P. 1
Pemahaman Atas Pengendalian Intern ( FIX )

Pemahaman Atas Pengendalian Intern ( FIX )

|Views: 80|Likes:
Published by Mulia22

More info:

Published by: Mulia22 on Feb 27, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/09/2013

pdf

text

original

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA FAKULTAS EKONOMI MEDAN

PEMAHAMAN ATAS PENGENDALIAN INTERN DAN PENENTUAN RISIKO
DISUSUN OLEH: KELOMPOK 9

NAMA

:

JULI ANGGRAINI ANISTYA PUTRI RIYANTI SYARISTA SITI SAKDIAH EVA SANTY

100503151 100503154 100503159 100503168

Universitas Sumatera Utara Medan 2012

BAB I PENDAHULUAN
Sistem terdiri dari kebijakan-kebijakan dan prosedur-prosedur yang dirancang untuk memberikan manajemen keyakinan memadai bahwa tujuan dan sasaran yang penting bagi satuan usaha dapat dicapai. Kebijakan atau prosedur ini sering disebut pengendalian, dan bersama-sama membentuk struktur pengendalian intern suatu satuan usaha. Struktur Pengendalian Intern (SPI) adalah suatu hal yang sangat memegang peranan pentingdalam auditing. Struktur Pengendalian Intern adalah kebijakan dan prosedur yang ditetapkan untuk memberikan keyakinan yang memadai bahwa tujuan tertentu satuan usaha akan dicapai. Sistem pengendalian harus cost beneficial. Dalam perancangan sistem pengendalian, dibutuhkan kepentingan yang sama antara manajemen dengan auditor . Pengendalian internal (internal control) adalah suatu proses, yang dipengaruhi oleh dewan direksi entitas, manajemen, dan porsenel lainnya, yang dirancang untuk memberikan kepastian yang beralasan terkait dengan pencapaian sasaran katagori sebagai berikut: efektivitas dan efisiensi operasi, keandalan pelaporan keuangan, dan ketaatan terhadap hokum dan peraturan yang berlaku. Akuntan yang dapat berperan sebagai pengguna, perancang, dan evaluator sistem akuntansi mempunyai peranan penting dalam pengendalian internal , yaitu :  Pengguna juga harus memahami pengendalian internal perusahaan sehingga dapat diterapkan dengan tepat  Akuntan juga memiliki peran penting sebagai perancang prosedur pengendalian internal yang mendorong ketaatan terhadap peraturan dan sasaran perusahan  Dalam perannya sebagai evaluator , auditor internal dan auditor eksternal harus memahami sistem pengendalian internal.

BAB II ISI PEMAHAMAN ATAS PENGENDALIAN INTERN DAN PENENTUAN RISIKO
1. PENGERTIAN PENGENDALIAN INTERN
Dalam semua audit,auditor harus memperoleh pemahaman tentang pengendalian intern yang memadai untuk merencanakan audit dengan melaksanakan prosedur untuk memahami desain pengendalian yang relevan dengan audit atas laporan keuangan, dan apakah pengendalian intern tersebut dioperasi. Standar Pekerjaan Lapangan : Pemahaman yang memadai atas pengendalian intern harus diperoleh untuk merencanakan audit dan menentukan sifat, saat dan lingkup pengujian yang akan dilakukan. Auditor harus melaksanakan prosedur audit yang juga meliputi prosedur untuk memperoleh pemahaman struktur pengendalian intern. Focus yang diutamakan dalam standar pekerjaan ini adalah pentingnya struktur pengendalian intern dan komponen-komponen yang ada dalan satu entitas. Auditor berkepentingan untuk memperoleh bukti yang cukup atas struktur pengendalian intern klien. Hal ini disebabkan karena struktur pengendalian intern merupakan salah satu tipe bukti audit. Definisi Pengendalian Intern : Pengendalian menurut Ikatan Akuntan Indonesia dalam Standar Profesional Akuntan Publik (2001 : 4) adalah sebagai berikut : “Pengendalian adalah kemampuan untuk mengatur kebijakan keuangan dan operasional suatu perusahaan untuk mendapatkan manfaat dari kegiatan perusahaan tersebut.” Pengendalian intern adalah suatu proses, yang mempengaruhi oleh dewan komisaris, manajemen dan personel lainnya dalam suatu entitas, yang dirancang untuk memberikan keyakinan memadai guna mencapai tujuan-tujuan berikut ini : a. Keandalan pelaporan keuangan Manajemen memerlukan informasi keuangan yang teliti dan andal untuk menjalanakan usahanya. Banyak informasi akuntansi yang digunakan oleh manajemen untuk dasar pengambilan keputusan penting. Pengendalian intern dirancang untuk memberikan jaminan proses pengolahan data akuntansi akan menghasilkan informasi keuangan yang teliti dan andal. Karena data akuntansi b. Menjaga kekayaan dan catatan organisasi

Kepatuhan terhadap hukum dan peraturan Untuk mencapai tujuan perusahaan. seperti piutang dagang. disalahgunakan. Struktur pengendalian intern ditujukan untuk memberikan jaminan yang memadai agar kebijakan manajemen dipatuhi oleh karyawan perusahaan d. Begitu juga untuk kekayaan perusahaan yang tidak mewakili wujud fisik. Tujuan pokok struktur pengendalian intern tersebut dapat dipenuhi dengan pengendalian yang baik. atau hancur karena kecelakaan kecuali jika kekayaan tersebut dilindungi dengan pengendalian yang memadai. yang disusun untuk meyakinkan bahwa : (a) Transaksi dilaksanakan sesuai dengan persetujuan pimpinan (b) Transaksi dicatat sehingga dapat dibuat ikhtisar keuangan sesuai prinsip akuntansi yang berlaku serta menekankan pertanggungjawaban atas harta perusahaan (c) Penguasaan atas aktiva diberikan hanya dengan persetujuan dan otorisasi pimpinan (d) Jumlah aktiva dalam catatan dicocokan dengan aktiva yang ada pada waktu yang tepat dan tindakan yang sewajarnya jika terjadi perbedaan (2) Pengendalian administrative Pengendalian yang ditujukan untuk mendorong efisiensi operasional dan menjaga kebijakan perusahaan. (1) Pengendalian akuntansi Meliputi rencana organisasi serta prosedur dan catatan yang relevan dengan pengamanan aktiva. . Dapat berupa rencana organisasi dan prosedur juga catatan yang relevan dengan pembuatan keputusan yang mengantarkan pimpinan perusahaan untuk menyetujui atau memberi wewenang terhadap transaksi-transaksi Pelimpahan wewenang merupakan fungsi pimpinan perusahaan yang secara langsung berhubungan dengan tanggung jawab untuk mencapai tujuan organisasi dan itu merupakan titik tolak untuk menciptakan pengendalian akuntansi atas transaksi. sedangkan tujuan ketiga dan keempat dapat dipenuhi dengan pengendalian administrasi yang baik. Efektivitas dan efisiensi operasi Pengendalian intern ditujukan untuk mencegah aplikasi uasaha yang tidak perlu atau pemborosan dalam segala kegiatan bisnis perusahaan. Konsep-Konsep Dasar : 1. dengan infrastruktur suatu entitas. maka ketelitian dan keandalan data akuntansi merefleksikan pertanggungjawaban penggunaan kekayaan perusahaan c. akan rawan oleh kecurangan jika dokumen penting (seperti kontrak penjualan) dan catatan akuntansi (seperti kartu piutang atau account receivable file) tidak dijaga mencerminkan perubahan kekayaan perusahaan. Pengendalian intern meliputi serangkaian tindakan yang berkaitan dan terintegrasi. dan untuk mencegah penggunaan sumber daya perusahaan yang tidak perlu. Tujuan pertama dan kedua dapat dipenuhi dengan pengendalian akuntansi.Kekayaan fisik suatu perusahaan dapat dicuri. bukan ditambahkan. Pengendalian intern adalah suatu proses. manajemen menetapkan kebijakan dan prosedur.

SIAPA YANG BERTANGGUNG JAWAB ATAS PENGENDALIAN INTERN SUATU ENTITAS? . (5) Auditor menggunakan perolehan pemahaman atas struktur pengendalian intern untuk melakukan penaksiran risiko pengendalian untuk asersi dalam saldo akun. b. (5) Pertanggung jawaban Saldo tercatat atas setiap aktiva dan hutang dibandingkan dengan yang benar-benar ada. (4) Pengamanan Aktiva dan dokumen dapat diamankan dan diakses hanya oleh pihak yang memiliki otorisasi. Sasaran Pengendalian Intern Struktur pengendalian intern suatu perusahaan. Pengendalian intern diarahkan kepada pencapaian tujuan-tujuan tertentu. Pengendalian intern dipengaruhi oleh manusia. manajemen dan personel lainnya. Pertimbangan cost dan benefit dalam menciptakan pengendalian 4. tetapi meliputi pula unsure manusianya pada setiap level organisasi. Ada keterbatasan bawaan (inherent limitations) dalam semua system pengendalian. termasuk dewan komisaris. Pengendalian intern tidak hanya berupa pedoman-pedoman kebijakan dan formulir-formulir.2. (2) Kelengkapan Seluruh transaksi dicatat mewakili seluruh kejadian yang terjadi dan tidak ada satu transaksi yang dilewatkan. dan komponen pengungkapan dalam laporan keuangan. dicatat dan diposting secara tepat waktu dan benar sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum. (3) Pengendalian intern yang baik akan mengurangi beban pelaksanaan audit sehingga dapat mengurangi biaya audit. Pentingnya Pengendalian Intern Alasan pentingnya pengendalian intern bagi manajemen dan auditor adalah : (1) Luas lingkup dan ukuran entitas bisnis semakin besar dan kompleks. bukan fiktif. Transaksi telah dinilai. Pengendalian intern memberikan keyakinan memadai. (2) Pemeriksaan dan penelaahan bawaan dalam system yang baik memberikan perlindungan terhadap kelemahan manusia dan mengurangi kemungkinan kekeliruan dan ketidakberesan yang terjadi. (3) Keabsahan pencatatan Transaksi yang rinci telah dimasukkan dalam pencatatan secara akurat sesuai sumber dokumen. 2. a. pada umumnya dirancang untuk : (a) Menjamin dapat dipercayainya catatan keuangan yang dihasilkan sitem akuntansi (b) Menjaga keamanan aktiva yang dimiliki Sasaran Pengendalian Intern Adalah (1) Validitas Transaksi yang dicatat adalah transaksi yang valid. diklasifikasi. dievaluasi. golongan transaksi. 3. (4) Digunakan secara aktif untuk mencegah penggelapan maupun penyimpangan dalam organisasi. bukan keyakinan absolute.

Personel lain entitas. d. Dewan komisaris bertanggung jawab untuk menentukan apakah manajemen memenuhi tanggung jawab mereka dalam mengembangkan dan menyelenggarakan pengendalian intern. dewan komisaris. perlu disadari bahwa tujuan auditor dalam studi terhadap pengendalian intern kliennya adalah untuk memungkinkan auditor merencanakan prosedur auditnya. Sebagai bagian dari prosedur auditnya terhadap laporan keuangan. Fungsi komite audit yang secara langsung berdampak terhadap auditor adalah: a. atau bertanggung jawab untuk menjadikan manajemen tingkat yang lebih tinggi sadar atas terjadinya tindakan pelanggaran hukum di dalam entitas. Direktur utama perusahaan bertanggung jawab untuk menciptakan atsmofer pengendalian di tingkat puncak. Manajemen. Pihak-pihak yang bertanggung jawab terhadap pengendalian intern beserta perannya diuraikan berikut ini: Manajemen. Membicarakan lingkup audit dengan auditor. Di samping itu. auditor dapat menemukan kelemahan pengendalian intern kliennya. b. dan komite audit merupakan pihak utama yang bertanggung jawab atas pengendalian intern entitas. dan menjadi bagian dari pengendalian intern organisasi. Dewan komisaris dan komite audit. manajemen dapat melakukan peningkatan pengendalian intern entitas.Setiap orang dalam organisasi bertanggung jawab terhadap. Meminta auditor untuk melakukan komunikasi langsung mengenai masalahmasalah besar yang ditemukan oleh auditor dalam auditnya. Direktur keuangan dan akuntansi menjalankan peran penting dalam rencana dan anggaran perusahaan. beberapa pihak luar. Pihak luar ini tidak bertanggung jawab atas efektivitas dan bukan merupakan bagian dari pengendalian intern organisasi. direktur utama juga bertanggung jawab untuk menjamin bahwa semua komponen pengendalian intern terwujud di dalam organisasinya. serta pencegahan dan pendeteksian pelaporan keuangan yang menyesatkan. agar kesadaran terhadap pentingnya pengendalian menjadi tumbuh di seluruh organisasi. Auditor intern bukan pihak utama yang bertanggung jawab atas pengendalian intern entitas. c. sehingga ia dapat mengkomunikasikan temuan auditnya tersebut kepada. Jika akuntansi publik diharapkan . Auditor intern. auditor independen tidak dapat diharapkan untuk menyatakan pendapat atas efektivitas pengendalian intern kliennya. Auditor intern bertanggung jawab untuk memeriksa dan mengevaluasi memadai atau tidaknya pengendalian intern dan membuat rekomendasi peningkatannya. Namun. Disamping itu. penilaian dan analisis kinerja. Berdasar temuan auditor tersebut. Manajemen bertanggung jawab untuk mengembangkan dan menyelenggarakan secara efektif pengendalian intern organisasinya. Auditor independen. seperti auditor independen dan badan pengatur (regulatory body) dapat membantu organisasi dengan cara memberikan informasi yang bermanfaat bagi manajemen untuk pemberlakuan pengendalian intern dalam organisasi tersebut. Peran dan tanggung jawab semua personel lain yang menyediakan informasi atau menggunakan informasi yang dihasilkan oleh pengendalian intern harus memahami bahwa mereka bertanggung jawab untuk mengkomunikasikan masalah yang timbul sebagai akibat ketidakpatuhan terhadap pengendalian intern. komite audit. manajemen. atau dewan komisaris. oleh karena itu. Menunjuk auditor yang melaksanakan audit tahunan terhadap laporan keuangan perusahaan. Me-review laporan keuangan dan laporan audit pada saat audit selesai dilakukan.

Lingkungan Pengendalian ( Control Environment ) Lingkungan pengendalian berkenaan dengan tindakan-tindakan. Pihak luar lain. seperti Bank Indonesia dan Bapepam. manajemen puncak tidak memberikan motivasi yang berarti maka tujuan pengendalian tidak dapat dicapai dengan efektif. auditor harus memperoleh suatu pemahaman yang memadai atas komponen pengendalian internal untuk merencanakan audit dengan cara melaksanakan prosedur guna memahami desain oengendalian yang relevan bagi penyusunan laporan keuangan. Badan pengatur ini mengeluarkan persyaratan minimum pengendalian intern yang harus dipenuhi oleh suatu entitas dan memantau kepatuhan entitas terhadap persyaratan tersebut. Aktivitas pengendalian dan pemantauan 4. Integritas dan nilai etika . 3. Pemantauan 1. dengan menciptakan dan menyediakan disiplin dan struktur. dan pihak lainnya terhadap pentingnya pengendalian intern bagi entitas. Lingkungan pengendalian 2. Faktor-faktor yang membentuk lingkungan pengendalian antara lain : a. akuntan publik dapat melakukan evaluasi tentang memadai atau tidaknya desain dan mengevaluasi efektivitas pengendalian intern entitas. pemilik. Kepentingan auditor terutama berkaitan dengan pencegahan atau pendeteksian salah saji yang material dalam laporan keuangan. Pihak luar lain yang bertanggung jawab atas pengendalian intern entitas adalah badan pengatur (regulatory body). bapepam pengendalian intern dan penyelenggaraan pembukuan oleh perusahaan efek (lihat SAT 9100 Laporan Akuntan atas Asersi Manajemen tentang Pengendalian Intern dan Penyelenggaraan Pembukuan Perusahaan Efek yang Didasarkan pada Kriteria yang Ditetapkan oleh Bapepam). Lingkungan pengendalian menetapkan corak dan suasana suatu organisasi. dewan komisaris. Sebagai contoh. Kelima komponen tersebut adalah 1. dan prosedur-prosedur yang merefleksikan keseluruhan sikap manajemen. Di lain pihak bagi anggota organisasi jika pengendalian tidak menjadi kepentingan utama manajemen. orang lain dalam organisasi akan merasakan hal itu dan bereaksi dengan sungguh-sungguh untuk mematuhi kebijakan dan prosedur yang telah ditetapkan. Jika manajemen puncak merasa bahwa pengendalian itu penting.untuk melakukan studi secara lebih mendalam terhadap pengendalian intern suatu entitas. akuntan public harus menggunakan SAT Seksi 500 Pelaporan tentang Pengendalian intern Satuan Usaha atas Pelaporan Keuangan. kebijakan-kebijakan. Dalam perencanaan audit. Lingkungan pengendalian merupakan dasar untuk semua komponen pengendalian intern yang lain. mempengaruhi kesadaran pengendalian personil dalam organisasi. Esensi dari organisasi yang dikendalikan dengan efektif terletak pada sikap manajemen. Penetapan risiko manajemen 3. KOMPONEN PENGENDALIAN INTERN Struktur pengendalian intern mencakup lima komponen dasar kebijkan dan prosedur yang dirancang dan digunakan oleh manajemen untuk memberikan keyakinan memadai bahwa tujuan pengendalian dapat dipenuhi. System informasi dan komunikasi akuntansi 5. Berdasarkan standar ini.

bergeser ke perusahaan sebagai interdependent companies-perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam network organization. saling tergantung satu dengan yang lainnya menjadi nilai baru yang dijunjung tinggi dalam bisnis. Hubungan antara manajer dan karyawan. untuk memelihara tanggung jawab setiap keryawan atas pelanggaran yang dilakukan maupun diketahui terjadi dalam organisasi. pekerja. Pekerja pengetahuan. Oleh karena itu. Efektifitas pengendalian tidak dapat meningkat melampaui dari integritas dan nilai etika yang menciptakan. Trust-based relationship menjadi nilai baru yang dijunjung tinggi dalam menjalankan bisnis. manajer dituntut untuk mendasarkan pada etika bisnis. Dalam lingkungan bisnis seperti ini. Nilai integritas dan etika bisnis tersebut dikomunikasikan oleh manajer melalui personal behavior dan operational behavior. Integritas dan nilai etika merupakan unsure pokok lingkungan pengendalian yang mempengaruhi perancangan pengurusan dan pemantauan komponen pengendalian intern lainnya. dan system manajemen mengalami perubahan. hubungan antara perusahaan dengan pemasok dan mitra bisnisnya. dan wewenang lebih besar. Upaya-upaya dari manajemen puncak dalam menjaga integritas dan nilai etika dalam organisasi :  Memberi teladan dalam menunjukkan integritas dan melakukan etika yang baik. dan . maka auditor akan mempertanyakan kebenaran semua dokumen dan catatan yang ada pada entitas. mengurus dan memantaunya.Integritas dan nilai etika adalah produk dari standar etika dan prilaku entitas dan bagaimana standar tersebut dikomunikasikan dan dijalankan dalam praktik. otonomi. akan mengakibatkan tidak terwujudnya tujuan pengendalian intern.  Mengurangi hal-hal yang mendorong karyawan melakukan tindakan tidak jujur. Dalam era teknologi informasi pekerjaan. manajer mendesain sistem yang digunakan untuk membentuk perilaku yang diinginkan.  Mengkomunikasikan kepada semua karyawan mengenai kebijakan etika prilaku. Melalui personal behavior. Auditor membutuhkan bukti yang mendukung representasi manajemen. yang berdasarkan nilai integritas dan etika. serta hubungan antara perusahaan dengan customer dibangun berlandaskan nilai kepercayaan tersebut. komunikasi. system manajemen yang mengandalkan pada command and control tidak dapat lagi efektif digunakan untuk mengelola perusahaan. communication and trust). Integritas dan nilai etika memiliki arti yang substansial. Pekerja pengetahuan menuntut suasana kerja yang menghargai kreativitas. Efektivitas pengendalian intern bersumber dari dalam diri orang yang mendesain dan melaksanakannya. Pengendalian intern yang memadai desainnya. mitra bisnis. organisasi. Disamping itu. dan kepercayaan (persuasion. Pengelolaan pekerjaan dan pekerja dalam era teknologi informasi bergeser ke pengelolaan yang mendasarkan pada persuasi. jika auditor meyakini bahwa manajemen tidak memiliki integritas dan nilai etika. tanggung jawab manajemen adalah menjunjung tinggi nilai integritas-suatu kemampuan untuk mewujudkan apa yang dikatakan atau telah menjadi komitmennya. Perubahan pekerjaan tersebut menuntut perusahaan untuk menggunakan pekerja pengetahuan (knowledge worker) dalam memanfaatkan secara optimum teknologi informasi untuk menghasilkan produk dan jasa. perusahaan yang sebelumnya dipandang sebagai independent company. dalam menjalankan aktivitas bisnisnya. Teknologi informasi mengubah pekerjaan dari pekerjaan yang lebih mengandalkan otot ke pekerjaan yang lebih mengandalkan otak (knowledge-based work). Arm’s length transaction yang sebelumnya diyakini sebagai nilai yang baik dalam membangun hubungan bisnis dengan pemasok. dalam lingkungan pekerjaan dan pekerja seperti itu. namun dijalankan oleh orang-orang yang tidak menjunjung tinggi integritas dan tidak memiliki etika.

d. Komite audit biasanya dibebani tanggung jawab mengawasi proses pelaporan keuangan. Komitmen terhadap kompetensi. Dewan komisaris yang efektif adalah yang independen dari manajemen dan anggotanya aktif dalam menilai aktivitas manajemen. Falsafah manajemen dan gaya operasinya Filosofi adalah seperangkat keyakinan dasar (basic beliefs) yang menjadi parameter bagi perusahaan dan karyawan. Folosofi dan gaya manajemen dapat mempengaruhi mutu pengendalian intern. Agar menjadi efektif komite audit harus memelihara komunikasi yang terus menerus dengan baik auditor intern maupun auditor ekstern. dan menempatkan pada pekerjaan yang tepat sesuai dengan kompetensinya. system informasi manajemen dan ketaatan kepada undang-undang dan peraturan. masalah keuangan dan pembelanjaan. c. Manajemen yang menjaga pengendalian intern dengan mengkomunikasikan dukungannya terhadap prosedur pengendalian di seluruh organisasi akan dapat mengoptimalkan efektivitas pengendalian intern organisasinya. Partisipasi dewan komisaris dan komite audit Perusahaan yang sudah go public memerlukan penyerahan wewenang dan segala aktifitas rapat umum pemegang saham kepada dewan komisaris. hal ini untuk menjaga pengendalian intern pada tujuan yang diharapkan. Keefektifan pekerjaan karyawan dipengaruhi oleh tingkat keahlian dan pengetahuan yang dimiliki karyawan. kompetensi yang dituntut dari seorang manajer yang mengelola organisasi rumah sakit dengan pendapatan penjualan jasa sebesar Rp150 milyar per tahun sangat berbeda dengan yang dituntut dari rumah sakit yang pendapatan penjualannya mencapai Rp150 milyar per tahun. Sebagai contoh. Hal ini memungkinkan auditor dan komite audit mambahas masalah-masalah yang berkaitan seperti integritas atau tindakan manajemen. Karakteristik yang membentuk filosofi dan gaya operasi organisasi : . sehingga memungkinkan keberadaan dewan komisaris akan lebih terlibat langsung dalam pengelolaan perusahaan bersama dewan direksi perusahaan. digantikan dengan related party transaction yang dilandasi dengan nilai trustbased relationship tersebut b. Manajemen mempekerjakan karyawan berdasarkan keahlian dan keterampilan yang dimiliki karyawan. Manajemen melalui aktivitas yang dilakukannya memberikan tanda yang jelas kepada pegawai tentang pentingnya pengendalian.customer. Kompetensi merupakan pengetahuan dan keahlian serta keterampilan yang digunakan untuk menyelasaikan pekerjaan yang dibebankan pada individu. Komitmen terhadap kompetensi meliputi pertimbangan manajemen terhadap tingkat kompetensi dari pekerjaan tertentu dan bagaimana tingkatan tersebut berubah menjadi keterampilan dan pengetahuan yang disyaratkan pada karyawan. maka diperlukan komite audit yang bertugas membantu dewan komisaris. Akibat pendelegasian wewenang dari pemegang saham kepada dewan komisaris adalah bertambahnya volume dan tanggung jawab pekerjaan. Rumah sakit dengan pendapatan penjualan Rp150 milyar per tahun telah memerlukan seorang kepala bagian keuangan yang memiliki pengetahuan manajemen keuangan memadai dengan jumlah dana yang dikelola oleh rumah sakit tersebut. mencakup struktur pengendalian intern. Filosofi merupakan apa yang seharusnya dikerjakan dan apa yang seharusnya tidak dikerjakan oleh perusahaan.

Manajemen yang selalu mengambil risiko atau menghindar risiko. Manajemen perusahaan yang gaya operasinya bersifat desentralisasi akan meletakkan peran perencanaan dan pengendalian alokasi sumber ekonomi ditangan manajemen menengah dan bawah. customer memegang kendali bisnis. Ada manajemen puncak perusahaan yang memilih gaya operasi yang lebih condong pada pemusatan kekuasaan di tangan beberapa gelintir manajer puncak. Ada manajer yang memilih gaya operasi yang sangat menekankan pentingnya pelaporan keuangan. sehingga organisasi perusahan umumnya dibangun untuk memuasi kebutuhan customer. karena sense of control tidak tumbuh dalam diri manajemen menengah dan bawah. . dan pencapaian anggaran Pemberian kepentingan pada penyajian laporan keuangan Sifat manajemen akan terlihat dari tindakan dan metode manajemen dalam memantau dan mengambil risiko bisnis. pemasok. sehingga rencana kegiatan dan anggaran benar-benar digunakan sebagai tolok ukur prestasi manajemen. penyusunan dan penggunaan anggaran sebagai alat pengukur kinerja manajer. kami mengharapkan semua karyawan kami jujur dalam menghadapi customer. dan pencapaian tujuan yang telah dicanangkan dalam anggaran. oleh karena itu. Dengan demikian. Laporan keuangan perusahaan ini akan digunakan sebagai alat manajemen untuk mencerminkan kejujuran pertanggungjawaban keuangan perusahaan ini akan digunakan kepada siapa saja yang berhubungan bisnis dengan mereka. dan semua pihak yang berhubungan atas nama perusahaan mereka dengan kami. fungsi akuntansi dan personalian Harapan manajemen dalam pencapaian target laba. Dalam lingkungan bisnis sekarang. Semua kegiatan adalah direncanakan dengan baik.” Dalam berbisnis. ada manajer yang tidak demikian.” Manajemen yang memiliki filosofi ini akan menjadikan semua tindakannya atas dasar rencana yang disusun lebih dahulu secara matang.akan membuat auditor dapat merasakan sifat manajemen terhadap pengendalian. Dengan gaya operasi ini. Gaya operasi telah bergeser dari pengelolaan berbasis fungsi. ke pengelolaan berbasis proses-suatu serangkaian aktivitas yang digunakan untuk menghasilkan produk dan jasa bagi customer. Contoh lain filosofi manajemen yang menekankan perencanaan sebagai dasar untuk melaksanakan bisnis adalah: “kami berkeyakinan bahwa perencanaan merupakan sebagai alat manajemen untuk membuat kami siap dalam menghadapi perubahan yang harus terjadi. Gaya operasi mencerminkan ide manajer tentang bagaimana operasi suatu entitas harus dilaksanakan. ada manajer yang memilih gaya operasi yang condong pada desentralisasi kekuasaan ke tangan manajemen menengah dan bawah. sense of control akan tumbuh di dalam diri manajemen menengah dan bawah. filosofi ini menjadi warna unik perusahaan dalam melaksanakan bisnis mereka. sehingga tidak ada kejadian yang terlaksana tanpa rencana.       Pendekatan manajemen dalam memantau dan mengambil risiko bisnis Ketergantungan manajemen pada pertemuan informal dengan manajer kunci dibandingkan dengan berpedoman pada kebijakan tertulis yang sudah ada. Contoh filosofi yang ditetapkan oleh manajemen puncak suatu perusahaan yang menekankan integritas dalam menjalankan bisnisnya adalah : “kami berkeyakinan bahwa integritas merupakan landasan semua hubungan bisnis kami. manajemen yang memiliki filosofi ini akan meletakkan kejujuran sebagai dasar bisnisnya. sehingga biaya pengendalian cenderung rendah. dan indicator kinerja Selektif agresif dan konservatif manajemen dari prinsip akuntansi Konservatisme manajemen dalam penetapan estimasi akuntansi Pengolahan informasi. Manajemen dengan gaya operasi sentralisasi memerlukan alat kontrol yang cenderung berbiaya tinggi.

maka dapat mempelajari manajemen dan elemen fungsional usaha dan menaksir bagaimana kebijakan dan prosedur yang berhubungan dengan pengendalian dilaksanakan. Sehingga metode perekrutan. Dengan auditor memahami struktur organisasi klien. Struktur organisasi Struktur organisasi suatu entitas membatasi garis tanggung jawab dan wewenang yang ada. Bila hal tersebut diterapkan. Bahkan meskipun terdapat banyak pengendalian. konflik kepentingan dan aturan perilaku Penetapan tanggung jawab dan delegasi wewenang untuk menangani masalah seperti maksud dan tujuan organisasi. Kebijakan dan praktik di bidang sumber daya manusia Sistem pengendalian intern tidak terlepas dari sumber daya manusia. pelaksanaan. Struktur organisasi menyediakan kerangkan untuk perencanaan. pengendalian dan pemantauan aktivitas bisnis. fungsi operasi dan persyaratan instansi yang berwenang Uraian tugas pegawai yang menegaskan tugas-tugas spesifik. orang yang tidak jujur dan tidak kompeten dapat mengacaukan system. menghubungkan garis arus komunikasi. pengevaluasian. Metode penetapan wewenang dan tanggung jawab yang ditetapkan dalam entitas meliputi pertimbangan atas :     Kebijakan entitas mengenai masalah seperti praktik usaha yang dapat diterima. hubungan pelaporan dan kendala Dokumentasi sitem computer yang menunjukkan prosedur untuk persetujuan transaksi dan pengesahan perubahan system g. Penetapan wewenang dan tanggung jawab Komunikasi formal mengenai wewenang dan tanggung jawab dan masalah lain yang berkaitan dengan pengendalian juga sama pentingnya. dan kemajuan teknologi. Entitas membangun struktur organisasi dipengaruhi oleh luas. Dapat saja pegawai tersebut bosan dan tidak puas atau masalah pribadi yang dapat merusak kinerjanya. Hal ini mencakup deskriptif pekerjaan setiap lini organisasi dan kebijakan yang terkait. prosedur untuk memantau pengambilan keputusan dari manajer yang terlibat sangat penting. Meskipun pegawai tersebut kompeten dan dipercaya. tanggung jawab dan tugas diantara anggota organisasi untuk pengambilan keputusan. dan dapat dipercaya akan memberikan hasil pelaporan keuangan yang andal. f. 2. Struktur organisasi merupakan bentuk dan sifat unit serta fungsi manajemen dan hubungan pelaporan dengan sub unit. Dalam membangun struktur organisasi entitas memerlukan penentuan bidang kunci otorisasi dan tanggung jawab serta garis pelaporan yang tepat. dokumen kebijakan yang menggambarkan perilaku pegawai seperti perbedaan kepentingan dan kode etik perilaku formal.e. Struktur organisasi membagi wewenang. tiap orang memiliki kelemahan yang melekat. sifat bisnisnya. Penentuan Risiko Manajemen ( Risk Assessment Management ) . Pegawai yang berkompeten. dan penggajian merupakan bagian penting dari struktur pengendalian inten. Pegawai jujur dan efisien akan dapat bekerja pada tingkat yang tinggi bahkan dengan sedikit pengendalian yang mendukung mereka. dan semacam memo manajemen tentang pentingnya pengendalian dan masalah yang berkaitan dengan pengendalian.

Misal : mengidentifikasi risiko yang dapat timbul akibat kondisi yang berubah seperti bidang bisnis atau transaksi-transaksi baru. program. atau tindakan yang ditujukan ke risiko tertentu atau dapat membuat rencana. Pertumbuhan organisasi yang pesat. seperti risiko tambahan. Restrukturisasi dapat disertai dengan pengurangan staf dan perubahan supervise serta pemisahan tugas yang dapat mengubah risiko yang berkaitan dengan pengendalian intern. Dengan masuk ke bidang bisnis atau transaksi yang didalamnya entitas belum memiliki pengalaman dapat mendatangkan risiko baru yang berkaitan dengan pengendalian intern. personel baru. perkembangan teknologi. Penerapan system infformasi baru. dan manajemen risiko yang berkaitan dengan penyiapan laporan keuangan yang disajikan secara wajar sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum.Penentuan risiko untuk pelaporan keuangan mencakup identifikasi. restrukturisasi. membentuk suatu dasar untuk menentukan bagaimana risiko harus dikelola. program atau dapat memutuskan untuk menerima suatu risiko karena pertimbangan biaya. Perubahan dalam lingkungan mengenai peraturan maupun operasi dapat mengakibatkan perubahan dalam tekanan persaingan dan risiko yang berbeda. Teknologi baru. Perluasan operasi yang cepat dapat member tekanan terhadap pengendalian dan menigkatkan risiko kegagalan dalam pengendalian. risiko yang berubah dari transaksi mata uang asing. Manajemen dapat membuat rencana. Perluasan atau perolehan operasi luar negeri akan membawa risiko baru atau risiko unik yang berdampak terhadap pengendalian intern. Penentuan risiko untuk tujuan pelaporan keuangan melibatkan identifikasi entitas dan analisis terhadap risiko yang relevan untuk mencapai tujuannya. Risiko bisnis klien dapat berubah disebabkan karena :          Perubahan lingkungan operasi atau peraturan organisasi. Risiko yang relevan dengan pelaporan keuangan yang andal juga berkaitan dengan peristiwa dan transaksi khusus. Penerapan prinsip akuntansi yang baru. Pemasangan teknologi baru ke dalam operasi atau sitem informasi dapat mengubah risiko yang berhubungan dengan pengendalian inten. Pergantian karyawan. perubahan peraturan atau undang-undang. perubahan standar akuntansi. Pengenalan divisi usaha. Manajemen harus mengidentifikasi dan menganalisa factor-faktor yang mempengaruhi risiko yang dapat menyebabkan tujuan organisasi tidak tercapai. operasi baru di luar negeri dan sebagainya. Proses penaksiran risiko entitas mempertimbangkan kejadian eksternal serta situasi yang mampu mempengaruhi kesanggupan manajemen untuk melakukan prosedur akuntansi yang konsisten dengan asersi manajemen dalam laporan keuangan. atau produk baru.\ . Penerapan prinsip akuntansi baru atau perubahan prinsip akuntansi yang dapat berdampak terhadap risiko dalam penyusunan laporan keuangan. Perubahan signifikan dan cepat dalam system informasi dapat mengubah risiko berkaitan dengan pengendalian inten. Perluasan usaha ke luar negeri. manajemen mempertimbangkan signifikan atau tidaknya. Sekali risiko dapat diidentifikasi. analisis. kemungkinan terjadinya dan bagaimana hal itu akan dikelola. Personel baru dapat saja memiliki focus yang berbeda atas pemahaman terhadap pengendalian intern. Restrukturisasi perusahan.

Risk assessment dilakukan oleh manajemen untuk menentukan bagaimana memanage risiko tersebut. Aktivitas pengendalian (control activities) mencakup (yang relevan dengan laporan keuangan) :     Pemisahan tugas (separation of duties) Pengendalian pengolahan informasi (information processing controls) Pengendalian fisik (physical controls) Review kinerja ( performance review) 1) Pemisahan Tugas . auditor akan menentukan tingkat inherent risk yang lebih rendah (bukti lebih sedikit). Kebijakan-kebijakan dan prosedur-prosedur.Memutuskan tentang tindakan yang ditujukan kepada risiko tersebut. menaksir kemungkinan risiko terjadi dan mempertimbangkan risiko yang relevan dengan tujuan pelaporan keuangan. auditor biasanya mengumpulkan lebih sedikit bahan bukti dibandingkan jika manajemen tidak dapat mengidentifikasi atau bereaksi terhadap risiko yang signifikan. Auditor menetapkan risiko untuk memutuskan bahan bukti yang dibutuhkan dalam audit.Memahami bagaimana manajemen mengidentifikasi risiko. untuk itu auditor harus : . Inherent risk ditentukan oleh auditor untuk menilai kemungkinan adanya salah saji material dan menentukan bukti yang diperlukan dalam audit. Aktivitas tersebut membantu memastikan bahwa tindakan yang diperlukan untuk menanggulangi risiko dalam pencapaian tujuan entitas. . dan pemerosesan data. Aktivitas Pengendalian (control activities) Aktivitas pengendalian adalah kebijakan dan prosedur yang membantu menjamin bahwa arahan manajemen dilaksanakan. . dan pelaporan data keuangan. Auditor berkepentingan dengan risiko yang berkaitan dengan tujuan pelaporan keuangan yang dapat diandalkan. 3. Manajemen menetapkan risiko sebagai bagian dari perancangan dan pengoperasian struktur pengendalian intern untuk meminimalkan salah saji dan ketidakberesan. Bila manajemen secara efektif mengidentifikasi dan merespon risiko. (merancang pengendalian yang mampu mengurangi errors and fraud). melakukan estimasi signifikansinya risiko. Jika manajemen secara efektif menilai dan bereaksi terhadap risiko. selain yang termasuk ke dalam komponen lainnya. pemerosesan. serta diintegritasikan dalam komponen-komponen pengendalian lainnya. Aktivitas pengendalian memiliki berbagai tujuan dan diterapkan di berbagai tingkat organisasi dan fungsi. Risk assessment vs. inherent risk     Keduanya berkenaan dengan penentuan risiko atas asersi-asersi laporan keuangan yang timbul dari aktivitas-aktivitas pencatatan.Penetapan risiko oleh manajemen berbeda tetapi berkaitan erat dengan penetapan risiko oleh auditor.Memperoleh pengetahuan yang cukup memadai mengenai proses penetapan risiko entitas. yang membantu meyakinkan bahwa tindakan-tindakan tertentu telah dijalankan guna mencapai tujuan perusahaan.

Hal ini akan mengurangi kemungkinan penggelapan aktiva dalam perusahaan. Untuk menjamin agar informasi tidak memihak maka pembukuan ada di divisi terpisah.Tujuan : untuk mengurangi peluang terjadinya error & fraud. guna menghindari penyalahgunaan untuk kepentingan pribadi. mencakup penerimaan dan pengeluaran. ada kecendrungan hasilnya memihak dalam usaha memperbaiki kinerja yang dilaporkan. bertugas sesuai dengan petunjuk analis system. (d) Kelompok pengendali data. Contoh pemisahan fungsi adalah pada kasir hanya memegang fisik uang tunai dan catatan seadanya. dan yang bertugas yang bertanggung jawab atas pembayaran gaji. Pengeluaran aktiva untuk kepentingan pribadi dengan menyesuaikan catatannya guna menghilangkan tanggung jawab. untuk menguji efektivitas dan efisiensi aspek-aspek dalam system. walaupun hal tersebut tidak menjadikan operasi efiensi dan komunikasi yang efektif. bertanggung jawab dalam menjalankan data melalui system dalam kaitannya dengan program computer dengan mengikuti petunjuk yang telah ditetapkan oleh programmer. (c) Operator computer. Fungsi akuntansi dipisahkan di bawah pengendali. Programmer tidak boleh memiliki akses untuk input data. Mencakup penerapan pada berbagai pengendalian kualitas masukan dan kelayakan keluaran. Jika dalam tiap divisi bertanggung jawab untuk membuat catatan dan laporan. untuk pencatatn akuntansi penerimaan kas dan pengeluaran dipegang oleh individu lain. empat hal yang menjadi perhatian auditor adalah :  Pemisahan pemegang aktiva (custody of assets) dari akuntansi. menguji program dan mendokumentasikan hasilnya. yang tidak memiliki tanggung jawab memegang aktiva dan operasi. Pemisahan tanggungjawab operasi dari tanggungjawab pembukuan (record keeping). (a) Analis system. karena analis system adalah yang menentukan tujuan system keseluruhan dan rancangan khusus bagi aplikasi tertentu. Atau dipisahkannya orang yang bertanggung jawab atas perekrutan pegawai baru. Struktur organisasi suatu perusahaan harus memisahkan tugas dengan pantas.    2) Pengendalian Pengolahan Informasi . Operator dibatasi dalam pengetahuan tentang modifikasi program dengan tujuan untuk menghindari penggelapan dan perubahan program asli. mengembangkan data flow untuk aplikasi. menyiapkan intruksi computer. Pemegang uang tunai. Dengan pencatatan dan pemegangan fisik aktiva di satu tangan akan memungkinkan terjadi penyelewengan aktiva untuk kepentingan pribadi. yang bertanggung jawab atas perancangan system. Pemisahan otorisasi transaksi dari custody of assets. adalah tanggung jawab secretary-treasure. Sepanjang petugas kelompok pengendali melakukan verifikasi intern diperlukan keindependenan. Pemisahan tugas sangat beranekaragam. (b) Programmer. Untuk mengamankan aktiva dari pengalaman atau penyelewengan dilakukan pemisahan fungsi dalam menangani aktiva. Misal dipisahkannya tugas bagi yang menyetujui pembayaran faktur pembelian dengan yang melakukan pembayaran tagihan. Pembagian tugas di dalam bagian IT (EDP) dan antara bagian IT dan bagian users. Pemisahan kendali atas aktiva dengan orang yang akan menyetujui diadakannya transaksi. Karena tanpa adanya pemisahan fungsi maka perusahaan memiliki risiko besar untuk kehilangan aktiva tersebut.

Ketidakcukupan dokumen umumnya menyebabkan masalah pengendalian yang lebih besar . Persetujuan. Penggunaan formulir bernomor urut tercetak ( pre. Contoh : Otorisasi transaksi penjualan oleh manajer penjualan atas mesin pabrik yang sudah dipakai . agar pengendalian yang diharapkan bagi perusahaan memuaskan.Pengecekan independen 1.Otorisasi yang tepat atas transaksi atas aktivitas . Contoh : kebijkana penjualan kredit . 2. Bawahan diistruksikan untuk menerapkan otorisasi umum ini dengan cara menyetujui seluruh transaksi dalam batas yang ditentukan oleh kebijakan .Dokumen dan catatan yang memadai . Otorisasi yang tepat atas transaksi dan aktivitas Setiap transksi harus diotorisasi oleh personel manajemen yang berwenang. kartu absent pegawai . . yang pemakaiaannya harus dipertanggungjawabkan oleh yang berwenang . Terdapat perbedaan antara otorisasi ( authorization ) dan persetujuan ( Approval ) . Manajemen menentukan kebijakan otorisasi untuk pemesanan bahan baku saat gudang hanya tinggal menyediakan bahan baku untuk proses produksi untuk 2 minggu . Dokumen harus memadai untuk memberikan keyakinan bahwa seluruh aktiva dikendalikan sebagaimana mestinya dan seluruh transaksi telah dicatat dengan benar . Perancangan dokumen bernomor urut cetak . (a) Otorisasi umum ( General authorization ) Manajemen menyusun kebijakan bagi organisasi untuk ditaati . Dokumen dan catatan yang memadai Dokumen dasar seperti faktur penjualan .numbered form ) . pegawai yang bertanggung jawab untuk mencatat akan menyetujiui adanya pemesanan yang mengindikasikan bahwa kebijakan otorisasi telah dipenuhi . Manajemen seringkali tidak dapat menyusun kebijakan umum otorisasi berdasarkan kasus demi kasus . unsure pengendalian intern yang harus dipertimbangkan adalah sebagi berikut : a. kelengkapan dan keakuratan data keuangan.Pengendalian pengolahan informasi berkaitan erat dengan proses otorisasi.Persetujuan : Implementasi dari kebijakan otorisasi Misal : Otorisasi umum . Mencakup tiga kelompok pengendalian pokok : . order pembelian . atau transaksi khusus atau transaksi nonrutin .Otorisasi : Kebijakan yang ditetapkan untuk pelaksanaan transaksi . Orang yang menjamin operasi umum untuk transaksi ini harus dibuat oleh manajemen puncak . akan data menetapkan pertanggungjawaban terlaksananya setiap transaksi . Otorisasi dapat berbentuk umum ( general authorization)dan juga dapat berbentuk khusus (specific authorization). adalah penting keberadaannya . (b) Otorisasi khusus ( Speific authorization ) Otorisasi khusus dilakukan terhadap transaksi individual . Dalam perancangan dokumen dan catatan . penerbitan daftar harga.

diluar dari orang yang menangani catatn akuntansi dan orang yang memegang kas . dan pemeliharaan sistem aplikasi . dan kolom khusus untuk data berupa angka . 3. Pencatatan transaksi harus dilakukan pada saat transaksi terjadi m atau segera setelah transaksi terjadi. sebagai pemberitahuan jumlah komisi penjualan kepada wiraniaga (salesperson) .hati dan berkesinambungan prosedur pengendalian yang telah dijelaskan sebelumnya .unsure pengendalian intern yang dibentuk . dokumen faktur penjualan dirancang untuk dasar pencatatan transaksi penjualan dlaam jurnal penjualan . dan lingkungan pemakai akhir . Dua pengelompokkan luas aktivitas pengendalian sistem informasi adalah : 1. ditinjau dari sudut pandang pengendaliann intern .b. Jika penatatan transaksi dilakukan dalam jarak wktu yang semakin jauh dari saat terjadinya transaksi . Hal ini dapat dilaukan dengan cara memasukan unsure pengecekan intern dalam pengisian dokumen atau catatan . e. Perancangan dokumen dan catatan yang mendoorng pengisian data yang benar . Pengecekan secara independen mencakup verifikasi terhadap : (1) Pekerjaan yang dilaksanakan sebelumnya oleh individu atau depertemen lain. perolehan dan pemeliharaan perangkat lunak sistem . d. Perancangan dokumen dan catatan haus cukup sederhana untuk menjamin kemudahan dalam pemahaman terhadap dokumen dan catatan tersebut . pengembangan . Pengendalian pengolahan informasi dalam sistem EDP : Berbagai pengendalian dilaksanakan untuk mengecek ketepatan . kelengkapan . suatu dokumen berisi instruksi yang jelas tentang cara pengisian dan distribusinya. Sebagai contoh . minicomputer . Sedapat ungkin dokumen dirancang untuk memenuhi berbagai keperluan sekaligus . Contoh : rekonsiliasi bank yang dilakukan oleh orang independen . Pengendalian ini berlaku untuk mainframe . Sebagai contoh . ruang untuk otorisasi . Karakteristik utama yang melakukan rosedur pengecekan independen adalah orang yang bertanggung jawab menyediakan data tersebut harus independen . Pengecekan Independen Pengecekan independen adalah prosedur pengendalian yang menelaah secara hati. c. dan sebagai dasar pencatatan piutang ke dalam kartu piutang . meliputi :  Struktur Organisasi . Cara yang tepat untuk melakukan pengecekan adalah dengan pemisahan tugas . JIka seseorang memiliki kesempatan untuk melakukan kesalahan dan ketidakberesan dalam melaksanakan tugasnya tanpa dapat divegah atau tanpa dapat dideteksi segera oleh unsure. danotorisasi transaksi . jabatan orang tersebut meruakn incompatible occupation . Berhubungan dengan semua aktivitas / bagian di dalam sistem EDP . Pengendalian umum ( General Controls ) Pengendalian umum biasanya menakup pengendalian atas operasi pusat data . catatan akuntansi akan semakin kurang keandalannya dan kemungkinan terjadinya kesalahan akan semakin tinggi . keamanan akses . atau (2) Penilaian semestinya terhadap jumlah yang dicatatat Struktur pengendalian intern cenderung berubah setiap saat sehingga dibutuhkan pengeekan independen . Tujuan daripada pemisahan tuga ini adalah untuk mencegah terjadinya fraud dan untuk dapat dilakukannya deteksi segera atas kesalahan dan ketidakberesan dalam pelaksanaan tugas yang dibebankan kepada seseorang .

 Data Controls 2. Pengendalian yang ditujukan untuk pemrosesan tipe. Kinerja akrual dapat dibandingkan dengan anggaran . penfgendalian keamanan fisik akan relevan dengan audit . otorisasi untuk akses ke program komputer dan data file. prakiraan . Pengendalian ini membantu menetapkan bahawa transaksi adalah sah . Sistem pemadaman kebakaran yang memadai 3. cash register ) (b) Pengamanan yang memadai terhadap akses data aktiva dan catatan akuntansi (c) Otorisasi atas akses ke program computer dan arsip data . meliputi :  Data Input Controls  Data Processing Controls  Output Controls 3) Pengendalian Fisik Aktivitas ini mencakup keamanan fisik aktiva . yaitu prosedur cadangan dan pemulihan yang merupakan prosedur organisasi dalam menjaga atas kehilangan peralatan dan program atau data dengan membuat cadangan salinan program dan data penting yang disimpan disuatu tempat yang aman .alat pengaman (gudang terkunci . Mengunci pintu ruangan dan terminal komputer . Contohnya adalah penggunaan on line process password system . Namun jukan untuk tujuan pelaporan keuangan manajemen hanya semata. sudah diotorisasi dan diolah secara lengka dan akurat . Penghitungan aktiva secara berkala dan membandingkannya dengan catatn akuntansi aktiva tersebut (d) Melakukan backup and recovery procedure . termasuk penjagaan memadai seperti fasilitas yang terlindungi . Pengendalian fisik biasanya tidak relevan bila kerugian persediaan akan dideteksi berdasarkan inspeksi fisik secara periodic dan dicatat dalam laporan keuangan . password harus dimasukkan ke mikrokomputer atau terminal sebelum program piranti lunak dijalankan .tipe transaksi . Berg=hubungan dengan pekerjaan spesifik yang dilakukan sistem EDP . dan perhitungan secara periodic dan pembandingan dengan jumlah yang tercantum pada catatn pengendali . Luasnya pengendalian fisik yang ditujukan untuk mencegah pencurian terhadap aktiva adalah relevan dengan keandalan penyusuna laporan keuangan dan oleh karena itu relevan dengan audit . periode sebelumnya dan berbagai data . lemari tahan api . Pengendalian terhadap Pengembangan Sitem dan Dokumentasi  Hardware dan Software Controls  Access Controls Pengendalian akses berkaitan dengan menyakinkan bahwa hanya orang yan diotorisasi yang dapat menggunakan peralatan dan memiliki akses terhadap piranti lunak dan berkas data .mata untuk mepercayai perpetual inventory records . Pengendalian Aplikasi ( Application Controls ) Pengendalian aplikasi berlaku untuk pengolahan aplikasi secara individual . 1. ruang oenyimpanan piranti lunak dan berkas data yang cukup untuk melindungi dari kehilangan 2. 4) Review Kinerja Review kinerja dapat diterpkan pada berbagai aktivitas . dari akses terhadap aktiva dan catatan . Aktivitas Pengendalian fisik meliputi : (a) Pengamanan fisik assets dan catatan perusahaan . Penggunaan alat.

terdiri dari metode dan catatatn yang dibangun untuk mencatat . Kinerja aktivitas atau fungsional dapat pula ditelaah . informasi pendukung dan akun tertentu dalam laporan keuangan yang tercakup dalam pengolahan dan pelaporan transaksi. Selain itu informasi harus pula andal dalam akurasi dan kelengkapannya. Sistem informasi yang relevan dengan tujuan pelaporan keuangan . menghimpun . laporan penjualan  Analisis perbandingan realisasi dan budget atau tahun sebelumnya  Analisis hubungan diantara data ( missal : data keuangan dan nonkeuangan ) 4. Mengukur nilai transaksi dengan cara yang memungkinkan pencatatan nilai moneternya yang akurat pada laporan keuangan e. Menyajikan secara benar transaksi dan pengungkapan terkait dalam laporan keuangan . mengolah . menganalisan .financial dan nonfinansial . Menggambarkan transaksi secara tepat waktu dalam rincian yang memadai demi memungkinkan pnggolongan transaksi yang benar untuk pelaporan keuangan d. utang . c. Sistem akuntansi yang menjadi pusat perhatian auditor meliputi metode dan catatan yang diciptakan untuk: a. mengelopokkan . b. Menentukan periode waktu di mana transaksi – transaksi berlangsung supaya memungkinkan penatatatn transaksi pada periode akuntansi yang tepat f. Menyelenggarakan pertanggungjawaban aktiva dan kewajiban yang berkaitan dengan transaksi tersebut . yang mencakup sistem akuntansi . mencata .sebab kinerja yang tidak memuaskan . Mengidentifikasi . organisasi memerlukan infromasi relevan yang disediakan bagi orang dan pada saat yang tepat . Aktivitas yang dapoat direview adalah :  Daftra umur piutang . meringkas dan melaporkan dan untuk menyelenggarakan akuntabilitas terhadap aktiva . dan melaporkan transaksi . laporan produksi . . Yang menjadi perhatian auditor adalah sistem informasi akuntansi dan cara di mana tanggung jawab pengendalian internal atas pelapora keuangan dikonumikasikan di seuruh organisasi . Informasi dan Komunikasi ( Information and Communication ) Untuk berfungsi secara efisien dan efektif . Dengan menyelidiki sebab. Kualitas informasi yang dihasilkan oleh sistem berdampak kemampuan manajemen untuk mengambil keputusan semestinya dalam mengelola dan mengendalikan aktivitas entitas dan untuk menyusun laporan keuangan yang andal. Review kinerja menyediakan indikasi menyeluruh kepada manajemen prihal apakah personalia pada berbagai lapisan organisasi mengikuti secara efektif tujuan organisasi . ekuitas yang bersangkutan . manajemen dapat mengadakan perubahan tepat aktu dalam strategi dan rencana organisasi atau melanarkan tindakan korektif lainnya . Manajer kredit dapat meninjau laporan dari anak perusahaan dan jenis kredit yang tepat bagi pelanggan . Auditor harus memperoleh pengetahuan memadai mengenai sistem informasi yang relevan dengan laporan keuangan untuk memahami : (a) Golongan transaksi dalam operasi entitas yang sgnifikan bagi laporan keuangan (b) Bagaimana transaksi tersebut dimulai (c) Catatan akuntansi .

Informasi untuk penilaian dan perbaikan dapat berasal dari berbagai sumber meliputi studi atas struktur pengendalian intern yang ada . 5. Komunikasi mencakup penyediaan suatu pemahaman tetang peran dan tanggung jawab individual beraitan dengan pengendalian intern terhadap pelaporan keuangan . Evaluasi secara terpisah ( separate evaluations ) . Bekenaan dengan penilaian efektivitas pengendalian intern secara terus. beragamnya pelatihan dan supervise . adanya penambahan dan pengurangan pegawai yang menyebabkan personalia baru bergabung perlu adanya adaptasi . meliputi aktivitas penyelia dan manajemen secara teratur .menerus atau periodic oleh manajemen . Kegiatan yang berlangsung secara terus menerus ( on going monitoring ativities ). Sistem yang efektif akan dapat memenuhi tujuan audit untuk transaksi :       Existence Completeness Accuracy Classification Timing Posting dan Sumarizing Komunikasi meliputi penyediaan deskripsi tugas individu dan tanggung jawab berkaitan dengan struktur pengendalian intern dalam pelaporan keuangan . umpan balik dri karyawan . untuk melihat apakah telah dilaksanaan dengan semestinya dan telah diperbaiki sesuai dengan keadaan .(d) Pengolahan akuntansi yang dicakup sejak saat transaksi dimulai sampai dilaporkan termasuk alat elektronik yang digunakan untuk memproses informasi. Perlunya perbaikan atau modifikasi pada pengendalian intern disebabkan adanya perubahan entitas yang semakin luas dan kompleks . laporan auditor . Pemantauan mencakup penetuan desain dan operasi pengendalian tepat waktu dan pengambilan tindakan koreksi . Komunikasi meliputi luasnya pemahaman personel tentang bagaimnana aktivitas mereka dalam sistem infomasi pelaporan keuangan berkaitan dengan pekerjaan orang lain dan cara pelaporan penyimpangann kepada tingkat yang semestinya dalam entitas. Komunikasi dapat mengambil berbagai bentuk seperti panduan kebijakan . dan panduan pelaporan keuangan serta memorandum . laporan penyimpangan atas aktivitas pengendalian . dan keluhan dari pelanggan atas tagihan yang datang . Komunikasi juga dapat dilakukan secara lisan dan melalui tindakan manajemen . Saluran komunikasi yang terbuka adalah esensial bagi pemfungsian sistem informasi akuntanasi secara benar . Pemantauan ( Monitoring ) Pemantauan adalah proses penetapan kualitas kinerja pengendalian intern sepanjang waktu . seperti pemantauan secara terus menerus terhadap keluhan pelanggan atau peninjauan kewajaran laporan manajemen . b. Pembukaan saluran komunikasi membantu memastikan bahwa penyimpangan dilaporkan dan ditindaklanjuti . akuntansi . Tujuan monitoring adalah untuk menentukan apakah pengendalian masih berjalan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai atau perlu adanya perbaikan . laporan dari bank . Proses ini dilaksanakan melalui : a.

5. keterbatasan waktu . Biaya lawan manfaat . Pengabaian oleh manajemen . . Kolusi . atau tekanan lain . seperti audit berkala oleh auditor internal . atau kelelahan . yaitu : Kesalahan dalam pertimbangan . DAN TANGGUNG JAWAB ATAS PENGENDALIAN INTERN ORGANISASI 1. Hal tersebut disebabkan karena pengaruh dari keterbatasan bawaan yang melekat dalam pengendalian intern. Maka manajemen harus melakukan estimasi kualitatif dan kuantitatif serta pertimbangan dalam menilai hubungan biaya manfaat tersebut. Perubahan yang bersifat sementara atau permanen dalam personel atau dalam sistem dan prosedur dapat pula mengakibatkan gangguan . manajemen harus memperkirakan dan mempertimbangkan secara kuantitaif dan kualitatif dalam mengevaluasi biaya dan manfaat suatu pengendalian intern . 4. Karena pengukuran secara tepat baik biaya maupun manfaat biasanya tidak mungkin dilakukan . KETERBATASAN. tidak adanya perhatian . 3. manajemen dan personel lain dapat salah dalam mempertimbangkan kepuasan bisnis yang diambil atau dlam melaksanakan tugas rutin karena tidak memadainya informasi . Tindakan bersama beberapa individu untuk tujuan kejahatan disebut dengan kolusi ( collution ) . penyajian kondisi keuangan yang berlebihan . Gangguan . Seringkali . Contohnya adalah manajemen melaporkan laba yang tinggi dari jumlah sebenarnya untuk mendapatkan bonus lebih tinggi dari jumlah sebenarnya untuk mendapatkan bonus lebih tinggi bagi dirinya atau unuk menutupi keetidakpatuhannya terhadap peraturan perundangan yang berlaku .Pemantauan aktivitas. 1. Biaya yang diperlukan untuk mengoperasikan pengendalian intern tidak boleh melebihi manfaat yang diharapkan dari pengendalian intern tersebut . Keterbatasan Pengendalian Intern Sebaik-baiknya desain dan operasi pengendalian intern. KEPENTINGAN. Manajemen dapat mengabaikan kebijakan atau prosedur yang telah ditetapkan untuk tujuan yang tidak sah seperti keuntungan pribadi manajer . pengukuran tepat biaya dan manfaat umumnya tidak mungkin dilakukan. Hal yang dapat mencegah atau mengurangi terjadinya ketidakberesan yang dilakukan manajamen : . Gangguan dalam pengendalian yang telah ditetapkan dapat terjadi karena personel secara keliru memahami perintah atau membuat kesalahan karena kelalaian . 2.aktivitas yang dilakukan secara tidak rutin . Meskipun hubungan manfaat dan biaya merupakan kriteria utama yang harus dipertimbangkan dalam mendesain pengendalian intern. 4. Kolusi dapat mengakibatkan bobolnya pengendalian intern yang dibangun untuk melindungi kekayaan entitas dan tidak terungkapnya ketidakberesan atau tidak terdeteksinya kecurangan oleh pengendalian intern yang dirancang . atau kepatuhan semu . pengendalian intern hanya memberikan keyakinan memadai bagi manajemen dan dewan komisaris berkaitanm dengan usaha untuk mencapai tujuan pengendalian intern organisasi.

dipengaruhi secara negatif oleh faktor – faktor seperti perubahan dalam kepemilikan dan pengendalian. 1. Corporate governance system c. Biaya audit berkurang jika auditor menilai struktur pengendalian intern baik sehingga dapat ditetapkan bahwa risiko atas pengendaliannya rendah. Pengendalian yang digunakan diseleksi dengan membandingkan biaya terhadap keuntungan yang diharapkan. Salah satu keuntungan bagi manajemen adalah mengurangi biaya audit. Pengamanan aktiva dan catatan adalah bagian penting lainnya dari efektivitas dan efisiensi. Ketaatan kepada hukum dan peraturan Hukum dan peraturan yang haru diikuti organisasi berkaitan langsung maupun tidak langsung dengan akuntansi. 2. Manajemen mempunyai kewajiban hukum dan profesional dalam menjamin bahwa informasi yang dilaporkannya tersebut sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum. dan kultur b. Keandalan Pelaporan Keuangan Auditor berkepentingan terutama terhadap pengendalian intern yang berkaitan dengan kepentingan manajemen atas pengendalian intern yaitu keandalan pelaporan keuangan. Kepentingan atas Pengendalian Intern Perusahaan menyusun sistem pengendalian intern dugunakan untuk membantu perusahaan mencapai tujuannya. 2. Kepentingan dan Tanggung Jawaban atas Pengendalian Intern A. komite audit dan fungsi audit intern yang efektif dapt menghalangi perbuatan yang tidak semestinya oleh manjamen. Adat istiadat. Mendorong efisiensi dan efektifitas operasional Tujuan pengendalian adalah sebagai alat mencegah aktivitas yang tidak perlu dan untuk mengurangi penggunaan sumber daya yang tidak efisien dan efektif. dan yang tidak berhubungan langsung adalah UU Perburuhan dan UU Lingkungan hidup. Sistem pengendalian harus cost beneficial.a. Keandalan pelaporan keuangan Menajemen bertanggungjawab menyiapkan laporan keunagn bagi para pengambil keputusan. Kepentingan Auditor Auditor berkepentingan atas pengetahuan pengendalian intern klien dan penetapan risiko pengendalian. Hal ini dimasukkan dalam standar auditing yang berlaku umum. perubahan manajemen atau personel lain atau pengembangan pasar atau industry. . b. Hubungan langsung adalah UU perpajakan. UU perseroan terbatas. Kebijakan dan prosedur tersebut adalah pengendalian. Aktiva diamankan dengan suatu pengendalian untuk menghindari penyalahgunaan dan pencurian. c. a. Kepentingan Entitas Dalam merancang struktur pengendalian intern yang efektif manajemen mempunyai kepentingan sebagi berikut : a. Sistem terdiri dari kebijakan dan prosedur yang dirancang untuk memberikan keyakinan memadao bagi manajemen bahwa tujuan dan sasaran dapat dicapai. Lingkungan pengendalian yang efektif Dewan komisaris.

Kepentingan auditor terhadap internal control klien Internal Control Efektif .Bukti audit lebih dapat diandalkan CR Rendah PDR Tinggi Bukjti Lebih Sedikit Audit Efisien 5.Hal ini merupakan hal yang memiliki dampak langsung terhadap laporan keuangan dan asersi terkait. serta penyajian dan pengungkapan. maka auditor manaruh perhatian pada pengendalian yang berkenaan dengan pengamanan aktiva dan ketaatan kepada hukum jika hal tersebut mempengaruhi kewajaran laporan keuangan. Dalam memahami pengendalian intern klien dan penetapan risiko pengendalian. PEMAHAMAN ATAS PENGENDALIAN INTERN Pengendalian intern yang berlaku dalam entitas merupakan faktor yang menentukan keandalan laporan keuangan yang dihasilkan oleh entitas tersebut . Informasi ini menjadi bahan bukti penting dalam membantu auditor memutuskan apakah laporan keuangan disajikan dengan wajar. Sehingga mempengaruhi tujuan spesifik auditor. hak dan kewajiban.Mengurangi kemungkinan salah saji . Auditor diharapkan melakukan evaluasi terpisah mengenai apakah manajemen klien telah menetapkan pengendalian intern untuk ketiga audit berkait saldo yaitu nilai realisasi. Auditor bertanggungjawab untuk mengungkapkan kecurangan manajemen dan pegawai. auditor meletakkan kepercayaan atas efektivitas pengendalian intern dalam mencegah terjadinya kesalahan yang material dalam proses akuntansi . . auditor menaruh perhatian pada tujuan audit berkait transaksi. Selain itu auditor harus menekankan pengendalian yang berkenaan dengan keandalan data untuk tujuan pelaporan ke pihak ekstern perusahaan. Penekanan pada pengendalian atas golongan transaksi Alasan auditor menekankan pengendalian pada golongan transaksi dan bukan pada saldo akun adalah bahwa keakuratan hasil sistem akuntansi yaitu saldo akun sangat bergantung pada keakuratan input dan proses transaksi. Oleh karena itu dalam memberikan pendapat atas kewajaran laporan keuangan yang diauditnya . b.

Tipe salah saji yang dapat terjadi b. dan sifat dokumentasi pengendalian khusus yang diselenggarakan oleh entitas . pengalaman sebelumnya dengan entitas . auditor harus memperoleh pemahaman mengenai komponen pengendalian intern yang cukup untuk dapat merencanakan audit . auditor : 1. Di lain pihak efektivitas operasi berkaitan dengan bagaimana pengendalian tersebut diterapkan . Pemahaman tersebut diperoleh dengan : a. Sifat dan luasnya catatan entitas dapat mengakibatkan auditor berkesimpulan bahwa tidak mungkin bukti audit kompeten yang cukup akan tersedia untuk mendukung pendapat atas laporan kuangan . auditor menentukan bahwa enitas telah menggunakannya . Mengidentifikasi tipe salah saji 2. Integritas manajemen entitas mungkin sangat rendah sehingga menyebabkan auditor berkesimpulanbahwa resiko salah representasi manajemen dalam laporan keuangan sedemikian rupa sehingga suatu audit tidak dapat dilaksanakan . Mendesain pengujian substantif Sifat . Faktor yang mempengaruhi desain pengujian substantive d.kadang menimbulkan keraguan tentang dapat atau tidaknya laporan keuangan entitas diaudit . Contohnya sistem pelaporan anggaran apat memebrikan laporan memadai namun laporan tersebut tidak dianalisis dan ditindaklanjuti . Dalam mempertimbangkan pemahaman atas pengendalian intern yang diperlukan untuk merencanakan audit . dan luasnya prosedur yang dipilih auditor untuk memperoleh pemahaman akan bervariasi dengan ukuran dan kompleksitas entitas . b. Contohnya pemahaman tentang penaksiran risiko yang diperlukan untuk merencanakan suatu audit untuk entitas yang beroperasi dalam lingkungan yang relative stabil dapat bersifat terbatas . Mengetahui cara pengendalian tersebut dioperasikan Dalam perencanaan audit . Mempertimbangkan taksirannya tentang risiko bawaan 3. Pemahaman auditor tentang pengendalian intern kadang.faktor yang berdampak terhadap resiko salah saji material 3. Pemahaman tentang pemantauan yang dibutuhkan dalam perencanaan suatu audit untuk entitas yang kecil dan tidak kompleks dapat juga bersifat terbatas.Dalam semua audit . Mempertimbangkan tentang materialitas 4. Tujuan Memahami Pengendalian Intern . sifat pengendalian khusus yang terkait . Apakah suatu pengendalian telah dioperasikan adalah berbeda dari efektivitas operasinya Dalam memperoleh pengetahuan tentang apakah pengendalian telah dioperasikan .Risiko bahwa salah saji tersebut dapat terjadi dan c. pengetahuan tersebut harus digunakan untuk : 1. Pemahaman tentang materialitas 2. Mempertimbangkan pengetahuan yang diperoleh dari sumber lain tentang : a.Audit sebelumnya e. Melaksanakan prosedur untuk memahami desain pengendalian yang relevan dengan suatu audit laporan keuangan. saat . Mempertimbangkan faktor. Mempertimbangkan kompleksitas dan kecanggihan operasi dan sistem entitas termasuk apakah metode pengendalian pengolahan informasi didasarkan pada rosedur manial yang terlepas dari komputer atau sangat bergantung pada pengendalian berbasis komputer .

Misalnya auditor dapat: a. Pelaksanaan system anggaran dievaluasi dengan Tanya jawab dengan pegawai bagian anggaran untuk menentukan prosedur penganggaran dan tindak lanjut perbedaan antara anggaran dan actual c. Lingkungan pengendalian merupakan dasar untuk semua komponen pengendalian intern yang lain. Informasi mengenai pengendalian intern digunakan untuk menetapkan risiko pengendalian bagi setiap tujuan pengendalian yang selanjutnya mempengaruhi risiko penemuan yang direncanakan. Manajemen dapat membangun aturan perilaku formal namun tidak dilaksanakan oleh entitas. 4. Lingkungan Pengendalian Lingkungan pengendalian menetapkan desain organisasi dan mempengaruhi kesadaran pengendalian personil. menyediakan disiplin dan struktur.1. Misal: . Kekuatan dan kelemahan manajemen dapat berdampak pervasive terhadap pengendalian intern. dan tindakan manajemen dan dewan komisaris terhadap lingkungan pengendalian intern. Saat memperoleh pemahaman atas lingkungan pengendalian. Auditor harus memperoleh pengetahuan memadai tentang lingkungan pengendalian untuk memahami sikap. Manajemen dapat membangun aturan perilaku formal namun bertindak melanggar aturan yang telah ditetapkan tersebut. dengan mempertimbangkan substansi pengendalian maupun dampaknya secara kolektif Auditor menggunakan pemahaman sebagai dasar guna menetapkan sikap dan kesadaran manajemen serta direktur dan komisaris akan pentingnya pengendalian. Mengidentifikasi kemungkinan adanya salah saji material Pemahaman akan memungkinkan auditor untuk mengidentifikasi jenis-jenis kekeliruan dan ketidakberesan yang potensial yang dapat mempengaruhi laporan keuangan dan menetapkan risiko akibat kekeliruan dan ketidakberesan yang terjadi dalam jumlah yang material terhadap laporan keuangan. auditor mempertimbangkan pengaruh keseluruhan kekuatan dan kelemahan dalam berbagai faktor lingkungan pengendalian terhadap lingkungan pengendalian. Merancang pengujian-pengujian Informasi yang diperoleh memungkinkan auditor untuk merancang pengujian saldo laporan keuangan yang efektif. Auditor harus memfokuskan pada substansi pengendalian karena pengendalian dapat saja dibangun namun tidak dilaksanakan oleh entitas. kesadaran. prosedur analitis dan pengujian substantive. 3. b. Pemahaman Auditor terhadap Komponen Pengendalian Intern A. Menentukan Auditability Auditor harus memperoleh pengetahuan yang cukup mengenai integritas manajemen dan sifat serta luas catatan akuntansi sehingga bahan bukti yang kompeten tersedia untuk mendukung saldo laporan keuangan 2. Pengujian tersebut mencakup baik pengujian terinsi atas saldo maupun atas transaksi. Menentukan Control Risk Risiko penemuan dalam bentuk perencanaan dari model risiko audit secara langsung mempengaruhi risiko penemuan yang direncanakan untuk setiap tujuan audit. Menentukan sifat system anggaran klien sebagai bagian dari pemahaman rancangan lingkungan pengendalian. Memeriksa skedul klien dengan membandingkan hasil actual dengan anggaran.

C. untuk mengurangi pemisahan tugas. dan melaporkan data keuangan dengan konsisten. Hal ini membantu untuk memastikan bahwa tindakan yang diperlukan untuk menanggulangi risiko dalam pencapaian tujuan entitas. Dalam memperoleh pemahaman tentang dokumen dan catatan dalam system pelaporan keuangan yang berkaitan dengan kas. Melakukan estimasi yang signifikan atas risiko c. Aktivitas pengendalian Aktivitas pengendalian adalah kebijakan dan prosedur yang membantu memastikan bahwa arahan manajemen dilaksanakan. Penaksiran risiko oleh entitas berbea dengan pertimbangan risiko audit oleh auditor. menganalisis dan mengelola risiko yang berdampak terhadap tujuan entitas. Menghubungkannya dengan laporan keuangan Kuesioner dan diskusi dengan manajemen merupakan cara yang lazim mendapatkan pemahaman mengenai penetapan risiko oleh manajemen. Maka digunakan tingkat risiko pengendalian yang tinggi. Pengetahuan ini mencakup pemahaman atas cara manajemen: a. . Luas pengendalian yang diidentifikasi merupakan pertimbangan audit. Auditor melakukan audit untuk melakukan penaksiran atas risiko bawaan dan risiko pengendalian untuk mengevaluasi kemungkinan bahwa salah saji material terjadi dalam laporan keuangan. auditor dapat mengetahui rekening bak telah direkonsiliasi. Penaksiran Risiko Manajemen Penaksiran risiko entitas untuk tujuan pelaporan keuangan merupakan identitas analisis. Kebijakan dan praktik sumber daya manusia yang diarahkan ke penerimaan personil akuntansi dan keuangan yang kompeten mungkin tidak mengurangi kecenderungan manajemen puncak dalam menyajikan laba jumlah yang lebih tinggi. Penaksiran risiko oleh entitas bertujuan untuk mengidentifikasi. Untuk pengendalian yang baik dimana auditor mempercayai kesempurnaan pengendalian entitas sering ditemukan banyak pengendalian sepanjang tahap pemahaman atas pengendalian.a. Untuk entitas yang kecil ditemukan sedikit prosedur pengendalian karena pengendalian seringkali tidak efektif karena terbatasnya jumlah personel. Cara auditor memperoleh pemahaman atas lingkungan pengendalian dan system akuntansi sama pada kebanyakan audit. Mengidentifikasi risiko b. mengevaluasi signifikansinya dan kemungkinan terjadinya serta memutuskan tentang tindakan yang ditujukan pada risiko tersebut. dan manajemen risiko yang relevan dengan penyususan laporan keuangan yang wajar. Pengendalian yang dilakukan entitas bisnis kecil. b. Auditor harus memperoleh pemahaman atas aktivitas pengendalian yang relevan untuk merencanakan audit. Risiko yang relevan dengan pelaporan keuangan mencakup peristiwa dan keadaan intern maupun ekstern yang dapat terjadi dan secara negative mempengaruhi kemampuan entitas untukmencatat. Menaksir kemungkinan terjadinya risiko d. tetapi memperoleh pemahaman atas aktivitas pengendalian adalah bervariasi. Auditor harus memperoleh pengetahuan memadai tentang proses penaksiran risiko entitas untuk mengetahui bagaimana manajemen mempertimbangkan risiko yang relevan dengan tujuan pelaporan keuangan. Dewan komisaris yang aktif dan independen dapat mempengaruhi filosofi gaya operasi manajemen dalam entitas besar. mengolah. meringkas. B. Penaksiran risiko dapat ditujukan ke cara entitas mengidentifikasi estimasi yang dicatat dalam laporan keuangan.

Kualitas informasi yang dihasilkan dari sistem tersebut berdampak terhadap kemampuan manajemen untuk membuat keputusan semestinya dalam mengendalikan aktivitas entitas dan menyiapkan laporan keuangan yang andal. Manajemen memantau pengendalian untuk mempertimbangkan apakah pengendalian tersebut beroperasi sebagaimana mestinya dan bahwa pengendalian tersebut dimodifikasi sebagaimana mestinya perubahan kondisi menghendakinya. informasi pendukung. Pemantauan adalah proses penentuan kualitas kinerja pengendalian intern sepanjang waktu. Catatan akuntansi. Pemantauan ini mencakup penentuan desain dan operasi pengendalian tepat waktu dan pengambilan tindakan koreksi. Pengetahuan ini diperoleh melalui Prosedur yang Berkaitan dengan Operasi: 1) Pengalaman sebelumnya dengan entitas . utang dan ekuitas yang bersangkutan. Informasi dan komunikasi Sistem informasi yang relevan dengan tujuan pelaporan keuangan. meringkas. yang meliputi sistem akuntansi. Cara transaksi dimulai c. memelihara. memproses. Prosedur untuk Memperoleh Pemahaman Pengendalian Intern Dalam memperoleh pemahaman atas pengendalian yang relevan dengan perencanaan audit. termasuk bagaimana aktivitas tersebut digunakan untuk melaksanakan tindakan koreksi. mengolah. terdiri dari metode dan catatan yang dibangun untuk mencatat. Diskusi dengan manajemen merupakan cara yang lazim untuk mendapatkan pemahaman mengenai pemantauan yang dilakukan oleh entitas. Operasi sistem akuntansi seringkali ditentukan dengan menelusuri satu atau lebih transaksi yang melewati sistem akuntansi (transaction walk-through). Auditor harus memperoleh pemahaman tentang: 1. 2. E. Auditor harus memperoleh pemahaman yang memadai tentang tipe utama aktivitas entitas yang digunakan untuk memantau pengendalian intern terhadap pelaporan keuangan.D. Sistem informasi yang relevan dengan pelaporan keuangan untuk memahami: a. dan akun tertentu dalam laporan keuangan yang tercakup dalam pengelolaan dan pelaporan transaksi yang ada dan sifatnya bagaimana d. auditor harus melaksanakan prosedur untuk memberikan pengetahuan memadai tentang desain pengendalian yang relevan dengan masing-masing dari lima komponen dan apakah pengendalian tersebut dioperasikan. Jenis golongan transaksi utama dalam operasi entitas yang signifikan bagi laporan keuangan b. dan mengakses informasi. Pemantauan Manajemen bertanggung jawab untuk membangun dan memelihara pengendalian intern. atau mengubah struktur pengendalian intern entitas. dan melaporkan transaksi entitas dan untuk memelihara akuntabilitas bagi aktiva. termasuk alat elektronik yang digunakan untuk mengirim. Cara yang digunakan manajemen untuk mengkomunikasikan peran dan tanggung jawab pelaporan keuangan dan masalah-masalah signifikan yang berkaitan dengan pelaporan keuangan. Proses pengelolaan akuntansi yang dicakup sejak saat transaksi dimulai sampai dengan dimasukkan ke dalam laporan keuangan.

Selain itu audit perusahaan dilakukan setiap tahun oleh auditor yang sama. 2. Inspeksi juga memberikan bahan bukti bahwa kebijakan dan prosedur pengendalian telah ditempatkan dalam operasi. 4) Pengamatan atas aktivitas dan operasi entitas Auditor dapat mengamati pegawai perusahaan dalam melakukan aktivitas menyelesaikan dokumen dan catatan serta pelaksanaan aktivitas normal akuntansi dan pengendaliannya. chart of accounts. ledger. journal. auditor dapat meminta keterangan kepada personel entitas yang semestinya dan melakukan inspeksi atas dokumentasi yang relevan untuk memahami desain aktivitas pengendalian dan dapat melakukan inspeksi laporan penyimpangan yang dihasilkan dari aktivitas pengendalian tersebut untuk menentukan bahwa pengendalian tersebut telah dioperasikan.Pengalaman sebelumnya yang dimiliki auditor dengan entitas memberikan pemahaman atas golongan transaksi. karena pengendalian intern tidak selalu berubah tiap tahun. Informasi mengenai pengendalian intern dari tahun lalu dapat dimutakhirkan dan dapat digunakan untuk audit tahun berjalan. Review kertas kerja audit tahun lalu Inquiring Inspeksi dokumen dan catatan: manual kebijakan & prosedur. auditor dapat memahami isi pedoman dan mendapatkan pemahaman yang lebih baik. dan penerapan prosedur pengendalian. 3) Inspeksi terhadap dokumen dan catatan entitas Dalam memperoleh pemahaman atas desain aktivitas pengendalian yang diperoleh dengan computer dan apakah pengendalian tersebut telah dioperasikan. 2) Permintaan keterangan dari manajemen. . flowchart transaksi. Sub elemen dari lingkungan pengendalian. Pemahaman atas pengendalian intern meliputi pelaksanaan prosedur audit yang digunakan untuk: 1. rincian sistem akuntansi. Prosedur Audit 1. akan mencakup pembuatan banyak dokumen dan catatan. struktur organisasi. penyelesaian dokumen dan catatan. 3. Hal ini dapat meningkatkan pemahaman auditor bahwa kebijakan dan prosedur pengendalian perusahaan telah dilaksanakan dalam operasional perusahaan klien. Penaksiran auditor atas risiko bawaan dan pertimbangan tentang materialitas berbagai saldo akun dan golongan transaksi juga berdampak terhadap sifat dan luasnya prosedur yang dilaksanakan untuk memperoleh pemahaman. Memahami kebijakan dan prosedur yang dibuat untuk setiap komponen pengendalian intern klien 2. supervisor dan personel staf Permintaaan keterangan kepada personel entitas dan inspeksi atas dokumen dan catatan dapat memberikan pemahaman tentang catatan akuntansi yang disesain untuk memproses transaksi dan apakah pengendalian tersebut dioperasikan. Dengan inspeksi actual. Menentukan apakah kebijakan dan prosedur tersebut diterapkan dalam operasi. Jika untuk perusahaan pertama kali auditor memulai audit dengan mencari informasi mengenai pengendalian intern klien dari auditor terdahulu. laporan-laporan Observasi aktivitas-aktivitas pengendalian (untuk menentukan apakah kebijakan & prosedur pengendalian diterapkan) 4. dokumen-dokumen transaksi.

Walk-through review (beberapa transaksi ditelusuri melalui transaction trail untuk mengidentifikasi kebijakan & prosedur pengendaliannya. serta sifat pengendalian intern entitas . Jika dipergunakan dengan tepat kombinasi keduanya akan memberikan gambaran yang sempurna mengenai sistem bagi auditor .XYZ Deskripsi Sistem Akuntansi Siklus Penjualan dan Penerimaan Kas Bagian Penjualan Bagian Pengiriman Barang Bagian Penagihan Bagian Penerimaan Kas Penggunaan desripsi naratif lazim untuk pengendalian intern karena sederhana dan mudah dijelaskan. Bagan Arus ( Flowchart ) 3. Metode ini adalah dokumentasi atas pengendalian intern dalam bentuk deskripsi yang tertulis. mencakup karakteristik sebagai berikut : a. Ditunjukkan pengarsipan dokumen. Seluruh pemrosesan yang terjadi c. atau pemusnahannya. Kelemahannya adalah sulitnya menggambarkan rincian pengendalian intern dengan cukup jelas dengan kalimat yang mudah dimengerti. Bagan arus memberikan tinjauan sekilas mengenai sistem. Penyelesaian setiap dokumen dan catatan dalam sistem. Bagan Arus (Flowchart) Bagan arus adalah penggambaran dengan menggunakan symbol. Deskripsi Naratif PT.5. Permulaan timbulnya setiap dokumen dan catatan b. Bentuk dan isi doumentasi dipengaruhi oleh ukuran dan kompleksitas entitas . Narasi sistem akuntansi dan prosedur pengendalian terkait yang pantas. 2. pengiriman ke pelanggan. Deskripsi Naratif Naratif merupakan deskripsi tertulis. dokumentasi audit mencakup tiga metode yang dapat digunakan yaitu : 1. dan kuesioner merupakan daftar pengecekan yang memiliki manfaat bagi auditor untuk mengingatkan pengendalian yang seharusnya adala dalam sistem entitas . Deskripsi Naratif ( Narrative ) 2. Mencakup pemisahan tugas. Kuesioner Pengendalian intern ( Internal Control Questionnaire ) Penggunaan bagan arus dan kuesioner sangat diperlukan untuk memahami sistem klien . Agar lebih jelasnya maka akan dijelaskan satu per satu mengenai ketiga metode pendokumentasian atas pemahaman pengendalian intern klien di bawah ini . sederhana dan informative. Indikasi adanya prosedur pengendalian yang relevan untuk penetapan risiko pengendalian. . diagram atas dokumentasi klien dan urutan arus dalam organisasi. d. otorisasi dan persetujuan dan verifikasi intern. Dokumentasi atas Pemahaman yang Diperoleh Auditor Auditor harus mendokumentasikan pemahamannya tentang komponen pengendalian intern entitas yang idiperoleh untuk merencanakan audit . 1.

Kuisioner kebanyakan dirancang untuk mendapatkan jawaban „ya‟ dan „tidak‟. Mengidentifikasi tujuan audit berkait transaksi . Auditor perlu menyingkap jenis salh saji potensial dari kelemahan tersebut. yaitu : .Lebih unggul disbanding deskripsi naratif dalam mengkomunikasikan karakteristik sistem.Cakupan setiap bidang audit melalui instrument yang baik adalah relative lengkap. penerimaan kas. Langkah – langkah Penentuan Risiko Pengendalian : a. 6.Bagan arus memiliki kelebihan. Pertanyaan – pertanyaan difokuskan pada pengendalian yang dianggap penting oleh auditor untuk mencegah terjadinya kesalahan dalam asersi laporan keuangan. . pertanyaan dan informasi yang tersedia. Pertanyaan – pertanyaan ini dijawab melalui wawancara dengan personalia yang semstinya atau melalui pengamatan atas aktivitas klien.Bagian – bagian individual dari system diperiksa tanpa memberikan tinjauan menyeluruh . maka jenis transaksinya adalah mencakup penjualan. Keuntungan metode ini adalah . Kelemahan metode ini adalah . Hal ini biasanya dilakukan terpisah untuk masing – masing jenis transaksi dalam masing – masing siklus transaksi. penyisihan piutang dan penghapusan piutang tak tertagih.Dapat disiapkan relative cepat pada saat permulaan penugasan audit. jika tersedia. Selain itu lebih mudah memutakhirkan bagan arus daripada deskripsi naratif Bagan arus dapat diperoleh dari pegawai klien.MENENTUKAN RISIKO PENGENDALIAN Setelah auditor mendapatkan informasi deskriptif dan bahan bukti dalam mendukung rancangan dan operasi struktur pengendalian intern. . Hal ini bermanfaat bagi auditor sebagai alat analitis dalam melakukan evaluasi. Jawaban „tidak‟ mengindikasikan kelemahan potensial dalam pengendalian intern. Kuisioner pengendalian intern (Internal Control Questionaire) Metode pendokumentasian pemahaman pengandalian intern melalui rangkaian pertanyaan dalam tiap bidang audit yang menyangkut pengendalian intern. 3. Sebagian besar kuisioner dirancang sedemikian rupa sehingga suatu jawaban „tidak‟ akan mengindikasikan adanya kelemahan dalam pengendalian intern. terutama entitas kecil. retur penjualan.Kuisioner standar seringkali tidak dapat diterapkan pada beberapa klien. Risiko pengendalian (Control Risk) ditentukan untuk setiap asersi atau tujuan audit dari setiap jenis transaksi pokok dalam setiap siklus. Bagan arus yang baik akan membantu mengidentifikasikan kekurangan dengan memberikan pemahaman yang jelas bagaimana sistem beroperasi. diskon penjualan. atau juga dapat melalui inspeksi dokumen atau catatan.Dapat memberikan tinjauan sekilas yang tepat atas sistem kien. auditor kemudian membuat penetapan risiko pengendalian yang berdasarkan pada tujuan audit berkaitan transaksi. Misal dalam siklus penjualan dan siklus poneriamaan kas. atau auditor dapt membuatnya sendiri berdasarkan pengamatan. Karena lebih cepat dan mudah membaca diagram daripada membaca uraian.

Alasan hanya memasukkan pengendalian kunci adalah bahwa hal tersebut telah cukup untuk memenuhi tujuan pengendalian dan memberikan efisiensi pada audit. Classification. Auditor mengidentifikasikan pengendalian yang disebut dengan pemahaman melalui informasi deskriptif tentang pengendalian intern klien. sehingga dapat meningkatkan risiko adanya salah saji dalam laporan keuangan. Dokumentasi pemahaman pengendalian intern digunakan untuk mengidentifikasi bidang – bidang di mana terjadinya kelangkaan pengendalian kunci. Accuracy. Jika dalam pertimbangan auditor terdapat pengendalian yang tidak cukup untuk memenuhi satu dari tujuan.Hal ini dilakukan dengan penerapan tujuan rincian pengendalian intern yang dinyatakan dalam bentuk umum bagi masing – masing jenis transaksi utama suatu satuan usaha. Klien : PT. Pendekatan yang digunakan dalam upaya mengidentifikasi kelemahan yang signifikan : a. Timing. Kelemahan yang terjadi adalah proporsional dengan besarnya kekeliruan dan ketidakberesan yang terjadi. d. b. Mengidentifikasi pengendalian yang ada. Mengidentifikasi dan mengevaluasi kelemahan Kelemahan adalah tidak adanya pengendalian yang cukup. maka ekspektasi terjadinya salah saji akan meningkat. Dalam perusahaan yang lebih kecil pengendaliajn pengganti adalah keterlibatan aktif dari pemilik perusahaan. c. Auditor harus mengidentifikasikan dan memasukkan pengendalian yang diperkirakan memiliki akibat paling besar dalam memenuhi tujuan pengendalian. Auditor harus mengetahui ada tidaknya pengendalian. Jika pengendalian pengganti ada maka kelemahan tidak lagi menjadi perhatian karena kemungkinan salah saji telah diminimalkan dengan cukup. yaitu disebut dengan pengendalian kunci. Mengidentifikasi pengendalian spesifik Mengidentifikasi kabijakan dan prosedur yang berperan dalam pencapaian masing – masing tujuan. c. (Existence. Jika risiko pengendalian yang ditetapkan adalah sedang atau tinggi maka terdapat ketiadaan pengendalian yang berakibat pada kemungkinan adanya salah saji. Mempertimbangkan kemungkinan pengendalian pengganti Pengendalian pengganti adalah apa saja yang ada dalam sistem yang menutup kelemahan. Completeness. Mengidentifikasi ketidakadaan pengendalian kunci. Menentukan salah saji yang besar dalam potensial yang mungkin dihasilkan. Contoh dokumentasi dari kelemahan dalam pengendalian intern. Mengidentifikasikan kekeliruan dan ketidakberesan spesifik yang mungkin terjadi karena ketiadaan pengendalian. untuk siklus penjualan dan penerimaan kas. Posting and Summarizing) b.XYZ Disiapkan : SKY Periode : 31/12/x6 Kelemahan dalam Pengendalian Intern Siklus : Penjualan dan Penerimaan Kas .

Kondisi Yang Dapat Dilaporkan: Kekurangan dalam design dan pelaksanaan pengendalian intern yang berdampak negative terhadap kecermatan pencatatan dan pelaporan data akuntansi.Tidak ada pemidahan tugas . Berdasarkan matriks di atas maka akan dapat dianalisa apakah ada kemungkinan salah saji atau ketidakberesan yang material dari jenis yang dapat dikendaliakan tidak dicegah dan diperbaiki oleh pengendalian ini. Melaporkan kondisi pengendalian intern yang diamati dalam audit laporan keungan. dan apa dampak dari kelemahan tersebut. Pengendalian pengganti. auditor menggunakan matriks risiko pengendalian. kekeliruan klerikal dalam penagihan kepada pelanggan. auditor menetapkan informasi yang menjadi kepentingan komite audit dalam memenuhi tanggungjawabnya. Menetapkan Risiko Pengendalian Jika pengendalian dan kelemahan telah di identifikasi dan dikaitkan dengan tujuan pengendalian maka selanjutnya auditor dapat menetapkan risiko pengendalian. Prosedur yang berkait dengan pengendalian mempangaruhi lebih dari satu tujuan pengendalian dan beberapa prosedur yang berbeda mempengaruhi satu tujuan pengendalian tertentu. a. Pemilik perusahaan melakukan penelaahan untuk semua nota kredit Salah saji potensial. Matriks Risiko Pengendalian Untuk membantu auditor dalam proses penetapan risiko pengendalian. posting ke berkas induk dan klasifikasi persediaan Materialitas. Kelemahan. Pengendalian pengganti. Umumnya berupa informasi yang berkait dengan kekurangan yang besar dalam rancangan atau operasi struktur pengendalian intern (kelemahan). Oleh karena itu matriks risiko pengendalian digunakan untuk membantu menetapkan risiko pengendalian dengan mengidentifikasikan pengendalian dan kelemahan dalam menetapkan risiko pengendalian. Kelemahan. PSA # 35 (SA Seksi 325). Kelemahan signifikan dalam rancangan Pengendalian Intern.1. tidak ada verifikasi intern atas pencatatan kunci nomer pelanggan. 2. . Dampak pada bahan bukti.Pengendalian intern secara keseluruhan tidak memadai . Jika kemungkinannya adalah tinggi maka risiko pengendalian juga tinggi. KOMUNIKASI MASALAH PENGENDALIAN INTERN Selama pelaksanaan untuk memperoleh pemahaman atas pengendalian intern klien menetapkan risiko pengendalian.Tidak ada otorisasi dan verifikasi transaksi dan pencatatan . jumlah bdan informasi terkait untuk faktur penjualan dan nota kredit. Materialitas. 7. material Dampak pada bahan bukti. Klerk piutang usaha menyetujui nota kredit dan mempunyai akses terhadap kas. tidak ada Salah saji potensial .Pengamanan asset sangat lemah . manambah pengujkian terinci atas transaksi penjualan menjadi 160 transaksi.

Misal. inspeksi atas dokumen. c. pengamatan terhadap penerapan pengendalian. juga diperbolehkan oleh standar profesi. Bentuk komunikasi dapat berupa surat. Kondisi yang dapat dilaporkan seharusnya dibicarakan dengan komite audit. Tanya jawab dengan pegawai Tanya jawab sudah merupakan bahan bukti yang pantas. 8.b. disebut Management letters. Komunikasi ditujukan kepada komite audit. atau dewan komisaris. Pengujian pengendalian yang diarahkan terhadapa efektivitas operasi pengendalian bersangkutan dengan bagaimana penerapan pengandalian. Hal ini dapat dibicarakan kepada klien guna memberikan kesempatan kepada klien untuk melakukan perbaikan operasional. konsistensi penerapan selama periode audit dan siapa yang menerapkannya. Missal transaksi penjualan akan meninggalkan jejak dokumen . inspeksi atas dokumen dan laporan atau elektronik files yang menggambarkan kinerja pengendalian. catatan. Kegagalan atau kelalaian dalam pelaksanaan Pengandalian intern. Pemeriksaan dokumen. b. dan laporan. Pengujian ini untuk mendapatkan bukti audit seperti itu biasanya meliputi prosedur permintaan keterangan dari pegawai entitas yang semestinya. Pengujian ini biasanya mencakup prosedur permintaan keterangan dari pegawai yang semstinya. pemberi tugas. Pengujian pengendalian yang diarahkan terhadap efektivitas desain pengendalian berkaitan dengan apakah pengendalian tersebut didesain sesuai untuk mencegah atau mendeteksi salah saji material dalam asersi laporan keuangan. Pengendalian yang telah diidentifikasi auditor dalam penetapan sebagai pengurang risiko pengendalian (pengendalian kunci) harus didukung oleh pengujian tas pengendalian untuk menjamin bahwa pengendalian telah dilaksanakan dengan efektif dalam kerseluruhan atau sebagai periode audit. auditor harus mempertimbangkan penggunaan bagan arus untuk memudahkan penerapan pengujian atas desain. atau dewan komisaris. yang didukumentasikan dalam kertas kerja. Bentuk komunikasi seringkali berupa surat terpisah untuk tujuan tersebut. serta pengamatan terhadap penerapan pengenalian tertentu. Tidak ada follow-up untuk mengkoreksi kesalahan – kesalahan yang telah diidentifikasikan. d. Surat kepada manajemen ini berisi tentang masalah yang berkaitan dengan pengendalian intern klien yang dimaksud sebagai informasi. Kekurangan kesadaran akan Pengandalian Intern. Untuk entitas yang pengendalian internnya kompleks. pemilik. Disamping kondisi yang dapat dilaporkan auditor sering menemukan masalah yang berkenaan dengan pengendalian intern yang kurang signifikan. PENGUJIAN ATAS PENGENDALIAN Prosedur yang diarahkan terhadap efektivitas desain maupun operasi pengendalian disebut dengan pengujian pengendalian (test of control). dan pengulangan penerapan pengendalian oleh auditor. pemilik atau pemberi tugas sebagai bagian dari audit. dan laporan Kegiatan dan prosedur yang berkaitan dengan pengendalian memberikan bahan bukti dokumenter yang jelas. Prosedur untuk pengujian atas pengendalian Prosedur untuk pengujian yang digunakan sebagai pendukung pelaksanaan kebijakan dan prosedur yang berkenaan dengan pengendalian adalah sebagai berikut : a. meskipun komunikasi lisan. auditor memutuskan bahwa orang yang tidak terotorisasi tidak diijinkan mempunyai akses terhadap berkas computer dengan Tanya jawab dengab orang yang mengawasi perpustakaan computer.

Luas Prosedur Pengujian Luas prosedur pengujian tergantung pada tingkat risiko pengendalian yang ditetapkan yang dikehendaki. Pengamatan aktivitas berkenaan dengan pengendalian Jenis aktivitas yang berkaitan denganh pengendalian dengan pengendalian lainnya tidak meninggalkan jejak bahan bukti. AUDIT INTERN SA seksi 322 Pertimbangan Auditor atas Fungsi Audit intern dalam Audit atas Laporan Keuangan memberikan panduan bagi auditor independen dalam mempertimbangkan pekerjaan auditor intern dan dalam menggunakan pekerjaan auditor intern untuk membantu pelaksanaan audit atas laporan keuangan klien. aktivitas verifikasi oleh pegawai klien atas harga pada faktur penjualan dan daftar harga yang sudah ditetapkan. d. Dengan demikian fungsi audit intern merupakan bentuk pengendalian yang fungsinya adalah untuk mengukur dan menilai efektivitas unsur-unsur pengendalian intern yang lain. 9. Pendelegasian wewenang kepada sejumlah unit organisasi inilah yang mendorong perlunya dibentuk fungsi audit intern. Tugas fungsi audit intern adalah menyelidiki dan menilai pengendalian intern dan efisiensi pelaksanaan fungsi berbagai unit organisasi. Jika kurang dari keseluruhan periode audit yang diuji. luas pengujian pengendalian dapat dikurangi sampai luas tertentu dalam tahun berjalan. Fungsi audit intern hanya terdapat dalam perusahaan yang relative besar. dalam kondisi tersebut auditor menggunakan besar sampel yang lebih renadh dalam menguji pengendalian yang meninggalkan bahan bukti dokumenter. Idealnya pengujian pengendalian seharusnya diterapkan terhadap transaksi dan pengendalian untuk sepanjang periode yang diaudit. pemimpin perusahaan membentuk banyak departemen. Auditor akan melaksanakan kembali prosedur dengan menelusuri harga jual ke daftar harga pada tanggal transaksi. Missal pemisahan tugas tidak menghasilkan dokumentasi sebagai hasil pelaksanaannya. auditor harus menentukan apakah perubahan dalam pengendalian terjadi dalam periode yang tidak diuji dan mendapatkan bahan bukti sifat dan luas perubahan tersebut. Misal. tetapi isinya tidak mencukupi untuk kepentingan auditor dalam menetapkan apakah pengendalian berjalan dengan efektif. Jika auditor menginginkan tingkat risiko pengendalian yang ditetapkan yang lebih rendah akan digunakan lebih banyak pengujian pengendalian. Misal. Misal. Tetapi. c. tidak praktis untuk melakukan hal tersebut. Pelaksaan ulang prosedur klien Terdapat aktivitas yang berkaitan dengan pengendalian yang mempunyai dokumen dan catatan. auditor dapat menyimpulkan bahwa prosedur berjalan seperti yang diinginkan. atau pengujiantertentu dapat digilir diantara bidang sepanjang dua tahu atau lebih. bagian. pengamatan dan pelaksanaan ulang. seksi atau satuan organisasi yang lain dan mendelegasikan sebagian wewenangnya kepada kepalakepala unit organisasi tersebut. Auditor memeriksa dokumen untuk menyakinkan bahwa proses telah selesai dan ditandingkan dengan pantas dan bahwa terdapat tandatangan atau inisial yang diperlukan. Dalam perusahaan ini. ukuran sampel yang lebih besar diterapkan untuk prosedur inspeksi. . jika tidak ditemukannya adanya salah saji.berupa faktur penjualan dan dokumen pengiriman. Jika bahan bukti yang diperoleh dalam audit tahun lalu memberikan indikasi bahwa pengendalian kunci berjalan efektif dan auditor memutusakan bahwa hal tersebut mash berlangsung. jika auditor ingin menggunakan tingkat risiko pengendalian yang ditetapkan yang rendah.

Menentukan sampai seberapa jauh pelaksanaan kebijakan manajemen puncak dipatuhi. 3. termasuk sifat. auditor independen dapat meminta keterangan mengenai anggaran dasar pembentukan fungsi audit intern. Pada waktu auditor berusaha memahami pengendalian intern. Untuk mencapai tujuan tersebut. 3. Lingkup prosedur yang diperlukan untuk memahaminya bervariasi. JIka auditor independen menentukan bahwa auditor intern ukup kompeten dan objektif . . yang terdapat dalam organisasi yang dilakukan dengan cara memeriksa akuntansi. ia harus berusaha memahami fungsi audit intern untuk mengidentifikasi aktivitas audit intern yang relevan dengan perencanaan audit. pernyataan misi. atas aktivitas fungsi audit intern . auditor melaksanakan kegiatankegiatan berikut ini: 1. dan dari review mutu yang terakhir dilaksanakan oleh pihak eksternal . Menentukan keandalan informasi yang dihasilkan oleh berbagai bagian dalam perusahaan. Permintaan keterangan ini biasanya akan menghasilkan informasi mengenai tujuan dan sasaran untuk fungsi audit intern. rekomendasi dan komentar-komentar penting terhadap kegiatan manajemen. dan lingkup pekerjaan audit Akses ke catatan dan apakah terdapat pembatasan atas lingkup aktivitas mereka. Pemerolehan Pemahaman tentang Fungsi Audit Intern Tanggung jawab penting fungsi audit intern adalah memantau kinerja pengendalian intern entitas. Disamping itu. Audit intern berhubungan dengan semua tahap kegiatan perusahaan. Dalam menetapkan kompetensi dan objektivitas auditor intern . auditor independen kemudian perlu mempertimbangkan bagaimana pekejaan auditor intern berdampak terhadap audit atas laporan keuangan . 5. jika hal ini dilaksanakan . untuk memberikan jasa bagi manajemen dalam melaksanakan tanggung jawab mereka. keuangan. tergantung atas sifat audit intern tersebut. sehingga tidak hanya terbatas pada audit atas catatan-catatan akuntansi. auditor intern menyediakan jasa tersebut. auditor independen berkepentingan untuk menilai kompetensi dan objektivitas auditor intern .Fungsi audit intern merupakan kegiatan yang bebas. 2. 4. Pemeriksaan dan penilaian terhadap efektivitas pengendalian intern dan mendorong penggunaan pengendalian intern yang efektif dengan biaya yang minimum. atau pengarahan lain yang serupa dari manajemen atau dewan komisaris. Audit biasanya meminta keterangan dari manajemen yang semestinya dan dari staf audit intern. Penentuan Kompetensi dan Objektivitas Auditor Intern Untuk meletakkan kepercayaan terhadap hasil pekerjaan audit intern . Menentukan sampai seberapa jauh kekayaan perusahaan dipertanggungjawabkan dan dilindungi dari segala macam kerugian. saat. Status auditor intern dalam organisasi entitas Penerapan standar profesional Perencanaan audit. dan kegiatan lain. Auditor dapat pula menggunakan standar professional auditing intern sebagai kriteria untuk menlakukan penilaian atas kompetensi dan objektivitas auditor intern . mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan fungsi audit intern berikut ini: 1. 4. Dengan cara menyajikan analisis. Memberikan rekomendasi perbaikan kegiatan-kegiatan perusahaan. auditor independen biasayang mempertimbangkan informasi yang diperoleh dari pengalaman dalam auadit sebelumnya dengan fungsi audit intern dari diskuis dengan manajemen . penilaian. 2.

menetapkan . Pada waktu menentukan kompetensi auditor intern . b. auditor harus memperoleh atau memutakhirkan informasi dari tahun sebelumnya mengenai faktor. 4. Apakah dewan komisaris . 2. yang mencakup : 1. Pemahaman atas Pengendalian Intern Auditor independen berusaha memahami desain kebijakan dan prosedur pengendalian intern untuk merencanakan auditnya dan untuk menentukan apakah kebijakan dan prosedur tersebut dilaksanakan . Status organisasi auditor intern yang bertanggung jawab atas fungsi audit intern . dan prosedur audit Praktik yang bersangkutan dengan penugasan auditor intern Supervisi dan review terhadap aktivitas auditor intern Mutu dan dokumentasi dalam kertas kerja . Apakah auditor intern memiliki akses langsung dan melaporkan secara teratur kepada dewan komisaris . 5. Prosedur yang dilaksanakan oleh auditor pada saat berusaha memahami pengendalian intern entitas. program . atau manajer pemilik melakukan pengawasan terhadap keputusan pengangkatan dan pemberhentian yang bersangkutan dengan auditor intern . Apakah audit intern melapor kepada pejabat yang memiliki status memadai untuk menjamin lingkup audit yang luas dan memiliki pertimbangan dan tindakan yang memadai atas temuan. Kebijakan untuk mempertahankan objektivitas auditor intern mengenai bidang yang diaudit . Dampak Pekerjaan Auditor Intern atas Audit yang Dilaksanakan oleh Auditor Independen Pekerjaan auditor intern dapat berdampa terhadap sifat . termasuk : a. dan rekomendasi Penilaian atas kinerja auditor intern Objektivitas auditor intern . Tingkat pendidikan dan pengalaman professional auditor intern Ijazah professional dan pendidikan professional berkelanjutan Kebijakan . auditor intern . komite audit atau manajer pemilik c. Karen tujuan utama fungsi audit intern pada umumnya adalah me.Kebijakan pelarangan auditor intern melakukan audit di bidang yang sama dengan bidang yang baru saja diselesaikannya . komite audit . laporan . yang keluarganya bekerja pada posisi penting atau posisi yang sensitive terhadap audit. 7. 6. 2.faktor berikut ini : 1. Prosedur substantive yang dilaksanakan oleh auditor. Kebijakan pelarangan auditor intern melakukan aktivitas dalam bidang yang diaudit . yang meliputi : a. dan memantau kebijakan dan prosedur pengendalian intern . Pada waktu menilai objektivitas auditor intern . 3. 2. dan lingkup audit yang dilaksanakan oleh auditor independen . Sebagai contoh . saat . harus memperoleh atau memutakhirkan infromasi dari audit tahun sebelumnya mengenai faktorfaktor berikut ini : 1.review.temuan dan rekomendasi adutor intern b. Prosedur yang dilaksanakan oleh auditor pada saat menaksir risiko 3. prosedur yang dilaksanakan oleh auditor independen .Kompetensi Auditor Intern .

Prosedur Substantif Beberapa prosedur yang dilaksanakan oleh auditor intern dapat memberikan buti langsung tentang salah saji material dalam asersi mengenai saldo akun atau golongan transaksi tertentu.membuat bagan alir (flowchart ) sistem penjualan dan piutang yang dikomputerisasi . . dapat berdampak terhadap banyak asersi . dan lingkup prosedur audit yang dilaksanakan . atau jumlah lokasi sediaan fisik yang diamati. Sebagai akibatnya . Pada tingkat laporan keuangan . dapat melakukan konfirmasi piutang usaha tertentu dan melakukan pengamatan sediaan fisik tertentu . saat . saat . Pada waktu melakukan penaksiran ini . auditor independen dapat mempertimbangkan hasil prosedur yang dilaksanakan oleh auditor intern atas kebijakan dan prosedur tersebut untuk memperoleh informasi mengenai apakah kebijakan dana prosedur tersebut telah dilaksanakan . Hasil pengujian auditor intern tersebut dapat memberikan informasi memadai tentang efektivitas kebijakan dan prosedur pengendalian intern dan dapat mengubah sifat . Unsur lingkuangan pengendalian dan unsure informasi dan komunikasi seringkali mempunyai dampak luas atau sejumlah saldo akun dan golongan transaksi dan oleh karena itu . Sebagai contoh . dan lingkup pengujian yang dilaksanakan oleh auditor independen . auditor independen dapat mempertimbangkan hasil prosedur yang dilaksanakan atau direncanakan oleh auditor intern . Auditor independen menetapkan risio pengendalian untuk setiap asersi yang signifikan dan melaksanakan pengujian pengendalian (test of control) untuk mendukung penentuan risiko di bawah maksimum . auditor independen dapat mengubah saat prosedur konfirmasi . sebagai bagian pekerjaannya . auditor intern dapat melakukan koordinasi pekerjaan dengan auditor intern dan mengurangi jumlah lokasi entitas yang seharusnya memerlukan pelaksanaan prosedur audit . auditor intern . Penaksiran Risiko Auditor independen menaksir risioko salah saji material baik pada tingkat laporan keuangan maupun pada tingkat saldo akun atau golongan transaksi . Auditor independen dapat melakukan review terhadap bagan alir tersebut untuk memperoleh informasi mengenai desain kebijakan dan prosedur yang bersangkutan . auditor independen harus menyadari bahwa kebijakan dan prosedur pengendalian intern tertentu mungkin mempunyai dampak luas atas berbagai asersi laporan keuangan . jika rencana auditor intern mencakup pekerjaan audit yang relevan di berbagai lokasi . Pada waktu merencanakan dan melaksanakan pengujian pengendalian . Fungsi audit intern dapat mempengaruhi penaksiran menyeluruh risiko dan keputusan auditor independen tentang sifat . Penaksiran auditor independen atas risio pada tingkat laporan keuangan seringkali berdampak terhadap strategi audit seara menyeluruh . Sebagai contoh . Tingkat saldo akun atau golongan transaksi . Tingkat laporan keuangan. Di samping itu . lingkup auditor intern mungkin mencakup pengujian pengendalian untuk kelengkapan utang usaha . Sebagai contoh . Pada tingkat saldo akun atau golongan transaksi auditor independen melakukan prosedur untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti audit tentang asersi manajemen . auditor independen melakukan penaksiran menyeluruh atau risiko salah saji material . jumlah piutang yang dikonfirmasi . Hasil prosedur ini dapt memberikan bukti yang dapat dipertimbangkan oleh auditor independen dalam membatasi risiko deteksi bagi asersi yang bersangkutan .

auditor independen dapat memintan bantuan langsung dari auditor intern . serta pengujian pekerjaan yang dilaksanakan oleh auditor intern yang luasnya disesuaikan dengan keadaan . serta hal. Sebagai contoh . Auditor independen harus meberitahu auditor intern mengenai tanggung jawab auditor intern tersebut. Bila bantuan langsung disediakan . review. tujuan prosedur yang dilaksanakan oleh auditor intern.Penggunaan Auditor Intern dalam Penyediaan Bantuan Langsung bagi Auditor Independen Dalam melaksanakan audit . sesuai dengan pedoman tentang tanggung jawab auditor independen . evaluasi . . auditor intern dapat membantu auditor independen dalam memahamai pengendalian intern atau dalam melaksanakan pengujian pengendalian atau pengujian substantive . dan lingkup prosedur audit . seperti masalah akuntansi dan auditing . saat .hal yang mungkin berdampak terhadap sifat . auditor independen harus menentukan kompetensi dan objektivitas auditor intern dan melakukan supervise . Bantuan langsung berkaitan dengan pekerjaan yang secara spesifik diminta oleh auditor independen dari auditor intern untuk menyelesaikan beberapa aspek pekerjaan auditor independen . Auditor independen juga harus memberitahu auditor intern bahwa semua masalah akuntansi dan auditing yang signifikan yang ditemukan selama audit harus diberitahukan kepada auditor independen .

dan (5) pemantauan. (3) Mendorong dipatuhnya kebijakan manajemen. (2) Mendorong efisiensi.Pengendalian intern terdiri dari lima komponen yang saling berkaitan sebagai berikut: (1)Lingkungan Pengendalian.Lingkungan pengendalian merupakan dasar untuk semua komponen pengendalian intern. (4) informasi dankomunikasi. atau dengan berbagai kombinasi dari keduanya.menganalisa. Sistem informasi yang relevan dalam pelaporan keuanganyang meliputi sistem akuntansi yang berisi metode untuk mengidentifikasikan. mengklasikasi. (2) Penaksiran Risiko. (4) Penjagaan /Pengamanan (Safeguarding).Sasaran pengendalian dapat diidentifikasikan atas 5 sasaran. menyediakan disiplin dan struktur. Lingkungan pengendalian menetapkan corak suatu organisasi. (5) Purna Tanggung Jawab (Subsequent Accountability) . evaluasi secara terpisah. Proses ini dilaksanakan melalui kegiatan yang berlangsung secaraterus menerus. Pemantauan adalah proses yang menentukan kualitas kinerja pengendalian internsepanjang waktu. (3) Keabsahan Pencatatan (Recording Propriety). dan pertukaran informasi dalam suatu bentuk dan waktu yang memungkinkan orangmelaksanakan tanggung jawab mereka. Aktivitas pengendalianadalah kebijakan dan prosedur yang membantu menjamin bahwa arahan manajemen dilaksanakan.Aktivitas tersebut membantu memastikan bahwa tindakan yang diperlukan untuk menanggulangirisiko dalam pencapaian tujuan entitas. penangkapan. mencatat.mempengaruhi kesadaran pengendalian orang-orangnya. Pemantauan mencakup penentuan desain dan operasi pengendalian tepat waktu dan pengambilan tindakan koreksi. SPI harus dipahami melalui prosedur audit oleh para auditor didalam melaksanakan auditnya.membentuk suatu dasar untuk menentukan bagaimana risiko harus dikelola. (3) aktivitas pengendalian. Informasi dan komunikasi adalah pengidentifikasian. (2)Kelengkapan (Completeness). yaitu: (1) Validitas (Validity). menggabungkan.BAB III KESIMPULAN Struktur pengendalian intern adalah kebijakan dan prosedur yang diharapkan untuk member keyakinan memadahi bahwa tujuan tertentu satuan usaha akan dicapai. dan melaporkan transaksi serta menjaga akuntabilitas assetdan kewajiban.SPI dirancang dengan tujuan pokok Menjaga kekayaan dan catatan organisasi (1) Mengecek ketelitian dan keandalan data akuntansi. Penaksiran risikoadalah identifikasi entitas dan analisis terhadap risiko yang relevan untuk mencapai tujuannya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->