Pentingnya MSDM Dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

Sebagai suatu lembaga pendidikan formal, dalam pelaksanaan pendidikannya sekolah sangat ditekankan adanya peningkatan kualitas sebagai jawaban terhadap kebutuhan dan dinamika masyarakat yang sedang berkembang, sehingga peningkatan kualitas dapat diwujudkan melalui pelaksanaan pendidikan.

Layanan sekolah dapat dikatakan bermutu atau berkualitas jika dibuat secara sederhana tetapi penting dan memenuhi standart. Artinya, produk tersebut harus tepat sesuai dengan tujuan. Pada dasarnya mutu pendidikan dapat dipandang sebagai suatu keadaan, kondisi, penampilan, atau kinerja yang ditunjukkan oleh setiap komponen satuan pendidikan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Satuan pendidikan dimaksud adalah mencakup pendidikan pra sekolah, pendidikan dasar, pendidikan menengah dan pendidikan tinggi.

Suatu organisasi, dimana perubahan organisasi lebih efektif bila mereka melakukan peran aktif dengan menolong atau mengarahkan perbaikan sekolah. Karena itu kepala sekolah yang efektif menolong akan memberikan perlindungan kepada sekolah dari perubahan-perubahan yang tidak menguntungkan.

Adapun yang paling penting bagi kepala sekolah adalah cita-cita tinggi dengan menyadari bahwa banyak yang harus dilakukannya bersama guru-guru dalam menentukan suatu perubahan yang akan menyenangkan. Salah satunya adalah memperbaiki dan meningkatkan mutu atau kualitas pendidikan di sekolah yang dipimpinnya. Dan perubahan manajemen adalah langkah awal meraih kualitas, dan pilar utamanya adalah kepuasan pelanggan, perbaikan berkelanjutan, pengelolaan dengan fakta (data), dan menghargai sumber daya manusia.

Manajemen sumber daya manusia (Human Resource Management) dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan adalah sangat penting artinya. Hal ini mengingat bahwa dalam suatu organisasi atau lembaga pendidikan, dapat maju dan berkembang dengan dukungan dari sumber daya manusia. Oleh karena itu setiap lembaga pendidikan atau organisasi yang ingin berkembang, maka harus memperhatikan sumber daya manusia dan mengelolanya dengan baik, agar tercipta pendidikan yang berkualitas.

Keberhasilan pendidikan di sekolah sangat ditentukan oleh keberhasilan kepala sekolah dalam mengelola tenaga kependidikan yang tersedia di sekolah. Dalam hal ini, peningkatan produktivitas dan prestasi kerja dapat dilakukan dengan meningkatkan perilaku tenaga kependidikan atau sumber daya manusia di sekolah melalui aplikasi berbagai konsep dan teknik manajemen personalia.

Dalam manajemen sumber daya manusia, kepala sekolah merupakan kunci keberhasilan untuk mencapai kualitas pendidikan. Kepala sekolah dituntut untuk senantiasa berusaha membina dan mengembangkan sumber daya manusia atau tenaga pendidik guna menciptakan pendidikan yang berkualitas.

Dalam skripsi ini diungkapkan tentang pentingnya manajemen sumber daya manusia dalam meningkatkan kualitas pendidikan, didasari oleh:

1. Sumber daya manusia atau tenaga kerja merupakan factor sentral dalam pendidikan, mengingat perannya yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

Dikatakan demikian karena guru adalah factor sentral dalam pendidikan. 2) pengembangan SDM (human resource development). Mulayasa yang mengemukakan bahwa selain merupakan modal yang paling vital. Mengingat pentingnya berbagai sector pembangunan. 3) keselamatan dan kesehatan kerja (safety and health). gaji/upah dan kesejahteraan (compensation and benefits). Jumat. yaitu 1) perencanaan SDM (human resource planning). pegawai. dan masyarakat. pelaksanaan fungsi. Merujuk pendapat dari E. 6. buruh. dan pegawai lainnya untuk dapat menunjang aktivitas organisasi demi mencapai tujuan yang telah ditentukan. Sistem Manajemen SDM yang efektif memiliki empat bidang fungsional. . Manajemen sumber daya manusia termasuk salah satu bagian dari manajemen sekolah secara keseluruhan. Karena melalui usaha-usaha dan kreativitas sumber daya manusia. 5. dan manajemen sumber daya manusia menduduki tempat yang sangat penting. dan 4) bentuk hubungan pekerja (employee andlabor relations). pengorganisasian yang mantap. 7. 4. sumber daya manusia (SDM) juga merupakan pelanggan internal yang menentukan kualitas akhir suatu produk dan organisasi. maka sumber daya manusia perlu ditata atau manaj sedemikian rupa agar diperoleh hasil yang optimal.2. penyusunan staf yang tepat dan profesional. dan kegiatan organisasi untuk menjamin bahwa mereka dipergunakan secara efektif dan adil demi kepentingan organisasi. untuk itu sumber daya manusia perlu dikelola dengan sebaik-baiknya melalui manajemen sumber daya manusia. Skema proses Manajemen SDM seperti pada Gambar 1. 28 Januari 2011 Manajemen Sumber Daya sistem pendidikan MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA Manajemen sumber daya manusia (SDM) adalah suatu proses menangani berbagai masalah pada ruang lingkup pegawai. Sumber daya manusia merupakan factor penting bagi keberhasilan suatu sekolah. individu. akan mengoptimalkan pencapaian tujuan organisasi dan pemanfaatan sumber daya manusia dimulai dari melakukan perencanaan yang tepat. Guru merupakan sumber daya insani yang sangat penting peranannya dalam mendidik dan mengajar karena berhasilnya kegiatan belajar mengajar bergantung pada kemampuan guru dalam menyusun atau merancang belajar mengajar. pengarahan dan pengawasan yang terkendali dengan baik akan menjamin berfungsinya proses manajerial. 3. Manajemen SDM merupakan bentuk pengakuan pentingnya anggota organisasi (personil) sebagai sumber daya yang dapat mendukung tercapainya tujuan organisasi. Dengan pemanfaatan sumber daya manusia oleh manajer dalam suatu organisasi secara efektif dan efisien. organisasi dapat menghasilkan suatu produk dan jasa yang berkualitas. manajer. rekrutmen (recruitment) dan seleksi (selection).

pencapaian potensi. dan 7) kompensasi. fungsi SDM. Salah satu teori motivasi yang populer adalah teori motivasi Maslow. dan pemenuhan kebutuhan diri Penghargaan Harga diri. 5) mutasi. dan aktualisasi diri. etis. Jenjang kelima kebutuhan tersebut seperti pada Gambar 2. dan status Kebutuhan Tingkat Rendah Sosial . sosial.Gambar 1 Skema Proses Manajemen Sumber Daya Manusia Berdasarkan Gambar 1 proses Manajemen SDM meliputi 1) analisis jabatan. dan sosial. 4) pelatihan. Terdapat hubungan antara kemampuan. Motivasi kerja sebagai predisposisi untuk berperilaku tertentu dengan tujuan memenuhi kebutuhan yang spesifik dan belum tercapai. penghargaan. motivasi. dan orang-orang yang terpengaruh. 3) orientasi dan penempatan. perhatian. keamanan. pengakuan. 2) seleksi pegawai. dan kejelasan peran dengan kinerja pegawai. Tujuan Manajemen SDM adalah memperbaiki kontribusi produktif pegawai terhadap organisasi dengan cara yang bertanggung jawab secara strategis. Tujuan Manajemen SDM mencerminkan strategi manajer dan menyeimbangkan tantangan organisasi. Kebutuhan Tingkat Tinggi Aktualisasi Diri Pertumbuhan. Menurut Maslow bahwa di dalam diri manusia bersemayam lima jenjang kebutuhan yaitu psikologis. 6) promosi. otonomi dan prestasi.

dan persahabatan Keamanan Keselamatan dan perlindungan (fisik dan mental) Psikologis Rasa lapar. memberikan penghargaan dan memelihara pegawai yang baik. benar dan salah. Untuk dapat merasakan nikmat suatu tingkat kebutuhan perlu dipuaskan dahulu kebutuhan yang berada pada tingkat di bawahnya. dan memotivasi pegawai untuk melakukan pekerjaan yang terbaik. terdapat . rasa memiliki. dan moral dalam melaksanakan hak dan kewajiban. Sistem penggajian dirancang untuk memenuhi penghargaan kepada pegawai atas kontribusinya kepada organisasi. Begitu masingmasing kebutuhan ini terpenuhi secara substansial.Kasih sayang. maka kebutuhan berikutnya akan menjadi dominan. pakaian. 6) penugasan khusus (special assigment). Etika adalah suatu disiplin yang mengkaji baik atau buruk. dan 10) strategi makan siang (the lunch strategy). 2) penugasan secara bergantian (rotational assigment). dari yang paling penting hingga yang tidak penting dan dari yang mudah hingga yang sulit untuk dicapai atau didapat. Strategi dasar yang efektif dalam memotivasi kerja pegawai adalah 1) memberikan tugas kepada seorang mentor (assigment of mentor). 8) tanggung jawab menyenangkan (plum responsibiliy). diterima dengan baik. 7) peluang untuk berkreasi (an opportunity to create). Pertimbangan ekuitas ini berkaitan dengan teori equity(ekuitas/keadilan) Adams yang menyatakan bahwa ekuitas dicapai apabila rasio antara hasil (outcomes) dan masukan (input) yang dipersepsikan oleh seseorang sama dengan rasio hasil dan masukan orang lain. 3) pelatihan silang (cross training). menarik pelamar yang tepat untuk suatu pekerjaan. Dengan demikian. 4) proyek yang luas (strech projects). Faktor yang harus dipertimbangkan dalam menyusun struktur penggajian adalah ekuitas internal dan ekuitas eksternal. Motivasi manusia dipengaruhi oleh kebutuhan mendasar yang perlu dipenuhi. dan tempat tinggal Gambar 2 Hierarki Kebutuhan Maslow Lima kebutuhan membentuk tingkatan-tingkatan. Berkaitan dengan profesionalisme manajemen SDM. ekuitas eksternal adalah tingkat ekuitas/keadilan antara rasio hasil dan masukan seseorang pada posisi tertentu dalam suatu organisasi dibandingkan dengan rasio hasil dan masukan orang lain pada posisi sama/setara di organisasi lain. ekuitas internal adalah tingkat ekuitas/keadilan antara rasio hasil dan masukan seseorang pada posisi tertentu dibandingkan rasio hasil dan masukan orang pada posisi lain dalam suatu organisasi. 5) pendekatan tim (team approach). Sementara itu. Kebutuhan harus dipenuhi yang paling penting dahulu kemudian meningkat ke yang tidak terlalu penting. 9) kesempatan studi lanjut (learning opportunity).

3. Secara khusus proposal anggaran pembiayaan pendidikan (sekolah) mencakup: 1. pelaksanaan program supervisi. sampai dengan pengawasan. orangtua peserta didik. pelaksanaan. Pemerintah juga melakukan kontribusi tidak langsung kepada sekolah. penggajian. dan masyarakat. MANAJEMEN PEMBIAYAAN PENDIDIKAN Pendidikan tidak terlepas dari kebutuhan dana untuk mendukung terselenggaranya program pendidikan secara efektif dan efisien. dan kualitas/mutu anggaran organisasi. dan melakukan pengawasan. 2) membayar gaji guru. Deskripsi fungsi program dan kegiatan yang akan dilaksanakan sekolah. Kegiatan pengelolaan keuangan dimulai dari perencanaan. 3) membantu sekolah untuk mengadakan proyek penggalangan dana dengan menyediakan bantuan teknis termasuk bahan dan perlengkapan. melalui diskusi/perundingan. dan dokumentasi perencanaan anggaran yang kesemuanya untuk pertanggungjawaban dalam perencanaan penganggaran. Perencanaan pembiayaan merupakan bidang khusus yang sebelumnya mengkaji struktur anggaran. menyiapkan silabus dan bahan. bantuan pihak asing yang tidak mengikat. 2. . seperti melalui pelatihan kepala sekolah dan guru. Ketersediaan sejumlah dana yang dimiliki sekolah merupakan salah satu faktor pendukung terselenggaranya program pendidikan. kesemuanya itu memerlukan anggaran dan keuangan. Pengawasan penerimaan dan penggunaan dana satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan dan anggaran dasar serta anggaran rumah tangga penyelenggara atau satuan pendidikan yang bersangkutan. Penyelenggaraan pendidikan di sekolah dalam segala aktivitasnya memerlukan sarana dan prasarana untuk proses pembelajaran. Ketersediaan dana yang dimiliki sekolah berkaitan dengan sumber dana sekolah mencakup pemerintah. Manajemen pembiayaan ialah proses melakukan kegiatan mengatur keuangan dengan menggerakkan sumber daya yang ada untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien. revisi rencana anggaran. layanan. Jumlah data mengenai pelayanan usaha (input) dan pencapaian (output) berkaitan dengan fungsi program dan kegiatan sekolah. Pemerintah pusat membantu keuangan sekolah melalui beberapa cara. dan 4) mendanai pembangunan dan rehabilitasi bangunan sekolah. Objektivitas fungsi program dan kegiatan sekolah. Realisasi penerimaan dan pengeluaran dana pendidikan dibukukan dan dilaporkan sesuai standar akuntansi yang berlaku. dan kesejahteraan para guru dan staf lainnya. kuantitas/jumlah. Pegawai bekerja dengan pegawai lain harus memiliki etika dalam bekerja dan berinteraksi setiap harinya.kebutuhan untuk pengembangan kode etik. Sekolah dalam membuat proposal anggaran perlu memperhatikan faktor komunikasi. yaitu 1) hibah dan dana bantuan biaya operasional kepada sekolah.

yang mencakup tingkat pemberian (present levels). dan hibah (adoption of budget by passage of appropriations and estimated revenues) Mencatat setiap perkiraan pengeluaran dan pendapatan(recording off appropriations and estimated revenues) Budget Administration(administrasi Menyiapkan dan mencatat penerimaan dan alokasi(preparation and . tingkat pengeluaran (reduced levels). Penggunaan metode alternatif dalam pelayanan analisis sistem dan analisis biaya-kegunaan (cost-benefit) anggaran sekolah. tiap obyek pengeluaran. Budget Preparation(menyiapkan anggaran) Menyiapkan formulir perkiraan oleh direktur anggaran(preparation of estimate forms by budget director) Menyiapkan perkiraan oleh tiap bagian dan direktur anggaran (preparation of estimate by departments and budget director) Konsolidasi oleh direktur anggaran (consolidation of estimates by budget director) Memperhatikan aspirasi bagian (departmental hearings) Persetujuan anggaran oleh eksekutif. dan tiap unit usaha dan pencapaian organisasi. 6. preparation of budget and budget message by chief executive) Menyerahkan anggaran kepada lembaga legislatif(submission of budget to legislative body) Legislative Enactment(pembuatan lembaga legislatif) Konsiderasi komite anggaran (budget committee consideration) Memperhatikan aspirasi publik (public hearings) Konsiderasi rekomendasi komite oleh lembaga legislatif(consideration of committee recommendations by legislative body) Mengadopsi/memakai anggaran perkiraan pengeluaran. pendapatan.4. dan tingkat perluasan (expanded levels). Menyajikan kegunaan anggaran dalam peningkatan (maksimum) dan penurunan (minimum) pada semua tingkat/bagian sekolah. Proses pembuatan anggaran secara umum seperti pada Gambar 3. Menyiapkan anggaran dan menyampaikan anggaran oleh pimpinan eksekutif (executive approval of budget. Data pengeluaran dan pemasukan dari tiap unit/bagian. tiap kegiatan dan fungsi program. 5.

b) Mengidentifikasi peluang dan tantangan pelayanan negara. yaitu: 1. operasi. tantangan. dan kebijakan permodalan dan perencanaan.anggaran) recording of allotments or allocations) Administrasi penerimaan/pendapatan (revenues administration) Personalia (orang) administrasi (personnel administration) Pembelanjaan dan pelayanan yang efektif/baik(purchasing of goods and services) Sebelum pemeriksaan keuangan (preaudit) Pelaporan (accounting) Reporting (pelaporan) Laporan intern (interim reporting) Finansial akhir tahun dan laporan statistik oleh bagian eksekutif (year end financial and statistical reports by the executive branch) Postaudit (setelah pemeriksaan anggaran) Pemeriksaan data keuangan oleh auditor independen terhadap bagian eksekutif (audit of financial data by an auditor independent of the executive branch) Meninjau operasi/penggunaan anggaran tiap bagian secara terus menerus oleh direktur anggaran(continuous review of departmental operations by budget director) Gambar 3 Siklus Pembuatan Anggaran Pendidikan The National Advisory Council on State and Local Budgeting (NACSLB) mengemukakan prinsip dalam penganggaran. Menentukan tujuan umum dalam hal membuat kebijakan anggaran pendidikan negara. dan peluang. aset kapital. prioritas. 3. mencakup a) Mengadopsi/memakai kebijakan anggaran/finansial. dan manajemen. 2. mencakup: a) Mengakses kebutuhan masyarakat. c) Pengembangan dan merinci tujuan umum yang lebih spesifik menjadi tujuan khusus. Pengembangan pendekatan dalam rangka mencapai tujuan. mencakup: . c) Pengembangan manajemen strategis. Pengembangan konsistensi anggaran dengan pendekatan mencapai tujuan. b) Pengembangan program.

Berdasarkan konsep tersebut urgensi peraturan mengenai pengelolaan sekolah sangat dibutuhkan demi menunjang peningkatan kualitas pendidikan sekolah. dan biaya personal. pengelolaan keuangan sekolah yang mencakup sumber dana.a) Pengembangan proses untuk menyiapkan dan mengadopsi/memakai sistem penganggaran. Lembaga asing dapat berperan dalam pendanaan sekolah dan bersifat tidak mengikat. dan peningkatan kualitas. Anggaran rutin Departemen Pendidikan Nasional dialokasikan untuk gaji. c) Membuat pilihan untuk mengadopsi/memakai anggaran. Ases/menilai performasi/kinerja dan membuat perbaikan. atau penganggaran defisit. penilaian. mencakup: a) Monitor. RKAS disusun dengan berpedoman pada rencana strategis dan rencana operasional yang dimiliki sekolah. dan ases/menilai performasi/kinerja. realisasi pengeluaran. Undang-Undang Dasar 1945 Bab XIII pasal 31 ayat 4 menyatakan negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20 % dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). alokasi. Sekolah dalam menyusun rencana anggaran dapat memilih salah satu atau kombinasi dari asas penganggaran yaitu anggaran berimbang. dan akuntabilitas publik. transparansi. Hal ini sangat penting karena pelaporan realisasi anggaran yang kredibel dan rinci berpengaruh terhadap keberanjuran (sustainabelitas) pendanaan oleh penyandang dana di masa yang akan datang. dan bukti pengeluarannya maka memerlukan peraturan sebagai pedoman pengelolaan sekolah. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas Bab XIII pasal 48 menyatakan pengelolaan dana pendidikan berdasarkan pada prinsip keadilan. Tingkat makro alokasi anggaran pemerintah terdiri atas anggaran rutin dan anggaran pembangunan. Permendiknas Nomor 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan oleh Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah menyatakan sekolah atau madrasah menyusun pedoman pengelolaan biaya investasi dan operasional yang mengacu pada standar pembiayaan. b) Membuat perbaikan dan penyesuaian sesuai dengan yang diperlukan. efisiensi. Sumber dana pendidikan dari luar tercantum dalam Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2009 tentang Badan Hukum Pendidikan (BHP) pasal 45 ayat 1 yang menyatakan salah satu mekanisme dari BHP dapat memperoleh . Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang SNP Bab IX pasal 62 pasal 1 menyatakan pembiayaan pendidikan terdiri atas biaya investasi. Memperhatikan sumber pendanaan sekolah umumnya tidak berasal dari satu sumber. dan keberlanjutan. Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan Bab V pasal 50 ayat 1 menyebutkan sumber pendanaan pendidikan ditentukan berdasarkan prinsip keadilan. pengembangan. 4. kecukupan. b) Pengembangan dan evaluasi berbagai alternatif. Sehingga tiap sumber dana mendapatkan laporan penggunaannya beserta bukti pendukung. penganggaran surplus. biaya operasi. Guna mengalokasikan anggaran sekolah pada tingkat mikro menyusun Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS).

dan berkembang. inventarisasi. Kebutuhan lembaga pendidikan terhadap sarana dan prasarana sifatnya dinamis. 2. penggunaan. Guna memenuhi kebutuhan tersebut. pengembangan (penambahan). Bila dana yang tersedia tidak memadai untuk mengadakan kebutuhan tersebut. guna menunjang berlangsungnya kegiatan pembelajaran dan pengembangan diri siswa secara utuh di sekolah. maka perlu dilakukan seleksi terhadap semua . tidak hanya berkaitan dengan tingkat kekondusifan sekolah terkait dengan belajar siswa. dan penghapusan. Kelompok ini dimobilisasi untuk melaksanakan tugas dari para tokohnya (utamanya informal) di masyarakat. Manajemen sarana dan prasarana pendidikan adalah pengaturan sarana dan prasarana pendidikan dengan melibatkan sumber daya manusia. Lembaga pendidikan lebih bersikap bijak agar tidak merugikan sekolah karena berkaitan dengan orientasi investor yang dapat diasumsikan bahwa investor akan menginvestasikan dananya di sektor yang diprediksi dapat memberikan keuntungan baginya. Kontribusi seperti ini hendaknya disambut dengan baik dan bahkan sebaiknya didorong. Menampung usulan pengadaan perlengkapan sekolah yang diajukan oleh setiap unit kerja dan menginventarisasi kekurangan perlengkapan sekolah. 4. Perumusan rencana strategis merupakan upaya sekolah dalam mempengaruhi dan mendorong masyarakat untuk ikut serta membantu penyelenggaraan pendidikan sekolah. berubah. pelaksanaan/realisasi. tidaklah menetap melainkan terus bertambah. banyak sekolah swasta yang dibangun dan diselenggarakan oleh kelompok masyarakat. bahwa kebutuhan akan sarana dan prasarana sejak awal berdirinya sampai dengan ketika telah mengalami puncak perkembangan. Perencanaan sarana dan prasarana Langkah-langkah perencanaan pengadaan sarana dan prasarana pendidikan yaitu: 1. Berkenaan dengan sumber dana dari luar. pemeliharaan. Di Indonesia. Urgensi sarana dan prasarana pendidikan. Memadukan rencana kebutuhan yang telah disusun dengan perlengkapan yang tersedia sebelumnya. perlu ditempuh langkah-langkah manajerial yang dimulai dari perencanaan. Menyusun rencana kebutuhan perlengkapan sekolah untuk periode tertentu. Di dalam masyarakat kemungkinan ada orang yang juga memutuskan untuk membantu satu atau beberapa sekolah dengan dana. 3. sekolah harus transparan dalam pengelolaan dana. Memadukan rencana kebutuhan dengan dana sekolah yang tersedia. MANAJEMEN SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN Sarana dan prasarana pendidikan sangat penting artinya guna menunjang kesuksesan pendidikan di sekolah. misalnya satu semester atau satu tahun ajaran. Kelompok masyarakat termasuk sebagai sumber pendanaan sekolah. baik secara finansial maupun keuntungan lain seperti ideologi. tetapi juga sekaligus menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari keseluruhan operasional lembaga pendidikan. seperti kaum ulama.dana operasional yaitu dengan menarik dan membuka investasi dari luar negeri. seperti pengusaha yang mendermakan sesuatu bagi satu atau lebih sekolah.

Bila ternyata masih melebihi dana yang tersedia. 2) pemberian kode (coding) terhadap sarana dan prasarana yang selesai dicatat dalam buku-buku sarana dan prasarana. Dalam kondisi sarana dan prasarana yang kualitasnya melebihi jumlah pengguna. dan 3) pelaporan sarana dan prasarana kepada pihak-pihak yang selayaknya menerima laporan (pemerintah. kualitas. kemudian dapat dipergunakan. Menjadi persoalan kalau jumlah yang tersedia tidak sebanding dengan jumlah para penggunanya. donatur. Pengadaan sarana dan prasarana bisa dilakukan dengan pembelian. buku kartu stok barang. Oleh karena itu. Pengembangan tersebut mencakup jumlah. sumbangan. dan stakeholders). Semua perlengkapan yang urgen segera didaftar. dan aksesorinya. agar tercapai maksud yang diinginkan. Penetapan rencana pengadaan akhir. maka perlu dilakukan seleksi lagi dengan cara membuat skala prioritas. sepatutnya sekolah memiliki data tentang hal tersebut. Penggunaan sarana dan prasarana harus diatur. Pengadaan sarana dan prasarana Setelah rencana pengadaan sarana dan prasarana dibuat. buku pembelian barang. Aspek standar kualitas mengacu pada jenis spesifikasi teknis terkait dengan merek berkualitas yang beredar di pasaran. 6. ada beberapa buku yang menjadi kelengkapannya. 5. Aspek fungsi (utilitas) mengacu pada kegunaan sarana dan prasarana tersebut terkait dengan kebutuhan riil sekolah. pengaturan penggiliran dalam hal penggunaan harus dilakukan. Guna mengadakan sarana dan prasarana sekolah perlu ditetapkan aspek fungsi (utilitas) dan standar kualitasnya. Ada dua makna penambahan sarana dan prasarana sekolah yaitu 1) berkenaan dengan kebutuhan para pengguna yang makin lama makin banyak dan kebutuhan akan makin cepatnya mendapatkan giliran . Penggunaan sarana dan prasarana Setelah sarana dan prasarana sekolah diinventarisasi. pihak yang menggunakan dan pihak yang tidak menggunakan. Memadukan rencana (daftar) kebutuhan perlengkapan yang urgen dengan dana yang tersedia. Pengembangan/penambahan sarana dan prasarana Sarana dan prasarana perlu dikembangkan terus menerus agar dapat mencukupi kebutuhan warga sekolah dan siswa yang terus berkembang.kebutuhan perlengkapan yang telah direncanakan dengan mengkaji urgensi setiap perlengkapan yang dibutuhkan. yaitu buku penerimaan barang. dan buku catatan barang yang bukan inventaris (misalnya peminjaman). Inventarisasi sarana dan prasarana Ada tiga jenis kegiatan yang harus dilakukan berkenaan dengan inventarisasi. dan pengajuan ke pihak yayasan (sekolah swasta). pengajuan bantuan ke pemerintah (sekolah negeri).Guna pencatatan sarana dan prasarana sekolah. yaitu 1) pencatatan sarana dan prasarana sekolah dalam buku-buku sarana dan prasarana. Sekolah mengetahui kadar penggunaan. Dengan demikian makin lama sekolah makin indah dan nyaman digunakan. langkah berikutnya adalah pengadaan sarana dan prasarana sesuai dengan kebutuhan sekolah. soal penggunaan sarana dan prasarana tidaklah banyak menjadi persoalan. buku induk inventaris.

dan terus menerus. dan peraturan yang berlaku. Istilah ini sering dipergunakan untuk menggambarkan suatu set entitas yang berinteraksi. Sekolah merupakan sebuah sistem yang di dalamnya terdapat elemen yang memiliki tugas saling terkait (bagian kurikulum. Jenis pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah ada yang bersifat sehari-hari dan berkala. model manajemen. karena sarana dan prasarana yang tidak terpelihara dirasakan tidak nyaman oleh para penggunanya. jangan sampai menunggu rusak terlebih dahulu. dan 2) berkenaan dengan aspek rasio pengguna dan jumlah peralatan. data base. yang juga berkaitan dengan aspek normalitas penggunaan (pencegahan overdosis pemakaian). Pemeliharaan sarana dan prasarana Pemeliharaan termasuk aspek krusial dalam pengelolaan sarana dan prasarana. Perangkat sistem ini berisi kumpulan interaksi sistem-sistem informasi yang mendukung operasi organisasi sehingga dapat menyajikan bahan informasi untuk keperluan pengambilan keputusan. Sehingga akan memperlancar kegiatan sekolah khususnya kegiatan pembelajaran. SISTEM INFORMASI MANAJEMEN Sistem adalah suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi. sistematis. pengambilan kembali. Penghapusan sarana dan prasarana Proses terakhir dalam manajemen sarana dan prasarana sekolah adalah penghapusan. 2) pendekatan sistem yang dipergunakan untuk merancang dan menyusun SIM. di samping kegiatan lainnya yaitu pengumpulan. penyimpanan. . yang pada pokoknya adalah mengolah data menjadi informasi. di mana suatu model matematika seringkali bisa dibuat. dan penyebaran data/informasi itu. Penghapusan adalah aktivitas meniadakan barang-barang inventaris lembaga dengan mengikuti kaidah. Perkembangan teknologi informasi yang pesat menuntut kesigapan organisasi (sekolah) yang membutuhkan informasi valid dan cepat tersedia. bagian keuangan. prosedur. Pemeliharaan dimaksudkan untuk mengondisikan sarana dan prasarana senantiasa siap pakai dan tidak mengalami gangguan saat dipakai. Sistem juga merupakan kesatuan bagian-bagian yang saling berhubungan yang berada dalam suatu wilayah serta memiliki item-item penggerak. perundangundangan. Pemeliharaan dilakukan secara teratur. 3) proses/rangkaian kegiatan yang diatur/dilakukan oleh manusia. Unsur SIM meliputi 1) obyek yang berupa data dan informasi. Penghapusan perlu dilakukan.untuk menggunakan. tidak efektif lagi. karena sarana dan prasarana yang ada tersebut tidak mungkin lagi dapat diperbaiki. dan 4) peralatan yang berupa segala macam instrumen pengumpulan data atau mesin pengolahan data. Sistem Informasi Manajemen (SIM) adalah perangkat sistem untuk manajemen yang dapat dan patut dipergunakan oleh para manager (pendidikan) untuk meningkatkan efisiensi dan keefektifan pencapaian tujuan organisasi. dan bagian sumber daya manusia). biaya yang dikeluarkan mungkin akan lebih besar dibandingkan dengan kalau misalnya saja membeli atau pengadaan baru (tidak efisien). Dalam kedudukan sebagai perangkat sistem ini menggunakan hardware. materi atau energi. software. brainware. pedoman. atau kalau dapat diperbaiki.

melainkan bertahap. dan perlengkapan dapat dilakukan penyempurnaan sehingga akhirnya terlaksana sistem informasi yang andal dan optimal. dan unsur (4) + (1) merupakan otomasi kantor (d). unsur (3) + (4) merupakan mesin pengolahan data elektronik (c). Gambar 4 Unsur Sistem Informasi Manajemen Perencanaan dan penerapan suatu SIM pada umumnya tidak dapat sekaligus sempurna.Implementasi dan praktik manajemen unsur-unsur tersebut diwujudkan dalam bentuk 1) sasaran: keterangan (information). Selanjutnya interaksi di antara unsur-unsur tersebut secara berurutan dapat dijalin dengan interface hubungan erat. kemudian (2) + (3) merupakan sistem pengolahan data (b). Kemudian barulah pada tahap-tahap berikutnya. Tahap permulaan mungkin hanya dapat disusun sistem informasi “terbalik” pada saat itu. Perencanaan SIM Perencanaan suatu SIM mencakup berbagai langkah kegiatan yang dilakukan secara berurutan. pengalaman. Segenap unsur tersebut di atas dengan jalinan-jalinannya sebagai kesatuan keseluruhan diwujudkan dalam lukisan Gambar 4. 2) hampiran: kerangka sistem (system consept). sehingga menimbulkan empat macam interaksi. sejalan dengan tambahnya pengetahuan. 3) kegiatan: pengolahan (processing). walaupun mengandung pelbagai kelemahan karena kurangnya data yang diperlukan. Di samping itu perpaduan antara unsur (1) + (3) merupakan (aktivitas) pengolahan data untuk menyajikan informasi (sasaran I) dan perpaduan antara unsur (2) + (4) merupakan pendekatan sistem yang didukung oleh peralatan otomatis (II). yaitu hubungan: (1) + (2) merupakan sistem informasi (a). dan 4) peralatan otomasi (automation). yaitu: .

merupakan sine quo non bagi berhasilnya sistem informasi dalam praktik. 3. d) keadaan penduduk dan tenaga kerja yang ada. Informasi seperti ini nantinya berguna untuk mengontrol sebagaimana termasuk kategorimanagement control information. Dilakukannya langkah-langkah di atas. material. Menentukan pusat-pusat atau titik-titik penting yang harus ada dalam jaringan lalu lintas informasi seperti misalnya titik-titik pembuatan keputusan yang strategis. b) kesempatan membuka partisipasi masyarakat dalam membantu pendidikan. penanganan informasi dapat dikerjakan dengan menggunakan tenaga manusia. prosedur struktur dan pola hubungan unitunit dan orang-orang di dalam organisasi dengan tujuan mengadakan penyesuaian dan percobaan yang diperlukan. Selain itu harus pula direncanakan pusat penyusunan data yang bertugas memelihara dan menyimpan semua informasi dalam organisasi. dan 6) penanganan informasi . Pemilihan mesin dan pengembangan program. setelah mendapat dukungan maka perencanaan dilakukan yang merupakan suatu paket dalam arti bahwa semua seginya turut direncanakan. f) kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. 5.1. Hal ini berarti 1) tidak melupakan bahwa sistem informasi yang dikembangkan untuk mempermudah mencapai tujuan. 2. Merumuskan maksud-maksud khusus atau manfaat apa secara terperinci yang ingin dicapai dengan sebuah sistem keterangan dalam organisasi. Secara terperinci manager pendidikan membutuhkan informasi yang berkaitan dengan a) kebijakan pemerintah. dan g) potensi yang dimiliki baik potensi manusia. Penerapan. 3. 4) menentukan kebutuhan akan informasi. Penelitian organisasi. 4. c) kesempatan mendapatkan bantuan dari pihak asing. 2) sistem informasi dikembangkan untuk meningkatkan kemampuan organisasi mengemban misinya. dan sosiokultural. 3) memperhatikan bahwa informasi akan digunakan untuk mengambil keputusan. maka suatu organisasi dapat dikatakan telah memiliki suatu sistem informasi. e) lapangan pekerjaan dan spesifikasi baik dalam maupun luar negeri. Akan tetapi karena jumlah data yang mesti diolah agar menjadi informasi yang berguna dalam proses pengambilan keputusan biasanya banyak. Menentukan secara jelas informasi yang diperlukan dalam organisasi dan untuk keperluan apa saja. penanganan yang teliti dan matang harus dilakukan. Perencanaan. maka organisasi modern menggunakan komputer. dilakukan suatu studi tentang tata kerja. Sistem informasi tidak mutlak menggunakan komputer. 4. 2. Proses penggunaan Informasi Agar informasi yang dihasilkan bermanfaat bagi organisasi dalam pengambilan keputusan. Dukungan dan komitmen top management. 5) mengidentifikasi sumber informasi yang dapat dan yang harus digarap. Implementasi SIM Berdasarkan kepentingan dan rambu-rambu perencanaan tersebut di atas. implementasi SIM hendaknya memperhatikan hal-hal berikut: 1.

Pengorganisasian Unit Pengelola Data Perencanaan. dan 6) penilaian secara kontinu. dan menyiapkan laporan informasi. Unit pengelola data memiliki tugas dalam 1) fungsi perencanaan. 3) jika hasilfeasibility study diterima dilanjutkan kegiatan berikutnya. Langkah yang dilaksanakan dalam pengembangan sistem informasi (Gambar 5) ialah 1) identifikasi masalah. 2) melakukan feasibility study. pengumpulan dan penyiapan data. Gambar 5 Kegiatan Pengembangan Sistem Informasi Diposkan oleh Anan Nur di 1/28/2011 http://anan-nur. dan 6) konversi dari sistem kepada sistem baru. akan tetapi juga keterampilan memimpin. berarti ditinggalkannya sistem lama sebagai pola dan cara kerja dan menggunakan sistem baru secara penuh.yang terdiri dari tahapan yaitu organisasi data. 4) dokumentasi. 3) testing (pengujian). 2) programming (pemrograman). 4) sytem design. 5) pembinaan atau sistem apresiasi para pemakai dan penyusunan program pelaksanaan. mengolah data.com/2011/01/manajemen-sumber-daya-sistem-pendidikan. pengoperasian. bukan saja yang bersifat teknis. dan pengendalian unit pengelola data memerlukan keterampilan.blogspot. 5) paralel run (penggunaan sistem baru bersamaan dengan sistem lama).html .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful