PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN DI SUBBAG PENDIDIKAN FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS SEBELAS MARET DENGAN

PENDEKATAN MODEL “TOTAL QUALITY MANAGEMENT (TQM)”

I. Latar Belakang Dunia usaha saat ini dihadapkan pada persaingan global dengan salah satu ciri menonjol adalah berkembangnya teknologi informasi yang sangat pesat. Hal tersebut menjadikan siapa saja dapat dengan mudah mengakses setiap informasi bisnis tanpa dibatasi ruang dan waktu. Bagi konsumen, mereka bisa dengan leluasa mendapatkan informasi pasar, memiliki banyak preferensi produk, dan menentukan pilihan produk yang berkualitas seperti yang diharapkan. Dengan demikian konsumen memegang peran strategis bagi keberhasilan perusahaan. Kepuasan konsumen merupakan inti dari pencapaian profitabilitas jangka panjang. Konsumen akan memperoleh kepuasan jika mereka mendapatkan produk yang berkualitas. Dengan demikian keberhasilan suatu perusahaan dalam berkompetisi sangat bergantung bagaimana mereka dapat memberikan kepuasan kepada konsumen melalui penciptaan produk yang berkualitas. Lingkungan bisnis yang selalu mengalami perubahan menuntut setiap perusahaan untuk melakukan perbaikan kualitas secara kontinyu dan berkelanjutan, disesuaikan dengan dinamika harapan konsumen. Banyak pihak yang sepakat bahwa Total Quality Management (TQM) merupakan salah satu altematif untuk mengelola perusahaan dalam upaya memperbaiki kualitas produk, dan pada perkembangan selanjutnya bisa memberikan kepuasan kepada konsumen. Dengan menerapkan TQM, perusahaan diharapkan akan dapat meningkatkan kepuasan konsumen melalui perbaikan kualitas produk dan dengan meningkatkan kualitas produk perusahaan. TQM memberikan peralatan untuk menjawab setiap tantangan global dan mengarahkan perusahaan pada perbaikan kualitas yang berkesinambungan yang menunjang tercapainya kepuasan konsumen secara total dan terus menerus. 1

tidak hanya sekedar mampu menghasilkan lulusan berdasar kuantitas dan standar akademik. Meskipun penerapan TQM pada perguruan tinggi masih menimbulkan perdebatan berbagai pihak. sampai dengari tahun 1992 terdapat 220 institusi pendidikan tinggi di Amerika Serikat yang menerapkan TQM' (Lewis dan Smith: 1994). TQM diakui sebagai suatu pendekatan manajemen yang dapat memperbaiki kinerja dan efisiensi organisasi. Astra Grup. karena TQM menggunakan pendekatan menyeluruh terhadap kualitas. Tuntutan terhadap perguruan tinggi saat ini lebih luas. IBM. berhasil meningkatkan kinerja. Filosofi TQM bisa diadopsi dan diterapkan pada perusahaan manufaktur maupun perusahaan jasa. dan 4) penggunaan TQM untuk mengelola aktivitas riset perguruan tinggi. TQM merupakan filosofi manajemen kualitas yang bersifat universal. 2 . maupun daya saing. termasuk perguruan tinggi (PT).Banyak perusahaan yang memiliki keunggulan dalam persaingan global karena menerapkan TQM. Penerapan TQM diakui telah membawa perusahaan-perusahaan seperti Xerox. keberhasilan alumni dalam mendapatkan pekerjaan yang sesuai bidang ilmunya. yaitu: 1) penerapan TQM untuk meningkatkan fungsi administrasi dan operasi. Persaingan antar lembaga pendidikan tinggi dalam memberikan jasa kepada konsumennya (khususnya mahasiswa) dan dalam proses menghasilkan kualitas keluaran yang memadai. dan lain-lain. Bukti prestasi. dalam kenyataannya berdasarkan data yang dikumpulkan oleh Quality Progress. penilaian. tidak terkecuali organisasi jasa. Motorola. namun keseluruhan program dan lembaga pendidikan tinggi harus membuktikan kualitas yang tinggi yang didukung oleh akuntabilitas yang ada. 2) mengintegrasikan TQM ke dalam kurikulum. Keberhasilan perusahan perusahaan tersebut telah memacu perusahaan lain untuk mengadopsi dan menerapkan TQM. Harley Davidson. TQM menjanjikan sukses bagi institusi pendidikan tinggi yang beroperasi pada lingkungan bisnis global. 3) penggunaan TQM dalam pengajaran di kelas. sertifikasi kualitas. serta hasil evaluasi juga diperlukan untuk memperoleh pengakuan dari masyarakat. menuntut lembaga pendidikan tinggi untuk selalu berbenah diri agar dapat memberikan kepuasan mahasiswanya (Allen dan Davis: 1991). Ada empat bidang utama dalam perguruan tinggi yang dapat mengadopsi prinsip-prinsip TQM. produktivitas.

Menurut Stamatis (1996). perguruan tinggi harus mampu mengidentifikasi konsumennya dengan tepat. keinginan. Dukungan terhadap penerapan TQM/TQS di perguruan tinggi semakin kuat dengan mengacu pada penelitian yang dilakukan pada perguruan tinggi di USA oleh Holmes. Banyak pihak sepakat bahwa dengan menerapkan TQM/TQS. kesadaran yang tinggi dan sikap positif para pengelola akademik terhadap prinsip-prinsip TQM/TQS yang ditunjukkan dengan perlunya perbaikan berkelanjutan dalam proses belajar mengajar maupun mekanisme kerja. Meskipun TQM/TQS menjanjikan keberhasilan bagi organisasi yang menerapkannya. dan harapan pelanggan. (1995).Peguruan tinggi sebagai organisasi yang bergerak dalam bidang jasa dapat mengadopsi: filosofi TQM melalui suatu konsep yang disebut Total Quality Service (TQS). dan pendidikan-Iatihan. serta menggunakan metode-metode kualitatif dan kuantitatif untuk memperbaiki secara berkesinambungan proses-proses organisasi agar dapat memenuhi dan melebihi kebutuhan. tetapi disebabkan kesalahan pada metode dan strategi penerapannya. "TQM in The Business School: The Faculty Viewpoint" dan diteruskan oleh Kusdiartini pada perguruan tinggi di Jawa Tengah. et al. Tetapi banyak perusahaan yang menerapkan TQM/TQS tanpa berusaha untuk memprakirakan keberadaan kendala-kendala yang ada. Ngai dan Cheng dari The Hongkong Polytechnic University. suatu perusahaan akan memperoleh keberhasilan dalam persaingan. Hasil penelitian tersebut menunjukkan basil bahwa pihak luar/pengguna jasa perguruan tinggi menuntut agar perguruan tinggi memiliki nilai tambah yang bermanfaat. Kegagalan organisasi dalam menerapkan TQM/TQS bukan disebabkan oleh filosofi TQM/TQS-nya yang salah. Menilai kendala potensial penerapan TQM/TQS seharusnya merupakan bagian integral dari proses penerapan TQM/TQS (Ngai dan Cheng: 1999). TQS didefinisikan sebagai sistem manajemen strategik dan integratif yang melibatkan semua manajer dan karyawan. TQS merupakan derivasi TQM dalam industri jasa yang merupakan konsep tentang bagaimana menanamkan kualitas jasa pada setiap fase penyelenggaraan jasa yang melibatkan semua personal organisasi (Handriana: 1998). 3 . namun tidak sedikit organisasi yang gagal dalam menerapkan TQM/TQS. pengakuan para pengelola akademik bahwa TQM/TQS memberikan kontribusi ke dalam praktek-praktek manajemen. customer focus.

Dalam penelitiannya. kendala manajerial. Penelitian ini merupakan pengembangan lebih lanjut dari penelitian yang telah dilakukan oleh Ngai dan Cheng. Jepang juga mengirimkan para ahlinya ke luar negeri. secara terus menerus perusahaan-perusahaan tersebut berusaha menciptakan infrastruktur sebagai dasar tercapainya kualitas. yaitu kualitas kepada para ilmuwan. Boleh dikatakan bahwa. barang-barang produk Jepang bisa melampaui kualitas yang diproduksi oleh negara barat. merupakan konsep yang mengutamakan kualitas/mutu. “Customers’ satisfaction oriented”. insinyur dan eksekutif perusahaan Jepang.telah melakukan penelitian terhadap para profesional manajer di Hongkong untuk mengetahui kendala-kendala potensial yang dihadapi dalam penerapan TQM. Berbeda dengan penelitian Ngai dan Cheng. Frederick Taylor (seorang Amerika) yang sekaligus diakui sebagai bapak manajemen. kunci pokok perusahaan-perusahaannya adalah kualitas produknya. setelah W. Oleh karena itu. Menurut sejarah. Selain itu. pada tahun 1920-an. tetapi terakhir ini juga telah diterapkan di dunia pedidikan. Total Quality Management (TQM) atau dengan terjemahannya dalam Bahasa Indonesia “Manajemen Kualitas Terpadu”. kendala infrastruktur. mencetuskan gerakan Total Quality Management (TQM). tidak hanya diterapkan dalam dunia bisnis atau industri. yaitu aspek manusia. yaitu: kendala pekerja dan budaya. Jepang meyakini bahwa. dan kendala organisasional. TQM lahir di Amerika Serikat kemudian dibesarkan di Jepang yang selanjutnya berkembang di Amerika Utara dan Eropa. penelitian ini akan memfokuskan pada kendala-kendala potensial penerapan TQM/TQS pada organisasi jasa perguruan tinggi. melalui 4 . Sejak tahun 1980-an TQM mulai sangat populer di dunia bisnis. Ngai dan Cheng menggunakan reseponden para pofesional manajer pada berbagai perusahaan tanpa membedakan apakah perusahaan manufaktur ataupun jasa. sehingga volume ekspor industri Jepang sangat drastis peningkatannya. Kenyataan menunjukkan bahwa. Edwards Deming mengajarkan salah satu penekanan dalam TQM. proses dan fasilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 4 faktor yang diidentifikasi menjadi kendalakendala potensial dalam penerapan TQM. Kemudian pada tahun 1950 secara gencar Jepang mengembangkan TQM untuk memperbaiki dan membangkitkan perekonomiannya.

mahasiswa. Permasalahan Dari latarbelakang di atas dapatlah dirumuskan permasalahan sebagai berikut : Bagaimanakah penerapan TQM dalam meningkatkan kualitas pelayanan Subbag Pendidikan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik ? 5 . jurusan. Pembantu Dekan I dan Kabag Tatusaha .sub unit administrasi pendidikan yang secara langsung di bawah kendali Dekan. Adapun kebutuhan pelanggan dari Subbag Pendidikan tersebut dapat digambarkan sebagai berikut : • • • • • • • • • • daftar mahasiswa untuk setiap matakuliah yang akurat daftar hadir mahasiswa untuk setiap matakuliah daftar mahasiwa per angkatan yang akurat hasil evaluasi mahasiswa yang dituangkan dalam Kartu Hasil Studi (KHS) yang data capaian Satuan Kredit Semester (SKS) mahasiswa yang akurat judisium yang tepat waktu dan akurat jadwal perkuliahan dan ujian yang tepat waktu dan akurat data ijazah dan transkrip akademik yang tepat waktu dan akurat surat-surat keputusan mengajar dan Penasihat Akademik (PA) yang tepat waktu dll. program. sehingga pelanggan (costumer) akan merasa puas dengan kualitas produk/jasa yang dihasilkan.optimalisasi dan aspek-aspek manajemen inilah yang menjadi obsesi dalam penerapan TQM. masyarakat peminat pendidikan (calon mahasiswa) dan masyarakat lainnya. alumni. Dalam situasi sumberdaya yang sangat terbatas. dosen.dituntut untuk selalu memenuhi kebutuhan dan kepuasan pelanggan yang terdiri dari : unsurunsur pimpinan : fakultas. padahal Subbag Pendidikan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik . akurat dan akurat II.

S.2 Produk/Jasa Sebagaimana disebutkan di atas.1 Sumber Daya Manusia Sumberdaya Manusia (SDM) mempunyai posisi yang sanat vital untuk melaksanakan kegiatan organisasi/institusi. cek nilai/transkirp. Nama NIP Pendd. Gol III/c III/ b III/ b III/a III/a III/a III/a Tugas Pendaftaran wisuda. layanan surat keterangan Administrasi akademik dan nilai untuk jurusan Ilmu Administrasi Jadwal perkulihan. Suhadak Maryani. staf Subbag Pendidikan memiliki otoritas yang tinggi dalam proses administrasi akademik sampai produk/hasil dari proses tersebut. penyimpanan arsip akademik. cek nilai /transkrip.Sos. cek nilai/transkrip untuk jurusan Ilmu Komunilasi.II. kelenegkapan ujian skripsi Legalisasi ijasah. nilai skripsi.Sos.Sos. 776 Komarulhadi 130 900 SLA 882 Okta Triswantara. surat-surat keterangan. Posisi ini diperkuat dengan fakta bahwa. semester pendek dan revisi) Jadwal perkuliahan (semester dan semester pendek) 6 . Pembahasan 3. transkrip. Subbag Pendidikan merupakan subbag administrasi di bidang akademik dengan produk/jasa yang berupa pelayanan sebagai berikut : • • Kartu Hasil Studi (semester. 131 106 S1 040 130 901 SLA 890 131 656 SLA 131 132 231 S1 686 3. jadwal ujian. S. Adapun staf Subbag Pendidikan adalah sebagai berikut (staf pustakawan tidak dicantumkan) : No. surat-surat keputusan Endang Sri 130 891 S1 Hastuti. Sabardi H. 828 Sawrono. tidak terkecuali Subbag Pendidikan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sebalas Maret. S. arsip nilai Pendaftaran ujian skripsi dan pelaksanaannya. 131 656 S1 SIP. surat-surat keputusan Administrasi akademik dan nilai untuk jurusan Ilmu Komunikasi Administrasi akademik dan nilai untuk jurusan Sosiologi.

dan lingkungannya”. 7 . Pengertian TQM menurut Tjiptono dan Diana (1998 : 4) sebagai berikut : “adalah suatu pedekatan dalam menjalankan usaha yang mencoba untuk memaksimumkan daya saing organisasi melalui perbaikan terus-menerus atas produk. manusia. Perbenaan ini hanyanya sebatas pada cara menguraikan.3 Total Quality Management (TQM) Pengertian Total Quality Management (TQM) dari sumber acuan yang satu dengan yang lain agak berbeda. mekanisme/teknis produksi dan mesin produksi. semester pendek dan semester) Pendaftaran dan pelaksanaan ujian skripsi Transkrip akademik Legalisasi (transkrip akademik. surat keterangan lain) Pengajuan ijazah Pendaftaran wisuda universitas Surat Keputusan mengajar bagi dosen dna dosen luar biasa Surat Keputusan Pembimbing Akademis (PA) Presensi mahasiswa Surat-surat keterangan Cek ijazah dan transkrip Cek rekap nilai Penyimpanan arsip bidang akademik 3. ijasah. jasa.• • • • • • • • • • • • • Jadwal ujian (mid semester. Dari pengertian di atas dapatlah digarisbawahi bahwa adanya upaya perbaikan yang terus menerus dari produk/jasa yang didasari dengan perbaikan elemenelemennya : orang-orang yang terlihat di dalam produksi. Boleh dikatakan bahwa. konsep TQM adalah mengutamakan kualitas/mutu yang diorientasikan pada pelanggan. KHS. proses.

karakteristik TQM adalah : • • • fokus pada pelanggan. melainkan lebih ditekankan pada bentuk pelayanan yang melibatkan seluruh komponen dalam suatu organisasi guna mencapai keinginan pengguna atau pelanggan. top down dan bottom up  menanamkan budaya ‘team work’ dengan baik  menanamkan budaya ‘problem solving’ melalui konsep ‘PDCA ( Plan – Do – Check – Action) approach’ dengan baik  perbaikan berkelanjutan Sedangkan bila meminjam pendapat Tjiptono dan Diana (1998: 4-5).Poerwowidagdo dalam makalahnya yang berjudul : “Upaya Implementasi ‘Total Quality Management’ di TNI-Angkatan Laut” memberikan pengertian TQM adalah : “satu himpunan prinsip-prinsip. baik vertikal maupun horisontal”. baik pimpinan maupun karyawan  berorientasi pada kualitas berdasarkan kepuasan pengguna  dinamika manajemen. baik pelanggan internal maupun eksternal memiliki obsesi yang tinggi terhadap kualitas menggunakan pendekatan ilmiah dalam pengambilan keputusan dan pemecahan masalah 8 . Pelayanan di sini harus selalu ditingkatkan. alat-alat. TQM menuntut pemberlakuan di seluruh organisasi. dan prosedur-prosedur yang memberikan tuntunan dalam praktek penyelenggaraan organisasi. Dalam penerapannya. Selanjutnya Poerwowidagdo mengemukakan karakteristik TQM sebagai berikut :  partisipasi aktif dari semua pihak. Dalam pengertian yang dikemukakan Poerwowidagdo tersebut yang dimaksud produk atau jasa bukanlah produk yang umumnya dihasilkan oleh suatu industri atau perusahaan. TQM melibatkan seluruh anggauta organisasi dalam mengendalikan dan secara kontinyu meningkatkan bagaimana kerja harus dilakukan dalam upaya mencapai harapan pengguna atau pelanggan (customer) mengenai mutu atau kualitas produk atau jasa yang dihasilkan organisasi.

mahasiswa tersebut akan bisa segera menentukan kualitas produk/jasa yang berupa layanan tersebut. dan lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan. jasa. manusia. Apa sebenarnya pengertian “kualitas” ?. kualitas produk dalam negeri tidak kalah dengan produk luar negeri. Beberapa aspek untuk menentukan kualitas layanan.4 Kualitas Dalam kehidupan sehari-hari. Dalam menilai suatu produk. banyak orang bahkan kita sendiri membicarakan masalah kualitas. proses.• • • • • • • memiliki komitmen jangka panjang membutuhkan kerja tim (teamwork) memperbaiki proses secara berkesinambungan menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan memberikan kebebasan yang terkendali memiliki kesatuan tujuan adanya keterlibatan dan pemberdayaan karyawan Karakteristik ini juga diyakini sebagai komponen utama dalam TQM 3. Pengertian kualitas yang diangkat dalam makalah ini diambil dari pendapat (Tjiptono dan Diana : 4) : “suatu kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk.” Untuk lebih konkritnya dapatlah diberikan contoh sebagai berikut : seseorang mahasiswa telah selesai menerima revisi Kartu Hasil Studi (KHS) di Subbag Pendidikan Fisip UNS. kualitas pelayanan di suatu institusi sangat memuaskan. misalnya :  kecepatan dan ketepatan waktu yang dijanjikan  cara petugas merespon KHS yang akan direvisi  cara petugas menyerahkan kembali KHS  hasil cetakan KHS  data dalam KHS 9 . murah dan tidak berbelit. karena cepat. misalnya. Dari layanan yang diberikan oleh staf Subbag Pendidikan. apalagi menyangkut kulitas produk.

yaitu aspek hasil. tetapi harus dilihat dari kualitas manusia. lima rambu-rambu yang sering digunakan oleh pelanggan dalam menilai/mengevaluasi kualitas jasa :  tangibles (bukti langsung). Konsep kualitas sendiri sering dianggap sebagai ukuran kebaikan suatu produk atau jasa. meliputi kemudahan dalam melakukan hubungan. pegawai dan sarana komunikasi  reliability (kehandalan) yaitu kemampuan memberikan pelayanan yang dijanjikan dengan segera dan memuaskan  responsiveness (tanggap). Perlu digarisbawahi bahwa. bebas dari bahaya. proses. Menurut Tjiptono dan Diana (1998: 27) yang mengutip pendapat Zeithaml. peralatan dan tekniknya. Implementasi Total Quality Management (TQM) Sebagaimana disebutkan di muka bahwa. resiko atau keragu-raguan  empty (empati). maka kualitas akan dianggap baik. perlengkapan. bukan dari sisi kuantitatif. Jika aspek-aspek tersebut telah memenuhi atau melebihi keinginan pencari jasa. Berry dan Parassuraman. TQM menekankan pada kualitas produk/jasa. dan memahami kebutuhan para pelanggan. 4. IV.Dari contoh di atas dapat menggambarkan suatu aspek dari kualitas. Konsep pengembangan ini perlu dilihat dari sisi kualitatif. Dengan demikian pengembangan staf Subbag Pendidikan merupakan upaya pemberdayaan komponen staf sehingga akan 10 . komunikasi yang baik.1 Budaya Kerja Tim Untuk menciptakan budaya kerja tim perlu adanya pengembangan staf Subbag Pedidikan secara individual maupun secara tim. yaitu keiginan para staf untuk membantu para pelanggan dan memberikan pelayanan dengan tanggap  assurance (jaminan) mencakup kemampuan. dalam konsep TQM aspek kualitas bukalah satu-satunya untuk menentukan tingkat keberhasilan atau mutu produk/jasa. Peningkatan kualitas layanan tidak akan tercapai apabila tidak didukung budaya kerja tim dan budaya kualitas/mutu. kesopanan dan sifat dapat dipercaya yang dimiliki para staf. meliputi fasilitas fisik.

Perkembangan ini berkaitan erat dengan :  peningkatan kemampuan penguasaan bahan bidang administrasi akademik  penyelenggaraan/pemrosesan administrasi akademik  penguasaan komunikasi dengan baik (public relation)  pegembangan diri dengan menanamkan rasa. karsa dan cipta. b. Yang terdiri dari knowledge. bila ketentuan tidak disosialisasikan akan bisa menyebabkan pelanggaran atas disiplin kerja. proses dan hail bidang administrasi akademik. Discipline (disiplin). sensitif)  berwawasan ke depan  selalu mengembangkan kemampuannya. namun lebih mengarah pada konsistensi individu dalam memahami. inovatif. dan melaksanakan ketentuan berperilaku dalam sistem kelembagaan. dan consequence. Berbagai aturan dan ketentuan mengenai disiplin harus disosialisasikan. misalnya dengan pelatihan dan pendidikan formal. yaitu : a. Hal ini tidak hanya menyangkut tepat waktu kerja. c. tidak seperti tenaga fungsional dosen dan pustakawan yang diberi kesempatan untuk memperoleh beasiswa yang seluas-luasnya. Pengembangan budaya disiplin. efektif/efisien. sehingga memiliki pusaka/pegangan/”piandel” yang berupa KERIS (kreatif. Pengembangan SDM ini dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa sub pengembangan. 11 . respektif. Motivation (pengembangan semangat kerja). performance. menghayati.. Hanya sayangnya pengembangan staf Subbag Pendidikan melalui pendidikan formal harus mengeluarkan beaya dari kantongnya sendiri.memberikan kontribusi yang optimal terhadap kualitas/mutu. Competency (kompetensi).

Wealthy (kesejahteraan). peralatan dan suasana kantor. Perlu ditambahkan bahwa. di mana kesemua aspek tersebut tidak dapat 12 . Hal ini menyangkut penghargaan atas profesi staf Subbag Pendidikan dalam memperoleh penghargaan yang berupa penghasilan resmi di luar gaji. Hal ini sangat penting dalam usaha mencapai produktivitas yang lebih baik. Pengembangan kinerja staf Subbag Pendidikan dalam berbagai bentuk. pengembangan SDM sangat bergantung dari lembaga induk yang ada dalam struktur internal Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dan lembaga induk universitas. namun pengembangan ini harus dipikirikan secara terintegrasi dengan mempertimbangan aspek finansial dan psikologis. Semangat kerja bisa ditentukan oleh adanyan harapan masa depan. misalnya : fasilitas. 4. harus selalu diupayakan. Pengembangan ini sangat dibutuhkan dalam mendukung usaha-usaha pengembangan di atas. pemasok data. teknik. maka kualitas/mutu pelayanan tersebut akan bergantung kepada aspek-aspek kualitas manusia. d. proses.2 Budaya Kualitas/Mutu Sehubungan dengan produk yang dihasilkan oleh Subbag Pendidikan berupa jasa/pelayanan administrasi akademik. e. peralatan/fasilitas.Semangat kerja berkaitan dengan keiklasan/ketulusan hati yang berdampak pada kepuasan kerja sebagai akibat terpenuhinya kebutuhan dasar dari pekerjaan.. yang jelas asalnya dan dapat dipertanggungjawabkan. dan lingkungannya. Career (pengembangan karier). mengingat perekonomian Indonesia yang begitu lesu menyebabkan nilai penghasilan dari gaji tidak sesuai dengan yang diharapkan. misalnya bagi yang memenhui kriteria tertentu akan bisa mendapatkan kesempatan ke jenjang karier yang lebih tinggi. Pengembangan ini diberikan untuk memperoleh kesempatan ke jenjang pejabat seselon (struktural). Hal ini perlu diketengahkan bahwa.

Adapun hambatan-hambatan yang kemungkinan dijumpai dalam implementasi TQM adalah :  lambannya kontribusi pemasok. dan penyerahan Kartu Rencana Studi (KRS) oleh mahasiswa  lambannya penyerahan daftar nama pengampu matakuliah dari jurusan/program  adanya kesenjangan bila subbag lain tidak menerapkan TQM 13 . berserta bahan-bahannya  penyederhanaan dan perbaikan prosedur/proses administrasi pendidikan yang tidak menyimpang dari rambu-rambu/aturan-aturan yang ada  penyempurnaan yang terus menerus atas software yang diterapkan beserta output-nya dalam komitmen jangka panjang  membangun komunikasi secara vertikal dan horisontal internal Subbag Pendidikan. dan pimpinan terkait serta pemasok  pembudayaan seluruh staf dalam koridor “teamwork”  pemberian kesempatan kepada staf untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan yang relevan dengan bidang tugasnya  penggunaan pendekatan ilmiah dalam pemecahan masalah dan pengambilan keputusan V.dipisahkan dari yang satu dengan yang lainnya. di mana kualitas/mutu ditujukan/difokuskan kepada pelanggan (customer)  penyediaan peralatan/fasilitas yang memenuhi dan sesuai dengan perkembangan teknologi. kesatuan tujuan dan pelatihan-pelatihan. komitmen jangka panjang. Budaya kualitas/mutu ini bisa direalisasikan dengan :  penanaman pemahaman akan pentingnya kualitas/mutu atas produk/jasa kepada staf Subbag Pendidikan. antar subbag. namun relatif baru diadopsi di dunia pendidikan. misalnya dalam penyerahkan nilai mahasiswa oleh dosen. baik dosen maupun mahasiswa. Hambatan-Hambatan TQM merupakan pendekatan yang sudah lama diimplementasikan di dunia bisnis. TQM memerlukan perubahan atas paradigma manajemen konvensional.

karena menyangkut salah satu unsur pokok. misalnya mahasiswa bebas keluar masuk di ruang administrasi  aturan universitas terkadang bertentangan dengan aturan fakultas  kelambanan pihak terkait. TQM akan berhasil dengan baik apabila didukung oleh semua unsur-unsur yang diperlukan. misalnya Puskom – institusi yang mengkoordinasikan jaringan kampus .dalam penanganan “problemshooting” dan pengembangan sistem jaringan komputer  adanya keragu-raguan staf dalam menerima konsep dan impelmentasi TQM VI. suasana kantor yang kurang nyaman. Implementasi TQM menuntut perubahan dan perombakan fundamental atas budaya yang selama ini berjalan. ----------------------- 14 . yaitu manusia yang sering/sudah terkondisi dengan kerja individual dan sering menunda-nunda pekerjaan. melainkan perlu waktu yang panjang. Penutup Hasil yang diharapkan dari implementasi TQM tidaklah semudah membalik tangan.

Poerwowidagdo.com/8-02.html 5. Tjiptono. Upaya implementasi ‘total quality leadership” di TNI-Angkatan Laut http://www. Fandy dan Diana. Bandung : Mandar Maju. ------------2.co.htm 6.uk/mbp/bpgt/m9ja91001/m9ja910011.pqm-iris. ------------Business Kick excellence off through Total TQM Quality UP Management III PLAJU http://www. 1989.ac.com/indonesia/head_office/hupmas/news/BPertamina/2002/D esember/30_Desember/BP301202M416.gov. ------------.id/Sapto/total-quali.id/pqm/tqm.html 3.tripod. Anastasia Total Quality Managemen Yogyakarta : Andi Offset.html effective http://www.SUMBER RUJUKAN 1.htm implementasi http://www. 15 .dti.Pengembangan kinerja menuju produktivitas 4. ------------Total quality management and (Telaah Masalah leadership Sumber Daya Dosen PTS) http://jurnal-kopertis4. Sapto. Kepemimpinan dalam administrasi. 1998. 7.hangtuah. Sukarna. J.pertamina.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful