PEMBAHASAN

SEL Sel merupakan unit dasar terkecil yang mendasari suatu kehidupan. Ilmu yang mempelajari sel disebut sitologi (cytology). 1. bagian dari sel a. plasma sel 1) luar sel 2) 3) tersusun atas fosfolipid dan protein membrane plasma memungkinkan sel untuk berinteraksi dengan sel yang lain, tempat sebagai pembatas terluar dari sel yang membatasi komponen dalam sel dengan lingkungan

reseptor, dan mengatur pertukaran material dengan cara difusi atau osmosis b. sitoplasma, cairan tempat melekatnya organel-organel pada sel 1) substansi antara nucleus dan membrane plasma yang meengandung organel dan incluuisions terdiri atas air, protein, karbohidrat, lipid, serta komponen anorganik. Zat kimia dalam tempat dimana reaksi kimia berlangsung nucleus merupakan pusat pengaturan segala aktivitas sel dan mengandung kromosom yang berisi materi genetic (DNA) • 2) • • 3) • • • semua sel memiliki nucleus kecuali sel darah merah ribosome terdiri dari granula yang berisi DNA ribosomal dan protein ribosomal sebagai tempat sintesis protein reticulum endoplasma merupakan jaringan yang menghubungkan membrane nucleus dan membrane plasma reticulum endoplasma kasar mengandung ribosom, tetapi reticulum endoplasma halus tidak mendukung proses mekanis yang terjadi, melepaskan ion kalsium yang terlibat dalam konsentrasi otot, memimpin pertukaran materi dalam sitoplasma, system pengangkutan interseluler, mensintesa lipid dan protein, menyimpan molekul hasil sintesa, dan membantu sel untuk mengeluarkan zat kimia yang tidak diperlukan 4) • badan golgi terdiri dari empat hingga delapan tumpukan kantong gepeng fungsi utamanya adalah memproses, menyusun, dan mengantarkan protein ke sel. Selain itu juga mensekresi protein dan lipid sertab membentuk lisosom 5) • • mitokondria terdiri dari lapisan membrane yang membatasi dan lipatan yang disebut Krista membentuk ATP

2)
3) c. organel 1) •

sitoplasma dapat berbentuk larutan atau koloid

d. inclusions, yaitu hasil sekresi dan produk nutrisi pada sel seperti melanin, glikogen, dan lipid. SISTEM INTEGUMEN

Terdiri dari kulit dan turunannya seperti rambut, kuku, keringat, minyak, dan kelenjar susu. Organ ini adalah organ yang paling bisa terlihat (Tortora) KULIT Fungsi Kulit : (Gartner, Leslie P., 327) 1. Perlindungan 2. Pengatur suhu tubuh 3. Ekskresi yang dilakukan oleh kelenjar keringat 4. Arbsorbsi sinar Ultra Violet dari sinar matahari untuk mensintesis vitamin D Epidermis Kulit Tebal Tebal 0,8 mm – 1,4 mm. Terdiri dari 5 lapisan. Dari bawah yaitu : Stratum Basale (Germinativum), Stratum Spinosum, Stratum Granulosum, Stratum Lucidium, dan Stratum Corneum. Kulit Tipis Tebal 0,07 mm – 0,12 mm. Memiliki 4 lapisan, tanpa Stratum Lucidium (Guton, Arthur C.) , terdapat pada bagian yang kekurangan rambut (telapak kaki dan telapak tangan). Stratum Ge\rminativum Terdiri dari epidermal stem cells, melanocytes, dan keratinocytes. Merupakan lapisan epidermis paling bawah. Terbentuk dari jaringan ikat longgar. Berbatasan langsung dengan dermis. Sel-sel yang mendominasi adalah sel-sel stem yang besar/ sel basale. Aktifitas melanocytes menyebabkan kulit bewarna kecoklatan. Sel merkel yang banyak terdapat pada bagian yang kekurangan rambut, mengeluarkan zat kimia yang peka terhadap sentuhan. Stratum Spinosum Lapisan epidermis yang paling tebal, terdiri daru berbagai macam bentuk sel (polyhedral sampai sel-sel yang berbentuk tipis) sehingga nampak berduri (spin). Disini juga terdapat keratinocytes yang aktif melakukan mitosis. Stratum basal dan spinosum disebut lapisan malphigi yang bertanggung jawab dalam pergantian epidermal keratinocytes. Stratum Granulosum Terdapat keratinocytes yang tergantikan oleh atau dari stratum spinosum. Ketika sel tersebut mencapai lapisan ini, mulai untuk membuat protein keratohyalin dan keratin dalam jumlah banyak. Keratohyalin merupakan zat tanduk, menyebabkan kulit less permeable. Keratin merupakan bahan penyusun utama rambut dan kuku. Stratum Lucidium Lapisan ini hanya terdapat pada kulit tebal (thick skin). Walaupun lapisan ini berisi sel-sel tipis dan kekurangan organel dan nuclei, akan tetapi mengandung keratin filament yang tebal. Plasma membran mengalami penenbalan akibat penyuluran protei non kreatin (infolokrin). Tidak terlihat bawah pada standard hytological layer. Stratum Corneum Terletak di permukaan, 15-10 lapisan tipis (epitel pipih), sel mati, interloching cells. Disebut juga lapisan tanduk (horny layer). Tipe Sel : Keratinocytes, Melanocytes, Sel Merkel, Sel Langerhans. Keratinocytes

Subtansi terbanyak dari sel-sel epidermis, karena keratinocytes selalu mengelupas pada permukaaan epidermis, maka harus selalu digunakan. Pergantian dilakukan oleh aktivitas mitosis dari lapisan basal (di malam hari). Selama perjalanannya ke luar (menuju permukaan. Keratinocyes berdeferensiasi menjadi keratin filamen dalam sitoplasma. Proses dari basal sampai korneum selama 20-30 hari. Karena proses cytomorhose dari keratinocytes yang bergerak dari basal ke korneum, lima lapisan dapat diidentifikasi. Yaitu basal, spimosum, granulosum, losidum dan kornium. Melanocytes Didapat dari ujung saraf, memproduksi pigment melanin yang memberikan warna coklat pada kulit. Bentuknya silindris, bulat dan panjang. Mengandung tirosinase yang dihasilkan oleh REG, kemudian tirosinase tersebut diolah oleh Aparatus Golgi menjadi oval granules (melanosomes). Ketika asam amino tirosin berpindah ke dalam melanosomes, melanosomes berubah menjadi melanin. Enzim tirosinase yang diaktifkan oleh sinar ultra violet.. Kemudian melanin meninggalkan badan melanicytes dan menuju ke sitoplasma dari sel-sel dalam lapisan stratum spinosum. Dan pada akhirnya pigmen melanin didegradasi oleh keratinocytes. Faktor-faktor yang menyebabkan adanya perbedaan warna kulit antara lain: 1. Melanosit, terletak pada stratum basalis, memproduksi pigmen, melanin, yang bertanggung jawab untuk pewarnaan kulit dari coklat sampai hitam.

2. Darah dalam pembuluh dermal di bawah lapisan epidermis dapat terlihat dari permukaan dan menghasilkan
pewarnaan merah muda . Ini lebih jelas terlihat pada kulit orang kilit putih (Kaukasian) 3. Keberadaan dan jumlah pigmen kuning, karotin, hanya ditemukan pada stratum korneum, dan dalam sel lemak dermis dan hipodermis, yang menyebabkan beberapa perbedaan pada pewarnaan kulit. Merkel Cells Banyak terdapat pada daerah kulit yang sedikit rambut (fingertips, oral mucosa, daerah dasar folikel rambut). Menyebar di lapisan stratum basal yang banyak mengandung keratinocytes. Langerhans Cells Disebut juga dendritic cells karena sering bekerja di daerah lapisan stratum spinosum. Merupakan sel yang mengandung antibodi. Banyaknya 2% – 4 % dari keseluruhan sel epidermis. Selain itu, juga banyak terdapat di bagian dermis pada lubang mulut, esophagus, dan vagina. Fungsi dari langerhans cells adalah untuk responisasi terhadap imun karena mempunyai antibodi Dermis Lapisan Papiler : tipis mengandung jaringan ikat jarang. Lapisan Kutikuler : tebal terdiri dari jaringan ikat padat.

Kulit Tebal

Kulit Tipis RAMBUT Rambut terdiri dari benang-benang bertanduk yang berasal dari epidermis, terdiri dari batang dan akar yang meluas kebawah hingga menyerupai umbi yang bertakik pada lapisan bawahnya. Ruang di dalam takik terdapat jaringan penyambung / papilla. Akar rambut terbungkus oleh folike rambut yang berasal dari sumbu epidermal dan dermal. Rambut terdiri dari 3 lapisan epitel : 1. Medula 2. Kortex 3. Kutikula Folikel rambut terdiri dari : 1. Selubung akar epitel dalam Terdiri dari kutikula, lapisan Huxley, lapisan henle 2. Selubung akar epitel luar yang erasal dari epidermis Merupakan perpanjangan dari lapisan malpighi (stratum basale dan spinosum) 3. Selubung jaringan penyambung berasal dari dermis a. Selubung dalam, membran hialin sempit, menempel pada sel-sel silindris selubung luar. b. Selubung tengah, serat jaringan penyambung halus yang tersusun dalam lingkaran. c. KUKU Merupakan modifikasi dari lapisan epidermis. 1. Badan kuku Tersusun dari sel-sel pipih jernih. 2. Dinding kuku Lipatan sekeliling proksimal dan lateral dari kuku. 3. Alas kuku Epidermis dibawah badan kuku, tidak memiliki sratum granulosum. KELENJAR PADA KULIT 1. Kelenjar Sebasea a. Mensekresikan minyak ke folikel rambut Selubung tengah, berfungs mengangkat rambut dalam dermis.

kira-kira setengah liter sehari pada iklim sedang. nipple Memproduksi sekresi kental dengan komposisi kompleks Pada individu tertentu dapat menjadi sarana komunikasi Kerjanya sangant dipengaruhi hormon Tersebar luas Memproduksi sedikit sekresi. Suhu lingkungan yang lebih tinggi dari suhu tubuh dapat dirasakan cukup nyaman bila udara kering. Banyaknya keringat berkisar dari 0 sampai 2000 ccm setiap hari. Kelenjar merokrin MEKANISME SEKRESI KERINGAT Keringat adalah sekresi aktif dari kelenjar keringat di bawah pngendalian saraf simpatis Keringat terutama berisilarutan garam dengan konsentrasi kira-kira 1/3 dari yang ada dalam plasma. Kelanjar Keringat Kelenjar keringat adalah alat utama untuk merendahkan suhu tubuh. kebanyakan air Merocrine secretion mechanism Dikontrol oleh sistem saraf Penting dalam thermoregulation dan ekskresi Sebagai antibakteri b. Kelenjar apokrin 1) 2) 3) 4) 1) 2) 3) 4) 5) 6) Terdapat pada axilla. a. . Hal ini hendaknya dibedakan dengan perspirasi atau pelepasan air dengan tak terasa yang hanya berupa difusi air secara sederhana melalui kulit.b. groin. Penyedia antibakteria 2. kurang pada ilim dingin dan lebih pada yang panas. Dengan perspirasi hilang kira-kira 500ccm air setiap hari. Tergantung dari kebuthan tubuh akan pengaturan suhu. Berbagai jumlah air dapat dilepaskan. tetapi kelembaban dapat menyebabkan rasa sangat tidak enak karena menghalangi hilangnya suhu tubuh melalui penguapan.

sentuhan . Konsentrasi Natrium sekitar 142 mEq/L dan Klorida sekitar 104 mEq/L dengan konsentrasi zat terlarut lain yang lebih kecil dibanding dalam plasma. Bagian yang bergelung (menghasilkan sekret primer atau sekret prekursor) 2. cairan prekursor mengalir melalui duktus secara lambat. Apabila kelenjar keringat kuat dirangsang. Apabila kelenjar keringat sedikit dirangsang. 892) KLASIFIKASI RESEPTOR DALAM SISTEM INTEGUMEN Merkel’s disk : sentuhan Meissner corpuscle : raba Vater paccini : tekanan. cairan prekursor dibentuk dalam jumlah banyak dan duktus ini hanya mengabsorpsi Natrium dan Klorida dalam jumlah sedikit sehingga dapat mencapai tingkat maksimum 50-60 mEq/L dan hanya sedikit cairan yang direabsorpsi. Kemudian direabsorpsi oleh duktus sehingga konsentrasi Natrium dan Klorida turun menjadi 5 mEq/L dan sebagian besar cairan tersebut juga direabsorpsi.Pada kelenjar keringat terdiri dari dua bagian: 1. Sewaktu larutan ini mengalir di duktus. (Sumber : Guyton & hall. Bagian duktus Sekret primer itu memiliki komposisi yang mirip dengan protein plasma. dan vibrasi Free nerved ending : pain dan thermoreceptor Ruffini corp : stretching &pressure Krause : receptor dingin . 2. larutan prekursor ini mengalami reabsorpsi sebagian ion Natrium dan Klorida. tetapi tidak mengandung protein plasma. 1.

Thermoreceptors Dingin Krause’s corpuscles Panas Ruffini’s endings III. Electromagnetic receptors Penglihatan sel batang reseptor gelap sel kerucut receptor terang V. Chemoreceptors Rasa Papila lidah Bau Epitel olfaktori .Muscle spindle & golgi tendon : mecanoreceptor (sumber : presentasi dr. Mechanoreceptors Sensibilitas kulit (epidermis and dermis) Free nerve endings Percabangan Merkel’s discs Spray endings Ruffini’s endings Ujung reseptor Meissner’s corpuscles Krause’s corpuscles Sensibilitas kedalaman jaringan Free nerve endings Percabangan Spray endings Ruffini’s endings Ujung reseptor Pacinian corpuscles Muscle spindles Golgi tendon receptors Pendengaran Reseptor suara pada koklea Keseimbangan Reseptor Vestibular Arteri Aorta II. Nociceptors Nyeri Free nerve endings IV. Bambang Sumantri) I.

Plasma mengandung koloid dan kristaloid. • • Koloid adalah zat yang berdiameter 1 nm sampai 100 nm. . Tekanan osmotic koloid ditentukan berdasarkan jumlah partikel koloid dalam larutan. yakni albumin. dan fibrinogen. 2. berbagai substrat. Plasma terdiri dari 92% air dan mengandung campuran kompleks zat organik dan anorganik. Tekanan ini merupakan suatu ukuran ”daya tarik” plasama terhadap difusi air dari cairan ekstraseluler yang melewati membran kapiler. Albumin Protein plasma yang terbanyak. asam amino. 3.aorta dan badan carotid Gula darah. 1. Albumin disintesis dalam hati dan bertanggung jawab untuk tekanan osmotik koloid darah. Ada lima jenis imunoglobulin yang diproduksi jaringan hormon. dan zat yang penting lainnya. beberapa Gamma globulin(imunoglobulin) adalah antibodi. sedangkan kristaloid adalah zat yang berdiameter kurang dari 1 nm. tetapi memiliki ukuran paling kecil. Fibrinogen Membentuk 4 % protein plasma. disintesis di hati dan merupakan komponen esensial dalam mekanisme pembekuan darah. Protein plasma mencapai 7 % plasma dan merupakan satu-satunya unsure pokok plasma yang tidak dapat menembus membran kapiler untuk mencapai sel. Globulin Membentuk sekitar 30% protein plasma • • Alfa dan beta globulin disintesis di hati. globulin. dengan fungsi utama sebagai molekul pembawa lipid. limfoid dan berfungsi dalam imunitas. sekitar 55-60%. Ada 3 jenis protein plasma yang utama. asam lemak Hypothalamus (sumber : Guyton n Hall) KOMPONEN DALAM DARAH Plasma darah Cairan bening kekuningan yang unsure pokoknya sama dengan sitoplasma.

Eritrosit Memiliki fungsi antara lain: Mentranspor oksigen ke seluruh jaringan melalui pengikatan hemoglobin terhadap oksigen. Elektrolit plasma : ion natrium. sel darah putih (leukosit). Monosit Fagosit kuat yang berdiferensiasi menjadi makrofag jaringan pada tempat terjadi infeksi kemudian akan menghancurkan bakteri. gas darah. magnesium. Leukosit Memiliki fungsi antara lain : 1. atau pun retikulum endoplasma. karbondioksida. Elemen pembentuk darah meliputi sel darah merah (eritrosit). leukosit bertahan kurang lebih satu hari dalam sirkulasi sebelum masuk ke jaringan. Nutrien 2. Kontusi (memar) . Agranular a. Basofil 2.Plasma juga mengandung nutrien. kalsium bikarbonat. dan ion sulfat. hormon. Limfosit • • : serupa dengan sel mast dan dapat membebaskan histamin dan heparin dalam reaksi alergi : Berperan dalam mekanisme pertahanan imunologik tubuh Bila ada antigen spesifik. Trombosit Trombosit berfungsi dalam hemostasis (penghentian perdarahan) dan perbaikian pembuluh darah yang robek. atau beberapa bulan tergantung jenis leukositnya. kalium. Eosinofil : sel fagositik khususnya bakteri : sel fagositik khusus terhadap kompleks antigen-antibodi dan dapat bertambah banyak selama infestasi parasit c. yaitu kemampuan untuk menembus pori-pori membran kapiler dan masuk ke dalam jaringan. beberapa minggu. Walaupun sel darah merah matang tidak memiliki nuklei. dengan definisi tidak menebus lapisan epidermis 2. dan debris sel Rentang kehidupan : Setelah diproduksi di sumsum tulang. Sel ini tetap dalam jaringan selama beberapa hari. vitamin. 1. : oksigen. mineral. Abrasi Merupakan perlukaan paling superfisial. dan trombosit. elektrolit. KLASIFIKASI LUKA Berdasarkan Patofisiologi. Gas darah : asam amino. Leukosit memiliki sifat diapedesis. dan zat-zat sisa. Granular a. Berperan penting dalam pengaturan pH darah karena ion bikarbonat dan hemoglobin merupakan buffer - asam basa Bersikulasi selama 120 hari sebelum menjadi rapuh dan mudah pecah. 3. klorida. sebagian limfosit (sel B) berdiferensiasi menjadi sel plasma yang akan : menghasilkan antibodi b. gula. dan nitrogen. mitokondria. luka dibedakan menjadi : 1. dan lipid yang diabsorbsi dari saluran pencernaan. benda asing. fosfat. enzim sitoplasmanya mampu memproduksi ATP untuk waktu yang terbatas ini. Netrofil b.

terutama jika yang terluka daerah tulang Jika area tertutup oleh rambut seperti kulit kepala. termasuk Tidak adanya luka lurus yang tajam pada tulang dibawahnya. mulai terbentuk fibroblast 3. permeabilitas pembuluh darah meningkat untuk mengantarkan sel fagosit (monosit dan limfosit untuk membunuh mikroba) d. sel epitel bermigrasi silang pada luka dan membelah diri untuk membentuk jaringan baru c. maka rambut tersebut akan terdapat pada luka. Laserasi dapat dibedakan dari luka iris : • • • • Garis tepi memar dan kerusakan memiliki area yang sangat kecil sehingga untuk pemeriksaanya kadang Keberadaan rangkaian jaringan yang terkena terdapat pada daerah bagian dalam luka. merupakan fase pembekuan darah pada daerah luka (terbentuk scab) Proses pembekuan darah Protrombin Aktivator protrombin Ca++ Trombin Fibrinogen Benang-benang Fibrin Trombin Faktor stabilisasi fibrin yang teraktivasi Fibrinogen Monomer Ca++ Benang fibrin yang saling berikatan b. dibutuhkan bantuan kaca penbesar. Kerusakan pembuluh darah direcovery oleh trombosit. merupakan fase dimana sel epitel mulai membentuk jembatan diantara luka (dibawah scab) b. 4. tengkorak. luka insisi PENYEMBUHAN LUKA Pada kasus Ontoseno. Sedangkan recovery jaringan dermis dan epidermis dijelaskan sebagai berikut: 1. Laserasi Berbeda dengan luka iris dimana pada luka gores jringan yang rusak menyobek bukan mengiris. jaringan yang rusak adalah epidermis. dermis.Terjadi karena kebocoran pada pembuluh darah dengan epidermis yang utuh oleh karena proses mekanis 3. karena rusaknya hingga ke pembuluh darah. fase inflammatory a. hingga ke pembuluh darah. pembuluh darah dan saraf . fase migratory a. maka disebut luka dalam 2. fibroblast mulai mensistesa jaringan luka .

fase maturation a. scab mengelupas b. lengan Ontoseno terasa perih. tibatiba tangannya terkena duri pada tanaman semak belukar sehingga kulit lengan kanannya tertusuk. lengan kanan Ontoseno mengalami luka.c. Ontoseno memiliki kulit sawo matang karena dalam kulit terdapat melanocytes yang menghasilkan pigmen melanin (coklat). fibroblast mulai membentuk kolagen 5. Ontoseno mengeluarkan keringat karena dalam kulit terdapat kelenjar keringat. serat kolagen mulai tersusun normal d. pembuluh darah yang luka mulai diperbaiki oleh trombosit 4. pembuluh darah kembali normal (sumber : Tortota) KESIMPULAN Pemicu 1 Blok 2 Ontoseno mempunyai kulit berwarna sawo matang sedang berjalan di ladang. fibroblast mulai menghilang e. epidermis mulai kembali pada ketebalan normal c. Ketika tertusuk duri. Setelah tertusuk. Banyak sedikitnya keringat tergantung pada kebutuhan tubuh akan pengaturan suhu. TULANG DAN RANGKA ANATOMI RANGKA . Ketika hendak mengusap keringat. Yang menyebabkan rasa nyeri adalah ujung syaraf free nerve endings. fase maturation. Keluarnya keringat tersebut diatur oleh syaraf simpatik. keluat darah sedikit dan terasa perih. Salah satu penyebab rasa nyeri dalam luka ontoseno adalah masuknya bakteri dari duri. fase proliferatif a. Proses netralisasi bakteri dibut phagositosis. Hal ini disebabkan karena di dalam kulit terdapat ujung-ujung syaraf reseptor. merupakan fase dimana pembentukan sel epitel lebih intensif b. fase migratory fase proliferatif. dermis serta pembuluh darah rusak. sehingga mengeluarkan darah. jaringan epidermis yang baru mulai terbentuk c. lapisan epidermis. Luka tersebut dapat tertutup melalui proses penutupan luka yang meliputi fase inflammatory. Bakteri-bakteri terebut dinetralisasi oleh sel-sel leukosit yang memuliki sifat diapedesis.

langit . dan kantong mata • Tulang parietal • Tulang oksipital : membentuk bagian belakang kranium • Tulang temporal : membentuk sisi kranium • Tulang etmoid : penyangga penting rongga nasal .Aksilar : Tengkorak 1. Kranium : melindungi otak • Tulang frontal: membentuk dahi.langit rongga nasal.

rongga nasal Tulang zigomatik : tonjolan tulang pipi Tulang maksilar : rahang atas Tulang lakrimal : berisi celah .ruang udara dalam tegkorak yang berhubungan Vertebra Kolumna vertebra : menyangga berat tubuh dan melindungi medula spinalis. 5 vertebra lumbal. Sternum dan Iga . 2003 ) Tulang wajah : Tulang nasal : penyangga hidung Tulang palatum : membentul langit . dengan rongga nasal. 5 vertebra sakrum. 3-5 koksigeal ) ( Sloane. tidak berartikulasi dg tulang lain.• Tulang sfenoid : membentuk dasar anterior kranium • Osikel auditori : untuk proses pendengaran • Tulang womian : tulang kecil yang terdapat di dalam sutura 2. tulang orbital. ( Sloane.langit mulut. 2003 ). ( 12 vertebra toraks. Sinus pranasal : terdiri dari ruang . • • • • • • • • 4.celah untuk lintasan duktus lakrimal yang mengalirkan air mata ke rongga nasal Tulang vomer : membentuk septum nasal Konka nasal inferior Mandibula : rahang bawah Tulang hioid : bentuknya tapal kuda.

badan. 2. 3 pasang iga semu. 2. 2. Tangan (metacarpus) Tangan tersusun dari lima tulang metakarpal’dimana semua tulang metacarpal berukuran serupa kecuali tulang metacarpal pertama pada ibujari.1. Barisan tulang karpal distal yang terdiri dari: Trapezium. Trapezoid. Barisan tulang karpal proksimal yang terdiri dari navicular(skafoid). 3.tulang medial. Tangan Sternum : Tulang dada ( manubrium atas. trikuetral(triangular). Lengan 1. dan setiap barisnya terdiri dari empat tulang.lunatum. 2. 2003 ) Gilder pelvis (tulang panggul) Tungkai bawah 1. 2 pasang iga melayang Skapula ( tulang belikat ) Klavikula ( tulang kolar ) Humerus : tulang tunggal pada lengan atas Lengan bawah : radius dan ulna Ada tiga macam tulang yang menyusun tangan. Kapitatum. 2. prosesus sifoid ) Tulang iga : 7 pasang iga sejati. Femur ( paha ): tulang terpanjang dan terkuat Tungkai : tibia dan fibula . Setiap tulang metacarpal memiliki sebuah dasar proksimal yang berartikulasi dengan barisan distal tulang karpal pergelangan tangan. Tulang Pergelangan Tangan (Karpus) Pergelangan tangan terbentuk dari delapan tulang karpal irteguler yang tersusun dalam dua baris. Tulang – tulang jari (phalanges) Setiap jari memiliki tiga tulang yaitu tulang proksimal.kepala tulang metacarpal membentuk buku jari yang menonjol pada tangan. yaitu: 1.dan pisiform. kecuali ibu jari yang hanya memiliki tulang proksimal dan medial saja. Apendikular : Gilder Pektoral ( bahu ) 1. ( Sloane. dan tulang distal. Hamatum.

Seperti pada jari tangan. yaitu kelima jari kaki.Tulang Telapak Kaki dan Jari Kaki Tarsal adalah terdiri dari 7 buah tulang. Tulang panjang contoh: humerus. Tulang datar contoh: sternum. Tulang berartikulasi dengan tulang lain pada sebuah persendian sebagai pengungkit. radius. terdapat 2 buah falanges pada masing-masing ibu jari dan 3 buah falanges pada jari lain. Tulang memberikan topangan dan bentuk tubuh Pergerakan. ( Guyton. femur. Perlindungan. 3. Tulang yang terbesar adalah atau biasa disebut tumit. 2. 2008 ) FISOLOGI TULANG 1. Sutural contoh: tulang diantara tulang datar pada tengkorak di garis sutura d. Falang adalah tulang penyusun jari. Tulang sesamoid contoh: patella ( Ganong. dan fibula. Sistem rangka melindungi organ . 2006 ) KLASIFIKASI TULANG a. dan parietal. Tulang pendek contoh: carpal dan tarsal f. Di antara falanges terdapat sendi engsel yang memungkinkan gerak satu bidang. Tulang tak beraturan contoh: ruas-ruas tulang belakang e. scapula. Pada ibu jari tangan terdapat sendi pelana yang membuat ibu jari tangan lebih bebas bergerak daripada ibu jari kaki. Hal ini disebabkan pada ibu jari kaki tidak memiliki sendi karpometakarpal seperti yang dimiliki ibu jari tangan. tibia. Ibu jari kaki tidak sefleksibel ibu jari tangan. ulna. c. Tarsal membentuk artikulasio dengan metatarsal.organ lunak yang ada dalam tubuh . b.

agak elastis . Sedangakan interteritorial matrix adalah matrix terbesar dan mengandung lebih banyak kolagen. Terdapat pada discus invertebralis. semi tembus cahaya. tulang iga. dan dalam tendon-tendon tertentu. sel darah putih. HISTOLOGI TULANG Tulang Rawan ( Kartilago ) Kartilago Hyalin Mtrixnya terdiri dari kolagen tipe II. Sumsusm tulang merah. dan trombosirt. ( Junqueira. dan cincin trakea dan bronkus. tulang pipih dan kranium. glycoproteins. yang ditemukan pada orang dewasa dalam tulang sternum. laring. Teritorial matrix merup\akan matrix yang berada di sekeliling lacuna. 2003 ). lebih banyak mengandung elastic fiber. Perikondrium terbentuk di batas luar ketika proses pembentukan kondrosit. merupakan tempat produksi sel darah merah. proteoglycans. ( Junqueira. Memiiki warna kekuningan darena memiliki elastin dalam serat elastis. pada bagian perikondrium. Tidak terdapat perikondrium yang dikanali dalam kartilago fibrosa. Berwarna coklat kebirubiruan. serta lebih sedikit kandunagn proteoglikannya. 5. 2007 ) Gambar Hyalin Kartilago Kartilago Elastik Ditemukan di aurikula telinga. epiglottis. dan tulang rawan kuneiformis di laring. pada bagian ujung tulang panjang. Pembentukan sel darah ( hematopoiesis ). Terletak di hidung. ( Junqueira. 2007 ) Kartilago Fibrosa Merupakan jaringan intermediate antara jaringan ikat padat dan kartilago hyalin. dinding telinga bagian luar. sehingga lebih elastis.4. Matrixnya mengandung kolagen tipe I dan bersifat asidofilik. saluran eustachius. Tempat penyimpanan mineral ( Sloane. badan vertebra. simfisis pubis. Histogenesis dan pertumbuhan : Individual mesenchymal cells  berkumpul membentuk pusat kondrofikasi  berdiferensiasi menjadi kondroblas  sekresi matriz kartilago disekelilingnya  terbentuk lacuna  kondroblas yang dikelilingi matrixnya disebut kondrosit  cell division  lebih dari 2 kondrosit disebut isogenous groups. mengandung sedikit kolagen dan banyak kondrotinsulfat. 2007 ) Kharakteristik Tulang Rawan Tulang rawan = Jaringan yang terdiri dari sel-sel rawan yang terdapat kondrosit dan bahan dasar tulang rawan sebagai bahan antar sel Terdapat 3 jenis tulang rawan berdasarkan karakteristiknya : 1 Tulang rawan hyalin Ciri-ciri : -Konsistensi lunak. akhir dari tulang rusuk. dan lunak. dan extracellular fluid. Kondrositnya lebih besar bila dibandingkan dengan kartilago hyaline.

sedangkan endosteum melapisi bagian dalam tulang. keras dan berbentuk tetap.tudung sel tulang rawan dan kelopmpok isogen seperti pada tulang rawan hyalin 3 Tulang rawan fibrious : Ciri-ciri : -Kondrosit dan tudung sel tulang rawan seperti pada tulang hyalin -Kelompok isogen hanya sedikit. Sedangkan komponen anorganik berisi kolagen tipe I. Akan tetapi.sabut ini kemudian melanjutkan diri ke perikandrium -Kondrosit. Periosteum melapisi bagian luar tulang. Komponen organic merupakan kumpulan kristal-kristal kalsium hidroksiapatit yang terdiri dari kalsium dan fosfor yang banyak. Matrix terdiri dari komponen organic dan anorganik.karena bahan antar sel agak padat -Kemungkinan sel membelah diri sedikit -Terdapat bahan sabut kolagen berbagai arah -Merupakan peralihan antara jaringan ikat fibrilair dengan jaringan tulang (Keeton. pertukaran zat antara osteosit dan kapiler darah tetap bisa berjalan karena adanya komusikasi melalui kanalikuli. ( Junqueira. 2007 ) Gambar : Penampang system harverst .-Warna kebiru-biruan -Bahan dasar homogen 2 Tulang rawan elastis : Ciri-ciri : -Warna kekuning-kuningan -Lebih fleksibel dan elastis -Bahan dasar terdapat anyaman sabut-sabut elastis dalam berbagai arah terutama di sekitar kondrosit. Matrix ektravaskulernya telah mengandung kalsium sehingga menutup jalanya sekresi sel didalamnya. 1980 ) Tulang ( Bone ) rawan Tulang adalah jaringan ikat kaku.

3.000 per mm 3. Berasal dari penggabungan sel-sel sumsum tulang. dan lapisan matrix baru (namun belum terkapur). sel-sel ini secara aktif terlibat untuk mempertahankan matrix tulang dan kematianya diikuti oleh resorpsi matrix tersebut. Akan tetapi osteoblas memiliki reseptor untuk hormone paratiroid dan begitu teraktivasi oleh hormone ini. Osteoklas memiliki reseptor untuk kalsitokinin. Peptioglikan. Kelenjar hipofisis anterior / kelenjar pertumbuhan : berfungsi meningkatkan kecepatan mitosis kondrosit dan osteoblas serta meningkatkan kecepatan sintesis protein (kolagen. ( Junqueira. Osteosit. Tiroksin (kelenjar tiroid) : berfungsi untuk meningkatkan kecepatan sintesis protein dan meningkatkan produksi energi dari semua jenis makanan. . ( Junqueira. kartilago dan enzim untuk pembentukan kartilago tulang). diantara lapisan osteoblas dan tulang yang baru dibentuk.Sel-sel tulang : Osteoprogenitor cells. Osteoblas Terbentuk dari Osteorogenitor cells yang telah berdiferensiasi. lapisan canal harvest. 2007 ) HORMON YANG BEKERJA PADA PERTUMBUHAN TULANG 1. Berinti banyak. dan di dalam endosteum. yang disebut Osteoid. 2007 ) Osteoklas. matriks. tetapi bukan untuk hormone paratiroid. Osteoblas. Osteoklas mensekresi kolagenase dan enzim lain sehingga memudahkan pencernaan kolagen setempat dan melarutkan kristal gram kalsium. osteoblas akan memperoduksi suatu sitokin yang disebut factor perangsang osteoklas. Mengalami proses aposisi tulang yaitu komponen matrix disekresi pada permukaan sel yang berkontak dengan matrx tulang yang lebih tua. Terdapat didalam lacuna yang terletak diantara lamela-lamela matrix. 2007 ) Gambar Berbagai Bentuk Tulang Osteosit Merupakan sel tulang yang telah dewasa. Osteoprogenitor cells Merupakan embryonic mesenchymal cells. dan Osteoklas. Jumlahnya 20. Insulin : berfungsi dalam meningkatkan produksi energi dari glukosa. sehingga menjaga kemampuan mitotik (sangat berpotensi untuk berdiferensiasi menjadi Osteoblas). Aktifinasnya dipengaruhi oleh hormone sitokinin. Tumbuh dibawah pengaruh Bone Morphogenic Protein (BMP) dan Transforming Growth Factor β. Berada pada bagian dalam periosteum. dan glikoprotein).000 – 30. ( Junqueira. Memiliki peranan penting dalam proses resorpsi tulang. Di dapat dari osteoblas yang berdeferensiasi. Osteoblas juga berperan dalam sistesis komponen organic dari matrix (Kolagen tipe I. 2. yakni suati hormone tiroid.

Osteoklas membentuk lubang di dalam tulang sub periosteal. mati dan berdegenerasi. pertumbuhan jaringan tulang baru (callus) pada awalnya membentuk jembatan antara tulang yang terputus. Fraktura : patah tulang : retak tulang : kematian sel tulang yang tidak diprogram Primarry Centre Of Ossification Secondary Centre Of Ossification 2. 2007 ) GANGGUAN PADA TULANG 1. Tulang kompak yang patah mula-mula diganti dengan jaringan berongga lalu lama kelamaan akan digantikan dengan tulang kompak lagi. Epifisis dan Diafisis ( Gartner. sekitar 48 jam setelah fracture. Terbentuk kartilago yang telah terkalsifikasi. 11. menutupi fracture. skoliosis ( Sloane. 10. Kondrosit dalam mengalami diapsis. ( Sanlon. Beberapa hari setelah itu. Estrogen dan testosteron : berfungsi untuk mempercepat penutupan epifisis tulang panjang dan untuk membantu menahan kalsium dalam tulang untuk mempertahankan matriks tulang yang kuat. 5. 7. Selama satu minggu. Osteoklas mulai meresorpsi kartilago yang terkalsifikasi. Bagian-bagian pembentuk callus berasal dari osteoblast (dari periosteum yang robek) dan berkembang di sekitar patahan (disebut eksternal callus). 2003 ) PENYEMBUHAN FRAKTUR TULANG 1. Pertumbuhan tulang terjadi di lempeng epifiseal. Tulang subperiosteal menebal 9. Ossifikasi mulai epifisis.konsentrasi tinggi  vesikel matrix memproduksi pompa kalsium  transport ion Ca2+ ke dalam vesikel  konsentrasi ion Ca2+ lebih tinggi  kristalisasi  pertumbuhan kristal hidroksiapatit  menembus membrane  isi dari vesikel keluar. 2007 ) PROSES KALSIFIKASI TULANG Osteoid  Ca2+ dan PO43. osteoblast membentuk trabeculae baru di dekat garis patahan (internal callus). Komponen-komponen tulang yang mati dari fragmen ynag patah diserap oleh osteoclast. Bagian callus yang terbentuk dari sel osteoblast (dari endosteum) berkembang diantara fragmen akhir tulang yang patah dan diantara dua sumsum tulang (internal callus) 2. Fisura 3. ( Tortora. Perikondrium tervaskularisasi 3. 2008 ) PENULANGAN ENDOKONDRAL 1. 6. ( Gartner. osteoblast dari periosteum membentuk lengkung disekitar fragmen tulang (eksternal callus). Nekrosa 4. fase yang terakhir adalah remodeling. Gangguan ruas tulang belakang : kifosis. Pembentukan model kartilago hyaline 2. Osteoblast mensekresikan matrix 4. 2005 ) . 5. 3. lordosis. osteoblast dan osteosit mulai aktif membelah. Kalsitonin : berfungsi dalam menurunkan reabsorpsi kalsium dari tulang (menurunkan kadar kalsium dalam darah). Paratiroid : berfungsi untuk meningkatkan reabsorpsi kalsium dari tulang ke darah dan meningkatkan absorpsi kalsium oleh usus halus dan ginjal. 8. 6.4.

SENDI KLASIFIKASI SENDI Secara struktural : 1. yaitu sendi yang dihubungkan dengan jaringan ikat fibrosa rapat yang hanya ditemukan pada tulang tengkorak. c. c. yang menjadi bantalan sendi dan memungkinkan terjadi sedikit gerakan. Contoh: ditemukan pada tulang pada gigi yang tertanam pada tulang rahang 3. Satu-satunya sendi pelana sejati yang ada dalam tubuh adalah persendian antara tulang karpal dan metakarpal pada ibu jari. Sendi kondiloid. Sindesmosis. sendi ini dibungkus dengan jaringan ikat fibrosa atau kartilago. Menurut fungsinya : 1. Contoh: simpisis pubis yang bersisihan seperti radius dan ulna. Persendian sinovial. Sendi peluru. 2. adalah sendi dimana tulang berbentuk kerucut masuk dengan pas . 3. 2. serta tibia dan fibula dalam kantong tulang. yaitu sendi yang tulang-tulangnya dihubungkan dengan kartilago hialin. persendian bagian kepala d. merupakan sendi biaksial. permukaan tulang yang berartikulasi berbentuk konkaf disatu sisi dan konkaf pada sisi lain. b. Sendi sinartosis (sendi mati). Gomposis. Contoh: lempeng epifisis sementara antara epifisis dan diafisis pada tulang panjang anak. yang terdiri dari sebuah tulang yang masuk kedalam rongga berbentuk cangkir pada tulang lain. yaitu persendian yang tidak memiliki rongga sendi dan diperkokoh dengan jaringan kartilago. Simfisis. Contoh: sendi panggul dan bahu b. adalah sendi yang kedua tulangnya dihubungkan dengan diskus kartilago. adalah salah satu sendi yang permukaan kedua tulang berartikulasi berbentuk datar. seperti b. Contoh: tulang atas. Sendi engsel. sehingga memungkinkan gerakan meluncur antara satu tulang dengan tulang yang lainnya. Persendian semacam ini disebut sendi nonaksia. Sinkondrosis. Sendi amfiartosis (sendi dengan pergerakan terbatas) Sendi ini memungkinkan gerakan terbatas sebagai respon terhadap torsi dan kompresi. Sendi sferoidal. Sendi kisar. Persendian kartilago. Sendi jenis ini antara lain adalah: a. yang memungkinkan gerakan kedua arah disudut kanan setiap tulang. Klasifikasi persendian synovial terdiri dari: a. Sendi jenis ini antara lain adalah : a. yaitu persendian yang tidak memiliki rongga sendi dan diperkokoh dengan jaringan ikat fibrosa. yaitu persendian yang memiliki rongga sendi dan diperkokoh dengan kapsul dan ligament artikular yang membukuskan. Persendian fibrosa. Contoh: sendi antara tulang radius dan tulang karpal e. Contoh: sutura sagital dan parietal. Sendi pelana. terbentuk saat tulang-tulang yang berdekatan dihubungkan dengan serat-serat jaringan ikat kolagen. Contoh: sendi lutut dan siku. Sutura. Sendi diartosis (sendi dengan pergerakan bebas) disebut juga sendi synovial Sendi ini memiliki rongga sendi yang berisi cairan sinofial. terdiri dari sebuah tulang yang masuk dengan pas pada permukaan konkaf tulang kedua. sehingga memungkinkan gerakan kesatu arah. sehingga tulang akan masuk dengan pas seperti dua pelana yang saling menyatu. f. yaitu tulang bentuk kerucut yang masuk pas cekungan tulang kedua dan dapat berputar kesemua arah.

5. dan nyeri . Pembuluh darah Supli pembuluh darah untuk membentuk cairan sinovial. Reinforcing ligament Beberapa persendian sinovial menguat dan mengeras oleh ligament yang menutupinya. berperan dalam pertumbuhan tulang ke arah memanjang ( Sloane. Cairan sinovial Cairan sinovial berasal dari filtrasi darah yang disekresikan fibroblast dalam membrane sinovial. Artitis (inflamasi sendi) a.Misalnya: Persendian intervertebra. cairan ini berfungsi sebagai pelumas untuk mempermudah gerakan . kaku. reinforcing ligament terbagi menjadi dua yaitu extracapsular ligament yang berada di luar kapsul sendi dan intracapsularligamen yang berada di dalam. 2003 ) GANGGUAN PERSENDIAN 1. ( Setiadi. 6. 2007 ) HISTOLOGI PERSENDIAN SINOVIAL Gambar Sendi sinovial Sendi sinovial tersusun atas: 1. ( Sloane . Syaraf Syaraf akan mendeteksi rasa nyeri pada persendian dan memonitor peregangan pada sendi. dan persendian antara tulang-tulang karpa dan tulang-tulang tarsal. 2. mempermudah gerakan antara kedua ujung-ujung tulang 2. Kapsul sendi 4. osteoartritis konsekuensi alami menjadi tua kartilago artikular menjadi aus sendi menjadi kasar. 2003 ) FISIOLOGI PERSENDIAN 1. Berfungsi untuk mempertebal kapsul sendi. 7. Tulang rawan sendi Tersusun atas tulang rawan hialin yang berfungsi untuk melindungi tulang dari benturan dan meredam tekanan. Rongga sendi Tempat cairan sinovial 3.

( Sloane. Elastisitas : Serabut otot dapat kembali ke ukurannya semula setelah berkontraksi atau meregang. dan factor lingkungan 2. otot jantung a. Sarcolemma . berada pada system pencernaan. dsb d. artritis gouti : disebabkan karena penumpukanasam urat. Terkilir : merupakan cedera sendi yang disebabkan karena perenggangan ligamen / tendon. memiliki satu inti. Sarcoplasm Cairan yang memenuhi ruang antara myofibril. Serabut akan terengolasi karena kontraksi pada setiap diameter sel berbentuk kubus atau bulat hanya akan menghasilkan pemendekan yang terbatas 2. seratnya terdiri atas filament intermediate yang tebal (disebut caveolae) c. Menyebabkan ketidakmampuan berjalan / bergerak c. hanya ada pada jantung c. hormone. 3. tiap serat terdapat myofibril yang terdiri dari miofilamen tebal (berisi myosin) dan miofilamen tipis (berisi aktin) d. otot polos a. yang dapat atau mungkin juga tidak melibatkan pemendekan otot. dan fosfat serta beberapa enzim protein. Mitokondria ini mensuplai kontraksi myofibril dengan sejumlah ATP. Keberadaan sarcoplasmic reticulum sangat diperlukan dalam mengatur kontraksi otot. system pencernaan. artritis reumatoid : merupakan penyakit autoimun (sistem imum keliru mengarahkan kemampuan destruktifnya pada bagian tubuh). bekerja secara sadar. 2. artritis infeksius : peradangan dalam persendian. tidak bercabang b. bekerja tidak sadar. 3. Dislokasi / luksasi : disebabkan karena kesalahan letak permukaan artikulasi suatu persendian. otot lurik a. Sarcoplasm mengandung sejumlah potassium. terdiri dari serat yang dilapisi oleh sarcolemma c. berada pada alat gerak (skeleton) 3. d. Sarcoplasmic Reticulum Reticulum yang berada pada sarcoplasm. Kontraktilitas : Serabut otot berkontraksi dan menegang. Eksibilitas : Serabut otot akan merespons dengan kuat jika distimulasi oleh impuls saraf 3. memiliki inti banyak sehingga pembentukan ATP lebih cepat. bercabang b. 2. bercabang b. 4. 2003 ) OTOT HISTOLOGI OTOT 1. Di dalam sarcoplasm juga terdapat sejumlah mitokondria yang terletak parallel pada myofibril. ( Sloane. magnesium. Ekstensibilitas : Serabut otot memiliki kemampuan untuk meregang melebihi panjang otot saat rileks. 2006 ) KHARAKTERISTIK OTOT 1. bekerja secara tidak sadar.b. Bursitis : merupakan peradangan pada bursa yang menyatu dengan sendi yang terjadi akibat ekskresi sendi yang berlebihan / infeksi. STRUKTUR OTOT 1. bereaksi atas rangsang syaraf. Otot yang memiliki kontraksi kuat maka memiliki sarcoplasm reticulum yang luas. 2003 ) 4. memiliki sarcoplasma sehingga mitokondrianya lebih banyak ( Guyton. berinti banyak.

Myofibrils. Sedangkan otot trisep merupakan otot yang merupakan memilki tiga ujung(tendon) yang melekat pada tulang. dan selaput luar yang terbuat dari lapisan polisakarida tipis yang berisi banyak kolagen fibril. 4. 2001 ) KERJA OTOT BERDASARKAN TUJUAN KERJANYA Otot antagonis Terdapat dua tau lebih yang tujuan kerja ototnya berlawanan. Untuk mengangkut lengan bawah .Sarcolemma merupakan membrane sel dari serat otot.contoh dari otot antagonis adalah otot bisep dan otot trisep. terletak di lengan atas bagian belakang. Otot sinergis . Gambar. Pada setiap serat otot. otot bisep berkontraksi dan otot trisep berkontraksi. 2006 ) FISIOLOGI OTOT 1.Penopang tubuh dan mempertahankan postur : Otot menopang rangka dan mempertahankan tubuh saat berada dalam posisi berdiri atau saat duduk terhadap bgaya gravitasi. Muscular Dysthrophy Penyakit yamg memnghancurkan otot yang biasanya muncul pada masa anak anak. Otot bisep merupakan otot yang memiliki dua ujung(tendon) yang melekat pada tulang dan terletak di lengan atas bagian depan. permukaan lapisan sarcolemma melebur dengan serat tendon. otot trisep berkontraksi dan otot bisep berelaksasi. disebut dengan plasma membrane. 3. Dimana molekul-molekul protein ini bertanggung jawab terhadap kontraksi otot. ( Guyton. yang terdiri dari 1500 miofilamen tebal (berisi myosin) dan 3000 miofilamen tipis (berisi aktin). dan serat tendon berkumpul untuk membentuk tendon otot yang berada di dalam tulang. Fibromyalgia ( Marieb. ( Sloane. Sarcolemma terdiri dari membrane sel yang sebenarnya. Muscular Dysthrophy 2. Setiap serat otot terdiri dari ratusan myofibril. Actin and Myosin Filaments. Untuk menrunkan lengan bawah.Pergerakan : Otot menghasilkan gerakan pada tulang tempat otot tersebut melekat dan bergerak dalam bagian-bagian organ internal tubuh. 2. 2003 ) KELAINAN OTOT 1. JIka otot pertama berkontraksi dan otot yang kedua berelaksasi sehingga otot terangkat.Produksi panas : Kontraksi otot secara metabolis menghasilkan panas untuk mempertahankan suhu normal tubuh. Myofascial Pain Syndrom Rasa nyeri apabila tersentuh 3.

( Arief.Terdapat dua otot atau lebih yang bekerja bersama-sama dengan tujuan yang sama. Pembentukan ikatan silang antara aktin dan miosin dan pergeseran filamen tipis pada filamen tebal. otot-otot itu berkontraksi bersama menjadi akurat. Penghentian interaksi antara aktin dan miosin ( Ganong. Otot bahu dianggap bekerja sinergis karena kontribusinya membuat gerakan lebih efektif. Pengikatan asetilkolin ke reseptor asetilkolin nikotinik d. Pembentukan potensial aksi di serabut-serabut otot g. 2006 ) SARAF DALAM SISTEM GERAK 1. otot-otot bahu akan menjaga persendian tetap stabil sehingga air akan masuk ke mulut kita. 6. 2007 ) TAHAP – TAHAP KONTRAKSI DAN RELAKSASI OTOT 1. Tahap-tahap kontraksi otot rangka a. 2. 5. Ca2+ dipompa kembali ke retikulum sarkoplasma b. Pelepasan Ca2+ dari sistema terminalis retikulum sarkoplasma serta difusi Ca2+ ke filamen tebal dan filamen tipis i. 3. sehingga membuka tempat pengikatan miosin di molekul aktin j. Sel saraf sensorik . Tahap-tahap relaksasi otot rangka a. Pengikatan Ca2+ ke troponin C. Pelepasan Ca2+ dari troponin c. Penyebaran depolarisasi ke dalam di sepanjang tubulus T h. otot bisep pada lengan akan menjadi penggerak utama untuk memfleksi lengan bawah. 2008 ) PERBEDAAN FISIK OLAHRAGAWAN DAN BUKAN OLAHRAGAWAN 1. Pengikatan konduktansi Na+ dan K+ di membran end-plate e. ototnya mengalami hipertofi(otot menjadi besar dan kuat) Kekar Lebih padat Olahragawan tidak cepat merasa lelah karena mampu menyesuaikan diri dengan lingkungannya ( Guyton. 4. Contoh Gerak Sinergis ialah jika kita minum segelas air. sehingga menghasilkan gerakan 2. Pembentukan potensial end-plate f. Pada saat yang sama. Otot olahragawan lebih tampak atatu terbentuk Badan lebih kencang Pada olahragawan. Pelepasan muatan oleh neuron motorik b. Jadi. Pelepasan transmiter (asetilkolin) di end-plate motorik c.

Sel saraf sensorik adalah sel yang membawa impuls berupa rangsangan dari reseptor (penerima rangsangan), ke system saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang). Sel saraf sensorik disebut juga dengan sel saraf indera, karena berhubungan dengan alat indera. 2. Sel saraf Motorik Sel saraf motorik berfungsi membawa impuls berupa tanggapan dari susunan saraf pusat (otak atau sumsum tulang belakang) menuju ke kelenjar tubuh. Sel saraf motorik disebut juga dengan sel saraf penggerak, karena berhubungan erat dengan otot sebagai alat gerak. 3. Sel saraf penghubung Sel saraf penghubung disebut juga dengan sel saraf konektor, hal ini disebabkan karena fungsinya meneruskan rangsangan dari sel saraf sensorik ke sel saraf motorik. ( Setiadi, 2007 ) MEKANISME GERAK Gerak pada umumnya terjadi secara sadar, namun, ada pula gerak yang terjadi tanpa disadari yaitu gerak refleks. Impuls pada gerakan sadar melalui jalan panjang, yaitu dari reseptor, ke saraf sensori, dibawa ke otak untuk selanjutnya diolah oleh otak, kemudian hasil olahan oleh otak, berupa tanggapan, dibawa oleh saraf motor sebagai perintah yang harus dilaksanakan oleh efektor. Gerak refleks berjalan sangat cepat dan tanggapan terjadi secara otomatis terhadap rangsangan, tanpa memerlukan kontrol dari otak. Jadi dapat dikatakan gerakan terjadi tanpa dipengaruhi kehendak atau tanpa disadari terlebih dahulu. Contoh gerak refleks misalnya berkedip, bersin, atau batuk. Dimana gerak refleks ini merupakan gerak yang dihasilkan oleh jalur saraf yang paling sederhana. Jalur saraf ini dibentuk oleh sekuen dari neuron sensorik ,interneuron, dan neuron motorik, yang mengalirkan impuls saraf untuk tipe refleks tertentu. Gerak refleks yang paling sederhanahanya memerlukandua tipe sel saraf, yaitu neuron sensorik dan neuron motorik. Gerak refleks bekerja bukanlah dibawah kesadaran dan kemauan seseorang. Pada gerak refleks, impuls melalui jalan pendek atau jalan pintas, yaitu dimulai dari reseptor penerima rangsang, kemudian diteruskan oleh saraf sensori ke pusat saraf, diterima oleh set saraf penghubung (asosiasi) tanpa diolah di dalam otak langsung dikirim tanggapan ke saraf motor untuk disampaikan ke efektor, yaitu otot atau kelenjar. Jalan pintas ini disebut lengkung refleks. Gerak refleks dapat dibedakan atas refleks otak bila saraf penghubung (asosiasi) berada di dalam otak, misalnya, gerak mengedip atau mempersempit pupil bila ada sinar dan refleks sumsum tulang belakang bila set saraf penghubung berada di dalam sumsum tulang belakang misalnya refleks pada lutut. ( Amien, 1987 ) RINGKASAN PEMBAHASAN LEARNING ISSUES 1. MACAM, FUNGSI, KANDUNGAN, DAN KELENJAR PENGHASIL HORMONE  Hormon diklasifikasikan menjadi 3 berdasarkan komposisinya, yaitu : 1. Protein dan Polipeptida Dapat larut dalam air, contohnya : Insulin, Glokagon, dan FSH. 2. Derivat Asam Amino Dapat larut dalam air, contohnya : Tiroksin dan Epinefrin. 3. Steroid dan Derifat Asam Lemak Dapat larut dalam lemak, contohnya : Progesteron, Testosteron, dan Estradiol.  Kandungan hormon 1. Protein dan polipeptida Cirinya larut dalam air. Contohnya yakni pada FSH, dan hormon-hormon yang dihasilkan oleh kelenjar hipofisis.

2. Derivat asam amino Cirinya larut dalam air. Contohnya yakni pada tiroksin, epinefrin 3. Steroid Merupakan senyawa lipid larut. Bersirkulasi dalam plasma yang mentranspor protein. Contohnya terdapat pada hormon testosteron, estrogen, progesteron, dan kortisol. 4. Derivat asam lemak Contohnya terdapat pada progesteron, testosteron, ekstradiol. 5. Eicosanoid Molekul kecil dengan 5 rantai karbon Fungsinya mengatur aktivitas selular dan proses enzim a. Kelenjar Hipofisis Pada saat pembentukan embrio, kelenjar hipofisis terbentuk dari 2 jaringan yaitu ektoderm oral dan jaringan saraf. Sehingga ada 2 tempat asal yang menyebabkan ada 2 kelenjar yaitu Neurohipofisis (berkembang dari jaringan saraf, terdiri dari pars nervosa dan Infundibulum (batang dan eminensia mediana)) dan Adenohipofisis (berkembang dari jariangan ektoderm oral, terdiri dari Pars Distalis, Pars Tuberalis, dan Pars Intermedia). Sistem hipotalamo hipofisis Yang dimaksud sistem ini adalah 3 tempat pelepasan hormon dan 3 hormon yang dihasilkan. Nuklei (Neuron Sekretoris) Hipotalamus : nukleus supraoptikus dan nukleus paraventrikular. Transpor hormon mulai dari badan sel (dirangsang)  akson  ujung akson yang berada pada neurohipofisis  hormon yang dihasilkan merupakan peptida. Nuklei Dorsal Medial, ventral medial, dan nuklei infundibulum hipotalamus. Transpor mulai dari badan sel  akson  berakit pada eminensia mediana (Tempat hormon disimpan dan dibebaskan) Dihasilkan oleh sel-sel sekretoris pada bagian pars distalis dan dibebaskan kedalam kapiler darah di bagian kedua sistem portal. Kelenjar hipofisis terbagi menjadi 2 lobus, yaitu interior dan posterior. a. Kelenjar hipofisis posterior

 

Hormon Antidiuretik (ADH)  meningkatkan reabsorbsi air oleh tubulus ginjal (air di kembalikan ke

dalam darah) Hormon oksitosin  meningkatkan kontraksi miometrium (saat bersalin) dan meningkatkan pelepasan

susu ibu dari kelenjar mamae b. Kelenjar hipofisis anterior Beberapa sel yang mensekresi hormone dalam hipofisis anterior adalah sebagai berkut:

1. TSH  thyrotropes 2. ACTH  corticotropes 3. Prolactin (PRL)  lactotropes 4. GH / Somatotropin  somatotropes
 Hormon pertumbuhan (GH) 1. Meningkatkan kecepatan mitosis 2. Meningkatkan transpor asam amino ke dalam sel 3. Meningkatkan kecepatan sintesis protein 4. Meningkatkan penggunaan lemak untuk produksi energi

Hormon tiroid (TSH)  meningkatkan sekresi tiroksin dan T3 oleh tiroid

 

Hormon ACTH  meningkatkan sekresi kortisol oleh korteks adrenal Hormon prolaktin  merangsang produksi ar susu oleh kelenjar mamae Hormon Folicle Stimulating Hormone (FSH) 2. Meningkatkan sekresi estrogen oleh sel folikel

Wanita : 1. Memicu pertumbuhan ovum di folikel ovarium Pria : Memicu prduksi sperma  Wanita : 1. 2. 3. b. Kelenjar Tiroid  Hormon tiroksin dan triiodotironin disekresi oleh sel follicular ephitellium 1. Meningkatkan produksi energi dari semua makanan 2. Meningkatkan sintesis protein Menyebabkan ovulasi Menyebabkan pecahnya folikel ovarium untuk menjadi korpus luteum Meningkatkan sekresi progesteron oleh korpus luteum Hormon LH pada :

Pria : Meningkatkan sekresi testosteron oleh sel interstisial di testis

Kalsitonin disekresi oleh C cell  menurunkan reabsorbsi kalsium dan fosfat dari tulang ke dalam darah

b. Kelenjar Paratiroid Kelenjar paratiroid terdiri dari empat kelenjar kecil (3 x 6mm), dengan berat total sekitar 0,4g. Kelenjar paratiroid terletak di belakang kelenjar tiroid, satu pada masing–masing kutub atas dan bawah, dan umumnya berada di dalam simpai yang membungkus lobus tiroid. Kadang – kadang kelenjar ini terbenam dalam kelenjar tiroid. Kelanjar paratiroid berkembang dari kantung faring (kelenjar superior berasal dari kantung keempat dan kelenjar inferior berasal dari kantung ketiga). Kelenjar paratiroid juga ditemukan dalam mediastinum, yang terletak disamping timus, karena kelenjar paratiroid dan timus berkembang dari kantung faring yang sama. Setiap kelenjar paratiroid terdapat dalam simpai jaringan ikat. Simpai ini menjulurkan septa kedalam kelenjar, tempat simpai tersebut berbaur dengan seratretikulin yang menyangga kelompok sel sekresi yang berderet memanjang mirip tali. Sel – sel endokrin di kelenjar paratiroid tersusun berderet. Terdapat dua jenis sel : sel principal (chief cell) dan sel oksifil. Sel principal merupakan sel polygonal kecil dangan inti vesicular dan sitoplasma pucat yang agak asidofilik. Mikroskop electron memperlihatkan granula – granula yang berbentuk tidak teratur dan berdiameter 200 – 400 nm di dalam sitoplasmanya. Granula ini merupakan granula – granula sekretoris yang mengandung hormon paratiroid, yang merupakan polipeptida dalam bentuk aktifnya. Sel – sel oksifil jumlahnya lebih sedikit. Sel oksifil bebentuk polygonal dan lebih besar dari sel principal; sitoplasmanya menganding banyak mitokondria asidofilik dengan Krista yang berlimpah.  Hormon PTH (parathormon) : 1. Meningkatkan reabsorbsi kalsium dan fosfat dari tulang ke dalam darah 2. Meningkatkan absorbsi kalsium dan fosfat oleh usus halus 3. Meningkatkan reabsorbsi kalsium dan ekskresi fosfat oleh ginjal d. Kelenjar Pankreas Dalam kelenjar pancreas terdapat beberapa sel penghasil sebagai berikut: 1. Sel alfa mensekresi glukagon, yang dapat meningkatkan kadar gula darah 2. Sel beta mensekresi insulin, yang dapat menurunkan kadar gula darah 3. Sel delta mensekresi somatostatin, atau hormon penghalang hormon pertumbuhan, yang menghambat sekresi glukagon dan insulin. 4. Sel F mensekresi polipeptida pankreas, yang berguna untuk menghambat kontraksi kandung kemih, meregulasi

beberapa enzim pankreas, mengontrol absorbsi nutrien. Hormon yang dihasilkan dalam pancreas adalah sebagai berikut:  1. 2.  Insulin : Glukagon Meningkatkan pengubahan glikogen menjadi glukosa dalam hati Meningkatkan penggunaan asam amino yg berlebihan dan Lemak sebagai sumber energi

1. Meningkatkan transpor glukosa ke dalam sel dan penggunaannya untuk produksi energi 2. Meningkatkan pengubahan glukosa yang berlebihan menjadi glikogen di hati dan otot 3. Meningkatkan transpor asam amino dan asam lemak ke dalam sel dan penggunaannya dalam reaksi sintesis

Pancreatic polypeptide (PP)  menghambat kontraksi kandung kemih, meregulasi produksi beberapa

enzim pankreas, mengontrol absorpsi nutrien. E. Kelenjar Adrenal Merupakan sepasang organ yang terletak di dekat kutub atas ginjal dan terbenam dalam jaringan lemak. Strukturnya gepeng dan berbentuk bulan sabit. Pada manusia memiliki panjang 4 – 6 cm, lebar 1 – 2 cm, dan tebal 4 – 6 mm, berat kurang lebih 8 gr. Terdiri dari 2 lapisan konsentris : 1. Nuklei Berwarna kuning, merupakan kortex adrenal, pada saat pembentukan embrio berasal dari mesoderm intermediet selom. 2. Lapisan Pusat Berwarna coklat kemerah-merahan, merupakan medula, pada saat pembentukan embrio berasal dari kristaneuralis. Kelenjar adrenal disuplai oleh sejumlah arteri yang masuk di berbagai tempat disekitar tepinya. Cabang arteri membentuk Pleksus Subkapsularis (tempat asal 3 kelompok pembuluh : Areri Simpai, Arteri Kortex, dan Arteri Medula). A. Kortex Adrenal Terdiri atas 3 bagian berdasarkan penampilan yang berbeda-beda. Yaitu zona glomerolusa, zona fasikulata, dan zona ratikularis. a. Zona Glomerolusa 15 % dari volume total kortex adrenal. Terletak tepat dibawah simpai jaringan ikat. Sel-selnya berbentuk silindris atau piramidal yang tersusun berhimpitan membentuk deretan bundar atau melengkung yang dikelilingi oleh kapiler. b. Zona Fasikulata 65 % dari volume total kortex adrenal. Sel-selnya tersusun berupa deretan lurus, setebal 1 atau 2 sel yang berjalan tegak lurus terhadap permukaan organ. Sel-selnya berbentuk polihedral, sitoplasmanya mengandung banyak lipid, sehingga nampak bervakuol. c. Zona Retikularis 7 % dari volume total adrenal. Merupakan lapisan koertex yang terdalam, terletak diantara zona fasikulata dan medula. Bentuk sel-selnya tidak teratur. Hormon Kortex dan kerjanya Kortex mensekresikan steroid. Steroid yang dihasilkan macamnya adalah Glukokortiroid, Mineralokortikoid, dan Androgen.  Glukokortikoid Hormon spesifiknya adalah kortisal dan kortikosteron. Disekresikan oleh zona fasikulata dan zona retikularis. Fungsi secara umum yaitu mengatur jalannya metabolisme karbohidrat, protein dan lemak. Di dalam hati, glikokortikoid meningkatkan masukan dan penggunaan asam lemak (sumber energi), asam amino (sintesis enzim), dan karbohidrat (sinsesis glukosa). Sintesis glokosa mengakibatkan kadar gula naik dan memungkinkan terjadinya Diabetes Melitus. Akan tetapi, di luar hati, yaitu di orga-organ perifer (kulit, otot, dan jaringan lemak), menginduksi efek kebalikannya (efek katabolik).

dan konsumsi oksigen meningkat 2. Mekanismenya adalah : Stimulus  Hipotalamus (Eminensia Mediana)  Memproduksi CRH  CRH merangsang hipofisis untuk mensekresikan ACTH  ACTH merangsang kelenjar adrenal untuk mensekresikan Glukokortikoid  Inhibisi ACTH dan CRH. Menyebabkan vasokonstriksi kulit dan visera 8. Medula menyimpan dan mengumpulkan hormonnya dalam granula. Kadar gula darah meningkat melalui stimulasi glikogenolisis pada hati dan simpanan glikogen otot 3. Menurunkan peristaltis 5. Sel parenkimnya memiliki banyak granula sekretoris. merangsang perkembangan kelenjar mamae . Meningkatkan frekuensi jantung dan kekuatan kontraksi jantung 3. Menyebabkan vasokonstriksi kulit. mukosa lamung. Terdapat sel-sel ganglion parasimpatis. B. Hormon yang dihasilkan adalah:  Hormon Norepinefrin 1. kelenjar air liur dan kelenjar keringat. Dehidroepiandrosteron merupakan hormon yang paling banyak disekresikan dan merupakan androgen yang lemah. fungsi imunitas. Pembuluh darah pada kulit dan organ .organ viseral berkonstriksi sementara pembuluh otot rangka dan otot jantung berdilatasi f. Mineralokortikoid bekerja pada tubulus distal ginjal. Hormon yang utama yaitu Aldosteron (dirangsang oleh Adenoglomerulotropin) yang berfungsi utuk mempertahankan kesetimbangan elektrolit (Ion Kaliun dan Natrium) dan air. metabolisme.  Androgen Hormon yang utama adalah Dehidroepiandrosteron dan Andostemedion. Ovarium Sel yang mensekresi hormone pada ovarium adalah sebagai berikut:  Hormon Esterogen 1. Membantu pematangan ovum di folikel ovarium 2. Merangsang pertumbuhan pembuluh darah di endometrium Estrogen disekresi oleh folicel cells  Hormon Progesteron  membantu menyimpan glikogen dan pertumbuhan pembuluh darah pada endometrium Progesteron disekresi oleh corpus luteum  hipotalamus Hormon Inhibin  membantu menurunkan sekresi FSH oleh kelenjar hipofisis anterior dan GnRh oleh  Relaxin  merelaksasi otot cervic.  Mineralokortikoid Dihasilkan oleh zona glomerolusa pada kortex adrenal. Frekuensi jantung. Meningkatkan laju respirasi sel  Hormon epinefrin 1. Hormon ini bekerja saat dikonversi pada testosteron. Meningkatkan pengubahan glikogen menjadi glukosa 6. Mendilatasi bronkiolus 4. Menyebabkan vasodilatasi otot skelet 7. Glikogenesis  Perakitan molekul glukosa menjadi glikogen. Meningkatkan pemakaian lemak untuk energi 9.visera dan otot dan Epinefrin 2. Medula Adrenal Terdiri atas sel-sel parenkim polihedral yang tesusun berupa deretan yang jaringan serat retikulin.Fungsi lain yaitu : Glikoneogenesis  Merangsang sintesis glikogen dari prekursor non-karbohidrat.

Adiposit     Leptin  Menghambat nafsu makan dan merangsang termogenesis m.Ini akan membatasi durasi efek cAMP. Aktivase enzim oleh protein kinase mengakibatkan efek fisiologis dan reaksi kimia. 3. GH berhubungan dengan IGF-I. i. Sekretin  Menstimulasi sel asinar pancreas untuk melepaskan bikarbonat dan air. Produksi melatonin terendah terjadi pada siang hari dan terbesar pada malam hari. MEKANISME KERJA HORMON  Mekanisme kerja hormone secara global Molekul . n. Ginjal 1. Siklus alami produksi melatonin mungkin berkaitan dengan irama beberapa proses fisiologis harian. terlibat dalam “circadian rhythms” Intensitas dan durasi cahaya lingkungan. 2. yang dapat menyampaikan pasan . Kelenjar Timus  adrenoglomerulotrophine  menstimulasi adrenal korteks untuk mensekresi aldosteron  Hormon timosin  maturasi dan kompetensi fungsi dari sistem imun pada limfosit 2. Jantung  darah j. dengan proinsulin menstimulasi pembentukan adenosin 3’.  Mekanisme mineral hormone pertumbuhan 1. yang mencapai kelenjar melalui kolateral jalur penglihatam.5’-monofosfatsiklik (cAMP) sebagai pengantar pesan kedua. Kompleks hormon-reseptor pertama sebagai hormon. Hormon Inhibin  menurunkan sekresi FSH oleh kelenjar hipofisis anterior h. cAMP terurai dengan cepat oleh enzim intraelular fosfodisterase.25 Dihidroksikolekalsiferol  Meningkatkan absorpsi kalsium & mineralisasi tulang. Lambung Peptida Natriuretic Atrium (ANP)  Meningkatkan ekskresi natrium oleh ginjal dan menurunkan tekanan  k.molekul dari berbagai hormon protein dan polipeptida ( pembawa pesan pertama ) berikatan dengan reesptor tetap pada permukaan sel yang spesifik untuk hormon tersebut. Renin  mengatalisis perubahan angiotensinogen menjadi angiotensin I (bertindak sebagai enzim) 2. anggota famili gen yang mirip insulin dan secara struktural serupa Peptida lain yang berhubungan adalah IGF-II. Usus halus Gastrin  Menstimulasi sekresi Hcl oleh sel parietal a. Testis 1. Kolesistokinin (CCK)  Merangsang kontraksi kandung empedu & melepaskan enzim pancreas l. Eritropoierin  Meningkatkan produksi eritrosit. Setiap molekul cAMP mengaktivasi berbagai molekul cAMP-dependen protein kinase yang sesuai. bergantung pada sifat bawaan sel. mempengaruhi pelepasan melatonin. 1. Kelenjar Pineal melatonin  emiliki efek inhibisi terhadap pelepadan gonadotropin dan menghambat produksi melanin Melatonin disekresi oleh sel pinealocytes Pengendalian produksi melatonin : oleh melanosit di kulit.Relaxin disekresi oleh corpus luteum g. Hormon Testosteron  membantu pematangan sperma di tubulus seminiferus testis 2. b.

untuk cairan ventrikel sirkulasi serebrospinal.3. Fungsi: menyangga dengan membentuk barisan jaringan ikat semirigid di antara neuron di (SSP) dan memproduksi selubung myelin di sekitar akson neuron. Astrocytes a. fibrous astrocytes. Macam-macam Neuroglia: 1. Neuroglia (glial cells) Berada pada system saraf pusat. 3. dan menimbulkan retensi Na . ditemukan di substansi putih (SSP) Keduanya berfungsi: Memutar di sekitar saraf untuk menjaga jaringan dalam system saraf pusat. biasanya menetap namun bisa berpindah ke tempat yang terluka. Fungsi : menyelubungi dan memusnahkan mikroba dan cellular debril. Mycroglia Sel kecil yang merupakan derivate monosit.dan membantu mengontrol aliran darah di otak 2. ditemukan di substansi kelabu (SSP) b. Berfungsi sebagai penyangga dan pelindung. magnesium. K-. mengatur b. HISTOLOGI SARAF a. - GH atau mungkin lagi IGF-I meningkatkan positif kalsium. dan fosfat. Ependymocytes Sel epitel yang tersusun selapis dan teratur berbentuk pipih hingga columnar dan banyak yang bersilia Fungsi: membentuk garis epitel bersambung otak. Efek ini berhubungan dengan kerja GH di tulang karena GH mendorong pertumbuhan tulang panjang di lempeng epifisis pada anak-anak yang sedang tumbuh dan merangsang pertumbuhan tambahan serta pertumbuhan aktal pada orang dewasa 3. Neuron . merupakan derivate ectoderm. 4.biasa disebut dengan brain macrophages.bisa bermigrasi ke area yang terluka dari saraf dan berfungsi sebagai makrofag kecil. dan Cl-.yang lain menghubungkan saraf dengan pembuluh darah. dan sedikit tipe dlial sel yang memberikan fungsi special contoh: memproduksi fospolopid penutup yaitu myelin dan oligodendroglia. protoplasmic astrocytes.kebanyakan glial sel menyangga jaringan dengan mengelilingi sel saraf atau membatasi struktur tertentu di otak dan tulang belakang. sehingga orang yang memiliki IGF-I yang kurang tidak akan mengalami pertumbuhan yang normal.menghubungkan neuron dengan pembuluh darah. 4.berikiran 5-10 kali lebih kecil dari neuron. Olygodendrocytes Mempunyai kesamaan dengan astrocytes namun mempunyai proses yang pendek dan sedikit. IGF-I berhubungan langsung dengan efek hormon pertumbuhan.

Membran plasma di akson disebut aksolemma dan isinya disebut aksoplasma. Badan sel Disebut juga perikarion. Ditemukan di kebanyakan neuro. Akson Dimiliki oleh beberapa neuron. Badan Nissl ada dalam RER dan Ribosom yang nampak bergranula dan bersifat basofilik. Sel Schwan Semua akson di dalam sistem saraf perifer di bingkus dengan lapisan schwan. Bercabang-cabang sehingga memperluas daerah penerimaan.1. Segmen ini sebagai tempat berkumpulnya stimulus yang merangsang atau menghambat. Spina dendrit merupakan daerah ujung dendrit yang kebanyakan menerima sinaps. Perpanjangan sitoplasma yang biasanya berganda dan pendek. Terdapat badan Nissl. Aksoplasma mengandung mitokondria. Tidak ada RER dan ribosom sehingga bergantung pada badan sel. Permukaan dendrite penuh dengan neuron dendrite untuk berhubungan dengan neuron lain. terutama neuron motorik. 4. 3. daerah titik awal muara akson dengan awal mielinisasi disebut segmen inisial. Kebalikan dari aliran Anterograd yaitu aliran Retrograd (dari akson menuju badan sel). 2. Pada akson bermielin. Namun ada juga yang tidak memiliki (neuron-neuron yang ada di SSP). Makromolekul dan organel disintesis dalam badan sel dan diangkut secara kontinyu disepanjang akson ke bagian terminalnya oleh aliran Anterograd. Dendrit Merupakan bagian yang meneriam banyak sinaps dan sebagai tempat penerimaan sinyal. Dalam system saraf perifer sel schwan melingar dalam bentuk jeli. MACAM DAN FUNGSI SARAF  Berdasarkan fungsi: . Fungsi: menyalurkan impuls dari badan sel ke neuron lain Origo Akson: akson yang beradal dari badan sel pada hillock akson 4. diputuskan terus atau tidak suatu potensial aksi. berfungsi untuk menghantarkan impuls ke seluruh tubuh. Fungsinya menyalurkan impuls saraf dan mengendalikan metabolisma seluruh neuron. Nodis ranvier merupakan celah diantara sel schwan yang berdekatan. mikrotubulus. Neuro fibrik dan badan niddl memanjang ke dalam dendrite. dan mikrofilamen. Ada 3 kecepatan dalam aliran Anterograd:  Lemah / Lambat : Mengangkut protein dan mikrofilamen  Sedang : Mengangkut mitokondria  Cepat (100 kali lebih cepat) : mengangkut neurotransmitter. Badan Golgi dan Mitokondria tersebar di badan sel. biasanya mengangkut virus dan toksin. Mielin berfungsi sebagai insukator listrik dan mempercepat hantaran saraf. Akson besar memilikilapusan dalam disebut myelin akson yang tampak berwrna putih disebut serabut termielinasi.

yaitu belahan kiri dan belahan kanan. yaitu otak (ensefalon) dan sumsum belakang (medula spinalis). OTAK Otak manusia terdiri dari dua belahan (hemisfer). dan bagian belakang kepala (lobus oksipetalis). a. dan terdiri dari dua belahan yang bekerja secara berlawanan. Antara bagian dahi dan pelipis dipisahkan oleh celah silvius. otak tengah. otak besar juga tersusun oleh dua lapisan. sedangkan aksonnya dapat sangat panjang. yaitu otak depan. bipolar  memiliki 1 akson dan 1 dendrit c. yaitu belahan otak kiri akan mengendalikan sistem-sistem tubuh yang terletak dibagian kanan tubuh. Badan sel saraf motor berada di sistem saraf pusat. SISTEM SARAF PUSAT 1. motorik/eferen Berfungsi mengirimkan impuls dari sistem saraf pusat ke otot atau kelenjar yang hasilnya berupa tanggapan tubuh terhadap rangsangan. dan otak belakang.  Berdasarkan strukturnya. Otak besar terbagi menjadi empat bagian. Sel saraf intermediet menerima impuls dari reseptor sensori atau sel saraf asosiasi lainnya. . Pembagian otak seperti ini tampak jelas pada masa perkembangan embrio. Otak Besar Otak besar (cerebrum) merupakan bagian terluas dari otak yang berbentuk ovale. yaitu bagian dahi (lobus frontalis). Otak dibagi menjadi tiga daerah. bagian pelipis (lobus temporalis). Kedua belahan tersebut dihubungkan oleh balok otak yang berongga (ventrikel) yang berisi cairan getah bening( cebrospinal). Antara bagian dahi dan ubun-ubun dipisahkan oleh celah yang disebut fisura Rolando. a. unipolar  memiliki 1 akson bercabang b. asosiasi/intermediet Sel saraf intermediet disebut juga sel saraf asosiasi. Selain itu. Sel ini dapat ditemukan di dalam sistem saraf pusat dan berfungsi menghubungkan sel saraf motor dengan sel saraf sensori atau berhubungan dengan sel saraf lainnya yang ada di dalam sistem saraf pusat. multipolar  memiliki akson dan dendrit lebih dari satu A. Otak besar mengisi penuh bagian depan atas rongga tengkorak. Sedangkan pada manusia dewasa tidak tampak jelas karena masing-masing daerah terdiri dari beberapa bagian atau lobus. yaitu lapisan luar (korteks) yang berisi badan neuron dan lapisan dalam yang berisi serabut saraf baik dendrit maupun neurit. sedangkan belahan otak kanan akan mengendalikan sistem-sistem tubuh yang terletak dibagian kiri tubuh. Dendritnya sangat pendek berhubungan dengan akson saraf asosiasi. bagian ubun-ubun (lobus parientalis). Ujung akson dari saraf sensori berhubungan dengan saraf asosiasi (intermediet). Pada tali spinal (jalur antara otak dengan sumsum tulang belakang) terjadi pindah silang sehingga terjadi kebalikan system pengendalian.sensorik/aferen Berfungsi menghantarkan impuls dari reseptor ke sistem saraf pusat.

tersusun oleh empat bagian yang menonjol. tekanan darah. Struktur umum Medulla spinalis 31 satu pasang saraf spinal keluar dari area urutan korda melalui foramina intervertebral .  Nukleiasal saraf cranial IX.. keseimbangan kerja otot dan rangka.  Daerah ubun-ubun. batuk. dan menghubungkan antar otak kecil dengan korteks otak besar. yaitu jembatan varol (pons varolli). antara lain pernafasan. dan tekanan darah serta infundibulum. yang merupakan lanjutan dari akson pada pedunkulus serebral  Medulla dorsal atau posteriorterdiri sebagian dari lanjutan traktus sensorik  Pusat medulla (vital)nuklei yang berperan dalam pengendalian fungsi seperti frekuensi jantung. d. b. b. pernapasan. yaitu penerima dan penerus impuls yang dating dari saraf perifer dan meneruskannya ke pusat sensorik pada bagian korteks otak. kepribadian. sumsum lanjutan (medulla oblongata). 2. menelan dan muntah. berisi serabut saraf yang menghubungkan antara bagian kiri dan kanan otak kecil. serta mengatur koordinasi gerakan otot.  Daerah belakang kepala merupakan pusat penglihatan dan dapat menyampaikan memori tentang apa yang dilihat. Hipotalamus yaitu bagian pengatur suhu tubuh dan juga pengatur rasa mengantuk. keinginan. MEDULLA OBLONGATA Letaknya menjulur dari pons sampai medulla spinalis dan terus memanjang.  Mengendalikan berbagai aktivitas reflex dalam tubuh. gerak alat-alat pencernaan. kesadaran. Otak tengah memiliki bagian dorsal yang disebut atap.  Medulla anterior atau ventralterdiri dari tonjolan substansi putih disebut pyramid. ingatan. yaitu pangkal dari hipofisis (kelenjar endokrin). kecerdasan. emosi. Pada bagian otak besar terdapat daerah asosiasi. Mentransmisi impuls ke dan dari otak melalui traktus asenden dan desenden. selain pusat berbicara dan juga pusat untuk merasakan dingin. yang terdiri dari thalamus. yaitu:  Daerah dahi yang berhubungan dengan kemampuan berpikir. XI dan XII terletak dalam medulla 3. X. Otak tengah Otak tengah (mesencephalon) manusia berukuran kecil dan terletak di depan otak kecil. c. suhu tubuh. Otak kecil berfungsi mengatur sikap dan posisi tubuh. panas dan rasa sakit. Setiap aktivitas akan dikendalikan oleh bagian yang berbeda. dua tonjolan ke atas dan dua tonjolan ke bawah. Di antara belahan otak besar terdapat otak depan. Pada otak tengah terdapat saraf okulomotoris (saraf yang berhubungan dengan pusat pergerakan mata).  Daerah pelipis terdapat pusat bicara dan juga terdapat pusat pendengaran.  Daerah pelipis dan ubun-ubun mengendalikan kemampuan berbicara dan bahasa. Bagian ini berakhir pada area foramen magnum tengkorak. bahkan kepercayaan kepada sesuatu yang bersifat metafisik. tekanan darah. terdiri atas dua belahan yang berliku-liku sangat dalam dan terletak diobawah bagian otak belakangg. Ketiga bagian otak belakang tersebut membentuk batang otak.Otak besar merupakan pusat saraf utama karena berperan dalam pengaturan seluruh aktivitas tubuh. Otak Belakang Otak belakang memilki tiga bagian utama. yaitu bagian yang menghubungkan anatara bagian sensorik dan motorik. daya khayal. tampak seperti ujung yang bengkak pada tali spinal dan berfungsi sebagai pusat pengatur reflex biologis misalnya detak jantung. MEDULLA SPINALIS  Fungsi: a. Otak kecil Otak kecil (serebelum). daya cipta.

IX (glossopharyngeal) N. dan lumbal system saraf perifer. Bagian ini mengandung Tanduk lateral adalah protrusi di antara tanduk posterior dan anterior pada area toraks Komisura abu-abu menghubungkan substansi abu-abu di sisi kiri dan kanan medulla spinalis ini mengandung badan sel yang menerima sinyal melalui saraf spinal dari neuron sensorik. mulai dari ruas leher terbawah sampai pada tulang ekor. I (olfaktori) N. V (trigeminal) N. IV (trochlear) N. X (vagus) N. Bagian Tanduk abu-abu anterior (ventral) adalah batang vertical bawah. Ganglia-ganglia ini berhubung-hubungan dengan sistem saraf pusat melalui sumsum tulang punggung dengan menggunakan cabang-cabang penghubung yang bergerak le luar dari sumsum tulang punggung menuju ganglion. .  c. VI (abducents) N. Gerak Reflek Pada Medula Spinalis  Ada 2 reflek yang terjadi : a. Ke 25 pasang ganglia itu terdapat di sepanjang tulang belakang sebelah depan. Saraf kranial Nama N.  neuron motorik yang aksonnya mengirim impuls melalui saraf spinal ke otot dan kelenjar. SISTEM SARAF TEPI 1. Reflek peregangan  bahwa otot yg terenggang akan berkontraksi secara otomatis (misal ketukan pada tendon patela tepat di bawah tempurung lutut eksistensi tungkai bawah) Reflek fleksor (penarikan)  stimulasinya rasa nyeri dan adanya kemungkinan bahaya sehingga respon yang timbul menghindari hal tersebut (otak tidak perlu membuat keputusan untuk melindungi tubuh) B. Susunan saraf simpatik Berupa 25 pasang simpul saraf atau ganglia. b. yakni saraf parasimpatik dan saraf simpatik. Dibedakan menjadi dua. b. bentuknya seperti huruf H Batang atas dan bawah huruf H disebut tanduk Tanduk abu-abu posterior (dorsal) adalah batang vertical atas substansi abu-abu. II (optic) N. Struktur internal medulla spinalis a. dan dari ganglion masuk menuju sumsum tulang Tipe Sensori Sensori Motori Motori Mix Motori Mix Sensori Mix Mix Motori Motori Fungsi Pencium Penglihat Penggerak otot kelopak mata dan bola mata Penggerak otot mata Sensori: otot wajah dan mulut Motori: menguyah Pergerakan mata Sensori: merasa Motori: otot wajah dan kelenjar saliva Pendengaran dan keseimbangan Sensori: perasa Motori: menelan Saraf utama untuk sistem saraf parasimpatetis Menelan dan menggerakkan kepala dan pundak Penggerak otot lidah Merupakan saraf tak sadar. Saraf spinal  Cervical (C1-C8)  Thoracic (T1-T12)  Lumbar (L1-L5)  Sacral (S1-S5)  Coccygeal (Co1) b. Bagian ini mengandung badan sel neuron system SSO. III (oculomotor) N. XII (hypoglossal) 2. SARAF OTONOM a. VIII (auditori) N. SARAF SOMATIK a. VII (facial) N.  Kanal sentral berukuran kecil dikelilingi oleh substansi abu-abu. XI (accessory) N.

dan aksoaksonik (antara akson dengan akson lain). Kemudian ketika Impuls menjalar  Kanal Ion Natrium membuka  ion natrium masuk ke dalam sel  Potensial naik menjadi 30 mV  kenaikan potensial menyebabkan kanal Ion Kalium membuka  Ion Kalium keluar dari sel  Potensial kembali menjadi -65 mV (Potensial Membran Istirahat). Secara fungsional. kemudian diteruskan ke badan sel dan menuju akson. darah beredar lebih cepat. yaitu aksosomatik (antaran akson dengan badan sel). . Susunan saraf parasimpatik Berupa jaring-jaring yang berhubung-hubungan dengan ganglia yang terbesar di seluruh tubuh. sampai kembali ke keadaan semula. aksodendritik(antara akson dengan dendrit). alat pencernaan. ginjal. sedangakan dendrit atau badan sel yang menerima rangsang atau impuls dari ujung akson disebut pascasinaps. Proses ini kurang lebih terjadi dalam waktu 5 mili detik.punggung. dan neuropeptida. Dalam keadaan istirahat. membran sel neuron memiliki sebuah potensial yang disebabkan oleh banyaknya konsentrasi ion Kalium dan sedikitnya konsentrasi ion Natrium di dalam sel. Jenis sinaps ada 3. susunan saraf parasimpatik berlawanan dengan susunan saraf simpatik. Dari tiap ganglion keluar urat saraf ke paru-paru. Gambar : Potensial listrik pada membran sel pada saat dilewati impuls Komunikasi Sinaps (jalannya impuls antar neuron) Ujung akson yang menghantarkan impuls disebut daerah prasinaps. saraf parasimpatik memperlambat aktivitas itu sedikit demi sedikit. Fungsi susunan saraf simpatik antara lain:  Mempercepat denyut jantung  Memperlebar pembuluh darah  Mempertinggi tekanan darah b. pembuluh darah dan lainnya. Contoh: Misalnya setelah berlari jantung berdenyut lebih cepat. Sebelum impuls menjalar. amino. kebanyakan merupakan amin. 5. Neurotransmitter merupakan zat yang berada dalam ujung akson yang berfungsi untuk komunikasi sinaps. MEKANISME JALANNYA IMPULS Ketika sinyal dieriam oleh reseptor. Potensial listrik itu sebesar -65 mV dan disebut dengan Potensial Membran Istirahat. jantung.

Saat ion K+ bermuatan posistif keluar dari sel.Jalannya komunikasi sinaps: Impuls saraf  Mmenjalar sepanjang membran sel  terjadi depolarisasi  Kanal Kalsium membuka  ion kalsium masuk  masuknya kalsium memicu eskositosis neurotrnsmitter yang berada dalam vesikel  neurotransmitter lepas dan kemudian beraksi dengan reseptor yang berada di daerah pascasinaps  depolarisasi membran pascasinaps  impuls tersampaikan. konsentrasi ion Na+ di luar membran sel lebih tinggi daripada di dalam sel karena tingkat permeabilitas membran terhadap ion K+ sekitar 75 kali lebih besar daripada ion Na+. Membran ini impermeabel terhadap molekul protein intraselular besar yang bemuatan negatif. serta relatif impermeable terhadap ion Na+. serta perbedaan permeabilitas membran terhadap ion ini dan ion lain . Hal ini mengakibatkan bagian dalam sel mengalami elektronegatifitas. difusi atau endositosis. Membran neuron sangat permeabel terhadap ion K+ dak klor (Cl-). Konsentrasi ion K+ di dalam membran sel lebih tinggi daripada di luar sel. ion tersebut meninggalkan molekul protein bermuatan negatif yang terlalu besar untuk dapat berdifusi melalui membran. Neurotransmiter yang lepas tadi dirombak melalui pemecahan enzimatis. Potensial Istirahat / Potensial Membran Polarisasi ( potensial istirahat ) disebabkan oleh konsentrasi ion natrium (Na+) dan Kalium (K+) yang tidak seimbang di dalam dan di luar sel. NEUROTRANSMITTER Definisi Neurotransmitter merupakan suatu zat kimia yang dapat menyeberangkan impuls dari prasinapsis ke post sinapsis atau pasca sinapsis Macam-macam Bersifat eksitasi:  asetilkolin  berada di seluruh tubuh  norepinephrine  berada dalam system saraf  dopamine  berada dalam otak  glutamate  salah satu asam amino esensial  histamine  salah satu asam amino esensial Bersifat inhibisi:   gamma aminobutyric acid (GABA)  berada pada jaringan otak glisin  berada pada medulla spinalis . maka difusi ion K+ keluar dari sel lebih cepat daripada difusi ion Na+ ke dalam sel.

yaitu : 1. Sel goblet mukosa 3. nasofaring. Bagian Respirasi Meliputi bronkiolus respiratris. Sel basal 5. yaitu : 1. dan bronkiolus terminalis. bronkiolus. trakea. 2. Bagian Konduksi Meliputi rongga hidung. dan alveoli. Sel sikat 4. Ada 5 jenis sel epitel respirasi. Sel silindris berlapis banyak (paling banyak) 2. bronkus. dan mempengaruhi kesadaran Mekanisme mata dapat melihat benda Bayangan  Mata Cahaya menembus bagian mata  Kornea  Aqueus humor Lensa  Badan vitreus  Merangsang ujung ujung saraf retina saraf opticus II  Ke otak lobus oksifitalis  membentuk benda SISTEM PERNAFASAN Alat-alat respirasi Terdiri dari dua bagian utama. Epitel respirasi Sebagian konduksi dilapisi oleh epitel silindris berlapis dan mengandung banyak sel goblet. Sel bergranul kecil . lapar. serotonin  menghambat dan mengontrol keinginan tidur. duktus alveolus. laring.

Laring Merupakan tabung tak teratur yang mengubungkan faring dengan trakea.A. Dalam rongga hidung ini juga terdapat reseptor olfaktorius yang mendeteksi uap kimiawi yang diinhalasi yang disebut nervus olfaktorius melewati tulang etmoidalis menuju otak. krikoid. Pengondisian udara dalam rongga hidung: Vibrisa menyaring debu. terdapat 3 tonjolan yang disebut dengan konda (superior. 3. aritenoid) dan tulang rawan elastik (epiglottis. Rongga Hidung Terdiri dari 2 bagian. Faring 4. Nasofaring Merupakan bagian pertama faring. ujung aritenoid). Di sekitar permukaan nares terdapat kelanjar sebasea. media. sebagai katup untuk mencegah masuknya makanan atau cairan yang Memiliki fungsi sebagai jalan masuknya udara ke laring dan masuknya makanan ke esofagus. Bagian Konduksi 1. mucus dan secret serosa melembabkan udara yang masuk. Terdiri dari tulang rawan hyaline (tiroid. dan vibrissa (rambut pendek). 2. yaitu bagian Vestibulum dan Fosa Nasalis. lapisan mucus fosa nasalis menyaring zat renik dan berbagai gas. Bagian Vestibulum merupakan bagian yang paling anterior dan paling lebar dari rongga hidung. kelenjar keringat. inferior). Fungsinya adalah sebagai penyokong (menjaga agar jalan nafas tetap terbuka). . Sedangkan bagian fosa nasalis.

Tetapi di bagian muara. Sedangkan retikulin berfungsi sebagai penunjang yang mencegah perkembangan secara berlebihan dan pengerusakan kapiler-kapiler halus dan septa alveolar yang tipis. sel epitel menyatu dengan sel-sel alveolus yang gepeng.ditelan. terdapat pada bronkus respiratoris. B. Bagian ini merupakan daerah peralihan bagian konduksi dan respirasi. Dilapisi sel-sel pipih yang sangat halus. dan juga sebagai fungsi fonasi (penghasil suara). Serat elastic yang berfungsi memungkinkan alveolus dapat mengembang pada saat terjadi inspirasi dan kontraksi secara pasif pada wakti ekspirasi. alveoli juga merupakan tempat pertukaran oksigen dan karbondioksida. Alveoli bertanggung jawab atas struktur berongga dalam paru-paru. Pada lamina propia terdapat otot polos. dan sakus alveolus. . 2 cabang di kiri). Bagian Respirasi 1. Bagian ujung cabang disebut bronkiolus. 3. Duktus Alveolaris Merupakan saluran yang makin ke distal dengan jumlah muara alveolus yang semakin tambah banyak. Terdapat banyak alveolus yang merupakan tempat pertukaran gas. Diantara ujung hyaline yang berbentuk C. 6. Terdapat kelenjar seromukosa yang menghasilkan mucus yang lebih cair. Bronkus primer masuk ke setiap lobus paru-paru (3 cabang di kanan. bercabang 2 atau lebih bronkiolus respiratoris. Bronkus Trakea bercabang menjadi 2 bronkus primer. Alveolus Merupakan penonjolan (evaginasi) dengan bentuk mirip kantung dengan diameter kurang lebih 200 mikro meter. Trakea Dilapisi oleh cincin tulang rawan hyaline yang berbentuk C  menjaga supaya lumen trakea tetap terbuka. Katup yang mencegah masuknya makanan atau cairan yang ditelan adalah epiglotis atau yang sering disebut dengan anak tekak. terdapat ligament fibroelastis (mencegah distensi berlebihan dari lumen) dan berkas otot polos (pengaturan lumen) yang terlihat pada lapisan periosteum. Trakea ini juga dilapisi oleh pseudostratified ciliated columnar epithelium. Selain itu. Bronkus Respiratoris Setiap bronkiolus terminalis. Setiap bronkiolus bercabang 5 – 7 bronkiolis terminalis. 2. duktus alveolus. 5. Dilapisi oleh sel epitel kuboid bersilia dan sel clara. pada matrix terdapat serat-serat elastin dan kolagen (sebagai penunjang).

trakea. sehingga udara luar masuk melalui hidung. serratus anterior dan otot skalena juga akan memperbesar rongga toraks. otot otot sternokleidomastoid. Hal ini disebabkan oleh : 1. . Dalam pernapasan. akibatnya udara dalam paruparu terdorong keluar. Udara Alveolus tidak sama dengan udara atmosfer. Didalam paru-paru terdapat bronkus dan bronkiolus. Pada ekspirasi dalam. 2. Bronkiolus diparu-paru bercabang-cabang lagi membentuk pembuluh-pembuluh halus. otot interkostal internal menarik kerangka iga ke bawah dan otot abdomen berkontraksi sehingga mendorong isi abdomen menekan diafragma. Udara alveolus hanya sebagian diganti oleh udara atmosfer tiap kali bernapas. Paru-paru kiri terdapat dua gelambir dan paru-paru kanan terdapat tiga gelambir. otot diafragma berkontraksi sehingga diafragma mendatar. Pelembaban udara di sepanjang saluran pernapasan. pektoralis mayor. Rongga dada pun mengecil. bronkus dan masuk ke paru-paru. CO2 berdifusi terus menerus ke dalam alveoli. Mekanisme Pernafasan Inspirasi Pada saat inspirasi. yaitu paru-paru kiri dan paru-paru kanan. Diafragma melengkung ke arah toraks. Pembuluh-pembuluh halus ini berakhir pada gelembuggelembung halus yang disebut alveolus (alveoli=jamak). Paru-paru pun mengembang. 4. Otot interkostal eksternal mengangakat iga ke atas dan ke depan saat berkontraksi sehingga memperbesar rongga toraks ke arah anterior dan superior. Ekspirasi Ekspirasi pada pernapasan dipengaruhi oleh relaksasi otot dan disebut proses pasif.Pulmo (paru-paru) Paru-paru terdiri oleh dua bagian. Oksigen secara terus menerus diabsorbsi oleh alveolus kedalam darah paru paru 3.

Pada karbon dioksida juga sama. namun kebalikannya. Konsentrasi Karbon Dioksida dalam Alveolus Peningkatan konsentrasi karbon Dioksida berbanding lurus dengan dengan kecepatan ekskresi Karbon Dioksida dan berbanding terbalik dengan ventilasi alveolus. Karbon dioksida berdifusi dengan arah yang berlawanan. Oksigen baru juga secara terus-menerus dihirup masuk ke dalam alveoli dari atmosfer. Difusi gas melalui membran pernapasan (sawar udara-darah) Proses difusi gas pada alveolus bergantung pada prinsip fisika yaitu tentang tekanan parsial (hukum henry). Oksigen dari udara alveolus masuk ke dalam darah kapiler. Sitoplasma sel endotel. Lamina basal alveolar dan endotel yang menyatu. Kecepatan absorbsi oksigen dalam darah 2. 2. Maka Oksigen akan berdifusi masuk ke dalam alveolus. sehingga karbon dioksida berdifusi masuk ke dalam alveolus. tekanan oksigen dalam alveolus meningkat. Kecepatan masuknya oksogen baru ke dalam paru-paru. sedangkan tekanan parsial oksigen dalam kapiler darah lebih rendah (karena oksigen sudah digunakan oleh jaringan-jaringan tubuh). Pada saat udara masuk kedalam alveolus. . Secara umum proses difusi oksigen dan karbon dioksida tidak lepas dari prinsip tekanan parsial ini. Tekanan parsial karbon dioksida dalam darah lebih tinggi dari pada di alveolus. Lapisan permukaan dan sitoplasma sel alveolus. Jadi konsentrasi oksigen dalam alveolus dipengaruhi oleh : 1. Membran pernapasan (sawar udara-darah) Terdiri dari 3 lapisan yaitu : 1. 3. Pembebasan CO2 dari HCO3 dikatalis oleh enzin karbonat anhidrase yang terdapat pada eritrosit.Konsentrasi Oksigen dalam Alveolus Oksigen diarbsorbsi dari alveoli ke dalam darah paru secara terus menerus.

Perbedaan tekanan diantara kedua sisi menbran pernapasan Yaitu merupakan perbedaan tekanan parsial gas dalam alveoli dan tekanan parsial gas dalam darah. Luas permukaan membran pernapasan Contohnya pada penyakit enfisema. CO2 lebih cepat 20 kali daripada O2. 4. yaitu alveoli bersatu dengan alveoli yang lain sehingga lebar dinding (membrane pernapasan) keseluruhan berkurang.Faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan difusi gas melalui membran pernapasan 1. Sedangkan yang 2% menuju ke paru-paru lewat sirkulasi bronchial yang secara khusus member nutrisi pada sel-sel paru dengan tekanan 40 mmHg (saluran pintas). 2. . Koefisien difusi Merupakan kelarutan gas dalam membran. Transpor oksigen dalam arteri 98% darah paru teroksigenasi sampai pada tekana parsial oksigen 104 mmHg  keseluruh tubuh. 3. Ketebalan membran Contohnya adanya cairan edema dalam mebran interstitial dan dalam alveoli dan penyakit paru yang menyebabkan fibrosis paru.

maka O2 akan berikata dengan Hb. Saat udara meninggalkan paru-paru setelah ekspirasi. stretch receptor tidak lagi terstimuli.Ikatan Oksigen-Hb Dalam darah. Jenis kelamin. Pengaruh saraf Pusat respirasi terdapat pada medullary rhytmicity area. terutama evaporasi saliva dari lidah. 3. Peregangan otot anus dapat meningkatkan laju respirasi 7. pneumotaxic area. karena setiap pernapasan sangat dangkal. hipotalamus menimbulkan sinyal neurogenik untuk menurunkan suhu tubuh. ion H+ dapat mengubah laju pernafasan. Pada saraf kranial. Peristiwa terengah-engah dihidupkan oleh pusat pengatur suhu di otak. keadaan terengah-engah tidak meningkatkan ventilasi alveolar lebih dari yang dibutuhkan untuk mengendalikan gas-gas di dalam darah dalam jumlah yang sesuai. maka akan terjadi dissosiasi O2Hb. 4. Satu dari sinyal ini menimbulkan keadaan terengah-engah. sehingga sejumlah udara baru berasal dari luar mengadakan kontak dengan bagian atas saluran pernapasan. Impuls dikirim dari otak ke area inspiratory sehingga proses bernafas dilanjutkan. Oleh karena itu. Saat reseptor ini meregang. Pengaruh otak Kita dapat menghentikan nafas kita dalam waktu yang singkat. jika tekaana parsial O2 rendah. Medullary rhytmicity area (area inspirasi dan ekspirasi) memiliki kemampuan untuk menentukan irama dasar respirasi. pada pria laju respirasinya lebih tinggi dibandingkan wanita Mekanisme Terengah-engah Mekanisme terengah-engah digunakan oleh binatang tingkat rendah sebagai alat untuk menghilangkan panas. bila darah menjadi terlalu panas. Yaitu. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pernafasan 1. Pneumotaxic area dan apneustic area mengkoordinasi masa transisi antara inspirasi dan ekspirasi. Fungsi Hb adalah sebagai buffer tekanan parsial Oksigen dalam darah. Pada efeknya. Refleks inflasi Dalam dinding bronkus dan bronkeolus terdapat stretch receptor. maka inspiratory dan apneustic area terhambat sehingga terjadi ekspirasi. Kemampuan menahan nafas dibatasi oleh adanya cadangan H+ dan CO2 dalam darah. O2 bergabung secara longgar dengan heme Hb. proses ini akan mendinginkan darah di dalam saluran mukosa pernapasan sebagai akibat evaporasi dari permukaan mukosa. Namun. 2. saraf nomor tujuh atau nerve vagus dari reseptor di saluran nafas dan paru turut mempengaruhi laju pernafasan. Kapasitas Paru-Paru(Sloane) . Proses terengah-engah sebenarnya diatur oleh pusat terengah-engah yang berhubungan dengan pusat pernapasan pneumotaksik yang berada dalam pons. Namun. sebagian besar udara yang masuk ke alveoli adalah udara ruang rugi yang terutama berasal dari trakea dan bukan dari atmosfer. Stimuli kimia CO2 dan O2 Peningkatan CO2 akan meningkatkan H+ dan begitu pula sebaliknya. dan apneustic area. Saat PCO3 dan H+ mencapai level tertentu. 5. Hal ini menyebabkan inspiratory dan apneustic area tidak lagi terhambat sehingga terjadi nafas baru. Kenaikan suhu tubuh dapat meningkatkan laju respirasi 6. area inspirasi terstimulasi. Bika tekanan parsial O 2 tinggi (dalam kapiler paru). Menghirup dan mengeluarkan napas dengan cepat.

Vena. Volume residual penting untuk kelangsungan aerasi dalam darah saat jeda pernapasan. c. VCE biasanya berkisar 1200 ml pada laki . VT pada dewasa muda sehat 500 ml untuk laki. Volume Cadangan Inspirasi ( VCI ) adalah volume udara ekstra yang masuk ke paru .1 4. b. Sistem kardiovaskular a.0 Wanita (L) 1.laki dan 1900 ml pada perempuan. berupa jalinan saluran halus dan rumit yang saling beranastomosis dan dindingnya merupakan tempat berlangsungnya pertukaran zat antara darah dan jaringan. CDI berkisar 3100ml pada laki . yaitu pembuluh darah terkecil.laki dan 380 ml untuk perempuan b.paru estela melakukan ekspirasi kuat. serangkaian pembuluh eferen yang semakin mengecil sewaktu bercabang.0 1. Rata.laki sekitar 1200 ml dan pada perempuan 1000ml. dan berfungsi untuk mengangkut darah. Volume tidal (VT) adalah normal udara yang masuk dan keluar paru .paru selama ventilasi normal biasa. Jantung.paru dengan inspirasi maksimum di atas inspirasi tidal. d. Volume Residual (VR) adalah volume udara sisa dalam paru .9 0. Kapiler.3 0. Volume Cdangan Ekspirasi (VCE) adalah volume udara ekstra yang dapat kuat dikeluarkan pada akhir ekspirasi tidal normal. Pembuluh darah Arteri. Kapasitas Paru-Paru(Ganong) IRV (Inspiratory Reserve Volume) TV (Tidal Volume) ERV (Expiratory Reserve Volume) RV (Recidu Volume) Kapasitas Total Kecepatan nafas normal tiap menit: Bayi baru lahir Usia 12 bulan Usia 2-5 tahun Dewasa 30-40 30 24 10-20 Pria (L) 3.5 0. terbentuk dari penggabungan kapiler menjadi sistem saluran.rata volume ini pada laki .2 6.2 SISTEM SIRKULASI Yang terlibat dalam sistem sirkulasi adalah: 1. Ukurannya semakin besar ketika pembuluh ini mendekati jantung.5 1. .laki dan 800 ml pada perempuan. sambil membawa darah ke jantung.7 1. yakni suatu organ yang berfungsi untuk memompa darah.a. untuk dipompa keluar lagi. dengan nutrien dan oksigen ke jaringan.

Makrovaskulatur. Jaringan limfe Histologi sistem sirkulasi : 1. terletak dalam pembuluh limfe besar. 2. kapiler. 2. vena muskular). pembuluh dengan diameter lebih dari 0. Hati c. merupakan tempat terjadinya pertukaran antar darah dan jaringan sekitar pada keadaan normal dan pada poroses peradangan. adalah cairan yang mengalir dalam pembuluh. venula pascakapiler). Kelenjar timus e. yaitu saluran buntu yang beranastomosis untuk membentuk pembuluh – pembuluh yang makin membesar. Mikrovaskulatur. Organ pembentuk dan penyimpanan darah a. Pembuluh limfe. Limfe b. Darah.1 mm (arteriol besar. b.c. Sumsum tulang d. berawal di kapiler limfe. Nodus limfe. arteri muskular dan elastis. Jarak semua sel tubuh dari sumber nutrisi ini tidak pernah melebihi satu milimeter. (arteriol. 3. Sistem Limfatik a. Jantung ANATOMI JANTUNG .

Ukuran dan bentuk a. Jantung berukuran kurang lebih sebesar kepalan tangan pemiliknya.1. Jantung adalah organ berongga dan memiliki empat ruang yang terletak antara kedua paru . Pelapis . Ujung atas yang lebar (dasar) mengarah ke bahu kanan.paru di bagian tengah rongga toraks. Dua pertiga jantung terletak di sebelah garis kiri midsternal. Bentuknya seperti kerucut tumpul. b. Jantung dilindungi medistinum. ujung bawah yang mengerucut (apeks) mengarah ke bahu kiri. 2.

dan menyambung dengan lapisan endotelial yang melapisi pembuluh darah yang memasuki dan meninggalkan jantung.paru. 4. (2) Lapisan serosa dalam terdiri dari 2 lapisan. Ruang ini mengandung cairan perikardial yang diekskresi lapisan serosa untuk melumasi membran dan mengurangi friksi. Epikardium luar tersusun dari lapisan sel . Miokardium terngah terdiri dari jaringan otot jantung yang berkontraksi untuk memompa darah. Terdiri 2 macam ruang : a.sel mesotelial yang berada di atas jaringan ikat. Dinding jantung tersusun dari tiga lapisan : a. (1) Lapisan fibrosa luar pada perikardium tersusun dari serabut kolagen yang membentuk lapisan jaringan ikat rapat untuk melindungi jantung. Kantong ini melekat pada diafragma. (a) Membran viseral (epikardium) menutup permukaan jantung (b) Membran parietal melapisi permukaan bagian dalam fibrosa perikardium b. . (2) Serabut otot yang tersusun dalam berkas . (1) Ketebalan miokardium bervariasi dari satu ruang jantung ke ruang lainnya. Volume nya kurang lebih 5 liter per menit pada laki – laki berukuran rata – rata dan kurang 20% pada perempuan. Endokardium dalam tersusun dari lapisan endotelial yang terletak di atas jaringan ikat. dan pleura yang membungkus paru . Perikardium Adalah kantong berdinding ganda yang dapat membesar dan mengecil. sternum. atrium = dinding tipis= reservoar (menerima darah) b.a. Lapian ini melapisi jantung. membungkus jantung dan pembuluh darah besar. b. Kontraksi miokardium ”menekan” darah keluar ruang menuju arteri besar c. Rongga perikardial adalah ruang potensial antara membran viseral dan parietal.berkas spiral melapisi ruang jantung. katup. 3. Curah jantung terkadang disebut volume jantung per menit. Curah Jantung Adalah volume darah yang dikeluarkan oleh kedua ventrikel per menit. ventrikel = dinding tebal = pemompa (memompa darah) 5.

Faktor – faktor utama yang mempengaruhi curah jantung a. 2. Aktifitas berat b. 2. b. Faktor yang mendukung aliran balik vena dan memperbesar curah jantung. Pengaruh tambahan pada curah jantung. meliputi : e. 5. 2. Perhitungan curah jantung adalah sebagai berikut Curah jantung = frekuensi jantung x isi sekuncup 2. 3. 3. meliputi : . 4. meliputi : Pembuluh Darah Arteri : 1.1. a. Aliran balik ke vena jantung c. Kapiler : 1. Faktor – faktor yang mengurangi aliran balik vena dan mempengaruhi curah jantung. Membawa darah dari arteriol ke venula Dinding dilapisi selapis sel tipis untuk memungkinkan pertukaran darah dan cairan Terdapat sel otot polos yaitu sfingter prekapiler yang dijumpai pada permulaan masing-masing kapiler untuk mengatur aliran darah dalam kapiler Membawa darah dari kapiler kembali ke jantung Lapisan dalam : Endotelium yang melipat membentuk valvula untuk mencegah aliran darah terbalik Lapisan tengah : Otot polos tipis karena vena tidak begitu penting untuk mempertahankan tekanan darah Lapisan luar : Jaringan ikat fibrosa tipis karena vena tidak membawa darah dengan tekanan tinggi (hanya 2mmHg dibanding arteri yang memiliki tekanan sampai 100mmHg) Mempunyai percabangan kecil disebut venula Membawa darah dari jantung menuju kapiler Terdapat 3 lapisan : Tunika Intima : paling dalam (merupakan selapis sel gepeng) Tunika Media : Disusun otot polos dan jaringan ikat elastis Tunika Eksterna : Merupakan jaringan ikat fibrosa penyusunnya Mempunyai percabangan kecil yang menyambung pada kapiler disebut arteriol Pompa otot rangka Pernapasan Reservoar vena Gaya gravitasi Perubahan posisi tubuh Tekanan rendah abnormal pada vena Tekanan darah tinggi Hormon medular adrenal Ion Usia dan ukuran tubuh seseorang Penyakit kardiovaskular d. 3. Vena : 1. c.

Letak pembuluh darah .

.

Mekanisme Sirkulasi Darah Mekanisme Pengikatan Oksigen O2 dalam alveolus Berdifusi melalui membrane kapiler pulmonalis .

Ikatan ini tidak kuat dan reversibel. Impuls eferen menjalar melalui saraf simpatis dan parasimpatis susunan saraf otonom. (1) Untuk meningkatkan frekuensi jantung (2) Ujung serabut sarafnya mensekresi norepinefrin yang meningkatkan eksitabilitas jantung. Volume maksimal O2 yang dapat berikatan dengan sejumlah hemoglobin dalam darah. Tiap molekul dalam ke empat molekul besi dalam hemoglobin berikatan dengan satu molekul O2 dan membentuk oksihemoglobin (HbO2) yang berwarna merah tua. 100 ml darah rata-rata mengandung 15 gr Hb untuk maksimal 20 ml O2 per 100 ml darah (15 x 1. Proreseptor (baroreseptor) dalam arteri karotis dan aorta (sinus aorta dan arkus aorta) sensitif terhadap perubahan tekanan darah . Impuls aferen yang menuju pusat kendali jantung yang berasal dari receptor. 2.34 ml O2 3. .34). a. Konsentrasi Hb ini biasanya dinyatakan sebagai persentase volume dan merupakan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh. Tiap eritrosit mempunyai 280 juta molekul Hb. Tiap gram Hb dapat mengikat 1. Pusat reflek kardioinhibitor juga terdapat dalam medulla oblongata (1) Efek impuls dari neuron ini adalah untuk mengurangi frekuensi jantung.Diikat Hb dalam sel darah merah O2+Hb (HHb) Di kapiler darah jaringan O2 dilepas Hb O2 menuju sel jaringan lainnya di plasma membentuk O3 1. b. (2) Ujung serabut sarafnya mensekresi asetilkolin. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Denyut Jantung 1. Pusat refleks kardioakselerator adalah sekelompok neuron dalam medula oblongata. 2.

Paru-paru 2. panas. kalium. SISTEM EKSKRESI Organ-organ yang terlibat: 1. seperti reseptor untuk nyeri. Frekuensi jantung dipengaruhi oleh stimulasi pada hampir semua saraf kutan. b. 3. Suhu tubuh yang tinggi atau demam juga mempercepat frekuensi denyut jantung.(1) Peningkatan tekanan darah akan mengakibatkan statu reflek yang memperlambat frekuensi jantung. Usia muda memiliki frekuensi jantung yang lebih cepat f. Reflek ini akan menghambat pusat kardioakselerator dan menstimulasi pusat kardioinhibitor. yang mempengaruhi frekuensi jantung jika kadarnya menigkat atau berkurang. c. atau oleh input emosional dari sistem saraf pusat. Ginjal Mekanisme ekskresi pada Paru-paru . fungsi jantung normal juga bergantung pada keseimbangan elektrolit seperti kalsium. dan sentuhan. dingin. dan natrium. Aktivitas yang tinggi dapat mempercepat denyut jantung d. Pengaruh dari atropin dan nikotin yang juga dapat mempercepat denyut jantung e. Pengaruh lain pada frekuensi jantung a. (2) Penurunan tekanan darah akan mengakibatkan statu reflek yang menstimulasi fekuensi jantung yang menjalar melalui pusat medular .

Bagian luar ginjal disebut korteks. Regulasi keseimbangan elektrolit dan air 4. Pengendalian komposisi jaringan tubuh 3. yang selanjutnya membentuk urine yang mengandung zat sisa metabolisme. Regulasi vitamin D 8. Nefron . sedangkan bagian dalamnya disebut medulla. Pada manusi aterdapat sekitar satu juta nefron. Setiap nefron terdiri dari badan malphigi (mengandung gromerulus yang diselubungi oleh kapsula bowman) dan saluran nefron. Regulasi tekanan arteri 7.Karbondioksida dalam sel jaringan Menuju cairan interstitial Berdifusi melaui dinding kapiler jaringan Berikatan dengan molekul air dalam sel darah merah( CO2 +H2O) H2CO3 HCO3 + H H+Hb(HHb) Berikatan dengan Na di plasma darah Menuju kapiler pulmonali Co2 yang berikatan dengan H2O PECAH Co2 berdifusi keluar membrane kapiler pulmonalis Menuju alveolus Ginjal Fungsi Ginjal 1. Pada ginjal terdapat nefron yang merupakan unit fungsional dan structural terkecil. Menyaring darah. Sebagai kelenjar endokrin Struktur ginjal: Diselubungi oleh suatu kapsul yang berbentuk dari jaringan serabut. 2. Regulasi keseimbangn asam basa 6. Regulasi osmolaritas cairan tubuh dan elektrolit 5. Pada bagian dalam terdapat ruang kosong (pelvis). Gluconogenesis 9.

Filtrasi Dilakukan oleh glomerulus yang terdapat alat penyaring disebut sel podosit. lengkung henle yang terdiri dari saluran menurun dan naik. Tubulus Kontortus proksimal. filtratnya ditampung oleh Kapsula Bowman yang disebut filtrat glomerulus / urin primer.bagian nefron yang mengandung unsur epitel. Jumlah urin primer/menit adalah 125 cc. .zat yang dibutuhkan oleh tubuh. yaitu unsur pembuluh (elemen vaskuler) dan unsure epitel. Proses ekskresi pada ginjal: 1. yaitu Kapsula Bowman. Filtrat ini masih banyak zat . tubukus kontortus distal dan saluran penampung.mengandung dua macam unsur.

masuk ke dalam kelenjar membentuk sekat-sekat. asam amino. abdomen.zat yang tidak berguna bagi tubuh kedalam urin sekunder misalnya ion H+ dan K+ yang terjadi pada tubulus kontortus distal sehingga terbentuklah urin yang sesungguhnya/ urin saja yang dialirkan ke tubulus kolektivus menuju ke pelvis renalis  ureter  vesika urinaria ( 300cc) uretra. yang mengandung banyak sel darah putih atau limfosit. dan lipat paha. Sebuah kelenjar limfe mempunyai pinggiran mempunyai pinggiran yang cembung dan yang cekung. lengan kanan dan dada sebelah kanan dan menuangkan isinya ke dalam vena yang berada di sebelah kanan leher. ion . kecuali dari bagian yang menyalurkan limfenya ke duktus limfe kanan. dan jaringan kelenjar. Bahan ini bercampur dengan benda-benda kecil daripada limfe yang banyak sekali terdapat di dalam kelenjar dan selanjutnya campuran ini dikumpulkan pembuluh limfa aferen yang mengeluarkannya melalui hilum. . Pinggiran yang cekung disebut hilum. jaringan otot. Kerjanya sebagai penyaring dan dijumpai di tempat-tempat terbentuknya limfosit. torax. Duktus torasikus mengumpulkan limfe dari semua bagian tubuh. duktus torasikus dan batang saluran kanan. Ruangan di antaranya berisi jaringan kelenjar . Arteri dan vena juga masuk dan keluar kelenjar melalui hilum. Reabsorpsi Urin primer direabsorpsi oleh tubulus kontortus proksimal. Duktus limfe kanan ialah saluran yang jauh lebih kecil dan mengumpulkan limfe dari sebelah kanan kepala dan leher.2. Kelompok-kelompok utama terdapat di dalam leher. Dari sini keluar tajuk-tajuk dari jaringan otot dan fibrus. SISTEM LIMFATIK Organ yang terlibat: Nodus limfe Berbentuk kecil lonjong atau seperti kacang dan terdapat di sepanjang pembuluh limfe. yaitu trabekulae. axial. Pembuluh limfa eferen menembus kapsul di pinggiran yang cembung dan menuangkan isinya ke dalam kelenjar.ion organik sehingga terbentuklah urin sekunder yang akan melewati lengkung henle. Peristiwa membuang air kecil dikenal dengan miksturisi. Zat .Di sebelah luar.zat yang diserap kembali antara lain glukosa. jaringan limfe terbungkus oleh kapsul fibrus. Augmentasi Penambahan zat . 3. Saluran limfe Terdapat dua batang saluran limfe yang utama. Sebuah kelenjar terdiri atas jaringan fibrus.

Mekanisme Peredaran Cairan Limfe cairan interstitial  kapiler limfe  pembuluh limfe  batang limfe  saluran limfe sebelah kiri/sebelah kanan  vena subclavian .

Mentranspor nutrien yang terabsorbsi . Faktor-faktor yang mempengaruhi meningkatnya aliran limfa: Efek tekanan cairan interstitial -peningkatan tekanan kapiler -penurunan tekanan osmotic koloid plasma -peningkatan tekanan osmotic koloid cairan interstitial .Fungsi cairan limfa : . .Mengembalikan protein plasma ke dalam sirkulasi .Mengendalikan kualitas aliran cairan jaringan dengan cara menyaringnya melalui nodus-nodus limfe sebelum mengendalikannya ke sirkulasi.Mengeluarkan zat-zat toksik dan debris selular dari jaringan setelah infeksi atau kerusakan jaringan.Mengembalikan kelebihan cairan jaringan yang keluar dari kapiler .

dan sintesis lemak oleh jaringan adipose. PENJELASAN LEARNING ISSUE : 1. Karena elektron yang dilepas selama reaksi tidak dapat muncul dalam bentuk bebas. b. penguraian atau dekomposisi atau pemecahan molekul-molekul besar menjadi molekul-molekul kecil. Dalam kondisi duduk dengan posisi lama dan waktu yang lama.Oksidasi. otot rangka tidak berkontraksi sehingga cairan tersebut akan terakumulasi. Jalur metabolic a. reaksi kimia yang molekulnya mendapatkan electron. selain itu juga obstruksi vena juga berperan dalam kondisi seperti ini sehingga akan muncul bengkak tersebut. Mekanisme terjadinya bengkak akibat penumpukan cairan: Cairan interstisial cenderung berakumulasi di bagian-bagian dependen akibat efek gravitasi.-peningkatan permeabilitas kapiler Aktifitas pompa limfa naik maka alirannya juga naik. Pergerakan bagian-bagian tubuh pulsasi arteri yang berdekatan dengan saluran limfa perekanan jaringan oleh benda-benda diluar tubuh. sintesis glikogen oleh hepar. Enzim Berfungsi mengatalis atau mempercepat jalannya suatu reaksi kimia Sebagian besar reaksi enzimatik memerlukan koenzim sebagai pembawa electron yang memaksimalkan fungsi suatu enzim. PROSES METABOLISME TINGKAT SELULER SAMPAI DENGAN JARINGAN Metabolisme Adalah jumlah keseluruhan reaksi kimia dan pengubahan energi untuk menopang dan memertahankan kehidupan. diterima kembali oleh molekul lain.Reduksi. Kontraksi otot rangka disekitar saluran limfa. . maka setiap reaksi oksidasi disertai dengan reaksi reduksi. - Katabolisme. Contoh: respirasi sel yang memecah molekul makanan menjadi energi. Contoh: sintesis hemoglobin oleh sumsum tulang merah. . - Anabolisme. Reaksi Reduksi-Oksidasi . karbondioksida dan air. sehingga elektron yang dilepas. reaksi kimia yang molekulnya melepaskan electron. pembentukan molekul-molekul kecil menjadi molekul-molekul besar.

berasal dari niasin. ATP dibentuk dari pembakaran lemak.peningkatan lemak untuk energi .peningkatan glukosa  glikogen oleh hepar . c. 1. protein maupun karbohidrat. Insulin . Tiroksin .peningkatan transport asam amino ke dalam sel . sebagai koenzim yang menerima electron dan bekerja sama dengan enzim laktat dehidrogenase dalam metabolism glukosa dan pembentukan ATP.peningkatan transpor asam amino dan asam lemak untuk sintesis sel 4.peningkatan transpor glukosa dan penggunaanya untuk energi .peningkatan glukosa  glikogen . Hormon Pertumbuhan . Kortisol . berasal dari riboflavin sebagai akseptor electron dan bekerja sama dengan enzim suksinat dehidrogenase. Hormon-hormon yang Mengatur Metabolisme Hormon menentukan jalur metabolik yang diambil nutrien terabsorpsi dan memastikan penggunaan sumber energi tubuh yang efisien berdasarkan kebutuhan tubuh.peningkatan penggunaan lemak untuk energi 3.peningkatan glikogen  glukosa . ATP terbentuk dari nukleotida adenosine ditambah dua gugus fosfat dalam ikatan berenergi tinggi.peningkatan asam amino dan lemak untuk energi 5.peningkatan penggunaan jenis-jenis makanan . Epinefrin .penurunan sintesis protein. Glukagon .Nikotinamida Adenin Dinukleotida (NAD).peningkatan sintesis protein 2.peningkatan asam amino dan lemak untuk energi . c) kerja mekanik.peningkatan glikogen  glukosa . b) sintesis senyawa kimia di sel.peningkatan sintesis protein . Fungsi ATP: a) transpor zat melalui membran sel. keculali hepar 6. Flavin Adenin Dinukleotida (FAD). ATP Senyawa fosfat berenergi tinggi yang menyimpan energi dalam tubuh.

HISTOLOGI. air. Specific Dynamic Action (SDA) Adalah laju metabolic sebesar 10% . digesti. Proses ini meliputi kontraksi otot. sekresi. FUNGSI SISTEM PENCERNAAN Fungsi utama sistem ini adalah menyediakan makanan. 1 gram karbohidrat melepas 4. dan elektrolit bagi tubuh dari nutrien yang dicerna sehingga siap diabsorpsi.Kecepatan Metabolisme Kecepatan metabolism biasanya digunakan sebagai jumlah produksi panas. BMR menyatakan energi minimal yang diperlukan pada saat respirasi. Makanan kemudian bercampur dengan saliva sebelum ditelan . sirkulasi. 1 gram lemak melepas 9.5 K. Pemotongan dan penggilingan makanan dilakukan secara mekanik ole gigi. Basal Metabolic Rate (BMR) Adalah pelepasan energi per satuan waktu dalam kondisi basal yang secara standar terjaga dan istirahat. kelaparan dan kecemasan) 2. SDA protein lebih besar daripada SDA lemak atau karbohidrat sehingga makanan yang mengandung protein bisa meningkatkan laju metabolism. pemompaan jantung. a. usia. Satu kilokalori Adalah jumlah panas tubuh yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu satu kilogram air sebesar satu derajat celcius dan digunakan untuk menyatakan kandungan kalori makanan dan pengeluaran energi oleh individu. DAN FISIOLOGI ORGAN DALAM PENCERNAAN A. 1. Aktivitas Muskular juga dapat menghasilkan peningkatan laju metabolic terbesar. 1 gram protein melepas 4.20% melebihi laju energi basal yang digunakan dalam pencernaan makanan. Hal ini karena beberapa proses tubuh yang menggunakan ATP juga memproduksi panas. Ingesti adalah masuknya makanan ke dalam mulut. Dalam tubuh. metabolism makanan. jenis kelamin. ANATOMI. Laju metabolic Mengacu pada jumlah energi yang dilepas dalam tubuh melalui katabolisme per satuan waktu. Oleh karena itu. ukuran tubuh dan area permukaan. Kilokalori yang dilepas melalui oksidasi makanan dalam tubuh dapat lansung diukur melalui bankalorimeter. Faktor yang mempengaruhi : Hormon tiroid. 1.1K b. Misalnya latihan berat dapat meningkatkan metabolism sampai 15 kali. pada postabsorptif (12 jam setelah makan) dan dalam lingkungan nyaman serta hangat. 2. penguraian normal komponen-komponen sel. suhu tubuh dan keadaan fisik maupun psikis seseorang (depresi. 2. aktivitas saraf. dan pertahanan tubuh saat individu terjaga. produksi panas bisa diukur dengan mengukur aktivitas metabolism.1K.

beberapa kelenjar submukosal. serta saraf sel-sel ganglion yang disebut pleksus Meissner. mengeluarkan efek stimulasi konstan pada tonus otot polos dan bertanggung jawab untuk peningkatan keseluruhan aktivitas. Egesti adalah proses eliminasi zat-zat sisa yang tidak tercerna B. satu lapisan sirkular dalam dan satu lapisan longitudinal luar. RONGGA ORAL. dan absorpsi Lamina propria adalah jaringan ikat areolar yang menopang epithelium Muskularis mukosa terdiri dari lapisan sirkular dalam yang tipis dan lapisan otot polos longitudinal luar b. D. Rongga Oral . Digesti adalah hidrolisis kimia (penguraian) molekul besar menjadi molekul kecil 5. dan ESOFAGUS a. 2. Muskularis eksterna terdiri dari dua lapisan otot. c. lapisan keempat dan paling luar juga disebut peritoneum visceral. kecuali ujung atas dan ujung bawah yang dikendalikan secara volunteer 1. dan menghambat sekresi cairan pencernaan. Impuls parasimpatis yang dihantarkan dalam saraf vagus (CN X). menghambat kontraksi otot polos saluran. FARING. DINDING SALURAN PENCERNAAN Dinding saluran pencernaan terdiri dari 4 lapisan jaringan dasar dari lumen ke arah luar a.3. KENDALI SARAF pada SALURAN PENCERNAAN Sistem saraf otonom menginervasi keseluruhan saluran pencernaan. Absorpsi adalah pergerakan produk akhir pencernaan dari lumen saluran pencernaan ke dalam sirkulasi darah dan limfatik 6. C. Serosa. mengurangi motalitas. 3. Impuls simpatis yang dibawa medulla spinalis dalam saraf splanknik. Peristalsis adalah gelombang kontraksi otot polos involunter yang menggerakan makanan tertelan melalui saluran pencernaan 4. Pleksur Meissner dan Aurebach merupakan sisi sinaps untuk serabut proganglionik parasimpatis. pembuluh limfatik dan pleksur serabut saraf. Lapisan ini terdiri dari membrab serosa jaringan ikat renggang yang dilapisi epithelium skuamosa simple. Mukosa (membran mukosa) tersusun dari tiga lapisan. d. Submukosa terdiri dari jaringan ikat areolar yang mengandung pembuluh darah. sekresi. (1) (2) (3) Epitelium yang melapisi berfungsi untuk perlindungan.

Lidah dilekatkan pada dasar mulut oleh frenulum lingua. a. Pipi mengandung otot buksinator mastikasi 3. Kelenjar Saliva mensekresi saliva ke dalam rongga oral. Lidah berfungsi untuk menggerakan makanan saat dikunyah atau ditelan. terletak agak bawah dan di depan telinga dan membuka melalui duktus parotid (2) Kelenjar submaksilar (submandibular) kurang lebih sebesar kacang kenari dan terletak di permukaan dalam pada mandibula serta membuka melalui duktus Wharton . kelenjar keringat. untuk pengecapan. Permukaan dalam bibir adalah membrane mukosa. Bagian frenulum labia melekatkan membrane mukosa pada gusi di garis tengah 2. Saliva terdiri dari cairan encer yang mengandung enzim dan cairan kental yang mengandung mukus. Tonsil-tonsil lingua adalah agregasi jaringan limfoid pada sepertiga bagian belakang lidah 4. Area transisional memiliki epidermis transparan. Bagian ini tampak merah karena dilewati oleh banyak kapiler c. a. dan kelenjar sebasea b.Rongga vestibulum terletak di antara gigi dan bibir serta pipi sebagai batas luarnya 1. dan dalam produksi wicara. Permukaan luar bibir dilapisi kulit yang mengandung folikel rambut. Dan otot ini memberikan mobilitas yang besar pada lidah c. berfungsi untuk menerima makanan dan produksi wicara. a. Papila adalah elevasi jaringan mukosa dan jaringan ikat pada permukaan dorsal lidah yang menyebabkan tekstur lidah menjadi kasar • • • • Papila fungiformis Papila filiformis Palila foliate Papila sirkumvalatae d. Ada tiga pasang kelenjar saliva (1) Kelenjar parotid adalah kelenjar saliva terbesar.Rongga oral merupakan jalan masuk menuju sistem pencernaan dan berisi organ aksesori yang berfungsi dalam proses awal pencernaan. Otot-otot ekstrinsik berfungsi dalam pergerakan lidah secara keseluruhan b. Otot-otot intrinsik lidah memiliki serabut yang menghadap ke berrbagai arah untuk membentuk sudut satu sama lain. Bibir tersusun dari otot rangka dan jaringan ikat.

(3) Kelenjar sublingual terletak di dasar mulut dan membuka melalui duktus sublingual kecil menuju ke dasar mulut b. Saliva terutama terdiri dari sekresi serosa. Gigi berfungsi dalam proses mastikasi (pengunyahan). Total keseluruhan adalah 20 gigi • Gigi sekunder mulai keluar pada usia lima sampai enam tahun yang terdiri dari satu taring. Fungsi saliva (1) Melarutkan makanan secara kimia (2) Melembabkan dan melumasi makanan (3) Menguraikan zat tepung menjadi polisakarida dan maltose (4) Zat buangan seperti urea dan asam urat diekskresikan ke dalam saliva (5) Zat antibodi dan antibakteri berfungsi untuk membersihkan rongga oral dan membantu memelihara kesehatan oral serta mencegah kerusakan gigi 5. Gigi tersusun dalam kantong-kantong pada mandibula dan maksila. Saluran akar membuka ke tulang melalui foramen apical (d) Dentin menyelubungi rongga pulpa dan membentuk bagian terbesar gigi. dua gigi seri. yaitu 98% air dan mengandung enzim amilase serta berbagai jenis ion (natrium. Pada umunya manusia memiliki 2 susunan gigi : • Gigi primer terdiri dari satu taring. b. Komponen gigi (a) Mahkota adalah bagian gigi yang terlihat. berisi pulpa gigi yang mengandung pembuluh darah dan saraf. klorida. Fungsi gigi. dua premolar. dan tiga geraham. bikarbonat) juga sekresi mucus yang lebih kental dan lebih sedikit yang mengandung glikoprotein. Total keseluruhan adalah 32 gigi b. ion. kalium. Komposisi saliva. dan air c. a. Dentin pada bagian mahkota tertutup oleh email dan di bagian akar oleh sementum c. Makanan yang masuk dalam mulut dipotong menjadi bagian-bagian kecil dan bercampur dengan saliva untuk membentuk bolus makanan yang dapat ditelan. dua gigi seri. Proses Menelan (deglutisi) menggerakan makanan dari faring menuju esophagus . Mahkota dan akar bertemu leher yang diselubungi gingival (gusi) (b) Membran periodontal merupakan jaringan ikat yang melapisi kantong alveolar dan melekat pada sementum di akar (c) Rongga pulpa dalam mahkota melebar ke dalam saluran akar. dua geraham.

Tepi medial badan lambyng yang konkaf disebut kurvakur kecil.Proses ini melalui tiga fase : 1. 2. tebal. Semua bagian. melakukan gelombang peristaltic dan memungkinkan makanan terdorong ke dalam lambung c. melintag tambahan. Bagian pilorus lambung menyempit di ujung bawah lambung dan membuka ke duodenum. Histologi dinding lambung. dan jaringan a. b. d. Ukuran dan bentuknya bervariasi dari satu individu ke individu lain. 2. Sfingter esophagus atas pada mulut esophagus secara normal menyempit untuk mencegah udara memasuki esophagus e. Lapisan otot tambahan ini membantu keefektifan pencampuran dan penghancuran isi lambung. Antrum pilorus mengarah ke mulut pilorus yang di kelilingi sfingter pilorus muskular . Badan lambung adalah bagian yang terdilatasi dibawah fundus. dan epiglottis condong ke bawah menutup mulut laring yang menahan makanan sehingga tidak memasuki saluran pernapasan d. Ada tiga lapisan jaringan dasar (mukosa. yang membentuk dua per tiga bagian lambung. Sfingter esophagus bawah. Fase volunter. Bolus makanan dalam faring merangsang reseptor orofaring yang mengirim impuls ke pusat menelan dalam medulla dan batang otak bagian bawah. tepi lateral badan lambung yang konveks disebut kurvakur besar. dan bagian pilorus. kecuali sebagian kecil. Lambung adalah organ berbentuk j. Lidah menekan palatum keras dan mengarahkan bolus ke arah orofaring Fase faring. Regia-regia lambung terdiri dari bagian jantung. fundus. Lidah menekan palatum keras dan menghalangi makanan kembali ke mulut Otot menekan palatum lunak dan uvula mengangkat palatum lunak untuk menutup mulut saluran nasal sehingga makanan tidak akan masuk ke rongga nasal c. yag panjangnya sekitar 9 sampai 10 inci dan berdiameter 1 inci Fungsinya adalah menggerakkan makanan dari faring ke lambung melalui gerak peristaltis d. Laring terelevasi. badan organ. Fundus adalah bagian yang menonjol ke sisi kiri atas mulut esofagus. b. glottis tertutup. a. terletak pada bagian superior kiri rongga abdomen di bawah diafragma. Gelombang peristaltic kontraksi yang menggerakkan bolus ke dalam esophagus 3. dan terjadi penutupan semua lubang kecuali esophagus a. Lambung Anatomi 1. submukosa. Esofagus Esofagus adalah tuba muscular. Muskularis eksterna pada bagian fundus dan badan lambung mengandung lapisan otot muskularis) beserta modifikasinya. Bagian jantung lambung adalah area disekitar pertemuan esofagus dan lambung. Fase esophagus. terletak pada bagian kiri garis tengah. c.

Kapasitas lambung normal memungkinkan adanya interval waktu yang panjang antara saat makan dan kemampuan menyimpan makanan dalam jumlah besar sanpai makanan ini dapat terakomodasi di bagian bawah saluran. c. Kompleks faktor intrinsik vitamin B12 dibawa ke ileum usus halus. i. Produksi mukus. asalkan makanan yang dimakan sedikit dan sering. b.Kelenjar ini mensekresi lipase dan renin lambung yang kurang penting. didapat dari makanan yang dicerna di lambung. Lambung memulai digesti protein melalui sekresi tripsin dan asam klorida. tempat vitamin B12 diabsorbsi. melindungi lambung terhadap aksi pencernaan dari sekresinya sendiri. menghasilkan 2 sampai 3 L cairan lambung. 2. terikat pada faktor intrinsik. Ion bikarbonat keluar dari sel digantikan ion klorida dan memasui sirkulasi sistemik. Dalam pembuatan HCL. b. berkadar asam tinggi yang berasal dari bolus) dan mendorongnya ke dalam duodenum. c. b. garam-garaman.Kelenjar jantung ditemukan di regia mulut jantung. dan air. iii. Fungsi Lambung 1. Penyimpanan makanan. Ada kurang lebih 3 juta pit lambung di antara ruga-ruga yang bermuara pada sekitar 15 juta kelenjar lambung. Cairan lambung mengandung enzim pencernaan. 3. Prosuksi kimus. Mukus yang dihasilkan dari kelenjar membentuk barier setebal 1 mm untuk Produksi faktor intrinsik a. Absorbsi nutrien yang berlangsung dalam lambung hanya sedikit. 6. mukus. Sel chief(zimogenik) mensekresi pepsinogen. Kelenjar lambung yang dinamakan sesuai letaknya. 5. . Sel ini mensekresi barier mukus setebal 1 mm dan melindungi lapisan lambung terhadap kerusakan oleh HCL atau autodigesti. Beberapa obat larut lemak (aspirin) dan alkohol diabsorbsi pada dinding lambung. asam klorida. c. Lambung tidak memiliki peran mendasar dalam kehidupan dan dapat diangkat. Kelenjar ini hanya mensekresi mukus. Puga terlihat saat lambung kosong dan aka menghalus saat lambung teregang terisi makanan. Sel pariental mensekresi asam korida dan faktor intrinsik a. CO2 bergerak ke dalam sel untuk berikatan dengan air dan membentuk asam karbonat (H2CO3) dalam reaksi yang dikatalis oleh anhidrase karbonik.Faktor intrinsik adalah glikoprotein yang disekresi sel parietal. Kelenjar ini mensekresi mukus dan gastrin suatu hormon peptida yang berpengaruh besar dalam proses sekresi lambung. Zat terlarut dalam air terabsorpsi dalam jumlah yang tidak jelas. Ion hidrogen bersama ion klorida secara aktif terpompa ke dalam lambung Sel leher mukosa ditemukan pada bagian leher semua kelenjar lambung. Jenis kelenjar lambung a.Kelenjar fundus (lambung) terdiri dari tiga jenis sel. prekusor enzim pepsin. ii. Sekresi Lambung 1. Aktivitas lambung mengakibatkan terbentuknya kimun ( masa homogen Digesti protei. H2CO3 terionisasi untuk membentuk H+ dan HCO3-. 4. setengah cair.b. Kelenjar pilorus terletak pada regia antrum pilorus.Vitamin B12. Mukosa membentuk lipatan-lipatan (ruga) longitudinal yang menonjol sehingga memungkinkan peregangan dinding lambung.

1. enzim yang mengkoagulasi protein susu. kolesistokinin dan hormon pembersih enterogastrin. sekretin. Lambung tidak mensekresi enzim untuk mencerna karbohidrat. atau pikiran tentang makanan dapat meransang sekresi lambung. disekresi sebagai respon terhadap asiditas lambung dengan ph di bawah 2 dan jika ada makanan berlemak.2. Meransang sekresi lambung Meningkatkan motilitas usus dan lambung Mengkonstriksi sfingter esofagus bawah dan merelaksasi sfingter pilorus Efek tambahan seperti stimulasi sekresi pankreas dan peningkatan motilitas usus. Lambung janin memproduksi renin. Tiga tahap sekresi lambung dinamakan sesuai dengan regia tempat terjadinya stimulus. Pengaturan pelepasan gastrin dalam lambung terjadi melalui penghambatan umpan balik yang didasarkan pada ph isi lambung. 3. yang kemudian memicu faktor saraf dan hormon. Digesti protein. makanan masih ada. ph lambung rendah dan Makanan yang masuk ke lambung memiliki efek pendaparan yang mengakibatkan Tahap usus terjadi setelah kimus meninggalkan lambung dan memasuki usus halus sekresi lambung terbatas. 1. dan menguraikannyauntuk membentuk dadih (curd). . 2. a. Peregangan dinding lambung merangsang reseptor saraf dalam mukosa lambung dan memicu refleks lambung. Gastrin ini dihasilkan oleh bagian atas (duodenum) usus halus dan dibawa dalam sirkulasi menuju lambung. Sekresi lambung dihambat oleh hormon-hormon polipeptida yang dihasilkan duodenum. 1. c. Serabu saraf aferen menjalar ke medula melalui saraf vagus. 3. dalam mulut atau tampilan bau. d. Lemak. Jika tidak ada makanan dalam lambung antara jam makan. peningkatan ph dan peningkatan sekresi lambung. enzim-enzim pencernaadn dan gastrin. 2. c. Masuknya makanan ke Tahap lambung terjadi saat makanan mencapai lambung dan berlangsung selama saraf dan hormon terlibat. Amilase dalam salva yang menghidrolisis zat tepung bekerja pada ph netral. Hormon ini meliputi gastric inhibitory polipeptide (GIP). Enzim ini menghidrolisis protein menjadi polipeptida. b. Hormon ini yang dibawa ke dalam sirkulasi menuju lambung. Pepsin adalah enzim proteolitik yang hanya dapat bekerja dengan ph di bawah 5. b. tetapi aktivitasnya terbatas dalam kadar ph yang rendah. a. 2. Enzim gliserol. Pepsinogen (disekresi sel chief) diubah menjadi pepsin oleh asam klorida (disekresi sel parietal). Asam amino dan protein dalam makana yang separuh tercerna dan zat kimis juga meningkatkan sekresi lambung melalui refleks lokal. Serabut saraf eferen parasimpatis menjalar dalam vagus menuju kelenjar lambung untuk menstimulasi produksi HCL. b. Faktor Tahap sefalik terjadi sebelum makanan mencapai lambung. Sekresi lambung distimulasi oleh sekresi gastrin dodenum sehingga dapat berlangsung selama beberapa jam. ini terbawa bersama bolus dan tetap bekerja dalam lambung sampai asiditas lambung menembus bolus. Lipase lambung(disekresi sel chief) menhidrolisis lemak susu menjadi asam lemak dan Karbohidrat. Cairan lambung memicu digesti protein dan lemak. 4. Fungsi gastrin antara lain: a. Digesti dalam lambung.

Segmentasi irama adalah gerakan pencampuran utama. pelepasan gastrin. protein lebih lambat dan lemak dalam lambung selama 3 sampai 6 jam. Usus Halus Keseluruhan usus halus adalah tuba terlilit yang merentang dari sfingter pilorus sampai katup ileosekal. Lipatan ini hampir secara kseluruhan mengitari lumen. Peristalsis ialah kontraksi ritmik otot polos longitudinal dan sirkular. 2. e. Panjang 7 meter pada mayat dicapai saat lapisan muskularis eksterna berelaksasi. Pilcae circulares adalah lipatan sirkular membran mukosa yang permanen dan besar. Motilitas Jejunum adalah bagian yang selanjutnya. Ada 3 spesialisasi struktural yang memperluas permukaan absorptif usus halus sampai kurang a. tempatnya menyatu dengan usus besar. Faktor-faktor hormon dan saraf ini mencegah terjadinya pengisian yang berlebih pada usus dan memberikan waktu yang lebih lama untuk digesti dalam usus halus. Vili adalah jutaan tonjolan menyerupai jari (tingginya 0. Gerakan usus halus mencampur isinya dengan enzim untuk pencernaan. Duodenum adalah bagian yang terpendek 25cm sampai 30cm. Sinyal umpan balik memungkinkan kimus memasuki usus halus pada kecepatan tertentu sehingga dapat diproses.Kendali Pada Pengosongan Lambung 1. Pengosongan distimulasi secara refleks saat merespon terhadap peregangan lambung. Anatomi mikroskopik dinding usus 1.2mm sampai 1. Diameter usus halus kurang lebih 2.5 m) merentang samapi menyatu dengan usus besar. Gerakan ini ialah gerakan konstriksi dan relaksasi yang bergantian dari cincin-cincin otot dinding usus yang membagi isi menjadi segmensegmen dan mendorong kimus bergerak maju mundur dari satu segmen yang relaks ke segmen lain.5 m. . b. keduanya membuka ke dinding posterior duodenum beberapa sentimeter dibawah mulut 2. Duktus empedu dan duktus pankreas. Divisi 1. 3. Vili hanya ditemukan pada usus halus. Ileum (2 sampai 2. 2. Pengosongan lambung dihambat oleh hormon duodenum yang juga menghambat sekresi lambung dan oleh refleks umpan balik enterogastrik dari duodenum. pilorus. 1. Panjangnya kurang lebih I m sampai 1.0 mm) yang lebih 600 kali.5cm dan panjangnya 3 sampai 5 meter saat bekerja. Karbohidrat dapat masuk dengan cepat . memanjang ke lumen dari permukaan mukosa. dan jenis makanan. Kontraksi ini adalah daya dorong yang utama yang menggerakkan kimus ke arah bawah sepanjang saluran. kekentalan kimus. Segmentasi mencampur kimus dengan cairan pencernaan dan memaparkannya ke permukaan absortif. Pergerakan ini dipicu oleh peregagan dan secara refleks dikendalikan oleh SSO. setiap vilus mengandung jaring-jaring kapilar dan pembuluh limfe yang disebut kakteal. memungkinkan produk akhir pencernaan mengadakan kontak dengan sel absortif dan mendorong zat sisa memasuki usus besar. 3.

Leukosit dan nodulus limfe ada di keseluruhan usus halus untuk melindungi dinding usus terhadap invasi benda asing. Kelenjar ini mensekresi hormon dan enzim.Kelenjar-kelenjar usus (kripta lieberkuhn) tertanam dalam mukosa dan membuka di antara basisbasis vili. Sel goblet terletak dalam epitelium di sepanjang usus halus. 2. Kelenjar Brunner terletak dalam submukosa duodenum. dan Kantung empedu 1. Kendali pada sekresi pankreas. Fungsi usus halus 1. Pankreas Anatomi 1. lain: a. Kelenjar ini memproduksi mukus untuk melindungi mukosa duodenum terhadap kimus asam dan cairan lambung yang masuk ke pilorus melalui lambung. c. 2. Pankreas adalah kelenjar terelongasi berukuran besar di balik kurvakur besar lambung. Hormon-hormon yang mempengaruhi sekresi dan motilitas saluran pencernaan antara 1. 1. b. b. Kelenjar a. 2. kendali utama terletak pada hormon duodenum yang diabsorpsi ke dalam aliran darah untuk mencapai pankreas. walaupun duktus pankreas dan duktus empedu komunis membuka secara terpisah pada duodenum. Sel –sel endokrin (pulau-pulau langerhans) pankreas mensekresi hormon insulin dan glukagon. CCK. Walaupun demikian. d. c. 2. Usus halus secara selektif mengabsorpsi produk digesti. Kelenjar enteroendokrin menghasilkan hormon-hormon gastrointestinal. Kelenjar penghasil mukus Enzim yang dibentuk oleh sel epitel usus dibutuhkan untuk melengkapi digesti. Proses ini diselesaikan oleh enzim usus dan enzim pankreas serta dibantu empedu dalam hati. Hati.Peptida usus vaso aktif memiliki efek vasodilator dan efek relaksasi otot polos. Mikrovili adalah lipatan-lipatan menonjol kecil pada membran sel yang muncul pada tepi yang berhadapan degan sel-sel epitel. Sfingter Oddi secara normal mempertahankan keadaan mulut duktus agar tetap tertutup. . Usus halus mengakhiri proses pencernaan makanan yang dimulai di mulut dan di lambung. Substansi P mempengaruhi aktivitas motorik otot polos.Sekretin.Produk gabungan sel-sel asinar mengalir melalui duktus pankreas yang menyatu dengan duktus empedu komunis dan masuk ke duodenum di titik ampula hepatopankreas. 3. Jaringan limfatik.c.Somatostasin menghambat sekresi asam klorida dan gastrin seperti hipotalamus yang melepas faktor pelepas hormon pertumbuhan. Agregasi nodulus limfe yang disebut bercak peyer terdapat dalam ileum. dan GIP berperan untuk menghalangi sekresi kelenjar lambung. Pankreas. Sel eksokrin (asinar) mensekresi enzim-enzim pencernaan dan larutan berair yang mengandung ion bikarbonat dalam konsentrasi tinggi. Sel ini memproduksi mukus pelindung. 2. Sekresi eksokrin pankreas dipengaruhi oleh aktivitas refleks saraf selama tahap sefalik dan lambung pada sekresi lambung.

Sekretin akan dilepas jika kimus asam memasuki usus dan mengeluarkan sejumlah besar cairan berair yang mengandung natrium bikarbonat. Fungsi utama hati 1. Hati terbagi menjadi lobus kanan dan kiri. b. Sekretin diproduksi oleh sel-sel mukosa duodenum dan diabsorpsi ke dalam darah untuk mencapai pankreas. 2.500g dan pada kondisi hidup berwarna merah tua karena kaya akan persediaan darah. oleh garam-garam empedu. lobus kuadratus. Bikarbonat menetralisir asam dan membentuk lingkungan basa untuk kerja enzim pankreas dan usus. arteri hepatica. a. 4. Kimotripsin memiliki fungsi yang Karboksipeptidase. Tripsin mencerna protein dan polipeptida besar untuk membentuk polipeptida dan peptida yang lebih kecil. proses pencernaan protein untuk menghasilkan asam-asam amino bebas. Organ ini glukosa dalam bentuk glikogen dan mengubahnya kembali menjadi glukosa jika diperlukan tubuh membentuk urea dari asam amino berlebih dan sisa nitrogen. 2. saluran portal. 3. CCK diproduksi oleh sel-sel mukosa duodenum sebagai respon terhadap lemak dan protein separuh tercerna yang masuk dari lambung. Lobus kanan hati lenih besar dari lobus kirinya dan memiliki tiga bagian utama. 1. Beratnya 1. Enzim proteolitik pankres (protease) Trisinogen yang disekresi pankreas diaktivasi menjadi tripsin oleh enterokinase yang diproduksi usus halus.1. disakarida ( maltosa. dan laktosa) pembentuk nukleotidanya. CCK ini menstimulasi sekresi sejumlah besar enzim pankreas. Hati memproduksi empedu yang berperan dalam emulsifikasi dan absorpsi lemak. 3. dan dipeptidase adalah enzim yang melanjutkan Lipase pankreas menghidrolisis lemak menjadi asam lemak dan gliserol setelah lemak diemulsi Amilase pankreas menghidrolisis zat tepung yang tidak tercerna oleh amilase saliva menjadi Ribonuklease dan deoksiribonuklease menghidrolisis RNA dan DNA menjadi blok-blok sama seperti tripsin terhadap protein. masing-masing berisi sebuah cabang vena portal. Hati menerima darah teroksigenasi dari arteri hepatika dan darah yang tidak teroksigenasi tetapi kaya akan nutrien dari vena portal hepatica. lobus kanan atas. dan karbohidrat tercerna Hati berperan penting dalam mempertahankan homeostatik gula darah. dan lemak. Komposisi cairan pankreas. Diantara kedua lobus terdapat vena porta hepatica. Hati dan sekresi empedu Anatomi hati Hati adalah organ viseral terbesar dan terletak dibawah kerangka iga. Hati menyimpan Hati mengurai protein dari sel-sel tubuh dan sel darah merah yang rusak. Ligamen falsiform memisahkan lobus kanan dari lobus kiri. jalur masuk dan keluar pembuluh darah. Dalam lobus lempengan sel-sel hati bercabang dan beranastomosis untuk membentuk jaringan tiga dimensi. Ruang-ruang darah sinusoid terletak di antara lempeng-lempeng sel . 2. 1. aminopeptidase. Hati memetabolis protein. Kimotripsin teraktivasi dari kimotripsinogen oleh tripsin. lemak. saraf dan duktus. duktus empedu. sukrosa. karbohidrat. b. membentuk sebuah lobulus portal. 2. Sekresi. a. c. . Metabolisme. Cairan pankreas mengandung enzim-enzim untuk mencerna protein. dan lobus kaudatus.

Absorpsi lemak. berbagai aktivitas kimia tubuh dalam hati menjadikannya sebagai sumber panas utama dalam tubuh. Garam empedu membantu mengabsorpsi zat terlarut lemak dengan cara Pengeluaran kolesterol dari tubuh. kolesterol. atau warana kekuningan pada jaringan. Detoksifikasi. dan K). d. Pigmen ini merupakan hasil 1. bersama dengan duktus pankreas. Penyimpanan darah. garam tersebut direabsorpsi dari ileum bagian bawah kembali ke hati dan didaur ulang kembali. Emulsifikasi lemak. Peristiwa ini dikenal sebagai sirkulasi enterohepatika garam empedu. D. Hati mensintesis lemak dari karbohidrat dan protein dan terlibat dalam penyimpanan dan Hati mensintesi unsur-unsur pokok membran sel (lipoprotein.emberikan warna kuning pada urine dan feses. serts obat yang tidak dapat diuraikan dan diekskresikan. Hati merupakan reservoar untuk sekitar 30% curah jantung. c. Setelah disekresi kedalam usus . b. Pigmen utamanya adalah bilirubin yang . enzim. Organ ini juga pemakaian lemak.c. 5. c. Produki panas . 6. pigmen empedu. Garam empedu mengemulsi gobulus lemak besar dalam usus halus yang kemudian menghasilkan gobulus lemak lebih kecil dan area permukaan yang lebih luas untuk kerja penguraian hemoglobin yagn dilepas dari sel darah merah terdisinegrasi. Penyimpanan. Dan hati menyimpan toksin tertentu ( pestisida. 2. tuntuk penyimpanan di kantung empedu. a. E. atau obstruksi duktud empedu dan batu empedu. dengan duktus sistikus dari kantung empedu dan keluar dari hatu sebagai dukts empedu komunis. Fungsi garam empedu dalam usus halus. untuk membentuk agregasi kecil disebut micelle yang dibuang melalui feses. Garam empedu berikatan dengan kolesterol dan lesitin memfasilitasi jalurnya menembus membran sel. bermuara di duodenum atau dialihkan duktus hepatika kanan dan kiri. 4. dan garamgaram empedu. mensintesis bilirubin dari produk penguraian hemoglobin dan mensekresinya kedalam empedu. b. b. terutama saat tidur. a. Empedu yang diproduksi oleh sel-sel hati memasuki kanalikuli empedu yang kemudian menjadi Duktus hepatika menyatu untuk membentuk duktus hepatik komunis yang kemudian menyatu Duktus emepdu komunis. Hati menyimpan mineral sepeti zat besi dan tembaga serta vitamin latur lemak (A. Garam-garam empedu terbentuk dari asam empedu yang berikatan dengan kolesterol dan asam amino. e. Pigmen empedu tersiri dari biliverdin (hijau) dan bilirubin (kuning). dan bersama limpa mengatur volume darah yang diperlukan tubuh. Jaudince. 3. Ini merupakan indikasi kerusakan fungsi hati dan dapat disebabkan oleh kerusakan sel hati (hepatis). Hati memfagosit eritrosit dan zat asing terdisintegrasi dalam darah. Komposisi empedu Empedu adalah larutan berwarna unign kehijauan terdiri dari 97% air. peningkatan destruksi sel darah merah. . Empedu Anatomi sekresi empedu a. dan fosfolipid) Hati mensintessis protein plasma dan faktor-faktor pembekuan darah. merupakan akibat dari peningkatan kadar bilirubin darah. hati melakukan inaktivasi hormon dan detoksifikasi toksin dan obat.

f. Kapasitas total kandung empedu kurang lebih 30 ml sampai 60 ml. berakhir pada saluran anal dan membuka ke eksterior di anus Fungsi usus besar • • Mengabsorpsi 80% sampai 90% air dan elektrolit Mmeproduksi mucus . Di antara waktu makan sfingter Oddi menutup dan cairan empedu mengalir ke dalam kantung empedu yang relaks. Cairan empedu kemudian didorong ke dalam duodenum. Pelepasa cairan ini dirangsang oleh CCK. Dengan demikian kandung ini mampu menampung hasil 12 jam sekresi empedu hati.Kendali pada sekresi dan aliran empedu Sekresi empedu diatur oleh faktor saraf (impuls parasimpatis) dan homon (sekretin dan CCK) yang sama dengan yang mengatur sekresi cairan pankreas. tempatnya memutar ke bawah pada fleksura spleknik 3. diameternya lebih lebar. Kandung empedu mengkonsentrasi cairannya dengan cara mereabsorpsi air dan elektrolit. dan daya regangnya lebih besar dibandingkan usus halus Bagian-bagian usus besar • • 1. panjangnya lebih pendek. 2. Usus Besar Usus besar tidak memiliki vili dan lipatan-lipatan sirkular. CCK dilepas untuk menkontraksi otot kandung empedu dan merelaksasi sfingter Oddi. Kolon memiliki tiga divisi: Kolon ascenden merentang dari sekum sampai ke tepi bawah hati sebelah kanan dan membalik secara horizontal pada fleksura hepatica 2. Fungsi 1. Sekum adalah kantong tertutup yang menggantung di bawah area katup ileosekal Kolon adalah bagian usus besar dari sekum sampai rekum. Kandung empedu menyimpan cairan empedu yang secara terus-menerus disekresi oleh sel-sel hati sampai diperlukan dalam duodenum. Kolon transversa merentang menyilang abdomendi bawah hati dan lambung sampai ke tepi lateral ginjal kiri. Organ ini terletak di lekukan dibawah lobus kanan hati. Kolon descenden merentang ke bawah pada sisi kiri abdomen dan menjadi kolon sigmoid berbentuk S yang bermuara di rectum • Rektum adalah bagian saluran pencernaan selanjutnya dengan panjang 12 sampai 13cm. Kandung empedu Anatomi Kandung empedu adalah kantog muskular hijau menyerupai pir dengan panjang 10 cm. Saat asam lemak dan asam amino mencapai usus halus.

berfungsi untuk mengubah sukrosa menjadi fruktosa dan glukosa. b. Pepsin berfungsi untuk mengubah protein menjadi proteosa dan pepton. Pencernaan mekanik Pencernaan mekanik adalah proses perubahan makanan dari bentuk besar atau kasar menjadi bentuk kecil atau halus. Pencernaan kimiawi Pencernaan kimiawi adalah proses perubahan makanan dari bentuk kompleks menjadi bentuk yang lebih sederhana dengan menggunakan enzim. asam lemak. makanan dicerna secara kimiawi dibantu oleh enzim pencernaan dari pankreas. Asam (HCl). c. Maltase. 2. Enzim ini berfungsi untuk mengubah amilum menjadi maltosa. Laktase. berfungsi untuk mengubah laktosa menjadi glukosa dan galaktosa. Sakrase. Lambung Di dalam lambung makanan dari kerongkongan dicerna oleh dinding lambung. berfungsi sebagai pengubah protein dan pepton menjadi dipeptida. Enzim tripsin. 4. Usus halus Ketika makanan masuk ke usus halus. berfungsi untuk mengubah maltosa menjadi glukosa. berguna untuk mengubah susu menjadi kasein. berguna untuk mengubah protein menjadi pepton. dan gliserol. makanan yang keras di dalam lambung serta mengaktifkan pepsinogen menjadi pepsin. d. enzim ini juga berfungsi untuk membunuh kuman yang masuk bersama makanan. diaktifkan oleh enterokinase menjadi erepsin. Enzim adalah zat kimia yang berfungsi untuk mempercepat reaksi kimia.• • Baketri yang terdapat dalam kolon mampu mencerna sejumlah selulosa dan memproduksi Mengekskresi zat sisa dalam bentuk feses sedikit kalori nutrient bagi tubuh 3. Erepsinogen. 2. MEKANISME PROSES PENCERNAAN Pencernaan makanan pada manusia ada 2: a. 3. berguna membunuh kuman yang masuk bersama makanan dan membantu melunakkan . Kelenjar pankreas Kelenjar pankreas terletak di usus 12 jari dan menghasilkan beberapa enzim sebagai berikut: 1. . Erepsin berfungsi mengubah pepton menjadi asam amino. Selain itu. Pada proses ini. Pada manusia proses pencernaan mekanik dilakukan dengan menggunakan gigi. lambung mengeluarkan getah lambung yang mengandung: 1. 3. yaitu dengan bercampurnya makanan yang telah dikunyah dengan air liur yang mengandung enzim ptialin (amilase). Usus penyerapan menghasilkan enzim-enzim sebagai berikut: 1. . Pepsin. Peran enzim dalam sistem pencernaan: Mulut Pada mulut selain terjadi pencernaan secara mekanik juga terjadi pencernaan secara kimiawi. Enzim amilase. berfungsi untuk mengubah amilum menjadi maltosa. 2. Renin. Makanan kemudian disalurkan ke usus penyerapan.

Tabel singkat respirasi sel Reaksi Molekul yang terlibat Hasil reaksi Vitamin/ mineral yang diperlukan . Karbohidrat dibagi menjadi empat macam. 2. Polisakarida bila dihidrolisis akan menghasilkan lebih dari sepuluh molekul monosakarida. baru akan terjadi metabolisme glukosa di tingkat sel (respirasi sel). 4. Contohnya adalah maltotriosa. Respirasi sel ini mencakup tiga peristiwa: glikolisis. PROTEIN. oktosa dan selanjutnya. Monosakarida menurut jumlah atom karbonnya adalah triosa. Contoh dari polisakarida adalah pati dan dekstrin. fruktosa. Karena glukosa merupakan monosakarida yang paling utama yang dapat diserap oleh tubuh untuk menghasilkan energi. pentosa. Polisakarida Merupakan bentuk karbohidrat yang paling kompleks. hektosa. Oligosakarida Merupakan bentuk karbohidrat yang bila dihidrolisis menjadi dua sampai sepuluh unit monosakarida. sukrosa (bila dihidrolisis menjadi glukosa dan fruktosa). tetapi karbohidrat tersebut harus dipecah menjadi molekul yang lebih sederhana lagi yaitu monosakarida. Monosakarida Merupakan bentuk karbohidrat yang tidak dapat dihidrolisis lagi menjadi senyawa yang lebih sederhana. METABOLISME KARBOHIDRAT Karbohidrat merupakan derivat dari aldehid. heptosa. yaitu: 1. Contoh dari monosakarida adalah glukosa. sistem transpor sitokrom/ elektron. DAN LEMAK A. berfungsi sebagai pengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol. Enzim lipase. galaktosa. Karbohidrat akan dipecah menjadi monosakarida melalui proses digesti di saluran pencernaan. 3. Sedangkan bila berdasarkan gugus pembentuknya monosakarida dibedakan menjadi aldosa (gugus aldehid) dan ketosa (gugus keton). tetrosa. Setelah berubah menjadi glukosa. PROSES METABOLISME KARBOHIDRAT. Sel-sel di dalam tubuh tentunya tidak dapat langsung menyerap karbohidrat. terutama dalam bentuk glukosa.3. siklus Krebs. 4. laktosa (bila dihidrolisis menjadi glukosa dan galaktosa). Disakarida Merupakan bentuk karbohidrat yang bila terhidrolisis menjadi dua monosakarida yang sama ataupun berbeda. Karbohidrat yang masuk ke tubuh berasal dari makanan. Contoh disakarida adalah maltosa ( bila dihidrolisis menjadi dua molekul glukosa).

GLIKOLISIS . bila anaerob diubah menjadi asam laktat) ∙ CO2 ∙ 3 NADH2 dan 1 FADH2 Niasin Siklus Krebs Asam Piruvat atau Asetil KoA NADH2 dan (menuju reaksi sistem transpor sitokrom) ∙ empat molekul karbon ∙ 34 ATP ∙ air metabolik ∙ Tiamin ∙ Riboflavin ∙ Niasin ∙ Asam pantotenat Besi dan tembaga Sistem Transpor Sitokrom FADH2 Kelebihan glukosa akan disimpan dalam bentuk glukagon yang terdapat pada hepar dan otot rangka. Dari tabel di atas dapat diambil garis besar.Glikolisis Glukosa ∙ 2 ATP (bersih) ∙ 2 NADH2 dan 1 FADH2 (dilanjutkan ke reaksi sistem transpor sitokrom) ∙ 2 Asam piruvat ( bila aerob langsung menuju siklus Krebs. Sehingga dapat digunakan bila tubuh membutuhkannya untuk menghasilkan energi. bahwa yang paling perlu dalam metabolisme iti adalah makan dan bernafas. Makanan merupakan energi potensial. sedangkan untuk membebaskan energi tersebut dibutuhkan O2 yang di dapatkan dari proses bernafas. METABOLISME GLUKOSA A.

.

SIKLUS KREBS .B.

Asam amino non esensial : asam amino yang dapat disintesis oleh tubuh Ex : alanin. glisin. leusin. fenialanin. glutamine. lisin. tirosin . metionin. . asparagin. valin. glutamate. aspartat. sistein. serin. histidin . arginin. isoleusin.SECARA GARIS BESAR Glukosa  2 ATP  2 NADH + 2 H+ GLIKOLISIS Asam piruvat  2 NADH + 2 H+ Asetil Ko-A  2 CO2 4 CO2 SIKLUS KREBS  6 NADH  2 FADH2 2 ATP TRANSPOR ELEKTRON 34 ATP O2 H2O B. prolin. METABOLISME PROTEIN Anabolisme Unsur dasar penyusun protein adalah asam amino.Asam amino esensial : tidak dapat disintesis oleh tubuh Ex : treonin. dan 20 di antaranya terdapat dalam protein tubuh dalam jumlah yang cukup banyak. triptofan.

Keadaan ini sangat toksik terutama terhadap ginjal. Asam piruvat ini kemudian dikonversi menjadi glukosa/ glikogen (disebut proses glukoneogenesis). 1. . Hormon yang berpengaruh dalam metabolisme protein: 1.Struktur asam amino memperlihatkan ciri yang khas yaitu mempunyai satu gugus asam (-COOH) dan satu atom nitrogen yang melekat pada molekul. Dalam protein. Oksidasi asam amino yang sudah mengalami deaminasi Begitu asam amino sudah dideaminasi. Dalam proses kehilangan gugus amino. satu radikal amino dan satu radikal karboksil masih terletak pada ujung yang berlawanan dan kemudian membentuk lagi rantai peptida. keduanya bergabung membentuk molekul air. dan satu ion hidroksil dilepas dari radikal karboksil. 2. yaitu enzim yang bertanggung jawab memulai sebagian besar katabolisme (pemecahan protein untuk digunakan sebagai energi atau bila berlebih disimpan terutama sebagai lemak / glikogen). asam glutamat sekali lagi menjadi asam αketoglutarat. yang kemudian menjadi asam glutamate. sebagian dikonversi menjadi asetil ko-A (2 mol asetil ko-A akan berubah menjadi asam aseloasetat). ureum berdifusi dari sel hati masuk ke dalam cairan tubuh dan diekskresikan oleh ATP yang dihasilkan dari protein lebih kecil daripada ATP yang dibentuk glukosa untuk setiap gramnya. Asam keto diubah menjadi zat kimia yang sesuai kemudian masuk ke dalam siklus asam sitrat. Oksidasi ini biasanya melibatkan 2 proses yang berurutan: a. Hormon pertumbuhan meningkatkan sintesis protein sel karena adanya percepatan proses transkripsi dan translasi RNA dan DNA untuk sintesis protein. semua asam amino dalam tubuh manusia disintesis di hati.dan sebagian lagi dikonversi menjadi asam lemak (disebut proses ketogenesis). Pada dasarnya. b. penambahan asam amino tambahan dalam cairan tubuh terutama di hati. Setelah dibentuk. Pembentukan urea di hati Amonia yang dilepaskan selama deaminasi asam amino dikeluarkan dari darah hampir seluruhnya melalui konversi menjadi ureum. Bila tidak ada hati / pada penyakit hati yang berat. ammonia akan menumpuk dalam darah. Deaminasi Gugus amino dari asam amino ditransfer ke asam α-ketoglutarat. Katabolisme Begitu sel diisi sampai batasnya dengan protein yang tersimpan. Satu atom hidrogen dilepaskan dari radikal amino. Misalnya deaminasi alanin adalah asam piruvat. pada banyak keadaan . asam amino dihubungkan menjadi rantai panjang melalui ikatan peptide. Setelah itu zat tersebut dpecah dan menjadi energi. 3. asam keto yang dihasilkan dapat dioksidasi untuk mengeluarkan energi untuk keperluan metabolisme. Setelah ureum terbentuk. Asam amino tertentu yang dideaminasi serupa. akan menginduksi aktivasi sejumlah besar aminotransferase. otak. digunakan untuk mensintesis glukosa / asama lemak. yang biasanya berupa gugus amino (-NH2). sehingga siklus tersebut dapat berlangsung berulang-ulang. yang sering kali menimbulkan keadaan yang disebut koma hepatikum. Nitrogen pada radikal amino dari satu asam amino berikatan dengan karbon dari radikal karboksil asam amino lainnya. Asam glutamat ini kemudian dapat mentransfer asam amino ke zat lainnya / dapat melepaskan dalam bentuk ammonia (NH3).

larut dalam pseudoglobulin. Gamma globulin Kelompok protein serum yang mengandung banyak antibody. Berat molekul albumin plasma pada manusia 69000. Insulin mempercepat transpor beberapa asam amino ke dalam sel. c. Beta globulin Protein plasma darah yang memiliki kaitan erat dengan transportasi thrombin dan protrombin. Fungsi albumin : a. b. Ada tiga macam globulin: a.Trigliserida 2. terbentuk bekuan darah yang akan membantu memperbaiki kebocoran sistem sirkulasi. Jenis protein yang terdapat dalam plasma: Albumin Jenis protein terbanyak dalam plasma yang mencapai 60%.Misalnya akibat operasi. Testoteron menambah deposit protein di jaringan. Globulin Meruapakan protein yang tidak larut dalam air. putih telur). Globulin juga memiliki sifat lain yaitu mengeras atau menggumpal jika dikondisikan dalam suhu tinggi. 3. albumin dimanfaatkan untuk mempercepat pemulihan jaringan sel tubuh yang terbelah. Dengan demikian.Fosfolipid 3. Terbuat di hepar sehingga dapat digunakan untuk tes pembantu dalam penilaiaan fungsi ginjal dan saluran pencernaan. Dengan kata lain sangat erat kaitannya dengan proses pembekuan darah. 6. sehingga dapat menjadi rangsangan bagi pembentukan protein. larut dalam euglobulins. Albumin merupakan protein yang larut dalam air dan mengendap pada kondisi dipanaska. Banyak dijumpai pada telur (albumin telur. Albumin dapat menghindari timbulnya pembengkakan paru-paru dan gagal ginjal serta sebagai carrier faktor pembekuan darah. serta dalam larutan garam. b. C.Kolesterol . Fungsi ini erat kaitannya dengan bahan metabolism asam lemak bebas dan bilirubin dan berbagai macam obat yang kurang larut dalam air tetapi harus diangkat melalui darah dari satu organ ke organ lain agar dapat diekskresi. Estrogen menambah sedikit deposit protein. METABOLISME LEMAK Lipid dibagi menjadi 3: 1. 5. Dengan kata lain sangat erat kaitannya dengan proses imun atau kekebalan tubuh. Alfa globulin Salah satu bagian plasma darah yang mengedarkan hormon. 4. Fibrinogen Fibrinogen berpolimerasi menjadi pilinan fibrin yang panjang selama proses koagulasi darah. Insulin diperlukan untuk sintesis protein. dalam susu (laktalbumin). Glukortikoid meningkatkan pemecahan sebagian besar protein jaringan. Tiroksin meningkatkan kecepatan metabolisme seluruh sel termasuk protein.Membentuk jaringan sel baru sehingga dalam ilmu kedokteran.Mengangkat molekul-molekul kecil melewati plasma dan cairan sel. c. darah (albumin serum). albumin telur 44000. dalam daging mamalia 63000.2.

terutama pada subcutaneous layer.Pencernaan lemak dalam usus 1. dan K Melindungi alat-alat vital pada tubuh Memperbaiki rasa makanan (gurih) Kelebihan lemak disimpan dalam jaringan adipose. Pengaruh empedu (garam empedu + fosfolipid lestin) -> menurunkan tegangan antar permukaan lemak.Emulsifikasi lemak. (memperbesar 1000x daerah permukaan lemak total) Lemak + (empedu + pengadukan ) -> lemak terelmusi Lemak teremulsi + (lipase pangkreas) -> Asam lemak dan 2-monogliserida Fungsi Lemak     Sebagai sumber energi sekunder Melarutkan vitamin A.D.E. memecahkan gumpalan lemak menjadi ukuran yang lebih kecil sehingga enzim pencernaan yang larut air dapat bekerja pada permukaan gumpalan lemak 2. .

Cairan ekstraselular(CES) adalah air diluar sel terdiri atas plasma . terbanyak adalah mineral Kompartemen air 1. Elektrolitn merupakan ion yang ditemukan dalam tubuh. osmosis: cairan jaringan menjadi plasma. Air selalu berpindah dari 1 kompartemen ke kompartemen lainya. Cairan intraselular (CIS) adalah air dalam sel kira-kira dua pertiga total cairan tubuh 2. getah bening. atau cairan intraselular 4. Air membentuk 60% sampai 75% total berat badan tubuh 2. Osmosis diatur oleh konsentrasi elektrolit didalam cairan tubuh (OSMOLARITAS). . fitrasi: plasma menjadi cairan jaringan.cairan jaringan dan cairan khusus 3. Cairan tubuh elektrolit dan Keseimbangan air dan elektrolit 1. SISTEM REGULASI SUHU TUBUH A.getah bening.air akan berdifusi melewati membran ketempat yang mempunyai konsentrasi elektrolit lebih tinggi.5.

Urine. feses 2.bikarbonat .urea. Cairan nonelektrolit adalah zat yang tidak terurai dalam larutan dan tidak bermuatan listrik contohnya.aktifitas saraf serta sel otot Beberapa fungsi dari macam anion elektrolit utama Fungsi klorida adalah anion terbanyak dalam CES .kalsium . natrium . Cairan elektrolit dalah garam yang terlarut dalam air menjadi 1 atau lebih partikel bermuatan disebut ion contohnya.kalsium magnesium . Dehidrasi merangsang sensasi haus .mudah berdifusi keluar masuknya sel .sekresi ADH menurun .kalium.dan cairan dikonsumsi untuk menggantikannya 3.protein .ATP dan FOSFOLIPID Fungsi sulfat adalah bagian asam amino dan protein Ketidakseimbangan elektrolit 1.air kemudian di reabsorpsi melalui osmosis.magnesium . Hipotalamus mempunyai osmoreseptor yang mendeteksi perubahan osmolaritas cairan tubuh 2.kalium. Setiap variasi haluaran harus dikompensasi oleh perubahan asupan Pengaturan asupan dan haluaran air 1. haus dengan pusing berlebihan 2. Jika air dalam tubuh terlalu banyak .diare atau muntah .ditandai Hipernatemia adalah konsekuensi kehilangan air ditandai dengan kehilangan CIS. ADH yg dilepaskan darihipofisis posterior meningkatkan reabsorpsi air oleh ginjal 4. Beberapa fungsi dari macam kation elektrolit utama Fungsi dari natrium adalah menciptakan tekanan osmotic CES .membantu mengatur tekanan osmotic Fungsi bikarbonat adalah sebagai bagian system dapar bikarbonat Fungsi fosfat adalah bagian DNA. 5.RNA . Jika volume darah meningkat . klorida. Aldosteron yang disekresi oleh korteks adrenal meningkatkan reabsorpsi ion natrium oleh ginjal . Ketidakseimbangan natrium meliputi: a.kation terbanyak dalam CES Fungsi dari kalium adalah menciptakan tekanan osmotic CIS . Ketidakseimbangan kalium meliputi: .kation terbanyak dalam CIS Fungsi dari kalsium adalah mempertahankan eksitabilitas saraf dan sel-sel otot Fungsi dari magnesium adalah sangat penting untuk produksi ATP . 2.sebazgian besar anorganik 2.natrium .dan haluaran urine meningkat 6.fosfat .glukosa dan karbondioksida. keringat. udara yang dikeluarkan.dan anionya meliputi . Elektrolit membantu mengatur osmosis antar kompartemen air Elektrolit dibagi menjadi dua yaitu 1. Zat kimia yang terlarut didalam air dan memisahkan diri membentuk ion-ion .dan sulfat 3. b.Haluaran air 1.oksigen. Mengandung kation meliputi. Hiponatermia adalah konsekuensi akibat keringat yang berlebihan .ANH kehilangan ion natrium dan air di dalam urine Elektrolit 1.

b.PTH dan Kalsitonin –kalsium dan fosfat B.aldosteron –natrium dan kalium . Ketidakseimbangan kalsium meliputi: a. Produksi panas Panas adalah salah satu energi yang diproduksi pada respirasi sel. Hipokalsemia adalah penurunan asupan kalsium ditandai dengan spasme otot kemudian Hiperkalsemia adalah suatu konsekuensi hipoparatiroidisme . Hal ini menjelaskan mengapa bila ada suatu ruangan kosong yang dingin. Dalam 24 jam. Faktor – faktor yang mempengaruhi produksi panas : 1. 3. Asupan –elektrolit adalah makanan dan minuman beraklohol 2. akan naik suhu nya bila ruangan itu dipenuhi orang.keringat . dengan suhu terendah saat tidur. Hepar menghasilkan 20% panas saat istirahat. dan konduksi. Haluaran –urine . Konduksi dan konveksi adalah perpindahan panas dengan disertai kontak langsung. Organ yang aktif terus menerus memproduksi panas. Berkeringat adalah mekanisme kehilangan panas tubuh menguapkan keringat di atas permukaan tubuh. sehingga produksi panas dan ATP juga naik. Tonus otot menghasilkan 25% panas saat istirahat. Termoregulasi Rentan normal suhu tubuh manusia adalah 360 C-380 C. epinefrin. kofusi b. Aliran darah meningkat. 4. Hipokalemia adalah suatu konsekuensi muntah/diare serta penyakit ginjal ditandai dengan lelah. Evaporasi juga bisa terjadi di tubuh melalui kulit ( keringat). Radiasi adalh proses kehilangan panas dalam bentuk gelombang inframerah. Hormon yang terlibat . suhu tubuh berfluktuasi 10 C – 20 C. 2. Tiroksin dari glandula Tiroidea ( paling penting ) seiring penurunan kecepatan metabolism.arimia ginjal 3.a. Kehilangan panas Aliran darah melalui dermis menentukan jumlah panas yang hilang melalui konveksi. Stress Rangsang simpatik. radiasi dan konveksi efektif bila suhu lingkungan lebih dingin daripada tubuh. radiasi. Asupan makanan dan perubahan suhu tubuh yang akan berpengaruh terhadap proses metabolism di dalam tubuh. tirosin disekresi lebih banyak untuk meningkatkan respirasi sel.ANH –natrium . dan neropinefrin meningkatkan aktivitas metabolic.ditandai dengan kelemahan otot menjadi tetanus (kejang) Asupan haluaran dan pengaturan 1.feses 3. Hiperkalemia adalah suatu konsekuensi gagal ginjal angkut serta penyakit Addison ditandai dengan kelemahan . . - Panas hilang dari saluran pernafasan melalui pengupan air dari mukosa pernafasan yang panas Sejumlah kecil panas hilang sebagai urin dan feses yang dikeluarkan dari tubuh Mekanisme kehilangan panas adalah vasodilatasi pada dermis dan peningkatan berkeringat.

mengubah posisi tubuh (melingkarkan tangan di tubuh). Temperatur akan meningkat terus sampai mencapai pengaturan baru. Setelah itu thermostat kembali ke tingkat normal . Produksi panas Hipotalamus adalah thermostat tubuh dan mengatur suhu tubuh dengan menyeimbangkan produksi panas dengan kehilangan panas. Hal itu akan menurunkan suhu tubuh dengan sendirinya. . selanjutnya sutu tubuh akan berada di pengaturan demam smapai adanya pertahanan dari tubuh dan bila ada antibiotic yang masuk. Prostalglandin mengatur thermostat di hipotalamus ke suhu yang lebih tinggi. dll. minum minuman panas. Sebagai hasilnya aliran darah dalam tubuh menurun. - Ada beberapa cara manual yang dapat dilakukan antara lain: memakai pakaian hangat untuk membatasi panas yang keluar.alergi. menggunakan pakaian berwarna terang. tetapi bisa juga disebabkan oleh kondisi lain (kanker. Sering terjadi kerena terjadi infeksi di dalam tubuh. Hipotalamus menerima rangsangan dari perifer termoreseptor yang terletak di kulit dan termoreseptor pusat. dan meningkatakan aktivitas tubuh. Aktivasi saraf simpatik vasokonstriktor di tubuh menyebabkan vasokontriksi yang kuat. - Mekanisme untuk meningkatkan panas adalah vasokontriksi pada dermis dan penurunan produksi keringat. ditandai dengan keringat yang keluar. Demam Demam adalah hyperthermia yang terkontrol.- Beberapa cara manual antara lain: menurunkan tingkat aktivitas. Hipotalamus menyebabkan pengeluaran prostalglandin. mencari lingkungan yang lebih dingin. cedera di system saraf pusat).