P. 1
tugas PKN

tugas PKN

|Views: 2|Likes:
Published by Zarra Zefanya

More info:

Published by: Zarra Zefanya on Feb 24, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/19/2014

pdf

text

original

Syarat-syarat Pemekaran Daerah Otonom Kelompok: Zarra, Tador, Kevin

• Pemekaran daerah merupakan suatu langkah atau cara politik sebuah
daerah dengan cara membagi atau memperluas sub bagian wilayah dari daerah tersebut baik bagian atau daerah yang berbentuk provinsi baru atau pun kabupaten baru.

• Bersdasarkan pasal 2 PP 129/2000 disebutkan ada beberapa tujuan
dibentuknya sebuah daerah baru atau dilakukannya pemekaran daerah. Tujuan tersebut diantaranya: 1. meningkatkan kesejahteraan masyarakat 2. meningkatkan pelayanan masyarakat 3. mempercepat pertumbuhan demokrasi 4. mempercepat pelaksanaan pembangunan ekonomi daerah 5. mempercepat pengelolaan potensi daerah 6. meningkatkan keamanan dan ketertiban 7. meningkatkan hubungan yang serasi antara pusat dan daerah

• Pemekaran daerah dapat terjadi di setiap wilayah di Indonesia ini. Suatu
daerah otonom dapat melakukan suatu pemekaran dengan menggunakan sebuah media yaitu melihat indikator keberhasilan pembangunan daerah selama penerapan otonomi daerah tersebut, yang telah berusia enam tahun ini, sekaligus dapat dijadikan sebagai dasar dalam melakukan pemekaran.

• Dalam implementasi struktur, fungsi dan tugas dalam kepemerintahan
suatu daerah dapat ternilai apakah daerah tersebut mampu dalam menjalankan situasi, mengoperasikan serta meningkatkan pelayanan dalam

Apakah publik merasa dipuaskan melalui pelayanan pemerintah lokal. Ini perlu dilakukan. aspek ekonomi daerah. kemudian politik kongkalikong di antara elit lokal masih kerap terjadi. . Selanjutnya. Penilaian ini dilakukan dengan melihat indikator yang secara sederhana dapat dikategorikan sebagai berikut: 1. aspek pembangunan demokrasi politik. Sehingga pada akhirnya daerah yang dimekarkan dapat sungguh-sungguh mampu dalam mengelola daerahnya. Indikator aspek ini akan menjawab seperti apakah nantinya kekuatan ekonomi dari daerah-daerah yang menjadi bagian dari wilayah yang hendak dimekarkan. sehingga kelihatanlah seberapa besar pengaruh otonomi daerah. efisien dan efektif. Dalam konteks ini. baik di tingkat kabupaten/kota maupun secara regional. Masih terdapat ketidakadilan. 2. mengingat pertimbangan ekonomi adalah salah satu unsur utama didalam memandirikan suatu daerah. Apakah mental-mental KKN dan primordialisme masih sangat kental dalam urusan-urusan publik. 3.daerah otonomnya. harus dinilai seberapa dekat pemerintah daerah dengan masyarakat. aspek pelayanan publik. potensi-potensi apa yang bisa dimaksimalkan dalam membangun ekonomi daerah. untuk memacu pertumbuhan ekonomi masyarakat. Hal ini perlu dijalankan dengan melakukan kajian mendalam. Potret ini bisa terlihat dari beberapa kritiskah rakyat dalam melihat kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah lokal? Atau seberapa besarkah kontribusi dari masyarakat lokal dalam pengambilan keputusan strategis di daerahnya ? Indikator diatas merupakan sebagai batu loncatan yang harus dipertimbangkan baik-baik oleh pemerintah dalam menyetujui terbentuknya daerah baru dari pemekaran otonomi daerah. yang tercermin dalam urusanurusan pelayanan publik yang terbuka. Menjadi penting juga mengkaitkan antara pelaksanaan otonomi daerah dengan upaya-upaya pelembagaan demokrasi ditingkat lokal. atau justru pemerintah lokal mengharapkan pelayanan dari masyarakat.

3. Pemerintah telah menelurkan Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2007 tentang Tata Cara Pembentukan. Penghapusan. Revisi terhadap PP 129 Tahun 2000 yang memang lebih berdimensi kuantitas dan menafikan aspek kualitas masih kita nantikan untuk lebih mampu memberikan jaminan atas masa depan daerah otonom baru yang akan diusulkan oleh beberapa daerah. 1. belanja pembangunan dalam APBD yang tepat dan terfokus. 32 Tahun 2004 yang memberi peluang bagi daerah otonom untuk dihapuskan atau digabungkan kembali dengan daerah induknya jika tidak mampu menyelenggarakan otonomi daerah setelah melalui proses evaluasi penyelenggaraan pemerintahan daerah. Yang juga kita tunggu implementasinya adalah penerapan dari pasal 6 UU No. penggerakkan kapasitas daerah.Mempercepatan laju pembangunan di daerah otonom bisa dilakukan dengan cara: 1. strategi pemekaran sebagai opsi terakhir yang menjadi awal rencana memekarkan daerah. pembangunan kelembagaan daerah. • Pemekaran daerah memang sulit dibendung. dan Penggabungan Daerah. Aturan membolehkannya. pembentukan daerah otonom baru memberikan implikasi terhadap pengelolaan kelembagaan nasional. dan 4. desentralisasi pembangunan dan pelayanan publik 3. 2. . yang menggantikan PP No 129/2000. Beberapa data lagi yang dapat menggambarkan kondisi pembentukan daerah otonom baru tidak serta merta memberi perubahan baik kepada masyarakat daerahnya. mendorong dan membuka pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru 2.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->