PEMBAHASAN

SEL Sel merupakan unit dasar terkecil yang mendasari suatu kehidupan. Ilmu yang mempelajari sel disebut sitologi (cytology). 1. bagian dari sel a. plasma sel 1) luar sel 2) 3) tersusun atas fosfolipid dan protein membrane plasma memungkinkan sel untuk berinteraksi dengan sel yang lain, tempat sebagai pembatas terluar dari sel yang membatasi komponen dalam sel dengan lingkungan

reseptor, dan mengatur pertukaran material dengan cara difusi atau osmosis b. sitoplasma, cairan tempat melekatnya organel-organel pada sel 1) substansi antara nucleus dan membrane plasma yang meengandung organel dan incluuisions terdiri atas air, protein, karbohidrat, lipid, serta komponen anorganik. Zat kimia dalam tempat dimana reaksi kimia berlangsung nucleus merupakan pusat pengaturan segala aktivitas sel dan mengandung kromosom yang berisi materi genetic (DNA) • 2) • • 3) • • • semua sel memiliki nucleus kecuali sel darah merah ribosome terdiri dari granula yang berisi DNA ribosomal dan protein ribosomal sebagai tempat sintesis protein reticulum endoplasma merupakan jaringan yang menghubungkan membrane nucleus dan membrane plasma reticulum endoplasma kasar mengandung ribosom, tetapi reticulum endoplasma halus tidak mendukung proses mekanis yang terjadi, melepaskan ion kalsium yang terlibat dalam konsentrasi otot, memimpin pertukaran materi dalam sitoplasma, system pengangkutan interseluler, mensintesa lipid dan protein, menyimpan molekul hasil sintesa, dan membantu sel untuk mengeluarkan zat kimia yang tidak diperlukan 4) • badan golgi terdiri dari empat hingga delapan tumpukan kantong gepeng fungsi utamanya adalah memproses, menyusun, dan mengantarkan protein ke sel. Selain itu juga mensekresi protein dan lipid sertab membentuk lisosom 5) • • mitokondria terdiri dari lapisan membrane yang membatasi dan lipatan yang disebut Krista membentuk ATP

2)
3) c. organel 1) •

sitoplasma dapat berbentuk larutan atau koloid

d. inclusions, yaitu hasil sekresi dan produk nutrisi pada sel seperti melanin, glikogen, dan lipid. SISTEM INTEGUMEN

Terdiri dari kulit dan turunannya seperti rambut, kuku, keringat, minyak, dan kelenjar susu. Organ ini adalah organ yang paling bisa terlihat (Tortora) KULIT Fungsi Kulit : (Gartner, Leslie P., 327) 1. Perlindungan 2. Pengatur suhu tubuh 3. Ekskresi yang dilakukan oleh kelenjar keringat 4. Arbsorbsi sinar Ultra Violet dari sinar matahari untuk mensintesis vitamin D Epidermis Kulit Tebal Tebal 0,8 mm – 1,4 mm. Terdiri dari 5 lapisan. Dari bawah yaitu : Stratum Basale (Germinativum), Stratum Spinosum, Stratum Granulosum, Stratum Lucidium, dan Stratum Corneum. Kulit Tipis Tebal 0,07 mm – 0,12 mm. Memiliki 4 lapisan, tanpa Stratum Lucidium (Guton, Arthur C.) , terdapat pada bagian yang kekurangan rambut (telapak kaki dan telapak tangan). Stratum Ge\rminativum Terdiri dari epidermal stem cells, melanocytes, dan keratinocytes. Merupakan lapisan epidermis paling bawah. Terbentuk dari jaringan ikat longgar. Berbatasan langsung dengan dermis. Sel-sel yang mendominasi adalah sel-sel stem yang besar/ sel basale. Aktifitas melanocytes menyebabkan kulit bewarna kecoklatan. Sel merkel yang banyak terdapat pada bagian yang kekurangan rambut, mengeluarkan zat kimia yang peka terhadap sentuhan. Stratum Spinosum Lapisan epidermis yang paling tebal, terdiri daru berbagai macam bentuk sel (polyhedral sampai sel-sel yang berbentuk tipis) sehingga nampak berduri (spin). Disini juga terdapat keratinocytes yang aktif melakukan mitosis. Stratum basal dan spinosum disebut lapisan malphigi yang bertanggung jawab dalam pergantian epidermal keratinocytes. Stratum Granulosum Terdapat keratinocytes yang tergantikan oleh atau dari stratum spinosum. Ketika sel tersebut mencapai lapisan ini, mulai untuk membuat protein keratohyalin dan keratin dalam jumlah banyak. Keratohyalin merupakan zat tanduk, menyebabkan kulit less permeable. Keratin merupakan bahan penyusun utama rambut dan kuku. Stratum Lucidium Lapisan ini hanya terdapat pada kulit tebal (thick skin). Walaupun lapisan ini berisi sel-sel tipis dan kekurangan organel dan nuclei, akan tetapi mengandung keratin filament yang tebal. Plasma membran mengalami penenbalan akibat penyuluran protei non kreatin (infolokrin). Tidak terlihat bawah pada standard hytological layer. Stratum Corneum Terletak di permukaan, 15-10 lapisan tipis (epitel pipih), sel mati, interloching cells. Disebut juga lapisan tanduk (horny layer). Tipe Sel : Keratinocytes, Melanocytes, Sel Merkel, Sel Langerhans. Keratinocytes

Subtansi terbanyak dari sel-sel epidermis, karena keratinocytes selalu mengelupas pada permukaaan epidermis, maka harus selalu digunakan. Pergantian dilakukan oleh aktivitas mitosis dari lapisan basal (di malam hari). Selama perjalanannya ke luar (menuju permukaan. Keratinocyes berdeferensiasi menjadi keratin filamen dalam sitoplasma. Proses dari basal sampai korneum selama 20-30 hari. Karena proses cytomorhose dari keratinocytes yang bergerak dari basal ke korneum, lima lapisan dapat diidentifikasi. Yaitu basal, spimosum, granulosum, losidum dan kornium. Melanocytes Didapat dari ujung saraf, memproduksi pigment melanin yang memberikan warna coklat pada kulit. Bentuknya silindris, bulat dan panjang. Mengandung tirosinase yang dihasilkan oleh REG, kemudian tirosinase tersebut diolah oleh Aparatus Golgi menjadi oval granules (melanosomes). Ketika asam amino tirosin berpindah ke dalam melanosomes, melanosomes berubah menjadi melanin. Enzim tirosinase yang diaktifkan oleh sinar ultra violet.. Kemudian melanin meninggalkan badan melanicytes dan menuju ke sitoplasma dari sel-sel dalam lapisan stratum spinosum. Dan pada akhirnya pigmen melanin didegradasi oleh keratinocytes. Faktor-faktor yang menyebabkan adanya perbedaan warna kulit antara lain: 1. Melanosit, terletak pada stratum basalis, memproduksi pigmen, melanin, yang bertanggung jawab untuk pewarnaan kulit dari coklat sampai hitam.

2. Darah dalam pembuluh dermal di bawah lapisan epidermis dapat terlihat dari permukaan dan menghasilkan
pewarnaan merah muda . Ini lebih jelas terlihat pada kulit orang kilit putih (Kaukasian) 3. Keberadaan dan jumlah pigmen kuning, karotin, hanya ditemukan pada stratum korneum, dan dalam sel lemak dermis dan hipodermis, yang menyebabkan beberapa perbedaan pada pewarnaan kulit. Merkel Cells Banyak terdapat pada daerah kulit yang sedikit rambut (fingertips, oral mucosa, daerah dasar folikel rambut). Menyebar di lapisan stratum basal yang banyak mengandung keratinocytes. Langerhans Cells Disebut juga dendritic cells karena sering bekerja di daerah lapisan stratum spinosum. Merupakan sel yang mengandung antibodi. Banyaknya 2% – 4 % dari keseluruhan sel epidermis. Selain itu, juga banyak terdapat di bagian dermis pada lubang mulut, esophagus, dan vagina. Fungsi dari langerhans cells adalah untuk responisasi terhadap imun karena mempunyai antibodi Dermis Lapisan Papiler : tipis mengandung jaringan ikat jarang. Lapisan Kutikuler : tebal terdiri dari jaringan ikat padat.

Kulit Tebal

Kulit Tipis RAMBUT Rambut terdiri dari benang-benang bertanduk yang berasal dari epidermis, terdiri dari batang dan akar yang meluas kebawah hingga menyerupai umbi yang bertakik pada lapisan bawahnya. Ruang di dalam takik terdapat jaringan penyambung / papilla. Akar rambut terbungkus oleh folike rambut yang berasal dari sumbu epidermal dan dermal. Rambut terdiri dari 3 lapisan epitel : 1. Medula 2. Kortex 3. Kutikula Folikel rambut terdiri dari : 1. Selubung akar epitel dalam Terdiri dari kutikula, lapisan Huxley, lapisan henle 2. Selubung akar epitel luar yang erasal dari epidermis Merupakan perpanjangan dari lapisan malpighi (stratum basale dan spinosum) 3. Selubung jaringan penyambung berasal dari dermis a. Selubung dalam, membran hialin sempit, menempel pada sel-sel silindris selubung luar. b. Selubung tengah, serat jaringan penyambung halus yang tersusun dalam lingkaran. c. KUKU Merupakan modifikasi dari lapisan epidermis. 1. Badan kuku Tersusun dari sel-sel pipih jernih. 2. Dinding kuku Lipatan sekeliling proksimal dan lateral dari kuku. 3. Alas kuku Epidermis dibawah badan kuku, tidak memiliki sratum granulosum. KELENJAR PADA KULIT 1. Kelenjar Sebasea a. Mensekresikan minyak ke folikel rambut Selubung tengah, berfungs mengangkat rambut dalam dermis.

Dengan perspirasi hilang kira-kira 500ccm air setiap hari. . kira-kira setengah liter sehari pada iklim sedang. Kelenjar apokrin 1) 2) 3) 4) 1) 2) 3) 4) 5) 6) Terdapat pada axilla. Penyedia antibakteria 2. Berbagai jumlah air dapat dilepaskan. Kelenjar merokrin MEKANISME SEKRESI KERINGAT Keringat adalah sekresi aktif dari kelenjar keringat di bawah pngendalian saraf simpatis Keringat terutama berisilarutan garam dengan konsentrasi kira-kira 1/3 dari yang ada dalam plasma. Hal ini hendaknya dibedakan dengan perspirasi atau pelepasan air dengan tak terasa yang hanya berupa difusi air secara sederhana melalui kulit. kurang pada ilim dingin dan lebih pada yang panas. groin. Suhu lingkungan yang lebih tinggi dari suhu tubuh dapat dirasakan cukup nyaman bila udara kering. a. Kelanjar Keringat Kelenjar keringat adalah alat utama untuk merendahkan suhu tubuh. kebanyakan air Merocrine secretion mechanism Dikontrol oleh sistem saraf Penting dalam thermoregulation dan ekskresi Sebagai antibakteri b. tetapi kelembaban dapat menyebabkan rasa sangat tidak enak karena menghalangi hilangnya suhu tubuh melalui penguapan. Tergantung dari kebuthan tubuh akan pengaturan suhu.b. nipple Memproduksi sekresi kental dengan komposisi kompleks Pada individu tertentu dapat menjadi sarana komunikasi Kerjanya sangant dipengaruhi hormon Tersebar luas Memproduksi sedikit sekresi. Banyaknya keringat berkisar dari 0 sampai 2000 ccm setiap hari.

larutan prekursor ini mengalami reabsorpsi sebagian ion Natrium dan Klorida. Apabila kelenjar keringat kuat dirangsang. 2. sentuhan . Bagian duktus Sekret primer itu memiliki komposisi yang mirip dengan protein plasma. cairan prekursor mengalir melalui duktus secara lambat. tetapi tidak mengandung protein plasma. Bagian yang bergelung (menghasilkan sekret primer atau sekret prekursor) 2. Sewaktu larutan ini mengalir di duktus. cairan prekursor dibentuk dalam jumlah banyak dan duktus ini hanya mengabsorpsi Natrium dan Klorida dalam jumlah sedikit sehingga dapat mencapai tingkat maksimum 50-60 mEq/L dan hanya sedikit cairan yang direabsorpsi. Kemudian direabsorpsi oleh duktus sehingga konsentrasi Natrium dan Klorida turun menjadi 5 mEq/L dan sebagian besar cairan tersebut juga direabsorpsi. 892) KLASIFIKASI RESEPTOR DALAM SISTEM INTEGUMEN Merkel’s disk : sentuhan Meissner corpuscle : raba Vater paccini : tekanan. Apabila kelenjar keringat sedikit dirangsang. Konsentrasi Natrium sekitar 142 mEq/L dan Klorida sekitar 104 mEq/L dengan konsentrasi zat terlarut lain yang lebih kecil dibanding dalam plasma. dan vibrasi Free nerved ending : pain dan thermoreceptor Ruffini corp : stretching &pressure Krause : receptor dingin . (Sumber : Guyton & hall. 1.Pada kelenjar keringat terdiri dari dua bagian: 1.

Thermoreceptors Dingin Krause’s corpuscles Panas Ruffini’s endings III. Mechanoreceptors Sensibilitas kulit (epidermis and dermis) Free nerve endings Percabangan Merkel’s discs Spray endings Ruffini’s endings Ujung reseptor Meissner’s corpuscles Krause’s corpuscles Sensibilitas kedalaman jaringan Free nerve endings Percabangan Spray endings Ruffini’s endings Ujung reseptor Pacinian corpuscles Muscle spindles Golgi tendon receptors Pendengaran Reseptor suara pada koklea Keseimbangan Reseptor Vestibular Arteri Aorta II.Muscle spindle & golgi tendon : mecanoreceptor (sumber : presentasi dr. Nociceptors Nyeri Free nerve endings IV. Chemoreceptors Rasa Papila lidah Bau Epitel olfaktori . Electromagnetic receptors Penglihatan sel batang reseptor gelap sel kerucut receptor terang V. Bambang Sumantri) I.

. dan zat yang penting lainnya. Protein plasma mencapai 7 % plasma dan merupakan satu-satunya unsure pokok plasma yang tidak dapat menembus membran kapiler untuk mencapai sel. beberapa Gamma globulin(imunoglobulin) adalah antibodi. • • Koloid adalah zat yang berdiameter 1 nm sampai 100 nm. dengan fungsi utama sebagai molekul pembawa lipid. 1. limfoid dan berfungsi dalam imunitas. yakni albumin. globulin. dan fibrinogen. berbagai substrat. tetapi memiliki ukuran paling kecil. Tekanan ini merupakan suatu ukuran ”daya tarik” plasama terhadap difusi air dari cairan ekstraseluler yang melewati membran kapiler. Albumin Protein plasma yang terbanyak. 3. Plasma mengandung koloid dan kristaloid. Ada lima jenis imunoglobulin yang diproduksi jaringan hormon. asam lemak Hypothalamus (sumber : Guyton n Hall) KOMPONEN DALAM DARAH Plasma darah Cairan bening kekuningan yang unsure pokoknya sama dengan sitoplasma. Albumin disintesis dalam hati dan bertanggung jawab untuk tekanan osmotik koloid darah. Ada 3 jenis protein plasma yang utama. Plasma terdiri dari 92% air dan mengandung campuran kompleks zat organik dan anorganik. disintesis di hati dan merupakan komponen esensial dalam mekanisme pembekuan darah.aorta dan badan carotid Gula darah. sekitar 55-60%. Fibrinogen Membentuk 4 % protein plasma. sedangkan kristaloid adalah zat yang berdiameter kurang dari 1 nm. 2. Tekanan osmotic koloid ditentukan berdasarkan jumlah partikel koloid dalam larutan. asam amino. Globulin Membentuk sekitar 30% protein plasma • • Alfa dan beta globulin disintesis di hati.

mineral. Eritrosit Memiliki fungsi antara lain: Mentranspor oksigen ke seluruh jaringan melalui pengikatan hemoglobin terhadap oksigen. gas darah. Agranular a. vitamin. Berperan penting dalam pengaturan pH darah karena ion bikarbonat dan hemoglobin merupakan buffer - asam basa Bersikulasi selama 120 hari sebelum menjadi rapuh dan mudah pecah. kalium. Eosinofil : sel fagositik khususnya bakteri : sel fagositik khusus terhadap kompleks antigen-antibodi dan dapat bertambah banyak selama infestasi parasit c. klorida. Gas darah : asam amino. Abrasi Merupakan perlukaan paling superfisial. dan nitrogen. hormon. Walaupun sel darah merah matang tidak memiliki nuklei. dan trombosit. luka dibedakan menjadi : 1. 1. Kontusi (memar) . Limfosit • • : serupa dengan sel mast dan dapat membebaskan histamin dan heparin dalam reaksi alergi : Berperan dalam mekanisme pertahanan imunologik tubuh Bila ada antigen spesifik. : oksigen. kalsium bikarbonat. dengan definisi tidak menebus lapisan epidermis 2. sebagian limfosit (sel B) berdiferensiasi menjadi sel plasma yang akan : menghasilkan antibodi b. Basofil 2. magnesium. fosfat. Monosit Fagosit kuat yang berdiferensiasi menjadi makrofag jaringan pada tempat terjadi infeksi kemudian akan menghancurkan bakteri. Leukosit memiliki sifat diapedesis. Leukosit Memiliki fungsi antara lain : 1. atau pun retikulum endoplasma. 3. yaitu kemampuan untuk menembus pori-pori membran kapiler dan masuk ke dalam jaringan. elektrolit. Trombosit Trombosit berfungsi dalam hemostasis (penghentian perdarahan) dan perbaikian pembuluh darah yang robek. Netrofil b. Elektrolit plasma : ion natrium. leukosit bertahan kurang lebih satu hari dalam sirkulasi sebelum masuk ke jaringan. Sel ini tetap dalam jaringan selama beberapa hari. atau beberapa bulan tergantung jenis leukositnya. Nutrien 2. dan lipid yang diabsorbsi dari saluran pencernaan. Elemen pembentuk darah meliputi sel darah merah (eritrosit). karbondioksida. mitokondria. dan zat-zat sisa. enzim sitoplasmanya mampu memproduksi ATP untuk waktu yang terbatas ini. KLASIFIKASI LUKA Berdasarkan Patofisiologi.Plasma juga mengandung nutrien. Granular a. dan ion sulfat. dan debris sel Rentang kehidupan : Setelah diproduksi di sumsum tulang. benda asing. gula. sel darah putih (leukosit). beberapa minggu.

fibroblast mulai mensistesa jaringan luka . mulai terbentuk fibroblast 3. Kerusakan pembuluh darah direcovery oleh trombosit. maka rambut tersebut akan terdapat pada luka. luka insisi PENYEMBUHAN LUKA Pada kasus Ontoseno. merupakan fase dimana sel epitel mulai membentuk jembatan diantara luka (dibawah scab) b. fase migratory a. tengkorak. merupakan fase pembekuan darah pada daerah luka (terbentuk scab) Proses pembekuan darah Protrombin Aktivator protrombin Ca++ Trombin Fibrinogen Benang-benang Fibrin Trombin Faktor stabilisasi fibrin yang teraktivasi Fibrinogen Monomer Ca++ Benang fibrin yang saling berikatan b. jaringan yang rusak adalah epidermis.Terjadi karena kebocoran pada pembuluh darah dengan epidermis yang utuh oleh karena proses mekanis 3. hingga ke pembuluh darah. Laserasi dapat dibedakan dari luka iris : • • • • Garis tepi memar dan kerusakan memiliki area yang sangat kecil sehingga untuk pemeriksaanya kadang Keberadaan rangkaian jaringan yang terkena terdapat pada daerah bagian dalam luka. termasuk Tidak adanya luka lurus yang tajam pada tulang dibawahnya. karena rusaknya hingga ke pembuluh darah. permeabilitas pembuluh darah meningkat untuk mengantarkan sel fagosit (monosit dan limfosit untuk membunuh mikroba) d. sel epitel bermigrasi silang pada luka dan membelah diri untuk membentuk jaringan baru c. dibutuhkan bantuan kaca penbesar. dermis.terutama jika yang terluka daerah tulang Jika area tertutup oleh rambut seperti kulit kepala. maka disebut luka dalam 2. Laserasi Berbeda dengan luka iris dimana pada luka gores jringan yang rusak menyobek bukan mengiris. 4. pembuluh darah dan saraf . Sedangkan recovery jaringan dermis dan epidermis dijelaskan sebagai berikut: 1. fase inflammatory a.

pembuluh darah kembali normal (sumber : Tortota) KESIMPULAN Pemicu 1 Blok 2 Ontoseno mempunyai kulit berwarna sawo matang sedang berjalan di ladang. Hal ini disebabkan karena di dalam kulit terdapat ujung-ujung syaraf reseptor. keluat darah sedikit dan terasa perih. merupakan fase dimana pembentukan sel epitel lebih intensif b. Banyak sedikitnya keringat tergantung pada kebutuhan tubuh akan pengaturan suhu. fase proliferatif a. lengan Ontoseno terasa perih. fase maturation a. lapisan epidermis. serat kolagen mulai tersusun normal d. epidermis mulai kembali pada ketebalan normal c. pembuluh darah yang luka mulai diperbaiki oleh trombosit 4. fibroblast mulai menghilang e. Ontoseno memiliki kulit sawo matang karena dalam kulit terdapat melanocytes yang menghasilkan pigmen melanin (coklat). Luka tersebut dapat tertutup melalui proses penutupan luka yang meliputi fase inflammatory. dermis serta pembuluh darah rusak. Yang menyebabkan rasa nyeri adalah ujung syaraf free nerve endings. tibatiba tangannya terkena duri pada tanaman semak belukar sehingga kulit lengan kanannya tertusuk. Bakteri-bakteri terebut dinetralisasi oleh sel-sel leukosit yang memuliki sifat diapedesis. scab mengelupas b. Ketika hendak mengusap keringat. fase maturation. fibroblast mulai membentuk kolagen 5.c. Proses netralisasi bakteri dibut phagositosis. Salah satu penyebab rasa nyeri dalam luka ontoseno adalah masuknya bakteri dari duri. sehingga mengeluarkan darah. Keluarnya keringat tersebut diatur oleh syaraf simpatik. Ketika tertusuk duri. lengan kanan Ontoseno mengalami luka. TULANG DAN RANGKA ANATOMI RANGKA . fase migratory fase proliferatif. Setelah tertusuk. Ontoseno mengeluarkan keringat karena dalam kulit terdapat kelenjar keringat. jaringan epidermis yang baru mulai terbentuk c.

langit . Kranium : melindungi otak • Tulang frontal: membentuk dahi.Aksilar : Tengkorak 1.langit rongga nasal. dan kantong mata • Tulang parietal • Tulang oksipital : membentuk bagian belakang kranium • Tulang temporal : membentuk sisi kranium • Tulang etmoid : penyangga penting rongga nasal .

• • • • • • • • 4.langit mulut. 3-5 koksigeal ) ( Sloane.ruang udara dalam tegkorak yang berhubungan Vertebra Kolumna vertebra : menyangga berat tubuh dan melindungi medula spinalis. 5 vertebra sakrum. tidak berartikulasi dg tulang lain.• Tulang sfenoid : membentuk dasar anterior kranium • Osikel auditori : untuk proses pendengaran • Tulang womian : tulang kecil yang terdapat di dalam sutura 2.celah untuk lintasan duktus lakrimal yang mengalirkan air mata ke rongga nasal Tulang vomer : membentuk septum nasal Konka nasal inferior Mandibula : rahang bawah Tulang hioid : bentuknya tapal kuda. ( Sloane. 5 vertebra lumbal. dengan rongga nasal. Sinus pranasal : terdiri dari ruang . 2003 ). Sternum dan Iga . ( 12 vertebra toraks. rongga nasal Tulang zigomatik : tonjolan tulang pipi Tulang maksilar : rahang atas Tulang lakrimal : berisi celah . tulang orbital. 2003 ) Tulang wajah : Tulang nasal : penyangga hidung Tulang palatum : membentul langit .

2003 ) Gilder pelvis (tulang panggul) Tungkai bawah 1. Barisan tulang karpal distal yang terdiri dari: Trapezium. 2. Trapezoid. 2. Tulang – tulang jari (phalanges) Setiap jari memiliki tiga tulang yaitu tulang proksimal. prosesus sifoid ) Tulang iga : 7 pasang iga sejati. yaitu: 1. Lengan 1. badan.lunatum. trikuetral(triangular). 3 pasang iga semu. 2. Tulang Pergelangan Tangan (Karpus) Pergelangan tangan terbentuk dari delapan tulang karpal irteguler yang tersusun dalam dua baris. Setiap tulang metacarpal memiliki sebuah dasar proksimal yang berartikulasi dengan barisan distal tulang karpal pergelangan tangan. 3. kecuali ibu jari yang hanya memiliki tulang proksimal dan medial saja. 2. dan tulang distal. ( Sloane.tulang medial. 2 pasang iga melayang Skapula ( tulang belikat ) Klavikula ( tulang kolar ) Humerus : tulang tunggal pada lengan atas Lengan bawah : radius dan ulna Ada tiga macam tulang yang menyusun tangan. dan setiap barisnya terdiri dari empat tulang. Barisan tulang karpal proksimal yang terdiri dari navicular(skafoid).1. 2. Apendikular : Gilder Pektoral ( bahu ) 1. Femur ( paha ): tulang terpanjang dan terkuat Tungkai : tibia dan fibula .kepala tulang metacarpal membentuk buku jari yang menonjol pada tangan. Kapitatum. Tangan Sternum : Tulang dada ( manubrium atas.dan pisiform. Tangan (metacarpus) Tangan tersusun dari lima tulang metakarpal’dimana semua tulang metacarpal berukuran serupa kecuali tulang metacarpal pertama pada ibujari. Hamatum.

yaitu kelima jari kaki. Ibu jari kaki tidak sefleksibel ibu jari tangan. Hal ini disebabkan pada ibu jari kaki tidak memiliki sendi karpometakarpal seperti yang dimiliki ibu jari tangan. ulna. 2008 ) FISOLOGI TULANG 1. radius. Tulang panjang contoh: humerus. 2. Tarsal membentuk artikulasio dengan metatarsal. Sutural contoh: tulang diantara tulang datar pada tengkorak di garis sutura d. Tulang memberikan topangan dan bentuk tubuh Pergerakan. Tulang pendek contoh: carpal dan tarsal f. ( Guyton.organ lunak yang ada dalam tubuh . Tulang tak beraturan contoh: ruas-ruas tulang belakang e. Perlindungan. Sistem rangka melindungi organ . 3. Tulang berartikulasi dengan tulang lain pada sebuah persendian sebagai pengungkit. dan parietal. Tulang sesamoid contoh: patella ( Ganong. Di antara falanges terdapat sendi engsel yang memungkinkan gerak satu bidang. Tulang datar contoh: sternum. b. femur. Falang adalah tulang penyusun jari. tibia.Tulang Telapak Kaki dan Jari Kaki Tarsal adalah terdiri dari 7 buah tulang. c. Tulang yang terbesar adalah atau biasa disebut tumit. scapula. Seperti pada jari tangan. 2006 ) KLASIFIKASI TULANG a. Pada ibu jari tangan terdapat sendi pelana yang membuat ibu jari tangan lebih bebas bergerak daripada ibu jari kaki. terdapat 2 buah falanges pada masing-masing ibu jari dan 3 buah falanges pada jari lain. dan fibula.

serta lebih sedikit kandunagn proteoglikannya. glycoproteins. Tidak terdapat perikondrium yang dikanali dalam kartilago fibrosa. badan vertebra. dan trombosirt. akhir dari tulang rusuk. Sumsusm tulang merah. laring. lebih banyak mengandung elastic fiber. Terletak di hidung. merupakan tempat produksi sel darah merah. dan extracellular fluid. sel darah putih. Tempat penyimpanan mineral ( Sloane. 2007 ) Gambar Hyalin Kartilago Kartilago Elastik Ditemukan di aurikula telinga. Sedangakan interteritorial matrix adalah matrix terbesar dan mengandung lebih banyak kolagen. yang ditemukan pada orang dewasa dalam tulang sternum. ( Junqueira. tulang pipih dan kranium. Kondrositnya lebih besar bila dibandingkan dengan kartilago hyaline. Perikondrium terbentuk di batas luar ketika proses pembentukan kondrosit. Pembentukan sel darah ( hematopoiesis ).4. Terdapat pada discus invertebralis. 5. dan cincin trakea dan bronkus. ( Junqueira. Berwarna coklat kebirubiruan. Matrixnya mengandung kolagen tipe I dan bersifat asidofilik. dinding telinga bagian luar. Histogenesis dan pertumbuhan : Individual mesenchymal cells  berkumpul membentuk pusat kondrofikasi  berdiferensiasi menjadi kondroblas  sekresi matriz kartilago disekelilingnya  terbentuk lacuna  kondroblas yang dikelilingi matrixnya disebut kondrosit  cell division  lebih dari 2 kondrosit disebut isogenous groups. 2003 ). epiglottis. agak elastis . pada bagian ujung tulang panjang. sehingga lebih elastis. pada bagian perikondrium. dan lunak. 2007 ) Kartilago Fibrosa Merupakan jaringan intermediate antara jaringan ikat padat dan kartilago hyalin. simfisis pubis. dan dalam tendon-tendon tertentu. Memiiki warna kekuningan darena memiliki elastin dalam serat elastis. 2007 ) Kharakteristik Tulang Rawan Tulang rawan = Jaringan yang terdiri dari sel-sel rawan yang terdapat kondrosit dan bahan dasar tulang rawan sebagai bahan antar sel Terdapat 3 jenis tulang rawan berdasarkan karakteristiknya : 1 Tulang rawan hyalin Ciri-ciri : -Konsistensi lunak. Teritorial matrix merup\akan matrix yang berada di sekeliling lacuna. tulang iga. semi tembus cahaya. dan tulang rawan kuneiformis di laring. ( Junqueira. HISTOLOGI TULANG Tulang Rawan ( Kartilago ) Kartilago Hyalin Mtrixnya terdiri dari kolagen tipe II. proteoglycans. mengandung sedikit kolagen dan banyak kondrotinsulfat. saluran eustachius.

Periosteum melapisi bagian luar tulang. Matrix ektravaskulernya telah mengandung kalsium sehingga menutup jalanya sekresi sel didalamnya.-Warna kebiru-biruan -Bahan dasar homogen 2 Tulang rawan elastis : Ciri-ciri : -Warna kekuning-kuningan -Lebih fleksibel dan elastis -Bahan dasar terdapat anyaman sabut-sabut elastis dalam berbagai arah terutama di sekitar kondrosit.sabut ini kemudian melanjutkan diri ke perikandrium -Kondrosit. Sedangkan komponen anorganik berisi kolagen tipe I. pertukaran zat antara osteosit dan kapiler darah tetap bisa berjalan karena adanya komusikasi melalui kanalikuli.karena bahan antar sel agak padat -Kemungkinan sel membelah diri sedikit -Terdapat bahan sabut kolagen berbagai arah -Merupakan peralihan antara jaringan ikat fibrilair dengan jaringan tulang (Keeton.tudung sel tulang rawan dan kelopmpok isogen seperti pada tulang rawan hyalin 3 Tulang rawan fibrious : Ciri-ciri : -Kondrosit dan tudung sel tulang rawan seperti pada tulang hyalin -Kelompok isogen hanya sedikit. Akan tetapi. 1980 ) Tulang ( Bone ) rawan Tulang adalah jaringan ikat kaku. keras dan berbentuk tetap. Matrix terdiri dari komponen organic dan anorganik. ( Junqueira. Komponen organic merupakan kumpulan kristal-kristal kalsium hidroksiapatit yang terdiri dari kalsium dan fosfor yang banyak. 2007 ) Gambar : Penampang system harverst . sedangkan endosteum melapisi bagian dalam tulang.

000 – 30.Sel-sel tulang : Osteoprogenitor cells. yang disebut Osteoid. 2007 ) HORMON YANG BEKERJA PADA PERTUMBUHAN TULANG 1. Osteoblas. Di dapat dari osteoblas yang berdeferensiasi. Mengalami proses aposisi tulang yaitu komponen matrix disekresi pada permukaan sel yang berkontak dengan matrx tulang yang lebih tua. ( Junqueira. Kelenjar hipofisis anterior / kelenjar pertumbuhan : berfungsi meningkatkan kecepatan mitosis kondrosit dan osteoblas serta meningkatkan kecepatan sintesis protein (kolagen. 2007 ) Osteoklas. tetapi bukan untuk hormone paratiroid. Osteoklas mensekresi kolagenase dan enzim lain sehingga memudahkan pencernaan kolagen setempat dan melarutkan kristal gram kalsium. Osteoklas memiliki reseptor untuk kalsitokinin. ( Junqueira. Osteoblas Terbentuk dari Osteorogenitor cells yang telah berdiferensiasi. Peptioglikan. diantara lapisan osteoblas dan tulang yang baru dibentuk. Akan tetapi osteoblas memiliki reseptor untuk hormone paratiroid dan begitu teraktivasi oleh hormone ini. matriks. Osteoblas juga berperan dalam sistesis komponen organic dari matrix (Kolagen tipe I. Jumlahnya 20. Tiroksin (kelenjar tiroid) : berfungsi untuk meningkatkan kecepatan sintesis protein dan meningkatkan produksi energi dari semua jenis makanan. Osteosit. dan glikoprotein). Memiliki peranan penting dalam proses resorpsi tulang. sel-sel ini secara aktif terlibat untuk mempertahankan matrix tulang dan kematianya diikuti oleh resorpsi matrix tersebut. Aktifinasnya dipengaruhi oleh hormone sitokinin. Berada pada bagian dalam periosteum. lapisan canal harvest. dan di dalam endosteum. sehingga menjaga kemampuan mitotik (sangat berpotensi untuk berdiferensiasi menjadi Osteoblas). . Berinti banyak. 2007 ) Gambar Berbagai Bentuk Tulang Osteosit Merupakan sel tulang yang telah dewasa. Osteoprogenitor cells Merupakan embryonic mesenchymal cells. dan lapisan matrix baru (namun belum terkapur). dan Osteoklas. 3. osteoblas akan memperoduksi suatu sitokin yang disebut factor perangsang osteoklas. ( Junqueira.000 per mm 3. Berasal dari penggabungan sel-sel sumsum tulang. 2. kartilago dan enzim untuk pembentukan kartilago tulang). yakni suati hormone tiroid. Terdapat didalam lacuna yang terletak diantara lamela-lamela matrix. Tumbuh dibawah pengaruh Bone Morphogenic Protein (BMP) dan Transforming Growth Factor β. Insulin : berfungsi dalam meningkatkan produksi energi dari glukosa.

Osteoblast mensekresikan matrix 4. ( Tortora.4. Selama satu minggu. fase yang terakhir adalah remodeling. Bagian callus yang terbentuk dari sel osteoblast (dari endosteum) berkembang diantara fragmen akhir tulang yang patah dan diantara dua sumsum tulang (internal callus) 2. 11. osteoblast membentuk trabeculae baru di dekat garis patahan (internal callus). mati dan berdegenerasi. menutupi fracture. Osteoklas mulai meresorpsi kartilago yang terkalsifikasi. 8. Kalsitonin : berfungsi dalam menurunkan reabsorpsi kalsium dari tulang (menurunkan kadar kalsium dalam darah). 6. 2003 ) PENYEMBUHAN FRAKTUR TULANG 1. 2008 ) PENULANGAN ENDOKONDRAL 1. pertumbuhan jaringan tulang baru (callus) pada awalnya membentuk jembatan antara tulang yang terputus. Estrogen dan testosteron : berfungsi untuk mempercepat penutupan epifisis tulang panjang dan untuk membantu menahan kalsium dalam tulang untuk mempertahankan matriks tulang yang kuat. Tulang subperiosteal menebal 9. Komponen-komponen tulang yang mati dari fragmen ynag patah diserap oleh osteoclast. Fraktura : patah tulang : retak tulang : kematian sel tulang yang tidak diprogram Primarry Centre Of Ossification Secondary Centre Of Ossification 2. Nekrosa 4. Perikondrium tervaskularisasi 3. ( Sanlon. Paratiroid : berfungsi untuk meningkatkan reabsorpsi kalsium dari tulang ke darah dan meningkatkan absorpsi kalsium oleh usus halus dan ginjal. Pertumbuhan tulang terjadi di lempeng epifiseal. Osteoklas membentuk lubang di dalam tulang sub periosteal. Epifisis dan Diafisis ( Gartner. Kondrosit dalam mengalami diapsis. sekitar 48 jam setelah fracture. 3. 5. Pembentukan model kartilago hyaline 2.konsentrasi tinggi  vesikel matrix memproduksi pompa kalsium  transport ion Ca2+ ke dalam vesikel  konsentrasi ion Ca2+ lebih tinggi  kristalisasi  pertumbuhan kristal hidroksiapatit  menembus membrane  isi dari vesikel keluar. 5. skoliosis ( Sloane. ( Gartner. 6. lordosis. 2007 ) PROSES KALSIFIKASI TULANG Osteoid  Ca2+ dan PO43. Beberapa hari setelah itu. osteoblast dan osteosit mulai aktif membelah. Fisura 3. Tulang kompak yang patah mula-mula diganti dengan jaringan berongga lalu lama kelamaan akan digantikan dengan tulang kompak lagi. 2007 ) GANGGUAN PADA TULANG 1. 10. 2005 ) . Gangguan ruas tulang belakang : kifosis. Terbentuk kartilago yang telah terkalsifikasi. osteoblast dari periosteum membentuk lengkung disekitar fragmen tulang (eksternal callus). Bagian-bagian pembentuk callus berasal dari osteoblast (dari periosteum yang robek) dan berkembang di sekitar patahan (disebut eksternal callus). Ossifikasi mulai epifisis. 7.

yaitu sendi yang tulang-tulangnya dihubungkan dengan kartilago hialin. Sendi kondiloid. yaitu sendi yang dihubungkan dengan jaringan ikat fibrosa rapat yang hanya ditemukan pada tulang tengkorak. Persendian sinovial. Sendi jenis ini antara lain adalah: a. sehingga tulang akan masuk dengan pas seperti dua pelana yang saling menyatu. Sendi sferoidal. Persendian semacam ini disebut sendi nonaksia. Sutura. Contoh: sendi lutut dan siku. Sendi peluru. Contoh: tulang atas. merupakan sendi biaksial. Sendi engsel. adalah sendi dimana tulang berbentuk kerucut masuk dengan pas . yang memungkinkan gerakan kedua arah disudut kanan setiap tulang. sehingga memungkinkan gerakan kesatu arah. yaitu tulang bentuk kerucut yang masuk pas cekungan tulang kedua dan dapat berputar kesemua arah. Satu-satunya sendi pelana sejati yang ada dalam tubuh adalah persendian antara tulang karpal dan metakarpal pada ibu jari. terbentuk saat tulang-tulang yang berdekatan dihubungkan dengan serat-serat jaringan ikat kolagen.SENDI KLASIFIKASI SENDI Secara struktural : 1. serta tibia dan fibula dalam kantong tulang. Menurut fungsinya : 1. permukaan tulang yang berartikulasi berbentuk konkaf disatu sisi dan konkaf pada sisi lain. sehingga memungkinkan gerakan meluncur antara satu tulang dengan tulang yang lainnya. Klasifikasi persendian synovial terdiri dari: a. Simfisis. Contoh: simpisis pubis yang bersisihan seperti radius dan ulna. yaitu persendian yang memiliki rongga sendi dan diperkokoh dengan kapsul dan ligament artikular yang membukuskan. Contoh: lempeng epifisis sementara antara epifisis dan diafisis pada tulang panjang anak. yaitu persendian yang tidak memiliki rongga sendi dan diperkokoh dengan jaringan ikat fibrosa. Sendi pelana. yang terdiri dari sebuah tulang yang masuk kedalam rongga berbentuk cangkir pada tulang lain. persendian bagian kepala d. yang menjadi bantalan sendi dan memungkinkan terjadi sedikit gerakan. b. adalah salah satu sendi yang permukaan kedua tulang berartikulasi berbentuk datar. Sendi diartosis (sendi dengan pergerakan bebas) disebut juga sendi synovial Sendi ini memiliki rongga sendi yang berisi cairan sinofial. Sendi jenis ini antara lain adalah : a. Sendi kisar. terdiri dari sebuah tulang yang masuk dengan pas pada permukaan konkaf tulang kedua. 2. Persendian kartilago. Persendian fibrosa. Sinkondrosis. Contoh: sendi antara tulang radius dan tulang karpal e. 2. Contoh: sendi panggul dan bahu b. Sindesmosis. adalah sendi yang kedua tulangnya dihubungkan dengan diskus kartilago. Contoh: ditemukan pada tulang pada gigi yang tertanam pada tulang rahang 3. 3. Sendi amfiartosis (sendi dengan pergerakan terbatas) Sendi ini memungkinkan gerakan terbatas sebagai respon terhadap torsi dan kompresi. Gomposis. f. yaitu persendian yang tidak memiliki rongga sendi dan diperkokoh dengan jaringan kartilago. Contoh: sutura sagital dan parietal. c. sendi ini dibungkus dengan jaringan ikat fibrosa atau kartilago. seperti b. c. Sendi sinartosis (sendi mati).

mempermudah gerakan antara kedua ujung-ujung tulang 2. ( Setiadi. 7.Misalnya: Persendian intervertebra. kaku. 5. 2. Tulang rawan sendi Tersusun atas tulang rawan hialin yang berfungsi untuk melindungi tulang dari benturan dan meredam tekanan. dan nyeri . Rongga sendi Tempat cairan sinovial 3. 2003 ) GANGGUAN PERSENDIAN 1. Berfungsi untuk mempertebal kapsul sendi. dan persendian antara tulang-tulang karpa dan tulang-tulang tarsal. berperan dalam pertumbuhan tulang ke arah memanjang ( Sloane. 2007 ) HISTOLOGI PERSENDIAN SINOVIAL Gambar Sendi sinovial Sendi sinovial tersusun atas: 1. Cairan sinovial Cairan sinovial berasal dari filtrasi darah yang disekresikan fibroblast dalam membrane sinovial. 6. Kapsul sendi 4. Pembuluh darah Supli pembuluh darah untuk membentuk cairan sinovial. Syaraf Syaraf akan mendeteksi rasa nyeri pada persendian dan memonitor peregangan pada sendi. cairan ini berfungsi sebagai pelumas untuk mempermudah gerakan . osteoartritis konsekuensi alami menjadi tua kartilago artikular menjadi aus sendi menjadi kasar. reinforcing ligament terbagi menjadi dua yaitu extracapsular ligament yang berada di luar kapsul sendi dan intracapsularligamen yang berada di dalam. ( Sloane . Artitis (inflamasi sendi) a. Reinforcing ligament Beberapa persendian sinovial menguat dan mengeras oleh ligament yang menutupinya. 2003 ) FISIOLOGI PERSENDIAN 1.

artritis infeksius : peradangan dalam persendian. Terkilir : merupakan cedera sendi yang disebabkan karena perenggangan ligamen / tendon. seratnya terdiri atas filament intermediate yang tebal (disebut caveolae) c. bercabang b. Ekstensibilitas : Serabut otot memiliki kemampuan untuk meregang melebihi panjang otot saat rileks. Di dalam sarcoplasm juga terdapat sejumlah mitokondria yang terletak parallel pada myofibril. dsb d. Sarcoplasmic Reticulum Reticulum yang berada pada sarcoplasm. system pencernaan. Elastisitas : Serabut otot dapat kembali ke ukurannya semula setelah berkontraksi atau meregang. 3. 3. Menyebabkan ketidakmampuan berjalan / bergerak c. yang dapat atau mungkin juga tidak melibatkan pemendekan otot. memiliki sarcoplasma sehingga mitokondrianya lebih banyak ( Guyton. tidak bercabang b. Otot yang memiliki kontraksi kuat maka memiliki sarcoplasm reticulum yang luas. otot jantung a. 2. tiap serat terdapat myofibril yang terdiri dari miofilamen tebal (berisi myosin) dan miofilamen tipis (berisi aktin) d. Sarcoplasm Cairan yang memenuhi ruang antara myofibril. magnesium. berada pada alat gerak (skeleton) 3. Sarcolemma . otot polos a. Kontraktilitas : Serabut otot berkontraksi dan menegang. 2. bekerja tidak sadar. bereaksi atas rangsang syaraf. ( Sloane. ( Sloane. terdiri dari serat yang dilapisi oleh sarcolemma c. bercabang b. STRUKTUR OTOT 1. hanya ada pada jantung c. memiliki inti banyak sehingga pembentukan ATP lebih cepat. Dislokasi / luksasi : disebabkan karena kesalahan letak permukaan artikulasi suatu persendian. d. Eksibilitas : Serabut otot akan merespons dengan kuat jika distimulasi oleh impuls saraf 3. berada pada system pencernaan. 2003 ) OTOT HISTOLOGI OTOT 1. 2003 ) 4. 2006 ) KHARAKTERISTIK OTOT 1.b. Keberadaan sarcoplasmic reticulum sangat diperlukan dalam mengatur kontraksi otot. bekerja secara tidak sadar. dan fosfat serta beberapa enzim protein. otot lurik a. artritis reumatoid : merupakan penyakit autoimun (sistem imum keliru mengarahkan kemampuan destruktifnya pada bagian tubuh). bekerja secara sadar. dan factor lingkungan 2. artritis gouti : disebabkan karena penumpukanasam urat. berinti banyak. hormone. Mitokondria ini mensuplai kontraksi myofibril dengan sejumlah ATP. 4. memiliki satu inti. Sarcoplasm mengandung sejumlah potassium. Serabut akan terengolasi karena kontraksi pada setiap diameter sel berbentuk kubus atau bulat hanya akan menghasilkan pemendekan yang terbatas 2. Bursitis : merupakan peradangan pada bursa yang menyatu dengan sendi yang terjadi akibat ekskresi sendi yang berlebihan / infeksi.

Muscular Dysthrophy 2. yang terdiri dari 1500 miofilamen tebal (berisi myosin) dan 3000 miofilamen tipis (berisi aktin).Pergerakan : Otot menghasilkan gerakan pada tulang tempat otot tersebut melekat dan bergerak dalam bagian-bagian organ internal tubuh.Produksi panas : Kontraksi otot secara metabolis menghasilkan panas untuk mempertahankan suhu normal tubuh. ( Sloane. dan serat tendon berkumpul untuk membentuk tendon otot yang berada di dalam tulang. 2001 ) KERJA OTOT BERDASARKAN TUJUAN KERJANYA Otot antagonis Terdapat dua tau lebih yang tujuan kerja ototnya berlawanan. Untuk mengangkut lengan bawah .Sarcolemma merupakan membrane sel dari serat otot. Dimana molekul-molekul protein ini bertanggung jawab terhadap kontraksi otot. ( Guyton. Pada setiap serat otot. permukaan lapisan sarcolemma melebur dengan serat tendon. Untuk menrunkan lengan bawah. terletak di lengan atas bagian belakang. Gambar. Actin and Myosin Filaments. Fibromyalgia ( Marieb. Sedangkan otot trisep merupakan otot yang merupakan memilki tiga ujung(tendon) yang melekat pada tulang. disebut dengan plasma membrane. Myofibrils. dan selaput luar yang terbuat dari lapisan polisakarida tipis yang berisi banyak kolagen fibril. 3. otot bisep berkontraksi dan otot trisep berkontraksi.contoh dari otot antagonis adalah otot bisep dan otot trisep. 4. 2006 ) FISIOLOGI OTOT 1. Sarcolemma terdiri dari membrane sel yang sebenarnya. Setiap serat otot terdiri dari ratusan myofibril.Penopang tubuh dan mempertahankan postur : Otot menopang rangka dan mempertahankan tubuh saat berada dalam posisi berdiri atau saat duduk terhadap bgaya gravitasi. Muscular Dysthrophy Penyakit yamg memnghancurkan otot yang biasanya muncul pada masa anak anak. Otot sinergis . otot trisep berkontraksi dan otot bisep berelaksasi. Otot bisep merupakan otot yang memiliki dua ujung(tendon) yang melekat pada tulang dan terletak di lengan atas bagian depan. 2. Myofascial Pain Syndrom Rasa nyeri apabila tersentuh 3. JIka otot pertama berkontraksi dan otot yang kedua berelaksasi sehingga otot terangkat. 2003 ) KELAINAN OTOT 1.

otot-otot bahu akan menjaga persendian tetap stabil sehingga air akan masuk ke mulut kita. Pembentukan potensial aksi di serabut-serabut otot g. Pengikatan Ca2+ ke troponin C. Pengikatan konduktansi Na+ dan K+ di membran end-plate e. 4. ototnya mengalami hipertofi(otot menjadi besar dan kuat) Kekar Lebih padat Olahragawan tidak cepat merasa lelah karena mampu menyesuaikan diri dengan lingkungannya ( Guyton. Sel saraf sensorik . Pembentukan ikatan silang antara aktin dan miosin dan pergeseran filamen tipis pada filamen tebal. 2. ( Arief. Penyebaran depolarisasi ke dalam di sepanjang tubulus T h. sehingga menghasilkan gerakan 2. Pembentukan potensial end-plate f. Otot olahragawan lebih tampak atatu terbentuk Badan lebih kencang Pada olahragawan. Pelepasan muatan oleh neuron motorik b. Penghentian interaksi antara aktin dan miosin ( Ganong. Ca2+ dipompa kembali ke retikulum sarkoplasma b. 2007 ) TAHAP – TAHAP KONTRAKSI DAN RELAKSASI OTOT 1. otot-otot itu berkontraksi bersama menjadi akurat. Tahap-tahap relaksasi otot rangka a. 3. 2006 ) SARAF DALAM SISTEM GERAK 1. Otot bahu dianggap bekerja sinergis karena kontribusinya membuat gerakan lebih efektif. Pelepasan Ca2+ dari troponin c. 2008 ) PERBEDAAN FISIK OLAHRAGAWAN DAN BUKAN OLAHRAGAWAN 1. 6. Pengikatan asetilkolin ke reseptor asetilkolin nikotinik d.Terdapat dua otot atau lebih yang bekerja bersama-sama dengan tujuan yang sama. otot bisep pada lengan akan menjadi penggerak utama untuk memfleksi lengan bawah. Jadi. Contoh Gerak Sinergis ialah jika kita minum segelas air. Pelepasan transmiter (asetilkolin) di end-plate motorik c. Pelepasan Ca2+ dari sistema terminalis retikulum sarkoplasma serta difusi Ca2+ ke filamen tebal dan filamen tipis i. Tahap-tahap kontraksi otot rangka a. Pada saat yang sama. 5. sehingga membuka tempat pengikatan miosin di molekul aktin j.

Sel saraf sensorik adalah sel yang membawa impuls berupa rangsangan dari reseptor (penerima rangsangan), ke system saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang). Sel saraf sensorik disebut juga dengan sel saraf indera, karena berhubungan dengan alat indera. 2. Sel saraf Motorik Sel saraf motorik berfungsi membawa impuls berupa tanggapan dari susunan saraf pusat (otak atau sumsum tulang belakang) menuju ke kelenjar tubuh. Sel saraf motorik disebut juga dengan sel saraf penggerak, karena berhubungan erat dengan otot sebagai alat gerak. 3. Sel saraf penghubung Sel saraf penghubung disebut juga dengan sel saraf konektor, hal ini disebabkan karena fungsinya meneruskan rangsangan dari sel saraf sensorik ke sel saraf motorik. ( Setiadi, 2007 ) MEKANISME GERAK Gerak pada umumnya terjadi secara sadar, namun, ada pula gerak yang terjadi tanpa disadari yaitu gerak refleks. Impuls pada gerakan sadar melalui jalan panjang, yaitu dari reseptor, ke saraf sensori, dibawa ke otak untuk selanjutnya diolah oleh otak, kemudian hasil olahan oleh otak, berupa tanggapan, dibawa oleh saraf motor sebagai perintah yang harus dilaksanakan oleh efektor. Gerak refleks berjalan sangat cepat dan tanggapan terjadi secara otomatis terhadap rangsangan, tanpa memerlukan kontrol dari otak. Jadi dapat dikatakan gerakan terjadi tanpa dipengaruhi kehendak atau tanpa disadari terlebih dahulu. Contoh gerak refleks misalnya berkedip, bersin, atau batuk. Dimana gerak refleks ini merupakan gerak yang dihasilkan oleh jalur saraf yang paling sederhana. Jalur saraf ini dibentuk oleh sekuen dari neuron sensorik ,interneuron, dan neuron motorik, yang mengalirkan impuls saraf untuk tipe refleks tertentu. Gerak refleks yang paling sederhanahanya memerlukandua tipe sel saraf, yaitu neuron sensorik dan neuron motorik. Gerak refleks bekerja bukanlah dibawah kesadaran dan kemauan seseorang. Pada gerak refleks, impuls melalui jalan pendek atau jalan pintas, yaitu dimulai dari reseptor penerima rangsang, kemudian diteruskan oleh saraf sensori ke pusat saraf, diterima oleh set saraf penghubung (asosiasi) tanpa diolah di dalam otak langsung dikirim tanggapan ke saraf motor untuk disampaikan ke efektor, yaitu otot atau kelenjar. Jalan pintas ini disebut lengkung refleks. Gerak refleks dapat dibedakan atas refleks otak bila saraf penghubung (asosiasi) berada di dalam otak, misalnya, gerak mengedip atau mempersempit pupil bila ada sinar dan refleks sumsum tulang belakang bila set saraf penghubung berada di dalam sumsum tulang belakang misalnya refleks pada lutut. ( Amien, 1987 ) RINGKASAN PEMBAHASAN LEARNING ISSUES 1. MACAM, FUNGSI, KANDUNGAN, DAN KELENJAR PENGHASIL HORMONE  Hormon diklasifikasikan menjadi 3 berdasarkan komposisinya, yaitu : 1. Protein dan Polipeptida Dapat larut dalam air, contohnya : Insulin, Glokagon, dan FSH. 2. Derivat Asam Amino Dapat larut dalam air, contohnya : Tiroksin dan Epinefrin. 3. Steroid dan Derifat Asam Lemak Dapat larut dalam lemak, contohnya : Progesteron, Testosteron, dan Estradiol.  Kandungan hormon 1. Protein dan polipeptida Cirinya larut dalam air. Contohnya yakni pada FSH, dan hormon-hormon yang dihasilkan oleh kelenjar hipofisis.

2. Derivat asam amino Cirinya larut dalam air. Contohnya yakni pada tiroksin, epinefrin 3. Steroid Merupakan senyawa lipid larut. Bersirkulasi dalam plasma yang mentranspor protein. Contohnya terdapat pada hormon testosteron, estrogen, progesteron, dan kortisol. 4. Derivat asam lemak Contohnya terdapat pada progesteron, testosteron, ekstradiol. 5. Eicosanoid Molekul kecil dengan 5 rantai karbon Fungsinya mengatur aktivitas selular dan proses enzim a. Kelenjar Hipofisis Pada saat pembentukan embrio, kelenjar hipofisis terbentuk dari 2 jaringan yaitu ektoderm oral dan jaringan saraf. Sehingga ada 2 tempat asal yang menyebabkan ada 2 kelenjar yaitu Neurohipofisis (berkembang dari jaringan saraf, terdiri dari pars nervosa dan Infundibulum (batang dan eminensia mediana)) dan Adenohipofisis (berkembang dari jariangan ektoderm oral, terdiri dari Pars Distalis, Pars Tuberalis, dan Pars Intermedia). Sistem hipotalamo hipofisis Yang dimaksud sistem ini adalah 3 tempat pelepasan hormon dan 3 hormon yang dihasilkan. Nuklei (Neuron Sekretoris) Hipotalamus : nukleus supraoptikus dan nukleus paraventrikular. Transpor hormon mulai dari badan sel (dirangsang)  akson  ujung akson yang berada pada neurohipofisis  hormon yang dihasilkan merupakan peptida. Nuklei Dorsal Medial, ventral medial, dan nuklei infundibulum hipotalamus. Transpor mulai dari badan sel  akson  berakit pada eminensia mediana (Tempat hormon disimpan dan dibebaskan) Dihasilkan oleh sel-sel sekretoris pada bagian pars distalis dan dibebaskan kedalam kapiler darah di bagian kedua sistem portal. Kelenjar hipofisis terbagi menjadi 2 lobus, yaitu interior dan posterior. a. Kelenjar hipofisis posterior

 

Hormon Antidiuretik (ADH)  meningkatkan reabsorbsi air oleh tubulus ginjal (air di kembalikan ke

dalam darah) Hormon oksitosin  meningkatkan kontraksi miometrium (saat bersalin) dan meningkatkan pelepasan

susu ibu dari kelenjar mamae b. Kelenjar hipofisis anterior Beberapa sel yang mensekresi hormone dalam hipofisis anterior adalah sebagai berkut:

1. TSH  thyrotropes 2. ACTH  corticotropes 3. Prolactin (PRL)  lactotropes 4. GH / Somatotropin  somatotropes
 Hormon pertumbuhan (GH) 1. Meningkatkan kecepatan mitosis 2. Meningkatkan transpor asam amino ke dalam sel 3. Meningkatkan kecepatan sintesis protein 4. Meningkatkan penggunaan lemak untuk produksi energi

Hormon tiroid (TSH)  meningkatkan sekresi tiroksin dan T3 oleh tiroid

 

Hormon ACTH  meningkatkan sekresi kortisol oleh korteks adrenal Hormon prolaktin  merangsang produksi ar susu oleh kelenjar mamae Hormon Folicle Stimulating Hormone (FSH) 2. Meningkatkan sekresi estrogen oleh sel folikel

Wanita : 1. Memicu pertumbuhan ovum di folikel ovarium Pria : Memicu prduksi sperma  Wanita : 1. 2. 3. b. Kelenjar Tiroid  Hormon tiroksin dan triiodotironin disekresi oleh sel follicular ephitellium 1. Meningkatkan produksi energi dari semua makanan 2. Meningkatkan sintesis protein Menyebabkan ovulasi Menyebabkan pecahnya folikel ovarium untuk menjadi korpus luteum Meningkatkan sekresi progesteron oleh korpus luteum Hormon LH pada :

Pria : Meningkatkan sekresi testosteron oleh sel interstisial di testis

Kalsitonin disekresi oleh C cell  menurunkan reabsorbsi kalsium dan fosfat dari tulang ke dalam darah

b. Kelenjar Paratiroid Kelenjar paratiroid terdiri dari empat kelenjar kecil (3 x 6mm), dengan berat total sekitar 0,4g. Kelenjar paratiroid terletak di belakang kelenjar tiroid, satu pada masing–masing kutub atas dan bawah, dan umumnya berada di dalam simpai yang membungkus lobus tiroid. Kadang – kadang kelenjar ini terbenam dalam kelenjar tiroid. Kelanjar paratiroid berkembang dari kantung faring (kelenjar superior berasal dari kantung keempat dan kelenjar inferior berasal dari kantung ketiga). Kelenjar paratiroid juga ditemukan dalam mediastinum, yang terletak disamping timus, karena kelenjar paratiroid dan timus berkembang dari kantung faring yang sama. Setiap kelenjar paratiroid terdapat dalam simpai jaringan ikat. Simpai ini menjulurkan septa kedalam kelenjar, tempat simpai tersebut berbaur dengan seratretikulin yang menyangga kelompok sel sekresi yang berderet memanjang mirip tali. Sel – sel endokrin di kelenjar paratiroid tersusun berderet. Terdapat dua jenis sel : sel principal (chief cell) dan sel oksifil. Sel principal merupakan sel polygonal kecil dangan inti vesicular dan sitoplasma pucat yang agak asidofilik. Mikroskop electron memperlihatkan granula – granula yang berbentuk tidak teratur dan berdiameter 200 – 400 nm di dalam sitoplasmanya. Granula ini merupakan granula – granula sekretoris yang mengandung hormon paratiroid, yang merupakan polipeptida dalam bentuk aktifnya. Sel – sel oksifil jumlahnya lebih sedikit. Sel oksifil bebentuk polygonal dan lebih besar dari sel principal; sitoplasmanya menganding banyak mitokondria asidofilik dengan Krista yang berlimpah.  Hormon PTH (parathormon) : 1. Meningkatkan reabsorbsi kalsium dan fosfat dari tulang ke dalam darah 2. Meningkatkan absorbsi kalsium dan fosfat oleh usus halus 3. Meningkatkan reabsorbsi kalsium dan ekskresi fosfat oleh ginjal d. Kelenjar Pankreas Dalam kelenjar pancreas terdapat beberapa sel penghasil sebagai berikut: 1. Sel alfa mensekresi glukagon, yang dapat meningkatkan kadar gula darah 2. Sel beta mensekresi insulin, yang dapat menurunkan kadar gula darah 3. Sel delta mensekresi somatostatin, atau hormon penghalang hormon pertumbuhan, yang menghambat sekresi glukagon dan insulin. 4. Sel F mensekresi polipeptida pankreas, yang berguna untuk menghambat kontraksi kandung kemih, meregulasi

beberapa enzim pankreas, mengontrol absorbsi nutrien. Hormon yang dihasilkan dalam pancreas adalah sebagai berikut:  1. 2.  Insulin : Glukagon Meningkatkan pengubahan glikogen menjadi glukosa dalam hati Meningkatkan penggunaan asam amino yg berlebihan dan Lemak sebagai sumber energi

1. Meningkatkan transpor glukosa ke dalam sel dan penggunaannya untuk produksi energi 2. Meningkatkan pengubahan glukosa yang berlebihan menjadi glikogen di hati dan otot 3. Meningkatkan transpor asam amino dan asam lemak ke dalam sel dan penggunaannya dalam reaksi sintesis

Pancreatic polypeptide (PP)  menghambat kontraksi kandung kemih, meregulasi produksi beberapa

enzim pankreas, mengontrol absorpsi nutrien. E. Kelenjar Adrenal Merupakan sepasang organ yang terletak di dekat kutub atas ginjal dan terbenam dalam jaringan lemak. Strukturnya gepeng dan berbentuk bulan sabit. Pada manusia memiliki panjang 4 – 6 cm, lebar 1 – 2 cm, dan tebal 4 – 6 mm, berat kurang lebih 8 gr. Terdiri dari 2 lapisan konsentris : 1. Nuklei Berwarna kuning, merupakan kortex adrenal, pada saat pembentukan embrio berasal dari mesoderm intermediet selom. 2. Lapisan Pusat Berwarna coklat kemerah-merahan, merupakan medula, pada saat pembentukan embrio berasal dari kristaneuralis. Kelenjar adrenal disuplai oleh sejumlah arteri yang masuk di berbagai tempat disekitar tepinya. Cabang arteri membentuk Pleksus Subkapsularis (tempat asal 3 kelompok pembuluh : Areri Simpai, Arteri Kortex, dan Arteri Medula). A. Kortex Adrenal Terdiri atas 3 bagian berdasarkan penampilan yang berbeda-beda. Yaitu zona glomerolusa, zona fasikulata, dan zona ratikularis. a. Zona Glomerolusa 15 % dari volume total kortex adrenal. Terletak tepat dibawah simpai jaringan ikat. Sel-selnya berbentuk silindris atau piramidal yang tersusun berhimpitan membentuk deretan bundar atau melengkung yang dikelilingi oleh kapiler. b. Zona Fasikulata 65 % dari volume total kortex adrenal. Sel-selnya tersusun berupa deretan lurus, setebal 1 atau 2 sel yang berjalan tegak lurus terhadap permukaan organ. Sel-selnya berbentuk polihedral, sitoplasmanya mengandung banyak lipid, sehingga nampak bervakuol. c. Zona Retikularis 7 % dari volume total adrenal. Merupakan lapisan koertex yang terdalam, terletak diantara zona fasikulata dan medula. Bentuk sel-selnya tidak teratur. Hormon Kortex dan kerjanya Kortex mensekresikan steroid. Steroid yang dihasilkan macamnya adalah Glukokortiroid, Mineralokortikoid, dan Androgen.  Glukokortikoid Hormon spesifiknya adalah kortisal dan kortikosteron. Disekresikan oleh zona fasikulata dan zona retikularis. Fungsi secara umum yaitu mengatur jalannya metabolisme karbohidrat, protein dan lemak. Di dalam hati, glikokortikoid meningkatkan masukan dan penggunaan asam lemak (sumber energi), asam amino (sintesis enzim), dan karbohidrat (sinsesis glukosa). Sintesis glokosa mengakibatkan kadar gula naik dan memungkinkan terjadinya Diabetes Melitus. Akan tetapi, di luar hati, yaitu di orga-organ perifer (kulit, otot, dan jaringan lemak), menginduksi efek kebalikannya (efek katabolik).

Kadar gula darah meningkat melalui stimulasi glikogenolisis pada hati dan simpanan glikogen otot 3. Menyebabkan vasokonstriksi kulit dan visera 8. Merangsang pertumbuhan pembuluh darah di endometrium Estrogen disekresi oleh folicel cells  Hormon Progesteron  membantu menyimpan glikogen dan pertumbuhan pembuluh darah pada endometrium Progesteron disekresi oleh corpus luteum  hipotalamus Hormon Inhibin  membantu menurunkan sekresi FSH oleh kelenjar hipofisis anterior dan GnRh oleh  Relaxin  merelaksasi otot cervic. Menyebabkan vasodilatasi otot skelet 7. Hormon yang utama yaitu Aldosteron (dirangsang oleh Adenoglomerulotropin) yang berfungsi utuk mempertahankan kesetimbangan elektrolit (Ion Kaliun dan Natrium) dan air.organ viseral berkonstriksi sementara pembuluh otot rangka dan otot jantung berdilatasi f.Fungsi lain yaitu : Glikoneogenesis  Merangsang sintesis glikogen dari prekursor non-karbohidrat. Hormon yang dihasilkan adalah:  Hormon Norepinefrin 1. Meningkatkan pemakaian lemak untuk energi 9. Hormon ini bekerja saat dikonversi pada testosteron. Medula Adrenal Terdiri atas sel-sel parenkim polihedral yang tesusun berupa deretan yang jaringan serat retikulin. dan konsumsi oksigen meningkat 2. metabolisme. B. Mendilatasi bronkiolus 4. Dehidroepiandrosteron merupakan hormon yang paling banyak disekresikan dan merupakan androgen yang lemah. Medula menyimpan dan mengumpulkan hormonnya dalam granula. Meningkatkan pengubahan glikogen menjadi glukosa 6. kelenjar air liur dan kelenjar keringat. merangsang perkembangan kelenjar mamae .visera dan otot dan Epinefrin 2. Meningkatkan frekuensi jantung dan kekuatan kontraksi jantung 3. mukosa lamung. Frekuensi jantung. Ovarium Sel yang mensekresi hormone pada ovarium adalah sebagai berikut:  Hormon Esterogen 1. fungsi imunitas. Terdapat sel-sel ganglion parasimpatis. Membantu pematangan ovum di folikel ovarium 2. Meningkatkan laju respirasi sel  Hormon epinefrin 1. Menyebabkan vasokonstriksi kulit. Menurunkan peristaltis 5.  Androgen Hormon yang utama adalah Dehidroepiandrosteron dan Andostemedion. Mineralokortikoid bekerja pada tubulus distal ginjal. Mekanismenya adalah : Stimulus  Hipotalamus (Eminensia Mediana)  Memproduksi CRH  CRH merangsang hipofisis untuk mensekresikan ACTH  ACTH merangsang kelenjar adrenal untuk mensekresikan Glukokortikoid  Inhibisi ACTH dan CRH.  Mineralokortikoid Dihasilkan oleh zona glomerolusa pada kortex adrenal. Sel parenkimnya memiliki banyak granula sekretoris. Pembuluh darah pada kulit dan organ . Glikogenesis  Perakitan molekul glukosa menjadi glikogen.

5’-monofosfatsiklik (cAMP) sebagai pengantar pesan kedua. GH berhubungan dengan IGF-I. Produksi melatonin terendah terjadi pada siang hari dan terbesar pada malam hari.molekul dari berbagai hormon protein dan polipeptida ( pembawa pesan pertama ) berikatan dengan reesptor tetap pada permukaan sel yang spesifik untuk hormon tersebut. Setiap molekul cAMP mengaktivasi berbagai molekul cAMP-dependen protein kinase yang sesuai. i. yang mencapai kelenjar melalui kolateral jalur penglihatam. Ginjal 1. anggota famili gen yang mirip insulin dan secara struktural serupa Peptida lain yang berhubungan adalah IGF-II. Siklus alami produksi melatonin mungkin berkaitan dengan irama beberapa proses fisiologis harian.Ini akan membatasi durasi efek cAMP. MEKANISME KERJA HORMON  Mekanisme kerja hormone secara global Molekul . Kolesistokinin (CCK)  Merangsang kontraksi kandung empedu & melepaskan enzim pancreas l. mempengaruhi pelepasan melatonin. Aktivase enzim oleh protein kinase mengakibatkan efek fisiologis dan reaksi kimia. Jantung  darah j. 1. Eritropoierin  Meningkatkan produksi eritrosit. cAMP terurai dengan cepat oleh enzim intraelular fosfodisterase. b. Kelenjar Timus  adrenoglomerulotrophine  menstimulasi adrenal korteks untuk mensekresi aldosteron  Hormon timosin  maturasi dan kompetensi fungsi dari sistem imun pada limfosit 2.  Mekanisme mineral hormone pertumbuhan 1. Kompleks hormon-reseptor pertama sebagai hormon. yang dapat menyampaikan pasan . dengan proinsulin menstimulasi pembentukan adenosin 3’.Relaxin disekresi oleh corpus luteum g. Lambung Peptida Natriuretic Atrium (ANP)  Meningkatkan ekskresi natrium oleh ginjal dan menurunkan tekanan  k. 3. Hormon Inhibin  menurunkan sekresi FSH oleh kelenjar hipofisis anterior h. terlibat dalam “circadian rhythms” Intensitas dan durasi cahaya lingkungan. Sekretin  Menstimulasi sel asinar pancreas untuk melepaskan bikarbonat dan air. Kelenjar Pineal melatonin  emiliki efek inhibisi terhadap pelepadan gonadotropin dan menghambat produksi melanin Melatonin disekresi oleh sel pinealocytes Pengendalian produksi melatonin : oleh melanosit di kulit. bergantung pada sifat bawaan sel. Adiposit     Leptin  Menghambat nafsu makan dan merangsang termogenesis m. n. Hormon Testosteron  membantu pematangan sperma di tubulus seminiferus testis 2.25 Dihidroksikolekalsiferol  Meningkatkan absorpsi kalsium & mineralisasi tulang. Testis 1. 2. Usus halus Gastrin  Menstimulasi sekresi Hcl oleh sel parietal a. Renin  mengatalisis perubahan angiotensinogen menjadi angiotensin I (bertindak sebagai enzim) 2.

Fungsi : menyelubungi dan memusnahkan mikroba dan cellular debril. HISTOLOGI SARAF a. - GH atau mungkin lagi IGF-I meningkatkan positif kalsium. dan menimbulkan retensi Na . dan Cl-. merupakan derivate ectoderm. fibrous astrocytes. 3. ditemukan di substansi putih (SSP) Keduanya berfungsi: Memutar di sekitar saraf untuk menjaga jaringan dalam system saraf pusat. Mycroglia Sel kecil yang merupakan derivate monosit.berikiran 5-10 kali lebih kecil dari neuron.yang lain menghubungkan saraf dengan pembuluh darah. protoplasmic astrocytes. IGF-I berhubungan langsung dengan efek hormon pertumbuhan. Astrocytes a. K-.biasa disebut dengan brain macrophages. magnesium. Macam-macam Neuroglia: 1. Berfungsi sebagai penyangga dan pelindung. Neuroglia (glial cells) Berada pada system saraf pusat. sehingga orang yang memiliki IGF-I yang kurang tidak akan mengalami pertumbuhan yang normal. Efek ini berhubungan dengan kerja GH di tulang karena GH mendorong pertumbuhan tulang panjang di lempeng epifisis pada anak-anak yang sedang tumbuh dan merangsang pertumbuhan tambahan serta pertumbuhan aktal pada orang dewasa 3.menghubungkan neuron dengan pembuluh darah. untuk cairan ventrikel sirkulasi serebrospinal. 4. ditemukan di substansi kelabu (SSP) b.bisa bermigrasi ke area yang terluka dari saraf dan berfungsi sebagai makrofag kecil.3. dan sedikit tipe dlial sel yang memberikan fungsi special contoh: memproduksi fospolopid penutup yaitu myelin dan oligodendroglia. Fungsi: menyangga dengan membentuk barisan jaringan ikat semirigid di antara neuron di (SSP) dan memproduksi selubung myelin di sekitar akson neuron.dan membantu mengontrol aliran darah di otak 2.kebanyakan glial sel menyangga jaringan dengan mengelilingi sel saraf atau membatasi struktur tertentu di otak dan tulang belakang. Olygodendrocytes Mempunyai kesamaan dengan astrocytes namun mempunyai proses yang pendek dan sedikit. biasanya menetap namun bisa berpindah ke tempat yang terluka. dan fosfat. 4. Neuron . Ependymocytes Sel epitel yang tersusun selapis dan teratur berbentuk pipih hingga columnar dan banyak yang bersilia Fungsi: membentuk garis epitel bersambung otak. mengatur b.

Akson Dimiliki oleh beberapa neuron. Ada 3 kecepatan dalam aliran Anterograd:  Lemah / Lambat : Mengangkut protein dan mikrofilamen  Sedang : Mengangkut mitokondria  Cepat (100 kali lebih cepat) : mengangkut neurotransmitter. Sel Schwan Semua akson di dalam sistem saraf perifer di bingkus dengan lapisan schwan. Tidak ada RER dan ribosom sehingga bergantung pada badan sel. Ditemukan di kebanyakan neuro. Fungsi: menyalurkan impuls dari badan sel ke neuron lain Origo Akson: akson yang beradal dari badan sel pada hillock akson 4. Namun ada juga yang tidak memiliki (neuron-neuron yang ada di SSP). 3. Dendrit Merupakan bagian yang meneriam banyak sinaps dan sebagai tempat penerimaan sinyal. diputuskan terus atau tidak suatu potensial aksi. Segmen ini sebagai tempat berkumpulnya stimulus yang merangsang atau menghambat. biasanya mengangkut virus dan toksin. Badan Nissl ada dalam RER dan Ribosom yang nampak bergranula dan bersifat basofilik. Spina dendrit merupakan daerah ujung dendrit yang kebanyakan menerima sinaps. Perpanjangan sitoplasma yang biasanya berganda dan pendek. Bercabang-cabang sehingga memperluas daerah penerimaan. mikrotubulus. Permukaan dendrite penuh dengan neuron dendrite untuk berhubungan dengan neuron lain. Makromolekul dan organel disintesis dalam badan sel dan diangkut secara kontinyu disepanjang akson ke bagian terminalnya oleh aliran Anterograd. Badan Golgi dan Mitokondria tersebar di badan sel.1. dan mikrofilamen. Badan sel Disebut juga perikarion. MACAM DAN FUNGSI SARAF  Berdasarkan fungsi: . Membran plasma di akson disebut aksolemma dan isinya disebut aksoplasma. Mielin berfungsi sebagai insukator listrik dan mempercepat hantaran saraf. Nodis ranvier merupakan celah diantara sel schwan yang berdekatan. Kebalikan dari aliran Anterograd yaitu aliran Retrograd (dari akson menuju badan sel). Aksoplasma mengandung mitokondria. Akson besar memilikilapusan dalam disebut myelin akson yang tampak berwrna putih disebut serabut termielinasi. Terdapat badan Nissl. Dalam system saraf perifer sel schwan melingar dalam bentuk jeli. berfungsi untuk menghantarkan impuls ke seluruh tubuh. terutama neuron motorik. daerah titik awal muara akson dengan awal mielinisasi disebut segmen inisial. 4. 2. Pada akson bermielin. Fungsinya menyalurkan impuls saraf dan mengendalikan metabolisma seluruh neuron. Neuro fibrik dan badan niddl memanjang ke dalam dendrite.

Otak dibagi menjadi tiga daerah. SISTEM SARAF PUSAT 1. Pada tali spinal (jalur antara otak dengan sumsum tulang belakang) terjadi pindah silang sehingga terjadi kebalikan system pengendalian. Otak besar terbagi menjadi empat bagian. Antara bagian dahi dan pelipis dipisahkan oleh celah silvius.sensorik/aferen Berfungsi menghantarkan impuls dari reseptor ke sistem saraf pusat. bagian pelipis (lobus temporalis). yaitu otak depan. otak besar juga tersusun oleh dua lapisan. yaitu bagian dahi (lobus frontalis). yaitu otak (ensefalon) dan sumsum belakang (medula spinalis). Sedangkan pada manusia dewasa tidak tampak jelas karena masing-masing daerah terdiri dari beberapa bagian atau lobus. asosiasi/intermediet Sel saraf intermediet disebut juga sel saraf asosiasi. bipolar  memiliki 1 akson dan 1 dendrit c. sedangkan belahan otak kanan akan mengendalikan sistem-sistem tubuh yang terletak dibagian kiri tubuh. yaitu belahan otak kiri akan mengendalikan sistem-sistem tubuh yang terletak dibagian kanan tubuh. Badan sel saraf motor berada di sistem saraf pusat. Selain itu. Ujung akson dari saraf sensori berhubungan dengan saraf asosiasi (intermediet). bagian ubun-ubun (lobus parientalis). a. dan otak belakang. a. Kedua belahan tersebut dihubungkan oleh balok otak yang berongga (ventrikel) yang berisi cairan getah bening( cebrospinal). dan bagian belakang kepala (lobus oksipetalis). OTAK Otak manusia terdiri dari dua belahan (hemisfer). Otak Besar Otak besar (cerebrum) merupakan bagian terluas dari otak yang berbentuk ovale. yaitu belahan kiri dan belahan kanan. motorik/eferen Berfungsi mengirimkan impuls dari sistem saraf pusat ke otot atau kelenjar yang hasilnya berupa tanggapan tubuh terhadap rangsangan. Sel ini dapat ditemukan di dalam sistem saraf pusat dan berfungsi menghubungkan sel saraf motor dengan sel saraf sensori atau berhubungan dengan sel saraf lainnya yang ada di dalam sistem saraf pusat. sedangkan aksonnya dapat sangat panjang. otak tengah. yaitu lapisan luar (korteks) yang berisi badan neuron dan lapisan dalam yang berisi serabut saraf baik dendrit maupun neurit. Pembagian otak seperti ini tampak jelas pada masa perkembangan embrio. unipolar  memiliki 1 akson bercabang b. dan terdiri dari dua belahan yang bekerja secara berlawanan. Otak besar mengisi penuh bagian depan atas rongga tengkorak. Dendritnya sangat pendek berhubungan dengan akson saraf asosiasi.  Berdasarkan strukturnya. Sel saraf intermediet menerima impuls dari reseptor sensori atau sel saraf asosiasi lainnya. multipolar  memiliki akson dan dendrit lebih dari satu A. . Antara bagian dahi dan ubun-ubun dipisahkan oleh celah yang disebut fisura Rolando.

sumsum lanjutan (medulla oblongata). Pada bagian otak besar terdapat daerah asosiasi. Setiap aktivitas akan dikendalikan oleh bagian yang berbeda. berisi serabut saraf yang menghubungkan antara bagian kiri dan kanan otak kecil. dan menghubungkan antar otak kecil dengan korteks otak besar. yaitu jembatan varol (pons varolli). kepribadian. selain pusat berbicara dan juga pusat untuk merasakan dingin. yaitu bagian yang menghubungkan anatara bagian sensorik dan motorik. tekanan darah. b. tersusun oleh empat bagian yang menonjol. Otak tengah memiliki bagian dorsal yang disebut atap. daya khayal. tampak seperti ujung yang bengkak pada tali spinal dan berfungsi sebagai pusat pengatur reflex biologis misalnya detak jantung. dua tonjolan ke atas dan dua tonjolan ke bawah. menelan dan muntah. pernapasan. serta mengatur koordinasi gerakan otot. panas dan rasa sakit.  Daerah belakang kepala merupakan pusat penglihatan dan dapat menyampaikan memori tentang apa yang dilihat. suhu tubuh.Otak besar merupakan pusat saraf utama karena berperan dalam pengaturan seluruh aktivitas tubuh. yaitu:  Daerah dahi yang berhubungan dengan kemampuan berpikir. 2.  Nukleiasal saraf cranial IX. Ketiga bagian otak belakang tersebut membentuk batang otak. Struktur umum Medulla spinalis 31 satu pasang saraf spinal keluar dari area urutan korda melalui foramina intervertebral . Otak kecil berfungsi mengatur sikap dan posisi tubuh. yang merupakan lanjutan dari akson pada pedunkulus serebral  Medulla dorsal atau posteriorterdiri sebagian dari lanjutan traktus sensorik  Pusat medulla (vital)nuklei yang berperan dalam pengendalian fungsi seperti frekuensi jantung. ingatan. keseimbangan kerja otot dan rangka. daya cipta. Mentransmisi impuls ke dan dari otak melalui traktus asenden dan desenden. Otak kecil Otak kecil (serebelum). emosi. Bagian ini berakhir pada area foramen magnum tengkorak. X. Pada otak tengah terdapat saraf okulomotoris (saraf yang berhubungan dengan pusat pergerakan mata).. bahkan kepercayaan kepada sesuatu yang bersifat metafisik. Hipotalamus yaitu bagian pengatur suhu tubuh dan juga pengatur rasa mengantuk. MEDULLA OBLONGATA Letaknya menjulur dari pons sampai medulla spinalis dan terus memanjang. batuk. Otak tengah Otak tengah (mesencephalon) manusia berukuran kecil dan terletak di depan otak kecil. XI dan XII terletak dalam medulla 3. yaitu penerima dan penerus impuls yang dating dari saraf perifer dan meneruskannya ke pusat sensorik pada bagian korteks otak. terdiri atas dua belahan yang berliku-liku sangat dalam dan terletak diobawah bagian otak belakangg. kecerdasan. yang terdiri dari thalamus.  Medulla anterior atau ventralterdiri dari tonjolan substansi putih disebut pyramid.  Daerah pelipis dan ubun-ubun mengendalikan kemampuan berbicara dan bahasa.  Daerah pelipis terdapat pusat bicara dan juga terdapat pusat pendengaran. d. Otak Belakang Otak belakang memilki tiga bagian utama.  Mengendalikan berbagai aktivitas reflex dalam tubuh. kesadaran. keinginan. antara lain pernafasan. tekanan darah. Di antara belahan otak besar terdapat otak depan. gerak alat-alat pencernaan. c. dan tekanan darah serta infundibulum.  Daerah ubun-ubun. b. yaitu pangkal dari hipofisis (kelenjar endokrin). MEDULLA SPINALIS  Fungsi: a.

. Bagian ini mengandung Tanduk lateral adalah protrusi di antara tanduk posterior dan anterior pada area toraks Komisura abu-abu menghubungkan substansi abu-abu di sisi kiri dan kanan medulla spinalis ini mengandung badan sel yang menerima sinyal melalui saraf spinal dari neuron sensorik. Bagian Tanduk abu-abu anterior (ventral) adalah batang vertical bawah. Bagian ini mengandung badan sel neuron system SSO. XI (accessory) N. Ke 25 pasang ganglia itu terdapat di sepanjang tulang belakang sebelah depan. VII (facial) N. Saraf spinal  Cervical (C1-C8)  Thoracic (T1-T12)  Lumbar (L1-L5)  Sacral (S1-S5)  Coccygeal (Co1) b. II (optic) N. Struktur internal medulla spinalis a.  neuron motorik yang aksonnya mengirim impuls melalui saraf spinal ke otot dan kelenjar. III (oculomotor) N. XII (hypoglossal) 2. Ganglia-ganglia ini berhubung-hubungan dengan sistem saraf pusat melalui sumsum tulang punggung dengan menggunakan cabang-cabang penghubung yang bergerak le luar dari sumsum tulang punggung menuju ganglion. Dibedakan menjadi dua. SISTEM SARAF TEPI 1. SARAF OTONOM a. VI (abducents) N. Susunan saraf simpatik Berupa 25 pasang simpul saraf atau ganglia. bentuknya seperti huruf H Batang atas dan bawah huruf H disebut tanduk Tanduk abu-abu posterior (dorsal) adalah batang vertical atas substansi abu-abu. yakni saraf parasimpatik dan saraf simpatik.  c. VIII (auditori) N. X (vagus) N. Saraf kranial Nama N. b. dan lumbal system saraf perifer. I (olfaktori) N. Reflek peregangan  bahwa otot yg terenggang akan berkontraksi secara otomatis (misal ketukan pada tendon patela tepat di bawah tempurung lutut eksistensi tungkai bawah) Reflek fleksor (penarikan)  stimulasinya rasa nyeri dan adanya kemungkinan bahaya sehingga respon yang timbul menghindari hal tersebut (otak tidak perlu membuat keputusan untuk melindungi tubuh) B. IX (glossopharyngeal) N. Gerak Reflek Pada Medula Spinalis  Ada 2 reflek yang terjadi : a. dan dari ganglion masuk menuju sumsum tulang Tipe Sensori Sensori Motori Motori Mix Motori Mix Sensori Mix Mix Motori Motori Fungsi Pencium Penglihat Penggerak otot kelopak mata dan bola mata Penggerak otot mata Sensori: otot wajah dan mulut Motori: menguyah Pergerakan mata Sensori: merasa Motori: otot wajah dan kelenjar saliva Pendengaran dan keseimbangan Sensori: perasa Motori: menelan Saraf utama untuk sistem saraf parasimpatetis Menelan dan menggerakkan kepala dan pundak Penggerak otot lidah Merupakan saraf tak sadar. b. mulai dari ruas leher terbawah sampai pada tulang ekor. V (trigeminal) N. IV (trochlear) N. SARAF SOMATIK a.  Kanal sentral berukuran kecil dikelilingi oleh substansi abu-abu.

Kemudian ketika Impuls menjalar  Kanal Ion Natrium membuka  ion natrium masuk ke dalam sel  Potensial naik menjadi 30 mV  kenaikan potensial menyebabkan kanal Ion Kalium membuka  Ion Kalium keluar dari sel  Potensial kembali menjadi -65 mV (Potensial Membran Istirahat). sampai kembali ke keadaan semula. kemudian diteruskan ke badan sel dan menuju akson. sedangakan dendrit atau badan sel yang menerima rangsang atau impuls dari ujung akson disebut pascasinaps. Sebelum impuls menjalar. Potensial listrik itu sebesar -65 mV dan disebut dengan Potensial Membran Istirahat. saraf parasimpatik memperlambat aktivitas itu sedikit demi sedikit. Dalam keadaan istirahat. dan aksoaksonik (antara akson dengan akson lain). Neurotransmitter merupakan zat yang berada dalam ujung akson yang berfungsi untuk komunikasi sinaps. pembuluh darah dan lainnya. yaitu aksosomatik (antaran akson dengan badan sel). kebanyakan merupakan amin. alat pencernaan. 5.punggung. susunan saraf parasimpatik berlawanan dengan susunan saraf simpatik. amino. Proses ini kurang lebih terjadi dalam waktu 5 mili detik. Susunan saraf parasimpatik Berupa jaring-jaring yang berhubung-hubungan dengan ganglia yang terbesar di seluruh tubuh. Secara fungsional. . darah beredar lebih cepat. Contoh: Misalnya setelah berlari jantung berdenyut lebih cepat. MEKANISME JALANNYA IMPULS Ketika sinyal dieriam oleh reseptor. ginjal. Dari tiap ganglion keluar urat saraf ke paru-paru. Fungsi susunan saraf simpatik antara lain:  Mempercepat denyut jantung  Memperlebar pembuluh darah  Mempertinggi tekanan darah b. Jenis sinaps ada 3. Gambar : Potensial listrik pada membran sel pada saat dilewati impuls Komunikasi Sinaps (jalannya impuls antar neuron) Ujung akson yang menghantarkan impuls disebut daerah prasinaps. membran sel neuron memiliki sebuah potensial yang disebabkan oleh banyaknya konsentrasi ion Kalium dan sedikitnya konsentrasi ion Natrium di dalam sel. jantung. dan neuropeptida. aksodendritik(antara akson dengan dendrit).

Saat ion K+ bermuatan posistif keluar dari sel. Membran neuron sangat permeabel terhadap ion K+ dak klor (Cl-). maka difusi ion K+ keluar dari sel lebih cepat daripada difusi ion Na+ ke dalam sel. Hal ini mengakibatkan bagian dalam sel mengalami elektronegatifitas. serta relatif impermeable terhadap ion Na+. Konsentrasi ion K+ di dalam membran sel lebih tinggi daripada di luar sel.Jalannya komunikasi sinaps: Impuls saraf  Mmenjalar sepanjang membran sel  terjadi depolarisasi  Kanal Kalsium membuka  ion kalsium masuk  masuknya kalsium memicu eskositosis neurotrnsmitter yang berada dalam vesikel  neurotransmitter lepas dan kemudian beraksi dengan reseptor yang berada di daerah pascasinaps  depolarisasi membran pascasinaps  impuls tersampaikan. Potensial Istirahat / Potensial Membran Polarisasi ( potensial istirahat ) disebabkan oleh konsentrasi ion natrium (Na+) dan Kalium (K+) yang tidak seimbang di dalam dan di luar sel. ion tersebut meninggalkan molekul protein bermuatan negatif yang terlalu besar untuk dapat berdifusi melalui membran. NEUROTRANSMITTER Definisi Neurotransmitter merupakan suatu zat kimia yang dapat menyeberangkan impuls dari prasinapsis ke post sinapsis atau pasca sinapsis Macam-macam Bersifat eksitasi:  asetilkolin  berada di seluruh tubuh  norepinephrine  berada dalam system saraf  dopamine  berada dalam otak  glutamate  salah satu asam amino esensial  histamine  salah satu asam amino esensial Bersifat inhibisi:   gamma aminobutyric acid (GABA)  berada pada jaringan otak glisin  berada pada medulla spinalis . difusi atau endositosis. serta perbedaan permeabilitas membran terhadap ion ini dan ion lain . konsentrasi ion Na+ di luar membran sel lebih tinggi daripada di dalam sel karena tingkat permeabilitas membran terhadap ion K+ sekitar 75 kali lebih besar daripada ion Na+. Membran ini impermeabel terhadap molekul protein intraselular besar yang bemuatan negatif. Neurotransmiter yang lepas tadi dirombak melalui pemecahan enzimatis.

duktus alveolus. Sel bergranul kecil . Epitel respirasi Sebagian konduksi dilapisi oleh epitel silindris berlapis dan mengandung banyak sel goblet. 2. Bagian Konduksi Meliputi rongga hidung. yaitu : 1. bronkus. Ada 5 jenis sel epitel respirasi. Sel sikat 4. dan alveoli. Sel silindris berlapis banyak (paling banyak) 2. Sel goblet mukosa 3. nasofaring. trakea. Sel basal 5. dan mempengaruhi kesadaran Mekanisme mata dapat melihat benda Bayangan  Mata Cahaya menembus bagian mata  Kornea  Aqueus humor Lensa  Badan vitreus  Merangsang ujung ujung saraf retina saraf opticus II  Ke otak lobus oksifitalis  membentuk benda SISTEM PERNAFASAN Alat-alat respirasi Terdiri dari dua bagian utama. lapar. dan bronkiolus terminalis. serotonin  menghambat dan mengontrol keinginan tidur. laring. Bagian Respirasi Meliputi bronkiolus respiratris. yaitu : 1. bronkiolus.

terdapat 3 tonjolan yang disebut dengan konda (superior. Faring 4. 2. Bagian Vestibulum merupakan bagian yang paling anterior dan paling lebar dari rongga hidung. yaitu bagian Vestibulum dan Fosa Nasalis. Bagian Konduksi 1. dan vibrissa (rambut pendek). aritenoid) dan tulang rawan elastik (epiglottis. lapisan mucus fosa nasalis menyaring zat renik dan berbagai gas. Fungsinya adalah sebagai penyokong (menjaga agar jalan nafas tetap terbuka). . Di sekitar permukaan nares terdapat kelanjar sebasea. Dalam rongga hidung ini juga terdapat reseptor olfaktorius yang mendeteksi uap kimiawi yang diinhalasi yang disebut nervus olfaktorius melewati tulang etmoidalis menuju otak. krikoid. Terdiri dari tulang rawan hyaline (tiroid. Rongga Hidung Terdiri dari 2 bagian. Nasofaring Merupakan bagian pertama faring. media. 3. sebagai katup untuk mencegah masuknya makanan atau cairan yang Memiliki fungsi sebagai jalan masuknya udara ke laring dan masuknya makanan ke esofagus. Laring Merupakan tabung tak teratur yang mengubungkan faring dengan trakea. Pengondisian udara dalam rongga hidung: Vibrisa menyaring debu. ujung aritenoid). mucus dan secret serosa melembabkan udara yang masuk.A. inferior). kelenjar keringat. Sedangkan bagian fosa nasalis.

ditelan. Dilapisi sel-sel pipih yang sangat halus. pada matrix terdapat serat-serat elastin dan kolagen (sebagai penunjang). Tetapi di bagian muara. Bronkus Trakea bercabang menjadi 2 bronkus primer. 2. terdapat pada bronkus respiratoris. Serat elastic yang berfungsi memungkinkan alveolus dapat mengembang pada saat terjadi inspirasi dan kontraksi secara pasif pada wakti ekspirasi. Sedangkan retikulin berfungsi sebagai penunjang yang mencegah perkembangan secara berlebihan dan pengerusakan kapiler-kapiler halus dan septa alveolar yang tipis. Diantara ujung hyaline yang berbentuk C. Terdapat kelenjar seromukosa yang menghasilkan mucus yang lebih cair. Bagian Respirasi 1. sel epitel menyatu dengan sel-sel alveolus yang gepeng. dan sakus alveolus. alveoli juga merupakan tempat pertukaran oksigen dan karbondioksida. 2 cabang di kiri). Selain itu. . duktus alveolus. 5. B. Dilapisi oleh sel epitel kuboid bersilia dan sel clara. 6. Katup yang mencegah masuknya makanan atau cairan yang ditelan adalah epiglotis atau yang sering disebut dengan anak tekak. bercabang 2 atau lebih bronkiolus respiratoris. Trakea Dilapisi oleh cincin tulang rawan hyaline yang berbentuk C  menjaga supaya lumen trakea tetap terbuka. Alveolus Merupakan penonjolan (evaginasi) dengan bentuk mirip kantung dengan diameter kurang lebih 200 mikro meter. Pada lamina propia terdapat otot polos. Bagian ujung cabang disebut bronkiolus. Alveoli bertanggung jawab atas struktur berongga dalam paru-paru. Bronkus Respiratoris Setiap bronkiolus terminalis. Bronkus primer masuk ke setiap lobus paru-paru (3 cabang di kanan. Trakea ini juga dilapisi oleh pseudostratified ciliated columnar epithelium. dan juga sebagai fungsi fonasi (penghasil suara). Terdapat banyak alveolus yang merupakan tempat pertukaran gas. terdapat ligament fibroelastis (mencegah distensi berlebihan dari lumen) dan berkas otot polos (pengaturan lumen) yang terlihat pada lapisan periosteum. Bagian ini merupakan daerah peralihan bagian konduksi dan respirasi. Setiap bronkiolus bercabang 5 – 7 bronkiolis terminalis. 3. Duktus Alveolaris Merupakan saluran yang makin ke distal dengan jumlah muara alveolus yang semakin tambah banyak.

Mekanisme Pernafasan Inspirasi Pada saat inspirasi. otot otot sternokleidomastoid. 4. otot diafragma berkontraksi sehingga diafragma mendatar. otot interkostal internal menarik kerangka iga ke bawah dan otot abdomen berkontraksi sehingga mendorong isi abdomen menekan diafragma. Didalam paru-paru terdapat bronkus dan bronkiolus. sehingga udara luar masuk melalui hidung. pektoralis mayor. CO2 berdifusi terus menerus ke dalam alveoli. . Hal ini disebabkan oleh : 1. akibatnya udara dalam paruparu terdorong keluar. Ekspirasi Ekspirasi pada pernapasan dipengaruhi oleh relaksasi otot dan disebut proses pasif. Dalam pernapasan. Rongga dada pun mengecil. serratus anterior dan otot skalena juga akan memperbesar rongga toraks.Pulmo (paru-paru) Paru-paru terdiri oleh dua bagian. Otot interkostal eksternal mengangakat iga ke atas dan ke depan saat berkontraksi sehingga memperbesar rongga toraks ke arah anterior dan superior. Diafragma melengkung ke arah toraks. trakea. 2. Pada ekspirasi dalam. bronkus dan masuk ke paru-paru. Udara alveolus hanya sebagian diganti oleh udara atmosfer tiap kali bernapas. Udara Alveolus tidak sama dengan udara atmosfer. Paru-paru kiri terdapat dua gelambir dan paru-paru kanan terdapat tiga gelambir. Bronkiolus diparu-paru bercabang-cabang lagi membentuk pembuluh-pembuluh halus. Paru-paru pun mengembang. Pelembaban udara di sepanjang saluran pernapasan. yaitu paru-paru kiri dan paru-paru kanan. Oksigen secara terus menerus diabsorbsi oleh alveolus kedalam darah paru paru 3. Pembuluh-pembuluh halus ini berakhir pada gelembuggelembung halus yang disebut alveolus (alveoli=jamak).

Sitoplasma sel endotel. Difusi gas melalui membran pernapasan (sawar udara-darah) Proses difusi gas pada alveolus bergantung pada prinsip fisika yaitu tentang tekanan parsial (hukum henry). Tekanan parsial karbon dioksida dalam darah lebih tinggi dari pada di alveolus. Lapisan permukaan dan sitoplasma sel alveolus. tekanan oksigen dalam alveolus meningkat. Kecepatan absorbsi oksigen dalam darah 2. Oksigen dari udara alveolus masuk ke dalam darah kapiler. sedangkan tekanan parsial oksigen dalam kapiler darah lebih rendah (karena oksigen sudah digunakan oleh jaringan-jaringan tubuh). Membran pernapasan (sawar udara-darah) Terdiri dari 3 lapisan yaitu : 1. Pada saat udara masuk kedalam alveolus. Pada karbon dioksida juga sama. Secara umum proses difusi oksigen dan karbon dioksida tidak lepas dari prinsip tekanan parsial ini. 3. Jadi konsentrasi oksigen dalam alveolus dipengaruhi oleh : 1. Maka Oksigen akan berdifusi masuk ke dalam alveolus. 2. Kecepatan masuknya oksogen baru ke dalam paru-paru. Karbon dioksida berdifusi dengan arah yang berlawanan. .Konsentrasi Oksigen dalam Alveolus Oksigen diarbsorbsi dari alveoli ke dalam darah paru secara terus menerus. Oksigen baru juga secara terus-menerus dihirup masuk ke dalam alveoli dari atmosfer. Pembebasan CO2 dari HCO3 dikatalis oleh enzin karbonat anhidrase yang terdapat pada eritrosit. Konsentrasi Karbon Dioksida dalam Alveolus Peningkatan konsentrasi karbon Dioksida berbanding lurus dengan dengan kecepatan ekskresi Karbon Dioksida dan berbanding terbalik dengan ventilasi alveolus. namun kebalikannya. sehingga karbon dioksida berdifusi masuk ke dalam alveolus. Lamina basal alveolar dan endotel yang menyatu.

. Transpor oksigen dalam arteri 98% darah paru teroksigenasi sampai pada tekana parsial oksigen 104 mmHg  keseluruh tubuh. Ketebalan membran Contohnya adanya cairan edema dalam mebran interstitial dan dalam alveoli dan penyakit paru yang menyebabkan fibrosis paru. 3. Perbedaan tekanan diantara kedua sisi menbran pernapasan Yaitu merupakan perbedaan tekanan parsial gas dalam alveoli dan tekanan parsial gas dalam darah. 4. Koefisien difusi Merupakan kelarutan gas dalam membran. Luas permukaan membran pernapasan Contohnya pada penyakit enfisema. 2. yaitu alveoli bersatu dengan alveoli yang lain sehingga lebar dinding (membrane pernapasan) keseluruhan berkurang. CO2 lebih cepat 20 kali daripada O2. Sedangkan yang 2% menuju ke paru-paru lewat sirkulasi bronchial yang secara khusus member nutrisi pada sel-sel paru dengan tekanan 40 mmHg (saluran pintas).Faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan difusi gas melalui membran pernapasan 1.

Impuls dikirim dari otak ke area inspiratory sehingga proses bernafas dilanjutkan. 5. Pada saraf kranial. Kapasitas Paru-Paru(Sloane) . sehingga sejumlah udara baru berasal dari luar mengadakan kontak dengan bagian atas saluran pernapasan. Saat PCO3 dan H+ mencapai level tertentu. Proses terengah-engah sebenarnya diatur oleh pusat terengah-engah yang berhubungan dengan pusat pernapasan pneumotaksik yang berada dalam pons. maka inspiratory dan apneustic area terhambat sehingga terjadi ekspirasi. Saat reseptor ini meregang. bila darah menjadi terlalu panas. O2 bergabung secara longgar dengan heme Hb. Oleh karena itu. maka O2 akan berikata dengan Hb. Jenis kelamin. hipotalamus menimbulkan sinyal neurogenik untuk menurunkan suhu tubuh. dan apneustic area. pneumotaxic area. Fungsi Hb adalah sebagai buffer tekanan parsial Oksigen dalam darah. saraf nomor tujuh atau nerve vagus dari reseptor di saluran nafas dan paru turut mempengaruhi laju pernafasan. Yaitu. Refleks inflasi Dalam dinding bronkus dan bronkeolus terdapat stretch receptor. pada pria laju respirasinya lebih tinggi dibandingkan wanita Mekanisme Terengah-engah Mekanisme terengah-engah digunakan oleh binatang tingkat rendah sebagai alat untuk menghilangkan panas. Satu dari sinyal ini menimbulkan keadaan terengah-engah. stretch receptor tidak lagi terstimuli. proses ini akan mendinginkan darah di dalam saluran mukosa pernapasan sebagai akibat evaporasi dari permukaan mukosa. 2. Pengaruh saraf Pusat respirasi terdapat pada medullary rhytmicity area. Medullary rhytmicity area (area inspirasi dan ekspirasi) memiliki kemampuan untuk menentukan irama dasar respirasi. Kemampuan menahan nafas dibatasi oleh adanya cadangan H+ dan CO2 dalam darah. 3. Pengaruh otak Kita dapat menghentikan nafas kita dalam waktu yang singkat. keadaan terengah-engah tidak meningkatkan ventilasi alveolar lebih dari yang dibutuhkan untuk mengendalikan gas-gas di dalam darah dalam jumlah yang sesuai. karena setiap pernapasan sangat dangkal.Ikatan Oksigen-Hb Dalam darah. ion H+ dapat mengubah laju pernafasan. jika tekaana parsial O2 rendah. Pneumotaxic area dan apneustic area mengkoordinasi masa transisi antara inspirasi dan ekspirasi. Namun. Namun. Peristiwa terengah-engah dihidupkan oleh pusat pengatur suhu di otak. Menghirup dan mengeluarkan napas dengan cepat. Bika tekanan parsial O 2 tinggi (dalam kapiler paru). terutama evaporasi saliva dari lidah. 4. Pada efeknya. Stimuli kimia CO2 dan O2 Peningkatan CO2 akan meningkatkan H+ dan begitu pula sebaliknya. area inspirasi terstimulasi. Peregangan otot anus dapat meningkatkan laju respirasi 7. Kenaikan suhu tubuh dapat meningkatkan laju respirasi 6. sebagian besar udara yang masuk ke alveoli adalah udara ruang rugi yang terutama berasal dari trakea dan bukan dari atmosfer. maka akan terjadi dissosiasi O2Hb. Hal ini menyebabkan inspiratory dan apneustic area tidak lagi terhambat sehingga terjadi nafas baru. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pernafasan 1. Saat udara meninggalkan paru-paru setelah ekspirasi.

Volume residual penting untuk kelangsungan aerasi dalam darah saat jeda pernapasan. Vena. yakni suatu organ yang berfungsi untuk memompa darah. Ukurannya semakin besar ketika pembuluh ini mendekati jantung.5 0.laki sekitar 1200 ml dan pada perempuan 1000ml. . sambil membawa darah ke jantung. Volume Residual (VR) adalah volume udara sisa dalam paru . b.9 0. d.laki dan 380 ml untuk perempuan b. Volume Cadangan Inspirasi ( VCI ) adalah volume udara ekstra yang masuk ke paru . terbentuk dari penggabungan kapiler menjadi sistem saluran. berupa jalinan saluran halus dan rumit yang saling beranastomosis dan dindingnya merupakan tempat berlangsungnya pertukaran zat antara darah dan jaringan. Kapasitas Paru-Paru(Ganong) IRV (Inspiratory Reserve Volume) TV (Tidal Volume) ERV (Expiratory Reserve Volume) RV (Recidu Volume) Kapasitas Total Kecepatan nafas normal tiap menit: Bayi baru lahir Usia 12 bulan Usia 2-5 tahun Dewasa 30-40 30 24 10-20 Pria (L) 3. Volume Cdangan Ekspirasi (VCE) adalah volume udara ekstra yang dapat kuat dikeluarkan pada akhir ekspirasi tidal normal.2 SISTEM SIRKULASI Yang terlibat dalam sistem sirkulasi adalah: 1.0 Wanita (L) 1.paru dengan inspirasi maksimum di atas inspirasi tidal.0 1. Jantung.5 1.7 1. Kapiler. dengan nutrien dan oksigen ke jaringan. Rata. yaitu pembuluh darah terkecil.1 4.paru selama ventilasi normal biasa.2 6.a.3 0. c. untuk dipompa keluar lagi. VT pada dewasa muda sehat 500 ml untuk laki.laki dan 1900 ml pada perempuan.paru estela melakukan ekspirasi kuat. Volume tidal (VT) adalah normal udara yang masuk dan keluar paru . Pembuluh darah Arteri. dan berfungsi untuk mengangkut darah. Sistem kardiovaskular a.rata volume ini pada laki . VCE biasanya berkisar 1200 ml pada laki . serangkaian pembuluh eferen yang semakin mengecil sewaktu bercabang.laki dan 800 ml pada perempuan. CDI berkisar 3100ml pada laki .

Kelenjar timus e. Jaringan limfe Histologi sistem sirkulasi : 1. 2. Organ pembentuk dan penyimpanan darah a. terletak dalam pembuluh limfe besar. arteri muskular dan elastis. yaitu saluran buntu yang beranastomosis untuk membentuk pembuluh – pembuluh yang makin membesar.c. Hati c. Makrovaskulatur. Darah. Pembuluh limfe. pembuluh dengan diameter lebih dari 0. Limfe b. Sumsum tulang d. kapiler.1 mm (arteriol besar. 2. vena muskular). Nodus limfe. Jantung ANATOMI JANTUNG . (arteriol. b. berawal di kapiler limfe. venula pascakapiler). Sistem Limfatik a. 3. Jarak semua sel tubuh dari sumber nutrisi ini tidak pernah melebihi satu milimeter. Mikrovaskulatur. merupakan tempat terjadinya pertukaran antar darah dan jaringan sekitar pada keadaan normal dan pada poroses peradangan. adalah cairan yang mengalir dalam pembuluh.

ujung bawah yang mengerucut (apeks) mengarah ke bahu kiri. Ujung atas yang lebar (dasar) mengarah ke bahu kanan.1. 2.paru di bagian tengah rongga toraks. Jantung adalah organ berongga dan memiliki empat ruang yang terletak antara kedua paru . Ukuran dan bentuk a. Jantung berukuran kurang lebih sebesar kepalan tangan pemiliknya. Pelapis . b. Jantung dilindungi medistinum. Bentuknya seperti kerucut tumpul. Dua pertiga jantung terletak di sebelah garis kiri midsternal.

Lapian ini melapisi jantung. Rongga perikardial adalah ruang potensial antara membran viseral dan parietal. sternum. . Perikardium Adalah kantong berdinding ganda yang dapat membesar dan mengecil. atrium = dinding tipis= reservoar (menerima darah) b. membungkus jantung dan pembuluh darah besar. ventrikel = dinding tebal = pemompa (memompa darah) 5.berkas spiral melapisi ruang jantung. dan menyambung dengan lapisan endotelial yang melapisi pembuluh darah yang memasuki dan meninggalkan jantung. Ruang ini mengandung cairan perikardial yang diekskresi lapisan serosa untuk melumasi membran dan mengurangi friksi. (2) Serabut otot yang tersusun dalam berkas . b. (1) Ketebalan miokardium bervariasi dari satu ruang jantung ke ruang lainnya. Endokardium dalam tersusun dari lapisan endotelial yang terletak di atas jaringan ikat. Curah jantung terkadang disebut volume jantung per menit. dan pleura yang membungkus paru . Kontraksi miokardium ”menekan” darah keluar ruang menuju arteri besar c. 3.sel mesotelial yang berada di atas jaringan ikat. (2) Lapisan serosa dalam terdiri dari 2 lapisan. Dinding jantung tersusun dari tiga lapisan : a. Volume nya kurang lebih 5 liter per menit pada laki – laki berukuran rata – rata dan kurang 20% pada perempuan. Epikardium luar tersusun dari lapisan sel . (a) Membran viseral (epikardium) menutup permukaan jantung (b) Membran parietal melapisi permukaan bagian dalam fibrosa perikardium b. Curah Jantung Adalah volume darah yang dikeluarkan oleh kedua ventrikel per menit. Kantong ini melekat pada diafragma. Terdiri 2 macam ruang : a. (1) Lapisan fibrosa luar pada perikardium tersusun dari serabut kolagen yang membentuk lapisan jaringan ikat rapat untuk melindungi jantung.paru. Miokardium terngah terdiri dari jaringan otot jantung yang berkontraksi untuk memompa darah. katup. 4.a.

a. meliputi : Pembuluh Darah Arteri : 1. Aktifitas berat b. Perhitungan curah jantung adalah sebagai berikut Curah jantung = frekuensi jantung x isi sekuncup 2. b. 2. Pengaruh tambahan pada curah jantung. 2. 5. c.1. Aliran balik ke vena jantung c. Membawa darah dari arteriol ke venula Dinding dilapisi selapis sel tipis untuk memungkinkan pertukaran darah dan cairan Terdapat sel otot polos yaitu sfingter prekapiler yang dijumpai pada permulaan masing-masing kapiler untuk mengatur aliran darah dalam kapiler Membawa darah dari kapiler kembali ke jantung Lapisan dalam : Endotelium yang melipat membentuk valvula untuk mencegah aliran darah terbalik Lapisan tengah : Otot polos tipis karena vena tidak begitu penting untuk mempertahankan tekanan darah Lapisan luar : Jaringan ikat fibrosa tipis karena vena tidak membawa darah dengan tekanan tinggi (hanya 2mmHg dibanding arteri yang memiliki tekanan sampai 100mmHg) Mempunyai percabangan kecil disebut venula Membawa darah dari jantung menuju kapiler Terdapat 3 lapisan : Tunika Intima : paling dalam (merupakan selapis sel gepeng) Tunika Media : Disusun otot polos dan jaringan ikat elastis Tunika Eksterna : Merupakan jaringan ikat fibrosa penyusunnya Mempunyai percabangan kecil yang menyambung pada kapiler disebut arteriol Pompa otot rangka Pernapasan Reservoar vena Gaya gravitasi Perubahan posisi tubuh Tekanan rendah abnormal pada vena Tekanan darah tinggi Hormon medular adrenal Ion Usia dan ukuran tubuh seseorang Penyakit kardiovaskular d. 3. Vena : 1. 3. meliputi : . 4. Faktor – faktor utama yang mempengaruhi curah jantung a. 3. Faktor – faktor yang mengurangi aliran balik vena dan mempengaruhi curah jantung. Kapiler : 1. meliputi : e. Faktor yang mendukung aliran balik vena dan memperbesar curah jantung. 2.

Letak pembuluh darah .

.

Mekanisme Sirkulasi Darah Mekanisme Pengikatan Oksigen O2 dalam alveolus Berdifusi melalui membrane kapiler pulmonalis .

Tiap gram Hb dapat mengikat 1.Diikat Hb dalam sel darah merah O2+Hb (HHb) Di kapiler darah jaringan O2 dilepas Hb O2 menuju sel jaringan lainnya di plasma membentuk O3 1. Proreseptor (baroreseptor) dalam arteri karotis dan aorta (sinus aorta dan arkus aorta) sensitif terhadap perubahan tekanan darah . 100 ml darah rata-rata mengandung 15 gr Hb untuk maksimal 20 ml O2 per 100 ml darah (15 x 1. Pusat reflek kardioinhibitor juga terdapat dalam medulla oblongata (1) Efek impuls dari neuron ini adalah untuk mengurangi frekuensi jantung.34 ml O2 3. Tiap molekul dalam ke empat molekul besi dalam hemoglobin berikatan dengan satu molekul O2 dan membentuk oksihemoglobin (HbO2) yang berwarna merah tua. 2. (2) Ujung serabut sarafnya mensekresi asetilkolin. b. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Denyut Jantung 1. (1) Untuk meningkatkan frekuensi jantung (2) Ujung serabut sarafnya mensekresi norepinefrin yang meningkatkan eksitabilitas jantung. a. .34). Impuls eferen menjalar melalui saraf simpatis dan parasimpatis susunan saraf otonom. Konsentrasi Hb ini biasanya dinyatakan sebagai persentase volume dan merupakan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh. Impuls aferen yang menuju pusat kendali jantung yang berasal dari receptor. Ikatan ini tidak kuat dan reversibel. Pusat refleks kardioakselerator adalah sekelompok neuron dalam medula oblongata. Tiap eritrosit mempunyai 280 juta molekul Hb. 2. Volume maksimal O2 yang dapat berikatan dengan sejumlah hemoglobin dalam darah.

Paru-paru 2. Pengaruh dari atropin dan nikotin yang juga dapat mempercepat denyut jantung e.(1) Peningkatan tekanan darah akan mengakibatkan statu reflek yang memperlambat frekuensi jantung. dan sentuhan. c. atau oleh input emosional dari sistem saraf pusat. 3. Usia muda memiliki frekuensi jantung yang lebih cepat f. Aktivitas yang tinggi dapat mempercepat denyut jantung d. SISTEM EKSKRESI Organ-organ yang terlibat: 1. panas. Reflek ini akan menghambat pusat kardioakselerator dan menstimulasi pusat kardioinhibitor. Suhu tubuh yang tinggi atau demam juga mempercepat frekuensi denyut jantung. seperti reseptor untuk nyeri. yang mempengaruhi frekuensi jantung jika kadarnya menigkat atau berkurang. dingin. fungsi jantung normal juga bergantung pada keseimbangan elektrolit seperti kalsium. Ginjal Mekanisme ekskresi pada Paru-paru . b. kalium. Pengaruh lain pada frekuensi jantung a. Frekuensi jantung dipengaruhi oleh stimulasi pada hampir semua saraf kutan. dan natrium. (2) Penurunan tekanan darah akan mengakibatkan statu reflek yang menstimulasi fekuensi jantung yang menjalar melalui pusat medular .

Sebagai kelenjar endokrin Struktur ginjal: Diselubungi oleh suatu kapsul yang berbentuk dari jaringan serabut. sedangkan bagian dalamnya disebut medulla. Pengendalian komposisi jaringan tubuh 3. Nefron . Setiap nefron terdiri dari badan malphigi (mengandung gromerulus yang diselubungi oleh kapsula bowman) dan saluran nefron. 2. Pada ginjal terdapat nefron yang merupakan unit fungsional dan structural terkecil. Regulasi keseimbangn asam basa 6.Karbondioksida dalam sel jaringan Menuju cairan interstitial Berdifusi melaui dinding kapiler jaringan Berikatan dengan molekul air dalam sel darah merah( CO2 +H2O) H2CO3 HCO3 + H H+Hb(HHb) Berikatan dengan Na di plasma darah Menuju kapiler pulmonali Co2 yang berikatan dengan H2O PECAH Co2 berdifusi keluar membrane kapiler pulmonalis Menuju alveolus Ginjal Fungsi Ginjal 1. Pada manusi aterdapat sekitar satu juta nefron. Regulasi vitamin D 8. Pada bagian dalam terdapat ruang kosong (pelvis). Bagian luar ginjal disebut korteks. Regulasi tekanan arteri 7. Menyaring darah. Regulasi osmolaritas cairan tubuh dan elektrolit 5. yang selanjutnya membentuk urine yang mengandung zat sisa metabolisme. Gluconogenesis 9. Regulasi keseimbangan elektrolit dan air 4.

filtratnya ditampung oleh Kapsula Bowman yang disebut filtrat glomerulus / urin primer. Filtrasi Dilakukan oleh glomerulus yang terdapat alat penyaring disebut sel podosit. Jumlah urin primer/menit adalah 125 cc. Proses ekskresi pada ginjal: 1. yaitu unsur pembuluh (elemen vaskuler) dan unsure epitel. yaitu Kapsula Bowman. lengkung henle yang terdiri dari saluran menurun dan naik. tubukus kontortus distal dan saluran penampung. Tubulus Kontortus proksimal. Filtrat ini masih banyak zat .mengandung dua macam unsur.zat yang dibutuhkan oleh tubuh. .bagian nefron yang mengandung unsur epitel.

Augmentasi Penambahan zat . dan jaringan kelenjar. SISTEM LIMFATIK Organ yang terlibat: Nodus limfe Berbentuk kecil lonjong atau seperti kacang dan terdapat di sepanjang pembuluh limfe. Bahan ini bercampur dengan benda-benda kecil daripada limfe yang banyak sekali terdapat di dalam kelenjar dan selanjutnya campuran ini dikumpulkan pembuluh limfa aferen yang mengeluarkannya melalui hilum. lengan kanan dan dada sebelah kanan dan menuangkan isinya ke dalam vena yang berada di sebelah kanan leher. yang mengandung banyak sel darah putih atau limfosit. Saluran limfe Terdapat dua batang saluran limfe yang utama. Sebuah kelenjar limfe mempunyai pinggiran mempunyai pinggiran yang cembung dan yang cekung.Di sebelah luar.ion organik sehingga terbentuklah urin sekunder yang akan melewati lengkung henle. Arteri dan vena juga masuk dan keluar kelenjar melalui hilum.zat yang tidak berguna bagi tubuh kedalam urin sekunder misalnya ion H+ dan K+ yang terjadi pada tubulus kontortus distal sehingga terbentuklah urin yang sesungguhnya/ urin saja yang dialirkan ke tubulus kolektivus menuju ke pelvis renalis  ureter  vesika urinaria ( 300cc) uretra. torax. asam amino. . Ruangan di antaranya berisi jaringan kelenjar . Pembuluh limfa eferen menembus kapsul di pinggiran yang cembung dan menuangkan isinya ke dalam kelenjar. axial. kecuali dari bagian yang menyalurkan limfenya ke duktus limfe kanan. Kerjanya sebagai penyaring dan dijumpai di tempat-tempat terbentuknya limfosit. jaringan otot. Kelompok-kelompok utama terdapat di dalam leher. Duktus torasikus mengumpulkan limfe dari semua bagian tubuh. duktus torasikus dan batang saluran kanan. Sebuah kelenjar terdiri atas jaringan fibrus. jaringan limfe terbungkus oleh kapsul fibrus. ion . yaitu trabekulae. dan lipat paha. Pinggiran yang cekung disebut hilum. masuk ke dalam kelenjar membentuk sekat-sekat.zat yang diserap kembali antara lain glukosa. Peristiwa membuang air kecil dikenal dengan miksturisi. Dari sini keluar tajuk-tajuk dari jaringan otot dan fibrus. Reabsorpsi Urin primer direabsorpsi oleh tubulus kontortus proksimal. 3. abdomen.2. Duktus limfe kanan ialah saluran yang jauh lebih kecil dan mengumpulkan limfe dari sebelah kanan kepala dan leher. Zat .

Mekanisme Peredaran Cairan Limfe cairan interstitial  kapiler limfe  pembuluh limfe  batang limfe  saluran limfe sebelah kiri/sebelah kanan  vena subclavian .

Mengembalikan protein plasma ke dalam sirkulasi . .Mentranspor nutrien yang terabsorbsi .Mengeluarkan zat-zat toksik dan debris selular dari jaringan setelah infeksi atau kerusakan jaringan.Mengendalikan kualitas aliran cairan jaringan dengan cara menyaringnya melalui nodus-nodus limfe sebelum mengendalikannya ke sirkulasi.Fungsi cairan limfa : . Faktor-faktor yang mempengaruhi meningkatnya aliran limfa: Efek tekanan cairan interstitial -peningkatan tekanan kapiler -penurunan tekanan osmotic koloid plasma -peningkatan tekanan osmotic koloid cairan interstitial .Mengembalikan kelebihan cairan jaringan yang keluar dari kapiler .

. b. Karena elektron yang dilepas selama reaksi tidak dapat muncul dalam bentuk bebas. Mekanisme terjadinya bengkak akibat penumpukan cairan: Cairan interstisial cenderung berakumulasi di bagian-bagian dependen akibat efek gravitasi. maka setiap reaksi oksidasi disertai dengan reaksi reduksi. sehingga elektron yang dilepas.Reduksi. Pergerakan bagian-bagian tubuh pulsasi arteri yang berdekatan dengan saluran limfa perekanan jaringan oleh benda-benda diluar tubuh. Dalam kondisi duduk dengan posisi lama dan waktu yang lama. Enzim Berfungsi mengatalis atau mempercepat jalannya suatu reaksi kimia Sebagian besar reaksi enzimatik memerlukan koenzim sebagai pembawa electron yang memaksimalkan fungsi suatu enzim. karbondioksida dan air.-peningkatan permeabilitas kapiler Aktifitas pompa limfa naik maka alirannya juga naik. diterima kembali oleh molekul lain. penguraian atau dekomposisi atau pemecahan molekul-molekul besar menjadi molekul-molekul kecil. - Anabolisme. Contoh: sintesis hemoglobin oleh sumsum tulang merah. PENJELASAN LEARNING ISSUE : 1. otot rangka tidak berkontraksi sehingga cairan tersebut akan terakumulasi. Kontraksi otot rangka disekitar saluran limfa. dan sintesis lemak oleh jaringan adipose. reaksi kimia yang molekulnya melepaskan electron. . - Katabolisme. reaksi kimia yang molekulnya mendapatkan electron. Reaksi Reduksi-Oksidasi . selain itu juga obstruksi vena juga berperan dalam kondisi seperti ini sehingga akan muncul bengkak tersebut. pembentukan molekul-molekul kecil menjadi molekul-molekul besar.Oksidasi. PROSES METABOLISME TINGKAT SELULER SAMPAI DENGAN JARINGAN Metabolisme Adalah jumlah keseluruhan reaksi kimia dan pengubahan energi untuk menopang dan memertahankan kehidupan. Jalur metabolic a. Contoh: respirasi sel yang memecah molekul makanan menjadi energi. sintesis glikogen oleh hepar.

Insulin . Epinefrin .peningkatan asam amino dan lemak untuk energi .peningkatan glikogen  glukosa .peningkatan glukosa  glikogen . berasal dari riboflavin sebagai akseptor electron dan bekerja sama dengan enzim suksinat dehidrogenase. berasal dari niasin.peningkatan transport asam amino ke dalam sel . ATP terbentuk dari nukleotida adenosine ditambah dua gugus fosfat dalam ikatan berenergi tinggi. ATP Senyawa fosfat berenergi tinggi yang menyimpan energi dalam tubuh. c) kerja mekanik.peningkatan glukosa  glikogen oleh hepar .peningkatan glikogen  glukosa .peningkatan sintesis protein . protein maupun karbohidrat.peningkatan penggunaan lemak untuk energi 3.penurunan sintesis protein. Kortisol .peningkatan asam amino dan lemak untuk energi 5.peningkatan transpor glukosa dan penggunaanya untuk energi . c. b) sintesis senyawa kimia di sel.peningkatan lemak untuk energi . Hormon Pertumbuhan .peningkatan sintesis protein 2.Nikotinamida Adenin Dinukleotida (NAD).peningkatan transpor asam amino dan asam lemak untuk sintesis sel 4. sebagai koenzim yang menerima electron dan bekerja sama dengan enzim laktat dehidrogenase dalam metabolism glukosa dan pembentukan ATP.peningkatan penggunaan jenis-jenis makanan . Glukagon . Tiroksin . Hormon-hormon yang Mengatur Metabolisme Hormon menentukan jalur metabolik yang diambil nutrien terabsorpsi dan memastikan penggunaan sumber energi tubuh yang efisien berdasarkan kebutuhan tubuh. ATP dibentuk dari pembakaran lemak. keculali hepar 6. Fungsi ATP: a) transpor zat melalui membran sel. Flavin Adenin Dinukleotida (FAD). 1.

a. digesti. Specific Dynamic Action (SDA) Adalah laju metabolic sebesar 10% . BMR menyatakan energi minimal yang diperlukan pada saat respirasi. Faktor yang mempengaruhi : Hormon tiroid. sirkulasi. aktivitas saraf. suhu tubuh dan keadaan fisik maupun psikis seseorang (depresi. 1.1K. Laju metabolic Mengacu pada jumlah energi yang dilepas dalam tubuh melalui katabolisme per satuan waktu. metabolism makanan. 2. Oleh karena itu. 2. pemompaan jantung. ukuran tubuh dan area permukaan. sekresi. Dalam tubuh. Satu kilokalori Adalah jumlah panas tubuh yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu satu kilogram air sebesar satu derajat celcius dan digunakan untuk menyatakan kandungan kalori makanan dan pengeluaran energi oleh individu.Kecepatan Metabolisme Kecepatan metabolism biasanya digunakan sebagai jumlah produksi panas. 1. Pemotongan dan penggilingan makanan dilakukan secara mekanik ole gigi. 1 gram karbohidrat melepas 4. ANATOMI. dan elektrolit bagi tubuh dari nutrien yang dicerna sehingga siap diabsorpsi.5 K. jenis kelamin. Misalnya latihan berat dapat meningkatkan metabolism sampai 15 kali. dan pertahanan tubuh saat individu terjaga. FUNGSI SISTEM PENCERNAAN Fungsi utama sistem ini adalah menyediakan makanan. 1 gram protein melepas 4.1K b. Aktivitas Muskular juga dapat menghasilkan peningkatan laju metabolic terbesar. Hal ini karena beberapa proses tubuh yang menggunakan ATP juga memproduksi panas.20% melebihi laju energi basal yang digunakan dalam pencernaan makanan. air. Kilokalori yang dilepas melalui oksidasi makanan dalam tubuh dapat lansung diukur melalui bankalorimeter. kelaparan dan kecemasan) 2. Makanan kemudian bercampur dengan saliva sebelum ditelan . usia. DAN FISIOLOGI ORGAN DALAM PENCERNAAN A. SDA protein lebih besar daripada SDA lemak atau karbohidrat sehingga makanan yang mengandung protein bisa meningkatkan laju metabolism. HISTOLOGI. produksi panas bisa diukur dengan mengukur aktivitas metabolism. penguraian normal komponen-komponen sel. Ingesti adalah masuknya makanan ke dalam mulut. pada postabsorptif (12 jam setelah makan) dan dalam lingkungan nyaman serta hangat. 1 gram lemak melepas 9. Basal Metabolic Rate (BMR) Adalah pelepasan energi per satuan waktu dalam kondisi basal yang secara standar terjaga dan istirahat. Proses ini meliputi kontraksi otot.

Muskularis eksterna terdiri dari dua lapisan otot. (1) (2) (3) Epitelium yang melapisi berfungsi untuk perlindungan. Impuls parasimpatis yang dihantarkan dalam saraf vagus (CN X). Egesti adalah proses eliminasi zat-zat sisa yang tidak tercerna B. DINDING SALURAN PENCERNAAN Dinding saluran pencernaan terdiri dari 4 lapisan jaringan dasar dari lumen ke arah luar a. Absorpsi adalah pergerakan produk akhir pencernaan dari lumen saluran pencernaan ke dalam sirkulasi darah dan limfatik 6. d. RONGGA ORAL. 2. mengeluarkan efek stimulasi konstan pada tonus otot polos dan bertanggung jawab untuk peningkatan keseluruhan aktivitas. C. Peristalsis adalah gelombang kontraksi otot polos involunter yang menggerakan makanan tertelan melalui saluran pencernaan 4. satu lapisan sirkular dalam dan satu lapisan longitudinal luar. kecuali ujung atas dan ujung bawah yang dikendalikan secara volunteer 1. c. 3. FARING.3. D. dan absorpsi Lamina propria adalah jaringan ikat areolar yang menopang epithelium Muskularis mukosa terdiri dari lapisan sirkular dalam yang tipis dan lapisan otot polos longitudinal luar b. Submukosa terdiri dari jaringan ikat areolar yang mengandung pembuluh darah. sekresi. Lapisan ini terdiri dari membrab serosa jaringan ikat renggang yang dilapisi epithelium skuamosa simple. Impuls simpatis yang dibawa medulla spinalis dalam saraf splanknik. dan ESOFAGUS a. Serosa. pembuluh limfatik dan pleksur serabut saraf. serta saraf sel-sel ganglion yang disebut pleksus Meissner. dan menghambat sekresi cairan pencernaan. beberapa kelenjar submukosal. lapisan keempat dan paling luar juga disebut peritoneum visceral. mengurangi motalitas. Pleksur Meissner dan Aurebach merupakan sisi sinaps untuk serabut proganglionik parasimpatis. KENDALI SARAF pada SALURAN PENCERNAAN Sistem saraf otonom menginervasi keseluruhan saluran pencernaan. Mukosa (membran mukosa) tersusun dari tiga lapisan. menghambat kontraksi otot polos saluran. Digesti adalah hidrolisis kimia (penguraian) molekul besar menjadi molekul kecil 5. Rongga Oral .

Lidah dilekatkan pada dasar mulut oleh frenulum lingua. Bagian frenulum labia melekatkan membrane mukosa pada gusi di garis tengah 2. kelenjar keringat. Saliva terdiri dari cairan encer yang mengandung enzim dan cairan kental yang mengandung mukus. Dan otot ini memberikan mobilitas yang besar pada lidah c. Permukaan dalam bibir adalah membrane mukosa. a. Papila adalah elevasi jaringan mukosa dan jaringan ikat pada permukaan dorsal lidah yang menyebabkan tekstur lidah menjadi kasar • • • • Papila fungiformis Papila filiformis Palila foliate Papila sirkumvalatae d. dan dalam produksi wicara. Ada tiga pasang kelenjar saliva (1) Kelenjar parotid adalah kelenjar saliva terbesar. Kelenjar Saliva mensekresi saliva ke dalam rongga oral. Bagian ini tampak merah karena dilewati oleh banyak kapiler c. Pipi mengandung otot buksinator mastikasi 3. untuk pengecapan.Rongga vestibulum terletak di antara gigi dan bibir serta pipi sebagai batas luarnya 1. berfungsi untuk menerima makanan dan produksi wicara. Otot-otot ekstrinsik berfungsi dalam pergerakan lidah secara keseluruhan b. Lidah berfungsi untuk menggerakan makanan saat dikunyah atau ditelan. Otot-otot intrinsik lidah memiliki serabut yang menghadap ke berrbagai arah untuk membentuk sudut satu sama lain. Bibir tersusun dari otot rangka dan jaringan ikat.Rongga oral merupakan jalan masuk menuju sistem pencernaan dan berisi organ aksesori yang berfungsi dalam proses awal pencernaan. Permukaan luar bibir dilapisi kulit yang mengandung folikel rambut. dan kelenjar sebasea b. terletak agak bawah dan di depan telinga dan membuka melalui duktus parotid (2) Kelenjar submaksilar (submandibular) kurang lebih sebesar kacang kenari dan terletak di permukaan dalam pada mandibula serta membuka melalui duktus Wharton . a. Tonsil-tonsil lingua adalah agregasi jaringan limfoid pada sepertiga bagian belakang lidah 4. a. Area transisional memiliki epidermis transparan.

a. Saluran akar membuka ke tulang melalui foramen apical (d) Dentin menyelubungi rongga pulpa dan membentuk bagian terbesar gigi. Komposisi saliva. kalium. dua gigi seri. Komponen gigi (a) Mahkota adalah bagian gigi yang terlihat. yaitu 98% air dan mengandung enzim amilase serta berbagai jenis ion (natrium.(3) Kelenjar sublingual terletak di dasar mulut dan membuka melalui duktus sublingual kecil menuju ke dasar mulut b. berisi pulpa gigi yang mengandung pembuluh darah dan saraf. dua gigi seri. Makanan yang masuk dalam mulut dipotong menjadi bagian-bagian kecil dan bercampur dengan saliva untuk membentuk bolus makanan yang dapat ditelan. dan tiga geraham. Total keseluruhan adalah 32 gigi b. Pada umunya manusia memiliki 2 susunan gigi : • Gigi primer terdiri dari satu taring. Gigi tersusun dalam kantong-kantong pada mandibula dan maksila. b. bikarbonat) juga sekresi mucus yang lebih kental dan lebih sedikit yang mengandung glikoprotein. Mahkota dan akar bertemu leher yang diselubungi gingival (gusi) (b) Membran periodontal merupakan jaringan ikat yang melapisi kantong alveolar dan melekat pada sementum di akar (c) Rongga pulpa dalam mahkota melebar ke dalam saluran akar. Total keseluruhan adalah 20 gigi • Gigi sekunder mulai keluar pada usia lima sampai enam tahun yang terdiri dari satu taring. klorida. Fungsi saliva (1) Melarutkan makanan secara kimia (2) Melembabkan dan melumasi makanan (3) Menguraikan zat tepung menjadi polisakarida dan maltose (4) Zat buangan seperti urea dan asam urat diekskresikan ke dalam saliva (5) Zat antibodi dan antibakteri berfungsi untuk membersihkan rongga oral dan membantu memelihara kesehatan oral serta mencegah kerusakan gigi 5. dan air c. dua geraham. Saliva terutama terdiri dari sekresi serosa. Gigi berfungsi dalam proses mastikasi (pengunyahan). Fungsi gigi. Dentin pada bagian mahkota tertutup oleh email dan di bagian akar oleh sementum c. ion. dua premolar. Proses Menelan (deglutisi) menggerakan makanan dari faring menuju esophagus .

badan organ. Lambung Anatomi 1. Bolus makanan dalam faring merangsang reseptor orofaring yang mengirim impuls ke pusat menelan dalam medulla dan batang otak bagian bawah. Badan lambung adalah bagian yang terdilatasi dibawah fundus. b. Lidah menekan palatum keras dan mengarahkan bolus ke arah orofaring Fase faring. Ada tiga lapisan jaringan dasar (mukosa. Fase volunter. Muskularis eksterna pada bagian fundus dan badan lambung mengandung lapisan otot muskularis) beserta modifikasinya. Fase esophagus. Histologi dinding lambung. yang membentuk dua per tiga bagian lambung. Regia-regia lambung terdiri dari bagian jantung. Bagian pilorus lambung menyempit di ujung bawah lambung dan membuka ke duodenum. terletak pada bagian superior kiri rongga abdomen di bawah diafragma. melakukan gelombang peristaltic dan memungkinkan makanan terdorong ke dalam lambung c. tepi lateral badan lambung yang konveks disebut kurvakur besar. c. Antrum pilorus mengarah ke mulut pilorus yang di kelilingi sfingter pilorus muskular . kecuali sebagian kecil. Sfingter esophagus atas pada mulut esophagus secara normal menyempit untuk mencegah udara memasuki esophagus e. terletak pada bagian kiri garis tengah. b. dan bagian pilorus. a.Proses ini melalui tiga fase : 1. dan jaringan a. Esofagus Esofagus adalah tuba muscular. glottis tertutup. Tepi medial badan lambyng yang konkaf disebut kurvakur kecil. Sfingter esophagus bawah. Bagian jantung lambung adalah area disekitar pertemuan esofagus dan lambung. Fundus adalah bagian yang menonjol ke sisi kiri atas mulut esofagus. yag panjangnya sekitar 9 sampai 10 inci dan berdiameter 1 inci Fungsinya adalah menggerakkan makanan dari faring ke lambung melalui gerak peristaltis d. submukosa. Laring terelevasi. 2. 2. Lapisan otot tambahan ini membantu keefektifan pencampuran dan penghancuran isi lambung. tebal. fundus. Gelombang peristaltic kontraksi yang menggerakkan bolus ke dalam esophagus 3. melintag tambahan. Semua bagian. Lidah menekan palatum keras dan menghalangi makanan kembali ke mulut Otot menekan palatum lunak dan uvula mengangkat palatum lunak untuk menutup mulut saluran nasal sehingga makanan tidak akan masuk ke rongga nasal c. dan epiglottis condong ke bawah menutup mulut laring yang menahan makanan sehingga tidak memasuki saluran pernapasan d. Lambung adalah organ berbentuk j. d. dan terjadi penutupan semua lubang kecuali esophagus a. Ukuran dan bentuknya bervariasi dari satu individu ke individu lain.

b. garam-garaman. Kelenjar pilorus terletak pada regia antrum pilorus. Kelenjar ini mensekresi mukus dan gastrin suatu hormon peptida yang berpengaruh besar dalam proses sekresi lambung. Jenis kelenjar lambung a. prekusor enzim pepsin. i. Absorbsi nutrien yang berlangsung dalam lambung hanya sedikit.Kelenjar ini mensekresi lipase dan renin lambung yang kurang penting. didapat dari makanan yang dicerna di lambung. b. CO2 bergerak ke dalam sel untuk berikatan dengan air dan membentuk asam karbonat (H2CO3) dalam reaksi yang dikatalis oleh anhidrase karbonik. Mukus yang dihasilkan dari kelenjar membentuk barier setebal 1 mm untuk Produksi faktor intrinsik a. Kompleks faktor intrinsik vitamin B12 dibawa ke ileum usus halus. Ion bikarbonat keluar dari sel digantikan ion klorida dan memasui sirkulasi sistemik. mukus. Zat terlarut dalam air terabsorpsi dalam jumlah yang tidak jelas. 4. berkadar asam tinggi yang berasal dari bolus) dan mendorongnya ke dalam duodenum. 2. Kelenjar ini hanya mensekresi mukus.b. . tempat vitamin B12 diabsorbsi. b. 3. Ada kurang lebih 3 juta pit lambung di antara ruga-ruga yang bermuara pada sekitar 15 juta kelenjar lambung. c. Dalam pembuatan HCL. setengah cair. Puga terlihat saat lambung kosong dan aka menghalus saat lambung teregang terisi makanan. asalkan makanan yang dimakan sedikit dan sering. iii.Faktor intrinsik adalah glikoprotein yang disekresi sel parietal. Sel chief(zimogenik) mensekresi pepsinogen.Kelenjar fundus (lambung) terdiri dari tiga jenis sel. asam klorida. melindungi lambung terhadap aksi pencernaan dari sekresinya sendiri.Kelenjar jantung ditemukan di regia mulut jantung. c. Fungsi Lambung 1. Produksi mukus. Aktivitas lambung mengakibatkan terbentuknya kimun ( masa homogen Digesti protei. Ion hidrogen bersama ion klorida secara aktif terpompa ke dalam lambung Sel leher mukosa ditemukan pada bagian leher semua kelenjar lambung. Kelenjar lambung yang dinamakan sesuai letaknya. 5. Lambung memulai digesti protein melalui sekresi tripsin dan asam klorida. Mukosa membentuk lipatan-lipatan (ruga) longitudinal yang menonjol sehingga memungkinkan peregangan dinding lambung. c. Sel pariental mensekresi asam korida dan faktor intrinsik a. 6. menghasilkan 2 sampai 3 L cairan lambung. Sekresi Lambung 1. Sel ini mensekresi barier mukus setebal 1 mm dan melindungi lapisan lambung terhadap kerusakan oleh HCL atau autodigesti. ii. Kapasitas lambung normal memungkinkan adanya interval waktu yang panjang antara saat makan dan kemampuan menyimpan makanan dalam jumlah besar sanpai makanan ini dapat terakomodasi di bagian bawah saluran. Beberapa obat larut lemak (aspirin) dan alkohol diabsorbsi pada dinding lambung. Lambung tidak memiliki peran mendasar dalam kehidupan dan dapat diangkat. Cairan lambung mengandung enzim pencernaan. dan air. H2CO3 terionisasi untuk membentuk H+ dan HCO3-.Vitamin B12. Penyimpanan makanan. terikat pada faktor intrinsik. Prosuksi kimus.

b. Jika tidak ada makanan dalam lambung antara jam makan. kolesistokinin dan hormon pembersih enterogastrin. Peregangan dinding lambung merangsang reseptor saraf dalam mukosa lambung dan memicu refleks lambung. Amilase dalam salva yang menghidrolisis zat tepung bekerja pada ph netral. yang kemudian memicu faktor saraf dan hormon. Pepsin adalah enzim proteolitik yang hanya dapat bekerja dengan ph di bawah 5. Digesti dalam lambung. dan menguraikannyauntuk membentuk dadih (curd). disekresi sebagai respon terhadap asiditas lambung dengan ph di bawah 2 dan jika ada makanan berlemak. d. Asam amino dan protein dalam makana yang separuh tercerna dan zat kimis juga meningkatkan sekresi lambung melalui refleks lokal. Pengaturan pelepasan gastrin dalam lambung terjadi melalui penghambatan umpan balik yang didasarkan pada ph isi lambung. Lipase lambung(disekresi sel chief) menhidrolisis lemak susu menjadi asam lemak dan Karbohidrat. enzim yang mengkoagulasi protein susu. Lambung tidak mensekresi enzim untuk mencerna karbohidrat. 4. Cairan lambung memicu digesti protein dan lemak. Serabut saraf eferen parasimpatis menjalar dalam vagus menuju kelenjar lambung untuk menstimulasi produksi HCL. a. Enzim ini menghidrolisis protein menjadi polipeptida. 2. 1.2. sekretin. . 3. dalam mulut atau tampilan bau. 2. Tiga tahap sekresi lambung dinamakan sesuai dengan regia tempat terjadinya stimulus. enzim-enzim pencernaadn dan gastrin. b. Fungsi gastrin antara lain: a. a. 3. b. 1. Hormon ini yang dibawa ke dalam sirkulasi menuju lambung. 1. 2. ini terbawa bersama bolus dan tetap bekerja dalam lambung sampai asiditas lambung menembus bolus. Digesti protein. tetapi aktivitasnya terbatas dalam kadar ph yang rendah. Lambung janin memproduksi renin. makanan masih ada. c. Faktor Tahap sefalik terjadi sebelum makanan mencapai lambung. Hormon ini meliputi gastric inhibitory polipeptide (GIP). ph lambung rendah dan Makanan yang masuk ke lambung memiliki efek pendaparan yang mengakibatkan Tahap usus terjadi setelah kimus meninggalkan lambung dan memasuki usus halus sekresi lambung terbatas. Meransang sekresi lambung Meningkatkan motilitas usus dan lambung Mengkonstriksi sfingter esofagus bawah dan merelaksasi sfingter pilorus Efek tambahan seperti stimulasi sekresi pankreas dan peningkatan motilitas usus. Lemak. Serabu saraf aferen menjalar ke medula melalui saraf vagus. Gastrin ini dihasilkan oleh bagian atas (duodenum) usus halus dan dibawa dalam sirkulasi menuju lambung. Sekresi lambung distimulasi oleh sekresi gastrin dodenum sehingga dapat berlangsung selama beberapa jam. Pepsinogen (disekresi sel chief) diubah menjadi pepsin oleh asam klorida (disekresi sel parietal). atau pikiran tentang makanan dapat meransang sekresi lambung. peningkatan ph dan peningkatan sekresi lambung. Masuknya makanan ke Tahap lambung terjadi saat makanan mencapai lambung dan berlangsung selama saraf dan hormon terlibat. Enzim gliserol. Sekresi lambung dihambat oleh hormon-hormon polipeptida yang dihasilkan duodenum. c.

Lipatan ini hampir secara kseluruhan mengitari lumen. Pengosongan distimulasi secara refleks saat merespon terhadap peregangan lambung. Ileum (2 sampai 2. Pilcae circulares adalah lipatan sirkular membran mukosa yang permanen dan besar. Panjangnya kurang lebih I m sampai 1. 2. Diameter usus halus kurang lebih 2. 3. memungkinkan produk akhir pencernaan mengadakan kontak dengan sel absortif dan mendorong zat sisa memasuki usus besar. dan jenis makanan. keduanya membuka ke dinding posterior duodenum beberapa sentimeter dibawah mulut 2.2mm sampai 1. protein lebih lambat dan lemak dalam lambung selama 3 sampai 6 jam.5cm dan panjangnya 3 sampai 5 meter saat bekerja. 2. Karbohidrat dapat masuk dengan cepat . Panjang 7 meter pada mayat dicapai saat lapisan muskularis eksterna berelaksasi.5 m. kekentalan kimus. Sinyal umpan balik memungkinkan kimus memasuki usus halus pada kecepatan tertentu sehingga dapat diproses. e. Gerakan usus halus mencampur isinya dengan enzim untuk pencernaan. Faktor-faktor hormon dan saraf ini mencegah terjadinya pengisian yang berlebih pada usus dan memberikan waktu yang lebih lama untuk digesti dalam usus halus. Anatomi mikroskopik dinding usus 1. Segmentasi mencampur kimus dengan cairan pencernaan dan memaparkannya ke permukaan absortif. Gerakan ini ialah gerakan konstriksi dan relaksasi yang bergantian dari cincin-cincin otot dinding usus yang membagi isi menjadi segmensegmen dan mendorong kimus bergerak maju mundur dari satu segmen yang relaks ke segmen lain. tempatnya menyatu dengan usus besar. Vili hanya ditemukan pada usus halus. Pengosongan lambung dihambat oleh hormon duodenum yang juga menghambat sekresi lambung dan oleh refleks umpan balik enterogastrik dari duodenum. . Peristalsis ialah kontraksi ritmik otot polos longitudinal dan sirkular.Kendali Pada Pengosongan Lambung 1. 3. Motilitas Jejunum adalah bagian yang selanjutnya.0 mm) yang lebih 600 kali. Usus Halus Keseluruhan usus halus adalah tuba terlilit yang merentang dari sfingter pilorus sampai katup ileosekal. pelepasan gastrin. Divisi 1. setiap vilus mengandung jaring-jaring kapilar dan pembuluh limfe yang disebut kakteal. Pergerakan ini dipicu oleh peregagan dan secara refleks dikendalikan oleh SSO. Ada 3 spesialisasi struktural yang memperluas permukaan absorptif usus halus sampai kurang a. pilorus.5 m) merentang samapi menyatu dengan usus besar. Vili adalah jutaan tonjolan menyerupai jari (tingginya 0. memanjang ke lumen dari permukaan mukosa. Kontraksi ini adalah daya dorong yang utama yang menggerakkan kimus ke arah bawah sepanjang saluran. Segmentasi irama adalah gerakan pencampuran utama. b. 1. Duktus empedu dan duktus pankreas. Duodenum adalah bagian yang terpendek 25cm sampai 30cm.

lain: a. d. Leukosit dan nodulus limfe ada di keseluruhan usus halus untuk melindungi dinding usus terhadap invasi benda asing. Jaringan limfatik. 2. Usus halus mengakhiri proses pencernaan makanan yang dimulai di mulut dan di lambung. Pankreas. c. Proses ini diselesaikan oleh enzim usus dan enzim pankreas serta dibantu empedu dalam hati.c. Walaupun demikian. Substansi P mempengaruhi aktivitas motorik otot polos. Pankreas Anatomi 1. Hati. b. Sel goblet terletak dalam epitelium di sepanjang usus halus. dan Kantung empedu 1. . Hormon-hormon yang mempengaruhi sekresi dan motilitas saluran pencernaan antara 1. dan GIP berperan untuk menghalangi sekresi kelenjar lambung. Sekresi eksokrin pankreas dipengaruhi oleh aktivitas refleks saraf selama tahap sefalik dan lambung pada sekresi lambung. Kelenjar penghasil mukus Enzim yang dibentuk oleh sel epitel usus dibutuhkan untuk melengkapi digesti.Peptida usus vaso aktif memiliki efek vasodilator dan efek relaksasi otot polos. Sfingter Oddi secara normal mempertahankan keadaan mulut duktus agar tetap tertutup. walaupun duktus pankreas dan duktus empedu komunis membuka secara terpisah pada duodenum. 3. 2.Somatostasin menghambat sekresi asam klorida dan gastrin seperti hipotalamus yang melepas faktor pelepas hormon pertumbuhan. CCK. Kelenjar a. Sel ini memproduksi mukus pelindung. Kelenjar enteroendokrin menghasilkan hormon-hormon gastrointestinal. 2. Kendali pada sekresi pankreas.Kelenjar-kelenjar usus (kripta lieberkuhn) tertanam dalam mukosa dan membuka di antara basisbasis vili. Fungsi usus halus 1. b. Sel –sel endokrin (pulau-pulau langerhans) pankreas mensekresi hormon insulin dan glukagon. 2. Kelenjar Brunner terletak dalam submukosa duodenum.Sekretin. Kelenjar ini mensekresi hormon dan enzim. Kelenjar ini memproduksi mukus untuk melindungi mukosa duodenum terhadap kimus asam dan cairan lambung yang masuk ke pilorus melalui lambung. Sel eksokrin (asinar) mensekresi enzim-enzim pencernaan dan larutan berair yang mengandung ion bikarbonat dalam konsentrasi tinggi.Produk gabungan sel-sel asinar mengalir melalui duktus pankreas yang menyatu dengan duktus empedu komunis dan masuk ke duodenum di titik ampula hepatopankreas. Agregasi nodulus limfe yang disebut bercak peyer terdapat dalam ileum. 2. Usus halus secara selektif mengabsorpsi produk digesti. Mikrovili adalah lipatan-lipatan menonjol kecil pada membran sel yang muncul pada tepi yang berhadapan degan sel-sel epitel. c. Pankreas adalah kelenjar terelongasi berukuran besar di balik kurvakur besar lambung. kendali utama terletak pada hormon duodenum yang diabsorpsi ke dalam aliran darah untuk mencapai pankreas. 1.

c. 3. Hati dan sekresi empedu Anatomi hati Hati adalah organ viseral terbesar dan terletak dibawah kerangka iga. b. disakarida ( maltosa. 1. Hati memetabolis protein. Bikarbonat menetralisir asam dan membentuk lingkungan basa untuk kerja enzim pankreas dan usus. Kimotripsin teraktivasi dari kimotripsinogen oleh tripsin. Hati menerima darah teroksigenasi dari arteri hepatika dan darah yang tidak teroksigenasi tetapi kaya akan nutrien dari vena portal hepatica. jalur masuk dan keluar pembuluh darah. oleh garam-garam empedu. dan karbohidrat tercerna Hati berperan penting dalam mempertahankan homeostatik gula darah. saraf dan duktus. 2. Sekretin diproduksi oleh sel-sel mukosa duodenum dan diabsorpsi ke dalam darah untuk mencapai pankreas. Enzim proteolitik pankres (protease) Trisinogen yang disekresi pankreas diaktivasi menjadi tripsin oleh enterokinase yang diproduksi usus halus. Lobus kanan hati lenih besar dari lobus kirinya dan memiliki tiga bagian utama. 2. Sekretin akan dilepas jika kimus asam memasuki usus dan mengeluarkan sejumlah besar cairan berair yang mengandung natrium bikarbonat. CCK diproduksi oleh sel-sel mukosa duodenum sebagai respon terhadap lemak dan protein separuh tercerna yang masuk dari lambung. Fungsi utama hati 1. 2. Organ ini glukosa dalam bentuk glikogen dan mengubahnya kembali menjadi glukosa jika diperlukan tubuh membentuk urea dari asam amino berlebih dan sisa nitrogen. Cairan pankreas mengandung enzim-enzim untuk mencerna protein. . dan lemak. lobus kuadratus. Hati menyimpan Hati mengurai protein dari sel-sel tubuh dan sel darah merah yang rusak. Beratnya 1. CCK ini menstimulasi sekresi sejumlah besar enzim pankreas. membentuk sebuah lobulus portal. lobus kanan atas. Komposisi cairan pankreas. Ruang-ruang darah sinusoid terletak di antara lempeng-lempeng sel . saluran portal. a. Dalam lobus lempengan sel-sel hati bercabang dan beranastomosis untuk membentuk jaringan tiga dimensi. Metabolisme. Tripsin mencerna protein dan polipeptida besar untuk membentuk polipeptida dan peptida yang lebih kecil. Hati terbagi menjadi lobus kanan dan kiri. masing-masing berisi sebuah cabang vena portal. 1. proses pencernaan protein untuk menghasilkan asam-asam amino bebas. sukrosa. Sekresi. b. aminopeptidase.500g dan pada kondisi hidup berwarna merah tua karena kaya akan persediaan darah. dan laktosa) pembentuk nukleotidanya. a. dan lobus kaudatus. 3. Diantara kedua lobus terdapat vena porta hepatica. Kimotripsin memiliki fungsi yang Karboksipeptidase. 2. 4.1. lemak. Ligamen falsiform memisahkan lobus kanan dari lobus kiri. Hati memproduksi empedu yang berperan dalam emulsifikasi dan absorpsi lemak. arteri hepatica. duktus empedu. dan dipeptidase adalah enzim yang melanjutkan Lipase pankreas menghidrolisis lemak menjadi asam lemak dan gliserol setelah lemak diemulsi Amilase pankreas menghidrolisis zat tepung yang tidak tercerna oleh amilase saliva menjadi Ribonuklease dan deoksiribonuklease menghidrolisis RNA dan DNA menjadi blok-blok sama seperti tripsin terhadap protein. karbohidrat.

pigmen empedu. dengan duktus sistikus dari kantung empedu dan keluar dari hatu sebagai dukts empedu komunis. Jaudince. mensintesis bilirubin dari produk penguraian hemoglobin dan mensekresinya kedalam empedu. Dan hati menyimpan toksin tertentu ( pestisida. E. D. Penyimpanan darah. dan garamgaram empedu.c. Komposisi empedu Empedu adalah larutan berwarna unign kehijauan terdiri dari 97% air. Pigmen empedu tersiri dari biliverdin (hijau) dan bilirubin (kuning). Garam empedu membantu mengabsorpsi zat terlarut lemak dengan cara Pengeluaran kolesterol dari tubuh. Hati merupakan reservoar untuk sekitar 30% curah jantung. Detoksifikasi. Hati memfagosit eritrosit dan zat asing terdisintegrasi dalam darah. a. garam tersebut direabsorpsi dari ileum bagian bawah kembali ke hati dan didaur ulang kembali. Garam empedu berikatan dengan kolesterol dan lesitin memfasilitasi jalurnya menembus membran sel. Peristiwa ini dikenal sebagai sirkulasi enterohepatika garam empedu. 5. a. e. d. berbagai aktivitas kimia tubuh dalam hati menjadikannya sebagai sumber panas utama dalam tubuh. bermuara di duodenum atau dialihkan duktus hepatika kanan dan kiri. Garam-garam empedu terbentuk dari asam empedu yang berikatan dengan kolesterol dan asam amino. dan fosfolipid) Hati mensintessis protein plasma dan faktor-faktor pembekuan darah. kolesterol. 2. Hati mensintesis lemak dari karbohidrat dan protein dan terlibat dalam penyimpanan dan Hati mensintesi unsur-unsur pokok membran sel (lipoprotein.emberikan warna kuning pada urine dan feses. merupakan akibat dari peningkatan kadar bilirubin darah. hati melakukan inaktivasi hormon dan detoksifikasi toksin dan obat. b. peningkatan destruksi sel darah merah. Organ ini juga pemakaian lemak. dan K). Emulsifikasi lemak. serts obat yang tidak dapat diuraikan dan diekskresikan. b. dan bersama limpa mengatur volume darah yang diperlukan tubuh. Empedu yang diproduksi oleh sel-sel hati memasuki kanalikuli empedu yang kemudian menjadi Duktus hepatika menyatu untuk membentuk duktus hepatik komunis yang kemudian menyatu Duktus emepdu komunis. Pigmen ini merupakan hasil 1. atau warana kekuningan pada jaringan. Garam empedu mengemulsi gobulus lemak besar dalam usus halus yang kemudian menghasilkan gobulus lemak lebih kecil dan area permukaan yang lebih luas untuk kerja penguraian hemoglobin yagn dilepas dari sel darah merah terdisinegrasi. untuk membentuk agregasi kecil disebut micelle yang dibuang melalui feses. tuntuk penyimpanan di kantung empedu. Ini merupakan indikasi kerusakan fungsi hati dan dapat disebabkan oleh kerusakan sel hati (hepatis). c. atau obstruksi duktud empedu dan batu empedu. enzim. terutama saat tidur. b. 6. Absorpsi lemak. Hati menyimpan mineral sepeti zat besi dan tembaga serta vitamin latur lemak (A. c. Penyimpanan. bersama dengan duktus pankreas. Setelah disekresi kedalam usus . Empedu Anatomi sekresi empedu a. 4. Produki panas . 3. Pigmen utamanya adalah bilirubin yang . Fungsi garam empedu dalam usus halus. .

f. berakhir pada saluran anal dan membuka ke eksterior di anus Fungsi usus besar • • Mengabsorpsi 80% sampai 90% air dan elektrolit Mmeproduksi mucus . Pelepasa cairan ini dirangsang oleh CCK. Saat asam lemak dan asam amino mencapai usus halus. Kapasitas total kandung empedu kurang lebih 30 ml sampai 60 ml. CCK dilepas untuk menkontraksi otot kandung empedu dan merelaksasi sfingter Oddi. Kolon transversa merentang menyilang abdomendi bawah hati dan lambung sampai ke tepi lateral ginjal kiri. Fungsi 1. dan daya regangnya lebih besar dibandingkan usus halus Bagian-bagian usus besar • • 1. Kandung empedu menyimpan cairan empedu yang secara terus-menerus disekresi oleh sel-sel hati sampai diperlukan dalam duodenum. Kandung empedu Anatomi Kandung empedu adalah kantog muskular hijau menyerupai pir dengan panjang 10 cm. Cairan empedu kemudian didorong ke dalam duodenum. Kandung empedu mengkonsentrasi cairannya dengan cara mereabsorpsi air dan elektrolit. Di antara waktu makan sfingter Oddi menutup dan cairan empedu mengalir ke dalam kantung empedu yang relaks. tempatnya memutar ke bawah pada fleksura spleknik 3. Organ ini terletak di lekukan dibawah lobus kanan hati. panjangnya lebih pendek. Kolon memiliki tiga divisi: Kolon ascenden merentang dari sekum sampai ke tepi bawah hati sebelah kanan dan membalik secara horizontal pada fleksura hepatica 2. Dengan demikian kandung ini mampu menampung hasil 12 jam sekresi empedu hati. Kolon descenden merentang ke bawah pada sisi kiri abdomen dan menjadi kolon sigmoid berbentuk S yang bermuara di rectum • Rektum adalah bagian saluran pencernaan selanjutnya dengan panjang 12 sampai 13cm. 2. Usus Besar Usus besar tidak memiliki vili dan lipatan-lipatan sirkular.Kendali pada sekresi dan aliran empedu Sekresi empedu diatur oleh faktor saraf (impuls parasimpatis) dan homon (sekretin dan CCK) yang sama dengan yang mengatur sekresi cairan pankreas. Sekum adalah kantong tertutup yang menggantung di bawah area katup ileosekal Kolon adalah bagian usus besar dari sekum sampai rekum. diameternya lebih lebar.

4. 3. Makanan kemudian disalurkan ke usus penyerapan. Selain itu. Sakrase. . Usus penyerapan menghasilkan enzim-enzim sebagai berikut: 1. 2. Enzim amilase. berguna membunuh kuman yang masuk bersama makanan dan membantu melunakkan . lambung mengeluarkan getah lambung yang mengandung: 1. Enzim tripsin. Erepsin berfungsi mengubah pepton menjadi asam amino. Pencernaan mekanik Pencernaan mekanik adalah proses perubahan makanan dari bentuk besar atau kasar menjadi bentuk kecil atau halus. berfungsi untuk mengubah sukrosa menjadi fruktosa dan glukosa. dan gliserol. Enzim ini berfungsi untuk mengubah amilum menjadi maltosa. MEKANISME PROSES PENCERNAAN Pencernaan makanan pada manusia ada 2: a. b. Pepsin. Pepsin berfungsi untuk mengubah protein menjadi proteosa dan pepton. Maltase. 2. Kelenjar pankreas Kelenjar pankreas terletak di usus 12 jari dan menghasilkan beberapa enzim sebagai berikut: 1. diaktifkan oleh enterokinase menjadi erepsin. Pada manusia proses pencernaan mekanik dilakukan dengan menggunakan gigi. berguna untuk mengubah protein menjadi pepton. Lambung Di dalam lambung makanan dari kerongkongan dicerna oleh dinding lambung. Erepsinogen. c. d. 2. makanan yang keras di dalam lambung serta mengaktifkan pepsinogen menjadi pepsin. Usus halus Ketika makanan masuk ke usus halus. . 3. Pencernaan kimiawi Pencernaan kimiawi adalah proses perubahan makanan dari bentuk kompleks menjadi bentuk yang lebih sederhana dengan menggunakan enzim. Laktase. berfungsi untuk mengubah laktosa menjadi glukosa dan galaktosa. Asam (HCl). yaitu dengan bercampurnya makanan yang telah dikunyah dengan air liur yang mengandung enzim ptialin (amilase). berfungsi sebagai pengubah protein dan pepton menjadi dipeptida. Pada proses ini. berfungsi untuk mengubah amilum menjadi maltosa. asam lemak. enzim ini juga berfungsi untuk membunuh kuman yang masuk bersama makanan. Peran enzim dalam sistem pencernaan: Mulut Pada mulut selain terjadi pencernaan secara mekanik juga terjadi pencernaan secara kimiawi. makanan dicerna secara kimiawi dibantu oleh enzim pencernaan dari pankreas. berguna untuk mengubah susu menjadi kasein.• • Baketri yang terdapat dalam kolon mampu mencerna sejumlah selulosa dan memproduksi Mengekskresi zat sisa dalam bentuk feses sedikit kalori nutrient bagi tubuh 3. Enzim adalah zat kimia yang berfungsi untuk mempercepat reaksi kimia. Renin. berfungsi untuk mengubah maltosa menjadi glukosa.

PROTEIN. berfungsi sebagai pengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol. Contohnya adalah maltotriosa. galaktosa. 2. Setelah berubah menjadi glukosa. Respirasi sel ini mencakup tiga peristiwa: glikolisis. Enzim lipase. Monosakarida Merupakan bentuk karbohidrat yang tidak dapat dihidrolisis lagi menjadi senyawa yang lebih sederhana.3. Disakarida Merupakan bentuk karbohidrat yang bila terhidrolisis menjadi dua monosakarida yang sama ataupun berbeda. Contoh disakarida adalah maltosa ( bila dihidrolisis menjadi dua molekul glukosa). tetapi karbohidrat tersebut harus dipecah menjadi molekul yang lebih sederhana lagi yaitu monosakarida. Polisakarida bila dihidrolisis akan menghasilkan lebih dari sepuluh molekul monosakarida. DAN LEMAK A. 3. 4. Tabel singkat respirasi sel Reaksi Molekul yang terlibat Hasil reaksi Vitamin/ mineral yang diperlukan . Karbohidrat akan dipecah menjadi monosakarida melalui proses digesti di saluran pencernaan. Karena glukosa merupakan monosakarida yang paling utama yang dapat diserap oleh tubuh untuk menghasilkan energi. Contoh dari polisakarida adalah pati dan dekstrin. Oligosakarida Merupakan bentuk karbohidrat yang bila dihidrolisis menjadi dua sampai sepuluh unit monosakarida. Monosakarida menurut jumlah atom karbonnya adalah triosa. oktosa dan selanjutnya. 4. Karbohidrat dibagi menjadi empat macam. laktosa (bila dihidrolisis menjadi glukosa dan galaktosa). Karbohidrat yang masuk ke tubuh berasal dari makanan. terutama dalam bentuk glukosa. heptosa. tetrosa. Sedangkan bila berdasarkan gugus pembentuknya monosakarida dibedakan menjadi aldosa (gugus aldehid) dan ketosa (gugus keton). fruktosa. hektosa. pentosa. sukrosa (bila dihidrolisis menjadi glukosa dan fruktosa). Contoh dari monosakarida adalah glukosa. siklus Krebs. PROSES METABOLISME KARBOHIDRAT. yaitu: 1. baru akan terjadi metabolisme glukosa di tingkat sel (respirasi sel). sistem transpor sitokrom/ elektron. Polisakarida Merupakan bentuk karbohidrat yang paling kompleks. Sel-sel di dalam tubuh tentunya tidak dapat langsung menyerap karbohidrat. METABOLISME KARBOHIDRAT Karbohidrat merupakan derivat dari aldehid.

GLIKOLISIS . bahwa yang paling perlu dalam metabolisme iti adalah makan dan bernafas.Glikolisis Glukosa ∙ 2 ATP (bersih) ∙ 2 NADH2 dan 1 FADH2 (dilanjutkan ke reaksi sistem transpor sitokrom) ∙ 2 Asam piruvat ( bila aerob langsung menuju siklus Krebs. sedangkan untuk membebaskan energi tersebut dibutuhkan O2 yang di dapatkan dari proses bernafas. Dari tabel di atas dapat diambil garis besar. bila anaerob diubah menjadi asam laktat) ∙ CO2 ∙ 3 NADH2 dan 1 FADH2 Niasin Siklus Krebs Asam Piruvat atau Asetil KoA NADH2 dan (menuju reaksi sistem transpor sitokrom) ∙ empat molekul karbon ∙ 34 ATP ∙ air metabolik ∙ Tiamin ∙ Riboflavin ∙ Niasin ∙ Asam pantotenat Besi dan tembaga Sistem Transpor Sitokrom FADH2 Kelebihan glukosa akan disimpan dalam bentuk glukagon yang terdapat pada hepar dan otot rangka. Makanan merupakan energi potensial. Sehingga dapat digunakan bila tubuh membutuhkannya untuk menghasilkan energi. METABOLISME GLUKOSA A.

.

SIKLUS KREBS .B.

prolin.SECARA GARIS BESAR Glukosa  2 ATP  2 NADH + 2 H+ GLIKOLISIS Asam piruvat  2 NADH + 2 H+ Asetil Ko-A  2 CO2 4 CO2 SIKLUS KREBS  6 NADH  2 FADH2 2 ATP TRANSPOR ELEKTRON 34 ATP O2 H2O B. tirosin . dan 20 di antaranya terdapat dalam protein tubuh dalam jumlah yang cukup banyak.Asam amino esensial : tidak dapat disintesis oleh tubuh Ex : treonin. METABOLISME PROTEIN Anabolisme Unsur dasar penyusun protein adalah asam amino. leusin. glisin. asparagin. metionin. valin. arginin. sistein. aspartat. serin. . triptofan. glutamine. glutamate. lisin. isoleusin. fenialanin.Asam amino non esensial : asam amino yang dapat disintesis oleh tubuh Ex : alanin. histidin .

Asam glutamat ini kemudian dapat mentransfer asam amino ke zat lainnya / dapat melepaskan dalam bentuk ammonia (NH3). yaitu enzim yang bertanggung jawab memulai sebagian besar katabolisme (pemecahan protein untuk digunakan sebagai energi atau bila berlebih disimpan terutama sebagai lemak / glikogen). Setelah itu zat tersebut dpecah dan menjadi energi. Hormon pertumbuhan meningkatkan sintesis protein sel karena adanya percepatan proses transkripsi dan translasi RNA dan DNA untuk sintesis protein. . satu radikal amino dan satu radikal karboksil masih terletak pada ujung yang berlawanan dan kemudian membentuk lagi rantai peptida. pada banyak keadaan . asam glutamat sekali lagi menjadi asam αketoglutarat. asam amino dihubungkan menjadi rantai panjang melalui ikatan peptide. Hormon yang berpengaruh dalam metabolisme protein: 1. dan satu ion hidroksil dilepas dari radikal karboksil. ureum berdifusi dari sel hati masuk ke dalam cairan tubuh dan diekskresikan oleh ATP yang dihasilkan dari protein lebih kecil daripada ATP yang dibentuk glukosa untuk setiap gramnya. 3. sebagian dikonversi menjadi asetil ko-A (2 mol asetil ko-A akan berubah menjadi asam aseloasetat). yang kemudian menjadi asam glutamate.Struktur asam amino memperlihatkan ciri yang khas yaitu mempunyai satu gugus asam (-COOH) dan satu atom nitrogen yang melekat pada molekul. sehingga siklus tersebut dapat berlangsung berulang-ulang. Asam amino tertentu yang dideaminasi serupa. akan menginduksi aktivasi sejumlah besar aminotransferase. Asam keto diubah menjadi zat kimia yang sesuai kemudian masuk ke dalam siklus asam sitrat. ammonia akan menumpuk dalam darah. 1. Oksidasi ini biasanya melibatkan 2 proses yang berurutan: a. Bila tidak ada hati / pada penyakit hati yang berat. penambahan asam amino tambahan dalam cairan tubuh terutama di hati. Pembentukan urea di hati Amonia yang dilepaskan selama deaminasi asam amino dikeluarkan dari darah hampir seluruhnya melalui konversi menjadi ureum. Pada dasarnya. 2. Setelah dibentuk. keduanya bergabung membentuk molekul air. Asam piruvat ini kemudian dikonversi menjadi glukosa/ glikogen (disebut proses glukoneogenesis). Nitrogen pada radikal amino dari satu asam amino berikatan dengan karbon dari radikal karboksil asam amino lainnya. Dalam proses kehilangan gugus amino. Satu atom hidrogen dilepaskan dari radikal amino. yang sering kali menimbulkan keadaan yang disebut koma hepatikum.dan sebagian lagi dikonversi menjadi asam lemak (disebut proses ketogenesis). Misalnya deaminasi alanin adalah asam piruvat. Deaminasi Gugus amino dari asam amino ditransfer ke asam α-ketoglutarat. asam keto yang dihasilkan dapat dioksidasi untuk mengeluarkan energi untuk keperluan metabolisme. otak. Oksidasi asam amino yang sudah mengalami deaminasi Begitu asam amino sudah dideaminasi. digunakan untuk mensintesis glukosa / asama lemak. Katabolisme Begitu sel diisi sampai batasnya dengan protein yang tersimpan. b. Dalam protein. semua asam amino dalam tubuh manusia disintesis di hati. yang biasanya berupa gugus amino (-NH2). Setelah ureum terbentuk. Keadaan ini sangat toksik terutama terhadap ginjal.

Terbuat di hepar sehingga dapat digunakan untuk tes pembantu dalam penilaiaan fungsi ginjal dan saluran pencernaan.Fosfolipid 3. 5. dalam susu (laktalbumin). Albumin dapat menghindari timbulnya pembengkakan paru-paru dan gagal ginjal serta sebagai carrier faktor pembekuan darah.Misalnya akibat operasi. Tiroksin meningkatkan kecepatan metabolisme seluruh sel termasuk protein. Dengan kata lain sangat erat kaitannya dengan proses imun atau kekebalan tubuh. putih telur).Mengangkat molekul-molekul kecil melewati plasma dan cairan sel.2. Gamma globulin Kelompok protein serum yang mengandung banyak antibody. Berat molekul albumin plasma pada manusia 69000. Ada tiga macam globulin: a. serta dalam larutan garam. larut dalam euglobulins. sehingga dapat menjadi rangsangan bagi pembentukan protein. Globulin Meruapakan protein yang tidak larut dalam air. c. Dengan demikian. b. C. albumin dimanfaatkan untuk mempercepat pemulihan jaringan sel tubuh yang terbelah.Membentuk jaringan sel baru sehingga dalam ilmu kedokteran. terbentuk bekuan darah yang akan membantu memperbaiki kebocoran sistem sirkulasi. Fungsi albumin : a. b. Banyak dijumpai pada telur (albumin telur.Trigliserida 2. Fibrinogen Fibrinogen berpolimerasi menjadi pilinan fibrin yang panjang selama proses koagulasi darah. Glukortikoid meningkatkan pemecahan sebagian besar protein jaringan. Albumin merupakan protein yang larut dalam air dan mengendap pada kondisi dipanaska. darah (albumin serum). Jenis protein yang terdapat dalam plasma: Albumin Jenis protein terbanyak dalam plasma yang mencapai 60%. 6. Insulin diperlukan untuk sintesis protein. Testoteron menambah deposit protein di jaringan.Kolesterol . METABOLISME LEMAK Lipid dibagi menjadi 3: 1. Beta globulin Protein plasma darah yang memiliki kaitan erat dengan transportasi thrombin dan protrombin. 4. Alfa globulin Salah satu bagian plasma darah yang mengedarkan hormon. Fungsi ini erat kaitannya dengan bahan metabolism asam lemak bebas dan bilirubin dan berbagai macam obat yang kurang larut dalam air tetapi harus diangkat melalui darah dari satu organ ke organ lain agar dapat diekskresi. 3. Dengan kata lain sangat erat kaitannya dengan proses pembekuan darah. larut dalam pseudoglobulin. c. Estrogen menambah sedikit deposit protein. albumin telur 44000. Insulin mempercepat transpor beberapa asam amino ke dalam sel. dalam daging mamalia 63000. Globulin juga memiliki sifat lain yaitu mengeras atau menggumpal jika dikondisikan dalam suhu tinggi.

dan K Melindungi alat-alat vital pada tubuh Memperbaiki rasa makanan (gurih) Kelebihan lemak disimpan dalam jaringan adipose.D.Pencernaan lemak dalam usus 1. memecahkan gumpalan lemak menjadi ukuran yang lebih kecil sehingga enzim pencernaan yang larut air dapat bekerja pada permukaan gumpalan lemak 2.Emulsifikasi lemak. terutama pada subcutaneous layer.E. . (memperbesar 1000x daerah permukaan lemak total) Lemak + (empedu + pengadukan ) -> lemak terelmusi Lemak teremulsi + (lipase pangkreas) -> Asam lemak dan 2-monogliserida Fungsi Lemak     Sebagai sumber energi sekunder Melarutkan vitamin A. Pengaruh empedu (garam empedu + fosfolipid lestin) -> menurunkan tegangan antar permukaan lemak.

getah bening. SISTEM REGULASI SUHU TUBUH A. getah bening. Air selalu berpindah dari 1 kompartemen ke kompartemen lainya. osmosis: cairan jaringan menjadi plasma.cairan jaringan dan cairan khusus 3.air akan berdifusi melewati membran ketempat yang mempunyai konsentrasi elektrolit lebih tinggi. Elektrolitn merupakan ion yang ditemukan dalam tubuh. Osmosis diatur oleh konsentrasi elektrolit didalam cairan tubuh (OSMOLARITAS). Cairan ekstraselular(CES) adalah air diluar sel terdiri atas plasma . Cairan intraselular (CIS) adalah air dalam sel kira-kira dua pertiga total cairan tubuh 2. Air membentuk 60% sampai 75% total berat badan tubuh 2. fitrasi: plasma menjadi cairan jaringan. Cairan tubuh elektrolit dan Keseimbangan air dan elektrolit 1.5. . atau cairan intraselular 4. terbanyak adalah mineral Kompartemen air 1.

Jika air dalam tubuh terlalu banyak . Beberapa fungsi dari macam kation elektrolit utama Fungsi dari natrium adalah menciptakan tekanan osmotic CES . natrium . 5.membantu mengatur tekanan osmotic Fungsi bikarbonat adalah sebagai bagian system dapar bikarbonat Fungsi fosfat adalah bagian DNA.oksigen.natrium .ditandai Hipernatemia adalah konsekuensi kehilangan air ditandai dengan kehilangan CIS. Zat kimia yang terlarut didalam air dan memisahkan diri membentuk ion-ion .Haluaran air 1.ANH kehilangan ion natrium dan air di dalam urine Elektrolit 1.fosfat .urea.RNA .dan sulfat 3. b. keringat.kalsium magnesium . Dehidrasi merangsang sensasi haus .kalsium . Hiponatermia adalah konsekuensi akibat keringat yang berlebihan . Elektrolit membantu mengatur osmosis antar kompartemen air Elektrolit dibagi menjadi dua yaitu 1.bikarbonat .magnesium .kation terbanyak dalam CES Fungsi dari kalium adalah menciptakan tekanan osmotic CIS . Aldosteron yang disekresi oleh korteks adrenal meningkatkan reabsorpsi ion natrium oleh ginjal .aktifitas saraf serta sel otot Beberapa fungsi dari macam anion elektrolit utama Fungsi klorida adalah anion terbanyak dalam CES .mudah berdifusi keluar masuknya sel .dan anionya meliputi .air kemudian di reabsorpsi melalui osmosis. Cairan nonelektrolit adalah zat yang tidak terurai dalam larutan dan tidak bermuatan listrik contohnya. Setiap variasi haluaran harus dikompensasi oleh perubahan asupan Pengaturan asupan dan haluaran air 1. Hipotalamus mempunyai osmoreseptor yang mendeteksi perubahan osmolaritas cairan tubuh 2. Ketidakseimbangan kalium meliputi: .kation terbanyak dalam CIS Fungsi dari kalsium adalah mempertahankan eksitabilitas saraf dan sel-sel otot Fungsi dari magnesium adalah sangat penting untuk produksi ATP .ATP dan FOSFOLIPID Fungsi sulfat adalah bagian asam amino dan protein Ketidakseimbangan elektrolit 1. udara yang dikeluarkan. haus dengan pusing berlebihan 2.protein . ADH yg dilepaskan darihipofisis posterior meningkatkan reabsorpsi air oleh ginjal 4. Ketidakseimbangan natrium meliputi: a.dan haluaran urine meningkat 6. Mengandung kation meliputi.kalium.sebazgian besar anorganik 2. klorida. 2. Jika volume darah meningkat .dan cairan dikonsumsi untuk menggantikannya 3.diare atau muntah . Cairan elektrolit dalah garam yang terlarut dalam air menjadi 1 atau lebih partikel bermuatan disebut ion contohnya.glukosa dan karbondioksida. Urine. feses 2.sekresi ADH menurun .kalium.

Tiroksin dari glandula Tiroidea ( paling penting ) seiring penurunan kecepatan metabolism. Radiasi adalh proses kehilangan panas dalam bentuk gelombang inframerah. Hiperkalemia adalah suatu konsekuensi gagal ginjal angkut serta penyakit Addison ditandai dengan kelemahan . dan konduksi.ANH –natrium .a. Evaporasi juga bisa terjadi di tubuh melalui kulit ( keringat).feses 3. Produksi panas Panas adalah salah satu energi yang diproduksi pada respirasi sel.ditandai dengan kelemahan otot menjadi tetanus (kejang) Asupan haluaran dan pengaturan 1. Konduksi dan konveksi adalah perpindahan panas dengan disertai kontak langsung. .arimia ginjal 3. Kehilangan panas Aliran darah melalui dermis menentukan jumlah panas yang hilang melalui konveksi. Termoregulasi Rentan normal suhu tubuh manusia adalah 360 C-380 C. 4. Hepar menghasilkan 20% panas saat istirahat. sehingga produksi panas dan ATP juga naik. Asupan –elektrolit adalah makanan dan minuman beraklohol 2. 2.keringat . akan naik suhu nya bila ruangan itu dipenuhi orang. suhu tubuh berfluktuasi 10 C – 20 C. Tonus otot menghasilkan 25% panas saat istirahat. Hormon yang terlibat . dengan suhu terendah saat tidur. Asupan makanan dan perubahan suhu tubuh yang akan berpengaruh terhadap proses metabolism di dalam tubuh. Ketidakseimbangan kalsium meliputi: a. tirosin disekresi lebih banyak untuk meningkatkan respirasi sel. Stress Rangsang simpatik. Haluaran –urine . Dalam 24 jam. Organ yang aktif terus menerus memproduksi panas. epinefrin. Hipokalsemia adalah penurunan asupan kalsium ditandai dengan spasme otot kemudian Hiperkalsemia adalah suatu konsekuensi hipoparatiroidisme . Faktor – faktor yang mempengaruhi produksi panas : 1.aldosteron –natrium dan kalium . b. radiasi dan konveksi efektif bila suhu lingkungan lebih dingin daripada tubuh. dan neropinefrin meningkatkan aktivitas metabolic. Hipokalemia adalah suatu konsekuensi muntah/diare serta penyakit ginjal ditandai dengan lelah. kofusi b. Aliran darah meningkat.PTH dan Kalsitonin –kalsium dan fosfat B. Berkeringat adalah mekanisme kehilangan panas tubuh menguapkan keringat di atas permukaan tubuh. - Panas hilang dari saluran pernafasan melalui pengupan air dari mukosa pernafasan yang panas Sejumlah kecil panas hilang sebagai urin dan feses yang dikeluarkan dari tubuh Mekanisme kehilangan panas adalah vasodilatasi pada dermis dan peningkatan berkeringat. 3. radiasi. Hal ini menjelaskan mengapa bila ada suatu ruangan kosong yang dingin.

minum minuman panas. Hipotalamus menyebabkan pengeluaran prostalglandin. Prostalglandin mengatur thermostat di hipotalamus ke suhu yang lebih tinggi. dll. Setelah itu thermostat kembali ke tingkat normal . Hal itu akan menurunkan suhu tubuh dengan sendirinya. Sebagai hasilnya aliran darah dalam tubuh menurun. selanjutnya sutu tubuh akan berada di pengaturan demam smapai adanya pertahanan dari tubuh dan bila ada antibiotic yang masuk. - Ada beberapa cara manual yang dapat dilakukan antara lain: memakai pakaian hangat untuk membatasi panas yang keluar. Produksi panas Hipotalamus adalah thermostat tubuh dan mengatur suhu tubuh dengan menyeimbangkan produksi panas dengan kehilangan panas. menggunakan pakaian berwarna terang. Aktivasi saraf simpatik vasokonstriktor di tubuh menyebabkan vasokontriksi yang kuat. mencari lingkungan yang lebih dingin. cedera di system saraf pusat). mengubah posisi tubuh (melingkarkan tangan di tubuh). - Mekanisme untuk meningkatkan panas adalah vasokontriksi pada dermis dan penurunan produksi keringat. tetapi bisa juga disebabkan oleh kondisi lain (kanker. Hipotalamus menerima rangsangan dari perifer termoreseptor yang terletak di kulit dan termoreseptor pusat. . Sering terjadi kerena terjadi infeksi di dalam tubuh.alergi. Temperatur akan meningkat terus sampai mencapai pengaturan baru.- Beberapa cara manual antara lain: menurunkan tingkat aktivitas. dan meningkatakan aktivitas tubuh. Demam Demam adalah hyperthermia yang terkontrol. ditandai dengan keringat yang keluar.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful