P. 1
Ikatan Ion Struktur dan proses pembentukan

Ikatan Ion Struktur dan proses pembentukan

|Views: 634|Likes:
Published by Yanda Arsyavin
Menjelelaskan prose pembentukan ikatan ion, bagaimana strukturnya, apa fungsinya didalam kehidupan, serta perbedaan dengan ikatan lain
Menjelelaskan prose pembentukan ikatan ion, bagaimana strukturnya, apa fungsinya didalam kehidupan, serta perbedaan dengan ikatan lain

More info:

Categories:Types, Research
Published by: Yanda Arsyavin on Feb 27, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/27/2015

pdf

text

original

IKATAN ION

Oleh:

Hendrolis (E1J012090) Jusrian Saubara Orpa Yanda (E1J012098) Rani Artaida (E1J012101)

Dosen Pengajar : Dr. Ir. Rustikawati , M.Si

Agroekoteknologi Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas pertanian UNIVERSITAS BENGKULU BENGKULU 2013

1 Definisi Ikatan Ion Ikatan ion adalah ikatan yang terjadi antara unsur-unsur logam dengan unsur-unsur non logam Ikatan ion adalah ikatan yang terjadi antara ion positif/kation dengan ion negative/anion.2. Dengan kata lain proses pelepasan dan penangkapan elektron melibatkan dua atom atau lebih dan berlangsung secara simultan. setelah melepaskan elektron berubah menjadi ion positif.1. Kedua ion tersebut kemudian saling berikatan dengan gaya elektrostatis. Antara ion-ion yang berlawanan muatan ini terjadi tarik-menarik (gaya elektrostastis) yang disebut ikatan ion (ikatan elektrovalen). bersamaan dengan elektron yang dilepaskan ditangkap oleh atom Cl lainnya sehingga atom tersebut menjadi bermuatan negatif. 2. Dengan kata lain. Ikatan ion terbentuk antara atom yang melepaskan elektron (logam) dengan atom yang menangkap elektron (bukan logam). Ikatan Ion Terjadi jika atom unsur yang memiliki energi ionisasi kecil/rendah melepaskan elektron valensinya (membentuk kation) dan atom unsur lain yang mempunyai afinitas elektron besar/tinggi menangkap/menerima elektron tersebut (membentuk anion). Ikatan ion terjadi antara atom logam (golongan IA. kecuali H dan Golongan IIA) dengan unsur non logam (golongan VIA dan golongan VIIA) Peristiwa ikatan ion diawali dengan proses pelepasan elektron dari sebuah atom menjadi ion positif. sebagai contoh kita pergunakan aton Na. setelah menerima elektron berubah menjadi ion negatif. Ikatan ion adalah ikatan yang terjadi akibat dari serah terima elektron Dari tiga pengertian diatas dapat diuraikan bahwa ikatan ion adalah ikatan yang terjadi akibat perpindahan elektron dari satu atom ke atom lain. perhatikan Gambar 5.2 Bagaimana Ikatan Ion Terbentuk 1. 2 . Sedangkan atom bukan logam. 1. 3. Unsur yang cenderung melepaskan elektron adalah unsur logam sedangkan unsur yang cenderung menerima elektron adalah unsur non logam. Atom logam.

menghasilkan ion-ion bermuatan Gambar 5.Gambar 5. Ikatan ion terjadi karena adanya gaya elektrostatika dari ion positif dengan ion negatif Perbedaan muatan listrik dari kedua ion itulah yang menimbulkan gaya tarik elektrostatik dan kedua ion berikatan (lihat Gambar 5.2. kita tuliskan persamaan reaksinya 3 .3. Proses pelepasan dan penarikan elektron dari atom Na ke atom Cl.3). Dalam kimia.

: 2 8 | menerima 2 elektron Reaksi: Ca  Ca2+ + 2e O + 2e  O2----------------------.: 2 8 | menerima 2 elektron 8O : 2 6 K cenderung melepas 1 elektron membentuk ion K+ sementara O cenderung menerima 2 elektron membentuk O2-.+ Ca + O  Ca2+ + O2. karena keberadaannya saling meniadakan disebelah kiri tanda panah dan disebelah kanan tanda panah.(jumlah electron pada kedua ion dibuat sama). maka diperlukan 2 ion K+ dan 1 ion O2. Untuk membentuk senyawa ion yang netral. Reaksi: K  K+ + 1e | x 2 O + 2e  O2. K2O 2. CaO 4 .| x 1 ----------------------. 19K dengan 8O Konfigurasi: 19K : 2 8 8 1  K+ : 2 8 8 + 1e | melepas 1 elektron + 2e  O2. 1.Dalam penulisan e dapat dicoret atau dihapus.+ 2K  2K+ + 2e O + 2e  O2----------------------.+ 2K + O  2K+ + O2. 20Ca dengan 8O Konfigurasi: 20Ca : 2 8 8O : 2 6 8 2  Ca2+ : 2 8 8 + 2e | melepas 2 elektron + 2e  O2.3 Contoh Pembentukan Ikatan Ion Simak beberapa ikatan yang terjadi antara unsur-unsur berikut: 1.

13Al dengan 8O Konfigurasi: 13Al : 2 8 3  8O : 2 6 Al3+ : 2 8 + 3e | melepas 3 elektron + 2e  O2. 11Na dengan 17Cl Konfigurasi: 11Na : 2 8 1  Na+ : 2 8 + 1e | melepas 1 elektron  Cl.+ 2Al + 3O  2Al3+ + 3O2.+ Na + Cl  Na+ + Cl.| x 3 ----------------------.: 2 8 | menerima 2 elektron Reaksi: Al  Al3+ + 3e | x 2 O + 2e  O2. 12Mg dengan 17Cl Konfigurasi: 5 .3. NaCl 5. Al2O3 4.+ 2Al  2Al3+ + 6e 3O + 6e  3O2----------------------.: 2 8 8 | menerima 1 elektron 17Cl : 2 8 7 + 1e Reaksi: Na  Na+ + 1e Cl + 1e  Cl----------------------.

+ Al + 3Cl  Al3+ + 3Cl.+ Mg + 2Cl  Mg2+ + 2Cl.: 2 8 8 | menerima 1 elektron 17Cl : 2 8 7 + 1e Reaksi: Al  Al3+ + 3e | x 1 Cl + 1e  Cl.: 2 8 8 | menerima 1 elektron Reaksi: Mg  Mg2+ + 2e | x 1 Cl + 1e  Cl.| x 3 ----------------------.| x 2 ----------------------.+ Al  Al3+ + 3e 3Cl + 3e  3Cl----------------------. 13Al dengan 17Cl 13Al : 2 8 3  Al3+ : 2 8 + 3e | melepas 3 elektron  Cl. AlCl3 Contoh pembentukan ikatan ion antara ion monoatomik dengan ion poliatomik: 1. MgCl2 6.+ Mg  Mg2+ + 2e 2Cl + 2e  2Cl----------------------.12Mg : 2 8 2  17Cl : 2 8 7 + 1e Mg2+ : 2 8 + 2e | melepas 2 elektron  Cl. K+ dengan NO3K+ | melepas 1e NO3.| menerima 1e 6 .

 KNO3 2. Ca(NO3)2 3. Li+ dengan PO43Li+ | melepas 1e | x3 PO43. tetapi mudah patah. Ca2+ dengan NO3Ca2+ | melepas 2e | x 1 NO3.| menerima 1e | x 2 Sehingga senyawa ion yang terbentuk: Ca2+ + 2NO3.| menerima 2e | x1 Sehingga senyawa ion yang terbentuk: 2Na+ + SO42. Na+ dengan SO42Na+ | melepas 1e | x 2 SO42. Na2SO4 4. 3) Penghantar panas yang baik. MgCO3 5.Sehingga senyawa ion yang terbentuk: K+ + NO3. Mg2+ dengan CO32Mg2+ | melepas 2e CO32. Li3PO4 1. 2) Keras.| menerima 3e | x1 Sehingga senyawa ion yang terbentuk: 3Li+ + PO43. 7 .| menerima 2e Sehingga senyawa ion yang terbentuk: Mg2+ + CO32.3 Sifat umum senyawa ionik 1) Titik didih dan titik lelehnya tinggi.

MgS 1. CsF b) Golongan alkali (IA) [kecuali atom H] dengan golongan oksigen (VIA) Contoh : Na2S. benzena).6 Manfaat Ikatan Ion Dalam Kehidupan Dalam kehidupan sehari-hari. 5) Larut dalam air. maka seorang atlet dianjurkan meminum minuman yang dapat menjaga cairan elektrolit dalam tubuhnya seimbang yaitu minuman yang mengandung Kalium Iodida (KI) seperti pocari saat. eter. 8 . Rb2S.5 Kekuatan Ikatan Ion Dibandingkan Ikatan Lain Ikatan ionik dapat dikatakan jauh lebih kuat dari pada ikatan kovalen karena ikatan ionik terbentuk akibat gaya tarik listrik (gaya Coulomb) sedangkan ikatan kovalen terbentuk karena pemakaian elektron ikatan bersama.4 Senyawa Yang Mempunyai Ikatan Ion a) Golongan alkali (IA) [kecuali atom H] dengan golongan halogen (VIIA) Contoh : NaF. 1.4) Lelehan maupun larutannya dapat menghantarkan listrik (elektrolit). contoh senyawa ionik yang sering ditentukan adalah garam dapur (NaCl) dan Kapur (CaO)  KI Untuk memenuhi kebutuhan elektrolit dalam tubuh. KI. BaO. 1. 6) Tidak larut dalam pelarut/senyawa organik (misal : alkohol.Na2O c) Golongan alkali tanah (IIA) dengan golongan oksigen (VIA) Contoh : CaO.

sehingga terbentuk senyawa ion. KI digunakan untuk mengatasi masalah penyakit thyroid pada manusia. Garam NaCl ini digunakan untuk penambah cita rasa pada makanan. Kalium (K) kehilangan satu elektron sedangkan Iodium (I) bertambah satu elektron. Gambar Struktur NaCl 9 .Ion Kalium mentrasfer elektron ke ion Iodium.  NaCl Selain Kalium Iodida contoh lain dari ikatan ion adalah Natrium Klorida (NaCl). kristalnya berbentuk kubus dan biasanya sering dijumpai dimeja makan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->