BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Dewasa ini paradigma pendidikan di Indonesia sudah semakin berkembang dari pendekatan tradisional, dimana siswa hanyalah sebagai objek pendidikan, kurang aktif di dalam prosesnya dan gurulah yang menjadi center utama dalam pembelajaran, dan kemudian menjadi pendekatan yang lebih modern, yaitu berpusat kepada siswa. Berkembangnya metode dalam pendidikan tentu saja sejalan dengan berkembangnya sistem evaluasi di dalam pendidikan dan pembelajaran itu sendiri. Namun, sampai sekarang masih banyak sekolah-sekolah yang terlalu kaku dan tradisional dalam menerapkan sistem evaluasi kepada siswa. Siswa terkadang hanya dihadapkan pada sesuatu yang hanya bersifat fakta, jawaban pendek atau pertanyaan pilihan ganda. Siswa hanya dinilai pada sejumlah tugas terbatas yang mungkin tidak sesuai dengan apa yang dikerjakan di kelas, menilai dalam situasi yang telah ditentukan sebelumnya dimana kandungannya sudah ditetapkan, seolah hanya menilai prestasi, jarang memberi sarana untuk menilai kemampuan siswa memonitor pembelajaran mereka sendiri bahkan jarang memasukan soal-soal yang menilai respon emotional terhadap pengajaran (Santrock, 2007). Pada dasarnya, suatu sistem penilaian yang baik adalah tidak hanya mengukur apa yang hendak diukur, namun juga dimaksudkan untuk memberikan motivasi kepada siswa agar lebih bertanggung jawab atas apa yang mereka pelajari, sehingga penilaian menjadi bagian integral dari pengalaman pembelajaran dan melekatkan aktivitas autentik yang dilakukan oleh siswa yang dikenali dan distimulasi oleh kemampuan siswa untuk menciptakan atau mengaplikasikan pengetahuan yang mereka dapat di ranah yang lebih luas (Earl&Cousins, 1995; Stiggins, 1996; Hargreaves, dkk, 2001). Autentic assessment dianggap mampu untuk lebih mengukur secara keseluruhan hasil belajar dari siswa karena penilaian ini menilai kemajuan belajar bukan melulu hasil tetapi juga proses dan dengan berbagai cara. Dengan kata lain sistem penilaian seperti ini dianggap lebih adil untuk siswa sebagai pembelajar, karena setiap jerih payah yang siswa hasilkan akan lebih dihargai (Sudrajat, 2007). Berdasarkan uraian di atas, penulis tertarik menyusun makalah yang berjudul ”Penilaian Autentik (Authentic Assessment)”

tanpa tahun) 2.2 Tujuan Tujuan penilaian itu adalah untuk mengukur berbagai keterampilan dalam berbagai konteks yang mencerminkan situasi di dunia nyata di mana keterampilan-keterampilan tersebut digunakan. penugasan kepada pembelajar untuk membaca berbagai teks aktual-realistik. doing something. penilaian model ini menekankan pada pengukuran kinerja.1 Pengertian dan Ciri-Ciri Penilaian Autentik (Authentic Assessment) Tujuan penilaian itu adalah untuk mengukur berbagai keterampilan dalam berbagai konteks yang mencerminkan situasi di dunia nyata di mana keterampilan-keterampilan tersebut digunakan. menulis untuk jurnal. Dalam kegiatan itu. dan berpartisipasi konkret dalam diskusi atau bedah buku. menulis untuk jurnal. dalam Voss. 1995. penilaian model ini menekankan pada pengukuran kinerja. atau mengedit tulisan sampai siap cetak. atau mengedit tulisan sampai siap cetak. kemampuan. Berikut ini beberapa macam pengertian asesmen autentik dari berbagai sumber: 1. Misalnya. (The National Science Education Standart. baik materi pembelajaran maupun penilaiannya terlihat atau bahkan memang alamiah. Suatu asesmen yang melibatkan siswa di dalam tugas-tugas otentik yang bermanfaat. Bastiaens & Kirschner (2004) menjelaskan bahwa authentic assesment menuntut siswa untuk menggunakan kompetensi yang sama atau mengkombinasikan pengetahuan. surat. baik materi pembelajaran maupun penilaiannya terlihat atau bahkan memang alamiah. menulis topik-topik tertentu sebagaimana halnya di kehidupan nyata. doing something. dan berpartisipasi konkret dalam diskusi atau bedah buku. Jadi. Latihan informasi dan penalaran ilmiah pada situasi semacam yang akan dihadapi di luar kelas. Misalnya. surat. Asesmen autentik adalah soal tes atau latihan yang sangat mendekati hasil pendidikan sains yang diinginkan. .1. menulis topik-topik tertentu sebagaimana halnya di kehidupan nyata. melakukan sesuatu yang merupakan penerapan dari ilmu pengetahuan yang telah dikuasai secara teoretis Gulikers. Dalam kegiatan itu. melakukan sesuatu yang merupakan penerapan dari ilmu pengetahuan yang telah dikuasai secara teoretis BAB II PEMBAHASAN 2. dan sikap yang dapat mereka aplikasikan pada kriteria situasi dalam kehidupan professional. Jadi. penugasan kepada pembelajar untuk membaca berbagai teks aktual-realistik.

Asesmen menjadi autentik bilamana pembelajaran yang diukur oleh asesmen itu memiliki nilai di luar kelas serta bermakna bagi peserta didik (Kerka. Asesmen autentik menantang peserta didik untuk menerapkan informasi maupun keterampilan akademik baru pada suatu situasi riil untuk suatu maksud yang jelas. Suatu asesemen dikatakan autentik. 2007). (http://www.cfm). Penilaian autentik menantang para siswa untuk menerapkan informasi dan keterampilan baru dalam situasi nyata untuk tujuan tertentu. 5. dan bermakna (Hart. Asesmen autentik harus mengukur proses pemahaman dan bukan sederhana potonganpotongan informasi yang dihafal. Asesmen itu terlihat sebagai aktivitas pembelajaran yang melibatkan keterampilan berpikir tinggi serta koordinasi tentang pengetahuan yang luas.org/neac/AnchoredInstruction1663.cast. 2002). Asesmen autentik adalah suatu cara pengukuran penguasaan peserta didik terhadap suatu mata pelajaran dengan cara yang lain dibanding regugitasi sederhana dari pengetahuan. 3. 1995). 1992: Johnson. 2007). Penilaian autentik berarti mengevaluasi pengetahuan atau keahlian siswa dalam konteks yang mendekati dunia rill atau kehidupan nyata sedekat mungkin (Pokey & Siders. jika asesmen itu memeriksa/menguji secara langsung perbuatan atau prestasi peserta didik berkaitan dengan tugas intelektual yang layak (Grant. yang tahu dengan jelas apa yang diharapkan dari siswa dan tahu dengan jelas bagaimana mereka mewujudkan kualitas tersebut (Sizer. 2001 dalam Santrock.penting. 1994). 4. Penilaian ini merupakan alat bagi sekolah yang maju. Penilaian autentik biasanya mencakup tugas bagi siswa untuk melakukan dan sebuah rubrik di mana kinerja mereka pada tugas yang akan dievaluasi. Menurut Jon Mueller penilaian autentik merupakan suatu bentuk penilaian dimana siswa diminta untuk melakukan tugas-tugas dunia nyata yang menunjukkan aplikasi bermakna dari pengetahuan dan keterampilan esensial. Dalam hal ini asesmen autentik menutut peserta didik untuk menjadi orang yang efektif yang memiliki pengetahuan yang dibutuhkan. 1990). . Asesmen autentik memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengeluarkan seluruh kemampuannya sembari memperlihatkan apa yang telah dipelajarinya (Johnson. Penilaian autentik muncul dikarenakan penilaian tradisional yang sering kali mengabaikan konteks dunia nyata (Santrock. Asesmen autentik mengamanatkan keterampilan dan kemampuan yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas yang sesungguhnya.

sementara penilaian autentik bersifat inklusif. Ciri-ciri assessment authentic: a.) dan penilaian dalam bentuk angka bersifat ekslusif dan sempit. 2001 dalam Sunarmi dan Triastono. melibatkan pembelajaran secara langsung. Johnson (2009) menjelaskan bahwa authentic assesment berfokus kepada tujuan. Misalkan kemampuan peserta didik dalam berbahasa Inggris harus memiliki dasar penilaian dari aspek aksen. b) Standar kualitas yang spesifik (dalam artian tidak ambigu dan jelas). (Nur. Penilaian terhadap produk atau kinerja. membutuhkan penilaian yang bersifat manusiawi untuk menilai bagaimana kinerja siswa dapat diterima secara nyata (real) Sedangkan. Mengukur pengetahuan dan keterampilan siswa. keterkaitan dan kerja sama. masingmasing kriteria kinerja peserta didik dapat dinilai secara jelas dan eksplisit dalam memajukan evaluasi kualitas kinerja peserta didik. d. dan pada saat yang bersamaan meningkatkan pemahaman dan perbaikan diri. menurut Wiyono & Tumardi (2003:31) tugas performasi akan bisa menjadi Assesmen authentic. ulangan umum. c. maka para siswa bisa menunjukan penguasaannya terhadap tujuan dan kedalaman pemahamannya. dan lain-lain. mengharuskan membangun. Pengujian standar (ujian nasional. b. Tugas-tugas kontekstual dan relevan. bila memiliki lima kriteria. dan menanamkan tingkat berfikir yang lebih tinggi. 2003) Menurut Zainul (2005) ciri-ciri assesment authentic sebagai berikut: a) Multi kriteria. karena tugas-tugas yang diberikan di dalam penilaian autentik mengharuskan penggunaan strategi-strategi tersebut. Penilaian autentik berfokus pada tujuan. kinerja peserta didik harus dinilai dengan penilaian lebih dari satu kriteria. c) Adanya judgement penilaian. yaitu: . dan kosa kata.2009). sintaksis. melibatkan pembelajaran secara langsung. dan menanamkan tingkat berpikir yang lebih tinggi. Bila performance assessment meminta anak didik untuk mendemonstrasikan perilaku atau kemampuan tertentu dalam situasi testing. mengharuskan membangun keterkaitan dan kerjasama. Authentic assessment membawa demonstrasi ini selangkah lebih maju dan menekankan pentingnya penerapan keterampilan atau kemampuan yang dimaksud dalam konteks situasi kehidupan nyata. Mempersyaratkan penerapan pengetahuan dan keterampilan.

Bersifat kompleks dan menuntut siswa menggunakan kombinasi pengetahuan. Nitko. atau produk yang benar. atau mengerjakan proyekdalam periode tertentu. Dalam implementasinya. 3.a) c) Tugas bermakna bagi guru maupun siswa Tugas membuat siswa menempatkan. performasi . Menuntut siswa menggunakan pengetahuan yang dimiliki untuk menggunakan pengetahuannya dalam mengerjakan tugas. Mendorong pemikiran terbuka. 3. Jelas standar dan kriterianya untuk menilai respon. Mensimulasi cara yang memungkinkan siswa menggunakan pengetahuan. bekerja sama. ada sejumlah karakteristik yang menunjukkan asesmen autentik. keterampilan. 2007 (dalam Wiyono & Sunarni. Menekankan pada respon. Berfokus pada asesmen langsung. dan menggambarkan suatu kesimpulan b) Tugas dapat dirancang oleh siswa d) Tugas menuntut siswa mengkomunikasikan secara jelas e) Tugas membuat siswa bekerja sama Assesmen authentic dapat dilakukan melalui pemberian tugas yang bermakna Nitko. dan berkualitas tinggi. 2. dan produk yang lengkap. Ada enam kriteria yang menunjukkan tugas yang bersifat autentik yaitu sebagai berikut. menganalisis informasi. yaitu: 1. dan kemampuan tentang dunia nyata. keterampilan. yakni menelaah target atau sasaran pembelajaran secara langsung. yakni siswa mengekspresikan apa yang diketahui secara bebas. 2009: 42). adil. 6. 2007 (dalam Wiyono & Sunarni.2 Manfaat dan Tujuan Penilaian Autentik . Menekankan pada penerapan atau aplikasi. Memungkinkan siswa menghadapi tantangan dan peranan seperti peranan dan tugas di lingkungan sekitarnya. tidak seperti tes pilihan ganda biasa 2. Dengan kata lain. 5. 4. 2. benar-benar dapat mengungkapkan apa yang diketahui atau dapat dilakukan oleh siswa. 2009: 42) mengemukakan tiga karakteristik. baik dirumah maupun di masyarakat. halus bahasanya. preformasi. dan kemampuan yang berbeda. 1. apakah siswa dapat menggunakan pengetahuannya dalam situasi nyata.

Jonshon. menerima tanggung jawab dan membuat pilihan. o Melalui penilaian autentik ini. menangani teknologi dan berfikir sistematis. Oleh karena itulah. penilaian autentik bisa menjadi tolak ukur yang komprehensif mengenai kemampuan siswa dan seberapa efektif metode yang diberikan kepada siswa bisa dijalankan. menggunakan sumber daya. seperti mengumpulkan informasi. memadukan. 2009).net/abeyow/pembelajaran-kontekstualcontextual-teaching-learningctl akses 24 Maret 2010 pukul 19.3 Bentuk dan Strategi Penerapan Penilaian Autentik . Di kedua sisi ini adalah sesuatu yang menguntungkan baik bagi siswa itu sendiri maupun pihak guru atau sekolah.1 Manfaat Penilaian Autentik Penggunaan penilaian autentik sebagai evaluasi hasil pembelajaran siswa di sekolah merupakan suatu solusi yang bisa ditawarkan untuk melihat sejauh mana pembelajaran yang dilakukan berjalan dengan efektif. berhubungan dan kerja sama dengan orang lain dalam membuat tugas. menciptakan solusi dan mengikuti hubungan sebab akibat. menghubungkan pembelajaran dengan pengalaman mereka sendiri. diharapkan berbagai informasi yang absah/benar dan akurat dapat terjaring berkaitan dengan apa yang benar-benar diketahui dan dapat dilakukan oleh siswa atau tentang kualitas program pendidikan . Sedangkan bagi guru. Dengan kata lain. 2.2. siswa belajar bagaimana mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilannya ke dalam tugas-tugas yang autentik. mempertajam keahlian berfikir dalam tingkatan yang lebih tinggi saat mereka menganalisis. namun pada akhirnya pencapaian prestasi diikuti dengan kemampuan mengaplikasikan kemampuan yang dimilikinya ke dalam dunia nyata. Manfaat bagi siswa adalah dapat mengungkapkan secara total seberapa baik pemahaman materi akademik mereka.08 WIB) 2. mengungkapkan dan memperkuat penguasaan kompetensi mereka.2. (http://www.slideshare. dunia mereka dan masyarakat luas. 1993. penerapan authentic assessment sebagai alat evaluasi hasil belajar di sekolah-sekolah ataupun level universitas penting untuk diperhatikan agar siswa tidak hanya sekedar menjadi pembelajar saja. dan belajar mengevaluasi tingkat prestasi sendiri (Newmann & Wehlage.2 Tujuan Penilaian Autentik o Penilaian autentik bertujuan mengevaluasi kemampuan siswa dalam konteks dunia nyata.2. dan mengidentifikasi masalah.

dan mendiskusikan masalah. (iv) suatu diagram.3. menulis.1 Bentuk Penerapan Penilaian Autentik Bentuk-bentuk penerapan asesmen autentik yaitu sebagai berikut: 1. misalnya dalam bidang sains. Asesmen autentik juga mengikuti apakah peserta didik dapat terampil memberikan jawaban perbuatan atau produk yang seksama dan yang dapat dipertanggungjawabkan. 1990). yaitu portofolio. dan bahasa inggris. 2002). pendidikan. dan respon tertulis secara luas (Johnson. o Pertanyaan terbuka. minat dan . dengan merancang sebuah presentasi tentang emosi orang (Johnson. contoh-contoh perbuatan. Peserta didik untuk mengilustrasikan informasi akademik yang telah dipelajarinya. ide. kesehatan. pembuatan portofolio (Hart.2. o Portofolio (Portfolio) adalah kumpulan dari berbagai keterampilan. Dalam cara lain dinyatakan pula bahwa cara-cara asesmen dikelompokkan menjadi tiga kategori. Strategi Penilaian Autentik o Penilaian kinerja (Performance assessment) yang dikembangkan untuk menguji kemampuan siswa dalam mendemonstrasikan pengetahuan pada berbagai situasi nyata dan konteks tertentu. Pada umumnya pendidik mengenal 4 macam asesmen autentik. o Observasi sistematik atau investigasi jangka pendek (System Observation – short investigation) yang bermanfaat untuk menyajikan informasi tentang dampak aktivitas pembelajaran terhadap sikap siswa. Sama halnya observasi sistematik. 2. Tanggapan ini dapat berupa : (i) suatu tulisan singkat atau jawaban lisan.2. 4. Asesmen autentik memberikan kesatuan utuh tugas kepada peserta didik yang mencerminkan prioritas dan tantangan yang dijumpai dalam aktivitas pembelajaran yang paling baik. tugas problem solving kelompok. Asesmen autentik dapat mencakup aktivitas yang beragam seperti wawancara lisan. yaitu observasi. 1994). seperti melakukan penelitian. perbuatan atau kinerja. proyek. 3. serta tes dan prosedur serupa tes atau pengukuran prestasi peserta didik pada suatu waktu maupun tempat tertentu. ia memberikan stimulus dan bertanya kepada siswa untuk memberikan tanggapan. 2. (ii) suatu pemecahan matematik. 2002). grafik. merevisi.3. matematika. Asesmen autentik menjadi valid dan reliabel dengan cara menekankan dan membakukan kriteria produk yang sesuai (Grant. (iii) suatu gambar.

Rubrik penyekoran adalah suatu set kriteria yang digunakan untuk menyekor atau menempatkan posisi siswa pada tes. Alat yang dipakai untuk membantu guru melakukan penyekoran adalah rubrik penyekoran. (i) Pertanyaan-pertanyaan untuk respon yang tergagas. Rerf (1995). 1994). (e) Wawancara masuk dan kemajuan. minat dan pengalamannya. (h). (b) Mengungkap dan mengidentifikasi kekuatan siswa. (http://www. . (g) Evaluasi oleh instruktur sejawat yang lainnya baik informal maupun formal. Jadi. Penyekoran Asesmen Autentik Menurut Hart (1994). (d) Demonstrasi atau perbuatan. portofolio. bukan menunjukkan kelemahan mereka.08 WIB) Custer (1994). (c) Diskor berdasarkan standar kinerja yang jelas. penyekoran asesmen autentik yaitu sebagai berikut: (a) Menekankan penyekoran berdasarkan suatu standar yang digunakan bersama. kemudian menuliskan ide-ide. (b) Simulasi. proses dan produk mereka. (f) Presentasi lisan. (c) Essay dan contoh penulisan lain. (d) Mengakses proses dan komptensi secara rutin. o Jurnal (Journal) merupakan suatu proses refleksi dimana siswa berpikir tentang proses belajar dan hasilnya. (e) Menggalakkan siswa untuk melakukan kebiasaan menilai diri sendiri. dan sebagainya. yaitu tentang tujuan pebelajar. kelancaran menulis dan membaca. Koleksi tersebut memberikan gambaran perkembangan siswa setiap saat. o Kajian/penilaian pribadi (self assessment). Dengan kata lain jurnal membantu siswa dalam mengorgani-sasikan cara berpikirnya dan menuangkannya secara eksplisit dalam bentuk gambar.slideshare. tulisan dan bentuk lainnya.net/abeyow/pembelajaran-kontekstualcontextual-teaching-learningctl akses 24 Maret 2010 pukul 19. kontak pembelajaran. Siswa untuk mengevaluasi partisipasi. deskripsi kinerja-kinerja siswa dan bagaimana menempatkan kinerja tersebut dalam suatu rentangan nilai yang telah ditetapkan sebelumnya. Asesmen sendiri. Pertanyaan evaluatif merupakan alat dasar dalam kajian pribadi. Lazar dan Bean (1991). atau kinerja. bukan dengan acuan norma. serta Rudner dan Boston (1994) menyatakan bahwa beberapa alat yang digunakan pada asesmen autentik: (a) Ceklist.keberhasilan/prestasi siswa selama jangka waktu tertentu (Hart. Rubrik penyekoran mendeskripsikan tingkat kinerja yang diharapkan dicapai siswa secara relatif. kemajuan menulis/membaca.

…. Topik :……………………………………. Mengajukan pertanyaan 2. Dapat membuat suatu analogi 8... Positif Skor Negatif Skor …. Mengetahui adanya pernyataan yang kontradiktif di antara peserta diskusi 6..2.4 Contoh Penilaian Autentik (Authentic Assessment) Lampiran 1 : Acuan Asesmen Kegiatan Diskusi Mahasiswa secara Individual Lembar Skor untuk Diskusi Mahasiswa :……………………………………. Memberi komentar yang relevan 3. …. …. Mengemukakam pertanyaan untuk mengklarifikasi pernyataan yang kurang jelas …. Mengajak peserta yang pasif untuk berdiskusi 5. . …. …. …. Mengetahui adanya komentar yang kontradiktif di antara peserta diskusi 7. Mengemukakan bukti-bukti untuk mendukung informasi faktual 4. …. 1. ….

Melakukan interupsi 4. ringkas dengan alur kadang kurang baik. Membingungkan peserta diskusi lain 3. Memonopoli diskusi 6. …. ringkas dengan alur yang baik (10) Jelas. …. ….…. Memberikan komentar yang tidak relevan 5. dengan tambahan materi yang bagus (15) Lengkap (12) Sama dengan text book (10) Tidak lengkap. Tidak memusatkan perhatian 2. (8) Kemam-puan presentasi sedang (7) Presentasi tersendat-sendat. (4) Presentasi tidak berjalan (0) Organisasi kelompok Organisasi sangat bagus. Menyerang peserta lain Lampiran 2 : Acuan Asesmen Kegiatan Diskusi Mahasiswa secara Berkelompok Hal Kriteria Evaluasi Isi Lengkap. saling menunjang presentasi (10) Organisasi bagus (8) Organisasi sedang. tetapi sebagian besar materi telah tercakup (5) Secara substansial tidak lengkap (0) Presentasi Jelas. 1. beberapa orang kurang terorganisir (6) Organisasi kurang sehingga sering terjadi kesalahan komuni-kasi .

b. c.1 Simpulan 1. 2. BAB III PENUTUP 3. Penilaian terhadap produk atau kinerja. Tugas-tugas kontekstual dan relevan. Mengukur pengetahuan dan keterampilan siswa.(4) Organisasi kacau sehingga presentasi sangat terganggu (0) Kreativitas Sangat kreatif tanpa keluar dari tujuan (10) Kreatif menimbul-kan antusiasme (8) Kadang-kadang menarik perhatian (6) Kreatifitas lemah (4) Menjemukan membuat mengantuk (0) Pengaturan Waktu Tepat waktu (5) Waktu tidak terorgani-sasi dengan baik (0) Keterangan: Jumlah keseluruhan skor maksimal adalah 50. Angka dalam tanda kurung adalah skor setiap kriteria. Penilaian autentik merupakan evaluasi pengetahuan atau keahlian siswa dalam konteks yang mendekati dunia rill atau kehidupan nyata sedekat mungkin yang menunjukkan aplikasi bermakna dari pengetahuan dan keterampilan esensial. Mepersyaratkan penerapan pengetahuan dan keterampilan. Ciri-ciri assessment authentic: a. Manfaat penilaian autentik . d.

berkaitan dengan apa yang benar-benar diketahui dan dapat dilakukan oleh siswa atau tentang kualitas program pendidikan. b. menampilkan tari atau resital musik. dengan merancang sebuah presentasi tentang emosi orang (Johnson. 4. Tujuan Penilaian autentik: a. Penilaian autentik bertujuan mengevaluasi kemampuan siswa dalam konteks dunia nyata. seperti mengumpulkan informasi. mengungkapkan dan memperkuat penguasaan kompetensi. (d) Portofolio. dan respon tertulis secara luas (Johnson. Asesmen autentik dapat mencakup aktivitas yang beragam seperti wawancara lisan. proyek. (c) Pertanyaan terbuka. 2002). (e) Kajian/penilaian pribadi (self assessment). Menjaring berbagai informasi yang absah/benar. dan mempresentasikan karya tulis asli kepada teman-teman sebaya atau orang tua. menangani teknologi dan berfikir sistematis. akurat. Bentuk penilaian autentik: a. 3. Karena itu akan . menunjukkan keterampilan yang dimiliki dalam bentuk kumpulan portofolio. 2002). Contoh-contoh penilaian autentik termasuk mendemonstrasikan hasil karya dalam pameran seperti science fair (pameran sains) atau art show (pertunjukan seni). Peserta didik untuk mengilustrasikan informasi akademik yang telah dipelajarinya.a. d. 1994). Strategi penerapan penilaian autentik: (a) Penilaian kinerja (Performance assessment). menggunakan sumber daya. b. c. 3. 1990). Asesmen autentik memberikan kesatuan utuh tugas kepada peserta didik yang mencerminkan prioritas dan tantangan yang dijumpai dalam aktivitas pembelajaran yang paling baik (Grant. berpartisipasi dalam debat. (b) Observasi sistematik atau investigasi jangka pendek (System Observation – short investigation). (f) Jurnal (Journal). Bagi guru: bisa menjadi tolak ukur yang komprehensif mengenai kemampuan siswa dan seberapa efektif metode yang diberikan kepada siswa bisa dijalankan. pembuatan portofolio (Hart. Para pendidik mengenal empat macam. perbuatan atau kinerja (performance). Bagi siswa: dapat mengungkapkan secara total seberapa baik pemahaman materi akademik. tugas problem solving kelompok.1 Saran Penyajian makalah seharusnya disertai dengan pemahaman yang baik. b. yaitu portofolio.

cukup membantu dalam penyusunan kalimat-kalimat. . Sebaiknya. agar kevalidan argumen dan kebenaran teori bisa dipertanggungjawabkan. maka harus mengutip dari literatur yang terpercaya. jika makalah disusun dari literatur. kata-kata yang lebih operasional sehingga mudah dipahami pembaca.