P. 1
SORGUM

SORGUM

|Views: 262|Likes:
Published by Yossi Maharanie

More info:

Published by: Yossi Maharanie on Feb 25, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/29/2015

pdf

text

original

SORGUM UNTUK PENGANEKARAGAMAN PANGAN 27 November 2012 Fokus pembangunan pertanian untuk ketahanan pangan yang bertumpu pada

beras, telah menyebabkan ketergantungan yang sangat tinggi terhadap komoditas beras. Rata-rata konsumsi beras nasional sebagai makanan pokok dan penunjang hingga saat ini mencapai 139,15 kg perkapita pertahun (Ditjen Tanaman Pangan, 2010), sehingga pemerintah harus menyediakan beras sebanyak 26-29 juta ton per tahun. Pesatnya laju pertumbuhan penduduk Indonesia, kebutuhan beras juga semakin meningkat. Tingginya konsumsi beras dapat berakibat pada rentannya ketahanan pangan masyarakat bila kemampuan penyediaan beras terganggu. Persoalan penyediaan beras saat ini menjadi semakin kompleks. Alih fungsi lahan yang terus berlanjut dan adanya anomali iklim, peningkatan produksi beras juga semakin sulit. Data Badan Pertanahan Nasional (BPN) tahun 2010 menunjukkan sekitar 81.176 hektar lahan pertanian produktif di Pulau Jawa telah berlih fungsi menjadi area pemukiman dan industri. Adanya anomali iklim juga menyebabkan terjadinya penuruan luas panen, karena kekeringan dan ledakan hama seperti wereng yang telah terjadi pada tahun 2010, sehingga berdampak pada penurunan produktivitas dan produksi padi. Fakta ini menunjukkan bahwa ketahanan pangan nasional sangat riskan jika hanya mengandalkan satu komoditas, yaitu beras. Oleh karena itu, upaya pengembangan pangan alternatif yang berbasis umbiumbian, tanaman pohon atau biji-bijian, menjadi sangat penting. Salah satu komoditas biji-bijian potensial sebagai sumber karbohidrat adalah Sorgum. Sorgum sesungguhnya merupakan komoditas tanaman serealia yang sudah lama ada di Indonesia, namun pemanfaatannya terbatas hanya sebagai tanaman sela. Di dunia tanaman sorgum menempati urutan kelima, setelah gandum, beras, jagung, dan barley. Sorgum merupakan komoditas sumber karbohidrat yang cukup potensial karena kandungan karbohidratnya cukup tinggi, yaitu sekitar 73 g/100 g bahan (Tabel 1). Sebagai bahan pangan biji sorgum dapat dikonsumsi langsung dengan cara ditanak seperti beras (nasi). Sorgum juga dapat dibuat tepung untuk berbagai jenis kue (kering dan basah), mie. Kelebihan dari tepung sorgum adalah memiliki nilai gizi yang lebih tinggi daraipada beras, jagung dan singkong. Kelebihan lain dari tepung sorgum adalah daya kembangnya yang sangat tinggi dan mudah larut dalam air. Dengan demikian, tidak menutup kemungkinan tepung sorgum dapat menggantikan tepung gandum yang selama ini harus mengimpor.

Selanjutnya diikuti dengan proses perontokan menggunakan tongkat atau alu. dan kadar air tidak boleh lebih dari 10 .12 % untuk mencegah pertumbuhan jamur. Langkah terakhir adalah menampi untuk menghilangkan . Pemukulan dilakukan terus menerus hingga biji lepas. Metode tradisional misalnya memukul-mukulkan biji gandum dengan tongkat atau alu di tanah atau rak. petani produsen. sorgum sangat potensial sebagai alternatif sumber pangan non beras untuk penganekaragaman pangan dan sebagai pengganti tepung gandum. dan industri pangan sangat diperlukan. . ranting. Metode perontokan sangat popular di semua Negara. Apakah potensi sorgum tersebut akan dimanfaatkan oleh pemerintah untuk menjaga ketahanan pangan? pasca panen SELASA. Agar dicapai hash yang terbaik dan efisien dianjurkan agar menggunakan wadah supaya biji tetap bersih.Setelah itu dilakukan penampian untuk memisahkan kotoran yang terdiri dari daun. Perontokan Perontokan secara tradisionil dilakukan dengan pemukul kayu dan dikerjakan di atas lantai atau karung goni. sehingga tidak akan terjadi persaingan penggunaan lahan dengan komoditas tanaman pangan lainnya. 15 JUNI 2010 PASCAPANEN SORGUM 1. Sejumlah biji dijatuhkan dari atas dengan maksud agar kotorannya dapat terpisah dari biji dengan batuan hembusan angin.Tanaman sorgum memiliki daya adaptasi yang luas dan memerlukan jumlah air yang relatif lebih sedikit dalam pertumbuhannya. Budidaya sorgum tidak memerlukan input tinggi dan dapat tumbuh pada lahan suboptimal yang tidak dapat ditanami oleh tanaman lainnya. Langkah pertama adalah dengan menebarkan kepala sorghum di atas tikar atau alas lain untuk mengeringkannya. debu atau kotoran lainnya. Agar dapat berkembang dan dapat mendukung upaya pemerintah dalam ketahanan pangan diperlukan dukungan dari pemerintah baik pusat maupun daerah menyangkut kebijakan dan fasilitas sarana/prasarana penunjang. Selain itu. keterkaitan antara pemerintah. Berdasarkan uraian di atas. usahakan agar biji segera dirontok setelah panen untuk mencegah serangan tikus dan burung.

3. kekerasan biji sorgum. Normalnya. kerikil atau batu karena cara ini membuat biji sorghum tetap bersih dan mengurangi penampian – cara terbaik adalah merontokkan di atas lantai semen. biji sorgum disimpan bersama kepala gandum dan hanya dilakukan perontokan apabila dibutuhkan. perontokan menggunakan mesin diuji coba tapi hasil yang diperoleh biji sorgum banyak yang rusak bila dibandingkan dengan cara tradisional. Uji penyimpanan yang dilakukan di Senegal menunjukkan bahwa jika dikeringkan dan disimpan secara tepat. Gwaris. kemudahan.kotoran sebelum akhirnya disimpan. Dengan memperhatikan beberapa panduan dalam perontokkan. tingkat kekeringan kepala sorghum. dan Hausas di Nigeria merontokkan seluruh biji gandum sebelum menyimpannya. . Di India. Nigeria dan India. Sementara orang-orang Nupe. Dalam hal ini. Waktu yang dibutuhkan untuk merontokkan sorgum kebanyakan berhubungan dengan tiga factor : 1. Beberapa metode perontokan juga diuji coba. bukan di atas pasir. di Nigeria orangorang Yaruba memanen sorgum untuk kemudian dibawa pulang dan segera disimpan. Metode ini banyak digunakan di Uganda. Sudan. Metode penyimpanan pada tiap daerah berbedabeda dan berhubungan dengan latar belakang sosiokultural dan iklim. rata-rata waktu yang digunakan untuk perontokan dalam sehari adalah selama 1-2 jam. dan metode penebahan yang digunakan. dapat menghemat waktu dan tenaga kerja karena 2-4 hektar biji sorghum dapat rontokkan dalam satu hari dan hanya membutuhkan tenaga beberapa orang saja. Di Nigeria misalnya. struktur tanaman. Di banyak Negara. Contohnya. Tanzania. Biji sorghum yang disimpan tanpa dirontokkan berisiko mengalami kerusakan karena serangga dan lain-lain. kepala biji sorghum disebarkan di jalan dan dibiarkan dilindas oleh roda-roda kendaraan yang lewat. pertanian skala besar menggunakan kombinasi mesin untuk merontokkan biji sorghum. maka sangat mungkin bagi petani untuk meningkatkan hasil dan tingkat efisiensi proses perontokan: (1) Bagian kepala sorghum harus dirontokkan di atas tikar. 25-30 orang dibutuhkan untuk merontokkan sekitar setengah hektar. Metode ini. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Senegal. Biji sorgum hanya dikeluarkan secukupnya untuk dirontokkan sebagai bahan makanan selama 2-4 minggu. 2. walaupun tidak direkomendasikan. kualitas biji sorghum yang rontokkan melampaui kualitas biji sorghum yang disimpan dengan kepala-kepalanya. Kenya. dan efisiensi metode perontokan menjadi salah satu kriteria dari diterimanya budidaya. Di Sudan.

Bentuk. (3) Jenis vitreous flinty yang tidak bertepung harus dirontokkan untuk mengurangi jumlah biji yang rusak selama penyimpanan. (4) Bila memungkinkan. 3. bentuk dan ukuran komoditi yang di tangani. Apabila hari hujan atau kelembaban udara tinggi. dll di ladang (setelah yakin bahwa kandungan kelembaban sudah cukup rendah).3 m di atas permukaan tanah. sangat penting untuk diketahui bahwa ketika sinar matahari mengeringkan biji maka angin akan menerbangkan kelembabannya.12 %. Alat perontokan yang biasa digunakan ada beberapa macam antara lain : pemukul dari kayu atau bambu. Susunan seperti ini memungkinkan terjadinya sirkulasi udara. menggantung biji sorghum untuk dikeringkan dengan jarak sedikitnya 0. alat perontok pedal dan alat yang digerakkan mesin. Pembersihan dan sortasi Pembersihan bertujuan untuk membuang kotoran kotoran. Pengeringan merupakan salah satu proses yang mutlak diperlukan sebelum biji sorghum disimpan. Jumlah sorghum dalam setiap bundel setara dengan jumlah makanan yang dibutuhkan . biji sorghum harus cepat dirontokkan untuk mengurangi serangan burung. Teknik pengeringan secara tradisional dapat ditingkatkan dengan melakukan beberapa langkah berikut untuk mengurangi eksposur terhadap hama tanaman di ladang. Bila bersuara berarti biji tersebut telah kering. Alat pembersih dan sortasi yanag umum digunakan antara lain ayakan berlubang. Pada proses pengeringan dengan sinar matahari. Sedangkan sortasi adalah proses pemisahan dan penggolongan tingkat mutu dan kesegaran.(2) Biji sorghum harus mengandung kandungan kelembaban maksimum 10 – 12% pada saat dirontokkan karena hal ini dapat mengurangi kemungkinan rusak pada saat penyimpanan. bagian-bagian dari bahan yang tidak penting dan menyingkirkan komoditi yang terikut. 2. Ikatan-ikatan sorghum pada baris pertama disusun dengan bagian tangkai bertemu tangkai. Biasanya pengeringan dilakukan dengan cara penjemuran selama ± 60 jam hingga kadar air biji mencapai 10 . hama. Pengeringan. pengeringan dapat dilakukan dengan cara menggantungkan batang-batang sorgum diatas api dalam suatu ruangan atau di atas api dapur. Rak dengan ukuran tinggi 2-3 m dan lebar 0.6 – 2 m biasa digunakan untuk mengeringkan biji sorghum di daerah-daerah tropis. ukuran dan banyaknya lubang pada ayakan berbeda-beda tergantung pada macam.tikus. Kriteria untuk mengetahui tingkat kekeringan biji biasanya dengan cara menggigit bijinya. ayakan meja bergoyang dan hembusan udara.

jika waktu masih memungkinkan biji-bijian dibasahi dan dikuliti sebelum ditumbuk menjadi tepung. tergantung pada varietas. Mesin giling yang ada di rumah atau desa kemudian digunakan untuk menggiling biji-bijian menjadi tepung.5 – 5. Pengupasan yang dilakukan dengan cara memukul-mukul menggunakan tangan. Penggilingan model ini banyak digunakan di rumah-rumah. 4. Kerusakan-kerusakan pada biji dapat terjadi karena terlambat pengeringan.3 hari serta kadar air sorghum kering sekitar 12 persen. disimpan atau didistribusikan. Selain dengan sinar matahari pengeringan sorghum dapat dilakukan dengan menggunakan mesin pengering. Suhu yang terlalu tinggi atau adanya perubahan suhu yang mendadak dapat menyebabkan terjadinya kerusakan-kerusakan pada biji sorghum. tebal lapisan kerapatan dan lama penjemuran memegang peranan penting bagi laju dan mutu penjemuran. Keuntungan menggunakan alat pengering adalah suhu. Tebal lapisan biji sorghum yang dikeringkan biasanya antara 0.5 mm/kg sorgum dan 6 – 22 mm/kg millet (perkiraan di India). dan alu yang terbuat dari kayu (sebagian .dalam satu langkah distribusi. batu atau lubang di tanah. Dalam proses tradisional. Faktor-faktor pembalikan . dan meskipun penggilingan skala kecil telah diperkenalkan di beberapa daerah namun mesin produksi tepung masih terbatas karena kurangnya tekonologi yang dikuasai untuk mengolah biji-bijian ini. Gabungan atau modifikasi antara kedua cara tersebut mungkin pula dilakukan. Metode tradisional yang digunakan di semua Negara membutuhkan kerja keras dan waktu yang lama. Proses pengeringan yang tepat akan menghasilkan produk berkualitas dengan melindungi biji sorghum dari kerusakan. namun teknologi pengolahan biji-bijian ini masih belum memadai.5 sampai dengan 0. penggilingan model batu terdiri dari sebuah batu datar berukuran kecil yang terletak di atas sebuah batu besar berbentuk empat persegi panjang atau dua batu berbentuk bundar. pengeringan yang terlalu lama atau terlalu cepat dan pengeringan yang tidak merata. Penggilingan / Penyosohan Meskipun penggunaan sorghum untuk konsumsi manusia tersebar luas. aliran udara dan laju pengeringan dapat terawasi dan terkendali.7 cm dan cuaca baik pengeringan dapat berlangsung antara 2 . yaitu makanan untuk 1-2 hari. Setelah kering sorgum siap di rontokkan. Lesung yang terbuat dari kayu. membutuhkan 3. satu diputar menggunakan sebuah pegangan dari kayu.

Tepung dan biji yang pecah merupakan produk yang banyak dijumpai pada penggilingan manual di rumah-rumah. dan ada atau tidaknya bagian kulit. Pasta ini dapat langsung digunakan atau dapat juga difermentasikan lebih dulu. tapi di daerah lain yang sudah mengenal mesin bertenaga diesel penggilingan sorghum dan gandum dilakukan bersama-sama dengan jagung. Produk yang dihasilkan adalah tepung yang partikelnya berbutiran kasar atau sangat halus. direndam atau dikeringkan. difermentasi. Umumnya tepung kering dapat disimpan\ selama beberapa minggu sementara yang berbentuk pasta basah. Sementara penggilingan kering dilakukan dengan cara menggunakan batu penggiling bertenaga listrik atau diesel. Air sisa pembersihan ini diberikan kepada hewan-hewan yang sangat menyukai air berisi kulit dan pecahan biji ini. Di pedesaan Kenya. beberapa penggilingan tradisional masih menggunakan batu gilingan. Beberapa metode ini mempengaruhi rasa. Ukuran partikel tepung bervariasi. seringkali digunakan dengan sedikit difermentasi. Jika tidak dikupas terlebih dahulu maka tepung yang dihasilkan akan bertekstur kasar dan mengandung dedak. pemanfaatan sifat tepung atau pasta. Pola-pola yang sangat mirip dengan metode diatas ada di Tanzania.terdapat cincin baja di ujungnya) juga banyak digunakan. di banyak negara sorghum seringkali tidak melalui proses pengupasan. ada yang kasar ada juga yang halus. tergantung pada tujuan penggunaan tepung dan kekerasan biji. Di India terdapat preferensi yang sangat kuat agar biji dikuliti dan digiling menjadi tepung secara manual. Tepung atau pasta dapat dibuat dari keseluruhan proses seperti dikupas. Penggilingan basah dilakukan dengan cara meletakkan biji-bijian yang sudah direndal diantara dua batu lalu menggilingnya hingga menjadi pasta. Biji-biji ini dicuci 3-4 kali untuk mengeluarkan kuman dan bagian tepung yang masih mengandung kulit. Sorghum yang memiliki bentuk biji lebih besar daripada gandum lebih mudah dikupas. dipanggang. Baik penggilingan basah atau kering keduanya tetap dilakukan sesuai dengan kebiasaan dan kegunaan akhir tepung. lalu pada tahap akhir digunakan air untuk membersihkan bagian kulit yang sudah terlepas. nilai gizi. Di Sudan ada dua jenis penggilingan: kering (yang paling umum) dan basah. bisa disimpan selama 3-4 hari. Penggilingan bertenaga diesel atau air banyak terdapat di desa-desa. Jika sorghum . yang menggunakan penggilingan manual apabila tidak ada mesin giling atau apabila petani tidak mampu membayar upah penggilingan menggunakan mesin. Karena alasan ini. dikecambahkan. Sorghum biasanya dikuliti setiap hari dengan menggunakan lesung dan alu. metode penggilingan. dan hanya akan dibuang setelah disaring. Alasan utama diubahnya system tradisional dengan mesin adalah karena efisiensi waktu (untuk menggiling tepung bagi sebuah keluarga dengan enam anggota keluarga perbandingan waktu yang dibutuhkan adalah sekali giling berbanding 20-30 menit).

atau memproses dengan mesin penggiling. kemudian disaring untuk memisahkan dedaknya. yang cara kerjanya lebih cepat dibanding lesung. biji pertama-tama direndam untuk kemudian ditumbuk guna melepaskan kulitnya. pasta ini dibiarkan semalam untuk fermentasi sebelum akhirnya digunakan. Pusat-pusat perdagangan yang menawarkan layanan penggilingan menggunakan mesin kini juga menyediakan jasa penggilingan secara tradisional. dan kemudian digiling menjadi tepung. dibasahi lalu digiling menggunakan batu. Untuk yang disebut metode kering.yang akan digiling menjadi tepung akan diperuntukkan untuk membuat roti (yang tidak beragi). pemilihan metode penggilingan bergantung pada tujuan penggunaan produk. dicuci bersih seperti halnya yang dilakukan pada sorghum. sorgum atau gandum yang digunakan untuk bir misalnya. Tepung yang dihasilkan bertekstur kasar karena masih mengandung kulit. orang-orang lebih suka menggiling biji-bijian . adalah yang digiling kasar. Sorghum terlebih dahulu dikupas kemudian tepungnya dibuat dengan menggunakan metode basah atau kering. Biji-bijian dipanggang atau dikecambahkan sebelum digiling. Sorghum di India dikupas di dalam sebuah lesung melalui penggilingan ringan dan kemudian ditampi. Setelah ditampi kemudian dikupas lagi dengan memukul-mukulkan lesung untuk menghilangkan kulit luar. Biji-biji yang pecah digunakan oleh orang Nigeria untuk membuat tepung pasta guna dibuat bubur. menumbuk dengan lesung. Metode tradisional pengolahan sorghum hampir sama di tiap Negara. Biarpun proses menggunakan mesin merupakan cara pemrosesan tercepat. Tepung kering yang dihasilkan bila dicampur dengan air dapat dibiarkan memfermentasi selama semalaman seperti yang dilakukan pada pasta giling basah untuk digunakan dalam produk serupa. Kadang-kadang lesung juga digunakan. Sebuah proses mekanik kering baru diperkenalkan dimana kulit dikupas secara mekanis. Di Uganda. Tiga metode berbeda yang biasa digunakan di Nigeria. menggiling sorghum pada sebuah batu. biji direndam air selama 1-2 hari. tapi di Buganda biji-bijian dihancurkan pada permukaan kayu kasar dengan menggunakan panci rusak. dan kemudian biji-biji kering digiling menjadi tepung. maka terlebih dahulu harus dikupas dengan cara dipukul-pukulkan menggunakan tangan. seperti di India. Ketika sorghum atau jewawut digunakan untuk makanan. digiling menjadi pasta. Untuk metode basah. namun produk yang ditumbuk menggunakan lesung lebih banyak dicari karena produk yang dihasilkan memiliki tekstur halus dan lebih putih karena mengandung sedikit dedak. Tepung sorghum yang digunakan di India bertekstur lebih halus karena terbuat dari biji yang dikupas. kulit dibuang dengan cara ditampi. maka biji-bijiannya hanya ditumbuk atau digiling tanpa dikupas terlebih dahulu. namun sekarang di wilayahwilayah yang penduduknya mengkonsumsi sorghum. Produk yang dihasilkan bersifat kering.

maka tingkat kehilangan kandungan gizi akan semakin tinggi. secara tradisional biji-bijian ini sebagian diputihkan dengan cara direndam dalam larutan asam. Mesin penggilingan ini biasanya berbentuk palu atau piringan yang digunakan untuk menggiling biji-bijian menjadi tepung. Dengan meningkatnya permintaan agar penggilingan dilakukan tepat waktu. Biji-bijian yang digiling tanpa dikupas terlebih dahulu akan menghasilkan produk yang kurang baik untuk dikonsumsi dan memiliki tekstur dan warna yang juga kurang bagus. Varietas dengan warna lebih ringan. saat ini orang lebih berpikir bagaimana melakukan proses penggilingan dengan cara terbaik. Sementara varietas dengan warna lebih gelap. bukan pada pemilihan apakah penggilingan lebih baik dilakukan dengan mesin atau bukan. Warna menjadi salah satu criteria utama yang menentukan penggunaan akhir sorghum tertentu. tepung dapat diproduksi dengan tingkat ekstraksi lebih tinggi dibanding dengan pemrosesan manual. orangorang yang akan menggiling biji-bijian dengan mesin giling terlebih dahulu harus mengupas biji-bijian tersebut. yang menghasilkan produk tepung dengan warna yang juga lebih gelap dan berasa sedikit pahit. dirancang khusus untuk sorghum. Terdapat kandungan gizi yang hilang selama proses pengupasan. roti dan produk-produk lain berbasis tepung. kandungan air dalam tepung.mereka di mesin penggiling desa. Dengan pemrosesan menggunakan mesin. Tepung sorghum yang diproses secara mekanik dapat mengurangi waktu pemrosesan. kehilangan ini mencapai 29% dari berat kering tercatat. Pengupasan secara mekanis dapat menghasilkan tepung putih dari sorghum varietas merah varietas biru-hijau dengan menurunkan tingkat ekstraksi dan menghilangkan lebih banyak kulit biji. yang menghasilkan produk tepung dengan warna yang juga lebih ringan melalui proses manual. Hal ini menimbulkan beberapa pertanyaan mengenai kualitas tepung yang dihasilkan dari proses mekanis. Dalam salah satu penelitian mengenai penggilingan manual di Nigeria. terkadang dengan menggunakan lesung atau alu. Penggilingan kering. banyak difermentasikan sebagai bahan baku bir dan minuman hasil fermentasi lainnya. Biasanya mesin giling ini tidak dilengkapi alat untuk mengupas. yang dapat mengupas sekaligus menggiling biji menjadi tepung dapat meningkatkan nilai tambah. Karena biji-bijian ini memiliki lapisan aleuron yang lembut dan mudah patah. Karena metode penggilingan sudah berubah. dan jumlah kulit. Untuk memperbaiki warnanya. seperti air asam jawa atau air cucian beras yang difermentasi. Cara ini menghasilkan tepung dengan warna yang bagus sehingga . banyak digunakan untuk membuat bubur. memiliki warna dan tekstur yang lebih bagus. Hal ini pada gilirannya akan meningkatkan kualitas tepung sehingga mudah dicerna. untuk kemudian digiling basah menjadi tepung pasta.

namun 2025% lebih sedikit pada tepung sorghum. pengurangan serat dan protein dapat diimbangi dengan peningkatan total konsumsi sorghum dan serat. Bila biji disimpan dalam ruangan khusus penyimpanan (gudang). 5. sereal lainnya. . Penyimpanan Biasanya bahan pangan hasil pertanian mengalami beberapa tingkat penyimpanan yaitu : tingkat petani. Pada bayi dan anak-anak. tepung yang berasal dari biji-bijian yang diproses secara mekanis memiliki kandungan protein rata-rata yang lebih rendah dibanding tepung yang berasal dari pemrosesan tradisional. kualitas nutrisi dari produk ini tidak sama dengan produk yang dibuat dari tepung hasil penggilingan dengan tingkat ekstraksi lebih tinggi. tingkat pengumpul. “bukannya melarikan diri dari produk-produk tradisional. Cara ini berfungsi ganda yaitu untuk melanjutkan proses pengeringan dan asap api berfungsi pula sebagai pengendalian hama selama penyimpanan. tingkat peralihan. Pada penggilingan secara mekanis. dan biasanya kehilangan nilai nutrisi ini lebih menonjol pada metode penggilingan dengan mesin. penerimaan serat mentah sebanding pada tepung gandum. Tidak dianjurkan ruang penyimpanan dari bahan besi. Dengan demikian. Pada umumnya. dan atau sayuran. Dalam banyak kasus. Namun jumlah biji yang dapat disimpan dengan cara ini sangat terbatas. sorghum dikonsumsi bersamaan dengan makanan lain seperti kacang-kacangan.dapat digunakan untuk membuat produk-produk yang dimasak. tingkat pengecer dan tingkat konsumen. kandungan serat yang lebih rendah lebih baik untuk dikonsumsi. Pada tingkat ekstraksi setara. Selain itu. pengurangan kandungan serat dan protein dapat diabaikan jika mempertimbangkan komponen lain dalam makanan tertentu. Pengalaman di sejumlah Negara menunjukkan ketika tepung sorghum tersedia dengan kualitas yang baik dan dapat bersaing maka konsumsinya akan meningkat. Dinding gudang sebaiknya ' terbuat dari bahan yang padat sehingga perubahan suhu yang terjadi pada biji dapat dikurangi. malah kita harus mendorong agar produk-produk tersebut digunakan sebagai makanan berkualitas yang sama baik atau bahkan lebih baik daripada beberapa makanan sehat yang saat ini kita konsumsi”. Dalam uji komparatif menggunakan sorghum yang dilakukan di Laboratorium Prairi. Saskatoon. karma sangat peka terhadap perubahan suhu. tingkat penyalur. Penyimpanan sederhana di tingkat petani adalah dengan cara menggantungkan malai sorghum di ruangan di atas perapian dapur. nilai makanan biasanya menurun baik pada metode penggilingan manual maupun mesin. maka tinggi gudang harus sama dengan lebarnya supaya kondensasi uap air dalam gudang tidak mudah timbul. meminjam perkataan salah seorang peserta lokakarya.

Sebelum disimpan biji harus kering. Alat penyosoh sorghum mekanis mempunyai beberapa keuntungan yaitu : 1. bersih dan utuh (tidak pecah). A. dan menahan perembesan air dari dinding sumur bor. Syarat-syarat penggudangan antara lain: bebas dari serangan hama dan penyakit. Pengeboran minyak bumi menggunakan tepung sorghum untuk melicinkan pengeboran. dodol sorghum dan sebagainya. Pabrik tepung sorghum menghasilkan dedak sebagai bahan samping. Proses penyosohan lebih capat. pendingin bor. kertas karbon. suhu dan kelembaban terawasi dan pengendalian udara yang teratur. Sorghun juga dapat di gunakan untuk membuat tapai yang rasanya tidak kalah jika dibandingkan dengan tapai yang di buat dengan bahan dasar ketan hitam atau ketan putih. Bioetanol dibuat dari nira batang sorgum . isolasi. Mutu beras sorghum lebih baik. Tepung sorghum juga di manfaatkan untuk membuat briket arang kayu guna cetakan pengecoran besi. Berbagai jenis makanan yang dapat di hasilkan antara lain bubur tepung sorghum. Dedak sorghum yang telah bebas dari minyak sangat baik untuk makanan ternak besar dan kecil. Untuk membuat nasi sorgum. al. Tepung sorghum yang tinggi kadungan protein dan gluteinnya dimanfaatkan untuk campuran tepung tarwe dalam pembuatan roti. 2. Karena memiliki kadar minyak yang tinggi dedak sorghum juga dapat di manfaatkan untuk diambil minyaknya melalui proses ekstraksi dan menghasilkan minyak dedak yang nilainya sama dengan minyak jagung. Tanaman sorghum manis sering disebut sebagai bahan baku industri bersih (clean industry) karena hampir semua komponen biomasa dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan industri. seandainya tidak di bersihkan akan mengakibatkan rasa pahit yang sesuai dengan sifat jenisnya. 6. Kulit ari biji sorghum mengandung sejenis lilin yang dapat digunakan sebagai bahan seminr sepatu.Beras sorgum yang telah di masukkan ke dalam karung goni atau tanpa pengarungan perlu di simpan di dalam gudang yang memenuhi syarat penggudangan. Pemanfaatan sorghum manis secara umum diperoleh dari hasil-hasil utama (batang dan biji) serta limbah (daun) dan hasil ikutannya (ampas/bagasse) (Sumantri. Beras sorghum dapat terjamin bebas dari kadar tanin yang membahayakan 3. 1996). et. kulit arinya harus benar-benar bersih. Pemanfaatan biji Sorghum Menurut Rismunandar. polois perabot rumah dan sebagainya. 1989 Sorghum dapat di jadikan nasi sorghum yang cukup pulan. begantung pada jenisnya. Pabrik Alumunium menggunakan tepung sorghum sebagai bahan untuk menggumpalkan peleburan Alumunium.

Pengolahan Sorghum Tertama pada Aspek Penyosohannya. Institute for Agriculture reseach. Daun sorghum dapat dimanfaatkan sebagai hijauan pakan ternak. Internatinal cprops research Institut for the semi-arid tropics west African sorgum Improvenment Program. 1990. Dalam hal ini pengembangan tanaman sorghum justru mendukung program pemerintah dalam rangka ketahanan pangan (program swasembada pangan) dan energi (program desa mandiri energi).manis. Summary proceedings of symposium on the current status and potential uses of sorgum in Nigeria. Biji sorghum juga bisa menggantikan jagung yang banyak digunakan sebagai bahan baku dalam industi pakan ternak. bijinya diproses menjadi tepung untuk menggantikan tepung beras atau terigu sebagai bahan pangan. DAFTAR PUSTAKA Hadi K. Ahmadu . ICRISAT. Industrial Utilization of sorgum. Purwadaria dan Tarma Purwanegara. selain itu juga mendukung pengembangan industri lainnya yaitu penggemukan sapi (swasembada daging) dan industri pulp (kertas). samaru. Selain itu ternyata ampas batang sorghum (bagasse) yang telah diambil niranya dapat dimanfaatkan seratnya sebagai bahan baku pulp dalam industri kertas.

Zaria. Rismunandar. Tekhnologi budidaya sorghum. India. Irian Jawa. Sorgum and millet: food production and use. 1982. 1990. . Sally Vogel and Michael Graham.Bello University. L. Murty. Sorghum tanaman serbaguna. Procceding of International Symposium on Shorgum Grain Quality. Report ot workshop help in Nairobi. 1978.S. Departemen Pertanian. 1989. Kenya. Patancheru.W. Nigeria. Penerbit Sinar baru Bandung.P . Balai Informasi Pertanian. Rooney and D. Jantje Laimeheriwa. A.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->