P. 1
Makalah Sinusitis

Makalah Sinusitis

|Views: 907|Likes:
Published by AnakAgung Ari Novia
tugas kampus, sinusitis
tugas kampus, sinusitis

More info:

Published by: AnakAgung Ari Novia on Feb 24, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/05/2014

pdf

text

original

LEARNING TASK GANGGUAN PENCIUMAN Ns. NKG Prapti, S.Kep MNS Tn.

Dendi, 65 tahun, suku Jawa datang ke RS dengan diantar oleh keluarganya. Klien mengeluh sejak empat bulan yang lalu merasa hidungnya tersumbat dan sering mengeluarkan lendir (pilek terus menerus). Penciuman klien terganggu karena hidung buntu akibat pilek, mengeluh nyeri kepala dan sakit tenggorokan. Riwayat epistaksis (+) beberapa bulan yang lalu. Klien disebutkan pernah menderita sakit gigi geraham. Pada pemeriksaan fisik ditemukan nyeri tekan pada sinus, hasil rinuskopi; mukosa merah dan bengkak, klien didiagnosa mengalami sinusitis. Berdasarkan kasus diatas: 1. Identifikasi istilah medis yang belum diketahui kemudian diskusikan dengan kelompok. 2. Diskusikan tentang sinusitis: a. Pengertian b. Etiologi c. Patofisiologi (WOC)  diagnosa keperawatan yang mungkin muncul d. Gejala klinis e. Cara pemeriksaan f. Penatalaksanaan 3. Buatlah intervensi keperawatan sesuai dengan diagnosa keperawatan yang muncul dan sertakan satu artikel yang menunjang salah satu intervensi pada diagnose yang diangkat.

Pada sinusitis paranasal sudah berkembang pada anak umur 6-11 tahun (Ngstiya. DEFINISI • • Sinusitis adalah radang pada rongga hidung (A. ETIOLOGI Berbagai faktor infeksius dan nonifeksius dapat memberikan kontribusi dalam terjadinya obstruksi akut ostia sinus atau gangguan pengeluaran cairan oleh silia yang akhirnya menyebabkan sinusitis. sinusitis frontal.PEMBAHASAN 1. barotrauma. 1999) • Sinusitis adalah sebagai inflamasi/peradangan pada satu atau lebih dari sinus paranasal (Charlene J. atau iritan kimia. Dapat mengenai anak yang sudah besar. 2009) Sinusitis adalah radang sinus paranasal. dapat berupa sinusitis maksilaris atau frontalis sinusitis dapat berlangsung akut maupun kronik. B. dapat disimpulkan sinusitis adalah suatu inflamasi atau peradangan yang menyerang sinus paranasal yang menyebabkan radang pada rongga hidung. dan juga penyakit granulomatus (Wegener’s granulomatosis atau rhinoskleroma) juga dapat menyebabkan obstruksi ostia sinus. 2001) • Sinusitis adalah radang sinus yang ada disekitar hidung. 1997) • • Sinusitis adalah suatu proses peradangan pada mukosa atau selaput lendir sinus paranasal (Budisanto. KONSEP DASAR PENYAKIT A. . yang paling sering terkena adalah sinus maksila kemudian etmoid. Penyebab nonifeksius antara lain adalah rinitis alergika. Bila terjadi pada beberapa sinus disebut multisinusitis. dapat dibagi menjadi sinusitis maksila. sinusitis etmoid. frontal dan sphenoid (Mansjoer. K Muda Ahmad. Penyakit seperti tumor nasal atau tumor sinus (squamous cell carcinoma). sedangkan konsisi yang menyebabkan perubahan kandungan sekret mukus (fibrosis kistik) dapat menyebabkan sinusitis dengan mengganggu pengeluaran mukus. 2001) Jadi. dan sinusitis sphenoid (Soepardi. 2003) Sinusitis adalah radang mukosa sinus paranasal sesuai anatomi sinus yang terkena.

rinitis kronik.Beberapa faktor etiologi dan predisposisi antara lain ISPA akibat virus. dan diluar negri adalah penyakit fibrostik kistik. Perubahan ini mempermudah terjadinya infeksi. M2. Juga rinitis alergi. tumor. seperti deviasi septum. SINUSITIS KRONIK Polusi bahan kimia. P2. Sinusitis Dentogen terjadi karena penjalaran infeksi dari gigi geraham atas. Terdapat edema konka yang mengganggu drainase sekret. seperti faringitis. . trauma. infeksi gigi. infeksi gigi molar M1. hipertrofi adenoid merupakan faktor penting penyebab sinusitis sehingga perlu diadakan adenoidektomi untuk menghilangkan sumbatan dan menyembuhkan rinosinusitisnya. Dapat disebabkan rinitis akut. Menurut Gluckman. dan defisiensi imunologik menyebabkan silia rusak. sumbatan komplek Ostio-maetal (KOM). atau polip. Faktor lain yang berpengaruh adalah lingkungan berpolusi. serta premolar P1. tonsilitis akut. rhinitis hormonal pada wanita hamil. sehingga terjadi perubahan mukosa hidung. diskinesia silia seperti pada sindroma Kartagener. atau jamur. Faktor predisposisi obstruksi mekanik. alergi. infeksi faring. kelainan imunologik. Pada anak-anak. polusi lingkungan. kelainan anatomi seperti deviasi septum atau hipertrofi konka. bermacam rhinitis terutama rhinitis alergi. Hipertrofi adenoid dapat didiagnosa dengan foto polos leher posisi lateral. kuman penyebab sinusitis akut tersering adalah Streptococcus pneumoniae dan Haemophilus influenzae yang ditemukan pada 70% kasus. adenoiditis. dan barotrauma. bakteri. berenang dan menyelam. udara dingin dan kering. udara dingin dan kering serta kebiasaan merokok. benda asing di hidung. polip hidung. M3 atas. Kuman penyebab: Streptococcus pneumonia Hamophilus influenza Steptococcus viridians Staphylococcus aureus Branchamella catarhatis SINUSITIS AKUT Penyebabnya dapat virus. infeksi tonsil.

tetapi berkurang setelah sore hari. ingus mengalir ke nasofaring. dan seterusnya. INUSITIS FRONTAL AKUT Gejala : demam. Jika pengobatan pada sinusitis akut tidak adekuat. ingus di nasofaring SINUSITIS KRONIS . D. Bila sumbatan terus-menerus berlangsung akan terjadi kurangnya oksigen dan hambatan lendir. ingus kental di hidung. pusing. maka akan terjadi infeksi kronik C. selanjutnya terjadi perubahan jaringan Pembengkakan menjadi lebih hipertrofi hingga pembentukan polip atau kista .sehingga silia rusak. hal ini menyebabkan tumbuhnya bakteri anaerob. nyeri pada pipi terutama sore hari. GEJALA KLINIS SINUSITIS MAKSILA AKUT Gejala : Demam. PATOFISIOLOGI Timbulnya Pembengkakan di kompleks osteomeatal. SINUSITIS SPHENOID AKUT Gejala : nyeri di bola mata. SINUSITIS ETMOID AKUT Gejala : ingus kental di hidung dan nasofaring. hidung tersumbat. nyeri di antara dua mata.sakit kepala yang hebat pada siang hari. sehingga silia tidak dapat bergerak untuk mengeluarkan sekret. ingus kental dan penciuman berkurang. sakit kepala. Gangguan penyerapan dan aliran udara di dalam sinus. menyebabkan juga silia menjadi kurang aktif dan lendir yang diproduksi oleh selaput permukaan sinus akan menjadi lebih kental dan menjadi mudah untuk bakteri timbul dan berkembang biak. kental kadang-kadang berbau dan bercampur darah. selaput permukaan yang berhadapan akan segera menyempit hingga bertemu. dan pusing.

yang sering kali turun ke tenggorokan (post nasal drip). oksipital. batuk kronik. nyeri dirasakan di vertex. Suhu badan tinggi. Pada sinusitis maksila kadang-kadang dan nyeri alih ke gigi dan telinga. halitosis . Keluhan sinusitis kronis tidak khas sehingga sulit didiagnosa. Pada pemeriksaan. serta kadangkadang nyeri juga terasa di tempat lain (referred pain). bronkiektasis . yang tertelan dapat . Nyeri pipi menandakan sinusitis maksila. mukopus menyebabkan gastroenteritis. nyeri di dahi atau seluruh kepala menandakan sinusitis frontal. Vestibulum hidung tampak merah dan terdapat ekskoriasis. SINUSITIS AKUT Penderita mula-mula mengeluh hidung tersumbat (pilek-pilek).Gejala: pilek yang sering kambuh. bronkiektasis dan yang penting adalah serangan asma yang meningkat dan sulit diobati. bronchitis . Gambaran tadi merupakan petunjuk bagi dokter untuk membuat diagnosa sinusitis akut. Keluhan nyeri atau rasa tekanan di daerah sinus yang terkena merupakan ciri khas sinusitis akut. Gejala lain adalah sakit kepala. gangguan tenggorokan. sumbatan bertambah berat dan disertai nyeri atau rasa tekanan pada muka dan ingus purulent . gangguan telinga akibat sumbatan kronik muara tuba Eustachius. Diagnosa dipastikan dengan beberapa pemeriksaan: Biakan hapusan hidung Radiologi sinus paranasalis Jumlah leukosit dan laju endap darah. nyeri diantara atau di belakang ke dua bola mata menandakan sinusitis etmoid. post nasal drip. belakang bola mata dan daerah mastoid. gangguan ke paru seperti bronchitis (sino-bronkitis).selalu terdapat ingus di tenggorok. post-nasal drip yang menyebabkan batuk dan sesak pada anak. Dapat disertai gejala sistemik seperti demam dan lesu. ingus kental dan kadang-kadang berbau. dan sering demam. Pada sinusitis sfenoid. batuk kering. Gejalanya sakit kepala kronik. dan sukar menutup mulut. Selaput lender hidung tampak bengkak dan sering terlihat nanah cair dari meatus medius mengalir kebelakang diatas konka inferior dan terus ke dalam ruang belakang hidung. terdapat gejala di organ lain misalnya rematik. lidah kotor. penderita tampak mengeluarkan air mata. nefritis. Pada anak. hipoosmia atau anosmia.

Posisi Water’s adalah untuk memproyeksikan tulang petrosus supaya terletak di bawah antrum maksila. Polip yang mengisi ruang sinus Polip antrokoanal Massa pada cavum nasi yang menyumbat sinus . Foto sinus paranasalis Pemeriksaan radiologik yang dibuat ialah Posisi Water’s. 3. Rinoskopi posterior : Tampak mukopus di nasofaring (post nasal drip). air fluid level. Posisi Posteroanterior untuk menilai sinus frontal dan posisi lateral untuk menilai sinus frontal. licin. 5. 6. homogen. CT-Scan pada sinusitis akan tampak : penebalan mukosa. Hal-hal yang mungkin ditemukan pada pemeriksaan CT-Scan: Kista retensi yang luas. dan edema. sinusitis frontal dan sinusitis ethmoid anterior tampak mukopus atau nanah di meatus medius. Pada sinusitis maksila. frontal dan etmoid. bentuknya konveks (bundar).E. sedangkan pada sinusitis ethmoid posterior dan sinusitis sfenoid nanah tampak keluar dari meatus superior. bila kista ini makin lama makin besar dapat menyebabkan gambaran air-fluid level. Kadang sukar membedakannya dengan polip yang terinfeksi. Dentogen : Caries gigi (PM1. perselubungan homogen atau tidak homogen pada satu atau lebih sinus paranasal. kavum nasi sempit. Posteroanterior dan Lateral.PM2. Rinoskopi anterior Tampak mukosa konka hiperemis. yakni dengan cara menengadahkan kepala pasien sedemikian rupa sehingga dagu menyentuh permukaan meja. sehingga tampak lebih suram dibanding sisi yang normal. sphenoid dan etmoid. PEMERIKSAAN PENUNJANG 1. Transiluminasi (diaphanoscopia) Sinus yang sakit akan menjadi suram atau gelap. penebalan dinding sinus dengan sklerotik (pada kasus-kasus kronik).M1) 4. Pemeriksaan transiluminasi bermakna bila salah satu sisi sinus yang sakit. Pemeriksaan CT –Scan Pemeriksaan CT-Scan merupakan cara terbaik untuk memperlihatkan sifat dan sumber masalah pada sinusitis dengan komplikasi. Posisi ini terutama untuk melihat adanya kelainan di sinus maksila. 2. Akan tampak perselubungan atau penebalan mukosa atau batas cairan udara (air fluid level) pada sinus yang sakit. pada pemeriksaan CT-Scan tidak mengalami ehans.

Mukosa hidung tampak membengkak (edema) dan merah (hiperemis).- Mukokel. Antibiotik dipilih yang mencakup anerob. dapat juga kedua belah (bilateral). PENATALAKSAAN Diberikan terapi medika mentosa berupa antibiotik selama 10-14 hari. dengan memasukkan lampu kedalam mulut dan ditekankan ke langit-langit. Foto roentgen. mukosa hidung edema dan hiperemis. terdapat ingus kental di nasofaring. akan terdapat perselubungan di sinus etmoid. Sinusitis sfenoid akut Pemeriksaan rongga hidung. Pemeriksaan di setiap sinus Sinusitis maksila akut Pemeriksaan rongga hidung akan tampak ingus kental yang kadangkadang dapat terlihat berasal dari meatus medius mukosa hidung. tampak pada foto roentgen daerah sinus frontal berselubung. Untuk diagnosis diperlukan foto rontgen. Pada pemeriksaan di kamar gelap. Pada kelainan sinus maksila gambar bulan sabit itu kurang terang atau tidak tampak. 7. akan tampak bentuk sinus frontal di dahi yang terang pada orang normal. Pada pemeriksaan tenggorok. namun dapat diperpanjang sampai semua gejala hilang. Akan terlihat perselubungan di sinus maksila. dengan meletakkan lampu di sudut mata bagian dalam. Klidamisin atau augmentin merupakan pilihan yang tepat bila penisilin tidak efektif. dan kurang terang atau gelap pada sinusitis akut atau kronis. 6. Pada pemeriksaan di kamar gelap. akan tampak pada sinus maksila yang normal gambar bulan sabit di bawah mata. penekanan. terdapat ingus kental.seperti penisilin V. dapat sebelah (unilateral). Pemeriksaan radiologik. tampak ingus atau krusta serta foto rontgen. Sinusitis frontal akut Pemeriksaan rongga hidung. Sinusitis etmoid akut Pemeriksaan rongga hidung. Jika dalam 48-72 jam tidak ada perbaikan klinis diganti . atrofi dan erosi tulang yang berangsur-angsur oleh massa jaringan lunak mukokel yang membesar dan gambaran pada CT Scan sebagai perluasan yang berdensitas rendah dan kadang-kadang pengapuran perifer. ingus di meatus medius.

Dapat diberikan sistemik maupun topikal. 1) PROSES KEPERAWATAN PENGKAJIAN Riwayat Kesehatan Keluhan utama : biasanya penderita mengeluh nyeri kepala sinus. Diatermi dilakukan dengan sinar gelombang pendek sebanyak 5-6 kali pada daerah yang sakit untuk memperbaiki vaskularisasi sinus. alamat. dilakukan pencucian sinus. Riwayat Penyakit sekarang Riwayat penyakit dahulu : Pasien pernah menderita penyakit akut dan perdarahan hidung atau trauma Pernah mempunyai riwayat penyakit THT Pernah menedrita sakit gigi geraham Riwayat keluarga : Adakah penyakit yang diderita oleh anggota keluarga yang lalu Riwayat Psikososial Intrapersonal : perasaan yang dirasakan klien (cemas/sedih) Interpersonal : hubungan dengan orang lain. Jika belum membaik. Bila perlu dilakukan diatermi. Khusus yang topikal harus dibatasi selama 5 hari untuk menghindari terjadinya rinitis medika mentosa. mukolitik untuk mengencerkan sekret. Untuk sinus maksila dilakukan operasi cald well-luc. sedangkan untuk sinus etmoid dilakukan edmoidektomi dari intranasal atu ekstra nasal. Pada sinusitis frontal dilakukan secara intra nasal atau ekstra nasal (operasi killian). pendidikan. Diberikan pula dekongestan untuk memperlancar drainase sinus. suku. tenggorokan. yang mungkin ada hubungannya dengan penyakit klien sekarang.umur. . B. Terapi radikal dilakukan dengan mengangkat mukosa yang patologik dan membuat drainase sinus yang terkena. 1. meningkatkan kerja silia. dan merangsang pemecahan fibrin.dengan antibiotik untuk kuman yang menghasilkan beta laktamase. diberikan analgesik untuk menghilangkan nyeri. Drainase sinus sfenoid dilakukan secara intranasal. bangsa. Pola Fungsi Kesehatan Pola persepsi dan tata laksana hidup sehat Biodata : Nama . yaitu amoksisilin atau ampisilin dikombinasikan dengan asam klavulanat. Bila perlu. Steroid nasal topikal seperti beklometason berguna sebagai antiinflamasi dan antialergi. pekerjaan. a. 1) 2) 3) a) b) c) 4) 5) a) b) b. sex.

Pemeriksaan fisik data focus hidung : nyeri tekan pada sinus. frekuensi. 2) 3) 4) 5) Pola nutrisi dan metabolisme : Pola istirahat dan tidur Pola Persepsi dan konsep diri Pola sensorik Biasanya nafsu makan klien berkurang karena terjadi gangguan pada hidung Selama inditasi klien merasa tidak dapat istirahat karena klien sering pilek klien sering pilek terus menerus dan berbau menyebabkan konsepdiri menurun daya penciuman klien terganggu karena hidung buntu akibat pilek terus menerus (baik purulen. onset. frekwensinya Riwayat pembedahan hidung atau trauma Penggunaan obat tetes atau semprot hidung : jenis. kesadaran. rinoskopi (mukosa merah dan bengkak). lama. jumlah. 1) a) b) c) 2) a) b) c) 3) a) b) 4) d. drainage ada : Serous Mukppurulen Purulen . serous. kapan. mukopurulen). tanda vital. c. 1) a) b) Data subyektif Observasi nares : Riwayat bernafas melalui mulut. Sekret hidung Warna. Gangguan umum lainnya : kelemahan Data Obyektif Demam. konsistensi secret Epistaksis Ada tidaknya krusta/nyeri hidung. lokasi dan beratnya Hubungan sinusitis dengan musim/ cuaca. Riwayat Sinusitis Nyeri kepala. jumlah. 6) a) b) Pemeriksaan fisik Status kesehatan umum : keadaan umum.Untuk mengurangi flu biasanya klien menkonsumsi obat tanpa memperhatikan efek samping.

Observasi tanda tanda vital dan keluhan klien Kolaborasi dngan tim medis : . sinus berhubungan dengan peradangan pada hidung Cemas berhubungan dengan Kurangnya Pengetahuan klien tentang penyakit dan Ketidakefektifan jalan nafas berhubungan dengan dengan obstruksi atau adanya Gangguan istirahat tidur berhubungan dengan hidung buntu. d. nyeri sekunder Gangguan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan nafsu Gangguan konsep diri berhubungan dengan bau pernafasan dan pilek INTERVENSI KEPERAWATAN Gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan peradangan pada hidung mengalami radang atau Pucat. tenggorokan. Kaji tingkat nyeri klien Jelaskan sebab dan akibat nyeri pada klien serta keluarganya Ajarkan tehnik relaksasi dan distraksi 4. c. 5. a. Odema keluar dari hidung atau mukosa sinus prosedur tindakan medis (irigasi sinus/operasi) secret yang mengental peradangan hidung makan menurun sekunder dari peradangan sinus Tujuan : Nyeri klien berkurang atau hilang Kriteria hasil : 1) 2) Klien mengungkapakan nyeri yang dirasakan berkurang atau hilang Klien tidak menyeringai kesakitan INTERVENSI RASIONAL 1. 3. Polip mungkin timbul dan biasanya terjadi bilateral pada hidung dan sinus yang Kemerahan dan Odema membran mukosa Pemeriksaan penunjung : Kultur organisme hidung dan tenggorokan Pemeriksaan rongent sinus. a. 2.2) 3) 4) a) b) 2. b. e. 3. DIAGNOSA KEPERAWATAN Nyeri : kepala. f.

INTERVENSI RASIONAL 1. untuk sinusitis maksilaris Operasi Cadwell Luc 1. 3.a. seta gunakan kalimat yang jelas. singkat mudah dimengerti kecemasan . 1) 2) b. 3. Kaji tingkat kecemasan klien Berikan kenyamanan dan ketentaman pada klien : Temani klien Perlihatkan rasa empati Berikan penjelasan pada klien tentang penyakit yang dideritanya perlahan. Menghilangkan /mengurangi keluhan nyeri klien Cemas berhubungan dengan kurangnya pengetahuan klien tentang penyakit dan untuk mengurangi nyeri bila mengalami nyeri prosedur tindakan medis (irigasi/operasi) Tujuan : Cemas klien berkurang/hilang Kriteria : 1) 2) Klien akan menggambarkan tingkat kecemasan dan pola kopingnya Klien mengetahui dan mengerti tentang penyakit yang dideritanya serta pengobatannya. 5. 4. 2. a. 4. dekongestan hidung Drainase sinus Pembedahan : Irigasi Antral. b. a. 1) 2) 2. Mengetahui tingkat nyeri klien dalam menentukan tindakan selanjutnya Dengan sebab dan akibat nyeri diharapkan klien berpartisipasi dalam perawatan Klien mengetahui tehnik distraksi dan relaksasi sehinggga dapat mempraktekkannya Mengetahui keadaan umum dan perkembangan kondisi klien. Terapi konservatif : obat Acetaminopen. 5. Aspirin. tenang Singkirkan stimulasi yang berlebihan : Tempatkan klien diruangan yang lebih tenang Batasi kontak dengan orang lain /klien lain yang kemungkinan mengalami Observasi tanda-tanda vital. b. b.

6.purulen) dikeluarkan Kriteria : 1) 2) Klien tidak bernafas lagi melalui mulut Jalan nafas kembali normal terutama hidung INTERVENSI RASIONAL 1. 3. Meingkatkan pemahaman klien tentang penyakit dan terapi untuk penyakit tersebut sehingga klien lebih kooperatif 4. 5. d. Mengetahui perkembangan klien Obat dapat menurunkan tingkat kecemasan klien Jalan nafas tidak efektif berhubungan dengan obtruksi (penumpukan secret hidung) sekunder dari peradangan sinus Tujuan : Jalan nafas efektif setelah secret (seous. kaji penumpukan secret yang ada Observasi tanda-tanda vital. Mengetahui tingkat keparahan dan tindakan selanjutnya Mengetahui perkembangan klien sebelum dilakukan operasi Kerjasama untuk menghilangkan penumpukan secret/masalah Gangguan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan nafus makan menurun sekunder dari peradangan sinus Tujuan : kebutuhan nutrisi klien dapat terpenuhi . 2. kolaborasi dengan tim medis 1. Koaborasi dengan tim medis untuk pembersihan secret 1. 2. Dengan menghilangkan stimulus yang mencemaskan akan meningkatkan ketenangan klien. Menentukan tindakan selanjutnya Memudahkan penerimaan klien terhadap informasi yang diberikan 3. 2. 3.6. c. Bila perlu.

nyeri sekunder dari pemenuhan nutrisi proses peradangan Tujuan : klien dapat istirahat dan tidur dengan nyaman Kriteria : 1) Klien tidur 6-8 jam sehari INTERVENSI RASIONAL 1. 3. Mengetahui kekurangan nutrisi klien Dengan pengetahuan yang baik tentang nutrisi akan memotivasi meningkatkan Mengetahui perkembangan pemenuhan nutrisi klien Dengan sedikit tapi sering mengurangi penekanan yang berlebihan pada lambung Meningkatkan selera makan klien Gangguan istirahat dan tidur berhubungan dengan hidung buntu. Anjurkan klien bernafas lewat mulut Kolaborasi dengan tim medis pemberian obat Agar klien dapat tidur dengan tenang Pernafasan tidak terganggu. 2. 2. Anjurkan makan sediki-sedikit tapi sering Sajikan makanan secara menarik 1. e. 5. ciptakan suasana yang nyaman. 2. 4. 3. kaji kebutuhan tidur klien. 3. 4. Pernafasan dapat efektif kembali lewat hidung 1. kaji pemenuhan kebutuhan nutrisi klien Jelaskan pentingnya makanan bagi proses penyembuhan Catat intake dan output makanan klien. Mengetahui permasalahan klien dalam pemenuhan kebutuhan istirahat tidur . 4. 5.Kriteria : 1) 2) Klien menghabiskan porsi makannya Berat badan tetap (seperti sebelum sakit ) atau bertambah INTERVENSI RASIONAL 1. 4. 3. 2.

baik itu sinus ethmoidalis. Infeksi virus. 1. KESIMPULAN Berdasarkan pembahasan yang telah dipaparkan pada bab sebelumnya. dan rinitis alergi. sinus frontalis. bakteri atau jamur juga dapat mengakibatkan sinusitis. keluhan utama yang sering muncul adalah nyeri kepala. dan sinus sphrnoidalis. nyeri pada bagian sinus dan tenggorokan. Sinusitis dapat terjadi akibat trauma langsung atau kelainan anatomi hidung. sinus maxillaries. SARAN Sebaiknya seorang perawat dapat melaksankan asuhan keperawatan kepada klien Sebaiknya seorang perawat dapat melakukan asuhan keperawatan pada pasien sinusitis sesuai dengan indikasi penyakit sinusitis dengan baik dan benar . polip hidung.BAB III PENUTUP A. maka dapat ditarik kesimpulan bahwa penyakit sinusitis adalah penyakit inflamasi atau peradangan yang terjadi pada sinus paranasal. 2. Pada pasien sinusitis. B. hipertrofi konka.

1989.DAFTAR PUSTAKA Doenges. edisi 6. M. Jakarta 2000 Soepardi Efiaty Arsyad.html http://www. Dkk. 2003.com Ramali.plnntt.html http://kumpulan-asuhan-keperawatan. G. Jakarta: Djambatan Sumber lain : http://linata-linata.com/2008/12/asuhan-keperawatansinusitis.php?t=15519&page=1 http://duniailmukeperawatan. Jakarta : Balai Penerbit FKUI Pracy R. 2007.co..blogspot.blogspot.com/2011/03/asuhan-keperawatan-pada-pasien-dengan. Dkk. Edisi 3 EGC. Ahmad dkk. Kamus Kedokteran Arti dan Keterangan Istilah.com/2011/10/asuhan-keperawatan-sinusitis.. Jakarta: Gramedia Ilmukeperawatan.id/showthread. Pelajaran Ringkas Telinga Hidung Dan Tenggorok. Rencana Asuhan Keperawatan.blogspot. Buku ajar ilmu keperawatan telinga hidung tenggorok kepala dan leher.html .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->