SORGUM UNTUK PENGANEKARAGAMAN PANGAN 27 November 2012 Fokus pembangunan pertanian untuk ketahanan pangan yang bertumpu pada

beras, telah menyebabkan ketergantungan yang sangat tinggi terhadap komoditas beras. Rata-rata konsumsi beras nasional sebagai makanan pokok dan penunjang hingga saat ini mencapai 139,15 kg perkapita pertahun (Ditjen Tanaman Pangan, 2010), sehingga pemerintah harus menyediakan beras sebanyak 26-29 juta ton per tahun. Pesatnya laju pertumbuhan penduduk Indonesia, kebutuhan beras juga semakin meningkat. Tingginya konsumsi beras dapat berakibat pada rentannya ketahanan pangan masyarakat bila kemampuan penyediaan beras terganggu. Persoalan penyediaan beras saat ini menjadi semakin kompleks. Alih fungsi lahan yang terus berlanjut dan adanya anomali iklim, peningkatan produksi beras juga semakin sulit. Data Badan Pertanahan Nasional (BPN) tahun 2010 menunjukkan sekitar 81.176 hektar lahan pertanian produktif di Pulau Jawa telah berlih fungsi menjadi area pemukiman dan industri. Adanya anomali iklim juga menyebabkan terjadinya penuruan luas panen, karena kekeringan dan ledakan hama seperti wereng yang telah terjadi pada tahun 2010, sehingga berdampak pada penurunan produktivitas dan produksi padi. Fakta ini menunjukkan bahwa ketahanan pangan nasional sangat riskan jika hanya mengandalkan satu komoditas, yaitu beras. Oleh karena itu, upaya pengembangan pangan alternatif yang berbasis umbiumbian, tanaman pohon atau biji-bijian, menjadi sangat penting. Salah satu komoditas biji-bijian potensial sebagai sumber karbohidrat adalah Sorgum. Sorgum sesungguhnya merupakan komoditas tanaman serealia yang sudah lama ada di Indonesia, namun pemanfaatannya terbatas hanya sebagai tanaman sela. Di dunia tanaman sorgum menempati urutan kelima, setelah gandum, beras, jagung, dan barley. Sorgum merupakan komoditas sumber karbohidrat yang cukup potensial karena kandungan karbohidratnya cukup tinggi, yaitu sekitar 73 g/100 g bahan (Tabel 1). Sebagai bahan pangan biji sorgum dapat dikonsumsi langsung dengan cara ditanak seperti beras (nasi). Sorgum juga dapat dibuat tepung untuk berbagai jenis kue (kering dan basah), mie. Kelebihan dari tepung sorgum adalah memiliki nilai gizi yang lebih tinggi daraipada beras, jagung dan singkong. Kelebihan lain dari tepung sorgum adalah daya kembangnya yang sangat tinggi dan mudah larut dalam air. Dengan demikian, tidak menutup kemungkinan tepung sorgum dapat menggantikan tepung gandum yang selama ini harus mengimpor.

usahakan agar biji segera dirontok setelah panen untuk mencegah serangan tikus dan burung. dan industri pangan sangat diperlukan. Berdasarkan uraian di atas. sehingga tidak akan terjadi persaingan penggunaan lahan dengan komoditas tanaman pangan lainnya. Selain itu. Agar dicapai hash yang terbaik dan efisien dianjurkan agar menggunakan wadah supaya biji tetap bersih.Tanaman sorgum memiliki daya adaptasi yang luas dan memerlukan jumlah air yang relatif lebih sedikit dalam pertumbuhannya. Perontokan Perontokan secara tradisionil dilakukan dengan pemukul kayu dan dikerjakan di atas lantai atau karung goni.12 % untuk mencegah pertumbuhan jamur. Agar dapat berkembang dan dapat mendukung upaya pemerintah dalam ketahanan pangan diperlukan dukungan dari pemerintah baik pusat maupun daerah menyangkut kebijakan dan fasilitas sarana/prasarana penunjang. Metode perontokan sangat popular di semua Negara. 15 JUNI 2010 PASCAPANEN SORGUM 1. Pemukulan dilakukan terus menerus hingga biji lepas. sorgum sangat potensial sebagai alternatif sumber pangan non beras untuk penganekaragaman pangan dan sebagai pengganti tepung gandum. Budidaya sorgum tidak memerlukan input tinggi dan dapat tumbuh pada lahan suboptimal yang tidak dapat ditanami oleh tanaman lainnya. petani produsen. ranting. Selanjutnya diikuti dengan proses perontokan menggunakan tongkat atau alu.Setelah itu dilakukan penampian untuk memisahkan kotoran yang terdiri dari daun. dan kadar air tidak boleh lebih dari 10 . Apakah potensi sorgum tersebut akan dimanfaatkan oleh pemerintah untuk menjaga ketahanan pangan? pasca panen SELASA. Metode tradisional misalnya memukul-mukulkan biji gandum dengan tongkat atau alu di tanah atau rak. Sejumlah biji dijatuhkan dari atas dengan maksud agar kotorannya dapat terpisah dari biji dengan batuan hembusan angin. Langkah terakhir adalah menampi untuk menghilangkan . Langkah pertama adalah dengan menebarkan kepala sorghum di atas tikar atau alas lain untuk mengeringkannya. debu atau kotoran lainnya. keterkaitan antara pemerintah. .

bukan di atas pasir. Dengan memperhatikan beberapa panduan dalam perontokkan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Senegal. Biji sorgum hanya dikeluarkan secukupnya untuk dirontokkan sebagai bahan makanan selama 2-4 minggu. kemudahan. dapat menghemat waktu dan tenaga kerja karena 2-4 hektar biji sorghum dapat rontokkan dalam satu hari dan hanya membutuhkan tenaga beberapa orang saja. pertanian skala besar menggunakan kombinasi mesin untuk merontokkan biji sorghum. Beberapa metode perontokan juga diuji coba. Biji sorghum yang disimpan tanpa dirontokkan berisiko mengalami kerusakan karena serangga dan lain-lain. dan efisiensi metode perontokan menjadi salah satu kriteria dari diterimanya budidaya. Waktu yang dibutuhkan untuk merontokkan sorgum kebanyakan berhubungan dengan tiga factor : 1. maka sangat mungkin bagi petani untuk meningkatkan hasil dan tingkat efisiensi proses perontokan: (1) Bagian kepala sorghum harus dirontokkan di atas tikar. kekerasan biji sorgum. Di banyak Negara. Metode ini banyak digunakan di Uganda. biji sorgum disimpan bersama kepala gandum dan hanya dilakukan perontokan apabila dibutuhkan. kerikil atau batu karena cara ini membuat biji sorghum tetap bersih dan mengurangi penampian – cara terbaik adalah merontokkan di atas lantai semen. Di India. dan Hausas di Nigeria merontokkan seluruh biji gandum sebelum menyimpannya. perontokan menggunakan mesin diuji coba tapi hasil yang diperoleh biji sorgum banyak yang rusak bila dibandingkan dengan cara tradisional. Kenya. walaupun tidak direkomendasikan. struktur tanaman. Dalam hal ini. Metode ini. 25-30 orang dibutuhkan untuk merontokkan sekitar setengah hektar. Normalnya. Di Sudan. . Gwaris. Sementara orang-orang Nupe.kotoran sebelum akhirnya disimpan. di Nigeria orangorang Yaruba memanen sorgum untuk kemudian dibawa pulang dan segera disimpan. 3. rata-rata waktu yang digunakan untuk perontokan dalam sehari adalah selama 1-2 jam. kualitas biji sorghum yang rontokkan melampaui kualitas biji sorghum yang disimpan dengan kepala-kepalanya. dan metode penebahan yang digunakan. 2. Nigeria dan India. Metode penyimpanan pada tiap daerah berbedabeda dan berhubungan dengan latar belakang sosiokultural dan iklim. Tanzania. Uji penyimpanan yang dilakukan di Senegal menunjukkan bahwa jika dikeringkan dan disimpan secara tepat. Contohnya. Sudan. tingkat kekeringan kepala sorghum. kepala biji sorghum disebarkan di jalan dan dibiarkan dilindas oleh roda-roda kendaraan yang lewat. Di Nigeria misalnya.

alat perontok pedal dan alat yang digerakkan mesin. Sedangkan sortasi adalah proses pemisahan dan penggolongan tingkat mutu dan kesegaran. dll di ladang (setelah yakin bahwa kandungan kelembaban sudah cukup rendah). Bila bersuara berarti biji tersebut telah kering. Apabila hari hujan atau kelembaban udara tinggi. hama. Rak dengan ukuran tinggi 2-3 m dan lebar 0.12 %. biji sorghum harus cepat dirontokkan untuk mengurangi serangan burung. 2. Teknik pengeringan secara tradisional dapat ditingkatkan dengan melakukan beberapa langkah berikut untuk mengurangi eksposur terhadap hama tanaman di ladang. Alat pembersih dan sortasi yanag umum digunakan antara lain ayakan berlubang. pengeringan dapat dilakukan dengan cara menggantungkan batang-batang sorgum diatas api dalam suatu ruangan atau di atas api dapur. Pengeringan. Bentuk. Pada proses pengeringan dengan sinar matahari. bagian-bagian dari bahan yang tidak penting dan menyingkirkan komoditi yang terikut. Pembersihan dan sortasi Pembersihan bertujuan untuk membuang kotoran kotoran. ayakan meja bergoyang dan hembusan udara.(2) Biji sorghum harus mengandung kandungan kelembaban maksimum 10 – 12% pada saat dirontokkan karena hal ini dapat mengurangi kemungkinan rusak pada saat penyimpanan. Ikatan-ikatan sorghum pada baris pertama disusun dengan bagian tangkai bertemu tangkai. Biasanya pengeringan dilakukan dengan cara penjemuran selama ± 60 jam hingga kadar air biji mencapai 10 . Alat perontokan yang biasa digunakan ada beberapa macam antara lain : pemukul dari kayu atau bambu. Susunan seperti ini memungkinkan terjadinya sirkulasi udara.tikus.6 – 2 m biasa digunakan untuk mengeringkan biji sorghum di daerah-daerah tropis. bentuk dan ukuran komoditi yang di tangani. Jumlah sorghum dalam setiap bundel setara dengan jumlah makanan yang dibutuhkan . Kriteria untuk mengetahui tingkat kekeringan biji biasanya dengan cara menggigit bijinya. Pengeringan merupakan salah satu proses yang mutlak diperlukan sebelum biji sorghum disimpan. 3. ukuran dan banyaknya lubang pada ayakan berbeda-beda tergantung pada macam. sangat penting untuk diketahui bahwa ketika sinar matahari mengeringkan biji maka angin akan menerbangkan kelembabannya.3 m di atas permukaan tanah. (4) Bila memungkinkan. menggantung biji sorghum untuk dikeringkan dengan jarak sedikitnya 0. (3) Jenis vitreous flinty yang tidak bertepung harus dirontokkan untuk mengurangi jumlah biji yang rusak selama penyimpanan.

Kerusakan-kerusakan pada biji dapat terjadi karena terlambat pengeringan. 4. Faktor-faktor pembalikan . Metode tradisional yang digunakan di semua Negara membutuhkan kerja keras dan waktu yang lama. Keuntungan menggunakan alat pengering adalah suhu. jika waktu masih memungkinkan biji-bijian dibasahi dan dikuliti sebelum ditumbuk menjadi tepung. yaitu makanan untuk 1-2 hari. Suhu yang terlalu tinggi atau adanya perubahan suhu yang mendadak dapat menyebabkan terjadinya kerusakan-kerusakan pada biji sorghum. Selain dengan sinar matahari pengeringan sorghum dapat dilakukan dengan menggunakan mesin pengering.5 sampai dengan 0. Penggilingan / Penyosohan Meskipun penggunaan sorghum untuk konsumsi manusia tersebar luas. membutuhkan 3. Penggilingan model ini banyak digunakan di rumah-rumah. Pengupasan yang dilakukan dengan cara memukul-mukul menggunakan tangan. Lesung yang terbuat dari kayu.5 mm/kg sorgum dan 6 – 22 mm/kg millet (perkiraan di India). Setelah kering sorgum siap di rontokkan. satu diputar menggunakan sebuah pegangan dari kayu. aliran udara dan laju pengeringan dapat terawasi dan terkendali.5 – 5.dalam satu langkah distribusi. Dalam proses tradisional. batu atau lubang di tanah. dan meskipun penggilingan skala kecil telah diperkenalkan di beberapa daerah namun mesin produksi tepung masih terbatas karena kurangnya tekonologi yang dikuasai untuk mengolah biji-bijian ini. Mesin giling yang ada di rumah atau desa kemudian digunakan untuk menggiling biji-bijian menjadi tepung. Gabungan atau modifikasi antara kedua cara tersebut mungkin pula dilakukan. disimpan atau didistribusikan.7 cm dan cuaca baik pengeringan dapat berlangsung antara 2 . Proses pengeringan yang tepat akan menghasilkan produk berkualitas dengan melindungi biji sorghum dari kerusakan. tebal lapisan kerapatan dan lama penjemuran memegang peranan penting bagi laju dan mutu penjemuran.3 hari serta kadar air sorghum kering sekitar 12 persen. Tebal lapisan biji sorghum yang dikeringkan biasanya antara 0. pengeringan yang terlalu lama atau terlalu cepat dan pengeringan yang tidak merata. namun teknologi pengolahan biji-bijian ini masih belum memadai. tergantung pada varietas. dan alu yang terbuat dari kayu (sebagian . penggilingan model batu terdiri dari sebuah batu datar berukuran kecil yang terletak di atas sebuah batu besar berbentuk empat persegi panjang atau dua batu berbentuk bundar.

beberapa penggilingan tradisional masih menggunakan batu gilingan. Sorghum biasanya dikuliti setiap hari dengan menggunakan lesung dan alu. Baik penggilingan basah atau kering keduanya tetap dilakukan sesuai dengan kebiasaan dan kegunaan akhir tepung. Jika tidak dikupas terlebih dahulu maka tepung yang dihasilkan akan bertekstur kasar dan mengandung dedak. pemanfaatan sifat tepung atau pasta. tapi di daerah lain yang sudah mengenal mesin bertenaga diesel penggilingan sorghum dan gandum dilakukan bersama-sama dengan jagung. Jika sorghum . Karena alasan ini. Beberapa metode ini mempengaruhi rasa. dipanggang. Penggilingan bertenaga diesel atau air banyak terdapat di desa-desa. Penggilingan basah dilakukan dengan cara meletakkan biji-bijian yang sudah direndal diantara dua batu lalu menggilingnya hingga menjadi pasta. seringkali digunakan dengan sedikit difermentasi. dan ada atau tidaknya bagian kulit. Biji-biji ini dicuci 3-4 kali untuk mengeluarkan kuman dan bagian tepung yang masih mengandung kulit. bisa disimpan selama 3-4 hari. Ukuran partikel tepung bervariasi. Pola-pola yang sangat mirip dengan metode diatas ada di Tanzania. Tepung atau pasta dapat dibuat dari keseluruhan proses seperti dikupas. ada yang kasar ada juga yang halus. Sementara penggilingan kering dilakukan dengan cara menggunakan batu penggiling bertenaga listrik atau diesel. di banyak negara sorghum seringkali tidak melalui proses pengupasan. Sorghum yang memiliki bentuk biji lebih besar daripada gandum lebih mudah dikupas. Umumnya tepung kering dapat disimpan\ selama beberapa minggu sementara yang berbentuk pasta basah. tergantung pada tujuan penggunaan tepung dan kekerasan biji. Di Sudan ada dua jenis penggilingan: kering (yang paling umum) dan basah. Di India terdapat preferensi yang sangat kuat agar biji dikuliti dan digiling menjadi tepung secara manual. Alasan utama diubahnya system tradisional dengan mesin adalah karena efisiensi waktu (untuk menggiling tepung bagi sebuah keluarga dengan enam anggota keluarga perbandingan waktu yang dibutuhkan adalah sekali giling berbanding 20-30 menit). direndam atau dikeringkan. nilai gizi. dikecambahkan. Produk yang dihasilkan adalah tepung yang partikelnya berbutiran kasar atau sangat halus.terdapat cincin baja di ujungnya) juga banyak digunakan. metode penggilingan. Tepung dan biji yang pecah merupakan produk yang banyak dijumpai pada penggilingan manual di rumah-rumah. Di pedesaan Kenya. Pasta ini dapat langsung digunakan atau dapat juga difermentasikan lebih dulu. lalu pada tahap akhir digunakan air untuk membersihkan bagian kulit yang sudah terlepas. Air sisa pembersihan ini diberikan kepada hewan-hewan yang sangat menyukai air berisi kulit dan pecahan biji ini. dan hanya akan dibuang setelah disaring. yang menggunakan penggilingan manual apabila tidak ada mesin giling atau apabila petani tidak mampu membayar upah penggilingan menggunakan mesin. difermentasi.

dan kemudian digiling menjadi tepung. Tiga metode berbeda yang biasa digunakan di Nigeria. Biji-bijian dipanggang atau dikecambahkan sebelum digiling. pemilihan metode penggilingan bergantung pada tujuan penggunaan produk. tapi di Buganda biji-bijian dihancurkan pada permukaan kayu kasar dengan menggunakan panci rusak. digiling menjadi pasta. namun sekarang di wilayahwilayah yang penduduknya mengkonsumsi sorghum. biji pertama-tama direndam untuk kemudian ditumbuk guna melepaskan kulitnya. maka biji-bijiannya hanya ditumbuk atau digiling tanpa dikupas terlebih dahulu. maka terlebih dahulu harus dikupas dengan cara dipukul-pukulkan menggunakan tangan. Untuk metode basah. Sorghum di India dikupas di dalam sebuah lesung melalui penggilingan ringan dan kemudian ditampi. kemudian disaring untuk memisahkan dedaknya. adalah yang digiling kasar. Tepung yang dihasilkan bertekstur kasar karena masih mengandung kulit. dan kemudian biji-biji kering digiling menjadi tepung. Biarpun proses menggunakan mesin merupakan cara pemrosesan tercepat. Tepung kering yang dihasilkan bila dicampur dengan air dapat dibiarkan memfermentasi selama semalaman seperti yang dilakukan pada pasta giling basah untuk digunakan dalam produk serupa. Setelah ditampi kemudian dikupas lagi dengan memukul-mukulkan lesung untuk menghilangkan kulit luar. Produk yang dihasilkan bersifat kering. pasta ini dibiarkan semalam untuk fermentasi sebelum akhirnya digunakan. sorgum atau gandum yang digunakan untuk bir misalnya. Pusat-pusat perdagangan yang menawarkan layanan penggilingan menggunakan mesin kini juga menyediakan jasa penggilingan secara tradisional. menumbuk dengan lesung.yang akan digiling menjadi tepung akan diperuntukkan untuk membuat roti (yang tidak beragi). dicuci bersih seperti halnya yang dilakukan pada sorghum. Kadang-kadang lesung juga digunakan. Biji-biji yang pecah digunakan oleh orang Nigeria untuk membuat tepung pasta guna dibuat bubur. kulit dibuang dengan cara ditampi. atau memproses dengan mesin penggiling. biji direndam air selama 1-2 hari. Di Uganda. Sebuah proses mekanik kering baru diperkenalkan dimana kulit dikupas secara mekanis. Sorghum terlebih dahulu dikupas kemudian tepungnya dibuat dengan menggunakan metode basah atau kering. menggiling sorghum pada sebuah batu. seperti di India. yang cara kerjanya lebih cepat dibanding lesung. orang-orang lebih suka menggiling biji-bijian . Ketika sorghum atau jewawut digunakan untuk makanan. Metode tradisional pengolahan sorghum hampir sama di tiap Negara. namun produk yang ditumbuk menggunakan lesung lebih banyak dicari karena produk yang dihasilkan memiliki tekstur halus dan lebih putih karena mengandung sedikit dedak. Tepung sorghum yang digunakan di India bertekstur lebih halus karena terbuat dari biji yang dikupas. Untuk yang disebut metode kering. dibasahi lalu digiling menggunakan batu.

Varietas dengan warna lebih ringan. Untuk memperbaiki warnanya. yang menghasilkan produk tepung dengan warna yang juga lebih ringan melalui proses manual. tepung dapat diproduksi dengan tingkat ekstraksi lebih tinggi dibanding dengan pemrosesan manual. roti dan produk-produk lain berbasis tepung. dan jumlah kulit. Karena metode penggilingan sudah berubah. Penggilingan kering. Pengupasan secara mekanis dapat menghasilkan tepung putih dari sorghum varietas merah varietas biru-hijau dengan menurunkan tingkat ekstraksi dan menghilangkan lebih banyak kulit biji. banyak digunakan untuk membuat bubur. Terdapat kandungan gizi yang hilang selama proses pengupasan. Tepung sorghum yang diproses secara mekanik dapat mengurangi waktu pemrosesan. untuk kemudian digiling basah menjadi tepung pasta. Dengan meningkatnya permintaan agar penggilingan dilakukan tepat waktu. terkadang dengan menggunakan lesung atau alu. Dengan pemrosesan menggunakan mesin. Biji-bijian yang digiling tanpa dikupas terlebih dahulu akan menghasilkan produk yang kurang baik untuk dikonsumsi dan memiliki tekstur dan warna yang juga kurang bagus. Sementara varietas dengan warna lebih gelap. seperti air asam jawa atau air cucian beras yang difermentasi. bukan pada pemilihan apakah penggilingan lebih baik dilakukan dengan mesin atau bukan. dirancang khusus untuk sorghum. Cara ini menghasilkan tepung dengan warna yang bagus sehingga . maka tingkat kehilangan kandungan gizi akan semakin tinggi. banyak difermentasikan sebagai bahan baku bir dan minuman hasil fermentasi lainnya. yang dapat mengupas sekaligus menggiling biji menjadi tepung dapat meningkatkan nilai tambah. Biasanya mesin giling ini tidak dilengkapi alat untuk mengupas. Dalam salah satu penelitian mengenai penggilingan manual di Nigeria. Hal ini pada gilirannya akan meningkatkan kualitas tepung sehingga mudah dicerna. orangorang yang akan menggiling biji-bijian dengan mesin giling terlebih dahulu harus mengupas biji-bijian tersebut. yang menghasilkan produk tepung dengan warna yang juga lebih gelap dan berasa sedikit pahit. Warna menjadi salah satu criteria utama yang menentukan penggunaan akhir sorghum tertentu. Karena biji-bijian ini memiliki lapisan aleuron yang lembut dan mudah patah. secara tradisional biji-bijian ini sebagian diputihkan dengan cara direndam dalam larutan asam. Mesin penggilingan ini biasanya berbentuk palu atau piringan yang digunakan untuk menggiling biji-bijian menjadi tepung. kehilangan ini mencapai 29% dari berat kering tercatat. Hal ini menimbulkan beberapa pertanyaan mengenai kualitas tepung yang dihasilkan dari proses mekanis.mereka di mesin penggiling desa. kandungan air dalam tepung. saat ini orang lebih berpikir bagaimana melakukan proses penggilingan dengan cara terbaik. memiliki warna dan tekstur yang lebih bagus.

tingkat penyalur. Pada tingkat ekstraksi setara. “bukannya melarikan diri dari produk-produk tradisional. kualitas nutrisi dari produk ini tidak sama dengan produk yang dibuat dari tepung hasil penggilingan dengan tingkat ekstraksi lebih tinggi. tepung yang berasal dari biji-bijian yang diproses secara mekanis memiliki kandungan protein rata-rata yang lebih rendah dibanding tepung yang berasal dari pemrosesan tradisional. Pada bayi dan anak-anak. pengurangan serat dan protein dapat diimbangi dengan peningkatan total konsumsi sorghum dan serat. penerimaan serat mentah sebanding pada tepung gandum. Pengalaman di sejumlah Negara menunjukkan ketika tepung sorghum tersedia dengan kualitas yang baik dan dapat bersaing maka konsumsinya akan meningkat. Dalam banyak kasus. . tingkat pengumpul. sereal lainnya. Tidak dianjurkan ruang penyimpanan dari bahan besi. maka tinggi gudang harus sama dengan lebarnya supaya kondensasi uap air dalam gudang tidak mudah timbul. dan biasanya kehilangan nilai nutrisi ini lebih menonjol pada metode penggilingan dengan mesin. 5. Penyimpanan Biasanya bahan pangan hasil pertanian mengalami beberapa tingkat penyimpanan yaitu : tingkat petani. Dengan demikian. Bila biji disimpan dalam ruangan khusus penyimpanan (gudang). Dinding gudang sebaiknya ' terbuat dari bahan yang padat sehingga perubahan suhu yang terjadi pada biji dapat dikurangi. sorghum dikonsumsi bersamaan dengan makanan lain seperti kacang-kacangan. Pada penggilingan secara mekanis. malah kita harus mendorong agar produk-produk tersebut digunakan sebagai makanan berkualitas yang sama baik atau bahkan lebih baik daripada beberapa makanan sehat yang saat ini kita konsumsi”. Selain itu. namun 2025% lebih sedikit pada tepung sorghum. tingkat pengecer dan tingkat konsumen. meminjam perkataan salah seorang peserta lokakarya. Penyimpanan sederhana di tingkat petani adalah dengan cara menggantungkan malai sorghum di ruangan di atas perapian dapur. Namun jumlah biji yang dapat disimpan dengan cara ini sangat terbatas. karma sangat peka terhadap perubahan suhu. Saskatoon. pengurangan kandungan serat dan protein dapat diabaikan jika mempertimbangkan komponen lain dalam makanan tertentu. kandungan serat yang lebih rendah lebih baik untuk dikonsumsi.dapat digunakan untuk membuat produk-produk yang dimasak. Dalam uji komparatif menggunakan sorghum yang dilakukan di Laboratorium Prairi. dan atau sayuran. Pada umumnya. Cara ini berfungsi ganda yaitu untuk melanjutkan proses pengeringan dan asap api berfungsi pula sebagai pengendalian hama selama penyimpanan. tingkat peralihan. nilai makanan biasanya menurun baik pada metode penggilingan manual maupun mesin.

Tepung sorghum juga di manfaatkan untuk membuat briket arang kayu guna cetakan pengecoran besi. begantung pada jenisnya. et. isolasi. Sorghun juga dapat di gunakan untuk membuat tapai yang rasanya tidak kalah jika dibandingkan dengan tapai yang di buat dengan bahan dasar ketan hitam atau ketan putih. Tanaman sorghum manis sering disebut sebagai bahan baku industri bersih (clean industry) karena hampir semua komponen biomasa dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan industri. dodol sorghum dan sebagainya. Proses penyosohan lebih capat. A. Berbagai jenis makanan yang dapat di hasilkan antara lain bubur tepung sorghum. Dedak sorghum yang telah bebas dari minyak sangat baik untuk makanan ternak besar dan kecil. Bioetanol dibuat dari nira batang sorgum . Untuk membuat nasi sorgum. Alat penyosoh sorghum mekanis mempunyai beberapa keuntungan yaitu : 1. Karena memiliki kadar minyak yang tinggi dedak sorghum juga dapat di manfaatkan untuk diambil minyaknya melalui proses ekstraksi dan menghasilkan minyak dedak yang nilainya sama dengan minyak jagung. pendingin bor. 1989 Sorghum dapat di jadikan nasi sorghum yang cukup pulan. Pemanfaatan biji Sorghum Menurut Rismunandar. Pemanfaatan sorghum manis secara umum diperoleh dari hasil-hasil utama (batang dan biji) serta limbah (daun) dan hasil ikutannya (ampas/bagasse) (Sumantri. 2. Beras sorghum dapat terjamin bebas dari kadar tanin yang membahayakan 3. bersih dan utuh (tidak pecah). Syarat-syarat penggudangan antara lain: bebas dari serangan hama dan penyakit. Kulit ari biji sorghum mengandung sejenis lilin yang dapat digunakan sebagai bahan seminr sepatu. kulit arinya harus benar-benar bersih. Pabrik Alumunium menggunakan tepung sorghum sebagai bahan untuk menggumpalkan peleburan Alumunium. suhu dan kelembaban terawasi dan pengendalian udara yang teratur. Pengeboran minyak bumi menggunakan tepung sorghum untuk melicinkan pengeboran. Mutu beras sorghum lebih baik. polois perabot rumah dan sebagainya. Tepung sorghum yang tinggi kadungan protein dan gluteinnya dimanfaatkan untuk campuran tepung tarwe dalam pembuatan roti. Sebelum disimpan biji harus kering. dan menahan perembesan air dari dinding sumur bor. Pabrik tepung sorghum menghasilkan dedak sebagai bahan samping. seandainya tidak di bersihkan akan mengakibatkan rasa pahit yang sesuai dengan sifat jenisnya.Beras sorgum yang telah di masukkan ke dalam karung goni atau tanpa pengarungan perlu di simpan di dalam gudang yang memenuhi syarat penggudangan. 1996). kertas karbon. al. 6.

selain itu juga mendukung pengembangan industri lainnya yaitu penggemukan sapi (swasembada daging) dan industri pulp (kertas). Purwadaria dan Tarma Purwanegara. samaru. bijinya diproses menjadi tepung untuk menggantikan tepung beras atau terigu sebagai bahan pangan. Institute for Agriculture reseach. 1990. Industrial Utilization of sorgum. Ahmadu .manis. Pengolahan Sorghum Tertama pada Aspek Penyosohannya. Biji sorghum juga bisa menggantikan jagung yang banyak digunakan sebagai bahan baku dalam industi pakan ternak. Internatinal cprops research Institut for the semi-arid tropics west African sorgum Improvenment Program. ICRISAT. Selain itu ternyata ampas batang sorghum (bagasse) yang telah diambil niranya dapat dimanfaatkan seratnya sebagai bahan baku pulp dalam industri kertas. DAFTAR PUSTAKA Hadi K. Summary proceedings of symposium on the current status and potential uses of sorgum in Nigeria. Daun sorghum dapat dimanfaatkan sebagai hijauan pakan ternak. Dalam hal ini pengembangan tanaman sorghum justru mendukung program pemerintah dalam rangka ketahanan pangan (program swasembada pangan) dan energi (program desa mandiri energi).

Departemen Pertanian. Sorgum and millet: food production and use.Bello University. . Sally Vogel and Michael Graham. 1978. Balai Informasi Pertanian. Patancheru. Rooney and D. Kenya. Procceding of International Symposium on Shorgum Grain Quality. A. Rismunandar. Murty. India. 1990. Zaria. Penerbit Sinar baru Bandung. L. Jantje Laimeheriwa. Tekhnologi budidaya sorghum. Nigeria. Sorghum tanaman serbaguna.P .S.W. Irian Jawa. 1989. Report ot workshop help in Nairobi. 1982.