P. 1
Laporan Praktikum Teknik Isolasi dan Inokulasi Mikroba

Laporan Praktikum Teknik Isolasi dan Inokulasi Mikroba

|Views: 5,327|Likes:
Published by Neni Purwandari
Laporan Praktikum Teknik Isolasi dan Inokulasi Mikroba
Laporan Praktikum Teknik Isolasi dan Inokulasi Mikroba

More info:

Published by: Neni Purwandari on Feb 27, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/09/2015

pdf

text

original

LAPORAN PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI

Hari, Tanggal Materi Praktikum Tujuan A. DASAR TEORI Isolasi mikroba adalah memisahkan mikroba dengan lingkungannya dan akan dibuat biakan murni yang akan di tanam dalam medium gula Unsur – unsure yang ada dalam mikroba Faktor nutrisi Faktor Oksigen Berdasarkan tujuan dan macam media terdiri atas : 1. 2. 3. 4. Media padat Media miring Media cair Media plate :Selasa, 4 Oktober 2011 :Teknik Isolasi dan Inokulasi Mikroba : Mengetahui cara teknik isolasi dan inokulasi Mikroba

Ada beberapa teknik dasar di dalam analisa mikrobiologi yang harus diketahui, meliputi : 1. Teknik transfer aseptis 2. Agar Slants (Agar miring) 3. Turbiditas media broth (kekeruhan kaldu) 4. Teknik Dilusi (pengenceran) 5. Teknik Pour-Plate (lempeng tuang) 6. Teknik Spread Plate (lempeng sebar) 7. Teknik Streak Plate (lempeng gores)

TEKNIK TRANSFER ASEPTIS Teknik transfer aseptis adalah suatu metode atau teknik di dalam memindahkan atau mentransfer kultur bakteria dari satu tempat ke tempat lain secara aseptis agar tidak terjadi kontaminasi oleh mikroba lain ke dalam kultur. Teknik transfer aseptis ini sangat esensial dan kunci keberhasilan prosedur mikrobial yang harus diketahui oleh seorang yang hendak melakukan analisis mikrobiologi.

Di dalam teknik transfer aseptis ada beberapa teknik yang perlu difahami, yaitu : 1) Inoculating (inokulasi) dengan jarum ose. 2) Pipetting (mentransfer dengan pipet) 3) Alcohol Flamming (mentransfer dengan forsep yang dibakar dengan alkohol) TEKNIK STREAK PLATE Teknik streak plate (lempeng gores) adalah suatu teknik di dalam menumbuhkan mikroorganisme di dalam media agar dengan cara menstreak (menggores) permukaan agar dengan jarum ose yang telah diinokulasikan dengan kultur bakteri. Dengan teknik ini mikroorganisme yang tumbuh akan tampak dalam goresan-goresan inokulum bekas dari streak jarum ose. B. ALAT DAN BAHAN 1. Cawan Petri 2. Jarum Ose Tusuk 3. Jarum Ose Tumpul 4. Lampu Bunsen 5. Pipet 6. Tabung reaksi 7. Media Agar 8. Media Cair 9. Bakteri 10. Akuades C. CARA KERJA 1. Teknik Isolasi  PCA a. Siapkan cawan petri kosong, pipet, lampu Bunsen dan larutan potato. b. Bakar ujung pipet di lampu Bunsen sebentar lalu ambil akuades sekitar 1 ml. Masukkan dalam cawan petri dan dengan posisi cawan petri yang dibuka sedikit untuk mengurangi kontak langsung dengan udara. Usahakan tidak jauh dari api. c. Sebelum dituang bakar mulut erlenmeyer wadah larutan potato tersebut secara memutar setelah itu tuang larutan potato kedalam cawan petri sedikit saja hingga menutupi dasar cawan petri. d. Segera tutup cawan petri tersebut dan diamkan beberapa saat hingga larutan menjadi agar.  Mac Conkey Agar a. Siapkan media agar , spidol, Jarum ose tumpul , lampu Bunsen dan bakteri. b. Tandai sebuah titik dibelakang cawan petri dengan spidol c. Bakar jarum ose dari bagian pangkal dalam terus hingga ke bagian lup (ujung) sampai berpijar merah.

d. Biarkan selama beberapa detik sampai pijar menghilang dan suhu sedikit turun tetapi jangan sampai dingin, kemudian segera ambil tabung reaksi yang berisi kultur bakteri, buka penutupnya dengan ketiga jari tengah, manis dan kelingking sedangkan jari telunjuk dan ibu jari memegang jarum ose. e. Bakar bibir tabung reaksi dengan cara memutar tabung sehingga semua bagian bibir tabung terkena api. f. Segera masukkan jarum ose ke dalam tabung reaksi, lalu segera keluarkan. Usahakan ketika memasukkan jarum ose jangan sampai menyentuh dinding tabung dan lakukan di dekat pembakar bunsen. g. Bakar kembali bibir tabung reaksi dan segera tutup. Ingat, jarum ose jangan dibakar kembali karena akan membunuh bakteri yang akan diinokulasikan. h. Goreskan ujung jarum ose di titik yang telah kita tandai tadi lalu goreskan dengan membuat garis yang semakin kebawah semakin pendek dengan arah kekanan, putar cawan agar semua goresan merata. 2. Teknik Inokulasi 1. Bakar jarum ose dari bagian pangkal dalam terus hingga ke bagian lup (ujung) sampai berpijar merah. Perhatikan penggunaan jarum ose karena setiap media menggunakan jarum ose yang berbeda.  SC, LAC Broth dan BGLB menggunakan ose tumpul  Jamur, TSIA dan SIM menggunakan ose tusuk. 2. Biarkan selama beberapa detik sampai pijar menghilang dan suhu sedikit turun tetapi jangan sampai dingin, kemudian segera ambil tabung reaksi yang berisi kultur bakteri, buka penutupnya dengan ketiga jari tengah, manis dan kelingking sedangkan jari telunjuk dan ibu jari memegang jarum ose. 3. Bakar bibir tabung reaksi dengan cara memutar tabung sehingga semua bagian bibir tabung terkena api. 4. Segera masukkan jarum ose ke dalam tabung reaksi, lalu segera keluarkan. Usahakan ketika memasukkan jarum ose jangan sampai menyentuh dinding tabung dan lakukan di dekat pembakar bunsen. 5. Bakar kembali bibir tabung reaksi dan segera tutup. Ingat, jarum ose jangan dibakar kembali karena akan membunuh bakteri yang akan diinokulasikan. 6. Ambil tabung reaksi lainnya yang akan diinokulasi, buka tutupnya dengan cara yang sama dengan cara (2) dan bakar bibirnya dengan cara yang sama dengan cara (3). 7. Segera masukkan jarum ose ke dalam tabung tadi sebagaimana cara (4) 8. Bakar bibir tabung reaksi dan tutup sebagaimana cara (5)

9. Bakar kembali jarum ose sebagaimana cara (1).

D. HASIL 1. Isolasi Media MAC Conkey Agar PCA Jamur Banyak koloni ++ ++ +++

Keterangan : + ++ +++ 2. Inokulasi Media SIM SC TSIA BGLB LAC Broth - Single Tidak tumbuh koloni Sedikit koloni Banyak koloni Sangat banyak koloni

Pengamatan Pada bekas tusukan terlihat pertumbuhan bakteri melebar ke samping Tidak terjadi perubahan warna yakni tetat hijau tua Pada dasar tabung terjadi perubahan warna dari coklat ke kuning Timbul gas Warna menjadi keruh Warna menjadi keruh Terbentuk sedikit endapan Terdapat gas Warna menjadi keruh Terdapat gas

Triple

E. PEMBAHASAN 1. MAC Conkey Agar MCA adalah medium kultur yang dirancang untuk tumbuh bakteri gram negative dan noda mereka untuk fermentasi laktosa. Bakteri-bakteri yang menghasilkan laktosa memfermentasi warna merah tua menjadi warna merah muda atau violet. Pada media

agar yang telah digoresi bakteri muncul banyak koloni dengan warna mengarah agak ke violet. 2. PCA Media PCA digunakan untuk menumbuhkan bakteri. Terlihat pada media PCA tumbuh koloni kecil-kecil dengan jumlah banyak, 3. Jamur Jamur tumbuh subur bahkan dibagian tengah sudah ada yang berwarna hitam tanda bahwa jamur tersebut sudah memproduksi spora. 4. SIM Penanaman pada media SIM, Terlihat pada daerah sekitar tusukan terjadi pelebaran ke samping yang menandakan bahwa bakteri tersebut telah aktif bergerak. Sehingga dapat dikatakan bahwa bakteri yang ditanam telah tumbuh. 5. SC Pada media SC,apabila bakteri dapat tumbuh pada media ini,maka akan terjadi perubahan warna karena bakteri yang tumbuh dapat merombak sitrat,sehingga warnanya akan berubah menjadi biru. Karena tidak terjadi perubahan warna pada media ini,maka tidak ada bakteri yang tumbuh pada media ini. 6. TSIA Pada dasar tabung terlihat terjadi perubahan menjadi kekuning-kuningan yang menandakan bahwa telah terbentuk asam. Bakteri menggunakan Citrat sebagai sumber karbon 7. BGLB Terlihat media menjadi keruh tanda bakteri telah tumbuh. Di dalam media juga terdapat gas. Gas tersebut berasal dari bakteri yang tumbuh dapat merombak laktosa pada media BGLB. 8. LAC Broth a. Single : Terbentuk gas dan warna menjadi keruh tanda bakteri E.coli telah mampu menguraikan lactose menjadi gas. b. Triple : Terbentuk gas dan warna menjadi keruh tanda bakteri E.coli telah mampu menguraikan lactose menjadi gas.

F. KESIMPULAN 1. Setiap media pertumbuhan memiliki cara pengamatan pertumbuhan bakteri yang berbeda-beda. 2. Satu media dengan media yang lain memiliki sifat yang spesifik. Sehingga,bakteri yang tumbuh juga berbeda antara media satu dengan media yang lainnya.

Pembimbing Praktikum

Praktikan

Juni Purwati P07133111057

Neni Purwandari P07133111066

Niken Kriswandari P07133111067

Yusuf Toto Purwoko P07133111081

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->