Pemikiran Politik Tentang Bentuk Negara

MAKALAH SEJARAH KEKUATAN POLITIK DI INDONESIA

Disusun : NAMA : SURATMAN NIM : E11111265
ILMU POLITIK FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS HASANUDDIN 2013
0

Pemikiran Politik Tentang Bentuk Negara

Kata Pengantar
Segalah puji bagi Allah SWT. Atas seizinnya makalah yang berjudul ―Sejarah Kekuatan-kekuatan Politik Di Indonesia‖ dapat terselesaikan dengan baik dana tepat pada waktunya. Makalah ini berisi tentang perbandingan kekuatan politik di tiap periode di Indonesia yang sangat berguna untuk pembelajaran mata kuliah ini. Sehingga bisa dijadikan acuan dalam memahami bagaimana sejarah pertumbuhan kekuatan politik di Indonesia . Makalah ini merupakan tugas dalam mata kuliah Kekuatan-kekuatan Politik Indonesia. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua, teristimewa kepada teman-teman yang memprogram Mata Kuliah ini, terkhusus bagi penulis tersendiri. “Bagikanlah apa yang bisa kita bagi, sedikit-banyak yang kita bagi itu akan sangat berarti bagi mereka yang membutuhkan” Makassar, 18 Februari 2013

SURATMAN

i

....................... a.............................................. Kekuatan Politik Pra-Kemerdekaan (Sebelum 1945).........i Daftar Isi ............... 3 BAB III PEMBAHASAN ............ 13 Masa Demokrasi Terpimpin (1959-1966) ...................................................................................................................... 4 A................................................. 17 Militer Dalam Orde Baru ................................ 20 BAB IV PENUTUP ....................................................................................... 8 Kekuatan Politik Di Era Demokrasi Liberal dan Demokrasi Terpimpin ................................. Pendahuluan .......................................................................................................... b.......................................................... 1 A............................................. a......................................................................................... 21 A............ 22 ii .............. Kesimpulan ............................................ 4 Munculnya Organisasi Politik .................................................................................................................................................................................................................................................................. 4 Pembatasan dan Pembubaran Partai Politik ...................... B.................. D................................................................. ii BAB I PENDAHULUAN ..................................... Definisi Kekuatan Politik ..............................................................................................................................................................................................................................Pemikiran Politik Tentang Bentuk Negara Daftar Isi Kata Pengantar ..................................................................................................................... 17 Pembubaran PKI serta penyederhanaan Partai Politik .......... 6 Kekuatan-Kekuatan Politik Di Era Revolusi Fisik (1945-1950) ............... 21 Saran ........................... b................. b....... 21 DAFTAR PUSTAKA .............. 1 BAB II KERANGKA KONSEPTUAL ....................................... 13 Masa Demokrasi Liberal (1949-1959) ........................................................................................................................................................... c................................... 15 Kekuatan Politik Di Era Demokrasi Pancasila (1966-1998) ................... 3 A...................................................... C................................................. a.............. B........... 19 Kekuatan Pers orde baru ..........

Dalam perjalanan sejarahnya bangsa Indonesia mengalami berbagai perubahan asas. Moh. fungsi dan struktur politik yang tradisional berlandaskan ideoligi sosialisme komunisme. paham. menurut Dr. yaitu konfigurasi politik demokratis dan konfigurasi politik otoriter. partai politik dibentuk dengan derajat kebebasan yang luas bagi setiap warga negara untuk membentuk dan mendirikan partai politik. perkembangan situasi politik dan kenegaraan Indonesia pada awal kemerdekaan sangat dipengaruhi oleh pembentukan KNIP serta dikeluarkannya Maklumat Politik 3 November 1945 oleh wakil Presiden Moh. Sejak proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945 bangsa Indonesia masuk dalam suatu babak kehidupan baru sebagai bangsa yang merdeka dan berdaulat penuh. Pada dasarnya. berbangsa dan bernegara dan melalui berbagai hambatan dan ancaman yang membahayakan perjuangan bangsa indonesia dalam mempertahankan serta mengisi kemerdekaan. Partai politik harus muncul sebelum pemilihan anggota Badan Perwakilan Rakyat yang dilangsungkan pada Januari 1946. Isi maklumat tersebut menekankan pentingnya kemunculan partai-partai politik di Indonesia. Konfigurasi politik. SH.Pemikiran Politik Tentang Bentuk Negara BAB I PENDAHULUAN A. ideologi dan doktrin dalam kehidupan bermasyarakat. Wujud berbagai hambatan adalah disintegrasi dan instabilisasi nasional sejak periode orde lama yang berpuncak pada pemberontakan PKI 30 September 1945 sampai lahirlah Supersemar sebagai titik balik lahirnya tonggak pemerintahan era Orde Baru yang merupakan koreksi total terhadap budaya dan sistem politik Orde Lama dimana masih terlihat kentalnya mekanisme. mengandung arti sebagai susunan atau konstelasi kekuatan politik yang secara dikotomis dibagi atas dua konsep yang bertentangan secara diametral. Mahfud MD. Hatta. Konfigurasi politik yang ada pada periode orde lama membawa bangsa Indonesia berada dalam suatu rezim pemerintahan yang otoriter dengan berbagai produk-produk hukum yang konservatif dan pergeseran struktur pemerintahan yang lebih sentralistik 1 . Pendahuluan Pada periode awal kemerdekaan.

Bagaimanakah kondisi kekuatan politik pada era pra-kemerdekaan ? 2. Sedangkan dibawah kepemimpinan rezim Orde Baru yang mengakhiri tahapan tradisional tersebut pembangunan politik hukum memasuki era lepas landas lewat proses Rencana Pembangunan Lima Tahun yang berkesinambungan dengan pengharapan Indonesia dapat menuju tahap kedewasaan (maturing society) dan selanjutnya berkembang menuju bangsa yang adil dan makmur. yakni : 1. Pada masa ini pula politik kepartaian sangat mendominasi konfigurasi politik yang terlihat melalui revolusi fisik serta sistem yang otoriter sebagai esensi feodalisme.Pemikiran Politik Tentang Bentuk Negara melalui ketatnya pengawasan pemerintah pusat terhadap pemerintah daerah. Bagaimanakah kondisi kekuatan politik pada era demokrasi Pancasila (19661998) ? 2 . Bagaimanakah kondisi kekuatan politik pada era demokrasi liberal (19501959) dan demokrasi terpimpin (1959-1966) ? 4. saya mengangkat beberapa masalah. Bagaimanakah kondisi kekuatan politik pada era revolusi fisik (1945-1950)? 3. Dari latar belakang di atas.

Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.ac. Dengan 2 definisi diatas. Orang-orang ini terdiri dari pribadi-pribadi yang hendak mempengaruhi proses pengambilam keputusan politik. Dasar-dasar Ilmu Politik . 58 2 Skripsi “Perbandingan Kekuatan Politik Militer Era Orde Baru Dengan Era Reformasi” oleh KIKI NAMIRA diakses pada 10 februari 2013 di http://repository. Definisi Kekuatan Politik Miriam Budiarjo Mengatakan bahwa yang diartikan dengan kekuatan-kekuatan politik adalah bisa masuk dalam pengertian Individual maupun dalam pengertian kelembagaan. Dalam pengertian yang bersifat individual. Dan secara kelembagaan di sini kekuatan politik sebagai lembaga atau organisasi ataupun bentuk lain yang melembaga dan bertujuan untuk mempengaruhi proses pengambilan keputusan dalam sistem politik1. hlm. 1 Miriam Budiardjo. yakni kekuatan politik formal dan kekuatan politik non-formal2. kekuatan-kekuatan politik tidak lain adalah aktor-aktor politik atau orang-orang yang memainkan peranan dalam kehidupan politik.usu. 1998. Beliau juga membagi kekuatan politik menjadi 2 sub bagian besar.Pemikiran Politik Tentang Bentuk Negara BAB II KERANGKA KONSEPTUAL A.kekuatan politik adalah segalah sesuatu yang berperan dan berpengaruh serta terlibat secara aktif di dalam dunia politik. Baktiar Efffendi (2000: 197) : Mengemukakan bahwa kekuatan .id/handle/123456789/14868 3 . saya menjadikan acuan dalam menyusun makalah ini sebagai dasar yang sangat perlu dalam menganalisis sejarah pertumbuhan kekuatankekuatan politik Indonesia.

Pemikiran Politik Indonesia 1945 – 1965: Suatu pengantar. Cit. 5 Jimly Asshiddiqie.6 Salah satu puncak perubahan pemerintahan kolonial Belanda adalah dibentuknya Volksraad pada 1916. 6 Herbert Feith. Cit. Munculnya Organisasi Politik Keberadaan partai politik di Indonesia dapat dilacak sejak masa penjajahan Belanda.Pemikiran Politik Tentang Bentuk Negara BAB III PEMBAHASAN A. Op.. Dewan itu pada awalnya hanya memiliki kekuasaan sebagai penasihat. Volksraad memiliki kekuasaan mengajukan petisi. Robert Van Niel. Berbagai organisasi modern muncul sebagai wadah pergerakan nasional untuk mencapai kemerdekaan.. 225. Cit. 51.). Op. dan menyetujuinya. hal. Penerjemah: Yayasan Ilmu-Ilmu Sosial. Munculnya Elit Modern Indonesia.5 namun telah membangkitkan kesadaran kebangsaan dan cita-cita kemerdekaan melalui gerakan politik. (Jakarta: Pustaka Jaya. 159. 1984). namun memiliki program-program dan aktivitas politik. Pada masa itu sudah mulai berkembang kekuatan-kekuatan politik dalam tahap pengelompokan yang diikuti dengan polarisasi. Walaupun pada awalnya berbagai organisasi tidak secara tegas menamakan diri sebagai partai politik. Munculnya berbagai organisasi politik dapat dilihat sebagai hasil pendidikan modern saat diberlakukan kebijakan politik etis oleh pemerintah kolonial Belanda. Kekuatan Politik Pra-Kemerdekaan (Sebelum 1945) a. hal. Organisasi.. 489. dan pelembagaan. bukan pembentuk undang-undang.3 Partai politik di Indonesia lahir bersamaan dengan tumbuhnya gerakan kebangsaan yang menandai era kebangkitan nasional. berdasarkan UndangUndang Tata Pemerintahan Hindia Belanda. Kemerdekaan Berserikat. 4 . hal. Lihat tahapan perkembangan partai politik yang telah diuraikan pada bab dua. hal. Gubernur Jenderal memiliki hak veto sehingga wewenang tersebut tidak banyak dapat dimanfaatkan. Partisipasi dan Partai Politik. dalam Miriam Buadiardjo (peny. Namun demikian.organisasi politik yang ada pada saat itu ada yang 3 4 Huntington.4 Walaupun tujuan pendidikan yang diselenggarakan oleh Belanda sebenarnya hanya untuk memenuhi tuntutan kebutuhan administrasi dan birokrasi kolonial tingkat rendah. Judul Asli: The Emergence of the Modern Indonesian Elite. membahas undang-undang. Op. Baru pada 1925. ekspansi.

Keberadaan ketentuan tersebut mengakibatkan organisasi politik tidak terangterangan menunjukkan diri sebagai organisasi politik dalam tujuan. Bahkan. Pasal 111 RR menyatakan bahwa perkumpulan-perkumpulan atau persidangan-persidangan yang membicarakan soal pemerintahan atau yang membahayakan keamanan umum dilarang di Hindia Belanda. Partai Nasional Indonesia (PNI). dan Kaum Betawi. Kedua organisasi itu tidak secara tegas menyatakan diri sebagai organisasi politik. Partai Indonesia Raya (Parindra). juga pernah terbentuk federasi organisasiorganisasi politik. RR diganti Indische Staatsregeling (IS) 1918 yang pada Pasal 165 juga Amu at larangan organisasi dan perkumpulan politik. Pada 1919. Keberadaan kedua organisasi politik tersebut diikuti dengan munculnya berbagai organisasi partai politik. Pada 17 Desember 1927 lahir Permufakatan PerhimpunanPerhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia (PPPKI) yang dibentuk oleh PNI. dan Partai Rakyat Indonesia (PRI). Namun dalam perkembangan kedua organisasi tersebut. hukum dasar yang berlaku di wilayah Hindia Belanda adalah regeerings-reglement (RR) 1854. Partai Komunis Indonesia (PKI). pada 23 Juli 1916 BU dan SI telah melakukan aktivitas politik menuntut ketahanan Hindia Belanda guna menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia saat itu telah berpikir mandiri. Hal itu dapat dilihat dari keterlibatan kedua organisasi tersebut dalam Volksraad. Wakil-wakil BU dan SI juga menjadi anggota koalisi radical concentratie di dalam Volksraad yang menuntut adanya Majelis Nasional sebagai parlemen pendahuluan untuk menetapkan hukum dasar sementara bagi Hindia Belanda. Partai-partai tersebut di antaranya adalah Indische Partij (IP). dan aktivitasnya. Sarikat Sumatera. Indische Sociaal Democratische Vereeniging (ISDV). Sarikat Pasundan. Indische Katholijke Partij. Selain berbagai partai politik.Pemikiran Politik Tentang Bentuk Negara bersikap kooperatif dan ada yang mengambil jalan non kooperatif. Indische Sociaal Democratische Partij (ISDP). Partai Indonesia (Partindo). program. Insulinde. BU. Aksi itu dikenal dengan Weerbaar Actie. Gerakan Rakyat Indonesia (Gerindo). PSI. Hal itu dapat dilihat dari berdirinya Budi Utomo (BU) pada 20 Mei 1908 dan Sarekat Islam (SI) pada 1911. Pada masa itu. program dan aktivitasnya telah merambah ke wilayah politik. PPPKI berupaya 5 .

untuk menyatakan bahwa suatu perkumpulan bertentangan dengan ketertiban umum. Badan Intelejen Politik saat itu. Salah satu tuntutan politik GAPI adalah pembentukan parlemen Indonesia yang merupakan lembaga legislatif dengan model dua kamar. Gubernur Jenderal juga dapat membatasi hak mengadakan pertemuan.C. 37.L. Partai-partai politik yang ada sebelum kemerdekaan tersebut. de Jonge (1931) dan dan A. Pembatasan dan Pembubaran Partai Politik Kehidupan partai politik Indonesia sebelum kemerdekaan mulai menurun setelah 1930. Tjarda van Starkenborg Stachouwer (1936) menolak memberi pengakuan pada organisasi pergerakan nasionalis. Partai politik secara ketat juga diawasi Politieke Inlichtingen Dienst. Kebijakan represif tersebut didukung oleh ketentuan Pasal 35. dan Persatuan Vakbonden Pegawai Negeri (PVPN). Demikian pula halnya dengan IP yang pada 4 Maret 1913 permohonannya ditolak oleh Gubernur Jenderal karena dipandang sebagai organisasi politik radikal dan mengancam keamanan umum. yaitu wewenang mengasingkan orang-orang yang dianggap membahayakan keamanan dan ketertiban. 6 . tidak semuanya mendapat status badan hukum dari pemerintah kolonial Belanda.7 b. Bahkan pada akhir Desember 1939 GAPI menyelenggarakan Kongres Rakyat Indonesia yang menggabungkan antara GAPI. hal. Adanya aturan 7 Insulinde kemudian menjadi National Indische Partij.Pemikiran Politik Tentang Bentuk Negara menyamakan arah aksi dan kerja sama. dan menghindarkan perselisihan yang melemahkan aksi kebangsaan. Op. Setiap pertemuan politik harus di beritahukan lima hari sebelumnya kepada pejabat pemerintah setempat yang memiliki hak untuk melarang. 36. Cit. SI belum mendapatkan pengakuan sebagai badan hukum hingga 1923. Pada 1935 dikeluarkan aturan Beperkt Vergader Verbod (BVV) yang memberikan wewenang kepada Gubernur Jenderal sesudah mendengar pertimbangan Raad van Indie. MIAI.W. Karim. Hal itu terjadi karena kebijakan represif yang dijalankan oleh Pemerintahan Kolonial Belanda. Gubernur Jenderal B. 23. Selain itu. Pada 1939 terbentuk Gabungan Politik Indonesia (GAPI). dan 38 IS yang memberikan hak eksorbitan kepada Gubernur Jenderal..

terutama oleh Serikat Buruh Kereta Api (Vereeniging van Spoor. Namun pemberontakan tersebut dapat ditangani pemerintah kolonial Belanda dan para pemimpin PKI melarikan diri ke luar negeri. Tiga pendiri IP diasingkan. setelah berkembangnya gagasan radikal dan aksi-aksi pemogokan dan boikot. Ketiganya kemudian dialihkan ke Belanda. penjara. Cit. terutama oleh Soekarno. Op. Sebagai penggantinya. muncul Partai Pendidikan Nasional 8 Suradi. Papua.Pemikiran Politik Tentang Bentuk Negara itu menurunkan aktivitas organisasi. yang pernah dibubarkan adalah IP. Pada 17 April 1931 Raad van Justitie menetapkan hukuman 4 tahun penjara bagi Soekarno. termasuk Soekarno. Sartono (Ketua saat itu) pada 11 November 1930. Jawa tengah. yaitu Sarekat Rakyat. Douwes Dekker ke Kupang. 61-62. Keputusan itu menurut Pringgodigdo dapat diartikan sama halnya dengan menyatakan PNI sebagai partai terlarang sehingga dibubarkan.enTramweg-Personeel). IP dinyatakan terlarang oleh Pemerintah Hindia Belanda. Pada Maret 1913.8 Di antara partai-partai yang ada pada masa pemerintahan kolonial Belanda tersebut. PKI dan salah satu organisasi bentukannya. Akibat pemberontakan tersebut. PNI dibubarkan karena sikap konfrontatif yang dilakukan. dan PNI. Tjipto Mangunkusumo ke Banda. Larangan terhadap PNI mulai dikeluarkan pada 1927 Rangkaian peristiwa dilanjutkan dengan adanya larangan menjadi anggota PNI bagi anggota militer beserta keluarga dan pembantunya. dan Suwardi Surjaningrat ke Bangka. hal. dan 1 tahun 3 bulan bagi Gatot Mangkupraja karena dinyatakan bersalah telah ikut suatu perkumpulan yang bertujuan melakukan kejahatan pemberontakan. PKI. Pada 29 Desember 1929 terjadi penangkapan terhadap tokoh-tokoh PNI.organisasi politik. pada 23 Maret 1928 dibubarkan dan dinyatakan sebagai organisasi terlarang. atau dibuang ke Boven Digul. dan di Sumatera Barat pada 1 Januari 1927.. pada awalnya ke luar Jawa. Sebagian yang tertangkap dikenakan hukuman mati. PKI dibubarkan karena melakukan pemberontakan pada 13 November 1926 di Jakarta disusul dengan aksi kekerasan di Jawa Barat. PNI akhirnya secara resmi dibubarkan oleh Mr. 7 . Pembubaran partai. 1 tahun 8 bulan bagi Supriadinata.partai pada masa kolonial Belanda dilakukan pada saat aktivitas partai politik dianggap membahayakan pemerintahan dan mengganggu stabilitas. dan Jawa Timur. 2 tahun bagi Maskun.

Pada masa itu. Akibat larangan tersebut. Pada 18 Agustus 1945. Organisasi yang diberi kesempatan hidup adalah yang bercorak keagamaan terutama dari kalangan umat Islam. Partai-partai tersebut menjalankan fungsi mengagregasikan dan mengartikulasikan aspirasi dan ideologi masyarakat untuk mencapai kemerdekaan. Partai-partai tersebut memiliki fungsi dan program utama untuk mewujudkan kemerdekaan Indonesia. tetapi dibatasi di Jawa dan Madura. Kekuatan-Kekuatan Politik Di Era Revolusi Fisik (1945-1950) Kemerdekaan Indonesia diproklamasikan pada 17 Agustus 1945. Walaupun pada masa pendudukan Jepang eksistensi partai politik sebagai suatu organisasi tidak diakui.Pemikiran Politik Tentang Bentuk Negara Indonesia yang didirikan pada akhir Desember 1933 di Yogyakarta. Bahkan pada saat dibentuk BPUPKI dan PPKI oleh pemerintahan Jepang. pada 9 Maret 1943 didirikan Poesat Tenaga Rakjat (Poetera) yang mencakup semua golongan politik. Selain itu. Amir Syarifuddin yang menjadi pemimpin Gerakan Rakyat Indonesia (Gerindo). B. juga menjalankan fungsi rekruitmen politik yang memunculkan tokoh-tokoh nasional serta wakil rakyat yang menjadi anggota Volksraad. Pemerintahan pendudukan Jepang melarang keras semua kegiatan politik. Partai-partai yang ada dan berkembang sebelum kemerdekaan tersebut pada umumnya dapat dikategorikan sebagai partai yang bersifat ideologis (weltanschauungs partie). Poetera bagi Jepang lebih merupakan sarana untuk menggerakan dukungan Indonesia terhadap perang yang sedang dilakukan Jepang. termasuk rapat-rapat yang membicarakan organisasi dan struktur pemerintahan. Selain itu. tepatnya September 1942 dihidupkan kembali Majelis Islam A’la Indonesia (MIAI) yang pada 24 Oktober 1943 diubah menjadi Majelis Sjuro Muslimin Indonesia (Masjumi). namun tokoh-tokoh partai politik tetap berperan besar dalam usaha-usaha mencapai kemerdekaan. terkait dengan janji kemerdekaan yang diberikan Jepang. Menurunnya aktivitas politik pada masa pemerintahan kolonial Belanda terus berlanjut pada masa pendudukan Jepang. nyaris dihukum mati oleh Jepang. PPKI melaksanakan sidang yang salah satu keputusannya adalah 8 . yang keanggotaannya diisi oleh tokoh-tokoh nasional yang sebelumnya merupakan pimpinan partai politik.

15 Pebruari 1946 Pramoedya Ananta Toer. Pandangan itu dalam perkembangannya mempengaruhi usulan BP KNIP di mana Sjahrir menjadi Ketua.. Cit. Di dalam UUD 1945.‖ Ada pendapat yang menyatakan bahwa ketentuan tersebut belum memberikan jaminan konstitusional. hal. Sebab jika lebih dari satu akan membingungkan massa. Op. Dalam Pengumuman Badan Pekerja Komite Nasional Nomor 3 disebutkan bahwa pembentukan satu partai. Soekarno berpendapat bahwa untuk mencapai massa aksi diperlukan adanya satu partai pelopor. dan A.10 Adanya gagasan partai tunggal tersebut sesuai dengan pandangan Soekarno sejak sebelum kemerdekaan. tidak dua ataupun tiga. Pada 22 Agustus 1945. yaitu Partai Nasional Indonesia. pada 31 Agustus 1945 dikeluarkan Maklumat Pemerintah yang menunda segala aktivitas persiapan dan pembentukan PNI sebagai partai tunggal. Hal itu dimaksudkan untuk memusatkan perhatian dan tindakan ke dalam Komite Nasional karena kedudukannya yang dipandang sangat penting. Namun. Pandangan Soekarno mengenai partai tunggal berlawanan dengan pandangan Sjahrir yang menentang konsep kepartaian monolitik karena akan lebih banyak menjadi alat untuk mengontrol dan mendisiplinkan perbedaan pendapat. PPKI menyelenggarakan rapat yang salah satu keputusannya adalah membentuk Partai Nasional Indonesia. PNI diharapkan menjadi partai tunggal atau partai negara dan sebagai pelopor dalam kehidupan bangsa Indonesia. Kamil. Keputusan itu telah ditindaklanjuti dengan persiapan pembentukan Partai Nasional Indonesia di daerah-daerah. Soekarno telah mengemukakan perlunya partai pelopor melalui tulisannya yang berjudul ―Mentjapai Indonesia Merdeka‖ pada tahun 1933. 49 – 50 9 . pada saat itu memang diperlukan untuk mempersatukan segala aliran dalam masyarakat guna mempertahankan negara.Pemikiran Politik Tentang Bentuk Negara mengesahkan UUD 19459 sebagai konstitusi Indonesia. Koesalah Soebagyo Toer. Kemerdekaan berserikat dan berkumpul serta mengeluarkan pendapat baru ada jika sudah ditetapkan dengan undang-undang. Namun yang dapat memenuhi keperluan tersebut adalah 9 10 Diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia Tahun II Nomer 7. tidak terdapat pengaturan mengenai partai politik. Jilid I. Ketentuan yang terkait adalah Pasal 28 yang menyatakan ―Kemerdekaan berserikat dan berkumpul mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan Undang-undang.

10 . Djilid I. Maklumat ini ditandatangani oleh Wakil Presiden karena Presiden Soekarno sedang mengadakan kunjungan ke luar negeri. tetapi untuk mempertahankan kemerdekaan dan menjamin keamanan. V. hal. Dengan adanya partai politik. Komite Nasional-lah yang mempersatukan berbagai aliran yang berbeda. aspirasi yang berbeda-beda dijadikan pemikiran dan program yang sistematis dan teratur untuk diperjuangkan sebagai kebijakan publik. sesungguhnya ketentuan itu dapat menjadi dasar pembubaran partai politik yang mengganggu atau menghambat perjuangan mempertahankan serta meminta pertanggungjawaban para kemerdekaan. Dari ketentuan tersebut. partai berfungsi sebagai broker of idea. apalagi sudah berubah menjadi badan perwakilan rakyat sejak 16 Oktober 1945. pemerintah mengeluarkan Maklumat yang menyatakan bahwa pemerintah menyukai berdirinya partai-partai politik terkait dengan akan segera diselenggarakannya pemilihan umum. N. Diambil dari H. Dengan kata lain. h. Kemerdekaan berserikat.12 Pembentukan partai politik berdasarkan Maklumat 3 Nopember 1945 adalah untuk ―memperkoeat perdjoeangan kita mempertahankan kemerdekaan dan mendjamin keamanan masjarakat‖. Op. Namun partai politik bukan sekedar instrumen untuk mencapai stabilitas politik dan merajut partisipasi masyarakat seperti pandangan paradigma manajerial . Berita Repoeblik Indonesia Tahun I Nomor 2.. 60. Sebagai suatu batasan.. arah pendirian partai politik dimaksudkan sebagai sarana untuk mengatur aspirasi rakyat dari berbagai golongan. (Djakarta-Bandung: Neijenhuis & Co.11 Mengingat hal tersebut dan sesuai dengan semangat menjunjung asas demokrasi. 10. Undang-Undang Negara Republik Indonesia. diusulkan untuk memberi kesempatan kepada rakyat mendirikan partai politik. Selain itu. Maksud pendirian dalam Maklumat disebutkan sebagai restriksi atau batasan. partai politik diletakkan sebagai instrumen negara. Dengan demikian. 12 Jimly Asshiddiqie. Dengan adanya partai-partai politik akan memudahkan memperkirakan kekuatan perjuangan pemimpinnya. 177. 1950). Pada 3 November 1945 atas usulan Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat (BP KNIP).Pemikiran Politik Tentang Bentuk Negara Komite Nasional. hal. Aa. Cit. sekaligus sebagai pelopor bagi masyarakat. 11 Maklumat Nomor X 16 Oktober 1945. serta berfungsi untuk mengelola perbedaan yang ada.

462 Pada 22 Nopember 1945 berdiri Partai Persatuan Tarbiyah Islamiah (Partai PERTI) di Bukit Tinggi. PNI Pati. 10. Pada 7 November 1945 didirikan kembali Majelis Sjuro Muslimin Indonesia (Masjumi) di Jogjakarta. PKRI diganti namanya menjadi Partai Katolik. Ketentuan tersebut dapat dilihat sebagai batasan bagi partai politik seperti yang terdapat dalam berbagai konstitusi negara modern. Pada Kongresnya 17 Desember 1949. Partai-partai lain yang terbentuk. terutama ketentuan bahwa partai politik harus sesuai dengan prinsip demokrasi serta tidak bertentangan dengan perjuangan dan kemerdekaan bangsa. Maklumat Pemerintah tanggal 3 November 1945 tersebut disambut antusias sehingga dalam waktu singkat telah terbentuk sekitar 40 partai politik. Partai Rakyat Indonesia (PRI). Partai Kebangsaan 13 Pidato Mohammad Natsir pada 7 November 1956 yang dimuat di harian Abadi edisi 9. PNI Sulawesi. didirikan Partai Katholik Republik Indonesia (PKRI). bangkit kembali. Partai Banteng Republik Indonesia. melalui Kongres Golongan Politik Katolik. Partai Republik Indonesia. baik merupakan partai baru maupun kelanjutan dari partai politik yang telah ada sebelum kemerdekaan di antaranya adalah Partai Indonesia Raya (PIR). Mangoensarkoro. Ketuanya yang pertama adalah S. PNI Palembang. Pembatasan tersebut juga dapat dikategorikan sebagai pembatasan material menurut klasifikasi Venice Commission. Partai Rakyat Nasional (PRN). dan beberapa partai kecil lain.459 Berbagai partai politik yang sebenarnya sudah ada sebelum kemerdekaan. PNI Madiun. dan 12 11 . Partai ini berasal dari Pergerakan Tarbiyah Islamiah (PERTI) di Bukit Tinggi yang didirikan pada 20 Mei 1930. Partai Wanita Rakyat.13 Pada 29 Januari 1946 didirikan PNI di Kediri yang berasal dari Serikat Rakyat Indonesia (Serindo).Pemikiran Politik Tentang Bentuk Negara Di dalam Maklumat Pemerintah 3 Nopember 1945 juga disebutkan bahwa Republik Indonesia tidak akan melarang organisasi politik selama dasar-dasarnya atau aksi-aksinya tidak melanggar asas-asas demokrasi yang sah.463 Pada 8 Desember 1945. Pada 18 Nopember 1945 berdiri Partai Kristen Nasional (PKN) yang selanjutnya bersama Partai Kristen Indonesia (PARKI) pada Kongres di Prapat 9 – 20 April 1947 melebur diri menjadi Partai Kristen Indonesia (Parkindo). Partai Kedaulatan Rakyat.

Pembentukan kabinet dilakukan dengan persetujuan KNIP sebagai parlemen Indonesia saat itu. serta menyetujui bahwa pekerjaan sehari-hari KNIP dilakukan oleh Badan Pekerja yang dipilih dari dan oleh anggota KNIP. Partai Rakyat Jelata (PRJ). Partai Demokrat Tionghoa. hal. 47. dibuat klasifikasi partai politik menurut Dasar Ketuhanan. Persatuan Rakyat Marhaen Indonesia (PERMAI). Partai Sjarikat Islam Indonesia (PSII)14. Maklumat tersebut menyatakan bahwa KNIP sebelum terbentuknya MPR dan DPR. Serikat Kerakyatan Indonesia (SKI). 1999). Koesalah Soebagyo Toer. Pengaruh partai politik juga sangat kuat dalam pemerintahan seiring dengan sistem parlementer yang dijalankan berdasarkan Maklumat Pemerintah 14 Nopember 1945. Jilid III (1947). Partai Tani Indonesia (PTI). DPR. Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) yang pada awalnya berdasarkan Pasal IV Aturan Peralihan UUD 1945 membantu Presiden menjalankan kekuasaan sebelum terbentuknya MPR. dan Partai lain-lain. Partai Murba. namun partai politik telah mewarnai kehidupan nasional. Partaipartai politik di awal kemerdekaan telah memiliki pengaruh besar baik dalam parlemen maupun pemerintahan. Partai Sosialis Indonesia (Parsi) di bawah pimpinan Mr. Kronik Revolusi Indonesia. Amir Sjarifuddin.Pemikiran Politik Tentang Bentuk Negara Indonesia (PARKI). Partai Sosialis Indonesia (PSI). 2005). Dasar Kebangsaan. diserahi kekuasaan legislatif dan ikut menetapkan garis-garis besar dari pada haluan negara. Dasar Marxisme. Mahkamah Konstitusi Sebagai Pengawal Konstitusi: Penyelesaian Sengketa Hasil Pemilu 2004 oleh Mahkamah Konstitusi. dan Partai Indo Nasional. 8 12 . hal. Walaupun pada masa awal kemerdekaan belum dapat dilaksanakan pemilihan umum hingga 195515. (Jakarta: KPG. Partai Kedaulatan Rakyat (PKR). Partai Komunis Indonesia (PKI). Dalam buku Kepartaian Indonesia yang diterbitkan oleh Kementerian Penerangan 1951. (Jakarta: Sekretariat Jenderal dan Kepaniteraan MKRI. 15 Soedarsono. Bahkan. dan Ediati Kamil. Berdasarkan sistem parlementer. menteri sebagai satu kesatuan kabinet maupun secara 14 sendiri-sendiri bertanggung jawab oleh Pramoedya Ananta Toer. berdasarkan Maklumat Wakil Presiden Nomor X tanggal 16 Oktober 1945 kedudukannya menjadi parlemen. Partai Buruh Indonesia. Partai politik yang diklasifikasikan dalam Dasar Ketuhanan adalah Masjumi. dan DPA. pemerintahan dijalankan oleh kabinet yang dipimpin oleh seorang Perdana Menteri.

negara Indonesia yang semula adalah negara kesatuan berubah menjadi negara serikat dengan nama Republik Indonesia Serikat. Hal itu disebabkan oleh untuk berperan semakin menurunnya kepercayaan militer terhadap partai politik dalam menjalankan roda pemerintahan.16 Pada saat itu mulai muncul keinginan tokoh militer dalam politik. peran partai politik tetap besar baik di tubuh parlemen maupun eksekutif. dan penerimaan hasil KMB. Pada masa berlakunya Konstitusi RIS dan UUDS 1950. perjanjian Linggarjati. Bahkan. Masa Demokrasi Liberal (1949-1959) Pada 31 Desember 1949. 1988). konflik antar partai politik tetap terjadi sehingga sering menimbulkan ketegangan yang mengganggu stabilitas pemerintahan. sebagai salah satu pelaksanaan hasil Konferensi Meja Bundar. partai-partai politik tetap berperan sebagai kekuatan politik yang amat berpengaruh. serta upaya memperoleh pengakuan internasional.Pemikiran Politik Tentang Bentuk Negara kepada KNIP. KNIP menentukan pembentukan dan jatuhnya kabinet. Kuatnya pengaruh partai politik dalam pemerintahan dibarengi dengan konflik antar partai politik. 13 . hal. perjanjian Renville. kekuasaan Presiden dan Angkatan Bersenjata semakin berkurang. Walaupun pada masa awal kemerdekaan juga dihadapkan pada ancaman penjajahan kembali oleh Belanda melalui agresi militer I dan II. dan Senat RIS terdiri atas 6 anggota. pada saat itu terdapat partai-partai politik yang menggunakan cara-cara yang melanggar hukum untuk mencapai tujuannya. C. Kabinet-kabinet yang terbentuk tidak dapat menguasai mayoritas parlemen. Pada masa berlakunya Konstitusi RIS. Di sisi lain. Parlemen yang pengisian anggotanya masih dilakukan melalui pengangkatan tidak lepas dari pengaruh partai politik. (Jakarta: LP3ES. DPR RIS terdiri atas 60 anggota.495 Partai-partai yang berkembang pada awal kemerdekaan hingga pemilu 1955 16 Herbert Feith & Lance Castle (eds. Kekuatan Politik Di Era Demokrasi Liberal dan Demokrasi Terpimpin a. Parlemen pada masa Konstitusi RIS adalah DPR dan Senat. Pemikiran Politik Indonesia 1945 – 1965. Konstitusi yang berlaku adalah Konstitusi RIS.). Beberapa masalah yang pernah menjadi obyek konflik antar partai politik di antaranya adalah penambahan anggota KNIP. 41.

jika mengikuti pemilihan umum berarti telah bergerak di lapangan politik. karena tidak ada partai politik yang mempunyai suara mayoritas. Partai politik pada masa demokrasi liberal adalah untuk memudahkan penyusunan kekuatan dan perundingan guna membentuk pemerintahan melalui pemilihan umum.tokoh nasional sebagai wakil rakyat maupun untuk mengisi jabatan pemerintahan. Pemilihan umum pertama dapat dilaksanakan pada 1955. meskipun terdapat partai yang dapat dikategorikan sebagai partai kader dengan orientasi utamanya adalah mempengaruhi kebijakan (policy-seeking party). Jumlah kursi DPR yang diperebutkan sebanyak 260. penyusunan kabinet tidak dapat dilakukan dengan mudah. Rancangan Undang-Undang tersebut diserahkan kepada DPR pada 25 Nopember 1952 dan disahkan pada 4 April 1953. tetapi juga organisasi lain dan calon perseorangan.Pemikiran Politik Tentang Bentuk Negara pada umumnya dapat dilihat sebagai kelanjutan dari partai yang telah ada sebelum kemerdekaan. Dengan demikian dapat disebut sebagai partai politik. Peserta pemilihan umum 1955 tidak terbatas pada organisasi partai politik. Sedangkan jumlah kursi Dewan Konstituante sebanyak 520 ditambah 14 wakil golongan minoritas yang diangkat pemerintah. dan menduduki jabatan dalam pemerintahan (officeseeking party). Pemilihan umum 1955 dilakukan berdasarkan Undang-undang Nomor 7 Tahun 1953 tentang Pemilihan Anggota Konstituante dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat. Partai-partai mengartikulasikan aspirasi tersebut dan menjalankan fungsi mengagregasikan dan untuk mempertahankan ideologi masyarakat kemerdekaan serta rekruitmen politik yang memunculkan tokoh. Pemilu 1955 menghasilkan 27 14 . yang terdiri dari partai politik dan organisasi kemasyarakatan serta calon perorangan. tepatnya 29 September 1955 untuk memilih anggota DPR dan 15 Desember 1955 untuk memilih anggota Konstituante. Partai-partai tersebut merupakan partai yang bersifat ideologis (weltanschauungs partie) dengan fungsi dan program utama untuk mempertahankan kemerdekaan. walaupun suatu organisasi menyatakan diri bukan sebagai partai politik. Namun demikian. Namun dalam kenyataannya. Partai-partai yang berkembang pada umumnya adalah partai massa. Pemilu 1955 diikuti lebih dari 118 peserta untuk pemilu DPR dan 91 peserta untuk pemilu Konstituante.

serta lembaga-lembaga lain.. Masa Demokrasi Terpimpin (1959-1966) Berdasarkan Dekrit Presiden 5 Juli 1959. Kemerdekaan Berserikat. sejak Dekrit Presiden 5 Juli 1959. kabinet tidak lagi dikuasai oleh partai yang dominan dalam anggota legislatif. karena dipilih dan diangkat oleh Presiden. Pemerintahan juga harus diawasi oleh parlemen yang kuat.546 Bahkan seperti telah diuraikan. Dapat diketahui bahwa lahirnya ketentuan tentang penyederhanaan partai politik adalah karena keyakinan bahwa salah satu faktor yang menyebabkan keadaan membahayakan negara dan merintangi pembangunan nasional hingga dikeluarkannya Dekrit Presiden adalah karena sistem kepartaian yang berlaku pada saat itu.17 Kebijakan tersebut menurut Wilopo dibutuhkan untuk membentuk pemerintahan yang kuat dan dapat bekerja lama. Soekarno menerapkan konsep demokrasi terpimpin yang telah jelas arahnya di bidang kepartaian. b. mencabut Maklumat Pemerintah tanggal 3 November 1945 mengenai anjuran pemerintah tentang pembentukan partai politik. Untuk itu diperlukan partai dan organisasi politik yang tersusun baik dalam jumlah yang tepat. namun partai. Walaupun demikian. Kebijakan penyederhanaan kepartaian dimulai pada 31 Desember 1959 saat Presiden Soekarno mengeluarkan Penpres Nomor 7 Tahun 1959 tentang Syarat-Syarat dan Penyederhanaan Kepartaian. juga ditentukan sendiri oleh Presiden. Op. dan kedua.partai tersebut diawasi secara ketat.Pemikiran Politik Tentang Bentuk Negara partai politik yang memperoleh kursi di DPR. Dalam penentuan tersebut tidak ada wakil dari Masjumi dan PSI sebagai salah partai politik yang memperoleh kursi pada pemilu 1955. menetapkan Penetapan Presiden 17 Jimly Asshiddiqie. yaitu. Oleh karena itu dinilai harus dilakukan perubahan dengan melakukan penyederhaan kepartaian. 15 . Penpres Nomor 7 Tahun 1959 terdiri atas dua diktum. hal. yaitu tidak menyukai adanya banyak partai apalagi tingkat konflik antara satu partai dengan lainnya sangat tinggi. keanggotaan DPR-GR dan MPRS. pertama. Cit. yang menjadi syarat bagi negara sedang berkembang. 180. Namun demikian. keberadaan partai masih dibutuhkan sebagai legitimasi dan menjadi penyeimbang kekuatan militer.

kegiatan. jumlah dan syarat keanggotaan. Selain itu. melainkan cukup dengan adanya keterlibatan pimpinan partai politik. alasan pembubaran partai politik adalah tidak memenuhi persyaratan yang ditentukan dalam Penpres Nomor 7 Tahun 1959. Hal itu dilihat dari peran pimpinan suatu partai politik dalam suatu pemberontakan dan partai politiknya tidak dengan resmi menyalahkan perbuatan anggota tersebut. 16 . Review of Politics (Vol. Pernyataan tidak mengakui partai politik oleh pemerintah memiliki akibat hukum yang sama dengan tindakan pembubaran partai politik. asas. yang meliputi ideologi..Pemikiran Politik Tentang Bentuk Negara tentang Syarat-Syarat dan Penyederhanaan Kepartaian.557 Hal itu berarti bahwa tidak harus ada keterkaitan langsung antara organisasi partai politik dengan pemberontakan yang dijadikan alasan pembubaran. Januari 1963. Namun demikian. yaitu berakhirnya eksistensi partai politik sebagai subyek hukum. serta ketentuan pendanaan. XXV). program. 111 – 114. Alasan selanjutnya adalah sedang melakukan pemberontakan. partai politik dapat terhindar dari pembubaran jika secara resmi menyalahkan tindakan anggota pimpinan tersebut. 18 Selo Soemardjan.).18 Partai-partai yang tidak diakui tentu kehilangan eksistensinya sebagai subyek hukum. Op. Persyaratan tersebut adalah persyaratan yang berlaku untuk diakuinya suatu partai politik sebagaimana diatur dalam Pasal 2 sampai Pasal 6 Penpres Nomor 7 Tahun 1959. partai politik tidak lagi memiliki pengaruh yang kuat dalam pembangunan bangsa. tujuan. Dalam ketentuan yang berlaku pada saat itu. Cit. hal. Akibat kebijakan penyederhanaan partai politik tersebut. Kegiatan politik diijinkan dengan syarat tidak bertentangan dengan Manipol. dalam Feith & Castles (eds. tidak terdapat ketentuan yang memberikan upaya hukum kepada partai politik yang tidak mendapat pengakuan. Bahkan partai-partai yang masih ada. Bentuk menyalahkan dengan resmi tersebut tentu berupa tindakan yang dilakukan berdasarkan AD/ART partai politik. ―Demokrasi Terpimpin dan Tradisi Kebudayaan Kita. juga mendapatkan pengawasan yang ketat dari militer dan pemerintahan sipil.

sebagian besar lainnya diasingkan ke pulau Buru. Konsensus kedua lahir antara pemerintah dan partai-partai politik dan masyarakat. Surat yang kemudian dikenal dengan sebutan Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) itu diartikan sebagai media pemberian wewenang kepada Soeharto secara penuh. Ada dua macam konsensus nasional. Pada tanggal 1 Maret 1966 Presiden Soekarno dituntut untuk menandatangani sebuah surat yang memerintahkan pada Jenderal Soeharto untuk mengambil segala tindakan yang perlu untuk keselamatan negara dan melindungi Soekarno sebagai Presiden. Kekuatan Politik Di Era Demokrasi Pancasila (1966-1998) a. diantara ketetapan yang dihasilkan sidang tersebut adalah mengukuhkan Supersemar dan melarang PKI berikut ideologinya tubuh dan berkembang di Indonesia. 17 . Konsensus pertama ini disebut juga dengan konsensus utama. Artinya. Pembubaran PKI serta penyederhanaan Partai Politik Peristiwa yang lazim disebut Gerakan 30 September/Partai Komunis Indonesia (G30S/PKI) menandai pergantian orde dari Orde Lama ke Orde Baru. setiap orang yang pernah terlibat dalam aktivitas PKI ditahan. Dalam masa Orde Baru yang ditandai dengan dibubarkannya PKI pada tanggal 12 Maret 1966 maka dimulai suatu usaha pembinaan terhadap partai-partai politik. Pada masa Orde Baru pula pemerintahan menekankan stabilitas nasional dalam program politiknya dan untuk mencapai stabilitas nasional terlebih dahulu diawali dengan apa yang disebut dengan konsensus nasional.Pemikiran Politik Tentang Bentuk Negara D. konsensus kedua lahir sebagai lanjutan dari konsensus utama dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan. Menyusul PKI sebagai partai terlarang. 2) Sedangkan konsensus kedua adalah konsensus mengenai cara-cara melaksanakan konsensus utama. Sebagian diadili dan dieksekusi. Orde Baru dikukuhkan dalam sebuah sidang MPRS yang berlangsung pada JuniJuli 1966. yaitu : 1) Pertama berwujud kebulatan tekad pemerintah dan masyarakat untuk melaksanakan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen.

Pemerintah orde baru juga melakukan tekanan terhadap partai-partai dengan basis massa Islam. Pada tahun 1973 konsep penyederhanaan partai (Konsep Fusi) sudah dapat diterima oleh partai-partai yang ada dan dikukuhkan melalui Undang-Undang No. Pada tanggal 20 Pebruari 1968 sebagai langkah peleburan dan penggabungan ormas-ormas Islam yang sudah ada tetapi belum tersalurkan aspirasinya maka didirikannyalah Partai Muslimin Indonesia (PARMUSI) dengan massa pendukung dari Muhammadiyah. Berdasarkan semangat konsensus nasional itu pemerintah Orde Baru dapat melakukan tekanan-tekanan politik terhadap partai politik yang memiliki basis massa luas. Kemudian tanggal 13 Maret 1970 terbentuk kelompok Persatuan Pembangunan yang terdiri atas NU. spiritual dan karya. masyumi harus mengganti nama sehingga terkesan sebagai partai baru. PII. gagasan ini menimbulkan sikap Pro dan Kontra karena dianggap membatasi atau mengekang aspirasi politik dan membentuk partai-partai hanya kedalam golongan nasional. tokoh-tokoh lama tidak boleh duduk dalam kepengurusan partai. Satu contoh ketika para tokoh Masyumi ingin menghidupkan kembali partainya yang telah dibekukan pemerintah Orde Lama. Selanjutnya pada tanggal 9 Maret 1970. dan Perti. pemerintah memberi izin dengan dua syarat. HSBI. terjadi pengelompokan partai dengan terbentuknya Kelompok Demokrasi Pembangunan yang terdiri dari PNI.Pemikiran Politik Tentang Bentuk Negara Secara umum. sejak itu konsensus nasional memiliki kekuatan hukum yang mengikat bagi seluruh rakyat Indonesia. PSII. Parkindo. Pasca pemilu 1971 muncul kembali ide-ide penyederhanaan partai yang dilandasi penilaian hal tersebut harus dilakukan karena partai politik selalu menjadi sumber yang mengganggu stabilitas. Gasbindo. Pertama. PUI dan IPM. Partai Katholik. Beberapa hasil konsensus tersebut antara lain penyederhanaan partai politik dan keikutsertaan TNI/Polri dalam keanggotaan MPR/DPR. Konsensus ini kemudian dituangkan kedalam TAP MPRS No. PARMUSI. Al Wasliyah. Serta ada suatu kelompok fungsional yang dimasukkan dalam salah satu kelompok tersendiri yang kemudian disebut Golongan Karya. elemen-elemen penting yang terlibat dalam perumusan konsensus nasional antara lain pemerintah. TNI dan beberapa organisasi massa. 18 . HMI. IPKI dan Murba. Kedua. Terlebih kepada PNI yang nota bene partai besar dan dinilai memiliki kedekatan dengan rezim terdahulu. XX/1966.

Nasution dalam sebuah rapat politik di Porong. Saat ini. 1987. yaitu Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Demokrasi Indonesia (PDI) serta satu Golongan Karya. sistem fusi ini berlangsung hingga lima kali Pemilu selama pemerintahan orde baru (1977.H. Golkar selalu memenangkan Pemilu. b. ia menjelaskan bahwa militer disamping fungsi tempurnya untuk mempertahankan eksistensi negara. 1992 dan 1997). Jadi menurut Nasution. Hal ini mengingat Golkar dijadikan mesin politik oleh penguasa saat itu. Sri Sultan Hamengku Buwono 19 . yakni 2 parpol dan 1 Golkar. 1982. Hingga Pemilihan Umum 1977. Militer Dalam Orde Baru Angkatan Darat muncul sebagai pemeran utama dalam Orba. sehingga pada akhirnya dalam Pemilihan Umum 1977 terdapat 3 kontestan. pada masa ini peserta pemilu hanya terdiri sebagaimana disebutkan diatas. tampilnya militer di pentas politik kali ini. Setelah menggabungkan kekuatan-kekuatan partai politik. bukanlah untuk pertama kali. juga harus berusaha untuk menciptakan atau menjaga agar kehidupan masyarakat dapat terbina dengan menciptakan atau menjaga agar kehidupan masyarakat dapat terbina dengan baik. Dan selama masa pemerintahan Orde Baru.Pemikiran Politik Tentang Bentuk Negara 3/1975 tentang Partai Politik dan Golongan. Soeharto dipilih kembali menjadi presiden oleh Sidang Umum MPR (Tap MPR No IX/MPR/1973) pada 23 Maret 1973 untuk jabatan yang kedua kali. sebab sebelum itu militer memang sudah terlibat dalam politik praktis sejalan dengan kegiatan otonomi menyusul diluncurkannya konsep dwifungsi ABRI. Dengan adanya pembinaan terhadap parpol-parpol dalam masa Orde Baru maka terjadilah perampingan parpol sebagai wadah aspirasi warga masyarakat kala itu. presiden mengangkat 100 anggota DPR dari Angkatan Bersenjata dan memberikan 9 kursi wakil Provinsi Irian Barat untuk wakil dari Golkar. ABRI disamping mempunyai fungsi konvensional (berperang) juga mempunyai fungsi lain yaitu pembinan wilayah/masyarakat. baik dalam rangka ketahanan/ pertahanan nasional maupun dalam rangka pembangunan nasional pada umumnya.Terbukti ketika pada 3 Juli 1971. Konsep dwifungsi semula ditemukan oleh A.

Sehingga banyak media massa yang memberontak melalui tulisan-tulisan yang mengkritik pemerintah. namun pada kenyataannya dunia pers malah terbelenggu dan mendapat tekanan dari segala aspek.Pada masa Orde baru. deTIK. dan Monitor. Dalam situasi seperti ini. Bila ingin tetap hidup. bahkan banyak pula yang membeberkan keburukan pemerintah. 20 . Pada masa orde baru. Pemerintah memang memegang kendali dalam semua aspek pada saat itu.Pemikiran Politik Tentang Bentuk Negara IX mendampinginya sebagai wakil presiden. terutama dalam dunia pers. jelas birokrasi. Pers seakan-akan dijadikan alat pemerintah untuk mempertahankan kekuasaannya. segala penerbitan di media massa berada dalam pengawasan pemerintah yaitu melalui departemen penerangan. militer. Namun majalah Tempo adalah satu-satunya yang berjuang dan terus melawan pemerintah orde baru melalui tulisan-tulisannya hingga sampai akhirnya bisa kembali terbit setelah jatuhnya Orde baru. seperti Tempo. Dewan pers hanyalah formalitras semata. dan partai politik tidak bisa berfungsi sebagaimana mestinya c. maka media massa tersebut harus memberitakan hal-hal yang baik tentang pemerintahan orde baru. fungsi dewan pers ini tidaklah efektif. malah menjadi anak buah dari pemerintah Orde Baru. sehingga pers tidak menjalankan fungsi yang sesungguhnya yaitu sebagai pendukung dan pembela masyarakat. Kekuatan Pers orde baru Pers dalam masa orde baru seakan-akan kehilangan jati dirinya sebagai media yang bebas berpendapat dan menyampaikan informasi. Pers pun tidak mau hanya diam dan terus mengikuti permainan politik Orde baru. Dewan Pers bukannya melindungi sesama rekan jurnalisnya. Itulah sebabnya pada tahun 1994 banyak media yang dibredel. Meskipun orde baru telah menjanjikan keterbukaan dan kebebasan di awal pemerintahannya.

maupun organisasi lainnya hanyalah sebagai angin ribut yang lewat di dinasti kekuasaannya. X tentang kebebasan membentuk suatu partai politik 3. 2. pertama yaitu ketika Presiden Soekarno menyatakan hanya akan ada partai tunggal. Saran 1. maka pandaipandailah memanfaatkan sekitar. maka tidak wajar apabila dilarang untuk membentuk partai lain. presiden memang eksekutor tapi rakyatlah yang berdaulat. 2. terjadi penyederhanaan partai oleh presiden Soekarno. dan kedua yaitu ketika Hatta mengeluarkan maklumat on. organisasi yang pertama menampakkan taringnya adalah Budi Utomo dan Serikat Islam. Diana saat itu negara ini berbentuk federal. Bisa jadi kesempatan itu tidak akan datang lagi. Di era revolusi fisik. pers. demokrasi sangat mendukung adanya kebebasan berpendapat. kenapa tidak memanfaatkan segala yang ada disekitar kita. dari awal beliau memang tidak setuju dengan multipartai. B. yakni oleh kalangan pelajar yang telah di sekolahkan oleh Belanda. Ketika memiliki kesempatan untuk menang. Demokrasi yakni kebebasan berorganisasi.Pemikiran Politik Tentang Bentuk Negara BAB IV PENUTUP A. Sedangkan di era demokrasi terpimpin. 4. Pemilu pertama dilakukan pada era demokrasi liberal. Kesimpulan 1. partai politik. Kekuatan politik di era orde baru sepenuhnya dikuasai oleh Presiden Soeharto. 21 . Kekuatan Politik mula-mula muncul ketika terdapat pemikiran untuk memerdekakan Indonesia. ada 2 moment yang patut di catat.

Soekarno-Militer Dalam Demokrasi Terpimpin. Rusli.. Adnan Buyung. Demokrasi Konstitusional. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. Bandung: Salamadani Pustaka Semesta. Jakarta: Gema Insani Press. Islam dan Politik: Teori Belah Bambu Masa Demokrasi Terpimpin (1959—1965). Herbert. 1993. IV. 2009 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 22 . Jakarta : Gramedia Pustaka Utama. Suryanegara. Ahmad Syafii. Herbert. Jakarta: Depdikbud-Balai Pustaka. Karim. Saragih. Api Sejarah. Jakarta : Gaya Media Pratama. Miriam. 1993 Nasution. Ahmad Mansyur. Maarif. Ilmu Negara. 1999. 1995. Marwati Djoened Poesponegoro dkk. Perjalanan Partai Politik Di Indonesia: Sebuah Potret Pasang-Surut. Sejarah Nasional Indonesia jilid VI. Kusnardi. Jakarta : Kompas Media Nusantara. Jakarta: Rajawali Pers. Jakarta: Sinar Harapan. 1996. Feith.Pemikiran Politik Tentang Bentuk Negara DAFTAR PUSTAKA Budiardjo. 2010. 2000. 2011. Moh. dan Bintan R. Militer & Politik di Indonesia. Dasar-dasar Ilmu Politik (edisi revisi). Crouch. cet.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful