P. 1
MAKALAH MIKROBIOLOGI

MAKALAH MIKROBIOLOGI

|Views: 122|Likes:
Published by Jakop hutapea
Tugas kelompok mikrobiologi
Tugas kelompok mikrobiologi

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Jakop hutapea on Feb 27, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/07/2015

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bakteri adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel.

Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik), serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi. Beberapa kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit, sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan, pengobatan, dan industri.Struktur sel bakteri relatif sederhana: tanpa nukleus/inti sel, kerangka sel, dan organel-organel lain seperti mitokondria dan kloroplas.Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan antara sel prokariot dengan sel eukariot yang lebih kompleks. Bakteri merupakan organisme yang paling banyak jumlahnya dan lebih tersebar luas dibandingkan mahluk hidup yang lain . Bakteri memiliki ratusan ribu spesies yang hidup di darat hingga lautan dan pada tempat-tempat yang ekstrim. Bakteri ada yang menguntungkan tetapi ada pula yang merugikan. Bakteri memiliki ciri-ciri yang membedakannya dengan mahluk hidup yang lain. Bakteri adalah organisme uniselluler dan prokariot serta umumnya tidak memiliki klorofil dan berukuran renik (mikroskopis). Bakteri memiliki peranan yang penting dalam kehidupan manusia dan organisme lain. Sebagian bakteri ada yang menguntungkan bagi manusia dan sebagian lagi ada yang merugikan 1.2 Rumusan Masalah 1.Bagaimana klasifikasi bakteri? 2. Bagaimana ciri- ciri bakteri? 3. Bagaimana bentuk bakteri? 4. Apa saja peranan bakteri dalam kehidupan manusia ?

1

BAB II PEMBAHASAN 2.1 KLASIFIKASI BAKTERI Bentuk tubuh/morfologi bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan, medium, dan usia. Walaupun secara morfologi berbeda-beda, bakteri tetap merupakan sel tunggal yang dapat hidup mandiri bahkan saat terpisah dari koloninya. Berdasarkan bentuknya, bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar, yaitu:
1.

Kokus (Coccus) dalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut: Mikrococcus, jika kecil dan tunggal
    

Diplococcus, jka berganda dua-dua Tetracoccus, jika bergandengan empat dan membentuk bujur sangkar Sarcina, jika bergerombol membentuk kubus Staphylococcus, jika bergerombol Streptococcus, jika bergandengan membentuk rantai Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder, dan

2.

mempunyai variasi sebagai berikut:
  3.   

Diplobacillus, jika bergandengan dua-dua Streptobacillus, jika bergandengan membentuk rantai Spiral (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi : Vibrio, (bentuk koma), jika lengkung kurang dari setengah lingkaran (bentuk koma) Spiral, jika lengkung lebih dari setengah lingkaran Spirochete, jika lengkung membentuk struktur yang fleksibel.

Gambar 1. Bentuk bakteri

2

karena dalam pernapasannya tidak memerlukan oksigen. artinya untuk hidupnya mutlak diperlukan adanya oksigen bebas. peritrik. Bakteri anaerob: untuk hidup tidak tergantung pada oksigen bebas. Kemoorganoheterotropik. menyebabkan luasnya distribusi bakteri. air. batang kaku atau seperti kurva. sisa-sisa pembusukan mahluk hidu.Faktor–faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri atau kondisi untuk pertumbuhan optimum adalah suhu. ngarai dan pegunungan. Bakteri aerob dapat dibedakan lagi menjadi aerob obligat.kemolitoautotropik. Didarat.ciri Dinding sel Gram Positif Gram Negatif • Tebal dinding 20 – 80 nm • Lapisan peptidoglikan inner 2 – 7 nm Reproduksi Bentuk Sel Metabolisme Motilitas berupa peptidoglikan dan terdapat pula polisakarida dan asam teikoat • Membelah diri • Bulat. terkadang dengan tunas • Oval. terkadang seperti kapsul. Tabel 1. Tubuh yang kecil. dalam tubuh mahluk hidup. dalam tanah. bahkan pada debu yang ada diatmosfer dapat menjadi substratnya. sumber nutrisi. Sehingga bakteri juga disebut kosmopolit. kemampuan mempertahankan diri dalam berbagai keadaan termasuk keadaan yang tidak menguntungkan. 2. didaerah tropika. lopotrik. Dari segi kebutuhan akan oksigen. Tetapi bila oksigen yang diperlukan bersifat tidak mutlak maka disebut dengan aerob fakultatif. derajat keasaman atau pH. flagel dapat memiliki flagel peritrik ketika beragam-polar. Perbedaan bakteri Gram Positif dan Gram Negatif Ciri . • Motil atau non-motil. motil • Dapat membentuk endospora • Tidak dapat membentuk endospora. Pembelahan 3 . Bakteri aerob: untuk hidup memerlukan oksigen bebas. laut. batang atau filamen. Zat-zat sisa metabolisme. • Kebanyakan non-motil.Namun demikian pertumbuhan bakteri dapat terkendali karena pertumbuhan bakteri juga dipengaruhi oleh berbagai faktor. bulat. konsentrasi garam. baketri dapat dibedakan menjadi dua golongan 1. dan Zat kimia Habitat Bakteri dapat ditemukan dimana-mana. maupun daerah iklim dingin terdapat bakteri. • Fototropik. kemampuan berkembang biak yang cepat dan beranekaragam. dapat menunjukkan cabang • Umumnya kemoorganotropik dan membran outer 7 – 8 nm berupa lipid. Bakteri umumnya melakukan reproduksi atau berkembang biak secara aseksual (vegetatif = tak kawin) dengan membelah diri. protein dan lipopolisakarida Endospora • Membelah diri.

Sehubungan dengan ketiadaan membran inti.2 STRUKTUR DASAR BAKTERI Seperti prokariot (organisme yang tidak memiliki membran inti) pada umumnya. Reproduksi bakteri secara seksual yaitu dengan pertukaran materi genetik dengan bakteri lainnya. yaitu bakteri gram negatif dan bakteri gram positif. Struktur dasar (dimiliki oleh hampir semua jenis bakteri) Meliputi: dinding sel. semua bakteri memiliki struktur sel yang relatif sederhana.sel pada bakteri adalah pembelahan biner yaitu setiap sel membelah menjadi dua. ribosom. Gambar 2. Bakteri dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok besar berdasarkan struktur dinding selnya. dan granula. Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tersusun dari lapisan peptidoglikan (sejenis molekul polisakarida) yang tebal dan asam teikoat. Salah satu struktur bakteri yang penting adalah dinding sel. Struktur Dasar Bakteri Struktur dasar bakteri meliputi : 4 . Dimana stuktur bakteri terbagi menjadi dua yaitu: a. sedangkan bakteri gram negatif memiliki lapisan peptidoglikan yang lebih tipis dan mempunyai struktur lipopolisakarida yang tebal. DNA. sitoplasma. 2. membran plasma. meteri genetik (DNA dan RNA) bakteri melayang-layang di daerah sitoplasma yang bernama nukleoid.

b. Dinding sel tersusun dari peptidoglikan yaitu gabungan protein dan polisakarida (ketebalan peptidoglikan membagi bakteri menjadi bakteri gram positif bila peptidoglikannya tebal dan bakteri gram negatif bila peptidoglikannya tipis). Pilus dan fimbria adalah struktur berbentuk seperti rambut halus yang menonjol dari dinding sel. 5.1. Flagelum atau bulu cambuk adalah struktur berbentuk batang atau spiral yang menonjol dari dinding sel. fimbria. Kapsul atau lapisan lendir adalah lapisan di luar dinding sel pada jenis bakteri tertentu. Sitoplasma adalah cairan sel. bila lapisannya tebal disebut kapsul dan bila lapisannya tipis disebut lapisan lendir. klorosom. Membran plasma adalah membran yang menyelubungi sitoplasma tersusun atas lapisan fosfolipid dan protein. Granula penyimpanan. 3. kaku dan berdiameter lebih 5 . 2. tersusun atas protein dan RNA. 2. Struktur tambahan bakteri Struktur tambahan bakteri meliputi: 1. Ribosom adalah organel yang tersebar dalam sitoplasma. pilus. Vakuola gas dan endospora Gambar 3. Struktur tambahan (dimiliki oleh jenis bakteri tertentu)Meliputi kapsul. flagelum. karena bakteri menyimpan cadangan makanan yang dibutuhkan. Kapsul dan lapisan lendir tersusun atas polisakarida dan air. 4. pilus mirip dengan flagelum tetapi lebih pendek. 3.

4. Flagela berbentuk seperti cambuk. Flagela digunakan bakteri sebagai alat gerak. b. d. 6. dan ribosom. materi genetik. 5. Monotrik. Endospora adalah bentuk istirahat (laten) dari beberapa jenis bakteri gram positif dan terbentuk didalam sel bakteri jika kondisi tidak menguntungkan bagi kehidupan bakteri.Flagela tunggal ditemukan di satu tempat di sekitar sel Peritrik . Lofotrik) 6 . Jika kondisi lingkungan menguntungkan endospora akan tumbuh menjadi sel bakteri baru.Flagela ditemukan pada seluruh permukaan sel Gambar 4. Monotrik .Banyak flagela ditemukan di satu sisi Amfitrik . Dan berdasarkan jumlah dan posisi flagelnya baktari dapat dibedakan menjadi: a. Peritrik.c. Klorosom adalah struktur yang berada tepat dibawah membran plasma dan mengandung pigmen klorofil dan pigmen lainnya untuk proses fotosintesis. Klorosom hanya terdapat pada bakteri yang melakukan fotosintesis. Vakuola gas terdapat pada bakteri yang hidup di air dan berfotosintesis. suhu tinggi dan zat kimia. Bentuk flagel bakteri (a.kecil dan tersusun dari protein dan hanya terdapat pada bakteri gram negatif. radiasi cahaya. Endospora mengandung sedikit sitoplasma. Fimbria adalah struktur sejenis pilus tetapi lebih pendek daripada pilus. c. d. Dinding endospora yang tebal tersusun atas protein dan menyebabkan endospora tahan terhadap kekeringan. Flagela adalah struktur kompleks yang tersusun atas bermacam-macam protein termasuk flagelin yang membuat flagela berbentuk seperti tabung cambuk dan protein kompleks yang memanjangkan dinding sel dan membran sel untuk membentuk motor yang menyebabkan flagela berotasi. Amfitrik. b.Banyak flagela ditemukan pada kedua kutub sel Lofotrik .

maka setiap reaksi oksidasi selalu diiringi oleh reaksi reduksi. Oksidasi adalah proses pelepasan elektron sedang reduksi adalah proses penangkapan elektron. Hasil dari reaksi oksidasi dapat terbentuknya energi. Suatu proses reaksi kimia yang terjadi dapat menghasilkan energi dan dapat pula memerlukan energi untuk membantu terjadinya reaksi tersebut. Oksidasi subsstrat diiringi dengan terbentuknya energi disebur dengan Katabolisma. Metabolisme bakteri dapat didefinisikan sebagai semua reaksi kimia yang terjadi dalam sel. selama terjadi perkembangan individu memang terjadi perubahan susunan enzim. Metabolisma terdiri dari dua proses yang berlawanan yang terja secara simultan. Metabolime ini selalu terjadi dalam sel hidup karena di dalam sel hidup terdapat enzim yang diperlukan untuk membantu berbagai reaksi kimia yang terjadi. Hasil kegiatan ini akan dihasilkan nutrien sederhana seperti glukosa. 2. Tetap di anggap sebagai metabolisma.Bagai mana halnya dengan eksoenzim?. mahluk hidup memerlukan energy yang diperoleh dari proses metabolisme. Metabolisme merupakan serentetan reaksi kimia yang terjadi dalam sel hidup.bila dalam suatu reaksi menghasilkan energi maka disebut reaksi eksergonik. Sintesis protoplasma dan penggunaan energi yang disebut sebagai Anabolisma. Enzim tersebut memtransfer elektron dan proton yang dibebaskan kepada aseptor elektron intermedier seperti NAD+ dan NADP+ untuk dibentuk menjadi NADH dan NADPH. Bagaimana Bakteri Memperoleh Energi ?. Secara singkat kegiatan proses ini disebut tansformasi zat. Fosforilasi Oksidatif Pada umumnya reaksi oksidasi secara biologi dikatalisis oleh enzim dehidrogenase. METABOLISME BAKTERI Dalam kehidupan. Kegiatan metabolisme meliputi proses perubahan yang dilakukan untuk sederetan reaksi enzim yang berurutan. Dalam metabolisme ada dua fase yaitu katabolisme dan anabolisme. dan apabila untuk dapat berlangsungnya suatu reaksi diperlukan energi. Melalui proses Oksidasi-reduksi. sebab meskipun reaksi kimia berlangsung di luar sel tetapi enzim disekresikan dari dalam sel. akan tetapi pada pergantian lingkungan perubahan itu sangat kecil. reaksi ini disebut reaksi endergonik.3. asam lemak berantai panjang atau senyawa-senyawa aromatik yang dapat digunakan sebagai bahan untuk proses neosintetik bahan sel.2. Pada hewan atau tumbuhan yang berderajat tinggi enzim yang di sediakan untuk keperluan metabolisme reatif stabil. Reaksi tersebut adalah: 1. Metabolisme terjadi pada semua mahluk hidup termasuk kehidupan mikroba. Fosforilasi oksidasi terjadi pada saat elektron yang mengandung energi tinggi tersebut 7 . Karena elektron tidak dapat berada dalam bentuk bebas.

Jadi arah aliran adalah dari dalam ke luar. Hal ini akan menimbulkan peredaan konsentrasi proton atau dikenal dengan gradien pH.ditranfer ke dalam serangkain transpor elektron sampai akhirnya di tangkap oleh oksigen atau oksidan anorganik lainnya sehingga oksigen akan tereduksi menjadi H2O. 1.5. PH pada umunnya 7.5. Tranfer elektron menuju oksigen melalui berbagai caier seperti flavoprotein. Aliran eletktron yang demikian dikatakan noncyelic phosphorilation. Sinar matahari. Gradien pH terjadi jika pH di luar sel lebih keci dari 7. Organismanya disebut dengan organisma kemosintesis kemotrofik atau autotrofik Fotosintesis ada 2 macam 1. Energi ini di simpan dalam bentuk ikatan fosfat yang selanjutnya dapat di gunakan untuk aktifitas sel.quinon maupun citekrom. 2. Organismanya disebut dengan organisma fotosintesis atau di kenal juga dengan organisma fototrofik. 4. Fotosintesis tipe Cynobacteria. Energi yang di sebabkan pada saat masuknya kembali proton tadi akan digunakan oleh ATPase untuk forforilasi ADP menjadi ATP. Adanya tranfer elektron ini mengakibatkan aliran proton (H+)dari sito plasma ke luar sel. 2. Fotosintesis tipe Noncyanobacteria. Fotosintesis yang demikian berlangsung dalam keadaan 8 . Para menbran terdapat enzim spesifik disebut dengan ATPase. Kekuatan (protonmotive force) inilah yang menarik proton dari luar sel kembali ke dalam sel. Aliran elektron dari PS II ke PS I selanjutnya mengubah NADP+ menjadi NADPH. Fotosintesis tipe ini sama dengan fotosintesis yang terjadi pada tanaman tingkat tinggi dengan keseluruhan reaksi adalah. Kelompok bakteri ini tidak memiliki fotosistim II untuk menfotolisis H2O. 3. Oksidasi senyawa kimia. Bersamaan dengan masuknya kembali proton tadi terbentuk energi yang digunakan untuk berbagai aktifitas sel. 1. ……energi…… Adenosin. Selanjutnya gradien pH bersama dengan potensial membenuk protonmotive force. CO2 + 2H2O ……sinar matahari dan klorofil…… H2O + [ CH2o ]n + O2 Dimana pada sistem fotosintesis ini terdapat 2 fotosistem yaitu fotosistem (PS) I dan II. 2. Reaksinya adalah: Adenosin -P ~ P + Pi. Dengan demi kian bakteri ini tidak pernah menggunakan air sebagai reduktan sehingga oksigen tidak pernah di hasilkan dari fotosintesis.P~ P~ P Ada dua macam energi yang digunakan oleh makhluk hidup.

3. Akan tetapi ada beberapa anggota Rhodospirillaceae mampu melakukan pertumbuhan nonfortosintesik dengan adanya oksingen apabila media mengandung cukup nutisi untuk tumbuh.bacteria. sehingga dikenal dengan fotosintesis anaerob. CO2 + 2H2………sinar matahari………………. 2CH2O + Na2SO4 2.sinar matahari….anaerob. dan rhodospirillaceae. Setelah ATP termasuk. Potensial pH yang terjadi dikonversi didalam ikatan fosfat yang mengandung energi yang tinggi dada saat proton tersebut masuk kembali kedalam sel melalui chanel proton.. Jadi organisma ini memerlukan suplai senyawa organik sebagai donor hidrogennya. akan tetapi pada organisma kemoutotrof diperoleh dari oksidasi senyawa kimia. Rhodospirillaceae. pola biosintesis dalam sel analog dengan organisme fotosintesis.. Akan tetapi untuk mengubah CO2 menjadi material sel diperlukan energi dan NADPH. Bakteri ini menggunakan hidrogen dan berbagai senyawa organik sebagai reduktan .jingga disebut dengan purle. a. CO2 + 2H2S ……sinar matahari……………. CO2 + 2CH3CHOHCOOH …. Pada bakteri fotosintetik energi dan NADPH ini diperoleh dari sinar matahari. Chemotrofik atau Autotrofik Organisme Seperti halnya organisme fotosintetik. Rhodopseudomonas.Ceomaticeae.. CH2O + H2O b. Berdasarkan tipe pada reduktan dan pigmen fotosintesisnya kelompok bakteri ini dapat di bagi menjadi 3 family yaitu Chlorobiceae. 3CO2 + 2S + 5h2O ……sinar matahari…………. 2CO2 + Na2S2O3 +3H2O ……sinar matahari………….surful. 3 CH2O + 2H2SO2 d. Chlorobiceae. Bacteri kemaoautotrof ini dikelompokkan menjadi beberapa generasi berdasarkan pada macam senyawa organik yang dioksidasi sebagai sumber energi. Bacteri ini juga di gunakan hidrogen dan beberapa senyawa mengandung sulfat sebagai reduktanya.CH2O + H2O + 2CH3COCOOH Yang perlu diperhatikan bahwa fotosintesis ini hanya dapat berlangsung dalam keadaan anoerob.. kelompok bacteri ini menggunakan CO2 sebagai sumber korban. 9 . Jadi proses pengangkapan energi sama dengan yang terjadi pada fosforilasi oksidatif dimana elektron yang dihasilkan dari oksodasi sulfut. 1. Disebut juga dengan green-sulfur bacteria. contoh: Rhodospirillum. CH2O + H2O + 2 S c. Chromaticeae. Pada prinsipnya sama dengan Chomaticeae tetapi pigmen yang dimilikinya tidak hijau melainkan merah. amino dan lain-lain di transfer melalui serangkaian stanspor elektron yang menyebabkan keluarnya proton dari sel.

atau makanan disediakan oleh organisme lain. 2 NaNO3 • Oksidasi Hidrogen 2H2 + O2 ……………… 2H2O • Oksidasi senyawa mengandung Fe. senyawa anorganik CO2. Fotoheterotrof Sinar matahari Senyawa organik.Chemoautotrof Oksidasi. atau berbagai senyawa organik maupun an organik. Pada dasarnya end product ini menunjukkan atau berperan sebagai aseptor elektron terakhir dalam jaluar metabolisme. Bakteri yang hanya hidup dalam 10 . Organisme yang demikian disebut dengan heterotrof yang artinya ‘ nourish by other. 4Fe (OH)3 + 4CO2 Metabolisma Heterotrof Sebagian besar bakteri kehilangan kemampuan untuk mensintesis protoplasma dari senyawa-senyawa anorganik sehingga bergantung sepenuhnya pada senyawa organik sehingga sebagai makanannya. Nitrobacter 2NaNO2 + O2 …………………. Nitrosomonas 2NH4CI + 3O2 ……………… 2HNO2 + 2HCI + 2H2O • Oksidasi nitrit.. Dan ada beberapa mikroorganisma heterotrof membutuhkan senyawa organik lebih banyak di bandingkan dengan organisme lain. mikroorganisme dikelompokkan sebagai berikut a) Kelompok Sumber Energi Sumber C Chemoheterotrof Oksidasi senyawa organik+ Senyawa organik. Bakteri yang Harus menggunakan oksigen sebagian reseptorr terakhir disebut sebagai obligat aerob. Fotoautotrof Sinar matahari CO2. Thiobacillus 2S + 3O2 + 2H2O ……………… 2H2 SO4 • Oksidasi amonia. Berdasarkan sumber korban dan energinya.• Oksidasi sulfur. Akan tetapi perlu diingat bahwa batasan ini sebenarnya tidak begitu tegas. dan tipe nutrisinya di sebut heterotrofik. Pola metabolisme Seperti yang telah didiskusikan bahwa keperluan energi untuk proses biosintesis dipenuhi dari reaksi oksidasi. Siderocapsa 4FeCO3 + O2 + 6H2O……………. Oleh karena elektron tidak dapat berada dalam bentuk bebas maka setiap reaksi reduksi Bakteri Heterotrof secara garis besarnya dapat dikeleompokkan berdasarkan “end product” atau hasil akhir dari metabolisme. Apa saja yang dapat berperan sebagai aseeptor elektron terakhir ? jawabnya adalah bervariasi tegantung pada enzim dari organisma tersesbut. Dalam hal ini bisa oksigen bebas.

Respirasi Bakteri Respirasi didefinisikan sebagai penggunaan serangkaian transpor elektron untuk mentransfer elektron menuju aseptor elektron menuju aseptor elektron terakhir. maka metabolisme aerob jauh lebih efesien dibanding dengan permentasi. Respirasi terjadi pada saat elektron yang dibebbaskan akan rekasi oksidasi distransfer melalui serangkaian transfor elektron yang menyebebakan keluarnya proton melalui membran sel dan energi dihadirkan memalui fosforilasi oksidatif. Kita dapat juga mengelompokkan jalur metabolisme sebagai perrementatatif atau respirasi. Dalam hal ini elektron dan proton distranfer langsung dari senyawa yang oksidasi menuju senyawa organik intermediet yang lain yang akhirnya membentuk produk fermentasi yang stabil. bersama dengan energi yang diperoleh dari oksidasi Virupat menjadi asetil COA menghasilkan 36 ATP yang dihasilkan dari metabolisma glukosa menjadi CO2 dan H2O. Hasilnya senyawa-senyawa intermediate tersebut dapat dioksidasi sempurna menjadi karbon dioksida dan air. adalah pentimg untuk dapat dibedakan keduanya. dimana dalam proses ini tidak melibatkan serangkaian transfer elektron yang dikatalisis oleh enzim yang terdapat dalam membran sel. Resfirasi Aerob Banyak organisma yangn mampu menggunakan oksigen sebagai aseptor elektron terakhir. Bagaimana Peruvat diubah menjadi CO2 dan H2O dan bagimana proses tersebut 11 . Energi tersebut. Sedangkan bakteri yang dapat hidup dengan atau tanpa oksigen dalam arti dapat menggunakan oksigen atau senyawa anorganik senagai aseptor elektromn terakhir disebut dengan fakultatif. Meskipun kedua kelompok tersebut hanya berbeda dalam hal reseptor elektron terakhir yang digunakan. Dalam hal ini tidak diperlukan reduksi senyawa intermediator sebagaimana dalam permentasi. Hal ini disebabkan rangka aliran elektron dari NADH ke O2 melalui serangkaian karir Cytocrom menghasilkan 3 ATP. Oleh karena itu pada proses fermentasi terjadi akumulasi produk yang organisme tidak mampu mengoksidasi oleh lanjut. Dan mikroorganisma yang tumbuhan dengan baik pada akondisi kandungan oksigen sedikit disebut mikroaetrifilik. Ini merupakan keuntungan yang sangat besar bagi organisme akarena jumlah energi yang dihasilkan dari oksidasi sempurna satu molekul glukosa jauh leb besar bila dibandingkan melalui permentasi. 1. Energi diperoleh melalui fosforilasi oksidatif tetapi dalam prosesnya bisa menggunakan oksigen sebagai aseptor elektron terakhir (respirasi aerob) atau senyawa organik lain (respirasi anaerob). Fermentasi adalah proses yang berlangsung adalam keadaan anaaerob. Jika kita bandingkan dengan dua ATP yang dibentuk dari satu molekul glukosa melalui fermentasi alkohol atau asam laktat.kondisi bebas udara (oksigen) disebut Obligat anaerob.

elektron yang dibebaskan melalui reaksi oksidasi ditrasnsfer melalui serangkaian ternasfer elektron dan energi dihasilkan melalui fosforilasi oksidatif. Resfirasi Anaerob Disamping metabolisma aerob. Jumlah energi yang diperoleh dari permentasi dan resfirasi dari satu molekul glokosa adalah sebagai berikut : Glikolisis Anaerob / Fosforilasi subsrat Metabolisme Aerob / Fosforilasi oksidatif : Dari glikosis Metabolisma asrtil COA (2NADH) TCA cycle. reduser nitrat dan bakteri metan. Kedua bakteri tersebut merupakan organisma 2 ATP 18 ATP 4 ATP 6 ATP 6 ATP 2 ATP 12 . Dalam setiap putaran menghasilkan serangakaian oksidasi menyebabkan terjadinya reduksi NAD atau FAD dan membebaskan 2 molekul CO2. Yang perlu diingat bahwa. Hal ini dipenuhi melalui proses degradasi disebut tricarboxylic Acid Cycle (TCA Cycle) atau dikenal dengan siklus asam sitrat maupun siklus Krebs. dan permentasi terdapat metabolisma lain yang pada umumnya bersifat anarob. Metabolisma suksinil COA Oksidasi 6 NADH Oksidasi 2 FADH Total Energi 38 ATP 2. Akan tetapi mikro organisma tersebut tidak melakukan permentasi. jadi senyawa 6 karbon asam sitrat kembali ke bentuk semula yaitu senyawa 4 karbon oksalo asetat yang siap bergabung kembali dengan asetat / astil COA. bukan oksigen. Bakteri tersebut menggunakan senyawa anorganik sebagai aseptor elektron terakhirnya. Letak perbedaan antara resfirasi aerob dan anerob adalah bahwa pada respiriasi anaerob yang berperan sebagai aseptor elektron terkahir adalah senyawa anorganik.menghasilkan sejumlah besar energi untuk sel ?. Setiap kali oksalo asetat bergabung dengan asetil COA yang berasal dari Piruvat masuk kedalam siklus akan membentuk senyawa 6 karbon yang dikenal dengan asan sitrat sehingga dinamakan siklus asam sitrat. Sulfat Reducer Kelompok bakteri yang mereduksi sulfat adalah desulfofibrio dan desulfhoto maculum yang merupakan bakteri pembentiuk spora. Organisma tersebut dapat dibagai dalam 3 kelompok yaitu : reduser sulfat. Akhirnya semua senyawa NADH dan FADH mengalami posforilasi oksidatif dengan melepaskan elektron melalui serangkain cyticrom ke oksigen menghasilkan air dan 3 molekul ATP untuk setiap pasang elektron dari NADH. meskipun tipr metabolismenya adalah anaerob.

+ H2 O Organisma ini membutuhkan senyawa organik sebagai sumber karbon. Berikut akan dijelaskan perbedaan antara endotoksin dan eksotoksin. Toksin yang dihasilkan oleh bakteri ini bisa dibedakan atas dua jenis yaitu endotoksin dan enterotoksin.+ 8 H + …………. Jika tidak. 2NO3. Reaksnya adalah : SO 4 2. CO2 + 8 e. Akan tetapi proses tersebut sanyat bermanfaat untuk mengambil nitrogen dari lembah tinja atau lembah yang lain.S2. 2.N2 + 6 H2 0 Proses in disebut dengan Denitrifkasi yang merupakan masalah serius bagi pertanian karena menyebabkan hilangnya nitrat dari tanah. dan menyebabkan pengaruh negatif terhadap sel sel inang dengan cara mengubah metabolisme normal dari sel inang tersebut. Bacillus.4. mikroorganisma akan melakukan metabolisma aerob ataupun permetasi. Eksotoksin merupakan protein. Enterobakter. antigen. Escherichia.. Eksotoksin Eksotoksin adalah racun yang dihasilkan oleh bakteri secara ekstra seluler yang dapat menyebar secara difusi ke medium sekitarnya. Pseudomonas.+ 8 e.anaeorob obligat diamana yang berperan sebagai aseptor elektron terkahir adalah sulfat yang mereduksi menjadi sulfit. Apabila suatu eksotoksin aktivitasnya dihambat dengan 13 . Kelompok bakteri ini antara lain.CH4 + 2 H4O Organisma ini terdapat dalam usus binatang ruminamsia. Nitrat Reduser Kebanyakan mikroorganisma yang dapat menggunakan nitrat sebagai aseptor elektron terakhir adapat dikatakan sebagai fakultatif. Jadi dalam keadan anaerob dapat menggunakan nitrat jika tersedia. Mikrocoocus dan Rhizobium. RACUN YANG DIHASILKAN OLEH BAKTERI Toksin yang berasal dari bakteri adalah komponen racun terlarut yang diproduksi oleh bakteri. Bakteri ini dapat mengahasilakn gas metan sebanyak 60 L setiap hari.+ 12 e. 1.+ 12 H + ………….. yang bersifat spesifik artinya suatu toksin yang dihasilkan oleh Diptheria bacilli hanya dapat menyebabkan penyakit difteri saja.+ 8 H+ ……………. mikroorganisme tersebut mereduksi nikrat menjadi nitrogen bebas. kemampuan bakteri untuk menghasilkan toksin disebut toksigenisitas. Bakteri Metan Kelompok bakteri ini dapat menggunakan CO2 sebagai aseptor elektron dan mereduksinya manjadi metan. Oleh karena itu disebut dengan organisma heterotrob.

Semacam toksin yang sudah dimodifikasi dikenal dengan nama anatoksin atau toksoid. Lebih dari 90% bakteri justru bermanfaat.Shigella flexneri Toksin yang dihasilkan menyebabkan disentri basiler. apabila bakteri dibiakkan dalam suatu medium. Toksin yang dihasilkan adalah toksin difteri yang menyebabkan penyakit difteri Toksin yang dihasilkan adalah enterotoksin yang menyebabkan penyakit kolera Toksin yang dihasilkan adalah neurotoksin yang menyebabkan penyakit disentri basilaris. Enterotoksin ini dapat dihasilkan oleh bermacam macam bakteri mencakup jasad hidup yang menyebabkan keracunan makanan seperti : staphylococcus aureus. Clostriudium perfrigens . tidak bersifat spesifik dan tidak dapat dimodifikasi menjadi toksoid. Clostridium tetani Corynebakterium diphteriae Vibrio cholera Shigella dysebteriae Endotoksin Toksin yang dihasilkan adalah neurotoksin yang menyebabkan oenyakit tetanus. endotoksin tak terdapat di sekitar medium. Mulai dari penghasil antibiotik.formaldehyde. Salmonella typhosa Toksin yang dihasilkan menyebabkan demam thypoid b. ada bakteri yang menguntungkan ada juga bakteri yang merugikan. Beberapa contoh eksotoksin yang dihasilkan oleh bakteri pathogen adalah : a. Peranan bakteri dalam kehidupan manusia anggapan bahwa bakteri merupakan makhluk hidup yang merugikan manusia tidaklah sepenuhnya benar. Beberapa contoh bakteri yang dapat menghasilakan endotoksin adalah : a. b. 2. bakteri lebih banyak menguntungkan dari pada merugikan manusia. 2. biasanya menyebabkan sekresi cairan yang dicurahkan ke dalam lumen usus dan dapat menyebabkan gejala gejala diarrhea. Salmonella enteritidis. akan tetapi dapat menyebabkan imunitas terhadap penyakit tertentu. bacillus cereus dan bakteri patogen pada intenstine seperti Vibrio cholera . d. PERANAN BAKTERI DALAM KEHIDUPAN MANUSIA Bakteri sangat berpengaruh dalam kehidupan manusia. digunakan untuk menghasilkan imunitas yang permanen. 14 . Endotoksin merupakan liopopolisakarida yang berhubungan erat dengan komposisi kimia dari dinding sel kebanyakan bakteri gram negatif. Bahkan. tidak menyebabkan penyakit. Endotoksin ini tidak merangsang pembentukan antitoksin. Escheria coli. Enterotoksin merupakan eksotoksin yang dapat mengadakan gangguan pada usus halus. vitamin.5. c.

yang hidup dalam akar membentuk nodul atau bintil-bintil akar. Bakteri nitrogen Bakteri nitrogen adalah bakteri yang mampu mengikat nitrogen bebas dari udara dan mengubahnya menjadi suatu senyawa yang dapat diserap oleh tumbuhan. Bakteri pengurai Bakteri saprofit menguraikan tumbuhan atau hewan yang mati. Prosesnya dinamakan nitratasi.bahan-bahan kimia. Proses ini dinamakan nitritasi. bakteri-bakteri tersebut berpengaruh terhadap nilai ekonomi tanah pertanian. Bakteri tersebut menguraikan protein. Oleh karena itu keberadaan bakteri ini sangat berperan dalam mineralisasi di alam dan dengan cara ini bakteri membersihkan dunia dari sampah-sampah organik. Nitrifikasi terdiri atas dua tahap yaitu: Oksidasi amoniak menjadi nitrit oleh bakteri nitrit. Dalam bidang pertanian. Sementara itu. Bakteri nitrogen yang hidup bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan yaitu Rhizobium leguminosarum. bakteri yang merugikan umumnya berkaitan dengan penyabab rusaknya makanan dan penyebab penyakit pada manusia dan hewan 1. Clostridium pasteurianum. Tumbuhan yang bersimbiosis dengan Rhizobium 15 . dan Rhodospirillum rubrum. Karena kemampuannya mengikat nitrogen di udara. 3. Tetapi sebaliknya di dalam air yang disediakan untuk sumber air minum. 2. dan senyawa-senyawa lain yang lebih sederhana. serta sisa-sisa atau kotoran organisme. karbohidrat dan senyawa organik lain menjadi CO2. nitrifikasi sangat menguntungkan karena menghasilkan senyawa yang diperlukan oleh tanaman yaitu nitrat. sampai penghasil biosida. Kelompok bakteri ini ada yang hidup bebas maupun simbiosis. Bakteri nitrifikasi Bakteri nitrifikasi adalah bakteri-bakteri tertentu yang mampu menyusun senyawa nitrat dari amoniak yang berlangsung secara aerob di dalam tanah. nitrat yang berlebihan tidak baik karena akan menyebabkan pertumbuhan ganggang di permukaan air menjadi berlimpah. Oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat oleh bakteri nitrat. gas amoniak. Bakteri nitrogen yang hidup bebas yaitu Azotobacter chroococcum.

Bintil-bintil akar melepaskan senyawa nitrogen organik ke dalam tanah tempat tanaman polong hidup. Jika bakteri dipisahkan dari inangnya (akar). Contoh bakteri yang terkenal menghasilkan biosida adalah Bacillus thuringiensis. dan Indigofera. menghasilkan terotrisin 2. Tephrosia. Bakteri usus Bakteri Entamoeba coli hidup di kolon (usus besar) manusia. 5. 4. bukan buatan pabrik. Bakteri penghasil antibiotik Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain. Bakteri Penghasil Biosida Biosida adalah pestisida yang dihasilkan oleh makhluk hidup. 1 2 3 4 5 Nama produk Yoghurt Mentega Terasi Asinan buah-buahan Sosis Bahan baku susu susu ikan buah-buahan daging Bakteri yang berperan Streptococcus thermophilus Streptococcus lactis Lactobacillus sp. berfungsi membantu membusukkan sisa pencernaan juga menghasilkan vitamin B12. Bacillus subtilis. Pediococcus cerevisiae 6. Bacillus brevis. Biosida ini jauh lebih aman dibandingkan dengan pestisida. bakteri anaerobik membantu mencernakan selusosa rumput menjadi zat yang lebih sederhana sehingga dapat diserap oleh dinding usus. Lactobacillus sp. menghasilkan basitrasin 3. Dengan demikian terjadi penambahan nitrogen yang dapat menambah kesuburan tanah. Bacillus polymyxa. Beberapa bakteri yang menghasilkan antibiotik adalah: 1. menghasilkan polimixin 7. maka tidak dapat mengikat nitrogen sama sekali atau hanya dapat mengikat nitrogen sedikit sekali. Dalam organ pencernaan berbagai hewan ternak dan kuda. dan vitamin K yang penting dalam proses pembekuan darah. atau yang disingkat dengan Bt 16 . Akar tanaman polong-polongan tersebut menyediakan karbohidrat dan senyawa lain bagi bakteri melalui kemampuannya mengikat nitrogen bagi akar. Bakteri fermentasi Tabel 2. Beberapa makanan hasil fermentasi dan mikroorganisme yang berperan No.banyak digunakan sebagai pupuk hijau seperti Crotalaria.

7. 3. terdapat pada tempe bongkrek c) Leuconostoc mesenteroides. 4. hewan dan tumbuhan. 1. BAKTERI MERUGIKAN : 1. Contohnya: a) Clostridium botulinum. Mereka mengubah makanan dan mengeluarkan hasil metabolisme yang berupa toksin (racun). Nama bakteri Salmonella typhosa Shigella dysenteriae Vibrio comma Haemophilus influenza Diplococcus pneumoniae Mycobacterium tuberculosis Clostridium tetani Neiseria meningitis Neiseria gonorrhoeae Treponema pallidum Mycobacterium leprae Treponema pertenue Penyakit yang ditimbulkan Tifus Disentri basiler Kolera Influensa Pneumonia (radang paru-paru) TBC paru-paru Tetanus Meningitis (radang selaput otak) Gonorrhaeae (kencing nanah) Sifilis atau Lues atau raja singa Lepra (kusta) Puru atau patek Tabel 4. 8. 2. 6.2. menghasilkan asam bongkrek. Racun tersebut berbahaya bagi kesehatan manusia. Tabel 3. 12. 10. Contoh bakteri yang menyebabkan denitrifikasi adalah Micrococcus denitrificans dan Pseudomonas denitrificans. Bakteri penyebab penyakit pada hewan: 17 . 9. Bakteri penyebab penyakit pada manusia: No. yaitu nitrat direduksi sehingga terbentuk nitrit dan akhirnya menjadi amoniak yang tidak dapat dimanfaatkan oleh tumbuhan. 3. Bakteri perusak makanan Beberapa spesies pengurai tumbuh di dalam makanan. penyebab pelendiran makanan 2. 11. Bakteri patogen Merupakan kelompok bakteri parasit yang menimbulkan penyakit pada manusia. menghasilkan racun botulinin.6. 5. Bakteri denitrifikasi Jika oksigen dalam tanah kurang maka akan berlangsung denitrifikasi. seringkali terdapat pada makanan kalengan b) Pseudomonas cocovenenans.

tanah. Nama bakteri Brucella abortus Streptococcus agalactia Bacillus anthracis Actinomyces bovis Cytophaga columnaris Penyakit yang ditimbulkan Brucellosis pada sapi Mastitis pada sapi (radang payudara) Antraks Bengkak rahang pada sapi Penyakit pada ikan Tabel5. Jika seluruh jenis ikatan protein sudah terputus. Dekomposisi Bakteri bekerja secara terstruktur dalam proses degradasi organisme atau proses pembusukan mayat. Seluruh jenis bakteri ini menyerang hampir seluruh sel di tubuh dengan cara menyerang sistem pertahanan tubuh yang tidak lagi aktif. Proses pembusukan berawal dari mikroorganisme. Kemudian dengan berbagai jenis metabolisme.No. menghancurkan jaringan otot. atau menghasilkan enzim penghancur sel yang disebut protease. Tak jarang kerja proses ini dibantu reaksi kimia alami yang terjadi dalam organisme mati. Proses ini disempurnakan bakteri yang datang dari luar tubuh mayat. Nama bakteri Xanthomonas oryzae Xanthomonas campestris Pseudomonas solanacaerum Erwinia amylovora Penyakit yang ditimbulkan Menyerang pucuk batang padi Menyerang tanaman kubis Penyakit layu pada famili terung-terungan Penyakit bonyok pada buah-buahan 4. karbohidrat. Berbeda dengan bakteri autotrof yang mampu menghasilkan makanan sendiri dengan CO2 sebagai nutrisi makro serta bantuan dari cahaya matahari atau sumber energi kimia lainnya. 1. 1. Mereka mendapatkan energi dengan menguraikan senyawa organik pada organisme mati. Bakteri ini membutuhkan molekul-molekul organik dari organisme lain sebagai nutrisi agar ia dapat bertahan hidup dan berkembang biak. atau senyawa organik lain didekomposisi 18 . 4. 2. beberapa jaringan tubuh menjadi tidak berfungsi. misalnya bakteribakteri yang hidup di dalam usus besar manusia. Bakteri tersebut mulai mendegradasi protein yang terdapat dalam tubuh. 2. lemak. 5. 3. 5. mikroorganisme mulai memakan jaringan mati dan mencernanya. Molekulmolekul besar seperti protein. bisa berasal dari udara. ataupun air. Kebanyakan mereka berasal dari jenis bakteri heterotrof. 4. Bakteri heterotrof Tidak semua mikroorganisme mampu mendegradasi mayat. Jenis bakteri heterotrof biasanya hidup dan berkembang biak pada organisme mati. Bakteri penyebab penyakit pada tumbuhan: No. 3.

bukan hanya produk beracun yang dapat masuk ke dalam tubuh tetapi juga bakteri heterotrof patogen seperti clostridium. atau luka di kulit. gas CO2. P. serta sulfur (S). Karena adanya saluran masuk ini. misalnya bakteri acetogen. dan karbon dioksida. tubuh makhluk hidup (khususnya manusia) kumpulan dari unsur-unsur organik seperti C. Lebih dari itu. Produk berbahaya selain gas yang dihasilkan adalah cairan asam dan cairan lain yang mengandung protein toksik. atau Ni. Asam asetat yang dihasilkan ini diproses kembali oleh bakteri jenis methanogen. Fe. fosfor (P). H. serta gas karbon dioksida. karena mampu mereduksi konsentrasi elektrolit dalam tubuh. hidrogen (H). 6. Jika cairan-cairan ini sempat menginfeksi kulit yang luka atau terkena makanan. N. Produk asam asetat ini menimbulkan bau. Bakteri serta produk beracun ini dapat menginfeksi manusia lewat kontaminasi makanan. serta tempat berkembang biak bakteri-bakteri tersebut. Co. karena tubuh terdiri dari kumpulan protein. Metana dalam bentuk gas juga menghasilkan bau busuk. O. hidrogen. Mn. degradasi sel darah 19 . namun juga membahayakan. Bau busuk Bau busuk dari tubuh mayat tidak hanya mengganggu. Zn. Kumpulan hasil pemutusan ikatan protein yang disebut asam amino ini dicerna berbagai jenis bakteri. Pembusukan dimulai dengan pemutusan ikatan protein-protein besar pada jaringan tubuh oleh bakteri fermentasi menggunakan enzim protease. Mg. Kumpulan unsur organik Tubuh mayat adalah tempat hidup. bau busuk mayat di lautan yang bercampur dengan uap garam bersifat racun. nitrogen. atau senyawa organik dan anorganik lain. yaitu senyawa-senyawa karbon (C). oksigen (O). Selain asam asetat dan gas metana. lemak. Ca. metana. serta molekul-molekul lain yang mengandung enam nutrisi utama bakteri. maka berbagai penyakit seperti malaria. Secara biologis. minuman. 7. diare. Sementara cairancairan dengan pH (tingkat keasaman suatu larutan) tertentu yang berada dalam tubuh manusia adalah media kultur (lingkungan) pertumbuhan yang baik bagi bakteri-bakteri tersebut. sumber makanan. Bakteri ini mereaksikan asam amino dengan oksigen dalam tubuhnya untuk menghasilkan asam asetat. Cu. nitrogen (N). karbohidrat. beberapa bakteri menghasilkan gas hidrogen sulfida yang baunya seperti telur busuk. Asam asetat direaksikan dalam sel methanogen dengan gas hidrogen dan karbon dioksida untuk menghasilkan metana. air. S.metabolisme tubuh bakteri tersebut menjadi molekul-molekul tunggal seperti asam amino. atau unsur anorganik seperti K. misalnya Methanothermobacter thermoautotrophicum yang biasa hidup di lingkungan kotor seperti selokan dan pembuangan limbah (septic tank). Keseluruhan unsur tersebut dibutuhkan bakteri heterotrof sebagai sumber nutrisi alias makanan utama mereka.

Bakteri-bakteri tersebut juga dapat dicegah pertumbuhannya dengan cara meminum obat antibiotik atau suntik imunitas. basil dan spiral. Mencuci tangan dan kaki dengan sabun antiseptik cair sebelum makan. atau infeksi pada alat kelamin menjadi ancaman yang serius. Sifat-sifat inilah yang harus dipahami dengan cara mengikuti prosedur standar penanganan mayat. Langkah terbaik adalah segera menguburkan mayat. infeksi pada luka (tetanus). bakteri 20 . Bentuk bakteri bermacam macam mulai dari kocus. bakteri penghasil nitrogen. memakai sarung tangan khusus. Habitat Bakteri dapat ditemukan dimana-mana. bakteri nitrifikasi. bakteri usus. BAB III KESIMPULAN Bakteri merupakan organisme yang paling banyak jumlahnya dan lebih tersebar luas dibandingkan mahluk hidup yang lain dan memiliki ukuran yang kecil . Reaksi tersebut adalah Anabolisma dan Katabolisma. Metabolisma terdiri dari dua proses yang berlawanan yang terja secara simultan. bengkak. dalam tanah. serta mencuci tangan sebelum dan sesudah mengangkat satu mayat. lemahnya sistem pertahanan tubuh. Bakteri ada yang membutuhkan oksigen dalam metabolismenya (Aerob) dan ada yang tidak membutuhkan oksigen dalam metabolismenya (Anaerob). Pada beberapa bakteri dapat menghasilkan toksin atau racun yang dapat menganggu metabolisme dari inang yang ditumpanginya. Menjaga lingkungan agar steril dengan cara menyemprotkan obat pensteril. Antara lain menggunakan masker standar minimal WHO (tipe N-95). Dimana secara garis besar toksin yang dihasilkan oleh bakteri ada dua macam yaitu : endotoksin dan eksotoksin.merah. Cara mengatasi serangan mikroorganisme ini adalah dengan menjaga makanan dan minuman tetap steril. air. Manfaat yang dapat diperoleh dari bakteri cukup banyak yaitu dari bakteri pengurai. Bakteri memiliki ratusan ribu spesies yang hidup di darat hingga lautan dan pada tempat-tempat yang ekstrim. dalam tubuh mahluk hidup. sisa-sisa pembusukan mahluk hidu. bahkan pada debu yang ada diatmosfer dapat menjadi substratnya. yaitu dengan dipanaskan. bakteri fermentasi.

Goebel BM. http://id. 9th ed. 2012. Mikrobiologi. Baltimore: Williams & Wilkins.. Funke BR. Pace NR (1998). Microbiology: an introduction. J Bacteriol 180 (18): 4765–74.wikipedia. Hugenholtz P. San Francisco: Benjamin Cummings. Bergey DH (1994).ipb.pdf?sequence=6 http://id. Uswatun.id/bitstream/handle/123456789/51956/F11sfa_BAB%20II %20Tinjauan%20Pustaka..com/exact-sciences/2265798-struktur-selbakteri/#ixzz1nunlxfwu 21 . 8th ed. Selain menguntungkan sebagian spesies bakteri merugikan bagi manusia dan organisme lain. karen dapat menyebabkan makanan rusak. ISBN 0-683-00603-7. Medan : FMIPA Unimed Holt JC.ac.penghasil antibiotik. menyebabkan penyakit dan menghasilkan bau busuk DAFTAR PUSTAKA Hasanah.shvoong. Tortora GJ.org/wiki/Bakteri http://repository. Bergey's manual of determinative bacteriology. "Impact of culture-independent studies on the emerging phylogenetic view of bacterial diversity". Case CL (2004). ISBN 0-8053-7614-3.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->