P. 1
Gerak Kapal II

Gerak Kapal II

|Views: 68|Likes:
Published by Beavis Hadi

More info:

Published by: Beavis Hadi on Feb 24, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/11/2014

pdf

text

original

Seminar Nasional Pascasarjana X – ITS, Surabaya 4 Agustus 2010 ISBN No.

979-545-0270-1

Perancangan Sistem Pengendalian Oleng Kapal dengan Beban Berpindah Menggunakan Kontroler Fuzzy
Purwidi Asri1*, Katjuk Astrowulan2, Rusdhianto Effendi 3
Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Sepuluh Nopember 1 purwidi@elect-eng.its.ac.id Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Abstrak Kapal dapat oleng disebabkan karena kapal mempunyai kemampuan untuk tegak kembali karena adanya pengaruh luar yang bekerja pada kapal. Pergerakan penumpang memberikan gangguan pada tingkat stabilitas kapal. Distribusi penumpang pada bagian atap pada sisi luar kanan kapal dan atap kapal akan memberikan momen miring yang cukup besar sehingga dapat mengalahkan momen pengembali kapal. Apabila proses semacam itu terjadi secara terus menerus, maka pada suatu saat tertentu kapal sudah tidak memiliki kemampuan lagi untuk tegak kembali. Stabilitas gerakan oleng kapal merupakan kemampuan sistem dalam merespon gangguan untuk berusaha kembali ke keadaan normal. Untuk meredam gerakan oleng digunakan beban yang dapat berpindah untuk menjaga stabilitas kapal. Kemampuan meredam terhadap gerakan oleng oleh beban berpindah dipakai guna memperbaiki performansi sistem agar hasilnya akan semakin baik dan pada akhirnya dapat menambah kenyamanan penumpang. Sistem kendali yang baik harus mempunyai ketahanan terhadap gangguan dan mempunyai respon yang cepat dan akurat. Untuk mengatasi hal ini, diterapkan sistem kendali fuzzy. Hasil akhir menunjukkan kendali fuzzy bekerja membantu untuk meminimalkan overshoot yang terjadi dan juga meminimalkan recovery time dari respon sistem. Desain sistem ini sistem kendali secara keseluruhan dapat menghasilkan respon sistem yang baik. Penelitian ini berupa simulasi. Algoritma fuzzy diimplentasikan dalam MATLAB . Untuk memudahkan simulasi dibuat software dengan menggunakan fasilitas GUI. Kata kunci : fuzzy, overshoot, respon, stabilitas kapal akan segera tiba di Bau-bau. Pergerakan penumpang memberikan gangguan pada tingkat stabilitas kapal. Distribusi penumpang pada bagian atap pada sisi luar kanan kapal dan atap kapal akan memberikan momen miring yang cukup besar sehingga dapat mengalahkan momen pengembali kapal. Hal ini menyebabkan kapal terbalik. Sebuah kapal yang stabilitasnya terlalu kecil untuk keadaankeadaan tertentu berakibat fatal, sebab kapal dapat terbalik. Kemungkinan demikian dapat terjadi karena sewaktu kapal akan tegak kembali tidak dapat berlangsung. Hal itu terjadi karena adanya pengaruh luar yang bekerja pada kapal. Apabila proses semacam itu terjadi secara terus menerus, maka pada suatu saat tertentu kapal sudah tidak memiliki kemampuan lagi untuk tegak kembali. Stabilitas gerakan oleng kapal merupakan kemampuan sistem dalam merespon gangguan untuk berusaha kembali ke keadaan normal. Untuk meredam gerakan oleng digunakan beban yang dapat berpindah untuk menjaga stabilitas kapal. Kemampuan meredam terhadap gerakan oleng oleh beban berpindah dipakai guna memperbaiki performansi sistem agar hasilnya akan semakin baik dan pada akhirnya dapat menambah kenyamanan penumpang. Kendali logika fuzzy bekerja membantu untuk meminimalkan overshoot yang terjadi dan juga meminimalkan recovery time dari respon sistem. Dari desain sistem ini diharapkan sistem kendali secara

1.1 Pendahuluan
Sarana transportasi sangat diperlukan saat ini. Salah satu di antaranya adalah kapal. Kapal merupakan sarana penting dalam bidang perhubungan air di wilayah Indonesia yang sebagian wilayahnya berupa perairan laut, dengan kondisi geografis seperti itu, pemerintah perlu sekali mengembangkan teknologi di bidang kemaritiman, khususnya dalam bidang industri perkapalan. Dalam perjalanan di air, selain mengalami gerak laju, kapal juga mengalami gangguan dalam bentuk gerakan roll, heave, pitch, surge, yaw dan saw. Idealnya kapal hanya mengalami gerak laju. Gerakan roll, heave, pitch, surge, yaw dan saw dapat muncul akibat gangguan di antaranya berupa gelombang, arus, ombak, angin dan lain sebagainya yang mengenai badan kapal pada saat kapal berjalan pada kecepatan jelajahnya. Namun dari beberapa gerak tersebut yang bisa diredam adalah gerakan oleng. Sebuah kapal dapat oleng disebabkan karena kapal mempunyai kemampuan untuk tegak kembali karena adanya pengaruh luar yang bekerja pada kapal. Kapal Motor Acita III tenggelam di perairan Bau-bau Sulawesi Tenggara pada hari Kamis 18 Oktober 2007 sekitar pukul 21.00 WITA. Kapal tersebut mengangkut lebih dari 185 penumpang sehingga melebihi daya angkut. Banyak penumpang mencari sinyal hp untuk menghubungi keluarganya bahwa

Didalam tesis ini tidak dibahas tentang pembuatan system fisik dan keuntungan secara ekonomis dari penerapan kontroler logika fuzzy ini. Surabaya 4 Agustus 2010 ISBN No.Seminar Nasional Pascasarjana X – ITS. Kontroler yang digunakan adalah kontroler fuzzy.2 Perumusan Masalah Sistem kendali yang baik harus mempunyai ketahanan terhadap disturbance dan mempunyai respon yang cepat dan akurat. maka perlu adanya batasan-batasan dalam pembahasannya yaitu: 1. Untuk menjelaskan gerak kapal pada permukaan laut (Gambar 1) dapat digunakan persamaan enam derajat kebebasan (6dof) yaitu : Gerakan arah depan-belakang (surge) Gerakan arah atas-bawah (heave) Gerakan arah samping kiri-kanan (sway) Gerakan berputar pada sumbu depan-belakang (roll) Gerakan berputar pada sumbu atas-bawah (yaw) Gerakan berputar pada sumbu samping kirikanan (pitch) η =[x y z φ θ ψ ]T ∆ ν =[u v w p q r ]T (3) Vektor gaya dan momen berikut : ∆ τ K didefinisikan sebagai τ = [X Y Z M N] T (4) Nilai heave dan pitch cenderung diabaikan dibandingkan dengan gerak lainnya sehingga pemodelan gerakan kapal dapat dilihat sebagai benda dengan 4 derajat kebebasan (4dof) yaitu : surge. Akibat lain yang terjadi adalah longsornya muatan yang padat didalam ruang-ruang dibawah. Berdasarkan hukum Newton kedua. Permasalahannya adalah : 1. y dan z secara berurutan.Y dan Z adalah gaya yang bekerja pada sumbu x. Enam derajat kebebasan untuk kapal permukaan Gambar 2. 2. sehingga semua awak kapalnya dan penumpang menjadi mabuk. Longsornya muatan itu dapat membawa akibat yang sangat fatal kapal dapat terbalik.3 Batasan Masalah Untuk mencegah melebarnya permasalahan dalam tesis ini. yaw dan roll. N adalah momen yang bekerja pada sumbu x.2002) 1. 2. Variabel dan sistem koordinat gerak kapal Gambar 2 menunjukkan variabel dan sistem koordinat gerak kapal. maka dapat dijelaskan : ∧ ∧ r r r d ∧ Gaya = i X + jY + kZ = m (i u + j v + k w) (1) dt ∧ ∧ r r r d ∧ Momen= i K + jM + kN = (i I x p + j I y q + k I z r) dt 1. Apabila kapal oleng diharapkan cepat stabil kembali. sehingga kenyamanan penumpang dapat dicapai. y dan z serta K.4 Tujuan Penelitian Kendali logika fuzzy bekerja membantu untuk memperbaiki kinerja sistem pengendalian oleng kapal dengan menggunakan kontroler fuzzy. 979-545-0270-1 keseluruhan dapat menghasilkan respon sistem yang lebih baik. Dengan X. Bagaimana meminimalkan recovery time dari respon system ? Gambar 1. Bagaimana meminimalkan overshoot yang terjadi ? 2. Hal ini berakibat konstruksi kapal dibangunan-bangunan atasnya sangat dirugikan. sway. M. misalnya sambungan sambungan antara suku-suku bagian bangunan atas menjadi longgar. sebab paku-paku kelingnya menjadi longgar. Algoritma kontrol konvensional akan selalu membutuhkan adanya model dari plant yang akan dikendalikan agar bisa mencari parameterparameter kontrolernya (Santoso Ari. sehingga jarak antar setiap titik pada kapal tidak berubah selama proses pergerakannya. Oleh karena itu pendekatan berikut dapat dilakukan : φ=p ψ = r cos φ • • (5) Dengan 4 derajat kebebasan maka persamaan gerak menjadi : . Vektor orientasi posisi η pada frame inersia adalah : (2) Vektor kecepatan linier-angular pada frame badan kapal : 1.1 Model Dinamika Kapal Kapal dianggap sebagai benda tegar. Sehingga terdapat tiga perhitungan gaya pada persamaan (2) dan tiga perhitungan momen pada persamaan berikutnya. TinjauanTeori 2. Kapal dapat menjadi tidak nyaman akibat dari kapal oleng secara cepat .

meskipun dengan persamaan yang kompleks. Sehingga semua pernyataan tersebut dapat diterima oleh logika tanpa memperhitungkan batasbatas kondisi sebenarnya. sedang. Sebagai contoh : suatu pernyataan menyebutkan “ Seandainya cuaca cerah. saya akan sering berolah raga”.2 Model Kapal Patroli Cepat ( FPB-57) Berdasarkan teori linier.1 Identifikasi dan Formulasi Permasalahan Pada tahap ini dilakukan identifikasi permasalahan yang terjadi dalam desain kontroler fuzzy. serta ketelitian yang dapat dipenuhi pada keadaan mantap (steady state). bukan dengan persamaan matematis. Algoritma kontrol konvensional akan selalu membutuhkan adanya model dari plant yang akan . Seberapa cerah dan seberapa sering. bahwa respon harmonik kapal x(t) proporsional terhadap amplitudo gaya eksitasi yang sama. karena batas antara kebenaran yang satu dengan kebenaran yang lain tidak tegas atau tidak jelas. lalu bagaimana dengan kondisi langit yang sekitar 1-5% berawan. Kebenaran inilah yang disebut dengan kebenaran fuzzy. Tujuan dari identifikasi sistem ini adalah untuk mendapatkan karakter dinamis dari suatu plant. tetapi menghasilkan sudut fase yang berbeda.Seminar Nasional Pascasarjana X – ITS. Dalam kasus semacam ini. Metoda Penelitian Penelitian ini dilaksanakan melalui proses identifikasi. Suatu kapal jika berada di air. pendek dan sebagainya. Contohnya. Ide awalnya adalah bagaimana cara menyajikan kekaburan. Hal tersebut tidak dapat dibenarkan karena pada dasarnya selisih 1-5% berawan tidak dapat dijadikan suatu batasan untuk tidak dikatakan cerah. sehingga dibutuhkan kondisi nyaman dalam menjalankan tugas-tugasnya. Jadi sistem harus menunjukkan kecepatan respon yang cukup cepat. Surabaya 4 Agustus 2010 ISBN No. diubah kedalam suatu pernyataan yang menggambarkan kekaburan dan ketidakjelasan batasan-batasan suatu kebenaran. Selanjutnya menentukan parameter kontroler untuk memperoleh respon sistem yang sesuai dengan spesifikasi desain yang diinginkan. Logika fuzzy atau logika kabur adalah metodologi untuk menyatakan hukum operasional dari suatu sistem dengan ungkapan-ungkapan bahasa (variabel linguistik). hal itu 3. tinggi. 979-545-0270-1 ⎡ • ⎤ ⎡ X ⎤ ⎡m(vr + x r 2 − z pr ⎤ G G ⎢u ⎥ ⎢ ⎥ ⎢ • ⎥ − mur ⎢ v ⎥ ⎢Y ⎥ ⎢ ⎥ M⎢•⎥ = + ⎥ ⎢K ⎥ ⎢ mz G ur ⎢ p⎥ ⎢ ⎥ ⎢ ⎥ • ⎢ ⎥ ⎣N ⎦ ⎢ − mxG ur ⎥ ⎦ ⎣ ⎣r ⎦ 0 0 0 ⎤ ⎡m ⎢0 − mz G mxG ⎥ m ⎢ ⎥ (6) M = ⎢ 0 − mz G I xx 0 ⎥ ⎢ ⎥ I zz ⎦ 0 ⎣ 0 mxG m Ixx Izz = = = dan bobot kapal inersia pada sumbu x inersia pada sumbu z xG zG adalah koordinat dari titik berat kapal (center of gravity/CG) 2. kecil. Plant yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan data yang didapatkan dari hasil rekaman sudut oleng kapal FPB-57. Variabel linguistik tersebut merubah sinyal-sinyal yang berupa variabel numerik crisp. apakah bisa dikatagorikan tidak cerah. 2. FPB57 termasuk kapal perang di samping juga untuk pengangkutan penumpang. manusia diklasifikasikan dengan variabel linguistik besar. Setiap sistem kontrol mempunyai persyaratan bahwa sistem harus stabil. Pergerakan tersebut bisa mengakibatkan benda apung itu tidak berada pada posisi tegaknya lagi. bisa diibaratkan secara sederhana adalah sebuah benda apung dalam posisi awal tegak. Untuk itu diperlukan desain dan analisis dalam sistem kontrol untuk melakukan kompromi yang efektif dalam pemenuhan persyaratan tersebut. dimana jika pada air terjadi gangguan (gelombang air) dan mengenai benda apung tersebut. Konsep kekaburan dan ketidakpastian tersebut yang melatarbelakangi konsep logika fuzzy. 3. Persamaan gerakan dari kapal perairan lepas yang diturunkan dari hukum Newton kedua tentang gaya. Banyak sistem yang terlalu kompleks untuk dimodelkan secara akurat. FPB-57 (Fast Patrol Boat) yang merupakan kapal klasifikasi sedang dengan kecepatan maksimal 30 knot. Persyaratan tersebut cenderung tidak dapat dipenuhi bersama-sama (Ogata. ungkapan bahasa yang digunakan dalam logika fuzzy dapat membantu dalam mendefinisikan karakteristik operasional sistem dengan lebih baik. Sifat kebenaran yang dikandung oleh suatu variable linguistik tersebut adalah samar / kabur. secara umum dapat ditulis : & A && ( t ) + B x ( t ) + Cx ( t ) = F W ( t ) x 2.3 Dinamika Gerak Oleng Kapal (7) sulit untuk dibuat batasan dengan dasar-dasar kuantitatif. peredaman dan kestabilan yang layak. selalu didasarkan pada klasifikasi secara kualitatif atau sering disebut sebagai terminology linguistik. Jika cerah dikatagorikan sebagai kondisi langit yang terang dengan tidak ada awan sama sekali.4 Teori Logika Fuzzy Konsep teori fuzzy diperkenalkan oleh Lotfi A Zadeh pada tahun 1965 untuk mempresentasikan dan menganalisa fenomena-fenomena di alam nyata yang serba samar atau tidak tepat ditinjau dari cara berfikir manusia mengenai fenomena-fenomena tersebut. Penyajian tersebut harus cukup menggambarkan kekaburan tetapi di lain pihak harus cukup sederhana sehingga komputasinya lebih mudah. Kemampuan suatu benda apung untuk kembali pada posisi tegaknya itu dinamakan stabilitas. Pada dasarnya logika manusia dalam pengenalan atau pendekatan terhadap suatu obyek. maka benda itu akan mengalami suatu pergerakan. 1993).

Gambar Identifikasi Gerakan Kapal Gambar 4. Open Loop 3. Gambar output gerakan kapal & (I44 + a44)&&4+ b44x4 + c44x4−Fr = MB x 4. Dalam MATLAB data akan dibuat analisis dalam desain kontrol fuzzy. Help 5. 3. Exit Hasil pengujian Matlab seperti pada Gambar 4..2 akan muncul kalau pada menu disorot peintah identifikasi. yang merupakan sistem orde dua dari mass-spring-system. Kemampuan peredaman oleng kapal dapat ditingkatkan menggunakan kontroler fuzzy. Seperti telihat pada gambar 4. 2005) digunakan dalam penelitian ini yaitu data sudut oleng kapal tehadap waktu pada kecepatan 27 knot ditunjukkan pada gambar 4. (I44 + a44 ). Hasil Pengukuran Dinamika Plant (10) Setelah di identifikasi terlihat dalam gambar 4. Plant yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan data yang didapatkan dari hasil rekaman sudut oleng kapal FPB-57.Seminar Nasional Pascasarjana X – ITS. FPB57 termasuk kapal perang di samping juga untuk pengangkutan penumpang. 979-545-0270-1 dikendalikan agar bisa mencari parameter-parameter kontrolernya (Santoso Ari. Hal ini terbukti bahwa amplitudo tidak melebihi 10 derajat. Desain sistem ini sistem kendali secara keseluruhan dapat menghasilkan respon sistem yang baik. Identifikasi 2. Gambar 4. Untuk beban beban berpindah digunakan persamaan 8 : τ = rxF (8 ) Momen roll untuk meredam gerakan roll kapal beban berpindah : M B = rF = τ di mana rF identik dengan Lr F disubtitusikan persaman 7 menjadi : (9) sehingga jika Gambar 4.2 Perancangan Parameter Plant Model dinamik gerakan rolling kapal adalah gerakan harmonis. di mana MW adalah gaya gelombang yang membangkitkan momen rolling sebagai masukan. Kesimpulan dan Saran Kesimpulan : 1.2 terlihat bahwa ada beberapa titik pada data sudut oleng kapal melebihi 10 derajat. 1998) dan ( Sutrisno Imam. Model dinamik gerakan rolling kapal dari persamaan 7 dapat ditulis kembali : (7 ) && & (I 44 + a44 )x 4 + b 44 x 4 + c 44 x 4 −LrF = M W Hasil rekaman data kapal FPB-57 pada penelitian sebelumnya (Kunto. 2. Dalam Matlab grafik gambar 4. 5.3 di bawah ini. Gambar 4. damping dan restoring. sehingga dibutuhkan kondisi nyaman dalam menjalankan tugas-tugasnya. Saran : Pada penelitian selanjutnya dapat direalisasikan penggunaan beban berpindah pada plant yang riel. FPB-57 (Fast Patrol Boat) yang merupakan kapal klasifikasi sedang dengan kecepatan maksimal 30 knot. Terdapat 5 menu antara lain : 1.2.1 menunjukkan output program dan menampilkan menu-menu yang ada.1 Hasil Tampilan dalam Matlab .2. setting point (referensi) diset pada keadaan nol derajat. Running 4.3. b44 dan c44 masing masing koefisien added mass.1 dibawah ini.4 menunjukkan hasil running program yang terdapat pada lampiran.2002) 3. Dalam keadaan normal. Kendali fuzzy bekerja membantu untuk meminimalkan overshoot yang terjadi. Surabaya 4 Agustus 2010 ISBN No. dan keluarannya adalah fase rolling (x4 = ∅ ). Pada gambar 4.

. Surabaya. Ogata Katsuhito (1993). Kusumah Bayu Angga dkk (2009). Inc. jilid I . Desain Pengendalian PID Self Tunning pada Sistem Pengendalian Oleng Kapal dengan Penstabil Sirip (Fins). Sussex. Edi Leksono. Jakarta. Tugas Akhir. ITS. 979-545-0270-1 6. PPNS. Ir. Tesis. Teknik Kontrol Otomatik . Penerbit Erlangga. RPM Reprographics. Prediksi Posisi menggunakan Filter Kalman sebagai Dasar Penentuan Pengarahan Meriam. Teknik Kontrol Otomatik . Control System Design Using Matlab. Pasino Kevin M(1998). . jilid II . Perencanaan dan Pembuatan Kapal Untuk Pemodelan Kapal. Teknik Elektro. Surabaya. ITS. Surabaya 4 Agustus 2010 ISBN No. Prentice-Hall. Fuzzy Control. Project Work. Ir. Penerbit Erlangga.Seminar Nasional Pascasarjana X – ITS. Lloyd ARJM (1998). Perancangan Sistem Pengendalian Oleng Kapal Patroli FPB-57 dengan Penstabil Sirip (Fins) menggunakan Teknik Self OrganizingCorridore Function Adaptif Neuro Fuzzy. United Kingdom. Chichester. Teknik Elektro. Rumiyarto Teguh (2005). New Jersey. Surabaya. Daftar Pustaka Kunto Eko Susilo(1998). Sutrisno Imam (2005). Edi Leksono. Tesis. Addison Wesley. Jakarta. STTAL. Englewood Cliff. Ogata Katsuhito (1993). SEAKEEPING : Ship Behaviour in Rough weather. Shahian Bahram & Hassul Michael(1993).

. 979-545-0270-1 Lampiran Gambar 4.Seminar Nasional Pascasarjana X – ITS. Surabaya 4 Agustus 2010 ISBN No.4 Hasil Running Program.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->