PENGANTAR FILSAFAT

Oleh: IMELDA HUTASOIT
INSTITUT PEMERINTAHAN DALAM NEGERI 2012

FILSAFAT

2

A. FAKTOR PENDORONG TIMBULNYA FILSAFAT
1.

Keheranan
Banyak filsuf yg menyatakan bahwa

rasa heran manusia (bhs Yunani thaumasia sebagai pendorong timbulnya filsafat. Keheranan menyebabkan manusia berpikir untuk mendapatkan jawaban mengapa demikian.
3

4 .2. Kesangsian  Augustinus dan Rene Descartes menyatakan bahwa kesangsian merupakan sum-ber utama pemikiran.  Manusia merasa heran. kemudian ragu-ragu dengan kemampuan inderanya. Untuk itulah manusia kemudian berpikir secara mendalam dan komprehensif. Di mana kepastian dapat ditemukan.

 Manusia merasa dirinya memiliki kemampuan yang sangat terutama pada saat menghadapi penderitaan.  Dengan kesadaran akan keterbatasannya.3. 5 . manusia mulai memikirkan bahwa di luar manusia yang terbatas pasti ada sesuatu yang tidak terbatas. Kesadaran akan keterbatasan  Manusia menyadari bahwa dirinya sangat kecil dan lemah terutama jika dibandingkan dengan alam sekelilingnya.

mengenai eksistensi. kemudian mendorong manusia untuk berusaha mengetahui alam semesta itu sebenarnya apa.4. hakikat. Ia juga berusaha mengetahui dirinya sendiri. dan tujuan hidupnya. Manusia memiliki rasa kagum (thauma) pada alam semesta dan isinya  Manusia merupakan makhluk yang memiliki rasa kagum pada apa yang diciptakan oleh Sang Pencipta. bagaimana asal usulnya (masalah kosmologis).  Kekaguman tsb.  6 .

3 KEAJAIBAN LAHIRNYA FILSAFAT DI YUNANI    Bangsa Yunani memiliki banyak mitos yang dapat dianggap sebagai perintis yang mendahului filsafat. Orang Yunani juga mendapatkan banyak ilmu pengetahuan dari Timur Kuno. karena mitos sudah merupakan percobaan untuk mengerti tentang fenomena yang ada di sekitar manusia. Babylonia. terutama mengenai ilmu ukur dan astronomi. . karena karyakarya sastra merupakan sumber pendidikan untuk rakyat Yunani. Kesusasteraan Yunani yang kaya dan mempunyai kedudukan istimewa. seperti Mesir.

Tinjauan Secara Etimologis PHILO PHILOSOPHIA PHILOSOPHY SOPHIA .B. PENGERTIAN FILSAFAT 1.

Pengertian Etimologis Filsafat PHILO : love PHILEIN : to love SOPHIA : wisdom PHILOSOPHIA : love of wisdom PHILOSOPHY : cinta akan kebijaksaan (love of wisdom) dalam arti yang sedalamdalamnya .

Kelompok masalah 4. . Metode berpikir 3. Analisis kritis bahasa dan pengertian 6.Pengertian Filsafat (Terminologis) Suatu sikap 2. Kelompok teori 5. Pemahaman yg komprehensif 1.

Filsafat berarti hasrat atau keinginan yang sungguh-sungguh akan kebenaran sejati. 11 . Kebijaksanaan artinya kebenaran sejati atau kebenaran yang sesungguhnya. Demikian arti filsafat pada mulanya.  Cinta artinya hasrat yang besar atau yang berkobarkobar atau yang sungguh-sungguh.Lanjutan ….

Definisi Filsafat  Menurut Immanuel Kant Filsafat merupakan pengetahuan yang menjadi pokok pangkal dari segala pengetahuan.2. 12 . yang di dalamnya tercakup masalah epistemologi (filsafat pengetahuan) yang menjawab persoalan apa yang dapat kita ketahui.

13 .Lanjutan …. Driyarkara Filsafat adalah permenungan yg sedalam-dalamnya tentang sebabsebab “ada” dan “berbuat” permenungan tentang kenyataan yg sedalam-dalamnya..  Menurut N. sampai “mengapa” yang “penghabisan”.

14 . 4. Upaya untuk menentukan batas-batas dan jangkauan pengetahuan sumber daya. Pemikiran kritis atas pengandaian-pengandaian dan pernyataan-pernyataan yang diajukan oleh berbagai bidang pengetahuan. Upaya spekulatif untuk menyajikan suatu pandangan sistematik serta lengkap tentang seluruh realitas. 3. Upaya untuk melukiskan hakikat realitas akhir dan dasar secara nyata. keabsahannya.3. Esensi Pengertian Filsafat 1. dan nilainya. hakikatnya. 2.

Cabang Utama Metafisika Epistemologi Aksiologi Logika Etika Estetika Filsafat Manusia Cabang Khusus Filsafat Ketuhanan Filsafat Sejarah Filsafat Ilmu Filsafat Politik &Ideologi Filsafat Hukum Filsafat Bahasa Filsafat Komunikasi .

Kedudukan Filsafat Dasar/Pengantar .

yang dapat mempengaruhi arah kehidupan pribadi maupun profesinya Pengkajian filsafat dapat membuahkan kebebasan dari dogmatisme. serta kemandirian secara intelektual . Pengkajian filsafat dapat membawa pada perubahan keyakinan dan nilai-nilai dasar seseorang.MANFAAT BELAJAR FILSAFAT    Untuk menjajagi kemungkinan adanya pemecahan terhadap problema filsafat. toleransi terhadap pandangan berbeda.

Manfaat Filsafat Bagi Mhs
Membiasakan diri utk bersikap kritis. Membiasakan diri utk bersikap logisrasional Opini & argumentasi. Mengembangkan semangat toleransi dlm perbedaan pandangan (pluralitas). Mengajarkan cara berpikir yg cermat dan tdk kenal lelah.

Manfaat Ideologi Bagi Mhs
Orientasi bernegara lebih jelas Aspirasi politik Memahami bentuk negara ideal Memahami kepemimpinan ideal

Manfaat Filsafat bagi Agama
Mengajarkan cara berpikir kritis, sehingga tdk terjebak ke dlm sifat yang tdk baik. 2. Dinamika khdpn terus berkembang, shg diperlukan penggunaan akal yg proporsional. 3. Membuka wawasan berpikir menuju ke arah penghayatan. 4. Akal mrpkn salah satu sarana utk memahami kekuasaan Tuhan
1.

   Dari Sejarah Perkembangan Pemikiran: Yunani Kuno – Filsafat Timur Abad Pertengahan Filsafat Islam Filsafat Modern Postmodern Dari Sistematika Ilmu Filsafat: Ontologi/ Metafisika Epistemologi Aksiologi .      2.Belajar Filsafat 1.

Hubungan antara Filsafat dan Ideologi .

Hubungan antara Filsafat dan Ideologi Gagasan Realitas Filsafat & Ideologi Nilai Mitos .

Tujuan:kesejaht. 2. Kepercayaan 2. Berpikir Berawal dr ragu Landasan logika Tujuan: wisdom 5.Sist.Perbedaan antara Filsafat & Ideologi 1. kelompok 5. Filsafat Sist. Kolektif . 3. Individual Ideologi 1.Landasan mitos 4. 4.Berawal dr yakin 3.

Ideologi. Dimensi mitos: logi kolektif. bangsa Ideo .Filsafat. dan Agama Dimensi keyakinan: Agama Eskatologis Filsa Dimensi fat Kritis: pemikiran ind.

NAMUN ADA SYARAT-SYARAT YG HARUS DIPENUHI  BUKAN  KEBEBASAN KEBEBASAN BERTINDAK .FILSAFAT BERPIKIR.

CIRI-CIRI PEMIKIRAN KEFILSAFATAN .

CIRI-CIRI PEMIKIRAN KEFILSAFATAN 1. Konsep dlm filsafat didasari pemikiran yg visioner/ke depan/jangka panjang dan mendasar contoh: Pembukaan UUD 1945 mrp falsafah/ pemikiran yg mendasar sbg pedoman. Konsepsional: pemikiran yg dihasilkan oleh orang filsafat adl rencana kerja yg tersusun dan terencana yg merupakan hasil dari abstraksi yg menghasilkan konsep. 300% tjd perubahan pada UUD. namun pembukaan tdk dpt dirubah krn di dalamnya terkandung dasar filosofi .

CIRI-CIRI PEMIKIRAN KEFILSAFATAN 2.adanya budaya kemiskinan . Hrs dijawab dgn bentuk materi yg tdk lepas dr obyek Contoh: mengapa kemiskinan terjadi? jawaban: .sulitnya perekonomian antara kedua jawaban tsb harus ada keterkaitan . saling berhubungan antara jawaban kefilsafatan yg satu dgn yang lain. Koheren: sesuai dengan kaidah-kaidah berpikir logis.

maka kehidupannya jg akan liberal.CIRI-CIRI PEMIKIRAN KEFILSAFATAN 3. 4. krn ada metode berpikir/logika. . Eksistensi manusia adl krn manusia berpikir dan bertindak (Rene Decartes) Pemikiran bukan hayalan. contoh: orang yg berada pada pemikiran liberal. Konsisten/Runtut : tidak mengandung kontradiksi. Rasional: didasarkan pd pemikiran pemikiran yg masuk akal/pikiran/rasio.

hrs dilihat dr semua sisi/sub sistem Contoh: cara menghapuskan kemiskinan jgn hanya dilihat dr segi ekonomi saja. namun dr semua segi . Memikirkan segala sesuatu dalam konteks sistem. Komprehensif/Menyeluruh : Pemikiran filsafat merupakan pemikiran yg luas.CIRI-CIRI PEMIKIRAN KEFILSAFATAN 5. tak membatasi diri dan bukan hanya ditinjau dari satu sudut pandang saja.

bebas dari prasangka sosial. Bebas : Berpikir filsafat adalah berpikir secara bebas. . Mendasar/radikal : Pemikiran filsafat merupakan pemikiran yg dalam sampai pada hasil yg fundamental atau esensial. kepentingan politik.CIRI-CIRI PEMIKIRAN KEFILSAFATAN 6. 7.

PERANAN FILSAFAT .

PERANAN FILSAFAT SEBAGAI PENDOBRAK FILSAFAT SEBAGAI PEMBEBAS SEBAGAI PEMBIMBING 34 .

 Kehadiran filsafat telah mendobrak pintu dan tembok tradisi. 35 . Meski pendobrakan itu membutuhkan waktu yang cukup panjang.  Dalam penjara tersebut. FILSAFAT SBG.1. PENDOBRAK  Berabad-abad lamanya intelektualitas manusia tertawan dalam penjera tradisi dan kebiasaan. manusia terlena dalam alam mistik yang penuh sesak dgn halhal yang serba rahasia yang terungkap lewat berbagai mitos.

36 .2.  Filsafat membebaskan manusia dari cara berpikir yang tidak kritis. yang membuat manusia mudah menerima kebenaran semu yang menyesatkan. FILSAFAT SBG. Filsafat membebaskan manusia dari ketidak tahuan dan kebodohannya.  Filsafat membebaskan manusia dari belenggu cara berpikir mistis . PEMBEBAS  Filsafat bukan sekedar mendobrak pintu penjara tradisi yang penuh dgn mitos. tetapi juga membawa manusia keluar dari kekangan tsb.

 Filsafat membebaskan manusia dari cara berpikir yang picik dan dangkal dan membimbing manusia untuk berpikir secara luas dan mendalam.  Filsafat membebaskan manusia dari cara berpikir yang tak teratur dan tak jernih dan membimbing manusia untuk berpikir secara sistematis dan logis.3. FILSAFAT SBG. PEMBIMBING  Filsafat membebaskan manusia dari cara berpikir mistis dengan membimbing manusia untuk berpikir secara rasional. 37 .

ALIRAN-ALIRAN FILSAFAT .

IDEALISME Idealisme adalah suatu ajaran/faham atau aliran yang menganggap bahwa realitas ini terdiri atas roh-roh (sukma) atau jiwa.ALIRAN-ALIRAN FILSAFAT 1. bagi Hegel pikiran adalah essensi dari alam dan alam adalah keseluruhan jiwa yang diobyektifkan. ide-ide dan pikiran atau yang sejenis dengan itu Para pengikut aliran ini umumnya filsafatnya bersumber dari filsafat kritisme Kant. 39 . Tokohnya adalah Hegel.

. Keyakinan terhadap arti dan pemikiran dalam struktur dunia merupakan intuisi dasar yang menjadi asas idealisme. hukumhukum pikiran merupakan hukumhukum realitas.IDEALISME  Oleh karena itu menurut Hegel.

 Mula-mula dalam filsafat Barat kita temui dalam bentuk ajaran yang murni dari Plato..Lanjutan …. 41 .  Aliran ini merupakan aliran yang sangat penting dalam perkembangan sejarah pikiran manusia. yang menyatakan bahwa alam.  Adapun alam nyata yang menempati ruang ini hanyalah berupa bayangan saja dari alam idea itu. cita-cita itu adalah yang merupakan kenyataan sebenarnya.

orang menganggap asing terhadap faham Materialisme ini. 42 . Baru pada jaman Aufklarung (pencerahan). MATERIALISME  Materialisme merupakan faham atau aliran yang menganggap bahwa dunia ini tidak ada selain materi atau nature (alam) dan dunia fisik adalah satu. bahkan pada abad pertengahan.Lanjutan …..  Pada abad pertama masehi faham Materialisme tidak mendapat tanggapan yang serius. Materialisme mendapat tanggapan dan penganut yang penting di Eropa Barat. 2.

Perhubungan antara keduanya itu mencipta-kan kehidupan dalam alam. Kedua macam hakekat itu masing-masing bebas berdiri sendiri. 3. Contoh yang paling jelas tentang adanya kerja sama kedua hakekat ini adalah terdapat dalam diri manusia. sama azazi dan abadi.Lanjutan …. 43 . DUALISME    Dualisme adalah ajaran atau aliran/faham yang memandang alam ini terdiri atas dua macam hakekat yaitu hakekat materi dan hakekat rohani.

EMPIRISME  Empirisme berasal dari kata Yunani yaitu "empiris" yang berarti pengalaman inderawi. 44 . 4. Oleh karena itu empirisme dipahami sbg pandangan yg memandang pengalaman sebagai sumber utama pengenalanan dan yang dimaksudkan dengannya adalah baik pengalaman lahiriah yang menyangkut dunia maupun pengalaman batiniah yang menyangkut pribadi manusia.Lanjutan ….

Lanjutan …. 45 .Selain rasio. ide-ide yang masuk akal. RASIONALISME  Rasionalisme adalah merupakan faham atau aliran atau ajaran yang berdasarkan ratio.. 5. tidak ada sumber kebenaran yang hakiki.  Zaman Rasionalisme berlangsung dari pertengahan abad ke XVII sampai akhir abad ke XVIII. Pada zaman ini hal yang khas bagi ilmu pengetahuan adalah penggunaan yang eksklusif daya akal budi (ratio) untuk menemukan kebenaran.

 Aliran ini berpendapat bahwa sumber pengetahuan yang abadi dan dapat dipercaya adalah akal. Sedangkan pengalaman hanya dapat dipakai untuk mengukuhkan kebenaran pengetahuan yang telah diperoleh melalui akal. .Rasionalisme.

Spinoza dan Le Ibniz. Metode yang diterapkan adalah metode deduktif yang sering digunakan pada ilmu pasti. Rene Dercastes memulai metodenya dengan meragu-ragukan segala macam pernyataan kecuali kegiatan meragukan itu sendiri. Tokoh aliran ini adlah Rene Descartes. .

 Segenap ilmu pengetahuan haruslah didasarkan atas kapastian-kepastian yang tidak dapat diragukan lagi kebenarannya. Metode seperti ini juga disebut sebagai metode apriori yang secara harafiah berarti berdasarkan halhal yang adanya mendahului. .

6. Fenomenalisme adalah suatu metode pemikiran. 49 .. "a way of looking at things". Fenomenalisme bergerak di bidang yang pasti. FENOMENALISME    Secara harfiah Fenomenalisme adalah aliran atau faham yang menganggap bahwa Fenomena (gejala) adalah sumber pengetahuan dan kebenaran..Lanjutan ….

Selain ke enam aliran tersebut. dalam arti harus dikaitkan dengan suatu teori. Bagi Compte pengamatan tidak mungkin dilakukan tanpa melakukan penafsiran atas dsar sebuah teori dan pengamatan juga tidak mungkin dilakukan secara terisolasi. Filsafat ini juga merupakan hal penting dalam pencipta ilmu sosiologi . ada juga aliran:  Aliran Positivisme. tokohnya adalah Auguste Compte.

tokohnya adalah Karl Marx. .Aliran selanjutnya adalah aliran Marxisme. Filsafat ini merupakan perpaduan antara metode dialektika Hegel dan filsafat materialisme Feurbech..

Pemikiran Marx menghubungkan ekonomi dengan filsafat. . serta ideologi-ideologi dunia seperti liberalism/ kapitalisme dan Socialisme/Komunisme. Filsafat modern juga mengantarkan lahirnya revolusi industri di abad ke 18 dan Negara-negara kebangsaan.

antara rasionalisme dan empirisisme. Immanuel Kant berusaha untuk menjembatani pandangan-pandangan yang saling bertentangan. Aliran berikutnya adalah Kritisisme. .

. Aliran Kritisisme adalah sebuah teori pengetahuanyang berusaha untuk mempersatukan filsafat rasionalisme dan empirisisme dalam suatu hubungan yang seimbang dan tidak terpisahkan.

. Kant mengemukakan bahwa pengetahuan itu seharusnya sintesis apriori. yaitu pengetahuan yang bersumber dari rasio dan empiri yang sekaligus bersifat a priori dan a posteriori.

 Akal dan pengalaman dibutuhkan secara bersamaan. . Kant juga menyatakan bahwa pengetahuan selalu bersifat sintetis. Dengan filsafat kritisnya ia menjelaskan bahwa ada keadaan yang saling mempengaruhi antara subjek pengetahuan dan objek pengetahuan.

. neo-marxisme dan sebagainya. Perkembangannya juga ditandai denagan banyaknya muncul aliran-aliran baru atau aliran-aliran yang merupakan kelanjutan aliran yang telah berkembang pada zaman modern. seperti neo-thomisme. Filsafat yang banyak dikemukakan adalah pemikiran tentang bahasa.Aliran yang terakhir adalah aliran Kontemporer yang berkembang pada abad ke 20 ini.

2. METAFISIKA (filsafat tentang hal ada) LOGIKA (filsafat tentang berpikir) ETIKA (filsafat tentang pertimbangan moral) ESTETIKA (filsafat tentang keindahan) EPISTEMOLOGI (filsafat tentang pengetahuan): 1) FILSAFAT ILMU 2) FILSAFAT PENDIDIKAN 3) FILSAFAT SEJARAH 4) FILSAFAT MATEMATIKA 5) FILSAFAT POLITIK 58 .G. 5. CABANG-CABANG FILSAFAT 1. 4. 3.

SIFAT KAJIAN FILSAFAT  Luas.  Mendalam. . menolak mengikuti pendapat umum.  Kritis. Filsafat mengajak untuk terus menguji dan mempersoalkan kembali dogma yang telah kita anggap benar. Tidak menerima sesuatu begitu saja hanya berdasarkan otoritas. Sadar bahwa selain ada pendangan diri sendiri ada pandangan lain yang mempunyai argumen kokoh.

Sifatnya umum (general) dan pervasif (luas)  MAKNA.  IDE DASAR. kebenaran dan hubungan logis diantara ide-ide dasar yang tidak dapat dipecahkan oleh ilmu pengetahuan empiris. Mencakup pelbagai keyakinan dan teori yang kita pegang dengan sadar. Suatu kegiatan memberikan arti pada sesuatu .PERMASALAHAN FILSAFAT  Permasalahan filsafat mencakup pertanyaan- pertanyaan mengenai makna. pelbagai konsekuensi dan asumsi keyakinan yang dipercayai begitu saja serta berbagai konsep yang berdiri sendiri.

KEBENARAN. sepadan dengan kenyataan Teori Koherensi. Kebenaran adalah jika pernyataan atau kepercayaan berhubungan dengan penyataan-pernyataan atau kepercayaan-kepercayaan lain. Kebenaran yang dilihat dari kenyataan yang ada. ada tiga macam teori kebenaran : Teori Korespondensi. Kebenaran adalah pemecahan yang memuaskan atau praktis atas situasi problematis. Teori Pragmatis. 2. 3. ada tiga jenis hubungan logis Dua keyakinan yang tidak selaras. sehingga keyakinan itu menghasilkan konsekuensi benar atau salah  1. HUBUNGAN LOGIS. 2.PERMASALAHAN FILSAFAT  1. Sebuah keyakinan memiliki suatu konsekuensi logis. sehingga keyakinan tersebut tidak bisa sama-sama benar Sebuah keyakinan mengandaikan keyakinan yang lain. sehingga keyakinan pertama harus benar agar keyakinan yang kedua benar. . 3.

1994 : 6)  Objek Formal. 1994 : 6) atau sudut tertentu yang menentukan ciri suatu ilmu .OBJEK FILSAFAT  Objek Material. yaitu hakikat dari segala sesuatu yang ada (Lasiyo dan Yuwono. yaitu lapangan atau bahan penyelidikan suatu ilmu/segala sesuatu yang ada. ada dalam pikiran. dan yang ada dalam kemungkinan (Lasiyo dan Yuwono. yang meliputi: ada dalam kenyataan.

OBJEK FILSAFAT  Objek Materia Filsafat adalah ADA dan yang mungkin ADA  Objek Forma Filsafat adalah Mencari keterangan yang sedalam-dalamnya .

Kemampuan untuk memisahkan kepribadian seseorang dalam diskusi (objektif) . Kesediaan untuk mengajukan hipotesa tentatif dan memberi tanggapan awal 3.PERSIAPAN UNTUK BERFILSAFAT …  Harus mempunyai 4 sikap batin 1. Tekad untuk mendapatkan kebenaran 4. Keberanian untuk menguji secara kritis terhadap keyakinan kita. 2.

 Dalam berfilsafat orang tidak berpegang pada pendapatnya sendiri saja  Sewaktu mengkritik klaim-klaim filsafat. usahakan mengukur seberapa kuat kritik anda.PERSIAPAN UNTUK BERFILSAFAT …  Berfilsafat adalah keterampilan yang harus dikembangkan dengan praktek  Dengan belajar filsafat maka kita juga berfilsafat. .

Melakukan verifikasi terhadap hasil penjabaran yang telah dilakukan Menarik kesimpulan.ALUR BERFILSAFAT       Menyadari adanya masalah Meragu-ragukan dan menguji secara rasional anggapan-anggapan Memeriksan penyelesaian-penyelesaian yang terdahulu Menyarankan hipotesa berupakan pembuktian yang memperkuat atau membantah. .

Filsafat tidak secara aktif menganjurkan perubahan pribadi maupun sosial Filsafat tidak hanya membahas sesuatu yang tak teramati atau misterius. terkadang keduanya mempunyai kesamaan pada tujuan dan objek penelitian. .KESALAHPAHAMAN DALAM FILSAFAT     Filsafat tidak bertujuan bersaing dengan sains. namun berbeda pada tujuannya. Filsafat tidak bertujuan bersaing dengan teologi. keduanya tertarik membahas tentang keberadaan illahi. namun juga yang teramati berupa data-data empiris. namun jenis pengetahuannya yang berbeda.

sedangkan Timur menekankan segi dalam dari jiwa dan realitas di belakang dunia empiris. dalam diri dan diluar diri dan dengan mencapai nirwana. Timur yang baik itu diperoleh melalui pencarian zat yang satu. sedangkan Timur lebih menekankan keharmonisan dengan alam. Barat lebih menekankan pada pemuasan duniawi yang menimbulkan kompetisi. Barat lebih menekankan pada Know What dan Know Why. Barat cenderung mengeksploitasi alam. Sedangkan Timur lebih pada Know How .PERBANDINGAN FILSAFAT TIMUR DAN FILSAFAT BARAT      Barat lebih menekankan pada dunia empiris sehingga kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi pesat. Barat memberi tekanan pada realitas dan nilai waktu. Sedangkan timur lebih menekankan kesederhanaan dan harmonisasi.

Thanks for your attention Any Questions ? 69 .

. Fils. 927. Oxford Companion to Philosophy. p. Sos Fils.Estetika Fils.Agama Honderich. Ilmu Fils. 1995. Pol Pikiran Metafisika Epistemologi Logika Aksiologi Etika Fils. Bahasa Fils.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful