Teknik dan Instrumen Penilaian (Minggu, 05 Juni 2011) A. Teknik Penilaian Permendiknas No.

22 tahun 2006 menyatakan bahwa Standar Isi (SI) untuk satuan Pendidikan Dasar dan Menengah mencakup lingkup materi minimal dan tingkat kompetensi minimal untuk mencapai kompetensi lulusan minimal pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Di dalam SI dijelaskan bahwa kegiatan pembelajaran dalam KTSP meliputi tatap muka, penugasan terstruktur, dan kegiatan mandiri tidak terstruktur. Tatap muka adalah pertemuan formal antara pendidik dan peserta didik dalam pembelajaran di kelas. Penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur adalah kegiatan pembelajaran berupa pendalaman materi pembelajaran oleh peserta didik yang dirancang oleh pendidik untuk mencapai standar kompetensi. Waktu penyelesaian penugasan terstruktur ditentukan oleh pendidik, sedangkan waktu penyelesaian kegiatan mandiri tidak terstruktur diatur sendiri oleh peserta didik. Sejalan dengan ketentuan tersebut, penilaian dalam KTSP harus dirancang untuk dapat mengukur dan memberikan informasi mengenai pencapaian kompetensi peserta didik yang diperoleh melalui kegiatan tatap muka, penugasan terstruktur, dan kegiatan mandiri tidak terstruktur. Berbagai macam teknik penilaian dapat dilakukan secara komplementer (saling melengkapi) sesuai dengan kompetensi yang dinilai. Teknik penilaian yang dimaksud antara lain melalui tes, observasi, penugasan, inventori, jurnal, penilaian diri, dan penilaian antarteman yang sesuai dengan karakteristik kompetensi dan tingkat perkembangan peserta didik. 1. Tes adalah pemberian sejumlah pertanyaan yang jawabannya dapat benar atau salah. Tes dapat berupa tes tertulis, tes lisan, dan tes praktik atau tes kinerja. Tes tertulis adalah tes yang menuntut peserta tes memberi jawaban secara tertulis berupa pilihan dan/atau isian. Tes yang jawabannya berupa pilihan meliputi pilihan ganda, benar-salah, dan menjodohkan. Sedangkan tes yang jawabannya berupa isian dapat berbentuk isian singkat dan/atau uraian. Tes lisan adalah tes yang dilaksanakan melalui komunikasi langsung (tatap muka) antara peserta didik dengan pendidik. Pertanyaan dan jawaban diberikan secara lisan. Tes praktik (kinerja) adalah tes yang meminta peserta didik melakukan perbuatan/mendemonstasikan/ menampilkan keterampilan. Dalam rancangan penilaian, tes dilakukan secara berkesinambungan melalui berbagai macam ulangan dan ujian. Ulangan meliputi ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, dan ulangan kenaikan kelas. Sedangkan ujian terdiri atas ujian nasional dan ujian sekolah. Ulangan adalah proses yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran, untuk melakukan perbaikan pembelajaran, memantau kemajuan dan menentukan keberhasilan belajar peserta didik. Ulangan harian adalah kegiatan yang dilakukan secara periodik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah menyelesaikan satu kompetensi dasar (KD) atau lebih. Ulangan tengah semester adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah melaksanakan 8 – 9 minggu kegiatan pembelajaran. Cakupan ulangan tengah semester meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan seluruh KD pada periode tersebut. Ulangan akhir semester adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik pada akhir semester. Cakupan ulangan akhir semester meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan semua KD pada semester tersebut. Ulangan kenaikan kelas adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik pada akhir semester genap untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik pada akhir semester genap pada satuan pendidikan yang menggunakan sistem paket. Cakupan ulangan kenaikan kelas meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan semua KD pada semester genap. Ujian adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik sebagai pengakuan prestasi belajar dan/atau penyelesaian dari suatu satuan pendidikan. Ujian nasional adalah kegiatan pengukuran pencapaian kompetensi peserta didik pada beberapa mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi dalam rangka menilai pencapaian Standar Nasional Pendidikan. Ujian sekolah adalah kegiatan pengukuran pencapaian kompetensi peserta didik yang dilakukan oleh satuan pendidikan untuk memperoleh pengakuan atas prestasi belajar dan merupakan salah satu persyaratan kelulusan dari satuan pendidikan. Mata pelajaran yang diujikan pada ujian sekolah adalah mata pelajaran pada kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi yang tidak diujikan pada ujian nasional, dan aspek kognitif dan/atau psikomotorik untuk kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, serta kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. 2. Observasi adalah penilaian yang dilakukan melalui pengamatan terhadap peserta didik selama pembelajaran berlangsung dan/atau di luar kegiatan pembelajaran. Observasi dilakukan untuk mengumpulkan data kualitatif dan kuantitatif sesuai dengan kompetensi yang dinilai, dan dapat dilakukan baik secara formal maupun informal. Penilaian observasi dilakukan antara lain sebagai penilaian akhir kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kelompok mata pelajaran

kewarganegaraan dan kepribadian, kelompok mata pelajaran estetika, serta kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga, dan kesehatan. 3. Penugasan adalah pemberian tugas kepada peserta didik baik secara perorangan maupun kelompok. Penilaian penugasan diberikan untuk penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur, dan dapat berupa praktik di laboratorium, tugas rumah, portofolio, projek, dan/atau produk. 4. Portofolio adalah kumpulan dokumen dan karya-karya peserta didik dalam bidang tertentu yang diorganisasikan untuk mengetahui minat, perkembangan prestasi, dan kreativitas peserta didik (Popham, 1999). Bentuk ini cocok untuk mengetahui perkembangan unjuk kerja peserta didik dengan menilai bersama karya-karya atau tugas-tugas yang dikerjakannya. Peserta didik dan pendidik perlu melakukan diskusi untuk menentukan skor. Pada penilaian portofolio, peserta didik dapat menentukan karya-karya yang akan dinilai, melakukan penilaian sendiri kemudian hasilnya dibahas. Perkembangan kemampuan peserta didik dapat dilihat pada hasil penilaian portofolio. Teknik ini dapat dilakukan dengan baik apabila jumlah peserta didik yang dinilai sedikit. 5. Projek adalah tugas yang diberikan kepada peserta didik dalam kurun waktu tertentu. Peserta didik dapat melakukan penelitian melalui pengumpulan, pengorganisasian, dan analisis data, serta pelaporan hasil kerjanya. Penilaian projek dilaksanakan terhadap persiapan, pelaksanaan, dan hasil. 6. Produk (hasil karya) adalah penilaian yang meminta peserta didik menghasilkan suatu hasil karya. Penilaian produk dilakukan terhadap persiapan, pelaksanaan/proses pembuatan, dan hasil. 7. Inventori merupakan teknik penilaian melalui skala psikologis yang dipakai untuk mengungkapkan sikap, minat, dan persepsi peserta didik terhadap objek psikologis. 8. Jurnal merupakan catatan pendidik selama proses pembelajaran yang berisi informasi hasil pengamatan terhadap kekuatan dan kelemahan peserta didik yang berkait dengan kinerja ataupun sikap dan perilaku peserta didik yang dipaparkan secara deskriptif. 9. Penilaian diri merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peserta didik untuk menilai dirinya sendiri mengenai berbagai hal. Dalam penilaian diri, setiap peserta didik harus mengemukakan kelebihan dan kekurangan dirinya secara jujur. 10. Penilaian antarteman merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peserta didik mengemukakan kelebihan dan kekurangan temannya dalam berbagai hal secara jujur. Kombinasi penggunaan berbagai teknik penilaian di atas akan memberikan informasi yang lebih akurat tentang kemajuan belajar peserta didik. Karena pembelajaran pada KTSP meliputi kegiatan tatap muka, penugasan terstruktur, dan kegiatan mandiri tidak terstruktur, maka penilaianpun harus dilaksanakan seperti itu. Tabel berikut menyajikan contoh penilaian yang dilakukan dalam pembelajaran melalui kegiatan tatap muka, penugasan terstruktur, dan kegiatan mandiri tidak terstruktur. Tabel 1 Penilaian untuk kegiatan tatap muka dan penugasan MATA PELAJARAN Fisika TATAP MUKA Mengukur besaran Ulangan mengenai fisika (massa, Pengukuran panjang, dan waktu) Membaca QS Al Baqarah: 30, AlMukminum: 12-14, Az-Zariyat: 56 dan An-Nahl: 78 Ulangan mengenai hukum bacaan untuk surat dan ayat yang sesuai KOMPETENSI DASAR PENILAIAN UNTUK KEGIATAN PEMBELAJARAN TUGAS TERSTRUKTUR Praktik mengukur di laboraborium KEGIATAN MANDIRI Tugas mendata alat ukur yang sering digunakan sehari-hari

Pendidikan Agama Islam

Melafalkan QS Al Baqarah: 30, AlMukminum: 12-14, Az-Zariyat: 56 dan An-Nahl: 78 dengan makhraj yang benar

Membuat rang-kuman perbandingan tiga referensi tafsir Al Qur‟an (Ibnu Katsir, Jalalain, dan Al-Azhar) QS Al Baqarah: 30, AlMukminum: 12-14, Az-Zariyat: 56 dan An-Nahl: 78

B. Aspek yang Dinilai Penilaian dilakukan secara menyeluruh yaitu mencakup semua aspek kompetensi yang meliputi kemampuan kognitif, psikomotorik, dan afektif. Kemampuan kognitif adalah kemampuan berpikir yang menurut taksonomi Bloom secara hierarkis terdiri atas pengetahuan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis, dan evaluasi. Pada tingkat pengetahuan, peserta didik menjawab pertanyaan berdasarkan hapalan saja. Pada tingkat pemahaman, peserta didik dituntut untuk menyatakan jawaban atas pertanyaan dengan kata-katanya sendiri. Misalnya, menjelaskan suatu prinsip atau konsep. Pada tingkat aplikasi, peserta didik dituntut untuk menerapkan prinsip dan konsep dalam suatu situasi yang baru. Pada tingkat analisis,

peserta didik diminta untuk menguraikan informasi ke dalam beberapa bagian, menemukan asumsi, membedakan fakta dan pendapat, dan menemukan hubungan sebab akibat. Pada tingkat sintesis, peserta didik dituntut merangkum suatu cerita, komposisi, hipotesis, atau teorinya sendiri, dan mensintesiskan pengetahuan. Pada tingkat evaluasi, peserta didik mengevaluasi informasi, seperti bukti sejarah, editorial, teori-teori, dan termasuk di dalamnya melakukan judgement (pertimbangan) terhadap hasil analisis untuk membuat keputusan. Kemampuan psikomotor melibatkan gerak adaptif (adaptive movement) atau gerak terlatih dan keterampilan komunikasi berkesinambungan (non-discursive communication) - (Harrow, 1972). Gerak adaptif terdiri atas keterampilan adaptif sederhana (simple adaptive skill), keterampilan adaptif gabungan (compound adaptive skill), dan keterampilan adaptif komplek (complex adaptive skill). Keterampilan komunikasi berkesinambungan mencakup gerak ekspresif (expressive movement) dan gerak interpretatif (interpretative movement). Keterampilan adaptif sederhana dapat dilatihkan dalam berbagai mata pelajaran, seperti bentuk keterampilan menggunakan peralatan laboratorium IPA. Keterampilan adaptif gabungan, keterampilan adaptif komplek, dan keterampilan komunikasi berkesinambungan baik gerak ekspresif maupun gerak interpretatif dapat dilatihkan dalam mata pelajaran Seni Budaya dan Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan. Kondisi afektif peserta didik berhubungan dengan sikap, minat, dan/atau nilai-nilai. Kondisi ini tidak dapat dideteksi dengan tes, tetapi dapat diperoleh melalui angket, inventori, atau pengamatan yang sistematik dan berkelanjutan. Sistematik berarti pengamatan mengikuti suatu prosedur tertentu, sedangkan berkelanjutan memiliki arti pengukuran dan penilaian yang dilakukan secara terus menerus. Dalam laporan hasil belajar peserta didik, terdapat komponen pengetahuan yang umumnya merupakan representasi aspek kognitif, komponen praktik yang melibatkan aspek psikomotorik, dan komponen sikap yang berkaitan dengan kondisi afektif peserta didik terhadap mata pelajaran tertentu. Tabel berikut menyajikan berbagai aspek yang dinilai untuk lima kelompok mata pelajaran (sesuai PP no. 19 tahun 2005 pasal 64). Tabel 2 Aspek yang dinilai dalam berbagai mata pelajaran No Kelompok mata pelajaran Contoh Mata pelajaran 1 Agama dan akhlak mulia Pendidikan Agama 2 Kewarganegaraan dan kepribadian Pendidikan Kewarganegaraan 3 Ilmu Pengetahuan dan Matematika Tenologi Fisika, Kimia, Biologi Ekonomi, Sejarah, Geografi, Sosiologi, Antropologi Bhs Indonesia, bhs Inggris, bhs Asing lain Teknologi Informasi dan Komunikasi 4 Estetika Seni Budaya 5 Jasmani, olahraga, dan kesehatan Pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan C. Penilaian Kelompok Mata Pelajaran Dalam KTSP terdapat 5 kelompok mata pelajaran yaitu kelompok mata pelajaran: agama dan akhlak mulia; kewarganegaraan dan kepribadian; ilmu pengetahuan dan teknologi; estetika; jasmani, olahraga, dan kesehatan. 1. Penilaian kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia Kompetensi yang dikembangkan dalam kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia terfokus pada aspek kognitif atau pengetahuan dan aspek afektif atau perilaku. Penilaian hasil belajar untuk kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia dilakukan melalui: a. Pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan afeksi dan kepribadian peserta didik; b. Ujian, ulangan, dan/atau penugasan untuk mengukur aspek kognitif peserta didik. Dalam rangka menilai akhlak peserta didik, guru agama dan guru mata pelajaran lain melakukan pengamatan terhadap perilaku peserta didik, baik di dalam maupun di luar kelas. Pengamatan ini dimaksudkan untuk menilai perilaku peserta didik yang menyangkut pengamalan agamanya seperti kedisiplinan, kebersihan, tanggung jawab, sopan santun, hubungan sosial, kejujuran, dan pelaksanaan ibadah ritual. Tabel berikut menampilkan dimensi dan indikator penilaian akhlak mulia. Tabel 3 Dimensi dan indikator sebagai rambu-rambu penilaian akhlak mulia Dimensi Indikator Disiplin Datang dan pulang tepat waktu mengikuti kegiatan dengan tertip Bersih Membuang sampah pada tempatnya Mencuci tangan sebelum makan

Aspek yang dinilai Pengetahuan dan sikap Pengetahuan dan sikap Pengetahuan dan sikap Pengetahuan, praktik, dan sikap Pengetahuan dan sikap Pengetahuan, praktik, dan sikap Pengetahuan, praktik, dan sikap Praktik dan sikap Pengetahuan, praktik, dan sikap

No 1 2

No

Dimensi

3 4

Tanggungjawab Sopan Santun

5

Hubungan Sosial

6

Jujur

7

Pelaksanaan ibadah ritual

Indikator Membersihkan tempat kegiatan Merawat kebersihan diri Menyelesaikan tugas pada waktunya Berani menanggung resiko Berbicara dengan sopan Bersikap hormat pada orang lain Berpakaian sopan Berposisi duduk yang sopan Menjalin hubungan baik dengan guru Menjalin hubungan baik dengan sesama teman Menolong teman Mau bekerjasama dalam kegiatan yang positif Menyampaikan pesan apa adanya Mengatakan apa adanya Tidak berlaku curang Melaksanakan sembahyang Menunaikan ibadah puasa Berdoa

Keterangan: Rambu-rambu tersebut di atas dapat digunakan sebagai bahan acuan bagi guru mata pelajaran agama dan guru mata pelajaran lain. Bagi guru mata pelajaran lain hasil pertimbangan diberikan kepada guru agama terutama mengenai perilaku yang benar-benar menyimpang yang dilakukan berulang-ulang oleh peserta didik. Penentuan nilai akhir kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia pada akhir satuan pendidikan dilakukan melalui rapat dewan pendidik yang didasarkan pada hasil ujian sekolah dengan mempertimbangkan penilaian oleh pendidik. 2. Penilaian kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian Hasil belajar kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian meliputi: a. Pemahaman akan hak dan kewajiban diri sebagai warga negara, yaitu aspek kognitif sebagai hasil belajar mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. b. Kepribadian, yaitu beberapa aspek kepribadian sebagaimana disebutkan dalam Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum. c. Perilaku berkepribadian, yaitu berbagai bentuk perilaku sebagai penerjemahan dimilikinya ciri-ciri kepribadian warga negara Indonesia. Seperti kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, penilaian kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dilakukan melalui: a. Pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan afeksi dan kepribadian peserta didik; b. Ujian, ulangan, dan/atau penugasan untuk mengukur aspek kognitif peserta didik. Contoh pengamatan aspek kepribadian dan indikator perilaku dapat dilhat pada tabel berikut. Tabel 4. Penilaian terhadap aspek kepribadian peserta didik ASPEK INDIKATOR PERILAKU KEPRIBADIAN a. Tidak menghindari kewajiban Bertanggungjawab b. Melaksanakan tugas sesuai dengan kemampuan c. Menaati tata tertib sekolah d. Memelihara fasilitas sekolah Percaya Diri a. Tidak mudah menyerah b. Berani menyatakan pendapat c. Berani bertanya d. Mengutamakan usaha sendiri daripada bantuan a. Menerima pendapat yang berbeda Saling Menghargai b. Memaklumi kekurangan orang lain c. Mengakui kelebihan orang lain d. Dapat bekerjasama

Penilaian kelompok mata pelajaran estetika Kelompok mata pelajaran estetika dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. Penilaian IPA dan IPS dapat dilakukan secara terpadu dengan proses pembelajaran. Soal atau tugas demikian akan mendorong peserta didik untuk senantiasa berusaha meningkatkan kemampuan berpikirnya.ASPEK KEPRIBADIAN Bersikap Santun INDIKATOR PERILAKU a. yakni apresiasi . Penilaian kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi PP 19 tahun 2005 Pasal 63 ayat (1) menyatakan bahwa penilaian pada jenjang pendidikan dasar dan menengah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). sosiologi. matematika. Pengumpulan data penilaian selama proses pembelajaran melalui observasi juga penting untuk dilakukan. observasi. komunikasi nyata senantiasa melibatkan lebih dari satu keterampilan berbahasa sehingga harus diperhatikan keterpaduan antara keterampilan berbahasa tersebut. satuan pendidikan. tes lisan. minat. d. Penilaian dapat dilakukan dengan menggunakan tes tertulis. dan menulis. Dalam pendidikan teknologi dan kejuruan. keterampilan. Penilaian dalam kelompok mata pelajaran iptek disesuaikan dengan karakteristik tiap-tiap rumpun mata pelajaran. penugasan. Tingkat kesukaran soal untuk penilaian akhir hendaknya bukan karena kerumitan prosedural yang harus dilakukan peserta didik. seni dan budaya. jurnal. tugas-tugas laboratorium/bengkel harus dirancang untuk mensimulasikan tes praktik pada pekerjaan yang sesungguhnya melalui tes praktik simulasi. 4. kimia. sejarah. Selain itu. a. Penilaian ini menekankan pada fungsi bahasa sebagai alat komunikasi yang mengutamakan adanya tugas-tugas interaktif dalam empat aspek keterampilan berbahasa. Penilaian kelompok mata pelajaran iptek untuk SMA dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. Selain itu. Penilaian yang terintegrasi dengan kegiatan pembelajaran harus mencakup soal atau tugas yang memerlukan kemampuan berpikir tingkat tinggi. dan motivasi belajar dapat diperoleh dengan observasi. geografi). Menerima nasihat guru b. dan penilaian antarteman. Penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan secara berkesinambungan untuk menilai pencapaian kompetensi peserta didik. biologi). titik berat penilaian dalam matematika hendaknya diberikan kepada penilaian yang terintegrasi dengan kegiatan pembelajaran. penilaian diri. Penilaian dalam matematika perlu menekankan keterampilan bermatematika. terdiri atas penilaian hasil belajar oleh: pendidik. dan muatan lokal yang relevan. bukan hanya pengetahuan matematika. keterampilan. dan memperbaiki proses pembelajaran. b. bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar. Tes praktik. yakni mendengarkan. IPS (ekonomi. Menghindari permusuhan dengan teman c. membaca. Menunjukkan semangat berprestasi c. Tes petik kerja atau tes sampel kerja merupakan tes praktik tingkat tertinggi yang merupakan perwujudan dari tes praktik keseluruhan yang hendak diukur. Penilaian hasil belajar mata pelajaran pada kelompok iptek juga dilakukan oleh satuan pendidikan melalui ujian sekolah/madrasah dan oleh pemerintah melalui ujian nasional. penilaian kemampuan berbahasa bersifat autentik dan pragmatik. Penilaian akhir terhadap peserta didik hendaknya berdasarkan pada teknik penilaian yang beragam. Berusaha ingin lebih maju d. Kelompok mata pelajaran estetika memiliki karakteristik yang menjadikannya unik di antara mata pelajaran lain. Menjaga perasaan orang lain a. c. Memiliki keinginan untuk tahu Kompetitif 3. penilaian diri. Keunikan pembelajaran kelompok mata pelajaran estetika terletak pada kegiatan pembelajaran yang mampu memberikan pengalaman estetik melalui dua kegiatan yang saling terkait satu sama lain. Hasil portofolio yang berupa kumpulan hasil kerja berkesinambungan dapat dipakai sebagai informasi yang menggambarkan perkembangan kompetensi peserta didik. dan penilaian antarteman. Data aspek afektif seperti sikap ilmiah. inventori. tes praktik simulasi maupun tes/uji petik/contoh kerja. tes praktik. berbicara. dan/atau bentuk lain yang sesuai dengan karakteristik materi yang diujikan. Penilaian ini dilakukan melalui ulangan. serta muatan lokal yang relevan. Oleh karena itu. teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Selain dengan tes kinerja. IPA (fisika. Berikut ini adalah karakteristik penilaian tiap-tiap rumpun mata pelajaran yang dimaksudkan. penugasan. Penilaian dalam bidang TIK dapat diukur melalui tes praktik sewaktu peserta didik menyelesaikan tugas dan/atau produk yang dihasilkan. tes identifikasi. penilaian dalam bidang teknologi dapat pula dengan hasil penugasan dan portofolio. Hasil penugasan dapat berupa produk yang mencerminkan kompetensi peserta didik. pendidik hendaknya memperhatikan benar kemampuan berpikir yang ingin dinilainya. melainkan karena kebutuhan akan tingkat pemahaman dan pemikiran yang lebih tinggi. Berani bersaing b. Penilaian kemampuan berbahasa harus memperhatikan hakikat dan fungsi bahasa yang lebih menekankan pada bagaimana menggunakan bahasa secara baik dan benar sehingga mengarah kepada penilaian kemampuan berbahasa berbasis kinerja. portofolio. dan pemerintah. Sebagai konsekuensi. dapat dilakukan melalui tes keterampilan tertulis.

Demikian pula. Kemampuan psikomotor peserta didik ini harus diukur setiap menyelesaikan satu kompetensi tertentu. kelincahan. dan kesehatan yang direncanakan secara sistematis dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional. Pengukuran koordinasi dapat dilakukan dengan berbagai macam tes koordinasi yang sesuai dengan tingkat usia peserta didik dan karakteristik aktivitas jasmani atau cabang olahraga seperti: tes koordinasi mata-tangan. Kemampuan psikomotor tersebut secara umum mencakup kesegaran jasmani. di samping itu dapat juga dilakukan tes kinerja yang secara khusus dapat menggambarkan keterampilan dalam pendidikan jasmani dan olahraga seperti keterampilan bermain sepak bola. Koordinasi adalah kemampuan tubuh untuk mengelola unsur-unsur yang terlibat dalam proses terjadinya gerakan. Pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan psikomotorik dan afeksi peserta didik. olahraga. dan koordinasi yang merupakan unsur-unsur dalam keterampilan gerak. Kemampuan koordinasi peserta didik diukur setelah peserta didik menyelesaikan satu kompetensi tertentu. dan kesehatan dilakukan melalui: a. dan/atau penugasan untuk mengukur aspek kognitif peserta didik. Pengukuran kelincahan dapat dilakukan dengan berbagai macam tes kelincahan yang sesuai dengan tingkat usia peserta didik dan karakteristik aktivitas jasmani atau cabang olahraga. dan (2) perilaku peserta didik dalam hal mendengarkan. 5. Untuk keperluan tersebut. tindakan moral. . Pengalaman estetik adalah pengalaman menghayati nilai keindahan. dari yang sederhana sampai yang kompleks. keterampilan berfikir. b. tes koordinasi mata-kaki. teknik penilaian mengacu pada aspek yang dinilai. (g) penyalah gunaan obat dan psikotropika. perlombaan. performance/ rekreasi. termasuk di dalamnya yang bersifat rekreatif (performance). dan tes pengetahuan. dan menulis sebagai cerminan dari kompetensi aspek sastra dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia. (f) pengetahuan gizi dan makanan. Kelincahan peserta didik diukur setelah peserta didik menyelesaikan satu kompetensi tertentu. tes koordinasi mata-tangan dan kaki. keterampilan bermain bola basket. dan pengenalan lingkungan bersih melalui aktivitas jasmani. atau aktivitas jasmani dan olahraga. dan pengamatan terhadap perilaku. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran jasmani. Penilaian kelompok mata pelajaran jasmani. Ulangan. tes menggiring (drible) bola dalam sepakbola. Pengamatan terhadap perilaku sportif merupakan pengamatan terhadap perilaku peserta didik dalam hal kesadaran akan sikap kejujuran dalam upaya memenangkan pertandingan. Kompetensi yang dinilai dalam pendidikan kesehatan mencakup penilaian tentang (a) kebersihan pribadi dan lingkungan. olah raga. Untuk memenuhi tuntutan akuntabilitas dalam dunia pendidikan. tes aerobik. penugasan. berbicara. Hasil penilaian terhadap akhlak peserta didik akan dijadikan pertimbangan pada saat guru mata pelajaran pendidikan agama menentukan nilai akhlak peserta didik untuk dilaporkan pada laporan hasil belajar (rapor). membaca. pendidik mata pelajaran kelompok mata pelajaran estetika perlu mengembangkan sistem penilaian hasil belajar dengan memperhatikan esensi kelompok mata pelajaran estetika. Guru kelompok mata pelajaran jasmani.(appreciation) dan kreasi (creation). (d) kesehatan reproduksi dan pelecehan seksual. keterampilan sosial. dan kesehatan bertanggungjawab pula menilai aspek afektif peserta didik. Sesuai dengan karakteristik kelompok mata pelajaran ini. dan kesehatan dimaksudkan untuk mengukur kemampuan psikomotor peserta didik. tes menggiring (drible) bola dalam bolabasket. keterampilan bermain bola voli dan sebagainya. teknik penilaian dapat berbentuk tes perbuatan/unjuk kerja. (h) dan kebiasaan hidup sehat melalui aktivitas jasmani. Tes kinerja dalam pendidikan jasmani. dan sebagainya. olahraga. (h) rokok dan minuman keras. permainan. stabilitas emosional. (b) Pendidikan keselamatan (c) penyakit menular. Kesegaran jasmani adalah kemampuan tubuh melakukan kegiatan sehari-hari tanpa merasa lelah. dan keterampilan motorik peserta didik. afektif. Pengukuran kesegaran jasmani ini sebaiknya dilakukan tiap tiga bulan sekali. baik yang terkait dengan akhlak maupun kepribadian. Pengukuran kesegaran jasmani dapat dilakukan dengan berbagai tes kesegaran jasmani yang telah dibakukan dan sesuai dengan tingkat usia peserta didik. hasil penilaian terhadap kepribadian peserta didik juga akan dijadikan pertimbangan pada saat guru mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan menentukan nilai kepribadian peserta didik untuk dilaporkan pada aporan hasil belajar (rapor). Pada satuan pendidikan SMA/MA. dan kreasi sebagai cerminan dari kompetensi dalam mata pelajaran Seni Budaya. aspek pola hidup sehat. Kelincahan adalah kemampuan tubuh mengubah arah dengan cepat dan tepat. yaitu teknik untuk mengukur aspek kognitif. olahraga. Olahraga dan Kesehatan bertujuan untuk mengembangkan aspek kebugaran jasmani. dsb. pembelajaran dan penilaian mata pelajaraan kelompok mata pelajaran estetika lebih ditekankan pada upaya pengembangan kepribadian peserta didik agar menjadi manusia yang utuh. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran estetika dilakukan melalui pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan afeksi dan ekspresi psikomotorik peserta didik. seperti Tes Kesegaran Jasmani Indonesia (TKJI). sehingga dapat diketahui tingkat perkembangan atau kemajuannya. dan kesehatan Kelompok Mata Pelajaran Jasmani. Upaya memenangkan permainan tidak mengandung unsur kecurangan atau tidak sportif. Penilaian hasil belajar yang relatif dapat diterima adalah jenis penilaian berbasis pengamatan/ observasi yakni penilaian yang dilakukan dengan cara mengamati secara terfokus: (1) perilaku peserta didik dalam hal apresiasi. Penilaian untuk mata pelajaran kelompok mata pelajaran estetika perlu pula menyesuaikan dengan sifat satuan dan jenjang pendidikan. olahraga. keterampilan gerak.

bertanya. menjodohkan dll. dan mau bekerjasama dalam kegiatan yang positif. seperti berbicara. Motivasi diri: diwujudkan dalam perilaku kemauan untuk maju. c. D. guru mata pelajaran pendidikan jasmani. Sopan santun. skala Likert atau skala Semantik. instrumen portofolio berupa lembar penilaian portofolio. olahraga. menyelesaikan segala hal. berpakaian. baik di dalam maupun di luar kelas. baik dalam bentuk perkataan. Kedisiplinan. berani bersaing dengan orang lain. menegur. Percaya diri: diwujudkan dalam perilaku berani menyatakan pendapat. instrumen inventori dapat berupa skala Thurston. yaitu kejujuran dalam perkataan dan perbuatan. kompetisi. Hal-hal yang dinilai antara lain mencakup aspek: a. dan pulang tepat waktu. Instrumen Penilaian Setiap teknik penilaian harus dibuatkan instrumen penilaian yang sesuai. dan sikap. mengikuti semua kegiatan. Tabel 5. Kejujuran. dan kejujuran. instrumen penugasan berupa lembar tugas projek atau produk. dan duduk yang sopan. b. seperti menyelesaikan tugas-tugas selama kegiatan berlangsung. yaitu kesadaran untuk melaksanakan tugas dan kewajiban yang diberikan. Untuk menilai kepribadian peserta didik. memaklumi kekurangan orang lain. Setiap instrumen harus dilengkapi dengan pedoman penskoran. e. baik di dalam maupun di luar kelas. Tanggungjawab. yaitu kemampuan untuk berinteraksi sosial dengan orang lain secara baik. . dan berani kalah dengan orang lain berlandaskan kejujuran (fair play). Harga diri: diwujudkan dalam perilaku tidak mudah menyerah dan mengetahui kelebihan diri dan mengakui kelemahan diri. seperti tidak berbohong. menolong teman. Berikut ini disajikan contoh-contoh instrumen penilaian. seperti menjalin hubungan baik dengan guru dan sesama teman. tanggung jawab. Kompetisi: diwujudkan dalam bentuk perilaku yang tegar menghadapi kesulitan. Pengamatan ini dimaksudkan untuk menilai perilaku peserta didik yang mencerminkan kepribadian seperti percaya diri. mengritisi tentang sesuatu hal. harga diri. hubungan sosial. d. saling menghargai. • Tes isian: isian singkat dan uraian • Daftar pertanyaan • Tes identifikasi • Tes simulasi • Tes uji petik kinerja • Pekerjaan rumah • Projek • Lembar penilaian portofolio • Buku cacatan jurnal • Kuesioner/lembar penilaian diri • Lembar penilaian antarteman Instrumen tes berupa perangkat tes yang berisi soal-soal. dan tidak berlaku curang. dan meraih cita-cita. instrumen penilaian diri dapat berupa kuesioner atau lembar penilaian diri. seperti datang tepat waktu. Klasifikasi Teknik Penilaian dan Bentuk Instrumen Teknik Penilaian • Tes tertulis • Tes lisan • Tes praktik (tes kinerja) • Penugasan individual atau kelompok • Penilaian portofolio • Jurnal • Penilaian diri • Penilaian antarteman Bentuk Instrumen • Tes pilihan: pilihan ganda. Hubungan sosial. motivasi diri. yaitu kepatuhan kepada peraturan atau tata tertib. berprestasi. Tabel berikut menyajikan klasifikasi penilaian dan bentuk instrumen. dan instrumen penilaian antarteman berupa lembar penilaian antarteman. c. perbuatan. Pengamatan ini dimaksudkan untuk menilai perilaku peserta didik yang mencerminkan akhlak seperti kedisiplinan. dan mengakui kelebihan orang lain. dan kesehatan melakukan pengamatan terhadap perilaku peserta didik. Indikator masing-masing aspek kepribadian antara lain sebagai berikut. olahraga. instrumen observasi berupa lembar pengamatan. sopan santun. d. Saling menghargai: diwujudkan dalam perilaku mau menerima pendapat yang berbeda. dan kesehatan melakukan pengamatan terhadap perilaku peserta didik. b. a. benar-salah. dan kerjasama. e.Untuk menilai akhlak peserta didik. yaitu sikap hormat kepada orang lain. guru mata pelajaran pendidikian jasmani.

kelengkapan data. dan mendesain produk.  Keaslian Projek yang dilakukan peserta didik harus merupakan hasil karyanya dengan bimbingan pendidik dan dukungan berbagai pihak yang terkait. kurang menarik = 1) Skor maksimal Skor 3 1-3 14 1–3 1–3 1–3 1–3 1-2 9 1–2 1–2 1–3 1-2 26 3 3. alat. Contoh instrumen observasi (lembar pengamatan) Lari 100 meter Nomor Aspek Keterampilan Butir Starting Position 01 Waktu jongkok lutut kaki belakang ada di depan ujung kaki lainnya 02 Kedua tangan di tanah.  Tahap pelaksanaan (pembuatan produk). mencari informasi dan mengelola waktu pengumpulan data serta penulisan laporan. tidak tepat = 1) 2 Pelaksanaan a. masyarakat) di sekitar tempat tinggal peserta didik. dan penggunaan bahasa! Catatan : Isu berhubungan dengan pro – kontra. 03 Waktu jongkok posisi punggung segaris dengan kepala 04 Pandangan kira-kira 1 meter di depan garis start 05 Waktu aba-aba siap. lingkungan. lingkungan. kurang = 2. Analisis data (baik = 3. meliputi: penilaian kemampuan peserta didik dalam merencanakan. lakukan penelitian. tidak tepat = 1) b. teknologi. dan buatlah laporan hasil penelitian. Contoh instrumen penilaian tugas: Produk Penilaian produk terdiri atas 3 (tiga) tahap yaitu:  Tahap persiapan. kurang = 2. tidak akurat = 1) c. Contoh soal tugas projek biologi mengenai isu salingtemas (sain. 3 : agak tepat. teknologi. dan teknik pembuatan. 2 : tidak tepat. empat jari agak rapat mengarah ke samping luar. Soal Carilah isu salingtemas (sain. meliputi: penilaian kemampuan peserta didik dalam menyeleksi dan menggunakan bahan. Kelengkapan data (lengkap = 3. Pedoman penskoran No Aspek yang dinilai 1 Persiapan Rumusan masalah (tepat = 3. Dalam membuat laporan perhatikan: kebenaran informasi/data. Contoh instrumen penilaian tugas: Projek 5 4 Skor 3 2 1 Dalam penilaian projek setidaknya ada 3 (tiga) hal yang perlu diperhatikan yaitu:  Kemampuan pengelolaan Kemampuan peserta didik dalam memilih topik. dengan mempertimbangkan tahap perkembangan kognitif peserta didik. kurang tepat = 2. Kesimpulan (tepat = 2. rencanakan penelitian. masyarakat) yang berkembang di sekitar tempat tinggalmu. N = (Skor pencapaian : Skor maksimal)x 100. cukup = 2. mengembangkan gagasan. tidak lengkap = 1) d. Keakuratan data/informasi (akurat = 3. Pengumpulan informasi (tepat = 3. dilakukan terhadap karya (produk) yang dihasilkan peserta didik sesuai kriteria yang ditetapkan.  Relevansi Kesesuaian dengan mata pelajaran. posisi tungkai depan ± 90° dan tungkai belakang 100°-120° Keterangan Skor 5 : sangat tepat. siku lurus.1. kurang tepat = 2. kurang tepat = 2. kurang = 1) e. sistematika laporan. dan skor 1 : sangat tidak tepat Pengolahan Skor yang dicapai peserta didik dapat diolah menjadi nilai sebagai berikut. kurang tepat = 1) Pelaporan hasil Sistematika laporan (baik = 2. . 2. menggali. tidak tepat/banyak kesalahan =1) Tampilan (menarik = 2. 4 : tepat. kurang komunikatif = 1) Penulisan/ejaan (tepat = 3.  Tahap penilaian hasil karya (appraisal). tidak baik = 1) Penggunaan bahasa (komunikatif = 2.

Kelengkapan alat (lengkap = 2. dan hasil 40%. Kualitas bahan (baik = 3. S = 3. Memperhatikan keselamatan kerja (ya = 2. tidak = 1) Tahap hasil a. kurang = 1) b.1. cukup = 2. . 3. STS = 1. cukup = 2. tidak lengkap = 1) 2 Tahap pelaksanaan a. Kesesuaian dengan tugas (sesuai = 3. olahraga dan kesehatan: membuat poster ”anti narkoba”. dan g cenderung mendekati pernyataan di sebelah kanan. 3 = TS.Skor untuk setiap tahap dapat diberi bobot. sedangkan kolom e. TS = 2. Kiri a b c d e f g Kanan Membosankan Menarik Bermanfaat Tidak bermanfaat Menyenangkan Merepotkan Menantang Tidak menantang Tidak memberatkan Memberatkan Membuang-buang waktu Menguntungkan 5. 5. 2 = S. Selesai tepat waktu ( tepat = 2. Contoh soal produk mata pelajaran pendidikan jasmani. Memilih jenis bahan (tepat = 2. Menentukan penulisan kalimat yang menarik (menarik = 3. Contoh instrumen inventori menggunakan skala Likert. 4. Keterampilan menggunakan alat/bahan (terampil = 3. tidak tepat = 1) b. Untuk pernyataan yang bersifat negatif adalah sebaliknya yaitu 4 = STS. misalnya untuk kegiatan yang berhubungan dengan mata pelajaran Sejarah Petunjuk: Bacalah baik-baik setiap pernyataan dan berilah tanda V pada kolom yang sesuai dengan pendapatmu! SS = sangat setuju S = setuju TS STS = tidak setuju = sangat tidak setuju Contoh inventori skala Likert No Pernyataan 1 Saya senang melakukan penelitian sejarah 2 Pelajaran sejarah membosankan 3 Saya senang mengikuti acara televisi yang berhubungan dengan sejarah 4 Saya tidak menyukai karir di bidang kepurbakalaan 5 Saya suka berkunjung ke museum untuk menambah pengetahuan di bidang sejarah 6 Saya senang jika ada kesempatan untuk bekerja di bidang yang ada hubungannya dengan sejarah 7 Saya benci jika ada tugas untuk membuat ringkasan dari artikel yang berkaitan dengan sejarah dari koran 8 Saya suka membaca rubrik tentang sejarah 9 dsb SS S TS STS Pernyataan pada instrumen di atas ada yang bersifat positif (No. kurang = 1) c. tidak = 1) Skor 7 1–2 1–3 1–2 8 1–3 1–3 1–2 8 1–2 1–3 1–3 Bobot 20 % 40% 3 40% 4. kurang = 2. kurang = 1) c. 6. Pemberian skor untuk pernyataan yang bersifat positif : SS = 4. cukup = 2. Kerapian (rapi = 3. tidak tepat = 1) b. misalnya untuk persiapan 20%. 8) dan ada yang bersifat negatif (No 2. Contoh instrumen inventori menggunakan skala beda (berdiferensi) Semantik Petunjuk Berilah tanda V pada kolom berikut sesuai dengan pilihanmu terhadap pembelajaran ekonomi. Pedoman penskoran No Aspek yang dinilai 1 Tahap persiapan a. b. pelaksanaan 40%. kurang = 2. 7). dan c cenderung mendekati pernyataan di sebelah kiri. f. dan 1 = SS. tidak = 1) c. Kolom a.

amatilah perilaku temanmu dengan cemat! b. Pada waktu melakukan diskusi kelompok. kegiatan setiap peserta didik untuk mata pelajaran biologi dikelompokkan sebagai berikut Amat Baik : Skor 37 – 45 Baik : Skor 28 – 36 Cukup : Skor 19 – 27 Kurang : Skor < 19 7. Persyaratan konstruksi merepresentasikan persyaratan teknis sesuai dengan bentuk instrumen yang digunakan.. Persyaratan substansi merepresentasikan kompetensi yang dinilai. Skor 1 untuk TP. Contoh instrumen penilaian diri (kuesioner). konstruksi. misalnya untuk kegiatan yang berhubungan dengan mata pelajaran biologi Petunjuk: a. Dengan 9 butir pernyataan rentang skor adalah 9 – 45. Setiap instrumen penilaian harus memenuhi persyaratan substansi. 2 = JR. kelas …………… No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Perilaku / sikap Memberi kesempatan teman untuk menyampaikan pendapat Memotong pembicaraan teman lain Menyampaikan pendapat dengan jelas Mau menerima pendapat teman Mau menerima kritik dari teman Memaksa teman untuk menerima pendapatnya Menyanggah pendapat teman dengan sopan Mau mengakui kalau pendapatnya salah Menerima kesepakatan hasil diskusi Dst Nama pengamat ……………………. Berilah tanda V pada kolom yang sesuai (ya atau tidak) berdasarkan hasil pengamatanmu! c. dan bahasa. misalnya fauna dan flora 6 Saya hadir setiap ada jam pelajaran biologi di sekolah 7 Saya membuat catatan yang rapi untuk mata pelajaran biologi 8 Saya menyerahkan tugas biologi tepat waktu 9 Saya menerapkan pengetahuan biologi dalam kehidupan sehari-hari 10 Dst Pengolahan Pada contoh di atas penskoran untuk setiap pernyataan menggunakan rentang 1 – 5. 4 = SR. 3 = KD. Isilah semua pernyataan dengan jujur. b. dan 5 = SL. Persyaratan bahasa berhubungan dengan penggunaan bahasa yang baik dan benar serta komunikatif sesuai dengan taraf perkembangan peserta didik. TP = Tidak pernah melakukan SR = sering melakukan JR = Jarang melakukan SL = selalu melakukan KD = Kadang-kadang melakukan No Pernyataan TP JR KD SR SL 1 Saya menginformasikan hal-hal yang berkaitan dengan biologi kepada temanteman 2 Saya bertanya kepada guru hal-hal yang berhubungan dengan mata pelajaran biologi 3 Saya menyempatkan diri membaca artikel yang berkaitan dengan biologi di majalah/koran 4 Saya mendengarkan informasi yang berhubungan dengan biologi dari radio 5 Saya menonton tayangan di televisi yang berkaitan dengan biologi. Kualifikasi Berdasarkan jawaban.. Berilah tanda V pada kolom yang sesuai dengan kenyataan..6. Contoh instrumen penilaian (lembar pengamatan) antarteman untuk kegiatan diskusi kelompok mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Petunjuk: a. Muncul/ dilakukan Ya Tidak . Serahkan hasil pengamatan kepada bapak/ibu guru! Daftar periksa pengamatan sikap dalam diskusi kelompok Mata Pelajaran : Pendidikan Kewarganegaraan Nama siswa yang diamati : ……………………………. Instrumen penilaian dilengkapi dengan pedoman penskoran.

akuntabel. Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan semua KD pada semester tersebut. Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan KD pada semester tersebut. perlu ditetapkan KKM. 16. Instrumen penilaian yang digunakan oleh pemerintah dalam bentuk UN memenuhi persyaratan substansi. 15 Februari 2012) Tulisan ke-1 : Jenis Penilaian Ulangan adalah proses yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran. adat istiadat. bahasa. 13. dan tes praktik atau tes kinerja. dan bahasa. Tulisan ke-3: Teknik dan Instrumen Penilaian 1. Teknik observasi atau pengamatan dilakukan selama pembelajaran berlangsung dan/atau di luar kegiatan pembelajaran. KKM pada akhir jenjang satuan pendidikan untuk kelompok mata pelajaran selain ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan nilai batas ambang kompetensi. Mata pelajaran yang diujikan adalah mata pelajaran kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi yang tidak diujikan dalam ujian nasional dan aspek kognitif dan/atau psikomotorik kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia serta kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian yang akan diatur dalam POS Ujian Sekolah/Madrasah. objektif. tidak dipengaruhi subjektivitas penilai. untuk memantau perkembangan kemampuan peserta didik. berarti penilaian didasarkan pada ukuran pencapaian kompetensi yang ditetapkan. penugasan perseorangan atau kelompok. Kriteria ketuntasan minimal (KKM) adalah kriteria ketuntasan belajar (KKB) yang ditentukan oleh satuan pendidikan. konstruksi. Teknik penugasan baik perseorangan maupun kelompok dapat berbentuk tugas rumah dan/atau proyek. adalah merepresentasikan kompetensi yang dinilai. maupun hasilnya. beracuan kriteria. 15. Ulangan harian adalah kegiatan yang dilakukan secara periodik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah menyelesaikan satu Kompetensi Dasar (KD) atau lebih. terbuka. Penilaian hasil belajar oleh pendidik menggunakan berbagai teknik penilaian berupa tes. 2. berarti penilaian dilakukan secara berencana dan bertahap dengan mengikuti langkah-langkah baku. terpadu. observasi. Untuk mengukur keberhasilan proses pencapain kompetensi peserta didik. 6. dan gender. adil. berarti penilaian didasarkan pada data yang mencerminkan kemampuan yang diukur. berarti penilaian didasarkan pada prosedur dan kriteria yang jelas. dan memiliki bukti validitas empirik serta menghasilkan skor yang dapat diperbandingkan antarsekolah. 4. 9. adalah menggunakan bahasa yang baik dan benar serta komunikatif sesuai dengan taraf perkembangan peserta didik. berarti penilaian tidak menguntungkan atau merugikan peserta didik karena berkebutuhan khusus serta perbedaan latar belakang agama. 2. dan antartahun. Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan seluruh KD pada periode tersebut. berarti penilaian dapat dipertanggungjawabkan. sistematis. baik dari segi teknik. Ulangan kenaikan kelas adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik di akhir semester genap untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester genap pada satuan pendidikan yang menggunakan sistem paket. 7. status sosial ekonomi. kriteria penilaian. . prosedur. melakukan perbaikan pembelajaran. Ujian Nasional yang selanjutnya disebut UN adalah kegiatan pengukuran pencapaian kompetensi peserta didik pada beberapa mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi dalam rangka menilai pencapaian Standar Nasional Pendidikan Tulisan ke-2: Prinsip Penilaian Penilaian hasil belajar peserta didik pada jenjang pendidikan dasar dan menengah didasarkan pada prinsip-prinsip sebagai berikut: 8. budaya. serta memiliki bukti validitas empirik. dan dasar pengambilan keputusan dapat diketahui oleh pihak yang berkepentingan. 5. 6. konstruksi. tes lisan. suku. untuk memantau kemajuan. antardaerah. Instrumen penilaian yang digunakan oleh satuan pendidikan dalam bentuk ujian sekolah/madrasah memenuhi persyaratan substansi. dan (c) bahasa. berarti prosedur penilaian. 3. Ujian sekolah/madrasah adalah kegiatan pengukuran pencapaian kompetensi peserta didik yang dilakukan oleh satuan pendidikan untuk memperoleh pengakuan atas prestasi belajar dan merupakan salah satu persyaratan kelulusan dari satuan pendidikan. 5. sahih. dan menentukan keberhasilan belajar peserta didik. menyeluruh dan berkesinambungan. Ulangan tengah semester adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah melaksanakan 8 – 9 minggu kegiatan pembelajaran. 10. berarti penilaian oleh pendidik merupakan salah satu komponen yang tak terpisahkan dari kegiatan pembelajaran.TEHNIK PENILAIAN PEMBELAJARAN (Rabu. 3. Ulangan akhir semester adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester. 11. (b) konstruksi. 4. 14. adalah memenuhi persyaratan teknis sesuai dengan bentuk instrumen yang digunakan. dan bentuk lain yang sesuai dengan karakteristik kompetensi dan tingkat perkembangan peserta didik. berarti penilaian oleh pendidik mencakup semua aspek kompetensi dengan menggunakan berbagai teknik penilaian yang sesuai. 7. 12. Teknik tes berupa tes tertulis. Instrumen penilaian hasil belajar yang digunakan pendidik memenuhi persyaratan (a) substansi.

konsep diri atau identitas adalah mereka yang biasa disebut konstruktivis individual. Riset mereka berusaha mengungkap sisi dalam psikologi manusia dan bagaimana seseorang membentuk struktur emosional atau kognitif dan strateginya. Penjelasan di atas menunjukkan penekanan Piaget terhadap pemahaman yang dibentuk oleh seseorang. Hal yang paling mendasar dari penemuan Piaget ini adalah belajar pada siswa tidak harus terjadi hanya karena seorang guru mengajarkan sesuatu padanya. ide. Pengetahuan seperti itu berasal dari hasil refleksi dan koordinasi kemampuan kognitif dan berpikir serta bukan berasal dari pemetaan realitas lingkungan eksternalnya. Berpikir pada tiap langkah memasukkan tahapan sebelumnya sehingga makin terorganisir dan adaptif dan makin tidak terikat pada kejadian kongkrit. menyatakan bilangan yang tak terhingga besarnya dan lainnya. Individu merekonstruksi realitas diluarnya dengan membentuk representasi mental secara akurat yang mencerminkan “keadaan apa adanya”. serta belajar sesuatu melalui aktivitas individu dan sosial. Konstruktivisme sosial Berbeda dengan Piaget. Pada saat anak berinteraksi dengan orang tua atau teman yang lebih mampu. Sistem angka yang dipakai adalah alat budaya yang mendukung berpikir. Melalui asimilasi kita berusaha memahami hal yang baru dengan mengaplikasikan schema yang ada. Orang dewasa mengajarkan alat-alat ini ke anak dalam kegiatan sehari-hari dan si anak menginternalisasi hal tersebut. Piaget misalnya mengusulkan tahapan kognitif yang dilakukan oleh semua manusia. lambang dan simbol. Beberapa pemikir konstruktivis seperti Vigotsky menekankan berbagi dan konstruksi sosial dalam pembentukan pengetahuan (konstruktivisme sosial). Sehingga perkembangan pengetahuan yang dihasilkan akan berbeda-beda dalam konteks budaya yang berbeda. Vygotsky percaya bahwa pengetahuan dibentuk secara sosial. Tidak ada satupun teori belajar tentang konstruktivisme. asimilasi dan akomodasi mengarahkan pembentukan pengetahuan. Proses internal dari Piaget yaitu organisasi. belajar dan perkembangan kognitif. seperti berpikir dan pemecahan masalah dimediasi dengan alat-alat psikologi seperti bahasa. kepercayaan. Realitas dan kebenaran dari dunia luar mengarahkan pembentukan pengetahuan. nilai positif dan negatif. Vygotsky melihat bahwa alat-alat budaya (termasuk di dalamnya kertas. Dua proses diaplikasikan dalam hal ini yaitu asimilasi dan akomodasi. Sehingga pengetahuan. karya seni. mesin cetak. Sistem angka romawi misalnya punya keterbatasan untuk operasi perhitungan. bahasa. Piaget menjelaskan bagaimana tiap individu mengembangkan schema. bertanya dan mencari jawaban. alat-alat budaya.KUMPULAN TEORI BELAJAR Secara umum yang disebut konstruktivisme menekankan kontribusi seseorang pembelajar dalam memberikan arti. sedangkan yang lain seperti Piaget melihat konstruksi individu lah yang utama (konstruktivisme individu). Pengajaran oleh guru yang mengajak siswa untuk bereksplorasi. komputer dll) dan alat-alat simbolik (seperti sistem angka. Seseorang melakukan adaptasi dalam situasi yang makin kompleks ini dengan menggunakan schema yang masih bisa dianggap layak (asimilasi) atau dengan melakukan perubahan dan menambahkan pada schema-nya sesuatu yang baru karena memang diperlukan (akomodasi). misalnya pendekatan yang khusus dalam pendidikan matematik dan sains. peta. sedangkan akomodasi terjadi ketika seseorang harus merubah pola berpikirnya untuk merespon terhadap situasi yang baru. Interaksi sosial. Jadinya pengetahuan bukan hanya cermin dari realitas. dan ini diperkuat bila siswa mempunyai kontrol dan pilihan tentang hal yang dipelajari. dan aktivitasnya membentuk perkembangan dan kemampuan belajar individual. System simbol ini diberikan dari orang dewasa ke anak melalui interaksi formal ataupun informal dan pengajaran. melakukan manipulasi. Hal ini tidaklah meniadakan faktor guru dalam proses pembelajaran. Sehingga alat psikologis ini dapat membantu siswa meningkatkan perkembangan mental dan berpikirnya. namun suatu abstraksi yang tumbuh . Vygotsky menekankan bahwa semua proses mental tingkat tinggi. yaitu suatu sistem organisasi aksi atau pola pikir yang membuat kita secara mental mencerminkan “berpikir mengenainya”. yaitu terhadap apa yang masing-masing partisipan kontribusikan dan buat secara bersama-sama. mereka saling bertukar ide dan cara berpikir tentang representasi dan konsep. Tahap pertama yang tidak lain model pemrosesan informasi dari teori belajar kognitif. sikap dan sistem nilai yang dimiliki anak berkembang seperti halnya cara yang dia pelajari dari lingkungannya. sesuatu yang berhubungan dengan logika dan konstruksi pengetahuan universal yang tidak dapat dipelajari secara langsung dari lingkungan. membandingkan jawaban dari siswa lain akan lebih membantu siswa dalam belajar dan memahami sesuatu. namun terdapat beberapa pendekatan konstruktivis. justru sebaliknya lah yang terjadi. berbeda dengan sistem angka arab yang biasa kita gunakan yang mempunyai lambang nol. serta kode dan lambang) memainkan peran penting dalam perkembangan kognitif. Bagaimana Pengetahuan dikonstruksi? Untuk dapat menjelaskan bagaimana pengetahuan dibentuk. Piaget percaya bahwa belajar terjadi karena siswa memang mengkonstruksi pengetahuan secara aktif darinya. baik dalam bentuk fisik atau secara simbolik. bisa dibentuk pecahan. Konstrukstivisme Individu Para psikolog konstruktivis yang tertarik dengan pengetahuan individu. tiga penjelasan yang bertahap merangkum berbagai pendekatan konstruktivisme ini: 1. 2.

Dengan kata lain apa yang telah kita diketahui akan sangat menentukan apa yang akan menjadi perhatian. Apa yang disebut pengetahuan baru ditentukan sebagiannya dengan bagaimana ide baru tersebut sesuai dengan praktek yang berlaku pada saat tersebut. Namun apa yang disebut benar dalam waktu dan tempat tertentu bisa menjadi salah di tempat dan waktu yang lain. membentuk pengetahuan dari komunitas tersebut. dipelajari. namun sebelum itu terjadi praktek yang ada terus dilakukan karena dinilai tetap menguntungkan. seperti halnya alat yang dibuat oleh komunitas. menggunakan berbagai cara yang bisa membantu dia mengingat serta mengelola pengetahuan secara unik dan lebih berarti. New York: McGraw Hill. Ideide tertentu berguna pada komunitas tertentu. Hal berikutnya dalam pendekaran konstruktivis ini adalah pertanyaan tentang apakah pengetahuan yang dibentuk itu bersifat internal. Selain itu belajar juga terkondisikan berdasar tempat berlangsungnya kegiatan. Jadinya pengetahuan tidak hanya dilihat sebagai struktur kognitif individu saja tetapi sebagai buatan dari komunitas sepanjang waktu. (2005). pengalaman pribadi (apa yang diajarkan oleh guru sains secara menyenangkan) atau aturan (untuk melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan pada pecahan maka pembilang harus disamakan terlebih dahulu). kepercayaan. singkatnya “pengetahuan bagaimana”. Disadur secara bebas dari: Hoy. generalisasi (setiap benda yang di lempar ke angkasa akan jatuh ke bumi karena adanya gaya gravitasi). Pengetahuan Prosedural. seperti anggapan bahwa bumi itu datar sebelum Colombus. yaitu:    Pengetahuan Deklaratif. 3. cara bagaimana mereka berinteraksi dan menyelesaikan suatu hal. bahasa. Guru dan siswa yang mampu menyelesaikan soal melalui rumus tertentu atau menterjemahkan teks bahasa Inggris adalah contoh kemampuan pengetahuan prosedural lainnya. yaitu pengetahuan yang bisa dideklarasikan biasanya dalam bentuk kata atau singkatnya pengetahuan konseptual. dipersepsi. namun terus tumbuh secara internal yang konsisten dan diorganisasikan seiring dengan perkembangannya. diingat ataupun dilupakan. Sepanjang waktu. Educational Administration (seventh ed. Pengetahuan tumbuh melalui interaksi faktor-faktor internal (kognitif) dan eksternal (lingkungan dan sosial). tapi juga akan membimbing proses belajar berikutnya. praktek yang ada dipertanyakan dan bisa diganti. . umum dan dapat ditransfer atau terikat dalam ruang dan waktu pada saat dibentuk. Belajar artinya menjadi lebih mampu untuk berpartisipasi dalam kegiatan dan pemakaian alat dan mendapat bagian identitas sebagai anggota komunitas. Faktor eksternal dan internal mengarahkan pembentukan pengetahuan. Menyatakan proses penjumlahan atau pengurangan pada bilangan pecahan menunjukkan pengetahuan deklaratif. Perspektif kognitif membagi jenis pengetahuan menjadi tiga bagian. W. adalah pengetahuan dalam hal “kapan dan mengapa” pengetahuan deklaratif dan prosedural digunakan. Berbagai riset terapan tentang hal ini telah banyak dilakukan dan makin membuktikan bahwa pengetahuan dasar yang luas ternyata lebih penting dibanding strategi belajar yang terbaik yang tersedia sekalipun. perilaku. Teori belajar yang berasal dari aliran psikologi kognitif ini menelaah bagaimana orang berpikir. Pengetahuan Kondisional.). keahlian. Pengetahuan bukan hanya hasil dari proses belajar sebelumnya. Terlebih bila pengetahuan dan wawasan yang luas ini disertai dengan strategi yang baik tentu akan membawa hasil lebih baik lagi tentunya. G. biasa yang disebut enkulturasi atau proses mengadopsi norma-norma. Pengetahuan deklaratif rentangnya sangat beragam. berarti dia sudah menguasai pengetahuan prosedural hal tersebut. Pengetahuan bukan sekedar benar atau salah. Seperti halnya siswa yang mampu berenang dalam satu gaya tertentu.dan berkembang dengan aktivitas kognitif. mempelajari konsep dan menyelesaikan masalah. namun bila siswa mampu mengerjakan perhitungan tersebut maka dia sudah memiliki pengetahuan prosedural. yaitu pengetahuan tentang tahapan yang harus dilakukan misalnya dalam hal pembagian satu bilangan ataupun cara kita mengemudikan sepeda. namun tidak bermanfaat apa-apa di komunitas lain. Jenis Pengetahuan Menurut pendekatan kognitif yang mutakhir. K. Deskripsi Vygotsky tentang perkembangan kognitif melalui pengenalan dan pemakaian alat-alat budaya seperti bahasa konsisten dengan pandangan ini. Tidak seperti halnya belajar menurut perspektif behavioris dimana perilaku manusia tunduk pada peneguhan dan hukuman. Hal yang menjadi pembahasan sehubungan dengan teori belajar ini adalah tentang jenis pengetahuan dan memori. & Miskel. dengan kata lain penguasaan pengetahuan ini juga dicirikan oleh praktek yang dilakukan. elemen terpenting dalam proses belajar adalah pengetahuan yang dimiliki oleh tiap individu kepada situasi belajar.. C. bisa berupa pengetahuan tentang fakta (misalnya. pada perspektif kognitif ternyata ditemui tiap individu justru merencakan respons perilakunya. sikap dari satu komunitas tertentu. bumi berputar mengelingi matahari dalam kurun waktu tertentu). Apa yang dijelaskan oleh Vigotsky bahwa belajar tergantung konteks sosial dan berada dalam lingkup budaya tertentu memang tepat. Apa yang dilakukan oleh komunitas.

namun dalam kesempatan berbeda seperti l. dalam hal „l‟ konteks dan pengetahuan kita akan menentukan makna yang akan diberikan. l. Dalam menyelesaikan persoalan perhitungan kimia misalnya. bau. informasi yang didapat menjadi tersedia untuk proses selanjutnya. namun sayangnya mengaplikasikannya pada waktu dan tempat yang kurang tepat. Siswa tidak dapat memahami apa yang mereka tidak kenali atau tidak dapat dipersepsi. Memori kerja adalah tempat dimana informasi baru ini berada dan digabungkan dengan pengetahuan yang berasal dari memori jangka panjang.    Memori Sensori adalah sistem mengingat stimuli secara cepat sehingga analisis persepsi dapat terjadi. Memori Kerja atau memori jangka pendek. m.Sedangkan pengetahuan kondisional adalah kemampuan untuk dapat mengaplikasikan kedua jenis pengetahuan di atas. Terkadang siswa mengetahui fakta dan dapat melakukan satu prosedur pemecahan masalah tertentu. memberikan kejutan siswa. akan membantu mereka memahami satu prinsip lebih mendalam. Arti yang diberikan berasal dari realitas objektif serta dari pengetahuan kita sebelumnya. Memori Sensori Memori sensori adalah sistem yang bekerja seketika melalui alat indera dinama kita memberikan arti kepada stimuli yang datang dinamakan persepsi. ataupun saat kita membaca huruf kanji dari koran berbahasa Jepang dimana kita tidak punya kemampuan untuk memahaminya. Perhatian adalah tahap pertama dalam belajar. menanyakan hal yang menantang. 4 maka symbol yang sama bermakna angka satu. Tentunya banyak faktor yang mempengaruhi perhatian siswa. Memori Jangka Panjang menyimpan informasi yang sangat besar dalam waktu yang lama. biasanya stimuli lainnya akan ditolak. mengubah frekuensi suara dan jedanya akan dapat membantu menarik perhatian dari siswa. Model Pengolahan Informasi Untuk menggunakan tiga jenis pengetahuan di atas. karena menentukan penggunaan konsep dan prosedur yang tepat. mengetahui prosedural penyelesaian masalah serta tahu kapan dan mengapa menggunakan pengetahuan tersebut adalah hasil belajar yang berbedabeda. Informasi di dalamnya disimpan dalam bentuk secara verbal dan visual. Memori sensori akan menangkap stimuli dan mempersepsi. Mengetahui sesuatu topik. Kapasitas memori kerja ini sangat . suara. Namun menarik perhatian siswa adalah hal pertama. dan tentu saja ini perlu diajarkan dengan cara yang berbeda pula. digaris bawahi atau ditandai. suatu symbol „l‟ akan dipersepsi sebagai huruf alpabet tertentu kalau kita menggolongkannya dalam urutan j. memori kerja dan memori jangka panjang. memberikan masalah yang dilematis. atau memberikan makna. mengubah metoda mengajar dan tugas. tentunya kita harus dapat mengingatnya dengan baik. 2. gerakan. yang cukup lama untuk pengolahan informasi terjadi. menyimpan lima sampai sembilan informasi pada satu waktu sampai sekitar 20 detik. maka symbol itu kemungkinan tidak bermakna apapun. Hal yang sangat penting jadinya untuk mengidentifikasi jenis pengetahuan ini bagi guru ketika mengajar. Namun karena keterbatasan kemampuan. walaupun matanya melihat deretan simbol yang sama seperti Anda. membuat mereka untuk tetap fokus pada pelajaran dan tugasnya juga hal yang kritis berikutnya harus dilakukan oleh guru. siswa harus dapat mengidentifikasi terlebih dahulu persamaan apa yang perlu dipakai (pengetahuan deklaratif) sebelum melakukan proses perhitungan (pengetahuan prosedural). bagi seseorang yang tidak mempunyai pengetahuan tentang angka atau huruf. Informasi yang dikodekan (decode) serta persepsi tiap individu akan menentukan apa yang perlu disimpan di memori kerja ini. dengan kata lain saat perhatian penuh sangat diperlukan. Hal ini menunjukkan bahwa perhatian sangatlah selektif. Mempelajari informasi tentang pokok bahasan tertentu tidak selalu menyebabkan siswa akan menggunakan informasi tersebut. Hal berikutnya teori belajar yang dibahas dalam perspektif kognitif ini adalah tentang bagaimana individu mengingat dan bagian apa saja dari memori yang bekerja dalam proses berpikir seperti pada pemecahan masalah. Contohnya. Memori Kerja Saat stimulus dipersepsi dan diubah menjadi suatu pola gambar atau suara. Memori sensori tidak hanya bekerja untuk simbol saja namun juga dalam hal warna. Tidak juga latihan menyelesaikan banyak soal pada topik bahasan tertentu. Tampilan atau aksi yang dramatis dapat mencuri perhatian siswa pada awal pembelajaran. kita hanya dapat memfokuskan pada beberapa stimuli saja dan mengingkari yang lainnya. Model pengolahan informasi merupakan salah satu model dari perspektif teori belajar ini yang menjelaskan kerja memori manusia sesuai dengan analogi komputer. suhu dan lainnya yang semuanya harus dipersepsi secara simultan. Cara lainnya adalah melalui perlakuan pada kata yang diucapkan atau ditulis oleh guru dengan warna yang kontras. Misalnya teks yang Anda baca saat ini akan dipersepsi berbeda oleh orang lain yang tidak mengerti bahasa Indonesia ataupun yang buta huruf. k. Pengetahuan kondisional ini jadinya merupakan hal yang penting dimiliki siswa. yang meliputi tiga macam sistem penyimpanan ingatan: memori sensori. 3. memangil siswa secara acak.

Latihan pengelolaan dilakukan dengan pengulangan informasi di pikiran anda. maka dia akan langsung mengaktifkan pengetahuan yang ada dan memberikan pemahaman yang lebih baik serta lengkap. Dalam memori jangka panjang inilah berbagai informasi disimpan dan dihubungkan dalam bentuk gambaran dan skema. Banyaknya bit informasi. Sedangkan semantik memori adalah memori untuk pemahaman. konsep atau keterampilan. Untuk mempelajari suatu prosedur seperti mengendarai sepeda. suatu pola struktur data yang membuat kita bisa menggabungkan informasi kompleks yang sangat besar. Dengan kata lain. kita tidak bisa memahami susunan kata dalam satu kalimat dan gabungan antara kalimat yang berdekatan. Sepanjang anda terus melakukan pengulangan informasi. dari berbagai eksperimen kapasitas yang dapat disimpan sekitar lima sampai sembilan hal baru dalam satu waktu. hal itu akan berada di memori kerja. maka jenis memori ini harus terus diaktifkan. dua hal yang disimpan dalam semantik memori disebut dengan imaji dan skema. kebanyakan orang memakai strategi tertentu untuk mengingatnya. namun untuk dapat disimpan di memori jangka panjang membutuhkan usaha tertentu. khususnya ingatan yang bersifat pribadi. Informasi yang dielaborasi ketika pertama dipelajari mudah untuk dipanggil karena elaborasi adalah bentuk pengaktifan memori kerja yang membuat informasi terus aktif untuk kemudian disimpan di memori jangka panjang. Pada saat kita membentuk bayangan tertentu kita mengingat atau mengkreasi kembali karakteristik fisik dan struktur spasial dari informasi. dan saat satu informasi secara aman sudah disimpan. Deretan enam angka seperti 1. dan 0 akan lebih mudah diingat dalam bentuk dua digit (15. tetapi membantu memindahkan informasi memori jangka pendek ke memori jangka panjang. Hal lainnya dari memori kerja ini adalah waktu yang digunakannya pun hanya sekitar 5 sampai 20 detik saja. Akses pada informasi membutuhkan waktu dan usaha karena kita harus mencarinya dalam lautan informasi yang luas dalam memori jangka panjang. Jika dilakukan cara ini. Kita dapat mengingat informasi lebih banyak jika dapat mengelompokkan tiap-tiap bit menjadi unit yang berarti. Episodik adalah jenis memori yang berhubungan dengan informasi pada waktu dan tempat tertentu. Memori Jangka Panjang Informasi memasuki memori kerja dengan cepat. kita menerapkan skema yang ada dan melukiskannya pada pengetahuan sebelumnya untuk membentuk pemahaman yang baru saat kita memperbaiki pengetahuan yang ada. Cara latihan elaboratif adalah dengan menghubungkan sesuatu yang baru dengan apa yang sudah diketahui. contohnya kita bisa menceritakan detail percakapan. pengetahuan ini dapat terus diingat dalam waktu yang lama. akan tetap ada disana dalam waktu yang tak terbatas. 8. namun setelah dipelajari. atau jalannya cerita dari satu film. maka makin otomatis reaksi yang dilakukan. kita dibantu dengan elaborasi. Latihan elaboratif ini tidak hanya meningkatkan memori kerja. Elaborasi adalah memberikan arti pada infrormasi baru dengan menghubungkannya dengan pengetahuan yang sudah ada. Imaji dapat berguna misalnya dalam menyusun keputusan praktis bagaimana menempatkan meja di satu ruangan atau jalur yang akan di tempuh ke satu lokasi. misalnya saat guru menerima info baru tentang pengalaman yang sudah dipahaminya. Biasanya makin sering satu prosedur dilakukan. adalah sisi keterbatasan memori kerja. yang kemudian untuk dipergunakan dan setelah itu tidak perlu diingat lagi. Sedangkan skema adalah stuktur pengetahuan abstrak yang mengatur sejumlah besar informasi. Kita tidak dapat memanggil kedua nomor telepon tadi karena terbatasnya kapasitas memori kerja ini. Memori jenis ini bersifat teratur. Untuk memanggil dan menambah informasi di memori jangka panjang. namun kapasitas memori jangka panjang dapat dikatakan hampir tak terbatas. kalau tidak maka informasi yang didapat menjadi hilang. bukannya ukuran setiap bit. Skema adalah pola atau panduan untuk memahami kejadian. membuat kesimpulan dan memahami informasi baru. 1. Karena sedikit dan sempitnya memori ini bekerja. Elaborasi juga membangun . Cara ini dapat berguna untuk mengingat sesuatu. 18 dan 20) atau tiga digit (151. yaitu: episodik. 2. Bila kapasitas memori kerja sangat terbatas. Terdapat tiga jenis memori jangka panjang. Kebanyakan kita tidak pernah menghitung kapasitasnya. Memori yang berhubungan dengan bagaimana melakukan sesuatu disebut memori prosedural. Namun walaupun begitu waktu tersebut sangat cukup misalnya untuk mengingat dan memahami apa yang anda baca dalam bagian awal kalimat ini sebelum mencapai akhir kalimat. organisasi dan penggunaan konteks. Imaji adalah representasi yang didasarkan pada persepsi visual terhadap struktur informasi. seperti nomor telepon. Terkadang elaborasi terjadi secara otomatis. maka kita cukup perlu mengingat dua atau tiga informasi saja dalam satu waktu dibanding enam buah. Tanpa adanya memori kerja. 5. Cara yang pertama adalah strategi latihan yang terbagi menjadi pengelolaan dan elaboratif. Secara teoritis walaupun kita mampu untuk mengingat sebanyak yang kita mau namun tantangannya justru adalah memanggilnya yaitu mendapatkan informasi yang tepat sesuai keinginan. namun hal yang berbeda bila disuruh untuk mengingat dua buah nomor telepon (14 desimal). prosedural dan semantik. yaitu informasi yang sudah terdapat di memori jangka panjang. yaitu memori untuk konsep. 820). Supaya apa yang diingat bisa lebih panjang dari 20 detik.terbatas. Cara kedua adalah dengan pengelompokkan (chunking) yang dipergunakan untuk menanggulangi terbatasnya kapasitas memori kerja. Satu nomor telepon sepanjang tujuh desimal dapat diingat oleh rata-rata manusia dewasa. dan informasi yang jarang dipakai biasanya akan makin sulit untuk ditemukan. prinsip dan hubungannya.

Marilyn dan Tony. 1999: 62). (2005). Kita membantu siswa dalam elaborasi dengan menyuruh mereka menuliskan informasi sesuai dengan kata yang mereka susun sendiri atau dengan membuat contoh yang relevan. makin banyak peta jalan tersedia untuk diikuti dalam mencari sumber pengetahuan aslinya. Dalam penjelasan lain . Ketika anda mencoba mengingat satu informasi. Lebih jauh Piaget mengemukakan bahwa pengetahuan tidak diperoleh secara pasif oleh seseorang. Pandangan tentang anak dari kalangan konstruktivistik yang lebih mutakhir yang dikembangkan dari teori belajar kognitif Piaget menyatakan bahwa ilmu pengetahuan dibangun dalam pikiran seorang anak dengan kegiatan asimilasi dan akomodasi sesuai dengan skemata yang dimilikinya. Setiap tahap perkembangan intelektual yang dimaksud dilengkapi dengan ciri-ciri tertentu dalam mengkonstruksi ilmu pengetahuan. Berikut adalah tiga dalil pokok Piaget dalam kaitannya dengan tahap perkembangan intelektual atau tahap perkembangan kognitif atau biasa juga disebut tahap perkembagan mental. (2) belajar mempertimbangkan seoptimal mungkin proses keterlibatan siswa. Aspek fisik dan emosional dari konteks dipelajari bersamaan degan informasi lainnya. materi. Penemuan atau discovery dalam belajar lebih mudah diperoleh dalam konteks sosial budaya seseorang (Poedjiadi. Konteks adalah elemen lainnya dari proses yang mempengaruhi belajar. melainkan melalui tindakan. yang dikemas dalam tahap perkembangan intelektual dari lahir hingga dewasa. sehingga melahirkan perubahan tingkah laku. 1998: 5). Piaget yang dikenal sebagai konstruktivis pertama (Dahar. (4) pembelajaran bukanlah transmisi pengetahuan. pengelompokan. Teori ini biasa juga disebut teori perkembangan intelektual atau teori perkembangan kognitif. perkembangan kognitif itu sendiri merupakan proses berkesinambungan tentang keadaan ketidak-seimbangan dan keadaan keseimbangan (Poedjiadi. Berkaitan dengan anak dan lingkungan belajarnya menurut pandangan konstruktivisme. dapat dipahami bahwa belajar adalah suatu aktivitas yang berlangsung secara interaktif antara faktor intern pada diri pebelajar dengan faktor ekstern atau lingkungan. Makin banyak informasi dihubungan dengan hal lainnya. Disadur secara bebas dari:Hoy. Sehingga mengkondisikan suasana test sebelum ujian yang sesungguhnya akan berpengaruh memperbaiki kinerja. Makin sering seorang individu mengelaborasi ide baru. Dari pengertian di atas. Teori belajar tersebut berkenaan dengan kesiapan anak untuk belajar. Berbeda dengan kontruktivisme kognitif ala Piaget. (5) kurikulum bukanlah sekedar dipelajari. Bahan ajar yang terorganisir dengan baik tentunya akan lebih mudah dipelajari dibandingkan yang tidak teratur. Maksudnya. Driver dan Bell (dalam Susan. & Miskel. namun kalau anda dapat menggambarkannya secara mental hal tersebut anda dapat meningkatkan daya ingat anda. hal itu akan dibantu jika konteks yang ada mirip dengan dengan kondisi kita mendapat informasinya. maka miskonsepsi ini pun akan disimpan dan terus diingat oleh siswa. sehingga informasi tersebut mempunyai tempat (Ruseffendi 1988: 133). Tentu saja kita tidak bisa selalu pergi ke tempat yang sama saat anda mulai memahami suatu hal. perkembangan kognitif anak bergantung pada seberapa jauh mereka aktif memanipulasi dan berinteraksi dengan lingkungannya. 1995: 222) mengajukan karakteristik sebagai berikut: (1) siswa tidak dipandang sebagai sesuatu yang pasif melainkan memiliki tujuan. 1988: 132). Educational Administration (seventh ed. (1) perkembangan intelektual terjadi melalui tahap-tahap beruntun yang selalu terjadi dengan urutan yang sama. saat siswa melakukan elaborasi informasi baru dengan menghubungkannya ke hal yang tidak tepat dan mengembangkan penjelasan yang rancu.hubungan tambahan pada pengetahuan yang sudah dipunyai.. setiap manusia akan mengalami urutan-urutan tersebut dan dengan urutan yang sama. Ruseffendi (1988: 133) mengemukakan. W. Sedangkan. Hal yang sebaliknya bisa terjadi. akomodasi adalah menyusun kembali struktur pikiran karena adanya informasi baru. Selanjutnya. 1996: 7). 1999: 61). dan sumber. (2) tahap-tahap tersebut didefinisikan sebagai suatu cluster dari operasi mental (pengurutan. Dari pandangan Piaget tentang tahap perkembangan kognitif anak dapat dipahami bahwa pada tahap tertentu cara maupun kemampuan anak mengkonstruksi ilmu berbeda-beda berdasarkan kematangan intelektual anak. Belajar merupakan proses aktif untuk mengembangkan skemata sehingga pengetahuan terkait bagaikan jaring laba-laba dan bukan sekedar tersusun secara hirarkis (Hudoyo. Bahkan. G. C. melainkan melibatkan pengaturan situasi kelas. Asimilasi adalah penyerapan informasi baru dalam pikiran. khususnya bila informasi didalamnya juga kompleks. K. pada tahap sensori motor anak berpikir melalui gerakan atau perbuatan (Ruseffendi. Pengertian tentang akomodasi yang lain adalah proses mental yang meliputi pembentukan skema baru yang cocok dengan ransangan baru atau memodifikasi skema yang sudah ada sehingga cocok dengan rangsangan itu (Suparno. konstruktivisme sosial yang dikembangkan oleh Vigotsky adalah bahwa belajar bagi anak dilakukan dalam interaksi dengan lingkungan sosial maupun fisik. pembuatan hipotesis dan penarikan kesimpulan) yang menunjukkan adanya tingkah laku intelektual dan (3) gerak melalui tahap-tahap tersebut dilengkapi oleh keseimbangan (equilibration). New York: McGraw Hill.). A. 1989: 159) menegaskan bahwa pengetahuan tersebut dibangun dalam pikiran anak melalui asimilasi dan akomodasi. Menempatkan konsep dalam suatu struktur membantu anda belajar dan mengingat baik untuk definisi umum dan contoh spesifiknya. Organisasi pengetahuan yang dimiliki juga meningkatkan belajar. Sedangkan. Hakikat Anak Menurut Pandangan Teori Belajar Konstruktivisme Salah satu teori atau pandangan yang sangat terkenal berkaitan dengan teori belajar konstruktivisme adalah teori perkembangan mental Piaget. pengekalan. maka dia akan membuatnya dengan bahasa dia sendiri yang menyebabkan makin baiknya pemahamannya dia tentang pengetahuan tersebut. Misalnya. (3) pengetahuan bukan sesuatu yang datang dari luar melainkan dikonstruksi secara personal. melainkan seperangkat pembelajaran. proses pengembangan yang menguraikan tentang interaksi antara pengalaman (asimilasi) dan struktur kognitif yang timbul (akomodasi).

pengalaman belajar yang lalu dari seseorang akan mempengaruhi terjadinya proses belajar tersebut. (4) memberi pengalaman yang berhubungan dengan gagasan yang telah dimiliki siswa. Bukan kepatuhan siswa dalam refleksi atas apa yang telah diperintahkan dan dilakukan oleh guru. (2) memberi kesempatan kepada siswa untuk berfikir tentang pengalamannya sehingga menjadi lebih kreatif dan imajinatif. untuk mempelajari suatu materi yang baru. Tasker (1992: 30) mengemukakan tiga penekanan dalam teori belajar konstruktivisme sebagai berikut. Dalam upaya mengimplementasikan teori belajar konstruktivisme. (3) memberi kesempatan kepada siswa untuk mencoba gagasan baru. dan teman yang membuat situasi yang kondusif untuk terjadinya konstruksi pengetahuan pada diri peserta didik. Hanbury (1996: 3) mengemukakan sejumlah aspek dalam kaitannya dengan pembelajaran. Pertama adalah peran aktif siswa dalam mengkonstruksi pengetahuan secara bermakna. bahwa siswa harus aktif secara mental membangun struktur pengetahuannya berdasarkan kematangan kognitif yang dimilikinya. fungsi kognisi bersifat adaptif dan membantu pengorganisasian melalui pengalaman nyata yang dimiliki anak. pengertahuan tidak dapat dipindahkan begitu saja dari pikiran guru ke pikiran siswa. . Dari beberapa pandangan di atas. Oleh karena itu. sebagai berikut: (1) memberi kesempatan kepada siswa untuk mengemukakan gagasannya dengan bahasa sendiri. Dengan kata lain. tetapi secara aktif oleh struktur kognitif siswa. pengetahuan tidak dapat diperoleh secara pasif. Guru hanyalah berfungsi sebagai mediator. Kedua pengertian di atas menekankan bagaimana pentingnya keterlibatan anak secara aktif dalam proses pengaitan sejumlah gagasan dan pengkonstruksian ilmu pengetahuan melalui lingkungannya. Dengan kata lain. yaitu (1) siswa mengkonstruksi pengetahuan dengan cara mengintegrasikan ide yang mereka miliki. B. Artinya. (2) kurikulum dirancang sedemikian rupa sehingga terjadi situasi yang memungkinkan pengetahuan dan keterampilan dapat dikonstruksi oleh peserta didik. siswa lebih diutamakan untuk mengkonstruksi sendiri pengetahuan mereka melalui asimilasi dan akomodasi. Ketiga adalah mengaitkan antara gagasan dengan informasi baru yang diterima. (2) pembelajaran menjadi lebih bermakna karena siswa mengerti. Adapun implikasi dari teori belajar konstruktivisme dalam pendidikan anak (Poedjiadi. latihan memcahkan masalah seringkali dilakukan melalui belajar kelompok dengan menganalisis masalah dalam kehidupan sehari-hari dan (3) peserta didik diharapkan selalu aktif dan dapat menemukan cara belajar yang sesuai bagi dirinya. Sehubungan dengan hal di atas. Tytler (1996: 20) mengajukan beberapa saran yang berkaitan dengan rancangan pembelajaran. 1999: 63) adalah sebagai berikut: (1) tujuan pendidikan menurut teori belajar konstruktivisme adalah menghasilkan individu atau anak yang memiliki kemampuan berfikir untuk menyelesaikan setiap persoalan yang dihadapi. fasilitor. (3) strategi siswa lebih bernilai. Kedua adalah pentingya membuat kaitan antara gagasan dalam pengkonstruksian secara bermakna. dan (4) siswa mempunyai kesempatan untuk berdiskusi dan saling bertukar pengalaman dan ilmu pengetahuan dengan temannya. Hakikat Pembelajaran Menurut Teori Belajar Konstruktivisme Sebagaimana telah dikemukakan bahwa menurut teori belajar konstruktivisme. (5) mendorong siswa untuk memikirkan perubahan gagasan mereka. dapat disimpulkan bahwa pembelajaran yang mengacu kepada teori belajar konstruktivisme lebih menfokuskan pada kesuksesan siswa dalam mengorganisasikan pengalaman mereka. Bahkan secara spesifik Hudoyo (1990: 4) mengatakan bahwa seseorang akan lebih mudah mempelajari sesuatu bila belajar itu didasari kepada apa yang telah diketahui orang lain. Pertama. Kedua. siswa tidak diharapkan sebagai botol-botol kecil yang siap diisi dengan berbagai ilmu pengetahuan sesuai dengan kehendak guru. Selain penekanan dan tahap-tahap tertentu yang perlu diperhatikan dalam teori belajar konstruktivisme. Wheatley (1991: 12) mendukung pendapat di atas dengan mengajukan dua prinsip utama dalam pembelajaran dengan teori belajar konstrukltivisme.Tanjung (1998: 7) mengatakan bahwa inti konstruktivis Vigotsky adalah interaksi antara aspek internal dan ekternal yang penekanannya pada lingkungan sosial dalam belajar. Selain itu. dan (6) menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.

17 Februari 2012) RUBRIK PENILAIAN SPEAKING ASPEK SKOR 5 4 3 Pengucapan 2 1 KETERANGAN □ Mudah dipahami dan memiliki aksen penutur asli □ Mudah dipahami meskipun dengan aksen tertentu □ Ada masalah pengucapan yang membuat pendengar harus konsentrasi penuh dan kadang-kadang ada kesalahpahaman □ Sulit dipahami karena ada masalah pengucapan. percakapan menjadi terbatas karena keterbatasan kosa kata □ Menggunakan kosa kata secara salah dan kosa kata terbatas sehingga sulit dipahami □ Kosa kata sangat terbatas sehingga percakapan tidak mungkin terjadi Kosa Kata 2 1 ASPEK SKOR 5 4 □ Lancar seperti penutur asli KETERANGAN □ Kelancaran tampak sedikit terganggu oleh masalah bahasa □ Kelancaran agak banyak terganggu oleh masalah bahasa □ Sering ragu-ragu dan terhenti karena keterbatasan bahasa □ Bicara terputus-putus dan terhenti sehingga percakapan tidak mungkin terjadi Kelancaran 3 2 1 .CONTOH RUBRIK PENILAIAN BAHASA INGGRIS Rubrik Penilaian Pembelajaran Bahasa Inggris (Jumat. sering diminta mengulang □ Masalah pengucapan serius sehingga tidak bisa dipahami ASPEK SKOR 5 4 KETERANGAN □ Tidak ada atau sedikit kesalahan tata bahasa □ Kadang-kadang membuat kesalahan tata bahasa tetapi tidak mempengaruhi makna □ Sering membuat kesalahan tata bahasa yang mempengaruhi makna □ Banyak kesalahan tata bahasa yang menghambat makna dan sering menata ulang kalimat □ Kesalahan tata bahasa begitu parah sehingga sulit dipahami Tata Bahasa 3 2 1 ASPEK SKOR 5 4 3 KETERANGAN □ Menggunakan kosa kata dan ungkapan seperti penutur asli □ Kadang-kadang menggunakan kosa kata yang tidak tepat □ Sering menggunakan kosa kata yang tidak tepat.

Accuracy 3. Fluency 2. Fluency 50 60 70 80 50 60 70 80 50 60 70 80 50 60 70 80 : : : : : : : : : : : : : : : Bila terjadi hesitasi Lancar. Pronunciation 4. Pronunciation 4. Intonation . tetapi masih ada hesitasi Lancar Sangat lancar Semua ucapan tidak dapat dipahami Sebagian kecil ucapan sudah dapat dipahami Sebagain besar ucapan sudah dapat dipahami Semua ucapan dapat dipahami Hampir semua ucapan tidak benar Sebagian kecil ucapan sudah benar Sebagian besar ucapan benar Semua ucapan benar Tekanan/irama semua kata salah Tekanan/irama sebagian kecil kata benar Tekanan/irama sebagian besar kata benar Tekanan/irama semua kata.ASPEK SKOR 5 4 3 KETERANGAN □ Memahami semua tanpa mengalami kesulitan □ Memahami hampir semuanya. frasa. Accuracy 3. Intonation Keterangan untuk : 1. kalimat benar 60 : _________________________ : _________________________ SKOR 70 80 TOTAL 2. walau ada pengulangan pada bagian tertentu □ Memahami sebagian besar apa yang dikatakan bila bicara agak diperlambat walau ada pengulangan □ Susah mengikuti apa yang dikatakan. □ Tidak bisa memahami walaupun percakapan sederhana Pemahaman 2 1 LEMBAR PENILAIAN READING ALOUD Nama siswa Kelas ASPEK 50 1.

ungkapan tertata dengan baik dan teratur. interpretasi kadang tidak konsisten dengan fakta. hubungan antar bagian teks kadang tidak jelas 17-16 □ Inadequate : Komunikasi tidak efektif. organisasi dan urutan ungkapan umumnya tertata dengan baik dan teratur. informasi dan interpretasi tidak relevan. KRITERIA SKOR DESKRIPSI □ Excellent to very good : Bahasa yang digunakan sangat sesuai dengan bentuk teks yang diberikan dan konteks komunikasi □ Good : Umumnya bahasa yang digunakan sesuai dengan bentuk teks yang diberikan dan konteks komunikasi □ Fair : Bahasa yang digunakan tidak konsisten dengan bentuk teks yang diberikan dan konteks komunikasi □ Inadequate : Bahasa yang digunakan tidak sesuai dengan bentuk teks yang diberikan dan konteks komunikasi □ Inacceptable : Bahasa yang digunakan sangat buruk Kesesuaian 25-23 bahasa (sejauh mana bahasa digunakan sesuai 22-20 dengan konteks komunikasi 19-18 17-16 15-0 . minim pembahasan. interpretasi sangat kuat dan mendukung. 17-0 □ Inacceptable: Mengabaikan atau kurang memahami tugas. pembahasan dapat diterima tapi kadang tidak konsisten. tidak mengikuti bentuk teks khusus. hubungan antar bagian teks umumnya jelas 19-18 □ Fair : Komunikasi kadang cukup efektif. 15-0 □ Inacceptable : Tidak bisa dipahami sama sekali. KRITERIA SKOR DESKRIPSI Kesesuaian 25-23 □ Excellent to very good : Komunikasi efektif. interpretasi umumnya mendukung. mangabaikan bentuk teks khusus. pembahasan mampu.PEDOMAN dan RUBRIK PENILAIAN (Writing Competence) KRITERIA SKOR DESKRIPSI Kesesuaian tugas 30-27 □ Excellent to very good: Menanggapi tugas dengan sempurna. pembahasan / isi (sejauh mana sempurna. penataan dan urutan ungkapan antar bagian teks tidak jelas. konsisten bentuk teks khusus kadang terabaikan. pembahasan tidak lengkap dan tidak konsisten. umumnya konsisten dengan bentuk teks pembaca) khusus. tidak ada penataan teks. informasi umumnya relevan dan tepat. 23-21 □ Fair: Kurang mampu menanggapi tugas. hubungan antar bagian (sejauh mana teks jelas penataan tulisan m‟hitungkan 22-20 □ Good : Komunikasi cukup efektif. maksud tidak jelas. interpretasi tidak konsisten dengan fakta. tulisan mencapai tujuan) 26-24 □ Good: Mampu menanggapi tugas. informasi kadang tidak relevan/tidak tepat. sangat konsisten dengan bentuk langkah retorika teks khusus. penataan ungkapan kadang sulit diikuti. informasi sering tidak relevan/tidak tepat. informasi relevan dan tepat. 20-18 □ Inadequate: Tidak bisa menanggapi tugas.

spelling. accents. accents. dan neatness sangat memenuhi aturan-aturan teks (genre) □ Good : Layout. verb conjunction. verb conjunction. verb conjunction. capitalization. dll) 15-14 13-12 11-0 . spelling. punctuation. accents. capitalization. dan neatness tidak memenuhi aturan-aturan teks (genre) Kelayakan 20-18 bentuk (sejauh mana tulisan memenuhi aturan-aturan 17-16 bentuk spelling. agreements.KRITERIA SKOR DESKRIPSI □ Excellent to very good : Layout. spelling. accents. kerapian. punctuation. dan neatness sebagian memenuhi aturan-aturan teks (genre) □ Inadequate : Layout. dan neatness umumnya tidak memenuhi aturan-aturan teks (genre) □ Inacceptable : Layout. agreements. punctuation. agreements. capitalization. spelling. capitalization. accents. verb conjunction. verb conjunction. punctuation. agreements. punctuation. agreements. capitalization. dan neatness umumnya memenuhi aturan-aturan teks (genre) □ Fair : Layout. spelling.

Tingkat pencapaian kompetensi atau tujuan instruksional dari kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan itu dapat dinyatakan dengan nilai B. Adapun langkah-langkah pokok dalam penilaian secara umum terdiri dari: (1)perencanaan. Artinya bahwa sebelum melakukan asesmen ataupun evaluasi lebih dahulu dilakukan pengukuran Sekalipun makna dari ketiga istilah (measurement. b). sistematik dan terarah berdasarkan atas tujuan yang jelas. Pengajar harus mengetahui sejauh mana pebelajar (learner) telah mengerti bahan yang telah diajarkan atau sejauh mana tujuan/kompetensi dari kegiatan pembelajaran yang dikelola dapat dicapai. .hasil pengukuran kuantitatif.alat ukur. bahkan merupakan instrumen untuk melakukan penilaian. Dengan penilaian. Penjelasan dari setiap fungsi tersebut adalah: a) Fungsi seleksi. pengertian asesmen (assessment) adalah kegiatan mengukur dan mengadakan estimasi terhadap hasil pengukuran atau membanding-bandingkan dan tidak sampai ke taraf pengambilan keputusan. ( 4). dalam konteks penilaian ada beberapa istilah yang digunakan. 3).Proses penentuan nilai berdasarkan data kuantitatif hasilpengukuran untuk keperluan pengambilan keputusan. bagaimana pengajar (guru) dapat mengetahui hasil pembelajaran yang telah dilakukan. Berdasarkan pada berbagai batasan 3 jenis penilaian di atas.guna mengetahui keberhasilan suatu proses dan hasil pembelajaran. yakni pengukuran. dan evaluasi pada umumnya diawali dengan kegiatan pengukuran (measurement) serta pembandingan (assessment). c). 4) Untuk memperoleh masukan atau umpan balik bagi guru dan siswa dalam rangka perbaikan. assessment. Namun. Adapun asesmen berada di antara kegiatan pengukuran dan evaluasi. Pengukuran lebih bersifat kuantitatif. 2). maka dapat diketahui bahwa perbedaan antara evaluasi dengan pengukuran adalah dalam hal jawaban terhadap pertanyaan “what value” untuk evaluasi dan “how much” untuk pengukuran. yakni: a). 5). Unsur pokok dalam kegiatan pengukuran ini. intelegensi. antara lain adalah sebagai berikut: 1). 15 Februari 2012) A.Kegiatan untuk menilai sesuatu secara terencana. Tujuan dan Fungsi Evaluasi Dalam konteks pelaksanaan pendidikan. yang secara secara harfiah dapat diartikan sebagai penilaian. (3)verifikasi data. Sementara.KARAKTERISTIK PENILAIAN YANG BAIK (Rabu. Penilaian hasil belajar pada dasarnya adalah mempermasalahkan. guruakan mengetahui perkembangan hasil belajar. 3) Untuk mengetahui kedudukan siswa dalam kelompoknya. Selain fungsi di atas.Suatu proses sistematik untuk mengetahui tingkat keberhasilan sesuatu. namun dalam kegiatan pembelajaran terkadang sulit untuk membedakan dan memisahkan batasan antara ketiganya. minat. evaluasi memiliki beberapa tujuan. evaluation) secara teoretik definisinya berbeda.ada objek ukur. (4)analisis data. dari sisi terminologis ada beberapa definisi yang dapat dikemukakan. dan (5)interpretasi data. yaitu menyeleksi calon peserta suatu lembaga pendidikan/kursus berdasarkan kriteria tertentu. Pengertian Evaluasi Pembelajaran Sesungguhnya. penilaian juga dapat berfungsi sebagai alat seleksi. dan diagnostik. sikap dan kepribadian siswa atau peserta didik.tujuan pengukuran. Evaluasi berfungsi atau dilaksanakan untuk keperluan seleksi. penempatan. hubungan sosial. 2) Untuk mengetahui efektivitas metode pembelajaran. antara lain sebagai berikut: 1) Untuk mengetahui kemajuan belajar siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran dalam jangka waktu tertentu. (2)pengumpulan data.proses pengukuran. Pengukuran atau measurement merupakan suatu proses atau kegiatan untuk menentukan kuantitas sesuatu yang bersifat numerik. Sedangkan evaluasi secara etimologi berasal dari bahasa Inggeris evaluation yang bertarti value. assessment dan evaluasi. bakat khusus. Evaluasi merupakan salah satu kegiatan utama yang harus dilakukan oleh seorang guru dalam kegiatan pembelajaran.

c) Memberikan masukan kepada guru untuk memperbaiki program pembelajarannya di kelas apabila terjadi hambatan dalam proses pembelajaran. b) Memantau kemajuan dan mendiagnosis kesulitan belajar siswa. sehingga menumbuhkan motivasi untuk memperbaiki prestasi belajar pada waktu berikutnya. PBK mengidentifikasi pencapaian kompetensi dan hasil belajar yang dikemukakan melalui pernyataan yang jelas tentang standar yang harus dan telah dicapai disertai dengan peta kemajuan belajar siswa dan pelaporan. pemilihan bahan ajar atau buku ajar. dan akhir).1: PBK sebagai bagian dari evaluasi PBK mencakup kegiatan pengumpulan informasi tentang pencapaian hasil belajar siswa dan pembuatan keputusan tentang hasil belajar siswa berdasarkan informasi tersebut. dan penyusunan silabus telah memadai? Pada pelaksanaan PBK. Evaluasi diagnostik berfungsi atau dilaksanakan untuk mengidentifikasi kesulitan belajar yang dialami peserta didik. dan bagi siswa secara individu pada khususnya. kemajuan dan kemampuannya. maka guru perlu membuat keputusan terhadap prestasi siswa: 1) 2) 3) 4) 5) 6) Apakah siswa telah mencapai kompetensi seperti yang telah ditetapkan? Apakah siswa telah memenuhi syarat untuk maju ke tingkat lebih lanjut? Apakah siswa harus mengulang bagian-bagian tertentu? Apakah siswa perlu memperoleh cara lain sebagai pendalaman (remedial)? Apakah siswa perlu menerima pengayaan (enrichment)? Apakah perbaikan dan pendalaman program atau kegiatan pembelajaran. Jenis penilaian yang dibuat oleh guru harus memenuhi standar validitas dan reliabilitas. Memberikan informasi yang lebih komunikatif kepada masyarakat tentang efektivitas pendanaan. peningkatan kemampuan profesional dan integritas moral guru dalam PBK merupakan suatu keniscayaan. menggunakan waktu khusus atau tidak. menentukan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kesulitan belajar. yaitu kegiatan yang dilakukan untuk memperoleh dan mengefektifkan informasi tentang hasil belajar siswa pada tingkat kelas selama dan setelah kegiatan pembelajaran. Evaluasi berfungsi atau dilaksanakan untuk keperluan penempatan agar setiap orang (peserta pendidikan) mengikuti pendidikan pada jenis dan/atau jenjang pendidikan yang sesuai dengan bakat dan kemampuannya masing-masing. PBK merupakan bagian dari evaluasi pendidikan karena lingkup evaluasi pendidikan secara umum jauh lebih luas dibandingkan PBK. otentik. Data atau informasi dari penilaian di kelas ini merupakan salah satu bukti yang digunakan untuk mengukur keberhasilan suatu program pendidikan. Karenanya. dan penggunaan informasi tentang hasil belajar siswa dengan menerapkan prinsip-prinsip penilaian berkelanjutan. dengan dilaksanakannya PBK diharapkan dapat: a) Memberikan umpan balik bagi siswa mengenai kemampuan dan kekurangannya. PBK yang dilaksanakan oleh guru. C. agar hasil yang dicapai sesuai dengan apa yang diharapkan. d) Memungkinkan siswa mencapai kompetensi yang telah ditentukan. Penilaian Berbasis Kelas Penilaian Berbasis Kelas (PBK) merupakan suatu proses pengumpulan. agar terhindar dari upaya manipulasi nilai siswa. walaupun dengan kecepatan belajar yang berbeda-beda antara masing-masing individu. misalnya untuk penilaian aspek sikap/nilai dengan tes atau non tes atau terintegrasi dalam seluruh kegiatan pembelajaran (di awal.b) Fungsi Penempatan. tengah. . PBK menggunakan arti penilaian sebagai “assessment”. Dalam hal ini kewenangan guru menjadi sangat luas dan menentukan. harus memberikan makna signifikan bagi orang tua dan masyarakat pada umumnya. karena tes sebagai alat ukur sangat praktis digunakan untuk melihat prestasi siswa dalam kaitannya dengan tujuan yang telah ditentukan. dan konsisten dalam kegiatan pembelajaran di bawah kewenangan guru di kelas. Gambar 8. dan menetapkan cara mengatasi kesulitan belajar tersebut. maka dengan diberlakukannya PBK hal itu tidak terjadi lagi. kompetensi profesional bagi guru merupakan persyaratan penting. terutama aspek kognitif. Untuk itu. c) Fungsi Diagnostik. Bila selama dekade terakhir ini keberhasilan belajar siswa hanya ditentukan oleh nilai ujian akhir (EBTANAS/UAN). pelaporan. agar perkembangan prestasi siswa dari waktu ke waktu dapat diamati (observable) dan terukur (measurable). Bila informasi tentang hasil belajar siswa telah terkumpul dalam jumlah yang memadai. Naik atau tidak naik dan lulus atau tidak lulus siswa sepenuhnya menjadi tanggung jawab guru (sekolah) berdasarkan kemajuan proses dan hasil belajar siswa di sekolah bersangkutan. Di samping itu. sehingga memungkinkan dilakukannya pengayaan dan remediasi untuk memenuhi kebutuhan siswa sesuai dengan perkembangan. (Lihat gambar 2). Di sekolah sering digunakan istilah tes untuk kegiatan PBK dengan alasan kepraktisan. di dalam atau di luar kelas. akurat. Pengumpulan informasi dalam PBK dapat dilakukan dalam suasana resmi maupun tidak resmi. sehingga mereka dapat meningkatkan partisipasinya di bidang pendidikan secara serius dan konsekwen. peranan guru sangat penting dalam menentukan ketepatan jenis penilaian untuk menilai keberhasilan atau kegagalan siswa.

pelaksanaan PBK sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor dan komponen yang ada di dalamnya. pelaksanaan PBK juga harus memegang prinsip-prinsip khusus sebagai berikut: Apapun jenis penilaiannya. 5) Terbuka PBK hendaknya dilakukan secara terbuka bagi berbagai kalangan (stakeholders) baik langsung maupun tidak langsung. Artinya. Apabila alat ukur tidak memiliki kesahihan yang dapat dipertanggungjawabkan. 8) Bermakna PBK diharapkan mempunyai makna yang signifikan bagi semua pihak. serta mendemonstrasikan kemampuan yang dimilikinya. dalam pelaksanaan penilaianharus memperhatikan prinsip-prinsip berikut: 1) Valid PBK harus mengukur obyek yang seharusnya diukur dengan menggunakan jenis alat ukur yang tepat atau sahih (valid). PBK harus dinyatakan dan dapat dirasakan sebagai penghargaan untuk memotivasi siswa yang berhasil (positive reinforcement) dan sebagai pemicu semangat untuk meningkatkan hasil belajar bagi yang kurang berhasil (negative reinforcement). 6) Berkesinambungan PBK harus dilakukan secara terus-menerus atau berkesinambungan dari waktu ke waktu. harus memungkinkan adanya kesempatan yang terbaik bagi siswa untuk menunjukkan apa yang mereka ketahui dan pahami. Setiap guru harus mampu melaksanakan prosedur PBK dan pencatatan secara tepat prestasi yang dicapai siswa. Untuk itu. sehingga keberhasilan dan kegagalan siswa harus tetap diapresiasi dalam penilaian. sikap. 4) Adil dan obyektif PBK harus mempertimbangkan rasa keadilan dan obyektivitas siswa. dan ketrampilan/nilai yang terefleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak. dan psikomotorik serta berdasarkan pada strategi dan prosedur penilaian dengan berbagai bukti hasil belajar siswa yang dapat dipertanggungjawabkan kepada semua pihak. Sebab ketidakadilan dalam penilaian. tanpa ada rekayasa atau sembunyi-sembunyi yang dapat merugikan semua pihak. Dengan berpijak pada kompetensi ini. untuk mengetahui secara menyeluruh perkembangan siswa. sehingga keputusan tentang keberhasilan siswa jelas bagi pihak-pihak yang berkepentingan. . PBK hendaknya mudah dipahami dan dapat ditindaklanjuti oleh pihak-pihak yang berkepentingan. ada kesesuaian antara alat ukur dengan fungsi pengukuran dan sasaran pengukuran. Selain harus memenuhi prinsip-prinsip umum penilaian. Oleh karena itu. Untuk itu. dapat menyebabkan menurunnya motivasi belajar siswa. sehingga kegiatan dan unjuk kerja siswa dapat dipantau melalui penilaian. Hasil penilaian hendaknya mencerminkan gambaran yang utuh tentang prestasi siswa yang mengandung informasi keunggulan dan kelemahan. Namun demikian. maka data yang masuk salah sehingga kesimpulan yang ditarik juga besar kemungkinan menjadi salah. 7) Menyeluruh PBK harus dilakukan secara menyeluruh. yang mencakup aspek kognitif. tanpa membeda-bedakan jenis kelamin. 2) Mendidik PBK harus memberikan sumbangan positif pada pencapaian hasil belajar siswa.Prinsip-prinsip PBK Sebagai bagian dari kurikulum berbasis kompetensi. 3) Berorientasi pada kompetensi PBK harus menilai pencapaian kompetensi siswa yang meliputi seperangkat pengetahuan. latar belakang budaya. minat dan tingkat penguasaan siswa dalam pencapaian kompetensi yang telah ditetapkan. dan berbagai hal yang memberikan kontribusi pada pembelajaran. maka ukuran-ukuran keberhasilan pembelajaran akan dapat diketahui secara jelas dan terarah. afektif. karena merasa dianaktirikan. guru mempunyai posisi sentral dalam menentukan keberhasilan dan kegagalan kegiatan penilaian.

Keunggulan PBK Penilaian Berbasis Kelas (PBK) merupakan salah satu komponen dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). tes. PBK dilakukan dengan pengumpulan kerja siswa (portofolio). Hal yang perlu diperhatikan dalam penilaian adalah prinsip kontinuitas. Aqidah-Akhlaq. hasil karya (produk). dan tes tertulis (paper and pencil). pengawas. seperti kuesioner. Di samping mengukur hasil belajar siswa sesuai dengan ketentuan kompetensi setiap mata pelajaran masing-masing kelas dalam kurikulum nasional. pengetahuan. Sebagai contoh pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (AlQuran. berbicara. Penilaian ini dilaksanakan oleh guru secara variatif dan terpadu dengan kegiatan pembelajaran di kelas. dan bersikap pada waktu belajar atau berkomunikasi dengan guru dan sesama teman. yaitu guru secara terus menerus mengikuti pertumbuhan. fiqh. bahwa sesungguhnya guru itulah yang paling mengetahui kemampuan atau kemajuan belajar siswa. aspek afektif sangat dominan pada materi pembelajaran akhlak. gurulah yang sehari-hari berkomunikasi dan berinteraksi dengan siswa di dalam kelas dan di lingkungan sekolah. 2) Pengamatan ketika siswa berada di ruang kelas. perkembangan dan perubahan siswa. Pelaksanaan PBK Penilaian dilakukan terhadap hasil belajar siswa berupa kompetensi sebagaimana yang tercantum dalam KBM setiap mata pelajaran. Dari sekian banyak alat evaluasi. 1) Teknik Tes Tes secara harfiah berasal dari bahasa Prancis kuno “testum” artinyapiring untuk menyisihkan logam-logam mulia. format observasi. yakni alat tes dan nontes. Dengan demikian. Penilaian berbasis kelas harus memperlihatkan tiga ranah yaitu: pengetahuan (koknitif). skala. pada dasarnya ketiga aspek tersebut harus dinilai. Selain itu. Guru menilai kompetensi dan hasil belajar siswa berdasarkan level pencapaian prestasi siswa. PBK dapat dikatakan sebagai bentuk penilaian yang paling komprehensip. wawancara.dengan mempertimbangkan tingkat perkembangan siswa serta bobot setiap aspek dari setiap materi. melainkan harus menyampaikan secara terbuka kepada siswa untuk menyepakati bersama kompetensi yang telah dicapai oleh siswa dan standar nilai yang diberikan oleh guru. PPkn. dan sejenisnya. Begitu juga halnya dengan mata pelajaran yang lain. Sebab. Khusus untuk evaluasi hasil pembelajaran alat evaluasi yang paling banyak digunakan adalah tes. melainkan juga: 1) Perhatian terhadap siswa ketika duduk. secara umum dapat dikelompokkan menjadi dua. seni. pembahasan evaluasi hasil pembelajaran dengan lebih menekankan pada pemberian nilai terhadap skor hasil tes. kinerja/penampilan (performance). kecerdasan. Harus disadari oleh semua pihak. angket. Tes adalah serangkaian pertanyaan atau latihan atau alat lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan. apalagi pejabat struktural di Departemen atau Dinas Pendidikan.Karenanya. kuesioner. dan keterampilan (psikomotorik) Ketiga ranah ini sebaikanya dinilai proposional sesuai dengan sifat mata pelajaran yang bersangkutan. A. juga secara khusus akan membahas pengembangan tes untuk meningkatkan validitas dan reliabilitas tes sebagai alat evaluasi. membaca Al Quran. penilaian juga dilakukan untuk mengetahui kedudukan atau posisi siswa dalam 8 level kompetensi yang ditetapkan secara nasional. Oleh karena itu. olahraga. bukan kepala sekolah. Penilaian terhadap pengamatan dapat digunakan observasi. sikap (afektif). PBK yang memberi kewenangan sangat leluasa kepada guru untuk menilai siswa merupakan suatu keunggulan agar diperoleh hasil belajar yang akurat sesuai dengan kemampuan siswa yang sebenarnya. Penilaiannya tidak saja merupakan kegiatan tes formal. Aspek psikomotorik sangat dominan pada mata pelajaran fiqh. afektif dan psikomotorik. Misalnya kognitif meliputi seluruh mata pelajaran. oleh karena itu disebut penilaian berbasis kelas (PBK). kemampuan. 3) Mengamati siswa membaca Al-Qur an dengan tartil (pada setiap awal jam pelajaran selama 5 – 10 menit) Dari berbagai pengamatan itu ada yang perlu dicatat secara tertulis terutama tentang perilaku yang ekstrim/menonjol atau kelainan pertumbuhan yang kemudian harus diikuti dengan langkah bimbingan. dan lain-lain. penugasan (proyek). di dalam PBK guru tentu tidak dapat menilai sekehendak hatinya. Teknik Penilaian Proses dan Hasil Belajar Untuk keperluan evaluasi diperlukan alat evaluasi yang bermacam-macam. sekala sikap dan catatan anekdot (anecdotal record). di tempat ibadah dan ketika mereka bermain. atau bakat . dan tarikh) penilaiannya harus menyeluruh pada segenap aspek kognitif.

Berdasarkan definisi tersebut. 2) TesMenurut Tujuannya Dilihat dari segi tujuannya dalam bidang pendidikan. Tes Hasil Belajar (THB). Soal-soal biasanya relatif sukar menyangkut berbagai konsep dan pemecahan masalah dan menuntut peserta tes untuk mencurahkan segala kemampuannya baik analisis. Makalah ini akan lebih banyak memberikan penekanan pada tes hasil belajar ini. b) Untuk menentukan kedudukan atau perangkat siswa dalam kelompok. dipergunakan untuk mengukur kemampuan yang ada pada seseorang atau sekelompok orang. Waktu yang disediakan untuk menjawab atau menyelesaikan seluruh materi tes ini relatif singkat dibandingkan dengan tes lainnya. Tes merupakan alat ukur yang standar dan obyektif sehingga dapat digunakan secara meluas untuk mengukur dan membandingkan keadaan psikis atau tingkah laku individu. Sedangkan sebagai alat ukur berupa latihan. Untuk mengetahui kondisi awal testi digunakan pre-tes dan kondisi akhir testi digunakan . d) Tes Kemajuan Belajar ( Gains/Achievement Test) Tes kemajuan belajar disebut juga dengan tes perolehan adalah tes untuk mengetahui kondisi awal testi sebelum pembelajaran dan kondisi akhir testi setelah pembelajaran. b) Tes Kemampuan (Power Test) Tes ini bertujuan untuk mengevaluasi peserta tes dalam mengungkapkan kemampuannya (dalam bidang tertentu) dengan tidak dibatasi secara ketat oleh waktu yang disediakan. maka tes harus dapat memberikan informasi mengenai pengetahuan dan kemampuan obyek yang diukur. Sebagai alat ukur dalam bentuk pertanyaan. baik itu tes harian (formatif) maupun tes akhir semester (sumatif) bertujuan untuk mengevaluasi hasil belajar setelah mengikuti kegiatan pembelajaran dalam suatu kurun waktu tertentu. c) Tes Hasil Belajar (Achievement Test) Tes ini dimaksudkan untuk mengevaluasi hal yang telah diperoleh dalam suatu kegiatan. dapat dijelaskan bahwa tes merupakan alat ukur yang berbentuk pertanyaan atau latihan.Dengan demikian berarti sudah dapat dipastikan akan mampu memberikan informasi yang tepat dan obyektif tentang obyek yang hendak diukur baik berupa psikis maupun tingkah lakunya. sebab yang lebih diutamakan adalah waktu yang minimal dan dapat mengerjakan tes itu sebanyak-banyaknya dengan baik dan benar. Jadi dapat disimpulkan bahwa tes adalah suatu cara atau alat untuk mengadakan penilaian yang berbentuk suatu tugas atau serangkaian tugas yang harus dikerjakan oleh siswa atau sekelompok siswa sehingga menghasilkan nilai tentang tingkah laku atau prestasi siswa tersebut. baik yang bersifat spontanitas (logik) maupun hafalan dan pemahaman dalam mata pelajaan yang telah dipelajarinya. yaitu: a) Untuk mengukur tingkat penguasaan terhadap seperangkat materi atau tingkat pencapaian terhadap seperangkat tujuan tertentu. tes minimal mempunyai dua fungsi. Kemampuan yang dievaluasi bisa berupa kognitif maupun psikomotorik. dan tes ketrampilan bongkar pasang suatu alat. sekaligus dapat membandingkan antara seseorang dengan orang lain. Fungsi (a) lebih dititikberatkan untuk mengukur keberhasilan program pembelajaran. sebagai alat evaluasi hasil belajar. Dalam kaitan dengan rumusan tersebut. sedang fungsi (b) lebih dititikberatkan untuk mengukur keberhasilan belajar masing-masing individu peserta tes. tes dapat dibagi menjadi: a) Tes Kecepatan (Speed Test) Tes ini bertujuan untuk mengevaluasi peserta tes (testi) dalam hal kecepatan berpikir atau keterampilan.yang dimiliki oleh sesesorang atau kelompok. tentang penguasaan materi atau pencapaian tujuan pembelajaran tertentu. Prestasi atau tingkah laku tersebut dapat menunjukkan tingkat pencapaian tujuan intruksional pembelajaran atau tingkat penguasaan terhadap seperangkat materi yang telah diberikan dalam proses pembelajaran. maka tes harus dapat mengungkap keterampilan dan bakat seseorang atau sekelompok orang. sintesis dan evaluasi. cepat dan tepat penyelesaiannya.Tes yang termasuk kategori tes kecepatan misalnya tes intelegensi. dan dapat pula menunjukkan kedudukan siswa yang bersangkutan dalam kelompoknya.

antara lain adalah sebagai berikut: a).mengurangi faktor menebak dalam menjawab Sementara.tingkat reliabilitas soal relaitf lebih rendah 4) Ciri-ciri Tes yang Baik Sebuah test dapat dikatakan baik sebagai alat pengukur harus memenuhi kriteria. soal uraian juga memiliki kelemahan.Memberi peluang siswa untuk menebak jawaban c). objektivitas. f) Tes Formatif Tes formatif adalah penggunaan tes hasil belajar untuk mengetahui sejauh mana kemajuan belajar yang telah dicapai oleh siswa dalam suatu program pembelajaran tertentu. serta objektif b).Tes tindakan atau perbuatan (performance test) Penggunaan setiap jenis tes tersebut seyogyanya disesuaikan dengan kawasan (domain) perilaku siswa yang hendak diukur. mendeteksi faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kesukaran belajar. praktikabilitas dan ekonomis a) Validitas Sebuah alat pengukur dapat dikatakan valid apabila alat pengukur tersebut dapat mengukur apa yang hendak diukur secara tepat. antara lain adalah sebagai berikut: a). reliabilitas. seperti skala sikap. Bentuk Soal Pilihan Ganda Keunggulan dari bentuk soal pilihan ganda ini. selain memilliki keunggulan.menganalisis masalah. 2.Mampu mengungkap tingkat kognitif rendah sampai tinggi. sedangkan kawasan psikomotorik cocok dan tepat apabila diukur dengan tes tindakan. e) Tes Diagnostik (Diagnostic Test) Tes diagnostik adalah tes yang dilaksanakan untuk mendiagnosis atau mengidentifikasi kesukaran-kesukaran dalam belajar.Kurang mampu meningkatkan daya nalar siswa. Sementara. dan mengemukakan gagasan secara rinci c). dan kawasan afektif biasanya diukur dengan skala perilaku. yaitu memiliki validitas.Dapat mencakup ruang lingkup bahan/materi yang luas c). dan menetapkan cara mengatasi kesukaran atau kesulitan belajar tersebut. Suatu tes dapat dikatakan memiliki validitas yang tinggiapabila tes itu tersebut betul-betul dapat mengukur hasil belajar. Dengan demikian tes sumatif berarti tes yang ditujukan untuk mengetahui penguasaan siswa dalam sekumpulan materi pelajaran (pokok bahasan) yang telah dipelajari.Tes tertulis (written test) c). Bentuk Soal Uraian Keunggulan dari bentuk soal uraian ini. antara lain adalah sebagai berikut: a).dapat mengukur kemampuan mengorganisasikan pikiran. cepat. 3) Bentuk Tes Dilihat dari jawaban siswa yang dituntut dalam menjawab atau memecahkan persoalan yang dihadapinya. maka tes hasil belajar dapat dibagi menjadi 3 jenis : a). soal pilihan ganda juga memiliki kelemahan.Pensekoran mudah. b).relatif mudah dan cepat menuliskan soalnya d).jumlah materi (PB/SPB) yang dapat diungkap terbatas b). Untuk lebih mendukung memahami pengertian tersebut selanjutnya akan diuraikan . 1. Misalnya tes tertulis atau tes lisan dapat digunakan untuk mengukur kawasan kognitif. Demikian pula dalam alat-alat evaluasi. Jadi bukan sekedar mengukur daya ingatan atau kemampuan bahasa saja misalnya.Tes lisan (oral test) b). g) Tes Sumatif Istilah sumatif berasal dari kata “sum” yang berarti jumlah.Menuliskan soalnya relatif lebih sulit dan lama b).post-tes. antara lain adalah sebagai berikut: a).Pengoreksian/scoring lebih sukar dan subjektif c). selain memiliki keunggulan.

2.Construct Validity (validitas konstruk/susunan teori) Yaitu ketepatan suatu tes ditinjau dari susunan tes tersebut. bila tes tersebut sudah dapat mengukur sampel yang representatif dari materi pelajaran (subject matter) yang diberikan. mengenai isinya. maka setiap siswa akan tetap berada dalam urutan (ranking) yang sama dalam kelompoknya. Artinya. 4). Atau dengan kata lain sebuah tes dikatakan reliable apabila hasil-hasil tes tersebut menunjukan ketetapan.Batasan content validity ini menggambarkan sejauh mana tes mampu mengukur materi pelajaran yang telah diberikan secara representatif dan sejauh mana pula tes dapat mengukur sampel yang representatif dari perubahanperubahan perilaku yang diharapkan terjadi pada diri siswa.. apabila tes tersebut diberikan kepadanya pada kesempatan (waktu) yang berbeda. maka item-itemnya harus diambil dari bahan pelajaran kelas II. antara lain : 1. Dengan demikian suatu tes hasil belajar disebut memiliki validitas tinggi secara content. Reliabilitas suatu tes menunjukan atau merupakan sederajat ketetapan. Reliabilitas Reliabilitas berasal dari kata reliable yang berarti dapat dipercaya. keterandalan atau kemantapan (the level of consistency) tes yang bersangkutan dalam mendapatkan data (skor) yang dicapai seseorang. proses mental yang diukur. tingkat kesukaran jumlah item dan aspek-aspek lain. Teknik Berulang Tehnik ini adalahdengan memberikan tes tersebut kepada sekelompok anak-anak dalam dua kesempatan yang berlainan. kita harus membuat soal yang ringkas dan jelas yang benar-benar akan mengukur kecakapan ilmu pasti. keajegan. Cara yang digunakan untuk menilai validitas bandingan ialah dengan jalan mengkorelasikan hasil-hasil yang dicapai dalam tes tersebut dengan hasil-hasil yang dicapai dalam tes yang sejenis yang telah diketahui mempunyai validitas yang tinggi (misalnya tes standar). selang 3 hari atau seminggu tes tes tersebut diberikan lagi kepada group A dengan syarat-syarat tertentu. Suatu tes hasilbelajar dapat dikatakan mempunyai validitas ramlan yang tinggi. Kalau diambilnya dari kelas III maka tes itu tidak valid lagi. yaitu: 1) Content validity (validitas isi) Pengujian jenis validitas ini dilakukan secara logis dan rasional karena itu disebut juga rational validity atau logical validity. Ada beberapa cara untuk mencari reliabilitas suatu tes. . dan perubahan-perubahan perilaku (behavioral changes) yang diharapkan terjadi pada diri siswa. atau konsisten. 2) Predictive validity (validitas ramalan) Validitas ramalan artinya ketepatan (kejituan) suatu alat pengukur ditunjau dari kemampuan tes tersebut untuk meramalkan prestasi yang dicapainya kemudian. bukan mengukur kemampuan bahasa karena soal itu ditulis secara berkepanjangan dengan bahasa yang sulit dimengerti. b. Misalnya apabila kita ingin memberikan tes bahasa inggris untuk kelas II. TeknikBentuk Paralel Teknik ini dipergunakan dua buah tes yang sejenis (tetapi tidak identik). Cara yang digunakan untuk mengukur tinggi rendahnya validitas ramalan ialah dengan mencari korelasi antara nilainilsi yang dicapai oleh anak-anak dalam tes tersebut dengan nilai-nilai yang dicapai kemudian. apabila hasil yang dicapai siswa dalam tes tersebut betul-betul meramalakan sukses tidaknya siswa tersebut dakam pelajaran-pelajaran yang akan datang. 3) Concurent validity (Validitas bandingan) Kejituan suatu tes dilihat dari korelasinya terhadap kecakapan yang telahdimilikisaat kini secara riil. atau dengan tes yang pararel (eukivalen) pada waktu yang sama.beberapa macam kriteria validitas. Misalnya kalau kita ingin memberikan tes kecakapan ilmu pasti. jika kepada para siswa diberikan tes yang sama pada waktu yang berlainan. misalnya suatu tes diberikan pada kepada group A.

2) Mudah memeriksanya artinya bahwa tes itu dilengkapi dengan kunci jawaban maupun pedoman skoringnya. dan analisis dokumen yang bersifat unobtrusive. <Prosedur secara random. tugas ditulis konkret. mudah untuk pengadministrasiannya. assessment dan evaluasi 2) Evaluasi merupakan salah satu kegiatan utama yang harus dilakukan oleh seorang guru dalam kegiatan pembelajaran. intelegensi. dan yang tidak penting tidak selalu perlu. harus ada patokan. sesuai dengan tujuan 2) Relevan. soal mewakili materi ajar secara keseluruhan 6) Seimbang. pemeriksaan akan lebih mudah dilakukan jika dikerjakan oleh siswa dalam lembar jawaban.Ringkasan Atas dasar pemaparan dan pembahasan tentang evaluasi pembelajaran di atas. Dengan mempertimbangkan kriteria-kriteriates tersebut. yaitu mengukur yang harus diukur. harus dijawab berapa lengkap 5) Representatif. Untuk soal yang obyektif. maka dapat disimpulkan beberapa kajian dan pembahasan yang esensial dari bab ini. Objektivitas Sebuah tes dikatakan memiliki objektivitas apabila dalam melaksanakan tes itu tidak ada faktor subyektif yang mempengaruhi. apabila dikaitkan dengan reliabilitas maka obyektivitas menekankan ketetapan pada sistem skoring. kuesioner/angket (questionanaire). Dengan penilaian. soal yang hanya dapat dijawab oleh peserta didik yang betul-betul belajar dengan rajin 4) Tidak mengandung ketaksaan (tafsiran ganda). c. yakni: pengamatan (observation). Apa yang harus diminta. sedangkan reliabilitas menekankan ketetapan dalam hasil tes. dalam arti yang diuji sesuai dengan tujuan yang diinginkan 3) Spesifik. atau dengan jalan menggunakan tabel bilangan random. 2) Teknik Nontes Teknik nontes sangat penting dalam mengevaluasi siswa pada ranah afektif dan psikomotor. Tes yang praktis adalah tes yang: 1) Mudah dilaksanakannya. artinya seluruh item yang bernomor ganjil dikumpulkan menjadi satu kelompok dan yang bernomor genap menjadi kelompok yang lain. 3) Dilengkapi dengan petunjuk-petunjuk yang jelas sehingga dapat diberikan/ diawali oleh orang lain e. tenaga yang banyak danwaktu yang lama. berbeda dengan teknik tes yang lebih menekankan asfek kognitif. misalnya dengan jalan lotre. Observasi A. Ada beberapa macam teknik nontes. Ada dua faktor yang mempengaruhi subjektivitas dari sesuatu tes yaitu bentuk tes dan penilaian. Hal ini terutama pada sistem skoringnya. Teknik belah dua Ada dua prosedur yang dapat digunakan dalam tes belah dua ini yaitu : <Prosedur ganjil-genap. bakat khusus. a. sewajarnya dapat dihasilkan alat tes (sosal-soal) yang berkualitas yang memenuhi syarat-syarat dibawah ini : 1) Shahih (valid). wawancara (interview). Praktikabilitas Sebuah tes dikatakan memiliki praktikabilitas yang tinggi apabila tes itu bersifat praktis. Ekonomis Yang dimaksud dengan ekonomis ialah bahwa pelaksanaan tes tersebut tidak membutuhkan ongkos/biaya yang mahal. yakni sebagai berikut: 1) Dalam konteks penilaian ada beberapa istilah yang digunakan. sikap dan kepribadian siswa atau peserta didik . minat. guruakan mengetahui perkembangan hasil belajar. baik untuk memproduksinya maupun untuk melaksanakan dan mengolah hasilnya. yakni pengukuran. dalam arti pokok-pokok yang penting diwakili. d.3. hubungan sosial. misalnya tidak menuntut peralatan yang banyak dan memberi kebebasan kepada siswa untuk mengerjakan terlebih dahulu bagian yang dianggap mudah oleh siswa.

kecakapan. dan penggunaan informasi tentang hasil belajar siswa dengan menerapkan prinsip-prinsip penilaian berkelanjutan. (b) untuk mengetahui efektivitas metode pembelajaran yang digunakan. dan lain-lain. Ciri-ciri tes yang baik 1) Validitas sebuah tes dikatakan memiliki validitas jika hasilnya sesuai dengan kriterium. yakni alat tes dan nontes B. secara umum dapat dikelompokkan menjadi dua. antara lain (a) untuk mengetahui kemajuan belajar siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran dalam jangka waktu tertentu. dan konsisten dalam kegiatan pembelajaran di bawah kewenangan guru di kelas 5) Pelaksanaan evaluasi pembelajaran dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai alat evaluasi. Tes adalah suatu alat yang sudah distandardisasi untuk mengukur salah satu sifat. 2) Reliabilitas Ketetapan suatu tes apabila diteskan pada subjek yang sama. 1) Adakalanya tes (secara psikologis terpaksa) menyinggung pribadi seseorang 2) Tes menimbulkan kecemasan sehingga mempengaruhi hasil belajar 3) Tes mengategorikan siswa secara tetap 4) Tes tidak mendukung kecemerlangan dan daya kreasi siswa 5) Tes hanya mengukur aspekk tingkah laku yang sangat terbatas (www.Pertanyaan Diskusi Untuk mengkaji lebih lanjut terkait dengan pembahasan tentang evaluasi pembelajaran ini. tes. Tes dapat diklasifikasikan atas : 1) Bagaimana ia diadministrasikan (tes individual atau kelompok) 2) Bagaimana ia di skor (tes objektif atau tes subjektif) 3) Respon apa yang ditekankan (kemampuan atau kecepatan) 4) Tipe respon yang bagaimana yang harus dikerjakan subjek (tes unjuk kerja atau tes kertas dan pensil ) 5) apa yang akan diukur (tes sampel atau tes sign) 6) Hakikat dari kelompok yang akan diperbandingkan ( tes buatan guru atau tes baku) D. Dari sekian banyak alat evaluasi.3) Evaluasi memiliki beberapa tujuan. kuesioner. Ada pula yang mengartikan sebagai sebuah piring yang dibuat dari tanah. cara. pelaporan. yaitu : .atau tingkah laku dengan cara mengukur sesuai dengan sifat. dan (d) untuk memperoleh masukan atau umpan balik bagi guru dan siswa dalam rangka perbaikan. 4) Penilaian Berbasis Kelas (PBK) merupakan suatu proses pengumpulan. maka ada beberapa hal yang bisa didiskusikan di kelas. antara lain. skala. dan prosedur yang telah ditentukan namun tes itu sendiri mengandung kelemahan-kelemahan. (c) untuk mengetahui kedudukan siswa dalam kelompoknya. akurat. format observasi.dikti.com/penilaianpembelajaran) C. kecakapan atau tingkah laku (Siti Rahayu Haditono. 3) Objektifitas E. Tes standar Tes kemampuan pada dasarnya terbagi menjadi 2 macam. assesmen dan pengukuran dalam konteks penilaian pembelajaran? 2) Apakah tujuan diberlakukannya evaluasi dalam pembelajaran? 3) Apa yang dimaksud dengan Penilaian Berbasis Kelas? 4) Bagaimana teknis pelaksanaan Penilaian Berbasis Kelas? 5) Bagiamanakah tahapan-tahapan pelaksanaan evaluasi dalam proses pembelajaran Jelaskan model tes yang digunakan dalam proses pembelajaran A. 1987:56) B. yakni sebagai berikut: Diskusikan dengan teman-teman Anda di kelas! 1) Apa yang dimaksud dengan evaluasi.dirjen. Persyaratan Tes Tes diusahakan mengikuti aturan tentang suasana. dalam arti memiliki kesejajaran antara hasil tes tersebut dengan kriterium. otentik. Pengertian Tes Istilah tes diambil dari kata testum suatu pengertian dalam bahasa Prancis kuno yang berarti piring untuk menyisihkan logam-logam mulia.

b.1. Achievement test (tes prestasi) F. Fungsi untuk bimbingan a) Menentukan arah pembicaraan dengan orang tua tentang anak mereka b) Membantu siswa dalam menentukan pilihan c) Membantu siswa mencapai tujuan pendidikan dan jurusan d) Memberi kesempatan kepada pembimbing. Tes Subjektif Pada umunya berbentuk esai (uraian). 3) Pemeriksaannya dapat diserahkan kepada orang lain 4) dalam pemeriksaannya tidak ada unsur subjektif yang mempengaruhi. Hal ini memang dimaksudkan untuk mengatasi kelemahan-kelemahan dari tes bentuk esai. Aptitude test (test bakat) 2. Tes Objektif Tes objektif adalah tes yang dalam pemeriksaannya dapat dilakukan secara objektif. Fungsi tes a. lebih representative mewakili isi yang luas 2) Lebih mudah dan cepat cara pemeriksaannya. dan orang tua dalam memahami kesulitan anak c. Fungsi untuk administrasi a) Memberi petunjuk dalam mengelompokkan siswa b) Penempatan siswa baru c) Membantu siswa memilih kelompok d) Menilai kurikulum e) Memperluas hubungan masyarakat f) Menyediakan informasi untuk badan-badan lain. Fungsi untuk kelas a) Mengadakan diagnosis terhadap kesulitan belajar siswa b) Mengevaluasi celah antara bakat dengan pencapaian c) Menaikkan tingkat prestasi d) Mengelompokkan siswa dalam kelas pada waktu metode kelompok e) Merencanakan kegiatan proses belajar mengajar untuk siswa secara perorangan f) Menetukan siswa mana yang memerlukan bimbingan khusus g) Menetukan tingkat pencapaian untuk setiap anak b. Tes bentuk esai adalah sejenis tes kemajuan belajar yang memerlukan jawaban yang bersifat pembahasan atau uraian kata-kata. Bentuk-bentuk tes a. . guru. Kebaikan tes subjektif : 1) Mudah disiapkan dan disusun 2) Tidak memberi banyak kesempatan untuk berspekulasi atau untung-untungan 3) Mendorong siswa untuk berani mengemukakan pendapat serta menyusun dalam bentuk kalimat yang bagus 4) Memberi kesempatan kepada siswa untuk mengutarakan maksudnya denga gaya bahasa dan cara sendiri 5) Dapat diketahui sejauh mana siswa mendalami sesuatu masalah yang diteskan Kelemahan tes subjektif : 1) Kadar validitas dan realibilitasnya rendah karena sukar diketahui segi-segi mana dari siswa yang betul-betul telah dikuasai 2) Kurang representative dalam hal mewakili seluruh scope bahan pelajaran yang akan dites karena soalnya hanya beberapa buah saja 3) Cara pemeriksaannya banyak dipengaruhi oleh unsur-unsur subjektif 4) Pemeriksaannya lebih sulit sebab membutuhkan pertimbangan individual 5) Waktu untuk mengoreksinya lama dan dapat diwakilkan kepada orang lain. Kebaikan tes objektif : 1) Mengandung lebih banyak segi-segi yang positif. G.

d. 2010. www. Wakhinuddin. baik secara hasil individual maupun secara kelompok. Hasil tes hanya dapat disampaikan kepada orang lain bila : 1) Ada izin dari peserta didik yang bersangkutan atau orang yang bertanggung jawab terhadap peserta didik (bagi peserta didik yang belum dewasa). pengukuran dan evaluasi. Yogyakarta. Mengadakan checking realibilitas Sumber Suharsimi Arikunto.com. Bumi Aksara. Kerahasiaan Hasil Tes Setiap pendidik dan pengajar wajib melindungi kerahasiakan hasil tes. Tes isian (completion test) I. Tes pilihan ganda (multiple choice test) c. Bila hasil tes diinterpretasi secara tidak patut. 2) Ada tanda-tanda yang jelas terhadap hasil tes tersebut menunjukan gejala yang membahayakan dirinya atau membahayakan kepentingan orang lain 3) Bila penyampaian hasil tes tersebut kepada orang lain jelas-jelas menguntungkan peserta tes b. Analisis soal adalah suatu prosedur yang sistematis yang akan memberikan informasi-informasi yang sangat khusus terhadap butir soal. baik sebelum maupun sesudah digunakan. Mengadakan checking validasi d.mo3no. Mengadakan analisis soal. c. Macam-macam tes a. www. Tes benar-salah (true-false) b. Karena itu maka interpretasi hasil tes harus diikuti tanggung jawab professional. Penggunaan tes Tes hasil belajar haruslah digunakan secara patut.2010 Pengertian tes. merupakan pelanggaran terhadap etika ini.Kelemahan tes objektif: 1) Persiapan untuk menyusunnya jauh lebih sulit daripada esai karena soalnya banyak dan harus teliti untuk menghindari kelemahan-kelemahan yang lain 2) Soal-soalnya cenderung untuk mengungkapkan ingatan dan daya pengenal kembali saja. c. maka tes tersebut harus digunakan di bawah ketentuan yang berlaku bagi pelaksanaan tes baku tersebut harus digunakan dibawah ketentuan yang berlaku bagi pelaksanaan tes baku tersebut. Jadi dengan demikian praktek menempelkan hasil tes di papan pengumuman dengan identitas jelas peserta tes.blogspot. Etika Tes Praktek tes hasil belajar yang etik terutama mencangkup empat hal utama : a. Evaluasi hasil belajar dan pengukuran tes.com. Keamanan tes Tes merupakan alat pengukur yang hanya dapat digunakan secara professional. 2002. Meneliti secara jujur soal-soal yang sudah disusun. dan sukar untuk mengukur proses mental yang tinggi 3) Banyak kesempatan untuk main untung-untungan 4) “Kerjas sama” antar siswa pada waktu mengerjakan soal tes lebih terbuka H. Menganalisis Hasil Tes Ada 4 cara untuk menilai tes : a. Bila tes hasil belajar tertentu merupakan tes baku. daalam jangka panjang akan dapat membahayakan kehidupan peserta tes. J. kadang-kadang dapat diperoleh jawaban tentang ketidakjelasan perintah atau bahasa. Dengan demikian maka setiap pendidik harus dapat menjamin keamanan tes. Interpretasi Hasil Tes Hal yang paling mengandung kemunkinan penyalahgunaan tes adalah penginterpretasian hasil tes secara salah.wakhinuddin. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. . taraf kesukaran dan lain-lain. Tak ada tes baku yang boleh digunakan diluar prosedur yang ditapakan oleh tes itu sendiri. Dengan demikian tes tidak dapat digunakan diluar batas-batas yang ditentukan oleh profesionalisme pekerjaan guru. b. Menjodohkan (matching test) d. Mona.

pasar. sosial. 17 Februari 2012) TPR (Totally Physical Response). siapa yang memerankan dan menampilkan materi pelajaran. c. Perancis. Bahasa diharapkan bisa membantu seseorang dalam hal ini yang saya bicarakan adalah peserta didik untuk mengenal dirinya. dan berusaha untuk mengajarkan bahasa melalui aktivitas fisik (motor). mengemukakan gagasan dan perasaan. a.METODE BELAJAR BAHASA INGGRIS (Jumat. d. Bermain peran (Role Play). dan lain-lain. dan emosional seseorang dan dalam mempelajari semua bidang studi. Sedangkan menurut Larsen dan Diane dalam Technique and Principles in Language Teaching. Model ini sangat mirip dengan pandangan Asher tentang penguasaan bahasa anak. budayanya dan budaya orang lain.Pengertian Metode TPR (Total Physical Response) Menurut Richards J dalam bukunya Approaches and Methods in Language Teaching. ucapan (speech) dan gerak (action). Asher menyajikan 3 hipotesa pembelajaran yang berpengaruh yaitu: 1) Terdapat bio-program bawaan yang spesifik untuk pembelajaran bahasa yang menggambarkan sebuah alur yang optimal untuk pengembangan bahasa pertama dan kedua. Jepang. Guru atau instruktur memiliki peran aktif dan langsung dalam menerapkan metode TPR ini. Dalam proses belajar mengajar dengan menggunakan metode TPR ini banyak sekali aktivitas yang dapat dilakukan oleh guru dan siswa antara lain: a. James J. Metode TPR ini sangat mudah dan ringan dalam segi penggunaan bahasa dan juga mengandung unsur gerakan permainan sehingga dapat menghilangkan stress pada peserta didik karena masalah-masalah yang dihadapi dalam pelajarannya terutama pada saat mempelajari bahasa asing. ceramah. Siswa dalam TPR mempunyai peran utama sebagai pendengar dan pelaku.Latihan dengan menggunakan perintah (Imperative Drill ). yang berarti bahwa guru (instruktur) adalah sutradara dalam pertunjukan cerita dan di dalamnya siswa sebagai pelaku atau pemerannya. berpartisipasi dalam masyarakat yang menggunakan bahasa tersebut. Inquiry dan lain-lain. khususnya dalam perkembangan intelektual. b. menemukan serta menggunakan kemampuan-kemampuan analitis dan imaginative dalam dirinya. it attempts to teach language through physical (motor) activity”. Dr. dan selanjutnya anak atau siswa akan merespon kepada fisiknya sebelum mereka memulai untuk menghasilkan respon verbal atau ucapan. 1. dan juga dapat menciptakan suasana hati yang positif pada peserta didik yang dapat memfasilitasi pembelajaran sehingga dapat meningkatkan motivasi dan prestasi siswa dalam pelajaran tersebut. dll. Ia berpendapat bahwa pengucapan langsung pada anak atau siswa mengandung suatu perintah. Makna atau arti dari bahasa sasaran dipelajari selama melakukan aksi. TPR didefinisikan: “a language teaching method built around the coordination of speech and action. dapat dipusatkan pada aktivitas sehari-hari seperti di sekolah. Jadi metode TPR (Total Physical Response) merupakan suatu metode pembelajaran bahasa yang disusun pada koordinasi perintah (command). Metode ini dikembangkan oleh seorang professor psikologi di Universitas San Jose California yang bernama Prof.Teori pembelajaran TPR Teori pembelajaran bahasa TPR yang diterapkan pertama kali oleh Asher ini mengingatkan pada beberapa pandangan para psikolog. sehingga dikuasai oleh peserta didik dengan kata lain ilmu tentang guru mengajar dan murid belajar. Presentasi dengan OHP atau LCD e. TPR atau disebut juga ”the comprehension approach” atau pendekatan pemahaman yaitu suatu metode pendekatan bahasa asing dengan instruksi atau perintah. 3. . Ada beberapa macam metode yang biasa digunakan seorang guru atau instruktur dalam meningkatkan kemampuan belajar peserta didiknya seperti metode diskusi. 2) Lateralisasi otak menggambarkan fungsi pembelajaran yang berbeda pada otak kiri dan kanan. Metode pembelajaran adalah suatu ilmu yang membicarakan tentang cara-cara menyampaikan bahan pelajaran. Dialog atau percakapan (conversational dialogue). baik itu bahasa Inggris. Siswa mendengarkan dengan penuh perhatian dan merespon secara fisik pada perintah yang diberikan guru baik secara individu maupun kelompok.Bentuk Aktivitas dengan Metode TPR dalam PBM (Proses Belajar Mengajar). 2. merupakan aktivitas utama yang dilakukan guru di dalam kelas dari metode TPR. Aktivitas membaca (Reading) dan menulis (Writing) untuk menambah perbendaharaan kata (vocabularies) dan juga melatih pada susunan kalimat berdasarkan tenses dan sebagainya. misalnya Arthur Jensen yang pernah mengusulkan sebuah model 7-langkah unutk mendeskripsikan perkembangan pembelajaran verbal anak. Asher yang telah sukses dalam pengembangan metode ini pada pembelajaran bahasa asing pada anak-anak. Latihan berguna untuk memperoleh gerakan fisik dan aktivitas dari siswa. Menurut Asher ”The instructor is the director of a stage play in which the students are the actors”. restoran. Saya ingin memperkenalkan salah satu metode yakni metode TPR (Total Physical Response) sebagai salah satu teknik penyajian dalam pengajaran khususnya dalam pembelajaran bahasa asing. Guru yang memutuskan tentang apa yang akan dipelajari. Metode Pembelajaran Bahasa yang Cukup Efektif Untuk Peserta Didik Bahasa merupakan kunci penentu menuju keberhasilan dan memiliki peran sentral.

2. bangku. Pada tingkat-tingkat permulaan kelihatannya metode ini terasa sulit diterapkan. Ciri-ciri metode ini adalah : Materi pelajaran pertama-tama diberikan kata demi kata. sekalipun mula-mula kalimat yang diucapkan itu belum dimengerti dan dipahami sepenuhnya Alat ucap / lidah siswa/anak didik menjadi terlatih dan jika menerima ucapan-ucapan yang semula sering terdengar dan terucapkan Kekurangan-kekurangan metode langsung (Direct) Pengajaran dapat menjadi pasif. film. menggambarkan dan lain-lain. Direct method atau model langsung yaitu suatu cara mengajikan materi pelajaran bahasa asing di mana guru langsung menggunakan bahasa asing tersebut sebagai bahasa pengantar. Demikian tentang metode pembelajaran TPR yang mungkin terdengar asing di telinga anda. Metode ini relatif banyak menggunakan berbagai macam alat peraga : apakah video. maka guru dapat mengartikan dengan menggunakan alat peraga. Jika mengajar ilmu pasti. Sekalipun kata-kata atau kalimat tersebut mula-mula masih asing dan tidak dipahami anak didik. Metode TPR ini bukanlah metode baru yang sekiranya lebih baik diantara metode-metode pembelajaran yang lain. Namun. dan lain-lain). mendemontstrasikan. guru terpaksa misalnya menterjemahkan kata-kata sulit bahasa asing itu ke dalam bahasa anak didik. maka siswa dapat dengan mudah menangkap simbol-simbol bahasa asing yang diajarkan oleh gurunya. menuntunnya mengucapkan kata per kata. karena memang guru hanya menggunakan bahasa asing tanpa diterjemahkan ke dalam bahasa anak. Demikian halnya kalau kita perhatikan seorang ibu mengajarkan basah kepada anak-anaknya langsung dengan mengajarinya. karena melalui metode ini siswa dapat langsung melatih kemahiran lidah tanpa menggunakan bahasa ibu (bahasa lingkungannya). namun sedikit demi sedikit kata-kata dan kalimat itu akan dapat diucapkan dan dapat pula mengartikannya. pensil. stress yang lebih rendah kapasitasnya maka pembelajaran menjadi lebih baik. Metode ini berpijak dari pemahaman bahwa pengajaran bahasa asing tidak sama halnya dengan mengajar ilmu pasti alam. kemudian struktur kalimat Gramatika diajarkan hanya bersifat sambil lalu. dan mengingat. radio kaset. siswa atau anak didik benar-benar dikondisikan untuk menerima dan bercakap-cakap dalam bahasa asing. . ada baiknya menurut saya jika seorang instruktur atau guru mempergunakan metode ini karena metode ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan motivasi belajar anak terutama dalam bahasa. dan dilarang menggunakan bahasa lain. Misalnya ibunya mengajar “Ayah” maka anak tersebut menyebut “Aah” dan seterusnya. tidak langsung (bnda tiruan) maupun peragaan melalui simbol-simbol atau gerakan-gerakan tertentu Setelah masuk kelas. siswa dituntut agar dapat menghafal rumus-rumus tertentu. Metode ini sebenarnya tepat sekali digunakan pada tingkat permulaan maupun atas karena si siswa merasa telah memiliki bahan untuk bercakap/cercicara dan tentu saja agar siswa betul-betul merasa tertantang untuk bercakap/berkomunikasi. bahkan mungkin sekali siswa merasa jenuh dan merasa dfongkol karena kata-kata dan kalimat yang dituturkan gurunya itu tidak pernah dapat dimengerti. tape recorder. Namun lama kelamaan si anak mengenali kata-kata itu dan akhirnya ia mengerti pula maksudnya Pada prinsipnya metode langsung (direct method) ini sangat utama dalam mengajar bahasa asing. jika guru tidakdapat memotivasi siswa. maka sanksi-sanksi dapat ditetapkan bagi mereka yang menggunakan bahasa sehari-hari. maka pelajaran terasa tidak sulit Siswa memperoleh pengalaman langsung danpraktis. siswa/anak didik dilatih praktek langsunng mengucapkan kata-kata atau kalimat-kalimat tertentu. dan berbagaimedia/alat peraga yang dibuat sendiri. Meskipun pada mulanya terlihat sulit anak didik untuk menuirukannya. METODE PENGAJARAN BAHASA INGGRIS 1. Kebaikan metode langsung (Direct) Metode langsung (direct) dilihat dari segi efektivitasnya memiliki keunggulan antara lain : Siswa termotivasi untuk dapat menyebutkan dan mengerti kata-kata kalimat dalam bahasa asing yang diajarkan oleh gurunya.3) Stres mempengaruhi aktivitas pembelajaran dan apa yang akan dipelajari oleh peserta didik. berpikir. tapi adalah menarik bagi anak didik. dan siswa tidak dituntut menghafal rumus-rumus gramatika. tapi yang utam adalah siswa mampu mengucapkan bahasa secara baik Dalam proses pengajaran senantiasa menggunakan alat bantu (alat peraga) baik berupa alat peraga langsung. meja. Metode Langsung (Direct Method) Direct artinya langsung. karena sudah merasa senang/tertarik. Metode Berlitz (Berlitz Method) Metode Berlitz (Berlitz Metode) adakah metode langsung (Direct Method) yang selalu digunakan di sekolahsekolah Berlitz sebagai metode utama. kalimat per kalimat dan anaknya menurutinya meskipun masih terihat lucu. karena siswa belum memiliki bahan (perbendaharaan kata) yang sudah dimengerti Meskipun pada dasarnya metode ini guru tidak boleh menggunakan bahasa sehari-hari dalam menyampaikan bahan pelajaran bahasa asing tapi pada kenyataannya tidak selalu konsisten demikian. Jika ada suatu kata-kata yang sulit dimengerti oleh anak didik. apalagi guru menggunakan alat peraga dan macam-macam media yang menyenangkan Karena metode ini biasanya guru mula-mula mengajarkan kata-kata dan kalimat-kalimat sederhana yang dapat dimengerti dan diketahui oleh siswa dalam bahasa sehari-hari misalnya (pena. dan tanpa menggunakan bahasa anak didik sedikit pun dalam mengajar. maka metode ini menarik minat siswa. maka dalam pengajaran bahasa.

Metode Percakapan (Conversation Method) Yaitu mengajarkan bahasa asing seperti bahasa Inggris. percakapan di dalam kelas di sekitar sekolah. Yang namanya berbahasa itu ialah berbicara (sebagai fungsi pokok bahasa). kecuali dalam hal-hal tertentu di mana kamus dan bahasa anak didik dapat digunakan. How are you? What are you doing? Can you speak English? Dan sebagainya. Dalam pelaksanaannya metode ini tidak jauh berbeda dengan metode langsung (direct) dimana guru menyajikan materi pelajaran langsung dalam bahasa asing tanpa diterjemahkan sedikitpun. semakin lama semakin meluas dan beragam. dirumah dan luar kelas. sebab sekolah-sekolah berlitz lebih banyak mempopulerkan pemakaian metode ini secara kontinu dan mereka ternyata memang berhasil sangat baik. Jadi fungsi utama belajar bahasa asing itu ialah kemampuan berbahasa aktif. kemudian memperkenalkan benda-benda mulai dari benda-benda yang ada di dalam kelas. berkomunikasi lisan atau bercakapcakap. atau kalimat-kalimat. Mereka telah yakin bahwa metode inilah yang paling cocok dan paling berhasil untuk pengajaran bahasa asing agar lebih serasi dan mencapai kemampuan aktif berbahasa asing. bahasa Arab atau bahasa-bahasa lainnya yang cara langsung mengajak murid-murid bercakap-cakap/berbicara di dalam bahasa asing yang sedang diajarkan ini. sehingga penggunaan/ pemakaian bahasa asli siswa tidak dapat dihindari. karena setiap kata dan kalimat yang diajarkan memiliki konteks (hubungan) dengan dunia (kehidupan sehari-hari) siswa/anak didik Segi kekurangan metode ini antara lain : Siswa merasa kesulitan belajar apabila belum memiliki bekal dasar bahasa asing terutama pada pada tingkattingkat pemula. Alat peraga dan kamus yang dapat digunakan sewaktu-waktu sangat diperlukan. Ciri Metode Natural ini antara lain : Urutan pelajaran mula-mula diberikan melalui menyimak/mendengarkan (listening) baru kemudian percakapan (speaking). bahkan mengenal luar negeri atau negara-negara asing terutama Timur Tengah. membaca (reading) menulis atau (writing) terahir baru gramatika Pelajaran disajikan mula-mula memperkenalkan kata-kata yang sederhana yang telah diketahui oleh anak didik. tapi harus diterapkan secara konsekuen Pada umumnya anak didik dan guru bersikap tradisional mengutamakan gramatika lebih dahulu daripada membaca dan percakapan sesuatu hal yang salah secara alamiah yang amat perlu diubah Pada umumnya pengajaran bahasa asing di sekolah-sekolah kita sangat terasa kekurangan macam-macam media/alat peraga yang diperlukan. Oleh karena itu. . Metode Alami (Natural Method) Metode alami (Natural Method) disebut demikian karena dalam proses belajar. siswa dibawa ke alam seperti halnya pelajaran bahasa ibu sendiri. misalnya untuk menjelaskan dan mengartikan kata-kata sulit dalam bahasa asing. yang pelaksanaanya dengan menerapkan fungsi dan prinsip-prinsip ketentuan dari tiap-tiap metode ini. karena setiap individu siswa dibawa ke dalam suasana lingkungan sesungguhnya untuk aktif mendnegarkan dan menggunakan percakapan dalam bahasa asing Pengajaran membaca dan bercakap-cakap dalam bahasa asing sangat diutamakan. disusul dengan kemampuan membaca dan memahami atau penguasaan pasif. dan memperbanyak perbendaharaan kata-kata atau memperkaya Vocabulary sebagai syarat utama menguasai bahasa asing Oleh karena kemampuan dan kelancaran membaca dan bercakap-cakap sangat diutamakan dalam metode ini maka pelajaran gramatikal (tata bahasa) kurang diperhatikan Kebaikan Metode Natural Kebaikan metode ini antara lain : Pada tingkat lanjutan metode ini sangat efektif. Karena itu metode langsung disebut juga dengan metode Berlitz. seperti : Good Morning.Semua sekolah-sekolah Berlitz menggunakan metode langsung (direct Method) ini dalam pengajaran bahasabahasa asing di sekolahnya dan bnyak lagi sekolah-sekolah lain di Amerika dan Eropa yang secara rutin menerapkan metode ini. dirumah di kantor dan sebagainya. peran kedua barulah membaca/memahami tulisan atau buku. metode utama dan pertama di dalam kegiatan belajar mengajar bahasa asing itu semestinya adalah Metode Percakapan (Conversation Method). Metode ini disejalankan dengan Direct Method dan Natural Method. Itulah tujuan utama atau target pokok mempelajari bahasa asing. Tentunya dimulai dengan kata-kata atau kalimat-kalimat atau ungkapan-ungkapan yang biasa berlaku pada kegiatan-kegiatan sehari-hari. yang seyogyanya para guru harus aktif membuatnya Guru yang kurang memiliki kemampuan dan pengalaman praktis dalam berbahasa asing merupakan faktor sulitnya diterapkan dan berhasil secara baik metode tersebut. sedangkan pelajaran gramatika diajarkan sewaktu-waktu saja Pengajaran menjadi bermakna dan mudah diserap oleh siswa. 4. Guru haruslah seorang yang aktif berbicara di dalam bahasa asing tersebut. 3. Dengan demikian tujuan semua dari metode ini untuk membaca dan bercakap-cakap selalu dalam bahasa asing sulit diterapkan secara murni. barulah murid-muridnya akan mampu pula aktif di dalam belajar (praktek) bahasa.

apakah itu lewat percakapan sehari-hari yang ada hubungannya dengan dunia sekolah anak didik atau lingkungan rumah tangga dan masyarakat lebih luas atau dapat pula menyebutkan rincian nama-nama benda dan kata kera sebagai dasar pembentukan bahasa percakapan.Di negara-negara maju seperti AS dan Eropa. siswa mendengarkan dan memperhatikan baik-baik acara bacaan ini dengan cermat. orang menerapkan ketiga methode ini sebagai praktek utama ditambah lagi dengan alat peraga/audio visual aids yang mencukupi dan serasi sehingga dalam waktu satu semester telah mampu mengunjungi negara dari bahasa bangsa yang dipelajari. guru hendaknya memberikan latihan-latihan praktis membaca dan larihan bercakap-cakap pada masing-masing anak didik. lebih menekankan pada kemampuan praktis dari teori. Sedangkan pada tingkat lanjutan atas materi pelajaran dikembangkan lebih luas dan kompleks melalui percakapan teoritis dan penalaran ilmiah. Dimana mula-mula menurut metode ini pelajaran dimulai dengan latihan-latihan mendengar kemudian diikuti dengan latihan-latihan mengucapkan kata-kata atau kalimat-kalimat dalam bahasa asing. serius (tidak ada yang main-main saat pembacaan itu). Oleh sebab itu pengaturan waktu dan materi hendaknya diatur sedemikian rupa. maka metode ini dianjurkan untuk menggunakan alat peraga/media pengajaran Pada setiap akhir materi pelajaran. 5. Oleh sebab itu pengajaran harus diarahkan pada kemampuan komunikatif atau percakapan. sedangkan gramatika dapat diajarkan sambil lalu saja. maka pelajaran dan penguasaan materi bagi siswa menjadi mengambang. juga percakapan pun serba tanggung. serta gerak-gerik bentuk mimik tertentu dalam bacaan Seri-seri dalam bacaan itu hendaknya disusun sedemikian rupa sehingga menjadi bahan bacaan yang sempurna/berkelanjutan Guru dapat menghentikan seri-seri tertentu jika seri pelajaran tersebut sudah dianggap selesai dan dikuasai oleh anak didik. kesimpulan-kesimpulan dan juga nasihat-nasihat berupa dorongan (memberi motivasi bagi anak didik) supaya belajar sungguh-sungguh. banyak latihan-latihan dialog dan menulis (dikte) Siswa menyimak kesalahan bacaan dan percakapan dari guru atau teman sekelasnya. terutama bagi anak-anak yang belum memiliki bekal (basic) bahasa asing yang cukup memadai. Perbandingan dapat berupa 7 unit materi praktis dan 3 unit materi yang bersifat teoritis. untuk kemudian diubah dan diperbaiki letak-letak kesalahannya itu Kekurangan-kekurangan Metode Phonetic Metode ini memerlukan kesungguhan dan keahlian (profesional) dari pihak guru. Jadi disamping metodenya yang serasi. sebab itu perlu memotivasi murid dan mengajar secara komunikatif Kalau seri-seri pelajaran tidak disusun dan direncanakan sedemikian rupa. sehingga keduanya dikuasai 6. gurunya punya kepabelitas tinggi. rajin dan rutin tiap hari latihan (PR) Kebaikan-kebaikan Metode Phonetic Metode ini mengajarkan kemampuan membaca anak didik dengan lancar dan fasih sekaligus kemampuan percakapan. siswa harus memperhatikan betul langgam dan intonasi. lalu diiringi dengan teori (tata bahasa). Langkah-langkah pelaksanaan metode ini yang dapat dilakukan : Guru membacakan bacaan-bacaan bahasa asing di depan kelas. belajar dan praktek selama 1 tahun telah langsung mampu menulis disertai di dalam bahasa asing tersebut. muridnya pun perlu bersungguh-sungguh belajar serta cerdas. Metode Phonetic ini dapat dikatakan gabungan dari dua metode Natural dan Reading diatas. Misalnya percakapan-percakapan yang sifatnya mula-mula sederhana. setelah itu menuju pada percakapan yang kompleks/lebih sulit Untuk memperjelas ucapan dan percakapan. Metode Practice – Theory Metode ini sesuai dengan namanya. kemudian dapat dilanjutkan pada session/seri berikutnya Setelah pelajaran membaca selesai. Jadi disini yang dipentingkan adalah bagaimana siswa/anak didik dapat mampu berbahasa asing itu secara praktis bukan teoritis. Metode Phonetic (Mendengar dan Mengucapkan) Metode ini mengutamakan ear training dan speak training yaitu cara menyajikan pelajaran bahasa asing melalui latihan-latihan mendengarkan kemudian diikuti dengan latihan-latihan mengucapkan kata-kata dan kalimat dalam bahasa asing yang sedang dipelajari. Tanpa keempat syarat tersebut terpenuhi maka orang bertahun-tahun bahkan belasan tahun belajar bahasa asing. misalnya materi pelajaran membaca diberikan sedikit. Kemudian disusul latihan-latihan membaca (reading and conversation). dan jangan lupa guru dapat memberikn berbagai catatan-catatan khusus. medianya dan buku-buku yang lengkap. Belajar bahasa asing lebih dulu dan mengutamakan praktek. atau membuka/menghidupkan acara bacaan berupa radio kaset/video. Disamping perencanaan dan waktu harus matang Pada tingkat-tingkat pemula (pertama) metode ini masih sulit diterapkan. . Pada tingkat-tingkat awal materi pelajaran praktis dapat dipilih dan diterapkan pada hal-hal yang sederhana. maka latihan percakapan dapat dilakukan.

setelah itu guru menunjuk salah satu di antara siswa untuk membacakannya. kemudian diikuti oleh siswa anak didik. dan tentu siswa lain memperhatikan dan mengikutinya. berkomunikasi lisan Kekurangan-kekurangan Metode Ptactice Theory Memerlukan guru yang betul-betul mahir dan aktif berbahasa asing Pada tingkat-tingkat dasar (awal) metode ini masih sulit diterapkan karena perbendaharaan kata dan bahasa anak didik masih terbatas. dengan demikian pengetahuan dan penguasaan bahasa anak menjadi utuh Kekurangan Metode Reasing/Membaca Pada metode membaca ini. Pilih topik dan materi pelajaran yang menarik hati bagi para siswa/yang sesuai dengan keinginan jiwa mereka Untuk menghindari verbalisme dalam pengajaran maka guru hendaknya dapat mengartikan/menerjemahkan katakata atau kalimat-kalimat yang belum dimengerti/pahami siswa dalam bacaan-bacaan tersebut Pada umumnya alat peraga/media pengajaran berupa pengeras suara. maka perlu diperhatikan hal-hal yang berikut : Hendaknya pokok-pokok materi yang akan disajikan senantiasa disesuaikan dengan taraf perkembangan dan kemampuan siswa pada tingkat tertentu. radio tape/kaset. karena siswa masing sangat asing untuk membiasakan lidahnya. Teknik metode membaca (Reading Method) ini dapat dilakukan dengan cara guru langsung membacakan materi pelajaran dan siswa disuruh memperhatikan/ mendengarkan bacaan-bacaan gurunya dengan baik. Adapun arti dan makna kata dan kalimat kadang-kadang kurang diutamakan. Dilihat dari segi penguasaan bahasa. untuk tingkat-tingkat pemula terasa agak sukar diterapkan. terutama apabila guru yang mengajarkan tidak simpatik/metode diterapkan secara tidak menarik bagi siswa. dengan jalan berganti-ganti (bergiliran). pengajaran menjadi menarik dan tidak membosankan. maka guru mengulangi bacaan itu sekali lagi dengan diikuti oleh semua siswa hal ini terutama pada tingkat-tingkat pertama. Metode Membaca (Reading Method) Metode membaca (Reading Method) yaitu menyajikan materi pelajaran dengan cara lebih dulu mengutamakan membaca. Oleh karena metode ini memiliki segi kekurangan yang berarti. yakni guru mula-mula membacakan topik-topik bacaan. lalu kemudian guru mencatatkan kata-kata sulit atau baru yang belum diketahui siswa di papan tulis untuk dicatat di buku catatan untuk memperkaya perbendaharaan kata-kata dan begitulah selanjutnya.Kelebihan-kelebihan Metode Practice-Theory : Siswa memperoleh ketrampilan langsung atau praktis dalam berbahasa asing Siswa merasa tidak dipusingkan oleh aturan-aturan atau kaidah-kaidah gramatikal karena pelajaran gramatikal hanya diajarkan sambil lalu. . Dan ini jarang dimiliki dalam satu pribadi guru. Kebaikan Metode Reading/Membaca Jika dibandingkan dengan metode-metode lain. Dan dengan demikian metode ini relatif banyak menyita waktu. Guru harus memperbanyak menghafalkan pola-pola kalimat yang baik kepada murid-murid Pada umumnya kemampuan aplikatif bahasa asing anak didik sangat ditentukan oleh faktor motivasi dari pihak guru disamping gaya dan simpatik kepribadian guru. metode reading lebih menitikberatkan pada kemampuan siswa untuk mengucapkan/melafalkan kata-kata dalam kalimat-kalimat bahasa asing yang benar dan lancar. Tapi kadang-kadang guru dapat menunjuk langsung anak didik untuk membacakan pelajaran tertentu lebih dulu. maka metode ini memiliki segi kelebihan/kebaikan-kebaikan antara lain : Siswa dapat dengan lancar membaca dan memahami bacaan-bacaan berbahasa asing dengan fasih dan benar Siswa dapat menggunakan intonasi bacaan bahasa asing sesuai dengan kaidah membaca yang benar Tentu saja dengan pelajaranmembaca tersebut siswa diharapkan mampu pula menerjemahkan kata-kata atau memahami kalimat-kalimat bahasa asing yang diajarkan. bahkan terasa kaku. Guru perlu sering memotivasi anak didik disela-sela mengajar bahasa asing (Inggris/Arab) Kekurangan media peraga sebagai penguat persepsi dan ingatan dapat merupakan sisi lain kekurangan metode ini 7. video dan alat-alat sejenisnya sangat membantu mempercepat/ memperlambat lidah/bacaan siswa. Setelah masing-masing siswa mendapat giliran membaca. Dari segi tensi suarapun kadang-kadang cukup menjenuhkan karena masingmasing guru dan siswa terus-menerus membaca topik-topik pelajaran. sehingga kadang-kadang harus terpaksa untuk berkali-kali menuntun dan mengulang-ulang kata dan kalimat yang sulit ditiru oleh lidah siswa yang bukan dari bahasa asing yang sedang diajarkan. Hal ini dapat berarti pengajaran terlalu bersifat Verbalisme Pengajaran sering terasa memboankan. Disamping itu dengan alat peraga. hingga selesai topik-topik yang telah ditetapkan/ditentukan. sebagai penajam pemahaman Pengajaran dapat dinamis (hidup) dan menyenangkan. apalagi sesekali guru dapat menyelingi dengan percakapan lucu dan media peragaan yang menarik Paling sesuai dengan alamiah tujuan pengajaran bahasa : yang disebut berbahasa itu ialah berbicara.

dan ditambah terus perbendaharaan kata-kata. English 901 dan sebagainya dan dianggap sebagai yang paling sesuai dengan alamiah pengajaran bahasa asing. Latihan-latihan listening. Setelah itu murid-murid perlu dilatih pula Listening untuk mencapai kepekaan pendengaran (Listening. dan Writing Drill yakni latihan-latihan menulis secara benar. ilmu pengetahuan dan lain-lain sangat menarik untuk bahan bacaan. Jadi pola-pola kalimat yang mengandung arti. melakukan sampai menjadi kebiasaan. Semestinya guru itu adalah seorang Bilingual (yang mengusai dua bahasa atau lebih sampai dihayati). secara berangsung-angsur sampai sulit. huruf-huruf di ujung atau di pangkal lidah dan sebagainya Latihan-latihan menyusun kata-kata membuat kalimat sendiri dan sebagainya. Metode Bicara Lisan (Oral Method) Metode ini adalah hampir sama dengan metode phonetic dan reform method. don‟t teach only about the language. dengan kemampuan yang sebenar-benarnya. cara-cara pengucapan sistem tata bahasa. yakni bahasa asing yang diajarkan dan bahasa Indonesia. reading and writing ini amat diperlukan mengiringi pada hampir semua macam metode mengajar bahasa asing. tetapi pada orak method adalah menitikberatkan pada latihan-latihan lisan atau penuturan-penutuan dengan mulut. reading drill untuk mencapai bacaan-bacaan yang betul. speaking. bunyi dan seterusnya dan memberi penjelasanpenjelasan. Metode Praktek Pola-pola Kalimat (Pattern-Practice Method) Penerapan terpenting metode ini ialah dengan melatih murid-murid secara praktek langsung mengucapkan polapola kalimat yang sudah tersusun baik betul. melatih tepatnya keluarnya huruf-huruf kerongkongan. Latihlah secara berulang-ulang dan sampai setiap siswa mendapat giliran. keserasian dan spontanitas Melatih lisan/mulut agar pengucapan bahasa asing itu bisa tepat bunyi. hikmah-hikmah dalam bahasa asing. pada tingkat-tingkat lanjutan bacaan-bacaan dapat diarahkan pada yang bersifat ilmiah/pemikiran. terutama pada tingkat-tingkat pemula. 9. Murid-murid memang harus aktif mengucapkan. oral. pepatah. Para siswa dilatih mengucapkan pola-pola kalimat sampai benar-benar memahami dan menghayati arti/maksudnya serta hafal-lancar tanpa berpikir-pikir menyusun kalimat sendiri. arti. Susunlah pola-pola kalimat yang baik. semua dilakukan dengan mengaktifkan bicara lisan. . telah lebih dulu disediakan atau disusun secara serasi dari yang mudah. sehingga menghayati pola-pola kalimat tersebut sampai membudaya. Seterusnya latihan-latihan speaking (speaking drill) untuk kelancaran berbicara. Melatih untuk bisa lancar berbicara (fluently). dan bahan perbendaharaan kata-kata yang sederhana sampai yang rumit. Pertama-tama guru membanding-bandingkan kedua bahasa. 8. tidak kedengaran janggal. khususnya bahasa Inggris dan Arab. tentang kata-kata yang sama. Latihan-latihan Sistem bunyi melalui bibir. misalnya bahasa Arab dengan bahasa Indonesia.Buku-buku bacaan dapat dipilih dan disusun sedemikian rupa hingga menarik/menyenangkan siswa. Metode ini seperti yang dipraktekkan pada buku-buku pelajaran bahasa Inggris antara lain English 900. cerpen (cerita-cerita). sehingga menggarkan sesuatu situasi atau cerita. Dari bahasa dwi-bahasa (bilingual) diuraikan dan dipilih pola-pola kalimat dengan bunyi-bunyi tertentu untuk mater drill atau bahan-bahan latihan yang intensif. menghindarkan salahsalah di dalam menulis ejaan atau huruf. Pada umumnya bacaan berupa novel. atau mengerjakan sebagaimana yang dimaksud oleh pola kalimat tersebut. dll). speaking Target yang hendak dicapai melalui metode ini ialah keammpuan dan kelancaran berbahasa lisan atau berbicara lisan atau berkomunikasi langsung sebagai fungsi utama bahasa Prinsip metode ini ialah : Teach the language.

2001). Belajar dapat terjadi lebih cepat ketika siswa dapat memanipulasi peralatan dan bahan serta melakukan bentuk-bentuk penelitian yang aktif.blogspot. Dengan ini siswa akan menyadari bahwa apa yang mereka pelajari berguna sebagai hidupnya nanti.yaitu terhadap apa yang masingmasing partisipan kontribusikan dan buat secara bersama-sama. http://maistrofisika. Siswa yang bekerja secara individu sering tidak membantu kemajuan yang signifikan.pendekatan kontekstual sendiri dilakukan dengan melibatkan komponen komponen pembelajaran yang efektif yaitu konstruktivisme. 3.siswa yang bekerja secara kelompok sering dapat mengatasi masalah yang komplek dengan sedikit bantuan. Guru dapet memotivasi siswa dengan memberikam latihan yang realistic dan relevan.blogspot.sedangkan yang lain seperti Piaget melihat konstruksi individu lah yang utama (konstruktivisme individu). PENDEKATAN KONSTEKTUAL Pendekatan Kontekstual atau Contextual Teaching and Learning (CTL) merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat (US Departement of Education.manfaatnya. bertanya. Sehingga perkembangan pengetahuan yang dihasilkan akan berbeda-beda dalam konteks budaya yang berbeda. Sebaliknya. Menerapkan.com Dalam pengajaran kontekstual memungkinkan terjadinya lima bentuk belajar yang penting. Sehingga. 2. penilaian sebenarnya.wordpress. Beberapa pemikir konstruktivis seperti Vigotsky menekankan berbagi dan konstruksi sosial dalam pembentukan pengetahuan (konstruktivisme sosial).dalam status apa mereka dan bagaimana mencapainya. refleksi.com ) 2. Pengalaman kerjasama tidak hanya membanti siswa mempelajari bahan ajar.misalnya pendekatan yang khusus dalam pendidikan matematik dan sains. menemukan.Vygotsky percaya bahwa pengetahuan dibentuk secara sosial. Kerjasama. Mengaitkan adalah strategi yang paling hebat dan merupakan inti konstruktivisme. Dalam konteks ini siswa perlu mengerti apa makna belajar.Macam-Macam Pendekatan Pembelajaran 1. Pada dasarnya pendekatan konstruktivisme sangat penting dalam peningkatan dan pengembangan pengetahuan yang dimiliki oleh siswa berupa keterampilan dasar yang dapat diperlukan dalam pengembangan diri siswa baik dalam lingkungan sekolah maupun dalam lingkungan masyarakat. Jadi pendekatan konstruktivisme merupakan pembelajaran yang lebih mengutamakan pengalaman langsung dan keterlibatan siswa dalam kegiatan pembelajaran. pemodelan.kepercayaan.yaitu: 1. Peran guru membuat bermacam-macam pengelaman belajar dengan focus pada pemahaman bukan hapalan Doantara Yasa (dalam web http://ipotes.tetapi konsisten dengan dunia nyata. Ciri-ciri pendekatan konstruktivisme . 4. Dalam pendekatan konstruktivisme ini peran guru hanya sebagai pembibimbing dan pengajar dalam kegiatan pembelajaran. Mentransfer.konsep diri atau identitas adalah mereka yang biasa disebut konstruktivis individual.guru lebih mengutamakan keaktifan siswa dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyalurkan ide-ide baru yang sesuai dengan materi yang disajikan untuk meningkatkan kemampuan siswa secara pribadi.dan aktivitasnya membentuk perkembangan dan kemampuan belajar individual.serta belajar sesuatu melalui aktivitas individu dan sosial. 5. Interaksi sosial.mengaitkan apa yang sudah diketahui siswa dengan informasi baru.namun terdapat beberapa pendekatan konstruktivis.spot. Olek karena itu . masyarakat belajar. Konstrukstivisme Individu Para psikolog konstruktivis yang tertarik dengan pengetahuan individu. Tidak ada satupun teori belajar tentang konstruktivisme.alat-alat budaya. http://emanbateportofolio.com Secara umum yang disebut konstruktivisme menekankan kontribusi seseorang pembelajar dalam memberikan arti.com Pendekatan konstektual merupakan pendekatan yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkanya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat.blog. Riset mereka berusaha mengungkap sisi dalam psikologi manusia dan bagaimana seseorang membentuk struktur emosional atau kognitif dan strateginya Konstruktivisme social Berbeda dengan Piaget. PENDEKATAN KONSTRUKTIVISME Pendekatan konstruktivisme merupakan pendekatan dalam pembelajaran yang lebih menekankan pada tingkat kreatifitas siswa dalam menyalurkan ide-ide baru yang dapat diperlukan bagi pengembangan diri siswa yang didasarkan pada pengetahuan. Mengalami merupakan inti belajar kontekstual dimana mengaitkan berarti menghubungkan informasi baru dengan pengelaman maupun pengetahui sebelumnya. Jadi dengan demikian. Siswa menerapkan suatu konsep ketika ia malakukan kegiatan pemecahan masalah. Guru menggunakan strategi ini ketia ia mengkaitkan konsep baru dengan sesuatu yang sudah dikenal siswa.akan membuat mereka memposisikan sebagai diri sendiri yang memerlukan suatu bekal yang bermanfaat untuk hidupnya nanti dan siswa akan berusaha untuk menggapinya http://zalva-kapeta.

Setiap siswa mempunyai peranan penting dalam menentukan apa yang mereka pelajari. Setiap konsep berbeda dengan melihat „ciri-ciri tertentu Kondisi-kondisi yang dipertimbangkan dalam kegiatan belajar mengajar dengan pendekatan konsep adalah: a. http://maistrofisika. Generally Accepted Accounting Principles (GAAP) yang dijelaskan di dalam pernyataan (statement) dibangun berdasarkan observasi dari praktek yang ada. http://www. b. .spot.huruf.1.com 4.Konsep diperoleh melalui pengamatan dan pengalaman langsung c.pengembangan pengetahuan bagi peserta didik dapat dilakukan oleh siswa itu sendiri melalui kegiatan penelitian atau pengamatan langsung sehingga siswa dapat menyalurkan ide-ide baru sesuai dengan pengalaman dengan menemukan fakta yang sesuai dengan kajian teori.lalu menarik kesimpulan berdasarkan pengamatan tersebut. Dalam sistem deduktif yang kompleks. 4 adalah contoh dari penelitian induksi.Pengenalan benda konkret. Metode ini sering disebut sebagai sebuah pendekatan pengambilan kesimpulan dari khusus menjadi umum./) dll.com 5.blogspot. .blog. Metode deduktif sering digambarkan sebagai pengambilan kesimpulan dari sesuatu yang umum kesesuatuyangkhusus.wordpress. Konsep merupakan struktur mental yang diperoleh dari pengamatan dan pengalaman.com Pendekatan Konsep merupakan suatu pendekatan pengajaran yang secara langsung menyajikan konsep tanpa memberi kesempatan kepada siswa untuk menghayati bagaimana konsep itu diperoleh.com Pendekatan induktif merupakan proses penalaran yang bermula dari keadaan khusus menuju keadaan umum APB Statement No. Sebagai contoh. 4.Simbol.kematangan berpikir sesuai denaan unsur lingkungan. d Penjelasan perlahan-lahan dari yang konkret sampai ke yang abstrak.Mengetengahkan konsep dasar dengan persepsi yang benar yang mudah dimengerti. Dengan adanya pendekatan konstruktivisme.premis yang menyatakan bahwa laporan akuntansi (accounting reports) seharusnya didasarkan kepada pengukuran nilai aset bersih yang bisa direalisasi (net realizable value measurements of assets) merupakan premis dari teori normatif.Menanti kesiapan belajar.Menghubungkan dengan pengalaman lama atau berupa pengalaman baru.lambang. Konsep adalah klasifikasi perangsang yang memiliki ciri-ciri tertentu yang sama.blogspot.penafsiran tentang benda baru b. 3.kode. PENDEKATAN INDUKTIF Pendekatan induktif menekanan pada pengamatan dahulu.Statement ini adalah suatu usaha APB untuk membangun sebuah teori akuntansi. 2. PENDEKATAN DEDUKTIF Pendekatan deduktif (deductive approach) adalah pendekatan yang menggunakan logika untuk menarik satu atau lebih kesimpulan (conclusion) berdasarkan seperangkat premis yang diberikan. Ciri-ciri suatu konsep adalah: a.Konsep berbeda dalam isi dan luasnya d.Tahap simbolik Tahap simbolik siperkenalkan dengan: .Konsep yang diperoleh berguna untuk menafsirkan pengalaman-pengalarnan e Konsep yang benar membentuk pengertian f. Antara pengetahuan-pengetahuan yang ada harus ada keterkaitan dengan pengalaman yang ada dalam diri siswa.sribd.blog.Konsep memiliki gejala-gejala tertentu b. c. Langkah-langkah mengajar dengan pendekatan konsep melalui 3 tahap yaitu. kode. Sebaliknya.seperti (?=.Tahap enaktik Tahap enaktik dimulai dari: . PENDEKATAN KONSEP Pendekatan konsep adalah pendekatan yang mengarahkan peserta didik meguasai konsep secara benar dengan tujuan agar tidak terjadi kesalahan konsep (miskonsepsi).peneliti dapat menarik lebih dari satu kesimpulan. http://zalva-kapeta.com) 3.teori deskriptif (descriptive theory) berupaya untuk menemukan hubungan yang sebenarnya terjadi. PerbedaanPendekatanDeduktifdanInduktif Teori normatif (normative theory) menggunakan pertimbangan nilai (value judgement) yang berisi satu atau lebih premis menjelaskan cara yang seharusnya ditempuh.Pengamatan. . Peran guru hanya sebagai pembimbing dengan menyediakan materi atau konsep apa yang akan dipelajari serta memberikan peluang kepada siswa untuk menganalisis sesuai dengan materi yang dipelajari Deceng (dalam web http://deceng.coml Pendekatan deduktif merupakan proses penalaran yang bermula dari keadaan umum ke keadaan khusus sebagai pendekatan pengajaran yang bermula dengan menyajikan aturan.spot.seperti angka.prinsip umum dan diikuti dengan contoh contoh khusus atau penerapan aturan. http://maistrofisika. http://zalvakapeta.prinsip umum ke dalam keadaan khusus. a.Memperkenalkan konsep yang spesifik dari pengalaman yang spesifik pula sampai konsep yang komplek.

apakah siswa sudah mampu http://maistrofisika.seperti: . Pada tanggal 27 september jam 20. http://ipotes. http://www. http://maistrofisika. Pendekatan ini penting untuk melatih daya pikir atau mengembangkan kemampuan berpikir dan melatih psikomotor peserta didik.ketelitian.html http://www. Evaluasi pembelajaran yang dinilai adalah proses yang mencakup kebenaran cara kerja.Pada tanggal 15 september jam11.Membandingkan antara contoh dan non-contoh untuk menangkap apakah siswa cukup mengerti akan ciri-cirinya.00 wib Deceng.fisika.istilah.sehingga mampu mengambil keputusan penting tentang masalah-masalah dalam masyarakat serta mengambil tindakan sehubungan dengan keputusan yang telah diambilnya Filosofi yang mendasari pendekatan STM adalah pendekatan konstruktivisme.Teknologi dan Masyarakat (STM) merupakan gabungan antara pendekatan konsep. Pada pendekatan ini peserta didik diharapkan benar-benar menguasai proses.keuletan dalam bekerrja dan sebagainya.com.blogspot.dan istilah serta defenisi. c.CBSA.sribd.dan isu yang ada di masyarakat.blog.Menyebut nama.wordpress.coml 6.00 wib Pendekatan Konstruktivisme.com/2009/02/gaya-belajar.Science Technology Society and Environtment (STSE) atau Sains Teknologi Lingkungan dan Masyarakat.com 7. PENDEKATAN PROSES pendekatan proses merupakan pendekatan pengajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk menghayati proses penemuan atau penyusunan suatu konsep sebagai suatu keterampilan proses. Pendekatan Kontekstual.TEKNOLOGI DAN MASYARAKAT Pendekatan Science.com/doc/12429922/pendekatan dan metode http://zalva-kapeta.Tahap ikonik Tahap ini adalah tahap penguasaan konsep secara abstrak.00 wib http://maistrofisika.Memberi nama.keterampilan proses.com Pendekatan proses adalah pendekatan yang berorientasi pada proses bukan hasil.sribd.com DAFTAR PUSTAKA Dantara Yasa.1999). Istilah Sains Teknologi Masyarakat (STM) dalam bahasa Inggris disebut Sains Technology Society (STS). Sains Teknologi Masyarakat (STM) merupakan pendekatan terpadu antara sains. Teori Belajar Konstruktivisme.blogspot.teknologi. http://emanbateportofolio. http://deceng.spot.blogspot.com.blogspot. http://maistrofisika.html mengatakannya .yang dalam berbagai kegiatan perlu ditonjolkan.Inkuiri dan diskoveri serta pendekatan lingkungan. (Susilo.com.defmisi. Adapun tujuan dari pendekatan STM ini adalah menghasilkan peserta didik yang cukup memiliki bekal pengetahuan.Pada tanggal 27 september jam 20.. . Meskipun istilahnya banyak namun sebenarnya intinya sama yaitu Environtment. PENDEKATAN SAINS.wordpress.blogspot.keakuratan.yaitu peserta didik menyusun sendiri konsep-konsep di dalam struktur kognitifnya berdasarkan apa yang telah mereka ketahui. Dalam pendekatan proses peserta didik juga harus dapat mengilustrasikan atau memodelkan dan bahkan melakukan percobaan.Technology and Society (STS) atau pendekatan Sains.com/2009/05/lt.