SURAT PERJANJIAN PELAKSANAAN PEKERJAAN PEMBORONGAN

Nomor : ... Tanggal : ...

PEKERJAAN ...

PROYEK ...

Antara

PT. ADHI KARYA (Persero) Tbk DIVISI KONSTRUKSI I

Dengan

PT. …

Tbk.. – . … (selanjutnya disebut “PEMBERI TUGAS”) untuk Proyek … dan PIHAK PERTAMA menerima dan mematuhi segala ketentuan dan persyaratan yang tercantum dalam Pasal-pasal Perjanjian tersebut... 6. 2. tahun . (.. Selaku Direktur PT. penyediaan gambar. yang menetapkan kewajiban dari PARA PIHAK menurut kontrak termasuk tidak terbatas pada administrasi kontrak. Bahwa PIHAK PERTAMA bermaksud untuk melaksanakan Pekerjaan … dan mensub-kontrakkan Pekerjaan tersebut kepada PIHAK KEDUA. kami yang bertanda tangan di bawah ini: Ir.). tenaga kerja. Nomor : … Tanggal : … Pada hari ini . untuk selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA. dan ketentuan serta spesifikasi yang termaktub di dalam KONTRAK INDUK antara PIHAK PERTAMA dan PEMBERI TUGAS. … : Selanjutnya PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA secara bersama-sama disebut PARA PIHAK terlebih dahulu menyatakan dan sepakat untuk hal-hal sebagai berikut: 1.Pekerjaan … PT. 02 tanggal 1 Juli 2011 yang dibuat dihadapan notaris Siti Holilah Jayadi. MKn.. pelaksanaan dan jaminan pekerjaan. KONTRAK berarti Surat Perjanjian tertulis yang sah antara PEMBERI TUGAS dan Kontraktor. Bahwa PARA PIHAK telah melakukan negosiasi dan klarifikasi berdasarkan Berita Acara Klarifikasi dan Negosiasi akhir pada tanggal ….. kuantitas dan pembayaran. – . mematuhi dan memenuhi KEBIJAKAN MUTU dan KEBIJAKAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA LINGKUNGAN PT ADHI KARYA (Persero). tanggal . harga-harga.. Bahwa PIHAK KEDUA telah mengajukan kepada PIHAK PERTAMA harga Pekerjaan … dengan Surat Penawaran tanggal… pada Proyek …. 2.. untuk selanjutnya disebut PIHAK KEDUA. dalam hal ini bertindak dalam kedudukannya sebagaimana tersebut di atas dan karenanya berdasarkan Surat Kuasa No.65 A – B Jakarta 12160... Iskandarsyah Raya No. PARA PIHAK sepakat untuk menandatangani Sub Kontrak ini dengan ketentuan dan syarat-syarat yang diatur lebih lanjut dalam pasal-pasal berikut ini: PASAL 1 KETENTUAN UMUM Kecuali ditentukan lain dalam surat perjanjian ini. dalam hal ini bertindak dalam kedudukannya sebagaimana tersebut di atas dan karenanya berdasarkan Surat Kuasa Nomor … tanggal … yang dibuat dihadapan notaries …. DJOKO PRABOWO : Selaku Kepala Divisi Konstruksi I PT Adhi Karya (Persero) Tbk yang berkedudukan di Jl. PIHAK KEDUA akan mematuhi.. 4. Bahwa PIHAK KEDUA akan mendukung. yang berkedudukan di …. bahan dan peralatan. 3. 5. memenuhi syarat-syarat. … Proyek … SURAT PERJANJIAN PELAKSANAAN PEKERJAAN PEMBORONGAN PROYEK .... bulan .. Berdasarkan hal-hal tersebut di atas. gambar-gambar Subkon PM Proc Adkon Keu 1 dari 12 . kata-kata dan ekspresi berikut ini harus mempunyai arti seperti yang dimaksud sebagai berikut : 1. ….. SH. Bahwa PIHAK PERTAMA telah menerima perjanjian kontrak pekerjaan (selanjutnya disebut “KONTRAK INDUK”) dengan nomor : … dari PT. dan dasar pembayaran serta penentuan jumlah nilai kontrak. DOKUMEN KONTRAK berarti keseluruhan Kontrak yang mengikat PEMBERI TUGAS dan Kontraktor terdiri atas pernyataan perjanjian..

Subkon PM Proc Adkon Keu 2 dari 12 . yang berisi Hak dan Kewajiban PARA PIHAK.Pekerjaan … PT. 10. 13. termasuk hari minggu. DAFTAR KUANTITAS DAN HARGA berarti daftar kuantitas dan harga yang telah diisi lengkap dengan volume. dan Daftar Kuantitas dan Harga termasuk setiap perjanjian tambahan atau lembaran tambahan yang dianggap perlu. 4. 16. dan tidak dapat dielakkan dalam rangka penyelesaian pekerjaan dapat disetujui oleh PIHAK PERTAMA. PASAL 2 MAKSUD DAN TUJUAN PIHAK PERTAMA menunjuk PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA menerima penunjukan tersebut dan bertanggung jawab untuk melaksanakan Pekerjaan Tanah pada Proyek … sampai selesai serta diterima dengan baik oleh PIHAK PERTAMA dan KONSULTAN / PEMBERI TUGAS. PEKERJAAN TAMBAH KURANG adalah suatu pekerjaan karena kondisi lapangan dan pelaksanaan pekerjaan yang tidak diperhitungkan (tak terduga) akan terjadi. 8. (merupakan uraian secara visual) dan spesifikasi-spesifikasi (merupakan uraian dalam bentuk katakata) dari pekerjaan yang harus dilaksanakan dan material dan hal lain yang harus dilengkapi dan kualitas. … Proyek … 3. Ruang Lingkup Pekerjaan Sub Kontrak. PEMBERI TUGAS berarti orang yang ditunjuk sebagai yang mewakili dan diberi wewenang oleh Pemberi Tugas yang bertindak dalam ruang lingkup tugas-tugas tertentu dan dalam wewenang yang diberikan kepadanya oleh Pemberi Tugas. HARI berarti hari kalender sesuai dengan kalender Greogoria. memeriksa dan mengarahkan PIHAK KEDUA dalam pelaksanaan pekerjaan. KONSULTAN PENGAWAS berarti suatu tim penasehat atau badan pengawas yang ditunjuk oleh Pemberi Tugas dengan tugas dan wewenang di bidang pengawasan teknik pelaksanaan pekerjaan. hari besar dan hari libur. yang berawal dan berakhir pada tengah malam pukul 24. 5. batas-batas dan syarat-syarat sesuai terhadap penampilan termasuk setiap perjanjian tambahan atau lembaran tambahan yang dianggap perlu. BERITA ACARA SERAH TERIMA PERTAMA adalah Berita Acara yang dibuat dan ditandatangani bersama PARA PIHAK setelah disetujui oleh PEMBERI TUGAS yang menyatakan bahwa prestasi pekerjaan dilapangan telah selesai 100% dan dengan demikian pekerjaan dapat diserahterimakan untuk yang pertama. BERITA ACARA KEDUA adalah Berita Acara yang dibuat dan ditandatangani bersama PARA PIHAK setelah disetujui oleh PEMBERI TUGAS yang menyatakan bahwa prestasi pekerjaan dilapangan telah selesai 100% dan telah melalui masa pemeliharaan dengan demikian pekerjaan dapat diserah terimakan untuk yang kedua. Waktu Pelaksanaan Pekerjaan. 9. harga satuan dan jumlah harga yang merupakan bagian dari Sub Kontrak. PRESTASI PEKERJAAN adalah pekerjaan yang telah selesai dilaksanakan di lapangan dan telah disetujui oleh PIHAK PERTAMA dan KONSULTAN / PEMBERI TUGAS. Ketentuan-ketentuan Teknis antara PEMBERI TUGAS dan PIHAK PERTAMA. dan administrasi teknik serta untuk menyelenggarakan tugas-tugas yang ditetapkan. KEPALA PROYEK / WAKIL LAPANGAN PIHAK PERTAMA berarti wakil resmi PIHAK PERTAMA di lapangan yang berkewenangan penuh mengawasi. termasuk PPN dan Pph. DOKUMEN SUB KONTRAK berarti keseluruhan Sub Kontrak yang mengikat PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA dan terdiri atas pernyataan perjanjian. 6. 12. Ketentuan-ketentuan Umum antara PIHAK PERTAMA dengan PIHAK KEDUA. persyaratan-persyaratan.00. 11.00 atau 00. JANGKA WAKTU PELAKSANAAN berarti jumlah hari atau minggu yang ditetapkan di dalam Dokumen Sub Kontrak untuk penyelesaian pada setiap jenis pekerjaan dan pekerjaan secara keseluruhan terhitung setelah diterbitkannya Surat Perintah Pelaksanaan Pekerjaan oleh PIHAK PERTAMA. HARGA SUB KONTRAK berarti harga sesuai dengan Sub Kontrak ini. 14. Daftar Peralatan. 15. standar. SUB KONTRAK berarti Perjanjian tertulis yang sah antara PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA. PPN berarti Pajak Pertambahan Nilai sesuai dengan Peraturan Perpajakan sebesar 10% dari Harga Fisik. Struktur Organisasi. 7.

PASAL 4 DASAR PELAKSANAAN PEKERJAAN 1. PIHAK KEDUA bertanggung jawab atas : a.Pekerjaan … PT. b) Semua ketentuan dan syarat-syarat mengenai administrasi. pertanyaan tersebut akan diajukan kepada PIHAK PERTAMA / WAKIL LAPANGAN PIHAK PERTAMA dan keputusan dari PIHAK PERTAMA / WAKIL LAPANGAN PIHAK PERTAMA merupakan keputusan terakhir dan mengikat PARA PIHAK.” ) termasuk PPN 10% dan PPh 3%. Semua perijinan yang termasuk pada lingkup pekerjaan PIHAK KEDUA. hanya dapat dilakukan setelah mendapat instruksi atau persetujuan tertulis dari PIHAK PERTAMA / WAKIL LAPANGAN PIHAK PERTAMA dan untuk dijadikan bahan perhitungan pekerjaan tambah kurang sesuai ketentuan yang diatur dalam pasal pekerjaan tambah kurang. 3.(lingkup pekerjaan sub kon) 2.... Gambar dan Spesifikasi Teknis. dalam hal ini PIHAK PERTAMA hanya sebatas surat pengantar (keterangan). teknik pelaksanaan pekerjaan dan keselamatan kerja yang tercantum dalam peraturan / perundangan yang berlaku. Pekerjaan tersebut dalam pasal 3 perjanjian ini harus dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA sesuai dengan ketentuan dan persyaratan yang berlaku dan merupakan bagian tidak terpisahkan dari Sub Kontrak ini. Besarnya Harga Sub Kontrak Pekerjaan sebagaimana tersebut dalam perjanjian ini adalah sebesar Rp . . 2. Hal – hal yang belum tercantum dalam kontrak mengacu pada Berita Acara Klarifikasi dan Negosiasi. petunjuk dan peringatan baik tertulis maupun lisan yang selanjutnya menjadi instruksi tertulis yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA / WAKIL LAPANGAN PIHAK PERTAMA untuk mencapai maksud dan tujuan yang berlaku.. PIHAK KEDUA mengikatkan diri kepada PIHAK PERTAMA untuk pelaksanaan pekerjaan dengan ketentuan dan spesifikasi teknis yang sama seperti PIHAK PERTAMA terikat kepada PEMBERI TUGAS untuk pelaksanaan pekerjaan tersebut dalam Sub Kontrak.. 2. (. d) Perubahan pelaksanaan pekerjaan yang dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA sesuai dengan gambar/lampiran kontrak. … Proyek … PASAL 3 LINGKUP PEKERJAAN PIHAK PERTAMA memberikan tugas kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA menerima tugas tersebut untuk melaksanakan pekerjaan yang meliputi : 1. (terbilang : “.. c) Penjelasan. PASAL 5 HARGA SATUAN PEKERJAAN 1. Apabila timbul pertanyaan mengenai penafsiran gambar atau spesifikasi.... Harga Sub Kontrak Pekerjaan diperhitungkan berdasarkan . dengan perincian sebagai berikut : Subkon PM Proc Adkon Keu 3 dari 12 . dan tersurat dalam: a) Surat Perjanjian ini dengan segala perubahannya dan Addendumnya (jika ada).).. 3.

Segala bentuk biaya-biaya yang timbul akibat pekerjaan ini termasuk biaya keamanan. Barak kerja. f.. Subkon PM Proc Adkon Keu 4 dari 12 .) hari kalender terhitung sejak tanggal Berita Acara Serah Terima Pertama (PHO)... d. Asuransi Jamsostek senilai Rp. … (terbilang : … rupiah) sesuai dengan perhitungan terlampir. 2. biaya koordinasi perjalanan sampai dengan masuk lingkungan proyek.. (. SATUAN Rp JUMLAH Rp Jumlah PPn 10% - TOTAL Nb. e.. Masa Pemeliharaan atas hasil pekerjaan ditentukan selama .Pekerjaan … PT. 3. Keuntungan untuk PIHAK KEDUA b.. terhitung sejak tanggal .. gudang kerja dan kebersihan lingkungan (K3) . Total Waktu pelaksanaan (Construction Period) adalah ..) hari kalender untuk seluruh rangkaian pekerjaan tanah. maka akan diterbitkan Berita Acara Serah Terima Kedua (FHO). … Proyek … NO 1 2 3 4 URAIAN SAT VOLUME H. Apabila masa pemeliharaan ini telah dilaksanakan dengan baik oleh PIHAK KEDUA serta diterima dan disetujui oleh PIHAK PERTAMA dan KONSULTAN / PEMBERI TUGAS.. Air kerja PASAL 6 ESKALASI / PENYESUAIAN HARGA PIHAK KEDUA tidak dapat mengajukan tuntutan / klaim atas kenaikan harga selama masa pelaksanaan pekerjaan kepada PIHAK PERTAMA kecuali ada kebijaksanaan resmi mengenai eskalasi/penyesuaian harga dari pemerintah. c. Segala bentuk pajak yang berlaku sesuai ketentuan dan retribusi lainnya. Dalam hal ini adanya perbaikan-perbaikan melebihi waktu yang telah ditetapkan dalam pasal ini maka masa pemeliharaan dihitung sampai dengan selesainya perbaikan dan semua biaya yang timbul menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA PASAL 8 UANG MUKA Untuk melaksanakan pekerjaan ini PIHAK KEDUA tidak memperoleh pembayaran uang muka dari PIHAK PERTAMA. (. Volume tidak mengikat - Didalam harga pekerjaan tersebut dalam ayat 2 pasal ini. Termasuk : a.. PASAL 7 WAKTU PELAKSANAAN 1..

3. . Atas Nama : . h.. Jaminan Pelaksanaan dari PIHAK KEDUA dapat berupa Bank Garansi yang diterbitkan oleh bank yang terdaftar di Bank Indonesia. . Surat Pernyataan kesanggupan pemotongan Jamsostek.. PASAL 10 CARA PEMBAYARAN Pembayaran Harga Sub Kontrak tersebut dalam Pasal Perjanjian ini dilakukan oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dengan cara sebagai berikut: 1. (diatur cara pembayaran kepada pihak kedua) 2. Copy kontrak atau Addedum (bila ada). Pada setiap Berita Acara Kemajuan Prestasi Pekerjaan dan Berita Acara Pembayaran sudah harus memperhitungkan: a. f. PIHAK PERTAMA akan membayar PPN kepada PIHAK KEDUA apabila PIHAK KEDUA telah menyerahkan copy SPT berikut tanda terima laporan SPT dari KPP. Rekening Nomor : . Setiap permintaan pembayaran harus disertai dengan kelengkapan adminitrasi sebagai berikut : Untuk Tagihan Reguler : a. Invoice / kuitansi yang ditanda tangani PIHAK KEDUA/ Penanda tangan surat Perjanjian ini dalam rangkap 4 (empat).Pekerjaan … PT. 5. Berita Acara Kemajuan Pekerjaan dan Berita Acara Pembayaran ditanda tangan Project Manager dalam rangkap 4 (empat) d. Setiap pembayaran kepada PIHAK KEDUA akan dipotong pengeluaran-pengeluaran yang disetujui dibebankan kepada PIHAK KEDUA (jika ada) yang dikeluarkan oleh PIHAK PERTAMA. Pembayaran oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dilakukan melalui pencairan oleh PIHAK KEDUA atas SKBDN yang telah diterbitkan oleh PIHAK PERTAMA. Subkon PM Proc Adkon Keu 5 dari 12 .. b.. e. c. harus menyerahkan surat Jaminan Pelaksanaan Asli sebesar 5% (lima perseratus) dari seluruh harga perjanjian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (2) perjanjian ini yang nilainya sebesar Rp. Pembayaran akan dilakukan berdasarkan prestasi dengan mengajukan perhitungan prestasi yang tercapai di lapangan dan dinyatakan dalam Berita Acara Prestasi Pekerjaan. b. 3.. PIHAK PERTAMA akan mengembalikan Jaminan Pelaksanaan sebagaimana dimaksud ayat (2) kepada PIHAK KEDUA dalam jangka waktu selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari setelah Berita Acara Serah Terima Pertama ditandatangani oleh PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA 2.. Laporan Kemajuan Prestasi Pekerjaan ditanda tangan Project Manager dalam rangkap 4 (empat).lambatnya pada saat ditandatanganinya kontrak. Rupiah). serta dapat diperpanjang/ditambah masa berlakunya apabila diperlukan. Pembayaran pemotongan pengeluaran safety (jika ada). Copy SPT Masa PPN pembayaran sebelumnya. (Terbilang : “. 8.. 7. … Proyek … PASAL 9 JAMINAN-JAMINAN 1.. masa berlaku Jaminan Pelaksanaan terhitung sejak tanggal ditandatangi kontrak ini oleh PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA sampai dengan ditandatanganinya Berita Acara Serah Terima Hasil Pekerjaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 Kontrak ini oleh PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA ditambah 30 (tiga puluh) hari kalender. 4. 6. Jumlah nilai pembayaran terdahulu. g... Copy Jaminan Pelaksanaan yang masih berlaku. Biaya untuk mendapatkan Jaminan Pelaksanaan sebagaimana dimaksud ayat (1) Pasal ini ditanggung PIHAK KEDUA. Biaya penerbitan SKBDN (Provisi) menjadi tanggung jawab PIHAK PERTAMA.. SKBDN dibuka melalui Bank penerus PIHAK KEDUA dengan Nomor Rekening : Bank : ... PIHAK KEDUA selambat . Faktur Pajak Asli. atau berupa Surety Bond yang diterbitkan oleh Lembaga Asuransi yang telah disetujui oleh Pihak Pertama.

6. alat yang digunakan PIHAK KEDUA tidak layak dan tidak memenuhi persyaratan sebagaimana yang diharapkan / rusak. PIHAK KEDUA wajib menyerahkan struktur organisasi lengkap yang akan ditugaskan di lapangan kepada PIHAK PERTAMA dan ditempat pekerjaan harus selalu ada wakil dari PIHAK KEDUA yang ditunjuk sebagai Pemimpin Pelaksana / Tenaga Ahli yang mempunyai wewenang atau kuasa penuh untuk mewakili PIHAK KEDUA serta dapat menerima. jika diperintahkan oleh PIHAK PERTAMA melalui KEPALA PROYEK diwajibkan untuk memobilisasi tambahan peralatan dan personil yang diperlukan untuk Subkon PM Proc Adkon Keu 6 dari 12 . 8. PIHAK KEDUA wajib memberikan jadual waktu terinci dan rencana kerja yang sudah termasuk urutan / tahapan pekerjaan. 5. gudang / tempat menyimpan persediaan BBM. 12. 3. … Proyek … PASAL 11 PEKERJAAN TAMBAH KURANG 1. olie. Apabila menurut pertimbangan PIHAK PERTAMA. maka PIHAK PERTAMA memberitahukan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA. material dan tenaga. 4. Komunikasi antara PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA digunakan melalui surat menyurat dan jika dalam 7 (tujuh) hari kalender sejak surat disampaikan tidak ada jawaban Surat tersebut dianggap disetujui. Penyimpangan-penyimpangan atau perubahan-perubahan berupa penambahan atau pengurangan pekerjaan dianggap sah sesudah ada perintah tertulis dari PIHAK PERTAMA di lapangan yaitu KEPALA PROYEK dengan menyebutkan jenis dan perincian pekerjaan secara jelas dan dituangkan dalam amandemen. Dalam waktu 2 x 24 jam setelah menerima penolakan tersebut PIHAK KEDUA harus segera menggantikan dengan yang lain yang memenuhi persyaratan. Dalam waktu 1 x 24 jam setelah menerima penolakan tersebut PIHAK KEDUA harus segera mengganti alat tersebut dengan yang lain dan memenuhi persyaratan. spare part dan lain-lainnya. 2. PIHAK KEDUA tidak dibenarkan untuk menyerahkan atau mensubkontrakkan sebagian atau seluruh Pekerjaan Subkontraktor kepada Pihak Ketiga tanpa persetujuan tertulis sebelumnya dari PIHAK PERTAMA. PIHAK KEDUA wajib menyampaikan pemberitahuan kepada pihak-pihak yang berwenang dan memperoleh segala lisensi dan ijin yang diperlukan untuk pelaksanaan Pekerjaan serta membayar segala biayanya sesuai dengan ketentuan yang berlaku. memberikan dan memutuskan segala petunjuk dari PIHAK PERTAMA. 2. Kemajuan pekerjaan akan dievaluasi oleh PIHAK PERTAMA melalui KEPALA PROYEK minimum setiap 2 (dua) minggu. Adanya pekerjaan tambah kurang tidak dapat dipakai sebagai alasan untuk mengubah waktu penyelesaian pekerjaan kecuali apabila PIHAK PERTAMA menyetujui bahwa pekerjaan tambah tersebut diperlukan tambahan waktu pelaksanaan. PIHAK KEDUA wajib menyerahkan Jadwal Rencana Kerja sesuai dengan Jangka Waktu yang telah disepakati oleh PARA PIHAK. 10. PIHAK KEDUA wajib menyampaikan pemberitahuan secara tertulis kepada PIHAK PERTAMA berkaitan dengan pengeluaran alat dari lapangan. Pemimpin Pelaksana / Tenaga Ahli / Tenaga yang tercantum dalam struktur organisasi tersebut tidak memenuhi persyaratan sebagaimana yang diharapkan. Apabila menurut pertimbangan PIHAK PERTAMA.Pekerjaan … PT. 9. 7. dan PIHAK KEDUA harus. dengan Metode Network Planning. maka PIHAK PERTAMA melalui KEPALA PROYEK akan memberitahukan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA. PIHAK KEDUA wajib menyediakan fasilitas lapangan sementara yang diperlukan untuk pelaksanaan Pekerjaan yang meliputi barak kerja. Pemimpin Pelaksana haruslah seorang ahli teknik yang cakap sesuai dengan bidang serta pengalaman dan berpendidikan cukup serta disetujui PIHAK PERTAMA / WAKIL LAPANGAN PIHAK PERTAMA. termasuk di dalamnya jadual kebutuhan alat. PASAL 12 PELAKSANAAN PEKERJAAN 1. 11.

b) Penempatan tenaga kerja untuk setiap macam tugas dan / atau ketrampilan. PIHAK KEDUA harus memberikan ganti rugi dan tetap melindungi PIHAK PERTAMA. plastik makanan. Pihak Kedua berkewajiban untuk mempersiapkan dan menyimpan buku laporan harian yang berisi kegiatan harian. Menjamin kebersihan lokasi kerja dari sampah-sampah sisa pekerjaan dan sampah yang berasal dari luar (pekerja. sepatu kerja. 18. Pengadaan Alat Pelindung Diri (APD). 16. yang berupa : 1. PIHAK KEDUA wajib memperbaiki kerusakan tersebut atas biaya sendiri hingga diterima baik oleh PIHAK PERTAMA. sarung tangan (jika diperlukan). 2.kaca mata las. Menjamin terlaksananya usaha pencegahan kecelakaan pada semua tingkatan pekerjaan dan selalu terus berupaya mewujudkan tidak ada kecelakaan kerja. 2. tuntutan. 4. serta membuang sampah tersebut keluar area proyek atau Tempat Pembuangan Akhir (TPA). kepatuhan pada QA system dan K3L ini tidak membebaskan PARA PIHAK atas tanggung jawabnya sesuai sub kontrak. Apabila terjadi kerusakan pada pekerjaan tersebut yang diakibatkan oleh kelalaian PIHAK KEDUA. Pengukuran volume pekerjaan berdasarkan data rill di lapangan yang didasarkan gambar dan patok ukur yang dilakukan opname bersama pada saat sebelum dan sesudah pelaksanaan pekerjaan. sabuk pengaman (jika diperlukan). 3. Buku Laporan tersebut di atas ditandatangani oleh PIHAK KEDUA dan diserahkan minimum setiap 2 (dua) mingguan yaitu periode tanggal 10 dan 25 setiap bulannya untuk diperiksa dan ditandatangani oleh PIHAK PERTAMA. bungkus rokok. terdiri dari : a) Kuantitas dan macam bahan atau barang yang ada di lapangan (yang belum dipakai). ongkos-ongkos dan setiap macam pengeluaran lain yang disebabkan atau berkaitan dengan timbulnya persoalan tersebut. kerusakan. d) Jenis dan uraian pekerjaan yang dilaksanakan. dan PEMBERI TUGAS dan Pekerjanya terhadap tanggung jawab hukum atas setiap kerusakan. PASAL 14 CARA PELAPORAN 1. seperti: helm. jenis dan kondisi peralatan. Dalam hal ini tidak ada biaya tambahan yang dikeluarkan oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA berkenaan dengan mobilisasi tersebut atau hal lainnya. PIHAK KEDUA membebaskan PIHAK PERTAMA dari segala resiko akibat tuntutan dari PIHAK KETIGA. menjamin kemajuan pekerjaan telah sesuai dengan keinginan PIHAK PERTAMA. KONSULTAN. 15. PIHAK KEDUA berkewajiban menyerahkan Laporan Bulanan kepada PIHAK PERTAMA / WAKIL LAPANGAN PIHAK PERTAMA yang terdiri dari: a) Perhitungan Volume Pekerjaan / Calculation Sheet Subkon PM Proc Adkon Keu 7 dari 12 . gugatan hukum. PIHAK KEDUA wajib melaksanakan pekerjaan persiapan yang diperlukan untuk pelaksanaan. kehilangan atau kecelakaan yang timbul termasuk terhadap setiap klaim. c) Jumlah. dengan memakai dan menggunakan alat-alat keselamatan dan kesehatan kerja lingkungan. 3.Pekerjaan … PT. PIHAK KEDUA wajib melaksanakan Quality Assurance (QA) System dan Prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan (K3L) PT Adhi Karya (Persero). perubahan desain dan lain-lain. bungkusan makanan. dan PEMBERI TUGAS. e) Catatan lain yang berkenaan dengan pelaksanaan pekerjaan. PASAL 13 KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA LINGKUNGAN (K3L) PIHAK KEDUA wajib menerapkan Standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan (K3L) yang berlaku di lingkungan proyek. Memberikan perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja bagi semua tenaga kerja dan lingkungan sesuai dengan ketentuan / norma yang berlaku untuk mencapai nihil kecelakaan kerja. 14. biaya. PIHAK KEDUA wajib mencegah terjadinya kerusakan pada pekerjaan yang telah diselesaikan oleh PIHAK PERTAMA atau PIHAK LAIN. … Proyek … 13. pelindung telinga (jika diperlukan) dan sebagainya. KONSULTAN. puntung rokok dan lain sebagainya). 17.

6. pemberontakan dan epidemi yang secara keseluruhan ada hubungan langsung kepada para pihak. banjir. yang mengakibatkan terhambatnya pelaksanaan kewajiban salah satu atau PARA PIHAK yang disebabkan oleh karena: a) Bencana alam termasuk akan tetapi tidak terbatas pada gempa bumi. maka keadaan memaksa (force majeure) yang terjadi dianggap tidak pernah ada. PASAL 16 SANKSI-SANKSI 1. PIHAK PERTAMA tanpa mengurangi tata cara perbaikan atas pelanggaran tersebut dalam ayat 1 dapat memotong kerugian akibat pelanggaran tersebut dari pembayaran tagihan yang menjadi hak PIHAK KEDUA. 4. 3. Jika PIHAK KEDUA gagal dalam menyelesaikan setiap bagian pekerjaan atau keseluruhan Pekerjaan dalam Jangka Waktu sesuai dengan rencana yang telah ada pada Lampiran di surat perjanjian ini. maka PIHAK KEDUA diwajibkan untuk membayarkan kepada PIHAK PERTAMA dengan jumlah Subkon PM Proc Adkon Keu 2. 7. Atas pemberitahuan PIHAK KEDUA. 2. sehingga menjadi tidak mungkin untuk dapat memenuhi kewajiban berdasarkan perjanjian ini. maka kerugian yang timbul sebagai adanya keadaan memaksa (force majeure) tersebut ditanggung oleh masing-masing pihak dan masing-masing pihak tidak dapat menuntu ganti rugi apapun terhadap pihak lainnya. maka PIHAK PERTAMA dianggap menyetujui adanya keadaan memaksa (force majeure). 8 dari 12 . tanpa sepengetahuan PIHAK PERTAMA. pemogokan. kemampuan dan kekuasaan PARA PIHAK. perjanjian ini diputuskan berdasarkan persetujuan PARA PIHAK. huru-hara. 5. Setelah terjadinya keadaan Force Majeure sebagai dimaksud ayat 1 dan 2 Pasal ini. Keadaan memaksa harus diberitahukan secara tertulis oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA dalam kurun waktu 7 (tujuh) hari kalender sejak terjadi keadaan / peristiwa tersebut disertai dengan bukti-bukti yang sah dari instansi yang berwenang. PIHAK PERTAMA akan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu atas pemberitahuan dari PIHAK KEDUA serta akan memberikan tanggapan menyetujui atau menolak secara tertulis keadaan memaksa (force majeure) tersebut dalam jangka waktu paling lambat 7 (tujuh) hari sejak diterimanya surat pemberitahuan tersebut. maka PIHAK PERTAMA akan langsung mengambil alih pekerjaan Surat perjanjian ini. PIHAK KEDUA hanya berhak untuk menerima pembayaran sampai dengan tahap pekerjaan yang telah dikerjakan dan telah diterima dengan baik oleh PIHAK PERTAMA. Jika PIHAK KEDUA melakukan pelanggaran tersebut dalam pasal 12 ayat 8. b) Perang. … Proyek … b) Berita Acara Pemeriksaan Pekerjaan yang disetujui PIHAK PERTAMA / WAKIL LAPANGAN PIHAK PERTAMA c) Prestasi Pekerjaan yang disetujui PIHAK PERTAMA d) Dokumentasi untuk hal yang dianggap penting oleh PIHAK PERTAMA PASAL 15 KEADAAN MEMAKSA 1. tanah longsor. 3. PIHAK KEDUA harus menjamin PIHAK PERTAMA dari semua kerugian yang mengakibatkan PIHAK PERTAMA menjadi bertanggung jawab berdasarkan Kontrak antara PEMBERI TUGAS dan PIHAK PERTAMA akibat pelanggaran PIHAK KEDUA tersebut. dan kebakaran. Keadaan Memaksa (“Force Majeure”) menurut perjanjian ini adalah keadaan atau peristiwa yang terjadi diluar dugaan. Jika PIHAK KEDUA melakukan pelanggaran atas Surat perjanjian ini. Jika dalam waktu 7 (tujuh) hari sejak pemeberitahuan oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA belum/tidak memberikan jawaban. 4.Pekerjaan … PT. Apabila lewat waktu 7 (tujuh) hari sebagaimana dimaksud ayat 2 Pasal ini terlampaui. Apabila sebagai akibat adanya keadaan memaksa (force majeure). PEMBERI TUGAS ataupun KONSULTAN PENGAWAS.

Para Pihak sepakat untuk mengesampingkan kalimat kedua dan ketiga Pasal 1266 KUHPerdata yang berlaku di Indonesia sepanjang mengenai diisyaratkannya keputusan Badan Peradilan untuk pengakhiran sesuatu perjanjian. dan dalam cara sedemikian rupa yang dianggap Subkon PM Proc Adkon Keu 9 dari 12 . Dalam hal terjadi pemutusan kontrak sebelum masa berlakunya berakhir. kecuali apabila hal ini disebabkan oleh keadaan memaksa atau hal-hal lain yang dapat memenuhi dan disetujui oleh PIHAK PERTAMA.1% dari nilai setiap bagian Surat perjanjian ini atau keseluruhan Nilai surat perjanjian ini dan maksimal 5 % dari keseluruhan nilai Surat perjanjian ini PIHAK KEDUA harus menyerahkan Pekerjaan sesuai mutu dan kualitas yang disyaratkan dan telah disepakati. maka PIHAK PERTAMA berhak menolak pekerjaan tersebut dan PIHAK KEDUA wajib memperbaiki atau mengganti pada waktu yang ditentukan oleh PIHAK PERTAMA. 7. e) Bila prestasi pekerjaan telah dilaksanakan antara 0% sampai 50% terlambat 15% dari rencana dan apabila prestasi pekerjaan yang dilaksanakan antara 50% sampai dengan 100% terlambat 10% dari rencana. Jika PIHAK KEDUA melakukan pelanggaran sebagaimana yang tersebut dalam pasal 12 ayat 7 maka biaya demobilisasi dan mobilisasi kembali tidak akan dibayar. Bila mutu dan kualitas tersebut tidak sesuai. 1. PASAL 17 BERAKHIRNYA PERJANJIAN Perjanjian ini dengan sendirinya berakhir setelah PARA PIHAK telah menyelesaikan seluruh kewajibankewajibannya berdasarkan perjanjian/kontrak ini. f) PIHAK KEDUA tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari PIHAK PERTAMA telah menyerahkan pekerjaan baik sebagian maupun seluruhnya kepada pihak lain. Jika PIHAK KEDUA gagal dalam menyelesaikan setiap bagian pekerjaan atau keseluruahan pekerjaan dalam jangka waktu sesuai dengan rencana yang telah ada pada lapiran Sub Kontrak ini. PASAL 18 PENUNDAAN PEKERJAAN PIHAK KEDUA berdasarkan perintah tertulis dari PIHAK PERTAMA harus menunda kemajuan pekerjaan atau bagian pekerjaan dalam waktu atau waktu tertentu. d) Memberikan keterangan yang tidak benar yang dapat merugikan PIHAK PERTAMA sehubungan dengan pekerjaan ini. sebagaimana tersebut di ayat 7 di bawah ini. 6. 3. b) Menunjuk pihak lain untuk melaksanakan atau menyelesaikan pekerjaan 4. Dalam hal PIHAK PERTAMA mengakhiri perjanjian ini berdasarkan ketentuan ayat 2 pasal ini maka PIHAK PERTAMA berhak untuk : a) Melakukan pencairan atas semua jaminan yang telah diberikan oleh PIHAK KEDUA. c) 7 (tujuh) hari berturut-turut tidak melanjutkan pekerjaan di lapangan yang telah dimulainya. b) Setelah 1 (satu) minggu terhitung tanggal berlakunya surat perjanjian ini tidak atau belum mulai melaksanakan kegiatan dalam rangka memenuhi pasal 3. Jumlah Denda Keterlambatan untuk setiap hari kalender pada penyelesaian setiap bagian Pekerjaan atau keseluruhan surat perjanjian ini adalah: 0. tanpa ada biaya dan waktu tambahan dari PIHAK PERTAMA. maka PIHAK PERTAMA akan mengambil alih pekerjaan PIHAK KEDUA dengan biaya ditanggung oleh PIHAK KEDUA. 2. Pihak pertama berhak untuk memotong secara langsung terhadap pembayaran yang belum dilaksanakan.Pekerjaan … PT. PIHAK PERTAMA berhak memutuskan perjanjian ini secara sepihak dengan pemberitahuan tertulis 7 (tujuh) hari sebelumnya setelah melakukan peringatan / teguran tertulis 3 (tiga) kali berturut-turut dalam hal PIHAK KEDUA: a) Tidak dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan jangka waktu sebagaimana yang dimaksud pada pasal 7 perjanjian ini dan denda keterlambatan sudah mencapai 5% dari nilai surat perjanjian ini secara keseluruhan. Menyimpang dari ketentuan ayat 1 pasal ini. 8. … Proyek … 5.

Asuransi Peralatan terhadap peralatan PIHAK KEDUA yang digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan. Apabila tidak dapat diselesaikan secara musyawarah.Pekerjaan … PT. hak cipta dan atau hak-hak lain yang dilindungi yang berkenaan dengan peralatan konstruksi. 2. 2. mesin-mesin atau bahan-bahan yang digunakan sehubungan dengan pelaksanaan pekerjaan berdasarkan perjanjian ini. Keputusan BANI bersifat mengikat dan final 3. Dalam hal kontrak dan/ atau Dokumen kontrak ini dibuat dalam versi bahasa Inggris atau bahasa lainnya. maka dalam hal terdapat penafsiran yang berbeda atas suatu ketentuan Kontrak. yang berlaku adalah Kontrak dan/ atau Dokumen Kontrak yang dibuat dalam bahasa Indonesia. PASAL 22 PERLINDUNGAN ATAS HAK ATAS KEKAYAAN INTELEKTUAL PIHAK KEDUA harus menjaga untuk tidak merugikan dan melindungi PIHAK PERTAMA dari segala tuntutan untuk menanggung persoalan yang menyangkut pelanggaran terhadap hak-hak paten. Subkon PM Proc Adkon Keu 10 dari 12 . sepanjang dianggap perlu oleh PIHAK PERTAMA. 2. PASAL 21 PENYELESAIAN PERSELISIHAN 1. … Proyek … perlu oleh PIHAK PERTAMA dan selama jangka waktu penundaan itu PIHAK KEDUA berkewajiban untuk melindungi dan mengamankan pekerjaan secara layak. PASAL 19 ASURANSI Asuransi yang menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA adalah : 1. Asuransi Tenaga Kerja meliputi Asuransi Ketenagakerjaan. Pelaksanaan kontrak ini termasuk tetapi tidak terbatas pada korespondensinya menggunakan bahasa Indonesia. maka PARA PIHAK akan menyelesaikan secara musyawarah. dan PEMBERI TUGAS. 2. PASAL 23 HUKUM DAN BAHASA 1. KONSULTAN. Perjanjian Kontrak ini akan berlaku dan tunduk pada hukum Republik Indonesia. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (JAMSOSTEK) menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA melalui asuransi tenaga kerja yang telah diproses oleh PIHAK PERTAMA. PASAL 20 PENYERAHAN PEKERJAAN 1. 3. Serah terima pekerjaan dapat dilakukan secara umum dan menyeluruh Pekerjaan dinyatakan telah selesai apabila telah diterima PIHAK PERTAMA. Apabila terjadi perbedaan pendapat diantara PARA PIHAK sebagai akibat dari PERJANJIAN ini. b) Berita Acara Serah Terima Terakhir untuk serah terima kedua pekerjaan selesai 100% dan sudah melalui masa pemeliharaan. dan dinyatakan dalam : a) Berita Acara Serah Terima Pertama untuk serah terima pertama pekerjaan selesai 100 %. maka PARA PIHAK sepakat untuk menyelesaikan perselisihan melalui dan menurut Peraturan dan Prosedur Penyelesaian Perselisihan BANI (Badan Arbitrase Nasional) di Jakarta.

akan diatur kemudian atas dasar permufakatan kedua belah pihak yang akan dituangkan kedalam bentuk surat perjanjian tambahan (Amandemen) yang merupakan kesatuan dan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari perjanjian ini. tanda tangan dan stempel asli distribusi untuk Proyek 1 (satu) tanpa bermaterai. … Proyek … PASAL 24 LAIN-LAIN Segala sesuatu yang belum diatur dalam perjanjian ini atau perubahan-perubahan yang dipandang perlu oleh PARA PIHAK. Hal-hal yang belum diatur dan apabila ada perubahan-perubahan dalam perjanjian ini.Pekerjaan … PT. Surat-menyurat juga dapat dilakukan oleh PIHAK PERTAMA atau wakil PIHAK PERTAMA dilapangan kepada PIHAK KEDUA atau wakil PIHAK KEDUA di Site Proyek dengan nilai bobot kekuatan hukum yang sama. Semua pemberitahuan dan atau surat-menyurat antara Kedua Belah Pihak sehubungan dengan perjanjian ini dilakukan secara tertulis dan dianggap telah disampaikan kepada yang bersangkutan bilamana ada tanda terima tertulis. ADHI KARYA (Persero). tanda tangan dan stempel asli distribusi untuk Procurement Divisi Konstruksi I. PIHAK PERTAMA PT. Surat perjanjian ini ditandatangani oleh kedua belah pihak pada hari dan tanggal tersebut diatas..Tbk DIVISI KONSTRUKSI I 2. PIHAK KEDUA PT. 3 … Direktur Ir. DJOKO PRABOWO Kepala Subkon PM Proc Adkon Keu 11 dari 12 . Stempel dan tanda tangan asli dari PIHAK PERTAMA distribusi untuk PIHAK KEDUA. 1 (satu) bermaterai. . Stempel dan tanda tangan asli dari PIHAK KEDUA distribusi untuk PIHAK PERTAMA Akutansi Divisi Konstruksi I. dan berakhir setelah kedua belah pihak menyelesaikan kewajiban masing-masing dan dibuat dalam rangkap 4 (empat) dan 2 (dua) diantaranya bermaterai cukup untuk masing-masing Pihak yang mempunyai kekuatan hukum yang sama. 1 (satu) tanpa bermaterai. PASAL 25 PENUTUP 1.. akan diatur dalam perjanjian tambahan (Addendum) dan merupakan perjanjian yang tak terpisahkan dari perjanjian ini. 1 (satu) bermaterai.