http://green.kompasiana.com/polusi/2012/10/07/kebisingan-sebagaipencemaran-udara-499744.

html

Kebisingan sebagai Pencemaran Udara
OPINI | 07 October 2012 | 14:02 Dibaca: 2364 Komentar: 3 2 bermanfaat

Kebisingan bisa diartikan sebagai suara yang tidak diinginkan atau suara keras yang tidak menyenagkan atau tidak terduga. Kebisingan berasal dari kegiatan manusia seperti penggunaan alat transportasi dan aktifitas industri. Dampak dari kebisingan ini bukan hanya pada kota – kota besar tetapi kota kecil dan desa yang lokasinya di dekat tempat industri juga ikut terpengaruh. Masalah ini semakin lama menjadi semakin besar akan tetapi masalah ini kurang mendapat perhatian bahakan di negara maju sekalipun. Meskipun polusi bisa menjadi pembunuh bagi manusia akan tetapi usaha yang telah dilakukan untuk mengatasi masalah ini sangatlah sedikit. Kebisingan bisa mempengaruhi kesehatan manusia seperti menyebabkan hipertensi, menggagu tidur dan bisa menghambat kemampuan kognitif pada anak – anak. Bahkan yang paling parah bisa menyebabkan ganguan pada memori atau gangguan kejiwaaan. Masalah ini suadah tersebar hampir di seluruh dunia salah satu contoh India. Di India masalah ini sudah menyebar luas. Beberapa studi melaporkan tingkat kebisingan di kota metropolitan sudah melebihi batas standar yang mengakibatkan para penduduk menjadi tuli dan studi yang dilakukan oleh Sigh dan Mahajan di kalkuta dan dehli menemukan tingkat kebisingan di kota itu mencapai 95dB padahal ambang batas hanya 45dB. Studi lain yang dilakukan Murli dan Murthy menemukan bahwa lalu lintas di Vishakhapatanam melebihi 90dB dan hal ini biasanya terjadi di pagi hari. Masalah ini bukan hanya terjadi di India saja. Efek dari kebisingan sudah cukup mengkhawatirkan terbukti dari tingkat kebisingan 40dB yang melebihi perkiraan WHO yaitu 30 – 35 dB. Di India penanganan polusi udara sangatlah rendah karena masyarakatnya menganggap masalah ini bukanlah sebuah polutan. Dan sebuah survei yang dilakukan oleh Pengendalian Pencemaran survei Badan Pusat (CPCB) menunjukkan bahwa di Delhi, tingkat kebisingan melebihi batas yang diizinkan. Demikian pula, sebuah studi oleh NEERI telah mengungkapkan bahwa tingkat kebisingan di perumahan, kawasan komersial dan industri dan zona diam Delhi dan kota-kota DKI jauh melebihi standar yang ditetapkan. Tingkat kebisingan rata-rata di Delhi adalah 80 dB sedangkan batas yang diijinkan adalah 55dB. Bombay juga meraskan dampak dari tingkat kebisingan yang tinggi. Shetye (1980) memperkirakan bahwa tingkat kebisingan di lokasi yang ramai di Bombay hampir dua kali lipat dari standar perumahan di sebagian negara(45dB siang hari dan pada malam hari 35dB). Bukti dari meningkatnya polusi suara adalah adanya peningkatan pengaduan kepada polisi.

Dalam sebuah penelitian . 2001). Dalam suatu pelajaran telah diteliti mengenai polusi suara dan dampaknya bagi kehidupan manusia. Dampaknya yaitu dapat menyebabkan tuli. kurang tidur. Polusi udara ini mengakibatkan ganguan komunikasi. stres. hal ini dikarenakan adanya perbedaan latar belakang masyarakat dan jenis kebisingan yang beragam. pusing dan bahkan insomnia (Bhargawa. Kebisingan dapat mengakibatkan hilangnya pendengaran. Sumber kebisingan Ada beberapa sumber kebisingan. diantaranya yaitu sumber polusi suara seperti lalu lintas kendaraan. Yang paling ekstrim polusi ini bisa menyebabkan tuli dangangguan mental. Sulit untuk mengukur efek dari kebisingan. tekanan darah tinggi. lalu lintas. kereta api dan udara. TV dan musik sistem. Sebuah hasil Survei crossscection di Dehli mununjukan bahwa sumber utama penyebab polusi udara adalah bunyi pengeras suara dan bunyi kendaraan. sistemalamat publik. Secara . masalah jantung. Paparan polusi suara melebihi 75 desibel selama lebih dari delapan jam sehari untuk jangka waktu yang panjang dapat menyebabkan kehilangan pendengaran.Akan tetapi dengan banyaknya urbanisasi dan industrialisasi yang terjadi semakin memperumit masalah sehingga masalah ini makin sulit diselesaikan. Banyak keluhan yang telah diterima pemerintah ataupun polisi mengenai masalah ini dan sebagai cara untuk mengatasinya dipilih cara memberikan pendidikan atau penyuluhan bagi publik sebagai cara terbaik. dan bahkan kita juga menjadi korban kebisingan yang dihasilkan oleh peralatan rumah tangga yang digunakan oleh kita. peralatan listrik.penggunaan pengeras suara atau klakson pada kendaraan bermotor di kehidupan sosial di India maupun di upacara keagamaan dapat membahayakan kesehatan penduduk perkotaan. lingkungan. tekanan darah tinggi. Sebagian besar korban polusi suara adalah orang yang tinggal di kota metropolitan atau kota-kota besar dan mereka yang bekerja di pabrik. gangguan produktivitas. sulit tidur dan kurangnya efisiensi. gangguan saraf. Namun jika dilihat dari segi jumlah wanita lebih banyak yang terkena dampaknya daripada lelaki. dan penurunan umum dalam kualitas hidup. gangguan mental. Bunyi suara seperti ledakan yang sangat keras dengan tingkat intensitas melebihi 150 dB dapat menyebabkan sensasi dering yang disebut ‘Tinnitus’ dan dapat merusak pendengaran secara permanen. Efek dari kebisingan Tak diragukan lagi bahwa suara memiliki pengaruh negatif terhadap kesehatan manusia. Semakin tinggi tingkatan polusi suara dengan intensitas kebisingan dan periode paparan dapat semakin memperparah kondisi kesehatan manusia.

gangguan tidur. fungsi agama. pada tabel menunjukkan bahwa psikosomatik (misalnya depresi. Umumnya. Kita bisa memvisualisasikan bahwa kebisingan dapat mengganggu komunikasi. Selanjutnya. 2003). meningkatnya proporsi sampel responden dalam kelompok usia yang lebih tinggi mengakui depresi. Sebanyak 35% melaporkan tuli dan hampir sebanyak itu juga melaporkan gangguan mental. (1993) menemukan bahwa tingkat kebisingan diproduksi oleh peralatan rumah tangga dan peralatan kadang-kadang mencapai hingga 97 dB yang lebih dari dua kali lipat diterima (45dB). Lebih lanjut. Solusi mencegah kebisingan Beberapa metode telah di kembangkan untuk mengendalikan tingkat kebisingan. Sebuah proporsi yang hampir sama responden (58%) di berbagai kelompok usia mengklaim bahwa suara yang berasal dari agama fungsi mempengaruhi mereka.penyakit jantung. Kebisingan yang berlebihan bisa membawa beberapa efek buruk seperti perasaan jengkel. hipertensi. terlepas dari pengeras suara dan mobil. Dengan demikian. stres mental. dan neurosensorik dan gangguan motorik. mengganggu tidur dan mengurangi efisiensi individu. Efek yang paling ekstrim (yakni gangguan mental dan tuli) yang diakui oleh sepertiga dari populasi survei.umum sekitar 1 persen dari populasi menderita kebisingan yang disebabkan oleh polusi suara. Demikian pula Singh (1984) mencatat bahwa pekerja yang terpapar kebisingan tingkat tinggi memiliki insiden yang lebih tinggi dari peredaran darah. semakin berusia semakin banyak dan sering terkena paparan polusi suara. Kedua memberikan . kota metropolitan menjadi korban baru dari polusi suara. Sebagai contoh. kita dapat meneliti apakah sumber polusi suara memiliki pengaruh beda terhadap penduduk laki-laki dan penduduk perempuan. serta lingkungan bertindak sebagai sumber yang signifikan dari polusi suara. sakit kepala. tidur) dan fisiologis (tuli) gangguan diakui oleh sebagian kecil responden (54% di berbagai kelompok umur) mengakui efek buruk dari kebisingan yang dihasilkan oleh lingkungan. gangguan bicara. Namun. ada kejadian yang jauh lebih tinggi dari tuli efek pada orang tua (di atas 60 tahun usia). Survei Data menunjukkan bahwa efek kebisingan tidak sama di antara berbagai kelompok umur. tukak bisul. sulit tidur dan efek memekakkan telinga. Mayoritas responden sampel terkena terjadinya laporan polusi suara dari jengkel dan gangguan pendengaran. dan kurangnya daya konsentrasi. Sebagian besar responden merasa bahwa kebisingan mengganggu komunikasi antar individu. Secara umum. Nagi. Mereka yang tinggal di dekat jalan yang sibuk tidak bisa mendengar satu sama lain dan dengan demikian tidak dapat menghubungi untuk propagasi (Deutche Presse-Agentur. Pertama dengan mendesain mesin/peralatan dengan kebisingan rendah.

Di Inggris ada Undang-Undang yang menyebutkan bahwa pemerintah daerah dapat menyita peralatan yang membuat kebisingan di malam hari. Untuk membuat India menjadi tempat tujuan pariwisata kelas dunia. Sebagai contoh Amerika Serikat membuat situs yang menyebutkan bahwa orang yang menyebabkan kebisingan tidak akan mendapat toleransi. maka pengembanagn dan pelaksanaan program pengendalian kebisingan harus segera dilakukan karena untuk mengatasi masalah ini membutuhkan waktu yang cukup lama. Dan bukti yang dikumpulkan melalui penelitian ini dapat digunakan untuk mengembangkan sesuai hukum dan membuat aksi publik. Selain itu. Beberapa negara maju berinisiatif untuk mengatasi masalah ini. Meskipun belum ada peraturan yang jelas dari pemerintah tapi langkah ini bisa disebarkan dengan memberikan pendidikan kepada masyarakat. penelitian ini mengeksplorasi efek kebisingan pada publik dan reaksi publik terhadap masalah ini. Belanda juga telah mengelurkan larangan membangun rumah di mana tingkat kebisingan dalam 24 jam di tempat itu rata – ratanya melebihi 50dB. Hal terbaru yang terjadi adalah beberapa negara mengembangkan teknologi aspal porus yang dapat mengurangi kebisingan lalu lintas hingga 5dB. ketiga melindungi reseptor suara seperti membuat bangunan yang bisa mengisolasi kebisingan dan membuat badan pesawat yang kedap suara. . Selain dari teknologi bisa dilakukan dengan mengatur penggunaan mesin/peralatan.pengahalang untuk mengontrol kebisingan. Salah satu langkah yang telah diulakukan adalah dengan penilitian dengan mengidentifikasi sumber suara yang membuat polusi suara.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful