PEMBAHASAN

SEL Sel merupakan unit dasar terkecil yang mendasari suatu kehidupan. Ilmu yang mempelajari sel disebut sitologi (cytology). 1. bagian dari sel a. plasma sel 1) luar sel 2) 3) tersusun atas fosfolipid dan protein membrane plasma memungkinkan sel untuk berinteraksi dengan sel yang lain, tempat sebagai pembatas terluar dari sel yang membatasi komponen dalam sel dengan lingkungan

reseptor, dan mengatur pertukaran material dengan cara difusi atau osmosis b. sitoplasma, cairan tempat melekatnya organel-organel pada sel 1) substansi antara nucleus dan membrane plasma yang meengandung organel dan incluuisions terdiri atas air, protein, karbohidrat, lipid, serta komponen anorganik. Zat kimia dalam tempat dimana reaksi kimia berlangsung nucleus merupakan pusat pengaturan segala aktivitas sel dan mengandung kromosom yang berisi materi genetic (DNA) • 2) • • 3) • • • semua sel memiliki nucleus kecuali sel darah merah ribosome terdiri dari granula yang berisi DNA ribosomal dan protein ribosomal sebagai tempat sintesis protein reticulum endoplasma merupakan jaringan yang menghubungkan membrane nucleus dan membrane plasma reticulum endoplasma kasar mengandung ribosom, tetapi reticulum endoplasma halus tidak mendukung proses mekanis yang terjadi, melepaskan ion kalsium yang terlibat dalam konsentrasi otot, memimpin pertukaran materi dalam sitoplasma, system pengangkutan interseluler, mensintesa lipid dan protein, menyimpan molekul hasil sintesa, dan membantu sel untuk mengeluarkan zat kimia yang tidak diperlukan 4) • badan golgi terdiri dari empat hingga delapan tumpukan kantong gepeng fungsi utamanya adalah memproses, menyusun, dan mengantarkan protein ke sel. Selain itu juga mensekresi protein dan lipid sertab membentuk lisosom 5) • • mitokondria terdiri dari lapisan membrane yang membatasi dan lipatan yang disebut Krista membentuk ATP

2)
3) c. organel 1) •

sitoplasma dapat berbentuk larutan atau koloid

d. inclusions, yaitu hasil sekresi dan produk nutrisi pada sel seperti melanin, glikogen, dan lipid. SISTEM INTEGUMEN

Terdiri dari kulit dan turunannya seperti rambut, kuku, keringat, minyak, dan kelenjar susu. Organ ini adalah organ yang paling bisa terlihat (Tortora) KULIT Fungsi Kulit : (Gartner, Leslie P., 327) 1. Perlindungan 2. Pengatur suhu tubuh 3. Ekskresi yang dilakukan oleh kelenjar keringat 4. Arbsorbsi sinar Ultra Violet dari sinar matahari untuk mensintesis vitamin D Epidermis Kulit Tebal Tebal 0,8 mm – 1,4 mm. Terdiri dari 5 lapisan. Dari bawah yaitu : Stratum Basale (Germinativum), Stratum Spinosum, Stratum Granulosum, Stratum Lucidium, dan Stratum Corneum. Kulit Tipis Tebal 0,07 mm – 0,12 mm. Memiliki 4 lapisan, tanpa Stratum Lucidium (Guton, Arthur C.) , terdapat pada bagian yang kekurangan rambut (telapak kaki dan telapak tangan). Stratum Ge\rminativum Terdiri dari epidermal stem cells, melanocytes, dan keratinocytes. Merupakan lapisan epidermis paling bawah. Terbentuk dari jaringan ikat longgar. Berbatasan langsung dengan dermis. Sel-sel yang mendominasi adalah sel-sel stem yang besar/ sel basale. Aktifitas melanocytes menyebabkan kulit bewarna kecoklatan. Sel merkel yang banyak terdapat pada bagian yang kekurangan rambut, mengeluarkan zat kimia yang peka terhadap sentuhan. Stratum Spinosum Lapisan epidermis yang paling tebal, terdiri daru berbagai macam bentuk sel (polyhedral sampai sel-sel yang berbentuk tipis) sehingga nampak berduri (spin). Disini juga terdapat keratinocytes yang aktif melakukan mitosis. Stratum basal dan spinosum disebut lapisan malphigi yang bertanggung jawab dalam pergantian epidermal keratinocytes. Stratum Granulosum Terdapat keratinocytes yang tergantikan oleh atau dari stratum spinosum. Ketika sel tersebut mencapai lapisan ini, mulai untuk membuat protein keratohyalin dan keratin dalam jumlah banyak. Keratohyalin merupakan zat tanduk, menyebabkan kulit less permeable. Keratin merupakan bahan penyusun utama rambut dan kuku. Stratum Lucidium Lapisan ini hanya terdapat pada kulit tebal (thick skin). Walaupun lapisan ini berisi sel-sel tipis dan kekurangan organel dan nuclei, akan tetapi mengandung keratin filament yang tebal. Plasma membran mengalami penenbalan akibat penyuluran protei non kreatin (infolokrin). Tidak terlihat bawah pada standard hytological layer. Stratum Corneum Terletak di permukaan, 15-10 lapisan tipis (epitel pipih), sel mati, interloching cells. Disebut juga lapisan tanduk (horny layer). Tipe Sel : Keratinocytes, Melanocytes, Sel Merkel, Sel Langerhans. Keratinocytes

Subtansi terbanyak dari sel-sel epidermis, karena keratinocytes selalu mengelupas pada permukaaan epidermis, maka harus selalu digunakan. Pergantian dilakukan oleh aktivitas mitosis dari lapisan basal (di malam hari). Selama perjalanannya ke luar (menuju permukaan. Keratinocyes berdeferensiasi menjadi keratin filamen dalam sitoplasma. Proses dari basal sampai korneum selama 20-30 hari. Karena proses cytomorhose dari keratinocytes yang bergerak dari basal ke korneum, lima lapisan dapat diidentifikasi. Yaitu basal, spimosum, granulosum, losidum dan kornium. Melanocytes Didapat dari ujung saraf, memproduksi pigment melanin yang memberikan warna coklat pada kulit. Bentuknya silindris, bulat dan panjang. Mengandung tirosinase yang dihasilkan oleh REG, kemudian tirosinase tersebut diolah oleh Aparatus Golgi menjadi oval granules (melanosomes). Ketika asam amino tirosin berpindah ke dalam melanosomes, melanosomes berubah menjadi melanin. Enzim tirosinase yang diaktifkan oleh sinar ultra violet.. Kemudian melanin meninggalkan badan melanicytes dan menuju ke sitoplasma dari sel-sel dalam lapisan stratum spinosum. Dan pada akhirnya pigmen melanin didegradasi oleh keratinocytes. Faktor-faktor yang menyebabkan adanya perbedaan warna kulit antara lain: 1. Melanosit, terletak pada stratum basalis, memproduksi pigmen, melanin, yang bertanggung jawab untuk pewarnaan kulit dari coklat sampai hitam.

2. Darah dalam pembuluh dermal di bawah lapisan epidermis dapat terlihat dari permukaan dan menghasilkan
pewarnaan merah muda . Ini lebih jelas terlihat pada kulit orang kilit putih (Kaukasian) 3. Keberadaan dan jumlah pigmen kuning, karotin, hanya ditemukan pada stratum korneum, dan dalam sel lemak dermis dan hipodermis, yang menyebabkan beberapa perbedaan pada pewarnaan kulit. Merkel Cells Banyak terdapat pada daerah kulit yang sedikit rambut (fingertips, oral mucosa, daerah dasar folikel rambut). Menyebar di lapisan stratum basal yang banyak mengandung keratinocytes. Langerhans Cells Disebut juga dendritic cells karena sering bekerja di daerah lapisan stratum spinosum. Merupakan sel yang mengandung antibodi. Banyaknya 2% – 4 % dari keseluruhan sel epidermis. Selain itu, juga banyak terdapat di bagian dermis pada lubang mulut, esophagus, dan vagina. Fungsi dari langerhans cells adalah untuk responisasi terhadap imun karena mempunyai antibodi Dermis Lapisan Papiler : tipis mengandung jaringan ikat jarang. Lapisan Kutikuler : tebal terdiri dari jaringan ikat padat.

Kulit Tebal

Kulit Tipis RAMBUT Rambut terdiri dari benang-benang bertanduk yang berasal dari epidermis, terdiri dari batang dan akar yang meluas kebawah hingga menyerupai umbi yang bertakik pada lapisan bawahnya. Ruang di dalam takik terdapat jaringan penyambung / papilla. Akar rambut terbungkus oleh folike rambut yang berasal dari sumbu epidermal dan dermal. Rambut terdiri dari 3 lapisan epitel : 1. Medula 2. Kortex 3. Kutikula Folikel rambut terdiri dari : 1. Selubung akar epitel dalam Terdiri dari kutikula, lapisan Huxley, lapisan henle 2. Selubung akar epitel luar yang erasal dari epidermis Merupakan perpanjangan dari lapisan malpighi (stratum basale dan spinosum) 3. Selubung jaringan penyambung berasal dari dermis a. Selubung dalam, membran hialin sempit, menempel pada sel-sel silindris selubung luar. b. Selubung tengah, serat jaringan penyambung halus yang tersusun dalam lingkaran. c. KUKU Merupakan modifikasi dari lapisan epidermis. 1. Badan kuku Tersusun dari sel-sel pipih jernih. 2. Dinding kuku Lipatan sekeliling proksimal dan lateral dari kuku. 3. Alas kuku Epidermis dibawah badan kuku, tidak memiliki sratum granulosum. KELENJAR PADA KULIT 1. Kelenjar Sebasea a. Mensekresikan minyak ke folikel rambut Selubung tengah, berfungs mengangkat rambut dalam dermis.

Banyaknya keringat berkisar dari 0 sampai 2000 ccm setiap hari. Kelenjar merokrin MEKANISME SEKRESI KERINGAT Keringat adalah sekresi aktif dari kelenjar keringat di bawah pngendalian saraf simpatis Keringat terutama berisilarutan garam dengan konsentrasi kira-kira 1/3 dari yang ada dalam plasma. Kelenjar apokrin 1) 2) 3) 4) 1) 2) 3) 4) 5) 6) Terdapat pada axilla. Dengan perspirasi hilang kira-kira 500ccm air setiap hari. groin. kebanyakan air Merocrine secretion mechanism Dikontrol oleh sistem saraf Penting dalam thermoregulation dan ekskresi Sebagai antibakteri b. a. Berbagai jumlah air dapat dilepaskan. tetapi kelembaban dapat menyebabkan rasa sangat tidak enak karena menghalangi hilangnya suhu tubuh melalui penguapan. Hal ini hendaknya dibedakan dengan perspirasi atau pelepasan air dengan tak terasa yang hanya berupa difusi air secara sederhana melalui kulit. Suhu lingkungan yang lebih tinggi dari suhu tubuh dapat dirasakan cukup nyaman bila udara kering.b. Kelanjar Keringat Kelenjar keringat adalah alat utama untuk merendahkan suhu tubuh. Penyedia antibakteria 2. kira-kira setengah liter sehari pada iklim sedang. . kurang pada ilim dingin dan lebih pada yang panas. Tergantung dari kebuthan tubuh akan pengaturan suhu. nipple Memproduksi sekresi kental dengan komposisi kompleks Pada individu tertentu dapat menjadi sarana komunikasi Kerjanya sangant dipengaruhi hormon Tersebar luas Memproduksi sedikit sekresi.

(Sumber : Guyton & hall. cairan prekursor dibentuk dalam jumlah banyak dan duktus ini hanya mengabsorpsi Natrium dan Klorida dalam jumlah sedikit sehingga dapat mencapai tingkat maksimum 50-60 mEq/L dan hanya sedikit cairan yang direabsorpsi. Bagian duktus Sekret primer itu memiliki komposisi yang mirip dengan protein plasma. sentuhan . 1. tetapi tidak mengandung protein plasma. larutan prekursor ini mengalami reabsorpsi sebagian ion Natrium dan Klorida. Apabila kelenjar keringat kuat dirangsang.Pada kelenjar keringat terdiri dari dua bagian: 1. cairan prekursor mengalir melalui duktus secara lambat. Konsentrasi Natrium sekitar 142 mEq/L dan Klorida sekitar 104 mEq/L dengan konsentrasi zat terlarut lain yang lebih kecil dibanding dalam plasma. dan vibrasi Free nerved ending : pain dan thermoreceptor Ruffini corp : stretching &pressure Krause : receptor dingin . 892) KLASIFIKASI RESEPTOR DALAM SISTEM INTEGUMEN Merkel’s disk : sentuhan Meissner corpuscle : raba Vater paccini : tekanan. 2. Apabila kelenjar keringat sedikit dirangsang. Bagian yang bergelung (menghasilkan sekret primer atau sekret prekursor) 2. Sewaktu larutan ini mengalir di duktus. Kemudian direabsorpsi oleh duktus sehingga konsentrasi Natrium dan Klorida turun menjadi 5 mEq/L dan sebagian besar cairan tersebut juga direabsorpsi.

Thermoreceptors Dingin Krause’s corpuscles Panas Ruffini’s endings III. Nociceptors Nyeri Free nerve endings IV. Electromagnetic receptors Penglihatan sel batang reseptor gelap sel kerucut receptor terang V.Muscle spindle & golgi tendon : mecanoreceptor (sumber : presentasi dr. Chemoreceptors Rasa Papila lidah Bau Epitel olfaktori . Bambang Sumantri) I. Mechanoreceptors Sensibilitas kulit (epidermis and dermis) Free nerve endings Percabangan Merkel’s discs Spray endings Ruffini’s endings Ujung reseptor Meissner’s corpuscles Krause’s corpuscles Sensibilitas kedalaman jaringan Free nerve endings Percabangan Spray endings Ruffini’s endings Ujung reseptor Pacinian corpuscles Muscle spindles Golgi tendon receptors Pendengaran Reseptor suara pada koklea Keseimbangan Reseptor Vestibular Arteri Aorta II.

Plasma mengandung koloid dan kristaloid. Ada lima jenis imunoglobulin yang diproduksi jaringan hormon. . Tekanan osmotic koloid ditentukan berdasarkan jumlah partikel koloid dalam larutan. Albumin disintesis dalam hati dan bertanggung jawab untuk tekanan osmotik koloid darah. sekitar 55-60%. Albumin Protein plasma yang terbanyak. disintesis di hati dan merupakan komponen esensial dalam mekanisme pembekuan darah. yakni albumin.aorta dan badan carotid Gula darah. globulin. dan fibrinogen. Globulin Membentuk sekitar 30% protein plasma • • Alfa dan beta globulin disintesis di hati. beberapa Gamma globulin(imunoglobulin) adalah antibodi. Plasma terdiri dari 92% air dan mengandung campuran kompleks zat organik dan anorganik. Protein plasma mencapai 7 % plasma dan merupakan satu-satunya unsure pokok plasma yang tidak dapat menembus membran kapiler untuk mencapai sel. Tekanan ini merupakan suatu ukuran ”daya tarik” plasama terhadap difusi air dari cairan ekstraseluler yang melewati membran kapiler. 2. limfoid dan berfungsi dalam imunitas. Ada 3 jenis protein plasma yang utama. dan zat yang penting lainnya. 3. Fibrinogen Membentuk 4 % protein plasma. 1. asam amino. berbagai substrat. tetapi memiliki ukuran paling kecil. dengan fungsi utama sebagai molekul pembawa lipid. asam lemak Hypothalamus (sumber : Guyton n Hall) KOMPONEN DALAM DARAH Plasma darah Cairan bening kekuningan yang unsure pokoknya sama dengan sitoplasma. sedangkan kristaloid adalah zat yang berdiameter kurang dari 1 nm. • • Koloid adalah zat yang berdiameter 1 nm sampai 100 nm.

fosfat. Limfosit • • : serupa dengan sel mast dan dapat membebaskan histamin dan heparin dalam reaksi alergi : Berperan dalam mekanisme pertahanan imunologik tubuh Bila ada antigen spesifik. Leukosit Memiliki fungsi antara lain : 1. Agranular a. gula. kalium. Monosit Fagosit kuat yang berdiferensiasi menjadi makrofag jaringan pada tempat terjadi infeksi kemudian akan menghancurkan bakteri. sebagian limfosit (sel B) berdiferensiasi menjadi sel plasma yang akan : menghasilkan antibodi b. hormon. Leukosit memiliki sifat diapedesis. dan debris sel Rentang kehidupan : Setelah diproduksi di sumsum tulang. Walaupun sel darah merah matang tidak memiliki nuklei. mitokondria. Gas darah : asam amino. Eritrosit Memiliki fungsi antara lain: Mentranspor oksigen ke seluruh jaringan melalui pengikatan hemoglobin terhadap oksigen. Elektrolit plasma : ion natrium. atau beberapa bulan tergantung jenis leukositnya. karbondioksida. klorida. Basofil 2. Berperan penting dalam pengaturan pH darah karena ion bikarbonat dan hemoglobin merupakan buffer - asam basa Bersikulasi selama 120 hari sebelum menjadi rapuh dan mudah pecah. enzim sitoplasmanya mampu memproduksi ATP untuk waktu yang terbatas ini. benda asing. mineral. Elemen pembentuk darah meliputi sel darah merah (eritrosit). gas darah. yaitu kemampuan untuk menembus pori-pori membran kapiler dan masuk ke dalam jaringan. sel darah putih (leukosit). dan ion sulfat. Netrofil b. magnesium. Trombosit Trombosit berfungsi dalam hemostasis (penghentian perdarahan) dan perbaikian pembuluh darah yang robek. dan nitrogen. leukosit bertahan kurang lebih satu hari dalam sirkulasi sebelum masuk ke jaringan. dan lipid yang diabsorbsi dari saluran pencernaan. Granular a. dan trombosit. Sel ini tetap dalam jaringan selama beberapa hari. dengan definisi tidak menebus lapisan epidermis 2. elektrolit. Nutrien 2. atau pun retikulum endoplasma. 3. : oksigen. vitamin. kalsium bikarbonat. KLASIFIKASI LUKA Berdasarkan Patofisiologi. beberapa minggu. Abrasi Merupakan perlukaan paling superfisial.Plasma juga mengandung nutrien. dan zat-zat sisa. Kontusi (memar) . luka dibedakan menjadi : 1. 1. Eosinofil : sel fagositik khususnya bakteri : sel fagositik khusus terhadap kompleks antigen-antibodi dan dapat bertambah banyak selama infestasi parasit c.

pembuluh darah dan saraf . merupakan fase dimana sel epitel mulai membentuk jembatan diantara luka (dibawah scab) b. fase inflammatory a. 4. jaringan yang rusak adalah epidermis. sel epitel bermigrasi silang pada luka dan membelah diri untuk membentuk jaringan baru c. dermis.terutama jika yang terluka daerah tulang Jika area tertutup oleh rambut seperti kulit kepala. karena rusaknya hingga ke pembuluh darah. merupakan fase pembekuan darah pada daerah luka (terbentuk scab) Proses pembekuan darah Protrombin Aktivator protrombin Ca++ Trombin Fibrinogen Benang-benang Fibrin Trombin Faktor stabilisasi fibrin yang teraktivasi Fibrinogen Monomer Ca++ Benang fibrin yang saling berikatan b.Terjadi karena kebocoran pada pembuluh darah dengan epidermis yang utuh oleh karena proses mekanis 3. Laserasi Berbeda dengan luka iris dimana pada luka gores jringan yang rusak menyobek bukan mengiris. fibroblast mulai mensistesa jaringan luka . Sedangkan recovery jaringan dermis dan epidermis dijelaskan sebagai berikut: 1. fase migratory a. termasuk Tidak adanya luka lurus yang tajam pada tulang dibawahnya. permeabilitas pembuluh darah meningkat untuk mengantarkan sel fagosit (monosit dan limfosit untuk membunuh mikroba) d. Laserasi dapat dibedakan dari luka iris : • • • • Garis tepi memar dan kerusakan memiliki area yang sangat kecil sehingga untuk pemeriksaanya kadang Keberadaan rangkaian jaringan yang terkena terdapat pada daerah bagian dalam luka. mulai terbentuk fibroblast 3. luka insisi PENYEMBUHAN LUKA Pada kasus Ontoseno. maka disebut luka dalam 2. Kerusakan pembuluh darah direcovery oleh trombosit. hingga ke pembuluh darah. dibutuhkan bantuan kaca penbesar. maka rambut tersebut akan terdapat pada luka. tengkorak.

fibroblast mulai menghilang e. keluat darah sedikit dan terasa perih. fase proliferatif a. Setelah tertusuk. epidermis mulai kembali pada ketebalan normal c. Luka tersebut dapat tertutup melalui proses penutupan luka yang meliputi fase inflammatory. Hal ini disebabkan karena di dalam kulit terdapat ujung-ujung syaraf reseptor. Salah satu penyebab rasa nyeri dalam luka ontoseno adalah masuknya bakteri dari duri. sehingga mengeluarkan darah. scab mengelupas b. Banyak sedikitnya keringat tergantung pada kebutuhan tubuh akan pengaturan suhu. tibatiba tangannya terkena duri pada tanaman semak belukar sehingga kulit lengan kanannya tertusuk.c. merupakan fase dimana pembentukan sel epitel lebih intensif b. TULANG DAN RANGKA ANATOMI RANGKA . fase maturation. Ontoseno memiliki kulit sawo matang karena dalam kulit terdapat melanocytes yang menghasilkan pigmen melanin (coklat). lapisan epidermis. Proses netralisasi bakteri dibut phagositosis. Ontoseno mengeluarkan keringat karena dalam kulit terdapat kelenjar keringat. Keluarnya keringat tersebut diatur oleh syaraf simpatik. serat kolagen mulai tersusun normal d. Ketika tertusuk duri. lengan kanan Ontoseno mengalami luka. jaringan epidermis yang baru mulai terbentuk c. Ketika hendak mengusap keringat. Bakteri-bakteri terebut dinetralisasi oleh sel-sel leukosit yang memuliki sifat diapedesis. pembuluh darah yang luka mulai diperbaiki oleh trombosit 4. fibroblast mulai membentuk kolagen 5. dermis serta pembuluh darah rusak. fase maturation a. Yang menyebabkan rasa nyeri adalah ujung syaraf free nerve endings. pembuluh darah kembali normal (sumber : Tortota) KESIMPULAN Pemicu 1 Blok 2 Ontoseno mempunyai kulit berwarna sawo matang sedang berjalan di ladang. lengan Ontoseno terasa perih. fase migratory fase proliferatif.

langit rongga nasal. Kranium : melindungi otak • Tulang frontal: membentuk dahi.Aksilar : Tengkorak 1. langit . dan kantong mata • Tulang parietal • Tulang oksipital : membentuk bagian belakang kranium • Tulang temporal : membentuk sisi kranium • Tulang etmoid : penyangga penting rongga nasal .

Sternum dan Iga . rongga nasal Tulang zigomatik : tonjolan tulang pipi Tulang maksilar : rahang atas Tulang lakrimal : berisi celah . tulang orbital.langit mulut. 5 vertebra sakrum.celah untuk lintasan duktus lakrimal yang mengalirkan air mata ke rongga nasal Tulang vomer : membentuk septum nasal Konka nasal inferior Mandibula : rahang bawah Tulang hioid : bentuknya tapal kuda. • • • • • • • • 4. 2003 ) Tulang wajah : Tulang nasal : penyangga hidung Tulang palatum : membentul langit . 2003 ).• Tulang sfenoid : membentuk dasar anterior kranium • Osikel auditori : untuk proses pendengaran • Tulang womian : tulang kecil yang terdapat di dalam sutura 2. dengan rongga nasal.ruang udara dalam tegkorak yang berhubungan Vertebra Kolumna vertebra : menyangga berat tubuh dan melindungi medula spinalis. Sinus pranasal : terdiri dari ruang . tidak berartikulasi dg tulang lain. ( Sloane. 3-5 koksigeal ) ( Sloane. ( 12 vertebra toraks. 5 vertebra lumbal.

Barisan tulang karpal proksimal yang terdiri dari navicular(skafoid). Tulang – tulang jari (phalanges) Setiap jari memiliki tiga tulang yaitu tulang proksimal. 2 pasang iga melayang Skapula ( tulang belikat ) Klavikula ( tulang kolar ) Humerus : tulang tunggal pada lengan atas Lengan bawah : radius dan ulna Ada tiga macam tulang yang menyusun tangan.1. Tangan (metacarpus) Tangan tersusun dari lima tulang metakarpal’dimana semua tulang metacarpal berukuran serupa kecuali tulang metacarpal pertama pada ibujari. 2. Setiap tulang metacarpal memiliki sebuah dasar proksimal yang berartikulasi dengan barisan distal tulang karpal pergelangan tangan. Barisan tulang karpal distal yang terdiri dari: Trapezium. Apendikular : Gilder Pektoral ( bahu ) 1.tulang medial.kepala tulang metacarpal membentuk buku jari yang menonjol pada tangan. 2003 ) Gilder pelvis (tulang panggul) Tungkai bawah 1. Lengan 1. Tulang Pergelangan Tangan (Karpus) Pergelangan tangan terbentuk dari delapan tulang karpal irteguler yang tersusun dalam dua baris. 2. badan. Tangan Sternum : Tulang dada ( manubrium atas.dan pisiform. prosesus sifoid ) Tulang iga : 7 pasang iga sejati. dan tulang distal. trikuetral(triangular). 2. Kapitatum.lunatum. 3. 3 pasang iga semu. Femur ( paha ): tulang terpanjang dan terkuat Tungkai : tibia dan fibula . Trapezoid. 2. yaitu: 1. ( Sloane. kecuali ibu jari yang hanya memiliki tulang proksimal dan medial saja. Hamatum. dan setiap barisnya terdiri dari empat tulang. 2.

Pada ibu jari tangan terdapat sendi pelana yang membuat ibu jari tangan lebih bebas bergerak daripada ibu jari kaki. femur. scapula. terdapat 2 buah falanges pada masing-masing ibu jari dan 3 buah falanges pada jari lain. Tulang tak beraturan contoh: ruas-ruas tulang belakang e. Ibu jari kaki tidak sefleksibel ibu jari tangan. ( Guyton. Perlindungan. 2006 ) KLASIFIKASI TULANG a. Di antara falanges terdapat sendi engsel yang memungkinkan gerak satu bidang. Tulang panjang contoh: humerus. Hal ini disebabkan pada ibu jari kaki tidak memiliki sendi karpometakarpal seperti yang dimiliki ibu jari tangan. Tulang sesamoid contoh: patella ( Ganong. c. Tulang datar contoh: sternum. yaitu kelima jari kaki. Tarsal membentuk artikulasio dengan metatarsal. ulna. Falang adalah tulang penyusun jari. dan fibula. tibia. 3. Sistem rangka melindungi organ . Seperti pada jari tangan. radius. Tulang memberikan topangan dan bentuk tubuh Pergerakan. 2. Tulang pendek contoh: carpal dan tarsal f. Tulang yang terbesar adalah atau biasa disebut tumit. b. Tulang berartikulasi dengan tulang lain pada sebuah persendian sebagai pengungkit.Tulang Telapak Kaki dan Jari Kaki Tarsal adalah terdiri dari 7 buah tulang. Sutural contoh: tulang diantara tulang datar pada tengkorak di garis sutura d. dan parietal. 2008 ) FISOLOGI TULANG 1.organ lunak yang ada dalam tubuh .

Terdapat pada discus invertebralis. laring. dinding telinga bagian luar. Histogenesis dan pertumbuhan : Individual mesenchymal cells  berkumpul membentuk pusat kondrofikasi  berdiferensiasi menjadi kondroblas  sekresi matriz kartilago disekelilingnya  terbentuk lacuna  kondroblas yang dikelilingi matrixnya disebut kondrosit  cell division  lebih dari 2 kondrosit disebut isogenous groups. serta lebih sedikit kandunagn proteoglikannya. Teritorial matrix merup\akan matrix yang berada di sekeliling lacuna. Perikondrium terbentuk di batas luar ketika proses pembentukan kondrosit. 2007 ) Kharakteristik Tulang Rawan Tulang rawan = Jaringan yang terdiri dari sel-sel rawan yang terdapat kondrosit dan bahan dasar tulang rawan sebagai bahan antar sel Terdapat 3 jenis tulang rawan berdasarkan karakteristiknya : 1 Tulang rawan hyalin Ciri-ciri : -Konsistensi lunak. dan cincin trakea dan bronkus. 2007 ) Kartilago Fibrosa Merupakan jaringan intermediate antara jaringan ikat padat dan kartilago hyalin. simfisis pubis. 5. Memiiki warna kekuningan darena memiliki elastin dalam serat elastis. proteoglycans. ( Junqueira. saluran eustachius. epiglottis. Berwarna coklat kebirubiruan. tulang iga. badan vertebra. 2003 ). Terletak di hidung. Tidak terdapat perikondrium yang dikanali dalam kartilago fibrosa. Pembentukan sel darah ( hematopoiesis ).4. merupakan tempat produksi sel darah merah. sel darah putih. tulang pipih dan kranium. semi tembus cahaya. sehingga lebih elastis. 2007 ) Gambar Hyalin Kartilago Kartilago Elastik Ditemukan di aurikula telinga. pada bagian ujung tulang panjang. dan extracellular fluid. dan dalam tendon-tendon tertentu. Matrixnya mengandung kolagen tipe I dan bersifat asidofilik. agak elastis . HISTOLOGI TULANG Tulang Rawan ( Kartilago ) Kartilago Hyalin Mtrixnya terdiri dari kolagen tipe II. ( Junqueira. Sedangakan interteritorial matrix adalah matrix terbesar dan mengandung lebih banyak kolagen. dan lunak. mengandung sedikit kolagen dan banyak kondrotinsulfat. pada bagian perikondrium. akhir dari tulang rusuk. dan tulang rawan kuneiformis di laring. lebih banyak mengandung elastic fiber. dan trombosirt. glycoproteins. ( Junqueira. Kondrositnya lebih besar bila dibandingkan dengan kartilago hyaline. Sumsusm tulang merah. yang ditemukan pada orang dewasa dalam tulang sternum. Tempat penyimpanan mineral ( Sloane.

Komponen organic merupakan kumpulan kristal-kristal kalsium hidroksiapatit yang terdiri dari kalsium dan fosfor yang banyak.tudung sel tulang rawan dan kelopmpok isogen seperti pada tulang rawan hyalin 3 Tulang rawan fibrious : Ciri-ciri : -Kondrosit dan tudung sel tulang rawan seperti pada tulang hyalin -Kelompok isogen hanya sedikit.-Warna kebiru-biruan -Bahan dasar homogen 2 Tulang rawan elastis : Ciri-ciri : -Warna kekuning-kuningan -Lebih fleksibel dan elastis -Bahan dasar terdapat anyaman sabut-sabut elastis dalam berbagai arah terutama di sekitar kondrosit. 2007 ) Gambar : Penampang system harverst . Akan tetapi.sabut ini kemudian melanjutkan diri ke perikandrium -Kondrosit. sedangkan endosteum melapisi bagian dalam tulang. ( Junqueira.karena bahan antar sel agak padat -Kemungkinan sel membelah diri sedikit -Terdapat bahan sabut kolagen berbagai arah -Merupakan peralihan antara jaringan ikat fibrilair dengan jaringan tulang (Keeton. Matrix ektravaskulernya telah mengandung kalsium sehingga menutup jalanya sekresi sel didalamnya. Periosteum melapisi bagian luar tulang. Sedangkan komponen anorganik berisi kolagen tipe I. 1980 ) Tulang ( Bone ) rawan Tulang adalah jaringan ikat kaku. pertukaran zat antara osteosit dan kapiler darah tetap bisa berjalan karena adanya komusikasi melalui kanalikuli. keras dan berbentuk tetap. Matrix terdiri dari komponen organic dan anorganik.

2007 ) HORMON YANG BEKERJA PADA PERTUMBUHAN TULANG 1. Mengalami proses aposisi tulang yaitu komponen matrix disekresi pada permukaan sel yang berkontak dengan matrx tulang yang lebih tua. yakni suati hormone tiroid. Kelenjar hipofisis anterior / kelenjar pertumbuhan : berfungsi meningkatkan kecepatan mitosis kondrosit dan osteoblas serta meningkatkan kecepatan sintesis protein (kolagen. Osteoblas. dan glikoprotein). sehingga menjaga kemampuan mitotik (sangat berpotensi untuk berdiferensiasi menjadi Osteoblas). diantara lapisan osteoblas dan tulang yang baru dibentuk. Aktifinasnya dipengaruhi oleh hormone sitokinin. Akan tetapi osteoblas memiliki reseptor untuk hormone paratiroid dan begitu teraktivasi oleh hormone ini. Osteoprogenitor cells Merupakan embryonic mesenchymal cells. dan di dalam endosteum. osteoblas akan memperoduksi suatu sitokin yang disebut factor perangsang osteoklas. Osteoblas Terbentuk dari Osteorogenitor cells yang telah berdiferensiasi. Di dapat dari osteoblas yang berdeferensiasi.000 – 30. 2007 ) Osteoklas. Tumbuh dibawah pengaruh Bone Morphogenic Protein (BMP) dan Transforming Growth Factor β. Osteoklas mensekresi kolagenase dan enzim lain sehingga memudahkan pencernaan kolagen setempat dan melarutkan kristal gram kalsium. ( Junqueira. lapisan canal harvest. Berada pada bagian dalam periosteum. dan Osteoklas.Sel-sel tulang : Osteoprogenitor cells. Memiliki peranan penting dalam proses resorpsi tulang. Peptioglikan. dan lapisan matrix baru (namun belum terkapur). Osteoklas memiliki reseptor untuk kalsitokinin. .000 per mm 3. sel-sel ini secara aktif terlibat untuk mempertahankan matrix tulang dan kematianya diikuti oleh resorpsi matrix tersebut. kartilago dan enzim untuk pembentukan kartilago tulang). Osteosit. Terdapat didalam lacuna yang terletak diantara lamela-lamela matrix. Jumlahnya 20. ( Junqueira. ( Junqueira. Insulin : berfungsi dalam meningkatkan produksi energi dari glukosa. 3. Berinti banyak. 2007 ) Gambar Berbagai Bentuk Tulang Osteosit Merupakan sel tulang yang telah dewasa. Tiroksin (kelenjar tiroid) : berfungsi untuk meningkatkan kecepatan sintesis protein dan meningkatkan produksi energi dari semua jenis makanan. Osteoblas juga berperan dalam sistesis komponen organic dari matrix (Kolagen tipe I. Berasal dari penggabungan sel-sel sumsum tulang. 2. matriks. yang disebut Osteoid. tetapi bukan untuk hormone paratiroid.

( Tortora. lordosis. Komponen-komponen tulang yang mati dari fragmen ynag patah diserap oleh osteoclast. 2003 ) PENYEMBUHAN FRAKTUR TULANG 1. Beberapa hari setelah itu. 7. 5. 6. 2005 ) . Pembentukan model kartilago hyaline 2. Paratiroid : berfungsi untuk meningkatkan reabsorpsi kalsium dari tulang ke darah dan meningkatkan absorpsi kalsium oleh usus halus dan ginjal. Pertumbuhan tulang terjadi di lempeng epifiseal. Selama satu minggu. Terbentuk kartilago yang telah terkalsifikasi. pertumbuhan jaringan tulang baru (callus) pada awalnya membentuk jembatan antara tulang yang terputus. Estrogen dan testosteron : berfungsi untuk mempercepat penutupan epifisis tulang panjang dan untuk membantu menahan kalsium dalam tulang untuk mempertahankan matriks tulang yang kuat. 3.konsentrasi tinggi  vesikel matrix memproduksi pompa kalsium  transport ion Ca2+ ke dalam vesikel  konsentrasi ion Ca2+ lebih tinggi  kristalisasi  pertumbuhan kristal hidroksiapatit  menembus membrane  isi dari vesikel keluar. Nekrosa 4. osteoblast dari periosteum membentuk lengkung disekitar fragmen tulang (eksternal callus). ( Gartner. Osteoblast mensekresikan matrix 4. Tulang subperiosteal menebal 9. Tulang kompak yang patah mula-mula diganti dengan jaringan berongga lalu lama kelamaan akan digantikan dengan tulang kompak lagi. 2007 ) PROSES KALSIFIKASI TULANG Osteoid  Ca2+ dan PO43. Perikondrium tervaskularisasi 3. sekitar 48 jam setelah fracture. mati dan berdegenerasi. 2008 ) PENULANGAN ENDOKONDRAL 1.4. osteoblast dan osteosit mulai aktif membelah. Ossifikasi mulai epifisis. Kondrosit dalam mengalami diapsis. Osteoklas membentuk lubang di dalam tulang sub periosteal. skoliosis ( Sloane. fase yang terakhir adalah remodeling. Fraktura : patah tulang : retak tulang : kematian sel tulang yang tidak diprogram Primarry Centre Of Ossification Secondary Centre Of Ossification 2. ( Sanlon. Bagian callus yang terbentuk dari sel osteoblast (dari endosteum) berkembang diantara fragmen akhir tulang yang patah dan diantara dua sumsum tulang (internal callus) 2. Bagian-bagian pembentuk callus berasal dari osteoblast (dari periosteum yang robek) dan berkembang di sekitar patahan (disebut eksternal callus). Epifisis dan Diafisis ( Gartner. 2007 ) GANGGUAN PADA TULANG 1. 5. Fisura 3. Gangguan ruas tulang belakang : kifosis. 11. 8. menutupi fracture. Osteoklas mulai meresorpsi kartilago yang terkalsifikasi. 10. Kalsitonin : berfungsi dalam menurunkan reabsorpsi kalsium dari tulang (menurunkan kadar kalsium dalam darah). osteoblast membentuk trabeculae baru di dekat garis patahan (internal callus). 6.

Klasifikasi persendian synovial terdiri dari: a. yang menjadi bantalan sendi dan memungkinkan terjadi sedikit gerakan. Gomposis. sehingga tulang akan masuk dengan pas seperti dua pelana yang saling menyatu. Menurut fungsinya : 1. adalah sendi dimana tulang berbentuk kerucut masuk dengan pas . Sindesmosis. Contoh: lempeng epifisis sementara antara epifisis dan diafisis pada tulang panjang anak. f. c. Contoh: ditemukan pada tulang pada gigi yang tertanam pada tulang rahang 3. Persendian fibrosa. Contoh: sutura sagital dan parietal. yaitu persendian yang tidak memiliki rongga sendi dan diperkokoh dengan jaringan kartilago. adalah salah satu sendi yang permukaan kedua tulang berartikulasi berbentuk datar. Sendi pelana. yaitu sendi yang tulang-tulangnya dihubungkan dengan kartilago hialin. c. Sendi amfiartosis (sendi dengan pergerakan terbatas) Sendi ini memungkinkan gerakan terbatas sebagai respon terhadap torsi dan kompresi. Sendi jenis ini antara lain adalah : a. merupakan sendi biaksial. Sendi peluru.SENDI KLASIFIKASI SENDI Secara struktural : 1. 2. Sendi sferoidal. Persendian semacam ini disebut sendi nonaksia. sehingga memungkinkan gerakan kesatu arah. 3. yang memungkinkan gerakan kedua arah disudut kanan setiap tulang. Sendi diartosis (sendi dengan pergerakan bebas) disebut juga sendi synovial Sendi ini memiliki rongga sendi yang berisi cairan sinofial. Sendi jenis ini antara lain adalah: a. terbentuk saat tulang-tulang yang berdekatan dihubungkan dengan serat-serat jaringan ikat kolagen. b. Contoh: simpisis pubis yang bersisihan seperti radius dan ulna. serta tibia dan fibula dalam kantong tulang. Sendi engsel. Sendi kisar. Sendi kondiloid. Simfisis. Satu-satunya sendi pelana sejati yang ada dalam tubuh adalah persendian antara tulang karpal dan metakarpal pada ibu jari. Contoh: sendi lutut dan siku. Sinkondrosis. Sutura. 2. yaitu persendian yang tidak memiliki rongga sendi dan diperkokoh dengan jaringan ikat fibrosa. Contoh: tulang atas. Persendian sinovial. seperti b. permukaan tulang yang berartikulasi berbentuk konkaf disatu sisi dan konkaf pada sisi lain. adalah sendi yang kedua tulangnya dihubungkan dengan diskus kartilago. Contoh: sendi antara tulang radius dan tulang karpal e. yaitu sendi yang dihubungkan dengan jaringan ikat fibrosa rapat yang hanya ditemukan pada tulang tengkorak. yang terdiri dari sebuah tulang yang masuk kedalam rongga berbentuk cangkir pada tulang lain. terdiri dari sebuah tulang yang masuk dengan pas pada permukaan konkaf tulang kedua. sehingga memungkinkan gerakan meluncur antara satu tulang dengan tulang yang lainnya. persendian bagian kepala d. yaitu persendian yang memiliki rongga sendi dan diperkokoh dengan kapsul dan ligament artikular yang membukuskan. Persendian kartilago. yaitu tulang bentuk kerucut yang masuk pas cekungan tulang kedua dan dapat berputar kesemua arah. Sendi sinartosis (sendi mati). Contoh: sendi panggul dan bahu b. sendi ini dibungkus dengan jaringan ikat fibrosa atau kartilago.

osteoartritis konsekuensi alami menjadi tua kartilago artikular menjadi aus sendi menjadi kasar. cairan ini berfungsi sebagai pelumas untuk mempermudah gerakan . ( Setiadi. Kapsul sendi 4. mempermudah gerakan antara kedua ujung-ujung tulang 2. 5. Tulang rawan sendi Tersusun atas tulang rawan hialin yang berfungsi untuk melindungi tulang dari benturan dan meredam tekanan. Artitis (inflamasi sendi) a. ( Sloane . Cairan sinovial Cairan sinovial berasal dari filtrasi darah yang disekresikan fibroblast dalam membrane sinovial. 2007 ) HISTOLOGI PERSENDIAN SINOVIAL Gambar Sendi sinovial Sendi sinovial tersusun atas: 1. Syaraf Syaraf akan mendeteksi rasa nyeri pada persendian dan memonitor peregangan pada sendi.Misalnya: Persendian intervertebra. Reinforcing ligament Beberapa persendian sinovial menguat dan mengeras oleh ligament yang menutupinya. kaku. 2003 ) FISIOLOGI PERSENDIAN 1. 6. berperan dalam pertumbuhan tulang ke arah memanjang ( Sloane. 2. dan persendian antara tulang-tulang karpa dan tulang-tulang tarsal. 7. Pembuluh darah Supli pembuluh darah untuk membentuk cairan sinovial. Berfungsi untuk mempertebal kapsul sendi. reinforcing ligament terbagi menjadi dua yaitu extracapsular ligament yang berada di luar kapsul sendi dan intracapsularligamen yang berada di dalam. dan nyeri . Rongga sendi Tempat cairan sinovial 3. 2003 ) GANGGUAN PERSENDIAN 1.

2. Kontraktilitas : Serabut otot berkontraksi dan menegang. artritis infeksius : peradangan dalam persendian. Terkilir : merupakan cedera sendi yang disebabkan karena perenggangan ligamen / tendon. dsb d. Sarcoplasm mengandung sejumlah potassium. bercabang b. memiliki inti banyak sehingga pembentukan ATP lebih cepat. berada pada alat gerak (skeleton) 3. memiliki sarcoplasma sehingga mitokondrianya lebih banyak ( Guyton. tidak bercabang b. otot lurik a. berada pada system pencernaan. dan fosfat serta beberapa enzim protein. Eksibilitas : Serabut otot akan merespons dengan kuat jika distimulasi oleh impuls saraf 3. Serabut akan terengolasi karena kontraksi pada setiap diameter sel berbentuk kubus atau bulat hanya akan menghasilkan pemendekan yang terbatas 2. 3. Sarcoplasmic Reticulum Reticulum yang berada pada sarcoplasm. berinti banyak. ( Sloane. dan factor lingkungan 2. Bursitis : merupakan peradangan pada bursa yang menyatu dengan sendi yang terjadi akibat ekskresi sendi yang berlebihan / infeksi. Di dalam sarcoplasm juga terdapat sejumlah mitokondria yang terletak parallel pada myofibril. Dislokasi / luksasi : disebabkan karena kesalahan letak permukaan artikulasi suatu persendian. 4. 2006 ) KHARAKTERISTIK OTOT 1. bekerja secara tidak sadar. Mitokondria ini mensuplai kontraksi myofibril dengan sejumlah ATP. bekerja secara sadar. bercabang b. otot polos a. system pencernaan. Ekstensibilitas : Serabut otot memiliki kemampuan untuk meregang melebihi panjang otot saat rileks. artritis gouti : disebabkan karena penumpukanasam urat.b. 2003 ) OTOT HISTOLOGI OTOT 1. Sarcolemma . yang dapat atau mungkin juga tidak melibatkan pemendekan otot. Sarcoplasm Cairan yang memenuhi ruang antara myofibril. artritis reumatoid : merupakan penyakit autoimun (sistem imum keliru mengarahkan kemampuan destruktifnya pada bagian tubuh). memiliki satu inti. seratnya terdiri atas filament intermediate yang tebal (disebut caveolae) c. 2. bereaksi atas rangsang syaraf. Elastisitas : Serabut otot dapat kembali ke ukurannya semula setelah berkontraksi atau meregang. STRUKTUR OTOT 1. terdiri dari serat yang dilapisi oleh sarcolemma c. d. 2003 ) 4. otot jantung a. hormone. Keberadaan sarcoplasmic reticulum sangat diperlukan dalam mengatur kontraksi otot. Menyebabkan ketidakmampuan berjalan / bergerak c. magnesium. hanya ada pada jantung c. tiap serat terdapat myofibril yang terdiri dari miofilamen tebal (berisi myosin) dan miofilamen tipis (berisi aktin) d. 3. ( Sloane. bekerja tidak sadar. Otot yang memiliki kontraksi kuat maka memiliki sarcoplasm reticulum yang luas.

Dimana molekul-molekul protein ini bertanggung jawab terhadap kontraksi otot. 3. Setiap serat otot terdiri dari ratusan myofibril.contoh dari otot antagonis adalah otot bisep dan otot trisep. Sedangkan otot trisep merupakan otot yang merupakan memilki tiga ujung(tendon) yang melekat pada tulang. dan serat tendon berkumpul untuk membentuk tendon otot yang berada di dalam tulang. Sarcolemma terdiri dari membrane sel yang sebenarnya. Untuk menrunkan lengan bawah. ( Sloane. yang terdiri dari 1500 miofilamen tebal (berisi myosin) dan 3000 miofilamen tipis (berisi aktin). Muscular Dysthrophy 2. Myofibrils.Produksi panas : Kontraksi otot secara metabolis menghasilkan panas untuk mempertahankan suhu normal tubuh.Pergerakan : Otot menghasilkan gerakan pada tulang tempat otot tersebut melekat dan bergerak dalam bagian-bagian organ internal tubuh. disebut dengan plasma membrane. Otot bisep merupakan otot yang memiliki dua ujung(tendon) yang melekat pada tulang dan terletak di lengan atas bagian depan. Myofascial Pain Syndrom Rasa nyeri apabila tersentuh 3. JIka otot pertama berkontraksi dan otot yang kedua berelaksasi sehingga otot terangkat. Muscular Dysthrophy Penyakit yamg memnghancurkan otot yang biasanya muncul pada masa anak anak. otot trisep berkontraksi dan otot bisep berelaksasi. 4. otot bisep berkontraksi dan otot trisep berkontraksi. terletak di lengan atas bagian belakang. permukaan lapisan sarcolemma melebur dengan serat tendon. Otot sinergis . 2001 ) KERJA OTOT BERDASARKAN TUJUAN KERJANYA Otot antagonis Terdapat dua tau lebih yang tujuan kerja ototnya berlawanan. Pada setiap serat otot. Untuk mengangkut lengan bawah . ( Guyton. 2006 ) FISIOLOGI OTOT 1. 2. Fibromyalgia ( Marieb. 2003 ) KELAINAN OTOT 1. Actin and Myosin Filaments. dan selaput luar yang terbuat dari lapisan polisakarida tipis yang berisi banyak kolagen fibril.Sarcolemma merupakan membrane sel dari serat otot. Gambar.Penopang tubuh dan mempertahankan postur : Otot menopang rangka dan mempertahankan tubuh saat berada dalam posisi berdiri atau saat duduk terhadap bgaya gravitasi.

otot-otot itu berkontraksi bersama menjadi akurat. Otot bahu dianggap bekerja sinergis karena kontribusinya membuat gerakan lebih efektif. ( Arief. 2. Sel saraf sensorik . otot bisep pada lengan akan menjadi penggerak utama untuk memfleksi lengan bawah. Pembentukan potensial aksi di serabut-serabut otot g.Terdapat dua otot atau lebih yang bekerja bersama-sama dengan tujuan yang sama. ototnya mengalami hipertofi(otot menjadi besar dan kuat) Kekar Lebih padat Olahragawan tidak cepat merasa lelah karena mampu menyesuaikan diri dengan lingkungannya ( Guyton. Pengikatan asetilkolin ke reseptor asetilkolin nikotinik d. Pelepasan muatan oleh neuron motorik b. Contoh Gerak Sinergis ialah jika kita minum segelas air. 4. otot-otot bahu akan menjaga persendian tetap stabil sehingga air akan masuk ke mulut kita. Pelepasan transmiter (asetilkolin) di end-plate motorik c. 5. Tahap-tahap kontraksi otot rangka a. Otot olahragawan lebih tampak atatu terbentuk Badan lebih kencang Pada olahragawan. Pada saat yang sama. sehingga menghasilkan gerakan 2. Penghentian interaksi antara aktin dan miosin ( Ganong. Penyebaran depolarisasi ke dalam di sepanjang tubulus T h. 6. Jadi. Ca2+ dipompa kembali ke retikulum sarkoplasma b. 3. sehingga membuka tempat pengikatan miosin di molekul aktin j. Pelepasan Ca2+ dari troponin c. Pengikatan konduktansi Na+ dan K+ di membran end-plate e. Pengikatan Ca2+ ke troponin C. 2007 ) TAHAP – TAHAP KONTRAKSI DAN RELAKSASI OTOT 1. 2008 ) PERBEDAAN FISIK OLAHRAGAWAN DAN BUKAN OLAHRAGAWAN 1. Tahap-tahap relaksasi otot rangka a. Pembentukan ikatan silang antara aktin dan miosin dan pergeseran filamen tipis pada filamen tebal. 2006 ) SARAF DALAM SISTEM GERAK 1. Pelepasan Ca2+ dari sistema terminalis retikulum sarkoplasma serta difusi Ca2+ ke filamen tebal dan filamen tipis i. Pembentukan potensial end-plate f.

Sel saraf sensorik adalah sel yang membawa impuls berupa rangsangan dari reseptor (penerima rangsangan), ke system saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang). Sel saraf sensorik disebut juga dengan sel saraf indera, karena berhubungan dengan alat indera. 2. Sel saraf Motorik Sel saraf motorik berfungsi membawa impuls berupa tanggapan dari susunan saraf pusat (otak atau sumsum tulang belakang) menuju ke kelenjar tubuh. Sel saraf motorik disebut juga dengan sel saraf penggerak, karena berhubungan erat dengan otot sebagai alat gerak. 3. Sel saraf penghubung Sel saraf penghubung disebut juga dengan sel saraf konektor, hal ini disebabkan karena fungsinya meneruskan rangsangan dari sel saraf sensorik ke sel saraf motorik. ( Setiadi, 2007 ) MEKANISME GERAK Gerak pada umumnya terjadi secara sadar, namun, ada pula gerak yang terjadi tanpa disadari yaitu gerak refleks. Impuls pada gerakan sadar melalui jalan panjang, yaitu dari reseptor, ke saraf sensori, dibawa ke otak untuk selanjutnya diolah oleh otak, kemudian hasil olahan oleh otak, berupa tanggapan, dibawa oleh saraf motor sebagai perintah yang harus dilaksanakan oleh efektor. Gerak refleks berjalan sangat cepat dan tanggapan terjadi secara otomatis terhadap rangsangan, tanpa memerlukan kontrol dari otak. Jadi dapat dikatakan gerakan terjadi tanpa dipengaruhi kehendak atau tanpa disadari terlebih dahulu. Contoh gerak refleks misalnya berkedip, bersin, atau batuk. Dimana gerak refleks ini merupakan gerak yang dihasilkan oleh jalur saraf yang paling sederhana. Jalur saraf ini dibentuk oleh sekuen dari neuron sensorik ,interneuron, dan neuron motorik, yang mengalirkan impuls saraf untuk tipe refleks tertentu. Gerak refleks yang paling sederhanahanya memerlukandua tipe sel saraf, yaitu neuron sensorik dan neuron motorik. Gerak refleks bekerja bukanlah dibawah kesadaran dan kemauan seseorang. Pada gerak refleks, impuls melalui jalan pendek atau jalan pintas, yaitu dimulai dari reseptor penerima rangsang, kemudian diteruskan oleh saraf sensori ke pusat saraf, diterima oleh set saraf penghubung (asosiasi) tanpa diolah di dalam otak langsung dikirim tanggapan ke saraf motor untuk disampaikan ke efektor, yaitu otot atau kelenjar. Jalan pintas ini disebut lengkung refleks. Gerak refleks dapat dibedakan atas refleks otak bila saraf penghubung (asosiasi) berada di dalam otak, misalnya, gerak mengedip atau mempersempit pupil bila ada sinar dan refleks sumsum tulang belakang bila set saraf penghubung berada di dalam sumsum tulang belakang misalnya refleks pada lutut. ( Amien, 1987 ) RINGKASAN PEMBAHASAN LEARNING ISSUES 1. MACAM, FUNGSI, KANDUNGAN, DAN KELENJAR PENGHASIL HORMONE  Hormon diklasifikasikan menjadi 3 berdasarkan komposisinya, yaitu : 1. Protein dan Polipeptida Dapat larut dalam air, contohnya : Insulin, Glokagon, dan FSH. 2. Derivat Asam Amino Dapat larut dalam air, contohnya : Tiroksin dan Epinefrin. 3. Steroid dan Derifat Asam Lemak Dapat larut dalam lemak, contohnya : Progesteron, Testosteron, dan Estradiol.  Kandungan hormon 1. Protein dan polipeptida Cirinya larut dalam air. Contohnya yakni pada FSH, dan hormon-hormon yang dihasilkan oleh kelenjar hipofisis.

2. Derivat asam amino Cirinya larut dalam air. Contohnya yakni pada tiroksin, epinefrin 3. Steroid Merupakan senyawa lipid larut. Bersirkulasi dalam plasma yang mentranspor protein. Contohnya terdapat pada hormon testosteron, estrogen, progesteron, dan kortisol. 4. Derivat asam lemak Contohnya terdapat pada progesteron, testosteron, ekstradiol. 5. Eicosanoid Molekul kecil dengan 5 rantai karbon Fungsinya mengatur aktivitas selular dan proses enzim a. Kelenjar Hipofisis Pada saat pembentukan embrio, kelenjar hipofisis terbentuk dari 2 jaringan yaitu ektoderm oral dan jaringan saraf. Sehingga ada 2 tempat asal yang menyebabkan ada 2 kelenjar yaitu Neurohipofisis (berkembang dari jaringan saraf, terdiri dari pars nervosa dan Infundibulum (batang dan eminensia mediana)) dan Adenohipofisis (berkembang dari jariangan ektoderm oral, terdiri dari Pars Distalis, Pars Tuberalis, dan Pars Intermedia). Sistem hipotalamo hipofisis Yang dimaksud sistem ini adalah 3 tempat pelepasan hormon dan 3 hormon yang dihasilkan. Nuklei (Neuron Sekretoris) Hipotalamus : nukleus supraoptikus dan nukleus paraventrikular. Transpor hormon mulai dari badan sel (dirangsang)  akson  ujung akson yang berada pada neurohipofisis  hormon yang dihasilkan merupakan peptida. Nuklei Dorsal Medial, ventral medial, dan nuklei infundibulum hipotalamus. Transpor mulai dari badan sel  akson  berakit pada eminensia mediana (Tempat hormon disimpan dan dibebaskan) Dihasilkan oleh sel-sel sekretoris pada bagian pars distalis dan dibebaskan kedalam kapiler darah di bagian kedua sistem portal. Kelenjar hipofisis terbagi menjadi 2 lobus, yaitu interior dan posterior. a. Kelenjar hipofisis posterior

 

Hormon Antidiuretik (ADH)  meningkatkan reabsorbsi air oleh tubulus ginjal (air di kembalikan ke

dalam darah) Hormon oksitosin  meningkatkan kontraksi miometrium (saat bersalin) dan meningkatkan pelepasan

susu ibu dari kelenjar mamae b. Kelenjar hipofisis anterior Beberapa sel yang mensekresi hormone dalam hipofisis anterior adalah sebagai berkut:

1. TSH  thyrotropes 2. ACTH  corticotropes 3. Prolactin (PRL)  lactotropes 4. GH / Somatotropin  somatotropes
 Hormon pertumbuhan (GH) 1. Meningkatkan kecepatan mitosis 2. Meningkatkan transpor asam amino ke dalam sel 3. Meningkatkan kecepatan sintesis protein 4. Meningkatkan penggunaan lemak untuk produksi energi

Hormon tiroid (TSH)  meningkatkan sekresi tiroksin dan T3 oleh tiroid

 

Hormon ACTH  meningkatkan sekresi kortisol oleh korteks adrenal Hormon prolaktin  merangsang produksi ar susu oleh kelenjar mamae Hormon Folicle Stimulating Hormone (FSH) 2. Meningkatkan sekresi estrogen oleh sel folikel

Wanita : 1. Memicu pertumbuhan ovum di folikel ovarium Pria : Memicu prduksi sperma  Wanita : 1. 2. 3. b. Kelenjar Tiroid  Hormon tiroksin dan triiodotironin disekresi oleh sel follicular ephitellium 1. Meningkatkan produksi energi dari semua makanan 2. Meningkatkan sintesis protein Menyebabkan ovulasi Menyebabkan pecahnya folikel ovarium untuk menjadi korpus luteum Meningkatkan sekresi progesteron oleh korpus luteum Hormon LH pada :

Pria : Meningkatkan sekresi testosteron oleh sel interstisial di testis

Kalsitonin disekresi oleh C cell  menurunkan reabsorbsi kalsium dan fosfat dari tulang ke dalam darah

b. Kelenjar Paratiroid Kelenjar paratiroid terdiri dari empat kelenjar kecil (3 x 6mm), dengan berat total sekitar 0,4g. Kelenjar paratiroid terletak di belakang kelenjar tiroid, satu pada masing–masing kutub atas dan bawah, dan umumnya berada di dalam simpai yang membungkus lobus tiroid. Kadang – kadang kelenjar ini terbenam dalam kelenjar tiroid. Kelanjar paratiroid berkembang dari kantung faring (kelenjar superior berasal dari kantung keempat dan kelenjar inferior berasal dari kantung ketiga). Kelenjar paratiroid juga ditemukan dalam mediastinum, yang terletak disamping timus, karena kelenjar paratiroid dan timus berkembang dari kantung faring yang sama. Setiap kelenjar paratiroid terdapat dalam simpai jaringan ikat. Simpai ini menjulurkan septa kedalam kelenjar, tempat simpai tersebut berbaur dengan seratretikulin yang menyangga kelompok sel sekresi yang berderet memanjang mirip tali. Sel – sel endokrin di kelenjar paratiroid tersusun berderet. Terdapat dua jenis sel : sel principal (chief cell) dan sel oksifil. Sel principal merupakan sel polygonal kecil dangan inti vesicular dan sitoplasma pucat yang agak asidofilik. Mikroskop electron memperlihatkan granula – granula yang berbentuk tidak teratur dan berdiameter 200 – 400 nm di dalam sitoplasmanya. Granula ini merupakan granula – granula sekretoris yang mengandung hormon paratiroid, yang merupakan polipeptida dalam bentuk aktifnya. Sel – sel oksifil jumlahnya lebih sedikit. Sel oksifil bebentuk polygonal dan lebih besar dari sel principal; sitoplasmanya menganding banyak mitokondria asidofilik dengan Krista yang berlimpah.  Hormon PTH (parathormon) : 1. Meningkatkan reabsorbsi kalsium dan fosfat dari tulang ke dalam darah 2. Meningkatkan absorbsi kalsium dan fosfat oleh usus halus 3. Meningkatkan reabsorbsi kalsium dan ekskresi fosfat oleh ginjal d. Kelenjar Pankreas Dalam kelenjar pancreas terdapat beberapa sel penghasil sebagai berikut: 1. Sel alfa mensekresi glukagon, yang dapat meningkatkan kadar gula darah 2. Sel beta mensekresi insulin, yang dapat menurunkan kadar gula darah 3. Sel delta mensekresi somatostatin, atau hormon penghalang hormon pertumbuhan, yang menghambat sekresi glukagon dan insulin. 4. Sel F mensekresi polipeptida pankreas, yang berguna untuk menghambat kontraksi kandung kemih, meregulasi

beberapa enzim pankreas, mengontrol absorbsi nutrien. Hormon yang dihasilkan dalam pancreas adalah sebagai berikut:  1. 2.  Insulin : Glukagon Meningkatkan pengubahan glikogen menjadi glukosa dalam hati Meningkatkan penggunaan asam amino yg berlebihan dan Lemak sebagai sumber energi

1. Meningkatkan transpor glukosa ke dalam sel dan penggunaannya untuk produksi energi 2. Meningkatkan pengubahan glukosa yang berlebihan menjadi glikogen di hati dan otot 3. Meningkatkan transpor asam amino dan asam lemak ke dalam sel dan penggunaannya dalam reaksi sintesis

Pancreatic polypeptide (PP)  menghambat kontraksi kandung kemih, meregulasi produksi beberapa

enzim pankreas, mengontrol absorpsi nutrien. E. Kelenjar Adrenal Merupakan sepasang organ yang terletak di dekat kutub atas ginjal dan terbenam dalam jaringan lemak. Strukturnya gepeng dan berbentuk bulan sabit. Pada manusia memiliki panjang 4 – 6 cm, lebar 1 – 2 cm, dan tebal 4 – 6 mm, berat kurang lebih 8 gr. Terdiri dari 2 lapisan konsentris : 1. Nuklei Berwarna kuning, merupakan kortex adrenal, pada saat pembentukan embrio berasal dari mesoderm intermediet selom. 2. Lapisan Pusat Berwarna coklat kemerah-merahan, merupakan medula, pada saat pembentukan embrio berasal dari kristaneuralis. Kelenjar adrenal disuplai oleh sejumlah arteri yang masuk di berbagai tempat disekitar tepinya. Cabang arteri membentuk Pleksus Subkapsularis (tempat asal 3 kelompok pembuluh : Areri Simpai, Arteri Kortex, dan Arteri Medula). A. Kortex Adrenal Terdiri atas 3 bagian berdasarkan penampilan yang berbeda-beda. Yaitu zona glomerolusa, zona fasikulata, dan zona ratikularis. a. Zona Glomerolusa 15 % dari volume total kortex adrenal. Terletak tepat dibawah simpai jaringan ikat. Sel-selnya berbentuk silindris atau piramidal yang tersusun berhimpitan membentuk deretan bundar atau melengkung yang dikelilingi oleh kapiler. b. Zona Fasikulata 65 % dari volume total kortex adrenal. Sel-selnya tersusun berupa deretan lurus, setebal 1 atau 2 sel yang berjalan tegak lurus terhadap permukaan organ. Sel-selnya berbentuk polihedral, sitoplasmanya mengandung banyak lipid, sehingga nampak bervakuol. c. Zona Retikularis 7 % dari volume total adrenal. Merupakan lapisan koertex yang terdalam, terletak diantara zona fasikulata dan medula. Bentuk sel-selnya tidak teratur. Hormon Kortex dan kerjanya Kortex mensekresikan steroid. Steroid yang dihasilkan macamnya adalah Glukokortiroid, Mineralokortikoid, dan Androgen.  Glukokortikoid Hormon spesifiknya adalah kortisal dan kortikosteron. Disekresikan oleh zona fasikulata dan zona retikularis. Fungsi secara umum yaitu mengatur jalannya metabolisme karbohidrat, protein dan lemak. Di dalam hati, glikokortikoid meningkatkan masukan dan penggunaan asam lemak (sumber energi), asam amino (sintesis enzim), dan karbohidrat (sinsesis glukosa). Sintesis glokosa mengakibatkan kadar gula naik dan memungkinkan terjadinya Diabetes Melitus. Akan tetapi, di luar hati, yaitu di orga-organ perifer (kulit, otot, dan jaringan lemak), menginduksi efek kebalikannya (efek katabolik).

kelenjar air liur dan kelenjar keringat. Mekanismenya adalah : Stimulus  Hipotalamus (Eminensia Mediana)  Memproduksi CRH  CRH merangsang hipofisis untuk mensekresikan ACTH  ACTH merangsang kelenjar adrenal untuk mensekresikan Glukokortikoid  Inhibisi ACTH dan CRH. Medula menyimpan dan mengumpulkan hormonnya dalam granula.organ viseral berkonstriksi sementara pembuluh otot rangka dan otot jantung berdilatasi f. Terdapat sel-sel ganglion parasimpatis. merangsang perkembangan kelenjar mamae . Sel parenkimnya memiliki banyak granula sekretoris.visera dan otot dan Epinefrin 2. Kadar gula darah meningkat melalui stimulasi glikogenolisis pada hati dan simpanan glikogen otot 3. Menyebabkan vasokonstriksi kulit dan visera 8. fungsi imunitas. Dehidroepiandrosteron merupakan hormon yang paling banyak disekresikan dan merupakan androgen yang lemah. Menurunkan peristaltis 5. B. Pembuluh darah pada kulit dan organ . Mendilatasi bronkiolus 4. Hormon ini bekerja saat dikonversi pada testosteron. Hormon yang utama yaitu Aldosteron (dirangsang oleh Adenoglomerulotropin) yang berfungsi utuk mempertahankan kesetimbangan elektrolit (Ion Kaliun dan Natrium) dan air. Menyebabkan vasokonstriksi kulit. Merangsang pertumbuhan pembuluh darah di endometrium Estrogen disekresi oleh folicel cells  Hormon Progesteron  membantu menyimpan glikogen dan pertumbuhan pembuluh darah pada endometrium Progesteron disekresi oleh corpus luteum  hipotalamus Hormon Inhibin  membantu menurunkan sekresi FSH oleh kelenjar hipofisis anterior dan GnRh oleh  Relaxin  merelaksasi otot cervic. Meningkatkan pengubahan glikogen menjadi glukosa 6. Meningkatkan frekuensi jantung dan kekuatan kontraksi jantung 3.  Androgen Hormon yang utama adalah Dehidroepiandrosteron dan Andostemedion. Medula Adrenal Terdiri atas sel-sel parenkim polihedral yang tesusun berupa deretan yang jaringan serat retikulin. Frekuensi jantung. Membantu pematangan ovum di folikel ovarium 2. dan konsumsi oksigen meningkat 2.  Mineralokortikoid Dihasilkan oleh zona glomerolusa pada kortex adrenal. mukosa lamung. Hormon yang dihasilkan adalah:  Hormon Norepinefrin 1.Fungsi lain yaitu : Glikoneogenesis  Merangsang sintesis glikogen dari prekursor non-karbohidrat. metabolisme. Mineralokortikoid bekerja pada tubulus distal ginjal. Meningkatkan laju respirasi sel  Hormon epinefrin 1. Menyebabkan vasodilatasi otot skelet 7. Meningkatkan pemakaian lemak untuk energi 9. Glikogenesis  Perakitan molekul glukosa menjadi glikogen. Ovarium Sel yang mensekresi hormone pada ovarium adalah sebagai berikut:  Hormon Esterogen 1.

yang dapat menyampaikan pasan .Relaxin disekresi oleh corpus luteum g. b. Produksi melatonin terendah terjadi pada siang hari dan terbesar pada malam hari. Renin  mengatalisis perubahan angiotensinogen menjadi angiotensin I (bertindak sebagai enzim) 2. Aktivase enzim oleh protein kinase mengakibatkan efek fisiologis dan reaksi kimia. Jantung  darah j. Setiap molekul cAMP mengaktivasi berbagai molekul cAMP-dependen protein kinase yang sesuai.  Mekanisme mineral hormone pertumbuhan 1. Lambung Peptida Natriuretic Atrium (ANP)  Meningkatkan ekskresi natrium oleh ginjal dan menurunkan tekanan  k. GH berhubungan dengan IGF-I. yang mencapai kelenjar melalui kolateral jalur penglihatam.5’-monofosfatsiklik (cAMP) sebagai pengantar pesan kedua. Hormon Inhibin  menurunkan sekresi FSH oleh kelenjar hipofisis anterior h. Kolesistokinin (CCK)  Merangsang kontraksi kandung empedu & melepaskan enzim pancreas l. 3. 1. mempengaruhi pelepasan melatonin.molekul dari berbagai hormon protein dan polipeptida ( pembawa pesan pertama ) berikatan dengan reesptor tetap pada permukaan sel yang spesifik untuk hormon tersebut. n. Hormon Testosteron  membantu pematangan sperma di tubulus seminiferus testis 2. Sekretin  Menstimulasi sel asinar pancreas untuk melepaskan bikarbonat dan air. Kelenjar Pineal melatonin  emiliki efek inhibisi terhadap pelepadan gonadotropin dan menghambat produksi melanin Melatonin disekresi oleh sel pinealocytes Pengendalian produksi melatonin : oleh melanosit di kulit. Adiposit     Leptin  Menghambat nafsu makan dan merangsang termogenesis m. 2. Siklus alami produksi melatonin mungkin berkaitan dengan irama beberapa proses fisiologis harian.Ini akan membatasi durasi efek cAMP. cAMP terurai dengan cepat oleh enzim intraelular fosfodisterase. terlibat dalam “circadian rhythms” Intensitas dan durasi cahaya lingkungan. dengan proinsulin menstimulasi pembentukan adenosin 3’. Kompleks hormon-reseptor pertama sebagai hormon. Testis 1. MEKANISME KERJA HORMON  Mekanisme kerja hormone secara global Molekul .25 Dihidroksikolekalsiferol  Meningkatkan absorpsi kalsium & mineralisasi tulang. Kelenjar Timus  adrenoglomerulotrophine  menstimulasi adrenal korteks untuk mensekresi aldosteron  Hormon timosin  maturasi dan kompetensi fungsi dari sistem imun pada limfosit 2. Usus halus Gastrin  Menstimulasi sekresi Hcl oleh sel parietal a. Eritropoierin  Meningkatkan produksi eritrosit. bergantung pada sifat bawaan sel. anggota famili gen yang mirip insulin dan secara struktural serupa Peptida lain yang berhubungan adalah IGF-II. i. Ginjal 1.

merupakan derivate ectoderm. magnesium. Olygodendrocytes Mempunyai kesamaan dengan astrocytes namun mempunyai proses yang pendek dan sedikit. Neuron . - GH atau mungkin lagi IGF-I meningkatkan positif kalsium. ditemukan di substansi kelabu (SSP) b. dan sedikit tipe dlial sel yang memberikan fungsi special contoh: memproduksi fospolopid penutup yaitu myelin dan oligodendroglia.dan membantu mengontrol aliran darah di otak 2. ditemukan di substansi putih (SSP) Keduanya berfungsi: Memutar di sekitar saraf untuk menjaga jaringan dalam system saraf pusat. Efek ini berhubungan dengan kerja GH di tulang karena GH mendorong pertumbuhan tulang panjang di lempeng epifisis pada anak-anak yang sedang tumbuh dan merangsang pertumbuhan tambahan serta pertumbuhan aktal pada orang dewasa 3.biasa disebut dengan brain macrophages.bisa bermigrasi ke area yang terluka dari saraf dan berfungsi sebagai makrofag kecil. protoplasmic astrocytes. dan Cl-.berikiran 5-10 kali lebih kecil dari neuron. HISTOLOGI SARAF a. K-. Macam-macam Neuroglia: 1.kebanyakan glial sel menyangga jaringan dengan mengelilingi sel saraf atau membatasi struktur tertentu di otak dan tulang belakang. Neuroglia (glial cells) Berada pada system saraf pusat. Berfungsi sebagai penyangga dan pelindung. biasanya menetap namun bisa berpindah ke tempat yang terluka.menghubungkan neuron dengan pembuluh darah.yang lain menghubungkan saraf dengan pembuluh darah. 3.3. dan fosfat. 4. fibrous astrocytes. mengatur b. sehingga orang yang memiliki IGF-I yang kurang tidak akan mengalami pertumbuhan yang normal. untuk cairan ventrikel sirkulasi serebrospinal. dan menimbulkan retensi Na . Fungsi : menyelubungi dan memusnahkan mikroba dan cellular debril. 4. IGF-I berhubungan langsung dengan efek hormon pertumbuhan. Fungsi: menyangga dengan membentuk barisan jaringan ikat semirigid di antara neuron di (SSP) dan memproduksi selubung myelin di sekitar akson neuron. Astrocytes a. Mycroglia Sel kecil yang merupakan derivate monosit. Ependymocytes Sel epitel yang tersusun selapis dan teratur berbentuk pipih hingga columnar dan banyak yang bersilia Fungsi: membentuk garis epitel bersambung otak.

Ditemukan di kebanyakan neuro. Bercabang-cabang sehingga memperluas daerah penerimaan. daerah titik awal muara akson dengan awal mielinisasi disebut segmen inisial. Namun ada juga yang tidak memiliki (neuron-neuron yang ada di SSP). Neuro fibrik dan badan niddl memanjang ke dalam dendrite. Ada 3 kecepatan dalam aliran Anterograd:  Lemah / Lambat : Mengangkut protein dan mikrofilamen  Sedang : Mengangkut mitokondria  Cepat (100 kali lebih cepat) : mengangkut neurotransmitter. Fungsi: menyalurkan impuls dari badan sel ke neuron lain Origo Akson: akson yang beradal dari badan sel pada hillock akson 4. MACAM DAN FUNGSI SARAF  Berdasarkan fungsi: . Badan Golgi dan Mitokondria tersebar di badan sel. Makromolekul dan organel disintesis dalam badan sel dan diangkut secara kontinyu disepanjang akson ke bagian terminalnya oleh aliran Anterograd. Spina dendrit merupakan daerah ujung dendrit yang kebanyakan menerima sinaps. Fungsinya menyalurkan impuls saraf dan mengendalikan metabolisma seluruh neuron. Nodis ranvier merupakan celah diantara sel schwan yang berdekatan. Aksoplasma mengandung mitokondria. Permukaan dendrite penuh dengan neuron dendrite untuk berhubungan dengan neuron lain. Kebalikan dari aliran Anterograd yaitu aliran Retrograd (dari akson menuju badan sel). Dendrit Merupakan bagian yang meneriam banyak sinaps dan sebagai tempat penerimaan sinyal. Badan sel Disebut juga perikarion. Pada akson bermielin. Perpanjangan sitoplasma yang biasanya berganda dan pendek. dan mikrofilamen. Sel Schwan Semua akson di dalam sistem saraf perifer di bingkus dengan lapisan schwan. Badan Nissl ada dalam RER dan Ribosom yang nampak bergranula dan bersifat basofilik. mikrotubulus. terutama neuron motorik. Dalam system saraf perifer sel schwan melingar dalam bentuk jeli. Akson besar memilikilapusan dalam disebut myelin akson yang tampak berwrna putih disebut serabut termielinasi. Terdapat badan Nissl. biasanya mengangkut virus dan toksin. Membran plasma di akson disebut aksolemma dan isinya disebut aksoplasma. Segmen ini sebagai tempat berkumpulnya stimulus yang merangsang atau menghambat. 3.1. Tidak ada RER dan ribosom sehingga bergantung pada badan sel. 2. Mielin berfungsi sebagai insukator listrik dan mempercepat hantaran saraf. diputuskan terus atau tidak suatu potensial aksi. berfungsi untuk menghantarkan impuls ke seluruh tubuh. Akson Dimiliki oleh beberapa neuron. 4.

Pada tali spinal (jalur antara otak dengan sumsum tulang belakang) terjadi pindah silang sehingga terjadi kebalikan system pengendalian. a. Antara bagian dahi dan pelipis dipisahkan oleh celah silvius. Otak besar terbagi menjadi empat bagian. yaitu otak depan. Selain itu. dan otak belakang. yaitu belahan otak kiri akan mengendalikan sistem-sistem tubuh yang terletak dibagian kanan tubuh. Antara bagian dahi dan ubun-ubun dipisahkan oleh celah yang disebut fisura Rolando. yaitu lapisan luar (korteks) yang berisi badan neuron dan lapisan dalam yang berisi serabut saraf baik dendrit maupun neurit. yaitu bagian dahi (lobus frontalis). Kedua belahan tersebut dihubungkan oleh balok otak yang berongga (ventrikel) yang berisi cairan getah bening( cebrospinal). dan terdiri dari dua belahan yang bekerja secara berlawanan. a. Sel saraf intermediet menerima impuls dari reseptor sensori atau sel saraf asosiasi lainnya. bipolar  memiliki 1 akson dan 1 dendrit c. Dendritnya sangat pendek berhubungan dengan akson saraf asosiasi. Otak Besar Otak besar (cerebrum) merupakan bagian terluas dari otak yang berbentuk ovale. Sedangkan pada manusia dewasa tidak tampak jelas karena masing-masing daerah terdiri dari beberapa bagian atau lobus. yaitu belahan kiri dan belahan kanan.  Berdasarkan strukturnya. bagian pelipis (lobus temporalis). bagian ubun-ubun (lobus parientalis). multipolar  memiliki akson dan dendrit lebih dari satu A. unipolar  memiliki 1 akson bercabang b. dan bagian belakang kepala (lobus oksipetalis). Otak besar mengisi penuh bagian depan atas rongga tengkorak. OTAK Otak manusia terdiri dari dua belahan (hemisfer). yaitu otak (ensefalon) dan sumsum belakang (medula spinalis). sedangkan aksonnya dapat sangat panjang. Sel ini dapat ditemukan di dalam sistem saraf pusat dan berfungsi menghubungkan sel saraf motor dengan sel saraf sensori atau berhubungan dengan sel saraf lainnya yang ada di dalam sistem saraf pusat. . asosiasi/intermediet Sel saraf intermediet disebut juga sel saraf asosiasi. otak besar juga tersusun oleh dua lapisan. Otak dibagi menjadi tiga daerah. Ujung akson dari saraf sensori berhubungan dengan saraf asosiasi (intermediet). SISTEM SARAF PUSAT 1. otak tengah. Badan sel saraf motor berada di sistem saraf pusat. sedangkan belahan otak kanan akan mengendalikan sistem-sistem tubuh yang terletak dibagian kiri tubuh. Pembagian otak seperti ini tampak jelas pada masa perkembangan embrio.sensorik/aferen Berfungsi menghantarkan impuls dari reseptor ke sistem saraf pusat. motorik/eferen Berfungsi mengirimkan impuls dari sistem saraf pusat ke otot atau kelenjar yang hasilnya berupa tanggapan tubuh terhadap rangsangan.

Pada bagian otak besar terdapat daerah asosiasi.  Daerah pelipis dan ubun-ubun mengendalikan kemampuan berbicara dan bahasa.  Medulla anterior atau ventralterdiri dari tonjolan substansi putih disebut pyramid. daya cipta. X. dua tonjolan ke atas dan dua tonjolan ke bawah.. yang terdiri dari thalamus.  Nukleiasal saraf cranial IX. bahkan kepercayaan kepada sesuatu yang bersifat metafisik. yang merupakan lanjutan dari akson pada pedunkulus serebral  Medulla dorsal atau posteriorterdiri sebagian dari lanjutan traktus sensorik  Pusat medulla (vital)nuklei yang berperan dalam pengendalian fungsi seperti frekuensi jantung. Mentransmisi impuls ke dan dari otak melalui traktus asenden dan desenden. serta mengatur koordinasi gerakan otot. MEDULLA OBLONGATA Letaknya menjulur dari pons sampai medulla spinalis dan terus memanjang. selain pusat berbicara dan juga pusat untuk merasakan dingin. yaitu bagian yang menghubungkan anatara bagian sensorik dan motorik.  Mengendalikan berbagai aktivitas reflex dalam tubuh. keseimbangan kerja otot dan rangka. Hipotalamus yaitu bagian pengatur suhu tubuh dan juga pengatur rasa mengantuk. Otak kecil berfungsi mengatur sikap dan posisi tubuh. kecerdasan. yaitu:  Daerah dahi yang berhubungan dengan kemampuan berpikir. c.  Daerah belakang kepala merupakan pusat penglihatan dan dapat menyampaikan memori tentang apa yang dilihat. gerak alat-alat pencernaan. Otak tengah Otak tengah (mesencephalon) manusia berukuran kecil dan terletak di depan otak kecil.  Daerah ubun-ubun. antara lain pernafasan.  Daerah pelipis terdapat pusat bicara dan juga terdapat pusat pendengaran. sumsum lanjutan (medulla oblongata). suhu tubuh. XI dan XII terletak dalam medulla 3. kesadaran. b. daya khayal. Otak tengah memiliki bagian dorsal yang disebut atap. dan tekanan darah serta infundibulum. yaitu pangkal dari hipofisis (kelenjar endokrin).Otak besar merupakan pusat saraf utama karena berperan dalam pengaturan seluruh aktivitas tubuh. pernapasan. Otak Belakang Otak belakang memilki tiga bagian utama. yaitu penerima dan penerus impuls yang dating dari saraf perifer dan meneruskannya ke pusat sensorik pada bagian korteks otak. yaitu jembatan varol (pons varolli). menelan dan muntah. tampak seperti ujung yang bengkak pada tali spinal dan berfungsi sebagai pusat pengatur reflex biologis misalnya detak jantung. kepribadian. Bagian ini berakhir pada area foramen magnum tengkorak. tersusun oleh empat bagian yang menonjol. terdiri atas dua belahan yang berliku-liku sangat dalam dan terletak diobawah bagian otak belakangg. panas dan rasa sakit. d. Otak kecil Otak kecil (serebelum). MEDULLA SPINALIS  Fungsi: a. 2. keinginan. Di antara belahan otak besar terdapat otak depan. Setiap aktivitas akan dikendalikan oleh bagian yang berbeda. Struktur umum Medulla spinalis 31 satu pasang saraf spinal keluar dari area urutan korda melalui foramina intervertebral . Ketiga bagian otak belakang tersebut membentuk batang otak. b. tekanan darah. Pada otak tengah terdapat saraf okulomotoris (saraf yang berhubungan dengan pusat pergerakan mata). berisi serabut saraf yang menghubungkan antara bagian kiri dan kanan otak kecil. dan menghubungkan antar otak kecil dengan korteks otak besar. ingatan. emosi. batuk. tekanan darah.

Bagian Tanduk abu-abu anterior (ventral) adalah batang vertical bawah. . IV (trochlear) N. SISTEM SARAF TEPI 1. Reflek peregangan  bahwa otot yg terenggang akan berkontraksi secara otomatis (misal ketukan pada tendon patela tepat di bawah tempurung lutut eksistensi tungkai bawah) Reflek fleksor (penarikan)  stimulasinya rasa nyeri dan adanya kemungkinan bahaya sehingga respon yang timbul menghindari hal tersebut (otak tidak perlu membuat keputusan untuk melindungi tubuh) B. yakni saraf parasimpatik dan saraf simpatik. b. SARAF SOMATIK a. Struktur internal medulla spinalis a.  Kanal sentral berukuran kecil dikelilingi oleh substansi abu-abu. Ganglia-ganglia ini berhubung-hubungan dengan sistem saraf pusat melalui sumsum tulang punggung dengan menggunakan cabang-cabang penghubung yang bergerak le luar dari sumsum tulang punggung menuju ganglion. Susunan saraf simpatik Berupa 25 pasang simpul saraf atau ganglia. dan lumbal system saraf perifer. Gerak Reflek Pada Medula Spinalis  Ada 2 reflek yang terjadi : a. II (optic) N. SARAF OTONOM a.  c. Saraf kranial Nama N. VI (abducents) N. dan dari ganglion masuk menuju sumsum tulang Tipe Sensori Sensori Motori Motori Mix Motori Mix Sensori Mix Mix Motori Motori Fungsi Pencium Penglihat Penggerak otot kelopak mata dan bola mata Penggerak otot mata Sensori: otot wajah dan mulut Motori: menguyah Pergerakan mata Sensori: merasa Motori: otot wajah dan kelenjar saliva Pendengaran dan keseimbangan Sensori: perasa Motori: menelan Saraf utama untuk sistem saraf parasimpatetis Menelan dan menggerakkan kepala dan pundak Penggerak otot lidah Merupakan saraf tak sadar. XI (accessory) N. b. III (oculomotor) N. Bagian ini mengandung Tanduk lateral adalah protrusi di antara tanduk posterior dan anterior pada area toraks Komisura abu-abu menghubungkan substansi abu-abu di sisi kiri dan kanan medulla spinalis ini mengandung badan sel yang menerima sinyal melalui saraf spinal dari neuron sensorik.  neuron motorik yang aksonnya mengirim impuls melalui saraf spinal ke otot dan kelenjar. V (trigeminal) N. I (olfaktori) N. VII (facial) N. mulai dari ruas leher terbawah sampai pada tulang ekor. X (vagus) N. Dibedakan menjadi dua. IX (glossopharyngeal) N. Bagian ini mengandung badan sel neuron system SSO. VIII (auditori) N. Ke 25 pasang ganglia itu terdapat di sepanjang tulang belakang sebelah depan. bentuknya seperti huruf H Batang atas dan bawah huruf H disebut tanduk Tanduk abu-abu posterior (dorsal) adalah batang vertical atas substansi abu-abu. Saraf spinal  Cervical (C1-C8)  Thoracic (T1-T12)  Lumbar (L1-L5)  Sacral (S1-S5)  Coccygeal (Co1) b. XII (hypoglossal) 2.

Dalam keadaan istirahat. 5. aksodendritik(antara akson dengan dendrit). Dari tiap ganglion keluar urat saraf ke paru-paru. Secara fungsional. kemudian diteruskan ke badan sel dan menuju akson. Sebelum impuls menjalar. saraf parasimpatik memperlambat aktivitas itu sedikit demi sedikit.punggung. . sampai kembali ke keadaan semula. sedangakan dendrit atau badan sel yang menerima rangsang atau impuls dari ujung akson disebut pascasinaps. membran sel neuron memiliki sebuah potensial yang disebabkan oleh banyaknya konsentrasi ion Kalium dan sedikitnya konsentrasi ion Natrium di dalam sel. dan neuropeptida. jantung. Fungsi susunan saraf simpatik antara lain:  Mempercepat denyut jantung  Memperlebar pembuluh darah  Mempertinggi tekanan darah b. darah beredar lebih cepat. alat pencernaan. kebanyakan merupakan amin. Jenis sinaps ada 3. yaitu aksosomatik (antaran akson dengan badan sel). dan aksoaksonik (antara akson dengan akson lain). MEKANISME JALANNYA IMPULS Ketika sinyal dieriam oleh reseptor. Gambar : Potensial listrik pada membran sel pada saat dilewati impuls Komunikasi Sinaps (jalannya impuls antar neuron) Ujung akson yang menghantarkan impuls disebut daerah prasinaps. Neurotransmitter merupakan zat yang berada dalam ujung akson yang berfungsi untuk komunikasi sinaps. Proses ini kurang lebih terjadi dalam waktu 5 mili detik. susunan saraf parasimpatik berlawanan dengan susunan saraf simpatik. Kemudian ketika Impuls menjalar  Kanal Ion Natrium membuka  ion natrium masuk ke dalam sel  Potensial naik menjadi 30 mV  kenaikan potensial menyebabkan kanal Ion Kalium membuka  Ion Kalium keluar dari sel  Potensial kembali menjadi -65 mV (Potensial Membran Istirahat). ginjal. amino. pembuluh darah dan lainnya. Potensial listrik itu sebesar -65 mV dan disebut dengan Potensial Membran Istirahat. Susunan saraf parasimpatik Berupa jaring-jaring yang berhubung-hubungan dengan ganglia yang terbesar di seluruh tubuh. Contoh: Misalnya setelah berlari jantung berdenyut lebih cepat.

Konsentrasi ion K+ di dalam membran sel lebih tinggi daripada di luar sel. ion tersebut meninggalkan molekul protein bermuatan negatif yang terlalu besar untuk dapat berdifusi melalui membran. Potensial Istirahat / Potensial Membran Polarisasi ( potensial istirahat ) disebabkan oleh konsentrasi ion natrium (Na+) dan Kalium (K+) yang tidak seimbang di dalam dan di luar sel. serta perbedaan permeabilitas membran terhadap ion ini dan ion lain .Jalannya komunikasi sinaps: Impuls saraf  Mmenjalar sepanjang membran sel  terjadi depolarisasi  Kanal Kalsium membuka  ion kalsium masuk  masuknya kalsium memicu eskositosis neurotrnsmitter yang berada dalam vesikel  neurotransmitter lepas dan kemudian beraksi dengan reseptor yang berada di daerah pascasinaps  depolarisasi membran pascasinaps  impuls tersampaikan. konsentrasi ion Na+ di luar membran sel lebih tinggi daripada di dalam sel karena tingkat permeabilitas membran terhadap ion K+ sekitar 75 kali lebih besar daripada ion Na+. Membran ini impermeabel terhadap molekul protein intraselular besar yang bemuatan negatif. Neurotransmiter yang lepas tadi dirombak melalui pemecahan enzimatis. difusi atau endositosis. Saat ion K+ bermuatan posistif keluar dari sel. Membran neuron sangat permeabel terhadap ion K+ dak klor (Cl-). NEUROTRANSMITTER Definisi Neurotransmitter merupakan suatu zat kimia yang dapat menyeberangkan impuls dari prasinapsis ke post sinapsis atau pasca sinapsis Macam-macam Bersifat eksitasi:  asetilkolin  berada di seluruh tubuh  norepinephrine  berada dalam system saraf  dopamine  berada dalam otak  glutamate  salah satu asam amino esensial  histamine  salah satu asam amino esensial Bersifat inhibisi:   gamma aminobutyric acid (GABA)  berada pada jaringan otak glisin  berada pada medulla spinalis . Hal ini mengakibatkan bagian dalam sel mengalami elektronegatifitas. maka difusi ion K+ keluar dari sel lebih cepat daripada difusi ion Na+ ke dalam sel. serta relatif impermeable terhadap ion Na+.

trakea. yaitu : 1. Sel sikat 4. duktus alveolus. Epitel respirasi Sebagian konduksi dilapisi oleh epitel silindris berlapis dan mengandung banyak sel goblet. 2. bronkus. Sel silindris berlapis banyak (paling banyak) 2. dan mempengaruhi kesadaran Mekanisme mata dapat melihat benda Bayangan  Mata Cahaya menembus bagian mata  Kornea  Aqueus humor Lensa  Badan vitreus  Merangsang ujung ujung saraf retina saraf opticus II  Ke otak lobus oksifitalis  membentuk benda SISTEM PERNAFASAN Alat-alat respirasi Terdiri dari dua bagian utama. Sel bergranul kecil . dan alveoli. yaitu : 1. lapar. Bagian Konduksi Meliputi rongga hidung. dan bronkiolus terminalis. Sel goblet mukosa 3. bronkiolus. Sel basal 5. Bagian Respirasi Meliputi bronkiolus respiratris. serotonin  menghambat dan mengontrol keinginan tidur. Ada 5 jenis sel epitel respirasi. nasofaring. laring.

ujung aritenoid). Sedangkan bagian fosa nasalis. Terdiri dari tulang rawan hyaline (tiroid. mucus dan secret serosa melembabkan udara yang masuk. 2. sebagai katup untuk mencegah masuknya makanan atau cairan yang Memiliki fungsi sebagai jalan masuknya udara ke laring dan masuknya makanan ke esofagus. 3. lapisan mucus fosa nasalis menyaring zat renik dan berbagai gas. media. Rongga Hidung Terdiri dari 2 bagian. terdapat 3 tonjolan yang disebut dengan konda (superior. Laring Merupakan tabung tak teratur yang mengubungkan faring dengan trakea. dan vibrissa (rambut pendek). Faring 4. aritenoid) dan tulang rawan elastik (epiglottis.A. Dalam rongga hidung ini juga terdapat reseptor olfaktorius yang mendeteksi uap kimiawi yang diinhalasi yang disebut nervus olfaktorius melewati tulang etmoidalis menuju otak. Nasofaring Merupakan bagian pertama faring. yaitu bagian Vestibulum dan Fosa Nasalis. Fungsinya adalah sebagai penyokong (menjaga agar jalan nafas tetap terbuka). Bagian Konduksi 1. Bagian Vestibulum merupakan bagian yang paling anterior dan paling lebar dari rongga hidung. Di sekitar permukaan nares terdapat kelanjar sebasea. krikoid. Pengondisian udara dalam rongga hidung: Vibrisa menyaring debu. kelenjar keringat. inferior). .

Diantara ujung hyaline yang berbentuk C. Bronkus Trakea bercabang menjadi 2 bronkus primer. Bronkus primer masuk ke setiap lobus paru-paru (3 cabang di kanan. Katup yang mencegah masuknya makanan atau cairan yang ditelan adalah epiglotis atau yang sering disebut dengan anak tekak. pada matrix terdapat serat-serat elastin dan kolagen (sebagai penunjang). Bagian Respirasi 1. 5. alveoli juga merupakan tempat pertukaran oksigen dan karbondioksida. duktus alveolus. Serat elastic yang berfungsi memungkinkan alveolus dapat mengembang pada saat terjadi inspirasi dan kontraksi secara pasif pada wakti ekspirasi. Bagian ini merupakan daerah peralihan bagian konduksi dan respirasi. Terdapat kelenjar seromukosa yang menghasilkan mucus yang lebih cair. dan juga sebagai fungsi fonasi (penghasil suara). terdapat ligament fibroelastis (mencegah distensi berlebihan dari lumen) dan berkas otot polos (pengaturan lumen) yang terlihat pada lapisan periosteum. B. dan sakus alveolus. Sedangkan retikulin berfungsi sebagai penunjang yang mencegah perkembangan secara berlebihan dan pengerusakan kapiler-kapiler halus dan septa alveolar yang tipis. Bagian ujung cabang disebut bronkiolus. Tetapi di bagian muara. Bronkus Respiratoris Setiap bronkiolus terminalis. Pada lamina propia terdapat otot polos. Trakea ini juga dilapisi oleh pseudostratified ciliated columnar epithelium. Alveolus Merupakan penonjolan (evaginasi) dengan bentuk mirip kantung dengan diameter kurang lebih 200 mikro meter. 3. Dilapisi oleh sel epitel kuboid bersilia dan sel clara. 2 cabang di kiri). Duktus Alveolaris Merupakan saluran yang makin ke distal dengan jumlah muara alveolus yang semakin tambah banyak. Setiap bronkiolus bercabang 5 – 7 bronkiolis terminalis. . bercabang 2 atau lebih bronkiolus respiratoris. Trakea Dilapisi oleh cincin tulang rawan hyaline yang berbentuk C  menjaga supaya lumen trakea tetap terbuka. Terdapat banyak alveolus yang merupakan tempat pertukaran gas.ditelan. 6. sel epitel menyatu dengan sel-sel alveolus yang gepeng. Alveoli bertanggung jawab atas struktur berongga dalam paru-paru. 2. Selain itu. terdapat pada bronkus respiratoris. Dilapisi sel-sel pipih yang sangat halus.

Diafragma melengkung ke arah toraks. Udara Alveolus tidak sama dengan udara atmosfer. Ekspirasi Ekspirasi pada pernapasan dipengaruhi oleh relaksasi otot dan disebut proses pasif. Pembuluh-pembuluh halus ini berakhir pada gelembuggelembung halus yang disebut alveolus (alveoli=jamak). Dalam pernapasan. 4. Otot interkostal eksternal mengangakat iga ke atas dan ke depan saat berkontraksi sehingga memperbesar rongga toraks ke arah anterior dan superior.Pulmo (paru-paru) Paru-paru terdiri oleh dua bagian. Mekanisme Pernafasan Inspirasi Pada saat inspirasi. sehingga udara luar masuk melalui hidung. CO2 berdifusi terus menerus ke dalam alveoli. Pelembaban udara di sepanjang saluran pernapasan. Paru-paru pun mengembang. 2. . yaitu paru-paru kiri dan paru-paru kanan. pektoralis mayor. trakea. Rongga dada pun mengecil. otot otot sternokleidomastoid. Paru-paru kiri terdapat dua gelambir dan paru-paru kanan terdapat tiga gelambir. bronkus dan masuk ke paru-paru. Bronkiolus diparu-paru bercabang-cabang lagi membentuk pembuluh-pembuluh halus. otot diafragma berkontraksi sehingga diafragma mendatar. Didalam paru-paru terdapat bronkus dan bronkiolus. otot interkostal internal menarik kerangka iga ke bawah dan otot abdomen berkontraksi sehingga mendorong isi abdomen menekan diafragma. akibatnya udara dalam paruparu terdorong keluar. Oksigen secara terus menerus diabsorbsi oleh alveolus kedalam darah paru paru 3. Pada ekspirasi dalam. Hal ini disebabkan oleh : 1. serratus anterior dan otot skalena juga akan memperbesar rongga toraks. Udara alveolus hanya sebagian diganti oleh udara atmosfer tiap kali bernapas.

Jadi konsentrasi oksigen dalam alveolus dipengaruhi oleh : 1.Konsentrasi Oksigen dalam Alveolus Oksigen diarbsorbsi dari alveoli ke dalam darah paru secara terus menerus. Secara umum proses difusi oksigen dan karbon dioksida tidak lepas dari prinsip tekanan parsial ini. Lamina basal alveolar dan endotel yang menyatu. Maka Oksigen akan berdifusi masuk ke dalam alveolus. Kecepatan absorbsi oksigen dalam darah 2. 3. Membran pernapasan (sawar udara-darah) Terdiri dari 3 lapisan yaitu : 1. namun kebalikannya. . Oksigen baru juga secara terus-menerus dihirup masuk ke dalam alveoli dari atmosfer. Difusi gas melalui membran pernapasan (sawar udara-darah) Proses difusi gas pada alveolus bergantung pada prinsip fisika yaitu tentang tekanan parsial (hukum henry). Pada karbon dioksida juga sama. Lapisan permukaan dan sitoplasma sel alveolus. Konsentrasi Karbon Dioksida dalam Alveolus Peningkatan konsentrasi karbon Dioksida berbanding lurus dengan dengan kecepatan ekskresi Karbon Dioksida dan berbanding terbalik dengan ventilasi alveolus. Oksigen dari udara alveolus masuk ke dalam darah kapiler. Karbon dioksida berdifusi dengan arah yang berlawanan. Pembebasan CO2 dari HCO3 dikatalis oleh enzin karbonat anhidrase yang terdapat pada eritrosit. Kecepatan masuknya oksogen baru ke dalam paru-paru. sehingga karbon dioksida berdifusi masuk ke dalam alveolus. 2. Tekanan parsial karbon dioksida dalam darah lebih tinggi dari pada di alveolus. Sitoplasma sel endotel. Pada saat udara masuk kedalam alveolus. tekanan oksigen dalam alveolus meningkat. sedangkan tekanan parsial oksigen dalam kapiler darah lebih rendah (karena oksigen sudah digunakan oleh jaringan-jaringan tubuh).

Faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan difusi gas melalui membran pernapasan 1. 3. Sedangkan yang 2% menuju ke paru-paru lewat sirkulasi bronchial yang secara khusus member nutrisi pada sel-sel paru dengan tekanan 40 mmHg (saluran pintas). CO2 lebih cepat 20 kali daripada O2. yaitu alveoli bersatu dengan alveoli yang lain sehingga lebar dinding (membrane pernapasan) keseluruhan berkurang. . Transpor oksigen dalam arteri 98% darah paru teroksigenasi sampai pada tekana parsial oksigen 104 mmHg  keseluruh tubuh. 4. Luas permukaan membran pernapasan Contohnya pada penyakit enfisema. Ketebalan membran Contohnya adanya cairan edema dalam mebran interstitial dan dalam alveoli dan penyakit paru yang menyebabkan fibrosis paru. Perbedaan tekanan diantara kedua sisi menbran pernapasan Yaitu merupakan perbedaan tekanan parsial gas dalam alveoli dan tekanan parsial gas dalam darah. Koefisien difusi Merupakan kelarutan gas dalam membran. 2.

Kenaikan suhu tubuh dapat meningkatkan laju respirasi 6. hipotalamus menimbulkan sinyal neurogenik untuk menurunkan suhu tubuh. 2. 3. Pada saraf kranial. O2 bergabung secara longgar dengan heme Hb. Saat PCO3 dan H+ mencapai level tertentu. proses ini akan mendinginkan darah di dalam saluran mukosa pernapasan sebagai akibat evaporasi dari permukaan mukosa. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pernafasan 1. Kapasitas Paru-Paru(Sloane) . jika tekaana parsial O2 rendah. Pengaruh otak Kita dapat menghentikan nafas kita dalam waktu yang singkat. Kemampuan menahan nafas dibatasi oleh adanya cadangan H+ dan CO2 dalam darah. Namun. Refleks inflasi Dalam dinding bronkus dan bronkeolus terdapat stretch receptor. maka akan terjadi dissosiasi O2Hb. 4. sehingga sejumlah udara baru berasal dari luar mengadakan kontak dengan bagian atas saluran pernapasan. Saat reseptor ini meregang. karena setiap pernapasan sangat dangkal. Peristiwa terengah-engah dihidupkan oleh pusat pengatur suhu di otak. dan apneustic area. Bika tekanan parsial O 2 tinggi (dalam kapiler paru). sebagian besar udara yang masuk ke alveoli adalah udara ruang rugi yang terutama berasal dari trakea dan bukan dari atmosfer. ion H+ dapat mengubah laju pernafasan. Fungsi Hb adalah sebagai buffer tekanan parsial Oksigen dalam darah. Stimuli kimia CO2 dan O2 Peningkatan CO2 akan meningkatkan H+ dan begitu pula sebaliknya. Proses terengah-engah sebenarnya diatur oleh pusat terengah-engah yang berhubungan dengan pusat pernapasan pneumotaksik yang berada dalam pons. Menghirup dan mengeluarkan napas dengan cepat. 5. Medullary rhytmicity area (area inspirasi dan ekspirasi) memiliki kemampuan untuk menentukan irama dasar respirasi. bila darah menjadi terlalu panas. Oleh karena itu. Namun. pneumotaxic area. Hal ini menyebabkan inspiratory dan apneustic area tidak lagi terhambat sehingga terjadi nafas baru. maka inspiratory dan apneustic area terhambat sehingga terjadi ekspirasi. pada pria laju respirasinya lebih tinggi dibandingkan wanita Mekanisme Terengah-engah Mekanisme terengah-engah digunakan oleh binatang tingkat rendah sebagai alat untuk menghilangkan panas. keadaan terengah-engah tidak meningkatkan ventilasi alveolar lebih dari yang dibutuhkan untuk mengendalikan gas-gas di dalam darah dalam jumlah yang sesuai.Ikatan Oksigen-Hb Dalam darah. Pada efeknya. Pneumotaxic area dan apneustic area mengkoordinasi masa transisi antara inspirasi dan ekspirasi. maka O2 akan berikata dengan Hb. terutama evaporasi saliva dari lidah. Peregangan otot anus dapat meningkatkan laju respirasi 7. area inspirasi terstimulasi. Pengaruh saraf Pusat respirasi terdapat pada medullary rhytmicity area. Jenis kelamin. Saat udara meninggalkan paru-paru setelah ekspirasi. Satu dari sinyal ini menimbulkan keadaan terengah-engah. stretch receptor tidak lagi terstimuli. Impuls dikirim dari otak ke area inspiratory sehingga proses bernafas dilanjutkan. Yaitu. saraf nomor tujuh atau nerve vagus dari reseptor di saluran nafas dan paru turut mempengaruhi laju pernafasan.

Volume tidal (VT) adalah normal udara yang masuk dan keluar paru .paru selama ventilasi normal biasa. serangkaian pembuluh eferen yang semakin mengecil sewaktu bercabang. CDI berkisar 3100ml pada laki . sambil membawa darah ke jantung. c.5 1. Jantung. Rata.1 4.laki sekitar 1200 ml dan pada perempuan 1000ml.2 6. Kapiler.3 0.paru estela melakukan ekspirasi kuat. Vena. Sistem kardiovaskular a. Volume Cdangan Ekspirasi (VCE) adalah volume udara ekstra yang dapat kuat dikeluarkan pada akhir ekspirasi tidal normal. dan berfungsi untuk mengangkut darah. berupa jalinan saluran halus dan rumit yang saling beranastomosis dan dindingnya merupakan tempat berlangsungnya pertukaran zat antara darah dan jaringan.rata volume ini pada laki .0 Wanita (L) 1. b. VCE biasanya berkisar 1200 ml pada laki .paru dengan inspirasi maksimum di atas inspirasi tidal. dengan nutrien dan oksigen ke jaringan.laki dan 1900 ml pada perempuan. terbentuk dari penggabungan kapiler menjadi sistem saluran.laki dan 380 ml untuk perempuan b.9 0. untuk dipompa keluar lagi.a. Ukurannya semakin besar ketika pembuluh ini mendekati jantung. d.5 0. yaitu pembuluh darah terkecil. yakni suatu organ yang berfungsi untuk memompa darah.0 1. Pembuluh darah Arteri. Volume residual penting untuk kelangsungan aerasi dalam darah saat jeda pernapasan.7 1. Volume Cadangan Inspirasi ( VCI ) adalah volume udara ekstra yang masuk ke paru .laki dan 800 ml pada perempuan. . Volume Residual (VR) adalah volume udara sisa dalam paru . VT pada dewasa muda sehat 500 ml untuk laki.2 SISTEM SIRKULASI Yang terlibat dalam sistem sirkulasi adalah: 1. Kapasitas Paru-Paru(Ganong) IRV (Inspiratory Reserve Volume) TV (Tidal Volume) ERV (Expiratory Reserve Volume) RV (Recidu Volume) Kapasitas Total Kecepatan nafas normal tiap menit: Bayi baru lahir Usia 12 bulan Usia 2-5 tahun Dewasa 30-40 30 24 10-20 Pria (L) 3.

arteri muskular dan elastis. Kelenjar timus e. Limfe b. 3. Nodus limfe.c. berawal di kapiler limfe. (arteriol. Jaringan limfe Histologi sistem sirkulasi : 1. Jarak semua sel tubuh dari sumber nutrisi ini tidak pernah melebihi satu milimeter. venula pascakapiler). Darah. Makrovaskulatur. adalah cairan yang mengalir dalam pembuluh. Hati c. terletak dalam pembuluh limfe besar. Organ pembentuk dan penyimpanan darah a.1 mm (arteriol besar. merupakan tempat terjadinya pertukaran antar darah dan jaringan sekitar pada keadaan normal dan pada poroses peradangan. pembuluh dengan diameter lebih dari 0. Sistem Limfatik a. Jantung ANATOMI JANTUNG . kapiler. yaitu saluran buntu yang beranastomosis untuk membentuk pembuluh – pembuluh yang makin membesar. 2. Sumsum tulang d. 2. vena muskular). b. Mikrovaskulatur. Pembuluh limfe.

paru di bagian tengah rongga toraks. ujung bawah yang mengerucut (apeks) mengarah ke bahu kiri. Pelapis . Jantung berukuran kurang lebih sebesar kepalan tangan pemiliknya. b. Ujung atas yang lebar (dasar) mengarah ke bahu kanan. Jantung dilindungi medistinum. Jantung adalah organ berongga dan memiliki empat ruang yang terletak antara kedua paru . Ukuran dan bentuk a. 2. Dua pertiga jantung terletak di sebelah garis kiri midsternal. Bentuknya seperti kerucut tumpul.1.

(a) Membran viseral (epikardium) menutup permukaan jantung (b) Membran parietal melapisi permukaan bagian dalam fibrosa perikardium b. (2) Serabut otot yang tersusun dalam berkas . Perikardium Adalah kantong berdinding ganda yang dapat membesar dan mengecil. Terdiri 2 macam ruang : a. Rongga perikardial adalah ruang potensial antara membran viseral dan parietal. dan menyambung dengan lapisan endotelial yang melapisi pembuluh darah yang memasuki dan meninggalkan jantung. Curah Jantung Adalah volume darah yang dikeluarkan oleh kedua ventrikel per menit. Dinding jantung tersusun dari tiga lapisan : a. Kontraksi miokardium ”menekan” darah keluar ruang menuju arteri besar c. katup. Volume nya kurang lebih 5 liter per menit pada laki – laki berukuran rata – rata dan kurang 20% pada perempuan.a.berkas spiral melapisi ruang jantung. Epikardium luar tersusun dari lapisan sel .sel mesotelial yang berada di atas jaringan ikat. (1) Lapisan fibrosa luar pada perikardium tersusun dari serabut kolagen yang membentuk lapisan jaringan ikat rapat untuk melindungi jantung. dan pleura yang membungkus paru . atrium = dinding tipis= reservoar (menerima darah) b. Ruang ini mengandung cairan perikardial yang diekskresi lapisan serosa untuk melumasi membran dan mengurangi friksi. sternum. Kantong ini melekat pada diafragma. (2) Lapisan serosa dalam terdiri dari 2 lapisan. membungkus jantung dan pembuluh darah besar.paru. 4. ventrikel = dinding tebal = pemompa (memompa darah) 5. Endokardium dalam tersusun dari lapisan endotelial yang terletak di atas jaringan ikat. Curah jantung terkadang disebut volume jantung per menit. . Miokardium terngah terdiri dari jaringan otot jantung yang berkontraksi untuk memompa darah. Lapian ini melapisi jantung. (1) Ketebalan miokardium bervariasi dari satu ruang jantung ke ruang lainnya. b. 3.

3. c. 2. meliputi : e. Faktor – faktor yang mengurangi aliran balik vena dan mempengaruhi curah jantung. Kapiler : 1. Aliran balik ke vena jantung c.1. 4. meliputi : . 2. Perhitungan curah jantung adalah sebagai berikut Curah jantung = frekuensi jantung x isi sekuncup 2. a. Membawa darah dari arteriol ke venula Dinding dilapisi selapis sel tipis untuk memungkinkan pertukaran darah dan cairan Terdapat sel otot polos yaitu sfingter prekapiler yang dijumpai pada permulaan masing-masing kapiler untuk mengatur aliran darah dalam kapiler Membawa darah dari kapiler kembali ke jantung Lapisan dalam : Endotelium yang melipat membentuk valvula untuk mencegah aliran darah terbalik Lapisan tengah : Otot polos tipis karena vena tidak begitu penting untuk mempertahankan tekanan darah Lapisan luar : Jaringan ikat fibrosa tipis karena vena tidak membawa darah dengan tekanan tinggi (hanya 2mmHg dibanding arteri yang memiliki tekanan sampai 100mmHg) Mempunyai percabangan kecil disebut venula Membawa darah dari jantung menuju kapiler Terdapat 3 lapisan : Tunika Intima : paling dalam (merupakan selapis sel gepeng) Tunika Media : Disusun otot polos dan jaringan ikat elastis Tunika Eksterna : Merupakan jaringan ikat fibrosa penyusunnya Mempunyai percabangan kecil yang menyambung pada kapiler disebut arteriol Pompa otot rangka Pernapasan Reservoar vena Gaya gravitasi Perubahan posisi tubuh Tekanan rendah abnormal pada vena Tekanan darah tinggi Hormon medular adrenal Ion Usia dan ukuran tubuh seseorang Penyakit kardiovaskular d. Aktifitas berat b. 5. Faktor – faktor utama yang mempengaruhi curah jantung a. 3. Pengaruh tambahan pada curah jantung. Vena : 1. meliputi : Pembuluh Darah Arteri : 1. 2. Faktor yang mendukung aliran balik vena dan memperbesar curah jantung. b. 3.

Letak pembuluh darah .

.

Mekanisme Sirkulasi Darah Mekanisme Pengikatan Oksigen O2 dalam alveolus Berdifusi melalui membrane kapiler pulmonalis .

34).Diikat Hb dalam sel darah merah O2+Hb (HHb) Di kapiler darah jaringan O2 dilepas Hb O2 menuju sel jaringan lainnya di plasma membentuk O3 1. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Denyut Jantung 1. Ikatan ini tidak kuat dan reversibel. 2. Proreseptor (baroreseptor) dalam arteri karotis dan aorta (sinus aorta dan arkus aorta) sensitif terhadap perubahan tekanan darah . 2. Tiap eritrosit mempunyai 280 juta molekul Hb. (2) Ujung serabut sarafnya mensekresi asetilkolin. Tiap gram Hb dapat mengikat 1. b. Konsentrasi Hb ini biasanya dinyatakan sebagai persentase volume dan merupakan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh. 100 ml darah rata-rata mengandung 15 gr Hb untuk maksimal 20 ml O2 per 100 ml darah (15 x 1. Tiap molekul dalam ke empat molekul besi dalam hemoglobin berikatan dengan satu molekul O2 dan membentuk oksihemoglobin (HbO2) yang berwarna merah tua. (1) Untuk meningkatkan frekuensi jantung (2) Ujung serabut sarafnya mensekresi norepinefrin yang meningkatkan eksitabilitas jantung. . a. Impuls eferen menjalar melalui saraf simpatis dan parasimpatis susunan saraf otonom.34 ml O2 3. Pusat refleks kardioakselerator adalah sekelompok neuron dalam medula oblongata. Volume maksimal O2 yang dapat berikatan dengan sejumlah hemoglobin dalam darah. Pusat reflek kardioinhibitor juga terdapat dalam medulla oblongata (1) Efek impuls dari neuron ini adalah untuk mengurangi frekuensi jantung. Impuls aferen yang menuju pusat kendali jantung yang berasal dari receptor.

SISTEM EKSKRESI Organ-organ yang terlibat: 1. b. Usia muda memiliki frekuensi jantung yang lebih cepat f.(1) Peningkatan tekanan darah akan mengakibatkan statu reflek yang memperlambat frekuensi jantung. dingin. (2) Penurunan tekanan darah akan mengakibatkan statu reflek yang menstimulasi fekuensi jantung yang menjalar melalui pusat medular . kalium. Pengaruh lain pada frekuensi jantung a. 3. seperti reseptor untuk nyeri. Frekuensi jantung dipengaruhi oleh stimulasi pada hampir semua saraf kutan. yang mempengaruhi frekuensi jantung jika kadarnya menigkat atau berkurang. dan sentuhan. Aktivitas yang tinggi dapat mempercepat denyut jantung d. c. Paru-paru 2. Suhu tubuh yang tinggi atau demam juga mempercepat frekuensi denyut jantung. fungsi jantung normal juga bergantung pada keseimbangan elektrolit seperti kalsium. dan natrium. atau oleh input emosional dari sistem saraf pusat. panas. Pengaruh dari atropin dan nikotin yang juga dapat mempercepat denyut jantung e. Ginjal Mekanisme ekskresi pada Paru-paru . Reflek ini akan menghambat pusat kardioakselerator dan menstimulasi pusat kardioinhibitor.

Regulasi osmolaritas cairan tubuh dan elektrolit 5. Sebagai kelenjar endokrin Struktur ginjal: Diselubungi oleh suatu kapsul yang berbentuk dari jaringan serabut.Karbondioksida dalam sel jaringan Menuju cairan interstitial Berdifusi melaui dinding kapiler jaringan Berikatan dengan molekul air dalam sel darah merah( CO2 +H2O) H2CO3 HCO3 + H H+Hb(HHb) Berikatan dengan Na di plasma darah Menuju kapiler pulmonali Co2 yang berikatan dengan H2O PECAH Co2 berdifusi keluar membrane kapiler pulmonalis Menuju alveolus Ginjal Fungsi Ginjal 1. Bagian luar ginjal disebut korteks. Pada ginjal terdapat nefron yang merupakan unit fungsional dan structural terkecil. 2. Pengendalian komposisi jaringan tubuh 3. Nefron . sedangkan bagian dalamnya disebut medulla. Pada manusi aterdapat sekitar satu juta nefron. Setiap nefron terdiri dari badan malphigi (mengandung gromerulus yang diselubungi oleh kapsula bowman) dan saluran nefron. yang selanjutnya membentuk urine yang mengandung zat sisa metabolisme. Gluconogenesis 9. Menyaring darah. Regulasi keseimbangan elektrolit dan air 4. Regulasi tekanan arteri 7. Pada bagian dalam terdapat ruang kosong (pelvis). Regulasi vitamin D 8. Regulasi keseimbangn asam basa 6.

tubukus kontortus distal dan saluran penampung. yaitu Kapsula Bowman.zat yang dibutuhkan oleh tubuh.mengandung dua macam unsur. Filtrat ini masih banyak zat .bagian nefron yang mengandung unsur epitel. . Jumlah urin primer/menit adalah 125 cc. Filtrasi Dilakukan oleh glomerulus yang terdapat alat penyaring disebut sel podosit. Proses ekskresi pada ginjal: 1. Tubulus Kontortus proksimal. yaitu unsur pembuluh (elemen vaskuler) dan unsure epitel. filtratnya ditampung oleh Kapsula Bowman yang disebut filtrat glomerulus / urin primer. lengkung henle yang terdiri dari saluran menurun dan naik.

torax. jaringan otot. Reabsorpsi Urin primer direabsorpsi oleh tubulus kontortus proksimal. Peristiwa membuang air kecil dikenal dengan miksturisi. Sebuah kelenjar limfe mempunyai pinggiran mempunyai pinggiran yang cembung dan yang cekung. asam amino.2. . duktus torasikus dan batang saluran kanan. jaringan limfe terbungkus oleh kapsul fibrus. yaitu trabekulae. Pinggiran yang cekung disebut hilum. axial. Augmentasi Penambahan zat . SISTEM LIMFATIK Organ yang terlibat: Nodus limfe Berbentuk kecil lonjong atau seperti kacang dan terdapat di sepanjang pembuluh limfe. abdomen. Duktus torasikus mengumpulkan limfe dari semua bagian tubuh. ion . masuk ke dalam kelenjar membentuk sekat-sekat. Arteri dan vena juga masuk dan keluar kelenjar melalui hilum. Bahan ini bercampur dengan benda-benda kecil daripada limfe yang banyak sekali terdapat di dalam kelenjar dan selanjutnya campuran ini dikumpulkan pembuluh limfa aferen yang mengeluarkannya melalui hilum.zat yang diserap kembali antara lain glukosa. yang mengandung banyak sel darah putih atau limfosit. Kerjanya sebagai penyaring dan dijumpai di tempat-tempat terbentuknya limfosit. dan lipat paha. lengan kanan dan dada sebelah kanan dan menuangkan isinya ke dalam vena yang berada di sebelah kanan leher.zat yang tidak berguna bagi tubuh kedalam urin sekunder misalnya ion H+ dan K+ yang terjadi pada tubulus kontortus distal sehingga terbentuklah urin yang sesungguhnya/ urin saja yang dialirkan ke tubulus kolektivus menuju ke pelvis renalis  ureter  vesika urinaria ( 300cc) uretra. dan jaringan kelenjar. Ruangan di antaranya berisi jaringan kelenjar . Kelompok-kelompok utama terdapat di dalam leher.Di sebelah luar. Duktus limfe kanan ialah saluran yang jauh lebih kecil dan mengumpulkan limfe dari sebelah kanan kepala dan leher.ion organik sehingga terbentuklah urin sekunder yang akan melewati lengkung henle. kecuali dari bagian yang menyalurkan limfenya ke duktus limfe kanan. 3. Zat . Pembuluh limfa eferen menembus kapsul di pinggiran yang cembung dan menuangkan isinya ke dalam kelenjar. Saluran limfe Terdapat dua batang saluran limfe yang utama. Sebuah kelenjar terdiri atas jaringan fibrus. Dari sini keluar tajuk-tajuk dari jaringan otot dan fibrus.

Mekanisme Peredaran Cairan Limfe cairan interstitial  kapiler limfe  pembuluh limfe  batang limfe  saluran limfe sebelah kiri/sebelah kanan  vena subclavian .

Faktor-faktor yang mempengaruhi meningkatnya aliran limfa: Efek tekanan cairan interstitial -peningkatan tekanan kapiler -penurunan tekanan osmotic koloid plasma -peningkatan tekanan osmotic koloid cairan interstitial .Fungsi cairan limfa : .Mengeluarkan zat-zat toksik dan debris selular dari jaringan setelah infeksi atau kerusakan jaringan. .Mengembalikan kelebihan cairan jaringan yang keluar dari kapiler .Mengembalikan protein plasma ke dalam sirkulasi .Mengendalikan kualitas aliran cairan jaringan dengan cara menyaringnya melalui nodus-nodus limfe sebelum mengendalikannya ke sirkulasi.Mentranspor nutrien yang terabsorbsi .

Reaksi Reduksi-Oksidasi . Contoh: respirasi sel yang memecah molekul makanan menjadi energi. reaksi kimia yang molekulnya melepaskan electron.Oksidasi. karbondioksida dan air. Jalur metabolic a. Enzim Berfungsi mengatalis atau mempercepat jalannya suatu reaksi kimia Sebagian besar reaksi enzimatik memerlukan koenzim sebagai pembawa electron yang memaksimalkan fungsi suatu enzim. selain itu juga obstruksi vena juga berperan dalam kondisi seperti ini sehingga akan muncul bengkak tersebut. sintesis glikogen oleh hepar. reaksi kimia yang molekulnya mendapatkan electron. sehingga elektron yang dilepas. b. pembentukan molekul-molekul kecil menjadi molekul-molekul besar. maka setiap reaksi oksidasi disertai dengan reaksi reduksi. - Katabolisme. Contoh: sintesis hemoglobin oleh sumsum tulang merah. Dalam kondisi duduk dengan posisi lama dan waktu yang lama. diterima kembali oleh molekul lain. . Kontraksi otot rangka disekitar saluran limfa. PROSES METABOLISME TINGKAT SELULER SAMPAI DENGAN JARINGAN Metabolisme Adalah jumlah keseluruhan reaksi kimia dan pengubahan energi untuk menopang dan memertahankan kehidupan. otot rangka tidak berkontraksi sehingga cairan tersebut akan terakumulasi. - Anabolisme. dan sintesis lemak oleh jaringan adipose.-peningkatan permeabilitas kapiler Aktifitas pompa limfa naik maka alirannya juga naik. . PENJELASAN LEARNING ISSUE : 1. Pergerakan bagian-bagian tubuh pulsasi arteri yang berdekatan dengan saluran limfa perekanan jaringan oleh benda-benda diluar tubuh. Mekanisme terjadinya bengkak akibat penumpukan cairan: Cairan interstisial cenderung berakumulasi di bagian-bagian dependen akibat efek gravitasi. penguraian atau dekomposisi atau pemecahan molekul-molekul besar menjadi molekul-molekul kecil. Karena elektron yang dilepas selama reaksi tidak dapat muncul dalam bentuk bebas.Reduksi.

Fungsi ATP: a) transpor zat melalui membran sel. 1. Glukagon . ATP terbentuk dari nukleotida adenosine ditambah dua gugus fosfat dalam ikatan berenergi tinggi.peningkatan transport asam amino ke dalam sel . protein maupun karbohidrat. keculali hepar 6. ATP dibentuk dari pembakaran lemak. Kortisol .peningkatan asam amino dan lemak untuk energi 5.peningkatan asam amino dan lemak untuk energi .peningkatan sintesis protein 2. Tiroksin . ATP Senyawa fosfat berenergi tinggi yang menyimpan energi dalam tubuh.peningkatan glukosa  glikogen .peningkatan glikogen  glukosa . b) sintesis senyawa kimia di sel.peningkatan glukosa  glikogen oleh hepar .peningkatan glikogen  glukosa . berasal dari niasin. Flavin Adenin Dinukleotida (FAD). berasal dari riboflavin sebagai akseptor electron dan bekerja sama dengan enzim suksinat dehidrogenase. Epinefrin . Insulin . c.peningkatan penggunaan jenis-jenis makanan . c) kerja mekanik. Hormon Pertumbuhan .peningkatan transpor glukosa dan penggunaanya untuk energi .peningkatan penggunaan lemak untuk energi 3.peningkatan transpor asam amino dan asam lemak untuk sintesis sel 4.penurunan sintesis protein.peningkatan sintesis protein .peningkatan lemak untuk energi .Nikotinamida Adenin Dinukleotida (NAD). Hormon-hormon yang Mengatur Metabolisme Hormon menentukan jalur metabolik yang diambil nutrien terabsorpsi dan memastikan penggunaan sumber energi tubuh yang efisien berdasarkan kebutuhan tubuh. sebagai koenzim yang menerima electron dan bekerja sama dengan enzim laktat dehidrogenase dalam metabolism glukosa dan pembentukan ATP.

aktivitas saraf. a. metabolism makanan. Specific Dynamic Action (SDA) Adalah laju metabolic sebesar 10% . air. 2. Basal Metabolic Rate (BMR) Adalah pelepasan energi per satuan waktu dalam kondisi basal yang secara standar terjaga dan istirahat. Misalnya latihan berat dapat meningkatkan metabolism sampai 15 kali. sekresi. dan elektrolit bagi tubuh dari nutrien yang dicerna sehingga siap diabsorpsi. Dalam tubuh.20% melebihi laju energi basal yang digunakan dalam pencernaan makanan. Ingesti adalah masuknya makanan ke dalam mulut. Faktor yang mempengaruhi : Hormon tiroid. Satu kilokalori Adalah jumlah panas tubuh yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu satu kilogram air sebesar satu derajat celcius dan digunakan untuk menyatakan kandungan kalori makanan dan pengeluaran energi oleh individu. kelaparan dan kecemasan) 2.1K b. BMR menyatakan energi minimal yang diperlukan pada saat respirasi. ANATOMI. jenis kelamin. usia. pemompaan jantung. dan pertahanan tubuh saat individu terjaga. ukuran tubuh dan area permukaan. penguraian normal komponen-komponen sel. FUNGSI SISTEM PENCERNAAN Fungsi utama sistem ini adalah menyediakan makanan.5 K. Oleh karena itu. 1 gram lemak melepas 9. DAN FISIOLOGI ORGAN DALAM PENCERNAAN A. SDA protein lebih besar daripada SDA lemak atau karbohidrat sehingga makanan yang mengandung protein bisa meningkatkan laju metabolism. 1.1K. Laju metabolic Mengacu pada jumlah energi yang dilepas dalam tubuh melalui katabolisme per satuan waktu. suhu tubuh dan keadaan fisik maupun psikis seseorang (depresi. Proses ini meliputi kontraksi otot. 1. Makanan kemudian bercampur dengan saliva sebelum ditelan . Hal ini karena beberapa proses tubuh yang menggunakan ATP juga memproduksi panas. 2. 1 gram karbohidrat melepas 4. Kilokalori yang dilepas melalui oksidasi makanan dalam tubuh dapat lansung diukur melalui bankalorimeter. digesti.Kecepatan Metabolisme Kecepatan metabolism biasanya digunakan sebagai jumlah produksi panas. HISTOLOGI. produksi panas bisa diukur dengan mengukur aktivitas metabolism. Pemotongan dan penggilingan makanan dilakukan secara mekanik ole gigi. 1 gram protein melepas 4. sirkulasi. Aktivitas Muskular juga dapat menghasilkan peningkatan laju metabolic terbesar. pada postabsorptif (12 jam setelah makan) dan dalam lingkungan nyaman serta hangat.

Lapisan ini terdiri dari membrab serosa jaringan ikat renggang yang dilapisi epithelium skuamosa simple. Serosa. Pleksur Meissner dan Aurebach merupakan sisi sinaps untuk serabut proganglionik parasimpatis. beberapa kelenjar submukosal. (1) (2) (3) Epitelium yang melapisi berfungsi untuk perlindungan. c. Egesti adalah proses eliminasi zat-zat sisa yang tidak tercerna B. Muskularis eksterna terdiri dari dua lapisan otot. Impuls simpatis yang dibawa medulla spinalis dalam saraf splanknik. 2. dan menghambat sekresi cairan pencernaan. menghambat kontraksi otot polos saluran. FARING. pembuluh limfatik dan pleksur serabut saraf. lapisan keempat dan paling luar juga disebut peritoneum visceral. D. Impuls parasimpatis yang dihantarkan dalam saraf vagus (CN X). Submukosa terdiri dari jaringan ikat areolar yang mengandung pembuluh darah. KENDALI SARAF pada SALURAN PENCERNAAN Sistem saraf otonom menginervasi keseluruhan saluran pencernaan. satu lapisan sirkular dalam dan satu lapisan longitudinal luar. mengeluarkan efek stimulasi konstan pada tonus otot polos dan bertanggung jawab untuk peningkatan keseluruhan aktivitas. Peristalsis adalah gelombang kontraksi otot polos involunter yang menggerakan makanan tertelan melalui saluran pencernaan 4. d. DINDING SALURAN PENCERNAAN Dinding saluran pencernaan terdiri dari 4 lapisan jaringan dasar dari lumen ke arah luar a. C. dan absorpsi Lamina propria adalah jaringan ikat areolar yang menopang epithelium Muskularis mukosa terdiri dari lapisan sirkular dalam yang tipis dan lapisan otot polos longitudinal luar b. Mukosa (membran mukosa) tersusun dari tiga lapisan. kecuali ujung atas dan ujung bawah yang dikendalikan secara volunteer 1. dan ESOFAGUS a. serta saraf sel-sel ganglion yang disebut pleksus Meissner. Absorpsi adalah pergerakan produk akhir pencernaan dari lumen saluran pencernaan ke dalam sirkulasi darah dan limfatik 6. RONGGA ORAL. Digesti adalah hidrolisis kimia (penguraian) molekul besar menjadi molekul kecil 5. 3. sekresi. mengurangi motalitas. Rongga Oral .3.

Rongga vestibulum terletak di antara gigi dan bibir serta pipi sebagai batas luarnya 1. Bibir tersusun dari otot rangka dan jaringan ikat. Bagian frenulum labia melekatkan membrane mukosa pada gusi di garis tengah 2. dan kelenjar sebasea b. kelenjar keringat. Pipi mengandung otot buksinator mastikasi 3. Lidah berfungsi untuk menggerakan makanan saat dikunyah atau ditelan. Lidah dilekatkan pada dasar mulut oleh frenulum lingua. Saliva terdiri dari cairan encer yang mengandung enzim dan cairan kental yang mengandung mukus. a.Rongga oral merupakan jalan masuk menuju sistem pencernaan dan berisi organ aksesori yang berfungsi dalam proses awal pencernaan. Kelenjar Saliva mensekresi saliva ke dalam rongga oral. Bagian ini tampak merah karena dilewati oleh banyak kapiler c. a. Otot-otot intrinsik lidah memiliki serabut yang menghadap ke berrbagai arah untuk membentuk sudut satu sama lain. untuk pengecapan. Otot-otot ekstrinsik berfungsi dalam pergerakan lidah secara keseluruhan b. Area transisional memiliki epidermis transparan. berfungsi untuk menerima makanan dan produksi wicara. Permukaan luar bibir dilapisi kulit yang mengandung folikel rambut. dan dalam produksi wicara. Dan otot ini memberikan mobilitas yang besar pada lidah c. Permukaan dalam bibir adalah membrane mukosa. a. Papila adalah elevasi jaringan mukosa dan jaringan ikat pada permukaan dorsal lidah yang menyebabkan tekstur lidah menjadi kasar • • • • Papila fungiformis Papila filiformis Palila foliate Papila sirkumvalatae d. Ada tiga pasang kelenjar saliva (1) Kelenjar parotid adalah kelenjar saliva terbesar. terletak agak bawah dan di depan telinga dan membuka melalui duktus parotid (2) Kelenjar submaksilar (submandibular) kurang lebih sebesar kacang kenari dan terletak di permukaan dalam pada mandibula serta membuka melalui duktus Wharton . Tonsil-tonsil lingua adalah agregasi jaringan limfoid pada sepertiga bagian belakang lidah 4.

Gigi tersusun dalam kantong-kantong pada mandibula dan maksila.(3) Kelenjar sublingual terletak di dasar mulut dan membuka melalui duktus sublingual kecil menuju ke dasar mulut b. ion. kalium. dan air c. Saluran akar membuka ke tulang melalui foramen apical (d) Dentin menyelubungi rongga pulpa dan membentuk bagian terbesar gigi. Mahkota dan akar bertemu leher yang diselubungi gingival (gusi) (b) Membran periodontal merupakan jaringan ikat yang melapisi kantong alveolar dan melekat pada sementum di akar (c) Rongga pulpa dalam mahkota melebar ke dalam saluran akar. klorida. yaitu 98% air dan mengandung enzim amilase serta berbagai jenis ion (natrium. a. berisi pulpa gigi yang mengandung pembuluh darah dan saraf. Fungsi saliva (1) Melarutkan makanan secara kimia (2) Melembabkan dan melumasi makanan (3) Menguraikan zat tepung menjadi polisakarida dan maltose (4) Zat buangan seperti urea dan asam urat diekskresikan ke dalam saliva (5) Zat antibodi dan antibakteri berfungsi untuk membersihkan rongga oral dan membantu memelihara kesehatan oral serta mencegah kerusakan gigi 5. Proses Menelan (deglutisi) menggerakan makanan dari faring menuju esophagus . Komponen gigi (a) Mahkota adalah bagian gigi yang terlihat. dua gigi seri. b. Makanan yang masuk dalam mulut dipotong menjadi bagian-bagian kecil dan bercampur dengan saliva untuk membentuk bolus makanan yang dapat ditelan. Gigi berfungsi dalam proses mastikasi (pengunyahan). Pada umunya manusia memiliki 2 susunan gigi : • Gigi primer terdiri dari satu taring. Total keseluruhan adalah 32 gigi b. bikarbonat) juga sekresi mucus yang lebih kental dan lebih sedikit yang mengandung glikoprotein. Dentin pada bagian mahkota tertutup oleh email dan di bagian akar oleh sementum c. dua geraham. dua gigi seri. Fungsi gigi. Komposisi saliva. Total keseluruhan adalah 20 gigi • Gigi sekunder mulai keluar pada usia lima sampai enam tahun yang terdiri dari satu taring. dua premolar. dan tiga geraham. Saliva terutama terdiri dari sekresi serosa.

d. Bagian pilorus lambung menyempit di ujung bawah lambung dan membuka ke duodenum. dan epiglottis condong ke bawah menutup mulut laring yang menahan makanan sehingga tidak memasuki saluran pernapasan d. c. dan jaringan a. Fundus adalah bagian yang menonjol ke sisi kiri atas mulut esofagus. Fase esophagus. melakukan gelombang peristaltic dan memungkinkan makanan terdorong ke dalam lambung c. dan bagian pilorus.Proses ini melalui tiga fase : 1. terletak pada bagian superior kiri rongga abdomen di bawah diafragma. Fase volunter. Lambung adalah organ berbentuk j. a. Antrum pilorus mengarah ke mulut pilorus yang di kelilingi sfingter pilorus muskular . Muskularis eksterna pada bagian fundus dan badan lambung mengandung lapisan otot muskularis) beserta modifikasinya. Lambung Anatomi 1. tebal. b. Bagian jantung lambung adalah area disekitar pertemuan esofagus dan lambung. Semua bagian. Ukuran dan bentuknya bervariasi dari satu individu ke individu lain. Histologi dinding lambung. Lapisan otot tambahan ini membantu keefektifan pencampuran dan penghancuran isi lambung. Bolus makanan dalam faring merangsang reseptor orofaring yang mengirim impuls ke pusat menelan dalam medulla dan batang otak bagian bawah. tepi lateral badan lambung yang konveks disebut kurvakur besar. yag panjangnya sekitar 9 sampai 10 inci dan berdiameter 1 inci Fungsinya adalah menggerakkan makanan dari faring ke lambung melalui gerak peristaltis d. Laring terelevasi. Esofagus Esofagus adalah tuba muscular. melintag tambahan. dan terjadi penutupan semua lubang kecuali esophagus a. yang membentuk dua per tiga bagian lambung. Badan lambung adalah bagian yang terdilatasi dibawah fundus. badan organ. Regia-regia lambung terdiri dari bagian jantung. b. fundus. Lidah menekan palatum keras dan menghalangi makanan kembali ke mulut Otot menekan palatum lunak dan uvula mengangkat palatum lunak untuk menutup mulut saluran nasal sehingga makanan tidak akan masuk ke rongga nasal c. Sfingter esophagus bawah. submukosa. terletak pada bagian kiri garis tengah. Lidah menekan palatum keras dan mengarahkan bolus ke arah orofaring Fase faring. Gelombang peristaltic kontraksi yang menggerakkan bolus ke dalam esophagus 3. kecuali sebagian kecil. Ada tiga lapisan jaringan dasar (mukosa. Sfingter esophagus atas pada mulut esophagus secara normal menyempit untuk mencegah udara memasuki esophagus e. 2. 2. glottis tertutup. Tepi medial badan lambyng yang konkaf disebut kurvakur kecil.

Mukus yang dihasilkan dari kelenjar membentuk barier setebal 1 mm untuk Produksi faktor intrinsik a. tempat vitamin B12 diabsorbsi. Kelenjar lambung yang dinamakan sesuai letaknya. Aktivitas lambung mengakibatkan terbentuknya kimun ( masa homogen Digesti protei. Kelenjar ini mensekresi mukus dan gastrin suatu hormon peptida yang berpengaruh besar dalam proses sekresi lambung. Beberapa obat larut lemak (aspirin) dan alkohol diabsorbsi pada dinding lambung. Zat terlarut dalam air terabsorpsi dalam jumlah yang tidak jelas. Lambung memulai digesti protein melalui sekresi tripsin dan asam klorida. 5. menghasilkan 2 sampai 3 L cairan lambung. Ada kurang lebih 3 juta pit lambung di antara ruga-ruga yang bermuara pada sekitar 15 juta kelenjar lambung. c. Dalam pembuatan HCL. Kelenjar pilorus terletak pada regia antrum pilorus. dan air. melindungi lambung terhadap aksi pencernaan dari sekresinya sendiri. Sel chief(zimogenik) mensekresi pepsinogen. 2. asam klorida. didapat dari makanan yang dicerna di lambung.Vitamin B12. b. Jenis kelenjar lambung a. Sel pariental mensekresi asam korida dan faktor intrinsik a. Cairan lambung mengandung enzim pencernaan. .Faktor intrinsik adalah glikoprotein yang disekresi sel parietal. Puga terlihat saat lambung kosong dan aka menghalus saat lambung teregang terisi makanan. Ion hidrogen bersama ion klorida secara aktif terpompa ke dalam lambung Sel leher mukosa ditemukan pada bagian leher semua kelenjar lambung.b. 4. c. setengah cair. terikat pada faktor intrinsik. Kapasitas lambung normal memungkinkan adanya interval waktu yang panjang antara saat makan dan kemampuan menyimpan makanan dalam jumlah besar sanpai makanan ini dapat terakomodasi di bagian bawah saluran. c. Ion bikarbonat keluar dari sel digantikan ion klorida dan memasui sirkulasi sistemik. CO2 bergerak ke dalam sel untuk berikatan dengan air dan membentuk asam karbonat (H2CO3) dalam reaksi yang dikatalis oleh anhidrase karbonik. Penyimpanan makanan. b. H2CO3 terionisasi untuk membentuk H+ dan HCO3-.Kelenjar jantung ditemukan di regia mulut jantung. b.Kelenjar ini mensekresi lipase dan renin lambung yang kurang penting. 6. ii. Fungsi Lambung 1. Lambung tidak memiliki peran mendasar dalam kehidupan dan dapat diangkat. 3. garam-garaman. i. berkadar asam tinggi yang berasal dari bolus) dan mendorongnya ke dalam duodenum. Produksi mukus. Sekresi Lambung 1.Kelenjar fundus (lambung) terdiri dari tiga jenis sel. Mukosa membentuk lipatan-lipatan (ruga) longitudinal yang menonjol sehingga memungkinkan peregangan dinding lambung. Kelenjar ini hanya mensekresi mukus. prekusor enzim pepsin. mukus. Sel ini mensekresi barier mukus setebal 1 mm dan melindungi lapisan lambung terhadap kerusakan oleh HCL atau autodigesti. Prosuksi kimus. Kompleks faktor intrinsik vitamin B12 dibawa ke ileum usus halus. Absorbsi nutrien yang berlangsung dalam lambung hanya sedikit. asalkan makanan yang dimakan sedikit dan sering. iii.

enzim yang mengkoagulasi protein susu. dalam mulut atau tampilan bau. Lambung tidak mensekresi enzim untuk mencerna karbohidrat. Hormon ini meliputi gastric inhibitory polipeptide (GIP). Serabu saraf aferen menjalar ke medula melalui saraf vagus. Cairan lambung memicu digesti protein dan lemak. ph lambung rendah dan Makanan yang masuk ke lambung memiliki efek pendaparan yang mengakibatkan Tahap usus terjadi setelah kimus meninggalkan lambung dan memasuki usus halus sekresi lambung terbatas. Jika tidak ada makanan dalam lambung antara jam makan. yang kemudian memicu faktor saraf dan hormon. dan menguraikannyauntuk membentuk dadih (curd). 1. sekretin. 1. Lipase lambung(disekresi sel chief) menhidrolisis lemak susu menjadi asam lemak dan Karbohidrat. Sekresi lambung dihambat oleh hormon-hormon polipeptida yang dihasilkan duodenum. makanan masih ada. 2. b. Lemak. Peregangan dinding lambung merangsang reseptor saraf dalam mukosa lambung dan memicu refleks lambung. 3. c. Gastrin ini dihasilkan oleh bagian atas (duodenum) usus halus dan dibawa dalam sirkulasi menuju lambung.2. ini terbawa bersama bolus dan tetap bekerja dalam lambung sampai asiditas lambung menembus bolus. atau pikiran tentang makanan dapat meransang sekresi lambung. Pepsin adalah enzim proteolitik yang hanya dapat bekerja dengan ph di bawah 5. Meransang sekresi lambung Meningkatkan motilitas usus dan lambung Mengkonstriksi sfingter esofagus bawah dan merelaksasi sfingter pilorus Efek tambahan seperti stimulasi sekresi pankreas dan peningkatan motilitas usus. 1. 4. enzim-enzim pencernaadn dan gastrin. a. b. disekresi sebagai respon terhadap asiditas lambung dengan ph di bawah 2 dan jika ada makanan berlemak. 2. Fungsi gastrin antara lain: a. Asam amino dan protein dalam makana yang separuh tercerna dan zat kimis juga meningkatkan sekresi lambung melalui refleks lokal. c. Serabut saraf eferen parasimpatis menjalar dalam vagus menuju kelenjar lambung untuk menstimulasi produksi HCL. Tiga tahap sekresi lambung dinamakan sesuai dengan regia tempat terjadinya stimulus. Pepsinogen (disekresi sel chief) diubah menjadi pepsin oleh asam klorida (disekresi sel parietal). d. Masuknya makanan ke Tahap lambung terjadi saat makanan mencapai lambung dan berlangsung selama saraf dan hormon terlibat. . peningkatan ph dan peningkatan sekresi lambung. Digesti dalam lambung. tetapi aktivitasnya terbatas dalam kadar ph yang rendah. 2. Enzim ini menghidrolisis protein menjadi polipeptida. Sekresi lambung distimulasi oleh sekresi gastrin dodenum sehingga dapat berlangsung selama beberapa jam. Hormon ini yang dibawa ke dalam sirkulasi menuju lambung. Pengaturan pelepasan gastrin dalam lambung terjadi melalui penghambatan umpan balik yang didasarkan pada ph isi lambung. Enzim gliserol. Lambung janin memproduksi renin. 3. Digesti protein. Amilase dalam salva yang menghidrolisis zat tepung bekerja pada ph netral. a. Faktor Tahap sefalik terjadi sebelum makanan mencapai lambung. b. kolesistokinin dan hormon pembersih enterogastrin.

Segmentasi irama adalah gerakan pencampuran utama. dan jenis makanan. Panjangnya kurang lebih I m sampai 1. Sinyal umpan balik memungkinkan kimus memasuki usus halus pada kecepatan tertentu sehingga dapat diproses. pelepasan gastrin. 3. 2. Peristalsis ialah kontraksi ritmik otot polos longitudinal dan sirkular. Pergerakan ini dipicu oleh peregagan dan secara refleks dikendalikan oleh SSO.5 m) merentang samapi menyatu dengan usus besar. e. Panjang 7 meter pada mayat dicapai saat lapisan muskularis eksterna berelaksasi. Faktor-faktor hormon dan saraf ini mencegah terjadinya pengisian yang berlebih pada usus dan memberikan waktu yang lebih lama untuk digesti dalam usus halus. keduanya membuka ke dinding posterior duodenum beberapa sentimeter dibawah mulut 2. Segmentasi mencampur kimus dengan cairan pencernaan dan memaparkannya ke permukaan absortif. Pengosongan lambung dihambat oleh hormon duodenum yang juga menghambat sekresi lambung dan oleh refleks umpan balik enterogastrik dari duodenum. Duktus empedu dan duktus pankreas. 1. pilorus. Vili adalah jutaan tonjolan menyerupai jari (tingginya 0. Diameter usus halus kurang lebih 2. . memanjang ke lumen dari permukaan mukosa.Kendali Pada Pengosongan Lambung 1. Pengosongan distimulasi secara refleks saat merespon terhadap peregangan lambung. Lipatan ini hampir secara kseluruhan mengitari lumen. Gerakan ini ialah gerakan konstriksi dan relaksasi yang bergantian dari cincin-cincin otot dinding usus yang membagi isi menjadi segmensegmen dan mendorong kimus bergerak maju mundur dari satu segmen yang relaks ke segmen lain. Ileum (2 sampai 2.2mm sampai 1.0 mm) yang lebih 600 kali. Usus Halus Keseluruhan usus halus adalah tuba terlilit yang merentang dari sfingter pilorus sampai katup ileosekal. Divisi 1. Anatomi mikroskopik dinding usus 1. tempatnya menyatu dengan usus besar. Duodenum adalah bagian yang terpendek 25cm sampai 30cm. kekentalan kimus. Vili hanya ditemukan pada usus halus. Ada 3 spesialisasi struktural yang memperluas permukaan absorptif usus halus sampai kurang a. setiap vilus mengandung jaring-jaring kapilar dan pembuluh limfe yang disebut kakteal. protein lebih lambat dan lemak dalam lambung selama 3 sampai 6 jam.5 m. Motilitas Jejunum adalah bagian yang selanjutnya. memungkinkan produk akhir pencernaan mengadakan kontak dengan sel absortif dan mendorong zat sisa memasuki usus besar. 3. Pilcae circulares adalah lipatan sirkular membran mukosa yang permanen dan besar. Karbohidrat dapat masuk dengan cepat . 2. b. Gerakan usus halus mencampur isinya dengan enzim untuk pencernaan. Kontraksi ini adalah daya dorong yang utama yang menggerakkan kimus ke arah bawah sepanjang saluran.5cm dan panjangnya 3 sampai 5 meter saat bekerja.

c. Proses ini diselesaikan oleh enzim usus dan enzim pankreas serta dibantu empedu dalam hati. 2. 3.Peptida usus vaso aktif memiliki efek vasodilator dan efek relaksasi otot polos. b. Walaupun demikian.c. walaupun duktus pankreas dan duktus empedu komunis membuka secara terpisah pada duodenum.Kelenjar-kelenjar usus (kripta lieberkuhn) tertanam dalam mukosa dan membuka di antara basisbasis vili. Leukosit dan nodulus limfe ada di keseluruhan usus halus untuk melindungi dinding usus terhadap invasi benda asing. Kelenjar a. Kelenjar Brunner terletak dalam submukosa duodenum. Pankreas. d. Kelenjar ini memproduksi mukus untuk melindungi mukosa duodenum terhadap kimus asam dan cairan lambung yang masuk ke pilorus melalui lambung. lain: a. Fungsi usus halus 1. Pankreas Anatomi 1. Sekresi eksokrin pankreas dipengaruhi oleh aktivitas refleks saraf selama tahap sefalik dan lambung pada sekresi lambung. Kelenjar penghasil mukus Enzim yang dibentuk oleh sel epitel usus dibutuhkan untuk melengkapi digesti. Sel eksokrin (asinar) mensekresi enzim-enzim pencernaan dan larutan berair yang mengandung ion bikarbonat dalam konsentrasi tinggi. Kelenjar enteroendokrin menghasilkan hormon-hormon gastrointestinal.Produk gabungan sel-sel asinar mengalir melalui duktus pankreas yang menyatu dengan duktus empedu komunis dan masuk ke duodenum di titik ampula hepatopankreas. Sel goblet terletak dalam epitelium di sepanjang usus halus. 1.Somatostasin menghambat sekresi asam klorida dan gastrin seperti hipotalamus yang melepas faktor pelepas hormon pertumbuhan. Hormon-hormon yang mempengaruhi sekresi dan motilitas saluran pencernaan antara 1. Hati. Usus halus secara selektif mengabsorpsi produk digesti. Mikrovili adalah lipatan-lipatan menonjol kecil pada membran sel yang muncul pada tepi yang berhadapan degan sel-sel epitel. c. 2. . Sfingter Oddi secara normal mempertahankan keadaan mulut duktus agar tetap tertutup. Kelenjar ini mensekresi hormon dan enzim. 2. 2. Jaringan limfatik. b. kendali utama terletak pada hormon duodenum yang diabsorpsi ke dalam aliran darah untuk mencapai pankreas. Substansi P mempengaruhi aktivitas motorik otot polos.Sekretin. CCK. Usus halus mengakhiri proses pencernaan makanan yang dimulai di mulut dan di lambung. Sel ini memproduksi mukus pelindung. Sel –sel endokrin (pulau-pulau langerhans) pankreas mensekresi hormon insulin dan glukagon. 2. dan GIP berperan untuk menghalangi sekresi kelenjar lambung. Pankreas adalah kelenjar terelongasi berukuran besar di balik kurvakur besar lambung. dan Kantung empedu 1. Kendali pada sekresi pankreas. Agregasi nodulus limfe yang disebut bercak peyer terdapat dalam ileum.

2. c.1. Komposisi cairan pankreas. 3. Hati menerima darah teroksigenasi dari arteri hepatika dan darah yang tidak teroksigenasi tetapi kaya akan nutrien dari vena portal hepatica. Kimotripsin teraktivasi dari kimotripsinogen oleh tripsin. arteri hepatica. Bikarbonat menetralisir asam dan membentuk lingkungan basa untuk kerja enzim pankreas dan usus. Cairan pankreas mengandung enzim-enzim untuk mencerna protein. Sekresi. Hati memetabolis protein. dan dipeptidase adalah enzim yang melanjutkan Lipase pankreas menghidrolisis lemak menjadi asam lemak dan gliserol setelah lemak diemulsi Amilase pankreas menghidrolisis zat tepung yang tidak tercerna oleh amilase saliva menjadi Ribonuklease dan deoksiribonuklease menghidrolisis RNA dan DNA menjadi blok-blok sama seperti tripsin terhadap protein. Hati memproduksi empedu yang berperan dalam emulsifikasi dan absorpsi lemak. saluran portal. dan laktosa) pembentuk nukleotidanya. Fungsi utama hati 1. . dan karbohidrat tercerna Hati berperan penting dalam mempertahankan homeostatik gula darah. Ligamen falsiform memisahkan lobus kanan dari lobus kiri. aminopeptidase. 2. proses pencernaan protein untuk menghasilkan asam-asam amino bebas. Organ ini glukosa dalam bentuk glikogen dan mengubahnya kembali menjadi glukosa jika diperlukan tubuh membentuk urea dari asam amino berlebih dan sisa nitrogen. disakarida ( maltosa. Metabolisme. duktus empedu. Tripsin mencerna protein dan polipeptida besar untuk membentuk polipeptida dan peptida yang lebih kecil. jalur masuk dan keluar pembuluh darah. sukrosa. a. membentuk sebuah lobulus portal. karbohidrat. Dalam lobus lempengan sel-sel hati bercabang dan beranastomosis untuk membentuk jaringan tiga dimensi. Hati terbagi menjadi lobus kanan dan kiri. saraf dan duktus. lobus kanan atas. a. Kimotripsin memiliki fungsi yang Karboksipeptidase. masing-masing berisi sebuah cabang vena portal. Lobus kanan hati lenih besar dari lobus kirinya dan memiliki tiga bagian utama. b.500g dan pada kondisi hidup berwarna merah tua karena kaya akan persediaan darah. Ruang-ruang darah sinusoid terletak di antara lempeng-lempeng sel . 2. CCK ini menstimulasi sekresi sejumlah besar enzim pankreas. Beratnya 1. 1. b. Diantara kedua lobus terdapat vena porta hepatica. Enzim proteolitik pankres (protease) Trisinogen yang disekresi pankreas diaktivasi menjadi tripsin oleh enterokinase yang diproduksi usus halus. dan lobus kaudatus. 3. Hati dan sekresi empedu Anatomi hati Hati adalah organ viseral terbesar dan terletak dibawah kerangka iga. 4. Sekretin akan dilepas jika kimus asam memasuki usus dan mengeluarkan sejumlah besar cairan berair yang mengandung natrium bikarbonat. Sekretin diproduksi oleh sel-sel mukosa duodenum dan diabsorpsi ke dalam darah untuk mencapai pankreas. dan lemak. Hati menyimpan Hati mengurai protein dari sel-sel tubuh dan sel darah merah yang rusak. oleh garam-garam empedu. lobus kuadratus. CCK diproduksi oleh sel-sel mukosa duodenum sebagai respon terhadap lemak dan protein separuh tercerna yang masuk dari lambung. 2. 1. lemak.

b. pigmen empedu. dan garamgaram empedu. dan K). peningkatan destruksi sel darah merah. garam tersebut direabsorpsi dari ileum bagian bawah kembali ke hati dan didaur ulang kembali. . hati melakukan inaktivasi hormon dan detoksifikasi toksin dan obat. a. a. b. 2. Emulsifikasi lemak. Garam empedu mengemulsi gobulus lemak besar dalam usus halus yang kemudian menghasilkan gobulus lemak lebih kecil dan area permukaan yang lebih luas untuk kerja penguraian hemoglobin yagn dilepas dari sel darah merah terdisinegrasi. berbagai aktivitas kimia tubuh dalam hati menjadikannya sebagai sumber panas utama dalam tubuh. Setelah disekresi kedalam usus . 4. Absorpsi lemak. dan fosfolipid) Hati mensintessis protein plasma dan faktor-faktor pembekuan darah. Garam empedu berikatan dengan kolesterol dan lesitin memfasilitasi jalurnya menembus membran sel. c. Hati merupakan reservoar untuk sekitar 30% curah jantung. Peristiwa ini dikenal sebagai sirkulasi enterohepatika garam empedu. dengan duktus sistikus dari kantung empedu dan keluar dari hatu sebagai dukts empedu komunis. Jaudince. terutama saat tidur. d. Hati memfagosit eritrosit dan zat asing terdisintegrasi dalam darah. e. E. c. Penyimpanan darah. Garam empedu membantu mengabsorpsi zat terlarut lemak dengan cara Pengeluaran kolesterol dari tubuh. Komposisi empedu Empedu adalah larutan berwarna unign kehijauan terdiri dari 97% air. 5. atau obstruksi duktud empedu dan batu empedu. Empedu yang diproduksi oleh sel-sel hati memasuki kanalikuli empedu yang kemudian menjadi Duktus hepatika menyatu untuk membentuk duktus hepatik komunis yang kemudian menyatu Duktus emepdu komunis. merupakan akibat dari peningkatan kadar bilirubin darah. kolesterol. Pigmen empedu tersiri dari biliverdin (hijau) dan bilirubin (kuning). Hati menyimpan mineral sepeti zat besi dan tembaga serta vitamin latur lemak (A. Garam-garam empedu terbentuk dari asam empedu yang berikatan dengan kolesterol dan asam amino. untuk membentuk agregasi kecil disebut micelle yang dibuang melalui feses. Detoksifikasi. Empedu Anatomi sekresi empedu a. Fungsi garam empedu dalam usus halus. dan bersama limpa mengatur volume darah yang diperlukan tubuh. bermuara di duodenum atau dialihkan duktus hepatika kanan dan kiri. b. bersama dengan duktus pankreas. Penyimpanan. 3. mensintesis bilirubin dari produk penguraian hemoglobin dan mensekresinya kedalam empedu. Hati mensintesis lemak dari karbohidrat dan protein dan terlibat dalam penyimpanan dan Hati mensintesi unsur-unsur pokok membran sel (lipoprotein. Produki panas . serts obat yang tidak dapat diuraikan dan diekskresikan. atau warana kekuningan pada jaringan. 6. tuntuk penyimpanan di kantung empedu. Organ ini juga pemakaian lemak.emberikan warna kuning pada urine dan feses. Dan hati menyimpan toksin tertentu ( pestisida. Ini merupakan indikasi kerusakan fungsi hati dan dapat disebabkan oleh kerusakan sel hati (hepatis). Pigmen ini merupakan hasil 1.c. enzim. D. Pigmen utamanya adalah bilirubin yang .

panjangnya lebih pendek. Organ ini terletak di lekukan dibawah lobus kanan hati. Saat asam lemak dan asam amino mencapai usus halus. Fungsi 1. Di antara waktu makan sfingter Oddi menutup dan cairan empedu mengalir ke dalam kantung empedu yang relaks. Sekum adalah kantong tertutup yang menggantung di bawah area katup ileosekal Kolon adalah bagian usus besar dari sekum sampai rekum. CCK dilepas untuk menkontraksi otot kandung empedu dan merelaksasi sfingter Oddi. Kandung empedu mengkonsentrasi cairannya dengan cara mereabsorpsi air dan elektrolit. Kandung empedu menyimpan cairan empedu yang secara terus-menerus disekresi oleh sel-sel hati sampai diperlukan dalam duodenum. tempatnya memutar ke bawah pada fleksura spleknik 3. Pelepasa cairan ini dirangsang oleh CCK. Kolon descenden merentang ke bawah pada sisi kiri abdomen dan menjadi kolon sigmoid berbentuk S yang bermuara di rectum • Rektum adalah bagian saluran pencernaan selanjutnya dengan panjang 12 sampai 13cm. Cairan empedu kemudian didorong ke dalam duodenum. Kolon memiliki tiga divisi: Kolon ascenden merentang dari sekum sampai ke tepi bawah hati sebelah kanan dan membalik secara horizontal pada fleksura hepatica 2.Kendali pada sekresi dan aliran empedu Sekresi empedu diatur oleh faktor saraf (impuls parasimpatis) dan homon (sekretin dan CCK) yang sama dengan yang mengatur sekresi cairan pankreas. Usus Besar Usus besar tidak memiliki vili dan lipatan-lipatan sirkular. dan daya regangnya lebih besar dibandingkan usus halus Bagian-bagian usus besar • • 1. Dengan demikian kandung ini mampu menampung hasil 12 jam sekresi empedu hati. Kolon transversa merentang menyilang abdomendi bawah hati dan lambung sampai ke tepi lateral ginjal kiri. berakhir pada saluran anal dan membuka ke eksterior di anus Fungsi usus besar • • Mengabsorpsi 80% sampai 90% air dan elektrolit Mmeproduksi mucus . Kapasitas total kandung empedu kurang lebih 30 ml sampai 60 ml. diameternya lebih lebar. Kandung empedu Anatomi Kandung empedu adalah kantog muskular hijau menyerupai pir dengan panjang 10 cm. f. 2.

Enzim tripsin. berfungsi untuk mengubah maltosa menjadi glukosa. MEKANISME PROSES PENCERNAAN Pencernaan makanan pada manusia ada 2: a. 2. b. . Pepsin berfungsi untuk mengubah protein menjadi proteosa dan pepton. Enzim adalah zat kimia yang berfungsi untuk mempercepat reaksi kimia. asam lemak. Pada manusia proses pencernaan mekanik dilakukan dengan menggunakan gigi. lambung mengeluarkan getah lambung yang mengandung: 1. makanan dicerna secara kimiawi dibantu oleh enzim pencernaan dari pankreas. berguna untuk mengubah susu menjadi kasein. berguna untuk mengubah protein menjadi pepton. berfungsi untuk mengubah sukrosa menjadi fruktosa dan glukosa. 2. berguna membunuh kuman yang masuk bersama makanan dan membantu melunakkan . Pada proses ini. dan gliserol. Erepsin berfungsi mengubah pepton menjadi asam amino. Asam (HCl). 3. Pencernaan kimiawi Pencernaan kimiawi adalah proses perubahan makanan dari bentuk kompleks menjadi bentuk yang lebih sederhana dengan menggunakan enzim. enzim ini juga berfungsi untuk membunuh kuman yang masuk bersama makanan. Lambung Di dalam lambung makanan dari kerongkongan dicerna oleh dinding lambung. Pencernaan mekanik Pencernaan mekanik adalah proses perubahan makanan dari bentuk besar atau kasar menjadi bentuk kecil atau halus. diaktifkan oleh enterokinase menjadi erepsin. Pepsin. berfungsi untuk mengubah laktosa menjadi glukosa dan galaktosa. Peran enzim dalam sistem pencernaan: Mulut Pada mulut selain terjadi pencernaan secara mekanik juga terjadi pencernaan secara kimiawi. berfungsi untuk mengubah amilum menjadi maltosa. 2. Usus halus Ketika makanan masuk ke usus halus. Maltase. 3. Erepsinogen. makanan yang keras di dalam lambung serta mengaktifkan pepsinogen menjadi pepsin. yaitu dengan bercampurnya makanan yang telah dikunyah dengan air liur yang mengandung enzim ptialin (amilase). d. Renin. c. Enzim ini berfungsi untuk mengubah amilum menjadi maltosa. Laktase. Selain itu. Sakrase. .• • Baketri yang terdapat dalam kolon mampu mencerna sejumlah selulosa dan memproduksi Mengekskresi zat sisa dalam bentuk feses sedikit kalori nutrient bagi tubuh 3. Kelenjar pankreas Kelenjar pankreas terletak di usus 12 jari dan menghasilkan beberapa enzim sebagai berikut: 1. Makanan kemudian disalurkan ke usus penyerapan. berfungsi sebagai pengubah protein dan pepton menjadi dipeptida. Enzim amilase. 4. Usus penyerapan menghasilkan enzim-enzim sebagai berikut: 1.

tetapi karbohidrat tersebut harus dipecah menjadi molekul yang lebih sederhana lagi yaitu monosakarida. 2. Contoh dari polisakarida adalah pati dan dekstrin. Contoh dari monosakarida adalah glukosa. Polisakarida bila dihidrolisis akan menghasilkan lebih dari sepuluh molekul monosakarida. Polisakarida Merupakan bentuk karbohidrat yang paling kompleks. yaitu: 1. Karena glukosa merupakan monosakarida yang paling utama yang dapat diserap oleh tubuh untuk menghasilkan energi. Contoh disakarida adalah maltosa ( bila dihidrolisis menjadi dua molekul glukosa). PROTEIN. tetrosa. fruktosa. laktosa (bila dihidrolisis menjadi glukosa dan galaktosa). Oligosakarida Merupakan bentuk karbohidrat yang bila dihidrolisis menjadi dua sampai sepuluh unit monosakarida. Disakarida Merupakan bentuk karbohidrat yang bila terhidrolisis menjadi dua monosakarida yang sama ataupun berbeda. METABOLISME KARBOHIDRAT Karbohidrat merupakan derivat dari aldehid. Tabel singkat respirasi sel Reaksi Molekul yang terlibat Hasil reaksi Vitamin/ mineral yang diperlukan . sukrosa (bila dihidrolisis menjadi glukosa dan fruktosa). Sel-sel di dalam tubuh tentunya tidak dapat langsung menyerap karbohidrat. 4. berfungsi sebagai pengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol. Karbohidrat yang masuk ke tubuh berasal dari makanan. Monosakarida menurut jumlah atom karbonnya adalah triosa. Karbohidrat dibagi menjadi empat macam. galaktosa. heptosa. terutama dalam bentuk glukosa. Enzim lipase. Setelah berubah menjadi glukosa. DAN LEMAK A. hektosa. 3.3. Karbohidrat akan dipecah menjadi monosakarida melalui proses digesti di saluran pencernaan. oktosa dan selanjutnya. pentosa. Monosakarida Merupakan bentuk karbohidrat yang tidak dapat dihidrolisis lagi menjadi senyawa yang lebih sederhana. sistem transpor sitokrom/ elektron. PROSES METABOLISME KARBOHIDRAT. baru akan terjadi metabolisme glukosa di tingkat sel (respirasi sel). Contohnya adalah maltotriosa. Respirasi sel ini mencakup tiga peristiwa: glikolisis. Sedangkan bila berdasarkan gugus pembentuknya monosakarida dibedakan menjadi aldosa (gugus aldehid) dan ketosa (gugus keton). 4. siklus Krebs.

Sehingga dapat digunakan bila tubuh membutuhkannya untuk menghasilkan energi. sedangkan untuk membebaskan energi tersebut dibutuhkan O2 yang di dapatkan dari proses bernafas. METABOLISME GLUKOSA A. Dari tabel di atas dapat diambil garis besar. GLIKOLISIS . Makanan merupakan energi potensial. bahwa yang paling perlu dalam metabolisme iti adalah makan dan bernafas.Glikolisis Glukosa ∙ 2 ATP (bersih) ∙ 2 NADH2 dan 1 FADH2 (dilanjutkan ke reaksi sistem transpor sitokrom) ∙ 2 Asam piruvat ( bila aerob langsung menuju siklus Krebs. bila anaerob diubah menjadi asam laktat) ∙ CO2 ∙ 3 NADH2 dan 1 FADH2 Niasin Siklus Krebs Asam Piruvat atau Asetil KoA NADH2 dan (menuju reaksi sistem transpor sitokrom) ∙ empat molekul karbon ∙ 34 ATP ∙ air metabolik ∙ Tiamin ∙ Riboflavin ∙ Niasin ∙ Asam pantotenat Besi dan tembaga Sistem Transpor Sitokrom FADH2 Kelebihan glukosa akan disimpan dalam bentuk glukagon yang terdapat pada hepar dan otot rangka.

.

SIKLUS KREBS .B.

arginin. . valin. METABOLISME PROTEIN Anabolisme Unsur dasar penyusun protein adalah asam amino. isoleusin.SECARA GARIS BESAR Glukosa  2 ATP  2 NADH + 2 H+ GLIKOLISIS Asam piruvat  2 NADH + 2 H+ Asetil Ko-A  2 CO2 4 CO2 SIKLUS KREBS  6 NADH  2 FADH2 2 ATP TRANSPOR ELEKTRON 34 ATP O2 H2O B. prolin. dan 20 di antaranya terdapat dalam protein tubuh dalam jumlah yang cukup banyak. glisin. aspartat. lisin. metionin. sistein.Asam amino non esensial : asam amino yang dapat disintesis oleh tubuh Ex : alanin. leusin. tirosin . glutamine. serin. triptofan.Asam amino esensial : tidak dapat disintesis oleh tubuh Ex : treonin. histidin . glutamate. asparagin. fenialanin.

Satu atom hidrogen dilepaskan dari radikal amino. Deaminasi Gugus amino dari asam amino ditransfer ke asam α-ketoglutarat. yang kemudian menjadi asam glutamate. Misalnya deaminasi alanin adalah asam piruvat. Asam amino tertentu yang dideaminasi serupa. Hormon pertumbuhan meningkatkan sintesis protein sel karena adanya percepatan proses transkripsi dan translasi RNA dan DNA untuk sintesis protein. semua asam amino dalam tubuh manusia disintesis di hati. Setelah ureum terbentuk. Dalam protein. Pada dasarnya. keduanya bergabung membentuk molekul air.Struktur asam amino memperlihatkan ciri yang khas yaitu mempunyai satu gugus asam (-COOH) dan satu atom nitrogen yang melekat pada molekul.dan sebagian lagi dikonversi menjadi asam lemak (disebut proses ketogenesis). sehingga siklus tersebut dapat berlangsung berulang-ulang. Asam piruvat ini kemudian dikonversi menjadi glukosa/ glikogen (disebut proses glukoneogenesis). ureum berdifusi dari sel hati masuk ke dalam cairan tubuh dan diekskresikan oleh ATP yang dihasilkan dari protein lebih kecil daripada ATP yang dibentuk glukosa untuk setiap gramnya. akan menginduksi aktivasi sejumlah besar aminotransferase. asam amino dihubungkan menjadi rantai panjang melalui ikatan peptide. . Setelah itu zat tersebut dpecah dan menjadi energi. yaitu enzim yang bertanggung jawab memulai sebagian besar katabolisme (pemecahan protein untuk digunakan sebagai energi atau bila berlebih disimpan terutama sebagai lemak / glikogen). 1. Asam keto diubah menjadi zat kimia yang sesuai kemudian masuk ke dalam siklus asam sitrat. asam keto yang dihasilkan dapat dioksidasi untuk mengeluarkan energi untuk keperluan metabolisme. 3. Katabolisme Begitu sel diisi sampai batasnya dengan protein yang tersimpan. Hormon yang berpengaruh dalam metabolisme protein: 1. yang biasanya berupa gugus amino (-NH2). 2. Nitrogen pada radikal amino dari satu asam amino berikatan dengan karbon dari radikal karboksil asam amino lainnya. pada banyak keadaan . otak. asam glutamat sekali lagi menjadi asam αketoglutarat. sebagian dikonversi menjadi asetil ko-A (2 mol asetil ko-A akan berubah menjadi asam aseloasetat). ammonia akan menumpuk dalam darah. Asam glutamat ini kemudian dapat mentransfer asam amino ke zat lainnya / dapat melepaskan dalam bentuk ammonia (NH3). Pembentukan urea di hati Amonia yang dilepaskan selama deaminasi asam amino dikeluarkan dari darah hampir seluruhnya melalui konversi menjadi ureum. yang sering kali menimbulkan keadaan yang disebut koma hepatikum. Bila tidak ada hati / pada penyakit hati yang berat. Oksidasi asam amino yang sudah mengalami deaminasi Begitu asam amino sudah dideaminasi. dan satu ion hidroksil dilepas dari radikal karboksil. Setelah dibentuk. Oksidasi ini biasanya melibatkan 2 proses yang berurutan: a. Dalam proses kehilangan gugus amino. Keadaan ini sangat toksik terutama terhadap ginjal. penambahan asam amino tambahan dalam cairan tubuh terutama di hati. digunakan untuk mensintesis glukosa / asama lemak. b. satu radikal amino dan satu radikal karboksil masih terletak pada ujung yang berlawanan dan kemudian membentuk lagi rantai peptida.

Beta globulin Protein plasma darah yang memiliki kaitan erat dengan transportasi thrombin dan protrombin. Insulin diperlukan untuk sintesis protein. Banyak dijumpai pada telur (albumin telur. Estrogen menambah sedikit deposit protein. terbentuk bekuan darah yang akan membantu memperbaiki kebocoran sistem sirkulasi. Dengan demikian. Berat molekul albumin plasma pada manusia 69000. Glukortikoid meningkatkan pemecahan sebagian besar protein jaringan. C.Kolesterol . Jenis protein yang terdapat dalam plasma: Albumin Jenis protein terbanyak dalam plasma yang mencapai 60%.2. albumin telur 44000. Globulin juga memiliki sifat lain yaitu mengeras atau menggumpal jika dikondisikan dalam suhu tinggi. Tiroksin meningkatkan kecepatan metabolisme seluruh sel termasuk protein. Dengan kata lain sangat erat kaitannya dengan proses imun atau kekebalan tubuh. Insulin mempercepat transpor beberapa asam amino ke dalam sel. Gamma globulin Kelompok protein serum yang mengandung banyak antibody. Albumin dapat menghindari timbulnya pembengkakan paru-paru dan gagal ginjal serta sebagai carrier faktor pembekuan darah. Fungsi ini erat kaitannya dengan bahan metabolism asam lemak bebas dan bilirubin dan berbagai macam obat yang kurang larut dalam air tetapi harus diangkat melalui darah dari satu organ ke organ lain agar dapat diekskresi. Dengan kata lain sangat erat kaitannya dengan proses pembekuan darah. 6. darah (albumin serum). dalam daging mamalia 63000.Misalnya akibat operasi.Fosfolipid 3. c. Albumin merupakan protein yang larut dalam air dan mengendap pada kondisi dipanaska. Fibrinogen Fibrinogen berpolimerasi menjadi pilinan fibrin yang panjang selama proses koagulasi darah. 5. Fungsi albumin : a. b. Globulin Meruapakan protein yang tidak larut dalam air. dalam susu (laktalbumin). larut dalam euglobulins. b. 4. larut dalam pseudoglobulin. Alfa globulin Salah satu bagian plasma darah yang mengedarkan hormon. putih telur). Terbuat di hepar sehingga dapat digunakan untuk tes pembantu dalam penilaiaan fungsi ginjal dan saluran pencernaan. 3. METABOLISME LEMAK Lipid dibagi menjadi 3: 1.Mengangkat molekul-molekul kecil melewati plasma dan cairan sel. c. albumin dimanfaatkan untuk mempercepat pemulihan jaringan sel tubuh yang terbelah. Testoteron menambah deposit protein di jaringan. Ada tiga macam globulin: a. sehingga dapat menjadi rangsangan bagi pembentukan protein.Trigliserida 2.Membentuk jaringan sel baru sehingga dalam ilmu kedokteran. serta dalam larutan garam.

.Emulsifikasi lemak.Pencernaan lemak dalam usus 1. Pengaruh empedu (garam empedu + fosfolipid lestin) -> menurunkan tegangan antar permukaan lemak. terutama pada subcutaneous layer.E. dan K Melindungi alat-alat vital pada tubuh Memperbaiki rasa makanan (gurih) Kelebihan lemak disimpan dalam jaringan adipose. (memperbesar 1000x daerah permukaan lemak total) Lemak + (empedu + pengadukan ) -> lemak terelmusi Lemak teremulsi + (lipase pangkreas) -> Asam lemak dan 2-monogliserida Fungsi Lemak     Sebagai sumber energi sekunder Melarutkan vitamin A. memecahkan gumpalan lemak menjadi ukuran yang lebih kecil sehingga enzim pencernaan yang larut air dapat bekerja pada permukaan gumpalan lemak 2.D.

Elektrolitn merupakan ion yang ditemukan dalam tubuh. terbanyak adalah mineral Kompartemen air 1. fitrasi: plasma menjadi cairan jaringan. osmosis: cairan jaringan menjadi plasma. Cairan intraselular (CIS) adalah air dalam sel kira-kira dua pertiga total cairan tubuh 2.5. getah bening.getah bening.cairan jaringan dan cairan khusus 3. Air selalu berpindah dari 1 kompartemen ke kompartemen lainya. Cairan tubuh elektrolit dan Keseimbangan air dan elektrolit 1. . atau cairan intraselular 4. SISTEM REGULASI SUHU TUBUH A. Osmosis diatur oleh konsentrasi elektrolit didalam cairan tubuh (OSMOLARITAS).air akan berdifusi melewati membran ketempat yang mempunyai konsentrasi elektrolit lebih tinggi. Cairan ekstraselular(CES) adalah air diluar sel terdiri atas plasma . Air membentuk 60% sampai 75% total berat badan tubuh 2.

Jika air dalam tubuh terlalu banyak . keringat.dan anionya meliputi . Dehidrasi merangsang sensasi haus .RNA .fosfat .protein .dan sulfat 3. Mengandung kation meliputi.urea.dan haluaran urine meningkat 6. ADH yg dilepaskan darihipofisis posterior meningkatkan reabsorpsi air oleh ginjal 4.mudah berdifusi keluar masuknya sel .membantu mengatur tekanan osmotic Fungsi bikarbonat adalah sebagai bagian system dapar bikarbonat Fungsi fosfat adalah bagian DNA. Ketidakseimbangan natrium meliputi: a.magnesium . klorida.oksigen. Aldosteron yang disekresi oleh korteks adrenal meningkatkan reabsorpsi ion natrium oleh ginjal .ATP dan FOSFOLIPID Fungsi sulfat adalah bagian asam amino dan protein Ketidakseimbangan elektrolit 1. Setiap variasi haluaran harus dikompensasi oleh perubahan asupan Pengaturan asupan dan haluaran air 1.sebazgian besar anorganik 2. Ketidakseimbangan kalium meliputi: .bikarbonat .sekresi ADH menurun . udara yang dikeluarkan.natrium . Hiponatermia adalah konsekuensi akibat keringat yang berlebihan . Hipotalamus mempunyai osmoreseptor yang mendeteksi perubahan osmolaritas cairan tubuh 2.Haluaran air 1.kalium.diare atau muntah . 2.ANH kehilangan ion natrium dan air di dalam urine Elektrolit 1.ditandai Hipernatemia adalah konsekuensi kehilangan air ditandai dengan kehilangan CIS. b. natrium .kation terbanyak dalam CIS Fungsi dari kalsium adalah mempertahankan eksitabilitas saraf dan sel-sel otot Fungsi dari magnesium adalah sangat penting untuk produksi ATP .kalsium magnesium . haus dengan pusing berlebihan 2.kation terbanyak dalam CES Fungsi dari kalium adalah menciptakan tekanan osmotic CIS . feses 2. Cairan nonelektrolit adalah zat yang tidak terurai dalam larutan dan tidak bermuatan listrik contohnya.dan cairan dikonsumsi untuk menggantikannya 3. Zat kimia yang terlarut didalam air dan memisahkan diri membentuk ion-ion .aktifitas saraf serta sel otot Beberapa fungsi dari macam anion elektrolit utama Fungsi klorida adalah anion terbanyak dalam CES .air kemudian di reabsorpsi melalui osmosis. Cairan elektrolit dalah garam yang terlarut dalam air menjadi 1 atau lebih partikel bermuatan disebut ion contohnya. Beberapa fungsi dari macam kation elektrolit utama Fungsi dari natrium adalah menciptakan tekanan osmotic CES .glukosa dan karbondioksida. Elektrolit membantu mengatur osmosis antar kompartemen air Elektrolit dibagi menjadi dua yaitu 1. 5.kalium. Urine. Jika volume darah meningkat .kalsium .

akan naik suhu nya bila ruangan itu dipenuhi orang. Haluaran –urine . kofusi b. Kehilangan panas Aliran darah melalui dermis menentukan jumlah panas yang hilang melalui konveksi. Radiasi adalh proses kehilangan panas dalam bentuk gelombang inframerah. Tonus otot menghasilkan 25% panas saat istirahat. Berkeringat adalah mekanisme kehilangan panas tubuh menguapkan keringat di atas permukaan tubuh. Dalam 24 jam. 4. dan neropinefrin meningkatkan aktivitas metabolic. Aliran darah meningkat. - Panas hilang dari saluran pernafasan melalui pengupan air dari mukosa pernafasan yang panas Sejumlah kecil panas hilang sebagai urin dan feses yang dikeluarkan dari tubuh Mekanisme kehilangan panas adalah vasodilatasi pada dermis dan peningkatan berkeringat. dengan suhu terendah saat tidur. Evaporasi juga bisa terjadi di tubuh melalui kulit ( keringat). 2.arimia ginjal 3.PTH dan Kalsitonin –kalsium dan fosfat B. Asupan –elektrolit adalah makanan dan minuman beraklohol 2. Produksi panas Panas adalah salah satu energi yang diproduksi pada respirasi sel. Hormon yang terlibat . suhu tubuh berfluktuasi 10 C – 20 C. Hipokalsemia adalah penurunan asupan kalsium ditandai dengan spasme otot kemudian Hiperkalsemia adalah suatu konsekuensi hipoparatiroidisme . Konduksi dan konveksi adalah perpindahan panas dengan disertai kontak langsung. b. Asupan makanan dan perubahan suhu tubuh yang akan berpengaruh terhadap proses metabolism di dalam tubuh. tirosin disekresi lebih banyak untuk meningkatkan respirasi sel. Organ yang aktif terus menerus memproduksi panas. sehingga produksi panas dan ATP juga naik. dan konduksi. Termoregulasi Rentan normal suhu tubuh manusia adalah 360 C-380 C. Hal ini menjelaskan mengapa bila ada suatu ruangan kosong yang dingin.feses 3.ditandai dengan kelemahan otot menjadi tetanus (kejang) Asupan haluaran dan pengaturan 1. radiasi dan konveksi efektif bila suhu lingkungan lebih dingin daripada tubuh. Faktor – faktor yang mempengaruhi produksi panas : 1. Stress Rangsang simpatik. Hepar menghasilkan 20% panas saat istirahat.a. Tiroksin dari glandula Tiroidea ( paling penting ) seiring penurunan kecepatan metabolism. 3. . Hiperkalemia adalah suatu konsekuensi gagal ginjal angkut serta penyakit Addison ditandai dengan kelemahan . radiasi. Hipokalemia adalah suatu konsekuensi muntah/diare serta penyakit ginjal ditandai dengan lelah. Ketidakseimbangan kalsium meliputi: a. epinefrin.ANH –natrium .aldosteron –natrium dan kalium .keringat .

dan meningkatakan aktivitas tubuh. Demam Demam adalah hyperthermia yang terkontrol. Aktivasi saraf simpatik vasokonstriktor di tubuh menyebabkan vasokontriksi yang kuat. - Mekanisme untuk meningkatkan panas adalah vasokontriksi pada dermis dan penurunan produksi keringat. Hipotalamus menerima rangsangan dari perifer termoreseptor yang terletak di kulit dan termoreseptor pusat. Temperatur akan meningkat terus sampai mencapai pengaturan baru.- Beberapa cara manual antara lain: menurunkan tingkat aktivitas. tetapi bisa juga disebabkan oleh kondisi lain (kanker. dll. minum minuman panas. Hipotalamus menyebabkan pengeluaran prostalglandin. menggunakan pakaian berwarna terang. selanjutnya sutu tubuh akan berada di pengaturan demam smapai adanya pertahanan dari tubuh dan bila ada antibiotic yang masuk. . mencari lingkungan yang lebih dingin.alergi. cedera di system saraf pusat). Prostalglandin mengatur thermostat di hipotalamus ke suhu yang lebih tinggi. Produksi panas Hipotalamus adalah thermostat tubuh dan mengatur suhu tubuh dengan menyeimbangkan produksi panas dengan kehilangan panas. Sebagai hasilnya aliran darah dalam tubuh menurun. mengubah posisi tubuh (melingkarkan tangan di tubuh). Hal itu akan menurunkan suhu tubuh dengan sendirinya. ditandai dengan keringat yang keluar. - Ada beberapa cara manual yang dapat dilakukan antara lain: memakai pakaian hangat untuk membatasi panas yang keluar. Sering terjadi kerena terjadi infeksi di dalam tubuh. Setelah itu thermostat kembali ke tingkat normal .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful