Jenis Jenis dan Macam Macam Pipa

October 23, 2009 · by MR TOFIK · in Material. · Pipa Dari sekian jenis pembuatan pipa secara umum dapat dikelompokkan menjadi dua bagian yaitu : 1. Jenis pipa tanpa sambungan (pembuatan pipa tanpa sambungan pengelasan) 2. Jenis pipa dengan sambungan (pembuatan pipa dengan pengelasan) Bahan-bahan pipa secara umum : Bahan-bahan pipa yg dimaksud disini adalah struktur bahan baru pipa tersebut yg dapat dibagi secara umum sebagai berikut: 1. Carbon steel 2. Carbon Moly 3. Galvanees 4. Ferro Nikel 5. Stainless Steel 6. PVC (Paralon) 7. Chrom Moly Sedang bahan-bahan pipa secara khusus dapat dikelompokkan sebagai berikut : 1. Vibre Glass 2. Aluminium (Aluminium) 3. Wrought Iron (besi tanpa tempa) 4. Cooper (Tembaga) 5. Red Brass (kuningan merah) 6. Nickel cooper = Monel ( timah tembaga) 7. Nickel chrom iron = inconel (besi timah chrom) Komponen perpipaan : Komponen perpipaan harus dibuat berdasarkan spesifikasi standar yg terdaftar dalam simbol dan kode yg telah dibuat atau dipilih sebelumnya. Komponen perpipaan yg dimaksud disini meliputi : 1. Pipes (pipa-pipa) 2. Flanges ( flens-flens) 3. Fittings (sambungan) 4. Valves (katup-katup) 5. Boltings (baut-baut) 6. gasket 7. Specials items Pemilihan bahan : Pemilihan bahan perpipaan haruslah disesuaikan dengan pembuatan teknik perpipaan dan hal ini dapat dilihat pada ASTM serta ANSI dalam pembagian sebagai berikut

Macam Sambungan Perpipaan : Sambungan perpipaan dapat dikelompokkan sebagai berikut : 1. Ketebalan. Schedule pipa ini dapat dikelompokkan sebagai berikut : 1. Diameter dalam (Inside Diameter). sifat korosi. Schedule standard . Ketebalan dan schedule. Schedule : Spesifikasi umum dapat dilihat pada ASTM (American Society of Testing Materials). Diameter. Sambungan cabang itu sendiri merupakan sambungan antara pipa dengan pipa. 20. Perpipaan untuk pengangkutan minyak 5.Dimana disitu diterangkan mengenai Diameter. Sambungan langsung (stub in) 2.1. Faktor gaya serta kebutuhan lainnya dari aliran serta pipanya. Perpipaan untuk pembangkit tenaga 2. Sambungan dengan menggunakan flanges (flens-flens) Tipe sambungan cabang dapat pula ditentukan pada spesifikasi yg telah dibuat sebelum mendesain atau dapat pula dihitung berdasarkan perhitungan kekuatan. 40. 60. 30. Perpipaan untuk penyulingan minyak mentah 4. Schedule 5. sangatlah berhubungan. Perpipaan untuk distribusi dan transmisi gas Selain dari penggunaan instalasi atau konstruksi seperti diterangkan diatas perlu pula diketahui Jenis aliran temperatur. hal ini tergantung kebutuhan serta perhitungan kekuatan. Sambungan dengan menggunakan pengelasan 2. Sambungan dengan menggunakan ulir Selain sambungan seperti diatas terdapat pula penyambungan khusus dengan menggunakan pengeleman (perekatan) serta pengkleman (untuk pipa plsatik dan pipa vibre glass). 2. hal ini karena ketebalan pipa tergantung daripada schedule pipa itu sendiri. 120. misal sambungan antara header dengan cabang yg lain apakah memerlukan alat bantu penyambung lainnya atau dapat dihubungkan secara langsung. 160. 80. Sambungan dengan menggunakan fittings (alat penyambung) 3. 10 . dengan tidak melupakan faktor efektifitasnya. Pada pengilangan umumnya pipa bertekanan rendah dan pipa dibawah 2″ sajalah yg menggunakan sambungan ulir. Diameter Nominal adalah diameter pipa yg dipilih untuk pemasangan ataupun perdagangan (commodity). kebutuhan. ditetapkan sama walaupun ketebalan (thickness)berbeda untuk tiap schedule. Tipe sambungan cabang: Tipe sambungan cabang (branch connection)dapat dikelompokkan sbb: 1. Perpipaan untuk proses pendinginan 6. ditetapkan berbeda untuk setiap schedule. Ketebalan serta schedule pipa. Diameter Luar (Outside Diameter). Perpipaan untuk tenaga nuklir 7. 100. Perpipaan untuk industri bahan migas 3.

Schedule double Extra Strong (XXS) 5. Steam trap ini akan mengosongkan air ke sistem uap yg mempunyai tekanan lebih rendah 3. Tipe Y 3. 4. Schedule Extra strong (XS) 4. Tipe sementara 4. Sistem perangkap yg tertutup didalam pengosongan air menggunakan katup-katup pada sisi perangkap tersebut. sedangkan drain adalah suatu alat pembuangan zat cair. Gunakan saringan seandainya sistem perangkap ini belum menggunakannya. Tipe ini digunakan secara umum untuk memperluas ruang dan meredusir tekanan pada jalur pipa 2. Kekuatan dari material itu sendiri (Strength of material) 3. Alat penyaring ini digunakan pada jalur pipa guna menyaring kotoran pada aliran sehingga aliaran yg akan diproses atau hasil proses lebih baik mutunya. Pasang katup uji untuk pembuangannya selama pengetesan aliran (start up). Tipe T. Pada sistem pembuangan yg terdapat pada pipa atau equipment. dimana air ini tidak ada gunaya bahkan akan memberikan hambatan pada aliran uap atau dapat menimbulkan kerugian lainnya. Tipe-tipe alat penyaring ini dapat dibagi menjadi : 1. Steam Trap pada daerah jalur pipa yg terendah dimana disitu dianggap air mungkin telah menggantungkan pada kantung pipa (Drip Leg) 2. cair atau gas. VENT dan DRAIN Vent adalah suatu alat pembuangan gas. . Schedule special Perbedaan-perbedaan schedule ini dibuat guna : 1.3. Tipe datar Perangkap Uap (steam Trap): Steam Trap merupakan alat yg digunakan untuk menyingkirkan air dari uap. Untuk melihat ukuran diameter. Menahan internal pressure dari aliran 2. ketebalan. udara atau uap air. Perangkap uap ini ditempatkan pada tempat terendah dari suatu jalur perpipaan atau dipasang pada kantung pipa yg disebut Drip Leg Cara Kerja: 1. Mengatasi kegetasan pipa. dan schedule dapat dipelajari tabel-tabel Alat-alat khusus: Alat-alat khusus dalam bab ini hanya membicarakan mengenai saringan (strainer) dan alat perangkap uap (steam Trap) Saringan (strainer) saringan (strainer) gunanya adalah sebagai alat penyaring kotoran baik yg berupa padat. Mengatasi karat 4. Vent dan Drain dalam cara kerjanya dapat dibagi dua bagian yaitu : bekerja dan tidak bekerja.

SAW pipe 5. So. Untuk hal yg khusus yaitu aliran yg mempunyai tingkat bahaya tinggi. Threaded flange (flens sambungan ulir) 9. Welded Pipe 4. dimaksudkan bahwa peralatan ini digunakan pada pipa atau equipment dalam keadaan bekerja dalam jangka waktu lama atau terus menerus. Untuk Vent dan Drain pemasangannya haruslah disetujui piping engineering group terlebih dahulu. Begitu pula pada penempatan drain haruslah pada tempat yg rendah sesuai fungsinya sebagai pembuangan cairan atau pembersihan cairan serta pembuangan kotoran pada jalur pipa atau equipment. baik mengenai pemakaiannya maupun penempatannya. Spiral welding pipe (pipa las spiral) 2. Jenis-Jenis. FBW pipe 6. Tubing (cubing) 12. EFW pipe 8. Weld neck orifice flange (flens orifis las di leher) 4. C & W pipe 7. SW red flange ( flens memperkecil sambungan sock di las) 7. Penempatan vent pada pipa atau equipment diusahakan pada tempat yg paling tinggi karena fungsinya sebagai pembuangan ke udara. misalnya pada saat pengetesan. Blind flange (flens buta) 2. SMLS pipe (pipa tanpa sambungan) 3. Cara Penempatan Lokasi Vent dan Drain Penempatan vent dan drain haruslah benar-benar diperhitungkan sehingga penggunaannya benar-benar efektif serta aman. Socket weld flange (flens sambungan sock di las) 8. komponen dan perlengkapan Jenis-jenis pipa. red flange (flens memperkecil sambungan sock) 6. Slip on flange (flange sambungan langsung) 5. Lined Pipe 10. hose dan cubing pada dasarnya terdiri dari : 1. Pipe Niple (pipa nipel) Jenis-jenis flens (flanges) terdiri dari : 1. Selain itu harus pula diperhatikan pemasangan sumbat pada katupnya seperti plug atau blind flange. start up atau shut down. penempatannya dan penggunaannya harus benar-benar diperhitungkan serta dikontrol pelaksanaannya. Weld neck flange (flens las di leher) 3. ST red flange (flens memperkecil ST) 11. ERW pipe 9. akan hal ini akan berakibat fatal. Vent dan Drain dikelompokkan tidak bekerja hanya digunakan pada waktu tertentu saja. LPA joint flange (flens sambungan LPA) . Hose 11.Untuk Vent dan Drain yg dikelompokkan bekerja. misalnya untuk aliran beracun atau mudah terbakar. Jangan sampai pemasangan vent dan drain ini terbalik. Stub flange ( flens tonggak) 10.

Reducer (pemerkecil) 9. Swage eccentric (sweg tak sepusat ujung bevel) B. 180 derajat elbow 4. Plug (sumbat) 13. Cap (tutup) 9. Red Tee 11. 45 derajat elbow 2. Coupling 4. Union . Ball valve (katup bola)= Fungsi untuk membuka & menutup dan mangatur aliran fluida secara lebih cepat 3. Jenis sambungan dengan pengelasan : 1. Knife gate valve (katup pintu pisau) 8. Cross (silang) 12. Wafer check valve (katup cek wafer) Jenis-jenis alat penyambung : pada dasarnya alat penyambung ini dikelompokkan dalam dua bagian : A. Weld neck red flange (flens memperkecil las dileher) Jenis-jenis katup : 1. Tee 10. Cross (silang) 8. Socket type flange( flange tipe sock) 13. Red Tee (pemerkecil tee) 10. Bushing (paking) 2. Swage concentric BSE (sweg sepusat ujung bevel) 11. Red coupling (kopling pemerkecil) 5. Cap (tutup) 3. 45 derajat elbow 6. 45 derajat lateral 8. 90 derajat elbow 3. Tee 7. Jenis sambungan dengan ulir 1. Gate Valve (katup pintu)= Fungsi untuk membuka & menutup sepenuhnya 2.12. Needle valve (katup jarum) 9. Concentric reducer (pemerkecil sepusat) 5. Butterfly valve (katup kupu-kupu)= Fungsi untuk membuka & menutup aliran lebih cepat 6. Eccentric reducer ( pemerkecil tak sepusat) 6. 95 derajat elbow 7. Diaphragma valve (katup diaphragma)= Fungsi untuk membuka & menutup dengan diaphragma 7. Check Valve (katup cek)= Fungsi untuk mencegah aliran ke satu arah saja 5. Plug valve (katup sumbat) 10. Globe valve (katup dunia) = Fungsi untuk mengatur besar kecilnya aliran & tekanan 4.

Plug (sumbat) 7. Swage eccentric (sweg tak sepusat) Jenis alat sambungan cubing 1. Male 90 derajat elbow 11. Swage concentric (sweg sepusat) 15. Union(union) 15. Male bulkhead (jantan kepala banyak) 8. Spacer (penjarak) 5. Safety shower (pancuran pengaman) 11. Spectacle blind (kacamata buta satu) 2. Strainer (saringan) 10. Latrolet (olet lateral) 3. Red union (union pemerkecil) 17. Sockolet (olet sock) 5. Male connection 5. Inline mixer (pengaduk dalam) 12. 90 derajat union elbow (siku union 90 derajat) 10. Blind and spacer (buta dan penjarak) 3. Steam Trap (perangkap uap) 9. Line blind (buta jalur) 4. Exhaust head (kepala pembuangan) 13. Female 90 derajat elbow 12. Union cross Jenis-jenis alat sambungan cabang berupa olet : 1. Hose connection 7. Elbowlet (letakan siku) 2. Insert (penyisip) 14. Female adapter(betina) 3. Female bulkhead (betina kepala banyak) 9. Swivel joint (sambungan swivel) 8. Male adapter (jantan) 2.14. Union Tee 16. Sweepolet (olet corong) 4. Threadolet (olet ulir) 6. Expantion joint 6. Cap (tutup) 4. Reducer (pemerkecil) 13. Female connection 6. weldolet (olet las) Jenis-jenis perlengkapan khusus : 1. Instruments Jenis gasket .

sehingga dilapangan hanya merupakan penyambungan saja. Pabrikasi pipa dapat dilakukan pada bengkel-bengkel di lapangan atau pada suatu pembuatan pipa khusus di suatu tempat lalu dikirim kelapangan. PEMASANGAN PIPA DI ATAS TANAH Pemasangan ini dapat dilakukan pada rak pipa (pipe Rack). Pipa dibawah tanah 3. Pipa diatas tanah 2. Ring gasket 2. memerlukan perhitungan teknis dan ekonomis secara cermat. pipa kompressor dan pipa utilitas. diatas penyangga penyangga pipa. Stud bolt (baut paku) 3. Pemasangan pekerjaan perpipaan dapat dikelompokkan menjadi tiga bagian sbb: 1. Oval ring gasket 3. jalan orang. Untuk pipa 18″ keatas bisa langsung dilas ke vesel. Pemilihan keputusan untuk pabrikasi pipa di suatu bengkel dilapangan atau di suatu tempat di luar lapangan bahkan dinegara lain. berikut akan dijelaskan sebagai berikut : Pipa Kolom dan Vesel Pipa yg akan dipasang pada kolom dan vesel harus ditempatkan secara radial disekitar kolom di bagian jalur pipa. ongkos kerja dan pekerjaan dilapangan. Cap screw (ulir penutup) SISTEM PERPIPAAN DAN DETAIL Pada dasarnya sistem pipa dan detail untuk setiap industri atau pengilangan tidaklah jauh berbeda. Flat ring gasket 5. sedangkan drain dipasang pada tempat lokasi terendah yg akan ditentukan oleh P&ID.1. Pada pemasangan pipa diatas tanah ini dapat pula dimasukkan pipa peralatan (equipment) yaitu yg meliputi pipa kolom dan vesel. Full face gasket 4. Pipa dibawah air ( didalam air) Pemasangan sistem perpipaan diketiga tempat ini baik pipa proses . Penggunaan vent atmosferis berkatup dan bertudung harus disediakan pada tempat lokasi titik tertinggi dari vessel atau jalur pipa diatasnya. kecuali pertimbangan pemeliharaan dan akan digunakan sambungan flange. Sambungan dalam skirt tidak boleh ditempatkan katup atau flange. Machine bolt (baut mesin) 2. Hal ini menguntungkan dari segi waktu. atau diatas dudukan pipa (sleeper). platform dibagian access. perbedaan-perbedaan mungkin terjadi hanya pada kondisi khusus atau batasan tertentu yg diminta pada setiap proyek. pipa exchanger.pipa utiliti mempunyai permasalahan masing-masing dan dalam buku ini hanya akan disinggung butir satu dua. . baik melalui transportasi laut atau darat. Spiral gasket Jenis bolt 1. pipa pompa dan turbin.

Spool dipasang diluar nozzle kapal guna memungkinkan pemindahan bundel pipa exchanger. Ruang-ruang bebas untuk pemasangan flange exchanger harus disediakan. Sambungan cabang haruslah dibuat dari atas header. Karena itu masalah penyangga. Pipa Exchanger Pemasangan pipa pada exhcanger tidak boleh dipasang diatas daerah-daerah kanal. Katup pelepas tekanan yg membuang uap ke udara bebas harus dilengkapi dengan pipa paling sedikit tiga meter diatas setiap platform dalam radius 7. Sedangkan untuk aliran panas dan dingin harus diperhatikan fleksibilitasnya. Saringan permanen dan sementara harus disediakan pada inlet pompa dan turbin. Pipa GIP (Galvanized Iron Pipe) . Pipa Utilitas Pemasangan pipa utilitas ini harus benar-benar direncanakan sehingga kebutuhan utilitas di proyek dapat terjangkau penggunaanya. guide dan anchor juga harus menjadi perhatianbagian perencana teknik. Menurut materialnya pipa terbagi antara lain : 1. tutup shell dan fasilitas fasilitas lain yg telah terpasang pada exchanger atau handling yg suka digunakan.5 meter. Hal ini penting untuk mencegah pembongkaran besar yg tak perlu pada pemeliharaan dan perbaikan pipa. akibat adanya beban dinamis yg berhubungan dengan kompresor ini. juga disediakan lubang pembuangan yg besarnya 6 mm(1/4″) dibawah pipa guna mencegah akumulasi cairan. Pipa Kompresor Pemasangan pipa pada kompresor harus diatur perbaikan dan pemeliharaannya. Pipa utilitas seperti apa yg lain haruslah direncanakan beroperasi pada temperatur dan tekanan berapa. maka reduser eksentris harus dipakai bilaman kantung tanpa vent tak dapat dihindari. Apabila aliran utilitas berupa uap jangan lupa membuat kantung kantung uap pada setiap daerah titik terendah dimana aliran akan mendaki dan diperhitungkan tidak boleh lebih dari 40% tekanannya dalam jarak yg dihitung dalam feet.Katup pelepas tekanan yg membuang kedalam sistem blowdown tertutup harus ditinggikan guna memungkinkan bagian pengeluaran pengaliran sendiri ke dalam sistem blowdown. Masalah getaran termasuk bagian terpenting pada pipa kompresor ini. Pemasangan pipa pada pompa dan turbin harus diatur sedemikian rupa. Sambungan pipa dengan menggunakan flanges lebih diutamakan demi memperlancar jalannya perbaikan dan pemeliharaan. Pipa Pompa Dan Turbin Pipa suction atau pipa yg mengalirkan aliran disebut juga pipa hisap harus diatur sedemikian rupa guna mencegah penurunan tekanan dan kantung uap yg dapat pula menimbulkan kavitasi pada impeler. sehingga mudah untuk perawatan dan perbaikan. Perencanaan sub header haruslah dapat memenuhi daerah equipment proses atau kelompok peralatan lainnya yg memerlukan jalur utilitas. Apabila perubahan ukuran diperlukan untuk mempercepat atau memperlambat aliran. terutama untuk temperatur rendah atau tinggi atau tekanan tinggi. begitu pula kedudukan-kedudukan penyangga haruslah baik dan dapat mengatasi getaran-getaran yg diakibatkan motor pipa serta aliran. Pipa hisap (suction) dan buang (discharge) harus benar-benar diperhatikan fleksibilitasnya.

4. dan cairan mudah terbakar lainnya. biasanya digunakan untuk instalasi air panas. 2. Pipa Beton Berupa beton precast. gas. Pipa Tembaga Pipa tembaga merupakan pipa yang kuat dan tahan lama. Pipa beton terbagi menjadi 2 tipe yaitu tipe light duty dan heavy duty. Hanya digunakan untuk intalasi air dingin saja. biasa digunakan sebagai saluran drainase. 5. misalnya : air. 3. kuat. . Pipa Baja (Steel Pipe) Pipa baja digunakan sebagai jalur pipa untuk pasokan energi. lentur/flexible dan tahan terhadap bahan kimia. tidak berkarat dan tahan lama. Pipa HDPE Pipa HDPE (high-density polyethylene) adalah pipa yang terbuat dengan bahan polyethylene dengan kepadatan tinggi sehingga jenis pipa yang dihasilkan dapat menahan daya tekan yang lebih tinggi. minyak. Pipa PVC Pipa PVC (Polyvinyl Chloride) adalah pipa plastik yang terbuat dari gabungan materi vinyl yang menghasilkan pipa yang ringan. tidak dianjurkan untuk pipa air panas. Karakteristik pipa HDPE adalah kuat. 6.Pipa GIP atau pipa besi galvanis digunakan untuk intalasi air bersih dingin saja.