BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Dewasa ini paradigma pendidikan di Indonesia sudah semakin berkembang dari pendekatan tradisional, dimana siswa hanyalah sebagai objek pendidikan, kurang aktif di dalam prosesnya dan gurulah yang menjadi center utama dalam pembelajaran, dan kemudian menjadi pendekatan yang lebih modern, yaitu berpusat kepada siswa. Berkembangnya metode dalam pendidikan tentu saja sejalan dengan berkembangnya sistem evaluasi di dalam pendidikan dan pembelajaran itu sendiri. Namun, sampai sekarang masih banyak sekolah-sekolah yang terlalu kaku dan tradisional dalam menerapkan sistem evaluasi kepada siswa. Siswa terkadang hanya dihadapkan pada sesuatu yang hanya bersifat fakta, jawaban pendek atau pertanyaan pilihan ganda. Siswa hanya dinilai pada sejumlah tugas terbatas yang mungkin tidak sesuai dengan apa yang dikerjakan di kelas, menilai dalam situasi yang telah ditentukan sebelumnya dimana kandungannya sudah ditetapkan, seolah hanya menilai prestasi, jarang memberi sarana untuk menilai kemampuan siswa memonitor pembelajaran mereka sendiri bahkan jarang memasukan soal-soal yang menilai respon emotional terhadap pengajaran (Santrock, 2007). Pada dasarnya, suatu sistem penilaian yang baik adalah tidak hanya mengukur apa yang hendak diukur, namun juga dimaksudkan untuk memberikan motivasi kepada siswa agar lebih bertanggung jawab atas apa yang mereka pelajari, sehingga penilaian menjadi bagian integral dari pengalaman pembelajaran dan melekatkan aktivitas autentik yang dilakukan oleh siswa yang dikenali dan distimulasi oleh kemampuan siswa untuk menciptakan atau mengaplikasikan pengetahuan yang mereka dapat di ranah yang lebih luas (Earl&Cousins, 1995; Stiggins, 1996; Hargreaves, dkk, 2001). Autentic assessment dianggap mampu untuk lebih mengukur secara keseluruhan hasil belajar dari siswa karena penilaian ini menilai kemajuan belajar bukan melulu hasil tetapi juga proses dan dengan berbagai cara. Dengan kata lain sistem penilaian seperti ini dianggap lebih adil untuk siswa sebagai pembelajar, karena setiap jerih payah yang siswa hasilkan akan lebih dihargai (Sudrajat, 2007). Berdasarkan uraian di atas, penulis tertarik menyusun makalah yang berjudul ”Penilaian Autentik (Authentic Assessment)”

2 Tujuan Tujuan penilaian itu adalah untuk mengukur berbagai keterampilan dalam berbagai konteks yang mencerminkan situasi di dunia nyata di mana keterampilan-keterampilan tersebut digunakan. penugasan kepada pembelajar untuk membaca berbagai teks aktual-realistik. melakukan sesuatu yang merupakan penerapan dari ilmu pengetahuan yang telah dikuasai secara teoretis BAB II PEMBAHASAN 2. penilaian model ini menekankan pada pengukuran kinerja. Jadi. Dalam kegiatan itu. atau mengedit tulisan sampai siap cetak. Asesmen autentik adalah soal tes atau latihan yang sangat mendekati hasil pendidikan sains yang diinginkan. menulis topik-topik tertentu sebagaimana halnya di kehidupan nyata. menulis untuk jurnal. Dalam kegiatan itu. (The National Science Education Standart.1. . kemampuan. penugasan kepada pembelajar untuk membaca berbagai teks aktual-realistik. baik materi pembelajaran maupun penilaiannya terlihat atau bahkan memang alamiah. doing something. melakukan sesuatu yang merupakan penerapan dari ilmu pengetahuan yang telah dikuasai secara teoretis Gulikers. surat. Bastiaens & Kirschner (2004) menjelaskan bahwa authentic assesment menuntut siswa untuk menggunakan kompetensi yang sama atau mengkombinasikan pengetahuan. Berikut ini beberapa macam pengertian asesmen autentik dari berbagai sumber: 1. 1995.1 Pengertian dan Ciri-Ciri Penilaian Autentik (Authentic Assessment) Tujuan penilaian itu adalah untuk mengukur berbagai keterampilan dalam berbagai konteks yang mencerminkan situasi di dunia nyata di mana keterampilan-keterampilan tersebut digunakan. atau mengedit tulisan sampai siap cetak. tanpa tahun) 2. Misalnya. Latihan informasi dan penalaran ilmiah pada situasi semacam yang akan dihadapi di luar kelas. penilaian model ini menekankan pada pengukuran kinerja. doing something. baik materi pembelajaran maupun penilaiannya terlihat atau bahkan memang alamiah. dan berpartisipasi konkret dalam diskusi atau bedah buku. menulis untuk jurnal. dan sikap yang dapat mereka aplikasikan pada kriteria situasi dalam kehidupan professional. Suatu asesmen yang melibatkan siswa di dalam tugas-tugas otentik yang bermanfaat. Misalnya. Jadi. surat. dalam Voss. dan berpartisipasi konkret dalam diskusi atau bedah buku. menulis topik-topik tertentu sebagaimana halnya di kehidupan nyata.

jika asesmen itu memeriksa/menguji secara langsung perbuatan atau prestasi peserta didik berkaitan dengan tugas intelektual yang layak (Grant.cfm). 3. Asesmen autentik harus mengukur proses pemahaman dan bukan sederhana potonganpotongan informasi yang dihafal. 5.cast. Asesmen autentik adalah suatu cara pengukuran penguasaan peserta didik terhadap suatu mata pelajaran dengan cara yang lain dibanding regugitasi sederhana dari pengetahuan.penting. 2007). 4. 2002). 1995). 2001 dalam Santrock. Penilaian autentik menantang para siswa untuk menerapkan informasi dan keterampilan baru dalam situasi nyata untuk tujuan tertentu. (http://www. 1994). Penilaian ini merupakan alat bagi sekolah yang maju. 1990). Penilaian autentik biasanya mencakup tugas bagi siswa untuk melakukan dan sebuah rubrik di mana kinerja mereka pada tugas yang akan dievaluasi. Asesmen autentik mengamanatkan keterampilan dan kemampuan yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas yang sesungguhnya. 1992: Johnson. 2007). Asesmen itu terlihat sebagai aktivitas pembelajaran yang melibatkan keterampilan berpikir tinggi serta koordinasi tentang pengetahuan yang luas. Asesmen menjadi autentik bilamana pembelajaran yang diukur oleh asesmen itu memiliki nilai di luar kelas serta bermakna bagi peserta didik (Kerka. Menurut Jon Mueller penilaian autentik merupakan suatu bentuk penilaian dimana siswa diminta untuk melakukan tugas-tugas dunia nyata yang menunjukkan aplikasi bermakna dari pengetahuan dan keterampilan esensial. Asesmen autentik memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengeluarkan seluruh kemampuannya sembari memperlihatkan apa yang telah dipelajarinya (Johnson.org/neac/AnchoredInstruction1663. Penilaian autentik muncul dikarenakan penilaian tradisional yang sering kali mengabaikan konteks dunia nyata (Santrock. yang tahu dengan jelas apa yang diharapkan dari siswa dan tahu dengan jelas bagaimana mereka mewujudkan kualitas tersebut (Sizer. Asesmen autentik menantang peserta didik untuk menerapkan informasi maupun keterampilan akademik baru pada suatu situasi riil untuk suatu maksud yang jelas. Penilaian autentik berarti mengevaluasi pengetahuan atau keahlian siswa dalam konteks yang mendekati dunia rill atau kehidupan nyata sedekat mungkin (Pokey & Siders. Suatu asesemen dikatakan autentik. Dalam hal ini asesmen autentik menutut peserta didik untuk menjadi orang yang efektif yang memiliki pengetahuan yang dibutuhkan. . dan bermakna (Hart.

sementara penilaian autentik bersifat inklusif. (Nur. Bila performance assessment meminta anak didik untuk mendemonstrasikan perilaku atau kemampuan tertentu dalam situasi testing. c) Adanya judgement penilaian. melibatkan pembelajaran secara langsung. dan menanamkan tingkat berfikir yang lebih tinggi. keterkaitan dan kerja sama. dan kosa kata. d. ulangan umum. sintaksis. menurut Wiyono & Tumardi (2003:31) tugas performasi akan bisa menjadi Assesmen authentic. yaitu: . c. Authentic assessment membawa demonstrasi ini selangkah lebih maju dan menekankan pentingnya penerapan keterampilan atau kemampuan yang dimaksud dalam konteks situasi kehidupan nyata. bila memiliki lima kriteria. kinerja peserta didik harus dinilai dengan penilaian lebih dari satu kriteria. dan menanamkan tingkat berpikir yang lebih tinggi. 2001 dalam Sunarmi dan Triastono. karena tugas-tugas yang diberikan di dalam penilaian autentik mengharuskan penggunaan strategi-strategi tersebut. Misalkan kemampuan peserta didik dalam berbahasa Inggris harus memiliki dasar penilaian dari aspek aksen. mengharuskan membangun. membutuhkan penilaian yang bersifat manusiawi untuk menilai bagaimana kinerja siswa dapat diterima secara nyata (real) Sedangkan. b) Standar kualitas yang spesifik (dalam artian tidak ambigu dan jelas).) dan penilaian dalam bentuk angka bersifat ekslusif dan sempit. Penilaian autentik berfokus pada tujuan. Johnson (2009) menjelaskan bahwa authentic assesment berfokus kepada tujuan. Tugas-tugas kontekstual dan relevan. maka para siswa bisa menunjukan penguasaannya terhadap tujuan dan kedalaman pemahamannya. Pengujian standar (ujian nasional. masingmasing kriteria kinerja peserta didik dapat dinilai secara jelas dan eksplisit dalam memajukan evaluasi kualitas kinerja peserta didik. Ciri-ciri assessment authentic: a. Mempersyaratkan penerapan pengetahuan dan keterampilan. Penilaian terhadap produk atau kinerja. dan lain-lain. 2003) Menurut Zainul (2005) ciri-ciri assesment authentic sebagai berikut: a) Multi kriteria. mengharuskan membangun keterkaitan dan kerjasama. Mengukur pengetahuan dan keterampilan siswa. b. melibatkan pembelajaran secara langsung.2009). dan pada saat yang bersamaan meningkatkan pemahaman dan perbaikan diri.

Dalam implementasinya. 3. yakni siswa mengekspresikan apa yang diketahui secara bebas. 2007 (dalam Wiyono & Sunarni. preformasi. Menekankan pada penerapan atau aplikasi. 5. keterampilan. 2. Mendorong pemikiran terbuka. benar-benar dapat mengungkapkan apa yang diketahui atau dapat dilakukan oleh siswa. tidak seperti tes pilihan ganda biasa 2. 2. dan kemampuan tentang dunia nyata. ada sejumlah karakteristik yang menunjukkan asesmen autentik. performasi . dan produk yang lengkap. adil.2 Manfaat dan Tujuan Penilaian Autentik . 2007 (dalam Wiyono & Sunarni. halus bahasanya. baik dirumah maupun di masyarakat. Menuntut siswa menggunakan pengetahuan yang dimiliki untuk menggunakan pengetahuannya dalam mengerjakan tugas. Menekankan pada respon. yakni menelaah target atau sasaran pembelajaran secara langsung. Memungkinkan siswa menghadapi tantangan dan peranan seperti peranan dan tugas di lingkungan sekitarnya. Nitko. atau produk yang benar. atau mengerjakan proyekdalam periode tertentu. dan menggambarkan suatu kesimpulan b) Tugas dapat dirancang oleh siswa d) Tugas menuntut siswa mengkomunikasikan secara jelas e) Tugas membuat siswa bekerja sama Assesmen authentic dapat dilakukan melalui pemberian tugas yang bermakna Nitko. dan kemampuan yang berbeda. Berfokus pada asesmen langsung.a) c) Tugas bermakna bagi guru maupun siswa Tugas membuat siswa menempatkan. 6. keterampilan. 2009: 42). 4. Mensimulasi cara yang memungkinkan siswa menggunakan pengetahuan. dan berkualitas tinggi. Jelas standar dan kriterianya untuk menilai respon. Dengan kata lain. 2009: 42) mengemukakan tiga karakteristik. Ada enam kriteria yang menunjukkan tugas yang bersifat autentik yaitu sebagai berikut. 1. 3. yaitu: 1. Bersifat kompleks dan menuntut siswa menggunakan kombinasi pengetahuan. bekerja sama. menganalisis informasi. apakah siswa dapat menggunakan pengetahuannya dalam situasi nyata.

menciptakan solusi dan mengikuti hubungan sebab akibat. seperti mengumpulkan informasi. Di kedua sisi ini adalah sesuatu yang menguntungkan baik bagi siswa itu sendiri maupun pihak guru atau sekolah. Dengan kata lain. dan belajar mengevaluasi tingkat prestasi sendiri (Newmann & Wehlage. diharapkan berbagai informasi yang absah/benar dan akurat dapat terjaring berkaitan dengan apa yang benar-benar diketahui dan dapat dilakukan oleh siswa atau tentang kualitas program pendidikan .slideshare.1 Manfaat Penilaian Autentik Penggunaan penilaian autentik sebagai evaluasi hasil pembelajaran siswa di sekolah merupakan suatu solusi yang bisa ditawarkan untuk melihat sejauh mana pembelajaran yang dilakukan berjalan dengan efektif.2.2.2 Tujuan Penilaian Autentik o Penilaian autentik bertujuan mengevaluasi kemampuan siswa dalam konteks dunia nyata. memadukan. Sedangkan bagi guru. menerima tanggung jawab dan membuat pilihan. menggunakan sumber daya. o Melalui penilaian autentik ini. siswa belajar bagaimana mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilannya ke dalam tugas-tugas yang autentik. Jonshon. Oleh karena itulah. berhubungan dan kerja sama dengan orang lain dalam membuat tugas. namun pada akhirnya pencapaian prestasi diikuti dengan kemampuan mengaplikasikan kemampuan yang dimilikinya ke dalam dunia nyata. 1993. mempertajam keahlian berfikir dalam tingkatan yang lebih tinggi saat mereka menganalisis. menangani teknologi dan berfikir sistematis.08 WIB) 2. penilaian autentik bisa menjadi tolak ukur yang komprehensif mengenai kemampuan siswa dan seberapa efektif metode yang diberikan kepada siswa bisa dijalankan. penerapan authentic assessment sebagai alat evaluasi hasil belajar di sekolah-sekolah ataupun level universitas penting untuk diperhatikan agar siswa tidak hanya sekedar menjadi pembelajar saja. dunia mereka dan masyarakat luas. mengungkapkan dan memperkuat penguasaan kompetensi mereka. (http://www. 2009).3 Bentuk dan Strategi Penerapan Penilaian Autentik . 2.net/abeyow/pembelajaran-kontekstualcontextual-teaching-learningctl akses 24 Maret 2010 pukul 19.2. dan mengidentifikasi masalah. menghubungkan pembelajaran dengan pengalaman mereka sendiri. Manfaat bagi siswa adalah dapat mengungkapkan secara total seberapa baik pemahaman materi akademik mereka.

misalnya dalam bidang sains. 4. contoh-contoh perbuatan. 2. pembuatan portofolio (Hart. Strategi Penilaian Autentik o Penilaian kinerja (Performance assessment) yang dikembangkan untuk menguji kemampuan siswa dalam mendemonstrasikan pengetahuan pada berbagai situasi nyata dan konteks tertentu.2. dan respon tertulis secara luas (Johnson. serta tes dan prosedur serupa tes atau pengukuran prestasi peserta didik pada suatu waktu maupun tempat tertentu. Asesmen autentik menjadi valid dan reliabel dengan cara menekankan dan membakukan kriteria produk yang sesuai (Grant. yaitu observasi. 1990). proyek. 1994). Tanggapan ini dapat berupa : (i) suatu tulisan singkat atau jawaban lisan. grafik. yaitu portofolio. ide. ia memberikan stimulus dan bertanya kepada siswa untuk memberikan tanggapan.3. (iii) suatu gambar. merevisi. Peserta didik untuk mengilustrasikan informasi akademik yang telah dipelajarinya. Pada umumnya pendidik mengenal 4 macam asesmen autentik. (ii) suatu pemecahan matematik. dan mendiskusikan masalah. matematika. 2002). (iv) suatu diagram. tugas problem solving kelompok. o Portofolio (Portfolio) adalah kumpulan dari berbagai keterampilan. perbuatan atau kinerja. 3.3. Sama halnya observasi sistematik. seperti melakukan penelitian. 2002). pendidikan. Dalam cara lain dinyatakan pula bahwa cara-cara asesmen dikelompokkan menjadi tiga kategori. o Pertanyaan terbuka. Asesmen autentik memberikan kesatuan utuh tugas kepada peserta didik yang mencerminkan prioritas dan tantangan yang dijumpai dalam aktivitas pembelajaran yang paling baik. dan bahasa inggris. Asesmen autentik juga mengikuti apakah peserta didik dapat terampil memberikan jawaban perbuatan atau produk yang seksama dan yang dapat dipertanggungjawabkan.2.1 Bentuk Penerapan Penilaian Autentik Bentuk-bentuk penerapan asesmen autentik yaitu sebagai berikut: 1. Asesmen autentik dapat mencakup aktivitas yang beragam seperti wawancara lisan. minat dan . kesehatan. dengan merancang sebuah presentasi tentang emosi orang (Johnson. o Observasi sistematik atau investigasi jangka pendek (System Observation – short investigation) yang bermanfaat untuk menyajikan informasi tentang dampak aktivitas pembelajaran terhadap sikap siswa. menulis. 2.

(http://www. yaitu tentang tujuan pebelajar. proses dan produk mereka. (d) Mengakses proses dan komptensi secara rutin. kemudian menuliskan ide-ide. (h). (b) Mengungkap dan mengidentifikasi kekuatan siswa. serta Rudner dan Boston (1994) menyatakan bahwa beberapa alat yang digunakan pada asesmen autentik: (a) Ceklist. dan sebagainya. Asesmen sendiri. Rubrik penyekoran mendeskripsikan tingkat kinerja yang diharapkan dicapai siswa secara relatif. (g) Evaluasi oleh instruktur sejawat yang lainnya baik informal maupun formal. (c) Essay dan contoh penulisan lain. kemajuan menulis/membaca. bukan menunjukkan kelemahan mereka. kelancaran menulis dan membaca. atau kinerja. o Jurnal (Journal) merupakan suatu proses refleksi dimana siswa berpikir tentang proses belajar dan hasilnya. (i) Pertanyaan-pertanyaan untuk respon yang tergagas. Rubrik penyekoran adalah suatu set kriteria yang digunakan untuk menyekor atau menempatkan posisi siswa pada tes. Dengan kata lain jurnal membantu siswa dalam mengorgani-sasikan cara berpikirnya dan menuangkannya secara eksplisit dalam bentuk gambar. (b) Simulasi. (d) Demonstrasi atau perbuatan.keberhasilan/prestasi siswa selama jangka waktu tertentu (Hart. . (e) Wawancara masuk dan kemajuan. Pertanyaan evaluatif merupakan alat dasar dalam kajian pribadi.08 WIB) Custer (1994). Rerf (1995). Penyekoran Asesmen Autentik Menurut Hart (1994). (c) Diskor berdasarkan standar kinerja yang jelas. o Kajian/penilaian pribadi (self assessment). tulisan dan bentuk lainnya. Siswa untuk mengevaluasi partisipasi. Lazar dan Bean (1991). portofolio. Jadi. (f) Presentasi lisan. (e) Menggalakkan siswa untuk melakukan kebiasaan menilai diri sendiri. penyekoran asesmen autentik yaitu sebagai berikut: (a) Menekankan penyekoran berdasarkan suatu standar yang digunakan bersama. 1994). bukan dengan acuan norma. Koleksi tersebut memberikan gambaran perkembangan siswa setiap saat.slideshare. deskripsi kinerja-kinerja siswa dan bagaimana menempatkan kinerja tersebut dalam suatu rentangan nilai yang telah ditetapkan sebelumnya. kontak pembelajaran. minat dan pengalamannya.net/abeyow/pembelajaran-kontekstualcontextual-teaching-learningctl akses 24 Maret 2010 pukul 19. Alat yang dipakai untuk membantu guru melakukan penyekoran adalah rubrik penyekoran.

Dapat membuat suatu analogi 8. Topik :……………………………………. …. Mengetahui adanya pernyataan yang kontradiktif di antara peserta diskusi 6. ….. Positif Skor Negatif Skor ….2.. …. Memberi komentar yang relevan 3. …. ….4 Contoh Penilaian Autentik (Authentic Assessment) Lampiran 1 : Acuan Asesmen Kegiatan Diskusi Mahasiswa secara Individual Lembar Skor untuk Diskusi Mahasiswa :……………………………………. . ….. …. Mengemukakan bukti-bukti untuk mendukung informasi faktual 4. Mengajukan pertanyaan 2. Mengemukakam pertanyaan untuk mengklarifikasi pernyataan yang kurang jelas …. 1. Mengetahui adanya komentar yang kontradiktif di antara peserta diskusi 7. …. Mengajak peserta yang pasif untuk berdiskusi 5.

1. dengan tambahan materi yang bagus (15) Lengkap (12) Sama dengan text book (10) Tidak lengkap. …. Melakukan interupsi 4. beberapa orang kurang terorganisir (6) Organisasi kurang sehingga sering terjadi kesalahan komuni-kasi . Memberikan komentar yang tidak relevan 5. …. Membingungkan peserta diskusi lain 3.…. (8) Kemam-puan presentasi sedang (7) Presentasi tersendat-sendat. …. ringkas dengan alur kadang kurang baik. (4) Presentasi tidak berjalan (0) Organisasi kelompok Organisasi sangat bagus. saling menunjang presentasi (10) Organisasi bagus (8) Organisasi sedang. ringkas dengan alur yang baik (10) Jelas. Memonopoli diskusi 6. Menyerang peserta lain Lampiran 2 : Acuan Asesmen Kegiatan Diskusi Mahasiswa secara Berkelompok Hal Kriteria Evaluasi Isi Lengkap. tetapi sebagian besar materi telah tercakup (5) Secara substansial tidak lengkap (0) Presentasi Jelas. Tidak memusatkan perhatian 2.

BAB III PENUTUP 3. Penilaian terhadap produk atau kinerja. d.(4) Organisasi kacau sehingga presentasi sangat terganggu (0) Kreativitas Sangat kreatif tanpa keluar dari tujuan (10) Kreatif menimbul-kan antusiasme (8) Kadang-kadang menarik perhatian (6) Kreatifitas lemah (4) Menjemukan membuat mengantuk (0) Pengaturan Waktu Tepat waktu (5) Waktu tidak terorgani-sasi dengan baik (0) Keterangan: Jumlah keseluruhan skor maksimal adalah 50. Penilaian autentik merupakan evaluasi pengetahuan atau keahlian siswa dalam konteks yang mendekati dunia rill atau kehidupan nyata sedekat mungkin yang menunjukkan aplikasi bermakna dari pengetahuan dan keterampilan esensial. Tugas-tugas kontekstual dan relevan. c.1 Simpulan 1. 2. Mepersyaratkan penerapan pengetahuan dan keterampilan. Manfaat penilaian autentik . Ciri-ciri assessment authentic: a. Mengukur pengetahuan dan keterampilan siswa. Angka dalam tanda kurung adalah skor setiap kriteria. b.

1990). Penilaian autentik bertujuan mengevaluasi kemampuan siswa dalam konteks dunia nyata. Strategi penerapan penilaian autentik: (a) Penilaian kinerja (Performance assessment). 2002). b. Contoh-contoh penilaian autentik termasuk mendemonstrasikan hasil karya dalam pameran seperti science fair (pameran sains) atau art show (pertunjukan seni). dengan merancang sebuah presentasi tentang emosi orang (Johnson. (b) Observasi sistematik atau investigasi jangka pendek (System Observation – short investigation). menampilkan tari atau resital musik. dan mempresentasikan karya tulis asli kepada teman-teman sebaya atau orang tua. 2002). Asesmen autentik dapat mencakup aktivitas yang beragam seperti wawancara lisan. b. Peserta didik untuk mengilustrasikan informasi akademik yang telah dipelajarinya.a. proyek. Bagi siswa: dapat mengungkapkan secara total seberapa baik pemahaman materi akademik. yaitu portofolio. berkaitan dengan apa yang benar-benar diketahui dan dapat dilakukan oleh siswa atau tentang kualitas program pendidikan. menggunakan sumber daya. b. Bentuk penilaian autentik: a. seperti mengumpulkan informasi. berpartisipasi dalam debat. akurat. pembuatan portofolio (Hart. dan respon tertulis secara luas (Johnson. 3. Bagi guru: bisa menjadi tolak ukur yang komprehensif mengenai kemampuan siswa dan seberapa efektif metode yang diberikan kepada siswa bisa dijalankan. Karena itu akan . (e) Kajian/penilaian pribadi (self assessment). perbuatan atau kinerja (performance). Menjaring berbagai informasi yang absah/benar. Asesmen autentik memberikan kesatuan utuh tugas kepada peserta didik yang mencerminkan prioritas dan tantangan yang dijumpai dalam aktivitas pembelajaran yang paling baik (Grant. tugas problem solving kelompok. 4. d. Para pendidik mengenal empat macam. menangani teknologi dan berfikir sistematis. (c) Pertanyaan terbuka. (f) Jurnal (Journal). mengungkapkan dan memperkuat penguasaan kompetensi.1 Saran Penyajian makalah seharusnya disertai dengan pemahaman yang baik. menunjukkan keterampilan yang dimiliki dalam bentuk kumpulan portofolio. 1994). 3. c. (d) Portofolio. Tujuan Penilaian autentik: a.

kata-kata yang lebih operasional sehingga mudah dipahami pembaca. maka harus mengutip dari literatur yang terpercaya. Sebaiknya. agar kevalidan argumen dan kebenaran teori bisa dipertanggungjawabkan. jika makalah disusun dari literatur.cukup membantu dalam penyusunan kalimat-kalimat. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful