P. 1
Fiqhislam.docx

Fiqhislam.docx

|Views: 1|Likes:
Published by Tino Umbar

More info:

Published by: Tino Umbar on Feb 26, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/06/2014

pdf

text

original

Fiqhislam.

com - Anda sering merasakan beberapa perasaan seperti khawatir orang lain tidak menyukai kita, kurang nyaman mengekspresikan emosi dan tidak ingin dinilai egois? Hal ini biasanya terjadi karena ingin menghormati orang lain. Tapi sayangnya terkadang kita tidak menghormati perasaan diri sendiri dan seringkali akhirnya memutuskan hubungan. Seharusnya hal itu tidak perlu terjadi bila Anda meningkatkan kapasitas diri dengan mengikuti beberapa langkah berikut ini: 1. Jadi diri sendiri Apapun langkah pertama dari setiap proses adalah nyata. Tentunya berkaitan dengan diri sendiri. Bahkan pada situasi tidak jelas dan tidak nyaman yang memicu emosi, kemampuan dari diri kita sendiri secara nyata untuk menghormati diri sendiri, perasaan orang lain dan bersikap jujur. 2. Berhenti menghakimi diri Terkadang sulit mengekspresikan keinginan kita. Ujungnya jadi menghakimi diri sendiri dengan menggunakan pikiran kritis demi menekan perasaan kita yang sebenarnya. Konsekuensinya bisa negatif dan berpengaruh pada diri sendiri dan orang lain. 3. Menilai diri Manusia cenderung menyukai hal baik yaitu kasih, sukacita, rasa syukur dan perdamaian. Dan tidak menyukai hal buruk seperti marah, takut, sakit hati dan ketidakberdayaan. Namun pada tingkat terdalam, semua emosi bernilai dan bermanfaat tergantung kita meresponnya dalam kehidupan. 4. Berbagi cerita Kehidupan seringkali terjebak pada situasi drama yang menambah tingkat emosional. Untuk itu Anda butuh teman bercerita yang secara tidak langsung merasakan hubungan, situasi dan keadaan hidup baik masa lalu dan sekarang. 5. Dukungan emosional Emosi sama pentingnya dengan kesejahteraan dalam hidup. Sayangnya kita tidak mendapatkan banyak pelatihan emosional di sekolah dan tempat kerja. Dalam kehidupan, dukungan emosional difokuskan pada tindakan, hasil dan penampilan.
mediaindonesia.com

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->