DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN ......................................................................................................... 2

BAB II ACNE VULGARIS ....................................................................................................... 3

BAB III ULKUS MOLE ........................................................................................................... 23 LIMFOGRANULOMA VENERIUM ........................................................................ 29 HERPES SIMPLEX .................................................................................................... 32

Page 1

BAB I PENDAHULUAN I.1 LATAR BELAKANG Salah satu penyakit kulit yang selalu ngetren bagi para remaja dan dewasa muda adalah jerawat atau dalam bahasa medisnya acne. Penyakit ini tidak fatal, tetapi cukup merisaukan karena berhubungan dengan menurunnya kepercayaan diri akibat berkurangnya keindahan wajah penderita. Jerawat adalah istilah awam untuk acne vulgaris, yang biasa terjadi pada usia remaja ketika terjadi perubahan hormon sehingga menghasilkan lebih banyak minyak. Keadaan ini cenderung diturunkan dalam kelurga dan sama sekali tidak berbahaya. Tetapi beberapa orang yang mengalami kasus yang berat mungkin merasa sangat tertekan dan kehilangan kepercayaan pada diri sendiri. Sayang sekali, sampai saat ini belum ada cara penyembuh yang tuntas, meskipun ada beberapa cara yang sangat menolong. Untungnya, kondisi ini akan mengalami perbaikan dengan bertambahnya usia. Orang yang sudah menginjak masa pubertas umumnya pernah mengalami jerawat. Dalam dunia medis, jerawat pada masa pubertas dikenal sebagai acne vulgaris. Merupakan peradangan kronis dari folikel pilocebaceous (salah satu kelenjar pada kulit), disertai penyumbatan dan penimbunan keratin, ditandai dengan adanya komedo, pustula, nodula, dankista. Daerah yang terkena bukan hanya wajah, namun juga bahu, dada, punggung, dan lengan bagian atas.

Page 2

BAB II ACNE VULGARIS

II. 1 DEFINISI Akne vulgaris adalah penyakit peradangan menahun folikel polisebasea yang umumnya terjadi pada masa remaja dan dapat sembuh sendiri. Biasanya disertai dengan pembentukan papula, pustula, dan abses terutama di daerah yang banyak mengandung kelenjar sebasea, seperti muka, dada, dan punggung bagian atas. Jerawat merupakan suatu kondisi kulit yang umum terjadi berupa penyumbatan pada pori-pori kulit, timbul bintik-bintik dan meradang, jika terinfeksi menjadi absess (mengandung nanah). Jerawat adalah kondisi kulit yang mengalami pembengkakan (abses) di permukaan kulit, di mana kelenjar yang memproduksi minyak tersumbat dan terkontaminasi dengan bakteri. Dan jerawat ini biasanya mulai muncul pada usia 1220tahun.

II. 2 EPIDEMIOLOGI Insiden akne vulgaris 80-100% pada usia dewassa muda, yaitu umur 14-17 tahun pada wanita, dan 16-19 tahun pada pria. Meskipun demikian akne vulgaris dapat pula terjadi pada usia lebih muda atau lebih tua dari pada usia tersebut. Meskipun kebanyakan jerawat terjadi pada masa remaja atau dewasa muda, tetapi dalam kenyataannya jerawat juga timbul pada berbagai golongan usia lainnya. Antara lain pada bayi, anak, bahkan pada manula. Jerawat seringkali dihubungkan dengan kondisi tubuh, baik pada saat stress karena banyak masalah, atau dapat pula sebaliknya pada saat sedang sangat berbahagia. Pada waktu pubertas terdapat kenaikan dari hormon androgen yang beredar dalam darah yang dapat menyebabkan hiperplasia dan hipertrofi dari glandula sebasea. Pada seorang gadis akne vulgaris dapat terjadi premenarke. Setelah masa remaja kelainan ini berangsur berkurang. Namun kadang-kadang, terutama pada wanita, akne

Page 3

Dari sebuah penelitian diketahui bahwa mereka yang bergenotip XYY mendapat akne vulgaris yang lebih berat. Bakteria Peningkatan jumlah flora folikel ( Propionibacterium acnes ). Penyebab akne sangat banyak (multifaktorial). pituitary sebotropic factor. dan bahan kimia lainnya. faktor makanan. kemungkinan besar anaknya akan menderita akne. Apabila kedua orang tua mempunyai parut bekas akne. Korea) lebih jarang dibanding dengan ras kaukasia (Eropa. Akne yang keras selalu disertai pengeluaran sebore yang banyak 2. Cina. namun pada penelitian diketahui bahwa justru akne vulgaris yang berat biasanya terjadi pada pria. 3. dsb). dan lebih sering terjadi nodulo-kistik pada kulit putih daripada negro. Penyebab yang pasti belum diketahui. endokrin (androgen. sebum sebum merupakan faktor utama penyebab timbulnya akne. faktor psikis. tetapi banyak faktor yang berpengaruh: 1. Amerika). infeksi bakteri (Propionibacterium acnes). dulu: Corynebacterium acnes.vulgaris menetap sampai 30-an atau bahkan lebih. Meskipun pada pria umumnya akne vulgaris lebih cepat berkurang. 3 ETIOLOGI Berbagai faktor. Page 4 . Diketahui pula bahwa ras oriental (Jepang. antara lain : genetik. kosmetika. musim. Herediter Faktor herediter yang sangat berpengaruh pada besar dan aktivitas kelenjar palit (glandula sebasea). keaktifan dari kelenjar sebasea sendiri. II. Pityrosporum ovale dan Staphylococcus epidermidis yang berperan pada proses kemotaktik inflamasi serta pembentukan enzim lipolitik pengubah fraksi lipid sebum.

akan tetapi dari penyidikan terakhir ternyata diet sedikit atau tidak berpengaruh terhadap akne.Berbeda dengan wanita. Hormon-hormon dari kelenjar hipofisis. Penurunan sebum diduga disebabkan oleh adanya suatu hormon sebotropik yang berasal dari baga tengah (lobus intermediate) kelenjar hipofisis. Progesteron. Pada tikus. dan kortikotropin dari kelenjar hipofisis diperlukan untuk aktivitas kelenjar palit. Page 5 . akan tetapi kadang-kadang progesteron dapat menyebabkan akne premenstrual. estrogen tidak berpengaruh terhadap produksi sebum. tidak dapat dipastikan akan terjkadi perubahan pada pengeluaran sebum atau komposisinya karena kelenjar lemak bukan alat pengeluaran lemak yang kita makan. Estrogen dapat menurunkan kadar gonadotropin yang berasal dari kelenjar hipofisis. Hormon Hormon androgen. Estrogen. Hormon androgen berasal dari testes dan kelenjar anak ginjal (adrenal). sekresi sebum lebih rendah dibandingkan dengan orang normal. Produksi sebum tetap selama siklus menstruasi. Pada kegagalan dari kelenjar hiopofisis.4. & Lim James didapatkan bahwa konsentrasi testosteron dalam plasma penderita akne pria tidak berbeda dengan yang tidak menderita akne. hormon tirotropin. 5. Pada penyelidikan Pochi. Hormon ini memegang peranan yang penting karena kelenjar palit sangat sensitif terhadap hormon ini. gonadotropin. Hormon ini menyebabkan kelenjar palit bertamabah besar dan produksi sebum meningkat. Pada penderita yang makan banyak karbohidrat dan zat lemak. Diet Beberapa pengarang terlalu membesar-besarkan pengaruh makanan terhadap akne. Hormon gonadotropin mempunyai efek menurunkan produksi sebum. Progesteron. dalam jumlah fisiologik tak mempunyai efek terhadap efektivitas terhadap kelenjar lemak. pada testosteron plasma sangat meningkat pada penderita akne. Frorstrom dkk. Pada keadaan fisiologi.

dan 20% bertambah hebat. pada musim panas didapatkan 60% perbaikan akne. bahkan asam lemak dalam sebum pun meningkat. Sinar ultraviolet (UV) mempunyai efek membunuh bakteri pada permukaan kulit. pelembab (moisturiser). 20% tidak ada perubahan. Iklim Di daerah yang mempunyai empat musim. sinar ini juga dapat menembus epidermis bagian bawah dan bagian atas dermis sehingga berpengaruh pada bakteri yang berada dibagian dalam kelenjar palit. biasanya akne bertambah hebat pada musim dingin. sehingga terjadi kerusakan pada dinding folikel dan timbul lesi yang beradang yang baru. krem penahan sinar matahari Page 6 . kosmetika Pemakaian bahan-bahan kosmetika tertentu. Mekanisme yang pasti mengenai hal ini belum diketahui. Selain itu. 8. dapat menyebabkan suatu bentuk akne ringan yang terutama terdiri dari komedo tertutup dan beberapa lesi papulopustular pada pipi dan dagu. sebaliknya kebanyakan membaik pada musim panas. secara terus menerus dalam waktu lama. Bahan yang sering menyebabkan akne ini terdapat pada berbagai krem muka seperti bedak dasar (faundation). Adapun terjadinya stres yang dapat memicu kegiatan kelenjar sebasea. Kecemasan menyebabkan penderita memanipulasi aknenya secara mekanis. Psikis Pada beberapa penderita. Bertambah hebatnya akne pada musim panas tidak disebabkan oleh sinar UV melainkan oleh banyaknya keringat pada keadaan yang sangat lembab dan panas tersebut. teori lain mengatakan bahwa eksaserbasi ini disebabkan oleh meningkatnya produksi hormon androgen dari kelenjar anak ginjal dan sebum.6. stress dan gangguan emosi dapat menyebabkan eksaserbasi akne. baik secara langsung atau melalui rangsangan terhadap kelenjar hipofisis. 7. Sinar UV juga dapat mengadakan pengelupasan kulit yang dapat membantu menghilangkan sumbatan saluran pilosebasea. Menurut Cunliffe.

4 PATOGENESIS Patogenesis akne vulgaris sangat kompleks dipengaruhi banyak faktor dan kadangkadang masih controversial. Pembentukan pus. lauril alcohol. seperti yodida. Yang mengandung bahan-bahan. dan kemurnian bahannya. obat anti konvulsan (difenilhidantoin. kortikosteroid. dan krem malam. II. Page 7 . pektrolatum. Ada empat hal penting yang berhubungan dengan terjadinya akne : 1.(sunscreen). Penyelidikan terbaru diLeeds tidak berhasil menemukan hubungan antara lama pemakaian dan jumlah kosmetika yang diapai dengan hebatnya kane. Bakteri 4. tetrasiklin. INH. Bahan-bahan Kimia Beberapa macam bahan kimia dapat menyebabkan erosi yang mirip dengan akne (akneform eruption). Jenis kosmetika yang dapat menimbulkan akne tak tergantung pada harga. Peradangan (inflamasi). 9. vitamin B 12. minyak tumbuh-tumbuhan dan bahan-bahan kimia murni (butil stearat. Adanya keratinisasi folikel 3. Suatu kosmetika dapat bersifat lebih komedogenik tanpa mengandung suatu bahan istimewa. tetapi karena kosmetika tersebut memang mengandung campuran bahan yang bersifat komedogenik atau bahan dengan konsentrasi yang lebih besar. kenaikan sekresi sebum 2. nodus. dan bahn pewarna merah D &C dan asam oleic). Asam lemak bebas yang terbentuk dari trigliserida dalam sebum menyebabkan kekentalan sebum bertambah dan menimbulkan sumbatan saluran pilosebasea serta reaksi radang disekitarnya (komedogenik). merk. seperti lanolin. fenobarbital dan trimetandion). dan kista terjadi sesudahnya.

Terdapat korelasi antara hebatnya akne dan produksi sebum. Hal ini dapat menyebabkan defisiensi asam Page 8 . dan trigliserida. Menurut Downing. Terbukti bahwa. 2. lilin (wax). terjadi penurunan konsentrasi asam lenolik. kholesterol. lipid polar. Bertambahnya produksi korniosit dari sel keratinosit merupakan salah satu sifat komedo. Pada penderita akne terdapat peningkatan konversi hormon androgen yang normal berada dalam darah (testosteron) kebentuk metabolit yang lebih aktif (5-alfa dihidrotestosteron). lesi akne hanya ditemukan dibeberapa tempat yang kaya akan kelenjar palit. Keratinisasi folikel Keratinisasi pada saluran pilosebasea disebabkan oleh adanya penumpukan korniosit dalam saluran pilosebasea. ester dari sterol. pada kebanyakan penderita. Pertumbuhan kelenjar palit dan produksi sebum dibawah pengaruh hormon androgen. akibat dari meningkatnya sebum pada penderita akne. Sebum bersifat komedogenik tersusun dari campuaran skualen. Meningkatnya produksi sebum pada penderita akne disebabkan oleh respon organ akhir yang berlebihan (end-organ hyperresponse) pada kelenjar palit terhadap kadar normal androgen dalam darah. Akne mungkin juga berhubungan dengan komposisi lemak. Hormon ini mengikat reseptor androgen di sitoplasma dan akhirnya menyebabkan proliferasi sel penghasil sebum. Terdapat hubungan terbalik antara sekresi sebum dan konsentrasi asam linoleik dalam sebum. Mungkin hal ini ada hubungan dengan terjadinya hiperkeratinisasi pada kelenjar sebasea. Pada penderita akne terdapat kecenderungan mempunyai kadar skualen dan ester lilin (wax) yang tinggi. Hal ini dapat disebabkan :    bertambahnya erupsi korniosis pada saluran pilosebasea Pelepasan korniosit yang tidak adekuat Kombinasi kedua faktor diatas. sedangkan kadar asam lemak terutama asam leinoleik.1. rendah. Kenaikan sekresi sebum Akne biasanya mulai timbul pada masa pubertas pada waktu kelenjar sebasea membesar dan mengeluarkan sebum lebih banyak.

Stafylococcus epidermidis. yang bila dilepaskan dalam folikel akan menjadi katalisator untuk terjadinya oksidasi skualen. Bakteri mungkin berperan pada lamanya masingmasing lesi. Page 9 . Bakteri Tiga macam mikroba yang terlibat dalam patogenesis akne adalah corynebakterium Acne. Kadar oksigen dalam folikel berkurang dan akhirnya menjadi kolonisasi C. tetapi tidak ada hubungan dengan jumlah bakteri pada permukaan kulit atau dalam saluran pilosebasea dengan derajat hebatnya akne. sedangkan folikel yang lain tetap normal 4. hialuronidase. bakteri ini memproduksi porfirin. Adanya sebore pada pubertas biasanya disertai dengan kenaikan jumlah corynebacterium acne. Beberapa lesi mungkin timbul tanpa ada mikroorganisme yang hidup. lemak lain mungkin juga berpengaruh pada patogenesis akne. memegang peranan penting dalam proses peradangan. Penurunan tekanan oksigen dan tingginya jumlah bakteri ini dapat menyebabkan peradangan folikel. Tampaknya ketiga macam bakteri ini bukanlah penyebab primer pada proses patologis akne. yang akan menimbulkan hiperkeratosis folikuler dan penurunan fungsi barier dari epitel. lesitinase dan nioranidase. Pencetus kemotaksis adalah dinding sel dan produk yang dihasilkan oleh C. Peradangan Faktor yang menyebabkan peradangan pada akne belumlah diketahui dengan pasti. Menurut hipotesis Saint-Leger skualen yang dihasilkan oleh kelenjar palit dioksidasi dalam kelenjar folikel dan hasil oksidasi ini dapat menyeebabkan terjadinya komedo. sehingga oksigen dalam folikel tambah berkurang lagi. Dinding komedo lebih mudah ditembus bahan-bahan yang menimbulkan peradangan. protease. dan pityrosporum ovale (malazzea furfur). 3. Walaupun asam lenoleik merupakan unsur penting dalam seramaid-1. Kadar sterol bebas juga menurun pada komedo sehingga terjadi ketidak seimbangan antara kholesterol bebas dengan kholesterol sulfat sehinggga adhesi korneosit pada akroinfundibulum bertambah dan terjadi hiperkeratosis folikel.Acnes. sedangkan pada lesi yang lain mikroorganisme mungkin memegang peranan penting.Acnesseperti lipase. Apakah bakteri yang berdiam dalam folikel (residen bacteria) mengadakan eksaserbasi tergantung pada lingkungan mikro dalam folikel tersebut.lenoleik pada epitel folikel. Hipotesis ini dapat menerangkan mengapa akne hanya dapat terjadi pada beberapa folikel..

Pada masa permulaan peradangan yang ditimbulkan oleh C. Bahan keratin yang sukar larut. dapat menarik leukosit nucleus polimorfi (PMN) dan limfosit. Perubahan jumlah dan konsistensi kelenjar minyak dalam kulit yang terjadi karena berbagai faktor. Page 10 . kemudian dapat menyebabkan sumbatan aliran sebum yang dikeluarkan oleh kelenjar sebasea di permukaan kulit. Proses terbentuknya dimulai dengan adanya radang saluran kelenjar minyak kulit. Bila peradangan surut terjadi jaringan parut. cuaca. Proses peradangan selanjutnya akan membuat komedo berkembang menjadi papul. Selain itu antibody terhadap C. Sumbatan saluran kelenjar minyak dapat terjadi karena: 1. Bila masuk kedalam folikel. sehingga timbul erupsi ke permukaan kulit yang dimulai dengan komedo. pilosebaceous yang tersumbat akan memerangkap nutrien dan sebum serta menggalakkan pertumbuhan kuman.Acnes. yang terdapat di dalam sel tanduk serta lemak dari kelenjar palit dapat menyebabkan reaksi non spesifik.Factor kemotaktik yang berberat molekul rendah (tidak memerlukan komplemen untuk bekerja aktif). hormonal. Limfosit dapat merupakan pencetus terbentuknya sitokin. penghasilan sebum (akibat rangsangan hormon androgen) (pertumbuhan sel-sel yang cepat dan mengisi ruang folikel polisebaceous dan membentuk plug). yang disertai makrofag dan sel-sel raksasa. juga terjadi aktivasi jalur komplemen klasik dan alternatif (classical and alternative complement pathways). antara lain: genetik. Respon penjamu terhadap mediator juga amat penting. PMN dapat mencerna C. pustul.Acnes juga meningkat pada penderita akne hebat. Terdapat empat mekanisma utama kejadian jerawat. nodus dan kista. rasial. bila keluar dari folikel. Acnes dan mengeluarkan enzim hidrolitik yang bisa menyebabkan kerusakan dari folikel sebasea. propionibacterium acnes.

biasanya di muka. dikenal sebagai akne fisik. baik dari kosmetik. 2. bahan kimia. 3. Tertutupnya saluran keluar kelenjar sebasea oleh masa eksternal. stress fisik. lengan atas dan bawah.makanan. Banyak terdapat di muka. bahu dan lengan atas.5 GEJALA KLINIK Keluhan Subjektif Page 11 . Hanya terdapat pada daerah yang terpapar. Patogenesis Akne: a) Hiperkeratosis primer b) Komedo c) Inflamasi papul (pustul) d) II. punggung. Terjadi pada acne vulgaris. Saluran keluar kelenjar sebasea menyempit akibat radiasi sinar ultra violet atau sinar radioaktif. serta betis. P a Nodul b c d Gambar. Akne jenis ini disebutakne venenata. detergen. dll. leher. 1.

Adapula bentuk acne yang berupa papul eriematus. komedo. Sedangkan bila berwarna putih karena letaknya lebih dalam sehingga tidak mengandung unsure melanin disebut komedo putih atau komedo tertutup. namun umumnya keluhan penderita adalah keluhan estetis. nodus dan kista yang beradang.pustule. open comedo). bila berwarna hitam akibat mengandung unsur melanin disebut komedo hitam atau komedo terbuka (black komedo.papul yang tidak beradang. 1. Gambar 2 Komedo Hitam Gambar 3 Komedo Putih 1. Ringan. kista. dan pustul.bahu. Keluhan Objektif Komedo adalah gejala patognomonik bagi acne berupa papul miliar yang di tengahnya mengandung sumbatan sebum. dengan gejala predominan salah satunya. gradasi acne vulgaris dibagi sebagai berikut.lengan atas. Lokasi kulit lain misalnya leher.Tempat predileksi akne vulgaris adalah di muka. Dapat disertai rasa gatal.bila : Page 12 . Erupsi kulit polimorf. dan abses. GRADASI Menurut FKUI.dan glutea kadangkadang terkena. dan punggung bagian atas.dada bagian atas.

Berat.beberapa lesi tak beradang pada 1 predileksi . banyak > 10 lesi Tak beradang bila terdapat komedo putih.banyak lesi tak beradang pada lebih dari 1 predileksi .beberapa lesi tak beradang pada lebih dari 1 predileksi .beberapa lesi beradang pada 1 predileksi . beberapa 5-10.sedikit lesi beradang pada 1 predileksi 2.sedikit lesi beradang pada lebih dari 1 predileksi 3.bila : .banyak lesi tak beradang pada 1 predileksi . Atau dinding folikel dapat rupture dan terjadi inflamasi.papul Beradang bila terdapat pustule..dan kista Jenis Acne Tak Beradang: Komedo tertutup dan terbuka dapat melepaskan isinya ke permukaan dan hilang dengan sendirinya.nodul.bila : . Sedang.banyak lesi beradang pada 1 atau lebih predileksi Gambar 4 Acne Ringan Gambar 5 Acne Sedang Gambar 6 Acne Berat Catatan: sedikit bila lesi <5.sedikit lesi tak beradang pada beberapa tempat predileksi . Ruptur ini dapat Page 13 . komedo hitam.

Komedo Terbuka (black comedo) Komedo hitam atau terbuka dapat terbentuk apabila pori-pori terbuka sampai ke permukaan. Page 14 . ataupun tidak dapat terlihat oleh mata telanjang.disebabkan karena memencet atau memegang bagian kulit. Komedo tertutup (white comedo) Ketika sebum yang terperangkap dan ada bakteri yang berada di bawah permukaan kulit . Komedo ini tidak dapat dibersihkan menggunakan sabun. 1. Sehingga menjadi penting untuk tidak memegang bagian kulit yang berjerawat. Komedo putih dapat terlihat sebagai bintik putih kecil. 2. dan sebum yang mengandung melanin teroksidasi sehingga menimbulkan warna coklat atau hitam. Komedo hitam dapat muncul untuk jangka waktu yang lama karena isi komedo dialirkan secara lambat ke permukaan. maka terbentuklah komedo tertutup ( white comedo).

2. membuat jalannya sendiri untuk mencapai permukaan kulit.sel darah putih yang terdapat pada bentuk pustule. Hali inilah yang disebut sebagai zit atau pimple. Pustul Beberapa hari kemudian. Nodul Page 15 . Lesi seperti ini disebut nodul atau kista. Papul Papul dapat timbul bila ada kerusakan pada dinding folikel. Sel darah putih bekerja dan pori-pori tersebut menjadi terinflamasi. sehingga dapat menginflamasi ke sekitar kulit bahkan dapat mengenai folikel di sebelahnya. 3.Jenis Acne Beradang : Lesi yang beradang kadang-kadang dapat kempes atau pecah. 1.

Akne papulosa Efloresensi terbanyak berupa papula 3. Akne konglobata Efloresensi terbanyak berupa nodus yang mengalami infeksi 5. Kista Kadang-kadang reaksi inflamasi yang berat dapat menyebabkan nanah yang sangat luas menutupi lesi. Klasifikasi lainnya berdasarkan bentuk efloresensi terbanyak: 1. dapat menyebabkan pembengkakan yang berukuran besar dan terasa sakit bila disentuh. Akne Sistika Efloresensi terutama berbentuk kista 2.Ketika folikel pecah di bagian dasar. Akne pustulosa Efloresensi terbanyak berupa pustule 4. 4. Akne Sikatrisial Page 16 .

Perempuan mungkin memperhatikan bentuk yang berfluktuasi berdasarkan siklus mensturasinya.6 DIAGNOSIS Diagnosis akne vulgaris dapat ditegakkan berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisis. Pada pemeriksaan fisis akne non-inflamasi tampak sebagai komedo terbuka dan tertutup. dehidroepiandrostenedion sulfat (DHEAS). akne minyak 8. evaluasi hormonal untuk testeteron bebas. dan tes laboratorium. dan lesi tulang osteolitik. atau kista. pustul. akne kosmetika 5. akne tropika 2. akne neonatorum 4. lutenizing hormone (LH). akne mekanik 3. akne radiasi II. Tes fungsi endokrin rutin tidak diindikasikan pada sebagian besar pasien dengan akne. akne klor 6.Banyak sikatriks atropi Klasifikasi Berdasarkan Penyebab: 1. akne senilis 9. hepatosplenomegaly. akne jabatna 7. termasuk demam. arthralgia. Lesi inflamasi dimulai dengan adanya mikrokomedo tetapi dapat berkembang menjadi papul. Pada pasien dengan akne dan terdapat bukti hiperandrogenisme. tetapi gejala klinis yang muncul sangatlah bervariasi. Berdasarkan anamnesis. FSH dapat dilakukan. Tes mikrobiologi rutin tidak perlu pada evaluasi dan dan penanganan pasien dengan akne. myalgia. nodul. Akne fulminan merupakan subtipe akne yang jarang dan terjadi pada berbagai manifestasi sistemik. Kedua tipe lesi ditemukan pada area dengan glandula sebacea yang banyak. Jika lesi terpusat pada Page 17 . akne vulgaris biasanya terjadi pada saat pubertas.

Dermatitis Perioral yang terjadi terutama pada wanita. Dapat disertai papul. yodida. Rosasea (dulu:akne rosasea). difenilhidantoin. Klinis berupa erupsi papul-papul yang timbul diberbagai tempat pada kulit tanpa adanya komedo. ACTH. pustul. dan mempercepat penyembuhan lesi. 2. dagu. bromida. Klinis berupa polimorfi eritema. Pemeriksaan histopatologis memperlihatkan gambaran yang tidak spesifik berupakan sebukan sel radang kronis di sekitar folikel pilosebaseadengan massa sebum di dalam folikel. bisa berupa komedo atau papul. dengan tempat predileksi di tempat kontak zat kimia atau rangsangan fisisnya. barbiturat. Erupsi akneiformis yang disebabkan oleh obat misalnya kortikosteroid. misalnya akne venenata dan akne komedonal oleh rangsangan fisis. trimetadion. pipi. Dapat terjadi pada segala usia. pustul. menekan peradangan. True Akne lain. Pada kista. INH. Komedo tidak terdapat. II. dan pustul disekitar mulut yang terasa gatal. atau kista.jaringan mati dan keratin yang lepas. tidak gatal. teleangiektasis dan kadang-kadang disertai hipertrofi kelenjar sebasea di hidung. 4. Umumnya lesi monomorfi. timbul mendadak. dan nodulus. papul.7 DIAGNOSIS BANDING 1. radang sudah menghilang diganti dengan jaringan ikat pembatas massa cair sebum yang bercampur dengan darah. dan kadang-kadang disertai demam. tes kultur dan sensitivitas bakteri untuk mengevaluasi follikulitis gram-negatif dapat dilakukan. faktor penyebab adalah makanan atau minuman panas.8 PENATALAKSANAAN Pengobatan Topikal Pengobatan topical dilakukan untuk mencegah pembentukan komedo. Merupakan penyakit peradangan kronik di aerah muka dengan gejala eritem. 3. Obat topical terdiri atas: Page 18 . dan dahi. II.peri oral dan area nasal dan tidak responsif terhadap penanganan akne konvensional. dan lain-lainya.

Akhir-akhir ini digunakan pula asam alfa hidroksi (AHA). Contohnya : Tretinoin asam azeleat (15-20%) . 4.5-10%) Peroksida benzoil merupakan bacteriosid dengan potensi rendah .5%. misalnya asam glikolat (3-8%).salep atau krim kortikosteroid kekuatan ringan atau sedang ( Hidrokortison 1-2.dan teratogenik.iritasi. digunakan untuk inflamasi acne yang ringan sampai sedang. dan 10% . asam vitamin A (0. 5%. 8%. Anti peradangan topical. eritromisin (1%). kering. bekerja sebagai komedolitik dan anti inlfamasi ringan.perubahan pigmen. misalnya etil laktat 10% untuk menghambat pertumbuhan jasad renik. dan untuk menormalkan keratinisasi. 6%. Antibiotika topical yang dapat mengurangi jumlah mikroba dalam folikel yang berperan dalam etiopatogenesis akbe vulgaris. .025-0. Efek samping : pengelupasan.5%) atau suntikan intralesi kortikosteroid kuat ( Triamsinolonasetonid 10 mg/cc) pada lesi nodulo kistik.sulfur ( 4-8% ) resorsinol (1-5%) asam salisilat (2-5%) peroksida benzoil (2. Lainnya. Merupakan asam dikarboksil yang digunakan untuk kelainan hiperpigmentasi.1%) Merupakan agent komedolitik paling efektif yang bekerja dengan cara mengurangi hyperkeratosis dan perlengketan selsel epithelial folikel. 2.sensitive terhadap matahari. dan dermatitis kontak. setelah aplikasi pada malam hari harus diberikan tabir surya di pagi hari karena dapat menyebabkan iritasi akibat peningkatan kesensitivan terhadap matahari.dan klindamisin fosfat (1%). a.misalnya oksi tetrasiklin (1%).1. Tersedia dengan konsentrasi 2. 3. Pengobatan Sistemik Page 19 . Efek samping : pengelupasan. Bahan iritan syang dapat mengelupas kulit (peeling). Efek samping obat iritan dapat dikurangi dengan cara pemakaian berhati-hati dimulai dengan konsentrasi pemakaian yang rendah. 4%. 3%.iritasi. misalnya : . Pemberian dimulai dari konsentrasi rendah pada malam hari.

acnes. fotosensitivitas3 4. Doksisiklin ( 50 mg/hari). kerontokan rambut. mulut kering(70%). dan mempengaruhi keseimbangan hormonal. diantaranya adalah: b.Efek samping :cheilitis (90%). seng sulfat (2x200 mg/hari). misalnya estrogen (50 mg/hari selama 21 hari dalam sebulan) atau anti androgen Sipoteron asetat (2 mg/hari). Vitamin A digunakan sebagai anti keratinisasi (50. trimetoprim (3x100 mg/hari) 2. arthralgia/myalgia. Isotretinoin (0. menekan produksi sebum. xerosis (78%). terdapat beberapa terapi tambahan dengan menggunakan alat ataupun agen fisik. Obat hormonal untuk menekan produksi androgen dan secara kompetitif menduduki resptor organ target di kelenjar sebasea.Pengobatan sistemik terutama ditujukan untuk menekan aktivitas jasad renik di samping dapat juga mengurangi reaksi radang.5-1 mg/kgBB /hari) merupakan derivate retinoid yang menghambat produksi sebum sebagai pilihan pada akne nodulokistik atau konglobata yang tidak sembuh dengan pengobatan lain. conjunctivitis (40%). Vitamin A dan retinoid oral. Secara teori.000 ui/hari) sudah jarang digunakan sebagai efek sampingnya. Pengobatan ini ditujukan untuk penderita wanita dewasa akne vulgaris beradang yang gagal dengan terapi yang lain. penurunan penglihatan malam hari.5 mg/hari) atau deksametason (0. misalnya prednisone (7. eritromisin (4x250 mg/hari). Golongan obat sistemik terdiri atas: 1.1 g/ hari).dapson (2x100 mg/hari). Ekstraksi komedo Pengangkatan komedo dengan menekan daerah sekitar lesi dengan menggunakan alat ekstraktor dapat berguna dalam mengatasi akne. Kortikosteroid sistemik diberikan untuk menekan peradangan dan menekan sekresi kelenjar adrenal. Anti bakteri sistemik : tetrasiklin ( 250 mg.25-0. Obat lainnya. misalnya anti inflamasi non steroid ibuprofen (600 mg/hari).5 mg/hari) 3. pengangkatan closed comedos dapat mencegah pembentukan lesi Page 20 .000 ui-150. epistaksis (46%). Bekerja dengan cara supresi produksi sebum dan menekan pertumbuhan dari P. Terapi Fisik Selain terapi topikal dan terapi oral.

25 ml perlesi dari triamcinolone acetat dengan suspense (2.13 Injeksi glukokortikoid dapat menurunkan secara drastic ukuran dari lesi nodular. Nodul-nodul yang mengalami inflamasi menunjukkan perubahan yang baik Dalam kurun waktu 48 jam setelah disuntikkan dengan steroid. Bedah Kulit Page 21 .Injeksi 0.5.Manfaat utamanya adalah menghilangkan lesi nodular tanpa insisi sehingga mengurangi pembentukan scar. c. Dibutuhkan keterampilan dan kesabaran untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Radiasi UVA dn UVB sebaiknya diberikan secara bersama-sama untuk meningkatkan hasil yang ingin dicapai. tetapi sekarang terapi ini tidak dianjurkan lagi. Dosis yang biasa digunakan adalah 2.Radiasi ultraviolet alami (UVR) yang didapat dari paparan matahari. Penyuntikan yang terlalu dalam atau terlalu superfisial akan menyebabkan atrofi.inflamasi. Fototerapi dapat diberikan dua kali seminggu. Jumlah total obat yang diinjeksikan pada lesi berkisar antara 0. 60% dapat digunakan sebagai terapi tambahan pada akne. Liquid Nitrogen Cara lain untuk terapi akne cysts adalah dengan mengaplikasikan nitrogen cair selama 20 detik. Kortikosteroid Intralesi Akne cysts dapat diterapi dengan triamsinolon intralesi atau krioterapi. e.5-10mg/ml) direkomendasikan sebagai anti inflamasi. Terapi ini bekerja dengan mendinginkan dinding fibrotik dari akne cysts sehingga akan terjadi kerusakan pada dinding tersebut.025 sampai 0. Akan tetapi harus diulang dalam 2-3 minggu. Terapi jenis ini sangat bermanfaat dibandingkan terapi lain untuk akne tipe nodular.1 ml dan penyuntikan harus ditengah lesi. Radiasi Ultraviolet Radiasi UV mempunyai efek untuk menghambat inflamasi dengan menghambat aksi dari sitokin. d.05-0.5 mg/ml triamsinolon asetonid dan menggunakan syringe 1ml. aplikasi kedua diberikan 2 menit berikutnya.

Kemudian melakukan perawatan kulit untuk membersihkan permukaan kulit dari kotoran dan jasad renik yang mempunyai peran pada etiopatogenesis akne vulgaris. dan makanan berlemak. Page 22 . Bedah kimia dengan asam triklor asetat atau fenol untuk meratakan jaringan parut yang berbenjol. Dermabrasi untuk meratakan jaringan parut hipo dan hipertropi pasca acne yang luas. Menghindari terjadinya factor pemicu seperti diet coklat. 3. meskipun hal ini masih diperdebatkan efektivitasnya. Bedah listrik dilakukan pada komedo tertutup untuk mempermudah pengeluaran sebum atau pada nodulo=kistik untuk drainase cairan isi yang dapat mempercepat penyembuhan. 2. 1. 3. Jarang terjadi acne vulgaris yang menetap sampai tua atau mencapai gradasi sangat berat sampai perlu dirawat inap di rumah sakit. Jenis bedah kulit yang dipilih disesuaikan dengan macam dan kondisi jaringan parut yang terjadi. Bedah beku dengan bubur CO2 beku atau N2 cair untuk mempercepat penyembuhan radang. Memberikan informasi yang cukup pada penderita mengenai penyebab penyakit II. 4.baik yang hipertropik maupun hipotropik.Tindakan bedah kulit kadang-kadang diperlukan terutama untuk memperbaiki jaringan parut akibat akne vulgaris meradang yang berat yang sering menimbulkan jaringan parut. Acne vulgaris pada umumnya sembuh sebelum mencapai usia 30-40 an .9 PROGNOSIS Umumnya prognosis penyakit baik. PENCEGAHAN 1. 5. Menghindari terjadinya peningkatan lipid sebum dan perubahan isi sebum dengan cara diet rendah lemak dan karbohidrat.Tindakan dilakukan setelah akne vulgarisnya sembuh. 2. Bedah scalpel dilakukan untuk meratakan sisi jaringan parut yang menonjol atau melakukan eksisi elips pada jaringan parut hipotropik yang dalam. susu. hindari stres dan tidur terlalu malam.

setempat. dengan gejala klinis khas berupa ulkus pada tempat masuk dan seringkali disertai supurasi kelenjar getah bening regional. tidak bergerak. tidak membentuk spora dan memerlukan hemin untuk pertumbuhannya. jari. Banyak terdapat di daerah tropis dan subtropis. dapat inokulasi sendiri (auto-inoculable). mulut. Predileksi pada genital. dan dada. Pada tempat masuknya mikroorganisme terbentuk ulkus yang khas.BAB III PENYAKIT KELAMIN III.ducreyi yang merupakan bakteri gram negative. ETIOLOGI Penyebabnya ialah H. disebabkan oleh Haemophilus ducreyi (Streptobacillus ducreyi). anaerobic fakultatif. GAMBARAN KLINIS Masa inkubasi sekitar 1-5 hari. Lebih banyak pada pria. berbentuk batang pendek dengan ujung bulat. Hanya mengenai orang dewasa yang aktif. 1 ULKUS MOLE Ulkus mole ialah penyakit infeksi genital akut. FACTOR RESIKO Kulit berwarna lebih sering terkena penyakit ini. Page 23 . PATOFISIOLOGI Penuakit ditularkan secara langsung melalui hubungan seksual. Kebersihan dan hygiene berperan penting dalam penyebaran penyakit.

Page 24 . bibir. frenulum dan anus. sedangkan pada wanita terletak di vulva. dan anus. terjadi pada 30% kasus yang disertai radang akut. dan konjungtiva. jari tangan. glans penis. payudara. Dasarnya kotor dan mudah berdarah. batang penis. Pembesaran kelenjar limfe inguinal tidak multiple. antara lain:       Multiple. Lokasi ekstragenital pada lidah. klitoris. umbilicus.Lesi mula-mula berbentuk macula atau papul yang segera berubah menjadi pustule yang kemudian pecah membentuk ulkus yang khas. Lokasi ulkus pada pria terletak di daerah preputium. Tepi ulkus menggaung. Kelenjar kemudian melunak dan pecah dengan membentuk sinus yang sangat nyeri disertai badan panas. Kulit sekitar ulkus berwarna merah. serviks. Lunak. Nyeri tekan.

dan paha. sehingga menimbulkan ulkus fagedenik. 2. Transient chancroid: ulkus kecil sembuh sendiri setelah 4-6 hari. 4. disusul perlunakan kelenjar limfe inguinal 10-20 hari kemudian. Page 25 . Ulkus mole serpiginosum: terjadi inokulasi dan penyebaran dari lesi yang konfluen pada preputium. Ulkus mole gangrenosum: suatu varian yang disebabkan superinfeksi dengan bakteri fusosprikhetosis. skrotum. 3.ulkus pada penis Variasi bentuk klinis. Dapat menyebabkan destruksi jaringan yang cepat dan dalam. 1. Giant chancroid: ulkus hanya satu dan meluas dengan cepat serta bersifat destruktif. Ulkus dapat berlangsung bertahuntahun.

dan agglutinin. PEMERIKSAAN LABORATORIUM 1. terdiri atas ulkus kecil multiple. caranya 0. Lesi ini sangat superficial. agar Muller Hinton atau media yang mengandung serum dengan vancomysin. Ulkus mole popular (ulcus molle elevatum): terdiri atas papul yang berulserasi dan granulomatosa.1 ml antigen disuntikkan intradermal pada kulit lengan bawah. presipitin. Ulkus mole folikularis (follicularis chancroid): timbul pada folikel rambut. ducreyi. 6. Tes lain yang dapat digunakan adalah tes fiksasi komplemen. Tes ELISA dengan menggunakan whole lysed H. 4. 2. Positif bila kuman tumbuh dalam waktu 2-4 hari (dapat sampai 7 hari). Tes serologi ito-Reenstierna. Pemeriksaan langsung bahan ulkus yang diambil dengan mengorek tepi ulkus yang diberi pewarnaan gram. Kultur pada media agar coklat. Hasil positif setelah infeksi berlangsung 2 minggu akan terus positif seumur hidup. Page 26 . Lesi ini dapat terjadi di vulva atau pada daerah genitalia yang berambut.5. Pada sediaan yang positif ditemukan kelompok basil yang tersusun seperti barisan ikan. 5. Positif bila setelah 24 jam atau lebih timbul indurasi yang berdiameter 5 mm. 3. dapat menyerupai donovanosis atau kondiloma lata sifilis stadium II.

kelainan kulitnya berupa vesikel berkelompok dan jika memecah menjadi erosi. Page 27 . gejala klinis yang khas dan pemeriksaan langsung bahan ulkus yang diberi pewarnaan gram. Herpes genitalis.gambar Haemophilus ducreyi dibawah mikroskop cahaya DIAGNOSA Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesa. DIAGNOSIS BANDING 1.

b. ulkus dengan granuloma. 3. Granuloma inguinale. Kotrimoksasol 2x2 tablet selama 7 hari. injeksi IM. Fimosis atau parafimosis. Azitromycin 1 gr. indolen. Sifilis stadium I. Streptomisin 1 gr sehari selama 10 hari. Terjadi pembesaran kelenjar getah bening inguinal. Obat sistemik a. 3. single dose. Aspirasi abses transkutaneus dianjurkan untuk bubo yang berukuran 5 cm atau lebih dengan fluktuasi ditengahnya. PENYULIT     Adenitis inguinal. Amoksisilin + asam klavunat 3x125 mg selama 7 hari. g. Obat local Kompres dengan larutan normal salin (NaCl 0. TERAPI 1. ulkusnya bersih. Page 28 . Eritromisin 4x500 mg selama 7 hari.2. c. dan tanda-tanda radang akut tidak ada. f. 4. terdapat indurasi. afek primer tidak spesifik dan ceat hilang. tidak tampak badan Donovan. 2. e. d. Limfogranuloma venerium. Seftriakson 250 mg dosis tunggal. Fistel rektovagina. Siprofloksasin 2x500 mg selama 3 hari. oral.9%) 2 kali sehari selama 15 menit. Fistel uretra. perlunakannya tidak serentak.

muntah. Chlamydia trachomatis penyebab limfogranuloma venereum berbeda dengan Chlamydia trachomatis lainnya yang menyebabkan uretritis dan servisitis. nyeri sendi. Akibat penyakit yang berulang dan berlangsung lama. GEJALA Gejala mula timbul dalam waktu 3-12 hari atau lebih setelah terinfeksi. Kulit di atasnya tampak merah dan teraba hangat.III. dan jika tidak diobati akan terbentuk lubang (sinus) di kulit yang terletak di atas kelenjar getah bening tersebut. Infeksi rektum bisa menyebabkan pembentukan jaringan parut yang selanjutnya mengakibatkan penyempitan rektum. sakit punggung dan infeksi rektum yang menyebabkan keluarnya nanah bercampur darah. tidak enak badan. Dari lubang ini akan keluar nanah atau cairan kemerahan. sehingga terjadi pembengkakan jaringan. Lepuhan ini berubah menjadi ulkus (luka terbuka) yang segera membaik sehingga seringkali tidak diperhatikan oleh penderitanya. Penyakit ini terutama ditemukan di daerah tropis dan subtropis. Selanjutnya terjadi pembengkakan kelenjar getah bening pada salah satu atau kedua selangkangan. tetapi biasanya meninggalkan jaringan parut atau kambuh kembali. nafsu makan berkurang. Pada penis atau vagina muncul lepuhan kecil berisi cairan yang tidak disertai nyeri. yang merupakan bakteri yang hanya tumbuh di dalam sel. Page 29 . PENYEBAB Bakteri Chlamydia trachomatis. lalu akan membaik. Gejala lainnya adalah demam. maka pembuluh getah bening bisa mengalami penyumbatan. 2 LIMFOGRANULOMA VENERIUM DEFINISI Limfogranuloma Venereum adalah suatu penyakit menular seksual yang disebabkan oleh Chlamydia trachomatis. sakit kepala.

manifestasi dapat terjadi pada kelenjat Iliaka. Beberapa minggu kemudian timbul pembengkakan kelenjar getah bening. Infeksi rektum bisa menyebabkan pembentukan jaringan parut yang selanjutnya mengakibatkan penyempitan rektum. Tumor tampak merah dan nyeri. perlunakan yang terjadi tidak serentak sehigga memecah dengan fistel. maka pembuluh getah bening bisa mengalami penyumbatan. sehingga terjadi pembengkakan jaringan. papul atau ulkus yang sembuh sendiri tanpa pengobatan. vagina. seks tak aman dg penderita Page 30 . Penyakit meluas ke kelenjar getah bening di rongga panggul. mulut yang bisa terkena : orang yang berhub.Akibat penyakit yang berulang dan berlangsung lama. di samping gejala di atas. anus . sehingga terjadi nyeri waktu buang air besar atau berhubungan seksual. Masa inkubasi 1-4 minggu pada tempat masuknya mikroorganisme berupa lesi yang tidak khas baik berupa erosi. vagina. Nama lainnya : Bonen       kuman : Chlamydia trachomatis perantara : manusia tempat kuman keluar : penis. Pada wanita. mulut cara penularan : kontak seksual tempat kuman masuk : penis.

DIAGNOSA Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya yang khas. Untuk memperkuat diagnosis dilakukan pemeriksaan darah guna menemukan adanya antibodi terhadap bakteri penyebabnya. eritromisin atau tetrasiklin per-oral (melalui mulut) selama 3 minggu akan mempercepat penyembuhan. Setelah pengobatan. PENGOBATAN Pemberian doksisiklin. PENCEGAHAN Cara yang paling baik untuk mencegah penularan penyakit ini adalah abstinensia (tidak melakukan hubungan seksual dengan mitra seksual yang diketahui menderita penyakit ini). Untuk mengurangi resiko tertular oleh penyakit ini. dilakukan pemeriksaan rutin untuk mengetahui bahwa infeksi telah sembuh. sebaiknya menjalani perilaku seksual yang aman (tidak berganti-ganti pasangan seksual atau menggunakan kondom) Page 31 .

virus ini akan kembali aktif dan mulai berkembangbiak. biasanya ditularkan melalui kontak dengan sekresi dari atau Page 32 . PENYEBAB Terdapat 2 jenis virus herpes simpleks yang menginfeksi kulit. 3 HERPES SIMPLEX DEFINISI Infeksi Herpes Simpleks ditandai dengan episode berulang dari lepuhan-lepuhan kecil di kulit atau selaput lendir.pemaparan cahaya matahari .demam .III. HSV-1 merupakan penyebab dari luka di bibir (herpes labialis) dan luka di kornea mata (keratitis herpes simpleks). Secara periodik.penekanan sistem kekebalan .obat-obatan atau makanan tertentu. Virus juga bisa ditemukan di dalam kulit tanpa menyebabkan lepuhan yang nyata.stres fisik atau emosional . Herpes simpleks menyebabkan timbulnya erupsi pada kulit atau selaput lendir. yang berisi cairan dan terasa nyeri. yang mempersarafi rasa pada daerah yang terinfeksi. yaitu HSV-1 dan HSV-2. seringkali menyebabkan erupsi kulit berupa lepuhan pada lokasi yang sama dengan infeksi sebelumnya. Erupsi ini akan menghilang meskipun virusnya tetap ada dalam keadaan tidak aktif di dalam ganglia (badan sel saraf). Timbulnya erupsi bisa dipicu oleh: . dalam keadaan ini virus merupakan sumber infeksi bagi orang lain.

infeksi herpes di kulit bisa bersifat menetap dan berat. Abses herpetik (herpetic whitlow) adalah suatu Page 33 .di sekitar mulut. Virus herpes simpleks pada janin bisa menyebabkan peradangan ringan selaput otak (meningitis) atau kadang menyebabkan peradangan otak yang berat (ensefalitis). Pada penderita AIDS. maka bisa terjadi eksim herpetikum. rasa tidak nyaman atau rasa gatal. Keadaan ini menyebabkan anak menjadi rewel. HSV-2 biasanya menyebabkan herpes genitalis dan terutama ditularkan melalui kontak langsung dengan luka selama melakukan hubungan seksual. Peradangan kerongkongan dan usus. tetapi paling sering ditemukan di dalam dan di sekitar mulut. yang bisa berakibat fatal. infeksi bisa menyebar melalui darah ke organ dalam (termasuk otak). Penyembuhan biasanya dimulai dalam waktu 1-2 minggu kemudian dan biasanya sembuh total dalam waktu 21 hari. Seorang ibu hamil yang menderita infeksi HSV-2 bisa menularkan infeksi kepada janinnya. nafsu makannya menurun dan demam. yang begabung satu sama lain membentuk sebuah kumpulan yang lebih besar. Infeksi herpes yang pertama pada bayi atau anak kecil bisa menyebabkan luka yang terasa nyeri dan perdangan pada mulut dan gusi (ginggivostomatitis) atau peradangan vulva dan vagina yang terasa nyeri (vulvovaginitis). Lepuhan yang dikelilingi oleh daerah kemerahan dapat muncul di mana saja pada kulit atau selaput lendir. bibir dan alat kelamin. Beberapa hari kemudian lepuhan mulai mengering dan membentuk keropeng tipis yang berwarna kekuningan serta ulkus yang dangkal. pneumonia atau kelainan saraf juga lebih sering terjadi pada penderita AIDS. yang dirasakan beberapa jam sampai 2-3 hari sebelum timbulnya lepuhan. ulkus di sekitar anus. maka bisa timbul beberapa jaringan parut. Pada bayi dan anak yang lebih besar. GEJALA Herpes simpleks yang kambuh ditandai dengan adanya kesemutan. Tetapi penyembuhan di bagian tubuh yang lembab berjalan lebih lambat. terutama jika infeksi terjadi pada usia 6-9 bulan kehamilan. Jika erupsi tetap berkembang pada tempat yang sama atau jika terjadi infeksi bakteri sekunder. Jika bayi atau dewasa yang menderita eksim atopik terinfeksi oleh virus herpes simpleks. Karena itu penderita eksim atopik sebaiknya tidak berhubungan dengan penderita infeksi herpes yang aktif. Lepuhan (yang bisa saja terasa nyeri) cenderung membentuk kelompok.

pemeriksaan darah untuk mengetahui adanya peningkatan kadar antibodi serta biopsi.pembengkakan di ujung jari tangan yang terasa sakit dan berwarna kemerahan. Untuk memperkuat diagnosis bisa dilakukan pembiakan virus (kultur) dari vesikel kulit . diagnosis ditegakkan dengan menggunakan teknik terbaru yaitu reaksi rantai polimerase. DIAGNOSA Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya yang timbul di bagian tubuh tertentu dan khas untuk herpes simpleks. Pada stadium yang sangat dini. yang disebabkan oleh virus herpes simpleks yang masuk melalui luka di kulit. Abses herpetik paling sering terjadi pada pegawai rumah sakit yang belum pernah menderita herpes simpleks dan bersentuhan dengan cairan tubuh yang mengandung virus herpes simpleks. yang bisa digunakan untuk mengenali DNA dari virus herpes simpleks di dalam jaringan atau cairan tubuh. Page 34 .

Jika infeksi bakteri semakin hebat atau menyebabkan gejala tambahan. PENGOBATAN Untuk sebagian besar penderita. trifluridin dan asiklovir) kadang dioleskan langsung pada lepuhan. Lalu daerah tersebut dikeringkan. Asiklovir atau vidarabin. Krim anti-virus (misalnya idoksuridin.. dan famciclovir diberikan per-oral. Oleh karena itu. Asiklovir atau vidarabin bisa digunakan untuk infeksi herpes yang berat dan meluas. satu-satunya pengobatan herpes labialis adalah menjaga kebersihan daerah yang terinfeksi dengan mencucinya dengan sabun dan air. terutama jika mengenai daerah kelamin. untuk mencegah penularan membutuhkan lebih dari berpantang dari kontak intim selama wabah. valacyclovir. dan sekitar 75% dari hasil adalah positif. Pap smear Tzanck disediakan dengan mengerok dasar vesikula herpes. bisa diberikan antibiotik per-oral atau suntikan . Tzanck Pap Smear dapat dilakukan dengan cepat untuk menemukan giant cell multinuklear. Kadang asiklovir perlu dikonsumsi setiap hari untuk menekan timbulnya kembali erupsi kulit. jika dibiarkan lembab maka akan memperburuk peradangan. Sekitar 50% dari hasil adalah positif. Page 35 .Di kantor. Uji antibodi fluoresen langsung dapat digunakan pada air-dried smears. Untuk mencegah atau mengobati suatu infeksi bakteri. memperlambat penyembuhan dan mempermudah terjadinya infeksi bakteri. sampel dapat diwarnai sama ada dengan pewarnaan Wright atau Papanicolaou. bisa diberikan salep antibiotik (misalnya neomisin-basitrasin). PENCEGAHAN Pelepasan virus Herpes simplex virus (HSV) adalah terbesar selama pecahnya terbukti secara klinis. transmisi dari individu yang seropositif ke pasangan mereka yang seronegatif biasanya terjadi selama periode shedding HSV asimtomatik. meskipun temuan ini tidak spesifik untuk jenis virus herpes. namun.

KOMPLIKASI      Superinfeksi bakteri Meningitis aseptic Penyebaran CNS dan visceral Strain HSV thymidine kinase-negatif yang resisten acyclovir pada pasien AIDS Bayi yang dilahirkan dari ibu yang terinfeksi HSV congenital harus dimonitor terhadap sebarang tanda infeksi. seperti kondom. meskipun sebagian besar belum terbukti efektif. Page 36 . Metode barrier. tetapi kekambuhan adalah umum. infeksi HSV adalah sementara dan bias sembuh tanpa gejala sisa yang merugikan.  terapi supresi jangka panjang untuk herpes genital telah ditunjukkan untuk mengurangi shedding HSV asymptomatic. dan terapi valacyclovir jangka panjang secara signifikan mengurangi transmisi HSV kepada pasangan individu yang positif HSV-2 terhadap sebanyak 50-77%. Parut mungkin terjadi dari lesi berat atau superinfected. PROGNOSIS Bagi kebanyakan orang. Sequelae jangka panjang (biasanya SSP) lebih sering terjadi pada infeksi HSV neonatal dibandingkan dengan jenis lain dari infeksi HSV. memberi 10-15% perlindungan terhadap infeksi herpes genital.  Infeksi HIV pada pasien HSV atau pasangan nya yang seronegatif juga harus dipertimbangkan sebagai kemungkinan indikasi untuk terapi supresi. Wanita yang HSV-2 negatif harus diberi konseling untuk tidak melakukan hubungan seks selama trimester ketiga kehamilan dengan pasangan yang bisa seropositif karena infeksi HSV primer selama waktu ini bias menempatkan janin pada resiko infeksi tertinggi.  Berbagai vaksin HSV telah dan terus berada di bawah penelitian untuk pengobatan dan pencegahan herpes genital.

Page 37 . Bagaimanapun.EDUKASI PASIEN Pasien imunokompeten harus yakin bahwa penyakit itu tidak menyebabkan bahaya yang serius. harus divalidasi secara fisik dan psikologis. dan konseling dibutuhkan.

Guy F Webster .html http://medicastore.com. Acne Vulgaris. Jakarta : EGC.DAFTAR PUSTAKA Djuanda.cdlib.2004.Adhi.derm/topic2. Available from: http://bestpractice.com/bestpractice/monograph/basics/classification. 2010.com/penyakit/240/Limfogranuloma_Venereum.8 screen in Medscape Journal. JamesJr.178-179 Anonim. 2007. Acne Vulgaris.htm Neinstein LS. available from URL http://dermatology. Cited on 02 June 2011. 245-249 Fulton.5 screen in BMJ Journal vol 325 available from URL http://www.2.org/93/commentary/acne/hanna. 4th edition. Cited August 31. Adolescent Health Care: A Practical Guide. 2002. Jakarta : Balai Penerbit FKUI.html. Acne Vulgaris. 2002 Siregar. Cited June 21.html Page 38 . Pakula AS.Atlas Berwarna Saripati Penyakit Kulit Ed.bmj.emedicine. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin ed kelima.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful