1

J U Z

2

CO J/MC* *
Al-Baqarah, ayat 142-143

Orang-orang yang kurang akalnya di antara manusia akan berkata, "Apakah yang memalingkan mereka dari kiblatnya (Baitul Maqdis) yang dahulu mereka telah berkiblat kepadanya?" Katakanlah, "Kepunyaan Allah-lah timur dan barat. Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya ke jalan yang lurus. Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kalian (umat Islam) umat yang adil dan pilihan, agar kalian menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kalian. Dan Kami tidak menjadikan kiblat yang menjadi kiblatmu (sekarang) melainkan agar Kami mengetahui (supaya nyata) siapa yang mengikuti Rasul dan

2

siapa yang membelot. Dan sungguh (pemindahan kiblat) itu terasa amat berat, kecuali bagi orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah; dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imun kalian. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia. " Menurut Az-Zujaj, yang dimaksud dengan Sufaha dalam ayat ini ialah orang-orang musyrik Arab. Menurut Mujahid adalah para rahib Yahudi. Sedangkan menurut As-Saddi, mereka adalah orang-orang munafik. Akan tetapi, makna ayat bersifat umum mencakup mereka semua. Imam Bukhari mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Na'im; ia pernah mendengar Zubair menceritakan hadis berikut dari Abu Ishaq, dari Al-Barra r.a.,bahwa Rasulullah Saw. salat menghadap ke Baitul Maqdis selama enam belas atau tujuh belas bulan, padahal dalam hatinya beliau lebih suka bila kiblatnya menghadap ke arah Baitullah Ka'bah. Mula-mula salat yang beliau lakukan (menghadap ke arah kiblat) adalah salat Asar, dan ikut salat bersamanya suatu kaum. Maka keluarlah seorang lelaki dari kalangan orang-orang yang salat bersamanya, lalu lelaki itu berjumpa dengan jamaah suatu masjid yang sedang mengerjakan salat (menghadap ke arah Baitul Maqdis), maka ia berkata, "Aku bersaksi kepada Allah, sesungguhnya aku telah salat bersama Nabi Saw. menghadap ke arah Mekah (Ka'bah)." Maka jamaah tersebut memutarkan tubuh mereka yang sedang salat itu ke arah Baitullah. Tersebutlah bahwa banyak lelaki yang meninggal dunia selama salat menghadap ke arah kiblat pertama sebelum dipindahkan ke arah Baitullah. Kami tidak mengetahui apa yang harus kami katakan mengenai mereka. Maka Allah Swt. menurunkan firman-Nya:

Dan Allah tidak akan menyia-nyiakan iman kalian. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia. (Al-Baqarah: 143)

3 Imam Bukhari menyendiri dalam mengetengahkan hadis ini melalui sanad tersebut. Imam Muslim meriwayatkannya pula, tetapi melalui jalur sanad yang lain. Muhammad ibnu Ishaq mengatakan, telah menceritakan kepadaku Ismail ibnu Abu Khalid, dari Abu Ishaq, dari Al-Barra yang menceritakan hadis berikut, bahwa pada mulanya Rasulullah Saw. salat menghadap ke arah Baitul Maqdis dan sering menengadahkan pandangannya ke arah langit, menunggu-nunggu perintah Allah. Maka Allah menurunkan firman-Nya:

Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. (AlBaqarah: 144) Lalu kaum laki-laki dari kalangan kaum muslim mengatakan, "Kami ingin sekali mengetahui nasib yang dialami oleh orang-orang yang telah mad dari kalangan kami sebelum kami dipalingkan ke arah kiblat (Ka'bah), dan bagaimana dengan salat kami yang menghadap ke arah Baitul Maqdis." Maka Allah Swt. menurunkan firman-Nya:

Dan Allah tidak akan menyia-nyiakan 143)

iman kalian. (Al-Baqarah:

Kemudian berkatalah orang-orang yang kurang akalnya di antara manusia; mereka adalah Ahli Kitab, yang disidr oleh firman-Nya:

Apakah yang memalingkan mereka (kaum muslim) dari kiblatnya (Baitul Maqdis) yang dahulu mereka berkiblat kepadanya? (AlBaqarah: 142)

4

Maka Allah meruirunkan firman-Nya:

Orang-orang yang kurang akalnya di antara manusia akan berkata. (Al-Baqarah: 142), hingga akhir ayat. Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Zar'ah, telah menceritakan kepada kami Al-Hasan ibnu Atiyyah, telah menceritakan kepada kami Israil, dari Abu Ishaq, dari Al-Barra yang menceritakan bahwa Rasulullah Saw. pernah salat menghadap ke arah Baitul Maqdis selama enam belas atau tujuh belas bulan, sedangkan had beliau Saw. lebih suka bila diarahkan menghadap ke Ka'bah, maka Allah Swt. menurunkan firman-Nya:

Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. (AlBaqarah: 144) Al-Barra melanjutkan kisahnya, bahwa setelah itu Nabi Saw. menghadapkan wajahnya ke arah kiblat. Maka berkatalah orang-orang yang kurang akalnya di antara manusia, yaitu orang-orang Yahudi, yang disitir oleh firman-Nya:

Apakah yang memalingkan mereka (kaum muslim) dari kiblatnya (Baitul Maqdis) yang dahulu mereka berkiblat kepadanya? (AlBaqarah: 142) Maka Allah Swt. menurunkan firman-Nya:

5

Katakanlah, "Kepunyaan Allah-lah timur dan barat; Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya ke jalan yang lurus." (Al-Baqarah: 142) Ali ibnu Abu Talhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa ketika Rasulullah Saw. hijrah ke Madinah. Allah memerintahkannya agar menghadap ke arah Baitul Maqdis (dalam salatnya). Maka orangorang Yahudi gembira melihatnya, dan Rasulullah Saw. menghadap kepadanya selama belasan bulan, padahal di dalam hati beliau Saw. sendiri lebih suka bila menghadap ke arah kiblat Nabi Ibrahim. Untuk itu. beliau Saw. selaki berdoa kepada Allah serta sering menengadahkan pandangannya ke langit. Maka Allah menurunkan firman-Nya:

Palingkanlah

mukamu ke arahnya. (Al-Baqarah: 144)

Orang-orang Yahudi merasa curiga akan hal tersebut, lalu mereka mengatakan:

Apakah yang memalingkan mereka (umat Islam) dari kiblatnya (Baitul Maqdis) yang dahulu mereka telah berkiblat kepadanya? (Al-Baqarah: 142) Lalu Allah Swt. menurunkan firman-Nya:

Katakanlah, "Kepunyaan Allah-lah timur dan barat; Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya ke jalan yang lurus." (Al-Baqarah: 142) Banyak hadis yang menerangkan masalah ini, yang pada garis besarnya menyatakan bahwa pada mulanya Rasulullah Saw. menghadap ke arah Sakhrah di Baitul Maqdis. Beliau Saw. ketika di Mekah selalu

6 salat di antara dua rukun yang menghadap ke arah Baitul Maqdis. Dengan demikian, di hadapannya ada Ka'bah; sedangkan ia menghadap ke arah Sakhrah di Baitul Maqdis (Yeaissalcm). Ketika beliau Saw. hijrah ke Madinah, beliau ddak dapat menghimpun kedua kiblat itu; maka Allah memerintahkannya agar langsung menghadap ke arah Baitul Maqdis. Demikianlah menurut Ibnu Abbas dan jumhur ulama. Akan tetapi, para ulama berbeda pendapat mengenai perintah Allah kepadanya untuk menghadap ke arah Baitul Maqdis, apakah melalui Al-Qur'an atau lainnya? Ada dua pendapat mengenainya. Imam Qurtubi di dalam kitab tafsirnya meriwayatkan dari Ikrimah Abui Aliyah dan Al-Hasan Al-Basri, bahwa menghadap ke Baitul Maqdis adalah berdasarkan ijtihad Nabi Saw. sendiri. Yang dimaksudkan dengan menghadap ke Baitul Maqdis ialah setelah beliau Saw. tiba di Madinah. Hal tersebut dilakukan oleh Nabi Saw. selama belasan bulan, dan selama itu beliau memperbanyak doa dan ibtihal kepada Allah serta memohon kepada-Nya agar dihadapkan ke arah Ka'bah yang merupakan kiblat Nabi Ibrahim a.s. Hal tersebut diperkenankan oleh Allah, lalu Allah Swt. memerintahkannya agar menghadap ke arah Baitul Atiq. Lalu Rasulullah Saw. berkhotbah kepada orang-orang dan memberitahukan pemindahan tersebut kepada mereka. Salat pertama yang beliau lakukan menghadap ke arah Ka'bah adalah salat Asar, seperti yang telah disebutkan di atas di dalam kitab Sahihain melalui hadis Al-Barra r.a. Akan tetapi, di dalam kitab Imam Nasai melalui riwayat Abu Sa'id ibnul Ma'la disebutkan bahwa salat tersebut (yang pertama kali dilakukannya menghadap ke arah Ka'bah) adalah salat Lohor. Abu Sa'id ibnul Ma'la mengatakan, dia dan kedua temannya termasuk orang-orang yang mula-mula salat menghadap ke arah Ka'bah. Bukan hanya seorang dari kalangan Mufassirin dan lain-lainnya menyebutkan bahwa pemindahan kiblat diturunkan kepada Rasulullah Saw. ketika beliau Saw. salat dua rakaat dari salat Lohor, turunnya wahyu ini terjadi ketika beliau sedang salat di masjid Bani Salimah, kemudian masjid itu dinamakan Masjid Qiblatain. Di dalam hadis Nuwailah binti Muslim disebutkan, telah datang kepada mereka berita pemindahan kiblat itu ketika mereka dalam salat Lohor. Nuwailah binti Muslim melanjutkan kisahnya, "Setelah ada

7

berita itu, maka kaum laki-laki beralih menduduki tempat kaum wanita dan kaum wanita menduduki tempat kaum laki-laki." Demikianlah menurut apa yang dituturkan oleh Syekh Abu Umar ibnu Abdul Bar An-Namiri. Mengenai ahli Quba, berita pemindahan itu baru sampai kepada mereka pada salat Subuh di hari keduanya, seperti yang disebutkan di dalam kitab Sahihain (Sahih Bukhari dan Sahih Muslim) dari Ibnu Umar r.a. yang menceritakan:

Ketika orang-orang sedang melakukan salat Subuh di Masjid Quba, tiba-tiba datanglah kepada mereka seseorang yang mengatakan bahwa sesungguhnya Rasulullah Saw. telah menerima wahyu tadi malam yang memerintahkan agar menghadap ke arah Ka'bah. Karena itu, menghadaplah kalian ke Ka'bah. Saat itu wajah mereka menghadap ke arah negeri Syam, lalu mereka berputar ke arah Ka'bah. Di dalam hadis ini terkandung dalil yang menunjukkan bahwa hukum yang ditetapkan oleh nasikh masih belum wajib diikud kecuali setelah mengetahuinya, sekalipun turun dan penyampaiannya telah berlalu. Karena ternyata mereka tidak diperintahkan untuk mengulangi salat Asar, Magrib, dan Isya. Setelah hal ini terjadi, maka sebagian orang dari kalangan kaum munafik, orang-orang yang ragu dan Ahli Kitab merasa curiga, dan keraguan menguasai diri mereka terhadap hidayah. Lalu mereka mengatakan seperti yang disitir oleh firman-Nya:

Apakah yang memalingkan mereka (umat Islam) dari kiblatnya (Baitul Maqdis) yang dahulu mereka telah berkiblat kepadanya?" (Al-Baqarah: 142) Dengan kata lain, mereka bermaksud 'mengapa kaum muslim itu sesekali menghadap ke anu dan sesekali yang lain menghadap ke anu'. Maka Allah Swt. menurunkan firman-Nya sebagai jawaban terhadap mereka:

Katakanlah, rah: 142)

"Kepunyaan Allah-lah timur dan barat." (Al-Baqa-

Yakni Dialah yang mengatur dan yang menentukan semuanya, dan semua perintah itu hanya di tangan kekuasaan Allah belaka.

Maka ke mana pun kalian menghadap, (Al-Baqarah: 115) Adapun firman-Nya:

di situlah wajah

Allah.

Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebaktian, tetapi sesungguhnya kebaktian itu ialah kebaktian orang yang beriman kepada Allah. (Al-Baqarah: 177) Dengan kata lain, semua perkara itu dinilai sebagai kebaktian bilamana didasari demi mengerjakan perintah-perintah Allah. Untuk itu ke mana pun kita dihadapkan, maka kita harus menghadap. Taat yang sesungguhnya hanyalah dalam mengerjakan perintah-Nya, sekalipun setiap hari kita diperintahkan untuk menghadap ke berbagai arah. Kita

9 adalah hamba-hamba-Nya dan berada dalam pengaturan-Nya, kita adalah pelayan-pelayan-Nya; ke mana pun Dia mengarahkan kita, maka kita harus menghadap ke arah yang diperintahkan-Nya. Allah Swt. mempunyai perhatian yang besar kepada hamba dan Rasul-Nya, yaitu Nabi Muhammad Saw. dan umatnya. Hal ini ditunjukkan melalui petunjuk yang diberikan-Nya kepada dia untuk menghadap ke arah kiblat Nabi Ibrahim kekasih Tuhan Yang Maha Pemurah, yaitu menghadap ke arah Ka'bah yang dibangun atas nama Allah Swt. semata,tiada sekutu bagi-Nya. Ka'bah merupakan rumah Allah yang paling terhormat di muka bumi ini, mengingat ia dibangun oleh kekasih Allah Swt., Nabi Ibrahim a.s. Karena itu, di dalam firmanNya disebutkan:

Katakanlah, "Kepunyaan Allah-lah timur dan barat. Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya ke jalan yang lurus." (Al-Baqarah: 142) Imam Ahmad meriwayatkan dari Ali ibnu Asim, dari Husain ibnu Abdur Rahman, dari Amr ibnu Qais, dari Muhammad ibnul Asy'As, dari Siti Aisyah r.a. yang menceritakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda sehubungan dengan kaum Ahli Kitab:

Sesungguhnya mereka belum pernah merasa dengki terhadap sesuatu sebagaimana kedengkian mereka kepada kita atas hari Jumat yang ditunjukkan oleh Allah kepada kita, sedangkan mereka sesat darinya; dan atas kiblat yang telah ditunjukkan oleh Allah kepada kita, sedangkan mereka sesat darinya, serta atas ucapan kita amin di belakang imam.

11 orang tua kalian Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (AlQur'an) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas diri kalian dan supaya kalian semua menjadi saksi atas segenap manusia. (AlHa.l.ii 78) Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami W a q i \ dari Al-A'masy, dari Abu Saleh, dari Abu Sa'id yang menceritakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda:

»'<

Ht\<'<

\ °*

Nabi Nuh kelak dipanggil di hari kiamat, maka ditanyakan kepadanya, "Apakah engkau telah menyampaikan (risalahmu)?" Nuh menjawab, "Ya." Lalu kaumnya dipanggil dan dikatakan kepada mereka, "Apakah dia telah menyampaikannya) kepada kalian?" Maka mereka menjawab, "Kami tidak kedatangan seorang pemberi peringatan pun dan tidak ada seorang pun yang datang kepada kami." Lalu ditanyakan kepada Nuh, "Siapakah yang bersaksi untukmu?" Nuh menjawab, "Muhammad dan umatnya." Abu Sa'id mengatakan bahwa yang demikian itu adalah firmanNya, "Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kalian (umat Islam) umat yang adil" (Al-Baqarah: 143), al-wasat artinya adil. Kemudian kalian dipanggil dan kalian mengemukakan persaksian untuk Nabi Nuh, bahwa dia telah menyampaikan (nya) kepada umatnya, dan dia pun memberikan kesaksiannya pula terhadap kalian.

12 Hadis riwayat Imam Bukhari, Imam Turmuzi, Imam Nas^i. Ain hr.^rn Ibnu Majah melalui berbagai jalur dari Al-A'masy. Imam Ahmad mengatakan pula, telah menceritakan kepada kami Abu Mu'awiyah, telah menceritakan kepada kami Al-A'masy, dari Abu Saleh, dari Abu Sa'id Al-Khudri yang menceritakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda:

Seorang nabi datang di hari kiamat bersama dua orang laki-laki atau lebih dari itu, lalu kaumnya dipanggil dan dikatakan, "Apakah nabi ini telah menyampaikannya) kepada kalian?" Mereka menjawab, "Tidak." Maka dikatakan kepada si nabi, "Apakah kamu telah menyampaikannya) kepada mereka?" Nabi menjawab, "Ya." Lalu dikatakan kepadanya, "Siapakah yang menjadi saksimu?" Nabi menjawab, "Muhammad dan umatnya." Lalu dipanggillah Muhammad dan umatnya dan dikatakan kepada mereka, "Apakah nabi ini telah menyampaikan kepada kaumnya?" Mereka menjawab, "Ya." Dan ditanyakan pula, "Bagaimana kalian dapat mengetahuinya?" Mereka menjawab, "Telah datang kepada kami Nabi kami, lalu dia menceritakan kepada kami bah-

13 wa rasul-rasul itu telah menyampaikan risalahnya." Yang demikian itu adalah firman-Nya, "Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kalian (umat Islam) umat yang adil agar kalian menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kalian" (Al-Baqarah: 143). Imam Ahmad mengatakan pula, telah menceritakan kepada kami Abu Mu'awiyah, telah menceritakan kepada kami Al-A'masy, dari Abu Saleh, dari Abu Sa'id Al-Khudri, dari Nabi Saw. sehubungan dengan firman-Nya:

Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kalian (umat Islam) umat yang adil. (Al-Baqarah: 143) Bahwa yang dimaksud dengan wasatan ialah adil. Al-Hafiz Abu Bakar ibnu Murdawaih dan Ibnu Abu Hadm meriwayatkan melalui hadis Abdul Wahid ibnu Ziad, dari Abu Malik AlAsyja'i, dari Al-Mugirah ibnu Utaibah ibnu Nabbas yang mengatakan bahwa seseorang pernah menuliskan sebuah hadis kepada kami dari Jabir ibnu Abdullah, dari Nabi Saw., bahwa Nabi Saw. pernah bersabda:

Aku dan umatku kelak di hari kiamat berada di atas sebuah bukit yang menghadap ke arah semua makhluk; tidak ada seorang pun di antara manusia melainkan dia menginginkan menjadi salah seorang di antara kami, dan tidak ada seorang nabi pun yang didustakan oleh umatnya melainkan kami menjadi saksi bahwa nabi tersebut benar-benar telah menyampaikan risalah Tuhannya.

bersabda. sedangkan aku berada di sebelah Rasulullah Saw. dia adalah seburuk-buruk manusia. Maka sebagian dari mereka (orang-orang yang hadir) berkata. itu." Mus'ab ibnu Sabit berkata. "Hanya Allah Yang Mengetahui rahasianya. sesungguhnya dia semasa hidupnya adalah orang yang memelihara kehormatannya lagi seorang yang berserah diri (muslim). "Pada saat itu Muhammad ibnu Ka'b mengatakan kepada kami. Maka Rasulullah Saw. wahai Rasulullah. Maka Rasulullah Saw. dia benar-benar orang yang baik. "Wahai Rasulullah. Adapun yang tampak pada kami. jahat lagi kejam.agar kalian menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kalian ' (Al-Baqarah: 143). "Hal itu pasd (baginya).14 Imam Hakim meriwayatkan di dalam kitab Musiadrak-nya dan Ibnu Murdawaih meriwayatkan pula. begitulah." dan mereka memujinya dengan pujian yang baik. "Anda berani mengatakan yang seperu itu?" Jawabnya. "Hanya Allah Yang Mengetahui rahasianya. bersabda. begitulah. "Demi Allah. sedangkan lafaznya menurut apa yang ada pada Ibnu Murdawaih melalui hadis Mus'ab ibnu Sabit. "Anda berani mengatakan yang seperti itu?" Maka laki-laki itu menjawab. Maka sebagian dari mereka mengatakan." Kemudian Rasulullah Saw.' kemudian ia membacakan firman-Nya: 'Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kalian (umat Islam) umat yang adil dan pilihan. 'Benarlah apa yang dikatakan oleh Rasulullah Saw." Maka Nabi Saw. sedangkan aku berada di sebelah Rasulullah Saw. dari Jabir ibnu Abdullah yang menceritakan bahwa Rasulullah Saw. Adapun yang tampak pada kami. menghadiri pula jenazah lain di kalangan Bani Harisah. dari Muhammad ibnu Ka'b Al-Qurazi." Maka Rasulullah Saw. "Hal itu pasti (baginya)." Lalu mereka membicarakannya dengan pembicaraan yang buruk. bersabda." . menghadiri suatu jenazah di kalangan Bani Maslamah. bersabda kepada sebagian mereka.

a. "Hal itu pasd baginya. "Ya. menjawab. Maka Umar r." Tetapi kami tidak menanyakan kepadanya tentang persaksian satu orang. "Hal itu pasti baginya. Demikian pula hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari. "Apanya yang pasd itu.15 Kemudian Imam Hakim mengatakan bahwa hadis ini sahih sanadnya. tiga orang juga. yaitu sabdanya: Siapa pun orang muslimnya dipersaksikan oleh empat orang dengan sebutan yang baik. Jenazah itu disebut-sebut sebagai jenazah yang buruk. dari Abdullah ibnu Buraidah. dari Abui Aswad yang menceritakan hadis berikut: Aku datang ke Madinah. niscaya Allah memasukkannya ke surga. Khalifah Umar ibnul Khattab berkata. kemudian jenazah itu dipuji dengan pujian yang baik.. telah menceritakan kepada kami Yunus ibnu Muhammad. maka aku jumpai kota Madinah sedang dilanda wabah penyakit. berkata." Kemudian lewat pula suatu iringan jenazah yang lain.a. "Bagaimana kalau tiga orang?" Beliau Saw. Imam Turmuzi. menjawab. Lalu aku duduk di sebelah Khalifah Umar r." Maka kami bertanya. tetapi keduanya (Imam Bukhari dan Imam Muslim) tidak mengetengahkannya. dan Imam Nasai melalui hadis Daud ibnul Furat dengan lafaz yang sama.. . maka lewatlah suatu iringan jenazah. wahai Amirul Mu-minin?" Umar r." Abui Aswad bertanya. "Ya.a. dua orang juga. Imam Ahmad mengatakan. Maka kami bertanya. telah menceritakan kepada kami Daud ibnu Abui Furat. hingga banyak di antara mereka yang meninggal dunia. "Bagaimana kalau oleh dua orang?" Beliau Saw. mengatakan bahwa apa yang dikatakannya itu hanyalah menuruti apa yang pernah dikatakan oleh Rasulullah Saw.

dari Yazid ibnu Harun dan Abdul Malik ibnu Umar serta Syuraih. "Dengan melalui apakah. bersabda kedka di Al-Banawah: Hampir saja kalian mengetahui orang-orang yang terpilih dari kalian dan orang-orang yang jahat dari kalian. dari ayahnya yang menceritakan bahwa ia pernah mendengar Rasulullah Saw. wahai Rasulullah?" Rasulullah Saw." Hadis ini diriwayatkan pula oleh Ibnu Majah. "Dengan melalui pujian yang baik dan sebutan yang buruk. telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Usman ibnu Yahya. dari Ibnu Umar dengan lafaz yang sama. telah menceritakan kepadaku Umayyah ibnu Safwan. dari Yazid ibnu Harun. telah menceritakan kepadaku Abui Walid. kalian adalah saksi-saksi Allah yang ada di bumi.: Dan Kami tidak menjadikan kiblat yang menjadi kiblatmu (sekarang) melainkan agar Kami mengetahui (supaya nyata) siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang membelot. kecuali bagi orangorang yang telah diberi petunjuk oleh Allah. Mereka bertanya. menjawab. dari Nafi'. Dan sungguh (pemindahan kiblat) itu terasa amat berat. dari Abu Bakar ibnu Abu Zuhair As-Saqafi. Firman Allah Swt. telah menceritakan kepada kami Abu Qilabah Ar-Raqqasyi.16 Ibnu Murdawaih mengatakan. telah menceritakan kepada kami Nafi' ibnu Umar. (Al-Baqarah: 143) . dari Abu Bakar ibnu Abu Syaibah. dan diriwayatkan pula oleh Imam Ahmad.

Allah Swt. (Al-Baqarah: 143) Yakni pemindahan kiblat dari Baitul Maqdis ke Ka'bah terasa amat berat. "Sesungguhnya Kami pada mulanya mensyariatkan kepadamu Muhammad untuk menghadap ke arah Baitul Maqdis.17 Allah Swt. Hanya milik-Nyalah hikmah yang sempurna dan hujah (alasan) yang kuat dalam hal tersebut secara keseluruhan. murtad dari agamanya. dan semua yang didatangkan beliau hanyalah perkara hak semata yang tidak diragukan lagi. sesungguhnya setiap kali terjadi sesuatu hal. Berbeda dengan keadaan orang-orang yang beriman. Maksudnya. Lain halnya dengan orang-orang yang di dalam hati mereka terdapat penyakit. dan me-nasakh apa yang Dia kehendaki. berbuat menurut apa yang dikehendaki-Nya. kecuali bagi orang-orang yang mendapat hidayah dari Allah serta merasa yakin dengan percaya kepada Rasul. di dalam hati mereka keyakinan dan kepercayaan bertambah kuat. Dia berhak membebankan kepada hamba-hamba-Nya apa yang Dia kehendaki. dan menghadap bersamamu ke mana yang kamu hadapi. W 0 • J f C-J^O^ dan siapa yang membelot. berfirman. kemudian Kami palingkan kamu darinya untuk menghadap ke Ka'bah." Gir . Hal ini tiada lain hanya untuk menampakkan keadaan sesungguhnya dari orang-orang yang mengikutimu. taat kepadamu. Dia memutuskan hukum menurut kehendak-Nya. seperti yang disebutkan di dalam firmanNya: . maka timbullah rasa keraguan dalam hati mereka. (Al-Baqarah: 143) Dan sungguh (pemindahan kiblat) itu terasa amat berat.

hanya karena Kami akan menjadikan kalian sebagai umat yang terpilih.s. AUah Swt. dan Kami pilihkan kiblat tersebut untuk kalian. Allah Swt. (Al-Baqarah: 143) Allah Swt." Al-wasat dalam ayat ini berarti pilihan dan yang terbaik. menjadikan umat ini (umat Nabi Muhammad Saw. telah mengkhususkannya dengan syariat-syariat yang paling sempurna dan tuntunan-tuntunan yang paling lurus serta jalan-jalan yang paling jelas. yakni paling terhormat keturunannya. dan agar kalian kelak di hari kiamat menjadi saksi atas umat-umat lain. berfirman. Termasuk ke dalam pengertian ini salatul wusta. (Ikutilah) agama .) merupakan umat yang terbaik. seperti dikatakan bahwa orang-orang Quraisy merupakan orang Arab yang paling baik keturunan dan kedudukannya. yaitu salat Asar. seperti yang disebutkan di dalam firman-Nya: Dia telah memilih kalian dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kalian dalam agama suatu kesempitan. salat yang paling utama. "Sesungguhnya Kami palingkan kalian ke arah kiblat Ibrahim a.10 Firman Allah Swt.: Dan demikian (pula) tem/ te/an menjadikan kalian (umat Islam) «mfl( yang aa7/ a"an pilihan agar kalian menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kalian. mengingat semua umat mengakui keutamaan kalian. seperti yang telah disebutkan di dalam kitab-kitab sahih dan lain-lainnya. Rasulullah Saw. seorang yang terbaik di kalangan kaumnya.

di samping kekafirannya (yang telah ada). sedangkan mereka merasa gembira. maka dengan surat itu bertambah kekafiran mereka. (Al-Isra: 82) . Dan adapun orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit. (At-Taubah: 124-125) Katakanlah. sedangkan Al-Qur'an itu suatu kegelapan bagi mereka. *Al-Qur'an itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang yang beriman. dan Al-Qttr'an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian. "Siapakah di antara kalian yang bertambah imannya dengan (turunnya) surat ini? Adapun orang-orang yang beriman. Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan.18 Dan apabila diturunkan suatu surat." (Fussilat: 44) Dan Kami turunkan dari Al-Qur'an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. maka di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang berkata. maka surat ini menambah imannya.

telah menceritakan kepada kami Musaddad. dan tetap mengikutinya dalam hal tersebut serta menghadap menurut apa yang diperintahkan oleh Allah Swt. telah menceritakan kepada kami Yahya. dan Imam Turmuzi meriwayatkannya melalui hadis Sufyan As-Sauri. dari Abdullah ibnu Dinar. Imam Bukhari mengatakan sehubungan dengan tafsir ayat ini. Di dalam riwayat Imam Turmuzi disebutkan: Bahwa mereka sedang rukuk." Maka mereka pun menghadapkan dirinya ke Ka'bah. dari Sufyan. Hadis ini diriwayatkan pula oleh Imam Muslim melalui jalur yang lain dari sahabat Ibnu Umar. tiba-tiba datanglah seorang lelaki. . lalu lelaki itu berkata. terbuktilah bahwa orang-orang yang teguh dalam membenarkan Rasulullah Saw. maka menghadaplah kalian ke Ka'bah. yaitu mereka yang salat ke dua kiblat. sedangkan mereka dalam keadaan masih rukuk menghadap ke arah Ka'bah. Sebagian ulama mengatakan bahwa orang-orang yang mendapat predikat sabiqin awwalin adalah dari kalangan Muhajirin dan orangorang Ansar. sebuah ayat yang memerintahkan kepada Nabi Saw.19 Karena itu. lalu mereka berputar. kepadanya tanpa bimbang dan tanpa ragu barang sedikit pun. "Sesungguhnya telah diturunkan kepada Nabi Saw. agar menghadap ke arah Ka'bah. dari Ibnu Umar yang menceritakan: Ketika orang-orang sedang mengerjakan salat Subuh di Masjid Quba. mereka adalah para sahabat yang terhormat.

20 Demikian pula yang diriwayatkan oleh Imam Muslim melalui hadis Hammad ibnu Salimah. (Al-Baqarah: Yakni salat kalian yang telah kalian lakukan dengan menghadap ke arah Baitul Maqdis sebelum ada pemindahan ke arah Ka'bah. tidak akan menyia-nyiakan pahalanya. . Allah Swt. "Bagaimanakah keadaan mereka?" Lalu Allah Swt. Hal ini menunjukkan betapa sempurnanya ketaatan mereka kepada Allah dan Rasul-Nya. dari Ibnu Abbas. juga ketundukan mereka terhadap perintahperintah Allah Swt. dari Sabit. menurunkan firmanNya. Dengan kata lain. Semoga Allah melimpahkan keridaan-Nya kepada mereka (para sahabat) semua. "Dan Allah tidak akan menyia-nyiakan iman kalian" (AlBaqarah: 143). Firman Allah Swt. Hadis diriwayatkan oleh Imam Turmuzi.: Dan Allah tidak akan menyia-nyiakan 143) iman kalian. dari Anas dengan lafaz yang semisal. dari Al-Barra yang menceritakan: <ji i f j i j u 3 1 jjjiii o i j p t '^"^ &£ Telah meninggal dunia kaum yang dahulu mereka salat menghadap ke Baitul Maqdis. pahala itu ada di sisi-Nya. maka orang-orang bertanya. dan Imam Turmuzi menilainya sahih. Di dalam kitab sahih disebutkan melalui Abu Ishaq As-Subai'i.

(Al-Baqarah: 143) kepa- Di dalam kitab sahih disebutkan bahwa Rasulullah Saw. Allah pasti akan memberi kalian pahala keduanya. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang da manusia. (Al-Baqarah: Yaitu iman kalian kepada kiblat yang terdahulu. Allah tidak akan menyia-nyiakan Muhammad Saw. (Al-Baqarah: Dengan kata lain. dari Ikrimah atau Sa'id ibnu Jubair. (Al-Baqarah: 143) kepa- Al-Hasan Al-Basri mengatakan sehubungan dengan takwil firmanNya: Dan Allah tidak akan menyia-nyiakan 143) iman kalian.21 Ibnu Ishaq mengatakan. telah menceritakan kepadaku Muhammad ibnu Abu Muhammad. dan berpaling kalian bersamanya mengikud ke mana dia menghadap. dari Ibnu Abbas sehubungan dengan takwil firman-Nya: Dan Allah tidak akan menyia-nyiakan 143) iman kalian. Dengan kata lain. dan kepercayaan kalian kepada Nabi kalian serta mengikutinya menghadap ke arah kiblat yang lain (Ka'bah). Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang da manusia. melihat seorang wanita dari kalangan tawanan perang. sedangkan antara wanita .

" Al-Baqarah. akankah wanita ini tega melemparkan bayinya ke dalam api. Maka Rasulullah Saw.22 itu dengan anaknya telah dipisahkan. "Tentu tidak. maka langsung digendong dan disusukannya. sedangkan dia sendiri mampu untuk tidak melemparkannya?" Mereka menjawab. Maka setiap kali wanita itu menjumpai seorang bayi. sedangkan dia teais berputar ke sana kemari mencari bayinya. Setelah wanita itu menemukan bayinya." Rasulullah Saw. bersabda. Dan di mana saja kalian berada. ayat 144 Sesungguhnya Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit. palingkanlah muka kalian ke arahnya. ia menggendongnya dan menempelkannya pada teteknya. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. bersabda: "Bagaimanakah pendapat kalian. "Maka demi Allah. wahai Rasulullah. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nas- . sesungguhnya Allah lebih sayang kepada hamba-hambaNya daripada wanita ini kepada anaknya.

23 rani) yang diberi Al-Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui. (Al-Baqarah: 144) Sampai dengan firman-Nya: Palingkanlah muka kalian ke arahnya. hijrah ke Madinah. (Al-Baqarah: 144) Melihat hal tersebut orang-orang Yahudi merasa curiga. Ali ibnu Abu Talhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas. selalu berdoa kepada Allah serta sering memandang ke langit (menunggu-nunggu wahyu). Rasulullah Saw. Maka Allah Swt. Demikian itu terjadi ketika Rasulullah Saw. lalu mereka mengatakan seperti yang disebutkan oleh firman-Nya: Apakah yang memalingkan mereka (umat Islam) dari kiblatnya (Baitul Maqdis) yang dahulu mereka lelah berkiblat kepadanya?" Katakanlah. dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan. Beliau Saw. kebanyakan penduduk Madinah saat itu terdiri atas orang-orang Yahudi. mula-mula ayat Al-Qur'an yang di-mansukh adalah masalah kiblat. menurunkan firman-Nya: Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit.s. bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya." (Al-Baqarah: 142) . "Kepunyaan Allah-lah timur dan barat. Melihat hal ini orang-orang Yahudi merasa gembira. Maka Allah memerintahkannya agar menghadap ke arah Baitul Maqdis. menghadap ke Baitul Maqdis selama belasan bulan. padahal beliau sendiri menyukai kiblat Nabi Ibrahim a.

sedangkan Malaikat Jibril a. (Al-Baqarah: 115) di situlah wajah Allah. apabila telah salam dari salatnya yang menghadap ke arah Baitul Maqdis selalu menengadahkan kepalanya ke langit. dari Ibnu Abbas yang menceritakan bahwa Nabi Saw. dari Ikrimah. (AlBaqarah: 144) Yakni ke arah Ka'bah. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. tepat ke arah mizab (talang)nya. dari Ya'la ibnu Ata.s. dari Daud ibnul Husain. Dan Kami tidak menjadikan kiblat yang menjadi kiblat kalian melainkan agar Kami mengetahui (supaya nyata) siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang membelot. bermakmum kepadanya.24 4 l> I S 9 S'/ " \ 9 \"'<' Ma&a £e mana pun kamu menghadap. Imam Hakim di dalam kitab Mustadrak-nya meriwayatkan melalui hadis Syu'bah. lalu ia membacakan firman-Nya: . dari Yahya ibnu Quttah yang menceritakan bahwa ia pernah melihat Abdullah ibnu Amr duduk di Masjidil Haram di tempat yang lurus dengan talang Ka'bah. maka Allah menurunkan firman-Nya: Maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. (AI-Baqarah: 143) Ibnu Murdawaih meriwayatkan melalui hadis Al-Qasim Al-Umra dan pamannya Ubaidillah ibnu Amr. Ks-^' M \/ j S"- tv - a.

dan lain-lainnya. Kemudian Imam Hakim mengatakan bahwa hadis ini sahih sanadnya.a. Mujahid. pernah bersabda: . tetapi keduanya (Imam Bukhari dan Imam Muslim) ddak mengetengahkannya. dari Al-Hasan ibnu Arafah. Seperti yang telah disebutkan dalam hadis terdahulu. dari Ali ibnu Abu Talib r. Hadis ini diriwayatkan pula oleh Ibnu Abu Hadm. dari Hisyam. sehubungan dengan tafsir firman-Nya: Palingkanlah 144) mukamu ke arah Masjidil Haram. Sedangkan pendapat lainnya yang dianut oleh kebanyakan ulama mengatakan.a.a. hadis ini sahih sanadnya. (Al-Baqarah: 144) kamu ke kiblat yang Ia membacakan ayat ini seraya mengisyaratkan ke arah talang Ka'bah. Pendapat ini merupakan salah satu dari dua pendapat Imam Syafii r. Sa'id ibnu Jubair. yaitu: Di antara timur dan barat terdapat arah kiblat. yang mengatakan bahwa sesungguhnya yang dimaksud ialah menghadap ke arah 'ainul Ka'bah. dari Umair ibnu Ziad Al-Kindi. Hal yang sama dikatakan pula oleh yang lainnya. yang dimaksud ialah muwajahah (menghadap ke arahnya). seperti yang disebutkan di dalam riwayat Imam Hakim melalui hadis Muhammad ibnu Ishaq. Qatadah. bahwa Rasulullah Saw. Ar-Rabi' ibnu Anas. dari Ibnu Abbas r. Al-Qurtubi mengatakan bahwa Ibnu Juraij meriwayatkan dari Ata.. tetapi keduanya (Bukhari dan Muslim) ddak mengetengahkannya. Hal ini merupakan pendapat Abui Aliyah. Kemudian Imam Hakim mengatakan. (Al-Baqarah: Yang dimaksud dengan syatrahu ialah ke arahnya (tidak harus tepat ke Ka'bah).25 Maka sungguh Kami akan memalingkan kamu sukai. dari Ya'la ibnu Ata dengan lafaz yang sama. Ikrimah.

Abu Na'im (yaitu Al-Fadl ibnu Dakin) mengatakan. dari Abi Ishaq. padahal beliau sendiri lebih suka bila kiblatnya ke arah Baitullah (Ka'bah). lalu lelaki itu berkata. 'Aku bersaksi dengan nama Allah. dari Al-Barra yang menceritakan hadis berikut: C t ^ r ^ P i y y* 'i ^ ~ Sy ' y 'i ^y * ' "c ''i y < .'*'' n ^Su^t" ?TJ-S>*3 . salat menghadap ke arah Baitul Maqdis selama enam belas atau tujuh belas bulan. sedangkan kota suci merupakan kiblat bagi penduduk bumi yang ada di timur dan barat dari kalangan umatku.^^A^J^jjv^jiJl o i l > t ^ \ s^J_J\ * o l'fSul 1^ J" l v 'J' 'y J ^ 11 J'* % 'K '< Bahwa Nabi Saw. sesungguhnya aku telah solat bersama Rasulullah Saw. Dan (pada suatu hari) beliau melakukan salat Asar dan salat pula bersamanya suatu kaum (maka turunlah ayat memerintahkan agar menghadap ke Ka'bah). lalu keluarlah seorang lelaki dari jamaah yang ikut salat bersamanya. Kemudian lelaki itu melewati ahli masjid yang sedang rukuk dalam salatnya. dan masjid adalah kiblat bagi penduduk kota suci. dengan .26 Baitullah adalah kiblat bagi ahli masjid. telah menceritakan kepada kami Zuhair.

(Al-Baqarah: 144) Maka beliau berpaling menghadap ke arah Ka'bah. 'Sesungguhnya telah terjadi suatu peristiwa penting. Aku berkata kepada temanku.' Maka kami bersembunyi dan salat dua rakaat. kita adalah orang yang mula-mula salat (menghadap ke arah Ka'bah). Pada suatu hari kami lewat ketika Rasulullah Saw. maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. sedang duduk di atas mimbarnya. Dengan demikian. hingga selesai dari ayat ini. "Kami biasa berangkat ke masjid di siang hari pada masa Rasulullah Saw. Kemudian Nabi Saw.' Aku duduk dan Rasulullah Saw. telah menceritakan kepada kami Israil. untuk melakukan salat. membacakan ayat ini: Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit. turun dari mimbarnya dan salat Lohor menjadi imam orang-orang yang hadir saat itu. turun dari mimbarnya. beliau salat menghadap ke Baitul Maqdis selama enam belas atau tujuh belas bulan." . Abdur Razzaq mengatakan. Maka aku berkata. Maka turunlah firmanNya: Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit. Imam Nasai meriwayatkan dari Abu Sa'id ibnul Ma'la yang menceritakan. Rasulullah Saw. tiba di Madinah. 'Marilah kita salat dua rakaat sebelum Rasulullah Saw. menyukai bila dipalingkan ke arah Ka'bah.Tafsir Ibnu Kasir 27 menghadap menghadap ke arah Mekah. " Maka mereka berputar ke arah Baitullah dalam keadaan rukuk. dari Al-Barra yang menceritakan "bahwa kedka Rasulullah Saw. dari Abu Ishaq. (Al-Baqarah: 144).

" Kemudian ada seorang lelaki dari kalangan Bani Harisah yang menceritakan kepadaku bahwa Nabi Saw. telah menceritakan kepada kami Sulaiman ibnu Ahmad. telah menceritakan kepada kami Raja' ibnu Muhammad As-Siqti. telah menceritakan kepada kami Qais. dba-dba datanglah seseorang yang menceritakan kepada kami bahwa Rasulullah Saw. dari Ziad ibnu Alaqah ibnu Imarah ibnu Aus yang menceritakan.28 Juz 2 — Al-Baqarah Hal yang sama diriwayatkan oleh Ibnu Murdawaih melalui sahabat Ibnu Umar r. telah menghadap ke arah Baitullah. Ibnu Murdawaih mengatakan pula. telah bersabda: Mereka adalah kaum laki-laki yang beriman kepada yang gaib. dengan menghadap ke arah kiblat ialah salat Lohor. dengan menghadap ke arah Ka'bah adalah salat Asar. Al-Hafiz Abu Bakar ibnu Murdawaih mengatakan. "Kami salat Lohor atau salat Asar di masjid Bani Harisah. Lalu kami melanjutkan salat kami yang tinggal dua rakaat lagi menghadap ke arah Baitullah. telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ali ibnu Duhaim. telah menceritakan kepada kami Al-Husain ibnu Ishaq At-Tusturi. maka berita pemindahan ini terlambat sampai kepada penduduk Quba dan baru sampai kepada mereka pada salat Subuhnya. dan kaum laki-laki beralih menduduki tempat kaum wanita.a. Salat Lohorlah yang dimaksud dengan salat Wusta itu.. salat yang mula-mula dilakukan oleh Rasulullah Saw. telah menceritakan kepada kami Malik ibnu Ismail An-Nahdi. dari neneknya (ibu ayahnya) —yaitu Nuwailah bind Muslim— yang menceritakan. yaitu da- . telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Hazim. Maka kaum wanita beralih menduduki tempat kaum laki-laki. telah menceritakan kepadaku ayahku. Setelah kami lakukan salat dua rakaat. Kami menghadapkan wajah kami ke arah Masjid Elia (Yerussalem/Baitul Maqdis). Tetapi menurut pendapat yang masyhur. Karena itu. bahwa salat yang mula-mula dilakukan oleh Rasulullah Saw. "Kedka kami sedang dalam salat kami yang menghadap ke Baitul Maqdis. telah menceritakan kepada kami Ibrahim ibnu Ja'far. telah menceritakan kepada kami Ishaq ibnu Idris.

Demikian pula di saat perang sedang berkecamuk. orang-orang yang terlibat di dalamnya diperbolehkan salat dalam keadaan apa pun. tiba-tiba datanglah seorang yang menyerukan di pintu (masjid) bahwa kiblat telah dialihkan ke arah Ka'bah. (Al-Baqarah: . Firman Allah Swt. bahwa ia menyaksikan imam mereka berpaling mengalihkan wajah mereka ke arah Ka'bah bersama-sama kaum laki-laki dan anak-anak yang bermakmum kepadanya. Seperti juga yang dikatakan oleh Imam Syafii. semua diperintahkan agar menghadap ke arahnya. tidak sekali-kali memberatkan seseorang melainkan sesuai dengan kemampuannya. Imam Ahmad. sekalipun pada hakikatnya keliru. maupun selatan. bukan ke arah tempat sujudnya. ia diperbolehkan mengerjakan salat sunat menghadap ke arah mana pun kendaraannya menghadap. barat. (Al-Baqarah: 144) \'Y< 'V^' 9 mukamu ke arah- Allah Swt. semua dalam keadaan rukuk. karena sesungguhnya Allah Swt.Tafsir Ibnu Kasir 29 lam rukuk kami.: ' ' I 1 ''s ^*' ' Dan di mana saja kalian berada." Imarah ibnu Aus melanjutkan kisahnya. dan Imam Abu Hanifah. Mazhab Maliki mengatakan sehubungan dengan firman-Nya: Palingkanlah 144) mukamu ke arah Masjidil Haram. bahwa orang yang salat harus memandang ke arah depannya. Mazhab Maliki menyimpulkan dalil ayat ini. tetapi hatinya harus tetap tertuju ke arah Ka'bah. utara. Dan orang yang tidak mengetahui arah kiblat boleh salat menghadap ke arah yang menurut ijtihadnya adalah arah kiblat. palingkanlah nya. baik dari timur. Dalam hal ini tiada yang dikecualikan selain dari orang yang mengerjakan salat sunat di atas kendaraannya dalam perjalanan. memerintahkan menghadap ke arah Ka'bah dari segenap penjuru dunia.

Sebagian ulama mengatakan bahwa seorang yang berdiri dalam salatnya memandang ke arah dadanya. dan dalam keadaan sujud pandangan mata ditujukan ke arah hidung. dan memang ada keterangan hadis yang menganjurkannya.30 J u z 2 — Al-Baqarah Seandainya seseorang menghadapkan pandangannya ke tempat sujudnya. dan ingkar. Akan tetapi Ahli Kitab menyembunyikan hal ini di antara sesama mereka karena dengki. melalui apa yang termaktub di dalam kitab-kitab mereka dari para nabi mereka tentang sifat dan ciri khas Nabi Muhammad Saw.: Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al-Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya. Disebutkan pula di dalamnya kekhususan yang diberikan oleh Allah kepadanya serta penghormatan yang diberikan-Nya. Hal yang sama dikatakan oleh jumhur jamaah. Karena itulah Allah mengancam mereka melalui firman-Nya: . Syuraik Al-Qadi mengatakan bahwa orang yang berdiri dalam salatnya memandang ke arah tempat sujudnya. sedangkan dalam keadaan duduk pandangan mata diarahkan ke pangkuan. Dalam keadaan rukuk pandangan mata diarahkan ke tempat kedua telapak kaki. yaitu berupa syariat yang sempurna lagi besar. (AlBaqarah: 144) Yakni orang-orang Yahudi yang memprotes kalian menghadap ke arah Ka'bah dan berpalingnya kalian dari arah Baitul Maqdis mengetahui bahwa Allah Swt. niscaya hal ini memerlukan sedikit menunduk. karena hal ini lebih menampilkan rasa tunduk dan lebih kuat kepada kekhusyukan. padahal hal ini bertentangan dengan kesempurnaan berdiri. kufur. serta umatnya. pasti akan mengarahkan kamu ke Ka'bah. Firman Allah Swt.

dan sebagian mereka pun tidak akan mengikuti kiblat sebagian yang lain. ayat 145 Dan sesungguhnya jika kamu mendatangkan kepada orangorang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al-Kitab (Taurat dan Injil) semua ayat (keterangan). meskipun datang kepada . yaitu firman-Nya: Sesungguhnya orang-orang yang telah pasti terhadap mereka kalimat Tuhanmu. niscaya mereka ddak akan mengikutinya dan justru mereka hanya tetap mengikuti hawa nafsu mereka sendiri. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti keinginan mereka setelah datang ilmu kepadamu. (Al-Baqarah: 144) Al-Baqarah. Seperti yang disebutkan di dalam ayat lainnya. menceritakan tentang kekufuran dan keingkaran orang-orang Yahudi serta pertentangan mereka terhadap apa yang mereka ketahui mengenai diri Rasulullah Saw.Tafsir Ibnu Kasir 31 Dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan. Melalui ayat ini Allah Swt. mereka tidak akan mengikuti kiblatmu. sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk golongan orang-orang yang zalim. tidaklah akan beriman. dan kamu pun tidak akan mengikuti kiblat mereka. Seandainya ditegakkan terhadap mereka semua dalil yang membuktikan kebenaran apa yang disampaikan kepada mereka.

dalam mengikuti apa yang diperintahkan oleh Allah kepadanya. dengan cara mengikuti keinginan diri sendiri. akan tetap berpegang teguh kepada perintah Allah dan taat kepada-Nya serta mengikuti jalan yang diridai-Nya. (Yunus: 96-97) J u z 2 — Al-Baqarah hingga menyaksikan azab Karena itulah maka dalam ayat ini Allah Swt. Sebagaimana beliau berpegang teguh kepada perintah Allah. Karena sesungguhnya orang yang mengetahui. (Al-Baqarah: 145) Ayat ini menggambarkan tentang keteguhan hati Rasulullah Saw. Nabi Saw. Tidak sekali-kali beliau pernah menghadap ke arah Baitul Maqdis yang merupakan kiblat orang-orang Yahudi. haruslah bersikap lebih lurus daripada orang lain (yang ddak mengetahui hujah). yang pedih. jika ia salah dalam berhujah akan berbalik menyerangnya. memperingatkan agar jangan menentang perkara yang hak yang telah diketahuinya. (Al-Baqarah: 145) Adapun firman Allah Swt. beliau tidak akan mengikuti keinginan mereka dalam semua tindak tanduknya. melainkan semata-mata karena perintah Allah belaka. Untuk itu Allah berfirman kepada Rasul-Nya.32 mereka segala macam keterangan. maka sebaliknya mereka pun berpegang teguh pula kepada pendapat dan keinginan mereka sendiri. sedangkan yang dimaksudkan adalah umatnya. yaitu: . berfirman: Dan sesungguhnya jika kamu mendatangkan kepada orangorang yang diberi Al-Kitab (Taurat dan Injil) semua ayat (keterangan). Kemudian Allah Swt. mereka tidak akan mengikuti kiblatmu.: Dan kamu pun tidak akan mengikuti kiblat mereka.

Seperti yang disebutkan di dalam sebuah hadis. aku bersaksi bahwa dia adalah anakku. memberitahukan bahwa ulama Ahli Kitab mengenal kebenaran dari apa yang disampaikan oleh Rasulullah Saw. sebagaimana seseorang dari mereka mengenal anaknya sendiri. "Benar. sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk golongan orang-orang yang zalim. sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu. pernah bersabda kepada seorang lelaki yang bersama anaknya: "Apakah ini adalah anakmu?" Si lelaki menjawab. bahwa Rasulullah Saw." Rasu- . Allah Swt. Orang-orang Arab biasa membuat perumpamaan seperti ini untuk menunjukkan pengertian pengenalan yang sempurna. (Al-Baqarah: 145) Al-Baqarah.Tafsir Ibnu Kasir 33 Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti keinginan mereka setelah datang ilmu kepadamu. Dan sesungguhnya sebagian di antara mereka menyembunyikan kebenaran. padahal mereka mengetahui. wahai Rasulullah. ayat 146-147 Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah kami beri Al-Kitab (Taurat dan Injil) mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. kepada mereka. Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu.

tetapi mereka benar-benar menyembunyikan kebenaran ini. bahwa ia pernah bertanya kepada Abdullah ibnu Salam. Dengan kata lain. "Ya. (Al-Baqarah: 146) Kemudian Allah Swt. Dengan kata lain." Menurut kami. sesungguhnya kepadamu dan kamu tidak samar kepadanya. (Al-Baqarah: 146) Dapat diartikan bahwa mereka mengenal Nabi Muhammad Saw. mereka menyembunyikan apa yang terdapat di dalam kitab-kitab mereka mengenai sifat-sifat Nabi Muhammad Saw. Karena itu. dada seorang pun yang bimbang dan ragu dalam mengenal anaknya sendiri jika dia melihatnya di antara anak-anak orang lain. padahal mereka mengetahuinya.34 lullah Saw. seperti yang disebutkan oleh firman selanjutnya: Dan sesungguhnya sebagian di antara mereka menyembunyikan kebenaran. aku dapat mengenalnya. dan bahkan lebih dari itu.a. "Ingatlah. seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri di antara anak-anak manusia lainnya." Juz 2 — Al-Baqarah dia tidak samar Al-Qurtubi mengatakan. dari pengetahuan umum. memberitahukan bahwa sekalipun mereka mengetahui kenyataan ini dengan pengenalan yang yakin. bersabda. malaikat yang dipercaya turun dari langit kepada orang yang dipercaya di bumi seraya membawa keterangan mengenai sifat-sifatnya. mengukuhkan kedudukan Nabi-Nya dan kaum mukmin serta memberitahukan kepada mereka bahwa apa yang di- . tetapi aku tidak mengetahui seperti apa yang diketahui oleh ibunya. padahal mereka mengetahui. firman-Nya berikut ini: Mereka mengenalnya (Muhammad) sebagaimana mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Kemudian Allah Swt. "Apakah engkau dahulu mengenal Muhammad sebagaimana engkau mengenal anakmu sendiri?" Abdullah ibnu Salam menjawab. telah diriwayatkan dari Umar r.

berfirman: Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu. Dengan kata lain. kepada kiblat yang merupakan kiblat yang sesungguhnya. Ata. Ad-Dahhak.Tafsir Ibnu Kasir 35 bawa oleh Rasul Saw. tiap-tiap kabilah mempunyai kiblatnya sendiri yang disukainya. adalah perkara yang hak. (Al-Baqarah: 147) Al-Baqarah. Ar-Rabi' ibnu Anas. Allah memberikan petunjuk kepada kalian. ayat 148 Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Untuk itu Allah Swt. Di mana saja kalian berada. dan As-Saddi hal yang semisal dengan pendapat Abui Aliyah tadi. Abui Aliyah mengatakan bahwa orang-orang Yahudi mempunyai kiblatnya sendiri yang mereka menghadap kepadanya. . sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. Al-Aufi meriwayatkan dari Ibnu Abbas. sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu. dan orangorang Nasrani mempunyai kiblatnya sendiri yang mereka menghadap kepadanya. pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). yang dimaksud dengan pengertian 'dap-dap umat mempunyai kiblatnya yang ia menghadap kepadanya' ialah semua pemeluk agama. dan kiblat yang diridai oleh Allah ialah kiblat yang orang-orang mukmin menghadap kepadanya. hai umat Muhammad. Telah diriwayatkan dari Mujahid. tiada keraguan di dalamnya dan dada pula kebimbangan. Maka berlomba-lombalah kalian (dalam membuat) kebaikan.

maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan.36 J u z 2 — Al-Baqarah Mujahid mengatakan dalam riwayat yang lain —begitu pula AlHasaiv— bahwa Allah memerintahkan kepada semua kaum agar salat menghadap ke arah Ka'bah. tetapi Allah hendak menguji kalian terhadap pemberian-Nya kepada kalian. pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Ayat ini serupa maknanya dengan firman-Nya: Untuk tiap-tiap umat di antara kalian. (Al-Maidah: 48) Dalam surat ini Allah Swt. ayat 149-150 . Kami berikan aturan dan jalan yang terang. niscaya kalian dijadikan-Nya satu umat (saja). dan Ibnu Amir membaca ayat ini dengan bunyi walikullin wajhatun huwa muwallaha (Bagi dap-dap umat ada kiblatnya sendiri yang diperintahkan oleh Dia (Allah) agar mereka menghadap kepadanya). Abu Ja'far Al-Baqir. berfirman: Di mana saja kalian berada. Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. (Al-Baqarah: 148) Yakni Dia berkuasa untuk menghimpun kalian dari muka bumi. sekalipun jasad dan tubuh kalian bercerai-berai. <U-Baqarah. Sekiranya Allah menghendaki. Hanya kepada Allah-lah kembali kalian semuanya. Ibnu Abbas.

dan tahapan yang kedga ditujukan bagi orang yang berada di kota-kota lainnya. . Dan di mana saja kalian berada. agar tidak ada hujah bagi manusia atas kalian. Menurut pendapat yang lain bahkan hal ini merupakan tahapan dari berbagai keadaan. maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. dan takutlah kepada-Ku.Tafsir Ibnu Kasir 37 Dan dari mana saja kamu keluar (datang). dan supaya kalian mendapat petunjuk. Apa yang disebutkan oleh ayat ini adalah perintah yang ketiga dari Allah Swt. hal ini merupakan taukid (pengukuhan). kecuali orang-orang yang zalim di antara mereka. Mufassirin berbeda pendapat mengenai hikmah yang terkandung di dalam pengulangan sebanyak dga kali ini. Dan dari mana saja kamu berangkat. Maka janganlah kalian takut kepada mereka. maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. menurut apa yang dinaskan oleh Ibnu Abbas dan lain-lainnya. maka palingkanlah wajah kalian ke arahnya. Demikianlah menurut pengarahan yang diketengahkan oleh Fakhrud Din Ar-Razi. Menurut suatu pendapat. sesungguhnya ketentuan itu benar-benar sesuatu yang hak dari Tuhanmu. mengingat ia merupakan permulaan nasikh yang terjadi di dalam Islam. tahapan yang kedua ditujukan kepada orang yang berada di dalam kota Mekah tetapi tidak melihat Ka'bah. Tahapan yang pertama ditujukan kepada orang yang menyaksikan Ka'bah. Dan Allah sekalikali tidak lengah dari apa yang kalian kerjakan. Dan agar Kusempurnakan nikmat-Ku atas kalian. yang memerintahkan agar semuanya dari berbagai penjuru dunia menghadap ke arah kiblat.

sesungguhnya yang demikian itu dikemukakan hanyalah karena ia berkaitan dengan konteks yang sebelum dan yang sesudahnya.38 Juz 2 — Al-Baqarah Menurut Al-Qurtubi. Demikianlah menurut apa yang ditarjihkan oleh Imam Qurtubi dalam jawabannya. tahapan yang pertama ditujukan kepada orang yang berada di dalam kota Mekah. (Al-Baqarah: 144) Sampai dengan firman-Nya: Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al-Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya. tahapan yang kedua ditujukan kepada orang yang dnggal di kota-kota lainnya. yang dikabulkan-Nya dan Allah memerintahkannya untuk menghadap ke arah kiblat yang disukainya. Kemudian dalam tahapan yang kedua Allah Swt. sedangkan tahapan yang kedga ditujukan kepada orang yang berada di dalam perjalanannya. dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan. (Al-Baqarah: 144) Dalam ayat ini Allah menyebutkan tentang permintaan Nabi Saw. Menurut pendapat yang lain. Pada awalnya Allah Swt. berfirman: . maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. berfirman: Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit.

Pada tahapan pertama disebutkan bahwa kiblat Ka'bah tersebut sesuai dengan apa yang diinginkan oleh Rasul Saw.: Agar tidak ada hujah bagi manusia atas kalian. (Al-Baqarah: 150) Yang dimaksud dengan manusia adalah Ahli Kitab. Apabila umat ini (Nabi Saw.s.s. maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. seluruhnya dikemukakan oleh ArRazi dan lain-lainnya dengan bahasan yang terinci. sendiri. Dan Allah sekalikali tidak lengah dari apa yang kalian kerjakan. yaitu kiblat yang lebih mulia daripada kiblat Yahudi. yang menghadap ke arah kiblat mereka. akan dipalingkan ke arah kiblat Nabi Ibrahim a. barangkali mereka (Ahli Kitab) akan menjadikannya sebagai senjata buat menghujan orang-orang . dipalingkan dari kiblat orang-orang Yahudi ke kiblat Nabi Ibrahim a. (Al-Baqarah: 149) Maka Allah Swt.. dan padanya disebutkan bahwa hal tersebut merupakan kebenaran yang disukai dan diridai Allah pula. Kemudian dalam tahapan yang ketiga disebutkan suatu hikmah yang mematahkan hujah orang-orang yang menentangnya dari kalangan orang-orang Yahudi. Menurut pendapat yang lain tidak demikian alasan hikmah yang terkandung dalam pengulangan ini. yaitu mereka yang memprotes masalah Rasul Saw..Tafsir Ibnu Kasir 39 Dan dari mana saja kamu keluar (datang). yaitu ke Ka'bah. Demikian pula terpatahkan hujah orang-orang musyrik Arab ketika Rasulullah Saw. karena sesungguhnya mereka mengetahui bahwa salah satu dari sifat umat ini ialah menghadap ke arah Ka'bah dalam ibadahnya.) tidak mempunyai sifat tersebut. Mereka mengagungkan Ka'bah dan merasa takjub dengan menghadapnya Rasul ke arah Ka'bah. Firman Allah Swt. sesungguhnya ketentuan itu benar-benar sesuatu yang hak dari Tuhanmu. menyebutkan bahwa perintah tersebut adalah kebenaran yang datang dari Allah. padahal mereka mengetahui melalui kitab-kitab mereka bahwa kelak Rasul Saw.

telah diriwayatkan dari Mujahid. "Sesungguhnya lelaki ini menduga bahwa dirinya berada dalam agama Nabi Ibrahim. menaad Tuhannya dalam hal . sebagaimana dia kembali lagi kepada kiblat kita. Qatadah. (Al-Baqarah: 150) Yang dimaksud dengan manusia dalam ayat ini ialah kaum Ahli Kitab. lalu mereka mengatakan. memerintahkannya untuk menghadap ke arah Baitul Maqdis pada mulanya karena hikmah yang tertentu. Salah seorang dari mereka menghipotesiskan hujah orang-orang yang zalim itu. karena kaum muslim mempunyai kiblat yang sesuai dengan kiblat mereka. padahal hujah mereka dapat dipatahkan. Hal ini jelas. "Muhammad telah dipalingkan ke arah Ka'bah. yaitu di kala mereka mengatakan.40 J u z 2 — Al-Baqarah muslim. lalu Nabi Saw." Tersebutlah bahwa hujah mereka terhadap Nabi Saw. "Lelaki ini merindukan rumah ayahnya dan agama kaumnya. Maka jika dia menghadap ke arah Baitul Maqdis karena memeluk agama Nabi Ibrahim. Ibnu Abu Hadm mengatakan sehubungan dengan firmanNya: Kecuali orang-orang yang zalim di antara mereka. dan As-Saddi hal yang sama. Mereka mengatakan. yaitu Baitul Maqdis. ke arah Baitul Haram. (Al-Baqarah: 150) Menurut mereka. Ad-Dahhak. Agar mereka tidak menghujan kaum muslim pula. yang dimaksud dengan orang-orang yang zalim di antara mereka adalah orang-orang musyrik Quraisy. Ata. "Kelak dia akan kembali lagi kepada agama kita. lalu mengapa dia berpaling darinya?" Sebagai jawabannya dapat dikatakan bahwa Allah Swt." Ibnu Abu Hatim mengatakan. Abui Aliyah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: Agar tidak ada hujah bagi manusia atas kalian." Mereka mengatakan pula. Ar-Rabi' ibnu Anas. ialah berpalingnya Nabi Saw.

Firman Allah Swt. yaitu dengan mensyariatkan kepada kalian agar menghadap ke arah Ka'bah. dan takutlah kalian hanya kepada-Ku. dalam hal tersebut. yaitu Ka'bah.: Oa-. agar syariat yang kalian jalani merupakan syariat yang paling sempurna dari segala seginya. (Al-Baqarah: Agar tidak ada hujah bagi manusia atas kalian. dan takutlah kalian kepada-Ku. beliau tidak pernah menyimpang dari perintah Allah barang sekejap pun.s^o -Q><i^->j^jt^-yu Maka janganlah kalian takut kepada mereka. dan umatnya berjalan mengikuti jejaknya. Firman Allah Swt. (Al-Baqarah: 150) Ardnya. karena sesungguhnya Allah Swt. Aku akan menyempurnakan kepada kalian nikmatKu. lebih berhak untuk ditakuti. (Al-Baqarah: 150) Dengan kata lain.I Tafsir Ibnu Kasir 41 tersebut. janganlah kalian merasa takut terhadap tuduhan yang dilancarkan oleh orang-orang zalim yang ingkar itu. (Al-Baqarah: 150) . maka beliau menjalankan pula perintah Allah Swt. yang mengatakan: Dan agar Kusempurnakan 150) di-a/a/-kan kepada firman-Nya: nikmat-Ku atas kalian. Dan supaya kalian mendapat petunjuk. Setelah itu Allah memalingkannya ke arah kiblat Nabi Ibrahim. dalam semua keadaannya selalu taat kepada Allah. Nabi Saw.

dan paling jujur ungkapannya. mengingatkan hamba-hamba-Nya yang mukmin akan nikmat yang telah dilimpahkan-Nya kepada mereka. paling sedikit bebannya. Allah Swt. dan misi yang diembannya. mengeluarkan mereka dari kegelapan kepada cahaya. serta mengajarkan kepada mereka banyak hal yang sebelumnya ddak mereka ketahui. jiwa-jiwa yang kotor. Karena itu. dan perbuatan-perbuatan Jahiliah. menyucikan serta membersihkan mereka dari akhlak-akhlak yang rendah. ayat 151-152 Sebagaimana Kami telah mengutus kepada kalian Rasul di antara kalian yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kalian dan menyucikan kalian dan mengajarkan kepada kalian Al-Kitab dan hikmah. dan janganlah kalian mengingkari (nikmat-Ku).42 Juz 2 — Al-Baqarah Yakni agar kalian tidak sesat seperti apa yang dialami oleh umatumat terdahulu dari apa yang telah Kami tunjukkan kepada kalian dan Kami khususkan hal itu buat kalian. Karena itu. Di zaman Jahiliah mereka hidup dalam kebodohan yang menyesatkan. niscaya Aku ingat (pula) kepada kalian. yaitu diutus-Nya seorang Rasul —yakni Nabi Muhammad Saw. mengajarkan kepada mereka Al-Qur'an dan sunnah. Al-Baqarah. dan bersyukurlah kepada-Ku. maka umat ini merupakan umat yang paling mulia dan paling utama. serta mengajarkan kepada kalian apa yang belum kalian ketahui. ingatlah kalian kepada-Ku. mereka menjadi orang-orang yang dikasihi oleh Allah.— untuk membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah yang jelas. memiliki hati yang suci. . dan menjadi orang-orang yang berilmu paling mendalam. berwatak sebagai ulama. Akhirnya berkat barakah risalah Nabi Saw.

dan bersyukurlah kepada-Ku. ingatlah kamu kepada-Ku. berfirman: Sesungguhnya Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus di antara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri.~afsir Ibnu Kasir 43 Allah Swt. membersihkan ( j i ) mereka. seperti yang disebutkan oleh firman-Nya: Karena itu. Untuk itu Allah Swt. (Ali Imran: 164). yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah.B a q a r a h : 152) Mujahid mengatakan sehubungan dengan takwil firman-Nya: . Karena itulah maka Allah menyerukan kepada orang-orang mukmin agar mengakui nikmat ini dan membalasnya dengan banyak berzikir menyebut asma-Nya dan bersyukur kepada-Nya. mencela orang yang tidak menghargai nikmat ini. w a Allah Swt. berfirman: Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang telah menukar nikmat Allah dengan kekafiran dan menjatuhkan kaumnya ke lembah kebinasaan? (Ibrahim: 28) Ibnu Abbas mengatakan. kepada mereka. hingga akhir ayat. dan janganlah kalian mengingkari ( n i k m a t ) ( A l . niscaya Aku ingat (pula) kepada kalian. yang dimaksud dengan nikmat ini ialah nikmat yang berupa diutus-Nya Nabi Muhammad Saw.

telah berfirman: . selalu ingat kepada-Nya dan tidak melupakan-Nya. memberikan tambahan nikmat kepada orang yang bersyukur kepada-Nya. berarti kamu ingkar kepada-Ku. Bahwa makna yang dimaksud ialah hendaknya kita taat kepada-Nya dan tidak durhaka terhadap-Nya. telah menceritakan kepada kami Yazid ibnu Harun. Abdullah ibnu Wahb meriwayatkan dari Hisyam ibnu Sa'id. telah menceritakan kepada kami Al-Hasan ibnu Muhammad ibnus Sabbah. bahwa ia pernah bertanya kepada Ibnu Umar. Apabila kamu lupa kepada-Ku. "Ingatlah Aku dan jangan kamu lupakan Aku. maka ingatlah kalian kepada-Ku." Al-Hasan Al-Basri. Ibnu Abu Hatim mengatakan. pencuri. dan Ar-Rabi' ibnu Anas mengatakan bahwa Allah Swt. peminum khamr. sedangkan Allah Swt. Salah seorang ulama Salaf mengatakan sehubungan dengan takwil firman-Nya: Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar (Ali Imran: 102) takwa kepada-Nya. As-Saddi. dari Zaid ibnu Aslam. (Al-Baqarah: 151) Yakni sebagaimana Aku telah melimpahkan nikmat kepada kalian. dan mengazab orang yang ingkar terhadapNya. bagaimana aku bersyukur kepada-Mu?" Tuhan berfirman kepadanya. berarti kamu telah bersyukur kepada-Ku. bahwa Nabi Musa pernah berkata. telah menceritakan kepada kami Mak-hul Al-Azdi yang mengatakan asar berikut. Abui Aliyah.44 Juz 2 — Al-Baqarah Sebagaimana Kami telah mengutus kepada kalian Rasul di antara kalian. dan pezina yang selalu ingat kepada Allah. "Wahai Tuhanku. "Bagaimanakah menurutmu tentang orang yang membunuh jiwa. Maka apabila kamu ingat kepada-Ku. telah menceritakan kepada kami Imarah AsSaidalani. selalu mengingat orang yang ingat kepada-Nya. selalu bersyukur kepada-Nya dan tidak ingkar terhadap-Nya.

Menurut riwayat yang lain disebutkan "dengan rahmat-Ku". ingatlah kalian kepada-Ku." Al-Hasan Al-Basri mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: Karena itu. Di dalam sebuah hadis sahih disebutkan: >>^. Menurut Sa'id ibnu Jubair artinya: "Ingatlah kalian kepada-Ku dengan taat kepada-Ku. "Apabila Allah mengingat orang ini. niscaya Aku ingat (pula) kepada kalian. niscaya Aku ingat (pula) kepada kalian. ingatlah kalian kepada-Ku. niscaya Aku ingat (pula) kepadanya di dalam di- . 9 *\'ktf*?\A *<***it?" Allah Swt. maka Dia mengingatnya melalui laknat-Nya hingga dia diam. ingatlah kalian kepada-Ku. Dari Ibnu Abbas sehubungan dengan takwil firman-Nya: Karena itu. maka niscaya Aku akan mengingat kalian dalam semua apa yang Aku wajibkan bagi kalian atas diri-Ku".45 'Karena itu. "Barang siapa yang ingat kepada-Ku di dalam dirinya. (Al-Baqarah: 152) Disebutkan bahwa makna yang dimaksud ialah 'ingat Allah kepada kalian jauh lebih banyak daripada ingat kalian kepada-Nya'. berfirman. (Al-Baqarah: 152) Makna yang dimaksud ialah: "Ingatlah kalian kepada-Ku dalam semua apa yang telah Kufardukan atas kalian. niscaya Aku selalu ingat kepada kalian dengan magfirah (ampunan)-Ku". niscaya Aku ingat (pula) kepada kalian ' (Al-Baqarah: 152)?" Ibnu Umar menjawab.

"Hai anak Adam. bersabda. niscaya Aku ingat pula kepadamu di dalam diri-Ku. niscaya Aku datang kepadamu dengan berlari kecil. Dan jika kamu datang kepada-Ku jalan kaki. Dan jika kamu mengingat-Ku di dalam suatu golongan. telah menceritakan kepada kami Ma'mar. Dan jika kamu mendekat kepada-Ku satu jengkal. niscaya Aku ingat pula kepadamu di dalam golongan dari kalangan para malaikat -atau beliau Saw. niscaya Aku mendekat kepadamu satu depa. dari Anas yang menceritakan bahwa Rasulullah Saw. niscaya Aku ingat (pula) kepadanya di dalam golongan yang lebih baik daripada golongannya. dari Qatadah.46 J u z 2 — Al-Baqarah ri-Ku. Dan jika kamu mendekat kepada-Ku satu hasta.: . jika kamu ingat kepadaKu di dalam dirimu. berfirman." Sanad hadis ini sahih. diketengahkan oleh Imam Bukhari melalui hadis Qatadah yang di dalamnya disebutkan bahwa Qatadah mengatakan." Firman Allah Swt. telah menceritakan kepada kami Abdur Razzaq. dan barang siapa yang ingat kepada-Ku di dalam suatu golongan. pernah bersabda: Allah Swt. niscaya Aku mendekat kepadamu satu hasta. 'Di dalam golongan yang lebih baik dari golonganmu'-." Imam Ahmad mengatakan. "Makna yang dimaksud dari keseluruhannya ialah rahmat Allah lebih dekat kepadanya.

telah menceritakan kepada kami Abu Raja Al-Ataridi yang mengatakan bahwa Imran Ibnu Husain keluar menemui kami memakai jubah kain sutra campuran yang belum pernah kami lihat dia memakainya. telah menceritakan kepada kami Syu'bah. (Al-Baqarah: 152) Allah Swt. memerintahkan bersyukur dan menjanjikan pahala bersyukur berupa tambahan kebaikan dari-Nya. ayat 153-154 . dari Al-Fudail ibnu Fudalah (seorang lelaki dari kalangan Bani Qais).Tafsir Ibnu Kasir 47 mengingkari Dan bersyukurlah kepada-Ku. Lalu ia mengatakan bahwa Rasulullah Saw. dan janganlah kalian (nikmaO-ATw. Seperti yang disebutkan di dalam ayat lain. yaitu firman-Nya: Dan (ingatlah) tatkala Tuhanmu memaklumkan. pasti Kami akan menambah (nikmat) kepada kalian. Dan adakalanya Rauh mengatakan 'kepada hamba-Nya". maka sesungguhnya Allah menyukai bila melihat penampilan dari nikmat yang telah Dia berikan kepada makhluk-Nya. maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih." (Ibrahim: 7) Imam Ahmad mengatakan. "Sesungguhnya jika kalian bersyukur. telah menceritakan kepada kami Rauh. baik sebelum itu ataupun sesudahnya. Al-Baqarah. dan jika kalian mengingkari (nikmat)-/Cw. pernah bersabda: Barang siapa dianugerahi suatu nikmat oleh Allah.

Dan janganlah kalian mengatakan terhadap orangorang yang gugur di jalan Allah. Jika dia mendapat kesenangan. dan jika tertimpa kesengsaraan. sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. Allah Swt. Karena sesungguhnya seorang hamba itu adakalanya berada dalam kenikmatan. Tidak sekali-kali Allah menetapkan suatu ketetapan baginya. Setelah Allah Swt. menjelaskan bahwa sarana yang paling baik untuk me nanggung segala macam cobaan ialah dengan sikap sabar dan banyak salat. jadikanlah sabar dan salat sebagai penolong kalian. atau berada dalam cobaan. melainkan hal itu baik belaka baginya. maka bersabarlah dia yang hal ini adalah lebih baik baginya. (bahwa mereka itu) mati. menerangkan perintah untuk bersyukur kepadaNya. lalu ia bersabar menanggungnya. Sebagaimana yang disebutkan oleh sebuah hadis yang mengatakan: Mengagumkan perihal orang mukmin itu. tetapi kalian tidak menyadarinya. maka bersyukurlah dia yang hal ini adalah lebih baik baginya. maka melalui ayat ini Dia menjelaskan perihal sabar dan hikmah yang terkandung di dalam masalah menjadikan sabar dan salat sebagai penolong serta pembimbing. bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup. lalu ia mensyukurinya. seperti yang dijelaskan di dalam firman-Nya: .48 J u z 2 — Al-Baqarah Hai orang-orang yang beriman.

"Di manakah orang-orang sabar? Hendaklah mereka masuk ke surga sebelum ada hisab (tanpa hisab)!" Maka bangkitlah segolongan manusia. hingga Allah mewafatkan kami. "Apakah sabar kalian?" Mereka menjawab. hai anak Adam?" Mereka menjawab." Para malaikat berkata. Jenis yang kedua inilah yang lebih utama." Para malaikat bertanya. "Sebelum ada hisab?" Mereka menjawab. maka terdengarlah suara seruan. "Hendak ke manakah kalian. "Kami adalah orangorang yang sabar. "Ya. "Ke surga. jenis ini pun hukumnya wajib. Insya Allah. maka dia termasuk orang-orang yang sabar." Para malaikat bertanya. yaitu sabar dalam meninggalkan halhal yang diharamkan dan dosa-dosa. "Siapakah kalian?" Mereka menjawab. sekalipun berat terasa oleh jiwa dan raga. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat. serta sabar dalam mengerjakan ketaatan dan amal-amal taqarrub.Tafsir Ibnu Kasir 49 Jadikanlah sabar dan salat sebagai penolong kalian. apabila Allah menghimpun semua manusia dari yang pertama hingga yang terakhir. yaitu: Sabar karena Allah dalam mengerjakan hal-hal yang disukai oleh Allah. sekalipun bertentangan dengan kehendak hawa nafsu sendiri. Ali ibnul Husain Zainul Abidin mengatakan. dan sabar karena Allah dalam meninggalkan hal-hal yang dibenci oleh-Nya. Barang siapa yang demikian keadaannya. Adapun jenis sabar lainnya yaitu sabar dalam menanggung berbagai macam musibah dan cobaan." Para malaikat bertanya. kecuali bagi orang-orang yang khusyuk. Sabar itu ada dua macam. maka beliau mengerjakan salat. perihalnya sama dengan istigfar (memohon ampun) dari segala macam cela. "Kalian memang se- . lalu mereka bersua dengan para malaikat yang bertanya kepada mereka. mengingat ia adalah tujuan utama. apabila mendapat suatu cobaan. Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam mengatakan bahwa sabar itu ada dua macam. (Al-Baqarah: 45) Di dalam sebuah hadis disebutkan bahwa Rasulullah Saw. yaitu mereka yang beroleh keselamatan. "Kami sabar dalam mengerjakan taat kepada Allah dan sabar dalam meninggalkan maksiat terhadad Allah.

dalam sekali jengukan-Nya Dia berfirman. hal ini dapat dibuktikan dengan nas firman Allah Swt. mereka diberi rezeki oleh Allah. tetapi dia tabah dan tiada yang kelihatan dari dirinya melainkan hanya kesabaran semata. bahwa arwah para syuhada itu berada di dalam perut burung-burung hijau yang terbang di dalam surga ke mana saja yang mereka kehendaki. sedangkan Engkau telah memberi kami segala sesuatu yang belum pernah Engkau berikan kepada seorang pun di antara makhluk-Mu?" . Adakalanya seorang lelaki itu berkeluh kesah. apa lagi yang kami inginkan. (Az-Zumar: 10) Sa'id ibnu Jubair mengatakan bahwa sabar itu merupakan pengakuan seorang hamba kepada Allah atas apa yang menimpanya. Kemudian burung-burung itu hinggap di lentera-lentera yang bergantung di bawah 'Arasy. sekarang masuklah kalian semua ke dalam surga. dan ia jalani hal ini dengan penuh ketabahan karena mengharapkan pahala yang ada di sisi-Nya.: Dan janganlah kalian mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah. (Al-Baqarah: 154) Melalui ayat ini Allah Swt." Menurut kami.50 J u z 2 — Al-Baqarah perti apa yang kalian katakan. maka sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal adalah kalian. Kemudian Tuhanmu menjenguk mereka. (bahwa mereka itu) mati. seperti yang disebutkan di dalam hadis sahih Muslim. "Apakah yang kalian inginkan?" Mereka menjawab. Firman Allah Swt. "Wahai Tuhan kami. bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup. yang mengatakan: Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa hisab (batas). memberitahukan bahwa orang-orang yang mati syahid di alam barzakhnya dalam keadaan hidup.

" Di dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad. Manakala mereka didesak terus dan ddak ada jalan lain kecuali mengemukakan permintaannya.A. s* 't. hanya saja arwah para syuhada secara khusus disebutkan di dalam Al-Qur'an sebagai penghormatan buat mereka dan memuliakan serta mengagungkan derajat mereka. Al-Baqarah. "Sesungguhnya Aku telah memastikan bahwa mereka tidak dapat kembali lagi ke dunia (sesudah mereka mati). akhirnya mereka berkata. dari Abdur Rahman ibnu Ka'b ibnu Malik. ayat 155-157 . pernah bersabda: \<.>f' v i / - ? '< . OjL_-0(* cp / S *s ss 0WLLU3- Roh orang mukmin itu merupakan burung yang hinggap di pepohonan surga. dari Imam Malik. Maka Tuhan berfirman. lalu kami akan berperang lagi di jalan-Mu hingga kami gugur lagi karena membela Engkau. dari Az-Zuhri. dari ayahnya yang menceritakan bahwa Rasulullah Saw. dari Imam Syafii. hingga Allah mengembalikannya ke jasadnya pada hari dia dibangkitkan.Tafsir Ibnu Kasir 51 Kemudian Allah mengulangi hal itu terhadap mereka. "Kami menginginkan agar Engkau mengembalikan kami ke dalam kehidupan di dunia. 9^ s ." mengingat mereka telah merasakan pahala dari mad syahid yang tak terperikan itu. Di dalam hadis ini terkandung pengertian yang menunjukkan bahwa hal tersebut menyangkut semua orang mukmin lainnya.

Allah merasakan kepada mereka pakaian dan ketakutan.52 J u z 2 — Al-Baqarah Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepada kalian dengan sedikit ketakutan. dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah. mereka mengucapkan. (Muhammad: 31) Adakalanya Allah Swt. seperti yang disebutkan di dalam firman-Nya: Karena itu. "Inna lillahi wainna ilaihi raji'un. dan agar Kami menyatakan (baik buruknya) hal ihwal kalian. Allah Swt. (An-Nahl: 112) Di dalam surat ini Allah Swt. memberitahukan bahwa Dia pasti menimpakan cobaan kepada hamba-hamba-Nya. mengujinya dengan kesenangan dan adakalanya mengujinya dengan kesengsaraan berupa rasa takut dan rasa lapar. Seperti yang disebutkan di dalam firman lainnya. dan buahbuahan. jiwa. yakni meladh dan menguji mereka. yaitu: Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kalian agar Kami mengetahui (supaya nyata) orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kalian. berfirman: kelaparan ." Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhannya. kelaparan. kekurangan harta.

hal ini dan yang semisal dengannya merupakan suatu cobaan yang ditimpakan oleh Allah Swt.Tafsir Ibnu Kasir 53 dengan sedikit ketakutan dan kelaparan. dan kekurangan jiwa. kaum kerabat. al-ju'u ialah puasa bulan Ramadan. naqsul amwal ialah zakat harta benda. Sebagian ulama Salaf mengatakan bahwa sebagian pohon kurma sering ddak berbuah. dan kekurangan buah-buahan. Karena itulah. dan barang siapa tidak sabar. (Al-Baqarah: 155) Yang dimaksud dengan sesuatu ialah sedikit. al-anfui ialah ber- . (Al-Baqarah: 155) Yakni kebun dan lahan pertanian tanamannya ddak menghasilkan buahnya sebagaimana kebiasaannya (menurun produksinya). dan kekasih-kekasih. (Al-Baqarah: 155) Yakni lenyapnya sebagian harta. (Al-Baqarah: 155) Salah seorang Mufassirin meriwayatkan bahwa makna yang dimaksud dengan al-khauf ialah takut kepada Allah. maka ia mendapat pahala. maka di penghujung ayat ini disebutkan: Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. kepada hamba-hamba-Nya. maka azab-Nya akan menimpanya. (Al-Baqarah: 155) Yaitu dengan meninggalnya teman-teman. Sedangkan firman-Nya: dan kekurangan harta. Barang siapa yang sabar.

dan samarat ialah anak-anak. Maka ucapan ini menanamkan di dalam had mereka suatu pengakuan yang menyatakan bahwa diri mereka adalah hamba-hamba-Nya dan mereka pasti akan kembali kepadaNya di hari akhirat nand. (Al-Baqarah: 156) Yakni mereka menghibur dirinya dengan mengucapkan kalimat tersebut manakala mereka tertimpa musibah. yang dimaksud ialah aman dari siksa Allah. Mereka meyakini bahwa Allah ddak akan menyia-nyiakan pahala di sisi-Nya seberat biji sawi pun kelak di hari kiamat. pendapat ini masih perlu dipertimbangkan. mendapat pujian dari Allah Swt.54 J u z 2 — Al-Baqarah bagai macam sakit. memberitahukan tentang pahala yang akan diberikan-Nya kepada mereka sebagai imbalan dari hal tersebut melalui firman-Nya: Mereka itulah yang mendapat keberkatan rahmat dari Tuhannya. Kemudian Allah menerangkan bahwa orang-orang yang sabar yang mendapat pahala dari Allah ialah mereka yang disebutkan di dalam firman berikut: (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah. (Al-Baqarah: 157) yang sempurna dan Maksudnya. Akan tetapi. Dia memberlakukan terhadap hambahamba-Nya menurut apa yang Dia kehendaki. dan mereka yakin bahwa diri mereka adalah milik Allah. Firman Allah Swt. Sedangkan menurut Sa'id ibnu Jubair. (Al- . mereka mengucapkan inna lillahi wa inna ilaihi raji'un.: Dan mereka itulah orang-orang Baqarah: 157) yang mendapat petunjuk. Karena itulah maka Allah Swt.

Antara lain ialah apa yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad yang mengatakan.a. suatu ucapan yang membuat hatiku gembira karenanya. pernah mengatakan bahwa sebaik-baik kedua jenis pahala ialah yang disebutkan di dalam firman-Nya: Mereka itulah yang mendapat keberkatan rahmat dari Tuhannya." Beliau Saw. Dan apa yang disebutkan oleh firman-Nya: Dan mereka itulah orang-orang Baqarah: 157) yang mendapat petunjuk. telah bersabda: . telah menceritakan kepada kami Usamah ibnul Had. Yang dimaksud dengan istirja' ialah ucapan Inna lillahi wainna ilaihi raji'un (Sesungguhnya kita adalah milik Allah dan hanya kepada-Nyalah kita semua dikembalikan).Tafsir Ibnu Kasir 55 Amirul Mu-minin Umar ibnul Khattab r. (Al-Baqarah: 157) yang sempurna dan Kedua jenis pahala tersebut adalah berkah dan rahmat yang sempurna. dari Ummu Salamah yang menceritakan bahwa pada suatu hari Abu Salamah datang kepadanya sepulang dari Rasulullah Saw. "Aku telah mendengar langsung dari Rasulullah Saw. telah menceritakan kepada kami Lais (yakni Ibnu Sa'd). mereka diberi pahala yang setimpal berikut tambahannya. yang ditambahkan kepada salah satu dari kedua sisi timbangan hingga beratnya bertambah. dari Amr ibnu Abu Amr. telah menceritakan kepada kami Yunus ibnu Muhammad. Demikian pula keadaan mereka. dari Al-Muttalib. banyak hadis-hadis yang menerangkannya. dari Yazid ibnu Abdullah. Sehubungan dengan pahala membaca istirja' di saat tertimpa musibah. Lalu Abu Salamah berkata. (Al- adalah pahala tambahannya.

kemudian Rasulullah Saw. sesungguhnya aku pun mengalami hal yang sama seperti yang kamu alami (berusia lanjut). berilah daku pahala dalam musibahku ini. Maka aku mencuci kedua tanganku dari cairan qaraz (bahan penyamak). lalu aku letakkan sebuah bantal kulit yang berisikan sabut. Dan mengenai usia yang telah kamu sebutkan. Rasulullah Saw. "Ya Allah. Setelah Rasulullah Saw. mudah-mudahan Allah Swt. lalu ia membaca istirja' ketika musibah menimpanya. akan melenyapkannya dari dirimu. dan berilah daku gand yang lebih baik daripada dia.' Kemudian aku berkata kepada diriku sendiri.' Maka Rasulullah Saw. dan gantikanlah buatku yang lebih baik daripadanya. masuk. duduk di atasnya dan mulailah beliau Saw. 'Wahai Rasulullah. Ummu Salamah melanjutkan kisahnya. aku berkata. aku ddak menyangka kalau engkau mempunyai hasrat kepada diriku. Dan mengenai anak-anak yang kamu sebutkan . kedka itu aku sedang menyamak selembar kulit milikku. kemudian mengucapkan. melamarku." melainkan diberlakukan kepadanya apa yang dimintanya itu. sedangkan diriku ini adalah seorang wanita yang sangat pencemburu. maka aku merasa khawatir bila kelak engkau akan melihat dari diriku sesuatu hal yang menyebabkan Allah akan mengazabku karenanya. 'Ya Allah. berilah daku pahala dalam musibahku ini. bersabda. Aku juga seorang wanita yang sudah berumur serta mempunyai banyak tanggungan anakanak. "Maka aku hafal doa tersebut darinya. meminta izin untuk menemuiku.56 J u z 2 — Al-Baqarah Tidak sekali-kali seorang muslim tertimpa suatu musibah. maka aku ber-istirja' dan kuucapkan pula. 'Adapun mengenai cemburu yang kamu sebutkan. selesai dari ucapannya. dan aku izinkan beliau Saw. Ketika Abu Salamah meninggal dunia. 'Dari manakah aku mendapatkan suami yang lebih baik daripada Abu Salamah?' Tatkala masa idahku habis.

"Ketika Abu Salamah meninggal dunia. Ummu Salamah melanjutkan kisahnya. Ia mengatakan bahwa ia pernah mendengar Rasulullah Saw. berilah daku pahala dalam musibahku ini. bersabda: ** "* s' Tidak sekali-kali seorang hamba tertimpa musibah. "Maka aku memasrahkan diriku kepada Rasulullah Saw.Tafsir Ibnu Kasir 57 tadi. lalu ia mengucapkan. sesungguhnya anak-anak tanggunganmu itu nanti akan menjadi tanggunganku pula'. yaitu Rasulullah Saw." melainkan Allah akan memberinya pahala dalam musibahnya itu dan menggantikan kepadanya apa yang lebih baik daripadanya. "Inna lillahi wainna ilaihi raji'un (Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sesungguhnya kami hanya kepada-Nyalah dikembalikan). "Allah Swt. sendiri." Kemudian Rasulullah Saw. itu. mengawininya. Maka Allah memberikan gantinya kepadaku dengan yang lebih baik daripada Abu Salamah. aku mengucapkan doa seperti yang diperintahkan oleh Rasulullah Saw. yaitu Rasulullah Saw. Sesudah itu Ummu Salamah mengatakan." . telah menggantikan Abu Salamah dengan orang yang lebih baik daripada dirinya. Ya Allah. dan gantikanlah kepadaku yang lebih baik daripadanya." Di dalam kitab Sahih Muslim disebutkan dari Ummu Salamah." Umrau Salamah melanjutkan kisahnya.

58 J u z 2 — Al-Baqarah Imam Ahmad mengatakan. dari ibunya. Kedka aku masih berada di pekuburan. dari Hisyam ibnu Ziad. dari Abu Sinan yang menceritakan. Imam Ahmad mengatakan. dari ibunya. dari ayahnya. melainkan Allah memperbarui untuknya saat itu dan memberikan kepadanya pahala yang semisal dengan pahala ketika di hari ia tertimpa musibah. dari Abu Bakar ibnu Abu Syaibah. telah menceritakan kepada kami ibnu Abu Hisyam. dari Nabi Saw. dari ibunya. dari Abu Musa yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. Ismail ibnu Ulayyah dan Yazid ibnu Harun telah meriwayatkan pula hadis yang sama. dari Waki'. "Aku baru menguburkan salah seorang anakku yang meninggal dunia. " Abu Talhah mengatakan bahwa telah menceritakan kepadanya Ad-Dahhak ibnu Abdur Rahman ibnu Auzab. Hadis yang sama diriwayatkan pula oleh Ibnu Majah di dalam kitab sunannya. dari Fatimah bindl Husain. "Sekalipun waktunya telah silam"—. Keduanya mengatakan. telah menceritakan kepada kami Yazid dan Abbad ibnu Abbad. telah menceritakan kepada kami Yahya ibnu Ishaq As-Sailahini. yang telah bersabda: Tidak sekali-kali seorang lelaki atau perempuan muslim tertimpa suatu musibah. 'Maukah engkau aku sampaikan berita gembira kepadamu?' Aku menjawab. kemudian ingatannya itu menggerakkannya untuk membaca istirja'. pernah bersabda: . dari ayahnya Al-Husain ibnu Ali. dari Hisyam ibnu Ziad. dari Fatimah bindl Husain. telah menceritakan kepada kami Hammad ibnu Samalah. dari Fatimah. sekalipun waktunya telah berlalu — Abbad mengatakan. lalu ia mengeluarkan aku dari pekuburan itu dan berkata kepadaku. dari ayahnya. 'Tentu saja m a u ' . dba-dba tanganku dipegang oleh Abu Talhah Al-Aulani. telah menceritakan kepada kami Abbad ibnu Ziad. lalu ia mengingatnya.

J ^ ' j A//fl/i berfirman.Tafsir Ibnu Kasir 59 -r*-j s- -f. Imam Turmuzi mengatakan bahwa predikat hadis ini hasan garib." Allah Swt. C OctGt^CLJu o a L ^ J^Jj A! t J b . "Lalu apa yang dikatakannya?" Malaikat maut menjawab. "Bangunkanlah buatnya sebuah gedung di dalam surga dan namailah gedung itu dengan sebutan Baitul Hamdi (rumah pujian). lalu ia mengetengahkannya. _lJJA3-t JIS S J I S U J * JlS. berfirman. dari Suwaid ibnu Nasr. "Hai malaikat maut. engkau telah mencabut anak hamba-Ku. Al-Baqarah. Nama asli Abu Sinan ialah Isa ibnu Sinan. ^ . Maka barang siapa yang beribadah haji ke Baitullah atau berumrah.- . \ ' \ ' < 'f. maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sa'i antara keduanya." Allah Swt. maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui.(%JU% J l S * g ^ ' ^ S o .- <x<. bertanya. engkau telah mencabut nyawa penyejuk mata dan buah hatinya!" Malaikat maut menjawab. dari Ibnul Mubarrak. Dan barang siapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati. "Ya. "Dia memuji dan ber-istirja' kepada-Mu. Hal yang sama telah diriwayatkan pula oleh Imam Turmuzi. . dari Abdullah ibnul Mubarak." Kemudian Imam Ahmad meriwayatkannya pula dari Ali ibnu Ishaq. ayat 158 Sesungguhnya Safa dan Marwah adalah sebagian dari syiar Allah.

maka maknanya menjadi 'Tidak ada dosa bagi seseorang bila tidak tawaf di antara keduanya'. dan orang-orang yang pernah melakukan ihlal untuk berhala Manat merasa berdosa bila melakukan tawaf di antara Safa dan Marwah. ddak ada dosa bagi seseorang bila dia tidak melakukan tawaf di antara keduanya. bagaimanakah pendapatmu mengenai makna firman-Nya: Sesungguhnya Safa dan Marwah adalah sebagian dari syiar Allah. telah menceritakan kepada kami Ibrahim Sa'd. hai anak saudara perempuanku. ayat ini diturunkan hanyalah karena orang-orang Ansar di masa lalu sebelum mereka masuk Islam. (Al-Baqarah: 158) Aku menjawab." Siti Aisyah berkata.W . dari Aisyah. Lalu mereka menanyakan hal tersebut kepada Rasulullah Saw. "Alangkah buruknya apa yang kamu katakan itu. dari Urwah. Maka barang siapa yang beribadah haji ke Baitullah atau berumrah.60 J u z 2 — Al-Baqarah Imam Ahmad mengatakan. "Demi Allah. Sesungguhnya bila makna ayat ini seperti apa yang engkau takwilkan. mereka selalu bsr-ihlal untuk berhala Manat sesembahan mereka yang ada di Musyallal (tempat yang terletak di antara Safa dan Marwah). dan mengatakan. 'Wahai Rasulullah. Maka Allah Swt. sesungguhnya kami merasa berdosa bila melakukan tawaf di antara Safa dan Marwah karena masa Jahiliah kami. dari Az-Zuhri. maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sa'i antara keduanya. telah menceritakan kepada kami Sulaiman ibnu Daud Al-Hasyimi. .^ y o ^ i 1 . menurunkan firmanNya: 0 * 1w J . Urwah menceritakan bahwa Sid Aisyah pernah berkata kepadanya. Akan tetapi.

Tafsir Ibnu Kafeir

61

'Sesungguhnya Safa dan Marwah adalah sebagian dari syiar Allah. Maka barang siapa yang beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sa'i antara keduanya '(Al-Baqarah: 158). Siti Aisyah r.a. berkata, "Kemudian Rasulullah Saw. menetapkan (mewajibkan) sa'i antara keduanya, maka tiada alasan bagi seseorang untuk tidak melakukan sa'i di antara keduanya." Imam Bukhari dan Imam Muslim mengetengahkan hadis ini di dalam kitab Sahihain. Di dalam sebuah riwayat dari Az-Zuhri disebutkan, ia mengatakan bahwa ia menceritakan hadis ini kepada Abu Bakar ibnu Abdur Rahman ibnul Haris ibnu Hisyam. Maka Abu Bakar ibnu Abdur Rahman menjawab, "Sesungguhnya pengetahuan mengenai ini belum pernah kudengar, dan sesungguhnya aku pernah mendengar dari banyak lelaki dari kalangan ahlul 'ilmi. Mereka mengatakan, 'Sesungguhnya orang-orang —kecuali yang disebutkan oleh Sid Aisyah— mengatakan bahwa tawaf di antara kedua batu ini (Safa dan Marwah) termasuk perbuatan Jahiliah.' Orang-orang lain dari kalangan Ansar mengatakan, 'Sesungguhnya kami hanya diperintahkan melakukan tawaf di Baitullah dan tidak diperintahkan untuk tawaf antara Safa dan Marwah.' Maka Allah Swt. menurunkan firman-Nya:

'Sesungguhnya Safa dan Marwah adalah sebagian Allah ' (Al-Baqarah: 158).

dari

syiar

Abu Bakar ibnu Abdur Rahman mengatakan, "Barangkali ayat ini diturunkan berkenaan dengan mereka (sebagian ahlul ilmi) dan mereka (kalangan orang-orang Ansar) yang lainnya." Imam Bukhari meriwayatkannya melalui hadis Malik, dari Hisyam ibnu Urwah, dari ayahnya, dari Siti Aisyah yang lafaznya semisal dengan hadis di atas. Kemudian Imam Bukhari mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Yusuf, telah menceritakan kepada kami Sufyan, dari Asim ibnu Sulaiman yang mengatakan bahwa ia pernah, bertanya kepada Anas r.a. tentang masalah Safa dan Marwah. Maka Anas r.a. menjawab, "Pada mulanya kami menganggap* termasuk per-

62

J u z 2 — Al-Baqarah

kara Jahiliah. Ketika Islam datang, maka kami berhenti melakukan tawaf di antara keduanya. Maka Allah menurunkan firman-Nya:

'Sesungguhnya Safa dan Marwah adalah bagian dari syiar Allah.' (Al-Baqarah: 158) Imam Qurtubi menyebutkan di dalam kitab tafsirnya,dari Ibnu Abbas r.a. yang mengatakan bahwa setan-setan menyebar di antara Safa dan Marwah di sepanjang malam, di antara keduanya banyak terdapat berhala-berhala. Kedka Islam datang, mereka bertanya kepada Rasulullah Saw. tentang melakukan sa'i di antara keduanya, maka turunlah ayat ini (Al-Baqarah: 158). Asy-Sya'bi mengatakan, "Dahulu berhala Isaf berada di atas Safa, dan berhala Na-ilah berada di atas Marwah; mereka selalu mengusap keduanya. Akhirnya mereka merasa berdosa sesudah masuk Islam untuk melakukan tawaf di antara keduanya. Maka turunlah ayat ini (Al-Baqarah: 158). Menurut kami, Muhammad ibnu Ishaq menyebutkan di dalam kitab Sirah-nyz bahwa berhala Isaf dan Na-ilah pada mulanya adalah dua orang manusia (laki-laki dan perempuan), lalu keduanya berzina di dalam Ka'bah, maka keduanya dikutuk menjadi batu. Kemudian orang-orang Quraisy memancangkan keduanya di dekat Ka'bah untuk dijadikan sebagai pelajaran bagi orang lain. Ketika masa berlalu cukup lama, keduanya disembah, kemudian letaknya dipindahkan ke Safa dan Marwah, lalu keduanya dipancangkan di tempat tersebut. Setiap orang yang melakukan tawaf (sa'i) di antara Safa dan Marwah selalu mengusap keduanya. Karena itu, Abu Talib pernah mengatakan dalam salah satu kasidahnya yang terkenal:

Di tempat orang-orang yang ziarah menambatkan unta-unta kendaraan mereka, mereka benar-benar bagaikan air bah turun dari Isaf dan Na-ilah.

Tafsir Ibnu Kasir

63

Di dalam kitab Sahih Muslim disebutkan melalui hadis Jabir yang cukup panjang, bahwa ketika Rasulullah Saw. selesai dari tawafnya di Baitullah, maka beliau kembali ke rukun, lalu mengusapnya, kemudian keluar dari pintu Safa seraya membacakan firman-Nya:

Sesungguhnya Safa dan Marwah adalah Allah. (Al-Baqarah: 158) Kemudian beliau Saw. bersabda:

sebagian

dari

syiar

>v

>

Aku memulai dengan apa yang dimulai oleh Allah (yakni dari Safa ke Marwah). Di dalam riwayat Imam Nasai disebutkan:

Mulailah oleh kalian dengan apa yang dimulai oleh Allah! Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Syuraih, telah menceritakan kepada kami Abdullah Mu-ammal, dari Ata ibnu Abu Rabah, dari Safiyyah bind Syaibah, dari Habibah bind Abu Tajrah yang menceritakan:

Aku melihat Rasulullah Saw. sa'i antara Safa dan Marwah, sedangkan orang-orang berada di bagian depannya dan beliau di

64

J u z 2 — Al-Baqarah

belakang mereka seraya bersa'i, hingga aku melihat kedua lututnya, karena sa'inya yang kencang hingga kain sarungnya berputar seraya mengatakan, "Bersa'ilah kalian, karena sesungguhnya Allah telah memfardukan sa'i atas kalian." Kemudian Imam Ahmad meriwayatkan pula dari Abdur Razzaq yang mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ma'mar, dari Wasil maula Abu Uyaynah, dari Musa ibnu Ubaidah, dari Safiyyah bind Syaibah, bahwa ada seorang wanita menceritakan kepadanya; dia pernah mendengar Nabi Saw. di antara Safa dan Marwah menyerukan:

Telah difardukan atas kalian sa'i. Karena itu, bersa'ilah

kalian!

Hadis ini dijadikan dalil oleh orang yang mengatakan bahwa sa'i antara Safa dan Marwah merupakan salah satu dari aikun ibadah haji, seperti yang dikatakan oleh mazhab Syafii dan para pengikutnya, dan menurut salah satu riwayat dari Imam Ahmad yang merupakan pendapat yang terkenal dari Imam Malik. Menurut suatu pendapat, sa'i bukan rukun haji, tetapi hukumnya wajib. Karena itu, barang siapa yang meninggalkannya —baik dengan sengaja atau lupa— ia dapat menggantinya dengan menyembelih kurban. Pendapat ini merupakan salah satu riwayat dari Imam Ahmad dan dijadikan pegangan oleh segolongan ulama. Menurut pendapat yang lain, sa'i hukumnya sunat. Hal ini dikatakan oleh Imam Abu Hanifah, As'-Sauri, Asy-Sya'bi, dan Ibnu Sirin yang bersumberkan dari riwayat Anas, Ibnu Umar, dan Ibnu Abbas; juga diriwayatkan oleh Imam Malik di dalam kitab Al-Utabiyyah. Menurut Imam Qurtubi, alasan mereka mengatakannya sunat berdasarkan firman-Nya:
f.y 1« .

s s*/*

J\ C.

yy

Dan barang siapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati. (Al-Baqarah: 158)

Tafsir Ibnu Kasir

65

Akan tetapi, pendapat yang pertama lebih kuat karena Rasulullah Saw. melakukan sa'i antara keduanya seraya mengucapkan:

Hendaklah kalian mengambil dariku manasik-manasik

kalian.

Semua yang dilakukan oleh Nabi Saw. dalam hajinya itu hukumnya wajib dan harus dikerjakan dalam ibadah haji, kecuali hal-hal yang dikecualikan berdasarkan dalil. Dalam keterangan terdahulu telah disebutkan sabda Nabi Saw. yang mengatakan:

• "'s^-Y"^"
Bersa'ilah kalian! Karena sesungguhnya kan sa'i atas kalian.

"'{'S

t * f' i

"t

Allah telah

memfardu-

Allah Swt. telah menjelaskan bahwa sa'i antara Safa dan Marwah termasuk salah satu syiar Allah, yakni salah satu syiar yang disyariatkan oleh Allah Swt. kepada Nabi Ibrahim a.s. dalam manasik haji. Telah dijelaskan pula dalam hadis Ibnu Abbas bahwa asal mula hal tersebut diambil dari tawaf Siti Hajar, ia pulang pergi antara Safa dan Marwah dalam rangka mencari air untuk putranya ketika persediaan air dan bekal mereka habis setelah mereka ditinggalkan oleh Nabi Ibrahim a.s. di tempat tersebut. Sedangkan di tempat itu tidak ada seorang manusia pun selain mereka berdua. Kedka Siti Hajar merasa khawatir terhadap kelangsungan hidup putranya di tempat itu karena perbekalannya telah habis, maka Sid Hajar meminta pertolongan kepada Allah Swt. Ia mondar-mandir antara Safa dan Marwah seraya merendahkan diri, penuh dengan rasa takut kepada Allah dan sangat mengharapkan pcrtolongan-Nya, hingga Allah membebaskannya dari kesusahannya itu, dan mengusir rasa keterasingannya, melenyapkan kesengsaraannya, serta menganugerahkan kepadanya zamzam yang airnya merupakan makanan yang mengenyangkan dan obat penawar bagi segala penyakit.

66

J u z 2 — Al-Baqarah

Karena itu, orang yang melakukan sa'i di antara Safa dan Marwah hendaknya melakukannya dengan hati yang penuh harap kepada Allah, rendah diri dan memohon petunjuk serta perbaikan keadaannya, dan mengharapkan ampunan-Nya. Hendaknya dia berlindung kepada Allah Swt. agar dibebaskan dari semua kekurangan dan aib yang ada pada dirinya, dan memohon hidayah-Nya akan jalan yang lurus. Hendaknya dia memohon kepada Allah agar hatinya ditetapkan pada hidayah itu (Islam) hingga akhir hayatnya. Hendaknya ia memohon kepada Allah agar Dia mengalihkan keadaan dirinya yang penuh dengan dosa dan kedurhakaan kepada keadaan yang sempurna, ampunan, keteguhan had dalam menempuh jalan yang lurus, seperti apa yang dialami oleh Siti Hajar a.s. Firman Allah Swt.:

Dan barang siapa yang mengerjakan kerelaan hati. (Al-Baqarah: 158)

suatu kebajikan

dengan

Menurut suatu pendapat, makna yang dimaksud ialah melakukan sa'i lebih dari yang telah diwajibkan, misalnya delapan kali putaran atau sembilan kali putaran. Menurut pendapat lain, makna yang dimaksud ialah melakukan sa'i di antara Safa dan Marwah dalam haji tatawwu' (sunat) dan 'umrah tatawwu'. Menurut pendapat yang lainnya lagi, makna yang dimaksud ialah melakukan tambahan kebaikan dalam semua jenis ibadah. Semuanya diriwayatkan oleh Ar-Razi, dan pendapat yang ketiga dikaitkan dengan Al-Hasan Al-Basri. Firman Allah Swt.:

Maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui. (Al-Baqarah: 158)

Tafsir Ibnu Kasir

67

Yakni Allah memberi pahala kepada amal yang sedikit dan amal yang banyak tanpa pandang bulu, lagi Maha Mengetahui kadar pahala yang diberikan-Nya; maka tiada seorang pun dirugikan dalam menerima pahala dari-Nya. Seperti yang disebutkan di dalam firman lainnya, yaitu:

Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang, walaupun sebesar zarrah; dan jika ada kebajikan sebesar zarrah, niscaya Allah akan melipatgandakannya dan memberikan dari sisi-Nya pahala yang besar. (An-Nisa: 40)

Al-Baqarah, ayat 159-162

Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al-Kitab, mereka itu dilaknati Allah dan dilaknati (pula) oleh semua (makhluk) yang dapat melaknati, kecuali mereka

68

J u z 2 — Al-Baqarah

yang telah tobat dan mengadakan perbaikan dan menerangkan (kebenaran); maka terhadap mereka itulah Aku menerima tobatnya dan Akulah Yang Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang. Sesungguhnya orang-orang kafir dan mereka mati dalam keadaan kafir, mereka itu mendapat laknat Allah, para malaikat, dan manusia seluruhnya. Mereka kekal di dalam laknat itu; tidak akan diringankan siksa dari mereka dan tidak (pula) mereka diberi tangguh. Ancaman yang keras buat orang yang menyembunyikan apa yang telah disampaikan oleh rasul-rasul berupa keterangan-keterangan yang jelas yang bertujuan benar serta petunjuk yang bermanfaat bagi had manusia, sesudah dijelaskan oleh Allah Swt. kepada hamba-hambaNya melalui kitab-kitab yang diturunkan kepada rasul-rasul-Nya. Abui Aliyah mengatakan bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan orang-orang Ahli Kitab. Mereka menyembunyikan sifat Nabi Muhammad Saw. Kemudian Allah Swt. memberitahukan bahwa segala sesuatu melaknat perbuatan mereka itu; sebagaimana halnya orang yang alim, segala sesuatu memohonkan ampun baginya, hingga ikanikan yang ada di air dan burung-burung yang ada di udara. Sikap mereka (Ahli Kitab) bertentangan dengan sikap ulama. Karena itu, mereka dilaknat oleh Allah, dan segala sesuatu ikut melaknat mereka. Telah disebutkan di dalam hadis musnad melalui berbagai jalur yang satu sama lainnya saling memperkuat predikat hadis, dari Abu Hurairah dan lain-lainnya yang menceritakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda:

Barang siapa yang ditanya mengenai suatu ilmu, lalu ia menyembunyikannya, niscaya dia akan disumbat kelak di hari kiamat dengan tali kendali dari api neraka. Di dalam kitab sahih dari Abu Hurairah disebutkan bahwa ia pernah mengatakan, "Seandainya ddak ada suatu ayat dalam Kitabullah, niscaya aku ddak akan menceritakan apa pun kepada orang lain." Yang dimaksud ialah firman-Nya:

Tafsir Ibnu Kasir

69

Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk. (Al-Baqarah: 159), hingga akhir ayat. Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Al-Hasan ibnu Arafah, telah menceritakan kepada kami Ammar ibnu Muhammad, dari Lais ibnu Abu Sulaim, dari Al-Minhal ibnu Amr, dari Zazan Abu Umar, dari Al-Barra ibnu Azib yang menceritakan:

Bahwa kami pernah bersama Nabi Saw. menghadiri suatu jenazah, maka beliau Saw. bersabda, "Sesungguhnya orang kafir akan dipukul sekali pukul di antara kedua matanya; semua makhluk hidup mendengar (jcritm)nya selain manusia dan jin, maka semua hewan yang mendengar suaranya melaknatnya. Yang demikian itu adalah firman Allah Swt., 'Mereka itu dilaknati Allah dan dilaknati (pula) oleh semua (makhluk) yang dapat melaknati!' (Al-Baqarah: 159), yakni semua hewan bumi." Ibnu Majah meriwayatkan pula hadis ini dari Muhammad ibnus Sabah, dari Amir ibnu Muhammad dengan lafaz yang sama. Ata ibnu Abu Rabah mengatakan bahwa semua hewan, jin, dan manusia turut melaknadnya. Mujahid mengatakan bahwa apabila bumi kekeringan (paceklik), maka semua hewan mengatakan, "Ini akibat orang-orang yang durha-

70

Juz 2 — Al-Baqarah

ka dari Bani Adam, semoga Allah melaknat orang-orang durhaka dari Bani Adam." Abui Aliyah, Ar-Rabi' ibnu Anas, dan Qatadah mengatakan sehubungan dengan takwil firman-Nya:

Dan dilaknati (pula) oleh semua (makhluk) yang dapat melaknat!. (Al-Baqarah: 159) Yakni mereka dilaknati oleh para malaikat dan orang-orang mukmin. Telah disebutkan di dalam sebuah hadis bahwa orang yang alim itu dimintakan ampunan baginya oleh segala sesuatu sehingga ikan-ikan yang ada di laut memintakan ampunan buatnya. Di dalam ayat ini (Al-Baqarah ayat 159) disebutkan bahwa orang yang menyembunyikan ilmu akan dilaknat oleh Allah, para malaikat, seluruh manusia, dan semua makhluk yang dapat melaknati. Mereka adalah semua makhluk yang dapat berbicara dan yang tidak dapat bicara, baik dengan lisan ataupun dengan perbuatan, jika makhluk itu termasuk yang berakal pada hari kiamat. Kemudian Allah Swt. mengecualikan dari mereka orang-orang yang bertobat kepada-Nya. Untuk itu Allah Swt. berfirman:

Kecuali mereka yang telah tobat dan mengadakan perbaikan menerangkan (kebenaran). (Al-Baqarah: 160)

dan

Yaitu mereka kembali sadar dari apa yang sebelumnya mereka lakukan dan mau memperbaiki amal perbuatannya serta menjelaskan kepada orang-orang semua apa yang sebelumnya mereka sembunyikan.

Maka terhadap mereka itulah Aku menerima tobatnya dan Akulah Yang Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang. (Al-Baqarah: 160)

Tafsir Ibnu Kasir

71

Di dalam ayat ini terkandung pengertian bahwa orang yang menyeru kepada kekufuran atau bid'ah, apabila ia bertobat kepada Allah, niscaya Allah menerima tobatnya. Sesungguhnya telah disebutkan bahwa umat-umat terdahulu yang melakukan perbuatan seperti itu, tobat mereka ddak diterima, karena sesungguhnya hal ini merupakan kekhususan bagi syariat Nabi pembawa tobat, yaitu Nabi pembawa rahmat; semoga salawat dan salam Allah terlimpahkan kepadanya. Kemudian Allah Swt. menceritakan keadaan orang yang kafir dan tetap pada kekafirannya hingga ia mad, melalui firman-Nya:

Mereka itu mendapat laknat Allah, para malaikat, dan manusia seluruhnya. Mereka kekal di dalam laknat itu. (Al-Baqarah: 161162) Maksudnya, laknat terus mengikud mereka sampai hari kiamat, kemudian laknat membarenginya di dalam neraka Jahannam yang ddak diringankan siksa dari mereka di dalamnya. Dengan kata lain, siksaan yang menimpa mereka ddak dikurangi, ddak pula mereka diberi tangguh; yakni tidak ada perubahan barang sesaat pun, tidak pula ada hentihentinya, bahkan siksaan terus-menerus berlangsung terhadap dirinya. Semoga Allah melindungi kita dari siksaan tersebut. Abui Aliyah dan Qatadah mengatakan, sesungguhnya orang kafir itu akan dihentikan di hari kiamat, lalu Allah melaknatnya, kemudian para malaikat melaknatnya pula, setelah itu manusia seluruhnya melaknatnya. Tidak ada perselisihan pendapat di kalangan ulama mengenai masalah boleh melaknat orang-orang kafir. Sesungguhnya dahulu Khalifah Umar ibnul Khattab r.a. serta para imam sesudahnya melaknad orang-orang kafir dalam doa qunut mereka dan doa lainnya. Mengenai orang kafir tertentu, ada segolongan ulama yang berpendapat tidak boleh melaknadnya, dengan alasan bahwa kita belum mengetahui khatimah apakah yang dikehendaki oleh Allah buatnya. Sebagian di antara ulama memperbolehkan demikian dengan berdalilkan firman-Nya:

72

J u z 2 — Al-Baqarah

Sesungguhnya orang-orang kafir dan mereka mati dalam keadaan kafir, mereka itu mendapat laknat Allah, para malaikat, dan manusia seluruhnya. (Al-Baqarah: 161) Segolongan ulama lainnya berpendapat, bahkan boleh melaknati orang kafir yang tertentu. Pendapat ini dipilih oleh Al-Faqih Abu Bakar ibnul Arabi Al-Maliki, tetapi dalil yang dijadikan pegangannya adalah sebuah hadis yang di dalamnya mengandung ke-daif-m. Sedangkan selain Abu Bakar ibnul Arabi berdalilkan sabda Rasulullah Saw. dalam kisah seorang lelaki pemabuk yang dihadapkan kepadanya, lalu beliau menjatuhkan hukuman had terhadapnya. Kemudian ada seorang lelaki (lain) yang mengatakan, "Semoga Allah melaknadnya, alangkah besar dosa yang dilakukannya." Maka Rasulullah Saw. bersabda:

Janganlah engkau melaknatinya, karena sesungguhnya cintai Allah dan Rasul-Nya.

dia men-

Dari hadis ini dapat disimpulkan bahwa orang yang ddak mencintai Allah dan Rasul-Nya boleh dilaknati.

Al-Baqarah, ayat 163

Dan Tuhan kalian adalah Tuhan Yang Maha Esa: tidak ada Tuhan melainkan Dia, Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Tafsir Ibnu Kasir

73

Melalui ayat ini Allah Swt. menceritakan bahwa diri-Nya adalah Tuhan Yang Maha Esa, dan ddak ada sekutu bagi-Nya, dada yang sama dengan-Nya. Dia adalah Allah Yang Maha Esa yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu, yang dada Tuhan yang wajib disembah kecuali hanya Dia, dan bahwa Dia adalah Tuhan Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Tafsir kedua asma ini telah dikemukakan dalam permulaaan tafsir surat Al-Fatihah. Di dalam sebuah hadis dari Syahr ibnu Hausyab, dari Asma binti Yazid ibnus Sakan, dari Rasulullah Saw., disebutkan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda, "Nama Allah Yang Mahaagung terdapat di dalam dua ayat berikut," yakni firman-Nya:

Dan Tuhan kalian adalah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan melainkan Dia, Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. (Al-Baqarah: 163)

AlifLam Mim. Allah, tidak ada Tuhan melainkan Dia, Yang Hidup Kekal lagi senantiasa berdiri sendiri. (Ali Imran: 1-2) Kemudian Allah Swt. menyebutkan sifat-Nya Yang Maha Esa melalui penciptaan langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya semua makhluk yang diciptakan dan diadakan-Nya, yang semuanya menunjukkan akan keesaan-Nya. Untuk itu Allah Swt. berfirman:

Al-Baqarah, ayat 164

keindahannya. (Yasin: 40) . dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi. pergantian malam dan siang hari. bintang-bintangnya yang beredar. lautannya. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya. dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air. Allah Swt. dan bumi ini yang dengan kepadatannya. datang. berfirman. silih bergantinya malam dan siang. lembahlembahnya.74 J u z 2 — Al-Baqarah Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi. serta perputaran falak (kosmik)nya. lalu pergi. keluasannya. seperti yang disebutkan oleh firman-Nya: Tidaklah mungkin matahari mendapatkan bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. yang tetap. hutan belantaranya. sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan. lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (keringnya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan. kemudian digantikan dengan yang lainnya secara silih berganti tanpa ada keterlambatan barang sedikit pun. padang saharanya. bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia. dan keramaiannya serta segala sesuatu yang ada padanya berupa berbagai macam manfaat. gunung-gunungnya. "Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi yang kita lihat sekarang ketinggiannya.

sebagai jalur transportasi untuk mengangkut keperluan-keperluan dari suatu pantai ke pantai yang lainnya secara timbal balik. Firman Allah Swt. lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)nya.: Bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia. (Al-Baqarah: 164) Ayat ini semakna dengan ayat lainnya. yaitu firman-Nya: r " \ - v r t. (Fatir: 13) siang Dengan kata lain. . Firman Allah Swt. seperti yang disebutkan oleh firman-Nya: Dia memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan ke dalam malam. Demikianlah seterusnya secara bergantian.: aj E£8sTj5 # 1 S^ii^Cj dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air. menambahkan yang ini dari yang itu dan menambahkan yang itu dari yang ini.Tafsir Ibnu Kasir 75 Adakalanya yang ini panjang dan yang itu pendek. (Al-Baqarah: 164) Yakni Allah menundukkan laut agar dapat membawa berlayar perahu-perahu dari satu pantai ke pantai yang lain untuk keperluan penghidupan manusia dan dapat dimanfaatkan oleh para penduduk yang berada di kawasan tersebut. dan adakalanya yang ini mengambil sebagian waktu dari yang itu.

(Hud: 6) Firman Allah Swt. "Maupun dari apa yang tidak mereka ketahui "— (Yasln: 33-36). tiada sesuatu pun yang samar bagi-Nya dari hal itu. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuz). kecil. adakalanya angin menggiringnya dan menghimpunkannya. Adapun firman Allah Swt. (Al-Baqarah: 164) dengan berbagai macam bentuk. Dia Maha Mengetahui semuanya itu dan Dia memberinya rezeki. maka darinya mereka makan —sampai dengan Jirman-Nya. dan besarnya. kegunaan.: dan pengisaran angin. warna. dan adakalanya men- . Kami hidupkan bumi itu dan Kami keluarkan darinya biji-bijian.: dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan. Adakalanya angin datang membawa tanda yang menggembirakan. yaitu awan yang mengandung hujan. seperd yang disebutkan oleh firman-Nya: Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya. dan adakalanya datang membawa bencana. dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya.76 Juz 2 — Al-Baqarah Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah bumi yang mati. (Al-Baqarah: 164) Yakni adakalanya datang membawa rahmat.

kemudian adakalanya ia bertiup dari arah barat yang menerpa dari arah bagian belakang Ka'bah. lalu mengusirnya.: C a t i ? £ J i j . Seperti yang disebutkan di dalam ayat lainnya. ditundukkan menuju tempattempat yang dikehendaki oleh Allah dan dipalingkan menurut apa yang dikehendaki-Nya. yaitu firman-Nya: . adakalanya datang dari arah negeri Yaman. (Al-Baqarah: 164) Yakni dalam kesemuanya itu benar-benar terdapat tanda-tanda yang jelas menunjukkan keesaan Allah Swt. hujan. JfJ dan awan yang dikendalikan qarah: 164) antara langit dan bumi. Kemudian adakalanya ia datang dari arah selatan yang dikenal dengan angin syamiyah. yang pembahasannya memerlukan keterangan yang panjang bila dikemukakan di sini. Memang ada sebagian orang yang menulis tentang angin.Tafsir Ibnu Kasir 77 cerai-bcraikannya. Firman Allah Swt. Firman Allah Swt. dan bintang-bintang ke dalam banyak karya tulis.: sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan. (Al-Ba- Yakni bergerak antara langit dan bumi. dan kebesaran kekuasaan-Nya. dan adakalanya bertiup dari arah timur yang menerpa bagian muka Ka'bah.

(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata). . dari kakek." (Ali Imran: 190-191) Al-Hafiz Abu Bakar ibnu Murdawaih mengatakan. dari Asy'as ibnu Ishaq. maka peliharalah kami dari siksa neraka. Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi. dari Ibnu Abbas yang menceritakan hadis berikut: C. . tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. telah menceritakan kepada kami Sa'id Ad-Dusytuki. ^ ^ & ^ f i l j . dari Sa'id ibnu Jubair. telah menceritakan kepadaku ayahku. . Mahasuci Engkau. telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ahmad ibnu Ibrahim. "Ya Tuhan kami. ^ n . dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orangorang yang berakal. dari Ja'far ibnu Abui Mugirah.78 J u z 2 — Al-Baqarah c .

Lalu Nabi Saw. kalian benar-benar akan beriman kepadaku. Ibnu Abu Hatim meriwayatkannya pula dari jalur lain melalui Ja'far ibnu Abui Mugirah dengan lafaz yang sama. menurunkan firman-Nya. " Maka Allah Swt. tidak. hingga akhir ayat.. lalu mereka berkata. berkata. Untuk itu maka kami akan membeli kuda dan senjata dengannya. kemudian Dia menjadikan bagi kalian Bukit Safa emas. Aku akan tetap menyeru mereka dari hari ke hari. " (AI-Baqarah: 164). "Sesungguhnya Tuhanmu sanggup menjadikan Bukit Safa emas buat mereka. bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia. silih bergantinya malam dan siang. dengan syarat jika mereka tidak juga beriman kepadamu. lalu berkata. sesungguhnya kami menginginkan kamu mendoakan kepada Tuhanmu agar Dia menjadikan Bukit Safa ini emas buat kami. lebih baik biarkanlah aku dan kaumku. berdoa kepada Tuhannya. dan datanglah Malaikat Jibril kepadanya. maka Allah mengazab mereka dengan siksaan yang belum pernah Dia timpakan kepada seorang pun di antara makhluk-Nya. "Berjanjilah kalian kepadaku. untuk hal tersebut. dan kami akan beriman kepadamu serta berperang bersamamu." Nabi Saw. "Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi. "Hai Muhammad. bahwa sekiranya aku berdoa kepada Tuhanku. " Nabi Muhammad Saw." Maka mereka mengadakan perjanjian dengan Nabi Saw. "Wahai Tuhanku. menjawab. Ia menambahkan di akhirnya: .Tafsir Ibnu Kasir 79 Orang-orang Quraisy datang kepada Nabi Saw.

. dan Dia adalah Tuhan segala sesuatu serta Yang Menciptakan segala sesuatu. ketika di Madinah. yaitu firman-Nya: Dan Tuhan kalian adalah Tuhan Yang Maha Esa. telah menceritakan kepada kami Abu Huzaifah. dari Ibnu Abu Nujaih. . telah menceritakan kepada kami Syibl. menurunkan firman-Nya: nt-i o. Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. tidak ada Tuhan melainkan Dia. dari Ata yang menceritakan bahwa diturunkan ayat berikut kepada Nabi Saw. (Al-Baqarah: 164) Dengan demikian. (Al-Baqarah: 163) Maka orang-orang kafir Quraisy di Mekah berkata. "Mengapa mereka meminta kepadamu Bukit Safa (agar dijadikan emas). maka mereka mengetahui bahwa Tuhan adalah Yang Maha Esa. telah menceritakan kepada kami ayahku.80 J u z 2 — Al-Baqarah (Malaikat Jibril berkata). Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi. "Bagaimanakah dapat memenuhi manusia semuanya hanya dengan satu Tuhan?" Lalu Allah Swt. bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia —sampai dengan firman-Nya— sungguh (terdapat) tanda-tanda (kebesaran dan keesaan Allah) bagi kaum yang memikirkan. silih bergantinya malam dan siang. padahal mereka melihat tandatanda kekuasaan Allah yang lebih besar daripada Bukit Safa itu?" Ibnu Abu Hatim mengatakan pula.

silih bergantinya malam dan siang —sampai dengan firman-Nya— kaum yang memikirkan. dari Sa'id ibnu Masruq (orang tua Sufyan). ayat 165-167 .) mendatangkan kepada kami suatu tanda (bukti). "Sekiranya demikian. telah menceritakan kepada kami Sufyan. menurunkan firman-Nya: Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi.Tafsir Ibnu Kasir 81 Waki' ibnul Jarrah mengatakan. hingga akhir ayat." Lalu Allah Swt. hendaklah dia (Nabi Saw. dari Abud Duha dengan lafaz yang sama. bahwa ketika firman-Nya berikut diturunkan: Dan Tuhan kalian adalah Tuhan Yang Maha Esa. Maka orang-orang musyrik berkata. (Al-Baqarah: 163). dari ayahnya. dari Abud Duha. (Al-Baqarah: 164) Adam ibnu Iyas meriwayatkan pula dari Abu Ja'far (yakni Ar-Razi). Al-Baqarah.

pasti kami akan berlepas diri dari mereka. dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal). dan sekali-kali mereka tidak akan keluar dari api neraka. dan mereka melihat siksa. dan mereka mencintai tandingan-tandingan itu sebagaimana mereka mencintai Allah. (Yaitu) ketika orang-orang yang diikuti itu berlepas diri dari orang-orang yang mengikutinya.82 J u z 2 — Al-Baqarah Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah. Di dalam hadis Sahihain disebutkan dari Abdullah ibnu Mas'ud yang menceritakan hadis berikut: . "Seandainya kami dapat kembali (ke dunia). Padahal kenyataannya Allah adalah Tuhan yang dada yang wajib disembah selain Dia. Dan berkatalah orang-orang yang mengikuti. sebagaimana mereka berlepas diri dari kami. dan (kedka) segala hubungan antara mereka terputus sama sekali." Demikianlah Allah memperlihatkan kepada mereka amal perbuatannya menjadi sesatan bagi mereka. Tiada lawan. bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya. dan dada sekutu bagiNya. Dan jika seandainya orangorang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat). Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. dada tandingan. Allah menyebutkan keadaan kaum musyrik dalam kehidupan di dunia dan apa yang bakal mereka peroleh di negeri akhirat. disebabkan mereka menjadikan tandingan-tandingan dan saingan-saingan serta sekutu-sekutu yang mereka sembah bersama Allah.

dosa apakah yang paling besar?" Rasulullah Saw. kekuatan-Nya. (Al-Baqarah: 165) . Kemudian Allah Swt. "Wahai Rasulullah. melainkan hanya menyembah-Nya semata dan bertawakal kepada-Nya serta kembali kepada-Nya dalam semua urusan mereka. menjawab. dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya. bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya. (Al-Baqarah: 165) Demikian itu karena mereka cinta kepada Allah.Tafsir Ibnu Kasir 83 Aku bertanya. dan kekuasaan-Nya. hanya Dia sematalah yang berhak menghukumi. dan mereka sama sekali ddak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun." Firman Allah Swt. (Al-Baqarah: 165) Sebagian Mufassirin mengatakan bahwa makna ayat ini ialah. "Seandainya mereka melihat dengan mata kepala mereka sendiri siksaan tersebut. Untuk itu Allah Swt. serta mengesakan-Nya. mengagungkan-Nya. niscaya mereka mengetahui saat itu bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya. mengancam orang-orang yang mempersekutukan diri-Nya. tiada sekutu baginya.: * iJL A T' Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. dan bahwa segala sesuatu itu berada di bawah keperkasaan-Nya. padahal Dialah yang menciptakan kamu. yang berbuat aniaya terhadap diri mereka sendiri. berfirman: Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat). makrifat kepadaNya. "Bila kamu menjadikan tandingan bagi Allah."Dengan kata lain.

"Seandainya mereka mengetahui apa yang bakal mereka alami di akhirat nanti dan mengetahui apa yang bakal menimpa mereka. (Al-Fajr: 25-26) Allah berfirman. niscaya mereka akan bertobat dari kesesatannya." Kemudian Allah Swt. yaitu firman-Nya: Maka pada hari itu tiada seorang pun yang menyiksa seperti siksa-Nya dan tiada seorang pun yang mengikat seperti ikatan-Nya. mereka sekali-kali tidak menyembah kami. (Al-Baqarah: 166) Yakni para malaikat yang mereka jadikan sebagai sesembahan mereka ketika di dunia berlepas diri dari perbuatan mereka. (Al-Qasas: 63) Mereka mengatakan pula seperti yang disebutkan di dalam firmanNya: . dan para malaikat mengatakan seperti yang disebutkan oleh firman-Nya: Kami menyatakan berlepas diri (dari mereka) kepada Engkau. yaitu siksaan yang mengerikan lagi sangat besar karena perbuatan syirik dan keingkaran mereka. berfirman: (Yaitu) ketika orang-orang yang diikuti berlepas diri dari orangorang yang mengikutinya. Untuk itu Allah Swt.84 Juz 2 — Al-Baqarah Seperti yang diungkapkan oleh ayat lain. memberitahukan perihal protes berhalaberhala sesembahan mereka terhadap diri mereka dan orang-orang yang diikuti berlepas diri dari perbuatan yang dilakukan oleh para pengikutnya.

" (Saba': 41) Jin pun berlepas diri dari perbuatan mereka serta memprotes penyembahan orang-orang musyrik terhadap diri mereka. kebanyakan mereka beriman kepada jin itu. (Maryam: 81-82) . dan mereka (sembahan-sembahan) itu akan menjadi musuh bagi mereka. niscaya sembahan-sembahan itu menjadi musuh mereka dan mengingkari pemujaan-pemujaan mereka. agar sembahan-sembahan itu menjadi pelindung mereka. bahkan mereka telah menyembah jin. seperti yang disebutkan di dalam firman-Nya: Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang menyembah sembahan-sembahan selain Allah yang tiada dapat memperkenankan (doa)nya sampai hari kiamat dan mereka lalai dari (memperhatikan) doa mereka? Dan apabila mereka dihimpunkan (pada hari kiamat). sekalikali tidak.Tafsir Ibnu Kasir 85 Malaikat-malaikat itu menjawab. (AlAhqaf: 5-6) Dan mereka telah mengambil sembahan-sembahan selain Allah. "Mahasuci Engkau. Engkaulah pelindung kami. bukan mereka. Kelak mereka (sembahan-sembahan) itu akan mengingkari penyembahan (pengikut-pengikutnya) terhadapnya.

86 J u z 2 — Al-Baqarah Nabi Ibrahim Al-Khalil pernah berkata kepada kaumnya yang disidr oleh firman-Nya: Sesungguhnya berhala-berhala yang kalian sembah selain A adalah untuk menciptakan perasaan kasih sayang di anta lian dalam kehidupan dunia ini. dan sekali-kali tak ada bagi kalian para penolong (Al-'Ankabut 25) Dan Allah Swt. telah berfirman: . kemudian di hari kiamat s an kalian mengingkari sebagian (yang lain) dan sebagian ka melaknati sebagian (yang lain). dan tempat kembali kalian ia neraka.

"(Tidak). tentulah kami menjadi orang-orang yang beriman. dan aku pun telah menjanjikan kepada kalian. sebenarnya tipu daya (kalian) di waktu malam dan siang (yang menghalangi kami). lalu kalian me- . Mereka tidak dibalas melainkan dengan apa yang telah mereka kerjakan. "Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepada kalian janji yang benar." Kedua belah pihak menyatakan penyesalan tatkala mereka melihat azab. sebagian dari mereka menghadapkan perkataan kepada sebagian yang lain. orang-orang yang dianggap lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri. tetapi aku menyalahinya. "Kalau tidaklah karena kalian. (Saba': 31-33) Dan berkatalah setan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan. ketika kalian menyeru kami supaya kami kafir kepada Allah dan menjadikan sekutu-sekutu bagi-Nya.Tafsir Ibnu Kasir 87 Dan (alangkah hebatnya) kalau kamu lihat ketika orang-orang yang zalim itu dihadapkan kepada Tuhannya." Orang-orang yang menyombongkan diri berkata kepada orang-orang yang dianggap lemah. "Kamikah yang telah menghalangi kalian dari petunjuk sesudah petunjuk itu datang kepada kalian? (Tidak). Dan Kami pasang belenggu-belenggu di leher orang-orang yang kafir. sebenarnya kalian sendirilah orang-orang yang berdosa." Dan orang-orang yang dianggap lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadap kalian melainkan (sekadar) aku menyeru kalian.

dan kalian pun sekali-kali tidak dapat menolongku. pasti kami akan berlepas diri dari mereka. janganlah kalian mencerca aku." Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih. Ata meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan maksud firman-Nya: Dan (ketika) segala hubungan antara mereka terputus sama sekali. (Al-Baqarah: 166) Yang dimaksud dengan asbab ialah hubungan intim dan kasih sayang. Hal yang sama dikatakan pula oleh Mujahid di dalam riwayat yang diketengahkan oleh Ibnu Abu Nujaih.: Dan berkatalah orang-orang yang mengikuti. tetapi cercalah diri kalian sendiri." (Al-Baqarah: 167) . sebagaimana mereka berlepas diri dari kami. Firman Allah Swt.: dan mereka melihat siksa dan (ketika) segala hubungan mereka terputus sama sekali.88 J u z 2 — Al-Baqarah matuhi semanku. Aku sekali-kali tidak dapat menolong kalian. (Ibrahim: 22) Adapun firman Allah Swt. (Al-Baqarah: 166) antara Yakni mereka melihat azab Allah dan terputuslah semua jalan untuk selamat. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatan kalian mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu. Oleh sebab itu. "Seandainya kami dapat kembali (ke dunia). serta mereka tidak menjumpai suatu jalan keluar pun yang dapat menghindarkan dan memalingkan mereka dari neraka.

seperti yang diberitakan oleh Allah Swt. Karena itulah dalam firman selanjurnya disebutkan: Demikianlah Allah memperlihatkan kepada mereka amal perbuatannya menjadi sesalan bagi mereka. sebenarnya mereka berdusta dalam pengakuannya itu. lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan. pastilah kami akan berlepas diri dari mereka dan ddak akan menyembah mereka dan kami ddak akan menoleh mereka barang sedikit pun. karena sesungguhnya mereka itu benar-benar berdusta. Akan tetapi. . dan bahkan seandainya mereka dikembalikan lagi ke dunia. yaitu firman-Nya: Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan. melainkan kami akan mengesakan Allah dengan menyembah-Nya semata. (Al-Furqan: 23) Orang-orang yang kafir kepada Tuhannya. (Ibrahim: 18). hingga akhir ayat. tentang kedustaan mereka dalam hal ini. niscaya mereka akan kembali melakukan hal-hal yang dilarang mereka melakukannya. amalan-amalan mereka adalah seperti abu yang ditiup angin dengan keras pada suatu hari yang berangin kencang.Tafsir Ibnu Kasir 89 Yakni seandainya kami dapat kembali lagi ke kehidupan di dunia. (Al-Baqarah: 167) Yakni amalan mereka lenyap dan hilang. Sebagaimana yang diungkapkan Allah dalam ayat yang lain.

hingga akhir ayat. (An-Nur: 39). karena sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi kalian. yaitu yang dihalalkan bagi mereka lagi baik dan tidak membahayakan tubuh serta akal mereka. menyebutkan sebagai pemberi karunia kepada mereka. (AlBaqarah: 167) Al-Baqarah. ayat 168-169 Hai sekalian manusia. dan janganlah kalian mengikuti langkahlangkah setan. makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi. yang disangka air oleh orangorang yang dahaga. bahwa Dia memperbolehkan mereka makan dari semua apa yang ada di bumi.90 J u z 2 — At-Baqarah Dan orang-orang yang kafir amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar. dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kalian ketahui. menjelaskan bahwa Dialah yang memberi rezeki semua makhluk-Nya. Sesungguhnya setan itu hanya menyuruh kalian berbuat jahat dan keji. maka Allah Swt. Setelah Allah Swt. menjelaskan bahwa tidak ada Tuhan selain Dia dan bahwa hanya Dialah yang menciptakan segalanya. Untuk itu Allah Swt. sebagai ka- . Karena itulah maka dalam akhir ayat disebutkan: Dan sekali-kali mereka tidak akan keluar dari api neraka.

pernah bersabda: j^L-iil l ^ p c U e S tClfl^-J. dari Ibnu Abbas yang menceritakan hadis berikut: ." Al-Hafiz Abu Bakar ibnu Murdawaih mengatakan. telah menceritakan kepada kami Ibnu Juraij. lalu setan menyesatkan mereka dari agamanya dan mengharamkan atas mereka apa-apa yang telah Kuhalalkan bagi mereka. dari Rasulullah Saw. maka datanglah setan kepada mereka. dari Ata. seperti mengharamkan bahirah (hewan unta bahirah).Tafsir Ibnu Kasir 91 runia dari Allah Swt. Allah melarang mereka mengikud langkah-langkah setan. bahwa Rasulullah Saw. "Dan sesungguhnya Aku menciptakan hambahamba-Ku dalam keadaan cenderung kepada agama yang hak. "Sesungguhnya semua harta yang telah Kuberikan kepada hamba-hamba-Ku adalah halal bagi mereka. telah menceritakan kepada kami Abu Abdullah Al-Jauzajani (teman karib Ibrahim ibnu Adam). telah menceritakan kepada kami Al-Husain ibnu Abdur Rahman Al-Ihdyati. dan lain sebagainya yang dihiaskan oleh setan terhadap mereka dalam masa Jahiliah. wasilah (hewan unta wasilah). jtlS ." Selanjutnya disebutkan. yakni jalan-jalan dan sepak terjang yang digunakan untuk menyesatkan para pengikutnya. telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Isa ibnu Syaibah Al-Masri. saibah (hewan unta saibah)..^149 Allah berfirman. Sebagaimana yang disebutkan di dalam hadis Iyad ibnu Hammad yang terdapat di dalam kitab Sahih Muslim. telah menceritakan kepada kami Sulaiman ibnu Ahmad.

"Wahai Rasulullah. lalu berkata.." Firman Allah Swt. sudilah kiranya engkau doakan kepada Allah semoga Dia menjadikan diriku orang yang diperkenankan doanya. Maka berdirilah Sa'd ibnu Abu Waqqas.92 J u z 2 — Al-Baqarah Afcw membacakan ayat ini di hadapan Nabi Saw. makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi" (Al-Baqarah: 168). maka neraka adalah lebih layak baginya. sesungguhnya seorang lelaki yang memasukkan sesuap makanan haram ke dalam perutnya benar-benar tidak diperkenankan doa darinya selama empat puluh hari. Demi Tuhan yang jiwa Muhammad ini berada di dalam genggaman kekuasaan-Nya.-i< V'*&[ si) *< irfi . menjawab. Dan barang siapa di antara hamba Allah dagingnya tumbuh dari makanan yang haram dan hasil riba." Maka Rasulullah Saw. Karena sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi kalian. "Hai Sa'd.: K*/A" W*. (Al-Baqarah: 168) Di dalam ayat ini terkandung makna yang menanamkan antipati terhadap setan dan sikap waspada terhadapnya. "Hai sekalian manusia. niscaya doamu diperkenankan. yaitu firman-Nya: ' P^S/U/* t'A'/Kf t f a f * * . Sebagaimana yang diungkapkan oleh ayat lain. makanlah yang halal.

sedangkan mereka adalah musuh kalian? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (Allah) bagi orang-orang yang zalim. maka perbuatan itu langkah (jalan) setan. lalu Masruq memberikan fatwa kepadanya agar dia menyembelih seekor dom- . Maka anggaplah ia musuh (kalian). Ikrimah mengatakan. yang dimaksud dengan langkah-langkah setan ialah bisikan-bisikannya. yang dimaksud dengan langkah-langkah setan ialah bernazar dalam maksiat. "Ada seorang lelaki bernazar akan menyembelih anak laki-lakinya. Mujahid mengatakan bahwa langkah-langkah setan ialah dosadosanya atau kesalahan-kesalahannya. (Al-Kahfi: 50) Qatadah dan As-Saddi mengatakan sehubungan dengan takwil firman-Nya: dan janganlah qarah: 168) kalian mengikuti langkah-langkah setan. Asy-Sya'bi mengatakan. Menurut Abu Mijlaz. karena sesungguhnya setan-setan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.Tafsir Ibnu Kasir 93 Sesungguhnya setan adalah musuh bagi kalian. (Fatir: 6) Patutkah kalian mengambil dia dan turunan-turunannya sebagai pemimpin selain dari-Ku. (Al-Ba- Sedap perbuatan durhaka kepada Allah.

"Lalu mengapa kamu tidak mau makan bersama?" Lelaki itu menjawab. tetapi ternyata ada seorang lelaki dari kaum yang hadir menjauhkan dirinya. "Tidak. lalu ia makan." Maka Ibnu Mas'ud berkata. dan di lain kali ia mengatakan bahwa istriku adalah wanita Nasrani. Firman Allah Swt. "Berikanlah bagian kepada teman kalian itu. "Aku ddak menginginkannya. dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa sumpah atau nazar apa pun yang dilakukan dalam keadaan emosi merupakan salah satu dari langkahlangkah setan. telah menceritakan kepada kami Hassan ibnu Abdullah Al-Masri. telah menceritakan kepada kami ayahku. dan ia mengatakan. Abdu ibnu Humaid mengatakan." Ibnu Mas'ud bertanya. "Aku telah mengharamkan diriku makan bubur susu untuk selama-lamanya. Maka aku datang kepada Abdullah ibnu Umar meminta fatwa kepadanya. dari Abu Rafi' yang menceritakan. dan kifaratnya sama dengan kifarat sumpah. telah menceritakan kepada kami Abu Na'im. Maka Ibnu Mas'ud berkata." Hal yang sama dikatakan pula oleh Zainab bind Ummu Salamah yang saat itu merupakan wanita paling alim dalam masalah fiqih di kota Madinah. Dia mengatakan pula bahwa semua budak miliknya akan dimerdekakan jika aku tidak menceraikan istriku.94 J u z 2 — Al-Baqarah ba sebagai penggantinya dan ia mengatakan bahwa hal seperti itu termasuk langkah-langkah setan. lalu ibuku berkata bahwa istriku adalah wanita Yahudi. makanlah dan bayarlah kifarat untuk sumpahmu itu!" Asar ini diriwayatkan oleh Ibnu Abu Hatim." Abud Duha meriwayatkan sebuah asar dari Masruq. Aku datang kepada Asim dan Ibnu Umar.: . dari Ikrimah. dari Abdul Karim." Ibnu Mas'ud bertanya. "Ini adalah termasuk langkah-langkah setan. dari Syarik. "Pada suatu hari ibuku marah-marah kepada istriku. bahwa disuguhkan kepada Abdullah ibnu Mas'ud bubur susu dan garam. dari Sulaiman At-Taimi. "Apakah kamu sedang puasa?" Lelaki itu menjawab. keduanya mengatakan hal yang semisal. Dan Ibnu Abu Hatim mengatakan pula. 'Ini merupakan salah satu dari langkah-langkah setan'." Lelaki itu menjawab.

Allah Swt. Mereka tuli.Tafsir Ibnu Kasir 95 Sesungguhnya setan itu hanya menyuruh kalian berbuat jahat dan keji. bisu. dan yang paling parah di antaranya ialah mengatakan terhadap Allah hal-hal yang tanpa didasari pengetahuan." mereka menjawab. ayat 170-171 Dan apabila dikatakan kepada mereka. tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami. 'Ikutilah apa yang diturunkan oleh Allah kepada . "(Tidak). maka (oleh sebab itu) mereka tidak mengerti. dan tidak mendapat petunjuk?" Dan perumpamaan (orang yang menyeru) orang-orang kafir adalah seperti penggembala yang memanggil binatang yang tidak mendengar selain panggilan dan seman saja. dan buta. "Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah. dan termasuk ke dalam golongan terakhir ini setiap orang kafir. "Apabila dikatakan kepada orang-orang kafir yang musyrik itu. (Al-Baqarah: 169) Yakni sesungguhnya setan musuh kalian hanya memerintahkan kalian kepada perbuatan-perbuatan yang jahat dan perbuatan-perbuatan yang berdosa besar. Al-Baqarah." "Apakah (mereka akan mengikuti juga) walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apa pun. juga sedap pembuat bid'ah. dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kalian ketahui. seperti zina dan lain-lainnya. berfirman.

bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan segolongan orang-orang Yahudi yang diajak oleh Rasulullah Saw. Maka Allah membantah mereka melalui firman-Nya: Apakah (mereka mengikuti juga) walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apa pun. " yakni menyembah berhala dan tandingan-tandingan Allah. Yakni menyeru mereka yang tenggelam di dalam kesesatan. Lalu Allah Swt. dan tidak mendapat petunjuk? (Al-Baqarah: 170) Artinya.: kehidupan akhirat Dan perumpamaan (orang yang menyeru) orang-orang (Al-Baqarah: 171). dari Ikrimah atau Sa'id ibnu Jubair. dari Ibnu Abbas. untuk memeluk Islam. lalu mereka menjawab bahwa mereka hanya mau pengikuti apa yang mereka dapati nenek moyang mereka melakukannya. kezaliman. (An-Nahl: 60) Adapun firman Allah Swt. Allah membuat suatu perumpamaan perihal mereka. seperti yang disebutkan di dalam firman-Nya: Orang-orang yang tidak beriman kepada mempunyai sifat yang buruk. sekalipun nenek moyang mereka tidak mengerti apa pun dan tidak pula mendapat hidayah? Ibnu Ishaq meriwayatkan dari Muhammad ibnu Abu Muhammad. hingga akhir ayat. menurunkan ayat ini. kafir.96 J u z 2 — Al-Baqarah Rasul-Nya dan tinggalkanlah kesesatan dan kebodohan yang kalian lakukan itu!' Mereka menjawab pertanyaan tersebut. 'Tidak. apakah mereka tetap akan mengikuti jejak nenek moyangnya. tetapi kami hanya mengikuti apa yang kami dapati dari nenek moyang kam i ' . dan kebodohannya sama dengan menyeru hewan gembalaan yang .

dan buta tidak dapat melihat jalan yang hak. Perihal mereka sama dengan apa yang disebutkan oleh ayat lain. Menurut suatu pendapat.: Mereka tuli. bisu. Firman Allah Swt. tidak melihat. dan Ar-Rabi' ibnu Anas. (Al-Baqarah: 171) Yakni tuli tidak dapat mendengar perkara yang baik. Maka (oleh sebab itu) mereka tidak mengerti. Ata. Mujahid. yaitu firman-Nya: . hal ini merupakan suatu perumpamaan yang dibuatkan terhadap mereka sehubungan seruan mereka kepada berhala-berhala sesembahan mereka yang tidak mendengar. Demikianlah menurut apa yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas.Tafsir Ibnu Kasir 97 tidak memahami apa yang diserukan kepada mereka. Pendapat ini dipilih oleh Ibnu Jarir. Qatadah. Bahkan apabila diserukan kepada mereka suatu seruan oleh penggembalanya untuk membimbingnya. tidak memahami dan tidak melihatnya. Al-Khurrasani. Al-Hasan. tanpa memahami maksudnya. Abui Aliyah. (Al-Baqarah: 171) Yakni mereka sama sekali tidak dapat memahami apa pun dan tidak dapat mengerti. dan buta. Tetapi pendapat pertama adalah pendapat yang lebih utama. dan tidak memahami apa pun. bisu tidak mau mengutarakannya. maka mereka ddak memahami apa yang dikatakannya selain hanya suaranya saja yang didengar. Ikrimah. mengingat berhala-berhala itu memang tidak mendengar apa pun. tidak bergerak dan tidak hidup.

ayat 172-173 Hai orang-orang yang beriman. dan binatang yang (kedka disembelih) disebut (nama) selain Allah. niscaya disesatkan-Nya. Allah Swt. atas hal tersebut. jika benar-benar kepada-Nya saja kalian menyembah. berfirman memerintahkan kepada hamba-hamba-Nya yang mukmin untuk memakan dari rezeki yang baik yang telah diberikanNya kepada mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. dan hendaknya mereka bersyukur kepada Allah Swt. daging babi. sedangkan ia tidak (dalam keadaan) memberontak dan tidak (pula) melampaui batas. maka tidak ada dosa baginya. bisu. Barang siapa yang dikehendaki Allah (kesesatannya).98 Juz 2 — Al-Baqarah Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami adalah tuli. Dan barang siapa yang dikehendaki Allah (untuk diberi-Nya petunjuk). makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepada kalian dan bersyukurlah kepada Allah. dan berada dalam gelap gulita. Tetapi barang siapa dalam keadaan terpaksa (memakannya). darah. niscaya Dia menjadikannya berada di atas jalan yang lurus. Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagi kalian bangkai. . jika mereka benar-benar mengaku sebagai hamba-hamba-Nya. (AlAn'am: 39) Al-Baqarah.

"Hai rasul-rasul. dari Addi ibnu Sabit. pernah bersabda: Hai manusia. Dan Allah berfirman. makanlah dari makanan yang baik-baik. yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. dari Abu Hazim. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan" (Al-Mu-minun: 51).Tafsir Ibnu Kasir 99 Makan dari rezeki yang halal merupakan penyebab bagi terkabulnya doa dan ibadah. "Hai orang-orang yang beriman. sesungguhnya Allah itu Mahabaik. lalu ia menengadahkan kedua la- . Dan sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada orang-orang mukmin sama dengan apa yang diperintahkan-Nya kepada para rasul. Dia tidak menerima kecuali yang baik-baik. telah menceritakan kepada kami AlFudail ibnu Marzuq. Kemudian Nabi Saw. makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepada kalian" (Al-Baqarah: 172). menyebutkan perihal seorang lelaki yang lama dalam perjalanannya dengan rambut yang awut-awutan penuh debu. maka Allah berfirman. dan kerjakanlah amal yang saleh. Seperti yang disebutkan di dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad.a. dari Abu Hurairah r. sedangkan makan dari rezeki yang haram dapat menghambat terkabulnya doa dan ibadah. telah menceritakan kepada kami Abun Nadr.

Imam Syafii. yaitu sabda Rasul Saw. "Wahai Tuhanku. berikutnya Allah menyebutkan bahwa Dia ddak mengharamkan kepada mereka dari hal tersebut kecuali bangkai. dan Imam Turmuzi melalui hadis Fudail ibnu Marzuq. (Al-Maidah: 96) Hal ini akan diterangkan nanti pada tempatnya. minumnya dari yang haram. jatuh dari ketinggian atau tertanduk hewan lain. mengenai laut: Laut itu airnya menyucikan lagi bangkainya halal. dan kitab-kitab Sunan. kitab Muwatta'. Akan tetapi. kitab Musnad. karena berdasarkan firman-Nya: Dihalalkan bagi kalian binatang buruan laut dan makanan (yang berasal) dari laut. wahai Tuhanku. baik karena tercekik atau tertusuk. dan disuapi dari yang haram. jumhur ulama mengecualikan masalah ini ialah bangkai ikan.100 J u z 2 — Al-Baqarah ngannya ke langit seraya berdoa. Yang dimaksud dengan bangkai ialah hewan yang menemui ajalnya tanpa melalui proses penyembelihan. pakaiannya dari yang haram. atau dimangsa oleh binatang buas. Juga berdasarkan hadis ikan anbar dalam kitab Sahih. Imam Ahmad. Setelah Allah menganugerahkan kepada mereka rezeki-Nya dan memberi mereka petunjuk agar makan dari rezeki yang halal. mana mungkin doanya dikabulkan dengan cara demikian? Hadis ini diriwayatkan pula oleh Imam Muslim di dalam kitab sahihnya. insya Allah." Sedangkan makanannya dari yang haram. Imam Ibnu Majah serta Imam Daruqutni telah meriwayatkan melalui hadis Ibnu Umar secara marfu' yang mengatakan: .

dan bulu. dan haram ialah apa-apa yang diharamkan oleh Allah di dalam Kitab-Nya. hanya saja menjadi najis karena faktor mujawairah. Mereka mengemukakan dalil untuk alasan mereka. Karena itu.Tafsir Ibnu Kasir 101 darah. najis yang sedikit dimaafkan bila bercampur dengan cairan (suci) yang banyak. adakalanya karena faktor prioritas atau ka- . serta hati dan limpa. Diharamkan pula atas mereka daging babi. tetapi menurut pendapat yang terkenal di kalangan mereka. Pembahasan secara detail mengenai masalah diterangkan di dalam tafsir surat Al-Maidah. sedangkan apa yang tidak diterangkan padanya termasuk sesuatu yang dimaafkan. Maka beliau Saw. Imam Malik menurut salah satu riwayat mengatakan bahwa air susu dan telur tersebut suci." Ibnu Majah meriwayatkan melalui hadis Saif ibnu Harun. keju. masih diperselisihkan. Dihalalkan bagi kami dua jenis bangkai dan dua jenis yaitu ikan dan belalang. dari Sulaiman At-Taimi. sedangkan campurannya yang terdiri atas air susu banyak. baik yang disembelih ataupun mati dengan sendirinya.a. dari Abu Usman An-Nahdi. dari Salman r. hukumnya najis. Demikian pula halnya keju yang terbuat dari air susu bangkai. bahwa para sahabat pernah memakan keju orang-orang Majusi. pernah ditanya mengenai samin. Termasuk ke dalam pengertian daging babi ialah lemaknya. bersabda: Halal ialah apa-apa yang dihalalkan oleh Allah di dalam kitabNya. "Bahan keju tersebut sedikit. ini nanti akan Air susu bangkai dan telur bangkai yang masih bersatu dengannya hukumnya najis —menurut Imam Syafii dan lain-lainnya— karena masih merupakan bagian dari bangkai tersebut. Imam Qurtubi di dalam kitab tafsirnya sehubungan dengan masalah ini mengatakan. yang menceritakan bahwa Rasulullah Saw.

Maka Siti Aisyah r. Untuk itu Allah Swt. maka tidak ada dosa baginya. Imam Qurtubi mengetengahkan pula sebuah as'ar dari Sid Aisyah r. yang Ibnu Atiyyah pernah menukil dari Al-Hasan Al-Basri. yaitu hewan yang kedka disembelih disebut nama selain Allah. Maka Al-Hasan Al-Basri mengatakan bahwa daging unta tersebut ddak boleh dimakan karena disembelih untuk berhala. menjawab. dan kalian hanya boleh makan buah-buahannya. Imam Qurtubi menyebutkan suatu riwayat dari Ibnu Atiyyah. lalu mereka menghadiahkan sebagiannya kepada kaum muslim. memperbolehkan makan semua yang disebutkan tadi dalam keadaan darurat dan sangat diperlukan bila makanan yang lainnya tidak didapati.a. (Al-Baqarah: 173) Yakni bukan dalam keadaan maksiat. bahwa ia pernah ditanya mengenai seorang wanita yang mengadakan pesta perkawinan buat bonekanya. misalnya menyebut nama berhala-berhala.102 J u z 2 — Al-Baqarah rena pengertian daging mencakup lemaknya juga. atau melalui jalur kias (analogi) menurut suatu pendapat. berfirman: Tetapi barang siapa dalam keadaan terpaksa (memakannya).. Diharamkan pula hewan yang disembelih bukan karena Allah. tidak ada dosa baginya makan apa yang telah disebutkan. bahwa Siti Aisyah pernah ditanya mengenai hewan yang disembelih oleh orang-orang 'ajam (selain bangsa Arab) untuk hari perayaan mereka. tandingan-tandingan. lalu wanita itu menyembelih seekor unta untuk pesta tersebut. . bukan pula dalam keadaan melampaui batas. yang biasa disebutkan oleh orangorang Jahiliah bila mereka menyembelih hewannya. "Hewan yang disembelih untuk merayakan hari tersebut tidak boleh kalian makan. dan azlam serta lain sebagainya yang serupa." Selanjurnya Allah Swt. sedangkan ia tidak maksiat dan tidak (pula) melampaui batas.a.

Dari Ibnu Abbas. Tetapi barang siapa yang bepergian karena memberontak atau melampaui batas atau berbuat maksiat kepada Allah. yakni bukan dalam keadaan sebagai pembegal jalan (rampok). ia memakannya tidak melampaui batas garis-garis yang dihalalkan sampai kepada batas yang diharamkan. diperbolehkan baginya memakannya. Apabila ia telah menemukan makanan yang halal. yang dimaksud dengan gaira bagin ialah tidak menghalalkannya. dari Us"man ibnu Ata (yakni Al-Khurrasani). tetapi ia boleh membawanya sampai ia dapat menemukan makanan yang halal." yakni tidak boleh melampaui batas dalam memakannya bila telah menemukan yang halal. yakni melampaui batas. ddak ada rukhsah (dispensasi) baginya. sekalipun ia dalam keadaan darurat. Disebutkan pula dari Ibnu Abbas bahwa gaira bagin yakni tidak menginginkan bangkai tersebut. Qatadah mengatakan bahwa gaira bagin artinya tidak menginginkan bangkai tersebut. Sedangkan As-Saddi menafsirkannya dengan makna al-'udwan. padahal ia mempunyai jalan keluar dari itu'.Tafsir Ibnu Kasir 103 lagi Maha Penyayang. disebutkan bahwa makna wala 'adin ialah tidak boleh sekenyangnya. ia harus membuangnya. wala 'adin artinya dan tidak melampaui batas dalam memakannya. Sa'id di dalam riwayat yang lain dan Muqatil mengatakan. dari ayahnya yang mengatakan bahwa seseorang ddak boleh memanggang sebagian dari bangkai itu untuk membuatnya berselera memakannya. Adam ibnu Abi Iyas mengatakan. Demikianlah yang dimaksud oleh firman-Nya. "Barang siapa yang tidak maksiat dan tidak pula melampaui batas." Hal yang sama dikatakan pula menurut suatu riwayat yang bersumber dari Sa'id ibnu Jubair. "Wala 'adin. atau bepergian untuk tujuan maksiat terhadap Allah. As-Saddi mengatakan bahwa gaira bagin artinya bukan karena memperturutkan selera ingin memakannya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun (Al-Baqarah: 173) Mujahid mengatakan. yakni 'ketika keadaan memaksanya untuk memakan bangkai. tidak boleh pula memasaknya serta tidak boleh memakannya kecuali hanya sedikit. telah menceritakan kepada kami Damrah. . atau memberontak terhadap imam (penguasa).

lalu aku memasuki sebuah kebun dan mengambil setangkai buah kurma. Apabila orang yang dalam keadaan terpaksa (darurat) menemukan suatu bangkai dan makanan milik orang lain. lalu apakah dia harus menggantinya atau tidak? Sebagai jawabannya ada dua pendapat. maka dia memukuliku dan merampas bajuku.104 Juz 2 — Al-Baqarah Al-Qurtubi meriwayatkan dari Mujahid sehubungan dengan makna firman-Nya: Tetapi barang siapa dalam keadaan (Al-Baqaralr. bersabda kepada pemilik kebun: . maka tidak dihalalkan baginya memakan bangkai. Selanjutnya disebutkan. Semua ulama sepakat. aku datang ke Madinah. Yakni dipaksa untuk memakannya tanpa ada kemauan dari dirinya sendiri. 173) terpaksa (memakannya). dari Ja'far ibnu Abu Wahsyiyyah yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar Syurahbil Al-Anazi menceritakan hadis berikut. Aku memakannya. Selanjurnya diketengahkan sebuah hadis dari Sunan Ibnu Majah melalui hadis Syu'bah. Ternyata pemilik kebun itu datang. dari Abu Iyas. dan kuceritakan kepadanya hal tersebut Maka beliau Saw. sekiranya ddak ada hukum potong tangan dalam mengambilnya dan ddak pula hukuman lainnya (ta'zir). "Ketika tahun paceklik menimpa kami. apabila dia memakannya dalam keadaan demikian. Lalu aku datang kepada Rasulullah Saw. yang keduanya merupakan dua riwayat dari Imam Malik. tanpa ada yang memperselisihkannya. dan selebihnya aku masukkan ke dalam kantong bajuku. melainkan ia boleh memakan makanan milik orang lain itu.

Maka beliau Saw. tidak ada dosa baginya. ." Sanad hadis ini sahih. memerintahkan kepadanya agar mengembalikan pakaian lelaki itu. dari kakeknya. kuat lagi jayyid dan mempunyai banyak syawahid lainnya yang memperkuatnya. Termasuk ke dalam bab ini hadis lain yang diriwayatkan melalui hadis Amr ibnu Syu'aib. menjawab: Barang siapa yang mengambil sebagian darinya cukup untuk makannya sendiri.Tafsir Ibnu Kasir 105 'Kamu tidak memberinya makan ketika dia sedang kelaparan dan dalam keadaan tidak bermata pencaharian. (Al-Baqarah: 173) Maha Yakni tidak ada dosa baginya karena memakan makanan itu. dari ayahnya. sebab dia dalam keadaan terpaksa. Sesungguhnya Allah Pengampun lagi Maha Penyayang. pernah ditanya mengenai buah-buahan yang bergantung pada pohonnya. dan Nabi Saw. Telah sampai kepada kami suatu riwayat —hanya Allah Yang Mengetahui— bahwa makanan tersebut ddak boleh lebih dari dga suap. hingga akhir hadis. dan kamu tidak mengajarnya sewaktu dia tidak mengerti (bodoh). bahwa Rasulullah Saw. Muqatil ibnu Hayyan mengatakan sehubungan dengan makna firmanNya: maka tidak ada dosa baginya.' Lalu Nabi Saw. memerintahkan pula agar diberikan kepada si pemilik kebun satu wasaq atau setengah wasaq makanan (sebagai gantinya). sedangkan dia dalam keadaan miskin serta tidak mengambil bekal darinya.

lagi Maha Penyayang karena Dia telah menghalalkan baginya barang yang haram dalam keadaan terpaksa. maka dia masuk neraka. bukan rukhsah (dispensasi).106 J u z 2 — Al-Baqarah Menurut Sa'id ibnu Jubair. makna ayat adalah sebagai berikut: "Allah Maha Pengampun terhadap apa yang telah dimakannya dari barang yang haram. Abui Hasan At-Tabari yang dikenal dengan nama Kayalharasi (sahabat karib Imam Gazali) di dalam kitab Al-Istigal-nya mengatakan. ayat 174-176 Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah diturunkan Allah —yaitu Al-Kitab— dan menjualnya dengan . dari Masruq yang mengatakan. lalu dia ddak mau makan dan minum. masalah ini sama halnya dengan berbuka puasa bagi orang yang sakit dan karena penyebab lainnya yang membolehkannya berbuka puasa. "Menurut pendapat yang sahih di kalangan kami. kemudian berakibat kepada kematiannya." Al-Baqarah. "Barang siapa yang dalam keadaan terpaksa. dari Abud-Duha." Waki' mengatakan bahwa Al-A'masy menceritakan kepada kami." Pendapat ini menunjukkan bahwa memakan bangkai bagi orang yang dalam keadaan terpaksa merupakan azimah (keharusan).

berarti mereka menukar hidayah perkara yang hak. dan agar tidak lenyap pula hadiah-hadiah dan upeti-upeti yang biasa diberikan oleh orang-orang Arab kepada mereka sebagai ungkapan rasa hormat orang-orang Arab kepada kakek moyang mereka. Maka mereka —semoga laknat Allah tetap menimpa mereka— merasa khawadr jika hal tersebut ditampakkan kepada orang-orang. Mereka itulah orang-orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk dan siksa dengan ampunan. membenarkan Rasul dan iman kepada apa yang diturunkan kepadanya dari Allah. (Al-Baqarah: 174) Yakni orang-orang Yahudi yang menyembunyikan sifat-sifat (ciriciri) Nabi Muhammad Saw. yaitu harta duniawi yang sedikit. mereka rela menjual akidah mereka dengan hal tersebut. Dengan demikian.: Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah diturunkan Allah. yang isinya antara lain mempersaksikan kerasulan dan kenabiannya.Tafsir Ibnu Kasir 107 harga yang sedikit. mereka itu sebenarnya tidak memakan (tidak menelan) ke dalam perutnya melainkan api dan Allah tidak akan berbicara kepada mereka pada hari kiamat dan tidak menyucikan mereka dan bagi mereka siksa yang amat pedih. Maka alangkah beraninya mereka menentang api neraka! Yang demikian itu adalah karena Allah telah menurunkan Al-Kitab dengan membawa kebenaran. sehingga orang-orang akan mengikutinya dan meninggalkan mereka. dalam kitab-kitab yang ada di tangan mereka. dengan harta duniawi yang se- . Firman Allah Swt. Lalu mereka dengan sengaja menyembunyikan hal tersebut agar kepemimpinan mereka tidak lenyap. dan sesungguhnya orang-orang yang berselisih tentang (kebenaran) AlKitab itu benar-benar dalam penyimpangan yang jauh (dari kebenaran). yaitu Al-Kitab. Karena itulah mereka menyembunyikan berita tersebut demi mempertahankan apa yang biasa mereka hasilkan dari cara mereka itu.

Pada akhirnya orang-orang yang mereka khawatirkan akan mengikutinya kini benar-benar mengikutinya. Kerugian mereka di dunia ialah karena sesungguhnya Allah menampakkan kepada hamba-hamba-Nya kebenaran Rasul-Nya melalui apa yang ditegakkannya dan Allah membekalinya dengan ayat-ayat yang jelas dan bukd-bukd yang mematahkan hujah mereka. sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perut- . yaitu firmanNya: Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah diturunkan Allah —yaitu Al-Kitab— dan menjualnya dengan harga yang sedikit. yang antara lain ialah ayat yang mulia ini. Maka sesungguhnya apa yang mereka makan dari hasilnya itu hanyalah api belaka. mereka itu sebenarnya tidak memakan (tidak menelan) ke dalam perutnya melainkan api. dan jadilah orang-orang tersebut pembantu Rasul-Nya dalam memerangi mereka. yaitu firman-Nya: Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim. sebagai balasan dari penyembunyian mereka terhadap perkara yang hak. (Al-Baqarah: 174) Yakni menukarnya dengan harta duniawi.108 J u z 2 — Al-Baqarah dikit itu akhirnya kelak mereka akan kecewa dan merugi dalam kehidupan dunia dan akhiratnya. Sama halnya dengan gambaran yang disebutkan oleh ayat lain. Allah mencela perbuatan mereka (Ahli Kitab) bukan hanya pada satu tempat dari AlQur'an-Nya. Akhirnya mereka kembali dengan mendapat kemurkaan di atas kemurkaan. Api itu kelak di hari kiamat berkobar-kobar di dalam perut mereka.

Tafsir Ibnu Kasir 109 menyala-nyala nya dan mereka akan masuk ke dalam api yang (neraka). Untuk itu mereka berhak mendapat murka Allah. murka terhadap mereka. mengingat mereka menyembunyikan perkara hak yang mereka ketahui. pernah bersabda: . dari Abu Hurairah yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda: Sesungguhnya orang yang makan atau minum dengan memakai wadah dari emas dan perak tiada lain hanyalah menegukkan (menelankan) ke dalam perutnya api neraka Jahannam. (Al-Baqarah: 174) Dikatakan demikian karena Allah Swt.: dan Allah tidak akan berbicara kepada mereka pada hari kiamat dan tidak menyucikan mereka dan bagi mereka siksa yang amat pedih. bahkan Allah mengazab mereka dengan siksa yang amat pedih. Allah tidak mau menyebut dan memuji nama mereka. Wala yuzakkihim. (An-Nisa: 10) Di dalam sebuah hadis sahih disebutkan bahwa Rasulullah Saw. Firman Allah Swt. dan Allah tidak mau melihat mereka. dari Abu Hazim. Ibnu Abu Hatim dan Ibnu Murdawaih dalam bab ini meriwayatkan melalui hadis Al-A'masy.

dan bagi mereka siksa yang amat pedih. Firman Allah Swt. yaitu: Orang tua yang berbuat zina. (Al-Baqarah: 175) Yaitu mereka menukar petunjuk dengan kesesatan. raja (penguasa) yang pendusta. serta tidak akan menyucikan mereka.: Maka alangkah beraninya mereka menentang api neraka.. dan menyembunyikan sifat-sifatnya yang ada dalam kitab-kitab mereka. (AlBaqarah: 175) Allah menceritakan bahwa mereka berada di dalam siksa yang keras lagi besar dan mengerikan. dan siksa dengan ampunan. perihal kerasulannya dan berita gembira kedatangannya. Yang dimaksud dengan kesesatan ialah mendustakan Nabi Saw. mereka menukar magfirah Allah dengan siksa-Nya. yakni penyebab-penyebab magfirah mereka tukar dengan penyebab-penyebab siksa. hingga membuat orang yang melihat me- . dan orang miskin yang takabur. perintah mengikutinya dan percaya kepadanya. Kemudian Allah S w t berfirman menceritakan perihal mereka: Mereka itulah orang-orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk. Allah tidak akan berbicara kepada mereka dan tidak akan melihat mereka. mengingkarinya. (Al-Baqarah: 175) Maksudnya. Yang dimaksud dengan petunjuk ialah menyiarkan berita yang terdapat di dalam kitab-kitab mereka menyangkut sifat-sifat Rasulullah Saw. hal ini disebutkan di dalam kitab-kitab nabinabi terdahulu.110 J u z 2 — Al-Baqarah Ada tiga macam orang.

Kitab mereka (Ahli Kitab) memerintahkan kepada mereka untuk menyampaikan ilmu dan menyebarkannya. berfirman: .Tafsir Ibnu Kasir 111 reka merasa takjub dengan keberanian mereka dalam menanggung siksa tersebut. telah menurunkan kepada Rasul-Nya Nabi Muhammad Saw.: Yang demikian itu adalah karena Allah telah menurunkan tab dengan membawa kebenaran. Karena itulah Allah Swt. menentangnya. —juga kepada nabi-nabi sebelumnya— kitab-kitab-Nya yang membuktikan perkara hak dan menyalahkan perkara yang batil. Beliau menyeru mereka (Ahli Kitab) kepada Allah Swt. tetapi mereka mendustakannya. (Al-Baqarah: 175) Disebutkan bahwa makna yang dimaksud ialah alangkah beraninya mereka kekal dalam mengerjakan kemaksiatan. (Al-Baqarah: 176) Al-Ki- Yakni sesungguhnya mereka berhak mendapat siksa yang keras ini. mereka berhak mendapat azab dan balasan yang setimpal. dan menyembunyikan ciri-cirinya. Sedangkan mereka menjadikan ayat-ayat Allah sebagai olok-olokannya.. padahal kemaksiatan itu menjerumuskan mereka ke dalam neraka. padahal kerasnya siksaan yang mereka alami tak terperikan dan semuanya berlindung kepada Allah dari siksa seperti itu. serta melarang mereka melakukan perbuatan yang mungkar. Firman Allah Swt. dada lain karena Allah Swt. tetapi mereka menentangnya dan mendustakannya. yaitu Nabi Muhammad Saw. Perbuatan mereka sama dengan memperolok-olokkan ayat-ayat Allah yang diturunkan kepada rasul-rasulNya. Hal yang sama dialami pula oleh penutup para rasul. mengingkari. Menurut pendapat yang lain sehubungan dengan makna firmanNya: Maka alangkah sabarnya mereka menentang api neraka. Oleh sebab itu. memerintahkan perkara yang makruf.

dan orang-orang yang meminta-minta. kitab-kitab. orangorang miskin.112 J u z 2 — A(-Baqarah Yang demikian itu adalah karena Allah telah menurunkan Al-Kitab dengan membawa kebenaran. malaikat-malaikat. dan sesungguhnya orangorang yang berselisih tentang (kebenaran) Al-Kitab itu benar-benar dalam penyimpangan yang jauh (dari kebenaran). mendirikan salat. anak-anak yatim. dan orang- . musafir (yang memerlukan pertolongan). hari kemudian. ayat 177 Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan. dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya. (Al-Baqarah: 176) Al-Baqarah. dan (memerdekakan) hamba sahaya. tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah kebajikan orang yang beriman kepada Allah. nabi-nabi. dan menunaikan zakat.

hadis ini berpredikat munqatf (terputus mata rantai sanadnya). Akan tetapi. dan orangsabar dalam kesempitan. dari Amir ibnu Syafi. maka buatlah hatimu benci kepadanya.Tafsir Ibnu Kasir 113 menepati janjinya apabila ia berjanji. karena Abu Zar telah meninggal dunia di masa sebelumnya. menjawab: • Apabila kamu hendak mengerjakan suatu kebaikan. dan apabila kamu hendak melakukan suatu keburukan.a. membacakan kepadanya firman Allah Swt. dan dalam Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya).: (_wv s oJ£-^\ 3 Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan. telah menceritakan kepada kami Ubaidillah ibnu Amr. membacakan lagi ayat ini kepadanya. telah menceritakan bahwa ia pernah bertanya kepada Rasulullah Saw. tentang iman. kaidah-kaidah yang luas. Kemudian Abu Zar bertanya lagi. mengingat Mujahid sebenarnya belum pernah bersua dengan sahabat Abu Zar. dan mereka Ayat yang mulia ini mengandung kalimat-kalimat yang agung. telah menceritakan kepada kami Ubaid ibnu Hisyam Al-Halbi. itulah orang-orang yang bertakwa orang yang orang yang peperangan. dari Abdul Karim. dan akidah yang lurus. (Al-Baqarah: 177). "Apakah yang dinamakan iman itu?" Maka Rasulullah Saw.. maka Rasul Saw. maka buatlah hatimu cinta kepadanya. penderitaan. Mujahid melanjutkan kisahnya. Seperti yang disebutkan oleh Ibnu Abu Hatim. bahwa setelah itu Abu Zar kembali bertanya. dari Abu Zar r. dan Rasulullah Saw. dari Mujahid. telah menceritakan kepada kami ayahku. . hingga akhir ayat.

telah menceritakan kepada kami Al-Qasim Abdur Rahman. setelah memerintahkan kepada orang-orang mukmin pada mulanya untuk menghadap ke arah Baitul Maqdis. Maka akhirnya Rasulullah Saw. lalu lelaki itu bertanya. Hadis riwayat Ibnu Murdawaih. ia merasa gembira dan mengharapkan pahalanya. dan apabila dia mengerjakan suatu keburukan (dosa). maka beliau Saw. maka hatinya sedih dan takut akan siksaannya. dan hadis ini berpredikat munqati' pula. bersabda kepadanya dan mengisyaratkan dengan tangannya: Orang mukmin itu apabila melakukan suatu kebaikan. lelaki itu masih kurang puas sebagaimana kamu kurang puas. menurunkan penjelasan hikmah yang terkandung di . Akan tetapi. lalu Allah memalingkan mereka ke arah Ka'bah. membacakan ayat ini kepadanya. Maka Allah Swt. (Al-Baqarah: 177).114 Juz 2 — Al-Baqarah Al-Mas'udi mengatakan.a.. hingga akhir ayat. "Apakah iman itu?" Kemudian Abu Zar membacakan kepadanya ayat berikut: Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan." Maka Abu Zar r. bahwa ada seorang lelaki datang kepada sahabat Abu Zar. menceritakan kepadanya bahwa ada seorang lelaki datang kepada Rasulullah Saw. Kemudian lelaki itu berkata. Pembahasan mengenai tafsir ayat ini ialah: Sesungguhnya Allah Swt. maka hal tersebut terasa berat oleh segolongan orang-orang dari kalangan Ahli Kitab dan sebagian kaum muslim. lalu menanyakan kepadanya seperti pertanyaan yang baru kamu ajukan kepadaku. "Yang kutanyakan kepadamu bukanlah masalah kebajikan.

Hal yang semisal telah diriwayatkan pula dari Ad-Dahhak serta Muqadl. hingga akhir ayat. (Al-Baqarah: 177). yaitu firman-Nya: Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridaan) Allah. Karena itulah maka Allah Swt. dan diturunkan hukum-hukum fardu dan hukum-hukum had. serta menghadap ke arah mana yang dikehendaki-Nya dan mengikud apa yang telah disyariatkanNya. takwa. (Al-Hajj: 37) Al-Aufi meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna ayat ini. maka Allah memerintahkan mereka untuk mengerjakan fardufardu dan mengamalkannya. dalam masalah kurban dan menyembelih hadyu. dan kebajikan serta ketaatan itu tidak ada kaitannya sama sekali dengan kepatuhan menghadap ke arah timur atau barat. bahwa kebajikan itu bukanlah kalian melakukan salat tetapi ddak beramal. berfirman: Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan. jika bukan karena perintah Allah dan syariatnya. tetapi ketakwaan kalianlah yang dapat mencapainya. hijrah dari Mekah ke Madinah. tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah kebajikan orang yang beriman kepada Allah. Hal ini diturunkan kedka Nabi Saw.Tafsir Ibnu Kasir 115 dalam hal tersebut. dan iman yang sempurna. . hari kemudian. Yang indnya berisikan bahwa tujuan utama dari hal tersebut dada lain adalah taat kepada Allah dan mengerjakan perintah-perintah-Nya dengan patuh. Seperti yang disebutkan oleh Allah Swt. Demikianlah makna kebajikan.

hingga akhir ayat. Mujahid mengatakan." Ad-Dahhak mengatakan bahwa kebajikan dan ketakwaan itu ialah bila kalian menunaikan fardu-fardu sesuai dengan ketentuan-ketentuannya. Semua yang disebutkan oleh ayat ini merupakan aneka ragam kebajikan. yaitu kitab AlQur'an yang isinya mencakup semua kitab sebelumnya. Maka Allah Swt. Memang benarlah apa yang dikatakan oleh Imam Sauri ini. yaitu iman kepada Allah dan tidak ada Tuhan yang wajib disembah selain Dia. berakhir . (Al-Baqarah: 177) Apa yang dibahas oleh ayat ini adalah iman dan hakikatnya.116 J u z 2 — Al-Baqarah Abui Aliyah mengatakan bahwa orang-orang Yahudi menghadap ke arah barat. "Kebajikan yang sesungguhnya ialah ketaatan kepada Allah Swt. yaitu pengalamannya. Hal yang semisal telah diriwayatkan dari Al-Hasan serta Ar-Rabi' ibnu Anas. As-Sauri mengatakan sehubungan dengan takwil firman-Nya: tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah kebajikan orang-orang yang beriman kepada Allah. dan orang-orang Nasrani menghadap ke arah timur. karena sesungguhnya orang yang memiliki sifat seperti yang disebutkan oleh ayat ini berarti dia telah memasukkan dirinya kc dalam ikatan Islam secara keseluruhan dan mengamalkan semua kebaikan secara menyeluruh. merupakan isim jinis yang pengertiannya mencakup semua kitab yang diturunkan dari langit kepada para nabi hingga diakhiri dengan yang paling mulia di antara semuanya. yang telah meresap ke dalam had. Wal kitabi. juga beriman kepada para malaikat yang merupakan duta-duta antara Allah dan rasul-rasul-Nya. menurunkan firman-Nya: Bukanlah menghadap wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan. (Al-Baqarah: 177).

maka di-nasakh-\ah semua kitab sebelumnya. Demikianlah menurut pendapat Ibnu Mas'ud. dari Zubair. sedangkan dia mencintainya dan berhasrat kepadanya. di dalamnya terdapat anjuran beriman kepada semua nabi Allah dari permulaan hingga yang paling akhir. sedangkan kamu dalam keadaan sehat lagi pelit bercita-cita ingin kaya dan takut jatuh miskin. yaitu Nabi Muhammad Saw. Imam Hakim meriwayatkan di dalam kitab Mustadrak-nya. dari Ibnu Mas'ud r. yaitu: Sedekah yang paling utama ialah bila kamu mengeluarkannya.: dan memberikan harta yang dicintainya. Firman Allah Swt. pernah bersabda sehubungan dengan makna firman-Nya: y Z 'i* ' "'-s < "'C "Dan memberikan harta yang dicintainya" (Al-Baqarah: 177). seperd yang disebutkan di dalam hadis sahihain dari hadis Abu Hurairah secara marfu'. Sa'id ibnu Jubair. dari Mansur. serta mengandung semua kebahagiaan di dunia dan akhirat.Tafsir Ibnu Kasir 117 padanya semua kebaikan. Dengan diturunkan-Nya Al-Qur'an. yaitu hendaknya kamu memberikannya. yang menceritakan bahwa Rasulullah Saw. dari Murrah. (Al-Baqarah: 177) Yakni mengeluarkannya. melalui hadis Syu'bah dan As-Sauri.a. sedangkan kamu dalam . dan lain-lainnya dari kalangan ulama Salaf dan Khalaf.

sebelum kalian menafkahkan sebagian harta yang kalian cintai. kami tidak menghendaki balasan dari kalian dan tidak pula (ucapan) terima kasih. anak yatim dan orang yang ditawan. sedangkan keduanya ddak mengetengahkannya. dan Sufyan. dari Murrah. dari Ibnu Mas'ud secara mauquf dan lebih sahih.118 keadaan sehat lagi pelit. (Al-Insan: 8-9) Kalian sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna). J u z 2 — Al-Baqarah kecukupan dan takut ja- Kemudian Imam Hakim mengatakan bahwa hadis ini sahih dengan syarat Syaikhain (Bukhari dan Muslim). (Ali Imran: 92) Dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin). Sesungguhnya kami memberi makanan kepada kalian hanyalah untuk mengharapkan keridaan Allah. mengharapkan tuh miskin. dari Zubaid. atas diri mereka sendiri. telah berfirman: Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin. Menurut kami. (Al-Hasyr: 9) Apa yang telah disebutkan oleh ketiga ayat di atas merupakan jenis lain dari cara bersedekah yang lebih tinggi kedudukannya daripada . dari AlA'masy. sekalipun mereka dalam kesusahan. hadis ini diriwayatkan pula oleh Waki'. Allah Swt.

yaitu sedekah dan silaturahmi. yang dimaksud dengan anak-anak yadm ialah mereka yang ddak mempunyai penghasilan. Karena kaum kerabat adalah orang-orang yang lebih utama bagimu untuk mendapatkan kebajikan dan pemberianmu. telah memerintahkan untuk berbuat baik kepada kaum kerabat. telah menceritakan kepada kami Ma'mar. dari sahabat Ali. Yang dimaksud dengan Zawil Qurba dalam ayat ini ialah kaum kerabat lelaki yang bersangkutan. Wal yatama. sedangkan ayah-ayah mereka telah dada. Demikian itu karena mereka lebih mengutamakan diri orang lain daripada diri mereka sendiri. padahal mereka sangat memerlukannya. Seperti yang telah ditetapkan di dalam hadis sahih. mereka dalam keadaan lemah. mereka adalah orang-orang yang lebih utama untuk diberi sedekah. dari Juwaibir. Sehubungan dengan masalah ini Abdur Razzaq mengatakan. dan berusia di bawah usia balig serta belum mampu mencari mata pencaharian. dari An-Nizal ibnu Sabrah. dan sedekah kepada kerabat merupakan dua amal. dari Rasulullah Saw. masih kecil. dari Ad-Dahhak.Tafsir Ibnu Kasir 119 yang disebutkan oleh ayat ini (Al-Baqarah: 177). . yaitu: Sedekah kepada orang-orang miskin adalah suatu sedekah. Allah Swt. yang telah bersabda: Tiada yatim lagi sesudah usia balig. tetapi mereka tetap memberikannya dan memberi makan orang-orang lain dari harta yang mereka sendiri mencintai dan memerlukannya. hal ini diutarakan-Nya bukan hanya pada satu tempat dari kitab-Nya.

Al-Hasan. Untuk itu mereka diberi apa yang dapat memenuhi kebutuhan dan keperluan mereka. mereka adalah orang-orang yang tidak dapat menemukan apa yang mencukupi kebutuhan sandang. dan papan mereka. Ad-Dahhak. tetapi orang miskin yang sesungguhnya ialah orang yang tidak mendapatkan apa yang mencukupinya.. . Az-Zuhri. Abu Ja'far Al-Baqir. pangan. dan pula keadaan dirinya tidak diketahui (sebagai orang miskin) hingga mudah diberi sedekah. Sa'id ibnu Jubair. Qatadah. Di dalam kitab Sahihain disebutkan sebuah hadis dari sahabat Abu Hurairah r. seperti yang dikatakan oleh Ali ibnu Abu Talhah. untuk itu dia harus diberi bekal yang dapat memulangkannya ke tempat tinggalnya. dan sesuap atau dua suap makanan.a. dan Muqatil ibnu Hayyan. Ar-Rabi' ibnu Anas.120 J u z 2 — Al-Baqarah Wal masakin. bahwa Rasulullah Saw. ia boleh diberi bekal yang mencukupinya buat pulang pergi. Termasuk ke dalam pengertian ibnu sabil ialah tamu. pernah bersabda: Orang miskin itu bukanlah orang yang suka berkeliling (meminta-minta) yang pergi setelah diberi sebutir atau dua butir kurma. orang-orang Hal yang sama dikatakan pula oleh Mujahid. Demikian pula halnya orang yang akan mengadakan perjalanan untuk tujuan ketaatan. dari Ibnu Abbas yang mengatakan: Ibnu Sabil ialah tamu yang menginap di kalangan muslim. Yang dimaksud dengan ibnu sabil ialah orang musafir jauh yang kehabisan bekalnya.

dari Abu Hamzah.Tafsir Ibnu Kasir 121 Wassailina. telah menceritakan kepada kami Sufyan. bagian dari surat Al-Bara-ah (surat Taubah). dari Mus'ab ibnu Muhammad. bahwa Rasulullah Saw. "Apakah pada harta benda terdapat kewajiban selain zakat?" Maka beliau membacakan ayat berikut kepadanya. dari Ya'la ibnu Abu Yahya. pernah bersabda: . (Riwayat Imam Abu Daud) Ar-Riqab. telah menceritakan kepadaku Fatimah binti Qais yang mengatakan bahwa ia pernah bertanya kepada Rasulullah Saw. Ibnu Abu Hatim mengatakan. sekalipun dia datang dengan berkendaraan kuda. dari Asy-Sya'bi. keduanya mengatakan. Pembahasan mengenai golongan tersebut nanti akan diterangkan di dalam ayat sedekah (zakat). telah menceritakan kepadaku Syarik. dari AsySya'bi. dari Fatimah bindl Husain. yaitu firman-Nya: dan memberikan harta yang dicintainya.. (Al-Baqarah: 177) Ibnu Murdawaih meriwayatkan pula melalui hadis Adam ibnu Abu Iyas dan Yahya ibnu Abdul Hamid. dari Fatimah bind Qais yang telah menceritakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda: ««f -^^'^I^ily Orang yang meminta-minta mempunyai hak (untuk diberi). keduanya menerima hadis berikut dari Syarik. mereka adalah orang-orang yang merelakan dirinya meminta-minta. dari ayahnya (yakni Husain ibnu Ali). maka mereka diberi dari sebagian harta zakat dan sedekah. Seperti yang disebutkan oleh Imam Ahmad. telah menceritakan kepada kami Yahya ibnu Abdul Hamid. mereka adalah budak-budak mukatab yang ddak menemukan apa yang mereka jadikan untuk melunasi transaksi kitabahnya. telah menceritakan kepada kami ayahku. dari Abu Hamzah. bahwa telah menceritakan kepada kami Waki' dan Abdur Rahman.

"Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan —sampai dengan firman-Nya— dan (memerdekakan) hamba sahaya" (AlBaqarah: 177). Firman Allah Swt. kepada Fir'aun yang disitir oleh firman-Nya: . tetapi dapat pula diinterpretasikan dengan pengertian membersihkan jiwa dan membebaskannya dari akhlak-akhlak yang rendah lagi kotor. "Wa-ataz zakata. dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya. tetapi Abu Hamzah (yakni Maimun Al-A'war.s. Firman Allah Swt. Hadis ini diriwayatkan pula oleh Sayyar dan Ismail ibnu Salim. Hadis diketengahkan oleh Ibnu Majah dan Imam Turmuzi.122 J u z 2 — Al-Baqarah "Di dalam harta benda terdapat kewajiban selain zakat. yakni menyempurnakan rukuk-rukuknya.. salah seorang perawinya) dinilai daif. dan tuma-ninah serta khusyuknya sesuai dengan perintah syariat yang diridai.. (AsySyams: 9-10) Ucapan Musa a." artinya 'dan merampungkan semua pekerjaan salat pada waktunya masing-masing'." Kemudian beliau membacakan jirman-Nya. sujud-sujudnya." artinya 'dan menunaikan zakat'. "Wa-aqamas salata. dari Asy-Sya'bi. seperti pengertian yang terkandung di dalam firman-Nya: Sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu.

dan silaturahmi. Sebagai dalilnya ialah hadis Fatimah binti Qais yang telah disebutkan di atas. berarti hal yang telah disebutkan sebelumnya —yaitu memberikan sebagian harta kepada golongan-golongan yang telah disebutkan— hanyalah dianggap sebagai amal tatawww' (sunat). (Yaitu) orang-orang yang memenuhi janji Allah dan tidak merusak perjanjian. seperti yang dikatakan oleh Sa'id ibnu Jubair dan Muqadl ibnu Hayyan.Tafsir Ibnu Kasir 123 "Adakah keinginan bagimu untuk membersihkan diri (dari kesesatan). kebajikan. Firman Allah Swt. yaitu yang menyatakan bahwa pada harta benda terdapat kewajiban selain zakat. yang mengatakan: Dan kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang mempersekutukan-(Ny&). Dan kamu akan kupimpin ke jalan Tuhanmu agar kamu takut kepada-Nya?" (An-Nazi'at: 18-19) Firman Allah Swt. yaitu: .: apabila ia berjanji. (yaitu) orang-orang yang tidak menunaikan zakat. Seperti yang disebutkan di dalam hadis sahih. Dengan demikian. (Fussilat: 6-7) Dapat pula diartikan zakat harta benda.: dan orang-orang yang menepati janjinya (Al-Baqarah: 177) Ayat ini semakna dengan firman Allah Swt. (Ar-Ra'd: 20) Kebalikan dari sifat ini adalah sifat munafik.

berdusta. dan lain-lainnya. Firman Allah Swt. (Al-Baqarah: 177) penderitaan. sedangkan yang dimaksud dengan darra ialah dalam keadaan sakit dan kesusahan. berdusta. Firman Allah Swt.124 J u z 2 — Al-Baqarah '£&32i%. Sesungguhnya lafaz sabirina di-nasab-k&n karena mengandung pujian terhadap sikap sabar dan sekaligus sebagai anjuran untuk bersikap sabar dalam situasi seperd itu. ingkar. Ad-Dahhak. Al-Hasan. Ibnu Abbas. Sa'id ibnu Jubair. berbuat curang. mengingat situasinya sangat keras lagi sulit. Pertanda munafik itu ada tiga. berkhianat. Demikianlah menurut pendapat Ibnu Mas'ud. dan apabila dipercaya. apabila berjanji.: . apabila berjanji. yaitu: Apabila bicara. Di dalam hadis lainnya disebutkan seperti berikut: Apabila berbicara. Muqatil ibnu Hayyan. dawapabila bersengketa. As-Saddi. Yang dimaksud dengan hinai ba-su ialah kedka peperangan sedang berkecamuk. merusak jinya). dan dalam peperangan. Yang dimaksud dengan ba-sa ialah dalam keadaan miskin dan fakir. Murrah Al-Hamdani. Ar-Rabi' ibnu Anas. Abu Malik.: (jan- dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan. Mujahid. Abui Aliyah. Qatadah.

Maka barang siapa yang mendapat suatu pemaafan dari saudaranya. Mereka itulah orang-orang yang bertakwa. hai orang-orang yang berakal. ayat 178-179 Hai orang-orang yang beriman. Yang demikian itu adalah suatu keringanan dari Tuhan kalian dan suatu rahmat. karena mereka merealisasikan iman had dengan ucapan dan amal perbuatan. hendaklah (yang memaafkan) mengikuti dengan cara yang baik. Barang siapa yang melampaui batas sesudah itu. Al-Baqarah. dan wanita dengan wanita. karena mereka memelihara dirinya dari hal-hal yang diharamkan dan mengerjakan semua amal ketaatan. mereka yang memiliki sifat-sifat ini adalah orang-orang yang benar imannya. supaya kalian bertakwa. (Al-Baqarah: 177) Maksudnya. dan hendaklah (yang diberi maaf) membayar (diat) kepada yang memberi maaf dengan cara yang baik (pula). maka mereka itulah orang-orang yang benar. maka baginya siksa yang sangat pedih. diwajibkan atas kalian qisas berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh. orang merdeka dengan orang merdeka. . hamba dengan hamba. Dan dalam qisas itu ada (jaminan kelangsungan) hidup bagi kalian.Tafsir Ibnu Kasir 125 Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya).

janganlah kalian melampaui batas dan jangan pula kalian berbuat aniaya. yaitu dua ratus wasaq kurma. telah menceritakan kepada kami Abu Zar'ah. orang merdeka dengan orang merdeka. dan wanita dengan wanita. maka tebusannya dua kali lipat. Di masa Jahiliah Bani Nadir berperang melawan Bani Quraizz dan dapat mengalahkan mereka. dan wanita dengan wanita. hai orang-orang mukmin. dari Sa'id ibnu Jubair sehubungan dengan firman-Nya: . Tersebutlah bahwa apabila seorang dari Bani Nadir membunuh seorang dari Bani Quraizz. berfirman: Diwajibkan atas kalian qisas berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh. ddak boleh mengikud jalan orang-orang yang merusak lagi menyimpang dan menentang hukum-hukum Allah di kalangan mereka karena ingkar dan melampaui batas. maka si pembunuh ddak dikenakan hukum balasan. Tetapi apabila seorang Quraizz membunuh seorang Nadir. Maka Allah memerintahkan agar keadilan ditegakkan dalam hukum qisas. sebagaimana orang-orang sebelum kalian berbuat kelewat batas karena mereka mengubah hukum Allah yang berkaitan dengan qisas. telah menceritakan kepada kami Yahya ibnu Abdullah ibnu Bukair. budak dengan budak.126 Juz 2 — Al-Baqarah Allah Swt. (Al-Baqarah: 178) Mengenai asbabun nuzul ayat ini. Untuk itu Allah Swt. ia akan dikenakan hukuman qisas (dibunuh lagi). jika ddak. menurut riwayat Imam Abu Muhammad ibnu Abu Hatim disebutkan. telah menceritakan kepadaku Ata ibnu Dinar. melainkan hanya membayar tebusan berupa seratus wasaq kurma. telah menceritakan kepadaku Abdullah ibnu Luhai'ah. hamba dengan hamba. orang merdeka dengan orang merdeka. "Telah diharuskan atas kalian berbuat adil dalam hukum qisas. berfirman." Penyebabnya ialah Bani Quraizz dan Bani Nadir.

" Ali ibnu Abu Talhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan firman-Nya: wanita (dihukum mad) karena (membunuh) wanita. budak dengan dan wanita dengan wanita. (Al-Baqarah: 178) Yakni jika kasus pembunuhan terjadi dengan sengaja. Maka sebagian dari mereka belum sempat menuntut sebagian yang lain hingga mereka masuk Islam semuanya. diwajibkan atas kalian qisas berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh. yang terbunuh termasuk budak-budak dan kaum wanita. (Al-Baqarah: 178) Demikian itu membuat mereka ddak menghukum mati lelaki karena membunuh wanita. maka ketentuan hukumnya ialah orang merdeka dengan orang merdeka. menurunkan firman-Nya: . Demikian itu karena ada dua kabilah dari kalangan orang-orang Arab saling berperang di zaman Jahiliah yang mendekati zaman Islam dalam jangka waktu yang ddak begitu lama.Tafsir Ibnu Kasir 127 Hai orang-orang yang beriman. "Jiwa dengan jiwa. dan seorang lelaki dari kalangan musuh dibunuh karena membunuh seorang wanita dari kalangan mereka. Sebagian dari kandungan ayat ini ada yang di-mansukh dengan ayat yang menyatakan. Salah satu dari kedua belah pihak mempunyai keunggulan atas pihak lain yang menjadi lawannya dalam hal persenjataan dan harta benda (perbekalan). Berkenaan dengan mereka itu turunlah firman-Nya: Orang merdeka dengan orang merdeka. Dahulu di antara mereka terjadi pembunuhan dan pelukaan. Mereka hanya membunuh lelaki karena membunuh lelaki lainnya. Mereka bersumpah bahwa mereka ddak rela sebelum orang merdeka dari kalangan musuhnya dibunuh karena membunuh budak dari kalangan mereka. dan wanita dibunuh karena membunuh wanita lainnya. (Al-Baqarah: 178) budak. Maka Allah Swt.

Ibrahim An-Nakha'i. orang-orang yang merdeka dijadikan sama dalam hukum qisas dalam kasus pembunuhan yang terjadi di antara sesama mereka dengan sengaja. Pendapat ini diikud oleh As-Sauri.128 Juz 2 — A l . Pendapat inilah yang diriwayatkan dari Ali. bahwa ayat ini di-mansukh oleh firman-Nya: jiwa (dibalas) dengan jiwa. maka kami bunuh pula dia. karena keumuman makna hadis Al-Hasan dari Samurah yang mengatakan: * yy J.B a q a r a h Jiwa (dibalas) dengan jiwa. Ibnu Mas'ud. (Al-Maidah: 45) Dengan demikian. demikian pula dalam kasus pelukaan di antara kaum lelaki dan kaum wanitanya. berdasarkan keumuman makna ayat surat Al-Maidah (ayat 45). Sa'id ibnul Musayyab. Imam Bukhari. tanpa membedakan jenis kelamin. Hal yang sama diriwayatkan pula dari Abu Malik.' *ss J'"' " s SSlC* . Ali ibnul Madini. Ibrahim An-Nakha'i.0 L^JU^a>-oU^>- Barang siapa yang membunuh budaknya. Budak-budak dijadikan sama di antara sesama mereka dalam kasus pembunuhan yang disengaja. dan barang siapa yang memotong hidung budaknya. dan Al-Hakam. maka . Ibnu Abu Laila. kaum lelaki dan kaum wanitanya dalam kasus jiwa dan pelukaan diberlakukan sama. dan Daud. mata dengan mata. (Al-Maidah: 45) Imam Abu Hanifah berpendapat bahwa orang merdeka dihukum mad karena membunuh budak. dan AsSauri menurut salah satu riwayat darinya mengatakan bahwa seorang tuan pemilik budak dihukum mad karena membunuh budaknya. Qatadah.

terlebih lagi terhadap jiwa. maka tidak wajib diat dalam kasusnya. tidak ada hukuman qisas bagi orang merdeka yang melakukannya. muslim itu. yang menceritakan bahwa Rasulullah Saw. Demikian pula halnya dalam kasus pemotongan anggota tubuh. Jumhur ulama mengatakan bahwa orang merdeka tidak dihukum mati karena membunuh budak. dan barang siapa yang budaknya. yang mengatakan: Orang-orang lainnya). mereka berpendapat sebaliknya karena berdasarkan surat Al-Maidah ayat 45.Tafsir Ibnu Kasir 129 mengebiri kami potong pula hidungnya. tidak ada hukum balasan. darah mereka sebanding (satu sama . Tidak ada suatu hadis atau asar sahih pun yang bertentangan dengan makna hadis ini. karena budak kedudukannya sama dengan barang dagangan.a. berdasarkan sebuah hadis sahih yang diketengahkan oleh Imam Bukhari melalui sahabat Ali r. Imam Abu Hanifah berpendapat bahwa orang muslim tetap dihukum mati karena membunuh orang kafir. jumhur ulama berbeda pendapat dengan mereka. Juga berdasarkan sabda Rasulullah Saw. Akan tetapi. sekiranya seorang budak dibunuh secara keliru (tidak sengaja). karena keumuman surat Al-Maidah ayat 45. maka kami kebiri pula ia. melainkan yang wajib hanyalah membayar harga budak tersebut. berdasarkan surat Al-Baqarah ayat 178. pernah bersabda: Orang muslim tidak dihukum mati karena (membunuh) orang kafir. Al-Hasan dan Ata mengatakan bahwa seorang lelaki tidak dihukum mati karena membunuh seorang wanita. Berbeda dengan jumhur ulama. Jumhur ulama berpendapat bahwa seorang muslim tidak dihukum mati karena membunuh orang kafir. Akan tetapi.

hendaklah (yang memaafkan) mengikuti dengan cara yang baik. Abdul Malik ibnu Marwan. (Al-Baqarah: 178) Mujahid mengatakan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya: . dan ddaklah suatu jiwa itu dihukum mad kecuali karena membunuh satu jiwa lainnya. Untuk itu apabila para sahabat berbeda pendapat. pernah berkata dalam kasus seorang pelayan yang dibunuh oleh tujuh orang. Kemudian Ibnul Munzir mengatakan bahwa sanad riwayat ini lebih sahih. dari Mu'az dan Ibnuz Zubair. Firman Allah Swt. Khalifah Umar r. dan tidak ada hujah bagi orang yang membolehkan menghukum mad suatu jamaah karena hanya membunuh satu orang. maka si suami tidak dikenai hukuman mati hanya karena membunuh istrinya.a. Az-Zuhri. maka jalan keluarnya ialah mempertimbangkannya. niscaya aku hukum mad mereka semuanya. Telah diriwayatkan dari Imam Ahmad sebuah riwayat yang menyatakan bahwa suatu jamaah ddak dibunuh karena hanya membunuh satu orang. Mazhab keempat Imam dan jumhur ulama mengatakan bahwa sejumlah orang-orang terkena hukuman mati semuanya karena membunuh satu orang. Pendapat ini diriwayatkan oleh Ibnul Munzir. sekiranya seorang suami membunuh istrinya.130 Juz 2 — Al-Baqarah Al-Lais mengatakan. dan hendaklah (yang dimaafkan) membayar (diat) kepada yang memberi maaf dengan cara yang baik (pula)." Ternyata di masanya itu tidak ada seorang sahabat pun yang menentang pendapatnya. Ibnu Sirin. Sesungguhnya terbukti adanya suatu riwayat dari Ibnuz Zubair yang menentang pendapat pertama tadi. dan Habib ibnu Abu Sabit. "Seandainya semua penduduk San'a ikut mengeroyoknya.: ( \ V l \ t OLAJ^ 1 Maka barang siapa yang mendapat suatu pemaafan dari saudaranya. yang demikian itu sama kedudukannya dengan yma' (kesepakatan).

Tafsir Ibnu Kasir 131 Maka barang siapa yang mendapat suatu pemaafan dari saudaranya. yakni saudaranya memilih mengambil diat sesudah berhak menuntut darah. Selanjurnya disebutkan: hendaklah (yang memaafkan) mengikuti dengan cara yang baik. Hal yang sama diriwayatkan pula dari Abui Aliyah. pihak si penuntut hendaklah mengikuti cara yang baik bila ia menerima diat. Abusy Sya'sa. Sa'id ibnu Jubair A^a. dan hendaklah (yang diberi maaf) membayar (diat) kepada yang memberi maaf dengan cara yang baik (pula). (Al-Baqarah: 178) Bahwa barang siapa yang diberi suatu pemaafan dari saudaranya. yakni jangan mempersulit dan mengadaada. Ad-Dahhak meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya: Maka barang siapa yang mendapat suatu pemaafan dari saudaranya. yang demikian itulah yang dimaksud dengan pemaafan. dan Muqatil ibnu Hayyan. (Al-Baqarah: 178) . (Al-Baqarah: 178) Yakni konsekuensi memberi maaf dalam kasus pembunuhan secara sengaja ialah menerima pembayaran diat. Al-Hasan. Qatadah. Mujahid. (Al-Baqarah: 178) Dengan kata lain.

132 J u z 2 — Al-Baqarah Yakni hendaklah si pembunuh membayar diat-nya tanpa membahayakan dirinya. Ata Al-Khurrasani. Mereka yang mengatakan demikian antara lain Al-Hasan. yaitu hukuman mati atau memaafkan secara cuma-cuma. Imam Malik mengatakan di dalam riwayat Ibnul Qasim darinya. yang merupakan pendapat yang terkenal di kalangan mazhabnya. dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa diwajibkan atas kaum Bani Israil hukuman qisas ber- . AlLais. juga Imam Syafd dan Imam Ahmad dalam salah satu pendapatnya. Ar-Rabi' ibnu Anas. yang membebaskan kalian dari apa yang berlaku di kalangan umat-umat terdahulu sebelum kalian. dari Amr. dan Muqatil ibnu Hayyan. Sedangkan ulama lainnya berpendapat. Abusy Sya'sa. dari Ibnu Abbas. telah menceritakan kepada kami Sufyan. Hal yang sama dikatakan pula oleh Sa'id ibnu Jubair.: Yang demikian itu adalah suatu keringanan dari Tuhan dan rahmat. dari Mujahid. Ibnu Syabramah. Al-Hasan. Telah diriwayatkan oleh Imam Hakim melalui hadis Sufyan. Segolongan ulama Salaf berpendapat bahwa bagi kaum wanita tidak ada hak untuk memberi maaf. bahwa pihak wali darah tidak mempunyai hak memberi maaf dengan imbalan diat. kecuali dengan kerelaan dari pihak si pembunuh. sekalipun pihak si pembunuh tidak rela. Az-Zuhri. pihak wali darah boleh memaafkan dengan imbalan diat. bahwa makna yang dimaksud ialah hendaklah orang yang diberi maaf menunaikan apa yang diminta pihak si terbunuh dengan cara yang baik. juga ddak boleh menolak. Begitu pula Imam Abu Hanifah dan murid-muridnya. (Al-Baqarah: 178) kalian Yakni sesungguhnya Allah mensyariatkan kepada kalian pembayaran diat dalam kasus pembunuhan sengaja tidak lain hanyalah suatu keringanan dari Allah buat kalian dan merupakan suatu rahmat bagi kalian. Firman Allah Swt. dari Amr ibnu Dinar. dan Al-Auza'i. tetapi ulama Salaf lainnya berpendapat berbeda. telah menceritakan kepadaku Mujahid. Qatadah. Seperti yang dikatakan oleh Sa'id ibnu Mansur. Jabir ibnu Zaid. As-Saddi. Qatadah.

hal yang semisal diriwayatkan pula oleh Jamaah melalui Mujahid.): Diwajibkan atas kalian qisas berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh. dan hendaklah (yang diberi maaf) membayar (diat) kepada yang memberi maaf dengan cara yang baik (pula). dari Ibnu Abbas. Yang demikian itu merupakan keringanan ketimbang apa yang diwajibkan atas kaum Bani Israil dan umat-umat sebelum kalian. Diketengahkan oleh Ibnu Hibban di dalam kitab sahihnya melalui Amr ibnu Dinar. Maka Allah berfirman kepada umat ini (umat Nabi Muhammad Saw. Maka barang siapa yang mendapat suatu pemaafan dari saudaranya. . budak dengan budak.Tafsir Ibnu Kasir 133 kenaan dengan orang-orang yang dibunuh tanpa ada pemaafan di kalangan mereka. melalui Amr. (Al-Baqarah: 178) Pemaafan itu ialah menerima diat dalam kasus pembunuhan sengaja. orang merdeka dengan orang merdeka. dan wanita dengan wanita. Qatadah mengatakan sehubungan dengan takwil firman-Nya: Yang demikian itu adalah suat'u keringanan (Al-Baqarah: 178) dari Tuhan kalian. hendaklah (yang memaafkan) mengikuti dengan cara yang baik. (Al-Baqarah: 178) Takwil ini telah diriwayatkan bukan hanya oleh seorang saja.

Ata. yang dimaksud dengan orang yang melampaui batas ialah orang yang membunuh si pembunuh sesudah mengambil diat darinya. (Al-Baqarah: 178) Dengan kata lain. Muqadl ibnu Hayyan. Ikrimah. Muhammad ibnu Ishaq meriwayatkan dari Al-Haris ibnu Fudail. Qatadah. bahwa Nabi Saw. Allah telah memperkenankan bagi mereka makan hasil diat yang belum pernah dihalalkan kepada seorang pun sebelumnya. Firman Allah Swt.: Barang siapa yang melampaui batas sesudah itu. dan Muqatil ibnu Hayyan. Ar-Rabi' ibnu Anas. Maka Allah menjadikan bagi umat ini hukum qisas dan pemaafan serta diat. Demikianlah takwil ayat menurut apa yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas. maka baginya siksa Allah yang sangat pedih lagi menyakitkan dan sangat keras. Hal yang sama diriwayatkan pula dari Sa'id ibnu Jubair. Kesimpulan dari semuanya itu. barang siapa yang membunuh sesudah mengambil diat dari si terbunuh atau sesudah ia setuju dengan diat. Al-Hasan. maka baginya siksa yang sangat pedih. dan Ar-Rabi' ibnu Anas. pernah bersabda: . dari Abu Syuraih Al-Khuza'i. dari Sufyan ibnu Abui Auja. Sedangkan dalam syariat ahli Injil. As-Saddi. hanya maaf belaka yang dianjurkan kepada mereka.134 J u z 2 — Al-Baqarah Se-moga Allah merahmati umat ini. Tersebutlah bahwa hukum yang berlaku di kalangan ahli Taurat hanyalah qisas dan pemaafan tanpa diat. Mujahid.

terkandung hikmah yang besar. niscaya dia akan mencegah dirinya dari melakukan niatnya itu. Dan jika dia menghendaki yang keempat. . maka ia akan dikenai hukuman mati). yaitu: Adakalanya meng-qisas (pelakunya).: l\" \s-J. Sesungguhnya seseorang itu apabila mengetahui (jika dia membunuh seseorang. Firman Allah Swt. adakalanya memaafnya. dan lebih ringkas. telah bersabda: Aku tidak akan memaafkan seorang lelaki yang membunuh pembunuh) sesudah dia mengambil diat (darinya). Di dalam peraturan ini terkandung jaminan kelangsungan hidup bagi jiwa manusia. maka sesungguhnya dia memilih salah satu di antara tiga perkara. (Riwayat Imam Ahmad) Sa'id ibnu Abu Urubah meriwayatkan dari Qatadah. maka belenggulah kedua tangannya (lakukanlah qisas terhadapnya). dari Al-Hasan.Tafsir Ibnu Kasir 135 Barang siapa yang tertimpa musibah pembunuhan atau pelukaan. (Al-Baqarah: 179) Allah Swt. Maka pengertian ini diungkapkan oleh Al-Qur'an dengan ungkapan yang lebih fasih. dari Samurah yang menceritakan bahwa Rasulullah Saw. Dan barang siapa yang melampaui batas sesudah itu. Di dalam kitab-kitab terdahulu disebutkan bahwa hukum mad itu lebih meniadakan pembunuhan. aku ddak mau menerima diat darinya melainkan kujalankan hukum qisas terhadapnya. yakni membunuh si pembunuh. yaitu melalui firman-Nya: . (si Dengan kata lain. lebih mengena. berfirman bahwa di dalam pen-tasyri'-m hukum qisas bagi kalian. dan adakalanya mengambil diat. dia kekal di dalamnya. yaitu jaminan kelangsungan hidup dan terpeliharanya nyawa.*s </ bagi Dan dalam qisas itu ada (jaminan kelangsungan) hidup kalian. tanpa ampun. maka baginya neraka Jahannam.

Firman Allah Swt. karena berapa banyak orang dari kaum laki-laki yang hendak melakukan pembunuhan. dan Muqatil ibnu Hayyan." Takwa merupakan isim yang pengertiannya mencakup semua perbuatan taat dan menghentikan hal-hal yang mungkar. Allah menjadikan hukum qisas sebagai jaminan kelangsungan hidup bagi kalian. (Al-Baqarah: 179) bagi Abui Aliyah mengatakan. (Al- Allah Swt. Abu Malik.: hai orang-orang Baqarah: 179) yang berakal. Ar-Rabi' ibnu Anas. Sa'id ibnu Jubair. tetapi niatnya itu dia urungkan karena takut akan terkena hukum qisas. "Hai orang-orang yang berakal. ayat 180-182 . Al-Hasan.136 Juz 2 — Al-Baqarah Dan dalam qisas itu ada (jaminan kelangsungan) hidup kalian. Hal yang sama dikatakan pula oleh Mujahid. supaya kalian bertakwa. mempunyai pengertian dan pemahaman (ditetapkan-Nya demikian itu) supaya kalian sadar dan menghentikan hal-hal yang diharamkan Allah dan semua perbuatan dosa. Al-Baqarah. Qatadah. berfirman.

jika ia meninggalkan harta yang banyak. Pada mulanya hal ini hukumnya wajib. maka ayat ini di-mansukh olehnya. maka sesungguhnya dosanya adalah bagi orang-orang yang mengubahnya.Tafsir Ibnu Kasir 137 Diwajibkan atas kalian. lalu ia mendamaikan antara mereka. Dengan demikian. (ini adalah) kewajiban atas orang-orang yang bertakwa. melalui Amr ibnu Kharijah yang menceritakan bahwa ia pernah mendengar Rasulullah Saw. Maka barang siapa yang mengubah wasiat itu setelah ia mendengarnya. berkhotbah. Ayat yang mulia ini mengandung perintah berwasiat buat kedua orang tua dan kaum kerabat. maka tidaklah ada dosa baginya. yakni sebelum turunnya ayat mawaris (pembagian waris). yang antara lain mengatakan: . Karena itu. sejak diturunkan ayat faraid. Setelah ayat faraid (pembagian waris) diturunkan. Hukum-hukum bagian waris ini tidak mengandung pengertian pemberian dari pihak orang yang berwasiat. maka bagian-bagian waris yang telah ditentukan merupakan hukum fardu dari Allah yang harus dilaksanakan oleh orang-orang yang bersangkutan dengan tegas tanpa melalui proses wasiat lagi. apabila seorang di antara kalian kedatangan (tanda-tanda) maut. berlaku berat sebelah atau berbuat dosa. (Akan tetapi) barang siapa khawatir terhadap orang yang berwasiat itu. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. telah disebutkan di dalam sebuah hadis yang diriwayatkan di dalam kitab-kitab sunnah dan kitab lainnya. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. berwasiatlah untuk ibu bapak dan karib kerabatnya secara makruf. menurut pendapat yang paling sahih di antara dua pendapat.

berwasiat untuk ibu bapak dan karib kerabatnya. Imam Ahmad mengatakan. telah menceritakan kepada kami Hajjaj ibnu Muhammad. dari Hasyim. Hal yang sama diriwayatkan pula oleh Sa'id ibnu Mansur. Ali ibnu Abu Talhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan takwil firman-Nya: berwasiatlah Baqarah: 180) untuk ibu bapak dan karib kerabatnya. maka tidak ada lagi wasiat bagi ahli waris. telah menceritakan kepada kami Ibnu . (Al-Baqarah: 180) Lalu ia mengatakan bahwa ayat ini telah d\-mansukh. (Al- Pada mulanya tidak ada yang berhak mewaris selain dari ibu bapak. dari Yunus dengan lafaz yang sama. Imam Hakim meriwayatkannya pula di dalam kitab Mustadrak-nya. lalu ia membaca surat Al-Baqarah sampai pada firmanNya: Jika ia meninggalkan harta yang banyak. serta menetapkan wasiat buat kaum kerabat dalam sepertiga dari harta peninggalan si mayat. telah menceritakan kepada kami Ismail ibnu Ibrahim ibnu Ulayyah. dari Yunus ibnu Ubaid. dari Muhammad ibnu Sirin yang menceritakan bahwa sahabat Ibnu Abbas duduk di suatu majelis.138 J u z 2 — Al-Baqarah Sesungguhnya Allah telah memberikan kepada setiap orang yang berhak atas bagiannya (masing-masing). kecuali melalui proses wasiat bagi kaum kerabat. dan mengatakan bahwa asar ini sahih dengan syarat keduanya (yakni Bukhari dan Muslim). Ibnu Abu Hatim mengatakan. telah menceritakan kepada kami Al-Hasan ibnu Muhammad ibnus Sabah. Maka Allah menurunkan ayat miras (pembagian waris) dan menjelaskan padanya bagian waris dari ibu bapak.

Mujahid. meriwayatkan pendapat Abu Muslim Al-Asfahani. Hal ini berarti makna yang dimaksud ialah diwajibkan atas kalian apa yang telah disyariatkan Allah kepada kalian tentang pembagian pusaka untuk ibu bapak dan kaum kerabat. Akan tetapi. Sa'id ibnul Musayyab. Qatadah. Ad-Dahhak. Al-Hasan. dan Az-Zuhri. yang me-mansukhnya adalah ayatul miras (ayat yang menerangkan bagian-bagian tertentu dalam pewarisan). Muhammad ibnu Sirin. Syuraih. dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya: berwasiat buat ibu bapak dan kaum kerabatnya. Muqadl ibnu Hayyan. dan sesungguhnya ia hanya ditafsirkan oleh ayatul mawaris. Tawus Ibrahim An-Nakha'i. yang mengherankan adalah pendapat yang dikatakan oleh Abu Abdullah Muhammad ibnu Umar Ar-Razi. Abu Musa. telah diriwayatkan dari Ibnu Umar. dari Ata.Tafsir Ibnu Kasir 139 Juraij dan Usman ibnu Ata. baik sedikit atau banyak menurut bagian yang telah ditetapkan. (AnNisa: 7) Kemudian Ibnu Abu Hatim mengatakan. Ar-Rabi' ibnu Anas. Sa'id ibnu Jubair. Dia mengatakan di dalam kitab Tafsirul Kabir-nya. dan bagi orang wanita ada hak bagian (pula) dari harta peninggalan ibu bapak dan kerabatnya. yakni bagian dari firman-Nya: . bahwa ayat ini tidak di-mansukh. Ikrimah. Ata. Zaid ibnu Aslam. bahwa ayat ini (Al-Baqarah ayat 180) telah di-mansukh. 180) Ayat ini di-mansukh oleh firman-Nya: (Al-Baqarah: Bagi orang laki-laki ada hak bagian dari harta peninggalan ibu bapak dan kerabatnya. As-Saddi.

sesungguhnya surat Al-Baqarah ayat 180 ini di-mansukh berkenaan dengan orang-orang yang mempunyai hak waris. maka sudah dapat ditentukan bahwa ia di-mansukh oleh ayat miras. Qatadah. Pendapat ini merupakan mazhab Ibnu Abbas.: . tetapi pendapat mereka ini menurut peristilahan di kalangan kami ulama mutaakhkhirin bukan dinamakan nasakh. Ia mengatakan pula bahwa di antara mereka ada yang mengatakan. yaitu sabda Nabi Saw. Thawus. Al-Hasan. hal ini merupakan pendapat kebanyakan ahli tafsir dan ahli fiqih yang dianggap. pendapat ini dikatakan pula oleh Sa'id ibnu Jubair. seperti yang ditunjukkan oleh makna lahiriah konteks ayat. Ar-Rabi' ibnu Anas. Pengertian ini hanyalah berdasarkan interpretasi pendapat sebagian dari kalangan mereka yang mengatakan bahwa wasiat itu pada permulaan Islam hanyalah sunat.140 J u z 2 — Al-Baqarah Allah mensyariatkan bagi kalian tentang untuk) anak-anak kalian. Seperti yang dikatakan oleh kebanyakan Mufassirin dan para ahli fiqih terkemuka. Menurut kami. karena ayatul mawaris hanyalah menghapus sebagian hukum yang ditunjukkan oleh keumuman makna ayat wasiat. Masruq. dan tetap hukumnya bagi orang-orang yang ddak mempunyai hak waris. Menurut orang yang berpendapat bahwa hukum wasiat itu pada mulanya adalah wajib. maka dihapuslah hukum yang menyangkut orangorang yang berhak mewaris karena telah ada bagian tertentu baginya. Muslim ibnu Yasar. Ad-Dahhak. dan bahkan dilarang karena dalil hadis yang telah lalu. sesungguhnya hukum wajib berwasiat buat kedua orang tua dan kaum kerabat yang mewaris dimansukh oleh ayat miras menurut ijma'. Mengingat istilah kaum kerabat mencakup orangorang yang mempunyai hak waris dan orang-orang yang tidak mempunyai hak waris. Mereka mengatakan. dan Muqadl ibnu Hayyan. dan Al-Ala ibnu Ziad. hingga ia di-mansukh. (An-Nisa: 11) (pembagian pusaka Selanjutnya Abu Abdullah Muhammad ibnu Umar Ar-Razi mengatakan. sedangkan untuk yang lainnya yang tidak mempunyai bagian tertentu masih tetap berdasarkan apa yang ditunjukkan oleh ayat pertama (AlBaqarah ayat 180).

demi menghargai ayat wasiat dan keumuman maknanya.a. Ayat ini menghapuskan hukum yang mewajibkan wasiat secara keseluruhan. Dengan demikian. yang menganjurkan berbuat baik kepada kaum kerabat dan menyantuni mereka sangat banyak. kecuali wasiatku telah kupersiapkan di sisiku. Abdu ibnu Humaid mengatakan di dalam kitab musnadnya.. telah menceritakan kepada kami Abdullah. dari Nafi' yang menceritakan. dari Mubarak ibnu Hassan. melainkan wasiatnya itu harus sudah tertulis di sisinya.a. yang tertinggal adalah kaum kerabat yang tidak mempunyai bagian tertentu. bahwa Rasulullah Saw." Ayat-ayat Al-Qur'an dan hadis-hadis Nabi Saw. "Tidak sekali-kali lewat bagiku satu malam sejak aku mendengar hadis ini dari Rasulullah Saw. Untuk mereka disunatkan berwasiat yang diambil dari sepertiga harta peninggalan. juga karena apa yang telah ditetapkan di dalam kitab Sahihain. dari Ibnu Umar r. Ayat mengenai pembagian waris merupakan hukum menyendiri dan kewajiban dari sisi Allah buat orang-orang yang memiliki bagian tertentu dan asabah. mengatakan. Selanjurnya Ibnu Umar r. Maka tidak ada wasiat (lagi) bagi orang yang mewaris. Abdullah pernah menceritakan bahwa Rasulullah Saw. lalu ia lewatkan waktu selama dua malam.Tafsir Ibnu Kasir 141 Sesungguhnya Allah telah memberikan kepada setiap orang yang berhak (mewaris) bagiannya masing-masing. bersabda: . pernah bersabda: Tiadalah kewajiban seorang muslim yang mempunyai sesuatu yang akan ia wasiatkan.

berfirman. Kemudian sebagian di antara mereka mengatakan bahwa wasiat itu disyariatkan tanpa memandang apakah harta peninggalan berjumlah banyak ataupun sedikit. Muqatil ibnu Hayyan.142 Juz 2 — Al-Baqarah Allah Swt.a. dan salat hamba-hamba-Ku untukmu sesudah kamu menunaikan ajalmu (mati). telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Abdullah ibnu Yazid Al-Muqri." Firman Allah Swt. (Al-Baqarah: 180) Yang dimaksud dengan khairan atau kebaikan ialah harta benda. dari ayahnya yang mengatakan bahwa pernah dikatakan kepada Ali r. Di antara mereka mengatakan bahwa sesungguhnya wasiat itu diwajibkan hanya bila orang yang bersangkutan meninggalkan harta yang berjumlah banyak. Qatadah. Ata. As-Saddi. ada dua perkara yang tiada satu pun di antaranya merupakan milikmu: Aku jadikan buatmu suatu bagian pada harta milikmu di saat Aku menimpakan sakit kepadamu untuk membersihkan dan menyucikan dirimu melaluinya. perihalnya sama dengan yang untuk ahli waris. Kemudian mereka berselisih pendapat mengenai kadar yang termasuk jumlah banyak ini. Atiyyah Al-Aufi. Mujahid. dari Hisyam ibnu Urwah. bahwa sesungguhnya seorang lelaki dari kabilah Quraisy telah meninggal dunia dan meninggalkan harta se- . ArRabi' ibnu Anas. dan lain-lainnya. telah menceritakan kepada kami Sufyan. Ibnu Abu Hatim mengatakan. Demikianlah menurut pendapat Ibnu Abbas. Abui Aliyah. Ad-Dahhak.: jika ia meninggalkan harta yang banyak. "Hai anak Adam. Sa'id ibnu Jubair.

berwasiat' (Al-Baqarah: 180) Dan sesungguhnya harta yang kamu tinggalkan hanyalah berjumlah sedikit. sesungguhnya Iban pernah menceritakan kepadaku sebuah asar dari Ikrimah. telah berfirman: jika ia meninggalkan harta yang banyak.Tafsir Ibnu Kasir 143 banyak tiga ratus atau empat ratus dinar. masuk ke dalam rumah seorang lelaki dari kalangan kaumnya (Quraisy) untuk menjenguknya. berarti dia ddak meninggalkan kebaikan (harta yang b a n y a k ) " Imam Hakim mengatakan bahwa Tawus pernah mengatakan. "Apakah aku harus berwasiat?" Ali r. dari Hisyam ibnu Urwah. hanya mengatakan dalam firman-Nya. (Al-Baqarah: 180) Maka Ibnu Abbas berkata. dari Ibnu Abbas sehubungan dengan takwil firman-Nya: Jika ia meninggalkan harta yang banyak. karena sesungguhnya Allah Swt.a. dari ayahnya. bahwa Ali r. menjawab: "Sesungguhnya Allah Swt. "Barang siapa yang ddak meninggalkan sejumlah enam puluh dinar. menjawab bahwa jumlah tersebut masih belum banyak.a. maka biarkanlah untuk anakmu. telah menceritakan kepada kami Abdah (yakni Ibnu Sulaiman). 'Jika ia meninggalkan harta yang banyak. tetapi ia tidak berwasiat. " Imam Hakim mengatakan. "Masih belum dikatakan meninggalkan harta yang banyak seseorang . Maka lelaki itu berkata kepadanya. Maka Ali r. (Al-Baqarah: 180) Ibnu Abu Hatim mengatakan pula. telah menceritakan kepada kami Harun ibnu Ishaq Al-Hamdani.a.

telah menceritakan kepada kami Al-Hasan ibnu Ahmad. Yang dimaksud dengan bil ma'ruf ialah dengan cara yang baik dan lemah lembut. yaitu: Bahwa Sa'd bertanya. Seperti yang disebutkan di dalam hadis Sahihain. "Sebaik-baik wasiat. yakni tidak berlebihlebihan dan ddak pula terlalu pelit." Yang dimaksud dengan cara yang makruf ialah hendaknya dia berwasiat untuk kaum kerabatnya suatu wasiat yang tidak menghabiskan bagian ahli warisnya. dari Abbad ibnu Mansur. telah menceritakan kepada kami Ibrahim ibnu Abdullah ibnu Basysyar. ialah hendaknya ia berwasiat dengan cara yang makruf (bukan mungkar) apabila kedatangan tanda-tanda maut. Seperti yang dikatakan oleh Ibnu Abu Hadm. sedangkan aku tidak mempunyai .144 J u z 2 — Al-Baqarah yang tidak meninggalkan harta sejumlah delapan puluh dinar. yang dimaksud dengan harta yang banyak ialah sejumlah seribu dinar hingga lebih. telah menceritakan kepadaku Surur ibnul Mugirah. dari Al-Hasan sehubungan dengan takwil firman-Nya: Diwajibkan atas kalian apabila seorang di antara kalian kedatangan (tanda-tanda) maut. sesungguhnya aku mempunyai harta yang banyak. "Wahai Rasulullah. yang merupakan perkara yang hak atas sedap orang muslim. (Al-Baqarah: 180) Maka Al-Hasan Al-Basri mengatakan." Qatadah mengatakan.

"Sepertiga. menjawab. Sesungguhnya kamu jika meninggalkan ahli warismu dalam keadaan berkecukupan. "Sepertiga. Hal tersebut dirasakan amat berat bagi anak-anaknya. "Sesungguhnya aku mewasiatkan buat anak yatimku ini sebanyak seratus ekor unta. Hanifah berkata. maka bolehkah aku berwasiat dengan dua pertiga hartaku?" Rasul Saw. dari Ziad ibnu Atabah ibnu Hanzalah bahwa ia pernah mendengar Hanzalah ibnu Juzaim ibnu Hanifah menceritakan bahwa kakeknya yang bernama Hanifah pernah berwasiat seratus ekor unta untuk seorang anak yatim yang berada dalam pemeliharaannya. "Tidak. "Tidak. jauh lebih baik daripada kamu tinggalkan mereka dalam keadaan miskin meminta-minta kepada orang lain.Tafsir Ibnu Kasir 145 ahli waris selain anak perempuanku." Ahmad meriwayatkan dari Abu Sa'id maula Bani Hasyim." Sa'd bertanya. menjawab. lalu mereka melaporkan hal tersebut kepada Rasulullah Saw. menjawab. menjawab: . Sepertiga itu cukup banyak. ya sepertiga cukup banyak. Unta-unta itu kami namakan Matiyyah. "Bagaimana dengan separonya?" Rasul Saw." Di dalam kitab Sahih Bukhari disebutkan bahwa Ibnu Abbas pernah mengatakan: Seandainya orang-orang mengurangi sepertiga hingga seperempatnya (niscaya baik bagi mereka). "Bagaimana dengan sepertiga?" Rasul Saw. karena sesungguhnya Rasulullah Saw." Sa'd bertanya.' Maka Nabi Saw. bersabda.

maka lima belas ekor unta saja. Jika tidak. dan termasuk ke dalam pengertian ini ialah orang yang menyembunyikan wasiat secara lebih prioritasnya. dan jika tidak. maka tiga puluh lima ekor unta saja. Yakni Allah melihat apa yang diwasiatkan oleh si mayat. maka sepuluh ekor unta saja. dan jika tidak.: Maka barang siapa yang mengubah wasiat itu setelah ia mendengarnya. boleh empat puluh ekor unta.146 J u z 2 — Al-Baqarah Tidak. dan jika tidak. tidak. tidak. dan jika tidak." Sesungguhnya Allah Maha Mendengar (Al-Baqarah: 181) lagi Maha Mengetahui. maka dua puluh ekor unta saja. Lalu hadis ini dikemukakannya hingga selesai. . dan jika tidak. Akan tetapi. sedangkan dosa mengubah wasiat ditanggung oleh orangorang yang mengubahnya. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. maka tiga puluh ekor unta saja. sedekah (zakat) saja hanya seperlimanya. Ibnu Abbas dan lain-lainnya mengatakan. maka sesungguhnya dosanya adalah bagi orang-orang yang mengubahnya. baik dengan melebihkannya atau menguranginya. "Pahala mayat tetap ada di sisi Allah. (Al-Baqarah: 181) Yakni barang siapa yang mengubah wasiat dan menyelewengkannya hingga menyimpang dari ketentuannya. jika ternak unta berjumlah banyak. Firman Allah Swt. maka dua puluh lima ekor unta saja. dan Dia Maha Mengetahui hal tersebut dan apa yang diubah oleh orang-orang yang menerima wasiat. maka sesungguhnya dosanya adalah bagi orang-orang yang mengubahnya.

Dan hendaknya merevisi apa yang diwasiatkan oleh si mayat dengan meluruskannya kepada apa yang lebih dekat kepada hukum yang benar dan maksud yang dituju oleh si mayat. tetapi yang ini pengertiannya mencakup segala macam kekeliruan. bahwa Az-Zuhri pernah mengatakan. telah menceritakan kepadaku Urwah. telah menceritakan kepadaku ayahku. Ad-Dahhak. Hal ini dia lakukan baik secara ddak sengaja —karena terdorong oleh emosi dan kekuatan kasih sayangnya tanpa berpikir terlebih dahulu— ataupun ia lakukan dengan sengaja tanpa memikirkan dosanya. dari Al-Auza'i. atau mewasiatkan sesuatu kepada cucu lelakinya yang lahir dari anak perempuan dengan tujuan untuk menambah bagian si anak perempuan. Ar-Rabi' ibnu Anas. Singkatnya. maka dalam keadaan seperti ini si penerima harus memperbaiki permasalahannya dan bersikap adil dalam menangani wasiat yang diterimanya itu sesuai dengan ketentuan hukum syara'. dari Siti Aisyah. Abui Aliyah. dan As-Saddi mengatakan bahwa al-janafisdah keliru. telah menceritakan kepada kami Al-Abbas ibnul Walid ibnu Mazid secara qiraah. untuk diketahui bahwa cara ini sama sekali berbeda dengan cara pertama tadi.: (Akan tetapi) barang siapa khawatir terhadap orang yang berwasiat itu berlaku berat sebelah atau berbuat dosa.Tafsir Ibnu Kasir 147 Firman Allah Swt. Misalnya mereka menambahkan bagian salah seorang ahli waris dengan memakai suatu perantara atau suatu cara. Umpamanya bila ia mewasiatkan untuk menjual sesuatu kepada si Fulan dengan harga yang sangat murah. Ibnu Abu Hadm mengatakan. dari Nabi Saw. Mujahid. atau dengan cara lainnya. Karena itulah maka ia di-'ata/-kan (dikaitkan) dengan kalimat sebelumnya yang menunjukkan pengertian dilarang. yang telah bersabda: . menggabungkan tujuan si pemberi wasiat dengan hukum syar'i. Perbaikan dan penyesuaian ini sama sekali bukan termasuk ke dalam pengertian mengubah wasiat. (Al-Baqar 182) Ibnu Abbas.

dan dalam sanadnya ini ia ddak sampai kepada Urwah. Mengenai status rafaJ hadis ini masih perlu dipertimbangkan. telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ahmad ibnu Ibrahim. . Ibnu Murdawaih mengatakan pula. Ibnu Abu Hatim mengatakan bahwa Al-Walid ibnu Mazid melakukan kekeliruan padanya. telah menceritakan kepada kami Ma'mar.*' "tss '•> yy "'<." /^""t^^t. Hadis yang paling baik mengenai bab ini ialah apa yang dikatakan oleh Abdur Razzaq. perkataan ini hanyalah dari Urwah saja.a. dari Abu Hurairah r. sebagaimana dikembalikan sebagian wasiat orang yang berat sebelah setelah ia meninggal dunia. telah menceritakan kepada kami Umar ibnul Mugirah. Diriwayatkan pula oleh Abu Bakar ibnu Murdawaih melalui hadis AlAbbas ibnul Walid dengan lafaz yang sama.148 J u z 2 — Al-Baqarah r y y o Dikembalikan sebagian dari sedekah orang yang aniaya selagi ia masih hidup. Al-Walid ibnu Muslim meriwayatkannya pula dari Al-Auza'i. dari Syahr ibnu Hausyab. yang bersabda: Berat sebelah dalam wasiat merupakan dosa besar. telah menceritakan kepada kami Ibrahim ibnu Yusuf. dari Asy'as ibnu Abdullah.' "'i. dari Nabi Saw. telah menceritakan kepada kami Hisyam ibnu Ammar. dari Daud ibnu Abu Hindun.*. pernah bersabda: ^ „ Z. dari Ikrimah. dari Ibnu Abbas. yang menceritakan bahwa Rasulullah Saw.

Dan sesungguhnya seorang lelaki benar-benar mengamalkan suatu amalan ahli keburukan selama tujuh puluh tahun. mengatakan. "Bacalah oleh kalian bila kalian suka. maka dia akan diakhiri dengan keburukan amalnya." yaitu firman-Nya: Itulah hukum-hukum Allah. Selanjutnya Abu Hurairah r.a. lalu dimasukkan ke dalam surga. ayat 183-184 . tetapi ternyata berlaku adil dalam wasiatnya. maka dia akan diakhiri dengan kebaikan amalnya. maka janganlah nya. lalu dimasukkan ke dalam neraka. (Al-Baqarah: 229) kalian melanggar- Al-Baqarah. tetapi apabila ia berwasiat.Tafsir Ibnu Kasir 149 Sesungguhnya seorang lelaki benar-benar mengamalkan suatu amalan ahli kebaikan selama tujuh puluh tahun. lalu ia berat sebelah dalam wasiatnya itu.

Maka jika di antara kalian ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka). Sekiranya Allah menghendaki. hingga akhir ayat. tetapi Allah hendak menguji kalian terhadap pemberian-Nya kepada kalian. berarti mereka mempunyai teladan dalam berpuasa. niscaya kalian dijadikan-Nya satu umat (saja). Seperti yang disebutkan oleh firman-Nya: Untuk tiap-tiap umat di antara kalian. ber-khitab kepada orang-orang mukmin dari kalangan umat ini dan memerintahkan kepada mereka berpuasa. . sesungguhnya Allah pun telah mewajibkannya atas umat-umat sebelum mereka. Dengan demikian. menyucikannya serta membebaskannya dari endapan-endapan yang buruk (bagi kesehatan tubuh) dan akhlak-akhlak yang rendah. maka berlombalombalah berbuat kebajikan (Al-Maidah: 48). dan hal ini memberikan semangat kepada mereka dalam menunaikan kewajiban ini. Dan berpuasa lebih baik bagi kalian jika kalian mengetahui. Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Barang siapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan. yaitu dengan penunaian yang lebih sempurna dari apa yang telah ditunaikan oleh orang-orang sebelum mereka. (yaitu) memberi makan seorang miskin. sebagaimana puasa diwajibkan atas mereka.150 Juz 2 — Al-Baqarah Hai orang-orang yang beriman. yaitu menahan diri dari makan dan minum serta bersenggama dengan niat yang ikhlas karena Allah Swt. (yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa. Allah menyebutkan. Karena di dalam berpuasa terkandung hikmah membersihkan jiwa. maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Melalui ayat ini Allah Swt. maka itulah yang lebih baik baginya. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah.

barang siapa di antara kalian mampu memberi najkah.Tafsir Ibnu Kasir 151 Karena itulah maka dalam ayat ini disebutkan: Hai orang-orang yang beriman. Memang demikianlah cara ibadah puasa pada permulaan Islam. dan barang siapa yang tidak mampu (memberi nafkah). Seperti yang disebutkan di dalam hadis Sahihain. Riwayat ini dari Mu'az. hal itu dilakukan bukan sedap hari agar tidak berat dikerjakan yang akibatnya nanti tubuh menjadi lemah dalam menunaikannya. yaitu setiap bulannya tiga hari. menjelaskan batas hari-hari yang dilakukan padanya puasa. (Al-Baqarah: 183) Dikatakan demikian karena puasa mengandung hikmah menyucikan tubuh dan mempersempit jalan-jalan setan. Qatadah. Ata. melainkan hanya dalam beberapa hari tertentu. maka kawinlah. yaitu mereka melakukan puasa tiga hari setiap bulan. karena sesungguhnya puasa merupakan peredam baginya. Puasa demikian masih terus berlangsung . Kemudian hal ini di-mansukh oleh perintah puasa bulan Ramadan sepenuhnya. Sesungguhnya telah diriwayatkan bahwa ibadah puasa pada permulaan Islam dilakukan sebagaimana yang biasa dilakukan oleh umat-umat terdahulu sebelum kita. diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa. Ibnu Abbas. Kemudian Allah Swt. hendaklah ia berpuasa. Ibnu Mas'ud. dan Ad-Dahhak Ibnu Muzahim. seperti yang akan dijelaskan kemudian. yaitu: Hai para pemuda.

dari Abdullah ibnu Umar yang menceritakan bahwa Rasulullah Saw. demi Allah. telah menceritakan kepadaku Abdullah ibnul Walid. Abu Ja'far Ar-Razi mengatakan dari Ar-Rabi' ibnu Anas.s. Ibnu Abu Hatim meriwayatkan dari hadis Abu Abdur Rahman Al-Muqri yang mengatakan. telah menceritakan kepadaku Sa'id ibnu Abu Ayyub. sesungguhnya ibadah puasa diwajibkan atas semua umat yang telah lalu.152 J u z 2 — Al-Baqarah sejak zaman Nabi Nuh a. yang sengaja kami singkat seperlunya menyangkut pembahasan ini. sebagaimana diwajibkan atas kita sebulan penuh. dari Abur Rabi' (seorang ulama Madinah). pernah bersabda: Puasa bulan Ramadan terdahulu. (AlBaqarah: 183-184) Maka Al-Hasan Al-Basri mengatakan. yang dimaksud dengan ayyamam ma'dudat ialah hari-hari tertentu yang telah dimaklumi. diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa. sampai Allah me-nasakh-nya dengan puasa bulan Ramadan. diwajibkan oleh Allah atas umat-umat Demikianlah nukilan dari sebuah hadis panjang. dari orang yang menerimanya dari Ibnu Umar yang pernah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: . "Memang benar." Dan telah diriwayatkan dari As-Saddi hal yang semisal. (yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Abbad ibnu Mansur meriwayatkan dari Al-Hasan Al-Basri sehubungan dengan makna firman-Nya: Hai orang-orang yang beriman.

(Al-Baqarah: 184) Artinya. (AlBaqarah: 183) Yakni atas kaum Ahli Kitab. Telah diriwayatkan dari Asy-Sya'bi. dan bersetubuh dengan istri sampai waktu yang semisal di besok malamnya. mengingat puasa memberatkan keduanya. (Al-Baqarah: 183) atas Bahwa diwajibkan atas mereka apabila seseorang di antara mereka salat malam hari lalu tidur. Ar-Rabi' ibnu Anas. . hal yang semisal telah diriwayatkan dari Ibnu Abbas. Sa'id ibnu Jubair. maka diharamkan atasnya makan. Abui Aliyah. Untuk itu Allah Swt. Abdur Rahman ibnu Abu Laila. dan Ata Al-Khurrasani. Kemudian Allah menjelaskan hukum puasa menurut apa yang berlaku di masa permulaan Islam. AsSaddi serta Ata Al-Khurrasani hal yang semisal.Tafsir Ibnu Kasir 153 Diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan orang-orang sebelum kalian. Ibnu Abu Hatim mengatakan. Mujahid. Ata Al-Khurrasani meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan takwil firman-Nya: Sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian. orang yang sakit dan orang yang bepergian tidak boleh puasa di saat sakit dan bepergian. minum. maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkannya itu pada hari-hari yang lain. berfirman: Maka jika di antara kalian ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka). Muqatil Ibnu Hayyan.

maka hal ini lebih baik baginya. Karena itulah maka Allah Swt. Dengan kata lain. (yaitu) memberi makan seorang miskin.154 J u z 2 — Al-Baqarah bahkan keduanya boleh berbuka dan mengqadai puasa yang ditinggalkannya itu di hari-hari yang lain sebanyak yang ditinggalkannya. tetapi dia harus memberi makan seorang miskin setiap hari. dari Mu'az ibnu Jabal r. tiba di Madinah.a. yaitu firman-Nya: . maka itulah yang lebih baik baginya. maka puasa lebih utama baginya daripada memberi makan. Barang siapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan. Ibnu Abbas. Kemudian Allah Swt. telah menceritakan kepada kami Amr ibnu Murrah. yang menceritakan bahwa ibadah salat difardukan melalui tiga tahapan. maka beliau Saw. (AlBaqarah: 184) Imam Ahmad mengatakan. Demikianlah menurut Ibnu Mas'ud. maka berbuka boleh baginya. dan lain-lainnya dari kalangan ulama Salaf. Jika dia memberi makan lebih banyak dari seorang miskin untuk setiap harinya. Orang yang sehat lagi berada di tempat. Dan berpuasa lebih baik bagi kalian jika kalian mengetahui. Muqatil ibnu Hayyan. Jika ia berpuasa. dari Abdur Rahman ibnu Abu Laila. tetapi berat menjalankan puasa. sesungguhnya dia boleh memilih antara puasa dan memberi makan. telah menceritakan kepada kami Al-Mas'udi. dan jika ia suka berbuka. jika dia suka. Adapun mengenai tahapan-tahapan ibadah salat ialah ketika Nabi Saw. menurunkan kepadanya ayat berikut. berfirman: Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah. boleh puasa. salat dengan menghadap ke arah Baitul Maqdis selama tujuh belas bulan. Mujahid. Tawus. dan ibadah puasa difardukan melalui tiga tahapan pula. telah menceritakan kepada kami Abun Nadr.

" Maka Rasulullah Saw. sesungguhnya aku pun pernah bermimpi melihat seperti apa yang dili- . maka Bilal menyerukan ngan kalimat ini.a. Kemudian berhenti sesaat. niscaya aku percaya kepada apa yang kulihat itu. (Al-Baqarah: 144). lalu mengucapkan. bahwa pada mulanya mereka berkumpul menunaikan salat dengan cara sebagian dari mereka mengundang sebagian lainnya hingga akhirnya mereka membuat kentong atau hampir saja mereka membuat kentong untuk tujuan tersebut.a.Tafsir Ibnu Kasir 155 Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit. bahwa lalu datanglah Umar ibnul Khattab r. Sesungguhnya ketika aku dalam keadaan antara tidur dan terjaga. Setelah itu ia mengucapkan hal yang sama. Maka Allah Swt. hal ini merupakan tahapan pertama. azan de- Maka Bilal adalah orang yang mula-mula menyerukan azan dengan kalimat ini. "Allahu Akbar. hingga akhir ayat. Mu'az ibnu Jabal r. Kemudian ada seorang lelaki dari kalangan Ansar —yang dikenal dengan nama Abdullah ibnu Zaid ibnu Abdu Rabbih— datang kepada Rasulullah Saw. asyhadu alla ilaha Mallah (aku bersaksi tidak ada Tuhan selain Allah). sesungguhnya aku melihat dalam mimpiku suatu perisdwa yang jika aku ddak tidur. bersabda: Ajarkanlah itu kepada Bilal. Lelaki itu berkata. melanjutkan kisahnya. maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Allahu Akbar (Allah Mahabesar. "Wahai Rasulullah. tiba-tiba aku melihat seseorang yang memakai baju rangkap yang kedua-duanya berwarna hijau. memalingkannya ke arah Mekah. Lelaki itu menghadap ke arah kiblat. "Wahai Rasulullah. Mu'az ibnu Jabar r. melanjutkan kisahnya. Allah Mahabesar).' Ia membacanya dua kali-dua kali hingga selesai azannya. dan mengatakan.a. hanya kali ini dia menambahkan kalimat qad qamatis salah (sesungguhnya salat akan didirikan) sebanyak dua kali.

156 J u z 2 — Al-Baqarah hatnya. Maka Rasulullah Saw. Maka seorang lelaki dari mereka bertanya kepada salah seorang yang sedang salat melalui isyarat yang maksudnya ialah berapa rakaat salat yang telah dikerjakan. maka tirulah oleh kalian perbuatannya itu (yakni langsung masuk ke dalam berjamaah. telah mendahuluinya dengan sebagian salatnya. baru ia menyelesaikan rakaat yang tertinggal sendirian). mereka datang ketika Nabi Saw. Setelah Nabi Saw. juga puasa 'Asyura. Perawi mengatakan. melanjutkan kisahnya. telah menyelesaikan sebagian dari salatnya. "Tidak sekali-kali ada suatu tahapan yang baru yang dialami oleh Nabi Saw. Lelaki yang ditanya menjawabnya dengan isyarat satu atau dua rakaat. yaitu tahapan pertama dan kedua. Kemudian Allah mewajibkan puasa atasnya melalui firman-Nya: . Maka Mu'az langsung ikut bermakmum kepada Nabi Saw. setelah itu ia baru masuk ke dalam jamaah. Lalu dia mengerjakan salat yang tertinggal itu sendirian." Pada suatu hari ia datang. Mu'az ibnu Jabal r. menggabungkan diri bermakmum kepada Nabi Saw. lalu datanglah Mu'az dan berkata. beliau puasa tiga hari setiap bulannya." Hal yang telah kami sebutkan di atas merupakan dua tahapan. Hal yang ketiga ini merupakan tahapan terakhir dari salat. melainkan aku terlibat di dalamnya. menyelesaikan salatnya. bahwa pada mulanya para sahabat sering datang terlambat di tempat salat. Keadaan-keadaan atau tahapan yang dialami oleh ibadah puasa ialah ketika Rasulullah Saw. hanya dia lebih dahulu dariku. apabila imam selesai dari salatnya. bersabda: Sesungguhnya Mu'az telah membuat suatu peraturan bagi kalian. sedangkan Nabi Saw. bangkitlah Mu'az melanjutkan salatnya yang ketinggalan. tiba di Madinah.a.

dan memberikan keringanan kepada orang yang sakit dan orang yang sedang bepergian. Demikianlah dua tahapan yang dialami oleh puasa. serta ditetapkan memberi makan orang miskin bagi lansia yang tidak kuat lagi melakukan puasa. maka hendaklah ia berpuasa Dada bulan itu. ia boleh puasa. yaitu firman-Nya: . dan orang yang tidak ingin puasa. menurunkan ayat lain. Kemudian ada seorang lelaki dari kalangan Ansar yang dikenal dengan nama Sirmah. maka ia memberi makan seorang miskin sebagai ganti dari puasanya. mereka dilarang melakukan hal tersebut. lalu ia pulang ke rumah dan salat Isya. 9 'J'!'* '»\\SY* (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadan. (yaitu) memberi makan seorang miskin. diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa—sampai dengan firman-Nya—Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah. minum. Dia bekerja di siang harinya sambil puasa hingga petang hari. . (Al-Baqarah: 183-184) Pada mulanya orang yang menghendaki puasa. Kemudian Allah Swt. kemudian ketiduran dan belum sempat lagi makan dan minum karena terlalu le- . barang siapa di antara kalian hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu. dan mendatangi istri selagi mereka belum tidur.Tafsir Ibnu Kasir 157 /fa/ orang-orang yang beriman. (Al-Baqarah: 185) Maka Allah menetapkan kewajiban puasa atas orang mukim yang sehat. tetapi apabila telah tidur. Pada mulanya mereka masih boleh makan. bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur'an —sampai dengan firman-Nya— Karena itu.

Lili £yO^«l^^ Pada mulanya puasa 'Asyura diwajibkan.158 Juz 2 — Al-Baqarah lah hingga keesokan harinya. dan Imam Hakim di dalam kitab Mustadrak-nya melalui hadis Al-Mas'udi dengan lafaz yang sama. Ketika turun wahyu yang mewajibkan puasa bulan Ramadan. dan menceritakan apa yang telah dialaminya itu." Sirmah menjawab. (Al-Baqarah: 187) Hadis ini diketengahkan oleh Imam Abu Daud di dalam kitab Sunannya. dari Urwah. tetapi aku ketiduran hingga pagi hari dan aku terus dalam keadaan puasa. lalu ia datang kepada Nabi Saw.j \Q°>\ «. menurunkan firman-Nya: \AV S S^oJl Dihalalkan bagi kalian pada malam hari puasa bercampur dengan istri-istri kalian —sampai dengan firman-Nya— kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai malam hari. dan orang yang ingin berbuka. lalu beliau Saw. . "Kulihat dirimu tampak sangat payah dan letih. dari Siti Aisyah yang mengatakan: . maka Rasulullah Saw. "Wahai Rasulullah. Keesokan harinya ia melanjutkan puasanya. sesungguhnya kemarin aku bekerja. maka orang yang ingin puasa 'Asyura boleh melakukannya. melihat dirinya dalam keadaan sangat kepayahan. bertanya. setelah datang ke rumah aku langsung merebahkan diri karena sangat lelah. Maka Allah Swt. Hadis ini diketengahkan pula oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim melalui hadis Az-Zuhri. boleh tidak puasa 'Asyura." Disebutkan pula bahwa Umar telah menggauli istrinya sesudah tidur.

Firman Allah Swt. ia harus menebusnya dengan fidyah hingga turunlah ayat yang selanjutnya. Telah diriwayatkan pula melalui hadis Ubaidillah. dari Ibnu Umar yang pernah mengatakan bahwa memang ayat ini di-mansukh oleh ayat sesudahnya. (yaitu) memberi makan seorang miskin. (Al-Baqarah: 184) Seperti yang dijelaskan oleh Mu'az ibnu Jabal. maka ia boleh puasa. (yaitu) memberi makan seorang miskin. (yaitu) memberi makan seorang miskin. Hal yang sama diriwayatkan pula oleh Imam Bukhari melalui Salamah ibnul Akwa' yang menceritakan bahwa ketika diturunkan firman-Nya: Dan wajib bagi orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah. As-Saddi meriwayatkan dari Murrah. maka ia harus memberi makan seorang miskin untuk sedap harinya'. dari Abdullah ibnu Mas'ud r.a.: Dan wajib bagi orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah. dan barang siapa yang tidak ingin puasa. dari Nafi'. yaitu 'pada mulanya barang siapa yang ingin puasa.Tafsir Ibnu Kasir 159 Imam Bukhari sendiri meriwayatkannya pula melalui Ibnu Umar dan Ibnu Mas'ud dengan lafaz yang semisal. yang mengatakan bahwa ketika diturunkan firman-Nya:. (Al-Baqarah: 184) . yaitu berfungsi menasakh-nya. (Al-Baqarah: 184) Maka bagi orang yang hendak berbuka. Dan wajib bagi orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah.

160 Juz 2 — Al-Baqarah Yang dimaksud dengan yutiqunahu ialah mengerjakannya dengan penuh masyaqat (berat). ia pernah mendengar Ibnu Abbas membacakan firman-Nya: . telah menceritakan kepada kami Zakaria ibnu Ishaq. maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu. maka ia berbuka dan memberi makan seorang miskin sebagai fidyah. Yang dimaksud dengan firman-Nya: Barang siapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan (Al-Baqarah: 184) kebajikan. telah menceritakan kepada kami Amr ibnu Dinar. barang siapa di antara kalian hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu. tetapi berpuasa lebih baik bagi kalian (daripada berbuka dan memberi makan seorang miskin). Orang yang ingin puasa. Yakni barang siapa yang memberi makan seorang miskin lagi. (Al-Baqarah: 185) Imam Bukhari mengatakan pula. (Al-Baqarah: 184) Pada mulanya mereka tetap dalam keadaan demikian hingga ayat ini di-mansukh oleh fiman-Nya: Karena itu. telah menceritakan kepada kami Rauh. * f *> 'W-* i? ' </?< maka itulah yang lebih baik baginya. dari Ata. telah menceritakan kepada kami Ishaq. mengerjakan puasa. dan orang yang ingin berbuka. ISU".

(Al-Baqarah: 184) diturunkan berkenaan dengan manula yang tidak kuat puasa. (Al-Baqarah: 184) Lalu Ibnu Abbas mengatakan bahwa ayat ini ddak di-mansukh. Maka Allah memberinya keringanan boleh berbuka dengan memberi makan seorang miskin untuk sedap harinya. dari Sa'id ibnu Jubair. kecuali orang yang sudah lanjut usia. (yaitu) memberi makan seorang miskin. Hal yang sama diriwayatkan pula bukan hanya oleh seorang ulama. "Ata masuk menemuiku dalam bulan Ramadan. telah menceritakan kepada kami Wahb ibnu Baqiyyah. telah menceritakan kepada kami Al-Husain ibnu Muhammad ibnu Baluran Al-Makhzumi. maka jika ingin berbuka. telah menceritakan kepada kami Khalid ibnu Abdullah." . ia boleh berbuka dengan memberi makan seorang miskin untuk setiap hari yang ditinggalkannya'. sedangkan dia ddak berpuasa. dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa ayat ini (yakni firman-Nya): Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah. dari Ibnu Abu Laila yang menceritakan. Abu Bakar ibnu Abu Syaibah mengatakan. dari Ikrimah. telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ahmad. yaitu berkenaan bagi manula laki-laki dan perempuan yang tidak mampu mengerjakan ibadah puasa. (yaitu) memberi makan seorang miskin. lalu ia mengatakan. keadaannya sangat lemah.Tafsir Ibnu Kasir 161 Dan wajib bagi orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah. jika puasa. dari Asy'as ibnu Siwar. maka keduanya harus memberi makan seorang miskin untuk setiap harinya. telah menceritakan kepada kami Abdur Rahim ibnu Sulaiman. dari Ibnu Abbas. 'Ibnu Abbas pernah mengatakan bahwa ayat ini (Al-Baqarah ayat 185) diturunkan menasakh ayat yang sebelumnya. Al-Hafiz Abu Bakar ibnu Murdawaih mengatakan.

"Adapun orang yang berusia lanjut. hal ini dilakukannya selama satu atau dua tahun. maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu. Karena Allah Swt. lalu ia sendiri berbuka (tidak puasa). yaitu wajib baginya membayar fidyah sedap hari yang ditinggalkannya. bila ddak mampu mengerjakan puasa. boleh berbuka dan ddak wajib qada baginya karena keadaannya bukanlah seperti keadaan orang yang mampu mengqadainya. mengingat kondisinya lemah. Pendapat ini merupakan salah satu pendapat Imam Syafii. Pertama. tidak sekali-kali membebankan kepada seseorang melainkan sebatas kemampuannya." . pendapat yang sahih dan dijadikan pegangan oleh kebanyakan ulama. apakah wajib baginya memberi makan seorang miskin untuk setiap harinya. jika memang dia orang yang lemah kondisinya karena usia yang sudah tua? Ada dua pendapat di kalangan ulama sehubungan dengan masalah ini. Tetapi bila ia berbuka. ddak kuat melakukan puasa karena pengaruh usia yang sudah sangat tua. perihalnya sama dengan anak kecil. (Al-Baqarah: 185) Orang yang sudah sangat lanjut usia dan tidak mampu melakukan puasa.162 J u z 2 — Al-Baqarah Kesimpulan bahwa nasakh berlaku bagi orang sehat yang mukim di tempat tinggalnya harus puasa karena berdasarkan firman-Nya: Karena itu. yakni berat menjalankannya. Hal ini merupakan pendapat yang dipilih oleh Imam Bukhari. maka tidak wajib baginya membayar fidyah. Seperti penafsiran ibnu Abbas dan lain-lainnya dari kalangan ulama Salaf berdasarkan qiraat orang-orang yang membacakan wa'alal lazina yufiqunahu. barang siapa di antara kalian hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu. karena Imam Bukhari mengatakan. Hal yang sama dikatakan pula oleh Ibnu Mas'ud dan lain-lainnya. maka dia harus memberi makan seorang miskin untuk setiap hari yang ditinggalkannya. tidak wajib baginya memberi makan seorang miskin. setiap hari yang ditinggalkannya ia memberi makan seorang miskin berupa roti dan daging. Kedua. Sesungguhnya Anas sesudah usianya sangat lanjut.

a. tetapi harus membayar fidyah dan qada.Tafsir Ibnu Kasir 163 Riwayat yang dinilai mu'allaq oleh Imam Bukhari ini diriwayatkan pula oleh Al-Hafiz Abu Ya'la Al-Mausuli di dalam kitab Musnad-nya. Termasuk ke dalam pengertian ini ialah wanita yang sedang hamil dan yang sedang menyusui. tanpa ada qada. bersumber dari murid-murid Anas. Masalah ini telah kami bahas secara rinci di dalam Kitabus Siyam yang kami pisahkan di dalam kitab yang lain. Menurut pendapat lainnya. telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Mu'az. tanpa fidyah. . dari Ayyub ibnu Abu Tamimah yang menceritakan bahwa Anas r. maka ia memasak makanan Sarid dalam panci. telah menceritakan kepada kami Imran. dari Rauh ibnu Ubadah. dari Ayyub dengan lafaz yang sama. Abdu meriwayatkan pula melalui hadis Sittah. ddak mampu mengerjakan puasa karena usianya yang sangat lanjut. Sedangkan pendapat yang lainnya lagi mengatakan bahwa keduanya boleh berbuka (tidak puasa) tanpa harus membayar fidyah dan qada. dari Imran (yakni Ibnu Jarir). telah menceritakan kepada kami ayahku. Sehubungan dengan keduanya para ulama berselisih pendapat Sebagian dari mereka mengatakan. Asar ini diriwayatkan pula oleh Abdu ibnu Humaid. lalu ia memanggil tiga puluh orang miskin dan memberi mereka makan. Pendapat yang lainnya mengatakan bahwa yang wajib hanya qadanya saja. jika keduanya merasa khawatir terhadap kesehatan dirinya atau kesehatan anaknya. Untuk itu dia mengatakan. keduanya boleh berbuka. dari Anas hal yang semakna. keduanya hanya diwajibkan membayar fidyah.

dan tidak menghendaki kesukaran bagi kalian. memuji bulan Ramadan di antara bulan-bulan lainnya. pada hari-hari yang lain. dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka). maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu. bahwa Rasulullah Saw. Allah menghendaki kemudahan bagi kalian. Imam Ahmad ibnu Hambal mengatakan. pernah bersabda: . dari Qatadah. supaya kalian bersyukur. dari Wasilah (yakni Ibnul Asqa). Allah Swt. Karena itu. sesungguhnya telah disebutkan oleh hadis bahwa pada bulan Ramadan pula kitab Allah lainnya diturunkan kepada para nabi S P belum Nabi Muhammad Saw. Sebagaimana Allah mengkhususkan bulan Ramadan sebagai bulan diturunkan-Nya AlQur'an.164 Juz 2 — Al-Baqarah Bulan Ramadan. bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil). barang siapa di antara kalian hadir (di negeri tempat dnggalnya) di bulan itu. karena Dia telah memilihnya di antara semua bulan sebagai bulan yang padanya diturunkan Al-Qur'an yang agung. telah menceritakan kepada kami Abu Sa'id maula Bani Hasyim. maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkannya. dari Abui Falih. Hendaklah kalian mencukupkan bilangannya dan hendaklah kalian mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepada kalian. telah menceritakan kepada kami Imran Abui Awwam.

dan Injil. dan kitab Injil diturunkan pada tanggal tiga belas Ramadan. dan kitab Injil diturunkan pada tanggal delapan belasnya. (Al-Qadar: 1) (Al-Qur'an) pada ma- . diturunkan sekaligus hanya dari Baitul 'Izzah ke langit dunia. hal ini terjadi pada bulan Ramadan. sedangkan Al-Qur'an diturunkan pada tanggal dua puluh empat Ramadan. Telah diriwayatkan pula melalui hadis Jabir ibnu Abdullah yang di dalamnya disebutkan: Bahwa kitab Zabur diturunkan pada tanggal dua belas Ramadan. Demikianlah menurut riwayat Ibnu Murdawaih. Sedangkan kalimat selanjutnya sama dengan hadis di atas. kitab Taurat. yaitu di malam Lailatul Qadar.Tafsir Ibnu Kasir 165 Lembaran-lembaran Nabi Ibrahim diturunkan pada permulaan malam Ramadan dan kitab Taurat diturunkan pada tanggal enam Ramadan. masing-masing diturunkan kepada nabi yang bersangkutan secara sekaligus. Adapun lembaran-lembaran atau suhu/. Lain halnya dengan Al-Qur'an. Seperti yang disebutkan oleh firman-Nya: Sesungguhnya Kami telah menurunkannya lam penuh kemuliaan. Zabur.

(Ad-Dukhan: 3) Serta firman-Nya: suatu Sesungguhnya Kami telah menurunkannya lam penuh kemuliaan. dari As-Saddi. dari Ibnu Abbas. ada yang dalam bulan Muharram. Disebutkan bahwa Atiyyah ibnul Aswad pernah berkata kepada Ibnu Abbas bahwa di dalam hatinya terdapat kemusyrikan mengenai firman-Nya: Bulan Ramadan. bulan yang di dalamnya diturunkan (Al-Baqarah: 185) Firman-Nya: Al-Qur'an. Seperti yang diriwayatkan oleh Israil.166 Sesungguhnya Kami menurunkannya berkati. Maka Ibnu Abbas menjawab. ada yang dalam bulan Safar. dari Ibnu Abbas. yaitu dalam malam yang penuh dengan . ada yang dalam bulan Zul-Qa'dah. Sesungguhnya Kami menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam yang diberkahi. ada pula yang diturunkan dalam bulan Rabi'. (Ad-Dukhan: 3) J u z 2 — Al-Baqarah pada suatu malam yang di- Setelah itu Al-Qur'an diturunkan kepada Rasulullah Saw. dari Muhammad ibnu Abui Mujalid. Demikianlah menurut apa yang diriwayatkan bukan hanya oleh seorang perawi saja. dari Miqsam. ada yang dalam bulan Zul-Hijjah. secara bertahap sesuai dengan kejadian-kejadiannya. (Al-Qadar: 1) (Al-Qur'an) pada ma- Sedangkan Al-Qur'an ada yang diturunkan pada bulan Syawal. "Sesungguhnya Al-Qur'an diturunkan dalam bulan Ramadan.

dan tidak sekali-kali orang-orang musyrik mendatangkan suatu perumpamaan untuk mendebat Nabi Saw. kemudian diturunkan lagi sesuai dengan kejadian-kejadiannya secara berangsur-angsur dalam bulan dan hari yang berbeda-beda. disebutkan bahwa Ibnu Abbas mengatakan. dan dalam malam yang penuh dengan keberkahan secara sekaligus. „ l \4 if *> . "Mengapa Al-Qur'an ini tidak diturunkan kepadanya sekali turun saja?" Demikianlah supaya Kami perkuat hatimu dengannya dan Kami membacakannya kelompok demi kelompok. "Al-Qur'an diturunkan pada pertengahan bulan Ramadan ke langit dunia dari tempat asalnya. yaitu Baitul 'Izzah. Sesungguhnya Allah Swt. berfirman kepada Nabi-Nya menurut apa yang dikehendaki-Nya. Sedangkan di dalam riwayat Sa'id ibnu Jubair." Di dalam riwayat Ikrimah. Kemudian diturunkan kepada Rasulullah Saw. Yang demikian itulah pengertian firman-Nya: Berkatalah orang-orang yang kafir. Tidaklah orang-orang kafir itu datang kepadamu (membawa) sesuatu yang ganjil.: * ijT» K\v' W <. dari Ibnu Abbas. dari Ibnu Abbas. disebutkan bahwa Al-Qur'an diturunkan pada bulan Ramadan (yaitu di malam Lailatul Qadar) ke langit dunia secara sekaligus. melainkan Allah Swt.'•'«. (Al-Furqan: 32-33) Adapun firman Allah Swt. mendatangkan jawabannya. selama dua puluh tahun untuk menjawab perkataan manusia." Demikianlah menurut apa yang diriwayatkan oleh Ibnu Abu Hatim dan Ibnu Murdawaih.Tafsir Ibnu Kasir 167 kemuliaan (Lailatul Qadar). melainkan Kami datangkan kepadamu suatu yang benar dan yang paling baik penjelasannya.

dari Muhammad ibnu Ka'b Al-Qurazi dan Sa'id (yakni Al-Maqbari). membenarkannya. untuk itu ia mengatakan dalam kitab- . telah diriwayatkan juga dari Mujahid dan Muhammad ibnu Ka'b hal yang semisal dengan asar di atas. petunjuk yang berbeda dengan jalan yang keliru. Periwayatan hadisnya ditolak oleh Al-Hafiz Ibnu Addi. telah menceritakan kepada kami ayahku. dan pembeda antara perkara yang hak dan yang batil serta halal dan haram. Tetapi katakanlah bulan Ramadan. dari Abu Hurairah r. Ibnu Abu Hatim mengatakan.a. tetapi daif (dalam periwayatan hadis). anak lelakinya yang bernama Muhammad mengambil riwayat hadis darinya. Akan tetapi." Ibnu Abu Hatim mengatakan pula. "Janganlah kalian katakan Ramadan. sesungguhnya dia hanya menduga-duga saja akan predikat marfu' hadis ini. Bayyinatin. (Al-Baqarah: 185) Hal ini merupakan pujian bagi Al-Qur'an yang diturunkan oleh Allah Swt. Menurut kami. membuktikan kebenaran apa yang dibawanya berupa hidayah yang menentang kesesatan. karena sesungguhnya Ramadan itu merupakan salah satu dari asma Allah Swt. seorang imam ahli dalam Bab "Magazi dan Sirah". dan mengikutinya. sebagai petunjuk buat had hamba-hamba-Nya yang beriman kepada Al-Qur'an. Abu Ma'syar adalah Najih ibnu Abdur Rahman Al-Madani. telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Bakkar ibnur Rayyan. Ibnu Abbas dan Zaid ibnu Sabit membolehkan sebutan tersebut. petunjuk-petunjuk dan hujah-hujah yang jelas lagi gamblang dan terang bagi orang yang memahami dan memikirkannya. melainkan bulan Ramadan. Dialah yang me-ra/a'-kan hadis ini sampai kepada Abu Hurairah. ia pernah mengatakan. Tetapi Imam Bukhari di dalam kitabnya mendukung Abu Ma'syar. Telah diriwayatkan dari salah seorang ulama Salaf bahwa ia tidak suka mengatakan bulan puasa dengan sebutan Ramadan saja.168 J u z 2 — Al-Baqarah sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang badl). telah menceritakan kepada kami Abu Ma'syar.. dan ia memang berhak untuk ditolak karena predikatnya matruk.

(Al-Baqarah: 185) . Keduanya boleh berbuka.: Karena itu. sedangkan tubuhnya dalam keadaan sehat. memberi makan seorang miskin untuk sedap harinya. antara lain ialah hadis yang mengatakan: Barang siapa yang puasa Ramadan karena iman dan mengharapkan rida Allah.Tafsir Ibnu Kasir 169 jiya bahwa ini adalah bab mengenai sebutan Ramadan. Untuk itu Allah Swt. Setelah masalah puasa dituntaskan ketetapannya. tetapi dengan syarat kelak harus mengqadainya. berfirman: dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka). (Al-Baqarah: 185) Hukum wajib ini merupakan suatu keharusan bagi orang yang menyaksikan hilal masuk bulan Ramadan. barang siapa di antara kalian hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu. maka disebutkan kembali keringanan bagi orang yang sakit dan orang yang bepergian. maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkannya itu. lalu ia mengetengahkan hadis-hadis yang menyangkut hal tersebut. pada hari-hari yang lain. maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu. tetapi hanya membayar fidyah. Firman Allah Swt. yakni dia dalam keadaan mukim di negerinya ketika bulan Ramadan datang. maka dia harus mengerjakan puasa. Ayat ini me-nasakh ayat yang membolehkan ddak berpuasa bagi orang yang sehat lagi mukim. niscaya diampuni baginya semua dosanya yang terdahulu. Dan hadis-hadis lainnya yang semisal. seperti yang telah diterangkan sebelumnya.

barang siapa di antara kalian hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu. karena firman Allah Swt. dan tidak daki kesukaran bagi kalian. Hal ini dada lain hanyalah untuk mempermudah dan memperingan kalian sebagai rahmat dari Allah Swt. sesungguhnya diberikan keringanan ini bagi kalian hanya dalam keadaan kalian sedang sakit atau dalam perjalanan. kemudian di tengah bulan Ramadan ia mengadakan perjalanan (bepergian). maka ddak diperbolehkan baginya berbuka karena alasan bepergian selama ia berada dalam perjalanannya.: Karena itu. maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu. Tetapi pendapat ini aneh. buat kalian. maka dia boleh berbuka. barang siapa yang sedang sakit hingga puasa memberatkannya atau membahayakannya. atau ia sedang dalam perjalanan. Apabila berbuka. Karena itu. (Al-Baqarah: 185) Sesungguhnya berbuka itu hanya diperbolehkan bagi orang yang melakukan perjalanannya sebelum bulan Ramadan masuk. sedangkan dia telah berada dalam perjalanannya. dari sejumlah sahabat dan tabi'in. tetapi puasa merupakan suatu keharusan bagi orang yang mukim lagi sehat. maka ia harus berpuasa sebanyak hari yang ditinggalkannya di hari-hari yang lain (di luar Ramadan). dinukil oleh Abu Muhammad ibnu Hazm di dalam kitabnya yang berjudul Al-Mahalli. Beberapa masalah yang berkaitan dengan ayat ini Pertama: Segolongan ulama Salaf berpendapat bahwa orang yang sejak permulaan Ramadan masuk masih dalam keadaan mukim. dalam firman selanjurnya disebutkan: Allah menghendaki kemudahan bagi kalian.170 J u z 2 — Al-Baqarah Maknanya. Hanya riwayat yang dikemukakarinya dari mereka . (Al-Baqarah: 185) menghen- Dengan kata lain.

tidak mencela orang yang tetap berpuasa dan tidak pula terhadap orang yang berbuka. Karena mereka berangkat bersama Rasulullah Saw.Tafsir Ibnu Kasir 171 masih perlu dipertimbangkan kebenarannya. pendapat yang benar ialah yang dikatakan oleh jumhur sahabat dan tabi'in. "Di antara kami ada orang yang tetap berpuasa dan di antara kami ada pula yang berbuka. dalam bulan Ramadan." Seperti yang disebutkan di dalam kitab Sahihain. Maka Nabi Saw. Bahkan telah dibuktikan pula dari perbuatan Rasulullah Saw. lalu menurut salah seorang di antara mereka yang terlibat. Seandainya berbuka merupakan suatu keharusan. yaitu bahwa masalah berbuka dalam perjalanan ini berdasarkan takhyir (boleh memilih) dan bukan suatu keharusan. karena sesungguhnya telah ditetapkan di dalam sunnah dari Rasulullah Saw. (Al-Baqarah: 185) Akan tetapi. beliau berbuka dan memerintahkan kepada orang-orang untuk berbuka mengikuti jejaknya. pada hari-hari yang lain. Beliau Saw. berjalan bersama pasukannya sampai di Kadid. wajib berbuka dalam perjalanan karena berdasarkan firman-Nya: maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkannya itu. Kedua: Segolongan sahabat dan tabi'in lainnya berpendapat. bahwa beliau pernah melakukan suatu perjalanan di dalam bulan Ramadan untuk melakukan Perang Fatah (penaklukan kota Mekah). tetapi beliau tetap berpuasa. mencela orang-orang yang berpuasa di antara kami. dari Abu Darda yang menceritakan: . niscaya beliau Saw. sendiri bahwa beliau pernah dalam keadaan demikian (berada dalam suatu perjalanan). Demikianlah menurut apa yang diketengahkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim. Kedka di Kadid.

Maka beliau menjawab: Barang siapa yang berbuka. dalam bulan Ramadan. pernah ditanya mengenai puasa dalam perjalanan. cuaca saat itu sangat panas hingga seseorang di antara kami ada yang meletakkan tangannya di atas kepalanya karena teriknya panas matahari. bahkan berbuka lebih baik daripada berpuasa karena berpegang kepada rukhsah (keringanan). sesungguhnya aku adalah . dan barang siapa yang tetap berpuasa.. Di dalam hadis yang lain disebutkan: Ambillah oleh kalian rukhsah (keringanan) Allah yang nya kepada kalian. maka hal itu baik. Ketiga: Segolongan ulama yang antara lain ialah Imam Syafii mengatakan bahwa puasa dalam perjalanan lebih utama daripada berbuka karena berdasarkan perbuatan Nabi Saw. Segolongan ulama lainnya mengatakan. sendiri dan Abdullah ibnu Rawwahah. karena berdasarkan hadis Sid Aisyah yang mengatakan bahwa Hamzah ibnu Amr Al-Aslami pernah bertanya. seperti yang disebutkan di atas tadi. "Wahai Rasulullah. maka tiada dosa atasnya. dan tiada seorang pun di antara kami yang tetap berpuasa selain Rasulullah Saw.172 Juz 2 — Al-Baqarah Kami berangkat bersama Rasulullah Saw. yang menceritakan bahwa beliau Saw. juga karena ada sebuah hadis dari Rasulullah Saw. diberikan- Segolongan ulama yang lainnya lagi mengatakan bahwa keduanya (berbuka dan puasa dalam perjalanan) sama saja.

menginginkan berbuka. Dan jika kamu Hadis ini terdapat di dalam kitab Sahihain. dan haram baginya melakukan puasa bila ia dalam perjalanan. berdasarkan kepada hadis Jabir yang mengatakan: Bahwa Rasulullah Saw. berpuasalah. "Bukanlah merupakan suatu kebaktian melakukan puasa dalam perjalanan.Tafsir Ibnu Kasir 173 orang yang sering berpuasa. "Orang yang berpuasa. apabila puasa memberatkannya. maka merupakan suatu ketentuan baginya berbuka. maka bolehkah aku berpuasa dalam perjalanan?" Rasulullah Saw. dari Ibnu Umar dan Jabir serta selain keduanya yang mengatakan: . berbukalah. Menurut pendapat yang lain. bersabda. menjawab: Jika kamu menginginkan puasa. pernah melihat seorang lelaki yang dinaungi (dikerumuni oleh orang banyak)." (Hadis diketengahkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim) Jika orang yang bersangkutan tidak menyukai sunnah dan ia ddak suka berbuka. maka berbuka adalah lebih utama. "Ada apa?" Mereka menjawab. Hal ini berdasarkan sebuah hadis di dalam kitab Musnad Imam Ahmad dan lainlainnya. maka beliau bertanya." Maka beliau Saw.

Jika orang yang bersangkutan ingin memisah-misahkannya. ia boleh berturut-turut dalam mengerjakannya. maka ia boleh memisah-misahkannya.1 J J'A* j? * "•<"?! . Bila bulan Ramadan telah lewat. Jika ingin berturut-turut. tanpa ikatan harus terturut-turut. telah menceritakan kepada kami Abu Salamah Al-Khuza'i.174 Juz 2 — Al-Baqarah Barang siapa yang tidak mau menerima keringanan Allah. dan tidak daki kesukaran bagi kalian. (Al-Baqarah : 185) Kemudian Allah Swt. berfirman: Allah menghendaki kemudahan bagi kalian. maka atas dirinya dibebankan dosa yang besarnya semisal dengan Bukit Arafah. dari Al-A'rabi yang mendengarnya langsung dari Nabi Saw. Keempat: Mengenai masalah qada. telah menceritakan kepada kami Abu Hilal. dari Abu Qatadah.: J>J'A^ S J * . tidak wajib berturut-turut. apakah wajib berturut-turut atau boleh terpisah-pisah? Ada dua pendapat mengenai masalah ini. Pendapat pertama mengatakan wajib berturut-turut. (Al-Baqarah: 185) menghen- Imam Ahmad mengatakan. Demikianlah menurut pendapat jumhur ulama Salaf dan Khalaf —dan didukung oleh dalil-dalil yang kuat— karena berturut-turut itu hanyalah diwajibkan dalam bulan Ramadan. karena qada merupakan pengulangan dari ada'an. dari Humaid ibnu Hilal Al-Adawi. pada hari-hari yang lain. Karena itulah disebutkan di dalam firman-Nya: maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkannya itu. Menurut pendapat kedua. maka makna yang dimaksud hanyalah wajib membayar hari-hari yang ditinggalkannya saja. mengingat puasa harus dilakukan dalam bulan itu secara tuntas.

a." Beliau mengucapkannya sebanyak tiga kali. Setelah beliau selesai dari salatnya. telah menceritakan kepada kami Yazid ibnu Harun. telah menceritakan kepada kami Amir ibnu Urwah Al-Faqimi. ia pernah mendengar sahabat Anas r. Imam Ahmad mengatakan pula. telah menceritakan kepada kami Asim ibnu Hilal. . "Sesungguhnya agama Allah itu berada dalam kemudahan. lalu beliau salat. pernah bersabda: Mudahkanlah dan janganlah kalian mempersulit. mengatakan bahwa Rasulullah Saw. sesungguhnya sebaik-baik (peraturan) agama kalian ialah yang paling mudah.. "Apakah kami berdosa jika melakukan demikian?" Maka Rasulullah Saw. Imam Ahmad mengatakan. maka keluarlah beliau dengan kepala yang masih meneteskan air karena habis wudu atau mandi. telah menceritakan kepada kami Syu'bah. bersabda. maka orang-orang bertanya kepadanya. telah menceritakan kepadaku Abu Urwah yang menceritakan: Ketika kami sedang menunggu Nabi Saw. telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ja'far. serta bersikap simpatilah kalian dan janganlah kalian bersikap tidak disenangi. Imam Abu Bakar ibnu Murdawaih meriwayatkannya pula dalam tafsir ayat ini melalui hadis Muslim ibnu Abu Tamim.Tafsir Ibnu Kasir 175 Sesungguhnya sebaik-baik (peraturan) agama kalian ialah yang paling mudah. dari Asim ibnu Hilal dengan lafaz yang sama. telah menceritakan kepada kami Abut Tayyah.

dari Mihjan ibnul Adra' yang menceritakan: J A 9 J ' '\ 'f' ". Di dalam kitab Sahihain disebutkan pula bahwa kedka Rasulullah Saw. telah menceritakan kepada kami Yahya ibnu Abu Talib. dan saling bantulah kamu berdua dan jangan sampai kamu berdua berselisih pendapat. permudahkanlah oleh kamu dan janganlah kamu berdua mempersulit. Di dalam kitab Sunan dan kitab Masanid disebutkan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda: "S' L "' 9 SL\ Aku diutus membawa agama yang cenderung yang hak dan penuh dengan toleransi. beliau bersabda kepada keduanya: Sampaikanlah berita gembira (kepada mereka) dan janganlah kamu berdua bersikap yang membuat mereka antipati kepadamu. telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Ishaq ibnu Ibrahim. dari Abdullah ibnu Syaqiq. telah menceritakan kepada kami Abdul Wahhab ibnu Ata. kepada perkara Al-Hafiz Abu Bakar ibnu Murdawaih di dalam kitab tafsirnya mengatakan. telah menceritakan kepada kami Abu Mas'ud Al-Hariri.' 9 '\ J° 9 Y\\"^ ?"\<*J<'\'' .176 J u z 2 — Al-Baqarah Imam Bukhari dan Imam Muslim mengetengahkannya di dalam kitab Sahih masing-masing. mengutus sahabat Mu'az ibnu Jabal dan Abu Musa ke negeri Yaman.

orang ini adalah penduduk Madinah yang paling banyak mengerjakan salat'. dan tidak menghendaki kesulitan bagi kalian. "Aku menjawab. (Al-Baqarah: 185) Yakni sesungguhnya Aku memberikan keringanan kepada kalian boleh berbuka bagi orang yang sakit dan yang sedang dalam perjalanan serta uzur lainnya. Dan hendaklah kalian mencukupkan bilangannya." Firman Allah Swt. bersabda. tiada lain karena Aku menghendaki kemudahan bagi kalian." Maka Rasulullah Saw.$i Bahwa Rasulullah Saw. . "Wahai Rasulullah. bersabda. lalu beliau menatapnya dengan pandangan mata yang tajam selama sesaat.: dan hendaklah kalian mengagungkan (Al-Baqarah: 185) Allah atas petunjuk-Nya. "Bagaimanakah menurutmu. Dan sesungguhnya Aku memerintahkan kalian untuk mengqadainya agar kalian menyempurnakan bilangan bulan Ramadan kalian.^v^ip^:Si^ stf i2. dan Dia tidak menghendaki mereka kesulitan. "Sesungguhnya Allah hanya menghendaki kemudahan belaka bagi umat ini. melihat seorang lelaki yang sedang salat. kemudian bersabda.Tafsir Ibnu Kasir 177 .: Allah menghendaki kemudahan bagi kalian. Firman Allah Swt. "Janganlah kamu memperdengarkan jawabanmu kepadanya. karena akan membinasakannya (membuatnya bangga dan riya)!" Dan Rasul Saw. apakah lelaki ini salat dengan sebenarnya?" Perawi berkata. Yakni agar kalian ingat kepada Allah di saat ibadah kalian selesai.

Dan bertasbihlah kamu kepada-Nya di malam hari dan setiap selesai salat. (Qaf: 39-40) Karena itulah maka disebutkan di dalam sunnah bahwa disunatkan membaca tasbih. (Al-Jumu'ah: 10) Dan firman Allah Swt." Karena . sebagaimana kalian menyebut-nyebut (membangga-banggakan) nenek moyang kalian.: Dan bertasbihlah sambil memuji Tuhanmu sebelum terbit matahari dan sebelum terbenam(nya). atau (bahkan) berzikirlah lebih banyak dari itu. maka berzikirlah dengan menyebut Allah. melainkan melalui takbirnya. dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyakbanyak supaya kalian beruntung. dan takbir sedap sesudah mengerjakan salat lima waktu. yaitu firman-Nya: Apabila kalian telah menyelesaikan ibadah haji kalian. tahmid. (Al-Baqarah: 200) Apabila telah ditunaikan salat. "Kami ddak mengetahui selesainya salat Nabi Saw.178 J u z 2 — Al-Baqarah Seperti pengertian yang terkandung di dalam ayat lainnya. Sahabat Ibnu Abbas mengatakan. maka bertebaranlah kalian di muka bumi.

: Supaya kalian bersyukur. (Al-Baqarah: 185) Artinya. barangkali kalian akan menjadi orang-orang yang bersyukur kepada-Nya karena mengerjakan hal tersebut. ia berpendapat bahwa membaca takbir dalam Hari Raya Fitri ddak disyariatkan.bahani Az-Zahiri berpendapat wajib membaca takbir dalam Hari Raya Idul Fitri berdasarkan makna lahiriah perintah yang terkandung di dalam firman-Nya: dan hendaklah kalian mengagungkan Allah atas yang diberikan kepada kalian. Sedangkan Imam lainnya mengatakan sunat. (Al-Baqarah: 185) Hingga Daud ibnu Ali Al-As. Firman Allah Swt. apabila kalian mengerjakan apa yang diperintahkan oleh Allah kepada kalian (yakni taat kepada-Nya dan mengerjakan semua yang difardukan-Nya dan meninggalkan semua apa yang diharamkanNya serta memelihara batasan-batasan-Nya). tetapi masih ada perbedaan pendapat di kalangan mereka dalam sebagian cabang-cabangnya. .Tafsir Ibnu Kasir 179 itulah banyak kalangan ulama yang mengatakan bahwa membaca takbir disyariatkan dalam Hari Raya Idul Fitri atas dasar firman-Nya: Dan hendaklah kalian mencukupkan bilangannya dan hendaklah kalian mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikannya kepada kalian. (Al-Baqarah: 185) petunjuk-Nya Lain halnya dengan mazhab Imam Abu Hanifah.

Ibnu Abu Hatim mengatakan. maka (jawablah). "Wahai Rasulullah. ataukah Dia jauh. telah menceritakan kepada kami Jarir. ayat 186 Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku. maka kita akan menyeru-Nya?" Nabi Saw. apakah Tuhan kita dekat. bahwasanya Aku adalah dekat. (Al-Baqarah: 1 8 6 ) . bahwa ada seorang penduduk Badui bertanya. dari As-Silt ibnu Hakim ibnu Mu'awiyah (yakni Ibnu Haidah Al-Qusyairi). ddak menjawab. Aku mengabulkan permohonan orang yang mendoa apabila ia berdoa kepadaKu. dari kakeknya. dari ayahnya. Maka Allah menurunkan firman-Nya: Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku. dari Abdah ibnu Abu Barzah AsSukhdyani. telah menceritakan kepada kami Yahya ibnul Mugirah. diam. agar mereka selalu berada dalam kebenaran. maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)-KH dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku.180 J u z 2 — Al-Baqarah Al-Baqarah. maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)-AM dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku. Aku mengabulkan permohonan orang yang mendoa apabila ia berdoa kepadaKu. maka kita akan bermunajat (berbisik) kepada-Nya. bahwasanya Aku adalah dekat. ayahku telah menceritakan kepada kami. maka (jawablah).

"Berdoalah kepada-Ku. Abdur Razzaq mengatakan. Aku mengabulkan permohonan orang yang mendoa apabila ia berdoa kepadaKu. niscaya Aku akan mengabulkan mereka..Tafsir Ibnu Kasir 181 Dengan kata lain. saat manakah yang lebih tepat untuk melakukan doa bagi kami?" Maka turunlah firman-Nya: . menurunkan firman-Nya: Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku." (Al-Mu-min: 60) niscaya Maka orang-orang bertanya. hingga akhir ayat. (Al-Baqarah: 186). "Di manakah Tuhan kita?" Maka Allah Swt. dari Auf. dari Jarir dengan lafaz yang sama. apabila kamu perintahkan mereka untuk berdoa kepada-Ku. dari Jarir dengan lafaz yang sama. Diriwayatkan pula oleh Ibnu Murdawaih serta Abusy Syekh Al-Asbahani. "Sekiranya kami mengetahui. melalui hadis Muhammad ibnu Abu Humaid. maka (jawablah). Hadis ini diriwayatkan pula oleh Ibnu Jarir. dari Al-Hasan yang menceritakan bahwa para sahabat bertanya kepada Rasulullah Saw. Ibnu Juraij meriwayatkan dari Ata. akan Kuperkenankan bagi kalian. bahwasanya Aku adalah dekat. hendaklah mereka berdoa kepada-Ku. telah menceritakan kepada kami Ja'far ibnu Sulaiman. dari Muhammad ibnu Humaid Ar-Razi. telah sampai kepada Ata bahwa kedka firman-Nya ini diturunkan: Dan Tuhan kalian berfirman.

sesungguhnya kalian hanya berseru kepada Tuhan Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat. karena sesungguhnya kalian bukan berseru kepada orang yang tuli. (Al-Baqarah: 186) Imam Ahmad mengatakan. Aku mengabulkan permohonan orang yang mendoa apabila ia berdoa kepadaKu. bukan pula kepada orang yang gaib." Abu Musa melanjutkan kisahnya. maka (jawablah). bahwasanya Aku adalah dekat. dari Abu Usman An-Nahdi. tenangkanlah diri kalian. "Lalu Nabi Saw. maukah kamu kuajarkan suatu kalimat (doa) yang termasuk perbendaharaan surga? (Yaitu) la haula wala guwwata illa billah (dada upaya dan tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah)'. mendekat ke arah kami dan bersabda: 'Hai manusia.182 J u z 2 — Al-Baqarah Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku." . dari Abu Musa AlAsy'ari yang menceritakan. Sesungguhnya Tuhan yang kalian seru lebih dekat kepada seseorang di antara kalian daripada leher unta kendaraannya. telah menceritakan kepada kami Khalid Al-Hazza. dalam suatu peperangan. ddak sekali-kali kami menaiki suatu tanjakan dan berada di tempat yang dnggi serta tidak pula kami menuruni suatu lembah melainkan kami mengeraskan suara kami seraya mengucapkan takbir. "Kedka kami (para sahabat) bersama Rasulullah Saw. Hai Abdullah ibnu Qais. telah menceritakan kepada kami Abdul Wahhab ibnu Abdul Majid As-Saqafi.

(An-Nahl: 128) dan . yang mengatakan: Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa orang-orang yang berbuat kebaikan. yang mengatakan bahwa Nabi Saw. telah menceritakan kepada kami Syu'bah. Imam Ahmad mengatakan. telah menceritakan kepada kami Abdur Rahman ibnu Yazid ibnu Jabir. telah menceritakan kepada kami Qatadah. dari Anas r. telah menceritakan kepada kami Ismail ibnu Ubaidillah." Menurut kami. hadis ini sama pengertiannya dengan firman Allah Swt. dari Abu Musa Al-Asy'ari dengan lafaz yang semisal. "Aku selalu bersama hamba-Ku selagi ia ingat kepada-Ku dan kedua bibirnya bergerak menyebut-Ku. dari Karimah binti Ibnu Khasykhasy Al-Muzaniyyah yang mengatakan bahwa telah menceritakan kepada kami Abu Hurairah yang pernah mendengar Rasulullah Saw. telah menceritakan kepada kami Ali ibnu Ishaq.a. berfirman. telah menceritakan kepada kami Sulaiman ibnu Daud. "Aku menurut dugaan hamba-Ku mengenai diri-Ku. berfirman. bersabda: Allah Swt. telah menceritakan kepada kami Abdullah. pernah bersabda: Allah Swt.Tafsir Ibnu Kasir 183 Hadis ini diketengahkan di dalam kitab Sahihain dan jamaah lainnya melalui hadis Abu Usman An-Nahdi yang nama aslinya ialah Abdur Rahman ibnu Ali. dan Aku selalu bersamanya jika dia berdoa kepada-Ku." Imam Ahmad mengatakan pula.

dan bahwa Allah Swt. "Sebutkanlah kepadaku nama lelaki itu. Yazid berkata. Hadis ini diriwayatkan pula oleh sebagian dari mereka. ddak akan mengecewakan doa orang yang berdoa kepada-Nya dan ddak sesuatu pun yang menyibukkan (melalaikan) Dia. tetapi dia tidak me-ro/a'-kannya. Imam Turmuzi." Mereka menjawab bahwa dia adalah Ja'far ibnu Maimun. Di dalam pengertian ini terkandung anjuran untuk berdoa. telah menceritakan kepada kami Yazid.a. Hadis ini diriwayatkan pula oleh Abu Daud. dan Ibnu Majah melalui hadis Ja'far ibnu Maimun (pemilik kitab Al-Anbat) dengan lafaz yang sama.184 J u z 2 — Al-Baqarah Sama pula dengan firman-Nya kepada Nabi Musa dan Nabi Harun. Aku mendengar melihat. Sehubungan dengan hal ini Imam Ahmad mengatakan. (Taha: 46) dan Makna yang dimaksud dari kesemuanya itu adalah. pernah bersabda: Sesungguhnya Allah Swt. Syekh Al-Hafiz Abui Hajjah Al-Mazi di dalam kitab Atraf-nya mengatakan bahwa periwayatan hadis ini diikud . ddak akan menyia-nyiakan doa yang dipanjatkan kepada-Nya. Imam Turmuzi mengatakan bahwa predikat hadis ini hasan garib.). bahkan Dia Maha Mendengar doa. benar-benar malu bila ada seorang hamba mengangkat kedua tangannya memohon suatu kebaikan kepada-Nya. Allah Swt. lalu Allah menolak permohonannya dengan kedua tangan yang hampa. yaitu: Sesungguhnya Aku beserta kamu berdua. telah menceritakan kepada kami seorang lelaki yang pernah mendengar dari Abu Usman (yakni An-Nahdi) kedka ia menceritakan hadis berikut dari Salman (yakni Al-Farisi r. bahwa Nabi Saw.

menjawab. dan adakalanya dipalingkan darinya suatu keburukan yang semisal dengan permohonannya itu. telah menceritakan kepada kami Abu Amir." Abdullah ibnu Imam Ahmad mengatakan. dari Mak-hul. Imam Ahmad mengatakan pula. yaitu Nabi Saw. bahwa Ubadah ibnus Samit pernah menceritakan hadis berikut kepada mereka. melainkan Allah pasti memberinya berkat doa itu salah satu dari tiga perkara berikut. "Allah Maha Banyak (Mengabulkan Doa). telah menceritakan kepada kami Ishaq ibnu Mansur Al-Kausaj. dari Abu Sa'id. pernah bersabda: Tiada seorang muslim pun yang memanjatkan suatu doa kepada Allah yang di dalamnya tidak mengandung permintaan yang berdosa dan tidak pula memutuskan silaturahmi. telah menceritakan kepada kami Ali ibnu Abui Mutawakkil An-Naji. dari Sulaiman At-Taimi." Nabi Saw. yaitu: Adakalanya permohonannya itu segera dikabulkan. kami akan memperbanyak doa. adakalanya permohonannya itu disimpan oleh Allah untuknya kelak di hari kemudian. dari Abu Usman An-Nahdi dengan lafaz yang sama. pernah bersabda: . telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Yusuf. dari Jubair ibnu Nafir. bahwa Nabi Saw.Tafsir Ibnu Kasir 185 pula oleh Abu Hammam Muhammad ibnu Abuz Zabarqan. telah menceritakan kepada kami Ibnu Sauban. dari ayahnya. Mereka (para sahabat) berkata. "Kalau begitu.

tetapi masih belum diperkenankan juga bagiku." Hadis ini diketengahkan pula oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim melalui hadis Malik dengan lafaz yang sama. dari Abu Ubaid maula Ibnu Azhar. dari Abu Hurairah. telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahb. selagi dia tidak meminta hal yang berdosa atau memutuskan hubungan silaturahmi. memohon sesuatu melainkan Allah pasti mengabulkan permintaannya itu atau mencegah darinya keburukan yang seimbang dengan permintaannya. dari Yazid. Hadis ini diriwayatkan pula oleh Imam Turmuzi. dari Rabi'ah. "Aku telah berdoa.dari Muhammad ibnu Yusuf Al-Faryabi. yang telah bersabda: . dari Ibnu Sauban (yaitu Abdur Rahman ibnu Sabit ibnu Sauban) dengan lafaz yang sama. pernah bersabda: Dikabulkan bagi seseorang di antara kalian selagi dia tidak tergesa-gesa mengatakan. dari Abu Hurairah. Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini berpredikat hasan sahih bila ditinjau dari jalur yang terakhir ini. Imam Muslim mengatakan di dalam kitab sahihnya. telah menceritakan kepadaku Mu'awiyah ibnu Saleh.186 J u z 2 — Al-Baqarah Tiada seorang lelaki muslim pun di muka bumi ini berdoa kepada Allah Swt. dari Abdullah ibnu Abdur Rahman Ad-Darami. Hadis ini menurut apa yang ada pada Imam Bukhari rahimahullah. dari Nabi Saw. Imam Malik meriwayatkan dari Ibnu Syihab. bahwa Rasulullah Saw. telah menceritakan kepadaku Abut Tahir. dari Abu Idris Al-Khaulani.

menjawab. telah menceritakan kepada kami Abu Hilal.a. pernah bersabda: 'l » * v Seorang hamba masih tetap berada dalam kebaikan selagi dia tidak tergesa-gesa. Mereka (sahabat) bertanya. menjawab. telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahb.' lalu saat itu dia merasa kecewa dan menghentikan doanya. "Seorang hamba mengatakan. 'Aku telah berdoa kepada Tuhanku." Imam Abu Ja'far At-Tabari di dalam kitab tafsirnya mengatakan. "Dia mengatakan. dari Urwah ibnuz Zubair. "Bagaimanakah pengertian tergesa-gesa itu?" Beliau Saw. telah menceritakan kepadaku Yunus ibnu Abdul A'la. telah menceritakan kepadaku Abu Sakhr. "Wahai Rasulullah. aku telah berdoa. tetapi masih belum-diperkenankan juga bagiku. dari Siti Aisyah r. dari Anas. tetapi masih belum diperkenankan juga bagiku'. telah menceritakan kepada kami Abdus Samad. bahwa Rasulullah Saw. Lalu ditanyakan. yang pernah . dari Qatadah. 'Aku telah berdoa. apakah yang dimaksud dengan tergesa-gesa itu?" Beliau Saw. bahwa Yazid ibnu Abdullah ibnu Qasit telah menceritakan kepadanya.Tafsir Ibnu Kasir 187 Doa seorang hamba masih tetap dikabulkan selagi dia tidak mendoakan hal yang berdosa atau yang memutuskan silaturahmi." Imam Ahmad mengatakan. bilamana dia tidak tergesa-gesa.

pernah bertanya kepada Rasulullah Saw. bahwa Rasulullah Saw. "Dia mengatakan. lalu doanya itu disia-siakan. 'Aku telah meminta. Karena itu. karena sesungguhnya Allah tidak akan mengabulkan bagi hamba yang berdoa kepada-Nya dengan hati yang lalai.a." Ibnu Qasit mengatakan pula bahwa ia pernah mendengar Sa'id ibnul Musayyab mengatakan hal yang serupa dengan apa yang dikatakan oleh Sid Aisyah r. dari Abdullah ibnu Amr. "Wahai bibi. tetapi tidak diberi. sedangkan hati kalian merasa yakin diperkenankan. Urwah bertanya. sebelum disegerakan baginya di dunia atau ditangguhkan baginya untuk di akhirat. dari Ibnu Abdur Rahman Al-Jaili.188 J u z 2 — Al-Baqarah mengatakan bahwa tidak sekali-kali seorang hamba yang mukmin berdoa kepada Allah memohon sesuatu. hai manusia. apakah yang dimaksud dengan tergesa-gesa dan putus asa itu?" Siti Aisyah menjawab.a. dan aku telah berdoa. telah menceritakan kepada kami Ibnu Luhai'ah. telah menceritakan kepada kami Hasan. pernah bersabda: . sebagian di antaranya lebih memuat daripada sebagian yang lain. telah menceritakan kepada kami Ishaq ibnu Ibrahim ibnu Abu Nafi' ibnu Ma'di Kariba di Bagdad. Imam Ahmad mengatakan. mintalah kepada-Nya. mengenai makna firman-Nya: . apabila kalian meminta kepada Allah. Ibnu Murdawaih mengatakan. tetapi ddak dikabulkan'. telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ishaq ibnu Ayyub. telah menceritakan kepadaku Ibnu Abu Nafi' ibnu Ma'di Kariba yang mengatakan bahwa ia dan Siti Aisyah r. selagi dia ddak tergesa-gesa atau putus asa. i/f \~ 9 L<C fsA\Sy s v / i Hati manusia itu bagaikan wadah. telah menceritakan kepada kami Bakr ibnu Amr.

" Maka Aku berfirman. dari Abu Saleh. (Al-Baqarah: 186) Maka Rasulullah Saw.Tafsir Ibnu Kasir 189 AJfcw mengabulkan permohonan orang yang mendoa apabila ia berdoa kepada-Ku. ini adalah pertanyaan Aisyah?" Maka turunlah Malaikat Jibril dan berkata: Allah menyampaikan salam-Nya kepadamu. pernah membacakan firman-Nya: Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku. "Wahai Tuhanku. dengan niat yang benar dan hatinya bersih mengatakan. (Al-Baqarah: 186). "Wahai Tuhanku. dari Ibnu Abbas. Maka Rasulullah Saw. bahwa Nabi Saw. Akan tetapi. bersabda. maka (jawablah). telah menceritakan kepadaku Jabir ibnu Abdullah. ada seorang hambaKu yang saleh. "Labbaika. bahwasanya Aku adalah dekat. hingga akhir ayat. hadis ini garib bila ditinjau dari sanad ini." lalu Aku penuhi permintaannya. Ibnu Murdawaih meriwayatkan dari hadis Al-Kalbi. bersabda: . Aku mengabulkan permohonan orang yang mendoa apabila ia berdoa kepadaKu.

dari Al-Hasan. Aku bersaksi bahwa janji-Mu adalah benar.190 J u z 2 — Al-Baqarah ya Allah. Kupenuhi seruan-Mu. dari Anas. neraka adalah benar. yang bersabda: { '^'J/S' '' 99 ''* *\ ' T '\'< Jt. dan Engkaulah yang akan membangkitkan manusia dari kuburnya. telah menceritakan pada kami Al-Hasan ibnu Yahya Al-Azdi dan Muhammad ibnu Yahya AlQat'i. telah menceritakan kepada kami Saleh Al-Mazi. Engkau memerintahkan untuk berdoa dan aku bertawakal dalam masalah pengabulannya. kupenuhi seruan-Mu. Sesungguhnya segala puji dan nikmat hanyalah milik-Mu dan begitu pula semua kerajaan. telah menceritakan kepada kami AlHajjaj ibnu Minhal. Aku bersaksi bahwa Engkau tiada tandingan lagi Maha Esa. tiada sekutu bagi-Mu. tiada sekutu bagimu. dari Nabi Saw. Al-Hafiz Abu Bakar Al-Bazzar mengatakan. surga adalah benar. kupenuhi seruan-Mu. kupenuhi seruan-Mu. . dan hari kiamat pasti akan datang tanpa diragukan lagi. bergantung kepada-Mu segala sesuatu. pertemuan dengan-Mu adalah benar. tidak beranak dan tidak diperanakkan. serta tiada seorang pun yang setara dengan-Mu. ya Allah. keduanya mengatakan.

telah menceritakan kepada kami Abu Muhammad Al-Mulaiki. Penyisipan anjuran untuk berdoa di antara hukum-hukum puasa ini mengandung petunjuk yang menganjurkan agar berdoa dengan sekuat tenaga di saat menyempurnakan bilangan Ramadan. dari Amr (yakni Ibnu Syu'aib ibnu Muhammad ibnu Abdullah ibnu Amr). "Hai anak Adam. Tersebutlah bahwa Abdullah ibnu Amr selalu berdoa untuk keluarga dan anaknya. bersabda: Bagi orang puasa di saat berbukanya ada doa yang dikabulkan. pernah bersabda: . Seperti yang diriwayatkan oleh Imam Abu Daud At-Tayalisi di dalam kitab Musnad-nya. janganlah kamu persekutukan Aku dengan sesuatu pun. dari Ubaidillah ibnu Abu Mulaikah. begitu pula anak dan keluarganya. Dan adapun yang bagimu ialah semua hal yang kamu lakukan atau amal apa pun. dan bahkan di sedap berbuka. dari Abdullah ibnu Amr yang menceritakan bahwa Nabi Saw. satu hal untukmu. dan satu hal untuk-Ku. berfirman. dari Ishaq ibnu Abdullah Al-Madani. maka Aku pasti menunaikan (pahala)nya kepadamu. dari ayahnya. telah menceritakan kepada kami Hisyam ibnu Ammar. dari kakeknya (yakni Abdullah Ibnu Amr) yang telah menceritakan bahwa ia pernah mendengar Nabi Saw. telah menceritakan kepada kami Al-Walid ibnu Muslim. serta satu hal lagi antara Aku dan kamu. sama-sama berdoa ketika berbuka puasa. Abu Abdullah Muhammad ibnu Yazid ibnu Majah di dalam kitab sunannya telah mengatakan.Tafsir Ibnu Kasir 191 Allah Swt. Adapun hal yang untuk-Ku ialah kamu harus menyembah-Ku. Dan adapun yang antara Aku dan kamu ialah kamu berdoa dan Aku yang memperkenankan (mengabulkan).

yaitu imam yang adil. Sunan Turmuzi. sekalipun sesudahnya. orang puasa hingga berbuka. ia pernah mendengar Abdullah ibnu Amr selalu mengucapkan doa berikut bila berbuka: Ya Allah.192 Juz 2 — A l . terdapat Ubaidillah ibnu Abu Mulaikah mengatakan. sudilah kiranya Engkau mengampuniku. sesungguhnya Aku memohon demi rahmat-Mu yang memuat segala sesuatu. dan Allah berfirman. Aku benar-benar akan menolongmu. "Demi kemuliaan-Ku. bahwa Rasulullah Saw. dan doa orang yang teraniaya diangkat oleh Allah sampai di bawah gamam (awan) di hari kiamat nanti. ayat 187 . Nasai." Al-Baqarah.B a q a r a h Sesungguhnya bagi orang puasa di saat berbukanya doa yang tidak ditolak (untuknya). dan Ibnu Majah disebutkan sebuah hadis dari Abu Hurairah. pernah bersabda: Ada tiga macam orang yang doanya tidak ditolak. dan dibukakan baginya semua pintu langit. Di dalam kitab Musnad Imam Ahmad.

yaitu fajar. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untuk kalian. Tawus. Ata. Maka dengan peraturan ini mereka mengalami masyaqat yang besar. Hal ini merupakan suatu keringanan dari Allah buat kaum muslim. Allah mengetahui bahwasanya kalian tidak dapat menahan nafsu kalian. maka diharamkan baginya makan. mereka itu adalah pakaian bagi kalian.Tafsir Ibnu Kasir 193 Dihalalkan bagi kalian pada malam hari puasa bercampur dengan istri-istri kalian. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai malam. supaya mereka bertakwa. sedang kalian ber-i'tikaf dalam masjid. Karena sesungguhnya pada permulaan Islam. Sa'id ibnu Jubair. dan makan minumlah hingga jelas bagi kalian benang putih dari benang hitam. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia. Tetapi bila ia tidur sebelum itu atau telah salat Isya. Itulah larangan Allah. karena itu Allah mengampuni kalian dan memberi maaf kepada kalian. Demikianlah menurut Ibnu Abbas. dan bersetubuh sampai malam berikutnya. minum. Mujahid. apabila salah seorang di antara mereka berbuka. maka janganlah kalian mendekatinya. ia hanya dihalalkan makan dan minum serta bersetubuh sampai salat Isya saja. Ar-Rafas. dan Allah menghapuskan apa yang berlaku di masa permulaan Islam. Salim ib- . dalam ayat ini artinya bersetubuh. dan kalian pun adalah pakaian bagi mereka. (tetapi) janganlah kalian campuri mereka itu.

As-Saddi. Amr ibnu Dinar. masing-masing dari keduanya bercampur dengan yang lain dan saling pegang serta tidur-meniduri. Al-Hasan. Abu Ishaq meriwayatkan dari Al-Barra ibnu Azib. dan kalian pun pakaian bagi mereka. Pada siang harinya ia bekerja di lahannya. "Apakah kamu mempunyai makanan?" Si istri menjawab. AdDahhak. Al-Hasan. Latar belakang turunnya ayat ini telah disebutkan di dalam hadis Mu'az yang panjang yang telah disebutkan sebelumnya. Mujahid. Ata Al-Khurrasani. berarti dia mengajak. Qatadah. agar tidak memberatkan mereka dan menjadikan mereka berdosa. Ibrahim An-Nakha'i. lalu ia tidur sebelum berbuka. bila seseorang dari mereka puasa. dan kalian pun adalah ketenangan bagi mereka'. Pada kesimpulannya suami dan istri. maka jadilah dia seperti pakaiannya.194 J u z 2 — Al-Baqarah nu Abdullah. Az-Zuhri. tersebutlah sahabat Rasulullah Saw. As-Saddi. (Al-Baqarah: 187) adalah Menurut Ibnu Abbas. . Ketika waktu berbuka telah tiba. maka amatlah sesuai bila diringankan bagi mereka boleh bersetubuh dalam malam Ramadan. Qatadah. Sa'id ibnu Jubair. Firman Allah Swt. Sesungguhnya Qais ibnu Sirman dari kalangan Ansar sedang melaksanakan puasa. dan Muqadl ibnu Hayyan.: Mereka adalah pakaian bagi kalian. makna yang dimaksud ialah 'mereka adalah ketenangan bagi kalian. Seorang penyair mengatakan: Bilamana teman tidur melipatkan lehernya. maksud ayat ialah 'mereka adalah selimut bagi kalian dan kalian pun adalah selimut bagi mereka'. maka ia tidak boleh makan sampai keesokan malamnya di waktu yang sama. ia datang kepada istrinya dan mengatakan. dan Muqatil ibnu Hayyan. Menurut Ar-Rabi' ibnu Anas.

Ketika istrinya datang. ternyata engkau tertidur. Kemudian turunlah ayat ini. karena itu Allah mengampuni kalian dan memberi maaf kepada kalian. —sampai dengan firman-Nya— dan makan minumlah hingga jelas bagi kalian benang putih dari benang hitam. maka diharamkan atas mereka wanita dan makanan sampai dengan waktu yang semisal pada keesokan malamnya.Tafsir Ibnu Kasir 195 "Tidak." Ternyata Qais sangat lelah hingga ia tertidur. (Al-Baqarah: 187) Maka mereka amat gembira dengan turunnya ayat ini. dan kaum laki-laki berkhianat terhadap dirinya sendiri. tetapi aku akan pergi dahulu untuk mencarikannya buatmu. Maka Allah Swt. (Al-Baqarah: 187) Ali ibnu Abu Talhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas yang menceritakan bahwa kaum muslim pada mulanya dalam bulan Ramadan bilamana mereka telah salat Isya. tepat di siang hari Qais pingsan." Ketika keesokan harinya. menurunkan firman-Nya: Allah mengetahui bahwasanya kalian tidak dapat menahan nafsu kalian. si istri melihatnya telah tidur. yaitu: Dihalalkan bagi kalian pada malam hari puasa bercampur dengan istri-istri kalian. Lafaz hadis Imam Bukhari dalam bab ini diketengahkan melalui Abu Ishaq. maka ia berkata. yaitu fajar. "Alangkah kecewanya engkau. dari Al-Barra yang menceritakan bahwa kedka ayat puasa bulan Ramadan diturunkan. mereka ddak menggauli istri-istri mereka sepanjang bulan Ramadan. lalu hal itu diceritakan kepada Nabi Saw. Kemudian ada segolongan kaum muslim yang menggauli is- .

Kemudian sampailah suatu berita kepada kami bahwa Umar ibnul Khattab sesudah dia tidur dan wajib baginya melakukan puasa. Kemudian ia datang menghadap Nabi Saw. dari Ibnu Abbas yang menceritakan bahwa sesungguhnya orang-orang itu sebelum diturunkan perintah puasa seperti apa yang telah diturunkan kepada mereka sekarang. sedangkan aku berkeinginan untuk puasa. Maka mereka mengadukan hal tersebut kepada Rasulullah Saw. maka ia tidak boleh makan dan minum serta tidak boleh menyetubuhi istrinya hingga tiba saat berbuka pada keesokan malamnya. Musa ibnu Uqbah telah meriwayatkan dari Kuraih. "Aku mengadu kepada Allah dan juga kepadamu atas apa yang telah aku perbuat. akhirnya aku menyetubuhi istriku sesudah aku tidur." Maka mereka (para sahabat) menduga bahwa Nabi Saw. pasti menegurnya dan mengatakan kepadanya. dan berkata. dari Ibnu Abbas. "Tidaklah pantas kamu lakukan hal itu. Hal yang sama diriwayatkan pula oleh Al-Aufi. (Al-Baqarah: 187)." Maka turunlah firman-Nya yang mengatakan: . hingga akhir ayat. mereka masih tetap boleh makan dan minum serta dihalalkan bagi mereka menggauli istri-istrinya." Nabi Saw. di antaranya ialah Umar ibnul Khattab. maka ia (bangun) dan menyetubuhi istrinya. "Sesungguhnya hawa nafsuku telah menggoda diriku. karena itu Allah mengampuni kalian dan memberi maaf kepada kalian. Maka sekarang campurilah mereka. bertanya. Lalu Allah menurunkan firmanNya: Allah mengetahui bahwasanya kalian tidak dapat menahan nafsu kalian. "Apakah yang telah kamu lakukan?" Umar menjawab. Tetapi apabila seseorang di antara mereka tidur.196 J u z 2 — Al-Baqarah tri-istri mereka dan makan sesudah salat Isya dalam bulan Ramadan.

Maka Allah Swt. menurunkan firman-Nya berkenaan dengan perisdwa itu. minum. salat Isya.IAY t S £_Jl 3 ( . (Al-Baqarah: 187) Yang dimaksud dengan rafas ialah bersetubuh dengan istri. yakni: Dihalalkan bagi kalian pada malam hari puasa bercampur de- ngan istri-istri kalian. lalu makan dan minum. dan menceritakan hal tersebut kepadanya. dan ia masih belum bangun kecuali setelah Rasulullah Saw. dia belum makan apa pun. Kemudian pada pagi harinya ia datang kepada Rasulullah Saw. maka ia bangun. dari Ata ibnu Abu Rabah. Sesungguhnya Umar ibnul Khattab menyetubuhi istrinya sesudah salat Isya. C. apabila mereka telah salat Isya. (Al-Baqarah: 187) Bahwa kaum muslim sebelum ayat ini diturunkan. dari Abu Hurairah sehubungan dengan takwil firman-Nya: Dihalalkan bagi kalian pada malam hari puasa bercampur dengan istri-istri kalian —sampai dengan firman-Nya— kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai malam. Sedangkan Sirmah ibnu Qais Al-Ansari tertidur sesudah salat Magrib.Tafsir Ibnu kasir 197 de- Dihalalkan bagi kalian pada malam hari puasa bercampur ngan istri-istri kalian. diharamkan atas mereka makan. dan wanita hingga mereka berbuka lagi di malam berikutnya. (Al-Baqarah: 187) Sa'id ibnu Abu Arubah meriwayatkan dari Qais ibnu Sa'd.

a. campurilah istri-istri kalian dan ikudlah apa yang telah ditetapkan oleh Allah buat kalian. Akhirnya aku setubuhi dia. Hisyam meriwayatkan dari Husain ibnu Abdur Rahman. yaitu fajar." Maka berkenaan dengan Umar r. "Wahai Rasulullah. dan makan minumlah hingga jelas bagi kalian benang putih dari benang hitam. dari Abdur Rahman ibnu Abu Laila yang menceritakan bahwa sahabat Umar ibnul Khattab r. dan kalian pun adalah pakaian bagi mereka. karena itu Allah mengampuni kalian dan memberi maaf kepada kalian. (Al-Baqarah: 187) Maksudnya. yakni memperoleh anak. turunlah ayat berikut. Tetapi ia menjawab bahwa dirinya telah tidur sebelum itu. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai malam.198 Juz 2 — Al-Baqarah mereka itu adalah pakaian bagi kalian. pernah bertanya.a. yakni firman-Nya: . Allah mengetahui bahwasanya kalian tidak dapat menahan nafsu kalian. hanya aku menduga dia sedang sakit. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untuk kalian. (Al-Baqarah: 187) Yakni kalian menyetubuhi istri-istri kalian dan kalian makan serta minum sesudah Isya. sesungguhnya aku tadi malam menginginkan istriku sebagaimana layaknya seorang lelaki mengingini istrinya. (Al-Baqarah: 187) Maka hal ini merupakan keringanan dan rahmat dari Allah.

karena itu Allah mengampuni kalian dan memberi maaf kepada kalian. bahwa ia pernah mendengar Abdullah ibnu Ka'b ibnu Malik menceritakan sebuah hadis kepadanya dari ayahnya. telah menceritakan kepadaku Musa ibnu Jubair maula Bani Salamah. Ata. Kemudian turunlah firman-Nya: Allah mengetahui bahwasanya kalian tidak dapat menahan nafsu kalian. "Kamu belum tidur. Abu Ja'far ibnu Jarir mengatakan. Ikrimah." lalu ia langsung menyetubuhinya.a. Pada pagi harinya Umar berangkat ke rumah Nabi Saw. Ka'b ibnu Malik melakukan hal yang sama pula. maka diharamkan atasnya makan. "Aku telah tidur. telah menceritakan kepada kami Suwaid. bahwa orang-orang dalam bulan Ramadan. Yaitu berkenaan . bila seorang lelaki di antara mereka puasa dan pada petang harinya dia tertidur. Maka sekarang campurilah mereka. Di suatu malam Umar ibnul Khattab r. dari Ibnu Abu Laila dengan lafaz yang sama. yang saat itu begadang di rumah beliau. Lalu Umar menjumpai istrinya telah tidur. (Al-Baqarah: 187). dari Abu Luhai'ah. dari Amr ibnu Murrah. Tetapi istrinya menjawab. dan lain-lainnya dalam asbabun nuzul ayat ini. Qatadah." Maka Umar menjawab. pulang ke rumahnya dari rumah Nabi Saw. (Al-Baqarah: 187) de- Hal yang sama diriwayatkan pula oleh Syu'bah. telah menceritakan kepadaku Al-Musanna.Tafsir Ibnu Kasir 199 Dihalalkan bagi kalian pada malam hari puasa bercampur ngan istri-istri kalian. telah menceritakan kepada kami Ibnul Mubarak. Hal yang sama diriwayatkan pula dari Mujahid. dan ia menginginkannya. dan menggauli istri hingga saat berbuka pada besok malamnya. minum. hingga akhir ayat. dan menceritakan hal tersebut kepadanya.

(AlBaqarah: 187) Menurut Abu Hurairah. dari Ibnu Abbas sehubungan dengan takwil ayat ini: dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untuk kalian. Amr ibnu Malik Al-Bakri telah mengatakan dari Abui Jauza. Mujahid. Demikianlah menurut riwayat Ibnu Abu Hatim dan Ibnu Jarir. makan. Ad-Dahhak. As-Saddi. (AlBaqarah: 187) Makna yang dimaksud ialah lailatul qadar (malam yang penuh dengan kemuliaan). Syuraih Al-Qadi. (AlBaqarah: 187) Makna yang dimaksud ialah jimak (persetubuhan). Ata. Muqatil ibnu Hayyan. Ibnu Abbas. Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam mengatakan sehubungan dengan takwil firman-Nya: Dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untuk kalian.: dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untuk kalian.200 J u z 2 — Al-Baqarah dengan perbuatan Umar ibnul Khattab dan orang-orang yang melakukan seperti apa yang diperbuatnya. AlHasan Al-Basri. Firman Allah Swt. . Qatadah. Anas. Ikrimah. Zaid ibnu Aslam. Al-Hakam ibnu Utbah. dan minum dalam semua malam Ramadan sebagai rahmat dan keringanan serta belas kasihan dari Allah. Ar-Rabi' ibnu Anas. juga berkenaan dengan Sirmah ibnu Qais. dan lain-lainnya. Sa'id ibnu Jubair. makna yang dimaksud ialah anak. Maka diperbolehkanlah bersetubuh.

Tafsir Ibnu Kasir 201 Abdur Razzaq mengatakan pula. memperbolehkan pula makan dan minum di samping boleh menggauli istri dalam malam mana pun yang disukai oleh orang yang berpuasa. Hal ini diungkapkan di dalam ayat dengan istilah 'benang putih' yang berbeda dengan 'benang hitam'. "Ikutilah oleh kalian keringanan yang telah ditetapkan oleh Allah buat kalian ini!" Yakni atas dasar bacaan ma ahallalldhu lakum (bukan ma kataballdhu lakum). (yakni kataba. (AlBaqarah: 187) Maka Ibnu Abbas menjawab. artinya 'apa yang telah dihalalkan oleh Allah buat kalian'. bukan ahalla)" Akan tetapi. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai malam. telah menceritakan kepada kami Ma'mar. yaitu fajar. dari Ata ibnu Abu Rabah yang pernah bercerita bahwa ia pernah berkata kepada Ibnu Abbas mengenai bacaan ayat ini. "Mana saja yang kamu sukai boleh. (Al-Baqarah: 187) Allah Swt. tetapi pilihlah olehmu bacaan yang pertama. telah menceritakan kepada kami Ibnu Uyaynah. dari Amr ibnu Dinar. hingga tampak jelas baginya cahaya waktu subuh dari gelapnya malam hari. Ibnu Jarir memilih pendapat yang mengatakan bahwa makna ayat lebih umum daripada hal tersebut. Abdur Razzaq telah mengatakan pula. bahwa Qatadah pernah mengatakan. yakni firman-Nya: dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untuk kalian. kemudian pengertian yang masih misteri ini diperjelas dengan firman-Nya: .: dan makan minumlah hingga jelas bagi kalian benang putih dari benang hitam. Firman Allah Swt.

telah menceritakan kepada kami Abu Gassan (yakni Muhammad ibnu Mutarrif). telah menceritakan kepada kami Hisyam.202 J u z 2 — Al-Baqarah yaitu fajar. telah menceritakan kepada kami Abu Hazim. Imam Ahmad mengatakan. (Al-Baqarah: 187) Sedangkan kelanjutannya masih belum diturunkan. Lalu Allah menurunkan firman-Nya: yaitu fajar. seseorang dari mereka mengikatkan benang pudh dan benang hitam pada kakinya. dari Asy-Sya'bi. te- . (Al-Baqarah: 187) Maka mengertilah mereka bahwa yang dimaksud dengan isulah benang putih dan benang hitam ialah malam dan siang hari. telah menceritakan kepada kami Husain. yaitu firman-Nya: yaitu fajar. (Al-Baqarah: 187) Maka orang-orang apabila hendak berpuasa. dari Sahi ibnu Sa'd yang mengatakan bahwa kedka ayat berikut ini diturunkan: Dan makan minumlah hingga jelas bagi kalian benang putih dari benang hitam. telah menceritakan kepadaku Ibnu Abu Maryam. (Al-Baqarah: 187) Seperti yang disebutkan di dalam hadis riwayat Imam Abu Abdullah Al-Bukhari. dia masih tetap makan dan minum hingga tampak jelas baginya kedua benang itu.

. yaitu fajar. lalu aku letakkan di bawah bantalku. Makna yang dimaksud dijelaskan oleh ayat berikutnya. Demikianlah menurut apa yang tercatatkan di dalam riwayat Imam Bukhari. Dan ketika tampak jelas di mataku perbedaan antara benang putih dan benang hitam. maka beliau bersabda: 'Sesungguhnya bantalmu kalau demikian benar-benar lebar. Hal ini berarti bantal Addi sama lebarnya dengan ufuk timur dan ufuk barat.Tafsir Ibnu Kasir 203 lah menceritakan kepadaku Addi ibnu Hatim yang mengatakan bahwa ketika ayat ini diturunkan. maka aku mulai imsak (menahan diri). yang satu berwarna hitam. dan aku tinggal melihat keduanya. yakni firman-Nya: dan makan minumlah hingga jelas bagi kalian benang putih dari benang hitam. Sesungguhnya yang dimaksud dengan demikian itu hanyalah terangnya siang hari dan gelapnya malam hari'. yakni tali yang berwarna hitam dan yang berwarna putih. "Maka aku sengaja mencari dua buah tali. (Al-Baqarah: 187) (Addi ibnu Hatim berkata). Makna 'sesungguhnya bantalmu kalau demikian benar-benar lebar' ialah bantalmu memang lebar jika dapat memuat dua buah tali. sedangkan yang lain berwarna putih." Hadis diketengahkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dari berbagai jalur dari Addi. Pada keesokan harinya aku datang menghadap Rasulullah Saw. yakni ditafsirkan seperti ini. . lalu aku ceritakan kepadanya apa yang telah kulakukan itu. bahwa sesungguhnya keduanya itu adalah terangnya siang hari dan gelapnya malam hari.

dari Asy-Sya'bi. "Wahai Rasulullah. melainkan pengertian yang benar ialah 'apabila bantalnya lebar. telah menceritakan kepada kami Abu Uwwanah. maka berard tengkuknya lebar pula (yakni bukan makna kinayah./ Imam Bukhari menafsirkan pula melalui riwayat lainnya. yaitu telah menceritakan kepada kami Qutaibah. dari Sya'bi. dari Mutarrif. menjawab: Sesungguhnya bantalmu (tengkukmu) benar-benar lebar kalau demikian. ia memandang ke arah kedua tali itu. aku telah meletakkan dua buah tali di bawah bantalku. yakni jika tali putih dan tali hitam itu berada di bawah bantalmu. dari Addi ibnu Hatim yang menceritakan: . kamu ini benar-benar memiliki tengkuk yang Sebagian di antara mereka menafsirkannya dengan pengertian orang yang dungu. Kedka sebagian dari malam hari telah berlalu. Kedka pagi harinya ia berkata." Maka Rasulullah Saw. dari Addi yang menceritakan bahwa dia mengambil tali yang berwarna putih dan tali yang berwarna hitam. telah menceritakan kepada kami Jarir. tetapi dia masih belum dapat membedakannya. dari Husain. Menurut lafaz lainnya disebutkan: • la 2 . melainkan makna menurut lahiriah)'.n j^a^alcUjJ Sesungguhnya lebar. tetapi riwayat ini daif.204 J u z 2 — Al-Baqarah Telah menceritakan kepada kami Musa ibnu Ismail.

dan mengamalkannya merupakan hal yang dianjurkan. Di dalam kitab Sahihain. Karena itulah di dalam sunnah Rasul Saw." Ketetapan Allah Swt. "Wahai Rasulullah." Kemudian Nabi Saw. pernah bersabda: Sesungguhnya perbedaan antara puasa kita dan puasa Ahli Kitab ialah makan sahur. dari Abu Sa'id yang menceritakan bahwa Rasulullah Saw. terdapat anjuran bersahur. pernah bersabda: Bersahurlah kalian. dari ayahnya. Di dalam kitab Sahih Muslim disebutkan dari Amr ibnul As r. Imam Ahmad mengatakan. telah menceritakan kepada kami Ishaq ibnu Isa (yaitu Ibnut Tabba'). pernah bersabda: .a. dari Anas r. yang menceritakan bahwa Rasulullah Saw.a. "Tidak. apakah yang dimaksud dengan benang putih dari benang hitam. bersabda lagi.Tafsir Ibnu Kasir 205 Aku bertanya. karena sesungguhnya di dalam sahur terkandung barakah. dari Ata ibnu Yasar. "Sesungguhnya tengkukmu benar-benar lebar jika kamu memahami makna kedua benang itu. apakah keduanya memang benang?" Rasulullah Saw. menjawab. disebutkan bahwa Rasulullah Saw. bahkan yang dimaksud ialah gelapnya malam hari dan terangnya siang hari. yang membolehkan seseorang makan sampai fajar terbit menunjukkan sunat bersahur. telah menceritakan kepada kami Abdur Rahman ibnu Zaid. karena sahur termasuk ke dalam bab rukhsah.

sekalipun seseorang di antara kalian hanya meminum seteguk air. dari Anas ibnu Malik. "Berapa lamakah jarak antara azan (salat Subuh) dan sahur?" Zaid menjawab. dari Asim ibnu Bahdalah. kemudian kami bangkit mengerjakan salat" Anas bertanya kepada Zaid. dari Salim ibnu Gailan. Mengakhirkan sahur sunat hukumnya.. dari Huzaifah yang menceritakan: . seperti yang disebutkan di dalam kitab Sahihain. maka janganlah kalian melewatkannya. menamakan makan sahur ini dengan sebutan jamuan yang diberkati. pernah bersabda: Umatku masih tetap dalam keadaan baik selagi mereka menyegerakan berbuka (puasa) dan mengakhirkan makan sahur(nya). telah menceritakan kepada kami Ibnu Luhai'ah. melalui riwayat Hammad ibnu Salamah.206 Juz 2 — Al-Baqarah Sahur adalah makanan yang mengandung berkah. dan Imam Ibnu Majah. karena sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersalawat untuk orang-orang yang makan sahur. sehingga disebutkan bahwa sekalipun hanya dengan seteguk air. karena disamakan dengan orang-orang yang makan. Imam Nasai. dari Abu Zar yang menceritakan bahwa Rasulullah Saw. Banyak hadis yang menjelaskan bahwa Rasulullah Saw. dari Addi ibnu Hadm Al-Hamsi. telah menceritakan kepada kami Musa ibnu Daud. dari Sulaiman ibnu Abu Usman. "Kurang lebih sama dengan membaca lima puluh ayat. "Kami makan sahur bersama Rasulullah Saw. Di dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad. Di dalam Bab "Anjuran Bersahur" banyak hadis yang menerangkannya." Imam Ahmad mengatakan. dari Zaid ibnu Sabit yang menceritakan. dari Zaid ibnu Hubaisy.

dan sebagian yang lainnya belum dapat membuktikannya. Perihalnya sama dengan pengertian yang terkandung di dalam firman-Nya: Apabila mereka mendekati akhir idahnya. Sebagaimana telah diriwayatkan pula hal yang semisal dari sebagian besar golongan tabi'in. maka hari pun mulai pagi. dan takwil ini merupakan suatu pilihan yang terbaik karena mereka (para sahabat) terbukd melakukan sahur. Ibnu Abbas. Sesungguhnya diriwayatkan dari sebagian besar ulama Salaf bahwa mereka membolehkan makan sahur hingga mendekati waktu fajar. dan Abu Wa'il serta lain-lainnya dari kalangan murid-murid Ibnu Mas'ud. dan Abusya'sa (yaitu Jabir dan ibnu Zaid). Umar. maka rujukilah mereka dengan baik atau lepaskanlah mereka dengan baik. antara lain ialah Muhammad ibnu Ali ibnul Husain. Apa yang dikatakan oleh Imam Nasai ini merupakan takwil makna hadis ini. Abu Hurairah. (At-Talaq: 2) Yakni masa idah mereka mendekati akhirnya. hingga sebagian dari kalangan mereka ada yang menduga bahwa fajar telah terbit. Ata. Ali. Sesungguhnya kami telah . Ibnu Mas'ud. maka sebagai jalan keluarnya ialah adakalanya mereka dirujuki dengan baik atau dilepaskan dengan baik pula.Tafsir Ibnu Kasir 207 Kami makan sahur bersama Rasulullah Saw. Urwah ibnuz Zubair. Ibnu Umar. sedangkan mereka belum yakin akan terbitnya fajar. Abu Mijlaz. Zaid Ibnu Sabit. Huzaifah. Abud Duha. Ibnu Uyaynah.. Ibrahim An-Nakha'i. hanya matahari belum terbit. Pendapat ini didukung oleh Al-A'masy dan Jabir ibnu Rasyid. Al-Hakim. Hadis ini menurut Imam Nasai hanya ada pada Asim ibnu Abun Nujud. Al-Hasan. Mujahid. dan Imam Nasai menginterpretasikannya dengan pengertian dekat pagi hari. Hal yang semisal telah diriwayatkan dari Abu Bakar.

Menurut kami. bahwa sesungguhnya imsak diwajibkan hanyalah mulai dari terbitnya (dekat terbitnya) matahari. pernah bersabda: Jangan sampai azan ( p e r t a m a ) Bilal mencegah kalian dari sahur kalian. pendapat ini tidaklah layak dikatakan oleh seseorang yang berilmu mendalam. karena hal ini bertentangan dengan makna firman-Nya: dan makan minumlah hingga jelas bagi kalian benang putih dari benang hitam. Imam Ahmad mengatakan. sebagaimana diperbolehkan baginya berbuka setelah matahari tenggelam. Untuk itu makan dan minumlah kalian hingga kalian mendengar azan yang diserukan Ibnu Ummi Maktum.208 J u z 2 — Al-Baqarah mencatat sanad-sanad itu di dalam Kitabus Siyam secara menyendiri. bahwa Rasulullah Saw. karena sesungguhnya dia menyerukan azannya di malam hari. dari Siti Aisyah. yaitu fajar. karena sesungguhnya dia tidak menyerukan azannya sebelum fajar (subuh) terbit. telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu . telah menceritakan kepada kami Musa ibnu Daud. Abu Ja'far ibnu Jarir meriwayatkan di dalam kitab tafsirnya dari sebagian di antara mereka. (Al-Baqarah: 187) Telah disebutkan di dalam hadis Al-Qasjim. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai malam. Demikianlah menurut lafaz Imam Bukhari.

pernah bersabda: Jangan sekali-kali kalian teperdaya oleh seruan Bilal dan sinar putih ini. bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda: Fajar itu bukanlah sinar yang memanjang di ufuk. sebelum fajar menyingsing atau sinar merah tampak.Tafsir Ibnu Kasir 209 Jabir. melintang Ibnu Jarir mengatakan. telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnul Musanna. dan jangan sekali-kali kalian teperdaya oleh sinar yang naik (memanjang). bahwa Rasulullah Saw. dari ayahnya. . dari seorang syekh dari kalangan Bani Qusyair. dari Qais ibnu Talq. ia pernah mendengar Samurah ibnu Jundub menceritakan hadis berikut. (Riwayat Imam Turmuzi) Sedangkan menurut lafaz Imam Bukhari dan Imam Muslim disebutkan: Makan dan minumlah kalian. melainkan sinar merah yang melintang. telah menceritakan kepada kami Abdur Rahman ibnu Mahdi. maka makan dan minumlah kalian sebelum tampak cahaya merah yang bagi kalian. telah menceritakan kepada kami Syu'bah.

dari Sawad ibnu Hanzalah. "Janganlah seseorang di antara kalian tercegah dari makan sahurnya karena azan yang dilakukan oleh Bilal —atau beliau Saw. Hadis diriwayatkan oleh Imam Muslim di dalam kitab sahihnya. telah menceritakan kepada kami Ibnul Mubarak. dari Ismail ibnu Ibrahim (yakni Ibnu Ulayyah) dengan lafaz yang semisal. pernah bersabda: Jangan sekali-kali kalian berhenti dari sahur kalian karena Bilal dan jangan pula karena fajar yang memanjang. dari Samurah yang menceritakan bahwa Rasulullah Saw. dari Abdullah ibnu Saudah Al-Qusyairi. Ibnu Jarir mengatakan. telah menceritakan kepada kami ibnu Humaid. Ibnu Jarir mengatakan pula. dari Ibnu Mas'ud yang menceritakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda. bersabda. dari Zuhair ibnu Harb. dari ayahnya. oleh seman Bilal— karena sesungguhnya Bilal menyerukan azannya di malam hari (yakni hari masih malam) —atau beliau bersabda. dari Sulaiman At-Taimi. untuk memba- . dari Abu Usman An-Nahdi. tetapi fa itu ialah sinar yang melebar di ufuk timur. dari Samurah ibnu Jundub yang menceritakan bahwa Rasulullah Saw.210 J u z 2 — Al-Baqarali Kemudian Ibnu Jarir meriwayatkannya pula melalui hadis Syu'bah dan lain-lainnya. telah menceritakan kepadaku Ya'qub ibnu Ibrahim ibnu Ulayyah. pernah bersabda: Jangan sekali-kali kalian teperdaya oleh azan Bilal dan jan pula oleh cahaya putih ini —seraya mengisyaratkan kepada nar yang tampak memanjang— sebelum ia melebar.

dari Ata." Hadis ini diriwayatkan pula oleh Ibnu Jarir dari jalur yang lain melalui At-Taimi dengan lafaz yang sama. Fajar ini tidak menandakan masuknya waktu subuh. maka fajar inilah yang membolehkan salat Subuh dan mengharamkan makanan. fajar inilah yang mengharamkan minum (pertanda imsak yang sebenarnya).Tafsir Ibnu Kasir 211 ngunkan orang-orang yang tidur di antara kalian dan untuk mengingatkan orang-orang yang salat (sunat malam hari) dari kalian—. yaitu fajar yang bentuknya memanjang menyinari langit. dari Al-Haris ibnu Abdur Rahman. Tetapi . fajar yang bentuknya seperti ekor serigala tidak mengharamkan sesuatu pun. telah menceritakan kepadaku Abu Usamah. melainkan fajar yang sesungguhnya ialah yang tampak seperti demikian. Telah menceritakan kepada kami Al-Hasan ibnuz Zabarqan AnNakha'i. Hadis ini berpredikat mursal lagi jayyid. telah menceritakan kepada kami Ibnu Juraij. "Jika sinar fajar itu menerangi langit dalam bentuk memanjang (seperti tiang). dari Muhammad ibnu Abu Zi'b. dari Muhammad ibnu Abdur Rahman ibnu Sauban yang menceritakan bahwa Rasulullah Saw. tidak memperbolehkan salat (Subuh) dan orang yang sedang haji belum habis waktunya karena fajar ini. Tetapi fajar yang sebenarnya ialah yang cahayanya menyinari puncak bukit-bukit. fajar ini tidak mengharamkan minum bagi orang yang puasa. Fajar itu bukanlah yang tampak seperti ini. ia pernah mendengar Ibnu Abbas mengatakan bahwa fajar itu ada dua. Ata mengatakan. Sesungguhnya fajar yang benar adalah yang bentuknya melebar dan memenuhi ufuk (dmur). pernah bersabda: Fajar itu ada dua macam. ddak pula mengharamkan sesuatu pun. Abdur Razzaq mengatakan.

Dari hal ini tersimpul bahwa barang siapa yang berpagi hari dalam keadaan junub. Demikianlah menurut mazhab empat orang imam dan jumhur ulama Salaf dan Khalaf. kemudian beliau mandi dan puasa. Di dalam kitab Sahih Muslim disebutkan dari Siti Aisyah r. yang ada pada Imam Bukhari dan Imam Muslim disebutkan: dan beliau Saw. dan minum bagi orang yang hendak puasa. yang menceritakan hadis berikut: .a. Di dalam hadis Ummu Salamah r." Asar ini sanadnya sahih sampai kepada Ibnu Abbas dan Ata. hendaklah ia mandi dan melanjutkan puasanya tanpa ada dosa atasnya. pernah berpagi hari dalam keadaan junub karena habis jima' (bersetubuh) tanpa mengeluarkan air mani. maka haramlah minum bagi orang yang puasa dan habislah waktu haji. Termasuk di antara hukum yang ditetapkan oleh Allah ialah fajar dijadikan-Nya sebagai akhir batas waktu boleh bersetubuh. hal yang sama diriwayatkan pula oleh bukan hanya seorang dari kalangan ulama Salaf.a. karena berdasarkan apa yang telah diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim melalui hadis Aisyah dan Ummu Salamah r. tidak berbuka. makan. yang keduanya menceritakan: Rasulullah Saw.a. tidak pula mengqadainya.212 J u z 2 — Al-Baqarah apabila cahayanya menyinari puncak bukit-bukit.

3& 9 c£i'U4££tfj Bahwa ada seorang lelaki bertanya. dari Abu Hurairah. Sesungguhnya Allah telah memberikan ampunan bagimu atas semua dosamu yang terdahulu dan yang kemudian. yang telah bersabda: Apabila diserukan untuk salat." Maka Rasulullah Saw.Tafsir Ibnu Kasir 213 1&Q& ££. Di dalam kitab Sunan Nasai. dari Usamah ibnu Zaid dan Al-Fadl ibnu Abbas." Lelaki itu berkata. Hadis ini menurut apa yang ada di dalam kitab Sahihain dari Abu Hurairah. sedangkan seseorang dari kalian dalam keadaan junub. sesungguhnya aku benar-benar berharap ingin menjadi orang yang paling takut kepada Allah di antara kalian dan orang yang paling alim mengenai cara bertakwa. menjawab. "Aku pun pernah berada dalam waktu salat (Subuh). dari Rasulullah Saw. maka janganlah dia melakukan puasa di hari itu. telah menceritakan kepada kami Abdur Razzaq. aku berada di waktu salat (Subuh) sedang diriku dalam keadaan junub. dari Nabi Saw. tetapi aku tetap puasa. "Wahai Rasulullah. wahai Rasulullah. "Tetapi engkau tidaklah seperti kami. Bolehkah aku puasa?" Rasulullah Saw. yakni salat Subuh. tetapi dengan syarat Syaikhain. dari Ma'mar. Hadis ini ditinjau dari segi sanadnya berpredikat jayyid. sedangkan aku dalam keadaan junub." Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad disebutkan. dari Hammam. dari Abu Hurairah. dari Al-Fadl ibnu Abbas. bersabda. "Demi Allah. seperti yang Anda ketahui. tetapi Imam .

Ata. Di antara mereka ada yang menginterpretasikan hadis Abu Hurairah dengan pengertian bertentangan dengan kesempurnaan puasa. maka jinabah ddak membahayakannya. berdasarkan hadis Siti Aisyah dan Ummu Salamah yang menunjukkan pengertian boleh. bahkan pembuktian tarikh memberikan pengertian kebalikannya. tetapi pendapat ini pun jauh dari kebenaran karena pembuktian tarikh (penanggalannya) tidak ada. ada sebagian ulama yang menilai daif'hadis ini karena faktor tersebut (ddak marfu'). tetapi harus mengqadainya. Kalau puasanya sunat.). Kalau puasanya adalah puasa fardu. maka tidak ada puasa atas dirinya. . Pendapat ini diriwayatkan oleh As-Sauri. Di antara mereka ada yang menduga bahwa hadis Abu Hurairah di-nasakh oleh hadis Sid Aisyah dan Ummu Salamah. Tetapi jika dia dalam keadaan mukhtar (bebas memilih). Salim. dan Al-Hasan Al-Basri. dari Ibrahim An-Nakha'i. maka dia harus melanjutkan puasanya. Karena itu. tetapi pendapat ini ddak mempunyai alasan mana yang lebih dahulu di antara keduanya. juga merupakan suatu riwayat dari Al-Hasan Al-Basri. dari Mansur. Di antara mereka ada orang yang berpendapat membedakan antara orang yang berpagi hari dalam keadaan junub karena tertidur. Karena itu. Hisyam ibnu Urwah. Di antara mereka ada orang yang membedakan antara puasa fardu dan puasa sunat. tidak ada pahala puasa bagi pelakunya. berdasarkan kepada hadis Sid Aisyah dan Ummu Salamah. dan di antara mereka ada yang berpegang kepada hadis ini. hal ini diriwayatkan pula dari Urwah. berdasarkan hadis Abu Hurairah. Ibnu Hazm menduga bahwa hadis Abu Hurairah di-mansukh oleh ayat ini. Tawus.214 J u z 2 — Al-Baqarah Nasai tidak me-ra/a'-kannya (ddak menghubungkannya kepada Nabi Saw. maka tidak ada apa pun atas dirinya. Pendapat yang mengatakan demikian ada yang meriwayatkannya dari Abu Hurairah. Pendapat terakhir inilah yang lebih mendekati kebenaran dan lebih mencakup keseluruhannya. dan Al-Hasan.

disebutkan bahwa Rasulullah Saw. yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. telah menceritakan kepada kami Al-Walid ibnu Muslim. (Riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim) Imam Ahmad mengatakan. dari Amirul Mu-minin Umar ibnul Khattab r. berarti telah tiba waktu berbuka bagi orang yang puasa. dari Abu Salamah. pernah bersabda: Apabila malam tiba dari arah ini dan siang hari pergi dari arah ini.: Kemudian sempurnakanlah rah: 187) puasa itu sampai malam. Dari Sahi ibnu Sa'd As-Sa'idi r. seperti yang telah disebutkan di dalam kitab Sahihain.Tafsir Ibnu Kasir 215 Firman Allah Swt. yang bersabda'. telah menceritakan kepada kami Qurrah ibnu Abdur Rahman. telah menceritakan kepada kami Al-Auza'i. pernah bersabda: Orang-orang masih tetap dalam keadaan baik selagi mereka menyegerakan berbuka. (Al-Baqa- Makna ayat ini menunjukkan bahwa berbuka puasa itu di saat matahari tenggelam sebagai ketetapan hukum syar'i. dari Az-Zuhri. dari Nabi Saw. dari Abu Hurairah.a.a. ..

bersumber dari Al-Auza'i dengan lafaz yang sama. dari Abu Hurairah yang menceritakan bahwa Rasulullah Saw. bahwa ia pernah mendengar dari Laila (istri Basyir ibnul Khasasiyah) yang menceritakan bahwa ia pernah hendak melakukan puasa dua hari berturut-turut.216 J u z 2 — Al-Baqarah Allah Swt. Imam Ahmad mengatakan. tetapi Basyir melarangnya dan mengatakan bahwa sesungguhnya Rasulullah Saw. Karena itulah telah disebutkan di dalam hadis-hadis sahih larangan ber-wisal. dari Abu Salamah. dan ia mengatakan bahwa hadis ini hasan garib. tetapi berpuasalah kalian sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah. Apabila malam tiba (magrib). "Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai malam" (Al-Baqarah: 187). maka berbukalah kalian. pernah bersabda: . telah menceritakan kepada kami Affan." Imam Turmuzi meriwayatkannya pula melalui bukan hanya dari satu jalur. Imam Ahmad mengatakan pula. telah menceritakan kepada kami Ma'mar. berfirman. melarang hal seperti itu dan bersabda: Yang melakukan demikian hanyalah orang-orang Nasrani. yakni melanjutkan puasa dengan hari berikutnya tanpa makan sesuatu pun di antara keduanya. "Sesungguhnya orang yang paling Aku cintai di antara hamba-hamba-Ku ialah orang yang paling segera berbuka. telah menceritakan kepada kami Abdur Razzaq. dari Az-Zuhri. telah menceritakan kepada kami Ubaidillah ibnu Iyad yang mendengarnya dari Ibnu Laqit.

kuat melakukan hal tersebut dan mendapat pertolongan dari Allah untuk melakukannya.a. sesungguhnya Larangan melakukan wisal ini telah dibuktikan melalui berbagai jalur periwayatan. "Sesungguhnya engkau pun btv-wisaV Maka beliau Saw. menjawab. Beliau Saw. menjawab: Sesungguhnya keadaanku tidaklah seperti kalian. ketika mereka berkata. Nabi Saw. bahwa mereka tidak mau menghentikan wisal-nya (karena mengikut Nabi Saw." Abu Hurairah melanjutkan kisahnya. niscaya aku tambahkan kepada kalian. "Wahai Rasulullah. Dari Sid Aisyah r. maka Nabi Saw..)." seperti orang yang menghukum mereka. Demikian pula keduanya mengetengahkan hadis tentang larangan wisal ini melalui hadis Anas dan Ibnu Umar. dan telah ditetapkan pula bahwa wisal merupakan salah satu keistimewaan Nabi Saw. "Sesungguhnya aku tidaklah seperti kalian. Kemudian mereka melihat hilal (bulan Syawwal)." Nabi Saw. Tetapi . "Seandainya hilal datang terlambat. sesungguhnya engkau pun melakukan wisal. melarang mereka melakukan puasa wisal karena kasihan kepada mereka." Mereka bertanya. disebutkan bahwa Rasulullah Saw. sesungguhnya aku menginap seraya diberi makan dan minum oleh Tuhanku.Tafsir Ibnu Kasir 217 "Janganlah kalian ber-wisal. Imam Bukhari dan Imam Muslim mengetengahkan hadis ini di dalam kitab Sahihain melalui hadis Az-Zuhri dengan lafaz yang sama. meneruskan wisal-nya bersama mereka selama dua hari dua malam. aku diberi makan dan minum oleh Tuhanku. bersabda.

tetapi engkau pun ternyata ber-wisal. Barang siapa di antara kalian ingin melakukan wisal. dari Abu Bakar ibnu Hafs. dari ibu anaknya Hatib ibnu Abu Balta'ah yang menceritakan: . ber-wisal-lah sampai waktu sahur. yang menceritakan bahwa Rasulullah Saw. sedangkan aku ada yang memberi makan dan yang memberi minum. "Wahai Rasulullah." Rasulullah Saw.218 J u z 2 — Al-Baqarah menurut pendapat yang kuat. telah menceritakan kepada kami Abu Kuraib. Bagi orang yang senang melakukan imsak sesudah matahari tenggelam hingga waktu sahur. diperbolehkan baginya melakukan hal itu seperti apa yang disebutkan di dalam hadis Abu Sa'id Al-Khudri r. telah menceritakan kepada kami Abu Israil Al-Anasi. bersabda. melainkan perihalnya sama dengan apa yang diungkapkan oleh seorang penyair. Jika ddak demikian. makanan dan minuman yang diberikan khusus kepada Nabi Saw. Mereka berkata. bukanlah orang yang ber-wisal bila ditinjau dari segi hissi. "Sesungguhnya aku tidaklah seperti keadaan kalian. Ibnu Jarir mengatakan. berarti Nabi Saw. yaitu: Dia mempunyai banyak cerita kenangan bersamamu yang membuatnya sibuk.a. hanyalah berupa makanan dan minuman maknawi (abstrak). pernah bersabda: Janganlah kalian ber-wisal. telah menceritakan kepada kami Abu Na'im. bukan hissi (konkret). lupa makan dan lupa kepada perbekalannya. Sesungguhnya aku menginap." Imam Bukhari dan Imam Muslim mengetengahkan pula hadis ini di dalam kitab sahih masing-masing.

yaitu karena belas kasihan kepada mereka. dari Abdul A'la. dari Muhammad ibnu Ali.. Seperti yang disebutkan di dalam hadis Siti Aisyah r. Ibnu Jarir meriwayatkan dari Abdullah ibnuz Zubair dan lain-lainnya dari kalangan ulama Salaf.Tafsir Ibnu Kasir 219 Bahwa ia bersua dengan Rasulullah Saw. Maka Nabi Saw. acapkali melakukan wisal dari sahur ke sahur yang lain. (wisal) ialah dari sahur ke sahur yang lain" Imam Ahmad mengatakan. bukan sebagai ibadah.a. "Puasamu itu bukan termasuk wisal yang dilakukan oleh keluarga Muhammad. Tersebutlah bahwa Ibnuz Zubair dan anak laki-lakinya (yaitu Amir) serta orang-orang yang mengikud jejaknya melakukan wisal ini dengan . bersabda. tetapi ia berkata. Beliau memanggil untuk ikut makan. telah menceritakan kepada kami Abdur Razzaq. dari Ali r. ketika beliau sedang makan sahur. Tetapi dapat diinterpretasikan pula bahwa mereka memahami larangan tersebut sebagai bimbingan yang mengandung rasa belas kasihan. bahwa mereka sering melakukan wisal dalam hari-hari yang dapat dihitung. bersabda.a. telah menceritakan kepada kami Israil." Nabi Saw. "Sesungguhnya aku sedang puasa. Ibnu Jarir menginterpretasikan bahwa mereka melakukan perbuatan ini hanya untuk meladh diri mereka.: Bahwa Nabi Saw. "Bagaimanakah cara puasamu?" Lalu ia menceritakan hal tersebut kepada Nabi Saw.

Diriwayatkan dari mereka bahwa ketika mereka ber-wwa/. sedang kalian beritikaf dalam masjid. sesungguhnya Allah hanya mewajibkan puasa di siang hari saja. tetapi pada hari yang ketujuh di pagi harinya ia kelihatan sebagai orang yang paling kuat dan paling tegar di antara mereka (yang berpuasa). karena mereka memang mempunyai ketahanan tubuh yang mampu melakukan hal tersebut. boleh makan. Diriwayatkan dari Ibnuz Zubair bahwa ia sering melakukan wisal selama tujuh hari berturut-turut. Ad-Dahhak mengatakan. baik di siang maupun di malam hari sebelum dia selesai dari i'tikaf. maka ia boleh menyetubuhi istrinya jika menghendakinya. lalu ia keluar. Diharamkan baginya menyetubuhi istrinya. menurunkan firman-Nya: (tetapi) janganlah kalian campuri mereka itu. (Al-Baqarah: 187) Dengan kata lain. baik dalam bulan Ramadan ataupun di luar Ramadan.: (Tetapi) janganlah kalian campuri mereka itu. Abui Aliyah mengatakan.220 J u z 2 — Al-Baqarah kuat. maka orang yang ingin makan. janganlah kalian mendekati mereka (istri-istri kalian) selagi kalian masih dalam keadaan i'tikaf di dalam masjid. (Al-Baqarah: 187) Ali ibnu Abu Talhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa hal ini berkenaan dengan seorang lelaki yang sedang melakukan i'tikaf di dalam masjid. Maka Allah Swt. Tetapi bila malam hari dba. baik . makanan yang mula-mula mereka makan sebagai bukanya ialah minyak samin dan jazam agar perut mereka ddak perih karena makanan selanjutnya. boleh tidak makan. apabila seorang lelaki melakukan i'tikaf di dalam masjid. sedang kalian beritikaf dalam masjid. Firman Allah Swt. dan bagi orang meneruskannya.

Ibnu Abu Hatim mengatakan. hingga Allah mewafatkannya. Al-Hasan. Hal yang sama dikatakan pula oleh Mujahid. misalnya buang air besar atau makan. bahwa pada mulanya mereka melakukan hal tersebut (yakni menyetubuhi istri mereka selagi mereka masih dalam i'tikaf) hingga ayat ini diturunkan. sesudah masalah puasa mengandung petunjuk dan perhatian yang menganjurkan i'tikaf dalam berpuasa atau di akhir bulan Ramadan. Ata. Ar-Rabi' ibnu Anas. tidak halal baginya dnggal di dalam rumah kecuali sekadar waktu seperlunya sesuai dengan kepentingannya. Ia ddak boleh menjenguk orang yang sakit. Kemudian istri-istrinya melakukan i'tikaf pula sesudah beliau tiada. tetapi boleh baginya menanyakan perihal si sakit bila ia mengambil jalan yang melewati si sakit. I'tikaf mempunyai hukum-hukum sendiri di dalam babnya. "Janganlah seseorang mendekad istrinya. dan Muqatil. dan ddak diperbolehkan mencium istri. As-Saddi. dan ada yang masih diperselisihkan. yang menceritakan bahwa Rasulullah Saw. Qatadah. Sesungguhnya kami telah menyebutkan sebagian yang diperlukan darinya di akhir pembahasan puasa. Muhammad ibnu Ka'b. dan tidak boleh menyibukkan diri dengan urusan lain kecuali i'tikamya. selalu melakukan i'tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan. Karena itulah para penulis kitab fiqih mengikutkan Bab "I'tikaf' dengan Bab "Puasa" demi mengikuti Al-Qur'an. dan bukan hanya seorang dari kalangan mereka. Seperti yang telah disebutkan di dalam sunnah Rasul Saw. Qatadah. telah diriwayatkan dari Ibnu Mas'ud. Mujahid. Penyebutan i'tikaf yang dilakukan oleh Allah Swt. karena sesungguhnya di dalam AlQur'an diperhatikan penyebutan masalah i'tikaf sesudah penyebutan masalah puasa. sedang dia dalam keadaan i'tikaf. Yaitu orang yang beri'tikaf diharamkan menyetubuhi istrinya selagi ia masih dalam i'tikaf di masjid. Sekiranya dia pergi ke rumahnya untuk suatu keperluan yang tak dapat dielakkan." Riwayat yang diketengahkan oleh Ibnu Abu Hadm dari mereka ini merupakan hal yang telah disekapad di kalangan semua ulama.Tafsir Ibnu Kasir 221 dalam bulan Ramadan ataupun dalam bulan lainnya. bahwa mereka pernah mengatakan. Ad-Dahhak. Demikianlah me- . antara lain hukum yang telah disepakati oleh seluruh ulama. ddak boleh pula memeluknya.

yang sedang i'tikaf di dalam masjid. Imam Syafii rahimahullah mengatakan bahwa Nabi Saw.. Ketika keduanya melihat Nabi Saw. hal tersebut terjadi di malam hari.. padahal kedua orang tersebut adalah orang yang bertakwa-kepada Allah dan jauh dari kemungkinan bila ia mempunyai prasangka yang buruk terhadap diri Nabi Saw. Sesungguhnya setan itu merasuk ke dalam diri anak Adam melalui aliran darahnya. bersabda— suatu keburukan. . Ketika berada di tengah jalan. "Perlahan-lahanlah kamu berdua. maka keduanya berjalan dengan cepat. wahai Rasulullah. sesungguhnya dia adalah Safiyyah binti Huyayyin. Tersebutlah bahwa rumah Siti Safiyyah bind Huyayyin berada di perkampungan rumah Usamah ibnu Zaid di sebelah Madinah." yakni istrinya. dan sesungguhnya aku merasa khawatir bila timbul suatu kecurigaan di dalam hati kamu berdua —atau beliau Saw. bermaksud mengajarkan kepada umatnya membebaskan diri dari tuduhan di tempat kejadian. bersua dengan dua orang lelaki dari kalangan Ansar. sedang bersama istrinya (Sid Safiyyah binti Huyayyin). kemudian ia bangkit untuk pulang ke rumahnya.222 Juz 2 — Al-Baqarah nurut hadis yang diketengahkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim melalui hadis Sid Aisyah Ummul Mu-minin r. "Subhanallah (Mahasuci Allah). Maka kedua lelaki itu berkata. bersabda. Menurut riwayat yang lain. Maka Nabi Saw. kedua lelaki itu bersembunyi karena malu kepada Nabi Saw.a. lalu Safiyyah berbicara sesaat dengan Nabi Saw. bersabda. mengingat Nabi Saw. Nabi Saw. Di dalam kitab Sahihain disebutkan bahwa Safiyyah bind Huyayyin mengunjungi Nabi Saw. agar keduanya tidak terjerumus ke dalam hal yang dilarang.. bangkit untuk mengantarkannya sampai ke rumahnya. Maka Nabi Saw." Maka Rasulullah Saw.

Sesungguhnya telah disebutkan di dalam kitab Sahihain. dan lain sebagainya. bahwa Rasulullah Saw. yang telah Kami wajibkan dan Kami bataskan menyangkut puasa dan hukum-hukumnya serta hal-hal yang Kami perbolehkan di dalamnya. lalu Siti Aisyah menyisirkan rambutnya.a. Saling serah terima sesuatu dan hal lainnya yang semisal. dan 'azaimnya. seperti ciuman." Firman Allah Swt. tidak memasuki rumah (dalam i'tikafnya) melainkan karena keperluan sebagaimana layaknya seorang manusia. maka aku tidak menanyakan tentang keadaannya melainkan sambil lewat (menuju masjid). Firman Allah Swt. mengatakan.: maka janganlah kalian mendekatinya. Siti Aisyah r.Tafsir Ibnu Kasir 223 Yang dimaksud dengan istilah mubasyarah daiam ayat ini ialah bersetubuh dan semua pendahuluan yang menjurus ke arahnya.: Itulah batasan-batasan Allah. rukhsah-rukhsah. pernah mendekatkan kepalanya ke tubuh Siti Aisyah. dan hal-hal yang Kami haramkan serta Kami sebutkan tujuan-tujuan. Sedangkan menurut Ad-Dahhak dan Muqatil. makna firman-Nya: f IMI » f l « L J * ~) Itulah batasan-batasan Allah. Semua itu adalah batasan-batasan yang telah disyariatkan oleh Allah dan diterangkan-Nya sendiri. pelukan..a. hukumnya tidak mengapa. (Al-Baqarah: 187) Maksudnya. (Al-Baqarah: 187) . "Dan pernah ada orang yang sedang sakit di dalam rumahnya. janganlah kalian melampaui dan menabraknya. dari Siti Aisyah r. sedangkan Siti Aisyah dalam keadaan bcrhaid. (Al-Baqarah: 187) Yakni apa yang telah Kami terangkan. Nabi Saw.

Perihalnya sama dengan makna yang terkandung di dalam firman-Nya: . agar mereka mengetahui bagaimana jalan hidayah itu dan bagaimana cara mereka bertaat. Yakni sebagaimana Allah menjelaskan masalah puasa berikut hukumhukum syariat dan rinciannya. Firman Allah Swt. lalu ia membacakan firman-Nya: Dihalalkan bagi kalian pada malam hari puasa bercampur dengan istri-istri kalian —sampai dengan firman-Nya— Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai malam. (Al-Baqarah: 187) Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam mengatakan bahwa ayahnya dan orang lain dari kalangan guru-gurunya mengatakan hal yang sama dan mengajarkannya kepada dia (dan murid-murid lainnya).: Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada (Al-Baqarah: 187) manusia. Dia pun menjelaskan pula semua hukum lainnya melalui lisan hamba dan Rasul-Nya —yaitu Nabi Muhammad Saw. yang dimaksud ialah batasanbatasan yang empat. (Al-Baqarah: 187) Artinya. supaya mereka bertakwa.— kepada umat manusia.224 J u z 2 — Al-Baqarah Yakni melakukan persetubuhan dalam i'tikaf. Sedangkan menurut Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam.

sebagian yang (janganlah) kasupaya kalian lain itu dengan Ali ibnu Abu Talhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa ayat ini berkenaan dengan seorang lelaki yang mempunyai utang sejumlah harta. pernah bersabda: . Lalu lelaki tersebut mengingkari utangnya dan mengadukan perkaranya kepada hakim. Hal yang sama diriwayatkan oleh Mujahid. ayat 188 Dan janganlah sebagian kalian memakan harta lain di antara kalian dengan jalan yang batil dan lian membawa (urusan) harta itu kepada hakim. Qatadah. dapat memakan sebagian dari harta benda orang (jalan berbuat) dosa. padahal kalian mengetahui. sedangkan pemiutang (yang punya piutang) tidak mempunyai bukti yang kuat. Ikrimah. Al-Hasan.Tafsir Ibnu Kasir Dialah yang menurunkan kepada hamba-Nya ayat-ayat yang terang (Al-Qur'an) supaya Dia mengeluarkan kalian dari kegelapan kepada cahaya. dan Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Penyantun lagi Maha Penyayang terhadap kalian. bahwa mereka pernah mengatakan. dari Ummu Salamah. dan bahwa dirinya berada di pihak yang salah (berdosa) dan memakan harta haram. Sa'id ibnu Iubair. bahwa Rasulullah Saw. "Janganlah kamu membuat perkara. Muqatil ibnu Hayyan." Telah disebutkan di dalam kitab Sahihain. padahal dia mengetahui bahwa dia berhadapan dengan perkara yang hak. sedangkan kamu mengetahui bahwa dirimu berada di pihak yang zalim. As-Saddi. (Al-Hadid: 9) Al-Baqarah.

Barang siapa yang telah kuputuskan buatnya menyangkut masalah hak seorang muslim. ddak dapat mengharamkan yang halal dan tidak pula menghalalkan yang haram— melainkan dia hanya memutuskan berdasarkan apa yang tampak pada lahiriahnya. supaya . pada hakikatnya hal itu hanyalah merupakan sepotong api neraka. Jika keputusannya itu ddak bersesuaian dengan hakikat permasalahan. Karena itu. karena itu aku memutuskan perkara untuknya. maka si hakim hanya memperoleh pahalanya. sedangkan yang menanggung dosanya ialah pihak yang memalsukan tanda bukd dan melakukan kecurangan dalam perkaranya. dan sesungguhnya sering datang kepadaku orang-orang yang mengadukan perkaranya. Untuk itu apabila keputusannya bersesuaian dengan hakikat permasalahan. hendaklah seseorang menyanggahnya atau meninggalkannya. Ayat dan hadis ini menunjukkan bahwa keputusan hakim ddak boleh mengubah hakikat sesuatu —dengan kata lain.226 J u z 2 — Al-Baqarah Ingatlah. Barangkali sebagian dari kalian lebih pandai dalam mengemukakan alasannya daripada lawannya. sesungguhnya aku hanyalah seorang manusia. memang demikianlah yang diharapkan. karena itu. dalam ayat ini disebutkan: Dan janganlah sebagian dari kalian memakan harta sebagian yang lain di antara kalian dengan jalan yang batil dan (janganlah) kalian membawa (urusan) harta itu kepada hakim.

dan bertakwalah kepada Allah agar kalian beruntung. tetapi kebajikan itu ialah kebajikan orang yang bertakwa. "Bulan sabit itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan (bagi ibadah) haji. . Ketahuilah bahwa barang siapa yang diputuskan suatu perkara untuk kemenangannya dengan cara yang badl." Al-Baqarah. Dan masuklah ke rumah-rumah itu dari pintu-pintunya.Tafsir Ibnu Kasir 227 kalian dapat memakan sebagian dari harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa. Kadi adalah seorang manusia. Qatadah mengatakan. padahal kalian mengetahui. dia terkadang keliru dan terkadang benar. hai anak Adam. Sesungguhnya dia hanya memutuskan berdasarkan apa yang dia lihat melalui kesaksian para saksi. Katakanlah. (AlBaqarah: 188) Yakni kalian mengetahui kebatilan dari apa yang kalian dakwakan dan kalian palsukan melalui ucapan kalian. maka perkaranya itu masih tetap ada hingga Allah menghimpunkan di antara kedua belah pihak di hari kiamat. "Ketahuilah. ayat 189 Mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit." Dan bukanlah kebajikan memasuki rumahrumah dari belakangnya. lalu Allah memutuskan perkara buat kemenangan orang yang hak atas orang yang batil itu dengan keputusan yang lebih baik daripada apa yang telah diputuskan buat kemenangan si badl atas pihak yang hak sewaktu di dunia. bahwa keputusan kadi itu ddak menghalalkan yang haram bagimu dan ddak pula membenarkan perkara yang batil.

mengapa Allah menciptakan hilal (bulan sabit)?" Maka Allah menurunkan firman-Nya: Mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit. yakni firman-Nya: '. "Wahai Rasulullah. "Bulan sabit itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia. Maka turunlah ayat berikut.•Al* ff^_JI \ ( J * < Mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit. Qatadah. telah sampai sebuah hadis kepada kami bahwa mereka pernah bertanya. dari Abui Aliyah. Abu Ja'far meriwayatkan dari Ar-Rabi'. dan ArRabi' ibnu Anas. dari Nafi'. Hal yang sama diriwayatkan pula dari Ata. As-Saddi. Katakanlah. "Bulan sabit itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia. bilangan idah istriistri. dari Ibnu Umar yang menceritakan bahwa Rasulullah Saw. Katakanlah. bilangan idah istri-istri. dan waktu haji mereka." (AlBaqarah: 189) Maksudnya. dari Abdul Aziz ibnu Abu Rawwad. pernah bersabda: . Allah menjadikan bulan sabit sebagai tanda-tanda waktu puasa kaum muslim dan waktu berbuka mereka. Ad-Dahhak. tentang bulan sabit.228 J u z 2 — Al-Baqarah Al-Aufi meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa orang-orang bertanya kepada Rasulullah Saw. dan tanda waktu agama (ibadah haji) mereka." (AlBaqarah: 189) Yakni dengan melaluinya mereka mengetahui waktu masuknya ibadah mereka. Abdur Razzaq meriwayatkan.

Maka hadis ini sahih sanadnya. juga dari ucapan Ali ibnu Abu Talib r.: Dan bukanlah kebajikan memasuki rumah-rumah dari belakangnya. ahli ibadah. maka sempurnakanlah bilangan bulan kalian menjadi tiga puluh hari. tetapi Imam Bukhari dan Imam Muslim ddak mengetengahkannya. Maka apabila awan menutupi kalian. (AlBaqarah: 189) . Hadis riwayat Imam Hakim di dalam kitab Mustadrak-nya melalui hadis Ibnu Abu Rawwad dengan lafaz yang sama. berbukalah. berpuasalah. Hal yang sama diriwayatkan melalui hadis Abu Hurairah. dan apabila kalian melihatnya lagi.a. Ifti'li Allah telah menciptakan bulan sabit. Firman Allah Swt. Muhammad ibnu Jabir meriwayatkan dari Qais ibnu Talq. seorang mujtahid lagi bernasab terhormat.Tafsir Ibnu Kasir 229 Allah menjadikan bulan sabit sebagai tanda-tanda waktu bagi manusia. Tetapi jika awan menutupi kalian. pernah bersabda: . Imam Hakim mengatakan bahwa Ibnu Abu Rawwad adalah orang yang siqah. dari ayahnya yang menceritakan bahwa Rasulullah Saw. sempurnakanlah bilangan menjadi tiga puluh hari. Maka apabila kalian melihat bulan sabit. SCi•% & J \ j L r f o j ^ ^ T o li. tetapi kebajikan itu ialah kebajikan orang yang bertakwa. maka berpuasalah kalian karena melihatnya dan berbukalah kalian karena melihatnya. Dan masuklah ke rumah-rumah itu dari pintu-pintunya.

bersabda. "Wahai Rasulullah. bahwa dahulu orang-orang Quraisy dikenal dengan nama Humus. selanjurnya beliau keluar dari pintunya. maka aku ikut melakukan seperti apa yang telah engkau lakukan. "Sesungguhnya aku adalah seorang Ahmas. dari Abi Ishaq. Kedka Rasulullah Saw. "Aku melihat engkau melakukannya." Rasul Saw." Maka Allah menurunkan firman-Nya: . (AlBaqarah: 189) Hal yang sama diriwayatkan pula oleh Abu Daud At-Tayalisi. tetapi kebajikan itu ialah kebajikan orang yang bertakwa. mereka selalu masuk dari pintu-pintunya dalam ihram mereka. tetapi keluar pula bersamanya Qutbah ibnu Amir dari kalangan Ansar. dari Al-Barra yang menceritakan bahwa pada mulanya di zaman Jahiliah apabila mereka telah melakukan ihram. "Sesungguhnya agamaku juga adalah agamamu. dari Abu Ishaq. telah menceritakan kepada kami Ubaidillah ibnu Musa. Maka Allah Swt. menurunkan firman-Nya: Dan bukanlah kebajikan memasuki rumah-rumah dari belakangnya." Qutbah menjawab. sedang berada di sebuah kebun.230 Juz 2 — Al-Baqarah Imam Bukhari mengatakan. Dan masuklah ke rumah-rumah itu dari pintu-pintunya. "Apakah yang mendorongmu melakukan demikian?" Qutbah menjawab. Al-A'masy menceritakan dari Abu Sufyan. maka seseorang dari mereka tidak memasuki rumahnya dari arah pintunya. Mereka berkata." Maka Rasul Saw. dari Al-Barra yang menceritakan bahwa orang-orang Ansar pada mulanya bila mereka dba dari perjalanannya. lalu turunlah ayat ini. dari Israil. mereka memasuki rumahnya dari arah belakangnya. sesungguhnya Qutbah ibnu Amir adalah seorang pedagang. sesungguhnya dia telah keluar bersamamu dari pintu itu. dari Syu'bah. dari Jabir. bertanya kepada Qutbah. sedangkan orangorang Ansar dan semua orang Arab dalam ihram mereka tidak memasukinya dari pintu.

Dan masuklah ke rumah-rumah itu dari pintu-pintunya. lalu ia keluar dari rumahnya memulai perjalanan yang ditujunya. Ibrahim An-Nakha'i. Hal yang sama diriwayatkan pula dari Mujahid. Az-Zuhri. berfirman: Dan bukanlah kebajikan memasuki rumah-rumah dari nya. berfirman: . (Al-Baqarah: 189). melainkan menaiki tembok bagian belakang. mereka memasuki rumahnya masing-masing dari arah belakangnya. ia tidak memasuki rumahnya dari arah pintunya. juga Al-Aufi. hingga akhir ayat. dan mereka berpendapat bahwa hal tersebut lebih mendekati kepada kebajikan. maka dia ddak memasuki rumahnya dari pintunya. dmbul keinginan tetap tinggal dan mengurungkan niat bepergiannya. tetapi kebajikan itu ialah kebajikan orang yang bertakwa.Maka Allah Swt.Tafsir Ibnu Kasir 231 Dan bukanlah kebajikan memasuki rumah-rumah dari belakangnya. "Seorang lelaki apabila hendak melakukan i'dkaf. dan ArRabi' ibnu Anas. belakang- Muhammad ibnu Ka'b mengatakan." Ata ibnu Abu Rabah mengatakan bahwa penduduk Yasrib apabila kembali dari hari raya mereka. Kemudian sesudah ia keluar. maka Allah menurunkan ayat ini. dari Ibnu Abbas dengan lafaz yang semisal. Lalu Allah Swt. Qatadah. dahulu beberapa kaum dari kalangan ahli Jahiliah apabila seseorang dari mereka hendak melakukan suatu perjalanan. As-Saddi. Al-Hasan Al-Basri mengatakan. (Al-Baqarah: 189) Ibnu Abu Hatim meriwayatkannya pula.

Firman Allah Swt.232 Juz 2 — Al-Baqarah Dan bukanlah kebajikan memasuki rumah-rumah nya.: Dfl« bertakwalah kalian kepada Allah. agar kalian beruntung. Yakni kerjakanlah apa yang telah diperintahkan oleh Allah kepada kalian dan tinggalkanlah oleh kalian apa yang telah diharamkan Allah bagi kalian. Bila kalian dihadirkan di hadapan Allah. ayat 190-193 . Al-Baqarah. agar kalian (Al-Baqarah: 189) beruntung. (Al-Baqarah: 189) dari belakang- Akhirnya mereka tidak lagi berpendapat bahwa hal tersebut lebih dekat kepada kebajikan. (Al-Baqarah: 189) Yaitu kelak di hari kemudian. maka kelak Dia akan memberi kalian pahala dan balasannya dengan lengkap dan sempurna.

dari Abui Aliyah sehubungan dengan takwil firman-Nya: Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kalian. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kalian). (Al-Baqarah: 190) Ayat ini merupakan ayat perang pertama yang diturunkan di Madinah. sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) agama itu hanya untuk Allah belaka. Demikianlah balasan bagi orang-orang kafir. dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kalian (Mekah). maka bunuhlah mereka. Dan perangilah mereka itu. maka Rasulullah Saw. maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Jika mereka memerangi kalian (di tempat itu). kecuali jika mereka memerangi kalian di tempat itu. Setelah ayat ini diturunkan. karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. dan fitnah itu lebih besar bahayanya daripada pembunuhan. memerangi orang-orang yang memerangi dirinya dan membiarkan orang-orang .Tafsir Ibnu Kasir 233 Dan perangilah dijalan Allah orang-orang yang memerangi kalian. Kemudian jika mereka berhenti (dari memusuhi kalian). (tetapi) janganlah kalian melampaui batas. Dan bunuhlah mereka di mana saja kalian jumpai mereka. dan janganlah kalian memerangi mereka di Masjidil Haram. Abu Ja'far Ar-Razi meriwayatkan dari Ar-Rabi' ibnu Anas. maka tidak ada permusuhan (lagi) kecuali terhadap orang-orang yang zalim.

(Al-Baqarah: 191) . dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kalian (Mekah). berfirman: mere- Dan bunuhlah mereka di mana saja kalian jumpai mereka. (Al-Baqarah: 190) Sesungguhnya makna ayat ini merupakan penggerak dan pengobar semangat untuk memerangi musuh-musuh yang berniat memerangi Islam dan para pemeluknya. Dengan kata lain.234 J u z 2 — Al-Baqarah yang tidak memeranginya. hingga turunlah surat Bara-ah (surat AtTaubah). mengingat firman-Nya: orang-orang yang memerangi kalian. (At-Taubah: 36) Karena itulah maka dalam ayat ini Allah Swt. Seperti makna yang terkandung di dalam firman-Nya: Dan perangilah kaum musyrik itu semuanya sebagaimana ka pun memerangi kalian semuanya. (At-Taubah: 5) \ \V*\< J kalian Akan tetapi. hingga dia mengatakan bahwa ayat ini di-mansukh oleh firmanNya: "\*s'STS\A\ Maka bunuhlah orang-orang musyrik itu di mana saja jumpai mereka. pendapat ini masih perlu dipertimbangkan kebenarannya. Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam mengatakan hal yang sama. sebagaimana mereka memerangi kalian. maka perangilah mereka oleh kalian.

Termasuk ke dalam pengertian bertindak melampaui batas ialah melakukan hal-hal yang dilarang (dalam perang).: (tetapi) janganlah kalian melampaui batas. curang. Firman Allah Swt. Di dalam kitab Sahih Muslim disebutkan sebuah hadis dari Buraidah. anak-anak serta orang-orang lanjut usia yang ddak ikut berperang serta tidak mempunyai kemampuan berperang. dan jangan membunuh anakanak serta jangan membunuh orang-orang yang ada di dalam gereja-gerejanya. (AlBaqarah: 190) Yakni perangilah mereka di jalan Allah. agar semangat kalian berkobar untuk memerangi orang-orang musyrik itu. jangan mencincang. membunuh wanita-wanita. membakar pohon. tetapi janganlah kalian curang. karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. tetapi janganlah kalian bersikap melampaui batas dalam hal ini. pernah bersabda: Pergilah di jalan Allah dan perangilah orang yang kajir kepada Allah. dan membunuh hewan bukan karena maslahat. Berperanglah kalian. Muqatil ibnu Hayyan. Umar ibnu Abdul Aziz. para rahib dan pendeta-pendeta yang ada di dalam gereja-gerejanya. dan lain-lainnya. jangan khianat. Hal ini dikatakan oleh Ibnu Abbas. bahwa Rasulullah Saw. dan agar kalian terdorong untuk mengusir mereka dari negeri yang mereka telah mengusir kalian darinya sebagai pembalasan yang sedmpal.Tafsir Ibnu Kasir 235 Dengan kata lain. (Riwayat Imam Ahmad) . sebagaimana semangat mereka menggebugebu untuk memerangi kalian. Menurut Al-Hasan Al-Basri antara lain ialah mencincang musuh.

236 J u z 2 — Al-Baqarah Disebutkan dari Ibnu Abbas r. terlebih dahulu berpesan kepada mereka: Berangkatlah kalian dengan menyebut asma Allah. pernah membuat banyak perumpamaan kepada kami. jangan mencincang (menyiksa). bahwa Rasulullah Saw. telah menceritakan kepada kami Mus'ab ibnu Salam. dan jangan pula orang-orang yang berada dalam gereja-gerejanya. jangan membunuh anak-anak. dan sebelas (perumpamaan). dari Rub'i ibnu Hirasy yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar Huzaifah bercerita. Beliau Saw. lima. sembilan. dga. Imam Ahmad mengatakan. Maka sejak itu beliau membenci membunuh wanita-wanita dan anak-anak. bersabda: . perangilah di jalan Allah orang-orang yang kafir kepada Allah.a. Di dalam kitab Sahihain disebutkan dari sahabat Ibnu Umar yang menceritakan: Pernah dijumpai seorang wanita yang terbunuh dalam suatu peperangan yang dilakukan oleh Rasulullah Saw. satu. dari Qais ibnu Abu Muslim. membuat suatu perumpamaan dari semuanya itu kepada kami dan meninggalkan perumpamaan yang lainnya. "Rasulullah Saw.a. telah menceritakan kepada kami Al-Ajlah. tujuh. janganlah kalian melampaui batas. Imam Ahmad dan Imam Abu Daud meriwayatkan pula hadis yang semisal secara marfu' dari sahabat Anas ibnu Malik r. bila memberangkatkan pasukannya. janganlah kalian curang. Maka Rasulullah Saw.

tetapi Allah memenangkan orang-orang yang lemah atas mereka." Hadis ini ditinjau dari segi sanadnya berpredikat hasan. dan menghalang-halangi jalan Allah— adalah perbuatan yang lebih parah dan lebih fatal. . maka Allah murka terhadap orang-orang yang berbuat demikian hingga hari kiamat'. mereka diperangi oleh orang-orang yang kuat lagi memendam permusuhan. maka kaum yang lemah berbuat kelewat batas terhadap mereka dan mempekerjakan mereka secara paksa dengan pekerjaan-pekerjaan yang ddak layak bagi mereka. lalu orang-orang yang lemah itu menghukum mereka dengan cara mempekerjakan dan menguasai mereka. Karena itulah maka dalam ayat selanjurnya disebutkan: dan fitnah itu lebih besar bahayanya daripada pembunuhan. makna ayat ini ialah bahwa apa yang sedang kalian hadapi itu lebih besar bahayanya daripada pembunuhan. lebih besar akibatnya daripada pembunuhan. Baqarah: 191) (AI- Menurut Abu Malik. terbunuhnya banyak kaum laki-laki. Hadis dan asar yang membahas hal ini cukup banyak. Mengingat jihad itu mengandung risiko melayangnya banyak jiwa. Maka Allah menjadi murka terhadap mereka yang menang itu disebabkan sikap mereka yang melebihi batas. mempersekutukan-Nya. Makna hadis.Tafsir Ibnu Kasir 237 'Sesungguhnya ada suatu kaum yang lemah lagi miskin. bahwa ketika kaum yang lemah itu dapat mengalahkan kaum yang kuat. maka Allah mengingatkan bahwa perbuatan yang telah dilakukan oleh mereka —yaitu kafir kepada Allah.

Ad-Dahhak. maka dia tetap suci karena disucikan Allah sampai hari kiamat dan tidak pernah dihalalkan kecuali sesaat untukku di waktu siang hari. Mujahid. Qatadah. Sesungguhnya kota ini telah disucikan Allah sejak Dia menciptakan langit dan bumi. musyrik itu bahayanya lebih besar daripada pembunuhan. Firman-Nya: dan janganlah kalian memerangi (Al-Baqarah: 191) Di dalam kitab Sahihain disebutkan: mereka di Masjidil Haram.238 J u z 2 — Al-Baqarah Abui Aliyah. dia tetap suci karena disucikan Allah sampai hari kiamat. AlHasan. Ikrimah. dan Ar-Rabi' ibnu Anas mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: dan fitnah itu lebih besar bahayanya daripada pembunuhan. pepohonannya tidak boleh ditebang. Sa'id ibnu Jubair. . Baqarah: 191) (Al- Artinya.

karena sesungguhnya beliau Saw. Demikianlah balasan bagi orang-orang kafir. membuka kota Mekah secara damai. Firman Allah Swt. maka dia aman.: kecuali jika mereka memerangi kalian di tempat itu. (Al-Baqarah: 191) Dengan kata lain. pernah melakukan perang padanya.Tafsir Ibnu Kasir 239 rerumputannya tidak boleh dicabut. maka saat itu kalian boleh memerangi mereka untuk membela diri. Tetapi menurut pendapat yang lain. yang mengatakan: 9 T<s<'c'fj . i <' f ? v Barang siapa yang menutup pintunya. karena berdasarkan kepada sabda Nabi Saw. janganlah kalian memerangi mereka di Masjidil Haram (Mekah) kecuali bila mereka memulai memerangi kalian padanya. Jika mereka memerangi kalian (di tempat itu). Yang dimaksud ialah peperangan yang dilakukan oleh Rasulullah Saw. dan barang siapa yang memasuki rumah Abu Sufyan. Sebagaimana. maka bunuhlah mereka. maka dia aman. maka katakanlah oleh kalian bahwa sesungguhnya Allah hanya mengizinkan bagi Rasul-Nya dan Dia tidak mengizinkan bagi kalian. dan barang siapa yang masuk ke dalam Masjidil Haram. Jika ada seseorang membolehkan karena alasan Rasulullah Saw. yang dilakukan oleh para sahabat kedka . membukanya dengan paksa. dan sebagian dari kaum lelaki di antara mereka ada yang terbunuh di Khandamah. maka dia aman. terhadap penduduknya ketika hari kemenangan atas kota Mekah. Nabi Saw.

bahwa kalian akan membunuh mereka yang menyebabkan kalian ditimpa kesusahan tanpa pengetahuan kalian (tentulah Allah ddak akan menahan tangan kalian dari membinasakan mereka).240 J u z 2 — Al-Baqarah mengucapkan baiat (janji setia) kepada Nabi Saw. Supaya Allah memasukkan siapa yang dikehendaki-Nya ke dalam rahmat-Nya. Untuk itu Allah Swt.. mencegah peperangan di antara mereka. Kemudian Allah Swt. yaitu di saat semua suku Quraisy dan para pendukungnya dari kalangan suku Saqif dan orang-orang Habsyah pada tahun itu bersekutu untuk memerangi Nabi Saw. tentulah Kami akan mengazab orang-orang yang kafir di antara mereka dengan azab yang pedih. berfirman: Dan Dialah yang menahan tangan mereka dari (membinasakan) kalian dan (menahan) tangan kalian dari (membinasakan) mereka di tengah kota Mekah sesudah Allah memenangkan kalian atas mereka. pada hari Hudaibiyyah di bawah sebuah pohon. (Al-Fat-h: 25) . berfirman pula: Dan kalau tidaklah karena laki-laki yang mukmin dan perempuan-perempuan yang mukmin yang tiada kalian ketahui. Sekiranya mereka tidak bercampur-baur. Mereka berjanji setia untuk membela Nabi Saw. (Al-Fat-h: 24) Allah Swt.

apabila mereka ddak melakukan peperangan di tanah haram (suci). Karena sesungguhnya tiada suatu dosa besar pun dianggap berat oleh Allah bila Dia mengampuni orang yang bertobat darinya dan kembali ke jalan-Nya.: Kemudian jika mereka berhenti (dari memusuhi kalian). Al-Hasan. (Al-Baqarah: 193) Yakni hanya agama Allah-lah menang lagi tinggi berada di atas agama lainnya. sekalipun mereka telah memerangi kaum muslim di Tanah Suci Allah. Qatadah. seperti pengertian yang terkandung di dalam hadis Sahihain melalui Abu Musa Al-Asy'ari yang menceritakan: . dan Zaid ibnu Aslam. Demikianlah menurut apa yang telah dikatakan oleh Ibnu Abbas. memerintahkan untuk memerangi orang-orang kafir dengan tujuan seperti yang diungkapkan oleh firman-Nya: t". sesungguhnya Allah akan mengampuni dosa-dosa mereka. mereka menyerah mau masuk Islam dan bertobat. Allah Swt. (AlBaqarah: 192) Dengan kata lain. Ar-Rabi'. Kemudian Allah Swt. (Al-Baqarah: 193) ' S<\ f \/ Yang dimaksud dengan fitnah ialah syirik (mempersekutukan Allah). sehingga tidak ada jitnah lagi. berfirman: dan (sehingga) agama itu hanya untuk Allah belaka. maka sesesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. As-Saddi. Abui Aliyah. Muqatil ibnu Hayyan.Tafsir Ibnu Kasir 241 Adapun firman Allah Swt. Mujahid.

B a q a r a h Nabi Saw. berarti mereka memelihara darah dan harta bendanya dariku. seorang lelaki yang berperang karena fanatiknya. maka tidak ada permusuhan (lagi) kecuali terhadap orang-orang yang zalim. kecuali karena alasan yang hak. maka dia adalah orang yang berperang dijalan Allah. manakah di antaranya yang termasuk ke dalam perang dijalan Allah? Nabi Saw. "Barang siapa yang berperang demi meninggikan kalimah Allah. (Al-Baqarah: 193) .: Jika mereka berhenti (dari memusuhi kalian)." Di dalam kitab Sahihain disebutkan pula hadis berikut: Aku diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka mengatakan tidak ada Tuhan selain Allah. menjawab. sedangkan perhitungan mereka (yang ada di dalam had mereka) diserahkan kepada Allah. Firman Allah Swt. apabila mereka mau mengucapkannya. dan seorang lelaki yang berperang karena riya (pamer).242 Juz 2 — A l . pernah ditanya mengenai seorang lelaki yang berperang karena keberaniannya.

Tafsir Ibnu Kasir 243 Yakni jika mereka tidak melakukan lagi kebiasaan syiriknya dan ddak lagi memerangi orang-orang mukmin. Demikianlah menurut takwil yang dikemukakan oleh Mujahid. Yang dimaksud dengan istilah 'udwan dalam ayat ini ialah membalas dan memerangi. apabila mereka berhenti memusuhi kalian. yakni tidak ada perang lagi kecuali terhadap orang yang memulainya. berarti kalian telah bebas dari gangguan perbuatan aniaya mereka. seperti pengertian yang terkandung di dalam firman-Nya: Oleh karena itu. Dan jika kalian memberikan balasan. Atau makna yang dimaksud ialah. tidak mau mengucapkan kalimah 'Tidak ada Tuhan selain Allah'. maka ddak ada permusuhan lagi terhadap mereka sesudah itu. barang siapa yang menyerang kalian. karena sesungguhnya orang-orang yang memerangi mereka sesudah itu adalah orang yang zalim. maka seranglah ia seimbang dengan serangannya terhadap kalian. maka cegahlah diri kalian dari mereka. . yaitu kemusyrikan mereka. dan ddak ada lagi permusuhan kecuali terhadap orang-orang yang zalim. maka balaslah dengan balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepada kalian. (AlBaqarah: 194) Dan balasan suatu kejahatan (Asy-Syura: 40) adalah kejahatan yang serupa. (An-Nahl: 126) Karena itulah maka Ikrimah dan Qatadah mengatakan bahwa orang yang zalim ialah orang yang menolak..

" Usman ibnu Saleh meriwayatkan dari Ibnu Wahb.244 Juz 2 — Al-Baqarah Imam Bukhari mengatakan sehubungan dengan takwil firmanNya: Dan perangilah mereka itu. hingga akhir ayat. sehingga tidak ada fitnah lagi' (AlBaqarah: 193)?" Ibnu Umar menjawab. "Kami telah berperang sehingga dada ada fitnah lagi. lalu kedua lelaki itu berkata." Keduanya mengatakan lagi. (AlBaqarah: 193). dari Nafi'. apakah yang mendorongmu melakukan ibadah haji satu tahun dan bermukim satu tahun. "Diriku tercegah oleh hukum Allah yang melarang darah saudaraku. "Bukankah Allah Swt. sehingga tidak ada fitnah lagi. padahal engkau mengetahui anjuran Allah mengenai berjihad itu?" . Sedangkan kalian menghendaki agar perang kalian lakukan sehingga fitnah timbul lagi dan agar agama untuk selain Allah. dari Ibnu Umar yang menceritakan bahwa ia pernah kedatangan dua orang lelaki pada zaman fitnah Ibnuz Zubair (kemelut yang terjadi di masa Abdullah ibnuz Zubair). telah menceritakan kepada kami Abdul Wahhab. dari Bakr ibnu Umar Al-Magafiri. "Hai Abu Abdur Rahman. bahwa Bukair ibnu Abdullah pernah menceritakan kepadanya dari Nafi'. telah menceritakan kepada kami Ubaidillah. bahwa ada seorang lelaki datang kepada sahabat Ibnu Umar dan mengatakan.. telah menceritakan kepadaku Fulan dan Haiwah ibnu Syuraih. sedangkan engkau meninggalkan jihad di jalan Allah Swt. Telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Basysyar. mengapa tidak ikut berangkat berperang?" Ibnu Umar menjawab. "Sesungguhnya orang-orang telah melibatkan dirinya dalam kemelut ini. sedangkan engkau —hai Ibnu Umar— sebagai sahabat Nabi Saw. telah berfirman: 'Dan perangilah mereka itu. dan agama hanyalah untuk Allah.

yaitu iman kepada Allah dan Rasul-Nya. Juga firman Allah Swt. "Hai anak saudaraku. di dalam firman-Nya. menunaikan zakat. Jika salah satu dari kedua golongan itu berbuat aniaya terhadap golongan yang lain. dan juga sebagai menantunya. maka perangilah golongan yang berbuat aniaya itu sehingga golongan itu kembali kepada perintah Allah' (Al-Hujurat: 9). dan haji ke Baitullah. salat lima waktu. "Itulah rumah Ali seperti yang kalian lihat sendiri (yakni tinggal di rumah Rasulullah Saw. Ketika Islam menjadi mayoritas." Lelaki itu berkata. puasa Ramadan. maka damaikanlah antara keduanya. maka Allah telah memaafkannya. Islam dibangun di atas lima pilar. dan kalian ternyata ddak suka memaafkannya. sehingga tidak ada fitnah lagi' (AlBaqarah: 193). yang pada saat itu Islam masih minoritas. Sedangkan Ah.). hai Abu Abdur Rahman." Ibnu Umar berkata. "Bagaimanakah menurutmu tentang Ali dan Usman?" Ibnu Umar menjawab. dan seorang lelaki muslim diuji dalam agamanya." . adakalanya dibunuh oleh mereka atau disiksa. dia adalah anak paman Rasulullah Saw. yang mengatakan: 'Dan perangilah mereka itu.Tafsir Ibnu Kasir 245 Ibnu Umar menjawab. (yaitu): 'Dan jika ada dua golongan dari orang-orang mukmin berperang." lalu Ibnu Umar mengisyaratkan dengan tangannya dan berkata." Mereka mengatakan. "Adapun mengenai Usman. maka tidak ada fitnah lagi. "Bukankah engkau telah mendengar apa yang telah dikatakan oleh Allah Swt. "Kami telah melakukannya di zaman Rasulullah Saw.

Miqsam. berangkat melakukan umrah pada tahun keenam Hijriah. Ikrimah. dapat memasukinya bersama-sama kaum muslim pada tahun selanjurnya sebagai qisas dari Allah terhadap kaum musyrik. kaum musyrik melarangnya masuk ke kota Mekah dan sampai ke Baitullah. Kaum musyrik menghambat Nabi Saw. telah menceritakan kepada kami Lais ibnu Sa'd. As-Saddi. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang bertakwa. dan kaum muslim yang bersamanya pada bulan Zul-Qa'dah. dan Ata serta lain-lainnya (dari kalangan tabi'in) telah mengatakan dari Ibnu Abbas bahwa ketika Rasulullah Saw. dari Jabir ibnu Abdullah yang menceritakan: . hingga beliau Saw. mengqadainya bersama kaum muslim pada tahun berikutnya. Oleh sebab itu. dari Abuz Zubair. yaitu termasuk bulan haram.246 Juz 2 — Al-Baqarah Al-Baqarah. Ar-Rabi' ibnu Anas. barang siapa yang menyerang kalian. Maka turunlah ayat tersebut berkenaan dengan firman-Nya: Bulan haram dengan bulan haram dan pada sesuatu yang patut dihormati berlaku hukum qisas. maka seranglah ia seimbang dengan serangannya terhadap kalian. Akhirnya beliau Saw. telah menceritakan kepada kami Ishaq ibnu Isa. (Al-Baqarah: 194) Imam Ahmad mengatakan. ayat 194 Bulan haram dengan bulan haram dan pada sesuatu yang patut dihormati berlaku hukum qisas. Ad-Dahhak. Qatadah.

ketika sampai suatu berita kepada Nabi Saw. yang sedang berkemah di Hudaibiyyah bahwa sahabat Usman telah terbunuh —padahal Usman sedang diutus beliau untuk menyampaikan sepucuk surat kepada kaum musyrik— maka beliau mem-6fl/a( semua sahabatnya yang berjumlah seribu empat ratus orang di bawah sebatang pohon untuk memerangi kaum musyrik. maka beliau mencegah diri dari perang dan cenderung kepada perdamaian. Karena itu. Akan tetapi. hal ini dilakukannya selama empat puluh hari. Beliau menghentikan perang. melainkan boleh untuk tahun depannya). dari Anas yang mengatakan. mengepung kota Taif dengan manjaniq (meriam batu)." Firman Allah S w t : Oleh sebab itu.Tafsir Ibnu Kasir 247 Rasulullah Saw. maka seranglah ia seimbang dengan serangannya terhadap kalian. maka beliau pergi meninggalkan Taif dan ddak jadi membukanya. (AlBaqarah: 194) . kedka sampai lagi suatu berita yang menyatakan bahwa Usman sebenarnya ddak dibunuh. Apabila datang bulan haram. Sanad hadis ini sahih. Nabi Saw. dan yang beliau lakukan hanya mengepungnya saja karena bulan Zul-Qa'dah telah masuk. lalu sisa-sisa Hawazin berlindung di balik benteng kota Taif. lalu melakukan umrah dari Ji' ranah yang di tempat itu dibagi-bagikan ganimah Perang Hunain. belum pernah berperang dalam bulan haram kecuali bila diserang dan dipaksa untuk berperang. Kemudian beliau kembali ke Mekah. hingga terjadilah di masa itu apa yang telah terjadi (yakni dilarang oleh kaum musyrik memasuki Mekah tahun itu. maka beliau menunggunya hingga ia lewat. tepatnya pada bulan Zul-Qa'dah. Demikian pula kedka beliau selesai memerangi kabilah Hawazin dalam Perang Hunain. Seperti apa yang disebutkan di dalam kitab Sahihain. Umrah kali ini beliau lakukan pada tahun delapan Hijriah. barang siapa yang menyerang kalian. "Setelah banyak orang terbunuh dari kalangan sahabatnya.

Firman Allah Swt. sekalipun terhadap kaum musyrik (musuh). maka balaslah balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kalian. kemudian di-mansukh oleh ayat perang yang diturunkan di Madinah. Perihalnya sama dengan makna yang terkandung di dalam firman-Nya: Dan jika kalian memberikan balasan. Ibnu Jarir menisbatkan pendapatnya ini kepada Mujahid.: Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah orang-orang yang bertakwa. (AlBaqarah: 194) Ayat ini diturunkan di Mekah di masa ddak ada kekuatan dan ddak ada jihad. (An-Nahl: 126) dengan kepada Dan balasan suatu kejahatan (Asy-Syura: 40) adalah kejahatan yang serupa. (Al-Baqarah: 194) beserta . Ali ibnu Abu Talhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas. Pendapat ini diketengahkan oleh Ibnu Jarir. dan ia mengatakan bahkan ayat ini diturunkan di Madinah sesudah umrah qada. barang siapa yang menyerang kalian. maka seranglah ia seimbang dengan serangannya terhadap kalian.248 J u z 2 — Al-Baqarah Ayat ini menganjurkan berbuat adil. bahwa firmanNya: Oleh karena itu.

Ikrimah.'Qatadah. dari Sulaiman. (AlBaqarah: 195) Bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan masalah memberi nafkah. hal yang semisal telah diriwayatkan pula dari Ibnu Abbas. Al-Hasan. Ad-Dahhak. Sa'id ibnu Jubair.Tafsir Ibnu Kasir 249 Allah memerintahkan mereka untuk taat dan bertakwa kepada-Nya. bahwa ia pernah mendengar Abu Wa-il mengatakan dari Huzaifah sehubungan dengan firman-Nya: Dan belanjakanlah (harta kalian) di jalan Allah. dari Abu Mu'awiyah. sekaligus memberitahukan kepada mereka bahwa Allah Swt. Ata. As-Saddi. ayat 195 Dan belanjakanlah (harta benda kalian) di jalan Allah. baik di dunia maupun di akhirat. dari Al-Hasan ibnu Muhammad ibnus Sabbah. Ibnu Abu Hatim mengatakan. selalu bersama orang-orang yang bertakwa melalui pertolongan-Nya dan dukungan-Nya. telah menceritakan kepada kami An-Nadr. telah menceritakan kepada kami Syu'bah. dan janganlah kalian menjatuhkan diri kalian sendiri ke dalam kebinasaan. telah menceritakan kepada kami Ishaq. . Al-Baqarah. Mujahid. dari Al-A'masy. dan janganlah kalian menjatuhkan diri kalian sendiri ke dalam kebinasaan. dan berbuat baiklah. Imam Bukhari mengatakan. karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. dan Muqadl ibnu Hayyan. Hal yang sama telah diriwayatkan pula oleh Ibnu Abu Hatim.

dan Abdu ibnu Humaid di dalam kitab tafsirnya. dan Imam Hakim di dalam kitab mustadraknya. daripada keluarga. Ibnu Hibban di dalam kitab sahihnya. garib. Maka kebinasaan itu terjadi bila kami bermukim mengurusi keluarga dan harta benda. "Kami lebih mengetahui tentang ayat ini. Setelah Islam menyebar dan menang. lalu kami kembali kepada keluarga dan anak-anak kami serta kami tinggal bersama mereka. Semuanya meriwayatkan hadis ini melalui Yazid ibnu Abu Habib dengan lafaz seperti yang disebutkan di atas. "Dia telah menjerumuskan dirinya sendiri ke dalam kebinasaan. Lalu kami mengatakan. dan kami bantu beliau dengan segala kemampuan kami. Ibnu Jarir.250 J u z 2 — Al-Baqarah Lais ibnu Sa'd meriwayatkan dari Yazid ibnu Abu Habib. dan janganlah kalian menjatuhkan diri kalian sendiri ke dalam kebinasaan ' (Al-Baqarah: 195). Ibnu Murdawaih serta Al-Hafiz Abu Ya'la di dalam kitab musnadnya.' Setelah perang dada lagi. Lalu turunlah firman-Nya: 'Dan belanjakanlah (harta benda kalian) di jalan Allah. dan Ibnu Abu Hatim. sedangkan bersama kami ada Abu Ayyub Al-Ansari. harta benda. Kita lebih mementingkan Nabi Saw. dan menolongnya hingga Islam tersebar dan para pemeluknya menjadi golongan mayoritas. dan anak-anak kita. Maka orang-orang mengatakan. Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini hasan." Maka Abu Ayyub menjawab. maka kami orang-orang Ansar berkumpul mengadakan reuni. Sedangkan jihad kami tinggalkan. sahih. Nasai. 'Allah telah memuliakan kita karena kita menjadi sahabat Nabi Saw. dari Aslam Abu Imran yang menceritakan bahwa seorang lelaki dari kalangan Muhajirin kedka di Qustantiniyah (Konstantinopel) maju sendirian melabrak barisan musuh hingga dapat menerobosnya (lalu kembali lagi). dan kami ikut bersamanya dalam semua peperangan. Kami selalu menemani Rasulullah Saw. sesungguhnya ia diturunkan berkenaan dengan kami. Turmuzi." Hadis ini diriwayatkan oleh Abu Daud. Imam Hakim .

"Subhanallah. Kemudian ada seorang lelaki dari pasukan kaum muslim maju menerjang barisan pasukan Romawi. pemimpin pasukan kaum muslim dari Mesir dipegang oleh Uqbah ibnu Amir. "Sekiranya kita kembali kepada harta benda kita untuk memperbaikinya. hingga sempat memorak-porandakannya. Sesungguhnya kami setelah Allah memenangkan agama-Nya dan banyak yang mendukungnya. ketika kami berada di Konstantinopel. Melihat peristiwa tersebut pasukan kaum muslim berteriak seraya mengucapkan. Abu Bakar ibnu Iyasy meriwayatkan dari Abu Ishaq As-Subai'i yang menceritakan bahwa ada seorang lelaki bertanya kepada Al-Barra . dan dari negeri Syam dipegang oleh seorang lelaki kepercayaan Yazid ibnu Fudalah ibnu Ubaid. setelah itu ia kembali lagi ke barisan kami. Menurut lafaz yang ada pada Imam Abu Daud. kami pun menyusun barisan pertahanan untuk menghadapi mereka. dia menjatuhkan dirinya ke dalam kebinasaan!" Maka Abu Ayyub menjawab: Hai manusia.Tafsir Ibnu Kasir 251 mengatakan bahwa hadis ini sahih dengan syarat Syaikhain. sedangkan keduanya tidak mengetengahkannya. Sesungguhnya ayat ini hanya diturunkan berkenaan dengan kami. maka kami berkata di antara sesama kami. dari Aslam Abu Imran. orang-orang Ansar. Maka keluarlah dari kota Konstantinopel sepasukan yang berjumlah sangat besar dari pasukan Romawi." maka turunlah ayat ini (Al-Baqarah: 195). sesungguhnya kalian benar-benar menakwilkan ayat ini bukan dengan takwil yang semestinya. dan masuk ke tengah barisan musuh.

" Ibnu Murdawaih meriwayatkannya pula. telah menceritakan kepada kami ayahku. telah menceritakan kepadaku Al-Lais. Imam Turmuzi meriwayatkannya. tetapi keduanya ddak mengetengahkannya. tidaklah kamu dibebani melainkan dengan kewajiban kamu sendiri' (An-Nisa: 84).252 J u z 2 — Al-Baqarah ibnu Azib. "Tidak. sedangkan ia ddak bertobat darinya. dan Imam Hakim telah mengetengahkannya di dalam kitab Mustadrak melalui hadis Israil. telah menceritakan kepada kami Abu Saleh (juru tulis AlLais). telah berfirman kepada Rasul-Nya: 'Maka berperanglah kalian pada jalan Allah. Kemudian Al-Barra menuturkan hadis ini. dari Ibnu Syihab. Maka dialah orang yang menjatuhkan dirinya ke dalam kebinasaan. dari Abu Ishaq. lalu mereka membunuhku. dan Imam Hakim mengatakan bahwa hadis ini sahih dengan syarat Syaikhain (Bukhari dan Muslim).dan sesudah firman-Nya: Tidaklah kamu dibebani melainkan dengan kewajiban kamu sendiri. "Kebinasaan yang sesungguhnya ialah bila seorang lelaki melakukan suatu dosa. Allah Swt." Ibnu Abu Hadm mengatakan. "Jika aku maju sendirian menerjang musuh. Sesungguhnya ayat ini (yakni Al-Baqarah ayat 195) hanyalah berkenaan dengan masalah nafkah. dari Abu Bakar ibnu Numair ibnu Abdur Rahman ibnul Haris ibnu Hisyam. dari Abu Ishaq. bahwa Abdur Rahman Al-Aswad ibnu Abdu Yagus telah menceritakan kepadanya bahwa mereka mengepung kota Dimasyq . apakah berarti aku menjerumuskan diriku ke dalam kebinasaan?" Al-Barra menjawab. telah menceritakan kepada kami Abdur Rahman ibnu Khalid ibnu Musafir. begitu pula Qais ibnur Rabi'. (An-Nisa: 84) Ia mengatakan. dari Al-Barra.

dari Ad-Dahhak ibnu Abu Jubair yang menceritakan bahwa orang-orang Ansar biasa menyedekahkan dan menginfakkan sebagian dari harta mereka. dari AsySya'bi. dari Ibnu Abbas sehubungan dengan takwil firman-Nya: Dan belanjakanlah (harta benda kalian) di jalan Allah. (Al-Baqarah: 195) Ibnu Abbas mengatakan bahwa ayat ini bukan berkenaan dengan masalah perang. maka Amr membacakan kepadanya firman Allah Swt. yaitu bila kamu genggamkan tanganmu. Pada suatu ketika paceklik menimpa mereka. karena itu mereka tidak lagi membelanjakan hartanya di jalan Allah. melainkan berkenaan dengan masalah membelanjakan harta. Kaum muslim mencela perbuatannya itu. maka dikatakan. lalu perkaranya dilaporkan kepada Amr ibnul As (panglima pasukan kaum muslim). "Janganlah kalian menjatuhkan diri kalian ke dalam kebinasaan. (Al-Baqarah: 195) Ata ibnus Sa-ib meriwayatkan dari Sa'id ibnu Jubair. Kemudian Amr mengirimkan pesuruh untuk menyuruhnya kembali (ke barisan kaum muslim)." Hammad ibnu Salamah meriwayatkan dari Daud. ddak mau membelanjakan harta di jalan Allah.: Dan janganlah kalian menjatuhkan diri kalian sendiri ke dalam kebinasaan. Lalu turunlah ayat ini: . ia maju dengan cepat menerjang musuh sendirian. Ketika lelaki itu datang ke hadapannya. dan janganlah kalian menjatuhkan diri kalian sendiri ke dalam kebinasaan.Tafsir Ibnu Kasir 253 (Damaskus). Maka berangkatlah seorang lelaki dari Azdsyanu-ah.

254 Dan janganlah kalian menjatuhkan kebinasaan. Karena itulah dia menjerumuskan dirinya ke dalam kebi- . Al-Hasan AlBasri. Maka Allah Swt. lalu ia mengatakan bahwa dirinya tidak akan diampuni. menurunkan firman-Nya: Dan janganlah kalian menjatuhkan diri kalian sendiri ke dalam kebinasaan. Sammak ibnu Harb meriwayatkan dari An-Nu'man ibnu Basyir sehubungan dengan makna firman-Nya: Dan janganlah kalian menjatuhkan diri kalian sendiri ke dalam kebinasaan. karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. Yaitu bahwa ayat ini berkenaan dengan seorang lelaki yang melakukan suatu dosa. (Al-Baqarah: 195) J u z 2 — Al-Baqarah diri kalian sendiri ke dalam firman- Al-Hasan Al-Basri mengatakan sehubungan dengan takwil Nya: Dan janganlah kalian menjatuhkan kebinasaan. (Al-Baqarah: 195) Maksudnya ialah ada seorang lelaki melakukan suatu dosa. Ibnu Sirin. (Al-Baqarah: 195) Demikianlah menurut riwayat Ibnu Murdawaih. (Al-Baqarah: 195) diri kalian sendiri ke dalam Yang dimaksud ialah sifat kikir. dan berbuat baiklah. Ibnu Abu Hadm mengatakan. lalu ia berkeyakinan bahwa dirinya ddak akan diampuni. yakni yang semisal dengan apa yang telah diceritakan oleh An-Nu'man ibnu Basyir. dan Abu OJlabah hal yang semisal. telah diriwayatkan dari Ubaidah As-Salmani.

Dengan kata lain. menurunkan firman-Nya: Dan belanjakanlah (harta benda kalian) di jalan Allah. hingga tiada sesuatu pun yang tersisa dari bekalnya untuk menyantuni teman-temannya yang memerlukan pertolongan.Tafsir Ibnu Kasir 255 nasaan. maka ia memperbanyak berbuat dosa. dan janganlah kalian menjatuhkan diri kalian ke dalam kebinasaan. karena dia merasa ddak akan diampuni. telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahb. Ibnu Abu Hatim dan Ibnu Jarir mengatakan. dari Zaid ibnu Aslam sehubungan dengan firman-Nya: . (Al-Baqarah: 195) Hal yang sama diriwayatkan pula oleh Ibnu Wahb. bahwa ia pernah mengatakan sehubungan dengan takwil ayat ini: Dan janganlah kalian menjatuhkan diri kalian sendiri ke dalam kebinasaan. dan seseorang dari mereka membawa bekal yang paling banyak di antara teman-temannya. telah menceritakan kepadaku Abu Sakr. telah menceritakan kepadanya Abdullah ibnu Ayyasy. telah menceritakan kepada kami Yunus. dari Al-Qurazi (yaitu Muhammad ibnu Ka'b). Lalu ia menginfakkan perbekalannya itu kepada orang yang kekurangan. (Al-Baqarah: 195) Ada suatu kaum yang sedang berjuang di jalan Allah. dan akhirnya dia binasa. Karena itulah Ali ibnu Abu Talhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas yang pernah mengatakan bahwa kebinasaan adalah azab Allah. Maka Allah Swt.

berfirman kepada orang-orang yang mempunyai harta berlebih: Dan berbuat baiklah. Pengertian binasa ialah bila mereka yang bertugas mengemban misi ini binasa karena lapar dan dahaga atau karena jalan kaki. dan janganlah kalian menjatuhkan diri kalian ke dalam kebinasaan. dan janganlah mereka menjatuhkan dirinya ke dalam kebinasaan. bermula dengan sejumlah kaum laki-laki y a ^ berangkat mengemban misi yang ditugaskan oleh Rasulullah Saw.256 J u z 2 — Al-Baqarah Dan belanjakanlah (harta benda kalian) di jalan Allah. Allah Swt. (Al-Baqarah: 195) Demikian kisahnya. Melalui ayat ini Allah memberitakan kepada mereka bahwa jika hal ini ditinggalkan.i '» l ' l M \ *\%' "'v . Untuk itu Allah Swt. yang mana hal ini merupakan amal ketaatan yang paling tinggi. Kemudian di-'a/a/-kan kepada perintah berbuat baik. (Al-Baqarah: 195) menyukai Kesimpulan dari makna ayat ini ialah perintah membelanjakan harta di jalan Allah dan semua jalan taqarrub (mendekatkan diri kepada Allah) dan taat kepada-Nya. Maka Allah memerintahkan kepada mereka untuk meminta perbelanjaan dari apa yang telah direzekikan Allah kepada mereka (kaum muslim). khususnya membelanjakan harta untuk memerangi musuh. maka akan berakibat kepada kehancuran dan kebinasaan bagi orang yang tidak mau membelanjakan hartanya untuk tujuan tersebut. ke pundak mereka tanpa bekal. ' . berfirman: C. kemudian mengalokasikannya buat sarana dan bekal yang memperkuat kaum muslim dalam menghadapi musuh-musuh mereka. karena sesungguhnya Allah orang-orang yang berbuat baik. Ketiadaan bekal mereka adakalanya karena mereka adalah orang-orang yang tidak mempunyai mata pencaharian. atau adakalanya karena mereka adalah orang-orang yang mempunyai banyak tanggungan.

Jika ada di antara kalian yang sakit atau ada gangguan di kepalanya (lalu ia bercukur). ayat 196 Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah.Tafsir Ibnu Kasir 257 menyukai Dan berbuat baiklah. (wajiblah ia menyembelih) kurban yang mudah didapat. Itulah sepuluh (hari) yang sempurna. maka (sembelihlah) kurban yang mudah didapat. dan jangan kalian mencukur kepala kalian sebelum kurban sampai di tempat penyembelihannya. maka bagi siapa yang ingin mengerjakan umrah sebelum haji (di dalam bulan haji). maka wajib berpuasa tiga hari dalam masa haji dan tujuh hari (lagi) apabila kalian telah pulang kembali. yaitu berpuasa atau bersedekah atau berkurban. karena sesungguhnya Allah orang-orang yang berbuat baik. Apabila kalian telah (merasa) aman. (Al-Baqarah: 195) Al-Baqarah. Jika kalian terkepung (terhalang oleh musuh atau karena sakit). Demikian itu (kewajiban membayar fidyah) bagi orang-Orang yang keluarganya tidak berada (di sekitar) Masjidil Haram . maka wajiblah atasnya berfidyah. Tetapi jika ia tidak menemukan (binatang kurban atau ddak mampu).

Allah memerintahkan agar ibadah haji dan umrah disempurnakan. dari Abdullah ibnu Salamah. Sa'id ibnu Jubair. Karena itulah sesudahnya disebutkan: Jika kalian terkepung. dari Ali yang mengatakan sehubungan dengan firmanNya: Dan sempurnakan qarah: 196) ibadah haji dan umrah karena Allah. Kami telah menyebutkan kedua masalah ini beserta dalil-dalilnya di dalam Kitabul Ahkam secara rinci. (Al-Baqarah: 196) Yakni jika kalian terhalang sampai ke Baitullah dan kalian terhambat hingga tidak dapat menyempurnakan keduanya (karena terhalang oleh musuh atau karena sakit). Syu'bah meriwayatkan dari Amr ibnu Murrah. baik menurut pendapat yang mengatakan bahwa umrah itu wajib ataupun sunat. Hal yang sama dikatakan pula oleh Ibnu Abbas. Menurut pengertian lahiriah konteks menunjukkan harus menyempurnakan semua pekerjaan haji dan umrah bilamana seseorang telah memulainya. maka mulailah Allah menjelaskan masalah manasik. lalu meng-'atafkannya dengan sebutan masalah jihad. Dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksaan-Nya. Untuk itu.258 J u z 2 — Al-Baqarah (orang-orang yang bukan penduduk kota Mekah). Setelah Allah menyebutkan hukum-hukum puasa. dan Tawus. . (Al-Ba- Dikatakan demikian bilamana kamu telah memasuki ihram dari rumah keluargamu. Karena itulah para ulama sepakat bahwa memasuki ibadah haji dan umrah merupakan suatu keharusan. seperti pendapat-pendapat yang ada di kalangan ulama.

Kamu ber-ihlal (berihram) dari miqat. dari Az-Zuhri yang menceritakan. "Sekiranya aku melakukan haji atau umrah. "Bagaimana dengan umrah dalam bulan Muharram?" Ia . telah sampai kepada kami bahwa sahabat Umar pernah mengatakan sehubungan dengan takwil firman-Nya: Dan sempurnakanlah Baqarah: 196) ibadah haji dan umrah karena Allah. karena sesungguhnya Allah Swt.Tafsir Ibnu Kasir 259 Disebutkan dari Sufyan As-Sauri. qarah: 197) (Al-Ba- Hisyam meriwayatkan dari Ibnu Aun bahwa ia pernah mendengar AlQasim ibnu Muhammad berkata. "Sesungguhnya melakukan ibadah umrah di dalam bulan-bulan haji kurang sempurna. Mak-hul mengatakan. telah menceritakan kepada kami Ma'mar." Kedka dikatakan kepadanya." yang demikian itu sudah dianggap cukup. (Al- Bahwa termasuk menyempurnakan ibadah haji dan umrah ialah bila kamu meng-//ftzd-kan masing-masing dari yang lainnya secara terpisah. bahwa pengertian menyempurnakan haji dan umrah itu ialah bila kamu telah berihram dari rumah keluargamu dengan tujuan hanya untuk haji dan umrah. dan kamu lakukan ibadah umrah di luar bulan-bulan haji. maka kamu berkata. Ketika kamu sudah berada di dekat Mekah. bukan pula untuk keperluan lainnya. ia pernah mengatakan sehubungan dengan takwil ayat ini. Abdur Razzaq mengatakan. sedangkan tujuan kamu bukan untuk berniaga. telah berfirman: (Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi. tetapi yang sempurna ialah bila kamu berangkat ihram dan dada niat lain kecuali hanya untuk itu. pengertian menyempurnakan haji dan umrah ialah memulai keduanya dari miqat-nya.

dan umrah yang beliau lakukan dalam ibadah haji —beliau berihram untuk keduanya secara bersamaan (qiran)— dalam bulan Zul-Qa'dah tahun sepuluh Hijriah." Hal yang sama diriwayatkan pula dari Qatadah ibnu Di'amah. pendapat ini masih perlu dipertimbangkan karena disebutkan dalam sebuah hadis bahwa Rasulullah Saw. ddak melakukan umrah lagi selain dari umrah-umrah tersebut setelah beliau hijrah. As-Saddi mengatakan sehubungan dengan firman-Nya: Dan sempurnakanlah Baqarah: 196) ibadah haji dan umrah karena Allah. Akan tetapi.260 J u z 2 — Al-Baqarah menjawab. Beliau Saw. Ali ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya: . Tetapi dalam nas Sa'id ibnu Jubair disebutkan bahwa hal tersebut hanya merupakan kekhususan bagi Ummu Hani'. Akan tetapi. (Al- Yakni tegakkanlah (kerjakanlah) ibadah haji dan umrah. bersabda kepada Ummu Hani': Umrah dalam bulan Ramadan seimbang dengan melakukan dah haji bersamaku. semuanya beliau lakukan dalam bulan Zul-Qa'dah.. umrah qada dalam bulan Zul-Qa'dah tahun ketujuh Hijriah. umrah ji'arah dalam bulan Zul-Qa'dah tahun delapan Hijriah. seperti yang dijelaskan dengan panjang lebar di dalam hadis Imam Bukhari. Nabi Saw. iba- Dikatakan demikian karena Ummu Hani' bertekad untuk melakukan ibadah haji bersama Nabi Saw. melakukan ibadah umrah dalam bulan tersebut dianggap sempurna. tetapi ia terhambat melakukannya karena masa sucinya terlambat. melakukan umrahnya sebanyak empat kali. Umrah hudaibiyyah dalam bulan Zul-Qa'dah tahun enam Hijriah. "Menurut mereka.

dan umrah itu adalah tawaf. dari Ibrahim. "Dan dirikanlah ibadah haji dan umrah sampai ke Baitullah. Selanjutnya Ibrahim mengatakan bahwa lalu ia menceritakan hal tersebut kepada Sa'id ibnu Jubair. barang siapa yang telah berihram untuk ibadah haji atau umrah. tidak melebihinya. berarti sudah tiba masa tahallul-nya. (Al- Disebutkan bahwa menurut qiraat Abdullah ibnu Mas'ud bunyinya demikian. dari Ibrahim. "Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah sampai ke Baitullah. dari Alqamah. bahwa ia membaca ayat ini dengan bacaan berikut yang artinya. tawaf di Baitullah. dari Alqamah sehubungan dengan firman-Nya: Dan sempurnakanlah Baqarah: 196) ibadah haji dan umrah karena Allah. setelah semuanya dikerjakan. "Haji itu adalah Arafah." Hal yang sama diriwayatkan pula oleh Al-A'masy." yakni melakukan ibadah umrah hanya di sekitar Baitullah.Tafsir Ibnu Kasir 261 Dan sempurnakan Baqarah: 196) ibadah haji dan umrah karena Allah. dari Ibnu Abbas. "Dan dirikanlah ibadah haji dan umrah sampai ke Baitullah. yaitu sempurnanya ibadah haji pada hari kurban. dari Ibrahim. dari Ibrahim. (Al- Artinya." . Maka Sa'id ibnu Jubair mengatakan bahwa hal yang sama dikatakan pula oleh Ibnu Abbas. bahwa ia pernah mengatakan. dari Mansur. bahwa Ibnu Abbas pernah mengatakan. dan sa'i antara Safa dan Marwah. Qatadah meriwayatkan dari Zararah. Bila ia telah melempar jumrah aqabah. maka dia tidak boleh ber-tahallul sebelum menyempurnakan keduanya." Hal yang sama diriwayatkan pula oleh As-Sauri. Sufyan meriwayatkan dari Al-A'masy.

yakni yang mengatakan wajib. dari Ata. dari Safwan ibnu Umayyah yang menceritakan bahwa ada seorang lelaki datang kepada Nabi Saw. telah menceritakan kepada kami Gassan Al-Harawi. Ditetapkan di dalam hadis sahih yang bersumber dari Nabi Saw. lalu lelaki itu bertanya. Telah disebutkan di dalam banyak hadis yang diriwayatkan melalui berbagai jalur yang berbeda. wahai Rasulullah?" Maka Allah menurunkan firman-Nya: . diriwayatkan darinya hal yang berbeda. bahwa Rasulullah Saw. dan ia mengatakan bahwa ibadah umrah hukumnya tidak wajib. dalam ihramnya menggabungkan ibadah haji dan ibadah umrah. dalam keadaan memakai minyak wangi za'faran yang ia balurkan pada baju jubahnya.262 J u z 2 — Al-Baqarah Asy-Sya'bi membaca ayat ini dengan me-ra/a'-kan lafaz al-umrah. pernah bersabda kepada para sahabat Barang siapa yang membawa hadyu (hewan kurban). Imam Abu Muhammad ibnu Abu Hadm sehubungan dengan asbabun nuzul ayat ini meriwayatkan sebuah hadis yang garib. dari Anas dan sejumlah sahabat. melainkan sunat. maka hendaklah ia ber-ihlal (berihram) untuk ibadah haji dan umrahnya. telah menceritakan kepada kami Ibrahim ibnu Tahman. "Apakah yang harus aku lakukan dalam ibadah umrahku menurutmu. Untuk itu dia mengatakan. pernah bersabda: Umrah dimasukkan ke dalam ibadah haji sampai hari kiamat. Di dalam hadis sahih lain disebutkan pula bahwa Nabi Saw. Akan tetapi. telah menceritakan kepada kami Ali ibnul Husain. telah menceritakan kepada kami Abu Abdullah Al-Harawi. bahwa beliau Saw.

Tafsir Ibnu Kasir 263 Dan sempurnakanlah Baqarah: 196) ibadah haji dan umrah karena Allah. "Bagaimanakah menurutmu tentang seorang lelaki yang berihram untuk umrah. Hadis yang disebutkan di dalam kitab Sahihain dari Ya'la ibnu Umayyah dalam kisah seorang lelaki yang bertanya kepada Nabi Saw. diam." Hadis ini garib dan konteksnya aneh. "Manakah orang yang bertanya tadi?" Lelaki itu menjawab." Maka beliau Saw. bersabda kepadanya. juga ddak disebutkan mandi. sedangkan dia memakai kain jubah yang dilumuri dengan minyak za'faran?" Nabi Saw. lalu turunlah wahyu kepadanya. lepaskanlah ia." Nabi Saw. disebutkan bahwa lelaki itu bertanya. bertanya. "Ke manakah orang yang bertanya tentang umrah tadi?" Lelaki itu menjawab. cucilah. ddak pula sebutan asbabun nuzul ayat ini. Kemudian apa yang kamu lakukan dalam ibadah hajimu. ketika di Ji'ranah. bersabda: Adapun mengenai baju jubahmu. "Lepaskanlah bajumu itu. Firman Allah Swt. Kemudian apa yang biasa kamu lakukan dalam ibadah hajimu. lalu mandilah dan beristinsyaq-\ah menurut kemampuanmu. bukan Safwan ibnu Umayyah. Di dalam riwayat ini ddak disebutkan masalah istinsyaq (mengisap air dengan hidung untuk mencucinya). maka lakukanlah pula dalam ibadah umrahmu. "Inilah aku. dan adapun mengenai wewangian yang ada pada tubuhmu.: . Hadis ini dari Ya'la ibnu Umayyah. kemudian beliau mengangkat kepalanya dan bertanya. (Al- Lalu Rasulullah Saw. "Inilah aku. lakukanlah pula dalam ibadah umrahmu.

lalu orang-orang mengikud jejaknya. Akan tetapi. hingga beliau tidak dapat sampai kepadanya. sedangkan jumlah mereka seluruhnya ada seribu empat ratus orang. pada mulanya mereka ddak mau melakukannya karena menunggu adanya perintah nasakh." Pada yang ketiga kalinya baru Rasulullah Saw. Karena itulah Nabi Saw. bahkan mereka berada di pinggir kawasan Kota Suci. doakanlah pula buat orang-orang yang memotong rambutnya. . Maka terpaksa Rasulullah Saw. bersabda: "Semoga Allah merahmati orang-orang yang bercukur. dan Baitullah. yaitu ketika kaum musyrik menghalang-halangi antara Rasulullah Saw. Tempat mereka di Hudaibiyyah berada di luar Tanah Suci. dan di antara mereka ada orang-orang yang hanya memotong rambutnya saja.264 J u z 2 — Al-Baqarah Jika kalian terkepung (terhalang oleh musuh atau karena sakit)." Mereka berkata. lalu mereka mencukur rambut mereka masing-masing dan diperintahkan untuk bev-tahallul dari ihram mereka. sedap tujuh orang satu ekor unta. "Wahai Rasulullah. Menurut pendapat yang lain. "Dan juga orang-orang yang mencukur rambutnya. Maka pada saat itu juga Nabi Saw. Allah menurunkan bagi mereka keringanan. berdoa. maka (sembelihlah) kurban yang mudah didapat. keluar dan mencukur rambutnya. memerintahkan kepada mereka untuk mencukur rambut dan ber-tahallul dari ihramnya. ddak mencukurnya. yaitu mereka diperbolehkan menyembelih hewan hadyu yang mereka bawa. dan Allah menurunkan sehubungan dengan peristiwa ini di dalam surat Al-Fat-h secara lengkap. Jumlah hewan hadyu yang mereka bawa saat itu kurang lebih tujuh puluh ekor unta. yakni pada tahun perjanjian Hudaibiyah. (Al-Baqarah: 196) Mereka mengatakan bahwa ayat ini diturunkan pada tahun enam Hijriah." Mereka bersekutu dalam penyembelihan hadyu mereka.

Ibnu Abu Hadm mengatakan. Ibnu Abu Hatim mengatakan pula. Tawus. telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Abdullah ibnu Yazid Al-Muqri. dari ayahnya. maka sesungguhnya dia telah ber-tahallul. dari Yahya ibnu Abu Kasir. Orang yang terkena sakit atau penyakitnya kambuh atau tersesat. karenanya ddak boleh ber-tahallul kecuali hanya orang yang dikepung oleh musuh. bersabda: Barang siapa yang patah tulang atau sakit atau pincang. dari Ikrimah. bukan karena faktor sakit atau faktor lainnya? Ada dua pendapat mengenai masalah ini. juga dari Ibnu Abu Nujaih. Pendapat yang kedua mengatakan. karena sesungguhnya Allah Swt. Selanjutnya Ikrimah (tabi'in) mengatakan. telah berfirman: Apabila kalian telah (merasa) aman.a. Imam Ahmad mengatakan. Keduanya mengatakan . dan Zaid ibnu Aslam. hal yang semisal telah diriwayatkan pula dari Ibnu Umar. maka dada dispensasi apa pun atas dirinya. dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa tiada kepungan kecuali karena kepungan musuh. telah menceritakan kepada kami Sufyan.Tafsir Ibnu Kasir 265 Para ulama berselisih pendapat. pengertian hasr (terkepung) lebih umum daripada hanya sekadar dikepung musuh atau karena sakit atau karena tersesat jalannya atau faktor lainnya yang sejenis. (Al-Baqarah: 196) Maksud keadaan aman itu ialah bila ddak dikepung. apakah masalah boleh ber-tahallul di luar Kota Suci ini khusus hanya menyangkut keadaan bila dikepung oleh musuh. telah menceritakan kepada kami Yahya ibnu Sa'id. dari Amr ibnu Dinar. dari Ibnu Abbas dan Ibnu Tawus. Az-Zuhri. telah menceritakan kepada kami Hajjaj ibnus Sawwaf. dari Ibnu Abbas. lalu ia menceritakan hal ini kepada Ibnu Abbas dan Abu Hurairah r. dan wajib atas dirinya melakukan haji lagi. dari Al-Hajjaj ibnu Amr Al-Ansari yang menceritakan bahwa ia pernah mendengar Rasulullah Saw.

sesungguhnya aku bermaksud menunaikan haji. Kemudian kalimat selanjurnya sama dengan hadis di atas. Ibnuz Zubair. Sa'id ibnul Musayyab. Ibnu Abu Hatim meriwayatkannya dari Al-Hasan ibnu Arafah." As-Sauri mengatakan bahwa ihsar artinya segala sesuatu yang mengganggu. memasuki rumah Duba'ah binti Zubair ibnu Abdul Muttalib. dari Al-Hajjaj ibnu Abu Us'man As-Sawwaf dengan lafaz yang sama. bersabda: Berhajilah kamu dan syaratkanlah dalam niatmu bahwa tahallul-ku sekiranya penyakit (haid) menahanku. tempat Imam Muslim meriwayatkannya pula melalui Ibnu Abbas dengan lafaz yang semisal. "Wahai Rasulullah.266 J u z 2 — Al-Baqarah bahwa dia (yakni Al-Hajjaj ibnu Amr Al-Ansari) memang benar. Alqamah. Di dalam hadis Sahihain disebutkan dari hadis Aisyah bahwa Rasulullah Saw. "Yang dimaksud dengan isdlah ihsar ialah terhalang oleh musuh atau sakit atau patah tulang. dan Muqadl ibnu Hayyan. Menurut riwayat Abu Daud dan ibnu Majah disebutkan: Barang siapa yang pincang (terkilir) atau patah tulang atau sakit. ." Maka Rasulullah Saw. Penulis kitab-kitab pokok hadis yang empat menceritakan hadis ini melalui Yahya ibnu Abu Kasir dengan lafaz yang sama. Urwah ibnuz Zubair. bahwa mereka mengatakan. sedangkan aku dalam keadaan sakit (sedang haid). Maka berpendapatlah sebagian ulama bahwa sah mengadakan persyaratan dalam niat haji karena berdasarkan hadis ini. An-Nakha'i. yakni semakna dengannya. Kemudian Ibnu Abu Hadm mengatakan. lalu Duba'ah berkata. Mujahid. dari Ismail ibnu Ulayyah. Ata. telah diriwayatkan dari Ibnu Mas'ud.

dan domba. Abdur Rahman ibnul Qasim. yang dimaksud dengan hadyu ialah hewan jantan dan hewan betina dari keempat jenis ternak. kambing. bahwa ia pernah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: Maka (wajiblah baginya menyembelih) kurban yang mudah didapat. (Al-Baqarah: 196) Yang dimaksud ialah ternak kambing. Muhammad ibnu Ali ibnul Husain. sapi. Tawus. (Al-Baqarah: 196) Imam Malik meriwayatkan dari Ja'far ibnu Muhammad. Firman Allah Swt. Abui Aliyah. Mujahid. dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya: Maka (wajiblah baginya menyembelih) kurban yang mudah didapat. As-Sauri meriwayatkan dari Habib. yaitu unta. Imam Baihaqi dan lain-lainnya dari kalangan huffaz (orang-orang yang hafal hadis) mengatakan bahwa hadis ini sahih. Hal yang sama dikatakan pula oleh Ata. Ibnu Abbas mengatakan. dari ayahnya. Asy-Sya'bi. bahwa kebenaran pendapat ini bergantung kepada kesahihan hadis yang dijadikan landasannya. (Al-Baqarah: 196) Yang dimaksud dengan hewan kurban ialah seekor kambing. An-Nakha'i.Tafsir Ibnu Kasir 267 Imam Muhammad ibnu Idris Asy-Syafii memberikan komentarnya. dari Sa'id ibnu Jubair.: maka (wajiblah baginya menyembelih) kurban yang mudah didapat. Al- . dari Ali ibnu Abu Talib.

disebutkan: Rasulullah Saw. keduanya berpendapat sehubungan dengan hewan kurban yang mudah didapat. memerintahkan kami untuk bersekutu dalam kurban unta dan sapi. Muqatil ibnu Hayyan. dan Sa'id ibnu Jubair. Pendapat inilah yang dipegang oleh mazhab empat. dalam tahallul-nya itu menyembelih kambing. Di dalam kitab Sahihain. dari Jabir. dari Al-Qasim. hal yang semisal telah diriwayatkan dari Salim. dari Sid Aisyah dan Ibnu Umar. Ad-Dahhak. telah menceritakan kepada kami Abu Khalid AlAhmar. Ibnu Abu Hadm mengatakan.268 J u z 2 — Al-Baqarah Hasan. dari Ibnu Tawus. Al-Qasim. melainkan yang disembelih oleh mereka sebagai kurban ialah ternak unta dan sapi. Urwah ibnuz Zubair. Menurut kami. dan lain-lainnya. tiap-tiap tujuh orang di antara kami satu ekor sapi. Qatadah. sandaran yang dijadikan pegangan mereka untuk memperkuat pendapatnya ialah hadis yang mengisahkan perisdwa di Hudaibiyyah. telah menceritakan kepada kami Abu Sa'id Al-Asyaj. bahwa yang dimaksud dada lain adalah dua jenis ternak. Ibnu Abu Hadm mengatakan.yaitu berupa unta dan sapi. Abdur Razzaq mengatakan bahwa Ma'mar menceritakan kepada kami. dari ayahnya. (Al-Baqarah: 196) . dari Ibnu Abbas sehubungan dengan firman-Nya: Maka (wajiblah baginya menyembelih) kurban yang mudah didapat. dari Yahya ibnu Sa'id. Karena sesungguhnya belum pernah dinukil oleh seorang pun di antara mereka bahwa Nabi Saw.

Firman Allah Swt. ia termasuk ke dalam golongan kurban ternak sapi. "Jika orang yang bersangkutan adalah orang kaya. pernah sekali berkurban dengan menyembelih domba. Jika dia termasuk golongan yang lebih rendah tingkatan ekonominya. Hal ini terbukti di dalam kitab Sahihain melalui Sid Aisyah Ummul Mu-minin r." Hisyam ibnu Urwah meriwayatkan dari ayahnya sehubungan dengan firman-Nya: Maka (wajiblah baginya menyembelih) kurban yang mudah didapat. hendaklah ia berkurban dengan menyembelih seekor kambing. ataupun kambing. bahwa Allah Swt. Menurut Al-Aufi. sapi. hanya memerintahkan menyembelih hewan kurban yang mudah didapat. Demikianlah menurut apa yang dikatakan oleh Ibnu Abbas r. (Al-Baqarah: 196) Sesungguhnya hal tersebut yang dijadikan standar ialah menurut pasang surutnya harga antara murah dan mahalnya.Tafsir Ibnu Kasir 269 Yang dimaksud ialah disesuaikan dengan kemampuan masing-masing. Dan jika dia bukan orang kaya.a. baik berupa unta. Sebagai dalil yang membenarkan pendapat jumhur ulama yang mengatakan cukup menyembelih kambing bila dalam keadaan terkepung. yakni berupa ternak apa pun selagi masih ada kategori hewan hadyu. maka ia termasuk ke dalam golongan kurban ternak unta.: seekor .a. dari Ibnu Abbas. yang menceritakan: Nabi Saw.

(Al-Baqarah: 196) Jumlah ini di-'ata/-kan kepada firman-Nya: Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Alla Baqarah: 196) Bukan di-'ataf-km (dikaitkan) dengan firman-Nya: Jika kalian terkepung (terhalang oleh musuh atau sakit).a. ddak boleh baginya mencukur rambutnya (yakni ddak boleh ber-tahallul) sebelum hewan kurban sampai di tempat penyembelihannya. Adapun dalam keadaan aman dan telah sampai di Tanah Suci. (Al-Baqarah: 196) Seperti apa yang diduga oleh Ibnu Jarir rahimahullah. bersama para sahabatnya bercukur dan menyembelih hewan kurban mereka di luar Tanah Suci. atau setelah ia mengerjakan salah satunya jika dia melakukan haji ifrad atau tamattu'. mak (sembelihlah) kurban yang mudah didapat. yang menceritakan: .270 J u z 2 — Al-Baqarah Dan jangan kalian mencukur kepala kalian sebelum kurba pai di tempat penyembelihannya. Seperti yang disebutkan di dalam kitab Sahihain melalui Sid Hafsah r. bersama para sahabatnya pada tahun Hudaibiyah —yaitu kedka orang-orang kafir Quraisy melarang mereka memasuki Tanah Suci— beliau Saw. Orang yang berhaji telah selesai dari semua pekerjaan haji dan umrahnya jika ia sebagai orang yang berjiran. Karena Nabi Saw.

: Jika di antara kalian ada yang sakit atau ada gangguan di kepalanya (lalu ia bercukur). 'Sebelumnya aku tidak menduga bahwa kepayahan yang menimpamu sampai separah ini. Tidakkah kamu mempunyai kambing?' Ia menjawab. 'Tidak. 'Puasalah dga hari atau berilah makan enam orang miskin. masing-masing orang sebanyak setengah sa makanan.Tafsir Ibnu Kasir 271 "Wahai Rasulullah. telah menceritakan kepada kami Ayyub. Maka Nabi Saw. telah menceritakan kepada kami Ismail. "Sesungguhnya aku telah meminyaki rambut kepalaku dan telah kukalungi hewan kurbanku maka aku tidak akan ber-tahallul sebelum menyembelih hewan kurbanku. maka wajiblah atasnya berfidyah. dari Mujahid. bersabda. dari Abdur Rahman ibnu Abu Laila. berkenaan denganku secara khusus.' (Selanjutnya ia berkata). menjawab. sedangkan engkau sendiri tidak ber-tahallul dari umrahmu?" Maka Nabi Saw." Imam Ahmad mengatakan. "Aku pernah duduk di dekat Ka'b ibnu Ujrah di dalam masjid ini (yakni Masjid Kufah). telah menceritakan kepada kami Syu'bah.. bahwa ia pernah mendengar Abdullah ibnu Ma'qal bercerita. dan cukurlah rambutmu itu." Firman Allah Swt. yaitu berpuasa atau bersedekah atau berkurban. bersabda. dari Ka'b Ujrah yang menceritakan: J . dari Abdur Rahman ibnul Asbahani. sedangkan ketombe bertebaran di wajahnya. (Al-Baqarah: 196) Imam Bukhari mengatakan. mengapa orang-orang ber-tahallul dari umrahnya. Lalu aku bertanya kepadanya tentang fidyah yang berupa melakukan puasa. telah menceritakan kepada kami Adam. Maka Ka'b ibnu Ujrah menjawab bahwa ia berangkat untuk bergabung dengan Nabi Saw.' Nabi Saw. tetapi maknanya umum mencakup kalian semua'. Maka turunlah ayat ini.

„„« Nabi Saw. "Di alisku. bersabda. "Maka cukurlah rambutmu itu dan puasalah tiga hari (sebagai fidyahnya)." Selanjurnya Ka'b ibnu Ujrah mengatakan bahwa lalu turunlah ayat berikut. 'Apakah penyakit di kepalamu itu menganggumu?' Maka Nabi Saw. atau sembelihlah seekor hewan kurban." Maka Nabi Saw. atau dia mengatakan. yaitu firmanNya: C ivi i o XJi 5 1/ . dan ketombe bertebaran di wajahku." Ayyub (salah seorang perawi hadis ini) mengatakan bahwa ia ddak mengetahui manakah di antara semua fidyah itu yang disebutkan paling dahulu. datang kepadaku ketika aku sedang menyalakan api untuk panci. dari Ka'b ibnu Ujrah yang menceritakan. sedangkan kami semuanya dalam keadaan berihram. dan orang-orang musyrik telah mengepungnya. Tersebutlah bahwa rambutku sangat lebat. telah menceritakan kepada kami Abu Bisyr. memerintahkan Ka'b ibnu Ujrah untuk bercukur. Beliau bersabda. "Apakah penyakit yang ada di kepalamu itu mengganggumu?" Aku menjawab. telah menceritakan kepada kami Hisyam. "Ya. Lalu Nabi Saw. dari Mujahid. bersabda. "Kedka kami berada di Hudaibiyah bersama Rasulullah Saw. atau berilah makan enam orang miskin.272 Juz 2 — Al-Baqarah < < yy y y yy " y „ „ ^ " - „ . dari Abdur Rahman ibnu Abu Laila.." Nabi Saw. maka ketombe bertebaran di wajahku (karena banyaknya). lewat di dekatku. Imam Ahmad meriwayatkan pula.

dari Al-Hasan Al-Basri. maka wajiblah atasnya berftdyah." Hadis ini diriwayatkan pula oleh Ibnu Murdawaih. bahwa Malik ibnu Anas pernah menceritakan hadis kepadanya.. dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. dari Ka'b ibnu Ujrah yang menceritakan bahwa ia pernah bersama Rasulullah Saw. Hal yang sama diriwayatkan dari Ali. Diriwayatkan pula dari Syu'bah. dari Mujahid. "Maka aku menyembelih seekor kambing.Tafsir Ibnu Kasir 273 Jika ada di antara kalian yang sakit atau ada gangguan di kepalanya (lalu ia bercukur). dan puasa adalah selama tiga hari. Maka Nabi Saw. telah menceritakan kepada kami Yunus ibnu Abdul A'la. dari Abdul Karim ibnu Malik Al-Jazari. dari Mujahid. dan Ar-Rabi' ibnu Anas. dari Daud. dari Ka'b ibnu Ujrah. lalu Imam Malik menyebutkan hadis yang semisal. dari Syu'bah. Imam Malik meriwayatkannya dari Humaid ibnu Qais. lalu terganggu oleh banyaknya ketombe di kepalanya. dari Abdur Rahman ibnu Abu Laila. As-Saddi. telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Wahb. pernah bersabda: Nusuk artinya menyembelih kambing. Mujahid. dari Abdur Rahman ibnu Abu Laila dengan lafaz yang sama. Ibnu Abu Hadm mengatakan. dari Asy-Sya'bi. yaitu berpuasa atau bersedekah atau berkurban. Muhammad ibnu Ka'b. (Al-Baqarah: 196) Hal yang sama diriwayatkan pula oleh Usman. dari Ka'b ibnu Ujrah hal yang semisal. Sa'd ibnu Ishaq ibnu Ka'b ibnu Ujrah meriwayatkan dari Aban ibnu Saleh. dari Al-Hakam. sedangkan memberi makan ialah dibagikan di antara enam orang (miskin). Diriwayatkan pula dari Syu'bah. dari Abu Bisyr (yaitu Ja'far ibnu Iyas) dengan lafaz yang sama. Ata. Ibrahim. dari Abdur Rahman ibnu Abu Laila. telah diriwayatkan pula melalui hadis Umar ibnu Qais —dia orangnya daif— dari Ata. bahwa ia pernah mendengar Ka'b ibnu Ujrah mengatakan. memerintahkan agar ia mencukur rambutnya dan bersabda: . Alqamah.

Menurut kami. atau berilah makan enam orang miskin dua mud-dua mud perorangnya. Mana saja di antaranya yang kamu kerjakan. Tawus. apabila huruf 'ataf yang dipakai adalah au. yaitu berpuasa atau bersedekah atau berkurban. Ibnu Abu Hatim meriwayatkan dari Mujahid. maka hal itu sudah cukup sebagai fidyahmu. Al-Hasan. mengingat ungkapan Al-Qur'an dalam menjelaskan suatu keringanan. maka mana saja yang kamu ambil. dan Ad-Dahhak. pendapat mazhab Imam yang empat serta mayoritas ulama merupakan pendapat yang lebih dekat kepada kebenaran. hal itu sudah mencukupi fidyahmu. Ikrimah. dari Ibnu Abbas sehubungan dengan takwil firman-Nya: Maka wajiblah atasnya berfidyah. atau sembelihlah seekor kambing. dari Mujahid. Mereka mengatakan bahwa dalam hal ini orang yang bersangkutan diperbolehkan memilih salah satu di antara puasa. atau menyedekahkan satu farq makanan. Humaid Al-A'raj. Mana saja yang ia pilih sudah cukup baginya. Ata. Hal yang sama diriwayatkan pula oleh Lais ibnu Abu Sulaim. yaitu dga sa' untuk sedap orang miskin —setengah sa' yakni dua mud— atau menyembelih seekor kurban. seperti yang disebutkan di dalam firman-Nya: . yang didahulukannya adalah yang paling mudah. lalu disebutkan hal yang semisal. (Al-Baqarah: 196) Ibnu Abbas mengatakan. lalu menyedekahkan dagingnya kepada fakir miskin.274 J u z 2 — Al-Baqarah Berpuasalah tiga hari. Ibrahim An-Nakha'i.

atau berilah makan enam orang miskin. yaitu firman-Nya: Maka wajiblah atasnya berfidyah. lalu jumlahnya diberikan berupa makanan untuk disedekahkan kepada fakir miskin. untuk setengah sa' ganti dengan puasa satu hari (hingga jumlah harihari yang dipuasainya berjumlah enam hari). Selanjutnya Ibrahim mengatakan bahwa hal yang sama telah kudengar pula dari Alqamah. Untuk itu beliau Saw. atau berpuasalah tiga hari. (Al-Baqarah: 196) Akan tetapi. Ibnu Jarir mengatakan. Jika kambing tidak ada. memerintahkan hal tersebut kepada Ka'b ibnu Ujrah. hendaklah ia berpuasa.Tafsir Ibnu Kasir 275 Maka wajiblah atasnya berfidyah. bersabda: Sembelihlah seekor kambing. beliau memberinya petunjuk kepada yang paling utama lebih dahulu. maka harga kambing ditaksir. Alqamah menceritakan. ketika Nabi Saw. yaitu berpuasa atau dekah atau berkurban. (Al-Baqarah: 196) berse- Maka Sa'id ibnu Jubair menjawab dengan suatu jawaban yang menjadikan makanan sebagai tolok ukurnya. hendaklah ia membeli seekor kambing. Maka masing-masing dinilai baik bila disesuaikan dengan kondisi orang yang bersangkutan. telah menceritakan kepada kami Abu Kuraib. kemudian baru yang utama. yaitu berpuasa atau bersedekah atau berkurban. Jika ia ddak mempunyai uang. Jika dia mempunyai kemampuan untuk membeli seekor kambing. bahwa Al-A'masy pernah menceritakan bahwa Ibrahim pernah bertanya kepada Sa'id ibnu Jubair tentang ayat berikut. 'Siapakah orang ini? Alangkah ganteng- . telah menceritakan kepada kami Abu Bakar ibnu Ayyasy. "Ketika Sa'id Ibnu Jubair berkata kepadaku.

telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Imran." Ibnu Jarir mengatakan pula. sedangkan satu Makkuk lainnya berupa jewawut. kalau sedekah memberi makan sepuluh orang miskin dengan ketentuan tiap orang miskin sebanyak dua Makkuk yaitu satu Makkuk berupa kurma. ia boleh bercukur dan membayar fidyah dengan salah satu di antara ketiga perkara ini menurut apa yang disukainya. (Al-Baqarah: 196) Yang dimaksud dengan sedekah ialah memberi makan sepuluh orang miskin. berupa seekor kambing. dari Al-Hasan sehubungan dengan makna firman-Nya: Maka wajiblah atasnya berfidyah. 'Alangkah gantengnya dia duduk bersama kita. Kalau puasa sebanyak sepuluh hari. Kedka kuceritakan kepadanya apa yang dikatakan oleh Sa'id ibnu Jubair.3. Kedua pendapat ini —yaitu yang bersumber dari Sa'id ibnu Jubair dan Alqamah serta Al-Hasan dan Ikrimah— merupakan dua pen- *) 1 Makkuk . dari Asy'as.' Sa'id ibnu Jubair mengatakan.' Lalu aku ceritakan kepada Ibrahim hal itu. (Al-Baqarah: 196) berse- Ia mengatakan. yaitu berpuasa atau bersedekah atau berkurban. telah menceritakan kepada kami Ubaidillah ibnu Mu'az. maka Ibrahim pergi dari majelis itu. yaitu berpuasa atau dekah atau berkurban. Qatadah meriwayatkan dari Al-Hasan dan Ikrimah sehubungan dengan firman-Nya: ) Maka wajiblah atasnya berfidyah.264 kg. dari ayahnya.276 Juz 2 — Al-Baqarah nya!' Maka kujawab. Sedangkan yang dimaksud dengan nusuk ialah menyembelih kurban. "Apabila orang yang sedang ihram mengalami gangguan di kepalanya. . 'Dia adalah Ibrahim.

dari Ata. dan ternyata dia adalah Al-Husain ibnu Ali. dari Tawus. Hisyam mengatakan. Adapun mengenai tartib (urutan). telah menceritakan kepada kami Abu Asma maula Ibnu Ja'far yang menceritakan bahwa Usman ibnu Affan pernah berhaji ditemani oleh Ali dan Al-Husain ibnu Ali. telah menceritakan kepada kami Hajjaj dan Abdul Malik serta selain keduanya. seperti yang disebutkan di dalam nas Al-Qur'an dan telah disepakati oleh semua ahli fiqih. Karena telah disebutkan oleh sunnah melalui hadis Ka'b ibnu Ujrah bahwa puasa itu adalah dga hari. "Tiba-tiba kami bersua dengan seorang lelaki yang sedang tidur. 'Hai orang yang sedang tidur. hal itu dilaksanakan di Mekah.' Lelaki itu bangun. Hasyim mengatakan. sedangkan apa saja yang menyangkut memberi makan atau puasa dilaksanakan menurut kehendak orang yang bersangkutan. lalu aku (Abu Asma) berkata. bahwa ia selalu mengatakan sehubungan dengan masalah dam atau memberi makan. keduanya masih perlu dipertimbangkan. sedangkan unta kendaraannya berada di dekat kepalanya. Hal yang sama dikatakan pula oleh Mujahid. Hisyam mengatakan.Tafsir Ibnu Kasir 277 dapat yang aneh. bahwa ia bersama Ibnu Ja'far. Maka kami merawat Al-Husain ibnu Ali selama kurang lebih dua puluh malam. Ia acapkali mengatakan bahwa masalah apa saja yang menyangkut dam dilaksanakan di Mekah. bukan enam hari. Usman berangkat lebih dulu. seperti yang ditunjukkan oleh konteks ayat Al-Qur'an. Lalu Ali bertanya kepada AlHusain. 'Apakah sakit yang kamu rasakan?' Al-Husain mengisyaratkan dengan tangannya ke kepalanya. Ata. lain halnya dengan masalah ini. Lalu Ibnu Ja'far membawanya sampai datang ke tempat air. dari Ya'qub ibnu Khalid. dan memberi makan adalah kepada enam orang miskin. nusuk artinya menyembelih seekor kambing. Abu Asma' melanjutkan kisahnya. Hal tersebut atas dasar takhyir (boleh memilih salah satu di antaranya). Sedangkan yang menyangkut puasa boleh dilakukan di mana saja menurut apa yang disukai oleh orang yang bersangkutan. telah menceritakan kepada kami Yahya ibnu Sa'id. Maka Ali memerintahkan agar . telah menceritakan kepada kami Lais. dan Al-Hasan. hal ini hanyalah dikenal dalam masalah membunuh binatang buruan. Kemudian dikirimkan seorang utusan untuk menemui Ali yang saat itu sedang bersama Asma binti Umais.

apabila kalian mampu untuk menunaikan manasik. bertamattu'. sedangkan di antara kalian ada yang ingin melakukan tamattu' dengan mengerjakan umrah dahulu sebelum ibadah haji tiba waktunya.: Maka bagi siapa yang ingin mengerjakan umrah sebelum haji (di dalam bulan haji). (Al-Baqarah: 196) Dengan kata lain." Jika unta kurban ini sebagai fidyah dari bercukur. lalu ia menyembelihnya. Sedangkan pengertian tamattu' secara umum mencakup keduanya. maka masalahnya sudah jelas. tanpa hambatan apa pun. (Al-Baqarah: 196) Dengan kata lain. Firman Allah Swt. tetapi di antara keduanya ddak ada perbedaan dalam masalah bahwa Nabi Saw. Tetapi diperbolehkan bagi- . setelah selesai dari umrah baru berihram lagi untuk haji. maka bagi siapa yang ingin mengerjakan umrah sebelum haji (di dalam bulan haji). Tetapi jika sebagai fidyah dari tahallul. (wajiblah ia menyembelih) kurban yang mudah didapat. kemudian Ali meminta didatangkan seekor unta. seperti yang ditunjukkan oleh hadis-hadis sahih. minimal seekor kambing.278 Juz 2 — Al-Baqarah rambut Al-Husain dicukur. (wajiblah ia menyembelih) kurban yang mudah didapat. Demikianlah pengertian tamattu' secara khusus yang telah terkenal di kalangan para ahli fiqih. berarti Ali menyembelihnya di luar kota Mekah. membawa hewan hadyunya. Firman Allah Swt. sedangkan yang lainnya mengatakan ber-qiran. hendaklah ia menyembelih kurban yang mudah didapat baginya.: Apabila kalian telah (merasa) aman. Karena sesungguhnya di antara perawi ada yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. Pengertian tamattu' di sini mencakup orang yang berihram untuk keduanya atau berihram untuk umrah lebih dahulu.

menyembelih seekor sapi untuk (dam) istri-istrinya. ada seorang lelaki yang berpendapat menurut kehendaknya sendiri. karena sesungguhnya Allah Swt.Tafsir Ibnu Kasir 279 nya menyembelih seekor sapi. dari Abu Salamah.a. Hadis riwayat Abu Bakar ibnu Murdawaih. dari sahabat Abu Hurairah r. Kemudian ddak ada wahyu lagi yang turun mengharamkannya serta Nabi Saw. Ia mengatakan bahwa kita harus memegang Kitabullah. Sesungguhnya dia melarangnya hanya untuk tujuan agar orang-orang yang ziarah ke Baitullah bertambah banyak. Al-Auza'i meriwayatkan dari Yahya ibnu Abu Kasir. Di dalam hadis ini terkandung dalil yang menunjukkan bahwa tamattu' itu disyariatkan." Akan tetapi. karena mereka semuanya melakukan tamattu'. .: Bahwa Rasulullah Saw. bahwa Umar pernah melarang orang-orang melakukan tamattu'. karena Rasulullah Saw. telah memerintahkan kita untuk melakukannya dengan sempurna. seperti yang disebutkan di dalam kitab Sahihain. dari Imran ibnu Husain yang mengatakan. ddak melarang orang yang berihram dengan tamattu'. (Al- Tetapi pada kenyataannya Umar r. sendiri menyembelih sapi untuk dam istri-istrinya. "Ayat tamattu' telah diturunkan di dalam Kitabullah dan kami mengerjakannya bersama-sama Rasulullah Saw.a. Apa yang dikatakan oleh Imam Bukhari ini telah disebutkan dengan jelas. tidak melarangnya pula hingga beliau wafat. Imam Bukhari mengatakan bahwa lelaki itu adalah sahabat Umar. Yang dimaksud adalah firman-Nya: Dan sempurnakanlah Baqarah: 196) ibadah haji dan umrah karena Allah.

280 Juz 2 — Al-Baqarah ada yang melakukan haji dan ada yang berumrah. dalam ibadah hajinya. Ia juga harus puasa tujuh hari setelah pulang ke tanah airnya. Di antara mereka ada yang memperbolehkan melakukan puasa sejak dari permulaan bulan Syawwal. Asy-Sya'bi memperbolehkan berpuasa pada hari Arafah dan dua hari sebelumnya. maka wajib berpuasa tiga hari dalam masa haji dan tujuh hari (lagi) apabila kalian telah pulang kembali. dari Wabrah. "Apabila seseorang ddak dapat menemukan hadyu. Abu Ja'far Al-Baqir. dari Ibnu Umar yang mengatakan bahwa orang yang bersangkutan . dan Muqadl ibnu Hayyan. As-Saddi. dan lain-lainnya yang bukan hanya seorang. Sa'id ibnu Jubair. "Barang siapa yang tidak dapat menemukan binatang kurban. yaitu pada tanggal sepuluh. seperti yang telah dijelaskannya sendiri. hal yang paling utama hendaknya puasa dilakukan sebelum hari Arafah. Ar-Rabi'. hendaklah ia puasa dga hari dalam hari-hari haji sebelum hari Arafah. hendaklah ia puasa dga hari dalam hari-hari haji. Mujahid. berfirman. karena berdasarkan sabda Nabi Saw. Itulah sepuluh (hari) yang sempurna. Ata. Firman Allah Swt. Atau sejak dia melakukan ihram (untuk hajinya). Al-Hasan." Menurut ulama. Demikianlah menurut Tawus. Hammad. (Al-Baqarah: 196) Allah Swt. Ibrahim. Hal yang sama dikatakan pula oleh Mujahid.: Tetapi jika ia tidak menemukan (binatang kurban atau ddak mampu). maka puasanya harus sudah selesai." Hal yang sama diriwayatkan pula oleh Abu Ishaq. Al-Aufi mengatakan dari Ibnu Abbas. Tawus. Untuk itu apabila jatuh hari yang kedga dari Arafah. menurut Ibnu Abbas dan lain-lainnya. yakni di hari-hari manasik. Demikianlah menurut Ata. Al-Hakam.

ia tidak boleh melakukan puasa pada hari-hari Tasyriq.Tafsir Ibnu Kasir 281 hendaknya memulai puasanya sehari sebelum hari Tarwih. yaitu bahwa Nabi Saw. dari ayahnya. (Al-Baqarah: 196) Sedangkan menurut qaul jadid. Sufyan meriwayatkannya dari Ja'far ibnu Muhammad. Karena berdasarkan kepada ucapan Siti Aisyah dan Ibnu Umar yang terdapat di dalam kitab Sahih Bukhari. Sekiranya orang yang bersangkutan ddak melakukan puasanya pada hari-hari haji atau ddak melakukan sebagiannya sebelum hari Raya Acl-ha.a. kemudian hari Tarwih. juga dari Salim. yang mengatakan. orang yang bersangkutan boleh melakukan puasanya pada hari-hari Tasyriq. dari Ali. ddak memperbolehkan melakukan puasa di hari-hari Tasyriq kecuali bagi orang yang ddak menemukan hadyu (hewan kurban). dari Ali r. kedua-duanya diketengahkan pula oleh Imam Syafii. Memang telah diriwayatkan dari keduanya (Sid Aisyah dan Ibnu Umar) melalui banyak jalur. Hal yang sama diriwayatkan pula oleh Ja'far ibnu Muhammad. bolehkah ia melakukan puasanya itu pada hari-hari Tasyriq? Sehubungan dengan masalah ini ada dua pendapat di kalangan para ulama. dari Aisyah. Sesungguhnya mereka mengatakan demikian karena keumuman makna yang terkandung di dalam firman-Nya: maka wajib berpuasa tiga hari dalam masa haji. dari Ibnu Umar. karena berdasarkan kepada hadis yang diriwayatkan . "Barang siapa yang kelewat waktunya hingga ddak melakukan puasa dga hari pada hari-hari haji. dari Az-Zuhri. dari Urwah." Hal yang sama dikatakan pula oleh Ubaid ibnu Umair Al-Laisi. dari Ikrimah dan Al-Hasan Al-Basri serta Urwah ibnuz Zubair. dari ayahnya. Hal yang sama diriwayatkan pula oleh Malik. maka ia harus melakukannya pada hari-hari Tasyriq. dan yang terakhir pada hari Arafahnya. Menurut qaul qadim-nyn.

Karena itulah Mujahid mengatakan bahwa puasa tujuh hari ini merupakan rukhsah. Hal yang sama dikatakan pula oleh Ata ibnu Abu Rabah. bahwa ia pernah mendengar ibnu Umar berkata sehubungan dengan makna firman-Nya: Tetapi jika ia tidak menemukan (binatang kurban atau ddak mampu). Salah satunya mengatakan. dari Salim. yang menceritakan bahwa Rasulullah Saw. maka wajib berpuasa tiga hari dalam masa haji dan tujuh hari (lagi) apabila kalian telah pulang kembali. Abdur Razzaq mengatakan. Firman Allah Swt. Untuk itu apabila orang yang bersangkutan ingin melakukannya dalam perjalanan pulangnya.a. ia boleh melakukannya.: untuk makan. (AlBaqarah: 196) Sehubungan dengan makna ayat ini ada dua pendapat. yakni kalian telah berada di negeri tempat tinggal kalian sendiri. yang dimaksud dengan iza raja'tum ialah apabila kalian kembali ke perjalanan pulang kalian. pernah bersabda: Hari-hari Tasyriq adalah hari-hari berzikir kepada Allah Swt. telah menceritakan kepada kami AsSauri. minum. dan i. dan tujuh hari (lagi) apabila kalian telah pulang kembali. dari Yahya ibnu Sa'id.282 J u z 2 — Al-Baqarah oleh Imam Muslim melalui Qutaibah Al-Huzali r. (Al-Baqarah: 196) . Pendapat kedua mengatakan. yang dimaksud dengan iza raja'tum ialah apabila kalian kembali ke tanah air kalian.

Mujahid. dari Salim ibnu Abdullah. Imam Bukhari mengatakan. lalu beliau menyembelih hewan kurbannya. telah menceritakan kepada kami Al-Lais. telah menceritakan kepada kami Yahya ibnu Bukair. Untuk itu beliau membawa hewan . Al-Hasan.Tafsir Ibnu Kasir 283 Makna yang dimaksud ialah bila orang yang bersangkutan telah kembali ke tempat keluarganya (tanah airnya). dari Ibnu Syihab. bahwa Ibnu Umar pernah menceritakan: Rasulullah Saw. melakukan tamattu' dalam haji wada'-nya dengan melakukan umrah sebelum ibadah haji. Abu Ja'far ibnu Jarir meriwayatkan bahwa pendapat ini merupakan pendapat yang telah disepakati. Az-Zuhri. Hal yang sama telah diriwayatkan pula dari Sa'id ibnu Jubair. Gjatadah. Abui Aliyah. Ata. dari Uqail. Ikrimah. dan Ar-Rabi' ibnu Anas.

Az-Zuhri mengatakan. telah menceritakan kepadaku Urwah. hendaklah ia berpuasa selama tiga hari dalam masa haji dan tujuh hari lagi apabila ia telah kembali kepada keluarganya. Maka orang-orang pun ikut ber-tamattu' bersama-sama Rasulullah Saw. dan sa'i di antara Safa dan Marwah serta memotong rambut dan ber-tahallul. dari Sid Aisyah r. kemudian beliau berihram untuk ibadah umrahnya. Sedangkan di kalangan orang-orang ada yang berkurban. dan di antara mereka ada yang tidak berkurban. Setelah itu hendaklah ia berihram lagi untuk ibadah hajinya. Hadis ini diketengahkan di dalam kitab Sahihain melalui hadis Az-Zuhri dengan lafaz yang sama. tiba di Mekah. Sesudah itu baru beliau berihram untuk ibadah hajinya. ia membawa hewan kurbannya.waf di Baitullah. kalimat ayat ini merupakan taukid (yang menguatkan makna kalimat sebelumnya). Ketika Nabi Saw. memulai pekerjaannya dengan ibadah umrah sebelum haji. "Aku melihat dengan kedua mataku sendiri.284 Juz 2 — Al-Baqarah hadyu (kurban) dari Zul Hulaifah.: Itulah sepuluh (hari) yang sempurna. hal yang semisal dengan apa yang telah diceritakan kepadaku oleh Salim. Hingga akhir hadis. maka beliau bersabda kepada orangorang. maka tidak halal baginya melakukan sesuatu pun yang diharamkan atas dirinya sebelum menyelesaikan hajinya. Barang siapa di antara kalian tidak membawa hadyunya (hewan kurbannya). Rasulullah Saw. aku tulis dengan tanganku ini. Barang siapa yang tidak menemukan hewan kurban. dan aku mendengar dengan kedua telingaku sendiri. (Al-Baqarah: 196) Menurut suatu pendapat.a. hendaklah ia melakukan tp. "Barang siapa di antara kalian mempunyai hewan kurban. Firman Allah Swt. Perihalnya sama dengan kata-kata orang Arab." Dan sama dengan makna yang terkandung di dalam firman-Nya: . dari ayahnya.

Menurut pendapat yang lain. maka sempurnakanlah waktu yang telah ditentukan Tuhannya empat puluh (malam lagi). Pendapat ini dipilih oleh Ibnu Jarir. <t\l^-A^J A. (Al-Baqarah: 196) Yakni sudah cukup sebagai ganti menyembelih hewan kurban.Tafsir Ibnu Kasir 285 dan tiada burung-burung (Al-An'am: 38) yang terbang dengan kedua sayapnya. dan Kami sempurnakan jumlah malam itu dengan sepuluh (malam lagi). Hisyam meriwayatkan dari Abbad ibnu Rasyid. C i* j ^^LaJ\) . . (Al-A'raf: 142) Menurut pendapat yang lain. makna yang dimaksud ialah cukup sebagai ganti menyembelih hewan kurban. dari Al-Hasan Al-Basri sehubungan dengan makna firman-Nya: Itulah sepuluh hari yang sempurna. (Al-'Ankabut: 48) Adapun firman Allah Swt.: tangan Dan telah Kami janjikan kepada Musa (memberikan Taurat) sesudah berlalu waktu tiga puluh malam. makna 'Kamilah' yang terkandung di dalam ayat ini ialah perintah untuk menyelesaikannya dengan sempurna.^-9i-"i)lj4 dan kamu tidak (pernah) menulis suatu kitab dengan kananmu.

Tamattu' hanya dihalalkan bagi penduduk negeri-negeri lain dan diharamkan atas kalian. Sesungguhnya seseorang dari kalian hanya tinggal menempuh sebuah lembah. Jama'ah menambahkan dalam riwayatnya. atau dia menjadikan antara dirinya dan Tanah Suci sebuah lembah. telah menceritakan kepada kami Sufyan (yakni As-Sauri) yang menceritakan bahwa Ibnu Abbas pernah mengatakan. (Al-Baqarah: 196) Ibnu Jarir mengatakan bahwa ahli takwil berbeda pendapat sehubungan dengan orang yang dimaksud di dalam firman-Nya: bagi orang-orang yang keluarganya tidak berada (di sekitar) Masjidil Haram (bukan penduduk Mekah). Tidak ada tamattu'' bagi mereka. telah menceritakan kepada kami Abdur Rahman. dan Qatadah mengatakan bahwa Ibnu Abbas pernah mengatakan. (Al-Baqarah: 196) Padahal mereka telah sepakat bahwa yang dimaksud ialah penduduk kota Mekah. telah menceritakan kepada kami Ma'mar. Sebagian dari mereka berpendapat bahwa yang dimaksud ialah hanya khusus bagi penduduk kota Mekah. "Hai penduduk Mekah. tiada tamattu' bagi kalian. kemudian ia berihram untuk umrahnya. bukan untuk .: J u z 2 — Al-Baqarah Demikian itu (kewajiban membayar fidyah) bagi orang-orang yang keluarganya tidak berada (di sekitar) Masjidil Haram (bukan penduduk Mekah). "Yang dimaksud dengan mereka (dalam ayat ini) adalah penduduk kota Mekah. bukan selainnya. dari Ibnu Tawus." Abdur Razzaq mengatakan.286 Firman Allah Swt." Hal yang sama diriwayatkan pula oleh Ibnul Mubarak. Telah menceritakan kepada kami Ibnu Basysyar. dari ayahnya yang mengatakan bahwa tamattu' hanya diperbolehkan bagi orang-orang lain. dari As-Sauri.

dari Jabir. . Ibnu Juraij meriwayatkan dari Ata sehubungan dengan makna firman-Nya: . Ulama lainnya mengatakan bahwa mereka adalah penduduk Tanah Suci dan daerah sekitarnya yang masih berada di antara Mekah dan miqat. telah sampai kepadanya dari Ibnu Abbas pendapat yang semisal dengan apa yang dikatakan oleh Tawus. maka kedudukannya sama dengan penduduk Mekah. ^ ^ i ^ . (AlBaqarah: 196) Makna yang dimaksud ialah orang yang tempat dnggalnya masih berada di dalam lingkungan miqat. Demikianlah menurut apa yang disebutkan di dalam firman-Nya: c«. dari Mak-hul sehubungan dengan makna firman-Nya: Demikian itu (kewajiban membayar fidyah) bagi orang-orang yang keluarganya tidak berada (di sekitar) Masjidil Haram. (AlBaqarah: 196) Abdur Razzaq mengatakan. yakni tidak boleh melakukan tamattu'" Abdullah ibnul Mubarak telah meriwayatkan dari Abdur Rahman ibnu Yazid. dari Ata yang mengatakan.Tafsir Ibnu Kasir 287 penduduk Mekah. Seperti yang dikatakan oleh Abdur Razzaq. telah menceritakan kepada kami Ma'mar. ^ o . t ^ p . yaitu bagi orang yang keluarganya tidak berada di sekitar Tanah Suci. "Barang siapa yang keluarganya berada sebelum miqat (dari Mekah). 4 Demikian itu (kewajiban membayar fidyah) bagi orang-orang yang keluarganya tidak berada (di sekitar) Masjidil Haram.

Urnah. Ibnu Jarir sehubungan dengan masalah ini memilih mazhab Imam Syafii yang mengatakan bahwa mereka adalah penduduk kota Mekah dan orang-orang yang dnggal dalam jarak tidak diperbolehkan melakukan qasar dari Kota Suci. Abdur Razzaq mengatakan. (AlBaqarah: 196) Yang dimaksud ialah Arafah. (Al-Baqarah: 196) Yaitu dalam mengerjakan apa yang diperintahkan-Nya kepada kalian dan apa yang dilarang-Nya terhadap kalian. . "Barang siapa yang keluarganya berada dalam jarak perjalanan kurang lebih satu hari dari Mekah." Menurut riwayat yang lain darinya mengatakan perjalanan dua hari dari Mekah. Muzdalifah. . Firman Allah Swt. karena sesungguhnya orang yang tempat tinggalnya sejauh itu masih termasuk ke dalam pengertian hadir.u Dan ketahuilah Baqarah: 196) bahwa Allah sangat keras siksaan-Nya. maka ia boleh ber-tamattu'. (Al- Yakni terhadap orang yang menentang perintah-Nya dan mengerjakan hal-hal yang dilarang ia melakukannya. dan Ar-Raji'.288 Juz 2 — Al-Baqarah Demikian itu (kewajiban membayar fidyah) bagi orang-orang yang keluarganya tidak berada (di sekitar) Masjidil Haram. bahwa ia pernah mendengar Az-Zuhri mengatakan. telah menceritakan kepada kami Ma'mar.: Dan bertakwalah kepada Allah. bukan musafir.

Berdasarkan pengertian ini. Ulama bahasa berbeda pendapat mengenai makna firman-Nya: Haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi. Ahmad ibnu Hambal. dan Ishaq ibnu Rahawaih. bentuk lengkapnya ialah bahwa ibadah haji yang sesungguhnya yaitu haji yang dilakukan dalam bulan-bulan yang dimaklumi untuk itu. hai orang-orang yang berakal. berarti dapat ditarik kesimpulan bahwa melakukan ihram ibadah haji dalam bulan-bulan haji lebih sempurna daripada melakukan ihram haji di luar bulan haji. berbuat fasik. Pendapat yang mengatakan sah melakukan ihram ibadah haji di sepanjang tahun merupakan. barang siapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji. Berbekallah. mazhab Imam Maliki. (Al-Baqarah: 197) Sebagian di antara mereka mengatakan. Hal yang sama dika- . dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku. dan berbantahbantahan di dalam masa mengerjakan haji. Abu Hanifah. niscaya Allah mengetahuinya. sekalipun melakukan ihram haji di luar bulan-bulan haji hukumnya sah. ayat 197 -L_JVi (Musim) /Ja/i adalah beberapa bulan yang dimaklumi. Dan apa yang kalian kerjakan berupa kebaikan.Tafsir Ibnu Kasir 289 Al-Baqarah. maka tidak boleh rafas.

yang mengatakan: (Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi. maka hal ini menunjukkan bahwa tidak sah melakukan ihram sebelum tiba bulan-bulan haji. tidak sah melakukan ihram haji kecuali dalam bulan-bulannya. Untuk itu seandainya seseorang melakukan ihram haji sebelum bulan haji tiba. Perihalnya sama dengan waktu-waktu salat. sehubungan dengan umrahnya. ayat ini mengandung makna lain yang diutarakan oleh ulama Nahwu. dan Al-Lais ibnu Sa'd. Allah mengkhususkan haji dalam bulan-bulan tersebut di antara bulan-bulan lainnya. apakah sah atau tidak? Ada dua pendapat mengenainya. Sebagai dalilnya ialah firman Allah Swt." (Al-Baqarah: 189) Ibadah haji merupakan salah satu di antara sepasang manasik. telah menceritakan kepada kami Muslim ibnu Khalid. maka ihramnya tidak sah. maka hukumnya sah melakukan ihram untuk haji di waktu kapan pun sepanjang tahun. telah menceritakan kepadaku Umar . (Al-Baqarah: 197) Menurut makna lahiriah. dan Mujahid. Hal yang dijadikan hujah untuk memperkuat pendapat mereka adalah firman-Nya: Mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit. "Bulan sabit itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan (bagi ibadah) haji. Imam Syafii mengatakan. As-Sauri. Tawus. Pendapat ini mengartikan bahwa musim haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi. Hal yang sama dikatakan pula oleh Ata. dari Ibnu Juraij. Perihalnya sama dengan ibadah umrah. Imam Syafii berpendapat. Pendapat yang mengatakan bahwa tidak sah melakukan ihram haji kecuali di dalam bulan-bulannya diriwayatkan dari Ibnu Abbas dan Jabir. Katakanlah.290 J u z 2 — Al-Baqarah takan pula oleh Ibrahim An-Nakha'i. Akan tetapi.

Memang ada sebuah hadis marfu' sehubungan dengan masalah ini. dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa tidak boleh ihram haji kecuali dalam bulan-bulan haji. telah menceritakan kepada kami Abu Kuraib. telah menceritakan kepada kami Abu Huzaifah. "Termasuk tuntunan Nabi Saw. dari Miqsam. karena berdasarkan kepada firman-Nya: Musim haji adalah Baqarah: 197) beberapa bulan yang dimaklumi. dari Miqsam. pernah bersabda: .) dikategorikan sebagai hadis marfu' menurut kebanyakan ulama. dari Abuz Zubair. telah menceritakan kepada kami Abu Khalid Al-Ahmar. dari Al-Hakim ibnu Utaibah. Perkataan seorang sahabat yang menyatakan bahwa termasuk sunnah (tuntunan Nabi Saw. dari Hajjaj ibnu Muhammad Al-A'war. telah menceritakan kepada kami Nafi'. dari Ibnu Abbas yang mengatakan. Sanad asar ini berpredikat sahih.Tafsir Ibnu Kasir 291 ibnu Ata. dari Ibnu Juraij dengan lafaz yang sama. karena sesungguhnya termasuk sunnah haji ialah melakukan ihram haji dalam bulan-bulan haji. ialah tidak melakukan ihram haji kecuali dalam bulan-bulan haji (musim haji). dari Al-Hakam. dari Nabi Saw. dari Ahmad ibnu Yahya ibnu Malik As-Susi. dari Ikrimah. telah menceritakan kepada kami Sufyan. Ibnu Murdawaih meriwayatkan di dalam kitab tafsirnya melalui dua jalur. dari Hajjaj ibnu Artah. Terlebih lagi jika yang mengatakannya adalah Ibnu Abbas yang dijuluki sebagai 'juru terjemah Al-Qur'an dan ahli menafsirkannya'. telah menceritakan kepada kami Abdul Baqi. bahwa Nabi Saw. dari Jabir.. telah menceritakan kepada kami Al-Hasan ibnul Musanna. dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa tidak layak bagi seseorang melakukan ihram haji kecuali dalam musim haji." Ibnu Khuzaimah di dalam kitab sahihnya mengatakan. (Al- Hal yang sama diriwayatkan oleh Ibnu Abu Hatim. Ibnu Murdawaih mengatakan. dari Syu'bah.

dari Abdullah ibnu Dinar. yang dimaksud dengan bulan-bulan haji ialah Syawwal. dari Abuz Zubair. telah menceritakan kepada kami Warqa. dari Ibnu Umar sehubungan dengan makna firmanNya: Musim haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi. rah: 197) (Al-Baqa- . dari Ibnu Juraij. Sanad hadis ini ddak ada masalah.292 J u z 2 — Al-Baqarah Tidak layak bagi seseorang melakukan ihram haji kecuali di dalam bulan-bulan haji. Tetapi Imam Syafii dan Imam Baihaqi meriwayatkannya melalui berbagai jalur. telah menceritakan kepada kami Abu Na'im. (Al-Baqarah: 197) Imam Bukhari mengatakan bahwa menurut Ibnu Umar. dan sepuluh hari bulan Zul-Hijjah. Dengan demikian. telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Hazim ibnu Abu Zagrah. Dia mengatakan. Zul-Qa'dah." Beliau Hadis mauquf ini lebih sahih dan lebih kuat sanadnya daripada hadis marfu' tadi. Asar yang di-ta'liq (dikomentari) oleh Imam Bukhari dengan ungkapan yang pasti ini diriwayatkan pula oleh Ibnu Jarir secara mausul. bahwa ia pernah mendengar Jabir ibnu Abdullah bertanya: "Bolehkah melakukan ihram haji sebelum musim haji?" menjawab. Firman Allah Swt. berarti mazhab sahabat menjadi kuat berkat adanya ucapan Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa termasuk sunnah ialah tidak melakukan ihram haji kecuali dalam bulan-bulan haji.: beberapa bulan yang dimaklumi. "Tidak boleh.

Tafsir Ibnu Kasir 293 Bahwa yang dimaksud ialah bulan Syawwal. Pendapat ini berdasarkan sebuah riwayat dari Ibnu Umar. lalu ia mengetengahkan asar ini dan mengatakan bahwa asar ini (dikatakan sahih) dengan syarat Syaikhain. dari Ibrahim ibnu Muhajir. telah menceritakan kepada kami Syarik. Ali. Abu Yusuf. Asy-Sya'bi. dan sepuluh hari dari bulan Zul-Hijjah. dan Muqatil ibnu Hayyan. Juga seperti pengertian dalam firman-Nya: Barang siapa yang ingin cepat berangkat (dari Mina) sesudah dua hari. asar ini diriwayatkan dari Umar. Ar-Rabi' ibnu Anas. Imam Abu Hanifah. Mujahid. . Zul-Qa'dah. Al-Hasan. dari Abdullah ibnu Numair. dari Al-Hasan ibnu Ali ibnu Affan. Ibnu Abbas. Ad-Dahhak ibnu Muzahim." dan "Aku melihatnya hari ini. telah menceritakan kepada kami Abu Ahmad. Ibrahim An-Nakha'i. dari Al-Asam. Imam Malik ibnu Anas dan Imam Syafii dalam qaul qadim-nya mengatakan bahwa bulan-bulan haji itu adalah bulan Syawwal. Zul-Qa'dah. telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Ishaq. ZulQa'dah. dari Ibnu Umar. Tawus. dari Mujahid. Qatadah. Dan sesungguhnya Imam Hakim pun meriwayatkannya di dalam kitab Mustadrak. Imam Ahmad ibnu Hambal. "Aku melihatnya tahun ini. dari Ibnu Umar yang mengatakan bahwa bulan-bulan haji itu adalah bulan Syawwal." sedangkan makna yang dimaksud ialah sebagian dari satu tahun dan sehari. maka tiada dosa baginya. dan Ibnu Jarir mengatakan bahwa dibenarkan menyebutkan jamak untuk pengertian dua bulan dan sepertiga dari satu bulan dengan pengertian taglib (prioritas). dan Zul-Hijjah secara lengkap. Menurut kami. Perihalnya sama dengan perkataan orang-orang Arab. dan Abu Saur. Pendapat ini dipilih oleh Ibnu Jarir. Ata. Hal ini merupakan pegangan bagi mazhab Imam Syafii. Ibnu Mas'ud. (Al-Baqarah: 203) Karena sesungguhnya pengertian cepat berangkat ini tertuju kepada satu setengah hari (bukan setelah dua hari). Ibnu Jarir mengatakan. dan Zul-Hijjah. dari Ubaidillah ibnu Nafi'. Mak-hul. Ibnu Sirin. Abdullah ibnuz Zubair. Sanad asar ini berpredikat sahih.

dan Jabir ibnu Abdullah r. Abdullah ibnu Umar menyebutnya bulan Syawwal. dari Qais ibnu Muslim. tanpa ada umrah padanya. telah menceritakan kepada kami Abu Mu'awiyah. dari Abu Umamah yang menceritakan bahwa Rasulullah Saw. Ata. menceritakan kepada kami Yunus ibnu Abdul A'la. dan Zul-Hijjah. telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Sinan. seperti yang disebutkan di atas. Faedah dari mazhab Imam Malik yang mengatakan bahwa musim haji itu berlangsung sampai akhir bulan Zul-Hijjah mengandung pengertian bahwa bulan tersebut khusus buat ibadah haji. dari Yunus ibnu Ubaid. yaitu bulan Syawwal. "Apakah engkau pernah mendengar Ibnu Umar menyebutkan tentang bulan-bulan haji itu?" Nafi' menjawab. tel? . "Musim haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi.294 J u z 2 — Al-Baqarah Ibnu Abu Hatim mengatakan di dalam kitab tafsirnya. Sanad asar ini berpredikat sahih sampai kepada Ibnu Juraij. telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahb. Mujahid. telah menceritakan kepadaku Ibnu Juraij yang pernah mengatakan bahwa ia bertanya kepada Nafi'." Sanad . predikat marfu' hadis ini tidak sah. Urwah ibnuz Zubair. Hal yang sama telah diriwayatkan pula dari Tawus. dan bulan iul-Hijjah. Zul-Qa'dah. Ar-Rabi' ibnu Anas." Ibnu Juraij mengatakan bahwa hal tersebut dikatakan pula oleh Ibnu Syihab. maka makruh melakukan ihram umrah pada sisa bulan Zul-Hijjah. tetapi bukan berarti bahwa sah melakukan ihram haji sesudah malam kurban. diriwayatkan oleh Al-Hafiz ibnu Murdawaih melalui jalur Husain ibnu Mukhariq —sedangkan dia orangnya dicurigai suka membuat hadis maudu'—. hanya sayangnya berpredikat maudu'. "Ya. dari Tariq ibnu Syihab yang mengatakan bahwa Abdullah pernah mengatakan. pernah bersabda: 1 Musim haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi. dari Syahr ibnu Hausyab. bulan Zul-Qa'dah. Sehubungan dengan masalah ini ada hadis marfu'. dan Qatadah. Akan tetapi. dari Al-A'masy. Ibnu Abu Hatim mengatakan.a.

: s y f i' Barang siapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji. "Tiada seorang pun dari kalangan ahlul ilmi merasa ragu bahwa ibadah umrah di luar bulan-bulan haji lebih utama daripada melakukan ibadah umrah dalam bulan-bulan haji. Ibnu Jarir mengatakan. ada sebuah asar dari Umar dan Usman yang mengatakan bahwa keduanya menyukai ibadah umrah dalam selain bulan-bulan haji. dan Zul-Hijjah hanyalah bermaksud bahwa bulan-bulan tersebut bukanlah bulan-bulan untuk melakukan umrah. ZulQa'dah. Ibnu Jarir mengatakan. ibadah umrah dalam bulan-bulan haji." Menurut kami.Tafsir Ibnu Kasir 295 asar ini sahih. Di dalam ayat ini terkandung makna yang menunjukkan keharusan ihram haji dan melangsungkannya. Ali ibnu Abu Talhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan firman-Nya: . (Al-Baqarah: 197) Maksudnya. telah mewajibkan haji dengan memasuki ihramnya. Firman Allah Swt. mereka sepakat bahwa makna yang dimaksud dengan al-fard dalam ayat ini ialah wajib dan harus. sekalipun pada kenyataannya semua pekerjaan ibadah haji telah rampung dengan selesainya hari-hari Mina. "Mereka menganggapnya kurang sempurna." Ibnu Aun mengatakan bahwa ia pernah bertanya kepada Al-Qasim ibnu Muhammad tentang. Seperti yang dikatakan oleh Muhammad ibnu Sirin. Lalu Al-Qasim menjawab. sesungguhnya orang yang berpendapat bahwa bulan-bulan haji itu adalah bulan Syawwal. dan keduanya melarang hal tersebut dalam bulan-bulan haji. Sesungguhnya bulan-bulan tersebut hanyalah untuk ibadah haji.

telah diriwayatkan hal yang semisal dari Ibnu Mas'ud. Firman Allah Swt. Ibnu Abu Hatim mengatakan. Yang dimaksud dengan rafas ialah bersetubuh. Sufyan As-Sauri. seperti pengertian yang terkandung di dalam firman-Nya: Dihalalkan bagi kalian pada malam hari puasa bercampur ngan istri-istri kalian. Ibnuz Zubair. (Al-Baqarah: 187) de- . dan Muqatil ibnu Hayyan. kemudian ia tinggal di suatu tempat. Mujahid. Ata. Qatadah.296 J u z 2 — Al-Baqarah Barang siapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji. Hal yang sama dikatakan pula oleh Ibrahim dan Ad-Dahhak serta lain-lainnya. (Al-Baqarah: 197) Yakni barang siapa yang memasuki ihram untuk ibadah haji atau umrah. Tawus dan Al-Qasim ibnu Muhammad mengatakan. Ibrahim An-Nakha'i. (Al-Baqarah: 197) Yakni orang yang telah berihram untuk haji atau umrah. telah menceritakan kepadaku Umar ibnu Ata. Az-Zuhri. (Al-Baqarah: 197) Tidak layak bagi seseorang bila melakukan ihram untuk haji. yang dimaksud dengan fard ialah ihram. yang dimaksud dengan fard ialah talbiyah. dari Ibnu Abbas yang mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: Barang siapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji. Ibnu Jarir mengatakan. Ikrimah. Menurut Ata. Ad-Dahhak. Ibnu Abbas.: maka tidak boleh rafas. hendaklah ia menjauhi rafas. dari Ikrimah.

telah menceritakan kepadaku Abu Sakhr. lalu ia mengetengahkan asar ini. Abui Aliyah melanjutkan kisahnya. "Sesungguhnya rafas yang dilarang ialah bila dituturkan di hadapan kaum wanita. dan pada . telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Addi. dari Muhammad ibnu Ka'b hal yang semisal dengan asar di atas. telah menceritakan kepada kami Syu'bah. telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ja'far. dari Ziyad ibnu Husain. telah menceritakan kepadaku Ziyad ibnu Husain. sedangkan dia dalam keadaan berihram. dari Abui Aliyah Ar-Rayyahi. sedangkan engkau dalam keadaan berihram?" Ibnu Abbas menjawab. dari Qatadah. telah menceritakan kepadaku Yunus. seperti berpelukan dan berciuman serta lain-lainnya yang semisal. telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Basysyar. telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Basysyar. dari Ibnu Abbas. yaitu ucapan penyair: Sedangkan wanita-wanita itu berjalan bersama kami dengan langkah yang tak bersuara. telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahb. niscaya kami dapat menyentuhnya. Ibnu Wahb mengatakan. dari Abui Aliyah. Disebutkan bahwa Ibnu Abbas pernah mendendangkan syair untuk memberi semangat kepada unta kendaraannya. telah menceritakan kepadaku Abu Husain ibnu Qais yang menceritakan bahwa ia pernah berangkat haji bersama Ibnu Abbas. dari Auf. juga diharamkan membicarakan hal-hal tersebut di hadapan kaum wanita. "Apakah engkau mengeluarkan kata-kata rafas. Ibnu Jarir mengatakan. sekiranya ada burung. dari Ibnu Abbas. dari seorang lelaki. telah menceritakan kepadaku Yunus. Ibnu Jarir meriwayatkan pula. Ibnu Jarir mengatakan." Hal yang sama diriwayatkan pula oleh Al-A'masy. Nafi' pernah menceritakan kepadanya bahwa Abdullah ibnu Umar acapkali mengatakan bahwa rafas artinya menggauli istri dan membicarakan hal-hal yang berbau porno. bahwa lalu ia bertanya.Tafsir Ibnu Kasir 297 Diharamkan pula melakukan hal-hal yang menjurus ke arahnya.

" Abdullah ibnu Tawus meriwayatkan dari ayahnya. Ungkapan ini dinamakan 'irabah menurut istilah orang-orang Arab yang artinya 'kata-kata yang jorok'." Hal yang sama dikatakan pula oleh Abui Aliyah. bahwa ayahnya pernah bertanya kepada Ibnu Abbas mengenai makna firmanNya: maka tidak boleh rafas dan berbuat fasik. Ibnu Abbas mendendangkan sebuah syair untuk memberikan semangat kepada unta kendaraannya. Hal yang sama dikatakan pula oleh Amr ibnu Dinar. seandainya kami menjumpai burung." Ata ibnu Abu Rabah mengatakan bahwa rafas artinya persetubuhan dan yang lebih rendah daripada itu berupa perkataan yang jorok. niscaya aku akan menggaulimu.298 J u z 2 — Al-Baqarah tahun itu dia menjadi teman Ibnu Abbas. niscaya kami dapat memegangnya. hal ini hukumnya haram. Tawus mengatakan. (Al-Baqarah: 197) Maka Ibnu Abbas menjawab. Setelah kami ihram (memasuki miqat). dan mencumbu rayu- . rafas ialah bila seorang lelaki berkata kepada istrinya. bahwa rafas artinya menyetubuhi wanita. "Apabila kamu telah ber-tahallul. "Sesungguhnya yang dinamakan rafas ialah bila diucapkan di hadapan kaum wanita. Ali ibnu Abu Talhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas. "Apakah engkau berani mengucapkan kata-kata rafas. "Rafas artinya mengeluarkan kata-kata sindiran yang mengandung arti persetubuhan. menciumnya. sedangkan engkau dalam keadaan berihram?" Ibnu Abbas menjawab. Ata mengatakan bahwa orang-orang Arab tidak menyukai ungkapan 'irabah yang artinya kata-kata sindiran ke arah persetubuhan. Abu Husain ibnu Qais bertanya. yaitu: Mereka (wanita-wanita itu) berjalan bersama kami dengan langkah-langkah yang tak bersuara.

Ibnuz Zubair. Ibrahim An-Nakha'i. yaitu: . Hal yang sama dikatakan pula oleh Sa'id ibnu Jubair. Mujahid. Ar-Rabi' ibnu Anas. Ibnu Umar. bahwa Abdullah ibnu Umar pernah berkata. As-Saddi. AsSaddi. Ikrimah. Hal yang sama diriwayatkan oleh Ibnu Wahb. Ikrimah. Ata ibnu Yasar. Makhul. Hal yang sama dikatakan pula oleh Ata. dan lain-lainnya. "Yang dinamakan fusuq ialah melakukan perbuatan-perbuatan yang durhaka terhadap Allah di Tanah Suci. Qatadah. Barangkali mereka yang mengatakan demikian (caci maki) berpegang kepada apa yang telah ditetapkan di dalam hadis sahih. Ibnu Abbas mengatakan pula —juga Ibnu Umar— bahwa rafas artinya menyetubuhi wanita. Qatadah. Muqatil ibnu Hayyan.Tafsir Ibnu Kasir 299 nya serta mengeluarkan kata-kata sindiran yang jorok kepadanya yang menjurus ke arah persetubuhan dan lain-lainnya yang semisal. Ibrahim An-Nakha'i. Sa'id ibnu Jubair. Ata Al-Khurrasani. Demikianlah menurut Ibnu Abbas. Firman Allah Swt. Malik ibnu Anas. Ar-Rabi'. Tawus. Ibrahim. dan Muqatil ibnu Hayyan. Ata Al-Khurrasani. Abdul Karim ibnu Malik. Abui Aliyah. dari Ibnu Umar yang pernah mengatakan bahwa yang dimaksud dengan fusuq ialah semua jenis perbuatan maksiat terhadap Allah." Sedangkan ulama lainnya mengatakan. yang dimaksud dengan fusuq dalam ayat ini ialah mencaci maki. baik berupa berburu (di waktu ihram) ataupun perbuatan lainnya.: dan tidak boleh berbuat fasik. Muhammad ibnu Ka'b. Ibrahim AnNakha'i. Az-Zuhri. dari Nafi'. (Al-Baqarah: 197) Miqsam dan bukan hanya seorang telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas. Mujahid. dari Yunus. dari Ata. dan Al-Hasan. Ad-Dahhak. Muhammad ibnu Ishaq meriwayatkan dari Nafi'. Al-Hasan. Atiyyah. Al-Hasan. Ata ibnu Yasar. bahwa yang dimaksud dengan fusuq ialah perbuatan-perbuatan maksiat. Mujahid. Az-Zuhri.

dari Muhammad ibnu Sa'd. al-fusuq artinya saling memanggil dengan julukan-julukan yang buruk. yang telah bersabda: Mencaci orang muslim hukumnya fasik dan memeranginya kumnya kufur. dari ayahnya. (At-Taubah: 36) . berfirman: di antaranya empat bulan haram. dari Zubaid. Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam mengatakan bahwa fusuq dalam ayat ini artinya melakukan sembelihan untuk berhala-berhala. dan nya adalah kekufuran. dari ayahnya. dari Abdullah. dari Nabi Saw. (Al- Ad-Dahhak mengatakan. Itulah (ketetapan) agama yang lurus. maka janganlah kalian menganiaya diri kalian sendiri dalam bulan yang empat itu. juga melalui hadis Abu Ishaq. Pendapat orang-orang yang mengatakan bahwa makna fusuq dalam ayat ini ialah semua perbuatan maksiat merupakan pendapat yang benar. Karena itulah maka Allah Swt. hanya saja dalam bulan-bulan haram lebih keras lagi keharamannya. hu- Telah diriwayatkan melalui hadis Abdur Rahman ibnu Abdullah ibnu Mas'ud. sekalipun dalam sepanjang masa perbuatan ini diharamkan.300 J u z 2 — Al-Baqarah Mencaci orang muslim adalah perbuatan fasik. dari Abu Wa-il. seperti pengertian yang terdapat di dalam firman-Nya: atau binatang yang disembelih An'am: 145) atas nama selain Allah. memerangi- Karena itulah maka dalam bab ini Abu Muhammad ibnu Abu Hatim meriwayatkannya melalui hadis Sufyan As-Sauri. sebagaimana Allah melarang perbuatan zalim (aniaya) dalam bulan-bulan haram.

Firman Allah Swt. yakni sewaktu sedang melaksanakan manasik-ma- .Tafsir Ibnu Kasir 301 Sehubungan dengan melakukan perbuatan zalim di Tanah Suci. seperti yang disebutkan dari Ibnu Umar. seperti membunuh binatang buruan.a. dari sahabat Abu Hurairah r. (Al-Baqarah: 197) di dalam masa mengerja- Sehubungan dengan makna ayat ini ada dua pendapat: Pendapat pertama mengatakan tidak boleh berbantah-bantahan dalam musim haji. maka seakan-akan ia bersih dari semua dosanya seperti pada hari ketika ia dilahirkan oleh ibunya.: Cm dan (tidak boleh) berbantah-bantahan kan haji. pernah bersabda: Barang siapa yang melakukan haji di Baitullah ini. mencukur rambut kepala. yang menceritakan bahwa Rasulullah Saw. lalu ia tidak rafas dan tidak berbuat fasik. Akan tetapi. berfirman: dan siapa yang bermaksud di dalamnya melakukan kejahatan secara zalim. (Al-Hajj: 25) Ibnu Jarir memilih pendapat yang mengatakan bahwa istilah fusuq dalam ayat ini ialah semua perbuatan yang dilarang di dalam ihram. Allah Swt. semua apa yang telah kami sebutkan adalah harus lebih dijauhi. memotong kuku. dan lain sebagainya yang sejenis. niscaya Kami rasakan kepadanya sebagian siksa yang pedih. Disebutkan di dalam kitab Sahihain melalui hadis Abu Hazm.

302

Juz 2 — Al-Baqarah

nasiknya. Allah Swt. telah menjelaskannya dengan keterangan yang sempurna dan merincikannya dengan rincian yang gamblang. Sehubungan dengan hal ini Waki' telah meriwayatkan dari Al-Ala ibnu Abdul Karim, bahwa ia pernah mendengar Mujahid mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:

dan (tidak boleh) berbantah-bantahan kan haji. (Al-Baqarah: 197)

di dalam masa

mengerja-

Sesungguhnya Allah Swt. telah menjelaskan bulan-bulan haji, maka tidak boleh lagi ada bantah-bantahan di antara manusia dalam mengerjakannya. Ibnu Abu Nujaih meriwayatkan dari Mujahid sehubungan dengan makna firman-Nya:

dan (tidak boleh) berbantah-bantahan kan haji. (Al-Baqarah: 197)

di dalam masa

mengerja-

Tidak ada bulan yang ditangguhkan dan tidak ada bantahan-bantahan dalam masalah haji, semuanya sudah jelas. Kemudian Mujahid menyebutkan tingkah laku yang dilakukan oleh kaum musyrik terhadap apa yang disebutkan di kalangan mereka dengan nama nasi' (menangguhkan bulan haji, lalu memindahkannya ke bulan yang lain). Perbuatan mereka itu sangat dicela oleh Allah Swt. As-Sauri meriwayatkan dari Abdul Aziz ibnu Rafi', dari Mujahid sehubungan dengan makna firman-Nya:

dan (tidak boleh) berbantah-bantahan kan haji. (Al-Baqarah: 197)

di dalam masa

mengerja-

Tafsir Ibnu Kasir

303

Bahwa masalah haji telah diluruskan, maka tidak boleh ada bantahbantahan lagi mengenainya. Hal yang sama dikatakan pula oleh As-Saddi. Hisyam mengatakan, telah menceritakan kepada kami Hajjaj, dari Ata, dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya:

dan (tidak boleh) berbantah-bantahan kan haji. (Al-Baqarah: 197)

di dalam masa

mengerja-

Yang dimaksud dengan jidal ialah berbantah-bantahan dalam masa mengerjakan ibadah haji. Abdullah ibnu Wahb mengatakan bahwa Malik pernah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:

dan (tidak boleh) berbantah-bantahan kan haji. (Al-Baqarah: 197)

di dalam masa

mengerja-

Makna yang dimaksud ialah melakukan bantah-bantahan dalam masa mengerjakan haji. Hanya Allah yang lebih mengetahui, bahwa pada mulanya orang-orang Quraisy melakukan wuquf di Masy'aril Haram, yaitu di Muzdalifah, sedangkan orang-orang Arab lainnya dan selain orang-orang Arab melakukan wuquf di Arafah. Mereka selalu berbantah-bantahan. Golongan yang pertama mengatakan, "Kami lebih benar," sedangkan golongan yang lain mengatakan, "Kamilah yang lebih benar." Demikianlah menurut pandangan kami, dan hanya Allah yang lebih mengetahui. Ibnu Wahb meriwayatkan dari Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam bahwa mereka mengambil tempat wuqufnya sendiri-sendiri secara berbeda-beda yang masih mereka perdebatkan, masing-masing pihak mengakui bahwa mauqif-nya adalah berdasarkan mauqifNabi Ibrahim a.s. Maka Allah memutuskannya, yaitu ketika Dia memberitahukan kepada Nabi-Nya tentang manasik yang sesungguhnya.

304

Juz 2 — Al-Baqarah

Ibnu Wahb meriwayatkan dari Abu Sakhr, dari Muhammad ibnu Ka'b yang mengatakan bahwa dahulu orang-orang Quraisy apabila berkumpul di Mina, maka sebagian dari mereka mengatakan kepada sebagian yang lainnya, "Haji kami lebih sempurna daripada haji kalian," begitu pula sebaliknya. Hammad ibnu Salamah meriwayatkan dari Jabir ibnu Habib, dari Al-Qasim ibnu Muhammad yang mengatakan bahwa berbantah-bantahan dalam ibadah haji ialah bila sebagian dari mereka yang terlibat mengatakan, "Haji adalah esok hari." Sedangkan sebagian yang lain mengatakan, "Haji adalah hari ini." Sementara itu Ibnu Jarir memilih kandungan makna dari semua pendapat yang telah disebutkan di atas, yaitu tidak boleh berbantahbantahan dalam manasik haji. Pendapat yang kedua mengatakan, yang dimaksud dengan istilah jidal dalam ayat ini ialah bertengkar. Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abdul Hamid ibnu Hassan, telah menceritakan kepada kami Ishaq, dari Syarik, dari Abu Ishaq, dari Abui Ahwas, dari Abdullah ibnu Mas'ud sehubungan dengan makna firmanNya:

dan tidak boleh berbantah-bantahan haji. (Al-Baqarah: 197)

di dalam masa

mengerjakan

Makna yang dimaksud dengan al-jidal ialah bila kamu membantah saudaramu hingga kamu buat dia marah karenanya. Dengan sanad yang sama sampai kepada Abu Ishaq, dari At-Tamimi, disebutkan bahwa ia pernah bertanya kepada Ibnu Abbas tentang makna al-jidal, maka Ibnu Abbas menjawab, "Artinya berbantah-bantahan, yaitu bila kamu melakukan bantahan terhadap temanmu hingga kamu buat dia marah karenanya." Hal yang sama diriwayatkan pula oleh Miqsan dan Ad-Dahhak, dari Ibnu Abbas. Hal yang sama dikatakan pula oleh Abui Aliyah, Ata, Mujahid, Sa'id ibnu Jubair, Ikrimah, Jabir ibnu Zaid, Ata Al-Khurrasani, Mak-hul, As-Saddi, Muqatil ibnu Hayyan, Amr ibnu Dinar, Ad-Dahhak, Ar-Rabi' ibnu Anas,

Tafsir Ibnu Kasir

305

Ibrahim An-Nakha'i, Ata ibnu Yasar, Al-Hasan, Qatadah, dan AzZuhri. Ali ibnu Abu Talhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya:

dan tidak boleh berbantah-bantahan haji. (Al-Baqarah: 197)

di dalam masa

mengerjakan

Artinya, berbantah-bantahan dan perdebatan hingga engkau membuat marah saudara dan temanmu, kemudian Allah Swt. melarang hal tersebut. Ibrahim An-Nakha'i mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:

dan tidak boleh berbantah-bantahan haji. (Al-Baqarah: 197)

di dalam masa

mengerjakan

Bahwa mereka tidak menyukai berbantah-bantahan. Muhammad ibnu Ishaq meriwayatkan dari Nafi', dari Ibnu Umar yang mengatakan bahwa al-jidal dalam ibadah haji artinya mencaci maki dan bertengkar. Hal yang sama diriwayatkan pula oleh Ibnu Wahb, dari Yunus, dari Nafi', Umar pernah mengatakan bahwa berbantah-bantahan dalam masa mengerjakan haji artinya melakukan caci maki, perdebatan, dan pertengkaran. Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah diriwayatkan dari Ibnuz Zubair, Al-Hasan, Ibrahim,Tawus, dan Muhammad ibnu Ka'b, bahwa mereka mengatakan, "Al-jidal artinya berbantah-bantahan." Abdullah ibnul Mubarak meriwayatkan dari Yahya ibnu Basyir, dari Ikrimah sehubungan dengan makna firman-Nya:

306 dan tidak boleh berbantah-bantahan haji. (AI-Baqarah: 197)

J u z 2 — Al-Baqarah

di dalam masa

mengerjakan

Al-jidal artinya marah, yaitu bila kamu membuat marah seorang muslim, kecuali jika kamu menegur budak, lalu kamu membuatnya marah tanpa memukulnya, maka tidak menjadi masalah bagimu, insya Allah. Menurut kami, seandainya seseorang memukul budaknya, hal ini masih tetap diperbolehkan. Sebagai dalilnya ialah apa yang telah diriwayatkan oleh Imam Ahmad, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Idris, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ishaq, dari Yahya ibnu Abbad ibnu Abdullah ibnuz Zubair, dari ayahnya, dari Asma binti Abu Bakar yang menceritakan hadis berikut: Kami berangkat bersama Rasulullah Saw. untuk menunaikan ibadah haji. Ketika kami berada di Araj, Rasulullah Saw. turun istirahat. Maka Siti Aisyah r.a. duduk di sebelah Rasulullah Saw., sedangkan aku duduk di sebelah Abu Bakar (ayahku). Ketika itu pelayan perempuan Abu Bakar dan Rasulullah Saw. hanya satu orang disertai dengan budak laki-laki milik Abu Bakar. Abu Bakar duduk menunggu budaknya muncul. Si budak muncul tanpa hewan untanya, maka Abu Bakar bertanya, "Ke mana untamu?" Si budak menjawab, "Tadi malam aku kehilangan dia." Abu Bakar berkata, "Mengapa seekor unta saja kamu tidak dapat menjaganya, hingga ia kabur?" Lalu Abu Bakar memukul budaknya itu, sedangkan Rasulullah Saw. tersenyum seraya berkata:

Lihatlah oleh kalian apa yang dilakukan oleh orang yang sedang ihram inil Demikianlah menurut apa yang diketengahkan oleh Imam Abu Daud dan Ibnu Majah melalui hadis Ibnu Ishaq. Berangkat dari pengertian hadis ini, ada sebagian ulama Salaf yang menyimpulkan bahwa termasuk kesempurnaan ibadah haji ialah memukul unta (kendaraan). Akan tetapi, dari sabda Nabi Saw. terhadap Abu Bakar ini, yaitu:

Tafsir Ibnu Kasir

307

Lihailah oleh kalian apa yang dilakukan oleh orang yang sedang ihram ini. dapat ditarik kesimpulan adanya teguran yang lembut. Maknanya menyatakan bahwa meninggalkan perbuatan tersebut adalah lebih utama. Imam Abdu ibnu Humaid di dalam kitab Musnad-nya mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ubaidillah ibnu Musa, dari Musa ibnu Ubaidah, dari saudaranya (yaitu Abdullah ibnu Ubaidillah), dari Jabir ibnu Abdullah yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda:

Barang siapa yang telah menunaikan hajinya, dan orang-orang muslim selamat dari ulah lisan dan tangannya, niscaya Allah memberikan ampunan baginya atas semua dosanya yang terdahulu. Firman Allah Swt.:

Dan apa yang kalian kerjakan berupa kebaikan, niscaya mengetahuinya. (Al-Baqarah: 197)

Allah

Setelah Allah Swt. melarang mereka melakukan perbuatan yang buruk, baik berupa ucapan maupun perbuatan, maka Allah menganjurkan kepada mereka untuk mengerjakan kebaikan, dan Allah Swt. memberitahukan kepada mereka bahwa Dia Maha Mengetahuinya; kelak Allah akan memberikan balasan kepadanya dengan balasan yang berlimpah di hari kiamat nanti. Firman Allah Swt.:

308

J u z 2 — Al-Baqarah

Berbekallah, dan sesungguhnya (Al-Baqarah: 197)

sebaik-baik bekal adalah takwa.

Al-Aufi meriwayatkan dari Ibnu Abbas, ada orang-orang yang berangkat meninggalkan keluarga mereka tanpa membawa bekal. Mereka mengatakan, "Kami akan melakukan ibadah haji, mengapa Allah tidak memberi kami makan?" (yakni niscaya Allah memberi kami makan). Maka turunlah ayat ini yang maknanya, "Berbekallah kalian untuk mencegah diri kalian dari meminta-minta kepada orang lain." Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Abdullah ibnu Yazid Al-Muqri, telah menceritakan kepada kami Sufyan, dari Amr ibnu Dinar, dari Ikrimah, bahwa orang-orang ada yang menunaikan hajinya tanpa membawa bekal. Maka Allah menurunkan firman-Nya:

Berbekallah, dan sesungguhnya (Al-Baqarah: 197)

sebaik-baik bekal adalah takwa.

Hal yang sama diriwayatkan pula oleh Ibnu Jarir, dari Amr (yaitu AlFallas), dari Ibnu Uyaynah. Ibnu Abu Hatim mengatakan, sesungguhnya hadis ini diriwayatkan pula oleh Warqa, dari Amr ibnu Dinar, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas. Ibnu Abu Hatim mengatakan bahwa apa yang diriwayatkan oleh Warqa, dari Ibnu Uyaynah lebih sahih. Menurut kami, hadis ini diriwayatkan pula oleh Imam Nasai, dari Sa'id ibnu Abdur Rahman Al-Makhzumi, dari Sufyan ibnu Uyaynah, dari Amr ibnu Dinar, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas, bahwa ada orang-orang yang menunaikan ibadah haji tanpa membawa bekal, lalu Allah menurunkan firman-Nya:

Tafsir Ibnu Kasir

309 sebaik-baik bekal adalah takwa.

Berbekallah, dan sesungguhnya (Al-Baqarah: 197)

Adapun, hadis Warqa, diketengahkan oleh Imam Bukhari, dari Yahya ibnu Bisyr, dari Syababah. Diketengahkan oleh Abu Daud, dari Abu Mas'ud (yaitu Ahmad ibnul Furat Ar-Razi) dan Muhammad ibnu Abdullah Al-Makhzumi, dari Syababah, dari Warqa, dari Amr ibnu Dinar, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas yang menceritakan bahwa orangorang Yaman melakukan ibadah hajinya tanpa membawa bekal, dan mereka mengatakan, "Kami adalah orang-orang yang bertawakal." Maka Allah menurunkan firman-Nya:
C «v i

s

Berbekallah, dan sesungguhnya (Al-Baqarah: 197)

sebaik-baik bekal adalah

takwa.

Abdu ibnu Humaid meriwayatkannya pula di dalam kitab tafsirnya dari Syababah. Ibnu Hibban meriwayatkannya di dalam kitab sahihnya melalui hadis Syababah dengan lafaz yang sama. Ibnu Jarir dan Ibnu Murdawaih meriwayatkannya melalui hadis Amr ibnu Abdul Gaffar, dari Nafi', dari Ibnu Umar yang menceritakan bahwa tersebutlah apabila mereka telah memasuki ihram, sedangkan bekal yang mereka bawa masih ada pada mereka, maka mereka membuangnya, lalu mereka mengadakan perbekalan lain yang baru. Maka Allah Swt. menurunkan firman-Nya:

Berbekallah, dan sesungguhnya (Al-Baqarah: 197)

sebaik-baik bekal adalah takwa.

Mereka dilarang melakukan hal tersebut dan mereka diperintahkan agar membawa perbekalan berupa tepung terigu, sagon, dan roti kering (yakni makanan yang tahan lama). Hal yang sama dikatakan pula oleh Ibnuz Zubair, Abui Aliyah, Mujahid, Ikrimah, Asy-Sya'bi, An-

310

J u z 2 — Al-Baqarah

Nakha'i, Salim ibnu Abdullah, Ata Al-Khurrasani, Qatadah, Ar-Rabi' ibnu Anas, dan Muqatil ibnu Hayyan. Sa'id ibnu Jubair mengatakan, "Berbekallah kalian dengan perbekalan berupa tepung terigu, sagon, dan roti kering." Waki' ibnul Jarrah mengatakan di dalam kitab tafsirnya, telah menceritakan kepada kami Sufyan, dari Muhammad ibnu Suqah, dari Sa'id ibnu Jubair sehubungan dengan makna firman-Nya:

Cw Dan berbekallah*. (Al-Baqarah: 197)

5

o.

Yang dimaksud ialah bekal berupa tepung dan sagon. Waki' meriwayatkan pula, telah menceritakan kepada kami Ibrahim Al-Makki, dari Ibnu Abu Nujaih, dari Mujahid, dari Ibnu Amr yang mengatakan bahwa sesungguhnya termasuk kedermawanan seorang laki-laki ialah membawa bekal yang baik dalam perjalanannya. Hammad ibnu Salamah menambahkan pada riwayat di atas, dari Abu Raihanah, bahwa Ibnu Umar pernah memerintahkan kepada orang yang mau bepergian dengannya agar membawa bekal yang baik. Firman Allah Swt.:

dan sesungguhnya 197)

sebaik-baik bekal adalah takwa. (Al-Baqarah:

Setelah Allah Swt. memerintahkan mereka agar membawa bekal dalam bepergian di dunia, maka Allah Swt. memberikan pctunjuk-Nya kepada mereka bekal lainnya untuk kebahagiaan di negeri akhirat, yaitu takwa kepada Allah. Perihalnya sama dengan makna yang terkandung di dalam ayat lain, yaitu firman-Nya:

Tafsir Ibnu Kasir

311 Dan pakaian takwa itulah

dan pakaian indah unluk perhiasan. yang paling baik. (Al-A'raf: 26)

Dengan kata lain, setelah Allah menyebutkan pakaian hissi (konkret), lalu Allah mengingatkan seraya memberikan petunjuk kepada jenis pakaian lainnya, yaitu pakaian maknawi (abstrak) berupa khusyuk, taat, dan takwa. Allah menyebutkan pula bahwa pakaian yang terakhir ini lebih baik dan lebih bermanfaat daripada jenis yang pertama tadi. Ata Al-Khurrasani mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:

dan sesungguhnya 197)

sebaik-baik bekal adalah takwa. (Al-Baqarah:

Yang dimaksud dengan takwa ialah bekal untuk akhirat. Imam Tabrani meriwayatkan, telah menceritakan kepada kami Hisyam ibnu Ammar, telah menceritakan kepada kami Marwan ibnu Mu'awiyah, dari Ismail, dari Qais, dari Jarir ibnu Abdullah, dari Nabi Saw. yang bersabda:

Barang siapa yang membuat bekal di dunia, maka bekal ini akan bermanfaat di akhirat. Muqatil ibnu Hayyan mengatakan, ketika diturunkan firman-Nya:

Dan berbekallah. (Al-Baqarah: 197) Maka berdirilah seorang lelaki dari kalangan kaum fakir miskin kaum muslim, lalu ia berkata, "Wahai Rasulullah, kami tidak menemukan apa yang bisa dipergunakan buat bekal kami." Maka Rasulullah Saw. bersabda:

312

J u z 2 — Al-Baqarah

Berbekallah untuk mencegah dirimu dari meminta-minta kepada orang lain, dan sebaik-baik apa yang dijadikan bekal bagi kalian ialah takwa. (Riwayat Ibnu Abu Hatim) Firman Allah Swt.:

dan bertakwalah kepada-Ku, hai orang-orang yang berakal. (AlBaqarah: 197) Yakni hindarilah oleh kalian siksaan-Ku, pembalasan-Ku, dan azabKu bagi orang yang mencntang-Ku dan tidak mau mengerjakan perintah-Ku, hai orang-orang yang berakal dan berpemahaman!

Al-Baqarah, ayat 198

Tidak ada dosa bagi kalian untuk mencari karunia (rezeki hasil perniagaan) dari Tuhan kalian. Maka apabila kalian telah bertolak dari Arafah, berzikirlah kepada Allah di Masy 'aril Haram. Dan berzikirlah (dengan menyebut) Allah sebagaimana yang ditunjukkan-Nya kepada kalian; dan sesungguhnya kalian sebelum itu benar-benar termasuk orang-orang yang sesat.

Tafsir Ibnu Kasir

313

Imam Bukhari mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad, telah menceritakan kepadaku Ibnu Uyaynah, dari Amr, dari Ibnu Abbas yang menceritakan bahwa di masa Jahiliah, Ukaz, Majinnah, dan Zul-Majaz merupakan pasar-pasar tahunan; mereka merasa berdosa bila melakukan perniagaan dalam musim "haji. Maka turunlah firman-Nya:

Tidak ada dosa bagi kalian untuk mencari karunia (rezeki hasil perniagaan) dari Tuhan kalian. (Al-Baqarah: 198) Yaitu dalam musim haji. Hal yang sama diriwayatkan pula oleh Abdur Razzaq dan Sa'id ibnu Mansur serta lain-lainnya yang bukan hanya satu orang, dari Sufyan ibnu Uyaynah dengan lafaz yang sama. Menurut sebagian di antara mereka, setelah Islam datang, mereka masih tetap merasa berdosa bila melakukan perniagaan (dalam musim haji), lalu mereka bertanya kepada Rasulullah Saw. mengenai hal tersebut, lalu Allah Swt. menurunkan ayat ini. Hal yang sama diriwayatkan oleh Ibnu Juraij, dari Amr ibnu Dinar, dari Ibnu Abbas yang menceritakan bahwa di masa Jahiliah, tempat perniagaan orang-orang berada di Ukaz, Majinnah, dan Zul-Majaz. Setelah Islam datang, mereka tidak menyukai hal tersebut. Maka turunlah ayat ini. Imam Abu Daud dan lain-lainnya meriwayatkan melalui hadis Yazid ibnu Abu Ziyad, dari Mujahid, dari Ibnu Abbas yang menceritakan bahwa mereka selalu menghindarkan dirinya dari melakukan perniagaan dalam musim haji, dan mereka mengatakan bahwa musim haji adalah hari-hari zikir. Maka Allah Swt. menurunkan firman-Nya:

Tidak ada dosa bagi kalian untuk mencari karunia (rezeki hasil perniagaan) dari Tuhan kalian. (Al-Baqarah: 198)

314

J u z 2 — Al-Baqarah

Ibrvu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepadaku Ya'qub ibnu Ibrahim, telah menceritakan kepada kami Hisyam, telah menceritakan kepada kami Hajjaj, dari Ata, dari Ibnu Abbas, bahwa ia pernah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:

Tidak ada dosa bagi kalian untuk mencari karunia (rezeki hasil perniagaan) dari Tuhan kalian. (Al-Baqarah: 198) Yakni dalam musim haji. Ali ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna ayat ini: "Tidak ada dosa bagi kalian dalam melakukan transaksi jual beli, sebelum dan sesudah ihram." Hal yang sama diriwayatkan oleh Al-Aufi, dari Ibnu Abbas. Waki' mengatakan, telah menceritakan kepada kami Talhah ibnu Amr Al-Hadrami, dari Ata, dari ibnu Abbas, bahwa ia membacakan firman-Nya:

Tidak ada dosa bagi kalian untuk mencari karunia (rezeki hasil perniagaan) dari Tuhan kalian. (Al-Baqarah: 198) dalam musim haji. Abdurrahman mengatakan dari Ibnu Uyaynah, dari Abdullah ibnu Abu Yazid, "Aku pernah mendengar Ibnu Zubair mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:

,f /,s

9

<f

C

'Tidak ada dosa bagi kalian untuk mencari karunia (rezeki hasil perniagaan) dari Tuhan kalian' (Al-Baqarah: 198). dalam musim haji." Tafsir yang sama dikemukakan pula oleh Mujahid, Sa'id ibnu Jubair, Ikrimah, Mansur ibnul Mu'tamir, Qatadah, Ibrahim An-

." Ibnu Umar berkata bahwa pernah ada seorang lelaki datang kepada Nabi Saw. Sesungguhnya asar ini telah diriwayatkan pula secara marfu'. datang ke Arafah. dari Abu Umamah At-Taimi yang menceritakan bahwa ia pernah berkata kepada Ibnu Umar. Ahmad telah meriwayatkan. telah menceritakan kepada kami Syababah ibnu Siwar. dari Abu Umaimah yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar dari Ibnu Umar ketika Ibnu Umar ditanya mengenai perihal seorang lelaki yang menunaikan ibadah haji dengan membawa barang dagangannya. dan mencukur rambutmu?" Lelaki itu menjawab. lalu bertanya kepadanya tentang masalah seperti apa yang kamu tanyakan kepadaku. maka apakah kami beroleh ibadah haji?" Ibnu Umar balik bertanya. "Sesungguhnya kami biasa melakukan transaksi kira (sewamenyewa). (Al-Baqarah: 198) Maka Nabi Saw.Tafsir Ibnu Kasir 315 Nakha'i. (Al-Baqarah: 198) Predikat asar ini mauejuf. Lalu Ibnu Umar membacakan firman-Nya: Tidak ada dosa bagi kalian untuk mencari karunia (rezeki hasil perniagaan) dari Tuhan kalian. Ibnu Jarir mengatakan. telah menceritakan kepada kami Asbat. memanggilnya dan bersabda kepadanya: . telah menceritakan kepada kami Al-Hasan ibnu Arafah. "Bukankah kamu telah melakukan tawaf di Baitullah. dan Ar-Rabi' ibnu Anas serta lain-lainnya. maka beliau tidak menjawab hingga Malaikat Jibril turun membawa ayat ini. yaitu firman-Nya: Tidak ada dosa bagi kalian untuk mencari karunia (rezeki hasil perniagaan) dari Tuhan kalian. "Tentu saja. tetapi sanadnya kuat dan baik. telah menceritakan kepada kami Al-Hasan ibnu Amr Al-Faqimi. telah menceritakan kepada kami Syu'bah. melempar jumrah.

dari seorang lelaki Bani Tamim yang menceritakan bahwa seorang lelaki datang kepada Abdullah ibnu Umar. Ibnu Abu Hatim mengatakan." Ibnu Umar berkata.316 J u z 2 — Al-Baqarah Kalian adalah jamaah haji." Ibnu Umar menjawab. lalu ia bertanya kepadanya seperti pertanyaan yang kamu ajukan kepadaku ini. serta melempar jumrah seperti yang dilakukan oleh jamaah haji lainnya?" Lelaki itu menjawab. "Bukankah kalian telah berihram seperti mereka berihram." Kemudian Ibnu Umar mengemukakan hadis berikut: c HA •. "Hai Abu Abdur Rahman. dan kalian bertawaf seperti mereka bertawaf. sesungguhnya kami adalah dari kaum yang berprofesi sewa-menyewa.C ^0ly£kZ<a& Seorang lelaki datang kepada Nabi Saw.. telah menceritakan kepada kami Al-Hasan ibnu Arafah. maka turunlah ayat ini. telah menceritakan kepada kami AiSauri. dari As-Sauri secara marfu'. yaitu firman-Nya: "Tidak ada dosa bagi kalian untuk mencari karunia (rezeki hasil perniagaan) dari Tuhan kalian. "Memang benar. dan telah diriwayatkan pula melalui jalur lainnya secara marfu'. Abdur Razzaq meriwayatkan. 3 . telah menceritakan kepada kami Abbad ibnul Awwam. dari Al-Ala ibnul Musayyab." (Al-Baqarah: 198) Hadis ini diriwayatkan pula oleh Abdu ibnu Humaid di dalam kitab tafsirnya melalui Abdur Razzaq dengan lafaz yang sama. "Kalau demikian. lalu berkata. dari Al-Ala ibnul Musayyab. kamu beroleh haji. dan mereka menduga bahwa kami tidak akan mendapat haji (karena berbisnis). Hal yang sarrja telah diriwayatkan pula oleh Abu Huzaifah. dari Abu Umamah At-Taimi .

Maka beliau memanggil lelaki itu dan membacakan ayat ini kepadanya.. lalu bertanya kepadanya mengenai pertanyaan seperti yang kamu ajukan itu. bertawaf di Baitullah. "Bukankah kalian berihram. dan menunaikan semua manasik?" Ia menjawab. "Memang benar. tidak mengetahui apa yang harus ia katakan kepadanya —atau beliau tidak menjawab sepatah kata pun— hingga turunlah ayat ini. yaitu firman-Nya: "Tidak ada dosa bagi kalian untuk mencari karunia (rezeki hasil perniagaan) dari Tuhan kalian" (Al-Baqarah: 198). Bagaimanakah menurutmu. telah menceritakan kepada kami Asbat (yaitu Ibnu Muhammad).Tafsir Ibnu Kasir 317 yang menceritakan bahwa ia pernah berkata kepada Ibnu Umar. apakah kami memperoleh pahala haji?" Ibnu Umar bertanya. lalu bersabda. kalian adalah orang-orang yang telah berhaji. telah menceritakan kepada kami Al-Hasan ibnu Umar (yaitu Al-Faqimi). dari Al-Ala ibnul Musayyab dengan lafaz yang sama secara marfu'. dari Abu Umamah At-Taimi yang menceri- . telah menceritakan kepadaku Taliq ibnu Muhammad Al-Wasiti." Ibnu Umar berkata." Hal yang sama diriwayatkan pula oleh Mas'ud ibnu Sa'd dan Abdul Wahid ibnu Ziyad serta Syarik Al-Qadi. "Kalau demikian. "Kalian adalah orang-orang yang telah berhaji. "Sesungguhnya kami adalah kaum yang suka berniaga kira ke arah ini —yakni ke Mekah— dan sesungguhnya ada segolongan orang yang menduga bahwa kami tidak akan memperoleh pahala haji." Selanjutnya Ibnu Umar mengatakan: Seorang lelaki datang kepada Nabi Saw. Ibnu Jarir mengatakan. maka Nabi Saw.

"Wahai Amirul Mu-minin. hingga turunlah Jibril a. dari Abu Saleh maula Umar yang menceritakan bahwa ia pernah bertanya kepada Khalifah Umar. "Tidak ada dosa bagi kalian untuk mencari karunia (rezeki hasil perniagaan) dari Tuhan kalian" (Al-Baqarah: 198).a.318 J u z 2 — Al-Baqarah takan bahwa ia pernah bertanya kepada Ibnu Umar. "Bukankah kalian tawaf di Baitullah. lalu bertanya kepadanya seperti pertanyaan yang kamu ajukan kepadaku. Dan Nabi Saw. menjawab. datang di Arafah.s.: C HA l SJ-J\ 2 . telah menceritakan kepada kami Abu Ahmad." Ibnu Umar menjawab dengan mengemukakan hadis berikut: Seorang lelaki datang kepada Nabi Saw.. bersabda. melempar jumrah. dari Abdur Rahman ibnul Muhajir. "Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang suka sewa-menyewakan. "Memang benar. dan mencukur rambut kalian?" Kami menjawab." Firman Allah Swt. "Karena tiada lain penghidupan mereka hanyalah dari hasil perniagaan dalam musim haji. membawa firman-Nya. telah menceritakan kepada kami Gundar." Ibnu Jarir mengatakan. "Kalian adalah orang-orang yang berhaji. Apakah kami beroleh pahala haji?" Ibnu Umar bertanya. mengapa kalian berdagang dalam musim haji?" Umar r. maka beliau tidak mengetahui apa yang harus beliau katakan kepadanya. hingga akhir ayat. telah menceritakan kepadaku Ahmad ibnu Ishaq.

maka tidak ada dosa baginya. dari Ata. sekalipun ia sebagai alam yang mu-annas. (Al-Baqarah: 198) Sesungguhnya lafaz arafah (\\-tanwin-V. dari Abdur Rahman ibnu Ya'mur Ad-Daili yang menceritakan bahwa ia pernah mendengar Rasulullah Saw. berzikirlah kepada Allah di Masy'aril Haram. berarti dia telah menjumpai haji. dari Bukair. karena pada asalnya berbentuk jamak seperti muslimat dan mu-miridt.<xc\. Dan hari-hari Mina itu adalah tiga hari. kemudian dijadikan nama untuk suatu daerah tertentu.Tafsir ibnu Kasir 319 Maka apabila kalian telah bertolak dari Arafah. Karena itu. Arafah merupakan tempat wuquf dalam ibadah haji dan sebagai tiang dari semua pekerjaan haji. Dan barang siapa yang ingin menangguhkan (keberangkatannya dari dua hari itu). bersabda: Haji itu hanyalah di Arafah —sebanyak liga kali—. karenanya barang siapa yang ingin cepat berangkat (dari Mina) sesudah dua hari. Barang siapa yang menjumpai (hari) Arafah sebelum fajar menyingsing. maka tiada dosa baginya. Pendapat inilah yang dipilih oleh Ibnu Jarir. melakukan wuqufnya dalam haji wada' sesudah salat Lohor sampai dengan matahari terbenam. Imam Ahmad dan pemilik kitab-kitab sunan meriwayatkan sebuah hadis yang sahih sanadnya dari As-Sauri. maka bentuk asalnya ini dipelihara hingga ia menerima tanwin. lalu beliau bersabda: . Waktu wuquf itu dimulai dari tergelincirnya matahari (dari pertengahan langit) di hari Arafah sampai dengan munculnya fajar yang kedua dari hari Kurban. karena Nabi Saw.

berarti dia telah menjumpai haji. unta kendaraanku telah lelah dan juga diriku. Maka aku bertanya. sesungguhnya aku datang dari Pegunungan Ta-i. Imam Abu Hanifah. Maka apakah aku memperoleh haji?" Rasulullah Saw. Dalam hadis ini Nabi Saw. . dan Imam Syafii. Demikianlah menurut mazhab Imam Malik. "Wahai Rasulullah. bersabda pula: ^»f!<< ?"<<['(?'*$<'"'*'<" 's'A Barang siapa yang menjumpai (hari) Arafah sebelum fajar menyingsing. di Muzdalifah ketika beliau berangkat untuk menunaikan salat.320 Ambillah (contoh) manasik-manasik J u z 2 — Al-Baqarah kalian duriku. Imam Ahmad berpendapat bahwa waktu wuquf dimulai dari permulaan hari Arafah. dari Urwah ibnu Midras ibnu Harisah ibnu Lamut Ta-i yang menceritakan: Aku datang kepada Rasulullah Saw. tiada suatu bukit pun yang aku tinggalkan melainkan aku berwuquf padanya. Ia dan para pengikutnya mengatakan demikian dengan berdalilkan sebuah hadis dari Asy-Sya'bi. Demi Allah.

yaitu dikenal pula dengan sebutan Hal sebagai kata persamaannya. maka sesungguhnya hajinya telah lengkap dan keperluannya telah dipenuhinya. sama wazannya dengan Hilal. Nabi Ibrahim berkata.s. "Aku telah kenal daerah ini. Sehubungan dengan hal ini Abu Talib pernah mengatakan dalam salah satu syairnya yang terkenal. dan Abu Mijlaz. karena ketika Malaikat Jibril memperlihatkan kepada Nabi Ibrahim a. telah menceritakan kepadaku Ibnu Juraij yang menceritakan bahwa Ibnul Musayyab pernah menceritakan kisah yang pernah dikatakan oleh Ali ibnu Abu Talib seperti berikut: Allah Swt. kemudian dinamakanlah Arafah. atau siang hari." sebelum itu Nabi Ibrahim pernah mendatanginya sekali. Arafah dinamakan pula dengan sebutan Al-Masy 'aril Haram.s.. Nabi Ibrahim berkata." Hadis riwayat Imam Ahmad dan As-Habus Sunan. "Barang siapa yang mengikuti salat kami ini dan wuquf bersama kami hingga kami berangkai. maka mereka berada di Al-Masy'aril Aqsa. Karena itulah maka tempat wuquf dinamakan Arafah. mengutus Jibril a. . "Aku telah mengenal ini" (yang dalam bahasa Arabnya disebut 'Araftu). Dan ketika sampai di Arafah. lalu menuntunnya menunaikan ibadah haji.s.Tafsir Ibnu Kasir 321 menjawab. dan Hal. dari Ata yang menceritakan bahwa sesungguhnya tempat wuquf dinamakan Arafah. kepada Nabi Ibrahim a. AlMasy 'aril Aqsa. yaitu: Apabila mereka hendak melakukan wuquf. Ibnu Umar. tempat-tempat manasik. Ibnul Mubarak meriwayatkan dari Abui Malik ibnu Abu Sulaiman. Bukit yang ada di tengah-tengahnya dinamakan Jabal Rahmah. Telah diriwayatkan hal yang semisal dari Ibnu Abbas. dinilai sahih oleh Imam Turmuzi. Kemudian dikatakan bahwa sesungguhnya tempat wuquf itu dinamakan Arafah karena ada sebuah riwayat yang diketengahkan oleh Abdur Razzaq. sedang sebelum itu ia telah wuquf di Arafah di malam.

barulah beliau bertolak. dari Ibnu Abbas yang menceritakan bahwa orang-orang Jahiliah melakukan wuqufnya di Arafah. Ibnu Juraij meriwayatkan dari Muhammad ibnu Qais. Hadis ini diriwayatkan pula oleh Ibnu Murdawaih melalui Zam'ah ibnu Saleh. "Kemudian Rasulullah Saw. dari Zam'ah (yaitu Ibnu Saleh). dari AlMiswar ibnu Makhramah yang menceritakan hadis berikut: . Manakala matahari berada di atas bukit seakan-akan seperti kain sorban di atas kepala laki-laki. telah menceritakan kepada kami Hammad ibnul Hasan ibnu Uyaynah. telah menceritakan kepada kami Abu Amir. dari Salamah ibnu Wahram. dan menambahkan. lalu melakukan salat Subuh di pagi buta." Hadis ini lebih baik sanadnya. berhenti di Muzdalifah. dari Ikrimah.322 J u z 2 — Al-Baqarah Ibnu Abu Hatim mengatakan. maka Rasulullah Saw. maka mereka berangkat. Manakala segala sesuatu tampak kuning dan berada di akhir waktu Subuh. Karena itu. menangguhkan keberangkatan dari Arafah hingga matahari tenggelam.

setelah itu baru beliau bersabda. dan hadis ini berdasarkan lafaz darinya. Yaitu bila matahari berada di atas bukit-bukit seakan-akan seperti kain sorban lakilaki yang bertengger di kepalanya. Sesungguhnya hari ini adalah hari haji akbar. Imam Hakim meriwayatkannya pula di dalam kitab Mustadrak-nya. dan memang kebiasaan beliau apabila berkhotbah selalu mengucapkan kalimat amma ba'du pada permulaannya. Sesungguhnya kami bertolak sebelum matahari terbit agar petunjuk kita berbeda dengan petunjuk kaum musyrik. seakanakan ia melihatnya seperti lelaki yang botak dengan mengendarai untanya seraya bertolak dan berkata.. sesungguhnya orang-orang musyrik dan para penyembah berhala berangkat pada hari ini sebelum matahari tenggelam. tetapi tidak pernah mendengar hadis darinya..Tafsir Ibnu KaSir 323 Ketika Rasulullah Saw. Untuk itu beliau mengucapkan hamdalah. "Sesungguhnya kami menemukan cara berifadah (bertolak) ialah dengan langkah-langkah yang cepat. Waki' meriwayatkan dari Syu'bah. puja serta puji kepada Allah Swt. beliau berkhotbah kepada kami. Ingatlah. Tidak seperti apa yang diduga oleh segolongan teman-teman kami yang mengatakan bahwa Al-Miswar termasuk orang yang hanya pernah melihat Nabi Saw. Sesungguhnya terbukti dengan benar apa yang telah kami sebutkan di atas yang menyatakan bahwa Al-Miswar benar-benar mendengar langsung dari Rasulullah Saw. "Amma Ba'du." Demikianlah menurut apa yang diriwayatkan oleh Ibnu Murdawaih. tetapi keduanya tidak mengctengahkannya. yaitu bila matahari (kelihatan) berada di atas bukit seakan-akan kain sorban laki-laki yang bertengger di kepalanya. dari Ismail ibnu Raja Az-Zubaidi. dari Abdul Waris ibnu Sa'id. ketika bertolak dari Arafah. berada di Arafah. Imam Hakim mengatakan bahwa hadis ini berpredikat sahih dengan syarat Syaikhain. dari Ibnu Juraij. Dahulu mereka bertolak dari Masy'aril Haram sesudah matahari terbit. Sesungguhnya kami bertolak sesudah matahari tenggelam." . kedua-duanya melalui hadis Abdur Rahman ibnul Mubarak Al-Aisyi. dari Al-Ma'rur ibnu Suwaid yang menceritakan bahwa ia pernah melihat sahabat Umar r.a.

tenanglah. hingga bulatan matahari benar-benar tenggelam. Kemudian beliau berbaring hingga fajar terbit. hingga matahari tenggelam dan awan kuning mulai tampak sedikit. Sesudah itu beliau mengendarai qaswa dan berangkat hingga sampai di Masy'aril Haram. dari Sufyan ibnu Uyaynah sehubungan dengan makna firman Allah Swt. tidak membaca tasbih apa pun di antara keduanya. Ia menceritakannya dari'ayahnya atau dari pamannya. lalu beliau bertolak seraya mengencangkan tali kendali qaswa unta kendaraannya. Nabi Saw. hingga sampailah di Muzdalifah. Manakala menaiki bukit. dan menauhidkan-Nya. bertahlil.324 Juz 2 — Al-Baqarah Di dalam hadis Jabir ibnu Abdullah yang cukup panjang yang berada pada kitab Sahih Muslim disebutkan di dalamnya bahwa Nabi Saw. masih tetap dalam keadaan wuquf hingga cahaya pagi kelihatan kuning sekali.: . dan apabila menjumpai tanah yang legok. Kemudian beliau bertolak sebelum matahari terbit. dari Usamah ibnu Zaid disebutkan bahwa ia pernah ditanya mengenai kecepatan kendaraan Rasulullah Saw. memacu kendaraannya dengan langkah-langkah yang sedang. Beliau Saw. seraya mengisyaratkan dengan tangannya seakan-akan mengatakan: Hai manusia. kedka bertolak (dari Muzdalifah ke Masy'aril Haram). beliau mengendurkan tali kendalinya sedikit agar qaswa dapat naik dengan mudah. lalu menghadap ke arah kiblat dan berdoa kepada Allah seraya bertakbir. yakni di Arafah. Maka Usamah menjawab bahwa beliau Saw. memboncengkan Usamah di belakangnya. masih tetap berwuquf. seliingga kepala unta kendaraannya hampir menyentuh bagian depan rahl (pelana)nya. lalu salat Magrib dan Isya padanya dengan sekali azan dan dua kali iqamah. maka beliau memacunya dengan langkah yang lebih lebar lagi. Di dalam kitab Sahihain. Ibnu Abu Hadm menceritakan. lalu salat Subuh kedka fajar Subuh telah tampak baginya dengan sekali azan dan sekali iqamah. telah menceritakan kepada kami Abu Muhammad (anak lelaki dari anak perempuan Imam Syafii) dalam surat yang ditujukannya kepadaku. tenanglah.

"Apabila kamu bertolak dari kedua ma'zam 'Arafah yang menuju ke arah lembah Muhassar." Ibnu Juraij mengatakan bahwa ia pernah bertanya kepada Ata letak Muzdalifah. (Al-Baqarah: 198) Maka Ibnu Umar menjawab bahwa Masy'aril Haram ialah bukit ini dan daerah sekitarnya. berzikirlah kepada Allah di Masy'aril Haram. dari Al-Mugirah. Sa'id ibnu Jubair. Ar-Rabi' ibnu Anas. telah menceritakan kepada kami Ma'mar. "Mengapa mereka berkumpul di suatu tempat. maka Ata menjawab. telah menceritakan kepada kami Ma'mar. "Masy'aril Haram adalah seluruh Muzdalifah. Abdur Razzaq meriwayatkan. Al-Hasan. padahal semua kawasan ini adalah Masy'aril Haram. Tetapi ketika kaki depan unta kendaraan kami mulai mengambil jalan menuain di Muzdalifah." Hisyam meriwayatkan dari Hajjaj.Tafsir Ibnu Kasir 325 Maka apabila kalian telah bertolak dari Arafah. Abu Ishaq As-Subai'i meriwayatkan dari Amr ibnu Maimun. dari Ibnu Umar." Abdur Razzaq meriwayatkan. dari Salim yang mengatakan bahwa Ibnu Umar pernah berkata. As-Saddi. bahwa Ibnu Umar melihat mereka berkumpul di Quzah. dari Az-Zuhri. bahwa ia pernah bertanya kepada Abdullah ibnu Amr tentang Masy'aril Haram. Maka Ibnu Amr diam." Telah diriwayatkan dari Ibnu Abbas. dan . dari Nafi'. (Al-Baqarah: 198) Yang dimaksud dengan zikir dalam ayat ini ialah menjamak dua salat. Maka ia berkata. dan Qatadah. "Ke manakah orang yang tadi bertanya tentang Masy'aril Haram? Inilah Masy'aril Haram. "Masy'aril Haram itu terletak di antara kedua buah bukit. Ikrimah. bahwa ia pernah ditanya mengenai makna firman-Nya: Berzikirlah kepada Allah di Masy'aril Haram. tidak menjawab. bahwa mereka pernah mengatakan. dari Ibrahim. ia bertanya. Mujahid.

yang telah bersabda: . antara lain Al-Qaffal dan Ibnu Khuzaimah. seperti yang dikatakan oleh salah satu dari dua pendapat Imam Syafii yang mengatakan jika ditinggalkan dapat ditambal dengan membayar dam'] Ataukah hukumnya sunat. telah menceritakan kepada kami Abui Mugirah. bahwa Rasulullah Saw. melainkan jalan menuju ke arah keduanya. berdasarkan kepada hadis Urwah ibnu Midras. Imam Ahmad meriwayatkan. Ataukah hukumnya wajib. Hadis ini mursal. pernah bersabda: 9^"\A^%yy Z<"iss*<\' 9^*s\A*%< s^- Arafah semuanya adalah tempat wuquf tetapi tinggalkanlah oleh kalian (lembah Arafah). dari Nabi Saw. dari Zaid ibnu Aslam. seperti yang dikatakan oleh selainnya? Sehubungan dengan masalah ini ada tiga pendapat di kalangan para ulama. dari Jubair ibnu Mut'im. telah menceritakan kepadaku Sulaiman ibnu Musa. tempat-tempat untuk menunaikan haji merupakan rambu-rambu yang sudah jelas. Tetapi apakah melakukan wuquf di Muzdalifah merupakan rukun haji." Menurut kami.326 J u z 2 — Al-Baqarah bukan kedua ma'zam 'Arafah itu termasuk bagian dari Muzdalifah. Sekarang marilah bersamaku untuk memberi kesempatan kepada jalan yang dilalui oleh orang banyak. tidak ada sanksi apa pun bila ditinggalkan. Aku suka bila kamu berhenti sebelum Quzah. pembahasannya secara panjang lebar terdapat dalam kitab lain. Abdullah ibnul Mubarak meriwayatkan dari Sufyan As-Sauri. dan sesungguhnya Muzdalifah dinamakan Masy'aril Haram hanyalah karena masih termasuk bagian dari Tanah Suci. hajinya tidak sah? Seperti yang dikatakan oleh segolongan ulama Salaf dan sebagian murid-murid Imam Syafii. dengan kata lain. telah menceritakan kepada kami Sa'id ibnu Abdul Aziz. bila tidak dilakukan. maka berhentilah kamu di antara keduanya jika kamu suka. Dan Jam'un (Arafah) seluruhnya adalah tempat wuquf kecuali lembah Muhassar.

yaitu beaipa hidayah. dari Nabi Saw. Hadis ini pun munqati'. lalu ia mengetengahkannya. dari Sulaiman. Dan seluruh pelosok Mekah adalah tempat penyembelihan kurban. keterangan. Dan seluruh hari-hari \asyriq adalah hari-hari penyembelihan kurban..s. (Al-Baqarah: 198) Ayat ini mengingatkan mereka akan limpahan nikmat yang telah diberikan Allah kepada mereka. Hal ini sesuai dengan hidayah yang telah ditunjukkan oleh Allah kepada Nabi Ibrahim a.: Dan berzikirlah (dengan menyebut) Allah sebagaimana yang ditunjukkan-Nya kepada kalian. tetapi tinggalkanlah oleh kalian lembah Muhassar. Akan tetapi. karena sesungguhnya Sulaiman ibnu Musa yang dikenal dengan sebutan Al-Asydaq tidak menjumpai masa Jubair ibnu Mut'im. Muzdalifah seluruhnya adalah tempat wuquf. Karena itulah sesudahnya disebutkan: . dan Al-Walid mengatakan dari Jubair ibnu Mut'im. hadis ini diriwayatkan oleh Al-Walid ibnu Muslim dan Suwaid ibnu Abdul Aziz. dari ayahnya. dari Sa'id ibnu Abdul Aziz. dari ayahnya. Firman Allah Swt. dan bimbingan kepada masya'irul hajji. Sedangkan Suwaid mengatakan dari Nafi' ibnu Jubair.Tafsir Ibnu Kasir 327 Semua kawasan Arafah adalah tempat wuquf dan tinggalkanlah oleh kalian (lembah) Arafah.

328 J u z 2 — Al-Baqarah dan sesungguhnya kalian sebelum itu benar-benar orang-orang yang sesat. seperti yang telah dilakukan oleh mayoritas orang-orang di masa silam. telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Hazim. Seakanakan Allah memerintahkan kepada orang yang wakaf di Arafah agar bertolak menuju Muzdalifah untuk berzikir kepada Allah Swt. dari ayahnya. yang dimaksud dengan sebelum itu ialah sebelum adanya petunjuk tersebut. dan menurut pendapat yang lainnya lagi sebelum adanya Rasul Saw. dari Siti Aisyah yang menceritakan bahwa dahulu orang-orang Quraisy dan orang-orang yang mengikuti mereka berwuquf di Muzdalifah." Imam Bukhari meriwayatkan. sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. "Kami adalah orangorang kepercayaan Allah di negeri-Nya dan pengurus rumah-Nya. Mereka melakukan wuqufnya di perbatasan Kota Suci yang berdekatan dengan Tanah Halal. Al-Baqarah. lalu mereka mengatakan. la- . orang-orang Quraisy tidak mau keluar dari batasan Tanah Suci. Allah memerintahkan kepadanya agar wuquf bersama orang-orang banyak di Arafah. telah menceritakan kepada kami Hisyam. sebelum adanya Al-Qur'an. kecuali orang-orang Quraisy. ayat 199 Kemudian bertolaklah kalian dari tempat bertolaknya orangorang banyak (Arafah) dan mohonlah ampun kepada Allah. Akan tetapi. telah menceritakan kepada kami Ali ibnu Abdullah. saling mengukuhkan dan benar. di Masy'aril Haram. (Al-Baqarah: 198) termasuk Menurut suatu pendapat. pada prinsipnya masing-masing pendapat berdekatan pengertiannya. Menurut pendapat yang lain. Lafaz 'summa dalam ayat ini untuk meng-afa/-kan suatu khabar kepada khabar yang lain dan menunjukkan pengertian urutannya.

dari Mujahid. Qatadah. sedangkan orang-orang Arab lainnya berwuquf di Arafah." Firman Allah Swt. "Seandainya ddak ada kesepakatan hujah yang memberikan pengertian sebaliknya. lalu dipilih oleh Ibnu Jarir dan mengatakannya sebagai suatu kesepakatan. (Al-Baqarah: 199) Hal yang sama dikatakan oleh Ibnu Abbas. sedang wuquf. dari Ibnu Abbas yang kesimpulannya menunjukkan bahwa yang dimaksud dengan istilah ifadah (bertolak) dalam ayat ini ialah bertolak dari Muzdalifah menuju Mina untuk melempar jumrah.s. 'Sesungguhnya hal ini termasuk Hams. Tiba-tiba aku menjumpai Nabi Saw. Ata. dan lain-lainnya. apakah gerangan yang sedang dilakukannya di sini?'. Maka aku berkata (kepada diriku sendiri). Ketika Islam datang." Riwayat ini diketengahkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim di dalam kitab sahihnya masing-masing.. Ibnu Jarir meriwayatkannya dari Ad-Dahhak ibnu Muzahim saja. kemudian melakukan wuquf padanya. dari Amr. lalu bertolak darinya. Ibnu Jarir mengatakan. juga menurut salah satu riwayat lainnya yang ada pada Imam (Ibnu Jarir). Yang demikian itu disebutkan di dalam firman-Nya: dari tertolaknya orang-orang. Kemudian Imam Bukhari meriwayatkannya pula dari hadis Musa Ibnu Uqbah. As-Saddi. dari Muhammad ibnu Jubair ibnu Mut'im. "Aku pernah kehilangan seekor unta milikku di Arafah. Imam Ahmad mengatakan. dari ayahnya yang menceritakan. telah menceritakan kepada kami Sufyan.Tafsir Ibnu Kasir 329 lu mereka menamakannya Al-Hams. Allah memerintahkan kepada Nabi-Nya agar datang ke Arafah. maka aku berangkat mencarinya.: . niscaya riwayat ini lebih kuat. Mujahid. yang mengatakan bahwa yang dimaksud dengan orang-orang dalam ayat ini adalah Nabi Ibrahim a. dari Kuraib.

dan takbir sebanyak tiga puluh tiga kali (masing-masing).330 Juz 2 — Al-Baqarah dan mohonlah ampun kepada Allah. apabila selesai dari salat selalu membaca istigfar sebanyak tiga kali. Kami telah menghimpunnya di dalam sebuah kitab mengenai keutamaan hari Arafah. Di dalam kitab Sahihain disebutkan bahwa Nabi Saw. sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Engkaulah yang menciptakan diriku. Karena itulah maka di dalam sebuah hadis sahih dalam kitab Sahih Muslim disebutkan bahwa Rasulullah Saw. buat umatnya pada sore hari Arafah. dan aku adalah hamba-Mu. dan aku berada di bawah perintah-Mu dan janji-Mu menurut kemampuanku. aku kembali kepada-Mu dengan se- . menganjurkan membaca tasbih. sering memerintahkan berzikir sesudah menunaikan ibadah. dari Syaddad ibnu Aus yang menceritakan bahwa Rasulullah Saw. Dalam bab ini Ibnu Jarir meriwayatkan melalui hadis Ibnu Abbas ibnu Mirdas As-Sulami tentang permohonan ampun Nabi Saw. tidak ada Tuhan selain Engkau. (Al-Baqarah: 199) Allah Swt. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan apa yang telah kuperbuat. pernah bersabda: Penghulu istigfar ialah bacaan seorang hamba akan doa berikut: "Ya Allah. tahmid. Engkau adalah Tuhanku. Ibnu Murdawaih dalam bab ini meriwayatkan sebuah hadis yang diketengahkan oleh Imam Bukhari.

"Wahai Rasulullah. dan yang disebutkan di sini hanya sebagian kecil saja. sedangkan tiada seorang pun yang dapat memberikan ampunan kecuali Engkau. Maka ampunilah daku. bersabda: Katakanlah. . lalu di malam itu juga ia meninggal dunia." Hadis-hadis mengenai istigfar cukup banyak." Barang siapa yang membacanya di suatu malam. Dan barang siapa yang membacanya di siang hari. sesungguhnya aku telah menganiaya diriku sendiri dengan perbuatan aniaya yang banyak sekali." Maka Rasulullah Saw. ajarkanlah kepadaku suatu doa yang akan kubacakan dalam salatku. Sesungguhnya Engkau Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang. niscaya ia masuk surga. maka ampunilah aku dengan ampunan dari sisi-Mu dan belas kasihanilah aku. bahwa Abu Bakar pernah bertanya.Tafsir Ibnu Kasir 331 mua nikmat yang lelah Engkau berikan kepadaku. "Ya Allah. niscaya masuk surga. karena sesungguhnya liada seorang pun yang dapat mengampuni dosa-dosa kecuali hanya Engkau. lalu ia meninggal dunia. dan aku kembali kepada-Mu dengan semua dosaku. Di dalam kitab Sahihain disebutkan sebuah hadis dari Abdullah ibnu Umar.

Menunit Ibnu Jarir. dari Ata. Firman Allah Swt. Dengan kata lain." dan tiadalah baginya bagian (yang menyenangkan) di akhirat.332 J u z 2 — Al-Baqarah Apabila kalian lelah menyelesaikan ibadah haji kalian. berilah kami (kebaikan) di dunia. Maka di antara manusia ada orang yang mendoa.: sebagaimana kalian menyebut-nyebut Baqarah: 200) nenek moyang kalian. maka berzikirlah dengan menyebut Allah." Mereka itulah orang-orang yang mendapat bagian dari apa yang mereka usahakan. maka sebut-sebutlah Allah dalam zikir kalian sesudah menunaikan semua manasik. "Ya Tuhan kami. demikian pula kalian. Yakni seperti anak kecil menyebut-nyebut ayah dan ibunya. "Ya Tuhan kami. berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat. sebagaimana kalian menyebut-nyebut (membangga-banggakan) nenek moyang kalian. dan Allah sangat cepat perhitungan-Nya. dan perliharalah kami dari siksa neraka. atau (bahkan) berzikirlah lebih banyak dari itu. . (Al- Para ulama berbeda pendapat mengenai maknanya. Allah memerintahkan banyak berzikir kepada-Nya sesudah menunaikan manasik dan merampungkannya. Dan di amara mereka ada orang yang mendoa. disebutkan bahwa yang dimaksud ialah seperti ucapan seorang anak kecil kepada ayah dan ibunya.

Makna yang dimaksud dari ayat ini ialah anjuran untuk banyak berzikir kepada Allah Swt. Ibnu Jarir meriwayatkan melalui jalur Al-Aufi. (Al-Baqarah: 200) Ibnu Abu Hatim mengatakan bahwa As-Saddi meriwayatkan dari Anas ibnu Malik. Perihalnya sama dengan pengertian yang terkandung di dalam firman lainnya. menurunkan firman-Nya kepada Nabi Muhammad Saw. bahwa orangorang Jahiliah di masa lalu melakukan wuquf dalam musim haji dan seseorang dari mereka mengatakan bahwa ayahnya dahulu suka memberi makan dan menanggung beban serta menanggung diat orang lain. dari Ibnu Abbas hal yang semisal. Maka Allah Swt. Karena itu. serta Ikrimah menurut salah satu riwayatnya. Muhammad ibnu Ka'b. Al-Hasan. Demikianlah menurut apa yang diriwayatkan oleh Ibnu Jarir. Tiada yang mereka sebut-sebut selain dari perbuatan bapak-bapak mereka. hati kalian menjadi keras seperti batu. dan Ata ibnu Abu Rabbah menuait salah satu pendapatnya.. As-Saddi. Bentuk lengkapnya ialah seperti kalian menyebutnyebut nenek moyang kalian atau bahkan lebih banyak lagi dari itu. Abu Wa-il. dan Muqatil ibnu Hayyan hal yang semisal dengan riwayat di atas. bahkan lebih keras lagi. Qatadah. Huruf au dalam ayat ini menunjukkan pengertian merealisasikan persamaan dalam berita. Ar-Rabi' ibnu Anas. yaitu: Maka berzikirlah dengan menyebut Allah. sebagaimana kalian menyebut-nyebut nenek moyang kalian atau (bahkan) berzikirlah lebih banyak dari itu. (Al-Baqarah: 7 4 ) . dari Jama'ah. maka lafaz asyadda dibaca nasab sebagai tamyiz. Sa'id ibnu Jubair meriwayatkan dari Ibnu Abbas. Ata Al-Khurrasani.Tafsir Ibnu Kasir 333 Hal yang sama diriwayatkan pula oleh Ad-Dahhak dan Ar-Rabi' ibnu Anas. juga Sa'id ibnu Jubair. yaitu: Cvtia. juga Mujahid.

bahkan lebih sangat dari itu takutnya. melainkan untuk merealisasikan subyek berita seperd apa adanya atau lebih banyak dari itu. (An-Nisa: 77) Dan Kami utus dia kepada seratus ribu orang atau lebih. Kemudian Allah Swt. (Al-Baqarah: 200) . sedangkan urusan akhiratnya dia kesampingkan. (AsSaffat: 147) Dan firman Allah Swt. Untuk itu Allah Swt.: Maka jadilah dia dekat (pada Muhammad sejarak) dua ujung busur panah atau lebih dekat (lagi). seperti takutnya kepada Allah. karena keadaan seperti itu sangat dekat untuk diperkenankan. berfirman: Maka di antara manusia ada orang yang mendoa. memberikan petunjuk kepada mereka untuk berdoa kepada-Nya sesudah banyak berzikir kepada-Nya. (An-Najm: 9) Au di sini bukan menunjukkan makna syak (ragu). berilah kami (kebaikan) di dunia" dan tiadalah baginya bagian (yang menyenangkan) di akhirat. Dan Allah mencela orang yang ddak mau meminta kepada-Nya kecuali hanya mengenai urusan duniawinya.334 J u z 2 — Al-Baqarah mereka (orang-orang munafik) takut kepada manusia (musuh). "Ya Tuhan kami.

Maka doa mereka ialah seperti yang disebutkan di dalam firman-Nya: Ya Tuhan kami. "Ya Tuhan kami. (AlBaqarah: 2 0 2 ) . Maka Allah menurunkan firman-Nya: Maka di antara manusia ada yang mendoa. yaitu: Mereka itulah orang-orang yang mendapat bagian dari apa yang mereka usahakan. Di dalam kalimat ini terkandung makna celaan dan menanamkan rasa antipati terhadap perbuatan seperti itu. dan tahun banyak anak yang baik-baik.Tafsir Ibnu Kasir 335 Yang dimaksud dengan khalaq ialah bagian. bahwa dahulu ada suatu kaum dari kalangan orang-orang Arab datang ke tempat wuquf. jadikanlah tahun ini tahun yang penuh dengan hujan. dan Allah sangat cepat perhitungan-Nya. berikanlah kami (kebaikan) di dunia. lalu mereka berdoa. dan peliharalah kami dari siksa neraka." dan tiadalah baginya bagian (yang menyenangkan) di akhirat." mereka tidak menyinggung permintaan untuk akhiratnya barang sedikit pun. Sa'id ibnu Jubair meriwayatkan dari Ibnu Abbas. "Ya Allah. menurunkan firman-Nya berkenaan dengan mereka itu. (Al-Baqarah: 2 0 0 ) Lain halnya dengan orang-orang yang datang sesudah mereka dari kalangan kaum mukmin. yakni dada keberuntungan baginya di akhirat nanti. (Al-Baqarah: 201) Maka Allah Swt. tahun kesuburan. berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat.

berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat. rezeki yang berlimpah. Adapun mengenai kebaikan di akhirat. dapat kemudahan dalam hisab. "Ya Tuhan kami. Semua hal yang kami sebutkan tadi termasuk ke dalam pengertian kebaikan di dunia. dan lain sebagainya. misalnya menjauhi hal-hal yang diharamkan. karena sesungguhnya kebaikan di dunia itu mencakup semua yang didambakan dalam kehidupan dunia. rumah yang luas. Sehubungan dengan hal ini Abui Qasim Abu Abdur Rahman pernah mengatakan. kendaraan yang mudah. dituntut mengerjakan hal-hal yang membawa dirinya ke jalan keselamatan itu. acapkali mengucapkan doa berikut: . dan peliharalah kami dari siksa neraka. dari Abdul Aziz. lisan yang selalu berzikir. perbuatan-perbuatan yang berdosa. "Barang siapa yang dianugerahi hati yang selalu bersyukur. dan sebutan yang baik serta lain-lainnya." (Al-Baqarah: 201) Doa ini mencakup semua kebaikan di dunia dan memalingkan semua keburukan. Bagi orang yang menghendaki keselamatan. serta meninggalkan hal-hal yang syubhat dan yang diharamkan." Karena itulah maka banyak anjuran di dalam sunnah yang memerintahkan membaca doa ini. seperti kesehatan.336 J u z 2 — Al-Baqarah Karena itulah Allah Swt. dan tubuh yang sabar. istri yang cantik. telah menceritakan kepada kami Ma*mar. semuanya itu tercakup di dalam ungkapan mufassirin. seperti aman dari rasa takut yang amat besar di padang mahsyar. yang paling tinggi ialah masuk surga dan hal-hal yang berkaitan dengannya. dari Anas ibnu Malik yang menceritakan bahwa Nabi Saw. ilmu yang bermanfaat. serta dipelihara dari siksa neraka. amal saleh. memuji mereka yang meminta kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat melalui firman-Nya: Dan di antara mereka ada orang yang mendoa. maka sesungguhnya dia telah dianugerahi kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat. Imam Bukhari mengatakan. telah menceritakan kepada kami Abdul Waris.

mereka berkata. membaca doa berikut: Ya Allah. bahwa ia pernah berada di rumah Anas ibnu Malik. dan peliharalah kami dari siksa neraka. telah menceritakan kepada kami Ismail ibnu Ibrahim. maka doakanlah kepada Allah buat mereka. lalu Sabit berkata kepadanya. "Sesungguhnya saudara-saudaramu menginginkan agar engkau berdoa untuk mereka. Imam Ahmad mengatakan. Ibnu Abu Hadm mengatakan. dan kedka mereka hendak bubar dari rumah sahabat Anas. Tuhan kami. sesungguhnya saudara-saudaramu hendak bubar. telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz ibnu Suhaib yang menceritakan bahwa Qatadah pernah bertanya kepada Anas suatu doa yang paling banyak dibaca oleh Nabi Saw. Maka Anas r. ia pasd membaca doa ini. telah menceritakan kepada kami Abdus Salam ibnu Syaddad (yakni Abu Talut). atau bila dia hendak mengucapkan suatu doa." Maka Anas r. dan peliharalah kami dari siksa neraka. Lalu mereka mengobrol selama sesaat. Hadis ini diriwayatkan pula oleh Imam Muslim." Sahabat Anas menjawab. Anas r. yaitu: Ya Allah. berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat.a.a. "Wahai Abu Hamzah. maka ia mengikutkan doa ini di dalamnya.Tafsir Ibnu Kasir 337 Ya Allah. Tuhan kami. "Apakah kalian . berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat. telah menceritakan kepada kami Abu Na'im. apabila hendak mengucapkan suatu doa. berikanlah kepada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat. acapkali membaca doa berikut. menjawab bahwa Nabi Saw.a. telah menceritakan kepada kami ayahku. dan peliharalah kami dari siksa neraka.

'Ya Allah. dan peliharalah kami dari siksa neraka'1" Perawi melanjutkan kisahnya. akhirnya Allah menyembuhkannya.338 Juz 2 — Al-Baqarah menghendaki agar aku memecah-belah semua urusan kalian? Apabila Allah memberi kalian kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta Allah memelihara diri kalian dari siksa neraka. Rasulullah Saw. maka kumohon agar Engkau menyegerakannya di dunia ini bagiku. bahwa Rasulullah Saw. bersabda kepadanya: "Pernahkah engkau mendoakan sesuatu kepada Allah atau kamu meminta sesuatu kepada-Nya?" Lelaki itu menjawab. bersabda. berarti kalian telah diberi semua kebaikan. dari Anas. 'Ya Allah. bahwa setelah itu lelaki tersebut mendoa kepada Allah dengan doa itu. Hadis ini hanya Imam Muslim sendiri yang mengetengahkannya." Rasulullah Saw. Mengapa engkau tidak katakan. dari Sabit. menjenguk seorang lelaki dari kaum muslim yang keadaannya sudah sangat lemah. dari Humaid. . "Ya. kamu tidak akan kuat. atau kamu tidak akan mampu. telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Abu Addi." Imam Ahmad mengatakan pula. "Mahasuci Allah. aku sering mengucapkan. Imam Muslim meriwayatkannya melalui hadis Ibnu Abu Addi dengan lafaz yang telah disebutkan di atas. berikanlah kepada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat. jika Engkau akan menyiksaku di akhirat.

dari Mujahid. maka katakanlah. berikanlah kepada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat.a. telah menceritakan kepada kami Abdul Baqi. dari Abdullah ibnus Sa-ib. telah menceritakan kepada . bahwa ia pernah mendengar Rasulullah Saw. dari Ibnu Juraij. telati menceritakan kepada kami Sa'id ibnu Salim Al-Qaddah. dan peliharalah kami dari siksa neraka. berikanlah kepada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat. dan Nabi Saw. Ibnu Murdawaih mengatakan. dari Abdullah ibnu Hurmuz. Imam Ibnu Majah meriwayatkannya pula dari Abu Hurairah r. telah menceritakan kepada kami Abu Zakaria Al-Anbari. mengucapkan doa berikut di antara rukun Bani Jumah dan rukun Aswad. dengan makna yang semisal. tetapi di dalam sanadnya terdapat kelemahan. apabila kalian melewatinya. As-Sauri meriwayatkannya pula dari Ibnu Juraij dengan lafaz yang sama. dan peliharalah kami dari siksa neraka. telah menceritakan kepada kami Sa'id ibnu Sulaiman. Karena itu.Tafsir Ibnu Kasir 339 Imam Syafii mengatakan. telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Abdus Salam. dari Ibnu Abbas yang menceritakan bahwa Rasulullah Saw. dari ayahnya. yaitu: Wahai Tuhan kami." Imam Hakim di dalam kitab mustadraknya mengatakan. "Wahai Tuhan kami. dari Yahya ibnu Ubaid maula As-Sa-ib. pernah bersabda: Tidak sekali-kali aku melewati rukun melainkan aku melihat padanya seorang malaikat yang mengucapkan amin. telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnul Qasim ibnu Musawir.

Dan barang siapa yang ingin menangguhkan (keberangkatannya dari dua hari itu). dari Sa'id ibnu Jubah yang menceritakan bahwa ada seorang lelaki datang kepada Ibnu Abbas. bagi orang yang beriak- . maka tidak ada dosa pula baginya. "Sesungguhnya aku telah memberikan bayaran kepada suatu kaum agar mereka mau menanggungku." Kemudian Imam Hakim mengatakan bahwa asar ini sahih dengan syarat Syaikhain. ayat 203 Dan berzikirlah (dengan menyebut) Allah dalam beberapa hari yang berbilang. Barang siapa yang ingin cepat berangkat (dari Mina) sesudah dua hari. di dalam firman-Nya: 'Mereka itulah orang-orang yang mendapat bagian dari apa yang mereka usahakan. tetapi keduanya ddak mengetengahkannya. lalu lelaki itu berkata.340 J u z 2 — Al-Baqarah kami Ishaq ibnu Ibrahim. Al-Baqarah. dan Allah sangat cepat perhitunganNya' (Al-Baqarah: 202). Untuk itu aku berikan kepada mereka semua perongkosanku dengan syarat mereka harus menghajikan aku bersama-sama mereka. maka tiada dosa baginya. dari Al-A'masy. dari Muslim Al-Batin. telah menceritakan kepada kami Jarir. "Engkau termasuk orang-orang yang disebut oleh Allah Swt. apakah hal itu sudah dianggap cukup (yakni dihajikan oleh orang lain dengan perongkosan dari orang yang bersangkutan)?" Maka Ibnu Abbas menjawab.

yaitu hari belasan. Imam Ahmad mengatakan. yaitu: Allahu Akbar. telah menceritakan kepada kami Hisyam. yang dimaksud dengan hari-hari yang berbilang ialah hari-hari tasyriq (menjemur dendeng). Allah Mahabesar). Dan bertakwalah kepada Allah. Ikrimah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: Dan berzikirlah (dengan menyebut) Allah dalam beberapa yang berbilang. Ibnu Abbas mengatakan. ia adalah hari-hari makan dan minum.Tafsir Ibnu Kasir 341 wa. Imam Ahmad meriwayatkan pula. dari ayahnya yang menceritakan bahwa ia pernah mendengar Uqbah ibnu Amir menceritakan hadis berikut. Allahu Akbar (Allah Mahabesar. pernah bersabda: Hari Arafah dan hari Kurban serta hari-hari tasyriq adalah hari raya kita pemeluk agama Islam. telah menceritakan kepada kami Musa ibnu Ali. bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda: . dari Abui Malih. dari Nabisyah Al-Huzali yang menceritakan bahwa Rasulullah Saw. dan ketahuilah bahwa kalian akan dikumpulkan kepada-Nya. telah menceritakan kepada kami Waki'. telah menceritakan kepada kami Khalid. juga dikenal dengan sebutan hari-hari yang telah diketahui. (Al-Baqarah: 203) hari Yang dimaksud dengan berzikir ialah bertakbir dalam hari-hari tasyriq sesudah salat lima waktu.

maka tidak ada dosa pula baginya. dari ayahnya.a. dan berzikir kepada Allah. dari Amr ibnu Abu Salamah. yang bunyinya mengatakan: Hari-hari Mina adalah tiga hari. Ibnu Jarir mengatakan.342 J u z 2 — Al-Baqarah Hari-hari tasriq adalah hari-hari untuk makan. Maka barang siapa yang ingin cepat berangkat dari Mina sesudah dua hari. telah menceritakan kepada kami Ya'qub ibnu Ibrahim dan Khallad ibnu Aslam. minum. tasyriq Telah disebutkan pula hadis Abdur Rahman ibnu Ya'mur Ad-Daili. bahwa Rasulullah Saw. telah menceritakan kepada kami Rauh. telah .. pernah bersabda: Hari-hari Allah. telah menceritakan kepada kami Saleh. dari Abu Hurairah r. telah menceritakan kepada kami Hisyam. tiada dosa baginya. keduanya mengatakan. Imam Muslim meriwayatkan pula hadis ini. dan barang siapa yang ingin menangguhkan (keberangkatannya dari dua hari itu). tasyriq adalah hari-hari makan dan berzikir kepada Telah menceritakan kepada kami Khalid ibnu Aslam. Dalam pembahasan yang lalu telah disebutkan hadis Jubair ibnu Mut'im yang bunyinya mengatakan: Arafah seluruhnya adalah tempat wuquf. dan hari-hari adalah hari kurban.

Hal yang sama diriwayatkan pula oleh Hisyam. Dalam riwayat ini terdapat tambahan yang baik dan memperjelas makna. Hasyim meriwayatkan dari Ibnu Abu Laila. dan berzikir kepada Allah. mengutus Abdullah ibnu Huzafah pada hari-hari tasyriq untuk menyerukan pengumuman berikut: Sesungguhnya hari-hari ini adalah hari-hari untuk makan. dari Abdul Malik ibnu Abu Sulaiman. dari Amr ibnu Dinar. dari Abu Hurairah. yaitu: Sesungguhnya hari-hari ini adalah hari-hari untuk makan dan minum serta berzikir kepada Allah. dari Az-Zuhri yang menceritakan bahwa Rasulullah Saw. bahwa Rasulullah Saw.Tafsir Ibnu Kasir 343 menceritakan kepadaku Ibnu Syihab. Telah menceritakan kepada kami Ya'qub. kecuali bagi orang yang diwajibkan puasa atas dirinya sebagai ganti dari berkurban. menyuruh Abdullah ibnu Huzafah untuk berkeliling di Mina menyampaikan seman berikut: Janganlah kalian melakukan puasa pada hari-hari ini. tetapi mursal. mengutus Bisyar ibnu Suhaim untuk menyerukan maklumat berikut pada hari-hari tasyriq. dari Siti Aisyah yang menceritakan: . dari Ata. bahwa Rasulullah Saw. minum. dari Sa'id ibnul Musayyab. dari Sufyan ibnu Husain. karena sesungguhnya hari-hari ini adalah hari-hari untuk makan dan minum serta berzikir kepada Allah Swt. telah menceritakan kepada kami Hisyam.

lalu ia berhenti diperkemahan orang-orang Ansar seraya mengatakan seruan berikut: "Hai manusia. dari ibunya yang menceritakan: Sesungguhnya aku benar-benar melihat Ali yang sedang mengendarai hewan bigal putih Rasulullah Saw." Miqsam meriwayatkan dari Ibnu Abbas. Yahya ibnu Abu Kasir. Ata Al-Khurrasani. melainkan hari-hari untuk makan. Mujahid. Al-Hasan. Abu Malik. Ikrimah. Muqatil ibnu Hayyan. sesungguhnya hari-hari ini bukanlah hari-hari puasa. dari Mas'ud ibnul Hakam Az-Zurqi. Ad-Dahhak. Ar-Rabi' ibnu Anas. melarang puasa pada hari-hari tasyriq. yaitu selama empat hari.344 J u z 2 — Al-Baqarah * # *• Rasulullah Saw. Az-Zuhri. minum. Beliau bersabda bahwa hari-hari tasyriq itu merupakan hari-hari untuk makan dan minum serta berzikir kepada Allah. dimulai dari Hari Raya Kurban hingga tiga hari berikutnya. dan Malik ibnu Anas serta lain-lainnya. Abu Musa. Muhammad ibnu Ishaq meriwayatkan dari Hakim ibnu Hakim. Hal yang semisal telah diriwayatkan pula dari Ibnu Umar. . Qatadah. Sa'id ibnu Jubair. bahwa ayyamam ma'dudat atau 'hari-hari yang berbilang' adalah hari-hari tasyriq. dan berzikir kepada Allah. Ata. Ibnuz Zubair. Ibrahim An-Nakha'i. As-Saddi..

(Al-Baqarah: 203) hari Yakni melakukan zikir kepada Allah sewaktu melakukan kurban. Akan tetapi. Sehubungan dengan waktu ini ada sebuah hadis yang membicarakannya. makna lahiriah ayat ini menunjukkan tiga hari ditambah dengan Hari Raya Kurban sebelumnya. yang paling terkenal dan banyak diamalkan ialah dimulai dari salat Subuh hari Arafah sampai dengan salat Asar di akhir hari tasyriq. Dalam keterangan yang lalu telah disebutkan bahwa pendapat yang kuat dalam masalah ini adalah mazhab Imam Syafii rahimahullah. Berkurbanlah di hari mana pun yang kamu sukai (di antara ketiga hari itu). Mengenai waktu berzikir ini banyak pendapat dari ulama yang mengatakannya. tetapi ddak sahih predikat marfu '-nya. yaitu bahwa waktu untuk berkurban dimulai pada Hari Raya Kurban sampai dengan akhir hari-hari tasyriq. maka tiada dosa baginya.a. Hal tersebut berkaitan dengan makna firman-Nya: Dan berzikirlah (dengan menyebut) Allah dalam beberapa yang berbilang. yang paling utama ialah pada hari pemulaannya. maka tidak ada dosa pula baginya. Berkaitan pula dengannya yaitu melakukan zikir sementara sesudah melakukan dap-dap salat. mengatakan bahwa hari-hari tasyriq itu adalah dga hari (yaitu Hari Raya Kurban dan dua hari sesudahnya). hingga jumlah keseluruhannya empat hari. . Pendapat yang pertama lebih terkenal karena pendapat ini selaras dengan makna lahiriah yang ditunjukkan oleh firman-Nya: Barang siapa yang ingin cepat berangkat (dari Mina) sesudah dua hari. (Al-Baqarah: 203) Dengan demikian.Tafsir Ibnu Kasir 345 Ali ibnu Abu Talib r. tepatnya di akhir waktu nafar yang terakhir. diriwayatkan oleh Imam Daruqutni. dan zikir yang mutlak yang dianjurkan dalam semua keadaan. Dan barang siapa yang ingin menangguhkan (keberangkatannya dari dua hari itu).

0 Dan Dialah yang menciptakan serta mengembangbiakkan kalian di muka bumi ini. dan ketahuilah bahwa akan dikumpulkan kepada-Nya. yaitu firman-Nya: Cv*. Setelah Allah menyebutkan perihal nafar awwal dan nafar sani. dan kepada-Nyalah kalian akan dihimpunkan. Di dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Abu Daud dan lainlainnya telah disebutkan bahwa sesungguhnya tawaf di Baitullah. hingga Mina bergetar oleh suara takbir semua orang. sa'i di antara Safa dan Marwah. ayat 204-207 . Maka bertakbir pulalah semua orang yang ada di pasar karena takbirnya.a. Berkaitan pula dengan hal tersebut yaitu membaca takbir dan zikrullah di saat melempar jumrah setiap hari di hari-hari tasyriq. kemudian Allah Swt. yaitu berpencarnya semua orang dari musim haji menuju ke berbagai negeri sesudah mereka melakukan ijtima'-nya dalam manasik dan tempat-tempat wuquf.346 Juz 2 — Al-Baqarah Sesungguhnya telah diriwayatkan bahwa Khalifah Umar ibnul Khattab r. berfirman: Dan bertakwalah kepada Allah. dan melempar jumrah disyariatkan hanyalah untuk menegakkan zikrullah. . melakukan takbir di dalam kemah kecilnya. (Al-Baqarah: 203) kalian Perihalnya sama dengan makna yang terkandung di dalam ayat lain. (Al-Mu-minun: 79) Al-Baqarah.

"Bertakwalah kepada Allah. dan Allah tidak menyukai kebinasaan. Dari Ibnu Abbas disebutkan bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan segolongan orang-orang munafik yang membicarakan perihal Khubaib dan teman-temannya yang gugur di Ar-RajV.Tafsir Ibnu Kasir 347 Dan di antara manusia ada orang yang ucapannya tentang kehidupan dunia menarik hatimu. sedangkan di dalam batinnya memendam kebalikannya." bangkitlah kesombongannya yang menyebabkannya berbuat dosa. Maka cukuplah (balasannya) neraka Jahannam. a w U ^ j * *U^i Ji^iuiSj-^iy Cr>^ 6^-5 1 . dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya.. Dan apabila ia berpaling (dari muka kalian). Maka Allah menurunkan firmanNya yang mencela sikap orang-orang munafik dan memuji sikap Khubaib dan teman-temannya. dan merusak tanam-tanaman dan binatang ternak. As-Saddi mengatakan bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan Al-Akhnas ibnu Syuraiq As-Saqafi yang datang kepada Rasulullah Saw. padahal ia adalah penantang yang paling keras. orang-orang munafik tersebut mencela mereka. Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridaan Allah. yaitu: c w. ia berjalan di bumi untuk mengadakan kerusakan padanya. dan dipersaksikannya kepada Allah (atas kebenaran) isi hatinya.ijLA 3 . lalu menampakkan keislamannya. Dan apabila dikatakan kepadanya. Dan sungguh neraka Jahannam itu tempat tinggal yang seburuk-buruknya.

Pendapat ini dikemukakan oleh Qatadah. ayat ini mengandung celaan terhadap semua orang munafik secara keseluruhan. Ibnu Jarir mengatakan. dari Sa'id ibnu Abu Hilal.348 Juz 2 — Al-Baqarah Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan karena mencari keridaan Allah. dan Ar-Rabi' ibnu Anas serta lainnya. telah menceritakan kepadaku Al-Lais ibnu Sa'd. dan mengandung pujian kepada orang-orang mukmin secara keseluruhan. padahal hati mereka adalah hati serigala. ahli dalam membaca kitab-kitab terdahulu) yang pernah mengatakan: Sesungguhnya aku menjumpai suatu sifat dari segolongan umat ini di dalam Kitabullah yang telah diturunkan. ada suatu kaum melakukan tipu muslihat dengan agama untuk meraih keduniawian. "Mereka berani terhadap diri-Ku dan mencoba menipu-Ku. Mujahid. berfirman.Al-Qurazi. telah menceritakan kepadaku Yunus. tetapi kalbu mereka lebih pahit daripada jazam (kina). Aku benar-benar akan menimpakan kepa- . dari Khalid ibnu Yazid. dari Nauf (yakni Al-Bakkali. pendapat inilah yang sahih. lisan mereka lebih manis daripada madu. telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahb. dari. mereka menampilkan dirinya di mata orang lain dengan berpakaian bulu kambing. Allah Swt. Aku bersumpah atas nama-Ku. (Al-Baqarah: 207) dirinya Menurut pendapat yang lain.

(Al-Baqarah: 204). Maka Sa'id mengatakan. tetapi had mereka lebih pahit daripada kina. Demi keagungan-Ku." sebagaimana tertera di dalam firman-Nya: Dan di antara manusia ada orang yang ucapannya tentang kehidupan dunia menarik hatimu dan dipersaksikannya kepada Allah (atas kebenaran) isi hatinya. Aku benar-benar akan menimpakan kepada mereka suatu fitnah yang akan membuat orang yang penyantun dari kalangan mereka kebingungan'. "Ini terdapat di dalam Kitabullah (Al-Qur'an). ternyata kujumpai mereka yang bersifat demikian adalah orang-orang munafik. "Setelah kupikirkan dan kubaca di dalam Al-Qur'an." Selanjurnya Al-Qurazi mengatakan. "Di manakah hal ini terdapat di dalam Kitabullah!" Muhammad ibnu Ka'b menjawab bahwa hal tersebut terkandung di dalam firman-Nya: . Ibnu Jarir mengatakan. Mereka menampilkan dirinya di mata orang-orang dengan pakaian bulu domba yang kelihatan begitu lembut. mereka menjual agama dengan duniawi. telah menceritakan kepadaku Muhammad ibnu Abu Ma'syar. 'Kalian berani kurang ajar terhadap-Ku dan mencoba menipu-Ku. "Sesungguhnya di dalam salah satu kitab-kitab terdahulu disebutkan bahwa sesungguhnya ada segolongan hamba-hamba yang lisan mereka lebih manis daripada madu." Sa'id bertanya. telah menceritakan kepadaku Abu Ma'syar (yakni Nujaih) yang menceritakan bahwa ia pernah mendengar Sa'id AlMaqbari melakukan muzakarah bersama Muhammad ibnu Ka'b AlQurazi.Tafsir Ibnu Kasir 349 penyantun da mereka suatu fitnah yang membuat orang yang (dari kalangan mereka) menjadi kebingungan." Maka Muhammad ibnu Ka'b mengatakan. hingga akhir ayat. Allah berfirman.

(Al-Baqarah: 204). Sa'id mengatakan. mereka berkata. "Sesungguhnya ayat ini memang diturunkan berkenaan dengan seorang lelaki. sehingga maknanya menjadi seperti berikut: "Dan Allah menyaksikan apa yang sesungguhnya terkandung di dalam hatinya. "Kami mengakui bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul Allah." Dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya kamu benarbenar Rasul-Nya. (AlMuriafiqun: 1) Sedangkan menurut bacaan jumhur ulama. Adapun mengenai firman-Nya: * dan dipersaksikannya (Al-Baqarah: 204) Y'* t' \ " kepada Allah (atas kebenaran) isi hatinya. huruf ya dibaca dammah.350 J u z 2 — Al-Baqarah Dan di antara manusia ada orang yang ucapannya tentang kehidupan dunia menarik hatimu. dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya orang-orang munafik itu benar-benar orang pendusta. kemudian maknanya umum sesudah itu. dan lafzul jalalah dibaca nasab. hingga akhir ayat." Maka Muhammad ibnu Ka'b menjawab. tetapi Allah mengetahui orang yang di dalam hadnya mengandung keburukan." Apa yang dikatakan oleh Al-Qurazi ini hasan lagi sahih. sekalipun hal ini dapat menipu mata kamu. Perihalnya sama dengan makna yang terkandung di dalam ayat yang lain." Dengan kata lain. yaitu firman-Nya: Apabila orang-orang munafik datang kepadamu. Ibnu Muhaisin membacanya wayasyhadulldhu dengan huruf ya yang d\-fat-hah-kan dan lafzul jalalah yang d\-dammah-kan. "Sesungguhnya aku telah mengetahui berkenaan dengan siapakah ayat ini diturunkan. yaitu: .

(An-Nisa: 108). dari Muhammad ibnu Abu Muhammad. tetapi mereka tidak bersembunyi dari Allah. hingga akhir ayat. dari Ikrimah.: padahal 204) ia adalah penantang yang paling keras. Pengertiannya sama dengan yang terdapat di dalam firman-Nya: . Makna yang dimaksud ialah bahwa dia menampakkan keislamannya di mata manusia. (Al-Baqarah: Al-aladd menurut istilah bahasa artinya yang paling menyimpang (membangkang). Firman Allah Swt. dari Ibnu Abbas. yaitu firman-Nya: Mereka bersembunyi dari manusia. Demikianlah menurut makna yang diriwayatkan oleh Ibnu Ishaq. Menurut pendapat yang lain. Pendapat ini dinisbatkan sampai kepada Ibnu Abbas. Perihalnya sama dengan makna yang terkandung di dalam ayat yang lain.Tafsir Ibnu Kasir 351 dan dipersaksikannya (Al-Baqarah: 204) kepada Allah (atas kebenaran) w/ hatinya. sedangkan Allah mengetahui kekufuran dan kemunafikan yang dipendam di dalam hadnya. dari Sa'id ibnu Jubair. makna yang dimaksud ialah apabila dia ingin menampakkan keislamannya di mata orang-orang. dikatakan oleh Abdur Rahman ibnu Zaid Aslam dan dipilih oleh Ibnu Jarir. Pengertian inilah yang sahih. maka ia bersumpah dan memakai nama Allah dalam sumpahnya itu untuk mendapat kepercayaan dari mereka bahwa apa yang diucapkan lisannya bersesuaian dengan apa yang ada dalam hadnya. dan Ibnu Jarir meriwayatkannya melalui Mujahid.

dari Ibnu Abu Mulaikah. bahkan seorang munafik itu selalu membuat-buat kedustaan dan melampaui batas. Imam Bukhari mengatakan bahwa Abdullah ibnu Yazid mengatakan. dari Ibnu Abu Mulaikah. yaitu: Sesungguhnya lelaki yang paling dibenci oleh Allah ialah pena tang yang paling keras. dari Sid Aisyah. telah menceritakan kepada kami Ibnu Juraij. Seperti apa yang disebutkan di dalam hadis sahih dari Rasulullah Saw. dari Ibnu Juraij.352 J u z 2 — Al-Baqarah dan agar kamu memberi peringatan dengannya kepada kaum yang membangkang. dari Sid Aisyah dengan predikat marfu'. ingkar. dusta apabila berjanji. dan apabila bersengketa. yang pernah bersabda: j<x& y s ^ < SS<±. curang. ia selalu berdusta dan melakukan pengelabuan terhadap perkara yang hak serta menyimpang dari jalan yang benar. (Maryam: 97) Makna yang dimaksud ialah menyimpang (membangkang). telah menceritakan kepada kami Sufyan. telah menceritakan kepada kami Sutyan. Demikianlah keadaan seorang munafik dalam perdebatannya. yang pernah bersabda: . Imam Bukhari mengatakan. dari Nabi Saw. v o\ Pertanda orang munafik itu ada tiga: Apabila berbicara. telah menceritakan kepada kami Qubaisah.

(Al-Baqarah: Dari Ibnu Juraij. yang telah bersabda: Sesungguhnya lelaki yang paling dimurkai oleh Allah ialah penantang yang paling keras. dari Sid Aisyah. Firman Allah Swt. sebagaimana yang disebutkan di dalam firman lainnya yang menceritakan perihal Fir'aun: . Hal yang sama diriwayatkan pula oleh Abdur Razzaq. Yakni perkataannya dusta belaka dan keyakinannya telah rusak. dari Nabi Saw.: Dan apabila ia berpaling (dari mukamu) ia berjalan di bumi untuk mengadakan kerusakan padanya. Makna as-sa'yu dalam ayat ini sama dengan lafaz al-qasdu (bertujuan).Tafsir Ibnu Kasir 353 Sesungguhnya lelaki yang paling dibenci oleh Allah ialah penantang yang keras. ucapannya selalu menyimpang dan perbuatannya jahat. (Al-Baqarah: 205) Dengan kata lain. dan merusak tanam-tanaman dan binatang ternak. dan Allah tidak menyukai kebinasaan. dari Ma'mar sehubungan dengan makna firman-Nya: padahal 204) ia adalah penantang yang paling keras. Yang pertama tadi adalah mengenai ucapannya. sedangkan yang disebutkan di dalam ayat ini mengenai perbuatannya. perbuatannya semua buruk belaka. dari Ibnu Abu Mulaikah.

Orang munafik yang disebutkan dalam ayat ini (Al-Baqarah: 205) adalah orang munafik yang perbuatannya hanyalah membuat kerusakan di muka bumi dan membinasakan tanam-tanaman. apabila diseru untuk menunaikan salat pada hari Jumat. tetapi datangilah salat dengan langkah yang tenang dan anggun.354 J u z 2 — Al-Baqarah Kemudian dia berpaling seraya berusaha menantang (Musa). termasuk ke da- . (An-Nazi'at: 22-26) Allah Swt. karena sesungguhnya pengertian sa'yu secara konkret yakni berlari kecil menuju tempat salat merupakan perbuatan yang bertentangan dengan sunnah Nabi Saw. (Al-Jumu'ah: 9) Yakni segeralah kalian berangkat menuju tempat salat Jumat." Maka Allah mengazabnya dengan azab di akhirat dan azab di dunia. "Akulah tuhan kalian yang paling tinggi. lalu berseru memanggil kaumnya (seraya) berkata. telah berfirman: Hai orang-orang yang beriman. janganlah kalian mendatanginya dengan berlari-lari kecil. yang mengatakan: Apabila kalian mendatangi salat. Maka dia mengumpulkan (pembesar-pembesarnya). Sesungguhnya yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang yang takut (kepada Tuhannya). maka bersegeralah kalian mengingat Allah.

dan berhentilah dari cara bicara dan perbuatanmu itu. maka binasalah tanam-tanaman dan binatang ternak. bangkitlah kesombongannya yang menyebabkannya berbuat dosa. yaitu firman-Nya: Dan apabila dibacakan di hadapan mereka ayat-ayat Kami yang terang. tidak suka pula kepada orang yang melakukannya. Firman Allah Swt.: Dan apabila dikatakan kepadanya. "Bertakwalah kepada Allah. Allah tidak menyukai orang yang bersifat suka merusak." dan Allah tidak menyukai kebinasaan. "Apabila terjadi kerusakan di muka bumi. karena Allah mencegah turunnya hujan. yang keduanya merupakan makanan pokok bagi manusia. serta kembalilah ke jalan yang benar. juga ternak. Makna ayat ini serupa dengan makna ayat lainnya. timbullah rasa fanatisme dan kemarahannya yang menyebabkan dia melakukan dosa. niscaya kamu melihat tanda-tanda keingkaran pada muka . (Al-Baqarah: 205) Artinya. Mujahid mengatakan." maka ia menolak dan membangkang. (Al-Baqarah: 206) Apabila orang yang durhaka ini diberi nasihat agar mengubah bicara dan perbuatannya dan dikatakan kepadanya.Tafsir Ibnu Kasir 355 lam pengertian ini persawahan dan buah-buahan. "Bertakwalah kepada Allah".

lalu ia dihalang-halangi oleh orang-orang kafir Mekah karena memba- . "Apakah akan aku kabarkan kepada kalian yang lebih buruk daripada itu. Dan sungguh neraka Jahannam itu tempat tinggal yang seburuk-buruknya.: Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan karena mencari keridaan Allah. berfirman dalam ayat ini: Maka cukuplah (balasannya) neraka Jahannam. Ikrimah. (Al-Baqarah: 206) Yakni neraka sudah cukup sebagai pembalasannya. pada ayat berikutnya Allah menyebutkan sifat orang-orang mukmin yang terpuji. Anas. Firman Allah Swt. Demikian itu terjadi kedka Suhaib telah masuk Islam di Mekah dan bermaksud untuk hijrah.356 J u z 2 — Al-Baqarah orang-orang yang kafir itu. Dan neraka itu adalah seburuk-buruknya tempat kembali. Untuk itu Allah Swt. ayat ini diturunkan berkenaan dengan Suhaib ibnu Sinan Ar-Rumi. Abu Usman AnNahdi. Sa'id ibnul Musayyab. (Al-Baqarah: 207) dirinya Menurut Ibnu Abbas. Katakanlah. Hampir-hampir mereka menyerang orang-orang yang membacakan ayat-ayat Kami di hadapan mereka. berfirman: Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan karena mencari keridaan Allah. (Al-Baqarah: 207) dirinya Setelah Allah menyebutkan sifat orang-orang munafik yang tercela itu. (Al-Hajj: 72) Karena itulah maka Allah Swt. yaitu neraka!" Allah telah mengancamkannya kepada orang-orang yang kafir. dan sejumlah ulama lainnya.

dan Umar ibnul Khattab beserta sejumlah sahabat lainnya menyambut kedatangannya di pinggiran kota Madinah. telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Abdullah ibnu Rustuh. Lalu turunlah ayat ini. dan ikut hijrah bersama Nabi Saw. telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ibrahim." Suhaib berkata kepada mereka. Menurut suatu riwayat. maka barulah ia diperbolehkan hijrah'. dan melepas semua harta bendanya. Rasulullah Saw. "Demikian pula kalian. aku tidak akan membiarkan Allah merugikan perniagaan kalian dan apa yang aku lakukan itu ddak ada apa-apanya. Ibnu Murdawaih mengatakan. lalu mereka mengatakan kepadanya.Tafsir Ibnu KaS'tr 357 wa hartanya. maka ia terpaksa menyerahkan harta bendanya kepada mereka. telah menceritakan kepada kami Auf. Ternyata Suhaib bersikeras hijrah. demi melepaskan dirinya dari cengkeraman orangorang kafir Mekah. "Alangkah beruntungnya perniagaanmu. Mereka mempersyaratkan 'jika Suhaib ingin hijrah. bersabda kepada Suhaib: Suhaib telah beruntung dalam perniagaannya. dari Abu Usman An-Nahdi. telah menceritakan kepada kami Sulaiman ibnu Daud. dari Suhaib yang menceritakan: ." Kemudian diberitakan kepadanya bahwa Allah telah menurunkan ayat ini berkenaan dengan peristiwa tersebut. ia harus melepaskan semua harta bendanya. telah menceritakan kepada kami Ja'far ibnu Sulaiman Ad-Dabbi.

" Maka kukatakan kepada mereka." Maka kuserahkan hartaku kepada mereka dan mereka membiarkan aku pergi. lalu kalian membiarkan aku pergi!" Mereka menjawab. maka beliau bersabda. Maka Suhaib turun dari unta kendaraannya dan mencabut anak panah yang ada pada wadah anak panahnya. Suhaib telah beruntung dalam perniagaannya" sebanyak dud kali. dari Sa'id ibnul Musayyab yang menceritakan bahwa Suhaib berangkat berhijrah untuk bergabung dengan Nabi Saw.. "Ya. kamu datang kepada kami pada mulanya tanpa harta. tetapi kalian jangan menghalang-halangi jalanku. (di Madinah). "Ya.358 J u z 2 — Al-Baqarah Ketika aku hendak hijrah dari Mekah kepada Nabi Saw. Demi Allah. kami setuju." . Setelah itu barulah kalian dapat berbuat sesuka had kalian terhadap diriku. lalu ia berkata. "Bagaimanakah menurut kalian jika aku berikan kepada kalian semua hartaku. Demi Allah. kemudian aku memukul dengan pedangku selagi masih ada senjata di tanganku. "Hai Suhaib. (di Madinah). "Hai orang-orang Quraisy. kalian ddak akan sampai kepadaku hingga aku melemparkan semua anak panah yang ada pada wadah panahku ini. hal tersebut tidak boleh terjadi selamanya. sedangkan sekarang kamu hendak keluar meninggalkan kami dengan harta bendamu. aku akan tunjukkan kepada kalian semua harta bendaku dan budak-budakku di Mekah buat kalian semua. Hammad ibnu Salamah meriwayatkan dari Ali ibnu Zaid. Tetapi jika kalian suka. Ketika berita ini sampai kepada Nabi Saw. maka orang-orang Ouraisy berkala kepadaku. "Suhaib telah beruntung dalam perniagaannya. sesungguhnya kalian telah mengetahui bahwa aku adalah orang yang paling mahir dalam hal memanah di antara kalian semua. lalu ia dikejar oleh sejumlah orang-orang Quraisy. Lalu aku berangkat hingga sampai di Madinah." Mereka menjawab.

bahwa sehubungan dengan peristiwa tersebut turunlah ayat berikut.Tafsir ibnu Kasir 359 Ketika Suhaib datang ke Madinah. ayat ini diturunkan berkenaan dengan semua mujahid yang berjuang di jalan Allah. lalu mereka membunuh atau terbunuh. Perawi melanjutkan kisahnya. maka Nabi Saw. yaitu firman-Nya: Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridaan Allah. bersabda: Beruntunglah jual belinya. dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di da- . Mereka berperang di jalan Allah. (Al-Baqarah: 207) Menurut kebanyakan mufassirin. Seperti pengertian yang terkandung di dalam firman-Nya: Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka.

dan itulah kemenangan yang besar. (Al-Baqarah: 207) Al-Baqarah. sebagian orang memprotes perbuatannya itu (dan mengatakan bahwa ia menjatuhkan dirinya ke dalam kebinasaan). dan Al-Qur'an. (At-Taubah: 111) Ketika Hisyam ibnu Amir maju menerjang kedua sayap barisan musuh. masuklah kalian ke dalam Islam keseluruhannya.360 J u z 2 — Al-Baqarah lam Taurat. dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya. . Maka Umar ibnul Khattab dan Abu Hurairah serta selain keduanya membantah protes tersebut. Tetapi jika kalian tergelincir (dari jalan Allah) sesudah datang kepada kalian bukti-bukti kebenaran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) dari Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kalian lakukan itu. dan janganlah kalian turuti langkah-langkah setan. lalu mereka membacakan ayat ini: Dan di antara manusia ada yang mengorbankan dirinya karena mencari keridaan Allah. ayat 208-209 Hai orang-orang yang beriman. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagi kalian. maka ketahuilah bahwasanya Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana. Injil.

Ikrimah menduga bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan segolongan orang dari kalangan orang-orang Yahudi dan lain-lainnya yang masuk Islam. Ar-Rabi' ibnu Anas. Mujahid. Al-Aufi meriwayatkan dari Ibnu Abbas. . Qatadah dan Ad-Dahhak artinya seluruhnya. Qatadah mengatakan pula bahwa yang dimaksud dengan as-silmi ialah berserah diri. Lafaz kdffah menurut Ibnu Abbas. Asad ibnu Ubaid. Ad-Dahhak meriwayatkan dari Ibnu Abbas. untuk melakukan kebaktian pada hari Sabtu dan membaca kitab Taurat di malam hari. Maka Allah memerintahkan mereka agar mendirikan syiar-syiar Islam dan menyibukkan diri dengannya serta melupakan hal lainnya. Mujahid. AdDahhak. Abui Aliyah.Tafsir Ibnu Kasir 361 Allah memerintahkan kepada hamba-hamba-Nya yang beriman kepada-Nya dan membenarkan Rasul-Nya. As-Saddi. dan SaTabah serta segolongan orang-orang yang meminta izin kepada Rasulullah Saw. (Al-Baqarah: 208) Yang dimaksud dengan as-silmi ialah taat. dan Ibnu Zaid sehubungan dengan firman-Nya: C V-A io masuklah kalian ke dalam Islam keseluruhannya. 208) (Al-Baqarah: Yang dimaksud dengan as-silmi ialah agama Islam. dan Muqadl ibnu Hayyan. Ikrimah. hendaklah mereka berpegang kepada tali Islam dan semua syariatnya serta mengamalkan semua perintahnya dan meninggalkan semua larangannya dengan segala kemampuan yang ada pada mereka. seperti Abdullah ibnu Salam. Qatadah. dan ArRabi' ibnu Anas sehubungan dengan firman-Nya: masuklah kalian ke dalam Islam. Ikrimah. Tawus. As-Saddi. Abui Aliyah. Mujahid mengatakan makna ayat ialah berkaryalah kalian dengan semua amal dan semua segi kebajikan.

Maka Allah Swt. telah menceritakan kepadaku Muhammad ibnu Aun. dari Ikrimah. menurunkan firman-Nya: masuklah kalian ke dalam Islam keseluruhannya. Seperti yang dikatakan oleh Ibnu Abu Hatim. mereka masih tetap berpegang kepada sebagian perkara kitab Taurat dan syariat-syariat yang diturunkan di kalangan mereka. karena mustahil dia meminta izin kepada Rasulullah untuk melakukan kebaktian di hari Sabtu. dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya: Hai orang-orang yang beriman. masih perlu dipertimbangkan kebenarannya. dan dibatalkan. telah menceritakan kepadaku Al-Haisam ibnu Yaman. juga telah membuktikan bahwa hari Sabtu itu telah di-mansukh. telah menceritakan kepada kami Ismail ibnu Zakaria. "Kaffah. yaitu yang mengatakan bahwa mereka diperintahkan untuk mengamalkan semua cabang iman dan syariat Islam yang banyak sekali dengan segenap kemampuan yang mereka miliki. sedangkan dia selain memiliki iman yang sempurna. telah menceritakan kepada kami Ali ibnul Husain. yakni masuklah kalian semua ke dalam Islam. telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnus Sabbah. Dari kalangan mufassirin ada orang yang menjadikan firmanNya. (Al-Baqarah: 208) Dengan lafaz kaffah yang dibaca nasab menurut qiraah-nya. Karena sesungguhnya sekalipun telah beriman kepada Allah.362 Juz 2 — Al-Baqarah Mengenai keterlibatan Abdullah ibnu Salam bersama mereka. masuklah kalian ke dalam Islam keseluruhannya. kemudian diganti dengan hari-hari raya Islam." sebagai hal (keterangan keadaan) dari lafaz ad-dakhilin. yang dimaksud dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang mukmin dari kalangan Ahli Kitab. 208) (Al-Baqarah: . dihapuskan. Tetapi pendapat yang benar adalah pendapat yang pertama.

kerjakanlah semua ketaatan. Firman Allah Swt. dan tinggalkanlah apa yang ada di dalam kitab Taurat. dan itu sudah cukup bagi kalian. dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kalian ketahui. (Al-Baqarah: 208) Mutarrif mengatakan bahwa di antara hamba-hamba Allah yang paling banyak menipu sesama hamba-Nya adalah setan. berfirman: %• Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagi kalian. (Al-Baqarah: 169) Karena sesungguhnya setan-setan itu hanya mengajak golongannya supaya menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala. dan jauhilah apa yang diperintahkan oleh setan kepada kalian.: dan janganlah kalian turuti langkah-langkah 208) setan. (Fadr: 6) Karena itulah maka dalam ayat ini Allah Swt.Tafsir Ibnu Kasir 363 Yakni masuklah kalian ke dalam syariat Nabi Muhammad Saw. (Al-Baqarah: Maksudnya. Sebagaimana yang disebutkan oleh firman-Nya: Oli : o^a-JO Sesungguhnya setan itu hanya menyuruh kalian berbuat jahat dan keji. Kalian hanya dituntut untuk beriman kepadanya saja. dan janganlah kalian meninggalkan sesuatu pun yang ada padanya. .

Allah Swt.: J u z 2 — Al-Baqarah Tetapi jika kalian tergelincir (dari jalan Allah) sesudah kepada kalian bukti-bukti kebenaran. Dia Mahabijaksana dalam keputusan. jika Dia menghendaki. Karena itulah maka Abui Aliyah dan Qatadah serta Ar-Rabi' ibnu Anas mengatakan bahwa Dia Mahaperkasa dalam pembalasan-Nya lagi Mahabijaksana dalam perkara-Nya. dan ketetapan-Nya. maka ketahuilah bahwa Allah Mahaperkasa dalam pembalasan-Nya. Muhammad ibnu Ishaq mengatakan bahwa Dia Mahakuasa dalam pertolongan-Nya untuk menghadapi orang yang kafir kepadaNya. (Al-Baqarah: 209) datang Yaitu bila kalian menyimpang dari jalan yang hak (benar) sesudah nyata bagi kalian bukti-bukti yang jelas. tiada seorang pun yang dapat lari dari siksa-Nya. tiada seorang pun yang dapat mengalahkanNya. Untuk itu Dia berfirman: Cvi-ts . Dan hanya kepada Allah dikembalikan segala urusan. ralat. lagi Dia Mahabijaksana dalam pemberian maaf dan alasan-Nya kepada hamba-hamba-Nya. mengancam orang-orang kafir melalui Nabi Muhammad Saw. dan diputuskanlah perkaranya. ayat 210 Tiada yang mereka nanti-nantikan (pada hari kiamat) melainkan datangnya (siksa) Allah dalam naungan awan dan malaikat. Al-Baqarah.364 Firman Allah Swt.

(Al-Fajr: 21-23) Dan firman Allah Swt. berfirman: dan diputuskanlah perkaranya. C v r n !j=e_aJ| 3 Jangan (berbuat demikian). maka balasannya baik pula. (Al-Baqarah: 210) Perihalnya sama dengan makna yang terkandung di dalam firmanNya: k. Apabila bumi diguncangkan berturut-turut. sedangkan malaikat berbarisbaris. tetapi tidak berguna lagi mengingat itu baginya. Karena itulah dalam ayat berikutnya Allah Swt. dan pada hari itu ingatlah manusia.: . maka balasannya buruk pula. jika amalnya buruk. Jika amalnya baik.Tafsir Ibnu Kasir 365 Tiada yang mereka nanti-nantikan (pada hari kiamat) melainkan datangnya (siksa) Allah dalam naungan awan dan malaikat. dan pada hari itu diperlihatkan neraka Jahannam. lalu setiap orang yang beramal mendapat balasan yang setimpal dari amal perbuatannya. dan datanglah Tuhanmu. (AlBaqarah: 210) Yakni pada hari kiamat nanti di saat diputuskan semua perkara seluruh umat manusia dari awal sampai akhirnya. Dan hanya kepada Allah dikembalikan segala urusan.

Tetapi nabi-nabi itu mengelakkan dirinya dari memohon syafaat tersebut. Antara lain di dalamnya disebutkan seperd berikut: Bahwa umat manusia di saat mengalami kesusahan di padang mahsyar. dan langit kedga hingga langit ketujuh terbelah pula. mulai dari Nabi Adam sampai nabi-nabi yang sesudahnya. hingga akhir ayat. dan beliau meminta syafaat dari sisi Allah agar Dia berkenan datang untuk memutuskan peradilan di antara semua hamba-Nya. berangkat dan bersujud kepada Allah di bawah Arasy. Kedka mereka datang kepadanya. Imam Abu Ja'far ibnu Jarir dalam bab ini menuturkan sebuah hadis mengenai As-sur (sangkakala) yang cukup panjang mulai dari permulaannya. maka beliau Saw. "Mahasuci Allah yang mempunyai kerajaan dunia dan kerajaan langit. atau kedatangan (siksa) Tuhanmu. (Al-An'am: 158). hingga sampailah mereka kepada Nabi Muhammad Saw. kemudian langit kedua. Maka Allah memberi izin kepadanya untuk memberi syafaat. atau kedatangan beberapa ayat Tuhanmu. mereka meminta syafaat kepada Tuhannya melalui para nabi seorang demi seorang. syafaat. dari Abu Hurairah. Mahasuci Allah Yang Mahahidup dan tak pernah . dari Rasulullah Saw. Para malaikat penyangga Arasy dan malaikat Karubiyyun turun. Lalu Allah datang dalam naungan awan sesudah langit dunia terbelah dan semua malaikat yang ada padanya turun. akulah orangnya yang dapat memohonkan Lalu Nabi Saw. Hadis ini cukup terkenal dan diketengahkan oleh banyak pemilik kitab musnad dan lainlainnya. Kemudian Allah Yang Mahaperkasa turun dalam naungan awan dan para malaikat yang terdengar gemuruh suara tasbih mereka seraya mengucapkan. Mahasuci Allah yang memiliki segala keagungan dan keperkasaan.366 J u z 2 — Al-Baqarah Yang mereka nanti-nanti tidak lain hanyalah kedatangan malaikat kepada mereka (untuk mencabut nyawa mereka). bersabda: Akulah orangnya.

Abu Bakar ibnu Murdawaih dalam bab ini mengetengahkan banyak hadis yang di dalamnya terkandung hal-hal yang aneh. Mahasuci Allah selama-lamanya. telah menceritakan kepada kami Abu Bakar ibnu Ata ibnu Miqdam." Al-Hafiz. (Al-Baqarah: 210) .Tafsir Ibnu Kasir 367 mati. Lalu Allah turun dalam naungan awan dari Arasy sampai ke Al-Kursi. dari Nabi Saw. telah menceritakan kepada kami Abu Zar'ah. Ibnu Abu Hadm mengatakan. dari Ibnu Mas'ud. dari Abu Ubaidah ibnu Abdullah ibnu Maisarah. Mahasuci Tuhan yang memiliki kekuasaan dan keagungan. Mahasuci lagi Mahakudus Tuhan kami Yang Mahatinggi. dari Masruq. Mahasuci lagi Mahakudus Tuhan para malaikat dan roh. semua orang mengarahkan pandangannya ke langit menunggu-nunggu keputusan peradilan. telah menceritakan kepada kami Mu'tamir ibnu Sulaiman. yang telah bersabda: Allah menghimpunkan orang-orang yang pertama dan orangorang yang terakhir di suatu tempat pada hari yang telah dimaklumi. bahwa ia pernah mendengar Abdul Jalil Al-Qaisi menceritakan asar berikut dari Abdullah ibnu Amr sehubungan dengan makna firmanNya: Tiada yang mereka nanti-nantikan (pada hari kiamat) melainkan datangnya (siksa) Allah dalam naungan awan. Antara lain ialah apa yang diriwayatkannya melalui hadis AlMinhal ibnu Amr. Mahasuci Allah yang mematikan semua makhluk. sedangkan Dia ddak mati.

(Al-Baqarah: 210) Yakni para malaikat datang dengan bernaungkan awan. ayahku telah menceritakan kepada kami. sedangkan jarak antara awan dan penciptanya itu tujuh puluh ribu hijab (tirai). Ibnu Abu Nujaih mengatakan dari Mujahid sehubungan dengan makna zulalin minal gamdm. datang dengan cara yang Dia kehendaki. Abu Ja'far Ar-Razi meriwayatkan dari Ar-Rabi' ibnu Anas. bahwa aku bertanya kepada Zahir ibnu Muhammad mengenai firman Allah Swt. berikut: Tiada yang mereka nanli-nantikan (pada hari kiamat) melainkan dalangnya (siksa) Allah dalam naungan awan. Pengertian ini menurut salah satu qiraah lainnya disebutkan seperti berikut: . Yang dimaksud dengan awan dalam ayat ini bukan sembarang awan. sedangkan Allah Swt. dari Abui Aliyah sehubungan dengan makna firman-Nya: O ' . Awan ini belum pernah terlihat oleh seorang pun kecuali oleh Bani Israil ketika mereka tersesat di padang pasir. Al-Walid telah menceritakan kepada kami. Ibnu Abu Hatim mengatakan. Di antara tirai itu ada cahaya kegelapan dan air. kemudian di dalam kegelapan itu air mengeluarkan suara gelegar yang dapat mengejutkan hati. Muhammad ibnul Wazir Ad-Dimasyqi telah menceritakan kepada kami.368 J u z 2 — Al-Baqarah Di saat awan itu turun.i ZJLJV Tiada yang mereka nanti-nantikan (pada hari kiamat) melainkan kedatangan Allah dalam naungan awan dan malaikat. (Al-Baqarah: 210) Naungan awan ini tersusun dari batu-batu yaqut dan bertahtakan berbagai mutiara dan zabarjad.

" Dan barang siapa yang menukar nikmat Allah setelah dalang nikmat itu kepadanya. Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang-orang kafir. yaitu firman-Nya: Dan (ingatlah) hari (ketika) langit pecah belah mengeluarkan kabut putih dan diturunkanlah malaikat bergelombang-gelombang. Perihalnya sama dengan makna yang terdapat di dalam ayat lain. sudah berapa banyak mereka melihat mukjizat yang jelas dari Nabi Musa a. "Berapa banyaknya tanda-tanda (kebenaran) yang nyata. menceritakan perihal kaum Bani Israil. maka sesungguhnya Allah sangat keras siksa-Nya. ayat 211-212 Tanyakanlah kepada Bani Israil. (Al-Furqan: 25) Al-Baqarah. Dan Allah memberi rezeki kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya tanpa batas. Padahal orang-orang yang bertakwa itu lebih mulia daripada mereka di hari kiamat. dan mereka memandang hina orang-orang yang beriman.s.Tafsir Ibnu Kasir 369 Tiada yang mereka nanti-nantikan (pada hari kiamat) melainkan datangnya Allah dan para malaikat dalam naungan awan. Yang . Allah Swt. yang telah Kami berikan kepada mereka.

Maka Allah mengancam mereka dengan siksa-Nya yang amat keras. (Al-Baqarah: 211) Perihalnya sama dengan makna yang terkandung di dalam firmanNya yang menceritakan perihal orang-orang kafir Quraisy. yakni mereka membalas iman kepada hal-hal tersebut dengan keingkaran terhadapnya. terbelahnya laut. dan diturunkan-Nya manna dan salwa serta lain-lainnya yang menunjukkan adanya Tuhan yang berbuat demikian dalam keadaan tak terpaksa. awan yang menaungi mereka di panas yang sangat terik. (Ibrahim: 28-29) Kemudian Allah menyebutkan perhiasan kehidupan duniawi yang diberikan-Nya kepada orang-orang kafir. dan itulah seburuk-buruk tempat kediaman. maka sesungguhnya Allah sangat keras siksa-Nya. yaitu mereka yang merasa . seperti tangan Nabi Musa.s. banyak dari kalangan mereka yang berpaling dari tanda-tanda yang jelas itu. dan kebenaran dari orang yang menyebabkan timbulnya hal-hal yang bertentangan dengan hukum alam tersebut.370 J u z 2 — Al-Baqarah dimaksud dengari dyatin bayyinah ialah hujah yang membuktikan kebenaran Nabi Musa a. mereka masuk ke dalamnya. batu yang ia pukul. Tetapi sekalipun demikian. yaitu: Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang telah menukar nikmat Allah dengan kekafiran dan menjatuhkan kaumnya ke lembah kebinasaan? Yaitu neraka Jahannam. tongkatnya. dan mereka menggantikan nikmat Allah dengan kekufuran. seperti yang disebutkan di dalam firman-Nya: Dan barang siapa yang menukar nikmat Allah setelah datang nikmat itu kepadanya. dalam menyampaikan kepada mereka apa yang telah dituninkan kepadanya.

yaitu mereka yang membelanjakan sebagian apa yang mereka peroleh dari harta benda itu untuk ketaatan kepada Tuhan mereka. dalam perjalanan mereka (hisabnya)— maupun tempat kembalinya. tetapi mereka ddak mau membelanjakannya ke jalan-jalan yang diperintahkan kepada mereka untuk mengeluarkannya. Nabi Saw. berinfaklah. Mereka membelanjakannya demi memperoleh rida Allah. Seperti yang dinyatakan di dalam sebuah hadis berikut: Hai anak Adam. yaitu jalan-jalan yang diridai oleh Allah Swt. Karena itu. baik di dunia maupun di akhirat. Bahkan mereka mencemoohkan orang-orang beriman yang berpaling dari kesenangan duniawi.Tafsir Ibnu Kasir 371 puas dengannya dan merasa tenang bergelimang di dalamnya serta berupaya menghimpun harta benda. Kelak di hari kiamat keadaan orang-orang mukmin tersebut berada di atas mereka. (Al-Baqarah: 212) yang dikehen- Yakni Allah memberi rezeki kepada orang-orang yang dikehendakiNya dari kalangan makhluk-Nya dan memberinya pemberian yang banyak lagi berlimpah tanpa batas dan tanpa hitungan. sedangkan orang-orang kafir berada di bagian paling bawah dari neraka Jahannam dengan kekal dan untuk selama-lamanya. mereka beroleh kedudukan paling bahagia dan bagian yang berlimpah di hari mereka kembali pada hari kiamat nanti. Orang-orang yang beriman akan menetap pada kedudukan yang paling tinggi di dalam surga. niscaya Aku akan kepadamu. baik di tempat mereka semua dihimpun —kedka mereka dibangunkan dari kuburnya masing-masing. pernah bersabda: menggantikannya . berfirman: Dan Allah memberi rezeki kepada orang-orang daki-Nya tanpa batas. Karena itulah Allah Swt.

berikanlah kepada orang yang berinfak penggantinya. dan apa yang kamu pakai. lalu kamu lenyapkan. timpakanlah kerusakan kepada orang yang kikir." Di dalam hadis sahih disebutkan: Anak Adam mengatakan. yang mengatakan: V>\Z. (Saba': 39) Di dalam kitab sahih disebutkan seperti berikut: Bahwa ada dua malaikat yang turun dari langit di setiap pagi hari. maka Allah akan menggantinya. "Hartaku. janganlah kamu merasa takut kekurangan dari Tuhan Yang mempunyai Arasy. Firman Allah Swt." Tetapi tiada bagianmu dari hartamu kecuali apa yang telah kamu makan. . Salah satunya mengatakan. lalu kamu rusakkan. "Ya Allah.J>yJ-< fr '-i ' ^ ^ ^ \ \ > ^ Dan barang apa saja yang kalian nafkahkan (belanjakan). hartaku. apa yang kamu sedekahkan. "Ya Allah. sedangkan hal-hal yang selain itu bakal lenyap dan menjadi peninggalan untuk orang lain." Sedangkan yang lainnya mengatakan. hai Bilal.372 J u z 2 — Al-Baqarah Infakkanlah terus. maka kamu akan memetik hasilnya nanti.

dan harta bagi orang yang tidak memiliki harta. Al-Baqarah. dan untuk dunialah orang yang tak berakal menghimpunnya. melainkan orang yang telah didatangkan kepada mereka Kitab. Tidaklah berselisih tentang Kitab itu. karena dengki antara mereka sendiri.Tafsir Ibnu Kasir 373 Di dalam kitab Musnad Imam Ahmad disebutkan sebuah hadis. Maka Allah memberi petunjuk orang-orang yang beriman kepada kebenaran tentang hal yang mereka perselisihkan itu dengan kehendak-Nya. pernah bersabda: Dunia adalah rumah bagi orang yang tidak mempunyai rumah. maka Allah mengutus para nabi sebagai pemberi kabar gembira dan pemberi peringatan. ayat 213 Manusia itu adalah umat yang satu. untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. dan Allah menurunkan bersama mereka Kitab dengan benar. yaitu setelah datang kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata. bahwa Nabi Saw. .

J u z 2 — Al-Baqarah dikehendaki-Nya Ibnu Jarir mengatakan. Lalu mereka berselisih. kemudian ia mengatakan bahwa riwayat itu sahih sanadnya. Disebutkan bahwa Ubay ibnu Ka'b membaca ayat ini dengan qiraah berikut: Pada mulanya manusia itu umat yang satu. telah menceritakan kepada kami Abu Daud. tetapi keduanya (Imam Bukhari dan Imam Muslim) ddak mengetengahkannya. lalu mereka berselisih. dari Ibnu Abbas yang menceritakan bahwa jarak antara Adam dan Nuh adalah sepuluh generasi.374 Dan Allah selalu memberi petunjuk orang yang kepada jalan yang lurus. maka Allah mengutus para nabi sebagai pemberi kabar gembira dan pemberi peringatan. berse- Riwayat ini diketengahkan oleh Imam Hakim di dalam kitab Mustadrak-nya melalui hadis Bandar. Ibnu Jarir mengatakan bahwa hal yang sama dikatakan pula oleh qiraah (bacaan) Abdullah. dari Ubay ibnu Ka'b. Hal yang sama diriwayatkan pula oleh Abu Ja'far Ar-Razi. dari Ikrimah. yaitu: Pada mulanya manusia itu umat yang satu. lalu mereka lisih. telah menceritakan kepada kami Hammam. dari Qatadah sehubungan dengan makna firman-Nya: . telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Basysyar. dari Qatadah. Abdur Razzaq mengatakan. kemudian Allah mengutus nabi-nabi untuk membawa kabar gembira dan pemberi peringatan. telah menceritakan kepada kami Ma'mar. dari Abui Aliyah. dari Muhammad ibnu Basysyar. semuanya berada di atas suatu syariat yang diturunkan oleh Allah Swt.

(Al-Baqarah: 213) Tetapi pendapat yang pertama dari Ibnu Abbas lebih sahih sanad dan maknanya. maka Allah mengutus para nabi sebagai pemberi berita gembira dan pemberi peringatan. karena manusia itu pada mulanya berada pada agama Nabi Adam a. (Al-Baqarah: 213) Yaitu pada mulanya adalah kafir. Hal yang sama dikatakan pula oleh Mujahid. maka Allah mengutus para nabi.s. Al-Aufi meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya: H' tfZ<A > \'s. Karena itulah maka dalam firman selanjurnya disebutkan: . (Al-Baqarah: 213) Yakni pada mulanya mereka berada dalam jalan petunjuk.Tafsir Ibnu Kasir 375 Manusia itu adalah umat yang satu.s. Maka Allah mengutus kepada mereka Nabi Nuh a. (Al-Baqarah: 213) Nabi yang mula-mula diutus oleh Allah adalah Nabi Nuh. yakni sama dengan apa yang dikatakan oleh Ibnu Abbas tadi.\<& Manusia itu adalah umat yang satu. lalu mereka berselisih pendapat. dan lama-kelamaan mereka menyembah berhala. Dia adalah rasul pertama yang diutus oleh Allah kepada penduduk bumi ini.

yaitu setelah datang kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata. dari Abu Hurairah sehubungan dengan firman-Nya: Maka Allah memberi petunjuk orang-orang yang beriman kepada kebenaran tentang hal yang mereka perselisihkan itu dengan kehendak-Nya. (Al-Baqarah: 213) Abdur Razzaq mengatakan. telah menceritakan kepada kami Ma'mar. (Al-Baqarah: 213) Yakni sesudah hujah-hujah melumpuhkan mereka. Tidaklah berselisih tentang Kitab itu melainkan orang yang telah didatangkan kepada mereka Kitab. untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. Dalam firman selanjutnya disebutkan: Maka Allah memberi petunjuk orang-orang yang beriman kepada kebenaran tentang hal yang mereka perselisihkan itu dengan kehendak-Nya. Tidak sekali-kali mereka terdorong berbuat demikian (perselisihan) kecuali perbuatan aniaya sebagian dari mereka atas sebagian yang lain. dari Sulaiman Al-A'masy.376 Juz 2 — Al-Baqarah (v w Dan Allah menurunkan bersama mereka Kitab dengan benar. dari Abu Saleh. hingga akhir ayat. (Al-Baqarah: 213). Dan Allah selalu memberi petunjuk orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus. karena dengki antara mereka sendiri. .

a. mengatakan bahwa Nabi Saw. Allah telah memberi kami petunjuk kepadanya. hanya saja mereka diberi kitab sebelum kami dan kami diberi kitab sesudah mereka. dari ayahnya sehubungan dengan makna firman-Nya: Maka Allah memberi petunjuk orang-orang yang beriman kepada kebenaran tentang hal yang mereka perselisihkan itu dengan kehendak-Nya. pernah bersabda: Kami adalah umat yang terakhir. Kami adalah orang yang mula-mula masuk ke surga. Maka Allah memberi petunjuk kami kepada kebenaran tentang hal yang mereka perselisihkan itu dengan seizin-Nya. dari Ibnu Tawus. kemudian sesudah besok (hari Ahad) untuk orang-orang Nasrani. dan besok untuk orang-orang Yahudi (hari Sabtu). Dan hari ini (yakni hari Jumat) yang mereka perselisihkan.Tafsir Ibnu Kasir 377 Abu Hurairah r. dari Abu Hurairah. tetapi kami adalah umat yang pertama di hari kiamat. dari ayahnya. yakni melalui jalur lain. Maka semua orang mengikut kepada kami tentangnya. Akhirnya orangorang Yahudi mengambil hari Sabtu dan orang-orang Nasrani meng- . Kemudian Abdur Razzaq meriwayatkannya dari Ma'mar. (Al-Baqarah: 213) Mereka berselisih pendapat mengenai hari Jumat. Ibnu Wahb meriwayatkan dari Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam.

ada yang salat sambil berbicara. Maka dalam masalah ini Allah memberi petunjuk umat Muhammad kepada jalan yang benar. dan ada yang salat sambil berjalan. Orangorang Yahudi mengatakan bahwa Nabi Ibrahim adalah pemeluk agama Yahudi. Sedangkan orang-orang Nasrani menjadikannya sebagai tuhan dan anak tuhan.s. Di antara mereka ada yang rukuk tanpa sujud. (Al-Baqarah: 213) . Orang-orang Yahudi mendustakannya dan mereka menuduh ibunya berbuat dosa yang besar (yakni zina). Juga berselisih pendapat dalam cara salat. Mereka berselisih pendapat mengenai Nabi Ibrahim a. Mereka pun berselisih pendapat mengenai kiblat. Maka Allah memberi petunjuk umat Muhammad kepada cara puasa yang benar. dan Allah memberi petunjuk umat Muhammad ke arah kiblat. dan Allah memberi petunjuk umat Nabi Muhammad kepada hari Jumat.378 J u z 2 — Al-Baqaran ambil hari Ahad.s. Ar-Rabi' ibnu Anas mengatakan sehubungan dengan firman-Nya: Maka Allah memberi petunjuk orang-orang yang beriman kepada kebenaran tentang hal yang mereka perselisihkan itu dengan kehendak-Nya. ada yang sujud tanpa rukuk. sedangkan orang-orang Nasrani mengatakan bahwa Nabi Ibrahim adalah pengikut agama Nasrani. maka Allah memberi petunjuk umat Muhammad ke jalan yang benar dalam hal ini. Mereka berselisih pendapat mengenai puasa. Di antara mereka ada yang puasanya hanya setengah hari. Mereka berselisih pendapat mengenai Isa a. padahal kenyataannya Isa diciptakan oleh Allah melalui roh ciptaan-Nya dan perintah-Nya. sedangkan orang-orang Yahudi menghadap ke arah Baitul Maqdis. ada pula yang puasa hanya meninggalkan jenis makanan tertentu. Maka Allah memberi petunjuk umat Muhammad kepada jalan yang benar dalam melakukan salat. Orang-orang Nasrani menghadap ke arah dmur. Allah menjadikan Nabi Ibrahim seorang yang hanif lagi muslim.

bahwa para rasul telah menyampaikan risalah Allah kepada mereka. Menurut qiraah (bacaan) Ubay ibnu Ka'b disebutkan: <S^ri^ J ^h9^3i<Jy 1 * ^'9jNij Dan agar mereka menjadi saksi atas umat manusia di hari kiamat. dan keluarga Fir'aun. kaum Nabi Saleh. yang mengatakan bi-iinihi artinya dengan sepengetahuan-Nya dan dengan petunjuk yang Dia berikan kepada mereka. mendirikan salat serta menunaikan zakat. Firman Allah Swt. kaum Nabi Hud. bahwa ayat ini merupakan jalan keluar dari berbagai macam syubhat. . Mereka (umat Muhammad) menjadi saksi atas umat manusia semuanya kelak di hari kiamat. mereka menjadi saksi atas kaum Nabi Nuh. Firman Allah Swt. semata dan hanya menyembah kepada-Nya. tetapi mereka mendustakan para rasulnya. dan fitnah. Demikianlah menurut Ibnu Jarir. Umat Muhammad menegakkan keikhlasan hanya kepada Allah Swt. kesesatan. dan Allah memberi petunjuk orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus. Mereka menegakkan perkara yang semula sebelum terjadi perselisihan dan menjauhkan diri dari segala bentuk perselisihan. kaum Nabi Syu'aib.: Dan Allah selalu memberi petunjuk orang yang (Al-Baqarah: 213) Yakni dari kalangan makhluk-Nya. Abui Aliyah selalu mengatakan sehubungan dengan ayat ini. maka umat Muhammad berada pada jalan seperti apa yang dibawa oleh rasul-rasul sebelum mereka (umat terdahulu) berselisih pendapat. dikehendaki-Nya.Tafsir Ibnu Kasir 379 Yakni di saat mereka berselisih pendapat. dada sekutu bagi-Nya.

(Al-Baqarah: 213) Hanya milik-Nyalah hikmah (kebijaksanaan) dan hujah yang kuat. Tuhan Jibril. Pencipta langit dan bumi. dan Israfd. apabila akan bangkit melakukan salat sunat malam harinya. Sesungguhnya Engkau selalu memberi petunjuk orang yang Engkau kehendaki kepada jalan yang lurus. beliau selalu mengucapkan doa berikut: Ya Allah. Engkaulah yang memutuskan perkara di antara hamba-hambaMu dalam hal-hal yang mereka perselisihkan di masa silam.. Di dalam doa yang ma-sur disebutkan seperti berikut: . Mikail. Di dalam kitab Sahih Bukhari dan Sahih Muslim disebutkan sebuah hadis dari Sid Aisyah r. Berilah daku petunjuk kepada kebenaran yang diperselisihkan itu dengan kehendak-Mu. Yang Maha Mengetahui hal yang gaib dan hal yang nyata.380 J u z 2 — Al-Baqarah kepada jalan yang benar. bahwa Rasulullah Saw.a.

Dan perlihatkanlah kepada kami perkara yang batil seperti apa adanya. sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat. ujian. dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa. Firman Allah Swt.Tafsir Ibnu Kasir 381 Ya Allah. serta diguncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah rasul dan orangorang yang beriman bersamanya. padahal belum datang kepada kalian (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kalian? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan.: Apakah kalian mengira bahwa kalian akan masuk surga. Dan janganlah Engkau jadikan perkara yang batil itu tampak samar bagi kami karena nanti kami akan sesat. ayat 214 Apakah kalian mengira bahwa kalian akan masuk surga. dan kesengsaraan seperti apa yang pernah dialami oleh orang-orang sebelum kalian dari . Al-Baqarah. dan berilah kami rezeki untuk menjauhinya. "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah. tunjukilah kami kepada perkara hak yang sesungguhnya dan berilah kami rezeki untuk mengikutinya. (Al-Baqarah: 214) Yakni sebelum kalian mendapat cobaan.

dan Muqatil ibnu Hayyan mengatakan bahwa al-basa-u artinya kemiskinan. "Sesungguhnya orang-orang sebelum kalian ada seseorang dari mereka yang diletakkan pada ubun-ubunnya sebuah gergaji. lalu ia. Mereka mendapat cobaan yang sangat besar.382 Juz 2 — Al-Baqarah kalangan umat terdahulu? Karena itulah dalam ayat selanjutnya disebutkan: padahal belum datang kepada kalian (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kalian? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan. dan malapetaka. musibah. seperti yang disebutkan di dalam hadis sahih dari Khabbab ibnul Art yang telah menceritakan hadis berikut: Ai^S%*3< A J I F R J A_5^j ^J^IA^B Kami berkata. bersabda. . Wazul zilu artinya takut oleh musuh dengan takut yang sangat. "Wahai Rasulullah. Ad-Dahhak. mengapa engkau tidak meminta pertolongan buat kami. mengapa engkau tidak berdoa kepada Allah untuk kami?" Maka Rasulullah Saw. Abui Aliyah. ArRabi'. As-Saddi. Ibnu Mas'ud. sedangkan ad-darra-u artinya penyakit. Murrah Al-Hamdani. Al-Hasan. kesengsaraan. Qatadah. (Al-Baqarah: 214) Yaitu berupa berbagai macam penyakit. Sa'id ibnu Jubair. Mujahid. Ibnu Abbas.

bersabda: Demi Allah. tidak memalingkannya dari agamanya. tetapi hal itu. sesungguhnya Allah pasti akan menyempurnakan agama ini hingga seorang pengendara berjalan dari San'a ke Hadramaut tanpa merasa takut kecuali kepada Allah dan serigala yang mengancam ternak kambingnya. telah berfirman: { r . maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.' *c^SL^\ J _ Alif Lam Mim. Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan. yaitu cobaan yang sangat besar pada hari menjelang Perang Ahzah. (Al-'Ankabut: 1-3) Sesungguhnya hal seperti itu pernah dialami oleh para sahabat. Allah Swt. tetapi kalian ini adalah kaum yang tergesa-gesa." Kemudian Rasulullah Saw.Tafsir Ibnu Kasir 383 dibelah dengan gergaji itu sampai kepada kedua telapak kakinya. Ada pula yang antara daging dan tulangnya disisir dengan sisir besi. tetapi hal tersebut tidak menggoyahkan imannya dari agamanya. "Kami telah beriman" sedangkan mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka. .

tetapi pada akhirnya akibat yang terpuji berada di pihak para rasul. "Ya.384 Sebagaimana yang disebutkan di dalam firman-Nya: J u z 2 — Al-Baqarah (Yaitu) ketika mereka datang kepada kalian dari atas dan dari bawah kalian. Ketika Heraklius bertanya kepada Abu Sufyan. (Al- . dan adakalanya kami mengalami kemenangan atas dia. "Demikianlah para rasul mendapat cobaan. "Silih berganti. Dan di situlah diuji orang-orang mukmin dan diguncangkan (hatinya) dengan guncangan yang sangat." (Al-Ahzab: 10-12). dan ayatayat selanjutnya. dan ketika tidak tetap lagi penglihatan (kalian) dan hati kalian naik menyesak sampai ke tenggorokan dan kalian menyangka terhadap Allah dengan bermacam-macam purbasangka. Dan (ingatlah) ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang berpenyakit dalam hatinya berkata. "Bagaimanakah keadaan perang di antara kalian?" Abu Sufyan menjawab." Heraklius bertanya kembali." Firman Allah Swt. "Apakah kalian mememeranginya?" Abu Sufyan menjawab." Heraklius menjawab. "Allah dan Rasul-Nya tidak menjanjikan kepada kami melainkan tipu daya. terkadang dia mengalami kemenangan atas kami.: sebagaimana orang-orang Baqarah: 214) yang terdahulu sebelum kalian.

sesungguhnya qarah: 214) pertolongan Allah itu dekat. sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.: «i. bilakah mereka mendapat kemenangan atas musuh-musuh mereka dan mereka berdoa di saat keadaan sempit dan susah agar pertolongan dan kemenangan disegerakan. Perihalnya sama dengan makna yang terkandung di dalam ayat lain. serta diguncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya. Firman Allah Swt. (Alam Nasyrah: 5-6) . (Al-Ba- Seperti makna yang terkandung di dalam firman-Nya: Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. yaitu firman-Nya: Maka telah Kami binasakan orang-orang yang lebih besar kekuatannya daripada mereka itu (musyrikin Mekah) dan telah terdahulu (tersebut dalam Al-Qur'an) perumpamaan umat-umat masa dahulu. "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" (Al-Baqarah: 214) Artinya.: Ingatlah.Tafsir Ibnu Kasir 385 Yakni sebagaimana hukum yang telah berlaku atas mereka. (Az-Zukhruf: 8) Adapun firman Allah Swt.

"Harta apa saja yang kalian nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu bapak. padahal saat pertolongan-Nya sudah dekat. (Al- Di dalam sebuah hadis dari Abu Ruzain disebutkan: Tuhanmu merasa heran dengan keputusasaan hamba-hambaNya. Maka Tuhan memandang mereka yang dalam keadaan putus asa itu seraya tertawa karena Dia mengetahui bahwa jalan keluar mereka sudah dekat. anak-anak yatim. Al-Baqarah. dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan.386 J u z 2 — Al-Baqarah Yakni sebagaimana ada kesusahan. kaum kerabat. orang-orang miskin. maka Sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya. . maka akan diturunkan pula pertolongan yang semisal dengannya. sesungguhnya Baqarah: 214) pertolongan Allah itu amat dekat. Karena itulah maka disebutkan: Ingatlah." Dan apa saja kebajikan yang kalian buat. ayat 215 y £ ^y V y f Mereka bertanya kepadamu tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah.

ddak pula kain hiasan dinding. kemudian orang yang lebih bawah (nasabnya) darimu dan yang lebih bawah lagi darimu. orang-orang miskin. As-Saddi mengatakan bahwa ayat ini di-nasakh oleh zakat. lalu berkata. Maimun ibnu Mahram pernah membacakan ayat ini. kaum kerabat. ayahmu. berfirman: f. boneka kayu. "Inilah jalur-jalur nafkah. dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan. anak-anak yatim.i' ' l [ * \ < '< » {\' . saudara perempuanmu. belanjakanlah harta tersebut untuk golongangolongan itu. maka Allah Maha Mengetahuinya. yaitu: Ibumu." (Al-Baqarah: 215) Dengan kata lain. "Harta apa saja yang kalian nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu bapak.Tafsir Ibnu Kasir 387 Muqatil ibnu Hayyan mengatakan bahwa ayai ini diturunkan berkenaan dengan masalah nafkah tatawwu' (sunat). tetapi di dalamnya ddak disebutkan gendang. Demikianlah menurut Ibnu Abbas dan Mujahid. / Dan apa saja kebajikan yang kalian buat. Makna ayat: Mereka bertanya kepadamu bagaimanakah caranya mereka memberi nafkah." Kemudian Allah Swt. seruling. saudara laki-lakimu. Seperti yang disebutkan di dalam sebuah hadis. tetapi pendapatnya ini masih perlu dipertimbangkan. Maka Allah menjelaskan kepada mereka hal tersebut melalui firman-Nya: Katakanlah. ^\'' . (Al-Baqarah: 215) sesungguhnya .

ayat 216 Diwajibkan atas kalian berperang. dan boleh jadi (pula) kalian menyukai sesuatu.388 J u z 2 — Al-Baqarah Yakni kebajikan apa pun yang telah kamu lakukan. sesungguhnya Allah mengetahuinya. maka ia harus berangkat. Al-Baqarah. padahal berperang itu adalah sesuatu yang kalian benci. Allah mengetahui. Allah mewajibkan jihad kepada kaum muslim demi mempertahankan agama Islam dari kejahatan musuh-musuhnya. maka ia harus membantu. Dan apabila dimintai pertolongannya. tetapi jika tidak diperlukan. Dan kelak Dia akan memberikan balasannya kepada kamu dengan balasan yang berlimpah. ia boleh tinggal (tidak berjihad). Bagi orang yang ddak biasa berperang. sedangkan kalian tidak mengetahui. apabila diminta bantuannya untuk keperluan jihad. padahal ia amat buruk bagi kalian. karena sesungguhnya Dia tidak akan berbuat aniaya terhadap seseorang barang sedikit pun. Boleh jadi kalian membenci sesuatu. Apabila diminta untuk berangkat berjihad. maka ia harus menolong. Az-Zuhri mengatakan bahwa jihad itu wajib atas setiap orang. Menurut kami. di dalam sebuah hadis sahih telah disebutkan seperti berikut: . padahal ia amat baik bagi kalian. baik ia ahli dalam berperang ataupun tidak.

menguasai negeri mereka. istri-istri. pernah bersabda dalam hari kemenangan atas kota Mekah: Tidak ada hijrah sesudah kemenangan. (Al-Baqarah: 216) . Kemudian Allah Swt. dan boleh jadi (pula) kalian menyukai sesuatu. (Al-Baqarah: 216) Dikatakan demikian karena berperang itu biasanya diiringi dengan datangnya pertolongan dan kemenangan atas musuh-musuh. padahal ia amat baik bagi kalian. adakalanya terbunuh atau terluka selain dari masyaqat perjalanan dan menghadapi musuh. Rasulullah Saw. maka ia mati dalam keadaan mati Jahiliah. tetapi hanya jihad dan niat. maka berangkatlah. dan apabila kalian diperintahkan untuk berangkat berperang.Tafsir Ibnu Kasir 389 Barang siapa yang meninggal dunia. sedangkan dia belum pernah berperang (berjihad) dan tiada pula keinginan dalam hatinya untuk berperang. dan memang kenyataan perang itu demikian. Firman Allah Swt. dan anak-anak mereka. berfirman: 2 't't^^ "It^'f^'T *f Boleh jadi kalian membenci sesuatu. (Al-Baqarah: 216) Yakni terasa keras dan berat bagi kalian. harta benda mereka. padahal ia amat buruk bagi kalian.: padahal berperang itu adalah sesuatu yang kalian benci.

sedangkan padanya tidak ada kebaikan atau suatu maslahat pun baginya. qarah: 216) sedangkan kalian tidak mengetahui. Kemudian Allah Swt. Al-Baqarah. Maka perkenankanlah seruan-Nya dan taatilah perintah-Nya. Adakalanya seseorang mencintai sesuatu. mudah-mudahan kalian mendapat petunjuk. yang akibatnya musuh akan menguasai neperi dan pemerintahan. berfirman: Allah mengetahui. (Al-Ba- Artinya. Allah lebih mengetahui tentang akibat dari semua perkara daripada kalian.390 J u z 2 — Al-Baqarah Hal ini bersifat umum mencakup semua perkara. Antara lain ialah diam tidak mau berperang. dan lebih melihat tentang hal-hal yang di dalamnya terkandung kemaslahatan dunia dan akhirat bagi kalian. ayat 217-218 .

dari Abus Siwar. dan mereka mengangkat Abu Ubaidah ibnul Jarrah sebagai pemimpin. tetapi menghalangi (manusia) dari jalan Allah. orang-orang yang berhijrah. Dan berbuat fitnah lebih besar (dosanya) daripada membunuh. maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat. telah menceritakan kepadaku Al-Hadrami. seandainya mereka sanggup. dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. mereka kekal di dalamnya. Ibnu Abu Hadm mengatakan." Mereka tidak henti-hentinya memerangi kalian sampai mereka (dapat) mengembalikan kalian dari agama kalian (kepada kekafiran). (menghalangi masuk) Masjidil Haram. Barang siapa yang murtad di antara kalian dari agamanya. Katakanlah. telah menceritakan kepada kami Al-Mu'tamir ibnu Sulaiman. hingga terhentilah ia dari perjalanannya. Ketika Abu Ubaidah hendak berangkat menunaikan tugasnya.Tafsir Ibnu Kasir 391 Mereka bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan Haram. bersabda kepadanya: . dari Jundub ibnu Abdullah yang telah menceritakan hadis berikut: Rasulullah Saw. dan mengusir penduduknya dari sekitarnya lebih besar (dosanya) di sisi Allah. Sesungguhnya orang-orang yang beriman. mengirimkan utusan yang terdiri atas sejumlah orang. dari ayahnya. telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Abu Bakar Al-Maqdami. dan berjihad di jalan Allah. dan mereka itulah penghuni neraka. mereka itu mengharapkan rahmat Allah. Mu dia mati dalam kekafiran. Maka Rasulullah Saw. "Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar. kafir kepada Allah. tiba-tiba ia menangis karena rindu kepada Rasulullah Saw. menggantinya dengan Abdullah ibnu Jahsy dan menulis sepucuk surat buatnya dengan instruksi ia ddak boleh membaca surat tersebut sebelum dba di tempat tertentu. telah menceritakan kepada kami ayahku. Nabi Saw.

Maka orang-orang musyrik berkata kepada orang-orang muslim. dari Ibnu Mas'ud sehubungan dengan makna firman-Nya: Mereka bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan Haram. Pada mulanya Rasulullah Saw. "Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar." Kemudian Abdullah ibnu Jahsy menceritakan kepada mereka dan membacakan surat Nabi Saw. hingga akhir ayat. sedangkan sisanya tetap bersama Abdullah ibnu Jahsy. lalu mengatakan." (Al-Baqarah: 217). "Aku tunduk dan taat kepada perintah Allah dan Rasul-Nya. dari Abu Saleh.392 J u z 2 — Al-Baqarah Jangan sekali-kali kamu memaksa seseorang dari kalangan man-temanmu untuk berangkat bersamamu. hingga akhir ayat. sedangkan mereka ddak mengetahui apakah bulan itu adalah bulan Rajab atau bulan Jumadi. Kemudian mereka bersua dengan Ibnul Hadrami." Lalu Allah menurunkan firman-Nya: Mereka bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan Haram. lalu mereka membunuhnya. itu kepada mereka. "Kalian telah melakukan pembunuhan dalam bulan Haram. ia mengucapkan istirja' (inna lillahi wa inna ilaihi raji'una). As-Saddi mengatakan dari Abu Malik." (Al-Baqarah: 217). Katakanlah. mengirimkan sejumlah pasukan rahasia yang terdiri atas tujuh orang. Maka ada dua orang lelaki dari kalangan mereka yang kembali. te- Ketika ia membaca surat tersebut. dari Murrah. di bawah pimpinan Abdullah ibnu . Katakanlah. "Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar. dari Ibnu Abbas.

" Maka kaum muslim menjawab. Ibnu Jahsy terus berjalan menuju ke tengah Lembah Nakhlah. keduanya kehilangan unta kendaraannya. Mereka mengatakan. Sa'id ibnu Abu Waqqas. Bulan Jumada telah berakhir. Perang ini mcaipakan perang pertama yang menghasilkan ganimah bagi sahabat Rasulullah Saw.Tafsir Ibnu Kasir 393 Jahsy Al-Asadi. Maka Ibnu Jahsy berkata kepada teman-temannya. Ketika ia turun di Lembah Nakhlah. "Barang siapa yang ingin mati." Ibnu Jahsy maju. maka penduduk Mekah berkeinginan untuk menebus kedua tawanannya itu. Abu Huzaifah ibnu Atabah ibnu Rabi'ah. lalu Amr terbunuh. dan ia terbunuh pada permulaan malam Rajab dan akhir malam Jumada. dan Allah menurunkan firman-Nya mencela penduduk Mekah. ia membuka surat itu dan ternyata di dalamnya terdapat perintah: "Berjalanlah terus sampai kamu turun di Lembah Nakhlah". Ketika mereka kembali ke Madinah dengan membawa dua orang tawanan perang dan harta ganimah. tetapi dia sendirilah orang yang mula-mula menghalalkan bulan Haram dan membunuh teman kami dalam bulan Rajab. "Sesungguhnya kami hanya membunuhnya dalam bulan Jumada. dan yang tidak ikut. Mereka semuanya adalah Ammar ibnu Yasir. menulis sepucuk surat buat Ibnu Jahsy dan berpesan kepadanya agar janganlah ia membaca surat tersebut sebelum turun di Lembah Nakhlah. hendaklah ia maju terus dan bcrwasiatlah. yaitu: . dengannya adalah Sa'd ibnu Abu Waqqas serta Atabah. ia dibunuh oleh Waqid ibnu Abdullah. sebab mencari unta kendaraannya masing-masing. karena sesungguhnya aku sendiri akan berwasiat dan maju melakukan perintah Rasulullah Saw. dan Waqid ibnu Abdullah Al-Yarbu'i (teman sepakta Umar ibnul Khattab). Nabi Saw. Atabah ibnu Gazwan As-Sulami (teman sepakta Bani Naufal). Suhail ibnu Baida." Lalu kaum muslim menyarungkan pedang mereka ketika bulan Rajab masuk. "Sesungguhnya Muhammad menduga bahwa dia taat kepada Allah. Karena itulah ia tidak ikut serta. Tiba-tiba ia bersua dengan Al-Hakam ibnu Kaisan dan Usman ibnu Abdullah ibnul Mugirah. Amir ibnu Fuhairah.

hal ini terjadi pada bulan Haram. dan mengusir penduduknya dari sekitarnya lebih besar (dosanya) di sisi Allah. dan sahabat-sahabatnya. hai kaum musyrik." (Al-Baqarah: 217) Pada mulanya kaum musyrik menghalang-halangi Rasulullah Saw. lebih besar daripada melakukan pembunuhan dalam bulan Haram.394 J u z 2 — Al-Baqarah Mereka bertanya kepadamu tentang berperang dalam bulan Haram. juga tahun berikutnya. (Al-Baqarah: 217) Yakni daripada melakukan peperangan di dalam bulan Haram. Katakanlah. "Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar r (Al-Baqarah: 217) Yaitu tidak halal. Mengusir ahli Masjidil Haram darinya kedka mereka mengusir Muhammad Saw. Katakanlah. Allah Swt. berfirman: tetapi menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. (menghalangi masuk) Masjidil Haram. "Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar. (untuk sampai ke Masjidil Haram) dan menolaknya masuk. karena melakukan perang dalam bulan Haram. Al-Aufi meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya: Mereka bertanya kepadamu tentang perang pada bulan Haram. dan sahabat-sahabatnya merupakan perbuatan yang lebih besar dosanya di sisi Allah daripada melakukan pembunuhan. karena kalian kafir kepada Allah dan menghalang-halangi Muhammad Saw. kafir kepada Allah. Apa yang telah kalian lakukan. Maka Allah memberikan kemenangan kepada Nabi-Nya pada bulan Haram. . Lalu orangorang musyrik mencela Rasulullah Saw.

yang telah melakukan demikian (dalam bulan Haram). dari Ikrimah. padahal malam tersebut merupakan permulaan malam bulan Rajab. Lalu kaum musyrik mengirimkan utusannya. Maka Amr ibnul Hadrami terbunuh oleh seseorang dari pasukan khusus tersebut dan mereka merampas semua barang bawaannya (sebagai ganimah). lalu mereka bersua dengan Amr ibnul Hadrami yang sedang dalam perjalanannya dari Taif pada akhir malam Jumada dan permulaan malam bulan Rajab.'''' (Al-Baqarah: 217) Yaitu mengusir ahli Masjidil Haram lebih besar dosanya daripada apa yang telah dilakukan oleh sahabat Nabi Saw. dari Abu Saleh. tetapi mereka ddak menyadarinya.Tafsir Ibnu Kasir 395 Selanjutnya Nabi Muhammad Saw. mencela Nabi Saw. Katakanlah. Sedangkan sahabat Nabi Saw. dari Ibnu Abbas. dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa firman berikut diturunkan berkenaan dengan terbunuhnya Amr ibnul Hadrami dari perisdwa yang berkaitan dengannya. "Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar.. Maka Allah Swt. berfirman: Mereka bertanya kepadamu tentang berperang dalam bulan Haram. (menghalangi masuk) Masjidil Haram. tetapi menghalangi (manusia) dari jalan Allah. menduga bahwa malam itu masih termasuk bulan Jumada. Muhammad ibnu Ishaq mengatakan. dan mengusir penduduknya dari sekitarnya. Demikianlah menurut riwayat Abu Sa'id Al-Baqqal. dan dosa yang lebih besar lagi daripada semuanya ialah mempersekutukan Tuhan. mengirimkan suatu pasukan khusus. telah menceritakan kepadaku Muhammad ibnus Saib Al-Kalbi. bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan pasukan rahasia yang dipimpin oleh Abdullah ibnu Jahsy dan terbunuhnya Amr ibnul Hadrami. kafir kepada Allah. yaitu: .

Ternyata di dalamnya berisikan kalimat berikut: . juga Khalid ibnul Bukair (salah seorang dari Bani Sa'd ibnu Lais. Beliau pun mengutus pula bersama Ibnu Jahsy delapan orang lainnya yang semuanya dari kalangan Muhajirin tanpa ada seorang Ansar pun untuk membantunya. teman sepakta mereka. Kedka Abdullah ibnu Jahsy telah berjalan selama dua hari. dari Muhammad ibnu Ishaq ibnu Yasar Al-Madani di dalam Kitabus Sirah-nya. teman sepakta mereka). teman sepakta mereka adalah Abdullah ibnu Jahsy yang menjadi pemimpin mereka. mereka dari Bani Abdusy Syams ibnu Abdu Manaf. ia membuka surat tersebut. pernah mengutus Abdullah ibnu Jahsy ibnu Rabbab Al-Asadi dalam bulan Rajab. (Al-Baqarah: 217). Lalu Ukasyah ibnu Mihsan (seorang dari kalangan Bani Asad ibnu Khuzaimah. dan dari kalangan Bani Naufal ibnu Abdu Manaf ialah Atabah ibnu Gazwan ibnu Jabir. sedangkan dari kalangan Banil Haris ibnu Fihr ialah Suhail ibnu Baida. Teman-teman Abdullah ibnu Jahsy dalam misi tersebut terdiri atas kalangan Muhajirin. teman sepakta mereka.396 J u z 2 — Al-Baqarah Mereka bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan Haram. menulis sepucuk surat buat Ibnu Jahsy seraya berpesan bahwa janganlah Ibnu Jahsy membuka surat tersebut sebelum berjalan selama dua hari. dan dari Bani Ka'b ialah Addi ibnu Amir ibnu Rabi'ah. Abdul Malik ibnu Hisyam (seorang perawi Sirah) meriwayatkan dari Ziyad ibnu Abdullah. salah seorang dari kalangan Bani Tamim. Sedangkan dari luar kalangan mereka ialah Ibnu Wa-il dan Waqid ibnu Abdullah ibnu Abdu Manaf ibnu Urs ibnu Sa'labah ibnu Yarbu'. teman sepakta mereka. sekembalinya beliau dari Badar pertama. Dari kalangan Bani Zuhrah ibnu Kilab ialah Sa'd ibnu Abu Waqqas. Ibnu Jahsy berangkat seperd apa yang diperintahkan kepadanya dan ddak memaksa seorang pun di antara teman-temannya untuk ikut bersamanya. bahwa Rasulullah Saw. lalu ia membacanya. yaitu Abu Huzaifah ibnu Atabah ibnu Rabi'ah ibnu Abdusy Syams ibnu Abdu Manaf. teman sepakta mereka).hingga akhir ayat. Nabi Saw.

Selanjurnya Ukasyah ibnu Mihsan . Sedangkan Abdullah ibnu Jahsy dan teman-temannya tetap melanjutkan perjalanannya hingga sampai di Nakhlah. hendaklah ia berangkat bersamaku. Barang siapa yang tidak suka. melarangku memaksa seseorang dari kalian untuk ikut bersamaku. Ketika ia sampai di suatu tambang yang terletak di atas bukit yang dikenal dengan nama Najran.Tafsir Ibnu Kasir 397 Apabila kamu membaca suratku ini di tempat yang dimaksud. dan barang dagangan milik mereka. keduanya dari Bani Makhzum. Kemudian lewatlah kafilah orang-orang Quraisy membawa muatan berupa minyak. telah memerintahkan kepadaku untuk berangkat ke Nakhlah guna mengintai orang-orang Quraisy. lauk-pauk." Kemudian ia berkata kepada teman-temannya. "Sesungguhnya Rasulullah Saw. maka rasa takut merayap di dalam hati mereka. Ibnu Jahsy menempuh jalan Pegunungan Hijaz. maka keduanya tertinggal karena mencari unta tersebut. juga Al-Hakam ibnu Kaisan maula Hisyam ibnul Mugirah. dada seorang pun di antara mereka yang tertinggal. Kafilah tersebut dikawal oleh Amr ibnul Hadrami (nama aslinya ialah Abdullah ibnu Abbad. Adapun saya sendiri akan terus berangkat melaksanakan perintah Rasulullah Saw. maka lanjutkanlah perjalananmu hingga kamu istirahat di Nakhlah yang terletak antara Mekah dan Ta-if untuk mengintai orang-orang Quraisy dan kamu sampaikan kepada kami berita tentang (gerak-gerik) mereka. Usman ibnu Abdullah ibnul Mugirah dan saudaranya (yaitu Naufal ibnu Abdullah). Kedka mereka melihat Abdullah ibnu Jahsy dan kawan-kawannya yang sedang beristirahat di dekat tempat mereka. salah seorang pengawal bayaran). ia berkata. lalu aku sampaikan beritanya kepada beliau Saw. Maka barang siapa yang ingin mad syahid di antara kalian dan menyukainya." Maka Ibnu Jahsy berangkat bersama teman-temannya. "Kami tunduk dan patuh. Sesungguhnya Nabi Saw. Sa'd ibnu Abu Waqqas dan Atabah ibnu Gazwan kehilangan unta cadangannya. ia boleh kembali. Setelah isi surat itu dibaca oleh Abdullah ibnu Jahsy.

ia melarikan diri dan ddak dapat dikejar lagi oleh pasukan kaum muslim. bahwa salah seorang keluarga Abdullah ibnu Jahsy ada yang menuturkan bahwa Abdullah berkata kepada teman-temannya. yang saat itu Ukasyah telah mencukur rambutnya.398 Juz 2 — Al-Baqarah menampakkan dirinya. niscaya mereka berada di dalam bulan Haram. Kedka mereka melihatnya." Kemudian kaum (pasukan kaum muslim) bermusyawarah di antara sesama mereka mengenai langkah yang akan mereka lakukan terhadap kafilah Quraisy itu. sedangkan sisanya dibagi-bagikan kepada pasukan kaum muslim yang ikut dalam misi tersebut. mereka tidak memeranginya dan membiarkannya dalam keadaan aman. Di antara rombongan kafilah yang selamat ialah Naufal ibnu Abdullah. sedangkan Usman ibnu Abdullah dan Al-Hakam ibnu Kaisan mereka tawan. dan mereka akan selamat dari tangan kalian." Pasukan kaum muslim ragu-ragu dan enggan memerangi mereka. Lalu kaum berkata. "Sesungguhnya Rasulullah Saw. . Hal tersebut terjadi pada akhir bulan Rajab.. dan mereka mengatakan. yaitu Abdullah ibnu Jahsy dan teman-temannya. (yakni seperlima ganimah). seandainya kita membiarkan mereka malam ini. mempunyai bagian dari ganimah yang kita hasilkan ini sebanyak seperlimanya. "Demi Allah. Kemudian Waqid ibnu Abdullah At-Tamimi melepaskan anak panahnya ke arah Amr ibnul Hadrami dan tepat mengenainya hingga ia mad." Demikian itu sebelum ada perintah dari Allah yang memfardukan seperlimanya buat Rasulullah Saw. Tetapi jika kalian memerangi mereka. Ibnu Ishaq melanjutkan kisahnya. di Madinah. tetapi pada akhirnya mereka membulatkan tekad untuk memerangi kafilah Quraisy dan sepakat untuk membunuh orang-orang yang dapat mereka kejar dari rombongan kafilah itu serta mengambil barang yang dibawanya. hingga datang kepada Rasulullah Saw. "Ammar termasuk salah seorang dari kaum. berarti kalian berperang dengan mereka dalam bulan Haram. Selanjutnya Abdullah ibnu Jahsy dan teman-temannya kembali membawa kafilah tersebut dan dua orang tawanan. Lalu seperlima dari ganimah dipisahkan khusus buat Rasulullah Saw.

. Di lain pihak orang-orang Quraisy mengatakan bahwa Muhammad dan sahabat-sahabatnya telah menghalalkan bulan Haram... Tatkala peristiwa tersebut ramai dibicarakan oleh orang-orang. dan merampas harta benda serta menahan orang-orang dalam bulan tersebut. mengalirkan darah. bersabda demikian. menurunkan firman-Nya kepada Rasulullah Saw. dan waqid artinya perang telah berkobar. terlebih lagi saudara-saudara mereka dari kalangan kaum muslim lainnya ikut mengecam perbuatan mereka itu. bukan orang-orang muslim.Tafsir Ibnu Kasir 399 Ibnu Ishaq melanjutkan kisahnya. maka Allah Swt. maka bersabdalah beliau Saw." Akhirnya kafilah itu dan kedua tawanan tersebut didiamkan dan beliau tidak berani mengambil sesuatu pun darinya." Sedangkan pihak orang-orang Yahudi mengaitkan hal tersebut kepada Rasulullah Saw. dan bahwa Amr ibnul Hadrami dibunuh oleh Waqid ibnu Abdullah. "Sesungguhnya apa yang telah mereka lakukan itu hanya terjadi dalam bulan Sya'ban. bahwa setelah mereka datang di hadapan Rasulullah Saw. sedangkan al-hadrami artinya perang telah tiba masanya. yaitu: Mereka bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan H ram. Mereka mengemukakan ramalannya bahwa amr artinya ramai (yakni perang mulai ramai). Maka Allah membalikkan kenyataan tersebut menimpa diri orang-orang Yahudi. maka semua kaum yang terlibat merasa takut dan mereka menduga bahwa dirinya akan binasa. "Aku tidak memerintahkan kalian melakukan perang dalam bulan Haram. Ketika Rasulullah Saw. Katakanlah. Lalu orang yang menjawab ucapan mereka (dari kalangan kaum muslim) yang ada di Mekah mengatakan. "Berperang dalam bulan itu adalah dosa .

lebih besar dosanya di sisi Allah. Yakni sebelum itu mereka telah memfitnah orang muslim dalam agamanya agar mereka mengembalikannya kepada kekufuran sesudah ia beriman. padahal kalian adalah penduduknya. Dan berbuat fitnah lebih besar (dosanya) daripada membunuh. (menghalangi masuk) Masjidil Haram. dan mengusir penduduknya dari sekitarnya lebih besar (dosanya) di sisi Allah. bahkan yang lebih kotor dan lebih besar lagi tanpa hend-hentinya dan tanpa merasa jenuh. kajir kepada Allah. Perbuatan tersebut jauh lebih besar dosanya menurut Allah daripada membunuh. . sesungguhnya mereka telah menghalang-halangi kalian dari jalan Allah karena kekufuran mereka kepada-Nya. Dan berbuat fitnah lebih besar dosanya daripada (Al-Baqarah: 217) membunuh. tetapi menghalangi (manusia) dari jalan Allah. Sebagaimana yang disebutkan di dalam firman berikutnya: Mereka tidak henti-hentinya memerangi kalian sampai mereka (dapat) mengembalikan kalian dari agama kalian (kepada kekafiran). (Al-Baqarah: 217) Yaitu daripada kalian membunuh seseorang di antara mereka. (Al-Baqarah: 217) Kemudian mereka tetap melakukan hal tersebut.400 Juz 2 — Al-Baqarah sar. seandainya mereka sanggup. jika kalian melakukan peperangan dalam bulan Haram. mereka juga telah mengusir kalian dari Masjidil Haram dan menghalang-halangi kalian darinya." (Al-Baqarah: 217) Dengan kata lain.

menerima ganimah kafilah itu berikut kedua tawanannya. maka mereka merasa kehausan akan pahala. baru mau menerima tebusan kedua tawanan itu dari mereka. ia masuk Islam dan berbuat baik dalam masa Islamnya. Sedangkan Usman ibnu Abdullah bergabung di Mekah dan mad dalam keadaan kafir di Mekah. pahala orang-orang yang berjihad?" Maka Allah Swt. untuk menebus Usman ibnu Abdullah dan Al-Hakam ibnu Kaisan. Ternyata Sa'd dan Atabah datang dengan selamat. Jika kalian membunuh keduanya. bersabda: Karena sesungguhnya kami merasa khawatir kalian berbuat apaapa terhadap kedua sahabatku itu. Yang dimaksud dengan kedua sahabat itu adalah Sa'd ibnu Abu Waqqas dan Atabah ibnu Gazwan. Ibnu Ishaq melanjutkan kisahnya. Tetapi Rasulullah Saw. maka kami akan membunuh kedua teman kalian ini. menjawab: Kami tidak mau menerima tebusan kedua orang ini dari kalian sebelum kedua sahabat kami datang (dengan selamat). Ia berada di dekat Rasulullah Saw. Akhirnya Rasulullah Saw. Adapun Al-Hakam ibnu Kaisan. lalu mereka berkata. dan kini mereka merasa terbebas dari apa yang selama ini mengungkung had mereka. apakah engkau menginginkan agar kami maju berperang lagi. maka Rasulullah Saw. Selanjurnya Nabi Saw. bahwa setelah Abdullah ibnu Jahsy dan kawan-kawannya merasa lega dari apa yang selama itu mengungkungnya berkat adanya keterangan dari Al-Qur'an yang baru ditumnkan.Tafsir Ibnu Kasir 401 Ibnu Ishaq mengatakan bahwa ketika Al-Qur'an menurunkan keterangan ini. maka legalah hati kaum muslim. Selanjutnya orang-orang Quraisy mengkimkan sejumlah harta kepada Nabi Saw. karena kami menginginkan perolehan. menurunkan firmanNya: . "Wahai Rasulullah. hingga gugur sebagai syahid dalam Perang Bi-r Ma'unah.

(Al-Baqarah: 217). dari Urwah ibnuz Zubair hal yang semisal dengan hadis ini. Yunus ibnu Bukair meriwayatkan hal yang hampir sama konteksnya dengan hadis ini.402 Juz 2 — A l . mereka itu mengharapkan rahmat Allah. Syu'aib ibnu Abu Hamzah meriwayatkannya dari Az-Zuliri. bahwa salah seorang keluarga Ibnu Jahsy menceritakan bahwa harta . lalu mereka berkata. dan berjihad di jalan Allah. hingga akhir ayat. orang-orang yang berhijrah. menurunkan firman-Nya: Mereka bertanya kepadamu tentang berperang dalam bulan Haram. dari Ibnu Ishaq. Kemudian Ibnu Hisyam mengatakan dari-Ziyad. memenuhi keinginan mereka dengan pemenuhan yang memuaskan. Musa ibnu Uqbah telah meriwayatkan pula hal yang semisal dari Az-Zuhri sendiri. dari Muhammad ibnu Ishaq.B a q a r a h Sesungguhnya orang-orang yang beriman. dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. dari Urwah ibnuz Zubair. hingga tibalah mereka di hadapan Rasulullah Saw. dari Urwah. "Apakah dihalalkan melakukan peperangan dalam bulan Haram?" Maka Allah Swt. dari Yazid ibnu Rauman. Kemudian sejumlah orang kafir Quraisy sebagai utusan mereka.. memacu kendaraannya menuju Madinah. tetapi di dalamnya disebutkan bahwa Ibnul Hadrami merupakan korban pertama dalam perang yang terjadi antara kaum muslim dan kaum musyrik. (Al-Baqarah: 218) Akhirnya Allah Swt. Hal ini telah diteliti oleh Al-Hafiz Abu Bakar Al-Baihaqi di dalam kitab Dalailun Nubuwwah-nya. Ibnu Ishaq mengatakan bahwa hadis mengenai hal ini dari AzZuhri dan Yazid ibnu Rauman.

Tetapi menurut pendapat lain. sedangkan Usman ibnu Abdullah serta Al-Hakam ibnu Kaisan merupakan orang yang mula-mula ditawan oleh kaum muslim. dan menahan orang-orang. yaitu: Kalian menganggap pembunuhan-dalam bulan Haram merupakan dosa besar. Maka mereka mengalirkan darah padanya. Maka ketentuan tersebut tetap berlaku seperd apa yang telah dilakukan oleh Abdullah ibnu Jahsy terhadap kafilah tersebut. Ibnu Ishaq mengatakan bahwa setelah peristiwa perang yang dialami oleh Abdullah ibnu Jahsy tersebut.Tafsir Ibnu Kasir 403 fai' dibagi-bagikan di antara keluarganya." Ibnu Hisyam mengatakan bahwa bait-bait berikut adalah milik Abdullah ibnu Jahsy sendiri. empat perlimanya diberikan kepada orang-orang yang terlibat dalam perang tersebut. Yaitu ketika orang-orang Quraisy mengatakan. yang mengatakannya justru Abdullah ibnu Jahsy sendiri. padahal ada yang lebih besar lagi dosanya dari- . sahabat Abu Bakar mengucapan syair berikut. sedangkan yang seperlimanya dikhususkan buat Allah dan Rasul-Nya. Ibnu Hisyam mengatakan bahwa kafilah tersebut merupakan harta ganimah yang mula-mula didapat oleh kaum muslim. dan Amr ibnul Hadrami adalah orang yang mula-mula terbunuh oleh kaum muslim. merampas harta. "Sesungguhnya Muhammad dan sahabat-sahabatnya telah menghalalkan bulan Haram.

tetapi dosa keduanya lebih besar daripada manfaatnya. "Pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia." Demikianlah . Katakanlah. Katakanlah. "Yang lebih dari keperluan. Dan Ibnu Abdullah —yaitu Usman— berada di antara kami dalam keadaan terbelenggu oleh rantai akan dikembalikan. Yaitu kalian telah menghalang-halangi apa yang dikatakan oleh Muhammad dan ingkar kepadanya." Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Dan sesungguhnya kami —sekalipun kalian mencela kami karena telah membunuhnya (Ibnul Hadrami)— hanyalah untuk menghajar orang yang kelewat batas dan orang yang dengki terhadap Islam. yaitu ketika Waqid menyatakan peperangan. Allah melihat dan menyaksikan hal itu. ayat 219-220 Mereka bertanya kepadamu tentang khamr dan judi. Kami telah membasahi tombak kami dengan darah Ibnul Hadrami di Nakhlah.404 J u z 2 — Al-Baqarah pada itu sekiranya orang yang berakal mau menggunakan pikirannya. Dan kalian telah mengusir penduduk Masjidil Haram dari tempat tinggalnya agar tidak terlihat lagi di rumah-Nya orang yang bersujud (kepada-Nya). Al-Baqarah.

sedangkan kalian dalam keadaan mabuk. "Ya Allah. tentang dunia dan akhirat. berilah kami penjelasan mengenai khamr ini dengan penjelasan yang memuaskan. "Ya Allah. dari Abu Ishaq. Katakanlah. dan Allah mengetahui siapa yang membuat kerusakan dari yang mengadakan perbaikan. berilah kami penjelasan tentang khamr ini dengan penjelasan yang memuaskan. yaitu: C tV ! Hai orang-orang yang beriman. berilah kami penjelasan tentang khamr ini dengan penjelasan yang lebih memuaskan lagi. dari Abu Maisarah. Katakanlah. niscaya Dia dapat mendatangkan kesulitan kepada kalian." Maka turunlah firman-Nya: Mereka bertanya kepadamu tentang khamr dan judi. telah menceritakan kepada kami Israil. Dan mereka bertanya kepadamu tentang anak yatim. "Pada keduanya itu terdapat dosa besar." Kemudian turunlah ayat yang ada di dalam surat An-Nisa. (An-Nisa: 43) Tersebutlah bahwa juru azan Rasulullah Saw. janganlah kalian mendekati salat. apabila mendirikan salat selalu menyerukan. "Ya Allah. Maka ia mengatakan. Umar berkata. "Mengurus urusan mereka secara patut adalah baik." (Al-Baqarah: 219) Lalu Umar dipanggil dan dibacakan kepadanya ayat ini.Tafsir Ibnu Kasir 405 Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada kalian supaya kalian berpikir. Dan jikalau Allah menghendaki. Sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana. "Orang yang mabuk ddak boleh mendekad salat!" Kemudian Umar dipanggil lagi dan dibacakan kepadanya ayat tersebut. dan jika kalian bergaul dengan mereka." Imam Ahmad mengatakan. Maka Umar berkata. telah menceritakan kepada kami Khalaf ibnul Walid. dari Umar yang menceritakan hadis berikut: Bahwa kedka ayat pengharaman khamr diturunkan." Lalu . maka mereka adalah saudara kalian.

dinilai sahih oleh Imam Turmuzi. dari Abu Ishaq." Demikianlah menurut riwayat Imam Abu Daud. Imam Turmuzi. Kedka bacaan ayat sampai pada firman-Nya: maka berhentilah Maidah: 91) kalian (dari mengerjakan perbuatan itu). Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kalian mendapat keberuntungan. "Kami telah berhenti. termasuk perbuatan setan. turunlah ayat yang ada di dalam surat Al-Maidah. kami telah berhenti. mengundi nasib dengan panah adalah perbuatan keji. dari Abu Maisarah yang nama aslinya ialah Amr ibnu Syurahbil AI-Hamdani AlKufi." yaitu "Sesungguhnya khamr itu melenyapkan harta dan menghilangkan akal. menurut pendapat Abu Zar'ah disebutkan bahwa Amr ibnu Syurahbil belum pernah mendengar dari Umar. dari Abu Ishaq. "Kami telah berhenti. yaitu: Sesungguhnya (meminum) khamr. Akan tetapi. (Al-Maidah: 90) . Hal yang sama telah diriwayatkan pula oleh Ibnu Abu Hatim dan Ibnu Murdawaih melalui jalur As-Sauri. dan Imam Nasai melalui berbagai jalur dari Israil. sedangkan dalam riwayat Ibnu Abu Hatim disebutkan sesudah perkataan Umar. (berkurban untuk) berhala. Ali ibnul Madini mengatakan bahwa sanad hadis ini baik lagi sahih. berjudi. (Al- maka Umar berkata. dari Umar.406 J u z 2 — Al-Baqarah." Hadis ini diketengahkan lagi beserta hadis lain yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad melalui jalur Abu Hurairah pada tafsir firman-Nya dalam surat Al-Maidah. Amr ibnu Syurahbil tidak mempunyai hadis lain yang dari Umar selain hadis ini.

Maka manfaatnya terhadap tubuh ialah mencernakan makanan. Sedangkan manfaat judi ialah kemenangan yang dihasilkan oleh sebagian orang yang terlibat di dalamnya. Termasuk manfaatnya pula memperjualbelikannya dan memanfaatkan hasilnya.: Mereka bertanya qarah: 219) kepadamu tentang khamr dan judi. manfaat dan maslahat tersebut tidaklah sebanding dengan mudarat dan kerusakannya yang jauh lebih besar daripada .'''' (Al-Baqarah: 219) Adapun mengenai dosa kedua perbuatan tersebut berdasarkan peraturan agama. "Pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia.: Katakanlah. sedangkan manfaat keduniawiannya jika dipandang sebagai suatu manfaat. Firman Allah Swt. maka dari hasil itu ia dapat membelanjakannya buat dirinya sendiri dan keluarganya. seperd apa yang dikatakan oleh Hassan ibnu Sabit dalam masa Jahiliah: Kami meminumnya (khamr) dan khamr membuat kami bagaikan raja-raja dan juga bagaikan harimau yang tidak kuat perang (yakni menjadi pemberani). dan mengumpulkan sebagian lemak serta rasa mabuk yang memusingkan. sebagaimana yang akan dijelaskan nanti dalam tafsir surat Al-Maidah. Demikian pula maisir. mengeluarkan angin. (Al-Ba- Definisi khamr ialah seperti apa yang dikatakan oleh Amirul Mu-minin Umar ibnul Khattab. yakni judi.Tafsir Ibnu Kasir 407 Firman Allah Swt. yaitu segala sesuatu yang menutupi akal (memabukkan). Akan tetapi.

Karena itulah maka Umar ibnul Khattab r. kedka dibacakan ayat ini kepadanya mengatakan: Ya Allah. berjudi. Di dalam ayat ini pengharaman tidak disebutkan dengan tegas. termasuk perbuatan setan.408 Juz 2 — Al-Baqarah manfaatnya. dan menghalangi kalian dari . sesungguhnya (meminum) khamr. (berkurban untuk) berhala. melainkan dengan cara sindiran. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kalian mendapat keberuntungan. tentang khamr ini dengan Setelah itu barulah turun ayat yang mengharamkannya di dalam surat Al-Maidah. berikanlah kami penjelasan penjelasan yang memuaskan. yaitu firman-Nya: Hai orang-orang yang beriman.a. seperti yang disebutkan oleh firman-Nya: tetapi dosa keduanya lebih besar daripada manfaatnya. qarah: 219) (Al-Ba- Karena itu. Sesungguhnya setan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kalian lantaran (meminum) khamr dan berjudi itu. mengundi nasib dengan panah adalah perbuatan keji. karena kerusakannya berkaitan dengan akal dan agama. ayat ini merupakan pendahuluan dari pengharaman khamr yang pasti.

Ibnu Abu Hatim mengatakan. Asy-Sya'bi. "Wahai Rasulullah.Tafsir Ibnu Kasir 409 mengingati Allah dan salat. telah menceritakan kepada kami Musa ibnu Ismail. sesudah itu turun ayat yang terdapat di dalam surat Al-Maidah yang mengharamkan khamr secara tegas. lalu keduanya bertanya.: Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. (Al-Maidah: 90-91) Dalam tafsir surat Al-Maidah nanti. telah sampai suatu hadis kepadanya bahwa sahabat Mu'az ibnu Jabal dan Sa'labah datang menghadap Rasulullah Saw. sesungguhnya ayat ini merupakan permulaan ayat yang menerangkan pengharaman khamr. telah menceritakan kepada kami Yahya. telah menceritakan kepada kami ayahku. Katakanlah. Qatadah. Katakanlah. sesungguhnya kami mempunyai banyak budak dan keluarganya yang semuanya itu termasuk harta kami. Firman Allah Swt. dan Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam mengatakan." Maka Allah Swt. masalah ini akan diterangkan dengan keterangan yang rinci. maka berhentilah kalian (dari mengerjakan pekerjaan itu). telah menceritakan kepada kami Aban. Mujahid. Ar-Rabi' ibnu Anas. menurunkan firman-Nya: ." (Al-Baqarah: 219) Kemudian turun pula ayat yang ada di dalam surat An-Nisa. keduanya baik dan berdekatan pengertiannya. yaitu firman-Nya: Mereka bertanya kepadamu tentang khamr dan judi. "Pada keduanya itu terdapat dosa besar.. "Yang lebih dan keperluan" (Al-Baqarah: 219) Lafaz al-'afwa dapat pula dibaca al-'afvu. Ibnu Umar.

" (Al-Baqarah: 219) Yakni lebihan dari nafkah yang diperlukan. Al-Hasan. Hal yang sama diriwayatkan pula dari. Ibnu Umar. semua pendapat merujuk kepada pengertian lebihan dari apa yang diperlukan.410 Dan mereka bertanya kepadamu (Al-Baqarah: 219) J u z 2 — Al-Baqarah apa yang mereka nafkahkan. telah menceritakan kepada kami Hauzah ibnu Khalifah. Katakanlah. Ikrimah. Abdu ibnu Humaid mengatakan dalam kitab tafsirnya. Qatadah. Salim. Mujahid. Muhammad ibnu Ka'b. Sa'id ibnu Jubair. Al-Qasim. "Yang lebih dari keperluan. dari Auf. dari Al-Hasan sehubungan dengan ayat berikut: . Dari Ar-Rabi' disebutkan pula bahwa makna yang dimaksud ialah hartamu yang paling utama dan paling baik. "Yang lebih dari keperluan. Akan tetapi. Ata Al-Khurrasani. dan Ar-Rabi' ibnu Anas serta lain-lainnya. dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya: Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Telah diriwayatkan dari Tawus bahwa makna yang dimaksud ialah segala sesuatu yang mudah. Disebutkan bahwa mereka mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: Katakanlah. Ata." (Al-Baqarah: 219) Lafaz al-'afwa di sini artinya al-fadla atau lebihan (sisa dari yang diperlukan). Al-Hakam mengatakan dari Miqsam.

"Aku masih mempunyai yang lainnya. "Aku masih memiliki yang lainnya. menjawab." Lelaki itu berkata. telah menceritakan kepada kami Abu Asim. "Belanjakanlah buat dirimu sendiri." Nabi Saw. "Kamu lebih mengetahui. dari Ibnu Ajian." Nabi Saw. telah menceritakan kepada kami Ali ibnu Muslim." Nabi Saw. "Nafkahkanlah buat keluargamu." (Al-Baqarah: 219) Disebutkan bahwa yang dimaksud dengan istilah al-'afwa ialah jangan sampai nafkah itu memberatkan hartamu yang akhirnya kamu tidak punya apa-apa lagi dan meminta-minta kepada orang lain. menjawab. bahwa Rasulullah Saw.a. "Aku masih mempunyai yang lainnya. bersabda." Hadis ini diriwayatkan pula oleh Imam Muslim di dalam kitab sahihnya. takanlah. yang menceritakan: Seorang lelaki bertanya.Tafsir Ibnu Kasir 411 Ka- Mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan." Lelaki itu berkata. dari Abu Hurairah r. "Wahai Rasulullah.a. dari Al-Maqbari. bersabda. "Yang lebih dari keperluan." Lelaki itu berkata. Pengertian ini ditunjukkan oleh sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Jarir. pernah bersabda kepada seorang lelaki: . "Nafkahkanlah buat anakmu. sesungguhnya aku mempunyai uang dinar.. dan Imam Muslim mengetengahkannya melalui Jabir r." Nabi Saw.

maka berikanlah kepada kaum kerabatmu. Di dalam sebuah hadis lain disebutkan pula: Hai anak Adam. menurut Mujahid dan lain-lainnya. bahwa Rasulullah Saw.412 Juz 2 — Al-Baqarah Mulailah dengan dirimu sendiri. Akan tetapi. Dan mulailah dengan orang yang berada dalam tanggunganmu. dan jika masih ada lebihan lagi setelah kaum kerabatmu. maka berikanlah kepada ini dan itu. Dan jika masih ada lebihannya lagi setelah istrimu. disebutkan dari Abu Hurairah r. jika ada lebihannya. Pendapat yang terakhir ini lebih terarah (kuat). bersedekahlah untuknya. maka buat keluarga (istri)ww. pernah bersabda: Sebaik-baik sedekah ialah yang diberikan setelah berkecukupan. juga yang dikatakan oleh Ata Al-Khurrasani. AlAufi. tangan di atas (pemberi) lebih baik daripada tangan di bawah (penerima). Menurut Imam Muslim pula. sesungguhnya jikalau kamu memberikan lebihan dari yang diperlukan adalah lebih baik bagimu. dan kamu tidak akan dicela karena tidak mempunyai sesuatu yang bersisa. maka hal itu buruk bagimu.. ayat ini diperjelas pengertiannya oleh ayat zakat. seperti yang diriwayatkan oleh Ali ibnu Abu Talhah. dan jika kamu memegangnya. dan Ibnu Abbas. menurut pendapat yang lain ayat ini di-mansukh oleh ayat zakat. Menurut pendapat yang lainnya lagi. .a.

niscaya ia akan mengetahui bahwa dunia ini adalah negeri cobaan. telah menceritakan kepada kami Ali ibnu Muhammad At-Tanafisi. dan agar ia mengetahui bahwa akhirat itu negeri pembalasan dan negeri yang kekal abadi. janji. Abdurrazaq —dari Ma'mar. supaya kalian berpikir tentang dunia dan akhirat. dari Qatadah— mengatakan. Ibnu Abu Hadm mengatakan. maupun ancaman-Nya. baik mengenai hukum-hukum. Dari Ibnu Abbas. dari Assa'q AtTamimi yang telah mengatakan. (Al-Baqarah: 219-220) Demi Allah. kemudian fana. telah menceritakan kepada kami Abu Usamah. (Al-Baqarah: 219-220) Yakni sebagaimana Allah menguraikan hukum-hukum ini kepada kalian. "Maka utamakanlah negeri akhirat daripada dunia " . Ali ibnu Abu Talhah mengatakan bahwa yang dimaksud adalah dunia dengan kefanaannya dan menyongsong akhirat dengan kekebalannya. Qatadah dan Ibnu Juraij serta selain keduanya mengatakan demikian. ayat ini bagi orang-orang yang merenungi makna yang terkandung di dalamnya. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat lainnya kepada kalian. telah menceritakan kepada kami ayahku.: Demikianlah Allah menerangkan ayal-ayat-Nya kepada kalian supaya kalian berpikir tentang dunia dan akhirat." Dan menurut suatu riwayat dari Qatadah dikatakan.Tafsir Ibnu Kasir 413 Firman Allah Swt. "Agar kalian mengutamakan negeri akhirat daripada dunia. aku telah menyaksikan Al-Hasan dan ia membaca ayat berikut: Supaya kalian berpikir tentang dunia dan akhirat.

Ibnu Jarir mengatakan. telah menceritakan kepada kami Jarir. hingga akhir ayat. dari Ata ibnus Sa-ib. (Al-An'am: 152) dengan Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim.414 J u z 2 — Al-Baqarah Firman Allah Swt. telah menceritakan kepada kami Sufyan ibnu Waki'. dan jika kalian bergaul dengan mereka. Katakanlah. Akhirnya banyak . Begitu» pula minumannya. Jikalau Allah menghendaki. (An-Nisa: 10) Maka orang-orang yang memelihara anak yatim memisahkan makanannya dengan makanan anak yatim. kecuali cara yang lebih bermanfaat. maka mereka adalah saudara kalian. dari Sa'id ibnu Jubair. "Mengurus urusan mereka secara patut adalah baik. dari Ibnu Abbas yang mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: Dan janganlah kalian dekati harta anak yatim. dan Allah mengetahui siapa yang berbuat kerusakan dari yang mengadakan perbaikan. sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka). ia pisahkan antara milik sendiri dan milik anak yadm." (Al-Baqarah: 220). niscaya Dia dapat mendatangkan kesulitan kepada kalian. Dan mereka bertanya kepadamu tentang anak yatim.

dan jika kalian bergaul dengan mereka. Nasai. Waki' ibnul Jarrah mengatakan.a. dari Ibnu Abbas.: . juga dari Murrah Al-Hamdani. maka sisa tersebut ia simpan untuk dimakan di lain waktu atau makanan itu menjadi basi. telah menceritakan kepada kami Hisyam (murid Ad-Dusdwa-i). antara lain seperd Mujahid. Katakanlah. dari Hammad. Ata. Ibnu Murdawaih. Demikianlah menurut riwayat Abu Daud. Hal yang sama diriwayatkan pula oleh As-Saddi. dari Ibrahim yang telah mengatakan bahwa Siti Aisyah r.a.a. Ibnu Abu Laila. "Sesungguhnya aku ddak suka bila harta anak yatim yang ada dalam pemeliharaanku dipisahkan secara menyendiri. dan Al-Hakim di dalam kitab Mustadrak-nya melalui berbagai jalur dari Ata ibnus Sa-ib dengan lafaz yang sama. dan Qatadah. melainkan aku mencampurkan makanannya dengan makananku dan minumannya dengan minumanku." (Al-Baqarah: 220) Akhirnya mereka berani mencampurkan makanan mereka dengan makanan anak-anak yatim mereka.Tafsir Ibnu Kasir 415 lebihan makanan yang tak sempat dimakan. maka mereka adalah saudara kalian. pernah mengatakan. Hal tersebut terasa amat berat atas diri mereka yang mempunyai anak-anak yatim. Maka turunlah firman-Nya: Dan mereka bertanya kepadamu tentang anak yatim. dari Abu Malik. dari Ibnu Mas'ud r. bukan pula hanya seorang dari kalangan ulama Salaf dan ulama Khalaf. Hal yang sama diriwayatkan pula bukan hanya oleh seorang perawi saja mengenai asbabun nuzul ayat ini. Ibnu Abu Hatim. begitu pula minumannya. dengan lafaz yang semisal. Asy-Sya'bi. "Mengurus urusan mereka secara patut adalah baik. dari Abu Saleh. Hal yang sama diriwayatkan pula oleh Ali ibnu Abu Talhah dari Ibnu Abbas r. lalu mereka menceritakan perihalnya kepada Rasulullah Saw. Firman Allah Swt.

" (Al-Baqarah: 220) mereka J u z 2 — Al-Baqarah secara patut adalah Makna yang dimaksud ialah memisahkannya secara menyendiri. "Mengurus urusan baik. bila kamu mencampurkan makananmu dengan makanan mereka. (Al-Baqarah: 220) adalah Ardnya.416 Katakanlah. maka mereka saudara kalian. Tetapi ternyata Dia meluaskan kalian dan meringankan beban kalian. telah berfirman: . niscaya Dia dapat mendatangkan kesulitan kepada kalian. niscaya Dia akan mempersulit kalian dan mempersempit kalian. begitu pula minumanmu dengan minuman mereka. Dan jika kalian bergaul dengan mereka. Sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana. sebab mereka adalah saudara-saudara seagama kalian. serta memperbolehkan kalian bergaul dan bercampur dengan mereka (anak-anak yadm) dengan cara yang lebih baik. Firman-Nya: Dan jikalau Allah menghendaki. tidaklah mengapa kamu melakukannya. apakah hendak membuat kerusakan atau perbaikan. Allah Swt. Karena itulah dalam firman berikutnya disebutkan: Dan Allah mengetahui siapa yang membuat kerusakan dari yang mengadakan perbaikan. (Al-Baqarah: 220) Yakni Allah mengetahui tujuan dan niat yang sebenarnya. (Al-Baqarah: 220) Yaitu seandainya Allah menghendaki.

yaitu adakalanya dengan jaminan akan menggantinya bagi orang yang mudah untuk menggantinya atau secara gratis. sebelum mereka beriman. Melalui ayat ini Allah mengharamkan atas orang-orang mukmin menikahi wanita-wanita yang musyrik dari kalangan penyembah berhala. sedangkan Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran. Mereka mengajak ke neraka. (Al-An'am: 152) Bahkan Allah memperbolehkan bagi orang yang miskin memakan sebagian dari harta anak yadm dengan cara yang makruf. ayat 221 Dan janganlah kalian nikahi wanita-wanita musyrik. Al-Baqarah. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. kecuali cara yang lebih bermanfaat.Tafsir Ibnu Kasir 417 dengan Dan janganlah kalian dekati harta anak yatim. walaupun dia menarik hatimu. berarti termasuk ke dalam pengertian setiap wanita musyrik kitabiyah dan waSani- . Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik daripada orang musyrik. walaupun dia menarik hatimu. Seperti yang akan dijelaskan keterangannya dalam tafsir surat An-Nisa nanti. Kemudian jika makna yang dimaksud bersifat umum. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik daripada wanita musyrik.

dan bukan Ahli Kitab secara keseluruhan. telah menceritakan kepada kami Syahr ibnu Hausyab yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar Abdullah ibnu Abbas mengatakan hadis berikut: . Hal yang sama dikatakan oleh Mujahid. bahkan yang dimaksud oleh ayat ini adalah orang-orang musyrik dari kalangan penyembah berhala. bila kalian telah membayar maskawin mereka dengan maksud menikahinya. telah menceritakan kepadaku Abdul Hamid ibnu Bahram Al-Fazzari. Adapun mengenai apa yang telah diriwayatkan oleh Ibnu Jarir. dan lain-lainnya. Menurut pendapat yang lain. Makna pendapat ini berdekatan dengan pendapat yang pertama tadi. (Al-Maidah: 5) Ali ibnu Abu Talhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya: Dan janganlah kamu nikahi wanita-wanita musyrik. Ikrimah. Mak-hul. Ar-Rabi' ibnu Anas. sebelum mereka beriman.418 J u z 2 — Al-Baqarah yah. Zaid ibnu Aslam. Sa'id ibnu Jubair. yaitu telah menceritakan kepadaku Ubaid ibnu Adam ibnu Abu Iyas Al-AsqalanL telah menceritakan kepada kami ayahku. Akan tetapi. (Al-Baqarah: 221) Bahwa Allah mengecualikan dari hal tersebut wanita Ahli Kitab. tidak dengan maksud berzina. Al-Hasan. dikecualikan dari hal tersebut wanita Ahli Kitab oleh firman-Nya: (Dan dihalalkan mengawini) wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi Al-Kitab sebelum kalian. Ad-Dahhak.

"Aku ddak . (Al-Maidah: 5) Talhah ibnu Abdullah pernah kawin dengan seorang wanita Yahudi. demikian pula asar yang dari Umar ibnul Khattab r. aku akan mencabut mereka dari kalian secara hina dina. Tetapi keduanya mengatakan. Allah Swt." Lalu Huzaifah membalas suratnya. telah berfirman: Barang siapa yang kafir sesudah beriman. dari Syaqiq yang menceritakan bahwa Huzaifah mengawini seorang wanita Yahudi. "Lepaskanlah dia. "Kalau boleh ditalak.Tafsir Ibnu Kasir 419 Rasulullah Saw." Khalifah Umar menjawab. dan Huzaifah ibnul Yaman pernah kawin dengan seorang wanita Nasrani. atau karena alasan lainnya. telah menceritakan kepada kami Ibnu Idris.a." Hadis di atas berpredikat garib jiddan (aneh sekali). Seperti yang telah diceritakan kepada kami oleh Abu Kuraib. berkirim surat kepadanya yang isinya mengatakan. janganlah engkau marah. kami akan menceraikannya.a. "Wahai Amirul Mu-minin. Abu Ja'far ibnu Jarir sesudah meriwayatkan perihal adanya kesepakatan boleh menikahi wanita Ahli Kitab mengatakan bahwa sesungguhnya Khalifah Umar hanyalah ddak menyukai perkawinan seperti itu dengan maksud agar kaum muslim ddak enggan menikahi wanita-wanita muslimah. telah menceritakan kepada kami As-Silt ibnu Bahram. maka Khalifah Umar ibnul Khattab marah sekali mendengarnya hingga hampir-hampir dia menghajar keduanya. "Apakah engkau menduga bahwa kawin dengan dia haram hingga aku harus melepaskannya?" Umar mengatakan. telah melarang menikahi berbagai macam wanita kecuali wanita-wanita yang mukmin dari kalangan Muhajirin dan mengharamkan pula mengawini wanita beragama selain Islam. Tidak. berarti halal dinikahi. lalu Umar r. maka hapuslah amalannya.

bahwa ia menghukumi makruh mengawini wanita Ahli Kitab atas dasar takwil firman-Nya: . Demikianlah pendapat Ibnu Jarir. dari Al-Hasan. Ibnu Abu Hadm mengatakan. telah menceritakan kepadaku Musa ibnu Abdur Rahman Al-Masruq." Sanad asar ini sahih. Ibnu Jarir mengatakan. telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ismail Al-Ahmasi. dari Yazid ibnu Abu Ziyad. dari As-Silt. dari Syarik.dari Waki'.420 J u z 2 — Al-Baqarah menduganya haram dikawin. melainkan aku merasa khawadr kalian enggan menikahi wanita-wanita mukmin karena mereka (wanita-wanita Ahli Kitab). dari Maimun ibnu Mihran. dari Zaid ibnu Wahb yang menceritakan bahwa Khalifah Umar ibnul Khattab pernah mengatakan: Lelaki muslim boleh mengawini wanita Nasrani. Al-Khalal meriwayatkan hal yang semisal dari Muhammad ibnu Ismail. telah menceritakan kepada kami Sufyan ibnu Sa'd. dari Ja'far ibnu Barqan. tetapi lelaki Ibnu Jarir mengatakan bahwa asar ini lebih sahih sanadnya daripada yang pertama tadi. telah menceritakan kepada kami Ishaq Al-Azraqi. telah menceritakan kepada kami Waki'. telah menceritakan kepada kami Tamim ibnul Muntasir. Nasrani tidak boleh mengawini wanita muslimah. dari Ibnu Umar. dari Asy'as ibnu Siwar. pernah bersabda: Kami boleh mengawini wanita-wanita Ahli Kitab. Ibnu Jarir mengatakan. Kemudian Ibnu Jarir mengatakan bahwa hadis ini sekalipun dalam sanadnya terdapat sesuatu. tetapi semua umat sepakat akan hal tersebut. telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Bisyr. tetapi mereka tidak boleh mengawini wanita-wanita kami. dari Jabir ibnu Abdullah yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw.

lalu di suatu hari ia marah kepadanya. (Al-Baqarah: 221) musyrik sebelum me- Imam Bukhari mengatakan bahwa Ibnu Umar pernah berkata. dan menceritakan kepadanya peristiwa yang telah dialaminya itu. Setelah itu ia merasa menyesal. "Aku belum pernah mengetahui perbuatan syirik yang lebih besar daripada perkataan wanita Ahli Kitab.: Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik daripada orang musyrik. bertanya kepadanya. (Al-Baqarah: 221) Bahwa yang dimaksud dengan wanita-wanita musyrik ialah mereka yang menyembah berhala. lalu ia datang kepada Rasulullah Saw. "Bagaimanakah perilakunya?" Abdullah ibnu Rawwahah menjawab. telah menceritakan kepada kami Ishaq ibnu Ibrahim. bahwa tuhannya adalah Isa. walaupun dia menarik hatimu. Dan telah menceritakan kepadaku Muhammad ibnu Ali. salat. Rasulullah Saw. telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Harun. "Dia puasa. bahwa keduanya pernah bertanya kepada Abu Abdullah Ahmad ibnu Hambal mengenai makna firman-Nya: Dan janganlah kamu nikahi wanita-wanita musyrik. Dia mempunyai seorang budak wanita hitam. (Al-Baqarah: 221) As-Saddi mengatakan bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan Abdullah ibnu Rawwahah. telah menceritakan kepada kami Saleh ibnu Ahmad.Tafsir Ibnu Kasir 421 Dan janganlah kamu nikahi wanita-wanita reka beriman." Abu Bakar Al-Khalal Al-Hambali mengatakan. serta bersaksi bahwa dada Tuhan selain Allah dan . Firman Allah Swt. kemudian menamparnya. melakukan wudu dengan baik. sebelum mereka beriman.

"Demi Tuhan yang telah mengutusmu dengan hak. yang telah bersabda: Janganlah kamu mengawini wanita karena kecantikannya. telah menceritakan kepada kami Abdur Rahman ibnu Ziyad Al-Afriqi." Maka Rasulullah Saw." Abdullah ibnu Rawwahah lalu berkata. (Al-Baqarah: 221) Sesungguhnya budak lelaki yang mukmin lebih baik daripada orang musyrik. walaupun dia menarik hatimu. dari Nabi Saw. lalu akan aku nikahi." Abdullah ibnu Rawwahah melakukan apa yang telah dikatakannya itu. kalau demikian dia adalah wanita yang beriman. bersabda. telah menceritakan kepada kami Ja'far ibnu Aun. (Al-Baqarah: 221) Abdu ibnu Humaid mengatakan. Maka Allah menurunkan firman-Nya: Sesungguhnya budak perempuan yang mukmin lebih baik daripada wanita musyrik. Mereka bermaksud akan menikahkan budak-budak wanita mereka kepada orang-orang musyrik karena faktor ingin mengambil keturunan dan kedudukannya. "Hai Abu Abdullah. Lalu ada sejumlah kaum muslim yang mengejeknya dan mengatakan bahwa dia telah mengawini budak perempuannya. dari Abdullah ibnu Yazid. karena barangkali kecantikannya akan menjerumuskan mereka. Dan . walaupun dia menarik hatimu.422 J u z 2 — Al-Baqarah engkau adalah utusan Allah. aku benar-benar akan memerdekakannya. dari Abdullah ibnu Umar.

dan sebaik-baik kesenangan ialah (mempunyai) istri yang saleh.Tafsir Ibnu Kasir 423 janganlah kamu nikahi wanita karena harta bendanya. karena keturunannya.a. niscaya kamu akan beruntung. sesungguhnya budak wanita hitam lagi tidak cantik tetapi beragama adalah lebih utama. dan karena agamanya.. Imam Muslim meriwayatkan pula melalui Ibnu Umar r. dari Nabi Saw. karena barangkali harta bendanya itu membuatnya kelewat batas. dari Jabir r. Firman Allah Swt.a.. bahwa Rasulullah Saw. yaitu karena hartanya. Disebutkan pula oleh Imam Muslim.: dunia Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita beriman) sebelum mereka beriman.a. dari Abu Hurairah r. yang telah bersabda: Wanita itu dinikahi karena empat perkara. karena kecantikannya. janganlah kalian mengawinkan wanita yang beriman dengan lelaki yang musyrik. (Al-Baqarah: 221) Artinya. Akan tetapi. pernah bersabda: Dunia itu adalah kesenangan. Tetapi nikahilah karena agamanya. maka pilihlah wanita yang kuat agamanya.. Al-Afriqi orangnya daif. Disebutkan di dalam kitab Sahihain. Pengertian ayat ini sama dengan firman-Nya: . hal yang semisal.

t y. walaupun dia menarik hatimu. (Al-Baqarah: 221) Yang dimaksud dengan bi iznihi ialah dengan syariat-Nya dan perintah serta larangan-Nya. seorang lelaki mukmin —sekalipun sebagai budak yang berkulit hitam (Habsyi)— adalah lebih baik daripada orang musyrik.424 J u z 2 — Al-Baqarah Mereka (wanita-wanita yang beriman) tiada halal bagi orangorang kafir itu. sedangkan Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izinNya. (Al-Mumtahanah: 10) Adapun firman Allah Swt. Hal tersebut akibatnya akan sangat mengecewakan. sekalipun ia sebagai pemimpin lagi orang yang kaya.: Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik daripada orang musyrik. dan orang-orang kafir itu tiada halal pula bagi mereka. (Al-Baqarah: 221) Dengan kata lain. (Al-Baqarah: 221) Yakni bergaul dan berjodoh dengan mereka membangkitkan cinta kepada keduniawian dan gemar mengumpulkannya serta mementingkan duniawi di atas segalanya dan melupakan perkara akhirat. Mereka mengajak ke neraka. .

ayat 222-223 Mereka bertanya kepadamu tentang haid. dari Anas. "Haid itu adalah suatu kotoran. telah menceritakan kepada kami Hammad ibnu Salamah. hendaklah kalian menjauhkan diri dari wanita di waktu haid. Apabila mereka telah suci. maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepada kalian." Oleh sebab itu. telah menceritakan kepada kami Abdur Rahman ibnu Mahdi. maka mereka ddak . Dan kerjakanlah (amal yang baik) untuk diri kalian. dari Sabit. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang tobat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri.Tafsir Ibnu Kasir 425 Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran. bahwa orang-orang Yahudi itu apabila ada seorang wanita dari mereka mengalami haid. dan janganlah kalian mendekati mereka. Imam Ahmad mengatakan. Istri-istri kalian adalah (seperti) tanah tempat kalian bercocok tanam. dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kalian kelak akan menemui-Nya. sebelum mereka suci. (Al-Baqarah: 221) Al-Baqarah. Dan berilah kabar gembira orang-orang yang beriman. Katakanlah. maka datangilah tanah tempat bercocok tanam kalian itu bagaimana saja kalian kehendaki.

" Kemudian datanglah Usaid ibnu Hudair dan Abbad ibnu Bisyr. tidak mau pula serumah dengan mereka. dan mereka berpapasan dengan hadiah yang akan diberikan kepada Rasulullah Saw. Kedka keduanya sampai di hadapan Rasulullah Saw. maka beliau memberinya minum dari air susu itu. dan janganlah kalian mendekati mereka. berubah hingga kami menduga bahwa beliau sangat marah terhadap Usaid dan Abbad. bersabda: Lakukanlah segala sesuatu kecuali nikah (bersetubuh).. hendaklah kalian menjauhkan diri dari wanita di waktu haid. Ketika sahabat Nabi Saw. Setelah itu keduanya pulang. tidak sekali-kali ia membiarkan suatu hal dari urusan kami. "Wahai Rasulullah. Maka keduanya mengerti bahwa Rasulullah Saw. sebelum mereka suci. berupa air susu. Maka bolehkah kami bersetubuh dengan mereka (wanita-wanita yang sedang haid)?" Mendengar itu roman muka Rasulullah Saw. "Apakah yang dikehendaki oleh lelaki ini (maksudnya Nabi Saw. memanggil keduanya untuk datang menghadap.). (Al-Baqarah: 222). (dengan istri yang sedang haid) Kedka berita tersebut sampai kepada orang-orang Yahudi. maka Allah Swt. menurunkan firman-Nya: Mereka bertanya kepadamu tentang haid. melainkan ia pasd berbeda dengan kami mengenainya. sesungguhnya orang-orang Yahudi mengatakan anu dan anu. ." Oleh sebab itu. tidak marah terhadapnya. Maka Rasulullah Saw. maka mereka mengatakan. hingga akhir ayat. "Haid itu adalah suatu kotoran. menanyakan masalah ini kepadanya.426 Juz 2 — Al-Baqarah mau makan bersamanya. Kemudian Rasulullah Saw. Katakanlah. lalu keduanya berkata.

telah menceritakan kepada kami Abdullah (yakni Ibnu Umar ibnu Ganim)." Siti Aisyah menga* . Imam Abu Daud mengatakan pula.: Oleh sebab itu. dari Abdur Rahman (yakni ibnu Jiyad). dari Ayyub. "Salah seorang dari kami mengalami haid. maka terlebih dahulu beliau menutupi farjinya dengan kain. hendaklah kalian menjauhkan diri dari wanita di waktu haid.. (Al-Baqarah: 222) Yang dimaksud ialah menjauhi farjinya. karena berdasarkan sabda Rasulullah Saw.a. Karena itulah maka banyak kalangan ulama yang berpendapat bahwa boleh menggauli istri dalam masa haidnya selain persetubuhan.: Bahwa Nabi Saw. sedangkan dia dan suaminya ddak mempunyai ranjang kecuali hanya satu buah ranjang. dari Imarah ibnu Garrab. bahwa salah seorang bibinya pernah menceritakan kepadanya hadis berikut: Bahwa ia pernah bertanya kepada Sid Aisyah r. Abu Daud mengatakan pula. Firman Allah Swt. apabila menginginkan sesuatu dari istrinya yang sedang haid. dari salah seorang istri Nabi Saw. telah menceritakan kepada kami Musa ibnu Ismail. telah menceritakan kepada kami Asy-Sya'bi. dari Ikrimah. yang mengatakan: Lakukanlah segala sesuatu (dengan mereka) kecuali nikah (bersetubuh).Tafsir Ibnu Kasir 427 Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Muslim melalui hadis Hammad ibnu Zaid ibnu Salamah. telah menceritakan kepada kami Hammad.

Pada suatu hari Rasulullah Saw. "Apakah yang boleh dilakukan oleh seorang lelaki terhadap istrinya yang sedang haid?" Siti Aisyah menjawabnya. selamat datang. Aku tidak ke mana-mana hingga mataku terasa mengantuk. 'Bukalah kedua pahamu. "Aku akan menceritakan kepadamu tentang apa yang pernah dilakukan oleh Rasulullah Saw. "Segala sesuatu kecuali persetubuhan. telah menceritakan kepada kami Ayyub."'' Mereka memberi izin kepadanya untuk menemui Siti Aisyah. bersabda." Masruq berkata. telah menceritakan kepada kami Ibnu Basysyar. lalu ia berkata. "Sesungguhnya aku hendak menanyakan kepadamu tentang suatu masalah. lalu ia berkata. dan aku mendekapnya hingga ia merasa hangat dan tidur'. 'Aku sedang haid." Abu Ja'far ibnu Jarir mengatakan." . dari catatan Abu Qilabah yang menceritakan hadis berikut: Bahwa Masruq memacu untanya menuju rumah Siti Aisyah.' Maka aku membuka kedua pahaku. merasa kedinginan.' Nabi Saw. "Sesungguhnya aku adalah ibumu dan kamu adalah anakku. "Selamat datang. dan ternyata Nabi Saw. lalu beliau keluar ke musalanya (masjid yang ada di dalam rumah Siti Aisyah).428 J u z 2 — Al-Baqarah takan. lalu beliau meletakkan pipi dan dadanya di atas kedua pahaku. masuk ke dalam rumahku (menggilirnya). "Semoga keselamatan terlimpah kepada Nabi dan keluarganya. telah menceritakan kepada kami Abdul Wahhab.Maka Siti Aisyah berkata." Siti Aisyah menjawab. Lalu Masruq masuk dan bertanya. tetapi aku malu mengutarakannya. 'Mendekatlah kepadaku!' Aku menjawab.

seorang suami boleh ddur bersama istrinya yang sedang haid. "(Kamu boleh melakukan segala sesuatu kepada istrimu) pada bagian di atas kain sarungnya.a. membaca Al-Qur'an. Ibnu Jarir meriwayatkan pula dari Abu Kuraib. dari Maimun ibnu Mihran.a." Menurut kami. "Segala sesuatu kecuali persetubuhan. yang menceritakan: . dari Uyaynah ibnu Abdurrahman ibnu Jusyan. Sid Aisyah r. Di dalam kitab sahih disebutkan sebuah hadis dari Sid Aisyah r.a.Tafsir Ibnu Kasir 429 Ibnu Jarir meriwayatkan pula dari Humaid ibnu Mus'adah. Al-Hasan. pernah memerintahku agar aku mencuci kepalanya." Pendapat yang sama dikatakan pula oleh Ibnu Abbas. dari Hajjaj. pernah menceritakan hadis berikut: Rasulullah Saw. Mujahid. boleh pula makan bersamanya tanpa ada yang memperselisihkannya. dari Ibnu Abuz Zaidah. dari Yazid ibnu Zurai'. dari Masruq yang mengatakan. lalu Rasulullah Saw. yang pernah mengatakan kepadanya. apakah yang dihalalkan bagi seorang lelaki terhadap istrinya apabila ia sedang haid?" Siti Aisyah menjawab. pernah bersandar di alas pangkuanku. Dan beliau Saw. "Aku bertanya kepada Siti Aisyah. dan Ikrimah. sedangkan aku dalam keadaan haid. dari Marwan Al-Asfar. dari Sid Aisyah r. sedangkan aku dalam keadaan berhaid.

Maka jika tubuhnya terkena sesuatu (darah) dariku. ddak mendekatinya hingga ia suci dari haidnya. Dan jika bajunya terkena sesuatu dariku. dari Jabir ibnu Subhi yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar Khalas Al-Hajri menceritakan hadis berikut dari Siti Aisyah r. beliau mencucinya tanpa melampaui bagian lainnya.a. sering berada dalam satu selimut. telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz (yakni Ibnu Muhammad). dari Abui Yaman. maka beliau mencuci bagian yang terkena tanpa melampaui bagian lainnya dan memakainya untukasalat. Hadis yang diriwayatkan oleh Imam Abu Daud. telah menceritakan kepada kami Musaddad.: y «• y Aku dan Rasulullah Saw. telah menceritakan kepada kami Yahya. Ma- .a. Dengan kata lain. Maka Nabi Saw. Imam Abu Daud mengatakan. lalu aku memberikannya kepada Nabi Saw. maka beliau meletakkan mulutnya di tempat bekas aku meletakkan mulutku. meletakkan mulutnya di tempat bekas gigitanku. ia ddak mendekat kepada Rasulullah.begitu pula Rasulullah Saw. yang mengatakan: Adalah aku bila sedang haid. maka aku turun dari kasur ke tikar. yaitu telah menceritakan kepada kami Sa'id ibnu Jabbar. sedangkan aku dalam keadaan berhaid yang deras. dari Ummu Zurrah. dari Sid Aisyah r.430 J u z 2 — Al-Baqarah Aku pernah makan daging yang ada tulangnya ketika sedang haid. lalu aku minum dan memberikan bekas minumanku kepadanya..

.a. Maka Rasulullah Saw. "Apakah yang dihalalkan olehku terhadap istriku jika ia sedang haid?" Maka Rasulullah Saw. Hal ini semakna dengari riwayat dari Siti Aisyah seperti yang telah disebutkan di atas.. Sa'id ibnul Musayyab serta Syuraih. juga riwayat Ibnu Abbas. "Bagian di atas kain sarung. maka terlebih dahulu beliau memerintahkan kepadanya untuk memakai kain sarung. dari Hizam ibnu Hakim. tentang apa yang dihalalkan baginya terhadap istrinya yang sedang haid. seperd yang telah disebutkan di dalam kitab Sahihain dari Maimunah bintil Haris Al-Hilaliyah yang telah menceritakan: Adalah Nabi Saw. menjawab. Demikianlah lafaz yang diketengahkan oleh Imam Bukhari. bersabda: Bagian di atas kain sarung. apabila ingin menggauli salah seorang istrinya yang sedang haid. Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan pula hadis yang semisal dari Siti Aisyah r. dan Imam Turmuzi serta Imam Ibnu Majah meriwayatkan melalui hadis Al-Ala. dari pamannya (yaitu Abdullah ibnu Sa'd Al-Ansari). Ulama lainnya mengatakan bahwa sesungguhnya seorang istri dihalalkan bagi suaminya dalam masa haidnya hanya pada bagian selain dari anggota di bawah kain sarungnya. Imam Ahmad. bahwa ia pernah bertanya kepada Rasulullah Saw. tetapi menahan diri dari hal tersebut adalah lebih utama.Tafsir Ibnu Kasir 431 ka hadis ini diinterpretasikan dengan pengertian sebagai tindakan preventif dan hati-hati." Imam Abu Daud meriwayatkan pula dari Mu'az ibnu Jabal yang menceritakan bahwa ia pernah bertanya kepada Rasulullah Saw. Imam Abu Daud.

Pendapat ini meaipakan salah satu dari dua pendapat di kalangan mazhab Syafii yang dinilai rajih oleh kebanyakan ulama Irak dan lain-lainnya. apakah orang yang bersangkutan harus membayar kifarat atau ddak. Imam Ahmad meriwayatkan pula dari Ibnu Abbas. maka kifaratnya satu dinar. berarti dia telah berdosa dan harus meminta ampun kepada Allah serta bertobat kepada-Nya. Pendapat ini berdasarkan kepada hadis yang diriwa yatkan oleh Imam Ahmad dan kitab-kitab sunnah dari Ibnu Abbas. dan jika darah haid berupa kuning. meminta ampun ke- . untuk menghindari hal-hal yang diharamkan oleh Allah dan telah disepakati oleh seluruh ulama.432 J u z 2 — Al-Baqarah Hadis-hadis di atas dan lain-lainnya yang serupa merupakan hujah bagi orang-orang yang berpendapat bahwa dihalalkan bersenangsenang dengan istri yang sedang haid pada bagian di atas kain sarungnya. dari Nabi Saw. yaitu bersetubuh pada farjinya. Pendapat kedua —yang merupakan pendapat yang sahih— adalah qaul jadid dari mazhab Imam Syafii dan pendapat jumhur. maka kifaratnya adalah setengah dinar. maka kifaratnya setengah dinar. Maka dia harus menyedekahkan satu dinar atau setengah dinar.ulama menyebutkan bahwa ddak ada kifarat dalam masalah ini. Kesimpulan pendapat mereka menyatakan bahwa daerah yang ada di sekitar farji hukumnya haram. mengenai seseorang yang mendatangi istrinya yang sedang haid. Kemudian orang yang melanggar hal tersebut. melainkan orang yang bersangkutan diharuskan beristigfar. menetapkan denda satu dinar apabila menyetubuhi wanita yang sedang haid. salah satunya mengatakan harus. Akan tetapi. sedangkan ia belum mandi. Maka jawabannya ada dua hal. dan jika disetubuhi darah telah berhenti darinya. Menurut lafaz Imam Turmuzi disebutkan seperd berikut: Apabila darah haid berupa merah. bahwa Rasulullah Saw.

melarang mendekati mereka untuk bersetubuh selagi mereka masih dalam masa haidnya. "Haid itu adalah suatu kotoran. (Al-Baqarah: 222). Makna yang terkandung dari kalimat ini memberikan pengertian bahwa apabila darah haid telah berhenti. hendaklah kalian menjauhkan diri dari wanita di waktu haid. . Imam Abu Abdullah Ahmad ibnu Muhammad ibnu Hambal mengatakan di dalam kitab At-Ta'ah-nya sehubungan dengan makna firman-Nya: Mereka bertanya kepadamu tentang haid. mengingat tidak ada hadis marfu' yang sahih menurut pendapat mereka. Firman Allah Swt. hingga akhir ayat.Tafsir Ibnu Kasir 433 pada Allah Swt. Katakanlah. Ada juga yang diriwayatkan secara mauquf bahkan yang mauquf inilah yang sahih menurut kebanyakan pendapat ulama hadis. berarti boleh digauli lagi.: Dan janganlah kalian mendekati mereka sebelum mereka (Al-Baqarah: 222) Ayat ini merupakan tafsir dari firman-Nya: suci. dan janganlah kalian mendekati mereka sebelum mereka suci.. (Al-Baqarah: 222) Allah Swt. Oleh sebab itu. hendaklah kalian menjauhkan diri dari wanita di waktu haid. Apabila mereka telah suci." Oleh sebab itu. Dalam pembahasan yang lalu telah diriwayatkan hadis mengenai ini secara marfu'. maka campurilah mereka itu.

dan mereka menjadikan larangan yang mendahuluinya merupakan qarinah yang memalingkan makna ayat dari pengertian wajib. maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepada kalian. sama halnya dengan ayat yang mutlak. maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepada kalian. Mereka berpendapat sama dengan yang dikatakan oleh Ibnu Hazm dan memerlukan jawaban yang sama pula dengannya. Di antara mereka ada yang mengatakan bahwa makna yang terkandung di dalam ayat ini menunjukkan pengertian wajib. (Al-Baqarah: 222) Pendapat ini tidak mempunyai sandaran. mengatakan bahwa salah seorang di antara mereka bila mengalami haid. wajib melakukan jimak setelah tiap habis haid. Sehubungan dengan masalah ini banyak pendapat di kalangan ulama Usul yang mengomentarinya. karena berdasarkan firman-Nya: Apabila mereka telah suci. .: Apabila mereka telah suci. mengingat masalahnya terjadi dengan adanya perintah sesudah larangan. Firman Allah Swt. Kedka Maimunah dan Aisyah r. maka ia memakai kain sarung dan masuk bersama Rasulullah Saw.434 J u z 2 — Al-Baqarah Bersuci menunjukkan boleh mendekatinya.a. pendapat ini masih perlu dipertimbangkan. Hal ini menunjukkan bahwa tidak sekali-kali beliau menghendaki demikian melainkan ingin melakukan persetubuhan. Di antara mereka ada yang berpendapat bahwa makna ayat ini menunjukkan ibahah (pembolehan). (Al-Baqarah: 222) Makna ayat ini menganjurkan dan memberikan petunjuk tentang cara menggauli mereka sesudah bersuci. Akan tetapi. di dalam selimutnya. Bahkan Ibnu Hazm berpendapat.

pendapat inilah yang sahih. Kecuali Imam Abu Hanifah. yakni kepada perintah sebelum ada larangan. Jika perintahnya menunjukkan pengertian wajib. maka boleh Apabila telah ditunaikan salat. lalu dipilih oleh sebagian para Imam Mutakhkhirin. maka bertebaranlah kalian di muka bumi. (Al-Maidah: 2) Firman Allah Swt.: ibadah haji. ia mengatakan bahwa jika darah haidnya baru terhenti lebih dari sepuluh hari yang merupakan batas maksimal masa haid menu- . maka bunuhlah orang musyrik itu. Perihalnya sama dengan pengertian yang terkandung di dalam firman-Nya: Apabila sudah habis bulan-bulan Haram.Tafsir Ibnu Kasir 435 Pendapat yang kuat sesuai dengan makna yang terkandung di dalam dalil ini mengatakan bahwa permasalahannya dikembalikan kepada hukum sebelumnya. Seperti makna yang terkandung di dalam firman-Nya: Dan apabila kalian telah menyelesaikan berburu. Imam Gazali dan ulama lainnya meriwayatkan pendapat ini. maka hukumnya mubah pula. Para ulama sepakat bahwa seorang wanita apabila masa haidnya telah habis. (Al-Jumu'ah: 10) Dalil-dalil di atas memperkuat pendapat ini. (At-Taubah: 5) orang- Atau menunjukkan makna mubah. maka hukumnya wajib. ddak halal digauli suaminya sebelum mandi dengan air atau tayamum jika bersuci dengan air ddak dapat dilakukannya karena uzur berikut dengan segala persyaratannya.

(Al-Baqarah: 222) Yaitu bersuci dengan air. Demikian pula apa yang dikatakan oleh Mujahid. berarti ia telah berbuat melampaui batas. Muqatil ibnu Hayyan. yang dimaksud ialah farjinya. Firman Allah Swt. Ikrimah. Maka barang siapa yang melakukan penyimpangan dalam hubungannya. . tidak perlu mandi terlebih dahulu. maka si wanita halal bagi suaminya begitu darahnya terhenti. Ali ibnu Abu Talhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya: maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan kepada kalian. Al-Hasan. (Al-Baqarah: 222) Allah Menurut Ibnu Abbas dan Mujahid serta ulama lainnya yang bukan hanya seorang. (Al-Baqarah: 222) Allah Yang dimaksud ialah farjinya dan ddak boleh melampauinya ke anggota lainnya.436 J u z 2 — Al-Baqarah rutnya.: CVW : S a-J\} (/ maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan kepada kalian. Ibnu Abbas mengatakan sehubungan dengan firman-Nya: sebelum mereka bersuci. dan Al-LaiS ibnu Sa'd serta lain-lainnya. (Al-Baqarah: 222) Yakni suci dari darah haidnya. Apabila mereka telah suci.

(AlBaqarah: 222) Yaitu bertobat dari perbuatan dosa. dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri. Ad-Dahhak. larangan mendatangi istri yang sedang haid atau mendatangi . dalam keadaan suci dan tidak berhaid. Abu Razin. seperti yang akan diterangkan kemudian. Karena itulah maka pada akhir ayat disebutkan oleh firman-Nya: Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertobat. sekalipun ia melakukan persetubuhannya berkali-kali. (Al-Baqarah: 222) Allah Maksudnya. Di dalam ayat ini terkandung pengertian yang menunjukkan haram melakukan persetubuhan pada dubur (liang anus). dan bukan hanya seorang ulama saja telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: Maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan kepada kalian. dan Ikrimah telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: O ----- d/ tempat yang diperintahkan Allah kepada kalian. Ikrimah. (Al-Baqarah: 222) Yakni janganlah kalian menjauhi mereka. Mujahid.Tafsir Ibnu Kasir 437 Ibnu Abbas. (Al-Baqarah: 222) Yakni orang-orang yang membersihkan dirinya dari kotoran dan penyakit.

seperd yang telah ditetapkan oleh banyak hadis. yaitu lubang kemaluan.438 J u z 2 — Al-Baqarah istri bukan pada tempat (anggota tubuh)nya yang diperkenankan untuk itu. dari Ibnul Munkadir yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar sahabat Jabir menceritakan hadis berikut: Dahulu orang-orang Yahudi berkeyakinan bahwa jika seseorang menyetubuhi istrinya dari arah belakang. (Al-Baqarah: 223) Imam Muslim meriwayatkannya —begitu pula Imam Abu Daud— melalui hadis Sufyan As-Sauri dengan lafaz yang sama. Firman Allah Swt. Imam Bukhari mengatakan. maka kelak anaknya bermata juling. telah menceritakan kepada kami . Dalam firman selanjurnya disebutkan: maka datangilah tanah tempat bercocok tanam kalian itu bagaimana saja kalian kehendaki. (Al-Baqarah: 223) bercocok Ibnu Abbas mengatakan bahwa yang dimaksud dengan al-hars ialah peranakan (kemaluan). Ibnu Abu Hatim mengatakan. telah menceritakan kepada kami Aku Na'im. telah menceritakan kepada kami Sufyan. (Al-Baqarah: 223) Yakni bagaimanapun caranya menurut kehendak kalian.: Istri-istri kalian adalah (seperti) tanah tempat kalian tanam. baik dari depan ataupun dari belakang dengan syarat yang didatanginya adalah satu lubang. Maka turunlah firman-Nya: Istri-istri kalian adalah (seperti) tanah tempat bercocok tanam. maka datangilah tanah tempat bercocok tanam kalian itu bagaimana saja kalian kehendaki.

Disebutkan bahwa Muhammad ibnul Munkadir pernah menceritakan kepada mereka bahwa. "Barang siapa yang mendatangi istrinya dari arah belakang. Abdullah ibnu Jabir pernah menceritakan kepadanya. "Wahai Rasulullah. telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahb. telah menceritakan kepadaku Malik ibnu Anas. didatangi- Di dalam hadis Bahz ibnu Hakim ibnu Mu'awiyah ibnu Haidah AlQusyairi. bagaimanakah cara yang diperbolehkan untuk mendatanginya dan apa sajakah cara yang dilarang?" Rasulullah Saw. disebutkan bahwa Mu'awiyah ibnu Haidah pernah bertanya. dari ayahnya. bersabda: Boleh dari depan dan boleh dari belakang jika yang nya adalah farji. Ibnu Juraij. sehubungan dengan istri-istri kami. maka datangilah lahan bercocok tanammu bagaimana saja kamu kehendaki. hanya kamu ti- . sehubungan dengan hadis ini disebutkan di dalamnya bahwa Rasulullah Saw. dari kakeknya. dan Sufyan Ibnu Sa'id As-Sauri. (Al-Baqarah: 223) Ibnu Juraij mengatakan. maka kelak anaknya akan bermata juling.Tafsir Ibnu Kasir 439 Yunus ibnu Abdul A'la. maka datangilah tanah tempat bercocok tanam kalian itu bagaimana saja kalian kehendaki. orang-orang Yahudi sering berkata kepada kaum muslim. bersabda: Seperti lahan bercocok tanammu." Lalu turunlah firman-Nya: Istri-istri kalian adalah (seperti) tanah tempat bercocok tanam kalian.

jangan Hingga akhir hadis. lalu mereka bertanya kepadanya tentang banyak hal. telah menceritakan kepadaku Ibnu Luhai'ah. Hadis lainnya diriwayatkan oleh Ibnu Abu Hatim. dari Yazid ibnu Abu Habib. dari Ibnu Abbas yang menceritakan bahwa ayat berikut. dari Amir Ibnu Yahya. maka datangilah tanah tempat bercocok tanam kalian itu bagaimana saja kalian kehendaki' (Al-Baqarah: 223).440 J u z 2 — Al-Baqarah elak boleh memukul wajah. Kemudian ada seorang lelaki berkala kepadanya. dari Abdullah ibnu Hanasy. dari Abdullah ibnu Abbas yang menceritakan: Sejumlah orang dari Himyar datang kepada Rasulullah Saw. Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan pemilik kitab-kitab sunnah. telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahb. dan jangan berkata buruk. "Sesungguhnya aku suka wanita. telah menceritakan kepada kami Yahya ibnu Gailan. pula mengisolisasi(nya) kecuali di dalam rumah. 1 Imam Ahmad meriwayatkan. telah menceritakan kepadaku Al-Hasan ibnu Sauban. telah menceritakan kepada kami Yunus. maka bagaimanakah yang harus kulakukan menurutmu?" Maka turunlah firman-Nya. (Al-Baqarahi 223) tanam . "Istri-istri kalian adalah (seperti) tanah tempat bercocok tanam kalian. dari Amir ibnu Yahya Al-Magafiri. telah menceritakan kepada kami Rasyidin.. yaitu firman-Nya: Istri-istri kalian adalah (seperti) tanah tempat bercocok kalian. dari Hanasy.

"Hai keponakanku. Maka Nabi Saw.yrjo. (Al-Baqarah: 223).. juga diriwayatkan oleh Al-Hafiz Abu Ya'la Al-Mausuli.." Hafsah menjawab. Maka orang-orang memprotes perbuatannya itu. "Mendatangi wanita (istri) pada liang anusnya. menjawab: Datangilah ia dengan posisi apa pun selagi yang didatangi adalah farjinya. jangan malu-malu. pv=dOJ^j^3^i tanam Istri-istri kalian adalah (seperti) tanah tempat bercocok kalian.Tafsir Ibnu Kasir 441 Ayat ini diturunkan berkenaan dengan sejumlah orang dari kalangan Ansar yang datang kepada Nabi Saw. Kemukakanlah. bahwa ada seorang lelaki menyetubuhi istrinya pada liang anusnya. dari Hisyam ibnu Sa'd ibnu Zaid ibnu Aslam. Hadis lainnya diriwayatkan oleh Abu Ja'far At-Tahawi di dalam kitabnya yang berjudul Musykilul Hadis. telah menceritakan kepada kami Wuhaib. "Sesungguhnya aku akan bertanya kepadamu tentang suatu masalah. dari Abdullah ibnu Sabit yang menceritakan hadis berikut: Aku masuk menemui Hafsah binti Abdur Rahman ibnu Abu Bakar dan kukatakan kepadanya. tetapi aku malu mengemukakannya kepadamu." Abdullah ibnu Sabit berkata. dari Abdullah ibnu Nafi' dengan lafaz yang sama." Hafsah berkata bahwa Ummu Salamah . telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Nafi'. Dinyatakan bahwa telah menceritakan kepada kami Affan. telah menceritakan kepada kami Ya'qub ibnu Kasib. Hadis ini diriwayatkan pula oleh Ibnu Jarir. dan bertanya kepadanya.". lalu Allah menurunkan firman-Nya: Ov. dari Al-Haris ibnu Syuraih. dari Abu Sa'id Al-Kudri. Hadis lainnya diriwayatkan oleh Imam Ahmad. Disebutkan bahwa telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Daud ibnu Musa. dari Ata ibnu Yasar. hingga akhir ayat. dari Yunus ibnu Ya'qub. telah menceritakan kepada kami Ubaidillah ibnu Usman ibnu Khaisam.

dari Hafsah Ummul Mu-minin. Setelah wanita itu datang. maka Rasulullah Saw. maka kelak anaknya bermata juling. yaitu satu liang (liang kemaluan). "Sesungguhnya suamiku suka mendatangiku dari arah belakang dan arah depan." Ketika Rasulullah Saw. (Al-Baqarah: 223) Yang dimaksud dengan annd syi-tum ialah subyeknya satu.442 J u z 2 — Al-Baqarah pernah menceritakan hadis berikut: Orang-orang Ansar suka mendatangi wanita dari arah belakang (posisi tengkurap). datang.. dari Bandar. dari Sufyan. dba-dba wanita Ansar itu merasa malu mengemukakan pertanyaannya. Ummu Salamah menjawab. hadis ini diriwayatkan pula melalui jalur Hammad ibnu Abu Hanifah. lalu bertanya. mereka ada yang menikah dengan wanita Ansar." Ummu Salamah segera memanggil wanita Ansar tadi. dba. "Panggillah wanita Ansar tadi. bersabda. tetapi dada seorang pun yang menaad suaminya dan mengatakan. membacakan kepadanya ayat berikut. Oleh karena itu. dari Abu Khaisam dengan lafaz yang sama. dari ayahnya. maka datangilah tanah tempat kalian bercocok tanam itu bagaimana saja kalian kehendaki. dan Nabi Saw. "Duduklah dahulu hingga Rasulullah Saw. ia keluar. dari Ibnu Khaisam. "Jangan dulu kamu lakukan sebelum aku tanyakan kepada Rasulullah Saw." Lalu wanita Ansar itu datang kepada Ummu Salamah dan menemuinya serta menceritakan kepadanya hal tersebut. Hadis ini diriwayatkan pula oleh Imam Turmuzi. yaitu firman-Nya: Istri-istri kalian adalah (seperti) tanah tempat kalian bercocok tanam. bahwa ada seorang wanita datang kepadanya. Lalu Ummu Salamahlah yang menanyakannya kepada Nabi Saw. Sedangkan orangorang Yahudi mengatakan bahwa barang siapa yang mendatangi istrinya dari arah belakang. dari Ibnu Mahdi. maka aku ddak suka . Kedka kaum Muhajirin datang di Madinah. dan ia mengatakan bahwa hadis ini berpredikat hasan. mengenai cara ini. Menurut kami. lalu mereka mendatanginya dari arah belakang. dari Yusuf ibnu Mahik.

bertanya. Hasan mengatakan bahwa hadis ini berpredikat garib. telah menceritakan kepada kami Ya'qub (yakni Al-Qummi). aku telah binasa. Al-Hafiz Abu Ya'la mengatakan. dari Ja'far. liang Imam Turmuzi meriwayatkan dari Abdu ibnu Humaid. Disebutkan bahwa telah menceritakan kepada kami Hasan. "Apakah yang menyebabkan kamu binasa?" Umar menjawab. lalu berkata." Kedka hal tersebut disampaikan kepada Rasulullah Saw.. tetapi jauhilah dubur dan masa haid. dari Sa'id ibnu Jubair. beliau menjawab: Tidak mengapa jika yang dimasukinya farjinya)." Rasulullah Saw. ddak menjawab sepatah kata pun. bahwa Allah menurunkan wahyu kepada Rasul-Nya. "Wahai Rasulullah. "Tadi malam aku membalikkan pelanaku (istriku). yaitu ayat berikut: Istri-istri kalian adalah (seperti) tanah tempat kalian bercocok tanam. telah menceritakan kepada kami Abdullah . (Al-Baqarah: 223) Kemudian Rasulullah Saw. adalah satu liang (liang Hadis lainnya diriwayatkan oleh Imam Ahmad. Ibnu Abbas melanjutkan kisahnya.Tafsir Ibnu Kasir 443 dengan cara itu. dari Ibnu Abbas yang menceritakan bahwa sahabat Umar ibnul Khattab datang kepada Rasulullah Saw.. telah menceritakan kepada kami Al-Haris ibnu Syuraih." Rasulullah Saw. dari Hasan ibnu Musa Al-Asy-yab dengan lafaz yang sama. bersabda: Datangilah dari depan dan dari belakang. maka datangilah tanah tempat bercocok tanam kalian itu bagaimana saja kalian kehendaki.

Ketika kaum Muhajirin datang ke Madinah. Tersebutlah bahwa termasuk perkara Ahli Kitab ialah mereka tidak mendatangi istri-istrinya melainkan hanya dengan satu posisi saja. Oleh sebab itu. dan lain sebagainya. telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz ibnu Yahya Abui Asbag yang mengatakan bahwa telah menceritakan kepadaku Muhammad (yakni Ibnu Salamah)." Maka Allah menurunkan firman-Nya: Istri-istri kalian adalah (seperti) tanah tempat kalian bercocok tanam. belakang. (Al-Baqarah: 223) Imam Abu Daud mengatakan. Selanjurnya si lelaki itu melakukan terhadapnya sebagaimana ia biasa melakukannya "dengan berbagai macam posisi. Mereka menikmati persetubuhannya dengan istri-istri mereka secara maksimal. dari Zaid ibnu Aslam.444 J u z 2 — Al-Baqarah ibnu Nafi'. dari Muhammad ibnu Ishaq. lalu seseorang dari mereka kawin dengan seorang wanita dari kalangan Ansar. Sedangkan kebiasaan orang-orang Quraisy dalam mendatangi istrinya memakai berbagai macam cara dan posisi yang tidak pernah dilakukan oleh orang-orang Ansar. "Si Fulan telah mendatangi istrinya pada bagian belakangnya. tetapi istrinya yang Ans. dalam kebanyakan hal orang-orang Ansar mengikuti cara mereka. telah menceritakan kepada kami Hisyam ibnu Sa'd. dari Aban ibnu Saleh. mendatangi istrinya pada bagian belakangnya. cara telentang. cara yang demikian lebih menutupi tubuh si istri. dari Ibnu Abbas yang menceritakan bahwa Ibnu Umar —semoga Allah mengampuninya— telah menduga bahwa sesungguhnya kaum Ansar pada mulanya adalah Ahli Wasani. Orang-orang Ansar berpandangan bahwa orang-orang Yahudi mempunyai keutamaan lebih dari mereka dalam hal ilmu. baik dari arah depan. Lalu orang-orang Ansar meniru jejak mereka dalam hal tersebut. dari Ata ibnu Yasar. dari Abu Sa'id yang menceritakan bahwa ada seorang lelaki di masa Rasulullah Saw. dari Mujahid. "Se- . sedangkan golongan lainnya adalah orang-orang Yahudi yang merupakan Ahli Kitab.ar itu menolak dan mengatakan. maka datangilah tanah tempat bercocok tanam kalian itu bagaimana saja kalian kehendaki. Mereka mengatakan.

" Kemudian perihal keduanya tersebar. yaitu hadis-hadis yang terdahulu tadi. Hadis ini diriwayatkan pula oleh Al-Hafiz Abui Qasim At-Tabrani melalui jalur Muhammad ibnu Ishaq. hingga sampailah pada firman-Nya: Istri-istri kalian adalah (seperti) tanah tempat kalian bercocok tanam. "Sesungguhnya kaum Quraisy biasa. Jika kamu ddak mau. . Akhirnya sampailah berita itu kepada Rasulullah Saw. maka datangilah tanah tempat kalian bercocok tanam itu bagaimana saja kalian kehendaki. dari depan. maka datangilah tanah tempat kalian bercocok tanam itu bagaimana saja kalian kehendaki. menurunkan firmanNya: Istri-istri kalian adalah (seperti) tanah tempat kalian bercocok tanam. Maka Allah Swt. kami biasa didatangi dari arah depan saja. yang dimaksud ialah pada farjinya. menjauhlah dariku. dan cara telentang." lalu Ibnu Abbas menuturkan hadis ini hingga selesai. Hadis ini hanya diriwayatkan oleh Imam Abu Daud. dari Aban ibnu Saleh. terlebih lagi riwayat yang dikemukakan oleh Ummu Salamah yang mirip dengan hadis ini. (Al-Baqarah: 223) Yakni boleh dengan cara dari belakang.mendatangi istri-istrinya dengan berbagai macam posisi di Mekah dan menikmati persetubuhannya secara maksimal. Maka lakukanlah itu. Ia berhenti pada tiap ayat dan menanyakan maknanya kepada Ibnu Abbas.Tafsir Ibnu Kasir 445 sungguhnya kebiasaan yang berlaku di kalangan kami. (Al-Baqarah: 223) Maka Ibnu Abbas berkata. tetapi banyak syahid yang mempersaksikan kesahihannya. dari Mujahid yang mengatakan bahwa ia pernah membacakan mus-haf kepada Ibnu Abbas mulai dari Fatihah hingga khatam.

ditinjau dari segi ini hanya dia sendirilah yang mengetengahkannya. Yaitu telah menceritakan kepada kami Ishaq. berkaitan dengan masalah apakah ayat ini diturunkan?" Aku menjawab. ia berkata. yang dimaksud ialah bila si istri didatanginya dari . Demikianlah menurut apa yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari. lalu ia membaca surat Al-Baqarah. dari Nafi' yang mengatakan bahwa pada suatu hari ia membaca firman-Nya: Istri-istri kalian adalah (seperti) tanah tempat kalian bercocok tanam. "Tidak. Abdus Samad mengatakan. Ibnu Jarir mengatakan. "Ayat ini diturunkan berkenaan dengan masalah anu dan anu. (Al-Baqarah: 223) . maka datangilah tanah tempat kalian bercocok tanam itu bagaimana saja kalian kehendaki. (dan seterusnya).446 Juz 2 — Al-Baqarah Perkataan Ibnu Abbas yang mengutarakan bahwa Ibnu Umar —semoga Allah mengampuninya— telah menduga seakan-akan ini mengisyaratkan kepada apa yang telah diriwayatkan oleh Imam Bukhari. Maka pada suatu hari aku memohon kepadanya untuk membacakannya." Ibnu Umar berkata. telah menceritakan kepada kami Ibnu Ulayyah. dari Nafi'." lalu ia melanjutkan bacaannya. telah menceritakan kepada kami Ibnu Aun. telah menceritakan kepada kami Ibnu Aun. bahwa Ibnu Umar apabila membaca AlQur'an ddak pernah berbicara sebelum merampungkannya. (Al-Baqarah: 223) Ibnu Umar mengatakan. Dan kedka bacaannya sampai pada suatu ayat. "Tahukah kamu. telah menceritakan kepadaku Ya'qub. dari Nafi'. telah menceritakan kepada kami An-Nadr ibnu Syamil.. telah menceritakan kepada kami Ayyub. dari Ibnu Umar sehubungan dengan firman-Nya: Maka datangilah tanah tempat kalian bercocok tanam itu bagaimana saja kalian kehendaki.. telah menceritakan kepadaku ayahku.

dari Ibnu Umar. niscaya orang-orang tidak akan menilai lemah hadis Nafi'. dari Ibnu Umar. "Tidak. telah menceritakan kepadaku ayahku." Telah menceritakan kepadaku Abu Qilabah. Pendapat ini merupakan ta'lil (komentar) dari Imam Nasai terhadap hadis ini. (Al-Baqarah: 223) Abu Hatim Ar-Razi mengatakan bahwa sekiranya hadis ini berada pada Zaid ibnu Aslam. Hadis ini diriwayatkan pula oleh Abdullah ibnu Nafi'. dari Ata ibnu Yasar» dari Ibnu Umar. bahwa ada seorang lelaki mendatangi istrinya pada liang anusnya. yang dimaksud ialah pada liang anusnya. lalu ia merasa sangat bersalah akibat perbuatannya itu. dari Ayyub. dari Nafi'. tetapi ddak sahih. dari Ibnu Umar. "Tahukah kamu berkenaan dengan masalah apakah ayat ini diturunkan?" Nafi' menjawab. Imam Nasai meriwayatkan dari Muhammad ibnu Abdullah ibnu Abdul Hakam." Ibnu Umar berkata. dari Daud ibnu Qais. (Al-Baqarah: 223) Ibnu Umar mengatakan. dari Abu Bakar ibnu Abu Uwais. dari Nafi'. lalu ia mengetengahkan hadis ini. . maka datangilah tanah tempat kalian bercocok tanam itu bagaimana saja kalian kehendaki. Telah diriwayatkan pula melalui hadis Malik. telah menceritakan kepada kami Abdus Samad ibnu Abdul Waris. dari Zaid ibnu Aslam. dari Sulaiman ibnu Bilal.Tafsir Ibnu KaSir 447 Ibnu Umar bertanya. "Ayat ini diturunkan berkenaan dengan masalah mendatangi wanita pada liang anusnya. dari Ibnu Umar sehubungan dengan firman-Nya: Maka datangilah tanah tempat kalian bercocok tanam itu bagaimana saja kalian kehendaki. Maka Allah menurunkan firmanNya: Istri-istri kalian adalah (seperti) tanah tempat kalian bercocok tanam. dari Zaid ibnu Aslam.

Sesungguhnya Ibnu Umar pada suatu hari membaca Al-Qur'an. dari Abdullah ibnu Sulaiman At-Tawil. "Mereka berdusta kepadaku. yaitu mendatangi istri dari belakang pada farjinya. 'Sesungguhnya kami golongan orang-orang Quraisy biasa mendatangi istri-istri kami dari arah belakang. hingga bacaannya sampai pada firman-Nya: 'Istri-istri kalian adalah (seperti) tanah tempat kalian bercocok tanam. bahwa kamu pernah mengatakan dari Ibnu Umar bahwa sesungguhnya Ibnu Umar pernah memfatwakan kaum wanita boleh didatangi pada liang anusnya. bukan pada liang anusnya.' Ibnu Umar mengatakan. dari Ali ibnu Usman An-Nafili." Nafi' berkata. 'Tidak. dari Sa'id ibnu Isa. 'Hai Nafi'. tahukah kamu perkara yang menyangkut ayat ini?' Nafi' menjawab. maka datangilah tanah tempat kalian bercocok tanam itu bagaimana saja kalian kehendaki' (Al-Baqarah: 223).448 Juz 2 — Al-Baqarah Hadis ini (yang mengatakan mendatangi istri dari belakang pada liang anusnya) dapat ditakwilkan seperd pengertian terdahulu. Mereka ddak menyukainya dan menganggapnya sebagai kesalahan yang besar. Kaum wanita Ansar bersikap demikian karena mereka meniru cara orang-orang Yahudi. dari Abun Nadr yang menceritakan bahwa ia pernah bertanya kepada Nafi' maula Ibnu Umar. dari Al-Fadl ibnu Fudalah. dari Ka'b ibnu Alqamah. ternyata hal tersebut menyakitkan mereka. sedangkan aku berada di sisinya. yaitu mereka hanya didatangi dari arah sisi (dan depannya). Lalu Ibnu Umar berkata. Pengertian ini berdasarkan apa yang telah diriwayatkan oleh Imam Nasai. lalu kami menghendaki dari mereka seperti apa yang biasa kami lakukan sebelumnya. sekarang akan aku ceritakan kepadamu bagaimana duduk perkaranya.' Maka Allah menurunkan firman-Nya: . "Sesungguhnya banyak orang yang membicarakan perihalmu. Kedka kami memasuki Madinah dan kami nikahi wanita-wanita Ansar.

Sekalipun pendapat ini (mendatangi istri boleh pada liang anusnya) dinisbatkan kepada sejumlah ahli fiqih Madinah dan lain-lainnya —sebagian dari mereka menisbatkan kepada Imam Malik di dalam Kitabus Sirr-nya— tetapi kebanyakan ulama memprotes kesahihannya. maka datangilah tanah tempat kalian bercocok tanam itu dari arah mana saja yang kalian kehendaki' (Al-Baqarah: 223). telah menceritakan kepada kami Ismail ibnu Ayyasy. dari Al-Husain ibnu Ishaq. dari Muhammad ibnul Munkadir. bahwa mendatangi wanita pada liang anusnya tidak diperbolehkan dan ddak dihalalkan. Telah diriwayatkan kepada kami. tidak halal bagi kalian mendatangi wanita pada liang anusnya. Sesungguhnya hadis yang diriwayatkan melalui berbagai jalur periwayatan telah menyebutkan adanya larangan melakukan perbuatan itu (mendatangi istri pada liang anusnya). Imam Ahmad mengatakan." Hadis ini berpredikat sahih.Tafsir Ibnu Kasir 449 'Istri-istri kalian adalah (seperti) tanah tempat kalian bercocok tanam. dari Khuzaimah ibnu Sabit: . dari At-Tabrani. telah menceritakan kepada kami Abdur Rahman. dari ibnu Umar. seperti yang akan dikemukakan nanti. dari Mifdal ibnu Fudalah. lalu ia mengetengahkan hadis ini. dari Jabir yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. sesungguhnya Allah tidak segan terhadap perkara yang hak. hal yang berbeda dengan riwayat di atas secara terang-terangan. Diriwayatkan pula oleh Ibnu Murdawaih. dari Ka'b ibnu Alqamah. Al-Hasan ibnu Arafah mengatakan. dari Zakaria ibnu Yahya Kadb Al-Umra. pernah bersabda: Malulah kalian. dari Suhail ibnu Abu Saleh. telah menceritakan kepada kami Sufyan. dari Abd ibnu Syadad. dari Abdullah ibnu Ayyasy.

bahwa ia pernah mendengar ayahnya menceritakan sebuah hadis dari Yazid ibnu Abdullah ibnu Usamah ibnul Had. Hal yang sama diketengahkan oleh Ibnu Hibban di dalam kitab sahih- . telah menceritakan kepada kami Abu Sa'id Al-Asyaj. melarang istrinya pada liang anusnya. pernah bersabda: Allah tidak mau melihat orang lelaki yang mendatangi lelaki lain atau seorang wanita pada liang anusnya. sesungguhnya Allah tidak segan terhadap perkara yang hak. tetapi di dalam sanadnya banyak terdapat perbedaan. Hadis lainnya dikatakan oleh Abu Isa At-Turmuzi dan Imam Nasai. Imam Nasai dan Imam Ibnu Majah menceritakan pula hadis ini melalui berbagai jalur dari Khuzaimah ibnu Sabit. Imam Ahmad mengatakan bahwa telah menceritakan kepada kami Ya'qub. dari Ad-Dahhak ibnu Usman. Abdullah Al-Waqifi pernah menceritakan sebuah hadis kepadanya bahwa Khuzaimah ibnu Sabit Al-Khatmi pernah menceritakan kepadanya bahwa Rasulullah Saw. dari Makhramah ibnu Sulaiman. dari Kuraib. dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. bahwa Ubaidillah ibnul Husain Al-Walibi pernah menceritakan sebuah hadis kepadanya. telah menceritakan kepada kami Abu Khalid Al-Ahmar. Kemudian Imam Turmuii mengatakan bahwa hadis ini hasan garib. pernah bersabda: Malulah kalian.450 J u z 2 — Al-Baqarah Bahwa Rasulullah Saw. seorang lelaki mendatangi Menurut jalur yang lain. janganlah kalian mendatangi istri kalian pada liang anusnya.

Akan tetapi. Jangan sekali-kali kalian melampaui batas ke bagian lainnya (ke liang anusnya). bahwa ada seorang lelaki bertanya kepada ibnu Abbas tentang mendatangi istri pada liang anusnya. "Hai dungu. dari Ad-Dahhak dengan lafaz yang sama secara mauquf. Maka Ibnu Abbas berkata. dari Waki'.Tafsir Ibnu Kasir 451 nya dan dinilai sahih oleh Ibnu Hazm. Abdu telah mengatakan pula dalam kitab tafsirnya. Maka Ibnu Abbas menjawab. ia menduganya sebagai hal yang dihalalkan. Imam Nasai meriwayatkannya pula dari Hannad. yang mengatakan: Istri-istri kalian adalah (seperd) tanah tempat kalian bercocok tanam. dari ayahnya. dari depan dan dari belakang. (Al-Baqarah: 223) Karena itu. telah menceritakan kepada kami Abdur Razzaq. dari ayahnya. telah menceritakan kepada kami Ibrahim ibnul Hakim. hanyalah sambil berdiri. sambil duduk. "Sesungguhnya aku telah mendatangi istriku pada liang anusnya." . Hal yang sama diriwayatkan pula oleh Imam Nasai melalui jalur Ibnul Mubarak. dari Ma'mar dengan lafaz yang semakna. dari Ibnu Tawus. lalu berkata. dari Ikrimah yang menceritakan bahwa ada seorang lelaki datang kepada Ibnu Abbas. Abdu mengatakan. tetapi yang dituju adalah farjinya. telah menceritakan kepada kami Ma'mar." Sanad riwayat ini sahih. "Kamu menanyakan kepadaku tentang kekufuran. sesungguhnya yang dimaksud oleh firman-Nya: 'Maka datangilah tanah tempat bercocok tanam kalian itu bagaimana saja kalian kehendaki' (Al-Baqarah: 223)." Kemudian lelaki itu mengatakan bahwa ia telah mendengar firman Allah Swt. maka datangilah tanah tempat bercocok tanam kalian itu bagaimana saja kalian kehendaki.

dari Qatadah. yang telah disebutkan di atas. dari kakeknya. bahwa Qatadah pernah ditanya mengenai seorang lelaki yang mendatangi istrinya pada Uang anusnya. dari Yazid ibnu Harun. telah menceritakan kepada kami Abdus Samad. telah menceritakan kepada kami Hammam. Riwayat ini lebih sahih sanadnya. tadi di atas. bahwa Nabi Saw. telah menceritakan kepadaku Hadbah. pernah bersabda: Perbuatan itu adalah lutiyah sugra (perbuatan kecil kaum Nabi Lut). dari ayahnya. telah menceritakan kepadaku Uqbah ibnu Wisaj. dari Abdullah ibnu Amr secara mauquf sabda Nabi Saw. dari kakeknya. Qatadah mengatakan. dari Abdullah ibnu Amr ibnul As yang mengatakan hadis Nabi Saw.452 J u z 2 — Al-Baqarah Hadis lainnya diriwayatkan oleh Imam Ahmad. bahwa Nabi Saw. adalah Abdullah ibnu Ahmad mengatakan. Hadis ini diriwayatkan pula oleh Yahya ibnus Sa'id Al-Qattan. pernah bersabda: Orang yang mendatangi istrinya pada liang anusnya orang yang melakukan perbuatan kecil kaum Lut. telah menceritakan kepada kami Hammam.dari Humaid Al-A'raj. . dari ayahnya. dari Abu Darda yang mengatakan bahwa dada yang pantas melakukan hal tersebut (mendatangi istri pada liang anusnya) melainkan hanyalah orang kafir. dari Amr ibnu Syu'aib. Hal yang sama diriwayatkan oleh Abdu ibnu Humaid. telah menceritakan kepada kami Amr ibnu Syu'aib. dari Amr ibnu Syu'aib. dari Sa'id ibnu Abu Arubah. dari ayahnya. dari Abu Ayyub. telah menceritakan kepada kami Qatadah. Maka Qatadah menjawab.

dari Abu Abdur Rahman Al-Habli.Tafsir Ibnu Kasir 453 Jalur lainnya diketengahkan oleh Ja'far Al-Faryabi. telah menceritakan kepada kami Ibnu Luhai'ah. dari Abdullah ibnu Umar yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. lelaki yang berzina dengan istri tetangganya. dan orang yang menyakiti tetangganya hingga si tetangga melaknatnya." Yaitu dua lelaki yang melakukan homoseks. telah menceritakan kepada kami Abdur Razzaq. telah menceritakan kepada kami Sufyan. lelaki yang mengawini antara ibu dan anak perempuannya. Hadis lainnya diketengahkan oleh Imam Ahmad. pernah bersabda: Ada tujuh macam orang yang Allah tidak mau memandang mereka di hari kiamat nanti dan tidak mau pula menyucikan mereka. dari Ali ibnu Talq yang telah mengatakan: . dari Muslim ibnu Salam. telah menceritakan kepada kami Qutaibah. Akan tetapi. dari Isa ibnu Huttan. dari Asim. lelaki yang menikahi tangannya (mastrubasi). lelaki yang menyetubuhi hewan. lelaki yang menyetubuhi istrinya pada dubur (liang anus)nya. dari Abdur Rahman ibnu Ziad ibnu An'am. bahkan berfirman. "Masuklah kalian ke dalam neraka bersama-sama orang-orang yang masuk neraka. Ibnu Luha'iah dan gurunya berpredikat daif.

Sesungguhnya Allah tidak merasa malu menerangkan perkara yang hak. telah menceritakan kepada kami Suhail. yang telah bersabda: Sesungguhnya orang yang mendatangi istrinya pada liang anusnya. Imam Ahmad mengatakan pula. dari Al-Haris ibnu Makhlad. telah menceritakan kepada kami Abdur Razzaq. Ia mengatakan: Allah tidak mau memandang kepada seorang lelaki yang menyetubuhi istrinya pada liang anusnya. dari Nabi Saw. dari Abu Mu'awiyah dan Abu Isa At-Turmuzi melalui jalur Abu Mu'awiyah pula.. dari Suhail ibnu Abu Saleh. dari Abu Hurairah yang me-ra/a'-kan hadis ini. tetapi yang benar adalah Ali ibnu Talq. Imam Ahmad mengatakan bahwa hadis ini berpredikat hasan. dari Al-Haris ibnu Makhlad. dari Al-Haris ibnu Makhlad. Allah tidak mau memandang kepadanya. dari Asim Al-Ahwal dengan lafaz yang sama. dari . telah menceritakan kepada kami Ma'mar.a. Hadis ini diketengahkan pula oleh Imam Ahmad. hanya dalam riwayat ini terdapat tambahan. Imam Ahmad mengatakan pula. telah menceritakan kepada kami Affan. telah menceritakan kepada kami Waki'. dari Abu Hurairah r. seperti yang ada pada kitab Musnad Imam Ahmad ibnu Hambal. Di antara ulama ada yang mengetengahkan hadis ini di dalam Musnad Ali ibnu Abu Talib. telah menceritakan kepada kami Wuhaib.454 Juz 2 — Al-Baqarah Bahwa Rasulullah Saw. melarang istri-istri didatangi pada liang anusnya. Hal yang sama telah diriwayatkan pula oleh Ibnu Majah melalui jalur Suhail. Hadis lainnya diketengahkan oleh Imam Ahmad. dari Suhail ibnu Abu Saleh.

telah menceritakan kepada kami Hannad dan Muhammad ibnu Ismail. telah bersabda: Terlaknatlah orang yang mendatangi wanita pada liang anusnya. dari Al-Ala ibnu Abdur Rahman. dari Suhail ibnu Abu Saleh. Akan tetapi. dari Abu Hurairah yang pernah mengatakan bahwa Rasulullah Saw. telah menceritakan kepada kami Sufyan. sedangkan dia dinilai daif oleh mereka (ulama hadis). dari Al-Haris" ibnu Makhlad. orang yang mendatangi istrinya pada liang anus- Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Imam Abu Daud dan Imam Nasai melalui jalur Waki' dengan lafaz yang sama. bukan demikian bunyi hadis yang ada pada Imam Nasai. dari Nabi Saw.Tafsir Ibnu Kasir 455 Abu Hurairah yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. telah menceritakan kepada kami Abu Abdur Rahman An-Nasai. telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnul Qasim ibnu Rayyan. Jalur lainnya diriwayatkan oleh Muslim ibnu Khalid Az-Zunji. merupakan dugaan dari Ahmad ibnul Qasim sendiri. yang lafaznya menurut apa yang ada pada Nasai. dari Abu Hurairah. Guru kami Al-Hafiz Abu Abdullah Az-Zahabi mengatakan bahwa riwayat Ahmad ibnul Qasim ibnuz Zayyan mengenai hadis ini dengan sanad ini juga. yang telah bersabda: . dan sesungguhnya lafaz yang ini hanya diriwayatkan dari Suhail. dari ayahnya. Jalur lainnya diketengahkan oleh Al-Hafiz Abu Na'im Al-Asbahani. seperti yang telah dikemukakan di atas. pernah bersabda: Terlaknatlah nya. telah menceritakan kepada kami Waki'. dari ayahnya. Keduanya mengatakan.

Hamzah ibnu Muhammad Al-Kannani Al-Hafiz mengatakan bahwa hadis ini munkar lagi batil. bahwa Rasulullah Saw. dari Az-Zuhri. dari Abu Hurairah. pernah bersabda: Barang siapa yang mendatangi wanita yang sedang haid atau seorang wanita pada liang anusnya. dari Abu Hurairah. dari Abu Tamimah AI-Hujaimi. juga . dari Sa'id ibnu Abdul Aziz. dari Abu Salamah r. hadis Abu Salamah. Akan tetapi. hadisnya ddak dapat dipakai. dari Abdul Malik ibnu Muhammad As-San'ani. baik dari hadis Az-Zuhri. Jalur lainnya dikatakan oleh Imam Nasai. pribadi Muslim ibnu Khalid masih perlu dipertimbangkan.456 J u z 2 — Al-Baqarah Terlaknatlah orang yang mendatangi wanita pada liang anusnya. Jalur yang lain diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan para pemilik kitab-kitab sunnah melalui hadis Hammad ibnu Salamah. Dari jalur ini hanya diketengahkan oleh Imam Nasai sendiri. yang telah bersabda: Malulah kalian terhadap Allah dengan malu yang sebenar-benarnya. Perawi yang Imam Bukhari keberatan menerimanya ialah Hakim At-Turmuzi.. janganlah kalian mendatangi istri-istri kalian pada liang anusnya. lalu mempercayainya. Telah menceritakan kepada kami Usman ibnu Abdullah. dari Hakim Al-Asram. dari Nabi Saw. dari Abu Tamimah. Imam Turmuzi mengatakan bahwa Imam Bukhari menilai daif hadis ini. berarti ia telah kafir terhadap apa (AlQur'an) yang telah diturunkan kepada Muhammad. atau mendatangi juru ramal.a. telah menceritakan kepada kami Sulaiman ibnu Abdur Rahman dalam kitabnya.

maka sesungguhnya ia baru mendengar darinya setelah Sa'id mengalami kepikunan. dari Mujahid. dan mengatakan bahwa hadisnya tidak dapat dijadikan hujah. dari Mujahid. Jalur lainnya diriwayatkan oleh Imam Nasai. Jejak Hamzah Al-Kannani diikud oleh Zaid ibnu Yahya ibnu Ubaid. Ia meriwayatkannya melalui jalur Ali ibnu Nadimah. ddak disebutkan adanya larangan. dari Abu Hurairah yang mengatakan bahwa lelaki yang mendatangi istrinya pada liang anusnya adalah orang kafir. dari Lais.dari Lais ibnu Abu Sulaim. dari Abu Hurairah secara mauquf. dari Abdur Rahman dengan lafaz yang sama.. hanya saja Abdul Malik ibnu Muhammad As-San'ani ddak mengetahui bahwa Sa'id telah pikun. dari Abu Hurairah. Kemudian Imam Nasai meriwayatkannya melalui Bandar. Memang kritik yang dikemukakan oleh Al-Kannani ini cukup baik. Ia mengatakan. dari Mujahid. Jikalau memang Abdul Malik pernah mendengarnya langsung dari Sa'id. maka perbuatan itu merupakan perbuatan orang kafir. bahwa ia pernah melarang perbuatan tersebut (yakni mendatangi istri pada liang anusnya). yang telah bersabda: . Tidak ada seorang pun yang menyebutkan demikian selain Hamzah. Tetapi Duhaim. Adapun yang dari Abu Hurairah. Abu Hadm. dari Sa'id ibnu Abdul Aziz. telah menceritakan kepada kami Ishaq ibnu Mansur.Tafsir Ibnu Kasir 457 hadis Sa'id. Abdul Malik ibnu Muhammad As-San'ani ini meriwayatkan pula melalui dua jalur lain dari Abu Salamah. telah menceritakan kepada kami Abdur Rahman ibnu Mahdi. dari Nabi Saw. dan Ibnu Hibban merasa keberatan terhadapnya. "Barang siapa yang mendatangi istrinya pada liang anusnya. dari Mujahid. dari Al-Kannani yang berpredikat siqah. dari Nabi Saw." Hal yang sama diriwayatkan pula oleh Imam Nasai melalui jalur As-Sauri. Bakr ibnu Khunais meriwayatkan dari Lais. Demikianlah menurut Hamzah ibnu Muhammad Al-Kannani Al-Hafiz. Imam Turmuzi meriwayatkan pula melalui Abu Salamah. dari Sufyan As-Sauri. tetapi dada yang sahih. dari Abu Hurairah secara mauquf.

keduanya mengatakan bahwa Umar ibnul Khattab mengatakan bahwa Rasulullah Saw. dari Zam'ah ibnu Saleh. dari ibnu Tawus. Imam Nasai meriwayatkan. Hadis yang lain diketengahkan oleh Muhammad ibnu Aban AlBalkhi. telah menceritakan kepada kami Waki'. mengingat Bakr ibnu Khunais dinilai daif oleh bukan hanya seorang dari kalangan para imam. dari Zam'ah ibnu Saleh. dari Tawus. janganlah kalian mendatangi wanita pada liang anusnya. telah menceritakan kepada kami Yazid ibnu Abu Hakim. dari ayahnya dan Amr ibnu Dinar. Telah menceritakan kepada kami Ishaq ibnu Ibrahim. dari Umar yang mengatakan: Janganlah kalian mendatangi wanita pada liang anusnya. sedangkan selain para imam tidak memakai hadisnya. dari Usman ibnul Yaman. pernah mengatakan: .a. dari ayahnya. dari Ibnu Tawus. berarti ia telah kafir (ingkar terhadap nikmat Allah).458 J u z 2 — Al-Baqarah Barang siapa yang mendatangi telaki dan wanita pada sesuatu dari liang anusnya. telah menceritakan kepada kami Sa'id ibnu Ya'qub At-Taliqani. dari Ibnul Had. telah menceritakan kepadaku Zam'ah ibnu Saleh. pernah bersabda: Sesungguhnya Allah tidak segan menerangkan perkara yang hak. dari Abdullah ibnul Had Al-Laisi yang mengatakan bahwa Umar r. dari Amr ibnu Dinar. dari Abdullah ibnu Yazid ibnul Had. Tetapi jika dikatakan hadis ini mauquf maka lebih sahih.

bahwa ayahnya (yaitu Ibrahim ibnu Abdur Rahman ibnul Qa'qa') telah menceritakan kepadanya. telah menceritakan kepada kami Gundar dan Mu'az ibnu Mu'az.Tafsir Ibnu Kasir 459 Malulah kalian kepada Allah. telah menceritakan kepada kami Syu'bah.a. dari Isa ibnu Hattan. yang telah bersabda: Perbuatan menyetubuhi wanita pada liang anusnya haram.. janganlah kalian mendatangi wanita pada pantatnya (liang anusnya). keduanya mengatakan. karena sesungguhnya Allah tidak pernah segan dari perkara yang hak. dari Nabi Saw. tetapi yang lebih mendekad kebenaran ialah Ali ibnu Talq. telah menceritakan kepada kami Abu Muslim AlJurmi (saudara lelaki Unais ibnu Ibrahim). dari Abui . pernah bersabda: Sesungguhnya Allah tidak pernah segan dari perkara yang hak. dari Muslim ibnu Salam. dari Asim AlAhwal. seperti yang disebutkan di muka tadi. Sanad yang berpredikat mauquf\ebih sahih. dari Talq ibnu Ali. dari Talq ibnu Yazid atau Yazid ibnu Talq. dan Syu'bah serta lain-lainnya telah meriwayatkan dari Abu Abdullah Asy-Syaqra yang nama aslinya ialah Salamah ibnu Tamam —orang yang siqah—. dari ayahnya (yaitu Abui Qa'qa').. dari Asim AlAhwal. dari Nabi Saw. Abdur Razzaq meriwayatkan dari Ma'mar. dari Ibnu Mas'ud r. bahwa Nabi Saw. Hal yang sama diriwayatkan bukan hanya oleh seorang saja dari Syu'bah. dari Isa ibnu Hattan. dari Muslim ibnu Salam. Hadis lainnya diketengahkan oleh Abu Bakar Al-Asram di dalam kitab sunannya. Sufyan As-Sauri. Hadis yang lain diketengahkan oleh Imam Ahmad. janganlah kalian mendatangi wanita pada pantatnya (liang anusnya). Ismail ibnu Ulayyah.

Al-Barra ibnu Azib. Abu Hurairah. dan lain-lainnya. dari Ibnu Mas'ud secara mauquf. Tidakkah kamu mendengar firman Allah Swt. Uqbah ibnu Amir. As-Sauri meriwayatkan dari As-Silt ibnu Bahram. telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Hamzah. dari Abdullah yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. dari Abu Juwairah yang menceritakan bahwa ada seorang lelaki bertanya kepada sahabat Ali mengenai masalah mendatangi istri pada liang anusnya. dari Zaid ibnu Rafi'. yang mengatakan: 'Mengapa kalian mengerjakan perbuatan fahisyah itu. Abu Zar. telah menceritakan kepada kami Sa'id ibnu Yahya As-Sauri." Dalam pembahasan yang lalu telah disebutkan pendapat Ibnu Mas'ud Abu Darda. Muhammad ibnu Hamzah (yang dikenal dengan Al-Jauzi) dan gurunya masih perlu dipertimbangkan. dari Abui Mu'tamir. Maka sahabat Ali r. Ibnu Abbas. pernah bersabda: Janganlah kalian mendatangi istri-istri kalian pada pan reka (liang anusnya). yang mengatakan bahwa dia telah mengharamkannya. "Kamu rendah sekali. Sesungguhnya dia meriwayatkan pula melalui hadis Ubay ibnu Ka'b. kami Abu Abdullah Al-Mahamili. Hal yang kuat dan tidak diragukan lagi bersumber dari Abdullah ibnu Umar r. Menurut jalur lainnya disebutkan oleh Ibnu Addi. dari Abu Ubaidah. ya lum pernah dikerjakan oleh seorang pun (di dunia ini) sebe kalian' (Al-A'raf: 80).460 Juz 2 — Al-Baqarah Qa'qa'. Abdullah ibnu Amr yang menyatakan bahwa perbuatan itu hukumnya haram. telah menceritakan kepada. menjawab.a. tetapi masing-masing hadis masih perlu dipertimbangkan.a. dan riwayat inilah yang lebih sahih (yakni berpredikat mauquf). karena dada hadis yang sahih berasal darinya. semoga Allah merendahkan dirimu. .

bahwa ia pernah bertanya kepada Ibnu Umar. dari Sa'id ibnu Yasar Abui Habab yang pernah menceritakan bahwa ia pernah berkata kepada Ibnu Umar. sesungguhnya orang-orang meriwayatkan dari Salim ibnu Abdullah yang telah mengatakan. dari Al-Lais. telah menceritakan kepadaku Abdur Rahman ibnu Abdur Rahman ibnu Abdullah ibnu Abdul Hakam. bolehkah mereka di-tahmial" Ibnu Umar bertanya. dari Malik ibnu Anas. Semua asar yang bersumber dari Ibnu Umar yang mengandung interpretasi lain dapat ditolak dengan adanya keputusan nas yang tegas ini." Maka dikatakan kepadanya. bahwa pernah ditanyakan kepadanya. 'Si budak atau si Alaj (buruk) telah berdusta terhadap Abu Abdullah'. bolehkah kami mendatangi mereka secara tahmidT Ibnu Umar balik bertanya. "Sesungguhnya Al-Haris ibnu Ya'qub telah meriwayatkan dari Abui Habab (yakni Sa'id ibnu Yasar). Ibnu Jarir mengatakan. "Hai Abu Abdullah. Untuk itu ia mengatakan." Ibnu Umar berkata. "Bagaimanakah pendapatmu tentang budak-budak wanita. dengan lafaz yang sama. telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Saleh. sama seperti apa yang telah dikatakan oleh Nafi'. dari Ibnu Umar. "Apakah yang dimaksud dengan tahmid!" Lalu dijawab bahwa yang dimaksud ialah liang anusnya disetubuhi. "Husy. telah menceritakan kepada kami Abu Zaid (yakni Ahmad ibnu Abdur Rahman ibnu Ahmad ibnu Abui Umr). Maka Ibnu Umar balik bertanya. dari Al-Haris ibnu Ya'qub.Tafsir Ibnu Kasir 461 Abu Muhammad (yaitu Abdur Rahman ibnu Abdullah Ad-Darimi) mengatakan di dalam kitab musnadnya. "Apakah ada seseorang dari kaum muslim yang melakukannya?" Hal yang sama diriwayatkan oleh Ibnu Wahb dan Qutaibah. sesungguhnya kami telah membeli budakbudak perempuan." Maka Malik menjawab. 'Apakah yang dimaksud dengan tahmid itu?' Maka disebutkan kepadanya bahwa yang dimaksud ialah liang anusnya. atau dia mengatakan apakah ada orang mukmin atau orang muslim yang melakukannya?" . Sanad asar ini berpredikat sahih dan merupakan nas yang jelas yang mengharamkan perbuatan tersebut. "Aku menerima langsung dari Yazid ibnu Rauman yang telah menceritakan kepadaku dari Salim ibnu Abdullah. telah menceritakan kepadaku Abdur Rahman ibnul Qasim. telah menceritakan kepada kami AlLais. 'Wahai Abu Abdur Rahman.

Lais ibnu Sa'id menceritakan hadis dari Al-Haris ibnu Ya'qub." Imam Nasai meriwayatkan pula melalui jalur Yazid ibnu Rauman." Riwayat ini memang terbukti bersumber darinya (Malik ibnu Anas). "Aku bersaksi atas Rabi'ah bahwa dia telah menceritakan kepadaku." Aku berkata. bahwa Ibnu Umar r.' Ibnu Umar menjawab. bolehkah kami tahmid mereka?' Ibnu Umar balik bertanya. maka janganlah kalian melampaui batas farji. "Kalian ini tiada lain adalah kaum Arab. telah menceritakan kepadaku Ismail ibnu Husain. 'Aku bersaksi atas Rabi'ah. 'Sesungguhnya kami telah membeli budak-budak perempuan. . bahwa ia pernah bertanya kepada Malik ibnu Anas. dari Asbag ibnul Faraj Al-Faqih. telah menceritakan kepada kami Abdur Rahman ibnul Qasim yang mengatakan bahwa ia pernah bertanya kepada Malik. dan pendapat inilah yang dipegang oleh Imam Abu Hanifah. "Mereka berdusta terhadapku. ternyata jawabannya adalah." Imam Nasai meriwayatkan dari Ar-Rabi' Ibnu Sulaiman. 'Kami datangi mereka pada liang anusnya. telah menceritakan kepadaku Israil ibnu Rauh. atau apakah ada orang muslim yang melakukannya?' Lalu Malik berkata kepadaku. dari Abui Habab. mereka berdusta terhadapku. dari Ubaidillah ibnu Abdullah. dari Ibnu Umar hal yang semisal dengan apa yang dikatakan oleh Nafi'." Malik ibnu Anas menjawab. 'Tidak mengapa'. Abu Bakar ibnu Ziad An-Naisaburi mengatakan. ddak memandang sebagai sesuatu yang dilarang bila seorang lelaki mendatangi istrinya pada liang anusnya. 'Husy. sesungguhnya mereka mengatakan bahwa engkau mengatakan demikian (yakni boleh mendatangi wanita pada liang anusnya). 'Apakah tahmid itu?' Aku menjawab.462 J u z 2 — Al-Baqarah Selanjutnya Malik mengatakan. bahwa ia pernah bertanya kepada Ibnu Umar (tentang masalah itu). "Hai Abu Abdullah. "Bagaimanakah menurutmu tentang mendatangi wanita pada liang anusnya?" Malik ibnu Anas menjawab. bahwa melakukan hal tersebut (mendatangi istri pada liang anusnya) adalah haram. tiada lain bercocok tanam itu hanyalah pada lahan yang disediakan untuknya. Ma'mar ibnu Isa meriwayatkan dari Malik. dari Sa'id ibnu Yasar yang mengatakan bahwa ia pernah bertanya kepada Ibnu Umar.a. sesungguhnya dia telah menceritakan kepadaku dari Sa'id ibnu Yasar. "Sesungguhnya pada waktu kami di Mesir.

kesahihannya masih perlu dipertimbangkan. menurut pendapat jumhur ulama. Di antara mereka ada yang menyebutnya sebagai perbuatan orang kafir. menurut anologi (kias)nya menunjukkan bahwa perbuatan tersebut hukumnya halal. hingga mereka menceritakannya dari Imam Malik. Ata. Sa'id ibnu Jubair. Akan tetapi. (Al-Baqarah: 223) bercocok Setelah itu ia mengatakan. "Aku belum pernah menjumpai seorang pun yang menjadi panutanku dalam agamaku merasa ragu bahwa perbuatan tersebut halal. Dalam masalah ini telah diriwayatkan pula sesuatu hal dari salah seorang ahli fiqih ulama Madinah. Guru kami (Al-Hafiz Abu Abdullah Az-Zahabi) merincikannya di dalam suatu juz yang ia gabungkan untuk membahas masalah ini. Ikrimah. Urwah ibnuz Zubair. At-Tahawi mengatakan. yang berpredikat sahih menerangkan kehalalannya. Akan tetapi. "Tiada suatu hadis pun dari Nabi Saw." yakni menyetubuhi istri pada liang anusnya. At-Tahawi mengatakan bahwa Asbag ibnul Farj meriwayatkan dari Abdur Rahman ibnul Qasim yang mengatakan. Kemudian ia membacakan firman-Nya: Istri-istri kalian adalah (seperti) tanah tempat kalian tanam. Imam Daruqutni. dari Imam Malik melalui berbagai jalur yang menunjukkan pengertian bahwa hal tersebut diperbolehkan." Pendapat ini . Akan tetapi. Abu Salamah. telah diriwayatkan kepada kami oleh Muhammad ibnu Abdullah ibnu Abdul Hakam. dan Khatibul Bagdadi. dan Al-Hasan serta lain-lainnya dari kalangan ulama Salaf.Tafsir Ibnu Kasir 463 Imam Syafii. Tawus. "Dalil apakah lagi yang lebih jelas daripada ini?" Demikianlah menurut riwayat At-Tahawi. Mujahid ibnu Jabr. Pendapat ini juga merupakan mazhab dari Sa'id ibnu Musayyab. Mereka mengingkari perbuatan tersebut dengan kecaman yang sangat keras. dan Imam Ahmad ibnu Hambal beserta semua murid mereka. di dalam sanad-sanadnya terdapat kelemahan yang sangat. dada pula yang mengharamkannya. bahwa ia pernah mendengar Imam Syafii mengatakan. Telah diriwayatkan pula oleh Imam Hakim.

telah menceritakan kepada kami AlQasim. yaitu perkara-perkara yang diharamkan. dalam firman selanjurnya disebutkan: dan bertakwalah kepada Allah. telah menceritakan kepada kami Al-Husain.464 J u z 2 — Al-Baqarah diriwayatkan oleh Abu Bakar Al-Khatib. Karena itu. (Al-Baqarah: 223) Yakni orang-orang yang taat kepada Allah dalam mengerjakan perintah-Nya dan meninggalkan semua yang dilarang-Nya. sesungguhnya dia (yakni Ibnu Abdul Hakam) telah berdusta terhadap Imam Syafii dalam masalah ini. Dan berilah kabar gembira orang-orang yang beriman. dan ketahuilah bahwa kalian kelak akan menemui-Nya. karena Imam Syafii sendiri menaskan keharamannya di dalam enam buah kitab hasil karyanya.: Dan kerjakanlah rah: 223) (amal yang baik) untuk diri kalian. dari Abui Abbas Al-Asam yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar Muhammad ibnu Abdullah ibnu Abdul Hakam berkata. Ibnu Jarir mengatakan. "Aku pernah mendengar Imam Syafii mengatakan lalu ia menuturkannya. Firman Allah Swt. (Al-Baqarah: 223) Maka kelak Allah akan menghisab semua amal perbuatan kalian. dari Abu Sa'id As-Sairafi. (Al-Baqa- Artinya. kerjakanlah amal-amal ketaatan dengan cara menjauhi semua hal yang dilarang kalian mengerjakannya. Abu Nasr As-Sabbag mengatakan bahwa Ar-Rabi' bersumpah dengan menyebut nama Allah yang tiada Tuhan selain Dia. telah mencerita- .

dari Abdullah ibnu Waqid. dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda: Seandainya seseorang dari kalian di saat hendak mendatangi istrinya mengucapkan. ayat 224-225 . Al-Baqarah. "Dengan menyebut nama Allah. (Al-Ba- Maksudnya ialah bila kamu mengucapkan bismillah. jauhkanlah dari kami setan dan jauhkanlah pula dari setan apa (anak) yang Engkau rezekikan kepada kami. Ya Allah. yakni membaca tasmiyah di kala hendak melakukan persetubuhan.Tafsir Ibnu Kasir 465 kan kepadaku Muhammad ibnu Kasir. Telah disebutkan di dalam kitab Sahih Bukhari. niscaya setan tidak dapat menimpakan mudarat terhadap si anak selama-lamanya. dari Ata yang mengatakan bahwa menurut dugaanku disebutkan dari Ibnu Abbas mengenai makna firman-Nya: Dan kerjakanlah qarah: 223) (amal yang baik) untuk diri kalian. " maka sesungguhnya jika ditakdirkan bagi keduanya punya anak dalam hubungannya itu.

jika kalian bersumpah untuk ddak melakukannya.. dan mengadakan islah di antara manusia.a. Perihalnya sama dengan ayat lainnya. tetapi Allah menghukum kalian disebabkan (sumpah kalian) yang disengaja (untuk bersumpah) dalam hati kalian. Allah Swt. Karena itu. telah menceritakan kepada kami Ma'mar. dari Nabi Saw.466 J u z 2 — Al-Baqarah Janganlah kalian jadikan (nama) Allah dalam sumpah kalian sebagai penghalang untuk berbuat kebajikan. ia harus melepaskan sumpahnya dan membayar kifarat. dari Hammam ibnu Munabbih yang mengatakan bahwa kalimat berikut merupakan hadis yang diceritakan kepada kami oleh Abu Hurairah r. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun. orang-orang yang miskin. pelakunya beroleh dosa. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. pernah bersabda: . telah menceritakan kepada kami Ishaq ibnu Ibrahim. apakah kalian tidak ingin bahwa Allah mengampuni kalian? (An-Nui: 22) Berpegang teguh pada sumpah yang demikian. dan orang-orang yang berhijrah pada jalan Allah. telah menceritakan kepada kami Abdur Razzaq. yaitu bahwa Nabi Saw. bertakwa. dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. yaitu firmanNya: Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kalian bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kerabatinya). Seperti yang disebutkan di dalam kitab Sahih Bukhari. Allah tidak menghukum kalian disebabkan sumpah kalian yang tidak dimaksud (untuk bersumpah). berfirman bahwa janganlah kalian menjadikan sumpahsumpah kalian atas nama Allah menghalang-halangi kalian untuk berbuat kebajikan dan silaturahmi.

dari Ikrimah. sesungguhnya seseorang dari kalian berpegang teguh pada sumpahnya terhadap keluarganya menjadi orang yang berdosa menurut Allah daripada dia membayar kifarat yang telah diwajibkan oleh Allah atas sumpahnya itu. lalu membayar kifarat. dari Abdur Razzaq dengan lafaz yang sama. Rasulullah Saw. Imam Ahmad meriwayatkannya pula dari Muhammad ibnu Rafi'. Menurut riwayat yang lain. telah menceritakan kepada kami Yahya ibnu Saleh. pernah bersabda: Barang siapa yang bersitegang terhadap keluarganya dengan sumpahnya. Kemudian Imam Bukhari mengatakan.Tafsir Ibnu Kasir 467 Kami (umat Muhammad) adalah orang-orang yang terakhir (adanya). hendaklah ia melanggar sumpahnya. telah menceritakan kepada kami Mu'awiyah (yaitu Ibnu Salam). kifarat tidak cukup untuk menutupinya. bersabda pula: Demi Allah. dari Abu Hurairah yang menceritakan bahwa Rasulullah Saw. Ali ibnu Talhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan finnan-Nya: . maka perbuatan itu dosanya amat besar. Demikian pula apa yang diriwayatkan oleh Muslim dari Muhammad ibnu Rafi'. telah menceritakan kepada kami Ishaq ibnu Mansur. dari Yahya (yaitu ibnu Abu Kasir). tetapi orang-orang yang paling dahulu (masuk surga) di hari kiamat.

insya Allah.468 Juz 2 — A l . Qatadah. An-Nakha'i. Sa'id ibnu Jubair. Muqatil ibnu Hayyan. Ata. kemudian aku memandang bahwa hal lain lebih baik darinya. Pendapat mereka diperkuat oleh sebuah hadis di dalam kitab Sahihain. Ibrahim. Al-Hasan. dari Abu Musa Al-Asy'ari r. Hal yang sama dikatakan pula oleh Masruq. Ata Al-Kurrasani. melainkan aku akan melakukan hal yang lebih baik itu dan aku ber-tahallul dari sumpahku (dengan membayar kifarat). pernah bersabda: Sesungguhnya aku. pernah bersabda kepada Abdur Rahman ibnu Samurah: . Telah disebutkan pula di dalam kitab Sahihain bahwa Rasulullah Saw. tetapi bayarlah kifarat sumpahmu itu dan berbuatlah kebaikan'. Ar-Rabi' ibnu Anas. dan As-Saddi rahimahumullah. Tawus. demi Allah. Makhul. tidak sekali-kali mengucapkan sumpah.B a q a r a h Janganlah kalian jadikan (nama) Allah dalam sumpah sebagai penghalang. Asy-Sya'bi. Mujahid. (Al-Baqarah: 224) kalian Ibnu Abbas mengatakan bahwa makna ayat ialah 'janganlah kamu jadikan sumpahmu menghalang-halangi dirimu untuk berbuat kebaikan.a. yang menceritakan bahwa Rasulullah Saw. Ad-Dahhak. Ikrimah. Az-Zuhri.

dari kakeknya. pernah bersabda: Barang siapa yang mengucapkan suatu sumpah. telah menceritakan kepada kami Khalifah ibnu Khayyat. janganlah kamu meminta imarah (jabatan). Dan jika kamu diberi karena meminta. dari ayahnya. telah menceritakan kepada kami Abu Sa'id maula Bani Hasyim. lalu kamu melihat hal yang lain lebih baik daripada sumpahmu itu. maka kerjakanlah hal yang lebih baik darinya dan bayarlah kifarat sumpahmu. niscaya aku akan membantunya. dari ayahnya. Imam Muslim meriwayatkan melalui Abu Hurairah. pernah bersabda: . bahwa Rasulullah Saw. bahwa Rasulullah Saw. karena sesungguhnya jika kamu aku beri imarah tanpa ada permintaan dari pihakmu. dari kakeknya.Tafsir Ibnu Kasir 469 Hai Abdur Rahman ibnu Samurah. maka hendaklah ia membayar kifarat sumpahnya dan melakukan hal yang lebih baik itu. Dan apabila kamu mengucapkan suatu sumpah. maka imarah itu sepenuhnya atas tanggung jawabmu sendiri. dari Amr ibnu Syu'aib. lalu ia memandang hal lainnya lebih baik daripada sumpahnya. lalu ia melihat hal lainnya lebih baik daripada sumpahnya. pernah bersabda: Barang siapa yang mengucapkan suatu sumpah. telah menceritakan kepadaku Amr ibnu Syu'aib. Imam Abu Daud meriwayatkan melalui jalur Abu Ubaidillah ibnul Akhnas. Imam Ahmad mengatakan. bahwa Rasulullah Saw. maka meninggalkan sumpahnya itu merupakan kifaratnya.

. maka hendaklah ia meninggalkan sumpahnya dan hendaklah ia melakukan hal yang lebih baik. telah menceritakan kepada kami Ali ibnu Misar. dari Harisah ibnu Muhammad. pernah bersabda: Barang siapa yang mengucapkan suatu sumpah untuk memuluskan silaturahmi dan berbuat maksiat. semuanya mengatakan: Maka hendaklah ia membayar kifarat sumpahnya. dari Aisyah yang menceritakan bahwa Rasulullah Saw. Barang siapa yang mengucapkan suatu sumpah. lalu ia memandang hal lainnya lebih baik daripada sumpahnya. Kemudian Imam Abu Daud mengatakan bahwa hadis-hadis yang dari Nabi Saw. tidak pula dalam maksiat kepada Allah. karena sesungguhnya meninggalkan sumpah merupakan kifaratnya. Riwayat inilah yang sahih. telah menceritakan kepada kami Ali ibnu Sa'id Al-Kindi. Ibnu Jarir mengatakan. dari Umrah.470 J u z 2 — Al-Baqarah Tiada nazar dan tiada sumpah dalam hal yang tidak dimiliki oleh anak Adam (orang yang bersangkutan). maka untuk menunaikan sumpahnya itu ialah hendaknya ia melanggarnya dan mencabut kembali sumpahnya. dan tidak pula dalam memutuskan silaturahmi.

Kemudian Ibnu Jarir meriwayatkan dari Ibnu Abbas dan Sa'id ibnu Musayyab. sedangkan lisan mereka masih terikat dengan kebiasaannya di masa lalu. "Tidak ada Tuhan selain Allah. Untuk itu mereka diperintahkan mengucapkan kalimah ." maka hendaklah ia mengucapkan pula. mengingat Harisah adalah Ibnu Abur Rijal yang dikenal dengan sebutan Muhammad ibnu Abdur Rahman. Seperd yang disebutkan di dalam kitab Sahihain melalui hadis AzZuhri. dia (Harisah) hadisnya ddak dapat dipakai lagi dinilai lemah oleh semuanya.Tafsir Ibnu Kasir 471 Hadis ini daif. dari Abu Hurairah. dari Humaid ibnu Abdur Rahman. Masruq serta Asy-Sya'bi. bahwa Rasulullah Saw. bahwa mereka mengatakan: Tidak ada sumpah dalam maksiat. dan tidak ada kifarat Firman Allah Swt. lalu mengatakan dalam sumpahnya." Hal ini dikatakan oleh Nabi Saw. pernah bersabda: Barang siapa yang bersumpah. "Demi Lata dan Uzza. Allah tidak menghukum kalian disebabkan sumpah kalian yang tidak dimaksud (untuk bersumpah). (Al-Baqarah: 225) Yakni Allah ddak akan menghukum kalian dan tidak pula mewajibkan suatu sanksi pun atas diri kalian karena sumpah yang tidak dimaksud untuk bersumpah.: atasnya. yaitu bersumpah menyebut nama Lata tanpa sengaja. Yang dimaksud dengan sumpah yang tidak disengaja ialah kalimat yang biasa dikeluarkan oleh orang yang bersangkutan dengan nada yang ddak berat dan tidak pula dikukuhkan. kepada orang-orang Jahiliah yang baru masuk Islam.

dari Sid Aisyah secara mauquf. (Al-Baqarah: 225) Di dalam ayat yang lain disebutkan: disebabkan 89) sumpah-sumpah yang kalian sengaja. mengingat mereka mengucapkannya tanpa sengaja. dan Malik ibnu Magul meriwayatkannya pula. Sid Aisyah pernah menceritakan bahwa Rasulullah Saw. Az-Zuhri. Menurut kami. demi Allah. dari Siti Aisyah secara mauquf. dari Ata. demi Allah. telah menceritakan kepada kami Hayyan (yakni Ibnu Ibrahim). telah menceritakan kepada kami Ibrahim (yakni As-Sa-ig). "Tidak demikian. semuanya melalui jalur Ata." Kemudian Abu Daud mengatakan bahwa hadis ini diriwayatkan pula oleh Ibnul Furat. dari Ata mengenai sumpah yang tidak disengaja.472 Tafsir Ibnu Kasir ikhlas. Abdul Malik. telah menceritakan kepada kami Humaid ibnu Mas'adah Asy-Syami. dari Ibrahim As-Sa-ig. Ibnu Abu Laila. dan memang benar. dari Sid Aisyah secara mauquf. (Al-Maidah: Imam Abu Daud di dalam Bab "Sumpah yang Tidak Disengaja" mengatakan. dari Ata. memang demikian telah diriwayatkan oleh Ibnu Juraij. . telah bersabda: Sumpah yang tidak disengaja ialah perkataan seorang lelaki di dalam rumahnya. Karena itulah pada firman selanjurnya disebutkan: tetapi Allah menghukum kalian disebabkan (sumpah kalian) yang disengaja (untuk bersumpah) dalam hati kalian. dari kalimat terakhir (kalimat tauhid) berfungsi meralat kalimat yang pertama.

dari Waki'. Hal yang sama diriwayatkan dari Ibnu Ishaq. dari Salamah. Hal yang sama diriwayatkan pula dari Ibnu Ishaq. Abdah dan Abu Mu'awiyah. dari Hisyam ibnu Urwah. dari ayahnya. dari ayahnya. dari Ibnu Abu Nujaih. dari Sid Aisyah sehubungan dengan firman-Nya: Allah tidak menghukum kalian disebabkan sumpah kalian yang tidak dimaksud (untuk bersumpah). dari Siti Aisyah sehubungan dengan firman-Nya: Allah tidak menghukum kalian disebabkan sumpah kalian yang tidak dimaksud (untuk bersumpah). demi Allah' dan 'Tidak demikian. dari Al-Qasim. demi Allah. Kemudian Ibnu Juraij meriwayatkannya pula dari Muhammad ibnu Humaid. dari Az-Zuhri.Tafsir Ibnu Kasir 473 Ibnu Jarir meriwayatkan dari Hannad. dari Siti Aisyah. ddak ada kesengajaan dalam hati mereka. mereka adalah kaum yang tergesa-gesa dalam suatu perkara. Maka Abdurrazzaq mengatakan demikian. dari ayahnya. dari Hisyam ibnu Urwah. dari Ata. (Al-Baqarah: 225) Siti Aisyah r. demi Allah'. mengatakan bahwa mereka adalah kaum yang tergesagesa dalam suatu perkara. dari Siti Aisyah. dari Urwah. yaitu Ma'mar telah menceritakan kepada kami dari Az-Zuhri. demi Allah'. telah menceritakan kepada kami Abdah (yakni Ibnu Sulaiman). Ibnu Abu Hadm mengatakan. dari Ibnu Ishaq.a. Memarig benar. dari Siti Aisyah. (Al-Baqarah: 225) Yang dimaksud adalah seperti 'Tidak. telah menceritakan kepada kami Harun Ibnu Ishaq Al-Hamdani. dari Hisyam. 'Tidak. demi Allah' dan 'Memang benar. dari Sid Aisyah sehubungan dengan makna firman-Nya: . dan perkataan Abdurrazzaq.

tetapi kenyataannya berbeda dengan apa yang disumpahkannya. telah menceritakan kepadaku orang yang siqah." Kemudian Ibnu Abu Hatim mengatakan. 'Memang benar.demi Allah'. Sulaiman ibnu Yasar. telah menceritakan kepadaku ibnu Luhai'ah. bahwa ia mengemukakan takwilnya sehubungan dengan makna firman-Nya: Allah tidak menghukum kalian disebabkan sumpah kalian yang tidak dimaksud (untuk bersumpah). yaitu seperu perkataan seorang lelaki.demi Allah'. Sesungguhnya yang ada kifaratnya ialah sumpah yang dmbul dari niat had orang yang bersangkutan untuk melakukannya atau tidak melakukannya. juga Abu Qilabah dan Az-Zuhri. dan 'Ya. Telah menceritakan kepada kami ayahku. telah menceritakan kepada kami Abu Saleh (juru tulis Al-Lais). telah dibacakan kepada Yunus ibnu Abdul A'la. sedangkan dia ddak bermaksud. dari Sid Aisyah. Abu Saleh. Tidak. Tidak. (Al-Baqarah: 225) Siti Aisyah mengatakan. telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahb. dari Ibnu Syihab. Pendapat yang kedua menyebutkan.' Maka hal seperti itu ddak ada kifaratnya. dan Ad-Dahhak dalam salah satu pendapatnya.'. Ibnu Abbas dalam salah satu pendapatnya. melainkan hanya kebenaran belaka. "Sesungguhnya sumpah yang tidak disengaja itu hanya terjadi pada senda gurau dan berseloroh. Sa'id ibnu Jubair.474 J u z 2 — Al-Baqarah Allah tidak menghukum kalian disebabkan sumpah kalian yang tidak dimaksud (untuk bersumpah). Selanjurnya Ibnu Abu Hatim mengatakan bahwa hal yang semisal telah diriwayatkan dari Abu Hurairah. demi Allah. hal yang semisal telah diriwayatkan dari Ibnu Umar dan Ibnu Abbas dalam salah satu pendapatnya. dari Abui Aswad. dari Urwah. Asy-Sya'bi dan Ikrimah dalam salah satu pendapatnya. (Al-Baqarah: 225) Menurutnya makna yang dimaksud ialah jika seseorang di antara kalian mengemukakan sumpahnya atas sesuatu hal. dari Urwah yang menceritakan bahwa Sid Aisyah pernah mengatakan. Mujahid pa- .demi Allah. serta Urwah ibnuz Zubair. yang dimaksud adalah seperti perkataan seorang lelaki.

salah satu pendapat Ikrimah. telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Musa Al-Jarasyi. "Panahku mengenai sasaran. Ata Al-Khurrasani. lelaki itu telah melanggar sumpahnya." Maka berkatalah orang yang menemani Nabi Saw. kepada Nabi Saw. demi Allah. Yahya ibnu Sa'id. "Tidaklah demikian. "Wahai Rasulullah. Ibnu Jarir mengatakan. lalu ia berkata. menjawab. dari Al-Hasan ibnu Abui Hasan yang menceritakan: Rasulullah Saw. Mak-hul. demi Allah. ditemani oleh salah seorang sahabatnya. tidak ada kifarat padanya. Al-Hasan. . telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Maimun Al-Muradi. As-Saddi. Bakr ibnu Abdullah. Habib ibnu Abu Sabit. dan Rabi'ah. bersua dengan suatu kaum yang sedang berlomba memanah. telah menceritakan kepada kami Auf AlA'rabi.Tafsir Ibnu Kasir 475 da salah satu pendapatnya. Maka berdirilah salah seorang lelaki dari kalangan kaum. sumpah yang diucapkan oleh orang-orang yang memanah merupakan sumpah yang tidak disengaja.." Rasulullah Saw. Abu Malik. Ibrahim An-Nakha'i dalam salah satu pendapatnya. Zararah ibnu Aufa. dan panah yang lainnya melenceng dari sasaran. ketika itu Rasulullah Saw. Tawus. Qatadah." Hadis ini berpredikat mursal lagi hasan dari Al-Hasan. tidak ada pula hukuman. Ar-Rabi' ibnu Anas. Muqadl.

telah menceritakan kepada kami Khalid. dari Jabir. dari Sa'id ibnu Jubair. telah menceritakan kepada kami Ali ibnul Husain. dari Tawus. telah menceritakan kepada kami Yazid ibnu Zurai'. dari Ata ibnu Abu Rabah. sedangkan kamu dalam keadaan emosi. "Tidak. dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa sumpah yang tidak disengaja ialah bila kamu mengharamkan apa yang telah dihalalkan oleh Allah bagimu. telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Minhal. yakni hartaku yang ini. telah menceritakan kepada kami Habib Al-Mu'allim. yang demikian itu tidak ada kifaratnya bagimu jika kamu melanggarnya. telah menceritakan kepada kami Musaddad ibnu Khalid." dia menduga bahwa apa yang dikatakannya itu benar. dari Amr ibnu . dan memang benar. telah diriwayatkan dari Sid Aisyah dua pendapat kesemuanya." Ibnu Abu Hadm mengatakan. telah menceritakan kepada kami Abui Jamahir. telah menceritakan kepadaku Abu Bisyr. Hal yang sama diriwayatkan dari Sa'id ibnu Jubair. telah menceritakan kepada kami Adam. Pendapat-pendapat yang lain disebutkan oleh Abdur Razzaq. "Semoga Allah membutakan penglihatanku jika aku ddak melakukan anu dan anu. dari Ibrahim. dari Sid Aisyah r. dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa sumpah yang tidak disengaja ialah sumpah yang kamu ucapkan. dari Mugirah. tetapi kenyataannya berbeda. telah menceritakan kepada kami Syaiban. dari Hasyim. demi Allah. kemudian ia lupa kepada sumpahnya. bahwa yang dimaksud dengan sumpah yang tidak disengaja ialah seseorang bersumpah atas sesuatu. Ibnu Abu Hadm mengatakan. demi Allah.a.476 Juz 2 — Al-Baqarah Ibnu Abu Hatim mengatakan. Telah menceritakan kepada kami Isam ibnu Rawwad. Zaid ibnu Aslam mengatakan bahwa sumpah tersebut adalah seperti ucapan seorang lelaki. telah menceritakan kepada kami Sa'id ibnu Basyir. telah menceritakan kepadaku ayahku. yang mengatakan bahwa yang dimaksud dengan sumpah yang ddak disengaja ialah ucapan seseorang." atau "Semoga Allah melenyapkan hartaku jika aku tidak datang kepadamu besok. Imam Abu Daud mengatakan di dalam Bab "Sumpah dalam Keadaan Emosi". telah menceritakan kepada kami Ata.

kalian . maka semua hartaku disedekahkan untuk Ka'bah. sedangkan ia mengetahui bahwa dirinya berdusta dalam sumpahnya itu. bahwa ada dua orang bersaudara dari kalangan Ansar. Lalu salah seorang meminta bagian dirinya kepada saudaranya.: tetapi Allah menghukum kalian disebabkan (sumpah kalian) yang disengaja (untuk bersumpah) dalam hati kalian." Adapun firman Allah Swt. tiada pula dalam memutuskan silaturahmi. serta tiada pula dalam apa yang tidak kamu miliki'. Mujahid dan lain-lainnya mengatakan bahwa makna ayat ini sama dengan firman-Nya: tetapi Dia menghukum kalian disebabkan sumpah yang sengaja. Maka bayarlah kifarat sumpahmu itu dan berbicaralah dengan saudaramu.Tafsir Ibnu Kasir 477 Syu'aib. keduanya mempunyai bagian warisan. (Al-Maidah: 89)." Maka Khalifah Umar r. Sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah Saw.a. "Sesungguhnya Ka'bah ddak memerlukan hartamu.. berkata. bersabda: 'Tiada sumpah atas dirimu dan tiada pula nazar dalam maksiat terhadap Allah Swt. hingga akhir ayat. (Al-Baqarah: 225) Menurut Ibnu Abbas dan Mujahid serta lainnya y-ang bukan hanya seorang. "Jika kamu kembali meminta bagian kepadaku. kemudian saudaranya berkata. dari Sa'id ibnul Musayyab. yang dimaksud ialah bila seseorang bersumpah atas sesuatu.

(Al-Ba- Al-Baqarah. "Bulan ini bilangannya dua puluh sembilan hari. Ila ialah sumpah seorang suami terhadap istrinya bahwa dia ddak akan menggaulinya selama suatu masa. lalu bersabda." . Kemudian jika mereka kembali (kepada istrinya). ayat 226-227 Kepada orang-orang yang meng-ila istrinya diberi tangguh empat bulan (lamanya). pernah meng-ila istri-istrinya selama satu bulan.a. Jika jangka waktunya kurang dari empat bulan. Hal ini telah disebutkan di dalam kitab Sahihain. pihaknya tidak boleh meminta dijimak dalam masa tersebut.478 Firman Allah Swt.: Juz 2 — Al-Baqarah Dan Atfan Ma/ia Pengampun qarah: 225) lagi Maha Penyantun. Maka beliau baru turun setelah dua puluh sembilan hari. maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Hal ini adakalanya berjangka waktu kurang dari empat bulan atau lebih. Dan jika mereka ber-'azam (bertetap had untuk) talak. setelah itu baru boleh menyetubuhi kembali istrinya. dan pihak istri harus bersabar. yang menceritakan: Bahwa Rasulullah Saw. maka pihak suami harus menunggu habisnya masa yang disumpahkannya. maka sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. dari Sid Aisyah r.

Oleh sebab itulah maka disebutkan oleh firmanNya: Kepada orang-orang yang meng-ila istrinya. ddak berlaku bagi budak perempuan. (Al-Baqarah: 226) Yaitu hubungan mereka berdua kembali seperti semula sebagai suami istri secara utuh. kemudian dihentikan. Setelah habis masa empat bulan.a. Karena itulah pada firman selanjutnya disebutkan: Kemudian jika mereka kembali (kepada istri-istrinya). lalu dituntut untuk menyetubuhi istrinya atau menceraikannya. diberi tangguh empat bulan (lamanya). Di dalam ayat ini terkandung pengertian yang menunjukkan bahwa ila hanya khusus bagi istri.Tafsir Ibnu Kasir 479 Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan pula hal yang semisal melalui Umar ibnul Khattab r. Kalimat ini merupakan kata sindiran yang menun- . Demikian itu agar pihak istri tidak mendapat mudarat karenanya. pihak suami hanya ada salah satu pilihan: Adakalanya menyetubuhi istrinya dan adakalanya menceraikan istrinya. maka pihak istri boleh meminta kepada pihak suami agar menggaulinya setelah habis masa empat bulan. Seperti yang dikatakan oleh jumhur ulama. (Al-Baqarah: 226) Pihak suami menunggu selama empat bulan sejak ia mengucapkan sumpahnya. Jika masa ila lebih dari empat bulan. (Al-Baqarah: 226) Yakni bersumpah untuk tidak menyetubuhi istrinya. pihak hakim boleh menekan pihak suami untuk melakukan hal tersebut.

(Al-Baqarah: 226) Di dalam ayat ini terkandung dalil yang menjadi pegangan salah satu di antara dua pendapat yang ada di kalangan ulama. lalu ia melihat bahwa selainnya lebih baik daripadanya. dari kakeknya. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang atas semua kelalaian yang dilakukan terhadap hak para istri disebabkan sumpah ila. Firman Allah Swt. diriwayatkan dari Amr ibnu Syu'aib. yaitu gaul qadim dari Imam Syafii. dan ulama lainnya yang bukan hanya seorang. Demikianlah menurut pendapat Ibnu Abbas. maka kifaratnya ialah meninggalkan sumpahnya itu. di antaranya ialah Ibnu Jarir.: Kemudian jika mereka kembali (kepada istrinya). Hal yang sama diriwayatkan pula oleh Imam Ahmad.480 Juz 2 — Al-Baqarah jukkan pengertian bersetubuh. Bahwa orang yang bersumpah ila apabila kembali kepada istrinya sesudah empat bulan.: maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun yang. Sa'id ibnu Jubair. Hal ini diperkuat oleh hadis yang terdahulu mengenai ayat ini. maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. ddak ada kifarat atas dirinya. Masruq. dan Imam Turmuzi. pernah bersabda: Barang siapa yang bersumpah atas sesuatu. Asy-Sya'bi. (Al-Baqarah: 226) lagi Maha Penya- Artinya. bahwa Rasulullah Saw. Imam Abu Daud. dari ayahnya. . Firman Allah Swt.

Ata. Pendapat inilah yang dipegang oleh Ibnu Sirin. lalu melanggar sumpahnya. Rabi'ah. Abu Bakar ibnu Abdur Rahman ibnul Haris ibnu Hisyam. Firman Allah Swt. Kecuali apa yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas dan Abusy Sya'sa . Ibnu Sirin. Ibrahim. Sedangkan menurut pendapat ulama lainnya. Demikianlah menurut Sa'id ibnul Musayyab. Mak-hul. Az-Zuhri. dan As-Saddi. Al-Qasim. pendapat jumhur ulama sama dengan qaul jadid Imam Syafii yang mengatakan bahwa si suami dikenakan kifarat. dan Marwan ibnul Hakam. Demikianlah menurut pendapat jumhur ulama mutaakhkhirin. Ikrimah. Abu Hanifah. si istri tertalak ba-in. Ar-Rabi' ibnu Anas. serta dipegang oleh Ata. Masruq. Semua pendapat yang mengatakan bahwa si istri tertalak dengan lewatnya masa empat bulan mewajibkan adanya idah atas pihak istri. Al-Hasan. mengingat keutamaan makna wajib membayar kifarat bagi sedap orang yang bersumpah. Ibrahim An-Nakha'i. Ibnu Umar. dan Zaid ibnu Sabit. Masruq.: Dan jika mereka bertetap hati untuk talak. Abu Salamah ibnu Abdur Rahman. Sulaiman ibnu Tarkhan At-Taimi.Tafsir Ibnu Kasir 481 Akan tetapi. Ibnu Mas'ud. Ibnu Umar. Syauraih Al-Qadi. Usman. dan Al-Hasan ibnu Saleh. Salim. Usman. Qubaisah ibnu Zuaib. Abu Salamah. Muhammad ibnul Hanafiyyah. Pendapat ini didukung oleh riwayat yang sanad-sanadnya berpredikat sahih. (Al-Baqarah: 227) Di dalam kalimat ini terkandung pengertian yang menunjukkan bahwa talak ddak jatuh hanya dengan lewatnya masa empat bulan. Ibnu Abbas. Qatadah. Ali. Qubaisah ibnu Zuaib. sebagaimana yang dijelaskan oleh hadis-hadis terdahulu yang semuanya sahih. Jabir ibnu Zaid. dan Zaid ibnu Sabit. talak satu jatuh setelah lewat masa empat bulan. Ibnu Mas'ud. Menurut pendapat yang lainnya lagi. dari Umar. As-Sauri. Ibnu Abbas. Al-Hasan. Pendapat ini diriwayatkan dari Ali. Kemudian dikatakan bahwa si istri tertalak dengan lewatnya masa ild empat bulan dengan status talak raj'i.

Ibnu Umar.. telah menceritakan kepada kami Sufyan ibnu Uyaynah. dan tiada suatu talak pun yang jatuh atas diri si istri hanya karena lewatnya masa empat bulan. melainkan pihak suami dihentikan. semua berpendapat bahwa lelaki yang bersumpah ila dihentikan.482 Juz 2 — Al-Baqarah yang mengatakan bahwa si istri telah mengalami haid dga kali. Demikianlah pendapat Imam Syafii rahimahullah. dari ayahnya yang menceritakan bahwa ia pernah bertanya kepada dua belas lelaki sahabat tentang masalah seorang lelaki yang mengucapkan sumpah ila terhadap istrinya. telah menceritakan kepada kami Yahya ibnu Ayub." Demikianlah menurut riwayat yang diketengahkan oleh Imam Bukhari. pendapat ini sesuai dengan apa yang telah kami riwayatkan melalui Umar. telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Maryam. maka ddak ada idah atas dirinya. Usman. . Pendapat inilah yang dikemukakan oleh Imam Syafd. Imam Malik meriwayatkan dari Nafi'. Imam Syafii rahimahullah mengatakan. "Aku telah menjumpai belasan orang sahabat Nabi Saw. lalu dituntut untuk kembali kepada istrinya atau menceraikannya. Siti Aisyah.. pendapat yang dikatakan oleh jumhur ulama mutaakhkhirin mengatakan bahwa pihak suami dihentikan. maka talaknya tidak ada yang jatuh. dari Ubaidillah ibnu Umar. dari Sulaiman ibnu Yasar yang mengatakan. lalu ia dituntut untuk kembali kepada istrinya atau menceraikannya. dari Suhail ibnu Abu Saleh. bahwa ia menghentikan suami yang bersumpah ila.a. sekalipun telah berlalu masa empat bulan. Mereka mengatakan bahwa si suami tidak dikenakan apa pun sebelum lewat masa empat bulan. setelah itu si suami dihentikan dan dipaksa memilih salah satu di antara dua alternatif: Adakalanya kembali kepada istrinya (menyetubuhinya) atau menceraikannya. dari Yahya ibnu Sa'id. Ibnu Jarir mengatakan. Kemudian mengatakan bahwa memang demikianlah menurut pendapat kami. dari Abdullah ibnu Umar yang mengatakan. Zaid ibnu Sabit dan belasan orang sahabat Nabi lainnya. Imam Syafii meriwayatkan sebuah asar melalui Ali r. Akan tetapi. "Apabila seorang lelaki meng-//a istrinya." Pengertian belasan menurut Imam Syafd paling sedikit terdiri atas tiga belas orang.

Tawus. Pendapat ini aneh sekali. Tetapi Imam Malik berpendapat menyendiri. Pendapat ini merupakan mazhab Imam Malik. lalu ia mendengar seorang wanita mengucapkan syair berikut: Malam ini terasa amat panjang dan lambungnya kelihatan sudah menghitam. dan ibnu Abbas. Jika pihak suami tidak mau menalak istrinya. pendapat ini diriwayatkan dari Umar. Hal yang sama dikatakan pula oleh Sa'id ibnul Musayyab. seandainya aku tidak mempunyai perasaan bahwa Allah selalu . Ia mengatakan. Usman. Kemudian talak yang dijatuhkan bersifat rafi. Umar ibnu Abdul Aziz. rahimahullah. Imam Syafii. Ali. tidak boleh pihak suami merujuknya sebelum ia menyetubuhi istrinya dalam idahnya. Menurut kami. maka pihak suami harus menalak istrinya. Mujahid. maka pihak hakimlah yang menjatuhkan talaknya. Maka demi Allah. si suami boleh merujuknya selagi dalam masa idahnya. Para ahli fiqih dan lain-lainnya sehubungan dengan masalah menangguhkan seorang suami yang bersumpah Ha selama empat bulan telah menyebutkan sebuah asar yang diriwayatkan oleh Imam Malik ibnu Anas di dalam kitab Muwatta'-nyn. dan Imam Ahmad ibnu Hambal serta murid-murid mereka semuanya. dan Al-Qasim. Ishaq ibnu Rahawaih. dan Daud. Ibnu Umar. dari Abdullah ibnu Dinar yang menceritakan bahwa di suatu malam Khalifah Umar ibnul Khattab keluar. sedangkan aku tidak dapat tidur karena tiada kekasih yang biasa bermain denganku. Aisyah Ummul Mu-minin. Muhammad ibnu Ka'b.Tafsir Ibnu Kasir 483 Hal yang sama diriwayatkan pula oleh Imam Daruqutni melalui Suhail. Pendapat ini pula yang dipilih oleh Ibnu Jarir. Mereka semua berpendapat bahwa jika pihak suami ddak mau kembali kepada istrinya. juga yang dikatakan oleh Al-Lais. Abu Ubaid. Abu Darda. Abu Saur.

Aku bermain dengannya tahap demi tahap.). seandainya tidak ada . "Berapa lamakah seorang wanita bertahan ditinggal suaminya?" Sid Hafsah menjawab. sedangkan aku sendiri tidak dapat tidur karena tiada kekasih yang aku biasa bermain dengannya. (yakni tabi'in) mengatakan bahwa ia masih tetap teringat kepada hadis Umar.a. lalu terdengar wanita itu mendendangkan syair berikut: Malam ini terasa amat panjang dan lambung tempat tidurnya sudah lapuk. Disebutkan bahwa di suatu malam Khalifah Umar mengelilingi kota Madinah." Maka Umar berkata. dalam kelembutan perutnya yang agak besar itu aku mendekatinya. seakan-akan bulan menampakkan alisnya di malam yang pekat. Dia membuat senang orang yang bermain di dekatnya. Kemudian Umar bertanya kepada anak perempuannya (yaitu Sid Hafsah r. Demi Allah. "Aku tidak akan menugaskan seorang pun dari pasukan kaum muslim lebih dari masa tersebut. niscaya lambungnya akan bergerak dari tempat tidur ini. sedangkan pintu rumah wanita itu tertutup. dba-dba ia melewad rumah seorang wanita Arab. dia sering melakukan hal tersebut.484 J u z 2 — Al-Baqarah mengawasiku. "Enam atau empat bulan." Muhammad ibnu Ishaq meriwayatkan dari As-Saib ibnu Jubair maula ibnu Abbas yang telah menjumpai masa sahabat Nabi Saw.

dan merupakan salah satu asar yang terkenal. hendaklah me- . Asar ini diriwayatkan pula melalui berbagai jalur. ayat 228 Wanita-wanita yang ditalak hendaklah menahan diri (menunggu) tiga kali guru'. niscaya lambungnya pasti direbahkannya di atas tempat tidur ini. sepanjang masa dia selalu mencatat semuanya karena taat kepada perintah Tuhanku. Allah memerintahkan kepada wanita-wanita yang diceraikan dan telah dicampuri. aku takut kepada malaikat pengawas yang ditugaskan menjaga diri kami. Dan suaminya lebih berhak merujukinya dalam masa menanti itu.Tafsir Ibnu Kasir 485 Allah dan memang kenyataannya tiada sesuatu pun selain Allah. sedangkan rasa malu menghalang-halangi diriku dan demi menghormat suamiku agar diriku jangan tercemar. Tidak boleh mereka menyembunyikan apa yang diciptakan Allah dalam rahimnya. Akan tetapi. jika mereka (para suami) itu menghendaki islah. para suami mempunyai suatu tingkatan kelebihan daripada istrinya. Dan Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana. jika mereka beriman kepada Allah dan hari akhirat. Akan tetapi. sedangkan mereka mempunyai masa quru'. Kemudian perawi melanjutkan asar ini seperti yang disebutkan di atas atau semisal dengannya. Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang makruf. Al-Baqarah.

Maka sesungguhnya dia melakukan idahnya hanya selama dua kali quru'. dari Ibnu Umar adalah perkataan Ibnu Umar sendiri (yakni mauquf. dari Al-Qasim. bahwa yang benar ialah hadis ini merupakan ucapan Al-Qasim ibnu Muhammad sendiri. belum pernah diketahui adanya perbedaan pendapat di kalangan para sahabat mengenai masalah ini. bahkan idah budak perempuan itu sama dengan wanita merdeka. maka digenapkanlah baginya dua kali quru'. mengingat segala sesuatunya adalah separo dari wanita yang merdeka. dari Sid Aisyah. Imam Turmuzi. Tetapi Imam Ibnu Majah meriwayatkannya melalui jalur Atiyyah Al-Aufi. Seperti apa yang diriwayatkan oleh Ibnu Jarir. pernah bersabda: Bilangan talak budak perempuan idahnya adalah dua kali haid. mengingat keumuman makna ayat di atas (AlBaqarah: 228). kemudian kawin jika menghendaki. maka ddak ada perbedaan antara wanita yang merdeka dan budak wanita. Yakni salah seorang dari mereka yang dicerai oleh suaminya melakukan idahnya selama tiga kali quru'. dari Ibnu Umar secara marfu''.486 J u z 2 — Al-Baqarah reka menunggu selama tiga kali quru'. Mengingat masalah ini merupakan hal yang bersifat pembawaan. dan Imam Ibnu Majah. . dan Hadis diriwayatkan oleh Imam Abu Daud. bahwa Rasulullah Saw. begitu pula yang lainnya. sedangkan quru' tidak dapat dipecahkan. Para ulama mengatakan. adalah dua kali talak. Hal yang sama diriwayatkan pula dari Umar ibnul Khattab. yaitu berkenaan dengan budak wanita apabila diceraikan. dari Muzahir ibnu Aslam Al-Makhzumi Al-Madani. bukan marfu'). Para imam yang empat orang mengecualikan keumuman makna ayat ini. tetapi Abu Umar menilainya daif. Al-Hafiz Ad-Daruqutni mengatakan. Pendapat ini diriwayatkan oleh Syekh Abu Umar ibnu Abdul Barr dari Muhammad ibnu Sirin dan sebagian penganut mazhab Zahiri. tetapi Muzahir ini berpredikat daif sama sekali. Imam Daruqutni mengatakan bahwa yang benar apa yang diriwayatkan oleh Salim dan Nafi'. Sebagian ulama Salaf mengatakan.

Tafsir Ibnu Kasir

487

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Abui Yaman, telah menceritakan kepada kami Ismail (yakni Ibnu Ayyasy), dari Amr ibnu Muhajir, dari ayahnya, bahwa Asma (anak perempuan Yazid ibnus Sakan Al-Ansariyah) telah menceritakan hadis berikut: Ia pernah diceraikan di masa Rasulullah Saw., sedangkan saat itu masih belum ada idah bagi wanita yang diceraikan. Maka Allah menurunkan firman-Nya kedka Asma ditalak, yakni firman yang menerangkan tentang idah wanita yang diceraikan. Dengan demikian, Asma merupakan wanita pertama yang diturunkan berkenaan dengannya masalah idah wanita yang diceraikan. Yang dimaksud adalah firman-Nya:

Wanita-wanita yang ditalak hendaklah menahan diri (menunggu) tiga kali quru'. (Al-Baqarah: 228) Hadis ini garib bila ditinjau dari segi (jalur) ini. Ulama Salaf dan Khalaf serta para imam berbeda pendapat tentang makna yang dimaksud dari istilah quru'. Apakah makna yang sebenarnya? Ada dua pendapat mengenainya, yaitu: Pendapat pertama. Yang dimaksud dengan istilah quru' ialah masa suci. Imam Malik mengatakan di dalam kitab Muwatta'-nya, dari Ibnu Syihab, dari Urwah, dari Siti Aisyah, bahwa Hafsah binti Abdur Rahman ibnu Abu Bakar pindah ketika memasuki darah haidnya yang ketiga kali (yakni pindah ke rumah suaminya). Ketika hal tersebut diceritakan kepada Umrah binti Abdur Rahman, ia mengatakan bahwa Urwah benar dalam kisahnya. Akan tetapi, ada sejumlah ulama yang membantah; mereka mengatakan bahwa sesungguhnya Allah telah berfirman di dalam Kitab-Nya:

tiga kali quru'. (Al-Baqarah: 228) Maka Aisyah berkata, "Kalian memang benar, tetapi tahukah kalian apa yang dimaksud dengan quru'l Sesungguhnya yang dimaksud dengan istilah quru' ialah masa suci."

488

Juz 2 — Al-Baqarah

Imam Malik meriwayatkan pula dari Ibnu Syihab, bahwa ia pernah mendengar Abu Bakar ibnu Abdur Rahman mengatakan, "Aku belum pernah menjumpai seorang pun dari kalangan ahli fiqih kami melainkan ia mengatakan hal yang sama (yakni quru' adalah masa suci)." Yang dimaksud ialah sama dengan apa yang dikatakan oleh Aisyah. Imam Malik meriwayatkan pula dari Nafi', dari Abdullah ibnu Umar, bahwa ia pernah mengatakan, "Apabila seorang lelaki menceraikan istrinya, lalu si istri memasuki masa haidnya yang ketiga, berarti dia telah terlepas dari suaminya dan suaminya terlepas darinya." Selanjutnya Imam Malik mengatakan, "Memang demikianlah yang berlaku di kalangan kami." Hal yang semisal telah diriwayatkan pula dari Ibnu Abbas, Zaid ibnu Sabit, Salim, Al-Qasim, Urwah, Sulaiman ibnu Yasar, Abu Bakar ibnu Abdur Rahman, Aban ibnu Usman, Ata ibnu Abu Rabah, Qatadah, dan Az-Zuhri serta tujuh orang ahli fiqih lainnya. Pendapat inilah yang dipegang oleh mazhab Maliki, mazhab Syafii, dan lainlainnya yang bukan hanya seorang, serta Daud dan Abu Saur. Pendapat ini sama dengan salah satu riwayat dari Imam Ahmad. Mereka mengatakan demikian berdalilkan firman-Nya:

Maka hendaklah kamu ceraikan mereka pada waktu mereka dapat (menghadapi) idahnya (yang wajar). (At-Talaq: 1) Yakni di masa sucinya. Juga karena mengingat masa suci waktu si suami menjatuhkan talak padanya terhitung, maka hal ini menunjukkan bahwa masa suci merupakan salah satu quru' yang dga yang diperintahkan bagi si istri untuk menjalaninya. Karena itulah mereka mengatakan bahwa sesungguhnya wanita yang ada dalam idahnya, masa idahnya habis dan terpisah dari suaminya bila ia memasuki masa haidnya yang kedga. Batas minimal masa yang dijalani oleh seorang istri hingga masa idahnya habis ialah dga puluh dua hari dan dua lahzah. Abu Ubaidah dan lain-lainnya mengatakan demikian dengan berpegang kepada perkataan seorang penyair, yaitu Al-A'sya:

Tafsir Ibnu Kasir

489

Setiap tahun kamu selalu menggeluti perang, sekalipun jauh, tekad dan semangatmu tetap menyala, banyak harta benda (ganimah) yang kamu peroleh, dan kamu dari keturunan yang terhormat, sekalipun tersia-siakan di dalamnya masa suci istri-istrimu. Penyair memuji seorang Amir Arab yang lebih senang memilih berperang daripada dnggal di rumah, hingga terlewatkanlah masa-masa suci istri-istrinya; ia ddak menyetubuhi mereka di masa-masa tersebut. Pendapat kedua. Yang dimaksud dengan quru' ialah masa haid. Karena itu, menurut pendapat ini seorang istri masih belum habis masa idahnya sebelum bersuci dari haid yang ketiga kalinya. Ulama lainnya menambahkan harus mandi terlebih dahulu dari haidnya. Batas minimal waktu yang dijalani oleh seorang wanita hingga sampai habis masa idahnya adalah tiga puluh tiga hari dan satu lahzah. As-Sauri meriwayatkan dari Mansur, dari Ibrahim, dari Alqamah yang menceritakan, "Kami pernah berada di hadapan Khalifah Umar ibnu Khattab r.a. Lalu datang kepadanya seorang wanita dan berkata kepadanya, 'Sesungguhnya suamiku telah menceraikan aku selama sekali atau dua kali haid. Lalu ia datang kepadaku, sedangkan aku telah melepaskan bajuku dan pintuku telah kututup.' Maka Umar berkata kepada Abdullah ibnu Mas'ud, 'Menurut pendapatku, dia telah menjadi istrinya, hanya salat masih belum dihalalkan baginya.' Ibnu Mas'ud berkata, 'Aku pun berpendapat demikian'." Demikian pula hal yang diriwayatkan dari Abu Bakar As-Siddiq, Umar, Usman, Ali, Abu Darda, Ubadah ibnus Samit, Anas ibnu Malik, Ibnu Mas'ud, Mu'az, Ubay ibnu Ka'b, Abu Musa Al-Asy'ari, Ibnu Abbas, Sa'id ibnul Musayyab, Alqamah, Al-Aswad, Ibrahim, Mujahid, Ata, Tawus, Sa'id ibnu Jubair, Ikrimah, Muhammad ibnu Sirin, Al-Hasan, Qatadah, Asy-Sya'bi, Ar-Rabi', Muqatil ibnu Hay-

490

J u z 2 — Al-Baqarah

yan, As-Saddi, Mak-hul, Ad-Dahliak, dan Ata Al-Khurrasani. Mereka semua mengatakan bahwa quru' artinya haid. Pendapat ini merupakan mazhab Imam Abu Hanifah dan muridmuridnya, dan sebuah riwayat dari Imam Ahmad ibnu Hambal yang paling sahih di antara kedua riwayatnya. Al-Asram meriwayatkan darinya, bahwa ia (Imam Ahmad) pernah mengatakan, "Para pembe-. sar sahabat Rasulullah Saw. mengatakan bahwa quru' artinya haid." Pendapat inilah yang dipegang oleh mazhab As-Sauri, Al-Auza'i, ibnu Abu Laila, Ibnu Syabramah, Al-Hasan ibnu Saleh ibnu Hay, Abu Ubaid, dan Ishaq Ibnu Rahawaih. Pendapat ini diperkuat oleh sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Abu Daud dan Imam Nasai melalui jalur Al-Munzir ibnul Mugirah, dari Urwah ibnuz Zubair, dari Fatimah binti Abu Hubaisy, bahwa Rasulullah Saw. telah bersabda kepadanya:

Tinggalkanlah salat dalam hari-hari quru'-mu (haidmu). Seandainya disebutkan dengan jelas bahwa quru' artinya haid, maka hal ini lebih sahih, tetapi Al-Munzir (salah seorang perawinya) disebutkan oleh Ibnu Abu Hatim sebagai perawi yang majhul (tak dikenal) lagi tidak masyhur. Ibnu Hibban menyebutkannya di dalam kitab As-Siqa~t. Ibnu Jarir mengatakan bahwa asal quru' di dalam percakapan orang-orang Arab menunjukkan pengertian waktu bagi kedatangan suatu hal yang telah menjadi kebiasaan kedatangannya, lagi dalam waktu yang telah dimaklumi, juga kepada kepergian sesuatu hal yang biasa kepergiannya dalam waktu yang telah dimaklumi. Ungkapan ini menunjukkan pengertian yang bersekutu antara haid dan suci. Pendapat inilah yang dipegang oleh sebagian ulama Usul. Menurut Al-Asmu'i, quru' artinya waktu. Abu Amr ibnul Ala mengatakan bahwa orang-orang Arab menamakan haid dengan sebutan quru', begitu pula masa suci. Dengan kata lain, haid dan suci dinamakan quru'.

Tafsir Ibnu Kasir

491

Syekh Abu Umar ibnu Abdul Barr mengatakan, tidak ada perselisihan pendapat di kalangan ulama bahasa dan ahli fiqih, bahwa yang dimaksud dengan quru' ialah haid dan suci; dan sesungguhnya mereka hanya berselisih pendapat tentang makna yang dimaksud dari ayat ini, yaitu terdiri atas dua pendapat. Firman Allah Swt.:

Tidak boleh mereka menyembunyikan dalam rahimnya. (Al-Baqarah: 228)

apa yang diciptakan

Allah

Yakni kandungan atau masa haidnya. Demikianlah menurut apa yang dikatakan oleh Ibnu Abbas, Ibnu Umar, Mujahid, Asy-Sya'bi, Al-Hakam ibnu Uyaynah, Ar-Rabi' ibnu Anas, dan Ad-Dahhak serta lainlainnya yang bukan hanya seorang. Firman Allah Swt.:

jika mereka beriman kepada Allah dan hari akhirat. (Al-Baqarah: 228) Ayat ini mengandung makna ancaman yang ditujukan kepada mereka jika mereka menentang perkara yang hak. Hal ini menunjukkan bahwa segala sesuatunya dalam masalah ini dikembalikan kepada pihak wanita, karena hal ini tidak dapat diketahui kecuali dari pihak mereka sendiri; dan sulit untuk menegakkan bayyinah (bukti) pada kebanyakannya untuk membuktikan hal tersebut. Karena itu, segala sesuatu dikembalikan kepada mereka. Lalu mereka diancam oleh ayat ini agar jangan sekali-kali mereka memberitahukan kecuali hanya kebenaran belaka, mengingat adakalanya pihak wanita mau mempercepat masa idahnya atau berkeinginan memperpanjang masa idahnya karena ada maksud-maksud tertentu. Karena itulah seorang istri diperintahkan agar menceritakan hal yang sebenarnya dalam hal ini tanpa menambah-nambahi atau mengurangi.

492 Firman Allah Swt.:

Juz 2 — Al-Baqarah

Dan suaminya lebih berhak merujukinya dalam masa menanti itu, jika mereka (para suami) itu menghendaki islah.(Al-Baqarah: 228) Maksudnya, suami yang menceraikannya lebih berhak untuk merujukinya selagi ia masih berada dalam idahnya, jika tujuan mjuk itu adalah untuk perdamaian dan kebaikan. Hal ini berlaku bagi wanitawanita yang ditalak rafi. Adapun bagi wanita-wanita yang diceraikan secara ba-in, maka di saat turunnya ayat ini belum ada yang namanya talak ba-in. Talak ba-in baru ada setelah dibatasi sampai tiga kali. Adapun di saat ayat ini diturunkan, maka seorang lelaki lebih berhak merujuk istrinya, sekalipun ia telah menceraikannya sebanyak seratus kali. Kedka mereka dibatasi oleh ayat sesudahnya hanya tiga kali talak, maka baru muncul di kalangan orang-orang ada wanita yang ditalak ba-in dan yang bukan talak ba-in (talak rafi). Apabila Anda renungkan masalah ini, maka tampak jelas bagi Anda kelemahan metode yang ditempuh oleh sebagian ulama Usul, yaitu mereka yang menyimpulkan dalil dari ayat ini tentang masalah kembalinya damir yang ada padanya. Dengan kata lain, apakah damir tersebut men-takhsis pengertian lafaz umum yang sebelumnya ataukah ddak? Karena sesungguhnya tamsil yang ada pada ayat ini bersifat ddak mutlak seperti apa yang mereka sebutkan. Firman Allah Swt.:

Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang makruf. (Al-Baqarah: 228) Yakni para wanita mempunyai hak atas suami mereka seimbang dengan hak yang ada pada para lelaki atas diri mereka. Karena itu, hendaklah masing-masing pihak dari keduanya menunaikan apa yang wajib ia tunaikan kepada pihak lain dengan cara yang makruf. Seperti

Tafsir Ibnu Kasir

493

yang disebutkan di dalam kitab Sahih Muslim, dari Jabir, bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda dalam haji wada'nya:

Maka bertakwalah kalian kepada Allah dalam masalah wanita, karena sesungguhnya kalian mengambil mereka dengan amanat dari Allah, dan kalian halalkan farji mereka dengan kalimat Allah. Maka bagi kalian atas mereka hendaknya mereka tidak mengizinkan seorang lelaki yang kalian benci menginjak permadani (rumah) kalian. Dan jika mereka mengizinkan hal tersebut, maka pukullah mereka dengan pukulan yang tidak melukai, dan bagi mereka pangan dan sandangnya secara makruf. Di dalam hadis Bahz ibnu Hakim, dari Mu'awiyah ibnu Haidah AlQusyairi, dari ayahnya, dari kakeknya, disebutkan bahwa ia pernah bertanya kepada Rasulullah Saw., "Wahai Rasulullah, apakah hak istri seseorang di antara kami?" Rasulullah Saw. menjawab:

Hendaknya kamu memberi makan dia jika kamu makan, memberi pakaian kepadanya jika kamu berpakaian, dan janganlah kamu memukul wajah, jangan pula berkata-kata buruk serta jangan pula mengisolasinya kecuali di dalam lingkungan rumah. Waki' meriwayatkan dari Basyir ibnu Sulaiman, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas yang mengatakan, "Sesungguhnya aku benar-benar suka

494

J u z 2 — Al-Baqarah

berhias diri untuk istri, sebagaimana si istri suka berhias untukku." Ibnu Abbas mengatakan demikian karena Allah Swt. telah berfirman:

Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang makruf. (Al-Baqarah: 228) Asar ini diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dan Ibnu Abu Hatim. Firman Allah Swt.:

* ty ^ .f'

H'-1 j '

Akan tetapi, para suami mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada istrinya. (Al-Baqarah: 228) Yakni keutamaan dalam hal pembawaan, akhlak, kedudukan, taat pada perintah, berinfak, mengerjakan semua kepentingan, dan keutamaan di dunia serta akhirat. Seperti yang disebutkan di dalam firmanNya:

Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. (An-Nisa: 34) Adapun firman Allah Swt.:

Dan Allah Mahaperkasa

lagi Mahabijaksana.

(Al-Baqarah: 228)

Yakni Mahaperkasa dalam pembalasan-Nya terhadap orang yang dur-

Tafsir Ibnu Kasir

495

haka kepada-Nya dan menentang perintah-Nya, lagi Mahabijaksana dalam perintah, syariat, dan takdir-Nya.

Al-Baqarah, ayat 229-230

Talak (yang dapat dirujuki) dua kali. Setelah itu boleh rujuk lagi dengan cara yang makruf atau menceraikan dengan cara yang baik. Tidak halal bagi kalian mengambil kembali sesuatu dari yang telah kalian berikan kepada mereka, kecuali kalau keduanya khawatir tidak akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah. Jika kalian khawatir bahwa keduanya (suami istri) tidak dapat menjalankan hukum-hukum Allah, maka tidak ada dosa atas keduanya tentang bayaran yang diberikan oleh istri untuk menebus dirinya. Itulah hukum-hukum Allah, maka janganlah kalian melanggarnya. Barang siapa yang melanggar hukum-hukum Allah, mereka itulah orang-orang yang zalim. Kemudian jika si suami menalaknya (sesudah talak yang kedua), maka perempuan itu tidak halal lagi baginya hingga dia kawin dengan suami yang

496

Juz 2 — Al-Baqarah

lain. Kemudian jika suami yang lain itu menceraikannya, maka tidak ada dosa bagi keduanya (bekas suami pertama dan istri) untuk kawin kembali jika keduanya berpendapat akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah. Itulah hukum-hukum Allah, diterangkan-Nya kepada kaum yang (mau) mengetahui. Ayat yang mulia ini mengangkat nasib kaum wanita dari apa yang berlaku pada masa permulaan Islam. Yaitu seorang lelaki lebih berhak merujuk istrinya, sekalipun ia menceraikannya sebanyak seratus kali talak, selagi si istri masih dalam masa idahnya. Mengingat hal tersebut merugikan pihak wanita, maka Allah membatasinya hanya sampai tiga kali talak, dan memperbolehkan rujuk pada talak pertama dan kedua, memisahkannya secara keseluruhan pada talak yang ketiga kalinya. Untuk itu Allah Swt. berfirman:

Talak (yang dapat dirujuki) dua kali. Setelah itu boleh rujuk lagi dengan cara yang makruf atau menceraikan dengan cara yang baik. (Al-Baqarah: 229) Imam Abu Daud di dalam kitab Sunnah-nya. mengatakan, yaitu dalam Bab "Nasakh Rujuk Sesudah Talak Tiga Kali", telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Muhammad Al-Marwazi, telah menceritakan kepadaku Ali ibnul Husain ibnu Waqid, dari ayahnya, dari Yazid ibnun Nahwi, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya:

Wanita-wanita yang ditalak hendaklah menahan diri (menunggu) tiga kali quru'. Tidak boleh mereka menyembunyikan apa yang diciptakan Allah dalam rahimnya. (Al-Baqarah: 228), hingga akhir ayat.

Tafsir Ibnu Kasir

497

Demikian itu bila ada seorang lelaki menalak istrinya, maka dialah yang lebih berhak merujukinya, sekalipun dia telah menceraikannya sebanyak tiga kali. Maka ketentuan tersebut di-mansukh oleh firmanNya:

Talak (yang dapat dirujuki) dua kali. (Al-Baqarah: 229), hingga akhir ayat. Hadis ini diriwayatkan pula oleh Imam Nasai, dari Zakaria ibnu Yahya, dari Ishaq ibnu Ibrahim, dari Ali ibnul Husain dengan lafaz yang sama. Ibnu Abu Hadm mengatakan, telah menceritakan kepada kami Harun ibnu Ishaq, telah menceritakan kepada kami Abdah (yakni Ibnu Sulaiman), dari Hisyam ibnu Urwah, dari ayahnya, bahwa ada seorang lelaki berkata kepada istrinya, "Aku ddak akan menceraikanmu selama-lamanya, dan ddak akan pula memberimu tempat selama-lamanya." Si istri bertanya, "Bagaimana caranya bisa demikian?" Lelaki (si suami) menjawab, "Aku akan menceraikanmu; dan apabila masa idahmu akan habis, maka aku merujukmu kembali." Lalu si istri datang kepada Rasulullah Saw. dan menceritakan kepadanya hal tersebut. Maka Allah menurunkan firman-Nya:

Talak (yang dapat dirujuki) dua kali. (AI-Baqarah: 229) Demikian pula apa yang diriwayatkan oleh Ibnu Jarir di dalam kitab tafsirnya melalui jalur Jarir ibnu Abdul Hamid dan Ibnu Idris. Abdu ibnu Humaid meriwayatkannya pula di dalam kitab tafsirnya, dari Ja'far ibnu Aun. Semuanya meriwayatkan hadis ini dari Hisyam, dari ayahnya yang menceritakan:

498

Juz 2 — Al-Baqarah

Pada mulanya seorang suami lebih berhak merujuk istrinya, sekalipun ia telah menceraikannya menurut apa yang dikehendakinya, selagi si istri masih berada dalam masa idahnya. Dan ada seorang lelaki dari kalangan Ansar marah kepada istrinya, lalu ia mengatakan, "Demi Allah, aku tidak akan menaungimu dan tidak pula akan menceraikanmu." Si istri bertanya, "Bagaimana bisa demikian?" Si suami menjawab, "Aku akan menceraikanmu; dan apabila telah dekat masa habis idahmu, maka aku akan merujukmu kembali. Kemudian aku ceraikan kamu lagi; dan apabila sudah dekat masa habis idahmu, maka aku akan merujukmu kembali." Kemudian si istri menceritakan hal itu kepada Rasulullah Saw. Maka Allah Swt. menurunkan firman-Nya, "Talak (yang dapat dinajuki) dua kali" (Al-Baqarah: 229). Ayah Hisyam melanjutkan kisahnya, bahwa setelah itu orang-orang tidak berani lagi mempermainkan talak, baik mereka yang suka menjatuhkannya maupun yang belum pernah. Abu Bakar ibnu Murdawaih meriwayatkannya pula melalui jalur Muhammad ibnu Sulaiman, dari Ya'la ibnu Syabib maula Az-Zubair, dari Hisyam, dari ayahnya, dari Sid Aisyah, lalu ia menceritakan hadis ini seperti yang disebutkan di atas, yakni semisal dengannya. Imam Turmuzi meriwayatkannya dari Qutaibah, dari Ya'la ibnu Syabib dengan lafaz yang sama. Kemudian Imam Turmuzi meriwayatkannya pula melalui Abu Kuraib, dari Ibnu Idris, dari Hisyam, dari ayahnya secara mursal, dan mengatakan bahwa sanad hadis ini paling sahih. Imam Hakim meriwayatkannya di dalam kitab Mustadrak-nya melalui jalur Ya'qub ibnu Humaid ibnu Kasib, dari Ya'la ibnu Syabib

Tafsir Ibnu Kasir

499

dengan lafaz yang sama, dan mengatakan bahwa sanad hadis ini sahih. Kemudian Ibnu Murdawaih mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ahmad ibnu Ibrahim, telah menceritakan kepada kami Ismail ibnu Abdullah, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Humaid, telah menceritakan kepada kami Salamah ibnu Fadl, dari Muhammad ibnu Ishaq, dari Hisyam ibnu Urwah, dari ayahnya, dari Siti Aisyah yang menceritakan hadis berikut:

Pada mulanya talak tidak mempunyai batas; seorang lelaki dapat menceraikan istrinya, lalu merujukinya kembali selagi si istri belum habis masa idahnya. Dan tersebutlah terjadi antara seorang lelaki Ansar dengan istrinya suatu hal yang biasa dilakukan oleh kebanyakan orang (yakni menceraikan istrinya dengan seenaknya). Si lelaki berkata, "Demi Allah, aku benar-benar akan membuat dirimu bukan sebagai janda, bukan pula sebagai wanita yang bersuami." Lalu si lelaki menalaknya; dan bila masa idah istrinya hampir habis, maka ia merujukinya kembali; dia melakukan hal tersebut berkali-kali. Maka Allah Swt. menurunkan firman-Nya, "Talak (yang dapat dirujuki) dua kali. Setelah itu boleh rujuk lagi dengan cara yang makruf atau menceraikan dengan

maka hendaklah ia bertakwa kepada Allah dalam hal tersebut. sebelum si istri kawin dengan suami yang baru. Hal yang sama diriwayatkan pula dari Qatadah secara mursal. telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahb. Ibnu Abu Talhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas yang mengatakan. lalu berpisah darimu dan kamu lepaskan ikatannya darimu dengan cara yang baik. Dan janganlah ia menganiaya haknya barang sedikit pun. "Apabila seorang lelaki menceraikan istrinya dua kali talak.500 J u z 2 — Al-Baqarah cara yang baik" (Al-Baqarah: 229). AsSaddi. Maka talak dihentikan sampai batas tiga kali. telah menceritakan kepadaku Sufyan AsSauri. Ibnu Zaid. Firman Allah Swt. atau menceraikannya dengan cara yang baik. tetapi janganlah kamu berbuat aniaya terhadap haknya barang sedikit pun. maka engkau boleh memilih selagi istrimu masih dalam idahnya antara mengembalikan dia kepadamu dengan niat memperbaiki dia dan berbuat baik kepadanya. telah menceritakan kepadaku Ismail ibnu Sami' yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar Abu Razin menceritakan hadis berikut: . telah menceritakan kepada kami Yunus ibnu Abdul A'la secara qiraah (bacaan). yakni dalam talak yang kedga. Adakalanya dia merujukinya dengan cara yang makruf dan mempergaulinya dengan cara yang baik. (Al-Baqarah: 229) Yakni apabila engkau menceraikan istrimu sebanyak sekali talak atau dua kali talak. tiada rujuk lagi sesudah talak tiga.: Setelah itu boleh rujuk lagi dengan cara yang makruf atau menceraikan dengan cara yang baik. jangan pula kamu membuat dia mudarat. dan Ibnu Jarir memilih bahwa hadis ini merupakan tafsir dari ayat ini. dan Ibnu Jarir menuturkan pula demikian. atau kamu biarkan dia menghabiskan masa idahnya." Ibnu Abu Hadm mengatakan.

Tafsir Ibnu Kasir 501 Seorang lelaki datang kepada Nabi Saw. menjawab." Abdu ibnu Humaid meriwayatkan pula hadis ini di dalam kitab tafsirnya yang lafaznya berbunyi seperti berikut: Telah menceritakan kepada kami Yazid ibnu Abu Hakim. dari Ismail ibnu Sami'. bahwa Abu Razin Al-Asadi pernah menceritakan hadis berikut: Seorang lelaki berkata. Maka manakah talak yang ketiganya?" Nabi Saw. lalu ia menceritakan hadis tersebut. Ibnu Murdawaih meriwayatkan pula melalui jalur Abdul Wahid ibnu Ziyad. dari Khalid ibnu Abdullah. dari Ismail ibnu Sami'. Hal yang sama diriwayatkan pula oleh Sa'id ibnu Mansur. menjawab. . dari Abu Razin dengan lafaz yang sama secara mursal. Hal yang sama diriwayatkan pula oleh Ibnu Murdawaih melalui jalur Qaisibnur Rabi'. dari Ismail ibnu Zakaria dan Abu Mu'awiyah. dari Ismail ibnu Sami'.. dari Nabi Saw. 'Setelah itu boleh rujuk lagi dengan cara yang makruf atau menceraikan dengan cara yang baik' (Al-Baqarah: 229).. bagaimanakah pendapatmu mengenai firman Allah Swt. "Melepaskan (menceraikan) dengan cara yang baik. "Melepaskan (menceraikan) dengan cara yang baik adalah talak yang ketiganya. lalu berkata. dan Sufyan. Maka manakah talak yang ketiganyaV Nabi Saw. "Wahai Rasulullah. dari Ismail ibnu Sami'." Hadis ini diriwayatkan pula oleh Imam Ahmad. 'Talak (yang boleh dirujuki) dua kali' (Al-Baqarah: 229).. dari Abu Razin dengan lafaz yang sama. "Wahai Rasulullah. dari Anas ibnu Malik. bagaimanakah pendapatmu tentang makna firmanNya.

baik secara keseluruhan atau sebagiannya. telah menceritakan kepada kami Hammad ibnu Salamah. Allah menuturkan masalah talak dua kali. telah menceritakan kepada kami Ibnu Aisyah." Firman Allah Swt.. yaitu firman-Nya: . lalu bertanya. telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Yahya. menjawab. (Al-Baqarah: 229) Artinya. Hal ini diungkapkan pula oleh Allah dalam ayat yang lain. "Rujuk lagi dengan cara yang makruf atau melepaskan (menceraikan) dengan cara yang baik.502 J u z 2 — Al-Baqarah Kemudian Ibnu Murdawaih mengatakan.: Tidak halal bagi kalian mengambil kembali sesuatu dari yang telah kalian berikan kepada mereka. Seorang lelaki datang kepada Nabi Saw. ddak dihalalkan bagi kalian mengganggu dan mempersulit mereka dengan maksud agar mereka membayar tebusannya kepada kalian sebagai ganti maskawin yang telah kalian berikan kepada mereka. dari Anas ibnu Malik yang telah menceritakan: JIS ^&&%^sf&%. "Wahai Rasulullah. telah menceritakan kepada kami Ubaidillah ibnu Jarir ibnu Jabalah. dari Qatadah. maka manakah talak yang ketiganya?" Rasulullah Saw. telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Ahmad ibnu Abdur Rahim.

4) Jika suami dan istri bertengkar karena pihak istri ddak dapat menunaikan hak-hak suaminya dan membuat pihak suami marah kepadanya —begitu pula sebaliknya. berfirman: Tidak halal bagi kalian mengambil kembali sesuatu dari yang telah kalian berikan kepada mereka. Tidak ada dosa atas diri istri dalam pengembalian itu. maka tidak ada dosa atas keduanya tentang bayaran yang diberikan oleh istri untuk menebus dirinya. (An-Nisa: 19) Jika pihak istri memberikan sesuatu kepada pihak suami dengan suka had. Jika kalian khawatir bahwa keduanya (suami istri) tidak dapat menjalankan hukum-hukum Allah. kemudian ia meminta agar dirinya dilepaskan dengan imbalan tebusan darinya. kecuali kalau keduanya khawatir tidak akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah. (Al-Baqarah: 229). ddak ada dosa pula bagi pihak suami menerimanya dari pihak istri. Jika pihak wanita ddak mempunyai halangan (uzur). hingga akhir ayat. maka makanlah (ambillah) itu (sebagai makanan) yang sedap lagi baik akibatnya. me- . melalui firman-Nya: Kemudian maskawin pemberian (An-Nisa: jika mereka menyerahkan kepada kalian sebagian dari itu dengan senang hati. Karena itulah Allah Swt. maka pihak istri boleh menebus dirinya dari pihak suami dengan mengembalikan kepada pihak suami apa yang pernah ia terima darinya. kecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang nyata.Tafsir Ibnu Kasir 503 Dan janganlah kalian menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kalian berikan kepada mereka. pihak suami ddak dapat mempergaulinya—. maka diterangkan oleh Allah Swt.

maka haram baginya bau surga. Imam Turmuzi mengatakan. dari Rasulullah Saw. telah menceritakan kepada kami Hammad ibnu Zaid. dari Abu Qilabah yang mengatakan bahwa ia pernah menceritakan. Sebagian ahli hadis ada yang meriwayatkannya dari Ayyub dengan sanad ini. dari Abdul Wahhab ibnu Abdul Majid As-Saqafi. Demikian pula menurut riwayat Imam Turmuzi. Imam Ibnu . bahwa Rasulullah Saw. dari Sauban. Keduanya (Abdul Wahhab dan Ibnu Ulayyah) mengatakan. dari orang yang menceritakannya.. Hal yang sama diriwayatkan pula oleh Imam Abu Daud. tetapi ddak marfu'. dari Sauban. telah menceritakan kepada kami Abdul Wahhab. maka haram baginya bau surga. Imam Ahmad mengatakan. dari Abu Ojlabah.504 J u z 2 — Al-Baqarah nurut Ibnu Jarir dalam salah satu riwayatnya disebutkan. telah menceritakan kepada kami Ayyub. dari Bandar. dan Imam Turmuzi mengatakan bahwa predikat hadis ini hasan. dari Abu Ojlabah. telah bersabda: Wanita mana pun yang meminta untuk diceraikan oleh suaminya tanpa alasan yang dibenarkan. telah diriwayatkan pula dari Ayyub. telah menceritakan kepada kami Ibnu Basysyar. dari Ayyub. dari Abu Asma. Abu Asma dan juga Sauban pernah menceritakan bahwa Rasulullah Saw. telah menceritakan kepada kami Abdur Rahman. telah menceritakan kepada kami Ibnu Ulayyah. pernah bersabda: Wanita mana pun yang meminta kepada suaminya untuk diceraikan tanpa ada alasan yang membenarkan. Telah menceritakan pula kepadaku Ya'qub ibnu Ibrahim.

dari Lais (yaitu Ibnu Abu Sulaim). Nabi Saw. pernah bersabda: Wanita mana pun yang meminta kepada suaminya agar diceraikan tanpa alasan yang dibenarkan. bahwa Rasulullah Saw. dari ayahnya. dari Lais ibnu Abu Idris. maka Allah mengharamkan atasnya bau surga. sanadnya pun tidak kuat. dari Asy'as ibnu . telah menceritakan kepada kami Qais ibnur Rabi'. dari Muzahim ibnu Daud ibnu Ulayyah. Jalur periwayatan yang lain diketengahkan oleh Ibnu Jarir. Kemudian Ibnu Jarir dan Imam Turmuzi meriwayatkan dari Abu Kuraib. dari Sauban. telah bersabda: Wanita-wanita nafik. bahwa Nabi Saw.). Imam ibnu Jarir melalui hadis Hammad ibnu Zaid dengan lafaz yang sama. dari Abui Khattab. juga Sauban (pelayan Rasul Saw. telah menceritakan kepada kami Hafs ibnu Bisyr. bersabda pula: Wanita-wanita yang meminta khulu' (diceraikan oleh suaminya) adalah wanita-wanita munafik. dari Abu Zar'ah. telah menceritakan kepada kami Al-Mu'tamir ibnu Sulaiman. yang meminta khulu' adalah wanita-wanita mu- Kemudian Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini garib bila ditinjau dari segi ini. Hadis lain diriwayatkan oleh Ibnu Jarir.Tafsir Ibnu Kasir 505 Majah. telah menceritakan kepada kami Ayyub. dari Abu Idris. telah menceritakan kepadaku Ya'qub ibnu Ibrahim.

dari Nabi Saw. Kemudian sejumlah banyak ulama dari kalangan ulama Salaf dan para Imam ulama Khalaf mengatakan bahwa tidak boleh khulu' kecuali jika pertengkaran dan perpecahan terjadi dari pihak istri. dari Ibnu Abbas. dari Uqbah ibnu Amir. telah menceritakan kepada kami Affan. dari pamannya Imarah ibnu Sauban. dan sesungguhnya bau surga itu benar-benar dapat dirasakan sejauh perjalanan empat puluh tahun. Hadis ini berpredikat garib lagi daif'bila ditinjau dari segi ini. Maka dalam . dari Abu Hurairah. telah bersabda: Janganlah seorang wanita meminta talak kepada suaminya yang bukan karena alasan semestinya. telah menceritakan kepada kami Abu Asim. dari Sabit ibnu Yazid. dari Al-Hasan. pernah bersabda: Sesungguhnya wanita-wanita yang minta diceraikan lagi suka bertengkar dengan suaminya adalah wanita-wanita munafik. bahwa Rasulullah Saw. dari Ata. Hadis lain diriwayatkan oleh Ibnu Majah. telah menceritakan kepada kami Bakr ibnu Khalaf Abu Bisyr. yang telah bersabda: Wanita-wanita yang minta dicerai oleh suaminya lagi suka bertengkar dengan suaminya adalah wanita-wanita munafik. dari Al-Hasan. dari Ja'far ibnu Yahya ibnu Sauban. telah menceritakan kepada kami Ayyub. Hadis lain diriwayatkan oleh Imam Ahmad. telah menceritakan kepada kami Wuhaib. bahwa Rasulullah Saw. niscaya ia akan dapat mencium baunya surga.506 J u z 2 — Al-Baqarah Siwar.

Tawus. Al-Hasan. "Seandainya seorang suami mengambil sesuatu dari istrinya. Ata. kecuali jika ada dalilnya. dan jumhur ulama. masalah khulu' ddak berlaku pada kondisi lainnya. Pendapat ini pula yang dikatakan oleh semua muridnya. Ibrahim. Karena itu. "Demikianlah yang aku jumpai di kalangan ulama." Imam Malik mengatakan. kecuali kalau keduanya khawatir tidak akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah. Syekh Abu Umar ibnu Abdul Barr mengatakan di dalam kitab Istizkar-nya dari Bakr ibnu Abdullah Al-Muzani yang mengatakan bahwa khulu' itu di-mansukh oleh firman-Nya: sedangkan kalian telah memberikan kepada seseorang di antara mereka harta yang banyak. (AlBaqarah: 229) Mereka mengatakan bahwa masalah khulu' hanya disyariatkan bila kondisinya seperti yang disebutkan ayat ini." Imam Syafii mengatakan bahwa pihak istri diperbolehkan melakukan khulu' dalam kondisi percekcokan. (An-Nisa: 20) . maka penebusan itu harus dikembalikan kepadanya dan jatuhlah talaknya sebagai talak raj'i. Di antara orang yang berpendapat seperti ini ialah Ibnu Abbas. Mereka mengatakan demikian berdalilkan kepada firman-Nya: Tidak halal bagi kalian mengambil kembali sesuatu dari yang telah kalian berikan kepada mereka. Sedangkan pada asalnya selain kasus ini ddak ada. sedangkan dalam keadaan tidak ada percekcokan lebih diperbolehkan lagi. mereka berpendapat demikian. maka janganlah kalian mengambil kembali darinya barang sedikit pun. sedangkan hal itu memudaratkan pihak istri.Tafsir Ibnu Kasir 507 keadaan seperti itu barulah pihak suami diperbolehkan menerima tebusan dari pihak istri untuk membebaskan dia dari ikatan perkawinan. Hingga Imam Malik dan Al-A'uzai mengatakan. berdasarkan analogi yang lebih utama.

"Wahai Rasulullah. bertanya. Maka Rasulullah Saw. dari Malik. "Aku tidak ada kaitan lagi dengan Sabit ibnu Qais. Imam Abu Daud meriwayatkannya pula dari Al-Qa'nabi. Hadis lain diriwayatkan dari Siti Aisyah. dari Malik berikut sanadnya. sedangkan Imam Nasai meriwayatkannya dari Muhammad ibnu Maslamah. telah menceritakan kepada kami Abu Amr As-Sadusi. Imam Abu Daud dan Imam Ibnu Jarir mengatakan. Sekarang marilah kita tuturkan jalur-jalur hadisnya dan aneka ragam lafaznya. Kemudian . bahwa ia telah menceritakan kepadanya apa yang ia terima dari Habibah binti Sahi Al-Ansari. dari Amrah. Ketika Rasulullah Saw. bersabda kepadanya. bahwa Habibah binti Sahi adalah istri Sabit ibnu Qais ibnu Syammas. tetapi pendapat ini lemah dan ddak dapat dipakai. dari Ibnul Qasim. lalu Sabit memukulnya hingga salah satu anggota tubuhnya ada yang patah. keluar menunaikan salat Subuh. telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ma'mar. "Aku Habibah binti Sahi. beliau menjumpai Habibah binti Sahi berada di depan pintu rumahnya dalam cuaca pagi yang masih gelap. semua apa yang pernah ia berikan masih utuh ada padaku. yaitu Habibah binti Abdullah ibnu Abu Salul. "Apakah keperluanmu?" Ia menjawab. Karena sesungguhnya Ibnu Jarir sendiri menyebutkan bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan Sabit ibnu Qais ibnu Syammas dan istrinya. lalu Habibah tinggal di rumah keluarganya." Maka Rasulullah Saw." Rasulullah Saw. maka Rasulullah Saw. Imam Malik di dalam kitab Muwatta'-nya mengatakan dari Yahya ibnu Sa'id. telah menceritakan kepada kami Abu Amir. "Perempuan ini adalah Habibah binti Sahi. dari Imam Malik." Kemudian Sabit mengambil kembali pemberian itu dari Habibah. ia menceritakan semua apa yang dikehendaki oleh Allah mengenai dirinya. "Ambillah kembali darinya. bersabda (kepada Sabit ibnu Qais)." maksudnya suaminya. bertanya. dari Siti Aisyah. "Siapakah wanita ini?" Ia menjawab. bahwa ia pernah menjadi istri Sabit ibnu Qais ibnu Syammas. dari Amrah binti Abdur Rahman ibnu Sa'id ibnu Zararah. Ketika suaminya (yakni Sabit ibnu Qais) datang.508 J u z 2 — Al-Baqarah Ibnu Jarir meriwayatkannya pula dari Bakr ibnu Abdullah Al-Muzani. dari Abdullah ibnu Abu Bakar. Hal yang semisal telah diriwayatkan oleh Imam Ahmad ibnu Abdur Rahman ibnu Mahdi." Habibah berkata.

dan mengadu kepadanya. Maka Rasulullah Saw. menjawab. kemudian ceraikanlah dia. bersabda." . dan ceraikanlah dia sekali talak. Demikianlah menurut lafaz Ibnu Jarir. "Sesungguhnya aku menyedekahkan kepadanya dua buah kebun kurma yang sekarang masih berada di tangannya." Rasulullah Saw. Hadis lainnya bersumber dari sahabat Ibnu Abbas. "Ambillah sebagian hartanya dan ceraikanlah dia!" Sabit bertanya. "Ya." Sabit berkata." Maka Rasulullah Saw. Abu Amr As-Sadusi adalah Sa'id ibnu Salamah ibnu Abui Husam. "Ambillah kedua kebun itu darinya. melainkan aku tidak suka kemunafikan sesudah masuk Islam. telah menceritakan kepada kami Khalid.. sesudah salat Subuh. dari Ikrimah. wahai Rasulullah?" Rasulullah Saw. bersabda. "Terimalah kebun itu. telah menceritakan kepada kami Abdul Wahhab As-Saqafi. telah menceritakan kepada kami Azar ibnu Jamil." Maka Nabi Saw." Lalu Sabit melakukan hal tersebut.Tafsir Ibnu Kasir 509 Habibah datang kepada Rasulullah Saw. tidak pula dalam masalah agama. "Maukah engkau mengembalikan kepadanya kebun (kurma)nya?" Ia menjawab. "Ya. bersabda. Imam Bukhari mengatakan. "Apakah hal tersebut dianggap baik. memanggil Sabit dan bersabda. "Wahai Rasulullah. lalu berkata. aku tidak mencelanya dalam masalah akhlak. dari Ibnu Abbas yang telah menceritakan hadis berikut: Bahwa istri Sabit ibnu Qais ibnu Syammas datang kepada Nabi Saw.

dari Ikrimah. —demikianlah menurutnya—. dari Ikrimah. telah menceritakan kepada kami Hammad ibnu Zaid. seperti yang disebut sebelumnya. telah menceritakan kepadaku Abdul A'la. telah menceritakan kepada kami Ubaidillah ibnu Umar Al-Qawariri.510 J u z 2 — Al-Baqarah Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Imam Nasai dari Azar ibnu Jamil berikut sanadnya. Imam Bukhari meriwayatkannya pula dari Ishaq Al-Wasiti. Demikian pula Imam Bukhari meriwayatkannya melalui berbagai jalur dari Ayyub. telah menceritakan kepada kami Sa'id. dari Khalid (yaitu Abdullah At-Tahawi). dari Qatadah. dari Ikrimah. yakni benci. dari Ayyub.a. telah menceritakan kepada kami Abui Qasim (yaitu Abdullah ibnu Muhammad ibnu Abdul Aziz Al-Bagawi). dari Ibnu Abbas dengan lafaz yang semisal. dari Ikrimah. Kemudian Imam Bukhari mengatakan. Hadis ini bila didnjau dari segi ini hanya Imam Bukhari sendiri yang memilikinya. bahwa Jamilah r. dari Ibnu Abbas. Imam Abu Abdullah ibnu Buttah mengatakan. sedangkan pada sebagiannya disebutkan bahwa istri Sabit ibnu Qais mengatakan: Aku tidak tahan dengannya. telah menceritakan kepada kami Sulaiman ibnu Harb. Akan tetapi. dari Khalid (yaitu Ibnu Mahran Al-Hazza). dari Ibnu Abbas yang menceritakan hadis berikut: . tetapi yang masyhur nama pelaku wanitanya adalah Habibah. telah menceritakan kepadaku Abu Yusuf (yakni Ya'qub ibnu Yusuf AtTabbakh).

Demikian pula menurut riwayat Ibnu Majah. dari Abdullah ibnu Rabah. Ibnu Jarir mengatakan. bersabda kepadanya. "Maukah engkau mengembalikan kebunnya kepadanya?" Jamilah menjawab. telah menceritakan kepada kami Al-Husain ibnu Waqid. telah menceritakan kepada kami Azar ibnu Marwan. bukan karena aku mencela Sabit ibnu Qais dalam masalah agama dan akhlak. Maka Nabi Saw. "Ya" Maka Nabi Saw.. dari Sabit. tetapi aku benci kepada kemunafikan sesudah Islam. dari Jamilah bind Abdullah ibnu Ubay ibnu Salul. telah menceritakan kepada kami Abdul A'la hal yang semisal. telah menceritakan kepada kami Yahya ibnu Wadih. "Demi Allah. dari Azar ibnu Marwan berikut sanadnya dengan lafaz yang sama. memerintahkan kepada Sabit Ibnu Qais untuk mengambil kembali pokoknya dan tidak boleh lebih. tidak pula dalam masalah lak. bukannya aku tidak senang padanya dalam masalah agama. telah menceritakan kepada kami Ibnu Humaid. memanggilnya. kemudian bersabda kepadanya: "Hai Jamilah. mengapa engkau tidak suka kepada Sabit?" milah menjawab. aku tidak tahan dengannya karena benci. Ibnu Murdawaih meriwayatkannya di dalam kitab tafsirnya melalui Musa ibnu Harun.Tafsir Ibnu Kasir 511 Bahwa Jamilah binti Salul datang kepada Nabi Saw. melainkan aku tidak suka kepada penampilannya yang Jakeakhbu- . lalu berkata. "Demi Allah. bahwa ia pernah menjadi istri Sabit ibnu Qais." Nabi Saw. lalu membangkang kepada suaminya. sanad hadis ini baik lagi benar.

" Maka Nabi Saw. "Ya. telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Abdul ATa. menceraikan di antara keduanya. dari Hajjaj.. telah menceritakan kepada kami AlMu'tamir ibnu Sulaiman yang mengatakan bahwa ia pernah belajar kepada Fudail yang menerima hadis berikut dari Abu Jarir. "Wahai Rasulullah. dan Nabi Saw. tubuhnya sangat pendek. bersabda kepadanya. dan mukanya sangat jelek. mula-mula pcrisdwa khulu' dalam Islam terjadi pada saudara perempuan Abdullah ibnu Ubay. telah menceritakan kepada kami Abu Kuraib. yaitu kebunku." Maka Jamilah mengembalikan kebun itu. bertanya kepada istrinya. dari kakeknya yang menceritakan: . "Maukah engkau mengembalikan kepadanya kebun itu?" Jamilah menjawab. "Ya. aku beri tambahannya. Ibnu Jarir meriwayatkan pula. seunggunnya aku telah memberikan kepadanya harta milikku yang paling berharga. dari ayahnya. "Wahai Rasulullah. Hadis lainnya diriwayatkan oleh Ibnu Majali. dari Amr ibnu Syu'aib. Ternyata dia adalah lelaki berkulit hitam. "Apakah masalah khulu' mempunyai dalil asal?" Ikrimah menjawab bahwa Ibnu Abbas pernah menceritakan. semoga aku dan dia ddak dipertemukan untuk selama-lamanya." Maka suaminya berkata. "Bagaimanakah pendapatmu?" Si istri menjawab. telah menceritakan kepada kami Abu Khalid Al-Ahmar. lalu aku lihat dia datang dengan segala perangkatnya.512 J u z 2 — Al-Baqarah ruk. bahwa Abu Jarir pernah bertanya kepada Ikrimah. memisahkan (menceraikan) keduanya." Maka Nabi Saw. Disebutkan bahwa pada mulanya saudara perempuan Abdullah ibnu Ubay datang kepada Rasulullah Saw. Sesungguhnya aku mengintip di balik tendaku. Bagaimanakah kalau dia mengembalikan kebun itu kepadaku?" Rasulullah Saw. Dan jika dia menghendaki. lalu bertanya.

telah menceritakan kepada kami Ibnu Ulayyah. "Ya. Menurut jumhur ulama. "Maukah engkau mengembalikan kebunnya kepada dia?" Habibah menjawab. Kemudian Rasulullah Saw. "Bagaimanakah perasaanmu?" Si wanita menjawab." Lalu Habibah mengembalikan kepada Sabit kebun (yang pernah ia berikan kepada)nya. telah menceritakan kepada kami Ayyub. hal tersebut diperbolehkan karena mengingat keumuman makna firman-Nya: maka tidak ada dosa atas keduanya tentang bayaran yang diberikan oleh istri untuk menebus dirinya. memisahkan keduanya. Setelah itu si wanita tersebut dipanggil dan ditanya. bila ia masuk ke kamarku. bersabda. sekiranya aku tidak takut kepada Allah. demi Allah. telah menceritakan kepada kami Ya'qub ibnu Ibrahim. (Al-Baqarah: 229) Ibnu Jarir mengatakan. "Wahai Rasulullah. "Aku belum pernah . Lalu Habibah berkata.Tafsir Ibnu Kasir 513 Habibah binti Sahi pada mulanya menjadi istri Sabit ibnu Qais ibnu Syammas. Maka Khalifah Umar memerintahkan agar wanita tersebut disekap di dalam sebuah aimah yang banyak sampahnya. bahwa dihadapkan kepada Khalifah Umar seorang wanita yang membangkang terhadap suaminya. niscaya aku ludahi wajahnya." Rasulullah Saw. sedangkan Sabit adalah orang yang buruk rupanya. Para imam berbeda pendapat mengenai masalah bila pihak lelaki meminta tebusan yang jumlahnya lebih banyak daripada apa yang pernah ia berikan kepada pihak si istri. dari Kasir maula Ibnu Samurah.

aku belum pernah merasakan malam hari yang menyenangkan seperti malam ini. dan apabila bepergian. dari Ayyub. "Ceraikanlah dia. sekalipun dengan tebusan anting-antingnya. Sa'id ibnu Abu Arubah telah meriwayatkan dari Qatadah. Ia pernah mempunyai seorang suami yang tidak baik kepadanya bila ada di rumah." Maka Ar-Rabi' melakukan hal itu. bahwa Ar-Rabi' binti Mu'awwaz ibnu Afra pernah menceritakan asar berikut. dari Kasir maula Samurah dengan lafaz yang semisal. Ar-Rabi' melanjutkan kisahnya. sekalipun kondenya (lalu ceraikanlah dia). lalu wanita itu mengadu perihal dengan suaminya.514 J u z 2 — Al-Baqarah merasa ketenangan sejak aku dinikahi olehnya kecuali malam tadi sewaktu engkau menyekapku. "Bagaimanakah keadaan tempatmu ini?" Wanita itu menjawab." Si suami menjawab. bahwa ada seorang wanita datang kepada Khalifah Umar ibnul Khattab. maka si suami menelantarkannya. Tetapi di dalam riwayat ini disebutkan bahwa Khalifah Umar menyekap wanita itu di dalam rumah tersebut selama tiga hari. dari Ma'mar. atau segala sesuatu yang nilainya lebih kecil daripada konde. dari Abdullah ibnu Muhammad ibnu Uqail." Maka Khalifah Umar berkata (kepada suaminya). Makna yang dimaksud dari asar ini ialah bahwa pihak suami di- . bahwa pamannya (yaitu Mu'az ibnu Afra) memperkarakan hal itu kepada Khalifah Usman ibnu Affan. Maka Khalifah Umar menyekapnya di dalam rumah yang penuh dengan sampah. "Aku meminta khulu' kepadamu dengan tebusan semua yang aku miliki." Maka Khalifah Umar berkata kepada suaminya. "Sejak aku dinikahi olehnya. "Ambillah." Asar ini diriwayatkan pula oleh Abdur Razzaq. Ar-Rabi' binti Mu'awwaz melanjutkan kisahnya. bahwa pada suatu hari ia terlanjur mengatakan kalimat. Abdur Razzaq mengatakan. telah menceritakan kepada kami Ma'mar. Maka Khalifah Usman memperbolehkan khulu' itu dan memerintahkan kepada suaminya untuk mengambil konde kepalanya dan yang lebih kecil daripada itu. dari Humaid ibnu Abdur Rahman. Pada keesokan harinya Khalifah Umar berkata kepadanya." Imam Bukhari mengatakan bahwa Usman memperbolehkan khulu' dengan tebusan yang lebih kecil daripada konde. "Ya.

maka hanya diperbolehkan lewat pengadilan. Jika pihak suami ingin mengambilnya kembali. dan Usman Al-Batti. dari Ibnu Abbas dalam kisah Sabit ibnu Qais. dan Abu Saur serta dipilih oleh Ibnu Jarir. dari Ikrimah. "Seorang suami tidak boleh mengambil dari wanita yang meminta khulu' lebih banyak daripada apa yang pernah ia berikan kepadanya." Al-Auza'i mengatakan bahwa para kadi tidak membolehkan seorang lelaki mengambil dari istrinya yang minta khulu' lebih banyak daripada apa yang pernah ia berikan kepadanya. Hal ini dikatakan oleh Sa'id ibnu Musayyab. memerintahkan kepada Sabit agar mengambil dari istrinya kebun itu (yang pernah ia berikan kepadanya) dan tidak boleh lebih dari itu. Amr ibnu Syu'aib. dalil dari pendapat ini adalah hadis yang telah kami sebutkan di atas yang diriwayatkan oleh Qatadah. Menurut kami.Tafsir Ibnu Kasir 515 perbolehkan mengambil dari istrinya yang meminta khulu' seperti itu segala sesuatu yang menjadi miliknya. Imam Ahmad. maka hanya diperbolehkan lewat pengadilan. Mujahid. Al-Lais. Qubaisah ibnu Zu-aib. Ikrimah. Pendapat inilah yang dipegang oleh mazhab Maliki. Jika pihak suami menuntut tambahannya. Hal yang sama dikatakan pula oleh Ibnu Umar. Tawus. Al-Hasan ibnu Saleh. Jika mudarat yang ditimbulkan bersumber dari pihak suami. Hammad ibnu Abu Sulaiman. dan tidak boleh lebih dari itu. Ata. AzZuhri. Murid-murid Imam Abu Hanifah mengatakan bahwa jika mudarat yang ditimbulkan bersumber dari pihak istri. dan dada menyisakan untuk si istri kecuali tusuk konde kepalanya. . maka tidak boleh pihak suami mengambil sesuatu pun dari pihak istrinya. Asy-Sya'bi. Ibnu Abbas. Abu Ubaid. dan Ishaq ibnu Rahawaih mengatakan bahwa pihak suami tidak boleh mengambil lebih banyak daripada apa yang pernah ia berikan kepada istrinya yang meminta khulu'. dan Ar-Rabi' ibnu Anas. Imam Syafii. Al-Hasan. maka pihak suami diperbolehkan menarik dari pihak istri apa yang pernah diberikan kepadanya. baik yang bernilai besar ataupun kecil. Yaitu Rasulullah Saw. Ma'mar dan Al-Hakam mengatakan bahwa sahabat Ali pernah mengatakan. Ibrahim An-Nakha'i.

maka tidak ada dosa atas keduanya tentang bayaran yang diberikan oleh istri untuk menebus dirinya. Mereka menakwilkan makna ayat berikut: Maka tidak ada dosa atas keduanya tentang bayaran yang diberikan oleh istri untuk menebus dirinya." Demikianlah menurut riwayat Ibnu Jarir. Karena itulah maka sesudahnya disebutkan: .516 J u z 2 — Al-Baqarah Dalil lainnya ialah apa yang diriwayatkan oleh Abdu ibnu Humaid yang menceritakan. ddak suka bila seorang lelaki mengambil dari istrinya yang minta khulu' hal yang lebih banyak daripada apa yang pernah ia berikan kepadanya. Jika kalian khawatir bahwa keduanya (suami istri) tidak dapat menja^ lankan hukum-hukum Allah. (Al-Baqarah: 229) Yaitu mengembalikan kembali pemberian tersebut. dari Ibnu Juraij. telah menceritakan kepada kami Qubaisah. "Tidak ada dosa atas keduanya tentang bayaran yang diberikan oleh istri untuk menebus dirinya dengan mengembalikan pemberian tersebut. (Al-Baqarah: 229) Yakni berupa apa yang pernah diberikan pihak suami kepadanya. bahwa Nabi Saw. kecuali kalau keduanya khawatir tidak akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah. Takwil yang sama dikemukakan pula oleh Ar-Rabi' ibnu Anas melalui qiraahnya yang mengatakan. mengingat dalam ayat sebelumnya disebutkan: Tidak halal bagi kalian mengambil kembali sesuatu dari yang telah kalian berikan kepada mereka. dari Ata. dari Sufyan.

Sedangkan selain Imam Syafii meriwayatkan dari Sufyan ibnu Uyaynah. Barang siapa yang melanggar hukum-hukum Allah. dari Ibnu Abbas. Imam Syafii mengatakan. Telah menceritakan kepada kami Sufyan ibnu Amr ibnu Dinar. membacakan firman-Nya: .Tafsir Ibnu Kasir 517 Itulah hukum-hukum Allah." Kemudian Ibnu Abbas r. "Bolehkah suami tersebut mengawininya kembali?" Ibnu Abbas menjawab. maka janganlah kalian melanggarnya. dari Tawus. kemudian pihak istri minta khulu' darinya. Maka khulu' bukan merupakan sesuatu yang dianggap (sebagai talak). telah menceritakan pula kepada kami Sufyan. bahwa Ibrahim ibnu Sa'd ibnu Abu Waqqas pernah bertanya kepadanya mengenai masalah seorang lelaki yang menceraikan istrinya dua kali talak. (Al-Baqarah: 229) sampai dengan firman-Nya: bila keduanya (bekas suami pertama dan istri) kawin (Al-Baqarah: 230) kembali. boleh. mengingat Allah Swt. "Ya. mereka itulah orang-orang zalim. Allah menyebutkan masalah talak pada permulaan ayat dan akhirnya. dari Amr. Pertanyaannya. telah berfirman: Talak (yang dapat dirujuki) dua kali. dari Ikrimah yang mengatakan bahwa segala sesuatu yang diperbolehkan melalui imbalan harta bukan talak namanya. Khulu' bukanlah talak.a. sesudah itu pihak istri meminta khulu' darinya. dari Ibnu Abbas mengenai masalah seorang lelaki yang menceraikan istrinya dua kali talak. (Al-Baqarah: 229) Imam Syafii mengatakan bahwa teman-teman kami berselisih pendapat dalam masalah khulu'. dari Tawus. sedangkan masalah khulu' disebutkan-Nya di antara keduanya. dari Amr ibnu Dinar. Maka pihak suami boleh mengawininya jika suka.

dari Jahman maula Bani Aslam. Imam Malik meriwayatkan dari Hisyam ibnu Urwah. Ata. Hal yang sama dikatakan pula oleh Imam Ahmad ibnu Hambal. dari Ummu Bakr Al-Aslamiyyah. "Talak satu. Ali. Ishaq ibnu Rahawaih.a. melainkan fasakh nikah.518 J u z 2 — Al-Baqarah Talak (yang dapat dirujuki) dua kali. Hal yang sama diriwayatkan pula melalui Umar. bahwa ia pernah meminta khulu' dari suaminya yang bernama Abdullah ibnu Khalid ibnu Usaid. dan sesuai dengan makna lahiriah ayat yang bersangkutan. Setelah itu boleh rujuk lagi dengan cara yang makruf atau menceraikan dengan cara yang baik. dan Ibnu Umar. Pendapat yang kedua mengenai masalah khulu' mengatakan bahwa khulu' adalah talak ba-in. kecuali jika lelaki yang bersangkutan berniat lebih dari itu." Imam Syafii mengatakan bahwa ia tidak mengenal perawi yang bernama Jahman tersebut. Hal yang sama dikatakan pula oleh Imam Ahmad ibnu Hambal. ia mengatakan bahwa asar ini daif. Abu Saur. Syuraih. (Al-Baqarah: 230) Demikianlah menurut pendapat Ibnu Abbas r. maka perempuan itu tidak halal lagi baginya hingga dia kawin dengan suami yang lain. dan ibnu Umar. maka talak yang jatuh menurut apa yang kamu sebutkan. (Al-Baqarah: 229) Firman-Nya: Kemudian jika si suami menalaknya (sesudah talak yang kedua). Maka Khalifah Usman mengatakan. dan Daud ibnu Ali Az-Zahiri. Ibnu Mas'ud. Kecuali jika kamu menyebutkan bilangannya. Ju- . Dikatakan pula oleh Sa'id ibnul Musayyab. Ibrahim. Hal yang sama dikatakan pula oleh suatu riwayat dari Usman ibnu Affan r. Al-Hasan. Asy-Sya'bi. dan Jabir ibnu Zaid. mengadukan perkara tersebut.a. Pendapat ini merupakan mazhab Imam Syafii dalam qaul qadim-nya. dari ayahnya. Lalu keduanya datang menghadap Usman ibnu Affan. Juga merupakan pendapat yang dikatakan oleh Tawus dan Ikrimah. yang kesimpulannya menyatakan bahwa khulu' bukanlah talak.

wanita yang meminta khulu' dikategorikan sebagaimana wanita-wanita lainnya yang diceraikan. As-Sauri. Jika pihak suami berniat menjatuhkan dga talak. Hal yang sama dikatakan pula oleh Sa'id ibnul Musayyab. maka yang terjadi adalah talak satu ba-inah. Al-Lais ibnu Sa'd. maka yang jatuh adalah tiga talak. Ibnu Syihab. Hal ini telah diriwayatkan dari Umar. Al-Auza'i. Pendapat kedua mengatakan bahwa wanita yang meminta khulu' dari suaminya melakukan idahnya hanya dengan sekali haid untuk membersihkan rahimnya. "Hendaklah ia melakukan idah selama sekali haid. berkata. Al-Hasan. (mengadukan hal tersebut). Khallas Ibnu Umar. lalu paman Ar-Rabi' datang kepada Khalifah Usman r. Imam Abu Hanifah. serta As-Sauri. Al-Auza'i. Ibnu Abu Syaibah mengatakan. Lalu Usman r.Tafsir Ibnu Kasir 519 ga dikatakan oleh Imam Malik. Qatadah. dan teman-temannya. bahwa Ar-Rabi' meminta khulu' kepada suaminya. Imam Turmuzi mengatakan bahwa pendapat inilah yang dikatakan oleh kebanyakan ulama dari kalangan sahabat dan lain-lainnya." . Asy-Sya'bi. Imam Ahmad.a. maka hal tersebut bukan dinamakan sebagai suatu masalah sama sekali. yaitu tiga quru' jika ia termasuk wanita yang berhaid. Abu Usman Al-Batd. Abu Salamah. "Manakala Mukhali' berniat dengan khulu'-nya itu menjatuhkan sekali talak atau dua kali atau memutlakkannya. dari Nafi'. Umar ibnu Abdul Aziz. Kesimpulan pendapat mereka dalam masalah ini menyatakan bahwa khulu' adalah talak. dan Ibnu Umar. dan Abui Ubaid. yaitu manakala khulu' terjadi bukan dengan lafaz talak dan lagi tidak ada bayyinah (bukti/saksi). dan Imam Syafii dalam qaul jadid-nya. Ibrahim An-Nakha'i. telah menceritakan kepada kami Yahya ibnu Sa'id." Imam Syafii mempunyai pendapat lain dalam masalah khulu'. Ali. Karena itu.a. Imam Syafd. wanita yang meminta khulu' mempunyai idah sama dengan idah wanita yang ditalak. Sulaiman ibnu Yasar dan Urwah. Imam Malik. Salim. Abu Iyad. Abu Hanifah. Ishaq ibnu Rahawaih dalam salah satu riwayat darinya yang terkenal mengatakan. Hanya mazhab Hanafi mengatakan. Sufyan. dari Ibnu Umar.

memerintahkan kepada agar melakukan idah sekali haid. masing-masing dari keduanya mengatakan. Telah menceritakan kepada kami Abdur Rahman ibnu Muhammad Al-Muharibi. dari Nafi'. dari Ma'mar. "Usman adalah orang yang paling terpilih dan paling alim di antara kami. dan Ibnu Umar selalu memfatwakan demikian dan mengatakan." Hingga Khalifah Usman sendiri mengatakan hal yang sama. dari Ikrimah secara mursal. dari Ibnu Abbas: Bahwa istri Sabit ibnu Qais meminta khulu' dari suamin masa Nabi Saw. dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa mukhtali'ah (wanita yang meminta khulu') idahnya adalah sekali haid. Maka Nabi Saw.520 J u z 2 — Al-Baqarah Ibnu Abu Syaibah mengatakan bahwa Ibnu Umar mengatakan. Mereka mengatakan demikian berdalilkan hadis yang diriwayatkan oleh Imam Abu Daud dan Imam Turmuzi. dari Amr ibnu Muslim. dari Ibnu Umar yang mengatakan bahwa idah wanita yang meminta khulu' kepada suaminya adalah sekali haid. telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Abdur Rahim Al-Bagdadi. Kemudian Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini hasan lagi garib. dari Lais. dari Ma'mar. dari Ikrimah. "Hendaklah wanita yang khulu' melakukan idahnya selama tiga kali haid. dari Ubaidillah. telah menceritakan kepada kami Hisyam ibnu Yusuf. Hal yang sama diriwayatkan pula oleh Abdur Razzaq. dari Amr ibnu Muslim. ." Telah menceritakan kepada kami Abdah. telah menceritakan kepada kami Ali ibnu Yahya. dari Tawus. Hal yang sama dikatakan oleh Ikrimah dan Aban ibnu Usman beserta semua orang yang telah disebutkan di atas dari kalangan mereka yang mengatakan bahwa khulu' adalah fasakh.

dari Abu Salamah dan Muhammad ibnu Abdur Rahman ibnu Sauban. telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Abdur Rahman (yaitu maula keluarga Talhah). Imam Turmuzi mengatakan. Maka Khalifah Usman menjawab. Maryam pada mulanya menjadi istri Sabit ibnu Qais. kecuali jika suamimu baru saja menggaulimu. dari Ar-Rabi' binti Mu'awwaz yang menceritakan bahwa ia pernah mendengar Rasubilah Saw. telah menceritakan kepadaku Ubadah ibnu Walid ibnu Ubadah ibnus Samit. lalu ia meminta khulu' darinya. Maka Nabi Saw. telah menceritakan kepada kami Ali ibnu Salamah An-Naisaburi. dari Sulaiman ibnu Yasar. ka- * * . memerintahkan kepadanya —atau dia diperintahkan— untuk melakukan idah sekali haid. memerintahkan kepada istri Sabit ibnu Qais ketika merrJnta khulu' dari suaminya agar melakukan idah sekali haid. 'Tiada idah atas dirimu. Kemudian aku datang kepada Khalifah Us'man dan menanyakan kepadanya berapa lama idah yang harus aku jalani. telah menceritakan kepada kami Ya'qub ibnu Ibrahim ibnu Sa'd." ^melanjutnya Ar-Rabi' mengatakan bahwa sesungguhnya dia dalam masalah ini hanyalah mengikut kepada peradilan yang telah diputuskan oleh Rasulullah Saw. dari Ar-Rabi' binti Mu'awwaz ibnu Afra.Tafsir Ibnu Kasir 521 Hadis lain diriwayatkan oleh Imam Turmuzi. Jalur lain diriwayatkan oleh Ibnu Majah. "Aku pernah meminta khulu' dari suamiku. telah menceritakan kepada kami Al-Fadl ibnu Musa. maka kamu dnggal padanya selama sekali haid'. Ibnu Luhai'ah menceritakan dari Abui Aswad. "Ceritakanlah kepadaku kisah tentang dirimu. telah menceritakan kepada kami Mahmud ibnu Gailan. Lelaki yang mtng-khulu' istrinya tidak boleh merujuki istrinya >2ng meminta khulu' dalam idahnya tanpa seizin dari pihak si istri. terhadap Maryam Al-Mugaliyah. bahwa Ubadah pernah berkata kepada Ar-Rabi'. bahwa ia pernah meminta khulu' di masa Rasulullah Saw. telah menceritakan kepada kami Ibnu Ishaq." ArRabi' menjawab. Demikianlah menurut para imam yang empat dan jumhur ulama. dari Sufyan. dari Ar-Rabi' bind Mu'awwaz ibnu Afra. telah menceritakan kepada kami ayahku. yang sahih adalah disebutkan bahwa ia diperintahkan untuk melakukan idah sekali haid.

Jabir ibnu Zaid. Syekh Abu Umar ibnu Abdul Barra telah meriwayatkan dari sejumlah ulama. "Jika talak diikutkan dengan khulu' tanpa ada tenggang waktu di antara keduanya. Pendapat pertama mengatakan bahwa pihak suami tidak boleh melakukan demikian. Imam Ahmad ibnu Hambal. maka talaknya ddak jatuh. Sufyan As-Sauri mengatakan. maka pihak suami diperbolehkan merujuki istrinya selagi dalam idahnya tanpa perlu ada kerelaan dari pihak si istri. Imam Malik mengatakan. maka talaknya sah. Ishaq ibnu Rahawaih. Imam Syafii. maka hal ini namanya perpisahan. Pendapat kedua." Pendapat inilah yang dipilih oleh Abu Saur rahimahullah. Ibnuz Zubair. bahwa mereka mengatakan. Pendapat ini syaz (menyendiri) lagi tidak dapat diterima. . sebagaimana tidak boleh pula bagi lelaki lain yang ingin mengawininya. bahwa suami tidak boleh merujuki istrinya yang telah di-khulu'. dan Abu Saur." Pendapat inilah yang dikatakan oleh Daud ibnu Ali Az-Zahiri.a. Tetapi jika si suami diam sebentar di antara keduanya (lafaz khulu' dan lafaz talak)." Ibnu Abdul Bar mengatakan bahwa pendapat ini mirip dengan apa yang diriwayatkan dari sahabat Usman r. karena pihak istri telah memiliki dirinya sendiri dan terpisah dari dia. "Jika khulu' terjadi bukan dengan memakai lafaz talak. Al-Hasan Al-Basri. Apakah si suami boleh menjatuhkan talak lainnya kepada mukhtali'ah di masa idahnya? Sehubungan dengan masalah ini ada dga pendapat di kalangan ulama. Semua ulama sepakat bahwa lelaki yang meng-khulu' istrinya berhak mengawini istrinya selagi masih dalam idah.522 J u z 2 — Al-Baqarati rena si istri telah memiliki dirinya sendiri berkat tebusan yang telah ia berikan kepada pihak suami. Ikrimah. maka dialah yang lebih berhak merujuki istrinya selagi masih berada dalam idahnya. Hal inilah yang dikatakan oleh Ibnu Abbas. Mahan Al-Hanafi. Telah diriwayatkan dari Abdullah ibnu Abu Aufa. dan Sa'id ibnul Musayyab serta Az-Zuhri. "Jika pihak suami mengembalikan lagi tebusan tersebut kepada pihak istri. Jika pihak suami menyebutnya dengan memakai kalimat talak. dan ddak ada jalan lagi bagi pihak suami untuk merujukinya.

maka janganlah kalian melanggarnya. Pendapat ini merupakan pegangan Abu Hanifah dan semua teman-temannya serta As-Sauri dan Al-Auza'i. hal tersebut masih belum terbukti bersumberkan dari keduanya (Ibnu Mas'ud dan Abu Darda). Al-Hakam. maka janganlah kalian menanyakan tentangnya. maka janganlah kalian melanggarnya. Ayat ini dijadikan dalil oleh orang yang mengatakan bahwa menggabungkan dga kali talak dalam satu kalimat hukumnya haram. Seperd . mereka itulah orang-orang yang zalim. maka janganlah kalian melalaikannya. dan Dia telah menetapkan fardu-fardu-Nya. Firman Allah Swt. Syuraih. Az-Zuhri. maka janganlah kalian melanggarnya. dan Dia telah mengharamkan hal-hal yang haram. Hal yang sama dikatakan pula oleh Sa'id ibnul Musayyab. Barang siapa yang melanggar hukum-hukum Allah. Al-Hakim. Ibrahim. Tawus. dan Hammad ibnu Abu Sulaiman. Seperti yang dijelaskan di dalam hadis sahih yang mengatakan: Sesungguhnya Allah telah menggariskan hukum-hukum-Nya.Tafsir Ibnu Kasir 523 Pendapat ketiga mengatakan bahwa talak jatuh atas diri si istri yang meminta khulu' dalam keadaan apa pun selagi si istri masih berada dalam idahnya.: Itulah hukum-hukum Allah. Hal ini diriwayatkan dari Ibnu Mas'ud dan Abu Darda. (Al-Baqarah: 229) Yakni syariat-syariat yang telah ditetapkan-Nya bagi kalian merupakan hukum-hukum-Nya. maka janganlah kalian melanggarnya. dan Dia membiarkan banyak hal karena kasihan kepada kalian tanpa melupakannya. Ibnu Abdul Bar mengatakan.

Barang siapa yang melanggar hukum-hukum Allah. telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahb. Karena sesungguhnya hal yang diberlakukan di kalangan mereka. bolehkah aku membunuhnya?" Akan tetapi. dari ayahnya. mereka itulah orang-orang yang zalim. di dalam sanad hadis ini terdapat inqita'. . talak itu dijatuhkan hanya sekali talak.524 J u z 2 — Al-Baqarah yang dikatakan oleh mazhab Maliki dan orang-orang yang sependapat dengan mereka. Disebutkan bahwa telah menceritakan kepada kami Sulaiman ibnu Daud. sedangkan aku masih ada di antara kalian!" Hingga ada seorang lelaki yang bangkit dan mengatakan. berfirman: Itulah hukum-hukum Allah. (Al-Baqarah: 229) Hal ini diperkuat oleh mereka dengan sebuah hadis dari Mahinud ibnu Labid yang diriwayatkan oleh Imam Nasai di dalam kitab sunannya. dari Mahmud ibnu Labid yang menceritakan: Diceritakan kepada Rasulullah Saw. (Al-Baqarah: 229) Kemudian Allah Swt. karena berdasarkan kepada firman-Nya: Talak (yang dapat dirujuki) dua kali. maka janganlah kalian melanggarnya. "Apakah Kitabullah dipermainkan. "Wahai Rasulullah. tentang seorang lelaki yang menceraikan istrinya tiga kali talak sekaligus. dari Makhramah ibnu Bukair. Maka beliau berdiri dalam keadaan emosi dan bersabda.

" Akan tetapi. dari Salim ibnu Abdullah. Demikian pula seandainya kawin dengan suami yang baru. Seandainya si istri disetubuhi oleh lelaki yang lain bukan dalam nikah. maka si istri tetap tidak halal bagi suaminya yang pertama. dari Salim ibnu Razin. bahwa Sa'id ibnul Musayyab pernah mengatakan. (Al-Baqarah: 230) Yaitu apabila seorang lelaki menceraikan istrinya dalam talak yang kedga. Telah terkenal di kalangan kebanyakan ulama fiqih. telah menceritakan kepada kami Ibnu Basysyar. Hal ini ditanyakan kepada Nabi Saw. Dikatakan demikian karena Abu Ja'far ibnu Jarir meriwayatkan. tentang seorang lelaki yang menikahi seorang wanita. dari Ibnu Umar. lalu ia menceraikannya sebelum menggaulinya dengan talak tiga kali. dari Nabi Saw. dari Alqamah ibnu Marsad. menjawab: . sekalipun Asy-Syekh Abu Umar ibnu Abdul Bar telah meriwayatkannya dari dia di dalam kitab Al-Istizkar-nya. maka perempuan itu tidak halal lagi baginya hingga dia kawin dengan suami yang lain. yakni hingga suaminya yang baru menyetubuhinya dalam perkawinan yang benar. karena bukan suami. kesahihan pendapat ini dari dia masih perlu dipertimbangkan.. maka si istri tetap tidak halal bagi suaminya yang pertama. Kemudian wanita itu dikawin oleh lelaki lain dan langsung diceraikan sebelum disetubuhinya. sekalipun si istri adalah milkul yamin (budak perempuan). dari Sa'id ibnul Musayyab.Tafsir Ibnu Kasir 525 Firman Allah Swt. sesudah dua talak yang mendahuluinya jauh sebelum itu. dari Syu'bah. tetapi belum disetubuhi oleh suami yang baru. "Maksud yang dituju telah berhasil untuk men-tahlil-km (menghalalkan) si istri bagi suaminya yang pertama hanya dengan melakukan akad nikah dengan lelaki yang lain. telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ja'far. maka si istri ddak halal lagi bagi suaminya sebelum kawin dengan lelaki yang lain.: Kemudian jika si suami menalaknya (sesudah talak yang kedua). "Bolehkah si wanita tersebut kembali kepada suaminya yang pertama?" Nabi Saw.

telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ja'far. bersabda: (Tidak boleh) sebelum si wanita mencicipi madu kecilnya. dari Ibnu Umar yang menceritakan: . lalu si istri kembali kepada suaminya yang pertama. Maka mustahil bila dia menentang riwayatnya sendiri yang ada sandarannya dengan riwayat yang ddak ada sandarannya. sebelum si wanita mencicipi madu kecilnya dan si suami yang baru mencicipi pula madu kecilnya. dari Alqamah ibnu Marsad. Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad. dari Sa'ib ibnul Musayyab. dari Amr ibnu Ali AlFallas dan Ibnu Majah. keduanya menceritakan hadis ini dari Muhammad Ibnu Ja'far Gundar. Hal yang sama disebutkan pula di dalam riwayat Ibnu Jarir. Maka Nabi Saw. dari Alqamah ibnu Marsad yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar Salim ibnu Razin menceritakan hadis berikut dari Salim ibnu Abdullah (yakni Ibnu Umar). dari Ibnu Umar. sehubungan dengan masalah seorang lelaki yang mempunyai istri. Apa yang diriwayatkan oleh Sa'id ibnul Musayyab dari Ibnu Umar secara marfu' bertentangan dengan apa yang diriwayatkan dari Sa'id ibnul Musayyab sendiri. Imam Ahmad meriwayatkan pula —begitu pula Imam Nasai dan Imam Ibnu Jarir— hadis ini melalui jalur Sufyan As-Sauri. telah menceritakan kepada kami Syu'bah. Kemudian si istri dikawini oleh lelaki lain dan diceraikannya sebelum disetubuhinya.526 J u z 2 — Al-Baqarah 77aafc boleh. lalu istrinya itu ditalaknya. dari Muhammad ibnu Basysyar Bandar. Demikian pula menurut riwayat Imam Nasai. dari Nabi Saw. dari Syu'bah dengan lafaz yang sama. dari Razin ibnu Sulaiman Al-Ahmari. seperti yang disebutkan di atas tadi. Untuk itu dia mengatakan.

para ahli hadis berse- . Hadis lain diriwayatkan oleh Imam Ahmad. yang juga dikenal dengan sebutan Ibnu Abui Furat. dari Anas ibnu Malik. lalu At-Ta-i. pernah ditanya mengenai seorang lelaki yang menceraikan istrinya sebanyak tiga kali talak. lalu si istri dikawini oleh lelaki lain. Setelah itu dia menceraikannya sebelum menggaulinya. menjawab: Tidak boleh. Hal yang sama diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari Muhammad ibnu Ibrahim Al-Anmati. dari Hisyam ibnu Abdul Malik. Sesudah itu bekas istri kawin lagi dengan lelaki lain. sebelum suaminya yang baru itu mencicipi madu kecilnya dan dia mencicipi pula madu kecil suaminya yang baru. tetapi suaminya yang baru ini menceraikannya sebelum menyetubuhinya. telah menceritakan kepada kami Affan. telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Dinar. dan suaminya yang baru itu menutup pintu rumahnya serta menurunkan kain kelambunya. sebelum si wanita itu mencicipi madu kecil (suami baru)nya. telah menceritakan kepada kami Yahya ibnu Yazid AlHana'i. Muhammad ibnu Dinar ibnu Sandal yang dikenal dengan sebutan Abu Bakar Al-Azdi. lalu ia menceritakan hadis ini. "Tidak. pernah ditanya tentang seorang lelaki yang mempunyai istri. Maka apakah si istri halal bagi suaminya yang pertama? Nabi Saw. lalu ia menceraikannya dengan dga kali talak. yakni Sulaiman ibnu Razin. lalu Al-Basri. Apakah wanita tersebut boleh dikawini lagi oleh suaminya yang pertama? Maka Rasulullah Saw. menjawab.Tafsir Ibnu Kasir 527 Nabi Saw. Menurut kami. telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Dinar." Demikianlah menurut lafaz Imam Ahmad dan menurut suatu riwayat dari Ahmad. bahwa Rasulullah Saw.

telah menceritakan kepada kami AlQasim. Akan tetapi. dari Abui Haris Al-Gifari. lalu wanita itu dikawini oleh lelaki lain dan diceraikannya sebelum disetubuhi. Kemudian Ibnu Jarir meriwayatkan pula melalui jalur lain dari Syaiban (yaitu Ibnu Abdur Rahman) dengan lafaz yang sama. Di antara mereka ada yang menilainya lemah. ditanya. Abu Haris orangnya ddak terkenal. Hadis ini diketengahkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim serta Imam Nasai melalui banyak jalur dari Ubaidillah ibnu Umar Al- . bahwa ada seorang lelaki menceraikan istrinya dengan dga kali talak. bersabda: Tidak boleh. telah menceritakan kepada kami Yahya. Imam Abu Daud menyebutkan bahwa dia mengalami masa pikun sebelum meninggal dunia. ada pula yang menilainya kuat dan hadisnya dapat diterima serta dinilai baik. dari Abu Hurairah yang menceritakan bahwa Rasulullah Saw. Hadis lain diriwayatkan oleh Ibnu Jarir. pernah bersabda sehubungan dengan wanita yang diceraikan dga kali talak oleh suaminya.B a q a r a h lisih pendapat mengenai dirinya. telah menceritakan kepada kami ayahku. dari Ubaidillah. telah menceritakan kepada kami Syaiban. sebelum suami barunya merasakan madu kecilnya. Kemudian si istri kawin lagi dengan lelaki lain yang juga menceraikannya sebelum menyetubuhinya. sebelum suaminya yang baru itu merasakan madu kecilnya sebagaimana suaminya yang pertama telah merasakannya.528 Juz 2 — A l . kemudian suaminya yang pertama hendak menikahinya kembali: Tidak boleh. "Apakah si wanita itu" halal bagi suaminya yang pertama?" Maka Rasulullah Saw. telah menceritakan kepada kami Yahya ibnu Abu KaSir. telah menceritakan kepada kami Ubaid ibnu Adam ibnu Abu Ayas Al-Asqalani. Lalu Rasulullah Saw. Hadis lain diriwayatkan oleh Ibnu Jarir. dari Sid Aisyah.

telah menceritakan kepada kami Abu Mu'awiyah. maka apakah wanita tersebut halal dikawin lagi oleh suaminya yang pertama? Nabi Saw. Setelah itu si wanita tersebut kawin lagi dengan lelaki yang lain. dari Al-Aswad. setelah itu menceraikannya. telah menceritakan kepada kami Abu Usamah. dari Hisyam. dari Abu Kuraib. Jalur yang lain diriwayatkan oleh Ibnu Jarir. lalu si istri kawin lagi dengan lelaki yang lain. dari Al-Qasim ibnu Abu Bukair. keduanya dari Abu Mu'awiyah (yaitu Muhammad ibnu Hazim yang tuna netra) dengan lafaz yang sama. telah menceritakan kepada kami Ubaidillah ibnu Ismail Al-Hubari dan Sufyan ibnu Waki' serta Abu Hisyam Ar-Rifa'i. bersabda: Z'/K"/S Wanita itu tidak halal bagi suaminya yang pertama sebelum suaminya yang baru merasakan kemanisannya dan dia pun merasakan kemanisan suaminya yang baru itu. kemudian suami yang baru ini memasukinya. dari ayahnya. dari Ibrahim. pernah ditanya mengenai seorang wanita yang dikawini oleh seorang lelaki. lalu diceraikannya.Tafsir Ibnu Kasir 529 Umari. menjawab: . pernah ditanya tentang seorang lelaki yang menceraikan istrinya. dan suaminya yang baru ini pun menceraikannya pula sebelum menggaulinya. dari Siti Aisyah dengan lafaz yang sama. Apakah si wanita tersebut halal bagi suaminya yang pertama? Rasulullah Saw. Semuanya mengatakan. dari Aisyah yang menceritakan bahwa Nabi Saw. dari bibinya. Jalur lain disebutkan oleh Imam Muslim di dalam kitab sahihnya. bahwa Rasulullah Saw. dari Sid Aisyah. Demikian pula yang diriwayatkan oleh Imam Abu Daud dari Musaddad dan Imam Nasai. padahal ia belum menyetubuhinya. dari Al-A'masy. telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnul Ala Al-Hamdani.

Konteks hadis di atas merupakan kependekan dari hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari. Maka Nabi Saw. telah menceritakan kepada kami Yahya. dari Nabi Saw. dari Hisyam dengan lafaz yang sama. Imam Bukhari dalam jalur sanad ini menyendiri dalam periwayatannya. yaitu: Telah menceritakan kepada kami Amr ibnu Ali. sebelum kamu mencicipi kemanisannya dan dia pun mencicipi kemanisanmu. dengan lafaz yang semisal.. dari Hisyam ibnu Urwah. telah menceritakan kepadaku ayahku. dari Nabi Saw. telah menceritakan kepada kami Abu Kuraib. sebelum suaminya yang baru itu merasakan nisannya. dan bahwa apa yang dimilikinya dada lain mirip dengan ujung kain baju (yakni ddak dapat ereksi). dan menceritakan kepadanya bahwa dia (suami yang baru) belum menggauli dirinya. Riwayat ini sanadnya berpredikat jayyid (baik). telah menceritakan kepada kami Abu Fudail. dari Sid Aisyah secara marfu' dengan lafaz yang sama atau yang semisal dengannya. Hal yang sama diriwayatkan oleh Ibnu Jarir melalui jalur Abdullah ibnu Mubarak. bersabda: Tidak boleh. telah menceritakan kepada kami Abdah. Hal yang sama diriwayatkan pula oleh Ibnu Jarir melalui jalur Ali ibnu Zaid ibnu Jad'an. dari Sid Aisyah r. semuanya dari Hisyam dengan sanad ini. dari istri ayahnya (yaitu Aminah Ummu Muhammad). dari ayahnya. lalu ia menceraikannya. Kemudian si wanita itu datang kepada Nabi Saw. bahwa Rifa'ah Al-Qurazi kawin dengan seorang wanita. dari Hisyam ibnu Urwah. telah menceritakan kepada kami Abu Bakar ibnu Abu Syaibah. dari ayahnya. dari Sid Aisyah secara marfu'. Imam Bukhari meriwayatkannya melalui jalur Abu Mu'awiyah (yaitu Muhammad ibnu Hazm). Telah menceritakan pula kepada kami Usman ibnu Abu Syaibah.530 Juz 2 — Al-Baqarah Tidak boleh. telah menceritakan kepada kami Abu Mu'awiyah.a. dari Hisyam ibnu Urwah. dari Aisyah. . Imam Muslim menyendiri dalam dua jalur lainnya. kema- Imam Muslim mengatakan.

dan sesungguhnya Abdur Rahman ibnuz Zubair menikahiku. Maka ia berkata. dari Ma'mar. Lalu istri Rifa'ah berkata. tetapi apa yang ada padanya hanyalah seperti ujung kain baju. "Sesungguhnya Rifa'ah telah menceraikanku habis-habisan. karena belum mendapat izin untuk masuk. telah menceritakan kepada kami Abdul A'la.?" Tiada yang dilakukan oleh Rasulullah Saw. Ketika itu Khalid ibnu Sa'id ibnul As berada di dekat pintu rumah Nabi Saw. dari Siti Aisyah yang menceritakan hadis berikut: Istri Rifa'ah Al-Qurazi masuk menemui Nabi Saw." seraya memegang ujung kain jilbabnya. lalu bersabda. dari Urwah. mengapa engkau tidak menghentikan wanita yang berbicara blakblakan ini di depan Rasulullah Saw. Tidak boleh. "Seakan-akan kamu ingin kembali kepada Rifa'ah. Ketika itu aku dan Abu Bakar sedang bersamanya. sebelum kamu merasakan kemanisannya dan dia merasakan pula kemanisanmu. dari Az-Zuhri. kecuali hanya tersenyum. "Wahai Abu Bakar." .Tafsir Ibnu Kasir 531 Jalur lain diriwayatkan oleh Imam Ahmad.

dari Imam Malik. maka hal tersebut diceritakan kepada Rasulullah Saw. Akan tetapi. Lalu Rasulullah Saw. yaitu yang ketiga. di dalam sanadnya terdapat inqita'. Ketika Rifa'ah ibnu Samuel (yaitu suami pertama yang telah menceraikannya) hendak mengawininya kembali. Akan tetapi. Hadis ini diriwayatkan pula oleh Jamaah selain Imam Abu Daud melalui jalur Sufyan ibnu Uyaynah dan Imam Bukhari melalui jalur Uqail. melarang Rifa'ah mengawininya seraya bersabda: Dia tidak halal bagimu sebelum dia merasakan kemanisan (suami baru)nya. dari Urwah. Maka Abdur Rahman ibnuz Zubair menceraikannya. Yang ada pada riwayat Imam Muslim disebutkan talak terakhir. dengan tiga kali talak. dan Saleh ibnu Abui Akhdar.532 Juz 2 — Al-Baqarah Demikian pula apa yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari melalui hadis Abdullah ibnul Mubarak dan Imam Muslim melalui hadis Abdur Razzaq. semuanya dari Az-Zuhri. dari Az-Zubair ibnu Abdur Rahman ibnuz Zubair. . Demikianlah menurut apa yang diriwayatkan oleh murid-murid Imam Malik di dalam kitab Muwatta'. Menurut hadis Abdur Razzaq yang ada pada Imam Muslim disebutkan: Bahwa Rifa'ah menceraikannya dengan tiga kali talak. Ketigatiganya meriwayatkan hadis ini dari Ma'mar dengan lafaz yang sama. Tamimah berpaling darinya dan ia tidak mampu menyentuhnya. dari Sid Aisyah dengan lafaz yang sama. Lalu Tamimah kawin lagi dengan Abdur Rahman ibnu Zubair. Imam Malik meriwayatkan dari Al-Miswar ibnu Rifa'ah Al-Qurazi. serta Imam Nasai melalui hadis Yazid ibnu Zurai'. Imam Nasai meriwayatkannya melalui jalur Ayyub ibnu Musa. serta Imam Muslim melalui jalur Yunus ibnu Yazid. bahwa Rifa'ah ibnu Samuel menceraikan istrinya yang bernama Tamimah binti Wahb di masa Rasulullah Saw.

Demikian pula jika suami barunya itu adalah seorang kafir zimmi yang ddak halal bagi seorang muslim menikahinya. karena nikah dengan orang kafir hukumnya badl menurut mazhab Maliki. Untuk itu seandainya suami yang baru menyetubuhinya di masa ia sedang ihram atau sedang berpuasa atau sedang i'dkaf atau sedang haid atau sedang nifas. disyaratkan hendaknya suaminya yang baru itu mengeluarkan air mani dalam persetubuhannya. Tujuan utama perkawinan baru dengan lelaki lain ialah hendaknya perkawinan tersebut didasari rasa cinta yang sesungguhnya kepada wanita yang bersangkutan dan akan membina rumah tangga yang lestari dengannya sebagaimana yang telah disyariatkan dalam ketentuan perkawinan. bahwa sulullah Saw. pernah bersabda: . maka si istri masih belum diperbolehkan untuk dikawini oleh suami pertamanya. Menurut Al-Hasan Al-Basri melalui riwayat yang dikemukakan oleh Syekh Abu Umar ibnu Abdul Bar. Seakan-akan pendapat ini berpegang kepada makna yang terkandung di dalam sabda Rasulullah Saw. maka pihak wanita diharuskan mengalami inzal (ejakulasi). dan dia pun mencicipi pula buoleh Ra- Berdasarkan pengertian ini. dari Malik. atau pihak suami barunya sedang puasa atau sedang ihram atau sedang melakukan i'tikaf. Akan tetapi. Imam Malik mensyaratkan selain ini.Tafsir Ibnu Kasir 533 Hadis ini diriwayatkan pula oleh Ibrahim ibnu Tahman dan Abdullah ibnu Wahb.. dari Zubair ibnu Abdur Rahman ibnuz Zubair. dari Rifa'ah. makna yang dimaksud dengan istilah 'usailah kanlah air mani.a. dari Al-Hasan. dari ayahnya yang me-wasal-km hadis ini. yang mengatakan: Sebelum kamu mencicipi kemanisannya kemanisanmu. hendaknya suami yang baru menyetubuhinya dalam keadaan yang diperbolehkan. berdasarkan sebuah hadis yang diriwayatkan Imam Ahmad dan Imam Nasai melalui Siti Aisyah r.

Hadis-hadis tentang muhallii 1. dengan lafaz yang sama. maka nikahnya batal menurut kesepakatan jumhur para imam. telah menceritakan kepada kami Al-Fadl ibnu Dakin. dari Abu Qais.a. dari AlHuzail. Imam Malik mengatakan. sesungguhnya 'usailah adalah jimak (persetubuhan). hal ini disebutkan dengan istilah 'penghapus talak' yang dikecam dan dilaknat oleh banyak hadis. dan pemakan riba serta orang yang menjadi kilnya. dari Nabi Saw. telah melaknat wanita yang menato dan ditato.534 Juz 2 — Al-Baqarah Ingatlah. Kemudian Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini hasan lagi sahih. dari Abdullah ibnu Mas'ud. dari Abu Qais yang nama aslinya Abdur Rahman ibnu Sarwan Al-Audi. dari Huzail ibnu Syurahbil Al-Audi. wanita yang menyambung rambutnya dan wanita meminta disambung (dengan rambut lain). Untuk itu apabila suami yang baru mengutarakan maksud yang sebenarnya (yakni hanya sebagai penghapus talak) secara terang-terangan dalam akad nikahnya. begitu juga Imam Turmuzi dan Imam Nasai melalui berbagai jalur dari Sufyan (yakni AsSauri). dari Abdullah yang telah menceritakan: Rasulullah Saw. telah menceritakan kepada kami Sufyan. Hadis yang diriwayatkan dari Ibnu Mas'ud r. Jika suami yang baru hanya bertujuan untuk menghalalkan si wanita untuk dikawin lagi oleh suami pertamanya. dan muhallii muhallal lah. yang yang serta wa- Kemudian Imam Ahmad meriwayatkan pula. Imam Turmuzi mengatakan bahwa pendapat inilah yang diamalkan di kalangan .

Jalur yang lain diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Imam Nasai melalui hadis Al-A'masy. telah menceritakan kepada kami Abdur Razzaq. Hal ini diriwayatkan pula dari Ali.a. dan kedua saksinya serta juru tulisnya jika mereka mengetahui transaksi riba. kedua saksinya. penggelap zakat dan memungut zakat yang melampaui batas. dari Abdullah ibnu Mas'ud yang mengatakan bahwa pemakan riba. Ibnu Mas'ud. orang yang tidak mau . dari Ibnu Mas'ud. dari Abui Wasil. yang telah bersabda: Allah melaknat muhallil dan muhallal lah.a. Umar. wanita yang menyambung rambutnya dan yang minta disambung rambutnya. dari Ali r. telah menceritakan kepada kami Ubaidillah. 2. yang mengatakan: Rasulullah Saw. dari Al-Haris. Jalur lain melalui Ibnu Mas'ud. di hari kiamat. telah menceritakan kepada kami Sufyan.Tafsir Ibnu Kasir 535 ahlul 'ilmi dari kalangan sahabat yang antara lain ialah Usman. Hadis yang diriwayatkan melalui sahabat Ali r. Imam Ahmad mengatakan. wakilnya. dari Jabir. telah menceritakan kepada kami Zakaria ibnu Addi. orang yang murtad dari kalangan bangsa Arab sesudah hijrahnya. dari Rasulullah Saw. telah melaknat pemakan riba. dan Ibnu Abbas. wakilnya. dari Al-Harts AlA'war. dari Asy-Sya'bi. semuanya dilaknat oleh lisan Muhammad Saw. Pendapat ini pula yang dipakai oleh ulama fiqih dari kalangan tabi'in. dan wanita yang menato serta wanita yang minta ditato untuk kecantikan. dari Abdullah ibnu Murrah. Imam Ahmad mengatakan. dan juru tulisnya. dan muhallil serta muhallal lah. dan Ibnu Umar. dari Abdul Karim.

dan Imam Ibnu Majah meriwayatkannya pula melalui hadis Asy-Sya'bi dengan lafaz yang sama. antara lain ialah Imam Ahmad ibnu Hambal. Imam Abu Daud. Hadis yang diriwayatkan dari Jabir r.536 J u z 2 — Al-Baqarah membayar zakat. dari Ali r. dari Jabir (yaitu Ibnu Yazid Al-Ju'fi). telah melaknat tukang riba. Imam Turmuzi mengatakan. dari Amir Asy-Sya'bi dengan lafaz yang sama. Mujalid ibnu Sa'id. Kemudian Imam Ahmad mengatakan. Husain ibnu Abdur Rahman. Kemudian Imam Turmuzi mengatakan. dari Al-Haris. dan beliau Saw. telah menceritakan kepada kami Mujalid.a. muhallii. . Hal yang sama diriwayatkan pula oleh Imam Ahmad melalui hadis Ismail ibnu Abu Khalid. dari Asy-Sya'bi. dari Jabir ibnu Abdullah dan dari Al-Haris. telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Abdullah.. dari Al-Haris. dari Ali dengan lafaz yang sama. pernah bersabda: Allah telah melaknat muhallii dan muhallal lah (lelaki penghapus talak dan yang memintanya). telah menceritakan kepada kami Israil. kedua saksinya. Hal yang sama diriwayatkan pula dari Gundar. karena Mujalid dinilai daif'bukan hanya oleh seorang saja. telah menceritakan kepada kami Abu Sa'id Al-Asyaj. tulisnya. Imam Turmuzi. dan Ibnu Aun. dan muhallii serta muhallal lah. dari Ali yang mengatakan: Rasulullah Saw. dari Syu'bah. dari Abu Ishaq. dari AsySya'bi. bahwa Rasulullah Saw. juru 3. telah menceritakan kepada kami Asy'aS ibnu Abdur Rahman ibnu Yazid Al-Ayyami.a. sanad hadis ini kurang kuat. pemakannya. melarang pula menangisi mayat (dengan tangisan Jahiliah). dan muhallal lah.

Menurut kami. dari Al-Lais dengan lafaz yang sama. dari Al-Abbas yang dikenal dengan nama Ibnu Fariq. sanad ini merupakan dugaan dari Ibnu Numair. pernah mengatakan bahwa Rasulullah Saw. dari Ali r.a." Hadis ini hanya ada pada Imam Ibnu Majah sendiri. kemudian jejaknya itu diikuti oleh yang lain. "Dia adalah muhallii (lelaki penghapus talak). Usman yang disebut dalam sanad hadis ini adalah salah seorang perawi siqah\ Imam Bukhari meriwayatkan hadis darinya di dalam kitab sahihnya." Nabi Saw. bahwa ia pernah mendengar Al-Lais ibnu Sa'd mengatakan bahwa Abui Mus/ab (yaitu Musarrih yang dikenal dengan panggilan Ibnu Ahan) pernah menceritakan bahwa Uqbah ibnu Amir r. wahai Rasulullah. Abu Abdullah (yaitu Muhammad ibnu Yazid ibnu Majah) mengatakan. Hal yang sama diriwayatkan pula oleh Ibrahim ibnu Ya'qub AlJauzjani. telah menceritakan kepada kami ayahku. dari Al-Lais dengan lafaz yang sama. dari Asy-Sya'bi. Karena itu.a. Kemudian ia mengatakan bahwa mereka menilai Usman dalam hadis ini munkar dengan penilaian munkar yang berat. telah menceritakan kepada kami Yahya ibnu Usman ibnu Saleh Al-Masri. dari Jabir ibnu Abdullah. Allah melaknat muhallii dan muhallal lah. Hadis yang diriwayatkan dari Uqbah ibnu Amir r.Tafsir Ibnu Kasir 537 Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini diriwayatkan pula oleh Ibnu Numair. maka Usman terbebas dari tuduhan yang dilancarkan kepada dirinya. telah bersabda: "Maukah kalian aku ceritakan tentang pejantan sewaan?" Mereka menjawab. Maka hadis ini diriwayatkan pula oleh Ja'far Al-Giryani. "Tentu saja kami mau. . Imam Turmuzi mengatakan. dari Usman ibnu Saleh. bersabda. 4.a. dari Mujalid. hadis pertama tadi lebih sahih. dari Abu Saleh (yaitu Abdullah ibnu Saleh).

maka bertambah kuatlah dengan adanya hadis mursal ini.538 J u z 2 — Al-Baqarah 5. dengan lafaz yang semisal. kemudian dia merasakan kemanisannya. maka beliau bersabda. Hadis yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas r. dari Amr ibnu Dinar. Imam Ibnu Majah mengatakan. Dengan demikian. dari Ibnu Abbas yang mengatakan: Rasulullah Saw. yaitu Abu Ishaq (yakni Ibrahim ibnu Ya'qub Al-Jauzjani AsSa'di). telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Maryam. dari Ikrimah. Rasulullah Saw. telah menceritakan kepada kami Abu Amir. telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Basysyar. telah melaknat muhallii dan muhallal lah. bukan nikah palsu. Jalur lain diriwayatkan oleh Imam Al-Hafiz juru khotbah kota Damaskus. kecuali nikah karena kehendak sendiri (senang)." Kedua sanad ini bertambah kuat dengan adanya hadis yang diriwayatkan oleh Abu Bakar ibnu Abu Syaibah. bukan pula memperolok-olokkan Kitabullah.a. dari Ikrimah. dari Zam'ah ibnu Saleh. . dari Musa ibnu Abui Furat. telah menceritakan kepada kami Ibrahim ibnu Ismail ibnu Abu Hanifah dari Daud Ibnul Husain. satu sama lainnya saling memperkuat. dari Humaid ibnu Abdur Rahman. "Tidak sah. pernah ditanya mengenai nikah yang dilakukan oleh muhallii. dari Ibnu Abbas yang menceritakan: 'j *> i. dari Salamah ibnu Wahran. dari Nabi Saw.

begitu pula Ali ibnul Madini dan Yahya ibnu Mu'in serta lain-lainnya. Hal yang sama diriwayatkan pula oleh Abu Bakar ibnu Abu Syaibah dan Al-Jauzjani Al-Baihaqi melalui jalur Abdullah ibnu Ja'far AlQurasyi. iclah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ishaq As-San'ani. Hadis yang diriwayatkan dari Abu Hurairah r. kecuali nikah karena senang. Imam Hakim mengatakan di dalam kitab Mustadrak-nya. dari Abu Hurairah yang menceritakan: Rasulullah Saw. "Tidak boleh. Imam Ahmad mengatakan. Lalu wanita itu dikawini oleh saudaranya tanpa ada persetujuan dari pihak suaminya yang pertama tadi. telah menceritakan kepada kami Abdul!ah (yakni Ibnu Ja'far). Hadis ini termasuk hadis yang dinilai muttafaq 'alaih (disepakad oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim).Tafsir Ibnu Kasir 539 6. telah melaknat muhallil dan muhallal lah. Imam Muslim mengetengahkan hadis ini di dalam kitab sahihnya dari Usman ibnu Muhammad Al-Akhnasi yang dinilai siqah oleh Ibnu Mu'in. yakni di masa Rasulullah Saw. 7. Hadis yang diriwayatkan dari Ibnu Umar r. telah menceritakan kepada kami Sa'id ibnu Abu Maryam.a. telah menceritakan kepada kami Abu Yaman (yaitu Muhammad ibnu Mutarrif Al-Madani). telah menceritakan kepada kami Abu Amir. Kami dahulu menganggap perkawinan seperti itu termasuk sifah (zina). lalu lelaki itu menanyakan kepadanya tentang masalah seorang lelaki yang menalak istrinya tiga kali. Maka apakah wanita tersebut halal dikawini lagi oleh suaminya yang pertama (setelah diceraikan oleh suami barunya yang merupakan saudara lelaki dari suami pertamanya)? Maka Ibnu Umar menjawab. Imam Ahmad menilainya siqah. dari Umar ibnu Nafi'. telah menceritakan kepada kami Abui Abbas Al-Asam. dari Usman ibnu Muhammad Al-Maqbari.a." . dari ayahnya yang menceritakan bahwa ada seorang lelaki datang kepada Ibnu Umar. dari Sa'id Al-Maqbari.

dari ayahnya. rah: 230) Yakni suami yang baru sesudah menggaulinya. Demikian pula menurut apa yang diriwayatkan oleh Abu Bakar ibnu Abu Syaibah. Firman Allah Swt. semoga Allah melimpahkan rida-Nya kepada mereka. melainkan aku pasti merajam keduanya. tetapi Imam Bukhari dan Imam Muslim ddak mengetengahkannya. dan Abu Bakar ibnul Asram melalui hadis Al-A'masy. yang mengatakan: Tidak sekali-kali dihadapkan kepadaku muhallil dan lah. Al-Jauzjani. muhallal Imam Baihaqi meriwayatkan melalui hadis Ibnu Luhai'ah. (Al-Baqa- maka tidak ada dosa bagi keauanya untuk kawin kembali.540 J u z 2 — Al-Baqarah Kemudian Imam Hakim mengatakan bahwa hadis ini berpredikat sahih. dari Sulaiman ibnu Yasar. dari Al-Musayyab ibnu Rafi'. (AlBaqarah: 230) . Hadis ini diriwayatkan pula oleh As-Sauri.: Kemudian jika suami yang lain itu menceraikannya. dari Ibnu Umar dengan lafaz yang sama. Maka Khalifah Usman ibnu Affan memisahkan keduanya.a. bahwa Khalifah Usman ibnu Affan pernah menangani kasus seorang lelaki yang kawin dengan seorang wanita untuk tujuan menghapus talaknya agar si wanita halal dikawini oleh suami pertamanya. dari Bukair ibnul Asyaj. dari Umar r. Hal yang sama diriwayatkan pula dari Ali dan Ibnu Abbas serta sahabat lainnya yang bukan hanya seorang. dari Abdullah ibnu Nafi'. Harb Al-Kirmani. Ungkapan ini memberikan pengertian bahwa hadis ini berpredikat marfu'. dari Qubaisah ibnu Jabir.

apabila suami . setelah itu ia dicerai kembali hingga habis masa idahnya. Ataukah suami yang kedua dianggap telah menghapuskan semua talak yang terjadi sebelumnya? Untuk itu apabila si wanita yang bersangkutan kembali lagi dikawini oleh suami pertama. (Al-Baqarah: 230) hukum- Maksudnya. Mujahid mengatakan bahwa makna yang dimaksud ialah jika keduanya menduga bahwa perkawinan mereka kali ini bukanlah palsu. kembali membangun rumah tangga secara makruf. Selanjurnya ia dikawini oleh suami pertamanya. maka kembali pula kepadanya talak tiga secara utuh. jika keduanya berpendapat akan dapat menjalankan hukum Allah. Alasan mereka mengatakan. diterangkan-Nya qarah: 230) kepada kaum yang (mau) mengetahui. (Al-Baqarah: 230) Yakni syariat-syariat dan ketentuan-ketentuan hukum-Nya. Kemudian si wanita itu kawin dengan lelaki lain dan bersetubuh dengannya. seperti yang dikatakan oleh mazhab Abu Hanifah dan semua temannya. maka apakah kembali lagi kepadanya apa yang tersisa dari tiga talaknya. Itulah hukum-hukum Allah. Imam Syafii.Tfi asr Ibnu Kasir 541 Yaitu dia dan bekas suami yang pertama. lalu si lelaki membiarkannya hingga masa idahnya habis. (Al-Ba- Para Imam rahimahumullah berselisih pendapat dalam masalah bila seorang lelaki menceraikan istrinya dengan sekali atau dua kali talak. seperti yang dikatakan oleh mazhab Imam Malik. dan Imam Ahmad ibnu Hambal? Hal ini juga merupakan pendapat segolongan sahabat.

maka rujukilah mereka dengan cara yang makruf. atau ceraikanlah mereka dengan cara yang makruf (pula).542 Juz 2 — Al-Baqarati yang kedua dapat menghapuskan tiga talak. lalu mereka mendekati akhir idahnya. ayat 231 Apabila kalian menalak istri-istri kalian. Hendaklah ia memakai saksi dalam rujuknya itu serta berniat mempergaulinya dengan cara yang makruf. Bara. dan apa yang telah diturunkan Allah kepada kalian. maka sungguh ia telah berbuat zalim terhadap dirinya sendiri. Atau ada- . Dan bertakwalah kepada Allah serta ketahuilah bahwasanya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. sedangkan ia berhak merujukinya. yaitu Al-Kitab dan Al-Hikmah. Apabila idahnya hampir habis dan yang tinggal hanya sisa waktu yang memungkinkan bagi dia untuk merujukinya. terlebih lagi bila talak" yang dihapuskan itu kurang dari dga. Janganlah kalian jadikan hukum-hukum Allah permainan. hendaklah ia memperlakukannya dengan baik.ig siapa berbuat demikian. dan ingatlah nikmat Allah pada kalian. Allah memberi pengajaran kepada kalian dengan apa yang diturunkan-Nya itu. Melalui ayat ini Allah memerintahkan kepada kaum lelaki apabila seseorang dari mereka menceraikan istrinya. maka adakalanya memegangnya (yakni merujukinya kembali ke dalam ikatan nikah) dengan cara yang makruf. karena dengan demikian kalian menganiaya mereka. Janganlah kalian rujuki mereka untuk memberi kemudaratan. Al-Baqarah.

: Janganlah kalian jadikan hukum-hukum Baqarah: 231) Allah permainan. karena telah melanggar perintah Allah Swt. (Al-Baqarah: 231) Ibnu Abbas. apabila masa idahnya hampir habis. tanpa saling mencaci. Al-Hasan. si suami merujukinya kembali. berfirman: Janganlah kalian rujuki mereka untuk memberi kemudaratan. "Dahulu ada seorang lelaki yang menceraikan istrinya. Masruq. melarang mereka berbuat demikian. Setelah itu ia menceraikannya lagi dan si istri melakukan masa idahnya. maka sungguh ia telah berbuat zalim terhadap dirinya sendiri' (Al-Baqarak 231). Maka Allah Swt. tanpa percekcokan dan tanpa pertengkaran. (Al- Sehubungan dengan ayat ini Ibnu Jarir mengatakan." Firman Allah Swt. Qatadah. dan Muqatil ibnu Hayyan serta lain-lainnya yang bukan hanya seorang telah mengatakan. dan mengancam pelakunya melalui firman-Nya: 'Barang siapa berbuat demikian. karena dengan demikian kalian menganiaya mereka. Ad-Dahhak. maka si lelaki itu merujukinya untuk menimpakan kemudaratan agar si istri ddak terlepas dari tangannya. telah menceritakan kepada kami . lalu menceraikannya lagi agar masa idahnya bertambah panjang. telah menceritakan kepada kami Abu Kuraib. Allah Swt. ArRabi'. Mujahid.Tafsir Ibnu Kasir 543 kalanya ia melepaskannya. yakni membiarkannya hingga habis masa idahnya serta mengeluarkannya dari rumah dengan cara yang lebih baik. Maka apabila masa idahnya hampir habis.

Mereka menalak "Aku telah menceraikan hal ini bukanlah talak istrinya sebelum masa idahnya. dan Muqadl ibnu Hayyan mengatakan bahwa yang dimaksud ialah seorang lelaki yang menalak istrinya seraya mengatakan." Atau dia memerdekakan atau nikah. "Wahai Rasulullah." Maka Allah Swt. dari Abdus Salam ibnu Harb.544 Juz 2 — Al-Baqarah Ishaq ibnu Mansur. marah terhadap orangorang Asy-'ariyyin. merdeka. dari Abu Musa. Ata Al-Khurrasani. Al-Hasan. yang dimaksud oleh hadis ini ialah lelaki yang menceraikan istrinya bukan dalam keadaan yang sewajarnya. dan nikahnya dihukumi sah). dari Humaid ibnu Abdur Rahman. tujuannya ialah menimpakan mudarat kepada istrinya melalui talak dan rujuk. Ar-Rabi'. dengan maksud agar masa idahnya panjang. lalu mengatakan. "Aku hanya main-main. mengapa engkau marah kepada orang-orang Asy'ariyyin?" Maka Nabi Saw. tetapi keadaan dirinya masih perlu dipertimbangkan. bahwa Rasulullah Saw. Kemudian Ibnu Jarir meriwayatkannya pula melalui jalur yang lain dari Abu Khalid Ad-Dallal (yaitu Yazid ibnu Abdur Rahman). . Lalu Abu Musa datang kepadanya dan berkata. dari Yazid ibnu Abdur Rahman. memasukan hal tersebut (yakni talak. (Al- Maka Allah Swt. dari Abui Ala Al-Audi. Qatadah. dan aku telah merujuknya kembali" orang-orang muslim. "Aku hanya bermainmain. menjawab: Seseorang di antara kalian mengatakan. Masruq mengatakan. menurunkan firman-Nya: Janganlah kalian jadikan hukum-hukum Baqarah: 231) Allah permainan.

lalu mengatakan. bersabda: Allah permainan. dari Mujahid. (Al- Barang siapa yang menjatuhkan talak atau memerdekakan atau nikah atau menikahkan dengan sungguhan dan main-main." Ia memerdekakan. mematikan talaknya. maka apa yang dikatakannya adalah sah atas dirinya. "Aku hanya bermain-main. (Al- Maka Rasulullah Saw. dari Ibnu Abbas yang menceritakan bahwa ada seorafig lelaki menalak istrinya dengan maksud bermain-main yang pada kenyataannya dia tidak bermaksud menalak istrinya. Ibnu Abu Hadm mengatakan. "Aku hanya bermain-main. telah menceritakan kepada kami Ibrahim ibnu Muhammad. telah menceritakan kepada kami Abu Ahmad As-Sairafi. dari Al-Hasan (yaitu Al-Basri) yang menceritakan bahwa dahulu ada seorang lelaki menalak istrinya. Maka Allah Swt. "Aku hanya bermain-main. telah menceritakan kepada kami Al-Mubarak ibnu Fudalah." Dan ia nikah. dari Ismail ibnu Yahya. telah menceritakan kepadaku Ja'far ibnu Muhammad As-Simsar. dari Sufyan. menurunkan firman-Nya: Janganlah kalian jadikan hukum-hukum Baqarah: 231) Rasulullah Saw. dari Lais. . lalu mengatakan.Tafsir Ibnu Kasir 545 Ibnu Murdawaih mengatakan." Maka Allah Swt. telah menceritakan kepada kami Adam. menurunkan firman-Nya: Janganlah kalian jadikan hukum-hukum Baqarah: 231) Allah permainan. telah menceritakan kepada kami Isam ibnu Rawwad. lalu mengatakan.

barang siapa yang mengatakannya baik secara main-main atau sungguhan. dari Ismail ibnu Salamah. Akan tetapi. yaitu talak. telah menceritakan kepada kami Ya'qub ibnu Abu Ya'qub. dari Al-Hasan. "Aku hanya bermain-main. (Al- Ada tiga perkara. (Al- Bahwa dahulu di masa Nabi Saw. "Aku hanya bermain-main. . telah menceritakan kepada kami Abu Mu'awiyah. dari Abu Darda secara mauquf sampai kepada Abu Darda. maka semuanya jadi sungguhan atas dirinya. dari Al-Hasan dengan lafaz yang semisal. (dan) nikah." lalu ia berkata." lalu ia berkata. Ibnu Jarir meriwayatkan pula. Ibnu Murdawaih meriwayatkannya melalui jalur Amr ibnu Ubaid." Ia mengatakan (kepada budaknya). Rasulullah Saw. dari Sulaiman ibnu Arqam. telah menceritakan kepada kami Yahya ibnu Abdul Hamid. dari Al-Hasan. menuninkan firman-Nya: Janganlah kalian jadikan hukum-hukum Baqarah: 231) Karena itu. dari Ubadah ibnus Samit sehubungan dengan firman-Nya: Janganlah kalian jadikan hukum-hukum Baqarah: 231) Allah permainan.546 J u z 2 — Al-Baqarah Hal yang sama diriwayatkan pula oleh Ibnu Jarir. bersabda: Allah permainan. ada seorang lelaki mengatakan. telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnul Hasan ibnu Ayyub. "Aku merdekakan kamu. memerdekakan." Maka Allah Swt. Hadis ini berpredikat mursal. "Aku kawinkan kamu dengan anak perempuanku. dari jalur Az-Zuhri.

dari Ibnu Mahik. dan apa yang telah diturunkan Allah kepada kalian. Imam Turmuii. dari Ata. Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini hasan garib. (Al-Baqarah: 231) Yakni karena Dia telah mengutus seorang rasul yang membawa hidayah dan keterangan-keterangan kepada kalian. talak. pernah bersabda: Ada tiga perkara yang sungguhan dan main-mainnya sungguhan.: dianggap dan ingatlah nikmat Allah kepada kalian. yang menceritakan bahwa Rasulullah Saw. dari Abu Hurairah r. . (Al-Baqarah: 231) dengan apa yang Yakni Dia memerintahkan kepada kalian. (Al-Baqarah: 231) Yang dimaksud dengan Al-Kitab ialah Al-Qur'an. Firman Allah Swt. Allah memberi pengajaran kepada kalian diturunkan-Nya itu. yaitu Al-Kitab dan Al-Hikmah.Tafsir Ibnu Kasir 547 Hal yang terkenal mengenai hadis ini diriwayatkan oleh Imam Abu Daud. melarang kalian. yakni nikah. dan Imam Ibnu Majah melalui jalur Abdur Rahman ibnu Habib ibnu Adrak.a. dan yang dimaksud dengan Al-Hikmah ialah sunnah. dan rujuk. serta memperingatkan kalian agar jangan melakukan perbuatan-perbuatan yang diharamkan.

548 J u z 2 — Al-Baqarah Dan bertakwalah kepada Allah. (Al-Baqarah: 231) Yaitu dalam semua amal perbuatan yang kalian kerjakan dan hal-hal yang kalian tinggalkan. baik yang tersembunyi maupun yang terang-terangan. ayat 232 Apabila kalian menalak istri-istri kalian. serta ketahuilah bahwa Allah Maha Mengetahui segala (Al-Baqarah: 231) sesuatu. Itulah yang dinasihatkan kepada orang-orang yang beriman di antara kalian kepada Allah dan hari kemudian. apabila telah terdapat ketetapan di antara mereka dengan cara yang makruf. Allah mengetahui. Itu lebih baik bagi kalian dan lebih suci. lalu habis idahnya. sedangkan kalian tidak mengetahui. bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan seorang lelaki yang menalak istrinya . maka janganlah kalian (para wali) menghalangi mereka kawin lagi dengan bakal suaminya. dan kelak Dia akan memberikan balasannya kepada kalian atas perbuatan tersebut Al-Baqarah. Artinya. Ali ibnu Abu Talhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas. dada sesuatu pun yang samar bagi-Nya dari semua urusan kalian.

Akan tetapi. karena sesungguhnya wanita pezina ialah orang yang mengawinkan dirinya sendiri. Hal yang sama dikatakan pula oleh Masruq. Maka Allah melarang mereka mencegahnya untuk kembali kepada suaminya itu. Dalam suatu pernikahan diharuskan adanya seorang wali. Juga seperti yang disebutkan di dalam sebuah hadis yang mengatakan: Seorang wanita tidak dapat mengawinkan wanita lainnya. Hal yang sama telah diriwayatkan pula oleh Al-Aufi. dan pihak wanita menyetujuinya.Tafsir Ibnu Kasir 549 dengan sekali atau dua kali talak. bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan masalah tersebut. dari Ibnu Abbas. Pendapat yang mereka katakan memang tampak jelas dari makna lahiriah ayat. para wali pihak wanita mencegah hal tersebut. dari Ali ibnu Abu Talhah. dan di dalam ayat ini terkandung dalil yang menunjukkan bahwa seorang wanita tidak mempunyai hak untuk mengawinkan dirinya sendiri. Sehubungan dengan masalah ini terdapat perbedaan pendapat di kalangan para ulama yang tercatat di dalam kitab-kitab yang khusus . dan Ad-Dahhak. seperti apa yang dikatakan oleh Imam Turmuzi dan Imam Ibnu Jarir dalam mengulas makna ayat ini. Az-Zuhri. Di dalam asar yang lain disebutkan seperti berikut: Tiada nikah kecuali dengan seorang wali mursyid dan dua orang saksi laki-laki yang adil. Ibrahim An-Nakha'i. lalu si istri menyelesaikan masa idahnya. Kemudian pihak lelaki berminat untuk mengawininya dan merujukinya kembali. dan seorang wanita tidak dapat mengawinkan dirinya sendiri.

Imam Turmuzi. Sesudah itu ternyata lelaki itu masih tetap mencintainya. kemudian lelaki itu menceraikannya dan membiarkan dia menjalani idahnya sampai habis. maka Ma'qal menolaknya. Setelah itu ia datang lagi melamarnya. bahwa Ubaidillah ibnu Sa'id telah menceritakan kepada kami. Ibad ibnu Rasyid telah menceritakan kepada kami. Lalu suaminya membiarkannya hingga habislah masa idah istrinya itu. begitu . Sesungguhnya kami telah menetapkan masalah ini di dalam Kitabul Ahkam. telah menceritakan kepada kami Ibrahim. telah menceritakan kepadaku Ma'qal ibnu Yasar dan telah menceritakan kepada kami Abu Ma'mar. Hadis ini dinilai sahih oleh Imam Turmuzi. Lalu turunlah ayat berikut. dan Ibnu Murdawaih melalui berbagai jalur. Al-Hasan telah menceritakan kepada kami. telah menceritakan kepada kami Abdul Waris. lafaznya berbunyi seperti berikut: Disebutkan dari Ma'qal ibnu Yasar bahwa ia mengawinkan saudara perempuannya dengan seorartg lelaki dari kalangan kaum muslim di masa Rasulullah Saw. dari Al-Hasan. Maka Imam Bukhari mengatakan di dalam kitab Sahih-nya ketika menafsirkan ayat ini. telah menceritakan kepada kami Yunus. bahwa saudara perempuan Ma'qal ibnu Yasar ditalak oleh suaminya. dari Al-Hasan. dari Al-Hasan. Ibnu Abu Hatim. yaitu firman-Nya: maka janganlah kalian (para wali) menghalangi lagi dengan bekas suaminya. Saudara perempuannya itu selama beberapa masa menjadi istri lelaki tersebut." Imam Bukhari mengatakan. (Al-Baqarah: 232) mereka kawin Demikian pula menurut riwayat Imam Abu Daud. Menurut pendapat yang lain. Ibnu Jarir. Abu Amir Al-Aqdi telah menceritakan kepada kami. dari Ma'qal ibnu Yasar dengan lafaz yang sama. Imam Ibnu Majah. ayat ini diturunkan berkenaan dengan Ma'qal ibnu Yasar Al-Muzani dan saudara perempuannya.550 J u z 2 — Al-Baqarah membahas mengenainya. "Aku pernah mempunyai saudara perempuan yang dilamar melaluiku. dia mengatakan bahwa Ma'qal ibnu Yasar telah menceritakan kepadanya. dari Yunus. yaitu kitab-kitab fiqih.

Demi Allah. Maka Ma'qal ibnu Yasar berkata." Ma'qal ibnu Yasar melanjutkan kisahnya. bahwa perempuan tersebut bernama Jamil binti Yasar. aku sudah kapok denganmu. aku menghormatimu dengan mengawinkan dia kepadamu. "Aku nikahkan kamu. Kemudian lelaki itu melamarnya bersamaan dengan para pelamar lainnya. bahwa ternyata keinginan keduanya itu didengar oleh Allah Swt. ." lalu ia memanggil bekas suami adik perempuannya dan mengatakan kepadanya. "Hai si dungu anak si dungu. lalu mereka akhir idahnya. maka ia mengatakan." Menurut riwayat Ibnu Murdawaih ditambahkan bahwa Ma'qal ibnu Yasar mengatakan pula." Ibnu Jarir meriwayatkan dari Ibnu Juraij. tetapi kamu menalaknya. Semuanya mengatakan bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan Ma'qal ibnu Yasar dan saudara perempuannya. (Al-Baqarah: 231) sampai dengan firman-Nya: mendekati sedangkan kalian tidak mengetahui. "Aku tunduk dan patuh kepada Tuhanku. Hal yang sama dikatakan pula oleh ulama lainnya yang bukan hanya seorang dari kalangan ulama Salaf. dan aku hormati kamu. (Al-Baqarah: 232) Kedka Ma'qal ibnu Yasar mendengar ayat ini. Sufyan As-Sauri meriwayatkan dari Abu Ishaq As-Subai'i yang telah menceritakan bahwa perempuan tersebut bernama Fatimah binti Yasar. dia adalah istri Abui Badah. Maka Allah Swt. menurunkan firman-Nya: Apabila kalian menalak istri-istri kalian. "Dan aku bayar kifarat sumpahku.Tafsir Ibnu Kasir 551 pula sebaliknya. kamu ddak boleh rujuk dengan dia kembali untuk selamanya.

dan meninggalkan sikap fanatismenya. pendapat yang benar adalah yang pertama (yaitu Ma'qal ibnu Yasar dan saudara perempuannya). Itu lebih baik bagi kalian dan lebih suci. yaitu para wali mencegah wanita mereka untuk kawin dengan bekas suaminya masing-masing bila mereka sama-sama rela di antara sesamanya dengan cara yang makruf. Akan tetapi. Firman Allah Swt. (Al-Baqarah: 232) Larangan ini yang kalian dilarang melakukannya. merupakan nasihat dan perintah serta hal yang perlu ditanggapi.: Itulah yang dinasihatkan kepada orang-orang yang beriman di antara kalian kepada Allah dan hari kemudian. maka hal ini lebih baik bagi kalian dan lebih suci untuk hati kalian. (AI-Baqarah: 232) Yakni kepada orang-orang yang beriman kepada syariat (hukum) Allah dan takut kepada ancaman serta azab-Nya di akhirat serta pembalasan yang akan terjadi padanya. .552 J u z 2 — Al-Baqarah As-Saddi mengatakan bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan Jabir ibnu Abdullah dan anak perempuan pamannya (sepupunya). kepada orang-orang di antara kalian yang beriman kepada Allah dan hari kemudian. (Al-Baqarah: 232) Yaitu bila kalian (para wali) mengikuti syariat Allah dalam masalah mengembalikan wanita kalian kepada suaminya masing-masing.

dan waris pun berkewajiban demikian. (Al-Baqarah: 232) Yakni tentang maslahat-maslahat yang terkandung di dalam apa yang Dia perintahkan dan apa yang Dia larang. Al-Baqarah. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan.Tafsir Ibnu Kasir 553 Allah mengetahui. dan seorang ayah karena anaknya. sedangkan kalian tidak mengetahui. kalian tidak mengetahui kebaikan dari apa yang kalian lakukan dan apa yang tidak kalian lakukan. Apabila . ayat 233 Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang makruf. (Al-Baqarah: 232) Maksudnya.

telah menceritakan kepada kami Abu Uwwanah. pernah bersabda: Persusuan tidak menjadikan mahram kecuali susuan yang dilakukan langsung pada tetek lagi mengenyangkan perut dan terjadi sebelum masa penyapihan. dari Hisyam ibnu Urwah. Imam Turmuzi mengatakan. dari Fatimah bindl Munzir. Hal ini merupakan petunjuk dari Allah Swt. Bertakwalah kalian kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kalian kerjakan. kepada para ibu. Untuk itu seandainya ada anak yang menyusu kepada seorang wanita. yaitu selama dua tahun penuh. (Al-Baqarah: Kebanyakan para imam berpendapat bahwa masa penyusuan tidak dapat menjadikan mahram kecuali bila si bayi yang disusui berusia di bawah dua tahun. menganjurkan agar mereka menyusui anak-anak mereka dengan penyusuan yang sempurna. sedangkan usianya di atas dua tahun. dari Ummu Salamah yang menceritakan bahwa Rasulullah Saw. maka tidak ada dosa bagi kalian apabila kalian memberikan pembayaran menurut yang patut. Karena itulah dalam firman selanjurnya disebutkan: yaitu bagi yang ingin menyempurnakan 233) penyusuan. . telah menceritakan kepada kami Qutaibah.554 Juz 2 — Al-Baqarah keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan. Di dalam bab hadis yang mengatakan bahwa penyusuan ddak menjadikan mahram pada diri seorang anak kecuali bila usianya di bawah dua tahun. Dan jika kalian ingin anak kalian disusukan oleh orang lain. maka tidak ada dosa atas keduanya. maka penyusuan itu tidak menjadikan mahram baginya. Sesudah itu penyusuan tidak berpengaruh lagi terhadap kemahraman.

Yaitu bahwa penyusuan tidak menjadi mahram kecuali bila dilakukan dalam usia di bawah dua tahun. hal ini tidak menjadikan mahram sama sekali. Hal inilah yang diamalkan di kalangan kebanyakan ahlul ilmi dari kalangan sahabat Rasulullah Saw. bersabda: Sesungguhnya anak lelakiku meninggal dunia dalam usia persusuan. "lila ma kana fis sadyi. Karena itulah beliau Saw. wafat dalam usia dua puluh dua bulan. dari Al-Barra ibnu Azib yang menceritakan bahwa kedka Ibrahim ibnu Nabi Saw. dari Sufyan ibnu Uyaynah. yang mengatakan. oi Yakni yang akan menggenapkan masa persusuannya. dari Amr ibnu Dinar. dari Addi ibnu Sabit.s.'"' ialah kecuali susuan yang dilakukan pada tetek sebelum usia dua tahun. dan lainlainnya. meninggal dunia. sedangkan penyusuan yang dilakukan sesudah usia genap dua tahun. dari Waki' dan Gundar. Makna sabda Nabi Saw. Hal yang sama diketengahkan oleh Imam Bukhari melalui hadis Syu'bah. pernah bersabda: . sedangkan para rawinya bersyaratkan Sahihain. Menurut kami. Sesungguhnya Nabi Saw. Seperti yang terdapat di dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad. Nabi Saw. Fatimah bintil Munzir ibnuz Zubair ibnul Awwam adalah istri Hisyam ibnu Urwah. bersabda demikian dada lain karena putra beliau yang bernama Ibrahim a. hanya Imam Turmuzi sendiri yang mengetengahkan riwayat hadis ini. dari Syu'bah. bersabda: A) sesungguhnya dia mempunyai orang yang menyusukannya. dari Ibnu Abbas yang menceritakan bahwa Rasulullah Saw. Pengertian ini diperkuat oleh sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Daruqutni melalui jalur Al-Haisam ibnu Jamil. sesungguhnya dia mempunyai orang yang menyusukannya di dalam surga.Tafsir Ibnu Kasir 555 Hadis ini hasan sahih.

dari Ibnu Abbas secara marfu'. Riwayat ini lebih sahih.556 J u z 2 — Al-Baqarah Tiada yang menjadikan mahram karena persusuan kecuali yang dilakukan sebelum usia dua tahun. yang mengatakan: dan menyapihnya (Luqman: 14) dalam dua tahun. dari Ikrimah. dari Ibnu Abbas. bersyukurlah kepada-Ku. Menurut kami. Kemudian Imam Daruqutni mengatakan. . dan tiada status yatim sesudah usia balig. tiada yang menyandarkannya kepada Ibnu Uyaynah selain Al-Haisam ibnu Jamil. Abu Daud At-Tayalisi meriwayatkan melalui Jabir yang menceritakan bahwa Rasulullah Saw. dari Saur ibnu Yazid. yang di dalam riwayatnya ditambahkan seperti berikut: Dan persusuan yang terjadi sesudah usia dua tahun tidak mempunyai pengaruh apa pun. pernah bersabda: Tiada penyusuan lagi sesudah masa penyapihan. hadis ini diriwayatkan pula oleh Imam Malik di dalam kitab Muwatta'. Penunjukan makna yang diketengahkan oleh hadis ini menjadi lebih sempurna dengan adanya firman Allah Swt. tetapi AlHaisam orangnya siqah lagi hafiz (hafal hadis). Imam Darawardi meriwayatkannya pula dari Saur.

Ibnu Umar. Menurut riwayat yang lain dari Imam Malik juga disebutkan bahwa masa persusuan itu adalah dua tahun dua bulan. sama halnya dengan pendapat jumhur ulama.. Ummu Salamah. Imam Malik mengatakan. Zufar ibnul Huzail mengatakan bahwa selagi si anak masih mau tetap menyusu. AS-Sauri. lalu ada seorang wanita menyusukannya setelah disapih. maka penyusuan kali ini tidak menjadikan mahram. Abu Yusuf. Abu Hurairah. yakni baik telah disapih ataupun belum. dan Ata serta jumhur ulama. dan Ali r. Pendapat inilah yang dipegang oleh mazhab Syafii.a. Dengan demikian.a. "Tiada persusuan sesudah penyapihan. Muhammad. Tersebutlah bahwa . Sa'id ibnul Musayyab.a. Imam Ahmad.Tafsir Ibnu Kasir 557 W" Mengandungnya (Al-Ahqaf: 15) sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan." Pendapat ini pun merupakan suatu riwayat lain dari Al-Auza'i. Telah diriwayatkan di dalam kitab Sahihain. Imam Abu Hanifah mengatakan. Ibnu Abbas. dan menurut riwayat yang lainnya lagi yaitu dua tahun tiga bulan. Ishaq. Pendapat yang mengatakan bahwa persusuan sesudah usia dua tahun tidak menjadikan mahram diriwayatkan dari Ali. pendapat ini merupakan salah satu riwayat dari Al-Auza'i. berarti sama dengan apa yang dikatakan oleh Imam Malik." Maka kalimat ini diinterpretasikan bahwa keduanya bermaksud usia dua tahun. dapat pula diinterpretasikan bahwa keduanya bermaksud kenyataannya. dari Siti Aisyah r.. Telah diriwayatkan dari Umar r. Pendapat inilah yang dipegang oleh Ata ibnu Abu Rabah dan Al-Lais ibnu Sa'd. bahwa keduanya pernah mengatakan. ia berpendapat bahwa penyusuan anak yang sudah besar mempunyai pengaruh pula dalam kemahraman. masa penyusuan adalah dua setengah tahun. Jabir. Ibnu Mas'ud. karena persusuan saat itu disamakan kedudukannya dengan makanan. "Seandainya seorang anak telah disapih dari penyusuan sebelum usia dua tahun. dan Malik dalam salah satu riwayatnya. maka batas maksimalnya adalah dga tahun. Akan tetapi.

Hujah yang dipegang oleh jumhur ulama —mereka terdiri atas para imam yang empat orang. (An-Nisa: 23) Firman Allah Swt. dan istri-istri Nabi Saw. memerintahkan kepada istri Abu Huzaifah untuk menyusukan Salim. Setelah itu Salim bebas menemui istri Abu Huzaifah berkat penyusuan tersebut.558 J u z 2 — Al-Baqarah Siti Aisyah r.) ddak mau melakukan hal tersebut.a. selalu memerintahkan kepada orang yang ia pilih boleh masuk ke dalam rumahnya untuk menemui wanita-wanita yang ada di dalam asuhannya. Siti Aisyah r.— ialah sebuah hadis yang ditetapkan di dalam kitab Sahihain dari Sid Aisyah. Mengenai masalah persusuan dan hal-hal yang berkaitan dengan masalah anak yang sudah besar menyusu. untuk menyusu kepadanya terlebih dahulu. ulama ahli fiqih yang tujuh orang. Pendapat inilah yang dianut oleh jumhur ulama. selain Sid Aisyah r. berpendapat demikian karena berdasarkan kepada hadis yang mengisahkan masalah Salim maula Abu Huzaifah. mereka berpendapat bahwa peristiwa Salim tersebut termasuk hal yang khusus. karena sesungguhnya persusuan itu hanyalah karena kelaparan. akan dibahas dalam tafsir firman-Nya: dan ibu-ibu kalian yang menyusukan kalian.a. Nabi Saw. bahwa Rasulullah Saw. Akan tetapi istri-istri Nabi Saw. (Al-Baqarah: 233) .: Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang makruf. sedangkan Salim ketika itu sudah besar. pernah bersabda: Perhatikanlah oleh kalian (kaum wanita) siapakah saudara-saudara kalian.a. yang lainnya (selain Siti Aisyah r. para sesepuh sahabat.a.

yakni menurut tradisi yang berlaku bagi semisal mereka di negeri yang bersangkutan tanpa berlebih-lebihan. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan (sekadar) apa yang Allah berikan kepadanya. juga ddak terlalu minim. ada pula yang miskin.Tafsir Ibnu Kasir 559 Yakni diwajibkan atas orang tua si anak memberi nafkah dan sandang ibu anaknya dengan cara yang makruf." Firman Allah Swt. Dan orang yang disempitkan rezekinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. karena ada yang kaya. Seperti yang dijelaskan di dalam firman-Nya: Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. ada yang pertengahan. maka ia wajib memberi nafkah dan sandang kepada istrinya yang telah diceraikan itu dengan cara yang makruf (selama bekas istrinya itu masih menyusukan anaknya). Hal ini disesuaikan dengan kemampuan pihak suami dalam hal kemampuan ekonominya. Yakni misalnya pihak si ibu menyerahkan bayi itu kepada pihak ayah si bayi untuk menimpakan kemudaratan terhadap pihak ayah si bayi karena diharuskan memeliharanya. sedangkan ia telah punya anak dari istrinya itu yang masih dalam masa penyusuan. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan. (At-Talaq: 7) Ad-Dahhak mengatakan. "Apabila seseorang menceraikan istrinya.: Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena (Al-Baqarah: 233) anaknya. Pihak ibu ddak boleh menyerahkan si bayi yang telah dilahirkannya (kepada suaminya) sebelum menyusukannya yang pada kebanyakan si bayi ddak dapat hidup melain- .

: dan waris pun berkewajiban demikian. Sekalipun demikian. maka pihak ibu tidak boleh menyerahkan bayinya itu kepada ayah si bayi. Ad-Dahhak. Asy-Sya'bi. memenuhi semua hak-haknya. Karena itu. Az-Zuhri. maka pihak ibu si bayi baru diperbolehkan menyerahkan bayinya itu kepada ayah si bayi jika pihak ibu berkenan. Qatadah. As-Sauri. Demikianlah menurut penafsiran Mujahid. Menurut pendapat yang lain. (Al-Baqarah: 233) karena Yaitu misalnya ayah si anak (bayi) ingin merampas anak dari tangan ibunya dengan tujuan menyengsarakan ibunya. yang dimaksud ialah tidak boleh menimpakan mudarat kepada ahli waris (kaum kerabat) pihak ayah si bayi. jika hal tersebut mengakibatkan pihak ayah si bayi menderita kesengsaraan karena harus memelihara bayinya. Pendapat . Ibnu Zaid. berfirman: dan (janganlah menderita kesengsaraan) seorang ayah anaknya. As-Saddi. Setelah masa penyusuan telah habis. dan ddak menimpakan mudarat kepadanya'. makna yang dimaksud ialah 'kepada ahli waris diwajibkan hal yang. Penakwilan yang terakhir ini menurut jumhur ulama. dan lain-lainnya. sama dengan apa yang diwajibkan atas ayah si bayi. yaitu memberi nafkah kepada ibu si bayi. Sebagaimana tidak dihalalkan bagi pihak ayah si bayi merampas bayi dari tangan ibunya hanya semata-mata untuk menimpakan kesengsaraan kepada pihak ibu si bayi. (Al-Baqarah: 233) Menurut suatu pendapat. Firman Allah Swt. maka Allah Swt.560 J u z 2 — Al-Baqaran kan dengan susu ibunya. Demikianlah pendapat Mujahid. dan Ad-Dahhak. Ayat ini dijadikan dalil oleh kalangan mazhab Hanafi dan mazhab Hambali yang mengatakan bahwa kaum kerabat wajib memberi nafkah sebagian di antara mereka kepada sebagian lainnya. Hal ini telah dibahas secara rinci oleh Ibnu Jarir di dalam kitab tafsirnya.

dari Alqamah.: Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan. dari Samurah secara marfu'. Demikianlah menurut apa yang dikatakan oleh As-Sauri dan lain-lainnya. dan keduanya memandang bahwa keputusan inilah yang mengandung maslahat bagi diri si bayi.Tafsir Ibnu Kasir 561 ini bersumber dari riwayat yang diceritakan oleh Umar ibnul Khattab r. Pendapat ini mengandung sikap preventif bagi si bayi demi kemaslahatannya. yaitu: Barang siapa yang memiliki orang yang masih kerabat lagi mahram dengannya. apabila pihak ayah dan ibu si bayi sepakat untuk menyapih anaknya sebelum si anak berusia dua tahun. dan hal ini merupakan rahmat dari Allah kepada hamba-hamba-Nya. Telah disebutkan bahwa persusuan atau rada'ah sesudah usia dua tahun adakalanya menimpakan kesengsaraan terhadap pihak anak. (Al-Baqarah: 233) Dengan kata lain.a. dan ddak boleh bagi salah satu pihak dari keduanya memaksakan kehendaknya dalam hal ini tanpa persetujuan dari pihak yang lainnya. barangkali pada tubuhnya atau akalnya. Kemudian hal ini diperkuat dengan adanya hadis Al-Hasan. bahwa ia pernah melihat seorang ibu yang menyusukan anaknya sesudah si anak berusia dua tahun. . Sufyan As-Sauri meriwayatkan dari Al-A'masy. maka ia harus memerdekakannya. Dari pengertian ini dapat disimpulkan bahwa bila salah satu pihak saja yang melakukan hal ini dinilai kurang cukup. maka ddak ada dosa atas keduanya untuk melakukan hal tersebut. serta keduanya benriusyawarah terlebih dahulu untuk itu dan membuahkan kesepakatan. "Janganlah kau susui dia!" Firman Allah Swt. dan kebanyakan ulama Salaf. maka tidak ada dosa atas keduanya. dari Ibrahim. maka ia berkata kepada si ibu tersebut.

juga maslahat si anak. . Seperti yang diungkapkan di dalam surat At-Talaq melalui firman-Nya: CT6"AUo *t£j*\ Kemudian jika mereka menyusukan (anak-anak) kalian untuk kalian. maka berikanlah kepada mereka upahnya. adakalanya karena pihak ibu si bayi berhalangan menyusukannya atau adakalanya halangan dari pihak bayinya. maka tidak ada dosa bagi kalian apabila kalian memberikan pembayaran menurut yang patut. Pengertian ini sudah tidak asing lagi. dan jika kalian menemui kesulitan. maka perempuan lain boleh menyusukan (anak itu) untuknya.: g 9 9 ' ' "'\\ Dan jika kalian ingin anak kalian disusukan oleh orang lain. Bukan merupakan suatu keharusan bagi pihak ayah untuk menerima penyerahan itu bilamana ia telah menyerahkan kepada pihak ibu upah penyusuan si bayi dengan cara yang lebih baik.562 Juz 2 — Al-Baqarah mengingat Dia telah menetapkan keharusan bagi kedua orang tua untuk memelihara anak mereka berdua. (Al-Baqarah: 233) Apabila ibu dan ayah si bayi sepakat bahwa masalah persusuan si bayi diserahkan kepada pihak ayah. dan bermusyawarahlah di antara kalian (segala sesuatu) dengan baik. Demikianlah menurut apa yang dikatakan oleh ulama yang bukan hanya satu orang. lalu si bayi disusukan wanita lain dengan upah tersebut. (At-Talaq: 6) Firman Allah Swt. maka ddak ada dosa bagi keduanya dalam masalah penyerahan bayi mereka. dan memberikan bimbingan kepada apa yang menjadi maslahat bagi kedua orang tua.

juga . Kemudian apabila telah habis idahnya. Hal ini merupakan perintah dari Allah yang ditujukan kepada wanitawanita yang ditinggal mati oleh suami mereka.Tafsir Ibnu Kasir 563 Firman Allah Swt. (Al-Baqarah: 233) Artinya. Allah mengetahui apa yang kalian perbuat. ayat 234 Orang-orang yang meninggal dunia di antara kalian dengan meninggalkan istri-istri (hendaklah para istri itu) menangguhkan dirinya (beridah) empat bulan sepuluh hari. (Al-Baqarah: 233) Yakni dalam semua keadaan kalian. dada sesuatu pun yang samar bagi-Nya dari sepak terjang dan semua ucapan kalian. maka tiada dosa bagi kalian (para wali) membiarkan mereka berbuat terhadap diri mereka menurut yang patut. dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kalian kerjakan. Hukum ini mengenai pula pada istri-istri yang telah digauli oleh suaminya.: Bertakwalah kalian kepada Allah. Al-Baqarah. yaitu mereka harus melakukan idahnya selama empat bulan sepuluh hari.

sedangkan Allah dan Rasul-Nya berlepas diri dari jawaban ini. maka dari Allah. serta ia dapat . Dalil yang dijadikan sandaran bagi wanita yang masih belum digauli ialah makna umum yang terkandung di dalam ayat ini.564 J u z 2 — Al-Baqarah istri-istri yang belum sempat digauli suaminya. Demikianlah menurut kesepakatan para ulama. Lalu mereka (yang bertanya) itu bolak-balik kepada Ibnu Mas'ud berkali-kali menanyakan masalah ini. dan jika keliru. Si wanita mendapat maskawinnya dengan penuh —menurut riwayat yang lain disebutkan mendapat mahar misilnya— tanpa ada pengurangan dan penggelapan. Jika jawaban ini benar. lalu si lelaki itu meninggal dunia sebelum sempat menggaulinya dan belum pula memastikan jumlah maskawinnya kepada istrinya itu. "Aku akan memutuskan masalah ini dengan ra-yu (pendapat)£w sendiri. maka dariku dan dari setan. Hadis berikut diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan para pemilik kitab sunnah dan dinilai sahih oleh Imam Turmuzi. dan diwajibkan atas diri si wanita melakukan idahnya. Pada akhirnya Ibnu Mas'ud berkata. yaitu: Bahwa Ibnu Mas'ud pernah ditanya mengenai masalah seorang lelaki yang mengawini seorang wanita.

Tafsir Ibnu Kasir 565 mewaris (dari peninggalan suaminya)." Lalu berdirilah Ma'qal ibnu Yasar Al-Asyja'i dan mengatakan. Menurut riwayat yang lain disebutkan seperti berikut: Maka berdirilah orang-orang lelaki dari Bani Asyja'. "Aku pernah mendengar Rasulullah Saw. sedangkan ia dalam keadaan mengandung. Dikatakan demikian karena mengingat keumuman makna firman-Nya yang mengatakan: Dan perempuan-perempuan yang hamil. Pendapat ini merupakan kesimpulan yang baik dan berdasarkan penalaran yang kuat seandainya tidak ada apa yang telah ditetapkan oleh sunnah dalam hadis yang menceritakan kasus Subai'ah Al-Aslamiyyah. waktu idah mereka itu ialah sampai mereka melahirkan kandungannya." Pendapatnya ini merupakan kesimpulan gabungan dari kedua ayat di atas. "Kami menyaksikan bahwa Rasulullah Saw." Mendengar hal itu hati Abdullah ibnu Mas'ud sangat gembira. sekalipun sesudah kematian suaminya selang waktu yang sebentar ia melahirkan bayinya. Hadis ini diketengahkah di dalam kitab Sahihain melalui berbagai jalur periwayatan. yaitu antara masa melahirkan.' '' 1 Tiada yang dikecualikan dari masa idah tersebut kecuali wanita yang ditinggal mad suaminya. Maka sesungguhnya idah yang harus dilakukannya ialah sampai ia melahirkan bayinya. "Wanita hamil yang ditinggal mati suaminya diharuskan melakukan masa idahnya selama masa yang paling panjang di antara kedua masa tersebut. . lalu mereka mengatakan. pernah memutuskan hal yang sama terhadap Buru' binti Wasyig. (At-Talaq: 4) Tersebutlah bahwa Ibnu Abbas berpendapat. atau empat bulan sepuluh hari. memutuskan hal yang sama terhadap Buru' binti Wasyig.

Menurut riwayat yang lain. seperti yang dikatakan oleh jumhur ulama. Subai'ah melahirkan bayinya selang beberapa malam sesudah kemadan suaminya. barangkali kamu mengharapkan kawin? Demi Allah. Setelah Subai'ah bersih dari nifasnya. sedangkan Subai'ah dalam keadaan hamil darinya. Dikecualikan dari makna ayat ini bilamana si istri adalah seorang budak wanita. "Mengapa engkau kulihat menghiasi dirimu. Maka demikian pula dalam masalah idah. Tidak lama kemudian setelah kemadan suaminya. dan menanyakan kepadanya masalah tersebut Maka beliau Saw. lalu aku datang kepada Rasulullah Saw. yaitu dua bulan lima hari. maka kupakai pakaianku pada petang harinya. sama halnya dengan pendapat semua ahlul ilmi.566 Juz 2 — Al-Baqarah Disebutkan bahwa suami Subai'ah (yaitu Sa'd ibnu Khaulah) meninggal dunia. . Maka masuklah Abus Sanabil ibnu Ba'kak menemuinya. dan beliau Saw. lalu merujuk kepada hadis Subai'ah. ia menghias diri untuk para pelamar. memerintahkan kepadaku untuk kawin jika aku suka. memberikan jawabannya kepadaku. "Setelah Abus Sanabil berkata demikian kepadaku. Subai'ah melahirkan bayinya." Subai'ah mengatakan. karena sesungguhnya idah seorang budak wanita adalah separo dari idah wanita merdeka. kamu tidak boleh kawin sebelum kamu melewati masa empat bulan sepuluh hari." Abu Umar ibnu Abdul Bar mengatakan. Dikatakan demikian karena Ibnu Abbas sendiri membantah pendapat tersebut dengan berdalilkan hadis Subai'ah. dan langsung berkata kepadanya. bahwa diriku telah halal untuk kawin lagi setelah aku melahirkan bayiku. yaitu separo dari idah wanita merdeka. Dikatakan demikian karena hukuman had yang dijalani oleh budak wanita adalah separo dari hukuman had yang dijalani oleh seorang wanita merdeka. Abu Umar ibnu Abdul Bar mengatakan bahwa hal ini dibenarkan dengan adanya suatu riwayat darinya yang mengatakan bahwa semua temannya menekuni hadis Subai'ah. sesungguhnya menurut suatu riwayat disebutkan bahwa Ibnu Abbas meralat pendapatnya.

kemudian diutus kepadanya malaikat. mengingat keumuman makna ayat ini. adapun sepuluh hari yang sesudahnya merupakan masa cadangan karena adakalanya bilangan sebagian bulan itu ada yang kurang genap. lalu malaikat itu meniupkan roh ke dalam tubuhnya. Juga karena masalah idah merupakan masalah yang menyangkut pembawaan yang ddak mengenal adanya perbedaan antara seorang wanita dengan wanita lainnya. kemudian beralih menjadi segumpal daging dalam masa yang sama. Sa'id ibnu Abu Arubah meriwayatkan dari Cjatadah yang pernah bertanya kepada Sa'id ibnul Musayyab. Sesudah peniupan roh ke dalam janin. Sa'id ibnul Musayyab dan Abui Aliyah serta selain keduanya mengatakan bahwa hikmah penentuan idah bagi wanita yang didnggal mati suaminya adalah empat bulan sepuluh hari.Tafsir Ibnu Kasir 567 Tetapi di kalangan ulama —seperti Muhammad ibnu Sirin dan sebagian kalangan mazhab Zahiri— dikatakan bahwa dalam masalah idah ini sama saja antara wanita merdeka dan budak wanita. lalu menjadi 'alaqah dalam masa yang sama (empat puluh hari). Di dalam hadis Ibnu Mas'ud yang ada pada kitab Sahihain dan kitab lainnya disebutkan seperti berikut: Sesungguhnya penciptaan seseorang di antara kalian dihimpun di dalam perut ibunya selama empat puluh hari berupa nutfah. Kedga empat puluh hari ini sama bilangannya dengan empat bulan. maka janin mulai bergerak menunjukkan tanda kehidupan. niscaya akan tampak. Untuk itu apabila si wanita yang bersangkutan menunggu dalam idahnya selama masa itu. "Untuk apakah yang sepuluh . karena barangkali rahimnya telah terisi oleh kandungan. bila ternyata kandungannya telah terisikan.

'Karena digunakan untuk peniupan roh ke dalam tubuh janin'. dari Raja ibnu Haywah. Mujahid. bahwa idah seorang ummul walad (budak perempuan yang mempunyai anak dari hasil tuannya) sama dengan idah wanita merdeka dalam masalah ini." Ar-Rabi' ibnu Anas pernah mengatakan.568 Juz 2 — Al-Baqarah hari itu?" Sa'id ibnul Musayyab menjawab. dari Matar Al-Wariq. sedangkan Imam Ibnu Majah meriwayatkannya dari Ali ibnu Muhammad. Qubaisah belum pernah mendengar dari Amr. dari Qatadah. "Di masa itu dilakukan tiupan roh ke dalam tubuh janin. dari Ibnul Musanna ibnu Abdul A'la. "Aku pernah bertanya kepada Abui Aliyah. sama halnya dengan wanita merdeka. disebutkan bahwa ia mengingkari hadis ini. Sesungguhnya menurut suatu riwayat yang bersumber dari Imam Ahmad. dari Qubaisah ibnu Zu-aib. dari Qutaibah. Menurut suatu pendapat. dari Amr ibnul As yang menceritakan hadis ini. dari Qubaisah. Hadis ini diriwayatkan pula oleh Imam Abu Daud. dari Raja ibnu Haywah. 'Mengapa sepuluh hari ini ditambahkan kepada empat bulan?' Abui Aliyah menjawab. Berangkat dari asar ini Imam Ahmad berpendapat di dalam suatu riwayat yang bersumber darinya. dari Amr ibnul As yang mengatakan: Janganlah kalian mengaburkan sunnah Nabi kita kepada kita. di antaranya ialah Sa'id ibnul Musayyab. karena ia telah berubah status menjadi firasy (hamparan atau pendamping suaminya). ketiga-tiganya menerima hadis ini dari Sa'id ibnu Abu Arubah. dari Sa'id ibnu Abu Arubah. dari Ar-Rabi'." Kedua asar ini diriwayatkan oleh Ibnu Jarir. dari Yazid ibnu Harun. Akan tetapi. Sa'id . idah ummul walad apabila ditinggal mati oleh tuannya ialah empat bulan sepuluh hari. dari Gundar. Juga karena berdasarkan sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad. ada segolongan ulama Salaf yang berpegang kepada hadis ini.

dan Imam Ahmad ibnu Hambal dalam salah satu riwayat darinya. Ata. Imam Syafii." Imam Malik mengatakan. "Hal yang paling aku sukai ialah bila ummul walad menjalani idahnya selama satu bulan dga hari. Pendapat ini berasal dari Ali r.a. Sedangkan Tawus dan Qatadah mengatakan bahwa idah ummul walad apabila ditinggal mad oleh tuannya adalah setengah dari idah wanita merdeka. Ibnu Mas'ud. Abu Iyad. dan Ibrahim An-Nakha'i. Hal ini pula yang dianjurkan oleh Yazid ibnu Abdul Malik ibnu Marwan ketika ia menjabat sebagai Amirul Mu-minin. Az-Zuhri. dan Abu Saur serta jumhur ulama. Asy-Sya'bi. dan Umar ibnu Abdul Aziz. yaitu dua bulan lima hari. Allah mengetahui apa yang kalian perbuat. dan Imam Ahmad menurut riwayat yang terkenal darinya mengatakan bahwa idahnya adalah sekali haid.: Kemudian apabila lelah habis idahnya. sedangkan dia dalam keadaan berhaid." Firman Allah Swt." Imam Syafii dan jumhur ulama mengatakan. "Seandainya suami ummul walad meninggal dunia. (Al-Baqarah: 234) Dari makna ayat ini dapat ditarik kesimpulan bahwa wajib hukumnya ihdad (berbelasungkawa) bagi wanita yang ditinggal mad oleh suami- .. Makhul.Tafsir Ibnu Kasir 569 ibnu Jubair. Al-Hasan. Imam Malik. "Seandainya ummul walad dari kalangan wanita yang tidak berhaid. maka haidnya itu sudah cukup untuk idahnya. maka idahnya adalah dga bulan. Imam Abu Hanifah dan murid-muridnya serta As-Sauri dan AlHasan ibnu Saleh ibnu Huyay mengatakan bahwa ummul walad melakukan idahnya dengan tiga kali haid. Abu Ubaid. Ishaq ibnu Rahawaih. Ibnu Sirin. Al-Lais mengatakan. Pendapat inilah yang dikatakan oleh Ibnu Umar. Al-Lais. maka tiada dosa bagi kalian (para wali) membiarkan mereka berbuat terhadap diri mereka menurut yang patut. Hal ini pula yang dikatakan oleh Al-Auza'i.

pernah bersabda: Tidak halal bagi seorang wanita yang beriman kepada Allah dan hari kemudian melakukan ihdad (belasungkawa)nya atas mayat lebih dari tiga hari. maka selama empat bulan sepuluh hari. bersabda. maka .a.570 Juz 2 — Al-Baqarah nya selama ia menjalani masa idahnya. sedangkan matanya mengalami gangguan penyakit." Zainab bind Ummu Salamah mengatakan bahwa dahulu bila seorang wanita ditinggal mad oleh suaminya (yakni di masa Jahiliah). sesungguhnya anak perempuanku ditinggal mati oleh suaminya. "Tidak. Kemudian beliau Saw. Sesungguhnya seseorang di antara kalian di masa Jahiliah menjalani idahnya selama satu tahun. menjawab." semua pertanyaan beliau jawab dengan tidak sebanyak dua atau tiga kali. bahwa Rasulullah Saw. karena ada sebuah hadis di dalam kitab Sahihain yang diriwayatkan melalui berbagai jalur dari Ummu Habibah dan Zainab bind Jahsy Ummul Mu-minin. kecuali bila yang meninggal adalah suaminya. "Sesungguhnya idah yang harus dijalaninya adalah empat bulan sepuluh hari.: Bahwa ada seorang wanita bertanya. "Wahai Rasulullah. Di dalam kitab Sahihain pula disebutkan sebuah hadis dari Ummu Salamah r. bolehkah kami mencelakinya (mengobatinya dengan celak mata)?" Nabi Saw.

(yaitu) diberi nafkah hingga setahun lamanya dengan tidak disuruh pindah. hingga akhir ayat. lalu memakai pakaiannya yang paling buruk. Setelah lewat satu tahun ia keluar dari gubuk itu dan diberi kotoran unta. Kemudian diberikan kepadanya seekor hewan. Ber-ihdad hukumnya wajib bagi semua istri yang didnggal oleh suami-suami mereka. hendaklah berwasiat untuk istri-istrinya. lalu ia mengusapkan tubuhnya ke hewan tersebut. As-Sauri dan Imam Abu Hanifah beserta semua temannya me- . mengingat keumuman makna ayat. Yang dimaksud dengan istilah ihdad ialah meninggalkan perhiasan berupa wewangian dan ddak memakai pakaian yang mendorongnya untuk bergairah kawin lagi.Tafsir Ibnu Kasir 571 wanita itu memasuki sebuah rumah gubuk. yaitu firman-Nya: Dan orang-orang yang akan meninggal dunia di antara kalian dan meninggalkan istri. lalu ia melempar kotoran itu. Maka jarang sekali hewan yang diusapnya dapat bertahan hidup melainkan kebanyakan mati (karena baunya yang sangat busuk). (Al-Baqarah: 240). tiada wewangian dan tiada lainnya yang ia pakai selama satu tahun. wanita yang tidak berhaid. yaitu keledai atau kambing atau burung. Seperti yang dikatakan oleh Ibnu Abbas dan lain-lainnya. wanita merdeka. Hal ini hukumnya wajib bagi wanita yang didnggal mad suaminya. sebagaimana yang akan diterangkan kemudian dalam pembahasannya. Dari kesimpulan makna ayat ini banyak ulama berpendapat bahwa ayat ini me-nasakh ayat sesudahnya. seperti pakaian dan perhiasan serta lain-lainnya. hal ini masih perlu dipertimbangkan. hal ini ddak wajib bagi wanita yang berada dalam idah talak raji'. apakah ber-ihdad hukumnya wajib bagi wanita yang ditalak ba-inl Sehubungan dengan masalah ini ada dua pendapat. Akan tetapi. maupun budak wanita yang muslimah dan yang kafir. tanpa ada yang memperselisihkannya. Akan tetapi. baik yang masih kecil. Tetapi sebaliknya.

: Kemudian apabila telah habis idahnya. menurut Az-Zuhri. Hujah yang dijadikan pegangan oleh orang-orang yang berpendapat demikian ialah sabda Nabi Saw. S ^ ' J ^ S ~SSS<'L 'i' Tidak halal bagi seorang wanita yang beriman kepada Allah dan hari kemudian melakukan ihdad atas meninggalnya seseorang lebih dari tiga hari.572 Juz 2 — Al-Baqarah ngatakan tidak ada ihdad atas wanita kafir. Imam Abu Hanifah dan teman-temannya serta As-Sauri memasukkan ke dalam pengertian ini istri yang masih kecil yang belum terkena taklif. maka empat bulan sepuluh hari. Hal yang sama dikatakan pula oleh Asyhab dan Ibnu Nafi' dari kalangan teman-teman Imam Malik. Imam Abu Hanifah serta teman-temannya memasukkan ke dalam pengertian ini budak wanita muslimah yang tidak memiliki kemerdekaan (mengingat masalah idah adalah masalah ta'abbud). (Al-Baqarah: 234) Yaitu bagi para walinya. (Al-Baqarah: 234) Yakni masa idahnya telah habis. Firman Allah Swt. maka tidak ada dosa bagi kalian. menurut Ad-Dahhak dan Ar-Rabi' ibnu Anas. yang mengatakan: / ' y . kecuali bila ditinggal mati suaminya. Pembahasan mengenai masalah ini secara rinci terdapat di dalam kitab-kitab yang membahas masalah hukum dan cabang-cabangnya. Mereka mengatakan bahwa hal ini merupakan masalah ta'abbud. .

ayat 235 . Ibnu Juraij meriwayatkan dari Mujahid sehubungan dengan makna firman-Nya: maka tiada dosa bagi kalian (para wali) membiarkan mereka berbuat terhadap diri mereka menurut yang patut. dan AsSaddi. Al-Baqarah.Tafsir Ibnu Kasir 573 membiarkan mereka berbuat. Al-Wunni meriwayatkan dari Ibnu Abbas. Pengertian ini sudah dimaklumi. membiarkan wanita-wanita yang telah menghabiskan masa idahnya. Telah diriwayatkan hal yang semisal dari Al-Hasan. (Al-Baqarah: 234) Maksudnya. Hal yang semisal telah diriwayatkan dari Muqatil ibnu Hayyan. bila ia telah menghabiskan masa idahnya. apabila seorang istri diceraikan atau didnggal mati oleh suaminya. maka ddak dosa atas dirinya untuk menghias diri dan mempercantik diri serta menawarkan diri untuk dikawini. Az-Zuhri. (Al-Baqarah: 234) Makna yang dimaksud ialah untuk nikah yang halal lagi baik.

574 Juz 2 — Al-Baqarah Dan tidak ada dosa bagi kalian meminang wanita-wanita itu dengan sindiran atau kalian menyembunyikan (keinginan mengawini mereka) dalam hati kalian. dan ketahuilah bahwa Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun. dari Mujahid. dari Ibnu Abbas sehubungan dengan firman-Nya: Tidak ada dosa bagi kalian meminang wanita-wanita sindiran. "Aku ingin bila Allah mem- . Syu'bah.: Dan tidak ada dosa bagi kalian. maka takutlah kepadaNya. dalam pada itu janganlah kalian mengadakan janji kawin dengan mereka secara rahasia. (Al-Baqarah: 235) itu dengan Yang dimaksud dengan istilah ta'rid atau sindiran ialah bila seorang lelaki mengatakan." dengan kata-kata yang telah dikenal. "Sesungguhnya aku ingin kawin.dan Ibnu Jarir serta lain-lainnya meriwayatkan dari Mansur. sebelum habis idahnya. Janganlah kalian ber-'azam (bertetap hati) untuk berakad nikah. kecuali sekadar mengucapkan (kepada mereka) perkara yang makruf. dan sesungguhnya aku ingin mengawini seorang wanita yang anu dan anu sifatnya. Menurut suatu riwayat. contoh kata-kata sindiran lamaran ialah seperti. Firman Allah Swt. (Al-Baqarah: 235) Yakni untuk melamar wanita-wanita yang ditinggal mati oleh suami mereka dalam idahnya secara sindiran (ddak terang-terangan). Dan ketahuilah bahwasanya Allah mengetahui apa yang ada dalam hati kalian. Allah mengetahui bahwa kalian akan menyebut-nyebut mereka. As-Sauri.

Menurut riwayat yang lain ialah.Tafsir Ibnu Kasir 575 beriku rezeki (mengawinkan aku) dengan seorang wanita. kepada Fatimah bind Qais ketika diceraikan oleh suaminya Abu Amr ibnu Hafs dalam talak yang kedga. dari Ibnu Abbas sehubungan dengan firman-Nya: Dan tidak ada dosa bagi kalian meminang wanita-wanita ngan sindiran. Nabi Saw. dan Al-Qasim ibnu Muhammad serta sejumlah ulama Salaf dan para imam sehubungan dengan masalah ta'rid atau sindiran ini." Akan tetapi. Aku berharap semoga dimudahkan untuk mendapat wanita yang saleh. Ibrahim An-Nakha'i. Imam Bukhari meriwayatkan secara ta'liq. Yazid ibnu Qasit. Sesungguhnya wanita benarbenar merupakan hajatku." Hal yang sama dikatakan oleh Mujahid. "Sesungguhnya aku tidak ingin kawin dengan seorang wanita selainmu. boleh melakukan pinangan secara sindiran kepada wanita yang didnggal mati oleh suaminya. terlebih dahulu memerintahkan Fatimah bind Qais untuk melakukan idahnya di dalam rumah Ibnu Ummi Maktum. seseorang tidak boleh menegaskan lamarannya kepada dia selagi dia masih dalam idahnya. dari Mujahid. Al-Hasan. yakni boleh melamarnya dengan kata-kata sindiran." Atau "Sesungguhnya aku berharap dapat menemukan seorang wanita yang saleh. Mereka mengatakan. insya Allah. dari Mansur. Muqatil ibnu Hayyan. telah menceritakan kepadanya Talq ibnu Ganam. Az-Zuhri. dari Zaidah." atau kalimat yang bermakna. Tawus. Untuk itu ia mengatakan. (Al-Baqarah: 235) itu de- Yang dimaksud dengan sindiran ialah bila seseorang lelaki mengatakan. Ikrimah. Hal yang sama berlaku pula terhadap wanita yang ditalak ba-in. yang penting ddak boleh menyebutkan pinangan secara tegas kepadanya. Sa'id ibnu Jubair. seperti yang telah dikatakan oleh Nabi Saw. Qatadah. Asy-Sya'bi. lalu bersabda kepadanya: . "Sesungguhnya aku ingin kawin.

bahwa ddak boleh bagi selain suaminya melakukan lamaran secara terang-terangan. maka beri tahulah aku. maka ia dilamar oleh Usamah ibnu Zaid (pelayan Nabi Saw. (Al-Baqarah: 235) Yakni kalian memendam keinginan untuk melamar mereka menjadi istri kalian. tidak boleh pula secara sindiran. berfirman dalam ayat selanjurnya: Allah mengetahui bahwa kalian akan menyebut-nyebut (Al-Baqarah: 235) mereka. . ddak ada perselisihan pendapat di kalangan ulama. Wanita yang diceraikan. Firman Allah Swt.: atau kalian menyembunyikan (keinginan mengawini mereka) dalam hati kalian.576 J u z 2 — Al-Baqarah Apabila kamu telah halal (boleh nikah).). lalu Nabi Saw. Perihalnya sama dengan makna firman-Nya: Dan Tuhanmu mengetahui apa yang disembunyikan (dalam) dada mereka dan apa yang mereka nyatakan. (Al-Mumtahanah: 1 ) dan apa Karena itulah maka Allah Swt. mengawinkan Fatimah bind Qais dengan Usamah. (Al-Qasas: 69) Aku lebih mengetahui apa yang kalian sembunyikan yang kalian nyatakan. Ketika masa idah Fatimah bind Qais telah habis.

Diriwayatkan dari Mujahid. Ad-Dahhak. Kemudian Allah Swt. Abu Sya'sa Jabir ibnu Zaid. yang isinya mengatakan. Ikrimah. Ad-Dahhak. Sulaiman At-Taimi. Hal yang sama diriwayatkan pula dari Sa'id ibnu Jubair. Dan ini adalah makna riwayat Al-Aufa dari Ibnu Abbas. dan As-Sauri. "Janganlah kamu kawin dengan selainku nanti. Qatadah. Ibrahim An-Nakha'i. "Janganlah engkau biarkan dirimu terlepas dariku. Abud Duha." Maka Allah melarang hal tersebut dan melakukannya. Berjanjilah kamu bahwa kamu ddak akan kawin dengan lelaki selainku. "Sesungguhnya aku cinta kepadamu. yang dimaksud ialah bila seorang lelaki mengambil janji dari seorang wanita yang masih berada dalam idahnya. Maka Allah menghapus dosa dari kalian karena hal tersebut. karena sesungguhnya aku akan mengawinimu. makna yang dimaksud ialah zina. AsySya'bi. Mujahid. Al-Hasan Al-Basri. tetapi dia menghalalkan lamaran dan ucapan secara makruf." Qatadah mengatakan. yaitu bila si lelaki mengambil janji darinya agar dia ddak kawin dengan orang lain selain dirinya. Ali ibnu Abu Talhah mengatakan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya: Tetapi janganlah kalian mengadakan janji kawin dengan mereka secara rahasia. dan Ibnu Jarir telah memilihnya. berfirman: tetapi janganlah kalian mengadakan janji kawin dengan secara rahasia." atau kalimat-kalimat lain yang semisal.Tafsir Ibnu Kasir 577 Yakni di dalam had kalian. Ar-Rabi ibnu Anas. (Al-Baqarah: 235) mereka Menurut Abu Mijlaz. dan As-Saddi. Az-Zuhri. bahwa yang dimaksud dengan janji rahasia ialah ucapan seorang lelaki kepada wanita yang bersangkutan. . (Al-Baqarah: 235) Yakni janganlah kamu katakan kepadanya. Muqadl ibnu Hayyan.

578 J u z 2 — Al-Baqarah Ibnu Zaid mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: Tetapi janganlah kalian mengadakan janji kawin dengan mereka secara rahasia." atau kalimat-kalimat lain yang semisal." yakni aku mau mengawininya. beri tahukanlah aku lebih dahulu. Sa'id ibnu Jubair. . seperd ucapan. Demikianlah menurut apa yang diriwayatkan oleh Ibnu Abu Hadm. "Janganlah engkau mendahulukan orang lain daripada aku untuk memperolehnya. yaitu melakukan lamaran secara sindiran. sedangkan dia masih berada dalam idah. Mujahid. Karena itulah disebutkan dalam firman selanjutnya: kecuali sekadar mengucapkan makruf. Akan tetapi. Lalu sesudah si wanita halal untuk kawin. As-Saddi. barulah si lelaki itu mengumumkannya. barangkali makna ayat tersebut lebih menyeluruh daripada semuanya itu. makna yang dimaksud ialah apa yang sebelumnya diperbolehkan. "Sesungguhnya aku berhasrat kepadamu. As-Sauri. (Al-Baqarah: 235) (kepada mereka) perkataan yang Menurut Ibnu Abbas. Muhammad ibnu Sirin mengatakan bahwa ia pernah bertanya kepada Ubaidah tentang makna firman-Nya: kecuali sekadar mengucapkan makruf (Al-Baqarah: 235) (kepada mereka) perkataan yang Yaitu bila si lelaki berkata kepada wali si wanita. (Al-Baqarah: 235) Yakni bila si lelaki mengawininya secara rahasia. dan Ibnu Zaid.

Mujahid. 'Wanita mana pun yang melakukan perkawinan di dalam idahnya. (Al-Baqarah: 235) Yang dimaksud dengan Al-Kitab ialah idah.Tafsir Ibnu Kasir 579 Firman Allah Swt. Ata Al-Khurrasani. pernah mengatakan. Asy-Sya'bi. Ibnu Abbas. maka keduanya dipisahkan. jika suami yang kawin dengannya belum menggaulinya. Az-Zuhri. Para ulama sepakat bahwa tidak sah melakukan akad nikah dalam masa idah. melainkan pihak lelaki boleh melamarnya kembali bila idah si wanita telah habis. Qatadah. Jumhur ulama berpendapat bahwa si wanita ddak haram baginya. dan Ad-Dahhak mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: sebelum habis masa idahnya.: Dan janganlah kalian ber-'azam (bertetap hati) untuk berakad nikah sebelum habis idahnya. Abu Malik. Tetapi mereka berselisih pendapat mengenai masalah seorang lelaki yang mengawini seorang wanita dalam idahnya. lalu si wanita melakukan sisa idah dari suaminya per- . yakni janganlah kalian melakukan akad nikah dengannya sebelum masa idahnya habis. lalu si lelaki menggaulinya. As-Sauri. Imam Malik berpendapat bahwa si wanita haram bagi pihak lelaki untuk selama-lamanya.a. As-Saddi. (Al-Baqarah: 235) Yakni janganlah kalian melakukan akad nikah sebelum idahnya habis. Zaid ibnu Aslam. kemudian keduanya dipisahkan. Muqatil ibnu Hayyan. Ia mengatakan demikian berdalilkan sebuah asar yang diriwayatkan dari Ibnu Syihab dan Sulaiman ibnu Yasar yang menceritakan bahwa Khalifah Umar r. Ar-Rabi' ibnu Anas. Maka apakah wanita tersebut haram bagi lelaki yang bersangkutan untuk selama-lamanya? Sehubungan dengan masalah ini ada dua pendapat di kalangan para ulama.

Setelah selesai. Kemudian Allah tidak membuat mereka berputus asa dari rahmat-Nya dan ampunan-Nya. As-Sauri telah meriwayatkan dari Asy'as.: Dan ketahuilah bahwasanya Allah mengetahui apa yang ada dalam hati kalian. menarik kembali keputusannya itu. bahwa Khalifah Umar r. lalu si wanita menjalani sisa idah dari suami pertamanya. kemudian asar ini hanya sampai pada Ibnu Umar. Menurut hemat saya.580 J u z 2 — Al-Baqarah tama. setelah itu ia harus melakukan idah lagi dari suaminya yang kedua. Firman Allah Swt. dari AsySya'bi. untuk itu si wanita diharamkan atas dirinya untuk selama-lamanya. lalu menjadikan bagi pihak wanita maskawinnya. dari Masruq. Akan tetapi. kemudian menjadikan keduanya dapat bersatu lagi. untuk itulah maka Allah Swt. Imam Syafii meriwayatkan asar ini dari Imam Malik. sedangkan si lelaki dianggap sebagai salah seorang pelamarnya. berfirman dalam ayat selanjurnya: . jika suaminya yang baru ini telah menggaulinya. Perihalnya sama dengan seorang pembunuh yang diharamkan dari hak mewaris (harta peninggalan si terbunuh).a. maka ia dihukum dengan hal yang kebalikan dari niatnya. maka takutlah kepada-Nya. diputuskan demikian mengingat ketika si suami mempercepat masa tangguh yang telah ditetapkan oleh Allah." Mereka mengatakan. maka keduanya dipisahkan. (Al-Baqarah: 235) Allah memperingatkan mereka tentang apa yang ada di dalam had mereka menyangkut masalah wanita. maka si wanita haram bagi lelaki tersebut untuk selama-lamanya. Imam Baihaqi mengatakan bahwa kemudian Imam Syafii di dalam qaul jadidnya merevisi pendapat yang telah ia katakan dalam qaul qadim-nya~ Karena ada pendapat yang mengatakan bahwa si wanita halal bagi lelaki tersebut. dan memberikan bimbingan kepada mereka agar menyembunyikan niat yang baik dan menjauhi keburukan.

yang dimaksud dengan istilah al-mdssu ialah nikah. Ibnu Abbas. Bahkan boleh menceraikannya sebelum menggaulinya. Allah Swt. Orang yang mampu menurut kemampuannya dan orang yang miskin menurut kemampuannya (pula). yaitu pemberian menurut yang patut. Sufyan As-Sauri meriwayatkan dari Ismail ibnu Umayyah. sekalipun dalam perceraian itu menyakitkan hadnya. Ibrahim. dan bagi yang tidak mampu disesuaikan dengan kemampuannya. ayat 236 Tidak ada sesuatu pun (mahar) atas kalian. Karena itulah Allah Swt. yaitu pemberian untuk menghibur hatinya. dan sebelum menetapkan besarnya maskawin jika dia menyerahkan hal tersebut. Tawus. dari Ikrimah.Tafsir Ibnu Kasir 581 Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Pengampun lagi Maha Pe nyantun. Pemberian mut'ah tersebut disesuaikan dengan keadaan kemampuan ekonomi pihak suami. bagi yang kaya disesuaikan dengan kekayaannya. memerintahkan kepada pihak suami agar memberinya mut'ah. Dan hendaklah ka lian berikan suatu mut'ah (pemberian) kepada mereka. jika kalian menceraikan istri-istri kalian sebelum kalian bercampur dengan mereka dan sebelum kalian menentukan maharnya. (Al-Baqarah: 235) Al-Baqarah. Yang demikian itu merupakan ketentuan bagi orang-oran yang berbuat kebajikan. dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa mut'ah talak yang . memperbolehkan menalak istri sesudah melakukan akad nikah dengannya dan sebelum menggaulinya. dan Al-Hasan Al-Basri mengatakan.

apakah mut'ah diwajibkan bagi setiap wanita yang ditalak. Asy-Sya'bi mengatakan bahwa mut'ah yang pertengahan ialah berupa baju kurung. Ia mengatakan bahwa dahulu Syuraih memberikan mut'ah-nya sejumlah lima ratus (dirham). telah menceritakan kepada kami Ma'mar. kecuali bila mut'ah yang dibayarnya itu jauh di bawah standar yang dinamakan mut'ah. hendaklah ia memberinya mut'ah berupa seorang pelayan atau yang seimbang dengannya. atau mut'ah itu hanya wajib diberikan kepada istri yang diceraikan sebelum digauli . yaitu apabila si lelaki yang bersangkutan dari kalangan orang yang mampu. Ali ibnu Abu Talhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas. Jika dia orang yang ddak mampu. "Harta yang sedikit dari kekasih yang menceraikannya." Imam Abu Hanifah berpendapat. Menurut suatu riwayat. maka hal yang diwajibkan atas pihak suami bagi pihak istri adalah separo mahar misil-nya. Al-Hasan ibnu Ali pernah memberi mut'ah-nya sejumlah sepuluh ribu (dirham). hal yang paling ia sukai dalam jumlah minimal mut'ah ialah pakaian yang cukup untuk dikenakan si wanita dalam salatnya. milhafah. dan jilbab.582 J u z 2 — Al-Baqarah jumlahnya paling besar ialah berupa seorang pelayan (budak). atau nafkah atau pakaian. dari Ayyub ibnu Sirin yang mengatakan bahwa ia pernah memberi mut'ah berupa seorang pelayan. Abdur Razzaq mengatakan. Imam Syafii di dalam qaul jadid-nya mengatakan bahwa pihak suami ddak boleh dipaksa membayar jumlah tertentu dari mut'ah. Di dalam qaul qadim-nya Imam Syafii mengatakan bahwa ia tidak mengetahui kadar tertentu dalam masalah mut'ah kecuali ia menganggap baik berupa uang yang jumlahnya tiga puluh dirham. sedangkan yang lebih rendah dari itu berupa uang perak. dan yang lebih rendah lagi dari semuanya adalah berupa pakaian. seperti apa yang telah diriwayatkan dari Ibnu Umar r. apabila suami istri bersengketa mengenai jumlah mut'ah. wanita yang diceraikannya mengatakan. Para ulama berselisih pendapat pula mengenai mut'ah ini.a. Ia mengatakan. Imam Syafii mengatakan. kerudung. hendaklah dia memberi mut'ah dengan dga setel pakaian.

dan pendapat ini merupakan salah satu dari pendapat Imam Syafii. Pendapat pertama mengatakan bahwa mut'ah wajib diberikan kepada sedap wanita yang diceraikan. dan mereka pun telah digauli. Pendapat kedua mengatakan bahwa mut'ah wajib diberikan kepada seorang wanita apabila diceraikan sebelum digauli. sekalipun maskawinnya telah ditentukan." (Al-Ahzab: 28) sedangkan mereka telah menerima maskawinnya yang telah disebutkan. maka marilah supaya kuberikan kepada kalian mut'ah dan aku ceraikan kalian dengan cara yang baik. Akan tetapi. Hal ini merupakan pendapat Sa'id ibnu Jubair. katakanlah kepada istri-istrimu.Tafsir Ibnu Kasir 583 lagi belum ditentukan jumlah maskawinnya? Di kalangan ulama banyak pendapat yang menanggapinya. karena firman-Nya: . Al-Hasan Al-Basri. (Al-Baqarah: 241) Juga karena firman-Nya: Hai Nabi. Abui Aliyah. mengingat keumuman makna firman-Nya: Kepada wanita-wanita yang diceraikan (hendaklah diberikan oleh suaminya) mut'ah menurut yang makruf. dari kalangan mereka ada yang memilih pendapat dalam qaul jadid merupakan pendapat yang benar. sebagai suatu kewajiban bagi orang-orang yang takwa. "Jika kamu sekalian mengingini kehidupan dunia dan perhiasannya.

dari Sa'id ibnul Musayyab yang mengatakan bahwa ayat ini telah di-mansukh oleh ayat yang ada di dalam surat Al-Baqarah (ayat 236). kemudian kalian ceraikan mereka sebelum kalian mencampurinya. Maka berilah mereka mut'ah dan lepaskanlah mereka itu dengan cara yang sebaik-baiknya. yaitu berupa dua setel pakaian berwarna biru (sebagai mut'ah-nya). maka suami diwajibkan membayar mahar misil-nya. ketika Umaimah dimasukkan ke dalam rumah Nabi Saw.L'''' . mengulurkan tangannya kepada Umaimah. apabila kalian menikahi perempuan-perempuan yang beriman. memerintahkan kepada Abu Usaid agar memberinya perlengkapan dan pakaian. Untuk itu apabila si suami pernah menggaulinya. bahwa keduanya pernah menceritakan hadis berikut: Rasulullah Saw. Pendapat ketiga mengatakan bahwa mut'ah hanya diberikan kepada wanita yang diceraikan dalam keadaan belum digauli dan belum ditentukan maharnya. bilamana si . dan Nabi Saw. maka sekali-kali tidak wajib atas mereka idah bagi kalian yang kalian minta menyempurnakannya. maka seakanakan Umaimah tidak suka dengan perkawinan ini. Imam Bukhari meriwayatkan di dalam kitab Sahih-nya dari Sahi ibnu Sa'd dan Abu Usaid. (Al-Ahzab: 49) Syu'bah dan lain-lainnya telah meriwayatkan dari Qatadah. pernah mengawini Umaimah binti Syurahbil.' A'*C*{\'' 2>*'S?!\ < Hai orang-orang yang beriman. Lalu Nabi Saw.584 J u z 2 — Al-Baqarah '>'! S't* *»''??>S.

lalu ia diceraikan sebelum digauli. juga belum digauli oleh suaminya. Pengertian inilah yang ditunjukkan oleh ayat di atas. Sesungguhnya wanita yang berhak menerima mut'ah hanyalah wanita yang belum ditentukan maskawinnya. Ibnu Abu Hatim mengatakan. (Al-Baqarah: 241) Tetapi di antara ulama ada yang mengatakan bahwa pemberian mut'ah disunatkan secara mutlak. Hal ini jelas tidak diingkari. Tetapi di kalangan ulama ada yang menyunatkan pemberian mut'ah kepada setiap wanita yang diceraikan selain wanita mufawwidah (yang memasrahkan jumlah maskawinnya). telah . yaitu pemberian menurut yang patut. Karena itulah Allah Swt. telah menceritakan kepada kami Kasir ibnu Syihab Al-Qazwaini. berfirman: Orang yang mampu menurut kemampuannya dan orang yang miskin menurut kemampuannya (pula). dan berdasarkan pengertian ini pula ditakwilkan ayat takhyir yang ada di dalam surat AlAhzab. yaitu yang mewajibkan pemberian mut'ah kepadanya atas tanggungan pihak suami yang menceraikannya. sebagai suatu kewajiban bagi orang-orang yang takwa. Demikianlah menurut pendapat Ibnu Umar dan Mujahid. lalu ia menceraikannya sebelum menggaulinya. Yang demikian itu merupakan ketentuan bagi orangorang yang berbuat kebajikan. maka seluruh mahar harus diberikan kepada si istri sebagai ganti dari mut'ah. Jika pihak suami telah menentukan jumlah maskawinnya.Tafsir Ibnu Kasir 585 istri menyerahkan masalah tersebut. Apabila si suami telah menggaulinya (serta telah menentukan maharnya). (Al-Baqarah: 236) Firman-Nya: Kepada wanita-wanita yang diceraikan (hendaklah diberikan oleh suaminya) mut'ah menurut yang makruf. maka wajib diberikan kepadanya separo dari maskawin yang telah ditentukan itu.

Dan janganlah kalian melupakan keutamaan di antara kalian. Sesungguhnya Allah Maha Melihat segala apa yang kalian kerjakan. . ayat 237 Jika kalian menceraikan istri-istri kalian sebelum kalian bercampur dengan mereka. padahal sesungguhnya kalian sudah menentukan maharnya. kecuali jika istri-istri kalian itu memaafkan atau dimaafkan oleh orang yang memegang ikatan nikah. dari Abu Ishaq. apakah ada batasannya? Maka ia membacakan firman-Nya: Orang yang mampu menurut kemampuannya dan orang yang miskin menurut kemampuannya (pula). (Al-Baqarah: 236) Asy-Sya'bi mengatakan bahwa ia belum pernah melihat seseorang yang melakukan batasan dalam mut'ah. maka bayarlah seperdua dari mahar yang telah kalian tentukan itu. dan pemaafan kalian itu lebih dekat kepada takwa. Al-Baqarah.586 J u z 2 — Al-Baqarah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Sa'id ibnu Sabiq. telah menceritakan kepada kami Amr (yakni Ibnu Abu Qais). dari Asy-Sya'bi yang mengatakan bahwa mereka menanyakan kepadanya tentang mut'ah. Demi Allah. seandainya mut'ah adalah hal yang wajib. niscaya para kadi menetapkan batasan untuknya.

niscaya akan dijelaskan oleh Allah Swt. maka bayarlah seperdua dari mahar yang telah kalian tentukan itu. Hal ini pulalah yang dijadikan pegangan dalam keputusan oleh para Khalifah Ar-Rasyidun. dari Ibnu Abbas yang mengatakan sehubungan dengan seorang lelaki yang mengawini seorang wanita. (Al-Baqarah: 237) . Tetapi menurut kedga orang imam (selain Imam Syafii. pihak suami tetap diwajibkan membayar mahar secara penuh jika ia ber-khalwat dengannya. Membayar separo maskawin dalam kondisi demikian merupakan hal yang telah disepakati oleh seluruh ulama. lalu si lelaki ber-khalwat dengannya tanpa menyetubuhinya. terlebih lagi ayat ini mengiringi ayat sebelumnya yang kedudukannya men-takhsis masalah mut'ah yang ada padanya. Imam Syafii mengatakan. pent. mengingat di dalam ayat ini yang diwajibkan hanyalah separo dari mahar yang telah ditentukan.Tafsir Ibnu Kasir 587 Ayat ini termasuk dalil yang menunjukkan kekhususan mut'ah (pemberian) yang ditunjukkan oleh ayat sebelumnya.. bilamana seorang suami menceraikan istrinya sebelum menggaulinya. Untuk itu manakala seorang lelaki telah menentukan jumlah maskawin kepada wanita yang dinikahinya. padahal sesungguhnya kalian sudah menentukan maharnya. setelah itu si lelaki menceraikannya. tiada seorang pun yang berbeda pendapat dalam masalah ini. maka si lelaki diwajibkan membayar separo maskawin yang telah ditentukannya itu. telah menceritakan kepada kami Muslim ibnu Khalid. Karena sesungguhnya seandainya ada kewajiban lain menyangkut masalah mut'ah ini. Pendapat inilah yang dikatakan oleh Imam Syafii di dalam qaul qadim-nya. Akan tetapi. dari Lais ibnu Abu Sulaim. kemudian si lelaki menceraikannya sebelum menggaulinya. sekalipun ddak menyetubuhinya. dari Tawus.). telah menceritakan kepada kami Ibnu Juraij." Ibnu Abbas mengatakan demikian karena berdasarkan firman-Nya yang mengatakan: "° < r<r Jika kalian menceraikan istri-istri kalian sebelum kalian bercampur dengan mereka. "Tiada yang berhak diperoleh istrinya selain separo maskawin.

"Pendapat inilah yang saya pegang karena memang demikian makna lahiriah dari ayat yang bersangkutan. Ikrimah. Firman Allah Swt. Ia mengatakan sehubungan dengan firman-Nya: terkecuali jika istri-istri kalian itu memaafkan. Ibnu Sirin.: kecuali jika istri-istri kalian itu memaafkan. Nafi'. Muqadl ibnu Hayyan. Asy-Sya'bi. (Al-Baqarah: 237) ." Imam Baihaqi dan Lais ibnu Abu Sulaim —sekalipun predikat keduanya tidak dapat dijadikan hujah— telah mengatakan bahwa sesungguhnya kami telah meriwayatkannya melalui Ibnu Abu Talhah. Imam Abu Muhammad ibnu Abu Hadm telah meriwayatkan dari Sydraih. As-Saddi meriwayatkan dari Abu Saleh. ia berpendapat berbeda. Qatadah. Ar-Rabi' ibnu Anas. (Al-Baqarah: 237) Yakni mereka memaafkan suaminya dan membebaskannya dari tanggungan yang harus dibayarnya kepada mereka. dan As-Saddi hal yang semisal. Az-Zuhri. (Al-Baqarah: 237) Bahwa makna yang dimaksud ialah 'kecuali jika si janda yang bersangkutan memaafkan dan merelakan haknya'. maka dada suatu pun yang harus dibayar oleh si suami. dari Ibnu Abbas. Ata Al-Khurrasani. dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya: kecuali jika istri-istri kalian itu memaafkan. bahwa hal ini merupakan perkataan Ibnu Abbas sendiri. Mujahid. Ad-Dahhak.588 J u z 2 — Al-Baqarah Imam Syafii mengatakan. Sa'id ibnul Musayyab. Ibnu Abu Hatim mengatakan. Al-Hasan. lain halnya dengan Muhammad ibnu Ka'b Al-Qurazi. Jabir ibnu Zaid.

Mak-hul. telah menceritakan pula kepada kami Yunus ibnu Habib. dan Muqatil ibnu Hayyan. 'Bukan. "Ali ibnu Abu Talib pernah bertanya kepadaku tentang makna orang yang memegang ikatan nikah. Ar-Rabi' ibnu Anas. Maka aku menjawabnya. Lalu Ibnu Jarir mengetengahkan hadis ini. Ibnu Jarir telah menyandarkannya pula dari Ibnu Luhai'ah. Ikrimah. Firman Allah Swt. bahwa dia adalah wali si pengandn wanita. Muhammad ibnu Ka*b Al-Qurazi. pernah bersabda demikian. bahwa Rasulullah Saw. dari ayahnya. Mujahid. telah menceritakan kepadaku Amr ibnu Syu'aib. Asy-Sya'bi. Sa'id ibnu Jubair. dari Amr ibnu Syu'aib. Jubair ibnu Mut'im. Jabir ibnu Zaid. Muhammad ibnu Sirin. bahkan dia adalah suami'. (Al- Ibnu Abu Hatim mengatakan. Demikian pula menurut sanad yang diketengahkan oleh Ibnu Murdawaih melalui hadis Abdullah ibnu Luhai'ah dengan lafaz yang sama. tetapi ia tidak menyebutkan dari ayah Amr. yang telah bersabda: Orang yang menguasai ikatan nikah adalah suami. Akan tetapi. di- . Ad-Dahhak. dari Nabi Saw. dari kakeknya. telah menceritakan kepada kami Jabir (yakni Ibnu Abu Hazim). Maka Ali mengatakan. pendapat ini bersifat syaz (menyendiri) dan ddak dapat dijadikan sebagai pegangan. dari Isa (yakni Ibnu Asim) yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar Syuraih mengatakan. Nafi'. Kemudian Ibnu Abu Hatim mengatakan. Abui Mijlaz. dari kakeknya." Ibnu Abu Hadm mengatakan bahwa di dalam suatu riwayat dari Ibnu Abbas.: C Y r v* 'i atau orang yang Baqarah: 237) memegang ikatan nikah memaafkan. Sa'id ibnul Musayyab. telah menceritakan kepada kami Abu Daud. Syuraih di dalam salah satu pendapatnya. Iyas ibnu Mu'awiyah. telah diceritakan dari Ibnu Luhai'ah.Tafsir Ibnu Kasir 589 Yang dimaksud ialah para suami.

dia adalah ayahnya atau saudara laki-lakinya atau orang yang si wanita tidak boleh kawin melainkan dengan seizinnya. telah menceritakan kepada kami Sa'id ibnur Rabi' Ar-Razi. pembatalan. Ata. telah menceritakan kepada kami Abu Maryam. AzZuhri. dan pengrusakannya. bahkan menganjurkannya. telah menceritakan kepada kami ayahku. telah menceritakan kepada kami Amr ibnu Dinar. Perihalnya sama saja. Menurut kami. Ibnu Syabramah. Tawus. dan Al-Auza'i. Ibnu Jarir mengatakan. maka pihak walilah yang berkuasa menentukannya. Alasannya ialah karena walilah yang mengizinkan mempelai lelaki boleh mengawininya. Ibnu Abu Hatim mengatakan bahwa pendapat yang kedua mengatakan. telah menceritakan kepada kami Sufyan. pendapat ini pula yang dikatakan oleh Imam Syafii dalam salah satu qaul jadid-nya. ia tidak boleh memberikan sesuatu pun dari harta anak yang berada dalam perwaliannya kepada orang lain. wanita yang memaafkan. Apabila ter- . kepastian. tindakannya itu diperbolehkan. Rabi'ah. dari Amr ibnu Dinar. telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Muslim. Karena itu. Ibnu Jarir memilih pendapat ini. Ibnu Abbas mengatakan. bahwa dia adalah wali. As-Sauri. Alasan pendapat ini yang mengatakan bahwa orang yang di tangannya terpegang ikatan nikah secara hakiki adalah suami. mazhab Imam Abu Hanifah dan semua temannya. dari Ikrimah yang mengatakan bahwa Allah telah mengizinkan untuk memberi maaf. karena sesungguhnya hanya di tangan suamilah terpegang ikatan nikah. dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna orang yang di tangannya terdapat ikatan nikah. Al-Hasan. Zaid ibnu Aslam. Pendapat ini merupakan mazhab Imam Malik dan pendapat Imam Syafii dalam qaul qadim-nya. Ibrahim An-Nakha'i. Ikrimah di dalam salah satu pendapatnyajdan Muhammad ibnu Sirin menurut salah satu pendapatnya.590 J u z 2 — Al-Baqarah sebutkan bahwa dia (orang yang di tangannya ikatan nikah) adalah suami. begitu pula dalam masalah maskawin ini. Telah diriwayatkan dari Alqamah. berbeda halnya dengan harta lain milik si mempelai wanita (maka pihak wali tidak berhak bertasarruf padanya).

Hal yang sama telah diriwayatkan pula dari Asy-Sya'bi dan lain-lainnya.: dan pemaafan kamu itu lebih dekat kepada takwa. Hal ini jelas menunjukkan keabsahan Undakan pemaafan si wali. telah menceritakan kepadaku Yunus. Ad-Dahhak. sekalipun pihak mempelai wanita bersikap keras. Akhirnya Syuraih mencabut kembali pendapatnya dan cenderung mengatakan bahwa dia adalah suami. Riwayat ini diketengahkan melalui Syuraih. Muqatil ibnu Hayyan. dari Ibnu Abbas sehubungan dengan firman-Nya: dan pemaafan kamu itu lebih dekat kepada takwa. Mujahid.Tafsir Ibnu Kasir 591 nyata dia kikir dan ddak mau memaafkan.am masalah ini ialah hendaknya pihak wanita memaafkan separo maskawinnya. Karena itulah dalam firman selanjurnya disebutkan: . An-Nakha'i. (Al-Baqarah: 237) Ibnu Jarir mengatakan bahwa sebagian kalangan mufassirin mengatakan bahwa ayat ini ditujukan kepada kaum lelaki dan kaum wanita. Ar-Rabi' ibnu Anas. Firman Allah Swt. telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahb. atau pihak lelaki melengkapkan maskawin secara penuh buat pihak wanita. dan As-Sauri mengatakan bahwa hal yang utama da'. Ibnu Jarir mengatakan. tetapi sikapnya itu diprotes oleh Asy-Sya'bi. dan tersebutlah bahwa Asy-Sya'bi melakukan mubahalah terhadapnya (Syuraih) untuk memperkuat pendapatnya ini. (Al-Baqarah: 237) Ibnu Abbas mengatakan bahwa yang paling dekat kepada takwa di antara kedua belah pihak (suami istri) adalah orang yang memaafkan. maka pihak walinyalah yang boleh memaafkan. bahwa ia pernah mendengar Ibnu Juraij menceritakan asar berikut dari Ata ibnu Abu Rabah.

592

Juz 2 — Al-Baqarah

Dan janganlah kalian melupakan (Al-Baqarah: 237)

keutamaan

di antara

kalian.

Yang dimaksud dengan al-fadl ialah kebajikan, menurut Sa'id. Ad-Dahhak, Qatadah, As-Saddi, dan Abu Wa-il mengatakan bahwa yang dimaksud dengan al-fadl ialah hal yang bajik, yakni janganlah kamu melupakan kebajikan, melainkan amalkanlah di antara sesama kalian. Abu Bakar ibnu Murdawaih meriwayatkan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ahmad ibnu Ibrahim, telah menceritakan kepada kami Musa ibnu Ishaq, telah menceritakan kepada kami Uqbah ibnu Makram, telah menceritakan kepada kami Yunus ibnu Bukair, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnul Walid ArRassafi, dari Abdullah ibnu Ubaid, dari Ali ibnu Abu Talib, bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda:

r a'-

' > > y > ? \ ' *

>

Sesungguhnya benar-benar akan datang atas manusia suatu zaman yang kikir akan kebajikan, seorang mukmin menggigit (kikir) apa yang ada pada kedua tangannya (harta bendanya) dan melupakan kebajikan. Padahal Allah Swt. telah berfirman, "Janganlah kalian melupakan keutamaan (kebajikan) di antara kalian" (Al-Baqarah: 237). Mereka adalah orang-orang yang jahat, mereka melakukan jual beli dengan semua orang yang terpaksa. Rasulullah Saw. sendiri melarang melakukan jual beli terpaksa dan jual beli yang mengandung unsur tipuan. Sebagai jalan keluarnya ialah apabila kamu memiliki kebaikan, maka ulurkanlah tanganmu untuk menolong saudaramu. Janganlah kamu menambahkan kepadanya kebinasaan di atas kebinasaan yang dideritanya, karena sesung-

Tafsir Ibnu Kasir

593

guhnya seorang muslim itu adalah saudara muslim yang lain; ia ddak boleh membuatnya susah, tidak boleh pula membuatnya sengsara. Sufyan meriwayatkan dari Abu Harun yang mengatakan bahwa ia pernah melihat Aun ibnu Abdullah berada di dalam majelis Al-Qurazi, dan Aun berbicara kepada kami, sedangkan janggutnya basah karena air matanya. Ia berkata, "Aku pernah bergaul dengan orangorang kaya dan ternyata diriku adalah orang yang paling banyak mengalami kesusahan ketika aku melihat mereka berpakaian yang baikbaik dan penuh dengan bebauan yang wangi serta menaiki kendaraan yang paling baik. Tetapi kedka aku bergaul dengan kaum fakir miskin, maka hatiku menjadi tenang bersama mereka." Firman Allah Swt.:

dan janganlah kalian melupakan (Al-Baqarah: 237)

keutamaan

di antara

kalian.

Apabila seseorang kedatangan orang yang meminta-minta, sedangkan ia ddak memiliki sesuatu pun yang akan diberikan kepadanya, maka hendaklah ia berdoa untuknya. Demikianlah menurut apa yang diriwayatkan oleh Ibnu Abu Hadm. Firman Allah Swt.:
_r*"v : o,

Sesungguhnya Allah Maha Melihat segala apa yang kalian kerjakan. (Al-Baqarah: 237) Yakni tiada sesuatu pun dari urusan kalian dan sepak terjang kalian yang samar bagi Allah Swt. Kelak Dia akan membalas semua orang sesuai dengan amal perbuatan yang telah dikerjakannya.

Al-Baqarah, ayat 238-239

594

J u z 2 — Al-Baqarah

Peliharalah semua salat(mu) dan (peliharalah) salat wusta. Berdirilah untuk Allah (dalam salatmu) dengan khusyuk. Jika kalian dalam keadaan takut (bahaya), maka salatlah sambil berjalan atau berkendaraan. Kemudian apabila kalian telah aman, maka sebutlah Allah (salatlah), sebagaimana Allah telah mengajarkan kepada kalian apa yang belum kalian ketahui. Allah memerintahkan agar semua salat dipelihara dalam waktunya masing-masing, dan memelihara batasannya serta menunaikannya di dalam waktunya masing-masing. Seperti yang telah disebutkan di dalam kitab Sahihain, dari Ibnu Mas'ud yang menceritakan:

Aku pernah bertanya kepada Rasulullah Saw., "Amal apakah yang paling utama?" Ia menjawab, "Mengerjakan salat pada waktunya." Aku berkata lagi, "Kemudian apa lagi?" Beliau menjawab, "Berjihad di jalan Allah." Aku bertanya lagi, "Lalu apa lagi!" Beliau menjawab, "Berbakti kepada kedua orang tua." Ibnu Mas'ud mengatakan, "Semua itu diceritakan oleh Rasulullah Saw. kepadaku. Seandainya aku meminta keterangan yang lebih lanjut, niscaya beliau akan menambahkannya." Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Yunus, telah menceritakan kepada kami Lais, dari Abdullah ibnu Umar ibnu

Tafsir Ibnu Kasir

595

Hafs ibnu Asim, dari Al-Qasim ibnu Ganam, dari neneknya (yakni ibu ayahnya yang bernama Ad-Dunia), dari neneknya (yaitu Ummu Farwah). Ummu Farwah termasuk salah seorang sahabat wanita yang ikut ber-£>a/a/ kepada Rasulullah Saw. Bahwa ia pernah mendengar Rasulullah Saw. menyebut tentang berbagai amal perbuatan. Beliau Saw. bersabda:

Sesungguhnya amal perbuatan yang paling disukai Allah menyegerakan salat pada awal waktunya.

ialah

Hal yang sama diriwayatkan oleh Imam Abu Daud dan Imam Turmuzi, dan ia mengatakan, "Kami tidak mengetahui hadis ini melainkan hanya melalui jalur Al-Umari, sedangkan dia orangnya dinilai ddak kuat oleh kalangan ahli hadis." Allah Swt. menyebutkan secara khusus di antara semua salat, yaitu salat wusta, dengan sebutan yang lebih kuat kedudukannya. Ulama Salaf dan Khalaf berselisih pendapat mengenai makna yang dimaksud dari salat wusta ini, salat apakah ia? Menurut suatu pendapat, salat wusta itu adalah salat Subuh, seperti yang diriwayatkan oleh Imam Malik di dalam kitab Muwatta'nya melalui Ali dan Ibnu Abbas. Hasyim, Ibnu Ulayyah, Gundar, Ibnu Abu Addi, Abdul Wahhab, dan Syarik serta lain-lainnya telah meriwayatkan dari Auf Al-A'rabi, dari Abu Raja Al-Utaridi yang mengatakan bahwa ia pernah salat Subuh bermakmum kepada Ibnu Abbas, lalu Ibnu Abbas membaca doa qunut seraya mengangkat kedua tangannya. Kemudian ia berkata, "Inilah salat wusta yang diperintahkan kepada kita agar kita berdiri di dalamnya seraya membaca doa qunut." Asar ini diriwayatkan oleh Ibnu Jarir, dan dia telah meriwayatkannya pula melalui Auf, dari Khallas ibnu Amr, dari Ibnu Abbas dengan lafaz yang semisal. Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibnu Basysyar, telah menceritakan kepada kami Abdul Wahhab, telah menceritakan kepada kami Auf, dari Abui Minhal, dari Abui Aliyah, dari Ibnu Abbas, bahwa ia salat di masjid Basrah, yaitu salat Subuh,

596

J u z 2 — Al-Baqarah

lalu ia melakukan doa qunut sebelum rukuk. Sesudah itu ia berkata, "Inilah salat wusta yang disebutkan oleh Allah di dalam Kitab (AlQur'an)-Nya," lalu ia membacakan firman-Nya:

Peliharalah semua salat(mu) dan (peliharalah) salat wusta. Berdirilah untuk Allah (dalam salatmu) dengan khusyuk. (Al-Baqarah: 238) Ibnu Jarir mengatakan pula, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Isa Ad-Damigani, telah menceritakan kepada kami Ibnul Mubarak, telah menceritakan kepada kami Ar-Rabi' ibnu Anas, dari Abui Aliyah yang mengatakan, "Aku pernah salat di belakang Abdullah ibnu Qais di Basrah, yaitu salat Subuh. Lalu aku bertanya kepada seorang lelaki dari kalangan sahabat Rasulullah Saw. yang berada di sebelahku, 'Apakah salat wusta itu?' Ia menjawab, 'Salat wusta adalah salat sekarang ini (yaitu Subuh)'." Diriwayatkan melalui jalur lain, dari Ar-Rabi', dari Abui Aliyah, bahwa ia pernah salat bersama sahabat Rasulullah Saw., yaitu salat Subuh. Ketika mereka selesai dari salatnya, maka aku bertanya kepada mereka, "Manakah yang dimaksud dengan salat wusta itu?" Mereka menjawab, "Salat yang baru saja kamu kerjakan." Ibnu Jarir mengatakan pula, telah menceritakan kepada kami Ibnu Yasyar, telah menceritakan kepada kami Ibnu Asmah, dari Sa'id ibnu Basyir, dari Qatadah, dari Jabir ibnu Abdullah yang mengatakan:

Salat wusta adalah salat Subuh. Asar ini diriwayatkan pula oleh Ibnu Abu Hatim melalui Ibnu Umar, Abu Umamah, Anas, Abui Aliyah, Ubaid ibnu Umair, Ata, Mujahid, Jabir ibnu 2^aid, Ikrimah, dan Ar-Rabi' ibnu Anas. Ibnu Jarir meriwayatkan dari Abdullah ibnu Syaddad ibnul Had. Hal inilah yang dinaskan oleh Imam Syafii rahimahullah seraya berdalilkan firman-Nya:

Tafsir Ibnu Kasir

597

Berdirilah untuk Allah (dalam salatmu) dengan membaca qunut. (Al-Baqarah: 238)

doa

Doa qunut menurut Imam Syafd di dalam salat Subuh. Di antara mereka ada yang berpendapat bahwa salat ini dinamakan wusta karena mengingat tidak dapat diqasar dan terletak di antara dua salat ruba'iyyah yang dapat diqasar. Menurut pendapat lain, salat wusta adalah salat Magrib, karena letak waktunya di antara dua salat jahriyyah di malam hari dan dua salat siang yang sirri (perlahan bacaannya). Menurut pendapat yang lain, salat wusta adalah salat Lohor. Abu Daud At-Tayalisi di dalam kitab musnadnya mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Zi'b, dari Az-Zabarqan (yakni Ibnu Amr), dari Zahrah (yakni Ibnu Ma'bad) yang menceritakan, "Kedka kami sedang berada di dalam majelis sahabat Zaid ibnu Sabit, mereka (jamaah yang hadir) mengirimkan utusan kepada sahabat Usamah untuk menanyakan kepadanya tentang salat wusta. Maka ia berkata:

'Salat wusta adalah salat Lohor, dahulu Rasulullah Saw. selalu mengerjakannya di waktu hajir (panas matahari terik sekali)'."
1

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ja'far, telah menceritakan kepada kami Syu'bah, telah menceritakan kepadaku Amr ibnu Abu Hakim, bahwa ia pernah mendengar Az-Zabarqan menceritakan hadis berikut dari Urwah ibnuz Zubair, dari Zaid ibnu Sabit yang menceritakan:

598

Juz 2 —Al-Baqarah

5 ^^r ^^^j^^^3
5

v ^ j ^

Rasulullah Saw. melakukan salat Lohor di waktu hajir (panas matahari sangat terik), tiada suatu salat pun yang dirasakan amat berat oleh sahabat-sahabat Rasul Saw. selain dari salat Lohor. Maka turunlah Jirman-Nya, "Peliharalah semua salat(mu), dan (peliharalah) salat wusta. Berdirilah untuk Allah (dalam salatmu) dengan khusyuk" (Al-Baqarah: 238). Beliau mengatakan bahwa sebelum salat Lohor terdapat dua salat lain, dan sesudahnya terdapat pula dua salat lainnya. Imam Abu Daud meriwayatkannya pula di dalam kitab sunannya melalui hadis Syu'bah dengan lafaz yang sama. Imam Ahmad mengatakan pula, telah menceritakan kepada kami Yazid, telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Wahb, dari Az-Zabarqan, bahwa segolongan orang-orang Quraisy dijumpai oleh Zaid ibnu Sabit kedka mereka sedang berkumpul. Lalu mereka mengutus dua orang budak kepada Zaid ibnu Sabit untuk menanyakan kepadanya tentang apa yang dimaksud dengan salat wusta. Maka Zaid ibnu Sabit menjawab, bahwa salat wusta adalah salat Asar. Mereka kurang puas, lalu berdirilah dua orang lelaki dari kalangan mereka. Kemudian keduanya menanyakan hal tersebut kepada Zaid, maka Zaid ibnu Sabit menjawab bahwa salat wusta itu adalah salat Lohor. Kemudian keduanya berangkat menuju sahabat Usamah ibnu Zaid, lalu keduanya menanyakan hal tersebut kepadanya, dan ia menjawab bahwa salat wusta adalah salat Lohor. Sesungguhnya Nabi Saw. selalu mengerjakan salat Lohornya di waktu hajir, maka orang-orang yang bermakmum di belakangnya hanya terdiri atas satu atau dua saf saja, karena saat itu orang-orang sedang dalam istirahat siang harinya dan di antara mereka ada yang sibuk dengan urusan dagangnya. Maka Allah menurunkan firman-Nya:

Tafsir Ibnu Kasir

599

Peliharalah semua salal(mu) dan (peliharalah) salat wusta. Berdirilah untuk Allah (dalam salatmu) dengan khusyuk. (Al-Baqarah: 238) Maka Rasulullah Saw. bersabda:

Hendaklah kaum lelaki benar-benar berhenti (dari meninggalkan salat jamaah Lohor) atau aku benar-benar akan membakar rumah mereka. Az-Zabarqan adalah Ibnu Amr ibnu Umayyah Ad-Dimri, ia belum pernah menjumpai masa seorang sahabat pun. Hal yang benar ialah apa yang telah disebutkan sebelum ini, yaitu riwayatnya yang dari Zuhrah ibnu Ma'bad dan Urwah ibnuz Zubair. Syu'bah, Hammam meriwayatkan dari Qatadah, dari Sa'id ibnul Musayyab, dari Ibnu Umar, dari Zaid ibnu Sabit yang mengatakan, "Salat wusta adalah salat Lohor." Abu Daud At-Tayalisi dan lain-lainnya meriwayatkan dari Syu'bah, telah menceritakan kepadaku Sulaiman ibnu Umar (salah seorang anak Umar ibnul Khattab r.a.) yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar dari Abdur Rahman ibnu Aban ibnu Usman menceritakan asar berikut dari ayahnya, dari Zaid ibnu Sabit yang mengatakan, "Salat wusta adalah salat Lohor." Ibnu Jarir meriwayatkan dari Zakaria ibnu Yahya ibnu Abu Zaidah, dari Abdus Samad, dari Syu'bah, dari Umar ibnu Sulaiman, dari Zaid ibnu Sabit di dalam hadis marfu'-nya yang mengatakan:

Salat wusta adalah salat Lohor. Di antara orang-orang yang meriwayatkan darinya (Zaid ibnu Sabit), bahwa salat wusta itu adalah salat Lohor ialah Ibnu Umar, Abu Sa'id,

600

Juz 2 — A l - B a q a r a h

dan Sid Aisyah, sekalipun masih diperselisihkan keabsahannya dari mereka. Pendapat inilah yang dikatakan oleh Urwah ibnuz Zubair dan Abdullah ibnu Syaddad ibnul Had, serta salah satu riwayat dari Imam Abu Hanifah. Menurut pendapat yang lain, salat wusta itu adalah salat Asar. Imam Turmuzi dan Imam Bagawi mengatakan bahwa hal inilah yang dikatakan oleh kebanyakan ulama dari kalangan sahabat dan lain-lainnya. Al-Qadi Al-Mawardi mengatakan bahwa pendapat inilah yang dikatakan oleh jumhur ulama dari kalangan tabi'in. Al-Hafiz Abu Umar ibnu Abdul Bar mengatakan bahwa pendapat inilah yang dikatakan oleh kebanyakan ahli asar. Abu Muhammad ibnu Atiyyah di dalam tafsirnya mengatakan, hal inilah yang dikatakan oleh mayoritas ulama. Al-Hafiz Abu Muhammad Abdul Mu-min ibnu Khalaf Ad-Dimyati di dalam kitabnya yang berjudul Kasyful Gila fi Tabyini Salatil Wusta (Menyingkap Tabir Rahasia Salat Wusta) mengatakan, telah dinaskan bahwa yang dimaksud dengan salat wusta adalah salat Asar. Ia meriwayatkannya dari Umar, Ali, Ibnu Mas'ud, Abu Ayyub, Abdullah ibnu Amr, Samurah ibnu Jundub, Abu Hurairah, Abu Sa'id, Hafsah, Ummu Habibah, Ummu Salamah, Ibnu Umar, Ibnu Abbas, dan Sid Aisyah, menurut pendapat yang sahih dari mereka. Ubaidah, Ibrahim An-Nakha'i, Razin, Zur ibnu Hubaisy, Sa'id ibnu Jubair, Ibnu Sirin, Al-Hasan, Qatadah, Ad-Dahhak, Al-Kalbi, Muqatil, Ubaid ibnu Maryam dan lain-lainnya mengatakan bahwa pendapat inilah yang dianut oleh mazhab Imam Ahmad ibnu Hambal. Al-Qadi Al-Mawardi dan Imam Syafii mengatakan bahwa Ibnul Munzir pernah mengatakan, "Pendapat inilah yang sahih dari Abu Hanifah, Abu Yusuf, dan Muhammad, dipilih oleh Ibnu Habib AlMaliki." Dalil yang memperkuat pendapat ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad, telah menceritakan kepada kami Abu Mu'awiyah, telah menceritakan kepada kami Al-A'masy, dari Muslim, dari Syittir ibnu Syakl, dari Ali yang menceritakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda dalam Perang Ahzab:

Tafsir Ibnu Kasir

601

Mereka menyibukkan kami dari salat wusta, yaitu salat Asar. Semoga Allah memenuhi hati dan rumah mereka dengan api. Kemudian Rasulullah Saw. mengerjakannya di antara salat Magrib dan Isya. Hal yang sama diriwayatkan oleh Imam Muslim melalui hadis Abu Mu'awiyah dan Muhammad ibnu Hazm yang tuna netra, sedangkan Imam Nasai meriwayatkannya dari jalur Isa ibnu Yunus. Keduanya meriwayatkan hadis ini dari Al-A'masy, dari Muslim ibnu Sabih, dari Abud Duha, dari Syittir ibnu Syakl ibnu Humaid, dari Ali ibnu Abu Talib, dari Nabi Saw. dengan lafaz yang semisal. Imam Muslim meriwayatkannya pula melalui jalur Syu'bah, dari Al-Hakam ibnu Uyaynah, dari Yahya ibnul Jazzar, dari Ali ibnu Abu Talib. Syaikhain, Abu Daud, Turmuzi, dan Imam Nasai serta bukan hanya seorang dari kalangan pemilik kitab musnad, sunah, dan sahih telah mengetengahkannya melalui berbagai jalur yang amat panjang bila dikemukakan, melalui Ubaidah As-Salmani, dari Ali dengan lafaz yang sama. Imam Turmuzi dan Imam Nasai meriwayatkannya pula melalui jalur Al-Hasan Al-Basri, dari Ali dengan lafaz yang sama. Imam Turmuzi mengatakan, "Belum pernah dikenal bahwa Al-Hasan Al-Basri pernah mendengar dari Ali." Ibnu Abu Hadm mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Sinan, telah menceritakan kepada kami Abdur Rahman ibnu Mahdi, dari Sufyan, dari Asim, dari Zur yang menceritakan bahwa ia pernah berkata kepada Ubaidah, "Tanyakanlah kepada sahabat Ali tentang makna salat wusta." Lalu Ubaidah menanyakan hal ini kepadanya. Maka Ali menjawab, "Dahulu kami menganggapnya salat Ts-js yakni salat Subuh, hingga aku mendengar dari Rasulullah Saw. yang telah bersabda dalam Perang Ahzab:

602

Juz 2 — Al-Baqarah

'Mereka menyibukkan kami dari salat wusta, yaitu salat Asar. Semoga Allah memenuhi kubur mereka dan perut mereka atau rumah mereka dengan api'." Hadis ini diriwayatkan pula oleh Ibnu Jarir, dari Bandar, dari Ibnu Mahdi dengan lafaz yang sama. Hadis mengenai Perang Ahzab dan kaum musyrik yang membuat Rasulullah Saw. dan para sahabatnya sibuk hingga ddak dapat mengerjakan salat Asar pada hari itu diriwayatkan oleh banyak perawi dari para sahabat yang bila disebutkan akan panjang sekali. Hal yang dimaksud dalam pembahasan ini hanyalah menerangkan tentang pendapat orang yang mengatakan bahwa salat wusta itu adalah salat Asar dengan berdalilkan hadis ini. Imam Muslim meriwayatkannya pula melalui hadis Ibnu Mas'ud dan Al-Barra ibnu Azib r.a. Hadis lainnya diriwayatkan oleh Imam Ahmad. Disebutkan bahwa telah menceritakan kepada kami Affan, telah menceritakan kepada kami Hammam, dari Qatadah, dari Al-Hasan, dari Samurah, bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda:

Salat wusta adalah salat Asar. Telah menceritakan kepada kami Bahz dan Affan; keduanya mengatakan, telah menceritakan kepada kami Aban, telah menceritakan kepada kami Qatadah, dari Al-Hasan, dari Samurah, bahwa Rasulullah Saw. membacakan firman-Nya:

Peliharalah semua salat(mu) dan (peliharalah) salat wusta. (AlBaqarah: 238)

Tafsir Ibnu Kasir

603

Lalu beliau Saw. menyebutkan keterangannya kepada kami sebagai salat Asar. Telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ja'far dan Rauh; keduanya mengatakan, telah menceritakan kepada kami Sa'id, dari Qatadah, dari Al-Hasan, dari Samurah ibnu Jundub, bahwa Rasulullah Saw. telah bersabda sehubungan dengan salat wusta:

Ia adalah salat Asar. Ibnu Ja'far mengatakan bahwa Nabi Saw. bersabda demikian karena ditanya mengenai maksud salat wusta. Imam Turmuzi meriwayatkan pula hadis ini melalui hadis Sa'id ibnu Abu Arubah, dari Qatadah, dari Al-Hasan, dari Samurah. Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini berpredikat hasan sahih. Imam Turmuzi pernah mendengar hadis lainnya (mengenai masalah yang sama) dari Sa'id ibnu Abu Arubah. Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Mani', telah menceritakan kepada kami Abdul Wahhab ibnu Ata, dari At-Taimi, dari Abu Saleh, dari Abu Hurairah, bahwa

7

7

Rasulullah Saw. telah bersabda:

Salat wusta adalah salat Asar. Jalur yang lain —dan bahkan hadis yang lain— diriwayatkan oleh Ibnu Jarir, bahwa Al-Musanna telah menceritakan kepadanya, telah menceritakan kepada kami Sulaiman ibnu Ahmad Al-Jarasyi Al-Wasiti, telah menceritakan kepada kami Al-Walid ibnu Muslim yang pernah mengatakan, telah menceritakan kepadanya Sadaqah ibnu Khalid, telah menceritakan kepadanya Khalid ibnu Dihqan, dari Khalid ibnu Sailan, dari Kahil ibnu Harmalah yang pernah menceritakan bahwa Abu Hurairah pernah ditanya mengenai makna salat wusta. Maka ia menjawab, "Kami pernah berselisih pendapat mengenainya sebagaimana kalian berbeda pendapat mengenainya. Saat itu kami berada di

604

J u z 2 — Al-Baqarah

halaman rumah Rasulullah Saw. dan di kalangan kami terdapat seorang lelaki yang saleh, yaitu Abu Hasyim ibnu Atabah ibnu Rabi'ah ibnu Abdu Syams. Ia berkata, 'Akulah yang akan memberitahukannya kepada kalian.' Lalu ia meminta izin untuk menemui Rasulullah Saw. Setelah diberi izin, ia masuk menemuinya. Kemudian ia keluar menemui kami, lalu berkata, 'Beliau telah bersabda kepada kami bahwa yang dimaksud dengan salat wusta adalah salat Asar'." Ditinjau dari segi sanad ini predikat hadis garib jiddan. Hadis lainnya diriwayatkan oleh Imam Ibnu Jarir yang mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Ishaq, telah menceritakan kepada kami Abu Ahmad, telah menceritakan kepada kami Abdus Salam, dari Muslim maula Abu Jubair, telah menceritakan kepadaku Ibrahim ibnu Yazid Ad-Dimasyqi yang menceritakan asar berikut: Ketika aku sedang duduk di majelis Abdul Aziz ibnu Marwan, maka Abdul Aziz ibnu Marwan berkata, "Hai Fulan, berangkatlah kepada si anu dan tanyakanlah 'apa saja yang pernah ia dengar dari Rasulullah Saw. tentang salat wusta'." Maka seorang lelaki dari hadirin yang ada di majelis berkata, "Abu Bakar dan Umar pernah mengutusku, ketika itu aku masih kecil untuk menanyakan kepada beliau Saw. tentang salat wusta. Maka beliau Saw. memegang jari kecilku, lalu bersabda, 'Ini adalah salat Subuh,' lalu memegang jari sesudahnya dan bersabda, 'Ini salat Lohor.' Lalu memegang jari jempolku dan bersabda, 'Ini salat Magrib,' lalu beliau memegang jari sesudahnya (yakni jari telunjukku) dan bersabda, 'Ini salat Isya.' Kemudian beliau Saw. bersabda, 'Jarimu yang manakah yang belum terpegang?' Aku menjawab, 'Jari tengah.' Dan beliau saw. bersabda, 'Salat apakah yang belum disebutkan?' Aku menjawab, 'Salat Asar.' Maka beliau bersabda, 'Salat wusta adalah salat Asar'." Akan tetapi, hadis ini pun berpredikat garib (aneh). Hadis lainnya, Imam Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepadaku Muhammad ibnu Auf At-Ta-i, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ismail ibnu Iyasy, telah menceritakan kepadaku ayahku, telah menceritakan kepadaku Abu Damdam ibnu Zar'ah, dari Syuraih ibnu Ubaid, dari Abu Malik Al-Asy'ari yang menceritakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda:

dari Abdullah yang telah menceritakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda: Salat wusta adalah salat Asar. Sanad hadis ini ddak mengandung cela. Hadis lain diriwayatkan oleh Imam Abu Hadm ibnu Hibban yang mengatakan di dalam kitab sahihnya bahwa telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Yahya ibnu Zuhair. pernah bersabda: Salat wusta adalah salat Asar.Tafsir Ibnu Kasir 605 Salat wusta adalah salat Asar. yaitu salat Semua dalil dalam masalah ini ddak mengandung suatu takwil pun (karena sudah jelas). dari Ibnu Mas'ud yang mencerita'kan bahwa Rasulullah Saw. Kemudian Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini hasan sahih. dari Murrah Al-Hamdani. telah menceritakan kepada kami Al-Jarrah ibnu Makhlad. dari Abui Ahwas. telah menceritakan kepada kami Hammam ibnu Mauriq Al-Ajali. Dan sesungguhnya Imam Turmuzi meriwayatkan melalui hadis Muhammad ibnu Talhah ibnu Musarrif. dan hal ini diperkuat dengan adanya perintah . dari Zubaid Al-Yami. telah menyibukkan kita dari salat wusta. Imam Muslim mengetengahkan hadis ini di dalam kitab sahihnya melalui jalur Muhammad ibnu Talhah yang lafaznya seperti berikut: Mereka Asar. telah menceritakan kepada kami Amr ibnu Asim.

maka seakanakan ia seperti orang yang kehilangan keluarga dan harta bendanya. dari Buraidah ibnul Hasib. dari Abdullah ibnu Hubairah. dari Yahya ibnu Abu Kasir. dari Abu Nadrah Al-Gifari yang menceritakan hadis berikut: . niscaya amal perbuatannya dihapuskan. pernah bersabda: Bersegeralah dalam melakukan salat (yakni di awal waktunya) pada hari yang berawan. telah menceritakan kepada kami Yahya ibnu Ishaq. karena sesungguhnya barang siapa yang meninggalkan salat Asar. Imam Ahmad mengatakan. bahwa Nabi Saw. dari Abu Qilabah. di dalam sebuah hadis sahih melalui riwayat AzZuhri.. Dalil lainnya ialah sabda Nabi Saw. dari Salim. dari Abui Mujahir. disebutkan seperti berikut. pernah bersabda: Barang siapa yang meninggalkan salat Asarnya. dari Abu Kasir. dari Abu Tamim. dari ayahnya. bahwa Rasulullah Saw. dari Nabi Saw. telah menceritakan kepada kami Ibnu Luhai'ah.606 J u z 2 — Al-Baqarah yang menganjurkan untuk memelihara salat wusta. Di dalam kitab sahih pula dari hadis Al-Auza'i.

Ingatlah. telah menceritakan kepadaku Yazid ibnu Abu Habib. Hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad adalah seperti berikut: Telah menceritakan kepada kami Ishaq. barang siapa yang mengerjakannya. Ingatlah. dari Al-Qa'qa ibnu Hakim. dari Al-Lai§. "Sesungguhnya salat ini pernah diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian. dari Abu Yunus maula Aisyah yang menceritakan hadis berikut: . Lalu beliau bersabda. yaitu salat Asar. dari Al-Lais. di sebuah lembah milik mereka yang dikenal dengan nama Al-Hamis. Imam Muslim meriwayatkannya pula melalui hadis Muhammad ibnu Ishaq. dari Abdullah ibnu Hubairah As-Siba-i dengan lafaz yang sama. Kemudian Imam Ahmad mengatakan bahwa dia meriwayatkannya pula dari Yahya ibnu Ishaq. tiada salat (sunat) sesudahnya sebelum kalian melihat asy-syahid (matahari tenggelam dan malam hari mulai gelap). Hal yang sama diriwayatkan pula oleh Imam Muslim dan Imam Nasai secara bersamaan. lalu mereka menyia-nyiakannya. keduanya menerima hadis ini dari Jubair ibnu Na'im Al-Hadrami. maka dilipatgandakan pahalanya menjadi dua kali lipat. dari Zaid ibnu Aslam. telah menceritakan kepadaku Malik.Tafsir Ibnu Kasir 607 Kami salat dengan Rasulullah Saw. dari Qutaibah. dari Jubair ibnu Na'im. dari Abdullah ibnu Hubairah dengan lafaz yang sama.

yaitu firman-Nya. telah menceritakan kepada kami Hammad. Hal yang sama diriwayatkan oleh Imam Muslim." Lalu Siti Aisyah-berkata bahwa ia mendengarnya dari Rasulullah Saw. Ia berkata." Ketika tulisanku sampai pada ayat ini. 'Apabila tulisanmu sampai kepada firman-Nya: . "Apabila tulisanmu sampai pada ayat berikut. Hal yang sama diriwayatkan pula melalui jalur Al-Hasan Al-Basri. telah menceritakan kepada kami Al-Hajjaj. Lalu ia berkata. dari Malik dengan lafaz yang sama. Lalu ia mengimlakan kepadaku yang bunyinya menjadi seperti berikut. dari Yahya ibnu Yahya. "Peliharalah semua salat kalian dan (peliharalah) salat wusta. wusta. Imam Malik meriwayatkan dari Zaid ibnu Aslam. dan berdirilah untuk Allah (dalam salatmu) dengan khusyuk. 'Peliharalah semua salat kalian dan (peliharalah) salat wusta' (Al-Baqarah: 238). telah menceritakan kepadaku Ibnul Musanna. "Dahulu aku pernah menuliskan sebuah mushaf untuk Sid Hafsah. seperti berikut: Bahwa Rasulullah Saw. Ibnu Jarir mengatakan. dari Hisyam ibnu Urwah. dari ayahnya yang menceritakan bahwa di dalam mus-haf Sid Aisyah disebutkan seperd berikut: Peliharalah semua salat (kalian) dan (peliharalah) salat yaitu salat Asar. yaitu salat Asar. dari Amr ibnu Rafi' yang mengatakan.608 J u z 2 — Al-Baqarah Siti Aisyah pernah memerintahkan kepadaku agar menuliskan buatnya sebuah mus-haf. istri Nabi Isa. maka kuberi tahu dia. maka beri tahukanlah aku. membacanya seperti itu (yakni memakai tafsirnya).

(AlBaqarah: 238) maka beri tahukanlah aku. yaitu salat Asar. dari Abu Bisyr. dari Abdullah ibnu Yazid Al-Azdi. dari Salim ibnu Abdullah. yaitu firman-Nya: 'Peliharalah semua salat{m\x) dan (peliharalah) salat wusta' (AlBaqarah: 238).' Ketika tulisanku sampai kepadanya. Ia mengatakan." Ketika si penulis sampai pada ayat terse- . "Seperti yang aku hafalkan dari Nabi Saw. telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ja'far." Hal yang sama diriwayatkan oleh Muhammad ibnu Ishaq ibnu Yasar. Akan tetapi. dan berdirilah untuk Allah (dalam salatmu) dengan khusyuk'. telah menceritakan kepadaku Abu Ja'far (yaitu Muhammad ibnu Ali dan Nafi' maula Ibnu Umar).Tafsir Ibnu Kasir 609 Peliharalah semua salat{mu) dan (peliharalah) salat wusta. lalu ia berpesan. bahwa Amr ibnu Rafi' menceritakan hadis ini dengan lafaz yang semisal. di dalam riwayat ini ditambahkan bahwa Siti Hafsah berkata. maka beri tahukanlah aku. aku beri tahu dia. telah menceritakan kepada kami Syu'bah. dan ia mengirimkan kepadaku ayat tersebut yang bunyinya seperti berikut: 'Peliharalah semua salat(mu) dan (peliharalah) salat wusta. bahwa Sid Hafsah memerintahkan seseorang untuk menuliskan sebuah mus-haf buatnya." Jalur lain dari Hafsah diriwayatkan oleh Ibnu Jarir. Disebutkan bahwa telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Basysyar. "Jika kamu sampai pada ayat berikut.

ia memberitahukannya kepada Siti Hafsah. yaitu salat Asar. "Apabila tulisanmu sampai kepada ayat ini. membacakannya. janganlah kamu tulis. yaitu firman-Nya: 'Peliharalah semua salat(mu) dan (peliharalah) salat wusta' (AlBaqarah: 238). Ia berpesan kepada maulanya. Nafi' mengatakan bahwa ia membaca mus-haf tersebut. dan ternyata ia menjumpai adanya huruf wawu. yaitu salat Asar. Jalur lain diriwayatkan oleh Ibnu Jarir. dari Nafi'. maka Hafsah memerintahkan kepadanya untuk menulisnya seperd berikut: Peliharalah semua salat(mu) dan (peliharalah) salat wusta. Disebutkan bahwa telah menceritakan kepadaku Ibnul Musanna. Lalu Siti Hafsah memerintahkan kepadanya agar mencatat apa yang diucapkannya." Setelah Nafi' sampai kepada ayat ini. telah menceritakan kepada kami Ubaidillah. dan berdirilah untuk Allah (dalam salatmu) dengan khusyuk. . telah menceritakan kepada kami Abdul Wahhab. yaitu: Peliharalah semua salat(mu) dan (peliharalah) salat wusta. karena aku yang akan mengimlakannya kepadamu seperti apa yang pernah kudengar Rasulullah Saw.610 Juz 2 — Al-Baqarah but. bahwa Sid Hafsah pernah memerintahkan kepada salah seorang maula (pelayan)nya untuk menuliskan sebuah mus-haf untuknya.

Menurut analisis dari orang-orang yang menentang pendapat ini. Hal ini dapat diinterpretasikan bahwa wawu yang ada merupakan huruf zaidah (tambahan). jelas jalan orang-orang yang berdosa. telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Amr. seperti yang terdapat di dalam firman-Nya: Dan demikianlah Kami terangkan ayat-ayat AVOur'an. telah menceritakan kepada kami Ubaidah. bahwa keduanya membaca ayat ini dengan bacaan tersebut (yakni memakai wasaladl asri). yaitu salat Asar. lafaz salatil 'asri di-'ataf-km kepada salatil wusta dengan memakai wawu 'ataf. telah menceritakan kepada kami Abu Kuraih. antara lain ialah 'jika hal ini diriwayatkan dengan anggapan bahwa ia merupakan kalimat berita. Maka demikian itu menunjukkan bahwa yang dimaksud dengan salat wusta adalah selain salat Asar. Hal ini menunjukkan makna mugayarah (perbedaaan antara ma'tuf dan ma'tuf 'alaih). Akan tetapi. dari Ibnu Abbas dan Ubaid ibnu Umair.Tafsir Ibnu Kasir 611 Hal yang sama diriwayatkan oleh Ibnu Jarir. Ibnu Jarir mengatakan. dan berdirilah untuk Allah (dalam salatmu) dengan khusyuk. (Al-An'am: 55) supaya . telah menceritakan kepadaku Abu Salamah. maka hadis Ali lebih sahih dan lebih jelas darinya'. sanggahan tersebut dapat dibantah dengan berbagai alasan. dari Amr ibnu Rafi' maula Umar yang menceritakan bahwa di dalam mus-haf Sid Hafsah terdapat: Peliharalah semua salat(mu) dan (peliharalah) salat wusta.

(Al-An'am: 75) Atau huruf wawu pada ayat untuk tujuan 'ataf sifat kepada sifat yang lain. dan yang menentukan kadar (masing-masing) dan memberi petunjuk. (Al-A'la: 1-4) Ayat-ayat lainnya yang serupa cukup banyak.612 J u z 2 — Al-Bagarah Dan demikianlah Kami perlihatkan kepada Ibrahim tanda-tanda keagungan (Kami yang terdapat) di langit dan di bumi. Seperti pengertian yang terdapat di dalam firman-Nya: tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. agar dia termasuk orang-orang yang yakin. Sehubungan dengan hal ini seorang penyair mengatakan: Kepada raja yang agung yaitu anak orang yang berkuasa. mau dalam barisan perang bila perang berkobar. dan yang menumbuhkan rumput-rumputan. (Al-Ahzab: 40) Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Mahatinggi. bukan zat kepada zat. yang menciptakan dan menyempurnakan (ciptaan-Nya). hari- .

dari Syaqiq ibnu Uqbah. "Aku bersua dengan saudaramu yang juga temanmu. dari Al-Barra ibnu Azib yang mengatakan bahwa pada mulanya diturunkan ayat berikut: . Kemudian ada suatu riwayat yang menunjukkan bahwa qiraah tersebut di-mansukh.Kasir 613 Abu Daud Al-Iyadi mengatakan dalam salah satu bait syairnya: Semoga maut dan ajal menguasai mereka. Jika diriwayatkan bacaan wasalatil 'asri adalah Al-Qur'an. telah menceritakan kepada kami Yahya ibnu Adam. Al-main dan al-kaiib artinya sama. telah menceritakan kepada kami Ishaq ibnu Rahawaih. maka ia menjumpai ucapannya hanya dusta dan main-main. Imam Muslim mengatakan. baik dari kalangan qurrasab 'ah maupun dari lainnya. yang dimaksud ialah qiraah yang terdapat di dalam hadis di atas (yakni lafaz wa salatil 'asri). yaitu maut." Dengan demikian. dari Fudail ibnu Marzuq. Tiada seorang ahli qurra pun yang membacanya dari kalangan mereka yang qiraahnya dapat dijadikan sebagai hujah. yakni keduanya adalah orang yang sama. maka riwayat mengenainya tidak mutawatir dan hanya dibuktikan melalui hadis ahad yang tidak dapat dijadikan dalil untuk menetapkan AlQur'an. Imam Sibawaih —Syekh ilmu Nahwu— menaskan bahwa seseorang diperbolehkan mengatakan. Karena itulah maka bacaan tersebut tidak ditetapkan oleh Amirul Mu-minin Usman ibnu Affan di dalam mus-hafnya. Addi ibnu Zaid Al-Ibadi mengatakan: Ia memotong kulit itu untuk kedua sisi pelananya. yakni dusta. maka tempat mereka hanyalah kuburan. berarti pengertian teman adalah saudara juga.Tafsir Ibnu. keduanya mempunyai makna yang sama. Al-maut yang juga berarti al-manun.

dari Ibnu Abbas. (AlBaqarah: 238) Lalu ada seorang lelaki yang dikenal dengan nama Zahir yang saat itu ada bersama Syaqiq. menasakhnya dengan menurunkan firman-Nya: Peliharalah semua salat(mu) dan (peliharalah) salat wusta. juga maknanya. Qatadah meriwayatkan demikian. dari Abui Jamahir. dari Al-Aswad. dari pamannya. dan pendapat ini diriwayatkan pula oleh Ibnu Jarir. Ibnu Abbas mengatakan bahwa salat wusta adalah salat Magrib. dari Qubaisah ibnu Zuaib. dari Syaqiq. Menurut pendapat lain. Ia bertanya. yang dimaksud dengan salat wusta adalah salat Magrib. menasakhnya. Syaqiq ini ddak pernah hadisnya diriwayatkan oleh Imam Muslim kecuali hanya hadis yang satu ini.614 J u z 2 — Al-Baqarah Peliharalah semua salat(mu) dan (peliharalah) salat Asar. dari Abui Khalil. Menurut kami. dari Sa'id ibnu Basyir. Berdasarkan hal ini berarti tilawah ini —yakni tilawah yang terakhir— menasakh lafaz yang ada di dalam riwayat Siti Aisyah dan Siti Hafsah. Karena sesungguhnya Ibnu Abu Hadm meriwayatkannya dari ayahnya. menurut riwayat yang bersumber darinya." Imam Muslim mengatakan bahwa hadis ini diriwayatkan oleh AlAsyja'i. "Apakah salat wusta itu adalah salat Asar?" Syaqiq menjawab. dari Ibnu Abbas. sekalipun ada perbedaan pendapat. Hal ini diriwayatkan oleh Ibnu Abu Hadm. "Sesungguhnya aku telah menceritakan kepadamu bagaimana pada mulanya ayat ini diturunkan dan bagaimana pada akhirnya Allah Swt. Maka kami membacakannya kepada Rasulullah Saw. tetapi di dalam sanadnya masih perlu dipertimbangkan kesahihannya. dari As-Sauri. selama apa yang dikehendaki oleh Allah. berarti yang di-mansukh hanyalah lafaznya saja. dari Qatadah. Kemudian Allah Swt. Jika bukan menunjukkan makna mugayarah. sekalipun huruf wawu yang ada menunjukkan makna mugayarah. .

dan Nafi' maula Ibnu Umar serta Ar-Rabi' ibnu Khaisam. Menurut pendapat lain. Pendapat ini diriwayatkan oleh Ibnu Abu Hadm. pendapat ini dipilih oleh Syekh Abu Amr ibnu Abdul Bar An-Numairi. selagi ia ddak dapat menegakkan hujah yang memperkuat pendapatnya. Pendapat ini dinukil pula dari Zaid ibnu Sabit. Akan tetapi. Sedangkan ijma' belum pernah ada kesepakatan mengenainya . dan sesungguhnya salat wusta ini disamarkan di antara salat lima waktu. dan bilangan puluhannya. ada yang berpendapat salat Khauf. salat wusta itu adalah salat Isya dan salat Subuh. Syuraih Al-Qadi. salat wusta adalah salah satu dari salat fardu yang lima waktu tanpa ada penentuan. Sementara ulama lainnya hanya bersikap abstain. juga karena hadis-hadis yang menerangkan tentang keutamaannya. Yang mengherankan. ada pula yang mengatakannya salat duha. Pendapat ini diriwayatkan dari Sa'id ibnul Musayyab. salat wusta itu adalah semua salat lima waktu. lalu dipilih oleh Imamul Haramain —yaitu Al-Juwaini— di dalam kitab nihayahnya. seorang imam di negeri seberang laut. Pendapat ini dipilih oleh Ali ibnu Ahmad Al-Wahidi di dalam kitab tafsirnya yang terkenal itu. padahal ia memiliki wawasan luas lagi hafal semuanya. Menurut pendapat yang lainnya. perihalnya sama dengan lailatul qadar yang disamarkan dalam tahun. dari Ibnu Umar. yang lain mengatakan salat Idul Fitri. Sesungguhnya hal ini merupakan salah satu dosa besar. Menurut pendapat yang lain.Tafsir Ibnu Kasir 615 Sebagian dari mereka yang berpendapat demikian mengemukakan alasannya bahwa salat Magrib dinamakan salat wusta karena bilangan rakaatnya pertengahan antara salat ruba'iyyah dan salat Sunaiyyah. mengingat menurut mereka dalilnya bersimpang siur dan tidak jelas mana yang lebih kuat di antaranya. mengingat ia memilihnya. kesahihan dari riwayat ini pun masih perlu dipertimbangkan. Menurut pendapat lain. bulan. Menurut pendapat yang lainnya lagi adalah salat berjamaah. Menumt pendapat yang lain yaitu salat widr. atau karena bilangan rakaatnya ganjil di antara salat-salat fardu lainnya. dan yang lainnya lagi mengatakan salat Idul Ad-ha. Pendapat lain mengatakan salat Jumat. baik dari Al-Qur'an atau sunnah atau asar. salat wusta adalah salat Isya.

Sunnah menetapkan bahwa yang dimaksud dengan salat wusta ialah salat Asar. sedangkan aku mempunyai pendapat lain. maka Al-Qadi Al-Mawardi memutuskan bahwa mazhab Imam Syafii mengatakan bahwa salat wusta adalah salat Asar. telah menceritakan kepada kami ayahku yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar Harmalah ibnu Yahya Al-Lakhami mengatakan bahwa Imam Syafii pernah berkata. dan Ahmad ibnu Hambal. Jejaknya itu ternyata diikud pula oleh saudara-saudaranya dari kalangan para imam rahimahumullah. Musa Abui Walid ibnu Abui Jarud meriwayatkan dari Imam Syafii yang mengatakan. telah menceritakan kepadaku Muhammad ibnu Basysyar dan Ibnu Musanna. Sesungguhnya pokok pangkal perselisihan ini terpusat pada salat Subuh dan salat Asar. telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ja'far. Az-Za'farani. maka hadis Nabi adalah lebih utama untuk diikud dan janganlah kalian mengikutiku.616 J u z 2 — Al-Baqarah dalam satu pendapat. bahkan perbedaan pendapat masih tetap ada sejak zaman sahabat hingga masa sekarang. mengingat hadis-hadis yang sahih menyatakan bahwa salat wusta adalah salat Asar. telah menceritakan kepada kami Syu'bah yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar Qatadah menceritakan asar berikut dari Sa'id ibnul Musayyab yang pernah bercerita bahwa sahabat-sahabat Rasulullah Saw. yang sahih berbeda dengan pendapatku. maka aku mencabut kembali pendapatku dan merujuk kepada hadis sahih tersebut. lalu ia merangkumkan jari jemari kedua tangannya menjadi satu. "Semua pendapafku. Imam Abu Muhammad (yaitu Abdur Rahman ibnu Abu Hatim Ar-Razi) telah mengatakan di dalam kitab Asy-Syafii. berselisih pendapat tentang salat wusta seperti ini. Berangkat dari pengertian tersebut. Ibnu Jarir mengatakan. Semua pendapat mengenai salat wusta ini dinilai lemah bila dibandingkan dengan pendapat sebelumnya." Hal yang sama diriwayatkan pula oleh Ar-Rabi'. maka hal ini dapat dijadikan pegangan. lalu ada hadis Nabi Saw. keduanya mengatakan. dari Imam Syafii. sekalipun dalam qaul jadid-nya Imam Syafii menaskan bahwa salat wusta adalah salat Subuh. "Apabila ada hadis sahih." Demikianlah keutamaan dan ketulusan yang dimiliki oleh Imam Syafd. .

rendah diri. Di dalam kitab Sahih Muslim disebutkan bahwa Nabi Saw. Firman Allah Swt. (Al-Baqarah: 238) Yakni khusyuk. Karena itulah Rasulullah Saw. Untuk lebih jelasnya.Tafsir Ibnu Kasir 617 Pendapatnya ini ternyata didukung oleh sejumlah ahli hadis dari kalangan mazhab Imam Syafii sendiri.. Perintah ini mengharuskan tidak boleh berbicara dalam salat. Al-Mawardi mengatakan bahwa di antara mereka ada yang meriwayatkan masalah ini dua pendapat. ddak menjawab salam yang diucapkan oleh Ibnu Mas'ud kepadanya ketika beliau sedang salat. barulah beliau bersabda: Sesungguhnya di dalam salat benar-benar ada kesibukan. bersabda kepada Mu'awiyah ibnu Hakam As-Sulami ketika berbicara dalam salatnya: . dari kalangan ahli fiqih mazhab Syafii ada yang menolak bahwa salat wusta sebagai salat Asar. dan mereka bersikeras bahwa yang dimaksud dengan salat wusta adalah salat Subuh saja. rincian mengenai masalah ini antara sanggahan dan bantahan terdapat di dalam kitab lain yang telah kami tulis khusus untuk masalah tersebut. A i L i Berdirilah untuk Allah (dalam salatmu) dengan khusyuk. Setelah beliau Saw. dan tenang berada di hadapan-Nya. Akan tetapi.: . selesai dari salatnya. karena berbicara dalam salat bertentangan dengan hal tersebut.

Tetapi setelah beliau Saw. tetapi ternyata beliau ddak menjawab salamnya. telah menceritakan kepada kami Yahya ibnu Sa'id. "Kami dahulu biasa mengucapkan salam kepada Nabi Saw. dari Ismail. beliau bersabda: . bersalam. tetapi sesudah hijrah ke negeri Habsyah. telah menceritakan kepadaku AlHaris ibnu Syubail. Disebutkan. selalu menjawab salam kami. Seperti yang ditunjukkan oleh makna yang terkandung di dalam hadis Ibnu Mas'ud yang terdapat di dalam kitab sahih. hadis ini dianggap sebagai suatu hal yang musykil oleh sebagian ulama. melainkan salat itu adalah tasbih. hingga turunlah firman-Nya: Berdirilah untuk Allah (dalam salatmu) dengan khusyuk. lalu ia mengucapkan salam kepadanya. sedangkan beliau dalam salatnya.618 J u z 2 — Al-Baqarah Sesungguhnya salat ini tidak layak dilakukan padanya sesuatu pun dari pembicaraan manusia. sebelum kami hijrah ke negeri Habsyah. karena telah terbukd di kalangan mereka bahwa pengharaman berbicara dalam salat terjadi di Mekah sebelum hijrah ke Madinah. dan zikrullah. dari Abu Amr Asy-Syaibani. takbir. Akan tetapi. dari Zaid ibnu Arqam yang menceritakan bahwa di zaman Nabi Saw. Maka beliau Saw. Maka had Ibnu Mas'ud dipenuhi oleh berbagai macam perasaan yang mengkhawatirkan. (Al-Baqarah: 238) Kemudian kami diperintahkan agar diam. Hadis ini diriwayatkan oleh Jamaah selain Ibnu Majah melalui berbagai jalur." Ibnu Mas'ud melanjutkan kisahnya. seorang lelaki biasa berbicara dengan temannya untuk suatu keperluan di dalam salat. bahwa setelah ia dba (dari Habsyah). Imam Ahmad ibnu Hambal mengatakan. dari Ismail.

dari Ibnu Mas'ud yang menceritakan hadis berikut: . pendapat pertama lebih kuat. yaitu firman-Nya: Berdirilah untuk Allah (dalam salatmu) dengan khusyuk. berarti hal tersebut telah diperbolehkan sebanyak dua kali dan diharamkan sebanyak dua kali pula. dan sesungguhnya di antara perintah yang diperbarui-Nya ialah janganlah kalian berbicara di dalam salat.Tafsir Ibnu Kasir 619 Sesungguhnya aku tidak menjawab kamu tiada lain karena aku sedang dalam salat. telah menceritakan kepada kami Bisyr ibnul Walid. dan sesungguhnya Allah memperbarui perintah-Nya menurut apa yang dikehendaki-Nya. Akan tetapi. sesungguhnya ia bermaksud bahwa hal tersebut (berbicara dalam salat) telah terjadi pula sesudah hijrah ke Madinah. Ayat ini. Al-Hafiz Abu Ya'la mengatakan. (Al-Baqarah: 238) adalah Madiniyah. tanpa ada yang memperselisihkannya. Dengan demikian. Ulama lainnya berpendapat. telah menceritakan kepada kami Ishaq ibnu Yahya. Sesungguhnya sahabat Ibnu Mas'ud termasuk salah seorang yang masuk Islam paling dahulu. seperti pendapat yang dipilih oleh segolongan orang dari kalangan teman-teman kami dan lain-lainnya. Maka ada orang-orang yang berpendapat bahwa sesungguhnya Zaid ibnu Arqan bermaksud dengan ucapannya yang mengatakan bahwa 'seorang lelaki berbicara kepada saudaranya tentang keperluannya di dalam salat' hanyalah menceritakan tentang jenis pembicaraan. Ia mengambil kesimpulan dalil dari ayat ini untuk mengharamkan hal tersebut sesuai dengan apa yang dipahaminya dari ayat ini. dari Al-Musayyab. lalu ia hijrah ke Madinah. ia ikut hijrah ke negeri Habsyah dan datang kembali dari Habsyah ke Mekah bersama orang-orang yang datang.

620 J u z 2 — Al-Baqarah Kami biasa mengucapkan salam antara sebagian kami kepada sebagian yang lain di dalam salat. sebagaimana Allah telah mengajarkan kepada kalian apa yang belum kalian ketahui. hai orang muslim. Kemudian apabila kalian telah aman. beliau bersabda. menyelesaikan salatnya. bersikap khusyuklah kalian dan janganlah kalian berbicara. Lalu aku bersua dengan Rasulullah Saw. Sesungguhnya Allah Swt. dan aku mengucapkan salam kepadanya. (Al-Baqarah: 239) Sesudah Allah Swt. menyebutkan suatu keadaan yang biasanya menyibukkan . memperbarui perintah-Nya menurut apa yang dikehendaki-Nya. ternyata beliau tidak menjawab salamku. lalu Allah Swt.. memerintahkan kepada hamba-hamba-Nya agar memelihara semua salat dan menegakkan batasan-batasannya serta mempertegas perintah ini dengan ungkapan yang mengukuhkan. hingga timbullah dugaan dalam diriku bahwa telah turun sesuatu mengenai diriku. maka sebutlah Allah. " Firman Allah Swt. Maka apabila kalian berada di dalam salat.: Jika kalian dalam keadaan takut (bahaya). maka salatlah sambil berjalan atau berkendaraan. Setelah Nabi Saw. "Wa'alaikas salam warahmatulldhi.

bahwa Ibnu Umar apabila ditanya mengenai salat khauf. dari Nafi. maka tibalah waktu . Setelah Abdullah ibnu Unais berhadapan dengannya." Selanjurnya Nafi' mengatakan. baik menghadap ke arah kiblat ataupun ddak. Imam Bukhari meriwayatkan pula dari jalur yang lain. maka mereka salat sambil berjalan kaki atau berkendaraan. Untuk itu Allah Swt. hal yang semisal atau mirip dengannya. (Al-Baqarah: 239) sambil Yakni salatlah kalian dalam keadaan bagaimanapun. berfirman: Jika kalian dalam keadaan takut (bahaya). sedangkan apa yang disebutkan menurut lafaz Imam Muslim. maka salatlah berjalan atau berkendaraan. "Dan jika keadaan takut lebih mencekam dari keadaan lainnya.Tafsir Ibnu Kasir 621 seseorang dari mengerjakan salat dengan cara yang sempurna. lalu berkata. mengutusnya untuk membunuh Khalid ibnu Sufyan Al-Huiali. baik menghadap ke arah kiblat ataupun tidak menghadap kepadanya. baik kalian sedang berjalan ataupun berkendaraan. yaitu dari Ibnu Juraij. maka ia menggambarkannya. dari Ibnu Umar. dari Nabi Saw. Di dalam hadis Abdullah ibnu Unais Al-Juhani disebutkan bahwa tatkala Nabi Saw. Dengan kata lain. Imam Muslim meriwayatkan pula dari Ibnu Umar yang telah mengatakan: Apabila rasa takut (bahaya) lebih mencekam dari itu. Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari pula. ia merasa yakin bahwa ddak sekali-kali Ibnu Umar menyebutkan demikian melainkan hanya dari Nabi Saw. maka salatlah kamu —baik sedang berkendaraan ataupun berdiri— dengan memakai isyarat yang sesungguhnya. kedka itu Khalid berada di arah Arafah atau Arafat. Demikianlah seperti yang diriwayatkan oleh Imam Malik dari Nafi'. semata-mata. dari Musa ibnu Uqbah. yaitu keadaan perang dan kedua belah pihak terlibat dalam pertempuran.

Al-Hakam. dari Ibnu Abbas yang mengatakan sehubungan dengan makna ayat ini. dari Ikrimah. As-Saddi. bahwa salat khauf dalam kondisi tertentu adakalanya dikerjakan hanya dengan satu rakaat. yaitu di saat kedua belah pihak terlibat dalam pertempuran yang sengit. yaitu 'hendaklah orang yang berkendaraan salat di atas kendaraannya dan orang yang berjalan kaki salat sambil berjalan kaki'. hendaklah seseorang salat dengan isyarat kepalanya menghadap ke arah mana pun menurut mukanya menghadap. (Al-Baqarah: 239) Telah diriwayatkan hal yang sama dari Al-Hasan. dari Bisyr. Al-Hakam. ""Maka aku merasa khawatir bila kesempatan ini digunakan oleh musuh. Mak-hul. "Apabila pedang saling beradu. Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Imam Abu Daud dengan sanad yang jayyid (baik). Dengan demikian. telah menceritakan kepada kami Daud (yakni Ibnu Ulayyah). Mujahid. Abdullah ibnu Unais melanjutkan kisahnya. dari Atiyyah. dan Al-Hasan ibnu Saleh." Yang demikian itu adalah makna firman-Nya: ( sambil berjalan kaki atau berkendaraan. telah menceritakan kepada kami ayahku. Sa'id ibnu Jubair. Al-Auza'i. maka terlepaslah dari mereka belenggu dan beban yang memberatkan mereka. telah menceritakan kepada kami Gassan. Atiyyah. Imam Ahmad berpendapat menurut nas yang telah ditetapkannya. dan Qatadah. Ibnu Abu Hatim mengatakan. Di dalam riwayat ini ditambahkan. Salat dengan cara demikian merupakan salah satu rukhsah (keringanan) dari Allah buat hamba-hamba-Nya. Ibnu Abu Hadm meriwayatkan pula melalui jalur Syabib. hendaklah ia salat dengan cara memakai isyarat dengan kepalanya ke arah mana pun kendaraannya menghadap. Ibnu Abu Hadm mengatakan. dari Jabir ibnu Abdullah yang mengatakan. Mujahid. Ata. As-Sauri. telah diriwayatkan hal yang semisal dari Al-Hasan. dari Mutarrif. lalu aku salat dengan memakai isyarat. Malik. Berdasarkan pengertian inilah diinterpretasi- .622 J u z 2 — Al-Baqarah salat Asar." hingga akhir hadis yang cukup panjang. Hammad.

telah menceritakan kepada kami Yazid Al-Faqir. telah menceritakan kepada kami Ibnu Basysyar. dari Abdullah Al-Yasykuri —Imam Muslim. Jika mereka tidak juga mampu mengerjakan salat dengan isyarat. Imam Abu Daud. hendak- . "Apabila kemenangan telah di ambang pintu. Pendapat inilah yang dipilih oleh Imam Ibnu Jarir. Ibnu Jarir mengatakan pula. telah menceritakan kepada kami Baqiyyah ibnul Walid. Imam Bukhari di dalam Bab "Salat di Saat Mengepung Benteng Musuh dan Bersua dengan Musuh" dan Al-Auza'i mengatakan. Qatadah. hendaklah mereka salat dengan isyarat. yakni masing-masing dari pasukan salat untuk dirinya sendiri. dan dalam keadaan khauf satu rakaat. dari Mujahid. "Satu rakaat saja. telah menceritakan kepadaku Sa'id ibnu Amr As-Sukuni. dan Qatadah tentang salat di .Tafsir Ibnu Kasir 623 kan hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim. Ibnu Jarir mengatakan. Maka mereka menjawab. Imam Ibnu Majah." Hal yang sama diriwayatkan oleh As-Sauri dari mereka. dari Jabir ibnu Abdullah yang mengatakan bahwa salat khauf adalah satu rakaat. Hal yang sama dikatakan pula oleh Al-Hasan Al-Basri. dari Ibnu Abbas yang mengatakan: Allah telah memfardukan salat atas kalian melalui lisan Nabi kalian sebanyak empat rakaat bila kalian berada di tempat tinggal dan dua rakaat bila kalian sedang bepergian. Imam Nasai. Hammad. dan Ibnu Jarir melalui hadis Abu Uwanah Al-Waddah. telah menceritakan kepada kami Al-Mas'udi. Imam Nasai. telah menceritakan kepada kami Ibnu MahdLdari Syu'bah yang mengatakan bahwa ia pernah bertanya kepada Al-Hakam. AdDahhak. dan Ayyub ibnu Aiz menambahkan— bahwa keduanya meriwayatkan hadis ini dari Bukair ibnul Akhnas Al-Kufi. dan lain-lainnya. sedangkan mereka tidak mampu mengerjakan salat.saat pedang sedang beradu.

)." Demikianlah menurut lafaz yang ada pada Imam Bukhari. Jika mereka tidak mampu mengerjakannya. tidak mencela salah satu pihak pun di antara dua ke- . sebagian orang ada yang menjumpai waktu salat di tengah jalan. Kami tidak salat kecuali setelah matahari meninggi. Serangan ini dilakukan di saat fajar mulai terang." Hal yang sama dikatakan pula oleh Mak-hul. "Tidak sekali-kali Rasulullah Saw. tetapi mereka tidak mengerjakannya hingga matahari tenggelam di tempat Bani Quraizah (karena patuh kepada makna lahiriah perintah Rasul Saw. Kemudian Ibnu Jarir memperkuat pendapatnya itu dengan dalil hadis yang menceritakan Nabi Saw. lalu berkobarlah pertempuran sengit. Anas mengatakan. maka beliau berpesan kepada sahabat-sahabatnya: Jangan sekali-kali seseorang dari kalian salat Asar nanti di tempat Bani Quraizah. Ketika Nabi Saw. "Salat tersebut bagiku lebih baik daripada dunia dan seisinya. barulah mereka mengerjakan salat sebanyak dua rakaat saja. Apabila situasi tidak mengizinkan mereka salat dua rakaat. lalu mereka mengerjakannya. maka salat cukup dilakukan hanya dengan satu rakaat dan dua kali sujud. dan beliau baru melaksanakan salatnya itu setelah matahari tenggelam." Di antara mereka ada yang menjumpai waktu salat. Tetapi Nabi Saw. Anas ibnu Malik mengatakan bahwa ia ikut dalam serangan menjebolkan Benteng Tustur. hingga mereka tidak mampu mengerjakan salat (Subuhnya). memerintahkan demikian kepada kami melainkan beliau menghendaki agar kami tiba dengan cepat. mengakhirkan salat Asar pada hari Perang Khandaq karena uzur sedang menjalani perang. karena takbir saja tidak cukup untuk mereka. melainkan Akan tetapi. dan mereka mengatakan.624 J u z 2 — Al-Baqarah lah mereka mengakhirkan salat hingga perang berhenti dan aman dari serangan musuh. lalu kami salat bersama Abu Musa dan kami peroleh kemenangan. maka hendaklah mereka akhirkan salatnya hingga situasi aman. mempersiapkan mereka untuk menyerang Bani Quraizah.

yaitu dalam penaklukan kota Tustur yang terkenal itu. dan tiada seorang ulama pun yang membantahnya. Hal inilah yang menjadi dasar pegangan pilihan Imam Bukhari terhadap pendapat ini. Maka kalian harus membalas-Nya dengan bersyukur dan berzikir menyebut-Nya. (AlBaqarah: 239) Artinya.Tafsir Ibnu Kasir 625 lompok sahabatnya itu. duduk. sehubungan dengan masalah ini diperbolehkan hal seperti apa yang kami katakan. bila salat khauf memang disyariatkan sesudah Perang Khandaq. qiyam. (Al-Baqarah: 239) Yakni sebagaimana Dia telah melimpahkan nikmat dan memberi petunjuk iman serta mengajarkan kepada kalian hal-hal yang bermanfaat di dunia dan akhirat. maka sebutlah Allah. Untuk itu sempurnakanlah rukuk. Firman Allah Swt. dan bangunnya. khusyuk. Sesungguhnya salat khauf itu hanyalah disyariatkan setelah masa itu. Oleh karena itu. Al-Auza'i. mengingat hal ini merupakan keadaan yang jarang terjadi lagi bersifat khusus. Adapun Mak-hul. Mereka mengemukakan alasannya bahwa salat khauf menurut gambaran yang disebutkan di dalam surat An-Nisa dan diterangkan oleh banyak hadis masih belum disyariatkan di waktu Perang Khandaq.: Kemudian apabila kalian telah aman. sebagaimana Allah telah mengajarkan kepada kalian apa yang belum kalian ketahui. Sebagai dalilnya ialah perbuatan yang dilakukan oleh para sahabat di masa pemerintahan Khalifah Umar. Makna ayat ini sama dengan ayat lain yang juga setelah menyebut masalah salat khauf. sedangkan jumhur ulama berpendapat sebaliknya. hal ini secara jelas disebutkan di dalam hadis Abu Sa'id dan lain-lainnya. sujud. yaitu firman-Nya: . kenyataan ini tidaklah bertentangan dengan hal tersebut. dan Imam Bukhari menjawab bantahan itu. dirikanlah salat kalian seperti yang diperintahkan kepada kalian.

(AnNisa: 102) Al-Baqarah. Sesungguhnya salat itu adalah fardu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.626 J u z 2 — Al-Baqarah Kemudian apabila kalian telah merasa aman. (An-Nisa: 103) Hadis-hadis yang menerangkan perihal salat khauf dan cara-caranya akan diketengahkan nanti dalam tafsir surat An-Nisai yaitu pada firman-Nya: Dan apabila kamu berada di tengah-tengah mereka (sahabatmu). hendaklah berwasiat untuk istri-istrinya. lalu kamu hendak mendirikan salat bersama-sama mereka. ayat 240-242 Dan orang-orang yang akan meninggal dunia di antara kalian dan meninggalkan istri. . maka dirikanlah salat itu (sebagaimana biasa).

Demikianlah Allah menerangkan kepada kalian ayat-ayat-Nya (hukum-hukum-Nya) supaya kalian memahaminya." Kemusykilan yang diutarakan oleh Ibnuz Zubair kepada Usman ibnu Affan ialah bilamana hukum ayat telah di-mansukh dengan ayat . "Hai anak saudaraku. telah menceritakan kepada kami Yazid ibnu Zura'i. sebagai suatu kewajiban bagi orang-orang yang takwa. telah menceritakan kepada kami Umayyah. (Al-Baqarah: 240) kalian Bahwa ayat ini di-mansukh oleh ayat lainnya. jika mereka pindah (sendiri). dari Habib.Tafsir Ibnu Kasir 627 (yaitu) diberi nafkah hingga satu tahun lamanya dengan tidak disuruh pindah (dari rumahnya). dari Ibnu Abu Mulaikah yang menceritakan bahwa Ibnuz Zubair pernah mengatakan bahwa ia pernah mengatakan kepada Usman ibnu Affan mengenai firman-Nya: Cr i- j £ Dan orang-orang yang akan meninggal dunia di antara dan meninggalkan istri. Kepada wanita-wanita yang diceraikan (hendaklah diberikan oleh suaminya) mut'ah menurut yang makruf. Akan tetapi. aku ddak akan mengubah barang sedikit pun bagian dari Al-Qur'an ini dari tempatnya. yaitu firman-Nya: menangguhkan dirinya (beridah) empat bulan sepuluh hari. maka tidak ada dosa bagi kalian (wali atau waris dari yang meninggal) membiarkan mereka berbuat yang makruf terhadap diri mereka. maka mengapa engkau tetap menulisnya atau mengapa ddak engkau tinggalkan? Khalifah Usman ibnu Affan menjawab. (AlBaqarah: 234) Imam Bukhari mengatakan. Kebanyakan ulama mengatakan bahwa ayat ini di-mansukh oleh ayat sebelumnya. Dan Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.

Ibnu Abu Hatim mengatakan. Zaid ibnu Aslam. hendaklah berwasiat untuk istri-istrinya. telah menceritakan kepada kami Hajjaj ibnu Muhammad. telah menceritakan kepada kami Al-Hasan ibnu Muhammad ibnus Sabah. padahal hukumnya telah dihapuskan. Ibnuz Zubair. bahwa hal ini merupakan perkara yang bersifat taugifi. (yaitu) diberi nafkah hingga setahun lamanya dengan tidak disuruh pindah (dari rumahnya). dari Ibnu Juraij dan Usman ibnu Ata.628 J u z 2 — Al-Baqarah yang menyatakan beridah empat bulan sepuluh hari. Ibrahim. Telah diriwayatkan melalui jalur Ali ibnu Abu Talhah. Ata Al-Khurrasani. Kemudian Ibnu Abu Hatim mengatakan. maka hikmah apakah yang terkandung dalam penetapan rasamnya. menurunkan firman-Nya: . Ikrimah. Al-Hasan. kemudian ayat ini di-mansukh oleh ayat mawaris (waris-mewaris) yang di dalamnya dicantumkan bahwa si istri beroleh seperempat atau seperdelapan dari harta peninggalan suaminya. Ata. bahwa ayat ini (Al-Baqarah: 240) telah di-mansukh. Sedangkan keberadaan rasamnya sesudah hukumnya telah di-mansukh memberikan pengertian bahwa hukum ayat yang bersangkutan masih tetap ada? Maka Amirul Mu-minin menjawabnya. (Al-Baqarah: 240) Pada mulanya istri yang ditinggal mati suaminya berhak memperoleh nafkah dan tempat tinggal selama satu tahun penuh. dan Ar-Rabi' ibnu Anas. Muqatil ibnu Hayyan. Aku menjumpainya ditetapkan dalam mus-haf sesudah itu (penasikhan). Ad-Dahhak. Qatadah. As-Saddi. Mujahid. Sesudah itu Allah Swt. maka si istri melakukan idahnya selama satu tahun di rumah si suami dan menerima nafkah dari harta suaminya. dari Ibnu Abbas sehubungan dengan firman-Nya: Dan orang-orang yang akan meninggal dunia di antara kalian dan meninggalkan istri. dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa dahulu apabila seorang lelaki meninggal dunia dan meninggalkan istrinya. telah diriwayatkan dari Abu Musa Al-Asy'ari. maka aku pun menetapkannya pula seperti apa yang aku jumpai.

Ibnu Abu Hatim mengatakan. Qatadah. kecuali jika ia dalam keadaan hamil. maka idahnya sampai batas ia melahirkan kandungannya. (An-Nisa: 12) Maka melalui ayat ini dijelaskan hak waris istri dan didnggalkanlah wasiat dan nafkah yang telah disebutkan oleh ayat di atas (Al-Baqarah: 240). Allah Swt. Ar-Rabi'. Ad-Dahh8k. Ikrimah. Al-Hasan. maka para istri memperoleh seperdelapan dari harta yang kalian tinggalkan. telah berfirman pula: Para istri memperoleh seperempat harta yang kalian tinggalkan jika kalian tidak mempunyai anak. (Al-Baqarah: 234) Demikianlah idah seorang istri yang didnggal mati oleh suaminya. bahwa ayat ini (Al-Baqarah: 240) telah di-mansukh oleh firman-Nya: selama empat bulan sepuluh hari.Tafsir Ibnu Kasir 629 Orang-orang yang meninggal dunia di antara kalian dengan meninggalkan istri-istri (hendaklah para istri itu) menangguhkan dirinya (beridah) empat bulan sepuluh hari. yaitu firman-Nya: . (Al-Baqarah: 234) Ibnu Abu Hadm mengatakan pula. telah diriwayatkan dari Mujahid. dan Muqadl ibnu Hayyan. Jika kalian mempunyai anak. telah diriwayatkan dari Sa'id ibnul Musayyab bahwa ayat ini (Al-Baqarah: 240) telah di-mansukh oleh ayat yang ada di dalam surat Al-Ahzab.

telah menceritakan kepada kami Syibl. apabila kalian menikahi perempuan-perempuan yang beriman.630 J u z 2 — Al-Baqarah Hai orang-orang yang beriman. hendaklah berwasiat untuk istri-istrinya. telah menceritakan kepada kami Rauh. (Al-Baqarah: 240) . jika mereka pindah (sendiri). (Al-Baqarah: 240) kalian Mujahid mengatakan bahwa ayat ini berkenaan dengan wanita yang menunggu masa idahnya di rumah keluarga suaminya. Kemudian Allah Swt. Akan tetapi. dari Mujahid sehubungan dengan firman-Nya: Dan orang-orang yang akan meninggal dunia di antara dan meninggalkan istri. hingga akhir ayat. dari Ibnu Abu Nujaih. Imam Bukhari mengatakan. (Al-Ahzab: 49). telah menceritakan kepada kami Ishaq ibnu Mansur. sebagai suatu kewajiban. maka tidak ada dosa bagi kalian (wali atau waris dari yang meninggal) membiarkan mereka berbuat yang makruf terhadap diri mereka. telah diriwayatkan pula dari Muqadl dan Qatadah bahwa ayat ini (Al-Baqarah: 240) telah di-mansukh oleh ayat miras. (yaitu) diberi najkah hingga setahun lamanya dengan tidak disuruh pindah (dari rumahnya). menurunkan firman-Nya: * „s?y* sr -V. Menurut kami.fC^ '"\y' Dan orang-orang yang akan meninggal dunia di antara kalian dan meninggalkan istri.

Akan tetapi. jika si istri suka. Untuk itu si istri boleh beridah di mana pun menurut apa yang dikehendakinya. Pengertian inilah yang tersidr dari firman-Nya: dengan tidak disuruh pindah (dari rumahnya). jika mereka pindah (sendiri). karena Allah Swt. ia boleh beridah di rumah suaminya dan tinggal sesuai dengan hak wasiat yang diperolehnya. jika ia suka. boleh keluar (untuk melakukan idahnya di rumahnya sendiri).Tafsir Ibnu Ka&ir 631 Allah menjadikan kelengkapan satu tahun —yaitu tujuh bulan dua puluh hari— sebagai wasiat (dari pihak suami). Ata mengatakan. Pengertian inilah yang tersitirkan dari firman-Nya: Cvt dengan tidak disuruh pindah (dari rumahnya). (Al-Baqarah: 240) Ata mengatakan. Untuk . maka ia boleh keluar. jika ia suka keluar. ia boleh dnggal selama satu tahun (di rumah mendiang suaminya). maka di-mansukh-\ah ayat memberi tempat tinggal. Untuk itu jika pihak istri setuju dengan wasiat tersebut. Imam Bukhari menduga bahwa hal ini diriwayatkan dari Mujahid. Ibnu Abbas mengatakan bahwa ayat di atas memansukh pengertian harus beridah di rumah keluarganya. telah berfirman: maka tidak ada dosa bagi kalian (wali atau waris dari yang meninggal) membiarkan mereka berbuat yang makruf terhadap diri mereka. (Al-Baqarah: 240) Ata mengatakan lagi bahwa sesudah itu turunlah ayat miraS (warismewaris). (Al-Baqarah: 240) Pada garis besarnya idah tetap diwajibkan seperti apa adanya. maka tidak ada dosa bagi kalian (wali atau waris dari yang meninggal).

(An-Nisa: 12) Menurut pendapat yang lain. Karena itulah maka disebutkan di dalam firman-Nya: hendaklah berwasiat untuk istri-istrinya. jika mereka mau menerimanya. tetapi ddak berhak mendapat tempat tinggal lagi. lafaz wasiyyatan di-nasa£>-kan karena mengandung pengertian. Perihalnya sama dengan makna yang ada di dalam firman lainnya. yaitu memberikan kesempatan kepada mereka untuk tinggal di rumah suami-suami mereka sesudah suami-suami mereka meninggal dunia selama satu tahun. Firman-Nya: (Allah menetapkan yang demikian itu sebagai) syariat yang benar-benar dari Allah. Pendapat ini sama dengan apa yang dikatakan oleh jumhur ulama. dan sama sekali ddak di-mansukh oleh ayat yang menyatakan beridah selama empat bulan sepuluh hari.632 J u z 2 — Al-Baqarah itu si istri boleh beridah di mana pun yang disukainya. "Maka hendaklah kalian berwasiat buat me- . Kemudian Imam Bukhari menyandarkan kepada Ibnu Abbas suatu riwayat yang sama dengan pendapat yang disandarkan kepada Mujahid dan Ata yang mengatakan bahwa ayat ini tidak menunjukkan wajib beridah selama satu tahun. Melainkan ayat ini menunjukkan bahwa hal tersebut menyangkut masalah anjuran berwasiat buat para istri yang akan ditinggal mad oleh suami-suaminya. (An-Nisa: 11). hingga akhir ayat. (Al-Baqarah: 240) Yakni Allah mensyariatkan kepada kalian untuk membuat wasiat buat mereka. yaitu: Allah mensyariatkan bagi kalian tentang (pembagian pusaka untuk) anak-anak kalian.

J O Akan tetapi. antara lain Imam Abui Abbas ibnu Taimiyah. jika mereka bermaksud ddak lebih dari empat bulan sepuluh hari.Tafsir Ibnu Kasir 633 reka dengan sebenar-benarnya. maka hal inilah yang menjadi topik perbedaan pendapat di kalangan para imam. Akan tetapi. jika mereka pindah (sendiri). Pendapat ini ternyata dipilih oleh sejumlah ulama. Tiada yang melarang mereka (para istri) untuk melakukan hal tersebut." pendapat inilah yang dipilih oleh Ibnu Jarir. karena firman Allah Swt. maka hal ini bukan merupakan suatu masalah. Tetapi ulama lainnya membantah pendapat tersebut. Imam Syafii sehubungan dengan masalah ini mempunyai dua pendapat. maka tidak ada dosa bagi kalian (wali atau waris dari yang meninggal) membiarkan mereka berbuat yang makruf terhadap diri mereka. Mereka yang berpendapat wajib memberi tempat dnggal di rumah suami berdalilkan sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam .: C v t-1 v S . maka ia tidak dilarang untuk melakukannya. karena ada firman-Nya yang mengatakan: dengan tidak disuruh pindah (dari rumahnya). jika mereka bermaksud bahwa memberi tempat dnggal selama empat bulan sepuluh hari bukan merupakan suatu kewajiban yang dibebankan kepada peninggalan mayat. "Telah ditetapkan atas kalian berwasiat." Sedangkan yang lainnya membacanya rafa' (wasiyyatun) dengan pengertian. atau telah melahirkan kandungannya. (Al-Baqarah: 240) Pendapat ini cukup terarah dan sesuai dengan makna ayat secara lahiriahnya. Pendapat Ata dan para pengikutnya yang menyatakan bahwa hal tersebut di-mansukh oleh ayat miras. lalu ia memilih keluar dari rumah mendiang suaminya serta pindah darinya. di antaranya adalah Abu Umar ibnu Abdul Barr. (Al-Baqarah: 240) Jika ia telah menyelesaikan masa idahnya yang empat bulan sepuluh hari.

'Apa yang tadi kamu katakan?' Maka aku mengulangi lagi kepadanya kisah mengenai nasib yang menimpa suamiku. Imam Nasai dan Imam Ibnu Majah meriwayatkannya pula melalui jalur Sa'd ibnu Ishaq dengan lafaz yang sama. 'Ya. Setelah aku datang. Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini hasan sahih. Disebutkan bahwa Fari'ah bind Malik ibnu Sinan (yaitu saudara perempuan Abu Sa'id Al-Khudri r. karena sesungguhnya suamiku ddak meninggalkan diriku di dalam rumahnya sendiri. tiada pula nafkah buatku. bersabda: 'Diamlah di dalam rumahmu hingga masa idahmu habis.a. Maka Rasulullah Saw. ia dapat menyusul mereka. lalu beliau Saw. "Aku meminta kepada Rasulullah Saw. Ketika Khalifah Usman ibnu Affan mengutus seseorang untuk menanyakan kasus yang sama. dari bibinya (yaitu Zainab bind Ka'b ibnu Ujrah). Karena sesungguhnya suaminya telah berangkat untuk mencari budak-budaknya yang minggat (melarikan diri).634 J u z 2 — Al-Baqarah Malik di dalam kitab Muwatta'-nya dari Sa'd ibnu Ishaq ibnu Ka'b ibnu Ujrah.' Lalu aku pergi. atau memerintahkan seseorang untuk memanggilku.' Maka aku melakukan idah di dalam rumah suamiku selama empat bulan sepuluh hari. dan Imam Nasai melalui hadis Malik dengan lafaz yang sama. dan ia mengikutinya serta memutuskan perkara dengan keputusan yang sama. Fari'ah melanjutkan kisahnya. untuk kembali ke rumah keluargaku. Tetapi kedka ia sampai di Tarful Qadum." Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Imam Abu Daud. Rasulullah Saw. beliau Saw. hanya menjawab. Tetapi kedka aku sampai di Hujrah. maka aku ceritakan hal itu kepadanya. bertanya.) pernah menceritakan kepadanya (Zainab bind Ka'b ibnu Ujrah) bahwa ia pernah datang menghadap Rasulullah Saw. untuk meminta izin agar diperkenankan kembali ke rumah keluarganya di kalangan orang-orang Bani Khudrah. memanggilku. Imam Turmuzi. . hanya saja mereka membunuhnya.

niscaya aku ddak akan melakukannya. menurunkan ayat ini: > e. baik ia wanita yang memasrahkan jumlah maskawinnya atau telah mendapat ketentuan jumlah maharnya ataupun diceraikan sebelum digauli atau telah digauli. sebagai suatu kewajiban orang-orang yang berbuat kebajikan. Kepada wanita-wanita yang diceraikan (hendaklah diberikan oleh suaminya) mut'ah menurut yang makruf. sebagai suatu kewajiban bagi orang-orang yang bertakwa. (Al-Baqarah: 236) bagi Maka seorang lelaki berkata. dan dipilih oleh Ibnu Jarir. yaitu: Mut'ah menurut yang makruf.: Kepada wanita-wanita yang diceraikan (hendaklah diberikan oleh suaminya) mut'ah menurut yang makruf. Pendapat inilah yang dikatakan oleh Imam Syafii. Sedangkan menurut pendapat orang-orang yang ddak mewajibkan mut'ah secara mutlak." Maka Allah Swt. Jika aku suka ddak melakukannya. (Al-Baqarah: 241) Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam mengatakan bahwa ketika firman-Nya diturunkan. (Al-Baqarah: 241) Ayat ini dijadikan dalil oleh orang-orang dari kalangan ulama yang mengatakan bahwa wajib diberikan mut'ah kepada setiap wanita yang diceraikan. yaitu: . "Jika aku menghendaki untuk berbuat kebajikan.Tafsir Ibnu Kasir 635 Firman Allah Swt. niscaya aku akan melakukannya. pengertian umum ayat ini di-takhsis oleh firman lainnya. sebagai suatu kewajiban bagi orang-orang yang takwa. Pendapat ini pula yang dikatakan oleh Sa'id ibnu Jubair dan lain-lainnya dari kalangan ulama Salaf.

Dia ddak akan membiarkan hal yang bermakna global kepada kalian di saat kalian memerlukannya. Karena itu. Firman Allah Swt. agar kalian memahami dan memikirkannya. Yang demikian itu merupakan ketentuan bagi orang-orang yang berbuat kebajikan. (Al-Baqarah: 236) Golongan yang pertama membantah pendapat ini. yaitu pemberian menurut yang patut. jika kalian menceraikan istri-istri kalian sebelum kalian bercampur dengan mereka dan sebelum kalian menentukan maharnya. Orang yang mampu Menurut kemampuannya. supaya kalian memahaminya. tidak ada takhsis menurut pendapat yang terkenal lagi banyak pendukungnya. dan orang yang miskin menurut kemampuannya (pula). (Al-Baqarah: 242) Maksudnya. bahwa ayat di atas termasuk ke dalam pengertian menuturkan sebagian dari rincian yang umum.: Demikianlah Allah menerangkan kepada kalian (hukum-hukum-Nya). (Al-Baqarah: 242) ayat-ayat-Nya Yakni mengenai halal dan haram-Nya serta fardu dan batasan-batasan-Nya dalam semua yang diperintahkan-Nya kepada kalian dan semua yang dilarang-Nya kepada kalian. Dan hendaklah kalian berikan suatu mut'ah (pemberian) kepada mereka.636 J u z 2 — Al-Baqarah Tidak ada sesuatu pun (mahar) atas kalian. . Dia menerangkan dan menjelaskannya serta menafsirkannya.

" kemudian Allah menghidupkan mereka. Wahb ibnu Munabbih dan Abu Malik mengatakan. dan diriwayatkan pula darinya bahwa jumlah mereka adalah delapan ribu orang. sedangkan mereka beribu-ribu (jumlahnya) karena takut mati. dan ketahuilah sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas pula bahwa jumlah mereka adalah empat puluh ribu orang. Sesungguhnya Allah mempunyai karunia terhadap manusia. pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah).Tafsir Ibnu Kasir 637 Al-Baqarah. Abu Saleh mengatakan. maka Allah berfirman kepada mereka. ayat 243-245 Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang keluar dari kampung halaman mereka. "Malilah kalian. jumlah mereka adalah sembilan ribu orang. mereka terdiri atas uga puluh ribu orang lebih. Dan berperanglah kalian di jalan Allah. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa jumlah mereka adalah empat ribu orang. Diriwayatkan oleh Ibnu Abu H a d m dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa mereka adalah penduduk r . tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur. Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah. maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nyalah kalian dikembalikan.

dari Al-Minhal ibnu Amr Al-Asadi." Kedka mereka sampai di tempat anu dan anu. dari Maisarah ibnu Habib AnNahdi. dari Ibnu Abbas sehubungan deagan firman-Nya: Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang keluar dari kampung halaman mereka. hal ini hanyalah semata-mata misal (perumpamaan) saja. mereka keluar meninggalkan kampung halamannya untuk menghindari penyakit ta'un yang sedang melanda negeri mereka.638 J u z 2 — Al-Baqarah sebuah kota yang dikenal dengan nama Zawurdan. dari Ata. maka Allah menghidupkan mereka. sedangkan mereka beribu-ribu (jumlahnya) karena takut mati. telah menceritakan kepada kami Sufyan. Mereka berkata. Hal yang sama dikatakan oleh As-Saddi dan Abu Saleh. lalu nabi itu berdoa kepada Allah agar mereka dihidupkan kembali. tetapi ditambahkan bahwa mereka dari arah Wasit. Ali ibnu Asim mengatakan bahwa mereka adalah penduduk kota Zawurdan yang jauhnya satu farsakh dari arah Wasit. (Al-Baqarah: 243) Ibnu Abbas mengatakan bahwa jumlah mereka ada empat ribu orang. dari Sa'id ibnu Jubair. Yang demikian itu dinyatakan di dalam firman-Nya: . maka Allah berfirman kepada mereka: Matilah kalian! (Al-Baqarah: 243) Maka mereka semuanya mad. Sa'id ibnu Abdul Aziz mengatakan bahwa mereka adalah penduduk negeri Azri'at Sedangkan menurut Ibnu Juraij. Kemudian lewatlah kepada mereka seorang nabi. Waki' Ibnul Jarrah di dalam kitab tafsirnya mengatakan. "Kita akan mendatangi suatu tempat yang dada kematian padanya.

sedangkan mereka beribu-ribu (jumlahnya) karena takut mati. dan jumlah mereka yang banyak itu memenuhi lembah tersebut. Allah te- . Akhirnya mereka keluar menghindari maut ke daerah-daerah pedalaman. datanglah wabah penyakit yang membinasakan. sesungguhnya Allah memerintahkan kepadamu agar setiap roh kembali kepada jasad yang pernah dimasukinya!" Maka mereka bangkit hidup kembali seraya berpandangan. "Hai para arwah. Maka Allah mengirimkan dua malaikat kepada mereka. Kemudian Allah Swt. akhirnya matilah mereka semuanya seperti halnya seseorang mati. sedangkan yang lainnya datang dari atasnya. hingga akhir ayat. urat. lewatlah kepada mereka seorang nabi dari kalangan nabi-nabi Bani Israil yang dikenal dengan sebutan Hizqil. dan Allah memperkenankan permintaan tersebut. Kedua malaikat itu memekik sekali pekik di antara mereka. Kemudian mereka dikumpulkan di kandang-kandang ternak. "Hai tulang belulang yang telah hancur. Setelah lewat masa satu tahun. sesungguhnya Allah memerintahkan kepadamu untuk memakai daging. Mereka semuanya binasa dan tercabik-cabik serta berantakan. Lalu Nabi Hizqil meminta kepada Allah agar mereka dihidupkan kembali di hadapannya. menimpa mereka. Kemudian Allah memerintahkan kepada nabi tersebut untuk mengucapkan. salah satunya dari bawah lembah. dan kulitmu!" Maka terjadilah hal tersebut. lalu di sekitar mereka dibangun tembok-tembok (yang mengelilingi) mereka. memerintahkan kepada nabi untuk mengaukan. (Al-Baqarah: 243). "Hai tulang-belulang yang telah hancur. Allah memerintahkan kepadanya agar mengucapkan. Mereka bertempat dnggal di kemahkemahnya di tanah kampung halaman mereka. Akan tetapi. sesungguhnya Allah memerintahkan kepada kamu agar berkumpul kembali!" Maka tergabunglah tulang-belulang tiap jasad sebagian yang lain menyatu dengan yang lainnya. sedangkan nabi menyaksikannya.Tafsir Ibnu Kasir 639 Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang keluar dari kampung halaman mereka. Mereka bertempat di sebuah lembah yang luas. Bukan hanya seorang saja dari kalangan ulama Salaf menyebutkan bahwa mereka adalah suatu kaum penduduk sebuah negeri di zaman salah seorang nabi Bani Israil.

(AlBaqarah: 243) Yakni melalui ayat-ayat (tanda-tanda) yang jelas yang diperlihatkan kepada mereka. pada akhirnya nasib yang menimpa mereka adalah kebaikan dari apa yang mereka dambakan. Karena sesungguhnya mereka keluar untuk tujuan melarikan diri dari wabah penyakit mematikan yang melanda mereka agar hidup mereka panjang. dan datanglah maut dengan cepat sekaligus membinasakan mereka semuanya. dan ddak ada tempat berlindung dari Allah kecuali hanya kepada Dia. sedangkan mereka mengucapkan kalimat berikut: Mahasuci Engkau. (Al-Baqarah: Yaitu mereka tidak menunaikan syukurnya atas limpahan nikmat yang telah diberikan oleh Allah kepada mereka dalam urusan agama dan keduniawian mereka. Akan tetapi. hujah-hujah yang kuat. tidak ada Tuhan selain Engkau. Karena itulah Allah Swt. Akan tetapi. berfirman: C vtv t ? Sesungguhnya Allah mempunyai karunia terhadap manusia. Dihidupkan-Nya kembali mereka merupakan pelajaran dan bukti yang akurat yang menunjukkan bahwa kelak di hari kiamat jasad akan dibangkitkan hidup kembali. kebanyakan 243) manusia tidak bersyukur. dan dalil-dalil yang akurat. Di dalam kisah ini terkandung pelajaran dan dalil yang menunjukkan bahwa tiada gunanya kewaspadaan dalam menghadapi takdir.640 J u z 2 — Al-Baqarah lah menghidupkan mereka dari ddurnya yang cukup panjang itu. Termasuk ke dalam pengertian ini ialah sebuah hadis sahih yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad. Disebutkan bahwa telah mencerita- .

lalu ia kembali. bersabda: Apabila wabah berada di suatu Umpat. Maka Khalifah Umar ibnul Khattab menuturkan hadis mengenai hal ini. Imam Bukhari dan Imam Muslim mengetengahkannya di dalam kitab sahihnya masing-masing melalui hadis Az-Zuhri dengan lafaz sama. sedangkan kalian berada di dalamnya. Abdur Rahman ibnu Auf —yang tadinya tidak ada di tempat karena mempunyai suatu keperluan— datang. dari Abdullah ibnu Abbas. dari Az-Zuhri. Imam Ahmad mengatakan.Tafsir Ibnu Kasir 641 kan kepada kami Ishaq ibnu Isa. kedka Umar berada di negeri Syam. dari Abdul Hamid ibnu Abdur Rahman ibnu Zaid ibnul Khattab. dari Salim. bahwa Khalifah Umar ibnul Khattab berangkat menuju negeri Syam. sebagiannya melalui jalur yang lain. telah menceritakan kepada kami Ma'mar. telah menceritakan kepada kami Malik dan Abdur Razzaq. dari Abdullah ibnu Amir ibnu Rabi'ah. bahwa Abdur Rahman ibnu Auf pernah menceritakan kepada Khalifah Umar hadis berikut dari Nabi Saw. telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Zu'aib. Akhirnya Khalifah Umar mengucapkan hamdalah (memuji kepada Allah atas kesaksian tersebut). maka janganlah kalian keluar untuk menghindarinya. maka janganlah kalian mendatanginya. Ketika ia sampai di Sarg. keduanya meriwayatkan hadis berikut dari Az-Zuhri. Lalu mereka memberitahukan kepadanya bahwa wabah penyakit yang mematikan sedang melanda negeri Syam. dari Abdullah ibnul Haris ibnu Naufal. lalu ia berkata memberikan kesaksiannya. yaitu: . Dan apabila kalian mendengar suatu wabah sedang melanda suatu daerah. keduanya mengatakan. bahwa sesungguhnya ia mempunyai suatu pengetahuan tentang masalah ini. telah menceritakan kepada kami Hajjaj dan Yazid Al-Ama. para pemimpin pasukan yang terdiri atas Abu Ubaidah ibnul Jarrah dan teman-temannya datang menjumpainya. Ia pernah mendengar Rasulullah Saw.

dari Az-Zuhri dengan lafaz yang semisal. (Al-Baqarah: 244) Yakni sebagaimana sikap waspada tiada gunanya dalam menghadapi takdir.: Dan berperanglah kalian di jalan Allah. semuanya tepat seperti apa yang dikehendaki-Nya. demikian pula melarikan diri dari jihad karena menghindarinya tidak dapat memperpendek atau memperpanjang ajal. maka janganlah kalian keluar darinya karena menghindarinya. apabila kalian mendengar wabah ini berada di suatu daerah. melainkan ajal itu telah dipastikan serta rezeki telah ditetapkan takaran dan bagiannya masing-masing. Karena itu. Maka Umar (dan pasukannya) kembali lagi (ke Madinah) dari Syam. Perihalnya sama dengan makna yang ada dalam ayat lain. dada yang diberi tambahan. Firman Allah Swt. dada pula yang dikurangi.642 J u z 2 — Al-Baqarah Sesungguhnya wabah ini pernah menimpa umat-umat sebelum kalian sebagai azab. yaitu firman-Nya: . maka janganlah kalian memasukinya. sedangkan kalian berada di dalamnya. dan ketahuilah sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Imam Bukhari dan Imam Muslim mengetengahkannya di dalam kitab Sahihain melalui hadis Malik. Dan apabila ia berada di suatu daerah.

jika kalian orang-orang yang benar.a. "Sesungguhnya aku telah mengikuti perang anu dan anu." (Ali Imran: 168) Mereka berkata. "Kesenangan di dunia itu hanya sebentar dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertakwa. Firman Allah Swt." (An-Nisa: 77-78) Telah diriwayatkan kepada kami dari panglima pasukan kaum muslim yang dijuluki 'Pedang Allah'. kematian akan mendapatkan kalian. "Sekiranya mereka mengikuti kita." Katakanlah. Semoga mata orang-orang yang pengecut ddak dapat tidur. dan ia merasa kecewa atas hal tersebut. dan pukulan pedang. dan kalian tidak akan dianiaya sedikit pun.. tentulah mereka tidak terbunuh. yaitu Khalid ibnul Walid r." maksudnya dia merasa sedih dan sakit karena dirinya tidak mati dalam peperangan. bahwa ia mengatakan ketika sedang menjelang ajalnya. dan dada suatu anggota tubuhku yang selamat melainkan padanya terdapat bekas tusukan pedang. Tetapi aku kini mad di atas tempat tidurku. mengingat dirinya mati di atas kasur.: Z vt e r o r i 3 . mengapa Engkau wajibkan berperang kepada kami? Mengapa tidak Engkau tangguhkan (kewajiban perang) kepada kami sampai kepada beberapa waktu lagi?" Katakanlah. seperti unta mati (di kandangnya).Tafsir Ibnu Kasir 643 Orang-orang yang mengatakan kepada saudara-saudaranya dan mereka tidak turut pergi berperang. Di mana saja kalian berada. kendatipun kalian di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh. "Tolaklah kematian itu dari diri kalian. "Ya Tuhan kami. panah.

dari Abdullah ibnu Mas'ud yang menceritakan bahwa ketika ayat berikut diturunkan. mengulang-ulang ayat ini di dalam Al-Qur'an bukan hanya pada satu tempat saja. "Wahai Rasulullah. mengulurkan tangannya kepada Abud Dahdah. Allah Swt. bahwa di dalam kebun milik Abud Dahdah terdapat enam ratus pohon kurma. Abud Dahdah. pinjaman yang baik (membelanjakan hartanya di jalan Allah). "Wahai Rasulullah. apakah memang Allah menginginkan pinjaman dari kami?" Nabi Saw. menjawab.644 J u z 2 — Al-Baqarah Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah. dari Humaid Al-A'raj. Lalu Abud Dahdah berkata. sedangkan istri dan anak- . berfirman: Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Tuhan yang tidak miskin dan tidak pula berbuat aniaya. maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya." Abud Dahdah berkata." Maka Rasulullah Saw. menganjurkan kepada hamba-hamba-Nya agar menafkahkan hartanya di jalan Allah. dari Abdullah ibnul Haris. Di dalam hadis yang berkaitan dengan asbabun nuzul ayat ini disebutkan bahwa Allah Swt. (AlBaqarah: 245) Allah Swt. "Sesungguhnya aku meminjamkan kepada Tuhanku kebun milikku. maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak." Perawi melanjutkan kisahnya. yaitu firman-Nya: Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah. (Al-Baqarah: 245) Maka Abud Dahdah Al-Ansari berkata. pinjaman yang baik (di jalan Allah). Ibnu Abu Hadm mengatakan. "Benar. telah menceritakan kepada kami Al-Hasan ibnu Arafah. ulurkanlah tanganmu. telah menceritakan kepada kami Khalaf ibnu Khalifah.

"Hai Ummu Dahdah. "Keluarlah kamu. pada tiap-tiap bulir seratus biji. Firman Allah Swt. Menurut pendapat lain. Yang dimaksud dengan firman-Nya: pinjaman yang baik. yaitu firman-Nya: Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir." Hadis ini diriwayatkan pula oleh Ibnu Murdawaih melalui Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki.Tafsir Ibnu Kasir 645 anaknya tinggal di dalam kebun itu. Maka Abud Dahdah datang ke kebunnya dan memanggil istrinya. yang dimaksud ialah memberi nafkah kepada anak-anak. sesungguhnya aku telah meminjamkan kebun ini kepada Tuhanku. (Al-Baqarah: 261). "Labbaik. Menurut pendapat yang lainnya lagi ialah membaca tasbih dan taqdis. dari Umar r." Abud Dahdah berkata. secara marfu' dengan lafaz yang semisal.a. . (Al-Baqarah: 245) de- Sama halnya dengan makna yang ada di dalam ayat lain. (Al-Baqarah: 245) Menurut apa yang diriwayatkan dari Umar dan lain-lainnya dari kalangan ulama Salaf ialah berinfak untuk jalan Allah." Ummu Dahdah menjawab. dari ayahnya.: maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya ngan lipat ganda yang banyak. hingga akhir ayat.

" kebaikan sebanyak dua Hadis ini berpredikat garib karena Ali ibnu Zaid ibnu Jad'ah banyak memiliki hadis-hadis yang munkar. dan kukatakan kepadanya. Imam Ahmad mengatakan.646 J u z 2 — Al-Baqarah Tafsir ayat ini akan dikemukakan nanti pada tempatnya. telah menceritakan kepada kami Yazid. sesungguhnya amal kebaikan itu dilipatgandakan pahalanya menjadi sejuta kebaikan.a. sedangkan aku datang sesudahnya. dari Abu Usman An-Nahdi yang menceritakan bahwa "Tiada seorang pun yang lebih banyak duduk di majelis Abu Hurairah selain dari aku sendiri. Akan tetapi.a. 'Apakah yang membuatmu heran dari hal ini? Sesungguhnya aku mendengarnya sendiri dari Nabi Saw. Abu Hurairah datang berhaji sebelumku.' . telah bersabda: 'Sesungguhnya Allah melipatgandakan juta kali lipat pahala kebaikan'. 'Sesungguhnya Allah melipatgandakan pahala suatu kebaikan menjadi sejuta kali lipat pahala kebaikan. bersabda. Ia mengatakan. telah menceritakan kepada kami Mubarak ibnu Ridalah. hadis ini diriwayatkan pula oleh Imam Ibnu Abu Hatim dari jalur lain. telah menceritakan kepada kami Abu Khallad (yaitu Sulaiman ibnu Khallad Al-Mu-addib). berkata. dari Abu Usman An-Nahdi yang menceritakan. telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Uqbah Ar-Rufa'i.' Abu Hurairah r. Tiba-dba penduduk Basrah meriwayatkan asar darinya. telah menceritakan kepada kami Yunus ibnu Muhammad Al-Mu-addib. "Aku datang kepada sahabat Abu Hurairah r.' Nabi Saw. 'Sesungguhnya telah sampai kepadaku bahwa engkau pernah mengatakan. dari Ziad Al-Jahssas. dari Ali ibnu Za'id.. bahwa ia pernah mengatakan: Aku pernah mendengar Rasulullah Saw.

'Wahai Abu Hurairah. Lalu aku menjumpainya untuk tujuan ini dan kukatakan kepadanya. Maka aku berangkat pula menunaikan ibadah haji untuk menjumpainya dan menanyakan hadis ini. Demi Allah. tetapi aku belum pernah mendengar hadis ini. telah berfirman: C Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah. maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. 'Mereka menduga engkau pernah mengatakan: Sesungguhnya Allah melipatgandakan menjadi sejuta kebaikan. hadis apakah yang pernah kudengar dari penduduk Basrah. tiada seorang pun yang lebih banyak berada di majelis Abu Hurairah selain dari aku. mereka mengatakannya bersumber dari kamu?' Abu Hurairah bertanya. tetapi kujumpai dia telah berangkat berhaji. 'Celakalah kalian. telah berfirman pula: padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) di akhirat hanyalah sedikit.-i. (Al-Baqarah: 245) Allah Swt.Tafsir Ibnu Kasir 647 Maka aku berkata. 'Hadis apakah itu?' Aku menjawab. 'Wahai Abu Usman. (At-Taubah: 38) Demi Tuhan yang jiwaku berada di dalam genggaman kekuasaanN. bersabda: . pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah).' Maka aku berangkat dengan maksud untuk menyusulnya. sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah Saw. apakah yang engkau herankan dari masalah ini.' pahala suatu kebaikan Abu Hurairah menjawab. sedangkan Allah Swt.

"Tidak ada Tuhan selain Allah semata. bahwa Rasulullah Saw.648 J u z 2 — Al-Baqarah Sesungguhnya Allah melipatgandakan menjadi dua juta kebaikan'. dari Nafi'.: Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir. . dari Salim. telah menceritakan kepada kami Abu Zar'ah." pahala suatu kebaikan Semakna dengan hadis ini adalah hadis lain yang diriwayatkan oleh Imam Turmuzi dan lain-lainnya melalui jalur Amr ibnu Dinar. telah menceritakan kepada kami Ismail ibnu Ibrahim ibnu Bassam. telah menceritakan kepada kami Abu Ismail Al-Mu-addib. Ibnu Abu Hadm mengatakan. dari Isa ibnul Musayyab. pernah bersabda: Barang siapa yang memasuki sebuah pasar." maka Allah mencatatkan baginya sejuta kebaikan dan menghapuskan darinya sejuta keburukan (dosa). hingga akhir ayat. dari Abdullah ibnu Umar ibnul Khattab. dari Ibnu Umar yang mengatakan bahwa kedka diturunkannya firman Allah Swt. lalu ia mengucapkan. tiada sekutu bagiNya. bagi-Nya semua kerajaan dan semua pujian. dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. (Al-Baqarah: 261).

tiada yang dapat menghitungnya selain dari Allah sendiri.hu ahad sekali. (Az-Zumar: 10) Ibnu Abu Hatim meriwayatkan pula dari Ka'b Al-Ahbar. "Barang siapa yang membaca qul huwalia. bahwa Ka'b Al-Ahbar pernah kedatangan seorang lelaki. tambahkanlah buat umatku. maka Allah akan membangun untuknya sepuluh juta gedung dari mutiara dan yaqut di surga." Apakah aku harus mempercayai ucapannya itu? Ka'b Al-Ahbar menjawab. "Wahai Tuhanku. berdoa lagi." Lalu turunlah ayat berikut." Ka'b berkata. "Ya." Selanjurnya Ka'b membacakan firman-Nya: . "Wahai Tuhanku. berdoa. pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah). lalu lelaki itu berkata bahwa sesungguhnya ia pernah mendengar seseorang mengatakan." Lalu turunlah firman-Nya: Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas. (Al-Baqarah: 245) Nabi Saw. "Ya.vto J S^/JLJI J - — —^ - Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah.Tafsir Ibnu Kasir 649 Maka Rasulullah Saw. tambahkanlah buat umatku. "Bahkan dilipatgandakan menjadi dua puluh atau tiga puluh juta. dan bahkan lebih dari itu. maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. yaitu firman-Nya: ^ C. apakah engkau heran terhadap hal tersebut?" Lelaki itu menjawab.

(Al-Baqarah: 245) Isulah kasir atau banyak dari Allah berarti ddak terhitung jumlahnya. pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah). belanjakanlah harta kalian dan janganlah kalian pedulikan lagi dalam melakukannya. maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Al-Baqarah. (Al-Baqarah: Dengan kata lain. karena Allah Maha Pemberi rezeki.650 J u z 2 — Al-Baqarah Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah.: Dan Allah menyempitkan 245) dan melapangkan rezeki. (Al-Baqarah: 245) Yakni di hari kiamat nanti. Firman Allah Swt. hal tersebut mengandung hikmah yang sangat bijak dari Allah. ayat 246 . Dia menyempitkan rezeki terhadap siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya. dan Dia melapangkannya terhadap yang lainnya di antara mereka. dan kepada-Nyalah kalian dikembalikan.

Hal yang sama dikatakan pula oleh Muhammad ibnu Ishaq.Tafsir Ibnu Kasir 65 1 Apakah kalian tidak memperhatikan pemuka-pemuka Bani Israil sesudah Nabi Musa.s. Menurut Abdur Razzaq. padahal sesungguhnya kami telah diusir dari kampung halaman kami dan dari anak-anak kami?" Maka tatkala perang itu diwajibkan atas mereka. As-Saddi mengatakan bahwa nabi tersebut bernama Syam'un. Sedangkan menurut Mujahid adalah Syamuel a." Nabi mereka menjawab.s. "Mungkin sekali jika kalian nanti diwajibkan berperang. Kemudian mereka membuatbuat hal yang baru dan sebagian di antara mereka ada yang menyembah berhala-berhala. bahwa dia adalah Syamuel ibnu Bali ibnu Alqamah ibnu Turkham ibnu Yahd ibnu Bahrad ibnu Alqamah ibnu Majib ibnu Amrisa ibnu Azria ibnu Safiyyah ibnu Alqamah ibnu Abu Yasyif ibnu Qarun ibnu Yas-hur ibnu Qahis ibnu Lewi ibnu Ya'qub ibnu Ishaq ibnu Ibrahim a. kecuali beberapa orang saja di antara mereka. Ibnu Jarir mengatakan bahwa nabi tersebut bernama Yusya' ibnu Ifrayim ibnu Yusuf ibnu Ya'qub. yaitu ketika mereka berkata kepada seorang nabi mereka.s. Akan tetapi. kalian tidak akan berperang. mengingat Yusya' baru ada jauh setelah masa Nabi Musa. nama nabi tersebut adalah Yusya' ibnu Nun. dari Ma'mar. Di antara mereka masih ada nabi-nabi yang me- . "Angkatlah untuk kami seorang raja supaya kami berperang (di bawah pimpinannya) di jalan Allah.s. seperti yang dijelaskan di dalam kisah mengenainya. Dan Allah Maha Mengetahui siapa orang-orang yang zalim. dari Wahb ibnu Munabbih." Mereka menjawab. Sedangkan hal yang dikisahkan di dalam ayat ini terjadi di masa Nabi Daud a. "Mengapa kami tidak mau berperang di jalan Allah. dari Qatadah. berada dalam jalan >ang lurus selama satu kurun waktu. mereka pun berpaling. pendapat ini jauh dari kebenaran. Wahb ibnu Munabbih dan lain-lainnya mengatakan..s. pada mulanya kaum Bani Israil sesudah Nabi Musa a. Jarak antara masa Nabi Daud dengan Nabi Musa kurang lebih seribu tahun. yakni lebih dahulu Nabi Musa a.

tiada yang tertinggal dari kalangan keturunan Lewi yang biasanya menurunkan para nabi selain seorang wanita hamil dari suaminya yang telah terbunuh. maka Allah mewahyukan kepadanya yang isinya memerintahkan kepadanya agar mengajak dan menyeru kaumnya untuk menauhidkan Allah Swt. Allah Swt. Tetapi tatkala mereka tenggelam di dalam kesesatannya. agar diberi seorang anak lelaki. Lalu ia menyeru kaum Bani Israil. lalu Allah menguasakan mereka atas musuh-musuh mereka. dan mereka meminta kepada- . Hingga akhirnya mereka melakukan apa yang mereka sukai. Anak tersebut tumbuh dewasa di kalangan kaumnya (Bani Israil) dan Allah menganugerahinya dengan pertumbuhan yang baik. Di antara ulama ada yang mengatakan bahwa bayi itu diberi nama Syam'un (Samson) yang artinya sama. maka kedua barang tersebut dapat dirampas dari tangan mereka oleh salah seorang raja di suatu peperangan. keduanya diwariskan secara turun-temurun dari para pendahulu mereka sampai kepada Nabi Musa a. Kenabian terputus dari keturunan mereka. serta meluruskan mereka sesuai dengan ajaran kitab Taurat. memperkenankan doa wanita itu dan lahirlah darinya seorang bayi lelaki yang kemudian diberi nama Samuel.652 J u z 2 — Al-Baqarah merintahkan kepada mereka untuk berbuat kebajikan dan melarang mereka berbuat kemungkaran. Hal tersebut berkat kitab Taurat dan tabut (peti) yang telah ada sejak masa lalu. Ketika usianya sampai pada usia kenabian. Maka kaum Bani Israil mengambil wanita tersebut dan mengarantinakannya di dalam sebuah rumah dengan harapan semoga Allah memberinya rezeki seorang anak yang kelak akan menjadi seorang nabi bagi mereka. Pada mulanya dada seorang raja pun yang memerangi mereka melainkan mereka dapat mengalahkannya.s. banyak yang ditawan oleh musuh-musuh mereka. serta negeri mereka banyak yang diambil dan dijajah oleh musuh-musuh mereka. dan tiada yang hafal akan kitab Taurat di kalangan mereka kecuali hanya beberapa gelintir orang saja. Raja tersebut dapat merebut kitab Taurat dan tabut dari tangan mereka. dan akhirnya banyak di antara mereka yang terbunuh dalam jumlah yang sangat besar. Sedangkan si wanita tersebut terus-menerus berdoa kepada Allah Swt. yang artinya Allah memperkenankan doaku.

: «Zr'O "Mengapa kami tidak mau berperang dijalan Allah. Allah Swt. berfirman: Maka tatkala perang itu diwajibkan atas mereka. kecuali beberapa orang saja di antara mereka. dan Allah Maha Mengetahui mereka. (Al-Baqarah: 246) Yaitu mereka ddak memenuhi apa yang telah mereka janjikan. padahal sesungguhnya kami telah diusir dari kampung halaman kami dan dari anak-anak kami?" (Al-Baqarah: 246) Yakni negeri kami telah dirampas dari tangan kami. ayat 247 .Tafsir Ibnu Kasir 653 nya agar ia mengangkat seorang raja buat mereka yang akan memimpin mereka dalam memerangi musuh-musuh mereka. bahkan kebanyakan dari mereka membangkang. mereka pun berpaling. "Apakah kalian benar-benar jika Allah mengangkat seorang raja untuk kalian. yaitu berperang bersamanya?" Mereka menjawab. yang jawabannya disidr oleh firman-Nya: Cr f. Maka si Nabi berkata kepada mereka. dan banyak anak-anak kami yang ditawan. bahwa kalian akan berperang dan menunaikan tugas yang dibebankan kepada kalian. Al-Baqarah. karena raja mereka telah binasa. ddak mau berjihad. Allah Maha Mengetahui siapa orang-orang yang zalim.

maka Allah menentukan Talut untuk menjadi raja mereka. ^n''n'J U O j ^ 'JJ* iI""-*A^dljJH " 'V ^"''S . sedang Talut bukan dari keturunannya." Allah memberikan pemerintahan kepada siapa yang dikehendakiNya. 1 i (V C *tv. \ ." Mereka menjawab. "Sesungguhnya Allah telah mengangkat Talut menjadi raja kalian. bukan berasal dari keluarga raja mereka. mana mungkin Talut menjadi raja kami. Dan Allah Mahaluas pemberian-Nya lagi Maha Mengetahui. 13^1 3 i J W . padahal kami lebih berhak mengendalikan pemerintahan daripadanya. karena raja mereka berasal dari keturunan Yahuza. sedangkan dia pun tidak diberi kekayaan yang cukup banyak?" Nabi (mereka) berkata. Talut adalah seorang lelaki dari kalangan prajurit mereka. Ketika mereka meminta kepada nabi mereka agar diangkat seorang raja buat mereka. "Bagaimana Talut memerintah kami. Karena itulah disebut oleh firman-Nya. "Sesungguhnya Allah telah memilihnya menjadi raja kalian dan menganugerahinya ilmu yang luas dan tubuh yang perkasa.654 Juz 2 — Al-Baqarah /YaW mereka mengatakan kepada mereka. bahwa mereka mengatakan: Bagaimana Talut memerintah kami. (Al-Baqarah: 247) Dengan kata lain.

(Al-Baqarah: 247) ilmu yang luas dan tubuh yang Selain dari itu Talut lebih berilmu daripada kalian. dan (Allah) menganugerahinya perkasa. bukan aku yang menentukan Talut menjadi raja atas kemauanku sendiri.Tafsir Ibnu Kasir 655 padahal kami lebih berhak mengendalikan pemerintahan daripadanya. serta perkasa tubuh dan jmrami. melainkan Allah-lah yang memerintahkan kepadaku agar memilihnya di saat kalian meminta hal tersebut kepadaku. Allah lebih mengetahui tentang Talut daripada kalian. (AlBaqarah: 247) Yaitu Allah-lah yang memilihnya menjadi raja kalian melalui nabi kalian. sedangkan dia pun tidak diberi kekayaan yang cukup banyak? (Al-Baqarah: 247) Yakni selain dari itu Talut adalah orang yang miskin lagi ddak berharta yang dapat membantunya untuk menjadi seorang raja. Dari ayat ini dapat ditarik kesimpulan bahwa seorang raja hend a k n y a memiliki ilmu. Talut lebih sempurna ilmunya dan lebih kuat tubuhnya daripada kalian. lebih teguh dalam peperangan serta lebih berpengalaman mengenainya. Sebagian ulama mengatakan bahwa Talut adalah seorang pengangkut air. kuat. lebih cerdik. bentuk. cakap. dan lebih kuat. padahal yang lebih utama bagi mereka hendaknya mereka taat dan mengucapkan kata-kata yang baik. Menurut pendapat yang lain. Talut adalah penyamak kulit. Dengan kata lain. berfirman: . Singkatnya. Ungkapan ini merupakan sanggahan mereka terhadap nabi mereka dan sekaligus sebagai suatu protes. Kemudian Allah Swt. lebih banyak akalnya daripada kalian. Selanjutnya nabi mereka memberikan jawabannya yang disitir oleh firman-Nya: Sesungguhnya Allah telah memilihnya menjadi raja kalian.

"Sesungguhnya tanda ia akan menjadi raja ialah kembalinya tabut kepada kalian.656 J u z 2 — Al-Baqarah C V tv t o. Yakni Dia Mahaluas karunia-Nya. Dia mengkhususkan rahmat-Nya buat siapa yang dikehendaki-Nya. ayat 248 Dan Nabi mereka mengatakan kepada mereka. (Al-Baqarah: 247) kepada siapa yang dikehendaki- Artinya. Untuk itu dalam firman selanjurnya disebutkan: Dan Allah Mahaluas (Al-Baqarah: 247) pemberian-Nya lagi Maha Mengetahui. lagi Maha Mengetahui siapa yang berhak menjadi raja dan siapa yang tidak berhak. Hal ini berkat ilmu dan kebijaksanaan-Nya serta belas kasihan-Nya kepada makhluk-Nya. Al-Baqarah. Dialah yang berkuasa yang melakukan semua apa yang dikehendaki-Nya dan Dia ddak diminta pertanggungjawaban tentang apa yang telah diperbuat-Nya. Allah memberikan pemerintahan Nya. di dalamnya terdapat ketenangan dari Tuhan kalian dan sisa . sedangkan mereka diharuskan mempertanggungjawabkannya.

Ibnu Juraij meriwayatkan bahwa ia pernah bertanya kepada Ata tentang makna firman-Nya: di dalamnya terdapat ketenangan dari Tuhan kalian. Nabi mereka berkata kepada mereka bahwa sesungguhnya alamat keberkatan Raja Talut kepada kalian ialah dengan dikembalikannya tabut kepada kalian oleh Allah. Menurut suatu pendapat. (Al-Baqarah: 248) Menurutnya ialah semua ayat Allah yang kalian kenal dan kalian merasa tenang dengannya. dari Ibnu Abbas. Hal yang sama dikatakan pula oleh Al-Hasan Al-Basri. Hal yang sama dikatakan oleh Al-Aufi. dari Abu Malik. di dalamnya terdapat ketenangan dari Tuhan kalian. Piala itu diberikan oleh Allah Swt.. Hal > jr. Abdur Razzaq meriwayatkan dari Ma'mar.Tafsir Ibnu Kasir 657 dari peninggalan keluarga Musa dan keluarga Harun. sakinah artinya rahmat. yang dimaksud dengan sakinah ialah ketenangan dan keagungan. yang sebelumnya telah direbut dari tangan kalian. bahwa yang dimaksud dengan sakinah adalah ketenangan. Menurut Ar-Rabi'.g sama telah diriwayatkan oleh As-Saddi. dari Ib- .s. jika kalian orang yang beriman. kepada Nabi Musa a. dari Qatadah. tabut itu dibawa oleh malaikat. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda bagi kalian. sakinah adalah sebuah piala (gelas besar) dari emas yang dipakai untuk mencuci had para nabi. (Al-Baqarah: 248) Menurut suatu pendapat. maka piala tersebut dipakai untuk tempat menaruh lembaran-lembaran (kitab Taurat).

dari Abui Ahwas. maka roh tersebut berkata kepada mereka menjelaskan apa yang mereka kehendaki. telah menceritakan kepadaku Al-Musanna. telah menceritakan kepada kami Abui Walid. sakinah mempunyai sepasang sayap dan ekor. Ibnu Jarir mengatakan. telah menceritakan kepada kami Syu'bah dan Hammad ibnu Salamah serta Abui Ahwas. Ar-Rabi' ibnu Anas. Abdur Razzaq mengatakan. dari Ikrimah. "Sakinah adalah roh dari Allah (ciptaan-Nya). semuanya dari Sammak. Ikrimah menambahkan bahwa selain dari itu ada kitab Taurat. telah menceritakan kepada kami Abu Daud. Muhammad ibnu Ishaq meriwayatkan dari Wahb ibnu Munabbih. As-Saddi. Yang dimaksud dengan peninggalan tersebut adalah tongkat Nabi Musa dan lembaran-lembaran lauh (Taurat). mereka yakin bahwa kemenangan akan mereka peroleh. kemudian merupakan angin yang wangi baunya lagi cepat tiupannya. Hal yang sama dikatakan pula oleh Qatadah. telah menceritakan kepada kami Ibnu Musanna. dan Ikrimah. apabila mengeluarkan suara di dalam tabut (peti)nya. dari Daud ibnu Abu Hindun. Apabila mereka (kaum Bani Israil) berselisih pendapat dalam sesuatu hal. telah menceritakan kepada kami Hammad. dari AU yang mengatakan bahwa sakinah adalah angin kencang yang mempunyai dua kepala. Bakkar ibnu Abdullah pernah bercerita kepadanya bahwa ia pernah mendengar Wahb ibnu Munabbih mengatakan. dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna ayat ini. . dari Khalid ibnu Ur'urah.: dan sisa dari peninggalan (Al-Baqarah: 248) keluarga Musa dan keluarga Harun. dari Ali yang mengatakan bahwa sakinah mempunyai wajah seperti wajah manusia. Menurut Mujahid.658 J u z 2 — Al-Baqarah Sufyan As-Sauri meriwayatkan dari Salamah ibnu Kahil. Ibnu Jarir mengatakan." Firman Allah Swt. bahwa sakinah adalah kepala kucing yang telah mati.

(Al-Baqarah: 248) Yakni tongkat Nabi Musa dan tongkat Nabi Harun serta dua lembar lauh kitab Taurat serta manna. dari salah seorang di antara guru-gurunya. Maka As-Sauri mengatakan bahwa di antara mereka ada yang mengatakan bahwa peninggalan tersebut berupa adonan manna. lembaran lauh. Firman Allah Swt. Ibnu Abbas pernah mengatakan bahwa malaikat datang seraya memikul tabut di antara langit dan bumi. serta lembaran-lembaran lauh. As-Saddi mengatakan bahwa pada pagi harinya tabut telah berada di tempat Talut. Ada pula yang mengatakan bahwa peninggalan tersebut adalah tongkat dan sepasang terompah. baju Musa dan Harun. sedangkan orang-orang menyaksikan perisdwa tersebut. Atiyyah ibnu Sa'id mengatakan bahwa isinya adalah tongkat Musa dan Harun. Abdur Razzaq meriwayatkan dari As-Sauri. (Al-Baqarah: 248) Ibnu Juraij mengatakan. maka mereka beriman kepada kenabian Syam'un dan taat kepada Talut. bahwa para malaikat datang membawa tabut itu yang dinaikkan di atas sebuah kereta yang ditarik oleh seekor lembu . Abdur Razzaq mengatakan bahwa ia pernah bertanya kepada AsSauri tentang makna firman-Nya: ' *s » \ \ ' \ "f V i 'a"< K J-'« S ' dan sisa dari peninggalan (Al-Baqarah: 248) keluarga Musa dan keluarga Harun.Tafsir Ibnu Kasir 659 Abu Saleh mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: dan sisa dari peninggalan keluarga Musa.: \ y \\*\ "** tabut itu dibawa oleh malaikat. hingga tabut itu diturunkan di hadapan Talut.

.: . ditarik oleh dua ekor lembu betina. kendali kedua ekor lembu itu patah dan keduanya kembali. Menurut pendapat yang lain. yang menerimanya adalah dua orang pemuda dari kalangan mereka. Menurut pendapat yang lainnya. Akhirnya mereka mengetahui bahwa hal tersebut terjadi karena perintah Allah yang tidak pernah mereka alami sebelumnya. Lalu datanglah kaum Bani Israil mengambilnya. lalu kedua lembu itu berjalan membawanya. yaitu di bawah berhala mereka yang paling besar. Maka mereka mengeluarkan tabut itu dari negeri mereka dan meletakkannya di salah satu kampung. dan ketika Nabi Daud mendekati kedua lembu itu. dan orang-orang musyrik ketika mengambilnya. yang menerimanya adalah Nabi Daud a. pada keesokan harinya tabut itu telah berada di atas kepala berhala mereka. Kemudian salah seorang wanita tawanan dari kalangan kaum Bani Israil menganjurkan kepada mereka agar mengembalikan tabut itu kepada kaum Bani Israil agar mereka terhindar dari penyakit itu. Maka mereka menurunkannya dan meletakkannya kembali di bawah berhala itu. tiada seorang pun yang mendekatinya melainkan pasd mati. tabut itu berada di sebuah kampung di negeri Palestina yang dikenal dengan nama Azduh. Sedangkan yang lainnya menyebutkan bahwa tabut tersebut berada di Ariha. Akan tetapi. Menurut pendapat yang lain. tetapi ternyata pada keesokan harinya terjadi hal yang sama. Maka mereka memuatkan tabut itu di atas sebuah kereta yang ditarik oleh dua ekor lembu betina.s. tetapi ternyata penduduk kampung itu terkena wabah penyakit pada leher mereka.660 J u z 2 — Al-Baqarah betina. Firman Allah Swt. tetapi yang terjadi ialah tiangtiang penyangga berhala mereka runtuh dan ambruk jauh dari tempatnya. Maka mereka memakunya di bawah berhala mereka. mereka meletakkannya di tempat peribadatan mereka. Ketika kedua ekor lembu betina itu telah berada di dekat negeri kaum Bani Israil. ia merasa malu karena gembiranya dengan kedatangan tabut itu. Menurut suatu pendapat.

bukanlah ia pengikutku. "Sesungguhnya Allah akan menguji kalian dengan suatu sungai. Maka siapa di antara kalian meminum airnya. kecuali mencedok . jika kalian orang-orang yang beriman. beriman kepada Allah dan hari kemudian. ayat 249 Maka tatkala Talut keluar membawa tentaranya.Tafsir Ibnu Kasir 661 Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda bagi kalian. (Al-Baqarah: 248) Yakni tanda yang membenarkan diriku terhadap apa yang aku sampaikan kepada kalian. Dan barang siapa tidak meminumnya. (Al-Baqarah: 248) Maksudnya. yakni kenabianku. ia berkata. Al-Baqarah. juga membenarkan apa yang aku perintahkan kepada kalian agar taat kepada Talut.

"Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan barang siapa tiada meminumnya. maka ia adalah pengikutku. Menurut Ibnu Abbas. Yakni Allah akan menguji kesedaan kalian dengan sebuah sungai. jumlah mereka ada delapan puluh ribu orang tentara." Kemudian mereka meminumnya kecuali beberapa orang di antara mereka. Talut berkata kepada mereka yang disitir oleh firman-Nya: c "> 'i t Sesungguhnya Allah akan menguji kalian dengan suatu (Al-Baqarah: 249) sungai. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar.662 J u z 2 — Al-Baqarah secedok tangan. kecuali mencedok tangan." Orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah berkata. Maka tatkala Talut dan orang-orang yang beriman bersama dia telah menyeberangi sungai itu. "Tak ada kesanggupan kami pada hari ini untuk melawan Jalut dan tentaranya. Menurut apa yang dikatakan oleh As-Saddi. (Al-Baqarah: 249) secedok ." Melalui ayat ini Allah menceritakan perihal Talut —Raja kaum Bani Israil— ketika keluar bersama bala tentaranya dan orang-orang yang taat kepadanya dari kalangan kaum Bani Israil. yaitu sebuah sungai yang dikenal dengan nama Syari'ah. maka ia adalah pengikutku. sungai tersebut terletak di antara negeri Yordania dan negeri Palestina. (Al-Baqarah: 249) Artinya. orang-orang yang telah minum berkata. janganlah ia menemaniku sejak hari ini menuju ke arah ini. bukanlah ia pengikutku. Maka siapa di antara kalian meminum airnya.

maka ia ddak kenyang dan tetap dahaga. Tiada yang menyeberangi sungai itu bersama Talut melainkan hanya orang yang mukmin. (Al-Baqarah: 249) Ibnu Juraij mengatakan. dari Al-Barra. dan barang siapa yang meminumnya. Telah diriwayatkan oleh Ibnu Jarir melalui jalur Israil dan Sufyan As-Sauri serta Mis'ar ibnu Kidam. sehingga yang tersisa hanyalah empat ribu orang." Hal yang sama dikatakan oleh As-Saddi. dikatakan pula oleh Qatadah dan Ibnu Syauzab. dari Abu Malik. berfirman: Kemudian mereka meminumnya kecuali beberapa orang di antara mereka. sesuai dengan jumlah sahabat Talut yang ikut bersamanya menyeberangi sungai. "Tak ada kesanggupan kami pada hari ini untuk melawan Jalul dan tentaranya. dari Al-Barra ibnu Azib yang menceritakan bahwa kami menceritakan sahabat-sahabat Nabi Muhammad Saw. dari kakeknya. As-Saddi mengatakan bahwa jumlah pasukan Talut terdiri atas delapan puluh ribu orang tentara.: Maka tatkala Talut dan orang-orang yang beriman bersama dia telah menyeberangi sungai itu.Tafsir Ibnu Kasir 663 Yakni tidak mengapa baginya.dari Ibnu Abbas. dari Abu Ishaq As-Subai'i. dari Abu Ishaq. Selanjurnya Allah Swt. Imam Bukhari telah meriwayatkan hal yang semisal dari Abdullah ibnu Raja. yang ikut dalam Perang Badar adalah tiga ratus lebih belasan orang. dari Israil ibnu Yunus. orang-orang yang telah minum berkata. barang siapa yang mencedok air dari sungai itu dengan secedok tangannya. "Menurut Ibnu Abbas. Firman Allah Swt." (Al-Baqarah: 249) . Yang meminum air sungai itu adalah tujuh puluh enam ribu orang. maka ia akan kenyang.

tidak mau menghadapi musuh karena jumlah musuh itu jauh lebih banyak. bukan pula karena perlengkapan senjata. bukan karena banyaknya bilangan. Maka para ulama dan orang-orang yang ahli perang membangkitkan semangat mereka. bahwa janji Allah itu benar. (Al-Baqarah: 249) Al-Baqarah. ayat 250-252 Tatkala Jalut dan tentaranya lelah tampak oleh mereka. mereka pun berdoa. dan sesungguhnya kemenangan itu dari sisi Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar.664 J u z 2 — Al-Baqarah Yakni mereka mengundurkan dirinya. luangkanlah kesabaran atas diri . Karena itulah disebutkan di dalam firman selanjutnya: Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. "Ya Tuhan kami.

Itu adalah ayat-ayat Allah. (Al-Baqarah: Firman Allah Swt. dan jauhkanlah kami dari sifat pengecut dan lemah. dan kokohkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir. Tetapi Allah mempunyai karunia (yang dicurahkan) atas semesta alam. pasti rusaklah bumi ini. dan kokohkanlah pendirian kami.r > » v<*r> t' Ya Tuhan kami. (Al-Baqarah: 250) Yaitu dalam menghadapi musuh-musuh kami itu. Seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain.: . luangkanlah kesabaran atas diri kami." Mereka (tentara Talut) mengalahkan tentara Jalut dengan izin Allah dan (dalam peperangan itu) Daud membunuh Jalut. kemudian Allah memberikan kepadanya (Daud) pemerintahan dan hikmah (sesudah meninggalnya Talut) dan mengajarkan kepadanya apa yang dikehendaki-Nya. maka bala tentara Talut berdoa: f y i " . (Al-Baqarah: 250) Yakni curahkanlah kepada kami kesabaran dari sisi-Mu. dan tolonglah kami terhadap orang-orang 2501 kafir. Ketika tentara yang beriman yang berjumlah sedikit di bawah pimpinan Talut berhadap-hadapan dengan bala tentara Jalut yang berjumlah sangat besar itu. Kami bacakan kepadamu dengan hak (benar) dan sesungguhnya kamu benar-benar salah seorang di antara nabi-nabi yang diutus.Tafsir Ibnu Kasir 665 kami.

(Al-Baqarah: 251) Disebutkan di dalam kisah israiliyat bahwa Daud membunuh Jalut dengan katapel yang ada di tangannya. dan hikmah. bahwa jika Daud dapat membunuh Jalut. dan (dalam peperangan itu) Daud membunuh Jalut.666 J u z 2 — Al-Baqarah Mereka (tentara Talut) mengalahkan Allah. maka ia akan menikahkan Daud dengan anak perempuannya dan membagi-bagi kesenangan bersamanya serta berserikat dengannya dalam semua urusan. . Karena itulah disebutkan di dalam firman-Nya: kemudian Allah memberikan kepadanya pemerintahan. (Al-Baqarah: 251) Yang dimaksud dengan hikmah ialah kenabian. kini beralih ke tangan Daud a. ia membidiknya dengan katapel itu dan mengenainya hingga Jalut terbunuh.s. Sebelum itu Talut menjanjikan kepada Daud. mereka dapat mengalahkan dan menaklukkan musuhnya berkat pertolongan Allah yang diturunkan kepada mereka. (Al-Baqarah: 251) tentara Jalut dengan izin Maksudnya. Maka Talut menunaikan janjinya itu kepada Daud. rah: 251) (Al-Baqa- Yakni yang tadi dipegang oleh Talut. di samping kenabian yang dianugerahkan Allah kepadanya. Setelah itu pemerintahan pindah ke tangan Daud a. sesudah Syamuel.s.

Kemudian dalam firman selanjurnya Allah Swt. telah mencerita"oo kepada kami Yahya ibnu Sa'id.^ .^ ./ 1 -"~'<'1''ti\\ \^Y\\'V Dan sekiranya Allah tiada menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain. gereja-gereja. telah menceritakan kepadaku Abu Humaid AlHknsi i salah seorang dari kalangan Banil Mugirah). dan rumah-rumah ibadat orang Yahudi serta masjid-masjid.. niscaya kaum Bani Israil akan binasa. hingga akhir ayat. telah menceritakan kepada kami Hif* i r o u Sulaiman. Perihalnya sama dengan apa yang disebutkan dalam ayat yang lain. dari Muhammad ibnu Suqah. pasti rusaklah bumi ini. yaitu firman-Nya: Ci1/>*^^ 1 .Tafsir Ibnu Kasir 667 dan mengajarkan kepadanya apa yang dikehendaki-Nya.s. dari Wabrah ibnu A'rc-r Rahman. Ibnu Jarir mengatakan. berfirman: Seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain. dari Ibnu Umar yang mengatakan bahwa Rasulullah Sa* t?"ah bersabda: . qarah: 251) (Al-Ba- Yaitu segala sesuatu yang dikehendaki Allah berupa ilmu yang khusus diberikan kepadanya. yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. tentulah telah dirobohkan biarabiara Nasrani. (Al-Baqarah: 251) Yakni seandainya Allah tidak membela suatu kaum dari keganasan kaum yang lain seperd pembelaan-Nya kepada kaum Bani Israil melalui perang mereka bersama Talut dan didukung oleh Daud a. (Al-Hajj: 40).

Kemudian Ibnu Umar membacakan firman-Nya: Seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain. . mengingat Yahya ibnu Sa'id yang dikenal dengan sebutan 'Ibnul Attar Al-Himsi' ini orangnya daif sekali. (Al-Baqarah: 251) Sanad hadis ini daif.668 J u z 2 — Al-Baqarah • Sesungguhnya Allah benar-benar menolak wabah (penyakit) melalui seorang muslim yang saleh terhadap seratus keluarga dari kalangan para tetangganya. selagi lelaki yang muslim itu berada di antara mereka. pasti rusaklah bumi ini. dan para ahli bait yang tinggal di sekitarnya. Dan mereka masih tetap berada dalam pemeliharaan Allah Swt. telah menceritakan kepada kami Usman ibnu Abdur Rahman. telah menceritakan kepada kami Yahya ibnu Sa'id. telah menceritakan kepada kami Abu Humaid Al-Himsi. Kemudian Ibnu Jarir mengatakan. pernah bersabda: Sesungguhnya Allah benar-benar akan memberikan kebaikan berkat kebaikan seorang lelaki muslim kepada anaknya. Hadis ini pun daif lagi garib karena alasan yang telah lalu tadi. dari Muhammad ibnul Munkadir. keluarganya. cucunya. dari Jabir ibnu Abdullah yang menceritakan bahwa Rasulullah Saw.

berkat keberadaan mereka kalian mendapat pertolongan. berkat mereka kalian diberi rezeki. telah menceritakan pula kepada kami Muhammad ibnu Ahmad. yaitu: Masih tetap berada di antara kalian tujuh orang. telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Muhammad ibnu Yahya ibnu Sa'id. telah menceritakan kepadaku Umar Al-Bazzar. dan berkat keberadaan mereka kalian diberi rezeki hingga datang perintah Allah (yakni hari kiamat). yaitu Nahar ibnu Mu'az ibnu Usman Al-Laisi. dari Abu Qilabah. dari Abu Qilabah. dan berkat mereka kalian mendapat pertolongan. telah menceritakan kepadaku Hammad ibnu Zaid. dari Abus Siman. Ibnu Murdawaih meriwayatkan pula. dari Abui Asy'as As-San'ani. dari Ubadah ibnus Samit yang menceritakan bahwa Rasulullah Saw. berkat keberadaan mereka kalian mendapat hujan. telah menceritakan kepada kami Zaid ibnul Habbah. dari Anbasah Al-Khawwas. berkat mereka kalian diberi hujan. telah bersabda: Wali Abdal di kalangan umatku ada tiga puluh orang. dari Ayyub. telah menceritakan kepada kami Zaid ibnul Habbab. telah menceritakan kepada kami Abu Mu'az. "Sesungguhnya aku benar-benar berharap semeja Al-Hasan (Al-Basri) adalah salah seorang dari mereka. telah menceritakan kepada kami Ali ibnu Ismail ibnu Hammad." . telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ahmad ibnu Ibrahim.Tafsir Ibnu Kasir 669 Abu Bakar ibnu Murdawaih mengatakan. telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Jarir ibnu Yazid. dari Sauban tentang sebuah hadis marfu'. dari Qatadah. Qaiaiah mengatakan.

670 Firman Allah Swt. dengan sebagian di antara mereka. dan sesungguhnya kamu. Kemudian Allah Swt. (Al-Baqarah: 252) Yaitu ayat-ayat Allah yang Kami ceritakan kepadamu ini —yang menceritakan perihal orang-orang yang telah Kami sebutkan di dalamnya— merupakan perkara yang hak. . Kami bacakan kepadamu dengan hak (benar) dan sesungguhnya kamu benar-benar salah seorang di antara nabi-nabi yang diutus. maka tertolaklah keganasan sebagian yang lain. hikmah. Bagi-Nyalah keputusan. (Al-Baqa- Yakni Dialah yang memberikan karunia dan rahmat kepada mereka. benar-benar salah seorang di antara nabi-nabi yang diutus. yakni kejadian yang sesungguhnya dan sesuai dengan apa yang ada di dalam isi kitab kaum Bani Israil dan telah diketahui oleh semua ulama mereka. dan hujah atas makhluk-Nya dalam semua perbuatan dan ucapan-Nya.: Juz 2 — Al-Baqarah Tetapi Allah mempunyai rah: 251) karunia atas semesta alam. (Al-Baqarah: 252) Khitab atau pembicaraan ayat ini ditujukan kepada Nabi Muhammad Saw. (AlBaqarah: 252) Ungkapan ayat ini mengandung makna taukid (pengukuhan) dan mengandung qasam (sumpah). berfirman: Itu adalah ayat-ayat Allah.