MAKALAH BELAJAR DAN PEMBELAJARAN BAB KOMPONEN PEMBELAJARAN

DISUSUN OLEH FURIN FENDRA INDAH ASMINARTI LAILINA A RIZKA EFRILA R

: (09330056) (09330076) (09330079) (09330089)

JURUSAN BIOLOGI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG 2010

belajar di alami sebagai suatu proses. yaitu dari siswa dan dari guru.BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Belajar merupakan peristiwa sehari hari disekolah. Siswa mengalami proses mental dalam menghadapi bahan belajar. Dari segi guru. Belajar merupakan hal yang komplek.3 Tujuan Untuk mengetahui pengertian dari komponen pembelajaran Untuk mengetahui macam-macam komponen pembelajaran Untuk mengidentifikasi hubungan masing-masing komponen pembelajaran Untuk mengetahui fungsi dari masing-masing komponen pembelajaran . Kompleksitas belajar tersebut dapat dipandang dari dua subyek. proses belajar tersebut tampak sebagai perilaku belajar tentang suatu hal. 1. Dari segi siswa.2 Rumusan Masalah • • • • • • • • Apa pengertian komponen pembelajaran ? Apa saja macam-macam komponen pembelajaran ? Apa hubungan antar komponen pembelajaran ? Apa fungsi masing-masing komponen pembelajaran ? 1.

Siswa jangan selalu dianggap sebagai subjek belajar yang tidak tahu apa-apa. Kalau kata pengajaran hanya ada di dalam konteks guru-murid di kelas formal. yaitu suatu proses interaksi antara guru dan siswa dalam mencapai tujuan yang telah ditentukan. Ia memiliki latar belakang. Seringkali orang membedakan kata pembelajaran ini dengan "pengajaran". yang terpenting adalah interaksi yang terjadi antara guru dan siswa itu harus adil. Dengan definisi seperti ini. sedangkan kata pembelajaran tidak hanya ada dalam konteks gurumurid di kelas formal. selanjutnya membuat suatu desain pembelajaran dengan mempertimbangkan kemampuan awal siswa (entering behavior). kata pembelajaran dan kata pengajaran dapat dibedakan pengertiannya. akan tetapi juga meliputi kegiatan belajar mengajar yang tak dihadiri oleh guru secara fisik di dalam kata pembelajaran ditekankan pada kegiatan belajar siswa melalui usaha-usaha yang terencana dalam memanipulasi sumbersumber belajar agar terjadi proses belajar.1 Pengertian Komponen Pembelajaran Pembelajaran diambil dari terjemahan kata "Instructional". Kedua pandangan tersebut dapat digunakan. yakni adanya komunikasi yang timbal balik di antara keduanya. Sadiman. minat. metode dan media atau sumber belajar yang akan digunakan. tetapi juga sebagai pembimbing. tujuan yang hendak dicapai. . dan pengelola kegiatan pembelajaran yang dapat memfasilitasi kegiatan belajar siswa dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. baik secara langsung maupun tidak langsung atau melalui media. Di pihak lain ada yang berpandangan bahwa kata pembelajaran dan kata pengajaran pada hakekatnya sama. Peranan guru tidak hanya terbatas sebagai pengajar (penyampai ilmu pengetahuan). dan unsur-unsur lainnya sebagai penunjang. Menurut Arief S. Setelah desain dibuat. kata pengajaran lingkupnya lebih sempit dibanding kata pembelajaran. teori belajar dan pembelajaran. Setelah guru mempelajari kurikulum yang berlaku. karakteristik bahan yang akan diajarkan. serta kemampuan yang berbeda. pengembang. dan kebutuhan. akan tetapi tidak jarang pula orang memberikan pengertian yang sama untuk kedua kata tersebut.BAB II PEMBAHASAN 1.

dan adanya pendidik/guru. Sedangkan ciri-ciri lainnya dari pembelajaran ini berkaitan dengan komponen-komponen pembelajaran itu sendiri. Dalam hal ini ada dua kegiatan utama. Bagi guru sebagai dampak pembelajaran (instructional effect) berupa hasil yang dapat diukur sebagai data hasil belajar siswa (angka/nilai) dan berupa masukan bagi pengembangan pembelajaran selanjutnya. maka dalam penyusunan kurikulum tidak bisa dilakukan tanpa menggunakan landasan yang kokoh dan kuat.1 Komponen-komponen Pembelajaran 1.1 Komponen Kurikulum Kurikulum sebagai rancangan pendidikan mempunyai kedudukan yang sangat strategis dalam seluruh aspek kegiatan pendidikan. media (alat pembelajaran). teman-temannya. evaluasi. Pada akhirnya implementasi pembelajaran itu akan menghasilkan suatu hasil belajar. 1. Dimana di dalam pembelajaran akan terdapat komponen-komponen sebagai berikut. Jadi. ciri utama dari kegiatan pembelajaran adalah adanya interaksi. dan atau sumber-sumber belajar yang lain. Kedua kegiatan tersebut berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan. Hasil ini akan memberikan dampak bagi guru dan siswa.kemudian KBM atau pembelajaran dilakukan. anak didik/ siswa. Dengan diterapkannya kebijakan pemerintah (Depdiknas) yaitu pengembangan kurikulum operasional dilakukan oleh setiap satuan pendidikan dengan program Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Sedangkan bagi siswa sebagai dampak pengiring (nurturent effect) berupa terapan pengetahuan dan atau kemampuan di bidang lain sebagai suatu transfer belajar yang akan membantu perkembangan mereka mencapai keutuhan dan kemandirian. dan secara operasional harus dijadikan . komponen kurikulum.1. metode. baik itu dengan guru. Mengingat pentingnya peranan kurikulum di dalam pendidikan dan dalam perkembangan kehidupan manusia. yaitu guru bertindak mengajar dan siswa bertindak belajar. tutor. maka seluruh jajaran di setiap satuan pendidikan harus memiliki pemahaman yang luas dan mendalam tentang landasan pengembangan kurikulum. media pembelajaran. lnteraksi yang terjadi antara si belajar dengan lingkungan belajarnya. materi/bahan ajar.

kuat dan kokoh. . kultur. serta landasan ilmu pengetahuan dan teknologi adalah landasan umum dan pokok sebagai dasar pijakan dalam mengembangkan kurikulum. Sukmadinata (1988:110) mengemukakan 4 komponen dari anatomi tubuh kurikulum yang utama adalah tujuan. Dapat memahami dan mengimplementasikan penerapan landasan Psikologis dalam mengembangkan kurikulum baik pengembangan pada level makro maupun pengembangan pada tingkat operasional oleh setiap satuan pendidikan 2. seperti: 1. Nana Sy. Akan tetapi secara umum yang dipakai sebagai Landasan Pengembangan Kurikulum ada empat. isi. mengingat salah satu fungsi dan peran guru adalah sebagai pengembang kurikulum. Seorang guru seharusnya dapat memahami dan mengimplementasikan penerapan landasan filosofis dalam mengembangkan kurikulum baik pengembangan pada level makro maupun pengembangan pada tingkat operasional oleh setiap satuan pendidikan. yaitu landasan filosofis. Adapun modal dasar agar dapat menghasilkan kurikulum yang dapat diterima oleh pihak-pihak yang berkepentingan (Stake holder). Landasan yang dipilih untuk dijadikan dasar pijakan dalam mengembangkan kurikulum sangat tergantung atau dipengaruhi oleh pandangan hidup. kebijakan politik yang dianut oleh negara dimana kurikulum itu dikembangkan. sosiologis. proses atu system penyampaian. serta evaluasi. Dapat memahami dan mengimplementasikan penerapan landasan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dalam mengembangkan kurikulum baik pengembangan pada level makro maupun pengembangan pada tingkat operasional oleh setiap satuan pendidikan Kemampuan tersebut diatas sangat penting dimiliki oleh seorang guru. atau materi.rujukan dalam mengimplementasikan kurikulum di setiap satuan pendidikan yang dikelolanya. Dapat memahami dan mengimplementasikan penerapan landasan Sosiologis dalam mengembangkan kurikulum baik pengembangan pada level makro maupun pengembangan pada tingkat operasional oleh setiap satuan pendidikan 3. salah satu syaratnya bahwa kurikulum harus dikembangkan dengan didasarkan pada sejumlah landasan yang tepat. psikologis.

dan integrasi. Tujuan pengajaran terbagi menjadi 2 macam.Sy. Materi atau pengalaman belajar merupakan fungsi khusus dari kurikulum pendidikan formal adalah memilih dan menyusun isi (komponen kedua dari kurikulum) supaya keinginan tujuan kurikulum dapat tercapai dengan cara paling efektif dan supaya pengetahuan paling penting yang diinginkan pada jalurnya dapat disajikan secara efektif (Zais. dan sikap terorganisasi dalam bidang studi. Sedangkan pengalamn belajar dapat diartikan sebagai kegiatan belajar tentang disiplin berpikir dari suatu disiplin ilmu. d. dan kebutuhan masyarakat. Organisasi Berdasarkan pendapat Taba. b. Tujuan Tujuan sebagai sebuah komponen kurikulum merupakan kekuatan fundamental yang peka sekali. 1976:322). tujuan kurikuler. Selain itu. yakni Tujuan Umum Pengajaran (TUP) dan Tujuan Khusus Pengajaran (TKP). bersumber pada karakteristik mata pelajaran. c.Komponen-komponen kurikulum sebelumnya terdiri dari: a. keterampilan.mencapai tiap tujuan mengajar ynag telah ditentukan diperlukan bahan ajaran (Nana.isi atau materi kurikulum adalah semua pengetahuan. tetapi memberikan arah dan focus untuk seluruh program pendidikan (Zais. Tujuan mata pelajaran dijabarkan dari tujuan kelembagaan. 1976: 297). kemudian tujuan kelembagaan. Tetapi tidak cukup hanya isi atau bahan ajar yang dipikirkan dalam kegiatan pengembangan kurikulum. karakteristik lembaga dan kebutuhan masyarakat. dan tujuan pengajaran. karakteristik lembaga. lebih dari itu adalah pengalamn beljar yang mampu mendukung pencapaian tujuan secara lebih efektif. karena hasil kurikuler yang diinginkan tidak hanya sangat mempengaruhi bentuk kurikulum. Tujuan pendidikan nasional merupakan kurikulum tertinggi yang bersumber pada falsafah bangsa (pancasila) dan kebutuhan masyarakat tertuang dalam GBHN dan UU-SPN. sukmadinata. Tujuan kelembagaan (tujuan institusional) merupakan tujuan yang menjabarkan pendidikan nasional. paling tinggi adalah tujuan pendidikan nasional. 1988:114). Evaluasi . bersumber pada tujuan tiap jenjang pendidikan dalam UU-SPN. kontinuitas. Hirarki vertical tujuan kurikulum di Indonesia. Masalahmasalah utama organisasi kurikuulum berkisar pada ruang lingkup. bahwa materi dan pengalamn belajar dalam kurikulum diorganisasikan untuk mengefektifkan pencapaian tujuan. sekuensi. nilai-nilai.

merupakan aspek kegiatan pendidikan yang dipandang paling kecil (Zais. 2. membimbing. dan mengevaluasi peserta didik. antara lain: Selain siswa. 1976:369). dan pendidikan menengah. melatih. menilai. 6.2 Memperkuat kegiatan belajar Menguji pemahaman dan kemampuan siswa Memastikan pengetahuan prasyarat yang sesuai Mendukung terlaksananya kegiatan pembelajaran Memotivasi siswa Memberi umpan balik bagi siswa Memberi umpan balik bagi guru Memelihara standart mutu Mencapai kemajuan proses dan hasil belajar Memprediksi kinerja pembelajaran selanjutnya Menilai kualitas belajar Guru Guru dari bahasa Sansekerta guru yang juga berarti guru. 5. Evaluasi kurikulum secara luas tidak hanya menilai dokumen tertulis.Merupakan komponen belajar keempat kurikulum. 11. material. Guru adalah pendidik dan pengajar pada pendidikan anak usia dini jalur sekolah atau pendidikan formal. Dalam bahasa Indonesia. Beberapa istilah yang juga menggambarkan peran guru. setiap orang yang mengajarkan suatu hal yang baru dapat juga dianggap seorang guru. Evaluasi ditujukan untuk melakukan evaluasi terhadap belajar sisiwa maupun keefektifan kurikulum dan pembelajaran. 9. guru umumnya merujuk pendidik profesional dengan tugas utama mendidik. faktor penting dalam proses belajar mengajar adalah guru. 8. dan lingkungan. mengarahkan. mengajar. Tujuan evaluasi ada 11: 1. 3. Guru-guru seperti ini harus mempunyai semacam kualifikasi formal. tetapi yang lebih penting adalah kurikulum yang diterapkan sebagai bahan fungsional darai kejadian yang meliputi interaksi siswa. 1. Guru sangat berperan penting dalam menciptakan kelas yang komunikatif. 10. 4. pendidikan dasar. Dalam definisi yang lebih luas. guru. 7. tetapi artinya harafiahnya adalah “berat” adalah seorang pengajar suatu ilmu. Breen dan Candlin .1.

Tugas manusiawi adalah tugas-tugas membantu anak didik agar dapat memenuhi tugas-tugas utama dan manusia kelak dengan sebaik-baiknya. Tugas-tugas profesional dari seorang guru yaitu meneruskan atau transmisi ilmu pengetahuan. keterampilan dan nilai-nilai lain yang sejenis yang belum diketahui anak dan seharusnya diketahui oleh anak. Jika dikaitkan pembahasan tentang kebudayaan. Peran Guru WF Connell (1972) membedakan tujuh peran seorang guru yaitu . Tugas Guru Daoed Yoesoef (1980) menyatakan bahwa seorang guru mempunyai tiga tugas pokok yaitu • • • Tugas profesional. dan Tugas kemasyarakatan (sivic mission). tugas kedua dan ketiga berkaitan dengan etika. bertindak sebagai partisipan. maka tugas pertama berkaitan dengar logika dan estetika. Seorang guru tidak hanya mengajar di dalam kelas saja tetapi seorang guru harus mampu menjadi katalisator. motivator dan dinamisator pembangunan tempat di mana ia bertempat tinggal. dan yang ketiga bertindak sebagai pengamat. identifikasi diri sendiri dan pengertian tentang diri sendiri. Tugas kemasyarakatan merupakan konsekuensi guru sebagai warga negara yang baik. Tugas manusiawi.dalam Nunan(1989:87) mengatakan bahwa peran guru adalah sebagai fasilitator dalam proses yang komunikatif. turut mengemban dan melaksanakan apa-apa yang telah digariskan oleh bangsa dan negara lewat UUD 1945 dan GBHN. Ketiga tugas guru itu harus dilaksanakan secara bersama-sama dalam kesatuan organis harmonis dan dinamis. Tugas-tugas manusiawi itu adalah transformasi diri.

Setiap anak mengharapkan guru mereka dapat menjadi contoh atau model baginya. dan orang dewasa yang lain. Tugas-tugas ini berkaitan dengan meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan anak untuk memperoleh pengalamanpengalaman lebih lanjut seperti penggunaan kesehatan jasmani. serta 7. persiapan. Pengajar dan pembimbing. Model. tugas-tugas pengawasan dan pembinaan (supervisor) serta tugas-tugas yang berkaitan dengan mendisiplinkan anak agar anak itu menjadi patuh terhadap aturan-aturan sekolah dan norma hidup dalam keluarga dan masyarakat. Oleh karena itu tugas guru dapat disebut pendidik dan pemeliharaan anak. bangsa dan negara. 3. 4.1. Pendidik (nurturer). Kesetiaan terhadap lembaga. Peran guru sebagai pendidik (nurturer) merupakan peran-peran yang berkaitan dengan tugas-tugas memberi bantuan dan dorongan (supporter). maka tingkah laku pendidik harus selalu diresapi oleh nilai-nilai Pancasila. . pengetahuan dan keterampilan dasar. pemilihan jabatan. Komunikator terhadap masyarakat setempat. Peran guru sebagai model atau contoh bagi anak. Pelajar (learner). Karena nilai nilai dasar negara dan bangsa Indonesia adalah Pancasila. Oleh karena itu tingkah laku pendidik baik guru. bebas dari orang tua.untuk perkawinan dan hidup berkeluarga. moralitas tanggungjawab kemasyarakatan. 2. Pekerja administrasi. Guru sebagai penanggung jawab pendisiplinan anak harus mengontrol setiap aktivitas anak-anak agar tingkat laku anak tidak menyimpang dengan norma-norma yang ada. dan hal-hal yang bersifat personal dan spiritual. 5. 6. orang tua atau tokoh-tokoh masyarakat harus sesuai dengan norma-norma yang dianut oleh masyarakat.

1. tetapi juga sebagai administrator pada bidang pendidikan dan pengajaran. Guru sebagai administrator. tetapi juga tugas kemasyarakatan maupun tugas kemanusiaan. Seorang guru diharapkan dapat membantu kawannya yang memerlukan bantuan dalam mengembangkan kemampuannya. keterampilan dan pengalaman lain di luar fungsi sekolah seperti persiapan perkawinan dan kehidupan keluarga. Bantuan dapat secara langsung melalui pertemuan-pertemuan resmi maupun pertemuan insidental. Oleh karena itu seorang guru dituntut bekerja secara administrasi teratur. Kurikulum harus berisi hal-hal tersebut di atas sehingga anak memiliki pribadi yang sesuai dengan nilai-nilai hidup yang dianut oleh bangsa dan negaranya. hasil belajar yang berupa tingkah laku pribadi dan spiritual dan memilih pekerjaan di masyarakat. dikuasainya. mencatat hasil belajar dan sebagainya merupakan dokumen yang berharga bahwa ia telah melaksanakan tugasnya dengan baik.3 Siswa Ia dapat mengembangkan kemampuannya pada bidang-bidang . 1. Peran guru sebagai pelajar (leamer). Seorang guru dituntut untuk selalu menambah pengetahuan dan keterampilan agar supaya pengetahuan dan keterampilan yang dirnilikinya tidak ketinggalan jaman. Seorang guru tidak hanya sebagai pendidik dan pengajar.Peranan guru sebagai pengajar dan pembimbing dalam pengalaman belajar. Peranan guru sebagai komunikator pembangunan masyarakat. Pengetahuan dan keterampilan yang dikuasai tidak hanya terbatas pada pengetahuan yang berkaitan dengan pengembangan tugas profesional. Setiap guru harus memberikan pengetahuan. hasil belajar yang berkaitan dengan tanggurfg jawab sosial tingkah laku sosial anak. Seorang guru diharapkan dapat berperan aktif dalam pembangunan di segala bidang yang sedang dilakukan. Peran guru sebagai setiawan dalam lembaga pendidikan. Segala pelaksanaan dalam kaitannya proses belajar mengajar perlu diadministrasikan secara baik. mempunyai pengetahuan dan keterampilan dasar untuk hidup dalam masyarakat dan pengetahuan untuk mengembangkan kemampuannya lebih lanjut. Sebab administrasi yang dikerjakan seperti membuat rencana mengajar.

sedangkan metode adalah cara yang dapat digunakan untuk melaksanakan strategi. Dalam konteks keagamaan murid digunakan sebaai sebutan bagi seseorang yang mengikuti bimbingan seorang tokoh bijaksana. di bawah bimbingan seorang atau beberapa guru. Metode ini senantiasa bagus bila penggunaannya betul-betul disiapkan dengan baik.4 Metode Metode merupakan upaya untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam kegiatan nyata agar tujuan yang tersusun dapat tercapai secara optimal. Metode ceramah merupakan metode yang sampai saat ini sering digunakan oleh setiap guru atau instruktur. didukung oleh alat dan media serta memperhatikan batas-batas kemungkinan penggunaannya. they usually pay attention. Brown(1987:115) menekankan pentingnya perhatian pada motivasi belajar siswa. become actively involved in the learning and direct their energies to the learning task. Metode digunakan untuk merealisasikan strategi yang telah ditetapkan. Metode Ceramah Metode caramah adalah penuturan bahan pelajaran secara lisan. A. When students are motivated to learn. so they have to be involved in almost all the phrases of the classroom interaction from planning to evaluation. “The foreign language learner who is intrinsically meeting in needs in learning the language will positively motivated to learn. Dengan demikian suatu strategi dapat dilaksanakan dengan berbagai metode. Hal ini selain disebabkan oleh .” 1.” students are the center of the teaching and learning process. Berikut ini disajikan beberapa metode pembelajaran yang bisa digunakan untuk mengimplementasikan strategi pembelajaran. Stategi menunjuk pada sebuah perencaan untuk mencapai sesuatu.1.Siswa atau Murid biasanya digunakan untuk seseorang yang mengikut suatu program pendidikan di sekolah atau lembaga pendidikan lainnya.” Untuk mendorong keterlibatan itu sendiri. Siswa adalah inti dari proses belajar mengajar. Hal ini seperti yang dikemukakan oleh Kemp(1997:4).

C. demonstrasi dapat digunakan untuk mendukung keberhasilan pembeljaran ekspositori dan inkuiri. Demikian juga siswa. sebab membantu siswa untuk mencari jawaban secara sendiri berdasarkan fakgta atau data yang benar. serta untuk membuat suatu keputusan (Killen. Metode demonstrasi merupakan metode penyajian pelajaran dengan memperagakan dan mempertunjukkan kepada siswa tentang suatu proses. Metode Diskusi Metode diskusi merupakan metode yang menghadapkan siswa pada permasalahan. baik sebenarnya atau sekedar tiruan. bukan merupakan debat yang bersifat mengadu argumentasi. mereka akan belajar manakala guru memberikan materi pelajaran melalui caramah. Sebagai metode penyajian. menambah dan memahami pengetahuan siswa. Selama ini banyak guru yang merasa keberatan untuk menggunakan metode diskusi dalam pembelajaran. Karena itu diskusi. Keberatan itu biasanya timbul dari asumsi: . demonstrasi tidak terlepasdari penjelasan secara lisan oleh guru. sehingga ada guru yang ceramah ada proses belajar dan tidak ada guru berarti tidak belajar. Walaupun dalam proses demonstrasi peran siswa hanya sekedar memperhatikan. B. situasi atau benda tertentu. Diskusi lebih bersifat bertukar pengalaman untuk menentukan keputusan tertentu secara bersama-sama. Metode Demonstrasi Demonstrasi merupakan metode yang paling efektif. Guru biasanya belum merasa puas manakala dalam proses pengelolaan pembelajaran tidak melakukan ceramah. Selama ini banyak guru yang merasa keberatan untuk menggunakan metode diskusi dalam proses pembelajaran. juga adanya factor kebiasaan baik dari guru ataupun siswa. akan tetapi demonstrasi akan dapat menyajikan pelajaran secara konkrit. Dalam strategi pembelajaran. Metode ceramah merupakan cara mengimplementasikan strategi pembelajaran ekspositori.pertimbangan tertentu. Tujuan utama metode ini adalah untuk memecahkan suatu permasalahan. 1998). menjawab pertanyaan.

Diskusi merupakan metode yang sulit diprediksi hasilnya oleh karena interaksi siswa muncul secara spontan. .1. D. 2. Tugas dan resitasi bisa dilakukan di rumah. simulasi dapat diartikan cara penyajian pengalaman belajar dengan menggunakan situasi tiruan untuk memahami tentang konsep. di perpustakaan dan tempat lainnya. F. Metode Tanya Jawab Metode tanya jawab adalah metode mengajar yang memungkinkan terjadinya komunikasi langsung yang bersifat two way traffic sebab pada saat yang sama terjadi dialog antara guru dan siswa. atau keterampilan tertentu. E. siswa bertanya guru menjawab. tetapi lebih luas dari itu. Sebagai metode mengajar. sehingga keterbatasan itu tidak mungkin menghasilkan secara tuntas. Metode Kerja Kelompok Metode kerja kelompok atau bekerja dalam situasi kelompok mengandung pengertian bahwa siswa dalam satu kelas dipandang sebagai satu kesatuan (kelompok) tersendiri atau dibagi atas kelompok-kelompok kecil. Metode Tugas dan Resitasi Metode tugas dan resitasi tidak sama dengan pekerjaan rumah. Metode Simulasi Simulasi berasal dari kata “stimulate” yang artinya berpura-pura atu seakan-akan. Tugas dan resitasi merangsang anak untuk aktif belajar baik secara individu atau kelompok. Guru bertanya siswa menjawab. Diskusi biasanya memerlukan waktu yang cukup panjang. di sekolah. Simulasi dapat digunakan sebagai mengajar dengan asumsi tidak semua proses pembelajaran dapat dilakukan secara langsung pada objek yang sebenarnya. padahal waktu pembelajaran didalam kelas sangat terbatas. Dalam komunikasi ini terlihat adanya hubungan timbal balik secara langsung antar guru. prinsip. G. sehingga hasil diskusi sulit ditentukan.

Karyawisata dalam waktu yang lama dan tempat yang jauh disebut study tour. System regu banyak macamnya. Jadi. sebab untuk satu regu tidak senantiasa guru secara formal saja. J. sebab dalam problem solving dapat menggunakan metode-metode lainnya dimulai dengan mencari data sampai dengan menarik kesimpulan. K. karya wisatadi atas tidak mengambil tempat yang jauh dari sekolah dan tidak memerlukan waktu yang lama. ber30 beda dengan karyawisata dalam arti umum. Adapun karakteristik dari materi yang bagus menurut Hutchinson dan Waters adalah: . Mengingat latihan ini kurang mengembangkan bakat/inisiatif siswa untuk berpikir. tetapi dapat melibatkan orang luar yang dianggap perlu sesuai dengan keahlian yang dibutuhkan. Metode Sistem Regu (team teaching) Team teaching pada dasarnya adalah metode mengajar dua orang guru atau lebih bekerja sama mengajar sebuah kelompok siswa. I. Metode Problem Solving Metode problem solving (metode pemecahan masalah) bukan hanya sekedar metode mengajar tetapi juga merupakan suatu metode berpikir. 1. jadi kelas dihadapi beberapa guru. Contoh: Mengajak siswa ke gedung pengadilan untuk mengetahui system peradilan dan proses pengadilan. selama satu jam pelajaran. Karyawisata di sini berarti kunjungan ke luar kelas dalam rangka belajar. Metode Latihan (Drill) Metode latihan pada umumnya digunakan untuk memperoleh suatu ketangkasan atau keterampilan dari apa yang dipelajari. Metode Karyawisata (Field-Trip) Karyawisata dalam arti metode mengajar mempunyai arti tersendiri. maka guru/pengajar memperhatikan tingkat kewajaran dari metode drill.1.H.5 Materi dan Bahan Ajar Materi juga merupakan salah satu faktor penentu keterlibatan siswa.

Ketertarikan/Menarik minat : materi yang dipilih hendaknya menarik minat dan dapat memotivasi dan menumbuhkan rasa ingin tahu peserta didik. Tingkat kepentingan : materi yang dipilih benar-benar diperlukan peserta didik.• • Adanya teks yang menarik Adanya kegiatan atau aktivitas yang menyenangkan serta meliputi kemampuan berpikir siswa • Memberi kesempatan siswa untuk menggunakan pengetahuan dan ketrampilan yang sudah mereka miliki • Materi yang dikuasai baik oleh siswa maupun guru Dalam kegiatan belajar. 3. Kesahihan (Valid) yaitu materi yang dituangkan dalam kegiatan belajar mengajar benar-benar telah teruji kebenaran dan kesahihannya. materi harus didesain sedemikian rupa. Pemilihan materi harus benar-benar dapat memberikan kecakapan dalam memecahkan masalah kehidupan sehari-hari. sehingga cocok untuk mencapai tujuan dengan memperhatikan komponen-komponen yang lain. Kebermaknaan : materi yang dipilih dapat memberikan manfaat akademis yaitu memberikan dasar – dasar pengetahuan dan keterampilan yang akan dikembangkan dan manfaat non akademis yaitu mengembangkan kecakapan hidup dan sikap yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. sejauh mana materi tersebut penting untuk dipelajari. 4. Menurut Asep Herry Hernawan (2002) materi mengandung aspek-aspek tertentu sesuai dengan tingkat tujuan yang ingin dicapai meliputi : . baik dari aspek tingkat kesulitannya maupun aspek kelayakannya terhadap pemanfaatan materi dan kondisi setempat. Kelayakan : materi memungkinkan untuk dipelajari. terutama komponen anak didik yang merupakan sentral. juga merupakan materi yang aktual. 2. Beberapa kriteria materi yaitu : 1. tidak ketinggalan zaman dan memberikan kontribusi untuk pemahaman kedepan. 5.

lebih dari itu adalah pengalaman belajar yang mampu mendukung pencapaian tujuan secara lebih efektif. Contoh yaitu hal atau proses yang bertujuan untuk memperjelas suatu uraian. keterampilan. 3.6 Media pembelajaran atau Alat Pembelajaran Media Pembelajaran merupakan sumber belajar eksternal yang menjadi bagian dari Metodologi Pembelajaran yang diatur oleh pengajar. Preposisi yaitu kata yang digunakan untuk menyampaikan materi pelajaran. Generalisasi yaitu kesimpulan umum berdasarkan hal-hal yang khusus. Prosedur yaitu seri langkah-langkah yangberurutan dalam materi pelajaran yang haru dilakukan peserta didik. Sedangkan pengalaman belajar dapat diartikan sebagai kegiatan belajar tentang disiplin berpikir dari suatu disiplin ilmu. Isi atau materi kurikulum adalah semua pengetahuan. Definisi media pembelajaran: • Media: jamak dari medium (latin:perantara/pengantar) .mencapai tiap tujuan mengajar yang telah ditentukan diperlukan bahan ajaran (Nana. nilai-nilai. 4. 10. Istilah yaitu kata-kata perbendaharaan yang baru dan khusus yang diperkenalkan dalam materi. fakta yaitu sejumlah informasi khusus dalam materi yang dianggap penting. Konsep merupakan definisi singkat dari sekelompok fakta atau gejala. 6. dan sikap terorganisasi dalam bidang studi. 9. Selain itu. sukmadinata.1. 5. Prinsip yaitu ide utama. 1988:114). 7. Definisi yaitu penjelasan tentang makna/pengertian tentang suatu hal/kata. 2. 8.Sy.1. 1. Teori yaitu seperangkat konstruk atau konsep definisi atau preposisi yang saling berhubungan. Tetapi tidak cukup hanya isi atau bahan ajar yang dipikirkan dalam kegiatan pengembangan kurikulum.

dan lingkungan. Evaluasi kurikulum secara luas tidak hanya menilai dokumen tertulis. BAB III . • Birggs(1970): alat fisik yang dapat menyajikan pesan dan merangsang siswa untuk belajar.• AECT Amerika: segala bentuk saluran yang digunakan untuk menyampaikan pesan/informasi. 1. Evaluasi ditujukan untuk melakukan evaluasi terhadap belajar sisiwa maupun keefektifan kurikulum dan pembelajaran. material. guru.7 Evaluasi Merupakan aspek kegiatan pendidikan yang dipandang paling kecil (Zais. • Gagne (1970): berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsang siswa untuk beljar. tetapi yang lebih penting adalah kurikulum yang diterapkan sebagai bahan fungsional darai kejadian yang meliputi interaksi siswa. • NEA: bentuk komunikasi baik cetak maupun audiovisual serta peralatannya.1. 1976:369).

lnteraksi yang terjadi antara si belajar dengan lingkungan belajarnya. metode. dan atau sumber-sumber belajar yang lain. anak didik/ siswa. teman-temannya. baik itu dengan guru. evaluasi.KESIMPULAN Pembelajaran adalah adanya interaksi. Sedangkan ciri-ciri lainnyadari pembelajaran ini berkaitan dengan komponen-komponen pembelajaran itu sendiri. media (alat pembelajaran). tutor. materi/bahan ajar. dan adanya pendidik/guru. Dimana di dalam pembelajaran akan terdapat komponen-komponen sebagai berikut. media pembelajaran. . komponen kurikulum.

Jakarta:Rajawali Pers Naim. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Nurkancana.2009. Nana.dkk. 2002. Evaluasi Pendidikan.2009.DAFTAR PUSTAKA Dimyati. Bandung: Sinar Baru . 2009.Ngainnun. Menjadi Guru Inspiratif.Belajar dan Pembelajaran.Guru Profesional Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). 1986.Jakarta: Rineka Cipta Kunandar. Pembinaan dan Pengembangan Kurikulum di Sekolah. Surabaya: Usaha Nasional Sudjana. Wayan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful