Latihan dasar kepemimpinan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Langsung ke: navigasi, cari Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia
Merapikan artikel bisa berupa membagi artikel ke dalam paragraf atau wikifikasi artikel. Setelah dirapikan, tolong hapus pesan ini.

Latihan Dasar Kepemimpinan / LDK adalah sebuah pelatihan dasar tentang segala hal yang berkaitan dengan kepemimpinan. Pelatihan ini biasanya yang diberikan oleh Pengurus OSIS lama kepada calon Pengurus OSIS baru, baik untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama maupun Sekolah Menengah Atas (untuk LDK tingkat sekolah menengah). Pelatihan dasar yang diberikan ini bertujuan untuk memberikan bekal kepemimpinan kepada Pengurus OSIS baru yang nantinya akan menjadi pemimpin dari seluruh kesatuan OSIS dari sekolah yang bersangkutan. LDK biasanya diberikan dalam 2 bagian yaitu LDK Fisik dan LDK Mental. Pemberian materi dari kedua jenis LDK ini biasanya diberikan di waktu dan tempat yang berbeda. Untuk LDK Mental, yang menjadi pemberi materi bukanlah lagi para Pengurus OSIS lama melainkan Dewan Guru, Pembina OSIS, Kepala Sekolah serta Guru Psikologi dan Konseling dari sekolah yang bersangkutan, atau bisa juga dengan cara menyewa dari suatu Lembaga Psikologi Independen. LDK Fisik biasanya diberikan di sekolah dalam waktu 3-5 Hari penuh, sedangkan LDK Mental biasanya diberikan di luar kota dalam waktu 2-4 hari.

Daftar isi

1 Materi o 1.1 LDK Fisik o 1.2 LDK Mental 2 Pelantikan

Materi
LDK Fisik
Untuk LDK Fisik pada umumnya, materi yang diberikan secara garis besar ialah dalam bentuk PBB / Pelatihan Baris Berbaris. PBB ini meliputi beberapa hal seperti :

Baris Berbaris dasar :
* * * * * * Hadap Hadap Balik Hadap Hadap Jalan Kanan, Kiri, Kanan, Serong Kanan, Serong Kiri, Ditempat,

* Langkah Tegap Maju, dan * Meluruskan Barisan. 

Baris Berbaris Tingkat Menengah :

* Perpaduan antara Langkah Tegap Maju dengan Balik Kanan serta keempat jenis hadap-hadapan, * Perpaduan antara Jalan Ditempat dengan Balik Kanan serta keempat jenis hadap-hadapan, dan * Buka - Tutup Barisan. 

Baris Berbaris Tingkat Tinggi :

* Langkah Tegap Maju beregu, * Haluan Kanan beregu, * Haluan Kiri beregu, * Belok Kanan beregu, dan * Perpaduan antara Langkah Tegap Maju, Balik Kanan, keempat jenis hadap-hadapan, dan Jalan Ditempat. 

Ujian Akhir : Perpaduan Keseluruhan Materi PBB.

Dalam LDK Fisik ini peserta dituntut untuk memiliki kedisiplinan yang tinggi, terlebih selama mengikuti 3-5 hari LDK. Beberapa peraturan yang pada umumnya diterapkan dalam LDK ialah :
 

 

Selama pelaksanaan LDK, peserta harus hadir di tempat LDK tepat waktu, Kebersamaan ialah hal yang amat diperhatikan selama pelaksanaan LDK. Jika ada 1 peserta saja yang tidak membawa air minum, saputangan, topi, ataupun atribut-atribut lainnya yang telah ditetapkan, maka seluruh pesertalah yang akan menanggung hukumannya, Setiap peserta wajib mematuhi seluruh peraturan dan perintah yang diberikan oleh tim pemberi LDK. Jika tidak, maka kepadanya akan diberikan hukuman, dan Kebersamaan juga diterapkan apabila ada salah satu peserta LDK yang melakukan kesalahan

Hukuman dalam LDK Fisik biasanya berupa push-up untuk pria atau scott jump untuk wanita. Jumlahnya tergantung perintah dari pemberi LDK.

LDK Mental
Untuk LDK Mental pada umumnya, materi yang diberikan secara garis besar ialah dalam bentuk Penyuluhan Mental Kepemimpinan. Kegiatan yang biasa dilakukan dalam LDK Mental adalah : Outbond / Kegiatan Alam, seperti :
   

Hiking Menyebrangi sungai Mendaki bukit Menyusuri terasering / pematang sawah

Dibutuhkan kemampuan untuk menganalisis segala macam kemungkinan dan kemampuan untuk memerintah secara hati-hati dan terpertimbangkan agar bisa mencapai goal dari permainan ini yaitu memasukkan paku dalam botol Bisik berantai.Permainan-permainan yang memiliki nilai kepemimpinan. Sessi Problem Solving / Challange . sesegera mungkin atau paling lambat 2 minggu setelahnya mereka akan dilantik menjadi Pengurus OSIS resmi. Pelantikan dan Pengesahan ini disaksikan oleh seluruh Dewan Guru dan Siswa/i sekolah yang bersangkutan dan dilaksanakan dalam sebuah upacara besar yaitu Upacara Pelantikan Pengurus OSIS baru Periode Kerja xxxx / xxxx Rabu. 02 Mei 2012 . Pelantikan ini dilakukan oleh Pengurus OSIS lama dan disahkan oleh Kepala Sekolah. Sessi Dinamika Kelompok : Berupa permainan. seperti :   Memasukkan paku dalam botol dengan mata tertutup. Dibutuhkan kemampuan sebagai pendengar sekaligus penyampai pesan yang baik agar dapat menyampaikan pesan yang benar dari awal hingga akhir. Sessi Komunikasi : Penyuluhan mengenai cara-cara berkomunikasi yang benar sebagai layaknya seorang pemimpin. Salah seorang yang lain memberikan aba-aba agar paku tersebut masuk. seperti :     Sessi Kepemimpinan : Penyuluhan mengenai karakter pemimpin yang benar.Proses manajemen konflik : Penyuluhan mengenai cara-cara seorang pemimpin memecahkan masalah secara efektif dan benar. Pemberian materi kepemimpinan yang dibagi dalam beberapa sessi. Pelantikan Para Pengurus OSIS SMP Charitas yang telah dilantik (ditandai dengan membawa bendera) Setelah seluruh calon Pengurus OSIS baru mengikuti kedua LDK ini.

5 Maret 2009 . Jend. A. Yani No.Rencana Kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) RENCANA KEGIATAN LATIHAN DASAR KEPEMIMPINAN OSIS SMP NEGERI 2 GARUT TAHUN 2009 Disusun oleh : Panitia LDK 2009 PEMERINTAH KABUPATEN GARUT DINAS PENDIDIKAN SMPN 2 GARUT Jl.43 (0262) 233306 Garut Lembar Pengesahan Garut.

................... NIP 131852340 MENGETAHUI / MENYETUJUI : Kepala SMPN 2 Garut...Wakasek Kesiswaan........................................................ i Daftar Isi .........Pd.. Masrun Gartiwa.. 5 A... 1 1....2 Ruang Lingkup ................................. NIP 131628491 DAFTAR ISI Lembar Pengesahan Kata Pengantar ...... Pembiayaan ........................ S.... 2 1............................1 Permasalahan ..............3 Sistematika Laporan ........... 5 ...1 Latar Belakang ........... M.....Pd.... 4 BAB II Pelaksanaan Kegiatan LDK 2...................................................................... Drs........................... iii BAB I Pendahuluan 1. Iden Suparno..................................................... ii Daftar Gambar dan Tabel ...........

............. 8 2.................................................................. 15 Lampiran ii DAFTAR GAMBAR dan TABEL Gambar 1 : Pembinaan Krida ....... 4 Tabel 4 : Pembiayaan LDK ............ 7 C....... Waktu .................................................................................. Waktu ...... 14 3.......................................................................................... 6 Tabel 6 : Time Schedule Kegiatan LDK . 9 B.. 11 C.... Pembiayaan ................ 2 Tabel 1 : Pembina Krida .......1 Kesimpulan ...................................................................................................................................... 3 Tabel 3 : Peserta LDK .B................. 4 Tabel 5 : Sumber Dana LDK ....................................................................2 Upaya Menanggulangi Masalah A................................................................ 5 Gambar 2 : Grafik Pembiayaan ............. Tempat / Sarana ....................... 2 Tabel 2 : Materi LDK .......... 6 Gambar 3 : Grafik Persentase Dana LDK ........................................................... Tempat / Sarana ... 8 ........ 12 BAB III Penutup 3........................ 7 Tabel 7 : Tempat / Sarana Kegiatan LDK ..........2 Rekomendasi ...............................................................

.......... Laporan Kegiatan LDK ini berusaha untuk merekam jejak dari seluruh kegiatan pelatihan yang telah diselenggarakan sebagai bahan informasi bagi para pengguna/pembaca laporan. Pramuka.... dan periodik dari Program Pembinaan Kesiswaan yang secara rutin diselenggarakan bagi para pengurus OSIS..... Meskipun demikian........ kami kemas dalam komposisi yang sangat sederhana. dan Rohis di lingkungan SMPN 2 Garut sebagai modal dasar bagi para pengurus untuk lebih memahami aspek-aspek keorganisasian dan untuk selanjutnya diharapkan dapat mengimplementasikan hasil pelatihan LDK tersebut dalam kehidupan berorganisasi di SMPN 2 Garut...........Gambar 4 : Perbandingan Jumlah Peserta ........... Paskibra. sangat disadari adanya keterbatasan kemampuan manusiawi yang ada dalam diri kami............... Kegiatan LDK merupakan upaya sistematis....... Saran dan nasehat untuk perbaikan laporan kegiatan ........ 10 Tabel 8 : Kepanitiaan .. dengan selesainya penyusunan Laporan Kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) OSIS SMPN 2 Garut Tahun 2009.. Laporan Kegiatan LDK ini kami susun sebagai bentuk akuntabilitas (pertanggungjawaban) Panitia Penyelenggara Kegiatan terhadap segala aktivitas pelaksanaan program LDK yang telah selesai dilaksanakan..... Palang Merah Remaja........... Sistematika penyusunan Laporan Kegiatan LDK.. terencana....... 1 iii KATA PENGANTAR Puji dan syukur kami panjatkan ke Hadlirat Allah SWT.

Surat Undangan Kepada Guru SMPN 2 Garut 6. Kartu Panitia 15. SK Kepanitiaan LDK 2. kami ucapkan terimakasih. Kepada semua pihak yang telah membantu kelancaran penyelenggaraan kegiatan LDK hingga tersusunnya Laporan Kegiatan LDK ini. Proposal Kegiatan LDK 4. Kartu Peserta 14. Susunan Acara Penutupan LDK 10. Tata Tertib Peserta LDK 7.LDK ini di masa depan. Daftar Hadir Peserta 13. Daftar Check – In Peserta 12. Jadwal dan Acara Kegiatan LDK 8. Susunan Acara Pembukaan LDK 9. Surat Pemberitahuan Kepada Orang Tua Siswa 5. Program Kerja Kegiatan LDK 3. Bahan Materi LDK . Daftar Hadir Panitia 11. kami terima dengan penuh perhatian. Garut. 5 Maret 2009 Panitia LDK OSIS SMPN 2 Garut Tahun 2009 LAMPIRAN – LAMPIRAN 1.

Kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) menjadi sangat penting artinya dalam meningkatkan pengetahuan. adalah tidak sepenuhnya benar. Latar Belakang Kepemimpinan merupakan motor atau daya penggerak dari pada semua sumber-sumber dan alat-alat (resources) yang tersedia bagi suatu organisasi. dan Rohis SMP Negeri 2 Garut sebagai calon pemimpinpemimpin yang baik.2. keterampilan dan kepribadian para pengurus OSIS. bagaimana membangun dan mengembangkan sifat dan teknik kepemimpinan tersebut ? Jawaban yang paling tepat untuk membangun dan mengembangkan sifat dan teknik kepemimpinan adalah : dengan mengadakan pelatihan kepemimpinan. Hal ini menunjukan. untuk menjadi seorang pemimpin yang baik.BAB I PENDAHULUAN 1. 1. seorang pemimpin juga dituntut untuk memiliki kemampuan keterampilan dalam mengarahkan. Dan apabila sifat-sifat kepribadian seorang pemimpin yang baik tersebut telah dimiliki secukupnya. Bila tidak. serta membutuhkan keuletan dan ketekunan serta dengan keyakinan yang tulus latihan itu dapat berhasil dan sukses. proses pembiasaan yang meminta banyak waktu. maka anak atau keturunannya akan juga menjadi pemimpin. artinya orang harus melatih diri bertindak sesuai dengan sifat-sifat kepemimpinan. Teori heredita yang menyatakan bahwa : kacang tidak membuang lanjarannya. Pramuka. Nama dan Tema Kegiatan Kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan OSIS SMP Negeri 2 Garut ini mengambil nama dan tema sebagai berikut : Nama Kegiatan : Latihan Dasar Kepemimpinan OSIS SMP Negeri 2 Garut Tahun 2009 Tema Kegiatan : “Membangun Kepribadian Kepemimpinan Yang Berkualitas Akademis Serta Memahami Fungsi Dan Peran Dalam Kehidupan Berorganisasi” 1. perlu kiranya sifat-sifat itu dipelihara. membimbing serta mempengaruhi sumber-sumber yang ada dalam organisasi tersebut untuk mencapai tujuan yang seterarah mungkin. Paskibra.1. Latihan kepemimpinan pada umumnya dilaksanakan dengan melatih diri sendiri (self training). Rasional . Palang Merah Remaja. Sebagai buktinya dapat dilihat di masyarakat. oleh karena itu seorang pemimpin adalah sebagai penggerak sumber-sumber (baik sumber human maupun sumber non-human) yang kesemuanya itu ditujukan untuk organisasi. maka ia harus menguasai dan memiliki sifat dan teknik-teknik kepemimpinan itu sendiri.3. dipupuk dan dikembangkan. Hanya kalau ayah atau nenek moyangnya adalah pemimpin. Persoalannya kemudian. maka sifat-sifat itu dapat luntur dan menipis kembali. Latihan itu sendiri memerlukan waktu lama.

Materi Kegiatan Materi kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) disesuai dengan kebutuhan praktis dan bersifat aplikatif yang dapat diterapkan di lingkungan OSIS SMP Negeri 2 Garut.  Meningkatkan pengetahuan. Tujuan Adapun tujuan kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) :  Untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME.5. serta Rohis. dan sinkronisasi). dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi kepemimpinannya dengan baik. dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. dan kecerdasan kinestesis. Kamis.  Peserta didik memiliki kecerdasan spiritual. Nomor : 421. 1. UU RI No. integrasi. berilmu.4. emosional. 43 Garut ( Jadwal Kegiatan terlampir ) 1.7 / 66 / SMP . cakap. Palang Merah Remaja. terdiri atas :  Kebijakan Pembinaan Kesiswaan / OSIS  Kepemimpinan  Keorganisasian  Proposal dan Surat Resmi  Refleksi 1.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional 2.6.Tanggal 21 Februari 2009 Tentang Panitia Penyelenggara Latihan Dasar Kepemimpinan Periode Tahun 2009 3. Pramuka. Waktu dan Tempat Kegiatan Waktu Kegiatan : Hari / Tanggal.7.  Peserta didik mempunyai kemampuan mengemukakan konsep dan gagasan serta dapat menerapkannya demi kemajuan organisasi dengan menerapkan prinsip KIS (koordinasi.Dasar pemikiran penyusunan Program Kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) OSIS SMP Negeri 2 Garut Tahun 2009. Perwakilan OSIS : 20 orang Perwakilan Paskibra : 20 orang Perwakilan Pramuka : 20 orang Perwakilan PMR : 20 orang . 26 Februari 2009 Tempat Kegiatan : SMP Negeri 2 Garut Jalan Jend. Paskibra. sehat. keterampilan serta kepribadian peserta didik sebagai calon pemimpin. A. Yani No. kreatif. berakhlak mulia. Peserta Kegiatan Kegiatan LDK ini akan diikuti oleh para siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Garut yang melingkupi Krida OSIS. Program Kerja Pembina OSIS SMP Negeri 2 Garut Tahun Pelajaran 2008-2009 1. adalah : 1. mandiri. intelektual. SK Kepala SMPN 2 Garut.

(Sekbid. S.E.Pd. (Sekbid. Anggaran Biaya Rencana Penerimaan : Rp 4. Ketakwaan) Epon Maptuhah. Paskibra) Tasman Hidayat. S. S.Ag. Kepribadian) Ayat Hidayat.000. : Drs. PMR) Iis Tatin Farida.Pd. Rivaldi (Sie Publikasi / VIII-J) 1. S.680. Nyimas Hamidah (Sekbid. Kepanitiaan Penanggung Jawab Koordinator Ketua Pelaksana Sekretaris Bendahara I Bendahara II Anggota : Kepala Sekolah : PKS Kesiswaan : Hj. Paskibra) Cecep Iwan Ridwan.00 ( Proposal Kegiatan terlampir ) . (Sekbid. : Dra. Rohis) Lilis Maryati. A.Pd.8. Ade Bastiawan : Yetri Gayatri. : Hikmawati.000. S.Pd.Pd. S.Pd. S.Pd.Pd.Md.9. (Sekbid. (Sekbid.00 (dari BOS) Rencana Pengeluaran : Rp 4.Perwakilan Rohis : 20 orang ________ 100 orang 1.Nurrokhmah. Pramuka) Malia Rosmania.680. S.Pd. (Sekbid. Pramuka) Organizing Committee : Hilmi Zulfikri (Ketua / VIII-I) Witri Agustina (Sekretaris I / VIII-B) Fauzi Al-Islami (Sekretaris II / VIII-H) Sri Mulkiyatul Maliah Akasum (Bendahara I / VIII-A) Ibnu Athoilah (Bendahara II / VIII-A) Isna Maryam Fitriani (Sie Humas / VIII-A) Rizqi Aliya Sumaya (Sie Acara / VIII-A) Merlin Christian (Sie Acara / VIII-F) Ade Abdul Aziz (Sie Peralatan / VIII-A) Anggun Dzahaby (Sie Peralatan / VIII-D) Nahdya Siti Nur’aeni (Sie Peralatan / VIII-A) Hernandia Nurzaman (Sie Keamanan / VIII-I) Risma M. Ramdani (Sie Keamanan / VIII-F) Wandi Supriadi (Sie Keamanan / VIII-I) Dimas (Sie Publikasi / VIII-I) M. S. (Sekbid.

Penyelenggaraan kegiatan LDK pun tentunya sangat memerlukan persiapan dan perencanaan yang baik. agar dalam pelaksanaannya dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan yang diharapkan serta memenuhi prinsip kebermaknaan. dan siapa yang mengerjakannya. diawali dengan melakukan studi pendahuluan melalui rapat konsolidasi Panitia LDK. tujuan. Sistematika Penyusunan Program Kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) OSIS SMP Negeri 2 Garut Tahun 2009 adalah sebagai berikut : Kata Pengantar Daftar Isi Bab I Pendahuluan. Keluwesan. materi kegiatan. terdiri dari : latar belakang.1. waktu dan tempat kegiatan. kepanitiaan. Persiapan dan perencanaan yang baik akan menentukan lancar tidaknya suatu kegiatan yang akan dilaksanakan tersebut ke arah tujuan yang ingin dicapai. Perencanaan merupakan tindakan menetapkan terlebih dahulu apa yang akan dikerjakan. terdiri dari : persiapan dan perencanaan. anggaran biaya.1. agar hasil yang dicapai sesuai dengan yang diharapkan. bagaimana mengerjakannya. Dengan demikian konsultasi intensif. Bab II Langkah Pelaksanaan Kegiatan. Bab III Penutup Lampiran BAB II LANGKAH PELAKSANAAN KEGIATAN LDK 2. rasional. nama dan tema kegiatan. serta sistematika. yakni : . keluwesan dan kedinamisan dalam menentukan rencana suatu kegiatan tentunya tidak boleh diabaikan. pengorganisasian. memberikan gambaran bahwa kegiatan yang akan dilaksanakan itu memiliki daya guna dan hasil guna yang tinggi terhadap pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Persiapan dan Perencanaan Persiapan dan perencanaan pada dasarnya berfungsi untuk menentukan kegiatan yang hendak dilakukan. memberikan peluang untuk terjadinya perubahan (modifikasi. pelaksanaan serta pengawasan. pengembangan) saat aktivitas berlangsung sebagai akibat adanya hambatan internal/eksternal. memberikan acuan bagi setiap orang untuk mengembangkan kreativitas dalam melaksanakan tugas serta memungkinkan timbulnya daya tanggap yang tinggi terhadap gejala perubahan yang terdapat dalam lingkungan.10. Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengatur berbagai sumber daya. peserta. Prinsip kebermaknaan. Kedinamisan. Persiapan dan perencanaan kegiatan LDK. pengumpulan data serta hal-hal lain yang berhubungan dengan kelancaran penyelenggaraannya menjadi faktor yang menentukan keberhasilan pelaksanaan kegiatan LDK ini. Kebermaknaan.

7.Daftar Hadir Panitia / Peserta LDK . menyangkut :  Input sumberdaya : kuantitas/jumlah peserta per Krida  Proses : interaksi pembelajaran dan pelatihan LDK  Output/Outcome : implementasi hasil LDK dalam kinerja OSIS  Menginventarisir hal-hal yang relevan dengan LDK.2. 2. termasuk antisipasi hambatan-hambatan yang mungkin akan timbul.Daftar Check-In peserta LDK . 9. 6. penggunaan potensi secara efektif. Oleh karena itu.Surat Pemberitahuan kepada Orang Tua Siswa . Jika dalam kegiatan terdapat kesimpangsiuran atau pertentangan arah. pembagian tugas dalam organisasi harus nyata dan jelas dengan memperhatikan beberapa asfek sebagai berikut : . Kajian terhadap LDK yang telah dilaksanakan pada periode tahun sebelumnya sebagai bahan perbandingan. Pengorganisasian Dalam sebuah kegiatan.Surat Undangan kepada Guru SMPN 2 Garut untuk menghadiri kegiatan LDK . maka akan menimbulkan dis-organisasi. 26 Februari 2009 26 Februari 2009 26 Februari 2009 2 Maret 2009 5 Maret 2009 Panitia Panitia Panitia Bendahara Sekretaris 2. serta koordinasi kegiatan.Tata Tertib Peserta LDK . 8. 4. Pengadministrasian LDK : .Jadwal Kegiatan LDK Pembukaan Kegiatan LDK Pelaksanaan Kegiatan LDK Penutupan Kegiatan LDK Insentif / Honor / Transfor Pelaporan Pembentukan Panitia LDK Penyusunan Program Kegiatan dan Proposal LDK Rapat Konsolidasi Panitia LDK Pelaksanaan 21 Februari 2009 22 Februari 2009 22 Februari 2009 22 – 25 Februari 2009 Penanggung Jawab Kepala Sekolah Sekretaris Panitia & Pembina Krida Sekretaris 5. seperti :  Pemilihan materi LDK yang aplikatif  Penggunaan alat bantu pembelajaran / media yang relevan  Pemilihan simulasi dinamika kelompok yang kolaboratif-edukatif  Antisipasi gangguan kesehatan  Antisipasi gangguan cuaca  Akomodasi dan konsumsi Time Schedule Kegiatan LDK No Jenis Kegiatan 1. merupakan hal yang sangat penting dan harus diperhatikan agar pelaksanaan kegiatan tersebut berada pada jalur yang telah direncanakan dan ditetapkan bersama untuk mencapai tujuan. unsur keteraturan. 3.

Nurrokhmah. Tugas dan kewenangan pimpinan harus jelas dan tegas. Ade Bastiawan Menyusun program dan proposal kegiatan LDK Menginventarisir kegiatan LDK Membuat administrasi kegiatan LDK Menyusun laporan akhir     Bendahara : Yetri Gayatri.  Mengkoordinasikan seluruh kegiatan teknis LDK  Melakukan konsultasi vertikal Sekretaris : Drs.Pd. Adapun pelaksanaan tugas tersebut dapat diuraikan sebagai berikut : Penanggung Jawab ( Kepala Sekolah ) : Drs.Pd. suatu kegiatan yang akan dilaksanakan harus memperhatikan adanya pendelegasian wewenang (delegation authority).E. Hikmawati.Md. akan menciptakan iklim pelaksanaan kegiatan yang demokratis dan menjamin lancarnya roda kegiatan secara terarah. Darsono. Iden Suparno. S. Lilis Yuniarningsih. S.Pd.  Menghimpun pengeluaran untuk keperluan kelengkapan LDK  Menyusun anggaran biaya kegiatan LDK  Membuat daftar insentif / honor / SPJ . S. dimana wewenang tidak tertumpu pada seseorang.  Membentuk Panitia Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) Tahun 2009  Memberi petunjuk dan arahan kepada Panitia LDK Koordinator (PKS Kesiswaan) : Masrun Gartiwa. maka kiranya perlu suatu description job untuk dilaksanakan oleh masing-masing sesuai dengan tugas dan kewajibannya dengan penuh kesungguhan dan rasa tanggung jawab. Untuk menyatukan persepsi diantara Panitia LDK agar mempunyai gerak langkah yang harmonis dalam pelaksanaan tugasnya masing-masing. M. Pemindahan tanggung jawab dengan semua hak dan kewajibannya tersebut.Pd. S. S. begitu pula tugas dan tanggung jawab anggotanya  Fungsi-fungsi aktivitas dikelompokkan secara sistematis dan teratur  Luas pekerjaan yang diserahkan kepada para anggota harus diperhitungkan menurut perbandingan beban tugasnya  Pembagian tugas harus berdasarkan pada suatu pedoman tertentu Selain hal tersebut di atas.Pd.  Memberi input (masukan) saran kepada Panitia LDK  Pemantauan jalannya penyelenggaraan kegiatan LDK Ketua Pelaksana : Hj.Pd.Pd. A.

7.Pd.Md. S. Iis Tatin Farida. 3.Ag. 1. Koordinator 1. A. Lilis Yuniarningsih.E. Iis Tatin Farida.Pd. 2. Cecep Iwan Ridwan.Pd. S. S.Anggota : Membantu kelancaran pelaksanaan kegiatan LDK Organizing Committee : Membantu Panitia LDK Struktur Organisasi Kegiatan LDK Penanggung Jawab Drs.Pd. Masrun Gartiwa. Pemateri Materi Pelatihan Waktu 01.Pd. 2. 3. S. S. Arti Organisasi 2. S. Darsono. S. S. Ade Bastiawan Bendahara Yetri Gayatri.3. 5. S. Iden Suparno.Pd. 4.Pd.Pd. Adapun materi kegiatan tersebut adalah sebagai berikut : No. S. Organizing Committee & Peserta LDK 1.Nurrokhmah. Bentuk Organisasi 90 menit . Anggota –Anggota : Dra. Nyimas Hamidah 5.Pd. Malia Rosmania. 7.Pd. 2. 2. Ketua Pelaksana Hj. S. Keorganisasian : 1. 8. S. 6.Pd. S.Pd. M.Pd. Sekretaris Drs. Epon Maptuhah.Pd. 8. 3. Pelaksanaan  Materi Kegiatan Materi kegiatan dalam LDK diupayakan memuat bahan-bahan pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan praktis dan bersifat aplikatif yang dapat diterapkan di lingkungan OSIS SMPN 2 Garut. 4. Ayat Hidayat. Tasman Hidayat. 6. Ayat Hidayat. Lilis Maryati. S. Prinsip Organisasi 3.Pd. Kepemimpinan : Arti Kepemimpinan Teori Terjadinya Pemimpin Jenis Kepemimpinan Tipe Kepemimpinan Asas Kepemimpinan Tujuan dan Fungsi Kepemimpinan Kepemimpinan Efektif Keterampilan Yang Diperlukan Dalam Kepemimpinan 90 menit 02. Hikmawati.

S. Secara umum keberhasilan dalam mencapai tujuan.03. perencanaan dan pengawasan merupakan dua sisi dari satu mata uang yang sama. Proposal dan Surat Resmi : Proposal Arti Proposal Manfaat Proposal Syarat Proposal Langkah Penyusunan Proposal Surat Resmi Surat Dinas / Organisasi Surat Keputusan Kearsipan Warkat 90 menit 04. Dengan demikian. Tasman Hidayat. maka dilakukan upaya pembinaan untuk mengembalikan kegiatan tersebut kepada yang seharusnya dilakukan. Kebijakan Pembinaan Kesiswaan 1. 1.4. Upaya pengawasan dilakukan dengan maksud agar kegiatan atau program yang sedang dilaksanakan selalu sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan serta tidak menyimpang dari aturan-aturan yang telah diputuskan. dan setengahnya lagi oleh pengawasan. separuhnya ditentukan oleh pelaksanaan rencana. 4. Pengawasan Kegiatan LDK harus terkontrol sebagai upaya untuk memelihara dan membawa sesuatu keadaan atau kondisi yang seharusnya terjadi serta menjaga keadaan atau kondisi tersebut agar lebih baik lagi dalam pelaksanaannya. 3. Skema Pengawasan LDK Panitia (Stering Committee) LDK . Bila terjadi penyimpangan. 2.Pd. S. adalah sebagai berikut :  Ceramah Bervariasi  Tanya Jawab  Tayangan Kasus  Problem Solving  Sumber / Media Kegiatan  Buku Sumber Yang Relevan  In Focus / Power Point  Contoh-contoh / Alat Peraga  Gambar / Photo 2. Bidang OSIS 2.Pd. Bidang Krida 90 menit  Metoda Kegiatan Metoda kegiatan dalam pemberian materi LDK. 1. 2. Darsono. 3. 4.

7. 2. Kegiatan LDK merupakan suatu bentuk pembinaan kesiswaan di lingkungan SMP Negeri 2 Garut melalui pelatihan keterampilan keorganisasian. di bawah koordinasi Panitia LDK sebagai Komite Pengarah. 6. 5. 3. Komite Organisasi membantu Panitia LDK dalam memonitor dan mengkonsolidasi ketua regu serta para peserta LDK. Ketua Regu Krida bertanggung jawab untuk mengawasi masing-masing peserta LDK yang menjadi anggota kridanya. 4. Apabila terdapat kekeliruan informasi dalam Program Kegiatan LDK ini. Pelaksanaan kegiatan LDK OSIS SMP Negeri 2 Garut Tahun 2009 harus terselenggara dengan baik dan lancar dengan mengantisipasi segala hambatan sekecil apapun yang mungkin akan timbul sehingga tidak ada pihak yang dirugikan.Organizing Committee Ketua Regu Para Peserta LDK Pengawasan Umum dilakukan oleh semua pihak yang terlibat dengan pelaksanaan kegiatan LDK . dan Rohis SMP Negeri 2 Garut. akan diperbaiki sebagaimana mestinya. BAB III PENUTUP 1. peserta kegiatan LDK di batasi hanya pada siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Garut. Kegiatan LDK OSIS SMP Negeri 2 Garut Tahun 2009 merupakan implementasi dari Program Kerja Pembina Kesiswaan Periode Tahun 2008-2009. PMR. Paskibra. . Kegiatan LDK diikuti oleh masing-masing 20 perwakilan pengurus OSIS. Pramuka. Materi kegiatan LDK disesuaikan dengan kebutuhan praktis dan bersifat aplikatif yang dapat diterapkan di lingkungan OSIS SMP Negeri 2 Garut. Pada kesempatan Tahun 2009 ini.

Pembukaan Laporan Panitia LDK Sambutan Kepala Sekolah Pelepasan Tanda Peserta Do’a / Tutup . Laporan Panitia LDK 5. Lantunan Ayat Suci Al Qur’an 4. Pembukaan 2. Sambutan-Sambutan : 5. 3. hiburan Susunan Acara Penutupan Latihan Dasar Kepemimpinan OSIS SMP Negeri 2 Garut Kamis. 2. Penyematan Tanda Peserta 7.30 WIB Tempat : GOR / Bangsal SMPN 2 Garut 1. 26 Februari 2009 Pukul : 14. Lagu Indonesia Raya 3. Do’a / Tutup 8.1 PKS Kesiswaan 5. 5.Susunan Acara Pembukaan Latihan Dasar Kepemimpinan OSIS SMP Negeri 2 Garut Kamis.2 Komite Sekolah 5.00 WIB Tempat : GOR / Bangsal SMPN 2 Garut 1. 26 Februari 2009 Pukul : 07. 4.3 Kepala Sekolah 6.

Pengertian dan Fungsi OSIS 1. kecerdasan dan keterampilan. Pembangunan Nasional dilaksanakan di dalam rangka pembangunan bangsa Indonesia seutuhnya dan pembangunan seluruh masyarakat Indonesia. bertujuan untuk meningkatkan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang maha Esa. agar dapat menumbuhkan manusia-manusia pembangunan yang dapat membangun dirinya sendiri serta bersama-sama bertanggung jawab atas pembangunan bangsa. mempertinggi budi pekerti. Di dalam garis-garis besar haluan Negara ditetapkan bahwa pendidikan nasional berdasarkan Pancasila. Pembangunan pendidikan merupakan bagian dari Pembangunan Nasional. Dan secara operasional diatur melalui Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. adalah melindungi segenap Bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum. Secara Semantis Di dalam SK Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 226 / C / Kep /O/1992 disebutkan bahwa Organisasi kesiswaan di sekolah adalah OSIS. S. dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. Pengertian OSIS a.MATERI LATIHAN DASAR KEPEMIMPINAN OSIS ORGANISASI SISWA INTRA SEKOLAH ( OSIS ) Oleh Mohamad Tarjono.Pd A. Pendahuluan Tujuan nasional Indonesia. memperkuat kepribadian dan mempertebal semangat kebangsaan dan cinta tanah air. seperti yang tercantum pada Pembukaan Undang-undang Dasar 1945. Masing – masing kata mempunyai pengertian : . maka diperlukan sekolah sebagai lingkungan pendidikan yang merupakan jalur pendidikan formal yang sangat penting dan strategis bagi upaya mewujudkan tujuan tersebut. mencerdaskan kehidupan bangsa. perdamaian abadi dan keadilan sosial.Mengingat tujuan pendidikan dan pembinaan generasi muda yang ditetapkan baik di dalam Pembukaan Undang-undang Dasar 1945 maupun di dalam garis-garis besar Haluan Negara amat luas lingkupnya. Garis-garis Besar Haluan Negara juga menegaskan bahwa generasi muda yang di dalamnya termasuk para siswa adalah penerus cita-cita perjuangan bangsa dan sumber insani bagi pembangunan nasional yang berdasarkan Pancasila dan undang-undang dasar 1945. Kepanjangan OSIS adalah Organisasi Siswa Intra Sekolah. B. baik melalui proses belajar mengajar maupun melalui kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler.

Dalam hal ini OSIS dipandang sebagai suatu system. setiap sekolah wajib membentuk OSIS. Sehingga suatu organisasi siswa yang ada di dalam dan di lingkungan sekolah yang bersangkutan 4) Sekolah Satuan pendidikan tempat menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar. Sekolah Menengah atau sekolah / madrasah yang sederajat b. Fungsi OSIS . disamping ketiga jalur yang lainnya ( seperti latihan kepemimpinan. yang tidak mempunyai hubungan organisatoris dengan OSIS di sekolah lain dan tidak menjadi bagian / alat dari organisasi lain yang ada di luar sekolah. Secara Fungsional Dalam rangka pelaksanaan kebijaksanaan pendidikan. berarti OSIS sebagai tempat kehidupan berkelompok siswa yang bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama. dimana sekumpulan para siswa mengadakan koordinasi dalam upaya menciptakan suatu organisasi yang mampu mencapai tujuan. Organisasi dalam hal ini dimaksudkan sebagai satuan atau kelompok kerjasama para siswa yang dibentuk dalam usaha mencapai tujuan bersama. ekstrakurikuler. yang dalam hal ini Sekolah Dasar. c. Secara Organis Satu – satunya wadah organisasi siswa yang sah di sekolah. khususnya di bidang pembinaan kesiswaan. 2) Siswa Peserta didik pada satuan pendidikan dasar dan menengah 3) Intra Berarti terletak di dalam dan di antara. Oleh karena OSIS sebagai suatu system ditandai beberapa ciri pokok yaitu : 1) Berorientasi pada tujuan 2) Memiliki susunan kehidupan kelompok 3) Memiliki sejumlah peranan 4) Terkoordinasi 5) Berkelanjutan dalam waktu tertentu 2. arti yang terkandung lebih jauh dalam pengertian OSIS adalah sebagai salah satu dari empat jalur pembinaan kesiswaan.1) Organisasi Secara umum adalah kelompok kerjasama antara pribadi yang diadakan untuk mencapai tujuan bersama. Secara Sistematis Apabila OSIS dipandang sebagai suatu system. dan wawasan wiyatamandala ) d. Oleh karena itu. yaitu mendukung terwujudnya pembinaan kesiswaan.

. Setiap Satuan Pendidikan SMP dan SMA/SMK yang berada di lingklungan Kementerian Pendidikan Nasional diwajibkan untuk membentuk OSIS. fungsi OSIS adalah sebagai berikut : a. Sebagai salah satu jalur dari pembinaan kesiswaan. memiliki daya tangkal terhadap ancaman. c. pengorganisasian. OSIS tidak mempunyai hubungan organisatoris dengan OSIS di sekolah yang lain dan tidak menjadi bagian dari organisasi lain yang ada di luar sekolah. Sebagai suatu organisasi perlu juga diperhatikan factor – factor yang sangat menentukan agar OSIS sebagai organisasi tetap hidup dalam arti memiliki kemampuan beradaptasi dengan lingkungan dan perkembangan. dan yang penting memberikan kepuasan kepada anggota. Karena OSIS adalah wadah organisasi siswa satu – satunya di sekolah. C. OSIS akan tampil sebagai penggerak apabila para Pembina. seperti menyelesaikan persoalan perilaku menyimpang siswa dan sebagainya. memanfaatkan peluang dan perubahan. Fungsi preventif OSIS akan terwujud apabila fungsi OSIS sebagai pendorong lebih dahulu harus diwujudkan. Demikian juga OSIS sebagai organisasi memiliki beberapa fungsi dalam mencapai tujuan. Dengan demikian secara preventif OSIS ikut mengamankan sekolah dari segala ancaman yang dating dari dalam maupun dari luar. Sebagai Motivator Motivator adalah perangsang yang menyebabkan lahirnya keinginan dan semangat para siswa untuk berbuat dan melakukan kegiatan bersama dalam mencapai tujuan. Sebagai Wadah OSIS merupakan satu – satunya wadah kegiatan para siswa di sekolah bersama dengan jalur pembinaan yang lain untuk mendukung tercapainya tujuan pembinaan kesiswaan. Pengelolaan Pelaksanaan OSIS Pengelolaan OSIS dilaksanakan dengan baik apabila siklus atau proses kegiatan manajement tersebut dilaksanakan secara efektif. secara otomatis setiap siswa menjadi anggota OSIS dari sekolah yang bersangkutan dan keanggotaannya secara otomatis akan berakhir dengan keluarnya siswa dari sekolah yang bersangkutan.Salah satu cirri pokok suatu organisasi ialah memiliki berbagai macam fungsi. pengurus mampu membawa OSIS selalu dapat menyesuaikan dan memenuhi kebutuhan yang diharapkan. dan pengembangannya berjalan sesuai dengan tujuan. Sebagai Preventif Apabila fungsi yang bersifat intelek dalam arti secara internal OSIS dapat menggerakan sumber daya yang ada dan secara eksteral OSIS mampu mengadaptasi dengan lingkungan. berkesinambungan dan terkoordinasi mulai dari proses perencanaan. yaitu menghadapi perubahan. b.

Pembina OSIS Pembina OSIS terdiri dari : 1) Kepala Sekolah sebagai Ketua 2) Wakil Kepala Sekolah sebagai Wakil Ketua 3) Guru. Perangkat OSIS Perangkat OSIS terdiri dari : a. sebagai anggota. Forum Organisasi a. Apresiasi dan Kreasi Seni 16) Seksi Kesegaran Jasmani dan Daya Kreasi 2. Pendidikan Politik dan Kepemimpinan 14) Seksi Keterampilan dan Kewiraswastaan 15) Seksi Persepsi. Perwakilan Kelas Perwakilan Kelas terdiri dari : 1) Wakil – wakil setiap kelas 2) Setiap kelas diwakili oleh 2 ( dua ) orang siswa c. Rapat – rapat 1) Rapat Pleno Perwakilan Kelas 2) Rapat Pengurus  Rapat Pleno Pengurus . Pengurus OSIS Pengurus OSIS terdiri dari : 1) Ketua 2) Wakil Ketua I 3) Wakil Ketua II 4) Sekretaris 5) Wakil Sekretaris I 6) Wakil Sekretaris II 7) Bendahara 8) Wakil Bendahara 9) Seksi Ketaqwaan terhadap Tuhan YME 10) Seksi Kehidupan Berbangsa dan Bernegara 11) Seksi Pendidikan Pendahuluan Bela Negara 12) Seksi Kepribadian dan Budi Pekerti Luhur 13) Seksi Berorganisasi. sedikitnya 5 ( lima ) orang dan bergantian setiap tahun pelajaran b.1.

dan seksi 1 sampai seksi 4 Rapat yang dihadiri oleh wakil ketua II. Tata Cara Pemilihan 1) Tata cara pemilihan perwakilan kelas 2) Tata cara pencalonan dan pemilihan pengurus OSIS. Para siswa berdaya upaya melalui lima jalan dengan kesungguhan hati. wakil bendahara . Biasanya setelah selesai dilanjutkan dengan pengesahan dan pelantikan.   Rapat Pengurus Harian 3) Rapat Koordinasi Rapat yang dihadiri oleh wakil ketua I. Kelima jalan tersebut dilukiskan dalam bentuk lima kelopak daun bunga. yaitu: abdi. bendahara . . menyebabkan siswa berani mandiri. sekretaris I. sekretaris. merupakan sumbangsih siswa terhadap pembangunan bangsa dan negara c. sekretaris. Kunci pas adalah alat kerja yang dapat membuka semua permasalahan dan kunci pemecahan dari segala kesulitan. b. aktif. Bunga Bintang sudut lima dan lima kelopak daun bunga : Generasi muda adalah bunga harapan bangsa dengan bentuk bintang sudut lima menunjukkan kemurnian jiwa siswa yang berintikan Pancasila. sekretaris II. dan amal b. 3. agar menjadi warga negara yang baik dan berguna. dan seksi 5 sampai seksi 8 4) Rapat Seksi Rapat yang dipimpin oleh ketua seksi 5) Rapat Luar Biasa Rapat yang dapat diadakan dalam keadaan mendesak atas usul pengurus OSIS atau perwakilan kelas. Lambang OSIS Lambang OSIS terdiri dari : a. ajar. Buku Terbuka : Belajar keras menuntut ilmu pengetahuan dan teknologi. Kunci Pas : Kemauan bekerja keras akan menumbuhkan rasa percaya pada kemampuan diri dan bebas dari ketergantungan pada belas kasihan orang lain. adab. setelah terlebih dahulu dikonsultasikan dan disetujui pembina OSIS.

Warna Coklat : Warna tanah Indonesia. 2. Oleh karena itu setiap sekolah wajib membentuk OSIS. Mendikbud Nomor : 0323/U/1978 tentang Pola Dasar dan Pengembangan Generasi Muda. berpijak pada kepribadian dan budaya sendiri serta rasa nasional Indonesia j. sebagai salah satu sumbangsih nyata kepada tanah air. Suatu kehormatan bila generasi muda diberi kepercayaan untuk berbuat baik dan bermanfaat melalui organisasi. yang melaju di lautan hidup menuju masa depan yang lebih baik. Biduk : Biduk / perahu.d. f. D. Perintisan kelahiran OSIS sangat dipengaruhi oleh system politik masa itu. yang menunjukkan adanya sikap mental siswa yang baik dan bertanggung jawab e. bangsa dan negara i. Penutup Dari keseluruhan uraian tersebut dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : 1. Kemerdekaan yang telah ditebus dengan mahal perlu diisi dengan partisipasi penuh para siswa. Melalui Kep. OSIS merupakan satu – satunya wadah organisasi siswa yang sah di sekolah. h. Warna Merah Putih: Warna kebangsaan Indonesia yang menggambarkan hati yang suci dan berani membela kebenaran. g. OSIS tidak mempunyai hubungan organisasi dengan OSIS di sekolah lain dan tidak menjadi bagian dari organisasi lain yang ada di luar sekolah . Dua Tangan Terbuka : Kesediaan menolong orang lain yang lemah sesama siswa dan masyarakat yang memerlukan bantuan dan pertolongan. dimana pemerintah mulai mengusahakan adanya suatu pola pembinaan dan pengembangan generasi muda. Empat buah Kapas dan Lima daun Kapas : Pada tanggal 17 Agustus 1945 adalah peristiwa penegakan jembatan emas kemerdekaan Indonesia mengandung nilai–nilai perjuangan ’45 yang harus dihayati para siswa sebagai kader penerus perjuangan bangsa dan pembangunan nasional. yaitu tujuan nasional yang dicita – citakan. berdasarkan SK tersebut secara formal OSIS dinyatakan sebagai salah satu jalur pembinaan generasi muda. Tujuh Belas Butir Padi. 3. Warna Kuning : Sebagai dasar lambang yaitu warna kehormatan/agung. untuk kepentingan dirinya dan sesama mereka. yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sejahtera baik material maupun spiritual. Delapan lipatan Pita. Pelangi Merah Putih : Tujuan nasional yang dicita–citakan adalah masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila.

masyarakat dan pemerintah. tetapi seorang pemimpin mengandalkan integritasnya. menjelaskan bahwa arti pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan. tetapi seorang pemimpin mengilhami bawahannya. Menumbuhkembangkan OSIS adalah menjadi tanggung jawab bersama antara sekolah. tetapi seorang pemimpin pasti menimbulkan kepercayaan bagi bawahannya. Pada sisi lain kenyataan yang membedakan antara kepemimpinan Kristen dan kepemimpinan sekuler ialah hakikat. premis utama kepemimpinan Kristen ialah bahwa Allah yang berdaulat oleh kehendak-Nya yang kekal. kepemimpinan yang dipraktikkan seorang pemimpin akan diwarnai oleh pemahaman internalnya tentang arti kepemimpinan itu sendiri. 3. telah menetapkan serta memilih setiap pemimpin Kristen kepada pelayanan memimpin. 4. seorang bos mengatakan “aku”. Sebab sadar atau tidak sadar. sengaja atau tidak sengaja. sehingga keberadaan OSIS akan mampu mendukung terwujudnya sekolah sebagai Wawasan Wiyatamandala. dinamika. E. 2008. Seorang Boss akan mengandalkan kekuasaannya. OSIS sebagai suatu organisasi intra sekolah merupakan bagian integral dari kehidupan sekolah. 2.org/wiki/OSIS LEADERSHIP Pada dasarnya kepemimpinan Kristen memiliki faktor-faktor dan matra-matra dasar kepemimpinan yang sama dengan kepemimpinan umum lainnya. http://id. Suyanto. orang tua. khususnya di satu bidang sehingga dia mampu mempengaruhi orang-orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi pencapaian satu atau beberapa tujuan. tetapi seorang pemimpin mengatakan “kita. serta falsafah yang didasarkan pada Alkitab. Dalam setiap aktivitas bersama. Seorang Boss akan memperkerjakan bawahannya. Oleh karena itu. Sebagai contoh.4. Berikut ini adalah teori-teori tentang Leadership secara umum guna memahami lebih lanjut terkait model kepemimpina Kristiani yang menjadi topik bahasan dalam materi ini. KANDELA Media Pendidikan Kota Tegal 2. kita akan memahami perbedaan antara seorang pemimpin dan seorang bos dari kualitas yang dimiliki.” . Perbedaan tersebut antara lain: 1.wikipedia. Materi Umum Pengertian tentang arti dan hakekat kepemimpinan sangat penting bagi seorang pemimpin. 5. Daftar Pustaka 1. Seorang bos menimbulkan ketakutan.Organisasi Siswa Intra Sekolah. Satu kutipan dari Henry Pratt Fairchild.

Seorang pemimpin menunjukkan apa yang salah. Teori Ekologis atau Sintetis. Teori genetis. Sebab itu setiap orang bisa menjadi pemimpin asal dipersiapkan dan dididik secara sistematis. Lukas 6:12-16). 2. ia harus mengetahui posisi dan sekaligus tahu akan digerakkan kemana anggota yang sedang dipimpinnya. ULAR & MERPATI (MATIUS 10:16) B. Materi Khusus A. GARAM (MATIUS 5:13) 2. lalu dipersiapkan melalui pengalaman dan pendidikan sesuai dengan konteksnya. Selain itu. Teori ini menyatakan bahwa pemimpin muncul melalui bakat-bakat sejak kelahirannya. Teori Sosial. tetapi seorang pemimpin membangkitkan rasa hormat dan melakukan pengorbanan. Hubungan tersebut yang pada akhirnya dapat menciptakan kesatuan anggota. Dalam kaitan ini. Pemimpin demikian lahir dari situasi yang bagaimanapun juga karena ia bersifat sudah ditetapkan (determinis dan fatalis). 6. melainkan disiapkan dan dibentuk. bukan dibentuk menurut perencanaan yang disengaja. Bagi seorang pemimpin. TERANG (MATIUS 5:14-16) 3. Matius 10:1-4. Jika pemimpin itu diumpamakan sebagai seorang nahkoda kapal. ada tiga teori tentang kemunculan pemimpin yang penting sebagai pisau analisa. Seorang bos menuntut rasa hormat dan meminta bawahan untuk berkorban. Pemimpin Kristen harus memiliki motif dasar kepemimpinan Kristen. TAMPARAN (MATIUS 5:38-39) 4. Teori ini menyatakan bahwa pemimpin lahir dari pembawaan bakatnya sejak ia lahir. perlu disadari bahwa kadar hubunganlah yang menentukan keberhasilan seseorang sebagai pemimpin. PILAR-PILAR KEPEMIMPINAN KRISTIANI Berikut ini adalah pilar-pilar kepemimpinan Kristiani yang penting dimiliki oleh seorang pemimpin: 1. Teori ini muncul sebagai respon terhadap dua teori terdahulu. tetapi seorang bos menunjukkan siapa yang salah. Peran Pemimpin dalam Partisipasi Aktif dan Kesatuan Anggota. antara lain membina hubungan dengan orang yang dipimpinnya dan orang lain pada umumnya (Markus 3:13-19. Teori ini kebalikan atau lawan teori pertama. maka ia dituntut kemampuan untuk mengarahkan kapal dan sekaligus menyatukan seluruh anak buahnya.5. 3. . Pemimpin tidak muncul akibat bawaannya sejak lahir. 1.

bukan tugas. dimana ia mampu membangkitkan insiatif dan partisipasi aktif anggota tanpa perlu berlaku otoriter. tetapi anggota juga berperan besar. moralitas. Anggota makin termotivasi untuk bekerja mencapai tujuan organisasi. Hal partisipasi anggota inilah yang juga menjadi point utama dalam pembahasan kali ini. Ini berguna demi kesaksian gereja. paradigma baru telah tiba. KESIMPULAN . Ada dua puluh kriteria yang dicantumkan dalam Tit. dan pembesar-pembesarnya menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka. 2) tingkah laku yang teramati. anggota dianggap menghambat kesuksesan organisasi. pemimpin cenderung otoriter pada anggota supaya patuh. hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya. Tidaklah demikian di antara kamu. temperamen. melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.” (Mrk. Dahulu. bahkan boleh saja tidak dimiliki. 1:5-9. dan kedewasaan rohani serta psikisnya. apa yang harus dilakukan pemimpin sekarang ? Pemimpin justru berperan makin kompleks karena harus mampu memberdayakan dan menjaga kesatuan anggotanya. yaitu tindakan rela bekorban (bayar harga). Kualifikasi dalam 1Tim. Saat ini telah terjadi pergeseran paradigma tentang kepemimpinan. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu. Pengorbanan pemimpin akan dilihat sebagai sinyal bahwa pemimpin menghargai organisasi sehingga anggota semakin percaya diri dan bangga menjadi bagian dari organisasi. hendaklah ia menjadi pelayanmu. tanpa partisipasi aktif anggota tidak akan mampu membawa organisasi mencapai tujuannya. maka persyaratan pemimpin Kristen sangat menekankan aspek karakter dan sosialnya. rohani dan sosial. Jadi kriteria di atas menunjukkan bahwa persyaratan seorang pemimpin rohani sangat ketat dan menuntut kedewasaan jiwani. pemimpin harus meningkatkan self-esteem anggota dengan salah satu cara yang terbukti ampuh.dkk pada 2004 membuktikan bahwa pemimpin yang rela berkorban akan meningkatkan selfesteem anggotanya. dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kamu.  Persyaratan pemimpin rohani Jika persyaratan kualitas karakter dan sosial dalam pemimpin umum bersifat relatif. Pemimpin bukan satusatunya penentu kesuksesan organisasi. 10:42-45). Lebih lanjut. “Kamu tahu. pengorbanan diri pemimpin merupakan contoh nyata bagi anggota untuk melakukan hal yang sama. Tuhan Yesus menegaskan adanya perbedaan esensial antara pemimpin Kristen dan pemimpin sekuler dengan menyatakan. etika. Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani. Lalu. 3) karakter tersebut bukan khas Kristen melainkan ideal tertinggi moralitas konteks Hellenistis zaman itu. delapan belas berkaitan dengan reputasi seseorang. Jika tidak. Hasil penelitian De Cremer. Maka. yakni menyangkut 1) persyaratan fundamen. Sedangkan anggota organisasi hanyalah pihak yang mengikuti dan mematuhi segala instruksi pemimpin. pemimpin dianggap satu-satunya penentu keberhasilan sebuah organisasi (kata organisasi di sini meliputi juga persekutuan mahasiswa di kampus). bahwa mereka yang disebut pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi.Kreiner menyatakan bahwa Leadership adalah proses mempengaruhi orang lain dimana seorang pemimpin mengajak anak buahnya secara sukarela berpartisipasi guna mencapai tujuan organisasi. Kini. Maka. kebiasaan. Pemimpin sendiri. 3:1-7 ini memiliki tiga ciri menonjol.

Makna pemimpin dalam konsepsi Alkitab. . Sebab daya pengaruhnya bukan dari kepribadian dan ketrampilan dirinya sendiri. seperti yang dikutip Henry dan Richard Blackaby. sifat-sifat spiritualitas kristianinya menyebabkan ia sanggup mempengaruhi orang-orang yang dipimpinnya untuk menaati dan memuliakan Allah.Menurut Warren Bennis dan Burt Nanus. Sifat-sifat alamiahnya mencapai efektivitas yang benar dan tertinggi karena dipakai untuk melayani dan memuliakan Allah. mereka menemukan ada lebih dari 850 rumusan tentang kepemimpinan. Sedangkan. tetapi dari kepribadian yang diperbaharui Roh Kudus dan karunia yang dianugrahkan Roh Kudus. Pemimpin Kristen berarti pemimpin yang mengenal Allah secara pribadi dalam Kristus dan memimpin secara kristiani. Pemimpin Kristen adalah pribadi yang memiliki perpaduan antara sifat-sifat alamiah dan sifat-sifat spiritualitas Kristen. bukan berarti seseorang disebut pemimpin rohani (Kristen) karena ia seorang Kristen atau melibatkan diri dalam pelayanan Kristen.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful