P. 1
Pelayanan Antenatal

Pelayanan Antenatal

|Views: 44|Likes:
Published by Sandrya Deprisicka
about antenatal care
about antenatal care

More info:

Published by: Sandrya Deprisicka on Feb 25, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/16/2013

pdf

text

original

PELAYANAN ANTENATAL Program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) di Indonesia menganjurkan agar ibu hamil melakukan kunjungan

ke pelayanan kesehatan (PUSKESMAS) setidaknya 4 kali untuk pemeriksaan kehamilan. Bukti yang kuat menunjukkan bahwa ibu hamil yang menerima pelayanan antenatal (antenatal care) dan yang mendapat pertolongan persalinan dan nifas oleh tenaga kesehatan (Nakes) keselamatannya lebih terjamin jika terjadi komplikasi persalinan yang tidak terduga, dibandingkan dengan mereka yang tidak mendapat pelayanan tersebut. Pelayanan antenatal merupakan salah satu dari program kesehatan dasar puskesmas (primary health care) yang merupakan program wajib dilaksanakan oleh puskesmas. Di antara intervensi kunci untuk kelangsungan hidup yang diberikan dalam pelayanan antenatal antara lain imunisasi tetanus toksoid dan diagnosis dini serta pengobatan anemia. Program KIA bertujuan meningkatkan kesehatan ibu, kesehatan bayi dan anak. Salah satu cara meningkatkan derajat kesehatan anak dengan mengendalikan penykit-penyakit menular yang dapat dicegah melalui imunisasi. Kementrian kesehatan dengan Program Pengembangan Imunisasi ( PPI ) sejak tahun 1977 menganjurkan agar semua anak mendapat imunisasi dasar lengkap. Berdasarkan data SDKI 2007 cakupan imunisasi lengkap pada anak usia 12-23 bulan sebesar 51 persen. Untuk mewujdkan tujuan KIA di atas, peran Pendidikan Kesehatan (Penyuluhan kesehatan) sangatlah penting. Penyuluhan yang efektif dipengaruhi oleh banyak faktor di antaranya diperlukan alat bantu dan media penyuluhan yang baik dan harus sesuai dengan etika komunikasi Islam.

1

SASARAN BELAJAR 1. Mahasiswa dapat memahami Pelayanan Antenatal ( Ante Natal Care ) di Puskesma 1.1 Definisi 1.2 Tujuan 1.3 Mekanisme Pemeriksaan dan Waktu Kunjungan 2. Mahasiswa dapat memahami Program Kesehatan Dasar ( Primary Health Care) di Puskesmas 2.1 Definisi 2.2 Jenis program 3. Mahasiswa dapat memahami imunisasi dasar pada bayi dan imunisasi TT pada ibu hamil 3.1 Definisi 3.2 Jadwal Pemberian imunisasi dasar pada bayi dan imunisasi TT pada ibu hamil 4. Mahasiswa dapat memahami tentang pendidikan kesehatan 4.1 Prinsip pendidikan kesehatan 4.2 Ruang Lingkup Pendidikan Kesehatan 4.3 Metode pendidikan kesehatan 4.4 Alat bantu dan media pendidikan kesehatan 5. Mahasiswa dapat memahami tentang ilmu perilaku dan perilaku kesehatan 5.1 Konsep Perilaku 5.2 Perilaku kesehatan 5.3 Bentuk perilaku 6. Mahasiswa dapat memahami tentang Etika Komunikasi Islam

2

melahirkan dengan selamat baik ibu maupun bayinya dengan trauma seminimal mungkin. persalinan. sosial. ibu hamil sebaiknya dianjurkan mengunjungi bidan atau dokter sedini mungkin semenjak ia merasa dirinya hamil untuk mendapatkan pelayanan dan asuhan antenatal (Prawirohardjo. Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik. 3 . Standar 3: Identifikasi Ibu Hamil Bidan melakukan kunjungan rurnah dan berinteraksi dengan masyarakat secara berkala untuk memberikan penyuluhan dan memotivasi ibu. penentuan diagnosa perencanaan. Memantau kondisi kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu dan tumbuh kembang bayi. evaluasi dan dokumentasi. S. 5. 2006 :52). 1. Menganalisa secara dini adanya ketidaknormalan atau komplikasi yang mungkin terjadi selama kehamilan termasuk riwayat penyakit secara umum yaitu pembedahan dan kebidanan.3 Mekanisme Pemeriksaan dan Waktu Kunjungan Standar 1 : Metode Asuhan Asuhan kebidanan dilaksanakan dengan metode manajemen kebidanan dengan langkah : Pengumpulan data dan analisa data. suami dan anggota keluarganya agar mendorong ibu untuk memeriksakan kehamilannya sejak dini dan secara teratur. nifas dan aspek keluarga berencana.1 Definisi Ante Natal Care adalah merupakan cara penting untuk memonitoring dan mendukung kesehatan ibu hamil normal dan mendeteksi ibu dengan kehamilan normal. Mahasiswa dapat memahami Pelayanan Antenatal ( Ante Natal Care ) di Puskesma 1. 1. mental. 4. ibu dan bayi. 3. Mempersiapkan ibu agar masa nifas berjalan normal dan pemberian ASI eksklusif. Standar 2 : Pengkajian Pengumpulan data tentang status kesehatan klien dilakukan secara sistematis berkesinambungan. Mempersiapkan peran ibu dan keluarga dalam menerima kelahiran bayi agar tumbuh dan berkembang secara normal.1. 6.2 Tujuan Dalam pelayanan ANC dikemukakan beberapa tujuan antara lain: 1. Mempersiapkan persalinan cukup bulan. 2. Data yang diperoleh dicatat dan dianalisis. Memberikan nasehat dan petunjuk yang berkaitan dengan kehamilan.

PMS (Penyakit Menular Seksual) / infeksi HIV (Human Immuno Deficiency Virus) . Pemeriksaan meliputi anamnesis dan pemantauan ibu dan janin dengan seksama untuk menilai apakah perkembangan berlangsung normal. memeriksa posisi. Standar 5: Palpasi Abdominal Bidan melakukan pemeriksaan abdominal secara seksama dan melakukan palpasi untuk memperkirakan usia kehamilan. Bila ditemukan kelainan. suami serta keluarganya pada trimester ketiga. Standar 7 : Pengelolaan Dini Hipertensi pada Kehamilan Bidan menemukan secara dini setiap kenaikan tekanan darah pada kehamilan dan mengenali tanda serta gejala preeklamsi lainnya. serta bila umur kehamilan bertambah. hipertensi. Bidan hendaknya kunjungan rumah untuk hal ini. pemeriksaan fisik baik umum dan kebidanan. penanganan dan/atau rujukan semua kasus anemia pada kehamilan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Mereka harus mencatat data yang tepat pada setiap kunjungan. khususnya anemia. selengkapnya mencakup banyak hal yang meliputi anamnesis. 1999:26-27) Penatalaksanaan Ante Natal Care (ANC) Pelayanan Ante Natal Care (ANC) adalah pelayanan kesehatan yang diberikan kepada ibu selama kehamilannya sesuai dengan standar pelayanan Ante Natal Care (ANC). untuk memastikan bahwa persiapan persalinan yang bersih dan aman serta suasana yang menyenangkan akan direncanakan dengan baik. untuk mencari kelainan serta melakukan rujukan tepat waktu. (PPIBI. memberikan pelayanan imunisasi. disamping persiapan transportasi dan biaya untuk merujuk. bila tiba-tiba terjadi kadaan gawat darurat. Standar 8 : Persiapan Persalinan Bidan memberikan saran yang tepat kepada ibu hamil.Standar 4: Pemeriksaan dan Pemantauan Antenatal Bidan memberikan sedikitnya 4x pelayanan antenatal. Bidan juga harus mengenal kehamilan risti/kelainan. pemeriksaan laboratorium atas indikasi serta intervensi dasar dan khusus sesuai dengan resiko yang ada. Standar 6: Pengelolaan Anemia pada Kehamilan Bidan melakukan tindakan pencegahan. penemuan. kurang gizi. nasehat dan penyuluhan kesehatan serta tugas terkait lainnya yang diberikan oleh Puskesmas. serta mengambil tindakan yang tepat dan merujuknya. bagian terendah janin dan masuknya kepala janin ke dalam rongga panggul. Namun dalam penerapan operasionalnya dikenal standar minimal ”7T” untuk pelayanan Ante Natal Care (ANC) yang terdiri atas: 4 . mereka harus mampu mengambil tindakan yang diperlukan dan rnerujuknya untuk tindakan selanjutnya.

c. (Timbang) berat badan Ukuran berat badan dalam kg tanpa sepatu dan memakai pakaian yang seringan-ringannya.a. Pemberian (tablet besi) minimnal 90 tablet selama kehamilan Tes terhadap penyakit menular seksual Melakukan pemantauan terhadap adanya PMS agar perkembangan janin berlangsung normal. d. g. untuk mencari kelainan serta melakukan rujukan tepat waktu. memeriksa posisi. f. Berat badan kurang dari 45 kg pada trimester III dinyatakan ibu kurus kemungkinan melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah. Ukur (tinggi) fundus uteri Pemeriksaan abdominal secara seksama dan melakukan palpasi untuk memperkirakan usia kehamilan. bagian terendah janin dan masuknya kepala janin ke dalam rongga panggul. b. 5 . serta mengambil tindakan yang tepat dan merujuknya. Pemberian imunisasai (Tetanus Toksoid) TT lengkap untuk mencegah tetanus neonatorum. Temuwicara dalam rangka pensiapan rujukan. serta bila umur kehamilan bertambah. Interval Antigen TT 1 TT 2 TT 3 TT 4 TT 5 (selang waktu minimal) Pada kunjungan antenatal pertama 4 minggu setelah TT 1 1-6 bulan setelah TT 2 1 tahun setelah TT 3 1 tahun setelah TT 4 Lama % perlindungan Perlindungan 3 tahun 5 tahun 10 tahun 25 tahun/ seumur 80 95 95 99 Tabel 1 Jadwal Pemberian Imunisasi TT Keterangan : apabila dalam waktu tiga (3) tahun WUS tersebut melahirkan maka bayi yang dilahirkan akan terlindungi dari tetanus neonatorum e. (Ukur (tekanan) darah Untuk mengetahui setiap kenaikan tekanan darah pada kehamilan dan mengenali tanda-tanda serta gejala preeklamsia lainnya.

(Depkes RI. pondok bersalin desa. untuk mendapatkan pelayanan antenatal sesuai dengan standar selama satu periode kehamilan berlangsung. suami serta keluarganya tentang tanda-tanda resiko kehamilan.Memberikan saran yang tepat kepada ibu hamil. Kunjungan ulang Kunjungan ulang adalah kontak ibu hamil dengan tenaga kesehatan yang kedua dan seterusnya. tetapi adalah setiap kontak tenaga kesehatan baik diposyandu. kunjungan rumah dengan ibu hamil tidak memberikan pelayanan Ante Natal Care (ANC) sesuai dengan standar dapat dianggap sebagai kunjungan ibu hamil (Depkes RI. 4) Satu kali dalam trimester pertama (sebelum 14 minggu). Istilah kunjungan disini tidak hanya mengandung arti bahwa ibu hamil yang berkunjung ke fasilitas pelayanan. 2001:23) Kunjungan Ante Natal Care (ANC) Kunjungan ibu hamil adalah kontak ibu hamil dengan tenaga profesional untuk mendapatkan pelayanan Ante Natal Care (ANC) sesuai standar yang ditetapkan. 2001:31) Kunjungan ibu hamil Kl Kunjungan baru ibu hamil adalah kunjungan ibu hamil yang pertama kali pada masa kehamilan. Satu kali dalam trimester kedua (antara minggu 14-28) Dua kali dalam trimester ketiga (antara minggu 28-36 dan setelah minggu ke Pemeriksaan khusus bila terdapat keluhan-keluhan tertentu 6 . K4 K4 adalah kontak ibu hamil dengan tenaga kesehatan yang ke empat atau lebih untuk mendapatkan pelayanan Ante Natal Care (ANC) sesuai standar yang ditetapkan dengan syarat: 1) 2) 3) 36).

Upaya kesehatan olah raga 10. itupun sangat tergantung kepada faktor tenaga. Upaya peningkatan Gizi 4. Upaya kesehatan lingkungan 5. Upaya pengobatan termasuk pelayanan darurat karena kecelakaan 7. Upaya kesehatan kerja 12. sarana dan prasarana serta biaya yang tersedia berikut kemampuan managemen dari tiap-tiap Puskesmas. 2. Terdapat 18 usaha pokok kesehatan yang dapat dilakukan oleh Puskesmas. Upaya kesehatan usia lanjut 7 . Upaya kesehatan sekolah 9. Upaya kesehatan mata 15. Upaya pencatatan dan pelaporan dalam rangka sistem informasi kesehatan 17. Upaya kesehatan jiwa 14. Puskesmas menjalankan beberapa usaha pokok (basic health care services).2. Mahasiswa dapat memahami Program Kesehatan Dasar ( Primary Health Care) di Puskesmas 2. Upaya perawatan kesehatan masyarakat 11. Upaya keluarga Berencana 3.1 Definisi Untuk dapat memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh (comprehensive health care services) kepada seluruh masyarakat di wilayah kerjanya. Upaya kesehatan Ibu dan Anak 2. Upaya pencegahan dan pemberantasan penyakit menular 6. Upaya penyuluhan Kesehatan 8. Upaya laboratorium sederhana 16.2 Jenis program Delapan belas kegiatan pokok Puskesmas itu adalah: 1. Upaya kesehatan gigi dan mulut 13.

Kemasan sebanyak 1 cc / 2 cc dalam 1 ampul. Tuberculosis (TBC) dan Hepatitis B dengan menggalakan program pencegahan penyakit yaitu imunisasi pada bayi dan anak.2 Jadwal Pemberian imunisasi dasar pada bayi dan imunisasi TT pada ibu hamil 5 macam Vaksin imunisasi dasar pada bayi: • Vaksin Polio. 4. MCHC ( Maternal and Child Health Care ) MC ( Medical care ) ES ( Environmental Sanitation ) HE ( Health Education ) untuk kelompok-kelompok masyarakat Simple Laboratory ( Lab. Campak (measles). basic seven WHO harus lebih diprioritaskan untuk dikembangkan sesuai dengan prioritas masalah kesehatan utama yang berkembang di wilayah kerjanya. Tetanus. Difteri (indrak). Imunisasi bisa diartikan suatu usaha untuk membuat seseorang menjadi kebal terhadap penyakit tertentu dengan menyuntikan vaksin. Kemasan dalam flacon berbentuk gumpalan yang beku dan kering untuk dilarutkan dalam 5 cc pelarut. 2005). Sebelum menyuntikkan vaksin ini.1 Definisi Pemerintah setiap tahun terus berupaya untuk menurunkan angka kejadian penyakit seperti Poliomyelitis (kelumpuhan). 2. dukungan sarana/prasarana yang tersedia di Puskesmas. • Vaksin Campak. harus terlebih dahulu dilarutkan dengan pelarut vaksin (aqua bidest). Basic seven tersebut terdiri dari: 1. vaksin yang digunakan oleh banyak negara termasuk Indonesia adalah vaksin hidup (yang telah diselamatkan) vaksin berbentuk cairan. Bibit penyakit yang menyebabkan campak adalah virus. Upaya pembinaan pengobatan tradisional Semua kegiatan program pokok yang dilaksanakan di Puskesmas dikembangkan berdasarkan program pokok pelayanan kesehatan dasar ( basic health care services ) seperti yang dianjurkan oleh badan kesehatan dunia ( WHO ) yang dikenal dengan ” Basic Seven ” WHO.18. 6. Vaksin Tetanus yaitu toksin kuman tetanus yang telah dilemahkan dan kemudian dimurnikan (Setiawan. pemberian pada anak dengan meneteskan pada mulut. Disebut beku kering oleh karena pabrik pembuatan 8 . 3. dan peran serta masyarakat. 3. Bibit penyakit yang menyebabkan polio adalah virus. Yakni kuman hidup yang dilemahkan / kuman mati / zat yang bila dimasukkan ke tubuh akan merangsang menciptakan kekebalan terhadap penyakit tertentu. Imunisasi Tetanus Toksoid adalah proses untuk membangun kekebalan sebagai upaya pencegahan terhadap infeksi tetanus (Idanati. 3. Pertusis (batuk rejan / batuk seratus hari). Vaksin yang digunakan adalah vaksin hidup. kemampuan sumber daya manusia ( staf ) yang dimiliki oleh Puskesmas. 7. 5. Mahasiswa dapat memahami imunisasi dasar pada bayi dan imunisasi TT pada ibu hamil 3. Sederhana ) CDC ( Communicable Disease Control ) Simple Statistic ( recording/ reporting atau pencatatan dan pelaporan ) Dari ke 18 program pokok Puskesmas. 2006).

8°C. Bibit penyakit yang menyebabkan hepatitis B adalah virus. Vaksin hepatitis B paling baik disimpan pada temperatur 2. 5 cc untuk TT. Terdiri toxoid difteri.5 cc untuk DPT. Dalam pemberiannya biasanya berupa suntikan pada lengan atau paha. 5 cc untuk DT. Pemberian imunisasi DPT. Vaksin Hepatitis B. TT dan DT. Berisi vasin DPT. ditemukan oleh Calmett Guerint. 9 . Biasanya tempat penyuntikan di paha 1/3 bagian atas luar. TT dosisnya adalah 0.9%). Vaksin yang sudah dilarutkan harus digunakan dalam waktu 3 jam. Vaksin hepatitis B akan rusak karena pembekuan dan pemanasan. Sebelum menyuntikkan BCG. Vaksin DPT disimpan pada suhu 2.8°C kemasan yang digunakan : Dalam . Vaksin BCG adalah vaksin hidup yang berasal dari bakteri. vaksin harus lebih dulu dilarutkan dengan 4 cc cairan pelarut (NaCl 0. Vaksin hepatitis B dibuat dari bagian virus yaitu lapisan paling luar (mantel virus) yang telah mengalami proses pemurnian.5 cc. kadang disebut “triple vaksin”.• • • vaksin ini pertama kali membekukan vaksin tersebut kemudian mengeringkannya. Vaksin akan mudah rusak bila kena sinar matahari langsung. Dibuat dari bibit penyakit hidup yang telah dilemahkan. Bentuknya vaksin beku kering seperti vaksin campak berbentuk bubuk yang berfungsi melindungi anak terhadap penyakit tuberculosis (TBC). bakteri pertusis dan tetanus toxoid. Vaksin BCG. Vaksin DPT. DT. Tempat penyuntikan adalah sepertinya bagian lengan kanan atas. Vaksin yang telah dilarutkan potensinya cepat menurun dan hanya bertahan selama 8 jam.

2001). b. dengan dosis 0. yaitu kuman yang mengeluarkan toksin (racun) dan menyerang sistim saraf pusat (Saifuddin dkk. Saifuddin dkk. 2000) Kedua manfaat tersebut adalah cara untuk mencapai salah satu tujuan dari program imunisasi secara nasional yaitu eliminasi tetanus maternal dan tetanus neonatorum (Depkes. 2001). 2000). 2005. Melindungi ibu terhadap kemungkinan tetanus apabila terluka (Depkes RI.5 cc di injeksikan intramuskuler/subkutan dalam (Depkes RI. 2004) Jumlah dan dosis pemberian imunisasi TT untuk ibu hamil Imunisasi TT untuk ibu hamil diberikan 2 kali (BKKBN. 2005. 10 .Manfaat imunisasi TT ibu hamil a. Melindungi bayinya yang baru lahir dari tetanus neonatorum (BKKBN. Tetanus neonatorum adalah penyakit tetanus yang terjadi pada neonatus (bayi berusia kurang 1 bulan) yang disebabkan oleh clostridium tetani. 2000). Chin.

2 Ruang Lingkup Pendidikan Kesehatan Masyarakat • dimensi sasaran pendidikan a. keluarga. Rumah sakit d. Bidan praktik (Depkes RI. 4. 2005). Puskesmas pembantu c. Dokter praktik. karena pada akhirnya sasaran pendidikan itu sendiri yang dapat mengubah kebiasaan dan tingkah lakunya sendiri. 2000). kelompok dan masyarakat dapat mengubah sikap dan tingkah lakunya sendiri. ini akan sembuh sendiri dan tidak perlukan tindakan/pengobatan (Depkes RI. 2001. Mahasiswa dapat memahami tentang pendidikan kesehatan 4. Adapun prinsip pendidikan kesehatan yaitu: • Pendidikan kesehatan bukan hanya pelajaran di kelas.1 Prinsip pendidikan kesehatan Prinsip pendidikan kesehatan harus mampu dipahami oleh setiap petugas kesehatan dan sasaran (masyarakat). 4. TT adalah antigen yang sangat aman dan juga aman untuk wanita hamil.Umur kehamilan mendapat imunisasi TT Imunisasi TT sebaiknya diberikan sebelum kehamilan 8 bulan untuk mendapatkan imunisasi TT lengkap (BKKBN. • Pendidikan kesehatan tidak dapat secara mudah diberikan oleh seseorang kepada orang lain. Depkes RI. TT1 dapat diberikan sejak di ketahui postif hamil dimana biasanya di berikan pada kunjungan pertama ibu hamil ke sarana kesehatan (Depkes RI. 2000). kelompok dan masyarakat) sudah mengubah sikap dan tingkah lakunya sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. dan i. Tempat pelayanan untuk mendapatkan imunisasi TT a. Posyandu g. Tidak ada bahaya bagi janin apabila ibu hamil mendapatkan imunisasi TT (Saifuddin dkk. keluarga. Polindes f. 2000) Jarak pemberian imunisasi TT1 dan TT2 Jarak pemberian (interval) imunisasi TT1 dengan TT2 adalah minimal 4 minggu (Saifuddin dkk. pendidikan kesehatan individual. Puskesmas b. Efek samping imunisasi TT Biasanya hanya gejala-gejala ringan saja seperti nyeri. Efek samping tersebut berlangsung 1-2 hari. dengan sasaran individu b. tetapi merupakan kumpulan pengalaman dimana saja dan kapan saja sepanjang dapat mempengaruhi pengetahuan sikap dan kebiasaan sasaran pendidikan. kemerahan dan pembengkakan pada tempat suntikan (Depkes RI. pendidikan kesehatan kelompok dengan sasaran kelompok c. 2001). Rumah sakit swasta h. 2004). 2000). pendidikan kesehatan masyarakat dengan sasaran masyarakat luas • dimensi tempat pelaksanaan 11 . • Pendidikan kesehatan dikatakan berhasil bila sasaran pendidikan (individu. *Tempat-tempat pelayanan milik pemerintah imunisasi diberikan dengan gratis. • Bahwa yang harus dilakukan oleh pendidik adalah menciptakan sasaran agar individu. Rumah bersalin e.

pendidikan kesehatan di rumah sakit. Promosi kesehatan (Health promotion) Pendidikan kesehatan diperlukan misalnya dalam peningkatan gizi. apabila belum maka perlu penyuluhan yang lebih mendalam lagi. c. Metode pendidikan Kelompok Metode pendidikan Kelompok harus memperhatikan apakah kelompok itu besar atau kecil.3 Metode Pendidikan Kesehatan 1. 2. 2) Seminar . metode yang cocok untuk sasaran yang berpendidikan tinggi maupun rendah. Perlindungan khusus (Specific protection) Dalam program imunisasi sebagai bentuk pelayanan perlindungan khusus ini pendidikan kesehatan sangat diperlukaan terutama di negara-negara berkembang. pimpinan diskusi memberikan 12 . tiap kelompok punya kebebasan mengeluarkan pendapat. hanya cocok untuk sasaran kelompok besar dengan pendidikan menengah ke atas. Kelompok besar 1) Ceramah . dsb. untuk mengetahui apakah perilaku yang sudah atau yang akan diadopsi itu mempunyai dasar pengertian dan kesadaran yang kuat.a. dilakukan di rumah sakit-rumah sakit dengan sasaran pasien atau keluarga pasien. • Dimensi tingkat pelayanan kesehatan Berdasarkan 5 tingkat pencegahan (Five levels of prevention) dari (Leavel and Clark) : a. Seminar adalah suatu penyajian (presentasi) dari satu ahli atau beberapa ahli tentang suatu topik yang dianggap penting dan biasanya dianggap hangat di masyarakat. a. penuh pengertian akan menerima perilaku tersebut (mengubah perilaku) b. dilakukan di sekolah dengan sasaran murid. b. • Akhirnya klien tersebut akan dengan sukarela dan berdasarkan kesadaran. Bimbingan dan penyuluhan (guidance and counseling). pimpinan diskusi/penyuluh duduk diantara peserta agar tidak ada kesan lebih tinggi. Pendidikan kesehatan di tempat-tempat kerja dengan sasaran buruh atau karyawan yang bersangkutan. Interview (wawancara) • Merupakan bagian dari bimbingan dan penyuluhan • Menggali informasi mengapa ia tidak atau belum menerima perubahan. dsb. higiene perorangan. pendidikan kesehatan di sekolah. Kelompok kecil 1) Diskusi kelompok . Dibuat sedemikian rupa sehingga saling berhadapan. Pembatasan cacat (Disability limitation) e. Metode pendidikan Individual (perorangan) Bentuk dari metode individual ada 2 (dua) bentuk : a. b. kebiasaan hidup. Diagnosis dini dan pengobatan segera (Early diagnosis and prompt treatment) d. c. di Puskesmas. perbaikan sanitasi lingkungan. b. Efektifitas metodenya pun akan tergantung pada besarnya sasaran pendidikan. • Kontak antara klien dengan petugas lebih intensif • Setiap masalah yang dihadapi oleh klien dapat dikorek dan dibantu penyelesaiannya. yaitu . Rehabilitasi (rehabilitation) 4. karena metodenya akan lain.

gaco (penunjuk arah). sebelum semuanya mencurahkan pendapat tidak boleh ada komentar dari siapa pun. Merupakan modifikasi diskusi kelompok. Kemudian dilontarkan suatu pertanyaan atau masalah. 6) Permainan simulasi (Simulation Game) Merupakan gambaran role play dan diskusi kelompok. baru setelah semuanya mengemukaan pendapat. 3. Ceramah umum (public speaking) Dilakukan pada acara tertentu. Sinetron Jejak sang elang di Indosiar hari Sabtu siang (th 2006) 13 . 4) Kelompok kecil-kecil (Buzz group) Kelompok langsung dibagi menjadi kelompok kecil-kecil. sebagai perawat atau bidan. Beberapa orang menjadi pemain. Biasanya menggunakan atau melalui media massa. sedangkan anggota lainnya sebagai pasien/anggota masyarakat. pada hakikatnya adalah merupakan bentuk pendidikan kesehatan massa. d. kemudian peserta memberikan jawaban/tanggapan. tanggapan/jawaban tersebut ditampung dan ditulis dalam flipchart/papan tulis. dan mencari kesimpulannya. c.pancingan. Contoh : a. Pesan-pesan disajikan dalam bentuk permainan seperti permainan monopoli. Metode pendidikan Massa Pada umumnya bentuk pendekatan (cara) ini adalah tidak langsung. setelah lebih kurang 5 menit tiap 2 pasang bergabung menjadi satu. Kemudian tiap 2 pasang yang sudah beranggotakan 4 orang ini bergabung lagi dengan pasangan lainnya dan demikian seterusnya akhirnya terjadi diskusi seluruh kelas. Cara memainkannya persis seperti bermain monopoli dengan menggunakan dadu. Pidato-pidato diskusi tentang kesehatan melalui media elektronik baik TV maupun radio. dan akhirnya terjadi diskusi. tiap anggota mengomentari. kemudian dilontarkan suatu permasalahan sama/tidak sama dengan kelompok lain. misalnya Hari Kesehatan Nasional. dan sebagian lagi berperan sebagai nara sumber. dialog antar pasien dengan dokter atau petugas kesehatan lainnya tentang suatu penyakit atau masalah kesehatan melalui TV atau radio adalah juga merupakan pendidikan kesehatan massa. dan mengatur sehingga diskusi berjalan hidup dan tak ada dominasi dari salah satu peserta. b. Mereka tetap mendiskusikan masalah tersebut. Contoh : ”Praktek Dokter Herman Susilo” di Televisi. 5) Memainkan peranan (Role Play) Beberapa anggota kelompok ditunjuk sebagai pemegang peranan tertentu untuk memainkan peranan tertentu. 2) Curah pendapat (Brain Storming) . misalnya sebagai dokter puskesmas. dan masing-masing kelompok mendiskusikan masalah tersebut. dll. dan papan main. misalnya oleh menteri atau pejabat kesehatan lain. Sinetron ”Dokter Sartika” di dalam acara TV juga merupakan bentuk pendekatan kesehatan massa. mengarahkan. 3) Bola salju (Snow Balling) Tiap orang dibagi menjadi pasangan-pasangan (1 pasang 2 orang). Mereka memperagakan bagaimana interaksi/komunikasi sehari-hari dalam melaksanakan tugas. Simulasi. dimulai dengan memberikan satu masalah. Selanjutnya kesimpulan dari tiap kelompok tersebut dan dicari kesimpulannya.

e.  Alat-alat yang tidak diproyeksikan : - Dua dimensi : gambar peta. .Elgar Dale membagi alat peraga menjadi 11 macam. Andalah yang dapat mencegahnya (Pemberantasan Sarang Nyamuk). bagan. 14 . Tulisan-tulisan di majalah/koran. film strip. Semakin banyak indra yang digunakan untuk menerima sesuatu maka semakin banyak dan semakin jelas pula pengertian/pengetahuan yang diperoleh. spanduk poster dan sebagainya adalah juga bentuk pendidikan kesehatan massa.Untuk membantu dan meragakan sesuatu dalam proses pendidikan pengajaran . baik dalam bentuk artikel maupun tanya jawab /konsultasi tentang kesehatan antara penyakit juga merupakan bentuk pendidikan kesehatan massa. Contoh : Billboard ”Ayo ke Posyandu”. Alat bantu lihat (Visual Aids)  Alat bantu yang diproyeksikan : slide. dsb. dan sekaligus menggambarkan tingkat intensitas tiap-tiap alat tersebut dalam suatu kerucut. 4. Bill Board.4 Alat bantu dan media pendidikan kesehatan Alat bantu pendidikan kesehatan . Macam-macam alat bantu pendidikan : a. Sedangkan penyampaian bahan yang hanya dengan kata-kata saja sangat kurang efektif atau intensitasnya paling rendah. benda asli mempunyai intensitas yang paling tinggi untuk mempersepsikan bahan pendidikan/pengajaran. yang dipasang di pinggir jalan. film. - Dalam proses pendidikan.Disusun berdasarkan prinsip bahwa pengetahuan yang ada pada setiap manusia itu diterima atau ditangkap melalui panca indra. f. dsb.

dsb yang memerlukan listrik dan proyektor. kertas koran. Foto : mengungkapkan informasi-informasi kesehatan - - b. dsb. mengenai bahasan suatu masalah kesehatan.Tiga dimensi : bola dunia. di tempat-tempat umum. dimana tiap lembar (halaman) berisi gambar peragaan dan dibaliknya berisi kalimat sebagai pesan atau informasi berkaitan dengan gambar tersebut. yang mudah dibuat sendiri. dsb. seperti film. Alat bantu dengar lihat (Audio Visual Aids/AVA) Misalnya : televisi. Poster : berisi pesan-pesan/informasi kesehatan yang biasanya ditempel di tembok-tembok. atau kendaraan umum. Rubrik atau tulisan-tulisan pada surat kabar atau majalah. kaleng bekas. b. b. quiz atau ceradas cermat. boneka. video cassette Menurut pembuatannya dan penggunaannya : a. baik tulisan maupun gambar. Flip chart (lembar balik) : bentuk buku. Isi informasi dapat dalam bentuk kalimat maupun gambar. sinetron. film stripe. Media pendidikan kesehatan Berdasarkan fungsinya sebagai penyalur pesan-pesan kesehatan (media). Alat peraga yang sederhana. radio. Leaflet : melalui lembaran yang dilipat. pita suara. 15 . Media elektronik Televisi : dalam bentuk sandiwara. Alat bantu dengar (Audio Aids) Misalnya : piringan hitam. dsb. media ini dibagi menjadi 3. Flyer (selebaran) : seperti leaflet tetapi tidak dalam bentuk lipatan. Alat peraga yang ‘complicated’ (rumit). pidato (ceramah). atau kombinasi. Media cetak Booklet : bentuk buku. sport. yakni : a. dengan bahanbahan setempat yang mudah diperoleh seperti bambu. atau hal-hal yang berkaitan dengan kesehatan. c. dsb. forum diskusi atau tanya jawab sekitar masalah kesehatan. TV. slide. karton.

Respondent respons (respondent behavior) ini mencakup juga emosi respons atau emotional behavior. responsnya akan lebih intensif atau lebih kuat lagi. Respondent respons/reflexive respons. maupun aktif (tindakan) yang dilakukan sehubungan dengan penyakit dan sakit tersebut. sandiwara radio. Emotional respons ini timbul karena hal yang kurang mengenakkan organisme yang bersangkutan. karena menimbulkan respons-respons yang relatif tetap. Perangsang semacam ini disebut reinforcing stimuli atau reinforcer. Perangsangan semacam ini disebut elicting stimuli. cahaya yang kuat akan menimbulkan mata tertutup. Dengan kata lain. radio spot. berjingkat-jingkat karena senang. misalnya : tidur dengan 16 a. dll. dll. dsb. Video Slide Film stipe c. Respons dibagi menjadi 2 : a. karena perangsangan-perangsangan tersebut memperkuat respons yang telah dilakukan oleh organisme. baik pasif (mengetahui.- Radio : dalam bentuk obrolan (tanya jawab). misalnya : makanan lezat menimbulkan keluarnya air liur. Operant Respons atau instrumental respons. makanan serta lingkungan. Misalnya menangis karena sedih/sakit. Contoh : Apabila seorang anak belajar atau telah melakukan suatu perbuatan. mempersepsi penyakit dan rasa sakit yang ada pada dirinya maupun di luar dirinya. ceramah. misalnya : perilaku pencegahan penyakit (health prevention behavior). adalah respons untuk melakukan pencegahan penyakit.1 Konsep perilaku Skinner (1938) seorang ahli perilaku mengemukakan bahwa perilaku adalah merupakan hasil hubungan antara perangsang (stimulus) dan tanggapan (respons). muka merah (tekanan darah meningkat karena marah). Sebaliknya hal-hal yang mengenakkan pun dapat menimbulkan perilaku emosional misalnya tertawa. 5. yaitu bagaimana manusia merespons. Media papan (Bill board) Dipasang di tempat-tempat umum dapat dipakai dan diisi dengan pesan-pesan atau informasi-informasi kesehatan. 5. maka ia akan menjadi lebih giat belajar atau akan lebih baik lagi melakukan perbuatan tersebut. . Mahasiswa dapat memahami tentang ilmu perilaku dan perilaku kesehatan 5. Perilaku kesehatan mencakup 4 : Perilaku seseorang terhadap sakit dan penyakit. perangsang yang demikian itu mengikuti atau memperkuat sesuatu perilaku tertentu yang telah dilakukan. sistem pelayanan kesehatan. Perilaku terhadap sakit dan penyakit ini dengan sendirinya sesuai dengan tingkatan-tingkatan pencegahan penyakit. Oleh karena itu. b.2 Perilaku kesehatan Yaitu suatu respon seseorang (organisme) terhadap stimulus yang berkaitan dengan sakit dan penyakit. kemudian memperoleh hadiah. ialah respons yang ditimbulkan oleh rangsangan tertentu. adalah respons yang timbul dan berkembang diikuti oleh perangsangan tertentu.

meski ia tidak ikut KB. dengan rumah yang sehat. Perilaku sakit (illness behavior). kebersihan perorangan. cara pelayanan. seorang ibu tahu bahwa imunisasi itu mencegah suatu penyakit tertentu. Respons berbentuk 2 (dua) macam : Bentuk pasif adalah respons internal. meliputi pengetahuan. yaitu hal-hal yang berkaitan dengan tindakan atau kegiatan seseorang dalam memelihara dan meningkatkan kesehatannya. sikap dan praktek kita terhadap makanan serta unsur-unsur yang terkandung di dalamnya/zat gizi. perilaku dapat diartikan suatu respons organisme atau seseorang terhadap rangsangan (stimulus) dari luar subjek tersebut. d. pembuangan air kotor. sikap dan pengguanaan fasilitas. 17 . c. seseorang yang menganjurkan orang lain untuk ber-KB. Perilaku terhadap makanan (nutrition behavior). yakni respons seseorang terhadap makanan sebagai kebutuhan vital bagi kehidupan.3 a. petugas kesehatan. dan obat-obatan. memilih makanan. Persepsi adalah sebagai pengalaman yang dihasilkan melalui panca indra. Perilaku terhadap lingkungan kesehatan (environmental health behavior) adalah respons seseorang terhadap lingkungan sebagai determinan kesehatan manusia. dan sebagainya. dengan limbah. pengelolaan makanan. dengan pembersihan sarang-sarang nyamuk (vektor). Perilaku ini disamping berpengaruh terhadap kesehatan/kesakitannya sendiri. Perilaku terhadap pelayanan kesehatan. meski ia tak membawa anaknya ke puskesmas. juga berpengaruh terhadap orang lain. termasuk juga tindakantindakan untuk mencegah penyakit. Bentuk perilaku Secara lebih operasional. untuk merasakan merasakan dan mengenal keadaan kesehatannya atau rasa sakit. serta usahausaha mencegah penyakit tersebut. baik pelayanan kesehatan tradisional maupun modern. 5. imunisasi. Oleh sebab itu perilaku mereka ini masih terselubung (covert behavior). Perilaku peran sakit (the sick role behavior). penyebab penyakit.kelambu untuk mencegah gigitan nyamuk malaria. petugas dan obat-obatan. termasuk kemampuan atau pengetahuan individu untuk mengidentifikasi penyakit. Perilaku ini mencakup respons terhadap fasilitas pelayanan. yang terwujud dalam pengetahuan.dll. meski mereka sendiri belum melakukan secara konkret terhadap kedua hal tersebut. persepsi. dan sebagainya. Dari contoh di atas ibu itu telah tahu guna imunisasi dan orang tersebut punya sikap positif mendukung KB. sanitasi. misal tanggapan atau sikap batin dan pengetahuan. persepsi. yakni segala tindakan atau kegiatan yang dilakuakan oleh individu yang sedang sakit untuk memperoleh kesembuhan. yakni segala tindakan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang individu yang merasakan sakit. Misalnya . terutama anak-anak yang belum mempunyai kesadaran dan tanggung jawab terhadap kesehatannya. 1) 2) 3) Klasifikasi perilaku yang berhubungan dengan kesehatan (health behavior) sebagai berikut Perilaku kesehatan (health behavior). b. Lingkup perilaku ini seluas lingkup kesehatan lingkungan itu sendiri (dengan air bersih. dll. yaitu yang terjadi di dalam diri manusia dan tidak secara langsung dapat terlihat oleh orang lain.

bahkan dihati kaum kafir yang memusuhinya. setiap pesan yang beliau sampaikan pasti berkesan dihati para sahabat. sikap. melalui sunnah rasullulah saw. b) Faktor Enabling/pemungkin. Tiga faktor pokok yang melatarbelakangi/mempengaruhi perilaku : a) Faktor Predisposing. atau dalam bahasa gaulnya “nggak nyambung”. kepercayaan. rasullullah SAW adalah komunikator yang hebat. c) Faktor Reinforcing/mendorong/memperkuat. berupa pengetahuan. Bentuk aktif. Mahasiswa dapat memahami tentang Etika Komunikasi Islam Allah Ta’ala berfirman: “Dan berkat rahmat Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. 18 . 6. karena hidup kita mempunyai tuntunan yang lengkap dan menyeluruh. Semua ini membuktikan betapa kita harus bisa berkomunikasi dengan nilai-nilai yang islami. Menurut saya. 4. betapa besar dampaknya komunikasi dalam tatanan hidup manusia sebagai mahluk sosial. Menurut pakar komunikasi 70% dalam 24 jam. duniawi.”Sebaik-baiknya manusia adalah orang yang sangat baik dengan tetangganya. peraturanperaturan. pasti akan sampai pada kesimpulan yang sama. nilai.” dan banyak lagi hadits-hadits yang menyuruh kita untuk mencintai saudara kita sesama muslim seperti kita mencintai diri kita sendiri.” (Ali Imran ayat 159) Ayat ini sangat luas dan dalam maknanya. Tiada agama yang paling sempurna kecuali Islam. bahkan sebaliknya setiap kata yang diucapkan dapat menyejukkan hati. Dari firman Allah ini. maka disebut ”overt behavior”.”Sebaik-baiknya manusia adalah orang yang dapat bermanfaat bagi orang lain. waktu manusia diisi dengan komunikasi. maka sebagai muslim kita harus tahu etika berkomunikasi yang sesuai dengan ajaran Islam.…. Begitu banyaknya waktu yang kita habiskan dalam komunikasi. Islam juga banyak mengatur tata cara berkomunikasi. yaitu perilaku itu jelas dapat diobservasi secara langsung.” atau . tradisi. hingga lisan kita tidak sampai menyakiti orang lain. Bayangkan. Oleh karena itu perilaku mereka ini sudah tampak dalam bentuk tindakan nyata. si ibu sudah membawa anaknya ke puskesmas untuk imunisasi dan orang pada kasus kedua sudah ikut KB dalam arti sudah menjadi akseptor KB. ayat inilah yang mengilhami skripsi saya. siapapun apakah ia muslim atau kafir bila saja mau menggunakan akal untuk berpikir. berupa tokoh agama. bahkan sampai hal-hal kecil pun seperti tata cara mandi. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar. teknologi. berpakaian. tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu. uswatunhasanah bagi kita. Sungguh beruntung kita ditakdirkan sebagai seorang muslim. Islam tidak hanya mengatur kehidupan akhirat. Salah komunikasi atau misscommunication akan mengakibatkan salah persepsi. Faktor yang paling penting dalam berdakwah ialah komunikasi. berupa ketersediaan sumber-sumber/fasilitas. karena itu ketika menyelesaikan studi di fakultas ilmu komunikasi. Rasululah SAW mengatakan . tidur diatur Islam. Misalnya pada kedua contoh di atas. Lengkap karena kita memiliki Al Quran dan hadits sebagai sumber hukum yang paling otentik dan terpercaya. dll.b. tokoh masyarakat.

dan tidak ada seseorang menganiaya yang lain. Selanjutnya Allah juga menegaskan yang paling mulia di sisi Allah bukanlah yang paling kaya. namun kepada yang lebih muda menyayangi. Dalam pergaulan orang yang tawadhu pasti disenangi. sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu sekalian di sisi Allah adalah yang paling takwa diantara kamu sekalian”. Sebagai Muslim yang baik harus selalu menjaga setiap kata yang keluar dari mulutnya. seperti mengejek.” Dan hamba-hamba Tuhan yang maha penyayang itu adalah orangorang yang berjalan diatas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka. sakitnya akan terbawa sampai mati. maka beliau pergi mengikuti kemana budak itu menghendaki”.” Sesungguhnya Allah telah memberi wahyu kepadaku.”Memang lidah tidak bertulang. Allah berfirman.” Hai manusia. yaitu kamu sekalian hendaklah bersikap tawadhu sehingga tidak ada seseorang bersikap sombong kepada yang lain. hindarilah kata-kata yang hina. paling popular dsbnya.Allah berfirman. paling pintar. Dalam pergaulan Qaulan Salaamah terdiri dari beberapa aspek antara lain: Pertama : Qaulan Kariiman ( mulia) sebagai muslim kita harus berkata dengan katakata yang mulia. mereka mengucapkan kata-kata yang baik.” (Al Furqon: 63) Rendah hati (tawadhu) dan mengucapkan kata-kata yang baik (Qaulan Salaamah). bergurau dan bergaul harus tetap dengan kata-kata yang mulia. tak terbatas kata-kata” kendati lidah tak bertulang.” (Hr Muslim). dan sahabat-sahabatnya.” Bila ada budak di Madinah memegang tangan nabi SAW. mestipun berbeda suku. namun yang paling mulia adalah manusia yang paling bertakwa kepada Allah SWT. orang yang tawadhu akan tercermin dari sifat dan tingkah lakunya. kepada yang lebih tua menghormati. Setiap manusia mempunyai karakter. (Al Hujarat. sikap dan watak yang berbeda. berbeda bangsa. Hati-hati dengan perkataan. manusia yang dijamin masuk surga itu. 19 . sebagai manusia kita harus menjalin komunikasi yang baik. Banyak orang bisa sembuh bila dilukai dengan pedang. namun lidah bisa lebih tajam dari sembilu. Untuk itu Islam mengatur tata cara bergaul yang benar. Dan dalam riwayat lain Anas RA berkata. Bila kita baca riwayat hidup rasullah. Allah menyuruh kita untuk saling mengenal. sungguh rendah hati terhadap keluarga. mengolok-ngolok hingga menyakiti perasaan orang lain. paling cantik. Pepatah mengatakan. sifat dan kepribadian yang berbeda. Karena setiap lafaz yang kita ucapkan akan dipertanggungjawabkan diakhirat nanti. namun bila dilukai dengan lidah. sesungguhnya Kami menciptakan kamu sekalian dari seorang laki-laki dan seorang perempuan serta menjadikan kamu sekalian berbangsabangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. berbeda warna kulit. ia akan tampil sebagai pemimpin yang amanah. agar seseorang dapat bersinergi dengan orang lain meski mempunyai kepribadian . sikap tawadhu benar-benar dicontohkan langsung oleh rasul. berbeda budaya. (Hr Bukhari) Sungguh. Meski anak yang lahir kembar identik pun pasti memiliki sifat dan karakter yang tidak sama. yang tidak membedakan status sosial kendati beliau adalah manusia yang paling mulia di dunia dan akhirat namun tetap menghargai seorang budak . Beliau bersabda. bila berkata sewajarnya. bila ingin bergurau tetap jaga lisan dari kata-kata yang menyakiti. : 13) Dari ayat ini. Rendah hati adalah sifat yang sangat mulia. Orang seperti ini bila ditakdirkan jadi pemimpin.

Jangan kita berdakwah tentang teknologi nuklir dihadapan jamaah yang berusia lanjut tentu sangat tidak tepat sasaran. Dimana pun kita berada insyaAllah. seperti membentak. Kelima : Qaulan Layyinan ( lemah lembut). Karena muslim yang beriman keberadaannya akan selalu disenangi. sehingga bibir kita pun selalu berbohong tanpa merasa berdosa. Sebagai muslim yang beriman lisan harus terjaga dari perkataan yang sia-sia. begitu juga sebaliknya. Sungguh. Juga tidak kalah penting dalam menyampaikan kebenaran.Kedua : Qaulan ma’rufan ( baik) “Berkatalah yang baik atau diam” itu pesan rasullulah kepada ummatnya. Sungguh sangat menjijikkan. adalah keberanian untuk bicara tegas. jujur jangan berdusta. Siapapun tidak suka bila berbicara dengan orang-orang yang kasar. meninggikan suara. seumpama orang yang memakan bangkai temannya sendiri. Siapapun tak ingin dibohongi. maksudnya tidak mengeraskan suara. melalui lisan kita.” (Al A’raaf ayat 55) Demikian Allah mengajarkan kepada kita. mulai sekarang. “Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lemahlembut. memfitnah. Seorang muslim berkata harus benar. semuanya akan terasa indah. Karena sekali kita berkata dusta. tepat dan lemah lembut. “Katakanlah kebenaran itu. menyejukkan hati bagi orang yang mendengarnya. anda atau siapapun mari kita belajar untuk menjadi komunikator yang handal dengan cara berkata yang mulia. seorang istri akan sangat sakit hatinya bila ketahuan suaminya berbohong. hingga Allah berfirman dalam surat Al Hujarat ayat 12. menghasut. baik. Seperti ayat pembuka diatas Allah melarang bersikap keras dan kasar dalam berdakwah. meskipun sangat menyakitkan.Wallahu’alam bishshawab. khususnya dengan saudara kita sesama muslim. Hindari kata-kata yang hanya bisa mengkritik atau mencari kesalahan orang lain. Yakinlah bila tuntunan ini kita praktekkan dalam kehidupan baik di dalam rumahtangga. selanjutnya kita akan berdusta untuk menutupi dusta kita yang pertama. saya. sejatinya mrnguatkan kita dalam menghadapi resiko yang apa pun yang akan kita hadapi dalam berdakwah. Keempat : Qaulan Balighan (tepat) sebagai orang yang bijak bila berdakwah kita harus melihat stuasi dan kondisi yang tepat dan menyampaikan dengan kata-kata yang tepat. bila dengan remaja kita harus mengerti dunia mereka. Rasullulah selalu bertuturkata dengan lemah lembut.” pesan Rasullulah ini. jangan ragu dan takut. Mampukah kita? Yuk. Ketiga : Qaulan Syadidan ( lurus dan benar). dalam menjalin komunikasi. benar. maupun di masyarakat. apalagi jelas dasar hukumnya Al Quran dan hadits. (Lva) Dari tulisan Khalifatur dan materi Kajian Tafsir Qur’an Pengajian Sakinah. malah membuat mereka semakin bingung. Jangan biarkan lisan ini mencari-cari kejelekan orang lain. karena kekerasan akan mengakibatkan dakwah tidak akan berhasil malah ummat akan menjauh. kata-katanya menyejukkan hati siapapun yang mendengarnya. 20 . perbuatan yang sangat hina. Bila bicara dengan anak-anak kita harus berkata sesuai dengan pikiran mereka. Semoga dengan ini Allah mengangkat derajat kita menjadi mujahidmujahid yang menegakan kemuliaan Islam. sungguh Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. apapun yang diucapkannya harus selalu mengandung nasehat. begitu seterusnya.. hingga setiap kata yang beliau ucapkan sangat menyentuh hati siapapun yang mendengarnya. Dalam berdoa pun Allah memerintahkan agar kita memohon dengan lemahlembut. Rakyat pun akan murka bila dibohongi pemimpinnya.

DAFTAR PUSTAKA Notoatmodjo S. 519 hal Zuhroni.1982. Trihono. K. Manajemen Puskesmas Berbasis Paradigma Sehat. Pandangan Islam terhadap Masalah Kedokteran dan Kesehatan 21 . Surabaya. Hal : 7-26. Rineka Cipta. JAF: Management (2nd edition).79 Wiyono D. Sagung Seto. 2008. 2008. Penerbit Duta Prima Airlangga. Surabaya.35.374 hal Wiyono D. Hal 95-212 Stoner. Prentice Hall International edition. Penerbit Duta Prima Airlangga.33. Jakarta. Jakarta. 2005. Manajemen Kesehatan Ibu dan Anak “Prinsip & Strategi Pendekatan Komunitas”. Prinsip-prinsip Ilmu Kesehatan Masyarakat 2003. Manajemen Program Promkes dan Pemberdayaan masyarakat.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->