P. 1
Distribusi Khi

Distribusi Khi

|Views: 102|Likes:
Published by Siti Atiqoh

More info:

Published by: Siti Atiqoh on Feb 25, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/07/2013

pdf

text

original

Distribusi Khi Kuadrat

(
Distribusi acak kotinu.
2

2

)

(baca: khi kuadrat) juga merupakan distibusi dengan peubah

Umumnya grafiknya merupakan grafik dengan kemiringan atau kelandaian positif, yaitu grafik dengan kelandaian ke kanan. Kelandaian ini semakin berkurang jika dk semakin besar. Untuk perhitung-perhitungan telah disiapkan daftar H seperti halnya juga dengan distribusi-distribusi yang lain. Umumnya grafik mempunyai kelandaian (kemiringan) positif (ke kanan) untuk dk yang makin besar, kelandaian semakin berkurang.

Bentuk daftar H

Kolom pertama (dk) ialah bilangan bilangan yang menunjukkan derajat kebebasan yang akan dipakai. Sedangkan kolom-kolom berikutnya menunjukkan tergantung dari tingkat keberartian yang dipakai dan luas daerah yang digunakan. Daftar G
2

2. Bilangan yang dicari ialah 36.Nilai persentil untuk distribusi 2 for THE CHI-SQUARE DISTRIBUTION With v degrees of freedom (shaded area = p) Cara membaca daftar H 1) Untuk mencari nilai dengan p = 0. Artinya nilai .2. maka di bawah kolom dk cari bilangan 19 kemudian telusuri ke kanan sampai bertemu dengan bilangan yang terdapat pada kolom = 36. .09 dan dk = 19.

10 akan terjadi banyak hal.05 berarti p = 1 – 0. .025 artinya p = 1 - 0.05 maka didapat 3.08 atau juga 0. Dalam hal demikian jika tidak dinyatakan apa-apa. Seandainya dk = 9 maka luas daerah ujung kiri 0.50.975 maka nilai .2) Kurva di sebelah ini untuk dk = 15 a) Jika luas daerah yang diarsir di sebelah kiri 2 = 0.9.33. Karena distribusi 2 tidak simetris. Sedangkan luas daerah ujung kanannya 0.05 = 0. “fifty-fifty” yaitu luas daerah yang kanan sama dengan luas daerah yang kiri.03 dan seterusnya.25 artinya p = 0.95 maka nilai didapat 16. untuk dk = 15 ialah 11. untuk dk = 15 ialah 27.05 berarti p = 0.07 dan 0.02 dan luas ujung kiri = 0. c) Jika jumlah luas yang diarsir 0. mungkin luas ujung kanan = 0.00 2 b) Jika luas daerah yang diarsir di sebelah kanan = 0. biasanya digunakan.025 = 0.25 maka nilai .

... hasil yang di harapkan E1. .. dengan pio sebuah harga yang di ketahui H1 . 1 = 1.. digunakan statistik: 1 . tentu saja ∑ p1 = pio = 1 Pengujian yang di tempuh akan menggunakan data sebuah sampel acak yang berukuran n yang di dalam nya ada O1 dari kategori kesatu (A1) ........ Ak yang saling terpisah masing masing dengan peluang p1 = P(A1).. sebaiknya di susun dalam daftar sebagai berikut. A2.... Katagori Pengamatan Di harapkan A1 O1 E1 A2 A2 A2 .... Ok Merupakan nilai nilai yang nampak sebagai hasil pengamatan sedangkan E1 .. ... Ak Ok Ek Untuk menguji pasangan hipotesis diatas.... hasil pengamatan O1.. p1 pio Di sini. ...UJI CHI KUADRAT DAN UJI KECOCOKANYA 1..k........... E2 = n p20 .. E2. ..... Harga harga O1 + O2 + . p1 = pio. Ok = E1 + E2 + . EK = n pko..... .. Agar mudah di ingat.... Bentuk lain rumus diatas adalah: 2 . p2 = = P(A2). Dengan pio yang di berikan kita dapat menghitung masing masing frekuensi yang di harakan E 1 =n pio. Ek = n.... MENGUJI PROPORSI DATA MULTINOM Misalkan sebuah eksperimen menghasilkan peristiwa peristiwa atau katagori katagori A1...... pK = P(Ak) Akan di uji pasangan hipotesis Ho . ..Ok dari katagori ke k (Ak). Jelas bahwa O1 + O2 + . O2 dari kategori kedua (A2) . adanya kategori A1.... Ek merupakan nilai nilai yang di harapkan terjadi atau nilai nilai teoritik.. 2..

akhir akhir ini di lakukan 160 kali pengamatan dan terdapat 5 katagori D. masing masing 30 kategori B dan C dan 90 kategori D. Ho ..1 yang jelas lebih besar dari pada X2 = 5. kita harapkan akan dapat A1 ( muka dengan mata satu) = 120 x 1 6 = 20 A2 ( muka dengan mata dua ) = 120 x 1 6 = 20 A6 ( muka dengan mata dua ) = 120 x 1 6 = 20 Jadi di dapat Muka Pengamatan Di harapkan A1 16 20 A2 24 20 A3 23 20 A4 15 20 A5 17 20 A6 25 20 Dengan rumus XIII (1).D. Contoh. 17 mata 5. atau x2 = 5.C. kita tahu bahwa peluang nampaknya salah satu permukaan dadu homogin masing masing = 1 6. dengan menggunakan menguatakan teori genetika tersebut? Jawab.00 Dengan =0. yakni apabiladadau itu homogin. Akan di uji apakah dadu tersebut homogin ataukah tidak. data hasil pengamatan dan yang di harapkan adalah sebagai berikut. yaitu akan di uji hipotesis... po. Contoh. Jika Ho benar. Dalam hal lainya H0.05 dan dk = 5.00 Hasil penelitian tak berarti atau non-signifikan dan hipotesis H 0 di terima sehingga dapat kita simpulkan bahwa dadu itu di buat dari bahan yang homogin. Kriteria pengujian adalah. 15 mata 4.05 apakah data di atas . berdasarkan teori. dari tabel distribusi chi-kuadrat di dapat = 11. Di terima. Sebuah eksperimen telah di lakukan sebanyak 120 kali dengan sebuah dadu dan menghasilkan 16 muka bermata sat. p1 = p2 = . Kategori Pengamatan A 5 B 23 C 32 D 100 = 0.paling sedikit satu tanda sama dengan tidak berlaku. di harapkan terdapat 1 16 x 160 = 10 kategori A.Ternyata bahwa ststistik di atas berdistribusi chi-kuadrat dengan dk = ( k – 1 ).B. 25 mata 6. 24 mata dua. 23 mata 3. tolak Ho jika x2 ≥ x2 ( 1 – ) ( k – 1) dengan = taraf nyata untuk pengujian. Dalam suatu eksperimen genetika menurut Mendell telah di temukan bahwa semacam karaterisktik di turunkan menurut perbandingan 1 3 3 9 untuk katagori A. = 1 6 H1 .

dapat di buat daftar sebagai berikut. Jika dalam hal ini kedua kategori di sebut kategori I dan kategori II dengan peluang terjadinya kategori I dan II masing masing dan (1 -). Khusus untuk hal ini. sedangkan dalam hal lainnya Ho di terima. maka untuk sebuah kategori I.no harus di kurangi dengan setengah. Sehingga pengujian memperlihatkan hasil yang tidak berarti dan tidak ada alasan untuk tidak mempercayai teori yang telah di temukan. Jadi rumus yang di paki adalah.diharapkan 10 Dari rumus XIII (1) didapat. 30 30 30 Dari tabel distribusi chi-kuadrat di peroleh = 7. Selain daripada itu. XIII(4) .81. Kategori Pengamatan Di harapkan I x n II n-x n(1-) Jumlah n n Statistik yang di gunakan untuk menguji hipotesis Ho = o melawan H1 o ialah .Kita lihat bahwa distribusi chi-kuadrat yang di gunakan hanya mempunyai derajat kebebasan satu. XIII (3) Dan di tolak Ho jika X2 . rumus XIII(3) perlu di perbaiki dengan menggunakan koreksi kontinuitas yaitu harga mutlak x . rumus XIII(3) adalah pengkontinutason data diskrit yang dengan sendirinya harus diadakan penyesuaian seperlunya. Ini mengakibatkan terlalu sering terjadinya penolakan Ho yang seharusnya diterima apabila rumus di atas di gunakan. yakni dalam hal data binom di mana di gunakan distribusi chi-kuadrat dengan dk satu. Sebagai hal khusus dari data multinom ialah data binom yang diadapat apabila banyak kategori k =2.

.. Jika banyak peritiwa ini di nyatakan dengan x1 + x2 + .. lima orang sekretaris bertugas untuk menyalin data ke dalam sebuah daftar yang telah di sediakan.01 di dapat = 6..... Misalkan bahwa banyaknya salah menyalin untuk setiap daftar berdistribusi poiison masing masing dengan rata rata . berukuran n1 dari populasi kesatu n2 dari populasi kedua dan seterusnya berukuran nk dari populasi ke-k.05 dapatkan kita menyokong dugaan tersebut? Jawab.. .. Ho = = .... 2. Data ini akan di gunakan untuk menguji hipotesis H0 = = = = H1 paling sedikit satu tanda sama dengan tidak berlaku Bersama sama dengan satuan yang di perlukan ..Contoh. xk maka rata ratanya Statistik yang di gunakan untuk menguji hipotesis H0 jika Dan di tolak H0 jika x2 x2(1.)(k-1) dalam hal lainya di terima. H1 paling sedikit satu tanda sama dengan tidak berlaku Dari setiap populasi di ambil sebuah sampel acak.63 Pengujian memberikan hasil yang sangat berati sehingga kita tidak bisa menerima dugaan tesebut.. di dapat data berikut Halus 24 40 . Pengamtan di lakukan terhadap sebuah sampel acak terdiri atas 80 butir kacang dan terdapat 56 keriput dan sisanya halus. Contoh... di duga bahwa 50% dari semacam kacang bentuknys keriput dan 50% lagi halus. Untuk tiap sampel di hitung banyak peristiwa yang mengikuti distribusi poisson.. akan di uji pasangan hipotesis . Dalam taraf 0. . Dengan = 0. dari hasil salinan tiap sekretaris di ambil sampel acak berukuran emapat dan di catat banyaknya kesalahan dalam tiap daftar. Bentuk Keriput Pengamatan 56 teoritis 40 Dengan o = 1 2 maka rumus XIII(4) memberikan . MENGHUJI KESAMAAN RATA RATA POISSON Misalkan ada k (k 2) buah distribusi poisson dengan parameter ..

3 Banyak kesalahan (xi) 10 5 9 9 11 Dari kolom ketiga di dapat X = dan dengan rumus XIII (4a) diperoleh. UJI INDEPENDEN ANTARA DUA FAKTOR Banyak data hasil pengamatan yang dapat di golongkan kedalam beberapa faktor.3. Dalam bagian ini hanya akan di pelajari fenomena yang terdiri paling banyak atas dua faktor. Misalnya apakah kemajuan murid dalam fisika ada hubunganya dengan kemajuan murid tersebut dalam matematika. kategori. golongan atau mungkin tingkatan.2 2.2 0.1.05dan dk =4 di dapat = 9.2.3.0. Dari daftar distribusi chi-kuadrat dengan = 0.Sekretaris I II III IV V JUMLAH Kesalahan tiap daftar 2.3.1.4 2. apakah kenakalan remaja ada kaitanya dengan sikap orang tua. benarkah pendapatan keluarga ikut menentukan tingkah laku kehidupan keluarga itu dan lain sebagainya. lingkungan hidup atau faktoe lainya.49 dan ini lebih besar dari 2. 3. Berdasarkan hasil pengamatan terhadap fenomena demikian akan di selidiki mengenai asosiasi atau hubungan atau kaitan antar faktor. Umpamanya saja hal hal seperti.1. biasa dikatakan bahwa faktor faktor itu bersifatindependen atau bebas tepatnya bebas statistik.3. di sini akan di pelajari juga ada atau tidak adanya ‘pengaruh’ mengenai beberapa taraf atauntingkatan sesuatu faktor terhadap kejadian fenomena.2 1.2.1.0.36 Jadi H0 di terima sehingga kelima sekretaris itu dapat di katakan tergolong ke dalam kelas kerja sama. dengan kata lain akan di pelajari apakah terdapat atau tidak suatu kaitan antar faktor faktor.0.3. Selain daripada itu. karateristik atau atribut dengan tiap faktor atau atribut terdiri dari beberapa klasifikasi .1. apakah ada pengaruh .

Hasilnya dapat di catat dalam sebuah daftar kontingensi B X K. adakah perbedaan hasil panen jika di gunakan pupuk yang berlainan. 3.. ialah faktor I dan faktor II. ....... DAFTAR XIII(1) DAFTAR KONTINGENSI B K UNTUK HASIL PENGAMATAN TERDIRI ATAS DUA FAKTOR Faktor II ( K taraf) 1 2 011 012 021 022 . n10 n20 . Untuk ini di perlukan frekuensi teoritik atau banyak gejala yang di harapkan terjadi yang di sini akan di nyatakan dengan Eij... ...positif tentang penggunaan serum tertentu terhadap penyembuhan semacam penyakit. Faktor I terbagi atas B taraf atau tingkatan dan faktor II trebagi atas K taraf. . nok n Pasangan hipotesis yang akan di uji berdasarkan data seperti dalam daftar di ats adalah. . Banyak pengamatan yang terjadi karena taraf ke-i faktor ke-I (i=1.2... .. untuk menguji ondependen antara dua faktor dapat di jelaskan sebagai berikut. . Asosiasi antara dua faktor dalam daftar kontingensi B X K Secara umum....... jumlah .... .1. Misalkan sebuah sampel acak berukuran n telah di ambil di mana tiap pengamatan tunggal di duga terjadi karena adanya dua macam faktor.B) dan taraf ke-j. karenanya di sini hanya akan di jelaskan pengujian yang bersifat pendekatan. .... 03k n80 Jumlah N01 n02 . . k 01k 02k ..... Rumusnya adalah XIII(5) E ij = ( nio x noj ) n .... H0 kedua faktor bebas statistik H1 kedua faktor tidak bebas statistik Pengujian secara eksak sukar di gunakan.. adakah perbedaan pendapat di antara para pegawai terhadap sikap pimpinanya dan sebagainya. .... 1 2 8 081 082 ..

6 43 38. Jelas bahwa n = n10 + n20 + . misalkan penggolongan pendapatan telah di setujui terbagi atas kelas kelas tinggi.5 184 IV 35 36...2 62 65.0 135 163 128.2 jumlah 117 276 42 76.5 Menengah 47 54. Selanjutnya .+ nBO = n01 + n02 + ... (B – 1) (K-1)} Dalam taraf nyata = dan derajat kebebasan dk untuk distribusi chi-kuadrat = (B. E12 = (n10 x n02) n E21 = ( n20 x n01 ) n .nOK Statistik yang di gunakan untuk menguji hipotesis di atas adalah.3 Rendah 14 32. E11 = ( n10 x n01 ) n . sedangkan bagian kanan bawah berisikan banyak data teoritik atau di harapkan terjadi . jadi O ij.5 310 Jumlah 174 Dalam daftar di muka tiap sel telah di bagi dua oleh garis diagonal. Hasil penelitian untuk keadaan ini dapat dilihat di bawah ini. Bagian sel sebelah kiri atas berisikan banyak data hasil pengamatan.9 38 62. Tinggi I 56 30. E22 = (n20 x n02) n Dan seterusnya.. yakni Eij . kelas II. Contoh. penyusunan seperti dalam daftar di muka sering dapat . Dalam hal lainya kita terima hipotesis H0. kelas IV..Dengan nio = jumlah baris ke-i noj = jumlah baris ke-j10 + n demikianlah misalnya di dapat. pasar pasar kelas I.2 140 II 71 71.1)(K-1). menengah dan rendah..1 85 37. untuk tingkatan pendapatan ini terdapat pula empat kelas pasar tempat mereka berbelanja makanan sehari hari yaitu.. Kelas III.. XIII(6) x2 Dan tolak H0 jika X2(1-).5 668 III 12 35.

3 . maka harga C ini perlu di bandingkan dengan koefisien maksimum yang bisa terjadi.9 E13 = (135 x 174 ) 668 = 35. Selanjutnya .12. E22 = (276 x 310 ) 668 = 128. Jadi penelitian memberikan pengujian yang sangat berarti.2 . dengan x2 = 144. untuk data dalam daftar kontingensi.12 dan n = 668 di dapat bersifat independen. di gunakan koefisiensi kontingensi C yang rumusnyadi tentukan oleh. Dengan m = harga minimum antara B dan K (yakniminimum antara banyak baris dan banyak kolom). E14 = (140 x 174 ) 668 = 36. Dalam contoh diatas. E12 = (276 x 174 ) 668 = 71. sering ingin di ketahui derajat hubungan antara faktor yang satu dengan lainya. Jika ini di kehendaki. di gunakan rumus XIII(6) untuk 668 = 6265 . sehingga . XIII(7) Dengan ambil harga akar yang positif. sehingga dapat di simpulkan bahwaada hubungan sangat nyata antara kelas pendapoatan dan kelas pasar tempat orang orang berpendapatan demikian berbelanja.0 dan Agar supaya harga C yang di peroleh dapat di pakai untuk menilai daerajat asosiasi antara faktor. E24 = (140 x 310 ) 668 = 65.01 dan dk = (3-1)(4-1) = 6. daftar kontingensi terdiri dari atas tiga baris empat kolom. Untuk menguji hipotesi bahwa faktor kelas pasar dan faktro tingkat pendapatan mendapatkan Dengan = 0. Untuk contoh soal di atas .memudahkan perhitungan X2 dengan rumus XIII(6) dan agar mudah dapat di lihat mana yang hasil pengamatan dan mana yang teoritik. jadi minimumnya tiga.1 E23 = (135 x 310 ) seterusnya.8 yang jelas jauh leih kecil dari 144.5 .5 E21 = (117 x 310 ) 668 = 54. Harga harga Eij di hitung dengan rumus XIII(5) yakni E11 = (117 x 174 ) 668 = 30. Harga C maksimum ini di hitung oleh rumus. di dapat = 16.

10 di berikan di Nampak dari daftar bahwa makin besar m makin dekat harga cmaks kepada satu. Membandingkan C = 0.Makin dekat harga C kepada Cmaks makin besar derajat asosiasi antara faktor.913 0.. Dengan kata lain. Cara pengujian independen di atas tidak hanya berlaku untuk dua faktor yang berbentuk atribut tetapi juga untuk data kuantitatif yang telah di buat menjadi beberapa kelas interval atau kelompok.816 0.421 dengan 0. DAFTAR XIII(2) HARGA CMAKS UNTUK BERBAGAI M M 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Cmaks 0.949 maks untuk daftar kontingensi dengan m = 2.707 0.816 nampak bahwa derajat hubungan cukup besar. 31-40. Kita mabil misalnya antara umur pengemudi dan seringnya terjadi kecelakaan yang di alami oleh pengemudi itu.943 0. .41-5060 sedangkan frekunsi kecelakaan lalu lintas yang di alaminya selama periode tertentu di golongkan kedalam kategori.866 0. Pengemudi yang berumur 31 tahun atau lebih telah di kelompokkan menjdi tiga kelass . faktor yang satu makin berkaitan dengan faktor yang lain. Tetapi perlu di catat bahwa cmaks selau lebih kecil dari satu. tidak pernah mengalami kecelakaan (0).894 0. pernah mengalami satu kali (1) dan lebih dari satu kali kecelakaan (2atau lebih).935 0.3.. ..926 0. Harga C bawh ini.

.2 2 73 1 83. harga-harga Eij dihitung dengan Rumus XIII(5) dan hasilnya dicantumkan dibagian kanan bawah dalam sel-sel daftar di atas. UMUR PENGEMUDI 31-40 F R E K U E N S I K E C E L A K A A N Seperti dalam contoh pertama. 4.6 70 0 4 69.0 87 254 3 1232 420 41-50 472 51-60 340 JUMLAH .4 97 4 58.2 Metode Khusus untuk Daftar Kontingensi 2 X 2 jumlah 512 594 453 1559 0 2 atau lebih 24.Hasil pengamatan dan seringnya mengalami kecelkaan secara teoritik dapat dilihat dalam tabel berikut.8 26 7 04. Maka Rumus XIII(6) menghasilkan: Dengan dan dk = (3 -1) (3 – 1) = 4. 4 22 .8 27 1.6 25 96 3. dari daftar distribusi X2 didapat Ternyata hasil pengujian bersifat tak berarti dan frekuensi kecelakaan untuk pengemudi berumur 31 dan lebih tidak bergantung pada umur pengemudi.

Hasil pengamatan yang dapat dicantumkan dalam daftar kontingensi 2 x 2 adalah seperti di bawah ini. Seperti baiasa. maka untuk pengujian hipotesis digunakan distribusi chi-kuadarat dengan derajat kebebasan satu. masing-masing terdiri dari 95 orang yang menderita semacam penyakit.Jika daftar kontingensi berukuran 2 x2. hipotesis yang akan diuji adalah: HO : Kedua faktor independen HI : Kedua faktor tidak independen Dan tolak HO jika dengan Contoh : ada dua kelompok A dan B. . . . Ternyata dari kelompok A ada 78 yang sembuh sedangkan dari kelompok B ada 62 orang. FAKTOR KEDUA Taraf 1 Taraf 2 Jumlah Taraf 1 A C a +c Taraf 2 b d a+c Jumlah a+b c+d n Jelas bahwa n = a + b + c + d Rumus X2 untuk hal ini. . Ternyata bahwa untuk hal ini koreksi kontinuitas perlu digunakan dan telah ditemukan dengan nama koreksi Yates. . Jawab : data di atas dapat dicantumkan dalam daftar kontingensi sebagai berikut: Kelompok A (diobati) Kelompok B (tak diobati) Jumlah Sembuh 78 62 140 Tidak Sembuh 17 33 50 Jumlah 95 95 190 . Akan diuji hipotensis bahwa obat yang digunakan tidak mempunyai pengaruh terhadap penyembuhan penyakit. bersama-sama dengan memperhitungkan koreksi Yates tersebut diatas adalah: XIII(9) . Kelompok A diobati dengan semacam obat sedangkan kelompok B tidak diobati (kelompok B disebut kelompok kontrol). yaitu setiap harga mutlak di kurangi dengan setengah. Sesudah jangka waktu tertentu diperiksa berapa oarang yang sembuh.

Pengobatan barangkali berarti dan penelitian lebih lanjut dianjurkan untuk dilakukan. maka Kita lihat bahwa pengujian berarti pada taraf 0. DAFTAR PUSTAKA Herryanto.Dari Rumus XIII(9) didapat X2 = 6. 2007. Statistika Dasar. 2005. maka sehingga HO diterima pada taraf 0. diperlukan nilai: Dalam kedua taraf nyata hipotesis nol diterima.05 dan dk = satu. Untuk taraf nyata 0. Nar dan Akib Hamid.01. Contoh : yang berikut adalah data hasil pengumpulan pendapat masyarakat Penduduk A B Jumlah Ya 37 18 55 Tidak 22 7 29 Jumlah 59 25 84 terhadap dua calon pemimpin A dan B. Jakarta: Universitas Terbuka Sudjana. . Bandung: TARSITO. METODA STATISTIKA.11. Tetapi jika .05. Untuk menguji hipotesis bahwa tidak terdapat perbedaan yang nyata mengenai pendapat masyarakat terhadap kedua calon itu.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->