MAKALAH

MENGEMBANGKAN KECERDASAN EMOSIONAL PADA ANAK
Perspektif psikologi perkembangan terhadap pengembangan kecerdasan emosional anak
Makalah disajikan pada Temu Ilmiah IPPI – IPS di Fakultas Psikologi Universitas Airlangga, Surabaya, 3 September 2007..

Oleh : Fredrick Dermawan Purba, S.Psi. NIP : 132 318 263

FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS PADJADJARAN 2007

Pendahuluan. perkembangan manusia dibagi menjadi beberapa tahap. Tahap anak akhir 5. Tahap dewasa muda 10. Tahap anak awal 4. Tahap remaja akhir 9. Secara umum. Tahap Pranatal 2. Tahap pubertas 6. yaitu: 1. Tahap remaja madya 8. Tahap dewasa akhir 1 . Tahap dewasa madya 11. Tahap bayi (infant) 3. Tahap remaja awal 7.MENGEMBANGKAN KECERDASAN EMOSIONAL ANAK Perspektif psikologi perkembangan terhadap pengembangan kecerdasan emosional anak*) Oleh : Fredrick Dermawan Purba**) I. Selama rentang kehidupan manusia. terjadi pertumbuhan dan perkembangan dari mulai lahir sampai dengan meninggal dunia.

**) Staf Pengajar Bagian Psikologi Perkembangan Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran Bandung. 3 September 2007. Pada masa anak juga terjadi cu kup banyak masalah. Selain masalah yang terkait dengan masalah fisik. 2 . kehidupan lima tahun pertama manusia akan menentukan bagaimana ia menjalani kehidupan mas a-masa selanjutnya.Masa anak adalah masa yang cukp signifikan dalam perkembang u an kehidupan manusia.. karena akan menentukan b agaimana anak bertumbuh kemban di g tahapan perkembangan berikutnya. Surabaya. Beberapa contoh masalah emosional pada anak yang cukup sering menjadi keluhan orang tua adalah sebagai berikut:  Temper tantrum tidak pada usianya  Ekspresi emosi yang tidak tepat  Kecemburuan pada sibling yang berlebihan  Sulit ditinggal orang tua untuk bekerja  Berebut mainan  Rendahnya ketrampilan sosialisasi  Dikucilkan oleh teman-teman  Tidak peduli dengan orang lain/teman *) Makalah disajikan pada Temu Ilmiah IPPI – IPS di Fakultas Psikologi Universitas Airlangga. anak juga mengalami masalah yang sifatnya emosional. Bahkan menurut Freud. yang ditunjukkan lewat tingkahlaku yang dipandang bermasalah. Hal ini menekankan pentingnya perkembangan optimal di masa anak.

 Bunuh diri pada anak  Bullying di sekolah dan lingkungan bermain  Berkelahi di sekolah II. mulai mengembangkan hati nurani Adapun tugas perkembangan masa anak akhir (usia 6 sampai 1 -/12 tahun) adalah sebagai berikut: Mempelajari ketrampilan fisik yang diperlukna untuk permainan-permainan yang umum Membangun sikap yang sehat mengenai diri sendiri sebagai mahluk yang sedang tumbuh Belajar menyeusikan diri dengan teman-teman seusianya Mulai mengembangkan peran sosial pria atau wanita yang tepat Mengembangkan ketrampilan-ketrampilan dasar untuk membaca. Tugas Perkembangan Masa Anak Selama masa anak-anak. menulis. Tugas m i perkembangan anak awal (usia 2 sampai 6 tahun) adalah sebagai berikut: Belajar mengendalikan pembuangan kotoran tubuh Belajar perbedaan seks dan tata caranya Mempersiapkan diri untuk membaca Belajar membedakan benar dan salah. dan berhitung 3 . ada beberapa tugas p erkembangan yang harus dipenuhi anak agar ia dapat tu buh dan berkembang dengan optmal.

yaitu : 1. serta kemampuan individu dalam meregulasi emosi untuk mengembangkan emosi dan menampilkan tingkah laku yang sesuai dengan tuntutan lingkungan. dan tata dan tingkatan nilai Mengembangkan sikap terhadap kelompok-kelompok sosial dan lembagalembaga - Mencapai kebebasan pribadi III. kemampu an individu untuk mengikutsert kan emosi a sehingga memudahkan ia dalam m elakukan proses berpikir. the abiliy to access and/or generate eelings when they t f facilitate thought. and express emotion.1. moral. Mayer & Salovey (1997) membagi emotional intelligence kedalam 4 (empat) cabang. Pengertian Emotional Intelligence Menurut Mayer & Salovey (1997).- Mengembangkan pengertian-pengertian yang diperlukan unt k kehidupan u sehari-hari - Mengembangkan hati nurani. Berdasarkan definisi tersebut. kemampuan individu untuk memahami emosi dan pengetahuan mengenai emosi. and the ability to regulate emotions to promote emotional and intellectual growth. Persepsi Emosi (Emotional Perception) 4 . yang artinya adalah kemampuan indivdu i untuk mengenali. emotional intelligence atau yang biasa dikenal dengan kecerdasan emosi adalah the ability to perceive accurately. appraise. the ability to understand emotion and emotional knowledge. menggunakn a dan mengekspresikan emosi. Kecerdasan Emosional (Emotional Intelligence) III.

Pada awalnya.2. Sejak bayi sampai dengan awal masa kanak-kanak. Keempat cabang tersebut disusun mulai dari kemampuan yang menggunakan proses psikologi paling dasar hingga yang kompleks (yang membutuhkan penggabungan dari beberapa proses psikologi). yaitu : 1. kemudian memberikan respon terhadap reaksi tersebut. yang artinya adalah kemampuan individu untuk mengenali emosi. Pemahaman Emosi (Emotional Understanding) 4. baik yang dirasakan oleh diri sendiri maupun oleh orang lain.2. Cabang pertama dari emotional intelligence dititikberatkan pada persepsi emosi. Dibawah ini akan dipaparkan penjelasan mengenai keempat cabang tersebut. ia akan semakin akuat dalam r mengidentifikasi sensasi tubuh yang dirasakan. Pengaturan Emosi (Emotional Management) III. Dimensi Emotional Intelligence Dimensi-dimensi emotional intelligence menurut Mayer & Salovey (1997 ) lebih dikenal dengan sebutan four branch model of emotional intelligence. yaitu kemampuan individu untuk mengidentifikasi emosi secara akurat. Persepsi Emosi (Emotional Perception)  the ability to accurately recognize how you and those around you are feelings. Sema kin besar. 5 . anak mulai belajar untuk mengidentifikasi serta membedakan emosi yang dirasakan oleh diri sendiri dan orang lain. Integrasi Emosi (Emotional Integration) 3. bayi akan belajar untuk membedakan emosi berdasarkan ekspresi wajah yang ditampilkan. baik sensasi yang dirasakan oleh diri sendiri maupun sensasi yang terjadi di lingkungan sekitarnya.

Perasaan dapat dikenali tidak hanya didalam diri sendiri. Emosi bertindak sebagai suatu sistem yang memberikan tanda atau sinyal-sinyal tertentu sejak lahir. akan membantu anak untuk menggeneralisasi perasaan yang dirasakan oleh diri sendiri pada orang lain. Ia akn menggunakan pengalamannya p a ada saat merasakan sensasi tertentu dalam mengenali sensasi yang dirasakan oleh orang lain. Ia juga sensitif terhadap ekspresi emosi yang tidak sesuai atau yang dimanipulasi. melainkan juga pada orang lain atau objek lain. Pa perkembangannya. Integrasi Emosi (Emotional Integration)  the ability to generate emotions and to use emotions in cognitive tasks such as problem solving and creativ ity. yang artinya adalah kemampuan individu dalam memanfaatkan sensasi emosi yang dirasakan untuk menghadapi masalahmasalah yang berkenaan dengan sistem kognisi. sinyal-sinyal tersebut mulai 6 . Cabang kedua dari emotional intelligence adalah integrasi emosi yang menitikberatkan peran emosi dalam menghadapi masalah yang berkenaan dengan sistem kognisi. Lebih lanjut. Semakin matang. 2. anak mulai memberikan da atribut mengenai perasaan pada benda hidup maupun benda mati Imajinasi ini . kemampuan individu dalam memahami emosi yang dirasakan akan sampai pada tahap dimana ia mampu mengekspresikan perasaan secara akurat dan mengekspresikan keb utuhan yang mengitari perasaan -perasaan tersebut. karena individu dengan emotional intelligence yang baik memahami ekspresi dan manifestasi dari emosi.

dihasilkan. Dengan kata lain terdapat sebuah proses dimana emosi dapat . dimanipulasi. 3. Kontribusi emosi yang kedua da lam melakukan aktivitas kognisi adalah dengan “menempatkan” emosi pada suatu hal sehingga dapat lebih mudah untuk dipahami. individu akan mampu untuk memahami bahwa perbedaan pemikiran serta tingkah laku yang ditampilkan disebabkan oleh jenis mood yang berbeda-beda. Perputaran mood yang dirasakan individu dapat merubah cara pandang individu sehingga mendorong individu untuk melihat suatu hal dari berbagai sudut pandang.dapat dimanfaatkan dalam aktiv itas kognisi yaitu dengan cara mengarahkan perhatian individu pada hal-hal yang penting. Individu akan mencoba untuk menempatkan dirinya pada posisi orang lain yang merasakan sensasi emosi tertentu dan mencoba untuk merasakan emosi tersebut pada dirinya sendiri ketika dimintai pendapat mengenai emosi yang dirasakan oleh suatu karakter pada sebuah cerita atau pada saat diminta untuk menentukan emosi yang dirasakan oleh orang lain. Lebih lanjut. Ia mampu untuk membuat antisipasi pada saat memasuki sekolah baru. kemampuan untuk memanfaatkan sensasi emosi yang dirasakan ak disertai an dengan perencanaan. dirasakan. Dalam perkembang annya. Semakin akurat individu merasakan sensasi emosi dan semakin realistis proses tersebut terjadi. serta diuji sehingga emosi tersebut dapat lebih mudah untuk dipahami. individu akan semakin terbantu untuk melakukan pilihan-pilihan dalam kehidupan. Pemahaman Emosi (Emotional Understanding) 7 .

Setelah individu menyadari emosi yang dirasakan. Pengetahuan e mengenai emosi yang dirasakan dimulai sejak masa kanak -kanak dan akan berkembang seiring dengan berjalannya waktu. dimana individu akan semakin memahami arti dari emosi-emosi tersebut. the ability to understand complex emotions and emotional “chains”. antara gangguan (annoyance) dan marah. Kemampuan yang paling mendasar dari cabang ini adalah individu mampu untuk memberi nama pada emosi yang sedang ia rasakan serta menyadari persamaan serta perbedaan yang mendasari terjadinya emosi tersebut. dan lain sebagainya. individu juga belajar untuk memahami emosi yang dirasakan pada saat berinteraksi dengan orang lain. yang artinya adalah kemampuan individu untuk memahami emosi yang dirasakan dan dapat mengg unakan pengetahuan mengenai emosi yan dirasakan untuk mengetahui b g agaimana penerapannya dalam kehidupan sehari-hari Cabang ketiga dari emotional intelligence adalah pemahaman emosi yang menitikberatkan pada kemampuan individu untuk memahami emosi yang dirasakan serta bagaimana penerapannya didalam kehidupan sehari-hari. ia mulai untuk memberi nama dan menyadari hubungan yang terjadi diantara emosi-emosi yang telah ia beri nama. how emotions transition from one stage to another. 8 . Orang tua mengajarkan anak mengenai hubungan antara emosi dengan s uatu situasi tertentu. Misalnya orang tua m engajarkan hubungan antara ras sedih dan a kehilangan dengan cara membantu anak untuk menyadari bahwa ia merasa sedih karena teman dekatnya tidak mau berteman dngannya lagi. Se cara bersamaan. Ia mulai memahami perbedaan dan persamaan antara suka dan cinta.

Anak belajar bahwa mungkin saja ia merasa benci dan cinta pada satu orang yang sama. Misalnya. yang artinya adalah kemampua individu dalam n memadukan data-data mengenai emosi yang dirasakan oleh diri sendiri maupun orang lain untuk menentukan ti gkah laku yang paling efektif yang akan n ditampilkan pada saat berinteraksi dengan orang lain. Misalnya. 4. individu yang merasa tidak dicintai cenderung untuk menolak perhatian dari orang lain karena nantinya takut untuk disakiti. kemudian akan diikuti dengan rasa puas atau perasaan bersalah. individu mulai menyadari adanya emosi yang kompleks dan kontradiktif pada beberapa situasi tertentu. tergantung pada situasi yang sedang ia hadapi. Individu memiliki alasan tersendiri pada s aat menampilkan suatu urutan emosi. misalnya rasa marah akan diikuti dengan perilaku marah-marah yang diekspresikan. Pemikiran atau pertimbangan mengenai urutan emosi atau perasaan yang akan ditampilkan dalam hubungan int rpersonal merupakan inti dari emotional e intelligence. Cabang keempat dari emotional intelligence adalah pengaturan emosi yang menitikberatkan pada kemampuan individu d alam meregulasi emosi yang 9 .Semakin berkembang. Pengaturan Emosi (Emotional Management)  the ability which allows you to intelligently integrate the data of emotions in your self and in others in order to devise effective strategies that help you achieve positive outcomes. Kombinai atau s percampuran antara beberapa emosi mulai terbentuk. Emosi biasanya terbentuk seperti rangkaian rantai yang berpola. perasaan kagum terkadang dilihat sebagai kombinasi antara rasa takut dan terkejut.

atau mencoba untuk tidak merasakan mood itu sama sekali. meminimalisir mood yang baik. Hal ini dapat me njadi pembelajaran untuk dapat melakukan regulasi emosi ketika merasakan sensasi emosi yang sama dalam suatu situasi tertentu. individu akan semakin mampu untuk meregulasi emosi yang dirasakan. pengaturan emosi individu dikatakan optimal bila ia mampu untuk mengatur dan memahami emosi 10 . baik reaksi emosi yang menyenangkan maupun yang tidak menyenangkan. Anak akan menginternalisasikan pembagian antara perasaan dan tindakan. Hal ini akan membantu individu untuk dapat menampilkan tingkah laku yang sesuai dengan tuntutan lingkungan meskipun a i merasakan sensasi emosi yang tidak menyenangkan.dirasakan. Ia mulai dapat memilah seberapa besar atensi yang harus ia berikan pada mood tertentu yang ia rasakan dan ia mengetahui dengan jelas bagaimana mood tersebut mempengaruhi dirinya dalam berinteraksi di lingkun gan sosial. Regulasi tetap menjadi perhati an meskipun individu mencoba ntuk u meningkatkan mood yang buruk. Individu diharapkan terbuka dan memiliki toleransi pada reaksi emosi yang timbul. misalnya mengajarkan anak untuk tetap dapat tersenyum di depan umum ketika ia merasa sedih. orang tua mengajarkan anak u ntuk tidak mengekspresikan perasaan tertentu. Semakin matang. Anak mulai belajar bahwa emosi dapat dipisahkan dari tingkah laku. Orang tua juga mulai untuk mengajarkan anak mengenai strategi yang dapat digunakan untuk mengontrol suatu reaksi emosi (misalnya dengan meminta anak untuk menghitung sampai 10 ketika merasa marah). Dalam pertumbuhannya. Dengan demikian. mengajarkan anak untuk pergi ke kamar ketika merasa marah.

sedih. • Bermain drama atau peran. Stimulasi yang melimpah bagi anak akan membantunya untuk belajar lebih banyak akan dirinya. menonton klip atau film dan meminta anak menentukan keadaan emosi tokoh. Secara umum ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh orang tua untuk mengembnagkan kecerdasan meosional pada anak dalam kehidupan sehari-hari. r Anak dapat membuat antisipasi terhadap peristiwa-peristiwa yang akan dihadapinya. terkejut. kecewa. Cth: masuk sekolah. Orangtua dapat menstimulasi an dengan berbagai macam hal dlam ak a berbagai kesempatan. kecewa. yaitu: Kecerdasan emosional dan sosial dapat dilakukan dengan berbagai macam cara. • Membantu anak dalam membuat peencanaan. memahami perbedaan dan persamaan 11 . dll. sedih. • Diskusi bersama anak tentang pengalamannya mengamati orang lain yang mengalami perasaan senang. Cara-cara orang tua untuk mengembangkan kecerdasan emosional anak. membacakan dongeng.yang dirasakan tanpa perlu mem besar-besarkan atau meminimalisir kepentingannya. dll. marah. IV. marah. antara lain: • Diskusi bersama anak tentang pengalamannya ketika merasa senang. Misalnya. • Bermain dengan anak agar ia mampu untuk memberi nama pada emosi yang sedang ia rasakan • Berdiskusi untuk anak menyadari persamaan dan perbedaan yang mendasari terjadinya emosi tersebut. terkejut.

merasa terganggu dan merasa marah.antara suka dan cinta. • Memilih suatu kegiatan yang identik dengan emosi tertentu (Cth: menari = senang) • Memilih teman yang dapat memba ntu anak mempertahankan pandan gan positif tentang dirinya sendiri • Memotivasi diri untuk memelihara emosi yang menyenangkan dengan cara mengingat pengalaman yang menyenangkan serta melakukan kegiatan yang menyenangkan (Cth: membaca buku. Misal 12 . menyanyi. menari) • Libatkan anak dengan sebanyak mungkin kegiatan yang memungkinkannya bersama orang lain dan yang meyenangkan untuknya (Cth kegiatan n ekstrakurikuler. • Anak mengembangkan strategi yang dapat digunakan untuk mengontrol suatu reaksi emosi. menghitung sampai 10 ketika sedang merasa marah atau memberikan kertas dan cra yon pada anak dan memintanya u ntuk menggambarkan perasaannya dalam kertas. da lain n sebagainya. Misalnya. dan apa yang ia pelajari dari pengalaman tersebut. • Membantu anak memahami mengenai hubungan antara emosi dengan situasi tertentu. summer camp. dll) • Minta anak menceritakan pengalaman yang ia alami selama 1 hari. Misalnya. hubungan antara rasa sedih dan kehilangan mainan yang disukai • Anak belajar bahwa emosi dapat dipisahkan dari tingkah laku. tersenyum di depan umum walaupun sedang merasa sedih.

Jika tugas-tugas perkembangan pada masa naka tidak dapat dipenuhi oleh indi vidu. langsung. seperti temper tantrum tidak pada usianya. maka pada tahap -tahap perkembangan selanjutnya. tapi e LAKUKAN!! VI.  Stimulasi anak sedini mungkin dengan sebanyak mungkin cara u ntuk mengembangkan semua aspek diri anak.  Berikan apresiasi pada anak saat ia menunjukkan pemahaman dan tingkah laku yang diharapkan. kecemburuan pada sibling yang berlebihan. Tunjukkan tingkah laku yang memang diharapkan akan dilakukan. dongeng. Kesimpulan Masa anak adalah masa yang san gat rentan terhadap hal hal negatif yang dapat mengganggu perkembangan individu.  Orang tua adalah role model utama. anak denga keluarga n besarnya. Jangan lupa didiskusikan agar anak memahami. dan lain-lain. Beberapa catatan penting bagi orangtua. dan anak dengan orang lain. Cukup banyak masalah-masalahmasalah emosional pada anak yang menjadi keluhan orangtua. Jangan brhenti hanya pada pemahaman. anak dengan teman-temannya.  Perbanyak berdiskusi dengan anak.  Gunakan semua cara. inidividu akan mengalami masalah. antara lai : cerita.  Perbanyak interaksi antara anak dengan orang tua. gunakan active listening.V. atau sulit ditinggal orang tua untuk bekerja. diskusi dengan berbagai macam orang. Kunci untuk mengatasinya adalah dengan mengenalkan anak akan perasaannya maupun ekspresi perasaannya 13 . buku observasi n . ekspresi emosi yang tidak tepat. film.

Melatih anak u ntuk mengenali perasaannya. serta memahami perasaannya akan membantu anak d alam bersosialisasi dengan orang lain. me ngintegrasikan perasaan-perasaannya. orangtua harus menyadari bahwa ia adalah figur panutan bagi anak. 14 . Selain itu.sedini mungkin. Karenanya diharapkan pemahaman dan ketrampilan kecerdasan emosional sebaiknya dipahami dan dicontohkan oleh orangtua agar anak memiliki role model yang positif.

4. M. 1998. Brackett & Mayer. Lindzey & Campbell. 15 . Hall. 2. Atkinson & Atkinson. fifth edition. fourth edition. Elizabeth. Batam : Interaksara. B.Kepustakaan 1.A. Salovey. 2004. New York: National Professional Resources. Developmental Psychology A lif -Span e Approach. 3. New York : John Wiley & Sons. Hurlock. Inc. P. Theories of Personality. edisi kesebelas. Inc. 1980. Emotional Intelligence. 1998. New Delhi :Tata McGraw-Hill Publishing Company Ltd. Pengantar Psikologi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful