BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Dewasa ini paradigma pendidikan di Indonesia sudah semakin berkembang dari pendekatan tradisional, dimana siswa hanyalah sebagai objek pendidikan, kurang aktif di dalam prosesnya dan gurulah yang menjadi center utama dalam pembelajaran, dan kemudian menjadi pendekatan yang lebih modern, yaitu berpusat kepada siswa. Berkembangnya metode dalam pendidikan tentu saja sejalan dengan berkembangnya sistem evaluasi di dalam pendidikan dan pembelajaran itu sendiri. Namun, sampai sekarang masih banyak sekolah-sekolah yang terlalu kaku dan tradisional dalam menerapkan sistem evaluasi kepada siswa. Siswa terkadang hanya dihadapkan pada sesuatu yang hanya bersifat fakta, jawaban pendek atau pertanyaan pilihan ganda. Siswa hanya dinilai pada sejumlah tugas terbatas yang mungkin tidak sesuai dengan apa yang dikerjakan di kelas, menilai dalam situasi yang telah ditentukan sebelumnya dimana kandungannya sudah ditetapkan, seolah hanya menilai prestasi, jarang memberi sarana untuk menilai kemampuan siswa memonitor pembelajaran mereka sendiri bahkan jarang memasukan soal-soal yang menilai respon emotional terhadap pengajaran (Santrock, 2007). Pada dasarnya, suatu sistem penilaian yang baik adalah tidak hanya mengukur apa yang hendak diukur, namun juga dimaksudkan untuk memberikan motivasi kepada siswa agar lebih bertanggung jawab atas apa yang mereka pelajari, sehingga penilaian menjadi bagian integral dari pengalaman pembelajaran dan melekatkan aktivitas autentik yang dilakukan oleh siswa yang dikenali dan distimulasi oleh kemampuan siswa untuk menciptakan atau mengaplikasikan pengetahuan yang mereka dapat di ranah yang lebih luas (Earl&Cousins, 1995; Stiggins, 1996; Hargreaves, dkk, 2001). Autentic assessment dianggap mampu untuk lebih mengukur secara keseluruhan hasil belajar dari siswa karena penilaian ini menilai kemajuan belajar bukan melulu hasil tetapi juga proses dan dengan berbagai cara. Dengan kata lain sistem penilaian seperti ini dianggap lebih adil untuk siswa sebagai pembelajar, karena setiap jerih payah yang siswa hasilkan akan lebih dihargai (Sudrajat, 2007). Berdasarkan uraian di atas, penulis tertarik menyusun makalah yang berjudul ”Penilaian Autentik (Authentic Assessment)”

menulis untuk jurnal. melakukan sesuatu yang merupakan penerapan dari ilmu pengetahuan yang telah dikuasai secara teoretis BAB II PEMBAHASAN 2. 1995. dan berpartisipasi konkret dalam diskusi atau bedah buku. menulis topik-topik tertentu sebagaimana halnya di kehidupan nyata. dan sikap yang dapat mereka aplikasikan pada kriteria situasi dalam kehidupan professional. Misalnya. . Asesmen autentik adalah soal tes atau latihan yang sangat mendekati hasil pendidikan sains yang diinginkan. Latihan informasi dan penalaran ilmiah pada situasi semacam yang akan dihadapi di luar kelas. Jadi. Suatu asesmen yang melibatkan siswa di dalam tugas-tugas otentik yang bermanfaat. kemampuan. surat. dalam Voss. Dalam kegiatan itu. doing something. menulis untuk jurnal.2 Tujuan Tujuan penilaian itu adalah untuk mengukur berbagai keterampilan dalam berbagai konteks yang mencerminkan situasi di dunia nyata di mana keterampilan-keterampilan tersebut digunakan. Jadi. penugasan kepada pembelajar untuk membaca berbagai teks aktual-realistik.1. penilaian model ini menekankan pada pengukuran kinerja. surat. baik materi pembelajaran maupun penilaiannya terlihat atau bahkan memang alamiah. tanpa tahun) 2. menulis topik-topik tertentu sebagaimana halnya di kehidupan nyata. Misalnya. Bastiaens & Kirschner (2004) menjelaskan bahwa authentic assesment menuntut siswa untuk menggunakan kompetensi yang sama atau mengkombinasikan pengetahuan. atau mengedit tulisan sampai siap cetak. atau mengedit tulisan sampai siap cetak. melakukan sesuatu yang merupakan penerapan dari ilmu pengetahuan yang telah dikuasai secara teoretis Gulikers.1 Pengertian dan Ciri-Ciri Penilaian Autentik (Authentic Assessment) Tujuan penilaian itu adalah untuk mengukur berbagai keterampilan dalam berbagai konteks yang mencerminkan situasi di dunia nyata di mana keterampilan-keterampilan tersebut digunakan. baik materi pembelajaran maupun penilaiannya terlihat atau bahkan memang alamiah. Berikut ini beberapa macam pengertian asesmen autentik dari berbagai sumber: 1. doing something. (The National Science Education Standart. penugasan kepada pembelajar untuk membaca berbagai teks aktual-realistik. penilaian model ini menekankan pada pengukuran kinerja. Dalam kegiatan itu. dan berpartisipasi konkret dalam diskusi atau bedah buku.

Dalam hal ini asesmen autentik menutut peserta didik untuk menjadi orang yang efektif yang memiliki pengetahuan yang dibutuhkan. Asesmen autentik menantang peserta didik untuk menerapkan informasi maupun keterampilan akademik baru pada suatu situasi riil untuk suatu maksud yang jelas. dan bermakna (Hart. Asesmen autentik adalah suatu cara pengukuran penguasaan peserta didik terhadap suatu mata pelajaran dengan cara yang lain dibanding regugitasi sederhana dari pengetahuan. Penilaian autentik biasanya mencakup tugas bagi siswa untuk melakukan dan sebuah rubrik di mana kinerja mereka pada tugas yang akan dievaluasi. Penilaian autentik muncul dikarenakan penilaian tradisional yang sering kali mengabaikan konteks dunia nyata (Santrock.penting. Suatu asesemen dikatakan autentik. 3.org/neac/AnchoredInstruction1663.cast. yang tahu dengan jelas apa yang diharapkan dari siswa dan tahu dengan jelas bagaimana mereka mewujudkan kualitas tersebut (Sizer. . Asesmen itu terlihat sebagai aktivitas pembelajaran yang melibatkan keterampilan berpikir tinggi serta koordinasi tentang pengetahuan yang luas. 1995). Asesmen menjadi autentik bilamana pembelajaran yang diukur oleh asesmen itu memiliki nilai di luar kelas serta bermakna bagi peserta didik (Kerka. 2007). 5. Penilaian autentik menantang para siswa untuk menerapkan informasi dan keterampilan baru dalam situasi nyata untuk tujuan tertentu. 4. Penilaian autentik berarti mengevaluasi pengetahuan atau keahlian siswa dalam konteks yang mendekati dunia rill atau kehidupan nyata sedekat mungkin (Pokey & Siders. (http://www. 2001 dalam Santrock. jika asesmen itu memeriksa/menguji secara langsung perbuatan atau prestasi peserta didik berkaitan dengan tugas intelektual yang layak (Grant. 1994). 1992: Johnson.cfm). Menurut Jon Mueller penilaian autentik merupakan suatu bentuk penilaian dimana siswa diminta untuk melakukan tugas-tugas dunia nyata yang menunjukkan aplikasi bermakna dari pengetahuan dan keterampilan esensial. 2002). Asesmen autentik mengamanatkan keterampilan dan kemampuan yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas yang sesungguhnya. Penilaian ini merupakan alat bagi sekolah yang maju. 2007). Asesmen autentik memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengeluarkan seluruh kemampuannya sembari memperlihatkan apa yang telah dipelajarinya (Johnson. Asesmen autentik harus mengukur proses pemahaman dan bukan sederhana potonganpotongan informasi yang dihafal. 1990).

membutuhkan penilaian yang bersifat manusiawi untuk menilai bagaimana kinerja siswa dapat diterima secara nyata (real) Sedangkan. 2003) Menurut Zainul (2005) ciri-ciri assesment authentic sebagai berikut: a) Multi kriteria.2009). keterkaitan dan kerja sama. karena tugas-tugas yang diberikan di dalam penilaian autentik mengharuskan penggunaan strategi-strategi tersebut. Misalkan kemampuan peserta didik dalam berbahasa Inggris harus memiliki dasar penilaian dari aspek aksen. Pengujian standar (ujian nasional. Mempersyaratkan penerapan pengetahuan dan keterampilan. d. melibatkan pembelajaran secara langsung.) dan penilaian dalam bentuk angka bersifat ekslusif dan sempit. dan pada saat yang bersamaan meningkatkan pemahaman dan perbaikan diri. mengharuskan membangun keterkaitan dan kerjasama. yaitu: . (Nur. Penilaian autentik berfokus pada tujuan. sementara penilaian autentik bersifat inklusif. Ciri-ciri assessment authentic: a. Tugas-tugas kontekstual dan relevan. bila memiliki lima kriteria. dan menanamkan tingkat berfikir yang lebih tinggi. c. maka para siswa bisa menunjukan penguasaannya terhadap tujuan dan kedalaman pemahamannya. kinerja peserta didik harus dinilai dengan penilaian lebih dari satu kriteria. c) Adanya judgement penilaian. Mengukur pengetahuan dan keterampilan siswa. Johnson (2009) menjelaskan bahwa authentic assesment berfokus kepada tujuan. Bila performance assessment meminta anak didik untuk mendemonstrasikan perilaku atau kemampuan tertentu dalam situasi testing. Penilaian terhadap produk atau kinerja. menurut Wiyono & Tumardi (2003:31) tugas performasi akan bisa menjadi Assesmen authentic. ulangan umum. 2001 dalam Sunarmi dan Triastono. mengharuskan membangun. Authentic assessment membawa demonstrasi ini selangkah lebih maju dan menekankan pentingnya penerapan keterampilan atau kemampuan yang dimaksud dalam konteks situasi kehidupan nyata. melibatkan pembelajaran secara langsung. b) Standar kualitas yang spesifik (dalam artian tidak ambigu dan jelas). b. masingmasing kriteria kinerja peserta didik dapat dinilai secara jelas dan eksplisit dalam memajukan evaluasi kualitas kinerja peserta didik. sintaksis. dan kosa kata. dan lain-lain. dan menanamkan tingkat berpikir yang lebih tinggi.

yaitu: 1. keterampilan. Mensimulasi cara yang memungkinkan siswa menggunakan pengetahuan. 3. halus bahasanya. 2. benar-benar dapat mengungkapkan apa yang diketahui atau dapat dilakukan oleh siswa. Menekankan pada respon. Menekankan pada penerapan atau aplikasi. dan produk yang lengkap. Dalam implementasinya. bekerja sama. 2009: 42) mengemukakan tiga karakteristik. dan berkualitas tinggi. 2007 (dalam Wiyono & Sunarni. dan kemampuan yang berbeda. tidak seperti tes pilihan ganda biasa 2. 2. Dengan kata lain. ada sejumlah karakteristik yang menunjukkan asesmen autentik.a) c) Tugas bermakna bagi guru maupun siswa Tugas membuat siswa menempatkan. Nitko. 6. Bersifat kompleks dan menuntut siswa menggunakan kombinasi pengetahuan. Memungkinkan siswa menghadapi tantangan dan peranan seperti peranan dan tugas di lingkungan sekitarnya. 5. 2009: 42). 2007 (dalam Wiyono & Sunarni. keterampilan. dan kemampuan tentang dunia nyata. adil. atau mengerjakan proyekdalam periode tertentu. Menuntut siswa menggunakan pengetahuan yang dimiliki untuk menggunakan pengetahuannya dalam mengerjakan tugas. apakah siswa dapat menggunakan pengetahuannya dalam situasi nyata. Jelas standar dan kriterianya untuk menilai respon. atau produk yang benar. 3. yakni menelaah target atau sasaran pembelajaran secara langsung.2 Manfaat dan Tujuan Penilaian Autentik . preformasi. yakni siswa mengekspresikan apa yang diketahui secara bebas. 1. Ada enam kriteria yang menunjukkan tugas yang bersifat autentik yaitu sebagai berikut. performasi . 4. Mendorong pemikiran terbuka. menganalisis informasi. baik dirumah maupun di masyarakat. Berfokus pada asesmen langsung. dan menggambarkan suatu kesimpulan b) Tugas dapat dirancang oleh siswa d) Tugas menuntut siswa mengkomunikasikan secara jelas e) Tugas membuat siswa bekerja sama Assesmen authentic dapat dilakukan melalui pemberian tugas yang bermakna Nitko.

Dengan kata lain.2. dan belajar mengevaluasi tingkat prestasi sendiri (Newmann & Wehlage. 2. Manfaat bagi siswa adalah dapat mengungkapkan secara total seberapa baik pemahaman materi akademik mereka.2 Tujuan Penilaian Autentik o Penilaian autentik bertujuan mengevaluasi kemampuan siswa dalam konteks dunia nyata. mempertajam keahlian berfikir dalam tingkatan yang lebih tinggi saat mereka menganalisis. berhubungan dan kerja sama dengan orang lain dalam membuat tugas. (http://www. o Melalui penilaian autentik ini. 1993. mengungkapkan dan memperkuat penguasaan kompetensi mereka. siswa belajar bagaimana mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilannya ke dalam tugas-tugas yang autentik. Sedangkan bagi guru. Jonshon. penerapan authentic assessment sebagai alat evaluasi hasil belajar di sekolah-sekolah ataupun level universitas penting untuk diperhatikan agar siswa tidak hanya sekedar menjadi pembelajar saja. dan mengidentifikasi masalah.1 Manfaat Penilaian Autentik Penggunaan penilaian autentik sebagai evaluasi hasil pembelajaran siswa di sekolah merupakan suatu solusi yang bisa ditawarkan untuk melihat sejauh mana pembelajaran yang dilakukan berjalan dengan efektif.3 Bentuk dan Strategi Penerapan Penilaian Autentik . Di kedua sisi ini adalah sesuatu yang menguntungkan baik bagi siswa itu sendiri maupun pihak guru atau sekolah. seperti mengumpulkan informasi. menerima tanggung jawab dan membuat pilihan. menggunakan sumber daya. menghubungkan pembelajaran dengan pengalaman mereka sendiri. namun pada akhirnya pencapaian prestasi diikuti dengan kemampuan mengaplikasikan kemampuan yang dimilikinya ke dalam dunia nyata. dunia mereka dan masyarakat luas. Oleh karena itulah. menangani teknologi dan berfikir sistematis. memadukan.net/abeyow/pembelajaran-kontekstualcontextual-teaching-learningctl akses 24 Maret 2010 pukul 19. 2009). diharapkan berbagai informasi yang absah/benar dan akurat dapat terjaring berkaitan dengan apa yang benar-benar diketahui dan dapat dilakukan oleh siswa atau tentang kualitas program pendidikan .08 WIB) 2.2. menciptakan solusi dan mengikuti hubungan sebab akibat.2. penilaian autentik bisa menjadi tolak ukur yang komprehensif mengenai kemampuan siswa dan seberapa efektif metode yang diberikan kepada siswa bisa dijalankan.slideshare.

grafik. menulis. Asesmen autentik dapat mencakup aktivitas yang beragam seperti wawancara lisan. 1990). pembuatan portofolio (Hart. yaitu observasi. (ii) suatu pemecahan matematik. perbuatan atau kinerja. matematika. ide. dan mendiskusikan masalah. o Portofolio (Portfolio) adalah kumpulan dari berbagai keterampilan. 2002). 4. proyek. tugas problem solving kelompok.2. contoh-contoh perbuatan. yaitu portofolio.2. 2002). seperti melakukan penelitian.1 Bentuk Penerapan Penilaian Autentik Bentuk-bentuk penerapan asesmen autentik yaitu sebagai berikut: 1. Pada umumnya pendidik mengenal 4 macam asesmen autentik. serta tes dan prosedur serupa tes atau pengukuran prestasi peserta didik pada suatu waktu maupun tempat tertentu. 2. merevisi. kesehatan. ia memberikan stimulus dan bertanya kepada siswa untuk memberikan tanggapan. (iii) suatu gambar. Asesmen autentik memberikan kesatuan utuh tugas kepada peserta didik yang mencerminkan prioritas dan tantangan yang dijumpai dalam aktivitas pembelajaran yang paling baik.3. Strategi Penilaian Autentik o Penilaian kinerja (Performance assessment) yang dikembangkan untuk menguji kemampuan siswa dalam mendemonstrasikan pengetahuan pada berbagai situasi nyata dan konteks tertentu. Tanggapan ini dapat berupa : (i) suatu tulisan singkat atau jawaban lisan. 1994). o Pertanyaan terbuka. Dalam cara lain dinyatakan pula bahwa cara-cara asesmen dikelompokkan menjadi tiga kategori. (iv) suatu diagram. Sama halnya observasi sistematik. 3. dan bahasa inggris. dengan merancang sebuah presentasi tentang emosi orang (Johnson. minat dan . pendidikan. Peserta didik untuk mengilustrasikan informasi akademik yang telah dipelajarinya. Asesmen autentik menjadi valid dan reliabel dengan cara menekankan dan membakukan kriteria produk yang sesuai (Grant. 2. o Observasi sistematik atau investigasi jangka pendek (System Observation – short investigation) yang bermanfaat untuk menyajikan informasi tentang dampak aktivitas pembelajaran terhadap sikap siswa. Asesmen autentik juga mengikuti apakah peserta didik dapat terampil memberikan jawaban perbuatan atau produk yang seksama dan yang dapat dipertanggungjawabkan. dan respon tertulis secara luas (Johnson. misalnya dalam bidang sains.3.

o Kajian/penilaian pribadi (self assessment). Pertanyaan evaluatif merupakan alat dasar dalam kajian pribadi. proses dan produk mereka. dan sebagainya. (e) Menggalakkan siswa untuk melakukan kebiasaan menilai diri sendiri. (i) Pertanyaan-pertanyaan untuk respon yang tergagas. Alat yang dipakai untuk membantu guru melakukan penyekoran adalah rubrik penyekoran. kontak pembelajaran. Lazar dan Bean (1991). yaitu tentang tujuan pebelajar.slideshare. kemudian menuliskan ide-ide.net/abeyow/pembelajaran-kontekstualcontextual-teaching-learningctl akses 24 Maret 2010 pukul 19. Siswa untuk mengevaluasi partisipasi. (c) Diskor berdasarkan standar kinerja yang jelas. o Jurnal (Journal) merupakan suatu proses refleksi dimana siswa berpikir tentang proses belajar dan hasilnya.08 WIB) Custer (1994). (g) Evaluasi oleh instruktur sejawat yang lainnya baik informal maupun formal. kelancaran menulis dan membaca. bukan dengan acuan norma. (http://www. Rerf (1995). bukan menunjukkan kelemahan mereka. (b) Simulasi. Jadi. Penyekoran Asesmen Autentik Menurut Hart (1994). (f) Presentasi lisan. (d) Demonstrasi atau perbuatan. Koleksi tersebut memberikan gambaran perkembangan siswa setiap saat. (b) Mengungkap dan mengidentifikasi kekuatan siswa. . deskripsi kinerja-kinerja siswa dan bagaimana menempatkan kinerja tersebut dalam suatu rentangan nilai yang telah ditetapkan sebelumnya. Asesmen sendiri. (d) Mengakses proses dan komptensi secara rutin. minat dan pengalamannya. 1994).keberhasilan/prestasi siswa selama jangka waktu tertentu (Hart. tulisan dan bentuk lainnya. (c) Essay dan contoh penulisan lain. atau kinerja. penyekoran asesmen autentik yaitu sebagai berikut: (a) Menekankan penyekoran berdasarkan suatu standar yang digunakan bersama. (h). Rubrik penyekoran adalah suatu set kriteria yang digunakan untuk menyekor atau menempatkan posisi siswa pada tes. (e) Wawancara masuk dan kemajuan. portofolio. kemajuan menulis/membaca. serta Rudner dan Boston (1994) menyatakan bahwa beberapa alat yang digunakan pada asesmen autentik: (a) Ceklist. Dengan kata lain jurnal membantu siswa dalam mengorgani-sasikan cara berpikirnya dan menuangkannya secara eksplisit dalam bentuk gambar. Rubrik penyekoran mendeskripsikan tingkat kinerja yang diharapkan dicapai siswa secara relatif.

1. Positif Skor Negatif Skor ….. Memberi komentar yang relevan 3. …. Mengetahui adanya komentar yang kontradiktif di antara peserta diskusi 7.2. . …. …. Mengajukan pertanyaan 2. Mengemukakan bukti-bukti untuk mendukung informasi faktual 4. Mengemukakam pertanyaan untuk mengklarifikasi pernyataan yang kurang jelas …. Mengajak peserta yang pasif untuk berdiskusi 5.. ….. Mengetahui adanya pernyataan yang kontradiktif di antara peserta diskusi 6. …. Topik :……………………………………. …. …. ….4 Contoh Penilaian Autentik (Authentic Assessment) Lampiran 1 : Acuan Asesmen Kegiatan Diskusi Mahasiswa secara Individual Lembar Skor untuk Diskusi Mahasiswa :……………………………………. Dapat membuat suatu analogi 8.

Menyerang peserta lain Lampiran 2 : Acuan Asesmen Kegiatan Diskusi Mahasiswa secara Berkelompok Hal Kriteria Evaluasi Isi Lengkap. Melakukan interupsi 4. dengan tambahan materi yang bagus (15) Lengkap (12) Sama dengan text book (10) Tidak lengkap. Memberikan komentar yang tidak relevan 5. tetapi sebagian besar materi telah tercakup (5) Secara substansial tidak lengkap (0) Presentasi Jelas. 1. Memonopoli diskusi 6. beberapa orang kurang terorganisir (6) Organisasi kurang sehingga sering terjadi kesalahan komuni-kasi . …. ringkas dengan alur kadang kurang baik. (4) Presentasi tidak berjalan (0) Organisasi kelompok Organisasi sangat bagus.…. …. (8) Kemam-puan presentasi sedang (7) Presentasi tersendat-sendat. …. Membingungkan peserta diskusi lain 3. ringkas dengan alur yang baik (10) Jelas. saling menunjang presentasi (10) Organisasi bagus (8) Organisasi sedang. Tidak memusatkan perhatian 2.

BAB III PENUTUP 3. Penilaian terhadap produk atau kinerja.1 Simpulan 1. b. c. d. 2. Mepersyaratkan penerapan pengetahuan dan keterampilan. Angka dalam tanda kurung adalah skor setiap kriteria. Penilaian autentik merupakan evaluasi pengetahuan atau keahlian siswa dalam konteks yang mendekati dunia rill atau kehidupan nyata sedekat mungkin yang menunjukkan aplikasi bermakna dari pengetahuan dan keterampilan esensial. Ciri-ciri assessment authentic: a. Mengukur pengetahuan dan keterampilan siswa.(4) Organisasi kacau sehingga presentasi sangat terganggu (0) Kreativitas Sangat kreatif tanpa keluar dari tujuan (10) Kreatif menimbul-kan antusiasme (8) Kadang-kadang menarik perhatian (6) Kreatifitas lemah (4) Menjemukan membuat mengantuk (0) Pengaturan Waktu Tepat waktu (5) Waktu tidak terorgani-sasi dengan baik (0) Keterangan: Jumlah keseluruhan skor maksimal adalah 50. Tugas-tugas kontekstual dan relevan. Manfaat penilaian autentik .

Penilaian autentik bertujuan mengevaluasi kemampuan siswa dalam konteks dunia nyata. Peserta didik untuk mengilustrasikan informasi akademik yang telah dipelajarinya. menunjukkan keterampilan yang dimiliki dalam bentuk kumpulan portofolio. proyek. (c) Pertanyaan terbuka. perbuatan atau kinerja (performance). 1990). 2002). Contoh-contoh penilaian autentik termasuk mendemonstrasikan hasil karya dalam pameran seperti science fair (pameran sains) atau art show (pertunjukan seni). berkaitan dengan apa yang benar-benar diketahui dan dapat dilakukan oleh siswa atau tentang kualitas program pendidikan. dengan merancang sebuah presentasi tentang emosi orang (Johnson. menggunakan sumber daya. (b) Observasi sistematik atau investigasi jangka pendek (System Observation – short investigation). Para pendidik mengenal empat macam. b. dan mempresentasikan karya tulis asli kepada teman-teman sebaya atau orang tua. yaitu portofolio. (f) Jurnal (Journal). Tujuan Penilaian autentik: a.a. 1994). seperti mengumpulkan informasi. 3. pembuatan portofolio (Hart. (e) Kajian/penilaian pribadi (self assessment). Menjaring berbagai informasi yang absah/benar. menampilkan tari atau resital musik. (d) Portofolio. tugas problem solving kelompok. menangani teknologi dan berfikir sistematis. Bagi siswa: dapat mengungkapkan secara total seberapa baik pemahaman materi akademik. Bentuk penilaian autentik: a. c. akurat. 4. 2002). Strategi penerapan penilaian autentik: (a) Penilaian kinerja (Performance assessment). Karena itu akan . 3. Bagi guru: bisa menjadi tolak ukur yang komprehensif mengenai kemampuan siswa dan seberapa efektif metode yang diberikan kepada siswa bisa dijalankan. b. d. mengungkapkan dan memperkuat penguasaan kompetensi. Asesmen autentik dapat mencakup aktivitas yang beragam seperti wawancara lisan. Asesmen autentik memberikan kesatuan utuh tugas kepada peserta didik yang mencerminkan prioritas dan tantangan yang dijumpai dalam aktivitas pembelajaran yang paling baik (Grant. b. berpartisipasi dalam debat.1 Saran Penyajian makalah seharusnya disertai dengan pemahaman yang baik. dan respon tertulis secara luas (Johnson.

kata-kata yang lebih operasional sehingga mudah dipahami pembaca. agar kevalidan argumen dan kebenaran teori bisa dipertanggungjawabkan. Sebaiknya.cukup membantu dalam penyusunan kalimat-kalimat. jika makalah disusun dari literatur. maka harus mengutip dari literatur yang terpercaya. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful