P. 1
makalah_implementasi_tqm

makalah_implementasi_tqm

|Views: 47|Likes:
Published by Izla Didin

More info:

Published by: Izla Didin on Feb 26, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/23/2013

pdf

text

original

PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN DI SUBBAG PENDIDIKAN FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS SEBELAS MARET DENGAN

PENDEKATAN MODEL “TOTAL QUALITY MANAGEMENT (TQM)”

I. Latar Belakang Dunia usaha saat ini dihadapkan pada persaingan global dengan salah satu ciri menonjol adalah berkembangnya teknologi informasi yang sangat pesat. Hal tersebut menjadikan siapa saja dapat dengan mudah mengakses setiap informasi bisnis tanpa dibatasi ruang dan waktu. Bagi konsumen, mereka bisa dengan leluasa mendapatkan informasi pasar, memiliki banyak preferensi produk, dan menentukan pilihan produk yang berkualitas seperti yang diharapkan. Dengan demikian konsumen memegang peran strategis bagi keberhasilan perusahaan. Kepuasan konsumen merupakan inti dari pencapaian profitabilitas jangka panjang. Konsumen akan memperoleh kepuasan jika mereka mendapatkan produk yang berkualitas. Dengan demikian keberhasilan suatu perusahaan dalam berkompetisi sangat bergantung bagaimana mereka dapat memberikan kepuasan kepada konsumen melalui penciptaan produk yang berkualitas. Lingkungan bisnis yang selalu mengalami perubahan menuntut setiap perusahaan untuk melakukan perbaikan kualitas secara kontinyu dan berkelanjutan, disesuaikan dengan dinamika harapan konsumen. Banyak pihak yang sepakat bahwa Total Quality Management (TQM) merupakan salah satu altematif untuk mengelola perusahaan dalam upaya memperbaiki kualitas produk, dan pada perkembangan selanjutnya bisa memberikan kepuasan kepada konsumen. Dengan menerapkan TQM, perusahaan diharapkan akan dapat meningkatkan kepuasan konsumen melalui perbaikan kualitas produk dan dengan meningkatkan kualitas produk perusahaan. TQM memberikan peralatan untuk menjawab setiap tantangan global dan mengarahkan perusahaan pada perbaikan kualitas yang berkesinambungan yang menunjang tercapainya kepuasan konsumen secara total dan terus menerus. 1

Bukti prestasi. 2 . penilaian. TQM diakui sebagai suatu pendekatan manajemen yang dapat memperbaiki kinerja dan efisiensi organisasi. dan 4) penggunaan TQM untuk mengelola aktivitas riset perguruan tinggi. 3) penggunaan TQM dalam pengajaran di kelas. termasuk perguruan tinggi (PT). Persaingan antar lembaga pendidikan tinggi dalam memberikan jasa kepada konsumennya (khususnya mahasiswa) dan dalam proses menghasilkan kualitas keluaran yang memadai. Keberhasilan perusahan perusahaan tersebut telah memacu perusahaan lain untuk mengadopsi dan menerapkan TQM.Banyak perusahaan yang memiliki keunggulan dalam persaingan global karena menerapkan TQM. yaitu: 1) penerapan TQM untuk meningkatkan fungsi administrasi dan operasi. dan lain-lain. berhasil meningkatkan kinerja. produktivitas. menuntut lembaga pendidikan tinggi untuk selalu berbenah diri agar dapat memberikan kepuasan mahasiswanya (Allen dan Davis: 1991). serta hasil evaluasi juga diperlukan untuk memperoleh pengakuan dari masyarakat. Filosofi TQM bisa diadopsi dan diterapkan pada perusahaan manufaktur maupun perusahaan jasa. Meskipun penerapan TQM pada perguruan tinggi masih menimbulkan perdebatan berbagai pihak. maupun daya saing. tidak hanya sekedar mampu menghasilkan lulusan berdasar kuantitas dan standar akademik. Ada empat bidang utama dalam perguruan tinggi yang dapat mengadopsi prinsip-prinsip TQM. TQM merupakan filosofi manajemen kualitas yang bersifat universal. dalam kenyataannya berdasarkan data yang dikumpulkan oleh Quality Progress. keberhasilan alumni dalam mendapatkan pekerjaan yang sesuai bidang ilmunya. sampai dengari tahun 1992 terdapat 220 institusi pendidikan tinggi di Amerika Serikat yang menerapkan TQM' (Lewis dan Smith: 1994). TQM menjanjikan sukses bagi institusi pendidikan tinggi yang beroperasi pada lingkungan bisnis global. tidak terkecuali organisasi jasa. Harley Davidson. 2) mengintegrasikan TQM ke dalam kurikulum. Motorola. sertifikasi kualitas. Astra Grup. Tuntutan terhadap perguruan tinggi saat ini lebih luas. Penerapan TQM diakui telah membawa perusahaan-perusahaan seperti Xerox. karena TQM menggunakan pendekatan menyeluruh terhadap kualitas. namun keseluruhan program dan lembaga pendidikan tinggi harus membuktikan kualitas yang tinggi yang didukung oleh akuntabilitas yang ada. IBM.

dan pendidikan-Iatihan. namun tidak sedikit organisasi yang gagal dalam menerapkan TQM/TQS. customer focus.Peguruan tinggi sebagai organisasi yang bergerak dalam bidang jasa dapat mengadopsi: filosofi TQM melalui suatu konsep yang disebut Total Quality Service (TQS). 3 . Kegagalan organisasi dalam menerapkan TQM/TQS bukan disebabkan oleh filosofi TQM/TQS-nya yang salah. kesadaran yang tinggi dan sikap positif para pengelola akademik terhadap prinsip-prinsip TQM/TQS yang ditunjukkan dengan perlunya perbaikan berkelanjutan dalam proses belajar mengajar maupun mekanisme kerja. Hasil penelitian tersebut menunjukkan basil bahwa pihak luar/pengguna jasa perguruan tinggi menuntut agar perguruan tinggi memiliki nilai tambah yang bermanfaat. (1995). Dukungan terhadap penerapan TQM/TQS di perguruan tinggi semakin kuat dengan mengacu pada penelitian yang dilakukan pada perguruan tinggi di USA oleh Holmes. suatu perusahaan akan memperoleh keberhasilan dalam persaingan. perguruan tinggi harus mampu mengidentifikasi konsumennya dengan tepat. serta menggunakan metode-metode kualitatif dan kuantitatif untuk memperbaiki secara berkesinambungan proses-proses organisasi agar dapat memenuhi dan melebihi kebutuhan. Tetapi banyak perusahaan yang menerapkan TQM/TQS tanpa berusaha untuk memprakirakan keberadaan kendala-kendala yang ada. TQS didefinisikan sebagai sistem manajemen strategik dan integratif yang melibatkan semua manajer dan karyawan. keinginan. Menurut Stamatis (1996). Menilai kendala potensial penerapan TQM/TQS seharusnya merupakan bagian integral dari proses penerapan TQM/TQS (Ngai dan Cheng: 1999). TQS merupakan derivasi TQM dalam industri jasa yang merupakan konsep tentang bagaimana menanamkan kualitas jasa pada setiap fase penyelenggaraan jasa yang melibatkan semua personal organisasi (Handriana: 1998). pengakuan para pengelola akademik bahwa TQM/TQS memberikan kontribusi ke dalam praktek-praktek manajemen. "TQM in The Business School: The Faculty Viewpoint" dan diteruskan oleh Kusdiartini pada perguruan tinggi di Jawa Tengah. et al. dan harapan pelanggan. Ngai dan Cheng dari The Hongkong Polytechnic University. tetapi disebabkan kesalahan pada metode dan strategi penerapannya. Meskipun TQM/TQS menjanjikan keberhasilan bagi organisasi yang menerapkannya. Banyak pihak sepakat bahwa dengan menerapkan TQM/TQS.

Penelitian ini merupakan pengembangan lebih lanjut dari penelitian yang telah dilakukan oleh Ngai dan Cheng. Frederick Taylor (seorang Amerika) yang sekaligus diakui sebagai bapak manajemen. kendala manajerial. Kemudian pada tahun 1950 secara gencar Jepang mengembangkan TQM untuk memperbaiki dan membangkitkan perekonomiannya. barang-barang produk Jepang bisa melampaui kualitas yang diproduksi oleh negara barat.telah melakukan penelitian terhadap para profesional manajer di Hongkong untuk mengetahui kendala-kendala potensial yang dihadapi dalam penerapan TQM. tetapi terakhir ini juga telah diterapkan di dunia pedidikan. Sejak tahun 1980-an TQM mulai sangat populer di dunia bisnis. pada tahun 1920-an. Total Quality Management (TQM) atau dengan terjemahannya dalam Bahasa Indonesia “Manajemen Kualitas Terpadu”. yaitu aspek manusia. TQM lahir di Amerika Serikat kemudian dibesarkan di Jepang yang selanjutnya berkembang di Amerika Utara dan Eropa. kendala infrastruktur. Edwards Deming mengajarkan salah satu penekanan dalam TQM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 4 faktor yang diidentifikasi menjadi kendalakendala potensial dalam penerapan TQM. sehingga volume ekspor industri Jepang sangat drastis peningkatannya. setelah W. dan kendala organisasional. melalui 4 . tidak hanya diterapkan dalam dunia bisnis atau industri. merupakan konsep yang mengutamakan kualitas/mutu. penelitian ini akan memfokuskan pada kendala-kendala potensial penerapan TQM/TQS pada organisasi jasa perguruan tinggi. secara terus menerus perusahaan-perusahaan tersebut berusaha menciptakan infrastruktur sebagai dasar tercapainya kualitas. Berbeda dengan penelitian Ngai dan Cheng. Menurut sejarah. Jepang meyakini bahwa. yaitu kualitas kepada para ilmuwan. “Customers’ satisfaction oriented”. Jepang juga mengirimkan para ahlinya ke luar negeri. insinyur dan eksekutif perusahaan Jepang. Ngai dan Cheng menggunakan reseponden para pofesional manajer pada berbagai perusahaan tanpa membedakan apakah perusahaan manufaktur ataupun jasa. proses dan fasilitas. Dalam penelitiannya. kunci pokok perusahaan-perusahaannya adalah kualitas produknya. Selain itu. Kenyataan menunjukkan bahwa. yaitu: kendala pekerja dan budaya. Oleh karena itu. mencetuskan gerakan Total Quality Management (TQM). Boleh dikatakan bahwa.

Permasalahan Dari latarbelakang di atas dapatlah dirumuskan permasalahan sebagai berikut : Bagaimanakah penerapan TQM dalam meningkatkan kualitas pelayanan Subbag Pendidikan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik ? 5 . mahasiswa. Adapun kebutuhan pelanggan dari Subbag Pendidikan tersebut dapat digambarkan sebagai berikut : • • • • • • • • • • daftar mahasiswa untuk setiap matakuliah yang akurat daftar hadir mahasiswa untuk setiap matakuliah daftar mahasiwa per angkatan yang akurat hasil evaluasi mahasiswa yang dituangkan dalam Kartu Hasil Studi (KHS) yang data capaian Satuan Kredit Semester (SKS) mahasiswa yang akurat judisium yang tepat waktu dan akurat jadwal perkuliahan dan ujian yang tepat waktu dan akurat data ijazah dan transkrip akademik yang tepat waktu dan akurat surat-surat keputusan mengajar dan Penasihat Akademik (PA) yang tepat waktu dll. alumni. padahal Subbag Pendidikan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik . Dalam situasi sumberdaya yang sangat terbatas. masyarakat peminat pendidikan (calon mahasiswa) dan masyarakat lainnya.sub unit administrasi pendidikan yang secara langsung di bawah kendali Dekan.dituntut untuk selalu memenuhi kebutuhan dan kepuasan pelanggan yang terdiri dari : unsurunsur pimpinan : fakultas. dosen. sehingga pelanggan (costumer) akan merasa puas dengan kualitas produk/jasa yang dihasilkan.optimalisasi dan aspek-aspek manajemen inilah yang menjadi obsesi dalam penerapan TQM. akurat dan akurat II. jurusan. Pembantu Dekan I dan Kabag Tatusaha . program.

828 Sawrono. arsip nilai Pendaftaran ujian skripsi dan pelaksanaannya. nilai skripsi.Sos.1 Sumber Daya Manusia Sumberdaya Manusia (SDM) mempunyai posisi yang sanat vital untuk melaksanakan kegiatan organisasi/institusi. Posisi ini diperkuat dengan fakta bahwa. 776 Komarulhadi 130 900 SLA 882 Okta Triswantara. layanan surat keterangan Administrasi akademik dan nilai untuk jurusan Ilmu Administrasi Jadwal perkulihan. tidak terkecuali Subbag Pendidikan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sebalas Maret. Nama NIP Pendd. Subbag Pendidikan merupakan subbag administrasi di bidang akademik dengan produk/jasa yang berupa pelayanan sebagai berikut : • • Kartu Hasil Studi (semester. S. Pembahasan 3. Gol III/c III/ b III/ b III/a III/a III/a III/a Tugas Pendaftaran wisuda. S. cek nilai /transkrip.2 Produk/Jasa Sebagaimana disebutkan di atas. surat-surat keputusan Administrasi akademik dan nilai untuk jurusan Ilmu Komunikasi Administrasi akademik dan nilai untuk jurusan Sosiologi. cek nilai/transkirp.II. Suhadak Maryani. kelenegkapan ujian skripsi Legalisasi ijasah. Adapun staf Subbag Pendidikan adalah sebagai berikut (staf pustakawan tidak dicantumkan) : No. 131 106 S1 040 130 901 SLA 890 131 656 SLA 131 132 231 S1 686 3. semester pendek dan revisi) Jadwal perkuliahan (semester dan semester pendek) 6 . transkrip. staf Subbag Pendidikan memiliki otoritas yang tinggi dalam proses administrasi akademik sampai produk/hasil dari proses tersebut.Sos. 131 656 S1 SIP. surat-surat keterangan. S. Sabardi H. penyimpanan arsip akademik.Sos. cek nilai/transkrip untuk jurusan Ilmu Komunilasi. jadwal ujian. surat-surat keputusan Endang Sri 130 891 S1 Hastuti.

3 Total Quality Management (TQM) Pengertian Total Quality Management (TQM) dari sumber acuan yang satu dengan yang lain agak berbeda.• • • • • • • • • • • • • Jadwal ujian (mid semester. dan lingkungannya”. konsep TQM adalah mengutamakan kualitas/mutu yang diorientasikan pada pelanggan. 7 . semester pendek dan semester) Pendaftaran dan pelaksanaan ujian skripsi Transkrip akademik Legalisasi (transkrip akademik. proses. Boleh dikatakan bahwa. Dari pengertian di atas dapatlah digarisbawahi bahwa adanya upaya perbaikan yang terus menerus dari produk/jasa yang didasari dengan perbaikan elemenelemennya : orang-orang yang terlihat di dalam produksi. jasa. Pengertian TQM menurut Tjiptono dan Diana (1998 : 4) sebagai berikut : “adalah suatu pedekatan dalam menjalankan usaha yang mencoba untuk memaksimumkan daya saing organisasi melalui perbaikan terus-menerus atas produk. mekanisme/teknis produksi dan mesin produksi. manusia. Perbenaan ini hanyanya sebatas pada cara menguraikan. surat keterangan lain) Pengajuan ijazah Pendaftaran wisuda universitas Surat Keputusan mengajar bagi dosen dna dosen luar biasa Surat Keputusan Pembimbing Akademis (PA) Presensi mahasiswa Surat-surat keterangan Cek ijazah dan transkrip Cek rekap nilai Penyimpanan arsip bidang akademik 3. KHS. ijasah.

karakteristik TQM adalah : • • • fokus pada pelanggan. Selanjutnya Poerwowidagdo mengemukakan karakteristik TQM sebagai berikut :  partisipasi aktif dari semua pihak. alat-alat. Pelayanan di sini harus selalu ditingkatkan. baik pelanggan internal maupun eksternal memiliki obsesi yang tinggi terhadap kualitas menggunakan pendekatan ilmiah dalam pengambilan keputusan dan pemecahan masalah 8 . melainkan lebih ditekankan pada bentuk pelayanan yang melibatkan seluruh komponen dalam suatu organisasi guna mencapai keinginan pengguna atau pelanggan.Poerwowidagdo dalam makalahnya yang berjudul : “Upaya Implementasi ‘Total Quality Management’ di TNI-Angkatan Laut” memberikan pengertian TQM adalah : “satu himpunan prinsip-prinsip. Dalam pengertian yang dikemukakan Poerwowidagdo tersebut yang dimaksud produk atau jasa bukanlah produk yang umumnya dihasilkan oleh suatu industri atau perusahaan. baik pimpinan maupun karyawan  berorientasi pada kualitas berdasarkan kepuasan pengguna  dinamika manajemen. baik vertikal maupun horisontal”. dan prosedur-prosedur yang memberikan tuntunan dalam praktek penyelenggaraan organisasi. Dalam penerapannya. top down dan bottom up  menanamkan budaya ‘team work’ dengan baik  menanamkan budaya ‘problem solving’ melalui konsep ‘PDCA ( Plan – Do – Check – Action) approach’ dengan baik  perbaikan berkelanjutan Sedangkan bila meminjam pendapat Tjiptono dan Diana (1998: 4-5). TQM menuntut pemberlakuan di seluruh organisasi. TQM melibatkan seluruh anggauta organisasi dalam mengendalikan dan secara kontinyu meningkatkan bagaimana kerja harus dilakukan dalam upaya mencapai harapan pengguna atau pelanggan (customer) mengenai mutu atau kualitas produk atau jasa yang dihasilkan organisasi.

apalagi menyangkut kulitas produk.” Untuk lebih konkritnya dapatlah diberikan contoh sebagai berikut : seseorang mahasiswa telah selesai menerima revisi Kartu Hasil Studi (KHS) di Subbag Pendidikan Fisip UNS. Beberapa aspek untuk menentukan kualitas layanan. Dalam menilai suatu produk. banyak orang bahkan kita sendiri membicarakan masalah kualitas. mahasiswa tersebut akan bisa segera menentukan kualitas produk/jasa yang berupa layanan tersebut. Apa sebenarnya pengertian “kualitas” ?. misalnya :  kecepatan dan ketepatan waktu yang dijanjikan  cara petugas merespon KHS yang akan direvisi  cara petugas menyerahkan kembali KHS  hasil cetakan KHS  data dalam KHS 9 . kualitas pelayanan di suatu institusi sangat memuaskan. murah dan tidak berbelit. Pengertian kualitas yang diangkat dalam makalah ini diambil dari pendapat (Tjiptono dan Diana : 4) : “suatu kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk. manusia. karena cepat. Dari layanan yang diberikan oleh staf Subbag Pendidikan. jasa. dan lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan.4 Kualitas Dalam kehidupan sehari-hari. proses. misalnya. kualitas produk dalam negeri tidak kalah dengan produk luar negeri.• • • • • • • memiliki komitmen jangka panjang membutuhkan kerja tim (teamwork) memperbaiki proses secara berkesinambungan menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan memberikan kebebasan yang terkendali memiliki kesatuan tujuan adanya keterlibatan dan pemberdayaan karyawan Karakteristik ini juga diyakini sebagai komponen utama dalam TQM 3.

1 Budaya Kerja Tim Untuk menciptakan budaya kerja tim perlu adanya pengembangan staf Subbag Pedidikan secara individual maupun secara tim. Peningkatan kualitas layanan tidak akan tercapai apabila tidak didukung budaya kerja tim dan budaya kualitas/mutu. Menurut Tjiptono dan Diana (1998: 27) yang mengutip pendapat Zeithaml. dan memahami kebutuhan para pelanggan. Konsep pengembangan ini perlu dilihat dari sisi kualitatif. Konsep kualitas sendiri sering dianggap sebagai ukuran kebaikan suatu produk atau jasa. IV. pegawai dan sarana komunikasi  reliability (kehandalan) yaitu kemampuan memberikan pelayanan yang dijanjikan dengan segera dan memuaskan  responsiveness (tanggap). resiko atau keragu-raguan  empty (empati). Dengan demikian pengembangan staf Subbag Pendidikan merupakan upaya pemberdayaan komponen staf sehingga akan 10 . yaitu aspek hasil. meliputi fasilitas fisik. komunikasi yang baik. Perlu digarisbawahi bahwa. Berry dan Parassuraman. perlengkapan. bebas dari bahaya. kesopanan dan sifat dapat dipercaya yang dimiliki para staf. lima rambu-rambu yang sering digunakan oleh pelanggan dalam menilai/mengevaluasi kualitas jasa :  tangibles (bukti langsung). meliputi kemudahan dalam melakukan hubungan.Dari contoh di atas dapat menggambarkan suatu aspek dari kualitas. Implementasi Total Quality Management (TQM) Sebagaimana disebutkan di muka bahwa. proses. dalam konsep TQM aspek kualitas bukalah satu-satunya untuk menentukan tingkat keberhasilan atau mutu produk/jasa. 4. peralatan dan tekniknya. bukan dari sisi kuantitatif. tetapi harus dilihat dari kualitas manusia. yaitu keiginan para staf untuk membantu para pelanggan dan memberikan pelayanan dengan tanggap  assurance (jaminan) mencakup kemampuan. Jika aspek-aspek tersebut telah memenuhi atau melebihi keinginan pencari jasa. TQM menekankan pada kualitas produk/jasa. maka kualitas akan dianggap baik.

. performance. menghayati. dan consequence. dan melaksanakan ketentuan berperilaku dalam sistem kelembagaan. Motivation (pengembangan semangat kerja). proses dan hail bidang administrasi akademik. misalnya dengan pelatihan dan pendidikan formal. efektif/efisien. Perkembangan ini berkaitan erat dengan :  peningkatan kemampuan penguasaan bahan bidang administrasi akademik  penyelenggaraan/pemrosesan administrasi akademik  penguasaan komunikasi dengan baik (public relation)  pegembangan diri dengan menanamkan rasa. sehingga memiliki pusaka/pegangan/”piandel” yang berupa KERIS (kreatif. karsa dan cipta. bila ketentuan tidak disosialisasikan akan bisa menyebabkan pelanggaran atas disiplin kerja. c. Competency (kompetensi). Discipline (disiplin). b. Hanya sayangnya pengembangan staf Subbag Pendidikan melalui pendidikan formal harus mengeluarkan beaya dari kantongnya sendiri. Berbagai aturan dan ketentuan mengenai disiplin harus disosialisasikan. Pengembangan SDM ini dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa sub pengembangan. Yang terdiri dari knowledge.memberikan kontribusi yang optimal terhadap kualitas/mutu. yaitu : a. sensitif)  berwawasan ke depan  selalu mengembangkan kemampuannya. Hal ini tidak hanya menyangkut tepat waktu kerja. 11 . respektif. Pengembangan budaya disiplin. inovatif. namun lebih mengarah pada konsistensi individu dalam memahami. tidak seperti tenaga fungsional dosen dan pustakawan yang diberi kesempatan untuk memperoleh beasiswa yang seluas-luasnya.

pengembangan SDM sangat bergantung dari lembaga induk yang ada dalam struktur internal Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dan lembaga induk universitas. Semangat kerja bisa ditentukan oleh adanyan harapan masa depan. dan lingkungannya. harus selalu diupayakan. Career (pengembangan karier).Semangat kerja berkaitan dengan keiklasan/ketulusan hati yang berdampak pada kepuasan kerja sebagai akibat terpenuhinya kebutuhan dasar dari pekerjaan. d. Perlu ditambahkan bahwa.. Hal ini sangat penting dalam usaha mencapai produktivitas yang lebih baik. misalnya bagi yang memenhui kriteria tertentu akan bisa mendapatkan kesempatan ke jenjang karier yang lebih tinggi. e. misalnya : fasilitas. Pengembangan ini diberikan untuk memperoleh kesempatan ke jenjang pejabat seselon (struktural). 4. di mana kesemua aspek tersebut tidak dapat 12 . peralatan/fasilitas. Pengembangan ini sangat dibutuhkan dalam mendukung usaha-usaha pengembangan di atas. Pengembangan kinerja staf Subbag Pendidikan dalam berbagai bentuk. yang jelas asalnya dan dapat dipertanggungjawabkan. pemasok data. mengingat perekonomian Indonesia yang begitu lesu menyebabkan nilai penghasilan dari gaji tidak sesuai dengan yang diharapkan. teknik. Wealthy (kesejahteraan). maka kualitas/mutu pelayanan tersebut akan bergantung kepada aspek-aspek kualitas manusia. namun pengembangan ini harus dipikirikan secara terintegrasi dengan mempertimbangan aspek finansial dan psikologis. proses.2 Budaya Kualitas/Mutu Sehubungan dengan produk yang dihasilkan oleh Subbag Pendidikan berupa jasa/pelayanan administrasi akademik. peralatan dan suasana kantor. Hal ini perlu diketengahkan bahwa. Hal ini menyangkut penghargaan atas profesi staf Subbag Pendidikan dalam memperoleh penghargaan yang berupa penghasilan resmi di luar gaji.

komitmen jangka panjang. Hambatan-Hambatan TQM merupakan pendekatan yang sudah lama diimplementasikan di dunia bisnis. di mana kualitas/mutu ditujukan/difokuskan kepada pelanggan (customer)  penyediaan peralatan/fasilitas yang memenuhi dan sesuai dengan perkembangan teknologi. Budaya kualitas/mutu ini bisa direalisasikan dengan :  penanaman pemahaman akan pentingnya kualitas/mutu atas produk/jasa kepada staf Subbag Pendidikan. dan pimpinan terkait serta pemasok  pembudayaan seluruh staf dalam koridor “teamwork”  pemberian kesempatan kepada staf untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan yang relevan dengan bidang tugasnya  penggunaan pendekatan ilmiah dalam pemecahan masalah dan pengambilan keputusan V. misalnya dalam penyerahkan nilai mahasiswa oleh dosen. berserta bahan-bahannya  penyederhanaan dan perbaikan prosedur/proses administrasi pendidikan yang tidak menyimpang dari rambu-rambu/aturan-aturan yang ada  penyempurnaan yang terus menerus atas software yang diterapkan beserta output-nya dalam komitmen jangka panjang  membangun komunikasi secara vertikal dan horisontal internal Subbag Pendidikan. namun relatif baru diadopsi di dunia pendidikan. baik dosen maupun mahasiswa.dipisahkan dari yang satu dengan yang lainnya. dan penyerahan Kartu Rencana Studi (KRS) oleh mahasiswa  lambannya penyerahan daftar nama pengampu matakuliah dari jurusan/program  adanya kesenjangan bila subbag lain tidak menerapkan TQM 13 . Adapun hambatan-hambatan yang kemungkinan dijumpai dalam implementasi TQM adalah :  lambannya kontribusi pemasok. TQM memerlukan perubahan atas paradigma manajemen konvensional. kesatuan tujuan dan pelatihan-pelatihan. antar subbag.

TQM akan berhasil dengan baik apabila didukung oleh semua unsur-unsur yang diperlukan.dalam penanganan “problemshooting” dan pengembangan sistem jaringan komputer  adanya keragu-raguan staf dalam menerima konsep dan impelmentasi TQM VI. suasana kantor yang kurang nyaman. ----------------------- 14 . Penutup Hasil yang diharapkan dari implementasi TQM tidaklah semudah membalik tangan. karena menyangkut salah satu unsur pokok. yaitu manusia yang sering/sudah terkondisi dengan kerja individual dan sering menunda-nunda pekerjaan. misalnya Puskom – institusi yang mengkoordinasikan jaringan kampus . melainkan perlu waktu yang panjang. misalnya mahasiswa bebas keluar masuk di ruang administrasi  aturan universitas terkadang bertentangan dengan aturan fakultas  kelambanan pihak terkait. Implementasi TQM menuntut perubahan dan perombakan fundamental atas budaya yang selama ini berjalan.

1989. Sukarna. Sapto. Poerwowidagdo. 1998.com/indonesia/head_office/hupmas/news/BPertamina/2002/D esember/30_Desember/BP301202M416.gov. Anastasia Total Quality Managemen Yogyakarta : Andi Offset. Bandung : Mandar Maju.SUMBER RUJUKAN 1. ------------2.pertamina.htm implementasi http://www. J.uk/mbp/bpgt/m9ja91001/m9ja910011.htm 6. 7. Kepemimpinan dalam administrasi.tripod.hangtuah.html 3. Upaya implementasi ‘total quality leadership” di TNI-Angkatan Laut http://www. Tjiptono.id/Sapto/total-quali. 15 .com/8-02.pqm-iris. Fandy dan Diana.id/pqm/tqm.ac.html 5.Pengembangan kinerja menuju produktivitas 4.html effective http://www.co.dti. ------------. ------------Total quality management and (Telaah Masalah leadership Sumber Daya Dosen PTS) http://jurnal-kopertis4. ------------Business Kick excellence off through Total TQM Quality UP Management III PLAJU http://www.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->