Lukisan Realisme-Naturalisme yang Bagus itu seperti apa?

*

"Kakek merokok" karya Herri Soedjarwanto

Secara sederhana sebuah lukisan realism-naturalism setidaknya dapat ditinjau dari dua aspek. Pertama, dari aspek penggarapan visual yang kasat mata dan kedua: aspek muatan ide, gagasan, isi pesan, makna dan sebagainya yang tak kasat mata

Dalam prakteknya ada dua macam lukisan realis naturalism: 1- Lukisan yang hanya melukiskan sebuah obyek tanpa muatan ide/gagasan ( atau kalaupun ada, idenya sangat sederhana dan minim sekali ). Misal: potret wajah, potret keluarga, alam benda (buah, bunga dll) hewan, pemandangan alam dan sebagainya.(contoh: Kakek Merokok, Mona Lisa dsb). 2- Lukisan yang sarat dengan muatan ide /gagasan. Misal lukisan-lukisan narrative, realisme social, kritik social, humanisme, spiritual dan lain sebagainya. Lukisan realisme yang baik idealnya haruslah memenuhi beberapa unsur sekaligus, yaitu : bagus kwalitas tehnik penggarapannya, bagus idenya , tepat dan bagus pula menjabarkan ide/ gagasan itu kedalam bahasa visual, sehingga pas mengena antara ide dan hasil akhir, visualisasinya diatas kanvas, dan yang paling akhir sekali, pas mengena di hati para penonton, peninjau, pengamat dan penikmat lukisan.

itu berarti ia menilai kwalitas (penggarapan).Jadi ringkasnya: lukisan realis naturalis yang bagus adalah lukisan yang tehnik penggarapannya bagus. .. dalam rangka mendukung hal yang lebih penting yaitu: ide/ pesannya harus sampai / terwujud dengan tepat. idenya bagus. meskipun kelihatannya berisi ide yang ‘hebat’. Jadi jika sebuah lukisan minim ide.. tersenyum kecut dan geli. bahkan bisa disebut tanpa ide. tapi Anda melihatnya biasa-biasa saja. Nah.sehingga secara utuh lukisan tersebut menimbulkan daya getar tinggi. bahkan yang utama. dengan cepat orang akan menilai baik atau buruk dengan segala argumentasinya. Karena memang disitulah letak kekuatan lukisan tersebut. dan penjabaran ide / gagasan ke dalam bahasa gambar tepat mengena. Kwalitas penggarapannya bisa kurang-kurang sedikit.. kwalitas penggarapan yang membentuk wujud fisik lukisan itu berperan sangat penting. Setelah itu barulah dilihat idenya. maka kwalitas penggarapan harus prima / sesempurna mungkin . gagasan nasional bahkan gagasan universal.. kemudian kesesuaian ide dengan hasil akhir lukisannya . sampai disini seolah masalah sudah selesai. maka tak terlalu dituntut kesempurnaan garapan seperti itu . Tapi benarkah demikian? Apakah itu bukan sikap sok tahu saja? (Baca juga . Setiap orang lantas tiba-tiba merasa bisa dan mampu menilai sebuah lukisan realism dengan benar.! karena cuma itu satu-satunya kwalitas yang diandalkan. namun masih tetap bagus . Apa sebab? Karena lukisannya jelek. yaitu:. Kalau orang berkata sebuah lukisan bagus atau jelek. Mari kita periksa dari satu sisi saja yaitu . Sementara untuk lukisan yang sarat muatan ide/ pesan / gagasan. Kwalitas Penggarapan Kebanyakan orang berpikir bahwa menilai sebuah lukisan realism itu gampang. Kedua hal tersebut menunjukkan bahwa pada lukisan realisme naturalisme. bahkan Anda berlalu dengan jengkel dan kecewa . Namun apakah ia betul-betul memahami itu? Terus terang saya ragukan itu. kesesuaian ide dengan hasil akhir lukisannya.. tapi Anda terpana dan terkagum dibuatnya? Apa sebab? Karena lukisannya bagus… Sebaliknya anda tentu pernah pula menjumpai sebuah lukisan yang memuat ide/gagasan besar. klik “Mona Lisa tak ada apa-apanya…?”) Mari kita lihat lebih jauh lagi… Lukisan Realisme Naturalisme dan Muatan Gagasan Pernahkah Anda melihat sebuah lukisan dengan ide sederhana.

. setiap kesadaran saya naik satu tingkat. Coba simak kisah dibawah ini. tipis tapi tak seperti bunga kertas atau plastic... maka sudah tak mungkin lagi melukis alamanda tersebut dengan cepat. ketika 'saya sudah makin tahu banyak'. kalo masih kurang jelas silahkan ditanyakan lagi lewat FORUM TANYA JAWAB di sebelah kiri). dan teman lainnya dari seluruh penjuru negeri yang bertanya tentang lukisan realisme. karena saya Cuma tahu sedikit saja.. sehingga dipandang sebelah mata. kalau pelaku seni saja tak mau /tak mampu mencapai tingkat itu.he-hehe-he.. . Dulu saya bisa melukis (misalnya ) bunga alamanda dengan sangat cepat.. (* Tak perlu heran kalau lukisan realisme secara umum sekarang merosot kwalitasnya. 3)..setuju ? (*herrisolo.) Tentu secara demokratis semua orang berhak menilai atau berpendapat… bahkan anak kecil sekalipun… namun sadarilah siapa yang menilai atau berpendapat itu… Abaikan saja bila menurut anda dia hanya sok tahu… Tapi. tidak mati.??. Nah. dia juga basah tidak kering / layu.. bagaimana mungkin orang lain bisa? Lantas dari mana orang bisa menilai sebuah lukisan realism dengan baik dan benar?. 4). 5)... Mari kita sama-sama saling belajar dan mau saling ber-rendah hati. Mereka kebanyakan hanya berhenti sampai di level -2).. ini jawaban untuk teman-teman seniman solo... Bagaimana ? .: Karakter /sifat benda..15-12-2010. bunga itu hidup.terakhir.meningkat lagi pemahaman.. dari satu sisi: karakter benda saja…masih banyak sisi-sisi lain lagi.. yaitu: 1)-bentuknya bundar (katakan begitu) warnanya kuning… 2)-Lalu saya sadar selain bundar... dari tahapan 5 level yang saya ilustrasikan diatas... sekarang ini semakin jarang pelukis realis yang mau / mampu mencapai level itu.lalu setelah tipis seperti bunga betulan. Sehingga ketika kesadaran mencapai tingkat ke -5).. seperti ada roh atau auranya yang memancar… Nah.. kecuali hasilnya pasti kurang bagus atau bahkan jelek. dia juga tipis. maka makin sulit dan makin lama mencapainya. Ini baru satu contoh dari satu obyek.. tidak tebal. kuning.. jangan-jangan Anda dan saya juga termasuk orang yang sok tahu itu... Menurut pengamatan saya.

Read more: http://herri-solo.com/2010/12/lukisan-realis-naturalisme-yangbagus.blogspot.html#ixzz2LdJLOR3J .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful