PEMBAHASAN

SEL Sel merupakan unit dasar terkecil yang mendasari suatu kehidupan. Ilmu yang mempelajari sel disebut sitologi (cytology). 1. bagian dari sel a. plasma sel 1) luar sel 2) 3) tersusun atas fosfolipid dan protein membrane plasma memungkinkan sel untuk berinteraksi dengan sel yang lain, tempat sebagai pembatas terluar dari sel yang membatasi komponen dalam sel dengan lingkungan

reseptor, dan mengatur pertukaran material dengan cara difusi atau osmosis b. sitoplasma, cairan tempat melekatnya organel-organel pada sel 1) substansi antara nucleus dan membrane plasma yang meengandung organel dan incluuisions terdiri atas air, protein, karbohidrat, lipid, serta komponen anorganik. Zat kimia dalam tempat dimana reaksi kimia berlangsung nucleus merupakan pusat pengaturan segala aktivitas sel dan mengandung kromosom yang berisi materi genetic (DNA) • 2) • • 3) • • • semua sel memiliki nucleus kecuali sel darah merah ribosome terdiri dari granula yang berisi DNA ribosomal dan protein ribosomal sebagai tempat sintesis protein reticulum endoplasma merupakan jaringan yang menghubungkan membrane nucleus dan membrane plasma reticulum endoplasma kasar mengandung ribosom, tetapi reticulum endoplasma halus tidak mendukung proses mekanis yang terjadi, melepaskan ion kalsium yang terlibat dalam konsentrasi otot, memimpin pertukaran materi dalam sitoplasma, system pengangkutan interseluler, mensintesa lipid dan protein, menyimpan molekul hasil sintesa, dan membantu sel untuk mengeluarkan zat kimia yang tidak diperlukan 4) • badan golgi terdiri dari empat hingga delapan tumpukan kantong gepeng fungsi utamanya adalah memproses, menyusun, dan mengantarkan protein ke sel. Selain itu juga mensekresi protein dan lipid sertab membentuk lisosom 5) • • mitokondria terdiri dari lapisan membrane yang membatasi dan lipatan yang disebut Krista membentuk ATP

2)
3) c. organel 1) •

sitoplasma dapat berbentuk larutan atau koloid

d. inclusions, yaitu hasil sekresi dan produk nutrisi pada sel seperti melanin, glikogen, dan lipid. SISTEM INTEGUMEN

Terdiri dari kulit dan turunannya seperti rambut, kuku, keringat, minyak, dan kelenjar susu. Organ ini adalah organ yang paling bisa terlihat (Tortora) KULIT Fungsi Kulit : (Gartner, Leslie P., 327) 1. Perlindungan 2. Pengatur suhu tubuh 3. Ekskresi yang dilakukan oleh kelenjar keringat 4. Arbsorbsi sinar Ultra Violet dari sinar matahari untuk mensintesis vitamin D Epidermis Kulit Tebal Tebal 0,8 mm – 1,4 mm. Terdiri dari 5 lapisan. Dari bawah yaitu : Stratum Basale (Germinativum), Stratum Spinosum, Stratum Granulosum, Stratum Lucidium, dan Stratum Corneum. Kulit Tipis Tebal 0,07 mm – 0,12 mm. Memiliki 4 lapisan, tanpa Stratum Lucidium (Guton, Arthur C.) , terdapat pada bagian yang kekurangan rambut (telapak kaki dan telapak tangan). Stratum Ge\rminativum Terdiri dari epidermal stem cells, melanocytes, dan keratinocytes. Merupakan lapisan epidermis paling bawah. Terbentuk dari jaringan ikat longgar. Berbatasan langsung dengan dermis. Sel-sel yang mendominasi adalah sel-sel stem yang besar/ sel basale. Aktifitas melanocytes menyebabkan kulit bewarna kecoklatan. Sel merkel yang banyak terdapat pada bagian yang kekurangan rambut, mengeluarkan zat kimia yang peka terhadap sentuhan. Stratum Spinosum Lapisan epidermis yang paling tebal, terdiri daru berbagai macam bentuk sel (polyhedral sampai sel-sel yang berbentuk tipis) sehingga nampak berduri (spin). Disini juga terdapat keratinocytes yang aktif melakukan mitosis. Stratum basal dan spinosum disebut lapisan malphigi yang bertanggung jawab dalam pergantian epidermal keratinocytes. Stratum Granulosum Terdapat keratinocytes yang tergantikan oleh atau dari stratum spinosum. Ketika sel tersebut mencapai lapisan ini, mulai untuk membuat protein keratohyalin dan keratin dalam jumlah banyak. Keratohyalin merupakan zat tanduk, menyebabkan kulit less permeable. Keratin merupakan bahan penyusun utama rambut dan kuku. Stratum Lucidium Lapisan ini hanya terdapat pada kulit tebal (thick skin). Walaupun lapisan ini berisi sel-sel tipis dan kekurangan organel dan nuclei, akan tetapi mengandung keratin filament yang tebal. Plasma membran mengalami penenbalan akibat penyuluran protei non kreatin (infolokrin). Tidak terlihat bawah pada standard hytological layer. Stratum Corneum Terletak di permukaan, 15-10 lapisan tipis (epitel pipih), sel mati, interloching cells. Disebut juga lapisan tanduk (horny layer). Tipe Sel : Keratinocytes, Melanocytes, Sel Merkel, Sel Langerhans. Keratinocytes

Subtansi terbanyak dari sel-sel epidermis, karena keratinocytes selalu mengelupas pada permukaaan epidermis, maka harus selalu digunakan. Pergantian dilakukan oleh aktivitas mitosis dari lapisan basal (di malam hari). Selama perjalanannya ke luar (menuju permukaan. Keratinocyes berdeferensiasi menjadi keratin filamen dalam sitoplasma. Proses dari basal sampai korneum selama 20-30 hari. Karena proses cytomorhose dari keratinocytes yang bergerak dari basal ke korneum, lima lapisan dapat diidentifikasi. Yaitu basal, spimosum, granulosum, losidum dan kornium. Melanocytes Didapat dari ujung saraf, memproduksi pigment melanin yang memberikan warna coklat pada kulit. Bentuknya silindris, bulat dan panjang. Mengandung tirosinase yang dihasilkan oleh REG, kemudian tirosinase tersebut diolah oleh Aparatus Golgi menjadi oval granules (melanosomes). Ketika asam amino tirosin berpindah ke dalam melanosomes, melanosomes berubah menjadi melanin. Enzim tirosinase yang diaktifkan oleh sinar ultra violet.. Kemudian melanin meninggalkan badan melanicytes dan menuju ke sitoplasma dari sel-sel dalam lapisan stratum spinosum. Dan pada akhirnya pigmen melanin didegradasi oleh keratinocytes. Faktor-faktor yang menyebabkan adanya perbedaan warna kulit antara lain: 1. Melanosit, terletak pada stratum basalis, memproduksi pigmen, melanin, yang bertanggung jawab untuk pewarnaan kulit dari coklat sampai hitam.

2. Darah dalam pembuluh dermal di bawah lapisan epidermis dapat terlihat dari permukaan dan menghasilkan
pewarnaan merah muda . Ini lebih jelas terlihat pada kulit orang kilit putih (Kaukasian) 3. Keberadaan dan jumlah pigmen kuning, karotin, hanya ditemukan pada stratum korneum, dan dalam sel lemak dermis dan hipodermis, yang menyebabkan beberapa perbedaan pada pewarnaan kulit. Merkel Cells Banyak terdapat pada daerah kulit yang sedikit rambut (fingertips, oral mucosa, daerah dasar folikel rambut). Menyebar di lapisan stratum basal yang banyak mengandung keratinocytes. Langerhans Cells Disebut juga dendritic cells karena sering bekerja di daerah lapisan stratum spinosum. Merupakan sel yang mengandung antibodi. Banyaknya 2% – 4 % dari keseluruhan sel epidermis. Selain itu, juga banyak terdapat di bagian dermis pada lubang mulut, esophagus, dan vagina. Fungsi dari langerhans cells adalah untuk responisasi terhadap imun karena mempunyai antibodi Dermis Lapisan Papiler : tipis mengandung jaringan ikat jarang. Lapisan Kutikuler : tebal terdiri dari jaringan ikat padat.

Kulit Tebal

Kulit Tipis RAMBUT Rambut terdiri dari benang-benang bertanduk yang berasal dari epidermis, terdiri dari batang dan akar yang meluas kebawah hingga menyerupai umbi yang bertakik pada lapisan bawahnya. Ruang di dalam takik terdapat jaringan penyambung / papilla. Akar rambut terbungkus oleh folike rambut yang berasal dari sumbu epidermal dan dermal. Rambut terdiri dari 3 lapisan epitel : 1. Medula 2. Kortex 3. Kutikula Folikel rambut terdiri dari : 1. Selubung akar epitel dalam Terdiri dari kutikula, lapisan Huxley, lapisan henle 2. Selubung akar epitel luar yang erasal dari epidermis Merupakan perpanjangan dari lapisan malpighi (stratum basale dan spinosum) 3. Selubung jaringan penyambung berasal dari dermis a. Selubung dalam, membran hialin sempit, menempel pada sel-sel silindris selubung luar. b. Selubung tengah, serat jaringan penyambung halus yang tersusun dalam lingkaran. c. KUKU Merupakan modifikasi dari lapisan epidermis. 1. Badan kuku Tersusun dari sel-sel pipih jernih. 2. Dinding kuku Lipatan sekeliling proksimal dan lateral dari kuku. 3. Alas kuku Epidermis dibawah badan kuku, tidak memiliki sratum granulosum. KELENJAR PADA KULIT 1. Kelenjar Sebasea a. Mensekresikan minyak ke folikel rambut Selubung tengah, berfungs mengangkat rambut dalam dermis.

. Kelenjar apokrin 1) 2) 3) 4) 1) 2) 3) 4) 5) 6) Terdapat pada axilla. kurang pada ilim dingin dan lebih pada yang panas. Hal ini hendaknya dibedakan dengan perspirasi atau pelepasan air dengan tak terasa yang hanya berupa difusi air secara sederhana melalui kulit. nipple Memproduksi sekresi kental dengan komposisi kompleks Pada individu tertentu dapat menjadi sarana komunikasi Kerjanya sangant dipengaruhi hormon Tersebar luas Memproduksi sedikit sekresi. Penyedia antibakteria 2. groin.b. tetapi kelembaban dapat menyebabkan rasa sangat tidak enak karena menghalangi hilangnya suhu tubuh melalui penguapan. Tergantung dari kebuthan tubuh akan pengaturan suhu. Berbagai jumlah air dapat dilepaskan. Suhu lingkungan yang lebih tinggi dari suhu tubuh dapat dirasakan cukup nyaman bila udara kering. Kelanjar Keringat Kelenjar keringat adalah alat utama untuk merendahkan suhu tubuh. Kelenjar merokrin MEKANISME SEKRESI KERINGAT Keringat adalah sekresi aktif dari kelenjar keringat di bawah pngendalian saraf simpatis Keringat terutama berisilarutan garam dengan konsentrasi kira-kira 1/3 dari yang ada dalam plasma. a. kebanyakan air Merocrine secretion mechanism Dikontrol oleh sistem saraf Penting dalam thermoregulation dan ekskresi Sebagai antibakteri b. Dengan perspirasi hilang kira-kira 500ccm air setiap hari. kira-kira setengah liter sehari pada iklim sedang. Banyaknya keringat berkisar dari 0 sampai 2000 ccm setiap hari.

dan vibrasi Free nerved ending : pain dan thermoreceptor Ruffini corp : stretching &pressure Krause : receptor dingin . tetapi tidak mengandung protein plasma. Apabila kelenjar keringat kuat dirangsang. Apabila kelenjar keringat sedikit dirangsang. (Sumber : Guyton & hall. 2. Sewaktu larutan ini mengalir di duktus. Bagian duktus Sekret primer itu memiliki komposisi yang mirip dengan protein plasma. Bagian yang bergelung (menghasilkan sekret primer atau sekret prekursor) 2.Pada kelenjar keringat terdiri dari dua bagian: 1. cairan prekursor dibentuk dalam jumlah banyak dan duktus ini hanya mengabsorpsi Natrium dan Klorida dalam jumlah sedikit sehingga dapat mencapai tingkat maksimum 50-60 mEq/L dan hanya sedikit cairan yang direabsorpsi. Kemudian direabsorpsi oleh duktus sehingga konsentrasi Natrium dan Klorida turun menjadi 5 mEq/L dan sebagian besar cairan tersebut juga direabsorpsi. Konsentrasi Natrium sekitar 142 mEq/L dan Klorida sekitar 104 mEq/L dengan konsentrasi zat terlarut lain yang lebih kecil dibanding dalam plasma. sentuhan . cairan prekursor mengalir melalui duktus secara lambat. 1. larutan prekursor ini mengalami reabsorpsi sebagian ion Natrium dan Klorida. 892) KLASIFIKASI RESEPTOR DALAM SISTEM INTEGUMEN Merkel’s disk : sentuhan Meissner corpuscle : raba Vater paccini : tekanan.

Mechanoreceptors Sensibilitas kulit (epidermis and dermis) Free nerve endings Percabangan Merkel’s discs Spray endings Ruffini’s endings Ujung reseptor Meissner’s corpuscles Krause’s corpuscles Sensibilitas kedalaman jaringan Free nerve endings Percabangan Spray endings Ruffini’s endings Ujung reseptor Pacinian corpuscles Muscle spindles Golgi tendon receptors Pendengaran Reseptor suara pada koklea Keseimbangan Reseptor Vestibular Arteri Aorta II. Chemoreceptors Rasa Papila lidah Bau Epitel olfaktori . Electromagnetic receptors Penglihatan sel batang reseptor gelap sel kerucut receptor terang V. Bambang Sumantri) I. Thermoreceptors Dingin Krause’s corpuscles Panas Ruffini’s endings III.Muscle spindle & golgi tendon : mecanoreceptor (sumber : presentasi dr. Nociceptors Nyeri Free nerve endings IV.

sedangkan kristaloid adalah zat yang berdiameter kurang dari 1 nm. asam amino. Globulin Membentuk sekitar 30% protein plasma • • Alfa dan beta globulin disintesis di hati. Protein plasma mencapai 7 % plasma dan merupakan satu-satunya unsure pokok plasma yang tidak dapat menembus membran kapiler untuk mencapai sel. Tekanan osmotic koloid ditentukan berdasarkan jumlah partikel koloid dalam larutan. dengan fungsi utama sebagai molekul pembawa lipid. berbagai substrat. . limfoid dan berfungsi dalam imunitas. sekitar 55-60%. dan fibrinogen. yakni albumin. asam lemak Hypothalamus (sumber : Guyton n Hall) KOMPONEN DALAM DARAH Plasma darah Cairan bening kekuningan yang unsure pokoknya sama dengan sitoplasma. globulin. dan zat yang penting lainnya. • • Koloid adalah zat yang berdiameter 1 nm sampai 100 nm. tetapi memiliki ukuran paling kecil. Ada lima jenis imunoglobulin yang diproduksi jaringan hormon. Tekanan ini merupakan suatu ukuran ”daya tarik” plasama terhadap difusi air dari cairan ekstraseluler yang melewati membran kapiler. Albumin disintesis dalam hati dan bertanggung jawab untuk tekanan osmotik koloid darah. 3. disintesis di hati dan merupakan komponen esensial dalam mekanisme pembekuan darah. Fibrinogen Membentuk 4 % protein plasma. Albumin Protein plasma yang terbanyak. beberapa Gamma globulin(imunoglobulin) adalah antibodi. 1. Ada 3 jenis protein plasma yang utama. Plasma mengandung koloid dan kristaloid. Plasma terdiri dari 92% air dan mengandung campuran kompleks zat organik dan anorganik. 2.aorta dan badan carotid Gula darah.

Sel ini tetap dalam jaringan selama beberapa hari. kalium. gula. atau beberapa bulan tergantung jenis leukositnya. Abrasi Merupakan perlukaan paling superfisial. kalsium bikarbonat. Gas darah : asam amino. luka dibedakan menjadi : 1. Granular a. atau pun retikulum endoplasma. KLASIFIKASI LUKA Berdasarkan Patofisiologi. Monosit Fagosit kuat yang berdiferensiasi menjadi makrofag jaringan pada tempat terjadi infeksi kemudian akan menghancurkan bakteri. dan trombosit. mineral. dan nitrogen. yaitu kemampuan untuk menembus pori-pori membran kapiler dan masuk ke dalam jaringan. Kontusi (memar) . dan zat-zat sisa. fosfat. dan ion sulfat.Plasma juga mengandung nutrien. Basofil 2. dan debris sel Rentang kehidupan : Setelah diproduksi di sumsum tulang. karbondioksida. vitamin. Agranular a. Elemen pembentuk darah meliputi sel darah merah (eritrosit). mitokondria. Nutrien 2. dengan definisi tidak menebus lapisan epidermis 2. klorida. Trombosit Trombosit berfungsi dalam hemostasis (penghentian perdarahan) dan perbaikian pembuluh darah yang robek. enzim sitoplasmanya mampu memproduksi ATP untuk waktu yang terbatas ini. leukosit bertahan kurang lebih satu hari dalam sirkulasi sebelum masuk ke jaringan. hormon. sebagian limfosit (sel B) berdiferensiasi menjadi sel plasma yang akan : menghasilkan antibodi b. beberapa minggu. Netrofil b. elektrolit. 3. Limfosit • • : serupa dengan sel mast dan dapat membebaskan histamin dan heparin dalam reaksi alergi : Berperan dalam mekanisme pertahanan imunologik tubuh Bila ada antigen spesifik. dan lipid yang diabsorbsi dari saluran pencernaan. Eosinofil : sel fagositik khususnya bakteri : sel fagositik khusus terhadap kompleks antigen-antibodi dan dapat bertambah banyak selama infestasi parasit c. Leukosit Memiliki fungsi antara lain : 1. 1. Walaupun sel darah merah matang tidak memiliki nuklei. Berperan penting dalam pengaturan pH darah karena ion bikarbonat dan hemoglobin merupakan buffer - asam basa Bersikulasi selama 120 hari sebelum menjadi rapuh dan mudah pecah. Eritrosit Memiliki fungsi antara lain: Mentranspor oksigen ke seluruh jaringan melalui pengikatan hemoglobin terhadap oksigen. sel darah putih (leukosit). Leukosit memiliki sifat diapedesis. benda asing. : oksigen. gas darah. Elektrolit plasma : ion natrium. magnesium.

terutama jika yang terluka daerah tulang Jika area tertutup oleh rambut seperti kulit kepala. maka disebut luka dalam 2. dibutuhkan bantuan kaca penbesar. tengkorak. karena rusaknya hingga ke pembuluh darah. Laserasi dapat dibedakan dari luka iris : • • • • Garis tepi memar dan kerusakan memiliki area yang sangat kecil sehingga untuk pemeriksaanya kadang Keberadaan rangkaian jaringan yang terkena terdapat pada daerah bagian dalam luka. merupakan fase dimana sel epitel mulai membentuk jembatan diantara luka (dibawah scab) b. fase migratory a. mulai terbentuk fibroblast 3. pembuluh darah dan saraf .Terjadi karena kebocoran pada pembuluh darah dengan epidermis yang utuh oleh karena proses mekanis 3. Sedangkan recovery jaringan dermis dan epidermis dijelaskan sebagai berikut: 1. 4. Laserasi Berbeda dengan luka iris dimana pada luka gores jringan yang rusak menyobek bukan mengiris. merupakan fase pembekuan darah pada daerah luka (terbentuk scab) Proses pembekuan darah Protrombin Aktivator protrombin Ca++ Trombin Fibrinogen Benang-benang Fibrin Trombin Faktor stabilisasi fibrin yang teraktivasi Fibrinogen Monomer Ca++ Benang fibrin yang saling berikatan b. maka rambut tersebut akan terdapat pada luka. fase inflammatory a. sel epitel bermigrasi silang pada luka dan membelah diri untuk membentuk jaringan baru c. luka insisi PENYEMBUHAN LUKA Pada kasus Ontoseno. fibroblast mulai mensistesa jaringan luka . hingga ke pembuluh darah. jaringan yang rusak adalah epidermis. Kerusakan pembuluh darah direcovery oleh trombosit. dermis. permeabilitas pembuluh darah meningkat untuk mengantarkan sel fagosit (monosit dan limfosit untuk membunuh mikroba) d. termasuk Tidak adanya luka lurus yang tajam pada tulang dibawahnya.

scab mengelupas b. jaringan epidermis yang baru mulai terbentuk c. Salah satu penyebab rasa nyeri dalam luka ontoseno adalah masuknya bakteri dari duri. Proses netralisasi bakteri dibut phagositosis. dermis serta pembuluh darah rusak. pembuluh darah kembali normal (sumber : Tortota) KESIMPULAN Pemicu 1 Blok 2 Ontoseno mempunyai kulit berwarna sawo matang sedang berjalan di ladang. Ketika hendak mengusap keringat. epidermis mulai kembali pada ketebalan normal c. Ontoseno mengeluarkan keringat karena dalam kulit terdapat kelenjar keringat. fibroblast mulai membentuk kolagen 5. merupakan fase dimana pembentukan sel epitel lebih intensif b. fase migratory fase proliferatif. fase proliferatif a. fase maturation a. tibatiba tangannya terkena duri pada tanaman semak belukar sehingga kulit lengan kanannya tertusuk. Bakteri-bakteri terebut dinetralisasi oleh sel-sel leukosit yang memuliki sifat diapedesis. lapisan epidermis. serat kolagen mulai tersusun normal d.c. Banyak sedikitnya keringat tergantung pada kebutuhan tubuh akan pengaturan suhu. pembuluh darah yang luka mulai diperbaiki oleh trombosit 4. keluat darah sedikit dan terasa perih. lengan Ontoseno terasa perih. Hal ini disebabkan karena di dalam kulit terdapat ujung-ujung syaraf reseptor. TULANG DAN RANGKA ANATOMI RANGKA . Setelah tertusuk. lengan kanan Ontoseno mengalami luka. Ketika tertusuk duri. Ontoseno memiliki kulit sawo matang karena dalam kulit terdapat melanocytes yang menghasilkan pigmen melanin (coklat). Yang menyebabkan rasa nyeri adalah ujung syaraf free nerve endings. fase maturation. Keluarnya keringat tersebut diatur oleh syaraf simpatik. fibroblast mulai menghilang e. Luka tersebut dapat tertutup melalui proses penutupan luka yang meliputi fase inflammatory. sehingga mengeluarkan darah.

langit rongga nasal.Aksilar : Tengkorak 1. Kranium : melindungi otak • Tulang frontal: membentuk dahi. dan kantong mata • Tulang parietal • Tulang oksipital : membentuk bagian belakang kranium • Tulang temporal : membentuk sisi kranium • Tulang etmoid : penyangga penting rongga nasal . langit .

( 12 vertebra toraks. tidak berartikulasi dg tulang lain. 5 vertebra lumbal. 2003 ) Tulang wajah : Tulang nasal : penyangga hidung Tulang palatum : membentul langit .• Tulang sfenoid : membentuk dasar anterior kranium • Osikel auditori : untuk proses pendengaran • Tulang womian : tulang kecil yang terdapat di dalam sutura 2.celah untuk lintasan duktus lakrimal yang mengalirkan air mata ke rongga nasal Tulang vomer : membentuk septum nasal Konka nasal inferior Mandibula : rahang bawah Tulang hioid : bentuknya tapal kuda. 5 vertebra sakrum. rongga nasal Tulang zigomatik : tonjolan tulang pipi Tulang maksilar : rahang atas Tulang lakrimal : berisi celah . ( Sloane.langit mulut. • • • • • • • • 4.ruang udara dalam tegkorak yang berhubungan Vertebra Kolumna vertebra : menyangga berat tubuh dan melindungi medula spinalis. 2003 ). 3-5 koksigeal ) ( Sloane. tulang orbital. Sinus pranasal : terdiri dari ruang . dengan rongga nasal. Sternum dan Iga .

lunatum. Femur ( paha ): tulang terpanjang dan terkuat Tungkai : tibia dan fibula . prosesus sifoid ) Tulang iga : 7 pasang iga sejati. Apendikular : Gilder Pektoral ( bahu ) 1. trikuetral(triangular). Tulang – tulang jari (phalanges) Setiap jari memiliki tiga tulang yaitu tulang proksimal. 2. Barisan tulang karpal proksimal yang terdiri dari navicular(skafoid). 2 pasang iga melayang Skapula ( tulang belikat ) Klavikula ( tulang kolar ) Humerus : tulang tunggal pada lengan atas Lengan bawah : radius dan ulna Ada tiga macam tulang yang menyusun tangan.dan pisiform. kecuali ibu jari yang hanya memiliki tulang proksimal dan medial saja. 2. 2. badan.kepala tulang metacarpal membentuk buku jari yang menonjol pada tangan. ( Sloane. yaitu: 1. Setiap tulang metacarpal memiliki sebuah dasar proksimal yang berartikulasi dengan barisan distal tulang karpal pergelangan tangan. 2. Tulang Pergelangan Tangan (Karpus) Pergelangan tangan terbentuk dari delapan tulang karpal irteguler yang tersusun dalam dua baris. Hamatum. Tangan Sternum : Tulang dada ( manubrium atas. Tangan (metacarpus) Tangan tersusun dari lima tulang metakarpal’dimana semua tulang metacarpal berukuran serupa kecuali tulang metacarpal pertama pada ibujari. dan tulang distal.tulang medial. 3. Kapitatum. Barisan tulang karpal distal yang terdiri dari: Trapezium. 2.1. Trapezoid. Lengan 1. 2003 ) Gilder pelvis (tulang panggul) Tungkai bawah 1. dan setiap barisnya terdiri dari empat tulang. 3 pasang iga semu.

Tulang Telapak Kaki dan Jari Kaki Tarsal adalah terdiri dari 7 buah tulang. Tulang pendek contoh: carpal dan tarsal f. Tulang memberikan topangan dan bentuk tubuh Pergerakan. Tulang berartikulasi dengan tulang lain pada sebuah persendian sebagai pengungkit. scapula. Perlindungan. Ibu jari kaki tidak sefleksibel ibu jari tangan. dan parietal. yaitu kelima jari kaki.organ lunak yang ada dalam tubuh . Tulang tak beraturan contoh: ruas-ruas tulang belakang e. ulna. Seperti pada jari tangan. Tulang sesamoid contoh: patella ( Ganong. 2. tibia. b. Tulang datar contoh: sternum. Tulang panjang contoh: humerus. Tulang yang terbesar adalah atau biasa disebut tumit. terdapat 2 buah falanges pada masing-masing ibu jari dan 3 buah falanges pada jari lain. 3. Sistem rangka melindungi organ . 2006 ) KLASIFIKASI TULANG a. radius. c. ( Guyton. femur. Sutural contoh: tulang diantara tulang datar pada tengkorak di garis sutura d. Di antara falanges terdapat sendi engsel yang memungkinkan gerak satu bidang. Falang adalah tulang penyusun jari. dan fibula. Pada ibu jari tangan terdapat sendi pelana yang membuat ibu jari tangan lebih bebas bergerak daripada ibu jari kaki. Hal ini disebabkan pada ibu jari kaki tidak memiliki sendi karpometakarpal seperti yang dimiliki ibu jari tangan. Tarsal membentuk artikulasio dengan metatarsal. 2008 ) FISOLOGI TULANG 1.

dan tulang rawan kuneiformis di laring. Histogenesis dan pertumbuhan : Individual mesenchymal cells  berkumpul membentuk pusat kondrofikasi  berdiferensiasi menjadi kondroblas  sekresi matriz kartilago disekelilingnya  terbentuk lacuna  kondroblas yang dikelilingi matrixnya disebut kondrosit  cell division  lebih dari 2 kondrosit disebut isogenous groups.4. simfisis pubis. badan vertebra. Terdapat pada discus invertebralis. sehingga lebih elastis. serta lebih sedikit kandunagn proteoglikannya. dan lunak. agak elastis . 5. Kondrositnya lebih besar bila dibandingkan dengan kartilago hyaline. glycoproteins. Tidak terdapat perikondrium yang dikanali dalam kartilago fibrosa. dan extracellular fluid. lebih banyak mengandung elastic fiber. Perikondrium terbentuk di batas luar ketika proses pembentukan kondrosit. 2007 ) Kartilago Fibrosa Merupakan jaringan intermediate antara jaringan ikat padat dan kartilago hyalin. yang ditemukan pada orang dewasa dalam tulang sternum. Teritorial matrix merup\akan matrix yang berada di sekeliling lacuna. laring. Sedangakan interteritorial matrix adalah matrix terbesar dan mengandung lebih banyak kolagen. dan cincin trakea dan bronkus. dan trombosirt. 2007 ) Gambar Hyalin Kartilago Kartilago Elastik Ditemukan di aurikula telinga. epiglottis. Berwarna coklat kebirubiruan. HISTOLOGI TULANG Tulang Rawan ( Kartilago ) Kartilago Hyalin Mtrixnya terdiri dari kolagen tipe II. 2007 ) Kharakteristik Tulang Rawan Tulang rawan = Jaringan yang terdiri dari sel-sel rawan yang terdapat kondrosit dan bahan dasar tulang rawan sebagai bahan antar sel Terdapat 3 jenis tulang rawan berdasarkan karakteristiknya : 1 Tulang rawan hyalin Ciri-ciri : -Konsistensi lunak. Pembentukan sel darah ( hematopoiesis ). semi tembus cahaya. dinding telinga bagian luar. sel darah putih. dan dalam tendon-tendon tertentu. pada bagian ujung tulang panjang. ( Junqueira. akhir dari tulang rusuk. Tempat penyimpanan mineral ( Sloane. Terletak di hidung. mengandung sedikit kolagen dan banyak kondrotinsulfat. proteoglycans. merupakan tempat produksi sel darah merah. pada bagian perikondrium. 2003 ). Matrixnya mengandung kolagen tipe I dan bersifat asidofilik. tulang iga. ( Junqueira. ( Junqueira. Sumsusm tulang merah. tulang pipih dan kranium. Memiiki warna kekuningan darena memiliki elastin dalam serat elastis. saluran eustachius.

tudung sel tulang rawan dan kelopmpok isogen seperti pada tulang rawan hyalin 3 Tulang rawan fibrious : Ciri-ciri : -Kondrosit dan tudung sel tulang rawan seperti pada tulang hyalin -Kelompok isogen hanya sedikit. Matrix terdiri dari komponen organic dan anorganik.karena bahan antar sel agak padat -Kemungkinan sel membelah diri sedikit -Terdapat bahan sabut kolagen berbagai arah -Merupakan peralihan antara jaringan ikat fibrilair dengan jaringan tulang (Keeton. Sedangkan komponen anorganik berisi kolagen tipe I. pertukaran zat antara osteosit dan kapiler darah tetap bisa berjalan karena adanya komusikasi melalui kanalikuli. 1980 ) Tulang ( Bone ) rawan Tulang adalah jaringan ikat kaku. 2007 ) Gambar : Penampang system harverst .sabut ini kemudian melanjutkan diri ke perikandrium -Kondrosit. Komponen organic merupakan kumpulan kristal-kristal kalsium hidroksiapatit yang terdiri dari kalsium dan fosfor yang banyak.-Warna kebiru-biruan -Bahan dasar homogen 2 Tulang rawan elastis : Ciri-ciri : -Warna kekuning-kuningan -Lebih fleksibel dan elastis -Bahan dasar terdapat anyaman sabut-sabut elastis dalam berbagai arah terutama di sekitar kondrosit. Akan tetapi. Matrix ektravaskulernya telah mengandung kalsium sehingga menutup jalanya sekresi sel didalamnya. sedangkan endosteum melapisi bagian dalam tulang. ( Junqueira. Periosteum melapisi bagian luar tulang. keras dan berbentuk tetap.

Berinti banyak. Osteosit. yakni suati hormone tiroid. Osteoklas mensekresi kolagenase dan enzim lain sehingga memudahkan pencernaan kolagen setempat dan melarutkan kristal gram kalsium. sehingga menjaga kemampuan mitotik (sangat berpotensi untuk berdiferensiasi menjadi Osteoblas). 2007 ) Osteoklas. ( Junqueira.000 – 30. Peptioglikan. Osteoblas. Osteoblas juga berperan dalam sistesis komponen organic dari matrix (Kolagen tipe I. dan Osteoklas. dan glikoprotein). dan lapisan matrix baru (namun belum terkapur). Berasal dari penggabungan sel-sel sumsum tulang. Insulin : berfungsi dalam meningkatkan produksi energi dari glukosa.000 per mm 3. Osteoprogenitor cells Merupakan embryonic mesenchymal cells. Memiliki peranan penting dalam proses resorpsi tulang. Aktifinasnya dipengaruhi oleh hormone sitokinin. Kelenjar hipofisis anterior / kelenjar pertumbuhan : berfungsi meningkatkan kecepatan mitosis kondrosit dan osteoblas serta meningkatkan kecepatan sintesis protein (kolagen. yang disebut Osteoid. Jumlahnya 20. Osteoklas memiliki reseptor untuk kalsitokinin. ( Junqueira. Terdapat didalam lacuna yang terletak diantara lamela-lamela matrix. Tiroksin (kelenjar tiroid) : berfungsi untuk meningkatkan kecepatan sintesis protein dan meningkatkan produksi energi dari semua jenis makanan. dan di dalam endosteum. Mengalami proses aposisi tulang yaitu komponen matrix disekresi pada permukaan sel yang berkontak dengan matrx tulang yang lebih tua.Sel-sel tulang : Osteoprogenitor cells. 3. matriks. 2007 ) HORMON YANG BEKERJA PADA PERTUMBUHAN TULANG 1. tetapi bukan untuk hormone paratiroid. Osteoblas Terbentuk dari Osteorogenitor cells yang telah berdiferensiasi. 2007 ) Gambar Berbagai Bentuk Tulang Osteosit Merupakan sel tulang yang telah dewasa. lapisan canal harvest. osteoblas akan memperoduksi suatu sitokin yang disebut factor perangsang osteoklas. Di dapat dari osteoblas yang berdeferensiasi. diantara lapisan osteoblas dan tulang yang baru dibentuk. Tumbuh dibawah pengaruh Bone Morphogenic Protein (BMP) dan Transforming Growth Factor β. sel-sel ini secara aktif terlibat untuk mempertahankan matrix tulang dan kematianya diikuti oleh resorpsi matrix tersebut. kartilago dan enzim untuk pembentukan kartilago tulang). . Akan tetapi osteoblas memiliki reseptor untuk hormone paratiroid dan begitu teraktivasi oleh hormone ini. Berada pada bagian dalam periosteum. ( Junqueira. 2.

8. sekitar 48 jam setelah fracture. menutupi fracture. 3. mati dan berdegenerasi. ( Tortora. fase yang terakhir adalah remodeling. 2007 ) GANGGUAN PADA TULANG 1. Kondrosit dalam mengalami diapsis. osteoblast dan osteosit mulai aktif membelah. 6. Tulang kompak yang patah mula-mula diganti dengan jaringan berongga lalu lama kelamaan akan digantikan dengan tulang kompak lagi. Epifisis dan Diafisis ( Gartner. ( Gartner. ( Sanlon. Ossifikasi mulai epifisis. 5. 6. Osteoklas mulai meresorpsi kartilago yang terkalsifikasi. 11. Nekrosa 4. Bagian-bagian pembentuk callus berasal dari osteoblast (dari periosteum yang robek) dan berkembang di sekitar patahan (disebut eksternal callus). 2008 ) PENULANGAN ENDOKONDRAL 1. Terbentuk kartilago yang telah terkalsifikasi. 10. Perikondrium tervaskularisasi 3. Osteoblast mensekresikan matrix 4.konsentrasi tinggi  vesikel matrix memproduksi pompa kalsium  transport ion Ca2+ ke dalam vesikel  konsentrasi ion Ca2+ lebih tinggi  kristalisasi  pertumbuhan kristal hidroksiapatit  menembus membrane  isi dari vesikel keluar. Paratiroid : berfungsi untuk meningkatkan reabsorpsi kalsium dari tulang ke darah dan meningkatkan absorpsi kalsium oleh usus halus dan ginjal. Selama satu minggu. lordosis. Tulang subperiosteal menebal 9. Osteoklas membentuk lubang di dalam tulang sub periosteal. 5. Kalsitonin : berfungsi dalam menurunkan reabsorpsi kalsium dari tulang (menurunkan kadar kalsium dalam darah). osteoblast dari periosteum membentuk lengkung disekitar fragmen tulang (eksternal callus). 2003 ) PENYEMBUHAN FRAKTUR TULANG 1. osteoblast membentuk trabeculae baru di dekat garis patahan (internal callus). Fraktura : patah tulang : retak tulang : kematian sel tulang yang tidak diprogram Primarry Centre Of Ossification Secondary Centre Of Ossification 2. 2007 ) PROSES KALSIFIKASI TULANG Osteoid  Ca2+ dan PO43.4. 7. Komponen-komponen tulang yang mati dari fragmen ynag patah diserap oleh osteoclast. Bagian callus yang terbentuk dari sel osteoblast (dari endosteum) berkembang diantara fragmen akhir tulang yang patah dan diantara dua sumsum tulang (internal callus) 2. Fisura 3. Pertumbuhan tulang terjadi di lempeng epifiseal. Pembentukan model kartilago hyaline 2. Estrogen dan testosteron : berfungsi untuk mempercepat penutupan epifisis tulang panjang dan untuk membantu menahan kalsium dalam tulang untuk mempertahankan matriks tulang yang kuat. skoliosis ( Sloane. 2005 ) . pertumbuhan jaringan tulang baru (callus) pada awalnya membentuk jembatan antara tulang yang terputus. Gangguan ruas tulang belakang : kifosis. Beberapa hari setelah itu.

Contoh: sendi antara tulang radius dan tulang karpal e. Contoh: sutura sagital dan parietal. Satu-satunya sendi pelana sejati yang ada dalam tubuh adalah persendian antara tulang karpal dan metakarpal pada ibu jari. Sendi jenis ini antara lain adalah : a. Klasifikasi persendian synovial terdiri dari: a. 2. Sendi sferoidal. yaitu persendian yang tidak memiliki rongga sendi dan diperkokoh dengan jaringan ikat fibrosa. Contoh: lempeng epifisis sementara antara epifisis dan diafisis pada tulang panjang anak. sendi ini dibungkus dengan jaringan ikat fibrosa atau kartilago. Sendi amfiartosis (sendi dengan pergerakan terbatas) Sendi ini memungkinkan gerakan terbatas sebagai respon terhadap torsi dan kompresi. sehingga tulang akan masuk dengan pas seperti dua pelana yang saling menyatu. sehingga memungkinkan gerakan meluncur antara satu tulang dengan tulang yang lainnya. merupakan sendi biaksial. Persendian sinovial. adalah sendi dimana tulang berbentuk kerucut masuk dengan pas . yaitu tulang bentuk kerucut yang masuk pas cekungan tulang kedua dan dapat berputar kesemua arah. Simfisis. Sendi engsel. Sendi pelana. Sinkondrosis. yaitu persendian yang tidak memiliki rongga sendi dan diperkokoh dengan jaringan kartilago. Sendi peluru. Gomposis. serta tibia dan fibula dalam kantong tulang. sehingga memungkinkan gerakan kesatu arah. 2. Sendi kisar. Contoh: ditemukan pada tulang pada gigi yang tertanam pada tulang rahang 3. Sendi sinartosis (sendi mati). Sutura. seperti b. yaitu persendian yang memiliki rongga sendi dan diperkokoh dengan kapsul dan ligament artikular yang membukuskan. adalah sendi yang kedua tulangnya dihubungkan dengan diskus kartilago. Sendi diartosis (sendi dengan pergerakan bebas) disebut juga sendi synovial Sendi ini memiliki rongga sendi yang berisi cairan sinofial. permukaan tulang yang berartikulasi berbentuk konkaf disatu sisi dan konkaf pada sisi lain. Sindesmosis. Persendian kartilago. terdiri dari sebuah tulang yang masuk dengan pas pada permukaan konkaf tulang kedua. adalah salah satu sendi yang permukaan kedua tulang berartikulasi berbentuk datar. terbentuk saat tulang-tulang yang berdekatan dihubungkan dengan serat-serat jaringan ikat kolagen. Persendian fibrosa. Contoh: sendi panggul dan bahu b. persendian bagian kepala d. Sendi kondiloid. Menurut fungsinya : 1. yaitu sendi yang dihubungkan dengan jaringan ikat fibrosa rapat yang hanya ditemukan pada tulang tengkorak. Persendian semacam ini disebut sendi nonaksia. Sendi jenis ini antara lain adalah: a. yang menjadi bantalan sendi dan memungkinkan terjadi sedikit gerakan. yang terdiri dari sebuah tulang yang masuk kedalam rongga berbentuk cangkir pada tulang lain. c. b. Contoh: sendi lutut dan siku. Contoh: simpisis pubis yang bersisihan seperti radius dan ulna. yaitu sendi yang tulang-tulangnya dihubungkan dengan kartilago hialin. f. 3.SENDI KLASIFIKASI SENDI Secara struktural : 1. Contoh: tulang atas. yang memungkinkan gerakan kedua arah disudut kanan setiap tulang. c.

6.Misalnya: Persendian intervertebra. 2003 ) GANGGUAN PERSENDIAN 1. Pembuluh darah Supli pembuluh darah untuk membentuk cairan sinovial. 2. ( Sloane . reinforcing ligament terbagi menjadi dua yaitu extracapsular ligament yang berada di luar kapsul sendi dan intracapsularligamen yang berada di dalam. mempermudah gerakan antara kedua ujung-ujung tulang 2. 2003 ) FISIOLOGI PERSENDIAN 1. cairan ini berfungsi sebagai pelumas untuk mempermudah gerakan . Kapsul sendi 4. Syaraf Syaraf akan mendeteksi rasa nyeri pada persendian dan memonitor peregangan pada sendi. Berfungsi untuk mempertebal kapsul sendi. Reinforcing ligament Beberapa persendian sinovial menguat dan mengeras oleh ligament yang menutupinya. 7. 5. kaku. dan nyeri . Rongga sendi Tempat cairan sinovial 3. Cairan sinovial Cairan sinovial berasal dari filtrasi darah yang disekresikan fibroblast dalam membrane sinovial. Tulang rawan sendi Tersusun atas tulang rawan hialin yang berfungsi untuk melindungi tulang dari benturan dan meredam tekanan. ( Setiadi. berperan dalam pertumbuhan tulang ke arah memanjang ( Sloane. osteoartritis konsekuensi alami menjadi tua kartilago artikular menjadi aus sendi menjadi kasar. dan persendian antara tulang-tulang karpa dan tulang-tulang tarsal. 2007 ) HISTOLOGI PERSENDIAN SINOVIAL Gambar Sendi sinovial Sendi sinovial tersusun atas: 1. Artitis (inflamasi sendi) a.

magnesium. dsb d. 4. Keberadaan sarcoplasmic reticulum sangat diperlukan dalam mengatur kontraksi otot. STRUKTUR OTOT 1. dan fosfat serta beberapa enzim protein. bekerja secara sadar. bekerja secara tidak sadar. ( Sloane. Bursitis : merupakan peradangan pada bursa yang menyatu dengan sendi yang terjadi akibat ekskresi sendi yang berlebihan / infeksi. memiliki sarcoplasma sehingga mitokondrianya lebih banyak ( Guyton. artritis reumatoid : merupakan penyakit autoimun (sistem imum keliru mengarahkan kemampuan destruktifnya pada bagian tubuh). system pencernaan. Ekstensibilitas : Serabut otot memiliki kemampuan untuk meregang melebihi panjang otot saat rileks. tidak bercabang b. bereaksi atas rangsang syaraf. bercabang b. hormone. dan factor lingkungan 2. berada pada alat gerak (skeleton) 3. otot lurik a. artritis infeksius : peradangan dalam persendian. Elastisitas : Serabut otot dapat kembali ke ukurannya semula setelah berkontraksi atau meregang. bercabang b. memiliki satu inti. Otot yang memiliki kontraksi kuat maka memiliki sarcoplasm reticulum yang luas. 2006 ) KHARAKTERISTIK OTOT 1. Menyebabkan ketidakmampuan berjalan / bergerak c. 2003 ) OTOT HISTOLOGI OTOT 1. 2. bekerja tidak sadar. Sarcolemma . d.b. Di dalam sarcoplasm juga terdapat sejumlah mitokondria yang terletak parallel pada myofibril. Sarcoplasm Cairan yang memenuhi ruang antara myofibril. ( Sloane. Sarcoplasmic Reticulum Reticulum yang berada pada sarcoplasm. terdiri dari serat yang dilapisi oleh sarcolemma c. 3. 2. otot polos a. artritis gouti : disebabkan karena penumpukanasam urat. berinti banyak. berada pada system pencernaan. 3. Serabut akan terengolasi karena kontraksi pada setiap diameter sel berbentuk kubus atau bulat hanya akan menghasilkan pemendekan yang terbatas 2. yang dapat atau mungkin juga tidak melibatkan pemendekan otot. seratnya terdiri atas filament intermediate yang tebal (disebut caveolae) c. Kontraktilitas : Serabut otot berkontraksi dan menegang. otot jantung a. Sarcoplasm mengandung sejumlah potassium. 2003 ) 4. tiap serat terdapat myofibril yang terdiri dari miofilamen tebal (berisi myosin) dan miofilamen tipis (berisi aktin) d. Mitokondria ini mensuplai kontraksi myofibril dengan sejumlah ATP. Terkilir : merupakan cedera sendi yang disebabkan karena perenggangan ligamen / tendon. memiliki inti banyak sehingga pembentukan ATP lebih cepat. hanya ada pada jantung c. Eksibilitas : Serabut otot akan merespons dengan kuat jika distimulasi oleh impuls saraf 3. Dislokasi / luksasi : disebabkan karena kesalahan letak permukaan artikulasi suatu persendian.

Pergerakan : Otot menghasilkan gerakan pada tulang tempat otot tersebut melekat dan bergerak dalam bagian-bagian organ internal tubuh. 2.Produksi panas : Kontraksi otot secara metabolis menghasilkan panas untuk mempertahankan suhu normal tubuh. Myofibrils. ( Sloane. JIka otot pertama berkontraksi dan otot yang kedua berelaksasi sehingga otot terangkat. otot trisep berkontraksi dan otot bisep berelaksasi.contoh dari otot antagonis adalah otot bisep dan otot trisep. Fibromyalgia ( Marieb. Dimana molekul-molekul protein ini bertanggung jawab terhadap kontraksi otot.Sarcolemma merupakan membrane sel dari serat otot. 2001 ) KERJA OTOT BERDASARKAN TUJUAN KERJANYA Otot antagonis Terdapat dua tau lebih yang tujuan kerja ototnya berlawanan.Penopang tubuh dan mempertahankan postur : Otot menopang rangka dan mempertahankan tubuh saat berada dalam posisi berdiri atau saat duduk terhadap bgaya gravitasi. permukaan lapisan sarcolemma melebur dengan serat tendon. yang terdiri dari 1500 miofilamen tebal (berisi myosin) dan 3000 miofilamen tipis (berisi aktin). 4. terletak di lengan atas bagian belakang. Otot sinergis . Myofascial Pain Syndrom Rasa nyeri apabila tersentuh 3. 2006 ) FISIOLOGI OTOT 1. Muscular Dysthrophy Penyakit yamg memnghancurkan otot yang biasanya muncul pada masa anak anak. Gambar. Muscular Dysthrophy 2. 2003 ) KELAINAN OTOT 1. ( Guyton. Otot bisep merupakan otot yang memiliki dua ujung(tendon) yang melekat pada tulang dan terletak di lengan atas bagian depan. Sarcolemma terdiri dari membrane sel yang sebenarnya. disebut dengan plasma membrane. otot bisep berkontraksi dan otot trisep berkontraksi. Pada setiap serat otot. Untuk mengangkut lengan bawah . Sedangkan otot trisep merupakan otot yang merupakan memilki tiga ujung(tendon) yang melekat pada tulang. dan selaput luar yang terbuat dari lapisan polisakarida tipis yang berisi banyak kolagen fibril. Untuk menrunkan lengan bawah. Setiap serat otot terdiri dari ratusan myofibril. 3. dan serat tendon berkumpul untuk membentuk tendon otot yang berada di dalam tulang. Actin and Myosin Filaments.

Otot bahu dianggap bekerja sinergis karena kontribusinya membuat gerakan lebih efektif.Terdapat dua otot atau lebih yang bekerja bersama-sama dengan tujuan yang sama. Pelepasan Ca2+ dari sistema terminalis retikulum sarkoplasma serta difusi Ca2+ ke filamen tebal dan filamen tipis i. sehingga membuka tempat pengikatan miosin di molekul aktin j. 5. Pengikatan asetilkolin ke reseptor asetilkolin nikotinik d. 2006 ) SARAF DALAM SISTEM GERAK 1. Ca2+ dipompa kembali ke retikulum sarkoplasma b. Tahap-tahap kontraksi otot rangka a. otot-otot itu berkontraksi bersama menjadi akurat. otot bisep pada lengan akan menjadi penggerak utama untuk memfleksi lengan bawah. 2007 ) TAHAP – TAHAP KONTRAKSI DAN RELAKSASI OTOT 1. sehingga menghasilkan gerakan 2. 3. Pengikatan Ca2+ ke troponin C. 4. ototnya mengalami hipertofi(otot menjadi besar dan kuat) Kekar Lebih padat Olahragawan tidak cepat merasa lelah karena mampu menyesuaikan diri dengan lingkungannya ( Guyton. Pelepasan muatan oleh neuron motorik b. Penghentian interaksi antara aktin dan miosin ( Ganong. Pembentukan ikatan silang antara aktin dan miosin dan pergeseran filamen tipis pada filamen tebal. Pada saat yang sama. Pembentukan potensial end-plate f. 6. otot-otot bahu akan menjaga persendian tetap stabil sehingga air akan masuk ke mulut kita. 2. Pelepasan Ca2+ dari troponin c. Pelepasan transmiter (asetilkolin) di end-plate motorik c. Contoh Gerak Sinergis ialah jika kita minum segelas air. Pembentukan potensial aksi di serabut-serabut otot g. 2008 ) PERBEDAAN FISIK OLAHRAGAWAN DAN BUKAN OLAHRAGAWAN 1. Tahap-tahap relaksasi otot rangka a. Pengikatan konduktansi Na+ dan K+ di membran end-plate e. ( Arief. Jadi. Sel saraf sensorik . Penyebaran depolarisasi ke dalam di sepanjang tubulus T h. Otot olahragawan lebih tampak atatu terbentuk Badan lebih kencang Pada olahragawan.

Sel saraf sensorik adalah sel yang membawa impuls berupa rangsangan dari reseptor (penerima rangsangan), ke system saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang). Sel saraf sensorik disebut juga dengan sel saraf indera, karena berhubungan dengan alat indera. 2. Sel saraf Motorik Sel saraf motorik berfungsi membawa impuls berupa tanggapan dari susunan saraf pusat (otak atau sumsum tulang belakang) menuju ke kelenjar tubuh. Sel saraf motorik disebut juga dengan sel saraf penggerak, karena berhubungan erat dengan otot sebagai alat gerak. 3. Sel saraf penghubung Sel saraf penghubung disebut juga dengan sel saraf konektor, hal ini disebabkan karena fungsinya meneruskan rangsangan dari sel saraf sensorik ke sel saraf motorik. ( Setiadi, 2007 ) MEKANISME GERAK Gerak pada umumnya terjadi secara sadar, namun, ada pula gerak yang terjadi tanpa disadari yaitu gerak refleks. Impuls pada gerakan sadar melalui jalan panjang, yaitu dari reseptor, ke saraf sensori, dibawa ke otak untuk selanjutnya diolah oleh otak, kemudian hasil olahan oleh otak, berupa tanggapan, dibawa oleh saraf motor sebagai perintah yang harus dilaksanakan oleh efektor. Gerak refleks berjalan sangat cepat dan tanggapan terjadi secara otomatis terhadap rangsangan, tanpa memerlukan kontrol dari otak. Jadi dapat dikatakan gerakan terjadi tanpa dipengaruhi kehendak atau tanpa disadari terlebih dahulu. Contoh gerak refleks misalnya berkedip, bersin, atau batuk. Dimana gerak refleks ini merupakan gerak yang dihasilkan oleh jalur saraf yang paling sederhana. Jalur saraf ini dibentuk oleh sekuen dari neuron sensorik ,interneuron, dan neuron motorik, yang mengalirkan impuls saraf untuk tipe refleks tertentu. Gerak refleks yang paling sederhanahanya memerlukandua tipe sel saraf, yaitu neuron sensorik dan neuron motorik. Gerak refleks bekerja bukanlah dibawah kesadaran dan kemauan seseorang. Pada gerak refleks, impuls melalui jalan pendek atau jalan pintas, yaitu dimulai dari reseptor penerima rangsang, kemudian diteruskan oleh saraf sensori ke pusat saraf, diterima oleh set saraf penghubung (asosiasi) tanpa diolah di dalam otak langsung dikirim tanggapan ke saraf motor untuk disampaikan ke efektor, yaitu otot atau kelenjar. Jalan pintas ini disebut lengkung refleks. Gerak refleks dapat dibedakan atas refleks otak bila saraf penghubung (asosiasi) berada di dalam otak, misalnya, gerak mengedip atau mempersempit pupil bila ada sinar dan refleks sumsum tulang belakang bila set saraf penghubung berada di dalam sumsum tulang belakang misalnya refleks pada lutut. ( Amien, 1987 ) RINGKASAN PEMBAHASAN LEARNING ISSUES 1. MACAM, FUNGSI, KANDUNGAN, DAN KELENJAR PENGHASIL HORMONE  Hormon diklasifikasikan menjadi 3 berdasarkan komposisinya, yaitu : 1. Protein dan Polipeptida Dapat larut dalam air, contohnya : Insulin, Glokagon, dan FSH. 2. Derivat Asam Amino Dapat larut dalam air, contohnya : Tiroksin dan Epinefrin. 3. Steroid dan Derifat Asam Lemak Dapat larut dalam lemak, contohnya : Progesteron, Testosteron, dan Estradiol.  Kandungan hormon 1. Protein dan polipeptida Cirinya larut dalam air. Contohnya yakni pada FSH, dan hormon-hormon yang dihasilkan oleh kelenjar hipofisis.

2. Derivat asam amino Cirinya larut dalam air. Contohnya yakni pada tiroksin, epinefrin 3. Steroid Merupakan senyawa lipid larut. Bersirkulasi dalam plasma yang mentranspor protein. Contohnya terdapat pada hormon testosteron, estrogen, progesteron, dan kortisol. 4. Derivat asam lemak Contohnya terdapat pada progesteron, testosteron, ekstradiol. 5. Eicosanoid Molekul kecil dengan 5 rantai karbon Fungsinya mengatur aktivitas selular dan proses enzim a. Kelenjar Hipofisis Pada saat pembentukan embrio, kelenjar hipofisis terbentuk dari 2 jaringan yaitu ektoderm oral dan jaringan saraf. Sehingga ada 2 tempat asal yang menyebabkan ada 2 kelenjar yaitu Neurohipofisis (berkembang dari jaringan saraf, terdiri dari pars nervosa dan Infundibulum (batang dan eminensia mediana)) dan Adenohipofisis (berkembang dari jariangan ektoderm oral, terdiri dari Pars Distalis, Pars Tuberalis, dan Pars Intermedia). Sistem hipotalamo hipofisis Yang dimaksud sistem ini adalah 3 tempat pelepasan hormon dan 3 hormon yang dihasilkan. Nuklei (Neuron Sekretoris) Hipotalamus : nukleus supraoptikus dan nukleus paraventrikular. Transpor hormon mulai dari badan sel (dirangsang)  akson  ujung akson yang berada pada neurohipofisis  hormon yang dihasilkan merupakan peptida. Nuklei Dorsal Medial, ventral medial, dan nuklei infundibulum hipotalamus. Transpor mulai dari badan sel  akson  berakit pada eminensia mediana (Tempat hormon disimpan dan dibebaskan) Dihasilkan oleh sel-sel sekretoris pada bagian pars distalis dan dibebaskan kedalam kapiler darah di bagian kedua sistem portal. Kelenjar hipofisis terbagi menjadi 2 lobus, yaitu interior dan posterior. a. Kelenjar hipofisis posterior

 

Hormon Antidiuretik (ADH)  meningkatkan reabsorbsi air oleh tubulus ginjal (air di kembalikan ke

dalam darah) Hormon oksitosin  meningkatkan kontraksi miometrium (saat bersalin) dan meningkatkan pelepasan

susu ibu dari kelenjar mamae b. Kelenjar hipofisis anterior Beberapa sel yang mensekresi hormone dalam hipofisis anterior adalah sebagai berkut:

1. TSH  thyrotropes 2. ACTH  corticotropes 3. Prolactin (PRL)  lactotropes 4. GH / Somatotropin  somatotropes
 Hormon pertumbuhan (GH) 1. Meningkatkan kecepatan mitosis 2. Meningkatkan transpor asam amino ke dalam sel 3. Meningkatkan kecepatan sintesis protein 4. Meningkatkan penggunaan lemak untuk produksi energi

Hormon tiroid (TSH)  meningkatkan sekresi tiroksin dan T3 oleh tiroid

 

Hormon ACTH  meningkatkan sekresi kortisol oleh korteks adrenal Hormon prolaktin  merangsang produksi ar susu oleh kelenjar mamae Hormon Folicle Stimulating Hormone (FSH) 2. Meningkatkan sekresi estrogen oleh sel folikel

Wanita : 1. Memicu pertumbuhan ovum di folikel ovarium Pria : Memicu prduksi sperma  Wanita : 1. 2. 3. b. Kelenjar Tiroid  Hormon tiroksin dan triiodotironin disekresi oleh sel follicular ephitellium 1. Meningkatkan produksi energi dari semua makanan 2. Meningkatkan sintesis protein Menyebabkan ovulasi Menyebabkan pecahnya folikel ovarium untuk menjadi korpus luteum Meningkatkan sekresi progesteron oleh korpus luteum Hormon LH pada :

Pria : Meningkatkan sekresi testosteron oleh sel interstisial di testis

Kalsitonin disekresi oleh C cell  menurunkan reabsorbsi kalsium dan fosfat dari tulang ke dalam darah

b. Kelenjar Paratiroid Kelenjar paratiroid terdiri dari empat kelenjar kecil (3 x 6mm), dengan berat total sekitar 0,4g. Kelenjar paratiroid terletak di belakang kelenjar tiroid, satu pada masing–masing kutub atas dan bawah, dan umumnya berada di dalam simpai yang membungkus lobus tiroid. Kadang – kadang kelenjar ini terbenam dalam kelenjar tiroid. Kelanjar paratiroid berkembang dari kantung faring (kelenjar superior berasal dari kantung keempat dan kelenjar inferior berasal dari kantung ketiga). Kelenjar paratiroid juga ditemukan dalam mediastinum, yang terletak disamping timus, karena kelenjar paratiroid dan timus berkembang dari kantung faring yang sama. Setiap kelenjar paratiroid terdapat dalam simpai jaringan ikat. Simpai ini menjulurkan septa kedalam kelenjar, tempat simpai tersebut berbaur dengan seratretikulin yang menyangga kelompok sel sekresi yang berderet memanjang mirip tali. Sel – sel endokrin di kelenjar paratiroid tersusun berderet. Terdapat dua jenis sel : sel principal (chief cell) dan sel oksifil. Sel principal merupakan sel polygonal kecil dangan inti vesicular dan sitoplasma pucat yang agak asidofilik. Mikroskop electron memperlihatkan granula – granula yang berbentuk tidak teratur dan berdiameter 200 – 400 nm di dalam sitoplasmanya. Granula ini merupakan granula – granula sekretoris yang mengandung hormon paratiroid, yang merupakan polipeptida dalam bentuk aktifnya. Sel – sel oksifil jumlahnya lebih sedikit. Sel oksifil bebentuk polygonal dan lebih besar dari sel principal; sitoplasmanya menganding banyak mitokondria asidofilik dengan Krista yang berlimpah.  Hormon PTH (parathormon) : 1. Meningkatkan reabsorbsi kalsium dan fosfat dari tulang ke dalam darah 2. Meningkatkan absorbsi kalsium dan fosfat oleh usus halus 3. Meningkatkan reabsorbsi kalsium dan ekskresi fosfat oleh ginjal d. Kelenjar Pankreas Dalam kelenjar pancreas terdapat beberapa sel penghasil sebagai berikut: 1. Sel alfa mensekresi glukagon, yang dapat meningkatkan kadar gula darah 2. Sel beta mensekresi insulin, yang dapat menurunkan kadar gula darah 3. Sel delta mensekresi somatostatin, atau hormon penghalang hormon pertumbuhan, yang menghambat sekresi glukagon dan insulin. 4. Sel F mensekresi polipeptida pankreas, yang berguna untuk menghambat kontraksi kandung kemih, meregulasi

beberapa enzim pankreas, mengontrol absorbsi nutrien. Hormon yang dihasilkan dalam pancreas adalah sebagai berikut:  1. 2.  Insulin : Glukagon Meningkatkan pengubahan glikogen menjadi glukosa dalam hati Meningkatkan penggunaan asam amino yg berlebihan dan Lemak sebagai sumber energi

1. Meningkatkan transpor glukosa ke dalam sel dan penggunaannya untuk produksi energi 2. Meningkatkan pengubahan glukosa yang berlebihan menjadi glikogen di hati dan otot 3. Meningkatkan transpor asam amino dan asam lemak ke dalam sel dan penggunaannya dalam reaksi sintesis

Pancreatic polypeptide (PP)  menghambat kontraksi kandung kemih, meregulasi produksi beberapa

enzim pankreas, mengontrol absorpsi nutrien. E. Kelenjar Adrenal Merupakan sepasang organ yang terletak di dekat kutub atas ginjal dan terbenam dalam jaringan lemak. Strukturnya gepeng dan berbentuk bulan sabit. Pada manusia memiliki panjang 4 – 6 cm, lebar 1 – 2 cm, dan tebal 4 – 6 mm, berat kurang lebih 8 gr. Terdiri dari 2 lapisan konsentris : 1. Nuklei Berwarna kuning, merupakan kortex adrenal, pada saat pembentukan embrio berasal dari mesoderm intermediet selom. 2. Lapisan Pusat Berwarna coklat kemerah-merahan, merupakan medula, pada saat pembentukan embrio berasal dari kristaneuralis. Kelenjar adrenal disuplai oleh sejumlah arteri yang masuk di berbagai tempat disekitar tepinya. Cabang arteri membentuk Pleksus Subkapsularis (tempat asal 3 kelompok pembuluh : Areri Simpai, Arteri Kortex, dan Arteri Medula). A. Kortex Adrenal Terdiri atas 3 bagian berdasarkan penampilan yang berbeda-beda. Yaitu zona glomerolusa, zona fasikulata, dan zona ratikularis. a. Zona Glomerolusa 15 % dari volume total kortex adrenal. Terletak tepat dibawah simpai jaringan ikat. Sel-selnya berbentuk silindris atau piramidal yang tersusun berhimpitan membentuk deretan bundar atau melengkung yang dikelilingi oleh kapiler. b. Zona Fasikulata 65 % dari volume total kortex adrenal. Sel-selnya tersusun berupa deretan lurus, setebal 1 atau 2 sel yang berjalan tegak lurus terhadap permukaan organ. Sel-selnya berbentuk polihedral, sitoplasmanya mengandung banyak lipid, sehingga nampak bervakuol. c. Zona Retikularis 7 % dari volume total adrenal. Merupakan lapisan koertex yang terdalam, terletak diantara zona fasikulata dan medula. Bentuk sel-selnya tidak teratur. Hormon Kortex dan kerjanya Kortex mensekresikan steroid. Steroid yang dihasilkan macamnya adalah Glukokortiroid, Mineralokortikoid, dan Androgen.  Glukokortikoid Hormon spesifiknya adalah kortisal dan kortikosteron. Disekresikan oleh zona fasikulata dan zona retikularis. Fungsi secara umum yaitu mengatur jalannya metabolisme karbohidrat, protein dan lemak. Di dalam hati, glikokortikoid meningkatkan masukan dan penggunaan asam lemak (sumber energi), asam amino (sintesis enzim), dan karbohidrat (sinsesis glukosa). Sintesis glokosa mengakibatkan kadar gula naik dan memungkinkan terjadinya Diabetes Melitus. Akan tetapi, di luar hati, yaitu di orga-organ perifer (kulit, otot, dan jaringan lemak), menginduksi efek kebalikannya (efek katabolik).

Frekuensi jantung. Hormon ini bekerja saat dikonversi pada testosteron. Meningkatkan pemakaian lemak untuk energi 9. Terdapat sel-sel ganglion parasimpatis.  Mineralokortikoid Dihasilkan oleh zona glomerolusa pada kortex adrenal. Mekanismenya adalah : Stimulus  Hipotalamus (Eminensia Mediana)  Memproduksi CRH  CRH merangsang hipofisis untuk mensekresikan ACTH  ACTH merangsang kelenjar adrenal untuk mensekresikan Glukokortikoid  Inhibisi ACTH dan CRH. Medula Adrenal Terdiri atas sel-sel parenkim polihedral yang tesusun berupa deretan yang jaringan serat retikulin. Glikogenesis  Perakitan molekul glukosa menjadi glikogen. dan konsumsi oksigen meningkat 2. Hormon yang dihasilkan adalah:  Hormon Norepinefrin 1.organ viseral berkonstriksi sementara pembuluh otot rangka dan otot jantung berdilatasi f. Meningkatkan pengubahan glikogen menjadi glukosa 6. Menyebabkan vasokonstriksi kulit dan visera 8. Membantu pematangan ovum di folikel ovarium 2. Kadar gula darah meningkat melalui stimulasi glikogenolisis pada hati dan simpanan glikogen otot 3. Menurunkan peristaltis 5. Merangsang pertumbuhan pembuluh darah di endometrium Estrogen disekresi oleh folicel cells  Hormon Progesteron  membantu menyimpan glikogen dan pertumbuhan pembuluh darah pada endometrium Progesteron disekresi oleh corpus luteum  hipotalamus Hormon Inhibin  membantu menurunkan sekresi FSH oleh kelenjar hipofisis anterior dan GnRh oleh  Relaxin  merelaksasi otot cervic.Fungsi lain yaitu : Glikoneogenesis  Merangsang sintesis glikogen dari prekursor non-karbohidrat. Menyebabkan vasokonstriksi kulit. metabolisme. Mineralokortikoid bekerja pada tubulus distal ginjal. Ovarium Sel yang mensekresi hormone pada ovarium adalah sebagai berikut:  Hormon Esterogen 1. Meningkatkan frekuensi jantung dan kekuatan kontraksi jantung 3. Meningkatkan laju respirasi sel  Hormon epinefrin 1. Pembuluh darah pada kulit dan organ .visera dan otot dan Epinefrin 2.  Androgen Hormon yang utama adalah Dehidroepiandrosteron dan Andostemedion. Mendilatasi bronkiolus 4. B. merangsang perkembangan kelenjar mamae . Sel parenkimnya memiliki banyak granula sekretoris. Dehidroepiandrosteron merupakan hormon yang paling banyak disekresikan dan merupakan androgen yang lemah. Medula menyimpan dan mengumpulkan hormonnya dalam granula. fungsi imunitas. mukosa lamung. Menyebabkan vasodilatasi otot skelet 7. kelenjar air liur dan kelenjar keringat. Hormon yang utama yaitu Aldosteron (dirangsang oleh Adenoglomerulotropin) yang berfungsi utuk mempertahankan kesetimbangan elektrolit (Ion Kaliun dan Natrium) dan air.

Kelenjar Timus  adrenoglomerulotrophine  menstimulasi adrenal korteks untuk mensekresi aldosteron  Hormon timosin  maturasi dan kompetensi fungsi dari sistem imun pada limfosit 2. Eritropoierin  Meningkatkan produksi eritrosit. Kelenjar Pineal melatonin  emiliki efek inhibisi terhadap pelepadan gonadotropin dan menghambat produksi melanin Melatonin disekresi oleh sel pinealocytes Pengendalian produksi melatonin : oleh melanosit di kulit. MEKANISME KERJA HORMON  Mekanisme kerja hormone secara global Molekul . Renin  mengatalisis perubahan angiotensinogen menjadi angiotensin I (bertindak sebagai enzim) 2. 3. mempengaruhi pelepasan melatonin. terlibat dalam “circadian rhythms” Intensitas dan durasi cahaya lingkungan. GH berhubungan dengan IGF-I. Kompleks hormon-reseptor pertama sebagai hormon. cAMP terurai dengan cepat oleh enzim intraelular fosfodisterase. 2.5’-monofosfatsiklik (cAMP) sebagai pengantar pesan kedua. Lambung Peptida Natriuretic Atrium (ANP)  Meningkatkan ekskresi natrium oleh ginjal dan menurunkan tekanan  k.Ini akan membatasi durasi efek cAMP. yang mencapai kelenjar melalui kolateral jalur penglihatam. Siklus alami produksi melatonin mungkin berkaitan dengan irama beberapa proses fisiologis harian. Produksi melatonin terendah terjadi pada siang hari dan terbesar pada malam hari. bergantung pada sifat bawaan sel. Adiposit     Leptin  Menghambat nafsu makan dan merangsang termogenesis m.25 Dihidroksikolekalsiferol  Meningkatkan absorpsi kalsium & mineralisasi tulang. Sekretin  Menstimulasi sel asinar pancreas untuk melepaskan bikarbonat dan air. Hormon Inhibin  menurunkan sekresi FSH oleh kelenjar hipofisis anterior h. i. Aktivase enzim oleh protein kinase mengakibatkan efek fisiologis dan reaksi kimia. b. Jantung  darah j. yang dapat menyampaikan pasan . anggota famili gen yang mirip insulin dan secara struktural serupa Peptida lain yang berhubungan adalah IGF-II. dengan proinsulin menstimulasi pembentukan adenosin 3’. n. 1.Relaxin disekresi oleh corpus luteum g. Ginjal 1. Kolesistokinin (CCK)  Merangsang kontraksi kandung empedu & melepaskan enzim pancreas l. Usus halus Gastrin  Menstimulasi sekresi Hcl oleh sel parietal a. Setiap molekul cAMP mengaktivasi berbagai molekul cAMP-dependen protein kinase yang sesuai.molekul dari berbagai hormon protein dan polipeptida ( pembawa pesan pertama ) berikatan dengan reesptor tetap pada permukaan sel yang spesifik untuk hormon tersebut.  Mekanisme mineral hormone pertumbuhan 1. Hormon Testosteron  membantu pematangan sperma di tubulus seminiferus testis 2. Testis 1.

Fungsi: menyangga dengan membentuk barisan jaringan ikat semirigid di antara neuron di (SSP) dan memproduksi selubung myelin di sekitar akson neuron. Mycroglia Sel kecil yang merupakan derivate monosit. HISTOLOGI SARAF a. IGF-I berhubungan langsung dengan efek hormon pertumbuhan.kebanyakan glial sel menyangga jaringan dengan mengelilingi sel saraf atau membatasi struktur tertentu di otak dan tulang belakang. Ependymocytes Sel epitel yang tersusun selapis dan teratur berbentuk pipih hingga columnar dan banyak yang bersilia Fungsi: membentuk garis epitel bersambung otak. dan menimbulkan retensi Na . ditemukan di substansi putih (SSP) Keduanya berfungsi: Memutar di sekitar saraf untuk menjaga jaringan dalam system saraf pusat. dan fosfat. untuk cairan ventrikel sirkulasi serebrospinal. ditemukan di substansi kelabu (SSP) b. 4.dan membantu mengontrol aliran darah di otak 2. dan sedikit tipe dlial sel yang memberikan fungsi special contoh: memproduksi fospolopid penutup yaitu myelin dan oligodendroglia.berikiran 5-10 kali lebih kecil dari neuron. - GH atau mungkin lagi IGF-I meningkatkan positif kalsium.3. magnesium. Fungsi : menyelubungi dan memusnahkan mikroba dan cellular debril. mengatur b. Astrocytes a. Efek ini berhubungan dengan kerja GH di tulang karena GH mendorong pertumbuhan tulang panjang di lempeng epifisis pada anak-anak yang sedang tumbuh dan merangsang pertumbuhan tambahan serta pertumbuhan aktal pada orang dewasa 3. fibrous astrocytes. Macam-macam Neuroglia: 1. Berfungsi sebagai penyangga dan pelindung. merupakan derivate ectoderm. Olygodendrocytes Mempunyai kesamaan dengan astrocytes namun mempunyai proses yang pendek dan sedikit. protoplasmic astrocytes. dan Cl-. biasanya menetap namun bisa berpindah ke tempat yang terluka. sehingga orang yang memiliki IGF-I yang kurang tidak akan mengalami pertumbuhan yang normal. Neuroglia (glial cells) Berada pada system saraf pusat. 4.menghubungkan neuron dengan pembuluh darah.biasa disebut dengan brain macrophages. 3.yang lain menghubungkan saraf dengan pembuluh darah.bisa bermigrasi ke area yang terluka dari saraf dan berfungsi sebagai makrofag kecil. K-. Neuron .

Pada akson bermielin. Permukaan dendrite penuh dengan neuron dendrite untuk berhubungan dengan neuron lain. Tidak ada RER dan ribosom sehingga bergantung pada badan sel. Segmen ini sebagai tempat berkumpulnya stimulus yang merangsang atau menghambat. terutama neuron motorik. Ada 3 kecepatan dalam aliran Anterograd:  Lemah / Lambat : Mengangkut protein dan mikrofilamen  Sedang : Mengangkut mitokondria  Cepat (100 kali lebih cepat) : mengangkut neurotransmitter. Badan Golgi dan Mitokondria tersebar di badan sel. Neuro fibrik dan badan niddl memanjang ke dalam dendrite. Ditemukan di kebanyakan neuro. Membran plasma di akson disebut aksolemma dan isinya disebut aksoplasma. Akson Dimiliki oleh beberapa neuron. Akson besar memilikilapusan dalam disebut myelin akson yang tampak berwrna putih disebut serabut termielinasi. MACAM DAN FUNGSI SARAF  Berdasarkan fungsi: . Aksoplasma mengandung mitokondria. Fungsi: menyalurkan impuls dari badan sel ke neuron lain Origo Akson: akson yang beradal dari badan sel pada hillock akson 4. berfungsi untuk menghantarkan impuls ke seluruh tubuh. Makromolekul dan organel disintesis dalam badan sel dan diangkut secara kontinyu disepanjang akson ke bagian terminalnya oleh aliran Anterograd. Terdapat badan Nissl. Bercabang-cabang sehingga memperluas daerah penerimaan. 2.1. Dendrit Merupakan bagian yang meneriam banyak sinaps dan sebagai tempat penerimaan sinyal. Badan Nissl ada dalam RER dan Ribosom yang nampak bergranula dan bersifat basofilik. 4. Kebalikan dari aliran Anterograd yaitu aliran Retrograd (dari akson menuju badan sel). Perpanjangan sitoplasma yang biasanya berganda dan pendek. diputuskan terus atau tidak suatu potensial aksi. Fungsinya menyalurkan impuls saraf dan mengendalikan metabolisma seluruh neuron. Mielin berfungsi sebagai insukator listrik dan mempercepat hantaran saraf. daerah titik awal muara akson dengan awal mielinisasi disebut segmen inisial. Namun ada juga yang tidak memiliki (neuron-neuron yang ada di SSP). Badan sel Disebut juga perikarion. biasanya mengangkut virus dan toksin. dan mikrofilamen. 3. Spina dendrit merupakan daerah ujung dendrit yang kebanyakan menerima sinaps. mikrotubulus. Dalam system saraf perifer sel schwan melingar dalam bentuk jeli. Nodis ranvier merupakan celah diantara sel schwan yang berdekatan. Sel Schwan Semua akson di dalam sistem saraf perifer di bingkus dengan lapisan schwan.

yaitu lapisan luar (korteks) yang berisi badan neuron dan lapisan dalam yang berisi serabut saraf baik dendrit maupun neurit. Otak dibagi menjadi tiga daerah. yaitu otak depan. Sel saraf intermediet menerima impuls dari reseptor sensori atau sel saraf asosiasi lainnya. Otak besar mengisi penuh bagian depan atas rongga tengkorak. sedangkan aksonnya dapat sangat panjang. Antara bagian dahi dan pelipis dipisahkan oleh celah silvius. yaitu bagian dahi (lobus frontalis). otak besar juga tersusun oleh dua lapisan.  Berdasarkan strukturnya. Kedua belahan tersebut dihubungkan oleh balok otak yang berongga (ventrikel) yang berisi cairan getah bening( cebrospinal). yaitu belahan kiri dan belahan kanan. a. SISTEM SARAF PUSAT 1. a. Ujung akson dari saraf sensori berhubungan dengan saraf asosiasi (intermediet).sensorik/aferen Berfungsi menghantarkan impuls dari reseptor ke sistem saraf pusat. bipolar  memiliki 1 akson dan 1 dendrit c. motorik/eferen Berfungsi mengirimkan impuls dari sistem saraf pusat ke otot atau kelenjar yang hasilnya berupa tanggapan tubuh terhadap rangsangan. Otak Besar Otak besar (cerebrum) merupakan bagian terluas dari otak yang berbentuk ovale. Pembagian otak seperti ini tampak jelas pada masa perkembangan embrio. otak tengah. dan otak belakang. yaitu belahan otak kiri akan mengendalikan sistem-sistem tubuh yang terletak dibagian kanan tubuh. bagian ubun-ubun (lobus parientalis). multipolar  memiliki akson dan dendrit lebih dari satu A. Dendritnya sangat pendek berhubungan dengan akson saraf asosiasi. yaitu otak (ensefalon) dan sumsum belakang (medula spinalis). dan terdiri dari dua belahan yang bekerja secara berlawanan. Sedangkan pada manusia dewasa tidak tampak jelas karena masing-masing daerah terdiri dari beberapa bagian atau lobus. bagian pelipis (lobus temporalis). OTAK Otak manusia terdiri dari dua belahan (hemisfer). Otak besar terbagi menjadi empat bagian. asosiasi/intermediet Sel saraf intermediet disebut juga sel saraf asosiasi. sedangkan belahan otak kanan akan mengendalikan sistem-sistem tubuh yang terletak dibagian kiri tubuh. Sel ini dapat ditemukan di dalam sistem saraf pusat dan berfungsi menghubungkan sel saraf motor dengan sel saraf sensori atau berhubungan dengan sel saraf lainnya yang ada di dalam sistem saraf pusat. Antara bagian dahi dan ubun-ubun dipisahkan oleh celah yang disebut fisura Rolando. . Pada tali spinal (jalur antara otak dengan sumsum tulang belakang) terjadi pindah silang sehingga terjadi kebalikan system pengendalian. Selain itu. dan bagian belakang kepala (lobus oksipetalis). unipolar  memiliki 1 akson bercabang b. Badan sel saraf motor berada di sistem saraf pusat.

tampak seperti ujung yang bengkak pada tali spinal dan berfungsi sebagai pusat pengatur reflex biologis misalnya detak jantung. yang merupakan lanjutan dari akson pada pedunkulus serebral  Medulla dorsal atau posteriorterdiri sebagian dari lanjutan traktus sensorik  Pusat medulla (vital)nuklei yang berperan dalam pengendalian fungsi seperti frekuensi jantung. Otak kecil Otak kecil (serebelum). Mentransmisi impuls ke dan dari otak melalui traktus asenden dan desenden. XI dan XII terletak dalam medulla 3. gerak alat-alat pencernaan. kepribadian. pernapasan. yaitu pangkal dari hipofisis (kelenjar endokrin).. berisi serabut saraf yang menghubungkan antara bagian kiri dan kanan otak kecil. 2. yang terdiri dari thalamus. tekanan darah. yaitu bagian yang menghubungkan anatara bagian sensorik dan motorik. tersusun oleh empat bagian yang menonjol. selain pusat berbicara dan juga pusat untuk merasakan dingin. Otak tengah memiliki bagian dorsal yang disebut atap. X.  Mengendalikan berbagai aktivitas reflex dalam tubuh. menelan dan muntah. terdiri atas dua belahan yang berliku-liku sangat dalam dan terletak diobawah bagian otak belakangg. yaitu penerima dan penerus impuls yang dating dari saraf perifer dan meneruskannya ke pusat sensorik pada bagian korteks otak. suhu tubuh. Setiap aktivitas akan dikendalikan oleh bagian yang berbeda. batuk. Struktur umum Medulla spinalis 31 satu pasang saraf spinal keluar dari area urutan korda melalui foramina intervertebral . kecerdasan. Hipotalamus yaitu bagian pengatur suhu tubuh dan juga pengatur rasa mengantuk. Di antara belahan otak besar terdapat otak depan.  Medulla anterior atau ventralterdiri dari tonjolan substansi putih disebut pyramid. yaitu jembatan varol (pons varolli). daya cipta.  Daerah ubun-ubun. MEDULLA SPINALIS  Fungsi: a. keinginan.  Nukleiasal saraf cranial IX. bahkan kepercayaan kepada sesuatu yang bersifat metafisik. serta mengatur koordinasi gerakan otot. Otak Belakang Otak belakang memilki tiga bagian utama. Bagian ini berakhir pada area foramen magnum tengkorak. dan tekanan darah serta infundibulum. panas dan rasa sakit.  Daerah pelipis terdapat pusat bicara dan juga terdapat pusat pendengaran. b. Otak tengah Otak tengah (mesencephalon) manusia berukuran kecil dan terletak di depan otak kecil. emosi. dua tonjolan ke atas dan dua tonjolan ke bawah. b.  Daerah pelipis dan ubun-ubun mengendalikan kemampuan berbicara dan bahasa. antara lain pernafasan. sumsum lanjutan (medulla oblongata). kesadaran. yaitu:  Daerah dahi yang berhubungan dengan kemampuan berpikir. Otak kecil berfungsi mengatur sikap dan posisi tubuh. tekanan darah. c. Ketiga bagian otak belakang tersebut membentuk batang otak. Pada otak tengah terdapat saraf okulomotoris (saraf yang berhubungan dengan pusat pergerakan mata). keseimbangan kerja otot dan rangka. ingatan. Pada bagian otak besar terdapat daerah asosiasi. dan menghubungkan antar otak kecil dengan korteks otak besar. MEDULLA OBLONGATA Letaknya menjulur dari pons sampai medulla spinalis dan terus memanjang.Otak besar merupakan pusat saraf utama karena berperan dalam pengaturan seluruh aktivitas tubuh. daya khayal. d.  Daerah belakang kepala merupakan pusat penglihatan dan dapat menyampaikan memori tentang apa yang dilihat.

b. Struktur internal medulla spinalis a. Susunan saraf simpatik Berupa 25 pasang simpul saraf atau ganglia. Ke 25 pasang ganglia itu terdapat di sepanjang tulang belakang sebelah depan. Bagian Tanduk abu-abu anterior (ventral) adalah batang vertical bawah. bentuknya seperti huruf H Batang atas dan bawah huruf H disebut tanduk Tanduk abu-abu posterior (dorsal) adalah batang vertical atas substansi abu-abu. XI (accessory) N. Dibedakan menjadi dua.  Kanal sentral berukuran kecil dikelilingi oleh substansi abu-abu. Saraf spinal  Cervical (C1-C8)  Thoracic (T1-T12)  Lumbar (L1-L5)  Sacral (S1-S5)  Coccygeal (Co1) b. III (oculomotor) N. IX (glossopharyngeal) N. Bagian ini mengandung Tanduk lateral adalah protrusi di antara tanduk posterior dan anterior pada area toraks Komisura abu-abu menghubungkan substansi abu-abu di sisi kiri dan kanan medulla spinalis ini mengandung badan sel yang menerima sinyal melalui saraf spinal dari neuron sensorik. I (olfaktori) N. SARAF OTONOM a. SARAF SOMATIK a. . VII (facial) N. X (vagus) N. VIII (auditori) N. Gerak Reflek Pada Medula Spinalis  Ada 2 reflek yang terjadi : a. IV (trochlear) N. V (trigeminal) N.  neuron motorik yang aksonnya mengirim impuls melalui saraf spinal ke otot dan kelenjar. Bagian ini mengandung badan sel neuron system SSO. dan dari ganglion masuk menuju sumsum tulang Tipe Sensori Sensori Motori Motori Mix Motori Mix Sensori Mix Mix Motori Motori Fungsi Pencium Penglihat Penggerak otot kelopak mata dan bola mata Penggerak otot mata Sensori: otot wajah dan mulut Motori: menguyah Pergerakan mata Sensori: merasa Motori: otot wajah dan kelenjar saliva Pendengaran dan keseimbangan Sensori: perasa Motori: menelan Saraf utama untuk sistem saraf parasimpatetis Menelan dan menggerakkan kepala dan pundak Penggerak otot lidah Merupakan saraf tak sadar. II (optic) N. dan lumbal system saraf perifer. SISTEM SARAF TEPI 1. mulai dari ruas leher terbawah sampai pada tulang ekor. VI (abducents) N. Reflek peregangan  bahwa otot yg terenggang akan berkontraksi secara otomatis (misal ketukan pada tendon patela tepat di bawah tempurung lutut eksistensi tungkai bawah) Reflek fleksor (penarikan)  stimulasinya rasa nyeri dan adanya kemungkinan bahaya sehingga respon yang timbul menghindari hal tersebut (otak tidak perlu membuat keputusan untuk melindungi tubuh) B.  c. yakni saraf parasimpatik dan saraf simpatik. b. Ganglia-ganglia ini berhubung-hubungan dengan sistem saraf pusat melalui sumsum tulang punggung dengan menggunakan cabang-cabang penghubung yang bergerak le luar dari sumsum tulang punggung menuju ganglion. XII (hypoglossal) 2. Saraf kranial Nama N.

susunan saraf parasimpatik berlawanan dengan susunan saraf simpatik. jantung. sedangakan dendrit atau badan sel yang menerima rangsang atau impuls dari ujung akson disebut pascasinaps. 5. ginjal. pembuluh darah dan lainnya. darah beredar lebih cepat. Proses ini kurang lebih terjadi dalam waktu 5 mili detik. saraf parasimpatik memperlambat aktivitas itu sedikit demi sedikit. amino. yaitu aksosomatik (antaran akson dengan badan sel). dan aksoaksonik (antara akson dengan akson lain). sampai kembali ke keadaan semula. Dalam keadaan istirahat. Gambar : Potensial listrik pada membran sel pada saat dilewati impuls Komunikasi Sinaps (jalannya impuls antar neuron) Ujung akson yang menghantarkan impuls disebut daerah prasinaps. kemudian diteruskan ke badan sel dan menuju akson. alat pencernaan. Kemudian ketika Impuls menjalar  Kanal Ion Natrium membuka  ion natrium masuk ke dalam sel  Potensial naik menjadi 30 mV  kenaikan potensial menyebabkan kanal Ion Kalium membuka  Ion Kalium keluar dari sel  Potensial kembali menjadi -65 mV (Potensial Membran Istirahat). Sebelum impuls menjalar. aksodendritik(antara akson dengan dendrit). Neurotransmitter merupakan zat yang berada dalam ujung akson yang berfungsi untuk komunikasi sinaps. Susunan saraf parasimpatik Berupa jaring-jaring yang berhubung-hubungan dengan ganglia yang terbesar di seluruh tubuh. MEKANISME JALANNYA IMPULS Ketika sinyal dieriam oleh reseptor. Dari tiap ganglion keluar urat saraf ke paru-paru. Potensial listrik itu sebesar -65 mV dan disebut dengan Potensial Membran Istirahat.punggung. dan neuropeptida. membran sel neuron memiliki sebuah potensial yang disebabkan oleh banyaknya konsentrasi ion Kalium dan sedikitnya konsentrasi ion Natrium di dalam sel. Jenis sinaps ada 3. Secara fungsional. . Fungsi susunan saraf simpatik antara lain:  Mempercepat denyut jantung  Memperlebar pembuluh darah  Mempertinggi tekanan darah b. Contoh: Misalnya setelah berlari jantung berdenyut lebih cepat. kebanyakan merupakan amin.

serta relatif impermeable terhadap ion Na+. maka difusi ion K+ keluar dari sel lebih cepat daripada difusi ion Na+ ke dalam sel. Potensial Istirahat / Potensial Membran Polarisasi ( potensial istirahat ) disebabkan oleh konsentrasi ion natrium (Na+) dan Kalium (K+) yang tidak seimbang di dalam dan di luar sel. Konsentrasi ion K+ di dalam membran sel lebih tinggi daripada di luar sel. ion tersebut meninggalkan molekul protein bermuatan negatif yang terlalu besar untuk dapat berdifusi melalui membran.Jalannya komunikasi sinaps: Impuls saraf  Mmenjalar sepanjang membran sel  terjadi depolarisasi  Kanal Kalsium membuka  ion kalsium masuk  masuknya kalsium memicu eskositosis neurotrnsmitter yang berada dalam vesikel  neurotransmitter lepas dan kemudian beraksi dengan reseptor yang berada di daerah pascasinaps  depolarisasi membran pascasinaps  impuls tersampaikan. konsentrasi ion Na+ di luar membran sel lebih tinggi daripada di dalam sel karena tingkat permeabilitas membran terhadap ion K+ sekitar 75 kali lebih besar daripada ion Na+. Hal ini mengakibatkan bagian dalam sel mengalami elektronegatifitas. Membran neuron sangat permeabel terhadap ion K+ dak klor (Cl-). Neurotransmiter yang lepas tadi dirombak melalui pemecahan enzimatis. Membran ini impermeabel terhadap molekul protein intraselular besar yang bemuatan negatif. Saat ion K+ bermuatan posistif keluar dari sel. serta perbedaan permeabilitas membran terhadap ion ini dan ion lain . difusi atau endositosis. NEUROTRANSMITTER Definisi Neurotransmitter merupakan suatu zat kimia yang dapat menyeberangkan impuls dari prasinapsis ke post sinapsis atau pasca sinapsis Macam-macam Bersifat eksitasi:  asetilkolin  berada di seluruh tubuh  norepinephrine  berada dalam system saraf  dopamine  berada dalam otak  glutamate  salah satu asam amino esensial  histamine  salah satu asam amino esensial Bersifat inhibisi:   gamma aminobutyric acid (GABA)  berada pada jaringan otak glisin  berada pada medulla spinalis .

lapar. Sel goblet mukosa 3. bronkiolus. Sel bergranul kecil . nasofaring. Sel sikat 4. yaitu : 1. dan alveoli. duktus alveolus. 2. Bagian Respirasi Meliputi bronkiolus respiratris. yaitu : 1. bronkus. serotonin  menghambat dan mengontrol keinginan tidur. Sel basal 5. Bagian Konduksi Meliputi rongga hidung. trakea. dan bronkiolus terminalis. laring. dan mempengaruhi kesadaran Mekanisme mata dapat melihat benda Bayangan  Mata Cahaya menembus bagian mata  Kornea  Aqueus humor Lensa  Badan vitreus  Merangsang ujung ujung saraf retina saraf opticus II  Ke otak lobus oksifitalis  membentuk benda SISTEM PERNAFASAN Alat-alat respirasi Terdiri dari dua bagian utama. Sel silindris berlapis banyak (paling banyak) 2. Epitel respirasi Sebagian konduksi dilapisi oleh epitel silindris berlapis dan mengandung banyak sel goblet. Ada 5 jenis sel epitel respirasi.

Fungsinya adalah sebagai penyokong (menjaga agar jalan nafas tetap terbuka). mucus dan secret serosa melembabkan udara yang masuk. Terdiri dari tulang rawan hyaline (tiroid. terdapat 3 tonjolan yang disebut dengan konda (superior.A. Laring Merupakan tabung tak teratur yang mengubungkan faring dengan trakea. Dalam rongga hidung ini juga terdapat reseptor olfaktorius yang mendeteksi uap kimiawi yang diinhalasi yang disebut nervus olfaktorius melewati tulang etmoidalis menuju otak. media. Nasofaring Merupakan bagian pertama faring. Rongga Hidung Terdiri dari 2 bagian. sebagai katup untuk mencegah masuknya makanan atau cairan yang Memiliki fungsi sebagai jalan masuknya udara ke laring dan masuknya makanan ke esofagus. Bagian Vestibulum merupakan bagian yang paling anterior dan paling lebar dari rongga hidung. Bagian Konduksi 1. inferior). yaitu bagian Vestibulum dan Fosa Nasalis. Pengondisian udara dalam rongga hidung: Vibrisa menyaring debu. Di sekitar permukaan nares terdapat kelanjar sebasea. ujung aritenoid). 2. dan vibrissa (rambut pendek). aritenoid) dan tulang rawan elastik (epiglottis. lapisan mucus fosa nasalis menyaring zat renik dan berbagai gas. kelenjar keringat. 3. . Sedangkan bagian fosa nasalis. Faring 4. krikoid.

Dilapisi oleh sel epitel kuboid bersilia dan sel clara. B. duktus alveolus. Tetapi di bagian muara. terdapat pada bronkus respiratoris. 2 cabang di kiri). Bagian ujung cabang disebut bronkiolus. Bronkus primer masuk ke setiap lobus paru-paru (3 cabang di kanan. Setiap bronkiolus bercabang 5 – 7 bronkiolis terminalis. Bagian ini merupakan daerah peralihan bagian konduksi dan respirasi. Alveoli bertanggung jawab atas struktur berongga dalam paru-paru. Selain itu. Dilapisi sel-sel pipih yang sangat halus. Serat elastic yang berfungsi memungkinkan alveolus dapat mengembang pada saat terjadi inspirasi dan kontraksi secara pasif pada wakti ekspirasi. 2. Bronkus Respiratoris Setiap bronkiolus terminalis.ditelan. dan sakus alveolus. dan juga sebagai fungsi fonasi (penghasil suara). Terdapat kelenjar seromukosa yang menghasilkan mucus yang lebih cair. Duktus Alveolaris Merupakan saluran yang makin ke distal dengan jumlah muara alveolus yang semakin tambah banyak. 5. bercabang 2 atau lebih bronkiolus respiratoris. Sedangkan retikulin berfungsi sebagai penunjang yang mencegah perkembangan secara berlebihan dan pengerusakan kapiler-kapiler halus dan septa alveolar yang tipis. Terdapat banyak alveolus yang merupakan tempat pertukaran gas. Katup yang mencegah masuknya makanan atau cairan yang ditelan adalah epiglotis atau yang sering disebut dengan anak tekak. Trakea ini juga dilapisi oleh pseudostratified ciliated columnar epithelium. 6. sel epitel menyatu dengan sel-sel alveolus yang gepeng. Alveolus Merupakan penonjolan (evaginasi) dengan bentuk mirip kantung dengan diameter kurang lebih 200 mikro meter. Bronkus Trakea bercabang menjadi 2 bronkus primer. terdapat ligament fibroelastis (mencegah distensi berlebihan dari lumen) dan berkas otot polos (pengaturan lumen) yang terlihat pada lapisan periosteum. Bagian Respirasi 1. alveoli juga merupakan tempat pertukaran oksigen dan karbondioksida. . 3. Pada lamina propia terdapat otot polos. Diantara ujung hyaline yang berbentuk C. Trakea Dilapisi oleh cincin tulang rawan hyaline yang berbentuk C  menjaga supaya lumen trakea tetap terbuka. pada matrix terdapat serat-serat elastin dan kolagen (sebagai penunjang).

serratus anterior dan otot skalena juga akan memperbesar rongga toraks. Bronkiolus diparu-paru bercabang-cabang lagi membentuk pembuluh-pembuluh halus. Dalam pernapasan. otot diafragma berkontraksi sehingga diafragma mendatar. Pada ekspirasi dalam. bronkus dan masuk ke paru-paru. Mekanisme Pernafasan Inspirasi Pada saat inspirasi. Didalam paru-paru terdapat bronkus dan bronkiolus. pektoralis mayor. Paru-paru pun mengembang. Oksigen secara terus menerus diabsorbsi oleh alveolus kedalam darah paru paru 3. akibatnya udara dalam paruparu terdorong keluar. Pembuluh-pembuluh halus ini berakhir pada gelembuggelembung halus yang disebut alveolus (alveoli=jamak). 4. Udara Alveolus tidak sama dengan udara atmosfer. sehingga udara luar masuk melalui hidung. otot interkostal internal menarik kerangka iga ke bawah dan otot abdomen berkontraksi sehingga mendorong isi abdomen menekan diafragma. Ekspirasi Ekspirasi pada pernapasan dipengaruhi oleh relaksasi otot dan disebut proses pasif.Pulmo (paru-paru) Paru-paru terdiri oleh dua bagian. trakea. Pelembaban udara di sepanjang saluran pernapasan. Paru-paru kiri terdapat dua gelambir dan paru-paru kanan terdapat tiga gelambir. CO2 berdifusi terus menerus ke dalam alveoli. 2. Otot interkostal eksternal mengangakat iga ke atas dan ke depan saat berkontraksi sehingga memperbesar rongga toraks ke arah anterior dan superior. Hal ini disebabkan oleh : 1. yaitu paru-paru kiri dan paru-paru kanan. otot otot sternokleidomastoid. Udara alveolus hanya sebagian diganti oleh udara atmosfer tiap kali bernapas. . Rongga dada pun mengecil. Diafragma melengkung ke arah toraks.

Karbon dioksida berdifusi dengan arah yang berlawanan. Pembebasan CO2 dari HCO3 dikatalis oleh enzin karbonat anhidrase yang terdapat pada eritrosit. Maka Oksigen akan berdifusi masuk ke dalam alveolus. Secara umum proses difusi oksigen dan karbon dioksida tidak lepas dari prinsip tekanan parsial ini. Konsentrasi Karbon Dioksida dalam Alveolus Peningkatan konsentrasi karbon Dioksida berbanding lurus dengan dengan kecepatan ekskresi Karbon Dioksida dan berbanding terbalik dengan ventilasi alveolus. 2. Lamina basal alveolar dan endotel yang menyatu. sedangkan tekanan parsial oksigen dalam kapiler darah lebih rendah (karena oksigen sudah digunakan oleh jaringan-jaringan tubuh). sehingga karbon dioksida berdifusi masuk ke dalam alveolus. Membran pernapasan (sawar udara-darah) Terdiri dari 3 lapisan yaitu : 1. tekanan oksigen dalam alveolus meningkat. Lapisan permukaan dan sitoplasma sel alveolus. Difusi gas melalui membran pernapasan (sawar udara-darah) Proses difusi gas pada alveolus bergantung pada prinsip fisika yaitu tentang tekanan parsial (hukum henry). 3. Oksigen baru juga secara terus-menerus dihirup masuk ke dalam alveoli dari atmosfer. Kecepatan masuknya oksogen baru ke dalam paru-paru. Oksigen dari udara alveolus masuk ke dalam darah kapiler. Kecepatan absorbsi oksigen dalam darah 2. Pada saat udara masuk kedalam alveolus. Sitoplasma sel endotel. Tekanan parsial karbon dioksida dalam darah lebih tinggi dari pada di alveolus. . namun kebalikannya.Konsentrasi Oksigen dalam Alveolus Oksigen diarbsorbsi dari alveoli ke dalam darah paru secara terus menerus. Jadi konsentrasi oksigen dalam alveolus dipengaruhi oleh : 1. Pada karbon dioksida juga sama.

Luas permukaan membran pernapasan Contohnya pada penyakit enfisema. yaitu alveoli bersatu dengan alveoli yang lain sehingga lebar dinding (membrane pernapasan) keseluruhan berkurang. 2. Perbedaan tekanan diantara kedua sisi menbran pernapasan Yaitu merupakan perbedaan tekanan parsial gas dalam alveoli dan tekanan parsial gas dalam darah. .Faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan difusi gas melalui membran pernapasan 1. Sedangkan yang 2% menuju ke paru-paru lewat sirkulasi bronchial yang secara khusus member nutrisi pada sel-sel paru dengan tekanan 40 mmHg (saluran pintas). Ketebalan membran Contohnya adanya cairan edema dalam mebran interstitial dan dalam alveoli dan penyakit paru yang menyebabkan fibrosis paru. 4. Transpor oksigen dalam arteri 98% darah paru teroksigenasi sampai pada tekana parsial oksigen 104 mmHg  keseluruh tubuh. 3. Koefisien difusi Merupakan kelarutan gas dalam membran. CO2 lebih cepat 20 kali daripada O2.

ion H+ dapat mengubah laju pernafasan. sehingga sejumlah udara baru berasal dari luar mengadakan kontak dengan bagian atas saluran pernapasan. maka akan terjadi dissosiasi O2Hb. Kemampuan menahan nafas dibatasi oleh adanya cadangan H+ dan CO2 dalam darah. Saat reseptor ini meregang. 4. Satu dari sinyal ini menimbulkan keadaan terengah-engah. Medullary rhytmicity area (area inspirasi dan ekspirasi) memiliki kemampuan untuk menentukan irama dasar respirasi. Refleks inflasi Dalam dinding bronkus dan bronkeolus terdapat stretch receptor. keadaan terengah-engah tidak meningkatkan ventilasi alveolar lebih dari yang dibutuhkan untuk mengendalikan gas-gas di dalam darah dalam jumlah yang sesuai. proses ini akan mendinginkan darah di dalam saluran mukosa pernapasan sebagai akibat evaporasi dari permukaan mukosa. O2 bergabung secara longgar dengan heme Hb. Pada saraf kranial. Pengaruh otak Kita dapat menghentikan nafas kita dalam waktu yang singkat. Pengaruh saraf Pusat respirasi terdapat pada medullary rhytmicity area. 3. maka inspiratory dan apneustic area terhambat sehingga terjadi ekspirasi. Oleh karena itu. Namun. Stimuli kimia CO2 dan O2 Peningkatan CO2 akan meningkatkan H+ dan begitu pula sebaliknya. karena setiap pernapasan sangat dangkal. Pneumotaxic area dan apneustic area mengkoordinasi masa transisi antara inspirasi dan ekspirasi. Kenaikan suhu tubuh dapat meningkatkan laju respirasi 6. Saat PCO3 dan H+ mencapai level tertentu. Peregangan otot anus dapat meningkatkan laju respirasi 7. area inspirasi terstimulasi. dan apneustic area. Menghirup dan mengeluarkan napas dengan cepat. sebagian besar udara yang masuk ke alveoli adalah udara ruang rugi yang terutama berasal dari trakea dan bukan dari atmosfer. Peristiwa terengah-engah dihidupkan oleh pusat pengatur suhu di otak. Hal ini menyebabkan inspiratory dan apneustic area tidak lagi terhambat sehingga terjadi nafas baru. 2. Impuls dikirim dari otak ke area inspiratory sehingga proses bernafas dilanjutkan. pada pria laju respirasinya lebih tinggi dibandingkan wanita Mekanisme Terengah-engah Mekanisme terengah-engah digunakan oleh binatang tingkat rendah sebagai alat untuk menghilangkan panas. Bika tekanan parsial O 2 tinggi (dalam kapiler paru). pneumotaxic area. bila darah menjadi terlalu panas. hipotalamus menimbulkan sinyal neurogenik untuk menurunkan suhu tubuh. Kapasitas Paru-Paru(Sloane) . stretch receptor tidak lagi terstimuli. 5.Ikatan Oksigen-Hb Dalam darah. Namun. jika tekaana parsial O2 rendah. Yaitu. Fungsi Hb adalah sebagai buffer tekanan parsial Oksigen dalam darah. Pada efeknya. terutama evaporasi saliva dari lidah. Saat udara meninggalkan paru-paru setelah ekspirasi. Proses terengah-engah sebenarnya diatur oleh pusat terengah-engah yang berhubungan dengan pusat pernapasan pneumotaksik yang berada dalam pons. saraf nomor tujuh atau nerve vagus dari reseptor di saluran nafas dan paru turut mempengaruhi laju pernafasan. Jenis kelamin. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pernafasan 1. maka O2 akan berikata dengan Hb.

b.a.5 1.7 1. Volume Residual (VR) adalah volume udara sisa dalam paru . Pembuluh darah Arteri.2 SISTEM SIRKULASI Yang terlibat dalam sistem sirkulasi adalah: 1.0 1. VT pada dewasa muda sehat 500 ml untuk laki. c.5 0. VCE biasanya berkisar 1200 ml pada laki . Volume tidal (VT) adalah normal udara yang masuk dan keluar paru .1 4. yaitu pembuluh darah terkecil. Kapasitas Paru-Paru(Ganong) IRV (Inspiratory Reserve Volume) TV (Tidal Volume) ERV (Expiratory Reserve Volume) RV (Recidu Volume) Kapasitas Total Kecepatan nafas normal tiap menit: Bayi baru lahir Usia 12 bulan Usia 2-5 tahun Dewasa 30-40 30 24 10-20 Pria (L) 3. Kapiler. Volume Cdangan Ekspirasi (VCE) adalah volume udara ekstra yang dapat kuat dikeluarkan pada akhir ekspirasi tidal normal. sambil membawa darah ke jantung.laki dan 800 ml pada perempuan. d.paru dengan inspirasi maksimum di atas inspirasi tidal. CDI berkisar 3100ml pada laki .laki sekitar 1200 ml dan pada perempuan 1000ml.paru selama ventilasi normal biasa. dengan nutrien dan oksigen ke jaringan. Ukurannya semakin besar ketika pembuluh ini mendekati jantung. Jantung. Sistem kardiovaskular a. serangkaian pembuluh eferen yang semakin mengecil sewaktu bercabang. Rata.paru estela melakukan ekspirasi kuat. Volume residual penting untuk kelangsungan aerasi dalam darah saat jeda pernapasan.0 Wanita (L) 1. yakni suatu organ yang berfungsi untuk memompa darah. Volume Cadangan Inspirasi ( VCI ) adalah volume udara ekstra yang masuk ke paru .laki dan 1900 ml pada perempuan.rata volume ini pada laki . dan berfungsi untuk mengangkut darah.9 0. berupa jalinan saluran halus dan rumit yang saling beranastomosis dan dindingnya merupakan tempat berlangsungnya pertukaran zat antara darah dan jaringan. . untuk dipompa keluar lagi. Vena. terbentuk dari penggabungan kapiler menjadi sistem saluran.2 6.3 0.laki dan 380 ml untuk perempuan b.

yaitu saluran buntu yang beranastomosis untuk membentuk pembuluh – pembuluh yang makin membesar. venula pascakapiler). Makrovaskulatur. terletak dalam pembuluh limfe besar. pembuluh dengan diameter lebih dari 0. vena muskular). Darah. adalah cairan yang mengalir dalam pembuluh. b. Limfe b. (arteriol. Mikrovaskulatur. berawal di kapiler limfe.c. Organ pembentuk dan penyimpanan darah a. Jantung ANATOMI JANTUNG . Sistem Limfatik a. Sumsum tulang d. Nodus limfe. 2. Jarak semua sel tubuh dari sumber nutrisi ini tidak pernah melebihi satu milimeter. merupakan tempat terjadinya pertukaran antar darah dan jaringan sekitar pada keadaan normal dan pada poroses peradangan. Kelenjar timus e. 2. 3. arteri muskular dan elastis. Hati c. Jaringan limfe Histologi sistem sirkulasi : 1.1 mm (arteriol besar. Pembuluh limfe. kapiler.

1. Bentuknya seperti kerucut tumpul.paru di bagian tengah rongga toraks. Dua pertiga jantung terletak di sebelah garis kiri midsternal. 2. Ukuran dan bentuk a. b. Jantung adalah organ berongga dan memiliki empat ruang yang terletak antara kedua paru . Pelapis . Jantung dilindungi medistinum. Jantung berukuran kurang lebih sebesar kepalan tangan pemiliknya. Ujung atas yang lebar (dasar) mengarah ke bahu kanan. ujung bawah yang mengerucut (apeks) mengarah ke bahu kiri.

(1) Lapisan fibrosa luar pada perikardium tersusun dari serabut kolagen yang membentuk lapisan jaringan ikat rapat untuk melindungi jantung.berkas spiral melapisi ruang jantung. Kantong ini melekat pada diafragma.sel mesotelial yang berada di atas jaringan ikat. Rongga perikardial adalah ruang potensial antara membran viseral dan parietal. membungkus jantung dan pembuluh darah besar. atrium = dinding tipis= reservoar (menerima darah) b. dan pleura yang membungkus paru . (2) Serabut otot yang tersusun dalam berkas .paru. (1) Ketebalan miokardium bervariasi dari satu ruang jantung ke ruang lainnya. Perikardium Adalah kantong berdinding ganda yang dapat membesar dan mengecil. . katup. Kontraksi miokardium ”menekan” darah keluar ruang menuju arteri besar c. 4. Ruang ini mengandung cairan perikardial yang diekskresi lapisan serosa untuk melumasi membran dan mengurangi friksi. (2) Lapisan serosa dalam terdiri dari 2 lapisan. Dinding jantung tersusun dari tiga lapisan : a. dan menyambung dengan lapisan endotelial yang melapisi pembuluh darah yang memasuki dan meninggalkan jantung. b. Endokardium dalam tersusun dari lapisan endotelial yang terletak di atas jaringan ikat. ventrikel = dinding tebal = pemompa (memompa darah) 5. Terdiri 2 macam ruang : a. sternum. Curah jantung terkadang disebut volume jantung per menit. Curah Jantung Adalah volume darah yang dikeluarkan oleh kedua ventrikel per menit. Lapian ini melapisi jantung. 3. Miokardium terngah terdiri dari jaringan otot jantung yang berkontraksi untuk memompa darah. (a) Membran viseral (epikardium) menutup permukaan jantung (b) Membran parietal melapisi permukaan bagian dalam fibrosa perikardium b. Volume nya kurang lebih 5 liter per menit pada laki – laki berukuran rata – rata dan kurang 20% pada perempuan.a. Epikardium luar tersusun dari lapisan sel .

b. Faktor – faktor utama yang mempengaruhi curah jantung a. meliputi : . 4. Membawa darah dari arteriol ke venula Dinding dilapisi selapis sel tipis untuk memungkinkan pertukaran darah dan cairan Terdapat sel otot polos yaitu sfingter prekapiler yang dijumpai pada permulaan masing-masing kapiler untuk mengatur aliran darah dalam kapiler Membawa darah dari kapiler kembali ke jantung Lapisan dalam : Endotelium yang melipat membentuk valvula untuk mencegah aliran darah terbalik Lapisan tengah : Otot polos tipis karena vena tidak begitu penting untuk mempertahankan tekanan darah Lapisan luar : Jaringan ikat fibrosa tipis karena vena tidak membawa darah dengan tekanan tinggi (hanya 2mmHg dibanding arteri yang memiliki tekanan sampai 100mmHg) Mempunyai percabangan kecil disebut venula Membawa darah dari jantung menuju kapiler Terdapat 3 lapisan : Tunika Intima : paling dalam (merupakan selapis sel gepeng) Tunika Media : Disusun otot polos dan jaringan ikat elastis Tunika Eksterna : Merupakan jaringan ikat fibrosa penyusunnya Mempunyai percabangan kecil yang menyambung pada kapiler disebut arteriol Pompa otot rangka Pernapasan Reservoar vena Gaya gravitasi Perubahan posisi tubuh Tekanan rendah abnormal pada vena Tekanan darah tinggi Hormon medular adrenal Ion Usia dan ukuran tubuh seseorang Penyakit kardiovaskular d. c. Vena : 1. Aktifitas berat b. Kapiler : 1. Pengaruh tambahan pada curah jantung. 5. meliputi : e. 3. 3. Faktor – faktor yang mengurangi aliran balik vena dan mempengaruhi curah jantung. Perhitungan curah jantung adalah sebagai berikut Curah jantung = frekuensi jantung x isi sekuncup 2. Faktor yang mendukung aliran balik vena dan memperbesar curah jantung. 3. 2. meliputi : Pembuluh Darah Arteri : 1. Aliran balik ke vena jantung c. a.1. 2. 2.

Letak pembuluh darah .

.

Mekanisme Sirkulasi Darah Mekanisme Pengikatan Oksigen O2 dalam alveolus Berdifusi melalui membrane kapiler pulmonalis .

b. a. Tiap molekul dalam ke empat molekul besi dalam hemoglobin berikatan dengan satu molekul O2 dan membentuk oksihemoglobin (HbO2) yang berwarna merah tua. 100 ml darah rata-rata mengandung 15 gr Hb untuk maksimal 20 ml O2 per 100 ml darah (15 x 1.Diikat Hb dalam sel darah merah O2+Hb (HHb) Di kapiler darah jaringan O2 dilepas Hb O2 menuju sel jaringan lainnya di plasma membentuk O3 1. (1) Untuk meningkatkan frekuensi jantung (2) Ujung serabut sarafnya mensekresi norepinefrin yang meningkatkan eksitabilitas jantung. Volume maksimal O2 yang dapat berikatan dengan sejumlah hemoglobin dalam darah. Ikatan ini tidak kuat dan reversibel. Proreseptor (baroreseptor) dalam arteri karotis dan aorta (sinus aorta dan arkus aorta) sensitif terhadap perubahan tekanan darah . Konsentrasi Hb ini biasanya dinyatakan sebagai persentase volume dan merupakan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh. (2) Ujung serabut sarafnya mensekresi asetilkolin. Impuls aferen yang menuju pusat kendali jantung yang berasal dari receptor. Tiap gram Hb dapat mengikat 1. Impuls eferen menjalar melalui saraf simpatis dan parasimpatis susunan saraf otonom. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Denyut Jantung 1. Tiap eritrosit mempunyai 280 juta molekul Hb. Pusat refleks kardioakselerator adalah sekelompok neuron dalam medula oblongata. 2. Pusat reflek kardioinhibitor juga terdapat dalam medulla oblongata (1) Efek impuls dari neuron ini adalah untuk mengurangi frekuensi jantung. .34 ml O2 3.34). 2.

yang mempengaruhi frekuensi jantung jika kadarnya menigkat atau berkurang. Aktivitas yang tinggi dapat mempercepat denyut jantung d. (2) Penurunan tekanan darah akan mengakibatkan statu reflek yang menstimulasi fekuensi jantung yang menjalar melalui pusat medular . dan sentuhan. panas. Pengaruh lain pada frekuensi jantung a. Pengaruh dari atropin dan nikotin yang juga dapat mempercepat denyut jantung e. dan natrium. Reflek ini akan menghambat pusat kardioakselerator dan menstimulasi pusat kardioinhibitor. kalium. SISTEM EKSKRESI Organ-organ yang terlibat: 1. seperti reseptor untuk nyeri. atau oleh input emosional dari sistem saraf pusat. Suhu tubuh yang tinggi atau demam juga mempercepat frekuensi denyut jantung. b. Paru-paru 2. Usia muda memiliki frekuensi jantung yang lebih cepat f. Ginjal Mekanisme ekskresi pada Paru-paru . dingin.(1) Peningkatan tekanan darah akan mengakibatkan statu reflek yang memperlambat frekuensi jantung. 3. fungsi jantung normal juga bergantung pada keseimbangan elektrolit seperti kalsium. c. Frekuensi jantung dipengaruhi oleh stimulasi pada hampir semua saraf kutan.

Menyaring darah. Regulasi tekanan arteri 7. Pada ginjal terdapat nefron yang merupakan unit fungsional dan structural terkecil. Pengendalian komposisi jaringan tubuh 3. Sebagai kelenjar endokrin Struktur ginjal: Diselubungi oleh suatu kapsul yang berbentuk dari jaringan serabut. Pada bagian dalam terdapat ruang kosong (pelvis). Regulasi keseimbangan elektrolit dan air 4. Regulasi osmolaritas cairan tubuh dan elektrolit 5. Setiap nefron terdiri dari badan malphigi (mengandung gromerulus yang diselubungi oleh kapsula bowman) dan saluran nefron. sedangkan bagian dalamnya disebut medulla. yang selanjutnya membentuk urine yang mengandung zat sisa metabolisme. Regulasi keseimbangn asam basa 6. Pada manusi aterdapat sekitar satu juta nefron. 2. Nefron .Karbondioksida dalam sel jaringan Menuju cairan interstitial Berdifusi melaui dinding kapiler jaringan Berikatan dengan molekul air dalam sel darah merah( CO2 +H2O) H2CO3 HCO3 + H H+Hb(HHb) Berikatan dengan Na di plasma darah Menuju kapiler pulmonali Co2 yang berikatan dengan H2O PECAH Co2 berdifusi keluar membrane kapiler pulmonalis Menuju alveolus Ginjal Fungsi Ginjal 1. Bagian luar ginjal disebut korteks. Regulasi vitamin D 8. Gluconogenesis 9.

lengkung henle yang terdiri dari saluran menurun dan naik. Jumlah urin primer/menit adalah 125 cc. tubukus kontortus distal dan saluran penampung. yaitu Kapsula Bowman. Filtrasi Dilakukan oleh glomerulus yang terdapat alat penyaring disebut sel podosit.zat yang dibutuhkan oleh tubuh. Tubulus Kontortus proksimal. filtratnya ditampung oleh Kapsula Bowman yang disebut filtrat glomerulus / urin primer.mengandung dua macam unsur.bagian nefron yang mengandung unsur epitel. Filtrat ini masih banyak zat . . yaitu unsur pembuluh (elemen vaskuler) dan unsure epitel. Proses ekskresi pada ginjal: 1.

zat yang tidak berguna bagi tubuh kedalam urin sekunder misalnya ion H+ dan K+ yang terjadi pada tubulus kontortus distal sehingga terbentuklah urin yang sesungguhnya/ urin saja yang dialirkan ke tubulus kolektivus menuju ke pelvis renalis  ureter  vesika urinaria ( 300cc) uretra. Peristiwa membuang air kecil dikenal dengan miksturisi. yaitu trabekulae. Kerjanya sebagai penyaring dan dijumpai di tempat-tempat terbentuknya limfosit. asam amino.2. lengan kanan dan dada sebelah kanan dan menuangkan isinya ke dalam vena yang berada di sebelah kanan leher. dan jaringan kelenjar. Pembuluh limfa eferen menembus kapsul di pinggiran yang cembung dan menuangkan isinya ke dalam kelenjar. . Duktus torasikus mengumpulkan limfe dari semua bagian tubuh. Ruangan di antaranya berisi jaringan kelenjar . Kelompok-kelompok utama terdapat di dalam leher. jaringan limfe terbungkus oleh kapsul fibrus. Dari sini keluar tajuk-tajuk dari jaringan otot dan fibrus. dan lipat paha. Pinggiran yang cekung disebut hilum. Sebuah kelenjar limfe mempunyai pinggiran mempunyai pinggiran yang cembung dan yang cekung.zat yang diserap kembali antara lain glukosa. Saluran limfe Terdapat dua batang saluran limfe yang utama. Augmentasi Penambahan zat . Zat . abdomen. Arteri dan vena juga masuk dan keluar kelenjar melalui hilum. torax. SISTEM LIMFATIK Organ yang terlibat: Nodus limfe Berbentuk kecil lonjong atau seperti kacang dan terdapat di sepanjang pembuluh limfe.ion organik sehingga terbentuklah urin sekunder yang akan melewati lengkung henle.Di sebelah luar. duktus torasikus dan batang saluran kanan. Duktus limfe kanan ialah saluran yang jauh lebih kecil dan mengumpulkan limfe dari sebelah kanan kepala dan leher. yang mengandung banyak sel darah putih atau limfosit. 3. jaringan otot. Bahan ini bercampur dengan benda-benda kecil daripada limfe yang banyak sekali terdapat di dalam kelenjar dan selanjutnya campuran ini dikumpulkan pembuluh limfa aferen yang mengeluarkannya melalui hilum. Sebuah kelenjar terdiri atas jaringan fibrus. kecuali dari bagian yang menyalurkan limfenya ke duktus limfe kanan. Reabsorpsi Urin primer direabsorpsi oleh tubulus kontortus proksimal. ion . masuk ke dalam kelenjar membentuk sekat-sekat. axial.

Mekanisme Peredaran Cairan Limfe cairan interstitial  kapiler limfe  pembuluh limfe  batang limfe  saluran limfe sebelah kiri/sebelah kanan  vena subclavian .

Mentranspor nutrien yang terabsorbsi . . Faktor-faktor yang mempengaruhi meningkatnya aliran limfa: Efek tekanan cairan interstitial -peningkatan tekanan kapiler -penurunan tekanan osmotic koloid plasma -peningkatan tekanan osmotic koloid cairan interstitial .Mengeluarkan zat-zat toksik dan debris selular dari jaringan setelah infeksi atau kerusakan jaringan.Mengendalikan kualitas aliran cairan jaringan dengan cara menyaringnya melalui nodus-nodus limfe sebelum mengendalikannya ke sirkulasi.Mengembalikan kelebihan cairan jaringan yang keluar dari kapiler .Mengembalikan protein plasma ke dalam sirkulasi .Fungsi cairan limfa : .

Reaksi Reduksi-Oksidasi . diterima kembali oleh molekul lain. selain itu juga obstruksi vena juga berperan dalam kondisi seperti ini sehingga akan muncul bengkak tersebut.-peningkatan permeabilitas kapiler Aktifitas pompa limfa naik maka alirannya juga naik. dan sintesis lemak oleh jaringan adipose. pembentukan molekul-molekul kecil menjadi molekul-molekul besar. b. sehingga elektron yang dilepas. - Katabolisme. Kontraksi otot rangka disekitar saluran limfa. . karbondioksida dan air. Contoh: respirasi sel yang memecah molekul makanan menjadi energi. PENJELASAN LEARNING ISSUE : 1. . PROSES METABOLISME TINGKAT SELULER SAMPAI DENGAN JARINGAN Metabolisme Adalah jumlah keseluruhan reaksi kimia dan pengubahan energi untuk menopang dan memertahankan kehidupan. sintesis glikogen oleh hepar. Mekanisme terjadinya bengkak akibat penumpukan cairan: Cairan interstisial cenderung berakumulasi di bagian-bagian dependen akibat efek gravitasi.Oksidasi. otot rangka tidak berkontraksi sehingga cairan tersebut akan terakumulasi. Contoh: sintesis hemoglobin oleh sumsum tulang merah. Jalur metabolic a. - Anabolisme. reaksi kimia yang molekulnya mendapatkan electron. maka setiap reaksi oksidasi disertai dengan reaksi reduksi. reaksi kimia yang molekulnya melepaskan electron. Karena elektron yang dilepas selama reaksi tidak dapat muncul dalam bentuk bebas.Reduksi. Dalam kondisi duduk dengan posisi lama dan waktu yang lama. Enzim Berfungsi mengatalis atau mempercepat jalannya suatu reaksi kimia Sebagian besar reaksi enzimatik memerlukan koenzim sebagai pembawa electron yang memaksimalkan fungsi suatu enzim. penguraian atau dekomposisi atau pemecahan molekul-molekul besar menjadi molekul-molekul kecil. Pergerakan bagian-bagian tubuh pulsasi arteri yang berdekatan dengan saluran limfa perekanan jaringan oleh benda-benda diluar tubuh.

Nikotinamida Adenin Dinukleotida (NAD). ATP dibentuk dari pembakaran lemak. Insulin . Flavin Adenin Dinukleotida (FAD).penurunan sintesis protein.peningkatan asam amino dan lemak untuk energi .peningkatan glukosa  glikogen . Kortisol .peningkatan glukosa  glikogen oleh hepar .peningkatan transport asam amino ke dalam sel .peningkatan glikogen  glukosa .peningkatan penggunaan jenis-jenis makanan .peningkatan transpor asam amino dan asam lemak untuk sintesis sel 4. Hormon Pertumbuhan . protein maupun karbohidrat. berasal dari niasin.peningkatan sintesis protein 2. ATP Senyawa fosfat berenergi tinggi yang menyimpan energi dalam tubuh. Fungsi ATP: a) transpor zat melalui membran sel. ATP terbentuk dari nukleotida adenosine ditambah dua gugus fosfat dalam ikatan berenergi tinggi.peningkatan lemak untuk energi . berasal dari riboflavin sebagai akseptor electron dan bekerja sama dengan enzim suksinat dehidrogenase. c) kerja mekanik. Glukagon . keculali hepar 6. sebagai koenzim yang menerima electron dan bekerja sama dengan enzim laktat dehidrogenase dalam metabolism glukosa dan pembentukan ATP.peningkatan asam amino dan lemak untuk energi 5. b) sintesis senyawa kimia di sel. Tiroksin . c.peningkatan penggunaan lemak untuk energi 3.peningkatan sintesis protein .peningkatan glikogen  glukosa . 1. Hormon-hormon yang Mengatur Metabolisme Hormon menentukan jalur metabolik yang diambil nutrien terabsorpsi dan memastikan penggunaan sumber energi tubuh yang efisien berdasarkan kebutuhan tubuh. Epinefrin .peningkatan transpor glukosa dan penggunaanya untuk energi .

metabolism makanan. Faktor yang mempengaruhi : Hormon tiroid. dan elektrolit bagi tubuh dari nutrien yang dicerna sehingga siap diabsorpsi. 2. produksi panas bisa diukur dengan mengukur aktivitas metabolism. DAN FISIOLOGI ORGAN DALAM PENCERNAAN A. 2. HISTOLOGI.1K b. BMR menyatakan energi minimal yang diperlukan pada saat respirasi. Satu kilokalori Adalah jumlah panas tubuh yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu satu kilogram air sebesar satu derajat celcius dan digunakan untuk menyatakan kandungan kalori makanan dan pengeluaran energi oleh individu. ANATOMI. Makanan kemudian bercampur dengan saliva sebelum ditelan . Aktivitas Muskular juga dapat menghasilkan peningkatan laju metabolic terbesar. sirkulasi. a. FUNGSI SISTEM PENCERNAAN Fungsi utama sistem ini adalah menyediakan makanan. 1 gram lemak melepas 9. sekresi. jenis kelamin. suhu tubuh dan keadaan fisik maupun psikis seseorang (depresi. Laju metabolic Mengacu pada jumlah energi yang dilepas dalam tubuh melalui katabolisme per satuan waktu. 1 gram karbohidrat melepas 4. Hal ini karena beberapa proses tubuh yang menggunakan ATP juga memproduksi panas.5 K. dan pertahanan tubuh saat individu terjaga. kelaparan dan kecemasan) 2. Basal Metabolic Rate (BMR) Adalah pelepasan energi per satuan waktu dalam kondisi basal yang secara standar terjaga dan istirahat. Oleh karena itu. Specific Dynamic Action (SDA) Adalah laju metabolic sebesar 10% .20% melebihi laju energi basal yang digunakan dalam pencernaan makanan. Misalnya latihan berat dapat meningkatkan metabolism sampai 15 kali.1K. Pemotongan dan penggilingan makanan dilakukan secara mekanik ole gigi. penguraian normal komponen-komponen sel.Kecepatan Metabolisme Kecepatan metabolism biasanya digunakan sebagai jumlah produksi panas. 1. pemompaan jantung. digesti. Ingesti adalah masuknya makanan ke dalam mulut. SDA protein lebih besar daripada SDA lemak atau karbohidrat sehingga makanan yang mengandung protein bisa meningkatkan laju metabolism. usia. ukuran tubuh dan area permukaan. pada postabsorptif (12 jam setelah makan) dan dalam lingkungan nyaman serta hangat. 1. 1 gram protein melepas 4. Proses ini meliputi kontraksi otot. Kilokalori yang dilepas melalui oksidasi makanan dalam tubuh dapat lansung diukur melalui bankalorimeter. Dalam tubuh. air. aktivitas saraf.

Submukosa terdiri dari jaringan ikat areolar yang mengandung pembuluh darah. Serosa. mengurangi motalitas. Impuls parasimpatis yang dihantarkan dalam saraf vagus (CN X).3. beberapa kelenjar submukosal. 3. Digesti adalah hidrolisis kimia (penguraian) molekul besar menjadi molekul kecil 5. lapisan keempat dan paling luar juga disebut peritoneum visceral. dan menghambat sekresi cairan pencernaan. c. d. menghambat kontraksi otot polos saluran. C. Mukosa (membran mukosa) tersusun dari tiga lapisan. serta saraf sel-sel ganglion yang disebut pleksus Meissner. D. sekresi. Rongga Oral . Egesti adalah proses eliminasi zat-zat sisa yang tidak tercerna B. (1) (2) (3) Epitelium yang melapisi berfungsi untuk perlindungan. Pleksur Meissner dan Aurebach merupakan sisi sinaps untuk serabut proganglionik parasimpatis. pembuluh limfatik dan pleksur serabut saraf. satu lapisan sirkular dalam dan satu lapisan longitudinal luar. DINDING SALURAN PENCERNAAN Dinding saluran pencernaan terdiri dari 4 lapisan jaringan dasar dari lumen ke arah luar a. kecuali ujung atas dan ujung bawah yang dikendalikan secara volunteer 1. Peristalsis adalah gelombang kontraksi otot polos involunter yang menggerakan makanan tertelan melalui saluran pencernaan 4. Lapisan ini terdiri dari membrab serosa jaringan ikat renggang yang dilapisi epithelium skuamosa simple. dan absorpsi Lamina propria adalah jaringan ikat areolar yang menopang epithelium Muskularis mukosa terdiri dari lapisan sirkular dalam yang tipis dan lapisan otot polos longitudinal luar b. RONGGA ORAL. mengeluarkan efek stimulasi konstan pada tonus otot polos dan bertanggung jawab untuk peningkatan keseluruhan aktivitas. Impuls simpatis yang dibawa medulla spinalis dalam saraf splanknik. Muskularis eksterna terdiri dari dua lapisan otot. FARING. KENDALI SARAF pada SALURAN PENCERNAAN Sistem saraf otonom menginervasi keseluruhan saluran pencernaan. dan ESOFAGUS a. Absorpsi adalah pergerakan produk akhir pencernaan dari lumen saluran pencernaan ke dalam sirkulasi darah dan limfatik 6. 2.

Saliva terdiri dari cairan encer yang mengandung enzim dan cairan kental yang mengandung mukus. dan dalam produksi wicara. untuk pengecapan. Pipi mengandung otot buksinator mastikasi 3. Area transisional memiliki epidermis transparan. Dan otot ini memberikan mobilitas yang besar pada lidah c.Rongga oral merupakan jalan masuk menuju sistem pencernaan dan berisi organ aksesori yang berfungsi dalam proses awal pencernaan. dan kelenjar sebasea b. Permukaan dalam bibir adalah membrane mukosa. Otot-otot ekstrinsik berfungsi dalam pergerakan lidah secara keseluruhan b. Papila adalah elevasi jaringan mukosa dan jaringan ikat pada permukaan dorsal lidah yang menyebabkan tekstur lidah menjadi kasar • • • • Papila fungiformis Papila filiformis Palila foliate Papila sirkumvalatae d. a. Lidah dilekatkan pada dasar mulut oleh frenulum lingua. Ada tiga pasang kelenjar saliva (1) Kelenjar parotid adalah kelenjar saliva terbesar. a.Rongga vestibulum terletak di antara gigi dan bibir serta pipi sebagai batas luarnya 1. a. kelenjar keringat. berfungsi untuk menerima makanan dan produksi wicara. Bibir tersusun dari otot rangka dan jaringan ikat. Bagian ini tampak merah karena dilewati oleh banyak kapiler c. Kelenjar Saliva mensekresi saliva ke dalam rongga oral. Permukaan luar bibir dilapisi kulit yang mengandung folikel rambut. terletak agak bawah dan di depan telinga dan membuka melalui duktus parotid (2) Kelenjar submaksilar (submandibular) kurang lebih sebesar kacang kenari dan terletak di permukaan dalam pada mandibula serta membuka melalui duktus Wharton . Otot-otot intrinsik lidah memiliki serabut yang menghadap ke berrbagai arah untuk membentuk sudut satu sama lain. Tonsil-tonsil lingua adalah agregasi jaringan limfoid pada sepertiga bagian belakang lidah 4. Lidah berfungsi untuk menggerakan makanan saat dikunyah atau ditelan. Bagian frenulum labia melekatkan membrane mukosa pada gusi di garis tengah 2.

Saluran akar membuka ke tulang melalui foramen apical (d) Dentin menyelubungi rongga pulpa dan membentuk bagian terbesar gigi. dan tiga geraham. a. Gigi tersusun dalam kantong-kantong pada mandibula dan maksila. Gigi berfungsi dalam proses mastikasi (pengunyahan). dua geraham.(3) Kelenjar sublingual terletak di dasar mulut dan membuka melalui duktus sublingual kecil menuju ke dasar mulut b. Mahkota dan akar bertemu leher yang diselubungi gingival (gusi) (b) Membran periodontal merupakan jaringan ikat yang melapisi kantong alveolar dan melekat pada sementum di akar (c) Rongga pulpa dalam mahkota melebar ke dalam saluran akar. dua premolar. b. Komposisi saliva. dan air c. Saliva terutama terdiri dari sekresi serosa. Total keseluruhan adalah 20 gigi • Gigi sekunder mulai keluar pada usia lima sampai enam tahun yang terdiri dari satu taring. yaitu 98% air dan mengandung enzim amilase serta berbagai jenis ion (natrium. Makanan yang masuk dalam mulut dipotong menjadi bagian-bagian kecil dan bercampur dengan saliva untuk membentuk bolus makanan yang dapat ditelan. Total keseluruhan adalah 32 gigi b. klorida. Proses Menelan (deglutisi) menggerakan makanan dari faring menuju esophagus . Fungsi saliva (1) Melarutkan makanan secara kimia (2) Melembabkan dan melumasi makanan (3) Menguraikan zat tepung menjadi polisakarida dan maltose (4) Zat buangan seperti urea dan asam urat diekskresikan ke dalam saliva (5) Zat antibodi dan antibakteri berfungsi untuk membersihkan rongga oral dan membantu memelihara kesehatan oral serta mencegah kerusakan gigi 5. dua gigi seri. Dentin pada bagian mahkota tertutup oleh email dan di bagian akar oleh sementum c. Komponen gigi (a) Mahkota adalah bagian gigi yang terlihat. berisi pulpa gigi yang mengandung pembuluh darah dan saraf. ion. Pada umunya manusia memiliki 2 susunan gigi : • Gigi primer terdiri dari satu taring. Fungsi gigi. dua gigi seri. bikarbonat) juga sekresi mucus yang lebih kental dan lebih sedikit yang mengandung glikoprotein. kalium.

Histologi dinding lambung. b. melakukan gelombang peristaltic dan memungkinkan makanan terdorong ke dalam lambung c. dan jaringan a. melintag tambahan. Tepi medial badan lambyng yang konkaf disebut kurvakur kecil. yag panjangnya sekitar 9 sampai 10 inci dan berdiameter 1 inci Fungsinya adalah menggerakkan makanan dari faring ke lambung melalui gerak peristaltis d. Ada tiga lapisan jaringan dasar (mukosa. Fase esophagus. Sfingter esophagus atas pada mulut esophagus secara normal menyempit untuk mencegah udara memasuki esophagus e. Bolus makanan dalam faring merangsang reseptor orofaring yang mengirim impuls ke pusat menelan dalam medulla dan batang otak bagian bawah.Proses ini melalui tiga fase : 1. Lambung Anatomi 1. Gelombang peristaltic kontraksi yang menggerakkan bolus ke dalam esophagus 3. Lambung adalah organ berbentuk j. tepi lateral badan lambung yang konveks disebut kurvakur besar. Fundus adalah bagian yang menonjol ke sisi kiri atas mulut esofagus. a. 2. dan terjadi penutupan semua lubang kecuali esophagus a. c. glottis tertutup. submukosa. Bagian jantung lambung adalah area disekitar pertemuan esofagus dan lambung. terletak pada bagian kiri garis tengah. badan organ. Lapisan otot tambahan ini membantu keefektifan pencampuran dan penghancuran isi lambung. Lidah menekan palatum keras dan menghalangi makanan kembali ke mulut Otot menekan palatum lunak dan uvula mengangkat palatum lunak untuk menutup mulut saluran nasal sehingga makanan tidak akan masuk ke rongga nasal c. 2. Badan lambung adalah bagian yang terdilatasi dibawah fundus. Sfingter esophagus bawah. fundus. Bagian pilorus lambung menyempit di ujung bawah lambung dan membuka ke duodenum. tebal. b. Laring terelevasi. terletak pada bagian superior kiri rongga abdomen di bawah diafragma. Ukuran dan bentuknya bervariasi dari satu individu ke individu lain. Lidah menekan palatum keras dan mengarahkan bolus ke arah orofaring Fase faring. Semua bagian. Regia-regia lambung terdiri dari bagian jantung. kecuali sebagian kecil. Esofagus Esofagus adalah tuba muscular. dan bagian pilorus. d. dan epiglottis condong ke bawah menutup mulut laring yang menahan makanan sehingga tidak memasuki saluran pernapasan d. Muskularis eksterna pada bagian fundus dan badan lambung mengandung lapisan otot muskularis) beserta modifikasinya. Antrum pilorus mengarah ke mulut pilorus yang di kelilingi sfingter pilorus muskular . Fase volunter. yang membentuk dua per tiga bagian lambung.

Produksi mukus. ii. Jenis kelenjar lambung a. didapat dari makanan yang dicerna di lambung. mukus. Kelenjar ini hanya mensekresi mukus. Zat terlarut dalam air terabsorpsi dalam jumlah yang tidak jelas. Lambung tidak memiliki peran mendasar dalam kehidupan dan dapat diangkat. .Faktor intrinsik adalah glikoprotein yang disekresi sel parietal. iii. Cairan lambung mengandung enzim pencernaan. 4. 6. melindungi lambung terhadap aksi pencernaan dari sekresinya sendiri. Kelenjar ini mensekresi mukus dan gastrin suatu hormon peptida yang berpengaruh besar dalam proses sekresi lambung. menghasilkan 2 sampai 3 L cairan lambung. b. garam-garaman. Kompleks faktor intrinsik vitamin B12 dibawa ke ileum usus halus. Ion bikarbonat keluar dari sel digantikan ion klorida dan memasui sirkulasi sistemik. berkadar asam tinggi yang berasal dari bolus) dan mendorongnya ke dalam duodenum. Beberapa obat larut lemak (aspirin) dan alkohol diabsorbsi pada dinding lambung. Penyimpanan makanan. Absorbsi nutrien yang berlangsung dalam lambung hanya sedikit. Sel chief(zimogenik) mensekresi pepsinogen. b. Sel pariental mensekresi asam korida dan faktor intrinsik a. asalkan makanan yang dimakan sedikit dan sering. c. prekusor enzim pepsin. Kapasitas lambung normal memungkinkan adanya interval waktu yang panjang antara saat makan dan kemampuan menyimpan makanan dalam jumlah besar sanpai makanan ini dapat terakomodasi di bagian bawah saluran. Kelenjar lambung yang dinamakan sesuai letaknya. 5. 3. tempat vitamin B12 diabsorbsi. Dalam pembuatan HCL.Kelenjar ini mensekresi lipase dan renin lambung yang kurang penting. Sel ini mensekresi barier mukus setebal 1 mm dan melindungi lapisan lambung terhadap kerusakan oleh HCL atau autodigesti. Ada kurang lebih 3 juta pit lambung di antara ruga-ruga yang bermuara pada sekitar 15 juta kelenjar lambung. Fungsi Lambung 1. Sekresi Lambung 1. setengah cair. b. CO2 bergerak ke dalam sel untuk berikatan dengan air dan membentuk asam karbonat (H2CO3) dalam reaksi yang dikatalis oleh anhidrase karbonik. Mukosa membentuk lipatan-lipatan (ruga) longitudinal yang menonjol sehingga memungkinkan peregangan dinding lambung. terikat pada faktor intrinsik. Ion hidrogen bersama ion klorida secara aktif terpompa ke dalam lambung Sel leher mukosa ditemukan pada bagian leher semua kelenjar lambung. Lambung memulai digesti protein melalui sekresi tripsin dan asam klorida. Kelenjar pilorus terletak pada regia antrum pilorus. Prosuksi kimus. Mukus yang dihasilkan dari kelenjar membentuk barier setebal 1 mm untuk Produksi faktor intrinsik a. i. dan air. c. c.Vitamin B12.Kelenjar fundus (lambung) terdiri dari tiga jenis sel. Puga terlihat saat lambung kosong dan aka menghalus saat lambung teregang terisi makanan. asam klorida. 2.Kelenjar jantung ditemukan di regia mulut jantung. Aktivitas lambung mengakibatkan terbentuknya kimun ( masa homogen Digesti protei. H2CO3 terionisasi untuk membentuk H+ dan HCO3-.b.

3. dan menguraikannyauntuk membentuk dadih (curd). Serabut saraf eferen parasimpatis menjalar dalam vagus menuju kelenjar lambung untuk menstimulasi produksi HCL. Tiga tahap sekresi lambung dinamakan sesuai dengan regia tempat terjadinya stimulus. 1. Hormon ini yang dibawa ke dalam sirkulasi menuju lambung. Jika tidak ada makanan dalam lambung antara jam makan. b. 1. ini terbawa bersama bolus dan tetap bekerja dalam lambung sampai asiditas lambung menembus bolus. makanan masih ada. enzim-enzim pencernaadn dan gastrin. tetapi aktivitasnya terbatas dalam kadar ph yang rendah. a. atau pikiran tentang makanan dapat meransang sekresi lambung. ph lambung rendah dan Makanan yang masuk ke lambung memiliki efek pendaparan yang mengakibatkan Tahap usus terjadi setelah kimus meninggalkan lambung dan memasuki usus halus sekresi lambung terbatas. c. b. Digesti dalam lambung. 2. 3. Digesti protein. b. Meransang sekresi lambung Meningkatkan motilitas usus dan lambung Mengkonstriksi sfingter esofagus bawah dan merelaksasi sfingter pilorus Efek tambahan seperti stimulasi sekresi pankreas dan peningkatan motilitas usus. Cairan lambung memicu digesti protein dan lemak. 1. Masuknya makanan ke Tahap lambung terjadi saat makanan mencapai lambung dan berlangsung selama saraf dan hormon terlibat. Asam amino dan protein dalam makana yang separuh tercerna dan zat kimis juga meningkatkan sekresi lambung melalui refleks lokal. peningkatan ph dan peningkatan sekresi lambung. kolesistokinin dan hormon pembersih enterogastrin. disekresi sebagai respon terhadap asiditas lambung dengan ph di bawah 2 dan jika ada makanan berlemak. Gastrin ini dihasilkan oleh bagian atas (duodenum) usus halus dan dibawa dalam sirkulasi menuju lambung. Amilase dalam salva yang menghidrolisis zat tepung bekerja pada ph netral. 2. dalam mulut atau tampilan bau. c. Pengaturan pelepasan gastrin dalam lambung terjadi melalui penghambatan umpan balik yang didasarkan pada ph isi lambung. a. Sekresi lambung distimulasi oleh sekresi gastrin dodenum sehingga dapat berlangsung selama beberapa jam. d. Pepsinogen (disekresi sel chief) diubah menjadi pepsin oleh asam klorida (disekresi sel parietal). 2. Pepsin adalah enzim proteolitik yang hanya dapat bekerja dengan ph di bawah 5. Sekresi lambung dihambat oleh hormon-hormon polipeptida yang dihasilkan duodenum. yang kemudian memicu faktor saraf dan hormon. Lambung tidak mensekresi enzim untuk mencerna karbohidrat. . Faktor Tahap sefalik terjadi sebelum makanan mencapai lambung. Hormon ini meliputi gastric inhibitory polipeptide (GIP). Serabu saraf aferen menjalar ke medula melalui saraf vagus. Peregangan dinding lambung merangsang reseptor saraf dalam mukosa lambung dan memicu refleks lambung. Enzim ini menghidrolisis protein menjadi polipeptida.2. 4. enzim yang mengkoagulasi protein susu. Lipase lambung(disekresi sel chief) menhidrolisis lemak susu menjadi asam lemak dan Karbohidrat. sekretin. Fungsi gastrin antara lain: a. Lambung janin memproduksi renin. Enzim gliserol. Lemak.

Pengosongan distimulasi secara refleks saat merespon terhadap peregangan lambung. 2. Lipatan ini hampir secara kseluruhan mengitari lumen. 2. Usus Halus Keseluruhan usus halus adalah tuba terlilit yang merentang dari sfingter pilorus sampai katup ileosekal. pelepasan gastrin. Duktus empedu dan duktus pankreas.5cm dan panjangnya 3 sampai 5 meter saat bekerja. Peristalsis ialah kontraksi ritmik otot polos longitudinal dan sirkular.5 m) merentang samapi menyatu dengan usus besar. Divisi 1. pilorus. Ada 3 spesialisasi struktural yang memperluas permukaan absorptif usus halus sampai kurang a. Pergerakan ini dipicu oleh peregagan dan secara refleks dikendalikan oleh SSO. b. dan jenis makanan. Kontraksi ini adalah daya dorong yang utama yang menggerakkan kimus ke arah bawah sepanjang saluran.Kendali Pada Pengosongan Lambung 1. Vili hanya ditemukan pada usus halus. . Panjangnya kurang lebih I m sampai 1. memungkinkan produk akhir pencernaan mengadakan kontak dengan sel absortif dan mendorong zat sisa memasuki usus besar. Anatomi mikroskopik dinding usus 1. Gerakan ini ialah gerakan konstriksi dan relaksasi yang bergantian dari cincin-cincin otot dinding usus yang membagi isi menjadi segmensegmen dan mendorong kimus bergerak maju mundur dari satu segmen yang relaks ke segmen lain. Gerakan usus halus mencampur isinya dengan enzim untuk pencernaan. keduanya membuka ke dinding posterior duodenum beberapa sentimeter dibawah mulut 2.2mm sampai 1. Faktor-faktor hormon dan saraf ini mencegah terjadinya pengisian yang berlebih pada usus dan memberikan waktu yang lebih lama untuk digesti dalam usus halus. Panjang 7 meter pada mayat dicapai saat lapisan muskularis eksterna berelaksasi.5 m. 3. Pengosongan lambung dihambat oleh hormon duodenum yang juga menghambat sekresi lambung dan oleh refleks umpan balik enterogastrik dari duodenum. Ileum (2 sampai 2. protein lebih lambat dan lemak dalam lambung selama 3 sampai 6 jam. Karbohidrat dapat masuk dengan cepat . e. Segmentasi irama adalah gerakan pencampuran utama. Sinyal umpan balik memungkinkan kimus memasuki usus halus pada kecepatan tertentu sehingga dapat diproses. Segmentasi mencampur kimus dengan cairan pencernaan dan memaparkannya ke permukaan absortif. 1. Duodenum adalah bagian yang terpendek 25cm sampai 30cm. Pilcae circulares adalah lipatan sirkular membran mukosa yang permanen dan besar. setiap vilus mengandung jaring-jaring kapilar dan pembuluh limfe yang disebut kakteal. Vili adalah jutaan tonjolan menyerupai jari (tingginya 0.0 mm) yang lebih 600 kali. kekentalan kimus. tempatnya menyatu dengan usus besar. Diameter usus halus kurang lebih 2. 3. memanjang ke lumen dari permukaan mukosa. Motilitas Jejunum adalah bagian yang selanjutnya.

Pankreas adalah kelenjar terelongasi berukuran besar di balik kurvakur besar lambung. . Proses ini diselesaikan oleh enzim usus dan enzim pankreas serta dibantu empedu dalam hati. Sfingter Oddi secara normal mempertahankan keadaan mulut duktus agar tetap tertutup. Usus halus mengakhiri proses pencernaan makanan yang dimulai di mulut dan di lambung. dan Kantung empedu 1. Substansi P mempengaruhi aktivitas motorik otot polos. Sekresi eksokrin pankreas dipengaruhi oleh aktivitas refleks saraf selama tahap sefalik dan lambung pada sekresi lambung. Kelenjar penghasil mukus Enzim yang dibentuk oleh sel epitel usus dibutuhkan untuk melengkapi digesti.Produk gabungan sel-sel asinar mengalir melalui duktus pankreas yang menyatu dengan duktus empedu komunis dan masuk ke duodenum di titik ampula hepatopankreas. kendali utama terletak pada hormon duodenum yang diabsorpsi ke dalam aliran darah untuk mencapai pankreas. Kelenjar ini memproduksi mukus untuk melindungi mukosa duodenum terhadap kimus asam dan cairan lambung yang masuk ke pilorus melalui lambung. Pankreas Anatomi 1. c. walaupun duktus pankreas dan duktus empedu komunis membuka secara terpisah pada duodenum.Kelenjar-kelenjar usus (kripta lieberkuhn) tertanam dalam mukosa dan membuka di antara basisbasis vili. Walaupun demikian.Peptida usus vaso aktif memiliki efek vasodilator dan efek relaksasi otot polos. Agregasi nodulus limfe yang disebut bercak peyer terdapat dalam ileum. 2. 2. lain: a. Jaringan limfatik. Hormon-hormon yang mempengaruhi sekresi dan motilitas saluran pencernaan antara 1. Kelenjar Brunner terletak dalam submukosa duodenum.Sekretin. dan GIP berperan untuk menghalangi sekresi kelenjar lambung. 2. Sel ini memproduksi mukus pelindung. Fungsi usus halus 1. 3. b. 2. Kelenjar ini mensekresi hormon dan enzim. Mikrovili adalah lipatan-lipatan menonjol kecil pada membran sel yang muncul pada tepi yang berhadapan degan sel-sel epitel. d. Kelenjar a. Leukosit dan nodulus limfe ada di keseluruhan usus halus untuk melindungi dinding usus terhadap invasi benda asing.c. Kendali pada sekresi pankreas. Pankreas. 1.Somatostasin menghambat sekresi asam klorida dan gastrin seperti hipotalamus yang melepas faktor pelepas hormon pertumbuhan. Kelenjar enteroendokrin menghasilkan hormon-hormon gastrointestinal. Hati. 2. Sel goblet terletak dalam epitelium di sepanjang usus halus. b. Usus halus secara selektif mengabsorpsi produk digesti. Sel eksokrin (asinar) mensekresi enzim-enzim pencernaan dan larutan berair yang mengandung ion bikarbonat dalam konsentrasi tinggi. Sel –sel endokrin (pulau-pulau langerhans) pankreas mensekresi hormon insulin dan glukagon. c. CCK.

Beratnya 1. Hati memetabolis protein. proses pencernaan protein untuk menghasilkan asam-asam amino bebas. saraf dan duktus. a. Tripsin mencerna protein dan polipeptida besar untuk membentuk polipeptida dan peptida yang lebih kecil. CCK diproduksi oleh sel-sel mukosa duodenum sebagai respon terhadap lemak dan protein separuh tercerna yang masuk dari lambung. Fungsi utama hati 1. dan lemak. Kimotripsin teraktivasi dari kimotripsinogen oleh tripsin. sukrosa. Enzim proteolitik pankres (protease) Trisinogen yang disekresi pankreas diaktivasi menjadi tripsin oleh enterokinase yang diproduksi usus halus. b. Dalam lobus lempengan sel-sel hati bercabang dan beranastomosis untuk membentuk jaringan tiga dimensi. lobus kanan atas. 2. jalur masuk dan keluar pembuluh darah. a. 4. Bikarbonat menetralisir asam dan membentuk lingkungan basa untuk kerja enzim pankreas dan usus. oleh garam-garam empedu. duktus empedu. lobus kuadratus. Hati menerima darah teroksigenasi dari arteri hepatika dan darah yang tidak teroksigenasi tetapi kaya akan nutrien dari vena portal hepatica. Hati memproduksi empedu yang berperan dalam emulsifikasi dan absorpsi lemak. 1. 2. Sekresi. Sekretin akan dilepas jika kimus asam memasuki usus dan mengeluarkan sejumlah besar cairan berair yang mengandung natrium bikarbonat. disakarida ( maltosa. Hati menyimpan Hati mengurai protein dari sel-sel tubuh dan sel darah merah yang rusak. 1. Ligamen falsiform memisahkan lobus kanan dari lobus kiri. . b. Organ ini glukosa dalam bentuk glikogen dan mengubahnya kembali menjadi glukosa jika diperlukan tubuh membentuk urea dari asam amino berlebih dan sisa nitrogen. karbohidrat.1. saluran portal. arteri hepatica. Cairan pankreas mengandung enzim-enzim untuk mencerna protein. Hati dan sekresi empedu Anatomi hati Hati adalah organ viseral terbesar dan terletak dibawah kerangka iga. Hati terbagi menjadi lobus kanan dan kiri. dan lobus kaudatus. Ruang-ruang darah sinusoid terletak di antara lempeng-lempeng sel . Diantara kedua lobus terdapat vena porta hepatica.500g dan pada kondisi hidup berwarna merah tua karena kaya akan persediaan darah. Sekretin diproduksi oleh sel-sel mukosa duodenum dan diabsorpsi ke dalam darah untuk mencapai pankreas. aminopeptidase. dan laktosa) pembentuk nukleotidanya. Lobus kanan hati lenih besar dari lobus kirinya dan memiliki tiga bagian utama. dan karbohidrat tercerna Hati berperan penting dalam mempertahankan homeostatik gula darah. Kimotripsin memiliki fungsi yang Karboksipeptidase. CCK ini menstimulasi sekresi sejumlah besar enzim pankreas. Metabolisme. 2. lemak. 2. c. dan dipeptidase adalah enzim yang melanjutkan Lipase pankreas menghidrolisis lemak menjadi asam lemak dan gliserol setelah lemak diemulsi Amilase pankreas menghidrolisis zat tepung yang tidak tercerna oleh amilase saliva menjadi Ribonuklease dan deoksiribonuklease menghidrolisis RNA dan DNA menjadi blok-blok sama seperti tripsin terhadap protein. 3. 3. membentuk sebuah lobulus portal. Komposisi cairan pankreas. masing-masing berisi sebuah cabang vena portal.

garam tersebut direabsorpsi dari ileum bagian bawah kembali ke hati dan didaur ulang kembali. . c. Garam-garam empedu terbentuk dari asam empedu yang berikatan dengan kolesterol dan asam amino. Empedu Anatomi sekresi empedu a. a. berbagai aktivitas kimia tubuh dalam hati menjadikannya sebagai sumber panas utama dalam tubuh. terutama saat tidur. Hati memfagosit eritrosit dan zat asing terdisintegrasi dalam darah. Absorpsi lemak. dan K). Fungsi garam empedu dalam usus halus. bermuara di duodenum atau dialihkan duktus hepatika kanan dan kiri. Garam empedu mengemulsi gobulus lemak besar dalam usus halus yang kemudian menghasilkan gobulus lemak lebih kecil dan area permukaan yang lebih luas untuk kerja penguraian hemoglobin yagn dilepas dari sel darah merah terdisinegrasi. Emulsifikasi lemak. e. 4.emberikan warna kuning pada urine dan feses. peningkatan destruksi sel darah merah. Pigmen utamanya adalah bilirubin yang . dan fosfolipid) Hati mensintessis protein plasma dan faktor-faktor pembekuan darah. dan bersama limpa mengatur volume darah yang diperlukan tubuh.c. Peristiwa ini dikenal sebagai sirkulasi enterohepatika garam empedu. Pigmen empedu tersiri dari biliverdin (hijau) dan bilirubin (kuning). Hati merupakan reservoar untuk sekitar 30% curah jantung. hati melakukan inaktivasi hormon dan detoksifikasi toksin dan obat. Setelah disekresi kedalam usus . d. merupakan akibat dari peningkatan kadar bilirubin darah. Penyimpanan. atau warana kekuningan pada jaringan. b. pigmen empedu. 5. bersama dengan duktus pankreas. Hati menyimpan mineral sepeti zat besi dan tembaga serta vitamin latur lemak (A. 6. Jaudince. 2. Organ ini juga pemakaian lemak. Hati mensintesis lemak dari karbohidrat dan protein dan terlibat dalam penyimpanan dan Hati mensintesi unsur-unsur pokok membran sel (lipoprotein. Dan hati menyimpan toksin tertentu ( pestisida. dan garamgaram empedu. atau obstruksi duktud empedu dan batu empedu. Pigmen ini merupakan hasil 1. E. untuk membentuk agregasi kecil disebut micelle yang dibuang melalui feses. mensintesis bilirubin dari produk penguraian hemoglobin dan mensekresinya kedalam empedu. kolesterol. Komposisi empedu Empedu adalah larutan berwarna unign kehijauan terdiri dari 97% air. b. D. enzim. Garam empedu membantu mengabsorpsi zat terlarut lemak dengan cara Pengeluaran kolesterol dari tubuh. Ini merupakan indikasi kerusakan fungsi hati dan dapat disebabkan oleh kerusakan sel hati (hepatis). c. Penyimpanan darah. Produki panas . tuntuk penyimpanan di kantung empedu. b. serts obat yang tidak dapat diuraikan dan diekskresikan. a. Garam empedu berikatan dengan kolesterol dan lesitin memfasilitasi jalurnya menembus membran sel. dengan duktus sistikus dari kantung empedu dan keluar dari hatu sebagai dukts empedu komunis. 3. Detoksifikasi. Empedu yang diproduksi oleh sel-sel hati memasuki kanalikuli empedu yang kemudian menjadi Duktus hepatika menyatu untuk membentuk duktus hepatik komunis yang kemudian menyatu Duktus emepdu komunis.

berakhir pada saluran anal dan membuka ke eksterior di anus Fungsi usus besar • • Mengabsorpsi 80% sampai 90% air dan elektrolit Mmeproduksi mucus . Saat asam lemak dan asam amino mencapai usus halus. f. CCK dilepas untuk menkontraksi otot kandung empedu dan merelaksasi sfingter Oddi. 2. dan daya regangnya lebih besar dibandingkan usus halus Bagian-bagian usus besar • • 1. Organ ini terletak di lekukan dibawah lobus kanan hati. Kapasitas total kandung empedu kurang lebih 30 ml sampai 60 ml. Kolon descenden merentang ke bawah pada sisi kiri abdomen dan menjadi kolon sigmoid berbentuk S yang bermuara di rectum • Rektum adalah bagian saluran pencernaan selanjutnya dengan panjang 12 sampai 13cm. Sekum adalah kantong tertutup yang menggantung di bawah area katup ileosekal Kolon adalah bagian usus besar dari sekum sampai rekum. tempatnya memutar ke bawah pada fleksura spleknik 3. Cairan empedu kemudian didorong ke dalam duodenum. Kolon memiliki tiga divisi: Kolon ascenden merentang dari sekum sampai ke tepi bawah hati sebelah kanan dan membalik secara horizontal pada fleksura hepatica 2. Pelepasa cairan ini dirangsang oleh CCK. Fungsi 1. Kandung empedu menyimpan cairan empedu yang secara terus-menerus disekresi oleh sel-sel hati sampai diperlukan dalam duodenum. Kandung empedu mengkonsentrasi cairannya dengan cara mereabsorpsi air dan elektrolit. Usus Besar Usus besar tidak memiliki vili dan lipatan-lipatan sirkular. Kolon transversa merentang menyilang abdomendi bawah hati dan lambung sampai ke tepi lateral ginjal kiri. diameternya lebih lebar.Kendali pada sekresi dan aliran empedu Sekresi empedu diatur oleh faktor saraf (impuls parasimpatis) dan homon (sekretin dan CCK) yang sama dengan yang mengatur sekresi cairan pankreas. Di antara waktu makan sfingter Oddi menutup dan cairan empedu mengalir ke dalam kantung empedu yang relaks. Kandung empedu Anatomi Kandung empedu adalah kantog muskular hijau menyerupai pir dengan panjang 10 cm. Dengan demikian kandung ini mampu menampung hasil 12 jam sekresi empedu hati. panjangnya lebih pendek.

enzim ini juga berfungsi untuk membunuh kuman yang masuk bersama makanan. Erepsinogen. Laktase. . 2. Pepsin. Enzim ini berfungsi untuk mengubah amilum menjadi maltosa. Usus halus Ketika makanan masuk ke usus halus. MEKANISME PROSES PENCERNAAN Pencernaan makanan pada manusia ada 2: a. d. Sakrase. Asam (HCl). Enzim tripsin. Pada proses ini. Enzim amilase. Erepsin berfungsi mengubah pepton menjadi asam amino. berfungsi sebagai pengubah protein dan pepton menjadi dipeptida. berguna untuk mengubah susu menjadi kasein.• • Baketri yang terdapat dalam kolon mampu mencerna sejumlah selulosa dan memproduksi Mengekskresi zat sisa dalam bentuk feses sedikit kalori nutrient bagi tubuh 3. makanan yang keras di dalam lambung serta mengaktifkan pepsinogen menjadi pepsin. 4. Pencernaan mekanik Pencernaan mekanik adalah proses perubahan makanan dari bentuk besar atau kasar menjadi bentuk kecil atau halus. berguna membunuh kuman yang masuk bersama makanan dan membantu melunakkan . Renin. Usus penyerapan menghasilkan enzim-enzim sebagai berikut: 1. Kelenjar pankreas Kelenjar pankreas terletak di usus 12 jari dan menghasilkan beberapa enzim sebagai berikut: 1. lambung mengeluarkan getah lambung yang mengandung: 1. Selain itu. 3. . berguna untuk mengubah protein menjadi pepton. 2. dan gliserol. asam lemak. 2. yaitu dengan bercampurnya makanan yang telah dikunyah dengan air liur yang mengandung enzim ptialin (amilase). Pepsin berfungsi untuk mengubah protein menjadi proteosa dan pepton. Pada manusia proses pencernaan mekanik dilakukan dengan menggunakan gigi. Enzim adalah zat kimia yang berfungsi untuk mempercepat reaksi kimia. Makanan kemudian disalurkan ke usus penyerapan. berfungsi untuk mengubah sukrosa menjadi fruktosa dan glukosa. diaktifkan oleh enterokinase menjadi erepsin. b. berfungsi untuk mengubah laktosa menjadi glukosa dan galaktosa. Maltase. 3. c. berfungsi untuk mengubah amilum menjadi maltosa. Pencernaan kimiawi Pencernaan kimiawi adalah proses perubahan makanan dari bentuk kompleks menjadi bentuk yang lebih sederhana dengan menggunakan enzim. Lambung Di dalam lambung makanan dari kerongkongan dicerna oleh dinding lambung. makanan dicerna secara kimiawi dibantu oleh enzim pencernaan dari pankreas. Peran enzim dalam sistem pencernaan: Mulut Pada mulut selain terjadi pencernaan secara mekanik juga terjadi pencernaan secara kimiawi. berfungsi untuk mengubah maltosa menjadi glukosa.

Contoh disakarida adalah maltosa ( bila dihidrolisis menjadi dua molekul glukosa). PROTEIN. Respirasi sel ini mencakup tiga peristiwa: glikolisis.3. 4. METABOLISME KARBOHIDRAT Karbohidrat merupakan derivat dari aldehid. Monosakarida menurut jumlah atom karbonnya adalah triosa. sistem transpor sitokrom/ elektron. Tabel singkat respirasi sel Reaksi Molekul yang terlibat Hasil reaksi Vitamin/ mineral yang diperlukan . fruktosa. Contohnya adalah maltotriosa. yaitu: 1. PROSES METABOLISME KARBOHIDRAT. Sel-sel di dalam tubuh tentunya tidak dapat langsung menyerap karbohidrat. pentosa. Disakarida Merupakan bentuk karbohidrat yang bila terhidrolisis menjadi dua monosakarida yang sama ataupun berbeda. Polisakarida Merupakan bentuk karbohidrat yang paling kompleks. terutama dalam bentuk glukosa. siklus Krebs. laktosa (bila dihidrolisis menjadi glukosa dan galaktosa). Contoh dari polisakarida adalah pati dan dekstrin. tetrosa. heptosa. Monosakarida Merupakan bentuk karbohidrat yang tidak dapat dihidrolisis lagi menjadi senyawa yang lebih sederhana. Setelah berubah menjadi glukosa. Karbohidrat yang masuk ke tubuh berasal dari makanan. Karbohidrat dibagi menjadi empat macam. Sedangkan bila berdasarkan gugus pembentuknya monosakarida dibedakan menjadi aldosa (gugus aldehid) dan ketosa (gugus keton). galaktosa. Contoh dari monosakarida adalah glukosa. Karbohidrat akan dipecah menjadi monosakarida melalui proses digesti di saluran pencernaan. hektosa. baru akan terjadi metabolisme glukosa di tingkat sel (respirasi sel). Oligosakarida Merupakan bentuk karbohidrat yang bila dihidrolisis menjadi dua sampai sepuluh unit monosakarida. oktosa dan selanjutnya. 3. tetapi karbohidrat tersebut harus dipecah menjadi molekul yang lebih sederhana lagi yaitu monosakarida. 4. 2. Enzim lipase. DAN LEMAK A. berfungsi sebagai pengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol. Karena glukosa merupakan monosakarida yang paling utama yang dapat diserap oleh tubuh untuk menghasilkan energi. sukrosa (bila dihidrolisis menjadi glukosa dan fruktosa). Polisakarida bila dihidrolisis akan menghasilkan lebih dari sepuluh molekul monosakarida.

GLIKOLISIS . Makanan merupakan energi potensial. sedangkan untuk membebaskan energi tersebut dibutuhkan O2 yang di dapatkan dari proses bernafas. Sehingga dapat digunakan bila tubuh membutuhkannya untuk menghasilkan energi. Dari tabel di atas dapat diambil garis besar. METABOLISME GLUKOSA A. bahwa yang paling perlu dalam metabolisme iti adalah makan dan bernafas.Glikolisis Glukosa ∙ 2 ATP (bersih) ∙ 2 NADH2 dan 1 FADH2 (dilanjutkan ke reaksi sistem transpor sitokrom) ∙ 2 Asam piruvat ( bila aerob langsung menuju siklus Krebs. bila anaerob diubah menjadi asam laktat) ∙ CO2 ∙ 3 NADH2 dan 1 FADH2 Niasin Siklus Krebs Asam Piruvat atau Asetil KoA NADH2 dan (menuju reaksi sistem transpor sitokrom) ∙ empat molekul karbon ∙ 34 ATP ∙ air metabolik ∙ Tiamin ∙ Riboflavin ∙ Niasin ∙ Asam pantotenat Besi dan tembaga Sistem Transpor Sitokrom FADH2 Kelebihan glukosa akan disimpan dalam bentuk glukagon yang terdapat pada hepar dan otot rangka.

.

SIKLUS KREBS .B.

lisin. arginin. METABOLISME PROTEIN Anabolisme Unsur dasar penyusun protein adalah asam amino. leusin. glutamate. aspartat. asparagin. triptofan.Asam amino non esensial : asam amino yang dapat disintesis oleh tubuh Ex : alanin. prolin. glisin.SECARA GARIS BESAR Glukosa  2 ATP  2 NADH + 2 H+ GLIKOLISIS Asam piruvat  2 NADH + 2 H+ Asetil Ko-A  2 CO2 4 CO2 SIKLUS KREBS  6 NADH  2 FADH2 2 ATP TRANSPOR ELEKTRON 34 ATP O2 H2O B. metionin. fenialanin.Asam amino esensial : tidak dapat disintesis oleh tubuh Ex : treonin. tirosin . serin. dan 20 di antaranya terdapat dalam protein tubuh dalam jumlah yang cukup banyak. histidin . sistein. valin. . isoleusin. glutamine.

keduanya bergabung membentuk molekul air. Dalam proses kehilangan gugus amino. 1. dan satu ion hidroksil dilepas dari radikal karboksil. . digunakan untuk mensintesis glukosa / asama lemak. Oksidasi ini biasanya melibatkan 2 proses yang berurutan: a. Asam piruvat ini kemudian dikonversi menjadi glukosa/ glikogen (disebut proses glukoneogenesis). 2. yaitu enzim yang bertanggung jawab memulai sebagian besar katabolisme (pemecahan protein untuk digunakan sebagai energi atau bila berlebih disimpan terutama sebagai lemak / glikogen). yang biasanya berupa gugus amino (-NH2). Setelah dibentuk. Keadaan ini sangat toksik terutama terhadap ginjal. 3. Satu atom hidrogen dilepaskan dari radikal amino. Pada dasarnya. Misalnya deaminasi alanin adalah asam piruvat. Oksidasi asam amino yang sudah mengalami deaminasi Begitu asam amino sudah dideaminasi. yang kemudian menjadi asam glutamate. semua asam amino dalam tubuh manusia disintesis di hati. ammonia akan menumpuk dalam darah. Asam keto diubah menjadi zat kimia yang sesuai kemudian masuk ke dalam siklus asam sitrat. sebagian dikonversi menjadi asetil ko-A (2 mol asetil ko-A akan berubah menjadi asam aseloasetat).Struktur asam amino memperlihatkan ciri yang khas yaitu mempunyai satu gugus asam (-COOH) dan satu atom nitrogen yang melekat pada molekul. ureum berdifusi dari sel hati masuk ke dalam cairan tubuh dan diekskresikan oleh ATP yang dihasilkan dari protein lebih kecil daripada ATP yang dibentuk glukosa untuk setiap gramnya. penambahan asam amino tambahan dalam cairan tubuh terutama di hati. otak. Dalam protein. asam keto yang dihasilkan dapat dioksidasi untuk mengeluarkan energi untuk keperluan metabolisme. Setelah ureum terbentuk. yang sering kali menimbulkan keadaan yang disebut koma hepatikum. Asam glutamat ini kemudian dapat mentransfer asam amino ke zat lainnya / dapat melepaskan dalam bentuk ammonia (NH3). b. satu radikal amino dan satu radikal karboksil masih terletak pada ujung yang berlawanan dan kemudian membentuk lagi rantai peptida. Nitrogen pada radikal amino dari satu asam amino berikatan dengan karbon dari radikal karboksil asam amino lainnya. Bila tidak ada hati / pada penyakit hati yang berat. asam amino dihubungkan menjadi rantai panjang melalui ikatan peptide. Setelah itu zat tersebut dpecah dan menjadi energi. Katabolisme Begitu sel diisi sampai batasnya dengan protein yang tersimpan. sehingga siklus tersebut dapat berlangsung berulang-ulang. Pembentukan urea di hati Amonia yang dilepaskan selama deaminasi asam amino dikeluarkan dari darah hampir seluruhnya melalui konversi menjadi ureum. pada banyak keadaan . Asam amino tertentu yang dideaminasi serupa. asam glutamat sekali lagi menjadi asam αketoglutarat. Hormon pertumbuhan meningkatkan sintesis protein sel karena adanya percepatan proses transkripsi dan translasi RNA dan DNA untuk sintesis protein. Deaminasi Gugus amino dari asam amino ditransfer ke asam α-ketoglutarat.dan sebagian lagi dikonversi menjadi asam lemak (disebut proses ketogenesis). akan menginduksi aktivasi sejumlah besar aminotransferase. Hormon yang berpengaruh dalam metabolisme protein: 1.

Fungsi albumin : a.Membentuk jaringan sel baru sehingga dalam ilmu kedokteran. Beta globulin Protein plasma darah yang memiliki kaitan erat dengan transportasi thrombin dan protrombin. Terbuat di hepar sehingga dapat digunakan untuk tes pembantu dalam penilaiaan fungsi ginjal dan saluran pencernaan. darah (albumin serum). terbentuk bekuan darah yang akan membantu memperbaiki kebocoran sistem sirkulasi. dalam daging mamalia 63000. Ada tiga macam globulin: a. sehingga dapat menjadi rangsangan bagi pembentukan protein. serta dalam larutan garam. c. Tiroksin meningkatkan kecepatan metabolisme seluruh sel termasuk protein. Berat molekul albumin plasma pada manusia 69000. larut dalam euglobulins. Jenis protein yang terdapat dalam plasma: Albumin Jenis protein terbanyak dalam plasma yang mencapai 60%. Testoteron menambah deposit protein di jaringan. Globulin Meruapakan protein yang tidak larut dalam air. 6. Estrogen menambah sedikit deposit protein. Insulin mempercepat transpor beberapa asam amino ke dalam sel. Dengan demikian. b.Trigliserida 2. 4.Mengangkat molekul-molekul kecil melewati plasma dan cairan sel.Misalnya akibat operasi. larut dalam pseudoglobulin. Dengan kata lain sangat erat kaitannya dengan proses imun atau kekebalan tubuh. Fibrinogen Fibrinogen berpolimerasi menjadi pilinan fibrin yang panjang selama proses koagulasi darah.Fosfolipid 3. Banyak dijumpai pada telur (albumin telur. b. C. 5. Gamma globulin Kelompok protein serum yang mengandung banyak antibody. Glukortikoid meningkatkan pemecahan sebagian besar protein jaringan. Dengan kata lain sangat erat kaitannya dengan proses pembekuan darah.2. Fungsi ini erat kaitannya dengan bahan metabolism asam lemak bebas dan bilirubin dan berbagai macam obat yang kurang larut dalam air tetapi harus diangkat melalui darah dari satu organ ke organ lain agar dapat diekskresi.Kolesterol . 3. Globulin juga memiliki sifat lain yaitu mengeras atau menggumpal jika dikondisikan dalam suhu tinggi. albumin telur 44000. Insulin diperlukan untuk sintesis protein. Alfa globulin Salah satu bagian plasma darah yang mengedarkan hormon. dalam susu (laktalbumin). putih telur). c. Albumin dapat menghindari timbulnya pembengkakan paru-paru dan gagal ginjal serta sebagai carrier faktor pembekuan darah. METABOLISME LEMAK Lipid dibagi menjadi 3: 1. albumin dimanfaatkan untuk mempercepat pemulihan jaringan sel tubuh yang terbelah. Albumin merupakan protein yang larut dalam air dan mengendap pada kondisi dipanaska.

(memperbesar 1000x daerah permukaan lemak total) Lemak + (empedu + pengadukan ) -> lemak terelmusi Lemak teremulsi + (lipase pangkreas) -> Asam lemak dan 2-monogliserida Fungsi Lemak     Sebagai sumber energi sekunder Melarutkan vitamin A.D. terutama pada subcutaneous layer.Pencernaan lemak dalam usus 1. . memecahkan gumpalan lemak menjadi ukuran yang lebih kecil sehingga enzim pencernaan yang larut air dapat bekerja pada permukaan gumpalan lemak 2. Pengaruh empedu (garam empedu + fosfolipid lestin) -> menurunkan tegangan antar permukaan lemak.E.Emulsifikasi lemak. dan K Melindungi alat-alat vital pada tubuh Memperbaiki rasa makanan (gurih) Kelebihan lemak disimpan dalam jaringan adipose.

Air selalu berpindah dari 1 kompartemen ke kompartemen lainya. atau cairan intraselular 4. terbanyak adalah mineral Kompartemen air 1. Air membentuk 60% sampai 75% total berat badan tubuh 2. Elektrolitn merupakan ion yang ditemukan dalam tubuh. Osmosis diatur oleh konsentrasi elektrolit didalam cairan tubuh (OSMOLARITAS). getah bening.getah bening. .cairan jaringan dan cairan khusus 3. SISTEM REGULASI SUHU TUBUH A. fitrasi: plasma menjadi cairan jaringan. Cairan ekstraselular(CES) adalah air diluar sel terdiri atas plasma .5. Cairan tubuh elektrolit dan Keseimbangan air dan elektrolit 1. Cairan intraselular (CIS) adalah air dalam sel kira-kira dua pertiga total cairan tubuh 2.air akan berdifusi melewati membran ketempat yang mempunyai konsentrasi elektrolit lebih tinggi. osmosis: cairan jaringan menjadi plasma.

Jika volume darah meningkat .oksigen.fosfat .dan sulfat 3. klorida.sebazgian besar anorganik 2.glukosa dan karbondioksida.natrium .protein .ATP dan FOSFOLIPID Fungsi sulfat adalah bagian asam amino dan protein Ketidakseimbangan elektrolit 1. Hipotalamus mempunyai osmoreseptor yang mendeteksi perubahan osmolaritas cairan tubuh 2.Haluaran air 1.membantu mengatur tekanan osmotic Fungsi bikarbonat adalah sebagai bagian system dapar bikarbonat Fungsi fosfat adalah bagian DNA. 2.diare atau muntah .kalsium magnesium . Ketidakseimbangan natrium meliputi: a.kalsium . Setiap variasi haluaran harus dikompensasi oleh perubahan asupan Pengaturan asupan dan haluaran air 1. Hiponatermia adalah konsekuensi akibat keringat yang berlebihan .dan cairan dikonsumsi untuk menggantikannya 3.dan anionya meliputi .kalium.kation terbanyak dalam CIS Fungsi dari kalsium adalah mempertahankan eksitabilitas saraf dan sel-sel otot Fungsi dari magnesium adalah sangat penting untuk produksi ATP .mudah berdifusi keluar masuknya sel . Urine. Mengandung kation meliputi.sekresi ADH menurun . Cairan elektrolit dalah garam yang terlarut dalam air menjadi 1 atau lebih partikel bermuatan disebut ion contohnya. b.aktifitas saraf serta sel otot Beberapa fungsi dari macam anion elektrolit utama Fungsi klorida adalah anion terbanyak dalam CES .kation terbanyak dalam CES Fungsi dari kalium adalah menciptakan tekanan osmotic CIS .kalium. Dehidrasi merangsang sensasi haus . Beberapa fungsi dari macam kation elektrolit utama Fungsi dari natrium adalah menciptakan tekanan osmotic CES . Jika air dalam tubuh terlalu banyak .magnesium . haus dengan pusing berlebihan 2. udara yang dikeluarkan.ditandai Hipernatemia adalah konsekuensi kehilangan air ditandai dengan kehilangan CIS.dan haluaran urine meningkat 6.ANH kehilangan ion natrium dan air di dalam urine Elektrolit 1. natrium .RNA . Aldosteron yang disekresi oleh korteks adrenal meningkatkan reabsorpsi ion natrium oleh ginjal .urea. Elektrolit membantu mengatur osmosis antar kompartemen air Elektrolit dibagi menjadi dua yaitu 1. Cairan nonelektrolit adalah zat yang tidak terurai dalam larutan dan tidak bermuatan listrik contohnya.air kemudian di reabsorpsi melalui osmosis.bikarbonat . ADH yg dilepaskan darihipofisis posterior meningkatkan reabsorpsi air oleh ginjal 4. keringat. Zat kimia yang terlarut didalam air dan memisahkan diri membentuk ion-ion . Ketidakseimbangan kalium meliputi: . feses 2. 5.

Dalam 24 jam. sehingga produksi panas dan ATP juga naik. Hepar menghasilkan 20% panas saat istirahat. Faktor – faktor yang mempengaruhi produksi panas : 1. Kehilangan panas Aliran darah melalui dermis menentukan jumlah panas yang hilang melalui konveksi. Tiroksin dari glandula Tiroidea ( paling penting ) seiring penurunan kecepatan metabolism. Produksi panas Panas adalah salah satu energi yang diproduksi pada respirasi sel. b. Organ yang aktif terus menerus memproduksi panas.ANH –natrium .arimia ginjal 3. Hiperkalemia adalah suatu konsekuensi gagal ginjal angkut serta penyakit Addison ditandai dengan kelemahan .aldosteron –natrium dan kalium . Asupan –elektrolit adalah makanan dan minuman beraklohol 2. Radiasi adalh proses kehilangan panas dalam bentuk gelombang inframerah. Termoregulasi Rentan normal suhu tubuh manusia adalah 360 C-380 C. Stress Rangsang simpatik. Hipokalsemia adalah penurunan asupan kalsium ditandai dengan spasme otot kemudian Hiperkalsemia adalah suatu konsekuensi hipoparatiroidisme . - Panas hilang dari saluran pernafasan melalui pengupan air dari mukosa pernafasan yang panas Sejumlah kecil panas hilang sebagai urin dan feses yang dikeluarkan dari tubuh Mekanisme kehilangan panas adalah vasodilatasi pada dermis dan peningkatan berkeringat. Berkeringat adalah mekanisme kehilangan panas tubuh menguapkan keringat di atas permukaan tubuh. Asupan makanan dan perubahan suhu tubuh yang akan berpengaruh terhadap proses metabolism di dalam tubuh.PTH dan Kalsitonin –kalsium dan fosfat B.ditandai dengan kelemahan otot menjadi tetanus (kejang) Asupan haluaran dan pengaturan 1. suhu tubuh berfluktuasi 10 C – 20 C. kofusi b. Tonus otot menghasilkan 25% panas saat istirahat.keringat .a. dan neropinefrin meningkatkan aktivitas metabolic. . Aliran darah meningkat. Hipokalemia adalah suatu konsekuensi muntah/diare serta penyakit ginjal ditandai dengan lelah. Ketidakseimbangan kalsium meliputi: a. dengan suhu terendah saat tidur. 3. tirosin disekresi lebih banyak untuk meningkatkan respirasi sel. Haluaran –urine . Hal ini menjelaskan mengapa bila ada suatu ruangan kosong yang dingin. 2. Evaporasi juga bisa terjadi di tubuh melalui kulit ( keringat). dan konduksi.feses 3. 4. radiasi dan konveksi efektif bila suhu lingkungan lebih dingin daripada tubuh. Hormon yang terlibat . radiasi. epinefrin. Konduksi dan konveksi adalah perpindahan panas dengan disertai kontak langsung. akan naik suhu nya bila ruangan itu dipenuhi orang.

Setelah itu thermostat kembali ke tingkat normal . Temperatur akan meningkat terus sampai mencapai pengaturan baru.alergi. mencari lingkungan yang lebih dingin. - Mekanisme untuk meningkatkan panas adalah vasokontriksi pada dermis dan penurunan produksi keringat. . tetapi bisa juga disebabkan oleh kondisi lain (kanker. Sebagai hasilnya aliran darah dalam tubuh menurun. Hipotalamus menerima rangsangan dari perifer termoreseptor yang terletak di kulit dan termoreseptor pusat.- Beberapa cara manual antara lain: menurunkan tingkat aktivitas. Aktivasi saraf simpatik vasokonstriktor di tubuh menyebabkan vasokontriksi yang kuat. Prostalglandin mengatur thermostat di hipotalamus ke suhu yang lebih tinggi. Hipotalamus menyebabkan pengeluaran prostalglandin. mengubah posisi tubuh (melingkarkan tangan di tubuh). dan meningkatakan aktivitas tubuh. cedera di system saraf pusat). Produksi panas Hipotalamus adalah thermostat tubuh dan mengatur suhu tubuh dengan menyeimbangkan produksi panas dengan kehilangan panas. Hal itu akan menurunkan suhu tubuh dengan sendirinya. menggunakan pakaian berwarna terang. selanjutnya sutu tubuh akan berada di pengaturan demam smapai adanya pertahanan dari tubuh dan bila ada antibiotic yang masuk. - Ada beberapa cara manual yang dapat dilakukan antara lain: memakai pakaian hangat untuk membatasi panas yang keluar. dll. ditandai dengan keringat yang keluar. Demam Demam adalah hyperthermia yang terkontrol. minum minuman panas. Sering terjadi kerena terjadi infeksi di dalam tubuh.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful