Teknik dan Instrumen Penilaian (Minggu, 05 Juni 2011) A. Teknik Penilaian Permendiknas No.

22 tahun 2006 menyatakan bahwa Standar Isi (SI) untuk satuan Pendidikan Dasar dan Menengah mencakup lingkup materi minimal dan tingkat kompetensi minimal untuk mencapai kompetensi lulusan minimal pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Di dalam SI dijelaskan bahwa kegiatan pembelajaran dalam KTSP meliputi tatap muka, penugasan terstruktur, dan kegiatan mandiri tidak terstruktur. Tatap muka adalah pertemuan formal antara pendidik dan peserta didik dalam pembelajaran di kelas. Penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur adalah kegiatan pembelajaran berupa pendalaman materi pembelajaran oleh peserta didik yang dirancang oleh pendidik untuk mencapai standar kompetensi. Waktu penyelesaian penugasan terstruktur ditentukan oleh pendidik, sedangkan waktu penyelesaian kegiatan mandiri tidak terstruktur diatur sendiri oleh peserta didik. Sejalan dengan ketentuan tersebut, penilaian dalam KTSP harus dirancang untuk dapat mengukur dan memberikan informasi mengenai pencapaian kompetensi peserta didik yang diperoleh melalui kegiatan tatap muka, penugasan terstruktur, dan kegiatan mandiri tidak terstruktur. Berbagai macam teknik penilaian dapat dilakukan secara komplementer (saling melengkapi) sesuai dengan kompetensi yang dinilai. Teknik penilaian yang dimaksud antara lain melalui tes, observasi, penugasan, inventori, jurnal, penilaian diri, dan penilaian antarteman yang sesuai dengan karakteristik kompetensi dan tingkat perkembangan peserta didik. 1. Tes adalah pemberian sejumlah pertanyaan yang jawabannya dapat benar atau salah. Tes dapat berupa tes tertulis, tes lisan, dan tes praktik atau tes kinerja. Tes tertulis adalah tes yang menuntut peserta tes memberi jawaban secara tertulis berupa pilihan dan/atau isian. Tes yang jawabannya berupa pilihan meliputi pilihan ganda, benar-salah, dan menjodohkan. Sedangkan tes yang jawabannya berupa isian dapat berbentuk isian singkat dan/atau uraian. Tes lisan adalah tes yang dilaksanakan melalui komunikasi langsung (tatap muka) antara peserta didik dengan pendidik. Pertanyaan dan jawaban diberikan secara lisan. Tes praktik (kinerja) adalah tes yang meminta peserta didik melakukan perbuatan/mendemonstasikan/ menampilkan keterampilan. Dalam rancangan penilaian, tes dilakukan secara berkesinambungan melalui berbagai macam ulangan dan ujian. Ulangan meliputi ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, dan ulangan kenaikan kelas. Sedangkan ujian terdiri atas ujian nasional dan ujian sekolah. Ulangan adalah proses yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran, untuk melakukan perbaikan pembelajaran, memantau kemajuan dan menentukan keberhasilan belajar peserta didik. Ulangan harian adalah kegiatan yang dilakukan secara periodik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah menyelesaikan satu kompetensi dasar (KD) atau lebih. Ulangan tengah semester adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah melaksanakan 8 – 9 minggu kegiatan pembelajaran. Cakupan ulangan tengah semester meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan seluruh KD pada periode tersebut. Ulangan akhir semester adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik pada akhir semester. Cakupan ulangan akhir semester meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan semua KD pada semester tersebut. Ulangan kenaikan kelas adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik pada akhir semester genap untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik pada akhir semester genap pada satuan pendidikan yang menggunakan sistem paket. Cakupan ulangan kenaikan kelas meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan semua KD pada semester genap. Ujian adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik sebagai pengakuan prestasi belajar dan/atau penyelesaian dari suatu satuan pendidikan. Ujian nasional adalah kegiatan pengukuran pencapaian kompetensi peserta didik pada beberapa mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi dalam rangka menilai pencapaian Standar Nasional Pendidikan. Ujian sekolah adalah kegiatan pengukuran pencapaian kompetensi peserta didik yang dilakukan oleh satuan pendidikan untuk memperoleh pengakuan atas prestasi belajar dan merupakan salah satu persyaratan kelulusan dari satuan pendidikan. Mata pelajaran yang diujikan pada ujian sekolah adalah mata pelajaran pada kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi yang tidak diujikan pada ujian nasional, dan aspek kognitif dan/atau psikomotorik untuk kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, serta kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. 2. Observasi adalah penilaian yang dilakukan melalui pengamatan terhadap peserta didik selama pembelajaran berlangsung dan/atau di luar kegiatan pembelajaran. Observasi dilakukan untuk mengumpulkan data kualitatif dan kuantitatif sesuai dengan kompetensi yang dinilai, dan dapat dilakukan baik secara formal maupun informal. Penilaian observasi dilakukan antara lain sebagai penilaian akhir kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kelompok mata pelajaran

kewarganegaraan dan kepribadian, kelompok mata pelajaran estetika, serta kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga, dan kesehatan. 3. Penugasan adalah pemberian tugas kepada peserta didik baik secara perorangan maupun kelompok. Penilaian penugasan diberikan untuk penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur, dan dapat berupa praktik di laboratorium, tugas rumah, portofolio, projek, dan/atau produk. 4. Portofolio adalah kumpulan dokumen dan karya-karya peserta didik dalam bidang tertentu yang diorganisasikan untuk mengetahui minat, perkembangan prestasi, dan kreativitas peserta didik (Popham, 1999). Bentuk ini cocok untuk mengetahui perkembangan unjuk kerja peserta didik dengan menilai bersama karya-karya atau tugas-tugas yang dikerjakannya. Peserta didik dan pendidik perlu melakukan diskusi untuk menentukan skor. Pada penilaian portofolio, peserta didik dapat menentukan karya-karya yang akan dinilai, melakukan penilaian sendiri kemudian hasilnya dibahas. Perkembangan kemampuan peserta didik dapat dilihat pada hasil penilaian portofolio. Teknik ini dapat dilakukan dengan baik apabila jumlah peserta didik yang dinilai sedikit. 5. Projek adalah tugas yang diberikan kepada peserta didik dalam kurun waktu tertentu. Peserta didik dapat melakukan penelitian melalui pengumpulan, pengorganisasian, dan analisis data, serta pelaporan hasil kerjanya. Penilaian projek dilaksanakan terhadap persiapan, pelaksanaan, dan hasil. 6. Produk (hasil karya) adalah penilaian yang meminta peserta didik menghasilkan suatu hasil karya. Penilaian produk dilakukan terhadap persiapan, pelaksanaan/proses pembuatan, dan hasil. 7. Inventori merupakan teknik penilaian melalui skala psikologis yang dipakai untuk mengungkapkan sikap, minat, dan persepsi peserta didik terhadap objek psikologis. 8. Jurnal merupakan catatan pendidik selama proses pembelajaran yang berisi informasi hasil pengamatan terhadap kekuatan dan kelemahan peserta didik yang berkait dengan kinerja ataupun sikap dan perilaku peserta didik yang dipaparkan secara deskriptif. 9. Penilaian diri merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peserta didik untuk menilai dirinya sendiri mengenai berbagai hal. Dalam penilaian diri, setiap peserta didik harus mengemukakan kelebihan dan kekurangan dirinya secara jujur. 10. Penilaian antarteman merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peserta didik mengemukakan kelebihan dan kekurangan temannya dalam berbagai hal secara jujur. Kombinasi penggunaan berbagai teknik penilaian di atas akan memberikan informasi yang lebih akurat tentang kemajuan belajar peserta didik. Karena pembelajaran pada KTSP meliputi kegiatan tatap muka, penugasan terstruktur, dan kegiatan mandiri tidak terstruktur, maka penilaianpun harus dilaksanakan seperti itu. Tabel berikut menyajikan contoh penilaian yang dilakukan dalam pembelajaran melalui kegiatan tatap muka, penugasan terstruktur, dan kegiatan mandiri tidak terstruktur. Tabel 1 Penilaian untuk kegiatan tatap muka dan penugasan MATA PELAJARAN Fisika TATAP MUKA Mengukur besaran Ulangan mengenai fisika (massa, Pengukuran panjang, dan waktu) Membaca QS Al Baqarah: 30, AlMukminum: 12-14, Az-Zariyat: 56 dan An-Nahl: 78 Ulangan mengenai hukum bacaan untuk surat dan ayat yang sesuai KOMPETENSI DASAR PENILAIAN UNTUK KEGIATAN PEMBELAJARAN TUGAS TERSTRUKTUR Praktik mengukur di laboraborium KEGIATAN MANDIRI Tugas mendata alat ukur yang sering digunakan sehari-hari

Pendidikan Agama Islam

Melafalkan QS Al Baqarah: 30, AlMukminum: 12-14, Az-Zariyat: 56 dan An-Nahl: 78 dengan makhraj yang benar

Membuat rang-kuman perbandingan tiga referensi tafsir Al Qur‟an (Ibnu Katsir, Jalalain, dan Al-Azhar) QS Al Baqarah: 30, AlMukminum: 12-14, Az-Zariyat: 56 dan An-Nahl: 78

B. Aspek yang Dinilai Penilaian dilakukan secara menyeluruh yaitu mencakup semua aspek kompetensi yang meliputi kemampuan kognitif, psikomotorik, dan afektif. Kemampuan kognitif adalah kemampuan berpikir yang menurut taksonomi Bloom secara hierarkis terdiri atas pengetahuan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis, dan evaluasi. Pada tingkat pengetahuan, peserta didik menjawab pertanyaan berdasarkan hapalan saja. Pada tingkat pemahaman, peserta didik dituntut untuk menyatakan jawaban atas pertanyaan dengan kata-katanya sendiri. Misalnya, menjelaskan suatu prinsip atau konsep. Pada tingkat aplikasi, peserta didik dituntut untuk menerapkan prinsip dan konsep dalam suatu situasi yang baru. Pada tingkat analisis,

peserta didik diminta untuk menguraikan informasi ke dalam beberapa bagian, menemukan asumsi, membedakan fakta dan pendapat, dan menemukan hubungan sebab akibat. Pada tingkat sintesis, peserta didik dituntut merangkum suatu cerita, komposisi, hipotesis, atau teorinya sendiri, dan mensintesiskan pengetahuan. Pada tingkat evaluasi, peserta didik mengevaluasi informasi, seperti bukti sejarah, editorial, teori-teori, dan termasuk di dalamnya melakukan judgement (pertimbangan) terhadap hasil analisis untuk membuat keputusan. Kemampuan psikomotor melibatkan gerak adaptif (adaptive movement) atau gerak terlatih dan keterampilan komunikasi berkesinambungan (non-discursive communication) - (Harrow, 1972). Gerak adaptif terdiri atas keterampilan adaptif sederhana (simple adaptive skill), keterampilan adaptif gabungan (compound adaptive skill), dan keterampilan adaptif komplek (complex adaptive skill). Keterampilan komunikasi berkesinambungan mencakup gerak ekspresif (expressive movement) dan gerak interpretatif (interpretative movement). Keterampilan adaptif sederhana dapat dilatihkan dalam berbagai mata pelajaran, seperti bentuk keterampilan menggunakan peralatan laboratorium IPA. Keterampilan adaptif gabungan, keterampilan adaptif komplek, dan keterampilan komunikasi berkesinambungan baik gerak ekspresif maupun gerak interpretatif dapat dilatihkan dalam mata pelajaran Seni Budaya dan Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan. Kondisi afektif peserta didik berhubungan dengan sikap, minat, dan/atau nilai-nilai. Kondisi ini tidak dapat dideteksi dengan tes, tetapi dapat diperoleh melalui angket, inventori, atau pengamatan yang sistematik dan berkelanjutan. Sistematik berarti pengamatan mengikuti suatu prosedur tertentu, sedangkan berkelanjutan memiliki arti pengukuran dan penilaian yang dilakukan secara terus menerus. Dalam laporan hasil belajar peserta didik, terdapat komponen pengetahuan yang umumnya merupakan representasi aspek kognitif, komponen praktik yang melibatkan aspek psikomotorik, dan komponen sikap yang berkaitan dengan kondisi afektif peserta didik terhadap mata pelajaran tertentu. Tabel berikut menyajikan berbagai aspek yang dinilai untuk lima kelompok mata pelajaran (sesuai PP no. 19 tahun 2005 pasal 64). Tabel 2 Aspek yang dinilai dalam berbagai mata pelajaran No Kelompok mata pelajaran Contoh Mata pelajaran 1 Agama dan akhlak mulia Pendidikan Agama 2 Kewarganegaraan dan kepribadian Pendidikan Kewarganegaraan 3 Ilmu Pengetahuan dan Matematika Tenologi Fisika, Kimia, Biologi Ekonomi, Sejarah, Geografi, Sosiologi, Antropologi Bhs Indonesia, bhs Inggris, bhs Asing lain Teknologi Informasi dan Komunikasi 4 Estetika Seni Budaya 5 Jasmani, olahraga, dan kesehatan Pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan C. Penilaian Kelompok Mata Pelajaran Dalam KTSP terdapat 5 kelompok mata pelajaran yaitu kelompok mata pelajaran: agama dan akhlak mulia; kewarganegaraan dan kepribadian; ilmu pengetahuan dan teknologi; estetika; jasmani, olahraga, dan kesehatan. 1. Penilaian kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia Kompetensi yang dikembangkan dalam kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia terfokus pada aspek kognitif atau pengetahuan dan aspek afektif atau perilaku. Penilaian hasil belajar untuk kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia dilakukan melalui: a. Pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan afeksi dan kepribadian peserta didik; b. Ujian, ulangan, dan/atau penugasan untuk mengukur aspek kognitif peserta didik. Dalam rangka menilai akhlak peserta didik, guru agama dan guru mata pelajaran lain melakukan pengamatan terhadap perilaku peserta didik, baik di dalam maupun di luar kelas. Pengamatan ini dimaksudkan untuk menilai perilaku peserta didik yang menyangkut pengamalan agamanya seperti kedisiplinan, kebersihan, tanggung jawab, sopan santun, hubungan sosial, kejujuran, dan pelaksanaan ibadah ritual. Tabel berikut menampilkan dimensi dan indikator penilaian akhlak mulia. Tabel 3 Dimensi dan indikator sebagai rambu-rambu penilaian akhlak mulia Dimensi Indikator Disiplin Datang dan pulang tepat waktu mengikuti kegiatan dengan tertip Bersih Membuang sampah pada tempatnya Mencuci tangan sebelum makan

Aspek yang dinilai Pengetahuan dan sikap Pengetahuan dan sikap Pengetahuan dan sikap Pengetahuan, praktik, dan sikap Pengetahuan dan sikap Pengetahuan, praktik, dan sikap Pengetahuan, praktik, dan sikap Praktik dan sikap Pengetahuan, praktik, dan sikap

No 1 2

No

Dimensi

3 4

Tanggungjawab Sopan Santun

5

Hubungan Sosial

6

Jujur

7

Pelaksanaan ibadah ritual

Indikator Membersihkan tempat kegiatan Merawat kebersihan diri Menyelesaikan tugas pada waktunya Berani menanggung resiko Berbicara dengan sopan Bersikap hormat pada orang lain Berpakaian sopan Berposisi duduk yang sopan Menjalin hubungan baik dengan guru Menjalin hubungan baik dengan sesama teman Menolong teman Mau bekerjasama dalam kegiatan yang positif Menyampaikan pesan apa adanya Mengatakan apa adanya Tidak berlaku curang Melaksanakan sembahyang Menunaikan ibadah puasa Berdoa

Keterangan: Rambu-rambu tersebut di atas dapat digunakan sebagai bahan acuan bagi guru mata pelajaran agama dan guru mata pelajaran lain. Bagi guru mata pelajaran lain hasil pertimbangan diberikan kepada guru agama terutama mengenai perilaku yang benar-benar menyimpang yang dilakukan berulang-ulang oleh peserta didik. Penentuan nilai akhir kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia pada akhir satuan pendidikan dilakukan melalui rapat dewan pendidik yang didasarkan pada hasil ujian sekolah dengan mempertimbangkan penilaian oleh pendidik. 2. Penilaian kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian Hasil belajar kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian meliputi: a. Pemahaman akan hak dan kewajiban diri sebagai warga negara, yaitu aspek kognitif sebagai hasil belajar mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. b. Kepribadian, yaitu beberapa aspek kepribadian sebagaimana disebutkan dalam Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum. c. Perilaku berkepribadian, yaitu berbagai bentuk perilaku sebagai penerjemahan dimilikinya ciri-ciri kepribadian warga negara Indonesia. Seperti kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, penilaian kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dilakukan melalui: a. Pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan afeksi dan kepribadian peserta didik; b. Ujian, ulangan, dan/atau penugasan untuk mengukur aspek kognitif peserta didik. Contoh pengamatan aspek kepribadian dan indikator perilaku dapat dilhat pada tabel berikut. Tabel 4. Penilaian terhadap aspek kepribadian peserta didik ASPEK INDIKATOR PERILAKU KEPRIBADIAN a. Tidak menghindari kewajiban Bertanggungjawab b. Melaksanakan tugas sesuai dengan kemampuan c. Menaati tata tertib sekolah d. Memelihara fasilitas sekolah Percaya Diri a. Tidak mudah menyerah b. Berani menyatakan pendapat c. Berani bertanya d. Mengutamakan usaha sendiri daripada bantuan a. Menerima pendapat yang berbeda Saling Menghargai b. Memaklumi kekurangan orang lain c. Mengakui kelebihan orang lain d. Dapat bekerjasama

melainkan karena kebutuhan akan tingkat pemahaman dan pemikiran yang lebih tinggi. Kelompok mata pelajaran estetika memiliki karakteristik yang menjadikannya unik di antara mata pelajaran lain. b. bukan hanya pengetahuan matematika. Menghindari permusuhan dengan teman c. Sebagai konsekuensi. Selain itu. dan penilaian antarteman. Tes petik kerja atau tes sampel kerja merupakan tes praktik tingkat tertinggi yang merupakan perwujudan dari tes praktik keseluruhan yang hendak diukur. Penilaian dalam matematika perlu menekankan keterampilan bermatematika. geografi). Penilaian akhir terhadap peserta didik hendaknya berdasarkan pada teknik penilaian yang beragam. yakni mendengarkan. penilaian dalam bidang teknologi dapat pula dengan hasil penugasan dan portofolio. dan memperbaiki proses pembelajaran. Dalam pendidikan teknologi dan kejuruan. a. Hasil penugasan dapat berupa produk yang mencerminkan kompetensi peserta didik. Menerima nasihat guru b. keterampilan. Penilaian kelompok mata pelajaran estetika Kelompok mata pelajaran estetika dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa.ASPEK KEPRIBADIAN Bersikap Santun INDIKATOR PERILAKU a. keterampilan. yakni apresiasi . terdiri atas penilaian hasil belajar oleh: pendidik. Menunjukkan semangat berprestasi c. Berusaha ingin lebih maju d. dan penilaian antarteman. Penilaian dapat dilakukan dengan menggunakan tes tertulis. dan motivasi belajar dapat diperoleh dengan observasi. penilaian diri. Penilaian dalam kelompok mata pelajaran iptek disesuaikan dengan karakteristik tiap-tiap rumpun mata pelajaran. seni dan budaya. Berani bersaing b. Hasil portofolio yang berupa kumpulan hasil kerja berkesinambungan dapat dipakai sebagai informasi yang menggambarkan perkembangan kompetensi peserta didik. penugasan. kimia. Penilaian kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi PP 19 tahun 2005 Pasal 63 ayat (1) menyatakan bahwa penilaian pada jenjang pendidikan dasar dan menengah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). Keunikan pembelajaran kelompok mata pelajaran estetika terletak pada kegiatan pembelajaran yang mampu memberikan pengalaman estetik melalui dua kegiatan yang saling terkait satu sama lain. dan/atau bentuk lain yang sesuai dengan karakteristik materi yang diujikan. tugas-tugas laboratorium/bengkel harus dirancang untuk mensimulasikan tes praktik pada pekerjaan yang sesungguhnya melalui tes praktik simulasi. membaca. jurnal. Berikut ini adalah karakteristik penilaian tiap-tiap rumpun mata pelajaran yang dimaksudkan. penilaian kemampuan berbahasa bersifat autentik dan pragmatik. Oleh karena itu. Tes praktik. titik berat penilaian dalam matematika hendaknya diberikan kepada penilaian yang terintegrasi dengan kegiatan pembelajaran. satuan pendidikan. Memiliki keinginan untuk tahu Kompetitif 3. dan menulis. c. Penilaian ini menekankan pada fungsi bahasa sebagai alat komunikasi yang mengutamakan adanya tugas-tugas interaktif dalam empat aspek keterampilan berbahasa. Soal atau tugas demikian akan mendorong peserta didik untuk senantiasa berusaha meningkatkan kemampuan berpikirnya. minat. berbicara. Penilaian IPA dan IPS dapat dilakukan secara terpadu dengan proses pembelajaran. Penilaian ini dilakukan melalui ulangan. tes praktik simulasi maupun tes/uji petik/contoh kerja. bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar. teknologi informasi dan komunikasi (TIK). komunikasi nyata senantiasa melibatkan lebih dari satu keterampilan berbahasa sehingga harus diperhatikan keterpaduan antara keterampilan berbahasa tersebut. d. Menjaga perasaan orang lain a. tes lisan. matematika. Pengumpulan data penilaian selama proses pembelajaran melalui observasi juga penting untuk dilakukan. Data aspek afektif seperti sikap ilmiah. Penilaian yang terintegrasi dengan kegiatan pembelajaran harus mencakup soal atau tugas yang memerlukan kemampuan berpikir tingkat tinggi. observasi. portofolio. penugasan. Selain itu. Penilaian kelompok mata pelajaran iptek untuk SMA dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. tes praktik. Penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan secara berkesinambungan untuk menilai pencapaian kompetensi peserta didik. Penilaian dalam bidang TIK dapat diukur melalui tes praktik sewaktu peserta didik menyelesaikan tugas dan/atau produk yang dihasilkan. Selain dengan tes kinerja. sosiologi. 4. dan pemerintah. IPA (fisika. serta muatan lokal yang relevan. tes identifikasi. dan muatan lokal yang relevan. penilaian diri. IPS (ekonomi. dapat dilakukan melalui tes keterampilan tertulis. Tingkat kesukaran soal untuk penilaian akhir hendaknya bukan karena kerumitan prosedural yang harus dilakukan peserta didik. pendidik hendaknya memperhatikan benar kemampuan berpikir yang ingin dinilainya. Penilaian kemampuan berbahasa harus memperhatikan hakikat dan fungsi bahasa yang lebih menekankan pada bagaimana menggunakan bahasa secara baik dan benar sehingga mengarah kepada penilaian kemampuan berbahasa berbasis kinerja. sejarah. biologi). Penilaian hasil belajar mata pelajaran pada kelompok iptek juga dilakukan oleh satuan pendidikan melalui ujian sekolah/madrasah dan oleh pemerintah melalui ujian nasional. inventori.

yaitu teknik untuk mengukur aspek kognitif. dan kesehatan yang direncanakan secara sistematis dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional. 5. tes aerobik. Penilaian untuk mata pelajaran kelompok mata pelajaran estetika perlu pula menyesuaikan dengan sifat satuan dan jenjang pendidikan. stabilitas emosional. hasil penilaian terhadap kepribadian peserta didik juga akan dijadikan pertimbangan pada saat guru mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan menentukan nilai kepribadian peserta didik untuk dilaporkan pada aporan hasil belajar (rapor). dan kesehatan bertanggungjawab pula menilai aspek afektif peserta didik. seperti Tes Kesegaran Jasmani Indonesia (TKJI). pembelajaran dan penilaian mata pelajaraan kelompok mata pelajaran estetika lebih ditekankan pada upaya pengembangan kepribadian peserta didik agar menjadi manusia yang utuh. Kelincahan peserta didik diukur setelah peserta didik menyelesaikan satu kompetensi tertentu. Pengamatan terhadap perilaku sportif merupakan pengamatan terhadap perilaku peserta didik dalam hal kesadaran akan sikap kejujuran dalam upaya memenangkan pertandingan. termasuk di dalamnya yang bersifat rekreatif (performance). tes koordinasi mata-kaki. dan pengenalan lingkungan bersih melalui aktivitas jasmani. (h) rokok dan minuman keras. sehingga dapat diketahui tingkat perkembangan atau kemajuannya. Pengukuran kesegaran jasmani dapat dilakukan dengan berbagai tes kesegaran jasmani yang telah dibakukan dan sesuai dengan tingkat usia peserta didik. olahraga. di samping itu dapat juga dilakukan tes kinerja yang secara khusus dapat menggambarkan keterampilan dalam pendidikan jasmani dan olahraga seperti keterampilan bermain sepak bola. afektif. tindakan moral. pendidik mata pelajaran kelompok mata pelajaran estetika perlu mengembangkan sistem penilaian hasil belajar dengan memperhatikan esensi kelompok mata pelajaran estetika. teknik penilaian dapat berbentuk tes perbuatan/unjuk kerja. dan (2) perilaku peserta didik dalam hal mendengarkan. Ulangan. baik yang terkait dengan akhlak maupun kepribadian. Kemampuan psikomotor tersebut secara umum mencakup kesegaran jasmani. dan kesehatan dimaksudkan untuk mengukur kemampuan psikomotor peserta didik. (f) pengetahuan gizi dan makanan. dan kesehatan dilakukan melalui: a. tes koordinasi mata-tangan dan kaki. Pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan psikomotorik dan afeksi peserta didik. dan keterampilan motorik peserta didik. membaca. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran jasmani. performance/ rekreasi. Hasil penilaian terhadap akhlak peserta didik akan dijadikan pertimbangan pada saat guru mata pelajaran pendidikan agama menentukan nilai akhlak peserta didik untuk dilaporkan pada laporan hasil belajar (rapor).(appreciation) dan kreasi (creation). dsb. olahraga. Kelincahan adalah kemampuan tubuh mengubah arah dengan cepat dan tepat. Tes kinerja dalam pendidikan jasmani. keterampilan bermain bola basket. (b) Pendidikan keselamatan (c) penyakit menular. Olahraga dan Kesehatan bertujuan untuk mengembangkan aspek kebugaran jasmani. (g) penyalah gunaan obat dan psikotropika. Pengukuran kelincahan dapat dilakukan dengan berbagai macam tes kelincahan yang sesuai dengan tingkat usia peserta didik dan karakteristik aktivitas jasmani atau cabang olahraga. dan pengamatan terhadap perilaku. penugasan. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran estetika dilakukan melalui pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan afeksi dan ekspresi psikomotorik peserta didik. (d) kesehatan reproduksi dan pelecehan seksual. dan tes pengetahuan. Kesegaran jasmani adalah kemampuan tubuh melakukan kegiatan sehari-hari tanpa merasa lelah. tes menggiring (drible) bola dalam bolabasket. Kompetensi yang dinilai dalam pendidikan kesehatan mencakup penilaian tentang (a) kebersihan pribadi dan lingkungan. dan kesehatan Kelompok Mata Pelajaran Jasmani. dan menulis sebagai cerminan dari kompetensi aspek sastra dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia. Pengukuran kesegaran jasmani ini sebaiknya dilakukan tiap tiga bulan sekali. teknik penilaian mengacu pada aspek yang dinilai. kelincahan. keterampilan gerak. Penilaian kelompok mata pelajaran jasmani. Upaya memenangkan permainan tidak mengandung unsur kecurangan atau tidak sportif. (h) dan kebiasaan hidup sehat melalui aktivitas jasmani. dari yang sederhana sampai yang kompleks. Koordinasi adalah kemampuan tubuh untuk mengelola unsur-unsur yang terlibat dalam proses terjadinya gerakan. keterampilan bermain bola voli dan sebagainya. dan sebagainya. Demikian pula. permainan. Penilaian hasil belajar yang relatif dapat diterima adalah jenis penilaian berbasis pengamatan/ observasi yakni penilaian yang dilakukan dengan cara mengamati secara terfokus: (1) perilaku peserta didik dalam hal apresiasi. olahraga. Pengukuran koordinasi dapat dilakukan dengan berbagai macam tes koordinasi yang sesuai dengan tingkat usia peserta didik dan karakteristik aktivitas jasmani atau cabang olahraga seperti: tes koordinasi mata-tangan. Untuk keperluan tersebut. Pengalaman estetik adalah pengalaman menghayati nilai keindahan. olahraga. Kemampuan psikomotor peserta didik ini harus diukur setiap menyelesaikan satu kompetensi tertentu. perlombaan. dan koordinasi yang merupakan unsur-unsur dalam keterampilan gerak. Guru kelompok mata pelajaran jasmani. Kemampuan koordinasi peserta didik diukur setelah peserta didik menyelesaikan satu kompetensi tertentu. dan kreasi sebagai cerminan dari kompetensi dalam mata pelajaran Seni Budaya. Pada satuan pendidikan SMA/MA. Sesuai dengan karakteristik kelompok mata pelajaran ini. berbicara. keterampilan sosial. tes menggiring (drible) bola dalam sepakbola. olah raga. dan/atau penugasan untuk mengukur aspek kognitif peserta didik. aspek pola hidup sehat. . atau aktivitas jasmani dan olahraga. keterampilan berfikir. b. Untuk memenuhi tuntutan akuntabilitas dalam dunia pendidikan.

yaitu kemampuan untuk berinteraksi sosial dengan orang lain secara baik. instrumen observasi berupa lembar pengamatan. hubungan sosial. yaitu sikap hormat kepada orang lain. d. dan pulang tepat waktu. dan mau bekerjasama dalam kegiatan yang positif. dan tidak berlaku curang. benar-salah. Hubungan sosial. dan kejujuran. menjodohkan dll. d. b. Indikator masing-masing aspek kepribadian antara lain sebagai berikut. dan kesehatan melakukan pengamatan terhadap perilaku peserta didik. skala Likert atau skala Semantik. yaitu kepatuhan kepada peraturan atau tata tertib. . instrumen penilaian diri dapat berupa kuesioner atau lembar penilaian diri. menegur. • Tes isian: isian singkat dan uraian • Daftar pertanyaan • Tes identifikasi • Tes simulasi • Tes uji petik kinerja • Pekerjaan rumah • Projek • Lembar penilaian portofolio • Buku cacatan jurnal • Kuesioner/lembar penilaian diri • Lembar penilaian antarteman Instrumen tes berupa perangkat tes yang berisi soal-soal. dan kerjasama. c. Klasifikasi Teknik Penilaian dan Bentuk Instrumen Teknik Penilaian • Tes tertulis • Tes lisan • Tes praktik (tes kinerja) • Penugasan individual atau kelompok • Penilaian portofolio • Jurnal • Penilaian diri • Penilaian antarteman Bentuk Instrumen • Tes pilihan: pilihan ganda. b. Setiap instrumen harus dilengkapi dengan pedoman penskoran. tanggung jawab. instrumen penugasan berupa lembar tugas projek atau produk. perbuatan. dan mengakui kelebihan orang lain. e.Untuk menilai akhlak peserta didik. berpakaian. menolong teman. dan sikap. Untuk menilai kepribadian peserta didik. berani bersaing dengan orang lain. Pengamatan ini dimaksudkan untuk menilai perilaku peserta didik yang mencerminkan kepribadian seperti percaya diri. Tabel 5. dan berani kalah dengan orang lain berlandaskan kejujuran (fair play). Kedisiplinan. D. Instrumen Penilaian Setiap teknik penilaian harus dibuatkan instrumen penilaian yang sesuai. saling menghargai. guru mata pelajaran pendidikan jasmani. instrumen portofolio berupa lembar penilaian portofolio. menyelesaikan segala hal. Percaya diri: diwujudkan dalam perilaku berani menyatakan pendapat. mengikuti semua kegiatan. olahraga. a. motivasi diri. instrumen inventori dapat berupa skala Thurston. Saling menghargai: diwujudkan dalam perilaku mau menerima pendapat yang berbeda. Kejujuran. kompetisi. Hal-hal yang dinilai antara lain mencakup aspek: a. seperti berbicara. sopan santun. Pengamatan ini dimaksudkan untuk menilai perilaku peserta didik yang mencerminkan akhlak seperti kedisiplinan. yaitu kejujuran dalam perkataan dan perbuatan. baik dalam bentuk perkataan. c. e. memaklumi kekurangan orang lain. seperti tidak berbohong. dan duduk yang sopan. mengritisi tentang sesuatu hal. dan kesehatan melakukan pengamatan terhadap perilaku peserta didik. Kompetisi: diwujudkan dalam bentuk perilaku yang tegar menghadapi kesulitan. Tanggungjawab. baik di dalam maupun di luar kelas. seperti datang tepat waktu. seperti menjalin hubungan baik dengan guru dan sesama teman. Tabel berikut menyajikan klasifikasi penilaian dan bentuk instrumen. Sopan santun. seperti menyelesaikan tugas-tugas selama kegiatan berlangsung. Berikut ini disajikan contoh-contoh instrumen penilaian. baik di dalam maupun di luar kelas. guru mata pelajaran pendidikian jasmani. dan instrumen penilaian antarteman berupa lembar penilaian antarteman. bertanya. berprestasi. Motivasi diri: diwujudkan dalam perilaku kemauan untuk maju. olahraga. Harga diri: diwujudkan dalam perilaku tidak mudah menyerah dan mengetahui kelebihan diri dan mengakui kelemahan diri. dan meraih cita-cita. yaitu kesadaran untuk melaksanakan tugas dan kewajiban yang diberikan. harga diri.

kurang menarik = 1) Skor maksimal Skor 3 1-3 14 1–3 1–3 1–3 1–3 1-2 9 1–2 1–2 1–3 1-2 26 3 3. mencari informasi dan mengelola waktu pengumpulan data serta penulisan laporan. tidak akurat = 1) c. kurang tepat = 1) Pelaporan hasil Sistematika laporan (baik = 2. kurang komunikatif = 1) Penulisan/ejaan (tepat = 3. mengembangkan gagasan.  Keaslian Projek yang dilakukan peserta didik harus merupakan hasil karyanya dengan bimbingan pendidik dan dukungan berbagai pihak yang terkait. sistematika laporan. masyarakat) di sekitar tempat tinggal peserta didik. dengan mempertimbangkan tahap perkembangan kognitif peserta didik. Soal Carilah isu salingtemas (sain. Pedoman penskoran No Aspek yang dinilai 1 Persiapan Rumusan masalah (tepat = 3. Contoh soal tugas projek biologi mengenai isu salingtemas (sain.  Tahap penilaian hasil karya (appraisal). kurang tepat = 2. . dan penggunaan bahasa! Catatan : Isu berhubungan dengan pro – kontra. lakukan penelitian. 2 : tidak tepat. teknologi.  Tahap pelaksanaan (pembuatan produk). cukup = 2. Analisis data (baik = 3. kurang = 1) e. 03 Waktu jongkok posisi punggung segaris dengan kepala 04 Pandangan kira-kira 1 meter di depan garis start 05 Waktu aba-aba siap. kelengkapan data. N = (Skor pencapaian : Skor maksimal)x 100. tidak tepat/banyak kesalahan =1) Tampilan (menarik = 2. tidak baik = 1) Penggunaan bahasa (komunikatif = 2. 2. siku lurus. empat jari agak rapat mengarah ke samping luar. Dalam membuat laporan perhatikan: kebenaran informasi/data. dan skor 1 : sangat tidak tepat Pengolahan Skor yang dicapai peserta didik dapat diolah menjadi nilai sebagai berikut. teknologi. Contoh instrumen observasi (lembar pengamatan) Lari 100 meter Nomor Aspek Keterampilan Butir Starting Position 01 Waktu jongkok lutut kaki belakang ada di depan ujung kaki lainnya 02 Kedua tangan di tanah. dilakukan terhadap karya (produk) yang dihasilkan peserta didik sesuai kriteria yang ditetapkan. meliputi: penilaian kemampuan peserta didik dalam menyeleksi dan menggunakan bahan. tidak tepat = 1) b. alat. Contoh instrumen penilaian tugas: Produk Penilaian produk terdiri atas 3 (tiga) tahap yaitu:  Tahap persiapan. Keakuratan data/informasi (akurat = 3. Pengumpulan informasi (tepat = 3. dan buatlah laporan hasil penelitian. kurang tepat = 2.1. lingkungan. tidak lengkap = 1) d. lingkungan. Contoh instrumen penilaian tugas: Projek 5 4 Skor 3 2 1 Dalam penilaian projek setidaknya ada 3 (tiga) hal yang perlu diperhatikan yaitu:  Kemampuan pengelolaan Kemampuan peserta didik dalam memilih topik. rencanakan penelitian. tidak tepat = 1) 2 Pelaksanaan a. dan teknik pembuatan.  Relevansi Kesesuaian dengan mata pelajaran. kurang = 2. menggali. kurang tepat = 2. dan mendesain produk. 4 : tepat. masyarakat) yang berkembang di sekitar tempat tinggalmu. meliputi: penilaian kemampuan peserta didik dalam merencanakan. Kelengkapan data (lengkap = 3. Kesimpulan (tepat = 2. 3 : agak tepat. posisi tungkai depan ± 90° dan tungkai belakang 100°-120° Keterangan Skor 5 : sangat tepat. kurang = 2.

1. Untuk pernyataan yang bersifat negatif adalah sebaliknya yaitu 4 = STS. tidak = 1) Tahap hasil a. f. dan c cenderung mendekati pernyataan di sebelah kiri. Kelengkapan alat (lengkap = 2. kurang = 2. Keterampilan menggunakan alat/bahan (terampil = 3. tidak lengkap = 1) 2 Tahap pelaksanaan a. 5. Memperhatikan keselamatan kerja (ya = 2. 4. tidak = 1) Skor 7 1–2 1–3 1–2 8 1–3 1–3 1–2 8 1–2 1–3 1–3 Bobot 20 % 40% 3 40% 4. 6. b. Kerapian (rapi = 3. Kualitas bahan (baik = 3. kurang = 1) c. Contoh instrumen inventori menggunakan skala Likert. misalnya untuk kegiatan yang berhubungan dengan mata pelajaran Sejarah Petunjuk: Bacalah baik-baik setiap pernyataan dan berilah tanda V pada kolom yang sesuai dengan pendapatmu! SS = sangat setuju S = setuju TS STS = tidak setuju = sangat tidak setuju Contoh inventori skala Likert No Pernyataan 1 Saya senang melakukan penelitian sejarah 2 Pelajaran sejarah membosankan 3 Saya senang mengikuti acara televisi yang berhubungan dengan sejarah 4 Saya tidak menyukai karir di bidang kepurbakalaan 5 Saya suka berkunjung ke museum untuk menambah pengetahuan di bidang sejarah 6 Saya senang jika ada kesempatan untuk bekerja di bidang yang ada hubungannya dengan sejarah 7 Saya benci jika ada tugas untuk membuat ringkasan dari artikel yang berkaitan dengan sejarah dari koran 8 Saya suka membaca rubrik tentang sejarah 9 dsb SS S TS STS Pernyataan pada instrumen di atas ada yang bersifat positif (No. Contoh soal produk mata pelajaran pendidikan jasmani. tidak = 1) c. 8) dan ada yang bersifat negatif (No 2. kurang = 1) c. Pedoman penskoran No Aspek yang dinilai 1 Tahap persiapan a. cukup = 2. Kesesuaian dengan tugas (sesuai = 3. misalnya untuk persiapan 20%. TS = 2. 3. dan hasil 40%. STS = 1. pelaksanaan 40%. cukup = 2. tidak tepat = 1) b. kurang = 1) b. 2 = S. . Pemberian skor untuk pernyataan yang bersifat positif : SS = 4. dan g cenderung mendekati pernyataan di sebelah kanan. olahraga dan kesehatan: membuat poster ”anti narkoba”. kurang = 2.Skor untuk setiap tahap dapat diberi bobot. S = 3. dan 1 = SS. Memilih jenis bahan (tepat = 2. Kolom a. Selesai tepat waktu ( tepat = 2. tidak tepat = 1) b. cukup = 2. 7). sedangkan kolom e. Menentukan penulisan kalimat yang menarik (menarik = 3. Contoh instrumen inventori menggunakan skala beda (berdiferensi) Semantik Petunjuk Berilah tanda V pada kolom berikut sesuai dengan pilihanmu terhadap pembelajaran ekonomi. Kiri a b c d e f g Kanan Membosankan Menarik Bermanfaat Tidak bermanfaat Menyenangkan Merepotkan Menantang Tidak menantang Tidak memberatkan Memberatkan Membuang-buang waktu Menguntungkan 5. 3 = TS.

Persyaratan substansi merepresentasikan kompetensi yang dinilai. 4 = SR. Setiap instrumen penilaian harus memenuhi persyaratan substansi. konstruksi. dan bahasa. Berilah tanda V pada kolom yang sesuai dengan kenyataan. misalnya fauna dan flora 6 Saya hadir setiap ada jam pelajaran biologi di sekolah 7 Saya membuat catatan yang rapi untuk mata pelajaran biologi 8 Saya menyerahkan tugas biologi tepat waktu 9 Saya menerapkan pengetahuan biologi dalam kehidupan sehari-hari 10 Dst Pengolahan Pada contoh di atas penskoran untuk setiap pernyataan menggunakan rentang 1 – 5.6. Muncul/ dilakukan Ya Tidak . Isilah semua pernyataan dengan jujur.. Instrumen penilaian dilengkapi dengan pedoman penskoran. Kualifikasi Berdasarkan jawaban. Skor 1 untuk TP. dan 5 = SL.. Contoh instrumen penilaian diri (kuesioner). misalnya untuk kegiatan yang berhubungan dengan mata pelajaran biologi Petunjuk: a. Persyaratan bahasa berhubungan dengan penggunaan bahasa yang baik dan benar serta komunikatif sesuai dengan taraf perkembangan peserta didik. kegiatan setiap peserta didik untuk mata pelajaran biologi dikelompokkan sebagai berikut Amat Baik : Skor 37 – 45 Baik : Skor 28 – 36 Cukup : Skor 19 – 27 Kurang : Skor < 19 7.. Contoh instrumen penilaian (lembar pengamatan) antarteman untuk kegiatan diskusi kelompok mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Petunjuk: a. Serahkan hasil pengamatan kepada bapak/ibu guru! Daftar periksa pengamatan sikap dalam diskusi kelompok Mata Pelajaran : Pendidikan Kewarganegaraan Nama siswa yang diamati : ……………………………. 2 = JR. b. amatilah perilaku temanmu dengan cemat! b. 3 = KD. Persyaratan konstruksi merepresentasikan persyaratan teknis sesuai dengan bentuk instrumen yang digunakan. Dengan 9 butir pernyataan rentang skor adalah 9 – 45. Pada waktu melakukan diskusi kelompok. Berilah tanda V pada kolom yang sesuai (ya atau tidak) berdasarkan hasil pengamatanmu! c. kelas …………… No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Perilaku / sikap Memberi kesempatan teman untuk menyampaikan pendapat Memotong pembicaraan teman lain Menyampaikan pendapat dengan jelas Mau menerima pendapat teman Mau menerima kritik dari teman Memaksa teman untuk menerima pendapatnya Menyanggah pendapat teman dengan sopan Mau mengakui kalau pendapatnya salah Menerima kesepakatan hasil diskusi Dst Nama pengamat ……………………. TP = Tidak pernah melakukan SR = sering melakukan JR = Jarang melakukan SL = selalu melakukan KD = Kadang-kadang melakukan No Pernyataan TP JR KD SR SL 1 Saya menginformasikan hal-hal yang berkaitan dengan biologi kepada temanteman 2 Saya bertanya kepada guru hal-hal yang berhubungan dengan mata pelajaran biologi 3 Saya menyempatkan diri membaca artikel yang berkaitan dengan biologi di majalah/koran 4 Saya mendengarkan informasi yang berhubungan dengan biologi dari radio 5 Saya menonton tayangan di televisi yang berkaitan dengan biologi.

berarti penilaian didasarkan pada data yang mencerminkan kemampuan yang diukur. beracuan kriteria. status sosial ekonomi. Tulisan ke-3: Teknik dan Instrumen Penilaian 1. dan bahasa. sistematis. 16. (b) konstruksi. berarti penilaian dapat dipertanggungjawabkan. Ulangan kenaikan kelas adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik di akhir semester genap untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester genap pada satuan pendidikan yang menggunakan sistem paket. melakukan perbaikan pembelajaran. berarti prosedur penilaian. 7. serta memiliki bukti validitas empirik. Teknik observasi atau pengamatan dilakukan selama pembelajaran berlangsung dan/atau di luar kegiatan pembelajaran. tidak dipengaruhi subjektivitas penilai. berarti penilaian oleh pendidik merupakan salah satu komponen yang tak terpisahkan dari kegiatan pembelajaran. Ujian Nasional yang selanjutnya disebut UN adalah kegiatan pengukuran pencapaian kompetensi peserta didik pada beberapa mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi dalam rangka menilai pencapaian Standar Nasional Pendidikan Tulisan ke-2: Prinsip Penilaian Penilaian hasil belajar peserta didik pada jenjang pendidikan dasar dan menengah didasarkan pada prinsip-prinsip sebagai berikut: 8. berarti penilaian oleh pendidik mencakup semua aspek kompetensi dengan menggunakan berbagai teknik penilaian yang sesuai. 10. Mata pelajaran yang diujikan adalah mata pelajaran kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi yang tidak diujikan dalam ujian nasional dan aspek kognitif dan/atau psikomotorik kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia serta kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian yang akan diatur dalam POS Ujian Sekolah/Madrasah.TEHNIK PENILAIAN PEMBELAJARAN (Rabu. sahih. Teknik penugasan baik perseorangan maupun kelompok dapat berbentuk tugas rumah dan/atau proyek. adalah merepresentasikan kompetensi yang dinilai. dan antartahun. terpadu. menyeluruh dan berkesinambungan. Instrumen penilaian hasil belajar yang digunakan pendidik memenuhi persyaratan (a) substansi. dan gender. terbuka. 9. dan dasar pengambilan keputusan dapat diketahui oleh pihak yang berkepentingan. berarti penilaian didasarkan pada prosedur dan kriteria yang jelas. Penilaian hasil belajar oleh pendidik menggunakan berbagai teknik penilaian berupa tes. adalah menggunakan bahasa yang baik dan benar serta komunikatif sesuai dengan taraf perkembangan peserta didik. 2. Ujian sekolah/madrasah adalah kegiatan pengukuran pencapaian kompetensi peserta didik yang dilakukan oleh satuan pendidikan untuk memperoleh pengakuan atas prestasi belajar dan merupakan salah satu persyaratan kelulusan dari satuan pendidikan. Ulangan akhir semester adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester. 6. Instrumen penilaian yang digunakan oleh satuan pendidikan dalam bentuk ujian sekolah/madrasah memenuhi persyaratan substansi. dan (c) bahasa. prosedur. adalah memenuhi persyaratan teknis sesuai dengan bentuk instrumen yang digunakan. suku. Instrumen penilaian yang digunakan oleh pemerintah dalam bentuk UN memenuhi persyaratan substansi. budaya. baik dari segi teknik. Teknik tes berupa tes tertulis. untuk memantau perkembangan kemampuan peserta didik. kriteria penilaian. 11. observasi. perlu ditetapkan KKM. berarti penilaian tidak menguntungkan atau merugikan peserta didik karena berkebutuhan khusus serta perbedaan latar belakang agama. dan tes praktik atau tes kinerja. 4. Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan seluruh KD pada periode tersebut. 3. 2. 12. 4. 15. 13. 14. 15 Februari 2012) Tulisan ke-1 : Jenis Penilaian Ulangan adalah proses yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran. dan bentuk lain yang sesuai dengan karakteristik kompetensi dan tingkat perkembangan peserta didik. KKM pada akhir jenjang satuan pendidikan untuk kelompok mata pelajaran selain ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan nilai batas ambang kompetensi. berarti penilaian didasarkan pada ukuran pencapaian kompetensi yang ditetapkan. akuntabel. Kriteria ketuntasan minimal (KKM) adalah kriteria ketuntasan belajar (KKB) yang ditentukan oleh satuan pendidikan. untuk memantau kemajuan. maupun hasilnya. dan menentukan keberhasilan belajar peserta didik. 5. 3. berarti penilaian dilakukan secara berencana dan bertahap dengan mengikuti langkah-langkah baku. 5. penugasan perseorangan atau kelompok. objektif. konstruksi. antardaerah. konstruksi. tes lisan. bahasa. Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan KD pada semester tersebut. dan memiliki bukti validitas empirik serta menghasilkan skor yang dapat diperbandingkan antarsekolah. Untuk mengukur keberhasilan proses pencapain kompetensi peserta didik. . Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan semua KD pada semester tersebut. 6. Ulangan tengah semester adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah melaksanakan 8 – 9 minggu kegiatan pembelajaran. adat istiadat. adil. Ulangan harian adalah kegiatan yang dilakukan secara periodik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah menyelesaikan satu Kompetensi Dasar (KD) atau lebih. 7.

nilai positif dan negatif. serta belajar sesuatu melalui aktivitas individu dan sosial. System simbol ini diberikan dari orang dewasa ke anak melalui interaksi formal ataupun informal dan pengajaran. asimilasi dan akomodasi mengarahkan pembentukan pengetahuan. Hal yang paling mendasar dari penemuan Piaget ini adalah belajar pada siswa tidak harus terjadi hanya karena seorang guru mengajarkan sesuatu padanya. Proses internal dari Piaget yaitu organisasi. membandingkan jawaban dari siswa lain akan lebih membantu siswa dalam belajar dan memahami sesuatu. berbeda dengan sistem angka arab yang biasa kita gunakan yang mempunyai lambang nol. Tahap pertama yang tidak lain model pemrosesan informasi dari teori belajar kognitif. sesuatu yang berhubungan dengan logika dan konstruksi pengetahuan universal yang tidak dapat dipelajari secara langsung dari lingkungan. bisa dibentuk pecahan. Piaget percaya bahwa belajar terjadi karena siswa memang mengkonstruksi pengetahuan secara aktif darinya. peta. dan ini diperkuat bila siswa mempunyai kontrol dan pilihan tentang hal yang dipelajari. yaitu terhadap apa yang masing-masing partisipan kontribusikan dan buat secara bersama-sama. dan aktivitasnya membentuk perkembangan dan kemampuan belajar individual. komputer dll) dan alat-alat simbolik (seperti sistem angka. Piaget menjelaskan bagaimana tiap individu mengembangkan schema. yaitu suatu sistem organisasi aksi atau pola pikir yang membuat kita secara mental mencerminkan “berpikir mengenainya”. Orang dewasa mengajarkan alat-alat ini ke anak dalam kegiatan sehari-hari dan si anak menginternalisasi hal tersebut. sedangkan yang lain seperti Piaget melihat konstruksi individu lah yang utama (konstruktivisme individu). kepercayaan. Realitas dan kebenaran dari dunia luar mengarahkan pembentukan pengetahuan. sikap dan sistem nilai yang dimiliki anak berkembang seperti halnya cara yang dia pelajari dari lingkungannya. bertanya dan mencari jawaban. melakukan manipulasi. Seseorang melakukan adaptasi dalam situasi yang makin kompleks ini dengan menggunakan schema yang masih bisa dianggap layak (asimilasi) atau dengan melakukan perubahan dan menambahkan pada schema-nya sesuatu yang baru karena memang diperlukan (akomodasi). Tidak ada satupun teori belajar tentang konstruktivisme. Interaksi sosial. bahasa. Pada saat anak berinteraksi dengan orang tua atau teman yang lebih mampu. 2. Dua proses diaplikasikan dalam hal ini yaitu asimilasi dan akomodasi. Individu merekonstruksi realitas diluarnya dengan membentuk representasi mental secara akurat yang mencerminkan “keadaan apa adanya”. Vygotsky melihat bahwa alat-alat budaya (termasuk di dalamnya kertas. mereka saling bertukar ide dan cara berpikir tentang representasi dan konsep. namun terdapat beberapa pendekatan konstruktivis. Sistem angka yang dipakai adalah alat budaya yang mendukung berpikir. mesin cetak. misalnya pendekatan yang khusus dalam pendidikan matematik dan sains. Sehingga alat psikologis ini dapat membantu siswa meningkatkan perkembangan mental dan berpikirnya. belajar dan perkembangan kognitif. Pengetahuan seperti itu berasal dari hasil refleksi dan koordinasi kemampuan kognitif dan berpikir serta bukan berasal dari pemetaan realitas lingkungan eksternalnya. Melalui asimilasi kita berusaha memahami hal yang baru dengan mengaplikasikan schema yang ada. Vygotsky menekankan bahwa semua proses mental tingkat tinggi. lambang dan simbol. sedangkan akomodasi terjadi ketika seseorang harus merubah pola berpikirnya untuk merespon terhadap situasi yang baru. Sehingga perkembangan pengetahuan yang dihasilkan akan berbeda-beda dalam konteks budaya yang berbeda. Konstrukstivisme Individu Para psikolog konstruktivis yang tertarik dengan pengetahuan individu. Hal ini tidaklah meniadakan faktor guru dalam proses pembelajaran. konsep diri atau identitas adalah mereka yang biasa disebut konstruktivis individual. karya seni. Penjelasan di atas menunjukkan penekanan Piaget terhadap pemahaman yang dibentuk oleh seseorang. alat-alat budaya. Piaget misalnya mengusulkan tahapan kognitif yang dilakukan oleh semua manusia. namun suatu abstraksi yang tumbuh . tiga penjelasan yang bertahap merangkum berbagai pendekatan konstruktivisme ini: 1. Bagaimana Pengetahuan dikonstruksi? Untuk dapat menjelaskan bagaimana pengetahuan dibentuk. Berpikir pada tiap langkah memasukkan tahapan sebelumnya sehingga makin terorganisir dan adaptif dan makin tidak terikat pada kejadian kongkrit. Pengajaran oleh guru yang mengajak siswa untuk bereksplorasi. Riset mereka berusaha mengungkap sisi dalam psikologi manusia dan bagaimana seseorang membentuk struktur emosional atau kognitif dan strateginya.KUMPULAN TEORI BELAJAR Secara umum yang disebut konstruktivisme menekankan kontribusi seseorang pembelajar dalam memberikan arti. Jadinya pengetahuan bukan hanya cermin dari realitas. Beberapa pemikir konstruktivis seperti Vigotsky menekankan berbagi dan konstruksi sosial dalam pembentukan pengetahuan (konstruktivisme sosial). baik dalam bentuk fisik atau secara simbolik. ide. Konstruktivisme sosial Berbeda dengan Piaget. justru sebaliknya lah yang terjadi. menyatakan bilangan yang tak terhingga besarnya dan lainnya. Vygotsky percaya bahwa pengetahuan dibentuk secara sosial. Sehingga pengetahuan. seperti berpikir dan pemecahan masalah dimediasi dengan alat-alat psikologi seperti bahasa. Sistem angka romawi misalnya punya keterbatasan untuk operasi perhitungan. serta kode dan lambang) memainkan peran penting dalam perkembangan kognitif.

Teori belajar yang berasal dari aliran psikologi kognitif ini menelaah bagaimana orang berpikir. elemen terpenting dalam proses belajar adalah pengetahuan yang dimiliki oleh tiap individu kepada situasi belajar. pada perspektif kognitif ternyata ditemui tiap individu justru merencakan respons perilakunya. praktek yang ada dipertanyakan dan bisa diganti. Menyatakan proses penjumlahan atau pengurangan pada bilangan pecahan menunjukkan pengetahuan deklaratif. namun terus tumbuh secara internal yang konsisten dan diorganisasikan seiring dengan perkembangannya. Apa yang dilakukan oleh komunitas. namun sebelum itu terjadi praktek yang ada terus dilakukan karena dinilai tetap menguntungkan. Tidak seperti halnya belajar menurut perspektif behavioris dimana perilaku manusia tunduk pada peneguhan dan hukuman. Seperti halnya siswa yang mampu berenang dalam satu gaya tertentu. Pengetahuan Prosedural. adalah pengetahuan dalam hal “kapan dan mengapa” pengetahuan deklaratif dan prosedural digunakan. Sepanjang waktu. Faktor eksternal dan internal mengarahkan pembentukan pengetahuan. cara bagaimana mereka berinteraksi dan menyelesaikan suatu hal. yaitu pengetahuan yang bisa dideklarasikan biasanya dalam bentuk kata atau singkatnya pengetahuan konseptual. Apa yang dijelaskan oleh Vigotsky bahwa belajar tergantung konteks sosial dan berada dalam lingkup budaya tertentu memang tepat. kepercayaan. G. Hal berikutnya dalam pendekaran konstruktivis ini adalah pertanyaan tentang apakah pengetahuan yang dibentuk itu bersifat internal. biasa yang disebut enkulturasi atau proses mengadopsi norma-norma. perilaku. mempelajari konsep dan menyelesaikan masalah. Apa yang disebut pengetahuan baru ditentukan sebagiannya dengan bagaimana ide baru tersebut sesuai dengan praktek yang berlaku pada saat tersebut. dipersepsi.dan berkembang dengan aktivitas kognitif. membentuk pengetahuan dari komunitas tersebut.. namun tidak bermanfaat apa-apa di komunitas lain.). Pengetahuan bukan hanya hasil dari proses belajar sebelumnya. Belajar artinya menjadi lebih mampu untuk berpartisipasi dalam kegiatan dan pemakaian alat dan mendapat bagian identitas sebagai anggota komunitas. seperti halnya alat yang dibuat oleh komunitas. keahlian. 3. Educational Administration (seventh ed. Disadur secara bebas dari: Hoy. pengalaman pribadi (apa yang diajarkan oleh guru sains secara menyenangkan) atau aturan (untuk melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan pada pecahan maka pembilang harus disamakan terlebih dahulu). yaitu pengetahuan tentang tahapan yang harus dilakukan misalnya dalam hal pembagian satu bilangan ataupun cara kita mengemudikan sepeda. Selain itu belajar juga terkondisikan berdasar tempat berlangsungnya kegiatan. berarti dia sudah menguasai pengetahuan prosedural hal tersebut. C. . Pengetahuan bukan sekedar benar atau salah. sikap dari satu komunitas tertentu. (2005). Dengan kata lain apa yang telah kita diketahui akan sangat menentukan apa yang akan menjadi perhatian. bumi berputar mengelingi matahari dalam kurun waktu tertentu). menggunakan berbagai cara yang bisa membantu dia mengingat serta mengelola pengetahuan secara unik dan lebih berarti. seperti anggapan bahwa bumi itu datar sebelum Colombus. umum dan dapat ditransfer atau terikat dalam ruang dan waktu pada saat dibentuk. yaitu:    Pengetahuan Deklaratif. Pengetahuan deklaratif rentangnya sangat beragam. generalisasi (setiap benda yang di lempar ke angkasa akan jatuh ke bumi karena adanya gaya gravitasi). Guru dan siswa yang mampu menyelesaikan soal melalui rumus tertentu atau menterjemahkan teks bahasa Inggris adalah contoh kemampuan pengetahuan prosedural lainnya. Pengetahuan tumbuh melalui interaksi faktor-faktor internal (kognitif) dan eksternal (lingkungan dan sosial). diingat ataupun dilupakan. Perspektif kognitif membagi jenis pengetahuan menjadi tiga bagian. New York: McGraw Hill. Berbagai riset terapan tentang hal ini telah banyak dilakukan dan makin membuktikan bahwa pengetahuan dasar yang luas ternyata lebih penting dibanding strategi belajar yang terbaik yang tersedia sekalipun. singkatnya “pengetahuan bagaimana”. Pengetahuan Kondisional. tapi juga akan membimbing proses belajar berikutnya. Terlebih bila pengetahuan dan wawasan yang luas ini disertai dengan strategi yang baik tentu akan membawa hasil lebih baik lagi tentunya. Jadinya pengetahuan tidak hanya dilihat sebagai struktur kognitif individu saja tetapi sebagai buatan dari komunitas sepanjang waktu. Hal yang menjadi pembahasan sehubungan dengan teori belajar ini adalah tentang jenis pengetahuan dan memori. Jenis Pengetahuan Menurut pendekatan kognitif yang mutakhir. & Miskel. Ideide tertentu berguna pada komunitas tertentu. Namun apa yang disebut benar dalam waktu dan tempat tertentu bisa menjadi salah di tempat dan waktu yang lain. W. bahasa. K. Deskripsi Vygotsky tentang perkembangan kognitif melalui pengenalan dan pemakaian alat-alat budaya seperti bahasa konsisten dengan pandangan ini. bisa berupa pengetahuan tentang fakta (misalnya. dipelajari. namun bila siswa mampu mengerjakan perhitungan tersebut maka dia sudah memiliki pengetahuan prosedural. dengan kata lain penguasaan pengetahuan ini juga dicirikan oleh praktek yang dilakukan.

informasi yang didapat menjadi tersedia untuk proses selanjutnya. m. Mempelajari informasi tentang pokok bahasan tertentu tidak selalu menyebabkan siswa akan menggunakan informasi tersebut. walaupun matanya melihat deretan simbol yang sama seperti Anda. mengubah metoda mengajar dan tugas.Sedangkan pengetahuan kondisional adalah kemampuan untuk dapat mengaplikasikan kedua jenis pengetahuan di atas. Model pengolahan informasi merupakan salah satu model dari perspektif teori belajar ini yang menjelaskan kerja memori manusia sesuai dengan analogi komputer. memori kerja dan memori jangka panjang. 3. Informasi yang dikodekan (decode) serta persepsi tiap individu akan menentukan apa yang perlu disimpan di memori kerja ini.    Memori Sensori adalah sistem mengingat stimuli secara cepat sehingga analisis persepsi dapat terjadi. ataupun saat kita membaca huruf kanji dari koran berbahasa Jepang dimana kita tidak punya kemampuan untuk memahaminya. mengetahui prosedural penyelesaian masalah serta tahu kapan dan mengapa menggunakan pengetahuan tersebut adalah hasil belajar yang berbedabeda. l. Memori Sensori Memori sensori adalah sistem yang bekerja seketika melalui alat indera dinama kita memberikan arti kepada stimuli yang datang dinamakan persepsi. suatu symbol „l‟ akan dipersepsi sebagai huruf alpabet tertentu kalau kita menggolongkannya dalam urutan j. biasanya stimuli lainnya akan ditolak. Memori kerja adalah tempat dimana informasi baru ini berada dan digabungkan dengan pengetahuan yang berasal dari memori jangka panjang. memberikan masalah yang dilematis. Tidak juga latihan menyelesaikan banyak soal pada topik bahasan tertentu. siswa harus dapat mengidentifikasi terlebih dahulu persamaan apa yang perlu dipakai (pengetahuan deklaratif) sebelum melakukan proses perhitungan (pengetahuan prosedural). suara. memberikan kejutan siswa. bagi seseorang yang tidak mempunyai pengetahuan tentang angka atau huruf. Namun menarik perhatian siswa adalah hal pertama. namun sayangnya mengaplikasikannya pada waktu dan tempat yang kurang tepat. Memori sensori akan menangkap stimuli dan mempersepsi. Siswa tidak dapat memahami apa yang mereka tidak kenali atau tidak dapat dipersepsi. Memori Kerja Saat stimulus dipersepsi dan diubah menjadi suatu pola gambar atau suara. gerakan. dalam hal „l‟ konteks dan pengetahuan kita akan menentukan makna yang akan diberikan. Pengetahuan kondisional ini jadinya merupakan hal yang penting dimiliki siswa. Hal berikutnya teori belajar yang dibahas dalam perspektif kognitif ini adalah tentang bagaimana individu mengingat dan bagian apa saja dari memori yang bekerja dalam proses berpikir seperti pada pemecahan masalah. Hal ini menunjukkan bahwa perhatian sangatlah selektif. yang meliputi tiga macam sistem penyimpanan ingatan: memori sensori. yang cukup lama untuk pengolahan informasi terjadi. Model Pengolahan Informasi Untuk menggunakan tiga jenis pengetahuan di atas. menanyakan hal yang menantang. Mengetahui sesuatu topik. memangil siswa secara acak. Memori Jangka Panjang menyimpan informasi yang sangat besar dalam waktu yang lama. karena menentukan penggunaan konsep dan prosedur yang tepat. membuat mereka untuk tetap fokus pada pelajaran dan tugasnya juga hal yang kritis berikutnya harus dilakukan oleh guru. Memori Kerja atau memori jangka pendek. kita hanya dapat memfokuskan pada beberapa stimuli saja dan mengingkari yang lainnya. Misalnya teks yang Anda baca saat ini akan dipersepsi berbeda oleh orang lain yang tidak mengerti bahasa Indonesia ataupun yang buta huruf. tentunya kita harus dapat mengingatnya dengan baik. digaris bawahi atau ditandai. Terkadang siswa mengetahui fakta dan dapat melakukan satu prosedur pemecahan masalah tertentu. 4 maka symbol yang sama bermakna angka satu. akan membantu mereka memahami satu prinsip lebih mendalam. atau memberikan makna. Dalam menyelesaikan persoalan perhitungan kimia misalnya. Tentunya banyak faktor yang mempengaruhi perhatian siswa. bau. Kapasitas memori kerja ini sangat . Cara lainnya adalah melalui perlakuan pada kata yang diucapkan atau ditulis oleh guru dengan warna yang kontras. Perhatian adalah tahap pertama dalam belajar. dan tentu saja ini perlu diajarkan dengan cara yang berbeda pula. k. menyimpan lima sampai sembilan informasi pada satu waktu sampai sekitar 20 detik. namun dalam kesempatan berbeda seperti l. Memori sensori tidak hanya bekerja untuk simbol saja namun juga dalam hal warna. Informasi di dalamnya disimpan dalam bentuk secara verbal dan visual. 2. Arti yang diberikan berasal dari realitas objektif serta dari pengetahuan kita sebelumnya. dengan kata lain saat perhatian penuh sangat diperlukan. Tampilan atau aksi yang dramatis dapat mencuri perhatian siswa pada awal pembelajaran. mengubah frekuensi suara dan jedanya akan dapat membantu menarik perhatian dari siswa. suhu dan lainnya yang semuanya harus dipersepsi secara simultan. Hal yang sangat penting jadinya untuk mengidentifikasi jenis pengetahuan ini bagi guru ketika mengajar. Namun karena keterbatasan kemampuan. maka symbol itu kemungkinan tidak bermakna apapun. Contohnya.

Imaji adalah representasi yang didasarkan pada persepsi visual terhadap struktur informasi. yaitu informasi yang sudah terdapat di memori jangka panjang. Elaborasi adalah memberikan arti pada infrormasi baru dengan menghubungkannya dengan pengetahuan yang sudah ada. akan tetap ada disana dalam waktu yang tak terbatas. konsep atau keterampilan. yaitu: episodik. 5. Akses pada informasi membutuhkan waktu dan usaha karena kita harus mencarinya dalam lautan informasi yang luas dalam memori jangka panjang. Terdapat tiga jenis memori jangka panjang. Dalam memori jangka panjang inilah berbagai informasi disimpan dan dihubungkan dalam bentuk gambaran dan skema. kita menerapkan skema yang ada dan melukiskannya pada pengetahuan sebelumnya untuk membentuk pemahaman yang baru saat kita memperbaiki pengetahuan yang ada. Memori Jangka Panjang Informasi memasuki memori kerja dengan cepat. dari berbagai eksperimen kapasitas yang dapat disimpan sekitar lima sampai sembilan hal baru dalam satu waktu. Banyaknya bit informasi. Skema adalah pola atau panduan untuk memahami kejadian. Kebanyakan kita tidak pernah menghitung kapasitasnya. Pada saat kita membentuk bayangan tertentu kita mengingat atau mengkreasi kembali karakteristik fisik dan struktur spasial dari informasi. prinsip dan hubungannya. Hal lainnya dari memori kerja ini adalah waktu yang digunakannya pun hanya sekitar 5 sampai 20 detik saja. dan saat satu informasi secara aman sudah disimpan. pengetahuan ini dapat terus diingat dalam waktu yang lama. Kita tidak dapat memanggil kedua nomor telepon tadi karena terbatasnya kapasitas memori kerja ini. dan informasi yang jarang dipakai biasanya akan makin sulit untuk ditemukan. Cara ini dapat berguna untuk mengingat sesuatu. 8. Memori jenis ini bersifat teratur. Informasi yang dielaborasi ketika pertama dipelajari mudah untuk dipanggil karena elaborasi adalah bentuk pengaktifan memori kerja yang membuat informasi terus aktif untuk kemudian disimpan di memori jangka panjang.terbatas. bukannya ukuran setiap bit. atau jalannya cerita dari satu film. Dengan kata lain. Memori yang berhubungan dengan bagaimana melakukan sesuatu disebut memori prosedural. Sedangkan skema adalah stuktur pengetahuan abstrak yang mengatur sejumlah besar informasi. seperti nomor telepon. Untuk memanggil dan menambah informasi di memori jangka panjang. Biasanya makin sering satu prosedur dilakukan. misalnya saat guru menerima info baru tentang pengalaman yang sudah dipahaminya. maka jenis memori ini harus terus diaktifkan. Elaborasi juga membangun . Jika dilakukan cara ini. Supaya apa yang diingat bisa lebih panjang dari 20 detik. organisasi dan penggunaan konteks. Cara kedua adalah dengan pengelompokkan (chunking) yang dipergunakan untuk menanggulangi terbatasnya kapasitas memori kerja. namun hal yang berbeda bila disuruh untuk mengingat dua buah nomor telepon (14 desimal). dua hal yang disimpan dalam semantik memori disebut dengan imaji dan skema. Deretan enam angka seperti 1. maka kita cukup perlu mengingat dua atau tiga informasi saja dalam satu waktu dibanding enam buah. contohnya kita bisa menceritakan detail percakapan. namun untuk dapat disimpan di memori jangka panjang membutuhkan usaha tertentu. kebanyakan orang memakai strategi tertentu untuk mengingatnya. Karena sedikit dan sempitnya memori ini bekerja. yang kemudian untuk dipergunakan dan setelah itu tidak perlu diingat lagi. maka makin otomatis reaksi yang dilakukan. membuat kesimpulan dan memahami informasi baru. Latihan elaboratif ini tidak hanya meningkatkan memori kerja. Kita dapat mengingat informasi lebih banyak jika dapat mengelompokkan tiap-tiap bit menjadi unit yang berarti. 1. Sepanjang anda terus melakukan pengulangan informasi. 2. hal itu akan berada di memori kerja. kalau tidak maka informasi yang didapat menjadi hilang. Terkadang elaborasi terjadi secara otomatis. Namun walaupun begitu waktu tersebut sangat cukup misalnya untuk mengingat dan memahami apa yang anda baca dalam bagian awal kalimat ini sebelum mencapai akhir kalimat. Sedangkan semantik memori adalah memori untuk pemahaman. Cara yang pertama adalah strategi latihan yang terbagi menjadi pengelolaan dan elaboratif. adalah sisi keterbatasan memori kerja. kita tidak bisa memahami susunan kata dalam satu kalimat dan gabungan antara kalimat yang berdekatan. 18 dan 20) atau tiga digit (151. maka dia akan langsung mengaktifkan pengetahuan yang ada dan memberikan pemahaman yang lebih baik serta lengkap. 820). Latihan pengelolaan dilakukan dengan pengulangan informasi di pikiran anda. Imaji dapat berguna misalnya dalam menyusun keputusan praktis bagaimana menempatkan meja di satu ruangan atau jalur yang akan di tempuh ke satu lokasi. dan 0 akan lebih mudah diingat dalam bentuk dua digit (15. suatu pola struktur data yang membuat kita bisa menggabungkan informasi kompleks yang sangat besar. prosedural dan semantik. tetapi membantu memindahkan informasi memori jangka pendek ke memori jangka panjang. namun kapasitas memori jangka panjang dapat dikatakan hampir tak terbatas. namun setelah dipelajari. Bila kapasitas memori kerja sangat terbatas. kita dibantu dengan elaborasi. Satu nomor telepon sepanjang tujuh desimal dapat diingat oleh rata-rata manusia dewasa. khususnya ingatan yang bersifat pribadi. Episodik adalah jenis memori yang berhubungan dengan informasi pada waktu dan tempat tertentu. Secara teoritis walaupun kita mampu untuk mengingat sebanyak yang kita mau namun tantangannya justru adalah memanggilnya yaitu mendapatkan informasi yang tepat sesuai keinginan. Untuk mempelajari suatu prosedur seperti mengendarai sepeda. Tanpa adanya memori kerja. yaitu memori untuk konsep. Cara latihan elaboratif adalah dengan menghubungkan sesuatu yang baru dengan apa yang sudah diketahui.

Lebih jauh Piaget mengemukakan bahwa pengetahuan tidak diperoleh secara pasif oleh seseorang. pengekalan. makin banyak peta jalan tersedia untuk diikuti dalam mencari sumber pengetahuan aslinya. 1989: 159) menegaskan bahwa pengetahuan tersebut dibangun dalam pikiran anak melalui asimilasi dan akomodasi. Piaget yang dikenal sebagai konstruktivis pertama (Dahar. W. pengelompokan. namun kalau anda dapat menggambarkannya secara mental hal tersebut anda dapat meningkatkan daya ingat anda. Marilyn dan Tony. konstruktivisme sosial yang dikembangkan oleh Vigotsky adalah bahwa belajar bagi anak dilakukan dalam interaksi dengan lingkungan sosial maupun fisik. Kita membantu siswa dalam elaborasi dengan menyuruh mereka menuliskan informasi sesuai dengan kata yang mereka susun sendiri atau dengan membuat contoh yang relevan. Misalnya. Pandangan tentang anak dari kalangan konstruktivistik yang lebih mutakhir yang dikembangkan dari teori belajar kognitif Piaget menyatakan bahwa ilmu pengetahuan dibangun dalam pikiran seorang anak dengan kegiatan asimilasi dan akomodasi sesuai dengan skemata yang dimilikinya. Makin sering seorang individu mengelaborasi ide baru. Hakikat Anak Menurut Pandangan Teori Belajar Konstruktivisme Salah satu teori atau pandangan yang sangat terkenal berkaitan dengan teori belajar konstruktivisme adalah teori perkembangan mental Piaget. 1999: 62). setiap manusia akan mengalami urutan-urutan tersebut dan dengan urutan yang sama. pada tahap sensori motor anak berpikir melalui gerakan atau perbuatan (Ruseffendi. melainkan seperangkat pembelajaran. (3) pengetahuan bukan sesuatu yang datang dari luar melainkan dikonstruksi secara personal. proses pengembangan yang menguraikan tentang interaksi antara pengalaman (asimilasi) dan struktur kognitif yang timbul (akomodasi). melainkan melibatkan pengaturan situasi kelas. 1988: 132). pembuatan hipotesis dan penarikan kesimpulan) yang menunjukkan adanya tingkah laku intelektual dan (3) gerak melalui tahap-tahap tersebut dilengkapi oleh keseimbangan (equilibration). sehingga informasi tersebut mempunyai tempat (Ruseffendi 1988: 133). New York: McGraw Hill. Dari pandangan Piaget tentang tahap perkembangan kognitif anak dapat dipahami bahwa pada tahap tertentu cara maupun kemampuan anak mengkonstruksi ilmu berbeda-beda berdasarkan kematangan intelektual anak. Ketika anda mencoba mengingat satu informasi. Berbeda dengan kontruktivisme kognitif ala Piaget. Sedangkan. (1) perkembangan intelektual terjadi melalui tahap-tahap beruntun yang selalu terjadi dengan urutan yang sama. Selanjutnya. A. yang dikemas dalam tahap perkembangan intelektual dari lahir hingga dewasa. Educational Administration (seventh ed. (5) kurikulum bukanlah sekedar dipelajari. maka miskonsepsi ini pun akan disimpan dan terus diingat oleh siswa. Hal yang sebaliknya bisa terjadi. khususnya bila informasi didalamnya juga kompleks. maka dia akan membuatnya dengan bahasa dia sendiri yang menyebabkan makin baiknya pemahamannya dia tentang pengetahuan tersebut. K. Maksudnya. Berikut adalah tiga dalil pokok Piaget dalam kaitannya dengan tahap perkembangan intelektual atau tahap perkembangan kognitif atau biasa juga disebut tahap perkembagan mental. Belajar merupakan proses aktif untuk mengembangkan skemata sehingga pengetahuan terkait bagaikan jaring laba-laba dan bukan sekedar tersusun secara hirarkis (Hudoyo. (2005). Dalam penjelasan lain .. Driver dan Bell (dalam Susan. akomodasi adalah menyusun kembali struktur pikiran karena adanya informasi baru. dan sumber. 1998: 5). Ruseffendi (1988: 133) mengemukakan. Setiap tahap perkembangan intelektual yang dimaksud dilengkapi dengan ciri-ciri tertentu dalam mengkonstruksi ilmu pengetahuan. Pengertian tentang akomodasi yang lain adalah proses mental yang meliputi pembentukan skema baru yang cocok dengan ransangan baru atau memodifikasi skema yang sudah ada sehingga cocok dengan rangsangan itu (Suparno. Dari pengertian di atas. (2) belajar mempertimbangkan seoptimal mungkin proses keterlibatan siswa. Aspek fisik dan emosional dari konteks dipelajari bersamaan degan informasi lainnya. perkembangan kognitif anak bergantung pada seberapa jauh mereka aktif memanipulasi dan berinteraksi dengan lingkungannya. Disadur secara bebas dari:Hoy. Bahkan. materi.). hal itu akan dibantu jika konteks yang ada mirip dengan dengan kondisi kita mendapat informasinya. (4) pembelajaran bukanlah transmisi pengetahuan. Penemuan atau discovery dalam belajar lebih mudah diperoleh dalam konteks sosial budaya seseorang (Poedjiadi. dapat dipahami bahwa belajar adalah suatu aktivitas yang berlangsung secara interaktif antara faktor intern pada diri pebelajar dengan faktor ekstern atau lingkungan. sehingga melahirkan perubahan tingkah laku. Sedangkan. & Miskel. Sehingga mengkondisikan suasana test sebelum ujian yang sesungguhnya akan berpengaruh memperbaiki kinerja. Menempatkan konsep dalam suatu struktur membantu anda belajar dan mengingat baik untuk definisi umum dan contoh spesifiknya. Teori ini biasa juga disebut teori perkembangan intelektual atau teori perkembangan kognitif. (2) tahap-tahap tersebut didefinisikan sebagai suatu cluster dari operasi mental (pengurutan. 1995: 222) mengajukan karakteristik sebagai berikut: (1) siswa tidak dipandang sebagai sesuatu yang pasif melainkan memiliki tujuan. Bahan ajar yang terorganisir dengan baik tentunya akan lebih mudah dipelajari dibandingkan yang tidak teratur. Konteks adalah elemen lainnya dari proses yang mempengaruhi belajar. saat siswa melakukan elaborasi informasi baru dengan menghubungkannya ke hal yang tidak tepat dan mengembangkan penjelasan yang rancu. Organisasi pengetahuan yang dimiliki juga meningkatkan belajar. Makin banyak informasi dihubungan dengan hal lainnya. Berkaitan dengan anak dan lingkungan belajarnya menurut pandangan konstruktivisme. G. 1999: 61). melainkan melalui tindakan. Teori belajar tersebut berkenaan dengan kesiapan anak untuk belajar. Tentu saja kita tidak bisa selalu pergi ke tempat yang sama saat anda mulai memahami suatu hal. C.hubungan tambahan pada pengetahuan yang sudah dipunyai. 1996: 7). Asimilasi adalah penyerapan informasi baru dalam pikiran. perkembangan kognitif itu sendiri merupakan proses berkesinambungan tentang keadaan ketidak-seimbangan dan keadaan keseimbangan (Poedjiadi.

fungsi kognisi bersifat adaptif dan membantu pengorganisasian melalui pengalaman nyata yang dimiliki anak. pengalaman belajar yang lalu dari seseorang akan mempengaruhi terjadinya proses belajar tersebut. Selain penekanan dan tahap-tahap tertentu yang perlu diperhatikan dalam teori belajar konstruktivisme. Kedua pengertian di atas menekankan bagaimana pentingnya keterlibatan anak secara aktif dalam proses pengaitan sejumlah gagasan dan pengkonstruksian ilmu pengetahuan melalui lingkungannya. Bahkan secara spesifik Hudoyo (1990: 4) mengatakan bahwa seseorang akan lebih mudah mempelajari sesuatu bila belajar itu didasari kepada apa yang telah diketahui orang lain. Dalam upaya mengimplementasikan teori belajar konstruktivisme. Tytler (1996: 20) mengajukan beberapa saran yang berkaitan dengan rancangan pembelajaran. (3) memberi kesempatan kepada siswa untuk mencoba gagasan baru. Guru hanyalah berfungsi sebagai mediator. (4) memberi pengalaman yang berhubungan dengan gagasan yang telah dimiliki siswa. dan (4) siswa mempunyai kesempatan untuk berdiskusi dan saling bertukar pengalaman dan ilmu pengetahuan dengan temannya. Oleh karena itu. dan (6) menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.Tanjung (1998: 7) mengatakan bahwa inti konstruktivis Vigotsky adalah interaksi antara aspek internal dan ekternal yang penekanannya pada lingkungan sosial dalam belajar. Dari beberapa pandangan di atas. Pertama. sebagai berikut: (1) memberi kesempatan kepada siswa untuk mengemukakan gagasannya dengan bahasa sendiri. dan teman yang membuat situasi yang kondusif untuk terjadinya konstruksi pengetahuan pada diri peserta didik. Hanbury (1996: 3) mengemukakan sejumlah aspek dalam kaitannya dengan pembelajaran. yaitu (1) siswa mengkonstruksi pengetahuan dengan cara mengintegrasikan ide yang mereka miliki. B. untuk mempelajari suatu materi yang baru. Adapun implikasi dari teori belajar konstruktivisme dalam pendidikan anak (Poedjiadi. Sehubungan dengan hal di atas. Tasker (1992: 30) mengemukakan tiga penekanan dalam teori belajar konstruktivisme sebagai berikut. fasilitor. (2) pembelajaran menjadi lebih bermakna karena siswa mengerti. Dengan kata lain. Kedua adalah pentingya membuat kaitan antara gagasan dalam pengkonstruksian secara bermakna. Kedua. Pertama adalah peran aktif siswa dalam mengkonstruksi pengetahuan secara bermakna. (3) strategi siswa lebih bernilai. Artinya. bahwa siswa harus aktif secara mental membangun struktur pengetahuannya berdasarkan kematangan kognitif yang dimilikinya. dapat disimpulkan bahwa pembelajaran yang mengacu kepada teori belajar konstruktivisme lebih menfokuskan pada kesuksesan siswa dalam mengorganisasikan pengalaman mereka. (5) mendorong siswa untuk memikirkan perubahan gagasan mereka. latihan memcahkan masalah seringkali dilakukan melalui belajar kelompok dengan menganalisis masalah dalam kehidupan sehari-hari dan (3) peserta didik diharapkan selalu aktif dan dapat menemukan cara belajar yang sesuai bagi dirinya. Selain itu. Wheatley (1991: 12) mendukung pendapat di atas dengan mengajukan dua prinsip utama dalam pembelajaran dengan teori belajar konstrukltivisme. pengetahuan tidak dapat diperoleh secara pasif. Dengan kata lain. pengertahuan tidak dapat dipindahkan begitu saja dari pikiran guru ke pikiran siswa. siswa tidak diharapkan sebagai botol-botol kecil yang siap diisi dengan berbagai ilmu pengetahuan sesuai dengan kehendak guru. (2) kurikulum dirancang sedemikian rupa sehingga terjadi situasi yang memungkinkan pengetahuan dan keterampilan dapat dikonstruksi oleh peserta didik. Hakikat Pembelajaran Menurut Teori Belajar Konstruktivisme Sebagaimana telah dikemukakan bahwa menurut teori belajar konstruktivisme. tetapi secara aktif oleh struktur kognitif siswa. Bukan kepatuhan siswa dalam refleksi atas apa yang telah diperintahkan dan dilakukan oleh guru. siswa lebih diutamakan untuk mengkonstruksi sendiri pengetahuan mereka melalui asimilasi dan akomodasi. 1999: 63) adalah sebagai berikut: (1) tujuan pendidikan menurut teori belajar konstruktivisme adalah menghasilkan individu atau anak yang memiliki kemampuan berfikir untuk menyelesaikan setiap persoalan yang dihadapi. . (2) memberi kesempatan kepada siswa untuk berfikir tentang pengalamannya sehingga menjadi lebih kreatif dan imajinatif. Ketiga adalah mengaitkan antara gagasan dengan informasi baru yang diterima.

sering diminta mengulang □ Masalah pengucapan serius sehingga tidak bisa dipahami ASPEK SKOR 5 4 KETERANGAN □ Tidak ada atau sedikit kesalahan tata bahasa □ Kadang-kadang membuat kesalahan tata bahasa tetapi tidak mempengaruhi makna □ Sering membuat kesalahan tata bahasa yang mempengaruhi makna □ Banyak kesalahan tata bahasa yang menghambat makna dan sering menata ulang kalimat □ Kesalahan tata bahasa begitu parah sehingga sulit dipahami Tata Bahasa 3 2 1 ASPEK SKOR 5 4 3 KETERANGAN □ Menggunakan kosa kata dan ungkapan seperti penutur asli □ Kadang-kadang menggunakan kosa kata yang tidak tepat □ Sering menggunakan kosa kata yang tidak tepat. 17 Februari 2012) RUBRIK PENILAIAN SPEAKING ASPEK SKOR 5 4 3 Pengucapan 2 1 KETERANGAN □ Mudah dipahami dan memiliki aksen penutur asli □ Mudah dipahami meskipun dengan aksen tertentu □ Ada masalah pengucapan yang membuat pendengar harus konsentrasi penuh dan kadang-kadang ada kesalahpahaman □ Sulit dipahami karena ada masalah pengucapan. percakapan menjadi terbatas karena keterbatasan kosa kata □ Menggunakan kosa kata secara salah dan kosa kata terbatas sehingga sulit dipahami □ Kosa kata sangat terbatas sehingga percakapan tidak mungkin terjadi Kosa Kata 2 1 ASPEK SKOR 5 4 □ Lancar seperti penutur asli KETERANGAN □ Kelancaran tampak sedikit terganggu oleh masalah bahasa □ Kelancaran agak banyak terganggu oleh masalah bahasa □ Sering ragu-ragu dan terhenti karena keterbatasan bahasa □ Bicara terputus-putus dan terhenti sehingga percakapan tidak mungkin terjadi Kelancaran 3 2 1 .CONTOH RUBRIK PENILAIAN BAHASA INGGRIS Rubrik Penilaian Pembelajaran Bahasa Inggris (Jumat.

Accuracy 3. frasa. Intonation . Accuracy 3. Fluency 50 60 70 80 50 60 70 80 50 60 70 80 50 60 70 80 : : : : : : : : : : : : : : : Bila terjadi hesitasi Lancar. Fluency 2. walau ada pengulangan pada bagian tertentu □ Memahami sebagian besar apa yang dikatakan bila bicara agak diperlambat walau ada pengulangan □ Susah mengikuti apa yang dikatakan.ASPEK SKOR 5 4 3 KETERANGAN □ Memahami semua tanpa mengalami kesulitan □ Memahami hampir semuanya. tetapi masih ada hesitasi Lancar Sangat lancar Semua ucapan tidak dapat dipahami Sebagian kecil ucapan sudah dapat dipahami Sebagain besar ucapan sudah dapat dipahami Semua ucapan dapat dipahami Hampir semua ucapan tidak benar Sebagian kecil ucapan sudah benar Sebagian besar ucapan benar Semua ucapan benar Tekanan/irama semua kata salah Tekanan/irama sebagian kecil kata benar Tekanan/irama sebagian besar kata benar Tekanan/irama semua kata. □ Tidak bisa memahami walaupun percakapan sederhana Pemahaman 2 1 LEMBAR PENILAIAN READING ALOUD Nama siswa Kelas ASPEK 50 1. Intonation Keterangan untuk : 1. kalimat benar 60 : _________________________ : _________________________ SKOR 70 80 TOTAL 2. Pronunciation 4. Pronunciation 4.

informasi umumnya relevan dan tepat. interpretasi tidak konsisten dengan fakta. pembahasan mampu. informasi sering tidak relevan/tidak tepat. pembahasan / isi (sejauh mana sempurna. penataan ungkapan kadang sulit diikuti. informasi kadang tidak relevan/tidak tepat. interpretasi sangat kuat dan mendukung. penataan dan urutan ungkapan antar bagian teks tidak jelas. hubungan antar bagian (sejauh mana teks jelas penataan tulisan m‟hitungkan 22-20 □ Good : Komunikasi cukup efektif. interpretasi umumnya mendukung. minim pembahasan. KRITERIA SKOR DESKRIPSI □ Excellent to very good : Bahasa yang digunakan sangat sesuai dengan bentuk teks yang diberikan dan konteks komunikasi □ Good : Umumnya bahasa yang digunakan sesuai dengan bentuk teks yang diberikan dan konteks komunikasi □ Fair : Bahasa yang digunakan tidak konsisten dengan bentuk teks yang diberikan dan konteks komunikasi □ Inadequate : Bahasa yang digunakan tidak sesuai dengan bentuk teks yang diberikan dan konteks komunikasi □ Inacceptable : Bahasa yang digunakan sangat buruk Kesesuaian 25-23 bahasa (sejauh mana bahasa digunakan sesuai 22-20 dengan konteks komunikasi 19-18 17-16 15-0 . hubungan antar bagian teks umumnya jelas 19-18 □ Fair : Komunikasi kadang cukup efektif. konsisten bentuk teks khusus kadang terabaikan. hubungan antar bagian teks kadang tidak jelas 17-16 □ Inadequate : Komunikasi tidak efektif. KRITERIA SKOR DESKRIPSI Kesesuaian 25-23 □ Excellent to very good : Komunikasi efektif. informasi dan interpretasi tidak relevan. mangabaikan bentuk teks khusus. tidak ada penataan teks. pembahasan dapat diterima tapi kadang tidak konsisten. interpretasi kadang tidak konsisten dengan fakta. informasi relevan dan tepat.PEDOMAN dan RUBRIK PENILAIAN (Writing Competence) KRITERIA SKOR DESKRIPSI Kesesuaian tugas 30-27 □ Excellent to very good: Menanggapi tugas dengan sempurna. organisasi dan urutan ungkapan umumnya tertata dengan baik dan teratur. tulisan mencapai tujuan) 26-24 □ Good: Mampu menanggapi tugas. umumnya konsisten dengan bentuk teks pembaca) khusus. ungkapan tertata dengan baik dan teratur. 17-0 □ Inacceptable: Mengabaikan atau kurang memahami tugas. tidak mengikuti bentuk teks khusus. sangat konsisten dengan bentuk langkah retorika teks khusus. 20-18 □ Inadequate: Tidak bisa menanggapi tugas. pembahasan tidak lengkap dan tidak konsisten. maksud tidak jelas. 23-21 □ Fair: Kurang mampu menanggapi tugas. 15-0 □ Inacceptable : Tidak bisa dipahami sama sekali.

punctuation. spelling. verb conjunction. capitalization. spelling.KRITERIA SKOR DESKRIPSI □ Excellent to very good : Layout. kerapian. punctuation. spelling. capitalization. punctuation. capitalization. spelling. agreements. accents. spelling. verb conjunction. agreements. agreements. dan neatness umumnya memenuhi aturan-aturan teks (genre) □ Fair : Layout. agreements. accents. punctuation. agreements. verb conjunction. accents. dan neatness sangat memenuhi aturan-aturan teks (genre) □ Good : Layout. accents. dan neatness sebagian memenuhi aturan-aturan teks (genre) □ Inadequate : Layout. dan neatness umumnya tidak memenuhi aturan-aturan teks (genre) □ Inacceptable : Layout. accents. dll) 15-14 13-12 11-0 . capitalization. dan neatness tidak memenuhi aturan-aturan teks (genre) Kelayakan 20-18 bentuk (sejauh mana tulisan memenuhi aturan-aturan 17-16 bentuk spelling. punctuation. verb conjunction. verb conjunction. capitalization.

antara lain adalah sebagai berikut: 1). Evaluasi merupakan salah satu kegiatan utama yang harus dilakukan oleh seorang guru dalam kegiatan pembelajaran. bahkan merupakan instrumen untuk melakukan penilaian. bagaimana pengajar (guru) dapat mengetahui hasil pembelajaran yang telah dilakukan.alat ukur.Proses penentuan nilai berdasarkan data kuantitatif hasilpengukuran untuk keperluan pengambilan keputusan. Tingkat pencapaian kompetensi atau tujuan instruksional dari kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan itu dapat dinyatakan dengan nilai B. dan evaluasi pada umumnya diawali dengan kegiatan pengukuran (measurement) serta pembandingan (assessment). Penilaian hasil belajar pada dasarnya adalah mempermasalahkan. dan (5)interpretasi data. intelegensi. assessment. Adapun asesmen berada di antara kegiatan pengukuran dan evaluasi. 3) Untuk mengetahui kedudukan siswa dalam kelompoknya. yang secara secara harfiah dapat diartikan sebagai penilaian. maka dapat diketahui bahwa perbedaan antara evaluasi dengan pengukuran adalah dalam hal jawaban terhadap pertanyaan “what value” untuk evaluasi dan “how much” untuk pengukuran. evaluation) secara teoretik definisinya berbeda. evaluasi memiliki beberapa tujuan. pengertian asesmen (assessment) adalah kegiatan mengukur dan mengadakan estimasi terhadap hasil pengukuran atau membanding-bandingkan dan tidak sampai ke taraf pengambilan keputusan. Pengukuran lebih bersifat kuantitatif. Sedangkan evaluasi secara etimologi berasal dari bahasa Inggeris evaluation yang bertarti value. . b). (4)analisis data. (2)pengumpulan data. penilaian juga dapat berfungsi sebagai alat seleksi.Kegiatan untuk menilai sesuatu secara terencana. Pengertian Evaluasi Pembelajaran Sesungguhnya. dan diagnostik. yaitu menyeleksi calon peserta suatu lembaga pendidikan/kursus berdasarkan kriteria tertentu. 4) Untuk memperoleh masukan atau umpan balik bagi guru dan siswa dalam rangka perbaikan.hasil pengukuran kuantitatif.proses pengukuran. (3)verifikasi data. Evaluasi berfungsi atau dilaksanakan untuk keperluan seleksi. penempatan. Dengan penilaian. Artinya bahwa sebelum melakukan asesmen ataupun evaluasi lebih dahulu dilakukan pengukuran Sekalipun makna dari ketiga istilah (measurement. Unsur pokok dalam kegiatan pengukuran ini.ada objek ukur.KARAKTERISTIK PENILAIAN YANG BAIK (Rabu. antara lain sebagai berikut: 1) Untuk mengetahui kemajuan belajar siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran dalam jangka waktu tertentu. minat. c). yakni: a). yakni pengukuran. Berdasarkan pada berbagai batasan 3 jenis penilaian di atas. Namun.Suatu proses sistematik untuk mengetahui tingkat keberhasilan sesuatu. Tujuan dan Fungsi Evaluasi Dalam konteks pelaksanaan pendidikan. Adapun langkah-langkah pokok dalam penilaian secara umum terdiri dari: (1)perencanaan. ( 4). Penjelasan dari setiap fungsi tersebut adalah: a) Fungsi seleksi. Pengajar harus mengetahui sejauh mana pebelajar (learner) telah mengerti bahan yang telah diajarkan atau sejauh mana tujuan/kompetensi dari kegiatan pembelajaran yang dikelola dapat dicapai.guna mengetahui keberhasilan suatu proses dan hasil pembelajaran. Sementara. 2) Untuk mengetahui efektivitas metode pembelajaran. 2). Pengukuran atau measurement merupakan suatu proses atau kegiatan untuk menentukan kuantitas sesuatu yang bersifat numerik. sikap dan kepribadian siswa atau peserta didik. 3). namun dalam kegiatan pembelajaran terkadang sulit untuk membedakan dan memisahkan batasan antara ketiganya. bakat khusus. sistematik dan terarah berdasarkan atas tujuan yang jelas. 15 Februari 2012) A. dari sisi terminologis ada beberapa definisi yang dapat dikemukakan. Selain fungsi di atas. guruakan mengetahui perkembangan hasil belajar. dalam konteks penilaian ada beberapa istilah yang digunakan. hubungan sosial. 5). assessment dan evaluasi.tujuan pengukuran.

PBK mengidentifikasi pencapaian kompetensi dan hasil belajar yang dikemukakan melalui pernyataan yang jelas tentang standar yang harus dan telah dicapai disertai dengan peta kemajuan belajar siswa dan pelaporan. Dalam hal ini kewenangan guru menjadi sangat luas dan menentukan. C. dan penyusunan silabus telah memadai? Pada pelaksanaan PBK. dan menetapkan cara mengatasi kesulitan belajar tersebut. agar perkembangan prestasi siswa dari waktu ke waktu dapat diamati (observable) dan terukur (measurable). terutama aspek kognitif. di dalam atau di luar kelas. Jenis penilaian yang dibuat oleh guru harus memenuhi standar validitas dan reliabilitas. sehingga memungkinkan dilakukannya pengayaan dan remediasi untuk memenuhi kebutuhan siswa sesuai dengan perkembangan. dan bagi siswa secara individu pada khususnya. tengah. dengan dilaksanakannya PBK diharapkan dapat: a) Memberikan umpan balik bagi siswa mengenai kemampuan dan kekurangannya. dan penggunaan informasi tentang hasil belajar siswa dengan menerapkan prinsip-prinsip penilaian berkelanjutan. d) Memungkinkan siswa mencapai kompetensi yang telah ditentukan. Data atau informasi dari penilaian di kelas ini merupakan salah satu bukti yang digunakan untuk mengukur keberhasilan suatu program pendidikan. kompetensi profesional bagi guru merupakan persyaratan penting. Karenanya. pelaporan. PBK yang dilaksanakan oleh guru. sehingga mereka dapat meningkatkan partisipasinya di bidang pendidikan secara serius dan konsekwen. c) Fungsi Diagnostik. agar hasil yang dicapai sesuai dengan apa yang diharapkan. maka guru perlu membuat keputusan terhadap prestasi siswa: 1) 2) 3) 4) 5) 6) Apakah siswa telah mencapai kompetensi seperti yang telah ditetapkan? Apakah siswa telah memenuhi syarat untuk maju ke tingkat lebih lanjut? Apakah siswa harus mengulang bagian-bagian tertentu? Apakah siswa perlu memperoleh cara lain sebagai pendalaman (remedial)? Apakah siswa perlu menerima pengayaan (enrichment)? Apakah perbaikan dan pendalaman program atau kegiatan pembelajaran. agar terhindar dari upaya manipulasi nilai siswa. Gambar 8. Di sekolah sering digunakan istilah tes untuk kegiatan PBK dengan alasan kepraktisan.b) Fungsi Penempatan. karena tes sebagai alat ukur sangat praktis digunakan untuk melihat prestasi siswa dalam kaitannya dengan tujuan yang telah ditentukan. maka dengan diberlakukannya PBK hal itu tidak terjadi lagi. sehingga menumbuhkan motivasi untuk memperbaiki prestasi belajar pada waktu berikutnya. Evaluasi diagnostik berfungsi atau dilaksanakan untuk mengidentifikasi kesulitan belajar yang dialami peserta didik. peningkatan kemampuan profesional dan integritas moral guru dalam PBK merupakan suatu keniscayaan. pemilihan bahan ajar atau buku ajar. kemajuan dan kemampuannya. Naik atau tidak naik dan lulus atau tidak lulus siswa sepenuhnya menjadi tanggung jawab guru (sekolah) berdasarkan kemajuan proses dan hasil belajar siswa di sekolah bersangkutan. walaupun dengan kecepatan belajar yang berbeda-beda antara masing-masing individu. Penilaian Berbasis Kelas Penilaian Berbasis Kelas (PBK) merupakan suatu proses pengumpulan. misalnya untuk penilaian aspek sikap/nilai dengan tes atau non tes atau terintegrasi dalam seluruh kegiatan pembelajaran (di awal. PBK menggunakan arti penilaian sebagai “assessment”. Bila selama dekade terakhir ini keberhasilan belajar siswa hanya ditentukan oleh nilai ujian akhir (EBTANAS/UAN). menentukan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kesulitan belajar. PBK merupakan bagian dari evaluasi pendidikan karena lingkup evaluasi pendidikan secara umum jauh lebih luas dibandingkan PBK. yaitu kegiatan yang dilakukan untuk memperoleh dan mengefektifkan informasi tentang hasil belajar siswa pada tingkat kelas selama dan setelah kegiatan pembelajaran. menggunakan waktu khusus atau tidak. dan konsisten dalam kegiatan pembelajaran di bawah kewenangan guru di kelas. b) Memantau kemajuan dan mendiagnosis kesulitan belajar siswa. Untuk itu. Evaluasi berfungsi atau dilaksanakan untuk keperluan penempatan agar setiap orang (peserta pendidikan) mengikuti pendidikan pada jenis dan/atau jenjang pendidikan yang sesuai dengan bakat dan kemampuannya masing-masing. dan akhir). (Lihat gambar 2). Di samping itu. akurat. Memberikan informasi yang lebih komunikatif kepada masyarakat tentang efektivitas pendanaan. otentik.1: PBK sebagai bagian dari evaluasi PBK mencakup kegiatan pengumpulan informasi tentang pencapaian hasil belajar siswa dan pembuatan keputusan tentang hasil belajar siswa berdasarkan informasi tersebut. Pengumpulan informasi dalam PBK dapat dilakukan dalam suasana resmi maupun tidak resmi. peranan guru sangat penting dalam menentukan ketepatan jenis penilaian untuk menilai keberhasilan atau kegagalan siswa. harus memberikan makna signifikan bagi orang tua dan masyarakat pada umumnya. . Bila informasi tentang hasil belajar siswa telah terkumpul dalam jumlah yang memadai. c) Memberikan masukan kepada guru untuk memperbaiki program pembelajarannya di kelas apabila terjadi hambatan dalam proses pembelajaran.

. Setiap guru harus mampu melaksanakan prosedur PBK dan pencatatan secara tepat prestasi yang dicapai siswa. Namun demikian. maka ukuran-ukuran keberhasilan pembelajaran akan dapat diketahui secara jelas dan terarah. 6) Berkesinambungan PBK harus dilakukan secara terus-menerus atau berkesinambungan dari waktu ke waktu. Dengan berpijak pada kompetensi ini. Untuk itu. sehingga keberhasilan dan kegagalan siswa harus tetap diapresiasi dalam penilaian. Selain harus memenuhi prinsip-prinsip umum penilaian. pelaksanaan PBK sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor dan komponen yang ada di dalamnya. Untuk itu. 4) Adil dan obyektif PBK harus mempertimbangkan rasa keadilan dan obyektivitas siswa. Hasil penilaian hendaknya mencerminkan gambaran yang utuh tentang prestasi siswa yang mengandung informasi keunggulan dan kelemahan. sehingga keputusan tentang keberhasilan siswa jelas bagi pihak-pihak yang berkepentingan. afektif. dan psikomotorik serta berdasarkan pada strategi dan prosedur penilaian dengan berbagai bukti hasil belajar siswa yang dapat dipertanggungjawabkan kepada semua pihak. sehingga kegiatan dan unjuk kerja siswa dapat dipantau melalui penilaian. latar belakang budaya. tanpa ada rekayasa atau sembunyi-sembunyi yang dapat merugikan semua pihak. Sebab ketidakadilan dalam penilaian. dapat menyebabkan menurunnya motivasi belajar siswa. minat dan tingkat penguasaan siswa dalam pencapaian kompetensi yang telah ditetapkan. untuk mengetahui secara menyeluruh perkembangan siswa. 5) Terbuka PBK hendaknya dilakukan secara terbuka bagi berbagai kalangan (stakeholders) baik langsung maupun tidak langsung.Prinsip-prinsip PBK Sebagai bagian dari kurikulum berbasis kompetensi. Apabila alat ukur tidak memiliki kesahihan yang dapat dipertanggungjawabkan. Oleh karena itu. 7) Menyeluruh PBK harus dilakukan secara menyeluruh. 2) Mendidik PBK harus memberikan sumbangan positif pada pencapaian hasil belajar siswa. dan berbagai hal yang memberikan kontribusi pada pembelajaran. serta mendemonstrasikan kemampuan yang dimilikinya. tanpa membeda-bedakan jenis kelamin. PBK harus dinyatakan dan dapat dirasakan sebagai penghargaan untuk memotivasi siswa yang berhasil (positive reinforcement) dan sebagai pemicu semangat untuk meningkatkan hasil belajar bagi yang kurang berhasil (negative reinforcement). ada kesesuaian antara alat ukur dengan fungsi pengukuran dan sasaran pengukuran. pelaksanaan PBK juga harus memegang prinsip-prinsip khusus sebagai berikut: Apapun jenis penilaiannya. 8) Bermakna PBK diharapkan mempunyai makna yang signifikan bagi semua pihak. harus memungkinkan adanya kesempatan yang terbaik bagi siswa untuk menunjukkan apa yang mereka ketahui dan pahami. Artinya. sikap. dan ketrampilan/nilai yang terefleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak. guru mempunyai posisi sentral dalam menentukan keberhasilan dan kegagalan kegiatan penilaian. PBK hendaknya mudah dipahami dan dapat ditindaklanjuti oleh pihak-pihak yang berkepentingan. 3) Berorientasi pada kompetensi PBK harus menilai pencapaian kompetensi siswa yang meliputi seperangkat pengetahuan. yang mencakup aspek kognitif. dalam pelaksanaan penilaianharus memperhatikan prinsip-prinsip berikut: 1) Valid PBK harus mengukur obyek yang seharusnya diukur dengan menggunakan jenis alat ukur yang tepat atau sahih (valid). karena merasa dianaktirikan. maka data yang masuk salah sehingga kesimpulan yang ditarik juga besar kemungkinan menjadi salah.

gurulah yang sehari-hari berkomunikasi dan berinteraksi dengan siswa di dalam kelas dan di lingkungan sekolah. Penilaiannya tidak saja merupakan kegiatan tes formal. bahwa sesungguhnya guru itulah yang paling mengetahui kemampuan atau kemajuan belajar siswa. wawancara. yakni alat tes dan nontes. di dalam PBK guru tentu tidak dapat menilai sekehendak hatinya. kuesioner. Di samping mengukur hasil belajar siswa sesuai dengan ketentuan kompetensi setiap mata pelajaran masing-masing kelas dalam kurikulum nasional. 1) Teknik Tes Tes secara harfiah berasal dari bahasa Prancis kuno “testum” artinyapiring untuk menyisihkan logam-logam mulia. juga secara khusus akan membahas pengembangan tes untuk meningkatkan validitas dan reliabilitas tes sebagai alat evaluasi. pembahasan evaluasi hasil pembelajaran dengan lebih menekankan pada pemberian nilai terhadap skor hasil tes. dan lain-lain. penugasan (proyek). seperti kuesioner. Penilaian terhadap pengamatan dapat digunakan observasi. Tes adalah serangkaian pertanyaan atau latihan atau alat lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan. skala. Sebab. kecerdasan. dan tarikh) penilaiannya harus menyeluruh pada segenap aspek kognitif. A. 2) Pengamatan ketika siswa berada di ruang kelas. Aqidah-Akhlaq. atau bakat . di tempat ibadah dan ketika mereka bermain. hasil karya (produk).Keunggulan PBK Penilaian Berbasis Kelas (PBK) merupakan salah satu komponen dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Dengan demikian. PPkn. PBK dapat dikatakan sebagai bentuk penilaian yang paling komprehensip. dan sejenisnya. Khusus untuk evaluasi hasil pembelajaran alat evaluasi yang paling banyak digunakan adalah tes. Aspek psikomotorik sangat dominan pada mata pelajaran fiqh. perkembangan dan perubahan siswa.Karenanya. bukan kepala sekolah. pada dasarnya ketiga aspek tersebut harus dinilai. apalagi pejabat struktural di Departemen atau Dinas Pendidikan. seni. format observasi. yaitu guru secara terus menerus mengikuti pertumbuhan. dan bersikap pada waktu belajar atau berkomunikasi dengan guru dan sesama teman.dengan mempertimbangkan tingkat perkembangan siswa serta bobot setiap aspek dari setiap materi. Oleh karena itu. pengetahuan. kinerja/penampilan (performance). Penilaian berbasis kelas harus memperlihatkan tiga ranah yaitu: pengetahuan (koknitif). afektif dan psikomotorik. fiqh. Harus disadari oleh semua pihak. Misalnya kognitif meliputi seluruh mata pelajaran. aspek afektif sangat dominan pada materi pembelajaran akhlak. Teknik Penilaian Proses dan Hasil Belajar Untuk keperluan evaluasi diperlukan alat evaluasi yang bermacam-macam. membaca Al Quran. berbicara. penilaian juga dilakukan untuk mengetahui kedudukan atau posisi siswa dalam 8 level kompetensi yang ditetapkan secara nasional. secara umum dapat dikelompokkan menjadi dua. melainkan harus menyampaikan secara terbuka kepada siswa untuk menyepakati bersama kompetensi yang telah dicapai oleh siswa dan standar nilai yang diberikan oleh guru. dan tes tertulis (paper and pencil). PBK dilakukan dengan pengumpulan kerja siswa (portofolio). angket. olahraga. Begitu juga halnya dengan mata pelajaran yang lain. Sebagai contoh pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (AlQuran. PBK yang memberi kewenangan sangat leluasa kepada guru untuk menilai siswa merupakan suatu keunggulan agar diperoleh hasil belajar yang akurat sesuai dengan kemampuan siswa yang sebenarnya. pengawas. Hal yang perlu diperhatikan dalam penilaian adalah prinsip kontinuitas. sikap (afektif). Penilaian ini dilaksanakan oleh guru secara variatif dan terpadu dengan kegiatan pembelajaran di kelas. melainkan juga: 1) Perhatian terhadap siswa ketika duduk. oleh karena itu disebut penilaian berbasis kelas (PBK). Selain itu. Dari sekian banyak alat evaluasi. Guru menilai kompetensi dan hasil belajar siswa berdasarkan level pencapaian prestasi siswa. Pelaksanaan PBK Penilaian dilakukan terhadap hasil belajar siswa berupa kompetensi sebagaimana yang tercantum dalam KBM setiap mata pelajaran. sekala sikap dan catatan anekdot (anecdotal record). 3) Mengamati siswa membaca Al-Qur an dengan tartil (pada setiap awal jam pelajaran selama 5 – 10 menit) Dari berbagai pengamatan itu ada yang perlu dicatat secara tertulis terutama tentang perilaku yang ekstrim/menonjol atau kelainan pertumbuhan yang kemudian harus diikuti dengan langkah bimbingan. kemampuan. tes. dan keterampilan (psikomotorik) Ketiga ranah ini sebaikanya dinilai proposional sesuai dengan sifat mata pelajaran yang bersangkutan.

Kemampuan yang dievaluasi bisa berupa kognitif maupun psikomotorik. Tes Hasil Belajar (THB).Tes yang termasuk kategori tes kecepatan misalnya tes intelegensi. sebab yang lebih diutamakan adalah waktu yang minimal dan dapat mengerjakan tes itu sebanyak-banyaknya dengan baik dan benar. b) Tes Kemampuan (Power Test) Tes ini bertujuan untuk mengevaluasi peserta tes dalam mengungkapkan kemampuannya (dalam bidang tertentu) dengan tidak dibatasi secara ketat oleh waktu yang disediakan. Jadi dapat disimpulkan bahwa tes adalah suatu cara atau alat untuk mengadakan penilaian yang berbentuk suatu tugas atau serangkaian tugas yang harus dikerjakan oleh siswa atau sekelompok siswa sehingga menghasilkan nilai tentang tingkah laku atau prestasi siswa tersebut. cepat dan tepat penyelesaiannya. b) Untuk menentukan kedudukan atau perangkat siswa dalam kelompok. dapat dijelaskan bahwa tes merupakan alat ukur yang berbentuk pertanyaan atau latihan. baik yang bersifat spontanitas (logik) maupun hafalan dan pemahaman dalam mata pelajaan yang telah dipelajarinya. Prestasi atau tingkah laku tersebut dapat menunjukkan tingkat pencapaian tujuan intruksional pembelajaran atau tingkat penguasaan terhadap seperangkat materi yang telah diberikan dalam proses pembelajaran. 2) TesMenurut Tujuannya Dilihat dari segi tujuannya dalam bidang pendidikan. Waktu yang disediakan untuk menjawab atau menyelesaikan seluruh materi tes ini relatif singkat dibandingkan dengan tes lainnya. Soal-soal biasanya relatif sukar menyangkut berbagai konsep dan pemecahan masalah dan menuntut peserta tes untuk mencurahkan segala kemampuannya baik analisis. dipergunakan untuk mengukur kemampuan yang ada pada seseorang atau sekelompok orang. maka tes harus dapat mengungkap keterampilan dan bakat seseorang atau sekelompok orang. tes minimal mempunyai dua fungsi. Fungsi (a) lebih dititikberatkan untuk mengukur keberhasilan program pembelajaran. baik itu tes harian (formatif) maupun tes akhir semester (sumatif) bertujuan untuk mengevaluasi hasil belajar setelah mengikuti kegiatan pembelajaran dalam suatu kurun waktu tertentu. sekaligus dapat membandingkan antara seseorang dengan orang lain. dan tes ketrampilan bongkar pasang suatu alat. tes dapat dibagi menjadi: a) Tes Kecepatan (Speed Test) Tes ini bertujuan untuk mengevaluasi peserta tes (testi) dalam hal kecepatan berpikir atau keterampilan. c) Tes Hasil Belajar (Achievement Test) Tes ini dimaksudkan untuk mengevaluasi hal yang telah diperoleh dalam suatu kegiatan.Dengan demikian berarti sudah dapat dipastikan akan mampu memberikan informasi yang tepat dan obyektif tentang obyek yang hendak diukur baik berupa psikis maupun tingkah lakunya. d) Tes Kemajuan Belajar ( Gains/Achievement Test) Tes kemajuan belajar disebut juga dengan tes perolehan adalah tes untuk mengetahui kondisi awal testi sebelum pembelajaran dan kondisi akhir testi setelah pembelajaran. tentang penguasaan materi atau pencapaian tujuan pembelajaran tertentu. sedang fungsi (b) lebih dititikberatkan untuk mengukur keberhasilan belajar masing-masing individu peserta tes. Makalah ini akan lebih banyak memberikan penekanan pada tes hasil belajar ini. maka tes harus dapat memberikan informasi mengenai pengetahuan dan kemampuan obyek yang diukur. Berdasarkan definisi tersebut. sebagai alat evaluasi hasil belajar.yang dimiliki oleh sesesorang atau kelompok. Tes merupakan alat ukur yang standar dan obyektif sehingga dapat digunakan secara meluas untuk mengukur dan membandingkan keadaan psikis atau tingkah laku individu. Dalam kaitan dengan rumusan tersebut. Sedangkan sebagai alat ukur berupa latihan. dan dapat pula menunjukkan kedudukan siswa yang bersangkutan dalam kelompoknya. yaitu: a) Untuk mengukur tingkat penguasaan terhadap seperangkat materi atau tingkat pencapaian terhadap seperangkat tujuan tertentu. Untuk mengetahui kondisi awal testi digunakan pre-tes dan kondisi akhir testi digunakan . sintesis dan evaluasi. Sebagai alat ukur dalam bentuk pertanyaan.

objektivitas. Suatu tes dapat dikatakan memiliki validitas yang tinggiapabila tes itu tersebut betul-betul dapat mengukur hasil belajar. f) Tes Formatif Tes formatif adalah penggunaan tes hasil belajar untuk mengetahui sejauh mana kemajuan belajar yang telah dicapai oleh siswa dalam suatu program pembelajaran tertentu. reliabilitas. antara lain adalah sebagai berikut: a). serta objektif b).Tes lisan (oral test) b). sedangkan kawasan psikomotorik cocok dan tepat apabila diukur dengan tes tindakan.Tes tindakan atau perbuatan (performance test) Penggunaan setiap jenis tes tersebut seyogyanya disesuaikan dengan kawasan (domain) perilaku siswa yang hendak diukur.Memberi peluang siswa untuk menebak jawaban c). e) Tes Diagnostik (Diagnostic Test) Tes diagnostik adalah tes yang dilaksanakan untuk mendiagnosis atau mengidentifikasi kesukaran-kesukaran dalam belajar. selain memilliki keunggulan. cepat. seperti skala sikap.menganalisis masalah. Misalnya tes tertulis atau tes lisan dapat digunakan untuk mengukur kawasan kognitif.Dapat mencakup ruang lingkup bahan/materi yang luas c). Bentuk Soal Pilihan Ganda Keunggulan dari bentuk soal pilihan ganda ini.jumlah materi (PB/SPB) yang dapat diungkap terbatas b).Menuliskan soalnya relatif lebih sulit dan lama b). maka tes hasil belajar dapat dibagi menjadi 3 jenis : a). Jadi bukan sekedar mengukur daya ingatan atau kemampuan bahasa saja misalnya.post-tes.Tes tertulis (written test) c).Mampu mengungkap tingkat kognitif rendah sampai tinggi.mengurangi faktor menebak dalam menjawab Sementara. Dengan demikian tes sumatif berarti tes yang ditujukan untuk mengetahui penguasaan siswa dalam sekumpulan materi pelajaran (pokok bahasan) yang telah dipelajari.Pengoreksian/scoring lebih sukar dan subjektif c). soal uraian juga memiliki kelemahan.Kurang mampu meningkatkan daya nalar siswa. 1. antara lain adalah sebagai berikut: a). antara lain adalah sebagai berikut: a). 3) Bentuk Tes Dilihat dari jawaban siswa yang dituntut dalam menjawab atau memecahkan persoalan yang dihadapinya. Untuk lebih mendukung memahami pengertian tersebut selanjutnya akan diuraikan .tingkat reliabilitas soal relaitf lebih rendah 4) Ciri-ciri Tes yang Baik Sebuah test dapat dikatakan baik sebagai alat pengukur harus memenuhi kriteria. dan kawasan afektif biasanya diukur dengan skala perilaku. Bentuk Soal Uraian Keunggulan dari bentuk soal uraian ini. b). selain memiliki keunggulan. 2.relatif mudah dan cepat menuliskan soalnya d). antara lain adalah sebagai berikut: a). Sementara. dan menetapkan cara mengatasi kesukaran atau kesulitan belajar tersebut. dan mengemukakan gagasan secara rinci c). Demikian pula dalam alat-alat evaluasi.dapat mengukur kemampuan mengorganisasikan pikiran. mendeteksi faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kesukaran belajar. yaitu memiliki validitas. praktikabilitas dan ekonomis a) Validitas Sebuah alat pengukur dapat dikatakan valid apabila alat pengukur tersebut dapat mengukur apa yang hendak diukur secara tepat. soal pilihan ganda juga memiliki kelemahan.Pensekoran mudah. g) Tes Sumatif Istilah sumatif berasal dari kata “sum” yang berarti jumlah.

Teknik Berulang Tehnik ini adalahdengan memberikan tes tersebut kepada sekelompok anak-anak dalam dua kesempatan yang berlainan. apabila hasil yang dicapai siswa dalam tes tersebut betul-betul meramalakan sukses tidaknya siswa tersebut dakam pelajaran-pelajaran yang akan datang. Kalau diambilnya dari kelas III maka tes itu tidak valid lagi. bukan mengukur kemampuan bahasa karena soal itu ditulis secara berkepanjangan dengan bahasa yang sulit dimengerti. Reliabilitas Reliabilitas berasal dari kata reliable yang berarti dapat dipercaya. yaitu: 1) Content validity (validitas isi) Pengujian jenis validitas ini dilakukan secara logis dan rasional karena itu disebut juga rational validity atau logical validity. Dengan demikian suatu tes hasil belajar disebut memiliki validitas tinggi secara content. . maka item-itemnya harus diambil dari bahan pelajaran kelas II.Construct Validity (validitas konstruk/susunan teori) Yaitu ketepatan suatu tes ditinjau dari susunan tes tersebut. jika kepada para siswa diberikan tes yang sama pada waktu yang berlainan. b. apabila tes tersebut diberikan kepadanya pada kesempatan (waktu) yang berbeda. atau dengan tes yang pararel (eukivalen) pada waktu yang sama. Ada beberapa cara untuk mencari reliabilitas suatu tes. 3) Concurent validity (Validitas bandingan) Kejituan suatu tes dilihat dari korelasinya terhadap kecakapan yang telahdimilikisaat kini secara riil. kita harus membuat soal yang ringkas dan jelas yang benar-benar akan mengukur kecakapan ilmu pasti. 4). Cara yang digunakan untuk menilai validitas bandingan ialah dengan jalan mengkorelasikan hasil-hasil yang dicapai dalam tes tersebut dengan hasil-hasil yang dicapai dalam tes yang sejenis yang telah diketahui mempunyai validitas yang tinggi (misalnya tes standar). Cara yang digunakan untuk mengukur tinggi rendahnya validitas ramalan ialah dengan mencari korelasi antara nilainilsi yang dicapai oleh anak-anak dalam tes tersebut dengan nilai-nilai yang dicapai kemudian. keterandalan atau kemantapan (the level of consistency) tes yang bersangkutan dalam mendapatkan data (skor) yang dicapai seseorang. bila tes tersebut sudah dapat mengukur sampel yang representatif dari materi pelajaran (subject matter) yang diberikan.beberapa macam kriteria validitas.Batasan content validity ini menggambarkan sejauh mana tes mampu mengukur materi pelajaran yang telah diberikan secara representatif dan sejauh mana pula tes dapat mengukur sampel yang representatif dari perubahanperubahan perilaku yang diharapkan terjadi pada diri siswa. 2. proses mental yang diukur. atau konsisten. Reliabilitas suatu tes menunjukan atau merupakan sederajat ketetapan. Suatu tes hasilbelajar dapat dikatakan mempunyai validitas ramlan yang tinggi. TeknikBentuk Paralel Teknik ini dipergunakan dua buah tes yang sejenis (tetapi tidak identik). selang 3 hari atau seminggu tes tes tersebut diberikan lagi kepada group A dengan syarat-syarat tertentu. 2) Predictive validity (validitas ramalan) Validitas ramalan artinya ketepatan (kejituan) suatu alat pengukur ditunjau dari kemampuan tes tersebut untuk meramalkan prestasi yang dicapainya kemudian. Misalnya apabila kita ingin memberikan tes bahasa inggris untuk kelas II.. dan perubahan-perubahan perilaku (behavioral changes) yang diharapkan terjadi pada diri siswa. keajegan. misalnya suatu tes diberikan pada kepada group A. Artinya. Atau dengan kata lain sebuah tes dikatakan reliable apabila hasil-hasil tes tersebut menunjukan ketetapan. maka setiap siswa akan tetap berada dalam urutan (ranking) yang sama dalam kelompoknya. mengenai isinya. tingkat kesukaran jumlah item dan aspek-aspek lain. Misalnya kalau kita ingin memberikan tes kecakapan ilmu pasti. antara lain : 1.

Apa yang harus diminta. harus dijawab berapa lengkap 5) Representatif. sikap dan kepribadian siswa atau peserta didik . Objektivitas Sebuah tes dikatakan memiliki objektivitas apabila dalam melaksanakan tes itu tidak ada faktor subyektif yang mempengaruhi. pemeriksaan akan lebih mudah dilakukan jika dikerjakan oleh siswa dalam lembar jawaban. bakat khusus. c. tugas ditulis konkret. Ada beberapa macam teknik nontes. apabila dikaitkan dengan reliabilitas maka obyektivitas menekankan ketetapan pada sistem skoring. wawancara (interview). Observasi A. 2) Teknik Nontes Teknik nontes sangat penting dalam mengevaluasi siswa pada ranah afektif dan psikomotor. dan analisis dokumen yang bersifat unobtrusive. soal mewakili materi ajar secara keseluruhan 6) Seimbang. guruakan mengetahui perkembangan hasil belajar. a. 2) Mudah memeriksanya artinya bahwa tes itu dilengkapi dengan kunci jawaban maupun pedoman skoringnya. assessment dan evaluasi 2) Evaluasi merupakan salah satu kegiatan utama yang harus dilakukan oleh seorang guru dalam kegiatan pembelajaran. sewajarnya dapat dihasilkan alat tes (sosal-soal) yang berkualitas yang memenuhi syarat-syarat dibawah ini : 1) Shahih (valid). intelegensi. sesuai dengan tujuan 2) Relevan. Praktikabilitas Sebuah tes dikatakan memiliki praktikabilitas yang tinggi apabila tes itu bersifat praktis. yakni sebagai berikut: 1) Dalam konteks penilaian ada beberapa istilah yang digunakan. sedangkan reliabilitas menekankan ketetapan dalam hasil tes. atau dengan jalan menggunakan tabel bilangan random. Dengan penilaian. yakni: pengamatan (observation).Ringkasan Atas dasar pemaparan dan pembahasan tentang evaluasi pembelajaran di atas. mudah untuk pengadministrasiannya. Untuk soal yang obyektif. kuesioner/angket (questionanaire).3. Ekonomis Yang dimaksud dengan ekonomis ialah bahwa pelaksanaan tes tersebut tidak membutuhkan ongkos/biaya yang mahal. Hal ini terutama pada sistem skoringnya. Dengan mempertimbangkan kriteria-kriteriates tersebut. yakni pengukuran. Ada dua faktor yang mempengaruhi subjektivitas dari sesuatu tes yaitu bentuk tes dan penilaian. Teknik belah dua Ada dua prosedur yang dapat digunakan dalam tes belah dua ini yaitu : <Prosedur ganjil-genap. minat. harus ada patokan. maka dapat disimpulkan beberapa kajian dan pembahasan yang esensial dari bab ini. misalnya tidak menuntut peralatan yang banyak dan memberi kebebasan kepada siswa untuk mengerjakan terlebih dahulu bagian yang dianggap mudah oleh siswa. artinya seluruh item yang bernomor ganjil dikumpulkan menjadi satu kelompok dan yang bernomor genap menjadi kelompok yang lain. 3) Dilengkapi dengan petunjuk-petunjuk yang jelas sehingga dapat diberikan/ diawali oleh orang lain e. baik untuk memproduksinya maupun untuk melaksanakan dan mengolah hasilnya. dan yang tidak penting tidak selalu perlu. misalnya dengan jalan lotre. dalam arti pokok-pokok yang penting diwakili. dalam arti yang diuji sesuai dengan tujuan yang diinginkan 3) Spesifik. d. yaitu mengukur yang harus diukur. berbeda dengan teknik tes yang lebih menekankan asfek kognitif. soal yang hanya dapat dijawab oleh peserta didik yang betul-betul belajar dengan rajin 4) Tidak mengandung ketaksaan (tafsiran ganda). hubungan sosial. Tes yang praktis adalah tes yang: 1) Mudah dilaksanakannya. tenaga yang banyak danwaktu yang lama. <Prosedur secara random.

maka ada beberapa hal yang bisa didiskusikan di kelas. 4) Penilaian Berbasis Kelas (PBK) merupakan suatu proses pengumpulan. 1) Adakalanya tes (secara psikologis terpaksa) menyinggung pribadi seseorang 2) Tes menimbulkan kecemasan sehingga mempengaruhi hasil belajar 3) Tes mengategorikan siswa secara tetap 4) Tes tidak mendukung kecemerlangan dan daya kreasi siswa 5) Tes hanya mengukur aspekk tingkah laku yang sangat terbatas (www.Pertanyaan Diskusi Untuk mengkaji lebih lanjut terkait dengan pembahasan tentang evaluasi pembelajaran ini. yaitu : .com/penilaianpembelajaran) C. Dari sekian banyak alat evaluasi.3) Evaluasi memiliki beberapa tujuan. akurat. dan prosedur yang telah ditentukan namun tes itu sendiri mengandung kelemahan-kelemahan. pelaporan. Tes standar Tes kemampuan pada dasarnya terbagi menjadi 2 macam. dan (d) untuk memperoleh masukan atau umpan balik bagi guru dan siswa dalam rangka perbaikan. (b) untuk mengetahui efektivitas metode pembelajaran yang digunakan.dikti.dirjen.atau tingkah laku dengan cara mengukur sesuai dengan sifat. kecakapan. antara lain (a) untuk mengetahui kemajuan belajar siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran dalam jangka waktu tertentu. dan penggunaan informasi tentang hasil belajar siswa dengan menerapkan prinsip-prinsip penilaian berkelanjutan. yakni sebagai berikut: Diskusikan dengan teman-teman Anda di kelas! 1) Apa yang dimaksud dengan evaluasi. skala. secara umum dapat dikelompokkan menjadi dua. Persyaratan Tes Tes diusahakan mengikuti aturan tentang suasana. cara. 2) Reliabilitas Ketetapan suatu tes apabila diteskan pada subjek yang sama. Pengertian Tes Istilah tes diambil dari kata testum suatu pengertian dalam bahasa Prancis kuno yang berarti piring untuk menyisihkan logam-logam mulia. assesmen dan pengukuran dalam konteks penilaian pembelajaran? 2) Apakah tujuan diberlakukannya evaluasi dalam pembelajaran? 3) Apa yang dimaksud dengan Penilaian Berbasis Kelas? 4) Bagaimana teknis pelaksanaan Penilaian Berbasis Kelas? 5) Bagiamanakah tahapan-tahapan pelaksanaan evaluasi dalam proses pembelajaran Jelaskan model tes yang digunakan dalam proses pembelajaran A. Ciri-ciri tes yang baik 1) Validitas sebuah tes dikatakan memiliki validitas jika hasilnya sesuai dengan kriterium. (c) untuk mengetahui kedudukan siswa dalam kelompoknya. kuesioner. dan konsisten dalam kegiatan pembelajaran di bawah kewenangan guru di kelas 5) Pelaksanaan evaluasi pembelajaran dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai alat evaluasi. dan lain-lain. Tes dapat diklasifikasikan atas : 1) Bagaimana ia diadministrasikan (tes individual atau kelompok) 2) Bagaimana ia di skor (tes objektif atau tes subjektif) 3) Respon apa yang ditekankan (kemampuan atau kecepatan) 4) Tipe respon yang bagaimana yang harus dikerjakan subjek (tes unjuk kerja atau tes kertas dan pensil ) 5) apa yang akan diukur (tes sampel atau tes sign) 6) Hakikat dari kelompok yang akan diperbandingkan ( tes buatan guru atau tes baku) D. dalam arti memiliki kesejajaran antara hasil tes tersebut dengan kriterium. tes. 3) Objektifitas E. otentik. format observasi. antara lain. Ada pula yang mengartikan sebagai sebuah piring yang dibuat dari tanah. 1987:56) B. yakni alat tes dan nontes B. kecakapan atau tingkah laku (Siti Rahayu Haditono. Tes adalah suatu alat yang sudah distandardisasi untuk mengukur salah satu sifat.

G. Fungsi untuk administrasi a) Memberi petunjuk dalam mengelompokkan siswa b) Penempatan siswa baru c) Membantu siswa memilih kelompok d) Menilai kurikulum e) Memperluas hubungan masyarakat f) Menyediakan informasi untuk badan-badan lain. Fungsi untuk kelas a) Mengadakan diagnosis terhadap kesulitan belajar siswa b) Mengevaluasi celah antara bakat dengan pencapaian c) Menaikkan tingkat prestasi d) Mengelompokkan siswa dalam kelas pada waktu metode kelompok e) Merencanakan kegiatan proses belajar mengajar untuk siswa secara perorangan f) Menetukan siswa mana yang memerlukan bimbingan khusus g) Menetukan tingkat pencapaian untuk setiap anak b. guru. Tes Objektif Tes objektif adalah tes yang dalam pemeriksaannya dapat dilakukan secara objektif. Fungsi tes a. Tes bentuk esai adalah sejenis tes kemajuan belajar yang memerlukan jawaban yang bersifat pembahasan atau uraian kata-kata. Kebaikan tes objektif : 1) Mengandung lebih banyak segi-segi yang positif.1. dan orang tua dalam memahami kesulitan anak c. Hal ini memang dimaksudkan untuk mengatasi kelemahan-kelemahan dari tes bentuk esai. Fungsi untuk bimbingan a) Menentukan arah pembicaraan dengan orang tua tentang anak mereka b) Membantu siswa dalam menentukan pilihan c) Membantu siswa mencapai tujuan pendidikan dan jurusan d) Memberi kesempatan kepada pembimbing. Aptitude test (test bakat) 2. . Kebaikan tes subjektif : 1) Mudah disiapkan dan disusun 2) Tidak memberi banyak kesempatan untuk berspekulasi atau untung-untungan 3) Mendorong siswa untuk berani mengemukakan pendapat serta menyusun dalam bentuk kalimat yang bagus 4) Memberi kesempatan kepada siswa untuk mengutarakan maksudnya denga gaya bahasa dan cara sendiri 5) Dapat diketahui sejauh mana siswa mendalami sesuatu masalah yang diteskan Kelemahan tes subjektif : 1) Kadar validitas dan realibilitasnya rendah karena sukar diketahui segi-segi mana dari siswa yang betul-betul telah dikuasai 2) Kurang representative dalam hal mewakili seluruh scope bahan pelajaran yang akan dites karena soalnya hanya beberapa buah saja 3) Cara pemeriksaannya banyak dipengaruhi oleh unsur-unsur subjektif 4) Pemeriksaannya lebih sulit sebab membutuhkan pertimbangan individual 5) Waktu untuk mengoreksinya lama dan dapat diwakilkan kepada orang lain. b. Achievement test (tes prestasi) F. lebih representative mewakili isi yang luas 2) Lebih mudah dan cepat cara pemeriksaannya. Bentuk-bentuk tes a. Tes Subjektif Pada umunya berbentuk esai (uraian). 3) Pemeriksaannya dapat diserahkan kepada orang lain 4) dalam pemeriksaannya tidak ada unsur subjektif yang mempengaruhi.

b. pengukuran dan evaluasi. Macam-macam tes a. dan sukar untuk mengukur proses mental yang tinggi 3) Banyak kesempatan untuk main untung-untungan 4) “Kerjas sama” antar siswa pada waktu mengerjakan soal tes lebih terbuka H. Hasil tes hanya dapat disampaikan kepada orang lain bila : 1) Ada izin dari peserta didik yang bersangkutan atau orang yang bertanggung jawab terhadap peserta didik (bagi peserta didik yang belum dewasa).mo3no. Keamanan tes Tes merupakan alat pengukur yang hanya dapat digunakan secara professional. Etika Tes Praktek tes hasil belajar yang etik terutama mencangkup empat hal utama : a. . 2) Ada tanda-tanda yang jelas terhadap hasil tes tersebut menunjukan gejala yang membahayakan dirinya atau membahayakan kepentingan orang lain 3) Bila penyampaian hasil tes tersebut kepada orang lain jelas-jelas menguntungkan peserta tes b. Bumi Aksara. Tes isian (completion test) I. Interpretasi Hasil Tes Hal yang paling mengandung kemunkinan penyalahgunaan tes adalah penginterpretasian hasil tes secara salah. Mengadakan checking validasi d. Yogyakarta.com. Tes benar-salah (true-false) b. Menjodohkan (matching test) d.wakhinuddin. Mengadakan checking realibilitas Sumber Suharsimi Arikunto. J. baik secara hasil individual maupun secara kelompok. taraf kesukaran dan lain-lain. Tes pilihan ganda (multiple choice test) c. www. Dengan demikian tes tidak dapat digunakan diluar batas-batas yang ditentukan oleh profesionalisme pekerjaan guru. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. 2002. Menganalisis Hasil Tes Ada 4 cara untuk menilai tes : a. Karena itu maka interpretasi hasil tes harus diikuti tanggung jawab professional. maka tes tersebut harus digunakan di bawah ketentuan yang berlaku bagi pelaksanaan tes baku tersebut harus digunakan dibawah ketentuan yang berlaku bagi pelaksanaan tes baku tersebut.blogspot. daalam jangka panjang akan dapat membahayakan kehidupan peserta tes. Mona. Analisis soal adalah suatu prosedur yang sistematis yang akan memberikan informasi-informasi yang sangat khusus terhadap butir soal. Penggunaan tes Tes hasil belajar haruslah digunakan secara patut. Meneliti secara jujur soal-soal yang sudah disusun. c. 2010. baik sebelum maupun sesudah digunakan. c.Kelemahan tes objektif: 1) Persiapan untuk menyusunnya jauh lebih sulit daripada esai karena soalnya banyak dan harus teliti untuk menghindari kelemahan-kelemahan yang lain 2) Soal-soalnya cenderung untuk mengungkapkan ingatan dan daya pengenal kembali saja.2010 Pengertian tes. kadang-kadang dapat diperoleh jawaban tentang ketidakjelasan perintah atau bahasa. Tak ada tes baku yang boleh digunakan diluar prosedur yang ditapakan oleh tes itu sendiri.com. Bila tes hasil belajar tertentu merupakan tes baku. www. Jadi dengan demikian praktek menempelkan hasil tes di papan pengumuman dengan identitas jelas peserta tes. Kerahasiaan Hasil Tes Setiap pendidik dan pengajar wajib melindungi kerahasiakan hasil tes. Evaluasi hasil belajar dan pengukuran tes. d. Dengan demikian maka setiap pendidik harus dapat menjamin keamanan tes. Bila hasil tes diinterpretasi secara tidak patut. Wakhinuddin. Mengadakan analisis soal. merupakan pelanggaran terhadap etika ini.

berpartisipasi dalam masyarakat yang menggunakan bahasa tersebut. Sedangkan menurut Larsen dan Diane dalam Technique and Principles in Language Teaching. misalnya Arthur Jensen yang pernah mengusulkan sebuah model 7-langkah unutk mendeskripsikan perkembangan pembelajaran verbal anak. yang berarti bahwa guru (instruktur) adalah sutradara dalam pertunjukan cerita dan di dalamnya siswa sebagai pelaku atau pemerannya. Jepang. Dr. c. b.Teori pembelajaran TPR Teori pembelajaran bahasa TPR yang diterapkan pertama kali oleh Asher ini mengingatkan pada beberapa pandangan para psikolog. 1. Aktivitas membaca (Reading) dan menulis (Writing) untuk menambah perbendaharaan kata (vocabularies) dan juga melatih pada susunan kalimat berdasarkan tenses dan sebagainya. . 17 Februari 2012) TPR (Totally Physical Response). restoran. dan juga dapat menciptakan suasana hati yang positif pada peserta didik yang dapat memfasilitasi pembelajaran sehingga dapat meningkatkan motivasi dan prestasi siswa dalam pelajaran tersebut.METODE BELAJAR BAHASA INGGRIS (Jumat. sehingga dikuasai oleh peserta didik dengan kata lain ilmu tentang guru mengajar dan murid belajar. Perancis. 3. dapat dipusatkan pada aktivitas sehari-hari seperti di sekolah. d. it attempts to teach language through physical (motor) activity”. dan emosional seseorang dan dalam mempelajari semua bidang studi.Pengertian Metode TPR (Total Physical Response) Menurut Richards J dalam bukunya Approaches and Methods in Language Teaching. Inquiry dan lain-lain. Jadi metode TPR (Total Physical Response) merupakan suatu metode pembelajaran bahasa yang disusun pada koordinasi perintah (command). James J. khususnya dalam perkembangan intelektual. 2. Siswa mendengarkan dengan penuh perhatian dan merespon secara fisik pada perintah yang diberikan guru baik secara individu maupun kelompok. Dalam proses belajar mengajar dengan menggunakan metode TPR ini banyak sekali aktivitas yang dapat dilakukan oleh guru dan siswa antara lain: a. menemukan serta menggunakan kemampuan-kemampuan analitis dan imaginative dalam dirinya. baik itu bahasa Inggris.Bentuk Aktivitas dengan Metode TPR dalam PBM (Proses Belajar Mengajar). TPR didefinisikan: “a language teaching method built around the coordination of speech and action. TPR atau disebut juga ”the comprehension approach” atau pendekatan pemahaman yaitu suatu metode pendekatan bahasa asing dengan instruksi atau perintah. Ia berpendapat bahwa pengucapan langsung pada anak atau siswa mengandung suatu perintah. pasar. dll. dan selanjutnya anak atau siswa akan merespon kepada fisiknya sebelum mereka memulai untuk menghasilkan respon verbal atau ucapan. Metode pembelajaran adalah suatu ilmu yang membicarakan tentang cara-cara menyampaikan bahan pelajaran. Presentasi dengan OHP atau LCD e. siapa yang memerankan dan menampilkan materi pelajaran. a. Metode Pembelajaran Bahasa yang Cukup Efektif Untuk Peserta Didik Bahasa merupakan kunci penentu menuju keberhasilan dan memiliki peran sentral. Bermain peran (Role Play). 2) Lateralisasi otak menggambarkan fungsi pembelajaran yang berbeda pada otak kiri dan kanan. mengemukakan gagasan dan perasaan. merupakan aktivitas utama yang dilakukan guru di dalam kelas dari metode TPR. Ada beberapa macam metode yang biasa digunakan seorang guru atau instruktur dalam meningkatkan kemampuan belajar peserta didiknya seperti metode diskusi. Guru atau instruktur memiliki peran aktif dan langsung dalam menerapkan metode TPR ini. Latihan berguna untuk memperoleh gerakan fisik dan aktivitas dari siswa. Siswa dalam TPR mempunyai peran utama sebagai pendengar dan pelaku. Saya ingin memperkenalkan salah satu metode yakni metode TPR (Total Physical Response) sebagai salah satu teknik penyajian dalam pengajaran khususnya dalam pembelajaran bahasa asing. Metode ini dikembangkan oleh seorang professor psikologi di Universitas San Jose California yang bernama Prof. dan berusaha untuk mengajarkan bahasa melalui aktivitas fisik (motor). ceramah. Dialog atau percakapan (conversational dialogue).Latihan dengan menggunakan perintah (Imperative Drill ). ucapan (speech) dan gerak (action). Metode TPR ini sangat mudah dan ringan dalam segi penggunaan bahasa dan juga mengandung unsur gerakan permainan sehingga dapat menghilangkan stress pada peserta didik karena masalah-masalah yang dihadapi dalam pelajarannya terutama pada saat mempelajari bahasa asing. Guru yang memutuskan tentang apa yang akan dipelajari. Asher menyajikan 3 hipotesa pembelajaran yang berpengaruh yaitu: 1) Terdapat bio-program bawaan yang spesifik untuk pembelajaran bahasa yang menggambarkan sebuah alur yang optimal untuk pengembangan bahasa pertama dan kedua. Model ini sangat mirip dengan pandangan Asher tentang penguasaan bahasa anak. Menurut Asher ”The instructor is the director of a stage play in which the students are the actors”. dan lain-lain. Makna atau arti dari bahasa sasaran dipelajari selama melakukan aksi. budayanya dan budaya orang lain. Bahasa diharapkan bisa membantu seseorang dalam hal ini yang saya bicarakan adalah peserta didik untuk mengenal dirinya. Asher yang telah sukses dalam pengembangan metode ini pada pembelajaran bahasa asing pada anak-anak. sosial.

Metode ini relatif banyak menggunakan berbagai macam alat peraga : apakah video. maka sanksi-sanksi dapat ditetapkan bagi mereka yang menggunakan bahasa sehari-hari. karena memang guru hanya menggunakan bahasa asing tanpa diterjemahkan ke dalam bahasa anak. maka siswa dapat dengan mudah menangkap simbol-simbol bahasa asing yang diajarkan oleh gurunya. Ciri-ciri metode ini adalah : Materi pelajaran pertama-tama diberikan kata demi kata. Metode ini berpijak dari pemahaman bahwa pengajaran bahasa asing tidak sama halnya dengan mengajar ilmu pasti alam. Namun. maka dalam pengajaran bahasa. dan berbagaimedia/alat peraga yang dibuat sendiri. Metode TPR ini bukanlah metode baru yang sekiranya lebih baik diantara metode-metode pembelajaran yang lain. Metode Langsung (Direct Method) Direct artinya langsung. maka metode ini menarik minat siswa. Kebaikan metode langsung (Direct) Metode langsung (direct) dilihat dari segi efektivitasnya memiliki keunggulan antara lain : Siswa termotivasi untuk dapat menyebutkan dan mengerti kata-kata kalimat dalam bahasa asing yang diajarkan oleh gurunya. jika guru tidakdapat memotivasi siswa. tape recorder. karena siswa belum memiliki bahan (perbendaharaan kata) yang sudah dimengerti Meskipun pada dasarnya metode ini guru tidak boleh menggunakan bahasa sehari-hari dalam menyampaikan bahan pelajaran bahasa asing tapi pada kenyataannya tidak selalu konsisten demikian. maka guru dapat mengartikan dengan menggunakan alat peraga. radio kaset. METODE PENGAJARAN BAHASA INGGRIS 1. Namun lama kelamaan si anak mengenali kata-kata itu dan akhirnya ia mengerti pula maksudnya Pada prinsipnya metode langsung (direct method) ini sangat utama dalam mengajar bahasa asing. menggambarkan dan lain-lain. pensil. karena melalui metode ini siswa dapat langsung melatih kemahiran lidah tanpa menggunakan bahasa ibu (bahasa lingkungannya). dan mengingat. tapi adalah menarik bagi anak didik. siswa atau anak didik benar-benar dikondisikan untuk menerima dan bercakap-cakap dalam bahasa asing. berpikir. Misalnya ibunya mengajar “Ayah” maka anak tersebut menyebut “Aah” dan seterusnya. menuntunnya mengucapkan kata per kata. dan siswa tidak dituntut menghafal rumus-rumus gramatika. 2. tidak langsung (bnda tiruan) maupun peragaan melalui simbol-simbol atau gerakan-gerakan tertentu Setelah masuk kelas. dan lain-lain). Jika mengajar ilmu pasti. namun sedikit demi sedikit kata-kata dan kalimat itu akan dapat diucapkan dan dapat pula mengartikannya. Jika ada suatu kata-kata yang sulit dimengerti oleh anak didik. stress yang lebih rendah kapasitasnya maka pembelajaran menjadi lebih baik. siswa dituntut agar dapat menghafal rumus-rumus tertentu. kalimat per kalimat dan anaknya menurutinya meskipun masih terihat lucu. dan dilarang menggunakan bahasa lain. kemudian struktur kalimat Gramatika diajarkan hanya bersifat sambil lalu. apalagi guru menggunakan alat peraga dan macam-macam media yang menyenangkan Karena metode ini biasanya guru mula-mula mengajarkan kata-kata dan kalimat-kalimat sederhana yang dapat dimengerti dan diketahui oleh siswa dalam bahasa sehari-hari misalnya (pena. Demikian halnya kalau kita perhatikan seorang ibu mengajarkan basah kepada anak-anaknya langsung dengan mengajarinya. mendemontstrasikan. tapi yang utam adalah siswa mampu mengucapkan bahasa secara baik Dalam proses pengajaran senantiasa menggunakan alat bantu (alat peraga) baik berupa alat peraga langsung. ada baiknya menurut saya jika seorang instruktur atau guru mempergunakan metode ini karena metode ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan motivasi belajar anak terutama dalam bahasa. Demikian tentang metode pembelajaran TPR yang mungkin terdengar asing di telinga anda. Direct method atau model langsung yaitu suatu cara mengajikan materi pelajaran bahasa asing di mana guru langsung menggunakan bahasa asing tersebut sebagai bahasa pengantar. siswa/anak didik dilatih praktek langsunng mengucapkan kata-kata atau kalimat-kalimat tertentu. meja. dan tanpa menggunakan bahasa anak didik sedikit pun dalam mengajar. . bangku. film. Metode ini sebenarnya tepat sekali digunakan pada tingkat permulaan maupun atas karena si siswa merasa telah memiliki bahan untuk bercakap/cercicara dan tentu saja agar siswa betul-betul merasa tertantang untuk bercakap/berkomunikasi. bahkan mungkin sekali siswa merasa jenuh dan merasa dfongkol karena kata-kata dan kalimat yang dituturkan gurunya itu tidak pernah dapat dimengerti.3) Stres mempengaruhi aktivitas pembelajaran dan apa yang akan dipelajari oleh peserta didik. Sekalipun kata-kata atau kalimat tersebut mula-mula masih asing dan tidak dipahami anak didik. karena sudah merasa senang/tertarik. guru terpaksa misalnya menterjemahkan kata-kata sulit bahasa asing itu ke dalam bahasa anak didik. Pada tingkat-tingkat permulaan kelihatannya metode ini terasa sulit diterapkan. sekalipun mula-mula kalimat yang diucapkan itu belum dimengerti dan dipahami sepenuhnya Alat ucap / lidah siswa/anak didik menjadi terlatih dan jika menerima ucapan-ucapan yang semula sering terdengar dan terucapkan Kekurangan-kekurangan metode langsung (Direct) Pengajaran dapat menjadi pasif. Metode Berlitz (Berlitz Method) Metode Berlitz (Berlitz Metode) adakah metode langsung (Direct Method) yang selalu digunakan di sekolahsekolah Berlitz sebagai metode utama. Meskipun pada mulanya terlihat sulit anak didik untuk menuirukannya. maka pelajaran terasa tidak sulit Siswa memperoleh pengalaman langsung danpraktis.

membaca (reading) menulis atau (writing) terahir baru gramatika Pelajaran disajikan mula-mula memperkenalkan kata-kata yang sederhana yang telah diketahui oleh anak didik. Metode ini disejalankan dengan Direct Method dan Natural Method. disusul dengan kemampuan membaca dan memahami atau penguasaan pasif. metode utama dan pertama di dalam kegiatan belajar mengajar bahasa asing itu semestinya adalah Metode Percakapan (Conversation Method). dirumah dan luar kelas. tapi harus diterapkan secara konsekuen Pada umumnya anak didik dan guru bersikap tradisional mengutamakan gramatika lebih dahulu daripada membaca dan percakapan sesuatu hal yang salah secara alamiah yang amat perlu diubah Pada umumnya pengajaran bahasa asing di sekolah-sekolah kita sangat terasa kekurangan macam-macam media/alat peraga yang diperlukan. Karena itu metode langsung disebut juga dengan metode Berlitz. karena setiap individu siswa dibawa ke dalam suasana lingkungan sesungguhnya untuk aktif mendnegarkan dan menggunakan percakapan dalam bahasa asing Pengajaran membaca dan bercakap-cakap dalam bahasa asing sangat diutamakan. karena setiap kata dan kalimat yang diajarkan memiliki konteks (hubungan) dengan dunia (kehidupan sehari-hari) siswa/anak didik Segi kekurangan metode ini antara lain : Siswa merasa kesulitan belajar apabila belum memiliki bekal dasar bahasa asing terutama pada pada tingkattingkat pemula. Dalam pelaksanaannya metode ini tidak jauh berbeda dengan metode langsung (direct) dimana guru menyajikan materi pelajaran langsung dalam bahasa asing tanpa diterjemahkan sedikitpun.Semua sekolah-sekolah Berlitz menggunakan metode langsung (direct Method) ini dalam pengajaran bahasabahasa asing di sekolahnya dan bnyak lagi sekolah-sekolah lain di Amerika dan Eropa yang secara rutin menerapkan metode ini. Jadi fungsi utama belajar bahasa asing itu ialah kemampuan berbahasa aktif. atau kalimat-kalimat. dan memperbanyak perbendaharaan kata-kata atau memperkaya Vocabulary sebagai syarat utama menguasai bahasa asing Oleh karena kemampuan dan kelancaran membaca dan bercakap-cakap sangat diutamakan dalam metode ini maka pelajaran gramatikal (tata bahasa) kurang diperhatikan Kebaikan Metode Natural Kebaikan metode ini antara lain : Pada tingkat lanjutan metode ini sangat efektif. 3. Dengan demikian tujuan semua dari metode ini untuk membaca dan bercakap-cakap selalu dalam bahasa asing sulit diterapkan secara murni. Ciri Metode Natural ini antara lain : Urutan pelajaran mula-mula diberikan melalui menyimak/mendengarkan (listening) baru kemudian percakapan (speaking). bahkan mengenal luar negeri atau negara-negara asing terutama Timur Tengah. percakapan di dalam kelas di sekitar sekolah. sebab sekolah-sekolah berlitz lebih banyak mempopulerkan pemakaian metode ini secara kontinu dan mereka ternyata memang berhasil sangat baik. dirumah di kantor dan sebagainya. . peran kedua barulah membaca/memahami tulisan atau buku. yang pelaksanaanya dengan menerapkan fungsi dan prinsip-prinsip ketentuan dari tiap-tiap metode ini. siswa dibawa ke alam seperti halnya pelajaran bahasa ibu sendiri. misalnya untuk menjelaskan dan mengartikan kata-kata sulit dalam bahasa asing. bahasa Arab atau bahasa-bahasa lainnya yang cara langsung mengajak murid-murid bercakap-cakap/berbicara di dalam bahasa asing yang sedang diajarkan ini. yang seyogyanya para guru harus aktif membuatnya Guru yang kurang memiliki kemampuan dan pengalaman praktis dalam berbahasa asing merupakan faktor sulitnya diterapkan dan berhasil secara baik metode tersebut. Guru haruslah seorang yang aktif berbicara di dalam bahasa asing tersebut. Oleh karena itu. seperti : Good Morning. kecuali dalam hal-hal tertentu di mana kamus dan bahasa anak didik dapat digunakan. sedangkan pelajaran gramatika diajarkan sewaktu-waktu saja Pengajaran menjadi bermakna dan mudah diserap oleh siswa. How are you? What are you doing? Can you speak English? Dan sebagainya. semakin lama semakin meluas dan beragam. barulah murid-muridnya akan mampu pula aktif di dalam belajar (praktek) bahasa. Itulah tujuan utama atau target pokok mempelajari bahasa asing. kemudian memperkenalkan benda-benda mulai dari benda-benda yang ada di dalam kelas. Yang namanya berbahasa itu ialah berbicara (sebagai fungsi pokok bahasa). Tentunya dimulai dengan kata-kata atau kalimat-kalimat atau ungkapan-ungkapan yang biasa berlaku pada kegiatan-kegiatan sehari-hari. Mereka telah yakin bahwa metode inilah yang paling cocok dan paling berhasil untuk pengajaran bahasa asing agar lebih serasi dan mencapai kemampuan aktif berbahasa asing. Metode Percakapan (Conversation Method) Yaitu mengajarkan bahasa asing seperti bahasa Inggris. 4. Metode Alami (Natural Method) Metode alami (Natural Method) disebut demikian karena dalam proses belajar. Alat peraga dan kamus yang dapat digunakan sewaktu-waktu sangat diperlukan. sehingga penggunaan/ pemakaian bahasa asli siswa tidak dapat dihindari. berkomunikasi lisan atau bercakapcakap.

Tanpa keempat syarat tersebut terpenuhi maka orang bertahun-tahun bahkan belasan tahun belajar bahasa asing. Jadi disamping metodenya yang serasi. dan jangan lupa guru dapat memberikn berbagai catatan-catatan khusus. Oleh sebab itu pengaturan waktu dan materi hendaknya diatur sedemikian rupa. sebab itu perlu memotivasi murid dan mengajar secara komunikatif Kalau seri-seri pelajaran tidak disusun dan direncanakan sedemikian rupa. Misalnya percakapan-percakapan yang sifatnya mula-mula sederhana. Disamping perencanaan dan waktu harus matang Pada tingkat-tingkat pemula (pertama) metode ini masih sulit diterapkan. siswa mendengarkan dan memperhatikan baik-baik acara bacaan ini dengan cermat. gurunya punya kepabelitas tinggi. kemudian dapat dilanjutkan pada session/seri berikutnya Setelah pelajaran membaca selesai. Langkah-langkah pelaksanaan metode ini yang dapat dilakukan : Guru membacakan bacaan-bacaan bahasa asing di depan kelas. maka metode ini dianjurkan untuk menggunakan alat peraga/media pengajaran Pada setiap akhir materi pelajaran. sedangkan gramatika dapat diajarkan sambil lalu saja. banyak latihan-latihan dialog dan menulis (dikte) Siswa menyimak kesalahan bacaan dan percakapan dari guru atau teman sekelasnya. serta gerak-gerik bentuk mimik tertentu dalam bacaan Seri-seri dalam bacaan itu hendaknya disusun sedemikian rupa sehingga menjadi bahan bacaan yang sempurna/berkelanjutan Guru dapat menghentikan seri-seri tertentu jika seri pelajaran tersebut sudah dianggap selesai dan dikuasai oleh anak didik.Di negara-negara maju seperti AS dan Eropa. Sedangkan pada tingkat lanjutan atas materi pelajaran dikembangkan lebih luas dan kompleks melalui percakapan teoritis dan penalaran ilmiah. Metode Phonetic (Mendengar dan Mengucapkan) Metode ini mengutamakan ear training dan speak training yaitu cara menyajikan pelajaran bahasa asing melalui latihan-latihan mendengarkan kemudian diikuti dengan latihan-latihan mengucapkan kata-kata dan kalimat dalam bahasa asing yang sedang dipelajari. muridnya pun perlu bersungguh-sungguh belajar serta cerdas. Belajar bahasa asing lebih dulu dan mengutamakan praktek. apakah itu lewat percakapan sehari-hari yang ada hubungannya dengan dunia sekolah anak didik atau lingkungan rumah tangga dan masyarakat lebih luas atau dapat pula menyebutkan rincian nama-nama benda dan kata kera sebagai dasar pembentukan bahasa percakapan. rajin dan rutin tiap hari latihan (PR) Kebaikan-kebaikan Metode Phonetic Metode ini mengajarkan kemampuan membaca anak didik dengan lancar dan fasih sekaligus kemampuan percakapan. serius (tidak ada yang main-main saat pembacaan itu). belajar dan praktek selama 1 tahun telah langsung mampu menulis disertai di dalam bahasa asing tersebut. atau membuka/menghidupkan acara bacaan berupa radio kaset/video. misalnya materi pelajaran membaca diberikan sedikit. 5. Dimana mula-mula menurut metode ini pelajaran dimulai dengan latihan-latihan mendengar kemudian diikuti dengan latihan-latihan mengucapkan kata-kata atau kalimat-kalimat dalam bahasa asing. kesimpulan-kesimpulan dan juga nasihat-nasihat berupa dorongan (memberi motivasi bagi anak didik) supaya belajar sungguh-sungguh. siswa harus memperhatikan betul langgam dan intonasi. guru hendaknya memberikan latihan-latihan praktis membaca dan larihan bercakap-cakap pada masing-masing anak didik. Kemudian disusul latihan-latihan membaca (reading and conversation). . untuk kemudian diubah dan diperbaiki letak-letak kesalahannya itu Kekurangan-kekurangan Metode Phonetic Metode ini memerlukan kesungguhan dan keahlian (profesional) dari pihak guru. juga percakapan pun serba tanggung. maka latihan percakapan dapat dilakukan. Jadi disini yang dipentingkan adalah bagaimana siswa/anak didik dapat mampu berbahasa asing itu secara praktis bukan teoritis. setelah itu menuju pada percakapan yang kompleks/lebih sulit Untuk memperjelas ucapan dan percakapan. maka pelajaran dan penguasaan materi bagi siswa menjadi mengambang. Metode Phonetic ini dapat dikatakan gabungan dari dua metode Natural dan Reading diatas. orang menerapkan ketiga methode ini sebagai praktek utama ditambah lagi dengan alat peraga/audio visual aids yang mencukupi dan serasi sehingga dalam waktu satu semester telah mampu mengunjungi negara dari bahasa bangsa yang dipelajari. terutama bagi anak-anak yang belum memiliki bekal (basic) bahasa asing yang cukup memadai. sehingga keduanya dikuasai 6. Oleh sebab itu pengajaran harus diarahkan pada kemampuan komunikatif atau percakapan. Perbandingan dapat berupa 7 unit materi praktis dan 3 unit materi yang bersifat teoritis. medianya dan buku-buku yang lengkap. lebih menekankan pada kemampuan praktis dari teori. Metode Practice – Theory Metode ini sesuai dengan namanya. lalu diiringi dengan teori (tata bahasa). Pada tingkat-tingkat awal materi pelajaran praktis dapat dipilih dan diterapkan pada hal-hal yang sederhana.

Kebaikan Metode Reading/Membaca Jika dibandingkan dengan metode-metode lain. Metode Membaca (Reading Method) Metode membaca (Reading Method) yaitu menyajikan materi pelajaran dengan cara lebih dulu mengutamakan membaca. Disamping itu dengan alat peraga. . hingga selesai topik-topik yang telah ditetapkan/ditentukan. Dilihat dari segi penguasaan bahasa. Tapi kadang-kadang guru dapat menunjuk langsung anak didik untuk membacakan pelajaran tertentu lebih dulu. Pilih topik dan materi pelajaran yang menarik hati bagi para siswa/yang sesuai dengan keinginan jiwa mereka Untuk menghindari verbalisme dalam pengajaran maka guru hendaknya dapat mengartikan/menerjemahkan katakata atau kalimat-kalimat yang belum dimengerti/pahami siswa dalam bacaan-bacaan tersebut Pada umumnya alat peraga/media pengajaran berupa pengeras suara. video dan alat-alat sejenisnya sangat membantu mempercepat/ memperlambat lidah/bacaan siswa. Dan dengan demikian metode ini relatif banyak menyita waktu. Dari segi tensi suarapun kadang-kadang cukup menjenuhkan karena masingmasing guru dan siswa terus-menerus membaca topik-topik pelajaran. setelah itu guru menunjuk salah satu di antara siswa untuk membacakannya. maka metode ini memiliki segi kelebihan/kebaikan-kebaikan antara lain : Siswa dapat dengan lancar membaca dan memahami bacaan-bacaan berbahasa asing dengan fasih dan benar Siswa dapat menggunakan intonasi bacaan bahasa asing sesuai dengan kaidah membaca yang benar Tentu saja dengan pelajaranmembaca tersebut siswa diharapkan mampu pula menerjemahkan kata-kata atau memahami kalimat-kalimat bahasa asing yang diajarkan. Oleh karena metode ini memiliki segi kekurangan yang berarti. terutama apabila guru yang mengajarkan tidak simpatik/metode diterapkan secara tidak menarik bagi siswa. Adapun arti dan makna kata dan kalimat kadang-kadang kurang diutamakan. sehingga kadang-kadang harus terpaksa untuk berkali-kali menuntun dan mengulang-ulang kata dan kalimat yang sulit ditiru oleh lidah siswa yang bukan dari bahasa asing yang sedang diajarkan. berkomunikasi lisan Kekurangan-kekurangan Metode Ptactice Theory Memerlukan guru yang betul-betul mahir dan aktif berbahasa asing Pada tingkat-tingkat dasar (awal) metode ini masih sulit diterapkan karena perbendaharaan kata dan bahasa anak didik masih terbatas. kemudian diikuti oleh siswa anak didik. maka perlu diperhatikan hal-hal yang berikut : Hendaknya pokok-pokok materi yang akan disajikan senantiasa disesuaikan dengan taraf perkembangan dan kemampuan siswa pada tingkat tertentu. maka guru mengulangi bacaan itu sekali lagi dengan diikuti oleh semua siswa hal ini terutama pada tingkat-tingkat pertama. metode reading lebih menitikberatkan pada kemampuan siswa untuk mengucapkan/melafalkan kata-kata dalam kalimat-kalimat bahasa asing yang benar dan lancar. radio tape/kaset. Setelah masing-masing siswa mendapat giliran membaca.Kelebihan-kelebihan Metode Practice-Theory : Siswa memperoleh ketrampilan langsung atau praktis dalam berbahasa asing Siswa merasa tidak dipusingkan oleh aturan-aturan atau kaidah-kaidah gramatikal karena pelajaran gramatikal hanya diajarkan sambil lalu. sebagai penajam pemahaman Pengajaran dapat dinamis (hidup) dan menyenangkan. bahkan terasa kaku. Teknik metode membaca (Reading Method) ini dapat dilakukan dengan cara guru langsung membacakan materi pelajaran dan siswa disuruh memperhatikan/ mendengarkan bacaan-bacaan gurunya dengan baik. Guru perlu sering memotivasi anak didik disela-sela mengajar bahasa asing (Inggris/Arab) Kekurangan media peraga sebagai penguat persepsi dan ingatan dapat merupakan sisi lain kekurangan metode ini 7. Guru harus memperbanyak menghafalkan pola-pola kalimat yang baik kepada murid-murid Pada umumnya kemampuan aplikatif bahasa asing anak didik sangat ditentukan oleh faktor motivasi dari pihak guru disamping gaya dan simpatik kepribadian guru. yakni guru mula-mula membacakan topik-topik bacaan. dan tentu siswa lain memperhatikan dan mengikutinya. Hal ini dapat berarti pengajaran terlalu bersifat Verbalisme Pengajaran sering terasa memboankan. dengan jalan berganti-ganti (bergiliran). apalagi sesekali guru dapat menyelingi dengan percakapan lucu dan media peragaan yang menarik Paling sesuai dengan alamiah tujuan pengajaran bahasa : yang disebut berbahasa itu ialah berbicara. dengan demikian pengetahuan dan penguasaan bahasa anak menjadi utuh Kekurangan Metode Reasing/Membaca Pada metode membaca ini. karena siswa masing sangat asing untuk membiasakan lidahnya. Dan ini jarang dimiliki dalam satu pribadi guru. pengajaran menjadi menarik dan tidak membosankan. lalu kemudian guru mencatatkan kata-kata sulit atau baru yang belum diketahui siswa di papan tulis untuk dicatat di buku catatan untuk memperkaya perbendaharaan kata-kata dan begitulah selanjutnya. untuk tingkat-tingkat pemula terasa agak sukar diterapkan.

Jadi pola-pola kalimat yang mengandung arti. Susunlah pola-pola kalimat yang baik. terutama pada tingkat-tingkat pemula.Buku-buku bacaan dapat dipilih dan disusun sedemikian rupa hingga menarik/menyenangkan siswa. misalnya bahasa Arab dengan bahasa Indonesia. tentang kata-kata yang sama. dan ditambah terus perbendaharaan kata-kata. tetapi pada orak method adalah menitikberatkan pada latihan-latihan lisan atau penuturan-penutuan dengan mulut. Latihan-latihan Sistem bunyi melalui bibir. Pada umumnya bacaan berupa novel. dengan kemampuan yang sebenar-benarnya. semua dilakukan dengan mengaktifkan bicara lisan. telah lebih dulu disediakan atau disusun secara serasi dari yang mudah. dan bahan perbendaharaan kata-kata yang sederhana sampai yang rumit. secara berangsung-angsur sampai sulit. Metode Bicara Lisan (Oral Method) Metode ini adalah hampir sama dengan metode phonetic dan reform method. sehingga menggarkan sesuatu situasi atau cerita. dan Writing Drill yakni latihan-latihan menulis secara benar. Semestinya guru itu adalah seorang Bilingual (yang mengusai dua bahasa atau lebih sampai dihayati). melatih tepatnya keluarnya huruf-huruf kerongkongan. oral. Setelah itu murid-murid perlu dilatih pula Listening untuk mencapai kepekaan pendengaran (Listening. 9. Latihan-latihan listening. arti. reading and writing ini amat diperlukan mengiringi pada hampir semua macam metode mengajar bahasa asing. keserasian dan spontanitas Melatih lisan/mulut agar pengucapan bahasa asing itu bisa tepat bunyi. reading drill untuk mencapai bacaan-bacaan yang betul. ilmu pengetahuan dan lain-lain sangat menarik untuk bahan bacaan. speaking. huruf-huruf di ujung atau di pangkal lidah dan sebagainya Latihan-latihan menyusun kata-kata membuat kalimat sendiri dan sebagainya. melakukan sampai menjadi kebiasaan. menghindarkan salahsalah di dalam menulis ejaan atau huruf. Latihlah secara berulang-ulang dan sampai setiap siswa mendapat giliran. atau mengerjakan sebagaimana yang dimaksud oleh pola kalimat tersebut. . Seterusnya latihan-latihan speaking (speaking drill) untuk kelancaran berbicara. don‟t teach only about the language. Metode Praktek Pola-pola Kalimat (Pattern-Practice Method) Penerapan terpenting metode ini ialah dengan melatih murid-murid secara praktek langsung mengucapkan polapola kalimat yang sudah tersusun baik betul. English 901 dan sebagainya dan dianggap sebagai yang paling sesuai dengan alamiah pengajaran bahasa asing. tidak kedengaran janggal. sehingga menghayati pola-pola kalimat tersebut sampai membudaya. pada tingkat-tingkat lanjutan bacaan-bacaan dapat diarahkan pada yang bersifat ilmiah/pemikiran. Metode ini seperti yang dipraktekkan pada buku-buku pelajaran bahasa Inggris antara lain English 900. khususnya bahasa Inggris dan Arab. cara-cara pengucapan sistem tata bahasa. Para siswa dilatih mengucapkan pola-pola kalimat sampai benar-benar memahami dan menghayati arti/maksudnya serta hafal-lancar tanpa berpikir-pikir menyusun kalimat sendiri. dll). yakni bahasa asing yang diajarkan dan bahasa Indonesia. cerpen (cerita-cerita). pepatah. 8. hikmah-hikmah dalam bahasa asing. bunyi dan seterusnya dan memberi penjelasanpenjelasan. Dari bahasa dwi-bahasa (bilingual) diuraikan dan dipilih pola-pola kalimat dengan bunyi-bunyi tertentu untuk mater drill atau bahan-bahan latihan yang intensif. speaking Target yang hendak dicapai melalui metode ini ialah keammpuan dan kelancaran berbahasa lisan atau berbicara lisan atau berkomunikasi langsung sebagai fungsi utama bahasa Prinsip metode ini ialah : Teach the language. Murid-murid memang harus aktif mengucapkan. Melatih untuk bisa lancar berbicara (fluently). Pertama-tama guru membanding-bandingkan kedua bahasa.

Beberapa pemikir konstruktivis seperti Vigotsky menekankan berbagi dan konstruksi sosial dalam pembentukan pengetahuan (konstruktivisme sosial). Dengan ini siswa akan menyadari bahwa apa yang mereka pelajari berguna sebagai hidupnya nanti. Ciri-ciri pendekatan konstruktivisme . Dalam konteks ini siswa perlu mengerti apa makna belajar. Sehingga perkembangan pengetahuan yang dihasilkan akan berbeda-beda dalam konteks budaya yang berbeda.pendekatan kontekstual sendiri dilakukan dengan melibatkan komponen komponen pembelajaran yang efektif yaitu konstruktivisme. Jadi pendekatan konstruktivisme merupakan pembelajaran yang lebih mengutamakan pengalaman langsung dan keterlibatan siswa dalam kegiatan pembelajaran.Vygotsky percaya bahwa pengetahuan dibentuk secara sosial.Macam-Macam Pendekatan Pembelajaran 1. pemodelan.mengaitkan apa yang sudah diketahui siswa dengan informasi baru. Tidak ada satupun teori belajar tentang konstruktivisme. http://emanbateportofolio. Riset mereka berusaha mengungkap sisi dalam psikologi manusia dan bagaimana seseorang membentuk struktur emosional atau kognitif dan strateginya Konstruktivisme social Berbeda dengan Piaget. Siswa menerapkan suatu konsep ketika ia malakukan kegiatan pemecahan masalah. Pengalaman kerjasama tidak hanya membanti siswa mempelajari bahan ajar.com Secara umum yang disebut konstruktivisme menekankan kontribusi seseorang pembelajar dalam memberikan arti.sedangkan yang lain seperti Piaget melihat konstruksi individu lah yang utama (konstruktivisme individu). Menerapkan. Belajar dapat terjadi lebih cepat ketika siswa dapat memanipulasi peralatan dan bahan serta melakukan bentuk-bentuk penelitian yang aktif.blogspot.blog.yaitu terhadap apa yang masingmasing partisipan kontribusikan dan buat secara bersama-sama.tetapi konsisten dengan dunia nyata.manfaatnya. http://maistrofisika.misalnya pendekatan yang khusus dalam pendidikan matematik dan sains.com ) 2. penilaian sebenarnya. 4. bertanya. masyarakat belajar. Peran guru membuat bermacam-macam pengelaman belajar dengan focus pada pemahaman bukan hapalan Doantara Yasa (dalam web http://ipotes. Guru dapet memotivasi siswa dengan memberikam latihan yang realistic dan relevan. Kerjasama. Mentransfer. 2.guru lebih mengutamakan keaktifan siswa dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyalurkan ide-ide baru yang sesuai dengan materi yang disajikan untuk meningkatkan kemampuan siswa secara pribadi.siswa yang bekerja secara kelompok sering dapat mengatasi masalah yang komplek dengan sedikit bantuan.namun terdapat beberapa pendekatan konstruktivis.blogspot. Sebaliknya. Dalam pendekatan konstruktivisme ini peran guru hanya sebagai pembibimbing dan pengajar dalam kegiatan pembelajaran.akan membuat mereka memposisikan sebagai diri sendiri yang memerlukan suatu bekal yang bermanfaat untuk hidupnya nanti dan siswa akan berusaha untuk menggapinya http://zalva-kapeta. Mengaitkan adalah strategi yang paling hebat dan merupakan inti konstruktivisme.konsep diri atau identitas adalah mereka yang biasa disebut konstruktivis individual. Pada dasarnya pendekatan konstruktivisme sangat penting dalam peningkatan dan pengembangan pengetahuan yang dimiliki oleh siswa berupa keterampilan dasar yang dapat diperlukan dalam pengembangan diri siswa baik dalam lingkungan sekolah maupun dalam lingkungan masyarakat. 5. Sehingga. PENDEKATAN KONSTRUKTIVISME Pendekatan konstruktivisme merupakan pendekatan dalam pembelajaran yang lebih menekankan pada tingkat kreatifitas siswa dalam menyalurkan ide-ide baru yang dapat diperlukan bagi pengembangan diri siswa yang didasarkan pada pengetahuan.com Pendekatan konstektual merupakan pendekatan yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkanya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat.serta belajar sesuatu melalui aktivitas individu dan sosial. 3.spot.yaitu: 1. Siswa yang bekerja secara individu sering tidak membantu kemajuan yang signifikan.com Dalam pengajaran kontekstual memungkinkan terjadinya lima bentuk belajar yang penting.wordpress. Olek karena itu .kepercayaan. PENDEKATAN KONSTEKTUAL Pendekatan Kontekstual atau Contextual Teaching and Learning (CTL) merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat (US Departement of Education. Interaksi sosial. Guru menggunakan strategi ini ketia ia mengkaitkan konsep baru dengan sesuatu yang sudah dikenal siswa.2001). refleksi.dalam status apa mereka dan bagaimana mencapainya. Konstrukstivisme Individu Para psikolog konstruktivis yang tertarik dengan pengetahuan individu. Mengalami merupakan inti belajar kontekstual dimana mengaitkan berarti menghubungkan informasi baru dengan pengelaman maupun pengetahui sebelumnya. menemukan.dan aktivitasnya membentuk perkembangan dan kemampuan belajar individual.alat-alat budaya. Jadi dengan demikian.

Langkah-langkah mengajar dengan pendekatan konsep melalui 3 tahap yaitu.com 5. Setiap siswa mempunyai peranan penting dalam menentukan apa yang mereka pelajari. c.com Pendekatan induktif merupakan proses penalaran yang bermula dari keadaan khusus menuju keadaan umum APB Statement No. 3.premis yang menyatakan bahwa laporan akuntansi (accounting reports) seharusnya didasarkan kepada pengukuran nilai aset bersih yang bisa direalisasi (net realizable value measurements of assets) merupakan premis dari teori normatif. Generally Accepted Accounting Principles (GAAP) yang dijelaskan di dalam pernyataan (statement) dibangun berdasarkan observasi dari praktek yang ada.com 4.Memperkenalkan konsep yang spesifik dari pengalaman yang spesifik pula sampai konsep yang komplek.coml Pendekatan deduktif merupakan proses penalaran yang bermula dari keadaan umum ke keadaan khusus sebagai pendekatan pengajaran yang bermula dengan menyajikan aturan. d Penjelasan perlahan-lahan dari yang konkret sampai ke yang abstrak. PerbedaanPendekatanDeduktifdanInduktif Teori normatif (normative theory) menggunakan pertimbangan nilai (value judgement) yang berisi satu atau lebih premis menjelaskan cara yang seharusnya ditempuh.com Pendekatan Konsep merupakan suatu pendekatan pengajaran yang secara langsung menyajikan konsep tanpa memberi kesempatan kepada siswa untuk menghayati bagaimana konsep itu diperoleh.huruf.lambang. http://maistrofisika. Konsep adalah klasifikasi perangsang yang memiliki ciri-ciri tertentu yang sama.Mengetengahkan konsep dasar dengan persepsi yang benar yang mudah dimengerti. Konsep merupakan struktur mental yang diperoleh dari pengamatan dan pengalaman.spot.blogspot. kode.Pengenalan benda konkret. http://zalva-kapeta. . PENDEKATAN KONSEP Pendekatan konsep adalah pendekatan yang mengarahkan peserta didik meguasai konsep secara benar dengan tujuan agar tidak terjadi kesalahan konsep (miskonsepsi)./) dll.Simbol. Metode deduktif sering digambarkan sebagai pengambilan kesimpulan dari sesuatu yang umum kesesuatuyangkhusus.Konsep berbeda dalam isi dan luasnya d. . 4 adalah contoh dari penelitian induksi. PENDEKATAN DEDUKTIF Pendekatan deduktif (deductive approach) adalah pendekatan yang menggunakan logika untuk menarik satu atau lebih kesimpulan (conclusion) berdasarkan seperangkat premis yang diberikan.kode.prinsip umum ke dalam keadaan khusus. PENDEKATAN INDUKTIF Pendekatan induktif menekanan pada pengamatan dahulu.seperti (?=. http://maistrofisika.sribd.lalu menarik kesimpulan berdasarkan pengamatan tersebut.Tahap enaktik Tahap enaktik dimulai dari: .Tahap simbolik Tahap simbolik siperkenalkan dengan: . a.seperti angka.penafsiran tentang benda baru b.Statement ini adalah suatu usaha APB untuk membangun sebuah teori akuntansi. Sebaliknya. 4.peneliti dapat menarik lebih dari satu kesimpulan. Dengan adanya pendekatan konstruktivisme. Peran guru hanya sebagai pembimbing dengan menyediakan materi atau konsep apa yang akan dipelajari serta memberikan peluang kepada siswa untuk menganalisis sesuai dengan materi yang dipelajari Deceng (dalam web http://deceng.prinsip umum dan diikuti dengan contoh contoh khusus atau penerapan aturan. Dalam sistem deduktif yang kompleks. Metode ini sering disebut sebagai sebuah pendekatan pengambilan kesimpulan dari khusus menjadi umum.blog.Konsep diperoleh melalui pengamatan dan pengalaman langsung c.Menanti kesiapan belajar. http://zalvakapeta. Setiap konsep berbeda dengan melihat „ciri-ciri tertentu Kondisi-kondisi yang dipertimbangkan dalam kegiatan belajar mengajar dengan pendekatan konsep adalah: a.pengembangan pengetahuan bagi peserta didik dapat dilakukan oleh siswa itu sendiri melalui kegiatan penelitian atau pengamatan langsung sehingga siswa dapat menyalurkan ide-ide baru sesuai dengan pengalaman dengan menemukan fakta yang sesuai dengan kajian teori. 2. b. Ciri-ciri suatu konsep adalah: a.blogspot. Sebagai contoh.Pengamatan. . Antara pengetahuan-pengetahuan yang ada harus ada keterkaitan dengan pengalaman yang ada dalam diri siswa.wordpress.Konsep memiliki gejala-gejala tertentu b.teori deskriptif (descriptive theory) berupaya untuk menemukan hubungan yang sebenarnya terjadi.Menghubungkan dengan pengalaman lama atau berupa pengalaman baru.1.kematangan berpikir sesuai denaan unsur lingkungan.spot. http://www.Konsep yang diperoleh berguna untuk menafsirkan pengalaman-pengalarnan e Konsep yang benar membentuk pengertian f.blog.com) 3.

dan istilah serta defenisi.blogspot.teknologi.com Pendekatan proses adalah pendekatan yang berorientasi pada proses bukan hasil.Pada tanggal 27 september jam 20. http://ipotes.com.sribd.00 wib Deceng.com.html mengatakannya .1999).Science Technology Society and Environtment (STSE) atau Sains Teknologi Lingkungan dan Masyarakat. Pendekatan ini penting untuk melatih daya pikir atau mengembangkan kemampuan berpikir dan melatih psikomotor peserta didik.Memberi nama.com DAFTAR PUSTAKA Dantara Yasa. http://deceng.blogspot.TEKNOLOGI DAN MASYARAKAT Pendekatan Science.Membandingkan antara contoh dan non-contoh untuk menangkap apakah siswa cukup mengerti akan ciri-cirinya.Inkuiri dan diskoveri serta pendekatan lingkungan.Technology and Society (STS) atau pendekatan Sains. Pada pendekatan ini peserta didik diharapkan benar-benar menguasai proses. PENDEKATAN PROSES pendekatan proses merupakan pendekatan pengajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk menghayati proses penemuan atau penyusunan suatu konsep sebagai suatu keterampilan proses.blogspot.spot. PENDEKATAN SAINS.coml 6. Istilah Sains Teknologi Masyarakat (STM) dalam bahasa Inggris disebut Sains Technology Society (STS).. Adapun tujuan dari pendekatan STM ini adalah menghasilkan peserta didik yang cukup memiliki bekal pengetahuan. http://maistrofisika. Evaluasi pembelajaran yang dinilai adalah proses yang mencakup kebenaran cara kerja. Sains Teknologi Masyarakat (STM) merupakan pendekatan terpadu antara sains. http://www. Pada tanggal 27 september jam 20. Pendekatan Kontekstual. Teori Belajar Konstruktivisme.com 7.blog. Dalam pendekatan proses peserta didik juga harus dapat mengilustrasikan atau memodelkan dan bahkan melakukan percobaan.00 wib http://maistrofisika.dan isu yang ada di masyarakat.Menyebut nama.keakuratan. http://emanbateportofolio.CBSA.keuletan dalam bekerrja dan sebagainya.Teknologi dan Masyarakat (STM) merupakan gabungan antara pendekatan konsep.ketelitian.yang dalam berbagai kegiatan perlu ditonjolkan.defmisi.istilah.00 wib Pendekatan Konstruktivisme.keterampilan proses.com/2009/05/lt. c.wordpress.sribd.fisika.Tahap ikonik Tahap ini adalah tahap penguasaan konsep secara abstrak.com/2009/02/gaya-belajar.com.wordpress. (Susilo. Meskipun istilahnya banyak namun sebenarnya intinya sama yaitu Environtment.html http://www.sehingga mampu mengambil keputusan penting tentang masalah-masalah dalam masyarakat serta mengambil tindakan sehubungan dengan keputusan yang telah diambilnya Filosofi yang mendasari pendekatan STM adalah pendekatan konstruktivisme.com/doc/12429922/pendekatan dan metode http://zalva-kapeta. .blogspot. http://maistrofisika.seperti: .Pada tanggal 15 september jam11.yaitu peserta didik menyusun sendiri konsep-konsep di dalam struktur kognitifnya berdasarkan apa yang telah mereka ketahui.apakah siswa sudah mampu http://maistrofisika.blogspot.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful