RUNNING TEXT DENGAN MIKROKONTROLLER AT89S51

Dicky Apdilah, Lukman Hakim Staf Pengajar Amik INTeL COM GLOBAL INDO dicky@nusa.net.id Abstrak Microcontroller sebagai pengendali dari tampilan yang berupa teks, baik dalam penulisan,gerak tulisan maupun animasi dari tampilan teks pada papan disain. Microcontroler yang saat ini merupakan kendali sederhana dengan tingkat kerumitan tidak terlalu sulit sehingga banyak di gunakan khususnya akademisi pd labolatorium simulasi maupun implementasi sederhana, hal itu dikarenakan kombinasi elektronika dengan program sederhana yang tertanam didalam IC AT89S51. Kata kunci : Microcontroller, Runinng Teks, Display 1. Latar Belakang Dan yang telah disimpan ke memori dapat dihapus dan ditulis lagi dengan data yang baru dengan menggunakan downloader sebagai interfacenya dan sebuah softwere tertentu sebagai editornya (tempat penulisan program). 2. LANDASAN TEORI 2.1 LED (Light Emiting Dioda) LED pada umumnya digunakan sebagai indikator visual karena tanggapannya yang cepat dan efisiensi-nya tinggi dibanding lampu pijar. Konversi energi LED adalah 10 sampai 50 kali lebih tinggi. Dan tanggapannya 100 sampai 1000 kali lebih cepat.

Kemajuan teknologi yang begitu pesat mengakibatkan semakin meningkatnya kebutuhan manusia, salah satunya adalah kebutuhan manusia akan informasi. Perkembangan teknologi disegala bidang khususnya elektronika digital memungkinkan suatu rancangan bentuk fisik yang lebih sederhana, efisien, ekonomis dan kinerja yang semakin baik pula. Oleh sebab itu hal ini berpengaruh dengan situasi, kondisi dan cara hidup manusia sehari-hari dimana manusia lebih membutuhkan sesuatu yang lebih cepat, tepat dan akurat dalam memperoleh informasi. Mikrokontroler sebagai teknologi baru yaitu teknologi semikonduktor kehadiranya sangat membantu perkembangan dunia elektronika. Dengan arsitektur yang praktis tetapi memuat banyak kandungan transistor yang terintegrasi, sehingga mendukung dibuatnya rangkaian elektronika yang lebih portable. Untuk produk ini sendiri merupakan rangkaian aplikasi penggabungan antara elektronika yaitu sensor-sensor optic, motor stepper dan mikrokontroler, dimana kesemuaannya dapat dioperasikan secara otomatis melalui input data – data program yang telah dimasukkan kedalam mikrokontroler. Microkontroler adalah sebuah IC yang didalamnya terdapat sebuah prosesor dan sebuah memori. Prosesor ini berfungsi untuk mengolah data, dan memori berfungsi untuk menyimpan data.

Gambar 2.1. LED (Light Emiting Diode) LED dapat mengemisikan cahaya hijau, kuning, merah, jingga, biru ataupun infra merah bila diberi tegangan forward bias. Kebanyakan LED memiliki batas tegangan maksimum antara 3 sampai 5 volt. Sebuah tahanan harus dipasang seri untuk membatasi arus agar tidak melebihi harga maksimum yang diperbolehkan pada LED. Resistor pembatas arus ini nilainya dapat dihitung. Untuk arus maju If dan tegangan catu Vcc, yaitu

3.3 Blok Diagram Mikrokontroller Dari diagram blok pada gambar 2.1 Diagram Blok Mikrokontroller Dimana R = Tahanan sebagai pembatas arus Vcc = Tegangan Catuan If = Arus Forward Vf = Tegangan Forward Resistor pembatas arus dapat dihubungkan ke katoda ataupun ke anoda LED. 128×8 bit RAM internal..…………(2. clear dan komplemen operasi percabangan. maka katoda adalah pena yang terhubung ke kaki negatif atau ground.. 6 buah jalur interupsi. 32 jalur I/O. X – OR.1) If Gambar 2. 9.. Mikrokontroller ini masih termasuk dalam keluarga mikrokonteroller MCS-51 yaitu merupakan versi yang dilengkapi dengan ROM (internal) yaitu berupa EEPROM.. 2. MIKROKONTROLLER Mikrokontroller AT 89S51 adalah sebuah mikrokontroller buatan ATMEL. P . LED bekerja pada arus 20 mA dan maksimum 30-40 mA. 5.. 20 27 pengurangan.R= (Vcc − Vf ) …………. . -P . E I L OT A D I E BOK N TMR L CS PW S PE SN C/ R G EP O E /V p A p RT S P OR M R GA C U TR O NE TM G I I N AD N C NR L OT OL I S R CI N NT U TO RG T R EI E S DT PR PR 1 OT L TH AC PR 3 OT L TH AC OC S P R 1D I E S O T RVR P R 3D I E S OT RVR P .2. 6. AND. 2. Serial channel yang dapat diprogram.. 4 Kbyte programmable flash memory (PEROM) di dalam chip yang dapat ditulis dan dihapus sampai seribu kali. -P . 00 07 Berikut ini adalah kemampuan yang dimiliki oleh mikrokontroller AT89S51: 1. Jika LED menyala. IC mikrokontroller ini kompatible dengan standar MCS-51 baik dari instruksi maupun penapenanya yang dapat diaplikasikan sebagai embedded controller. 10 17 P . 7. P . Mikrokontroller AT89S51 adalah low power high performance CMOS 8 bit. Penentuan polaritas LED yang paling mudah dan paling akurat adalah dengan mengujinya secara langsung. 2. 30 37 . P R 2D I E S OT RVR PR 0 OT L TH AC PR 2 OT L TH AC Vc c GD N R M DR A AD R GS E E I TR P R 0D I E S O T RVR RM A F AH LS P OR M R GA A DES DRS R GS E E I TR S AK TC P I TR O E N B R GS E E I TR AC C BFE UF R T P1 M AU L T P1 M P C I C E E TR NR MNE I T R UT S RA P R . Dapat beroperasi pada frekuensi 0 sampai 24 4. Kompatibel dengan keluarga MCS-51. Kecerahan cahaya LED tergantung pada arus maju yang melewatinya. -P . 10. 8..1 terlihat bahwa terdapat beberapa blok internal dari IC AT89S51 seperti: ALU (Aritmatic Logic Unit) ALU adalah suatu unit yang melaksanakan proses aritmatik dan logika seperti penjumlahan. pembagian. 4 Kbit flash programmable and eresable read only memory (PEROM). NE R P . 3 level program kunci memori. Duah buah timer/counter 16 bit. -P . OR. Hemat catu daya dan power down modes. rotasi.

1. Buffer Dilihat dari fungsinya. sinyal input yang dimaksudkan dapat berupa low level atau falling edge trigger. Pada pemanfaatan sebagai counter. Stack Pointer Stack pointer digunakan sebagai tempat penyimpanan variabel data yang ditindih dalam memori atau sebagai register petunjuk. RAM (Random Access Memory) RAM adalah memori yang dapat dibaca atau ditulis. Data dalam RAM akan terhapus (bersifat volatile) bila catu daya dihilangkan. 6. Counter akan mencacah setiap masukan yang ada sesuai inisialisasi harga awal dari counter TMP1/TMP2 berfungsi sebagai timer/counter 16 bit yang terangkai secara internal. Register B Register B digunakan selama operasi perkalian/pembagian 8 bit dan dapat juga digunakan sebagai register operand sumber atau operand tujuan. RAM digunakan untuk menyimpan data sementara.4 Timer/Counter Satu chip mikrokontroller ini memiliki dua timer yang dapat dikonfigurasikan beroperasi sebagai timer atau counter. RAM Address Register RAM address register merupakan sebagai jalan menuju RAM. yaitu data yang tidak begitu vital bila hilang akibat aliran daya terputus. 4. Karena sifat RAM yang volatile ini. buffer pada IC ini merupakan penyangga agar data yang dipindahkan dari suatu register ke register lain tetap atau tidak berantakan. Akumulator Blok diagram dari mikrokontroller AT89S51: Akumulator adalah merupakan register aritmatika yang berfungsi sebagai penampung data sebelum dan sesudah proses. 8. Sebagian besar instruksi pemrosesan pada AT89S51 menggunakan akumulator sebagai operand sumber atau tujuan pengiriman data dan ke port. 2.2 Pin-pin Mikrokontroller AT89S51 Dengan keistimewaan diatas. 2. Semua pengolahan data . TMP1/TMP2 Gambar 2. Saat berfungsi sebagai timer. pmbuatan alat dengan menggunakan mikrokontroller AT89S51 menjadi lebih sederhana dan tidak memerlukan komponen-komponen pendukung eksternal yang banyak. 7. sedangkan untuk fungsi counter isi register akan bertambah 1 setiap ada transisi sinyal pada pin input eksternal. maka program mikrokontroller tidak disimpan dalam RAM. RAM pada IC ini mempunyai kapasitas sebesar 128 byte × 8 bit. 3. Program Address Register Program address register merupakan alamat register dari program.memakai RAM harus terlebih dahulu melewati RAM address register. isi register timer ditambah satu untuk tiap siklus mesin. 5.

3. Inisialisasi harga awal ini berupa nilai preset negatif counter yang diatur sebelum counter dijalankan. Start bit (logika 0). 2. 2.pada nilai hitungan untuk tiap sampling. stop bit masuk pada bit RB8 pada register SCON. Demikian halnya dengan pemanfaatan timer yang memerlukan inisialisasi awal berupa konstanta waktu yang menentukan sampai berapa lama akan terjadi roll over. Baud rate pada mode ini adalah 1/32 atau 1/64 frekuensi osilator. 2. 1. Mode 3: Pada mode ini data 8 bit dikirim/diterima dengan 3 bit tambahan dengan urutan: 1. 8 bit data (dengan bit terendah didepan). Penentuan harga preset ini berhubungan dengan penggunaan frekuensi clock dari sistem penentu waktu sampling dari counter untuk mencacah suatu pulsa masukan dari luar dengan memanfaatkan kontrol interupsi yang ada serta pengaturan program. sedangkan pin TxD berfungsi untuk mengirimkan shift clock. Mode 1 Pada mode 0 ini data serial diterima dan dikirim lewat pin RxD. Baud rate pada mode ini adalah variabel. berupa banyaknya transmisi logika pada saluran data serial tiap detik. timer 0 dan timer 1 mempunyai 4 buah modul yang dapat dipilih dengan menentukan pasangan bit M0 dan M1 pada register TMOD. Mode 2: Pada mode ini data 8 bit dikirim/diterima dengan 3 bit tambahan dengan urutan : 1. 3. memiliki karakteristik full duplex (dapat menerima sekaligus mengirimkan data secara simultan). bit yang dapat diprogram adalah bit yang terdapat pada bit TB8 pada SCON. Pada dasarnya operasi mode 0 sama untuk timer 0 dan timer 1. TR0.6 Pengaturan Baud Rate Baud rate adalah kecepatan transmisi data serial. 1 stop bit (logika 1). Mode 1 adalah timer register 16 bit dan dapat generator boudrate. Mode 1: Pada mode ini data 8 bit dikirim/diterima dengan 2 bit tambahan. Kecepatan pengiriman (baud rate) adalah tetap sebesar 1/12 frekuensi osilator. 1 stop bit (logika 1). dengan urutan: 1. Start bit (logika 0). TF1 (Timer Interrupt Flag) di set. 1 stop bit (logika 1). C/T. 2. Operasi mode ini juga sama dengan timer/counter 0. Setelah reload isi TH1 tidak akan berubah. Operasi mode 1 sama dengan mode 0. INT0 dan TF0 seolah-olah mengontrol timer 1. 4. Mode 0 Pada mode ini timer register dikonfigurasikan sebagai register 13 bit. Pada saat penerimaan. 3. 8 bit data (dengan bit terendah didepan). Selama perhitungan roll over dari semua 1 ke semua 0. Pada mode 1 dan 3 baud ratenya ditentukan oleh persamaan: . 3. 2. 2. 1 bit tambahan yang dapat diprogram. Port serial dapat bekerja dalam 4 mode: 1. Mode ini persis sama dengan mode 2 kecuali baud ratenya yang variabel. Mode 2 4. Mode 2 adalah timer register dengan konfigurasi 8 bit counter (TL1) auto reload. Sebagai tambahan pada pemilihan timer/counter. Start bit (logika 0). Pada saat pegiriman. Overflow dari TL1 tidak hanya menset TF1 tapi juga mereload TL1 dengan isi TH1. Data yang dikirim dan diterima 8 bit. Semakin besar nilai baud rate semakin cepat proses pengiriman/penerimaan data serial. 1 bit tambahan yang dapat diprogram. 8 bit data (dengan bit terendah didepan).5 Serial Interface Port I/O serial yang dimiliki oleh mikrokontroller. Mode 3 Pada mode ini timer 1 tidak akan bekerja. 4. Untuk pemilihan timer/counter dikontrol dengan bit C/T di TMOD. GATE. Pada saat penerimaan. 3. bit yang dapat diprogram masuk pada bit RB8 pada register SCON. Sedangkan timer 0 menjadi 2 counter yang terpisah. TL0 digunakan sebagai bit kontrol untuk timer 0. Ke 13 bit register tersebut terdiri dari 8 bit TH1 dan 5 bit TL1. 2. Mode 0: 4.

7 Perangkat Instruksi Perangkat lunak adalah seperangkat instruksi yang disusun menjadi sebuah program .2.

Dengan kata lain. Hal ini dilakukan oleh bit ‘start’ dan bit ‘stop’.8. Pada IBM PC kompatibel port serialnya termasuk jenis asinkron. 6 . maka karakter yang akan dikirimkan tersebut terlebih dahulu diubah ke dalam bentuk digital. Daerah tegangan antara -3 volt hingga +3 volt adalah invalid level.untuk memerintahkan mikrokomputer melakukan suatu pekerjaan. kode pengoperasian inilah yang disebut dengan bahasa mesin yang dapat dimengerti oleh mikrokontroller. Logika ‘0’ disebut ‘space’ terletak antara +3 volt hingga +25 volt. clock tidak dikirimkan bersama data serial. output UART akan diset lebih dulu ke logika ‘0’ untuk waktu satu bit.5. ganjil atau tanpa paritas). 600. Dalam proyek tugas akhir ini. tetapi dibangkitkan secara sendiri-sendiri baik pada sisi pengirim (transmitter) maupun pada sisi penerima (receiver). Komunikasi data serial ini dikerjakan oleh UART (Universal Asynchronous Receiver/Transmitter). Dalam komunikasi data serial. Cara pemberian kode data yang disalurkan tidak ditetapkan secara pasti. yaitu komunikasi data serial secara sinkron dan komunikasi data serial secara asinkron. berbagai macam mikrokontroller ada yang dilengkapi UART. dan jumlah bit ‘stop’ (1. 1200. Penulis memakai kata ‘Open door’ sebagai kode kunci. baud rate dari kedua alat yang berhubungan harus diatur pada kecepatan yang sama. sedangkan komunikasi data serial asinkron. Tabel berikut merupakan contoh pengubahan kode kunci ‘Open door’ menjadi data digital tanpa paritas dalam format ASCII. Logika ‘1’ disebut ‘mark’ terletak antara -3 volt hingga -25 volt. Sinyal pada receiver akan dikenal sebagai sinyal ‘start’ yang digunakan untuk mensinkronkan fase clock-nya sehingga sinkron dengan fase clock transmitter.8 Komunikasi Data serial Dikenal dua cara komunikasi data secara serial. 135. dan 9600 (bit/detik). karakter yang akan dikirimkan tersebut berbentuk bahasa manusia. Instruksi-instruksi yang digunakan dalam memogram suatu program yang diisikan pada AT89S51 adalah instruksi bahasa pemograman assembler atau sama dengan instruksi pemograman pada IC mikrokontroller 8031 dan MCS51. Standart RS232 inilah yang biasa digunakan pada port serial IBM PC kompatibel. 1. 3. 2. atau 2 bit). paritas (genap. Demikian juga level tegangan lebih negatif dari -25 volt atau lebih positif dari +25 volt juga harus dihindari karena tegangan tersebut dapat merusak line driver pada saluran RS-232. Selanjutnya. Untuk itu diperlukan sinkronisasi antara transmitter dan receiver. 7 atau 8 bit ). Sebuah instruksi selalu berisi kode operasi (op-code). Selanjutnya data akan dikirimkan secara serial dari bit yang paling rendah sampai bit tertinggi. Karena komputer hanya memahami bahasa digital. IC UART dibuat khusus untuk mengubah data paralel menjadi data serial dan menerima data serial yang kemudian diubah kembali menjadi data paralel. harus ditentukan panjang data (6. IC UART 8250 dari Intel merupakan salah satunya. misalnya keluarga mikrokontroller MCS-51. 300. Standart sinyal serial RS-232 memiliki ketentuan level tegangan sebagai berikut : 1. yaitu daerah tegangan yang tidak memiliki level logika pasti sehigga harus dihindari. Selain berbentuk IC mandiri. Baud rate yang umum dipakai adalah 110. kecepatan pengiriman data (baud rate) dan fase clock pada sisi transmitter dan pada sisi receiver harus sinkron. clock dikirimkan bersama-sama dengan data serial. akan dikirim sinyal ‘stop’ sebagai akhir dari pengiriman data serial. Standart ini hanya menyangkut komunikasi data antara komputer (Data Terminal Equipment – DTE) dengan alat-alat pelengkap komputer (Data Circuit Terminating Equipment – DCE). 2. Ketika transmitter ingin mengirimkan data. 2400. 150. Ini terjadi jauh sebelum IC TTL populer sehingga sinyal ini tidak ada hubungan sama sekali dengan level tegangan IC TTL. Ketika saluran transmisi dalam keadaan idle.1 Karakteristik Sinyal Port Serial Standart sinyal komunikasi serial yang banyak digunakan adalah standart RS-232 yang dikembangkan oleh Electronic Industry Association and The Telecommunications Industry Association (EIA/TIA) yang pertama kali dipublikasikan pada tahun 1962. 2. Selanjutnya. Pada UART. output UART adalah dalam keadaan logika ‘1’. Kecepatan transmisi (baud rate) dapat dipilih bebas dalam rentang tertentu. Pada komunikasi data serial sinkron.

dimana tahap pertama adalah penggambaran diagram blok dari sistem yang akan dibuat. Keluaran dari ke 8 data latch dan dikontrol oleh penyangga tiga keadaan dengan memberi masukan impedansi tinggi pada masukan keluaran enabel. Data keluaran Qs digunakan dalam sistem kaskade berkecepatan tinggi.8.1 Pengubahan Karakter ‘Open door’ Menjadi Data Digital Tanpa Bit Paritas b6 b5 b4 b3 b2 b1 b0 Kode O P E N Spasi D O O R 2. Data keluaran Qs bergeser pada saat berada pada saat transisi negatif yang digunakan dalam sistem kecepatan rendah. Konfigurasi Port Serial Gambar berikut adalah gambar IC buffer serial dan konektor port serial DB–9 pada bagian belakang CPU. Gbr 2. Data akan bergeser saat pulsa clock berada pada transisi positif.2. Data dari masing-masing register di latch pada saat transisi negatif dari masukan strobe. konfigurasi pin CMOS 4094 4. Diagram blok dari sistem Running Text ditunjukkan pada gambar.2 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 1 0 0 1 1 0 1 0 1 1 0 1 1 1 0 1 0 0 0 0 0 1 1 1 1 0 1 1 0 0 1 1 0 IC CMOS 4094 terdiri dari 8 tingkat register geser dengan sebuah data latch (pengunci) untuk masing-masing tingkat dan sebuah keluaran dengan 3 keadaan dari setiap pengunci.4. Data akan lewat latch saat strobe aktif tinggi.3. +5V + 22µ F + 22µ F 1 3 4 5 11 12 (R X D ) (T X D ) 9 10 +C1 -C1 +C1 -C1 T1 1 R1 0 R2 0 T2 1 STRO BE DATA CLO CK VDD O UTPUT ENABLE R S 2 3 2 V cc +v -v GND T10 R1 0 T20 R2I 16 2 6 15 14 13 7 8 + + 2 2µ F D B9 2 2µ F 1 Q1 Q2 T O C O M PU TE R 2 T x0 Q3 Q4 VSS Rx 0 4 4 0 9 4 Q5 Q6 Q7 Q8 Q ’S QS 3 5 9 8 7 6 Gbr 2. Diagram blok Diagram blok merupakan pernyataan hubungan yang berurutan dari satu lomponen ke komponen yang lainnya yang memiliki satu kesatuan kerja.9 REGISTER GESER Tabel 2. Pada komputer IBM PC kompatibel biasanya dapat kita temukan dua konektor port serial DB–9 yang biasa dinamakan COM 1 dan COM 2. Konektor serial DB -9 pada bagian belakang CPU 7 . PERANGKAT KERAS (Hardware) Perancangan hardware dilakukan dengan beberapa tahap.

Setiap LED dihubungkan pada keluaran dari D-flip-flop. Format ke 10 bit tersebut adalah sebagai berikut: STA R T 2. Berikut ini gambar rangkaian sistem T R I X minimum mikrokontroller yang digunakan. diperlukan rangkaian mikrokontroller yang berfungsi sebagai pusat pengelola data dan penyimpanan data atau program dari Komputer PC dengan menggunakan Port Serial dan juga sebagai interface data. 5. M K P o C m p u t e Ar i k r o k o n t r o T 8 9 S 5 1 P o D C E a 0 t a l e r r lt o c 3 k D r i v e r C RO M A T X x S M . Gambar 4. dimana setiap chip mempunyai delapan D-flip-flop yang disusun sebagai register geser. SCON yang diset pada pembuatan karakter berjalan ini adalah mode 1. Dot matrik sebagai tempat penampilan karakter yang akan ditampilkan dengan susunan 7 baris x 5 kolom.1 : Diagram Blok Sistem Berikut ini adalah penjelasan dari diagram blok diatas: 1. IC RS232 yang berfungsi sebagai komunikasi serial antara Komputer-PC dengan mikrokontroller secara serial dua arah.2 Rangkaian Dot Matrix Untuk mendrive LED-LED Dot Matrix digunakan register geser CMOS 4094.0582 MHz yang berfungsi untuk membangkitkan pulsa pada rangkaian Gambar 4. Komputer berfungsi sebagai media untuk memasukkan pesan yang akan ditampilkan berupa kode ASCII pada memori IC Mikrokontroller.3 : Serial Mode 1 4. Frekuensi yang dipakai pada rangkaian ini adalah oscillator 11. Port serial mikrokontroller AT 89S51 mempunyai sifat full duplex yaitu dapat mengirimkan dan menerima data secara bersamaan. Rangkaian driver ini juga berfungsi sebagai penggeser bit-bit data secara seri 8 .12 3 2 2 3 2 R x Gambar 4. 3.D O T M A mikrokontroller. Mikrokontroller yang berfungsi sebagai pusat pengelolah yaitu: -mengubah kode biner ASCII ke bentuk tampilan Dot Matrix -mengendalikan tampilan Dot Matrix -memori mikrokontroler sebagai tempat program dan data untuk IC 4094 yang berfungsi sebagai buffer44 dan register geser. * * * * * * * * LSB D A T A B IT 8 ST OP (0) M SB (1) Rangkaian Sistem Minimum Mikrokontroller Dalam modifikasi karakter berjalan ini. 4. register penerima dan pengirim pada port serial diakses pada SBUF (Serial Buffer) register pengontrol kerja port serial ini adalah SCON (Serial Control).2 : Modifikasi Rangkaian Mikrokontroller Pada pembuatan tugas akhir ini adalah karena port serial membutuhkan lebih sedikit kabel dan dapat digunakan untuk komunikasi data yang relatif jauh meskipun data yang dikirimkan bit demi bit. dimana bit dikirim melalui Txd atau diterima melalui Rxd.

dimana untuk menampilkan satu karakter memerlukan 7 baris dan 5 Gambar 4.dan mengeluarkannya secara paralel seperti ditunjukkan pada gambar.5. Dari gambar 3. Susunan Dot Matrix Gambar 4. 5 3 . dimana masukan untuk chip kolom berikutnya diambil dari keluaran dari fip-flop yang ke delapan dari chip kolom sebelumnya. Masukan Data. Clock.3 Tampilan kolom seperti ditunjukkan pada. 7 3 . Awal dari Running Text V N O u D A D 1 6 1 2 3 E V N O D D 1 6 l o c k Q 1 6 7 1 4 Q 3 Q 4 4 0 9 4 B L E t p u t 1 5 1 3 Q 1 Q 5 Q 6 Q 7 Q ’ S 5 1 2 Q 2 6 7 1 4 8 V S 1 1 1 0 Q 3 Q 4 4 0 9 4 S A B L E u t p u t 1 5 K 1 3 1 2 Q 5 Q6 Q 7 Q ’ S e K p o i n 2 l o m 4 3 0 9 4 1 1 1 0 8 V S S B B B a a a r i s 1 r i s 2 r i s 3 B a r i s 7 K o l o m 1 K o l o m 2 Gambar 3.4 dapat dilihat bahwa setiap kolom LED Dot matrix memerlukan satu chip 4094 sehingga untuk menampilkan satu karakter dengan 7x5 dot memerlukan 5 buah chip 4094. EO dari chip kolom 1 dihubungkan ke keluaran port P3 dari mikrokontroller AT89S51.4 : Rancangan Driver LED Dot Matrix Susunan Dot Matrix 9 . 6 D C E a o t a 1 2 3 5 Q 2 E Susunan Dot Matrix terdiri dari LED yang disusun atas 7 baris dan 64 kolom. P P P 3 .

maka tampilkan karakter sebelumnya yang ada pada buffer. Gambar 5. 12H. Inisialisasi unit Timer dan Serial B a I n i s i a S e t u l i s a T a l a i T p i m i l a n e r A d w a a n l S e s i m r I s i k a B a c a n B D T u O a m f f e T p r i l a n d a n A u w b a a l h k e k e B T a m p i l k a n k e n i l a k e M a t r i x L E D i D O T D a ? t a Y a b T a id a k r u c a T a m p i l a n B a r u I s i k a n T a m p i l a n k e B u f f e 2. Berikut diberikan hasil tampilan awal monitor komputer PC saat program Baca_Kirim diekseskusi. 5. 5. 5. 12H.M Untuk menampilkan huruf “A“ kode heksanya adalah 7CH. Membaca tampilan awal berupa kodekode ASCII yang disimpan pada memory EPROM dan mengubahnya ke bentuk Dot Matrix serta menyimpanya pada Buffer dan kemudian menampilkannya pada DOT Matrix. Untuk mengubah pesan yang akan ditampilkan program Baca_Kirim dieksekusi pada komputer. 2. Program pada komputer adalah untuk membaca karakter ASCII dari Keyboard dan mengirimkannya secara serial melalui COM1.1 Program Runnig Text. PERANGKAT LUNAK (Software) Agar komputer dapat mengirim data yang akan ditampilkan pada Dot Matrix maka pada komputer dan mikrokontroler harus dimasukkan program. 11H. Memeriksa ada tidaknya data ASCII yang dikirimkan komputer pada buffer serial. Jika tidak ada. Setelah menyelesaikan tulisan dan pembuatan serta menganalisa didapat kesimpulan : 1. Baca data ASCII dan diubah ke bentuk Dot Matrix serta menyimpannya pada buffer. Jika ada. Adapun tahapan-tahapan yang dilakukan mikrokontroller untuk pengendalian running text adalah sebagai berikut: 1. 7CH kode–kode inilah yang dikeluarkan dari Port 3.1 Diagram Alir Utama Jika tidak ada pesan yang diberikan dari komputer tampilan akan berulang. Kesimpulan 4. Rangkaian Buffer diperlukan dalam penyimpanan data sementara sebelum ditampilkan ke modul display 10 . Lingkaran yang berwarna hitam merupakan LED yang aktif dan dinyatakan sebagai logika 1 dan yang tidak berwarna adalah LED yang tidak aktif dan dinyatakan sebagai logika 0 (nol). Pada mikrokontroller dimasukkan program untuk membaca ASCII karakter dari komputer.5. Pembuatan display board ini sangat efisien untuk dilakukan karena dalam perancangan dan pengujiannya dapat dilakukan blok per blok sehingga lebih mudah dalam mendeteksi kesalahan pada rangkaian. 3. mengubahnya ke kode Dot Matrix dan menampilkannya dan program ini dinamai program Running Text. 6.

4. Dengan mengaplikasikan system penginput data melalui SMS mempermudah dalam pertukaran data karena dapat dilakukan dari jarak yang jauh.D. Gava Media 9. Bandung. Komponen Elektronika Jilid I.Belajar Mikrokontroller Atmel AT89S51. Mikrokontroller MCS-51. bandung 8. P. dkk.C. Perangkat Elektronika Bandung. Mohammad. 2003. 2006. Hutahaen. berman. Medan. Malik Moh Ibnu. 1984. 1993 5. Elex Media Komputindo.3. Rangkaian Elektronika. Graha Ilmu.E. TEDC Bandung. 4. TEDC Bandung. 1984. Ibnu malik.C.E. P. Bandung 7. Atmel Corp 11 .D.D. Pengendalian text menggunakan SMS memiliki kendala dalam pembacaan data yang diberi batasan namun dapat diatasi dengan pengiriman sinyal ulang kembali.E. PT. Komponen Elektronika Jilid II. Daftar Pustaka 1. Jakarta. ST. 1992.Politeknik Negeri Medan 6. Datasheet mikrokontroller AT89S51. Setiawan Rachmad.E. Jakarta.D.. Bereksperimen Dengan Mikrokontroller 8031. 1993. P. P. Jakarta. Anistardi. Teknik Penulisan Laporan Ilmiah.C. 2. Yogyakarta. 3. Jakarta.C. 1997.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful