P. 1
BUKU GURU PKN SMA X

BUKU GURU PKN SMA X

3.75

|Views: 18,080|Likes:
Published by Denok sisilia

More info:

Published by: Denok sisilia on Feb 21, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC or read online from Scribd
See more
See less

04/09/2013

1.e (seharusnya tanpa pasal 26)
2.d
3.a
4.b
5.a (jawaban seharusnya 1, 2, 3, 5 atau semuanya)
6.d
7.a
8.c
9.e
10.a

B.

1.Referendum adalah hak warga negara untuk memberikan persetujuan atau
penolakan. Dalam hal kewarganegaraan, seorang warga negara berhak menyetujui
atau menolak keinginan MPR untuk mengubah UUD 1945. Ketentuan tentang
referendum dimuat dalam Tap MPR No. IV/MPR/1983 jo. UU No. 5 Tahun 1985.
2.Langkah-langkah yang harus diambil dalam rangka menghargai persamaan
kedudukan bagi setiap warga negara.
•Menghilangkan diskriminasi terhadap suku, agama, ras, dan antargolongan.
•Menjaga keutuhan bangsa dalam kehidupan bermasyarakat.
•Menghilangkan kebiasaan seperti bergosip, menggunjingkan keburukan orang
lain, menyulut rasa iri atas harta atau penampilan yang lebih dari yang lain.
•Menghindari tindakan yang terlalu mengagung-agungkan ajaran agama
sendiri atau mengagung-agungkan suku sendiri.
3.Dalam penjelasan umum Undang-Undang No. 62/1958 bahwa ada 7 (tujuh) cara
memperoleh kewarganegaraan Indonesia, yaitu:
•karena kelahiran,
•karena pengangkatan,
•karena dikabulkannya pemohonan,
•karena pewarganegaraan,
•karena perkawinan,
•karena turut ayah dan atau ibu, serta
•karena pernyataan.
4.Kawulanegara Belanda yang dapat dibagi atas 3 golongan sebagai berikut.
•Golongan Eropa
•Golongan Timur Asing
•Golongan Bumiputera (Indonesia)
5.Jika seseorang tidak memenuhi prinsip ius sanguinis ataupun ius soli, ia juga dapat
memperoleh kewarganegaraan dengan jalan pewarganegaraan atau naturalisasi.
Dalam pewarganegaraan ini ada yang aktif dan ada pula yang pasif. Dalam
pewarganegaraan aktif, seseorang dapat menggunakan hak opsi untuk memilih dan
mengajukan kehendak menjadi warga negara dari sesuatu (pihak) negara (stelsel
aktif). Sedangkan dalam pewarganegaraan pasif, apabila seseorang yang tidak mau
diwarganegarakan oleh sesuatu negara atau tidak mau diberi atau dijadikan warga
negara suatu negara, maka yang bersangkutan dapat menggunakan hak repudiasi,
yaitu hak untuk menolak pemberian kewarganegaraan tersebut (stelsel pasif).

Buku Guru Pendidikan Kewarganegaraan Jilid 1 - Esis

73

6.Multipatride adalah seseorang yang memiliki 2 (dua) atau lebih status
kewarganegaraan. Contohnya adalah Paul Wolfowitz (Presiden Bank Dunia), Arnold
Schwarzenegger (Senator Negara Bagian California), dan Jelena Dokic (petenis).
7.Berdasarkan UU No. 62/1958, untuk memperoleh status kewaganegaraan Indonesia,
diperlukan bukti-bukti sebagai berikut.
•Surat bukti kewarganegaraan untuk mereka yang memperoleh
kewarganegaraan Indonesia karena kelahiran adalah dengan Akta Kelahiran.
•Surat bukti kewarganeggaraan untuk mereka yang memperoleh
kewarganegaraan Indonesia karena pengangkatan adalah Kutipan Pernyataan
Sah Buku Catatan Pengangkatan Anak Asing dari Peraturan Pemerintah
No.67/1958, sesuai dengan Surat Edaran Menteri Kehakiman No. JB.23/2/25,
butir 6, tanggal 5 Januari 1959.
•Surat bukti kewarganegaraan untuk mereka yang memperoleh
kewarganegaraan Indonesia karena dikabulkannya permohonan adalah Petikan
Keputusan Presiden tentang permohonan tersebut (tanpa pengucapan sumpah
dan janji setia).
•Surat bukti kewarganegaraan untuk mereka yang memperoleh
pewarganegaraan Indonesia karena pewarganegaraan adalah Keputusan Presiden
tentang pewarganegaraan tersebut yang diberikan setelah pemohon
mengangkat sumpah dan janji setia.
•Surat bukti kewarganegaraan untuk mereka yang memperoleh
kewarganegaraan Indonesia karena pernyataan adalah sebagaimana diatur
dalam Surat Edaran Menteri Kehakiman No. JB.3/166/22, tanggal 30 September
1958 tentang memperoleh/kehilangan Kewarganegaraan Republik Indonesia
dengan pernyataan.
8. Berdasarkan pasal 23 UU RI No. 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan diatur
mengenai sebab-sebab kehilangan kewarganegaraan Indonesia, yaitu:
•memperoleh kewarganegaraan lain atas kemauannnya sendiri;
•tidak menolak atau tidak melepaskan kewarganegaraan lain, sedangkan
orang yang bersangkutan mendapat kesempatan untuk itu;
•dinyatakan hilang kewarganegaraannya oleh Presiden atas permohonannya
sendiri, yang bersangkutan sudah berusia 18 tahun atau sudah kawin, bertempat
tinggal di luar negeri, dan dengan dinyatakan hilang Kewarganegaraan RI tidak
menjadi tanpa kewarganegaraan
•masuk dalam dinas tentara asing tanpa ijin terlebih dahulu dari Presiden;
•secara sukarela masuk dalam dinas negara asing, yang jabatan dalam dinas
semacam itu di Indonesia sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan
hanya dapat dijabat oleh WNI;
•secara sukarela mengangkat sumpah atau menyatakan janji setia kepada
negara asing atau bagian dari negara asing tersebut;
•tidak diwajibkan tetapi turut serta dalam pemilihan sesuatu yang bersifat
ketatanegaraan untuk suatu negara asing;
•mempunyai paspor atau surat yang bersifat paspor dari negara asing atau
surat yang dapat diartikan sebagai tanda kewarganegaraan yang masih berlaku
dari negara lain atas namanya; atau
•bertempat tinggal di luar wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia
selama 5 (lima) tahun terus menerus bukan dalam rangka dinas negara, tanpa
alasan yang sah dan dengan sengaja tidak menyatakan keinginannya untuk tetap
menjadi WNI sebelum jangka waktu 5 (lima) tahun itu berakhir, dan setiap 5
(lima) tahun berikutnya yang bersangkutan tidak mengajukan pernyataan ingin
tetap menjadi WNI kepada Perwakilan Republik Indonesia yang wilayah kerjanya
meliputi tempat tinggal yang bersangkutan padahal perwakilan RI tersebut telah
memberi tahu secara tertulis kepada yang bersangkutan, sepanjang yang
bersangkutan tidak menjadi tanpa kewarganegaraan.

Buku Guru Pendidikan Kewarganegaraan Jilid 1 - Esis

74

9.

Jaminan persamaan hidup dalam kehidupan bangsa Indonesia
secara kultural telah tertanam melalui adat dan budaya yang relatif memiliki nilai-
nilai yang hampir sama. Dalam perisai lambang burung Garuda Indonesia “Bhinneka
Tunggal Ika” terdapat pertanda bahwa dalam kurun waktu perjalanan hidup bangsa
Indonesia hingga saat ini, masalah perbedan suku, agama, ras, dan antargolongan
tidaklah menajdi penghalang dalam pergaulan hidup, akan tetapi justru sebaliknya
mampu menjadi perekat dalam kehidupan yang serasi, selaras, dan seimbang.
Beberapa nilai kultural bangsa Indonesia yang patut kita lestarikan dalam upaya
memberikan jaminan persamaan hidup dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa,
dan bernegara antara lain nilai religius, nilai gotong royong, nilai ramah-tamah,
serta nilai kerelaan berkorban dan cinta tanah air.
10.

Pengakuan jaminan persamaan hidup dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara di Indonesia, juga telah dirumuskan
dalam dasar negara Pancasila sebagai berikut.
•Ketuhanan Yang Maha Esa
Bahwa segala agama dan kepercayaan yang ada di Indonesia terpusat pada
Ketuhanan Yang Maha Esa. Oleh sebab itu, makna utama dalam sila utama ini
yaitu adanya pengakuan persamaan jaminan hidup bagi warga negara Indonesia
untuk beragama dan melaksanakan ajaran agamanya sesuai dengan keyakinan
masing-masing.
•Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Menunjukkan ekspresi bangsa Indonesia yang mempunyai keinginana kuat bahwa
dalam aspek-aspek hubungan antarmanusia terdapat jaminan persamaan hidup
dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, berdasarkan moralitas yang
adil dan beradab.
•Persatuan Indonesia
Dengan dasar sila ini, maka setiap bangsa Indonesia mampu meletakkan
kepentingan, keselamatan bangsa dan rakyat di atas kepentingan diri sendiri
dan golongan. Setiap warga negara harus sanggup memberikan jaminan
persamaan hidup antarwarga dan siap berkorban untuk bangsa dan negara atas
dasar cinta tanah air terhadap bangsanya.
•Kerakyatan yang Dipimpin Oleh Hikmah Kebijaksanaan dalam
Permusyawaratan/Perwakilan
Merupakan kehidupan demokrasi dengan memberikan jaminan persamaan hidup
bagi setiap warga negara, merupakan cita-cita luhur yang ingin diwujudkan
melalui konsensus adanya persamaan politik, hukum, ekonomi, dan sosial
budaya.
•Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Dalam pelaksanaan hubungan antarmanusia yang mencakup jaminan persamaan
hidup, semua bentuk eksploitasi manusia oleh manusia lain sangat dilarang.
Diharapkan agar setiap anggota masyarakat mampu menciptakan kondisi untuk
semua golongan mendapatkan kesemapatan yang sama dan berkeadilan menuju
penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.

C.

(jawaban diserahkan pada masing-masing siswa, asalkan

disertai alasan yang jelas dan sesuai)

BAB 6
A.

1.a
2.c
3.a
4.e
5.d (penjelasan di buku tidak ada)

Buku Guru Pendidikan Kewarganegaraan Jilid 1 - Esis

75

Diktator sederhana. Diktaktor hanya dapat melaksanakan kekuasaannya
melalui pengendalian yang absolut atas sarana-sarana pemaksa tradisional saja,
yaitu militer, polisi, birokrasi, dan peradilan.
Diktator kaisaristik. Dalam beberapa situasi, diktator dapat merasa dipaksa
untuk membangun dukungan masyarakat, mendapatkan basis massa, baik demi
mencapai kekuasaan ataupun demi pelaksanaan kekuasaan, atau demi
keduanya. Yang sebagaimana ditunjukkan oleh namanya, selalu berbenuk
diktator personal.
Diktator totaliter. Merupakan kombinasi paksaan dan dukungan rakyat yang
tidak cukup sebagai jaminan kekuasaan. Mungkin perlu mengendalikan
pendidikan, sarana komunikasi, dan lembaga-lembaga ekonomi dan karenanya
memacu seluruh masyarakat dan kehidupan pribadi warga negarnya kepada
sistem dominasi politik. Diktator ini dapat bersifat kolektif (bersama-sama) atau
personal, yakni dapat atau tidak dapat mempunyai suatu unsur kaisaristik.

6.e
7.a
8.a
9.b
10.d

B.

1. Komunikasi politik adalah salah satu fungsi yang dijalankan oleh partai politik
dengan segala struktur yang tersedia, mengadakan komunikasi informasi, isu dan
gagasan politik. Media massa banyak berperan sebagai alat komunikasi politik dan
membentuk kebudayaan politik. Partai politik menjalankan fungsi sebagai alat yang
mengkomunikasikan pandangan dan prinsip-prinsip partai, program kerja partai,
gagasan partai, dan sebagainya. Agar anggota partai dapat mengetahui prinsip
partai, program kerja partai atau pun gagasan partainya untuk menciptakan ikatan
moral pada partainya, komunikasi seperti ini menggunakan madia partai itu sendiri
atau media massa yang mendukungnya. Sistem komunikasi politik di Indonesia
dikembangkan dengan dasar komunikasi yang bebas dan bertanggung jawab. Setiap
media massa bebas memberitakan suatu hal selama tidak bertentangan dengan
aturan yang berlaku, tidak membahayakan kepentingan negara dan masyarakat. Di
samping itu, media massa juga berfungsi menyuarakan suara pembangunan dan
program-program kerja pemerintah, menyuarakan ide-ide politik, membina
tumbuhnya kebudayaan politik kemudian memelihara dan mewariskannya pada
generasi pelanjut.

2.

Menurut Gabriel A. Almond, ada 4 tipe kelompok kepentingan,

yaitu:

institutional interest groups, yang terdiri dari elite politik, tentara, anggota
parlemen, para pemuka agama, kelompok profesi, dan lain-lain;
non-associational interest groups yaitu kelompok etnis, suku, agama, dan
lain-lain;
anomic interest groups yaitu bersifat spontan, misalnya dalam kelompok
demontrasi; dan
associational interest groups yang merupakan pengabungan dari kelompok
elite maupun kelompok tertentu (khusus), seperti perserikatan dagang,
perhimpunan wiraswasta, asosiasi etnik, asosiasi yang diorganisasi oleh
kelompok aliran agama, kelompok masyarakat dan sejenisnya.

3.

Kelompok kepentingan bertujuan untuk memperjuangkan sesuatu
kepentingan dan mempengaruhi lembaga-lembaga politik agar mendapatkan
keputusan yang menguntungkan atau menghindarkan keputusan yang merugikan.
Sedangkan kelompok penekan memiliki kedudukan yang dapat memaksa atau
mendesak pihak yang berada di dalam pemerintahan atau pimpinan untuk bergerak
ke arah yang diinginkan atau justru yang berlawanan dengan desakannya.

Buku Guru Pendidikan Kewarganegaraan Jilid 1 - Esis

76

4.

Adapun sendi-sendi pokok dari sistem politik demokrasi di Indonesia

sebagai berikut.
•Ide kedaulatan rakyat
Bahwa yang berdaulat di negara demokarsi adalah rakyat. Ide ini menjadi
gagasan pokok dari demokrasi. Tercermin pada pasal 1 ayat (2) UUD 1945 yang
berbunyi “kedaulatan di tangan rakyat dan dilakukan menurut ketentuan UUD”.
•Negara berdasar atas hukum
Negara demokrasi juga negara hukum. Negara hukum Indonesia menganut
hukum dalam arti material (luas) untuk mencapai tujuan nasional. Tercermin
pada Pasal 1 ayat (3) UUD 1945 yang berbunyi “Negara Indonesia adalah negara
hukum”.
•Bentuk republik
Negara dibentuk untuk memperjuangkan realisasi kepentingan umum
(republika). Negara Indonesia berbentuk republik yang memperjuangkan
kepentingan umum. Tercermin pada Pasal 1 ayat (1) UUD 1945 yang berbunyi
“Negara Indonesia ialah Negara Kesatuan, yang berbentuk Republik”.
•Pemerintah berdasarkan konstitusi
Penyelenggaraan pemerintahan menurut ketentuan peraturan perundang-
undangan dan berlandaskan konstitusi atau undang-undang dasar yang
demokratis. Tercermin pada Pasal 4 ayat (1) UUD 1945, bahwa “Presiden
Republik Indonesia memegang kekuasaan pemerintahan menurut Undang-
Undang Dasar”.
•Pemerintahan yang bertanggung jawab
Pemerintah selaku penyelenggara negara merupakan pemerintah yang
bertanggung jawab atas segala tindakannya. Berdasarkan demokrasi Pancasila,
pemerintah ke bawah bertanggung jawab kepada rakyat dan ke atas
bertanggung jawab kepada Tuhan Yang Maha Esa.
•Sistem perwakilan
Pada dasarnya, pemerintah menjalankan amanat rakyat untuk
menyelenggarakan pemerintahan. Demokrasi yang dijalankan adalah demokrasi
perwakilan atau demokrasi tidak langsung. Para wakil rakyat dipilih melalui
pemilu.
•Sistem pemerintahan presidensial
Presiden adalah penyelenggara negara tertinggi. Presiden adalah kepala negara
sekaligus kepala pemerintahan.

5.

Lima sistem politik selain demokrasi antara lain sebagai berikut
(siswa boleh menjawab berbeda asalkan benar).
Absolutisme, merupakan Sistem politik di mana tidak ada batasan hukum,
kebiasaan, atau moral atas kekuasaan pemerintah. Istilah ini secara umum
digunakan untuk sistem politik yang dijalankan oleh seorang diktator, tetapi
juga bisa digunakan pada sistem yang kelihatannya demokratis yang memberi
kewenangan mutlak pada legislatif dan eksekutif. Sifat utama bentuk
pemerintahan ini adalah pemusatan kekuatan, kontrol kelompok sosial yang
ketat, tidak adanya partai politik pesaing, dan perwakilan rakyat menjadi
oposisi.
Anarkisme, merupakan sistem politik yang bertentangan dengan semua
bentuk pemerintahan. Para anarkis percaya bahwa pencapaian tertinggi umat
manusia adalah kebebasan individu untuk mengekspresikan dirinya, tidak
terbatas oleh bentuk represi atau kontrol apapun. Mereka percaya bahwa
kesempurnaan umat manusia tidak akan dicapai hingga semua pemerintahan
dihapuskan dan setiap individu bebas sebebas-bebasnya. Namun salah satu
batasan atas kebebasan itu adalah larangan melukai manusia lain. Batasan ini
menimbulkan batasan lain. Jika umat manusia berusaha menyakiti orang lain,
semua individu lain yang berkelakuan baik memiliki hak untuk bersatu
melawannya, dan kelompok yang taat asas dapat menekan kelompok kriminal,

Buku Guru Pendidikan Kewarganegaraan Jilid 1 - Esis

77

meskipun hanya melalui kerja sama sukarela dan bukan melalui organisasi
negara.
Koalisi, merupakan kombinasi sementara kelompok atau individu yang
dibentuk untuk mencapai tujuan tertentu melalui tindakan bersama. Istilah
koalisi paling sering digunakan sehubungan dengan partai politik. Pemerintah
koalisi, yang sering ditemukan di negara-negara multipartai, seperti Prancis dan
Italia, dapat dibentuk ketika tidak satu partai tunggal yang cukup kuat untuk
memperoleh mayoritas dalam pemilihan umum. Pemerintah yang terbentuk
biasanya mendistribusikan pos-pos politik untuk mewakili seluruh anggota
koalisi.
Persemakmuran (commonwealth), merupakan badan yang terdiri atas rakyat
komunitas yang terorganisasi secara politis, yang bersifat independen atau semi-
independen, dimana pemerintah berfungsi berdasarkan persetujuan rakyat.
Komunisme. Menurut teori, komunisme dapat menciptakan masyarakat
tanpa kelas yang kaya dan bebas, dimana semua orang menikmati status sosial
dan ekonomi. Namun dalam prakteknya, rezim komunis mengambil bentuk
pemerintah otoriter dan memaksa (coercive), yang tidak begitu peduli pada
persoalan kelas buruh dan pada akhirnya berupaya untuk mempertahankan
kekuasaan.

6.

Totalitarianisme adalah sistem pemerintahan dan ideologi di mana
semua aktivitas sosial, politik, ekonomi, intelektual, budaya, dan spiritual tunduk
pada tujuan pemimpin sebuah negara. Beberapa ciri penting membedakan
totalitarianisme, bentuk otokrasi yang asing pada abad ke-20, dengan bentuk yang
lebih tua seperti despotisme, absolutisme, dan tirani. Dalam bentuk otokrasi yang
lebih tua, rakyat bisa hidup dan relatif independen, asalkan mereka meninggalkan
arena politik. Namun, dalam totalitarianisme modern, rakyat dibuat sepenuhnya
tergantung pada kemauan dan ajakan partai politik dan pemimpinnya. Otokrasi
yang lebih tua dipimpin oleh seorang raja atau bengsawan lain yang memimpin
dengan prinsip seperti hak dari Tuhan, sementara negara-negara totaliter modern
dipimpin oleh seseorang pemimpin atau diktator yang mengontrol partai politik.

7.

Proses adalah pola-pola tingkah laku (sosial dan politik) yang dibuat
oleh manusia dalam mengatur hubungan antara satu sama lain. Dalam suatu negara,
lembaga-lembaga seperti parlemen, partai, birokrasi, sekalipun sudah memiliki
kehidupan sendiri, sebenarnya merupakan proses yang pola-pola ulangannya sudah
mantap dan mencerminkan struktur.
Struktur mencakup lembaga-lembaga formal dan informal, seperti parlemen,
kelompok kepentingan, kepala negara, jaringan komunikasi, dan sebagainya.
Fungsi adalah membuat keputusan-keputusan, policy (kebijakan) yang mengikat
mengenai alokasi dari nilai-nilai (yang bersifat material). Keputusan-keputusan
kebijakan diarahkan kepada tercapainya tujuan-tujuan masyarakat.

8.

Menurut Sri Soemantri, sistem politik adalah pelembagaan dari
hubungan antara manusia yang dilembagakan dalam bermacam-macam badan
politik, baik suprastruktur politik (lembaga eksekutif, legislatif serta yudikatif) dan
infrastruktur politik (ada 4 komponen: partai politik, kelompok kepentingan atau
interest group, kelompok penekan atau pressure group, dan alat komunikasi
politik).
Menurut Rusadi Kantaprawira, sistem politik adalah mekanisme atau cara kerja
seperangkat fungsi atau peranan dalam struktur politik dalam hubungan satu sama
lain yang menunjukkan suatu proses yang langgeng.
Menurut David Easton, sistem politik adalah:
•Sistem yang terdiri dari alokasi nilai-nilai.
•Pengalokasian nilai-nilai tersebut bersifat paksaan.
•Pengalokasian tersebut mengikat masyarakat secara keseluruhan.
Menurut Gabriel Almond, sistem politik merupakan sistem interaksi yang ditemui
dalam masyarakat merdeka, yang menjalankan fungsi integrasi dan adaptasi. Fungsi

Buku Guru Pendidikan Kewarganegaraan Jilid 1 - Esis

78

integrasi yang dijalankan oleh sistem politik untuk mencapai kesatuan dan
persatuan dalam masyarakat yang bersangkutan. Sedangkan fungsi adaptasi adalah
fungsi penyesuaian terhadap lingkungan.
Menurut Samuel P. Huntington, sistem politik didefinisikan menurut beberapa cara
pandang sebagai memiliki beberapa komponen yang berbeda, yaitu kultur, struktur,
kelompok, kepemimpinan, dan kebijakan.

9.

Menurut Rusadi Kantaprawira, istilah sistem politik di Indonesia
sudah lazim dipergunakan di kalangan dunia universitas. Sistem politik harus
mempunyai kapabilitas dan dapat memelihara identitasnya dalam suatu periode
tertentu, dan tentunya kapabilitas tersebut selalu berada dalam suatu ”wilayah”
tertentu (dalam arti tak selalu bersifat geografis). Oleh karena itu, sistem politik
Indonesia tiada lain ialah sistem politik yang berlaku di Indonesia. Berdasarkan
pandangan tersebut, Sistem Politik Indonesia menunjuk pada suatu sistem: (1) yang
pernah berlaku di Indonesia, (2) yang sedang berlaku atau nyata-nyata berlaku di
Indonesia, (3) yang berlaku selama eksistensi negara Indonesia sampai sekarang.
10.

Menurut Almond, sistem politik modern dan primitif memiliki ciri-

ciri sebagai berikut.
•Memiliki kebudayaan politik. Masyarakat yang sederhana pun mempunyai tipe
struktur politik yang terdapat dalam masyarakat yang kompleks. Tipe-tipe
tersebut dapat diperbandingkan satu sama lain sesuai dengan tingkatan dan
bentuk perbandingan kerja yang teratur.
•Menjalankan fungsi-fungsi yang sama walaupun tingkatannya berbeda-beda,
yang ditimbulkan karena perbedaan struktur. Hal ini dapat diperbandingkan,
yaitu bagaimana frekuensi pelaksanaan fungsi-fungsi itu tadi (sering
dilaksanakan atau tidak), dan bagaimana gaya pelaksanaannya.
•Memiliki spesialisasi, baik pada masyarakat primitif maupun modern dalam
melaksanakan banyak fungsi. Oleh karena itu, sistem politik dapat
diperbandingkan sesuai tingkat kekhususan tugas.

C.

(jawaban diserahkan pada masing-masing siswa, asalkan

disertai alasan yang jelas dan sesuai)

Buku Guru Pendidikan Kewarganegaraan Jilid 1 - Esis

79

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->