Observasi, yaitu peserta prakerin melaksanakan pengamatan suatu sistem kerja kegiatan atau sistem kerja mesin seperti fungsi mesin/peralatan, cara pengopersian , spesifikasi dan seterusnya 2. untuk Wawancara, yaitu peserta perakarin melakukan wawancara kepada mendapatkan informasi dalam mempelajari suatu sistem orang yang terkait organisasi, sistem kerja kegiatan, sistem kerja mesin/peralatan dan lain sebagainya 3. 4. Praktek kerja langsung, peserta perkerin mendapatkan pengalaman Literatur, peserta perakerin mencari informasi-informasi tambahan dari kesempatan praktik kerja langsung dari lapangan untuk menambah pengetahaun dari hasil observasi, wawancara dan praktik lapangan dengan berbagai buku literatur di Perpustakaan, bukubuku manual, blosur-blosur dan sebagainya. Data-data hasil prakerin dengan metoda-metoda tersebut diatas, digunakan juga sebaagi metoda pengumpulan data untuk bahan laporan hasil pelaksanaan prakerin. 1.5. Sistematika Penyusun Laporan

4

Adapun sistematika dalam penyusun laporan pratek kerja kerja industry adalah sebagai berikut : 14. 15. 16. 17. Kata Pengantar Lembar Pengesahan Industri dan Sekolah Daptar Isi Bab I : Pendahuluan yang berisikan : landasan pemikiran fungsi prakerin,dan aturan hukum ), tujuan

( pengertian,

dan ruang lingkup prakerin ( Pemaparan tentang perlunya melaksanakan prakerin dan teknik yang dilakukan dalam penyusunan laporan ) 18. Bab II : Uraian umum yang berisikan : Sejarah singkat perusahaan (uraian didirikannya perusahaan, dasar dan hukum produk yang di hasilkan ), struktur organisasi dan manejemen perusahaan,diagram organisasi perusahaan,fungsi dan tanggung jawab bidang masing – masing 19. Bab III : Tinjauan teori yang berisikan : Sejarah Maintenance, Reliability Centered Maintenanance, Tujuan Perawatan, Jenis – Jenis Perawatan, Kompresor, AC( Air Conditioner ). 20. 21. 22. Bab IV : Hasil kerja praktek yang berisikan : Cara Merawat Bab V : Penutup berisikan : Kesimpulan dan saran – saran Daftar Pustaka Saringan Udara, Mengindentifiksi Trabel Pada Sistem Kerja AC.

BAB II URAIAN UMUM 2.1. Sejarah singkat PT. PINDAD (persero) PT. PINDAD adalah Perusahaan Industri Manufaktur Indonesia yang bergerak dalam bidang Produk Militer dan Produk Komersial. Kegiatan PT. PINDAD mencakup desain dan pengembangan, rekayasa, perakitan dan fabrikan serta perawatan. Berdiri pada tahun 1808 sebagai bengkel peralatan militer di Surabaya dengan nama Artillerie Constructie Winkel (ACW), bengkel ini berkembang menjadi sebuah pabrik dan sesudah mengalami perubahan nama pengelola kemudian dipindahkan lokasinya ke Bandung pada tahun 1923.Pemerintah Belanda pada tahun 1950 menyerahkan pabrik tersebut kepada Pemerintah Indonesia, kemudian pabrik tersebut diberi nama Pabrik Senjata dan Mesiu (PSM) yang berlokasi di PT. PINDAD sekarang ini. Sejak saat itu PT. PINDAD berubah menjadi sebuah industri alat peralatan militer yang dikelola oleh Angkatan Darat. PT. PINDAD berubah status menjadi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan nama PT. PINDAD (Persero) pada tanggak 29 April 1983, kemudian pada tahun 1989 perusahaan ini berada dibawah pembinaan Badan Pengelola Industri Strategis (BPIS) yang kemudian pada tahun 1999 berubah menjadi PT. Pakarya Industri (Persero) dan kemudian berubah lagi namanya menjadi PT. Bahana Pakarya Industri Strategis (Persero). Tahun 2002 PT. BPIS (Persero) dibubarkan oleh Pemerintah, dan sejak itu PT. PINDAD beralih status menjadi PT. PINDAD (Persero) yang langsung berada dibawah pembinaan Kementerian BUMN.

2.2.

MISI Perusahaan

PT. PINDAD mengembankan misi untuk melaksanakan kegiatan usaha dalam bidang "alat dan peralatan untuk mendukung kemandirian pertahanan dan keamanan negara" serta " alat dan peralatan industri" dengan mendapatkan laba untuk pertumbuhan perusahaan melalui keunggulan teknologi dan efisiensi. 2.3. VISI Perusahaan Adapun visi perusahaan adalah menjadi perusahaan yang sehat yang mempunyai inti usaha terpadu beroperasi secara fleksibel serta mandiri secara finansial. 2.4. Organisai Untuk meningkatkan daya saingnya, PT. PINDAD

mengembangkan desain organisasi yang fleksibel dan desentralistis sehingga meningkatkan divisi-divisi untuk dapat lebih gesit dalam menjalankan usahanya. 2.5. Sumber Daya Manusia (SDM) Sumber daya manusia yang bergabung dengan PT. PINDAD adalah paran tenaga profesional yang memiliki kompetensi khusus di bidang teknologi persenjataan, metalurgi, permesinan dan lain-lain. Kemampuan mereka ditempa oleh pengalaman dan pelatihan khusus. Pengembangan SDM mengacu kepada manajemen SDM berbasis kompetensi yang mengintegrasikan semua kebijakan dibidang karir, pelatihan, rekruitmen, penilaian /prestasi kerja dan lain sebagainya.

2.6.

Bidang Usaha Kegiatan usaha didalam pembuatan berbagai macam Produk

Militer dan Produk Komersial merupakan inti kegiatan perusahaan ini. Pabrik dan perkantoran yang berada di Bandung dan di Turen Malang

serta kantor pemasaran di Jakarta, menunjang keberhasialn bisnis kedua kelompok produk diatas. Kegiatan usaha produk komersial dijalankan oleh empat divisi di Bandung, yaitu: Divisi Mekanik, yang memproduksi peralatan kapal dan air brake serta mesin industri, Divisi Elektrik yang memproduksi motor listrik dan peralatan pembangkit, Divisi Tempa dan Cor yang memproduksi komponen tempa dan cor serta Divisi Rekayasa Industri dan Jasa yang memproduksi peralatan pabrik dan jasa pembangunan pabrik serta jasa pengujian kalibrasi. Divisi Senjata yang bergerak dalam kegiatan pembuatan produk militer berupa berbagai jenis senjata laras panjang dan pendek juga berlokasi di Bandung. Satu diivisi di Turen Malang memproduksi produk militer lainnya yang berupa berbagai jenis munisi dan bahan peledak militer serta bahan peledak untuk kepentingan komersial antara lain pertambangan. 2.7. Jaminan Kualitas Kualitas produksi maupun jasa yang memenuhi harapan pelanggan akan berpengaruh terhadap suksesnya bisnis perusahaan. Untuk itu PT. PINDAD telah menerapkan sistem manajemen mutu sesuai standar ISO 9001/9002 dan ISO Guide 25. Dalam menjaga komitmen perusahaan terhadap mutu produk, maka motto " tidak ada kompromi untuk kualitas" mendasari pola pikir dan tindakan seluruh jajaran operasional perusahaan. Konsistensi komitmen manajemen tersebut selalu dipelihara dengan melakukan peningkatan dan penyesuaian sistem manajemen mutu secara berkesinambungan. Dengan demikian diharapkan produk-produk PT. PINDAD dapat memenuhi kepuasan pelanggan dan dapat membangun kesetiaan pelanggan terhadap produk-produk PT. PINDAD. 2.8. Pengembangan Bisnis Disamping bertujuan untuk memperoleh bisnis baru yang menguntungkan dan kompetitif, pengembangan bisnis pada dasarnya

adalah usaha untuk menyempurnakan dan atau memperbaiki bisnis yang ada dengan menggunakan metoda dan teknologi mutakhir, sehingga mendapatkan bisnis yang kompetitif dengan biaya dan kualitas yang sesuai dengan persyaratan pasar. Mengikuti tuntutan alamiahnya guna dapat bertahan dan terus berkembang didalam kondisi ekonomi yang belum stabil, telah dilakukan upaya reorientasi dan pengembangan usaha agar perusahaan lebih dapat menanggapi dengan baik perubahan lingkungan eksternalnya. Melanjutkan upaya pada tahun-tahun sebelumnya, pada tahun 2001 telah diinisiasi usaha-usaha bisnis baru yang ditunjang oleh kompetensi yang sudah dimiliki. Diharapkan usaha-usaha bisnis baru ini akan memberikan kontribusi cukup besar pada perusahaan ditahun yang akan datang. 2.9. Lingkungan Alam Disaat meningkatkan unjuk-kerja perusahaan, PT. PINDAD juga menyadari untuk tetap selalu mengusahaan agar ramah terhadap lingkungan alam sekitar. Sekitar 60% dari luas perusahaan selalu dijaga kehijauannya termasuk oleh berbagai pepohonan langka. Sesuatu hal yang sangat menarik adalah selain sebagai lingkungan kerja yang harmonis dengan alam sekitarnya, lingkungan PT. PINDAD juga merupakan tempat hidupnya lebih dari 30 jenis spesies burung.

2.10.Struktur Organisasi Organisasi adalah sistem kerjasama antara dua orang atau lebih untuk dapat memungkinkan tercapainya tujuan bersama dengan adanya pembagian tugas dan tanggung jawab . Suatu sistem organisasi yang baik sangat diperlukan untuk menciptakan suatu koordinasi dalam sebuah usaha. Organisasi mengatur dan menetapkan orang – orang pada tempat dan kegunaan masing – masing.

Struktur organisasi PT. PINDAD ( Persero ) merupakan suatu bentuk organisasi garis dan staf yang mempunyai pimpinan tertinggi seorang direktur utama , dalam hal ini direktur utama memberikan atau melimpahkan wewenang secara vertikal kepada bawahannya sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya masing – masing . Sedangkan untuk melaksanakan tugasnya, direktur utama dibantu oleh beberapa staf. Struktur Organisasi PT.PINDAD (Persero) di bentuk berdasarkan surat keputusan Direktur Utama PT. PINDAD no.Skep/131/P/BD/VI/1998 tanggal 15 Juni 1998. Struktur Organisasi PT .PINDAD adalah sebagai berikut : 2.10.1. Direktur Utama yang membawahi : 23. Sekretariat Perusahaan ( SP ) 24. Satuan Pengawasan Intern ( PI ) 25. Pusat Pengamanan ( PM ) 26. Direktur Administrasi & Keuangan ( KU ) 1. 2. 1. 2. 3. 4. 5. 1. 2. 3. 4. 1. 2. Deputi Direktur Bidang Administrasi Deputi Direktur Bidang Keuangan 27. Direktur Produk Komersial ( DK) Deputi Direktur Bidang Pemasaran Divisi Mesin Industri & Jasa ( MI ) Divisi Tempa & Cor ( TC ) Divisi Rekayasa Industri ( RI ) Unit Pengembangan Kendaraan Fungsi Khusus ( KK ) 28. Direktur Produk Militer ( DM ) Deputi Direktur Bidang Penelitian & Pengembangan Deputi Direktur Bidang Pemasaran & Penjualan Divisi Munisi ( MU ) Divisi Senjata ( JT ) 29. Direktur Perencanaan & Pengembangan ( DR ) Deputi Direktur Bidang Pengembangan Usaha Deputi Direktur Bidang Pengembangan Sumber Daya

3. 4.

Anak Perusahaan Perusahaan Patungan.

BAB III LANDASAN TEORI

3.1.

Sejarah Maintenance

Sejarah maintenance di dunia, dimulai dari domain reaktif, perbaiki ketika rusak, kemudian memasuki tahun 1950-an mulai berkembang domain terencana, lahirlah teknik-teknik pencegahan sebelum rusak dengan mengganti komponen/part secara berkala (time base), dan kemudian semenjak tahun 1970-an berkembang lagimenjadi domain proaktif, dengan penerapan teknik-teknik maintenance dan management yang lebih kompleks. Termasuk didalamnya kemampuan design engineering, sistem engineering, teknik-teknik condition monitoring, NDT, penemuan-penemuan material khusus, kalibrasi/pengukuran yang akurat, perkembangan metodologi maintenance seperti reliability centered maintenance serta filosofi maintenance seperti total productive maintenance dan didukung dengan perkembangan software-software khusus maintenance. Kemudian juga sebuah bench mark untuk menjadi world class maintenance (disampaikan juga oleh John Dixon Campbell, dalam bukunya Uptime: strategies for excellence in maintenance Management). 3.1.1. Reliability Centered Maintenanance

Salah satu metodologi untuk memperoleh strategi maintenance yang tepat yaitu menggunakan metodologi Reliability Centered Maintenance (RCM). RCM pertama kali diperkenalkan oleh Stanley Nowlan dan Howard Heap, dalam laporannya tahun 1978, yang merupakan pegawai United Airlines yang disponsori oleh Departemen pertahanan Amerika Serikat. Didasari oleh data statistik tentang pola kegagalan yang terjadi di industri pesawat terbang, ternyata probabilitas kegagalan tidak hanya berbentuk kurva bak mandi (bathtub curve), tetapi terdapat 6 pola kegagalan, maka dikembangkanlah sebuahmetodologi yang memilih strategi maintenance paling tepat sesuai dengan konteks operasinya. Pengertian RCM dari pencipta (authors) RCM yaitu Stanley Nowlan dan Howard Heap sebagai berikut: (kata-kata dalam kurung adalah tambahan dari KONSULTAN) (disarikan dari pengalaman penulis menjadi konsultan implementasi RCM di salah satu perusahaan minyak di Indonesia)

“Reliability Centered Maintenance is a logical discipline for the development of scheduled-maintenance programs. The objective of such programs is to realize the inherent reliability capabilities of the equipment for which they are designed and to do so at minimum cost. Each scheduled-maintenance task in an RCM program is generated for an identifiable and explicit reason. The consequences of each failure possibility are evaluated, and the failures are then classified according to the severity of their consequences. Then for all significant items – those whose failure involve operating safety (and environment) or have major economic consequences – proposed tasks are evaluated according to specific criteria of applicability and effectiveness. The resulting scheduled maintenance program thus includes all the tasks necessary to protect safety (and environment) and operating reliability, and only the tasks that will accomplish this objective”. Dalam menyusun strategi maintenance menggunakan RCM, didahului dengan menggunakan Failure Mode and Effect Critical Analysis (FMECA), yaitu suatu metode analisis yang mengikutsertakan dua elemen risiko; yaitu frekuensi kegagalan dan konsekuensi kegagalan. FMECA memfokuskan pada identifikasi dari kejadian-kejadian dan frekuensi yang mengakibatkan kegagalan dan menganalisis efek-efeknya pada komponen dan sistem. FMECA mengkategorisasikan kegagalan sebagai non-safety critical failure dan safety critical failures. Hasil akhir analisis FMEA/FMECA adalah efek akhir dari kegagalan yang menjurus ke kegagalan fungsi. Efek akhir ini bisa sebagai efek lokal, yaitu efek pada tingkatan komponen, atau efek pada tingkatan (level) yang lebih tinggi, dan seterusnya yang bisa menyebabkan kegagalan fungsi equipment / system tersebut. Sedangkan hasil akhir dari RCM Analysis (dengan memanfaatkan analisis FMECA) adalah strategi perawatan dengan cara menetapkan kegiatan perawatan yang paling tepat untuk menurunkan konsekuensi kegagalan sampai ke tingkatan yang paling rendah apabila kegagalan tersebut terjadi berikut dengan penetapan frekuensi perawatan serta siapa yang melakukan perawatan. Adapun strategi perawatan yang dihasilkan berdasarkan oleh Analisis RCM ini dapat berupa langkah-langkah maintenance yang paling mendasar yaitu CLAIR (clean, lubricate, adjust, inspect and (minor) repair), kemudian Run to Failure (RTF), time base maintenance, condition monitoring (predictive maintenance) sampai dengan rekomendasi- rekomendasi perbaikan design dan engineering. Strategi maintenance yang dipilih untuk sebuah equipment bisa merupakan salah satu dari kegiatan maintenance diatas ataupun gabungan dari kegiatan-kegiatan maintenance, sesuai dengan fungsi dan konteks operasi sebuah equipment. 2 buah equipment yang memiliki model, merk dan sepesifikasi yang sama persis tetapi memiliki fungsi dan atau konteks

operasi yang berbeda akan memiliki strategi maintenance yang berbeda pula. Perawatan di suatu industri merupakan salah satu faktor yang penting dalam mendukung suatu proses produksi yang mempunyai daya saing di pasaran. Produk yang dibuat industri harus mempunyai hal-hal berikut: • Kualitas baik • Harga pantas • Di produksi dan diserahkan ke konsumen dalam waktu yang cepat. Oleh karena itu proses produksi harus didukung oleh peralatan yang siap bekerja setiap saat dan handal. Untuk mencapai hal itu maka peralatan-peralatan penunjang proses produksi ini harus selalu dilakukan perawatan yang teratur dan terencana. 3.1.2. Tujuan Utama Perawatan:

1. Untuk memperpanjang umur penggunaan asset. 2. Untuk menjamin ketersediaan optimum peralatan yang dipasang untuk produksi dan dapat diperoleh laba yang maksimum. 3. Untuk menjamin kesiapan operasional dari seluruh peralatan yang diperlukan dalam keadaan darurat setiap waktu. 4. Untuk menjamin keselamatan orang yang menggunakan peralatan tersebut. 3.1.3. Jenis-Jenis Perawatan Dalam istilah perawatan disebutkan bahwa disana tercakup dua pekerjaan yaitu istilah “perawatan” dan “perbaikan”. Perawatan dimaksudkan sebagai aktifitas untuk mencegah kerusakan, sedangkan istilah perbaikan dimaksudkan sebagai tindakan untuk memperbaiki kerusakan.

Secara umum, ditinjau dari saat pelaksanaan pekerjaan perawatan, dapat dibagi menjadi dua cara: 1. Perawatan yang direncanakan (Planned Maintenance). 2. Perawatan yang tidak direncanakan (Unplanned Maintenance). Secara skematik pembagian perawatan bisa dilihat pada gambar berikut:

3.1.4.

Bentuk-bentuk Perawatan

 Perawatan Preventif (Preventive Maintenance) Adalah pekerjaan perawatan yang bertujuan untuk

mencegah terjadinya kerusakan, atau cara perawatan yang direncanakan untuk pencegahan (preventif).

Ruang lingkup pekerjaan preventif termasuk: inspeksi, perbaikan kecil, pelumasan dan penyetelan, sehingga peralatan atau mesin-mesin selama beroperasi terhindar dari kerusakan.  Perawatan Korektif Adalah pekerjaan perawatan yang dilakukan untuk

memperbaiki dan meningkatkan kondisi fasilitas/peralatan sehingga mencapai standar yang dapat diterima. Dalam perbaikan dapat dilakukan peningkatan-peningkatan sedemikian rupa, seperti melakukan perubahan atau modifikasi rancangan agar peralatan menjadi lebih baik.  Perawatan Berjalan Dimana pekerjaan perawatan dilakukan ketika fasilitas atau peralatan dalam keadaan bekerja. Perawatan berjalan diterapkan pada peralatan-peralatan yang harus beroperasi terus dalam melayani proses produksi.  Perawatan Prediktif Perawatan prediktif ini dilakukan untuk mengetahui terjadinya perubahan atau kelainan dalam kondisi fisik maupun fungsi dari sistem peralatan. Biasanya perawatan prediktif dilakukan dengan bantuan panca indra atau alat-alat monitor yang canggih.  Perawatan Maintenance) Pekerjaan perawatan dilakukan setelah terjadi kerusakan pada peralatan, dan untuk memperbaikinya harus disiapkan suku cadang, material, alat-alat dan tenaga kerjanya.  Perawatan Darurat (Emergency Maintenance) Adalah pekerjaan perbaikan yang harus segera dilakukan karena terjadi kemacetan atau kerusakan yang tidak terduga. setelah terjadi kerusakan (Breakdown

3.2.

Pengertian Kompressor

Kompressor adalah mesin untuk memampatkan udara atau gas. Secara umum biasanya mengisap udara dari atmosfer, yang secara fisika merupakan campuran beberapa gas dengan susunan 78% Nitrogren, 21% Oksigen dan 1% Campuran Argon, Carbon Dioksida, Uap Air, Minyak, dan lainnya. Namun ada juga kompressor yang mengisap udara/ gas dengan tekanan lebih tinggi dari tekanan atmosfer dan biasa disebut penguat (booster). Sebaliknya ada pula kompressor yang menghisap udara/ gas bertekanan lebih rendah dari tekanan atmosfer dan biasanya disebut pompa vakum. Jika suatu gas/ udara didalam sebuah ruangan tertutup diperkecil volumenya, maka gas/ udara tersebut akan mengalami kompresi. Kompressor yang menggunakan azas ini disebut kompressor jenis displacement dan prinsip kerjanya dapat dilukiskan seperti pada gambar dibawah ini :

Disini digunakan torak yang bergerak bolak balik oleh sebuah penggerak mula (prime mover) didalam sebuah silinder untuk menghisap, menekan dan mengeluarkan udara secara berulang-ulang. Dalam hal ini udara tidak boleh bocor melalui celah antara dinding torak dengan dinding silinder yang saling bergesekan. Untuk itu digunakan cincin torak sebagai perapat. Jika torak ditarik keatas, tekanan dalam silinder dibawah torak akan menjadi negatif (kecil dari tekanan atmosfer) sehingga udara akan masuk melalui celah katup isap. Kemudian bila torak ditekan kebawah, volume udara yang terkurung dibawah torak akan mengecil sehingga tekanan akan naik.

Berdasarkan prinsip kerjanya, kompressor terdiri dari 2 (dua) jenis yaitu Displacement (torak) seperti dijelaskan diatas dan Dynamic (rotary) yang mengalirkan udara melalui putaran sudu berkecepatan tinggi. 3.2.1. Proses Kompresi Udara Proses kompresi udara yang terjadi pada kompressor torak dapat dijelaskan dengan menggunakan pendekatan seperti terlihat pada gambar 2.2. Torak memulai langkah kompresinya pada titik (1) diagram PV, kemudian bergerak ke kiri dan udara dimampatkan hingga tekanan naik ke titik (2). Pada titik ini tekanan dalam silinder mencapai harga tekanan Pd yang lebih tinggi dari pada tekanan dalam pipa keluar (atau tangki tekan) sehingga katup keluar pada kepala silinder akan terbuka. Jika torak terus bergerak ke kiri, udara akan didorong keluar silinder pada tekanan tetap sebesar Pd. Di titik (3) torak mencapai titik mati atas, yaitu titik akhir gerakan torak pada langkah kompresi dan pengeluaran.

Pada Gambar 2.3. terlihat bentuk dan susunan konstruksi kompressor yang menjelaskan secara visual bahwa udara masuk melalui air intake filter diisap oleh torak sampai ke titik maksimum bawah. Sebelum masuk ke torak udara didalam kartel bersamaan diisap melalui pipa vacum, sehingga tidak terjadinya vacum di dalam kartel. Kemudian udara yang vacum di silinder keluar melalui pipa vacum.

3.2.2.

Kondensasi Uap Air Udara yang dihisap dan dimampatkan didalam kompressor akan mengandung uap air dalam jumlah cukup besar. Jika uap ini didinginkan udara yang keluar dari kompressor maka uap akan mengembun menjadi air. Air ini akan terbawa ke mesin/ peralatan yang menggunakannya dan mengakibatkan gangguan pada pelumasan, korosi dan peristiwa water hammer pada piping system. Aftercooler adalah heat-exchanger yang berguna untuk mendinginkan udara/ gas keluaran kompresor untuk membuang uap air yang tidak diinginkan sebelum dikirim ke alat lain. Uap air dipisahkan dari udara dengan cara pendinginan dengan air atau oli pendingin. Sumber Ingersoll-Rand [--]. Dapat dilihat pada gambar dibawah ini :

3.2.3.

Condensate Drain Valve Condensate drain valve ialah bagian dari kompressor yang berfungsi membuang kondensat (uap air) yang terjadi saat kompressor bekerja dengan mengambil udara dari luar, sehingga udara yang masuk ke dalam sistem udara tekan menjadi bersih dan tidak menimbulkan adanya endapan air. Manfaat lainnya pada sistem hidrolik adalah, oli

tetap bersih karena kontaminasi dari air telah dibuang melalui Condensate Drain Valve.

3.3.

Pengertian AC Air Conditioner

Air Conditioner (AC) merupakan sebuah alat yang digunakan untuk pengkondisian udara didalam ruangan. Kok pengkondisian udara? Yaaa.. karena kondisi suhu udara bisa diatur atur sesuai dengan kehendak kita. Tetapi apakah Anda mengetahui bagaimana cara kerja dari AC itu sendiri? Berikut adalah prinsip kerja Air Conditioner (AC) yang sebenarnya punya prinsip sama dengan Lemari Es yang Anda punya di rumah.

3.3.1.

Cara kerja AC dapat dijelaskan sebagai berkut : Compressor AC yang ada pada sistem pendingin dipergunakan sebagai alat untuk memampatkan fluida kerja (refrigent), jadi refrigent yang masuk ke dalam compressor AC dialirkan ke condenser yang kemudian dimampatkan di kondenser. Di bagian kondenser ini refrigent yang dimampatkan akan berubah fase dari refrigent fase uap menjadi refrigent fase cair, maka refrigent mengeluarkan kalor yaitu kalor penguapan yang terkandung

di dalam refrigent. Adapun besarnya kalor yang dilepaskan oleh kondenser adalah jumlahan dari energi compressor yang diperlukan dan energi kalor yang diambil evaparator dari substansi yang akan didinginkan. Pada kondensor tekanan refrigent yang berada dalam pipa-pipa kondenser relatif jauh lebih tinggi dibandingkan dengan tekanan refrigent yang berada pada pipi-pipa evaporator. Setelah refrigent lewat kondenser dan melepaskan kalor penguapan dari fase uap ke fase cair maka refrigent dilewatkan melalui katup ekspansi, pada katup ekspansi ini refrigent tekanannya diturunkan sehingga refrigent berubah kondisi dari fase cair ke fase uap yang kemudian dialirkan ke evaporator, di dalam evaporator ini refrigent akan berubah keadaannya dari fase cair ke fase uap, perubahan fase ini disebabkan karena tekanan refrigent dibuat sedemikian rupa sehingga refrigent setelah melewati katup ekspansi dan melalui evaporator tekanannya menjadi sangat turun. Hal ini secara praktis dapat dilakukan dengan jalan diameter pipa yang ada dievaporator relatif lebih besar jika dibandingkan dengan diameter pipa yang ada pada kondenser. Dengan adanya perubahan kondisi refrigent dari fase cair ke fase uap maka untuk merubahnya dari fase cair ke refrigent fase uap maka proses ini membutuhkan energi yaitu energi penguapan, dalam hal ini energi yang dipergunakan adalah energi yang berada di dalam substansi yang akan didinginkan. Dengan diambilnya energi yang diambil dalam substansi yang akan didinginkan maka enthalpi [*] substansi yang akan didinginkan akan menjadi turun, dengan turunnya enthalpi maka temperatur dari substansi yang akan didinginkan akan menjadi turun. Proses ini akan berubah terus-menerus sampai terjadi pendinginan yang sesuai dengan keinginan. Dengan adanya mesin pendingin listrik ini maka untuk mendinginkan atau menurunkan temperatur suatu substansi dapat dengan mudah dilakukan. 3.3.2. Prinsip Air Conditioner Air Conditioner (AC) merupakan sebuah alat yang digunakan untuk pengkondisian udara didalam ruangan. Kok pengkondisian udara? Tetapi apakah Anda mengetahui prinsip kerja AC itu sendiri? Berikut adalah prinsip kerja Air Conditioner (AC) yang sebenarnya punya prinsip sama dengan Lemari Es yang Anda punya di rumah. Alat pada AC itu terdiri dari pompa compressor, evaporator, penukar panas, dan katup pemuaian dan prinsip kerja siklus pendinginan udara dapat dilihat pada gambar. 1. Udara di dalam ruangan dihisap oleh kipas sentrifugal yang ada dalam evaporator dan udara

bersentuhan dengan pipa coil yang berisi cairan refrigerant. Dalam hal ini refrigerant akan menyerap panas udara sehingga udara menjadi dingin dan refrigerant akan menguap dan dikumpulkan dalam penampung uap. 2. Tekanan uap yang berasal dari evaporator disirkulasikan menuju kondensor, selama proses kompresi berlangsung, temperatur dan tekanan uap refrigerant menjadi naik dan ditekan masuk ke dalam kondensor. 3. Untuk menurunkan tekanan cairan refrigerant yang bertekanan tinggi digunakan katup ekspansi untuk mengatur laju aliran refrigerant yang masuk dalam evaporator. 4. Pada saat udara keluar dari condensor udara menjadi panas. Uap refrigerant memberikan panas kepada udara pendingin dalam condensor menjadi embun pada pipa kapiler. Dalam mengeluarkan panas pada condensor, dibantu oleh kipas propeller. 5. Pada sirkulasi udara dingin terus-menerus dalam ruangan, maka perlu adanya thermostat untuk mengatur suhu dalam ruangan atau sesuai dengan keinginan. 6. Udara dalam ruang menjadi lebih dingin dibanding diluar ruangan sebab udara di dalam ruangan dihisap oleh sentrifugal yang terdapat pada evaporator kemudian terjadi udara bersentuhan dengan pipa/coill evaporator yang didalamnya terdapat gas pendingin (freon). Di sini terjadi perpindahan panas sehingga suhu udara dalam ruangan relatif dingin dari sebelumnya. 7. Suhu di luar ruangan lebih panas dibanding di dalam ruangan, sebab udara yang di dalam ruangan yang dihisap oleh kipas sentrifugal dan bersentuhan dengan evaporator, serta dibantu dengan komponen AC lainnya, kemudian udara dalam ruangan dikeluarkan oleh kipas udara kondensor. Dalam hal ini udara di luar ruangan dapat dihisap oleh kipas sentrifugal dan masuknya udara melalui kisi-kisi yang terdapat pada AC. 8. Gas refrigerant bersuhu tinggi saat akhir kompresi di condensor dengan mudah dicairkan dengan udara pendingin pada sistem air cooled atau uap refrigerant menyerap panas udara pendingin dalam

condensor sehingga mengembun dan menjadi cairan di luar pipa evaporator. 9. Karena air atau udara pendingin menyerap panas dari refrigerant, maka air atau udara tersebut menjadi panas pada waktu keluar dari kondensor. Uap refrigerant yang sudah menjadi cair ini, kemudian dialirkan ke dalam pipa evaporator melalui Dan sebagai cairan yang bersifat sebagai penghantar dari kalor yang terdapat pada udara adalah freon (diantaranya CCl2F2). Pada gambar diatas di sebelah kiri mengandung freon yang bersuhu rendah dan tekanan rendah sedangkan sisi kanan mengandung suhu yang tinggi dan tekanan tinggi. Jadi intinya prinsip pendinginan udara pada AC melibatkan siklus refrigerasi, yakni udara didinginkan oleh refrigerant/pendingin (biasanya freon), lalu freon ditekan menggunakan kompresor sampai tekanan dan suhunya naik, kemudian didinginkan oleh udara lingkungan sehingga mencair. Proses tersebut diatas berjalan berulang-ulang sehingga menjadi suatu siklus yang disebut siklus pendinginan pada udara yang berfungsi mengambil kalor dari udara dan membebaskan kalor ini ke tempat lain semisal di luar ruangan.

3.4.

Alat Yang Digunakan Untuk Maintenance

Sebuah kunci pas atau kunci adalah alat yang digunakan untuk memberikan pegangan dan keuntungan mekanis dalam menerapkan torsi untuk memutar obyek-biasanya rotary pengencang , seperti kacang-kacangan dan baut -atau menjaga mereka dari balik. Di Inggris Bahasa Inggris , kunci pas adalah istilah standar. Bentuk yang paling umum disebut terbuka kunci pas dan kunci pas cincin. Kunci inggris merujuk pada jenis kunci pas disesuaikan. [1] Dalam bahasa Inggris Amerika , kunci pas adalah istilah standar. Bentuk sangat paling umum disebut terbuka akhir kunci pas dan kotak-end kunci pas. Dalam bahasa Inggris Amerika, kunci pas mengacu pada kunci pas khusus dengan serangkaian pin atau tab keliling lingkar. (Pin ini atau tab masuk ke dalam lubang atau takik potong menjadi obyek yang akan berubah.) Dalam Amerika commerce, seperti kunci inggris dapat disebut kunci inggris kunci pas untuk membedakannya dari arti Inggris dari kunci pas. Kunci pas kualitas yang lebih tinggi biasanya terbuat dari kromium - vanadium paduan baja perkakas dan sering dropditempa . Mereka seringberlapis krom untuk melawan korosi dan kemudahan pembersihan. Alat berengsel, seperti tang atau penjepit , umumnya tidak dianggap kunci pas dalam bahasa Inggris, tetapi pengecualian adalah kunci tukang ledeng dan kunci inggris mol . 3.4.1. Jenis-Jenis Kunci Inggris nama Kelompo k

Amerika nama

Deskripsi

kotak-end kunci

cincin Secara luas dianggap Umum kunci pas sebagai "raja kunci pas," [ kutipan diperlukan ] ini adalah kunci one-piece dengan pembukaan tertutup yang mengatasi wajah para baut atau mur. Reses umumnya merupakan pembukaan enam

Amerika nama

Inggris nama

Deskripsi

Kelompo k

poin atau dua belaspoint untuk digunakan dengan kacang atau kepala baut dengan bentuk heksagonal. Kedua belas-point cocok ke penambat pada sudut yang dua kali lebih banyak, keuntungan di mana ayunan terbatas. Delapan poin kunci pas juga dibuat untuk berbentuk persegi mur dan baut kepala. Kunci pas cincin sering doubleended dan biasanya dengan menangani offset untuk meningkatkan akses ke mur atau baut. Sebuah alat gandaberakhir dengan salah satu ujung menjadi seperti kunci pas open-end atau terbuka kunci kombinas pas, dan ujung kombinasi kunci i kunci lainnya menjadi Umum pas seperti kunci pas kotak-end atau kunci pas cincin. Kedua ujungnya umumnya sesuai dengan ukuran yang sama baut.

Amerika nama

Inggris nama

Deskripsi

Kelompo k

terbuka kunci

Sebuah kunci pas satu bagian dengan pembukaan yang berbentuk U yang melanda dua wajah yang berlawanan dari baut atau mur. Kunci ini sering double-ended, dengan pembukaan berukuran berbeda di kedua akhir terbuka ujungnya. Ujung Umum kunci pas umumnya berorientasi pada sudut sekitar 15 derajat terhadap sumbu longitudinal dari pegangan. Hal ini memungkinkan rentang yang lebih besar dari gerakan di ruang tertutup dengan membalik kunci di atas.

spanner kunci pin kunci Sebuah kunci Umum pas ataukunci pas / dengan satu atau pin pas hanya [meruju pengait atau kait, dirancang k ke salah satu]; kunci pas untuk [ketika / C kunci mendorong kunci menentukan pin pas (atau pas sekrup kepala, vs kait vs C, "pin leher berulir dan istilah yang sama wajah cincin penahan, digunakan seperti kunci lubang, dan dalam bahasa pas") sebagainya. Perhatik Inggris Britania] an perbedaan indra Amerika dan Inggris dari kata "kunci pas". Dalam bahasa

Amerika nama

Inggris nama

Deskripsi

Kelompo k

Inggris Amerika kunci pas adalah subset dari kunci pas. Sebuah alat yang mirip dalam desain dan penampilan ke kunci inggris, tapi dengan diri pengetatan properti dan mengeras, Stillson bergerigi rahang kunci pas yang aman alat disesuaik atau kelengkapan pipa an Stillsons besi pegangan lembut dan pipa. Kadangkadang dikenal dengan nama merek pemegang paten asli sebagai kunci Stillson. soket Sebuah silinder stopkonta kunci pas berongga yang k cocok di salah satu ujung mur atau kepala baut. Ini mungkin termasuk pegangan, jika tidak maka sering hanya disebut sebagai socket dan biasanya digunakan dengan alat hard berbagai membuatnya menjadi kunci pas atau kunci pas

kunci tabung

soket kunci pas

Amerika nama

Inggris nama

Deskripsi

Kelompo k

seperti pegangan ratchet, bar tee (sliding tommy bar) bar atau bar buku jari (poros sumbu tunggal).Ini umumnya memiliki istirahat enam poin, delapan poin atau dua belas-point, mungkin dangkal atau dalam, dan mungkin memiliki built-in bersama yang universal . (Foto menunjukkan kedua ratchet dan soket.) Jenis umum dari sebelumnya kunci yang populer dengan mekanika, buruh pabrik, dan petani untuk pemeliharaan, perbaikan dan operasi tugas di hariHistoris hari ketika pengencang sering harus persegi daripada kepala hex. Bentuknya kunci pas yang menunjukkan mulut terbuka buaya.

buaya kunci

?

tukang kunci

ledeng Multigrip Sebuah alat untuk Khusus s atau sekrup (memutar tang dengan kekuatan)

Amerika nama

Inggris nama

Deskripsi

Kelompo k

multigrip

pipa selama berbagai pipa .

menyetel kunci

Sebuah kunci socket digunakan untuk menyempurnakan tuning beberapa instrumen "T" palu musik petik.Serupa, piano dan dalam beberapa Khusus penalaan kasus identik untuk tuas menghidupkan tombol tuning, tetapi sering memberikan torsi.

BAB IV HASIL PRAKTEK KERJA INDUSTRI 4.1. Cara Merawat Saringan Udara 4.1.1. Pengenalan Mesin Pemampat atau kompresor adalah alat mekanik yang berfungsi untuk meningkatkan tekanan fluida mampu mampat, yaitu gas atau udara. tujuan meningkatkan tekanan dapat untuk mengalirkan atau kebutuhan proses dalam suatu system proses yang lebih besar (dapat system fisika maupun kimia contohnya pada pabrik-pabrik kimia untuk kebutuhan reaksi). Secara umum kompresor dibagi menjadi dua jenis yaitu dinamik dan perpindahan positif.

4.1.2. Prinsip Kerja Kompressor Kompressor adalah mesin untuk memampatkan udara atau gas. Secara umum biasanya mengisap udara dari atmosfer, yang secara fisika merupakan campuran beberapa gas dengan susunan 78% Nitrogren, 21% Oksigen dan 1% Campuran Argon, Carbon Dioksida, Uap Air, Minyak, dan lainnya. Namun ada juga kompressor yang mengisap udara/ gas dengan tekanan lebih tinggi dari tekanan atmosfer dan biasa disebut penguat (booster). Sebaliknya ada pula kompressor yang menghisap udara/ gas bertekanan lebih rendah dari tekanan atmosfer dan biasanya disebut pompa vakum. Jika suatu gas/ udara didalam sebuah ruangan tertutup diperkecil volumenya, maka gas/ udara tersebut akan mengalami kompresi. Kompressor yang menggunakan azas ini disebut kompressor jenis displacement dan prinsip kerjanya dapat dilukiskan seperti pada gambar dibawah ini :

Disini digunakan torak yang bergerak bolak balik oleh sebuah penggerak mula (prime mover) didalam sebuah silinder

untuk menghisap, menekan dan mengeluarkan udara secara berulang-ulang. Dalam hal ini udara tidak boleh bocor melalui celah antara dinding torak dengan dinding silinder yang saling bergesekan. Untuk itu digunakan cincin torak sebagai perapat. Jika torak ditarik keatas, tekanan dalam silinder dibawah torak akan menjadi negatif (kecil dari tekanan atmosfer) sehingga udara akan masuk melalui celah katup isap. Kemudian bila torak ditekan kebawah, volume udara yang terkurung dibawah torak akan mengecil sehingga tekanan akan naik. Berdasarkan prinsip kerjanya, kompressor terdiri dari 2 (dua) jenis yaitu Displacement (torak) seperti dijelaskan diatas dan Dynamic (rotary) yang mengalirkan udara melalui putaran sudu berkecepatan tinggi. 4.1.3. Cara Merawat Saringan Udara Caranya, arahkan aliran udara tekanan tinggi dan bagian dalam saningan saringan udara menuuju ke bagian luar. Jangan terbahik. Saat ditiup, partikel debu akan berterbangan. Lindungi bagian-bagian tubuh Anda yang rawan terhadap debu, seperti mata dan hidung. Setelah ditiup, perhatikan kondisi kertas saningannya, jika masih baik boleh digunakan kembali. Jika terlihat ada sobekan atau lubang-lubang kecil, sebaiknya saringan udara diganti yang baru. pembersih udara model kedua, yaitujenis oh, kebanyakan digunakan pada kendaraan berat yang bertugas di daerah dengan tingkat polusi debu sangat tinggi (dusty area). Saringannya, umumnya memihiki bak oli, yang terletak di bawah rumah pembersih udara. Partikel debu, kotoran, pasir yang masuk ke dalam rumah saringan udara jatuh ke dalam genangan oli. Udara yang diisap mesin dating setelah dibersihkan oleh elemen pembersih yang berbentuk jalinan baja wol. membersihkan saningan model basah mi sebenarnya mudah, namun tidaksepraktis kertas. Jika kotor, baja wolnya hams dibersihkan dengan cara dicuci. bahanliii pcmbersihnya bisa memakai bensin, minyak tanah, atau larutan tertentu sesuai ketentuan pabnik. Oli dalam rumah saringanjuga harus dibuang.

selanjutnya, rumah saringan juga wajib dibersihkan dengan minyak tanah atau bensin. Setelah bersih, isikan oh mesin (yang barn) ke dalam nimah saringan sampai batas ketinggian yang ditentukan. Biasanya, ada tanda yang menunjukkan batas pengisian oli (oil level). Jumlah oli yang diisikan ke dalam rumah saringan sebaiknya pas, jangan sampai berlebihan atau kurang. Jika kelebthan, pembakaran mesin terganggu lantaran mengisap oli terhalu banyak. Sebahiknya, jika oh saringan udara kurang, mesin bakah ‘sakit’ lantanan menghirup udara kotor. Pilihan ketiga adalah saringan udara yang menggunakan bahan baku busa Sekarang mulai banyak digunakan oleh kendaraan bermotor roda dua (sepeda motor) dan juga mobil sebagai after market product. Kelebihan saringan udara model busa adalah kemampuan menyaringnya relatif lebih balk dibanding kertas kering. Sebab, kotoran dan debu halus akan menempel lengket pada busa yang telah dibasahi oleh sejenis cairan oil. Membersihkan busa mi cukup dengan mencucinya dalam larutan pembersi h tertentu. Ada yang menganjurkan pemakainya untuk mencuci dengan deterjen biasa, atau sabun cuci. Ada pula yang menyertakan larutan pembersih khusus untuk busanya. Selesai dicuci, busa harus dibasahi dengan larutan sejenis oli khusus. Kelemahan busa, setelah melalui rangkaian proses cuci-peras-kenng-basah-pakai secara berulang-ulang dalam waktu lama, akan mengalami kernsakan akibat pemakaian. Bentuknya, jalinan busa akan mengalarni retak atau sobek. Selanjutnya, kemampuan busa menyaring kotoran akan menurun dan harus diganti baru. Agar busanya tidak mudah melembek atau berubah bentuk, kebanyakan saringan udara model in diberikan sebuah penguat yang berbentuk semacam jahinan kawat logam yang halus. Biasanya, kawat penguat itu ditempatkan di sebelah dalam saringan udara. Keempat, adalah saringan udara yang menggabungkan antara kertas kering dan oh basah. Mungkin Anda lebih mengenal contohnya, yaitu

4.2.

saringan udara merek K&N buatan Amerika Serikat. Merek K&N menggunakan kertas yang diperkuatjahinan kawat halus dan dibasahi dengan oh khusus untuk meningkatkan daya saringnya. Mencucinya gampang, seluruh bagian saringan udara mi tinggal disemprot dengan deterjen khusus (merek K&N) sampai merata. Diamkan dahulu beberapa menit agar larutan deterjennya bisa bekerja melarutkan kotoran yang menempel. Siram dengan kucuran air dan arah dalam menuju luar. Setelah bersih, buang sisa-sisa air yang masih menempel pada tubuh saringan dengan cara mengibas-ngibasnya. Keringkan dengan cara dianginanginkan. langkah terakhir adalah memberi larutan oh khusus K&N untuk membasahi kertas saringnya. Pasang kembali dalam rumahnya, dan saringan udara kendaraan anda siap digunakan kembali. Cara Memperbaiki Trable Pada Sistem AC 4.2.1. Pengertian Sistem AC (AIR CONDITIONING)

Merupakan sebuah alat yang digunakan untuk pengkondisian udara didalam ruangan. Kok pengkondisian udara? Yaaa.. karena kondisi suhu udara bisa diatur atur sesuai dengan kehendak kita. Tetapi apakah Anda mengetahui bagaimana cara kerja dari AC itu sendiri? Berikut adalah prinsip kerja Air Conditioner (AC) yang sebenarnya punya prinsip sama dengan Lemari Es yang Anda punya di rumah. 4.2.2. Cara kerja ac dapat dijelaskan sebagai berkut : Compressor AC yang ada pada sistem pendingin dipergunakan sebagai alat untuk memampatkan fluida kerja (refrigent), jadi refrigent yang masuk ke dalam compressor AC dialirkan ke condenser yang kemudian dimampatkan di kondenser. Di bagian kondenser ini refrigent yang dimampatkan akan berubah fase dari refrigent fase uap menjadi refrigent fase cair, maka refrigent mengeluarkan kalor yaitu kalor penguapan yang terkandung di dalam refrigent. Adapun besarnya kalor yang dilepaskan oleh kondenser adalah jumlahan dari energi compressor yang diperlukan dan energi kalor yang diambil evaparator dari substansi yang akan didinginkan. Pada kondensor tekanan refrigent yang berada dalam pipapipa kondenser relatif jauh lebih tinggi dibandingkan dengan tekanan refrigent yang berada pada pipi-pipa evaporator.

Setelah refrigent lewat kondenser dan melepaskan kalor penguapan dari fase uap ke fase cair maka refrigent dilewatkan melalui katup ekspansi, pada katup ekspansi ini refrigent tekanannya diturunkan sehingga refrigent berubah kondisi dari fase cair ke fase uap yang kemudian dialirkan ke evaporator, di dalam evaporator ini refrigent akan berubah keadaannya dari fase cair ke fase uap, perubahan fase ini disebabkan karena tekanan refrigent dibuat sedemikian rupa sehingga refrigent setelah melewati katup ekspansi dan melalui evaporator tekanannya menjadi sangat turun. Hal ini secara praktis dapat dilakukan dengan jalan diameter pipa yang ada dievaporator relatif lebih besar jika dibandingkan dengan diameter pipa yang ada pada kondenser. Dengan adanya perubahan kondisi refrigent dari fase cair ke fase uap maka untuk merubahnya dari fase cair ke refrigent fase uap maka proses ini membutuhkan energi yaitu energi penguapan, dalam hal ini energi yang dipergunakan adalah energi yang berada di dalam substansi yang akan didinginkan. Dengan diambilnya energi yang diambil dalam substansi yang akan didinginkan maka enthalpi [*] substansi yang akan didinginkan akan menjadi turun, dengan turunnya enthalpi maka temperatur dari substansi yang akan didinginkan akan menjadi turun. Proses ini akan berubah terus-menerus sampai terjadi pendinginan yang sesuai dengan keinginan. Dengan adanya mesin pendingin listrik ini maka untuk mendinginkan atau menurunkan temperatur suatu substansi dapat dengan mudah dilakukan. 4.2.3. Trable Pada Sistem AC Sistem kerja AC dapat dikontrol atau didiagnosa mengunakan manometer. Berikut ini adalah daftar diagnosa penyakit-penyakit yang terjadi pada sistem kerja AC berdasar pada pembacaan manometer dan cara mengatasi penyakit pada sistem AC. Keterangan pembacaan pada Manometer : TR = Kran manometer tekanan rendah (warna biru) TT = Kran manometer tekanan tinggi (warna merah) A. Sistem AC bekerja normal

TR = 1,5 – 2 bar (21 – 29 psi) TT = 14,5 – 15 bar (200 – 213 psi). B. TR dan TT rendah tekanannya

Diagnosa : Pengisian freon masih kurang atau terjadi kebocoran freon Perbaikan: Periksa kebocoran dan melakukan penambahan isi freon dalam system C. TR = tekanannya kosong/vakum, TT = tekanannya kecil sekali

Diagnosa : Pengisian freon terlalu sedikit, Evaporator kotor, aliran dari motor blower terhambat sehingga terjadi pembekuan dalam evaporator Perbaikan : 30. 31. 32. 33. Lepas evaporator dan bersihkan Periksa kerja motor blower Bersihkan dan vakum sistem Isi freon kembali

D. Pada waktu sistem AC bekerja normal suatu ketika TR jadi vakum dan TT turun.

Diagnosa : 34. Filter yang sudah tua tidak mampu lagi menyerap uap air, akibatnya pipa evaporator tersumbat oleh es 35. Evaporator yang kotor akan menghambat aliran udara juga akan mengakibatkan hal yang sama Perbaikan : Ganti filter, Bersihkan evaporator, Periksa kerja motor blower E. TR naik TT turun

Diagnosa : Kerusakan pada kompresor, kebocoran katupkatup, kebocoran torak, cincin torak dengan silinder kompresor, mengakibatkan TR naik dan TT turun Perbaikan : Perbaiki atau ganti kompresor F. TR dan TT lebih besar

Diagnosa : 36. 37. 38. 39. Perbaikan : 40. Kurangi isi freon Pengisian freon terlalu banyak Pendinginan kondensor kurang Pemasangan kondensor salah ( terbalik ) Katup ekspansi selalu terbuka

41. Bersihkan kondensor, periksa kerja kipas listrik kondensor, periksa dan betulkan pemasangan kondensor (sambungan pipa sebelah atas harus dari kompresor dan bagian bawah ke filter) 42. Periksa dan ganti katup ekspansi. Periksa penuhnya pengisian freon secara visual pada kaca pengontrol saringan. Pada putaran mesin lebih dari 2000 rpm, bila sistem terisi penuh tidak akan terlihat gelembung-gelembung freon pada kaca pengontrol. Untuk jenis saringan yang tidak dilengkapi dengan kaca pengontrol pekerjaan ini tidak dapat dilakukan, dan kontrol pengisi dilaksanakan dengan manometer.

Kontrol kebocoran freon pada setiap sambungan instalasi pipa dengan busa sabun atau dengan kompor nyala api spirtus. Kebocoran freon menyebabkan nyala api kompor menjadi besar dan berubah warna dari biru menjadi kuning kemerah-merahan. Slang kontrol kompor harus didekatkan pada bagian bawah sambungan instalasi pipa yang akan dikontrol, karena sifat gas freon selalu turun.

Penggantian saringan ac Freon

BAB V PENUTUP 5.1. Kesimpulan

Alhamdulillah penulis dapat menyelesaikan laporan dengan baik walaupun tidak sempurna seperti yang diharapkan. Tapi penulis selalu berusaha mengerjakan segala sesuatu dengan sebaik-baiknya. Selain itu, dengan adanya kegiatan praktek kerja industri penulis selaku siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Bela Nusantara Cianjur merasa bangga karena dengan adanya kegiatan ini penulis mendapatkan banyak pengalaman yang berharga, menambah wawasan dan ilmu pengetahuan yang tidak ternilai. Pengalama, wawasan serta ilmu pengetahuan inilah yang akan penulis jadikan bekal di kemudian hari untuk dapat memasuki dunia kerja. Dari pengumpulan data-data, informasi dan keterangan-keterangan yang kemudian disusun dan dirinci, maka tersusun sebuah bahasa yang membentuk laporan dari pelaksana Praktek Kerja Industri. Kesimpulan yang dapat diambil oleh penulis setelah menyelesaikan laporan ini adalah sebagai berikut : 43. 44. Praktek kerja industri dapat memberikan manfaat bagi siswa dan Prektek kerja industri sedikitnya memberikan pelatihan kepada siswi sebagai calon tenaga kerja yang profesional. siswa-siswi untuk berpikir kreatif dan inovatif serta berinisiatif dalam menyelesaikan suatu pekerjaan. 45. Ketelitian dan keterampilan merupakan faktor umum bagi penyusunan sebuah laporan.

5.2.

Saran

Dengan segala pertimbangan dan kerendahan hati penulis akan memberikan saran-saran diantaranya :

46. Untuk pelaksanaan praktek kerja industri yang akan datang, pihak sekolah hendaklah mengadakan persiapan-persiapan yang lebih baik lagi dalam segi waktu dan pengaturan. Pelaksanaan serta tempat pelaksanaannya sehingga diantara pihak sekolah dan pihak instansi atau perusahaan dapat terjalin kerjasama yang baik dan lancar, baik pihak sekolah, instansi atau perusahaan atau siswa yang akan melaksanakan praktek kerja industri sendiri. 47. Kepada pihak Dinas Pendidikan kabupaten cianjur, penulis berharap untuk melaksanakan praktek kerja industri yang akan datang siswa yang melaksanakan praktek tersebut akan diberikan bimbingan dan pembinaan yang lebih baik lagi, agar siswa yang melaksanakan praktek kerja dapat melaksanakan pekerjaan sesuai yang diharapkan. 48. Kepada para siswa-siswi yang akan melaksanakan prakerin sebaiknya mempunyai persiapan yang lebih matang dan harus bisa memperbaiki sikap yang kurang baik karena kebiasaan antara sekolah dan tempat prakerin sangat berbeda. 5.3. Penutup Alhamdulilah puji syukur kami panjatkan kehadirat illahirobbi Allah swt. Karena berkat rahmat dan karunia-Nya. Hingga pada kesempatan ini kami penulis dapat menyusun dan menyelesaikan laporan hasil akhir praktek kerja industri tahun 2011-20112 Dalam pelaksanaan praktek kerja industri ini diperlukan kedisiplinan dalam waktu kecekatan dalam bekerja dan kemandirian yang merupakan penanam penting bagi setiap siswa. Kami menyadari bahwa laporan yang disusun ini masih banyak kekurangan dan kesalahan, maka dari itu penulis berharap dorongan dan motivasi dari semua pihak sangat diharapkan demi tersusunnya sebuah laporan yang baik.

DAFTAR PUSTAKA 49. 50. 51. 52. 53. 54. http://www.google.co.id http://images.google.co.id http://www.ilmukomputer.org http://sakuraaba.wordpress.com/2008/05/03/cara-mengisihttp://id.wikipedia.org/wiki/Elektronika Contoh Laporan Tahun 2010.

tintatoner-printer-hp1020/

LAMPIRAN-LAMPIRAN

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful