Teknik dan Instrumen Penilaian (Minggu, 05 Juni 2011) A. Teknik Penilaian Permendiknas No.

22 tahun 2006 menyatakan bahwa Standar Isi (SI) untuk satuan Pendidikan Dasar dan Menengah mencakup lingkup materi minimal dan tingkat kompetensi minimal untuk mencapai kompetensi lulusan minimal pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Di dalam SI dijelaskan bahwa kegiatan pembelajaran dalam KTSP meliputi tatap muka, penugasan terstruktur, dan kegiatan mandiri tidak terstruktur. Tatap muka adalah pertemuan formal antara pendidik dan peserta didik dalam pembelajaran di kelas. Penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur adalah kegiatan pembelajaran berupa pendalaman materi pembelajaran oleh peserta didik yang dirancang oleh pendidik untuk mencapai standar kompetensi. Waktu penyelesaian penugasan terstruktur ditentukan oleh pendidik, sedangkan waktu penyelesaian kegiatan mandiri tidak terstruktur diatur sendiri oleh peserta didik. Sejalan dengan ketentuan tersebut, penilaian dalam KTSP harus dirancang untuk dapat mengukur dan memberikan informasi mengenai pencapaian kompetensi peserta didik yang diperoleh melalui kegiatan tatap muka, penugasan terstruktur, dan kegiatan mandiri tidak terstruktur. Berbagai macam teknik penilaian dapat dilakukan secara komplementer (saling melengkapi) sesuai dengan kompetensi yang dinilai. Teknik penilaian yang dimaksud antara lain melalui tes, observasi, penugasan, inventori, jurnal, penilaian diri, dan penilaian antarteman yang sesuai dengan karakteristik kompetensi dan tingkat perkembangan peserta didik. 1. Tes adalah pemberian sejumlah pertanyaan yang jawabannya dapat benar atau salah. Tes dapat berupa tes tertulis, tes lisan, dan tes praktik atau tes kinerja. Tes tertulis adalah tes yang menuntut peserta tes memberi jawaban secara tertulis berupa pilihan dan/atau isian. Tes yang jawabannya berupa pilihan meliputi pilihan ganda, benar-salah, dan menjodohkan. Sedangkan tes yang jawabannya berupa isian dapat berbentuk isian singkat dan/atau uraian. Tes lisan adalah tes yang dilaksanakan melalui komunikasi langsung (tatap muka) antara peserta didik dengan pendidik. Pertanyaan dan jawaban diberikan secara lisan. Tes praktik (kinerja) adalah tes yang meminta peserta didik melakukan perbuatan/mendemonstasikan/ menampilkan keterampilan. Dalam rancangan penilaian, tes dilakukan secara berkesinambungan melalui berbagai macam ulangan dan ujian. Ulangan meliputi ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, dan ulangan kenaikan kelas. Sedangkan ujian terdiri atas ujian nasional dan ujian sekolah. Ulangan adalah proses yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran, untuk melakukan perbaikan pembelajaran, memantau kemajuan dan menentukan keberhasilan belajar peserta didik. Ulangan harian adalah kegiatan yang dilakukan secara periodik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah menyelesaikan satu kompetensi dasar (KD) atau lebih. Ulangan tengah semester adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah melaksanakan 8 – 9 minggu kegiatan pembelajaran. Cakupan ulangan tengah semester meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan seluruh KD pada periode tersebut. Ulangan akhir semester adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik pada akhir semester. Cakupan ulangan akhir semester meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan semua KD pada semester tersebut. Ulangan kenaikan kelas adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik pada akhir semester genap untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik pada akhir semester genap pada satuan pendidikan yang menggunakan sistem paket. Cakupan ulangan kenaikan kelas meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan semua KD pada semester genap. Ujian adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik sebagai pengakuan prestasi belajar dan/atau penyelesaian dari suatu satuan pendidikan. Ujian nasional adalah kegiatan pengukuran pencapaian kompetensi peserta didik pada beberapa mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi dalam rangka menilai pencapaian Standar Nasional Pendidikan. Ujian sekolah adalah kegiatan pengukuran pencapaian kompetensi peserta didik yang dilakukan oleh satuan pendidikan untuk memperoleh pengakuan atas prestasi belajar dan merupakan salah satu persyaratan kelulusan dari satuan pendidikan. Mata pelajaran yang diujikan pada ujian sekolah adalah mata pelajaran pada kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi yang tidak diujikan pada ujian nasional, dan aspek kognitif dan/atau psikomotorik untuk kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, serta kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. 2. Observasi adalah penilaian yang dilakukan melalui pengamatan terhadap peserta didik selama pembelajaran berlangsung dan/atau di luar kegiatan pembelajaran. Observasi dilakukan untuk mengumpulkan data kualitatif dan kuantitatif sesuai dengan kompetensi yang dinilai, dan dapat dilakukan baik secara formal maupun informal. Penilaian observasi dilakukan antara lain sebagai penilaian akhir kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kelompok mata pelajaran

kewarganegaraan dan kepribadian, kelompok mata pelajaran estetika, serta kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga, dan kesehatan. 3. Penugasan adalah pemberian tugas kepada peserta didik baik secara perorangan maupun kelompok. Penilaian penugasan diberikan untuk penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur, dan dapat berupa praktik di laboratorium, tugas rumah, portofolio, projek, dan/atau produk. 4. Portofolio adalah kumpulan dokumen dan karya-karya peserta didik dalam bidang tertentu yang diorganisasikan untuk mengetahui minat, perkembangan prestasi, dan kreativitas peserta didik (Popham, 1999). Bentuk ini cocok untuk mengetahui perkembangan unjuk kerja peserta didik dengan menilai bersama karya-karya atau tugas-tugas yang dikerjakannya. Peserta didik dan pendidik perlu melakukan diskusi untuk menentukan skor. Pada penilaian portofolio, peserta didik dapat menentukan karya-karya yang akan dinilai, melakukan penilaian sendiri kemudian hasilnya dibahas. Perkembangan kemampuan peserta didik dapat dilihat pada hasil penilaian portofolio. Teknik ini dapat dilakukan dengan baik apabila jumlah peserta didik yang dinilai sedikit. 5. Projek adalah tugas yang diberikan kepada peserta didik dalam kurun waktu tertentu. Peserta didik dapat melakukan penelitian melalui pengumpulan, pengorganisasian, dan analisis data, serta pelaporan hasil kerjanya. Penilaian projek dilaksanakan terhadap persiapan, pelaksanaan, dan hasil. 6. Produk (hasil karya) adalah penilaian yang meminta peserta didik menghasilkan suatu hasil karya. Penilaian produk dilakukan terhadap persiapan, pelaksanaan/proses pembuatan, dan hasil. 7. Inventori merupakan teknik penilaian melalui skala psikologis yang dipakai untuk mengungkapkan sikap, minat, dan persepsi peserta didik terhadap objek psikologis. 8. Jurnal merupakan catatan pendidik selama proses pembelajaran yang berisi informasi hasil pengamatan terhadap kekuatan dan kelemahan peserta didik yang berkait dengan kinerja ataupun sikap dan perilaku peserta didik yang dipaparkan secara deskriptif. 9. Penilaian diri merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peserta didik untuk menilai dirinya sendiri mengenai berbagai hal. Dalam penilaian diri, setiap peserta didik harus mengemukakan kelebihan dan kekurangan dirinya secara jujur. 10. Penilaian antarteman merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peserta didik mengemukakan kelebihan dan kekurangan temannya dalam berbagai hal secara jujur. Kombinasi penggunaan berbagai teknik penilaian di atas akan memberikan informasi yang lebih akurat tentang kemajuan belajar peserta didik. Karena pembelajaran pada KTSP meliputi kegiatan tatap muka, penugasan terstruktur, dan kegiatan mandiri tidak terstruktur, maka penilaianpun harus dilaksanakan seperti itu. Tabel berikut menyajikan contoh penilaian yang dilakukan dalam pembelajaran melalui kegiatan tatap muka, penugasan terstruktur, dan kegiatan mandiri tidak terstruktur. Tabel 1 Penilaian untuk kegiatan tatap muka dan penugasan MATA PELAJARAN Fisika TATAP MUKA Mengukur besaran Ulangan mengenai fisika (massa, Pengukuran panjang, dan waktu) Membaca QS Al Baqarah: 30, AlMukminum: 12-14, Az-Zariyat: 56 dan An-Nahl: 78 Ulangan mengenai hukum bacaan untuk surat dan ayat yang sesuai KOMPETENSI DASAR PENILAIAN UNTUK KEGIATAN PEMBELAJARAN TUGAS TERSTRUKTUR Praktik mengukur di laboraborium KEGIATAN MANDIRI Tugas mendata alat ukur yang sering digunakan sehari-hari

Pendidikan Agama Islam

Melafalkan QS Al Baqarah: 30, AlMukminum: 12-14, Az-Zariyat: 56 dan An-Nahl: 78 dengan makhraj yang benar

Membuat rang-kuman perbandingan tiga referensi tafsir Al Qur‟an (Ibnu Katsir, Jalalain, dan Al-Azhar) QS Al Baqarah: 30, AlMukminum: 12-14, Az-Zariyat: 56 dan An-Nahl: 78

B. Aspek yang Dinilai Penilaian dilakukan secara menyeluruh yaitu mencakup semua aspek kompetensi yang meliputi kemampuan kognitif, psikomotorik, dan afektif. Kemampuan kognitif adalah kemampuan berpikir yang menurut taksonomi Bloom secara hierarkis terdiri atas pengetahuan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis, dan evaluasi. Pada tingkat pengetahuan, peserta didik menjawab pertanyaan berdasarkan hapalan saja. Pada tingkat pemahaman, peserta didik dituntut untuk menyatakan jawaban atas pertanyaan dengan kata-katanya sendiri. Misalnya, menjelaskan suatu prinsip atau konsep. Pada tingkat aplikasi, peserta didik dituntut untuk menerapkan prinsip dan konsep dalam suatu situasi yang baru. Pada tingkat analisis,

peserta didik diminta untuk menguraikan informasi ke dalam beberapa bagian, menemukan asumsi, membedakan fakta dan pendapat, dan menemukan hubungan sebab akibat. Pada tingkat sintesis, peserta didik dituntut merangkum suatu cerita, komposisi, hipotesis, atau teorinya sendiri, dan mensintesiskan pengetahuan. Pada tingkat evaluasi, peserta didik mengevaluasi informasi, seperti bukti sejarah, editorial, teori-teori, dan termasuk di dalamnya melakukan judgement (pertimbangan) terhadap hasil analisis untuk membuat keputusan. Kemampuan psikomotor melibatkan gerak adaptif (adaptive movement) atau gerak terlatih dan keterampilan komunikasi berkesinambungan (non-discursive communication) - (Harrow, 1972). Gerak adaptif terdiri atas keterampilan adaptif sederhana (simple adaptive skill), keterampilan adaptif gabungan (compound adaptive skill), dan keterampilan adaptif komplek (complex adaptive skill). Keterampilan komunikasi berkesinambungan mencakup gerak ekspresif (expressive movement) dan gerak interpretatif (interpretative movement). Keterampilan adaptif sederhana dapat dilatihkan dalam berbagai mata pelajaran, seperti bentuk keterampilan menggunakan peralatan laboratorium IPA. Keterampilan adaptif gabungan, keterampilan adaptif komplek, dan keterampilan komunikasi berkesinambungan baik gerak ekspresif maupun gerak interpretatif dapat dilatihkan dalam mata pelajaran Seni Budaya dan Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan. Kondisi afektif peserta didik berhubungan dengan sikap, minat, dan/atau nilai-nilai. Kondisi ini tidak dapat dideteksi dengan tes, tetapi dapat diperoleh melalui angket, inventori, atau pengamatan yang sistematik dan berkelanjutan. Sistematik berarti pengamatan mengikuti suatu prosedur tertentu, sedangkan berkelanjutan memiliki arti pengukuran dan penilaian yang dilakukan secara terus menerus. Dalam laporan hasil belajar peserta didik, terdapat komponen pengetahuan yang umumnya merupakan representasi aspek kognitif, komponen praktik yang melibatkan aspek psikomotorik, dan komponen sikap yang berkaitan dengan kondisi afektif peserta didik terhadap mata pelajaran tertentu. Tabel berikut menyajikan berbagai aspek yang dinilai untuk lima kelompok mata pelajaran (sesuai PP no. 19 tahun 2005 pasal 64). Tabel 2 Aspek yang dinilai dalam berbagai mata pelajaran No Kelompok mata pelajaran Contoh Mata pelajaran 1 Agama dan akhlak mulia Pendidikan Agama 2 Kewarganegaraan dan kepribadian Pendidikan Kewarganegaraan 3 Ilmu Pengetahuan dan Matematika Tenologi Fisika, Kimia, Biologi Ekonomi, Sejarah, Geografi, Sosiologi, Antropologi Bhs Indonesia, bhs Inggris, bhs Asing lain Teknologi Informasi dan Komunikasi 4 Estetika Seni Budaya 5 Jasmani, olahraga, dan kesehatan Pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan C. Penilaian Kelompok Mata Pelajaran Dalam KTSP terdapat 5 kelompok mata pelajaran yaitu kelompok mata pelajaran: agama dan akhlak mulia; kewarganegaraan dan kepribadian; ilmu pengetahuan dan teknologi; estetika; jasmani, olahraga, dan kesehatan. 1. Penilaian kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia Kompetensi yang dikembangkan dalam kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia terfokus pada aspek kognitif atau pengetahuan dan aspek afektif atau perilaku. Penilaian hasil belajar untuk kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia dilakukan melalui: a. Pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan afeksi dan kepribadian peserta didik; b. Ujian, ulangan, dan/atau penugasan untuk mengukur aspek kognitif peserta didik. Dalam rangka menilai akhlak peserta didik, guru agama dan guru mata pelajaran lain melakukan pengamatan terhadap perilaku peserta didik, baik di dalam maupun di luar kelas. Pengamatan ini dimaksudkan untuk menilai perilaku peserta didik yang menyangkut pengamalan agamanya seperti kedisiplinan, kebersihan, tanggung jawab, sopan santun, hubungan sosial, kejujuran, dan pelaksanaan ibadah ritual. Tabel berikut menampilkan dimensi dan indikator penilaian akhlak mulia. Tabel 3 Dimensi dan indikator sebagai rambu-rambu penilaian akhlak mulia Dimensi Indikator Disiplin Datang dan pulang tepat waktu mengikuti kegiatan dengan tertip Bersih Membuang sampah pada tempatnya Mencuci tangan sebelum makan

Aspek yang dinilai Pengetahuan dan sikap Pengetahuan dan sikap Pengetahuan dan sikap Pengetahuan, praktik, dan sikap Pengetahuan dan sikap Pengetahuan, praktik, dan sikap Pengetahuan, praktik, dan sikap Praktik dan sikap Pengetahuan, praktik, dan sikap

No 1 2

No

Dimensi

3 4

Tanggungjawab Sopan Santun

5

Hubungan Sosial

6

Jujur

7

Pelaksanaan ibadah ritual

Indikator Membersihkan tempat kegiatan Merawat kebersihan diri Menyelesaikan tugas pada waktunya Berani menanggung resiko Berbicara dengan sopan Bersikap hormat pada orang lain Berpakaian sopan Berposisi duduk yang sopan Menjalin hubungan baik dengan guru Menjalin hubungan baik dengan sesama teman Menolong teman Mau bekerjasama dalam kegiatan yang positif Menyampaikan pesan apa adanya Mengatakan apa adanya Tidak berlaku curang Melaksanakan sembahyang Menunaikan ibadah puasa Berdoa

Keterangan: Rambu-rambu tersebut di atas dapat digunakan sebagai bahan acuan bagi guru mata pelajaran agama dan guru mata pelajaran lain. Bagi guru mata pelajaran lain hasil pertimbangan diberikan kepada guru agama terutama mengenai perilaku yang benar-benar menyimpang yang dilakukan berulang-ulang oleh peserta didik. Penentuan nilai akhir kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia pada akhir satuan pendidikan dilakukan melalui rapat dewan pendidik yang didasarkan pada hasil ujian sekolah dengan mempertimbangkan penilaian oleh pendidik. 2. Penilaian kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian Hasil belajar kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian meliputi: a. Pemahaman akan hak dan kewajiban diri sebagai warga negara, yaitu aspek kognitif sebagai hasil belajar mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. b. Kepribadian, yaitu beberapa aspek kepribadian sebagaimana disebutkan dalam Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum. c. Perilaku berkepribadian, yaitu berbagai bentuk perilaku sebagai penerjemahan dimilikinya ciri-ciri kepribadian warga negara Indonesia. Seperti kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, penilaian kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dilakukan melalui: a. Pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan afeksi dan kepribadian peserta didik; b. Ujian, ulangan, dan/atau penugasan untuk mengukur aspek kognitif peserta didik. Contoh pengamatan aspek kepribadian dan indikator perilaku dapat dilhat pada tabel berikut. Tabel 4. Penilaian terhadap aspek kepribadian peserta didik ASPEK INDIKATOR PERILAKU KEPRIBADIAN a. Tidak menghindari kewajiban Bertanggungjawab b. Melaksanakan tugas sesuai dengan kemampuan c. Menaati tata tertib sekolah d. Memelihara fasilitas sekolah Percaya Diri a. Tidak mudah menyerah b. Berani menyatakan pendapat c. Berani bertanya d. Mengutamakan usaha sendiri daripada bantuan a. Menerima pendapat yang berbeda Saling Menghargai b. Memaklumi kekurangan orang lain c. Mengakui kelebihan orang lain d. Dapat bekerjasama

dan/atau bentuk lain yang sesuai dengan karakteristik materi yang diujikan. penilaian dalam bidang teknologi dapat pula dengan hasil penugasan dan portofolio. d. yakni mendengarkan. penilaian diri. c. penilaian kemampuan berbahasa bersifat autentik dan pragmatik. Menunjukkan semangat berprestasi c. tes praktik simulasi maupun tes/uji petik/contoh kerja. tes identifikasi. Penilaian akhir terhadap peserta didik hendaknya berdasarkan pada teknik penilaian yang beragam. melainkan karena kebutuhan akan tingkat pemahaman dan pemikiran yang lebih tinggi. matematika. Penilaian IPA dan IPS dapat dilakukan secara terpadu dengan proses pembelajaran. Penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan secara berkesinambungan untuk menilai pencapaian kompetensi peserta didik. keterampilan. Pengumpulan data penilaian selama proses pembelajaran melalui observasi juga penting untuk dilakukan. Keunikan pembelajaran kelompok mata pelajaran estetika terletak pada kegiatan pembelajaran yang mampu memberikan pengalaman estetik melalui dua kegiatan yang saling terkait satu sama lain. geografi). Tes praktik. observasi. Berani bersaing b. kimia. keterampilan. terdiri atas penilaian hasil belajar oleh: pendidik. Hasil portofolio yang berupa kumpulan hasil kerja berkesinambungan dapat dipakai sebagai informasi yang menggambarkan perkembangan kompetensi peserta didik. penilaian diri. Menghindari permusuhan dengan teman c. Selain dengan tes kinerja. Penilaian ini dilakukan melalui ulangan. pendidik hendaknya memperhatikan benar kemampuan berpikir yang ingin dinilainya. Penilaian kelompok mata pelajaran estetika Kelompok mata pelajaran estetika dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. Hasil penugasan dapat berupa produk yang mencerminkan kompetensi peserta didik. Penilaian hasil belajar mata pelajaran pada kelompok iptek juga dilakukan oleh satuan pendidikan melalui ujian sekolah/madrasah dan oleh pemerintah melalui ujian nasional. Menerima nasihat guru b.ASPEK KEPRIBADIAN Bersikap Santun INDIKATOR PERILAKU a. b. tes praktik. 4. Selain itu. IPS (ekonomi. Memiliki keinginan untuk tahu Kompetitif 3. seni dan budaya. komunikasi nyata senantiasa melibatkan lebih dari satu keterampilan berbahasa sehingga harus diperhatikan keterpaduan antara keterampilan berbahasa tersebut. Penilaian kemampuan berbahasa harus memperhatikan hakikat dan fungsi bahasa yang lebih menekankan pada bagaimana menggunakan bahasa secara baik dan benar sehingga mengarah kepada penilaian kemampuan berbahasa berbasis kinerja. Berusaha ingin lebih maju d. dan memperbaiki proses pembelajaran. tes lisan. portofolio. biologi). dan pemerintah. dan muatan lokal yang relevan. Tes petik kerja atau tes sampel kerja merupakan tes praktik tingkat tertinggi yang merupakan perwujudan dari tes praktik keseluruhan yang hendak diukur. Data aspek afektif seperti sikap ilmiah. minat. sejarah. Selain itu. penugasan. Menjaga perasaan orang lain a. Penilaian ini menekankan pada fungsi bahasa sebagai alat komunikasi yang mengutamakan adanya tugas-tugas interaktif dalam empat aspek keterampilan berbahasa. Kelompok mata pelajaran estetika memiliki karakteristik yang menjadikannya unik di antara mata pelajaran lain. dan penilaian antarteman. Penilaian yang terintegrasi dengan kegiatan pembelajaran harus mencakup soal atau tugas yang memerlukan kemampuan berpikir tingkat tinggi. satuan pendidikan. inventori. serta muatan lokal yang relevan. penugasan. Tingkat kesukaran soal untuk penilaian akhir hendaknya bukan karena kerumitan prosedural yang harus dilakukan peserta didik. sosiologi. dapat dilakukan melalui tes keterampilan tertulis. Penilaian kelompok mata pelajaran iptek untuk SMA dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. Oleh karena itu. dan motivasi belajar dapat diperoleh dengan observasi. teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Penilaian dalam matematika perlu menekankan keterampilan bermatematika. tugas-tugas laboratorium/bengkel harus dirancang untuk mensimulasikan tes praktik pada pekerjaan yang sesungguhnya melalui tes praktik simulasi. titik berat penilaian dalam matematika hendaknya diberikan kepada penilaian yang terintegrasi dengan kegiatan pembelajaran. Penilaian dalam bidang TIK dapat diukur melalui tes praktik sewaktu peserta didik menyelesaikan tugas dan/atau produk yang dihasilkan. Dalam pendidikan teknologi dan kejuruan. Penilaian dalam kelompok mata pelajaran iptek disesuaikan dengan karakteristik tiap-tiap rumpun mata pelajaran. membaca. Sebagai konsekuensi. bukan hanya pengetahuan matematika. berbicara. bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar. yakni apresiasi . dan penilaian antarteman. a. Penilaian dapat dilakukan dengan menggunakan tes tertulis. IPA (fisika. Penilaian kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi PP 19 tahun 2005 Pasal 63 ayat (1) menyatakan bahwa penilaian pada jenjang pendidikan dasar dan menengah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). jurnal. Berikut ini adalah karakteristik penilaian tiap-tiap rumpun mata pelajaran yang dimaksudkan. Soal atau tugas demikian akan mendorong peserta didik untuk senantiasa berusaha meningkatkan kemampuan berpikirnya. dan menulis.

dan kesehatan dimaksudkan untuk mengukur kemampuan psikomotor peserta didik. 5. Tes kinerja dalam pendidikan jasmani. dsb. Pengalaman estetik adalah pengalaman menghayati nilai keindahan. dan tes pengetahuan. Pada satuan pendidikan SMA/MA. keterampilan bermain bola basket. dari yang sederhana sampai yang kompleks. olah raga. Ulangan. dan koordinasi yang merupakan unsur-unsur dalam keterampilan gerak. Kemampuan psikomotor tersebut secara umum mencakup kesegaran jasmani. (d) kesehatan reproduksi dan pelecehan seksual. (f) pengetahuan gizi dan makanan. Penilaian kelompok mata pelajaran jasmani. baik yang terkait dengan akhlak maupun kepribadian. yaitu teknik untuk mengukur aspek kognitif. olahraga. dan pengenalan lingkungan bersih melalui aktivitas jasmani. Pengukuran kelincahan dapat dilakukan dengan berbagai macam tes kelincahan yang sesuai dengan tingkat usia peserta didik dan karakteristik aktivitas jasmani atau cabang olahraga. dan (2) perilaku peserta didik dalam hal mendengarkan. Pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan psikomotorik dan afeksi peserta didik. . Pengukuran kesegaran jasmani ini sebaiknya dilakukan tiap tiga bulan sekali. Upaya memenangkan permainan tidak mengandung unsur kecurangan atau tidak sportif. Pengamatan terhadap perilaku sportif merupakan pengamatan terhadap perilaku peserta didik dalam hal kesadaran akan sikap kejujuran dalam upaya memenangkan pertandingan. keterampilan berfikir. pendidik mata pelajaran kelompok mata pelajaran estetika perlu mengembangkan sistem penilaian hasil belajar dengan memperhatikan esensi kelompok mata pelajaran estetika. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran jasmani. tes aerobik. Kelincahan adalah kemampuan tubuh mengubah arah dengan cepat dan tepat. dan kreasi sebagai cerminan dari kompetensi dalam mata pelajaran Seni Budaya. Kompetensi yang dinilai dalam pendidikan kesehatan mencakup penilaian tentang (a) kebersihan pribadi dan lingkungan. Kemampuan psikomotor peserta didik ini harus diukur setiap menyelesaikan satu kompetensi tertentu. Kesegaran jasmani adalah kemampuan tubuh melakukan kegiatan sehari-hari tanpa merasa lelah. dan menulis sebagai cerminan dari kompetensi aspek sastra dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia. Sesuai dengan karakteristik kelompok mata pelajaran ini. keterampilan bermain bola voli dan sebagainya. keterampilan gerak. dan pengamatan terhadap perilaku. (h) dan kebiasaan hidup sehat melalui aktivitas jasmani. performance/ rekreasi. berbicara. Penilaian untuk mata pelajaran kelompok mata pelajaran estetika perlu pula menyesuaikan dengan sifat satuan dan jenjang pendidikan.(appreciation) dan kreasi (creation). termasuk di dalamnya yang bersifat rekreatif (performance). hasil penilaian terhadap kepribadian peserta didik juga akan dijadikan pertimbangan pada saat guru mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan menentukan nilai kepribadian peserta didik untuk dilaporkan pada aporan hasil belajar (rapor). Kemampuan koordinasi peserta didik diukur setelah peserta didik menyelesaikan satu kompetensi tertentu. dan kesehatan bertanggungjawab pula menilai aspek afektif peserta didik. b. seperti Tes Kesegaran Jasmani Indonesia (TKJI). Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran estetika dilakukan melalui pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan afeksi dan ekspresi psikomotorik peserta didik. permainan. stabilitas emosional. sehingga dapat diketahui tingkat perkembangan atau kemajuannya. Pengukuran koordinasi dapat dilakukan dengan berbagai macam tes koordinasi yang sesuai dengan tingkat usia peserta didik dan karakteristik aktivitas jasmani atau cabang olahraga seperti: tes koordinasi mata-tangan. afektif. kelincahan. tes koordinasi mata-kaki. Koordinasi adalah kemampuan tubuh untuk mengelola unsur-unsur yang terlibat dalam proses terjadinya gerakan. Guru kelompok mata pelajaran jasmani. tes koordinasi mata-tangan dan kaki. olahraga. (b) Pendidikan keselamatan (c) penyakit menular. (g) penyalah gunaan obat dan psikotropika. tindakan moral. tes menggiring (drible) bola dalam sepakbola. dan kesehatan Kelompok Mata Pelajaran Jasmani. atau aktivitas jasmani dan olahraga. dan/atau penugasan untuk mengukur aspek kognitif peserta didik. dan kesehatan dilakukan melalui: a. pembelajaran dan penilaian mata pelajaraan kelompok mata pelajaran estetika lebih ditekankan pada upaya pengembangan kepribadian peserta didik agar menjadi manusia yang utuh. Pengukuran kesegaran jasmani dapat dilakukan dengan berbagai tes kesegaran jasmani yang telah dibakukan dan sesuai dengan tingkat usia peserta didik. aspek pola hidup sehat. teknik penilaian mengacu pada aspek yang dinilai. perlombaan. Hasil penilaian terhadap akhlak peserta didik akan dijadikan pertimbangan pada saat guru mata pelajaran pendidikan agama menentukan nilai akhlak peserta didik untuk dilaporkan pada laporan hasil belajar (rapor). olahraga. olahraga. tes menggiring (drible) bola dalam bolabasket. (h) rokok dan minuman keras. dan kesehatan yang direncanakan secara sistematis dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional. Penilaian hasil belajar yang relatif dapat diterima adalah jenis penilaian berbasis pengamatan/ observasi yakni penilaian yang dilakukan dengan cara mengamati secara terfokus: (1) perilaku peserta didik dalam hal apresiasi. Untuk memenuhi tuntutan akuntabilitas dalam dunia pendidikan. Kelincahan peserta didik diukur setelah peserta didik menyelesaikan satu kompetensi tertentu. Untuk keperluan tersebut. teknik penilaian dapat berbentuk tes perbuatan/unjuk kerja. penugasan. Demikian pula. dan sebagainya. Olahraga dan Kesehatan bertujuan untuk mengembangkan aspek kebugaran jasmani. keterampilan sosial. di samping itu dapat juga dilakukan tes kinerja yang secara khusus dapat menggambarkan keterampilan dalam pendidikan jasmani dan olahraga seperti keterampilan bermain sepak bola. dan keterampilan motorik peserta didik. membaca.

seperti datang tepat waktu. Tabel 5. menegur. d. sopan santun. skala Likert atau skala Semantik. berpakaian. berprestasi. harga diri.Untuk menilai akhlak peserta didik. d. Tanggungjawab. b. guru mata pelajaran pendidikan jasmani. Instrumen Penilaian Setiap teknik penilaian harus dibuatkan instrumen penilaian yang sesuai. seperti berbicara. Untuk menilai kepribadian peserta didik. seperti tidak berbohong. Pengamatan ini dimaksudkan untuk menilai perilaku peserta didik yang mencerminkan kepribadian seperti percaya diri. dan duduk yang sopan. Kompetisi: diwujudkan dalam bentuk perilaku yang tegar menghadapi kesulitan. menolong teman. . berani bersaing dengan orang lain. instrumen penilaian diri dapat berupa kuesioner atau lembar penilaian diri. mengikuti semua kegiatan. baik di dalam maupun di luar kelas. dan pulang tepat waktu. Berikut ini disajikan contoh-contoh instrumen penilaian. saling menghargai. yaitu kepatuhan kepada peraturan atau tata tertib. instrumen inventori dapat berupa skala Thurston. Hubungan sosial. Percaya diri: diwujudkan dalam perilaku berani menyatakan pendapat. Sopan santun. D. bertanya. dan kesehatan melakukan pengamatan terhadap perilaku peserta didik. guru mata pelajaran pendidikian jasmani. mengritisi tentang sesuatu hal. dan kerjasama. Motivasi diri: diwujudkan dalam perilaku kemauan untuk maju. b. dan berani kalah dengan orang lain berlandaskan kejujuran (fair play). perbuatan. Harga diri: diwujudkan dalam perilaku tidak mudah menyerah dan mengetahui kelebihan diri dan mengakui kelemahan diri. Kejujuran. kompetisi. baik dalam bentuk perkataan. Setiap instrumen harus dilengkapi dengan pedoman penskoran. yaitu kesadaran untuk melaksanakan tugas dan kewajiban yang diberikan. dan tidak berlaku curang. dan kesehatan melakukan pengamatan terhadap perilaku peserta didik. dan kejujuran. a. olahraga. benar-salah. Klasifikasi Teknik Penilaian dan Bentuk Instrumen Teknik Penilaian • Tes tertulis • Tes lisan • Tes praktik (tes kinerja) • Penugasan individual atau kelompok • Penilaian portofolio • Jurnal • Penilaian diri • Penilaian antarteman Bentuk Instrumen • Tes pilihan: pilihan ganda. instrumen portofolio berupa lembar penilaian portofolio. dan sikap. menyelesaikan segala hal. Kedisiplinan. motivasi diri. seperti menjalin hubungan baik dengan guru dan sesama teman. memaklumi kekurangan orang lain. Tabel berikut menyajikan klasifikasi penilaian dan bentuk instrumen. tanggung jawab. c. dan mengakui kelebihan orang lain. Saling menghargai: diwujudkan dalam perilaku mau menerima pendapat yang berbeda. Hal-hal yang dinilai antara lain mencakup aspek: a. instrumen penugasan berupa lembar tugas projek atau produk. dan meraih cita-cita. • Tes isian: isian singkat dan uraian • Daftar pertanyaan • Tes identifikasi • Tes simulasi • Tes uji petik kinerja • Pekerjaan rumah • Projek • Lembar penilaian portofolio • Buku cacatan jurnal • Kuesioner/lembar penilaian diri • Lembar penilaian antarteman Instrumen tes berupa perangkat tes yang berisi soal-soal. yaitu sikap hormat kepada orang lain. instrumen observasi berupa lembar pengamatan. baik di dalam maupun di luar kelas. olahraga. dan instrumen penilaian antarteman berupa lembar penilaian antarteman. Pengamatan ini dimaksudkan untuk menilai perilaku peserta didik yang mencerminkan akhlak seperti kedisiplinan. c. dan mau bekerjasama dalam kegiatan yang positif. yaitu kejujuran dalam perkataan dan perbuatan. Indikator masing-masing aspek kepribadian antara lain sebagai berikut. hubungan sosial. yaitu kemampuan untuk berinteraksi sosial dengan orang lain secara baik. e. e. seperti menyelesaikan tugas-tugas selama kegiatan berlangsung. menjodohkan dll.

Contoh instrumen penilaian tugas: Projek 5 4 Skor 3 2 1 Dalam penilaian projek setidaknya ada 3 (tiga) hal yang perlu diperhatikan yaitu:  Kemampuan pengelolaan Kemampuan peserta didik dalam memilih topik. kurang komunikatif = 1) Penulisan/ejaan (tepat = 3. tidak baik = 1) Penggunaan bahasa (komunikatif = 2. tidak tepat = 1) b. dengan mempertimbangkan tahap perkembangan kognitif peserta didik. kurang menarik = 1) Skor maksimal Skor 3 1-3 14 1–3 1–3 1–3 1–3 1-2 9 1–2 1–2 1–3 1-2 26 3 3. cukup = 2. Soal Carilah isu salingtemas (sain.  Relevansi Kesesuaian dengan mata pelajaran. dan mendesain produk. tidak lengkap = 1) d. kurang = 2. menggali. dan buatlah laporan hasil penelitian. Analisis data (baik = 3. Kesimpulan (tepat = 2. dan skor 1 : sangat tidak tepat Pengolahan Skor yang dicapai peserta didik dapat diolah menjadi nilai sebagai berikut. teknologi. rencanakan penelitian.  Tahap penilaian hasil karya (appraisal).  Keaslian Projek yang dilakukan peserta didik harus merupakan hasil karyanya dengan bimbingan pendidik dan dukungan berbagai pihak yang terkait. dilakukan terhadap karya (produk) yang dihasilkan peserta didik sesuai kriteria yang ditetapkan. tidak akurat = 1) c. mengembangkan gagasan. 4 : tepat. 3 : agak tepat. tidak tepat = 1) 2 Pelaksanaan a. N = (Skor pencapaian : Skor maksimal)x 100. lingkungan. dan teknik pembuatan. Dalam membuat laporan perhatikan: kebenaran informasi/data. kurang = 2. Pengumpulan informasi (tepat = 3. tidak tepat/banyak kesalahan =1) Tampilan (menarik = 2. masyarakat) yang berkembang di sekitar tempat tinggalmu. kelengkapan data. Keakuratan data/informasi (akurat = 3. alat. 2 : tidak tepat. posisi tungkai depan ± 90° dan tungkai belakang 100°-120° Keterangan Skor 5 : sangat tepat. Contoh soal tugas projek biologi mengenai isu salingtemas (sain. empat jari agak rapat mengarah ke samping luar. kurang tepat = 1) Pelaporan hasil Sistematika laporan (baik = 2.1. 03 Waktu jongkok posisi punggung segaris dengan kepala 04 Pandangan kira-kira 1 meter di depan garis start 05 Waktu aba-aba siap. kurang = 1) e. masyarakat) di sekitar tempat tinggal peserta didik. Contoh instrumen penilaian tugas: Produk Penilaian produk terdiri atas 3 (tiga) tahap yaitu:  Tahap persiapan. kurang tepat = 2. meliputi: penilaian kemampuan peserta didik dalam merencanakan. kurang tepat = 2. teknologi. sistematika laporan. siku lurus. mencari informasi dan mengelola waktu pengumpulan data serta penulisan laporan. Pedoman penskoran No Aspek yang dinilai 1 Persiapan Rumusan masalah (tepat = 3.  Tahap pelaksanaan (pembuatan produk). lakukan penelitian. kurang tepat = 2. Kelengkapan data (lengkap = 3. lingkungan. dan penggunaan bahasa! Catatan : Isu berhubungan dengan pro – kontra. Contoh instrumen observasi (lembar pengamatan) Lari 100 meter Nomor Aspek Keterampilan Butir Starting Position 01 Waktu jongkok lutut kaki belakang ada di depan ujung kaki lainnya 02 Kedua tangan di tanah. 2. . meliputi: penilaian kemampuan peserta didik dalam menyeleksi dan menggunakan bahan.

misalnya untuk kegiatan yang berhubungan dengan mata pelajaran Sejarah Petunjuk: Bacalah baik-baik setiap pernyataan dan berilah tanda V pada kolom yang sesuai dengan pendapatmu! SS = sangat setuju S = setuju TS STS = tidak setuju = sangat tidak setuju Contoh inventori skala Likert No Pernyataan 1 Saya senang melakukan penelitian sejarah 2 Pelajaran sejarah membosankan 3 Saya senang mengikuti acara televisi yang berhubungan dengan sejarah 4 Saya tidak menyukai karir di bidang kepurbakalaan 5 Saya suka berkunjung ke museum untuk menambah pengetahuan di bidang sejarah 6 Saya senang jika ada kesempatan untuk bekerja di bidang yang ada hubungannya dengan sejarah 7 Saya benci jika ada tugas untuk membuat ringkasan dari artikel yang berkaitan dengan sejarah dari koran 8 Saya suka membaca rubrik tentang sejarah 9 dsb SS S TS STS Pernyataan pada instrumen di atas ada yang bersifat positif (No. dan g cenderung mendekati pernyataan di sebelah kanan. S = 3. tidak tepat = 1) b. Kelengkapan alat (lengkap = 2. Selesai tepat waktu ( tepat = 2. cukup = 2. Kolom a. Contoh instrumen inventori menggunakan skala Likert. cukup = 2. 3 = TS. kurang = 1) c. Untuk pernyataan yang bersifat negatif adalah sebaliknya yaitu 4 = STS. dan 1 = SS. sedangkan kolom e. Memperhatikan keselamatan kerja (ya = 2. Pemberian skor untuk pernyataan yang bersifat positif : SS = 4. 5. pelaksanaan 40%.1. Memilih jenis bahan (tepat = 2. f. . Kiri a b c d e f g Kanan Membosankan Menarik Bermanfaat Tidak bermanfaat Menyenangkan Merepotkan Menantang Tidak menantang Tidak memberatkan Memberatkan Membuang-buang waktu Menguntungkan 5. kurang = 1) c. 4. tidak lengkap = 1) 2 Tahap pelaksanaan a.Skor untuk setiap tahap dapat diberi bobot. tidak = 1) Skor 7 1–2 1–3 1–2 8 1–3 1–3 1–2 8 1–2 1–3 1–3 Bobot 20 % 40% 3 40% 4. Contoh instrumen inventori menggunakan skala beda (berdiferensi) Semantik Petunjuk Berilah tanda V pada kolom berikut sesuai dengan pilihanmu terhadap pembelajaran ekonomi. tidak = 1) Tahap hasil a. 7). TS = 2. 3. Pedoman penskoran No Aspek yang dinilai 1 Tahap persiapan a. cukup = 2. Contoh soal produk mata pelajaran pendidikan jasmani. 8) dan ada yang bersifat negatif (No 2. b. dan hasil 40%. dan c cenderung mendekati pernyataan di sebelah kiri. kurang = 2. Keterampilan menggunakan alat/bahan (terampil = 3. misalnya untuk persiapan 20%. Menentukan penulisan kalimat yang menarik (menarik = 3. Kualitas bahan (baik = 3. Kesesuaian dengan tugas (sesuai = 3. tidak = 1) c. olahraga dan kesehatan: membuat poster ”anti narkoba”. tidak tepat = 1) b. Kerapian (rapi = 3. kurang = 2. STS = 1. 2 = S. 6. kurang = 1) b.

Kualifikasi Berdasarkan jawaban. 2 = JR. Berilah tanda V pada kolom yang sesuai (ya atau tidak) berdasarkan hasil pengamatanmu! c. Instrumen penilaian dilengkapi dengan pedoman penskoran.. Isilah semua pernyataan dengan jujur. kelas …………… No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Perilaku / sikap Memberi kesempatan teman untuk menyampaikan pendapat Memotong pembicaraan teman lain Menyampaikan pendapat dengan jelas Mau menerima pendapat teman Mau menerima kritik dari teman Memaksa teman untuk menerima pendapatnya Menyanggah pendapat teman dengan sopan Mau mengakui kalau pendapatnya salah Menerima kesepakatan hasil diskusi Dst Nama pengamat ……………………. Contoh instrumen penilaian diri (kuesioner). 3 = KD. Setiap instrumen penilaian harus memenuhi persyaratan substansi. Serahkan hasil pengamatan kepada bapak/ibu guru! Daftar periksa pengamatan sikap dalam diskusi kelompok Mata Pelajaran : Pendidikan Kewarganegaraan Nama siswa yang diamati : ……………………………. konstruksi. Persyaratan bahasa berhubungan dengan penggunaan bahasa yang baik dan benar serta komunikatif sesuai dengan taraf perkembangan peserta didik. dan 5 = SL. 4 = SR.6. kegiatan setiap peserta didik untuk mata pelajaran biologi dikelompokkan sebagai berikut Amat Baik : Skor 37 – 45 Baik : Skor 28 – 36 Cukup : Skor 19 – 27 Kurang : Skor < 19 7. Skor 1 untuk TP. b. Persyaratan konstruksi merepresentasikan persyaratan teknis sesuai dengan bentuk instrumen yang digunakan. Persyaratan substansi merepresentasikan kompetensi yang dinilai. Contoh instrumen penilaian (lembar pengamatan) antarteman untuk kegiatan diskusi kelompok mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Petunjuk: a. Pada waktu melakukan diskusi kelompok. Berilah tanda V pada kolom yang sesuai dengan kenyataan.. amatilah perilaku temanmu dengan cemat! b. dan bahasa. misalnya fauna dan flora 6 Saya hadir setiap ada jam pelajaran biologi di sekolah 7 Saya membuat catatan yang rapi untuk mata pelajaran biologi 8 Saya menyerahkan tugas biologi tepat waktu 9 Saya menerapkan pengetahuan biologi dalam kehidupan sehari-hari 10 Dst Pengolahan Pada contoh di atas penskoran untuk setiap pernyataan menggunakan rentang 1 – 5. misalnya untuk kegiatan yang berhubungan dengan mata pelajaran biologi Petunjuk: a. Muncul/ dilakukan Ya Tidak . TP = Tidak pernah melakukan SR = sering melakukan JR = Jarang melakukan SL = selalu melakukan KD = Kadang-kadang melakukan No Pernyataan TP JR KD SR SL 1 Saya menginformasikan hal-hal yang berkaitan dengan biologi kepada temanteman 2 Saya bertanya kepada guru hal-hal yang berhubungan dengan mata pelajaran biologi 3 Saya menyempatkan diri membaca artikel yang berkaitan dengan biologi di majalah/koran 4 Saya mendengarkan informasi yang berhubungan dengan biologi dari radio 5 Saya menonton tayangan di televisi yang berkaitan dengan biologi. Dengan 9 butir pernyataan rentang skor adalah 9 – 45..

Kriteria ketuntasan minimal (KKM) adalah kriteria ketuntasan belajar (KKB) yang ditentukan oleh satuan pendidikan. Teknik observasi atau pengamatan dilakukan selama pembelajaran berlangsung dan/atau di luar kegiatan pembelajaran. 4. 15 Februari 2012) Tulisan ke-1 : Jenis Penilaian Ulangan adalah proses yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran. (b) konstruksi. melakukan perbaikan pembelajaran. Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan seluruh KD pada periode tersebut. Untuk mengukur keberhasilan proses pencapain kompetensi peserta didik. berarti penilaian oleh pendidik mencakup semua aspek kompetensi dengan menggunakan berbagai teknik penilaian yang sesuai. 5. konstruksi. bahasa. dan menentukan keberhasilan belajar peserta didik. 11. Ulangan akhir semester adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester. adalah menggunakan bahasa yang baik dan benar serta komunikatif sesuai dengan taraf perkembangan peserta didik. dan (c) bahasa. 13. konstruksi. tes lisan. dan gender. berarti penilaian didasarkan pada ukuran pencapaian kompetensi yang ditetapkan. berarti prosedur penilaian. 3. adalah memenuhi persyaratan teknis sesuai dengan bentuk instrumen yang digunakan. 12. maupun hasilnya. adil. terbuka. beracuan kriteria. berarti penilaian tidak menguntungkan atau merugikan peserta didik karena berkebutuhan khusus serta perbedaan latar belakang agama. dan antartahun. 6. Mata pelajaran yang diujikan adalah mata pelajaran kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi yang tidak diujikan dalam ujian nasional dan aspek kognitif dan/atau psikomotorik kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia serta kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian yang akan diatur dalam POS Ujian Sekolah/Madrasah. dan dasar pengambilan keputusan dapat diketahui oleh pihak yang berkepentingan. Teknik tes berupa tes tertulis. perlu ditetapkan KKM. 10. 9. sahih. Tulisan ke-3: Teknik dan Instrumen Penilaian 1. dan memiliki bukti validitas empirik serta menghasilkan skor yang dapat diperbandingkan antarsekolah. 2. dan bahasa. Penilaian hasil belajar oleh pendidik menggunakan berbagai teknik penilaian berupa tes. adat istiadat. 15. KKM pada akhir jenjang satuan pendidikan untuk kelompok mata pelajaran selain ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan nilai batas ambang kompetensi. observasi. sistematis. Instrumen penilaian yang digunakan oleh satuan pendidikan dalam bentuk ujian sekolah/madrasah memenuhi persyaratan substansi. Ulangan kenaikan kelas adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik di akhir semester genap untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester genap pada satuan pendidikan yang menggunakan sistem paket. untuk memantau kemajuan. dan bentuk lain yang sesuai dengan karakteristik kompetensi dan tingkat perkembangan peserta didik. status sosial ekonomi. berarti penilaian didasarkan pada data yang mencerminkan kemampuan yang diukur. 14. Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan KD pada semester tersebut. Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan semua KD pada semester tersebut. 3. suku. terpadu. baik dari segi teknik. Ulangan tengah semester adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah melaksanakan 8 – 9 minggu kegiatan pembelajaran. Ujian sekolah/madrasah adalah kegiatan pengukuran pencapaian kompetensi peserta didik yang dilakukan oleh satuan pendidikan untuk memperoleh pengakuan atas prestasi belajar dan merupakan salah satu persyaratan kelulusan dari satuan pendidikan. berarti penilaian dapat dipertanggungjawabkan. 2. dan tes praktik atau tes kinerja. Instrumen penilaian hasil belajar yang digunakan pendidik memenuhi persyaratan (a) substansi.TEHNIK PENILAIAN PEMBELAJARAN (Rabu. budaya. penugasan perseorangan atau kelompok. tidak dipengaruhi subjektivitas penilai. berarti penilaian didasarkan pada prosedur dan kriteria yang jelas. berarti penilaian oleh pendidik merupakan salah satu komponen yang tak terpisahkan dari kegiatan pembelajaran. 7. 7. untuk memantau perkembangan kemampuan peserta didik. Ulangan harian adalah kegiatan yang dilakukan secara periodik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah menyelesaikan satu Kompetensi Dasar (KD) atau lebih. Instrumen penilaian yang digunakan oleh pemerintah dalam bentuk UN memenuhi persyaratan substansi. prosedur. Ujian Nasional yang selanjutnya disebut UN adalah kegiatan pengukuran pencapaian kompetensi peserta didik pada beberapa mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi dalam rangka menilai pencapaian Standar Nasional Pendidikan Tulisan ke-2: Prinsip Penilaian Penilaian hasil belajar peserta didik pada jenjang pendidikan dasar dan menengah didasarkan pada prinsip-prinsip sebagai berikut: 8. berarti penilaian dilakukan secara berencana dan bertahap dengan mengikuti langkah-langkah baku. akuntabel. objektif. serta memiliki bukti validitas empirik. Teknik penugasan baik perseorangan maupun kelompok dapat berbentuk tugas rumah dan/atau proyek. . adalah merepresentasikan kompetensi yang dinilai. menyeluruh dan berkesinambungan. antardaerah. 16. kriteria penilaian. 5. 4. 6.

alat-alat budaya. misalnya pendekatan yang khusus dalam pendidikan matematik dan sains. konsep diri atau identitas adalah mereka yang biasa disebut konstruktivis individual. Riset mereka berusaha mengungkap sisi dalam psikologi manusia dan bagaimana seseorang membentuk struktur emosional atau kognitif dan strateginya. karya seni. sikap dan sistem nilai yang dimiliki anak berkembang seperti halnya cara yang dia pelajari dari lingkungannya. Seseorang melakukan adaptasi dalam situasi yang makin kompleks ini dengan menggunakan schema yang masih bisa dianggap layak (asimilasi) atau dengan melakukan perubahan dan menambahkan pada schema-nya sesuatu yang baru karena memang diperlukan (akomodasi). Penjelasan di atas menunjukkan penekanan Piaget terhadap pemahaman yang dibentuk oleh seseorang. bahasa.KUMPULAN TEORI BELAJAR Secara umum yang disebut konstruktivisme menekankan kontribusi seseorang pembelajar dalam memberikan arti. Melalui asimilasi kita berusaha memahami hal yang baru dengan mengaplikasikan schema yang ada. serta belajar sesuatu melalui aktivitas individu dan sosial. Vygotsky menekankan bahwa semua proses mental tingkat tinggi. Jadinya pengetahuan bukan hanya cermin dari realitas. Pada saat anak berinteraksi dengan orang tua atau teman yang lebih mampu. Pengajaran oleh guru yang mengajak siswa untuk bereksplorasi. Proses internal dari Piaget yaitu organisasi. asimilasi dan akomodasi mengarahkan pembentukan pengetahuan. Piaget percaya bahwa belajar terjadi karena siswa memang mengkonstruksi pengetahuan secara aktif darinya. dan aktivitasnya membentuk perkembangan dan kemampuan belajar individual. yaitu terhadap apa yang masing-masing partisipan kontribusikan dan buat secara bersama-sama. 2. mesin cetak. justru sebaliknya lah yang terjadi. Hal yang paling mendasar dari penemuan Piaget ini adalah belajar pada siswa tidak harus terjadi hanya karena seorang guru mengajarkan sesuatu padanya. melakukan manipulasi. nilai positif dan negatif. Dua proses diaplikasikan dalam hal ini yaitu asimilasi dan akomodasi. peta. Bagaimana Pengetahuan dikonstruksi? Untuk dapat menjelaskan bagaimana pengetahuan dibentuk. Sistem angka yang dipakai adalah alat budaya yang mendukung berpikir. belajar dan perkembangan kognitif. membandingkan jawaban dari siswa lain akan lebih membantu siswa dalam belajar dan memahami sesuatu. Sistem angka romawi misalnya punya keterbatasan untuk operasi perhitungan. mereka saling bertukar ide dan cara berpikir tentang representasi dan konsep. Tahap pertama yang tidak lain model pemrosesan informasi dari teori belajar kognitif. komputer dll) dan alat-alat simbolik (seperti sistem angka. ide. tiga penjelasan yang bertahap merangkum berbagai pendekatan konstruktivisme ini: 1. menyatakan bilangan yang tak terhingga besarnya dan lainnya. lambang dan simbol. Vygotsky melihat bahwa alat-alat budaya (termasuk di dalamnya kertas. Piaget misalnya mengusulkan tahapan kognitif yang dilakukan oleh semua manusia. bertanya dan mencari jawaban. Hal ini tidaklah meniadakan faktor guru dalam proses pembelajaran. bisa dibentuk pecahan. kepercayaan. Konstruktivisme sosial Berbeda dengan Piaget. Beberapa pemikir konstruktivis seperti Vigotsky menekankan berbagi dan konstruksi sosial dalam pembentukan pengetahuan (konstruktivisme sosial). sedangkan yang lain seperti Piaget melihat konstruksi individu lah yang utama (konstruktivisme individu). Sehingga pengetahuan. Piaget menjelaskan bagaimana tiap individu mengembangkan schema. sesuatu yang berhubungan dengan logika dan konstruksi pengetahuan universal yang tidak dapat dipelajari secara langsung dari lingkungan. Pengetahuan seperti itu berasal dari hasil refleksi dan koordinasi kemampuan kognitif dan berpikir serta bukan berasal dari pemetaan realitas lingkungan eksternalnya. Sehingga perkembangan pengetahuan yang dihasilkan akan berbeda-beda dalam konteks budaya yang berbeda. serta kode dan lambang) memainkan peran penting dalam perkembangan kognitif. namun suatu abstraksi yang tumbuh . System simbol ini diberikan dari orang dewasa ke anak melalui interaksi formal ataupun informal dan pengajaran. namun terdapat beberapa pendekatan konstruktivis. Realitas dan kebenaran dari dunia luar mengarahkan pembentukan pengetahuan. Vygotsky percaya bahwa pengetahuan dibentuk secara sosial. Konstrukstivisme Individu Para psikolog konstruktivis yang tertarik dengan pengetahuan individu. Orang dewasa mengajarkan alat-alat ini ke anak dalam kegiatan sehari-hari dan si anak menginternalisasi hal tersebut. Individu merekonstruksi realitas diluarnya dengan membentuk representasi mental secara akurat yang mencerminkan “keadaan apa adanya”. Tidak ada satupun teori belajar tentang konstruktivisme. Sehingga alat psikologis ini dapat membantu siswa meningkatkan perkembangan mental dan berpikirnya. sedangkan akomodasi terjadi ketika seseorang harus merubah pola berpikirnya untuk merespon terhadap situasi yang baru. Berpikir pada tiap langkah memasukkan tahapan sebelumnya sehingga makin terorganisir dan adaptif dan makin tidak terikat pada kejadian kongkrit. dan ini diperkuat bila siswa mempunyai kontrol dan pilihan tentang hal yang dipelajari. seperti berpikir dan pemecahan masalah dimediasi dengan alat-alat psikologi seperti bahasa. Interaksi sosial. berbeda dengan sistem angka arab yang biasa kita gunakan yang mempunyai lambang nol. baik dalam bentuk fisik atau secara simbolik. yaitu suatu sistem organisasi aksi atau pola pikir yang membuat kita secara mental mencerminkan “berpikir mengenainya”.

Pengetahuan bukan hanya hasil dari proses belajar sebelumnya. Apa yang dilakukan oleh komunitas. Dengan kata lain apa yang telah kita diketahui akan sangat menentukan apa yang akan menjadi perhatian. Pengetahuan Kondisional.). & Miskel. adalah pengetahuan dalam hal “kapan dan mengapa” pengetahuan deklaratif dan prosedural digunakan. bisa berupa pengetahuan tentang fakta (misalnya. (2005). membentuk pengetahuan dari komunitas tersebut. yaitu:    Pengetahuan Deklaratif. namun terus tumbuh secara internal yang konsisten dan diorganisasikan seiring dengan perkembangannya. Hal berikutnya dalam pendekaran konstruktivis ini adalah pertanyaan tentang apakah pengetahuan yang dibentuk itu bersifat internal. praktek yang ada dipertanyakan dan bisa diganti. Seperti halnya siswa yang mampu berenang dalam satu gaya tertentu. Perspektif kognitif membagi jenis pengetahuan menjadi tiga bagian. mempelajari konsep dan menyelesaikan masalah. menggunakan berbagai cara yang bisa membantu dia mengingat serta mengelola pengetahuan secara unik dan lebih berarti. bahasa. yaitu pengetahuan yang bisa dideklarasikan biasanya dalam bentuk kata atau singkatnya pengetahuan konseptual. C. Teori belajar yang berasal dari aliran psikologi kognitif ini menelaah bagaimana orang berpikir. dengan kata lain penguasaan pengetahuan ini juga dicirikan oleh praktek yang dilakukan. . Deskripsi Vygotsky tentang perkembangan kognitif melalui pengenalan dan pemakaian alat-alat budaya seperti bahasa konsisten dengan pandangan ini. Apa yang dijelaskan oleh Vigotsky bahwa belajar tergantung konteks sosial dan berada dalam lingkup budaya tertentu memang tepat. pengalaman pribadi (apa yang diajarkan oleh guru sains secara menyenangkan) atau aturan (untuk melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan pada pecahan maka pembilang harus disamakan terlebih dahulu). Namun apa yang disebut benar dalam waktu dan tempat tertentu bisa menjadi salah di tempat dan waktu yang lain.dan berkembang dengan aktivitas kognitif. dipelajari. K. namun sebelum itu terjadi praktek yang ada terus dilakukan karena dinilai tetap menguntungkan. umum dan dapat ditransfer atau terikat dalam ruang dan waktu pada saat dibentuk. Disadur secara bebas dari: Hoy. Pengetahuan deklaratif rentangnya sangat beragam. Ideide tertentu berguna pada komunitas tertentu. generalisasi (setiap benda yang di lempar ke angkasa akan jatuh ke bumi karena adanya gaya gravitasi). Jadinya pengetahuan tidak hanya dilihat sebagai struktur kognitif individu saja tetapi sebagai buatan dari komunitas sepanjang waktu. Pengetahuan tumbuh melalui interaksi faktor-faktor internal (kognitif) dan eksternal (lingkungan dan sosial). Selain itu belajar juga terkondisikan berdasar tempat berlangsungnya kegiatan. Menyatakan proses penjumlahan atau pengurangan pada bilangan pecahan menunjukkan pengetahuan deklaratif. Hal yang menjadi pembahasan sehubungan dengan teori belajar ini adalah tentang jenis pengetahuan dan memori. Educational Administration (seventh ed. namun tidak bermanfaat apa-apa di komunitas lain. G. New York: McGraw Hill. tapi juga akan membimbing proses belajar berikutnya. W. seperti halnya alat yang dibuat oleh komunitas. Belajar artinya menjadi lebih mampu untuk berpartisipasi dalam kegiatan dan pemakaian alat dan mendapat bagian identitas sebagai anggota komunitas. keahlian. Pengetahuan bukan sekedar benar atau salah. dipersepsi. Apa yang disebut pengetahuan baru ditentukan sebagiannya dengan bagaimana ide baru tersebut sesuai dengan praktek yang berlaku pada saat tersebut. singkatnya “pengetahuan bagaimana”. biasa yang disebut enkulturasi atau proses mengadopsi norma-norma. perilaku. seperti anggapan bahwa bumi itu datar sebelum Colombus. Terlebih bila pengetahuan dan wawasan yang luas ini disertai dengan strategi yang baik tentu akan membawa hasil lebih baik lagi tentunya. elemen terpenting dalam proses belajar adalah pengetahuan yang dimiliki oleh tiap individu kepada situasi belajar.. Jenis Pengetahuan Menurut pendekatan kognitif yang mutakhir. Faktor eksternal dan internal mengarahkan pembentukan pengetahuan. diingat ataupun dilupakan. yaitu pengetahuan tentang tahapan yang harus dilakukan misalnya dalam hal pembagian satu bilangan ataupun cara kita mengemudikan sepeda. namun bila siswa mampu mengerjakan perhitungan tersebut maka dia sudah memiliki pengetahuan prosedural. sikap dari satu komunitas tertentu. Sepanjang waktu. kepercayaan. Tidak seperti halnya belajar menurut perspektif behavioris dimana perilaku manusia tunduk pada peneguhan dan hukuman. 3. bumi berputar mengelingi matahari dalam kurun waktu tertentu). pada perspektif kognitif ternyata ditemui tiap individu justru merencakan respons perilakunya. Berbagai riset terapan tentang hal ini telah banyak dilakukan dan makin membuktikan bahwa pengetahuan dasar yang luas ternyata lebih penting dibanding strategi belajar yang terbaik yang tersedia sekalipun. Guru dan siswa yang mampu menyelesaikan soal melalui rumus tertentu atau menterjemahkan teks bahasa Inggris adalah contoh kemampuan pengetahuan prosedural lainnya. Pengetahuan Prosedural. berarti dia sudah menguasai pengetahuan prosedural hal tersebut. cara bagaimana mereka berinteraksi dan menyelesaikan suatu hal.

dalam hal „l‟ konteks dan pengetahuan kita akan menentukan makna yang akan diberikan. Memori Kerja Saat stimulus dipersepsi dan diubah menjadi suatu pola gambar atau suara. Namun menarik perhatian siswa adalah hal pertama. Pengetahuan kondisional ini jadinya merupakan hal yang penting dimiliki siswa. biasanya stimuli lainnya akan ditolak. digaris bawahi atau ditandai. ataupun saat kita membaca huruf kanji dari koran berbahasa Jepang dimana kita tidak punya kemampuan untuk memahaminya. mengubah frekuensi suara dan jedanya akan dapat membantu menarik perhatian dari siswa. 4 maka symbol yang sama bermakna angka satu. Memori Kerja atau memori jangka pendek. Dalam menyelesaikan persoalan perhitungan kimia misalnya. 2. kita hanya dapat memfokuskan pada beberapa stimuli saja dan mengingkari yang lainnya. memberikan kejutan siswa. bau. Memori sensori akan menangkap stimuli dan mempersepsi. Model pengolahan informasi merupakan salah satu model dari perspektif teori belajar ini yang menjelaskan kerja memori manusia sesuai dengan analogi komputer. informasi yang didapat menjadi tersedia untuk proses selanjutnya. yang cukup lama untuk pengolahan informasi terjadi.    Memori Sensori adalah sistem mengingat stimuli secara cepat sehingga analisis persepsi dapat terjadi. Hal berikutnya teori belajar yang dibahas dalam perspektif kognitif ini adalah tentang bagaimana individu mengingat dan bagian apa saja dari memori yang bekerja dalam proses berpikir seperti pada pemecahan masalah. Siswa tidak dapat memahami apa yang mereka tidak kenali atau tidak dapat dipersepsi. Contohnya. menyimpan lima sampai sembilan informasi pada satu waktu sampai sekitar 20 detik. Model Pengolahan Informasi Untuk menggunakan tiga jenis pengetahuan di atas. suhu dan lainnya yang semuanya harus dipersepsi secara simultan. bagi seseorang yang tidak mempunyai pengetahuan tentang angka atau huruf. Informasi di dalamnya disimpan dalam bentuk secara verbal dan visual. memori kerja dan memori jangka panjang. l. namun dalam kesempatan berbeda seperti l. maka symbol itu kemungkinan tidak bermakna apapun. mengubah metoda mengajar dan tugas. Cara lainnya adalah melalui perlakuan pada kata yang diucapkan atau ditulis oleh guru dengan warna yang kontras. tentunya kita harus dapat mengingatnya dengan baik. gerakan.Sedangkan pengetahuan kondisional adalah kemampuan untuk dapat mengaplikasikan kedua jenis pengetahuan di atas. dan tentu saja ini perlu diajarkan dengan cara yang berbeda pula. Hal yang sangat penting jadinya untuk mengidentifikasi jenis pengetahuan ini bagi guru ketika mengajar. walaupun matanya melihat deretan simbol yang sama seperti Anda. Tidak juga latihan menyelesaikan banyak soal pada topik bahasan tertentu. 3. Perhatian adalah tahap pertama dalam belajar. Memori kerja adalah tempat dimana informasi baru ini berada dan digabungkan dengan pengetahuan yang berasal dari memori jangka panjang. Terkadang siswa mengetahui fakta dan dapat melakukan satu prosedur pemecahan masalah tertentu. suara. Memori Sensori Memori sensori adalah sistem yang bekerja seketika melalui alat indera dinama kita memberikan arti kepada stimuli yang datang dinamakan persepsi. Informasi yang dikodekan (decode) serta persepsi tiap individu akan menentukan apa yang perlu disimpan di memori kerja ini. Misalnya teks yang Anda baca saat ini akan dipersepsi berbeda oleh orang lain yang tidak mengerti bahasa Indonesia ataupun yang buta huruf. karena menentukan penggunaan konsep dan prosedur yang tepat. memberikan masalah yang dilematis. Kapasitas memori kerja ini sangat . k. mengetahui prosedural penyelesaian masalah serta tahu kapan dan mengapa menggunakan pengetahuan tersebut adalah hasil belajar yang berbedabeda. namun sayangnya mengaplikasikannya pada waktu dan tempat yang kurang tepat. Hal ini menunjukkan bahwa perhatian sangatlah selektif. Namun karena keterbatasan kemampuan. membuat mereka untuk tetap fokus pada pelajaran dan tugasnya juga hal yang kritis berikutnya harus dilakukan oleh guru. Memori sensori tidak hanya bekerja untuk simbol saja namun juga dalam hal warna. m. Memori Jangka Panjang menyimpan informasi yang sangat besar dalam waktu yang lama. memangil siswa secara acak. Arti yang diberikan berasal dari realitas objektif serta dari pengetahuan kita sebelumnya. yang meliputi tiga macam sistem penyimpanan ingatan: memori sensori. atau memberikan makna. dengan kata lain saat perhatian penuh sangat diperlukan. suatu symbol „l‟ akan dipersepsi sebagai huruf alpabet tertentu kalau kita menggolongkannya dalam urutan j. Tampilan atau aksi yang dramatis dapat mencuri perhatian siswa pada awal pembelajaran. menanyakan hal yang menantang. siswa harus dapat mengidentifikasi terlebih dahulu persamaan apa yang perlu dipakai (pengetahuan deklaratif) sebelum melakukan proses perhitungan (pengetahuan prosedural). Mengetahui sesuatu topik. akan membantu mereka memahami satu prinsip lebih mendalam. Tentunya banyak faktor yang mempengaruhi perhatian siswa. Mempelajari informasi tentang pokok bahasan tertentu tidak selalu menyebabkan siswa akan menggunakan informasi tersebut.

dan 0 akan lebih mudah diingat dalam bentuk dua digit (15. maka dia akan langsung mengaktifkan pengetahuan yang ada dan memberikan pemahaman yang lebih baik serta lengkap. Latihan elaboratif ini tidak hanya meningkatkan memori kerja. Sedangkan semantik memori adalah memori untuk pemahaman. Secara teoritis walaupun kita mampu untuk mengingat sebanyak yang kita mau namun tantangannya justru adalah memanggilnya yaitu mendapatkan informasi yang tepat sesuai keinginan. Latihan pengelolaan dilakukan dengan pengulangan informasi di pikiran anda. prosedural dan semantik. Deretan enam angka seperti 1. namun hal yang berbeda bila disuruh untuk mengingat dua buah nomor telepon (14 desimal). Imaji adalah representasi yang didasarkan pada persepsi visual terhadap struktur informasi. contohnya kita bisa menceritakan detail percakapan. adalah sisi keterbatasan memori kerja. 820). tetapi membantu memindahkan informasi memori jangka pendek ke memori jangka panjang. Dengan kata lain. Terdapat tiga jenis memori jangka panjang. Jika dilakukan cara ini. yaitu: episodik. Informasi yang dielaborasi ketika pertama dipelajari mudah untuk dipanggil karena elaborasi adalah bentuk pengaktifan memori kerja yang membuat informasi terus aktif untuk kemudian disimpan di memori jangka panjang. maka makin otomatis reaksi yang dilakukan. 1. Karena sedikit dan sempitnya memori ini bekerja. Sedangkan skema adalah stuktur pengetahuan abstrak yang mengatur sejumlah besar informasi. dan saat satu informasi secara aman sudah disimpan. 8. Biasanya makin sering satu prosedur dilakukan. Memori Jangka Panjang Informasi memasuki memori kerja dengan cepat. 18 dan 20) atau tiga digit (151. Sepanjang anda terus melakukan pengulangan informasi. Cara latihan elaboratif adalah dengan menghubungkan sesuatu yang baru dengan apa yang sudah diketahui. misalnya saat guru menerima info baru tentang pengalaman yang sudah dipahaminya. pengetahuan ini dapat terus diingat dalam waktu yang lama. Supaya apa yang diingat bisa lebih panjang dari 20 detik. prinsip dan hubungannya. hal itu akan berada di memori kerja. Elaborasi adalah memberikan arti pada infrormasi baru dengan menghubungkannya dengan pengetahuan yang sudah ada. kalau tidak maka informasi yang didapat menjadi hilang. Kebanyakan kita tidak pernah menghitung kapasitasnya. namun untuk dapat disimpan di memori jangka panjang membutuhkan usaha tertentu. suatu pola struktur data yang membuat kita bisa menggabungkan informasi kompleks yang sangat besar. seperti nomor telepon. Untuk memanggil dan menambah informasi di memori jangka panjang. Elaborasi juga membangun . dari berbagai eksperimen kapasitas yang dapat disimpan sekitar lima sampai sembilan hal baru dalam satu waktu. dua hal yang disimpan dalam semantik memori disebut dengan imaji dan skema. Satu nomor telepon sepanjang tujuh desimal dapat diingat oleh rata-rata manusia dewasa. membuat kesimpulan dan memahami informasi baru. Hal lainnya dari memori kerja ini adalah waktu yang digunakannya pun hanya sekitar 5 sampai 20 detik saja. Episodik adalah jenis memori yang berhubungan dengan informasi pada waktu dan tempat tertentu. Dalam memori jangka panjang inilah berbagai informasi disimpan dan dihubungkan dalam bentuk gambaran dan skema. Untuk mempelajari suatu prosedur seperti mengendarai sepeda. akan tetap ada disana dalam waktu yang tak terbatas. yaitu memori untuk konsep. khususnya ingatan yang bersifat pribadi. Tanpa adanya memori kerja. atau jalannya cerita dari satu film. Akses pada informasi membutuhkan waktu dan usaha karena kita harus mencarinya dalam lautan informasi yang luas dalam memori jangka panjang. Skema adalah pola atau panduan untuk memahami kejadian. Namun walaupun begitu waktu tersebut sangat cukup misalnya untuk mengingat dan memahami apa yang anda baca dalam bagian awal kalimat ini sebelum mencapai akhir kalimat. Kita tidak dapat memanggil kedua nomor telepon tadi karena terbatasnya kapasitas memori kerja ini. Kita dapat mengingat informasi lebih banyak jika dapat mengelompokkan tiap-tiap bit menjadi unit yang berarti. yang kemudian untuk dipergunakan dan setelah itu tidak perlu diingat lagi. dan informasi yang jarang dipakai biasanya akan makin sulit untuk ditemukan. Banyaknya bit informasi. kita tidak bisa memahami susunan kata dalam satu kalimat dan gabungan antara kalimat yang berdekatan. kita dibantu dengan elaborasi. Pada saat kita membentuk bayangan tertentu kita mengingat atau mengkreasi kembali karakteristik fisik dan struktur spasial dari informasi. 5. Memori yang berhubungan dengan bagaimana melakukan sesuatu disebut memori prosedural. Terkadang elaborasi terjadi secara otomatis. Bila kapasitas memori kerja sangat terbatas. namun setelah dipelajari. yaitu informasi yang sudah terdapat di memori jangka panjang. namun kapasitas memori jangka panjang dapat dikatakan hampir tak terbatas. Memori jenis ini bersifat teratur. Cara yang pertama adalah strategi latihan yang terbagi menjadi pengelolaan dan elaboratif. Imaji dapat berguna misalnya dalam menyusun keputusan praktis bagaimana menempatkan meja di satu ruangan atau jalur yang akan di tempuh ke satu lokasi. kebanyakan orang memakai strategi tertentu untuk mengingatnya. Cara kedua adalah dengan pengelompokkan (chunking) yang dipergunakan untuk menanggulangi terbatasnya kapasitas memori kerja. konsep atau keterampilan. bukannya ukuran setiap bit. Cara ini dapat berguna untuk mengingat sesuatu. organisasi dan penggunaan konteks. maka jenis memori ini harus terus diaktifkan. maka kita cukup perlu mengingat dua atau tiga informasi saja dalam satu waktu dibanding enam buah. kita menerapkan skema yang ada dan melukiskannya pada pengetahuan sebelumnya untuk membentuk pemahaman yang baru saat kita memperbaiki pengetahuan yang ada.terbatas. 2.

(4) pembelajaran bukanlah transmisi pengetahuan. 1999: 61). proses pengembangan yang menguraikan tentang interaksi antara pengalaman (asimilasi) dan struktur kognitif yang timbul (akomodasi). sehingga melahirkan perubahan tingkah laku. (3) pengetahuan bukan sesuatu yang datang dari luar melainkan dikonstruksi secara personal. Makin banyak informasi dihubungan dengan hal lainnya. Konteks adalah elemen lainnya dari proses yang mempengaruhi belajar. Sedangkan. dan sumber. Driver dan Bell (dalam Susan. materi.. G. melainkan seperangkat pembelajaran. Setiap tahap perkembangan intelektual yang dimaksud dilengkapi dengan ciri-ciri tertentu dalam mengkonstruksi ilmu pengetahuan. maka dia akan membuatnya dengan bahasa dia sendiri yang menyebabkan makin baiknya pemahamannya dia tentang pengetahuan tersebut. pengelompokan. Berbeda dengan kontruktivisme kognitif ala Piaget. Marilyn dan Tony. saat siswa melakukan elaborasi informasi baru dengan menghubungkannya ke hal yang tidak tepat dan mengembangkan penjelasan yang rancu. (2) tahap-tahap tersebut didefinisikan sebagai suatu cluster dari operasi mental (pengurutan. Bahan ajar yang terorganisir dengan baik tentunya akan lebih mudah dipelajari dibandingkan yang tidak teratur. konstruktivisme sosial yang dikembangkan oleh Vigotsky adalah bahwa belajar bagi anak dilakukan dalam interaksi dengan lingkungan sosial maupun fisik. Piaget yang dikenal sebagai konstruktivis pertama (Dahar. Sehingga mengkondisikan suasana test sebelum ujian yang sesungguhnya akan berpengaruh memperbaiki kinerja. Maksudnya. namun kalau anda dapat menggambarkannya secara mental hal tersebut anda dapat meningkatkan daya ingat anda.). Menempatkan konsep dalam suatu struktur membantu anda belajar dan mengingat baik untuk definisi umum dan contoh spesifiknya. Pengertian tentang akomodasi yang lain adalah proses mental yang meliputi pembentukan skema baru yang cocok dengan ransangan baru atau memodifikasi skema yang sudah ada sehingga cocok dengan rangsangan itu (Suparno. A. pengekalan. K. pada tahap sensori motor anak berpikir melalui gerakan atau perbuatan (Ruseffendi. C. Aspek fisik dan emosional dari konteks dipelajari bersamaan degan informasi lainnya. Kita membantu siswa dalam elaborasi dengan menyuruh mereka menuliskan informasi sesuai dengan kata yang mereka susun sendiri atau dengan membuat contoh yang relevan. setiap manusia akan mengalami urutan-urutan tersebut dan dengan urutan yang sama. Dari pengertian di atas. Hal yang sebaliknya bisa terjadi. Makin sering seorang individu mengelaborasi ide baru. Organisasi pengetahuan yang dimiliki juga meningkatkan belajar. Educational Administration (seventh ed. W. sehingga informasi tersebut mempunyai tempat (Ruseffendi 1988: 133). (5) kurikulum bukanlah sekedar dipelajari. Disadur secara bebas dari:Hoy. 1999: 62). 1989: 159) menegaskan bahwa pengetahuan tersebut dibangun dalam pikiran anak melalui asimilasi dan akomodasi. Dalam penjelasan lain . Penemuan atau discovery dalam belajar lebih mudah diperoleh dalam konteks sosial budaya seseorang (Poedjiadi. Misalnya. Sedangkan. 1988: 132). Pandangan tentang anak dari kalangan konstruktivistik yang lebih mutakhir yang dikembangkan dari teori belajar kognitif Piaget menyatakan bahwa ilmu pengetahuan dibangun dalam pikiran seorang anak dengan kegiatan asimilasi dan akomodasi sesuai dengan skemata yang dimilikinya. Tentu saja kita tidak bisa selalu pergi ke tempat yang sama saat anda mulai memahami suatu hal. akomodasi adalah menyusun kembali struktur pikiran karena adanya informasi baru. Asimilasi adalah penyerapan informasi baru dalam pikiran. 1998: 5). Teori belajar tersebut berkenaan dengan kesiapan anak untuk belajar. hal itu akan dibantu jika konteks yang ada mirip dengan dengan kondisi kita mendapat informasinya. Ketika anda mencoba mengingat satu informasi. Lebih jauh Piaget mengemukakan bahwa pengetahuan tidak diperoleh secara pasif oleh seseorang. 1995: 222) mengajukan karakteristik sebagai berikut: (1) siswa tidak dipandang sebagai sesuatu yang pasif melainkan memiliki tujuan. Berkaitan dengan anak dan lingkungan belajarnya menurut pandangan konstruktivisme. (2) belajar mempertimbangkan seoptimal mungkin proses keterlibatan siswa.hubungan tambahan pada pengetahuan yang sudah dipunyai. Bahkan. 1996: 7). khususnya bila informasi didalamnya juga kompleks. New York: McGraw Hill. melainkan melalui tindakan. (2005). Dari pandangan Piaget tentang tahap perkembangan kognitif anak dapat dipahami bahwa pada tahap tertentu cara maupun kemampuan anak mengkonstruksi ilmu berbeda-beda berdasarkan kematangan intelektual anak. perkembangan kognitif itu sendiri merupakan proses berkesinambungan tentang keadaan ketidak-seimbangan dan keadaan keseimbangan (Poedjiadi. perkembangan kognitif anak bergantung pada seberapa jauh mereka aktif memanipulasi dan berinteraksi dengan lingkungannya. Belajar merupakan proses aktif untuk mengembangkan skemata sehingga pengetahuan terkait bagaikan jaring laba-laba dan bukan sekedar tersusun secara hirarkis (Hudoyo. (1) perkembangan intelektual terjadi melalui tahap-tahap beruntun yang selalu terjadi dengan urutan yang sama. Ruseffendi (1988: 133) mengemukakan. Hakikat Anak Menurut Pandangan Teori Belajar Konstruktivisme Salah satu teori atau pandangan yang sangat terkenal berkaitan dengan teori belajar konstruktivisme adalah teori perkembangan mental Piaget. dapat dipahami bahwa belajar adalah suatu aktivitas yang berlangsung secara interaktif antara faktor intern pada diri pebelajar dengan faktor ekstern atau lingkungan. melainkan melibatkan pengaturan situasi kelas. yang dikemas dalam tahap perkembangan intelektual dari lahir hingga dewasa. pembuatan hipotesis dan penarikan kesimpulan) yang menunjukkan adanya tingkah laku intelektual dan (3) gerak melalui tahap-tahap tersebut dilengkapi oleh keseimbangan (equilibration). Selanjutnya. Berikut adalah tiga dalil pokok Piaget dalam kaitannya dengan tahap perkembangan intelektual atau tahap perkembangan kognitif atau biasa juga disebut tahap perkembagan mental. & Miskel. Teori ini biasa juga disebut teori perkembangan intelektual atau teori perkembangan kognitif. makin banyak peta jalan tersedia untuk diikuti dalam mencari sumber pengetahuan aslinya. maka miskonsepsi ini pun akan disimpan dan terus diingat oleh siswa.

yaitu (1) siswa mengkonstruksi pengetahuan dengan cara mengintegrasikan ide yang mereka miliki. (3) memberi kesempatan kepada siswa untuk mencoba gagasan baru. Dari beberapa pandangan di atas. Adapun implikasi dari teori belajar konstruktivisme dalam pendidikan anak (Poedjiadi. Dengan kata lain. Selain penekanan dan tahap-tahap tertentu yang perlu diperhatikan dalam teori belajar konstruktivisme. Artinya. Tytler (1996: 20) mengajukan beberapa saran yang berkaitan dengan rancangan pembelajaran. untuk mempelajari suatu materi yang baru. Bukan kepatuhan siswa dalam refleksi atas apa yang telah diperintahkan dan dilakukan oleh guru. bahwa siswa harus aktif secara mental membangun struktur pengetahuannya berdasarkan kematangan kognitif yang dimilikinya. Wheatley (1991: 12) mendukung pendapat di atas dengan mengajukan dua prinsip utama dalam pembelajaran dengan teori belajar konstrukltivisme. Dengan kata lain. (2) kurikulum dirancang sedemikian rupa sehingga terjadi situasi yang memungkinkan pengetahuan dan keterampilan dapat dikonstruksi oleh peserta didik. Selain itu. Pertama. . B. Ketiga adalah mengaitkan antara gagasan dengan informasi baru yang diterima. Kedua. sebagai berikut: (1) memberi kesempatan kepada siswa untuk mengemukakan gagasannya dengan bahasa sendiri. (2) pembelajaran menjadi lebih bermakna karena siswa mengerti. dan (6) menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Bahkan secara spesifik Hudoyo (1990: 4) mengatakan bahwa seseorang akan lebih mudah mempelajari sesuatu bila belajar itu didasari kepada apa yang telah diketahui orang lain. Tasker (1992: 30) mengemukakan tiga penekanan dalam teori belajar konstruktivisme sebagai berikut. Hakikat Pembelajaran Menurut Teori Belajar Konstruktivisme Sebagaimana telah dikemukakan bahwa menurut teori belajar konstruktivisme. siswa tidak diharapkan sebagai botol-botol kecil yang siap diisi dengan berbagai ilmu pengetahuan sesuai dengan kehendak guru. latihan memcahkan masalah seringkali dilakukan melalui belajar kelompok dengan menganalisis masalah dalam kehidupan sehari-hari dan (3) peserta didik diharapkan selalu aktif dan dapat menemukan cara belajar yang sesuai bagi dirinya. Dalam upaya mengimplementasikan teori belajar konstruktivisme. (2) memberi kesempatan kepada siswa untuk berfikir tentang pengalamannya sehingga menjadi lebih kreatif dan imajinatif. Guru hanyalah berfungsi sebagai mediator. dapat disimpulkan bahwa pembelajaran yang mengacu kepada teori belajar konstruktivisme lebih menfokuskan pada kesuksesan siswa dalam mengorganisasikan pengalaman mereka. (3) strategi siswa lebih bernilai. pengetahuan tidak dapat diperoleh secara pasif. Oleh karena itu. 1999: 63) adalah sebagai berikut: (1) tujuan pendidikan menurut teori belajar konstruktivisme adalah menghasilkan individu atau anak yang memiliki kemampuan berfikir untuk menyelesaikan setiap persoalan yang dihadapi. pengalaman belajar yang lalu dari seseorang akan mempengaruhi terjadinya proses belajar tersebut. dan (4) siswa mempunyai kesempatan untuk berdiskusi dan saling bertukar pengalaman dan ilmu pengetahuan dengan temannya. Kedua pengertian di atas menekankan bagaimana pentingnya keterlibatan anak secara aktif dalam proses pengaitan sejumlah gagasan dan pengkonstruksian ilmu pengetahuan melalui lingkungannya. Hanbury (1996: 3) mengemukakan sejumlah aspek dalam kaitannya dengan pembelajaran. Pertama adalah peran aktif siswa dalam mengkonstruksi pengetahuan secara bermakna.Tanjung (1998: 7) mengatakan bahwa inti konstruktivis Vigotsky adalah interaksi antara aspek internal dan ekternal yang penekanannya pada lingkungan sosial dalam belajar. tetapi secara aktif oleh struktur kognitif siswa. fasilitor. pengertahuan tidak dapat dipindahkan begitu saja dari pikiran guru ke pikiran siswa. (5) mendorong siswa untuk memikirkan perubahan gagasan mereka. (4) memberi pengalaman yang berhubungan dengan gagasan yang telah dimiliki siswa. fungsi kognisi bersifat adaptif dan membantu pengorganisasian melalui pengalaman nyata yang dimiliki anak. siswa lebih diutamakan untuk mengkonstruksi sendiri pengetahuan mereka melalui asimilasi dan akomodasi. Kedua adalah pentingya membuat kaitan antara gagasan dalam pengkonstruksian secara bermakna. Sehubungan dengan hal di atas. dan teman yang membuat situasi yang kondusif untuk terjadinya konstruksi pengetahuan pada diri peserta didik.

17 Februari 2012) RUBRIK PENILAIAN SPEAKING ASPEK SKOR 5 4 3 Pengucapan 2 1 KETERANGAN □ Mudah dipahami dan memiliki aksen penutur asli □ Mudah dipahami meskipun dengan aksen tertentu □ Ada masalah pengucapan yang membuat pendengar harus konsentrasi penuh dan kadang-kadang ada kesalahpahaman □ Sulit dipahami karena ada masalah pengucapan. percakapan menjadi terbatas karena keterbatasan kosa kata □ Menggunakan kosa kata secara salah dan kosa kata terbatas sehingga sulit dipahami □ Kosa kata sangat terbatas sehingga percakapan tidak mungkin terjadi Kosa Kata 2 1 ASPEK SKOR 5 4 □ Lancar seperti penutur asli KETERANGAN □ Kelancaran tampak sedikit terganggu oleh masalah bahasa □ Kelancaran agak banyak terganggu oleh masalah bahasa □ Sering ragu-ragu dan terhenti karena keterbatasan bahasa □ Bicara terputus-putus dan terhenti sehingga percakapan tidak mungkin terjadi Kelancaran 3 2 1 . sering diminta mengulang □ Masalah pengucapan serius sehingga tidak bisa dipahami ASPEK SKOR 5 4 KETERANGAN □ Tidak ada atau sedikit kesalahan tata bahasa □ Kadang-kadang membuat kesalahan tata bahasa tetapi tidak mempengaruhi makna □ Sering membuat kesalahan tata bahasa yang mempengaruhi makna □ Banyak kesalahan tata bahasa yang menghambat makna dan sering menata ulang kalimat □ Kesalahan tata bahasa begitu parah sehingga sulit dipahami Tata Bahasa 3 2 1 ASPEK SKOR 5 4 3 KETERANGAN □ Menggunakan kosa kata dan ungkapan seperti penutur asli □ Kadang-kadang menggunakan kosa kata yang tidak tepat □ Sering menggunakan kosa kata yang tidak tepat.CONTOH RUBRIK PENILAIAN BAHASA INGGRIS Rubrik Penilaian Pembelajaran Bahasa Inggris (Jumat.

kalimat benar 60 : _________________________ : _________________________ SKOR 70 80 TOTAL 2. Accuracy 3. walau ada pengulangan pada bagian tertentu □ Memahami sebagian besar apa yang dikatakan bila bicara agak diperlambat walau ada pengulangan □ Susah mengikuti apa yang dikatakan. Pronunciation 4. Fluency 50 60 70 80 50 60 70 80 50 60 70 80 50 60 70 80 : : : : : : : : : : : : : : : Bila terjadi hesitasi Lancar.ASPEK SKOR 5 4 3 KETERANGAN □ Memahami semua tanpa mengalami kesulitan □ Memahami hampir semuanya. Pronunciation 4. Intonation . Accuracy 3. frasa. tetapi masih ada hesitasi Lancar Sangat lancar Semua ucapan tidak dapat dipahami Sebagian kecil ucapan sudah dapat dipahami Sebagain besar ucapan sudah dapat dipahami Semua ucapan dapat dipahami Hampir semua ucapan tidak benar Sebagian kecil ucapan sudah benar Sebagian besar ucapan benar Semua ucapan benar Tekanan/irama semua kata salah Tekanan/irama sebagian kecil kata benar Tekanan/irama sebagian besar kata benar Tekanan/irama semua kata. Fluency 2. □ Tidak bisa memahami walaupun percakapan sederhana Pemahaman 2 1 LEMBAR PENILAIAN READING ALOUD Nama siswa Kelas ASPEK 50 1. Intonation Keterangan untuk : 1.

konsisten bentuk teks khusus kadang terabaikan. hubungan antar bagian (sejauh mana teks jelas penataan tulisan m‟hitungkan 22-20 □ Good : Komunikasi cukup efektif. informasi umumnya relevan dan tepat. interpretasi kadang tidak konsisten dengan fakta. informasi kadang tidak relevan/tidak tepat. tidak ada penataan teks. interpretasi tidak konsisten dengan fakta.PEDOMAN dan RUBRIK PENILAIAN (Writing Competence) KRITERIA SKOR DESKRIPSI Kesesuaian tugas 30-27 □ Excellent to very good: Menanggapi tugas dengan sempurna. hubungan antar bagian teks kadang tidak jelas 17-16 □ Inadequate : Komunikasi tidak efektif. informasi sering tidak relevan/tidak tepat. sangat konsisten dengan bentuk langkah retorika teks khusus. 20-18 □ Inadequate: Tidak bisa menanggapi tugas. penataan ungkapan kadang sulit diikuti. hubungan antar bagian teks umumnya jelas 19-18 □ Fair : Komunikasi kadang cukup efektif. interpretasi sangat kuat dan mendukung. 17-0 □ Inacceptable: Mengabaikan atau kurang memahami tugas. 23-21 □ Fair: Kurang mampu menanggapi tugas. pembahasan dapat diterima tapi kadang tidak konsisten. maksud tidak jelas. tulisan mencapai tujuan) 26-24 □ Good: Mampu menanggapi tugas. informasi relevan dan tepat. umumnya konsisten dengan bentuk teks pembaca) khusus. mangabaikan bentuk teks khusus. pembahasan / isi (sejauh mana sempurna. penataan dan urutan ungkapan antar bagian teks tidak jelas. KRITERIA SKOR DESKRIPSI Kesesuaian 25-23 □ Excellent to very good : Komunikasi efektif. pembahasan tidak lengkap dan tidak konsisten. pembahasan mampu. 15-0 □ Inacceptable : Tidak bisa dipahami sama sekali. KRITERIA SKOR DESKRIPSI □ Excellent to very good : Bahasa yang digunakan sangat sesuai dengan bentuk teks yang diberikan dan konteks komunikasi □ Good : Umumnya bahasa yang digunakan sesuai dengan bentuk teks yang diberikan dan konteks komunikasi □ Fair : Bahasa yang digunakan tidak konsisten dengan bentuk teks yang diberikan dan konteks komunikasi □ Inadequate : Bahasa yang digunakan tidak sesuai dengan bentuk teks yang diberikan dan konteks komunikasi □ Inacceptable : Bahasa yang digunakan sangat buruk Kesesuaian 25-23 bahasa (sejauh mana bahasa digunakan sesuai 22-20 dengan konteks komunikasi 19-18 17-16 15-0 . ungkapan tertata dengan baik dan teratur. organisasi dan urutan ungkapan umumnya tertata dengan baik dan teratur. informasi dan interpretasi tidak relevan. tidak mengikuti bentuk teks khusus. minim pembahasan. interpretasi umumnya mendukung.

punctuation. spelling. agreements. verb conjunction. capitalization. kerapian. capitalization. capitalization. capitalization. dan neatness umumnya tidak memenuhi aturan-aturan teks (genre) □ Inacceptable : Layout. punctuation. dll) 15-14 13-12 11-0 . capitalization. verb conjunction. verb conjunction. agreements. spelling. agreements. punctuation. verb conjunction. punctuation. dan neatness sebagian memenuhi aturan-aturan teks (genre) □ Inadequate : Layout.KRITERIA SKOR DESKRIPSI □ Excellent to very good : Layout. agreements. accents. agreements. spelling. spelling. punctuation. spelling. accents. accents. accents. dan neatness tidak memenuhi aturan-aturan teks (genre) Kelayakan 20-18 bentuk (sejauh mana tulisan memenuhi aturan-aturan 17-16 bentuk spelling. dan neatness sangat memenuhi aturan-aturan teks (genre) □ Good : Layout. accents. dan neatness umumnya memenuhi aturan-aturan teks (genre) □ Fair : Layout. verb conjunction.

c). 5). yaitu menyeleksi calon peserta suatu lembaga pendidikan/kursus berdasarkan kriteria tertentu. yakni pengukuran. sistematik dan terarah berdasarkan atas tujuan yang jelas. assessment. (3)verifikasi data. Penjelasan dari setiap fungsi tersebut adalah: a) Fungsi seleksi. namun dalam kegiatan pembelajaran terkadang sulit untuk membedakan dan memisahkan batasan antara ketiganya. Pengukuran atau measurement merupakan suatu proses atau kegiatan untuk menentukan kuantitas sesuatu yang bersifat numerik.Proses penentuan nilai berdasarkan data kuantitatif hasilpengukuran untuk keperluan pengambilan keputusan.alat ukur. b). bahkan merupakan instrumen untuk melakukan penilaian.tujuan pengukuran. penempatan. Tingkat pencapaian kompetensi atau tujuan instruksional dari kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan itu dapat dinyatakan dengan nilai B.hasil pengukuran kuantitatif. sikap dan kepribadian siswa atau peserta didik. Evaluasi merupakan salah satu kegiatan utama yang harus dilakukan oleh seorang guru dalam kegiatan pembelajaran. dan diagnostik. dalam konteks penilaian ada beberapa istilah yang digunakan. (2)pengumpulan data. Sementara. assessment dan evaluasi. 15 Februari 2012) A. antara lain sebagai berikut: 1) Untuk mengetahui kemajuan belajar siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran dalam jangka waktu tertentu. Selain fungsi di atas. Pengertian Evaluasi Pembelajaran Sesungguhnya. evaluation) secara teoretik definisinya berbeda. . Evaluasi berfungsi atau dilaksanakan untuk keperluan seleksi. dan evaluasi pada umumnya diawali dengan kegiatan pengukuran (measurement) serta pembandingan (assessment). 2).ada objek ukur. bagaimana pengajar (guru) dapat mengetahui hasil pembelajaran yang telah dilakukan. 4) Untuk memperoleh masukan atau umpan balik bagi guru dan siswa dalam rangka perbaikan. penilaian juga dapat berfungsi sebagai alat seleksi. ( 4). guruakan mengetahui perkembangan hasil belajar. dan (5)interpretasi data. Adapun asesmen berada di antara kegiatan pengukuran dan evaluasi. (4)analisis data. 3) Untuk mengetahui kedudukan siswa dalam kelompoknya. Adapun langkah-langkah pokok dalam penilaian secara umum terdiri dari: (1)perencanaan. pengertian asesmen (assessment) adalah kegiatan mengukur dan mengadakan estimasi terhadap hasil pengukuran atau membanding-bandingkan dan tidak sampai ke taraf pengambilan keputusan. Namun. yakni: a). Unsur pokok dalam kegiatan pengukuran ini. Pengukuran lebih bersifat kuantitatif.guna mengetahui keberhasilan suatu proses dan hasil pembelajaran.Kegiatan untuk menilai sesuatu secara terencana. maka dapat diketahui bahwa perbedaan antara evaluasi dengan pengukuran adalah dalam hal jawaban terhadap pertanyaan “what value” untuk evaluasi dan “how much” untuk pengukuran. 3). dari sisi terminologis ada beberapa definisi yang dapat dikemukakan. Penilaian hasil belajar pada dasarnya adalah mempermasalahkan.proses pengukuran. Pengajar harus mengetahui sejauh mana pebelajar (learner) telah mengerti bahan yang telah diajarkan atau sejauh mana tujuan/kompetensi dari kegiatan pembelajaran yang dikelola dapat dicapai. Tujuan dan Fungsi Evaluasi Dalam konteks pelaksanaan pendidikan. Artinya bahwa sebelum melakukan asesmen ataupun evaluasi lebih dahulu dilakukan pengukuran Sekalipun makna dari ketiga istilah (measurement. bakat khusus. antara lain adalah sebagai berikut: 1). evaluasi memiliki beberapa tujuan. Sedangkan evaluasi secara etimologi berasal dari bahasa Inggeris evaluation yang bertarti value. intelegensi. yang secara secara harfiah dapat diartikan sebagai penilaian. Berdasarkan pada berbagai batasan 3 jenis penilaian di atas. Dengan penilaian. hubungan sosial.Suatu proses sistematik untuk mengetahui tingkat keberhasilan sesuatu.KARAKTERISTIK PENILAIAN YANG BAIK (Rabu. minat. 2) Untuk mengetahui efektivitas metode pembelajaran.

Di samping itu. agar terhindar dari upaya manipulasi nilai siswa. sehingga memungkinkan dilakukannya pengayaan dan remediasi untuk memenuhi kebutuhan siswa sesuai dengan perkembangan. PBK yang dilaksanakan oleh guru. dan akhir). walaupun dengan kecepatan belajar yang berbeda-beda antara masing-masing individu. . dan menetapkan cara mengatasi kesulitan belajar tersebut. peranan guru sangat penting dalam menentukan ketepatan jenis penilaian untuk menilai keberhasilan atau kegagalan siswa. menggunakan waktu khusus atau tidak. Gambar 8. (Lihat gambar 2). terutama aspek kognitif. kompetensi profesional bagi guru merupakan persyaratan penting.1: PBK sebagai bagian dari evaluasi PBK mencakup kegiatan pengumpulan informasi tentang pencapaian hasil belajar siswa dan pembuatan keputusan tentang hasil belajar siswa berdasarkan informasi tersebut. dan penyusunan silabus telah memadai? Pada pelaksanaan PBK. misalnya untuk penilaian aspek sikap/nilai dengan tes atau non tes atau terintegrasi dalam seluruh kegiatan pembelajaran (di awal. harus memberikan makna signifikan bagi orang tua dan masyarakat pada umumnya. sehingga menumbuhkan motivasi untuk memperbaiki prestasi belajar pada waktu berikutnya. Evaluasi berfungsi atau dilaksanakan untuk keperluan penempatan agar setiap orang (peserta pendidikan) mengikuti pendidikan pada jenis dan/atau jenjang pendidikan yang sesuai dengan bakat dan kemampuannya masing-masing. Memberikan informasi yang lebih komunikatif kepada masyarakat tentang efektivitas pendanaan. maka dengan diberlakukannya PBK hal itu tidak terjadi lagi. c) Fungsi Diagnostik. Bila informasi tentang hasil belajar siswa telah terkumpul dalam jumlah yang memadai. yaitu kegiatan yang dilakukan untuk memperoleh dan mengefektifkan informasi tentang hasil belajar siswa pada tingkat kelas selama dan setelah kegiatan pembelajaran. c) Memberikan masukan kepada guru untuk memperbaiki program pembelajarannya di kelas apabila terjadi hambatan dalam proses pembelajaran. kemajuan dan kemampuannya. agar perkembangan prestasi siswa dari waktu ke waktu dapat diamati (observable) dan terukur (measurable). di dalam atau di luar kelas. Naik atau tidak naik dan lulus atau tidak lulus siswa sepenuhnya menjadi tanggung jawab guru (sekolah) berdasarkan kemajuan proses dan hasil belajar siswa di sekolah bersangkutan. dan konsisten dalam kegiatan pembelajaran di bawah kewenangan guru di kelas. PBK mengidentifikasi pencapaian kompetensi dan hasil belajar yang dikemukakan melalui pernyataan yang jelas tentang standar yang harus dan telah dicapai disertai dengan peta kemajuan belajar siswa dan pelaporan. dengan dilaksanakannya PBK diharapkan dapat: a) Memberikan umpan balik bagi siswa mengenai kemampuan dan kekurangannya.b) Fungsi Penempatan. tengah. Karenanya. d) Memungkinkan siswa mencapai kompetensi yang telah ditentukan. dan bagi siswa secara individu pada khususnya. menentukan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kesulitan belajar. C. otentik. pemilihan bahan ajar atau buku ajar. Jenis penilaian yang dibuat oleh guru harus memenuhi standar validitas dan reliabilitas. pelaporan. sehingga mereka dapat meningkatkan partisipasinya di bidang pendidikan secara serius dan konsekwen. maka guru perlu membuat keputusan terhadap prestasi siswa: 1) 2) 3) 4) 5) 6) Apakah siswa telah mencapai kompetensi seperti yang telah ditetapkan? Apakah siswa telah memenuhi syarat untuk maju ke tingkat lebih lanjut? Apakah siswa harus mengulang bagian-bagian tertentu? Apakah siswa perlu memperoleh cara lain sebagai pendalaman (remedial)? Apakah siswa perlu menerima pengayaan (enrichment)? Apakah perbaikan dan pendalaman program atau kegiatan pembelajaran. b) Memantau kemajuan dan mendiagnosis kesulitan belajar siswa. Penilaian Berbasis Kelas Penilaian Berbasis Kelas (PBK) merupakan suatu proses pengumpulan. akurat. Data atau informasi dari penilaian di kelas ini merupakan salah satu bukti yang digunakan untuk mengukur keberhasilan suatu program pendidikan. peningkatan kemampuan profesional dan integritas moral guru dalam PBK merupakan suatu keniscayaan. Di sekolah sering digunakan istilah tes untuk kegiatan PBK dengan alasan kepraktisan. PBK menggunakan arti penilaian sebagai “assessment”. Pengumpulan informasi dalam PBK dapat dilakukan dalam suasana resmi maupun tidak resmi. dan penggunaan informasi tentang hasil belajar siswa dengan menerapkan prinsip-prinsip penilaian berkelanjutan. Dalam hal ini kewenangan guru menjadi sangat luas dan menentukan. Evaluasi diagnostik berfungsi atau dilaksanakan untuk mengidentifikasi kesulitan belajar yang dialami peserta didik. Bila selama dekade terakhir ini keberhasilan belajar siswa hanya ditentukan oleh nilai ujian akhir (EBTANAS/UAN). Untuk itu. PBK merupakan bagian dari evaluasi pendidikan karena lingkup evaluasi pendidikan secara umum jauh lebih luas dibandingkan PBK. karena tes sebagai alat ukur sangat praktis digunakan untuk melihat prestasi siswa dalam kaitannya dengan tujuan yang telah ditentukan. agar hasil yang dicapai sesuai dengan apa yang diharapkan.

sehingga kegiatan dan unjuk kerja siswa dapat dipantau melalui penilaian. maka ukuran-ukuran keberhasilan pembelajaran akan dapat diketahui secara jelas dan terarah. 7) Menyeluruh PBK harus dilakukan secara menyeluruh. dalam pelaksanaan penilaianharus memperhatikan prinsip-prinsip berikut: 1) Valid PBK harus mengukur obyek yang seharusnya diukur dengan menggunakan jenis alat ukur yang tepat atau sahih (valid). guru mempunyai posisi sentral dalam menentukan keberhasilan dan kegagalan kegiatan penilaian. Untuk itu. Selain harus memenuhi prinsip-prinsip umum penilaian. Apabila alat ukur tidak memiliki kesahihan yang dapat dipertanggungjawabkan. dan berbagai hal yang memberikan kontribusi pada pembelajaran. Oleh karena itu. untuk mengetahui secara menyeluruh perkembangan siswa. Untuk itu. yang mencakup aspek kognitif. 2) Mendidik PBK harus memberikan sumbangan positif pada pencapaian hasil belajar siswa. 4) Adil dan obyektif PBK harus mempertimbangkan rasa keadilan dan obyektivitas siswa. latar belakang budaya. karena merasa dianaktirikan. Artinya. sehingga keputusan tentang keberhasilan siswa jelas bagi pihak-pihak yang berkepentingan. 3) Berorientasi pada kompetensi PBK harus menilai pencapaian kompetensi siswa yang meliputi seperangkat pengetahuan. tanpa ada rekayasa atau sembunyi-sembunyi yang dapat merugikan semua pihak. afektif. Namun demikian. . ada kesesuaian antara alat ukur dengan fungsi pengukuran dan sasaran pengukuran. sikap. tanpa membeda-bedakan jenis kelamin. sehingga keberhasilan dan kegagalan siswa harus tetap diapresiasi dalam penilaian. dan ketrampilan/nilai yang terefleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak. harus memungkinkan adanya kesempatan yang terbaik bagi siswa untuk menunjukkan apa yang mereka ketahui dan pahami. PBK hendaknya mudah dipahami dan dapat ditindaklanjuti oleh pihak-pihak yang berkepentingan. Hasil penilaian hendaknya mencerminkan gambaran yang utuh tentang prestasi siswa yang mengandung informasi keunggulan dan kelemahan. PBK harus dinyatakan dan dapat dirasakan sebagai penghargaan untuk memotivasi siswa yang berhasil (positive reinforcement) dan sebagai pemicu semangat untuk meningkatkan hasil belajar bagi yang kurang berhasil (negative reinforcement). dapat menyebabkan menurunnya motivasi belajar siswa. 6) Berkesinambungan PBK harus dilakukan secara terus-menerus atau berkesinambungan dari waktu ke waktu. serta mendemonstrasikan kemampuan yang dimilikinya.Prinsip-prinsip PBK Sebagai bagian dari kurikulum berbasis kompetensi. Setiap guru harus mampu melaksanakan prosedur PBK dan pencatatan secara tepat prestasi yang dicapai siswa. pelaksanaan PBK sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor dan komponen yang ada di dalamnya. pelaksanaan PBK juga harus memegang prinsip-prinsip khusus sebagai berikut: Apapun jenis penilaiannya. 8) Bermakna PBK diharapkan mempunyai makna yang signifikan bagi semua pihak. Dengan berpijak pada kompetensi ini. dan psikomotorik serta berdasarkan pada strategi dan prosedur penilaian dengan berbagai bukti hasil belajar siswa yang dapat dipertanggungjawabkan kepada semua pihak. minat dan tingkat penguasaan siswa dalam pencapaian kompetensi yang telah ditetapkan. maka data yang masuk salah sehingga kesimpulan yang ditarik juga besar kemungkinan menjadi salah. 5) Terbuka PBK hendaknya dilakukan secara terbuka bagi berbagai kalangan (stakeholders) baik langsung maupun tidak langsung. Sebab ketidakadilan dalam penilaian.

skala. 2) Pengamatan ketika siswa berada di ruang kelas. membaca Al Quran. PBK dapat dikatakan sebagai bentuk penilaian yang paling komprehensip. Harus disadari oleh semua pihak. yaitu guru secara terus menerus mengikuti pertumbuhan. afektif dan psikomotorik. penilaian juga dilakukan untuk mengetahui kedudukan atau posisi siswa dalam 8 level kompetensi yang ditetapkan secara nasional. seni. juga secara khusus akan membahas pengembangan tes untuk meningkatkan validitas dan reliabilitas tes sebagai alat evaluasi. gurulah yang sehari-hari berkomunikasi dan berinteraksi dengan siswa di dalam kelas dan di lingkungan sekolah. melainkan harus menyampaikan secara terbuka kepada siswa untuk menyepakati bersama kompetensi yang telah dicapai oleh siswa dan standar nilai yang diberikan oleh guru. melainkan juga: 1) Perhatian terhadap siswa ketika duduk. sikap (afektif). Selain itu. aspek afektif sangat dominan pada materi pembelajaran akhlak. yakni alat tes dan nontes. di dalam PBK guru tentu tidak dapat menilai sekehendak hatinya. format observasi. perkembangan dan perubahan siswa. Begitu juga halnya dengan mata pelajaran yang lain. angket. pengawas. Teknik Penilaian Proses dan Hasil Belajar Untuk keperluan evaluasi diperlukan alat evaluasi yang bermacam-macam. bukan kepala sekolah.Keunggulan PBK Penilaian Berbasis Kelas (PBK) merupakan salah satu komponen dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Penilaiannya tidak saja merupakan kegiatan tes formal.dengan mempertimbangkan tingkat perkembangan siswa serta bobot setiap aspek dari setiap materi. Penilaian ini dilaksanakan oleh guru secara variatif dan terpadu dengan kegiatan pembelajaran di kelas. Dari sekian banyak alat evaluasi. di tempat ibadah dan ketika mereka bermain. Sebab. olahraga. wawancara. PBK yang memberi kewenangan sangat leluasa kepada guru untuk menilai siswa merupakan suatu keunggulan agar diperoleh hasil belajar yang akurat sesuai dengan kemampuan siswa yang sebenarnya. sekala sikap dan catatan anekdot (anecdotal record). pembahasan evaluasi hasil pembelajaran dengan lebih menekankan pada pemberian nilai terhadap skor hasil tes. hasil karya (produk). pada dasarnya ketiga aspek tersebut harus dinilai. seperti kuesioner. bahwa sesungguhnya guru itulah yang paling mengetahui kemampuan atau kemajuan belajar siswa. dan tes tertulis (paper and pencil). PPkn. Hal yang perlu diperhatikan dalam penilaian adalah prinsip kontinuitas. 3) Mengamati siswa membaca Al-Qur an dengan tartil (pada setiap awal jam pelajaran selama 5 – 10 menit) Dari berbagai pengamatan itu ada yang perlu dicatat secara tertulis terutama tentang perilaku yang ekstrim/menonjol atau kelainan pertumbuhan yang kemudian harus diikuti dengan langkah bimbingan. Tes adalah serangkaian pertanyaan atau latihan atau alat lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan. secara umum dapat dikelompokkan menjadi dua. Di samping mengukur hasil belajar siswa sesuai dengan ketentuan kompetensi setiap mata pelajaran masing-masing kelas dalam kurikulum nasional. pengetahuan. Misalnya kognitif meliputi seluruh mata pelajaran. Pelaksanaan PBK Penilaian dilakukan terhadap hasil belajar siswa berupa kompetensi sebagaimana yang tercantum dalam KBM setiap mata pelajaran. kuesioner. dan lain-lain. kecerdasan. kemampuan. Dengan demikian. dan sejenisnya. PBK dilakukan dengan pengumpulan kerja siswa (portofolio). Aqidah-Akhlaq. apalagi pejabat struktural di Departemen atau Dinas Pendidikan. 1) Teknik Tes Tes secara harfiah berasal dari bahasa Prancis kuno “testum” artinyapiring untuk menyisihkan logam-logam mulia.Karenanya. Sebagai contoh pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (AlQuran. atau bakat . tes. kinerja/penampilan (performance). Aspek psikomotorik sangat dominan pada mata pelajaran fiqh. oleh karena itu disebut penilaian berbasis kelas (PBK). berbicara. A. dan tarikh) penilaiannya harus menyeluruh pada segenap aspek kognitif. fiqh. dan bersikap pada waktu belajar atau berkomunikasi dengan guru dan sesama teman. penugasan (proyek). Penilaian berbasis kelas harus memperlihatkan tiga ranah yaitu: pengetahuan (koknitif). Penilaian terhadap pengamatan dapat digunakan observasi. dan keterampilan (psikomotorik) Ketiga ranah ini sebaikanya dinilai proposional sesuai dengan sifat mata pelajaran yang bersangkutan. Khusus untuk evaluasi hasil pembelajaran alat evaluasi yang paling banyak digunakan adalah tes. Guru menilai kompetensi dan hasil belajar siswa berdasarkan level pencapaian prestasi siswa. Oleh karena itu.

tes dapat dibagi menjadi: a) Tes Kecepatan (Speed Test) Tes ini bertujuan untuk mengevaluasi peserta tes (testi) dalam hal kecepatan berpikir atau keterampilan.Dengan demikian berarti sudah dapat dipastikan akan mampu memberikan informasi yang tepat dan obyektif tentang obyek yang hendak diukur baik berupa psikis maupun tingkah lakunya. 2) TesMenurut Tujuannya Dilihat dari segi tujuannya dalam bidang pendidikan. Tes Hasil Belajar (THB). Kemampuan yang dievaluasi bisa berupa kognitif maupun psikomotorik. tentang penguasaan materi atau pencapaian tujuan pembelajaran tertentu. Jadi dapat disimpulkan bahwa tes adalah suatu cara atau alat untuk mengadakan penilaian yang berbentuk suatu tugas atau serangkaian tugas yang harus dikerjakan oleh siswa atau sekelompok siswa sehingga menghasilkan nilai tentang tingkah laku atau prestasi siswa tersebut. Berdasarkan definisi tersebut. dapat dijelaskan bahwa tes merupakan alat ukur yang berbentuk pertanyaan atau latihan. Soal-soal biasanya relatif sukar menyangkut berbagai konsep dan pemecahan masalah dan menuntut peserta tes untuk mencurahkan segala kemampuannya baik analisis. cepat dan tepat penyelesaiannya. dan dapat pula menunjukkan kedudukan siswa yang bersangkutan dalam kelompoknya. b) Untuk menentukan kedudukan atau perangkat siswa dalam kelompok. sintesis dan evaluasi.yang dimiliki oleh sesesorang atau kelompok. Prestasi atau tingkah laku tersebut dapat menunjukkan tingkat pencapaian tujuan intruksional pembelajaran atau tingkat penguasaan terhadap seperangkat materi yang telah diberikan dalam proses pembelajaran. Waktu yang disediakan untuk menjawab atau menyelesaikan seluruh materi tes ini relatif singkat dibandingkan dengan tes lainnya. dipergunakan untuk mengukur kemampuan yang ada pada seseorang atau sekelompok orang. dan tes ketrampilan bongkar pasang suatu alat. maka tes harus dapat memberikan informasi mengenai pengetahuan dan kemampuan obyek yang diukur. Dalam kaitan dengan rumusan tersebut. Fungsi (a) lebih dititikberatkan untuk mengukur keberhasilan program pembelajaran. d) Tes Kemajuan Belajar ( Gains/Achievement Test) Tes kemajuan belajar disebut juga dengan tes perolehan adalah tes untuk mengetahui kondisi awal testi sebelum pembelajaran dan kondisi akhir testi setelah pembelajaran. sebab yang lebih diutamakan adalah waktu yang minimal dan dapat mengerjakan tes itu sebanyak-banyaknya dengan baik dan benar. baik itu tes harian (formatif) maupun tes akhir semester (sumatif) bertujuan untuk mengevaluasi hasil belajar setelah mengikuti kegiatan pembelajaran dalam suatu kurun waktu tertentu. tes minimal mempunyai dua fungsi. Makalah ini akan lebih banyak memberikan penekanan pada tes hasil belajar ini. Untuk mengetahui kondisi awal testi digunakan pre-tes dan kondisi akhir testi digunakan . Sedangkan sebagai alat ukur berupa latihan. yaitu: a) Untuk mengukur tingkat penguasaan terhadap seperangkat materi atau tingkat pencapaian terhadap seperangkat tujuan tertentu. b) Tes Kemampuan (Power Test) Tes ini bertujuan untuk mengevaluasi peserta tes dalam mengungkapkan kemampuannya (dalam bidang tertentu) dengan tidak dibatasi secara ketat oleh waktu yang disediakan. sebagai alat evaluasi hasil belajar. maka tes harus dapat mengungkap keterampilan dan bakat seseorang atau sekelompok orang. baik yang bersifat spontanitas (logik) maupun hafalan dan pemahaman dalam mata pelajaan yang telah dipelajarinya. c) Tes Hasil Belajar (Achievement Test) Tes ini dimaksudkan untuk mengevaluasi hal yang telah diperoleh dalam suatu kegiatan.Tes yang termasuk kategori tes kecepatan misalnya tes intelegensi. sedang fungsi (b) lebih dititikberatkan untuk mengukur keberhasilan belajar masing-masing individu peserta tes. Sebagai alat ukur dalam bentuk pertanyaan. sekaligus dapat membandingkan antara seseorang dengan orang lain. Tes merupakan alat ukur yang standar dan obyektif sehingga dapat digunakan secara meluas untuk mengukur dan membandingkan keadaan psikis atau tingkah laku individu.

antara lain adalah sebagai berikut: a). yaitu memiliki validitas. selain memiliki keunggulan.Mampu mengungkap tingkat kognitif rendah sampai tinggi. Bentuk Soal Uraian Keunggulan dari bentuk soal uraian ini. b).Tes tindakan atau perbuatan (performance test) Penggunaan setiap jenis tes tersebut seyogyanya disesuaikan dengan kawasan (domain) perilaku siswa yang hendak diukur. antara lain adalah sebagai berikut: a). dan menetapkan cara mengatasi kesukaran atau kesulitan belajar tersebut.Dapat mencakup ruang lingkup bahan/materi yang luas c).mengurangi faktor menebak dalam menjawab Sementara. antara lain adalah sebagai berikut: a).Kurang mampu meningkatkan daya nalar siswa. Demikian pula dalam alat-alat evaluasi. 3) Bentuk Tes Dilihat dari jawaban siswa yang dituntut dalam menjawab atau memecahkan persoalan yang dihadapinya. maka tes hasil belajar dapat dibagi menjadi 3 jenis : a). mendeteksi faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kesukaran belajar. e) Tes Diagnostik (Diagnostic Test) Tes diagnostik adalah tes yang dilaksanakan untuk mendiagnosis atau mengidentifikasi kesukaran-kesukaran dalam belajar. serta objektif b). g) Tes Sumatif Istilah sumatif berasal dari kata “sum” yang berarti jumlah. Suatu tes dapat dikatakan memiliki validitas yang tinggiapabila tes itu tersebut betul-betul dapat mengukur hasil belajar. Sementara.tingkat reliabilitas soal relaitf lebih rendah 4) Ciri-ciri Tes yang Baik Sebuah test dapat dikatakan baik sebagai alat pengukur harus memenuhi kriteria. dan mengemukakan gagasan secara rinci c).Memberi peluang siswa untuk menebak jawaban c).post-tes. praktikabilitas dan ekonomis a) Validitas Sebuah alat pengukur dapat dikatakan valid apabila alat pengukur tersebut dapat mengukur apa yang hendak diukur secara tepat. soal uraian juga memiliki kelemahan. Misalnya tes tertulis atau tes lisan dapat digunakan untuk mengukur kawasan kognitif. Bentuk Soal Pilihan Ganda Keunggulan dari bentuk soal pilihan ganda ini. cepat.menganalisis masalah.Tes tertulis (written test) c).jumlah materi (PB/SPB) yang dapat diungkap terbatas b). objektivitas. seperti skala sikap.Pensekoran mudah.dapat mengukur kemampuan mengorganisasikan pikiran. Dengan demikian tes sumatif berarti tes yang ditujukan untuk mengetahui penguasaan siswa dalam sekumpulan materi pelajaran (pokok bahasan) yang telah dipelajari. selain memilliki keunggulan. Jadi bukan sekedar mengukur daya ingatan atau kemampuan bahasa saja misalnya. soal pilihan ganda juga memiliki kelemahan. reliabilitas. Untuk lebih mendukung memahami pengertian tersebut selanjutnya akan diuraikan .Menuliskan soalnya relatif lebih sulit dan lama b). 2. antara lain adalah sebagai berikut: a). dan kawasan afektif biasanya diukur dengan skala perilaku.Pengoreksian/scoring lebih sukar dan subjektif c). f) Tes Formatif Tes formatif adalah penggunaan tes hasil belajar untuk mengetahui sejauh mana kemajuan belajar yang telah dicapai oleh siswa dalam suatu program pembelajaran tertentu. sedangkan kawasan psikomotorik cocok dan tepat apabila diukur dengan tes tindakan.relatif mudah dan cepat menuliskan soalnya d).Tes lisan (oral test) b). 1.

beberapa macam kriteria validitas. atau konsisten. maka setiap siswa akan tetap berada dalam urutan (ranking) yang sama dalam kelompoknya. Dengan demikian suatu tes hasil belajar disebut memiliki validitas tinggi secara content.Construct Validity (validitas konstruk/susunan teori) Yaitu ketepatan suatu tes ditinjau dari susunan tes tersebut. misalnya suatu tes diberikan pada kepada group A. atau dengan tes yang pararel (eukivalen) pada waktu yang sama. bila tes tersebut sudah dapat mengukur sampel yang representatif dari materi pelajaran (subject matter) yang diberikan. keajegan. dan perubahan-perubahan perilaku (behavioral changes) yang diharapkan terjadi pada diri siswa. 3) Concurent validity (Validitas bandingan) Kejituan suatu tes dilihat dari korelasinya terhadap kecakapan yang telahdimilikisaat kini secara riil.. b. Ada beberapa cara untuk mencari reliabilitas suatu tes. mengenai isinya. 2) Predictive validity (validitas ramalan) Validitas ramalan artinya ketepatan (kejituan) suatu alat pengukur ditunjau dari kemampuan tes tersebut untuk meramalkan prestasi yang dicapainya kemudian. Atau dengan kata lain sebuah tes dikatakan reliable apabila hasil-hasil tes tersebut menunjukan ketetapan. 2. selang 3 hari atau seminggu tes tes tersebut diberikan lagi kepada group A dengan syarat-syarat tertentu. yaitu: 1) Content validity (validitas isi) Pengujian jenis validitas ini dilakukan secara logis dan rasional karena itu disebut juga rational validity atau logical validity. tingkat kesukaran jumlah item dan aspek-aspek lain. apabila hasil yang dicapai siswa dalam tes tersebut betul-betul meramalakan sukses tidaknya siswa tersebut dakam pelajaran-pelajaran yang akan datang. Cara yang digunakan untuk mengukur tinggi rendahnya validitas ramalan ialah dengan mencari korelasi antara nilainilsi yang dicapai oleh anak-anak dalam tes tersebut dengan nilai-nilai yang dicapai kemudian. maka item-itemnya harus diambil dari bahan pelajaran kelas II. 4). Reliabilitas suatu tes menunjukan atau merupakan sederajat ketetapan. Reliabilitas Reliabilitas berasal dari kata reliable yang berarti dapat dipercaya. Artinya. jika kepada para siswa diberikan tes yang sama pada waktu yang berlainan. Misalnya apabila kita ingin memberikan tes bahasa inggris untuk kelas II. TeknikBentuk Paralel Teknik ini dipergunakan dua buah tes yang sejenis (tetapi tidak identik). bukan mengukur kemampuan bahasa karena soal itu ditulis secara berkepanjangan dengan bahasa yang sulit dimengerti.Batasan content validity ini menggambarkan sejauh mana tes mampu mengukur materi pelajaran yang telah diberikan secara representatif dan sejauh mana pula tes dapat mengukur sampel yang representatif dari perubahanperubahan perilaku yang diharapkan terjadi pada diri siswa. keterandalan atau kemantapan (the level of consistency) tes yang bersangkutan dalam mendapatkan data (skor) yang dicapai seseorang. Cara yang digunakan untuk menilai validitas bandingan ialah dengan jalan mengkorelasikan hasil-hasil yang dicapai dalam tes tersebut dengan hasil-hasil yang dicapai dalam tes yang sejenis yang telah diketahui mempunyai validitas yang tinggi (misalnya tes standar). kita harus membuat soal yang ringkas dan jelas yang benar-benar akan mengukur kecakapan ilmu pasti. Teknik Berulang Tehnik ini adalahdengan memberikan tes tersebut kepada sekelompok anak-anak dalam dua kesempatan yang berlainan. Suatu tes hasilbelajar dapat dikatakan mempunyai validitas ramlan yang tinggi. antara lain : 1. . proses mental yang diukur. Misalnya kalau kita ingin memberikan tes kecakapan ilmu pasti. apabila tes tersebut diberikan kepadanya pada kesempatan (waktu) yang berbeda. Kalau diambilnya dari kelas III maka tes itu tidak valid lagi.

Teknik belah dua Ada dua prosedur yang dapat digunakan dalam tes belah dua ini yaitu : <Prosedur ganjil-genap. tenaga yang banyak danwaktu yang lama. 3) Dilengkapi dengan petunjuk-petunjuk yang jelas sehingga dapat diberikan/ diawali oleh orang lain e. yakni sebagai berikut: 1) Dalam konteks penilaian ada beberapa istilah yang digunakan. Untuk soal yang obyektif. yakni: pengamatan (observation). c. kuesioner/angket (questionanaire). soal yang hanya dapat dijawab oleh peserta didik yang betul-betul belajar dengan rajin 4) Tidak mengandung ketaksaan (tafsiran ganda). 2) Mudah memeriksanya artinya bahwa tes itu dilengkapi dengan kunci jawaban maupun pedoman skoringnya. wawancara (interview).3. sewajarnya dapat dihasilkan alat tes (sosal-soal) yang berkualitas yang memenuhi syarat-syarat dibawah ini : 1) Shahih (valid). intelegensi. maka dapat disimpulkan beberapa kajian dan pembahasan yang esensial dari bab ini. tugas ditulis konkret. Tes yang praktis adalah tes yang: 1) Mudah dilaksanakannya. guruakan mengetahui perkembangan hasil belajar. apabila dikaitkan dengan reliabilitas maka obyektivitas menekankan ketetapan pada sistem skoring. d. minat. sedangkan reliabilitas menekankan ketetapan dalam hasil tes. berbeda dengan teknik tes yang lebih menekankan asfek kognitif. artinya seluruh item yang bernomor ganjil dikumpulkan menjadi satu kelompok dan yang bernomor genap menjadi kelompok yang lain. pemeriksaan akan lebih mudah dilakukan jika dikerjakan oleh siswa dalam lembar jawaban. Apa yang harus diminta. misalnya dengan jalan lotre. Ekonomis Yang dimaksud dengan ekonomis ialah bahwa pelaksanaan tes tersebut tidak membutuhkan ongkos/biaya yang mahal. mudah untuk pengadministrasiannya. baik untuk memproduksinya maupun untuk melaksanakan dan mengolah hasilnya. soal mewakili materi ajar secara keseluruhan 6) Seimbang. Hal ini terutama pada sistem skoringnya. Ada beberapa macam teknik nontes. harus dijawab berapa lengkap 5) Representatif. dan yang tidak penting tidak selalu perlu. dalam arti pokok-pokok yang penting diwakili. yakni pengukuran. atau dengan jalan menggunakan tabel bilangan random. dalam arti yang diuji sesuai dengan tujuan yang diinginkan 3) Spesifik. a.Ringkasan Atas dasar pemaparan dan pembahasan tentang evaluasi pembelajaran di atas. dan analisis dokumen yang bersifat unobtrusive. misalnya tidak menuntut peralatan yang banyak dan memberi kebebasan kepada siswa untuk mengerjakan terlebih dahulu bagian yang dianggap mudah oleh siswa. hubungan sosial. assessment dan evaluasi 2) Evaluasi merupakan salah satu kegiatan utama yang harus dilakukan oleh seorang guru dalam kegiatan pembelajaran. 2) Teknik Nontes Teknik nontes sangat penting dalam mengevaluasi siswa pada ranah afektif dan psikomotor. Praktikabilitas Sebuah tes dikatakan memiliki praktikabilitas yang tinggi apabila tes itu bersifat praktis. sesuai dengan tujuan 2) Relevan. harus ada patokan. <Prosedur secara random. Dengan penilaian. Objektivitas Sebuah tes dikatakan memiliki objektivitas apabila dalam melaksanakan tes itu tidak ada faktor subyektif yang mempengaruhi. yaitu mengukur yang harus diukur. sikap dan kepribadian siswa atau peserta didik . bakat khusus. Observasi A. Ada dua faktor yang mempengaruhi subjektivitas dari sesuatu tes yaitu bentuk tes dan penilaian. Dengan mempertimbangkan kriteria-kriteriates tersebut.

antara lain (a) untuk mengetahui kemajuan belajar siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran dalam jangka waktu tertentu. 1987:56) B. Ciri-ciri tes yang baik 1) Validitas sebuah tes dikatakan memiliki validitas jika hasilnya sesuai dengan kriterium. akurat. Ada pula yang mengartikan sebagai sebuah piring yang dibuat dari tanah.com/penilaianpembelajaran) C. Tes standar Tes kemampuan pada dasarnya terbagi menjadi 2 macam. Persyaratan Tes Tes diusahakan mengikuti aturan tentang suasana. 4) Penilaian Berbasis Kelas (PBK) merupakan suatu proses pengumpulan. format observasi. maka ada beberapa hal yang bisa didiskusikan di kelas. tes. pelaporan. Dari sekian banyak alat evaluasi. yakni alat tes dan nontes B. 2) Reliabilitas Ketetapan suatu tes apabila diteskan pada subjek yang sama.Pertanyaan Diskusi Untuk mengkaji lebih lanjut terkait dengan pembahasan tentang evaluasi pembelajaran ini. dan prosedur yang telah ditentukan namun tes itu sendiri mengandung kelemahan-kelemahan. dan lain-lain. dan penggunaan informasi tentang hasil belajar siswa dengan menerapkan prinsip-prinsip penilaian berkelanjutan. (b) untuk mengetahui efektivitas metode pembelajaran yang digunakan. skala. yaitu : . Tes dapat diklasifikasikan atas : 1) Bagaimana ia diadministrasikan (tes individual atau kelompok) 2) Bagaimana ia di skor (tes objektif atau tes subjektif) 3) Respon apa yang ditekankan (kemampuan atau kecepatan) 4) Tipe respon yang bagaimana yang harus dikerjakan subjek (tes unjuk kerja atau tes kertas dan pensil ) 5) apa yang akan diukur (tes sampel atau tes sign) 6) Hakikat dari kelompok yang akan diperbandingkan ( tes buatan guru atau tes baku) D. assesmen dan pengukuran dalam konteks penilaian pembelajaran? 2) Apakah tujuan diberlakukannya evaluasi dalam pembelajaran? 3) Apa yang dimaksud dengan Penilaian Berbasis Kelas? 4) Bagaimana teknis pelaksanaan Penilaian Berbasis Kelas? 5) Bagiamanakah tahapan-tahapan pelaksanaan evaluasi dalam proses pembelajaran Jelaskan model tes yang digunakan dalam proses pembelajaran A. dan konsisten dalam kegiatan pembelajaran di bawah kewenangan guru di kelas 5) Pelaksanaan evaluasi pembelajaran dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai alat evaluasi. yakni sebagai berikut: Diskusikan dengan teman-teman Anda di kelas! 1) Apa yang dimaksud dengan evaluasi. antara lain.atau tingkah laku dengan cara mengukur sesuai dengan sifat. kuesioner. (c) untuk mengetahui kedudukan siswa dalam kelompoknya. 3) Objektifitas E. otentik. secara umum dapat dikelompokkan menjadi dua.dikti. kecakapan atau tingkah laku (Siti Rahayu Haditono. Tes adalah suatu alat yang sudah distandardisasi untuk mengukur salah satu sifat. dan (d) untuk memperoleh masukan atau umpan balik bagi guru dan siswa dalam rangka perbaikan. Pengertian Tes Istilah tes diambil dari kata testum suatu pengertian dalam bahasa Prancis kuno yang berarti piring untuk menyisihkan logam-logam mulia. 1) Adakalanya tes (secara psikologis terpaksa) menyinggung pribadi seseorang 2) Tes menimbulkan kecemasan sehingga mempengaruhi hasil belajar 3) Tes mengategorikan siswa secara tetap 4) Tes tidak mendukung kecemerlangan dan daya kreasi siswa 5) Tes hanya mengukur aspekk tingkah laku yang sangat terbatas (www. cara.dirjen.3) Evaluasi memiliki beberapa tujuan. dalam arti memiliki kesejajaran antara hasil tes tersebut dengan kriterium. kecakapan.

dan orang tua dalam memahami kesulitan anak c. Fungsi untuk bimbingan a) Menentukan arah pembicaraan dengan orang tua tentang anak mereka b) Membantu siswa dalam menentukan pilihan c) Membantu siswa mencapai tujuan pendidikan dan jurusan d) Memberi kesempatan kepada pembimbing.1. . Achievement test (tes prestasi) F. Tes Objektif Tes objektif adalah tes yang dalam pemeriksaannya dapat dilakukan secara objektif. 3) Pemeriksaannya dapat diserahkan kepada orang lain 4) dalam pemeriksaannya tidak ada unsur subjektif yang mempengaruhi. Tes Subjektif Pada umunya berbentuk esai (uraian). Fungsi tes a. Fungsi untuk kelas a) Mengadakan diagnosis terhadap kesulitan belajar siswa b) Mengevaluasi celah antara bakat dengan pencapaian c) Menaikkan tingkat prestasi d) Mengelompokkan siswa dalam kelas pada waktu metode kelompok e) Merencanakan kegiatan proses belajar mengajar untuk siswa secara perorangan f) Menetukan siswa mana yang memerlukan bimbingan khusus g) Menetukan tingkat pencapaian untuk setiap anak b. b. Fungsi untuk administrasi a) Memberi petunjuk dalam mengelompokkan siswa b) Penempatan siswa baru c) Membantu siswa memilih kelompok d) Menilai kurikulum e) Memperluas hubungan masyarakat f) Menyediakan informasi untuk badan-badan lain. guru. Kebaikan tes subjektif : 1) Mudah disiapkan dan disusun 2) Tidak memberi banyak kesempatan untuk berspekulasi atau untung-untungan 3) Mendorong siswa untuk berani mengemukakan pendapat serta menyusun dalam bentuk kalimat yang bagus 4) Memberi kesempatan kepada siswa untuk mengutarakan maksudnya denga gaya bahasa dan cara sendiri 5) Dapat diketahui sejauh mana siswa mendalami sesuatu masalah yang diteskan Kelemahan tes subjektif : 1) Kadar validitas dan realibilitasnya rendah karena sukar diketahui segi-segi mana dari siswa yang betul-betul telah dikuasai 2) Kurang representative dalam hal mewakili seluruh scope bahan pelajaran yang akan dites karena soalnya hanya beberapa buah saja 3) Cara pemeriksaannya banyak dipengaruhi oleh unsur-unsur subjektif 4) Pemeriksaannya lebih sulit sebab membutuhkan pertimbangan individual 5) Waktu untuk mengoreksinya lama dan dapat diwakilkan kepada orang lain. Hal ini memang dimaksudkan untuk mengatasi kelemahan-kelemahan dari tes bentuk esai. lebih representative mewakili isi yang luas 2) Lebih mudah dan cepat cara pemeriksaannya. Bentuk-bentuk tes a. Tes bentuk esai adalah sejenis tes kemajuan belajar yang memerlukan jawaban yang bersifat pembahasan atau uraian kata-kata. Aptitude test (test bakat) 2. Kebaikan tes objektif : 1) Mengandung lebih banyak segi-segi yang positif. G.

Jadi dengan demikian praktek menempelkan hasil tes di papan pengumuman dengan identitas jelas peserta tes. Analisis soal adalah suatu prosedur yang sistematis yang akan memberikan informasi-informasi yang sangat khusus terhadap butir soal.Kelemahan tes objektif: 1) Persiapan untuk menyusunnya jauh lebih sulit daripada esai karena soalnya banyak dan harus teliti untuk menghindari kelemahan-kelemahan yang lain 2) Soal-soalnya cenderung untuk mengungkapkan ingatan dan daya pengenal kembali saja. Kerahasiaan Hasil Tes Setiap pendidik dan pengajar wajib melindungi kerahasiakan hasil tes.mo3no. www. Etika Tes Praktek tes hasil belajar yang etik terutama mencangkup empat hal utama : a. Tes benar-salah (true-false) b. Mengadakan checking validasi d. Dengan demikian tes tidak dapat digunakan diluar batas-batas yang ditentukan oleh profesionalisme pekerjaan guru. taraf kesukaran dan lain-lain. Karena itu maka interpretasi hasil tes harus diikuti tanggung jawab professional. Meneliti secara jujur soal-soal yang sudah disusun. pengukuran dan evaluasi. Wakhinuddin. kadang-kadang dapat diperoleh jawaban tentang ketidakjelasan perintah atau bahasa.com. Dengan demikian maka setiap pendidik harus dapat menjamin keamanan tes. dan sukar untuk mengukur proses mental yang tinggi 3) Banyak kesempatan untuk main untung-untungan 4) “Kerjas sama” antar siswa pada waktu mengerjakan soal tes lebih terbuka H. merupakan pelanggaran terhadap etika ini.2010 Pengertian tes. Menganalisis Hasil Tes Ada 4 cara untuk menilai tes : a. Interpretasi Hasil Tes Hal yang paling mengandung kemunkinan penyalahgunaan tes adalah penginterpretasian hasil tes secara salah. baik sebelum maupun sesudah digunakan. c. d. Bumi Aksara. maka tes tersebut harus digunakan di bawah ketentuan yang berlaku bagi pelaksanaan tes baku tersebut harus digunakan dibawah ketentuan yang berlaku bagi pelaksanaan tes baku tersebut. Bila tes hasil belajar tertentu merupakan tes baku. 2002. 2010. Macam-macam tes a. Tes isian (completion test) I. J. Mona. Menjodohkan (matching test) d. c. baik secara hasil individual maupun secara kelompok.wakhinuddin. Hasil tes hanya dapat disampaikan kepada orang lain bila : 1) Ada izin dari peserta didik yang bersangkutan atau orang yang bertanggung jawab terhadap peserta didik (bagi peserta didik yang belum dewasa). .blogspot. Penggunaan tes Tes hasil belajar haruslah digunakan secara patut. www. Tes pilihan ganda (multiple choice test) c.com. Keamanan tes Tes merupakan alat pengukur yang hanya dapat digunakan secara professional. Mengadakan checking realibilitas Sumber Suharsimi Arikunto. Tak ada tes baku yang boleh digunakan diluar prosedur yang ditapakan oleh tes itu sendiri. Mengadakan analisis soal. Bila hasil tes diinterpretasi secara tidak patut. daalam jangka panjang akan dapat membahayakan kehidupan peserta tes. Yogyakarta. Evaluasi hasil belajar dan pengukuran tes. 2) Ada tanda-tanda yang jelas terhadap hasil tes tersebut menunjukan gejala yang membahayakan dirinya atau membahayakan kepentingan orang lain 3) Bila penyampaian hasil tes tersebut kepada orang lain jelas-jelas menguntungkan peserta tes b. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. b.

. yang berarti bahwa guru (instruktur) adalah sutradara dalam pertunjukan cerita dan di dalamnya siswa sebagai pelaku atau pemerannya. Metode TPR ini sangat mudah dan ringan dalam segi penggunaan bahasa dan juga mengandung unsur gerakan permainan sehingga dapat menghilangkan stress pada peserta didik karena masalah-masalah yang dihadapi dalam pelajarannya terutama pada saat mempelajari bahasa asing. dan juga dapat menciptakan suasana hati yang positif pada peserta didik yang dapat memfasilitasi pembelajaran sehingga dapat meningkatkan motivasi dan prestasi siswa dalam pelajaran tersebut. dan lain-lain. merupakan aktivitas utama yang dilakukan guru di dalam kelas dari metode TPR. it attempts to teach language through physical (motor) activity”. dan selanjutnya anak atau siswa akan merespon kepada fisiknya sebelum mereka memulai untuk menghasilkan respon verbal atau ucapan. baik itu bahasa Inggris. TPR didefinisikan: “a language teaching method built around the coordination of speech and action. khususnya dalam perkembangan intelektual.Bentuk Aktivitas dengan Metode TPR dalam PBM (Proses Belajar Mengajar). Siswa dalam TPR mempunyai peran utama sebagai pendengar dan pelaku. b. 2) Lateralisasi otak menggambarkan fungsi pembelajaran yang berbeda pada otak kiri dan kanan. c. Inquiry dan lain-lain. 3. Guru yang memutuskan tentang apa yang akan dipelajari. TPR atau disebut juga ”the comprehension approach” atau pendekatan pemahaman yaitu suatu metode pendekatan bahasa asing dengan instruksi atau perintah. Metode pembelajaran adalah suatu ilmu yang membicarakan tentang cara-cara menyampaikan bahan pelajaran. Makna atau arti dari bahasa sasaran dipelajari selama melakukan aksi. dan emosional seseorang dan dalam mempelajari semua bidang studi. Bermain peran (Role Play). Aktivitas membaca (Reading) dan menulis (Writing) untuk menambah perbendaharaan kata (vocabularies) dan juga melatih pada susunan kalimat berdasarkan tenses dan sebagainya. Asher menyajikan 3 hipotesa pembelajaran yang berpengaruh yaitu: 1) Terdapat bio-program bawaan yang spesifik untuk pembelajaran bahasa yang menggambarkan sebuah alur yang optimal untuk pengembangan bahasa pertama dan kedua. pasar. mengemukakan gagasan dan perasaan. dapat dipusatkan pada aktivitas sehari-hari seperti di sekolah.Teori pembelajaran TPR Teori pembelajaran bahasa TPR yang diterapkan pertama kali oleh Asher ini mengingatkan pada beberapa pandangan para psikolog. 1. Ada beberapa macam metode yang biasa digunakan seorang guru atau instruktur dalam meningkatkan kemampuan belajar peserta didiknya seperti metode diskusi.Pengertian Metode TPR (Total Physical Response) Menurut Richards J dalam bukunya Approaches and Methods in Language Teaching. restoran. Siswa mendengarkan dengan penuh perhatian dan merespon secara fisik pada perintah yang diberikan guru baik secara individu maupun kelompok. Asher yang telah sukses dalam pengembangan metode ini pada pembelajaran bahasa asing pada anak-anak. siapa yang memerankan dan menampilkan materi pelajaran. sosial. Menurut Asher ”The instructor is the director of a stage play in which the students are the actors”. ceramah. d. Dalam proses belajar mengajar dengan menggunakan metode TPR ini banyak sekali aktivitas yang dapat dilakukan oleh guru dan siswa antara lain: a. berpartisipasi dalam masyarakat yang menggunakan bahasa tersebut. dan berusaha untuk mengajarkan bahasa melalui aktivitas fisik (motor). budayanya dan budaya orang lain. Metode ini dikembangkan oleh seorang professor psikologi di Universitas San Jose California yang bernama Prof. Metode Pembelajaran Bahasa yang Cukup Efektif Untuk Peserta Didik Bahasa merupakan kunci penentu menuju keberhasilan dan memiliki peran sentral. ucapan (speech) dan gerak (action).METODE BELAJAR BAHASA INGGRIS (Jumat. Dr. Dialog atau percakapan (conversational dialogue). Perancis. Latihan berguna untuk memperoleh gerakan fisik dan aktivitas dari siswa. menemukan serta menggunakan kemampuan-kemampuan analitis dan imaginative dalam dirinya. Model ini sangat mirip dengan pandangan Asher tentang penguasaan bahasa anak. Presentasi dengan OHP atau LCD e. Jepang. 2. Sedangkan menurut Larsen dan Diane dalam Technique and Principles in Language Teaching.Latihan dengan menggunakan perintah (Imperative Drill ). Guru atau instruktur memiliki peran aktif dan langsung dalam menerapkan metode TPR ini. Jadi metode TPR (Total Physical Response) merupakan suatu metode pembelajaran bahasa yang disusun pada koordinasi perintah (command). 17 Februari 2012) TPR (Totally Physical Response). Bahasa diharapkan bisa membantu seseorang dalam hal ini yang saya bicarakan adalah peserta didik untuk mengenal dirinya. Ia berpendapat bahwa pengucapan langsung pada anak atau siswa mengandung suatu perintah. James J. a. misalnya Arthur Jensen yang pernah mengusulkan sebuah model 7-langkah unutk mendeskripsikan perkembangan pembelajaran verbal anak. dll. sehingga dikuasai oleh peserta didik dengan kata lain ilmu tentang guru mengajar dan murid belajar. Saya ingin memperkenalkan salah satu metode yakni metode TPR (Total Physical Response) sebagai salah satu teknik penyajian dalam pengajaran khususnya dalam pembelajaran bahasa asing.

tape recorder. dan mengingat. meja. namun sedikit demi sedikit kata-kata dan kalimat itu akan dapat diucapkan dan dapat pula mengartikannya. Metode ini berpijak dari pemahaman bahwa pengajaran bahasa asing tidak sama halnya dengan mengajar ilmu pasti alam. ada baiknya menurut saya jika seorang instruktur atau guru mempergunakan metode ini karena metode ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan motivasi belajar anak terutama dalam bahasa. . maka pelajaran terasa tidak sulit Siswa memperoleh pengalaman langsung danpraktis. mendemontstrasikan. karena memang guru hanya menggunakan bahasa asing tanpa diterjemahkan ke dalam bahasa anak. stress yang lebih rendah kapasitasnya maka pembelajaran menjadi lebih baik. maka guru dapat mengartikan dengan menggunakan alat peraga. pensil. Demikian halnya kalau kita perhatikan seorang ibu mengajarkan basah kepada anak-anaknya langsung dengan mengajarinya. kemudian struktur kalimat Gramatika diajarkan hanya bersifat sambil lalu. Meskipun pada mulanya terlihat sulit anak didik untuk menuirukannya. jika guru tidakdapat memotivasi siswa. radio kaset. maka sanksi-sanksi dapat ditetapkan bagi mereka yang menggunakan bahasa sehari-hari. kalimat per kalimat dan anaknya menurutinya meskipun masih terihat lucu. sekalipun mula-mula kalimat yang diucapkan itu belum dimengerti dan dipahami sepenuhnya Alat ucap / lidah siswa/anak didik menjadi terlatih dan jika menerima ucapan-ucapan yang semula sering terdengar dan terucapkan Kekurangan-kekurangan metode langsung (Direct) Pengajaran dapat menjadi pasif. Misalnya ibunya mengajar “Ayah” maka anak tersebut menyebut “Aah” dan seterusnya. Demikian tentang metode pembelajaran TPR yang mungkin terdengar asing di telinga anda. karena sudah merasa senang/tertarik. Direct method atau model langsung yaitu suatu cara mengajikan materi pelajaran bahasa asing di mana guru langsung menggunakan bahasa asing tersebut sebagai bahasa pengantar. berpikir. Namun. dan lain-lain). tapi yang utam adalah siswa mampu mengucapkan bahasa secara baik Dalam proses pengajaran senantiasa menggunakan alat bantu (alat peraga) baik berupa alat peraga langsung. tidak langsung (bnda tiruan) maupun peragaan melalui simbol-simbol atau gerakan-gerakan tertentu Setelah masuk kelas. 2. Metode Langsung (Direct Method) Direct artinya langsung. Metode ini sebenarnya tepat sekali digunakan pada tingkat permulaan maupun atas karena si siswa merasa telah memiliki bahan untuk bercakap/cercicara dan tentu saja agar siswa betul-betul merasa tertantang untuk bercakap/berkomunikasi. dan berbagaimedia/alat peraga yang dibuat sendiri. Metode Berlitz (Berlitz Method) Metode Berlitz (Berlitz Metode) adakah metode langsung (Direct Method) yang selalu digunakan di sekolahsekolah Berlitz sebagai metode utama. Pada tingkat-tingkat permulaan kelihatannya metode ini terasa sulit diterapkan. Ciri-ciri metode ini adalah : Materi pelajaran pertama-tama diberikan kata demi kata. dan siswa tidak dituntut menghafal rumus-rumus gramatika. maka siswa dapat dengan mudah menangkap simbol-simbol bahasa asing yang diajarkan oleh gurunya. tapi adalah menarik bagi anak didik. Metode ini relatif banyak menggunakan berbagai macam alat peraga : apakah video. Kebaikan metode langsung (Direct) Metode langsung (direct) dilihat dari segi efektivitasnya memiliki keunggulan antara lain : Siswa termotivasi untuk dapat menyebutkan dan mengerti kata-kata kalimat dalam bahasa asing yang diajarkan oleh gurunya. menggambarkan dan lain-lain. siswa atau anak didik benar-benar dikondisikan untuk menerima dan bercakap-cakap dalam bahasa asing. METODE PENGAJARAN BAHASA INGGRIS 1. maka metode ini menarik minat siswa. apalagi guru menggunakan alat peraga dan macam-macam media yang menyenangkan Karena metode ini biasanya guru mula-mula mengajarkan kata-kata dan kalimat-kalimat sederhana yang dapat dimengerti dan diketahui oleh siswa dalam bahasa sehari-hari misalnya (pena. Metode TPR ini bukanlah metode baru yang sekiranya lebih baik diantara metode-metode pembelajaran yang lain. siswa/anak didik dilatih praktek langsunng mengucapkan kata-kata atau kalimat-kalimat tertentu. film. Jika mengajar ilmu pasti. dan tanpa menggunakan bahasa anak didik sedikit pun dalam mengajar. bahkan mungkin sekali siswa merasa jenuh dan merasa dfongkol karena kata-kata dan kalimat yang dituturkan gurunya itu tidak pernah dapat dimengerti. menuntunnya mengucapkan kata per kata. Sekalipun kata-kata atau kalimat tersebut mula-mula masih asing dan tidak dipahami anak didik. karena siswa belum memiliki bahan (perbendaharaan kata) yang sudah dimengerti Meskipun pada dasarnya metode ini guru tidak boleh menggunakan bahasa sehari-hari dalam menyampaikan bahan pelajaran bahasa asing tapi pada kenyataannya tidak selalu konsisten demikian. karena melalui metode ini siswa dapat langsung melatih kemahiran lidah tanpa menggunakan bahasa ibu (bahasa lingkungannya). guru terpaksa misalnya menterjemahkan kata-kata sulit bahasa asing itu ke dalam bahasa anak didik. maka dalam pengajaran bahasa.3) Stres mempengaruhi aktivitas pembelajaran dan apa yang akan dipelajari oleh peserta didik. siswa dituntut agar dapat menghafal rumus-rumus tertentu. bangku. dan dilarang menggunakan bahasa lain. Namun lama kelamaan si anak mengenali kata-kata itu dan akhirnya ia mengerti pula maksudnya Pada prinsipnya metode langsung (direct method) ini sangat utama dalam mengajar bahasa asing. Jika ada suatu kata-kata yang sulit dimengerti oleh anak didik.

Oleh karena itu. barulah murid-muridnya akan mampu pula aktif di dalam belajar (praktek) bahasa. misalnya untuk menjelaskan dan mengartikan kata-kata sulit dalam bahasa asing. Jadi fungsi utama belajar bahasa asing itu ialah kemampuan berbahasa aktif. yang seyogyanya para guru harus aktif membuatnya Guru yang kurang memiliki kemampuan dan pengalaman praktis dalam berbahasa asing merupakan faktor sulitnya diterapkan dan berhasil secara baik metode tersebut. bahasa Arab atau bahasa-bahasa lainnya yang cara langsung mengajak murid-murid bercakap-cakap/berbicara di dalam bahasa asing yang sedang diajarkan ini. 4. How are you? What are you doing? Can you speak English? Dan sebagainya. Guru haruslah seorang yang aktif berbicara di dalam bahasa asing tersebut. peran kedua barulah membaca/memahami tulisan atau buku. tapi harus diterapkan secara konsekuen Pada umumnya anak didik dan guru bersikap tradisional mengutamakan gramatika lebih dahulu daripada membaca dan percakapan sesuatu hal yang salah secara alamiah yang amat perlu diubah Pada umumnya pengajaran bahasa asing di sekolah-sekolah kita sangat terasa kekurangan macam-macam media/alat peraga yang diperlukan. karena setiap kata dan kalimat yang diajarkan memiliki konteks (hubungan) dengan dunia (kehidupan sehari-hari) siswa/anak didik Segi kekurangan metode ini antara lain : Siswa merasa kesulitan belajar apabila belum memiliki bekal dasar bahasa asing terutama pada pada tingkattingkat pemula. semakin lama semakin meluas dan beragam. 3. dirumah dan luar kelas. disusul dengan kemampuan membaca dan memahami atau penguasaan pasif. sebab sekolah-sekolah berlitz lebih banyak mempopulerkan pemakaian metode ini secara kontinu dan mereka ternyata memang berhasil sangat baik. kemudian memperkenalkan benda-benda mulai dari benda-benda yang ada di dalam kelas. Ciri Metode Natural ini antara lain : Urutan pelajaran mula-mula diberikan melalui menyimak/mendengarkan (listening) baru kemudian percakapan (speaking). Metode ini disejalankan dengan Direct Method dan Natural Method. bahkan mengenal luar negeri atau negara-negara asing terutama Timur Tengah. seperti : Good Morning. siswa dibawa ke alam seperti halnya pelajaran bahasa ibu sendiri. Yang namanya berbahasa itu ialah berbicara (sebagai fungsi pokok bahasa). Itulah tujuan utama atau target pokok mempelajari bahasa asing. Metode Percakapan (Conversation Method) Yaitu mengajarkan bahasa asing seperti bahasa Inggris. Dengan demikian tujuan semua dari metode ini untuk membaca dan bercakap-cakap selalu dalam bahasa asing sulit diterapkan secara murni. kecuali dalam hal-hal tertentu di mana kamus dan bahasa anak didik dapat digunakan. atau kalimat-kalimat. metode utama dan pertama di dalam kegiatan belajar mengajar bahasa asing itu semestinya adalah Metode Percakapan (Conversation Method). Metode Alami (Natural Method) Metode alami (Natural Method) disebut demikian karena dalam proses belajar. .Semua sekolah-sekolah Berlitz menggunakan metode langsung (direct Method) ini dalam pengajaran bahasabahasa asing di sekolahnya dan bnyak lagi sekolah-sekolah lain di Amerika dan Eropa yang secara rutin menerapkan metode ini. Mereka telah yakin bahwa metode inilah yang paling cocok dan paling berhasil untuk pengajaran bahasa asing agar lebih serasi dan mencapai kemampuan aktif berbahasa asing. membaca (reading) menulis atau (writing) terahir baru gramatika Pelajaran disajikan mula-mula memperkenalkan kata-kata yang sederhana yang telah diketahui oleh anak didik. Karena itu metode langsung disebut juga dengan metode Berlitz. percakapan di dalam kelas di sekitar sekolah. sedangkan pelajaran gramatika diajarkan sewaktu-waktu saja Pengajaran menjadi bermakna dan mudah diserap oleh siswa. karena setiap individu siswa dibawa ke dalam suasana lingkungan sesungguhnya untuk aktif mendnegarkan dan menggunakan percakapan dalam bahasa asing Pengajaran membaca dan bercakap-cakap dalam bahasa asing sangat diutamakan. yang pelaksanaanya dengan menerapkan fungsi dan prinsip-prinsip ketentuan dari tiap-tiap metode ini. dirumah di kantor dan sebagainya. Alat peraga dan kamus yang dapat digunakan sewaktu-waktu sangat diperlukan. Tentunya dimulai dengan kata-kata atau kalimat-kalimat atau ungkapan-ungkapan yang biasa berlaku pada kegiatan-kegiatan sehari-hari. dan memperbanyak perbendaharaan kata-kata atau memperkaya Vocabulary sebagai syarat utama menguasai bahasa asing Oleh karena kemampuan dan kelancaran membaca dan bercakap-cakap sangat diutamakan dalam metode ini maka pelajaran gramatikal (tata bahasa) kurang diperhatikan Kebaikan Metode Natural Kebaikan metode ini antara lain : Pada tingkat lanjutan metode ini sangat efektif. sehingga penggunaan/ pemakaian bahasa asli siswa tidak dapat dihindari. berkomunikasi lisan atau bercakapcakap. Dalam pelaksanaannya metode ini tidak jauh berbeda dengan metode langsung (direct) dimana guru menyajikan materi pelajaran langsung dalam bahasa asing tanpa diterjemahkan sedikitpun.

apakah itu lewat percakapan sehari-hari yang ada hubungannya dengan dunia sekolah anak didik atau lingkungan rumah tangga dan masyarakat lebih luas atau dapat pula menyebutkan rincian nama-nama benda dan kata kera sebagai dasar pembentukan bahasa percakapan. maka metode ini dianjurkan untuk menggunakan alat peraga/media pengajaran Pada setiap akhir materi pelajaran. kesimpulan-kesimpulan dan juga nasihat-nasihat berupa dorongan (memberi motivasi bagi anak didik) supaya belajar sungguh-sungguh. Jadi disamping metodenya yang serasi. Metode Phonetic ini dapat dikatakan gabungan dari dua metode Natural dan Reading diatas. maka pelajaran dan penguasaan materi bagi siswa menjadi mengambang. Pada tingkat-tingkat awal materi pelajaran praktis dapat dipilih dan diterapkan pada hal-hal yang sederhana. Perbandingan dapat berupa 7 unit materi praktis dan 3 unit materi yang bersifat teoritis. maka latihan percakapan dapat dilakukan. gurunya punya kepabelitas tinggi. Oleh sebab itu pengaturan waktu dan materi hendaknya diatur sedemikian rupa. belajar dan praktek selama 1 tahun telah langsung mampu menulis disertai di dalam bahasa asing tersebut. . dan jangan lupa guru dapat memberikn berbagai catatan-catatan khusus. Misalnya percakapan-percakapan yang sifatnya mula-mula sederhana. lalu diiringi dengan teori (tata bahasa). Kemudian disusul latihan-latihan membaca (reading and conversation). atau membuka/menghidupkan acara bacaan berupa radio kaset/video. rajin dan rutin tiap hari latihan (PR) Kebaikan-kebaikan Metode Phonetic Metode ini mengajarkan kemampuan membaca anak didik dengan lancar dan fasih sekaligus kemampuan percakapan. Dimana mula-mula menurut metode ini pelajaran dimulai dengan latihan-latihan mendengar kemudian diikuti dengan latihan-latihan mengucapkan kata-kata atau kalimat-kalimat dalam bahasa asing. Langkah-langkah pelaksanaan metode ini yang dapat dilakukan : Guru membacakan bacaan-bacaan bahasa asing di depan kelas. misalnya materi pelajaran membaca diberikan sedikit. Tanpa keempat syarat tersebut terpenuhi maka orang bertahun-tahun bahkan belasan tahun belajar bahasa asing. medianya dan buku-buku yang lengkap. juga percakapan pun serba tanggung. Disamping perencanaan dan waktu harus matang Pada tingkat-tingkat pemula (pertama) metode ini masih sulit diterapkan. serta gerak-gerik bentuk mimik tertentu dalam bacaan Seri-seri dalam bacaan itu hendaknya disusun sedemikian rupa sehingga menjadi bahan bacaan yang sempurna/berkelanjutan Guru dapat menghentikan seri-seri tertentu jika seri pelajaran tersebut sudah dianggap selesai dan dikuasai oleh anak didik. Metode Phonetic (Mendengar dan Mengucapkan) Metode ini mengutamakan ear training dan speak training yaitu cara menyajikan pelajaran bahasa asing melalui latihan-latihan mendengarkan kemudian diikuti dengan latihan-latihan mengucapkan kata-kata dan kalimat dalam bahasa asing yang sedang dipelajari. siswa mendengarkan dan memperhatikan baik-baik acara bacaan ini dengan cermat. Sedangkan pada tingkat lanjutan atas materi pelajaran dikembangkan lebih luas dan kompleks melalui percakapan teoritis dan penalaran ilmiah. terutama bagi anak-anak yang belum memiliki bekal (basic) bahasa asing yang cukup memadai. guru hendaknya memberikan latihan-latihan praktis membaca dan larihan bercakap-cakap pada masing-masing anak didik. siswa harus memperhatikan betul langgam dan intonasi. Belajar bahasa asing lebih dulu dan mengutamakan praktek. kemudian dapat dilanjutkan pada session/seri berikutnya Setelah pelajaran membaca selesai. sebab itu perlu memotivasi murid dan mengajar secara komunikatif Kalau seri-seri pelajaran tidak disusun dan direncanakan sedemikian rupa. banyak latihan-latihan dialog dan menulis (dikte) Siswa menyimak kesalahan bacaan dan percakapan dari guru atau teman sekelasnya. lebih menekankan pada kemampuan praktis dari teori. sedangkan gramatika dapat diajarkan sambil lalu saja. orang menerapkan ketiga methode ini sebagai praktek utama ditambah lagi dengan alat peraga/audio visual aids yang mencukupi dan serasi sehingga dalam waktu satu semester telah mampu mengunjungi negara dari bahasa bangsa yang dipelajari. muridnya pun perlu bersungguh-sungguh belajar serta cerdas. Jadi disini yang dipentingkan adalah bagaimana siswa/anak didik dapat mampu berbahasa asing itu secara praktis bukan teoritis. 5.Di negara-negara maju seperti AS dan Eropa. setelah itu menuju pada percakapan yang kompleks/lebih sulit Untuk memperjelas ucapan dan percakapan. Oleh sebab itu pengajaran harus diarahkan pada kemampuan komunikatif atau percakapan. serius (tidak ada yang main-main saat pembacaan itu). untuk kemudian diubah dan diperbaiki letak-letak kesalahannya itu Kekurangan-kekurangan Metode Phonetic Metode ini memerlukan kesungguhan dan keahlian (profesional) dari pihak guru. Metode Practice – Theory Metode ini sesuai dengan namanya. sehingga keduanya dikuasai 6.

Metode Membaca (Reading Method) Metode membaca (Reading Method) yaitu menyajikan materi pelajaran dengan cara lebih dulu mengutamakan membaca. dengan demikian pengetahuan dan penguasaan bahasa anak menjadi utuh Kekurangan Metode Reasing/Membaca Pada metode membaca ini. pengajaran menjadi menarik dan tidak membosankan. maka metode ini memiliki segi kelebihan/kebaikan-kebaikan antara lain : Siswa dapat dengan lancar membaca dan memahami bacaan-bacaan berbahasa asing dengan fasih dan benar Siswa dapat menggunakan intonasi bacaan bahasa asing sesuai dengan kaidah membaca yang benar Tentu saja dengan pelajaranmembaca tersebut siswa diharapkan mampu pula menerjemahkan kata-kata atau memahami kalimat-kalimat bahasa asing yang diajarkan. apalagi sesekali guru dapat menyelingi dengan percakapan lucu dan media peragaan yang menarik Paling sesuai dengan alamiah tujuan pengajaran bahasa : yang disebut berbahasa itu ialah berbicara. untuk tingkat-tingkat pemula terasa agak sukar diterapkan. Guru perlu sering memotivasi anak didik disela-sela mengajar bahasa asing (Inggris/Arab) Kekurangan media peraga sebagai penguat persepsi dan ingatan dapat merupakan sisi lain kekurangan metode ini 7. Adapun arti dan makna kata dan kalimat kadang-kadang kurang diutamakan. radio tape/kaset. Setelah masing-masing siswa mendapat giliran membaca. hingga selesai topik-topik yang telah ditetapkan/ditentukan. bahkan terasa kaku. . kemudian diikuti oleh siswa anak didik. Dilihat dari segi penguasaan bahasa. lalu kemudian guru mencatatkan kata-kata sulit atau baru yang belum diketahui siswa di papan tulis untuk dicatat di buku catatan untuk memperkaya perbendaharaan kata-kata dan begitulah selanjutnya. maka guru mengulangi bacaan itu sekali lagi dengan diikuti oleh semua siswa hal ini terutama pada tingkat-tingkat pertama. dengan jalan berganti-ganti (bergiliran). video dan alat-alat sejenisnya sangat membantu mempercepat/ memperlambat lidah/bacaan siswa. metode reading lebih menitikberatkan pada kemampuan siswa untuk mengucapkan/melafalkan kata-kata dalam kalimat-kalimat bahasa asing yang benar dan lancar. setelah itu guru menunjuk salah satu di antara siswa untuk membacakannya. Kebaikan Metode Reading/Membaca Jika dibandingkan dengan metode-metode lain. sebagai penajam pemahaman Pengajaran dapat dinamis (hidup) dan menyenangkan. Disamping itu dengan alat peraga. terutama apabila guru yang mengajarkan tidak simpatik/metode diterapkan secara tidak menarik bagi siswa. berkomunikasi lisan Kekurangan-kekurangan Metode Ptactice Theory Memerlukan guru yang betul-betul mahir dan aktif berbahasa asing Pada tingkat-tingkat dasar (awal) metode ini masih sulit diterapkan karena perbendaharaan kata dan bahasa anak didik masih terbatas. Hal ini dapat berarti pengajaran terlalu bersifat Verbalisme Pengajaran sering terasa memboankan. Guru harus memperbanyak menghafalkan pola-pola kalimat yang baik kepada murid-murid Pada umumnya kemampuan aplikatif bahasa asing anak didik sangat ditentukan oleh faktor motivasi dari pihak guru disamping gaya dan simpatik kepribadian guru.Kelebihan-kelebihan Metode Practice-Theory : Siswa memperoleh ketrampilan langsung atau praktis dalam berbahasa asing Siswa merasa tidak dipusingkan oleh aturan-aturan atau kaidah-kaidah gramatikal karena pelajaran gramatikal hanya diajarkan sambil lalu. Tapi kadang-kadang guru dapat menunjuk langsung anak didik untuk membacakan pelajaran tertentu lebih dulu. dan tentu siswa lain memperhatikan dan mengikutinya. sehingga kadang-kadang harus terpaksa untuk berkali-kali menuntun dan mengulang-ulang kata dan kalimat yang sulit ditiru oleh lidah siswa yang bukan dari bahasa asing yang sedang diajarkan. Dari segi tensi suarapun kadang-kadang cukup menjenuhkan karena masingmasing guru dan siswa terus-menerus membaca topik-topik pelajaran. Oleh karena metode ini memiliki segi kekurangan yang berarti. yakni guru mula-mula membacakan topik-topik bacaan. Dan ini jarang dimiliki dalam satu pribadi guru. Pilih topik dan materi pelajaran yang menarik hati bagi para siswa/yang sesuai dengan keinginan jiwa mereka Untuk menghindari verbalisme dalam pengajaran maka guru hendaknya dapat mengartikan/menerjemahkan katakata atau kalimat-kalimat yang belum dimengerti/pahami siswa dalam bacaan-bacaan tersebut Pada umumnya alat peraga/media pengajaran berupa pengeras suara. Teknik metode membaca (Reading Method) ini dapat dilakukan dengan cara guru langsung membacakan materi pelajaran dan siswa disuruh memperhatikan/ mendengarkan bacaan-bacaan gurunya dengan baik. karena siswa masing sangat asing untuk membiasakan lidahnya. maka perlu diperhatikan hal-hal yang berikut : Hendaknya pokok-pokok materi yang akan disajikan senantiasa disesuaikan dengan taraf perkembangan dan kemampuan siswa pada tingkat tertentu. Dan dengan demikian metode ini relatif banyak menyita waktu.

. dll). Semestinya guru itu adalah seorang Bilingual (yang mengusai dua bahasa atau lebih sampai dihayati). cerpen (cerita-cerita). Metode Praktek Pola-pola Kalimat (Pattern-Practice Method) Penerapan terpenting metode ini ialah dengan melatih murid-murid secara praktek langsung mengucapkan polapola kalimat yang sudah tersusun baik betul. tetapi pada orak method adalah menitikberatkan pada latihan-latihan lisan atau penuturan-penutuan dengan mulut. cara-cara pengucapan sistem tata bahasa. 8. Melatih untuk bisa lancar berbicara (fluently). hikmah-hikmah dalam bahasa asing. Pertama-tama guru membanding-bandingkan kedua bahasa. pepatah. secara berangsung-angsur sampai sulit. ilmu pengetahuan dan lain-lain sangat menarik untuk bahan bacaan. dengan kemampuan yang sebenar-benarnya. yakni bahasa asing yang diajarkan dan bahasa Indonesia. Dari bahasa dwi-bahasa (bilingual) diuraikan dan dipilih pola-pola kalimat dengan bunyi-bunyi tertentu untuk mater drill atau bahan-bahan latihan yang intensif. reading and writing ini amat diperlukan mengiringi pada hampir semua macam metode mengajar bahasa asing. Latihlah secara berulang-ulang dan sampai setiap siswa mendapat giliran. speaking. keserasian dan spontanitas Melatih lisan/mulut agar pengucapan bahasa asing itu bisa tepat bunyi. arti. dan bahan perbendaharaan kata-kata yang sederhana sampai yang rumit. Murid-murid memang harus aktif mengucapkan. misalnya bahasa Arab dengan bahasa Indonesia. menghindarkan salahsalah di dalam menulis ejaan atau huruf.Buku-buku bacaan dapat dipilih dan disusun sedemikian rupa hingga menarik/menyenangkan siswa. khususnya bahasa Inggris dan Arab. terutama pada tingkat-tingkat pemula. melakukan sampai menjadi kebiasaan. melatih tepatnya keluarnya huruf-huruf kerongkongan. Para siswa dilatih mengucapkan pola-pola kalimat sampai benar-benar memahami dan menghayati arti/maksudnya serta hafal-lancar tanpa berpikir-pikir menyusun kalimat sendiri. reading drill untuk mencapai bacaan-bacaan yang betul. Jadi pola-pola kalimat yang mengandung arti. sehingga menggarkan sesuatu situasi atau cerita. Setelah itu murid-murid perlu dilatih pula Listening untuk mencapai kepekaan pendengaran (Listening. dan Writing Drill yakni latihan-latihan menulis secara benar. semua dilakukan dengan mengaktifkan bicara lisan. 9. sehingga menghayati pola-pola kalimat tersebut sampai membudaya. Metode Bicara Lisan (Oral Method) Metode ini adalah hampir sama dengan metode phonetic dan reform method. Seterusnya latihan-latihan speaking (speaking drill) untuk kelancaran berbicara. telah lebih dulu disediakan atau disusun secara serasi dari yang mudah. English 901 dan sebagainya dan dianggap sebagai yang paling sesuai dengan alamiah pengajaran bahasa asing. dan ditambah terus perbendaharaan kata-kata. don‟t teach only about the language. speaking Target yang hendak dicapai melalui metode ini ialah keammpuan dan kelancaran berbahasa lisan atau berbicara lisan atau berkomunikasi langsung sebagai fungsi utama bahasa Prinsip metode ini ialah : Teach the language. atau mengerjakan sebagaimana yang dimaksud oleh pola kalimat tersebut. huruf-huruf di ujung atau di pangkal lidah dan sebagainya Latihan-latihan menyusun kata-kata membuat kalimat sendiri dan sebagainya. bunyi dan seterusnya dan memberi penjelasanpenjelasan. pada tingkat-tingkat lanjutan bacaan-bacaan dapat diarahkan pada yang bersifat ilmiah/pemikiran. Latihan-latihan listening. tentang kata-kata yang sama. Latihan-latihan Sistem bunyi melalui bibir. Pada umumnya bacaan berupa novel. oral. Metode ini seperti yang dipraktekkan pada buku-buku pelajaran bahasa Inggris antara lain English 900. tidak kedengaran janggal. Susunlah pola-pola kalimat yang baik.

Guru dapet memotivasi siswa dengan memberikam latihan yang realistic dan relevan.com Pendekatan konstektual merupakan pendekatan yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkanya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat.yaitu terhadap apa yang masingmasing partisipan kontribusikan dan buat secara bersama-sama.dalam status apa mereka dan bagaimana mencapainya. Belajar dapat terjadi lebih cepat ketika siswa dapat memanipulasi peralatan dan bahan serta melakukan bentuk-bentuk penelitian yang aktif. menemukan. Dengan ini siswa akan menyadari bahwa apa yang mereka pelajari berguna sebagai hidupnya nanti. bertanya.com ) 2. http://emanbateportofolio.alat-alat budaya. Pada dasarnya pendekatan konstruktivisme sangat penting dalam peningkatan dan pengembangan pengetahuan yang dimiliki oleh siswa berupa keterampilan dasar yang dapat diperlukan dalam pengembangan diri siswa baik dalam lingkungan sekolah maupun dalam lingkungan masyarakat.mengaitkan apa yang sudah diketahui siswa dengan informasi baru. Olek karena itu . 4. 3.konsep diri atau identitas adalah mereka yang biasa disebut konstruktivis individual. pemodelan. Ciri-ciri pendekatan konstruktivisme . Peran guru membuat bermacam-macam pengelaman belajar dengan focus pada pemahaman bukan hapalan Doantara Yasa (dalam web http://ipotes. Sehingga perkembangan pengetahuan yang dihasilkan akan berbeda-beda dalam konteks budaya yang berbeda. Riset mereka berusaha mengungkap sisi dalam psikologi manusia dan bagaimana seseorang membentuk struktur emosional atau kognitif dan strateginya Konstruktivisme social Berbeda dengan Piaget.kepercayaan.com Secara umum yang disebut konstruktivisme menekankan kontribusi seseorang pembelajar dalam memberikan arti. Mentransfer.siswa yang bekerja secara kelompok sering dapat mengatasi masalah yang komplek dengan sedikit bantuan. 2. Interaksi sosial. Dalam pendekatan konstruktivisme ini peran guru hanya sebagai pembibimbing dan pengajar dalam kegiatan pembelajaran.namun terdapat beberapa pendekatan konstruktivis. http://maistrofisika. Jadi pendekatan konstruktivisme merupakan pembelajaran yang lebih mengutamakan pengalaman langsung dan keterlibatan siswa dalam kegiatan pembelajaran.tetapi konsisten dengan dunia nyata.blogspot.wordpress.misalnya pendekatan yang khusus dalam pendidikan matematik dan sains.dan aktivitasnya membentuk perkembangan dan kemampuan belajar individual. masyarakat belajar.Macam-Macam Pendekatan Pembelajaran 1.Vygotsky percaya bahwa pengetahuan dibentuk secara sosial.serta belajar sesuatu melalui aktivitas individu dan sosial. 5. Mengaitkan adalah strategi yang paling hebat dan merupakan inti konstruktivisme. Menerapkan. Pengalaman kerjasama tidak hanya membanti siswa mempelajari bahan ajar.blog. Dalam konteks ini siswa perlu mengerti apa makna belajar. Mengalami merupakan inti belajar kontekstual dimana mengaitkan berarti menghubungkan informasi baru dengan pengelaman maupun pengetahui sebelumnya. penilaian sebenarnya. PENDEKATAN KONSTRUKTIVISME Pendekatan konstruktivisme merupakan pendekatan dalam pembelajaran yang lebih menekankan pada tingkat kreatifitas siswa dalam menyalurkan ide-ide baru yang dapat diperlukan bagi pengembangan diri siswa yang didasarkan pada pengetahuan. Siswa menerapkan suatu konsep ketika ia malakukan kegiatan pemecahan masalah. Jadi dengan demikian.com Dalam pengajaran kontekstual memungkinkan terjadinya lima bentuk belajar yang penting. PENDEKATAN KONSTEKTUAL Pendekatan Kontekstual atau Contextual Teaching and Learning (CTL) merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat (US Departement of Education.blogspot.spot.guru lebih mengutamakan keaktifan siswa dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyalurkan ide-ide baru yang sesuai dengan materi yang disajikan untuk meningkatkan kemampuan siswa secara pribadi.akan membuat mereka memposisikan sebagai diri sendiri yang memerlukan suatu bekal yang bermanfaat untuk hidupnya nanti dan siswa akan berusaha untuk menggapinya http://zalva-kapeta. Tidak ada satupun teori belajar tentang konstruktivisme. Sehingga.manfaatnya. Beberapa pemikir konstruktivis seperti Vigotsky menekankan berbagi dan konstruksi sosial dalam pembentukan pengetahuan (konstruktivisme sosial).2001). Sebaliknya. Siswa yang bekerja secara individu sering tidak membantu kemajuan yang signifikan. Guru menggunakan strategi ini ketia ia mengkaitkan konsep baru dengan sesuatu yang sudah dikenal siswa. Konstrukstivisme Individu Para psikolog konstruktivis yang tertarik dengan pengetahuan individu. Kerjasama. refleksi.yaitu: 1.sedangkan yang lain seperti Piaget melihat konstruksi individu lah yang utama (konstruktivisme individu).pendekatan kontekstual sendiri dilakukan dengan melibatkan komponen komponen pembelajaran yang efektif yaitu konstruktivisme.

Mengetengahkan konsep dasar dengan persepsi yang benar yang mudah dimengerti. PENDEKATAN INDUKTIF Pendekatan induktif menekanan pada pengamatan dahulu. Konsep adalah klasifikasi perangsang yang memiliki ciri-ciri tertentu yang sama. http://maistrofisika.Menghubungkan dengan pengalaman lama atau berupa pengalaman baru.kode.peneliti dapat menarik lebih dari satu kesimpulan. http://www.seperti angka.1. Generally Accepted Accounting Principles (GAAP) yang dijelaskan di dalam pernyataan (statement) dibangun berdasarkan observasi dari praktek yang ada.Konsep diperoleh melalui pengamatan dan pengalaman langsung c. kode.com Pendekatan induktif merupakan proses penalaran yang bermula dari keadaan khusus menuju keadaan umum APB Statement No.wordpress.lambang. .Pengenalan benda konkret. Setiap siswa mempunyai peranan penting dalam menentukan apa yang mereka pelajari.huruf.blogspot. 4 adalah contoh dari penelitian induksi.sribd.com 4. d Penjelasan perlahan-lahan dari yang konkret sampai ke yang abstrak.Tahap simbolik Tahap simbolik siperkenalkan dengan: .spot. Antara pengetahuan-pengetahuan yang ada harus ada keterkaitan dengan pengalaman yang ada dalam diri siswa.blogspot.prinsip umum ke dalam keadaan khusus.Konsep berbeda dalam isi dan luasnya d.Konsep memiliki gejala-gejala tertentu b. Peran guru hanya sebagai pembimbing dengan menyediakan materi atau konsep apa yang akan dipelajari serta memberikan peluang kepada siswa untuk menganalisis sesuai dengan materi yang dipelajari Deceng (dalam web http://deceng.kematangan berpikir sesuai denaan unsur lingkungan. Ciri-ciri suatu konsep adalah: a. PENDEKATAN DEDUKTIF Pendekatan deduktif (deductive approach) adalah pendekatan yang menggunakan logika untuk menarik satu atau lebih kesimpulan (conclusion) berdasarkan seperangkat premis yang diberikan. ./) dll.blog.Statement ini adalah suatu usaha APB untuk membangun sebuah teori akuntansi.com 5. Dengan adanya pendekatan konstruktivisme. Metode ini sering disebut sebagai sebuah pendekatan pengambilan kesimpulan dari khusus menjadi umum.coml Pendekatan deduktif merupakan proses penalaran yang bermula dari keadaan umum ke keadaan khusus sebagai pendekatan pengajaran yang bermula dengan menyajikan aturan. Sebaliknya.Simbol. Dalam sistem deduktif yang kompleks.spot. 4.blog. b. Langkah-langkah mengajar dengan pendekatan konsep melalui 3 tahap yaitu.Memperkenalkan konsep yang spesifik dari pengalaman yang spesifik pula sampai konsep yang komplek. 3. Sebagai contoh. c.pengembangan pengetahuan bagi peserta didik dapat dilakukan oleh siswa itu sendiri melalui kegiatan penelitian atau pengamatan langsung sehingga siswa dapat menyalurkan ide-ide baru sesuai dengan pengalaman dengan menemukan fakta yang sesuai dengan kajian teori. a.Pengamatan.com Pendekatan Konsep merupakan suatu pendekatan pengajaran yang secara langsung menyajikan konsep tanpa memberi kesempatan kepada siswa untuk menghayati bagaimana konsep itu diperoleh.prinsip umum dan diikuti dengan contoh contoh khusus atau penerapan aturan.premis yang menyatakan bahwa laporan akuntansi (accounting reports) seharusnya didasarkan kepada pengukuran nilai aset bersih yang bisa direalisasi (net realizable value measurements of assets) merupakan premis dari teori normatif. http://zalvakapeta. PerbedaanPendekatanDeduktifdanInduktif Teori normatif (normative theory) menggunakan pertimbangan nilai (value judgement) yang berisi satu atau lebih premis menjelaskan cara yang seharusnya ditempuh.lalu menarik kesimpulan berdasarkan pengamatan tersebut.teori deskriptif (descriptive theory) berupaya untuk menemukan hubungan yang sebenarnya terjadi.penafsiran tentang benda baru b. http://zalva-kapeta. PENDEKATAN KONSEP Pendekatan konsep adalah pendekatan yang mengarahkan peserta didik meguasai konsep secara benar dengan tujuan agar tidak terjadi kesalahan konsep (miskonsepsi).Menanti kesiapan belajar.com) 3.Konsep yang diperoleh berguna untuk menafsirkan pengalaman-pengalarnan e Konsep yang benar membentuk pengertian f. Konsep merupakan struktur mental yang diperoleh dari pengamatan dan pengalaman. Setiap konsep berbeda dengan melihat „ciri-ciri tertentu Kondisi-kondisi yang dipertimbangkan dalam kegiatan belajar mengajar dengan pendekatan konsep adalah: a.Tahap enaktik Tahap enaktik dimulai dari: .seperti (?=. http://maistrofisika. 2. . Metode deduktif sering digambarkan sebagai pengambilan kesimpulan dari sesuatu yang umum kesesuatuyangkhusus.

coml 6. Teori Belajar Konstruktivisme.sribd.com/2009/02/gaya-belajar.seperti: . http://maistrofisika.1999).Memberi nama.com/2009/05/lt.teknologi. http://ipotes.Technology and Society (STS) atau pendekatan Sains. http://maistrofisika.com. http://emanbateportofolio.TEKNOLOGI DAN MASYARAKAT Pendekatan Science. Istilah Sains Teknologi Masyarakat (STM) dalam bahasa Inggris disebut Sains Technology Society (STS).defmisi.Science Technology Society and Environtment (STSE) atau Sains Teknologi Lingkungan dan Masyarakat.html http://www. (Susilo.. Pada pendekatan ini peserta didik diharapkan benar-benar menguasai proses.sribd.CBSA.ketelitian.apakah siswa sudah mampu http://maistrofisika.Membandingkan antara contoh dan non-contoh untuk menangkap apakah siswa cukup mengerti akan ciri-cirinya.spot.dan isu yang ada di masyarakat. . Dalam pendekatan proses peserta didik juga harus dapat mengilustrasikan atau memodelkan dan bahkan melakukan percobaan.com 7.blogspot.Teknologi dan Masyarakat (STM) merupakan gabungan antara pendekatan konsep. http://deceng.Inkuiri dan diskoveri serta pendekatan lingkungan.sehingga mampu mengambil keputusan penting tentang masalah-masalah dalam masyarakat serta mengambil tindakan sehubungan dengan keputusan yang telah diambilnya Filosofi yang mendasari pendekatan STM adalah pendekatan konstruktivisme.Pada tanggal 15 september jam11.00 wib Deceng. Adapun tujuan dari pendekatan STM ini adalah menghasilkan peserta didik yang cukup memiliki bekal pengetahuan.yaitu peserta didik menyusun sendiri konsep-konsep di dalam struktur kognitifnya berdasarkan apa yang telah mereka ketahui.keterampilan proses.blogspot. Evaluasi pembelajaran yang dinilai adalah proses yang mencakup kebenaran cara kerja.com. PENDEKATAN PROSES pendekatan proses merupakan pendekatan pengajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk menghayati proses penemuan atau penyusunan suatu konsep sebagai suatu keterampilan proses.yang dalam berbagai kegiatan perlu ditonjolkan. Pada tanggal 27 september jam 20.Tahap ikonik Tahap ini adalah tahap penguasaan konsep secara abstrak.dan istilah serta defenisi.blog.keuletan dalam bekerrja dan sebagainya.com Pendekatan proses adalah pendekatan yang berorientasi pada proses bukan hasil.blogspot.com.blogspot.Menyebut nama.blogspot. PENDEKATAN SAINS.00 wib http://maistrofisika. Meskipun istilahnya banyak namun sebenarnya intinya sama yaitu Environtment. Pendekatan ini penting untuk melatih daya pikir atau mengembangkan kemampuan berpikir dan melatih psikomotor peserta didik.istilah.com/doc/12429922/pendekatan dan metode http://zalva-kapeta.wordpress.fisika.html mengatakannya . Sains Teknologi Masyarakat (STM) merupakan pendekatan terpadu antara sains.com DAFTAR PUSTAKA Dantara Yasa.Pada tanggal 27 september jam 20. http://www. c.00 wib Pendekatan Konstruktivisme.keakuratan.wordpress. Pendekatan Kontekstual.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful