PEMBAHASAN

SEL Sel merupakan unit dasar terkecil yang mendasari suatu kehidupan. Ilmu yang mempelajari sel disebut sitologi (cytology). 1. bagian dari sel a. plasma sel 1) luar sel 2) 3) tersusun atas fosfolipid dan protein membrane plasma memungkinkan sel untuk berinteraksi dengan sel yang lain, tempat sebagai pembatas terluar dari sel yang membatasi komponen dalam sel dengan lingkungan

reseptor, dan mengatur pertukaran material dengan cara difusi atau osmosis b. sitoplasma, cairan tempat melekatnya organel-organel pada sel 1) substansi antara nucleus dan membrane plasma yang meengandung organel dan incluuisions terdiri atas air, protein, karbohidrat, lipid, serta komponen anorganik. Zat kimia dalam tempat dimana reaksi kimia berlangsung nucleus merupakan pusat pengaturan segala aktivitas sel dan mengandung kromosom yang berisi materi genetic (DNA) • 2) • • 3) • • • semua sel memiliki nucleus kecuali sel darah merah ribosome terdiri dari granula yang berisi DNA ribosomal dan protein ribosomal sebagai tempat sintesis protein reticulum endoplasma merupakan jaringan yang menghubungkan membrane nucleus dan membrane plasma reticulum endoplasma kasar mengandung ribosom, tetapi reticulum endoplasma halus tidak mendukung proses mekanis yang terjadi, melepaskan ion kalsium yang terlibat dalam konsentrasi otot, memimpin pertukaran materi dalam sitoplasma, system pengangkutan interseluler, mensintesa lipid dan protein, menyimpan molekul hasil sintesa, dan membantu sel untuk mengeluarkan zat kimia yang tidak diperlukan 4) • badan golgi terdiri dari empat hingga delapan tumpukan kantong gepeng fungsi utamanya adalah memproses, menyusun, dan mengantarkan protein ke sel. Selain itu juga mensekresi protein dan lipid sertab membentuk lisosom 5) • • mitokondria terdiri dari lapisan membrane yang membatasi dan lipatan yang disebut Krista membentuk ATP

2)
3) c. organel 1) •

sitoplasma dapat berbentuk larutan atau koloid

d. inclusions, yaitu hasil sekresi dan produk nutrisi pada sel seperti melanin, glikogen, dan lipid. SISTEM INTEGUMEN

Terdiri dari kulit dan turunannya seperti rambut, kuku, keringat, minyak, dan kelenjar susu. Organ ini adalah organ yang paling bisa terlihat (Tortora) KULIT Fungsi Kulit : (Gartner, Leslie P., 327) 1. Perlindungan 2. Pengatur suhu tubuh 3. Ekskresi yang dilakukan oleh kelenjar keringat 4. Arbsorbsi sinar Ultra Violet dari sinar matahari untuk mensintesis vitamin D Epidermis Kulit Tebal Tebal 0,8 mm – 1,4 mm. Terdiri dari 5 lapisan. Dari bawah yaitu : Stratum Basale (Germinativum), Stratum Spinosum, Stratum Granulosum, Stratum Lucidium, dan Stratum Corneum. Kulit Tipis Tebal 0,07 mm – 0,12 mm. Memiliki 4 lapisan, tanpa Stratum Lucidium (Guton, Arthur C.) , terdapat pada bagian yang kekurangan rambut (telapak kaki dan telapak tangan). Stratum Ge\rminativum Terdiri dari epidermal stem cells, melanocytes, dan keratinocytes. Merupakan lapisan epidermis paling bawah. Terbentuk dari jaringan ikat longgar. Berbatasan langsung dengan dermis. Sel-sel yang mendominasi adalah sel-sel stem yang besar/ sel basale. Aktifitas melanocytes menyebabkan kulit bewarna kecoklatan. Sel merkel yang banyak terdapat pada bagian yang kekurangan rambut, mengeluarkan zat kimia yang peka terhadap sentuhan. Stratum Spinosum Lapisan epidermis yang paling tebal, terdiri daru berbagai macam bentuk sel (polyhedral sampai sel-sel yang berbentuk tipis) sehingga nampak berduri (spin). Disini juga terdapat keratinocytes yang aktif melakukan mitosis. Stratum basal dan spinosum disebut lapisan malphigi yang bertanggung jawab dalam pergantian epidermal keratinocytes. Stratum Granulosum Terdapat keratinocytes yang tergantikan oleh atau dari stratum spinosum. Ketika sel tersebut mencapai lapisan ini, mulai untuk membuat protein keratohyalin dan keratin dalam jumlah banyak. Keratohyalin merupakan zat tanduk, menyebabkan kulit less permeable. Keratin merupakan bahan penyusun utama rambut dan kuku. Stratum Lucidium Lapisan ini hanya terdapat pada kulit tebal (thick skin). Walaupun lapisan ini berisi sel-sel tipis dan kekurangan organel dan nuclei, akan tetapi mengandung keratin filament yang tebal. Plasma membran mengalami penenbalan akibat penyuluran protei non kreatin (infolokrin). Tidak terlihat bawah pada standard hytological layer. Stratum Corneum Terletak di permukaan, 15-10 lapisan tipis (epitel pipih), sel mati, interloching cells. Disebut juga lapisan tanduk (horny layer). Tipe Sel : Keratinocytes, Melanocytes, Sel Merkel, Sel Langerhans. Keratinocytes

Subtansi terbanyak dari sel-sel epidermis, karena keratinocytes selalu mengelupas pada permukaaan epidermis, maka harus selalu digunakan. Pergantian dilakukan oleh aktivitas mitosis dari lapisan basal (di malam hari). Selama perjalanannya ke luar (menuju permukaan. Keratinocyes berdeferensiasi menjadi keratin filamen dalam sitoplasma. Proses dari basal sampai korneum selama 20-30 hari. Karena proses cytomorhose dari keratinocytes yang bergerak dari basal ke korneum, lima lapisan dapat diidentifikasi. Yaitu basal, spimosum, granulosum, losidum dan kornium. Melanocytes Didapat dari ujung saraf, memproduksi pigment melanin yang memberikan warna coklat pada kulit. Bentuknya silindris, bulat dan panjang. Mengandung tirosinase yang dihasilkan oleh REG, kemudian tirosinase tersebut diolah oleh Aparatus Golgi menjadi oval granules (melanosomes). Ketika asam amino tirosin berpindah ke dalam melanosomes, melanosomes berubah menjadi melanin. Enzim tirosinase yang diaktifkan oleh sinar ultra violet.. Kemudian melanin meninggalkan badan melanicytes dan menuju ke sitoplasma dari sel-sel dalam lapisan stratum spinosum. Dan pada akhirnya pigmen melanin didegradasi oleh keratinocytes. Faktor-faktor yang menyebabkan adanya perbedaan warna kulit antara lain: 1. Melanosit, terletak pada stratum basalis, memproduksi pigmen, melanin, yang bertanggung jawab untuk pewarnaan kulit dari coklat sampai hitam.

2. Darah dalam pembuluh dermal di bawah lapisan epidermis dapat terlihat dari permukaan dan menghasilkan
pewarnaan merah muda . Ini lebih jelas terlihat pada kulit orang kilit putih (Kaukasian) 3. Keberadaan dan jumlah pigmen kuning, karotin, hanya ditemukan pada stratum korneum, dan dalam sel lemak dermis dan hipodermis, yang menyebabkan beberapa perbedaan pada pewarnaan kulit. Merkel Cells Banyak terdapat pada daerah kulit yang sedikit rambut (fingertips, oral mucosa, daerah dasar folikel rambut). Menyebar di lapisan stratum basal yang banyak mengandung keratinocytes. Langerhans Cells Disebut juga dendritic cells karena sering bekerja di daerah lapisan stratum spinosum. Merupakan sel yang mengandung antibodi. Banyaknya 2% – 4 % dari keseluruhan sel epidermis. Selain itu, juga banyak terdapat di bagian dermis pada lubang mulut, esophagus, dan vagina. Fungsi dari langerhans cells adalah untuk responisasi terhadap imun karena mempunyai antibodi Dermis Lapisan Papiler : tipis mengandung jaringan ikat jarang. Lapisan Kutikuler : tebal terdiri dari jaringan ikat padat.

Kulit Tebal

Kulit Tipis RAMBUT Rambut terdiri dari benang-benang bertanduk yang berasal dari epidermis, terdiri dari batang dan akar yang meluas kebawah hingga menyerupai umbi yang bertakik pada lapisan bawahnya. Ruang di dalam takik terdapat jaringan penyambung / papilla. Akar rambut terbungkus oleh folike rambut yang berasal dari sumbu epidermal dan dermal. Rambut terdiri dari 3 lapisan epitel : 1. Medula 2. Kortex 3. Kutikula Folikel rambut terdiri dari : 1. Selubung akar epitel dalam Terdiri dari kutikula, lapisan Huxley, lapisan henle 2. Selubung akar epitel luar yang erasal dari epidermis Merupakan perpanjangan dari lapisan malpighi (stratum basale dan spinosum) 3. Selubung jaringan penyambung berasal dari dermis a. Selubung dalam, membran hialin sempit, menempel pada sel-sel silindris selubung luar. b. Selubung tengah, serat jaringan penyambung halus yang tersusun dalam lingkaran. c. KUKU Merupakan modifikasi dari lapisan epidermis. 1. Badan kuku Tersusun dari sel-sel pipih jernih. 2. Dinding kuku Lipatan sekeliling proksimal dan lateral dari kuku. 3. Alas kuku Epidermis dibawah badan kuku, tidak memiliki sratum granulosum. KELENJAR PADA KULIT 1. Kelenjar Sebasea a. Mensekresikan minyak ke folikel rambut Selubung tengah, berfungs mengangkat rambut dalam dermis.

kurang pada ilim dingin dan lebih pada yang panas. Kelenjar merokrin MEKANISME SEKRESI KERINGAT Keringat adalah sekresi aktif dari kelenjar keringat di bawah pngendalian saraf simpatis Keringat terutama berisilarutan garam dengan konsentrasi kira-kira 1/3 dari yang ada dalam plasma. Dengan perspirasi hilang kira-kira 500ccm air setiap hari. a. Penyedia antibakteria 2. Suhu lingkungan yang lebih tinggi dari suhu tubuh dapat dirasakan cukup nyaman bila udara kering. . Berbagai jumlah air dapat dilepaskan. Tergantung dari kebuthan tubuh akan pengaturan suhu. kira-kira setengah liter sehari pada iklim sedang. nipple Memproduksi sekresi kental dengan komposisi kompleks Pada individu tertentu dapat menjadi sarana komunikasi Kerjanya sangant dipengaruhi hormon Tersebar luas Memproduksi sedikit sekresi. Banyaknya keringat berkisar dari 0 sampai 2000 ccm setiap hari. groin. Kelenjar apokrin 1) 2) 3) 4) 1) 2) 3) 4) 5) 6) Terdapat pada axilla. kebanyakan air Merocrine secretion mechanism Dikontrol oleh sistem saraf Penting dalam thermoregulation dan ekskresi Sebagai antibakteri b. tetapi kelembaban dapat menyebabkan rasa sangat tidak enak karena menghalangi hilangnya suhu tubuh melalui penguapan.b. Kelanjar Keringat Kelenjar keringat adalah alat utama untuk merendahkan suhu tubuh. Hal ini hendaknya dibedakan dengan perspirasi atau pelepasan air dengan tak terasa yang hanya berupa difusi air secara sederhana melalui kulit.

Bagian duktus Sekret primer itu memiliki komposisi yang mirip dengan protein plasma. 1. Apabila kelenjar keringat kuat dirangsang. Kemudian direabsorpsi oleh duktus sehingga konsentrasi Natrium dan Klorida turun menjadi 5 mEq/L dan sebagian besar cairan tersebut juga direabsorpsi. dan vibrasi Free nerved ending : pain dan thermoreceptor Ruffini corp : stretching &pressure Krause : receptor dingin . 892) KLASIFIKASI RESEPTOR DALAM SISTEM INTEGUMEN Merkel’s disk : sentuhan Meissner corpuscle : raba Vater paccini : tekanan. cairan prekursor dibentuk dalam jumlah banyak dan duktus ini hanya mengabsorpsi Natrium dan Klorida dalam jumlah sedikit sehingga dapat mencapai tingkat maksimum 50-60 mEq/L dan hanya sedikit cairan yang direabsorpsi. Konsentrasi Natrium sekitar 142 mEq/L dan Klorida sekitar 104 mEq/L dengan konsentrasi zat terlarut lain yang lebih kecil dibanding dalam plasma. Apabila kelenjar keringat sedikit dirangsang. (Sumber : Guyton & hall. sentuhan . tetapi tidak mengandung protein plasma.Pada kelenjar keringat terdiri dari dua bagian: 1. larutan prekursor ini mengalami reabsorpsi sebagian ion Natrium dan Klorida. Sewaktu larutan ini mengalir di duktus. cairan prekursor mengalir melalui duktus secara lambat. 2. Bagian yang bergelung (menghasilkan sekret primer atau sekret prekursor) 2.

Bambang Sumantri) I. Electromagnetic receptors Penglihatan sel batang reseptor gelap sel kerucut receptor terang V. Chemoreceptors Rasa Papila lidah Bau Epitel olfaktori . Mechanoreceptors Sensibilitas kulit (epidermis and dermis) Free nerve endings Percabangan Merkel’s discs Spray endings Ruffini’s endings Ujung reseptor Meissner’s corpuscles Krause’s corpuscles Sensibilitas kedalaman jaringan Free nerve endings Percabangan Spray endings Ruffini’s endings Ujung reseptor Pacinian corpuscles Muscle spindles Golgi tendon receptors Pendengaran Reseptor suara pada koklea Keseimbangan Reseptor Vestibular Arteri Aorta II. Nociceptors Nyeri Free nerve endings IV.Muscle spindle & golgi tendon : mecanoreceptor (sumber : presentasi dr. Thermoreceptors Dingin Krause’s corpuscles Panas Ruffini’s endings III.

disintesis di hati dan merupakan komponen esensial dalam mekanisme pembekuan darah. asam lemak Hypothalamus (sumber : Guyton n Hall) KOMPONEN DALAM DARAH Plasma darah Cairan bening kekuningan yang unsure pokoknya sama dengan sitoplasma. 3. yakni albumin. sekitar 55-60%. Plasma terdiri dari 92% air dan mengandung campuran kompleks zat organik dan anorganik. • • Koloid adalah zat yang berdiameter 1 nm sampai 100 nm. Tekanan ini merupakan suatu ukuran ”daya tarik” plasama terhadap difusi air dari cairan ekstraseluler yang melewati membran kapiler. dan fibrinogen. dan zat yang penting lainnya. globulin. Ada 3 jenis protein plasma yang utama. 1. berbagai substrat. beberapa Gamma globulin(imunoglobulin) adalah antibodi. Albumin Protein plasma yang terbanyak. 2. limfoid dan berfungsi dalam imunitas. asam amino. Globulin Membentuk sekitar 30% protein plasma • • Alfa dan beta globulin disintesis di hati. Protein plasma mencapai 7 % plasma dan merupakan satu-satunya unsure pokok plasma yang tidak dapat menembus membran kapiler untuk mencapai sel.aorta dan badan carotid Gula darah. Albumin disintesis dalam hati dan bertanggung jawab untuk tekanan osmotik koloid darah. Fibrinogen Membentuk 4 % protein plasma. tetapi memiliki ukuran paling kecil. Tekanan osmotic koloid ditentukan berdasarkan jumlah partikel koloid dalam larutan. sedangkan kristaloid adalah zat yang berdiameter kurang dari 1 nm. dengan fungsi utama sebagai molekul pembawa lipid. Ada lima jenis imunoglobulin yang diproduksi jaringan hormon. . Plasma mengandung koloid dan kristaloid.

dengan definisi tidak menebus lapisan epidermis 2. karbondioksida. dan ion sulfat. hormon. Elektrolit plasma : ion natrium.Plasma juga mengandung nutrien. Granular a. sel darah putih (leukosit). Kontusi (memar) . Berperan penting dalam pengaturan pH darah karena ion bikarbonat dan hemoglobin merupakan buffer - asam basa Bersikulasi selama 120 hari sebelum menjadi rapuh dan mudah pecah. Netrofil b. kalium. dan nitrogen. gula. Sel ini tetap dalam jaringan selama beberapa hari. Agranular a. dan zat-zat sisa. dan debris sel Rentang kehidupan : Setelah diproduksi di sumsum tulang. fosfat. Walaupun sel darah merah matang tidak memiliki nuklei. beberapa minggu. sebagian limfosit (sel B) berdiferensiasi menjadi sel plasma yang akan : menghasilkan antibodi b. benda asing. gas darah. klorida. Trombosit Trombosit berfungsi dalam hemostasis (penghentian perdarahan) dan perbaikian pembuluh darah yang robek. Abrasi Merupakan perlukaan paling superfisial. Leukosit Memiliki fungsi antara lain : 1. 3. luka dibedakan menjadi : 1. Nutrien 2. kalsium bikarbonat. Monosit Fagosit kuat yang berdiferensiasi menjadi makrofag jaringan pada tempat terjadi infeksi kemudian akan menghancurkan bakteri. Eritrosit Memiliki fungsi antara lain: Mentranspor oksigen ke seluruh jaringan melalui pengikatan hemoglobin terhadap oksigen. 1. Limfosit • • : serupa dengan sel mast dan dapat membebaskan histamin dan heparin dalam reaksi alergi : Berperan dalam mekanisme pertahanan imunologik tubuh Bila ada antigen spesifik. Leukosit memiliki sifat diapedesis. yaitu kemampuan untuk menembus pori-pori membran kapiler dan masuk ke dalam jaringan. mitokondria. leukosit bertahan kurang lebih satu hari dalam sirkulasi sebelum masuk ke jaringan. mineral. Elemen pembentuk darah meliputi sel darah merah (eritrosit). elektrolit. dan lipid yang diabsorbsi dari saluran pencernaan. Eosinofil : sel fagositik khususnya bakteri : sel fagositik khusus terhadap kompleks antigen-antibodi dan dapat bertambah banyak selama infestasi parasit c. dan trombosit. atau beberapa bulan tergantung jenis leukositnya. vitamin. atau pun retikulum endoplasma. magnesium. KLASIFIKASI LUKA Berdasarkan Patofisiologi. enzim sitoplasmanya mampu memproduksi ATP untuk waktu yang terbatas ini. Basofil 2. : oksigen. Gas darah : asam amino.

fase migratory a. Laserasi Berbeda dengan luka iris dimana pada luka gores jringan yang rusak menyobek bukan mengiris. sel epitel bermigrasi silang pada luka dan membelah diri untuk membentuk jaringan baru c. hingga ke pembuluh darah.Terjadi karena kebocoran pada pembuluh darah dengan epidermis yang utuh oleh karena proses mekanis 3. luka insisi PENYEMBUHAN LUKA Pada kasus Ontoseno. merupakan fase pembekuan darah pada daerah luka (terbentuk scab) Proses pembekuan darah Protrombin Aktivator protrombin Ca++ Trombin Fibrinogen Benang-benang Fibrin Trombin Faktor stabilisasi fibrin yang teraktivasi Fibrinogen Monomer Ca++ Benang fibrin yang saling berikatan b. jaringan yang rusak adalah epidermis. pembuluh darah dan saraf . Laserasi dapat dibedakan dari luka iris : • • • • Garis tepi memar dan kerusakan memiliki area yang sangat kecil sehingga untuk pemeriksaanya kadang Keberadaan rangkaian jaringan yang terkena terdapat pada daerah bagian dalam luka. maka rambut tersebut akan terdapat pada luka. Kerusakan pembuluh darah direcovery oleh trombosit. karena rusaknya hingga ke pembuluh darah. 4.terutama jika yang terluka daerah tulang Jika area tertutup oleh rambut seperti kulit kepala. mulai terbentuk fibroblast 3. dermis. tengkorak. permeabilitas pembuluh darah meningkat untuk mengantarkan sel fagosit (monosit dan limfosit untuk membunuh mikroba) d. fase inflammatory a. dibutuhkan bantuan kaca penbesar. Sedangkan recovery jaringan dermis dan epidermis dijelaskan sebagai berikut: 1. termasuk Tidak adanya luka lurus yang tajam pada tulang dibawahnya. fibroblast mulai mensistesa jaringan luka . maka disebut luka dalam 2. merupakan fase dimana sel epitel mulai membentuk jembatan diantara luka (dibawah scab) b.

jaringan epidermis yang baru mulai terbentuk c. Ontoseno mengeluarkan keringat karena dalam kulit terdapat kelenjar keringat. Bakteri-bakteri terebut dinetralisasi oleh sel-sel leukosit yang memuliki sifat diapedesis. Ketika hendak mengusap keringat. Setelah tertusuk. merupakan fase dimana pembentukan sel epitel lebih intensif b. pembuluh darah yang luka mulai diperbaiki oleh trombosit 4. epidermis mulai kembali pada ketebalan normal c. lengan kanan Ontoseno mengalami luka. Luka tersebut dapat tertutup melalui proses penutupan luka yang meliputi fase inflammatory. scab mengelupas b. pembuluh darah kembali normal (sumber : Tortota) KESIMPULAN Pemicu 1 Blok 2 Ontoseno mempunyai kulit berwarna sawo matang sedang berjalan di ladang. serat kolagen mulai tersusun normal d. dermis serta pembuluh darah rusak. fase maturation a. Proses netralisasi bakteri dibut phagositosis. fase maturation. fase migratory fase proliferatif. Salah satu penyebab rasa nyeri dalam luka ontoseno adalah masuknya bakteri dari duri.c. Ontoseno memiliki kulit sawo matang karena dalam kulit terdapat melanocytes yang menghasilkan pigmen melanin (coklat). sehingga mengeluarkan darah. Yang menyebabkan rasa nyeri adalah ujung syaraf free nerve endings. Hal ini disebabkan karena di dalam kulit terdapat ujung-ujung syaraf reseptor. tibatiba tangannya terkena duri pada tanaman semak belukar sehingga kulit lengan kanannya tertusuk. keluat darah sedikit dan terasa perih. Banyak sedikitnya keringat tergantung pada kebutuhan tubuh akan pengaturan suhu. fibroblast mulai menghilang e. Ketika tertusuk duri. Keluarnya keringat tersebut diatur oleh syaraf simpatik. fibroblast mulai membentuk kolagen 5. lengan Ontoseno terasa perih. fase proliferatif a. lapisan epidermis. TULANG DAN RANGKA ANATOMI RANGKA .

langit rongga nasal. dan kantong mata • Tulang parietal • Tulang oksipital : membentuk bagian belakang kranium • Tulang temporal : membentuk sisi kranium • Tulang etmoid : penyangga penting rongga nasal .Aksilar : Tengkorak 1. langit . Kranium : melindungi otak • Tulang frontal: membentuk dahi.

5 vertebra sakrum. tulang orbital. 2003 ). • • • • • • • • 4.ruang udara dalam tegkorak yang berhubungan Vertebra Kolumna vertebra : menyangga berat tubuh dan melindungi medula spinalis. rongga nasal Tulang zigomatik : tonjolan tulang pipi Tulang maksilar : rahang atas Tulang lakrimal : berisi celah . 3-5 koksigeal ) ( Sloane. dengan rongga nasal. 5 vertebra lumbal. Sinus pranasal : terdiri dari ruang . Sternum dan Iga . ( 12 vertebra toraks.• Tulang sfenoid : membentuk dasar anterior kranium • Osikel auditori : untuk proses pendengaran • Tulang womian : tulang kecil yang terdapat di dalam sutura 2.langit mulut. ( Sloane. tidak berartikulasi dg tulang lain.celah untuk lintasan duktus lakrimal yang mengalirkan air mata ke rongga nasal Tulang vomer : membentuk septum nasal Konka nasal inferior Mandibula : rahang bawah Tulang hioid : bentuknya tapal kuda. 2003 ) Tulang wajah : Tulang nasal : penyangga hidung Tulang palatum : membentul langit .

2 pasang iga melayang Skapula ( tulang belikat ) Klavikula ( tulang kolar ) Humerus : tulang tunggal pada lengan atas Lengan bawah : radius dan ulna Ada tiga macam tulang yang menyusun tangan. Apendikular : Gilder Pektoral ( bahu ) 1. 2. 3 pasang iga semu. Tangan Sternum : Tulang dada ( manubrium atas.1. 2. dan tulang distal. Kapitatum. trikuetral(triangular).kepala tulang metacarpal membentuk buku jari yang menonjol pada tangan. Tulang – tulang jari (phalanges) Setiap jari memiliki tiga tulang yaitu tulang proksimal. Femur ( paha ): tulang terpanjang dan terkuat Tungkai : tibia dan fibula . Lengan 1. yaitu: 1. Barisan tulang karpal distal yang terdiri dari: Trapezium. Hamatum. dan setiap barisnya terdiri dari empat tulang.lunatum. 3. badan. Barisan tulang karpal proksimal yang terdiri dari navicular(skafoid).dan pisiform. 2. Setiap tulang metacarpal memiliki sebuah dasar proksimal yang berartikulasi dengan barisan distal tulang karpal pergelangan tangan. ( Sloane. Tulang Pergelangan Tangan (Karpus) Pergelangan tangan terbentuk dari delapan tulang karpal irteguler yang tersusun dalam dua baris. 2. kecuali ibu jari yang hanya memiliki tulang proksimal dan medial saja. prosesus sifoid ) Tulang iga : 7 pasang iga sejati.tulang medial. Tangan (metacarpus) Tangan tersusun dari lima tulang metakarpal’dimana semua tulang metacarpal berukuran serupa kecuali tulang metacarpal pertama pada ibujari. 2003 ) Gilder pelvis (tulang panggul) Tungkai bawah 1. Trapezoid. 2.

c. Perlindungan. Tarsal membentuk artikulasio dengan metatarsal.Tulang Telapak Kaki dan Jari Kaki Tarsal adalah terdiri dari 7 buah tulang. Seperti pada jari tangan. 3. Tulang panjang contoh: humerus. 2008 ) FISOLOGI TULANG 1. Tulang tak beraturan contoh: ruas-ruas tulang belakang e. terdapat 2 buah falanges pada masing-masing ibu jari dan 3 buah falanges pada jari lain. ( Guyton. radius. ulna. Ibu jari kaki tidak sefleksibel ibu jari tangan. Tulang sesamoid contoh: patella ( Ganong. tibia. Tulang pendek contoh: carpal dan tarsal f. Tulang datar contoh: sternum. Tulang yang terbesar adalah atau biasa disebut tumit. Tulang memberikan topangan dan bentuk tubuh Pergerakan. Sistem rangka melindungi organ . femur. Di antara falanges terdapat sendi engsel yang memungkinkan gerak satu bidang. Sutural contoh: tulang diantara tulang datar pada tengkorak di garis sutura d. Pada ibu jari tangan terdapat sendi pelana yang membuat ibu jari tangan lebih bebas bergerak daripada ibu jari kaki.organ lunak yang ada dalam tubuh . 2006 ) KLASIFIKASI TULANG a. Hal ini disebabkan pada ibu jari kaki tidak memiliki sendi karpometakarpal seperti yang dimiliki ibu jari tangan. dan fibula. scapula. b. dan parietal. Falang adalah tulang penyusun jari. yaitu kelima jari kaki. Tulang berartikulasi dengan tulang lain pada sebuah persendian sebagai pengungkit. 2.

agak elastis . ( Junqueira. dan cincin trakea dan bronkus. 2003 ). Terdapat pada discus invertebralis. 2007 ) Gambar Hyalin Kartilago Kartilago Elastik Ditemukan di aurikula telinga. Sumsusm tulang merah. glycoproteins. 5. Sedangakan interteritorial matrix adalah matrix terbesar dan mengandung lebih banyak kolagen. Kondrositnya lebih besar bila dibandingkan dengan kartilago hyaline. Perikondrium terbentuk di batas luar ketika proses pembentukan kondrosit. simfisis pubis. ( Junqueira. saluran eustachius. lebih banyak mengandung elastic fiber. akhir dari tulang rusuk.4. tulang iga. Memiiki warna kekuningan darena memiliki elastin dalam serat elastis. Berwarna coklat kebirubiruan. pada bagian perikondrium. serta lebih sedikit kandunagn proteoglikannya. Matrixnya mengandung kolagen tipe I dan bersifat asidofilik. sehingga lebih elastis. epiglottis. pada bagian ujung tulang panjang. proteoglycans. Pembentukan sel darah ( hematopoiesis ). dan lunak. 2007 ) Kharakteristik Tulang Rawan Tulang rawan = Jaringan yang terdiri dari sel-sel rawan yang terdapat kondrosit dan bahan dasar tulang rawan sebagai bahan antar sel Terdapat 3 jenis tulang rawan berdasarkan karakteristiknya : 1 Tulang rawan hyalin Ciri-ciri : -Konsistensi lunak. Tempat penyimpanan mineral ( Sloane. dan dalam tendon-tendon tertentu. dinding telinga bagian luar. semi tembus cahaya. sel darah putih. Tidak terdapat perikondrium yang dikanali dalam kartilago fibrosa. badan vertebra. dan extracellular fluid. Terletak di hidung. yang ditemukan pada orang dewasa dalam tulang sternum. Teritorial matrix merup\akan matrix yang berada di sekeliling lacuna. merupakan tempat produksi sel darah merah. tulang pipih dan kranium. mengandung sedikit kolagen dan banyak kondrotinsulfat. laring. ( Junqueira. dan trombosirt. HISTOLOGI TULANG Tulang Rawan ( Kartilago ) Kartilago Hyalin Mtrixnya terdiri dari kolagen tipe II. Histogenesis dan pertumbuhan : Individual mesenchymal cells  berkumpul membentuk pusat kondrofikasi  berdiferensiasi menjadi kondroblas  sekresi matriz kartilago disekelilingnya  terbentuk lacuna  kondroblas yang dikelilingi matrixnya disebut kondrosit  cell division  lebih dari 2 kondrosit disebut isogenous groups. dan tulang rawan kuneiformis di laring. 2007 ) Kartilago Fibrosa Merupakan jaringan intermediate antara jaringan ikat padat dan kartilago hyalin.

1980 ) Tulang ( Bone ) rawan Tulang adalah jaringan ikat kaku. Periosteum melapisi bagian luar tulang. ( Junqueira.sabut ini kemudian melanjutkan diri ke perikandrium -Kondrosit.tudung sel tulang rawan dan kelopmpok isogen seperti pada tulang rawan hyalin 3 Tulang rawan fibrious : Ciri-ciri : -Kondrosit dan tudung sel tulang rawan seperti pada tulang hyalin -Kelompok isogen hanya sedikit.-Warna kebiru-biruan -Bahan dasar homogen 2 Tulang rawan elastis : Ciri-ciri : -Warna kekuning-kuningan -Lebih fleksibel dan elastis -Bahan dasar terdapat anyaman sabut-sabut elastis dalam berbagai arah terutama di sekitar kondrosit. Sedangkan komponen anorganik berisi kolagen tipe I. Komponen organic merupakan kumpulan kristal-kristal kalsium hidroksiapatit yang terdiri dari kalsium dan fosfor yang banyak. Akan tetapi.karena bahan antar sel agak padat -Kemungkinan sel membelah diri sedikit -Terdapat bahan sabut kolagen berbagai arah -Merupakan peralihan antara jaringan ikat fibrilair dengan jaringan tulang (Keeton. sedangkan endosteum melapisi bagian dalam tulang. Matrix ektravaskulernya telah mengandung kalsium sehingga menutup jalanya sekresi sel didalamnya. 2007 ) Gambar : Penampang system harverst . pertukaran zat antara osteosit dan kapiler darah tetap bisa berjalan karena adanya komusikasi melalui kanalikuli. Matrix terdiri dari komponen organic dan anorganik. keras dan berbentuk tetap.

Osteoblas Terbentuk dari Osteorogenitor cells yang telah berdiferensiasi. sehingga menjaga kemampuan mitotik (sangat berpotensi untuk berdiferensiasi menjadi Osteoblas). Terdapat didalam lacuna yang terletak diantara lamela-lamela matrix. sel-sel ini secara aktif terlibat untuk mempertahankan matrix tulang dan kematianya diikuti oleh resorpsi matrix tersebut. Peptioglikan. 3. Osteosit. Akan tetapi osteoblas memiliki reseptor untuk hormone paratiroid dan begitu teraktivasi oleh hormone ini. Berasal dari penggabungan sel-sel sumsum tulang.000 – 30. diantara lapisan osteoblas dan tulang yang baru dibentuk. Kelenjar hipofisis anterior / kelenjar pertumbuhan : berfungsi meningkatkan kecepatan mitosis kondrosit dan osteoblas serta meningkatkan kecepatan sintesis protein (kolagen. . Aktifinasnya dipengaruhi oleh hormone sitokinin. ( Junqueira. 2007 ) HORMON YANG BEKERJA PADA PERTUMBUHAN TULANG 1. Berada pada bagian dalam periosteum. Tumbuh dibawah pengaruh Bone Morphogenic Protein (BMP) dan Transforming Growth Factor β. Mengalami proses aposisi tulang yaitu komponen matrix disekresi pada permukaan sel yang berkontak dengan matrx tulang yang lebih tua. dan lapisan matrix baru (namun belum terkapur). dan di dalam endosteum. Osteoprogenitor cells Merupakan embryonic mesenchymal cells. tetapi bukan untuk hormone paratiroid. Di dapat dari osteoblas yang berdeferensiasi.Sel-sel tulang : Osteoprogenitor cells. kartilago dan enzim untuk pembentukan kartilago tulang). ( Junqueira. yakni suati hormone tiroid. Osteoblas. dan glikoprotein). Jumlahnya 20. ( Junqueira. Osteoklas mensekresi kolagenase dan enzim lain sehingga memudahkan pencernaan kolagen setempat dan melarutkan kristal gram kalsium. lapisan canal harvest. 2007 ) Osteoklas.000 per mm 3. yang disebut Osteoid. dan Osteoklas. Osteoblas juga berperan dalam sistesis komponen organic dari matrix (Kolagen tipe I. Osteoklas memiliki reseptor untuk kalsitokinin. Berinti banyak. 2. Memiliki peranan penting dalam proses resorpsi tulang. osteoblas akan memperoduksi suatu sitokin yang disebut factor perangsang osteoklas. 2007 ) Gambar Berbagai Bentuk Tulang Osteosit Merupakan sel tulang yang telah dewasa. Insulin : berfungsi dalam meningkatkan produksi energi dari glukosa. matriks. Tiroksin (kelenjar tiroid) : berfungsi untuk meningkatkan kecepatan sintesis protein dan meningkatkan produksi energi dari semua jenis makanan.

Osteoklas mulai meresorpsi kartilago yang terkalsifikasi. Terbentuk kartilago yang telah terkalsifikasi. pertumbuhan jaringan tulang baru (callus) pada awalnya membentuk jembatan antara tulang yang terputus. Osteoblast mensekresikan matrix 4. mati dan berdegenerasi. Epifisis dan Diafisis ( Gartner. 6. menutupi fracture. Osteoklas membentuk lubang di dalam tulang sub periosteal. Beberapa hari setelah itu. skoliosis ( Sloane. osteoblast dari periosteum membentuk lengkung disekitar fragmen tulang (eksternal callus). Kalsitonin : berfungsi dalam menurunkan reabsorpsi kalsium dari tulang (menurunkan kadar kalsium dalam darah). 11. 7. Tulang subperiosteal menebal 9. Pertumbuhan tulang terjadi di lempeng epifiseal. sekitar 48 jam setelah fracture. osteoblast dan osteosit mulai aktif membelah. Kondrosit dalam mengalami diapsis. 2005 ) . fase yang terakhir adalah remodeling.konsentrasi tinggi  vesikel matrix memproduksi pompa kalsium  transport ion Ca2+ ke dalam vesikel  konsentrasi ion Ca2+ lebih tinggi  kristalisasi  pertumbuhan kristal hidroksiapatit  menembus membrane  isi dari vesikel keluar. Selama satu minggu. ( Gartner. Bagian-bagian pembentuk callus berasal dari osteoblast (dari periosteum yang robek) dan berkembang di sekitar patahan (disebut eksternal callus).4. Fraktura : patah tulang : retak tulang : kematian sel tulang yang tidak diprogram Primarry Centre Of Ossification Secondary Centre Of Ossification 2. Pembentukan model kartilago hyaline 2. Estrogen dan testosteron : berfungsi untuk mempercepat penutupan epifisis tulang panjang dan untuk membantu menahan kalsium dalam tulang untuk mempertahankan matriks tulang yang kuat. Tulang kompak yang patah mula-mula diganti dengan jaringan berongga lalu lama kelamaan akan digantikan dengan tulang kompak lagi. 3. 2007 ) GANGGUAN PADA TULANG 1. ( Tortora. osteoblast membentuk trabeculae baru di dekat garis patahan (internal callus). 2007 ) PROSES KALSIFIKASI TULANG Osteoid  Ca2+ dan PO43. 5. Ossifikasi mulai epifisis. Fisura 3. Komponen-komponen tulang yang mati dari fragmen ynag patah diserap oleh osteoclast. lordosis. 5. Perikondrium tervaskularisasi 3. 2003 ) PENYEMBUHAN FRAKTUR TULANG 1. 8. Nekrosa 4. 2008 ) PENULANGAN ENDOKONDRAL 1. ( Sanlon. Bagian callus yang terbentuk dari sel osteoblast (dari endosteum) berkembang diantara fragmen akhir tulang yang patah dan diantara dua sumsum tulang (internal callus) 2. Gangguan ruas tulang belakang : kifosis. 10. 6. Paratiroid : berfungsi untuk meningkatkan reabsorpsi kalsium dari tulang ke darah dan meningkatkan absorpsi kalsium oleh usus halus dan ginjal.

Sendi amfiartosis (sendi dengan pergerakan terbatas) Sendi ini memungkinkan gerakan terbatas sebagai respon terhadap torsi dan kompresi. Persendian fibrosa. c. Contoh: ditemukan pada tulang pada gigi yang tertanam pada tulang rahang 3. Contoh: lempeng epifisis sementara antara epifisis dan diafisis pada tulang panjang anak. yang menjadi bantalan sendi dan memungkinkan terjadi sedikit gerakan. Sendi pelana. 3. yaitu sendi yang tulang-tulangnya dihubungkan dengan kartilago hialin. Contoh: sendi antara tulang radius dan tulang karpal e. Contoh: simpisis pubis yang bersisihan seperti radius dan ulna. Contoh: sendi panggul dan bahu b. yaitu tulang bentuk kerucut yang masuk pas cekungan tulang kedua dan dapat berputar kesemua arah. Sindesmosis. Sendi engsel. adalah sendi dimana tulang berbentuk kerucut masuk dengan pas . sehingga tulang akan masuk dengan pas seperti dua pelana yang saling menyatu. adalah salah satu sendi yang permukaan kedua tulang berartikulasi berbentuk datar. Sinkondrosis. Simfisis. c. terdiri dari sebuah tulang yang masuk dengan pas pada permukaan konkaf tulang kedua. sehingga memungkinkan gerakan meluncur antara satu tulang dengan tulang yang lainnya. permukaan tulang yang berartikulasi berbentuk konkaf disatu sisi dan konkaf pada sisi lain. Satu-satunya sendi pelana sejati yang ada dalam tubuh adalah persendian antara tulang karpal dan metakarpal pada ibu jari. sehingga memungkinkan gerakan kesatu arah. 2. adalah sendi yang kedua tulangnya dihubungkan dengan diskus kartilago. Persendian sinovial. Contoh: sutura sagital dan parietal. yang terdiri dari sebuah tulang yang masuk kedalam rongga berbentuk cangkir pada tulang lain. b. yaitu persendian yang tidak memiliki rongga sendi dan diperkokoh dengan jaringan kartilago. Sendi jenis ini antara lain adalah : a. Contoh: sendi lutut dan siku. Sendi peluru. Contoh: tulang atas. Sutura. f. Sendi jenis ini antara lain adalah: a. Sendi sferoidal. yaitu persendian yang memiliki rongga sendi dan diperkokoh dengan kapsul dan ligament artikular yang membukuskan. yaitu persendian yang tidak memiliki rongga sendi dan diperkokoh dengan jaringan ikat fibrosa. Klasifikasi persendian synovial terdiri dari: a. Sendi diartosis (sendi dengan pergerakan bebas) disebut juga sendi synovial Sendi ini memiliki rongga sendi yang berisi cairan sinofial. Gomposis. terbentuk saat tulang-tulang yang berdekatan dihubungkan dengan serat-serat jaringan ikat kolagen. yaitu sendi yang dihubungkan dengan jaringan ikat fibrosa rapat yang hanya ditemukan pada tulang tengkorak. Sendi sinartosis (sendi mati).SENDI KLASIFIKASI SENDI Secara struktural : 1. seperti b. 2. Persendian kartilago. Sendi kisar. persendian bagian kepala d. merupakan sendi biaksial. sendi ini dibungkus dengan jaringan ikat fibrosa atau kartilago. Persendian semacam ini disebut sendi nonaksia. serta tibia dan fibula dalam kantong tulang. Menurut fungsinya : 1. yang memungkinkan gerakan kedua arah disudut kanan setiap tulang. Sendi kondiloid.

Artitis (inflamasi sendi) a.Misalnya: Persendian intervertebra. Reinforcing ligament Beberapa persendian sinovial menguat dan mengeras oleh ligament yang menutupinya. 2003 ) FISIOLOGI PERSENDIAN 1. Pembuluh darah Supli pembuluh darah untuk membentuk cairan sinovial. 2007 ) HISTOLOGI PERSENDIAN SINOVIAL Gambar Sendi sinovial Sendi sinovial tersusun atas: 1. 5. Syaraf Syaraf akan mendeteksi rasa nyeri pada persendian dan memonitor peregangan pada sendi. Rongga sendi Tempat cairan sinovial 3. Cairan sinovial Cairan sinovial berasal dari filtrasi darah yang disekresikan fibroblast dalam membrane sinovial. osteoartritis konsekuensi alami menjadi tua kartilago artikular menjadi aus sendi menjadi kasar. dan nyeri . Kapsul sendi 4. reinforcing ligament terbagi menjadi dua yaitu extracapsular ligament yang berada di luar kapsul sendi dan intracapsularligamen yang berada di dalam. dan persendian antara tulang-tulang karpa dan tulang-tulang tarsal. Tulang rawan sendi Tersusun atas tulang rawan hialin yang berfungsi untuk melindungi tulang dari benturan dan meredam tekanan. cairan ini berfungsi sebagai pelumas untuk mempermudah gerakan . Berfungsi untuk mempertebal kapsul sendi. 6. 2003 ) GANGGUAN PERSENDIAN 1. ( Setiadi. 7. ( Sloane . 2. mempermudah gerakan antara kedua ujung-ujung tulang 2. kaku. berperan dalam pertumbuhan tulang ke arah memanjang ( Sloane.

tiap serat terdapat myofibril yang terdiri dari miofilamen tebal (berisi myosin) dan miofilamen tipis (berisi aktin) d. bereaksi atas rangsang syaraf. dan factor lingkungan 2. Menyebabkan ketidakmampuan berjalan / bergerak c. Sarcoplasmic Reticulum Reticulum yang berada pada sarcoplasm. Bursitis : merupakan peradangan pada bursa yang menyatu dengan sendi yang terjadi akibat ekskresi sendi yang berlebihan / infeksi. artritis infeksius : peradangan dalam persendian. STRUKTUR OTOT 1. Ekstensibilitas : Serabut otot memiliki kemampuan untuk meregang melebihi panjang otot saat rileks.b. 3. system pencernaan. Serabut akan terengolasi karena kontraksi pada setiap diameter sel berbentuk kubus atau bulat hanya akan menghasilkan pemendekan yang terbatas 2. Eksibilitas : Serabut otot akan merespons dengan kuat jika distimulasi oleh impuls saraf 3. Sarcoplasm Cairan yang memenuhi ruang antara myofibril. terdiri dari serat yang dilapisi oleh sarcolemma c. 2. d. ( Sloane. Otot yang memiliki kontraksi kuat maka memiliki sarcoplasm reticulum yang luas. memiliki satu inti. tidak bercabang b. magnesium. 3. hanya ada pada jantung c. bekerja secara sadar. bercabang b. bercabang b. artritis gouti : disebabkan karena penumpukanasam urat. berada pada alat gerak (skeleton) 3. 4. Sarcoplasm mengandung sejumlah potassium. berada pada system pencernaan. memiliki sarcoplasma sehingga mitokondrianya lebih banyak ( Guyton. otot lurik a. ( Sloane. hormone. Elastisitas : Serabut otot dapat kembali ke ukurannya semula setelah berkontraksi atau meregang. memiliki inti banyak sehingga pembentukan ATP lebih cepat. yang dapat atau mungkin juga tidak melibatkan pemendekan otot. Di dalam sarcoplasm juga terdapat sejumlah mitokondria yang terletak parallel pada myofibril. dsb d. Dislokasi / luksasi : disebabkan karena kesalahan letak permukaan artikulasi suatu persendian. 2006 ) KHARAKTERISTIK OTOT 1. otot polos a. Keberadaan sarcoplasmic reticulum sangat diperlukan dalam mengatur kontraksi otot. otot jantung a. 2003 ) OTOT HISTOLOGI OTOT 1. Mitokondria ini mensuplai kontraksi myofibril dengan sejumlah ATP. 2. dan fosfat serta beberapa enzim protein. Terkilir : merupakan cedera sendi yang disebabkan karena perenggangan ligamen / tendon. Kontraktilitas : Serabut otot berkontraksi dan menegang. Sarcolemma . 2003 ) 4. bekerja tidak sadar. bekerja secara tidak sadar. artritis reumatoid : merupakan penyakit autoimun (sistem imum keliru mengarahkan kemampuan destruktifnya pada bagian tubuh). berinti banyak. seratnya terdiri atas filament intermediate yang tebal (disebut caveolae) c.

( Sloane. Myofibrils. yang terdiri dari 1500 miofilamen tebal (berisi myosin) dan 3000 miofilamen tipis (berisi aktin). 4.Pergerakan : Otot menghasilkan gerakan pada tulang tempat otot tersebut melekat dan bergerak dalam bagian-bagian organ internal tubuh. JIka otot pertama berkontraksi dan otot yang kedua berelaksasi sehingga otot terangkat. 2006 ) FISIOLOGI OTOT 1. disebut dengan plasma membrane. Dimana molekul-molekul protein ini bertanggung jawab terhadap kontraksi otot. Pada setiap serat otot. otot trisep berkontraksi dan otot bisep berelaksasi. 2003 ) KELAINAN OTOT 1. Sedangkan otot trisep merupakan otot yang merupakan memilki tiga ujung(tendon) yang melekat pada tulang. Otot sinergis . Fibromyalgia ( Marieb. Untuk menrunkan lengan bawah. permukaan lapisan sarcolemma melebur dengan serat tendon. ( Guyton. 2. 3. Muscular Dysthrophy Penyakit yamg memnghancurkan otot yang biasanya muncul pada masa anak anak. Otot bisep merupakan otot yang memiliki dua ujung(tendon) yang melekat pada tulang dan terletak di lengan atas bagian depan. Gambar.contoh dari otot antagonis adalah otot bisep dan otot trisep. terletak di lengan atas bagian belakang. dan selaput luar yang terbuat dari lapisan polisakarida tipis yang berisi banyak kolagen fibril. Untuk mengangkut lengan bawah .Penopang tubuh dan mempertahankan postur : Otot menopang rangka dan mempertahankan tubuh saat berada dalam posisi berdiri atau saat duduk terhadap bgaya gravitasi. Muscular Dysthrophy 2. dan serat tendon berkumpul untuk membentuk tendon otot yang berada di dalam tulang.Produksi panas : Kontraksi otot secara metabolis menghasilkan panas untuk mempertahankan suhu normal tubuh. Actin and Myosin Filaments. 2001 ) KERJA OTOT BERDASARKAN TUJUAN KERJANYA Otot antagonis Terdapat dua tau lebih yang tujuan kerja ototnya berlawanan. otot bisep berkontraksi dan otot trisep berkontraksi. Sarcolemma terdiri dari membrane sel yang sebenarnya. Myofascial Pain Syndrom Rasa nyeri apabila tersentuh 3. Setiap serat otot terdiri dari ratusan myofibril.Sarcolemma merupakan membrane sel dari serat otot.

4. ( Arief. Pembentukan potensial aksi di serabut-serabut otot g. otot bisep pada lengan akan menjadi penggerak utama untuk memfleksi lengan bawah. 6. sehingga menghasilkan gerakan 2. sehingga membuka tempat pengikatan miosin di molekul aktin j. Pembentukan ikatan silang antara aktin dan miosin dan pergeseran filamen tipis pada filamen tebal. 2. Ca2+ dipompa kembali ke retikulum sarkoplasma b. Pengikatan Ca2+ ke troponin C. 2008 ) PERBEDAAN FISIK OLAHRAGAWAN DAN BUKAN OLAHRAGAWAN 1. Pelepasan muatan oleh neuron motorik b. Jadi. ototnya mengalami hipertofi(otot menjadi besar dan kuat) Kekar Lebih padat Olahragawan tidak cepat merasa lelah karena mampu menyesuaikan diri dengan lingkungannya ( Guyton. Penghentian interaksi antara aktin dan miosin ( Ganong. Pelepasan transmiter (asetilkolin) di end-plate motorik c. Contoh Gerak Sinergis ialah jika kita minum segelas air. Tahap-tahap kontraksi otot rangka a. Sel saraf sensorik . 2006 ) SARAF DALAM SISTEM GERAK 1. Otot olahragawan lebih tampak atatu terbentuk Badan lebih kencang Pada olahragawan. 3. Pembentukan potensial end-plate f. otot-otot bahu akan menjaga persendian tetap stabil sehingga air akan masuk ke mulut kita. otot-otot itu berkontraksi bersama menjadi akurat. Pelepasan Ca2+ dari sistema terminalis retikulum sarkoplasma serta difusi Ca2+ ke filamen tebal dan filamen tipis i. Pada saat yang sama. 2007 ) TAHAP – TAHAP KONTRAKSI DAN RELAKSASI OTOT 1. Tahap-tahap relaksasi otot rangka a. Pengikatan konduktansi Na+ dan K+ di membran end-plate e. Otot bahu dianggap bekerja sinergis karena kontribusinya membuat gerakan lebih efektif.Terdapat dua otot atau lebih yang bekerja bersama-sama dengan tujuan yang sama. Pelepasan Ca2+ dari troponin c. 5. Pengikatan asetilkolin ke reseptor asetilkolin nikotinik d. Penyebaran depolarisasi ke dalam di sepanjang tubulus T h.

Sel saraf sensorik adalah sel yang membawa impuls berupa rangsangan dari reseptor (penerima rangsangan), ke system saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang). Sel saraf sensorik disebut juga dengan sel saraf indera, karena berhubungan dengan alat indera. 2. Sel saraf Motorik Sel saraf motorik berfungsi membawa impuls berupa tanggapan dari susunan saraf pusat (otak atau sumsum tulang belakang) menuju ke kelenjar tubuh. Sel saraf motorik disebut juga dengan sel saraf penggerak, karena berhubungan erat dengan otot sebagai alat gerak. 3. Sel saraf penghubung Sel saraf penghubung disebut juga dengan sel saraf konektor, hal ini disebabkan karena fungsinya meneruskan rangsangan dari sel saraf sensorik ke sel saraf motorik. ( Setiadi, 2007 ) MEKANISME GERAK Gerak pada umumnya terjadi secara sadar, namun, ada pula gerak yang terjadi tanpa disadari yaitu gerak refleks. Impuls pada gerakan sadar melalui jalan panjang, yaitu dari reseptor, ke saraf sensori, dibawa ke otak untuk selanjutnya diolah oleh otak, kemudian hasil olahan oleh otak, berupa tanggapan, dibawa oleh saraf motor sebagai perintah yang harus dilaksanakan oleh efektor. Gerak refleks berjalan sangat cepat dan tanggapan terjadi secara otomatis terhadap rangsangan, tanpa memerlukan kontrol dari otak. Jadi dapat dikatakan gerakan terjadi tanpa dipengaruhi kehendak atau tanpa disadari terlebih dahulu. Contoh gerak refleks misalnya berkedip, bersin, atau batuk. Dimana gerak refleks ini merupakan gerak yang dihasilkan oleh jalur saraf yang paling sederhana. Jalur saraf ini dibentuk oleh sekuen dari neuron sensorik ,interneuron, dan neuron motorik, yang mengalirkan impuls saraf untuk tipe refleks tertentu. Gerak refleks yang paling sederhanahanya memerlukandua tipe sel saraf, yaitu neuron sensorik dan neuron motorik. Gerak refleks bekerja bukanlah dibawah kesadaran dan kemauan seseorang. Pada gerak refleks, impuls melalui jalan pendek atau jalan pintas, yaitu dimulai dari reseptor penerima rangsang, kemudian diteruskan oleh saraf sensori ke pusat saraf, diterima oleh set saraf penghubung (asosiasi) tanpa diolah di dalam otak langsung dikirim tanggapan ke saraf motor untuk disampaikan ke efektor, yaitu otot atau kelenjar. Jalan pintas ini disebut lengkung refleks. Gerak refleks dapat dibedakan atas refleks otak bila saraf penghubung (asosiasi) berada di dalam otak, misalnya, gerak mengedip atau mempersempit pupil bila ada sinar dan refleks sumsum tulang belakang bila set saraf penghubung berada di dalam sumsum tulang belakang misalnya refleks pada lutut. ( Amien, 1987 ) RINGKASAN PEMBAHASAN LEARNING ISSUES 1. MACAM, FUNGSI, KANDUNGAN, DAN KELENJAR PENGHASIL HORMONE  Hormon diklasifikasikan menjadi 3 berdasarkan komposisinya, yaitu : 1. Protein dan Polipeptida Dapat larut dalam air, contohnya : Insulin, Glokagon, dan FSH. 2. Derivat Asam Amino Dapat larut dalam air, contohnya : Tiroksin dan Epinefrin. 3. Steroid dan Derifat Asam Lemak Dapat larut dalam lemak, contohnya : Progesteron, Testosteron, dan Estradiol.  Kandungan hormon 1. Protein dan polipeptida Cirinya larut dalam air. Contohnya yakni pada FSH, dan hormon-hormon yang dihasilkan oleh kelenjar hipofisis.

2. Derivat asam amino Cirinya larut dalam air. Contohnya yakni pada tiroksin, epinefrin 3. Steroid Merupakan senyawa lipid larut. Bersirkulasi dalam plasma yang mentranspor protein. Contohnya terdapat pada hormon testosteron, estrogen, progesteron, dan kortisol. 4. Derivat asam lemak Contohnya terdapat pada progesteron, testosteron, ekstradiol. 5. Eicosanoid Molekul kecil dengan 5 rantai karbon Fungsinya mengatur aktivitas selular dan proses enzim a. Kelenjar Hipofisis Pada saat pembentukan embrio, kelenjar hipofisis terbentuk dari 2 jaringan yaitu ektoderm oral dan jaringan saraf. Sehingga ada 2 tempat asal yang menyebabkan ada 2 kelenjar yaitu Neurohipofisis (berkembang dari jaringan saraf, terdiri dari pars nervosa dan Infundibulum (batang dan eminensia mediana)) dan Adenohipofisis (berkembang dari jariangan ektoderm oral, terdiri dari Pars Distalis, Pars Tuberalis, dan Pars Intermedia). Sistem hipotalamo hipofisis Yang dimaksud sistem ini adalah 3 tempat pelepasan hormon dan 3 hormon yang dihasilkan. Nuklei (Neuron Sekretoris) Hipotalamus : nukleus supraoptikus dan nukleus paraventrikular. Transpor hormon mulai dari badan sel (dirangsang)  akson  ujung akson yang berada pada neurohipofisis  hormon yang dihasilkan merupakan peptida. Nuklei Dorsal Medial, ventral medial, dan nuklei infundibulum hipotalamus. Transpor mulai dari badan sel  akson  berakit pada eminensia mediana (Tempat hormon disimpan dan dibebaskan) Dihasilkan oleh sel-sel sekretoris pada bagian pars distalis dan dibebaskan kedalam kapiler darah di bagian kedua sistem portal. Kelenjar hipofisis terbagi menjadi 2 lobus, yaitu interior dan posterior. a. Kelenjar hipofisis posterior

 

Hormon Antidiuretik (ADH)  meningkatkan reabsorbsi air oleh tubulus ginjal (air di kembalikan ke

dalam darah) Hormon oksitosin  meningkatkan kontraksi miometrium (saat bersalin) dan meningkatkan pelepasan

susu ibu dari kelenjar mamae b. Kelenjar hipofisis anterior Beberapa sel yang mensekresi hormone dalam hipofisis anterior adalah sebagai berkut:

1. TSH  thyrotropes 2. ACTH  corticotropes 3. Prolactin (PRL)  lactotropes 4. GH / Somatotropin  somatotropes
 Hormon pertumbuhan (GH) 1. Meningkatkan kecepatan mitosis 2. Meningkatkan transpor asam amino ke dalam sel 3. Meningkatkan kecepatan sintesis protein 4. Meningkatkan penggunaan lemak untuk produksi energi

Hormon tiroid (TSH)  meningkatkan sekresi tiroksin dan T3 oleh tiroid

 

Hormon ACTH  meningkatkan sekresi kortisol oleh korteks adrenal Hormon prolaktin  merangsang produksi ar susu oleh kelenjar mamae Hormon Folicle Stimulating Hormone (FSH) 2. Meningkatkan sekresi estrogen oleh sel folikel

Wanita : 1. Memicu pertumbuhan ovum di folikel ovarium Pria : Memicu prduksi sperma  Wanita : 1. 2. 3. b. Kelenjar Tiroid  Hormon tiroksin dan triiodotironin disekresi oleh sel follicular ephitellium 1. Meningkatkan produksi energi dari semua makanan 2. Meningkatkan sintesis protein Menyebabkan ovulasi Menyebabkan pecahnya folikel ovarium untuk menjadi korpus luteum Meningkatkan sekresi progesteron oleh korpus luteum Hormon LH pada :

Pria : Meningkatkan sekresi testosteron oleh sel interstisial di testis

Kalsitonin disekresi oleh C cell  menurunkan reabsorbsi kalsium dan fosfat dari tulang ke dalam darah

b. Kelenjar Paratiroid Kelenjar paratiroid terdiri dari empat kelenjar kecil (3 x 6mm), dengan berat total sekitar 0,4g. Kelenjar paratiroid terletak di belakang kelenjar tiroid, satu pada masing–masing kutub atas dan bawah, dan umumnya berada di dalam simpai yang membungkus lobus tiroid. Kadang – kadang kelenjar ini terbenam dalam kelenjar tiroid. Kelanjar paratiroid berkembang dari kantung faring (kelenjar superior berasal dari kantung keempat dan kelenjar inferior berasal dari kantung ketiga). Kelenjar paratiroid juga ditemukan dalam mediastinum, yang terletak disamping timus, karena kelenjar paratiroid dan timus berkembang dari kantung faring yang sama. Setiap kelenjar paratiroid terdapat dalam simpai jaringan ikat. Simpai ini menjulurkan septa kedalam kelenjar, tempat simpai tersebut berbaur dengan seratretikulin yang menyangga kelompok sel sekresi yang berderet memanjang mirip tali. Sel – sel endokrin di kelenjar paratiroid tersusun berderet. Terdapat dua jenis sel : sel principal (chief cell) dan sel oksifil. Sel principal merupakan sel polygonal kecil dangan inti vesicular dan sitoplasma pucat yang agak asidofilik. Mikroskop electron memperlihatkan granula – granula yang berbentuk tidak teratur dan berdiameter 200 – 400 nm di dalam sitoplasmanya. Granula ini merupakan granula – granula sekretoris yang mengandung hormon paratiroid, yang merupakan polipeptida dalam bentuk aktifnya. Sel – sel oksifil jumlahnya lebih sedikit. Sel oksifil bebentuk polygonal dan lebih besar dari sel principal; sitoplasmanya menganding banyak mitokondria asidofilik dengan Krista yang berlimpah.  Hormon PTH (parathormon) : 1. Meningkatkan reabsorbsi kalsium dan fosfat dari tulang ke dalam darah 2. Meningkatkan absorbsi kalsium dan fosfat oleh usus halus 3. Meningkatkan reabsorbsi kalsium dan ekskresi fosfat oleh ginjal d. Kelenjar Pankreas Dalam kelenjar pancreas terdapat beberapa sel penghasil sebagai berikut: 1. Sel alfa mensekresi glukagon, yang dapat meningkatkan kadar gula darah 2. Sel beta mensekresi insulin, yang dapat menurunkan kadar gula darah 3. Sel delta mensekresi somatostatin, atau hormon penghalang hormon pertumbuhan, yang menghambat sekresi glukagon dan insulin. 4. Sel F mensekresi polipeptida pankreas, yang berguna untuk menghambat kontraksi kandung kemih, meregulasi

beberapa enzim pankreas, mengontrol absorbsi nutrien. Hormon yang dihasilkan dalam pancreas adalah sebagai berikut:  1. 2.  Insulin : Glukagon Meningkatkan pengubahan glikogen menjadi glukosa dalam hati Meningkatkan penggunaan asam amino yg berlebihan dan Lemak sebagai sumber energi

1. Meningkatkan transpor glukosa ke dalam sel dan penggunaannya untuk produksi energi 2. Meningkatkan pengubahan glukosa yang berlebihan menjadi glikogen di hati dan otot 3. Meningkatkan transpor asam amino dan asam lemak ke dalam sel dan penggunaannya dalam reaksi sintesis

Pancreatic polypeptide (PP)  menghambat kontraksi kandung kemih, meregulasi produksi beberapa

enzim pankreas, mengontrol absorpsi nutrien. E. Kelenjar Adrenal Merupakan sepasang organ yang terletak di dekat kutub atas ginjal dan terbenam dalam jaringan lemak. Strukturnya gepeng dan berbentuk bulan sabit. Pada manusia memiliki panjang 4 – 6 cm, lebar 1 – 2 cm, dan tebal 4 – 6 mm, berat kurang lebih 8 gr. Terdiri dari 2 lapisan konsentris : 1. Nuklei Berwarna kuning, merupakan kortex adrenal, pada saat pembentukan embrio berasal dari mesoderm intermediet selom. 2. Lapisan Pusat Berwarna coklat kemerah-merahan, merupakan medula, pada saat pembentukan embrio berasal dari kristaneuralis. Kelenjar adrenal disuplai oleh sejumlah arteri yang masuk di berbagai tempat disekitar tepinya. Cabang arteri membentuk Pleksus Subkapsularis (tempat asal 3 kelompok pembuluh : Areri Simpai, Arteri Kortex, dan Arteri Medula). A. Kortex Adrenal Terdiri atas 3 bagian berdasarkan penampilan yang berbeda-beda. Yaitu zona glomerolusa, zona fasikulata, dan zona ratikularis. a. Zona Glomerolusa 15 % dari volume total kortex adrenal. Terletak tepat dibawah simpai jaringan ikat. Sel-selnya berbentuk silindris atau piramidal yang tersusun berhimpitan membentuk deretan bundar atau melengkung yang dikelilingi oleh kapiler. b. Zona Fasikulata 65 % dari volume total kortex adrenal. Sel-selnya tersusun berupa deretan lurus, setebal 1 atau 2 sel yang berjalan tegak lurus terhadap permukaan organ. Sel-selnya berbentuk polihedral, sitoplasmanya mengandung banyak lipid, sehingga nampak bervakuol. c. Zona Retikularis 7 % dari volume total adrenal. Merupakan lapisan koertex yang terdalam, terletak diantara zona fasikulata dan medula. Bentuk sel-selnya tidak teratur. Hormon Kortex dan kerjanya Kortex mensekresikan steroid. Steroid yang dihasilkan macamnya adalah Glukokortiroid, Mineralokortikoid, dan Androgen.  Glukokortikoid Hormon spesifiknya adalah kortisal dan kortikosteron. Disekresikan oleh zona fasikulata dan zona retikularis. Fungsi secara umum yaitu mengatur jalannya metabolisme karbohidrat, protein dan lemak. Di dalam hati, glikokortikoid meningkatkan masukan dan penggunaan asam lemak (sumber energi), asam amino (sintesis enzim), dan karbohidrat (sinsesis glukosa). Sintesis glokosa mengakibatkan kadar gula naik dan memungkinkan terjadinya Diabetes Melitus. Akan tetapi, di luar hati, yaitu di orga-organ perifer (kulit, otot, dan jaringan lemak), menginduksi efek kebalikannya (efek katabolik).

Merangsang pertumbuhan pembuluh darah di endometrium Estrogen disekresi oleh folicel cells  Hormon Progesteron  membantu menyimpan glikogen dan pertumbuhan pembuluh darah pada endometrium Progesteron disekresi oleh corpus luteum  hipotalamus Hormon Inhibin  membantu menurunkan sekresi FSH oleh kelenjar hipofisis anterior dan GnRh oleh  Relaxin  merelaksasi otot cervic. Hormon yang utama yaitu Aldosteron (dirangsang oleh Adenoglomerulotropin) yang berfungsi utuk mempertahankan kesetimbangan elektrolit (Ion Kaliun dan Natrium) dan air. mukosa lamung. Membantu pematangan ovum di folikel ovarium 2. Sel parenkimnya memiliki banyak granula sekretoris. Glikogenesis  Perakitan molekul glukosa menjadi glikogen.  Mineralokortikoid Dihasilkan oleh zona glomerolusa pada kortex adrenal. fungsi imunitas. Ovarium Sel yang mensekresi hormone pada ovarium adalah sebagai berikut:  Hormon Esterogen 1. Meningkatkan frekuensi jantung dan kekuatan kontraksi jantung 3.  Androgen Hormon yang utama adalah Dehidroepiandrosteron dan Andostemedion. Menyebabkan vasokonstriksi kulit dan visera 8.Fungsi lain yaitu : Glikoneogenesis  Merangsang sintesis glikogen dari prekursor non-karbohidrat. Meningkatkan pengubahan glikogen menjadi glukosa 6. B. Hormon ini bekerja saat dikonversi pada testosteron. dan konsumsi oksigen meningkat 2. Menyebabkan vasokonstriksi kulit. Mendilatasi bronkiolus 4. Mekanismenya adalah : Stimulus  Hipotalamus (Eminensia Mediana)  Memproduksi CRH  CRH merangsang hipofisis untuk mensekresikan ACTH  ACTH merangsang kelenjar adrenal untuk mensekresikan Glukokortikoid  Inhibisi ACTH dan CRH. Medula Adrenal Terdiri atas sel-sel parenkim polihedral yang tesusun berupa deretan yang jaringan serat retikulin. Hormon yang dihasilkan adalah:  Hormon Norepinefrin 1. Menyebabkan vasodilatasi otot skelet 7. Pembuluh darah pada kulit dan organ . Terdapat sel-sel ganglion parasimpatis. merangsang perkembangan kelenjar mamae . Meningkatkan pemakaian lemak untuk energi 9. Dehidroepiandrosteron merupakan hormon yang paling banyak disekresikan dan merupakan androgen yang lemah. Menurunkan peristaltis 5. Medula menyimpan dan mengumpulkan hormonnya dalam granula. kelenjar air liur dan kelenjar keringat. Kadar gula darah meningkat melalui stimulasi glikogenolisis pada hati dan simpanan glikogen otot 3.visera dan otot dan Epinefrin 2. Meningkatkan laju respirasi sel  Hormon epinefrin 1. Frekuensi jantung. metabolisme.organ viseral berkonstriksi sementara pembuluh otot rangka dan otot jantung berdilatasi f. Mineralokortikoid bekerja pada tubulus distal ginjal.

Adiposit     Leptin  Menghambat nafsu makan dan merangsang termogenesis m. Renin  mengatalisis perubahan angiotensinogen menjadi angiotensin I (bertindak sebagai enzim) 2. Hormon Inhibin  menurunkan sekresi FSH oleh kelenjar hipofisis anterior h. Ginjal 1. Hormon Testosteron  membantu pematangan sperma di tubulus seminiferus testis 2.Relaxin disekresi oleh corpus luteum g. Produksi melatonin terendah terjadi pada siang hari dan terbesar pada malam hari. GH berhubungan dengan IGF-I. 1. Usus halus Gastrin  Menstimulasi sekresi Hcl oleh sel parietal a.molekul dari berbagai hormon protein dan polipeptida ( pembawa pesan pertama ) berikatan dengan reesptor tetap pada permukaan sel yang spesifik untuk hormon tersebut. yang mencapai kelenjar melalui kolateral jalur penglihatam. Setiap molekul cAMP mengaktivasi berbagai molekul cAMP-dependen protein kinase yang sesuai. Aktivase enzim oleh protein kinase mengakibatkan efek fisiologis dan reaksi kimia. dengan proinsulin menstimulasi pembentukan adenosin 3’. Sekretin  Menstimulasi sel asinar pancreas untuk melepaskan bikarbonat dan air.Ini akan membatasi durasi efek cAMP.5’-monofosfatsiklik (cAMP) sebagai pengantar pesan kedua. i. Siklus alami produksi melatonin mungkin berkaitan dengan irama beberapa proses fisiologis harian. Jantung  darah j. Lambung Peptida Natriuretic Atrium (ANP)  Meningkatkan ekskresi natrium oleh ginjal dan menurunkan tekanan  k. 3. mempengaruhi pelepasan melatonin. bergantung pada sifat bawaan sel. Testis 1. Kelenjar Timus  adrenoglomerulotrophine  menstimulasi adrenal korteks untuk mensekresi aldosteron  Hormon timosin  maturasi dan kompetensi fungsi dari sistem imun pada limfosit 2. Kolesistokinin (CCK)  Merangsang kontraksi kandung empedu & melepaskan enzim pancreas l.25 Dihidroksikolekalsiferol  Meningkatkan absorpsi kalsium & mineralisasi tulang. n. Kelenjar Pineal melatonin  emiliki efek inhibisi terhadap pelepadan gonadotropin dan menghambat produksi melanin Melatonin disekresi oleh sel pinealocytes Pengendalian produksi melatonin : oleh melanosit di kulit. anggota famili gen yang mirip insulin dan secara struktural serupa Peptida lain yang berhubungan adalah IGF-II. MEKANISME KERJA HORMON  Mekanisme kerja hormone secara global Molekul . b. Kompleks hormon-reseptor pertama sebagai hormon.  Mekanisme mineral hormone pertumbuhan 1. 2. yang dapat menyampaikan pasan . terlibat dalam “circadian rhythms” Intensitas dan durasi cahaya lingkungan. Eritropoierin  Meningkatkan produksi eritrosit. cAMP terurai dengan cepat oleh enzim intraelular fosfodisterase.

biasa disebut dengan brain macrophages. Mycroglia Sel kecil yang merupakan derivate monosit. dan sedikit tipe dlial sel yang memberikan fungsi special contoh: memproduksi fospolopid penutup yaitu myelin dan oligodendroglia. Neuroglia (glial cells) Berada pada system saraf pusat. Efek ini berhubungan dengan kerja GH di tulang karena GH mendorong pertumbuhan tulang panjang di lempeng epifisis pada anak-anak yang sedang tumbuh dan merangsang pertumbuhan tambahan serta pertumbuhan aktal pada orang dewasa 3.kebanyakan glial sel menyangga jaringan dengan mengelilingi sel saraf atau membatasi struktur tertentu di otak dan tulang belakang. sehingga orang yang memiliki IGF-I yang kurang tidak akan mengalami pertumbuhan yang normal. Olygodendrocytes Mempunyai kesamaan dengan astrocytes namun mempunyai proses yang pendek dan sedikit. ditemukan di substansi putih (SSP) Keduanya berfungsi: Memutar di sekitar saraf untuk menjaga jaringan dalam system saraf pusat. fibrous astrocytes. Macam-macam Neuroglia: 1. 4. untuk cairan ventrikel sirkulasi serebrospinal. Fungsi: menyangga dengan membentuk barisan jaringan ikat semirigid di antara neuron di (SSP) dan memproduksi selubung myelin di sekitar akson neuron. protoplasmic astrocytes.yang lain menghubungkan saraf dengan pembuluh darah. dan Cl-. biasanya menetap namun bisa berpindah ke tempat yang terluka. ditemukan di substansi kelabu (SSP) b. IGF-I berhubungan langsung dengan efek hormon pertumbuhan. Ependymocytes Sel epitel yang tersusun selapis dan teratur berbentuk pipih hingga columnar dan banyak yang bersilia Fungsi: membentuk garis epitel bersambung otak.menghubungkan neuron dengan pembuluh darah. - GH atau mungkin lagi IGF-I meningkatkan positif kalsium. HISTOLOGI SARAF a.berikiran 5-10 kali lebih kecil dari neuron. 3. mengatur b. K-.3. dan fosfat.bisa bermigrasi ke area yang terluka dari saraf dan berfungsi sebagai makrofag kecil. Neuron . merupakan derivate ectoderm. Berfungsi sebagai penyangga dan pelindung. Fungsi : menyelubungi dan memusnahkan mikroba dan cellular debril.dan membantu mengontrol aliran darah di otak 2. dan menimbulkan retensi Na . 4. Astrocytes a. magnesium.

Akson besar memilikilapusan dalam disebut myelin akson yang tampak berwrna putih disebut serabut termielinasi. Ditemukan di kebanyakan neuro. Akson Dimiliki oleh beberapa neuron. Neuro fibrik dan badan niddl memanjang ke dalam dendrite. Tidak ada RER dan ribosom sehingga bergantung pada badan sel. Perpanjangan sitoplasma yang biasanya berganda dan pendek. Spina dendrit merupakan daerah ujung dendrit yang kebanyakan menerima sinaps. mikrotubulus. Terdapat badan Nissl. Pada akson bermielin. 3. Sel Schwan Semua akson di dalam sistem saraf perifer di bingkus dengan lapisan schwan. dan mikrofilamen. terutama neuron motorik. Makromolekul dan organel disintesis dalam badan sel dan diangkut secara kontinyu disepanjang akson ke bagian terminalnya oleh aliran Anterograd. biasanya mengangkut virus dan toksin.1. Nodis ranvier merupakan celah diantara sel schwan yang berdekatan. Membran plasma di akson disebut aksolemma dan isinya disebut aksoplasma. 4. MACAM DAN FUNGSI SARAF  Berdasarkan fungsi: . diputuskan terus atau tidak suatu potensial aksi. Dalam system saraf perifer sel schwan melingar dalam bentuk jeli. Aksoplasma mengandung mitokondria. Fungsinya menyalurkan impuls saraf dan mengendalikan metabolisma seluruh neuron. Namun ada juga yang tidak memiliki (neuron-neuron yang ada di SSP). Permukaan dendrite penuh dengan neuron dendrite untuk berhubungan dengan neuron lain. daerah titik awal muara akson dengan awal mielinisasi disebut segmen inisial. 2. Kebalikan dari aliran Anterograd yaitu aliran Retrograd (dari akson menuju badan sel). Mielin berfungsi sebagai insukator listrik dan mempercepat hantaran saraf. Badan Golgi dan Mitokondria tersebar di badan sel. Dendrit Merupakan bagian yang meneriam banyak sinaps dan sebagai tempat penerimaan sinyal. Bercabang-cabang sehingga memperluas daerah penerimaan. Fungsi: menyalurkan impuls dari badan sel ke neuron lain Origo Akson: akson yang beradal dari badan sel pada hillock akson 4. Segmen ini sebagai tempat berkumpulnya stimulus yang merangsang atau menghambat. berfungsi untuk menghantarkan impuls ke seluruh tubuh. Badan sel Disebut juga perikarion. Badan Nissl ada dalam RER dan Ribosom yang nampak bergranula dan bersifat basofilik. Ada 3 kecepatan dalam aliran Anterograd:  Lemah / Lambat : Mengangkut protein dan mikrofilamen  Sedang : Mengangkut mitokondria  Cepat (100 kali lebih cepat) : mengangkut neurotransmitter.

Antara bagian dahi dan pelipis dipisahkan oleh celah silvius. multipolar  memiliki akson dan dendrit lebih dari satu A. sedangkan belahan otak kanan akan mengendalikan sistem-sistem tubuh yang terletak dibagian kiri tubuh. dan bagian belakang kepala (lobus oksipetalis). Pembagian otak seperti ini tampak jelas pada masa perkembangan embrio. asosiasi/intermediet Sel saraf intermediet disebut juga sel saraf asosiasi. Badan sel saraf motor berada di sistem saraf pusat. Kedua belahan tersebut dihubungkan oleh balok otak yang berongga (ventrikel) yang berisi cairan getah bening( cebrospinal). yaitu otak (ensefalon) dan sumsum belakang (medula spinalis). bagian ubun-ubun (lobus parientalis). yaitu belahan otak kiri akan mengendalikan sistem-sistem tubuh yang terletak dibagian kanan tubuh.  Berdasarkan strukturnya. yaitu otak depan. otak tengah.sensorik/aferen Berfungsi menghantarkan impuls dari reseptor ke sistem saraf pusat. dan otak belakang. Antara bagian dahi dan ubun-ubun dipisahkan oleh celah yang disebut fisura Rolando. Dendritnya sangat pendek berhubungan dengan akson saraf asosiasi. Ujung akson dari saraf sensori berhubungan dengan saraf asosiasi (intermediet). sedangkan aksonnya dapat sangat panjang. . Selain itu. Sel ini dapat ditemukan di dalam sistem saraf pusat dan berfungsi menghubungkan sel saraf motor dengan sel saraf sensori atau berhubungan dengan sel saraf lainnya yang ada di dalam sistem saraf pusat. bipolar  memiliki 1 akson dan 1 dendrit c. dan terdiri dari dua belahan yang bekerja secara berlawanan. otak besar juga tersusun oleh dua lapisan. Sedangkan pada manusia dewasa tidak tampak jelas karena masing-masing daerah terdiri dari beberapa bagian atau lobus. Otak dibagi menjadi tiga daerah. Otak Besar Otak besar (cerebrum) merupakan bagian terluas dari otak yang berbentuk ovale. unipolar  memiliki 1 akson bercabang b. Pada tali spinal (jalur antara otak dengan sumsum tulang belakang) terjadi pindah silang sehingga terjadi kebalikan system pengendalian. yaitu lapisan luar (korteks) yang berisi badan neuron dan lapisan dalam yang berisi serabut saraf baik dendrit maupun neurit. a. OTAK Otak manusia terdiri dari dua belahan (hemisfer). Otak besar mengisi penuh bagian depan atas rongga tengkorak. Otak besar terbagi menjadi empat bagian. motorik/eferen Berfungsi mengirimkan impuls dari sistem saraf pusat ke otot atau kelenjar yang hasilnya berupa tanggapan tubuh terhadap rangsangan. bagian pelipis (lobus temporalis). yaitu belahan kiri dan belahan kanan. Sel saraf intermediet menerima impuls dari reseptor sensori atau sel saraf asosiasi lainnya. a. SISTEM SARAF PUSAT 1. yaitu bagian dahi (lobus frontalis).

d. ingatan. Mentransmisi impuls ke dan dari otak melalui traktus asenden dan desenden. keseimbangan kerja otot dan rangka. dan tekanan darah serta infundibulum. Otak kecil berfungsi mengatur sikap dan posisi tubuh. suhu tubuh. yaitu jembatan varol (pons varolli). antara lain pernafasan.  Nukleiasal saraf cranial IX. Hipotalamus yaitu bagian pengatur suhu tubuh dan juga pengatur rasa mengantuk. tersusun oleh empat bagian yang menonjol. sumsum lanjutan (medulla oblongata). c. yang terdiri dari thalamus. Pada bagian otak besar terdapat daerah asosiasi. tekanan darah. MEDULLA SPINALIS  Fungsi: a. panas dan rasa sakit. yaitu:  Daerah dahi yang berhubungan dengan kemampuan berpikir. kecerdasan. yaitu penerima dan penerus impuls yang dating dari saraf perifer dan meneruskannya ke pusat sensorik pada bagian korteks otak. keinginan. Di antara belahan otak besar terdapat otak depan. tekanan darah. pernapasan. menelan dan muntah. dan menghubungkan antar otak kecil dengan korteks otak besar. yaitu bagian yang menghubungkan anatara bagian sensorik dan motorik.. batuk. Otak Belakang Otak belakang memilki tiga bagian utama.  Mengendalikan berbagai aktivitas reflex dalam tubuh. Bagian ini berakhir pada area foramen magnum tengkorak. b. berisi serabut saraf yang menghubungkan antara bagian kiri dan kanan otak kecil.  Medulla anterior atau ventralterdiri dari tonjolan substansi putih disebut pyramid. gerak alat-alat pencernaan. 2.Otak besar merupakan pusat saraf utama karena berperan dalam pengaturan seluruh aktivitas tubuh.  Daerah ubun-ubun. Otak tengah Otak tengah (mesencephalon) manusia berukuran kecil dan terletak di depan otak kecil.  Daerah belakang kepala merupakan pusat penglihatan dan dapat menyampaikan memori tentang apa yang dilihat. Pada otak tengah terdapat saraf okulomotoris (saraf yang berhubungan dengan pusat pergerakan mata). Otak tengah memiliki bagian dorsal yang disebut atap. selain pusat berbicara dan juga pusat untuk merasakan dingin.  Daerah pelipis dan ubun-ubun mengendalikan kemampuan berbicara dan bahasa. kesadaran. emosi. yang merupakan lanjutan dari akson pada pedunkulus serebral  Medulla dorsal atau posteriorterdiri sebagian dari lanjutan traktus sensorik  Pusat medulla (vital)nuklei yang berperan dalam pengendalian fungsi seperti frekuensi jantung. Otak kecil Otak kecil (serebelum). yaitu pangkal dari hipofisis (kelenjar endokrin). MEDULLA OBLONGATA Letaknya menjulur dari pons sampai medulla spinalis dan terus memanjang. Ketiga bagian otak belakang tersebut membentuk batang otak. serta mengatur koordinasi gerakan otot. tampak seperti ujung yang bengkak pada tali spinal dan berfungsi sebagai pusat pengatur reflex biologis misalnya detak jantung. Struktur umum Medulla spinalis 31 satu pasang saraf spinal keluar dari area urutan korda melalui foramina intervertebral . daya khayal. b. XI dan XII terletak dalam medulla 3. daya cipta.  Daerah pelipis terdapat pusat bicara dan juga terdapat pusat pendengaran. bahkan kepercayaan kepada sesuatu yang bersifat metafisik. dua tonjolan ke atas dan dua tonjolan ke bawah. kepribadian. Setiap aktivitas akan dikendalikan oleh bagian yang berbeda. terdiri atas dua belahan yang berliku-liku sangat dalam dan terletak diobawah bagian otak belakangg. X.

SARAF SOMATIK a. XI (accessory) N.  c. dan dari ganglion masuk menuju sumsum tulang Tipe Sensori Sensori Motori Motori Mix Motori Mix Sensori Mix Mix Motori Motori Fungsi Pencium Penglihat Penggerak otot kelopak mata dan bola mata Penggerak otot mata Sensori: otot wajah dan mulut Motori: menguyah Pergerakan mata Sensori: merasa Motori: otot wajah dan kelenjar saliva Pendengaran dan keseimbangan Sensori: perasa Motori: menelan Saraf utama untuk sistem saraf parasimpatetis Menelan dan menggerakkan kepala dan pundak Penggerak otot lidah Merupakan saraf tak sadar. Ganglia-ganglia ini berhubung-hubungan dengan sistem saraf pusat melalui sumsum tulang punggung dengan menggunakan cabang-cabang penghubung yang bergerak le luar dari sumsum tulang punggung menuju ganglion. I (olfaktori) N. Struktur internal medulla spinalis a. bentuknya seperti huruf H Batang atas dan bawah huruf H disebut tanduk Tanduk abu-abu posterior (dorsal) adalah batang vertical atas substansi abu-abu. dan lumbal system saraf perifer. mulai dari ruas leher terbawah sampai pada tulang ekor. Bagian ini mengandung Tanduk lateral adalah protrusi di antara tanduk posterior dan anterior pada area toraks Komisura abu-abu menghubungkan substansi abu-abu di sisi kiri dan kanan medulla spinalis ini mengandung badan sel yang menerima sinyal melalui saraf spinal dari neuron sensorik. Saraf kranial Nama N. Bagian ini mengandung badan sel neuron system SSO. Reflek peregangan  bahwa otot yg terenggang akan berkontraksi secara otomatis (misal ketukan pada tendon patela tepat di bawah tempurung lutut eksistensi tungkai bawah) Reflek fleksor (penarikan)  stimulasinya rasa nyeri dan adanya kemungkinan bahaya sehingga respon yang timbul menghindari hal tersebut (otak tidak perlu membuat keputusan untuk melindungi tubuh) B. XII (hypoglossal) 2. Ke 25 pasang ganglia itu terdapat di sepanjang tulang belakang sebelah depan. V (trigeminal) N. SISTEM SARAF TEPI 1. .  Kanal sentral berukuran kecil dikelilingi oleh substansi abu-abu. SARAF OTONOM a. X (vagus) N. b. Bagian Tanduk abu-abu anterior (ventral) adalah batang vertical bawah. Dibedakan menjadi dua. IV (trochlear) N. VII (facial) N. yakni saraf parasimpatik dan saraf simpatik. VI (abducents) N. III (oculomotor) N. II (optic) N. Susunan saraf simpatik Berupa 25 pasang simpul saraf atau ganglia. b. Saraf spinal  Cervical (C1-C8)  Thoracic (T1-T12)  Lumbar (L1-L5)  Sacral (S1-S5)  Coccygeal (Co1) b. VIII (auditori) N. IX (glossopharyngeal) N. Gerak Reflek Pada Medula Spinalis  Ada 2 reflek yang terjadi : a.  neuron motorik yang aksonnya mengirim impuls melalui saraf spinal ke otot dan kelenjar.

Dalam keadaan istirahat. alat pencernaan. . susunan saraf parasimpatik berlawanan dengan susunan saraf simpatik. sedangakan dendrit atau badan sel yang menerima rangsang atau impuls dari ujung akson disebut pascasinaps. kebanyakan merupakan amin. dan aksoaksonik (antara akson dengan akson lain). saraf parasimpatik memperlambat aktivitas itu sedikit demi sedikit. jantung. Kemudian ketika Impuls menjalar  Kanal Ion Natrium membuka  ion natrium masuk ke dalam sel  Potensial naik menjadi 30 mV  kenaikan potensial menyebabkan kanal Ion Kalium membuka  Ion Kalium keluar dari sel  Potensial kembali menjadi -65 mV (Potensial Membran Istirahat). ginjal. Jenis sinaps ada 3. kemudian diteruskan ke badan sel dan menuju akson. Fungsi susunan saraf simpatik antara lain:  Mempercepat denyut jantung  Memperlebar pembuluh darah  Mempertinggi tekanan darah b. Potensial listrik itu sebesar -65 mV dan disebut dengan Potensial Membran Istirahat. amino. dan neuropeptida. Neurotransmitter merupakan zat yang berada dalam ujung akson yang berfungsi untuk komunikasi sinaps. Gambar : Potensial listrik pada membran sel pada saat dilewati impuls Komunikasi Sinaps (jalannya impuls antar neuron) Ujung akson yang menghantarkan impuls disebut daerah prasinaps. MEKANISME JALANNYA IMPULS Ketika sinyal dieriam oleh reseptor. 5. Secara fungsional. pembuluh darah dan lainnya. sampai kembali ke keadaan semula. Contoh: Misalnya setelah berlari jantung berdenyut lebih cepat.punggung. Sebelum impuls menjalar. yaitu aksosomatik (antaran akson dengan badan sel). aksodendritik(antara akson dengan dendrit). darah beredar lebih cepat. Dari tiap ganglion keluar urat saraf ke paru-paru. Proses ini kurang lebih terjadi dalam waktu 5 mili detik. membran sel neuron memiliki sebuah potensial yang disebabkan oleh banyaknya konsentrasi ion Kalium dan sedikitnya konsentrasi ion Natrium di dalam sel. Susunan saraf parasimpatik Berupa jaring-jaring yang berhubung-hubungan dengan ganglia yang terbesar di seluruh tubuh.

Potensial Istirahat / Potensial Membran Polarisasi ( potensial istirahat ) disebabkan oleh konsentrasi ion natrium (Na+) dan Kalium (K+) yang tidak seimbang di dalam dan di luar sel. Konsentrasi ion K+ di dalam membran sel lebih tinggi daripada di luar sel. Membran ini impermeabel terhadap molekul protein intraselular besar yang bemuatan negatif. maka difusi ion K+ keluar dari sel lebih cepat daripada difusi ion Na+ ke dalam sel.Jalannya komunikasi sinaps: Impuls saraf  Mmenjalar sepanjang membran sel  terjadi depolarisasi  Kanal Kalsium membuka  ion kalsium masuk  masuknya kalsium memicu eskositosis neurotrnsmitter yang berada dalam vesikel  neurotransmitter lepas dan kemudian beraksi dengan reseptor yang berada di daerah pascasinaps  depolarisasi membran pascasinaps  impuls tersampaikan. konsentrasi ion Na+ di luar membran sel lebih tinggi daripada di dalam sel karena tingkat permeabilitas membran terhadap ion K+ sekitar 75 kali lebih besar daripada ion Na+. serta perbedaan permeabilitas membran terhadap ion ini dan ion lain . serta relatif impermeable terhadap ion Na+. Neurotransmiter yang lepas tadi dirombak melalui pemecahan enzimatis. ion tersebut meninggalkan molekul protein bermuatan negatif yang terlalu besar untuk dapat berdifusi melalui membran. NEUROTRANSMITTER Definisi Neurotransmitter merupakan suatu zat kimia yang dapat menyeberangkan impuls dari prasinapsis ke post sinapsis atau pasca sinapsis Macam-macam Bersifat eksitasi:  asetilkolin  berada di seluruh tubuh  norepinephrine  berada dalam system saraf  dopamine  berada dalam otak  glutamate  salah satu asam amino esensial  histamine  salah satu asam amino esensial Bersifat inhibisi:   gamma aminobutyric acid (GABA)  berada pada jaringan otak glisin  berada pada medulla spinalis . Membran neuron sangat permeabel terhadap ion K+ dak klor (Cl-). Saat ion K+ bermuatan posistif keluar dari sel. difusi atau endositosis. Hal ini mengakibatkan bagian dalam sel mengalami elektronegatifitas.

laring. Sel basal 5. Sel goblet mukosa 3. Bagian Konduksi Meliputi rongga hidung. Sel silindris berlapis banyak (paling banyak) 2. dan alveoli. 2. Bagian Respirasi Meliputi bronkiolus respiratris. yaitu : 1. trakea. yaitu : 1. bronkus. duktus alveolus. Sel sikat 4. dan mempengaruhi kesadaran Mekanisme mata dapat melihat benda Bayangan  Mata Cahaya menembus bagian mata  Kornea  Aqueus humor Lensa  Badan vitreus  Merangsang ujung ujung saraf retina saraf opticus II  Ke otak lobus oksifitalis  membentuk benda SISTEM PERNAFASAN Alat-alat respirasi Terdiri dari dua bagian utama. Ada 5 jenis sel epitel respirasi. Epitel respirasi Sebagian konduksi dilapisi oleh epitel silindris berlapis dan mengandung banyak sel goblet. bronkiolus. serotonin  menghambat dan mengontrol keinginan tidur. lapar. nasofaring. Sel bergranul kecil . dan bronkiolus terminalis.

Dalam rongga hidung ini juga terdapat reseptor olfaktorius yang mendeteksi uap kimiawi yang diinhalasi yang disebut nervus olfaktorius melewati tulang etmoidalis menuju otak. kelenjar keringat. sebagai katup untuk mencegah masuknya makanan atau cairan yang Memiliki fungsi sebagai jalan masuknya udara ke laring dan masuknya makanan ke esofagus. lapisan mucus fosa nasalis menyaring zat renik dan berbagai gas. . mucus dan secret serosa melembabkan udara yang masuk. media. Bagian Konduksi 1. Di sekitar permukaan nares terdapat kelanjar sebasea. inferior). Bagian Vestibulum merupakan bagian yang paling anterior dan paling lebar dari rongga hidung. ujung aritenoid). dan vibrissa (rambut pendek).A. Faring 4. Sedangkan bagian fosa nasalis. krikoid. aritenoid) dan tulang rawan elastik (epiglottis. Laring Merupakan tabung tak teratur yang mengubungkan faring dengan trakea. 3. yaitu bagian Vestibulum dan Fosa Nasalis. Nasofaring Merupakan bagian pertama faring. Rongga Hidung Terdiri dari 2 bagian. Terdiri dari tulang rawan hyaline (tiroid. terdapat 3 tonjolan yang disebut dengan konda (superior. 2. Pengondisian udara dalam rongga hidung: Vibrisa menyaring debu. Fungsinya adalah sebagai penyokong (menjaga agar jalan nafas tetap terbuka).

Dilapisi sel-sel pipih yang sangat halus. Pada lamina propia terdapat otot polos. 2.ditelan. dan juga sebagai fungsi fonasi (penghasil suara). Bronkus Trakea bercabang menjadi 2 bronkus primer. B. Trakea Dilapisi oleh cincin tulang rawan hyaline yang berbentuk C  menjaga supaya lumen trakea tetap terbuka. bercabang 2 atau lebih bronkiolus respiratoris. Bronkus primer masuk ke setiap lobus paru-paru (3 cabang di kanan. Trakea ini juga dilapisi oleh pseudostratified ciliated columnar epithelium. Terdapat banyak alveolus yang merupakan tempat pertukaran gas. Setiap bronkiolus bercabang 5 – 7 bronkiolis terminalis. Serat elastic yang berfungsi memungkinkan alveolus dapat mengembang pada saat terjadi inspirasi dan kontraksi secara pasif pada wakti ekspirasi. terdapat pada bronkus respiratoris. Diantara ujung hyaline yang berbentuk C. . 6. pada matrix terdapat serat-serat elastin dan kolagen (sebagai penunjang). terdapat ligament fibroelastis (mencegah distensi berlebihan dari lumen) dan berkas otot polos (pengaturan lumen) yang terlihat pada lapisan periosteum. Tetapi di bagian muara. Terdapat kelenjar seromukosa yang menghasilkan mucus yang lebih cair. alveoli juga merupakan tempat pertukaran oksigen dan karbondioksida. sel epitel menyatu dengan sel-sel alveolus yang gepeng. 2 cabang di kiri). duktus alveolus. Alveoli bertanggung jawab atas struktur berongga dalam paru-paru. Bagian ini merupakan daerah peralihan bagian konduksi dan respirasi. Bronkus Respiratoris Setiap bronkiolus terminalis. Sedangkan retikulin berfungsi sebagai penunjang yang mencegah perkembangan secara berlebihan dan pengerusakan kapiler-kapiler halus dan septa alveolar yang tipis. Selain itu. Duktus Alveolaris Merupakan saluran yang makin ke distal dengan jumlah muara alveolus yang semakin tambah banyak. Bagian Respirasi 1. dan sakus alveolus. Katup yang mencegah masuknya makanan atau cairan yang ditelan adalah epiglotis atau yang sering disebut dengan anak tekak. 3. Dilapisi oleh sel epitel kuboid bersilia dan sel clara. Bagian ujung cabang disebut bronkiolus. 5. Alveolus Merupakan penonjolan (evaginasi) dengan bentuk mirip kantung dengan diameter kurang lebih 200 mikro meter.

Udara alveolus hanya sebagian diganti oleh udara atmosfer tiap kali bernapas. 4. yaitu paru-paru kiri dan paru-paru kanan. . serratus anterior dan otot skalena juga akan memperbesar rongga toraks. bronkus dan masuk ke paru-paru. CO2 berdifusi terus menerus ke dalam alveoli. Paru-paru kiri terdapat dua gelambir dan paru-paru kanan terdapat tiga gelambir. Oksigen secara terus menerus diabsorbsi oleh alveolus kedalam darah paru paru 3. pektoralis mayor. 2. trakea.Pulmo (paru-paru) Paru-paru terdiri oleh dua bagian. Udara Alveolus tidak sama dengan udara atmosfer. Dalam pernapasan. Pelembaban udara di sepanjang saluran pernapasan. Rongga dada pun mengecil. akibatnya udara dalam paruparu terdorong keluar. Didalam paru-paru terdapat bronkus dan bronkiolus. Diafragma melengkung ke arah toraks. otot interkostal internal menarik kerangka iga ke bawah dan otot abdomen berkontraksi sehingga mendorong isi abdomen menekan diafragma. Mekanisme Pernafasan Inspirasi Pada saat inspirasi. Bronkiolus diparu-paru bercabang-cabang lagi membentuk pembuluh-pembuluh halus. Otot interkostal eksternal mengangakat iga ke atas dan ke depan saat berkontraksi sehingga memperbesar rongga toraks ke arah anterior dan superior. Pada ekspirasi dalam. otot diafragma berkontraksi sehingga diafragma mendatar. otot otot sternokleidomastoid. Hal ini disebabkan oleh : 1. sehingga udara luar masuk melalui hidung. Paru-paru pun mengembang. Ekspirasi Ekspirasi pada pernapasan dipengaruhi oleh relaksasi otot dan disebut proses pasif. Pembuluh-pembuluh halus ini berakhir pada gelembuggelembung halus yang disebut alveolus (alveoli=jamak).

Jadi konsentrasi oksigen dalam alveolus dipengaruhi oleh : 1. namun kebalikannya. sedangkan tekanan parsial oksigen dalam kapiler darah lebih rendah (karena oksigen sudah digunakan oleh jaringan-jaringan tubuh). 3. Membran pernapasan (sawar udara-darah) Terdiri dari 3 lapisan yaitu : 1. . Lamina basal alveolar dan endotel yang menyatu.Konsentrasi Oksigen dalam Alveolus Oksigen diarbsorbsi dari alveoli ke dalam darah paru secara terus menerus. Sitoplasma sel endotel. tekanan oksigen dalam alveolus meningkat. Konsentrasi Karbon Dioksida dalam Alveolus Peningkatan konsentrasi karbon Dioksida berbanding lurus dengan dengan kecepatan ekskresi Karbon Dioksida dan berbanding terbalik dengan ventilasi alveolus. sehingga karbon dioksida berdifusi masuk ke dalam alveolus. Tekanan parsial karbon dioksida dalam darah lebih tinggi dari pada di alveolus. Karbon dioksida berdifusi dengan arah yang berlawanan. Lapisan permukaan dan sitoplasma sel alveolus. Pada saat udara masuk kedalam alveolus. Difusi gas melalui membran pernapasan (sawar udara-darah) Proses difusi gas pada alveolus bergantung pada prinsip fisika yaitu tentang tekanan parsial (hukum henry). 2. Secara umum proses difusi oksigen dan karbon dioksida tidak lepas dari prinsip tekanan parsial ini. Oksigen dari udara alveolus masuk ke dalam darah kapiler. Maka Oksigen akan berdifusi masuk ke dalam alveolus. Pada karbon dioksida juga sama. Kecepatan masuknya oksogen baru ke dalam paru-paru. Kecepatan absorbsi oksigen dalam darah 2. Oksigen baru juga secara terus-menerus dihirup masuk ke dalam alveoli dari atmosfer. Pembebasan CO2 dari HCO3 dikatalis oleh enzin karbonat anhidrase yang terdapat pada eritrosit.

CO2 lebih cepat 20 kali daripada O2. Koefisien difusi Merupakan kelarutan gas dalam membran. Perbedaan tekanan diantara kedua sisi menbran pernapasan Yaitu merupakan perbedaan tekanan parsial gas dalam alveoli dan tekanan parsial gas dalam darah. 4. Sedangkan yang 2% menuju ke paru-paru lewat sirkulasi bronchial yang secara khusus member nutrisi pada sel-sel paru dengan tekanan 40 mmHg (saluran pintas).Faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan difusi gas melalui membran pernapasan 1. 2. Ketebalan membran Contohnya adanya cairan edema dalam mebran interstitial dan dalam alveoli dan penyakit paru yang menyebabkan fibrosis paru. Transpor oksigen dalam arteri 98% darah paru teroksigenasi sampai pada tekana parsial oksigen 104 mmHg  keseluruh tubuh. Luas permukaan membran pernapasan Contohnya pada penyakit enfisema. yaitu alveoli bersatu dengan alveoli yang lain sehingga lebar dinding (membrane pernapasan) keseluruhan berkurang. 3. .

4. pada pria laju respirasinya lebih tinggi dibandingkan wanita Mekanisme Terengah-engah Mekanisme terengah-engah digunakan oleh binatang tingkat rendah sebagai alat untuk menghilangkan panas. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pernafasan 1. Satu dari sinyal ini menimbulkan keadaan terengah-engah. maka O2 akan berikata dengan Hb. Peregangan otot anus dapat meningkatkan laju respirasi 7. Jenis kelamin. sehingga sejumlah udara baru berasal dari luar mengadakan kontak dengan bagian atas saluran pernapasan. keadaan terengah-engah tidak meningkatkan ventilasi alveolar lebih dari yang dibutuhkan untuk mengendalikan gas-gas di dalam darah dalam jumlah yang sesuai. Impuls dikirim dari otak ke area inspiratory sehingga proses bernafas dilanjutkan. sebagian besar udara yang masuk ke alveoli adalah udara ruang rugi yang terutama berasal dari trakea dan bukan dari atmosfer. Kenaikan suhu tubuh dapat meningkatkan laju respirasi 6. Pada saraf kranial. Namun. Hal ini menyebabkan inspiratory dan apneustic area tidak lagi terhambat sehingga terjadi nafas baru. bila darah menjadi terlalu panas. Pengaruh saraf Pusat respirasi terdapat pada medullary rhytmicity area.Ikatan Oksigen-Hb Dalam darah. Saat PCO3 dan H+ mencapai level tertentu. maka inspiratory dan apneustic area terhambat sehingga terjadi ekspirasi. Kemampuan menahan nafas dibatasi oleh adanya cadangan H+ dan CO2 dalam darah. area inspirasi terstimulasi. pneumotaxic area. Saat udara meninggalkan paru-paru setelah ekspirasi. Saat reseptor ini meregang. Pneumotaxic area dan apneustic area mengkoordinasi masa transisi antara inspirasi dan ekspirasi. Pada efeknya. Fungsi Hb adalah sebagai buffer tekanan parsial Oksigen dalam darah. 5. Stimuli kimia CO2 dan O2 Peningkatan CO2 akan meningkatkan H+ dan begitu pula sebaliknya. terutama evaporasi saliva dari lidah. 2. Oleh karena itu. karena setiap pernapasan sangat dangkal. proses ini akan mendinginkan darah di dalam saluran mukosa pernapasan sebagai akibat evaporasi dari permukaan mukosa. maka akan terjadi dissosiasi O2Hb. Bika tekanan parsial O 2 tinggi (dalam kapiler paru). jika tekaana parsial O2 rendah. saraf nomor tujuh atau nerve vagus dari reseptor di saluran nafas dan paru turut mempengaruhi laju pernafasan. ion H+ dapat mengubah laju pernafasan. Namun. stretch receptor tidak lagi terstimuli. Peristiwa terengah-engah dihidupkan oleh pusat pengatur suhu di otak. dan apneustic area. Yaitu. Proses terengah-engah sebenarnya diatur oleh pusat terengah-engah yang berhubungan dengan pusat pernapasan pneumotaksik yang berada dalam pons. hipotalamus menimbulkan sinyal neurogenik untuk menurunkan suhu tubuh. O2 bergabung secara longgar dengan heme Hb. Refleks inflasi Dalam dinding bronkus dan bronkeolus terdapat stretch receptor. Kapasitas Paru-Paru(Sloane) . Medullary rhytmicity area (area inspirasi dan ekspirasi) memiliki kemampuan untuk menentukan irama dasar respirasi. Menghirup dan mengeluarkan napas dengan cepat. 3. Pengaruh otak Kita dapat menghentikan nafas kita dalam waktu yang singkat.

Volume residual penting untuk kelangsungan aerasi dalam darah saat jeda pernapasan.laki sekitar 1200 ml dan pada perempuan 1000ml. Volume Cdangan Ekspirasi (VCE) adalah volume udara ekstra yang dapat kuat dikeluarkan pada akhir ekspirasi tidal normal. yaitu pembuluh darah terkecil.2 6. Volume tidal (VT) adalah normal udara yang masuk dan keluar paru .paru selama ventilasi normal biasa.laki dan 1900 ml pada perempuan. berupa jalinan saluran halus dan rumit yang saling beranastomosis dan dindingnya merupakan tempat berlangsungnya pertukaran zat antara darah dan jaringan.laki dan 380 ml untuk perempuan b. b. c.2 SISTEM SIRKULASI Yang terlibat dalam sistem sirkulasi adalah: 1.paru dengan inspirasi maksimum di atas inspirasi tidal.paru estela melakukan ekspirasi kuat.5 0. Volume Residual (VR) adalah volume udara sisa dalam paru . VCE biasanya berkisar 1200 ml pada laki .7 1. dan berfungsi untuk mengangkut darah. Volume Cadangan Inspirasi ( VCI ) adalah volume udara ekstra yang masuk ke paru .rata volume ini pada laki . sambil membawa darah ke jantung.0 Wanita (L) 1. Sistem kardiovaskular a. .laki dan 800 ml pada perempuan. Pembuluh darah Arteri.a. Ukurannya semakin besar ketika pembuluh ini mendekati jantung. Kapasitas Paru-Paru(Ganong) IRV (Inspiratory Reserve Volume) TV (Tidal Volume) ERV (Expiratory Reserve Volume) RV (Recidu Volume) Kapasitas Total Kecepatan nafas normal tiap menit: Bayi baru lahir Usia 12 bulan Usia 2-5 tahun Dewasa 30-40 30 24 10-20 Pria (L) 3. Vena.1 4. Kapiler.3 0. VT pada dewasa muda sehat 500 ml untuk laki.0 1. untuk dipompa keluar lagi.5 1. Jantung. d. terbentuk dari penggabungan kapiler menjadi sistem saluran. dengan nutrien dan oksigen ke jaringan.9 0. Rata. serangkaian pembuluh eferen yang semakin mengecil sewaktu bercabang. yakni suatu organ yang berfungsi untuk memompa darah. CDI berkisar 3100ml pada laki .

Jaringan limfe Histologi sistem sirkulasi : 1. kapiler. Nodus limfe. (arteriol. adalah cairan yang mengalir dalam pembuluh. yaitu saluran buntu yang beranastomosis untuk membentuk pembuluh – pembuluh yang makin membesar. arteri muskular dan elastis. Sistem Limfatik a. terletak dalam pembuluh limfe besar. Hati c. Kelenjar timus e. 2. Makrovaskulatur. Darah.c. venula pascakapiler). Pembuluh limfe. Jantung ANATOMI JANTUNG . b. pembuluh dengan diameter lebih dari 0. vena muskular).1 mm (arteriol besar. Jarak semua sel tubuh dari sumber nutrisi ini tidak pernah melebihi satu milimeter. Sumsum tulang d. Mikrovaskulatur. berawal di kapiler limfe. merupakan tempat terjadinya pertukaran antar darah dan jaringan sekitar pada keadaan normal dan pada poroses peradangan. Limfe b. 2. 3. Organ pembentuk dan penyimpanan darah a.

2.1.paru di bagian tengah rongga toraks. Dua pertiga jantung terletak di sebelah garis kiri midsternal. b. ujung bawah yang mengerucut (apeks) mengarah ke bahu kiri. Jantung dilindungi medistinum. Bentuknya seperti kerucut tumpul. Ukuran dan bentuk a. Ujung atas yang lebar (dasar) mengarah ke bahu kanan. Jantung adalah organ berongga dan memiliki empat ruang yang terletak antara kedua paru . Jantung berukuran kurang lebih sebesar kepalan tangan pemiliknya. Pelapis .

Kontraksi miokardium ”menekan” darah keluar ruang menuju arteri besar c.paru. (1) Lapisan fibrosa luar pada perikardium tersusun dari serabut kolagen yang membentuk lapisan jaringan ikat rapat untuk melindungi jantung. Perikardium Adalah kantong berdinding ganda yang dapat membesar dan mengecil. (a) Membran viseral (epikardium) menutup permukaan jantung (b) Membran parietal melapisi permukaan bagian dalam fibrosa perikardium b. Curah Jantung Adalah volume darah yang dikeluarkan oleh kedua ventrikel per menit. dan menyambung dengan lapisan endotelial yang melapisi pembuluh darah yang memasuki dan meninggalkan jantung. atrium = dinding tipis= reservoar (menerima darah) b. Endokardium dalam tersusun dari lapisan endotelial yang terletak di atas jaringan ikat. (2) Lapisan serosa dalam terdiri dari 2 lapisan.a. . membungkus jantung dan pembuluh darah besar. ventrikel = dinding tebal = pemompa (memompa darah) 5.berkas spiral melapisi ruang jantung. Terdiri 2 macam ruang : a. Epikardium luar tersusun dari lapisan sel . Kantong ini melekat pada diafragma. Ruang ini mengandung cairan perikardial yang diekskresi lapisan serosa untuk melumasi membran dan mengurangi friksi. Volume nya kurang lebih 5 liter per menit pada laki – laki berukuran rata – rata dan kurang 20% pada perempuan. (1) Ketebalan miokardium bervariasi dari satu ruang jantung ke ruang lainnya. b. Miokardium terngah terdiri dari jaringan otot jantung yang berkontraksi untuk memompa darah. dan pleura yang membungkus paru . 4. 3. Lapian ini melapisi jantung. Curah jantung terkadang disebut volume jantung per menit.sel mesotelial yang berada di atas jaringan ikat. (2) Serabut otot yang tersusun dalam berkas . Rongga perikardial adalah ruang potensial antara membran viseral dan parietal. sternum. Dinding jantung tersusun dari tiga lapisan : a. katup.

Aktifitas berat b. meliputi : e. Pengaruh tambahan pada curah jantung. Vena : 1. a. meliputi : Pembuluh Darah Arteri : 1. meliputi : .1. 3. 4. Perhitungan curah jantung adalah sebagai berikut Curah jantung = frekuensi jantung x isi sekuncup 2. Faktor – faktor utama yang mempengaruhi curah jantung a. 3. b. Membawa darah dari arteriol ke venula Dinding dilapisi selapis sel tipis untuk memungkinkan pertukaran darah dan cairan Terdapat sel otot polos yaitu sfingter prekapiler yang dijumpai pada permulaan masing-masing kapiler untuk mengatur aliran darah dalam kapiler Membawa darah dari kapiler kembali ke jantung Lapisan dalam : Endotelium yang melipat membentuk valvula untuk mencegah aliran darah terbalik Lapisan tengah : Otot polos tipis karena vena tidak begitu penting untuk mempertahankan tekanan darah Lapisan luar : Jaringan ikat fibrosa tipis karena vena tidak membawa darah dengan tekanan tinggi (hanya 2mmHg dibanding arteri yang memiliki tekanan sampai 100mmHg) Mempunyai percabangan kecil disebut venula Membawa darah dari jantung menuju kapiler Terdapat 3 lapisan : Tunika Intima : paling dalam (merupakan selapis sel gepeng) Tunika Media : Disusun otot polos dan jaringan ikat elastis Tunika Eksterna : Merupakan jaringan ikat fibrosa penyusunnya Mempunyai percabangan kecil yang menyambung pada kapiler disebut arteriol Pompa otot rangka Pernapasan Reservoar vena Gaya gravitasi Perubahan posisi tubuh Tekanan rendah abnormal pada vena Tekanan darah tinggi Hormon medular adrenal Ion Usia dan ukuran tubuh seseorang Penyakit kardiovaskular d. Faktor yang mendukung aliran balik vena dan memperbesar curah jantung. Kapiler : 1. 5. c. Aliran balik ke vena jantung c. 2. 2. Faktor – faktor yang mengurangi aliran balik vena dan mempengaruhi curah jantung. 2. 3.

Letak pembuluh darah .

.

Mekanisme Sirkulasi Darah Mekanisme Pengikatan Oksigen O2 dalam alveolus Berdifusi melalui membrane kapiler pulmonalis .

2. 2. Tiap gram Hb dapat mengikat 1. 100 ml darah rata-rata mengandung 15 gr Hb untuk maksimal 20 ml O2 per 100 ml darah (15 x 1. Ikatan ini tidak kuat dan reversibel. Tiap molekul dalam ke empat molekul besi dalam hemoglobin berikatan dengan satu molekul O2 dan membentuk oksihemoglobin (HbO2) yang berwarna merah tua. Konsentrasi Hb ini biasanya dinyatakan sebagai persentase volume dan merupakan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh.34).Diikat Hb dalam sel darah merah O2+Hb (HHb) Di kapiler darah jaringan O2 dilepas Hb O2 menuju sel jaringan lainnya di plasma membentuk O3 1. (1) Untuk meningkatkan frekuensi jantung (2) Ujung serabut sarafnya mensekresi norepinefrin yang meningkatkan eksitabilitas jantung. Pusat refleks kardioakselerator adalah sekelompok neuron dalam medula oblongata. Tiap eritrosit mempunyai 280 juta molekul Hb. Proreseptor (baroreseptor) dalam arteri karotis dan aorta (sinus aorta dan arkus aorta) sensitif terhadap perubahan tekanan darah . Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Denyut Jantung 1.34 ml O2 3. Impuls eferen menjalar melalui saraf simpatis dan parasimpatis susunan saraf otonom. a. . Pusat reflek kardioinhibitor juga terdapat dalam medulla oblongata (1) Efek impuls dari neuron ini adalah untuk mengurangi frekuensi jantung. Volume maksimal O2 yang dapat berikatan dengan sejumlah hemoglobin dalam darah. b. (2) Ujung serabut sarafnya mensekresi asetilkolin. Impuls aferen yang menuju pusat kendali jantung yang berasal dari receptor.

atau oleh input emosional dari sistem saraf pusat. b. Pengaruh dari atropin dan nikotin yang juga dapat mempercepat denyut jantung e. c. yang mempengaruhi frekuensi jantung jika kadarnya menigkat atau berkurang. panas. (2) Penurunan tekanan darah akan mengakibatkan statu reflek yang menstimulasi fekuensi jantung yang menjalar melalui pusat medular . 3. SISTEM EKSKRESI Organ-organ yang terlibat: 1.(1) Peningkatan tekanan darah akan mengakibatkan statu reflek yang memperlambat frekuensi jantung. fungsi jantung normal juga bergantung pada keseimbangan elektrolit seperti kalsium. Reflek ini akan menghambat pusat kardioakselerator dan menstimulasi pusat kardioinhibitor. kalium. Ginjal Mekanisme ekskresi pada Paru-paru . seperti reseptor untuk nyeri. Pengaruh lain pada frekuensi jantung a. Paru-paru 2. Aktivitas yang tinggi dapat mempercepat denyut jantung d. Suhu tubuh yang tinggi atau demam juga mempercepat frekuensi denyut jantung. Frekuensi jantung dipengaruhi oleh stimulasi pada hampir semua saraf kutan. dingin. dan sentuhan. Usia muda memiliki frekuensi jantung yang lebih cepat f. dan natrium.

Bagian luar ginjal disebut korteks. 2.Karbondioksida dalam sel jaringan Menuju cairan interstitial Berdifusi melaui dinding kapiler jaringan Berikatan dengan molekul air dalam sel darah merah( CO2 +H2O) H2CO3 HCO3 + H H+Hb(HHb) Berikatan dengan Na di plasma darah Menuju kapiler pulmonali Co2 yang berikatan dengan H2O PECAH Co2 berdifusi keluar membrane kapiler pulmonalis Menuju alveolus Ginjal Fungsi Ginjal 1. Regulasi tekanan arteri 7. Regulasi vitamin D 8. Gluconogenesis 9. Pengendalian komposisi jaringan tubuh 3. Setiap nefron terdiri dari badan malphigi (mengandung gromerulus yang diselubungi oleh kapsula bowman) dan saluran nefron. sedangkan bagian dalamnya disebut medulla. Regulasi osmolaritas cairan tubuh dan elektrolit 5. Menyaring darah. Regulasi keseimbangn asam basa 6. Sebagai kelenjar endokrin Struktur ginjal: Diselubungi oleh suatu kapsul yang berbentuk dari jaringan serabut. Nefron . Pada manusi aterdapat sekitar satu juta nefron. yang selanjutnya membentuk urine yang mengandung zat sisa metabolisme. Pada bagian dalam terdapat ruang kosong (pelvis). Pada ginjal terdapat nefron yang merupakan unit fungsional dan structural terkecil. Regulasi keseimbangan elektrolit dan air 4.

Jumlah urin primer/menit adalah 125 cc.bagian nefron yang mengandung unsur epitel. Filtrat ini masih banyak zat . . Filtrasi Dilakukan oleh glomerulus yang terdapat alat penyaring disebut sel podosit.mengandung dua macam unsur. Tubulus Kontortus proksimal. yaitu unsur pembuluh (elemen vaskuler) dan unsure epitel. tubukus kontortus distal dan saluran penampung. Proses ekskresi pada ginjal: 1. lengkung henle yang terdiri dari saluran menurun dan naik. filtratnya ditampung oleh Kapsula Bowman yang disebut filtrat glomerulus / urin primer. yaitu Kapsula Bowman.zat yang dibutuhkan oleh tubuh.

dan lipat paha. Pinggiran yang cekung disebut hilum. Sebuah kelenjar limfe mempunyai pinggiran mempunyai pinggiran yang cembung dan yang cekung. .zat yang tidak berguna bagi tubuh kedalam urin sekunder misalnya ion H+ dan K+ yang terjadi pada tubulus kontortus distal sehingga terbentuklah urin yang sesungguhnya/ urin saja yang dialirkan ke tubulus kolektivus menuju ke pelvis renalis  ureter  vesika urinaria ( 300cc) uretra. jaringan otot. abdomen. Pembuluh limfa eferen menembus kapsul di pinggiran yang cembung dan menuangkan isinya ke dalam kelenjar.Di sebelah luar. axial. dan jaringan kelenjar. Augmentasi Penambahan zat .2. Arteri dan vena juga masuk dan keluar kelenjar melalui hilum. yang mengandung banyak sel darah putih atau limfosit.zat yang diserap kembali antara lain glukosa. Sebuah kelenjar terdiri atas jaringan fibrus. Duktus torasikus mengumpulkan limfe dari semua bagian tubuh. Kerjanya sebagai penyaring dan dijumpai di tempat-tempat terbentuknya limfosit. yaitu trabekulae. asam amino. Peristiwa membuang air kecil dikenal dengan miksturisi. ion . jaringan limfe terbungkus oleh kapsul fibrus. Saluran limfe Terdapat dua batang saluran limfe yang utama. Kelompok-kelompok utama terdapat di dalam leher. Bahan ini bercampur dengan benda-benda kecil daripada limfe yang banyak sekali terdapat di dalam kelenjar dan selanjutnya campuran ini dikumpulkan pembuluh limfa aferen yang mengeluarkannya melalui hilum. masuk ke dalam kelenjar membentuk sekat-sekat. lengan kanan dan dada sebelah kanan dan menuangkan isinya ke dalam vena yang berada di sebelah kanan leher. Dari sini keluar tajuk-tajuk dari jaringan otot dan fibrus. kecuali dari bagian yang menyalurkan limfenya ke duktus limfe kanan.ion organik sehingga terbentuklah urin sekunder yang akan melewati lengkung henle. SISTEM LIMFATIK Organ yang terlibat: Nodus limfe Berbentuk kecil lonjong atau seperti kacang dan terdapat di sepanjang pembuluh limfe. Duktus limfe kanan ialah saluran yang jauh lebih kecil dan mengumpulkan limfe dari sebelah kanan kepala dan leher. duktus torasikus dan batang saluran kanan. Ruangan di antaranya berisi jaringan kelenjar . 3. torax. Zat . Reabsorpsi Urin primer direabsorpsi oleh tubulus kontortus proksimal.

Mekanisme Peredaran Cairan Limfe cairan interstitial  kapiler limfe  pembuluh limfe  batang limfe  saluran limfe sebelah kiri/sebelah kanan  vena subclavian .

Fungsi cairan limfa : .Mentranspor nutrien yang terabsorbsi .Mengendalikan kualitas aliran cairan jaringan dengan cara menyaringnya melalui nodus-nodus limfe sebelum mengendalikannya ke sirkulasi. Faktor-faktor yang mempengaruhi meningkatnya aliran limfa: Efek tekanan cairan interstitial -peningkatan tekanan kapiler -penurunan tekanan osmotic koloid plasma -peningkatan tekanan osmotic koloid cairan interstitial . .Mengembalikan protein plasma ke dalam sirkulasi .Mengembalikan kelebihan cairan jaringan yang keluar dari kapiler .Mengeluarkan zat-zat toksik dan debris selular dari jaringan setelah infeksi atau kerusakan jaringan.

Enzim Berfungsi mengatalis atau mempercepat jalannya suatu reaksi kimia Sebagian besar reaksi enzimatik memerlukan koenzim sebagai pembawa electron yang memaksimalkan fungsi suatu enzim. - Katabolisme. b. diterima kembali oleh molekul lain. Jalur metabolic a. Contoh: respirasi sel yang memecah molekul makanan menjadi energi. dan sintesis lemak oleh jaringan adipose. Pergerakan bagian-bagian tubuh pulsasi arteri yang berdekatan dengan saluran limfa perekanan jaringan oleh benda-benda diluar tubuh. selain itu juga obstruksi vena juga berperan dalam kondisi seperti ini sehingga akan muncul bengkak tersebut. Contoh: sintesis hemoglobin oleh sumsum tulang merah. PROSES METABOLISME TINGKAT SELULER SAMPAI DENGAN JARINGAN Metabolisme Adalah jumlah keseluruhan reaksi kimia dan pengubahan energi untuk menopang dan memertahankan kehidupan. maka setiap reaksi oksidasi disertai dengan reaksi reduksi. sintesis glikogen oleh hepar. PENJELASAN LEARNING ISSUE : 1. Karena elektron yang dilepas selama reaksi tidak dapat muncul dalam bentuk bebas. penguraian atau dekomposisi atau pemecahan molekul-molekul besar menjadi molekul-molekul kecil.-peningkatan permeabilitas kapiler Aktifitas pompa limfa naik maka alirannya juga naik. Mekanisme terjadinya bengkak akibat penumpukan cairan: Cairan interstisial cenderung berakumulasi di bagian-bagian dependen akibat efek gravitasi. . Kontraksi otot rangka disekitar saluran limfa. . sehingga elektron yang dilepas.Reduksi.Oksidasi. otot rangka tidak berkontraksi sehingga cairan tersebut akan terakumulasi. karbondioksida dan air. - Anabolisme. pembentukan molekul-molekul kecil menjadi molekul-molekul besar. reaksi kimia yang molekulnya mendapatkan electron. reaksi kimia yang molekulnya melepaskan electron. Dalam kondisi duduk dengan posisi lama dan waktu yang lama. Reaksi Reduksi-Oksidasi .

c) kerja mekanik.penurunan sintesis protein.peningkatan transpor asam amino dan asam lemak untuk sintesis sel 4. 1.peningkatan penggunaan jenis-jenis makanan . Insulin . Glukagon . protein maupun karbohidrat. Kortisol .peningkatan sintesis protein . Hormon-hormon yang Mengatur Metabolisme Hormon menentukan jalur metabolik yang diambil nutrien terabsorpsi dan memastikan penggunaan sumber energi tubuh yang efisien berdasarkan kebutuhan tubuh. ATP Senyawa fosfat berenergi tinggi yang menyimpan energi dalam tubuh. Flavin Adenin Dinukleotida (FAD).peningkatan glukosa  glikogen .peningkatan sintesis protein 2. c. sebagai koenzim yang menerima electron dan bekerja sama dengan enzim laktat dehidrogenase dalam metabolism glukosa dan pembentukan ATP. Hormon Pertumbuhan . Fungsi ATP: a) transpor zat melalui membran sel. keculali hepar 6. Tiroksin .peningkatan glukosa  glikogen oleh hepar .peningkatan transpor glukosa dan penggunaanya untuk energi .Nikotinamida Adenin Dinukleotida (NAD). ATP dibentuk dari pembakaran lemak.peningkatan penggunaan lemak untuk energi 3.peningkatan transport asam amino ke dalam sel . ATP terbentuk dari nukleotida adenosine ditambah dua gugus fosfat dalam ikatan berenergi tinggi. b) sintesis senyawa kimia di sel.peningkatan glikogen  glukosa .peningkatan asam amino dan lemak untuk energi . berasal dari niasin.peningkatan lemak untuk energi .peningkatan asam amino dan lemak untuk energi 5. Epinefrin .peningkatan glikogen  glukosa . berasal dari riboflavin sebagai akseptor electron dan bekerja sama dengan enzim suksinat dehidrogenase.

Basal Metabolic Rate (BMR) Adalah pelepasan energi per satuan waktu dalam kondisi basal yang secara standar terjaga dan istirahat.Kecepatan Metabolisme Kecepatan metabolism biasanya digunakan sebagai jumlah produksi panas. a. suhu tubuh dan keadaan fisik maupun psikis seseorang (depresi. BMR menyatakan energi minimal yang diperlukan pada saat respirasi. sirkulasi. Faktor yang mempengaruhi : Hormon tiroid. Satu kilokalori Adalah jumlah panas tubuh yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu satu kilogram air sebesar satu derajat celcius dan digunakan untuk menyatakan kandungan kalori makanan dan pengeluaran energi oleh individu. Aktivitas Muskular juga dapat menghasilkan peningkatan laju metabolic terbesar. 1 gram lemak melepas 9. Specific Dynamic Action (SDA) Adalah laju metabolic sebesar 10% . 1. 1 gram protein melepas 4. HISTOLOGI. aktivitas saraf. dan elektrolit bagi tubuh dari nutrien yang dicerna sehingga siap diabsorpsi. digesti. produksi panas bisa diukur dengan mengukur aktivitas metabolism. 2. 1. dan pertahanan tubuh saat individu terjaga. metabolism makanan. Ingesti adalah masuknya makanan ke dalam mulut. Misalnya latihan berat dapat meningkatkan metabolism sampai 15 kali. penguraian normal komponen-komponen sel. pemompaan jantung. Kilokalori yang dilepas melalui oksidasi makanan dalam tubuh dapat lansung diukur melalui bankalorimeter. ANATOMI. air. Pemotongan dan penggilingan makanan dilakukan secara mekanik ole gigi. 2. jenis kelamin.5 K. ukuran tubuh dan area permukaan. Laju metabolic Mengacu pada jumlah energi yang dilepas dalam tubuh melalui katabolisme per satuan waktu. Dalam tubuh. Oleh karena itu. 1 gram karbohidrat melepas 4. pada postabsorptif (12 jam setelah makan) dan dalam lingkungan nyaman serta hangat. FUNGSI SISTEM PENCERNAAN Fungsi utama sistem ini adalah menyediakan makanan. DAN FISIOLOGI ORGAN DALAM PENCERNAAN A. Proses ini meliputi kontraksi otot. Hal ini karena beberapa proses tubuh yang menggunakan ATP juga memproduksi panas. Makanan kemudian bercampur dengan saliva sebelum ditelan .20% melebihi laju energi basal yang digunakan dalam pencernaan makanan. SDA protein lebih besar daripada SDA lemak atau karbohidrat sehingga makanan yang mengandung protein bisa meningkatkan laju metabolism.1K b.1K. sekresi. usia. kelaparan dan kecemasan) 2.

3. mengeluarkan efek stimulasi konstan pada tonus otot polos dan bertanggung jawab untuk peningkatan keseluruhan aktivitas. FARING. c. pembuluh limfatik dan pleksur serabut saraf. Pleksur Meissner dan Aurebach merupakan sisi sinaps untuk serabut proganglionik parasimpatis. dan absorpsi Lamina propria adalah jaringan ikat areolar yang menopang epithelium Muskularis mukosa terdiri dari lapisan sirkular dalam yang tipis dan lapisan otot polos longitudinal luar b. Digesti adalah hidrolisis kimia (penguraian) molekul besar menjadi molekul kecil 5. 2. Mukosa (membran mukosa) tersusun dari tiga lapisan. menghambat kontraksi otot polos saluran. Egesti adalah proses eliminasi zat-zat sisa yang tidak tercerna B. d. Muskularis eksterna terdiri dari dua lapisan otot. Submukosa terdiri dari jaringan ikat areolar yang mengandung pembuluh darah. Rongga Oral .3. lapisan keempat dan paling luar juga disebut peritoneum visceral. D. Lapisan ini terdiri dari membrab serosa jaringan ikat renggang yang dilapisi epithelium skuamosa simple. Peristalsis adalah gelombang kontraksi otot polos involunter yang menggerakan makanan tertelan melalui saluran pencernaan 4. kecuali ujung atas dan ujung bawah yang dikendalikan secara volunteer 1. KENDALI SARAF pada SALURAN PENCERNAAN Sistem saraf otonom menginervasi keseluruhan saluran pencernaan. dan menghambat sekresi cairan pencernaan. mengurangi motalitas. sekresi. beberapa kelenjar submukosal. Impuls parasimpatis yang dihantarkan dalam saraf vagus (CN X). RONGGA ORAL. dan ESOFAGUS a. Absorpsi adalah pergerakan produk akhir pencernaan dari lumen saluran pencernaan ke dalam sirkulasi darah dan limfatik 6. C. DINDING SALURAN PENCERNAAN Dinding saluran pencernaan terdiri dari 4 lapisan jaringan dasar dari lumen ke arah luar a. satu lapisan sirkular dalam dan satu lapisan longitudinal luar. serta saraf sel-sel ganglion yang disebut pleksus Meissner. Serosa. Impuls simpatis yang dibawa medulla spinalis dalam saraf splanknik. (1) (2) (3) Epitelium yang melapisi berfungsi untuk perlindungan.

Rongga vestibulum terletak di antara gigi dan bibir serta pipi sebagai batas luarnya 1. Papila adalah elevasi jaringan mukosa dan jaringan ikat pada permukaan dorsal lidah yang menyebabkan tekstur lidah menjadi kasar • • • • Papila fungiformis Papila filiformis Palila foliate Papila sirkumvalatae d. Ada tiga pasang kelenjar saliva (1) Kelenjar parotid adalah kelenjar saliva terbesar. a. Saliva terdiri dari cairan encer yang mengandung enzim dan cairan kental yang mengandung mukus. Bibir tersusun dari otot rangka dan jaringan ikat. Otot-otot intrinsik lidah memiliki serabut yang menghadap ke berrbagai arah untuk membentuk sudut satu sama lain. kelenjar keringat. berfungsi untuk menerima makanan dan produksi wicara. Lidah dilekatkan pada dasar mulut oleh frenulum lingua. untuk pengecapan. Permukaan dalam bibir adalah membrane mukosa. dan kelenjar sebasea b. Bagian ini tampak merah karena dilewati oleh banyak kapiler c. Lidah berfungsi untuk menggerakan makanan saat dikunyah atau ditelan. Tonsil-tonsil lingua adalah agregasi jaringan limfoid pada sepertiga bagian belakang lidah 4. Dan otot ini memberikan mobilitas yang besar pada lidah c. Otot-otot ekstrinsik berfungsi dalam pergerakan lidah secara keseluruhan b. Pipi mengandung otot buksinator mastikasi 3. Bagian frenulum labia melekatkan membrane mukosa pada gusi di garis tengah 2. Permukaan luar bibir dilapisi kulit yang mengandung folikel rambut. Kelenjar Saliva mensekresi saliva ke dalam rongga oral. dan dalam produksi wicara. Area transisional memiliki epidermis transparan. terletak agak bawah dan di depan telinga dan membuka melalui duktus parotid (2) Kelenjar submaksilar (submandibular) kurang lebih sebesar kacang kenari dan terletak di permukaan dalam pada mandibula serta membuka melalui duktus Wharton .Rongga oral merupakan jalan masuk menuju sistem pencernaan dan berisi organ aksesori yang berfungsi dalam proses awal pencernaan. a. a.

dan tiga geraham. Gigi berfungsi dalam proses mastikasi (pengunyahan). klorida. a. dua gigi seri. bikarbonat) juga sekresi mucus yang lebih kental dan lebih sedikit yang mengandung glikoprotein. Proses Menelan (deglutisi) menggerakan makanan dari faring menuju esophagus . Saluran akar membuka ke tulang melalui foramen apical (d) Dentin menyelubungi rongga pulpa dan membentuk bagian terbesar gigi.(3) Kelenjar sublingual terletak di dasar mulut dan membuka melalui duktus sublingual kecil menuju ke dasar mulut b. b. yaitu 98% air dan mengandung enzim amilase serta berbagai jenis ion (natrium. dua premolar. Dentin pada bagian mahkota tertutup oleh email dan di bagian akar oleh sementum c. berisi pulpa gigi yang mengandung pembuluh darah dan saraf. Fungsi saliva (1) Melarutkan makanan secara kimia (2) Melembabkan dan melumasi makanan (3) Menguraikan zat tepung menjadi polisakarida dan maltose (4) Zat buangan seperti urea dan asam urat diekskresikan ke dalam saliva (5) Zat antibodi dan antibakteri berfungsi untuk membersihkan rongga oral dan membantu memelihara kesehatan oral serta mencegah kerusakan gigi 5. Total keseluruhan adalah 20 gigi • Gigi sekunder mulai keluar pada usia lima sampai enam tahun yang terdiri dari satu taring. Komposisi saliva. dan air c. Total keseluruhan adalah 32 gigi b. kalium. Pada umunya manusia memiliki 2 susunan gigi : • Gigi primer terdiri dari satu taring. Makanan yang masuk dalam mulut dipotong menjadi bagian-bagian kecil dan bercampur dengan saliva untuk membentuk bolus makanan yang dapat ditelan. Komponen gigi (a) Mahkota adalah bagian gigi yang terlihat. dua gigi seri. Gigi tersusun dalam kantong-kantong pada mandibula dan maksila. Fungsi gigi. ion. dua geraham. Mahkota dan akar bertemu leher yang diselubungi gingival (gusi) (b) Membran periodontal merupakan jaringan ikat yang melapisi kantong alveolar dan melekat pada sementum di akar (c) Rongga pulpa dalam mahkota melebar ke dalam saluran akar. Saliva terutama terdiri dari sekresi serosa.

Lambung adalah organ berbentuk j. Sfingter esophagus bawah. Fase volunter. glottis tertutup. dan jaringan a. submukosa. Fundus adalah bagian yang menonjol ke sisi kiri atas mulut esofagus. Semua bagian. dan bagian pilorus. melintag tambahan. d. yang membentuk dua per tiga bagian lambung.Proses ini melalui tiga fase : 1. kecuali sebagian kecil. terletak pada bagian kiri garis tengah. Badan lambung adalah bagian yang terdilatasi dibawah fundus. a. b. yag panjangnya sekitar 9 sampai 10 inci dan berdiameter 1 inci Fungsinya adalah menggerakkan makanan dari faring ke lambung melalui gerak peristaltis d. Lapisan otot tambahan ini membantu keefektifan pencampuran dan penghancuran isi lambung. melakukan gelombang peristaltic dan memungkinkan makanan terdorong ke dalam lambung c. Ada tiga lapisan jaringan dasar (mukosa. Bagian pilorus lambung menyempit di ujung bawah lambung dan membuka ke duodenum. Antrum pilorus mengarah ke mulut pilorus yang di kelilingi sfingter pilorus muskular . 2. Tepi medial badan lambyng yang konkaf disebut kurvakur kecil. Laring terelevasi. Histologi dinding lambung. Sfingter esophagus atas pada mulut esophagus secara normal menyempit untuk mencegah udara memasuki esophagus e. Bagian jantung lambung adalah area disekitar pertemuan esofagus dan lambung. Bolus makanan dalam faring merangsang reseptor orofaring yang mengirim impuls ke pusat menelan dalam medulla dan batang otak bagian bawah. dan epiglottis condong ke bawah menutup mulut laring yang menahan makanan sehingga tidak memasuki saluran pernapasan d. c. tebal. Lidah menekan palatum keras dan mengarahkan bolus ke arah orofaring Fase faring. badan organ. dan terjadi penutupan semua lubang kecuali esophagus a. 2. Lidah menekan palatum keras dan menghalangi makanan kembali ke mulut Otot menekan palatum lunak dan uvula mengangkat palatum lunak untuk menutup mulut saluran nasal sehingga makanan tidak akan masuk ke rongga nasal c. Gelombang peristaltic kontraksi yang menggerakkan bolus ke dalam esophagus 3. fundus. b. Lambung Anatomi 1. Regia-regia lambung terdiri dari bagian jantung. Esofagus Esofagus adalah tuba muscular. Ukuran dan bentuknya bervariasi dari satu individu ke individu lain. Fase esophagus. tepi lateral badan lambung yang konveks disebut kurvakur besar. Muskularis eksterna pada bagian fundus dan badan lambung mengandung lapisan otot muskularis) beserta modifikasinya. terletak pada bagian superior kiri rongga abdomen di bawah diafragma.

prekusor enzim pepsin. mukus. Sel chief(zimogenik) mensekresi pepsinogen. Kompleks faktor intrinsik vitamin B12 dibawa ke ileum usus halus. Sel pariental mensekresi asam korida dan faktor intrinsik a.Kelenjar ini mensekresi lipase dan renin lambung yang kurang penting. Kelenjar lambung yang dinamakan sesuai letaknya. c. Kapasitas lambung normal memungkinkan adanya interval waktu yang panjang antara saat makan dan kemampuan menyimpan makanan dalam jumlah besar sanpai makanan ini dapat terakomodasi di bagian bawah saluran. Kelenjar ini mensekresi mukus dan gastrin suatu hormon peptida yang berpengaruh besar dalam proses sekresi lambung.Vitamin B12. Jenis kelenjar lambung a. Cairan lambung mengandung enzim pencernaan. 5. Penyimpanan makanan. berkadar asam tinggi yang berasal dari bolus) dan mendorongnya ke dalam duodenum. Ion bikarbonat keluar dari sel digantikan ion klorida dan memasui sirkulasi sistemik. b. Prosuksi kimus. c. b. Lambung tidak memiliki peran mendasar dalam kehidupan dan dapat diangkat.b. Fungsi Lambung 1.Kelenjar fundus (lambung) terdiri dari tiga jenis sel. tempat vitamin B12 diabsorbsi. Dalam pembuatan HCL. Beberapa obat larut lemak (aspirin) dan alkohol diabsorbsi pada dinding lambung. Kelenjar pilorus terletak pada regia antrum pilorus. terikat pada faktor intrinsik. Puga terlihat saat lambung kosong dan aka menghalus saat lambung teregang terisi makanan. Mukus yang dihasilkan dari kelenjar membentuk barier setebal 1 mm untuk Produksi faktor intrinsik a. garam-garaman. Aktivitas lambung mengakibatkan terbentuknya kimun ( masa homogen Digesti protei.Kelenjar jantung ditemukan di regia mulut jantung. b. 2. Mukosa membentuk lipatan-lipatan (ruga) longitudinal yang menonjol sehingga memungkinkan peregangan dinding lambung. . setengah cair. Ada kurang lebih 3 juta pit lambung di antara ruga-ruga yang bermuara pada sekitar 15 juta kelenjar lambung. Sel ini mensekresi barier mukus setebal 1 mm dan melindungi lapisan lambung terhadap kerusakan oleh HCL atau autodigesti.Faktor intrinsik adalah glikoprotein yang disekresi sel parietal. Lambung memulai digesti protein melalui sekresi tripsin dan asam klorida. menghasilkan 2 sampai 3 L cairan lambung. Ion hidrogen bersama ion klorida secara aktif terpompa ke dalam lambung Sel leher mukosa ditemukan pada bagian leher semua kelenjar lambung. didapat dari makanan yang dicerna di lambung. asalkan makanan yang dimakan sedikit dan sering. Produksi mukus. 6. ii. Zat terlarut dalam air terabsorpsi dalam jumlah yang tidak jelas. i. asam klorida. 4. Absorbsi nutrien yang berlangsung dalam lambung hanya sedikit. H2CO3 terionisasi untuk membentuk H+ dan HCO3-. c. 3. CO2 bergerak ke dalam sel untuk berikatan dengan air dan membentuk asam karbonat (H2CO3) dalam reaksi yang dikatalis oleh anhidrase karbonik. melindungi lambung terhadap aksi pencernaan dari sekresinya sendiri. iii. Kelenjar ini hanya mensekresi mukus. dan air. Sekresi Lambung 1.

tetapi aktivitasnya terbatas dalam kadar ph yang rendah. c. Asam amino dan protein dalam makana yang separuh tercerna dan zat kimis juga meningkatkan sekresi lambung melalui refleks lokal. 4. c. a. 1. Hormon ini yang dibawa ke dalam sirkulasi menuju lambung. 1. yang kemudian memicu faktor saraf dan hormon. Peregangan dinding lambung merangsang reseptor saraf dalam mukosa lambung dan memicu refleks lambung. d. Sekresi lambung distimulasi oleh sekresi gastrin dodenum sehingga dapat berlangsung selama beberapa jam. Pepsin adalah enzim proteolitik yang hanya dapat bekerja dengan ph di bawah 5. Faktor Tahap sefalik terjadi sebelum makanan mencapai lambung. ini terbawa bersama bolus dan tetap bekerja dalam lambung sampai asiditas lambung menembus bolus. Enzim ini menghidrolisis protein menjadi polipeptida. 3. Amilase dalam salva yang menghidrolisis zat tepung bekerja pada ph netral. 2. Lemak. enzim-enzim pencernaadn dan gastrin. Pengaturan pelepasan gastrin dalam lambung terjadi melalui penghambatan umpan balik yang didasarkan pada ph isi lambung. Tiga tahap sekresi lambung dinamakan sesuai dengan regia tempat terjadinya stimulus. makanan masih ada. Enzim gliserol. Lipase lambung(disekresi sel chief) menhidrolisis lemak susu menjadi asam lemak dan Karbohidrat. disekresi sebagai respon terhadap asiditas lambung dengan ph di bawah 2 dan jika ada makanan berlemak. kolesistokinin dan hormon pembersih enterogastrin. 2. b. 1. enzim yang mengkoagulasi protein susu. Lambung janin memproduksi renin. Gastrin ini dihasilkan oleh bagian atas (duodenum) usus halus dan dibawa dalam sirkulasi menuju lambung. Cairan lambung memicu digesti protein dan lemak. a. ph lambung rendah dan Makanan yang masuk ke lambung memiliki efek pendaparan yang mengakibatkan Tahap usus terjadi setelah kimus meninggalkan lambung dan memasuki usus halus sekresi lambung terbatas. 2. peningkatan ph dan peningkatan sekresi lambung. Meransang sekresi lambung Meningkatkan motilitas usus dan lambung Mengkonstriksi sfingter esofagus bawah dan merelaksasi sfingter pilorus Efek tambahan seperti stimulasi sekresi pankreas dan peningkatan motilitas usus.2. Serabu saraf aferen menjalar ke medula melalui saraf vagus. Digesti dalam lambung. Jika tidak ada makanan dalam lambung antara jam makan. b. Pepsinogen (disekresi sel chief) diubah menjadi pepsin oleh asam klorida (disekresi sel parietal). Sekresi lambung dihambat oleh hormon-hormon polipeptida yang dihasilkan duodenum. Fungsi gastrin antara lain: a. Masuknya makanan ke Tahap lambung terjadi saat makanan mencapai lambung dan berlangsung selama saraf dan hormon terlibat. dalam mulut atau tampilan bau. 3. b. Hormon ini meliputi gastric inhibitory polipeptide (GIP). Digesti protein. sekretin. Serabut saraf eferen parasimpatis menjalar dalam vagus menuju kelenjar lambung untuk menstimulasi produksi HCL. Lambung tidak mensekresi enzim untuk mencerna karbohidrat. dan menguraikannyauntuk membentuk dadih (curd). . atau pikiran tentang makanan dapat meransang sekresi lambung.

Divisi 1.Kendali Pada Pengosongan Lambung 1. Pilcae circulares adalah lipatan sirkular membran mukosa yang permanen dan besar.0 mm) yang lebih 600 kali. e. memungkinkan produk akhir pencernaan mengadakan kontak dengan sel absortif dan mendorong zat sisa memasuki usus besar. Diameter usus halus kurang lebih 2. keduanya membuka ke dinding posterior duodenum beberapa sentimeter dibawah mulut 2. Sinyal umpan balik memungkinkan kimus memasuki usus halus pada kecepatan tertentu sehingga dapat diproses. Peristalsis ialah kontraksi ritmik otot polos longitudinal dan sirkular.2mm sampai 1. Segmentasi mencampur kimus dengan cairan pencernaan dan memaparkannya ke permukaan absortif. dan jenis makanan. memanjang ke lumen dari permukaan mukosa. kekentalan kimus. 1. Vili hanya ditemukan pada usus halus. Duktus empedu dan duktus pankreas. Duodenum adalah bagian yang terpendek 25cm sampai 30cm. Pengosongan distimulasi secara refleks saat merespon terhadap peregangan lambung. Pergerakan ini dipicu oleh peregagan dan secara refleks dikendalikan oleh SSO. 2.5cm dan panjangnya 3 sampai 5 meter saat bekerja. Anatomi mikroskopik dinding usus 1. Kontraksi ini adalah daya dorong yang utama yang menggerakkan kimus ke arah bawah sepanjang saluran.5 m. Usus Halus Keseluruhan usus halus adalah tuba terlilit yang merentang dari sfingter pilorus sampai katup ileosekal. Vili adalah jutaan tonjolan menyerupai jari (tingginya 0. Faktor-faktor hormon dan saraf ini mencegah terjadinya pengisian yang berlebih pada usus dan memberikan waktu yang lebih lama untuk digesti dalam usus halus. Lipatan ini hampir secara kseluruhan mengitari lumen. pilorus.5 m) merentang samapi menyatu dengan usus besar. Karbohidrat dapat masuk dengan cepat . protein lebih lambat dan lemak dalam lambung selama 3 sampai 6 jam. Pengosongan lambung dihambat oleh hormon duodenum yang juga menghambat sekresi lambung dan oleh refleks umpan balik enterogastrik dari duodenum. Gerakan usus halus mencampur isinya dengan enzim untuk pencernaan. 3. Ileum (2 sampai 2. Panjangnya kurang lebih I m sampai 1. setiap vilus mengandung jaring-jaring kapilar dan pembuluh limfe yang disebut kakteal. pelepasan gastrin. b. 3. 2. Gerakan ini ialah gerakan konstriksi dan relaksasi yang bergantian dari cincin-cincin otot dinding usus yang membagi isi menjadi segmensegmen dan mendorong kimus bergerak maju mundur dari satu segmen yang relaks ke segmen lain. Motilitas Jejunum adalah bagian yang selanjutnya. . tempatnya menyatu dengan usus besar. Ada 3 spesialisasi struktural yang memperluas permukaan absorptif usus halus sampai kurang a. Panjang 7 meter pada mayat dicapai saat lapisan muskularis eksterna berelaksasi. Segmentasi irama adalah gerakan pencampuran utama.

dan GIP berperan untuk menghalangi sekresi kelenjar lambung. Usus halus secara selektif mengabsorpsi produk digesti.Kelenjar-kelenjar usus (kripta lieberkuhn) tertanam dalam mukosa dan membuka di antara basisbasis vili. Sfingter Oddi secara normal mempertahankan keadaan mulut duktus agar tetap tertutup. 3. Kelenjar a. Kelenjar enteroendokrin menghasilkan hormon-hormon gastrointestinal. walaupun duktus pankreas dan duktus empedu komunis membuka secara terpisah pada duodenum. Sel –sel endokrin (pulau-pulau langerhans) pankreas mensekresi hormon insulin dan glukagon.Peptida usus vaso aktif memiliki efek vasodilator dan efek relaksasi otot polos. Mikrovili adalah lipatan-lipatan menonjol kecil pada membran sel yang muncul pada tepi yang berhadapan degan sel-sel epitel. Walaupun demikian. 2. Sel goblet terletak dalam epitelium di sepanjang usus halus. Leukosit dan nodulus limfe ada di keseluruhan usus halus untuk melindungi dinding usus terhadap invasi benda asing. Kelenjar penghasil mukus Enzim yang dibentuk oleh sel epitel usus dibutuhkan untuk melengkapi digesti. kendali utama terletak pada hormon duodenum yang diabsorpsi ke dalam aliran darah untuk mencapai pankreas. c.Somatostasin menghambat sekresi asam klorida dan gastrin seperti hipotalamus yang melepas faktor pelepas hormon pertumbuhan. CCK. b. Hati. Kendali pada sekresi pankreas. c. 2. lain: a. Kelenjar Brunner terletak dalam submukosa duodenum. Substansi P mempengaruhi aktivitas motorik otot polos.c. Kelenjar ini memproduksi mukus untuk melindungi mukosa duodenum terhadap kimus asam dan cairan lambung yang masuk ke pilorus melalui lambung. Pankreas Anatomi 1. Usus halus mengakhiri proses pencernaan makanan yang dimulai di mulut dan di lambung. 1. 2. b. Hormon-hormon yang mempengaruhi sekresi dan motilitas saluran pencernaan antara 1.Produk gabungan sel-sel asinar mengalir melalui duktus pankreas yang menyatu dengan duktus empedu komunis dan masuk ke duodenum di titik ampula hepatopankreas.Sekretin. Agregasi nodulus limfe yang disebut bercak peyer terdapat dalam ileum. Pankreas adalah kelenjar terelongasi berukuran besar di balik kurvakur besar lambung. Kelenjar ini mensekresi hormon dan enzim. Fungsi usus halus 1. 2. . Sel eksokrin (asinar) mensekresi enzim-enzim pencernaan dan larutan berair yang mengandung ion bikarbonat dalam konsentrasi tinggi. Jaringan limfatik. Pankreas. 2. Sel ini memproduksi mukus pelindung. Sekresi eksokrin pankreas dipengaruhi oleh aktivitas refleks saraf selama tahap sefalik dan lambung pada sekresi lambung. dan Kantung empedu 1. Proses ini diselesaikan oleh enzim usus dan enzim pankreas serta dibantu empedu dalam hati. d.

Hati menerima darah teroksigenasi dari arteri hepatika dan darah yang tidak teroksigenasi tetapi kaya akan nutrien dari vena portal hepatica. Dalam lobus lempengan sel-sel hati bercabang dan beranastomosis untuk membentuk jaringan tiga dimensi. Sekretin diproduksi oleh sel-sel mukosa duodenum dan diabsorpsi ke dalam darah untuk mencapai pankreas. Diantara kedua lobus terdapat vena porta hepatica. b. CCK ini menstimulasi sekresi sejumlah besar enzim pankreas. Sekretin akan dilepas jika kimus asam memasuki usus dan mengeluarkan sejumlah besar cairan berair yang mengandung natrium bikarbonat. saraf dan duktus. Sekresi. aminopeptidase. proses pencernaan protein untuk menghasilkan asam-asam amino bebas. 3. Tripsin mencerna protein dan polipeptida besar untuk membentuk polipeptida dan peptida yang lebih kecil. Hati memetabolis protein.500g dan pada kondisi hidup berwarna merah tua karena kaya akan persediaan darah. Komposisi cairan pankreas. dan laktosa) pembentuk nukleotidanya. duktus empedu. Hati dan sekresi empedu Anatomi hati Hati adalah organ viseral terbesar dan terletak dibawah kerangka iga. Ligamen falsiform memisahkan lobus kanan dari lobus kiri. Beratnya 1. Hati memproduksi empedu yang berperan dalam emulsifikasi dan absorpsi lemak. Kimotripsin memiliki fungsi yang Karboksipeptidase. a. dan lemak. Organ ini glukosa dalam bentuk glikogen dan mengubahnya kembali menjadi glukosa jika diperlukan tubuh membentuk urea dari asam amino berlebih dan sisa nitrogen. c. karbohidrat. dan lobus kaudatus. 2. Ruang-ruang darah sinusoid terletak di antara lempeng-lempeng sel . 2. masing-masing berisi sebuah cabang vena portal. 2. Lobus kanan hati lenih besar dari lobus kirinya dan memiliki tiga bagian utama. arteri hepatica. b. disakarida ( maltosa. Fungsi utama hati 1. Enzim proteolitik pankres (protease) Trisinogen yang disekresi pankreas diaktivasi menjadi tripsin oleh enterokinase yang diproduksi usus halus. lemak. Hati menyimpan Hati mengurai protein dari sel-sel tubuh dan sel darah merah yang rusak. lobus kuadratus. saluran portal. lobus kanan atas. Bikarbonat menetralisir asam dan membentuk lingkungan basa untuk kerja enzim pankreas dan usus. Metabolisme. Hati terbagi menjadi lobus kanan dan kiri. 1. dan dipeptidase adalah enzim yang melanjutkan Lipase pankreas menghidrolisis lemak menjadi asam lemak dan gliserol setelah lemak diemulsi Amilase pankreas menghidrolisis zat tepung yang tidak tercerna oleh amilase saliva menjadi Ribonuklease dan deoksiribonuklease menghidrolisis RNA dan DNA menjadi blok-blok sama seperti tripsin terhadap protein. 1. jalur masuk dan keluar pembuluh darah. a. 3. membentuk sebuah lobulus portal. CCK diproduksi oleh sel-sel mukosa duodenum sebagai respon terhadap lemak dan protein separuh tercerna yang masuk dari lambung. 2. sukrosa. Cairan pankreas mengandung enzim-enzim untuk mencerna protein. . Kimotripsin teraktivasi dari kimotripsinogen oleh tripsin. 4. oleh garam-garam empedu.1. dan karbohidrat tercerna Hati berperan penting dalam mempertahankan homeostatik gula darah.

Pigmen empedu tersiri dari biliverdin (hijau) dan bilirubin (kuning). Absorpsi lemak. 5. Garam empedu berikatan dengan kolesterol dan lesitin memfasilitasi jalurnya menembus membran sel. Jaudince. mensintesis bilirubin dari produk penguraian hemoglobin dan mensekresinya kedalam empedu. atau warana kekuningan pada jaringan. bermuara di duodenum atau dialihkan duktus hepatika kanan dan kiri. E. b. Hati menyimpan mineral sepeti zat besi dan tembaga serta vitamin latur lemak (A. Ini merupakan indikasi kerusakan fungsi hati dan dapat disebabkan oleh kerusakan sel hati (hepatis). b. Peristiwa ini dikenal sebagai sirkulasi enterohepatika garam empedu.c. e. Penyimpanan darah. dengan duktus sistikus dari kantung empedu dan keluar dari hatu sebagai dukts empedu komunis. Pigmen ini merupakan hasil 1. 6. serts obat yang tidak dapat diuraikan dan diekskresikan. Pigmen utamanya adalah bilirubin yang . enzim. hati melakukan inaktivasi hormon dan detoksifikasi toksin dan obat. dan K). dan fosfolipid) Hati mensintessis protein plasma dan faktor-faktor pembekuan darah. bersama dengan duktus pankreas. c. untuk membentuk agregasi kecil disebut micelle yang dibuang melalui feses. Hati memfagosit eritrosit dan zat asing terdisintegrasi dalam darah. tuntuk penyimpanan di kantung empedu. Garam-garam empedu terbentuk dari asam empedu yang berikatan dengan kolesterol dan asam amino. Hati mensintesis lemak dari karbohidrat dan protein dan terlibat dalam penyimpanan dan Hati mensintesi unsur-unsur pokok membran sel (lipoprotein. peningkatan destruksi sel darah merah. atau obstruksi duktud empedu dan batu empedu. Garam empedu mengemulsi gobulus lemak besar dalam usus halus yang kemudian menghasilkan gobulus lemak lebih kecil dan area permukaan yang lebih luas untuk kerja penguraian hemoglobin yagn dilepas dari sel darah merah terdisinegrasi. a. pigmen empedu. Organ ini juga pemakaian lemak. Empedu yang diproduksi oleh sel-sel hati memasuki kanalikuli empedu yang kemudian menjadi Duktus hepatika menyatu untuk membentuk duktus hepatik komunis yang kemudian menyatu Duktus emepdu komunis. b. Empedu Anatomi sekresi empedu a. dan garamgaram empedu. Hati merupakan reservoar untuk sekitar 30% curah jantung. 4. garam tersebut direabsorpsi dari ileum bagian bawah kembali ke hati dan didaur ulang kembali. Emulsifikasi lemak. merupakan akibat dari peningkatan kadar bilirubin darah. Detoksifikasi. terutama saat tidur. Produki panas . Penyimpanan. Dan hati menyimpan toksin tertentu ( pestisida. d. berbagai aktivitas kimia tubuh dalam hati menjadikannya sebagai sumber panas utama dalam tubuh. c. dan bersama limpa mengatur volume darah yang diperlukan tubuh. Setelah disekresi kedalam usus . Fungsi garam empedu dalam usus halus. kolesterol.emberikan warna kuning pada urine dan feses. Komposisi empedu Empedu adalah larutan berwarna unign kehijauan terdiri dari 97% air. Garam empedu membantu mengabsorpsi zat terlarut lemak dengan cara Pengeluaran kolesterol dari tubuh. a. 3. D. . 2.

Kolon transversa merentang menyilang abdomendi bawah hati dan lambung sampai ke tepi lateral ginjal kiri. panjangnya lebih pendek.Kendali pada sekresi dan aliran empedu Sekresi empedu diatur oleh faktor saraf (impuls parasimpatis) dan homon (sekretin dan CCK) yang sama dengan yang mengatur sekresi cairan pankreas. Saat asam lemak dan asam amino mencapai usus halus. tempatnya memutar ke bawah pada fleksura spleknik 3. berakhir pada saluran anal dan membuka ke eksterior di anus Fungsi usus besar • • Mengabsorpsi 80% sampai 90% air dan elektrolit Mmeproduksi mucus . Di antara waktu makan sfingter Oddi menutup dan cairan empedu mengalir ke dalam kantung empedu yang relaks. Sekum adalah kantong tertutup yang menggantung di bawah area katup ileosekal Kolon adalah bagian usus besar dari sekum sampai rekum. Fungsi 1. Dengan demikian kandung ini mampu menampung hasil 12 jam sekresi empedu hati. f. Organ ini terletak di lekukan dibawah lobus kanan hati. diameternya lebih lebar. Kolon descenden merentang ke bawah pada sisi kiri abdomen dan menjadi kolon sigmoid berbentuk S yang bermuara di rectum • Rektum adalah bagian saluran pencernaan selanjutnya dengan panjang 12 sampai 13cm. Cairan empedu kemudian didorong ke dalam duodenum. Pelepasa cairan ini dirangsang oleh CCK. CCK dilepas untuk menkontraksi otot kandung empedu dan merelaksasi sfingter Oddi. 2. Kandung empedu Anatomi Kandung empedu adalah kantog muskular hijau menyerupai pir dengan panjang 10 cm. Kandung empedu mengkonsentrasi cairannya dengan cara mereabsorpsi air dan elektrolit. Kolon memiliki tiga divisi: Kolon ascenden merentang dari sekum sampai ke tepi bawah hati sebelah kanan dan membalik secara horizontal pada fleksura hepatica 2. Usus Besar Usus besar tidak memiliki vili dan lipatan-lipatan sirkular. dan daya regangnya lebih besar dibandingkan usus halus Bagian-bagian usus besar • • 1. Kapasitas total kandung empedu kurang lebih 30 ml sampai 60 ml. Kandung empedu menyimpan cairan empedu yang secara terus-menerus disekresi oleh sel-sel hati sampai diperlukan dalam duodenum.

Makanan kemudian disalurkan ke usus penyerapan. Enzim tripsin. lambung mengeluarkan getah lambung yang mengandung: 1.• • Baketri yang terdapat dalam kolon mampu mencerna sejumlah selulosa dan memproduksi Mengekskresi zat sisa dalam bentuk feses sedikit kalori nutrient bagi tubuh 3. Kelenjar pankreas Kelenjar pankreas terletak di usus 12 jari dan menghasilkan beberapa enzim sebagai berikut: 1. Pepsin. MEKANISME PROSES PENCERNAAN Pencernaan makanan pada manusia ada 2: a. c. Pada manusia proses pencernaan mekanik dilakukan dengan menggunakan gigi. Erepsinogen. Pada proses ini. makanan dicerna secara kimiawi dibantu oleh enzim pencernaan dari pankreas. diaktifkan oleh enterokinase menjadi erepsin. Enzim adalah zat kimia yang berfungsi untuk mempercepat reaksi kimia. 3. dan gliserol. Renin. makanan yang keras di dalam lambung serta mengaktifkan pepsinogen menjadi pepsin. . Usus penyerapan menghasilkan enzim-enzim sebagai berikut: 1. asam lemak. Pepsin berfungsi untuk mengubah protein menjadi proteosa dan pepton. 2. Sakrase. Selain itu. Asam (HCl). yaitu dengan bercampurnya makanan yang telah dikunyah dengan air liur yang mengandung enzim ptialin (amilase). Peran enzim dalam sistem pencernaan: Mulut Pada mulut selain terjadi pencernaan secara mekanik juga terjadi pencernaan secara kimiawi. Lambung Di dalam lambung makanan dari kerongkongan dicerna oleh dinding lambung. d. Enzim amilase. berguna membunuh kuman yang masuk bersama makanan dan membantu melunakkan . 2. b. Pencernaan mekanik Pencernaan mekanik adalah proses perubahan makanan dari bentuk besar atau kasar menjadi bentuk kecil atau halus. . berfungsi sebagai pengubah protein dan pepton menjadi dipeptida. Laktase. Usus halus Ketika makanan masuk ke usus halus. berfungsi untuk mengubah maltosa menjadi glukosa. berguna untuk mengubah susu menjadi kasein. berfungsi untuk mengubah sukrosa menjadi fruktosa dan glukosa. 2. enzim ini juga berfungsi untuk membunuh kuman yang masuk bersama makanan. Maltase. berguna untuk mengubah protein menjadi pepton. Enzim ini berfungsi untuk mengubah amilum menjadi maltosa. berfungsi untuk mengubah amilum menjadi maltosa. Pencernaan kimiawi Pencernaan kimiawi adalah proses perubahan makanan dari bentuk kompleks menjadi bentuk yang lebih sederhana dengan menggunakan enzim. 4. 3. Erepsin berfungsi mengubah pepton menjadi asam amino. berfungsi untuk mengubah laktosa menjadi glukosa dan galaktosa.

Karbohidrat yang masuk ke tubuh berasal dari makanan. baru akan terjadi metabolisme glukosa di tingkat sel (respirasi sel). yaitu: 1. 3. sistem transpor sitokrom/ elektron. METABOLISME KARBOHIDRAT Karbohidrat merupakan derivat dari aldehid. Polisakarida Merupakan bentuk karbohidrat yang paling kompleks. Sel-sel di dalam tubuh tentunya tidak dapat langsung menyerap karbohidrat. DAN LEMAK A.3. 2. Contoh disakarida adalah maltosa ( bila dihidrolisis menjadi dua molekul glukosa). Karbohidrat dibagi menjadi empat macam. Contoh dari monosakarida adalah glukosa. hektosa. berfungsi sebagai pengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol. Polisakarida bila dihidrolisis akan menghasilkan lebih dari sepuluh molekul monosakarida. Karbohidrat akan dipecah menjadi monosakarida melalui proses digesti di saluran pencernaan. Monosakarida Merupakan bentuk karbohidrat yang tidak dapat dihidrolisis lagi menjadi senyawa yang lebih sederhana. Disakarida Merupakan bentuk karbohidrat yang bila terhidrolisis menjadi dua monosakarida yang sama ataupun berbeda. Contoh dari polisakarida adalah pati dan dekstrin. Oligosakarida Merupakan bentuk karbohidrat yang bila dihidrolisis menjadi dua sampai sepuluh unit monosakarida. Contohnya adalah maltotriosa. pentosa. Setelah berubah menjadi glukosa. siklus Krebs. laktosa (bila dihidrolisis menjadi glukosa dan galaktosa). Sedangkan bila berdasarkan gugus pembentuknya monosakarida dibedakan menjadi aldosa (gugus aldehid) dan ketosa (gugus keton). sukrosa (bila dihidrolisis menjadi glukosa dan fruktosa). Karena glukosa merupakan monosakarida yang paling utama yang dapat diserap oleh tubuh untuk menghasilkan energi. fruktosa. heptosa. tetapi karbohidrat tersebut harus dipecah menjadi molekul yang lebih sederhana lagi yaitu monosakarida. Tabel singkat respirasi sel Reaksi Molekul yang terlibat Hasil reaksi Vitamin/ mineral yang diperlukan . PROSES METABOLISME KARBOHIDRAT. 4. terutama dalam bentuk glukosa. tetrosa. galaktosa. PROTEIN. oktosa dan selanjutnya. Monosakarida menurut jumlah atom karbonnya adalah triosa. 4. Enzim lipase. Respirasi sel ini mencakup tiga peristiwa: glikolisis.

bahwa yang paling perlu dalam metabolisme iti adalah makan dan bernafas. sedangkan untuk membebaskan energi tersebut dibutuhkan O2 yang di dapatkan dari proses bernafas. METABOLISME GLUKOSA A.Glikolisis Glukosa ∙ 2 ATP (bersih) ∙ 2 NADH2 dan 1 FADH2 (dilanjutkan ke reaksi sistem transpor sitokrom) ∙ 2 Asam piruvat ( bila aerob langsung menuju siklus Krebs. Makanan merupakan energi potensial. GLIKOLISIS . bila anaerob diubah menjadi asam laktat) ∙ CO2 ∙ 3 NADH2 dan 1 FADH2 Niasin Siklus Krebs Asam Piruvat atau Asetil KoA NADH2 dan (menuju reaksi sistem transpor sitokrom) ∙ empat molekul karbon ∙ 34 ATP ∙ air metabolik ∙ Tiamin ∙ Riboflavin ∙ Niasin ∙ Asam pantotenat Besi dan tembaga Sistem Transpor Sitokrom FADH2 Kelebihan glukosa akan disimpan dalam bentuk glukagon yang terdapat pada hepar dan otot rangka. Sehingga dapat digunakan bila tubuh membutuhkannya untuk menghasilkan energi. Dari tabel di atas dapat diambil garis besar.

.

SIKLUS KREBS .B.

valin. glisin. sistein. prolin.SECARA GARIS BESAR Glukosa  2 ATP  2 NADH + 2 H+ GLIKOLISIS Asam piruvat  2 NADH + 2 H+ Asetil Ko-A  2 CO2 4 CO2 SIKLUS KREBS  6 NADH  2 FADH2 2 ATP TRANSPOR ELEKTRON 34 ATP O2 H2O B. arginin. triptofan. asparagin. tirosin .Asam amino esensial : tidak dapat disintesis oleh tubuh Ex : treonin.Asam amino non esensial : asam amino yang dapat disintesis oleh tubuh Ex : alanin. metionin. . leusin. histidin . glutamate. fenialanin. glutamine. METABOLISME PROTEIN Anabolisme Unsur dasar penyusun protein adalah asam amino. aspartat. dan 20 di antaranya terdapat dalam protein tubuh dalam jumlah yang cukup banyak. isoleusin. lisin. serin.

semua asam amino dalam tubuh manusia disintesis di hati. Hormon pertumbuhan meningkatkan sintesis protein sel karena adanya percepatan proses transkripsi dan translasi RNA dan DNA untuk sintesis protein. Satu atom hidrogen dilepaskan dari radikal amino. Asam piruvat ini kemudian dikonversi menjadi glukosa/ glikogen (disebut proses glukoneogenesis). yaitu enzim yang bertanggung jawab memulai sebagian besar katabolisme (pemecahan protein untuk digunakan sebagai energi atau bila berlebih disimpan terutama sebagai lemak / glikogen). b.Struktur asam amino memperlihatkan ciri yang khas yaitu mempunyai satu gugus asam (-COOH) dan satu atom nitrogen yang melekat pada molekul. sehingga siklus tersebut dapat berlangsung berulang-ulang. penambahan asam amino tambahan dalam cairan tubuh terutama di hati.dan sebagian lagi dikonversi menjadi asam lemak (disebut proses ketogenesis). Keadaan ini sangat toksik terutama terhadap ginjal. . ammonia akan menumpuk dalam darah. digunakan untuk mensintesis glukosa / asama lemak. Setelah itu zat tersebut dpecah dan menjadi energi. yang sering kali menimbulkan keadaan yang disebut koma hepatikum. Oksidasi ini biasanya melibatkan 2 proses yang berurutan: a. Asam keto diubah menjadi zat kimia yang sesuai kemudian masuk ke dalam siklus asam sitrat. Bila tidak ada hati / pada penyakit hati yang berat. yang biasanya berupa gugus amino (-NH2). Misalnya deaminasi alanin adalah asam piruvat. Dalam proses kehilangan gugus amino. Asam amino tertentu yang dideaminasi serupa. asam glutamat sekali lagi menjadi asam αketoglutarat. satu radikal amino dan satu radikal karboksil masih terletak pada ujung yang berlawanan dan kemudian membentuk lagi rantai peptida. Setelah dibentuk. Pembentukan urea di hati Amonia yang dilepaskan selama deaminasi asam amino dikeluarkan dari darah hampir seluruhnya melalui konversi menjadi ureum. ureum berdifusi dari sel hati masuk ke dalam cairan tubuh dan diekskresikan oleh ATP yang dihasilkan dari protein lebih kecil daripada ATP yang dibentuk glukosa untuk setiap gramnya. asam keto yang dihasilkan dapat dioksidasi untuk mengeluarkan energi untuk keperluan metabolisme. otak. 1. Asam glutamat ini kemudian dapat mentransfer asam amino ke zat lainnya / dapat melepaskan dalam bentuk ammonia (NH3). asam amino dihubungkan menjadi rantai panjang melalui ikatan peptide. 2. 3. Setelah ureum terbentuk. pada banyak keadaan . Dalam protein. Pada dasarnya. Deaminasi Gugus amino dari asam amino ditransfer ke asam α-ketoglutarat. yang kemudian menjadi asam glutamate. Hormon yang berpengaruh dalam metabolisme protein: 1. dan satu ion hidroksil dilepas dari radikal karboksil. akan menginduksi aktivasi sejumlah besar aminotransferase. Nitrogen pada radikal amino dari satu asam amino berikatan dengan karbon dari radikal karboksil asam amino lainnya. Oksidasi asam amino yang sudah mengalami deaminasi Begitu asam amino sudah dideaminasi. keduanya bergabung membentuk molekul air. sebagian dikonversi menjadi asetil ko-A (2 mol asetil ko-A akan berubah menjadi asam aseloasetat). Katabolisme Begitu sel diisi sampai batasnya dengan protein yang tersimpan.

5. c. Banyak dijumpai pada telur (albumin telur. Alfa globulin Salah satu bagian plasma darah yang mengedarkan hormon. b. albumin dimanfaatkan untuk mempercepat pemulihan jaringan sel tubuh yang terbelah. Terbuat di hepar sehingga dapat digunakan untuk tes pembantu dalam penilaiaan fungsi ginjal dan saluran pencernaan. b. putih telur). Estrogen menambah sedikit deposit protein. 6. Ada tiga macam globulin: a. Globulin juga memiliki sifat lain yaitu mengeras atau menggumpal jika dikondisikan dalam suhu tinggi. METABOLISME LEMAK Lipid dibagi menjadi 3: 1. serta dalam larutan garam.Mengangkat molekul-molekul kecil melewati plasma dan cairan sel. Fungsi albumin : a.Kolesterol . Glukortikoid meningkatkan pemecahan sebagian besar protein jaringan. Fibrinogen Fibrinogen berpolimerasi menjadi pilinan fibrin yang panjang selama proses koagulasi darah. Albumin merupakan protein yang larut dalam air dan mengendap pada kondisi dipanaska. Tiroksin meningkatkan kecepatan metabolisme seluruh sel termasuk protein. dalam susu (laktalbumin). larut dalam euglobulins.Trigliserida 2. Dengan kata lain sangat erat kaitannya dengan proses imun atau kekebalan tubuh. dalam daging mamalia 63000. Albumin dapat menghindari timbulnya pembengkakan paru-paru dan gagal ginjal serta sebagai carrier faktor pembekuan darah. 4. Dengan kata lain sangat erat kaitannya dengan proses pembekuan darah. Fungsi ini erat kaitannya dengan bahan metabolism asam lemak bebas dan bilirubin dan berbagai macam obat yang kurang larut dalam air tetapi harus diangkat melalui darah dari satu organ ke organ lain agar dapat diekskresi.Fosfolipid 3. Dengan demikian. c.Misalnya akibat operasi. Insulin mempercepat transpor beberapa asam amino ke dalam sel. sehingga dapat menjadi rangsangan bagi pembentukan protein.2. Insulin diperlukan untuk sintesis protein. Berat molekul albumin plasma pada manusia 69000. larut dalam pseudoglobulin. terbentuk bekuan darah yang akan membantu memperbaiki kebocoran sistem sirkulasi. Testoteron menambah deposit protein di jaringan. Globulin Meruapakan protein yang tidak larut dalam air. albumin telur 44000.Membentuk jaringan sel baru sehingga dalam ilmu kedokteran. C. darah (albumin serum). Gamma globulin Kelompok protein serum yang mengandung banyak antibody. 3. Beta globulin Protein plasma darah yang memiliki kaitan erat dengan transportasi thrombin dan protrombin. Jenis protein yang terdapat dalam plasma: Albumin Jenis protein terbanyak dalam plasma yang mencapai 60%.

(memperbesar 1000x daerah permukaan lemak total) Lemak + (empedu + pengadukan ) -> lemak terelmusi Lemak teremulsi + (lipase pangkreas) -> Asam lemak dan 2-monogliserida Fungsi Lemak     Sebagai sumber energi sekunder Melarutkan vitamin A.Pencernaan lemak dalam usus 1. dan K Melindungi alat-alat vital pada tubuh Memperbaiki rasa makanan (gurih) Kelebihan lemak disimpan dalam jaringan adipose.Emulsifikasi lemak.D.E. Pengaruh empedu (garam empedu + fosfolipid lestin) -> menurunkan tegangan antar permukaan lemak. . memecahkan gumpalan lemak menjadi ukuran yang lebih kecil sehingga enzim pencernaan yang larut air dapat bekerja pada permukaan gumpalan lemak 2. terutama pada subcutaneous layer.

getah bening. osmosis: cairan jaringan menjadi plasma. atau cairan intraselular 4.getah bening.5. Cairan tubuh elektrolit dan Keseimbangan air dan elektrolit 1. Elektrolitn merupakan ion yang ditemukan dalam tubuh. Cairan ekstraselular(CES) adalah air diluar sel terdiri atas plasma . . terbanyak adalah mineral Kompartemen air 1. fitrasi: plasma menjadi cairan jaringan. Osmosis diatur oleh konsentrasi elektrolit didalam cairan tubuh (OSMOLARITAS). SISTEM REGULASI SUHU TUBUH A.cairan jaringan dan cairan khusus 3. Cairan intraselular (CIS) adalah air dalam sel kira-kira dua pertiga total cairan tubuh 2. Air membentuk 60% sampai 75% total berat badan tubuh 2.air akan berdifusi melewati membran ketempat yang mempunyai konsentrasi elektrolit lebih tinggi. Air selalu berpindah dari 1 kompartemen ke kompartemen lainya.

Cairan elektrolit dalah garam yang terlarut dalam air menjadi 1 atau lebih partikel bermuatan disebut ion contohnya.air kemudian di reabsorpsi melalui osmosis. natrium . 5.kalsium . keringat. Cairan nonelektrolit adalah zat yang tidak terurai dalam larutan dan tidak bermuatan listrik contohnya.bikarbonat . Dehidrasi merangsang sensasi haus .fosfat .natrium . Jika air dalam tubuh terlalu banyak . Jika volume darah meningkat . haus dengan pusing berlebihan 2.dan haluaran urine meningkat 6. Urine. 2.mudah berdifusi keluar masuknya sel .ditandai Hipernatemia adalah konsekuensi kehilangan air ditandai dengan kehilangan CIS.diare atau muntah .kation terbanyak dalam CES Fungsi dari kalium adalah menciptakan tekanan osmotic CIS .sebazgian besar anorganik 2.RNA . udara yang dikeluarkan.protein .kalium.glukosa dan karbondioksida.dan cairan dikonsumsi untuk menggantikannya 3. Hiponatermia adalah konsekuensi akibat keringat yang berlebihan .kalsium magnesium .kalium.magnesium . Elektrolit membantu mengatur osmosis antar kompartemen air Elektrolit dibagi menjadi dua yaitu 1. klorida.membantu mengatur tekanan osmotic Fungsi bikarbonat adalah sebagai bagian system dapar bikarbonat Fungsi fosfat adalah bagian DNA.Haluaran air 1. feses 2. Beberapa fungsi dari macam kation elektrolit utama Fungsi dari natrium adalah menciptakan tekanan osmotic CES .aktifitas saraf serta sel otot Beberapa fungsi dari macam anion elektrolit utama Fungsi klorida adalah anion terbanyak dalam CES .ANH kehilangan ion natrium dan air di dalam urine Elektrolit 1. Ketidakseimbangan kalium meliputi: .dan anionya meliputi .oksigen. Aldosteron yang disekresi oleh korteks adrenal meningkatkan reabsorpsi ion natrium oleh ginjal .ATP dan FOSFOLIPID Fungsi sulfat adalah bagian asam amino dan protein Ketidakseimbangan elektrolit 1. Ketidakseimbangan natrium meliputi: a. Zat kimia yang terlarut didalam air dan memisahkan diri membentuk ion-ion . Setiap variasi haluaran harus dikompensasi oleh perubahan asupan Pengaturan asupan dan haluaran air 1. Hipotalamus mempunyai osmoreseptor yang mendeteksi perubahan osmolaritas cairan tubuh 2.urea.kation terbanyak dalam CIS Fungsi dari kalsium adalah mempertahankan eksitabilitas saraf dan sel-sel otot Fungsi dari magnesium adalah sangat penting untuk produksi ATP . b.dan sulfat 3. ADH yg dilepaskan darihipofisis posterior meningkatkan reabsorpsi air oleh ginjal 4. Mengandung kation meliputi.sekresi ADH menurun .

Tiroksin dari glandula Tiroidea ( paling penting ) seiring penurunan kecepatan metabolism. Termoregulasi Rentan normal suhu tubuh manusia adalah 360 C-380 C. 2. Dalam 24 jam. dengan suhu terendah saat tidur. Hipokalsemia adalah penurunan asupan kalsium ditandai dengan spasme otot kemudian Hiperkalsemia adalah suatu konsekuensi hipoparatiroidisme .feses 3. Hipokalemia adalah suatu konsekuensi muntah/diare serta penyakit ginjal ditandai dengan lelah. Asupan –elektrolit adalah makanan dan minuman beraklohol 2. radiasi. .ANH –natrium . Tonus otot menghasilkan 25% panas saat istirahat.ditandai dengan kelemahan otot menjadi tetanus (kejang) Asupan haluaran dan pengaturan 1. Hal ini menjelaskan mengapa bila ada suatu ruangan kosong yang dingin. suhu tubuh berfluktuasi 10 C – 20 C. Radiasi adalh proses kehilangan panas dalam bentuk gelombang inframerah. dan neropinefrin meningkatkan aktivitas metabolic. Ketidakseimbangan kalsium meliputi: a.PTH dan Kalsitonin –kalsium dan fosfat B. Aliran darah meningkat. Hiperkalemia adalah suatu konsekuensi gagal ginjal angkut serta penyakit Addison ditandai dengan kelemahan . akan naik suhu nya bila ruangan itu dipenuhi orang. Hormon yang terlibat . - Panas hilang dari saluran pernafasan melalui pengupan air dari mukosa pernafasan yang panas Sejumlah kecil panas hilang sebagai urin dan feses yang dikeluarkan dari tubuh Mekanisme kehilangan panas adalah vasodilatasi pada dermis dan peningkatan berkeringat. Haluaran –urine . sehingga produksi panas dan ATP juga naik. Konduksi dan konveksi adalah perpindahan panas dengan disertai kontak langsung. epinefrin.aldosteron –natrium dan kalium . Asupan makanan dan perubahan suhu tubuh yang akan berpengaruh terhadap proses metabolism di dalam tubuh. kofusi b. 4. 3. tirosin disekresi lebih banyak untuk meningkatkan respirasi sel. Hepar menghasilkan 20% panas saat istirahat. radiasi dan konveksi efektif bila suhu lingkungan lebih dingin daripada tubuh. Stress Rangsang simpatik. dan konduksi. Faktor – faktor yang mempengaruhi produksi panas : 1. Organ yang aktif terus menerus memproduksi panas. b.a. Evaporasi juga bisa terjadi di tubuh melalui kulit ( keringat).arimia ginjal 3. Produksi panas Panas adalah salah satu energi yang diproduksi pada respirasi sel.keringat . Berkeringat adalah mekanisme kehilangan panas tubuh menguapkan keringat di atas permukaan tubuh. Kehilangan panas Aliran darah melalui dermis menentukan jumlah panas yang hilang melalui konveksi.

Produksi panas Hipotalamus adalah thermostat tubuh dan mengatur suhu tubuh dengan menyeimbangkan produksi panas dengan kehilangan panas. Sering terjadi kerena terjadi infeksi di dalam tubuh. tetapi bisa juga disebabkan oleh kondisi lain (kanker. cedera di system saraf pusat). mencari lingkungan yang lebih dingin. Aktivasi saraf simpatik vasokonstriktor di tubuh menyebabkan vasokontriksi yang kuat. menggunakan pakaian berwarna terang. dan meningkatakan aktivitas tubuh. Setelah itu thermostat kembali ke tingkat normal . ditandai dengan keringat yang keluar. Temperatur akan meningkat terus sampai mencapai pengaturan baru. selanjutnya sutu tubuh akan berada di pengaturan demam smapai adanya pertahanan dari tubuh dan bila ada antibiotic yang masuk. Hipotalamus menyebabkan pengeluaran prostalglandin. Hal itu akan menurunkan suhu tubuh dengan sendirinya. minum minuman panas. mengubah posisi tubuh (melingkarkan tangan di tubuh).alergi. - Ada beberapa cara manual yang dapat dilakukan antara lain: memakai pakaian hangat untuk membatasi panas yang keluar. Prostalglandin mengatur thermostat di hipotalamus ke suhu yang lebih tinggi. .- Beberapa cara manual antara lain: menurunkan tingkat aktivitas. Sebagai hasilnya aliran darah dalam tubuh menurun. dll. Demam Demam adalah hyperthermia yang terkontrol. Hipotalamus menerima rangsangan dari perifer termoreseptor yang terletak di kulit dan termoreseptor pusat. - Mekanisme untuk meningkatkan panas adalah vasokontriksi pada dermis dan penurunan produksi keringat.