P. 1
Makalah Generator DC

Makalah Generator DC

|Views: 290|Likes:
makalah teknik tenaga listrik teknik mesin
makalah teknik tenaga listrik teknik mesin

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Faisal Habibie Yurzal on Feb 25, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/08/2015

pdf

text

original

TUGAS MAKALAH TEKNIK TENAGA LISTRIK “GENERATOR ARUS SEARAH”

Nama NPM JURUSAN DOSEN

: FAISAL HABIBIE : 3331091172 : TEKNIK MESIN : Dr Alimuddin,ST,MM,MT

FAKULTAS TAKNIK JURUSAN TEKNIK MESIN UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA CILEGON – BANTEN 2013

serta bagian rotor. penyearah. . kipas rotor dan poros rotor. Generator penguat terpisah 2. Definisi Generator DC Generator DC merupakan sebuah perangkat mesin listrik dinamis yang mengubah energi mekanis menjadi energi listrik. starter eksitasi. Generator DC dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan dari rangkaian belitan magnet atau penguat eksitasinya terhadap jangkar (anker). proteksi terhadap beban lebih. bearing dan terminal box. jenis generator DC yaitu: 1. Gambar 1. yaitu stator. bearing dan rumah generator atau casis. yaitu bagian mesin DC yang diam. motor. Sedangkan bagian rotor terdiri dari: komutator. Gambar 1 menunjuk-kan gambar potongan melintang konstruksi generator DC. Bagian stator terdiri dari: rangka. Generator DC menghasilkan arus DC / arus searah. Generator shunt 3. regulator tegangan digital.I. Generator kompon Konstruksi Generator DC Pada umumnya generator DC dibuat dengan menggunakan magnet permanent dengan 4-kutub rotor. yaitu bagian mesin DC yang berputar. sikat arang. belitan rotor. dan bagian rotor. Konstruksi Generator DC Generator DC terdiri dua bagian. belitan stator.

Gambar 2. GGL (Gaya Gerak Listrik) Dengan lain perkataan. apabila suatu konduktormemotong garis-garis fluksi magnetik yang berubah-ubah. atau ada fluksi yang berubah yang memotong konduktor itu . Struktur Generator DC Bagian yang harus menjadi perhatian untuk perawatan secara rutin adalah sikat arang yang akan memendek dan harus diganti secara periodic / berkala. Jadi syarat untuk dapat dibangkitkan GGL adalah : • harus ada konduktor ( hantaran kawat ) • harus ada medan magnetik • harus ada gerak atau perputaran dari konduktor dalam medan. II. PRINSIP KERJA GENERATOR DC Prinsip kerja suatu generator arus searah berdasarkan hukum Faraday : Dimana : N = Jumlah Lilitan Φ = Fluksi Magnet e = Tegangan Imbas.Komutator harus dibersihkan dari kotoran sisasikat arang yang menempel dan serbuk arang yang mengisi celah-celah komutator. gunakan amplas halus untuk membersihkan noda bekas sikat arang. maka GGL akan dibangkitkan dalam konduktor itu.

• GGL induksi yang terbentuk pada sisi A-B dan sisi C-D besarnya sesuai dengan perubahan fluks magnet yang dipotong kumparan ABCD tiap detik sebesar : Untuk menentukan arah arus pada setiap saat. berlaku pada kaidah tangan kanan : • ibu jari : gerak perputaran • jari telunjuk : medan magnetikkutub utara dan selatan • jari tengah : besaran galvanis tegangan U dan arus I Untuk perolehan arus searah dari tegangan bolak-balik. Bentuk gelom-bang yang berubah-ubah tersebutkarenanya harus disearahkan. .dengan memutar rotor ( penghantar ) makapada penghantar akan timbul EMF. meskipun tujuan utamanya adalah pembangkitan tegangan searah. • Kumparan ABCD terletak dalam medan magnet sedemikian rupa sehingga sisi A-B dan C-D terletak tegak lurus pada arah fluks magnet. • Kumparan ABCD diputar dengan kecepatan sudut yang tetap terhadap sumbu putarnya yang sejajar dengan sisi A-B dan C-D. Prinsip kerja Generator DC Keterangan gambar : • Pada gambar Generator DC Sederhana dengan sebuah penghantar kutub tersebut.Gambar 3. tampak bahwa tegangan kecepatan yang dibangkitkan pada kumparan jangkar merupakan tegangan bolak-balik.

Efek Komutasi . yaitu untuk menghubungsingkatkan kumparan jangkar. Dan bila saklardibuka lagi akan timbul lagi tegangan. Bila kumparan telah berputar setengah putaran. Bila setengah periode tegangan positif saklar di hubungkan. Begitu seterusnya setiap setengah periode tegangan saklar dihubungkan.Bila kumparan jangkar berputar. akan timbul tegangan bolak balik sinusoidal. tegangan yang timbul adalah tegangan arus searah gelombang penuh.Untuk mendapatkan arus searah dariarus bolak balik dengan menggunakan • Saklar • Komutator • Dioda Sistem Saklar Saklar berfungsi untuk menghubungsingkatkan ujung-ujung kumparan. maka pada kedua ujung kumparan akan timbul tegangan yang sinusoida. Sistem Komutator Komutator berfungsi sebagai saklar. maka tegangan menjadi nol. maka akan di hasilkan tegangan searah gelombang penuh. Bila periodategangan sama dengan perioda perputaran cincin. sikat akan menutup celah cincin sehingga tegangan menjadi nol. maka celah akan terbuka lagi dan timbul tegangan lagi. Komutator berupa cincin belah yang dipasang pada ujung kumparan jangkar. Prinsip kerjanya adalah sebagai berikut : Bila kumparan jangkar berputar. Gambar 4. Karena kumparan berada dalam medan magnet. makacincin belah ikut berputar. Karena cincin berputar terus.

Karena banyak kekurangannya. maka sekarang jarang digunakan. mempunyai kelebihankelebihan yaitu : • Medan magnet yang dibangkitkan dapat diatur Pada generator arus searah berlaku hubungan-hubungan sebagai berikut : Dimana : Ea Φ z n e = GGL yang dibangkitkan pada jangkar generator = Fluks per kutub = Jumlah penghantar total = Kecepatan putar = Jumlah hubungan paralel Bila(Konstanta). Berdasarkan bentuk gelombang yang dihasilkan. dioda dibagi dalam: • Half Wave Rectifier (penyearah setengah gelombang) • Full Wave Rectifier (penyearah satu gelombang penuh) III. maka : . Sedangkan generator dengan magnet remanen menggunakan medan magnet listrik. • Bila diberi prasikap balik (reverse bias) dioda tidak akan dialiri arus.Sistem Dioda Dioda adalah komponen pasif yang mempunyai sifat-sifat sebagai berikut: • Bila diberi prasikap maju (forward bias) bisa dialiri arus. KARAKTERISTIK GENERATOR ARUS SEARAH Medan magnet pada generator dapat dibangkitkan dengan dua cara yaitu : • dengan magnet permanen • dengan magnet remanen Generator listrik dengan magnet permanen sering juga disebut magneto dynamo.

generator arus searah dapat dikelompokkan menjadi 2 yaitu: 1. Tegangan searah yang dipasangkan pada kumparan medan yang mempunyai tahanan Rf akan menghasilkan arus If dan menimbulkan flukspada kedua kutub. maka hubungan yang dapat dinyatakan adalah: Besaran yang mempengaruhi kerja dari generator : • Tegangan jepit (V) • Arus eksitasi (penguatan) • Arus jangkar (Ia) • Kecepatan putar (n) 2. Tegangan induksi akan dibangkitkan pada generator. Generator searah seri . Jika generator dihubungkan dengan beban. Generator berpenguatan sendiri a. dan Ra adalah tahanan dalam generator.Berdasarkan cara memberikan fluks pada kumparan medannya. Generator berpenguatan bebas Generator tipe penguat bebas dan terpisahadalah generator yang lilitan medannya dapat dihubungkan ke sumber dc yang secara listrik tidak tergantung dari mesin.

Hal ini terjadi misalnya pada hubungan terbuka dalam rangkaian medan. Generator kompon bisadihubungkan sebagai kompon pendek atau dalam kompon panjang. Karena generator diputar oleh arahyang salah dan dijalankan. Generator Shunt Pada generator shunt. hingga arah medan yang terjadi. Untuk memperbaikinya dengan hubungan-hubungan perlu diubah dan diberi kembali sisa magnetik. untuk mendapatkan penguatan sendiri diperlukan : • Adanya sisa magnetik pada sistem penguat • Hubungan dari rangkaian medan padajangkar harus sedemikian. Mesin shunt akan gagal membangkitkan tegangannya kalau: • Sisa magnetik tidak ada. memperkuat medan yang sudah ada. seperti carauntuk memberikan sisa magnetik • Tahanan rangkaian penguat terlalu besar. c. Sehingga cara memberikan sisa magnetik adalah pada generator shunt dirubah menjadi generator berpenguatan bebas atau pada generator dipasang pada sumber arus searah. dan dijalankan sebagai motor shunt dengan polaritas sikat-sikat dan perputaran nominal • Hubungan medan terbalik. Generator Kompon Generator kompon merupakan gabungan dari generator shunt dan generator seri. hingga Rf tidak berhingga atau tahanan kontak sikat terlalu besar atau komutator kotor. Misal: Pada mesin-mesin baru. sehingga arus medan tidak memperbesar nilai fluksi.b. yang dilengkapi dengan kumparan shunt dan seri dengan sifat yang dimiliki merupakan gabungan dari keduanya. .

yakni MMF nya searah. sehingga tegangan drop pada kumparan ini ditinjau daritegangan terminal kecil sekali dan terpengaruh. Kompon Panjang ii. Pada saat mesin dihidupkan (S tutup). Ini mengakibatkan tegangan generator akan diatur secaraotomatis pasa satu range beban tertentu i. karena tahanan kumparan seri kecil.Perbedaandari kedua hubungan ini hampir tidak ada. Bila generator ini dihubungkan seperti itu. Biasanya kumparan seri dihubungkan sedemikian rupa. Akibat adanya tegangan induksi ini mengalirlah arus pada kumparan medan. . maka dikatakan generator itu mempunyai kumparankompon bantu. Arus ini akanmenimbulkan fluks yang memperkuat fluks yang telah ada sebelumnya. timbul suatu fluks residu yang memang sudah terdapat pada kutub. Kompon Pendek Pembangkitan Tegangan Induksi Pada Generator Berpenguatan Sendiri Disini akan diterangkan pembangkitan tegangan induksi generator shunt dalam keadaan tanpa beban. sehingga kumparan seri ini membantu kumparan shunt. Proses terus berlangsung hingga dicapai tegangan yang stabil. Dalam hubungan kompon bantu yang mempunyai peranan utama ialah kumparan shunt dan kumparan seri dirancang untuk kompensasi MMF akibat reaksi jangkar dan juga tegangan drop di jangkar pada range beban tertentu. Mesin yang mempunyai kumparan serimelawan medan shunt disebut kompon lawan dan ini biasanya digunakan untuk motor atau generator-generator khusus seperti untuk mesin las. akan dibangkitkan tegangan induksi yang kecil pada sikat. Dengan memutarkan rotor.

ternyata fluks yang ditimbulkan oleh arus jangkar dengan fluks utamanya saling memperkuat. Berarti makin besar tahanan kumparan medan. Fluks total saat generator dalam keadaan berbeban adalah penjumlahan vector kedua fluks.Jika tahanan medan diperbesar. tegangan induksi yang dibangkitkan menjadi lebih kecil. Generator kompon . Perhatikanlah kemudian konduktor pada daerah bd. pengurangan suatu fluks pada konduktor dibandingkan dengan pertambahan fluks pada konduktor V. Perhatikanlah kemudian konduktor pada daerah bd. pengurangan suatu fluks pada konduktor dibandingkan dengan pertambahan fluks pada konduktor lain lebih besar. IV. sehingga fluks yang terjadi disini menjadi berkurang. yaitu: 1. ternyatafluks yang ditimbulkan oleh arus jangkar dengan fluks utamanya saling memperkuat. Generator shunt 3. Pengaruh adanya interaksi ini disebut reaksi jangkar. fluks ini seperti digambarkan pada gambar dibawah ini. timbullah arus jangkar. sehingga fluks yang terjadi disini bertambah. makin buruk generator tersebut. Karena operasi suatu generator arus searah selalu pada daerah jenuh. Fluks total saat generator dalam keadaan berbeban adalah penjumlahan vector kedua fluks.JENIS – JENIS GENERATOR DC Seperti telah disebutkan diawal. Adanya arus jangkar ini menyebabkan timbulnya fluks pada konduktor tersebut. ternyata fluks yang ditimbulkan arus jangkar dengan fluks utamanya saling memperkecil. Generator penguat terpisah 2. Karenaoperasi suatu generator arus searah selalu pada daerah jenuh. ditimbulkan arus jangkar dengan fluks utamanya saling memperkecil. bahwa generator DC berdasarkan dari rangkaian belitan magnet atau penguat eksitasinya terhadap jangkar (anker) dibagi menjadi 3 jenis. sehingga fluks yang terjadi disinibertambah. Perhatian pada konduktor yang terletak pada daerah ac. Interaksi kedua fluks tersebut dapat dilihat pada gambar dibawah ini. Pengaruh adanya interaksi ini disebut reaksi jangkar. Interaksi kedua fluks tersebut dapat dilihat pada gambar dibawah ini. REAKSI JANGKAR PADA GENERATOR DC Fluks yang menembus konduktor jangkar pada keadaan generator tak berbeban merupakan fluks utama. sehingga fluks yang terjadi disini menjadi berkurang. Jika generator dibebani. Dengan mengnggap tidak ada arus medan yang mengalir dalam kumparan medan.

Terdapat dua jenis generator penguat terpisah.b) Gambar 8. I adalah arus beban. belitan eksitasi (penguat eksitasi) tidak terhubung menjadi satu dengan rotor. Pengaturan dapat dilakukan secara elektronik atau magnetik. Penguat elektromagnetik (Gambar 8. Penguat dengan magnet permanen menghasilkan tegangan output generator yang konstan dari terminal rotor A1-A2.Tegangan output generator akan sedikit turun jika arus beban semakin besar. Generator ini bekerja dengan catu daya DC dari luar yang dimasukkan melalui belitan F1-F2. . Karakteristik Generator Penguat Terpisah • karakteristik generator penguat terpisah saat eksitasi penuh (Ie 100%) dan saat eksitasi setengah penuh (Ie 50%). Ie adalah arus eksitasi. Energi listrik yang dihasilkan oleh penguat elektromagnet dapat diatur melalui pengaturan tegangan eksitasi. Karakteristik tegangan V relatif konstan dan tegangan akan menurun sedikit ketika arus beban I dinaikkan mendekati harga nominalnya.• Generator Penguat Terpisah Pada generator penguat terpisah. Karakteristik Generator Penguat Terpisah Gambar 9.a) 2. yaitu: 1. Magnet permanent / magnet tetap (Gambar 8. Generator Penguat Terpisah.

Makin besar arus eksitasi shunt. Pengaturan arus eksitasi yang melewati belitan shunt E1-E2 diatur oleh tahanan geser. selanjutnya mengakibatkan turunnya pasokan aruspenguat ke medan magnet. . Karakteristik Generator Shunt Gambar 11. Gambar 10. Diagram rangkaian generator shunt dapat dilihat pada Gambar 10.• Kerugian tegangan akibat reaksi jangkar. dan tegangan terminal meningkat sampai mencapai tegangan nominalnya. penguat eksitasi E1-E2 terhubung paralel dengan rotor (A1-A2). atau jika belitan eksitasi salah sambung atau jika arah putaran terbalik. maka sisa megnetisasi tidak akan ada. Karakteristik Generator Shunt. sampai dicapai tegangan nominalnya. • Perurunan tegangan akibat resistansi jangkar dan reaksi jangkar. makin besar medan penguat shunt yang dihasilkan. • Generator Shunt Pada generator shunt. dihasilkan tegangan yang akan memperkuat medan magnet stator. maka tidak akan ada tegangan atau energi listrik yang dihasilkan oleh generator tersebut. Diagram Rangkaian Generator Shunt Jika generator shunt tidak mendapatkan arus eksitasi. sehingga tegangan induksi menjadi kecil. atau rotor terhubung singkat. Rotor berputar dalam medan magnet yang lemah. Tegangan awal generator diperoleh dari magnet sisa yang terdapat pada medan magnet stator.

Satu penguat eksitasi merupakan penguat shunt. Karakteristik Generator Kompon Gambar 13 menunjukkan karakteristik generator kompon. Diagram Rangkaian Generator Kompon Karakteristik Generator Kompon Gambar 13. karena seharusnya sebuah generator mempunyai tegangan output yang konstan. Sebagai sumber tegangan.Generator shunt mempunyai karakteristik seperti ditunjukkan pada Gambar 11. Gambar 12. yang cenderung naik tegangannya jika arus beban bertambah besar. dibandingkan dengan tegangan output pada generator penguat terpisah. . baik pada arus eksitasi penuh maupun eksitasi 50%. Jadi ini merupakan kompensasi dari generator shunt. namun hal ini dapat diperbaiki pada generator kompon. • Generator Kompon Generator kompon mempunyai dua penguat eksitasipada inti kutub utama yang sama. Tegangan output akan turun lebih banyak untuk kenaikan arus beban yang sama. yang cenderung tegangannya akan turun jika arus bebannya naik. Diagram rangkaian generator kompon ditunjukkan pada Gambar 12. Hal ini disebabkan oleh adanya penguatan lilitan seri. Pengatur medan magnet (D1D2) terletak di depan belitan shunt. Tegangan output generator terlihat konstan dengan pertambahan arus beban. dan lainnya merupakan penguat seri. karakteristik dari generator penguat terpisahdan generator shunt tentu kurang baik.

Tujuan kerja pararel dari generator adalah : • Untuk membantu mengatasi beban untuk manjaga jangan sampai mesin dibebani lebih. • Jika satu mesin dihentikan akan diperbaiki karena ada kerusakan.VI KERJA PARALEL GENERATOR DC Untuk memberi tenaga pada suatu beban kadang-kadang diperlukan kerja pararel dari dua atau lebih generator. Untuk hal-hal yang khusus sering dynamo dikerjakan pararel dengan aki. Kerja pararel generator juga diperlukan untuk meningkatkan efisiensi yang besar pada perusahaan listrik umum yang senantiasa memerlukan tegangan yang konstan. sehingga secara teratur dapat mengisi aki tesebut. Jadi untuk menjamin kontinuitas dari penyediaan tenaga listrik. Pada penggunaanbeberapa buah mesin perlu dihindari terjadinya beban lebih pada salah satu mesin. Ig1+ Ig2= Itotal . • Tegangan kerja generator sama. Jika 2 generator / lebih diparalel maka arusnya menjadi . maka harus ada mesin lain yang meueruskan pekerjaan. syarat-syarat pengoperasianparalel generator : • Terminal-terminal generator harus dihubungkan dengan kutub-kutub yang sama polaritasnya.

id/bitstream/123456789/19982/3/Chapter%20II.blogspot.com/docs/17291496/Generator-DC http://dunia-listrik.pdf http://www.ac.com/2009/09/animasi-generator-dc-dan-generator-ac.com/2009/01/generator-dc.DAFTAR PUSTAKA http://repository.html .usu.html http://dunia-listrik.docstoc.blogspot.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->