A.

Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
Proklamasi Kemerdekaan Indonesia Jumat, 17 Agustus 1945 Tahun Masehi, atau 17 Agustus 2605 menurut tahun Jepang dibacakan oleh Ir. Soekarno yang didampingi oleh Drs. Mohammad Hatta di Jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta Pusat. Latar belakang Pada tanggal 6 Agustus 1945 sebuah bom atom dijatuhkan di atas kota Hiroshima Jepang oleh Amerika Serikat yang mulai menurunkan moral semangat tentara Jepang di seluruh dunia. Sehari kemudian Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia BPUPKI, atau "Dokuritsu Junbi Cosakai", berganti nama menjadi PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) atau disebut juga Dokuritu Junbi Inkai dalam bahasa Jepang, untuk lebih menegaskan keinginan dan tujuan mencapai kemerdekaan Indonesia. Pada tanggal 9 Agustus 1945, bom atom kedua dijatuhkan di atas Nagasaki sehingga menyebabkan Jepang menyerah kepada Amerika Serikat dan sekutunya. Momen ini pun dimanfaatkan oleh Indonesia untuk memproklamasikan kemerdekaannya. Soekarno, Hatta selaku pimpinan PPKI dan Radjiman Wedyodiningrat sebagai mantan ketua BPUPKI diterbangkan ke Dalat, 250 km di sebelah timur laut Saigon, Vietnam untuk bertemu Marsekal Terauchi. Mereka dikabarkan bahwa pasukan Jepang sedang di ambang kekalahan dan akan memberikan kemerdekaan kepada Indonesia. Sementara itu di Indonesia, pada tanggal 14 Agustus 1945, Sutan Syahrir telah mendengar berita lewat radio bahwa Jepang telah menyerah kepada Sekutu. Para pejuang bawah tanah bersiap-siap memproklamasikan kemerdekaan RI, dan menolak bentuk kemerdekaan yang diberikan sebagai hadiah Jepang. Pada tanggal 12 Agustus 1945, Jepang melalui Marsekal Terauchi di Dalat, Vietnam, mengatakan kepada Soekarno, Hatta dan Radjiman bahwa pemerintah Jepang akan segera memberikan kemerdekaan kepada Indonesia dan proklamasi kemerdekaan dapat dilaksanakan dalam beberapa hari, tergantung cara kerja PPKI. Meskipun demikian Jepang menginginkan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 24 Agustus. Dua hari kemudian, saat Soekarno, Hatta dan Radjiman kembali ke tanah air dari Dalat, Sutan Syahrir mendesak agar Soekarno segera memproklamasikan kemerdekaan karena menganggap hasil pertemuan di Dalat sebagai tipu muslihat Jepang, karena Jepang setiap saat sudah harus menyerah kepada Sekutu dan demi menghindari perpecahan dalam kubu nasionalis, antara yang anti dan pro Jepang. Hatta menceritakan kepada Syahrir tentang hasil pertemuan di Dalat. Soekarno belum yakin bahwa Jepang memang telah menyerah, dan proklamasi kemerdekaan RI saat itu dapat menimbulkan pertumpahan darah yang besar, dan dapat berakibat sangat fatal jika para pejuang Indonesia belum siap. Soekarno mengingatkan Hatta bahwa Syahrir tidak berhak memproklamasikan kemerdekaan karena itu adalah hak Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Sementara itu Syahrir menganggap PPKI adalah badan buatan Jepang dan proklamasi kemerdekaan oleh PPKI hanya merupakan 'hadiah' dari Jepang (sic). Pada tanggal 14 Agustus 1945 Jepang menyerah kepada Sekutu. Tentara dan Angkatan Laut Jepang masih berkuasa di Indonesia karena Jepang telah berjanji akan 1

mengembalikan kekuasaan di Indonesia ke tangan Sekutu. Sutan Sjahrir, Wikana, Darwis, dan Chaerul Saleh mendengar kabar ini melalui radio BBC. Setelah mendengar desas-desus Jepang bakal bertekuk lutut, golongan muda mendesak golongan tua untuk segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Namun golongan tua tidak ingin terburu-buru. Mereka tidak menginginkan terjadinya pertumpahan darah pada saat proklamasi. Konsultasi pun dilakukan dalam bentuk rapat PPKI. Golongan muda tidak menyetujui rapat itu, mengingat PPKI adalah sebuah badan yang dibentuk oleh Jepang. Mereka menginginkan kemerdekaan atas usaha bangsa kita sendiri, bukan pemberian Jepang. Soekarno dan Hatta mendatangi penguasa militer Jepang (Gunsei) untuk memperoleh konfirmasi di kantornya di Koningsplein (Medan Merdeka). Tapi kantor tersebut kosong. Soekarno dan Hatta bersama Soebardjo kemudian ke kantor Bukanfu, Laksamana Muda Maeda, di Jalan Medan Merdeka Utara (Rumah Maeda di Jl Imam Bonjol 1). Maeda menyambut kedatangan mereka dengan ucapan selamat atas keberhasilan mereka di Dalat. Sambil menjawab ia belum menerima konfirmasi serta masih menunggu instruksi dari Tokyo. Sepulang dari Maeda, Soekarno dan Hatta segera mempersiapkan pertemuan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada pukul 10 pagi 16 Agustus keesokan harinya di kantor Jalan Pejambon No 2 guna membicarakan segala sesuatu yang berhubungan dengan persiapan Proklamasi Kemerdekaan. Sehari kemudian, gejolak tekanan yang menghendaki pengambilalihan kekuasaan oleh Indonesia makin memuncak dilancarkan para pemuda dari beberapa golongan. Rapat PPKI pada 16 Agustus pukul 10 pagi tidak dilaksanakan karena Soekarno dan Hatta tidak muncul. Peserta rapat tidak tahu telah terjadi peristiwa Rengasdengklok. Peristiwa Rengasdengklok Para pemuda pejuang, termasuk Chaerul Saleh, Sukarni, dan Wikana --yang konon kabarnya terbakar gelora heroismenya setelah berdiskusi dengan Ibrahim gelar Datuk Tan Malaka --yang tergabung dalam gerakan bawah tanah kehilangan kesabaran, dan pada dini hari tanggal 16 Agustus 1945. Bersama Shodanco Singgih, salah seorang anggota PETA, dan pemuda lain, mereka membawa Soekarno (bersama Fatmawati dan Guntur yang baru berusia 9 bulan) dan Hatta, ke Rengasdengklok, yang kemudian terkenal sebagai peristiwa Rengasdengklok. Tujuannya adalah agar Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta tidak terpengaruh oleh Jepang. Di sini, mereka kembali meyakinkan Soekarno bahwa Jepang telah menyerah dan para pejuang telah siap untuk melawan Jepang, apa pun risikonya. Di Jakarta, golongan muda, Wikana, dan golongan tua, yaitu Mr. Ahmad Soebardjo melakukan perundingan. Mr. Ahmad Soebardjo menyetujui untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia di Jakarta. maka diutuslah Yusuf Kunto untuk mengantar Ahmad Soebardjo ke Rengasdengklok. Mereka menjemput Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta kembali ke Jakarta. Mr. Ahmad Soebardjo berhasil meyakinkan para pemuda untuk tidak terburu - buru memproklamasikan kemerdekaan. Setelah tiba di Jakarta, mereka pulang kerumah masing-masing. Mengingat bahwa hotel Des Indes (sekarang kompleks pertokoan di Harmoni) tidak dapat digunakan untuk pertemuan setelah pukul 10 malam, maka tawaran Laksamana Muda Maeda untuk menggunakan

2

B. Pertemuan Soekarno/Hatta dengan Jenderal Mayor Nishimura dan Laksamana Muda Maeda Malam harinya.00 . Nishimura mengemukakan bahwa sejak siang hari tanggal 16 Agustus 1945 telah diterima perintah dari Tokio bahwa Jepang harus menjaga status quo. Mayor Jenderal Moichiro Yamamoto. tidak dapat memberi ijin untuk mempersiapkan proklamasi Kemerdekaan Indonesia sebagaimana telah dijanjikan oleh Marsekal Terauchi di Dalat. namun berhubung alasan keamanan dipindahkan ke kediaman Soekarno. ingkar janji agar dikasihani oleh Sekutu. Penyusunan teks Proklamasi dilakukan oleh Soekarno. Soekarno dan Hatta kembali ke Jakarta. Tentang hal ini Bung Karno menegaskan bahwa pemindahan kekuasaan itu berarti "transfer of power".rumahnya (sekarang gedung museum perumusan teks proklamasi) sebagai tempat rapat PPKI diterima oleh para tokoh Indonesia. Sudiro dan Sajuti Malik tidak ada yang membenarkan klaim Nishijima tetapi di beberapa kalangan klaim Nishijima masih didengungkan. Diah.[2] Pada awalnya pembacaan proklamasi akan dilakukan di Lapangan Ikada.M. M.04. Soekarno dan Hatta menyesali keputusan itu dan menyindir Nishimura apakah itu sikap seorang perwira yang bersemangat Bushido. Sukarno-Hatta menuju rumah Laksamana Maeda (kini Jalan Imam Bonjol No.00 dini hari.1) diiringi oleh Myoshi guna melakukan rapat untuk menyiapkan teks Proklamasi. Setelah menyapa Sukarno-Hatta yang ditinggalkan berdebat dengan Nishimura. Hermann Kandeler. Bung Hatta. B. untuk menerima kedatangan rombongan tersebut. Vietnam. Kepala Departemen Urusan Umum pemerintahan militer Jepang. Sukarni. Proklamasi no. Teks 3 .M Diah. 1). Kepala Staf Tentara ke XVI (Angkatan Darat) yang menjadi Kepala pemerintahan militer Jepang (Gunseikan) di Hindia Belanda tidak mau menerima Sukarno-Hatta yang diantar oleh Maeda Tadashi dan memerintahkan agar Mayor Jenderal Otoshi Nishimura. Setelah konsep selesai disepakati. Maeda mengundurkan diri menuju kamar tidurnya. Melihat perdebatan yang panas itu Maeda dengan diam-diam meninggalkan ruangan karena diperingatkan oleh Nishimura agar Maeda mematuhi perintah Tokio dan dia mengetahui sebagai perwira penghubung Angkatan Laut (Kaigun) di daerah Angkatan Darat (Rikugun) dia tidak punya wewenang memutuskan. milik Mayor (Laut) Dr. Sudiro (Mbah) dan Sayuti Melik. Jalan Pegangsaan Timur 56[3] (sekarang Jl. Subardjo. Myoshi yang setengah mabuk duduk di kursi belakang mendengarkan penyusunan teks tersebut tetapi kemudian ada kalimat dari Shigetada Nishijima seolah-olah dia ikut mencampuri penyusunan teks proklamasi dan menyarankan agar pemindahan kekuasaan itu hanya berarti kekuasaan administratif. Akhirnya Sukarno-Hatta meminta agar Nishimura jangan menghalangi kerja PPKI. mungkin dengan cara pura-pura tidak tau. Sajuti menyalin dan mengetik naskah tersebut menggunakan mesin ketik yang diambil dari kantor perwakilan AL Jerman. Detik-detik Pembacaan Naskah Proklamasi Naskah asli proklamasi yang ditempatkan di Monumen Nasional Perundingan antara golongan muda dan golongan tua dalam penyusunan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia berlangsung pukul 02. Setelah dari rumah Nishimura. Achmad Soebardjo dan disaksikan oleh Soekarni. Hatta.

seorang prajurit PETA.[4]. kurang lebih 100 orang anggota Barisan Pelopor yang dipimpin S. Pada awalnya Trimurti diminta untuk menaikkan bendera namun ia menolak dengan alasan pengerekan bendera sebaiknya dilakukan oleh seorang prajurit. Isi Teks Proklamasi Isi teks proklamasi kemerdekaan yang singkat ini adalah: Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia. Para penyusun teks proklamasi itu adalah Ir.. Ahmad Soebarjo. Drs. 17 Agustus 1945.proklamasi ditulis di ruang makan di laksamana Tadashi Maeda jln Imam Bonjol No 1. Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) mengambil keputusan. Di ruang depan. Presiden dan wakil presiden akan dibantu oleh sebuah Komite Nasional. Soekarno/Hatta 4 . Setelah bendera berkibar. Kemudian bendera Merah Putih.l. Setelah itu Soekarno dan M. Wilopo. Hatta. Acara dimulai pada pukul 10:00 dengan pembacaan proklamasi oleh Soekarno dan disambung pidato singkat tanpa teks. Sukarni mengusulkan agar yang menandatangani teks proklamasi itu adalah Ir. dan Mr. Soekarno dan Drs.Hatta terpilih atas usul dari Oto Iskandardinata dan persetujuan dari PPKI sebagai presiden dan wakil presiden Republik Indonesia yang pertama.l. Soekarno sendiri. hadir B. Djakarta. Akhirnya Hatta memberikan amanat singkat kepada mereka. di kediaman Soekarno. Tabrani dan Trimurti. Konsep teks proklamasi ditulis oleh Ir. Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d. pimpinan Barisan Pelopor. dibantu oleh Soehoed untuk tugas tersebut. Mereka menuntut Soekarno mengulang pembacaan Proklamasi. namun ditolak. Sukarni dan Soediro. Setelah upacara selesai berlangsung. Jalan Pegangsaan Timur 56 telah hadir antara lain Soewirjo. bendera pusaka tersebut masih disimpan di Museum Tugu Monumen Nasional. Dengan demikian terbentuklah Pemerintahan Negara Kesatuan Indonesia yang berbentuk Republik (NKRI) dengan kedaulatan di tangan rakyat yang dilakukan sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) yang akan dibentuk kemudian. mengesahkan dan menetapkan Undang-Undang Dasar (UUD) sebagai dasar negara Republik Indonesia. hari 17 boelan 8 tahoen 05 Atas nama bangsa Indonesia. Gafar Pringgodigdo. hadirin menyanyikan lagu Indonesia Raya. yang dijahit oleh Fatmawati beberapa hari sebelumnya. Moh.M Diah Sayuti Melik. Hatta atas nama bangsa Indonesia. yang telah dijahit oleh bu Fatmawati.[5] Pada tanggal 18 Agustus 1945. yang selanjutnya dikenal sebagai UUD 45. Sampai saat ini. wakil walikota Jakarta saat itu dan Moewardi. diselenggarakan dengan tjara seksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja. disusul dengan sambutan oleh Soewirjo. Seorang pemudi muncul dari belakang membawa nampan berisi bendera Merah Putih (Sang Saka Merah Putih). Moh. Teks Proklamasi Indonesia itu diketik oleh Sayuti melik. Soekarno. Pagi harinya. Oleh sebab itu ditunjuklah Latief Hendraningrat. dikibarkan.Brata datang terburu-buru karena mereka tidak mengetahui perubahan tempat mendadak dari Ikada ke Pegangsaan.

Belanda tidak bersedia mengakui kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. juga untuk pertama kalinya dalam sejarah. antara lain Menteri Luar Negeri Maxime Jacques Marcel Verhagen. Langkah Bot ini mendobrak tabu dan merupakan yang pertama kali dalam sejarah. Pada kesempatan itu. Naskah Otentik Teks diatas merupakan hasil ketikan dari Sayuti Melik (atau Sajoeti Melik). seorang Perdana Menteri Belanda. Amsterdam. Keesokan harinya. Belanda menganggap kemerdekaan Indonesia baru terjadi pada 27 Desember 1949.l. diselenggarakan dengan tjara saksama dan dalam tempoh jang sesingkat-singkatnja. Pada 4 September 2008. Den Haag. menghadiri Peringatan HUT Kemerdekaan RI. Jan Peter Balkenende. Pengakuan kemerdekaan Indonesia oleh Belanda Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 sesuai dengan proklamasi kemerdekaan Indonesia. pada tahun 1995. Jakarta. Sebelumnya. dan para pejabat tinggi kementerian luar negeri. Bot juga menghadiri Upacara Kenegaraan Peringatan Hari Ulang Tahun ke-60 Kemerdekaan RI di Istana Negara. Kehadirannya didampingi oleh para menteri utama Kabinet Balkenende IV.l. Hal² jang mengenai pemindahan kekoeasaan d. Selama hampir 60 tahun. 17-8-45 Wakil2 bangsa Indonesia. serta para mantan Duta Besar Belanda untuk Indonesia. Akhirnya Beatrix terpaksa mampir di Singapura dan baru memasuki Indonesia beberapa hari setelah peringatan proklamasi. Djakarta. 5 . oleh Menlu Belanda Bernard Rudolf Bot dalam pidato resminya di Gedung Deplu.Di sini ditulis tahun 05 karena ini sesuai dengan tahun Jepang yang kala itu adalah tahun 2605. Di Belanda selama ini juga ada kekhawatiran bahwa mengakui Indonesia merdeka pada tahun 1945 sama saja mengakui tindakan politionele acties (agresi militer) pada 1945-1949 adalah ilegal. Menteri Pertahanan Eimert van Middelkoop. Balkenende menghadiri resepsi diplomatik HUT Kemerdekaan RI ke-63 yang digelar oleh KBRI Belanda di Wisma Duta. parlemen. Menteri Yustisi Ernst Maurits Henricus Hirsch Ballin.. B. Pemerintah Indonesia diwakili oleh Menlu Hassan Wirajuda. Pengakuan ini baru dilakukan pada 16 Agustus 2005. Proklamasi Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia. Tapi keinginan ini ditentang PM Wim Kok. Ratu Beatrix sempat ingin menghadiri Peringatan Hari Ulang Tahun RI ke-50. sehari sebelum peringatan 60 tahun proklamasi kemerdekaan Indonesia. yaitu ketika soevereiniteitsoverdracht (penyerahan kedaulatan) ditandatangani di Istana Dam. salah seorang tokoh pemuda yang ikut andil dalam persiapan proklamasi.

6 . "Hampir 6. Atas nama Belanda. Den Haag." tekad Bot. Baru belakangan terlihat bahwa perpisahan Indonesia-Belanda terlalu berlarut-larut dan dengan diiringi banyak kekerasan militer melebihi seharusnya. Untuk itu saya atas nama pemerintah Belanda akan menyampaikan permohonan maaf di Jakarta. negeri kita juga sepertinya berdiri pada sisi sejarah yang salah." demikian Bot. telah menerima dengan lapang dada. Pernyataan Pemerintah Belanda di Jakarta Selain itu Belanda sesalkan siksa Rakyat Indonesia pasca 17-8-1945. masyarakat Maluku di Belanda dan para veteran Aksi Polisionil. "Baru setelah seseorang berdiri di puncak gunung. sebab mereka ketika itu setelah tanggal tersebut dikerahkan untuk melakukan Agresi Militer. "Saya dengan dukungan kabinet akan menjelaskan kepada rakyat Indonesia bahwa di Belanda ada kesadaran bahwa kemerdekaan Indonesia de facto telah dimulai 17-8-1945 dan bahwa kita 60 tahun setelah itu. dalam pengertian politik dan moral. orang dapat melihat mana jalan tersederhana dan tersingkat untuk menuju ke puncak. banyak yang cacat atau menjadi korban trauma psikologis. Belanda pun mengakui tentaranya telah melakukan penyiksaan terhadap rakyat Indonesia melalui agresi militernya pasca proklamasi. Menlu Belanda Bernard Rudolf Bot menyampaikan hal itu dalam upacara peringatan berakhirnya pendudukan Jepang di Hindia Belanda." tandas Bot. Baru kemudian pada 27 Desember 1949 penyerahan kedaulatan dari Belanda ke Indonesia secara resmi diteken. kehadirannya pada upacara Hari Ulang Tahun RI ke-60 dapat dilihat sebagai penerimaan politik dan moral bahwa Indonesia merdeka pada 17-81945. Pengakuan secara resmi soal kemerdekaan Indonesia pada 17-8-1945 selama ini sulit diterima para veteran. Bot secara eksplisit mengungkapkan bahwa sikap dan langkahnya tersebut telah mendapat dukungan kabinet. "Dalam hal ini saya mengharapkan pengertian dan dukungan dari masyarakat Hindia (angkatan Hindia Belanda). akhirnya mengakui Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945. Ini sungguh kurang mengenakkan bagi pihak-pihak yang terlibat. Pernyataan Bot itu juga disaksikan Ratu Beatrix. Menurut menteri yang lahir pada 21 November 1937 di Batavia (kini Jakarta). itu sikap menerima tanggal kemerdekaan Indonesia pada 17-8-1945 dalam pengertian moral juga berarti bahwa dirinya ikut mendukung ungkapan penyesalan mengenai perpisahan Indonesia-Belanda yang menyakitkan dan penuh kekerasan. hari Senin 15 Agustus 2005 di kompleks Monumen Hindia Belanda. Akibat pengerahan militer skala besar-besaran. Doktor hukum lulusan Harvard Law School itu melukiskan berlikunya pengakuan seputar tanggal kemerdekaan dan hubungan Belanda-Indonesia itu seperti orang mendaki gunung.Pernyataan Pemerintah Belanda di Den Haag Menlu Bot menegaskan." demikian Bot.000 militer Belanda gugur dalam pertempuran. Hal seperti itu juga berlaku bagi mereka yang terlibat pengambilan keputusan pada tahun 40-an. yang hadir meletakkan karangan bunga. ia juga meminta maaf.

Acara yang dimulai pukul 19. Atas nama pemerintah Belanda saya ingin menyatakan penyesalan sedalam-dalamnya atas semua penderitaan ini. hadir Dubes Belanda untuk Indonesia dan disaksikan para Dubes dari negara-negara sahabat." tutur Hassan. Usai menyampaikan pidatonya. Dari pihak Belanda. Ini adalah pernyataan yang sensitif. kehadiran dirinya merupakan pertama kali sejak 60 tahun lalu di mana seorang kabinet Belanda hadir dalam perayaan kemerdekaan. Jakarta Pusat. Turut hadir Menlu Hassan Wirajuda. lanjut Bot. saya ingin menyatakan penyesalan sedalamdalamnya atas terjadinya semuanya ini. Bot berharap. Di Belanda pun untuk menyatakan penyesalan ini menjadi perdebatan sejumlah pihak. Bot mengakui. Kami yakin pemerintah Indonesia dapat memahami artinya." tukas pria kelahiran Batavia (Jakarta) ini. Bot menjawab diplomatis. meski kenangan tersebut tidak pernah hilang dari ingatan rakyat Indonesia. dan diakhiri dengan penyerahan kedaulatan kepada Indonesia pada tanggal 27 Desember 1949. "Ini masalah sensitif bagi kedua negara. Jubir Deplu Marty Natalegawa. agresi militer Belanda telah menghilangkan nyawa rakyat Indonesia dalam jumlah sangat besar." kilah Bot."Atas nama pemerintah Belanda. Gedung Deplu. Ketika ditanya mengenai hal ini. di ruang Nusantara.30 ini berakhir pada pukul 20. "Dengan kehadiran saya ini. Bot tidak menyampaikan permintaan maaf secara langsung. Pernyataan ini merupakan bentuk penyesalan yang mendalam. Kita harus menghargai sikap Belanda. Terdapat 7 . dan sejumlah mantan Menlu. "Fakta adanya aksi militer merupakan kenyataan sangat pahit bagi rakyat Indonesia. kedua Menlu ini saling memotong tumpengan nasi kuning sebagai tanda dimulainya babak baru hubungan Indonesia dan Belanda C. Pasca proklamasi." kata Menlu Belanda Bernard Bot kepada wartawan dalam pidato kenegaraan tersebut. Indonesia pun tidak secara resmi menyatakan memaafkan Belanda atas tiga setengah abad penjajahannya."Kami menerima pernyataan penyesalan dari pemerintah Belanda". jangan sampai hal tersebut menjadi penghalang rekonsiliasi antara Indonesia dan Belanda. hari Selasa 16 Agustus 2005. Sikap Pemerintah Indonesia Menlu Hassan pun hanya mengatakan. Meski menyesali penjajahan itu.15 WIB. Saat ditanya apakah dengan menerima penyesalan dari pemerintah Belanda berarti Indonesia memaafkan kejahatan Belanda semasa penjajahan dulu. pemerintah Belanda secara politik dan moral telah menerima proklamasi yaitu tanggal RI menyatakan kemerdekaannya. Belanda tidak secara resmi menyatakan permintaan maaf." begitulah kata Menlu Bernard Bot dalam pidato resminya kepada pemerintah Indonesia yang diwakili Menlu Hassan Wirajuda. Sejarah Indonesia (1945-1949) Indonesia: Era 1945-1949 dimulai dengan masuknya Sekutu diboncengi oleh Belanda (NICA) ke berbagai wilayah Indonesia setelah kekalahan Jepang. Pidato ini dilakukan dalam rangka pesan dari pemerintah Belanda terkait peringatan Hari Ulang Tahun ke-60 RI. hanya berupa bentuk penyesalan. "Kita sudah dengar sendiri dari Menlu Bot. Hassan tidak membenarkan dan tidak membantahnya. Jl Pejambon.

Kehadiran tentara Sekutu ini. Sumatra. Mendaratnya Belanda diwakili NICA Berdasarkan Civil Affairs Agreement. Amerika Serikat menguasai Filipina dan tentara Inggris dalam bentuk komando SEAC (South East Asia Command) bertanggung jawab atas India. sedangkan Balikpapan telah diduduki oleh Australia sebelum Jepang menyatakan menyerah kalah.banyak sekali peristiwa sejarah pada masa itu. pada 23 Agustus 1945 Inggris bersama tentara Belanda mendarat di Sabang. Charles van der Plas. Hubertus J van Mook. tentara Australia bertanggung jawab terhadap Kalimantan dan Indonesia bagian Timur. dan peristiwa-peristiwa sejarah lainnya. di bawah pimpinan Ratu Belanda. 8 . Menjelang akhir perang. Satuan tentara Australia telah mendaratkan pasukannya di Makasar dan Banjarmasin. berbagai perundingan. 1945 Kembalinya Belanda bersama Sekutu Latar belakang Sesuai dengan perjanjian Wina pada tahun 1942. wakil Belanda pada Sekutu. sebagian wilayah Indonesia telah dikuasai oleh tentara sekutu. ia dipersiapkan untuk membuka perundingan atas dasar pidato siaran radio Ratu Wilhelmina tahun 1942 (statkundige concepti atau konsepsi kenegaraan). 15 September 1945. Panglima Komando Kawasan Asia Barat Daya (South West Pacific Area Command/SWPAC). Malaya. pergantian berbagai posisi kabinet. diboncengi NICA (Netherland Indies Civil Administration . tetapi ia mengumumkan bahwa ia tidak akan berbicara dengan Soekarno yang dianggapnya telah bekerja sama dengan Jepang. Aceh. Srilanka. Aksi Polisionil oleh Belanda. Pidato Ratu Wilhemina itu menegaskan bahwa di kemudian hari akan dibentuk sebuah persemakmuran yang di antara anggotanya ialah Kerajaan Belanda dan Hindia Belanda.pemerintahan sipil Hindia Belanda) yang dipimpin oleh Dr. Jawa dan Indocina. Burma. SEAC dengan panglima Lord Mountbatten sebagai Komando Tertinggi Sekutu di Asia Tenggara bertugas melucuti bala tentera Jepang dan mengurus pengembalian tawanan perang dan tawanan warga sipil sekutu (Recovered Allied Prisoners of War and Internees/RAPWI). tahun 1945. Setelah perang usai. dengan didampingi Dr. Sementara Pulau Morotai dan Irian Barat bersama-sama dikuasai oleh satuan tentara Australia dan Amerika Serikat di bawah pimpinan Jenderal Douglas MacArthur. tentara Inggris selaku wakil Sekutu tiba di Jakarta. bahwa negara-negara sekutu bersepakat untuk mengembalikan wilayah-wilayah yang kini diduduki Jepang pada pemilik koloninya masing-masing bila Jepang berhasil diusir dari daerah pendudukannya.

Pertempuran yang terjadi di antaranya adalah: Peristiwa 10 November. gerbong-gerbongnya dipilihkan yang istimewa. dan seorang yang telah berperang selama pemerintahan Jepang. Palagan Ambarawa. Diplomasi Syahrir Ketika Syahrir mengumumkan kabinetnya. karena itu sehari sebelum kedatangan Sekutu. mengangkut Presiden beserta Wakil Presiden. seorang intelek.H. Semarang dan sekitarnya. pindah ke Yogyakarta sekaligus pula memindahkan ibukota. meliputi Jawa Tengah dan Jawa Timur Bandung Lautan Api. 15 November 1945. Overzeese Gebiedsdelen). di daerah Ambarawa. Perjuangan Gerilya Jenderal Soedirman. Pemindahan ke Yogyakarta dilakukan dengan menggunakan kereta api. Soekarno dan Hatta dengan menggunakan kereta api. Meninggalkan Sjahrir dan kelompok yang pro-negosiasi dengan Belanda di Jakarta. bertepatan dengan naik daunnya partai sosialis di Belanda. tanggal 14 November 1945. yang diselenggarakan diluar jadwal yang ada. J. Sutan Sjahrir dinilai sebagai seorang moderat. dengan keluarga dan staf. Logemann.Pertempuran melawan Sekutu dan NICA Terdapat berbagai pertempuran yang terjadi pada saat masuknya Sekutu dan NICA ke Indonesia. Letnan Gubernur Jendral van Mook mengirim kawat kepada Menteri Urusan Tanah Jajahan (Minister of Overseas Territories. karena kereta dengan perjalanan luar biasa ini. Gelagat ini sudah terbaca oleh pihak Republik Indonesia. yang disediakan oleh Djawatan Kereta Api (DKA) untuk VVIP 1946 Perubahan sistem pemerintahan Pernyataan van Mook untuk tidak berunding dengan Soekarno adalah salah satu faktor yang memicu perubahan sistem pemerintahan dari presidensiil menjadi parlementer.A. Padahal yang luar biasa adalah jadwal perjalanannya. Ibukota pindah ke Yogyakarta Karena situasi keamanan ibukota Jakarta (Batavia saat itu) yang makin memburuk. di daerah Surabaya dan sekitarnya. yang saat itu baru menyatakan kemerdekaannya. maka pada tanggal 4 Januari 1946. yang disebut dengan singkatan KLB (Kereta Luar Biasa). yang berkantor 9 . di daerah Bandung dan sekitarnya. Soekarno sebagai kepala pemerintahan republik diganti oleh Sutan Sjahrir yang seorang sosialis dianggap sebagai figur yang tepat untuk dijadikan ujung tombak diplomatik. Orang lantas berasumsi bahwa rangkaian kereta api yang digunakan adalah rangkaian yang terdiri dari gerbong-gerbong luar biasa. Terjadinya perubahan besar dalam sistem pemerintahan Republik Indonesia (dari sistem Presidensiil menjadi sistem Parlementer) memungkinkan perundingan antara pihak RI dan Belanda. Dalam pandangan Inggris dan Belanda.

Kementerian akan disesuaikan dengan parlemen tetapi akan dikepalai oleh wakil kerajaan. Logemann sendiri berbicara pada siaran radio BBC tanggal 28 November 1945. presiden mereka. Dalam surat Sjahrir yang khusus ini. Lagi.di Den Haag: "Mereka sendiri [Sjahrir dan Kabinetnya] dan bukan Soekarno yang bertanggung jawab atas jalannya keadaan". ia menjelaskan bahwa titik tolak perundingan haruslah berupa pengakuan atas Republik sebagai negara berdaulat. dan untuk menciptakan warga negara Indonesia bagi semua orang yang dilahirkan di sana. 10 . karena seminggu sebelum perubahan pemerintahan itu. Tanggal 6 Maret 1946 kepada van Mook. Logemann bahkan menulis bahwa Soekarno adalah persona non grata. Den Haag mengumumkan dasar rencananya. yang terdiri dari daerah-daerah dengan bermacam-macam tingkat pemerintahan sendiri. Sjahrir mengirimkan surat rahasia kepada van Mook.bekas Hindia Belanda dibagi menjadi berbagai negara merdeka dengan kemungkinan hanya Republik sebagai bagian paling penting. Karena Sjahrir tidak dapat menerima syarat-syarat ini. Pada bulan April dan Mei 1946. konferensi itu bubar dan ia bersama teman-temannya kembali pulang. Tanggal 17 Juni 1946. Ir Soekarno menolak hal ini. Sjahrir mengepalai delegasi kecil Indonesia yang pergi berunding dengan pemerintah Belanda di Hoge Veluwe. "Mereka bukan kolaborator seperti Soekarno. serta akan mendukung permohonan keanggotaan Indonesia dalam organisasi PBB. Sebagai tambahan ditawarkan untuk mengakui pemerintahan de facto Republik atas bagian Jawa dan Madura yang belum berada di bawah perlindungan pasukan Sekutu. Karena itu Pemerintah Belanda menawarkan suatu kompromi yaitu: "mau mengakui Republik sebagai salah satu unit negara federasi yang akan dibentuk sesuai dengan Deklarasi 10 Februari". Tanggal 10 Februari 1946. hal ini dibahas beberapa kali sebelumnya. kita tidak akan pernah dapat berurusan dengan Dr Soekarno. menganjurkan bahwa mungkin perundingan yang sungguh-sungguh dapat dimulai kembali. ada pula nada yang lebih samar-samar lagi tentang kemungkinan Indonenesia menyetujui federasi Indonesia . dan semua tokoh politik utama Republik mengetahui hal ini. Sebagai kemungkinan dasar untuk kompromi. Pihak Republik Indonesia memiliki alasan politis untuk mengubah sistem pemerintahan dari Presidensiil menjadi Parlementer. Masalah dalam negeri akan dihadapi dengan suatu parlemen yang dipilih secara demokratis dan orang-orang Indonesia akan merupakan mayoritas. kita akan berunding dengan Sjahrir". pemerintah Belanda membuat pernyataan memperinci tentang politiknya dan menawarkan mendiskusikannya dengan wakil-wakil Republik yang diberi kuasa. ada penerimaan yang samar-samar tentang gagasan van Mook mengenai masa peralihan sebelum kemerdekaan penuh diberikan kepada Indonesia. Atas dasar itu Indonesia baru mau berhubungan erat dengan Kerajaan Belanda dan akan bekerja sama dalam segala bidang. Daerahdaerah yang bermacam-macam di Indonesia yang dihubungkan bersama-sama dalam suatu susunan federasi dan persemakmuran akan menjadi rekan (partner) dalam Kerajaan Belanda. Tujuannya hendak mendirikan persemakmuran Indonesia. sebaliknya Sjahrir mengumumkan pada tanggal 4 Desember 1945 bahwa pemerintahnya menerima tawaran ini dengan syarat pengakuan Belanda atas Republik Indonesia.

Perjanjian Linggarjati Bulan Agustus pemerintah Belanda melakukan usaha lain untuk memecah halangan dengan menunjuk tiga orang Komisi Jendral datang ke Jawa dan membantu Van Mook dalam perundingan baru dengan wakil-wakil republik itu. Sebenarnya Soekarno yang tampil sebagai kekuasaan yang memungkinkan tercapainya persetujuan. Lord Killearn. van Mook mengirim kawat ke Den Haag: "menurut sumbersumber yang dapat dipercaya. Pada waktu yang sama. 1946-1947 Peristiwa Westerling Pembantaian Westerling adalah sebutan untuk peristiwa pembunuhan ribuan rakyat sipil di Sulawesi Selatan yang dilakukan oleh pasukan Belanda Depot Speciale Troepen pimpinan Westerling. Peristiwa ini terjadi pada Desember 1946-Februari 1947 selama operasi militer Counter Insurgency (penumpasan pemberontakan). pertahanan. Pada tanggal 24 Juni 1946. apa arah yang akan diambil oleh amarah itu". Hal ini akan memajukan kepentingan bersama dalam hubungan luar negeri. Konferensi antara dua belah pihak diadakan di bulan Oktober dan November di bawah pimpinan yang netral seorang komisi khusus Inggris. Setelah mengalami tekanan berat -terutama Inggris. Suriname dan Curasao. Belanda harus meninggalkan wilayah de facto paling lambat 1 Januari 1949. berlangsung pemarafan secara resmi Perundingan Linggarjati. di rumah Sjahrir di Jakarta. Indonesia Serikat pada gilirannya menjadi bagian Uni Indonesia-Belanda bersama dengan Belanda. pada tanggal 15 November 1946. Bertempat di bukit Linggarjati dekat Cirebon.Belanda dengan Ratu Belanda sebagai ketuanya. Tidak jelas. Akhirnya setiap perselisihan yang timbul dari persetujuan ini akan diselesaikan lewat arbitrase. Jawa dan Madura. Sebuah Majelis Konstituante didirikan. surat kabar Indonesia menuntut dijelaskan desas-desus tentang Sjahrir bersedia menerima pengakuan de facto Republik Indonesia terbatas pada Jawa dan Sumatra. yang terdiri dari wakil-wakil yang dipilih secara demokratis dan bagian-bagian komponen lain. yang salah satu bagiannya adalah Republik Indonesia Republik Indonesia Serikat dan Belanda akan membentuk Uni Indonesia .Tanggal 17 Juni 1946. Indonesia Serikat akan mengajukan diri sebagai anggota PBB. dicapailah suatu persetujuan tanggal 15 November 1946 yang pokok pokoknya sebagai berikut : Belanda mengakui secara de facto Republik Indonesia dengan wilayah kekuasaan yang meliputi Sumatra. Republik Indonesia dan Belanda akan bekerja sama dalam membentuk Negara Indonesia Serikat. usul balasan (yakni surat Sjahrir) tidak disetujui oleh Soekarno dan ketika dia bertemu dengannya. dan Soekarno-Hatta kembali ke pedalaman dua hari kemudian. sesudah Sjahrir mengirimkan surat rahasianya kepada van Mook. Untuk ini Kalimantan dan Timur Raya akan menjadi komponennya. keuangan dan masalah ekonomi serta kebudayaan. Sjahrir yang 11 . Kedua delegasi pulang ke Jakarta. namun. dia marah.dari luar negeri. surat itu dibocorkan kepada pers oleh surat kabar di Negeri Belanda. dengan nama Republik Indonesia Serikat.

termasuk daerah daerah Republik yang memerlukan bantuan Belanda (gendarmerie bersama). Di awal bulan Mei 1947 pihak Belanda yang memprakarsai berdirinya Negara Pasundan itu memang sudah merencanakan bahwa mereka harus menyerang Republik secara langsung. Mengeluarkan uang bersama dan mendirikan lembaga devisa bersama.diidentifikasikan dengan rancangan. merupakan pemborosan keuangan yang serius yang tidak mungkin dipikul oleh perekonomian negeri Belanda yang hancur diakibatkan perang. Melihat aksi Belanda yang tidak mematuhi perjanjian Linggarjati membuat Sjahrir bingung dan putus asa. dan dari Surabaya untuk menduduki Madura dan Ujung Timur. Ketika jawaban yang memuaskan tidak kunjung tiba. ia benar benar sangat tergantung pada Belanda. Aksi Belanda ini sudah sangat diperhitungkan sekali dimana mereka telah menempatkan pasukan-pasukannya di tempat yang strategis. instalasi. perkebunanperkebunan di sekitar Medan. Namun mereka pun menyadari begitu besarnya biaya yang ditanggung untuk pemeliharaan suatu pasukan bersenjata sekitar 100. dan Menyelenggarakan penilikan bersama atas impor dan ekspor Perdana Menteri Sjahrir menyatakan kesediaan untuk mengakui kedaulatan Belanda selama masa peralihan. yang berisi: Membentuk pemerintahan ad interim bersama. yang harus dijawab dalam 14 hari. Republik Indonesia harus mengirimkan beras untuk rakyat di daerahdaerah yang diduduki Belanda. Dengan demikian. Oleh karena itu untuk mempertahankan pasukan ini maka pihak Belanda memerlukan komoditi dari Jawa (khususnya gula) dan Sumatera (khususnya minyak dan karet).000 serdadu di Jawa. Pasukan yang bergerak dari Jakarta dan Bandung untuk menduduki Jawa Barat (tidak termasuk Banten). tetapi menolak gendarmerie bersama. dan yang bertanggung jawab bila ada yang tidak beres. Menyelenggarakan keamanan dan ketertiban bersama. Belanda terus "mengembalikan ketertiban" dengan "tindakan kepolisian". memproklamasikan Negara Pasundan pada tanggal 4 Mei 1947. terbukti ia baru eksis ketika Belanda melakukan Agresi dan kekuatan RI hengkang dari Jawa Barat. Belanda berhasil membujuk Ketua Partai Rakyat Pasundan. Jawaban ini mendapatkan reaksi keras dari kalangan parpol-parpol di Republik.instalasi minyak dan batubara di sekitar Palembang. Gerakan-gerakan pasukan yang lebih kecil mengamankan wilayah Semarang. dan daerah Padang diamankan. Kalangan militer Belanda merasa yakin bahwa kota-kota yang dikuasai pihak Republik dapat ditaklukkan dalam waktu dua minggu dan untuk menguasai seluruh wilayah Republik dalam waktu enam bulan. Pada tanggal 20 Juli 1947 tengah malam (tepatnya 21 Juli 1947) mulailah pihak Belanda melancarkan 'aksi polisionil' mereka yang pertama. Agresi Militer I Pada tanggal 27 Mei 1947. yang sebagian besar dari pasukan itu tidak aktif. Proklamasi Negara Pasundan Usaha Belanda tidak berakhir sampai di NIT. maka pada 12 . Belanda menguasai semua pelabuhan perairan-dalam di Jawa Di Sumatera. Belanda mengirimkan Nota Ultimatum. Dua bulan setelah itu. Soeria Kartalegawa. Secara militer negara baru ini sangat lemah.

Naiknya Amir Syarifudin sebagai Perdana Menteri Setelah terjadinya Agresi Militer Belanda I pada bulan Juli.M. Kartosoewirjo untuk turut serta duduk dalam kabinetnya menjadi Wakil Menteri Pertahanan kedua. S. Menghadapi aksi Belanda ini. Penolakan itu juga ditimbulkan oleh keinginannya untuk menarik diri dari gelanggang politik pusat. Beberapa orang Belanda. tetapi atas garis yang berbeda dari persetujuan Linggarjati. Seperti yang dijelaskan dalam sepucuk suratnya kepada Soekarno dan Amir Syarifudin. dia menggaet anggota PSII yang dulu untuk duduk dalam Kabinetnya. untuk menengahi perselisihan itu . berkeinginan merebut Yogyakarta dan membentuk suatu pemerintahan Republik yang lebih lunak. pengganti Sjahrir adalah Amir Syarifudin yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Pertahanan. Dalam kapasitasnya sebagai Perdana Menteri. Dan bagi Belanda. 1948 Perjanjian Renville Sementara peperangan sedang berlangsung. Termasuk menawarkan kepada S. Kalau dilihat dari sepak terjang Amir Syarifudin selama manggung di percaturan politik nasional dengan menjadi Perdana Menteri merangkap Menteri Pertahanan sangat jelas terlihat bahwa Amir Syarifudin ingin membawa politik Indonesia ke arah Komunis. Kartosoewirjo menolak tawaran itu bukan semata-mata karena loyalitasnya kepada Masyumi. Dewan Keamanan PBB. 13 . ternyata menghasilkan persetujuan lain. Di samping itu Kartosoewirjo tidak menyukai arah politik Amir Syarifudin yang kekiri-kirian. karena sebelumnya dia sangat menyetujui tuntutan Belanda dalam menyelesaikan konflik antara pemerintah RI dengan Belanda. yang bisa diterima oleh yang kedua belah pihak yang berselisih. dia menolak kursi menteri karena "ia belum terlibat dalam PSII dan masih merasa terikat kepada Masyumi". dan segera setelah itu mendirikan suatu Komisi Jasa-Jasa Baik. Tanggal 17 Januari 1948 berlangsung konferensi di atas kapal perang Amerika Serikat.bulan Juli 1947 dengan terpaksa mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Perdana Menteri. tetapi pihak Amerika dan Inggris yang menjadi sekutunya tidak menyukai 'aksi polisional' tersebut serta menggiring Belanda untuk segera menghentikan penaklukan sepenuhnya terhadap Republik. setelah melihat keberhasilan dalam aksi ini menimbulkan keinginan untuk melanjutkan aksinya kembali. atas desakan Australia dan India. Akibat menyaksikan kondisi politik yang tidak menguntungkan bagi Indonesia disebabkan berbagai perjanjian yang diadakan pemerintah RI dengan Belanda. Akan terjadi perdamaian yang mempersiapkan berdirinya zone demiliterisasi Indonesia Serikat akan didirikan. bagi pasukan Republik hanya bisa bergerak mundur dalam kebingungan dan hanya menghancurkan apa yang dapat mereka hancurkan. Belgia dan Amerika Serikat. mengeluarkan perintah peletakan senjata tanggal 1 Agustus 1947. karena plebisit akan diadakan untuk menentukan apakah berbagai kelompok di pulau-pulau besar ingin bergabung dengan Republik atau beberapa bagian dari federasi yang direncanakan Kedaulatan Belanda akan tetap atas Indonesia sampai diserahkan pada Indonesia Serikat. yang terdiri dari wakil-wakil Australia.M. termasuk van Mook. Renville.

Pada tanggal 19 Januari ditandatangani persetujuan Renville Wilayah Republik selama masa peralihan sampai penyelesaian akhir dicapai. dimana seluruh pertanggungjawabannya dilaporkan kepada Soekarno sebagai Presiden. dan sekaligus memberikan dukungannya kepada pemerintah Hatta. Beberapa hari sesudah Amir berhenti. Runtuhnya Kabinet Amir dan naiknya Hatta sebagai Perdana Menteri Dari adanya Agresi Militer I dengan hasil diadakannya Perjanjian Renville menyebabkan jatuhnya Kabinet Amir. Hatta membawa Amir dan beberapa pejabat Republik lainnya mengelilingi Provinsi. Soekarno dan Hatta dijadikan lambang kemerdekaan Indonesia dan persatuan Yogyakarta hidup lebih lama. pada bulan Februari 1948. Dengan terpilihnya Hatta. Tampaknya kini lebih sedikit jalan keluar bagi Amir dibanding dengan Sjahrir sesudah Perundingan Linggarjati. Sedikit banyak. Kabinet baru dibentuk dan susunannya diumumkan tanggal 29 Januari 1948. Amir diharapkan menjelaskan 14 . pada tanggal 23 Januari 1948. melalui perundingan Renville. pribadi lain yang jauh dari pusat kembali diidentifikasi dengan persetujuan -dulu Perdana Menteri Sjahrir.yang dianggap langsung bertanggung jawab jika sesuatu salah atau dianggap salah. Seluruh anggota yang tergabung dalam kabinetnya yang terdiri dari anggota PNI dan Masyumi meletakkan jabatan ketika Perjanjian Renville ditandatangani. Seperti melalui persetujuan Linggarjati. Hanya empat hari sesudah Perjanjian Renville ditandatangani. Dengan pengunduran dirinya ini dia mungkin mengharapkan akan tampilnya kabinet baru yang beraliran komunis untuk menggantikan posisinya. dan tokohtokoh yang tidak berpartai. Memang runtuhnya Amir datang bahkan lebih cepat ketimbang Sjahrir.terlalu banyak memenuhi keinginan pihak asing. ini merupakan ulangan dari apa yang terjadi selama dan sesudah perundingan Linggarjati. Harapan itu menjadi buyar ketika Soekarno berpaling ke arah lain dengan menunjuk Hatta untuk memimpin suatu 'kabinet presidentil' darurat (1948-1949). Amir Syarifudin dan seluruh kabinetnya berhenti. Ini kembali merupakan inti keuntungan Seperti sesudah persetujuan Linggarjati. Dengan mengambil sikap sebagai oposisi tersebut membuat para pengikut Sjahrir mempertegas perpecahan mereka dengan pengikut-pengikut Amir dengan membentuk partai tersendiri yaitu Partai Sosialis Indonesia (PSI). Hatta menjadi Perdana Menteri sekaligus tetap memangku jabatan sebagai Wakil Presiden. Masyumi. terutama orang-orang PNI. dan lebih banyak penghinaan. dia menunjuk para anggota yang duduk dalam kabinetnya mengambil dari golongan tengah. di awal Februari 1948. kini Perdana Menteri Amir. Amir dan kelompoknya dari sayap kiri kini menjadi pihak oposisi. bahkan lebih terbatas lagi ketimbang persetujuan Linggarjati : hanya meliputi sebagian kecil Jawa Tengah (Jogja dan delapan Keresidenan) dan ujung barat pulau Jawa -Banten tetap daerah Republik Plebisit akan diselenggarakan untuk menentukan masa depan wilayah yang baru diperoleh Belanda lewat aksi militer. disusul kemudian Amir sendiri meletakkan jabatannya sebagai Perdana Menteri pada tanggal 23 Januari 1948. jantung Republik terus berdenyut. enam bulan lebih dulu Amir segera dituduh -kembali khususnya oleh Masyumi dan kemudian Partai Nasional Indonesia. Perdana menteri Belanda menjelaskan mengapa persetujuan itu ditandatangani agar Belanda tidak "menimbulkan rasa benci Amerika".

Pada rapat raksasa di Bukittinggi. Mohammad Hatta. Kedua belah pihak menuduh masing-masing melanggar perdamaian. Hatta kemudian juga menulis dengan singkat tentang pidato Sjahrir: "Pidatonya pendek". dan seperti diuraikan Hatta kemudian: "Dia tampak bingung. Kemudian Amir naik mimbar. Dipermalukan seperti ini. dia datang dari Singapura dan berpidato. Pada tanggal 7 Mei 1949. Bulan Juli 1948. Menurut Leon Salim -kader lama Sjahrir. seolah-olah nyaris tidak mengetahui apa ayang harus dikatakannya. hampir tidak ada yang bertepuk tangan" Menurut peserta lain: "Wajah Amir kelihatannya seperti orang yang sudah tidak berarti". Jatuhnya ibu kota negara ini menyebabkan dibentuknya Pemerintah Darurat Republik Indonesia di Sumatra yang dipimpin oleh Sjafruddin Prawiranegara. Serangan Umum 1 Maret 1949 atas Yogyakarta Serangan Umum 1 Maret 1949 terhadap kota Yogyakarta dipimpin oleh Letnan Kolonel Soeharto dengan tujuan utama untuk mematahkan moral pasukan Belanda 15 . Sjahrir dan beberapa tokoh lainnya. khususnya dalam hubungan persetujuan dengan Belanda. Sumatra Barat. ibu kota Indonesia saat itu. melaporkan bahwa Indonesia mengeluh akan gencatan senjata yang berulang-ulang. dan pidatonya disambut dengan hangat sekali. Menurut kata-kata saksi lain. yang masih ada di tempat mengawasi pelaksanaan persetujuan itu. pihak internasional melakukan tekanan kepada Belanda. Komisi Jasa-jasa Baik. Ketika dia meninggalkan mimbar. 1948-1949 Agresi Militer II Agresi Militer II terjadi pada 19 Desember 1948 yang diawali dengan serangan terhadap Yogyakarta.Hatta berbicara tentang kegigihan Republik. Dia merasa bahwa orang rakyat Bukittinggi tidak menyenanginya. serta penangkapan Soekarno. Republik Indonesia dan Belanda menyepakati Perjanjian Roem Royen. Sjahrir juga diundang ke rapat Bukittinggi ini. di kota kelahiran Hatta -dan rupanya diatur sebagai tempat berhenti terpenting selama perjalanan. "Seolah-olah ada yang membeku dalam wajah Sjahrir" dan ketika gilirannya berbicara "Dia hanya mengangkat tangannya dengan memberi salam Merdeka dan mundur". akhirnya dengan terpaksa Belanda bersedia untuk kembali berunding dengan RI.Perjanjian Renville. secara psikologis amat mungkin menjadi bara dendam yang menyulut Amir untuk memberontak di kemudian hari."Sjahrir juga kelihatan capai dan jarang tersenyum". Perjanjian Roem Royen Akibat dari Agresi Militer tersebut. Perjanjian Renville tidak lebih baik daripada perundingan di Linggarjati. dan Indonesia menuduh Belanda mendirikan blokade dengan maksud memaksanya menyerah. terutama dari pihak Amerika Serikat yang mengancam akan menghentikan bantuannya kepada Belanda.

sisanya (seperti Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Pengakuan ini dilakukan ketika soevereiniteitsoverdracht (penyerahan kedaulatan) ditandatangani di Istana Dam. diadakan persetujuan antara RIS dengan RI untuk mempersiapkan prosedur pembentukan negara kesatuan. Negara Jawa Timur. Kembali Ke NKRI (Negara kesatuan Republik Indonesia ) Hasi persetujuan dalam KMB berakhir pada tanggal 2 November 1949 adalah dibentuknya satu negara federal Indonesia yaitu Republik Indonesia Serikat (RIS). 16 . Belitung. Menurut persetujuan itu.serta membuktikan pada dunia internasional bahwa Tentara Nasional Indonesia (TNI) masih mempunyai kekuatan untuk mengadakan perlawanan. maka keinginan untuk membubarkan RIS dan membentuk NKRI semakin kuat Dasar pembentukan negara federal di Indonesia sangat lemah dan tidak didukung oleh suatu ikatan ideology yang kuat. dengan tujuan kenegaraan yang tidak jelas dan tanpa dukungan rakyat banyak. Akhirnya pada tanggal 14 Agustus 1950. Soepomo dan pada tanggal 20 Juli 1950 berhasil menyelesaikan tugasnya. Namun. Kalimantan Timur. Belanda dari 23 Agustus hingga 2 November 1949. Irian Barat akan diselesaikan setahun setelah pengakuan kedaulatan. dan lain-lain) lebih mendukung sistem NKRI. Amsterdam. rancangan Undang-Undang Dasar Negar Kesatuan Republik Indonesia diterima dengan baik oleh senat dan parlemen RIS serta KNIP. Hatta dan pihak RI diwakili oleh dr. Riau. Untuk pelaksanaan dibentuk panitia gabungan RIS dan RI yang bertugas merancang Undang-Undang Negara Kesatuan yang dipimpin oleh Prof. Bangka. Penyerahan kedaulatan oleh Belanda Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia pada 27 Desember 1949. Arnold Manuhutu. selang empat tahun setelah proklamasi kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945. Yang menghasilkan kesepakatan: Belanda mengakui kedaulatan Republik Indonesia Serikat. Jawa Tengah. RIS terdiri dari Negara-negara bagian diantaranya Republik Indonesia. Konferensi Meja Bundar Konferensi Meja Bundar adalah sebuah pertemuan antara pemerintah Republik Indonesia dan Belanda yang dilaksanakan di Den Haag. dalam Kabinet RIS hanya dua orang yang mendukung sistem federal di Indonesia (yaitu Sultan Hamid II dan Anak Agung Gede Agung). Negara Sumatera Selatan. Negara Madura. Pada tanggal 19 Mei 1950. Undang-Undang Negara Kesatuan Republik Indonesia mengandung unsur-unsur dari UUD 1945 dan UUD RIS. Eksistensinya sangat tergantung pada kekuatan militer Belanda yang terdiri dari Koninklijk Leger (KL) atau tentara Kerajaan Belanda dan Koninklijk Nederland Indisch Leger (KNIL) atau Tentara Kerajaan Hindia Belanda. Rancangan Undang-Undang Negara Kesatuan diserahkan kepada dewandewan perwakilan negar bagian untuk disempurnakan. Negara Indonesia Timurdan 9 satuan kenegaraan yang berdiri sendiri yaitu Kalimantan Barat. Negar Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) akan dibentuk oleh RIS bersama-sama dengan RI di Yogyakrta. Dengan demian. Negara Pasundan. Pihak RIS diwakili oleh pPerdana Menteri Moh. Abdul Halim. Di Belanda selama ini juga ada kekhawatiran bahwa mengakui Indonesia merdeka pada tahun 1945 sama saja mengakui tindakan politionele acties (Aksi Polisionil) pada 1945-1949 adalah ilegal. Negara Sumatera Timur.

Presiden Soekarno menandatangani Rancangan Undang-Undang Dasar menjadi Undang-Undang Dasar Sementara dari Negara Kesatuan Republik Indonesia kemudian dikenal dengan UUDS 1950. Tahap ini diselenggarakan pada tanggal 29 September 1955. Pemilu ini bertujuan untuk memilih anggota-anggota DPR dan Konstituante. pada tanggal 17 Agustus 1950.3 persen). yaitu: Tahap pertama adalah Pemilu untuk memilih anggota DPR. Permai. Mereka yang bertugas di daerah rawan digilir datang ke tempat pemilihan. mendapat 1 kursi (Baperki. PRD (bukan PRD modern). dan Partai Syarikat Islam Indonesia (2. Gerina. Tahap ini diselenggarakan pada tanggal 15 Desember 1955. Namun. dengan resmi RIS dibubarkan dan dibentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan menggunakan UUDS 1950 sebagai konstitusinya. beberapa daerah dirundung kekacauan oleh DI/TII (Darul Islam/Tentara Islam Indonesia) khususnya pimpinan Kartosuwiryo. Namun demikian. Partai Persatuan Dayak. Pemilu 1955 ini dibagi menjadi dua tahap. sedangkan kursi Konstituante berjumlah 520 (dua kali lipat kursi DPR) ditambah 14 wakil golongan minoritas yang diangkat pemerintah. Pemilihan Umum Anggota DPR dan Konstituante Indonesia 1955 Pemilihan Umum Indonesia 1955 adalah pemilihan umum pertama di Indonesia dan diadakan pada tahun 1955. Nahdlatul Ulama 45 kursi DPR dan 91 kursi Konstituante (18. Parkindo (8).89 persen).Pada tanggal 15 Agustus 1950. PPPRI. Ali Sastroamidjojo mengundurkan diri dan pada saat pemungutan suara. Enam partai mendapat 2 kursi (PRN. Masyumi 57 kursi DPR dan 112 kursi Konstituante (20. Dua partai mendapat 4 kursi (IPKI dan Perti). Partai Sosialis Indonesia (5).4 persen). Partai Komunis Indonesia 39 kursi DPR dan 80 kursi Konstituante (16. AKUI.9 persen). 12 partai. Partai Buruh. sebagain besar rakyat Indonesia percaya bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia Serikat ini merupakan kelanjutan dari Negara Republik Indonesia yang diproklamasikan tanggal 17 Agustus 1945. Pemilu ini dipersiapkan di bawah pemerintahan Perdana Menteri Ali Sastroamidjojo. Dalam keadaan seperti ini. PIR Hazairin. D. Soedjono Prawirosoedarso). ACOMA dan R. Partai-partai lainnya. Pemilu ini sering dikatakan sebagai pemilu Indonesia yang paling demokratis. dan diikuti oleh 29 partai politik dan individu. 17 . PRI. kepala pemerintahan telah dipegang oleh Perdana Menteri Burhanuddin Harahap. Tahapan Sesuai tujuannya. Hasil Lima besar dalam Pemilu ini adalah Partai Nasional Indonesia mendapatkan 57 kursi DPR dan 119 kursi Konstituante (22. Tahap kedua adalah Pemilu untuk memilih anggota Konstituante. Pemilu tahun 1955 ini dilaksanakan saat keamanan negara masih kurang kondusif.4 persen). dan Murba). PIR Wongsonegoro. Pemilu akhirnya pun berlangsung aman. Sisanya. PPTI. GPPS. Seperti PSII (8). Jumlah kursi DPR yang diperebutkan berjumlah 260. Partai Katolik (6). mendapat kursi di bawah 10. anggota angkatan bersenjata dan polisi juga memilih.

89 2. 18.887 Persatuan Indonesia Raya 178.30 0.179.588 Baperki 178. 1. 2.191 Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia 541.28 0.59 0.04 1. 10.58 0.141 Partai Komunis Indonesia 6. 17.92 18. 16.160 Indonesia (PSII) Partai Kristen Indonesia 1.306 (IPKI) Pergerakan Tarbiyah 483.99 1.644 Partai Politik Tarikat Islam 85.003. 3.47 0.40 0.32 20.903.481 (PIR) Wongsonegoro Grinda 154. 9. 4. 21.21 0.DPR No.653 (PNI) Masyumi 7.919 18 .41 16.36 2.419 (P3RI) Murba 199. 23.161 Persatuan Pegawai Polisi RI 200.55 0.434. 7.41 0.955.914 (PKI) Partai Syarikat Islam 1.131 (PPTI) AKUI 81.53 0. 12. 14.39 0.64 0.326 (Parkindo) Partai Katolik 770. 15.47 0.985 (GPPS) Partai Rakyat Indonesia (PRI) 206.21 Jumlah Kursi 57 57 45 39 8 8 6 5 4 4 2 2 2 2 2 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Partai Nasional Indonesia 8.66 2. 8.43 1. 19.22 0.167 Gerakan Pembela Panca Sila 219. 25.091. Partai Jumlah Suara Persentase 22.454 Persatuan Rakyat Desa (PRD) 77. 24. 5.287 Indonesia (Permai) Persatuan Daya (PD) 146. 22.125 Partai Buruh 224.014 Islamiyah (Perti) Partai Rakyat Nasional (PRN) 242.53 0.054 PIR Hazairin 114. 6. 20. 11.886 Nahdlatul Ulama (NU) 6.792 Persatuan Rakyat Marhaen 149.740 Partai Sosialis Indonesia (PSI) 753. 13.

47 0.591 Partai Sosialis Indonesia (PSI) 695.42 0.26.022.433 37. 5.42 0.512 (PKI) Partai Syarikat Islam 1.989.509 Partai Politik Tarikat Islam 74.299 0.633 Baperki 160.346 (P3RI) Murba 248.71 100.20 Jumlah Kursi 119 112 91 80 16 16 10 10 8 7 3 5 2 2 3 4 2 2 2 2 3 2 1 Partai Nasional Indonesia 9.047 Gerakan Pembela Panca Sila 152.19 0. 22.059. 18. 14. 21.932 Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia 544.789. 15.810 (Parkindo) Partai Katolik 748.514 53. 9. 1.976 Persatuan Rakyat Marhaen 164. 10. 19.386 Indonesia (Permai) Persatuan Daya (PD) 169.892 (GPPS) Partai Rakyat Indonesia (PRI) 134.913 (PPTI) 19 .Soedjono Prawirisoedarso Lain-lain Jumlah 72. 17.333 Partai Komunis Indonesia 6.84 1. 4.43 0.23 0.619 Nahdlatul Ulama (NU) 6.27 0. 20.88 0.44 1.99 1. 12.803 (IPKI) Pergerakan Tarbiyah 465.306 1. 7.14 2.47 2. 6.43 0.011 Persatuan Pegawai Polisi RI 179.359 Islamiyah (Perti) Partai Rakyat Nasional (PRN) 220.66 0.59 18.40 0.523 64. 13.070. Partai/Nama Daftar Jumlah Suara Persentase 23. 29.420 (PIR) Wongsonegoro Grinda 157.47 16. 2.652 Partai Buruh 332.456 Persatuan Indonesia Raya 162.45 0.00 1 1 1 257 Konstituante No.218 (PNI) Masyumi 7.17 0.58 0.61 1.80 2. 28.222 PIR Hazairin 101. 11. 16.35 0.785.97 20. 3. Partai Republik Indonesis Merdeka (PRIM) Angkatan Comunis Muda (Acoma) R.232.922 Indonesia (PSII) Partai Kristen Indonesia 988. 23. 27. 8.

988 426. Pada 30 Mei 1959 Konstituante melaksanakan pemungutan suara. Soekarno pada 5 Juli 1959.278 143. 32. 31.22 0. Namun pada kenyataannya sampai tahun 1958 belum berhasil merumuskan UUD yang diharapkan.08 0.356 35. Isi dekrit ini adalah pembubaran Badan Konstituante hasil Pemilu 1955 dan penggantian undang-undang dasar dari UUD Sementara 1950 ke UUD '45. Dekrit Presiden 5 Juli 1959 Dekrit Presiden 5 Juli 1959 adalah dekrit yang dikeluarkan oleh Presiden Indonesia yang pertama. Dalam menanggapi hal itu.Idrus Effendi Lain-lain Jumlah 84.035 30.09 0. 28. 34.837.09 0. Presiden Soekarno lantas menyampaikan amanat di depan sidang Konstituante pada 22 April 1959 yang isinya menganjurkan untuk kembali ke UUD '45.24.844 38. Presiden Soekarno mengeluarkan dekrit yang diumumkan dalam upacara resmi di Istana Merdeka.11 0. Konstituante memutuskan reses yang ternyata merupkan akhir dari upaya penyusunan UUD. Sementara.862 39. 30. Isi dari Dekrit tersebut antara lain : 1) Pembubaran Konstituante 2) Pemberlakuan kembali UUD '45 dan tidak berlakunya UUDS 1950 20 .M. Pengeluaran Dekrit Presiden 1959 Pada 5 Juli 1959 pukul 17.907 55. 29.105 0.08 1.00.10 0. Dari pemungutan suara ini Konstituante juga gagal mencapai kuorum. 26. karena jumlah suara tidak memenuhi kuorum. Pemungutan suara kembali dilakukan pada tanggal 1 dan 2 Juni 1959.13 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 514 E. AKUI Persatuan Rakyat Desa (PRD) Partai Republik Indonesis Merdeka (PRIM) Angkatan Comunis Muda (Acoma) R. Latar Belakang Dekrit Presiden 1959 dilatarbelakangi oleh kegagalan Badan Konstituante untuk menetapkan UUD baru sebagai pengganti UUDS 1950.10 0.09 0.823 31. Untuk meredam kemacetan.38 0. Meskipun yang menyatakan setuju lebih banyak tetapi pemungutan suara ini harus diulang. 33. 27.060 33. Anggota konstituante mulai bersidang pada 10 November 1956. di kalangan masyarakat pendapat-pendapat untuk kembali kepada UUD '45 semakin kuat.856 37.874 33. 25.15 0.660 39. Hasilnya 269 suara menyetujui UUD 1945 dan 199 suara tidak setuju. 35.Soedjono Prawirisoedarso Gerakan Pilihan Sunda Partai Tani Indonesia Radja Keprabonan Gerakan Banteng Republik Indonesis (GBRI) PIR NTB L.

11 Maret 1966 PRESIDEN/PANGLIMA TERTINGGI/PEMIMPIN BESAR REVOLUSI/MANDATARIS M. Mengambil segala tindakan jang dianggap perlu.R. Surat ini berisi perintah yang menginstruksikan Soeharto. Selesai. SOEKARNO Surat Perintah Sebelas Maret ini adalah versi yang dikeluarkan dari Markas Besar Angkatan Darat (AD) yang juga tercatat dalam buku-buku sejarah.1. dan melaksanakan dengan pasti segala adjaran Pemimpin Besar Revolusi. 3. Supaya melaporkan segala sesuatu jang bersangkuta-paut dalam tugas dan tanggung-djawabnja seperti tersebut diatas. Perlu adanja djaminan keutuhan Pemimpin Besar Revolusi. Djakarta. IV.S. demi untuk keutuhan Bangsa dan Negara Republik Indonesia.P. Mengadakan koordinasi pelaksanaan perintah dengan Panglima-Panglima Angkatan-Angkatan lain dengan sebaik-baiknja. selaku Panglima Komando Operasi Keamanan dan Ketertiban (Pangkopkamtib) untuk mengambil segala tindakan yang dianggap perlu untuk mengatasi situasi keamanan yang buruk pada saat itu. MENTERI PANGLIMA ANGKATAN DARAT Untuk: Atas nama Presiden/Panglima Tertinggi/Pemimpin Besar Revolusi: 1. untuk terdjaminnja keamanan dan ketenangan serta kestabilan djalannja Pemerintahan dan djalannja Revolusi. Memutuskan/Memerintahkan: Kepada: LETNAN DJENDERAL SOEHARTO. Perlu adanja ketenangan dan kestabilan Pemerintahan dan djalannja Revolusi.S. 2. Mengingat: 1.P. serta mendjamin keselamatan pribadi dan kewibawaan Pimpinan Presiden/Panglima Tertinggi/Pemimin Besar revolusi/mandataris M.1. Menimbang: 2. serta keadaan politik baik nasional maupun Internasional 1.2. Perintah Harian Panglima Tertinggi Angkatan Bersendjata/Presiden/Panglima Besar Revolusi pada tanggal 8 Maret 1966 II.R. Isi Supersemar Berikut adalah cuplikan Supersemar: PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA SURAT PERINTAH I.2. Tingkatan Revolusi sekarang ini. 2. ABRI dan Rakjat untuk memelihara kepemimpinan dan kewibawaan Presiden/Panglima Tertinggi/Pemimpin Besar Revolusi serta segala adjaran-adjarannja III. Sebagian kalangan 21 .3) Pembentukan MPRS dan DPAS dalam waktu yang sesingkat-singkatnya F. Surat Perintah Sebelas Maret Surat Perintah Sebelas Maret atau Surat Perintah 11 Maret yang disingkat menjadi Supersemar adalah surat perintah yang ditandatangani oleh Presiden Republik Indonesia Soekarno pada tanggal 11 Maret 1966.

Permintaan itu atas perintah Pangkopkamtib yang dijabat oleh Mayjend Soeharto. Keluarnya Supersemar Menurut versi resmi. Brigadir Jendral Amirmachmud dan Brigadir Jendral Basuki Rahmat. pada malam hari. Sementara Sidang akhirnya ditutup oleh Wakil Perdana Menteri II Dr. Sutjipto meminta agar konsep tentang pembubaran PKI disiapkan dan harus selesai malam itu juga.J. Mayor Jendral Soeharto mengutus tiga orang perwira tinggi (AD) ke Bogor untuk menemui Presiden Soekarno di Istana Bogor yakni Brigadir Jendral M. 11 Maret 1966 sekitar pukul 10 malam. awalnya keluarnya supersemar terjadi ketika pada tanggal 11 Maret 1966. pembicaraan dengan Presiden Soekarno hingga pukul 20. (Sebagian kalangan menilai ketidakhadiran Soeharto dalam sidang kabinet dianggap sebagai sekenario Soeharto untuk menunggu situasi. Menurut Jendral (purn) M Jusuf. 22 . Situasi ini dilaporkan kepada Mayor Jendral Soeharto (yang kemudian menjadi Presiden menggantikan Soekarno) yang pada saat itu selaku Panglima Angkatan Darat menggantikan Letnan Jendral Ahmad Yani yang gugur akibat peristiwa G-30-S/PKI itu.30 malam. Ketua G-5 KOTI. Pada saat sidang dimulai. Presiden bersama Wakil perdana Menteri I Soebandrio dan Wakil Perdana Menteri III Chaerul Saleh berangkat ke Bogor dengan helikopter yang sudah disiapkan. Jusuf. Presiden Soekarno mengadakan sidang pelantikan Kabinet Dwikora yang disempurnakan yang dikenal dengan nama "kabinet 100 menteri". Bahkan Sudharmono sempat berdebat dengan Moerdiono mengenai dasar hukum teks tersebut sampai surat Supersemar itu tiba.00 waktu setempat yang dibawa oleh Sekretaris Markas Besar AD Brigjen Budiono. Berdasarkan laporan tersebut. Brigadir Jendral Sabur sebagai panglima pasukan pengawal presiden' Tjakrabirawa melaporkan bahwa banyak "pasukan liar" atau "pasukan tak dikenal" yang belakangan diketahui adalah Pasukan Kostrad dibawah pimpinan Mayor Jendral Kemal Idris yang bertugas menahan orang-orang yang berada di Kabinet yang diduga terlibat G-30-S di antaranya adalah Wakil Perdana Menteri I Soebandrio. Hal tersebut berdasarkan penuturan Sudharmono. terjadi pembicaraan antara tiga perwira tinggi AD dengan Presiden Soekarno mengenai situasi yang terjadi dan ketiga perwira tersebut menyatakan bahwa Mayjend Soeharto mampu menendalikan situasi dan memulihkan keamanan bila diberikan surat tugas atau surat kuasa yang memberikan kewenangan kepadanya untuk mengambil tindakan. Surat Supersemar tersebut tiba di Jakarta pada tanggal 12 Maret 1966 pukul pukul 01. Sebab dianggap sebagai sebuah kejanggalan).sejarawan Indonesia mengatakan bahwa terdapat berbagai versi Supersemar sehingga masih ditelusuri naskah supersemar yang dikeluarkan oleh Presiden Soekarno di Istana Bogor. dimana saat itu ia menerima telpon dari Mayjend Sutjipto. Setibanya di Istana Bogor. Presiden Soekarno setuju untuk itu dan dibuatlah surat perintah yang dikenal sebagai Surat Perintah Sebelas Maret yang populer dikenal sebagai Supersemar yang ditujukan kepada Mayjend Soeharto selaku panglima Angkatan Darat untuk mengambil tindakan yang perlu untuk memulihkan keamanan dan ketertiban. Leimena yang kemudian menyusul ke Bogor. Mayor Jendral (Mayjend) Soeharto saat itu tidak menghadiri sidang kabinet karena sakit.

mandat itu harus segera dikembalikan. Lettu Sukardjo dan rekan-rekan pengawalnya dilucuti kemudian ditangkap dan ditahan di sebuah Rumah Tahanan Militer dan diberhentikan dari dinas militer. Jusuf membawa map berlogo Markas Besar AD berwarna merah jambu serta Brigjen M. demonstrasi-demonstrasi yang sudah berjubel di Jakarta.” ujarnya menirukan pesan Presiden Soekarno. ketika mereka membaca kembali surat itu dalam perjalanan kembali ke Jakarta. serta Jendral (purn) M Panggabean membantah peristiwa itu. Belakangan. seorang mantan duta besar Indonesia di Kuba yang dipecat secara tidak konstitusional oleh Soeharto. Jusuf yang disimpan dalam sebuah bank. dan setelah menandatangani. bahkan salah satu pelaku sejarah supersemar itu. Tidak lama kemudian (sekitar berselang 30 menit) Istana Bogor sudah diduduki pasukan dari RPKAD dan Kostrad. Menurut tulisannya dalam bukunya tersebut. Presiden Soekarno mengatakan kepada Soekardjo bahwa ia harus keluar dari istana. salah seorang perwira tinggi yang kemudian membacanya berkomentar "Lho ini khan perpindahan kekuasaan". Panggabean ke Istana Bogor bersama tiga jendral lainnya (Amirmachmud. Panggabean. pada saat itu. dan kamu harus hati-hati. Pertemuan bubar dan ketika keempat perwira tinggi itu kembali ke Jakarta. Jusuf. Jakarta untuk keperluan sidang kabinet pada pagi harinya. Bahkan pada saat peristiwa Supersemar Brigjen M. Jendral (Purn) M. Beberapa kalangan meragukan kesaksian Soekardjo Wilardjito itu. Letnan Satu (lettu) Sukardjo Wilardjito. Presiden kemudian menandatangani surat itu.Beberapa Kontroversi tentang Supersemar Menurut penuturan salah satu dari ketiga perwira tinggi AD yang akhirnya menerima surat itu. “Saya harus keluar dari istana.M Hanafi Sendiri hadir pada sidang itu bersama Wakil Perdana Menteri (Waperdam) Chaerul Saleh. Menurutnya. juga membalas menodongkan pistol ke arah para jenderal namun Presiden Soekarno memerintahkan Soekardjo untuk menurunkan pistolnya dan menyarungkannya. ketika pengakuannya ditulis di berbagai media massa setelah Reformasi 1998 yang juga menandakan berakhirnya Orde Baru dan pemerintahan Presiden Soeharto. Jusuf mengatakan bahwa naskah Supersemar itu ada pada dokumen pribadi M. Demikian pula semua menteri-menteri atau sebagian besar dari menteri sudah menginap diistana untuk menghindari kalau datang baru besoknya. Lettu Sukardjo yang saat itu bertugas mengawal presiden. Dia menyatakan bahwa perwira tinggi yang hadir ke Istana Bogor pada malam hari tanggal 11 Maret 1966 pukul 01.M Hanafi Menggugat Kudeta Soeharto". Presiden Soekarno menginap di Istana Merdeka. Jusuf dan Basuki Rahmat) pada tanggal 11 Maret 1966 dinihari yang menodongkan senjata terhadap Presiden Soekarno. Dia membantah kesaksian Letnan Satu Sukardjo Wilardjito yang mengatakan bahwa adanya kehadiran Jendral M. 23 .M.00 dinihari waktu setempat bukan tiga perwira melainkan empat orang perwira yakni ikutnya Brigadir jendral (Brigjen) M. Menurutnya. Menurut Kesaksian A. Tidak jelas kemudian naskah asli Supersemar karena beberapa tahun kemudian naskah asli surat ini dinyatakan hilang dan tidak jelas hilangnya surat ini oleh siapa dan dimana karena pelaku sejarah peristiwa "lahirnya Supersemar" ini sudah meninggal dunia. M. keluarga M. Pangabean dan Brigjen Basuki Rahmat menodongkan pistol kearah Presiden Soekarno dan memaksa agar Presiden Soekarno menandatangani surat itu yang menurutnya itulah Surat Perintah Sebelas Maret yang tidak jelas apa isinya. Menurut kesaksian salah satu pengawal kepresidenan di Istana Bogor. A. Presiden Soekarno berpesan kalau situasi sudah pulih. Hanafi dalam bukunya "A.

Jusuf saksi terakhir hingga akhir hayatnya ( 8 September 2004. Sampai sekarang. Tentara tersebut mengemukakan bahwa Supersemar diketik di atas surat yang berkop Markas besar Angkatan Darat. M. agar bersedia menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Ben Anderson. Siapa sebenarnya yang mengetik surat tersebut. Berbagai usaha pernah dilakukan Arsip Nasional untuk mendapatkan kejelasan mengenai surat ini. saat itu sebagai staf Asisten I Intelijen Resimen Tjakrabirawa. yang pada waktu itu menjabat sebagai Menhankam. Lembaga ini juga sempat meminta bantuan Muladi yang ketika itu menjabat Mensesneg. ekonomi Indonesia berkembang pesat meski hal ini dibarengi praktek korupsi yang 24 . dari istana merdeka Amir Machmud menelepon kepada Komisaris Besar Soemirat. Mengingat situasi yang sedemikian rupa. Inilah yang menurut Ben menjadi alasan mengapa Supersemar hilang atau sengaja dihilangkan. bukan di atas kertas berkop kepresidenan. tetapi tidak ditodong. Jusuf Kalla. sebab mereka datang baik-baik. Tentang pengetik Supersemar. sebab dia tidak hadir di Bogor tetapi berada di Istana Merdeka bersama dengan menteri-menteri lain. Kesaksian yang disampaikan kepada sejarawan asing. pengawal pribadi Presiden Soekarno di Bogor. Dan menurutnya mereka bertolak dari istana yang sebelumnya. bahkan meminta DPR untuk memanggil M. Namun dengan wafatnya mantan Presiden Soeharto pada tanggal27 Januari 2008 membuat sejarah Supersemar semakin sulit untuk diungkap. Tetapi di luar istana sudah di kelilingi demonstrasi-demonstrasi dan tank-tank ada di luar jalanan istana. Sejarah Indonesia (1968-1998) Orde Baru adalah sebutan bagi masa pemerintahan Presiden Soeharto di Indonesia. Orde Baru berlangsung dari tahun 1966 hingga 1998. tidak hadir.ketiga jendral itu tadi mereka inilah yang pergi ke Istana Bogor. Orde Baru hadir dengan semangat "koreksi total" atas penyimpangan yang dilakukan Orde Lama Soekarno. Jadi yangdatang ke Istana Bogor tidak ada Jendral Panggabean. adalah mantan presiden Soeharto. masih tidak jelas. kalangan sejarawan dan hukum Indonesia mengatakan bahwa peristiwa G-30-S/PKI dan Supersemar adalah salah satu dari sekian sejarah Indonesia yang masih gelap G. Bapak Panggabean. Ada beberapa orang yang mengaku mengetik surat itu. menemui Presiden Soekarno yang berangkat kesana terlebih dahulu.M Hanafi menyatakan. oleh seorang tentara yang pernah bertugas di Istana Bogor. Di sanalah Bung Karno. Jusuf. sepengetahuan dia. Dan semua itu ada saksinya-saksinya. antara lain Letkol (Purn) TNI-AD Ali Ebram. Bahkan. Dengan kesimpangsiuran Supersemar itu. Saelan. usaha Arsip Nasional itu tidak pernah terwujud. minta ijin untuk datang ke Bogor. Orde Baru menggantikan Orde Lama yang merujuk kepada era pemerintahan Soekarno. rupanya Bung Karno menandatangani surat itu. Jadi A. Ketiga jendral ini rupanya sudah membawa satu teks. namun selalu gagal. yang disebut sekarang Supersemar. lembaga ini berkali-kali meminta kepada Jendral (purn) M. Dalam jangka waktu tersebut. Saksi kunci lainnya.

dan 1998. Anggotanya bahkan seringkali dipilih dari kalangan militer. Politik Presiden Soeharto memulai "Orde Baru" dalam dunia politik Indonesia dan secara dramatis mengubah kebijakan luar negeri dan dalam negeri dari jalan yang ditempuh Soekarno pada akhir masa jabatannya. dan dia kemudian dilantik kembali secara berturut-turut pada tahun 1973. sehingga melebarkan jurang pembangunan antara pusat dan daerah. 1988. kesenjangan antara rakyat yang kaya dan miskin juga semakin melebar. tepat 16 tahun setelah Indonesia diterima pertama kalinya. TNI. 25 . Selain itu. Orde Baru memilih perbaikan dan perkembangan ekonomi sebagai tujuan utamanya dan menempuh kebijakannya melalui struktur administratif yang didominasi militer namun dengan nasehat dari ahli ekonomi didikan Barat. Indonesia pada tanggal 19 September 1966 mengumumkan bahwa Indonesia "bermaksud untuk melanjutkan kerjasama dengan PBB dan melanjutkan partisipasi dalam kegiatan-kegiatan PBB". bisa tercapainya stabilitas politik pada satu sisi dan pertumbuhan ekonomi di pihak lain. 1978. Pembagian PAD juga kurang adil karena 70% dari PAD tiap provinsi tiap tahunnya harus disetor kepada Jakarta. KTP ditandai ET (eks tapol). khususnya mereka yang dekat dengan Cendana.dilakukan terhadap orang-orang yang terkait dengan Partai Komunis Indonesia. Soeharto merestrukturisasi politik dan ekonomi dengan dwitujuan. dan lembaga pemikir serta dukungan kapital internasional. Pada tahap awal. Soeharto mampu menciptakan sistem politik dengan tingkat kestabilan politik yang tinggi. Hal ini mengakibatkan aspirasi rakyat sering kurang didengar oleh pusat. Sanksi nonkriminal diberlakukan dengan pengucilan politik melalui pembuatan aturan administratif.di Eropa Timur sering disebut lustrasi . Instrumen penelitian khusus diterapkan untuk menyeleksi kekuatan lama ikut dalam gerbong Orde Baru. MPR secara resmi melantik Soeharto untuk masa jabatan 5 tahun sebagai presiden. dan menjadi anggota PBB kembali pada tanggal 28 September 1966. Salah satu kebijakan pertama yang dilakukannya adalah mendaftarkan Indonesia menjadi anggota PBB lagi. Pengucilan politik . Dengan ditopang kekuatan Golkar. Pengadilan digelar dan sebagian dari mereka yang terlibat "dibuang" ke Pulau Buru. 1983. Soeharto siap dengan konsep pembangunan yang diadopsi dari seminar Seskoad II 1966 dan konsep akselerasi pembangunan II yang diusung Ali Moertopo. Orde Lama atau Orde Baru. 1993.merajalela di negara ini. DPR dan MPR tidak berfungsi secara efektif. Soeharto menarik garis yang sangat tegas. Masa Jabatan Suharto Pada 1968. Sanksi kriminal dilakukan dengan menggelar Mahkamah Militer Luar Biasa untuk mengadili pihak yang dikonstruksikan Soeharto sebagai pemberontak.

dan Irian Jaya. yang secara tidak langsung juga menghapus hak-hak asasi mereka. Mereka pergi hingga ke Mahkamah Agung dan akhirnya Jaksa Agung Indonesia waktu itu memberi izin dengan catatan bahwa Tionghoa Indonesia berjanji tidak menghimpun kekuatan untuk memberontak dan menggulingkan pemerintahan Indonesia. Setiap hari media massa seperti radio dan televisi mendengungkan slogan "persatuan dan kesatuan bangsa". 26 . Timor Timur. Contohnya. Sebagian lagi memilih untuk menghindari dunia politik karena khawatir akan keselamatan dirinya. jumlah orang yang kelaparan dikurangi dengan besar pada tahun 1970-an dan 1980-an. warga keturunan dianggap sebagai warga negara asing di Indonesia dan kedudukannya berada di bawah warga pribumi. Sejak tahun 1967. Sulawesi. kebijakan-kebijakan ini. dan pengeksploitasian sumber daya alam secara besar-besaran menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang besar namun tidak merata di Indonesia. Kesenian barongsai secara terbuka. yang sangat mengharamkan perdagangan dilakukan Orang Tionghoa dijauhkan dari kehidupan politik praktis. terutama ke Kalimantan. Harian ini dikelola dan diawasi oleh militer Indonesia dalam hal ini adalah ABRI meski beberapa orang Tionghoa Indonesia bekerja juga di sana. yang tentu bertolak belakang dengan apa yang diajarkan oleh komunisme. Satu-satunya surat kabar berbahasa Mandarin yang diizinkan terbit adalah Harian Indonesia yang sebagian artikelnya ditulis dalam bahasa Indonesia. Padahal. Salah satu cara yang dilakukan oleh pemerintah adalah meningkatkan transmigrasi dari daerah yang padat penduduknya seperti Jawa. Bali dan Madura ke luar Jawa. Agama tradisional Tionghoa dilarang. dan pemakaian Bahasa Mandarin dilarang. Warga Tionghoa Warga keturunan Tionghoa juga dilarang berekspresi. Perpecahan bangsa Di masa Orde Baru pemerintah sangat mengutamakan persatuan bangsa Indonesia. Pemerintah Orde Baru berdalih bahwa warga Tionghoa yang populasinya ketika itu mencapai kurang lebih 5 juta dari keseluruhan rakyat Indonesia dikhawatirkan akan menyebarkan pengaruh komunisme di Tanah Air. Namun dampak negatif yang tidak diperhitungkan dari program ini adalah terjadinya marjinalisasi terhadap penduduk setempat dan kecemburuan terhadap penduduk pendatang yang banyak mendapatkan bantuan pemerintah. kenyataan berkata bahwa kebanyakan dari mereka berprofesi sebagai pedagang. Muncul tuduhan bahwa program transmigrasi sama dengan jawanisasi yang sentimen anti-Jawa di berbagai daerah.Eksploitasi sumber daya Selama masa pemerintahannya. perayaan hari raya Imlek. Akibatnya agama Konghucu kehilangan pengakuan pemerintah. meskipun tidak semua transmigran itu orang Jawa. meski kemudian hal ini diperjuangkan oleh komunitas Tionghoa Indonesia terutama dari komunitas pengobatan Tionghoa tradisional karena pelarangan sama sekali akan berdampak pada resep obat yang mereka buat yang hanya bisa ditulis dengan bahasa Mandarin.

Sementara itu gejolak di Papua yang dipicu oleh rasa diperlakukan tidak adil dalam pembagian keuntungan pengelolaan sumber alamnya.Pada awal Era Reformasi konflik laten ini meledak menjadi terbuka antara lain dalam bentuk konflik Ambon dan konflik Madura-Dayak di Kalimantan. dan perpindahan modal dipercepat. antara lain dengan program "Penembakan Misterius" (petrus) • tidak ada rencana suksesi (penurunan kekuasaan ke pemerintah/presiden selanjutnya) • Krisis finansial Asia Pada pertengahan 1997. nepotisme • pembangunan Indonesia yang tidak merata dan timbulnya kesenjangan pembangunan antara pusat dan daerah. inflasi meningkat tajam. disertai kemarau terburuk dalam 50 tahun terakhir dan harga minyak. kolusi. diwarnai oleh banyak koran dan majalah yang dibreidel • penggunaan kekerasan untuk menciptakan keamanan. Rupiah jatuh. Indonesia diserang krisis keuangan dan ekonomi Asia (untuk lebih jelas lihat: Krisis finansial Asia). Para demonstran. meminta pengunduran diri • 27 .000 • sukses transmigrasi • sukses KB • sukses memerangi buta huruf • sukses swasembada pangan • pengangguran minimum • sukses REPELITA (Rencana Pembangunan Lima Tahun) • sukses Gerakan Wajib Belajar • sukses Gerakan Nasional Orang-Tua Asuh • sukses keamanan dalam negeri • Investor asing mau menanamkan modal di Indonesia • sukses menumbuhkan rasa nasionalisme dan cinta produk dalam negeri Kekurangan Sistem Pemerintahan Orde Baru • semaraknya korupsi. yang awalnya dipimpin para mahasiswa. gas dan komoditas ekspor lainnya yang semakin jatuh. sebagian disebabkan karena kekayaan daerah sebagian besar disedot ke pusat • munculnya rasa ketidakpuasan di sejumlah daerah karena kesenjangan pembangunan. juga diperkuat oleh ketidaksukaan terhadap para transmigran. Kelebihan sistem Pemerintahan Orde Baru perkembangan GDP per kapita Indonesia yang pada tahun 1968 hanya AS$70 dan pada 1996 telah mencapai lebih dari AS$1. terutama di Aceh dan Papua • kecemburuan antara penduduk setempat dengan para transmigran yang memperoleh tunjangan pemerintah yang cukup besar pada tahun-tahun pertamanya • bertambahnya kesenjangan sosial (perbedaan pendapatan yang tidak merata bagi si kaya dan si miskin) • kritik dibungkam dan oposisi diharamkan • kebebasan pers sangat terbatas.

untuk kemudian digantikan "Era Reformasi". Masih adanya tokoh-tokoh penting pada masa Orde Baru di jajaran pemerintahan pada masa Reformasi ini sering membuat beberapa orang mengatakan bahwa Orde Baru masih belum berakhir. J. Pasca-Orde Baru Mundurnya Soeharto dari jabatannya pada tahun 1998 dapat dikatakan sebagai tanda akhirnya Orde Baru. B. Soeharto mengundurkan diri pada 21 Mei 1998. Sumber Makalah : http://id. Soeharto kemudian memilih sang Wakil Presiden. tiga bulan setelah MPR melantiknya untuk masa bakti ketujuh. Oleh karena itu Era Reformasi atau Orde Reformasi sering disebut sebagai "Era Pasca Orde Baru". Di tengah gejolak kemarahan massa yang meluas.Soeharto. untuk menjadi presiden ketiga Indonesia.scribd.com/doc/28713381/Proklamasi-Kemerdekaan-Indonesia 28 . Habibie.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful