UNDANG-UNDANG NO.

17 TAHUN 2003 TENTANG KEUANGAN NEGARA Bab/Bagian/Pasal
Judul Menimbang

MATRIK PERUBAHAN

UU No. 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara
Keuangan Negara

Naskah Draft RUU Perubahan

KETERANGAN

Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara a. bahwa penyelenggaraan pemerintahan negara a. bahwa penyelenggaraan negara oleh untuk mewujudkan tujuan bernegara lembaga negara pemegang kekuasaan menimbulkan hak dan kewajiban negara yang pemerintahan, pemegang kekuasaan dapat dinilai dengan uang; pembentuk undang-undang, dan pemegang kekuasaan kehakiman yang seimbang dan berkeadilan dimaksudkan untuk mewujudkan tujuan negara yang dalam pelaksanaannya menimbulkan hak dan kewajiban negara yang dapat dinilai dengan uang sebagai keuangan negara; b. bahwa pengelolaan hak dan kewajiban b. bahwa lembaga negara pemegang negara sebagaimana dimaksud pada huruf a kekuasaan pemerintahan, pemegang telah diatur dalam Bab VIII UUD 1945; kekuasaan pembentuk undang-undang, dan pemegang kekuasaan kehakiman sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai organ negara memerlukan kemadirian guna menjamin pelaksanaan fungsi dan tugas lembaga negara secara optimal, termasuk kemandirian dalam pengelolaan keuangan negara;

Sie Infokum – Ditama Binbangkum

1

Bab/Bagian/Pasal

UU No. 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara

Naskah Draft RUU Perubahan

KETERANGAN

c. bahwa Pasal 23C Bab VIII UUD 1945 c. bahwa pengelolaan keuangan negara d. oleh pemegang kekuasaan mengamanatkan hal-hal lain mengenai pemerintahan, pemegang kekuasaan keuangan negara diatur dengan undangpembentuk undang-undang, dan undang; pemegang kekuasaan kehakiman merupakan amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang diwujudkan dalam APBN dan ditujukan untuk sebesarbesarnya kemakmuran rakyat. d. bahwa berdasarkan pertimbangan d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a, huruf b, sebagaimana dimaksud pada huruf a, dan huruf c perlu dibentuk Undang-undang huruf b, dan huruf c perlu mengubah tentang Keuangan Negara; Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara dengan Undang-Undang; Mengingat Pasal 4, Pasal 5 ayat (1), Pasal 11 ayat (2), Pasal 1. Pasal 4, Pasal 20, Pasal 21, Pasal 23, Pasal 23 C, Pasal 24, Pasal 31 dan Pasal 17, Pasal 18, Pasal 18A, Pasal 20, Pasal 20A, 34 Undang-Undang Dasar Negara Pasal 21, Pasal 22D, Pasal 23, Pasal 23A, Pasal Republik Indonesia Tahun 1945; 23B, Pasal 23C, Pasal 23D, Pasal 23E, dan Pasal 2. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 33 ayat (2), ayat (3) dan ayat (4) Undangtentang Keuangan Negara (Lembaran Undang Dasar 1945 sebagaimana telah diubah Negara Republik Indonesia Tahun 2003 dengan Perubahan Keempat Undang-Undang Nomor 47, Tambahan Lembaran Dasar 1945; Negara Republik Indonesia Nomor 4286)

Sie Infokum – Ditama Binbangkum

2

Bab/Bagian/Pasal

UU No. 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara

Naskah Draft RUU Perubahan
3. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355); 4. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421);

KETERANGAN

Memutuskan Menetapkan :

Undang-Undang Tentang Keuangan Negara

Undang-Undang Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara.

BAB I Pasal 1

KETENTUAN UMUM Dalam Undang-undang ini yang dimaksud Dalam Undang-undang ini yang dimaksud dengan : dengan : 1. Keuangan Negara adalah semua hak dan 1. Tetap kewajiban negara yang dapat dinilai dengan uang, serta segala sesuatu baik berupa uang maupun berupa barang yang dapat dijadikan milik negara berhubung dengan pelaksanaan hak dan kewajiban tersebut. 2. Keuangan Daerah adalah semua hak dan kewajiban daerah yang dapat dinilai dengan uang, serta segala

Sie Infokum – Ditama Binbangkum

3

Bab/Bagian/Pasal

UU No. 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara

Naskah Draft RUU Perubahan
sesuatu baik berupa uang maupun berupa barang yang dapat dijadikan milik daerah berhubung dengan pelaksanaan hak dan kewajiban tersebut. Pengelolaan Keuangan Negara adalah keseluruhan kegiatan pejabat pengelola Keuangan Negara pada pemegang kekuasaan pemerintahan, pemegang kekuasaan pembentuk undang-undang, dan pemegang kekuasaan kehakiman sesuai dengan kedudukan dan kewenangannya, yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan pertanggungjawaban. Pemegang Kekuasaan Pemerintahan adalah Presiden. Pemegang kekuasaan pembentuk undang-undang adalah Dewan Perwakilan Rakyat. Pemegang kekuasaan kehakiman adalah Mahkamah Agung dan Mahkamah Konstitusi. Tetap

KETERANGAN

3.

4. 5.

6.

2. Pemerintah adalah pemerintah pusat 7. dan/atau pemerintah daerah. 3. Dewan Perwakilan Rakyat yang selanjutnya 8. Tetap disebut DPR adalah Dewan Perwakilan
Sie Infokum – Ditama Binbangkum

4

Bab/Bagian/Pasal

UU No. 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara

Naskah Draft RUU Perubahan

KETERANGAN

Rakyat sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar 1945. 4. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang 9. Tetap selanjutnya disebut DPRD adalah Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Propinsi, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota sebagaimana dimaksud dalam UndangUndang Dasar 1945. 10. Mahkamah Agung adalah Mahkamah Agung sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. 11. Mahkamah Konstitusi adalah Mahkamah Konstitusi sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. 5. Perusahaan Negara adalah badan usaha yang 12. Tetap. seluruh atau sebagian modalnya dimiliki oleh Pemerintah Pusat. 6. Perusahaan Daerah adalah badan usaha yang 13. Tetap. seluruh atau sebagian modalnya dimiliki oleh Pemerintah Daerah. 7. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, 14. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, selanjutnya disebut APBN, adalah selanjutnya disebut APBN, adalah rencana rencana keuangan tahunan Negara keuangan tahunan pemerintahan negara yang
Sie Infokum – Ditama Binbangkum

5

selanjutnya disebut APBD.Bab/Bagian/Pasal UU No. Tetap. 11. 20. Tetap. Tetap. adalah rencana keuangan tahunan daerah sebagai wujud pengelolaan Keuangan daerah yang ditetapkan dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. Sie Infokum – Ditama Binbangkum 21. Tetap. 18. 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat. 16. Pendapatan negara adalah hak pemerintah pusat yang diakui sebagai penambah nilai kekayaan bersih. selanjutnya disebut APBD. 17. 13. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. 23. Penerimaan daerah adalah uang yang masuk ke kas daerah. 10. 22. Belanja daerah adalah kewajiban pemerintah daerah yang diakui sebagai pengurang nilai kekayaan bersih. Belanja negara adalah kewajiban pemerintah pusat yang diakui sebagai pengurang nilai kekayaan bersih. 14. 12. Penerimaan negara adalah uang yang masuk ke kas negara. 19. Pendapatan daerah adalah hak pemerintah daerah yang diakui sebagai penambah nilai kekayaan bersih. Tetap. 6 . Pengeluaran daerah adalah uang yang masuk ke kas daerah. Tetap. Pengeluaran negara adalah uang yang keluar dari kas negara. Tetap. 15. 15. 16. Tetap. Naskah Draft RUU Perubahan sebagai wujud pengelolaan Keuangan Negara yang ditetapkan dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat. KETERANGAN 8. adalah rencana keuangan tahunan pemerintahan daerah yang disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah 9. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.

Penerimaan Negara. kewajiban negara untuk menyelenggarakan tugas layanan umum tugas layanan umum pemerintahan negara pemerintahan negara. b. e. Tetap. kekayaan negara/kekayaan daerah yang g.Bab/Bagian/Pasal UU No. meliputi : dalam Pasal 1 angka 1. 7 Sie Infokum – Ditama Binbangkum . mengeluarkan dan mengedarkan uang. c. hak negara untuk memungut pajak. a. Penerimaan Daerah. perlu dibayar kembali dan/atau pengeluaran yang akan diterima kembali. miskin dan anak terlantar. 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara Naskah Draft RUU Perubahan KETERANGAN Pasal 2 17. kewajiban negara untuk menyelenggarakan b. baik pada tahun anggaran yang bersangkutan maupun tahuntahun anggaran berikutnya. Tetap. barang. Pengeluaran Negara. serta hak-hak lain yang dapat dinilai dengan uang. d. jaminan biaya pendidikan dasar dan memprioritaskan anggaran pendidikan dua puluh persen dari APBN/APBD dan membayar tagihan pihak ketiga. f. Keuangan Negara sebagaimana dimaksud dalam Keuangan Negara sebagaimana dimaksud Pasal 1 angka 1. surat berharga. dan melakukan pinjaman. d. memelihara fakir dan membayar tagihan pihak ketiga. Tetap. Tetap. Tetap. meliputi : a. c. dikelola sendiri atau oleh pihak lain berupa uang. Tetap. piutang. Pengeluaran Daerah. Pembiayaan adalah setiap penerimaan yang 24. g. Tetap. menyelenggarakan program jaminan sosial dan fasilitas kesehatan. e. f.

transparan. Semua penerimaan yang menjadi hak dan pengeluaran yang menjadi kewajiban 8 (2) (3) (4) (5) Sie Infokum – Ditama Binbangkum . dan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD setiap tahun ditetapkan dengan Peraturan Daerah. Pasal 3 (1) Keuangan Negara dikelola secara tertib.Bab/Bagian/Pasal UU No. Tetap taat pada peraturan perundang-undangan. 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara Naskah Draft RUU Perubahan KETERANGAN termasuk kekayaan yang dipisahkan pada perusahaan negara/ perusahaan daerah. Tetap. pemerintah dalam rangka penyelenggaraan tugas pemerintahan dan/atau kepentingan umum. pengawasan. APBN. efektif. kekayaan pihak lain yang dikuasai oleh h. dan stabilisasi. Tetap. i. perubahan APBN. efisien. APBD. perubahan APBD. APBN/APBD mempunyai fungsi otorisasi. dan bertanggung jawab dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan. kekayaan pihak lain yang diperoleh dengan i. alokasi. ekonomis. h. dan pertanggungjawaban pelaksanaan APBN setiap tahun ditetapkan dengan undangundang. menggunakan fasilitas yang diberikan pemerintah. distribusi. perencanaan.

Bab/Bagian/Pasal UU No. 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara Naskah Draft RUU Perubahan KETERANGAN Pasal 4 Pasal 5 negara dalam tahun anggaran yang bersangkutan harus dimasukkan dalam APBN. Tetap penetapan. (8) Penggunaan surplus penerimaan negara/daerah sebagaimana dimaksud dalam ayat untuk membentuk dana cadangan atau penyertaan pada Perusahaan Negara/Daerah harus memperoleh persetujuan terlebih dahulu dari DPR/DPRD. (7) Surplus penerimaan negara/daerah dapat digunakan untuk membiayai pengeluaran negara/daerah tahun anggaran berikutnya. (2) Penggunaan mata uang lain dalam pelaksanaan APBN/APBD diatur oleh Menteri Keuangan sesuai dengan ketentuan perundangan-undangan yang 9 Sie Infokum – Ditama Binbangkum . (6) Semua penerimaan yang menjadi hak dan pengeluaran yang menjadi kewajiban daerah dalam tahun anggaran yang bersangkutan harus dimasukkan dalam APBD. Tahun Anggaran meliputi masa satu tahun. (1) Satuan hitung dalam penyusunan. dan pertanggungjawaban APBN/APBD adalah mata uang Rupiah. mulai Tetap dari tanggal 1 Januari sampai dengan tanggal 31 Desember.

Bab/Bagian/Pasal Pasal 5A UU No. (3) Kewenangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dikuasakan kepada kuasa pengguna anggaran lembaga negara. menyusun rancangan anggaran. Naskah Draft RUU Perubahan KETERANGAN BAB II KEKUASAAN ATAS KEUANGAN NEGARA (1) Penyelenggara kekuasaan pemerintahan negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 angka 3. 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara berlaku. diatur lebih lanjut dengan peraturan lembaga negara masingmasing. menyusun dan menyampaikan laporan keuangan. melaksanakan anggaran. (4) Ketentuan pengelolaan keuangan negara sebagaimana dimaksud pada ayat (2). c. dan e. mengelola barang milik/kekayaan negara. (2) Penyelenggara kekuasaan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) bertanggung jawab untuk : a. menyusun dokumen pelaksanaan anggaran. dan angka 5. berwenang mengelola keuangan negara untuk pembelanjaan lembaga negara masingmasing sesuai APBN. angka 4. d. PENGELOLAAN Tetap Sie Infokum – Ditama Binbangkum 10 . b.

c. dikuasakan kepada Menteri Keuangan. diserahkan kepada gubernur/bupati/walikota selaku kepala pemerintahan daerah untuk mengelola keuangan daerah dan mewakili pemerintah daerah dalam kepemilikan kekayaan daerah yang dipisahkan. selaku pengelola fiskal dan Wakil Pemerintah dalam kepemilikan kekayaan negara yang dipisahkan. yang diatur dengan undangundang. b. tidak termasuk kewenangan dibidang moneter. yang meliputi antara lain mengeluarkan dan mengedarkan uang. dikuasakan kepada menteri/pimpinan lembaga selaku Pengguna Anggaran/Pengguna Barang kementerian negara/lembaga yang dipimpinnya. d. Kekuasaan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) : a.Bab/Bagian/Pasal Pasal 6 (1) UU No. 11 Sie Infokum – Ditama Binbangkum . 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara Naskah Draft RUU Perubahan KETERANGAN (2) Presiden selaku Kepala Pemerintahan Tetap memegang kekuasaan pengelolaan keuangan negara sebagai bagian dari kekuasaan pemerintahan.

b. melaksanakan tugas-tugas lain di bidang Sie Infokum – Ditama Binbangkum 12 . Dalam rangka pelaksanaan kekuasaan atas Tetap pengelolaan fiskal. c. g. melaksanakan fungsi bendahara umum negara. mengesahkan dokumen pelaksanaan anggaran. Menteri Keuangan mempunyai tugas sebagai berikut : a. e. melaksanakan pemungutan pendapatan negara yang telah ditetapkan dengan undang-undang. menyusun rancangan APBN dan rancangan Perubahan APBN. d. (2) Dalam rangka penyelenggaraan fungsi pemerintahan untuk mencapai tujuan bernegara sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) setiap tahun disusun APBN dan APBD. menyusun kebijakan fiskal dan kerangka ekonomi makro. 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara Naskah Draft RUU Perubahan KETERANGAN Pasal 8 Kekuasaan atas pengelolaan keuangan Tetap negara digunakan untuk mencapai tujuan bernegara. menyusun laporan keuangan yang merupakan pertanggungjawaban pelaksanaan APBN.Bab/Bagian/Pasal Pasal 7 (1) UU No. f. h. melakukan perjanjian internasional di bidang keuangan.

e. mengelola barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab kementerian negara /lembaga yang dipimpinnya. menyusun dan menyampaikan laporan keuangan kementerian negara /lembaga yang dipimpinnya. Naskah Draft RUU Perubahan KETERANGAN Pasal 9 Menteri/pimpinan lembaga sebagai Pengguna Tetap Anggaran/ Pengguna Barang kementerian negara/lembaga yang dipimpinnya mempunyai tugas sebagai berikut : a. Sie Infokum – Ditama Binbangkum 13 . h.Bab/Bagian/Pasal UU No. d. b. menyusun dokumen pelaksanaan anggaran. g. c. melaksanakan anggaran kementerian negara /lembaga yang dipimpinnya. f. melaksanakan pemungutan penerimaan negara bukan pajak dan menyetorkannya ke Kas Negara. mengelola piutang dan utang negara yang menjadi tanggung jawab kementerian negara /lembaga yang dipimpinnya. melaksanakan tugas-tugas lain yang menjadi tanggung jawabnya berdasarkan ketentuan undang-undang. 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara pengelolaan fiskal berdasarkan ketentuan undang-undang. menyusun rancangan anggaran kementerian negara/lembaga yang dipimpinnya.

dilaksanakan oleh kepala satuan kerja kerja perangkat daerah selaku pejabat perangkat daerah selaku pejabat pengguna anggaran/barang daerah. pejabat pengelola APBD. d. Pejabat Pengelola Keuangan Daerah Daerah mempunyai tugas sebagai berikut : mempunyai tugas sebagai berikut : a.Bab/Bagian/Pasal Pasal 10 UU No. b. pengguna anggaran/barang daerah. melaksanakan pemungutan pendapatan daerah yang telah ditetapkan dengan Peraturan Daerah. menyusun laporan keuangan yang merupakan per-tanggungjawaban pelaksanaan APBD. b. dilaksanakan oleh kepala satuan kerja a. Tetap b. Tetap d. melaksanakan fungsi bendahara umum daerah. Tetap c. menyusun dan melaksanakan kebijakan pengelolaan APBD. Tetap a. e. (2) Dalam rangka pengelolaan Keuangan (2) Dalam rangka pengelolaan Keuangan Daerah. 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara Naskah Draft RUU Perubahan KETERANGAN (1) Kekuasaan pengelolaan keuangan daerah (1) Kekuasaan pengelolaan keuangan daerah sebagaimana tersebut dalam Pasal 6 ayat (2) sebagaimana tersebut dalam Pasal 6 ayat huruf c : (2) huruf c : a. dilaksanakan oleh para kepala satuan kerja pengelola keuangan daerah selaku pengelola keuangan daerah selaku pejabat pengelola APBD. Tetap e. c. para Pejabat Pengelola Keuangan Daerah. menyusun rancangan APBD dan rancangan Perubahan APBD. (3) Kepala satuan kerja perangkat daerah Ayat (3) Dihapus 14 Sie Infokum – Ditama Binbangkum . dilaksanakan oleh para kepala satuan b.

e. g. menyusun anggaran satuan kerja perangkat daerah yang dipimpinnya.Bab/Bagian/Pasal UU No. c. melaksanakan pemungutan penerimaan bukan pajak. mengelola utang piutang daerah yang menjadi tanggung jawab satuan kerja perangkat daerah yang dipimpinnya. melaksanakan anggaran satuan kerja perangkat daerah yang dipimpinnya. mengelola barang milik/kekayaan daerah yang menjadi tanggung jawab satuan kerja perangkat daerah yang dipimpinnya. 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara selaku pejabat pengguna anggaran/barang daerah mempunyai tugas sebagai berikut: a. menyusun dan menyampaikan laporan keuangan satuan kerja perangkat daerah yang dipimpinnya. (2) Kekuasaan sebagaimana dimaksud pada 15 Sie Infokum – Ditama Binbangkum . f. b. menyusun dokumen pelaksanaan anggaran. d. Naskah Draft RUU Perubahan KETERANGAN BAB IIA Pasal 10A KEKUASAAN PENGELOLAAN KEUANGAN NEGARA PADA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT (1) Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat memegang kekuasaan pengelolaan keuangan negara di lingkungan Dewan Perwakilan Rakyat.

alat kelengkapan Dewan Perwakilan Rakyat dibantu oleh Sekretariat Jenderal. alat kelengkapan Dewan Perwakilan Rakyat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 A ayat (2) mempunyai tugas sebagai berikut: a. Pengawasan atas pengelolaan keuangan Dewan Perwakilan Rakyat dilakukan oleh alat kelengkapan yang khusus menangani bidang pengawasan. Dalam rangka pelaksanaan fungsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10B ayat (1). Kekuasaan pengelolaan keuangan negara di lingkungan Dewan Perwakilan Rakyat digunakan dalam rangka pelaksanaan fungsi Dewan Perwakilan Rakyat. 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara Naskah Draft RUU Perubahan ayat (1) dikuasakan kepada alat kelengkapan Dewan Perwakilan Rakyat yang khusus mempunyai tugas di bidang pengelolaan keuangan di lingkungan Dewan Perwakilan Rakyat. menyusun kebijakan pengelolaan anggaran Dewan Perwakilan KETERANGAN (3) Pasal 10B (1) (2) (3) Pasal 10C (1) Sie Infokum – Ditama Binbangkum 16 . Dalam pelaksanaan pengelolaan keuangan sebagaimana dimaksud pada ayat (2).Bab/Bagian/Pasal UU No. Pengelolaan keuangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disusun dalam APBN.

mengajukan anggaran Dewan Perwakilan Rakyat kepada Pimpinan untuk selanjutnya disampaikan kepada Presiden. dan e. Pelaksanaan tugas perbantuan sinkronisasi penyusunan rancangan anggaran Dewan Perwakilan Rakyat sebagaimana pada ayat (2) diatur lebih lanjut dalam Peraturan Dewan b. d. menyusun laporan keuangan yang merupakan pertanggungjawaban pelaksanaan penggunaan anggaran Dewan Perwakilan Rakyat yang naskahnya disusun oleh Sekretariat Jenderal. menyusun anggaran Dewan Perwakilan Rakyat berdasarkan usul rancangan anggaran yang diajukan oleh alat kelengkapan Dewan Perwakilan Rakyat dan Sekretariat Jenderal. Sekretariat Jenderal dalam membantu tugas alat kelengkapan Dewan Perwakilan Rakyat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10A ayat (3) mempunyai tugas membantu mensinkronisasi penyusunan rancangan anggaran Dewan Perwakilan Rakyat. 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara Naskah Draft RUU Perubahan Rakyat. c. menetapkan dokumen pelaksanaan anggaran. KETERANGAN (2) (3) Sie Infokum – Ditama Binbangkum 17 .Bab/Bagian/Pasal UU No.

(3) Dalam pelaksanaan anggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Sekretariat alat kelengkapan bertugas: a. 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara (4) Naskah Draft RUU Perubahan Perwakilan Rakyat. KEKUASAAN PENGELOLAAN KEUANGAN NEGARA PADA MAHKAMAH AGUNG DAN MAHKAMAH KONSTITUSI KETERANGAN Pasal 10D Pasal 10E BAB IIB Sie Infokum – Ditama Binbangkum 18 . Rancangan anggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b disampaikan dalam rapat paripurna untuk mendapatkan penetapan.Bab/Bagian/Pasal UU No. mengelola barang/kekayaan negara yang menjadi tanggungjawab di lingkungannya. Ketentuan mengenai pengelolaan keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10A dan Pasal 10B ayat (3) diatur lebih lanjut dalam Peraturan Dewan Perwakilan Rakyat. menyusun dokumen pelaksanaan anggaran. (2) Setiap Alat kelengkapan Dewan Perwakilan Rakyat sebagai pengguna anggaran/ pengguna barang mempunyai tugas menyusun rancangan anggaran dan melaksanakan anggaran. dan c. menyusun laporan keuangan untuk selanjutnya disampaikan kepada alat kelengkapan Dewan Perwakilan Rakyat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10A ayat (2). b.

17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara (1) Naskah Draft RUU Perubahan Ketua Mahkamah Agung memegang kekuasan pengelolaan keuangan negara di lingkungan Mahkamah Agung. Pengelolaan keuangan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) diatur lebih lanjut dalam Peraturan Mahkamah Konstitusi Kekuasaan atas pengelolaan keuangan negara di lingkungan Mahkamah Agung digunakan dalam rangka pelaksanaan fungsi Mahkamah Agung.Bab/Bagian/Pasal Pasal 10F UU No. Kekuasaan atas pengelolaan keuangan negara di lingkungan Mahkamah KETERANGAN (2) (3) (4) (5) (6) Pasal 10G (1) (2) Sie Infokum – Ditama Binbangkum 19 . Ketua Mahkamah Konstitusi memegang kekuasaan pengelolaan keuangan negara di lingkungan Mahkamah Konstitusi. Pengelolaan keuangan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) diatur lebih lanjut dalam Peraturan Mahkamah Agung. Kekuasaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikuasakan kepada Sekretaris Jenderal Mahkamah Agung untuk menangani pengelolaan keuangan di lingkungan Mahkamah Agung. Kekuasaan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dikuasakan kepada Sekretaris Jenderal Mahkamah Konstitusi untuk menangani pengelolaan keuangan di lingkungan Mahkamah Konstitusi.

Bab/Bagian/Pasal UU No. menetapkan anggaran di lingkungan masing-masing berdasarkan rancangan anggaran yang disusun oleh Sekretaris Jenderal masing-masing. b. (3) Pengelolaan keuangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disusun dalam anggaran Mahkamah Agung (4) Pengelolaan keuangan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) disusun dalam anggaran Mahkamah Konstitusi. e. melakukan pengawasan pelaksanaan anggaran yang dilakukan oleh Sekretariat Jenderal di lingkungan masing-masing. 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara Naskah Draft RUU Perubahan Konstitusi digunakan dalam rangka pelaksanaan fungsi Mahkamah Konstitusi. menetapkan kebijakan pengelolaan keuangan sesuai dengan lingkup kewenangan masing-masing. c. Dalam rangka melaksanakan kekuasaan pengelolaan keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10F ayat (1) dan ayat (2) Ketua Mahkamah Agung/Ketua Mahkamah Konstitusi mempunyai tugas sebagai berikut: a. dan KETERANGAN Pasal 10H Sie Infokum – Ditama Binbangkum 20 . mengajukan anggaran sesuai dengan kewenangan masing-masing kepada Presiden. menetapkan dokumen pelaksanaan anggaran di lingkungan masing-masing. d.

(2) APBN terdiri atas anggaran pendapatan. pembentukan undang-undang dan kekuasaan kehakiman sesuai dengan kemampuan dalam menghimpun pendapatan Negara. Belanja negara dipergunakan untuk keperluan penyelenggaraan kekuasaan keperluan penyeleng-garaan tugas pemerintahan pusat dan pelaksanaan pemerintahan. penerimaan bukan pajak. dan jenis belanja. 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara Naskah Draft RUU Perubahan KETERANGAN BAB III Pasal 11 Pasal 12 f. Tetap fungsi.Bab/Bagian/Pasal UU No. menyusun laporan keuangan di lingkungan masing-masing. dan hibah. Tetap anggaran belanja. perimbangan keuangan antara pemerintah pusat dan daerah. bernegara. dan pelaksanaan pusat dan daerah. pemegang kekuasaan pembentukan 21 Sie Infokum – Ditama Binbangkum . kekuasaan pendapatan negara. kekuasaan perimbangan keuangan antara pemerintah pembentukan undang-undang. dan pembiayaan. Rancangan APBN (2) Penyusunan Rancangan APBN sebagaimana (2) Penyusunan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dimaksud dalam ayat (1) berpedoman berpedoman kepada rencana kerja kepada rencana kerja Pemerintah dalam rangka mewujudkan tercapainya tujuan pemegang kekuasaan pemerintahan. (1) APBN disusun sesuai dengan kebutuhan (1) APBN disusun berdasarkan kebutuhan penyelenggaraan kekuasaan penyelenggaraan pemerintahan negara dan kemampuan dalam menghimpun pemerintahan. (3) Pendapatan negara terdiri atas penerimaan Tetap pajak. kekuasaan kehakiman. (5) Belanja negara dirinci menurut organisasi. PENYUSUNAN DAN PENETAPAN APBN Tetap (1) APBN merupakan wujud pengelolaan Tetap keuangan negara yang ditetapkan tiap tahun dengan undang-undang. (4) Belanja negara dipergunakan untuk 4.

(4) Dalam hal anggaran diperkirakan surplus. (3) Tetap ditetapkan sumber-sumber pembiayaan untuk menutup defisit tersebut dalam Undang-undang tentang APBN.(1) Tetap (4) pokok kebijakan fiskal dan kerangka ekonomi makro tahun anggaran berikutnya kepada Dewan Perwakilan Rakyat selambat-lambatnya pertengahan bulan Mei tahun berjalan. (2) Tetap (2) Pemerintah Pusat dan Dewan Perwakilan Rakyat membahas kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal yang diajukan oleh Pemerintah Pusat dalam pembicaraan pendahuluan rancangan APBN tahun anggaran berikutnya. pokok-pokok kebijakan fiskal. KETERANGAN Pasal 13 (3) Dalam hal anggaran diperkirakan defisit. (4) Tetap Pemerintah Pusat dapat mengajukan rencana penggunaan surplus anggaran kepada Dewan Perwakilan Rakyat. (1) Pemerintah Pusat menyampaikan pokok. 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara Naskah Draft RUU Perubahan undang-undang dan pemegang kekuasaan kehakiman dalam rangka mewujudkan tercapainya tujuan negara. (3) Berdasarkan kerangka ekonomi makro dan (3) Berdasarkan kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal.Bab/Bagian/Pasal UU No. Pemerintah Pemerintah Pusat bersama Dewan Pusat bersama Dewan Perwakilan Rakyat Perwakilan Rakyat membahas kebijakan membahas kebijakan umum dan prioritas umum dan prioritas anggaran untuk anggaran untuk dijadikan acuan bagi setiap dijadikan acuan bagi pemegang 22 Sie Infokum – Ditama Binbangkum .

(2) Tetap KETERANGAN Pasal 14 (1) Dalam rangka penyusunan rancangan APBN. menteri/ pimpinan lembaga selaku pengguna anggaran/pengguna barang menyusun rencana kerja dan anggaran kementerian negara/lembaga tahun berikutnya. dan pemegang kekuasaan kehakiman dalam penyusunan usulan anggaran. (1) Dalam rangka penyusunan rancangan APBN. pemegang kekuasaan pembentukan undang-undang. Hasil pembahasan rencana kerja dan anggaran disampaikan kepada Menteri Keuangan sebagai bahan penyusunan (3) Tetap (4) Tetap (5) Tetap Sie Infokum – Ditama Binbangkum 23 .Bab/Bagian/Pasal UU No. pimpinan pemegang kekuasaan pemerintahan. 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara kementerian negara/lembaga penyusunan usulan anggaran. (2) (3) (4) (5) Rencana kerja dan anggaran sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) disusun berdasarkan prestasi kerja yang akan dicapai. dan pemegang kekuasaan kehakiman selaku pengguna anggaran/pengguna barang menyusun rencana kerja dan anggaran lembaga masing-masing untuk tahun berikutnya. Rencana kerja dan anggaran sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) disertai dengan prakiraan belanja untuk tahun berikutnya setelah tahun anggaran yang sedang disusun. dalam Naskah Draft RUU Perubahan kekuasaan pemerintahan. pemegang kekuasaan pembentukan undangundang. Rencana kerja dan anggaran dimaksud dalam ayat (1) disampaikan kepada Dewan Perwakilan Rakyat untuk dibahas dalam pembicaraan pendahuluan rancangan APBN.

Naskah Draft RUU Perubahan KETERANGAN (6) Tetap Pasal 15 (1) (2) (3) Pemerintah Pusat mengajukan Rancangan Undang-undang tentang APBN. Tetap Sie Infokum – Ditama Binbangkum 24 .Bab/Bagian/Pasal UU No. Dewan Perwakilan Rakyat dapat mengajukan usul yang mengakibatkan (7) Ketentuan lebih lanjut mengenai penyusunan rencana kerja dan anggaran pada pemegang kekuasaan pembentukan undang-undang diatur dengan Peraturan Dewan Perwakilan Rakyat. (8) Ketentuan lebih lanjut mengenai penyusunan rencana kerja dan anggaran pada pemegang kekuasaan kehakiman diatur dengan Peraturan Mahkamah Agung dan Peraturan Mahkamah Konstitusi. Ketentuan lebih lanjut mengenai penyusunan rencana kerja dan anggaran kementerian negara/lembaga diatur dengan Peraturan Pemerintah. 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara (6) rancangan undang-undang tentang APBN tahun berikutnya. disertai nota keuangan dan dokumen-dokumen pendukungnya kepada Dewan Perwakilan Rakyat pada bulan Agustus tahun sebelumnya. Pembahasan Rancangan Undang-undang tentang APBN dilakukan sesuai dengan undang-undang yang mengatur susunan dan kedudukan Dewan Perwakilan Rakyat.

Pemerintah Pusat dapat melakukan pengeluaran setinggi-tingginya sebesar angka APBN tahun anggaran sebelumnya. (2) APBD terdiri atas anggaran pendapatan. fungsi. (6) Apabila Dewan Perwakilan Rakyat tidak menyetujui Rancangan Undang-undang sebagaimana dimaksud dalam ayat (1).Bab/Bagian/Pasal UU No. (5) APBN yang disetujui oleh DPR terinci sampai dengan unit organisasi. dana perimbangan. dan jenis belanja. dan pembiayaan. dan lain-lain pendapatan yang sah. kegiatan. Tetap PENYUSUNAN DAN PENETAPAN APBD (1) APBD merupakan wujud pengelolaan Tetap keuangan daerah yang ditetapkan setiap tahun dengan Peraturan Daerah. (4) Pengambilan keputusan oleh Dewan Perwakilan Rakyat mengenai Rancangan Undang-undang tentang APBN dilakukan selambat-lambatnya 2 (dua) bulan sebelum tahun anggaran yang bersangkutan dilaksanakan. 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara Naskah Draft RUU Perubahan KETERANGAN BAB IV Pasal 16 perubahan jumlah penerimaan dan pengeluaran dalam Rancangan Undangundang tentang APBN. 25 Sie Infokum – Ditama Binbangkum . (4) Belanja daerah dirinci menurut organisasi. program. anggaran belanja. (3) Pendapatan daerah berasal dari pendapatan asli daerah.

ditetapkan sumber-sumber pembiayaan untuk menutup defisit tersebut dalam Peraturan Daerah tentang APBD. Pemerintah Daerah menyampaikan Tetap kebijakan umum APBD tahun anggaran berikutnya sejalan dengan Rencana Kerja Pemerintah Daerah. DPRD membahas kebijakan umum APBD yang diajukan oleh Pemerintah Daerah dalam pembicaraan pendahuluan RAPBD tahun anggaran berikutnya. APBD disusun sesuai dengan kebutuhan Tetap penyelenggaraan pemerintahan dan kemampuan pendapatan daerah. sebagai landasan penyusunan RAPBD kepada DPRD selambat-lambatnya pertengahan Juni tahun berjalan. dan jenis belanja. ditetapkan penggunaan surplus tersebut dalam Peraturan Daerah tentang APBD. 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara Naskah Draft RUU Perubahan KETERANGAN (2) (3) (4) Pasal 18 (1) (2) (3) fungsi. Dalam hal anggaran diperkirakan surplus. Penyusunan Rancangan APBD sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) berpedoman kepada rencana kerja Pemerintah Daerah dalam rangka mewujudkan tercapainya tujuan bernegara. Dalam hal anggaran diperkirakan defisit. Berdasarkan kebijakan umum APBD yang 26 Sie Infokum – Ditama Binbangkum .Bab/Bagian/Pasal Pasal 17 (1) UU No.

Rencana kerja dan anggaran dimaksud dalam ayat (1) dan (2) disampaikan kepada DPRD untuk dibahas dalam pembicaraan pendahuluan RAPBD. Tetap Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah selaku pengguna anggaran menyusun rencana kerja dan anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah tahun berikutnya. Pemerintah Daerah bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah membahas prioritas dan plafon anggaran sementara untuk dijadikan acuan bagi setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah Dalam rangka penyusunan RAPBD. Rencana kerja dan anggaran dimaksud dalam ayat (1) disertai dengan prakiraan belanja untuk tahun berikutnya setelah tahun anggaran yang sudah disusun.Bab/Bagian/Pasal UU No. Rencana kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah disusun dengan pendekatan berdasarkan prestasi kerja yang akan dicapai. Hasil pembahasan rencana kerja dan anggaran disampaikan kepada pejabat pengelola keuangan daerah sebagai bahan penyusunan Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD tahun berikutnya. 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara Naskah Draft RUU Perubahan KETERANGAN Pasal 19 (1) (2) (3) (4) (5) (6) telah disepakati dengan DPRD. Ketentuan lebih lanjut mengenai 27 Sie Infokum – Ditama Binbangkum .

17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara Naskah Draft RUU Perubahan KETERANGAN Pasal 20 (1) (2) (3) (4) (5) (6) penyusunan rencana kerja dan anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah diatur dengan Peraturan Daerah. program. kegiatan. Pemerintah Daerah mengajukan Tetap Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD. Pengambilan keputusan oleh DPRD mengenai Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD dilakukan selambatlambatnya satu bulan sebelum tahun anggaran yang bersangkutan dilaksanakan. APBD yang disetujui oleh DPRD terinci sampai dengan unit organisasi. dan jenis belanja. Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD dilakukan sesuai dengan undang-undang yang mengatur susunan dan kedudukan DPRD. fungsi.Bab/Bagian/Pasal UU No. DPRD dapat mengajukan usul yang mengakibatkan perubahan jumlah penerimaan dan pengeluaran dalam Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD. Apabila DPRD tidak menyetujui Rancangan Peraturan Daerah sebagaimana 28 Sie Infokum – Ditama Binbangkum . disertai penjelasan dan dokumendokumen pendukungnya kepada DPRD pada minggu pertama bulan Oktober tahun sebelumnya.

Pemerintah Daerah dapat memberikan pinjaman kepada/menerima pinjaman dari daerah lain dengan persetujuan DPRD. SERTA PEMERINTAH/LEMBAGA ASING Pemerintah Pusat dan bank sentral berkoordinasi Tetap dalam penetapan dan pelaksanaan kebijakan fiskal dan moneter. PEMERINTAH DAERAH. Pemerintah Pusat dapat memberikan Tetap 29 Pasal 22 (2) (3) (4) Pasal 23 (1) Sie Infokum – Ditama Binbangkum . 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara dimaksud dalam ayat (1). (1) Pemerintah Pusat mengalokasikan dana Tetap perimbangan kepada Pemerintah Daerah berdasarkan undang-undang perimbangan keuangan pusat dan daerah. Pemberian pinjaman dan/atau hibah sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) dilakukan setelah mendapat persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat. Naskah Draft RUU Perubahan KETERANGAN BAB V Pasal 21 HUBUNGAN KEUANGAN ANTARA Tetap PEMERINTAH PUSAT DAN BANK SENTRAL.Bab/Bagian/Pasal UU No. untuk membiayai keperluan setiap bulan Pemerintah Daerah dapat melaksanakan pengeluaran setinggitingginya sebesar angka APBD tahun anggaran sebelumnya. Pemerintah Pusat dapat memberikan pinjaman dan/atau hibah kepada Pemerintah Daerah atau sebaliknya.

(2) Pemberian pinjaman/hibah/penyertaan modal dan penerimaan pinjaman/hibah sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) terlebih dahulu ditetapkan dalam APBN/APBD. PERUSAHAAN SWASTA. 30 Sie Infokum – Ditama Binbangkum .Bab/Bagian/Pasal UU No. SERTA BADAN PENGELOLA DANA MASYARAKAT (1) Pemerintah dapat memberikan Tetap pinjaman/hibah/ penyertaan modal kepada dan menerima pinjaman/hibah dari perusahaan negara/daerah. HUBUNGAN KEUANGAN ANTARA Tetap PEMERINTAH DAN PERUSAHAAN NEGARA. (2) Pinjaman dan/atau hibah yang diterima Pemerintah Pusat sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dapat diteruspinjam-kan kepada Pemerintah Daerah/Perusahaan Negara/ Perusahaan Daerah. (3) Menteri Keuangan melakukan pembinaan dan pengawasan kepada perusahaan negara. PERUSAHAAN DAERAH. 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara Naskah Draft RUU Perubahan KETERANGAN BAB VI Pasal 24 hibah/pinjaman kepada atau menerima hibah/pinjaman dari pemerintah/lembaga asing dengan persetujuan DPR. (4) Gubernur/bupati/walikota melakukan pembinaan dan pengawasan kepada perusahaan daerah.

Pemerintah Pusat dapat memberikan pinjaman dan/atau melakukan penyertaan modal kepada perusahaan swasta setelah mendapat persetujuan DPR. Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) berlaku bagi badan pengelola dana masyarakat yang mendapat fasilitas dari pemerintah. Dalam keadaan tertentu. Pemerintah Daerah dapat melakukan penjualan dan/atau privatisasi perusahaan daerah setelah mendapat persetujuan DPRD. Sie Infokum – Ditama Binbangkum 31 . 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara Naskah Draft RUU Perubahan KETERANGAN (6) (7) Pasal 25 (1) (2) (3) Pemerintah Pusat dapat melakukan penjualan dan/atau privatisasi perusahaan negara setelah mendapat persetujuan DPR. untuk penyelamatan perekonomian nasional. Menteri Keuangan melakukan pembinaan Tetap dan pengawasan kepada badan pengelola dana masyarakat yang mendapat fasilitas dari Pemerintah Pusat. Gubernur/bupati/walikota melakukan pembinaan dan pengawasan kepada badan pengelola dana masyarakat yang mendapat fasilitas dari Pemerintah Daerah.Bab/Bagian/Pasal (5) UU No.

Bab/Bagian/Pasal BAB VII Pasal 26 UU No. Peraturan Presiden. perkembangan ekonomi makro yang Pasal 27 (1) (2) (3) Sie Infokum – Ditama Binbangkum 32 . (2) Setelah APBD ditetapkan dengan peraturan (2) Tetap daerah. apabila terjadi : a. 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara Naskah Draft RUU Perubahan (3) KETERANGAN Tetap PELAKSANAAN APBN DAN APBD (1) Setelah APBN ditetapkan dengan undang. Penyesuaian APBN dengan perkembangan dan/atau perubahan keadaan dibahas bersama DPR dengan Pemerintah Pusat dalam rangka penyusunan prakiraan perubahan atas APBN tahun anggaran yang bersangkutan. pelaksanaannya dituangkan lebih dituangkan lebih lanjut dengan lanjut dengan Keputusan Presiden. Pemerintah Pusat menyusun Laporan Tetap Realisasi Semester Pertama APBN dan prognosis untuk 6 (enam) bulan berikutnya. pelaksanaannya dituangkan lebih lanjut dengan Keputusan Gubernur/Bupati/Walikota.(1) Setelah APBN ditetapkan dengan undang-undang. Peraturan Dewan Perwakilan Rakyat. pelaksanaannya undang. Laporan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) disampaikan kepada DPR selambatlambatnya pada akhir Juli tahun anggaran yang bersangkutan. Peraturan Mahkamah Agung dan Peraturan Mahkamah Konstitusi di lingkungan masing-masing. untuk dibahas bersama antara DPR dan Pemerintah Pusat.

dan antarjenis belanja. perubahan pokok-pokok kebijakan fiskal. b. d. 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara Naskah Draft RUU Perubahan KETERANGAN (4) (5) Pasal 28 (1) tidak sesuai dengan asumsi yang digunakan dalam APBN. Pemerintah Daerah menyusun Laporan Tetap Realisasi Semester Pertama APBD dan 33 Sie Infokum – Ditama Binbangkum . c. keadaan yang menyebabkan harus dilakukan pergeseran anggaran antarunit organisasi. Pemerintah Pusat mengajukan rancangan undang-undang tentang Perubahan APBN tahun anggaran yang bersangkutan berdasarkan perubahan sebagaimana dimaksud dalam ayat (3) untuk mendapatkan persetujuan DPR sebelum tahun anggaran yang bersangkutan berakhir. keadaan yang menyebabkan saldo anggaran lebih tahun sebelumnya harus digunakan untuk pembiayaan anggaran yang berjalan. Dalam keadaan darurat Pemerintah dapat melakukan pengeluaran yang belum tersedia anggarannya. yang selanjutnya diusulkan dalam rancangan perubahan APBN dan/atau disampaikan dalam Laporan Realisasi Anggaran.Bab/Bagian/Pasal UU No. antarkegiatan.

Laporan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) disampaikan kepada DPRD selambat-lambatnya pada akhir Juli tahun anggaran yang bersangkutan. 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara (2) prognosis untuk 6 (enam) bulan berikutnya. antarkegiatan. Penyesuaian APBD dengan perkembangan dan/atau perubahan keadaan dibahas bersama DPRD dengan Pemerintah Daerah dalam rangka penyusunan prakiraan Perubahan atas APBD tahun anggaran yang bersangkutan. Dalam keadaan darurat Pemerintah Daerah dapat melakukan pengeluaran yang belum tersedia anggarannya. c. yang selanjutnya Naskah Draft RUU Perubahan KETERANGAN (3) (4) Sie Infokum – Ditama Binbangkum 34 . dan antarjenis belanja. perkembangan yang tidak sesuai dengan asumsi kebijakan umum APBD. b. untuk dibahas bersama antara DPRD dan Pemerintah Daerah. apabila terjadi : a. keadaan yang menyebabkan harus dilakukan pergeseran anggaran antarunit organisasi.Bab/Bagian/Pasal UU No. keadaan yang menyebabkan saldo anggaran lebih tahun sebelumnya harus digunakan untuk pembiayaan anggaran yang berjalan.

Ketentuan mengenai pengelolaan keuangan Tetap negara dalam rangka pelaksanaan APBN dan APBD ditetapkan dalam undang-undang yang mengatur perbendaharaan negara. 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara Naskah Draft RUU Perubahan KETERANGAN Pasal 29 diusulkan dalam rancangan perubahan APBD. dan/atau disampaikan dalam Laporan Realisasi Anggaran. (2) Laporan keuangan dimaksud setidaktidaknya meliputi Laporan Realisasi APBN. Neraca. Laporan Arus Kas. (5) Pemerintah Daerah mengajukan Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD tahun anggaran yang bersangkutan berdasarkan perubahan sebagaimana dimaksud dalam ayat (3) untuk mendapatkan persetujuan DPRD sebelum tahun anggaran yang bersangkutan berakhir.Bab/Bagian/Pasal UU No. selambat-lambatnya 6 (enam) bulan setelah tahun anggaran berakhir. Tetap PERTANGGUNGJAWABAN PELAKSANAAN APBN DAN APBD (1) Presiden menyampaikan rancangan Tetap undang-undang tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBN kepada DPR berupa laporan keuangan yang telah diperiksa oleh Badan Pemeriksa Keuangan. dan 35 BAB VIII Pasal 30 Sie Infokum – Ditama Binbangkum .

Laporan Arus Kas. yang dilampiri dengan laporan keuangan perusahaan daerah. dan Catatan atas Laporan Keuangan. (2) Standar akuntansi pemerintahan (2) Standar akuntansi nasional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) disusun oleh suatu komite standar yang disusun oleh suatu komite standar yang independen dan ditetapkan dengan independen dan ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah setelah terlebih Peraturan Pemerintah setelah terlebih dahulu mendapat pertimbangan dari dahulu mendapat pertimbangan dari Badan Badan Pemeriksa Keuangan. (1) Bentuk dan isi laporan (1) Bentuk dan isi laporan pertanggungjawaban pertanggungjawaban pelaksanaan pelaksanaan APBN/APBD sebagaimana APBN/APBD sebagaimana dimaksud dimaksud dalam Pasal 30 dan Pasal 31 dalam Pasal 30 dan Pasal 31 disusun disusun dan disajikan sesuai dengan standar dan disajikan sesuai dengan standar akuntansi pemerintahan.Bab/Bagian/Pasal UU No. selambat-lambatnya 6 (enam) bulan setelah tahun anggaran berakhir. Pemeriksa Keuangan. (1) Gubernur/Bupati/Walikota menyampaikan Tetap rancangan peraturan daerah tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD kepada DPRD berupa laporan keuangan yang telah diperiksa oleh Badan Pemeriksa Keuangan. Neraca. (3) Sie Infokum – Ditama Binbangkum 36 . 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara Naskah Draft RUU Perubahan KETERANGAN Pasal 31 Pasal 32 Catatan atas Laporan Keuangan. akuntansi nasional. (2) Laporan keuangan dimaksud setidaktidaknya meliputi Laporan Realisasi APBD. yang dilampiri dengan laporan keuangan perusahaan negara dan badan lainnya.

17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara Naskah Draft RUU Perubahan KETERANGAN Pemeriksaan pengelolaan dan Tetap pertanggungjawaban keuangan negara diatur dalam undang-undang tersendiri. (2) Pimpinan Unit Organisasi Kementerian Negara/Lembaga/ Satuan Kerja Perangkat Daerah yang terbukti melakukan penyimpangan kegiatan anggaran yang telah ditetapkan dalam undang-undang tentang APBN/Peraturan Daerah tentang APBD diancam dengan pidana penjara dan denda sesuai dengan ketentuan undangundang. SANKSI Tetap ADMINISTRATIF. KETENTUAN PIDANA. (3) Presiden memberi sanksi administratif sesuai dengan ketentuan undang-undang kepada pegawai negeri serta pihak-pihak lain yang tidak memenuhi kewajibannya sebagaimana ditentukan dalam undang37 BAB IX Pasal 34 Sie Infokum – Ditama Binbangkum . DAN GANTI RUGI (1) Menteri/Pimpinan Tetap lembaga/Gubernur/Bupati/Walikota yang terbukti melakukan penyimpangan kebijakan yang telah ditetapkan dalam undang-undang tentang APBN/Peraturan Daerah tentang APBD diancam dengan pidana penjara dan denda sesuai dengan ketentuan undang-undang.Bab/Bagian/Pasal Pasal 33 UU No.

KETENTUAN PERALIHAN (1) Ketentuan mengenai pengakuan dan Tetap pengukuran pendapatan dan belanja berbasis akrual sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 angka 13. (1) Naskah Draft RUU Perubahan Setiap pimpinan pemegang kekuasaan pemerintahan. 14. Setiap pejabat negara dan pegawai negeri bukan bendahara yang melanggar hukum atau melalaikan kewajibannya baik langsung atau tidak langsung yang merugikan keuangan negara diwajibkan mengganti kerugian dimaksud. pemegang kekuasaan pembentukan undangundang. (4) Ketentuan mengenai penyelesaian kerugian (4) Menjadi Ayat (3) negara diatur di dalam undang-undang mengenai perbendaharaan negara. dan 16 38 (2) Sie Infokum – Ditama Binbangkum . dan/atau negara tidak menghapuskan menyerahkan uang atau surat berharga atau pertanggungjawaban tindak pidananya. membayar. (2) Pengembalian kerugian keuangan menyimpan.Bab/Bagian/Pasal Pasal 35 (1) UU No. dan pemegang kekuasaan kehakiman yang berwenang melakukan pengelolaan keuangan Negara apabila terjadi kerugian negara bertanggung jawab untuk mengembalikan kerugian tersebut. (3) Setiap bendahara sebagaimana dimaksud (3) Dihapus dalam ayat (2) bertanggung jawab secara pribadi atas kerugian keuangan negara yang berada dalam pengurusannya. 15. (5) KETERANGAN BAB X Pasal 36 Setiap orang yang diberi tugas menerima. barang-barang negara adalah bendahara yang wajib menyampaikan laporan pertanggungjawaban kepada Badan Pemeriksa Keuangan. 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara undang ini.

Batas waktu penyampaian laporan keuangan oleh pemerintah pusat/pemerintah daerah. Naskah Draft RUU Perubahan KETERANGAN (2) Pasal 36A (1) Ketentuan pengelolaan keuangan sebagaimana diatur dalam UndangUndang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara dinyatakan tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dengan ketentuan dalam Undang-Undang ini. digunakan pengakuan dan pengukuran berbasis kas.Bab/Bagian/Pasal UU No. sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 dan Pasal 31. berlaku mulai APBN/APBD tahun 2006. Selama pengakuan dan pengukuran pendapatan dan belanja berbasis akrual belum dilaksanakan. alat kelengkapan yang sudah ada tetap menjalankan fungsinya sampai terbentuk alat kelengkapan di bidang pengawasan 39 Sie Infokum – Ditama Binbangkum . (2) Sebelum terbentuk alat kelengkapan yang bertugas melakukan pengawasan atas pengelolaan keuangan di Dewan Perwakilan Rakyat. 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara undang-undang ini dilaksanakan selambatlambatnya dalam 5 (lima) tahun. demikian pula penyelesaian pemeriksaan laporan keuangan pemerintah pusat/ pemerintah daerah oleh Badan Pemeriksa Keuangan.

Undang-undang ini mulai berlaku pada tanggal Diubah menjadi Pasal II diundangkan. 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara KETENTUAN PENUTUP Pada saat berlakunya undang-undang ini : (1) Naskah Draft RUU Perubahan menurut undang-undang ini. Tetap Tetap KETERANGAN Pasal 38 Indische Comptabiliteitswet (ICW). 1933 Nomor 381. Staatsblad Tahun 1925 Nomor 448 sebagaimana telah beberapa kali diubah. 1927 Nomor 419 jo. terakhir dengan Undang-undang Nomor 9 Tahun 1968 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1968 Nomor 53. Agar setiap orang mengetahuinya. Stbl. Sepanjang telah diatur dalam undangundang ini. (3) Reglement voor het Administratief Beheer (RAB) Stbl. (2) Indische Bedrijvenwet (IBW) Stbl. dinyatakan tidak berlaku lagi Ketentuan pelaksanaan sebagai tindak lanjut Tetap undang-undang ini sudah selesai selambatlambatnya 1 (satu) tahun sejak undang-undang ini diundangkan. 1936 Nomor 445. Tambahan Lembaran Negara Nomor 2860). memerintahkan pengundangan Undang-undang ini dengan penempatannya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia.Bab/Bagian/Pasal BAB XI Pasal 37 UU No. Pasal 39 Sie Infokum – Ditama Binbangkum 40 .

. PENJELASAN PASAL DEMI PASAL Pasal 1 Pasal 2 Cukup Jelas Cukup Jelas Cukup Jelas Huruf a Cukup jelas Huruf b Pelayanan umum yang dimaksud adalah pelayanan kepada setiap warga negara terutama menyangkut pemenuhan kebutuhan dasar seperti pendidikan.. BAMBANG KESOWO Naskah Draft RUU Perubahan Disahkan di Jakarta pada tanggal ………. 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara Disahkan di Jakarta pada tanggal 28 April 2003 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. Hamid Awaludin LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN .. ttd. MEGAWATI SOEKARNOPUTRI Diundangkan di Jakarta pada tanggal 28 April 2003 SEKRETARIS NEGARA REPUBLIK INDONESIA. PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA... KETERANGAN Susilo Bambang Yudoyono Diundangkan di Jakarta pada tanggal ………… MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA.. ttd. kesehatan.Bab/Bagian/Pasal UU No....... NOMOR... perumahan dan jaminan 41 Huruf a Cukup jelas Huruf b Cukup jelas Sie Infokum – Ditama Binbangkum .

ekonomis. transparan. atau perusahaan negara/daerah. taat pada peraturan perundang-undangan. 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara Naskah Draft RUU Perubahan miskin dan anak KETERANGAN terhadap fakir terlantar. efisien. efektif. dan bertanggung jawab dengan memperhatikan Sie Infokum – Ditama Binbangkum 42 . Huruf c Huruf c Cukup jelas Cukup Jelas Huruf d Huruf d Cukup jelas Cukup Jelas Huruf e Huruf e Cukup jelas Cukup jelas Huruf f Huruf f Cukup jelas Cukup jelas Huruf g Huruf g Cukup jelas Cukup jelas Huruf h Huruf h Cukup jelas Cukup jelas Huruf i Huruf i Kekayaan pihak lain sebagaimana Tetap dimaksud dalam huruf i meliputi kekayaan yang dikelola oleh orang atau badan lain berdasarkan kebijakan pemerintah. Ayat (1) Tetap Setiap penyelenggara negara wajib mengelola keuangan negara secara tertib.Bab/Bagian/Pasal UU No. yayasan-yayasan di lingkungan kementerian negara/lembaga.

17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara rasa keadilan dan kepatutan. serta Naskah Draft RUU Perubahan KETERANGAN Sie Infokum – Ditama Binbangkum 43 . Fungsi pengawasan mengandung arti bahwa anggaran negara menjadi pedoman untuk menilai apakah kegiatan penyelenggaraan pemerintahan negara sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Pengelolaan dimaksud dalam ayat ini mencakup keseluruhan kegiatan perencanaan. Ayat (2) Cukup jelas Ayat (3) Cukup jelas Ayat (4) Fungsi otorisasi mengandung arti bahwa anggaran negara menjadi dasar untuk melaksanakan pendapatan dan belanja pada tahun yang bersangkutan. pengawasan. Fungsi perencanaan mengandung arti bahwa anggaran negara menjadi pedoman bagi manajemen dalam merencanakan kegiatan pada tahun yang bersangkutan. penggunaan.Bab/Bagian/Pasal UU No. dan pertanggungjawaban. Fungsi alokasi mengandung arti bahwa anggaran negara harus diarahkan untuk mengurangi pengangguran dan pemborosan sumber daya. penguasaan.

Kewenangan yang bersifat umum meliputi Cukup Jelas Cukup Jelas Cukup Jelas Tetap Sie Infokum – Ditama Binbangkum 44 . 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara meningkatkan efisiensi dan efektivitas perekonomian. Fungsi stabilisasi mengandung arti bahwa anggaran pemerintah menjadi alat untuk memelihara dan mengupayakan keseimbangan fundamental perekonomian. Fungsi distribusi mengandung arti bahwa kebijakan anggaran negara harus memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan.Bab/Bagian/Pasal UU No. Ayat (5) Cukup jelas Ayat (6) Cukup jelas Ayat (7) Cukup jelas Ayat (8) Cukup jelas Naskah Draft RUU Perubahan KETERANGAN Pasal 4 Pasal 5 Pasal 5A Pasal 6 Cukup Jelas Cukup Jelas Ayat (1) Kekuasaan pengelolaan Keuangan Negara sebagaimana dimaksud dalam ayat ini meliputi kewenangan yang bersifat umum dan kewenangan yang bersifat khusus.

penetapan gaji dan tunjangan. keputusan dana perimbangan. antara lain keputusan sidang kabinet di bidang pengelolaan APBN.Bab/Bagian/Pasal UU No. serta pedoman pengelolaan Penerimaan Negara. Naskah Draft RUU Perubahan KETERANGAN Sie Infokum – Ditama Binbangkum 45 . keputusan rincian APBN. Ayat (2) Huruf a Cukup jelas Huruf b Dalam ketentuan ini yang dimaksud dengan lembaga adalah lembaga negara dan lembaga pemerintah nonkementerian negara. Di lingkungan lembaga negara. 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara penetapan arah. strategi. yang dimaksud dengan pimpinan lembaga adalah pejabat yang bertangguing jawab atas pengelolaan keuangan lembaga yang bersangkutan. dan prioritas dalam pengelolaan APBN. antara lain penetapan pedoman pelaksanaan dan pertanggungjawaban APBN. Kewenangan yang bersifat khusus meliputi keputusan/ kebijakan teknis yang berkaitan dengan pengelolaan APBN. kebijakan umum. penetapan pedoman penyusunan rencana kerja kementerian negara/lembaga. dan penghapusan aset dan piutang negara.

Utang dimaksud dalam ayat ini adalah kewajiban negara kepada pihak ketiga dalam rangka pengadaan barang dan jasa yang pembayarannya merupakan tanggung jawab kementerian negara/lembaga berkaitan sebagai unit pengguna anggaran dan/atau kewajiban lainnya yang timbul 46 Sie Infokum – Ditama Binbangkum . 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara Huruf c Cukup jelas Huruf d Cukup jelas Naskah Draft RUU Perubahan KETERANGAN Pasal 7 Pasal 8 Pasal 9 Cukup Jelas Cukup Jelas Cukup Jelas Cukup Jelas Huruf a Cukup Jelas Cukup jelas Huruf b Cukup jelas Huruf c Cukup jelas Huruf d Cukup jelas Huruf e Piutang dimaksud dalam ayat ini adalah hak negara dalam rangka penerimaan negara bukan pajak yang pemungutannya menjadi tanggung jawab kementerian negara/lembaga yang bersangkutan.Bab/Bagian/Pasal UU No.

Bab/Bagian/Pasal UU No. 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara Naskah Draft RUU Perubahan KETERANGAN Pasal 10 berdasarkan undang-undang/keputusan pengadilan. Huruf f Cukup jelas Huruf g Penyusunan dan penyajian laporan keuangan dimaksud adalah dalam rangka akuntabilitas dan keterbukaan dalam pengelolaan keuangan negara. Huruf h Cukup jelas Ayat (1) Tetap Cukup jelas Ayat (2) Huruf a Cukup jelas Huruf b Cukup jelas Huruf c Cukup jelas Huruf d Cukup jelas Huruf e Cukup jelas Ayat (3) Huruf a 47 Sie Infokum – Ditama Binbangkum . termasuk prestasi kerja yang dicapai atas penggunaan anggaran.

termasuk prestasi kerja yang dicapai atas penggunaan anggaran.Bab/Bagian/Pasal UU No. 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara Cukup jelas Huruf b Cukup jelas Huruf c Cukup jelas Huruf d Cukup jelas Huruf e Cukup jelas Huruf f Cukup jelas Huruf g Penyusunan dan penyajian laporan keuangan dimaksud adalah dalam rangka akuntabilitas dan keterbukaan dalam pengelolaan keuangan daerah. Ayat (3) Cukup jelas 48 Sie Infokum – Ditama Binbangkum . Naskah Draft RUU Perubahan KETERANGAN Pasal 10A Ayat (1) Cukup jelas Ayat (2) Alat kelengkapan Dewan Perwakilan Rakyat yang dimaksud adalah Badan Urusan Rumah Tangga (BURT).

17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara Naskah Draft RUU Perubahan Ayat (1) Fungsi DPR yang dimaksud di sini adalah sebagaimana diatur dalam Pasal 20A ayat (1) Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945 yang meliputi fungsi legislasi. Ayat (2) Cukup Jelas Huruf a Cukup Jelas Huruf b Cukup Jelas Huruf c Cukup Jelas Cukup Jelas Cukup Jelas Cukup Jelas Cukup Jelas KETERANGAN Pasal 10C Pasal 10D Pasal 10E Pasal 10F Pasal 10G Pasal 10H Sie Infokum – Ditama Binbangkum 49 . Ayat (2) Cukup jelas Ayat (3) Cukup jelas Cukup Jelas Ayat (1) Alat kelengkapan yang dimaksud adalah sebagaimana yang ditentukan dalam tata tertib DPR yang berlaku. fungsi anggaran dan pengawasan.Bab/Bagian/Pasal Pasal 10B UU No.

belanja modal. ketertiban dan keamanan. 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara Ayat (1) Cukup jelas Ayat (2) Cukup jelas Ayat (3) Dalam pungutan perpajakan termasuk pungutan bea masuk dan cukai. Ayat (4) Cukup jelas Ayat (5) Naskah Draft RUU Perubahan Tetap KETERANGAN tersebut Rincian belanja negara menurut organisasi disesuaikan dengan susunan kementerian negara/lembaga pemerintahan pusat. pariwisata. ekonomi. kesehatan. agama. budaya. Rincian belanja negara menurut jenis belanja (sifat ekonomi) antara lain terdiri dari belanja pegawai. Rincian belanja negara menurut fungsi antara lain terdiri dari pelayanan umum. Sie Infokum – Ditama Binbangkum 50 . lingkungan hidup. dan belanja lain-lain. dan perlindungan sosial. bunga. belanja barang. perumahan dan fasilitas umum. pendidikan. pertahanan. subsidi.Bab/Bagian/Pasal Pasal 11 UU No. bantuan sosial. hibah.

diupayakan agar belanja operasional tidak melampaui pendapatan dalam tahun anggaran yang bersangkutan. Cukup Jelas Ayat (1) Cukup jelas Ayat (2) Cukup jelas Ayat (3) Cukup Jelas Cukup Jelas Cukup Jelas Ayat (1) Tetap Cukup jelas 51 Sie Infokum – Ditama Binbangkum . 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara Naskah Draft RUU Perubahan KETERANGAN Pasal 13 Pasal 14 Pasal 15 Ayat (1) Tetap Dalam menyusun APBN dimaksud. Ayat (2) Cukup jelas Ayat (3) Defisit anggaran dimaksud dibatasi maksimal 3% dari Produk Domestik Bruto. pembentukan dana cadangan. Ayat (4) Penggunaan surplus anggaran perlu mempertimbangkan prinsip pertanggungjawaban antargenerasi sehingga penggunaannya diutamakan untuk pengurangan utang.Bab/Bagian/Pasal Pasal 12 UU No. dan peningkatan jaminan sosial. Jumlah pinjaman dibatasi maksimal 60% dari Produk Domestik Bruto.

Ayat (4) Cukup jelas Ayat (5) Cukup jelas Ayat (6) Cukup jelas Ayat (1) Tetap Cukup jelas Ayat (2) Cukup jelas Ayat (3) Cukup jelas Ayat (4) Rincian belanja daerah menurut organisasi disesuaikan dengan susunan perangkat daerah/lembaga teknis daerah. perumahan dan fasilitas umum. Rincian belanja daerah menurut fungsi antara lain terdiri dari pelayanan umum. ekonomi. pariwisata. ketertiban dan keamanan. 52 Sie Infokum – Ditama Binbangkum . kesehatan. 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara Naskah Draft RUU Perubahan KETERANGAN Pasal 16 Ayat (2) Cukup jelas Ayat (3) Perubahan Rancangan Undang-undang tentang APBN dapat diusulkan oleh DPR sepanjang tidak mengakibatkan peningkatan defisit anggaran. lingkungan hidup.Bab/Bagian/Pasal UU No. budaya.

diupayakan agar belanja operasional tidak melampaui pendapatan dalam tahun anggaran yang bersangkutan. pendidikan. Rincian belanja daerah menurut jenis belanja (sifat ekonomi) antara lain terdiri dari belanja pegawai. Jumlah pinjaman dibatasi maksimal 60% dari Produk Regional Bruto daerah yang bersangkutan. Ayat (2) Cukup jelas Ayat (3) Defisit anggaran dimaksud dibatasi maksimal 3% dari Produk Regional Bruto daerah yang bersangkutan. subsidi. hibah. belanja modal. dan bantuan sosial. bunga. belanja barang. sehingga penggunaannya diutamakan untuk pengurangan utang. 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara agama. serta perlindungan sosial. Ayat (4) Penggunaan surplus anggaran perlu mempertimbangkan prinsip pertanggungjawaban antar generasi. pembentukan 53 Sie Infokum – Ditama Binbangkum .Bab/Bagian/Pasal UU No. Naskah Draft RUU Perubahan KETERANGAN Pasal 17 Ayat (1) Tetap Dalam menyusun APBD dimaksud.

Ayat (4) Cukup jelas Ayat (5) Cukup jelas Ayat (6) Cukup jelas Cukup Jelas Ayat (1) Cukup jelas Ayat (2) Pemerintah wajib menyampaikan kepada Badan Pemeriksa Keuangan salinan setiap perjanjian pinjaman dan/atau hibah yang telah ditandatangani. Cukup Jelas Cukup Jelas Ayat (1) Cukup jelas Ayat (2) Cukup jelas Ayat (3) Perubahan Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD dapat diusulkan oleh DPRD sepanjang tidak mengakibatkan peningkatan defisit anggaran. dan peningkatan jaminan sosial. Ayat (3) Naskah Draft RUU Perubahan KETERANGAN Pasal 18 Pasal 19 Pasal 20 Tetap Tetap Tetap Pasal 21 Pasal 22 Tetap Tetap Sie Infokum – Ditama Binbangkum 54 .Bab/Bagian/Pasal UU No. 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara cadangan.

Ayat (2) Cukup jelas Ayat (3) Cukup jelas Ayat (4) Cukup jelas Ayat (5) Cukup jelas Ayat (6) Cukup jelas Ayat (7) Cukup jelas Ayat (1) Tetap 55 Sie Infokum – Ditama Binbangkum . 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara Naskah Draft RUU Perubahan KETERANGAN Pasal 23 Pasal 24 Pasal 25 Cukup jelas Ayat (4) Cukup jelas Ayat (1) Tetap Cukup jelas Ayat (2) Pemerintah wajib menyampaikan kepada Badan Pemeriksa Keuangan salinan setiap perjanjian pinjaman dan/atau hibah yang telah ditandatangani. Ayat (1) Tetap Pemerintah wajib menyampaikan kepada Badan Pemeriksa Keuangan salinan setiap perjanjian pinjaman dan/atau hibah yang telah ditandatangani.Bab/Bagian/Pasal UU No.

Bab/Bagian/Pasal UU No. 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara Naskah Draft RUU Perubahan KETERANGAN Pasal 26 Pasal 27 Yang dimaksud dengan badan pengelola dana masyarakat dalam ayat ini tidak termasuk perusahaan jasa keuangan yang telah diatur dalam aturan tersendiri. Ayat (5) Cukup jelas Sie Infokum – Ditama Binbangkum 56 . Ayat (2) Cukup jelas Ayat (3) Cukup jelas Cukup Jelas Cukup Jelas Ayat (1) Tetap Cukup jelas Ayat (2) Cukup jelas Ayat (3) Cukup jelas Ayat (4) Pengeluaran tersebut dalam ayat ini termasuk belanja untuk keperluan mendesak yang kriterianya ditetapkan dalam Undang-undang tentang APBN yang bersangkutan.

Ayat (2) Laporan Realisasi Anggaran selain menyajikan realisasi pendapatan dan belanja.Bab/Bagian/Pasal Pasal 28 UU No. Ayat (5) Cukup jelas Cukup jelas Ayat (1) Pemeriksaan oleh Badan Pemeriksa Keuangan diselesaikan selambatlambatnya 2 (dua) bulan setelah menerima laporan keuangan dari Pemerintah Pusat. juga menjelaskan prestasi kerja setiap kementerian negara/lembaga. 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara Ayat (1) Cukup jelas Ayat (2) Cukup jelas Ayat (3) Cukup jelas Ayat (4) Pengeluaran tersebut dalam ayat ini termasuk belanja untuk keperluan mendesak yang kriterianya ditetapkan dalam Peraturan Daerah tentang APBD yang bersangkutan. Ayat (1) Pemeriksaan laporan keuangan oleh Badan Pemeriksa Keuangan diselesaikan Naskah Draft RUU Perubahan Tetap KETERANGAN Pasal 29 Pasal 30 Cukup jelas Tetap Pasal 31 Tetap Sie Infokum – Ditama Binbangkum 57 .

Ayat (2) Laporan Realisasi Anggaran selain menyajikan realisasi pendapatan dan belanja. Ayat (1) Cukup jelas Ayat (2) Apabila dalam waktu 2 (dua) bulan tidak memberikan pertimbangan yang diminta. Badan Pemeriksa Keuangan dianggap menyetujui sepenuhnya standar akuntansi nasional yang diajukan oleh Pemerintah. Badan Pemeriksa Keuangan dianggap menyetujui sepenuhnya standar akuntansi pemerintahan yang diajukan oleh Pemerintah. Cukup jelas Tetap Pasal 33 Pasal 34 Sie Infokum – Ditama Binbangkum 58 . juga menjelaskan prestasi kerja satuan kerja perangkat daerah. Ayat (2) Cukup jelas Ayat (3) Naskah Draft RUU Perubahan KETERANGAN Pasal 32 Ayat (1) Cukup jelas Ayat (2) Apabila dalam waktu 2 (dua) bulan tidak memberikan pertimbangan yang diminta.Bab/Bagian/Pasal UU No. 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara selambat-lambatnya 2 (dua) bulan setelah menerima laporan keuangan dari Pemerintah Daerah. Cukup jelas Ayat (1) Kebijakan yang dimaksud dalam ayat ini tercermin pada manfaat/hasil yang harus dicapai dengan pelaksanaan fungsi dan program kementerian negara/lembaga/pemerintahan daerah yang bersangkutan.

Bab/Bagian/Pasal Pasal 35 Pasal 36 Pasal 36A UU No. 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara Cukup jelas Cukup jelas Cukup jelas Naskah Draft RUU Perubahan KETERANGAN Pasal 37 Pasal 38 Pasal 39 Cukup jelas Cukup jelas Ayat (1) Cukup jelas Ayat (2) Cukup Jelas Cukup jelas Cukup jelas Peraturan perundang-undangan yang terkait Tetap dengan pelaksanaan Undang-undang ini sudah harus selesai selambat-lambatnya dalam waktu 1 (satu) tahun. Pelaksanaan penataan dimulai sejak ditetapkannya Undang-undang ini dan sudah selesai dalam waktu 2 (dua) tahun. Diubah Menjadi Pasal II Cukup jelas Cukup Jelas Tambahan Lambaran Negara Nomor 4286 Tambahan Lambaran Negara Nomor ……. Sie Infokum – Ditama Binbangkum 59 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful