P. 1
Pengertian Hukum Islam

Pengertian Hukum Islam

|Views: 229|Likes:
Published by Jill Love
Pengertian Hukum Islam (Syari'at Islam) - Hukum syara’ menurut ulama ushul ialah doktrin (kitab) syari’ yang bersangkutan dengan perbuatan orang-orang mukallaf secara perintah atau diperintahkan memilih atau berupa ketetapan (taqrir). Sedangkan menurut ulama fiqh hukum syara ialah efek yang dikehendaki oleh kitab syari’ dalam perbuatan seperti wajib, haram dan mubah .

Syariat menurut bahasa berarti jalan. Syariat menurut istilah berarti hukum-hukum yang diadakan oleh Allah untuk umatNya yang dibawa oleh seorang Nabi, baik hukum yang berhubungan dengan kepercayaan (aqidah) maupun hukum-hukum yang berhubungan dengan amaliyah. Hukum Islam
Pengertian Hukum Islam (Syari'at Islam) - Hukum syara’ menurut ulama ushul ialah doktrin (kitab) syari’ yang bersangkutan dengan perbuatan orang-orang mukallaf secara perintah atau diperintahkan memilih atau berupa ketetapan (taqrir). Sedangkan menurut ulama fiqh hukum syara ialah efek yang dikehendaki oleh kitab syari’ dalam perbuatan seperti wajib, haram dan mubah .

Syariat menurut bahasa berarti jalan. Syariat menurut istilah berarti hukum-hukum yang diadakan oleh Allah untuk umatNya yang dibawa oleh seorang Nabi, baik hukum yang berhubungan dengan kepercayaan (aqidah) maupun hukum-hukum yang berhubungan dengan amaliyah. Hukum Islam

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Jill Love on Feb 25, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/11/2015

pdf

text

original

Pengertian Hukum Islam (Syari'at Islam

)
Pengertian Hukum Islam (Syari'at Islam) - Hukum syara’ menurut ulama ushul ialah doktrin (kitab) syari’ yang bersangkutan dengan perbuatan orang-orang mukallaf secara perintah atau diperintahkan memilih atau berupa ketetapan (taqrir). Sedangkan menurut ulama fiqh hukum syara ialah efek yang dikehendaki oleh kitab syari’ dalam perbuatan seperti wajib, haram dan mubah . Syariat menurut bahasa berarti jalan. Syariat menurut istilah berarti hukum-hukum yang diadakan oleh Allah untuk umatNya yang dibawa oleh seorang Nabi, baik hukum yang berhubungan dengan kepercayaan (aqidah) maupun hukum-hukum yang berhubungan dengan amaliyah. Hukum Islam Menurut Prof. Mahmud Syaltout, syariat adalah peraturan yang diciptakan oleh Allah supaya manusia berpegang teguh kepadaNya di dalam perhubungan dengan Tuhan dengan saudaranya sesama Muslim dengan saudaranya sesama manusia, beserta hubungannya dengan alam seluruhnya dan hubungannya dengan kehidupan. Menurut Muhammad ‘Ali At-Tahanawi dalam kitabnya Kisyaaf Ishthilaahaat al-Funun memberikan pengertian syari’ah mencakup seluruh ajaran Islam, meliputi bidang aqidah, ibadah, akhlaq dan muamallah (kemasyarakatan). Syari’ah disebut juga syara’, millah dan diin. b. Hukum Islam berarti keseluruhan ketentuan-ketentuan perintah Allah yang wajib diturut (ditaati) oleh seorang muslim. Dari definisi tersebut syariat meliputi: 1. Ilmu Aqoid (keimanan) 2. Ilmu Fiqih (pemahan manusia terhadap ketentuan-ketentuan Allah) 3. Ilmu Akhlaq (kesusilaan) Berdasarkan uraian di atas dapat penulis simpulkan bahwa hukum Islam adalah syariat yang berarti hukum-hukum yang diadakan oleh Allah untuk umat-Nya yang dibawa oleh seorang Nabi, baik hukum yang berhubungan dengan kepercayaan (aqidah) maupun hukumhukum yang berhubungan dengan amaliyah (perbuatan).

Hukum Islam Hukum adalah peraturan yang dibuat berdasarkan kesepakatan. Bertujuan untuk menciptakan masyarakat yang madani, aman, nyaman, dan terkendali. Hukum dibuat sebagai pembatasan atas tingkah laku manusia yang tidak bertanggung jawab sehingga perlu media untuk melindungi orang lain dari orang yang tidak bertanggung jawab tersebut.

Hukum Islam

Hukum bisa berdasarkan atas kesepakatan adat, ketetapan daerah, ataupun ketetapan agama. Salah satu hukum yang berafiliasi kepada agama adalah hukum Islam. Pengertian hukum Islam adalah hukum yang bersumber kepada nilai-nilai keislaman, yang dibentuk dari sumber dalil-dalil agama Islam. Hukum itu bisa berarti ketetapan, kesepakatan, anjuran, larangan, dan sebagainya. Hukum Islam hanya ditunjukkan kepada orang-orang yang beragama Islam dan tidak ditunjukkan kepada orang yang non-Islam. Jika ada orang Islam yang melanggar hukum Islam, orang itu harus diadili sesuai dengan ketentuan dalil-dalil agama Islam. Ada beberapa sumber yang menjadi landasan dalam membuat ketetapan hukum Islam. Sumber-sember tersebut adalah sebagai berikut. 1. Al Quran Al quran adalah kitab suci umat Islam. Kitab tersebut diturunkan kepada nabi terakhir, yaitu Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril. Al quran memuat banyak sekali kandungan. Kandungankandungan tersebut berisi perintah, larangan, anjuran, ketentuan dan sebagainya. Al quran menjelaskan secara rinci bagaimana seharusnya manusia menjalani kehidupannya agar tercipta masyarakat yang madani. Maka dari itu, ayat-ayat Al quran inilah yang menjadi landasan utama untuk menetapkan suatu hukum. 2. Hadis Hadis adalah segala sesuatu yang berlandaskan pada Rasulullah SAW. Baik berupa perkataan, perilaku, persetujuan, dan sifat beliau. Hadis menjadi landasan sumber yang paling kuat setelah Al quran. Nabi Muhammad menjadi sosok yang paling sentral bagi umat Islam karena umat Islam meyakini bahwa segala perbuatan Rasulullah tidak sedikit pun yang bertentangan dengan Al quran dan beliau terbebas dari kesalahan. 3. Ijma' Ulama Ijma' ulama adalah kesepakatan para ulama yang mengambil simpulan berdasarkan dalil-dalil Al quran atau hadis. Para ulama mengambil ijma' karena dalam Al quran ataupun hadis tidak dijelaskan secara teperinci sebuah ketetapan yang terjadi pada masa itu atau kini. Dengan demikian, para ulama mengadakan rapat dan membuat kesepakatan sehingga hasil rapat atau kesepakatan tersebut menjadi ketetapan hukum. Ijma ulama tidak boleh bertentangn dengan al-Qur'an ataupun hadist. 4. Qiyas Qiyas berarti menjelaskan sesuatu yang tidak ada dalil nashnya dalam Al quran ataupun hadis dengan cara membandingkan sesuatu yang serupa dengan sesuatu yang hendak diketahui hukumnya tersebut. Misalnya, dalam Al quran dijelaskan bahwa segala sesuatu yang memabukkan adalah haram hukumnya. Al quran tidak menjelaskan bahwa arak haram, sedangkan arak adalah sesuatu yang memabukkan. Dengan demikian, kita akan mengambil qiyas bahwa arak haram hukumnya karena memabukkan. Itulah sumber-sumber utama yang menjadi landasan untuk menetapkan hukum Islam.

Mubah.Sunah Mu'akkad adalah sunnat yang sangat dianjurkan Nabi Muhammad SAW seperti shalat ied dan shalat tarawih. 3. dan lain sebagainya. fitnah. .Pengertian Hukum Islam (Syara') . zakat. haji bila telah mampu dan lain-lain. membayar zakat. sunah. solat tahajud. zina. Contohnya : main judi. 2. membunuh. Makruh. puasa ramadan.Wajib. Wajib (Fardlu) Wajib adalah suatu perkara yang harus dilakukan oleh pemeluk agama islam yang telah dewasa dan waras (mukallaf). 16/09/2009 . Contoh : sholat sunnat. Sunnah/Sunnat Sunnat adalah suatu perkara yang bila dilakukan umat islam akan mendapat pahala dan jika tidak dilaksanakan tidak berdosa. durhaka pada orang tua. memelihara jenggot.Sunat Ghairu Mu'akad yaitu adalah sunnah yang jarang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW seperti puasa senin kamis. Wajib terdiri atas dua jenis/macam : .Wajib 'ain adalah suatu hal yang harus dilakukan oleh semua orang muslim mukalaf seperti sholah fardu. . Haram Wed. Sunah terbagi atas dua jenis/macam: . dan lain-lain. riba. Haram Haram adalah suatu perkara yang mana tidak boleh sama sekali dilakukan oleh umat muslim di mana pun mereka berada karena jika dilakukan akan mendapat dosa dan siksa di neraka kelak. Hukum islam yang disebut juga sebagai hukum syara' terdiri atas lima komponen yaitu antara lain wajib. makruh dan mubah : Penjelasan dan Pengertian/Arti Definisi Hukum-Hukum Islam : 1.Wajib Kifayah adalah perkara yang harus dilakukan oleh muslim mukallaff namun jika sudah ada yang malakukannya maka menjadi tidak wajib lagi bagi yang lain seperti mengurus jenazah. minum minuman keras. di mana jika dikerjakan mendapat pahala dan apabila ditinggalkan akan mendapat dosa. . dan lain-lain. puasa senin kamis. dan lain-lain. Contoh : solat lima waktu.12:22am — godam64 Di dalam ajaran agama islam terdapat hukum atau aturan perundang-undangan yang harus dipatuhi oleh setiap umat karena berasal dari Al-Qur'an dan Hadist. haram. Sunnah. pergi haji (jika telah mampu).

Khalid Syamhudi. Baik itu pihak pembeli atau penyewa. dan lain-lain. Atau berbagai ilmu yang secara tidak langsung juga dibutuhkan dalam dunia perniagaan modern. Itu dalam standar kebutuhan businessman (orang yang berwirausaha) secara umum. yang berutang dan berpiutang. seperti ilmu manajemen. penjual atau pemberi sewa. dengan karakter dan pola pemikiran yang bermacam-macam. sekretaris atau juru tulis. dengan tingkat pendidikan dan pemahaman yang tidak sama. Contoh : makan dan minum. belanja. Perkembangan itu terjadi karena semua pihak yang terlibat berasal dari latar belakang yang berbeda. Ekonomi Islam : Kaidah Dasar Memahami Fikih Ekonomi Islam oleh : Ust. seperti komunikasi. saksi.4. Sementara komoditi yang diikat dalam satu transaksi juga semakin bercorak-ragam. Sarana atau media dan fasilitator dalam melakukan transaksi juga kian hari kian canggih. informatika. yaitu dunia bisnis perniagaan dan khususnya level menengah ke atas. operasi komputer. Selain itu. 5. Hal ini membuat manusia berusaha membuat beragam cara pertukaran. bercanda. berkembang menjadi sebuah sistem jual-beli yang kompleks dan multidimensional. Lc Urgensi Mengenal Fikih Muamalah Maliyah [Ekonomi Islam] Muamalah maliyah adalah medan hidup yang sudah tersentuh oleh tangan-tangan manusia sejak zaman klasik. dan lain sebagainya. akuntansi. Mubah Mubah adalah suatu perkara yang jika dikerjakan seorang muslim mukallaf tidak akan mendapat dosa dan tidak mendapat pahala. Contoh : posisi makan minum berdiri. Oleh sebab itu. bahkan zaman purbakala. merokok (mungkin haram). bahkan perbankan dan sejenisnya. Makruh Makruh adalah suatu perkara yang dianjurkan untuk tidak dilakukan akan tetapi jika dilakukan tidak berdosa dan jika ditinggalkan akan mendapat pahala dari Allah SWT. feeling yang kuat dan keterampilan yang matang serta pengetahuan yang komplit terhadap berbagai epistimologi terkait. melamun. urgensi muamalah maliyah yang sangat erat dengan perekonomian Islam ini akan tampak bila kita melihat salah satu bagiannya. bermula dengan kebiasaan melakukan tukar menukar barang yang disebut barter. Semuanya menjadi majemuk dari berbagai kalangan dengan berbagai latar belakang sosial dan pendidikan yang variatif. perdagangan. mengikuti kebutuhan umat manusia yang semakin konsumtif dan semakin terikat tuntutan zaman yang juga kian berkembang. transaksi muamalah maliyah juga semakin berkembang sesuai dengan tuntutan zaman. . Seorang yang memasuki dunia perbisnisan ini membutuhkan kepekaan yang tinggi. hingga calo atau broker. pemberi hadiah atau yang diberi. Setiap orang membutuhkan harta yang ada di tangan orang lain.

. Dengan demikian. kata “muamalah” digunakan untuk sesuatu di luar ibadah. Oleh karena itu sebagian ahli fikih membagi fikih menjadi empat kategori: a. Fikih Ibadah b. as-salam. muamalah mencakup fikih pernikahan. amanah. seperti al-bai’ (jualbeli).)ال ع مل‬ Adapun dalam terminologi ahli fikih dan ulama syariat. dan hubungan pasutri. Kata “muamalah” dengan wazan ( ‫ )م‬dari kata (‫ ) مل‬yang bermakna bergaul (‫. sehingga “muamalah” membahas hak-hak makhluk dan “ibadah” membahas hakhak Allah.Bagi seorang muslim. seperti perpindahan hak pemilikan dengan pembayaran atau tidak (gratis) dan dengan transaksi pembebasan budak. al-ijaarah (sewa-menyewa). Definisi Muamalah Kata “muamalah” dalam etimologi bahasa Arab diambil dari kata (‫ )ال عمل‬yang merupakan kata umum untuk semua perbuatan yang dikehendaki mukallaf. sehingga kita semua harus bersabar dan meluangkan waktu mempelajari dasar-dasar muamalah maliyah dan berbagai jenisnya. Namun. Yang demikian itu merupakan sasaran empuk ambisi setan pada diri manusia untuk menjerumuskan seorang muslim dalam kehinaan. syarikat (perkongsian). peradilan. dan Hambaliyah. alwakalah (perwakilan). Inilah Mazhab Malikiyah. mereka berselisih dalam apa saja yang masuk dalam kategori muamalah tersebut dalam dua pendapat: 1. al-kafaalah. Hukum-hukum kriminal dan peradilan. dan warisan. Inilah mazhab al-Hanafiyah dan pendapat asy-Syathibi dari mazhab al-Malikiyah. dibutuhkan syarat dan prasyarat yang lebih banyak untuk menjadi wirausahawan dan pengelola modal yang berhasil. kemanfaatan. dan sejenisnya. karena seorang muslim selalu terikat-–selain dengan kode etik ilmu perdagangan secara umum–dengan aturan dan syariat Islam dengan hukum-hukumnya yang komprehensif. dalam soal jual-beli misalnya. Oleh sebab itu. 2. Syafi’iyah. Mudah-mudahan dengan izin dan taufik dari Allah ‘Azza wa Jalla kita dapat mengenal dan mengetahui hukum-hukum yang ada seputar aktivitas muamalah maliyah tersebut melalui kaidah dasar yang telah ditetapkan para ulama. Fikih Ankihat (nikah) d. Muamalah mencakup semua hal yang berhubungan kepada maslahat manusia dengan selainnya. ar-rahn (gadai). Muamalah adalah pertukaran harta dan yang berhubungan dengannya. Fikih Muamalah c. Demikian pentingnya permasalahan ini. tidak selayaknya seorang muslim memasuki dunia bisnis dengan pengetahuan kosong terhadap ajaran syariat.

. pemanfaatan jual-beli di satu toko. 2. Di dalamnya tercakup: jual-beli ( ‫ . yaitu: 1. seperti bangkai yang diperbolehkan karena darurat atau kulit bangkai yang diperbolehkan pemanfaatannya karena kebutuhan. Ahkam al-mu’awadhah (‫ . Yang dimaksud dengan harta (al-maal) dalam pengertian syariat adalah: ‫ل‬ ‫م‬ ‫ال‬ “Semua benda yang diperbolehkan kemanfaatannya bukan karena hajat. Yang dimaksud dengan kata ( ‫م‬ ‫ )ال‬adalah benda tersebut memiliki manfaat.)ال عر ض األ‬seperti mobil. Sebagian ulama memasukkan mata uang termasuk dalam al-arudh. dan selainnya. perak. sehingga mengeluarkan semua yang dibolehkan karena kebutuhan dan darurat.)اإل رة‬hak pilih (‫ . sehingga benda yang tidak memiliki manfaat tidak termasuk dalam definisi ini. Ruang Lingkup Pembahasan Yang diinginkan dalam pembahasan kita di sini adalah muamalah maliyah yang mencakup dua hal. dan lain-lainnya. bahan makanan. Pengertian Harta (Maal) Setelah jelas bahwa pembahasan kita hanya membahas muamalah maliyah (harta). usaha dan perdagangan. pakaian. mobil.)ال خ رات‬syarikat (‫ . kurma. gandum. Barang dagangan ( ‫ . Benda yang diharamkan pemanfaatannya. Benda ( kertas. rumah. garam. anjing pemburu diperbolehkan karena hajat (kebutuhan) . rumah. 3.” Termasuk dalam definisi ini: emas. seperti alat-alat musik. serta lainnya.)ال‬sewa menyewa (‫ . maka perlu kita perlu mengetahui pengertian al-maal dalam syariat Islam. dan lainlainnya. Adapun maksud pernyataan ( ) adalah kebolehannya bukan disebabkan kebutuhan dan darurat. Jasa pemanfaatan ( ‫ . bejana.)ال شر ت‬dan transaksi yang berhubungan dengannya.Yang menjadi topik pembahasan kita adalah “fikih muamalah” tentang pertukaran harta benda. Para ulama pun memakai kata harta benda (‫ )ال م ل‬untuk tiga hal. Demikian juga.)ال م ع ض ت أ م‬yaitu muamalah yang digunakan untuk maksud adanya imbalan berupa keuntungan. juga tidak termasuk dalam definisi ini. yaitu: 1. ‫ )ال ع‬yang dimaksudkan adalah emas dan perak dan yang menggantikan keduanya dari uang Walaupun sebagiannya memandang ini termasuk dalam barang dagangan.)ال م ف‬seperti pemanfaatan menempati rumah.

sebelum membahas permasalahan muamalah maliyah ini. maisir. 4.)ال قرض‬gadai ( ‫.)ال غ صب‬asy-syuf’ah ( ‫ . Mengetahui istilah–yang oleh ahli fikih disebut dengan–al jam’i wat tafriq.)ال‬ perlombaan (‫‘ . Mengetahui nash-nash yang menyampaikan masalah tersebut. Pengenalan terhadap kaidah-kaidah tersebut akan sangat memudahkan seseorang untuk menguasai fikih. Contoh: Kaidah “‫ر ف األصل الع ات ب‬ bersandar kepada nash syariat).)ال ع ر‬al-ghashb (‫ .)اإل رة‬hak pilih (‫ .)ال عط‬Wakaf (‫ . Mengetahui bahasa Arab yang menjadi dasar istilah syar’i dalam mengungkapkan masalah-masalah tersebut.2. 2. harus memahami hal-hal berikut ini: 1. sudah seharusnyalah seorang thalib ilmu (pelajar) menguasai dengan baik pokokpokok dan kaidah satu permasalahan.)ال خ رات‬syarikat (‫ .)ال ق ف‬pembebasan budak (‫ )ال ع ق‬dan Wasiyat ( ‫ )ال ص‬serta yang lainnya. seperti hadiah ( ‫ . yaitu kaidah yang menyatukan banyak permasalahan dan perbedaan-perbadaan antara masalah-masalah tersebut.)ال ع ل‬ laqathah ( ‫ . pengenalan kaidah-kaidah dasar muamalah maliyah sangat perlu dilakukan agar permasalahannya lebih jelas dan mudah.)ال عط‬wakaf (‫ . 3.)ال ه‬pemberian ( ‫ . Kaidah-kaidah Dasar dalam Muamalah Maliyah Syekh Shalih bin Abdil ‘Aziz Alu Syekh (Menteri Urusan Wakaf.)ال ق ط‬wakaf (‫ . Ahkam at-tabaru’at (‫ر ت أ م‬ ‫ . ruang lingkup pembahasan ini meliputi permasalahan: jual-beli ( ‫ .)ال‬yaitu muamalah yang bertujuan untuk berbuat baik dan memudahkan orang lain.)ال ه‬pemberian ketika sakit menjelang kematian ( ‫ .)ال شر ت‬utang piutang (‫ . Dengan demikian.)ال ش ع‬al-ju’alah ( ‫. ‫(” ال ق ف ال‬Masalah ibadah pada asalnya adalah dilarang dan . Karenanya. dan yang lainnya dari kejadian dan masalah yang beraneka ragam.)ال ق ف‬dan wasiat ( ‫. sehingga dengan satu kaidah seseorang dapat menjawab dan menguasai banyak permasalahan. riba. Memahami pendapat para ulama yang mereka sampaikan dalam kitab-kitab fikih dengan tepat hingga dapat membedakan gambaran permasalahan dengan benar.)ال‬sewa menyewa (‫ . Baik dalam qimar.)ال ق ف‬pemberian/hadiah ( ‫ .)ال ص ح‬masalah kebangkrutan (‫س‬ ‫. dan Bimbingan Islam Negara Arab Saudi) pernah memberikan petunjuk bahwa seseorang yang ingin meneliti dan membahas permasalahan-permasalahan kiwari dan perkara nawazil.)ال قط‬al-luqaith (‫ .)ال ص‬ Namun. Memiliki dan menguasai ilmu maqashid syari’ah.)ال ال‬perjanjian damai (‫ . Dakwah. 5.)ال ضم‬al-hawalah ( ‫ .)ال ر‬ jaminan ( ‫ .)ال س ق‬ariyah ( ‫ . gharar. di antaranya fikih Muamalah Maliyah.

Sehingga semua bentuk muamalah yang belum ada atau telah ada terdahulu. ‫ف ر‬ ‫فهم‬ ‫مع لق ا‬ ‫الش ار الم س ل‬ Semangatlah kemu dalam memahami kaidah-kaidah Yang menyatukan masalah-masalah yang beragam 2. Syekh asSa’di rahimahullahu menyatakan: ‫خ ر الع م ف ف ر ق‬ ‫مر ق‬ ‫ق‬ ‫س ل‬ ‫فق ق ال‬ Lalu mencapai tingkatan tertinggi dalam ilmu daan mengikuti jalan yang mendapatkan taufik. karena kaidah-kaidah ini dapat memudahkan seseorang mengenal masalah yang beraneka ragam dengan satu atau dua kaidah. Asal dalam Muamalah Adalah Halal (‫)ال ل المع م ت ف األصل‬ Inilah pendapat jumhur (mayoritas) ulama. Untuk mempelajari dan menelaah muamalah maliyah diperlukan pengetahuan yang cukup seputar kaidah dasar (‫ ) ال ض ا ط‬dalam muamalah. Namun. Syekh as-Sa’di rahimahullahu menyatakan. Orang yang komitmen dengan kaidah akan mendapatkan ketenangan ketika memaparkan furu’ (cabang) fikih dalam bab-babnya dan dapat mencapai tingkatan tertinggi dalam ilmu. di antaranya: 1. 4. Mengetahui bahwa yang dituntut menyampaikan dalil adalah orang yang mengeluarkan dari asal kaidah tersebut. kemudian mengenal (hasil) yang keluar darinya berdasarkan dalil. hikayat ijma’ ini tidak benar karena mazhab azh-Zhahiriyah menyelisihinya (tidak menyetujui kaidah ini). Oleh karena itu. 3.Mengenal kaidah-kaidah seperti ini dapat memberikan banyak faidah. Mencapai derajat tinggi dalam fikih. Oleh karena itu. di antaranya: 1. pada asalnya boleh. bahkan Ibnu Rajab rahimahullah mengatakan bahwa sebagian ulama menyampaikan ijma’ (kesepakatan) dalam hal ini. marilah kita memotivasi diri kita masing-masing untuk memperhatikan kaidah dan ketentuan fikih dengan dalil-dalilnya. kecuali ada dalil yang shahih dan jelas melarangnya. Berada pada kaidah tersebut dan tidak melampauinya hingga ada dalil yang mengeluarkannya. . Pengertian Kaidah Pengertian kaidah ini adalah “kaidah dalam semua akad yang terjadi antara dua pihak adalah halal dan mubah secara umum”. sehingga keluar dari asalnya dengan dalil dan diberi hukum lain di luar hukum asal.

Dasar Kaidah Dalil kaidah dasar ini adalah: 1.” (Qs. sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya. ‫أ ف ا‬ ‫لعه‬ ‫العه‬ ‫مس‬ “Dan penuhilah janji. Barangsiapa yang dalam keadaan terpaksa. kecuali kalau makanan itu bangkai. dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan–kami akan memberi rezki kepadamu dan kepada mereka–dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang keji. 2. ‘Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu. maka sesungguhnya Tuhanmu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.’ “ (Qs. penuhilah akad-akad itu.” (Qs. ‫أه‬ ‫لعق أ ف ا م ا ال‬ “Wahai orang-orang yang beriman. al-Isra`: 34) Kedua ayat ini berisi perintah menunaikan transaksi dan muamalah secara mutlak. baik bentuk dan lafalnya ada pada zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam atau belum ada. al-Maidah: 1) Dan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala. al-An’am: 145) Dan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala. baik yang nampak di antaranya maupun yang tersembunyi. Sesungguhnya janji itu pasti dimintai pertanggungan jawabnya. yaitu: janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia. yaitu boleh dan mubah. serta janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah . atau darah yang mengalir atau daging babi–karena sesungguhnya semua itu kotor–atau binatang yang disembelih atas nama selain Allah. ‘Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku. Ayat-ayat yang menunjukkan pambatasan hal-hal terlarang pada perbuatan dan sifat tertentu. maka ia berlaku sesuai asal. sedangkan dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas. Ayat-ayat yang menunjukkan perintah menunaikan akad transaksi dan perjanjian. seperti firman Allah ‘Azza wa Jalla. ‫قل‬ ‫م ف أ‬ ‫ر اضطر‬ ‫م رم ل أ‬ ‫رر ف‬ ‫طعم ط م‬ ‫ر م‬ ‫أ‬ ‫م أ م‬ ‫خ ر ل م أ مس‬ ‫لغ ر أ ل فسق أ ر س ف‬ ‫فم‬ “Katakanlah. seperti Firman Allah ‘Azza wa Jalla. berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu-bapak. hal ini menunjukkan bahwa asal dalam muamalah adalah halal. Oleh karen itu.Adapun bila tidak ada dalil yang melarangnya. ‫م ر م رم م أ ل ع ل ا قل‬ ‫شر ا أ‬ ‫ط م م ه هر م‬ ‫رم ال ال س ق ا‬ ‫ش‬ ‫ل ال‬ ‫س‬ ‫م ق ا‬ ‫ص م لم ل ق‬ ‫لع م‬ ‫م قم أ‬ ‫عق‬ ‫م ر قم‬ ‫قر ا‬ ‫ال ا‬ “Katakanlah.

Allah membatasi hal-hal terlarang pada jenis dan sifat tertentu saja.” (Qs.’ Demikian itu yang diperintahkan kepadamu supaya kamu memahami-(nya).(membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar. Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. (mengharamkan) mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan hujjah untuk itu. } ‫م رم م ل م فصل ق‬ “Padahal sesungguhnya Allah telah menjelaskan kepada kamu apa yang diharamkan-Nya atasmu. janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil. anNisa`: 29) Dalam ayat ini. ‫أ لم‬ ‫ف‬ ‫ل فه‬ ‫رم م‬ ‫س ت م رام فه‬ ‫فه‬ ‫م فق ا‬ ‫ف‬ ‫م‬ ‫س ر‬ “Semua yang Allah halalkan dalam al-Quran maka ia halal. melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar. sedangkan yang tidak diketahui ada pengharamannya. al-An’am: 119) 5. Terimalah dari Allah kemudahan-Nya. karena tidak boleh ada hukum untuk para mukallaf tanpa dasar dalil. al-An’am: 151) Serta firman-Nya ‘Azza wa Jalla. “Katakanlah.” (Qs. no. dan (mengharamkan) mengada-adakan terhadap Allah sesuatu yang tidak kamu ketahui.’ ” (Hr. (Allah berfirman).” (Qs. perbuatan dosa. Allah tidak memberikan syarat dalam perdagangan kecuali saling suka (taradhi). ‫أه‬ ‫م ا ال‬ ‫ا‬ ‫م أم ال م‬ ‫ل طل‬ ‫أ‬ ‫رة‬ ‫م م راض‬ ‫أ سم ق ا‬ ‫م‬ ‫ر م‬ “Wahai orang-orang yang beriman. dan janganlah kamu membunuh dirimu. kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. dan yang didiamkan maka itu tidak ada hukumnya (boleh).” (Qs. Ayat ini menunjukkan bahwa asal dalam muamalah adalah halal. ‘Tuhanku hanya mengharamkan perbuatan yang keji (baik yang tampak atau yang tersembunyi). ad-Daraquthni dalam Sunan-nya: 2/137/12. al-A’raf: 33) Dalam ayat-ayat di atas. Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala. maka diberlakukan hukum halal. 2256) . 3. Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. yang diharamkan maka ia haram. ‘Rabbmu tidak pernah lupa. 4. dinilai shahih oleh al-Albani dalam Silsilah ash-Shahihah. Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Ibnu Taimiyah rahimahullahu menyatakan. Ditinjau secara dalil aqli (akal) dengan tiga hal: a. 6. ‫م‬ ‫ال س أ‬ ‫رم‬ ‫سلم‬ ‫رم لم ش‬ ‫ق ” مس ل أ ل م ف رم‬ ‫م‬ “Sungguh. “kekuasaan” (authority.” 3. tidak disyaratkan adanya izin khusus dari syariat. “hukuman” (sentences) dan lain-lain. Sehingga dijadikan dasar sampai ada dalil yang mengharamkannya. kecuali setelah adanya izin kebolehannya. maka seluruh ahli fikih–yang aku ketahui–menghukumi keabsahannya. decision). “memerintahkan”. Asal Setiap Muamalah Adalah Adil dan Larangan Berbuat Zalim serta Memperhatikan Kemaslahatan Kedua Belah Pihak dan Menghilangkan Kemudharatan. maka transaksinya tidak sah.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebut hukum sesuatu yang tidak diharamkan dan dihalalkan dengan kata “afwun” (dimaafkan atau boleh). . “Kaum muslimin apabila melakukan transaksi tertentu dan belum mengetahui keharaman dan kehalalannya. c. maka asal hukumnya adalah boleh dan tidak dilarang. Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. orang yang paling besar kejahatannya adalah orang yang bertanya tentang sesuatu yang tidak diharamkan. Dalam keabsahan akad transaksi. Walaupun transaktor (orang yang bertransaksi –ed) tersebut belum mengetahui penghalalannya–baik dengan ijtihad atau taklid–. “mengadili”. “mengendalikan” dan lain sebagainya. “perintah” (command). Seandainya izin khusus syariat menjadi syarat keabsahan transaksi. apabila mereka tidak meyakini keharamannya. Akad transaksi termasuk perbuatan dan aktivitas yang sudah menjadi adat kebiasaan. “pemerintahan” (government). power). ‫صلاأل‬ ‫المع م ت ل ف‬ ‫الع ل‬ ‫مرا ة ال م م‬ ‫الضرر هم رف الطرف مص‬ Paragraph. lalu diharamkan dengan sebab pertanyaannya. “menghukum”. dan juga tidak ada seorang pun yang menyatakan bahwa akad transaksi tidaklah sah kecuali untuk orang yang meyakini bahwa syariat menghalalkannya. Ini menunjukkan bahwa asal sesuatu dalam muamalah adalah halal.’ (Muttafaqun ‘alaihi) 7. Syariat tidak mengharamkan jenis akad kecuali hanya beberapa saja. b. Ruang Lingkup Hukum Islam Dalam bahasa sehari-hari kata hukum sering dikonotasikan dengan peraturan dan sejenisnya. “ketetapan” (provision). verdict. Kata kerjanya hakama yahkumu yang bermakna “memutuskan”. Manusia sudah biasa melakukannya dalam mendapatkan kebutuhan dunia mereka. “menetapkan”. Namun sesungguhnya kata hukum yang digunakan oleh masyarakat itu sendiri berasal dari bahasa arab yang diserap menjadi bahasa Indonesia yaitu “‫( “ﺤﮑﻢ‬hukm) jamak dari ahkam yang berarti “putusan” (judgement. maka tidak adanya dalil pengharaman menunjukkan ketidak-haramannya.

Pengertian Hukum Islam Kata “hukum” dalam Islam (hukum Islam) sering dikonotasikan pada dua hal yaitu fiqh dan syariat. S. Kata hukum dalam al-Qur’an dipahami sebagai “putusan” atau “ketetapan” terhadap suatu masalah. dan untuk dapat memberi peringatan kepada kaumnya bila mereka itu telah kembali (dari perang) agar mereka semuanya waspada. such as Act of Parliament. istilah “hukum” juga dikenal dalam bahasa lain seperti law dalam bahasa inggris.” A. hukum tauhid (aqidah) maupun yang berhubungan dengan hukum etika (akhlaq). Fiqh . 2. “penegak hukum”. Putusan atau ketetapan yang tidak hanya mengatur hubungan antara khaliq (pencipta) dan makhluq (yang diciptakan) tapi juga antar manusia yang didalamnya mengatur tentang hukum amaliyah (fiqh). “kehakiman”. Oleh karena itu sering kita mendengar bahwa Islam paling tidak terdiri dari iman dan amal.Selain dalam bahasa arab. yaitu keyakinan monotheis manusia yang dilingkupi dengan kompetensi keilmuan yang luas untuk secara tepat dan benar di amalkan baik untuk hubungannya dengan khaliq (sang pencipta) maupun dengan makhluq (yang diciptakan). “mahkamah” dan banyak lagi. (Hukum adalah suatu kumpulan aturan yang dapat dilaksanakan untuk mengatur/memerintah masyarakat atau aturan apa pun yang dibuat sebagai suatu aturan hukum seperti tindakan dari Parlemen). Kata “hukum” kemudian dipergunakan lebih jauh dalam perbendaharaan kata dalam bahasa Indonesia seperti kata “hukuman”. maka ia dibuat paham (fiqh) dalam agama. “hakim”.” Juga dalam surat Q. “terhukum”. Al-Tawbah/9:122 yang berbunyi: … ‫رف‬ ‫م هم فرق ل م‬ ‫ف ل قه ا ط‬ ‫لع هم ل هم ر ع ا ا ق مهم ل ر ا ال‬ ‫ر‬ ” …Maka hendaknyalah pada setiap golongan dari mereka (orang-orang yang beriman) itu ada sekelompok orang yang tidak ikut (berperang) untuk mendalami agama (tafaqquh). Hal ini sejalan dengan pengertian yang disitir dalam hadits yang mengatakan. Kata hukum yang dikenal dalam bahasa Indonesia berasal dari bahasa Arab hukm yang berarti putusan (judgement) atau ketetapan (Provision). hukum berarti menetapkan sesuatu atas sesuatu atau meniadakannya. Dalam buku Ensiklopedi Hukum Islam. “Barangsiapa Allah menghendaki kebaikan baginya. Sementara dalam A Dictionary of Law dijelaskan tentang pengertian hukum sebagai berikut: Law is “the enforceable body of rules that govern any society or one of the rules making up the body of law. Fiqh secara bahasa berarti ‫ق‬ ‫ال‬ ‫ال ع م :ال غ ف‬ ‫ل ش‬ ‫ال هم‬ ‫ل‬ Pengetahuan dan pemahaman terhadap sesuatu. recht dalam bahasa Jerman dan Belanda atau kata latin Ius.

Kata Syariah paling tidak disebut lima kali. Syariah Istilah syariat yang sumber otentiknya berasal dari sumber-sumber hukum Islam yang tersebar pada Al-Qur’an. ijma dan lain sebagainya. tiga di antaranya terdapat dalam Alqur’an yaitu pada surat Al-Maidah ayat 48. haram (unlawful). . Berbeda dengan the unlawful/ prohibited (haram ) yang memiliki hukuman. AsySyura: ayat 13 dan Al-Jatsiyah ayat 18. B. dan diperlukan (desirable-marghub fih). (mandub) atau sunnah. the permissible/allowed (mubah) sesuatu perbuatan boleh yang tidak diberi reward atau hukuman. bermanfaat (meritorious-fadila). sebagai kewajiban setiap individual Muslim seperti salat dan zakat dan communally obligatory (fard al. Atau sebagai sumber air yang di ambil orang untuk keperluan hidup sehari-hari. Fard bisa dibagi dalam tiga dimensi yaitu sebagai kewajiban (obligatory-wajib).Banyak dari para ahli hukum mendefinisikan fiqh sebagai: ‫ق‬ ‫م ال ع م :ال‬ ‫أل‬ ‫ال شر‬ ‫سب ال عم‬ ‫أ ل ه م ال م‬ ‫ص‬ ‫ال‬ Ilmu tentang hukum-hukum syar’i yang bersifat amaliah yang diperoleh dari dalil-dalilnya yang terinci. Hasbi Ash-Shiddiqie dalam salah satu karyanya mendefinisikan hukum Islam sebagai: “Segala yang diterbitkan (ditetapkan) syara’ untuk manusia. Yang kesemuanya tersebar dalam personally obligatory (fard al-’ayn). Misalnya solat malam (tahajjud) dan mengingat Allah (zikr). Fiqh yang juga berarti hukum hanya dimengerti fungsinya bila dikaitkan dengan perbuatan manusia baik berupa menyandarkan atau tidak menyandarkan. merujuk pada lebih disukai (preferable-mustahabb).kifaya). mandub (sunnah-recommended). The recommended. hadits. atau mubah (permissible). Sehingga yang dimaksud dengan hukum dalam definisi fiqh adalah status perbuatan manusia mukallaf (orang yang telah baligh dan berakal sehat). pendelegasian (mandatory -muhattam) dan permintaan (required-lazim). makruh (disliked). yang cukup dilakukan oleh salah satu dari komunitas muslim seperti memandikan jenazah. Teungku M. Sedangkan perbuatan yang tidak boleh/tidak disukai (dislikedmakruh) tapi tidak memiliki dampak penghukuman. Syari’at merupakan kalimat yang berbahasa arab Syari’a yang bermakna “jalan menuju sumber air: track yang jelas untuk di ikuti”. ‫م‬ ‫:ال‬ ‫أمر س‬ ‫خر ل‬ ‫أ‬ ‫س‬ Hukum adalah penisbatan sesuatu kepada yang lain atau penafian sesuatu dari yang lain. pada perbuatan-perbuatan yang bersifat wajib (prescribed).” Walaupun dilihat dari struktur bahasanya (etimologi). baik berupa perintah maupun merupakan tata aturan amaliyah yang menusun kehidupan bermasyarakat dan hubungan mereka satu sama lain serta membatasi tindakan mereka. Prof.

Sedangkan sebuah komunitas akademis di Universitas Southern California dalam kompendiumnya menjelaskan bahwa makna syariah tidak hanya merujuk pada hukum dan jalan hidup yang digariskan Allah SWT untuk hambanya namun juga berhubungan dengan ideologi. Dengan makna tersebut. secara doktrin hukum. setidaknya ada lima perbedaan antara syariah dengan fiqh yaitu antara lain: 1. Syariat merupakan wahyu Allah yang terdapat dalam Al-qur’an dan hadits sedangkan fiqh merupakan hasil ijtihad manusia yang sah dalam memahami dan menafsirkan kedua sumber hukum tersebut.Dalam bentuk aktif. Sedangkan pakar hukum Islam Indonesia. Walaupun amat mirip namun keduanya memiliki arti yang berbeda. C. Syariat bersifat fundamental dan mempunyai ruang lingkup yang lebih luas sedangkan fiqh bersifat instrumental dan terbatas ruang lingkupnya pada hukum-hukum yang mengatur perbuatan hukum manusia. Abdullah Yusuf Ali menerjemahkan syariat sebagai jalan agama yang lebih luas dari sekedar ibadah-ibadah formal dan ayat-ayat hukum yang diwahyukan kepada Muhammad SAW. tindakan. 4. Fiqh dan Syariah Bagi orang awam. syariat disebut sebagai syara’a. . Syariat hanya satu sedangkan fiqh lebih dari satu karena terdapat banyak madzhab fiqh dan aliran hukum lainnya. sebuah kata kerja yang bermakna “mengurai atau menelusuri suatu jalan yang telah jelas menuju air”. 2. serta praktek keseharian seperti firmannya dalam surat Al-Ma’idah: 48. adakalanya syariat disebut juga sebagai fiqh Islam. Prof. syari’at dapat difenisikan sebagai “jalan utama menuju kehidupan yang lebih baik yang terdiri dari nilainilai agama sebagai acuan untuk membimbing kehidupan manusia”. keyakinan. 3. Syariat menunjukan kesatuan dalam Islam sedangkan fiqh menunjukan keragamannya. prilaku. Jika syariat adalah hukum wahyu yang bersumber Alqur’an dan hadits. maka fiqh yang secara bahasa bermakna paham atau pemahaman adalah pengetahuan tentang syariat mengenai perbuatan manusia yang diambil dari ijtihad para mujtahid terhadap dalil-dalil yang rinci. Syariat adalah ketetapan Allah dan ketentuan rasul karena itu keduanya berlaku abadi sedangkan fiqh adalah hasil ijtihad yang sah manusia yang bersifat sementara karena itu dapat berubah sesuai kondisinya. Secara definitif. Teungku Hasbi Ash-Shiddiqie menyebutkan bahwa para ahli fiqh menggunakan kata syariat sebagai nama bagi hukum yang ditetapkan Allah untuk hamba-Nya melalui Rasulullah SAW yang berkaitan dengan amaliyah lahir (ahlak) dan bathin (Aqidah) untuk dilaksanakannya dengan dasar iman. 5.

Oleh karena itu syariat selalu memerlukan penafsiran atau ijtihad. Berbeda dengan manhaj lain yang tujuan utamanya hanya sebatas memelihara kelestarian hidup. Adalah sangat naïf bila syariat yang telah ditafsirkan menjadi fiqh pada masa terdahulu akan dapat menyelesaikan persoalan masa kini. Firman Allah SWT: “Sesungguhnya shalat dapat mencegah perbuatan keji dan munkar“. Sehingga menjadi sempurna semua tuntutan hidup manusia. Fiqh Islam mencakup semua tuntutan Hidup. AlMaidah 3-5). Oleh karena inilah maka disyariatkanlah ibadah. Fiqh Islam berhubungan erat dengan etika. yang telah mengajarkan kepada kita semua urusan hingga urusan di kamar kecil”. Dan telah Aku sempurnakan nikmat-Ku atas kalian serta Aku rela untuk kalian Islam sebagai Agama. seperti. berkata: “Semoga Allah membalas kebaikan Baginda Rasulullah Saw. Keistimewaan Fiqh Islam atas manhaj-manhaj yang lain dapat disimpulkan sebagai berikut: A. Fiqh Islam memelihara kemaslahatan pribadi dan umum secara bersamaan tanpa harus ada yang dikorbankan. Apabila hak-hak pribadi terjaga dan rasa saling mempercayai terpelihara maka akan tampaklah kehidupan harmonis serta bahagia pada masyarakat.S. Dalam hal ini dikenal kaidah Fiqh yang diambil dari Hadits Nabi: “ Laa dharara wa laa dhirara “ . bertujuan untuk membangkitkan jiwa tolong-menolong di antara sesama manusia dan mencegah terjadinya penipuan di dalam transaksi. Setiap mujtahid di dalam pengambilan hukum (Istinbatul Ahkam) harus bersumber dari al-Quran dan al-Hadits. sedangkan keduanya tidak akan dicapai kalau manusia hidup semaunya sendiri tanpa adanya peraturan dan kode etik hidup yang mengaturnya. Di sinilah letak perbedaan antara Manhaj Islam yang disebut Fiqhul Islam dengan manhaj-manhaj yang lain. Fiqh berdasarkan wahyu Ilahi dan Petunjuk Nabawy. baik yang diambil secara langsung atau isyarat yang menunjukkan dari keduanya.Dengan pembedaan tersebut jelaslah bagi kita bahwa syariat merupakan hukum yang akan terus hidup sekalipun tak lagi diterapkan oleh manusia dalam kehidupannya. Keistimewaan Fiqh Sebagaimana penjelasan di atas bahwa setiap manusia menuntut dan mencari kebahagiaan dan kesempurnaan. C. shalat dan puasa yang semua itu bertujuan untuk mensucikan jiwa sehingga tercegah dari perbuatan keji dan munkar. seperti Ijma dan Qiyas. meski harus mengorbankan akhlak dan ajaran-ajaran agama.” (Q. Namun demikian di saat terjadi pertentangan antara kepentingan pribadi dan umum maka yang didahulukan adalah kemaslahatan umum. 3. Di dalam syariat tersebut ada norma dan prinsip yang kemudian di tafsirkan oleh berbagai macam ahli fiqh untuk dapat diaplikasikan kedalam setiap kehidupan manusia yang berbeda waktu dan kondisinya. B. Di dalam Fiqh Islam telah diatur semua urusan yang berkaitan dengan hidup manusia. Allah berfirman: “Hari ini telah Aku sempurnakan bagi kalian agama kalian. D. sampai salah seorang sahabat Rasulullah Saw. Begitu pula diharamkannya Riba misalnya.

4. dan hukum-hukum lain yang tidak berdasarkan syara’. karena ia tidak berkaitan dengan tata cara beramal. Ungkapan hukum-hukum syar’i menunjukkan bahwa hukum tersebut dinisbatkan kepada syara’ atau diambil darinya sehingga hukum akal (logika). hukum tauhid (aqidah) maupun yang berhubungan dengan hukum etika (akhlaq). dan dibahas dalam ilmu tauhid (aqidah). seperti api itu panas membakar. karena ilmu Allah berdiri sendiri tanpa penelitian. . Hukum Antar Bangsa (International Law). seperti: satu adalah separuh dari dua. Hukum Tata Negara dan Politik (siyasah). Demikian pula pengetahuan seseorang tentang hukum syar’i dengan mengikuti pendapat ulama. karena ia bukan hukum yang bersumber dari syariat. tidak termasuk dalam definisi. finansial dan transaksi. Peradilan. Hukum tentang warganegara asing (Musta’min) dalam Negara Islam. Ilmu tentang hukum-hukum syar’i yang bersifat amaliah ini juga harus diperoleh dari dalil-dalil rinci melalui proses penelitian mendalam terhadap dalil-dalil tersebut. pengaturan (muamalah) maupun penindakan (jinayah). Karena ketiga fungsi tersebut. syariat dalam arti luas juga berarti segala hal yang ditetapkan oleh Allah. bukan dari kajian dalil. tidak termasuk ke dalam definisi ini. dan hari akhir. Ruang Lingkup hukum Islam Selain berbagai makna syariat yang berkonotasi hukum. bukan termasuk ilmu fiqh. Berarti ilmu Allah atau ilmu Rasul-Nya tentang hukum-hukum ini tidak termasuk dalam definisi. sedangkan ilmu Rasulullah saw diperoleh dari wahyu. Begitu pula dengan hukum-hukum indrawi. Hukum Islam yang tertuang dalam syari`at dapat dibagi atas tiga kelompok besar yaitu Hukum tentang `Aqidah yang mengatur keyakinan manusia terhadap Allah dan lebih bersifat privat yaitu antara manusia dengan tuhan. Jadi menurut definisi ini hukum-hukum syar’i yang bersifat i’tiqadiyyah (keyakinan) atau ilmu tentang yang ghaib seperti dzat Allah. bahkan Dialah Pembuat hukum-hukum tersebut. hukum Amaliyah dibagi dalam dua kategori yaitu `Ibadat (dimensi vertikal) dan Mu`amalat (dimensi Horizontal) yang terdiri atas Hukum Keluarga (Family Law). Hukum tentang Sumber-sumber Pendapatan Negara dan Hukum Pidana. Hukum-hukum syar’i dalam fiqh juga harus bersifat amaliyyah (praktis) atau terkait langsung dengan perbuatan mukallaf. seperti ibadahnya. kepada mahluknya tentang berbagai kaidah dan tata aturan yang disampaikan kepada umatnya melalui nabi-nabinya termasuk Muhammad SAW baik yang berkaitan dengan hukum amaliyah (fiqh). atau muamalahnya. karena pengetahuannya tidak didapat dari kajian dan penelitian yang ia lakukan terhadap dalil-dalil. Hukum ekonomi. atau semua lebih besar dari sebagian. Hukum tentang Akhlaq yang mengatur etika berhubungan dengan manusia dan Hukum yang berkaitan dengan prilaku manusia (`Amaliyah atau Fiqh) yaitu hukum yang menata kehidupan manusia dengan manusia sehari-hari baik dalam fungsi vertikal (ibadah). sifat-sifatNya.

dan interaksi antara satu dan lainnya. Hukum-hukum yang berkaitan dengan rumah tangga. Dari alasan itulah pembahasan di dalam Fiqh Islam mencakup semua aspek kehidupan manusia dan kalau diperhatikan pembahasan Fiqh Islam dibagi menjadi tujuh kategori: A. Udhiyah (kurban). Zakat Fithrah. perekonomian. Sehingga konsep yang ditawarkan oleh Fiqh Islam menjanjikan kebahagiaan abadi dunia dan akhirat. nafkah. batal.Hukum yang diatur dalam fiqh Islam itu terdiri dari hukum wajib. Fiqh Islam selalu relevan hingga hari kiamat. Sedangkan Prof. dan pengadilan. B. Shiyam (puasa). Hukum-hukum yang berhubungan dengan pemerintahan beserta pelaksanaannya dan politik. puasa. Hukum-hukum ini disebut Jinayat (Pidana) F. berpahala. C. perdagangan. Hukum-hukum ini disebut Syi’ar (Diplomatik) G. yaitu: A. Hukum-hukum yang berhubungan dengan muamalah seorang hamba terhadap Tuhannya. Hukum-hukum ini disebut al-Ibadat. Hubungan seorang hamba dengan Tuhan. dan mengganggu keamanan umum. disamping itu ada pula dalam bentuk yang lain seperti sah. zakat. seperti. mubah. menjatuhkan kehormatan orang. dan dengan masyarakat luas. seperti. pegadaian. jual beli. Jihad (perjuangan).M. Secara garis besar kandungan dalam Ilmu Fiqh ada tiga macam.Syakhsiyah. makruh dan haram. merinci lebih lanjut pembagian tersebut dengan mengembangkan menjadi delapan topik bahasan. dan lain sebagainya. berdosa dan sebagainya. benar. Hukumhukum ini disebut Ahkamu Sulthaniah atau Siasah Syar’iah. Hukum yang berhubungan dengan pekerjaan. . perceraian. Haji. sunat. Hukum-hukum ini disebut Muamalah (perdata) D. Zakat. haji. seperti. Hukum-hukum yang berhubungan dengan hukuman orang yang berbuat kesalahan. Ibadah Pada bagian ini dibicarakan beberapa masalah masalah yang dapat dikelompokkan ke dalam kelompok persoalan berikut seperti Thaharah (bersuci). Hukum-hukum ini disebut Ahwal al. shalat. Janazah (penyelenggaraan jenazah). Hukum-hukum yang berhubungan dengan tingkah laku lahiriah seorang Muslim dengan sesama manusia. dengan dirinya. E. Sehingga semua masalah manusia diatur oleh Fiqh Islam. Ibadah (sembahyang). Nadzar. Hasbi Ashiddiqqie. salah. Hukum-hukum ini disebut Fiqhul Adab. karena Fiqh bukan hanya mengurus urusan dunia saja namun juga urusan akhirat. Hukum-hukum yang berkaitan dengan hubungan antara Negara Islam dan Negara lain. T. pernikahan. dan lain-lain. Fiqh juga merupakan agama dan negara.

Diyat (denda). Sumber baitul mal.B. Li’an. Kitabah. Warisan. Zhihar. Wadi’ah (Jaminan). baik masyarakat kecil atau besar seperti negara (perbendaharaan negara=baitul mal). Peperangan. Jizyah. harta warisan. Khithbah (melamar). Khulu’. Cara pengelolaan baitul mal. Jinayah dan ‘Uqubah (pelanggaran dan hukuman) Biasanya dalam kitab-kitab fiqh ada yang menyebut jinayah saja. Membela diri. Hukum pembunuhan. cara mendapatkan dan menggunakan. Syuf’ah. Pembahasan di sini meliputi: Status milik bersama baitul mal. Riba (renten). kejahatan. Kejahatan. Dalam bab ini di bicarakan dan dibahas masalah-masalah yang dapat dikelompokkan ke dalam kelompok persoalan pelanggaran. Inilah bagian dalam hukum Islam yang mengulas tentang harta kekayaan yang dikelola secara bersama. Khiyar. Hukum zina. Qismah. Gadai. dan lain-lain. Pembahasan ini meliputi: Pelanggaran. Mu’asyarah (bergaul). Kepengurusan baitul maal. C. Hiwalah. dan Perwalian. yang antara lain meliputi persoalan: Nikah. Hukuman Qazaf. Obyek dan cara penggunaan kekayaan baitul mal. Tasharruf. Harta rampasan perang. Muamalah Madaniyah Biasanya disebut muamalah saja yang didalamnya terdapat pembicaraan masalah-masalah harta kekayaan. Hukuman peminum arak. Hukuman pencuri. Hibah dan Hadiyah. Hukum murtad. dan Tadbir. Syarikah. Hukuman pelanggaran dan kejahatan. Kafalah. Pinjammeminjam. Muamalah Maliyah Kadang-kadang disebut Baitul mal saja. Ahwalusy Syakhshiyyah Satu bahasan yang terhimpun dalam bab ini membicarakan masalah-masalah yang terkonsentrasi seputar aturan hukum pribadi (privat) manusia. Murafa’ah atau Mukhashamah . Luqathah. Hajru. Sewa-menyewa. yang meliputi masalah: Buyu’ (jual-beli). Hukuman perampok. Waqaf . harta kebutuhan. hukuman dan sebagainya. F. D. Macam-macam kekayaan atau materi baitul mal. Wasiat. Hukum melukai/mencederai. denda. Pemberontakan. Qishash (pembalasan). Perwalian. Ila’. Ghasab. Rujuk. Nafaqah. Mudlarabah dan Muzara’ah (perkongsian). Fasakh. Hadlanah. Ta’zir. E. kekeluargaan. harta milik. Salam (pesanan). Talak. Radla’ah. Hutang-piutang. pembalasan. ‘Iddah.

Ahkamud Dusturiyyah Bagian ini adalah bidang hukum tata Negara dalam Islam yang umumnya membicarakan berbagai masalah-masalah yang menyangkut seputar ketatanegaraan. G. Ahlul ‘ahdi. Istishab. atau Islam dan non-Islam. Masalah tawanan. Hak dan kewajiban Waliyul amri. Hak dan kewajiban rakyat. ushul fiqh tersebut nantinya akan menentukan arah seorang mujtahid untuk menggunakan berbagai sumber hukum Islam lainnya seperti qiyas (yurisprudensi aktif) istishan (mengambil yang paling baik). sama-sama Islam. Pembahasan pada bab ini meliputi: Peradilan dan pendidikan. Syarat menjadi kepala negara dan Waliyul amri. Saksi. Pajak. Sumpah dan lain-lain. rampasan. dan Darul Islam. . baik ketika damai atau dalam situasi perang. darul harb. darul mustakman. ahlul harb. Batas-batas toleransi dan persamaan. Bahan Bacaan Abdurraoef. Penyerbuan. (Jakarta: Bulan Bintang.Pokok bahasan dalam bagian ini menjelaskan berbagai masalah yang dapat dikategorikan ke dalam kelompok persoalan peradilan dan pengadilan. Sadz dzariah dan Urf (Custommary law) dalam mengeksplorasi dalil-dalil hukum dari Alqur’an dan hadits. Pembicaraan pada bab ini meliputi: Hubungan antar negara. Musyawarah dan demokrasi. Pembahasannya antara lain meliputi: Kepala negara dan Waliyul amri. Ahkamud Dualiyah (Hukum Internasional) Bagian ini lebih tepat bila disebut sebagai kelompok masalah hubungan internasional. dan lain-lain H. Perlindungan. Upeti. Perjanjian dan pernyataan bersama. Gugatan. Istislah. Sumber Hukum Islam Ilmu hukum Islam juga sangat memfokuskan diri pada kemaslahatan sesuai tujuan pokok penerapan hukum Islam. Hakim dan Qadi. ahluz zimmi. 1970). 5. Pembuktian dakwaan. Atas dasar tersebut para mujtahid (orang yang diberi wewenang untuk berijtihad) melengkapi dirinya dengan metode dan pisau analisis yang disebut dengan ushul fiqh (dasar ilmu fiqh) sebagai metodologi yang harus dikuasai para pembentuk dan perumus hukum dalam menafsirkan tekstual syariat. Al-Qur’an dan Ilmu Hukum. Ketentuan untuk orang dan damai.

Hasan. (Jakarta. Hamdan Zoelva. Nahwa Fiqh Jadid . Hambali. Ash-Shiddiqie. Pengantar Ilmu Fikih. HA. Abdullah Yusuf. Ensiklopedi Hukum Islam. Pengantar Fiqh Mu’amalah. Bulan Bintang. 1974). cetakan ke 2. Islamuna Press. Jhon. 1974). (Kairo: Dar el Fikr el-Islamy. Ball. Ahmad. 1999). 1999). (Jakarta: RajaGrafindo Persada. FIKIMA. Fiqh Tajdid dan Shahwah Islamiah. (Sidney: Oughtershaw Press. Jamal. el-Bana. Rifyal. (Maryland: Amana Corporation. Indonesian Legal History 1602-1848. 2009). Dasuki. Bisri. (Jakarta: Bulan Bintang. (Jakarta. 1997). 1997).M.Ali. (Jakarta: TRAC. Dalam Proses penerbitan Idris. T. 1982). . Hasbi. Perda Syariah di Indonesia: Studi tentang Asas dan Prinsip Pembentukan Perundang-Undangan. (Jakarta: PT Ichtiar Baru van Hoeve. Hafizh. 2004).( Jakarta:Universitas Yarsi. The Holly Qur’an: Text Translation and Commentary. 1989). Pilar-Pilar Penelitian Hukum Islam dan Pranata Sosial. ______________________. Hukum Islam di Indonesia. Ka’bah.

” . 2000). (Jakarta: Sinar Grafika. Wikipedia. (New York: Oxford University Press 1997). ISTN. Hassan. 2002). diakses 23 Februari 2008.edu/dept/MSA/law/shariahi…. “Alalwani Usul al Fiqh. Ihsan Ali-Fauzi. E. Idris. Fourth Edition. Ramulyo.” diakses 23 Februari 2008.Martin. Istishlah dan Maslahat al Ammah. (Jakarta. Shari`ah and Fiqh. USC online. Elizabeth A.” . Ali. Shihab.usc. “Compendium of Muslim Text. diakses 23 Februari 2008. USC-MSA. M Quraish. Saleh. (Jakarta: Mizan Pustaka.com/index. M.php?pustaka… .cybermq. 1995). Asas-Asas Hukum Islam: Sejarah Timbul dan Berkembangnya Kedudukan Hukum Islam.” http://www. http://www. Membumikan Al-Qur’an: Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat. “Konsep-Konsep Istihsan. “Qiyas. Yafie. (editor) A Dictionary of Law. Studi Islam di Perguruan Tinggi: Pembinaan Imtaq dan Pengembangan Wawasan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->