PELAYANAN ANTENATAL Program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) di Indonesia menganjurkan agar ibu hamil melakukan kunjungan

ke pelayanan kesehatan (PUSKESMAS) setidaknya 4 kali untuk pemeriksaan kehamilan. Bukti yang kuat menunjukkan bahwa ibu hamil yang menerima pelayanan antenatal (antenatal care) dan yang mendapat pertolongan persalinan dan nifas oleh tenaga kesehatan (Nakes) keselamatannya lebih terjamin jika terjadi komplikasi persalinan yang tidak terduga, dibandingkan dengan mereka yang tidak mendapat pelayanan tersebut. Pelayanan antenatal merupakan salah satu dari program kesehatan dasar puskesmas (primary health care) yang merupakan program wajib dilaksanakan oleh puskesmas. Di antara intervensi kunci untuk kelangsungan hidup yang diberikan dalam pelayanan antenatal antara lain imunisasi tetanus toksoid dan diagnosis dini serta pengobatan anemia. Program KIA bertujuan meningkatkan kesehatan ibu, kesehatan bayi dan anak. Salah satu cara meningkatkan derajat kesehatan anak dengan mengendalikan penykit-penyakit menular yang dapat dicegah melalui imunisasi. Kementrian kesehatan dengan Program Pengembangan Imunisasi ( PPI ) sejak tahun 1977 menganjurkan agar semua anak mendapat imunisasi dasar lengkap. Berdasarkan data SDKI 2007 cakupan imunisasi lengkap pada anak usia 12-23 bulan sebesar 51 persen. Untuk mewujdkan tujuan KIA di atas, peran Pendidikan Kesehatan (Penyuluhan kesehatan) sangatlah penting. Penyuluhan yang efektif dipengaruhi oleh banyak faktor di antaranya diperlukan alat bantu dan media penyuluhan yang baik dan harus sesuai dengan etika komunikasi Islam.

1

SASARAN BELAJAR 1. Mahasiswa dapat memahami Pelayanan Antenatal ( Ante Natal Care ) di Puskesma 1.1 Definisi 1.2 Tujuan 1.3 Mekanisme Pemeriksaan dan Waktu Kunjungan 2. Mahasiswa dapat memahami Program Kesehatan Dasar ( Primary Health Care) di Puskesmas 2.1 Definisi 2.2 Jenis program 3. Mahasiswa dapat memahami imunisasi dasar pada bayi dan imunisasi TT pada ibu hamil 3.1 Definisi 3.2 Jadwal Pemberian imunisasi dasar pada bayi dan imunisasi TT pada ibu hamil 4. Mahasiswa dapat memahami tentang pendidikan kesehatan 4.1 Prinsip pendidikan kesehatan 4.2 Ruang Lingkup Pendidikan Kesehatan 4.3 Metode pendidikan kesehatan 4.4 Alat bantu dan media pendidikan kesehatan 5. Mahasiswa dapat memahami tentang ilmu perilaku dan perilaku kesehatan 5.1 Konsep Perilaku 5.2 Perilaku kesehatan 5.3 Bentuk perilaku 6. Mahasiswa dapat memahami tentang Etika Komunikasi Islam

2

Memberikan nasehat dan petunjuk yang berkaitan dengan kehamilan. melahirkan dengan selamat baik ibu maupun bayinya dengan trauma seminimal mungkin. 5.3 Mekanisme Pemeriksaan dan Waktu Kunjungan Standar 1 : Metode Asuhan Asuhan kebidanan dilaksanakan dengan metode manajemen kebidanan dengan langkah : Pengumpulan data dan analisa data. Menganalisa secara dini adanya ketidaknormalan atau komplikasi yang mungkin terjadi selama kehamilan termasuk riwayat penyakit secara umum yaitu pembedahan dan kebidanan. suami dan anggota keluarganya agar mendorong ibu untuk memeriksakan kehamilannya sejak dini dan secara teratur. Memantau kondisi kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu dan tumbuh kembang bayi. Mempersiapkan peran ibu dan keluarga dalam menerima kelahiran bayi agar tumbuh dan berkembang secara normal. persalinan. Standar 3: Identifikasi Ibu Hamil Bidan melakukan kunjungan rurnah dan berinteraksi dengan masyarakat secara berkala untuk memberikan penyuluhan dan memotivasi ibu. Mahasiswa dapat memahami Pelayanan Antenatal ( Ante Natal Care ) di Puskesma 1. Mempersiapkan ibu agar masa nifas berjalan normal dan pemberian ASI eksklusif. mental. Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik. S. ibu dan bayi. nifas dan aspek keluarga berencana. 3. 2006 :52).2 Tujuan Dalam pelayanan ANC dikemukakan beberapa tujuan antara lain: 1. penentuan diagnosa perencanaan. Mempersiapkan persalinan cukup bulan.1 Definisi Ante Natal Care adalah merupakan cara penting untuk memonitoring dan mendukung kesehatan ibu hamil normal dan mendeteksi ibu dengan kehamilan normal. Standar 2 : Pengkajian Pengumpulan data tentang status kesehatan klien dilakukan secara sistematis berkesinambungan. 1. 3 . Data yang diperoleh dicatat dan dianalisis. 4. 2. 1.1. ibu hamil sebaiknya dianjurkan mengunjungi bidan atau dokter sedini mungkin semenjak ia merasa dirinya hamil untuk mendapatkan pelayanan dan asuhan antenatal (Prawirohardjo. evaluasi dan dokumentasi. sosial. 6.

penemuan. serta bila umur kehamilan bertambah. (PPIBI. disamping persiapan transportasi dan biaya untuk merujuk. nasehat dan penyuluhan kesehatan serta tugas terkait lainnya yang diberikan oleh Puskesmas. kurang gizi. khususnya anemia. Bidan hendaknya kunjungan rumah untuk hal ini. memeriksa posisi. mereka harus mampu mengambil tindakan yang diperlukan dan rnerujuknya untuk tindakan selanjutnya. PMS (Penyakit Menular Seksual) / infeksi HIV (Human Immuno Deficiency Virus) . Mereka harus mencatat data yang tepat pada setiap kunjungan. untuk memastikan bahwa persiapan persalinan yang bersih dan aman serta suasana yang menyenangkan akan direncanakan dengan baik. bila tiba-tiba terjadi kadaan gawat darurat. selengkapnya mencakup banyak hal yang meliputi anamnesis. Standar 6: Pengelolaan Anemia pada Kehamilan Bidan melakukan tindakan pencegahan. penanganan dan/atau rujukan semua kasus anemia pada kehamilan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Standar 5: Palpasi Abdominal Bidan melakukan pemeriksaan abdominal secara seksama dan melakukan palpasi untuk memperkirakan usia kehamilan. Bila ditemukan kelainan. hipertensi.Standar 4: Pemeriksaan dan Pemantauan Antenatal Bidan memberikan sedikitnya 4x pelayanan antenatal. Standar 8 : Persiapan Persalinan Bidan memberikan saran yang tepat kepada ibu hamil. Bidan juga harus mengenal kehamilan risti/kelainan. 1999:26-27) Penatalaksanaan Ante Natal Care (ANC) Pelayanan Ante Natal Care (ANC) adalah pelayanan kesehatan yang diberikan kepada ibu selama kehamilannya sesuai dengan standar pelayanan Ante Natal Care (ANC). bagian terendah janin dan masuknya kepala janin ke dalam rongga panggul. Namun dalam penerapan operasionalnya dikenal standar minimal ”7T” untuk pelayanan Ante Natal Care (ANC) yang terdiri atas: 4 . suami serta keluarganya pada trimester ketiga. pemeriksaan laboratorium atas indikasi serta intervensi dasar dan khusus sesuai dengan resiko yang ada. Standar 7 : Pengelolaan Dini Hipertensi pada Kehamilan Bidan menemukan secara dini setiap kenaikan tekanan darah pada kehamilan dan mengenali tanda serta gejala preeklamsi lainnya. untuk mencari kelainan serta melakukan rujukan tepat waktu. serta mengambil tindakan yang tepat dan merujuknya. pemeriksaan fisik baik umum dan kebidanan. Pemeriksaan meliputi anamnesis dan pemantauan ibu dan janin dengan seksama untuk menilai apakah perkembangan berlangsung normal. memberikan pelayanan imunisasi.

b. d. f. Pemberian imunisasai (Tetanus Toksoid) TT lengkap untuk mencegah tetanus neonatorum. (Timbang) berat badan Ukuran berat badan dalam kg tanpa sepatu dan memakai pakaian yang seringan-ringannya. memeriksa posisi. untuk mencari kelainan serta melakukan rujukan tepat waktu. Berat badan kurang dari 45 kg pada trimester III dinyatakan ibu kurus kemungkinan melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah. serta mengambil tindakan yang tepat dan merujuknya. (Ukur (tekanan) darah Untuk mengetahui setiap kenaikan tekanan darah pada kehamilan dan mengenali tanda-tanda serta gejala preeklamsia lainnya. Temuwicara dalam rangka pensiapan rujukan. Interval Antigen TT 1 TT 2 TT 3 TT 4 TT 5 (selang waktu minimal) Pada kunjungan antenatal pertama 4 minggu setelah TT 1 1-6 bulan setelah TT 2 1 tahun setelah TT 3 1 tahun setelah TT 4 Lama % perlindungan Perlindungan 3 tahun 5 tahun 10 tahun 25 tahun/ seumur 80 95 95 99 Tabel 1 Jadwal Pemberian Imunisasi TT Keterangan : apabila dalam waktu tiga (3) tahun WUS tersebut melahirkan maka bayi yang dilahirkan akan terlindungi dari tetanus neonatorum e. c. serta bila umur kehamilan bertambah. Ukur (tinggi) fundus uteri Pemeriksaan abdominal secara seksama dan melakukan palpasi untuk memperkirakan usia kehamilan.a. Pemberian (tablet besi) minimnal 90 tablet selama kehamilan Tes terhadap penyakit menular seksual Melakukan pemantauan terhadap adanya PMS agar perkembangan janin berlangsung normal. bagian terendah janin dan masuknya kepala janin ke dalam rongga panggul. g. 5 .

K4 K4 adalah kontak ibu hamil dengan tenaga kesehatan yang ke empat atau lebih untuk mendapatkan pelayanan Ante Natal Care (ANC) sesuai standar yang ditetapkan dengan syarat: 1) 2) 3) 36). tetapi adalah setiap kontak tenaga kesehatan baik diposyandu. suami serta keluarganya tentang tanda-tanda resiko kehamilan. 4) Satu kali dalam trimester pertama (sebelum 14 minggu). kunjungan rumah dengan ibu hamil tidak memberikan pelayanan Ante Natal Care (ANC) sesuai dengan standar dapat dianggap sebagai kunjungan ibu hamil (Depkes RI. 2001:23) Kunjungan Ante Natal Care (ANC) Kunjungan ibu hamil adalah kontak ibu hamil dengan tenaga profesional untuk mendapatkan pelayanan Ante Natal Care (ANC) sesuai standar yang ditetapkan. pondok bersalin desa. Istilah kunjungan disini tidak hanya mengandung arti bahwa ibu hamil yang berkunjung ke fasilitas pelayanan. untuk mendapatkan pelayanan antenatal sesuai dengan standar selama satu periode kehamilan berlangsung. Satu kali dalam trimester kedua (antara minggu 14-28) Dua kali dalam trimester ketiga (antara minggu 28-36 dan setelah minggu ke Pemeriksaan khusus bila terdapat keluhan-keluhan tertentu 6 .Memberikan saran yang tepat kepada ibu hamil. Kunjungan ulang Kunjungan ulang adalah kontak ibu hamil dengan tenaga kesehatan yang kedua dan seterusnya. 2001:31) Kunjungan ibu hamil Kl Kunjungan baru ibu hamil adalah kunjungan ibu hamil yang pertama kali pada masa kehamilan. (Depkes RI.

itupun sangat tergantung kepada faktor tenaga. Upaya kesehatan usia lanjut 7 . Upaya perawatan kesehatan masyarakat 11. 2.2. Upaya kesehatan kerja 12. sarana dan prasarana serta biaya yang tersedia berikut kemampuan managemen dari tiap-tiap Puskesmas. Upaya pengobatan termasuk pelayanan darurat karena kecelakaan 7. Upaya kesehatan sekolah 9. Upaya pencegahan dan pemberantasan penyakit menular 6.2 Jenis program Delapan belas kegiatan pokok Puskesmas itu adalah: 1. Upaya kesehatan jiwa 14. Upaya pencatatan dan pelaporan dalam rangka sistem informasi kesehatan 17. Upaya kesehatan olah raga 10. Upaya kesehatan gigi dan mulut 13. Puskesmas menjalankan beberapa usaha pokok (basic health care services). Upaya kesehatan Ibu dan Anak 2. Mahasiswa dapat memahami Program Kesehatan Dasar ( Primary Health Care) di Puskesmas 2. Upaya laboratorium sederhana 16. Terdapat 18 usaha pokok kesehatan yang dapat dilakukan oleh Puskesmas.1 Definisi Untuk dapat memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh (comprehensive health care services) kepada seluruh masyarakat di wilayah kerjanya. Upaya penyuluhan Kesehatan 8. Upaya kesehatan lingkungan 5. Upaya keluarga Berencana 3. Upaya peningkatan Gizi 4. Upaya kesehatan mata 15.

2005). Yakni kuman hidup yang dilemahkan / kuman mati / zat yang bila dimasukkan ke tubuh akan merangsang menciptakan kekebalan terhadap penyakit tertentu. Kemasan sebanyak 1 cc / 2 cc dalam 1 ampul. MCHC ( Maternal and Child Health Care ) MC ( Medical care ) ES ( Environmental Sanitation ) HE ( Health Education ) untuk kelompok-kelompok masyarakat Simple Laboratory ( Lab. dan peran serta masyarakat. 3. Tetanus. Disebut beku kering oleh karena pabrik pembuatan 8 . Bibit penyakit yang menyebabkan polio adalah virus. Sebelum menyuntikkan vaksin ini. 7. Upaya pembinaan pengobatan tradisional Semua kegiatan program pokok yang dilaksanakan di Puskesmas dikembangkan berdasarkan program pokok pelayanan kesehatan dasar ( basic health care services ) seperti yang dianjurkan oleh badan kesehatan dunia ( WHO ) yang dikenal dengan ” Basic Seven ” WHO. Vaksin yang digunakan adalah vaksin hidup. 2. kemampuan sumber daya manusia ( staf ) yang dimiliki oleh Puskesmas. Imunisasi Tetanus Toksoid adalah proses untuk membangun kekebalan sebagai upaya pencegahan terhadap infeksi tetanus (Idanati. Bibit penyakit yang menyebabkan campak adalah virus. Sederhana ) CDC ( Communicable Disease Control ) Simple Statistic ( recording/ reporting atau pencatatan dan pelaporan ) Dari ke 18 program pokok Puskesmas. 4. 3. Tuberculosis (TBC) dan Hepatitis B dengan menggalakan program pencegahan penyakit yaitu imunisasi pada bayi dan anak. Campak (measles). dukungan sarana/prasarana yang tersedia di Puskesmas. 2006). vaksin yang digunakan oleh banyak negara termasuk Indonesia adalah vaksin hidup (yang telah diselamatkan) vaksin berbentuk cairan. Kemasan dalam flacon berbentuk gumpalan yang beku dan kering untuk dilarutkan dalam 5 cc pelarut. basic seven WHO harus lebih diprioritaskan untuk dikembangkan sesuai dengan prioritas masalah kesehatan utama yang berkembang di wilayah kerjanya. harus terlebih dahulu dilarutkan dengan pelarut vaksin (aqua bidest). 5. Mahasiswa dapat memahami imunisasi dasar pada bayi dan imunisasi TT pada ibu hamil 3. 3. • Vaksin Campak. Vaksin Tetanus yaitu toksin kuman tetanus yang telah dilemahkan dan kemudian dimurnikan (Setiawan. Basic seven tersebut terdiri dari: 1.1 Definisi Pemerintah setiap tahun terus berupaya untuk menurunkan angka kejadian penyakit seperti Poliomyelitis (kelumpuhan). pemberian pada anak dengan meneteskan pada mulut.2 Jadwal Pemberian imunisasi dasar pada bayi dan imunisasi TT pada ibu hamil 5 macam Vaksin imunisasi dasar pada bayi: • Vaksin Polio. Imunisasi bisa diartikan suatu usaha untuk membuat seseorang menjadi kebal terhadap penyakit tertentu dengan menyuntikan vaksin. Pertusis (batuk rejan / batuk seratus hari). 6. Difteri (indrak).18.

Vaksin hepatitis B dibuat dari bagian virus yaitu lapisan paling luar (mantel virus) yang telah mengalami proses pemurnian. Dibuat dari bibit penyakit hidup yang telah dilemahkan. DT. Sebelum menyuntikkan BCG.5 cc untuk DPT. bakteri pertusis dan tetanus toxoid. Biasanya tempat penyuntikan di paha 1/3 bagian atas luar. vaksin harus lebih dulu dilarutkan dengan 4 cc cairan pelarut (NaCl 0. Vaksin yang telah dilarutkan potensinya cepat menurun dan hanya bertahan selama 8 jam. 5 cc untuk DT. Vaksin akan mudah rusak bila kena sinar matahari langsung.9%). Vaksin DPT. kadang disebut “triple vaksin”. Vaksin DPT disimpan pada suhu 2. Terdiri toxoid difteri. TT dosisnya adalah 0. Tempat penyuntikan adalah sepertinya bagian lengan kanan atas. Bentuknya vaksin beku kering seperti vaksin campak berbentuk bubuk yang berfungsi melindungi anak terhadap penyakit tuberculosis (TBC).• • • vaksin ini pertama kali membekukan vaksin tersebut kemudian mengeringkannya.8°C kemasan yang digunakan : Dalam . Berisi vasin DPT. Vaksin Hepatitis B. Bibit penyakit yang menyebabkan hepatitis B adalah virus. Pemberian imunisasi DPT. ditemukan oleh Calmett Guerint. 9 . Vaksin BCG. Vaksin hepatitis B akan rusak karena pembekuan dan pemanasan. TT dan DT.5 cc. Vaksin hepatitis B paling baik disimpan pada temperatur 2.8°C. 5 cc untuk TT. Vaksin BCG adalah vaksin hidup yang berasal dari bakteri. Dalam pemberiannya biasanya berupa suntikan pada lengan atau paha. Vaksin yang sudah dilarutkan harus digunakan dalam waktu 3 jam.

dengan dosis 0. 2000).Manfaat imunisasi TT ibu hamil a.5 cc di injeksikan intramuskuler/subkutan dalam (Depkes RI. Saifuddin dkk. yaitu kuman yang mengeluarkan toksin (racun) dan menyerang sistim saraf pusat (Saifuddin dkk. Melindungi ibu terhadap kemungkinan tetanus apabila terluka (Depkes RI. 2005. Tetanus neonatorum adalah penyakit tetanus yang terjadi pada neonatus (bayi berusia kurang 1 bulan) yang disebabkan oleh clostridium tetani. b. 2005. 10 . 2000) Kedua manfaat tersebut adalah cara untuk mencapai salah satu tujuan dari program imunisasi secara nasional yaitu eliminasi tetanus maternal dan tetanus neonatorum (Depkes. 2001). 2000). Melindungi bayinya yang baru lahir dari tetanus neonatorum (BKKBN. Chin. 2001). 2004) Jumlah dan dosis pemberian imunisasi TT untuk ibu hamil Imunisasi TT untuk ibu hamil diberikan 2 kali (BKKBN.

2004). Puskesmas pembantu c. Dokter praktik. 2005). 4. • Bahwa yang harus dilakukan oleh pendidik adalah menciptakan sasaran agar individu. kelompok dan masyarakat dapat mengubah sikap dan tingkah lakunya sendiri. pendidikan kesehatan individual. Depkes RI. Tempat pelayanan untuk mendapatkan imunisasi TT a. pendidikan kesehatan masyarakat dengan sasaran masyarakat luas • dimensi tempat pelaksanaan 11 . kelompok dan masyarakat) sudah mengubah sikap dan tingkah lakunya sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. karena pada akhirnya sasaran pendidikan itu sendiri yang dapat mengubah kebiasaan dan tingkah lakunya sendiri.Umur kehamilan mendapat imunisasi TT Imunisasi TT sebaiknya diberikan sebelum kehamilan 8 bulan untuk mendapatkan imunisasi TT lengkap (BKKBN. Posyandu g.1 Prinsip pendidikan kesehatan Prinsip pendidikan kesehatan harus mampu dipahami oleh setiap petugas kesehatan dan sasaran (masyarakat).2 Ruang Lingkup Pendidikan Kesehatan Masyarakat • dimensi sasaran pendidikan a. kemerahan dan pembengkakan pada tempat suntikan (Depkes RI. Puskesmas b. tetapi merupakan kumpulan pengalaman dimana saja dan kapan saja sepanjang dapat mempengaruhi pengetahuan sikap dan kebiasaan sasaran pendidikan. keluarga. Efek samping imunisasi TT Biasanya hanya gejala-gejala ringan saja seperti nyeri. Rumah sakit d. pendidikan kesehatan kelompok dengan sasaran kelompok c. 2000) Jarak pemberian imunisasi TT1 dan TT2 Jarak pemberian (interval) imunisasi TT1 dengan TT2 adalah minimal 4 minggu (Saifuddin dkk. 4. 2000). TT adalah antigen yang sangat aman dan juga aman untuk wanita hamil. Tidak ada bahaya bagi janin apabila ibu hamil mendapatkan imunisasi TT (Saifuddin dkk. Rumah bersalin e. 2001. TT1 dapat diberikan sejak di ketahui postif hamil dimana biasanya di berikan pada kunjungan pertama ibu hamil ke sarana kesehatan (Depkes RI. 2001). • Pendidikan kesehatan tidak dapat secara mudah diberikan oleh seseorang kepada orang lain. Adapun prinsip pendidikan kesehatan yaitu: • Pendidikan kesehatan bukan hanya pelajaran di kelas. Mahasiswa dapat memahami tentang pendidikan kesehatan 4. ini akan sembuh sendiri dan tidak perlukan tindakan/pengobatan (Depkes RI. 2000). dan i. Rumah sakit swasta h. • Pendidikan kesehatan dikatakan berhasil bila sasaran pendidikan (individu. keluarga. dengan sasaran individu b. Bidan praktik (Depkes RI. 2000). Efek samping tersebut berlangsung 1-2 hari. *Tempat-tempat pelayanan milik pemerintah imunisasi diberikan dengan gratis. Polindes f.

2. Seminar adalah suatu penyajian (presentasi) dari satu ahli atau beberapa ahli tentang suatu topik yang dianggap penting dan biasanya dianggap hangat di masyarakat.3 Metode Pendidikan Kesehatan 1. Kelompok kecil 1) Diskusi kelompok . pendidikan kesehatan di rumah sakit. pendidikan kesehatan di sekolah. tiap kelompok punya kebebasan mengeluarkan pendapat. b. 2) Seminar . • Kontak antara klien dengan petugas lebih intensif • Setiap masalah yang dihadapi oleh klien dapat dikorek dan dibantu penyelesaiannya. Bimbingan dan penyuluhan (guidance and counseling). apabila belum maka perlu penyuluhan yang lebih mendalam lagi. b. pimpinan diskusi memberikan 12 . c. metode yang cocok untuk sasaran yang berpendidikan tinggi maupun rendah. Metode pendidikan Kelompok Metode pendidikan Kelompok harus memperhatikan apakah kelompok itu besar atau kecil. dsb. Dibuat sedemikian rupa sehingga saling berhadapan. Efektifitas metodenya pun akan tergantung pada besarnya sasaran pendidikan. hanya cocok untuk sasaran kelompok besar dengan pendidikan menengah ke atas. dsb. Promosi kesehatan (Health promotion) Pendidikan kesehatan diperlukan misalnya dalam peningkatan gizi. Pendidikan kesehatan di tempat-tempat kerja dengan sasaran buruh atau karyawan yang bersangkutan.a. kebiasaan hidup. • Dimensi tingkat pelayanan kesehatan Berdasarkan 5 tingkat pencegahan (Five levels of prevention) dari (Leavel and Clark) : a. c. higiene perorangan. perbaikan sanitasi lingkungan. penuh pengertian akan menerima perilaku tersebut (mengubah perilaku) b. di Puskesmas. Rehabilitasi (rehabilitation) 4. yaitu . a. Interview (wawancara) • Merupakan bagian dari bimbingan dan penyuluhan • Menggali informasi mengapa ia tidak atau belum menerima perubahan. Kelompok besar 1) Ceramah . Pembatasan cacat (Disability limitation) e. Diagnosis dini dan pengobatan segera (Early diagnosis and prompt treatment) d. b. dilakukan di rumah sakit-rumah sakit dengan sasaran pasien atau keluarga pasien. karena metodenya akan lain. • Akhirnya klien tersebut akan dengan sukarela dan berdasarkan kesadaran. dilakukan di sekolah dengan sasaran murid. Metode pendidikan Individual (perorangan) Bentuk dari metode individual ada 2 (dua) bentuk : a. Perlindungan khusus (Specific protection) Dalam program imunisasi sebagai bentuk pelayanan perlindungan khusus ini pendidikan kesehatan sangat diperlukaan terutama di negara-negara berkembang. untuk mengetahui apakah perilaku yang sudah atau yang akan diadopsi itu mempunyai dasar pengertian dan kesadaran yang kuat. pimpinan diskusi/penyuluh duduk diantara peserta agar tidak ada kesan lebih tinggi.

sedangkan anggota lainnya sebagai pasien/anggota masyarakat. Metode pendidikan Massa Pada umumnya bentuk pendekatan (cara) ini adalah tidak langsung. Contoh : ”Praktek Dokter Herman Susilo” di Televisi. 4) Kelompok kecil-kecil (Buzz group) Kelompok langsung dibagi menjadi kelompok kecil-kecil. Sinetron Jejak sang elang di Indosiar hari Sabtu siang (th 2006) 13 . mengarahkan. baru setelah semuanya mengemukaan pendapat. Ceramah umum (public speaking) Dilakukan pada acara tertentu. Pesan-pesan disajikan dalam bentuk permainan seperti permainan monopoli. Kemudian tiap 2 pasang yang sudah beranggotakan 4 orang ini bergabung lagi dengan pasangan lainnya dan demikian seterusnya akhirnya terjadi diskusi seluruh kelas. b. dan sebagian lagi berperan sebagai nara sumber. misalnya sebagai dokter puskesmas. dan akhirnya terjadi diskusi. c. sebagai perawat atau bidan. Mereka memperagakan bagaimana interaksi/komunikasi sehari-hari dalam melaksanakan tugas. dan mencari kesimpulannya. dan masing-masing kelompok mendiskusikan masalah tersebut. misalnya Hari Kesehatan Nasional. gaco (penunjuk arah). dan papan main. 2) Curah pendapat (Brain Storming) . 6) Permainan simulasi (Simulation Game) Merupakan gambaran role play dan diskusi kelompok. misalnya oleh menteri atau pejabat kesehatan lain. setelah lebih kurang 5 menit tiap 2 pasang bergabung menjadi satu. Merupakan modifikasi diskusi kelompok. dimulai dengan memberikan satu masalah. Simulasi. sebelum semuanya mencurahkan pendapat tidak boleh ada komentar dari siapa pun. tiap anggota mengomentari. Mereka tetap mendiskusikan masalah tersebut. 3) Bola salju (Snow Balling) Tiap orang dibagi menjadi pasangan-pasangan (1 pasang 2 orang). dll. Kemudian dilontarkan suatu pertanyaan atau masalah. Contoh : a.pancingan. Pidato-pidato diskusi tentang kesehatan melalui media elektronik baik TV maupun radio. Sinetron ”Dokter Sartika” di dalam acara TV juga merupakan bentuk pendekatan kesehatan massa. dialog antar pasien dengan dokter atau petugas kesehatan lainnya tentang suatu penyakit atau masalah kesehatan melalui TV atau radio adalah juga merupakan pendidikan kesehatan massa. dan mengatur sehingga diskusi berjalan hidup dan tak ada dominasi dari salah satu peserta. Selanjutnya kesimpulan dari tiap kelompok tersebut dan dicari kesimpulannya. d. kemudian peserta memberikan jawaban/tanggapan. Beberapa orang menjadi pemain. kemudian dilontarkan suatu permasalahan sama/tidak sama dengan kelompok lain. pada hakikatnya adalah merupakan bentuk pendidikan kesehatan massa. 5) Memainkan peranan (Role Play) Beberapa anggota kelompok ditunjuk sebagai pemegang peranan tertentu untuk memainkan peranan tertentu. Biasanya menggunakan atau melalui media massa. tanggapan/jawaban tersebut ditampung dan ditulis dalam flipchart/papan tulis. 3. Cara memainkannya persis seperti bermain monopoli dengan menggunakan dadu.

dsb. . Macam-macam alat bantu pendidikan : a.Untuk membantu dan meragakan sesuatu dalam proses pendidikan pengajaran . dan sekaligus menggambarkan tingkat intensitas tiap-tiap alat tersebut dalam suatu kerucut. benda asli mempunyai intensitas yang paling tinggi untuk mempersepsikan bahan pendidikan/pengajaran. Tulisan-tulisan di majalah/koran. bagan. Sedangkan penyampaian bahan yang hanya dengan kata-kata saja sangat kurang efektif atau intensitasnya paling rendah. dsb.4 Alat bantu dan media pendidikan kesehatan Alat bantu pendidikan kesehatan .  Alat-alat yang tidak diproyeksikan : - Dua dimensi : gambar peta. baik dalam bentuk artikel maupun tanya jawab /konsultasi tentang kesehatan antara penyakit juga merupakan bentuk pendidikan kesehatan massa.Elgar Dale membagi alat peraga menjadi 11 macam. spanduk poster dan sebagainya adalah juga bentuk pendidikan kesehatan massa. 14 . Bill Board. f.e. Semakin banyak indra yang digunakan untuk menerima sesuatu maka semakin banyak dan semakin jelas pula pengertian/pengetahuan yang diperoleh. Andalah yang dapat mencegahnya (Pemberantasan Sarang Nyamuk).Disusun berdasarkan prinsip bahwa pengetahuan yang ada pada setiap manusia itu diterima atau ditangkap melalui panca indra. Contoh : Billboard ”Ayo ke Posyandu”. 4. film. Alat bantu lihat (Visual Aids)  Alat bantu yang diproyeksikan : slide. yang dipasang di pinggir jalan. - Dalam proses pendidikan. film strip.

b. yakni : a. slide. TV. boneka. mengenai bahasan suatu masalah kesehatan. pita suara. Alat peraga yang sederhana. sinetron. atau kendaraan umum. baik tulisan maupun gambar. video cassette Menurut pembuatannya dan penggunaannya : a. sport. Flip chart (lembar balik) : bentuk buku. film stripe. Media cetak Booklet : bentuk buku. dsb. Isi informasi dapat dalam bentuk kalimat maupun gambar.Tiga dimensi : bola dunia. dsb. di tempat-tempat umum. b. Alat bantu dengar (Audio Aids) Misalnya : piringan hitam. forum diskusi atau tanya jawab sekitar masalah kesehatan. c. dsb. 15 . dimana tiap lembar (halaman) berisi gambar peragaan dan dibaliknya berisi kalimat sebagai pesan atau informasi berkaitan dengan gambar tersebut. Poster : berisi pesan-pesan/informasi kesehatan yang biasanya ditempel di tembok-tembok. yang mudah dibuat sendiri. quiz atau ceradas cermat. Alat peraga yang ‘complicated’ (rumit). atau kombinasi. Rubrik atau tulisan-tulisan pada surat kabar atau majalah. pidato (ceramah). dsb yang memerlukan listrik dan proyektor. Alat bantu dengar lihat (Audio Visual Aids/AVA) Misalnya : televisi. Leaflet : melalui lembaran yang dilipat. Media pendidikan kesehatan Berdasarkan fungsinya sebagai penyalur pesan-pesan kesehatan (media). karton. kaleng bekas. Flyer (selebaran) : seperti leaflet tetapi tidak dalam bentuk lipatan. Media elektronik Televisi : dalam bentuk sandiwara. media ini dibagi menjadi 3. dengan bahanbahan setempat yang mudah diperoleh seperti bambu. seperti film. Foto : mengungkapkan informasi-informasi kesehatan - - b. dsb. kertas koran. atau hal-hal yang berkaitan dengan kesehatan. radio.

muka merah (tekanan darah meningkat karena marah). dll. Perilaku terhadap sakit dan penyakit ini dengan sendirinya sesuai dengan tingkatan-tingkatan pencegahan penyakit. Video Slide Film stipe c. misalnya : perilaku pencegahan penyakit (health prevention behavior). Sebaliknya hal-hal yang mengenakkan pun dapat menimbulkan perilaku emosional misalnya tertawa. ialah respons yang ditimbulkan oleh rangsangan tertentu. makanan serta lingkungan. cahaya yang kuat akan menimbulkan mata tertutup. Dengan kata lain. dsb. misalnya : tidur dengan 16 a. Perangsang semacam ini disebut reinforcing stimuli atau reinforcer. misalnya : makanan lezat menimbulkan keluarnya air liur. adalah respons untuk melakukan pencegahan penyakit. sistem pelayanan kesehatan.1 Konsep perilaku Skinner (1938) seorang ahli perilaku mengemukakan bahwa perilaku adalah merupakan hasil hubungan antara perangsang (stimulus) dan tanggapan (respons). karena perangsangan-perangsangan tersebut memperkuat respons yang telah dilakukan oleh organisme. . Operant Respons atau instrumental respons. Contoh : Apabila seorang anak belajar atau telah melakukan suatu perbuatan. 5. perangsang yang demikian itu mengikuti atau memperkuat sesuatu perilaku tertentu yang telah dilakukan. Media papan (Bill board) Dipasang di tempat-tempat umum dapat dipakai dan diisi dengan pesan-pesan atau informasi-informasi kesehatan. Mahasiswa dapat memahami tentang ilmu perilaku dan perilaku kesehatan 5. Respondent respons (respondent behavior) ini mencakup juga emosi respons atau emotional behavior. Emotional respons ini timbul karena hal yang kurang mengenakkan organisme yang bersangkutan. 5. adalah respons yang timbul dan berkembang diikuti oleh perangsangan tertentu. b. yaitu bagaimana manusia merespons. responsnya akan lebih intensif atau lebih kuat lagi. maupun aktif (tindakan) yang dilakukan sehubungan dengan penyakit dan sakit tersebut.2 Perilaku kesehatan Yaitu suatu respon seseorang (organisme) terhadap stimulus yang berkaitan dengan sakit dan penyakit. Perangsangan semacam ini disebut elicting stimuli. Respons dibagi menjadi 2 : a. karena menimbulkan respons-respons yang relatif tetap. ceramah. dll. Misalnya menangis karena sedih/sakit. maka ia akan menjadi lebih giat belajar atau akan lebih baik lagi melakukan perbuatan tersebut. baik pasif (mengetahui. sandiwara radio. Respondent respons/reflexive respons.- Radio : dalam bentuk obrolan (tanya jawab). mempersepsi penyakit dan rasa sakit yang ada pada dirinya maupun di luar dirinya. radio spot. berjingkat-jingkat karena senang. kemudian memperoleh hadiah. Oleh karena itu. Perilaku kesehatan mencakup 4 : Perilaku seseorang terhadap sakit dan penyakit.

yaitu hal-hal yang berkaitan dengan tindakan atau kegiatan seseorang dalam memelihara dan meningkatkan kesehatannya. 5. yaitu yang terjadi di dalam diri manusia dan tidak secara langsung dapat terlihat oleh orang lain.dll. dan obat-obatan. perilaku dapat diartikan suatu respons organisme atau seseorang terhadap rangsangan (stimulus) dari luar subjek tersebut. cara pelayanan. dengan limbah. Lingkup perilaku ini seluas lingkup kesehatan lingkungan itu sendiri (dengan air bersih. dengan pembersihan sarang-sarang nyamuk (vektor). Perilaku terhadap makanan (nutrition behavior). sanitasi. Misalnya . meski ia tidak ikut KB. misal tanggapan atau sikap batin dan pengetahuan. yakni respons seseorang terhadap makanan sebagai kebutuhan vital bagi kehidupan. Perilaku terhadap lingkungan kesehatan (environmental health behavior) adalah respons seseorang terhadap lingkungan sebagai determinan kesehatan manusia. juga berpengaruh terhadap orang lain. memilih makanan. c. meski mereka sendiri belum melakukan secara konkret terhadap kedua hal tersebut. Persepsi adalah sebagai pengalaman yang dihasilkan melalui panca indra. sikap dan pengguanaan fasilitas. dll. Perilaku peran sakit (the sick role behavior). pembuangan air kotor. petugas kesehatan. dan sebagainya. Respons berbentuk 2 (dua) macam : Bentuk pasif adalah respons internal. serta usahausaha mencegah penyakit tersebut. termasuk juga tindakantindakan untuk mencegah penyakit. Oleh sebab itu perilaku mereka ini masih terselubung (covert behavior). terutama anak-anak yang belum mempunyai kesadaran dan tanggung jawab terhadap kesehatannya.3 a. seorang ibu tahu bahwa imunisasi itu mencegah suatu penyakit tertentu. penyebab penyakit. Bentuk perilaku Secara lebih operasional. pengelolaan makanan. imunisasi.kelambu untuk mencegah gigitan nyamuk malaria. persepsi. yakni segala tindakan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang individu yang merasakan sakit. Perilaku ini disamping berpengaruh terhadap kesehatan/kesakitannya sendiri. dan sebagainya. Perilaku sakit (illness behavior). Perilaku ini mencakup respons terhadap fasilitas pelayanan. baik pelayanan kesehatan tradisional maupun modern. d. persepsi. yang terwujud dalam pengetahuan. termasuk kemampuan atau pengetahuan individu untuk mengidentifikasi penyakit. yakni segala tindakan atau kegiatan yang dilakuakan oleh individu yang sedang sakit untuk memperoleh kesembuhan. untuk merasakan merasakan dan mengenal keadaan kesehatannya atau rasa sakit. b. Perilaku terhadap pelayanan kesehatan. sikap dan praktek kita terhadap makanan serta unsur-unsur yang terkandung di dalamnya/zat gizi. dengan rumah yang sehat. petugas dan obat-obatan. meski ia tak membawa anaknya ke puskesmas. 1) 2) 3) Klasifikasi perilaku yang berhubungan dengan kesehatan (health behavior) sebagai berikut Perilaku kesehatan (health behavior). Dari contoh di atas ibu itu telah tahu guna imunisasi dan orang tersebut punya sikap positif mendukung KB. 17 . kebersihan perorangan. meliputi pengetahuan. seseorang yang menganjurkan orang lain untuk ber-KB.

Begitu banyaknya waktu yang kita habiskan dalam komunikasi. berpakaian. Islam juga banyak mengatur tata cara berkomunikasi. Menurut pakar komunikasi 70% dalam 24 jam. karena hidup kita mempunyai tuntunan yang lengkap dan menyeluruh. Semua ini membuktikan betapa kita harus bisa berkomunikasi dengan nilai-nilai yang islami. Lengkap karena kita memiliki Al Quran dan hadits sebagai sumber hukum yang paling otentik dan terpercaya.”Sebaik-baiknya manusia adalah orang yang dapat bermanfaat bagi orang lain. Menurut saya.”Sebaik-baiknya manusia adalah orang yang sangat baik dengan tetangganya. si ibu sudah membawa anaknya ke puskesmas untuk imunisasi dan orang pada kasus kedua sudah ikut KB dalam arti sudah menjadi akseptor KB. Bentuk aktif. bahkan sebaliknya setiap kata yang diucapkan dapat menyejukkan hati. berupa pengetahuan. duniawi. dll. waktu manusia diisi dengan komunikasi. 6. Sungguh beruntung kita ditakdirkan sebagai seorang muslim. hingga lisan kita tidak sampai menyakiti orang lain. 18 . b) Faktor Enabling/pemungkin. maka sebagai muslim kita harus tahu etika berkomunikasi yang sesuai dengan ajaran Islam. Tiga faktor pokok yang melatarbelakangi/mempengaruhi perilaku : a) Faktor Predisposing. kepercayaan. rasullullah SAW adalah komunikator yang hebat.b. tradisi. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar. karena itu ketika menyelesaikan studi di fakultas ilmu komunikasi. peraturanperaturan. tokoh masyarakat. 4. Misalnya pada kedua contoh di atas. Mahasiswa dapat memahami tentang Etika Komunikasi Islam Allah Ta’ala berfirman: “Dan berkat rahmat Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. uswatunhasanah bagi kita. tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu. bahkan sampai hal-hal kecil pun seperti tata cara mandi. siapapun apakah ia muslim atau kafir bila saja mau menggunakan akal untuk berpikir. berupa ketersediaan sumber-sumber/fasilitas. Dari firman Allah ini.” (Ali Imran ayat 159) Ayat ini sangat luas dan dalam maknanya.” dan banyak lagi hadits-hadits yang menyuruh kita untuk mencintai saudara kita sesama muslim seperti kita mencintai diri kita sendiri. setiap pesan yang beliau sampaikan pasti berkesan dihati para sahabat. berupa tokoh agama. Islam tidak hanya mengatur kehidupan akhirat.” atau . nilai. yaitu perilaku itu jelas dapat diobservasi secara langsung. c) Faktor Reinforcing/mendorong/memperkuat.…. betapa besar dampaknya komunikasi dalam tatanan hidup manusia sebagai mahluk sosial. bahkan dihati kaum kafir yang memusuhinya. Salah komunikasi atau misscommunication akan mengakibatkan salah persepsi. teknologi. ayat inilah yang mengilhami skripsi saya. tidur diatur Islam. Bayangkan. atau dalam bahasa gaulnya “nggak nyambung”. Rasululah SAW mengatakan . sikap. pasti akan sampai pada kesimpulan yang sama. melalui sunnah rasullulah saw. Tiada agama yang paling sempurna kecuali Islam. Oleh karena itu perilaku mereka ini sudah tampak dalam bentuk tindakan nyata. Faktor yang paling penting dalam berdakwah ialah komunikasi. maka disebut ”overt behavior”.

sungguh rendah hati terhadap keluarga. (Hr Bukhari) Sungguh. Selanjutnya Allah juga menegaskan yang paling mulia di sisi Allah bukanlah yang paling kaya.” Sesungguhnya Allah telah memberi wahyu kepadaku. bergurau dan bergaul harus tetap dengan kata-kata yang mulia. bila ingin bergurau tetap jaga lisan dari kata-kata yang menyakiti. Allah menyuruh kita untuk saling mengenal. Dalam pergaulan Qaulan Salaamah terdiri dari beberapa aspek antara lain: Pertama : Qaulan Kariiman ( mulia) sebagai muslim kita harus berkata dengan katakata yang mulia. sakitnya akan terbawa sampai mati.”Memang lidah tidak bertulang. Hati-hati dengan perkataan. paling pintar. kepada yang lebih tua menghormati.” Hai manusia. tak terbatas kata-kata” kendati lidah tak bertulang. Dan dalam riwayat lain Anas RA berkata. sikap dan watak yang berbeda. sifat dan kepribadian yang berbeda.” (Al Furqon: 63) Rendah hati (tawadhu) dan mengucapkan kata-kata yang baik (Qaulan Salaamah). Orang seperti ini bila ditakdirkan jadi pemimpin. mereka mengucapkan kata-kata yang baik. sikap tawadhu benar-benar dicontohkan langsung oleh rasul. manusia yang dijamin masuk surga itu. seperti mengejek. Untuk itu Islam mengatur tata cara bergaul yang benar. yang tidak membedakan status sosial kendati beliau adalah manusia yang paling mulia di dunia dan akhirat namun tetap menghargai seorang budak . 19 . paling cantik. Dalam pergaulan orang yang tawadhu pasti disenangi. Pepatah mengatakan. Beliau bersabda. namun bila dilukai dengan lidah. Sebagai Muslim yang baik harus selalu menjaga setiap kata yang keluar dari mulutnya. orang yang tawadhu akan tercermin dari sifat dan tingkah lakunya. maka beliau pergi mengikuti kemana budak itu menghendaki”. ia akan tampil sebagai pemimpin yang amanah.Allah berfirman. Banyak orang bisa sembuh bila dilukai dengan pedang. sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu sekalian di sisi Allah adalah yang paling takwa diantara kamu sekalian”. mestipun berbeda suku. Allah berfirman. : 13) Dari ayat ini. berbeda budaya. paling popular dsbnya.” Dan hamba-hamba Tuhan yang maha penyayang itu adalah orangorang yang berjalan diatas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka. Rendah hati adalah sifat yang sangat mulia. sebagai manusia kita harus menjalin komunikasi yang baik. dan sahabat-sahabatnya. namun kepada yang lebih muda menyayangi. agar seseorang dapat bersinergi dengan orang lain meski mempunyai kepribadian . mengolok-ngolok hingga menyakiti perasaan orang lain. Meski anak yang lahir kembar identik pun pasti memiliki sifat dan karakter yang tidak sama. Karena setiap lafaz yang kita ucapkan akan dipertanggungjawabkan diakhirat nanti. berbeda warna kulit. namun yang paling mulia adalah manusia yang paling bertakwa kepada Allah SWT. yaitu kamu sekalian hendaklah bersikap tawadhu sehingga tidak ada seseorang bersikap sombong kepada yang lain. bila berkata sewajarnya. namun lidah bisa lebih tajam dari sembilu. sesungguhnya Kami menciptakan kamu sekalian dari seorang laki-laki dan seorang perempuan serta menjadikan kamu sekalian berbangsabangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. dan tidak ada seseorang menganiaya yang lain. hindarilah kata-kata yang hina. Bila kita baca riwayat hidup rasullah.” (Hr Muslim).” Bila ada budak di Madinah memegang tangan nabi SAW. berbeda bangsa. (Al Hujarat. Setiap manusia mempunyai karakter.

Rakyat pun akan murka bila dibohongi pemimpinnya. Siapapun tidak suka bila berbicara dengan orang-orang yang kasar. Hindari kata-kata yang hanya bisa mengkritik atau mencari kesalahan orang lain. perbuatan yang sangat hina. karena kekerasan akan mengakibatkan dakwah tidak akan berhasil malah ummat akan menjauh. Mampukah kita? Yuk. maksudnya tidak mengeraskan suara. Keempat : Qaulan Balighan (tepat) sebagai orang yang bijak bila berdakwah kita harus melihat stuasi dan kondisi yang tepat dan menyampaikan dengan kata-kata yang tepat. Dalam berdoa pun Allah memerintahkan agar kita memohon dengan lemahlembut. melalui lisan kita. tepat dan lemah lembut. maupun di masyarakat. selanjutnya kita akan berdusta untuk menutupi dusta kita yang pertama. Yakinlah bila tuntunan ini kita praktekkan dalam kehidupan baik di dalam rumahtangga. Siapapun tak ingin dibohongi. adalah keberanian untuk bicara tegas. benar. dalam menjalin komunikasi. hingga Allah berfirman dalam surat Al Hujarat ayat 12. malah membuat mereka semakin bingung. Juga tidak kalah penting dalam menyampaikan kebenaran..Kedua : Qaulan ma’rufan ( baik) “Berkatalah yang baik atau diam” itu pesan rasullulah kepada ummatnya. sehingga bibir kita pun selalu berbohong tanpa merasa berdosa. Karena muslim yang beriman keberadaannya akan selalu disenangi. memfitnah. menghasut. Bila bicara dengan anak-anak kita harus berkata sesuai dengan pikiran mereka. seumpama orang yang memakan bangkai temannya sendiri. 20 . (Lva) Dari tulisan Khalifatur dan materi Kajian Tafsir Qur’an Pengajian Sakinah. sungguh Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. saya.Wallahu’alam bishshawab. Karena sekali kita berkata dusta. sejatinya mrnguatkan kita dalam menghadapi resiko yang apa pun yang akan kita hadapi dalam berdakwah. apapun yang diucapkannya harus selalu mengandung nasehat. Jangan biarkan lisan ini mencari-cari kejelekan orang lain. khususnya dengan saudara kita sesama muslim. begitu seterusnya.” pesan Rasullulah ini. hingga setiap kata yang beliau ucapkan sangat menyentuh hati siapapun yang mendengarnya. Jangan kita berdakwah tentang teknologi nuklir dihadapan jamaah yang berusia lanjut tentu sangat tidak tepat sasaran. Seperti ayat pembuka diatas Allah melarang bersikap keras dan kasar dalam berdakwah. Kelima : Qaulan Layyinan ( lemah lembut). Rasullulah selalu bertuturkata dengan lemah lembut. Sungguh sangat menjijikkan. jangan ragu dan takut. Semoga dengan ini Allah mengangkat derajat kita menjadi mujahidmujahid yang menegakan kemuliaan Islam. jujur jangan berdusta. Ketiga : Qaulan Syadidan ( lurus dan benar). meninggikan suara. Sungguh. semuanya akan terasa indah. Sebagai muslim yang beriman lisan harus terjaga dari perkataan yang sia-sia. “Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lemahlembut. Seorang muslim berkata harus benar. anda atau siapapun mari kita belajar untuk menjadi komunikator yang handal dengan cara berkata yang mulia. begitu juga sebaliknya. seorang istri akan sangat sakit hatinya bila ketahuan suaminya berbohong. mulai sekarang. seperti membentak. bila dengan remaja kita harus mengerti dunia mereka. meskipun sangat menyakitkan. Dimana pun kita berada insyaAllah. menyejukkan hati bagi orang yang mendengarnya.” (Al A’raaf ayat 55) Demikian Allah mengajarkan kepada kita. “Katakanlah kebenaran itu. apalagi jelas dasar hukumnya Al Quran dan hadits. baik. kata-katanya menyejukkan hati siapapun yang mendengarnya.

Manajemen Puskesmas Berbasis Paradigma Sehat. Penerbit Duta Prima Airlangga. Rineka Cipta. Surabaya. Manajemen Kesehatan Ibu dan Anak “Prinsip & Strategi Pendekatan Komunitas”.1982. Prinsip-prinsip Ilmu Kesehatan Masyarakat 2003. 519 hal Zuhroni. Hal : 7-26. Manajemen Program Promkes dan Pemberdayaan masyarakat.79 Wiyono D. Prentice Hall International edition.374 hal Wiyono D. Sagung Seto. Pandangan Islam terhadap Masalah Kedokteran dan Kesehatan 21 . Surabaya. Hal 95-212 Stoner. 2008. Jakarta.DAFTAR PUSTAKA Notoatmodjo S. 2005. 2008. Penerbit Duta Prima Airlangga. JAF: Management (2nd edition). Jakarta. Trihono.33. K.35.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful