BAB I PENDAHULUAN

Menginjak masa remaja berarti memulai langkah baru pada masa peralihan antara anakanak ke masa dewasa atau masa usia belasan tahun dimana sering menunjukan tingkah laku tertentu seperti susah diatur, perasaannya mudah terangsang dan sebagainya. Menurut WHO batasan usia remaja adalah 12-24 tahun. Sementara menurut Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) atau Direktorat Remaja dan Perlindungan Hak Reproduksi, batasan usia remaja adalah 10-21 tahun. Dalam pendampingan oleh KISARA PKBI Bali, usia 10-24 tahun adalah sasaran utama

program komunikasi, informasi dan edukasi tentang kesehatan reproduksi, seksual, termasuk hak reproduksi, HIV/AIDS dan penyalah gunaan narkoba. Periode masa remaja terjadi perkembangan yang pesat dalam hal dimensi fisik, biologi, psikologis, dan sosial.Masalah perkembangan fisik, remaja akan mengalami perubahan fisik yang akan mendekati orang dewasa pada umumnya. Dari segi biologis, remaja akan mengalami perubahan regulasi hormon-hormon di dalam tubuhnya terutama hormon reproduksi yang mana akan mempengaruhi kematangan organ reproduksinya dan kematangan seksualnya. Secara fisik dan fungsi organ seks, maka organ seks remaja sudah dapat berfungsi seperti layaknya organ seks pada orang dewasa. Permasalahan remaja seringkali berakar dari kurangnya informasi, pemahaman, serta kesadaran untuk mencapai sehat secara reproduksi. Maturitas organ seks secara fisik tidak diikuti dengan kedewasaan mental dan cara berpikir remaja yang masih labil. Inilah yang menjadi masalah mental dan psikososial remaja. Perubahan fisik yang pesat dan perubahan hormonal yang sangat dramatik merupakan pemicu masalah kesehatan remaja serius karena timbuhnya dorongan motivasi seksual yang menjadikan remaja rawan terhadap penyakit dan masalah kesehatan reproduksi, kehamilan remaja dengan segala konsekuensinya yaitu hubungan seks pranikah, aborsi, IMS danHIV/AIDS, serta NAPZA. Remaja dalam masa ini dipengaruhi oleh masyarakat di sekitarnya, teman sebaya, ataupun media massa. Kesehatan reproduksi menurut WHO adalah suatu keadaan fisik, mental dan sosial yang utuh, bukan hanya bebas dari penyakit atau kecacatan dalam segala aspek yang berhubungan dengan sistem reproduksi, fungsi serta prosesnya. Kesehatan reproduksi

total kasus kehamilan di bawah usia 20 tahun adalah 32 kasus. ingin tahu atau coba-coba (11%) dan lainnya (15%).4% remaja di kota Surabaya serta 31. Tetapi informasi yang diterima tidak signifikan. sosial. karena pengetahuan mereka diperoleh hanya dari teman. Sedangkan pada tahun 2011. Tempat hubungan seksual remaja pertama kali meliputi rumah sendiri atau pacar (67%). layanan dan pendidikan kesehatan reproduksi remaja menjadi sangat penting. Penelitian lain dilakukan oleh sahabat remaja tentang perilaku seksual di empat kota menunjukan bahwa 3. 3. seks pranikah 4 kasus. Masa ini sangat menentukan 2 . Masa ini merupakan masa yang paling sulit dibandingkan dengan masa-masa lainnya. 8.1% remaja di kota Kupang telah terlibat hubungan seks secara aktif. maka pemberian informasi. akibatnya remaja kurang pengetahuan akan hal ini.5% remaja di kota Yogyakarta.ini sebaiknya telah diperkenalkan sejak dini kepada remaja mengingat masalah kesehatan remaja mencakup aspek fisik biologis dan mental. di mana mereka harus menentukan sendiri warna yang mereka pilih. Masih tingginya kasus yang ada di wilayah kerja Puskesmas Tampaksiring I menunjukkan remaja dalam masa ini seolah berada dalam daerah abu-abu.6% remaja di kota Medan. 13-19 tahun (37%) dan 10-13 tahun (1%). kasus pernikahan dan kehamilan usia dini masih menjadi trend meskipun ada kecenderungan menurun. Di UPT Puskesmas Tampaksiring I Kabupaten Gianyar. Hasil penelitian menunjukan bahwa 52. Penelitian Mangku (2003) mengenai hubungan seksual didapatkan data remaja (10-24 tahun) pertama kali melakukan hubungan seksual umur 19-24 tahun (62%). tercatat kehamilan di bawah usia 20 tahun dari bulan April sampai Juni adalah 7 kasus dan seks pranikah di bulan April ada 2 kasus. Untuk alasan hubungan seksual pada remaja pertama kali antara lain sama-sama suka (74%). Dengan makin banyaknya persoalan kesehatan reproduksi remaja.67% responden memiliki pengetahuan yang tidak memadai tentang kesehatan reproduksi. Data terbaru dari puskesmas untuk tahun 2012. dan persalinan remaja tercatat 5 kasus. Dengan memperluas akses informasi tentang kesehatan reproduksi remaja yang benar dan jujur bagi remaja akan membuat remaja makin sadar terhadap tanggung jawab perilaku reproduksinya. Pada tahun 2010 tercatat total kasus kehamilan di bawah usia 20 tahun adalah 38 kasus dan persalinan usia remaja 21 kasus. Namun. kost (21%) dan lainnya (12%). akses untuk mendapatkan informasi bagi remaja banyak yang tertutup.

Saat ini masalah remaja merupakan masalah yang kompleks yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Apabila pada masa ini seorang remaja salah dalam pencarian jati diri mereka. salah dalam berbuat dan melangkah akan sangat merugikan dirinya dan juga keluargannya.bagaimana sikap dan perilaku mereka di saat dewasa nanti. 3 .

Di SMP Negeri I Tampaksiring merupakan salah satu SMP yang berada di wilayah kerja Puskesmas Tamapaksiring I dengan asal siswa yang bervariasi sehingga memungkinkan cakupan interaksi sosial yang luas di kalangan remaja. tercatat kehamilan di bawah usia 20 tahun dari bulan April sampai Juni adalah 7 kasus dan seks pranikah di bulan April ada 2 kasus. kasus pernikahan dan kehamilan usia dini masih menjadi trend meskipun ada kecenderungan menurun.BAB II PERENCANAAN PKM DI PUSKESMAS 2. Kondisi lingkungan sekolah.000 kasus aborsi per tahun yang hampir 60 % berasal dari pasangan remaja yang belum menikah. tercatat 36. Di Puskesmas Tampaksiring I Kabupaten Gianyar. dan persalinan remaja tercatat 5 kasus. Apalagi telah disampaikan pada paragraf di atas bahwa kasus pernikahan dan 4 . Program Promosi Kesehatan yang ada pada Puskesmas Tampaksiring I menargetkan penyuluhan berkala di tingkat SMP yang berada di wilayah kerja puskesmas. Sedangkan pada masa siswa SMP dituntut untuk memulai pembelajarannya baik dari segi pendidikan dan pergaulan terhadap kehidupan sosial. seks pranikah 4 kasus.5 juta kasus aborsi per tahunnya atau sebanyak sepertiga dari total kelahiran. Selain itu kejadian penyakit menular seksual di kalangan remaja juga cenderung meningkat tanpa diikuti dengan pemahaman yang baik tentang pengobatannya. total kasus kehamilan di bawah usia 20 tahun adalah 32 kasus. Data terbaru dari puskesmas untuk tahun 2012. Tingkat pendidikan SMP merupakan masa pembelajaran transisi bagi remaja yang sebelumnya adalah siswa SD dimana masih memiliki keingintahuan yang besar dan senang bermain-main. Pada tahun 2010 tercatat total kasus kehamilan di bawah usia 20 tahun adalah 38 kasus dan persalinan usia remaja 21 kasus. Namun hingga saat ini penyuluhan tentang kesehatan reproduksi dan dampak negatif seksual remaja pranikah hampir tidak pernah dilaksanakan. Sedangkan pada tahun 2011. Sedangkan di Bali dengan jumlah penduduk kurang lebih 3 juta jiwa.1 Identifikasi Masalah Di Indonesia terdapat hampir 1. dan pengetahuan siswa yang kurang tentang kesehatan reproduksi dan dampak negatif dari perilaku seksual pranikah sangat mempengaruhi. pengaruh teman.

2 Kelompok Sasaran Kelompok sasaran dalam kegiatan PKM ini adalah siswa kelas I SMP Negeri 1 Tampaksiring.3 Tujuan Penyuluhan Tujuan penyuluhan ini yaitu untuk meningkatkan pengetahuan siswa-siswi SMP khususnya SMP Negeri 1 Tampaksiring tentang kesehatan reproduksi pada remaja yang meliputi: a. Sehingga dengan demikian sudah sewajarnya remaja mendapatkan pengetahuan yang benar tentang kesehatan reproduksi menyangkut struktur dan fungsi organ reproduksi yang normal. dimana 4 orang siswa menyatakan bahwa tidak mengetahui tentang kesehatan reproduksi dan merupakan kali pertama mendengarnya. dan tentu pada akhirnya remaja dapat menggunakan organ reproduksinya secara sehat dan bertanggung jawab. Psikoseksual pubertas. 2. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan kepada 5 orang siswa SMPN 1 Tampaksiring yang sedang melaksanakan masa orientasi siswa. sedangkan tujuan dari pacaran tersebut hanya berdasarkan keinginan dan bermain-main saja. Anatomi dan fisiologi alat/organ reproduksi manusia. Konsep ”PACARAN SEHAT” 5 .kehamilan usia dini masih menjadi trend di wilayah kerja Puskesmas Tampaksiring I dan kurangnya penyuluhan mengenai dampak negatif perilaku seksual pranikah. c. Dalam pelaksanaan penyuluhan ini peserta penyuluhan adalah perwakilan dari masing-masing kelas I dari 9 kelas karena mengingat terbatasnya kapasitas ruang kelas. dampak negatif dari gaya pacaran yang tidak sehat seperti hubungan seksual pranikah. Bahaya penyakit menular seksual. 2. Dampak negatif perilaku seksual pra nikah d. Mengenai gaya pacaran untuk di kalangan siswa tersebut. juga dikatakan bahwa 5 siswa tersebut tidak mengetahui tentang dampak negatif hubungan seksual pranikah dan gaya pacaran sehat. dari 5 siswa dikatakan ada teman-teman mereka yang sudah memiliki ketertarikan terhadap lawan jenis. Dari wawancara tersebut. b. e.

Persiapan pelaksanaan terdiri dari penguasaan materi penyuluhan.4 Strategi Penyuluhan Pertama-tama Kepala SMP Negeri I Tampaksiring dihubungi untuk pemberitahuan jadwal kegiatan PKM di SMP tersebut. Masing-masing perwakilan siswa kelas I diberitahu dan diminta kesediaannya untuk mengikuti penyuluhan di ruang kelas yang telah disediakan. Setelah penyuluhan dilakukan. c. Dalam kegiatan PKM ini dilakukan pre-test kepada para siswa sebelum dilakukan penyuluhan untuk mengetahui pengetahuan mereka tentang kesehatan reproduksi pada remaja dan permasalahannya. penguasaan cara-cara penyampaian pesan serta penguasaan dalam hal menggunakan alat peraga dan membaca kepustakaan yang berhubungan dengan kesehatan reproduksi dan dampak negatif perilaku hubungan seksual pranikah pada remaja. Bahaya penyakit menular seksual. Konsep ”PACARAN SEHAT” 2. Post-test dilakukan dengan cara memberikan beberapa pertanyaan seputar materi penyuluhan yang telah diberikan kepada peserta penyuluhan. Dampak negatif perilaku seksual pra nikah d. b. Pre-test dilakukan dengan cara memberikan beberapa pertanyaan seputar materi penyuluhan yang akan dibawakan kepada peserta penyuluhan. Anatomi dan fisiologi alat/organ reproduksi manusia.6 Metode dan Media Penyuluhan dilakukan dengan metode ceramah (slide) dengan LCD komputer disertai pemberian makalah tentang kesehatan reproduksi dan dampak perilaku seksual pranikah 6 . e. Psikoseksual pubertas. 2.5 Isi Penyuluhan Materi penyuluhan yang disampaikan pada kegiatan ini yaitu: a. acara dilanjutkan dengan diskusi terbuka dengan para siswa tentang materi yang telah disampaikan dan juga permasalahan seputar kesehatan reproduksi remaja. Sebagai bentuk evaluasi tentang pemahaman siswa tentang materi yang telah disampaikan kemudian dilakukan dengan post-test.2. Setelah dilakukan pre-test dilanjutkan dengan penyuluhan yang diberikan oleh dua orang dokter muda FK UNUD.

9 Rencana Evaluasi 2. sehingga total dari perwakilan kelas I adalah 45 siswa. Indikator penilaian Proses kegiatan penyuluhan ini dinilai berdasarkan jumlah peserta penyuluhan yang hadir.10 11.40 Kegiatan Perkenalan diri dan Pretest Metode Ceramah Fasilitator Eva Ina Eva Ina Eva Ina Eva Ina Eva Ina Acuan Pemberian pertanyaan Mengacu Materi Pemeberian Materi dengan LCD Pemberian Materi Pemberian Pertanyaan Mengacu Materi Materi 10.10-11.20 Penilaian Diskusi 2.00 WITA : Ruang Kelas SMP Negeri 1 Tampaksiring Penyuluhan dilaksanakan disalah satu ruang kelas SMP Negeri 1 Tampaksiring dengan alokasi waktu sebagai berikut : Waktu 10.50-12. 2. Dalam pelaksanaan penyuluhan ini peserta penyuluhan adalah perwakilan dari masing-masing kelas I dari 9 kelas dengan masing-masing kelas diwakili sebanyak 5 siswa mengingat terbatasnya kapasitas ruang kelas.9.1 Rencana Evaluasi Proses 1.40-11.7 Rencana Pelaksanaan Penyuluhan Hari/tanggal Waktu Tempat : Sabtu.40-11.30-10.30 – 12. 7 .50 Post-test Diskusi 11.40 Penyuluhan Tanya jawab Ceramah Diskusi 11.kepada para siswa peserta penyuluhan dan dilakukan sesi tanya jawab dengan para siswa. 14 Juli 2012 : 10.

Cara penilaian Melakukan post test dengan cara melihat minat atau ketertarikan peserta penyuluhan terhadap materi penyuluhan. Penilaian post test juga dilakukan dengan cara mengajukan pertanyaan seputar materi penyuluhan pada seluruh siswa-siswi yang mengikuti penyuluhan dan menunjuk 3 siswa secara acak untuk menjelaskan kembali tentang materi penyuluhan. baik melalui pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh peserta penyuluhan. Pengetahuan mengenai konsep ”PACARAN SEHAT”.9. b. Cara penilaian Penilaian dilakukan saat sebelum. e. Pengetahuan mengenai psikoseksual pubertas.2. c. 4. 2. Pengetahuan mengenai anatomi anatomi dan fisiologi alat/organ reproduksi manusia. 3. Waktu penilaian Sesudah penyuluhan. 3. 2.2 Rencana Evaluasi Hasil 1. Indikator penilaian a. Pengetahuan mengenai bahaya penyakit menular seksual. 8 . selama dan setelah PKM berlangsung dengan membut daftar hadir sehingga dapat diketahui jumlah peserta penyuluhan yang hadir. Penilai Penilaian dilaksanakan oleh dokter muda. Penilai Penilaian dilaksanakan oleh dokter muda. Pengetahuan mengenai dampak negatif perilaku seksual pranikah d.

Sambil menunggu siswa-siswi dikumpulkan ke ruang multimedia yang telah disiapkan. bagian IKK/IKP dan bertugas di 9 . SMP Negeri 1 Tampaksiring tersebut sudah dikirimi surat pemberitahuan yang isinya tentang permintaan izin kepada kepala sekolah agar dapat mengadakan penyuluhan pada siswa-siswi kelas I yang sedang menjalani masa orientasi siswa di SMP tersebut. 14 Juli 2012 : 10.3 Pelaksana Penyuluhan : Sabtu.1 Waktu dan Tempat Kegiatan Hari/tanggal Waktu Tempat 3.30 – 12.BAB III PELAKSANAAN PKM 3.4 Proses Kegiatan Sebelum diadakan penyuluhan. 3. Setelah semua siswa-siswi masuk kedalam ruangan yang telah disediakan maka kami langsung menuju ruangan untuk melakukan persiapan dan melakukan penyuluhan. kami berbincangbincang di ruang guru bersama guru-guru mengenai materi penyuluhan yang akan kami bawakan. 3. kami berdua datang 30 menit sebelumnya ke SMP Negeri 1 Tampaksiring.00 WITA : Ruang Kelas SMP Negeri 1 Tampaksiring Sebagai penceramah adalah kedua mahasiswa Fakultas Kedokteran UNUD yang sedang melaksanakan kepaniteraan klinik madya di Puskesmas Tampaksiring I. Pada hari pelaksanaan penyuluhan.2 Peserta Peserta yang hadir adalah perwakilan masing-masing kelas I di SMP Negeri 1 Tampaksiring yang berjumlah 36 orang. Kami diterima dengan baik oleh Kepala Sekolah SMP Negeri I Tampaksiring serta staf-staf dan guru-guru yang ada di sana.

Kemudian diteruskan dengan diskusi dan Tanya jawab selama 30 menit. Setelah itu kami melakukan evaluasi dengan menunjuk secara acak 3 orang siswa untuk menceritakan kembali materi penyuluhan kesehatan reproduksi dan dampak negatif perilaku seksual pranikah. Kemudian setelah kami rasa cukup dan para siswasiswi sudah mampu memahami pentingnya kesehatan reproduksi mereka. Para siswa yang kami tunjuk mampu menceritakan kembali dan memahami pentingnya kesehatan reproduksi dengan baik. Setelah melakukan pretest. Siswa hanya mampu menjawab satu pertanyaan dari kami dengan benar.Pada awalnya kami memperkenalkan diri. kami melakukan penyuluhan mengenai materi kesehatan reproduksi dan dampak negatif perilaku hubungan seksual pranikah pada remaja dengan metode ceramah selama kurang lebih 45menit. para siswa-siswi juga sangat bersemangat dalam menjawab pertanyaan yang kami ajukan apalagi setelah kami menjanjikan beberapa buah coklat jika ada yang bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang kami ajukan. maka acara penyuluhan kami sudahi dan kemudian acara selanjutnya kami serahkan pada guru mereka. lalu melakukan pretest pada seluruh siswa-siswi. Banyak siswa-siswi yang antusias dalam bertanya mengenai materi kesehatan reproduksi dan dampak perilaku seksual pranikah yang sudah kami berikan. Pada pre test. Dan ketika kami mencoba untuk bertanya kembali. 10 . kami mengajukan 5 pertanyaan sesuai dengan materi penyuluhan yang akan kami bawakan.

meskipun awalnya siswa malu dan ragu untuk mengemukakan pertanyaan. Gambaran awal tingkat pemahaman peserta terhadap materi kesehatan reproduksi dan dampak negatif perilaku hubungan seksual pranikah. jumlah peserta yang mengikuti penyuluhan tidak sesuai dengan jumlah yang diharapkan yakni 36 orang karena ruangan yang dipergunakan memiliki kapasitas yang lebih sedikit dari ruang kelas. Dari Evaluasi ini dapatditarik suatu 11 . dilakukan pre test sebelum dilakukannya penyuluhan dan post test di akhir kegiatan sebagai penilaian dari segi hasil penyuluhan. dilihat dari kehadiran perwakilan siswa-siswi dari masing-masing kelas I. yaitu dari 5 pertanyaan yang diajukan kepada siswa yang hadir. Dari segi proses kegiatan.BAB IV EVALUASI KEGIATAN 4. Tingkat pemahaman peserta dikategorikan baik apabila mampu menjawab dan menjelaskan secara benar sebesar 4 dari total 5 pertanyaan yang diajukan.1 Evaluasi Kegiatan Evaluasi terhadap pemahaman tentang pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi dan dampak negatif perilaku hubungan seksual pranikah pada remaja pada kegiatanini dilakukan berdasarkan beberapa aspek yakni dari segi proses dan dari segi hasil penilaian pre test dan post test. sedangkan peserta penyuluhan yang lain mengaku tidak mengetahui. Serta proses diskusi yang telah berlangsung dapat dilaporkan bahwa diskusi telah berlangsung secara dua arah. Namun setelah dipancing dengan hadiah mereka mau mengajukan beberapa pertanyaan dan menjawab pertanyaan yang diajukan sehingga terdapat komunikasi timbal balik antara peserta dan pembicara.Perhatian dan respon peserta penyuluhan secara umum juga sangat baik dilihat dari tiga siswa yang kami pilih secara acak secara umum hampir ketiganya dapat menjelaskan kembali dengan benar materi kesehatan reproduksi dan dampak negatif perilaku hubungan seksual pranikah. Pre test dan post test berisi 5 pertanyaan yang diajukan mencakup kesulruhan materi penyuluhan. Pada kegiatan ini. Evaluasi dilaksanakan secara lisan ditujukan kepada seluruh peserta penyuluhan yaitu sebanyak 36 orang siswa. hanya 1 pertanyaan yang dapat dijawab dengan benar oleh 2 peserta penyuluhan yang hadir.

persiapan alat dan sarana penunjang. setelah dilakukan post test dengan mengajukan 5 pertanyaan yang sama. 4. Sehingga kami memutuskan untuk mengambil perwakilan masingmasing kelas I yang berjumlah 45 orang yang dilakukan di salah satu ruang kelas yang kosong. persiapan materi (pengumpulan materi dan penguasaan materi). Di akhir kegiatan. didapatkan peserta penyuluhan mampu secara aktif dan benar menjawab kelima pertanyaan tersebut.kesimpulan bahwa pemahaman dari 36 orang siswa-siswi SMP Negeri 1 Tampaksiring mengenai kesehatan reproduksi dan dampak negatif perilaku hubungan seksual pranikah yang dijadikan materi penyuluhan masih tergolong kurang. dan keterampilan berkomunikasi di depan orang banyak agar menarik dan dapat dimengerti oleh pendengar. Namun dikarenakan ruang kelas dipergunakan untuk masa orientasi siswa dan pembelajaran. tiga peserta yang dipilih secara acak juga mampu menceritakan kembali materi penyuluhan yang telah disampaikan secara baik. Sehingga peserta penyuluhan yang dapat hadir sebanyak 36 orang. 4.2 Hambatan PKM Seharusnya yang menjadi sasaran penyuluhan kami adalah seluruh siswa-siswi SMP Negeri I Tampaksiring kelas I. hanya saja dalam pelaksaan penyuluhan tersebut ternyata tidak terdapatnya aula di sekolah tersebut sehingga tidak memungkinkan kami untuk memberikan penyuluhan kepada seluruh siswa-siswi kelas I yang berjumlah kurang lebih 300 orang. mulai dari perencanaan.3 Manfaat PKM Beberapa manfaat yang kami rasakan sebagai penyuluh dari pelaksanaan kegiatan PKM ini adalah sebagai latihan untuk menjadi penyuluh yang baik di masyarakat. Peserta penyuluhan juga dengan senang hati akan menyampaikan informasi yang telah didapat selama penyuluhan kepada siswa-siswi yang tidak dapat mengikuti penyuluhan. Pendapat peserta secara lisan tentang kegiatan penyuluhan ini sangat baik dan mereka berharap di kemudian hari akan ada penyuluhan seperti ini dengan tema yang berbeda dan tentunya lebih menarik. Selebihnya dalam pelaksanaan penyuluhan tersebut secara umum kami merasakan tidak ada hambatan lain karena acara berlangsung dengan lancar sebagaimana yang telah dirancang dan direncanakan sebelumnya. Kemudian. maka ruangan yang dipilh adalah ruang multimedia dengan kapasitas lebih kecil dari ruang kelas. 12 .

serta agar mereka dapat mensosialisasikan pengetahuan yang mereka dapat kepada orang lain.Sedangkan manfaat bagi peserta adalah diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan mereka tentang kesehatan reproduksi dan dampak negatif perilaku hubungan seksual pranikah sehingga pada akhirnya mereka mampu menjaga kesehatan reproduksi mereka sendiri dan dapat mengurangi angka kejadian kehamilan pranikah. 13 .

Pemberian Materi Penyuluhan Gambar 4.LAMPIRAN Gambar 1. Pre test 14 . Pemberian Materi Penyuluhan Gambar 2 Peserta Penyuluhan Gambar 3.

Gambar 5. Suasana selama penyuluhan Gambar 7. Siswa yang mengajukan pertanyaan Gambar 6. Post test 15 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful