CATATAN KAKI KARYA ILMIAH Catatan kaki adalah penyebutan sumber yang dijadikan kutipan.

Fungsi catatan kaki adalah memberikan penghargaan terhadap sumber yang dikutip dan aspek ligalitas untuk izin penggunaan karya tulis yang dikutip, serta yang terpenting adalah etika akademik dalam masyarakat ilmiah sebagai wujud kejujuran penulis. Ada beberapa cara yang digunakan dalam menuliskan sumber kutipan, antara lain:

1. Nama pengarang hanya satu orang Abin Syamsudin Makmun, Psikologi Pendidikan (Bandung: Remaja Rosdakarya, 1996), hal. 39. Atau Maurice N. Richter, Jr, Science as a Cultural Process (Cambridge Schenkman, 1972), h.4 2. Nama Pengarang yang jumlahnya dua orang dituliskan lengkap David B. Brinkerhoff dan Lynn K. White, Sociology (St Paul: Wst Publishing Company, 1988), hal. 585. 3. Nama Pengarang yang jumlahnya sampai tiga orang dituliskan lengkap sedangkan jumlah pengarang yang lebih dari tiga orang hanya dituliskan nama pengarang pertama ditambah kata et al. (et al: dan tainlain). John A. R. Wilson, Mildred C. Robeck, and William B. Micheal, Psychological Foundation of Learning and Teaching (New York: McGraw-Hill Book Company, 1974), hal. 406. dan Carrick Martin et al., Introduction to Accounting ed ke 3 (Singapore”Mc.Graw-Hill, 1991), hal 123. 4. Kutipan yang diambil dari halaman tertentu disebutkan halamannya dengan singkatan p (pagina) atau h (halaman). Sekiranya kutipan itu disarikan dari beberapa halaman umpamanya dari halaman 1 sampai dengan 5 maka dikutip p. 1-5 atau hh 1-5. David Harrison, The Sociology of Modernization and Development (London: Unwin Hyman Ltd., 1988), hal. 20-21. Abin Syamsudin Makmun, Psikologi Pendidikan (Bandung: Remaja Rosdakarya, 1996), hal. 39- 44 5. Sebuah makalah yang dipublikasikan dalam majalah, Koran, kumpulan karangan atau disampaikan dalam forum ilmiah dituliskan dalam tanda kutip yang disertai dengan informasi mengenai makalah tersebut. Karlina, "Sebuah Tanggapan : Hipotesa dan Setengah llmuan," Kompas, 12 Desember 1981 ,h.4. Liek Wiliardjo, "Tanggung llmuan" Pustaka th. Ill 1979,pp.11-14. Jawab Sosial No. 3, April M. Sastrapratedja, "Perkembangan ilmu dan Teknologi dalam Kaitannya dengan Agama dan Kebudayaan". Makalah disampaikan dalam Kongres Ilmu Pengetahuan Nasional (KIPNAS) III, LIPI. Jakarta, 15-19 September 1981. B. Suprapto, "Aturan Permainan dalam ilmu-ilmu alam."llmu dalam Perspektif. ed. Juiun S. Suriasumantri (Jakarta : Gramedia, 1978) pp. 129-133. J.J. Honingman, The World of Man, dalam Alfian (ed.), Persepsi Masyarakat tentang Kebudayaan (Jakarta : Gramedia, 1985), hal. 100. 6. Pengulangan kutipan dengan sumber yang sama dilakukan dengan memakai notasi op. cit. (opera citato : dalam karya yang telah dikutip), loc. Cit. (loco citato : dalam tempat yang telah dikutip dan ibid, (ibidem: dalam tempat yang sama). Untuk pengulangan maka pengarang tidak ditulis lengkap melainkan cukup nama familinya saja. Sekiranya pengulangan dilakukan dengan tidak diselang oleh pengarang lain maka dipergunakan notasi ibid. dikutip kembali sumber yang sama dengan kutipan sebelumnya pada halaman yang sama lbid dikutip kembali sumber yang sama dengan kutipan sebelumnya pada halaman yang berbeda Ibid., hal 12. Mengutip sumber yang sama dan halaman yang sama tetapi sudah diselingi oleh sumber lain Conny R. Semiawan, loc. cit. Mengutip sumber yang sama dan halaman yang berbeda tetapi sudah diselingi oleh sumber lain Jujun S. Suriasumantri, op. cit., hal. 49 Mengutip pengarang yang sama buku berbeda dan halaman yang sama tanpa diselingi oleh sumber lain Suriasumantri, Pembangunan Modernisasi dan Pendidikan, hal. 39 – 42. Mengutip pengarang yang sama buku berbeda dan halaman yang sama tetapi sudah diselingi oleh sumber lain Suriasumantri, Pembangunan Modernisasi dan Pendidikan, loc.cit. Mengutip pengarang yang sama buku berbeda dan halaman yang berbeda tetapi sudah diselingi oleh sumber lain Suriasumantri, Pembangunan Modernisasi dan Pendidikan, op.cit., hal. 7 7. Kadang-kadang kita ingin mengutip sebuah pernyataan yang telah dalam karya tulis yang lain. Untuk itu maka kedua sumber itu kita tuliskan. Anastasi dalam Syafuddin Azwar, Pengantar Psikologi Inteligensi (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1996), hal. 6. Anton Bekker, “Badan Manusia dan Budaya”

“Pembangunan Sosial Budaya Secara Terpadu”. R. Psikologi Sosial. Soekadijo (Jakarta: PT Gramedia. Vol II : Issues and Problem in the Planning of Education in Developing Countries (Cambridge. (ed. 2 Februari 2007 pukul 15. -. 1980). Endry Boeriswati. Theodore M. NewComb. 325. J. Terjemahan FPUI (Jakarta: Diponegoro: 1985).enumeratif daftar karya rekaman yg susunannya dibatasi oleh penyusunnya. History of Infleunces in Develompment of Intelligence Theory & Testing. Interview Interview dengan Dr. Turner dan Philip E. Kadang-kadang kita ingin mengutip sebuah pernyataan yang telah diterjemahkan. kronologi. Tidak dipublikasikan Endry Boeriswati.). Ayat 1. 8. -. Stratman.” Review of Educational Research. -. Ketua Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia FBS UNJ.p.W.) Tantangan Kemanusiaan Universal (Yogyakarta: Kanisius). Suriasumantri.Indiana. Untuk itu maka kedua sumber itu kita tuliskan. hal.html). 2000.beranotasi bibliografi dng keterangan singkat pd tiap karangan.. Pasal 19. 13. M.dalam G.edu/~intel/Thorndike. Planning Education ofr Development. Harvard University. dalam Masalah Sosial Budaya Tahun 2000: Sebuah Bunga Rampai Soedjatmoko at al. P. Jujun S. Jakarta : PPPG Bahasa. pp. Russell G.Pd. .kini daftar buku yg disusun bersamaan dng waktu buku itu diterbitkan. 19. daftar buku atau karangan yg merupakan sumber rujukan dr sebuah tulisan atau karangan atau daftar tt suatu subjek ilmu. 2006) 12. 9. 10.html). 1998. 1. Dokumen RI. Bab VII. hal. Situs Internet Thorndike.pengarang bibliografi yg . Davis (ed.com/Organ/ Upstream/ IQ/apa/html). Ralph H.cycau. LX (2. Traditional Intelligence Theories. 4.00 11. 76. Majalah/Jurnal Ilmiah James F. hst. Penilian Berbasis Kelas dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia. (http://www. Makalah Pelatihan Widya Iswara Bahasa Indonesia.mi.. 10. 153-235. Undang-Undang Dasar 1945. Muedjanti. dapat berupa susunan geografi. “The Emergence of Legal Composition as a field of inquiry.) (Yogyakarta: Tiara Wacana. Converse. Modernisasi: Pengantar Sosiologi Pembangunan Negara-negara Sedang Berkembang. (http://www. hal.gsn. -. hal.1990). 1982). -lengkap bibliografi yg sudah lengkap. Schoorl. 13 1.G. 20/08/2000.org/edref.L. biasanya terbit secara berkala. hal. 1 Report of Task Force established by Board of Scientific Affairs of American Psychological Assciation. 1986). atau karya yg judulnya terdaftar di dalamnya. hal. buku. (http://edweb. 14. hal. daftar pustaka. atau subjek. Buku yang terdiri dari beberap jilid yang mempunyai judul umum namun tiap jilid mempunyai subjudul sendiri. (ed. Terjemahan R.

Pola analogi adalah :pola analogi adalah penalaran induktif dengan membandingkan dua hal yang banyak persamaannya. -.generalisasi (umum) adalah penalaran induktif dengan cara menarik kesimpulan secara umum berdasarkan sejumlah data. Begitu pula dengan padi yang semakin berisi. Contoh : Sifat manusia ibarat padi yang terhampar di sawah yang luas.setempatbibliografi buku atau bentuk lainnya yg berhubungan dng daerah geografi yg lebih kecil dr suatu wilayah (kabupaten).peta bibliografi kumpulan peta. source: kbbi3 2.sekunder bibliografi khusus yg mendaftar buku yg mencakupi satu subjek saja dan pendaftarannya dilakukan berdasarkan bibliografi primer. Anda dapat menarik kesimpulan.primer 1 bibliografi yg luas atau umum yg memuat buku yg masalahnya tidak saling berhubungan. -subjek daftar bahan atau subjek mengenai individu tertentu. Berdasarkan persamaan kedua hal tersebut. . -. kebesaran. Ketika manusia itu meraih kepandaian. -. Apabila padi itu kosong. -. 2. ia akan semakin merunduk.mendaftar buku. artikel. dapat berupa bibliografi dan kritik thd karya pengarang itu. Jumlah data atau peristiwa khusus yang dikemukakan harus cukup dan dapat mewakili isi paragraf. bibliografi yg merupakan catatan asli dr seluruh atau sebagian dr suatu terbitan. dan karya tulis lainnya tt pengarang tertentu. Pola. ia akan berdiri tegak. sifatnya akan menjadi rendah hati dan dermawan. dan kekayaan. -terpilih bibliografi yg menyajikan literatur terpilih mengenai subjek tertentu Pola Pengembangan Paragraf Argumentasi 1.

Hanya Maman yang 6. Di samping itu. Sebelumnya. PARAGRAF ARGUMENTASI . Ditambah lagi dengan harga pupuk yang semakin mahal dan kurangnya pengetahuan para petani dalam menggarap lah JENIS-JENIS PARAGRAF Dipublikasi pada 14 April 2011 oleh jelajahduniabahasa Jenis-jenis paragraf berdasarkan tujuannya dapat dibedakan atas : 1.Paragraf hubungan sebab akibat adalah paragraf yang dimulai dengan mengemukakan fakta khusus yang menjadi sebab. Contoh :Kemarau tahun ini cukup panjang. dan Burhan mendapat nilai 8. Boleh dikatakan. 3. dan sampai pada simpulan yang menjadi akibat. Paragraf deskripsi 4. ternyata Ali. irigasi di desa ini tidak lancar. Paragraf naratif A. dan tidak seorang pun mendapat nilai kurang. Paragraf persuasi 5.Contoh : Setelah karangan anak-anak kelas 3 diperiksa. pohon-pohon di hutan sebagi penyerap air banyak yang ditebang. toto. Alex. anak kelas 3 cukup pandai mengarang. Paragraf eksposisi 3. Paragraf argumentasi 2. Anak-anak yang lain mendapat 7.

tabel. pembuangan limbah industri dari pabrik-pabrik yang tidak sesuai dengan prosedur. polusi udara dari kendaraan bermotor yang jumlahnya semakin banyak. serta bencana banjir karena saluran-saluran air tersumbat oleh sampah. Pencemaran tersebut dapat mengakibatkan kerugian yang cukup besar.Paragraf argumentasi adalah paragraf yang berisi ide/gagasan dengan diikuti alasan yang kuat untuk menyakinkan pembaca Ciri-ciri paragraf argumentasi 1. Krisis yang berkepanjangan menjadi penyebab kesulitan hidup di segala sektor/bidang. dan ulah masyarakat sendiri yang sering membuang sampah sembarangan . menyebarnya berbagai virus dan bakteri atau menjangkitnya wabah penyakit. Kemudian bergerak menuju sebab-sebab yang mungkin telah menimbulkan akibat tadi. POLA PENGEMBANGAN AKIBAT. 2. Berbagai macam cara mereka lakukan agar dapat bertahan hidup di jalanan. Pola pengembangan akibat-sebab Jumlah anak jalanan di kota-kota besar semakin hari semakin bertambah.Ditandai dengan kata – kata sebab. Pencemaran itu. karena. Misalnya udara menjadi kotor dan tidak sehat. terutama di kota-kota besar. bertujuan menyakinkan orang lain bahwa apa yang dikemukakan merupakan kebenaran 3. bersifat nonfiksi /ilmiah 2.SEBAB adalah paragraf yang mula-mula bertolak dari suatu peristiwa yang dianggap sebagai akibat yang diketahui. CONTOH PARAGRAF ARGUMENTASI 1. Pola pengembangan sebab-akibat Pencemaran lingkungan hampir terjadi di seluruh Indonesia. gambar dll 4. ditutup dengan kesimpulan MACAM/POLA PENGEMBANGAN PARAGRAF ARGUMENTASI POLA PENGEMBANGAN SEBAB – AKIBAT adalah paragraf yang mula-mula bertolak dari suatu peristiwa yang dianggap sebagai sebab yang diketahui lalu bergerak maju menuju pada suatu kesimpulan sebagai efek akibat. Fenomena seperti ini mulai tampak menggejala ketika krisis ekonomi melanda negara kita. Mereka memenuhi jalan-jalan utama di pusat kota dengan segala tingkah dan aksinya. dari cara yang sopan hingga yang paling brutal. dilengkapi bukti-bukti berupa data. antara lain. Mereka berkeliaran di jalan dan mencari hidup dengan cara meminta-minta. . dikarenakan dll. disebabkan.

Siapa sesungguhnya yang berperan dalam menjadikan planet bumi ini menjadi demikian ? Jawabnya tentu manusia sendiri! (Deskripsi subjektif) 2.B. mendengar. dan bencana alam makin sering datang. Betapa sesuai benar dengan warna blus panjangnya. benda. Kesimpulannya.atau tempat Deskripsi waktu adalah paragraf yang dikembangkan berdasarkan waktu peristiwa cerita tersebut CONTOH-CONTOH PARAGRAF DESKRIPSI 1. khususnya bagi wisatawan yang mendambakan suasana nyaman. tenang. Gurun makin luas. bumi makin kritis. Jalannya sungguh santun memikat hati orang yang memandang ( Deskripsi subjektif) 3. tempat. Pantai Nusa Penida memiliki tata keindahan alam yang menarik. PARAGRAF DESKRIPSI Paragraf deskripsi adalah paragraf yang melukiskan atau menggambarkan sesuatu dengan tujuan agar pembaca seakan-akan bisa melihat. jauh dari kebisingan kota. Bentangan lautnya luas. atau merasakan sendiri semua yang ditulis oleh penulis CIRI-CIRI PARAGRAF DESKRIPSI Menggambarkan /melukiskan objek tertentu (orang. Hutan-hutan tropis mulai meranggas. Pemda Bali harus menata . keindahan alam dll) Bertujuan agar pembaca seolah-olah melihat sendiri objek MACAM /POLA PENGEMBANGAN PARAGRAF DESKRIPSI Deskripsi objektif adalah paragraf deskripsi yang dalam penggambaran objeknya tidak disertai dengan opini penulis Deskripsi subjektif adalah paragraf deskripsi yang dalam penggambaran objeknya disertai dengan opini penulis Deskripsi spasial adalah paragraf yang menggambarkan objek secara detail khususnya ruangan. Pantai Nusa Penida juga menawarkan keindahan ikan laut yang sedang berenang. Lapisan ozon menipis. cuaca tidak menentu. Rok dan blusnya seakan-akan menambah keanggunan pribadinya. Akibatnya suhu bumi meningkat. Bagi penyelam . Pohon-pohonnya rindang. Dia memakai rok panjang warna cokelat.

Sambil melirik. Di sebelah kiriku. kucoba melirik orang-orang di sekelilingku. berkulit kuning. Aku mencoba melirik orang-orang di sekelilingku. namun jika diibaratkan gadis maka pesonanya laksana sosok perawan kencur. Gadis itu berambut pirang. Kiasan tersebut sepintas memang kedengarannya seperti berlebihan. (Deskripsi subjektif/tempat) 5.berdasarkan fakta . Selain itu tumpukan sampah juga menebarkan bau yang sangat menyengat. namun itulah sesungguhnya kata yang paling tepat untuk menggambarkan pesona alam Pantai Nusa penida. kuperhatikan dia. Sayangnya. Sungai ini mengalir di seluruh Jakarta. aku mengenalnya. ditambah dengan bibirnya yang tipis. rambutnya kuning indah. matanya memandang sayu. Sungguh pemandangan yang sangat menyedihkan (Deskripsi spasial) C. Dalam waktu yang tidak lama. Sungai Ciliwung dipenuhi tumpukan sampah. Dengan rasa penasaran.bertujuan menjelaskan/memaparkan . kuperhatikan dia. seorang gadis cantik berambut panjang. Sungai ciliwung terletak di Jakarta. Tapi di mana ? (deskripsi subjektif) 7. Tidak lama. Rambutnya pirang. Jika diumpamakan permata. Rasanya. Lalat-lalat itu selalu berterbangan ke perumahan warga dan membawa berbagai macam penyakit. seorang gadis berambut panjang menarik hatiku. Di sebelah kiriku.tidak bermaksud mempengaruhi . PARAGRAF EKSPOSITIF PENGERTIAN PARAGRAF EKSPOSITIF/EKSPOSISI Paragraf ekspositif adalah paragraf yang bertujuan untuk menjelaskan dan menerangkan sesuatu permasalahan kepada pembaca agar pembaca mendapat gambaran yang sejelasjelasnya tentang sesuatu permasalahan yang dimaksud pengarang CIRI-CIRI PARAGRAF EKSPOSITIF . Sambil melirik. dia membuat jantungku berdetak hebat.dan mengelola Pantai Nusa Penida sebagai tujuan wisata alternatif( Deskripsi objektif/tempat ) 4. pesona pantai Nusa Penida bak mutiara yang memantulkan cahaya putih kekuning-kuningan. Tumpukan sampah di sungai dihinggapi lalat. dan berbibir tipis ( deskripsi objektif) 6.bersifat nonfiksi/ilmiah .

pola khusus-umum (induksi) Adalah paragraf yang dimulai dari hal-hal yang bersifat khusus kemudian menjelaskan dengan kalimat-kalimat yang bersifat umum . berdasarkan unsur kesamaan dan perbedaan. Kata hubung (jika dibandingkan dengan.selaras dengan.pola pertentangan/kontras Adalah paragraf yang mempertentangkan dengan gagasan lain. kerugian dengan keuntungan.berbeda dengan.pola perbandingan Adalah paragraf yang membandingkan dengan hal yang lain. kelebihan dengan kekurangan. sama dengan. sebaliknya. Kata hubung (biarpun. akan tetapi.pola analogi Adalah paragraf yang menunjukkan kesamaan-kesamaan antara dua hal yang berlainan kelasnya tetapi tetap memperhatikan kesamaan segi /fungsi dari kedua hal tadi sebagai ilustrasi .sesuai dengan) . walaupun.MACAM/POLA PENGEMBANGAN PARAGRAF EKSPOSITIF – pola umum-khusus (deduksi) Adalah paragraf yang dimulai dari hal –hal yang bersifat umum kemudian menjelaskan dengan kalimat –kalimat pendukung yang khusus . seperti halnya.pola pengembangan contoh/ilustrasi .demikian juga. meskipun begitu) . namun.berbeda. melainkan.pola pengembangan klasifikasi Adalah pola pengembangan paragraf dengan cara mengelompokkan barang-barang yang dianggap mempunyai kesamaan-kesamaan tertentu .pola pengembangan proses Adalah pola pengembangan paragraf yang ide pokok paragrafnya disusun berdasarkan urutan proses terjadinya sesuatu .

Warga yang rumahnya rusak berat mendapatkan sekitar 30 juta . dan paragraf. khususnya uraian yang bersifat abstrak. Bila pohon dapat diuraikan menjadi batang. ranting.Adalah paragraf yang berfungsi untuk memperjelas suatu uraian. Sampai hari ke-8. Tubuh karangan sebanding dengan batang. Sampai saat ini.warga yang rumahnya rusak sedang mendapat bantuan sekitar 20 juta. Struktur suatu karangan atau buku pada hakikatnya mirip atau sama dengan suatu pohon. sedangkan untuk memahami sepenuhnya akibat itu perlu dikemukakan sejumlah sebab sebagai perinciannya CONTOH-CONTOH PARAGRAF EKSPOSITIF 1. bab. Mereka mengambilnya dari beberapa kebun warga. Hal ini terlihat di beberapa wilayah Bantul dan Jetis.(pola pengembangan definisi) 2. Calon penerima bantuan tersebut ditentukan oleh aparat desa setempat dengan pengawalan dari pihak LSM (pola pengembangan klasifikasi) 4.pola sebab akibat Adalah pola pengembangan dimana sebab bisa bertindak sebagai gagasan utama. sedangkan akibat sebagai perincian pengembangannya. bab sebanding dengan dahan. Atau sebaliknya. warga Desa Piyungan hanya makan singkong. umpamanya. sub-bab .pola pengembangan difinisi Adalah paragraf yang berupa pengertian atau istilah yang terkandung dalam kalimat topik memerlukan penjelasan panjang lebar agar tepat maknanya dilengkapi oleh pembaca . dan daun. Misalnya. Bantuan pembangunan rumah atau bangunan tersebut disesuaikan tingkat kerusakannya. Kata penghubung (contohnya. Pemerintah akan memberikan bantuan rumah atau bangunan kepada korban gempa. maka karangan atau buku dapat diuraikan menjadi tubuh karangan. akibat sebagai gagasan utama. bantuan untuk para korban gempa Yogyakarta belum merata. Warga yang rumahnya rusak ringan mendapatkan bantuan sekitar 10 juta. Ozone therapy adalah pengobatan suatu penyakit dengan cara memasukkan oksigen murni dan ozon berenergi tinggi ke dalam tubuh melalui darah. dahan. Kondisi seperti ini menunjukkan bahwa bantuan pemerintah kurang merata.misalnya) . (pola pengembangan contoh) 3.Ozone therapy merupakan terapi yang sangat bermanfaat bagi kesehatan. sub – bab. itu adalah sisa-sisa beras yang mereka kumpulkan dibalik reruntuhan bangunan. Jika ada warga yang makan nasi. baik untuk menyembuhkan penyakit yang kita derita maupun sebagai pencegah penyakit. di Desa Piyungan.

sebanding dengan ranting. PARAGRAF PERSUASIF PENGERTIAN PARAGRAF PERSUASIF Paragraf persuasif adalah paragraf yang bertujuan meyakinkan dan membujuk seseorang atau pembaca agar melaksanakan /menerima keinginan penulis CIRI-CIRI PARAGRAF PERSUASIF . Bila bayi dididik dengan baik seperti kertas yang terisi dengan hal-hal yang bermanfaat bagi siapa pun yang membacanya. Petani beras organik mendapatkan keuntungan 34 % dari biaya prduksi. Oleh karena itu.bertujuan mendorong. dan lebih enak. Beras organik lebih menguntungkan daripada beras nonorganik . temanya bersifat temporer karena mengikuti perubahan selera pasar. Jadi. Lagu-lagu tersebut kurang memperhatikan nilai yang ingin ditanamkan paa diri anak dan lebih memperhatikan kebutuhan pasar. beras organik tidak mencemari lingkungan karena tidak menggunakan bahan kimia.Seorang bayi dilahirkan dalam keadaan suci seperti kertas putih.Keuntungan yang didapat para petani beras organik juga lebih tinggi. mempengaruhi dan membujuk pembaca . membentuk kepribadian baik seorang anak ibarat menulisi kertas putih dengan hal-hal yang bermanfaat (analogi) 6.ada fakta/bukti untuk mempengaruhi/membujuk pembaca .Jadi. (pola pengembangan perbandingan) D. Selain itu. . mari kita bertani dengan cara organik agar lebih mnguntungkan dan dapat meningkatkan taraf hidup. Unsur kesamaan yang masih ditemukan dalam kedua kelompok lagu ini ialah para pencipta lagu masih berusaha menciptakan irama yang gembira dan ritme yang sederhana. Bayi akan dibentuk pribadinya sesuai dengan didikan yang diterimanya seperti kertas dapat diisi dengan berbagai hal sesuai dengan keinginan pemiliknya. awet. seperti dalam kehidupan anak-anak itu sendiri. Mutu beras organik lebih sehat . sedangkan petani beras nonorganik hanya mendapat keuntungan 16 % dari biaya produksi.menggunakan bahasa secara menarik untuk memberikan sugesti (kesan) kepada pembaca CONTOH-CONTOH PARAGRAF PERSUASI 1.(pola pengembangan analogi) 5. dan paragraf sebanding dengan daun.

Tiga kali Patih Pranggulang melakukan hal itu. novel dll) Contoh-contoh paragraf naratif 1. Tidak dapat disangkal bahwa praktik berpidato menjadi semacam “obat kuat’ untuk membangun rasa percaya diri. dan grogi.2. Aku harus pergi ke arah timur. tempat. cerita nyata dalam surat kabar) 2.Ada tokoh. biografi/otobiografi. Oleh karena itu. Ketenangan inilah yang menjadi modal utama untuk meraih keberhasilan pidato. sejarah. kita dapat tampil tenang tanpa digoda rasa malu. E. sebelum mengenai tubuh Tunjungsekar. Ia mengayunkan pedang itu dengan cepat ke tubuh Tunjungsekar. Jika rasa percaya diri itu sudah besar.roman) tetapi juga terdapat dalam tulisan nonfiksi (biografi.sejarah. Akan tetapi semuanya gagal (Narasi sugestif) serangkaian . Patih Pranggulang menghunus pedangnya.Tidak hanya terdapat dalam karya fiksi ( cerpen. PARAGRAF NARATIF Paragraf naratif adalah suatu bentuk paragraf yang menceritakan peristiwa yang disusun menurut urutan waktu terjadinya Ciri-ciri paragraf naratif . Aku tidak mengerti apa maksudnya.bahkan merasa mengalami cerita tersebut( cerpen.riwayat perjalanan) Macam / pola pengembangan paragraf naratif 1. Tapi aneh. Narasi ekspositoris/nonfiksi/informatif adalah cerita yang benar-benar terjadi (cerita kepahlawanan. Narasi sugestif/fiksi/artistik adalah cerita yang menonjolkan khayalan sehingga pembaca terkesan dan tertarik dan seakan-akan terhayut. Pernah suatu ketika aku bermimpi bertemu seorang kakek berjenggot panjang yang menyuruhku untuk pergi ke arah timur . cerita nyata dalam surat kabar. takut. waktu. Patih Pranggulang memungut pedang dan membacokkan lagi ke tubuh Tunjungsekar. pedang itu jatuh ke tanah.novel.Mementingkan urutan waktu maupun urutan peristiwa . Timur…timur mana ? Jakarta Timur? ……( Narasi sugestif) 2. marilah kita melaksanakn praktik berpidato agar kita segera memperoleh keterampilan atau bahkan kemahiran berpidato. Sesudah bangun . keinginan untuk memenuhi perintah si kakek itu seperti tidak terbendung. dan suasana yang diceritakan .

harmonis dalam perimbangannya. sehingga dapat dipastikan apakah susunan dan hubungan timbal-balik antara gagasan-gagasan itu sudah tepat. . warga Desa Jompo Kulon. Bayangkan pagi-pagi sekali aku harus bangun dan menyiapkan sarapan anak-anakku. MANFAAT KERANGKA KARANGAN BAGI PENULIS Mengapa metode ini sangat di anjurkan kepada para penulis.3. ( Narasi ekspositoris) OUTLINE (KERANGKA KARANGAN) Posted by Nabiyutiful | Posted in Tugas Portofolio | Posted on 21:23 i. Ratusan warga mengalami keracunan. dan teratur.(Narasi ekspositoris) 4. Kabupaten Banyumas. terutama kepada mereka yang baru mulai menulis ? Karena metode ini akan membantu setiap penulis untuk menghindari kesalahan.kesalahan yang tidak perlu dilakukan atau secara terperinci dapat dikatakan bahwa outline atau kerangka karangan dapat membantu penulis dalam hal – hal berikut :  Untuk menyusun karangan secara teratur. terstruktur. II. Hari-hariku sebagai pekerja perempuan di perusahaan industri makanan olahan sangat padat dan melelahkan. Setelah beres urusan rumah. Tak ada korban meninggal dalam musibah tersebut. apakah gagasan-gagasan itu sudah disajikan dengan baik. jelas. aku sempatkan menyuapi anakku yang paling kecil. dan merupakan rangkaian ide-ide yang disusun secara sistematis. PENGERTIAN Kerangka karangan merupakan rencana penulisan yang memuat garis-garis besar dari suatu karangan yang akan digarap. logis. Sambil aku ganti baju kerja. Jawa Tengah. segera aku berlari untuk mengejar angkutan yang mengangkutku ke jalan raya yang dilalui bus. Sekitar 200 penduduk dari beberapa desa dibawa ke rumah sakit di puskesmas. Sebelumnya. Musibah itu terjadi enam jam setelah mereka menikmati hidangan dalam hajatan sunatan di rumah Slamet Riyadi (38). aku tentu harus memandikan mereka karena anakanakku masih kecil. Kecamatan Sokaraja. Kerangka karangan membantu penulis untuk melihat gagasan-gagasan dalam sekilas pandang.

III. Supaya pembaca dapat terpikat secara terus menerus menuju kepada klimaks utama. Berdasarkan Perincian Berdasarkan perincian yang di lakukan pada suatu kerangka karangan. dan kedua berdasarkan perumusan teksnya. Setiap tulisan dikembangkan menuju ke satu klimaks tertentu. Alasan untuk menggarap sebuah kerangka karangan semntara dapat berupa topik yang tidak kompleks. maka susunan bagianbagian harus diatur pula sekian macam sehingga tercapai klimaks yang berbeda-beda yang dapat memikat perhatian pembaca. sehingga perhatian harus di curahkan sepenuhnya pada penyusunan kalimat – kalimat. Kerangka Karangan Sementara Kerangka karangan sementara atau informal merupakan suatu alat bantu. sebuah penuntun bagi suatu tulisan yang terarah. Memudahkan penulis mencari materi pembantu. Dengan mempergunakan rincian-rincian dalam kerangka karangan penulis akan dengan mudah mencari data-data atau fakta-fakta untuk memperjelas atau membuktikan pendapatnya. atau bagaimana susunan bagian – bagiannya. Tiap bagian juga mempunyai klimaks tersendiri dalam bagiannya. Tetapi. karena ia juga merupakan sebuah kerangka karangan. MACAM-MACAM OUTLINE Macam – macam kerangka karangan tergantung dari dua parameter yaitu : berdasarkan sifat perinciannya. . alinea – alinea atau bagian – bagian tanpa mempersoalkan lagi bagaimana susunan karangannya. Sekaligus ia menjadi dasar untuk penelitian kembali guna mengadakan perombakan – perombakan yang di anggap perlu.  Memudahkan penulis menciptakan klimaks yang berbeda-beda. maka dapat di bedakan kerangka karangan sementara ( informal ) dan kerangka karangan formal. Namun sebelum mencapai klimaks dari seluruh karangan itu. atau karena penulis segera menggarap karangan itu. maka ia harus memungkinkan pengarangnya menggarap persoalannya secara dinamis. Atau data dan fakta yang telah dikumpulkan itu akan dipergunakan di bagian mana dalam karangannya itu. Karena kerangka karangan ini hanya bersifat sementara. paling tinggi dua tingkat perincian. terdapat sejumlah bagian yang berbeda-beda kepentingannya terhadap klimaks utama tadi. maka tidak perlu di susun secara terperinci. Kerangka karangan informal ( sementara ) biasanya hanya terdiri dari tesis dan pokok – pokok utama.

Yang paling mudah dalam urutan ini adalah mengurutkan peristiwa menurut kejadiannya atau berdasarkan kronologinya. POLA KARANGAN 1 OUTLINE BERPOLA ALAMIAH 2 OUTLINE BERPOLA KRONOLOGIS OUTLINE BERPOLA ALAMIAH : Susunan atau pola alamiah adalah suatu urutan unit – unit kerangka karangan sesuai dengan keadaan yang nyata di alam. Urutan kronologis adalah urutan yang paling umum. Sejauh di perlukan untuk menguraikan persoalan itu sejelas – jelasnya. atau suatu topik yang sederhana tetapi penulis tidak bermaksud untuk segera menggarapnya. novel. A. Proses perencanaan sebuah kerangka formal mengikuti prosedur yang sama seperti kerangka informal. kemudian mengadakan sorot balik sejak awal mula perkembangan hingga titik yang menegangkan tadi . sebuah kerangka karangan dapat mencapai lima atau tiga tingkat perincian sudah dapat di sebut kerangka formal. dan dalam bentuk karangan naratif lainnya. Urutan Ruang ( Spasial ) Urutan ruang atau urutan spasial menjadi landasan yang paling penting. Sebab itu susunan alamiah dapat dibagi lagi menjadi tiga bagian utama. yaitu urutan berdasarkan waktu ( urutan kronologis ). Tiap sub – bagian dapat di perinci lebih lanjut menjadi bagian – bagian yang lebih kecil. cerpen. dan urutan berdasarkan topik yang sudah ada .Kerangka Karangan Formal Kerangka karangan yang bersifat formal biasanya timbul dari pertimbangan bahwa topik yang akan di garap bersifat sangat kompleks. adalah suatu variasi yang mulai dengan suatu titik yang menegangkan. Tesisnya di rumuskan dengan cermat dan tepat. tetapi juga merupakan satu – satunya cara yang kurang menarik dan paling lemah . Suatu corak lain dari urutan kronologis yang sering di pergunakan dalam roman. Dengan perincian yang sekian banyak. kemudian di pecah – pecah menjadi bagian – bagian bawahan ( sub – ordinasi ) yang di kembangkan untuk menjelaskan gagasan sentralnya. urutan berdasarkan ruang ( urutan spasial ). Urutan Waktu ( kronologis ) Urutan waktu atau urutan kronologis adalah urutan yang di dasarkan pada runtunan peristiwa atau tahap – tahap kejadian . . B.

Urutan ini terutama di gunakan dalam tulisan – tulisan yang bersifat deskriptif . . tanpa mempersoalkan bagian mana lebih penting dari lainnya. Pada pola pertama suatu masalah di anggap sebagai sebab. tanpa memberi tanggapan atas bagian – bagiannya itu . mampu di tuang dalam suatu susunan atau urutan logis . c. hal. Urutan Kausal Urutan kausal mencakup dua pola yaitu urutan dari sebab ke akibat. dan urutan akibat ke sebab . tetapi erat dengan tanggapan penulis . dari yang paling rendah kepentingannya. Topik yang ada Suatu pola peralihan yang dapat di masukkan dalam pola alamiah adalah urutan berdasarkan topik yang ada . mau tidak mau bagian – bagian itu harus di jelaskan berturut – turut dalam karangan itu. Suatu barang. OUTLINE BERPOLA LOGIS : Tanggapan yang sesuai dengan jalan pikiran untuk menemukan landasan bagi setiap persoalan. Urutan yang merupakan kebalikan dari klimaks adalah anti klimaks . Dalam urutan klimaks pengarang menyusun bagian – bagian dari topik itu dalam suatu urutan yang semakin meningkat kepentingannya. Macam – macam urutan logis yang dikenal : Urutan Klimaks dan Anti Klimaks Urutan ini timbul sebagai tanggapan penulis yang berpendirian bahwa posisi tertentu dari suatu rangkaian merupakan posisi yang paling tinggi kedudukannya atau yang paling menonjol . atau peristiwa suadh di kenal dengan bagian – bagian tertentu . Urutan logis sama sekali tidak ada hubungan dengan suatu ciri yang inheren dalam materinya. Untuk menggambarkan hal tersebut secara lengkap. Penulis mulai suatu yang paling penting dari suatu rangkaian dan berangsur – angsur menuju kepada suatu topik yang paling rendah kedudukan atau kepentingannya . bertingkat – tingkat naik hingga mencapai ledakan pada akhir rangkaian .bila topik yang di uraikan mempunyai pertalian yang sangat erat dengan ruang atau tempat . yang kemudian di lanjutkan dengan perincian – perincian yang menelusuri akibat – akibat yang mungkin terjadi. Bila posisi yang paling penting itu berada pada akhir rangkaian maka urutan ini di sebut klimaks . Urutan ini sangat efektif dalam penulisan sejarah atau dalam membicarakan persoalan – persoalan yang di hadapi umat manusia pada umumnya .

atau mulai membicarakan individu – individu kemudian kelompok – kelompok . Urutan umum – khusus ini sebenarnya dapat mencakup pula urutan sebab – akibat. maka urutannya merupakan akibat sebab . bila suatu masalah di anggap sebagai akibat. Dengan demikian untuk memecahkan masalah tersebut secara tuntas. klimaks. kemudian bergerak menuju kesimpulan umum atau pemecahan atas masalah tersebut . atau dari khusus ke umum . Sekurang – kurangnya uraian yang mempergunakan landasan pemecahan masalah terdiri dari tiga bagian utama. tetapi juga harus menemukan semua akibat baik yang langsung maupun yang tidak langsung. Urutan khusus – umum merupakan kebalikan dari urutan di atas. Urutan yang bergerak dari umum ke khusus pertama – tama memperkenalkan kelompok – kelompok yang paling besar atau yang paling umum. Urutan umum – khusus dapat mengandunug implikasi bahwa hal yang umum sudah di ketahui penulis. kemudian menelusuri kelompok – kelompok khusus atau kecil . penulis harus benar – benar menemukan semua sebab baik yang langsung maupun yang tidak langsung bertalian dengan masalah tadi . dan akhirnya alternative – alternative untuk jalan keluar dari masalah yang di hadapi tersebut . Atau dapat pula mengambil bentuk .Sebaliknya. pemecahan masalah . yaitu deskripsi mengenai peristiwa atau persoalan tadi. Sebaliknya urutan khusus – umum dapat mengandung implikasi bahwa hal khusus maupun umum sama sekali belum di ketahui . Urutan Pemecahan Masalah Urutan pemecahan masalah di mulai dari suatu masalah tertentu. Urutan ini merupakan salah satu urutan yang paling lazim dalam corak berpikir manusia . Setiap masalah tersebut tidak bisa hanya terbatas pada penemuan sebab – sebab. yang di landaskan dengan perincian – perincian yang berusaha mencari sebab – sebab yang menimbulkan masalah tadi. yang sudah terjadi maupun yang akan terjadi kelak . Urutan Umum – Khusus Urutan umum – khusus terdiri dari dua corak yaitu dari umum ke khusus. Penulis mulai uraiannya mengenai hal – hal yang khusus kemudian meningkat kepada hal – hal yang umum yang mencakup hal – hal yang khusus tadi. sedangkan tugasnya adalah mengadakan identifikasi sejauh mana hal – hal yang khusus mengikuti pola umum tadi .

b. Dalam ilustrasi mula – mula di kemukakan suatu pernyataan yang umum. atau perbandingan dan pertentangan. Urutan familiaritas Urutan familiaritas dimulai dengan mengemukakan sesuatu yang sudah di kenal. Sedangkan pokok bawahan tingkat VI. pokok tingkat lima di tandai dengan ( 1 ). atau ilustrasi . Suatu hal yang perlu di tegaskan di sini sebelum melangkah kepada persoalan yang lain. ( c ). d. Urutan akseptabilitas Urutan akseptabilitas mirip dengan urutan familiaritas. SISTEM PENOMORAN Supaya tingkatan – tingkatan yang ada jelas kelihatan hubungannya satu sama lain. 2. C. ( d ). Tiap topik utama ( Tingkat I ) dapat di perinci menjadi topik tingkat II. kemudian berangsur – angsur pindah kepada hal – hal yang kurang di kenal atau belum di kenal. Misalnya bila pada topik – topik utama telah di pergunakan urutan waktu ( kronologis ). Dalam keadaan – keadaan tertentu cara ini misalnya di terapkan dengan mempergunakan analogi. ( b ). Konsistensi harus terletak dalam tingkatan serta satuan yang sama.. dst. B. c. Satuan – satuan topik bawahan dapat mempergunakan urutan lain sesuai dengan kebutuhannya. Pokok bawahan tingkat IV di tandai dengan : a. ( 3 ). Topik tingkat II dapat di perinci masing – masingnya menjadi topik tingkat III yang di tandai dengan angka : 1. apakah suatu pendapat di setujui atau tidak oleh para pembaca. adalah bahwa tidak ada keharusan untuk mempergunakan pola kerangka karangan yang sama dalam seluruh karangan. akan di tandai dengan huruf kecil dalam kurung ( a ). Pokok – pokok utama yang merupakan perincian langsung dari tesis di tandai dengan angka – angka Romawi : I.klasifikasi. ( 2 ). kalau ada. 3. dst. yang dalam hal ini di tandai dengan huruf – huruf capital : A. IV. Bila urutan familiaritas mempersoalkan apakah suatu barang atau hal sudah di kenal atau tidak oleh pembaca. II. dst. dst. maka urutan akseptabilitas mempersoalkan apakah suatu gagasan di terima atau tidak oleh para pembaca. Tanda – tanda itu harus di tempatkan sekian macam sehingga mudah . D. maka di pergunakan pula simbol – simbol dan tipografi yang konsisten bagi tingkatan yang sederajat. dst. maka pengarang harus menjaga agar hanya topik – topik yang mengandung urutan waktu saja yang dapat di sajikan dalam topik utamanya. III. 5 dst. kemudian di ajukan penjelasan – penjelasan dan bila perlu di kemukakan ilustrasi – ilustrasi yang dapat berbentuk contoh. 4.

misalnya seperti bagan di bawah ini TESIS : ………………………………………………………………………….. a.…………………………………………………………………………... ( 1 )……………………………………………………………………. …………………………………………………………………………… 1..di lihat. ………………………………………………………………………………. B. ( 2 ) …………………………………………………………………… b. …………………………………………………………………………… ( 1 ) …………………………………………………………………… ( 2 ) …………………………………………………………………… b.………………………………………………………………………. a. ( 1 ) …………………………………………………………………… ( 2 ) ……………………………………………………………………. …………………………………………………………………………… 1. ( 1 ) …………………………………………………………………… ( 2 ) …………………………………………………………………… 2. .……………………………………………………………………….……………………………………………………………………….……………………………………………………………………….…………………………………………………………………………. b.…………………………………………………………………………. A.………………………………………………………………………. PENDAHULUAN ……………………………………………………………… I. a.

Pengarang b. Dan. Posted on 14 Maret 2011 0 Sebelum kita melangkah kita harus melihat jalan yang kita lalui agar kita tidak tersandung dan apalagi jatuh. a. III.………………………………………………………………………. No dokumen/ISBN. . dst.. Bibliografi berasal dari bahasa Latin Biblos yang artinya Buku. dst. Pertama kita harus mengenal Deskripsi? Dieskripsi adalah upaya pengelolahan data yang diuraikan secara jelas dengan tujuan agar dapat dimengerti oleh orang yang tidak langsung mengalaminya.2. Penerbit f. Ilustrasi/gambaran dokumen. Pembuatan dan penyusunan data bibliografi dari sebuah dokumen.…………………………………………………………………………. bila ada i. b. Tahun penerbit g.………………………………………………………………………. Edisi d.………………………………………………………………………… II. Ada juga yang menyebut Pengkatalogan (cataloging).. Kota terbit e. Dalam pemuuatan Deskripsi Bibliografi haruslah menggunakan pedoman deskripsi bibliografi.. Deskripsi Bibliografi. Judul c. itu merupakan Deskripsi Bibliografi. data yang mengenai buku disebut data bibliografi: a. Karena itu. Keterangan fisik dokumen tersebut.……………………………………………………………………………. ( 1 ) …………………………………………………………………… ( 2 ) ……………………………………………………………………………… c. spt: halaman dan lebar h.…………………………………………………………………………….

– pernyataan edisi (spt. / Pengarang pertama (bila pengarang lebih dari satu) d.al (et alii. artinya tahun terbit tidak diketahui) [gambar. tahun terbit [yang terakhir] 5. pembuatan deskripsi bibliografi tesebut harus menggunakan pedoman. Ada juga yang berpendapat bahwa. Daerah judul seri: (judul seri a) : keterangan sub seri b) . pengarang ke2. ISBN merupakan pedoman yang dirumuskan oleh IFLA. Deskripsi Bibliografi adalah. : Pernyataan judul lain (anak judul) c.l.] . Deskeripsi Bibliografi adalah penyabaran semua bahan pustaka yang dipunyai perpustakaan. dapat dilihat di bawah. jika ada kaset. Menggunakan tajuk entri utama Membuat deskripsi data bibliografi. Daerah keterangan fisik (kolasi): jumlah halaman a) : ilustrasi b) . (cetakan) 3. 1. Daerah 1 : et. Daerah judul dan penanggung jawab a. Daerah rincian khusus (untuk buku tidak digunakan). artinya tempat terbit tidak diketahui) s. Perngarang lainnya (spti. dimensi c) + bahan penyerta 6. foto] [dalam cm.] [spt. 4. Daerah edisi a. disket. . Daerah 2 : ed. AACR2 (Anglo American Cataloguing Rules Edisi 2) dalam pedoman tersebut yang telah dirumuskan dalam pembuatan deskripsi bibliografi . tempat terbit [kota terbit atau negara. = Judul pararel (judul yang ditulis dalam bahasa lain) b. : nama penerbit c. nomor seri) Singkatan-singkatan standar yang sering gunakan dalam deskripsi bibliografi adalah: 1. Daerah 3 : s.n. (sine loco. artinya nama penerbit tidak diketahui) s. / 3. data bibliografi yang tersusun secara sistamatis sehingga dapat mudah diakses dari berbagai pendekatan. diambil yang ke-1 jika > 1] b. . Deskripsi Bibliografi dapat juga dikatakan pengkatalogan. (edition) cet. Ada juga yang berpendapat bahwa. Daerah penerbitan atau tipe terbitan (dulu disebut impresum) a. Atau juga. (sine anno. (sine nomine. . Tujuan dari pembuatan deskripsi bibliografi adalah agar user secara efektif dan efisien menemukan informasi yang diperlukan. Dalam pembuatan deskripsi bibliografi. editor dll) 2. artinya and others. .—edisi 5 ) b. CD. . ke3 (pengarang lebih dari 1 tapi tidak lebih dari 3) e. b. telah dibagi 8 daerah lengkap dengan tanda bacanya.a. Hasil deskripsi bibliografi biasanya dituangkan dalam bentuk katalog. penerjemah. jika pengarang lebih dari 3) 2.a. dll.

Muhammad Nur Jawahir PERAN PERPUSTAKAAN PADA MASA PERADABAN ISLAM Sejarah Perpustakaan Islam Diindonesiakan oleh Muhammad Adib Diterbitkan oleh Penerbit PT GRAMEDIA Jakarta 2000 Kenapa nama pengarang di dalam deskripsi bibliografi dibalik? Jawabnya ialah dinyatakan bahwa dalam pedoman deskripsi bibliografi. Apa sih yang disebut dengan Tajuk? Tajuk ialah nama. Pengarang : Nur Jawahir Penerjemah : Muhammad Adib Kota tebit : Jakarta Penerbit : Grammedia Tahun terbit : 2000 Tajuk jawahir. van Peursen. Nur Peran perpustakaan pada masa peradaban Islam:sejarah perpustakaan Islam/ Nur Jawahir. A. Ind.4. C. A. Sedangkan kalu entri tidak utama (entri tambahan)? Coba anda perhatikan contoh di atas. (illustration. Jejakan 1. C. 275 hal. (volume. Ind. (jilid. 21 cm. . 123 hal. foto) cm.: 21 cm. xvi. ukuran tinggi buku) Contoh deskripsi bibliografi Judul : peran perpustakaan dalam peradaban Islam. Daerah 4 : vol. xi. diindonesiakan oleh Muhammad Adib – jakarta: Gramedia. Contoh Adib. Muhammad Jawahir. 2000. Yang disebut entri utama adalah bagian yang dimulai dari nama Peursen. jika memakai bahasa Indonesia) ill.. bagi nama Blanda maka nama yang akhir atau mana kluarga dicatat pertama kali pada tahuk dan dipisahkan oleh tanda koma.. van hingga tinggi dokumen. Kalu pada contoh diatas yang menjadi tajuk adalah Dr. kata atau ungkapan yang pertama dicantumkan pada entri katalog. Sejarah perpustakaan islam. (centimeter. jika berjilid) jil. 2000. Adib.. jika ada gambar. diindonesiakan oleh Muhammad Adib -Jakarta: Gramedia. Nur Peran perpustakaan pada masa peradaban Islam: sejarah perpustakaan Islam/ Nur jawahir. Dick Hartoko sebagai penerjemah dibuatkan kartu lagi.

ISBD musik e. Untuk disimpan dan dikomunikasikan kepada pemakai perpustakaan agar pemakai menemukan informasi yang ia perlukan dengan cepat. ISBD rekaman suara f. Bibliografi Dari Wikipedia bahasa Indonesia. Pembuatan deskripsi bibliografi harus menggunakan pedoman penentuan Tajuk Entri Utama. Pedoman yang dikeluarkan adalah: a. dalam pengertian ini. Makadari itu pustakawan harus membuat deskripsi bibliografi dan deskripsi isi. ISBD artefak dan realita h.Untuk mengetahui sebuah subyek anda harus memiliki teknik tersendiri karena setiap jenis dokumen deskripsi isinya berbeda dapat berupa notasi atau angka. secara harfiah "penulisan buku"). itu memiliki dokumen tekstual atau dokumen non tekstual. International Fenderation of Library Associations and Institutions (IFLA). berupa kata. Yang dirumuskan oleh organisasi bidang perpustakaan yakni IFLA (International Fenderations Library Assosiatios and Institutions) dalam bentuk ISBD (International Standar of Bibliographic Descriptions). adalah buku studi akademis seperti fisik. ensiklopedia bebas Bibliografi (dari bahasa Yunani βιβλιογραφία. reumuskan perdoman deskrpsi bibliografi. bibliographia. Pedoman deskripsi tersebut biasa dikenal sebagai International Setandar Bibliographic Descriptions (ISBD). juga dikenal . ISBD gambar hidup g. benda-benda budaya. ISBD terbitan berseri c. Dalam pedoman ini setiap dokumen tekstual atau dokumen non tekstual harus disesuaikan dengan pedoman dokumen tesebut. ISBD bentuk mikro i. Karena banyak berbagai jenis dokumen maka IFLA mengeluarkan ISBD untuk sesuatu dokumen. ISBD monograf b. ISBD berkas komputer Intinya Setiap perpustakaan. ISBD materi kartografis d. agar mudah untuk di temukan kembali. Atau AACR2 (analog american cataloguing rules edisi 2). sebagai sebuah praktik.

bibliografi. database. kedua kategori mencakup bibliografi karya-karya tersebut dalam format lain. Jarak antara baris dengan baris untuk satu refrensi adalah satu spasi. mereka mungkin dalam volume terikat seperti yang ditunjukkan di sebelah kanan. adalah bibliografis di alam. CD-ROM dan website. Secara keseluruhan. produk dari praktik bibliografi.-logia) . tanggal dan tahun. Judul Buku. nama majalah. nsur-Unsur Bibliografi dan Contoh Penulisannya a. atau kritis. Sebagai karya-karya yang terpisah. Sebuah bibliografi. termasuk judul tambahannya. nomor jilid buku dan tebal (jumlah halaman) buku tersebut. jarak antara pokok dengan pokok lain adalah dua spasi. Nama pengarang diurutkan berdasarkan urutan abjad. Baris pertama dimulai dari margin kiri. film dan video. yang menghasilkan sebuah gambaran mengenai publikasi dalam kategori tertentu. d. Seperti judul buku atau majalah. objek grafis. Misalnya akan dibuat daftar yang berasal dari deskripsi katalog buku yang dimiliki perpustakaan. atau surat kabar. tetapi diganti dengan garis sepanjang 5 atau 7 ketikan. meskipun tidak disebut sebagai bibliografi. Sementara jika daftar yang disusun berdasarkan judul artikel suatu majalah. publikasi independen. Jenis-Jenis Bibliografi Jenis bibliografi yang dihasilkan dalam pembuatan publikasi sekunder akan tergantung pada jenis pustaka yang akan didaftar. nama pengarang. maka daftar tersebut dapat dinamakan daftar katalog. Jika untuk seorang pengarang terdapat lebih dari satu bahan refrensi. adalah daftar sistematis buku dan karya-karya lain seperti artikel jurnal. Sebuah katalog perpustakaan.sebagai bibliology (dari bahasa Yunani-λογία. Bibliografi karya-karya hampir selalu dianggap sebagai sumber tersier. Baris kedua dan seterusnya dari tiap pokok harus dimasukkan ke dalam sebanyak tiga atau empat ketikan. Data Publikasi: penerbit. referensi atausistematis). c. termasuk rekaman. Namun. melainkan lebih kepada "bookness" buku. atau terkomputerisasi database bibliografis. c. dan secara umum dapat dibagi menjadi dua kategori: enumerative bibliografi (juga disebut compilative. kolasi serta kata . tempat terbit. e. Nama Pengarang. Penyusunan Bibliografi a. Jika tidak ada nama pengarang. judul buku atau artikel yang dimasukkan dalam urutan abjad. yang mempelajari produksi buku. data terbitan (impresium). Untuk sebuah artikel diperlukan pula judul artikel yang bersangkutan. cetakan ke berapa. yang dikutip secara lengkap. untuk refrensi kedua dan seterusnya. Bibliografi karya berbeda dalam jumlah detail tergantung pada tujuan. tahun terbit. b. Dari segi cara penyajian dan uraian deskripsinya. judul artikel. d. b. Di masa lalu. dan analitis. bibliografi tidak peduli dengan isi buku-buku sastra. bibliografi sebagian besar terfokus pada buku. Sekarang. bibliografi dibagi menjadi: • Bibliogrfi deskriptif: Yaitu bibliografi yang dilengakapi deskripsi singkat yang didapat dari gambaran fisik yang tertera atau tertulis dalam bahan pustaka. maka daftar tersebut dapat disebut daftar isi. nama pengarang tidak diikutsertakan. Bibliografi berkisar dari "karya dikutip" daftar di akhir buku dan artikel untuk menyelesaikan.

∼ Data terbitan (impresium): berisi data tentang kota terbit. seperti lokasi rak penyimpanan. kode call number. Evaluasi ini biasanya mencakup penilaian terhadap isi suatu bahan pustaka atau artikel. ∼ Keterangan informasi. dan sebagainya Manfaat Bibliografi Pencatatan informasi mengenai koleksi perpustakaan dalam bentuk bibliografi dilakukan dengan berbagai alasan antara lain: ∼ Jumlah koleksi perpustakaan yang semakin meningkat bentuk dan bidang kajiannya ∼ Kebutuhan informasi para pengguna yang semakin beragam dan meningkat jumlahnya ∼ Upaya untuk meningkatkan kualitas layanan penelusuran informasi yang cepat dan tepat Oleh karena itu penyusunan suatu daftar bibliografi mempunyai fungsi utama untuk membantu pemakai mencari dan menelusuri informasi tertentu. • Bibliografi subjek : Yaitu jenis bibliografi yang mencatat bahan pustaka atau artikel pada bidang ilmu dan subjek tertentu. Misalnya “Bibliografi khusus ternak kelinci”. Dengan demikian maka.kunci dan abstrak yang tertulis. dan sebagainya. Cakupan Bibliografi Dari segi cakupanya. Dengan menerbitkan suatu bibliografi. Fungsi lain dari bibliografi adalah sebagai bagian dari jasa pelayanan perpustakaan kepada pemakai. . • Bibliografi evaluatif: Yaitu bibliografi yang dilengkapi dengan evaluasi tentang suatu bahan pustaka. serta dapat menjangkau pengguna yang tinggal jauh dari perpustakaan. pustakawan dapat menawarkan koleksinya kepada pemakai tanpa harus mengeluarkan seluruh koleksi yang dimilikinya. Misalnya “Buku bacaan terpilih untuk anak usia pra sekolah”. Penentuan cakupan/topik suatu bibliografi ditentukan berdasarkan berbagai pertimbangan antara lain : • Permintaan pengguna • Topik yang sedang berkembang atau yang banyak diperlukan saat itu • Dokumentasi koleksi yang dimiliki • Mandat instansi Bagian-bagian Bibliografi Suatu deskripsi bibliografi biasanya terdiri dari : ∼ Judul : berisi judul artikel atau judul buku yang akan dideskripsikan ∼ Kepengarangan : berisi nama pengarang perorangan atau pengarang badan korporasi ∼ Sumber : berisi judul jurnal. seperti kata kunci dan abstrak ∼ Keterangan tambahan . Contohnya “Bibliografi Nasional Indonesia”. perpustakaan pemilik bahan pustaka. yang berisi halaman lokasi artikel ditemukan. bibliografi dapat dibagi menjadi: • Bibliografi retrospektif : Yaitu jenis bibliografi yang mencatat bahan pustaka yang telah diterbitkan pada jaman yang lampau. Misalnya “Bibliografi sejarah perang Dipenogoro” • Bibliografi terkini/current : Yaitu jenis bibliografi yang mencatat terbitan yang sedang atau masih terbit saat ini. • Bibliografi selektif : Yaitu jenis bibliografi yang mencatat terbitan tertentu dengan tujuan tertentu. nama terbit. bibliografi dapat digunakan sebagai: ∼ Bahan rujukan terhadap koleksi perpustakaan ∼ Daftar koleksi yang dimiliki perpustakaan ∼ Daftar informasi bahan pustaka mengenai suatu bidang kajian tertentu. dan tahun terbit ∼ Keterangan fisik buku (kolasi). • Biliografi nasional : Yaitu jenis bibliografi yang mencatat terbitan suatu negara atau daerah regional tertentu. atau judul buku dimana informasi tersebut berada. Contohnya Ulrich’s International Periodicals Directory. judul prosiding.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful