P. 1
Latar Belakang Orde Baru

Latar Belakang Orde Baru

|Views: 56|Likes:
Published by Opick Dflyer
latar belakang orde baru di indonesia
latar belakang orde baru di indonesia

More info:

Categories:Types, Business/Law
Published by: Opick Dflyer on Feb 26, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/28/2013

pdf

text

original

Latar belakang Orde Baru

1. Latar belakang lahirnya orde baru Lahirnya rde baru tidak bisa dipisahkan dengan peristiwa G 30 S/PKI 1965. Gerakan 30 S/PKi 1965 yang telah mengakibatkan terjadinya kekacauan terhadap tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara dianggap sebagai penyimpangan terhadap UUD ’45 dan Pancasila. Oleh karena itu, munculah keinginan untuk menempatkan UUD ’45 dan Pancasila sebagai landasan kehidupan berbanga dan bernegara secara murni dan konsekuen. Keinginan tersebut Nampak dari maraknya demo-demo dari kesatuan aksi dari maraknya demo-demo dari kesatuan-kesatuan aksi seperti KAPI, KAPPI, dan juga KASI.kesatuankesatuan aksi tersebut kemudian menggabungkan diri dalam front pancasila yang nantinya kita kenal dengan angkatan 66. Dan salah satu aksinya yaitu pada tanggal 12 januari 1966 yang mngeluarkan tritura yang isinya: a) Pembubaran PKI beserta massanya b) Pembersihan cabinet dwikora c) Penurunan harga-harga barang. Aksi demo semakin kuat setelah tangga 24 februari 1966 para mahasiswa menentang pelantikan cabinet 100 menteri yang melibatkan orang-orang PKI, dalam aksinya para demonstar dihadang oleh pasukan keamanan yang kemudian menyebabkan terjadinya bentrokan. Dalam insiden tersebut seorang mahasiswa yaitu haris rahman hakim tewas, insiden inilah yang mengakibatkan aksi-aksi mereka. Semakin kuatnya demonstrasi berakbit pada tidak kondusifnya situasi keamanan dan situasi di Indonesia.

Sejarah Indonesia (1966-1998)
Orde Baru adalah sebutan bagi masa pemerintahan Presiden Soeharto di Indonesia. Orde Baru menggantikan Orde Lama yang merujuk kepada era pemerintahan Soekarno. Orde Baru hadir dengan semangat "koreksi total" atas penyimpangan yang dilakukan oleh Soekarno pada masa Orde Lama. Orde Baru berlangsung dari tahun 1966 hingga 1998. Dalam jangka waktu tersebut, ekonomi Indonesia berkembang pesat meskipun hal ini terjadi bersamaan dengan praktik korupsi yang

dan 1998. dan dia kemudian dilantik kembali secara berturut-turut pada tahun 1973.[rujukan?] Pada tahap awal. MPR secara resmi melantik Soeharto untuk masa jabatan 5 tahun sebagai presiden. 1978. Instrumen penelitian khusus diterapkan untuk menyeleksi kekuatan lama ikut dalam gerbong Orde Baru. tepat 16 tahun setelah Indonesia diterima pertama kalinya.merajalela di negara ini. Presiden Soeharto memulai "Orde Baru" dalam dunia politik Indonesia dan secara dramatis mengubah kebijakan luar negeri dan dalam negeri dari jalan yang ditempuh Soekarno pada akhir masa jabatannya.dilakukan terhadap orang-orang yang terkait dengan Partai Komunis Indonesia. Soeharto menarik garis yang sangat tegas. Selain itu. Pengucilan politik . DPR dan MPR tidak berfungsi secara efektif.[rujukan?] Orde Baru memilih perbaikan dan perkembangan ekonomi sebagai tujuan utamanya dan menempuh kebijakannya melalui struktur administratif yang didominasi militer. sehingga melebarkan jurang pembangunan antara pusat dan daerah. 1993.di Eropa Timur sering disebut lustrasi . 1988. dan menjadi anggota PBB kembali pada tanggal 28 September 1966. Pengadilan digelar dan sebagian dari mereka yang terlibat "dibuang" ke Pulau Buru. kesenjangan antara rakyat yang kaya dan miskin juga semakin melebar. Sanksi nonkriminal diberlakukan dengan pengucilan politik melalui pembuatan aturan administratif. 1983. Indonesia pada tanggal 19 September 1966 mengumumkan bahwa Indonesia "bermaksud untuk melanjutkan kerjasama dengan PBB dan melanjutkan partisipasi dalam kegiatan-kegiatan PBB". KTP ditandai ET (eks tapol).[rujukan?] Salah satu kebijakan pertama yang dilakukannya adalah mendaftarkan Indonesia menjadi anggota PBB lagi. Orde Lama atau Orde Baru. Anggotanya bahkan seringkali dipilih dari kalangan militer.[rujukan?] Hal ini mengakibatkan aspirasi rakyat sering kurang didengar oleh pusat. Pembagian PAD juga kurang adil karena 70% dari PAD tiap provinsi tiap tahunnya harus disetor kepada Jakarta.[rujukan?] . khususnya mereka yang dekat dengan Cendana.[rujukan?] Pada 1968. Sanksi kriminal dilakukan dengan menggelar Mahkamah Militer Luar Biasa untuk mengadili pihak yang dikonstruksikan Soeharto sebagai pemberontak.

jabatan Presiden tetap dipegang Soekarno. menyebabkan kekuasaan pemerintahan di tangan Soeharto semakin besar sejak awal tahun 1967. Eksploitasi sumber daya Selama masa pemerintahannya. jumlah orang yang kelaparan dikurangi dengan besar pada tahun 1970-an dan 1980-an. dan negara. Sesuai dengan Ketetapan MPRS No. TNI. Dengan ditopang kekuatan Golkar. kebijakan-kebijakan ini. 13/B/1967. Soeharto mampu menciptakan sistem politik dengan tingkat kestabilan politik yang tinggi.[rujukan?] Penataan Kehidupan Politik Jenderal Soeharto Penguasa Orde Baru Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) tahun 1966 merupakan dasar legalitas dimulainya pemerintahan Orde Baru di Indonesia. dan lembaga pemikir serta dukungan kapital internasional.Dalam kabinet baru tersebut Soekarno tetap sebagai presiden dan sekaligus menjabat sebagai pimpinan kabinet. Dan pada tanggal 20 Februari diumumkan tentang .[rujukan?] Soeharto merestrukturisasi politik dan ekonomi dengan dwi tujuan. bangsa.Soeharto siap dengan konsep pembangunan yang diadopsi dari seminar Seskoad II 1966 dan konsep akselerasi pembangunan II yang diusung Ali Moertopo. dan pengeksploitasian sumber daya alam secara besar-besaran menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang besar namun tidak merata di Indonesia. XIII/MPRS/1966. Dan juga dapat dikatakan bahwa Orde Baru merupakan koreksi terhadap penyelewangan pada masa lampau. XIII/MPRS/1966. Pada 10 Januari 1967[rujukan?] Presiden Soekarno menyerahkan Pelengkap pidato pertanggungjawaban presiden yang disebut PelNawaksara. bisa tercapainya stabilitas politik pada satu sisi dan pertumbuhan ekonomi di pihak lain. Tetapi ketika kabinet Ampera dirombak pada tanggal 11 Oktober 1966. Melalui Ketetapan MPRS No. tidak diterima oleh MPRS berdasarkan Keputusan Pimpinan MPRS No. Berdasarkan Keputrusan Presiden No. Orde Baru merupakan tatanan seluruh kehidupan rakyat. Akibatnya muncul dualisme kepemimpinan nasional. Contohnya. dan berusaha untuk menyusun kembali kekuatan bangsa untuk menumbuhkan stabilitas nasional guna mempercepat proses pembangunan bangsa. yang diletakan pada kemurnian pelaksanaan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. dan Letjen Soeharto diangkat sebagai perdanamenteri yang memiliki kekuasaan eksekutif dalam kabinet Ampera yang disempurnakan. 163 tanggal 25 Juli 1966 dibentuklah Kabinet Ampera. Letjen Soeharto ditugaskan oleh MPRS untuk membentuk Kabinet Ampera.

maka dibentuklah Kabinet Pembangunan dengan tugasnya yang disebut Panca Krida yang meliputi: 1. Dengan dikeluarkannya Ketetapan MPRS itu. Membersihkan aparatur Negara di pusat dan daerah dari pengaruh PKI. Dan pada tanggal 27 Maret 1968 Soeharto diangkat sebagai presiden Republik Indonesia berdasarkan Ketetapan MPRS No.penyerahan kekuasaan kepada pengemban Ketetapan MPRS No. Pembubaran PKI dan Organisasi massanya . Mengikis habis sisa-sisa Gerakan 30 September 4.[rujukan?] Langkah-langkah yang dilakukan adalah:[rujukan?] Pembentukan Kabinet Pembangunan Kabinet pertama pada masa peralihan kekuasaan adalah Kabinet Ampera dengan tugasnya Dwi Darma Kabinat Ampera yaitu menciptakan stabilitas politik dan stabilitasekonomi sebagai persyaratan untuk melaksanakan pembangunan nasional. dan mengangkat Soeharto sebagai pejabat presiden Republik Indonesia. yaitu tanggal 5 Juli 1968   Melaksanakan politik luar negeri yang bebas aktif untuk kepentingan nasional Melanjutkan perjuangan anti imperialisme dan kolonialisme dalam segala bentuk dan manifestasinya  Setelah MPRS pada tanggal 27 Maret 1968 menetapkan Soeharto sebagai presiden RI untuk masa jabatan lima tahun. Menciptakan stabilitas politik dan ekonomi 2. yang secara resmi mencabut seluruh kekuasaan pemerintahan Negara dari Presiden Soekarno[rujukan?]. sampai presiden baru hasil pemilu ditetapkan. XXXIII/MPRS/1967 tertanggal 12 Maret 1967. Sebagai tindak lanjut lembaga tertinggi Negara ini mengeluarkan Ketetapan No. XLIV/MPRS/1968. Menyusun dan melaksanakan Pemilihan Umum 3. IX/MPRS/1966. situasi konflik yang telah menyebabkan terjadinya instabilitas politik nasional dapat teratasi.[rujukan?] Program Kabinet Ampera terkenal dengan nama Catur Karya Kabinet Ampera yakni[rujukan?]   Memperbaiki kehidupan rakyat terutama di bidang sandang dan pangan Melaksanakan pemilihan umum dalam batas waktu yang ditetapkan.

Partai Murba.[rujukan?] Pada Pemilu 1997 yang merupakan pemilu terakhir masa pemerintahan Orde Baru. karena adanya perbedaan ideologi politik dan ketidakseragaman persepsiserta pemahaman Pancasila sebagai sumber hukum tertinggi di Indonesia. 1985. bahwa perpecahan yang terjadi dimasa Orde Lama. Parmusi. dan PERTI  Partai Demokrasi Indonesia (PDI) yang merupakan gabungan dari PNI. Partai Katolik. Dalam setiap Pemilu yang diselenggarakan selama masa pemerintahan Orde Baru. 1987. Golkar selalu memperoleh mayoritas suara dan memenangkan Pemilu.Dalam rangka menjamin keamanan. ketenangan. Pengalaman sejarah pada masa pemerintahan sebelumnya telah memberikan pelajaran. Golkar memperoleh 74. dan Parkindo  Golongan Karya Penyederhanaan partai-partai politik ini dilakukan pemerintah Orde Baru dalam upayamenciptakan stabilitas kehidupan berbangsa dan bernegara. . 1977. PSII. Penyederhanaan Partai Politik Pada tahun 1973 setelah dilaksanakan pemilihan umum yang pertama pada masa Orde Baru pemerintahan pemerintah melakukan penyederhaan dan penggabungan (fusi) partai.51 % dengan perolehan 325 kursi di DPR. dan 1997. Tigakekuatan social politik itu adalah:[rujukan?]  Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang merupakan gabungan dari NU. Penggabungan partai-partai politik tersebut tidak didasarkan pada kesamaan ideology. tetapi lebih atas persamaan program. IPKI. Pemilihan Umum Selama masa Orde Baru pemerintah berhasil melaksanakan enam kali pemilihan umum.partai politik menjadi tiga kekuatan social politik. Soeharto sebagai pengemban Supersemar telah mengeluarkan kebijakan:[rujukan?]  Membubarkan PKI pada tanggal 12 Maret 1966 yang diperkuat dengan Ketetapan MPRS No IX/MPRS/1966   Menyatakan PKI sebagai organisasi terlarang di Indonesia Pada tanggal 8 Maret 1966 mengamankan 15 orang menteri yang dianggap terlibat Gerakan 30 September 1965. 1992. serta stabilitas pemerintahan. yaitu tahun 1971.

yangmelahirkankan Orde Baru. Kedudukan TNI dan POLRI dalam pemerintahan adalah sama. dan rahasia). Peran ganda ABRI ini kemudian terkenal dengan sebutan Dwi Fungsi ABRI.Peran dinamisator sebanarnya telah diperankan ABRI sejak zaman Perang Kemerdekaan. bebas. Namun dalamkenyataannya Pemilu diarahkan untuk kemenangan salah satu kontrestan Pemilu yaituGolkar. rancangan Undang-undang. umum. walaupun pimpinan pemerintahan telah ditahan Belanda.[rujukan?] Peran Ganda (Dwi Fungsi) ABRI Untuk menciptakan stabilitas politik. di MPR dan DPR mereka mendapat jatah kursi dengan cara pengangkatan tanpa melalui Pemilu.[rujukan?] . pemerintah Orde Baru memberikan peran ganda kepada ABRI. Hal disebabkan adanya konflik intern di tubuh partai berkepala banteng tersebut. dan usulan lainnya dari pemerintah selalu mendapat persetujuan MPR dan DPR tanpa catatan. karena pada masa Orde Baru presiden dipilih oleh anggota MPR. Demikian juga halnya yang dilakukanSoeharto ketika menyelamatkan bangsa dari perpecahan setelah G 30 S PKI. dan PDI pecah menjadi PDI Suryadi dan PDI Megawati Soekarno Putri yang sekarang menjadi PDIP .Kemenangan Golkar yang selalu mencolok sejak Pemilu 1971 sampai dengan Pemilu 1997 menguntungkan pemerintah di mana perimbangan suara di MPR dan DPR didominasi oleh Golkar. Selain itu setiap pertanggungjawaban. Waktu itu Jenderal Soedirman telah melakukannya dengan meneruskan perjuangan.Penyelenggaraan Pemilu yang teratur selama masa pemerintahan Orde Baru telah menimbulkan kesan bahwa demokrasi di Indonesia telah berjalan dengan baik. Boleh dikatakan peran dinamisator telah menempatkan ABRI pada posisiyang terhormat dalam percaturan politik bangsa selama ini.[rujukan?] Apalagi Pemilu berlangsung dengan asas LUBER (langsung.[rujukan?] Pertimbangan pengangkatan anggota MPR/DPR dari ABRI didasarkan pada fungsinya sebagai stabilitator dan dinamisator.[rujukan?] Dan PDI mengalami kemorosotan perolehan suara hanya mendapat11 kursi. yaitu peran Hankam dan sosial. Keadaan ini telah memungkinkan Soeharto menjadi Presiden Republik Indonesia selama enam periode.dan PPP memperoleh 5.43 %dengan peroleh 27 kursi. Timbulnya pemberian peran ganda pada ABRI karena adanya pemikiran bahwa TNI adalah tentara pejuang dan pejuang tentara.

serta keadilan.[rujukan?] Kembali menjadi anggota PBB Pada tanggal 28 Desember 1966 Indonesia kembali menjadi anggota Perserikatan BangsaBangsa (PBB). Pelaksanaan politik luar negeri Indonesia harus didasarkan kepada kepentingannasional.[rujukan?] Penataan Politik Luar Negeri Pada masa Orde Baru politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif kembali dipulihkan. Melalui penegasan tersebut opini rakyat akan mengarah pada dukungan yang kuat terhadap pemerintah Orde Baru. dan sebagainya. seperti pembangunan nasional. Dan Pancasila dianggap memiliki kesakralan (kesaktian) yang tidak boleh diperdebatkan. demokrasi Pancasila. maka sejak tahun 1978 pemerintah menyelenggarakan penataran P4 secara menyeluruh pada semua lapisan masyarakat. Mulai dari sistem ekonomi Pancasila. Semua bentuk organisasi tidak boleh menggunakan asasnya selain Pancasila. yang terkenal dengan nama Ekaprasatya Pancakarsa atau Pedomanan Pengahayatan dan Pengamalan Pancasila (P4). Dengan demikian Penataran P4 merupakan suatu bentuk indoktrinasi ideologi. Penataran P4 ini bertujuan membentuk pemahaman yang sama mengenai demokrasi Pancasila. Pancasila merupakan prestasi tertinggi Orde Baru. sehingga dengan adanya pemahaman yang sama terhadap Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 diharapkan persatuan dan kesatuan nasional akan terbentuk dan terpelihara.[rujukan?] Dan sejak tahun 1985 pemerintah menjadikan Pancasila sebagai asas tunggal dan kehidupan berorganisasi. kebenaran. Keputusan untuk kembali menjadi anggota PBB dikarenakan pemerintah . dan Pancasila menjadi bagian dari sistem kepribadian. Dan MPR mengeluarkan sejumlah ketetapan yang menjadi landasan politik luar negeri Indonesia. Menolak Pancasila sebagai sebagai asas tunggal merupakan pengkhianatan terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara. dan oleh karenanya maka semua prestasi lainnya dikaitkan dengan nama Pancasila. kemakmuran rakyat.Pedomanan Pengahayatan dan Pengamalan Pancasila (P4) Pada tanggal 12 April 1976 Presiden Soeharto mengemukakan gagasan mengenai pedoman untuk menghayati dan mengamalkan Pancasila.[rujukan?] Untuk mendukung pelaksanaan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 secara murni dan konsekuen. sistem budaya. dan sistem sosial masyarakat Indonesia. pers Pancasila. hubungan industri Pancasila.

1 Juni 1966 yang menghasilkan Perjanjian Bangkok. Habibur Rachman.[rujukan?] Kembalinya Indonesia menjadi anggota PBB disambut baik oleh negaranegara Asia lainnya bahkan oleh PBB sendiri. Thailand. Normalisasi Hubungan dengan Negara lain Pemulihan Hubungan dengan Singapura Dengan perantaraan Dubes Pakistan untuk Myanmar. dan negaranegara lainnya yang sempat renggang akibat politik konfrontasi Orde Lama. Dan Indonesia juga memulihkanhubungan dengan sejumlah negara seperti India.[rujukan?] Dan pemerintah Singapura menyampaikan nota jawaban kesediaan untuk mengadakan hubungan diplomatik dengan Indonesia. Hal ini ditunjukkan dengan dipilihnya Adam Malik sebagai Ketua Majelis Umum PBB untuk masa siding tahun 1974. Australia. Pemulihan Hubungan dengan Malaysia Penandatanganan persetujuan normalisasi hubungan Indonesia-Malaysia Normalisasi hubungan Indonesia dengan Malaysia dimulai dengan diadakannya perundingan di Bangkok pada 29 Mei. hubungan Indonesia dengan Singapura berhasil dipulihkan kembali.sadar bahwa banyak manfaat yang diperoleh Indonesia selama menjadi anggota pada tahun 1955-1964. Isi perjanjian tersebut adalah:[rujukan?] .[rujukan?] Pada tanggal 2 Juni 1966 pemerintah Indonesia menyampaikan nota pengakuan atas Republik Singapura kepada Perdana Menteri Lee Kuan Yew.

Kebijakan ini didasari oleh Ketetapan MPRS No. harta. Pembekuan Hubungan dengan RRC Pada tanggal 1 Oktober 1967 Pemerintantah Republik Indonesia membekukan hubungan diplomatik dengan Republik Rakyat Cina (RRC). dan anggota-anggota Keduataan Besar Republik Indonesia di Peking. Melalui media massanya RRC telah melakukan kampanye menyerang Orde Baru. XXIII/MPRS/1966.[rujukan?] Selain itu pemerintah Indonesia merasa kecewa dengan tindakan teror yang dilakukan orang-orang Cina terhadap gedung. Pemerintah RRC juga telah memberikan perlindungan kepada tokoh-tokoh G 30 S PKI di luar negeri. Dan pada tanggal 11 Agustus 1966 penandatangan persetujuan pemulihan hubungan Indonesia-Malaysia ditandatangani di Jakarta oleh Adam Malik (Indonesia) dan Tun Abdul Razak (Malaysia). pelaksanaan. serta secara terang-terangan menyokong bangkitnya kembali PKI.[rujukan?]  MPRS mengeluarkan garis program pembangunan. maupun sesudah terjadinya pemberontakan tersebut. Tindakan permusuhan antara kedua belah pihak akan dihentikan. dan pembangunan. . Dan pada 30 Oktober 1967 Pemerintah Indonesia secara resmi menutup Kedutaan Besar di Peking.[rujukan?] Penataan Kehidupan Ekonomi Stabilisasi dan Rehabilitasi Ekonomi Untuk mengatasi keadaan ekonomi yang kacau sebagai peninggalan pemerintah Orde Lama. Rakyat Sabah diberi kesempatan menegaskan kembali keputusan yang telah merekaambil mengenai kedudukan mereka dalam Federasi Malaysia. yakni program penyelamatan. program stabilisasi dan rehabilitasi. pemerintah Orde Baru melakukan langkah-langkah:  Memperbaharui kebijakan ekonomi.   Pemerintah kedua belah pihak menyetujui pemulihan hubungan diplomatik. keuangan. Keputusan tersebut dilakukan karena RRC telah mencampuri urusan dalam negeri Indonesia dengan cara memberikan bantuan kepada G 30 S PKI baik untuk persiapan.

Program pemerintah diarahkan pada upaya penyelamatan ekonomi nasional. baik bagi pendapatan perorangan maupun kekayaan dengan cara menghitung pajak sendiri dan menghitung pajak orang. Terlalu banyak dan tidak efisiennya ekspansi kredit bank. 2. Dan pemerintah Orde Baru berhasil membendung laju inflasi pada akhir tahun 1967-1968. 3. 4.  Membatasi kredit bank dan menghapuskan kredit impor. Program stabilsasi ini dilakukan dengan cara membentung laju inflasi. Rendahnya penerimaan negara. serta menghapuskan subsidi bagi perusahaan Negara.   Debirokrasi untuk memperlancar kegiatan perekonomian Berorientasi pada kepentingan produsen kecil Untuk melaksanakan langkah-langkah penyelamatan tersebut. tetapi harga bahan kebutuhan pokok naik melonjak. Penggunaan devisa bagi impor yang sering kurang berorientasi pada kebutuhan prasarana. Yang dimaksud dengan stabilisasi ekonomi berarti mengendalikan inflasi agar harga barang-barang tidak melonjak terus. dan kurs valuta asing. Sesudah dibentuk Kabinet Pembangunan pada bulan Juli 1968. pangan. Tinggi dan tidak efisiennya pengeluaran negara. terutama stabilisasi dan rehabilitasi ekonomi. Sejak saat itu ekonomi . 5. pemerintah mengalihkan kebijakan ekonominya pada pengendalian yang ketat terhadap gerak harga barang khususnya sandang. Dan rehabilitasi ekonomi adalah perbaikan secara fisik sarana dan prasarana ekonomi. Langkahlangkah yang diambil Kabinet Ampera yang mengacu pada Ketetapan MPRS tersebut adalah:  Mendobrak kemacetan ekonomi dan memperbaiki sektor-sektor yang menyebabkan kemacetan. Hakikat dari kebijakan ini adalah pembinaan sistem ekonomi berencana yang menjamin berlangsungnya demokrasi ekonomi ke arah terwujudnya masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila. Adapun yang menyebabkan terjadinya kemacetan ekonomi tersebut adalah: 1. maka pemerintah Orde Baru menempuh cara-cara :[rujukan?]   Mengadakan operasi pajak Melaksanakan sistem pemungutan pajak baru.  Menghemat pengeluaran pemerintah (pengeluaran konsumtif dan rutin). Terlalu banyak tunggakan hutang luar negeri.

4. Perancis dan dicapai kesepakatan sebagai berikut[rujukan?] 1. Dampaknya lembaga (negara) tidak dapat melaksanakan fungsinya sebagai penyusun perbaikan tata kehidupan rakyat. Belanda yang bertujuan membicarakan kebutuhan Indonesia akan bantuan luar negeri serta kemungkinan pemberian bantuan dengan syarat lunas. sehingga pemerintah Orde Baru meminta negara-negara kreditor untuk dapat menunda pembayaran kembali utang Indonesia. 3.[rujukan?] Pemerintah Indonesia akan melakukan usaha bahwa devisa ekspor yang diperoleh Indonesia akan digunakan untuk membayar utang yang selanjutnya akan dipakai untuk mengimpor bahanbahan baku. yang selanjutnya dikenal dengan IGGI . Indonesia mengalami kelumpuhan dan kerusakan pada prasarana social dan ekonomi. dan perbankan disalahgunakan dan dijadikan alat kekuasaan oleh golongan dan kelompok kepentingan tertentu. Selama sepuluh tahun terakhir masa pemerintahan Orde Lama. pemerintahan Orde Lama juga mewariskan utang luar negeri yang sangat besar yakni mencapai 2. 2. Pembayaran dilaksanakan secara angsuran.[rujukan?] Kerjasama Luar Negeri  Pertemuan Tokyo Selain mewariskan keadaan ekonomi yang sangat parah. gerakan koperasi.nasional relatif stabil. Pada tanggal 19-20 September 1966 pemerintah Indonesia mengadakan perundingan dengan negara-negara kreditor di Tokyo. Pembayaran hutang dilaksanakan atas dasar prinsip nondiskriminatif. Pembayaran hutang pokok dilaksanakan selama 30 tahun. dengan angsuran tahunan yang sama besarnya.7 miliar. Hal ini mendapat tanggapan baik dari negara-negara kreditor. Perundinganpun dilanjutkan di Paris.2-2. baik terhadap negara kreditor maupun terhadap sifat atau tujuan kredit. Lembaga perkreditan desa. Selama waktu pengangsuran tidak dikenakan bunga. sebab kenaikan harga bahan-bahan pokok dan valuta asing sejak tahun 1969 dapat dikendalikan pemerintah.[rujukan?] Program rehabilitasi dilakukan dengan berusaha memulihkan kemampuan berproduksi.  Pertemuan Amsterdam Pada tanggal 23-24 Februari 1967 diadakan perundingan di Amsterdam. dari tahun 1970 sampai dengan 1999.

Pemerintah Indonesia mengambil langkah tersebut untuk memenuhi kebutuhannya guna pelaksanaan program-program stabilisasi dan rehabilitasi ekonomi serta persiapan-persiapan pembangunan. Melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah Indonesia 2.[rujukan?] Di samping mengusahakan bantuan luar negeri tersebut.[rujukan?] Pambangunan Jangka Pendek dirancang melalui Pembangunan Lima Tahun (Pelita). Meningkatkan kesejahteraan umum 3. bangsa. Pembangunan Nasional  Trilogi Pembangunan Setelah berhasil memulihkan kondisi politik bangsa Indonesia. Mencerdaskan kehidupan bangsa 4. Pembangunan nasional adalah rangkaian upaya pembangunan yang berkesinambungan yang meliputi seluruh aspek kehidupan masyarakat. Setiap Pelita memiliki misi pembangunan dalam rangka mencapai tingkat kesejahteraan masyarakat Indonesia. Pembangunan nasional yang diupayakan pemerintah waktu itu direalisasikan melalui Pembangunan Jangka pendek dan Pembangunan Jangka Panjang. Inti dari kedua pedoman tersebut adalah kesejahteraan bagi semua lapisan masyarakat dalam suasana politik dan ekonomi yang stabil. perdamaian abadi dan keadilan sosial Pelaksanaan Pembangunan Nasional yang dilaksanakan pemerintah Orde Baru berpedoman pada Trilogi Pembangunan dan Delapan jalur Pemerataan. maka langkah selanjutnya yang ditempuh pemerintah Orde Baru adalah melaksanakan pembangunan nasional.(Intergovernmental Group for Indonesia). Pembangunan nasional dilaksanakan dalam upaya mewujudkan tujuan nasional yang tertulis dalam pembukaan UUD 1945 yaitu:[rujukan?] 1. dan Negara. pemerintah juga berusaha dan telah berhasil mengadakan penangguhan serta memperingan syarat-syarat pembayaran kembali (rescheduling) hutang-hutang peninggalan Orde Lama. Isi Trilogi Pembangunan adalah :[rujukan?] . Ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan.[rujukan?] Melalui pertemuan tersebut pemerintah Indonesia berhasil mengusahakan bantuan luar negeri. Sedangkan Pembangunan Jangka Panjang mencakup periode 25-30 tahun.

Dan Delapan Jalur Pemerataan yang dicanangkan pemerintah Orde Baru adalah:[rujukan?] 1. sandang. 2. 7. Pemerataan kesempatan kerja 5. Pemerataan memperoleh kesempatan pendidikan dan pelayanan kesehatan 3.  Pelaksanaan Pembangunan Nasional Seperti telah disebutkan di muka bahwa Pembangunan nasional direalisasikan melalui Pembangunan Jangka Pendek dan Pembangunan Jangka Panjang. Dan Pembangunan Jangka Pendek dirancang melalui program Pembangunan Lima Tahun (Pelita). sandang dan perumahan. karena mayoritas penduduk Indonesia masih hidup dari hasil pertanian. Pemerataan pemenuhan kebutuhan pokok rakyat khususnya pangan. 3. Pemerataan pembagian pendapatan. perbaikan prasarana perumahan rakyat. Pemerataan kesempatan berpartisipasi dalam pembangunan. 2. Tujuan Pelita I adalah meningkatkan taraf hidup rakyat dan sekaligus meletakkan dasar-dasar bagi pembangunan tahap berikutnya. Stabilitas nasional yang sehat dan dinamis. Pemerataan penyebaran pembangunan di seluruh wilayah Tanah Air 8. Sasarannya adalah pangan. Pemerataan kesempatan berusaha 6. perluasan lapangan kerja. Pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi. dan menjadi landasan awal pembangunan masa Orde Baru. Selama masa Orde Baru. Pemerataan kesempatan memperoleh keadilan. Pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya menuju kepada terciptanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat. khususnya bagi generasi muda dan kaum wanita. Titik beratnya adalah pembangunan bidang pertanian sesuai dengan tujuan untuk mengejar keterbelakangan ekonomi melalui proses pembaharuan bidang pertanian.[rujukan?] . 4. pemerintah telah melaksanakan enam Pelita yaitu:[rujukan?]  o Pelita I Pelita I dilaksanakan mulai 1 April 1969 sampai 31 Maret 1974. dan kesejahteraan rohani.1.

Dan pada tahun keempat Pelita II inflasi turun menjadi 9.[rujukan?] Posisi perdagangan luar negeri memperlihatkan gambaran yang menggembirakan. Titik berat Pelita IV ini adalah sektor pertanian untuk menuju swasembada pangan. pemerintah mengeluarkan kebijakan moneter dan fiskal.  o Pelita IV Pelita IV dilaksanakan tanggal 1 April 1984 sampai 31 Maret 1989. Dan pembangunan nasional dapat berlangsung terus. dan meningkatkan industri yang dapat menghasilkan mesin industri sendiri. o Pelita II Pelita II mulai berjalan sejak tanggal 1 April 1974 sampai 31 Maret 1979. Pada awal pemerintahan Orde Baru inflasi mencapai 60% dan pada akhir Pelita I inflasi berhasil ditekan menjadi 47%. Pada Pelita ini pembangunan ditekankan pada sector pertanian dan industri. dengan titik berat pembangunan adalah pemerataan yang dikenal dengan Delapan Jalur Pemerataan. Pelaksanaan Pelita II dipandang cukup berhasil.[rujukan?] Pelaksanaan Pelita III masih berpedoman pada Trilogi Pembangunan. dengan pertumbuhan ekonomi sekitar 6.8% per tahun. perumahan.[rujukan?] Untuk mempertahankan kelangsungan pembangunan ekonomi.5%.  o Pelita V Pelita V dimulai 1 April 1989 sampai 31 Maret 1994. Pada masa itu kondisi ekonomi Indonesia berada pada posisi yang baik.[rujukan?]  o Pelita III Pelita III dilaksanakan pada tanggal 1 April 1979 sampai 31 Maret 1984. . Sasaran utama Pelita II ini adalah tersedianya pangan. Dan di tengah berlangsung pembangunan pada Pelita IV ini yaitu awal tahun 1980 terjadi resesi. mensejahterakan rakyat. sarana prasarana. sandang. Peningkatan ekspor lebih baik dibanding sebelumnya. dan memperluas kesempatan kerja.

Sektor ekonomi dipandang sebagai penggerak pembangunan. o Pelita VI Pelita VI dimulai 1 April 1994 sampai 31 Maret 1999. Akibatnya agama Konghucu kehilangan pengakuan pemerintah. Sejak tahun 1967. Agama tradisional Tionghoa dilarang. Karena krisis moneter dan peristiwa politik dalam negeri yang mengganggu perekonomian telah menyebabkan proses pembangunan terhambat. yang secara tidak langsung juga menghapus hak-hak asasi mereka. Satu-satunya surat kabar berbahasa Mandarin yang diizinkan terbit adalah Harian Indonesia yang sebagian artikelnya ditulis dalam bahasa Indonesia. serta peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai pendukungnya. Kesenian barongsai secara terbuka. Harian ini dikelola dan diawasi oleh militer Indonesia dalam hal ini adalah ABRI meski beberapa orang Tionghoa Indonesia bekerja juga di sana. Program pembangunan pada Pelita VI ini ditekankan pada sektor ekonomi yang berkaitan dengan industri dan pertanian. Pemerintah Orde Baru berdalih bahwa warga Tionghoa yang populasinya ketika itu mencapai kurang lebih 5 juta dari keseluruhan rakyat Indonesia dikhawatirkan akan menyebarkan pengaruh komunisme di Tanah Air.[rujukan?] Mereka pergi hingga ke Mahkamah Agung dan akhirnya Jaksa Agung Indonesia waktu itu memberi izin dengan catatan bahwa Tionghoa Indonesia berjanji tidak menghimpun kekuatan untuk memberontak dan menggulingkan pemerintahan Indonesia.[rujukan?] Padahal. meski kemudian hal ini diperjuangkan oleh komunitas Tionghoa Indonesia terutama dari komunitas pengobatan Tionghoa tradisional karena pelarangan sama sekali akan berdampak pada resep obat yang mereka buat yang hanya bisa ditulis dengan bahasa Mandarin. perayaan hari raya Imlek. dan pemakaian Bahasa Mandarin dilarang.[rujukan?] Namun pada periode ini terjadi krisis moneter yang melanda negara-negara Asia Tenggara termasuk Indonesia. Warga Tionghoa Warga keturunan Tionghoa juga dilarang berekspresi. dan juga menyebabkan runtuhnya pemerintahan Orde Baru. warga keturunan dianggap sebagai warga negara asing di Indonesia dan kedudukannya berada di bawah warga pribumi. kenyataan berkata bahwa kebanyakan .

Kelebihan sistem Pemerintahan Orde Baru  Perkembangan GDP per kapita Indonesia yang pada tahun 1968 hanya AS$70 dan pada 1996 telah mencapai lebih dari AS$1. Orang Tionghoa dijauhkan dari kehidupan politik praktis. Timor Timur. Bali dan Madura ke luar Jawa.[1] Sementara itu gejolak di Papua yang dipicu oleh rasa diperlakukan tidak adil dalam pembagian keuntungan pengelolaan sumber alamnya. meskipun tidak semua transmigran itu orang Jawa.dari mereka berprofesi sebagai pedagang. Sulawesi.[rujukan?] Namun dampak negatif yang tidak diperhitungkan dari program ini adalah terjadinya marjinalisasi terhadap penduduk setempat dan kecemburuan terhadap penduduk pendatang yang banyak mendapatkan bantuan pemerintah. Salah satu cara yang dilakukan oleh pemerintah adalah meningkatkan transmigrasi dari daerah yang padat penduduknya seperti Jawa. juga diperkuat oleh ketidaksukaan terhadap para transmigran. yang tentu bertolak belakang dengan apa yang diajarkan oleh komunisme. dan Irian Jaya. Sebagian lagi memilih untuk menghindari dunia politik karena khawatir akan keselamatan dirinya. Muncul tuduhan bahwa program transmigrasi sama dengan jawanisasi yang sentimen anti-Jawa di berbagai daerah. Pada awal Era Reformasi konflik laten ini meledak menjadi terbuka antara lain dalam bentuk konflik Ambon dan konflik Madura-Dayak di Kalimantan. terutama ke Kalimantan.[rujukan?] Konflik Perpecahan Pasca Orde Baru Di masa Orde Baru pemerintah sangat mengutamakan persatuan bangsa Indonesia. Setiap hari media massa seperti radio dan televisi mendengungkan slogan "persatuan dan kesatuan bangsa". yang sangat mengharamkan perdagangan dilakukan[rujukan?].565[rujukan?]         Sukses transmigrasi Sukses KB Sukses memerangi buta huruf Sukses swasembada pangan Pengangguran minimum Sukses REPELITA (Rencana Pembangunan Lima Tahun) Sukses Gerakan Wajib Belajar Sukses Gerakan Nasional Orang-Tua Asuh .

   Sukses keamanan dalam negeri Investor asing mau menanamkan modal di Indonesia Sukses menumbuhkan rasa nasionalisme dan cinta produk dalam negeri[rujukan?] Kekurangan Sistem Pemerintahan Orde Baru [rujukan?] 1. Munculnya rasa ketidakpuasan di sejumlah daerah karena kesenjangan pembangunan. Tidak ada rencana suksesi (penurunan kekuasaan ke pemerintah/presiden selanjutnya) 11. Pelaku ekonomi yang dominan adalah lebih dari 70% aset kekayaaan negara dipegang oleh swasta Krisis finansial Asia .[rujukan?] 12. Pembangunan Indonesia yang tidak merata dan timbulnya kesenjangan pembangunan antara pusat dan daerah. sebagian disebabkan karena kekayaan daerah sebagian besar disedot ke pusat 3. Menurunnya kualitas tentara karena level elit terlalu sibuk berpolitik sehingga kurang memperhatikan kesejahteraan anak buah. Kecemburuan antara penduduk setempat dengan para transmigran yang memperoleh tunjangan pemerintah yang cukup besar pada tahun-tahun pertamanya 5. terutama di Aceh dan Papua 4. Kebebasan pers sangat terbatas. Pelanggaran HAM kepada masyarakat non pribumi (terutama masyarakat Tionghoa) 7. nepotisme 2. antara lain dengan program "Penembakan Misterius" 10. Menurunnya kualitas birokrasi Indonesia yang terjangkit penyakit Asal Bapak Senang. Bertambahnya kesenjangan sosial (perbedaan pendapatan yang tidak merata bagi si kaya dan si miskin) 6. 13. hal ini kesalahan paling fatal Orde Baru karena tanpa birokrasi yang efektif negara pasti hancur. diwarnai oleh banyak koran dan majalah yang dibredel 9. Penggunaan kekerasan untuk menciptakan keamanan. Kritik dibungkam dan oposisi diharamkan 8. kolusi. Semaraknya korupsi.

tiga bulan setelah MPR melantiknya untuk masa bakti ketujuh. untuk menjadi presiden ketiga Indonesia.[rujukan?] Rupiah jatuh. J. Soeharto mengundurkan diri pada 21 Mei 1998. dan perpindahan modal dipercepat.[rujukan?] Soeharto kemudian memilih sang Wakil Presiden. meminta pengunduran diri Soeharto. gas dan komoditas ekspor lainnya yang semakin jatuh. Habibie. Meski diliputi oleh kerusuhan etnis dan lepasnya Timor Timur. untuk kemudian digantikan "Era Reformasi".Pada pertengahan 1997. Indonesia diserang krisis keuangan dan ekonomi Asia (untuk lebih jelas lihat: Krisis finansial Asia). . Oleh karena itu Era Reformasi atau Orde Reformasi sering disebut sebagai "Era Pasca Orde Baru". Pasca-Orde Baru Mundurnya Soeharto dari jabatannya pada tahun 1998 dapat dikatakan sebagai tanda akhirnya Orde Baru. B. inflasi meningkat tajam.[rujukan?] Hal ini tak lepas dari peran Habibie yang berhasil meletakkan pondasi baru yang terbukti lebih kokoh dan kuat menghadapi perubahan zaman. Di tengah gejolak kemarahan massa yang meluas.[rujukan?] Masih adanya tokoh-tokoh penting pada masa Orde Baru di jajaran pemerintahan pada masa Reformasi ini sering membuat beberapa orang mengatakan bahwa Orde Baru masih belum berakhir. Para demonstran. disertai kemarau terburuk dalam 50 tahun terakhir dan harga minyak. yang awalnya dipimpin para mahasiswa. transformasi dari Orde Baru ke Era Reformasi berjalan relatif lancar dibandingkan negara lain seperti Uni Soviet dan Yugoslavia.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->