[Modul Pelatihan Analisis Data dengan Software Excel dan Spss] December 23, 2008

TEKNIK ANALISIS DATA DENGAN MENGGUNAKAN EXCEL 2007
i era modern seperti sekarang tidak terlalu sulit untuk mengolah data statistic baik dalam bentuk data penelitian ataupun yang lainnya. Banyak ragam software yang dapat digunakan untuk melakukan penganalisisan data seperti Minitab, Ecostat, statgraphics, Statistica, SPSS, SAS, Microstat, Ecosim dan lain sebagainya. Tetapi jika anda tidak memiliki software – software tersebut anda jangan khawatir pada Microsoft Excel fasilitas pengolahan data statistik juga tersedia meskipun dengan kemampuan yang lebih sederhana. Pada bagian ini penulis akan mencoba membahas beberapa contoh aplikasi pengolahan data dengan menggunakan Microsoft Excel 2007.

Untuk masuk pada menu analisis statistic Excel 2007 lakukan langkah – langkah sebagai berikut : 1. Buka aplikasi MS. Excel 2007 2. Klik Menu Formula 3. Pilih Statistic 4. Pilih Jenis Statistik

Oleh : Ipin Aripin, S.Pd.I 1

[Modul Pelatihan Analisis Data dengan Software Excel dan Spss] December 23, 2008

Perhatikan contoh penggunaan Excel 2007 untuk mencari : 1. Jumlah

2. Rata – rata

3. Standar Deviasi

4. Varian

Oleh : Ipin Aripin, S.Pd.I 2

[Modul Pelatihan Analisis Data dengan Software Excel dan Spss] December 23, 2008

5. Nilai Logaritma

6. Koefisien Korelasi

7. Regresi Nilai untuk a

Nilai untuk b

8. Nilai Tabel t Contoh : Pada sebuah penelitian diketahui n = 22, dengan α = 5% dan degree of freedom (df) = 20, maka nilai t tabel dicari dengan :

Oleh : Ipin Aripin, S.Pd.I 3

[Modul Pelatihan Analisis Data dengan Software Excel dan Spss] December 23, 2008

Dengan demikian diperoleh t = 2,086 9. Nilai Tabel F Contoh : Pada sebuah penelitian n = 72, dengan α = 5% dan degree of freedom1 (df) = 30 dan degree of freedom 2 (df) = 42, maka nilai F adalah:

10. Nilai tabel α2 Contoh : Pada sebuah penelitian n = 6, dengan α = 5% dan degree of freedom (df) = 5, maka nilai tabel α2 adalah :

Diperoleh nilai α2 = 11,07 11. Nilai table Z Contoh : Diketahui sebuah z = 0,84. Nilai tabel z adalah :

12. Uji Validitas Menurut Suharsini Arikunto (2006), sebuah tes dikatakan valid

apabila dapat mengungkap data dari variabel yang diteliti secara tepat. Rumus validitas yang digunkan adalah Product Moment.
rxy=

{N ∑ X

NΣXY − ΣXΣY
2

− (∑ X ) 2 N ∑Y 2 − (∑Y) 2

}{

}

(Suharsimi Arikunto, 2006:170) Cara menghitung validitas dengan Microsoft Excel 2007 adalah menggunakan rumus = Pearson (array 1, array 2) perhatikan contoh di bawah: Oleh : Ipin Aripin, S.Pd.I 4

[Modul Pelatihan Analisis Data dengan Software Excel dan Spss] December 23, 2008

Menggunakan rumus untuk menentukan kriteria validitas :

13. Uji Reliabilitas Reliabilitas dapat diartikan dapat dipercaya, artinya suatu instrumen dapat digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik. Untuk menguji reliabilitas tes menggunakan rumus SpearmanBrown, yaitu:

r11 =

2 x rb 1 + rb

(Riduwan, 2005:102) Dengan: r11 = reliabilitas instrument rb = Korelasi Product Moment antara belahan (ganjil-genap)

Oleh : Ipin Aripin, S.Pd.I 5

Pd. Perhatikan contoh di bawah ini: Dapat diketahui bahwa koefisien reliabilitas untuk item soal tersebut adalah = 0.40 < r11 ≤ 0. 2008 Contoh : Masukan nilai koefisien r Product Moment pada rumus di atas.40 0.20 < r11 ≤ 0. 1990) Oleh : Ipin Aripin. Kriteria Reliabilitas : r11 ≤ 0.00 = derajat realibilitas sangat rendah = derajat realibilitas rendah = derajat realibilitas sedang = derajat realibilitas tinggi = derajat realibilitas sangat tinggi (Suherman.80 0. S.80 < r11 ≤ 1.60 < r11 ≤ 0.20 0.89 atau kategori sangat tinggi.60 0.[Modul Pelatihan Analisis Data dengan Software Excel dan Spss] December 23.I 6 .

Sejak pertama kali diluncurkan sampai saat ini SPSS telah mengalami pengembangan sampai pada SPSS versi 16. Secara umum tampilan antara satu versi dengan persi yang lebih baru tidak jauh berbeda hanya saja pada setiap versinya SPSS terus mengalami perbaikan.Pd.[Modul Pelatihan Analisis Data dengan Software Excel dan Spss] December 23. diciptakan oleh Norman Nie. seorang lulusan Fakultas Ilmu Politik dari Stanford University.I 7 . organisasi pemasaran.com atau mencarinya secara manual pada situs www. masuk pada Setup 4. penambahan vitur ataupun fasilitas pendukung lain. Masukan CD SPSS 12 2. Jalankan Auto Run 3. SPSS dipublikasikan oleh SPSS Inc. Ikuti petunjuk yang diintruksikan Langkah – langkah menjalankan SPSS 1) Masuk ke Star kemudian klik All Program 2) Pilih SPSS for Windows Oleh : Ipin Aripin. untuk mendapatkan software SPSS anda dapat mendownloadnya pada situs www. 2008 TEKNIK ANALISIS DATA DENGAN SPSS 12 alah satu jenis software yang sangat populer untuk menganalisis data adalah SPSS (Statistical Package for the Social Sciences atau Paket Statistik untuk Ilmu Sosial) versi pertama dirilis pada tahun 1968.com. yang sekarang menjadi Profesor Peneliti Fakultas Ilmu Politik di Stanford dan Profesor Emeritus Ilmu Politik di University of Chicago. Sebelum penulis menjelaskan beberapa teknik analisis data yang dapat dilakukan dengan SPSS. SPSS digunakan oleh peneliti pasar. SPSS adalah salah satu program yang paling banyak digunakan untuk analisis statistika ilmu sosial. Untuk dapat menginstal SPSS 12 ikuti langkah – langkah sebagai berikut: 1. dan sebagainya.spss. Double klik pada Setup 5. S. peneliti kesehatan. yang mungkin tidak ada pada versi sebelumnya.download. Jika berupa File. peneliti pendidikan. pemerintah. perusahaan survei. anda terlebih dahulu harus menginstalkan software SPSS tersebut.

8) Klik Variabel View untuk memulai mensetting data pada Data View.I 8 . 6) Pilih dokumen yang akan dibuka. 2008 3) Pilih dengan mengklik SPSS 12. S.Pd. jika akan membuat dokumen baru klik cancel 7) Ketika pertama kali masuk pada Worksheet SPSS.0 for Windows 4) Tunggu sampai jendela Aplikasi terbuka. maka akan tampil gambar seperti di bawah ini. Oleh : Ipin Aripin. 5) Setelah jendela aplikasi terbuka. maka secara default anda akan masuk pada tampilan Data View.[Modul Pelatihan Analisis Data dengan Software Excel dan Spss] December 23.

Setelah selesai klik Data View pada bagian bawah Worksheet Oleh : Ipin Aripin. Crosstabs. Descriptives. terlebih dahulu anda menset data pada Variabel View seperti pada gambar di bawah ini. Mising. Pada bagian ini anda dapat melakukan deskripsi data berupa Frequencies. dan Ratio. Scala untuk data yang berupa skala dan Ordinal untuk data yang telah diurutkan. Pada kesempatan ini kita akan mencoba melakukan analisis data dengan Deskriptiv Statistic. Explore termasuk di dalamnya untuk pengujian Normalitas dan Homogenitas data. Set terlebih dahulu Variabel View sebagai berikut: Isikan Nama dengan Iden kemudian (X) dan (Y) Ubah pada Type pada kolom Iden menjadi String Pada Width tentukan lebar kolom misalkan 8 Pada Desimal pilih saja 0 Pada Label isikan penjelasan dari kode yang telah anda buat misalkan Iden = Identitas/ Nama. Descriptives. S. Frequencies Adapun langkah – langkahnya sebagai berikut: 1. X = Variabel (x).[Modul Pelatihan Analisis Data dengan Software Excel dan Spss] December 23. 2008 BEKERJA DENGAN DESKRIPTIV STATISTIC Untuk memulai melakukan analisis data dengan SPSS. dan Y = Varibel (y) Pada kolom Values.Pd.I 9 . Explore. Pada modul ini hanya akan dijelaskan tiga jenis Deskriptive Statistic yaitu Frequencies. dan Columns biarkan saja default seperti itu. Pada Align pilih Left untuk rataan kiri dan Right untuk rataan kanan Pada Measure pilih Nominal untuk keterangan / data yang bukan berupa angka.

Klik Statistics dan chek list pada bagian yang akan anda uji.Pd. Klik data pada bagian kiri ke kanan dengan mengklik tanda panah di antara dua kotak kerja. 2008 2.[Modul Pelatihan Analisis Data dengan Software Excel dan Spss] December 23. 6. 5.I 10 . S. Copy data yang telah anda buat dari Microsoft Excel seperti berikut: 3. Klik menu Analyze pilih Frequencies 4. Setelah terbuka jendela Frequencies Statistic pindahkan variable yang akan kita uji misalkan variabel x dan variabel y. Pada bagian Charts pilih Histogram dengan menchek list With Normal Curve. 7. Klik Continue 8. Oleh : Ipin Aripin.

Klik kiri kemudian Klik Copy Objects untuk memindahkan Output ke Microsoft Word Interpretasi Hasil untuk Variabel X: Dari Output SPSS di atas dari 13 orang sampel diperoleh nilai rata – rata (Mean) untuk varibel (x) = 71. dan Maksimum = 85.30. Kurtosis (kemiringan) = -0. Minimum 60. Variance = 68.92. S.00.174. Klik Continue 11.790. Range = 25. Median = 70. akan muncul Output SPSS 12.Pd. Std Deviasi = 8. Pada bagian Format biarkan saja default 10. 2008 9. Skewness (kemencengan) = 0. Klik Ok.I 11 .91. Oleh : Ipin Aripin.[Modul Pelatihan Analisis Data dengan Software Excel dan Spss] December 23.

Pd. Klik Ok Oleh : Ipin Aripin. 2008 Descriptives Ikuti langkah – langkah sebagai berikut: 1. Klik Descriptive 3. Tentukan pengujian yang diperlukan 6. Klik Continue 7. Setelah muncul jendela Descriptives pindahkan data pada kolom Descriptive sebelah kiri ke kolom Variabel sebelah kiri.I 12 .[Modul Pelatihan Analisis Data dengan Software Excel dan Spss] December 23. Pilih Option pada bagian bawah 5. Masuk pada Menu Analyze 2. 4. S.

Error tatistic S Std. Isikan label pada Value “Variabel Penelitian dan Variabel” untuk melakukan pengisian label klik pada bagian ujung kiri tulisan None.301 68.026 49.30.616 -. Untuk selengkapnya ikuti langkah – langkah sebagai berikut: 1.92.790 1.Pd.616 -1. dan Maksimum = 85.23 7. klik View dan pilih Value Label Oleh : Ipin Aripin.191 Valid N (listwise) 13 Interpretasi Hasil untuk Variabel X: Dari Output SPSS di atas dari 13 orang sampel diperoleh nilai rata – rata (Mean) untuk varibel (x) = 71.191 Variabel Y 13 60 80 69.91. Lakukan set data pada Variabel View 2. 4.106 .[Modul Pelatihan Analisis Data dengan Software Excel dan Spss] December 23. Dalam penggunaan Explore khususnya untuk pengujian normalitas dan homogenitas ada beberapa hal yang perlu diperhatikan khususnya pada saat penggabungan data dan pengkodeaanya.00. isikan label Misalkan 1 = Variabel (x) dan 2 = Variabel (y).174. Explore Pada menu Explore ini kita dapat melakukan pengujian Normalitas dan Homogenitas (Uji Levenue Statistic).359 .92 8. Variance = 68.174 . Median = 70. Error Variabel X 13 60 85 71.I 13 . Skewness (kemencengan) = 0. 2008 Interpretasi Hasil Pada Varibel (x) Output Descriptive Statistics Descriptive Statistics N Minimum Maximum Mean Std. Std Deviasi = 8. Range = 25. S.010 1. Minimum 60. Kurtosis (kemiringan) = -0.910 .790. Ikuti langkah setting data pada bagian sebelumnya 3. Untuk menampilkan label. Variance Skewness Kurtosis Statistic Statistic Statistic StatisticDeviation Statistic Statistic Statistic Std.

7. Histogram pada Descriptive. 2008 5. Klik Power Estimation pada Spread vs. Pada bagian Display pilih Plots 8. Klik Analyze > Descriptive Statistics > Explore 6. Masukan data Varibel Penelitian (Klp) pada Dependent List dan Variabel (Code) ke Factor List dengan mengkli tanda pada tanda panah pada bagian tengah.Pd. Klik Plot pada bagian bawah dan klik None pada Boxplot. S.I 14 . Cek list pada Normality plots with tests. Level with Levene Test Oleh : Ipin Aripin.[Modul Pelatihan Analisis Data dengan Software Excel dan Spss] December 23.

169 Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa nilai Sig.938 13 .05 diperoleh nilai signifikansi (Sig. > 0.130 13 . Interpretasi Output SPSS : Kriteria Pengambilan Keputusan : Jika nilai Signifikansi /P-value/ Sig.144 12 . artinya data berdistribusi secara Normal.200* .712 .05 artinya data homogen Test of Homogeneity of Variance Levene Statistic .434 Variabel Y . 0. dengan tingkat kepercayaan α = 0.[Modul Pelatihan Analisis Data dengan Software Excel dan Spss] December 23.676 > 0.200) dan Shapiro-Wilk (0.434 dan 0. Oleh : Ipin Aripin.140 df1 1 1 1 1 df2 23 23 22.140 with adjusted df Based on trimmed mean .I 15 .685 Variabel Penelitian Based on Mean Based on Median Based on Median and . Variabel Penelitian Variabel x .05.179 . > 0. < 0.197 dan 0. < 0.05 artinya data heterogen Jika nilai Signifikansi /P-value/ Sig.Pd.676 .197 *. sampel semuanya berada di atas 0.200* .) baik pada uji Shapiro Wilk (Liliefors) (Sig. 2008 Interpretasi Output SPSS : Kriteria Pengambilan Keputusan : Jika nilai Signifikansi /P-value/ Sig. . Statistic df Sig. S. Lilliefors Significance Correction a Berdasarkan table di atas.907 12 . This is a lower bound of the true significance.712 .05 artinya data tidak normal Jika nilai Signifikansi /P-value/ Sig.05 artinya data normal Tests of Normality Kolmogorov-Smirnov Shapiro-Wilk Variabel Statistic df Sig.05) dengan demikian dapat disimpulkan data tersebut berdistribusi homogen. a.200) kesemuanya > 0.060 23 Sig.05 (0.

Untuk memperoleh grafik data anda dapat mengujinya dengan cara : 1.1 Expected Normal 0. Normal Q-Q Plot Detrended Data dikatakan normal apabila sebaran titik – titik nilai data tidak membentuk pola tertentu dan berada di sekitar garis mendatar yang melalui titik nol. Kurva Data dikatakan normal apabila kurva yang terbentuk berbentuk simetris seperti lonceng.0 Frequency 2 0. S.2 3 1. Dev.92 Std.5 1 -0.301 N = 13 60 65 70 75 80 85 50 60 70 80 90 Observed Value Observed Value Variabel X Interpretasi Output : Normal Q-Q Plots Data dikatakan normal apabila sebaran titik – titik nilai data berada kurang lebih pada garis lurus. 2008 Normal Q-Q Plot of Variabel Penelitian for Code= Variabel x 1. Histogram 2.5 60 65 70 75 80 85 -0.1 -0. Klik Graphs > Pilih jenis Grafik Mis.0 -1. Pindahkan data pada bagian Variabels dan cek list Disply Normal Curve Oleh : Ipin Aripin. = 8. hal ini munjukan sebaran data terdistribusi secara merata.5 Dev from Normal 0.3 0 Mean = 71.0 -0.[Modul Pelatihan Analisis Data dengan Software Excel dan Spss] December 23.5 Detrended Normal Q-Q Plot of Skor Kurva Variabel x for kd= Observasi 0.0 0.2 -1.I 16 .Pd.

maka Ho ditolak Jika nilai Prob. Klik Data View 3. Mucul kotak seperti ini Oleh : Ipin Aripin./Signifikansi/P-value < α. maka Ho diterima Sebagai contoh penulis menduga bahwa rata – rata IPK mahasiswa Biologi – A adalah 3. Kriteria Pengujian yang digunakan : Jika nilai Prob.[Modul Pelatihan Analisis Data dengan Software Excel dan Spss] December 23. 2008 UJI ONE SAMPEL T TEST Uji t satu sampel (one sample t-test) digunakan untuk menguji / membandingkan nilai rata – rata dari sampel tunggal terhadap suatu acuan dengan asumsi data berdistribusi normal.00 untuk membuktikannya maka penulis melakukan uji t satu sampel dengan langkah – langkah sebagai berikut : 1. S.I 17 .Pd./Signifikansi/P-value ≥ α. Set data pada Variabel View 2. Klik Analyze > Compare Means > One Sampel T-Test 4.

00. 0.070 > 0. Klik tanda panah untuk memindahkan data ke Test Variables 6.964. Muncul Kotak seperti ini 9.964 df 14 Sig. 2008 5. S. Dengan nilai P-value/Sig. Error Mean .0687 Std. Klik Continue 10.[Modul Pelatihan Analisis Data dengan Software Excel dan Spss] December 23.070 Mean Difference .1437 IPK t 1. dengan (df) = n – 1 = 15 . Klik Option 8. Deviation . Hal ini dapat dilihat dari rata – rata IPK 3.Pd. Klik Ok Output SPSS : One-Sample Statistics N IPK 15 Mean 3.0063 .1 = 14. (2-tailed) .06867 Interpretasi Output SPSS : Berdasarkan table di atas diperoleh nilai uji statistik t= 1.03497 One-Sample Test Test Value = 3 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper -.13543 Std.I 18 . Oleh : Ipin Aripin.05 dengan demikian Ho diterima. Isikan Test Value dengan nilai 3 7. hal ini menunjukan bahwa nilai rata – rata IPK mahasiswa tidak berbeda dengan 3.06 > 3.

[Modul Pelatihan Analisis Data dengan Software Excel dan Spss] December 23./Signifikansi/P-value < α. 2008 UJI INDEPENDENT SAMPEL T TEST Uji t Dua Sampel Independen (Independen Sampel t Test) digunakan untuk membandingkan selisih dua rata – rata (mean) dari dua sampel yang independen dengan asumsi data berdistribusi normal. Set data pada Variabel View 2. maka Ho diterima Untuk melakukan uji t dua sampel Independen ikutilah langkah – langkah sebagai berikut: 1. Kriteria Pengujian yang digunakan : Jika nilai Prob. maka Ho ditolak Jika nilai Prob./Signifikansi/P-value ≥ α. Klik Analyze > Compare Means > Independent Samples T Test 3. Muncul kotak dialog seperti ini Oleh : Ipin Aripin.Pd. S.I 19 .

Klik Option 8. S.[Modul Pelatihan Analisis Data dengan Software Excel dan Spss] December 23. Oleh : Ipin Aripin.I 20 . Klik tanda panah untuk memindahkan variabel yang akan diuji 5. 2008 4. Pada Grouping Variables klik Define Groups 6. Keterangan : Tingkat kepercayaan (α) untuk statistik penelitian ilmu – ilmu sosial termasuk di dalamnya pendidikan adalah 95% sedangkan pada penelitian ilmu murni adalah 99%. Isikan grup yang telah kita buat 7.Pd. Tentukan tingkat kepercayaan yang akan kita gunakan dapat (95% atau 99%).

874 F Kelas Test Equal variances 2. 2008 Output SPSS : Group Statistics Kelas Test Menggunakan Media X Menggunakan Metode Ceramah N 20 20 Mean 77.600 . Error Mean 3. S.80 55.20 Std. 0.172 Interpretasi Output SPSS : Berdasarkan hasil uji pada table di atas diperoleh nilai F yang mengansumsikan bahwa kedua varian sama adalah 2.825 6.001 < 0.459 34. Error Difference df Sig. Oleh : Ipin Aripin.I 21 . 0.516 assumed Equal variances not assumed Sig. Deviation 16.05 dengan demikian Ho ditolak atau dengan kata lain Ha diterima.337 Kelas Test Independent Samples Test Levene's Test for Equality of Variances t-test for Equality of Means 95% Confidence Interval of the Mean Std.001 22.459 3. t .326 35.375 35.05 diperoleh Sig.[Modul Pelatihan Analisis Data dengan Software Excel dan Spss] December 23.459 dengan derajat kebebasan (df) = n1 + n2 -2 = (20 + 20 – 2 =38).001.Pd.768 5.533 9.533 9. artinya terdapat perbedaan signifikan antara Hasil belajar siswa yang menggunakan media X dengan yang menggunakan metode ceramah.867 Std.001 22. Karena Sig. (2-tailed) Difference DifferenceLower Upper 38 .600 6.851 23. α = 0.121 3. Ini menunjukkan bahwa penggunaan media X lebih baik daripada menggunakan metode ceramah.516 dengan nilai t = 3.

2008 UJI PAIRED SAMPEL T TEST Uji t Paired Sampel t Test digunakan untuk membandingkan selisih dua rata – rata dari dua sampel yang berpasangan dengan asumsi data berdistribusi normal (S.Pd. Set data Variabel View 2. Klik variabel 1 dan kemudian variabel 2 Oleh : Ipin Aripin.I 22 . Sampel yang dimaksud adalah sampel yang sama namun mengalami proses pengukuran maupun perlakuan yang berbeda. Klik Analyze 4. maka Ho diterima Langkah – langkah untuk melakukan uji t Paired sebagai berikut: 1./Signifikansi/P-value < α. maka Ho ditolak Jika nilai Prob. Klik Compare Means > Paired Sampels T Test 5.[Modul Pelatihan Analisis Data dengan Software Excel dan Spss] December 23./Signifikansi/P-value ≥ α. Kriteria Pengujian yang digunakan : Jika nilai Prob. Uyanto. S. Masuk ke area Worksheet Data View 3. 2006).

726 23. Klik Continue 9.658 3. DeviationMean Lower Upper t Pair Skor Gain Eksperimen 27.149 Sig.Skor Gain Kontrol df Sig.000 Oleh : Ipin Aripin. (2-tailed) 34 .I 23 . Deviation 15. Error Mean 2. Klik Ok Paired Samples Statistics Mean 77. . Error Difference MeanStd.394 Paired Samples Test Paired Differences 95% Confidence Interval of the Std. Klik tanda panah untuk memindahkan variabel ke dalam kolom Paired Variabels 7.415 Std.46 N 35 35 Std.Pd. isikan Convidance interval. Klik Option. 2008 6. 8.574 36.228 1 .427 18.958 Pair 1 Skor Gain Eksperimen Skor Gain Kontrol Paired Samples Correlations N Pair 1 Skor Gain Eksperimen & Skor Gain Kontrol 35 Correlation .571 26.03 49. S.[Modul Pelatihan Analisis Data dengan Software Excel dan Spss] December 23.569 6.192 4.

2008 Interpretasi Output SPSS : Dapat diketahui bahwa dari 35 responden yang melakukan tes diperoleh rata – rata sebesar 77.000 < 0.03 – 49. (2-tailed) = 0.Pd.46 = 27. 0. Oleh : Ipin Aripin.05.I 24 . S.149 dan Sig.05 dan diperoleh nilai Sig. Dari table di atas diperoleh nilai t = 6.394 > 0.03 dan 49.46 atau selisih (77.57) Pada korelasi Pearson diperoleh koefisien korelasi 0. hal ini menunjukan tidak ada hubungan antara skor gain eksperimen dan kontrol. α = 0.[Modul Pelatihan Analisis Data dengan Software Excel dan Spss] December 23.22 dengan derajat kebebasan 35-1 = 34.05. Dengan demikian Ho ditolak dan Ha diterima. artinya terdapat perbedaan skor gain antara kelas eksperimen dan kelas kontrol.

/Signifikansi/P-value ≥ α.Pd. Klik Analyze > Compare Means > One Way ANOVA 4./Signifikansi/P-value < α. maka Ho diterima Untuk melakukan uji Anova ikuti langkah – langkah sebagai berikut : 1.I 25 . S. maka Ho ditolak Jika nilai Prob. Kegunaannya adalah untuk menguji hipotesis yang membuktikan rata – rata sama atau tidak. 2008 UJI ANOVA (ANALYSIS OF VARIANS) One Way Anova / Anova satu jalur digunakan untuk menganalisis satu faktor untuk sebuah variabel tergantung dengan satu buah variabel bebas. Masuk ke Data View 3.[Modul Pelatihan Analisis Data dengan Software Excel dan Spss] December 23. Set data pada Variabel View 2. Klik tanda panah untuk memindahkan skor test ke Dependent List dan Media ke Factor Oleh : Ipin Aripin. Kriteria Pengujian : Jika nilai Prob. Muncul kotak seperti ini 5.

[Modul Pelatihan Analisis Data dengan Software Excel dan Spss] December 23. Klik Continue 12. Klik Polynominal 8. Klik Descriptive. Klik Continue 9. dan Mean plot 14.Pd. 2008 6. Klik dan pilih pada Equal Variances Assumed 11. Klik Contranst 7. Homogenity of variances test. S. Klik Option 13.I 26 . Klik Continue > Ok Oleh : Ipin Aripin. Klik Post Hoc 10.

.385 -23.000 5.831 Tanpa Media 8.25 24.475 -22.359 .831 Authorware -8.984 -16. .000 5.000 5.19 60 70 71.000 1210.475 -8.56 23.70 .000 5.56 .15 60 85 N Power Point Authorware Tanpa Media Total 5 5 5 15 Test of Homogeneity of Variances Skor Test Levene Statistic 3.831 Tanpa Media 8.831 Tanpa Media Power Point -7.831 Tanpa Media 7.183 1.500 85.56 .831 Authorware Power Point 1.000 5.417 -24.25 23.70 Oleh : Ipin Aripin.00 9.831 Authorware -8.253 -19.118 1.000 5.56 16.195 -4. Deviation Std.368 4.000 122.70 .000 5.831 Authorware Power Point 1.831 Tanpa Media Power Point -7.400 65.25 9.56 .000 5.25 8.000 122.000 5.000 5.25 .70 .506 -9.831 Tanpa Media 7.500 1020.253 .70 20.831 Authorware -8.00 10.985 -17.56 8.Pd. ErrorLower Bound Upper BoundMinimum Maximum 73.637 60.831 Tanpa Media 7.195 -20.56 .000 F 1.390 Within Groups Total 95% Confidence Interval Sig.831 Scheffe Power Point Authorware -1.000 Multiple Comparisons Dependent Variable: Skor Test Mean Difference (I) Media (J) Media (I-J) Std.831 Authorware Power Point 1.70 11.506 -23. S.70 .831 df2 12 Sig.072 df 2 1 1 12 14 Between Groups (Combined) Linear Term Contrast Deviation Mean Square 95.402 5.85 76.70 19.794 Sig.417 -8.00 4.297 2.84 88.00 11.441 .25 17.25 .871 60.56 7. Error Tukey HSD Power Point Authorware -1.500 67.385 -7.56 .16 60 85 66.56 22.13 85.[Modul Pelatihan Analisis Data dengan Software Excel dan Spss] December 23.000 5.984 -14.000 5.I 27 .099 59.000 5.985 -15.70 13.500 67.70 5.000 5.56 14. 2008 Interpretasi Output SPSS : Descriptives Skor Test 95% Confidence Interval for Mean Mean Std.867 -13.000 5.56 .831 Tanpa Media Power Point -7.867 -11.25 .000 5.81 71.831 Tanpa Media 8. Lower Bound Upper Bound .253 -5.000 5.25 15.000 5.25 .70 .303 df1 2 ANOVA Skor Test Sum of Squares 190.87 60 85 74.25 .25 .70 4.831 LSD Power Point Authorware -1.

a.05 maka Ho diterima dengan demikian varian ketiga sampel relative sama.00 73.00 74.I 28 . 2008 Skor Test Subset for alpha = .00 .05 1 66. 0.000.Pd.385 66.30 dan Sig.070 > 0. > 0.00 74.00 73. S.05 dengan demikian tidak terdapat perbedaan Signifikan antara ketiga sampel. N 5 5 5 5 5 5 Means for groups in homogeneous subsets are displayed. Uses Harmonic Mean Sample Size = 5. Tanpa Media Power Point Authorware Sig.00 . Pada Anova diperoleh nilai Sig.[Modul Pelatihan Analisis Data dengan Software Excel dan Spss] December 23. Interpretasi Output SPSS : Pada angka Levene Test diperoleh nilai 3. Oleh : Ipin Aripin.417 Tukey HSDa Scheffe a Media Tanpa Media Power Point Authorware Sig.

dan korelasi Non Paramterik (Spearmen & Kendall) jika data terdistribusi tidak normal. S.05. hubungan antara kedua variabel Signifikan Jika nilai Probabilitas/Signifikansi/P-value/Sig.71 – 0.I 29 .91 0.20 0. Set data pada Variabel View seperti di bawah ini : Oleh : Ipin Aripin. > 0.05. 2005) = korelasi sangat lemah / tidak berkorelasi = korelasi lemah = korelasi kuat = korelasi sangat kuat = korelasi sangat kuat sekali = korelasi sempurna Untuk melakukan pengujian korelasi dengan SPSS ikuti langkah – langkah sebagai berikut: 1. 2008 UJI KORELASI Uji korelasi digunakan untuk mengetahui hubungan antara suatu variabel terhadap variabel lain.00 – 0. hubungan antara kedua variabel tidak Signifikan Koefisien korelasi dikelompokan menjadi skala : 0.21 – 0.20 0.00 (Nugroho.Pd.41 – 0. Kriteria Pengujian: Jika nilai Probabilitas/Signifikansi/P-value/Sig.70 0.[Modul Pelatihan Analisis Data dengan Software Excel dan Spss] December 23.91 – 0. Hasil pengujian korelasi ada dua jenis.99 1. Ada dua jenis pengujian korelasi. dan angk (-) berarti menunjukan hubungan kedua variabel tidak searah sehingga dapat diasumsikan bahwa jika variabel x mengalami kenaikan maka variabel y mengalami penurunan atau sebaliknya. yaitu korelasi Pearson (Product Moment) jika distribusi data memenuhi asumsi normalitas. yaitu menghasilkan angka (+) berarti menunjukan hubungan kedua variabel secara searah. < 0.

[Modul Pelatihan Analisis Data dengan Software Excel dan Spss] December 23. Pilih Pearson jika data berdistribusi normal atau Kendall’s tau-b dan Spearman jika data tidak normal 5. pindahkan variabel yang akan diuji dengan mengklik tanda panah. S. 4. Setelah muncul kotak dialog seperti ini. Pilih Option dan klik Continue > Ok Oleh : Ipin Aripin. 6.Pd. Klik menu Analyze > Correlate > Bivariate 3.I 30 . 2008 2. Pilih Two-tailed jika akan melakukan pengujian 2 sisi atau One-tailed jika hanya akan melakukan pengujian satu sisi.

000 .785 dan Sig.844 dan Sig.001 . 0. (2-tailed) N Correlation Coefficient Sig.01 level (2-tailed).Pd. 0844/2 = 0.000. Dari tabel di atas diperoleh Korelasi Pearson 0.000 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Correlation Coefficient Sig. Correlation is significant at the 0. 000. .844** . Correlations Kendall's tau_b Variabel X Correlation Coefficient Sig.849** .05 dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara variabel x dan y. (2-tailed) N Correlation Coefficient Sig.000 13 13 .001 sedangkan pada korelasi Spearmen rs= 0.785** 1.000 .000 .844** 1. 2008 Interpretasi Output SPSS : Correlations Variabel X Pearson Correlation Sig.000 . Keterangan : Apabila menggunakan pengujian satu sisi (One-tailed) maka nilai Signifikansi (2-tailed) dapat langsung di bagi 2 : (Sg.000 13 13 . < 0. . . 13 13 Variabel Y Spearman's rho Variabel X Variabel Y **. karena semuan nilai P-value/Sig.001 13 13 . 13 13 Variabel Y **.849** 1 .01 level (2-tailed).[Modul Pelatihan Analisis Data dengan Software Excel dan Spss] December 23. Pada korelasi Kendall’s diperoleh rk = 0. S. (2-tailed) N Variabel X Variabel Y 1. (2-tailed) N Variabel X Variabel Y 1 .785** . 13 13 1.05 dengan dapat disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara kedua variabel. Correlation is significant at the 0.000 .422) Oleh : Ipin Aripin.849 yang mendekati 1 artinya terdapat hubungan yang signifikan dan P-value 0.I 31 . Karena P-value < 0.

sedangkan regresi yang memiliki lebih dari satu variabel independen disebut regresi berganda. 2008 UJI REGRESI SEDERHANA Uji regresi bertujuan untuk mengetahui hubungan pengaruh antara satu variabel terhadap variabel lain.I 32 . Pada umumnya penelitian S-1 (Strata 1) hanya menggunakan model regresi sederhana oleh karenya pada bagian ini penulis hanya akan menerangkan cara pengujian regresi sederhana sebagai berikut: 1. sedangkan variabel yang mempengaruhi disebut variabel bebas atau variabel independen. Klik Hasil belajar siswa pada kotak Dependent dan Model Pembelajaran X pada Independent.Pd. Klik Analyze > Regression > Linear 3. Set data pada Variabel View 2.[Modul Pelatihan Analisis Data dengan Software Excel dan Spss] December 23. Regresi yang memiliki satu variabel dependen dan satu variabel independen disebut regresi sederhana. Variabel yang dipengaruhi disebut variabel tergantung atau dependen. Oleh : Ipin Aripin. S.

Klik Contineu 10. 6. Klik Statistics 5. S. Klik Histogram dan Normal probalility plot pada Standardized Residual Plots 8. Klik Estimates pada Regression Coefficient. Klik Option 9.I 33 . dan Casewise diagnostics pilih All Case pada Residuals.Pd. 2008 4.[Modul Pelatihan Analisis Data dengan Software Excel dan Spss] December 23. Klik Dependent pada Y dan *ZPRED pada X 7. klik juga Model Fit. Klik Ok Oleh : Ipin Aripin.

Model Pembelajaran X b.678 32.464 1652. Error Beta 1 (Constant) 29. S.567 4.Pd.537 . = 0.356 Adjusted R Square .I 34 .191 6. ANOVAb Model 1 Sum of Squares 587.219 Sig. Nilai sig di atas adalah 0.000 < 0. Dependent Variable: Hasil Belajar Siswa t 4. 2008 Interpretasi Output SPSS : b Model Summary Model 1 R R Square . Predictors: (Constant). a Coefficients Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model B Std.126 .392 Model Pembelajaran X .678 1064.142 df 1 33 34 Mean Square 587.59) R-Square di sebut koefisien determinansi yang dalam hal ini 35% hasil belajar siswa dapat dijelaskan oleh variable Model pembelajaran X sedangkan sisanya di jelaskan variable lain. Dependent Variable: Hasil Belajar Siswa Pada tebel ini terlihat bahwa nilai probabilitasnya atau sig.000 dan 0.000 .596 a.000 (< 0.596a .268 Sig.336 Std. Predictors: (Constant). Model Pembelajaran X b.356 dari koefisien korelasi (0.000a Regression Residual Total a. .000 Pada table ini menunjukkan regresi yang dicari.05 hal ini menunjukkan model regresi linear dapat digunakan. .05) dengan demikian dapat disimpulkan bahwa nilai pada kolom B adalah signifikan artinya persamaan yang paling tepat untuk kedua variable tersebut adalah : Y = 29.191 + 0.256 F 18. Dependent Variable: Hasil Belajar Siswa Pada tabel ini terdapat R Square sebesar 0. Error of the Estimate 5.679 a.[Modul Pelatihan Analisis Data dengan Software Excel dan Spss] December 23.537x Dengan = X = Model Pembelajaran X Y = Hasil Belajar Siswa Oleh : Ipin Aripin.

985 N = 35 -4 -3 -2 -1 0 1 2 0.6 6 4 0.0 0.75E-15 Std.I 35 .[Modul Pelatihan Analisis Data dengan Software Excel dan Spss] December 23.4 0.0 0.0 Regression Standardized Residual Observed Cum Prob Scatterplot Dependent Variable: Hasil Belajar Siswa 70 Hasil Belajar Siswa 60 50 40 30 -2 -1 0 1 2 Regression Standardized Predicted Value Keterangan : Untuk interpretasi output grafik silahkan baca pada bagian sebelumnya ! Oleh : Ipin Aripin. Dev. = 0.8 Frequency 8 Expected Cum Prob Mean = 1.2 0.0 12 10 0.Pd.4 2 0. S.2 0 0. 2008 Histogram Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual Dependent Variable: Hasil Belajar Siswa Dependent Variable: Hasil Belajar Siswa 1.8 1.6 0.

S. Selain itu pengujian validitas dan reliabilitas dapat juga dilakukan dengan menggunakan software SPSS sebagai berikut: Langkah – langkah uji validitas dan reliabilitas dengan SPSS : 1. Klik Analyze > Scale > Reliability Analysis 4. Ada beberapa rumus yang dapat digunakan untuk menguji validitas dan reliablilitas data salah satunya adalah dengan menggunakan rumus Product Moment.[Modul Pelatihan Analisis Data dengan Software Excel dan Spss] December 23. Set data pada Variabel View sebagai berikut: 2. Muncul kotak dialog Reliability Analysis Oleh : Ipin Aripin. 2008 UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS Suatu instrument sebelum digunakan sebagai alat uji dalam penelitian terlebih dahulu harus diuji validitas dan reliabilitasnya untuk mengetahui kelayakan serta kehandalan instrument yang akan dipakai.I 36 .Pd. Masukan jawaban responden pada Data View 3.

Klik Ok Oleh : Ipin Aripin. Klik pada kotak Descriptive for untuk Item. 9. Scale.I 37 . Klik pada kotak Inter-Item kota untuk Correlations. Klik Statistics 7. Klik Continue 10. S. Klik tanda panah sehingga semua butir pertanyaan masuk ke kotak items 6.[Modul Pelatihan Analisis Data dengan Software Excel dan Spss] December 23.Pd. 8. 2008 5. Scale if item deleted.

11 50.511 . 2005) Oleh : Ipin Aripin.895 Pertanyaan 1 Pertanyaan 2 Pertanyaan 3 Pertanyaan 4 Pertanyaan 5 Pertanyaan 6 Pertanyaan 7 Pertanyaan 8 Pertanyaan 9 Pertanyaan 10 Pertanyaan 11 Pertanyaan 12 Pertanyaan 13 Pertanyaan 14 Pertanyaan 15 Dengan menggunakan jumlah responden sebanyak 35.897 . k merupakan jumlah butir pertanyaan dalam suatu variable.593 .597 80.77 50.80 51.240 77.770 78.895 .80 50.892 .511 .893 .361.601 .83 50.900 > 0.198 74.746 . maka nilai r-tabel dapat diperoleh melalui df (degree of freedom) = n-k.648 .786 . Keterangan : Suatu Kontruk dikatakan reliable jika > 0.890 .69 50.556 Squared Multiple Correlation .626 .94 50.870 .577 .593 74.452 .599 .816 .667 .60.341 76.751 75.804 .63 50.900 N of Items 15 Dari output SPSS di atas menujukan table Reliability Statistic pada SPSS yang terlihat pada Cronbach’s Alpha 0.665 .635 75. Interpretasi Output SPSS Uji Reliabilitas : Reliability Statistics Cronbach's Alpha Based on Standardized Items .751 77.891 . 2008 Interpretasi Hasil Output SPSS : Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted 50.522 . S.768 .900 .534 .29 50.891 .628 .299 80.86 50.895 .I 38 .898 .896 .440 76.904 Cronbach's Alpha .71 Scale Variance if Item Deleted 78.677 .790 Cronbach's Alpha if Item Deleted . Butir pertanyaan dikatakan valid jika nilai r-hitung yang merupakan nilai dari Corrected Item-Total Correlation > dari r-tabel.504 76.889 .653 .504 Corrected Item-Total Correlation . maka r-tabel = 0.114 77.891 .784 . Dapat disimpulkan bahwa konstruk pertanyaan pada item angket tersebut berkategori reliable.91 51.37 50.[Modul Pelatihan Analisis Data dengan Software Excel dan Spss] December 23.683 .11 50.703 .633 .60 (Nugroho.Pd.163 76.77 50.893 .497 .693 . Jadi df = 35-5 = 30.

Uji Binomial. Uji dua sampel yang berkaitan dan Uji beberapa sampel berkaitan. Uji dua sampel Independen. maka Ho diterima Langkah – langkah uji Wilcoxon 1. Pada Modul ini hanya akan diterangkan beberapa contoh saja: 1. Muncul kotak di bawah ini 3.I 39 . Uji Kolmogorov Smirnov./Signifikansi/P-value ≥ α. Uji Run. Uji Peringkat bertanda Wilcoxon Uji Wilcoxon digunakan utnuk menguji beda data berpasangan. Ada beberapa uji Non Parametrik dalam SPSS seperti : Uji Chi-kuadrat. Uji ini merupakan alternative untuk uji – t dua sampel berpasangan (Paired Sampe t Test). Uji beberapa sampel independen./Signifikansi/P-value < α. S. Kriteria Pengujian : Jika nilai Prob. maka Ho ditolak Jika nilai Prob.Pd.[Modul Pelatihan Analisis Data dengan Software Excel dan Spss] December 23. karena statistik ini dapat digunakan untuk sampel < 30 juga tidak menjadikan asumsi normalitas dan homogenitas sebagai syarat pengujiannya. Pindahkan pasangan variabel ke kotak Test Pair (s) List pilih Test Type Wilcoxon Oleh : Ipin Aripin. Klik Analyze > Nonparametric Test > 2 Related Samples 2. 2008 STATISTIK NON PARAMETRIK Ketika asumsi normalitas dan homogenitas data yang menjadi syarat mutlak pada uji statistik parametrik tidak terpenuhi maka alternative pengujian statistik yang digunakan adalah statistik non parametrik.

00 49.000 < 0. Oleh : Ipin Aripin.358a .16 16. Skor Gain Kontrol < Skor Gain Eksperimen b. Klik Ok Ranks N Skor Gain Kontrol Skor Gain Eksperimen Negative Ranks Positive Ranks Ties Total 32a 3b 0c 35 Mean Rank 18. Skor Gain Kontrol Skor Gain Eksperimen -4. Based on positive ranks. 0. (2-tailed) a. 2008 4. Klik Option pilih Descriptive dan Quartiles pada Statistics 5.33 Sum of Ranks 581. Skor Gain Kontrol = Skor Gain Eksperimen Test Statistics b Z Asymp.00 a. Wilcoxon Signed Ranks Test Interpretasi Output SPSS : Dari tabel di atas diperoleh nilai z = -4.000 b.358.I 40 . S. Klik Continue 6.[Modul Pelatihan Analisis Data dengan Software Excel dan Spss] December 23. dan Sig. Sig.05 dengan demikian dapat disimpulkan bahwa gain kelas eksperimen lebih baik dari kelas kontrol.Pd. Skor Gain Kontrol > Skor Gain Eksperimen c.

2008 2.I 41 ./Signifikansi/P-value ≥ α. Uji ini untuk menguji beda dengan menggunakan dua rata – rata variabel dan jumlah data sampel yang sedikit (kurang dari 30). Tujuan dari uji Mann Whitney adalah untuk membedakan kinerja kelompok yang terdapat dalam sampel ke dalam dua kelompok dengan dua kriteria yang berbeda. maka Ho diterima Langkah – langkah uji Mann Whitney 1.Pd. Klik Analyze > Nonparametric Test > 2 Independent Samples 2. Pindahkan Pindahkan pasangan variabel ke kotak Test Variabel List dan ke Grouf Variabel dan Klik Mann-Whitney U pada Test Type Oleh : Ipin Aripin. Uji ini merupakan alternative untuk uji dua sampel independen (Independent Samples t Test). Muncul kotak di bawah ini 3. Uji Mann Whitney Uji Mann Whitney disebut juga uji U / Uji jumlah peringkat Wilcoxon.[Modul Pelatihan Analisis Data dengan Software Excel dan Spss] December 23. Kriteria Pengujian : Jika nilai Prob. maka Ho ditolak Jika nilai Prob. S./Signifikansi/P-value < α.

(2-tailed) Exact Sig.Pd.024. Sig. b.50 b Test Statistics Mann-Whitney U Wilcoxon W Z Asymp. Klik Define Grouping Variable 5. 0. Oleh : Ipin Aripin. Klik Ok Ranks Kelas Test Kelas Test Menggunakan Media X Menggunakan Metode Ceramah Total N 20 20 40 Mean Rank Sum of Ranks 26. Sig. [2*(1-tailed Sig. dan Asymp.002 a a.05 dengan demikian dapat disimpulkan bahwa median kelas yang menggunakan media lebih baik dari median kelas yang menggunakan metode ceramah.024 . S. Grouping Variable: Kelas Test Interpretasi Output SPSS : Dari tabel di atas diperoleh nilai z = -3.002 < 0.I 42 . 2008 4.500 -3.93 298.)] Kelas Test 88.002 .500 298. Klik Continue 6.[Modul Pelatihan Analisis Data dengan Software Excel dan Spss] December 23. Not corrected for ties.50 14.08 521.

Set data pada Variabel View 2. Uji Kruskal Wallis Uji Kruskal Wallis disebut juga uji H yang merupakan alternative uji Anova satu arah.Pd.I 43 . Kriteria Pengujian : Jika nilai Prob. Klik Analyze > Nonparametric Test > K Independent Samples 3. maka Ho ditolak Jika nilai Prob.[Modul Pelatihan Analisis Data dengan Software Excel dan Spss] December 23. maka Ho diterima Langkah – langkah uji Kruskal Wallis 1. Klik Continue 7./Signifikansi/P-value < α. Pindahkan Pindahkan pasangan variabel ke kotak Test Variabel List dan ke Grouf Variabel dan Klik Mann-Whitney U pada Test Type 5. Klik Define Grouping Variable 6./Signifikansi/P-value ≥ α. S. Muncul kotak di bawah ini 4. Klik Ok Oleh : Ipin Aripin. Uji Kruskal Wallis digunakan untuk membandingkan dua atau lebih sampel data yang independent. 2008 3.

576 2 . dan Asymp.Pd. Kruskal Wallis Test b. S. Sig. Oleh : Ipin Aripin.00 a.455 a.80 9. 0.I 44 . Grouping Variable: Media Interpretasi Output SPSS : Dari tabel di atas diperoleh nilai H = 1.455 > 0.[Modul Pelatihan Analisis Data dengan Software Excel dan Spss] December 23. Skor Test 1. 2008 Ranks Skor Test Media Power Point Authorware Tanpa Media Total N 5 5 5 15 Mean Rank 8.b Test Statistics Chi-Square df Asymp.576 dengan (df) = n – 1 = 3 -1 = 2.20 6. Sig.05 dengan demikian Ho diterima dan dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan skor test siswa antara ketiga perlakuan tersebut.

Muncul kotak di bawah ini 4. Pindahkan Pindahkan pasangan variabel ke kotak Test Variabel dan Klik Friedman pada Test Type 5. Klik Descriptive dan Quartiles Oleh : Ipin Aripin. 2008 4. Muncul kotak di bawah ini 7. Uji Friedman Uji Friedman digunakan untuk menguji beda tiga rata – rata variabel atau lebih dengan jumlah data sampel penelitian yang sangat sedikit (kurang dari 30). Klik Statistics 6./Signifikansi/P-value < α.[Modul Pelatihan Analisis Data dengan Software Excel dan Spss] December 23.Pd.I 45 . maka Ho ditolak Jika nilai Prob./Signifikansi/P-value ≥ α. S. Kriteria Pengujian : Jika nilai Prob. Klik Analyze > Nonparametric Test > K Related Samples 3. maka Ho diterima Langkah – langkah uji Friedman 1. Set data pada Variabel View 2.

00 N Perlakuan A Perlakuan B Perlakuan C Perlakuan D 5 5 5 5 Mean 78. Klik Ok Descriptive Statistics Percentiles 50th (Median) 80. 0.40 3.78 dengan (df) = n – 1 = 4 -1 = 3. Sig. Sig.00 77.I 46 .00 69.Pd. 2008 8.[Modul Pelatihan Analisis Data dengan Software Excel dan Spss] December 23.402 7.416 Minimum 60 55 50 65 Maximum 90 80 80 85 25th 67.50 62. a.00 76.90 1.00 71.50 82. Oleh : Ipin Aripin.00 75.511 10. dan Asymp. Friedman Test 5 10.00 70.50 60.50 80.247 11.00 Std.50 Ranks Perlakuan A Perlakuan B Perlakuan C Perlakuan D Mean Rank 3.013 < 0.40 Test Statistics a N Chi-Square df Asymp. Deviation 11.00 70.00 70. S.786 3 .05 dengan demikian Ho ditolak dan dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan skor dalam setiap perlakuan.00 75th 87.30 1.013 Interpretasi Output SPSS : Dari tabel di atas diperoleh nilai F test = 10. Klik Continue 9.

Dalam software SPSS fasilitas untuk melakukan teknik sampling secara random sudah tersedia. Salah satu jenis teknik pengambilan sampel yang sering dipakai adalah random sampling (sampel acak). hal ini karena dari pengambilan sampel juga dapat menentukan jenis uji statistik yang akan digunakan.I 47 . Set terlebih dahulu pada Variabel View 2. Langkah – langkah yang harus anda lakukan adalah : 1.[Modul Pelatihan Analisis Data dengan Software Excel dan Spss] December 23. Pada contoh dalam modul ini penulis mencoba melakukan random terhadap 20 pemain Sepakbola PSSI yang akan diturunkan pada pertandingan Piala AFF melawan Singapura pada leg kedua. 2008 TEKNIK RANDOM SAMPLING Dalam sebuah penelitian pengambilan sampel memiliki peran yang cukup signifikan. Klik Transform > Random Number Seed Oleh : Ipin Aripin. Susun nama – nama yang akan dilakukan random (anda juga dapat memindahkannya dari Microsoft Excel) 3.Pd. S.

pilih Data dan klik Select Cases 6.[Modul Pelatihan Analisis Data dengan Software Excel dan Spss] December 23. 2008 4. S. Pada jendela Random Sample pilih Exactly. Pada jendela Select Cases pilih Random sample of cases kemudian klik sampel.Pd. Oleh : Ipin Aripin. Variabel filter _$ menunjukan telah dilakukan random secara acak terhadap 20 sampel. tuliskan jumlah yang ingin di peroleh dari hasil sampel.I 48 . Klik Continue 9. Kembali pada Menu. Misalkan menginginkan 11 pemain dari 20 orang. 7. Klik Set seed ketikan angka sembarang Misal 12345678 pada Value dan Klik Ok 5. 8.

Pd. 2008 10.[Modul Pelatihan Analisis Data dengan Software Excel dan Spss] December 23.I 49 . setelah data terurut akan terlihat hasil random yang telah kita peroleh secara berurutan seperti pada gambar di bawah. Sampel yang terpilih adalah yang tidak diberi garis diagonal. Pilih Descending. Akan muncul kotak dialog seperti berikut. Untuk mengurutkannya Klik data > Sort Cases 11. 12. S. Oleh : Ipin Aripin.

wordpress. Jonathan.com/2007/08/02/statistika-parametrik-dan-statistikanonparametrik/ http://www. Pembelajaran Multimedia Berbasis Macromedia Flash MX 2004 Menggunakan Aplikasi Software Misi Bio pada Sub Pokok Bahasan Sistem Saraf di Kelas XI IPA SMAN I Jatiwangi. 2006. Wahana. Panduan Cepat dan Mudah SPSS 14. Komputer.com Untuk Informasi dan Konsultasi Call : Ahmad B.scribd.com/doc/104674/validitasdanreliabilitas www. Arifin call 085224223772 Ipin Aripin call 085224918159 Oleh : Ipin Aripin.Pd. Pengolahan Data Statistik dengan SPSS 10.physics. Cirebon : STAIN Press. Stnislaus S. Yogyakarta : Andi Press Riduwan.Http://www. Bhuwono Agung. 2008 DAFTAR PUSTAKA Aripin. 2005. 2005.I 50 . 1990. UT Uyanto. Situs Terkait : http://ineddeni. Erman. Ipin. Yogyakarta : Andi Press Suherman. Strategi Belajar Matematika. Bandung: Alfabeta Sarwono.spss. Belajar Mudah Penelitian untuk Guru – Karyawan dan Peneliti Pemul. Yogyakarta: Graha Ilmu Wahidin at all. Modul Pendidikan dan Pelatihan Komputer. 2005.iastate. 2008. Pedoman Analisis Data dengan SPSS. Cirebon : Tidak diterbitkan.ppt SPSS versi 12. ----.0.[Modul Pelatihan Analisis Data dengan Software Excel dan Spss] December 23.edu/per/talks/aapt-guelph-00. Strategi Jitu Memilih Metode Statistik Penelitian dengan SPSS. Bandung: Salemba Infotek Nugroho. S.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful