P. 1
Makalah Farmakologi

Makalah Farmakologi

|Views: 64|Likes:
Makalah Farmakologi
Makalah Farmakologi

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Pande Putu Krishna Wedana on Feb 24, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial
List Price: $0.99 Buy Now

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

10/05/2013

$0.99

USD

pdf

text

original

MAKALAH FARMAKOLOGI

Disusun Oleh :
Pande Putu Krisna Wedana Therezita Sahita Laksmi Chatarina Serafina Ika W (108114030) (108114033) (108114034)

FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2012

Yogyakarta. kami dapat menyelesaikan makalah kami yang berjudul “ ”. kami membahas mengenai “ ”.KATA PENGANTAR Puji syukur kami haturkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat dan rahmat-Nya. Akhir kata. Dalam makalah ini. Mengingatnsegala keterbatasan wawasan dan kemampuan penulis. penulis mengharapkan akan adanya kritik dan saran yang membangun dalam pengembangan selanjutnya. Penulis mengucapkan terima kasih. Penulis menyadari bahwa penulis tidak luput dari kekurangan dalam penulisan makalah ini. Oleh karena itu. 23 Februari 2012 Penyusun . Makalah ini dibuat sebagai pemenuhan tugas mata kuliah Farmakologi. Harapan kami dengan adanya makalah ini dapat membantu dan memberikan informasi kepada yang membutuhkan sehingga dapat memperluas ilmu pengetahuan kita semua.

.............................. Cara-cara Pemberian Obat......................................III BAB I PENDAHULUAN...................1 2........................15 ..... Macam-macam Mekanisme Transport...........................................................I 1.........II DAFTAR ISI................................................................................................I KATA PENGANTAR........DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL........................2 2............................................................9 BAB III Kesimpulan....................................................................................... Rumusan masalah......................................................................1 3............................................................. Latar Belakang..................1 BAB II 1.........................................................................14 DAFTAR PUSTAKA....................................................................................................................................................................... Tujuan....................................................................................

dan penyembuhan (kuratif). 1.1.1.2.1. Memahami macam-macam mekanosme transport beserta contoh obatnya.2.2.1.1.1. maupun biokimiawi. Oleh karena itu. 1. Rumusan Masalah 1. Tujuan 1. baik efek psikologis. Tujuan pengobatan: 1. Apa saja cara pemberian obat dan contoh-contoh obat dari masing-masing cara tersebut? 1.3.3. simtomatik. 1. bila ingin mempelajari kaitan obat dengan penyakit maka diperlukan pengetahuan tentang ilmu patologi. . pencegahan (preventif). Pemulihan kembali (rehabilitatif) dan peningkatan kesehatan (promotif). Obat adalah setiap zat kimia (alami maupun sintetik) selain makanan yang mempunyai pengaruh terhadap atau dapat menimbulkan efek pada organisme hidup. Kegunaan utama dari pada obat adalah untuk menyembuhkan penyakit. Latar Belakang Farmalologi adalah ilmu tentang obat (pharmacon dan logos ) . Penetapan diagnosa.3. Studi terintegrasi tentang sifat-sifat zat kimia dan organisme hidup serta segala aspek interaksinya dan bahan kimia yang mempengaruhi fungsi biokimia normal atau abnormal. Kontrasepsi.2. mikrobiologi.2.3. Apa saja macam-macam mekanisme transport dan contoh-contoh obat dari masing-masing mekanisme tersebut? 1. fisiologis. parasitologi.2.BAB I PENDAHULUAN 1. anatomi dan histology.1. Memahami cara-cara pemberian obat beserta contoh-contoh obatnya. 1.Ilmu yang mempelajari interaksi obat dengan organisme hidup.

pada tempat absorbsi bergerak bersama pelarutnya (solven) menembus membran melalui pori. 2.1. Difusi Sederhana Difusi sederhana/difusi pasif/difusi non ionik adalah perpindahan obat dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah. Ukuran pori 7-10 Å.3. Ciri-ciri: 2.1. Thalidomid 2. Obat larut dalam medium air pada tempat absorpsi. Mirip filtrasi sehingga kecepatan filtrasi tergantung pada koefisien filtrasi dan kecepatan aliran medium.1.2.1.1. Keadaan seimbang tercapai bila kadar obat yang dapat menembus membran pada 2 sisi sama.BAB II ISI 2. 2. Kecepatan difusi elektrolit lemah tergantung pH medium.1.2.1.1.2. 2. bergerak melalui pori bersama pelarutnya. Contoh: 2.2.2.2. larut di dalam air melalui kanal-kanal membrane berukuran 4-7 Å.1.1. .1. Macam-macam Mekanisme Transport 2. Ciri-ciri: 2. Transport Konvektif Suatu mekanisme positif.1. 2.1. berkenaan dengan pelaluan zat melewati pori-pori membrane yang terjadi disebabkan gradient tekanan hidrostatik atau osmotik.3.1.1. Isotretinon 2. Obat bergerak searah gradien kadar (dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah).1.2.1. Obat terlarut dalam medium berair. Untuk semua substansi ukuran kecil BM < 150.1.1.1.

Transpor aktif dibedakan menjadi dua.3. 2.Contoh: 2. molekul diangkut melalui gradien konsentrasi.2.2.1.1.2.1.4.2.1.2.1. Epinefrin 2. Transpor aktif primer secara langsung berkaitan dengan hidrolisis ATP yang akan menghasilkan energi untuk transpor ini. 2.1.2. Selama transpor aktif. Obat antimikroba 2.3. yaitu transpor aktif primer dan sekunder. Konsentrasi ion K+ di dalam sel lebih . Sulfonamid terionisasi. Pamol 2. Senyawa nitrogen kuartener dengan pKa tinggi.dan ion K+. Pada transpor aktif diperlukan adanya protein pembawa atau pengemban dan memerlukan energi metabolik yang tersimpan dalam bentuk ATP.1. Transport Aktif Tranpor aktif sekunder merupakan transpor pengangkutan gabungan yaitu pengangkutan ion-ion bersama dengan pengangkutan molekul lain.5. Contoh transpor aktif primer adalah pompa ion Na.

2.3.3.1.3.1. Untuk mempertahankan kondisi tersebut.3. Bersifat struktural spesifik.1.besar dari pada di luar sel. . Obat bergerak melawan gradien kadar (dari konsentrasi rendah ke konsentrasi tinggi).2.1. Untuk hidrolis ATP diperlukan ATP-ase yang merupakan suatu protein transmembran yang berperan sebagai enzim. 2. 2. Contoh: 2.1.3.3. sebaliknya konsentrasi ion Na+ diluar sel lebih besar daripada di dalam sel. 2.3.1.6. Ciri-ciri: 2.3. Tiga ion Na+ dipompa keluar dan dua ion K+ dipompa ke dalam sel. Proses dapat mengalami kejenuhan.3.5.1.1.2. yaitu senyawa yang strukturnya mirip dapat berkompetisi. Tetrasiklin Proses satu arah.1. Butuh energi. 5-florourasil 2. Vitamin B 2.dan K+ harus selalu dipompa melawan gradien konsentrasi dengan energi dari hasil hidrolisis ATP.3. 2. Butuh carrier atau pembawa.4.1.3.1. ion-ion Na.

4.1. Protein transporter untuk glukosa banyak ditemukan pada sel-sel rangka. Analgesik Obat asma . Contoh: 2. perbedaannya adalah obat bergerak sejalan dengan gradien kadar.1. 2. 2.4. Protein transporter tergolong protein transmembran yang memliki tempat perlekatan terhadap ion atau molekul vang akan ditransfer ke dalam sel.4. Difusi Fasilitatif Difusi membran difasiltasi plasrna (facilitated diffusion) adalah pelaluan pembawa zat atau melalui protein yang melibatkan protein transforter.2. Setiap misalnya transporter molekul atau ion memiliki suatu untuk protein transporter yang khusus. Absorbsi vitamin B12 dari saluran cerna. Absorbsi glukosa ke eritrosit.2.4.1.1.1. protein untuk pelaluan yang khusus molekul glukosa diperlukan mentransfer glukosa ke dalam sel. otot jantung.4.4. 2. Ciri-ciri: mirip dengan transpor aktif. selsel lemak dan sel-sel hati karena sel – sel tersebut selalu membutuhkan glukosa untuk diubah menjadi energi.1.3.

Pinositosis merupakan suatu proses perlintasan membran oleh molekul-molekul besar dan terutama oleh molekul yang tidak larut. 2.4.1. Transport Pasangan Ion Transpor oleh pasangan ion adalah suatu cara perlintasan membran dari suatu senyawa yang sangat mudah terionkan pada pH fisiologik.5.3. Terjadi antara 2 senyawa yang mempunyai muatan berlawanan.1. 2. lemak. Obat diuretik. 2.1. Terjadi antara senyawa terionisasi kuat (amonium kuartener/asam sulfonat) dengan senyawa endogen.6. dengan demikian memungkinkan terjadinya difusi pasif kompleks tersebut melalui membran.6.2. asam lemak.1. Contoh: 2. Asam amino. Absorbsi vitamin larut lemak.1. Vaksin polio Injeksi anestesi lokal .1.1.5.2. Contoh: 2.6.5.1.6. Pinositosis Prosesnya seperti fagositosis (penelanan bakteri oleh leukosit). Spironolakton 2.2.6. yaitu Tiazida dan Klortalidon.1.1. 2. Perlintasan terjadi dengan pembentukan kompleks yang netral (pasangan ion) dengan senyawa endogen seperti musin. kemudian membentuk kompleks yang larut dalam air dan menembus membran dengan difusi sederhana. Perlintasan terjadi dengan pembentukan vesikula (bintil) yang melewati membran.

1.1. Peritoneal (rongga perut) 7.7.1.7. Nasal (hidung) 9. Bulk-phase endocytosis : Tidak spesifik. Kutan (kulit) 5.7. terus terjadi-dinamika membrane sel sekretoris. Muskular (otot) 6. Pilmonal (paru) 10. Receptor-mediated endocytosis : Pengikatan suatu senyawa tertentu pada reseptor membran plasma : LDL.1.2. Bukal (pipi) 2.2. Gastrointestinal (saluran cerna) 4. Endositosis 2. arteri sklerosis. Tempat untuk mengabsorbsi obat di dalam tubuh: 1. Okular (mata) 8. Sublingual (bawah lidah) 3. Rektal . 2.

pH medium Lambung : asam → untuk obat-obat yang bersifat asam Usus : basa → untuk obat-obat yang bersifat basa. Hakiki/ Obat Polaritas → koefisien partisi Semakin non polar semakin mudah diabsorpsi c. Kecepatan pengosongan lambung kecil → peningkatan proses absorpsi obat-obat yang bersifat basa. Kecepatan pengosongan lambung Kecepatan pengosongan lambung besar → penurunan proses absorpsi obat-obat yang bersifat asam. obat sulit diabsorpsi. Biologis/ Hayati 1. 3. Jumlah pembuluh darah setempat Intra muskular dengan sub kutan Intra muscular absorpsinya lebih cepat.Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Absorpsi Obat. d. Motilitas usus Jika terjadi motilitas usus yang besar (ex : diare). maka dapat diberikan 1 jam setelah makan. e. Obat lain Karbon aktif dapat menyerap obat lain. b. 4. antara lain : a. Cara pemberian . karena jumlah pembuluh darah di otot lebih banyak dari pada di kulit. Makanan Paracetamol terganggu absorpsinya dengan adanya makanan dalam lambung. 2.

serta umumnya paling aman. Ex : Digoksin. obat absorpsi tidak teratur. Cara-cara Pemberian Obat Cara pemberian obat serta tujuan penggunaannya adalah sebagai berikut: 2.1.Per oral dan intra vena berbeda absorpsinya. penggunaan oral adalah yang paling menyenangkan dan murah. Ex : Asetosal ( dapat menyebabkan iritasi karena bersifat asam). Oral Obat yang cara penggunaannya masuk melalui mulut. Erytromycin strearat 2. diare. koma atau dikehendaki onset yang cepat. penggunaan obat melalui oral tidak dapat dipakai. Obat oral sulit/tidak dapat dilakukan karena iritasi lambung. Efek. Penisilin. Paracetamol. Kerugiannya adalah timbul efek lambat.2. tidak kooperatif untuk obat iritatif dan rasa tidak enak penggunaannya terbatas. terurai di . Phenobarbital (obat sukar larut)  Pemakaian antibiotika setelah makan seringkali → penurunan bioavailabilitasnya maka harus diberikan sebelum makan.  Kadang-kadang tak bisa diberikan dalam kondisi demikian karena obat dapat mengiritasi lambung. praktis. Ex : Tetraciklin. insulin). Keuntungannya adalah relatif aman. Rifampisin. obat yang inaktif/terurai oleh cairan lambung/usus tidak bermanfaat (penisilin G. tidak bermanfaat untuk pasien yang sering muntah. tidak sadar. Hanya beberapa obat yang mengalami perusakan oleh cairan lambung atau usus.2. ekonomis.Efek Makanan Atas Absorpsi Secara umum absorpsi obat lebih disukai atau berhasil dalam kondisi lambung kosong. Untuk tujuan terapi serta efek sistematik yang dikehendaki. Pada keadaan pasien muntah-muntah.  Kecepatan absorpsi kebanyakan obat akan berkurang bila diberikan bersama makanan.

dimasukkan ke vagina. toksisitas pada jantung.Tujuannya mempercepat kerja obat serta dan sistemik. kadar obat dapat dikontrol. atau dapat dikatakan obat dimasukkan de dalam tubuh selain saluran cerna. Tujuannya adalah tanpa melalui saluran pencernaan dan langsung ke pembuluh darah. Misal pada kasus pasien jantung.4. obat ditaruh dibawah lidah. Parentral Digunakan tanpa melalui mulut. Contoh. sering mengiritasi epitel paru – sekresi saluran nafas. Kerugiannya yaitu.2. 2. 2. Keuntungannya yaitu dapat digunakan untuk pasien yang tidak sadar. Sublingual Cara penggunaannya. Keuntungannya yaitu absorpsi terjadi cepat dan homogen. terjadi efek lintas pertama. sering muntah. parasetamol.2. Misal suntikan atau insulin. teofilin.6. langsung ke pusat sasar. obat dalam keadaan gas atau uap yang akan diabsorpsi sangat cepat melalui alveoli paru-paru dan membrane mukosa pada perjalanan pernafasan.2. Misal untuk keputihan atau jamur.2. Rektal Cara penggunaannya melalui dubur atau anus. 2. sulit menelan/pasien yang tidak kooperatif. dapat diberikan langsung pada bronkus. 2. Tablet sublingual dikehendaki efek cepat (tidak lewat hati). Contohnya adalah supositoria. Keuntungan cara ini efek obat cepat serta kerusakan obat di saluran cerna dan metabolisme di dinding usus dan hati dapat dihindari (tidak lewat vena porta). Inhalasi Penggunaannya dengan cara disemprot (ke mulut).2. Misal obat asma. diperlukan alat dan metod khusus.2. dapat menghindari . Pervaginaan Bentuknya hampir sama dengan obat rektal. 2.3.lambung. barbiturat. terhindar dari efek lintas pertama. indometasin. sukar mengatur dosis. dapat untuk obat yang mengiritasi lambung. Dalam inhalasi. diare. Efeknya agar langsung sampai sasaran. asetosal. Tujuannya supaya efeknya lebih cepat karena pembuluh darah bawah lidah merupakan pusat sakit.5.

magma. trokhisi dan tablet hisap Larutan suspensi Salep. berbahaya (suntikan – infeksi). sisipan. Apabila obatnya tidak stabil dalam cairan. Injeksi dapat berupa larutan. Cara Pemberian Oral Bentuk Sediaan Utama Tablet. jel. supositoria Larutan. suspensi. termasuk infus. spon uretral Larutan. busa-busa emulsi. Topikal/lokal Obat yang sifatnya lokal. larutan dan solutio Konjungtiva Introakular/intraaural Intranasal Intrarespiratori Rektal Vaginal Salep Larutan. inhalan salep Erosol Larutan.7. tempelan transdermal. krim.2. . Suntikan Diberikan bila obat tidak diabsorpsi di saluran cerna serta dibutuhkan kerja cepat. supositoria tablet. atau emulsi. Istilah injeksi termasuk semua bentuk obat yang digunakan secara parentral. lotio. plester.8. pasta. salep. larutan/solutio. tidak disukai pasien. salep. Kelemahannya yaitu kurang aman. cakram. erosol. kapsul. suspensi. suspensi Larutan. bubuk. maka dibuat dalam bentuk kering.Misal tetes mata. 2. salep. bubuk Sublingual Parenteral Epikuntan/transdermal Tablet.2. tetes telinga. semprot. 2. Bila mau dipakai baru ditambah aqua steril untuk memperoleh larutan atau suspensi injeksi.kerusakan obat di saluran cerna dan hati bekerja cepat dan dosis ekonomis.

fisiologis.. Patofisiologi: Buku Saku.BAB III KESIMPULAN Farmalologi adalah ilmu tentang obat (pharmacon dan logos ) . Oleh karena itu. Studi terintegrasi tentang sifat-sifat zat kimia dan organisme hidup serta segala aspek interaksinya. Obat adalah setiap zat kimia (alami maupun sintetik) selain makanan yang mempunyai pengaruh terhadap atau dapat menimbulkan efek pada organisme hidup. DAFTAR PUSTAKA Corwin. bila ingin mempelajari kaitan obat dengan penyakit maka diperlukan pengetahuan tentang ilmu patologi. mikrobiologi. maupun biokimiawi. 2009. Widya Medika. Farmakologi: Ulasan Bergambar.A.. Jakarta . dkk.J.Ilmu yang mempelajari interaksi obat dengan organisme hidup. EGC. baik efek psikologis. Jakarta Harvey. R. anatomi dan histology. Kegunaan utama dari pada obat adalah untuk menyembuhkan penyakit. parasitologi. E. edisi 3. 1995.

3rd edition..Stringer. Basic Consepts in Pharmacology: A Student’s Survival Guide. EGC. J. Jakarta Swartz. 2008. Buku Ajar Diagnostik Fisik. Jakarta .. M.L. EGC.H. 1995.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->