P. 1
neurosains

neurosains

|Views: 98|Likes:
Published by Farah Muthia
jj
jj

More info:

Published by: Farah Muthia on Feb 27, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/20/2014

pdf

text

original

Sections

  • SEL
  • SISTEM INTEGUMEN
  • KULIT
  • Epidermis
  • Dermis
  • RAMBUT
  • KUKU
  • KELENJAR PADA KULIT
  • MEKANISME SEKRESI KERINGAT
  • KLASIFIKASI RESEPTOR DALAM SISTEM INTEGUMEN
  • I. Mechanoreceptors
  • II. Thermoreceptors
  • III. Nociceptors
  • IV. Electromagnetic receptors
  • V. Chemoreceptors
  • KOMPONEN DALAM DARAH
  • KLASIFIKASI LUKA
  • PENYEMBUHAN LUKA
  • KESIMPULAN
  • TULANG DAN RANGKA
  • Aksilar : Tengkorak
  • Vertebra
  • Apendikular : Gilder Pektoral ( bahu )
  • Lengan
  • Tangan
  • Tungkai bawah
  • Tulang Telapak Kaki dan Jari Kaki
  • KLASIFIKASI TULANG
  • FISOLOGI TULANG
  • HISTOLOGI TULANG
  • Tulang Rawan ( Kartilago ) Kartilago Hyalin
  • Kartilago Elastik
  • Kartilago Fibrosa
  • Tulang ( Bone )
  • Osteoblas
  • Osteosit
  • Osteoklas
  • HORMON YANG BEKERJA PADA PERTUMBUHAN TULANG
  • PENULANGAN ENDOKONDRAL
  • PROSES KALSIFIKASI TULANG
  • GANGGUAN PADA TULANG
  • PENYEMBUHAN FRAKTUR TULANG
  • SENDI
  • KLASIFIKASI SENDI Secara struktural :
  • Menurut fungsinya :
  • HISTOLOGI PERSENDIAN SINOVIAL
  • FISIOLOGI PERSENDIAN
  • GANGGUAN PERSENDIAN
  • OTOT
  • HISTOLOGI OTOT
  • KHARAKTERISTIK OTOT
  • STRUKTUR OTOT
  • FISIOLOGI OTOT
  • KELAINAN OTOT
  • KERJA OTOT BERDASARKAN TUJUAN KERJANYA Otot antagonis
  • TAHAP – TAHAP KONTRAKSI DAN RELAKSASI OTOT
  • PERBEDAAN FISIK OLAHRAGAWAN DAN BUKAN OLAHRAGAWAN
  • SARAF DALAM SISTEM GERAK
  • MEKANISME GERAK
  • RINGKASAN PEMBAHASAN LEARNING ISSUES
  • 1.MACAM, FUNGSI, KANDUNGAN, DAN KELENJAR PENGHASIL HORMONE
  • b. Kelenjar Tiroid
  • E. Kelenjar Adrenal
  • m. Kelenjar Pineal
  • n. Kelenjar Timus
  • 2. MEKANISME KERJA HORMON Mekanisme kerja hormone secara global
  • 3. HISTOLOGI SARAF a. Neuroglia (glial cells)
  • A. SISTEM SARAF PUSAT 1. OTAK
  • 2. MEDULLA OBLONGATA
  • 3. MEDULLA SPINALIS
  • B. SISTEM SARAF TEPI 1. SARAF SOMATIK
  • Nama Tipe Fungsi
  • 2. SARAF OTONOM
  • 5. MEKANISME JALANNYA IMPULS
  • Potensial Istirahat / Potensial Membran
  • NEUROTRANSMITTER Definisi
  • Macam-macam
  • Mekanisme mata dapat melihat benda
  • SISTEM PERNAFASAN
  • A.Bagian Konduksi
  • B.Bagian Respirasi
  • Transpor oksigen dalam arteri
  • Ikatan Oksigen-Hb
  • SISTEM SIRKULASI
  • Histologi sistem sirkulasi :
  • ANATOMI JANTUNG
  • 1. Ukuran dan bentuk
  • 4.Terdiri 2 macam ruang :
  • 5.Curah Jantung
  • Arteri :
  • Vena :
  • Kapiler :
  • SISTEM EKSKRESI
  • 1. Filtrasi
  • 2. Reabsorpsi
  • 3. Augmentasi
  • SISTEM LIMFATIK
  • PENJELASAN LEARNING ISSUE :
  • 1.PROSES METABOLISME TINGKAT SELULER SAMPAI DENGAN JARINGAN
  • Metabolisme
  • Jalur metabolic
  • a.Reaksi Reduksi-Oksidasi
  • Hormon-hormon yang Mengatur Metabolisme
  • 1.Tiroksin
  • 2.Hormon Pertumbuhan
  • 3.Insulin
  • 4.Glukagon
  • 5.Kortisol
  • 6.Epinefrin
  • Kecepatan Metabolisme
  • 1.Laju metabolic
  • b.Specific Dynamic Action (SDA)
  • 2.Basal Metabolic Rate (BMR)
  • 2.ANATOMI, HISTOLOGI, DAN FISIOLOGI ORGAN DALAM PENCERNAAN
  • A.FUNGSI SISTEM PENCERNAAN
  • B.DINDING SALURAN PENCERNAAN
  • C.KENDALI SARAF pada SALURAN PENCERNAAN
  • D.RONGGA ORAL, FARING, dan ESOFAGUS
  • Fungsi Lambung
  • Sekresi Lambung
  • Divisi
  • Motilitas
  • Anatomi mikroskopik dinding usus
  • Fungsi usus halus
  • Hati dan sekresi empedu Anatomi hati
  • Fungsi utama hati
  • Empedu Anatomi sekresi empedu
  • Komposisi empedu
  • Fungsi garam empedu dalam usus halus
  • Kendali pada sekresi dan aliran empedu
  • Kandung empedu Anatomi
  • Fungsi
  • Bagian-bagian usus besar
  • Fungsi usus besar
  • 3.MEKANISME PROSES PENCERNAAN
  • Pencernaan makanan pada manusia ada 2:
  • Peran enzim dalam sistem pencernaan:
  • 4.PROSES METABOLISME KARBOHIDRAT, PROTEIN, DAN LEMAK
  • A.METABOLISME KARBOHIDRAT
  • 1.Monosakarida
  • 2.Disakarida
  • 3.Oligosakarida
  • 4.Polisakarida
  • Tabel singkat respirasi sel
  • B.METABOLISME PROTEIN Anabolisme
  • Katabolisme
  • Albumin
  • Globulin
  • Fibrinogen
  • C.METABOLISME LEMAK Lipid dibagi menjadi 3:
  • Pencernaan lemak dalam usus
  • Fungsi Lemak
  • 5. SISTEM
  • A. Cairan
  • Keseimbangan air dan elektrolit
  • Kompartemen air
  • Haluaran air
  • Pengaturan asupan dan haluaran air
  • Elektrolit
  • Elektrolit dibagi menjadi dua yaitu
  • Beberapa fungsi dari macam kation elektrolit utama
  • Beberapa fungsi dari macam anion elektrolit utama
  • Ketidakseimbangan elektrolit
  • Asupan haluaran dan pengaturan
  • B.Termoregulasi
  • Produksi panas
  • Kehilangan panas
  • Demam

PEMBAHASAN

SEL Sel merupakan unit dasar terkecil yang mendasari suatu kehidupan. Ilmu yang mempelajari sel disebut sitologi (cytology). 1. bagian dari sel a. plasma sel 1) luar sel 2) 3) tersusun atas fosfolipid dan protein membrane plasma memungkinkan sel untuk berinteraksi dengan sel yang lain, tempat sebagai pembatas terluar dari sel yang membatasi komponen dalam sel dengan lingkungan

reseptor, dan mengatur pertukaran material dengan cara difusi atau osmosis b. sitoplasma, cairan tempat melekatnya organel-organel pada sel 1) substansi antara nucleus dan membrane plasma yang meengandung organel dan incluuisions terdiri atas air, protein, karbohidrat, lipid, serta komponen anorganik. Zat kimia dalam tempat dimana reaksi kimia berlangsung nucleus merupakan pusat pengaturan segala aktivitas sel dan mengandung kromosom yang berisi materi genetic (DNA) • 2) • • 3) • • • semua sel memiliki nucleus kecuali sel darah merah ribosome terdiri dari granula yang berisi DNA ribosomal dan protein ribosomal sebagai tempat sintesis protein reticulum endoplasma merupakan jaringan yang menghubungkan membrane nucleus dan membrane plasma reticulum endoplasma kasar mengandung ribosom, tetapi reticulum endoplasma halus tidak mendukung proses mekanis yang terjadi, melepaskan ion kalsium yang terlibat dalam konsentrasi otot, memimpin pertukaran materi dalam sitoplasma, system pengangkutan interseluler, mensintesa lipid dan protein, menyimpan molekul hasil sintesa, dan membantu sel untuk mengeluarkan zat kimia yang tidak diperlukan 4) • badan golgi terdiri dari empat hingga delapan tumpukan kantong gepeng fungsi utamanya adalah memproses, menyusun, dan mengantarkan protein ke sel. Selain itu juga mensekresi protein dan lipid sertab membentuk lisosom 5) • • mitokondria terdiri dari lapisan membrane yang membatasi dan lipatan yang disebut Krista membentuk ATP

2)
3) c. organel 1) •

sitoplasma dapat berbentuk larutan atau koloid

d. inclusions, yaitu hasil sekresi dan produk nutrisi pada sel seperti melanin, glikogen, dan lipid. SISTEM INTEGUMEN

Terdiri dari kulit dan turunannya seperti rambut, kuku, keringat, minyak, dan kelenjar susu. Organ ini adalah organ yang paling bisa terlihat (Tortora) KULIT Fungsi Kulit : (Gartner, Leslie P., 327) 1. Perlindungan 2. Pengatur suhu tubuh 3. Ekskresi yang dilakukan oleh kelenjar keringat 4. Arbsorbsi sinar Ultra Violet dari sinar matahari untuk mensintesis vitamin D Epidermis Kulit Tebal Tebal 0,8 mm – 1,4 mm. Terdiri dari 5 lapisan. Dari bawah yaitu : Stratum Basale (Germinativum), Stratum Spinosum, Stratum Granulosum, Stratum Lucidium, dan Stratum Corneum. Kulit Tipis Tebal 0,07 mm – 0,12 mm. Memiliki 4 lapisan, tanpa Stratum Lucidium (Guton, Arthur C.) , terdapat pada bagian yang kekurangan rambut (telapak kaki dan telapak tangan). Stratum Ge\rminativum Terdiri dari epidermal stem cells, melanocytes, dan keratinocytes. Merupakan lapisan epidermis paling bawah. Terbentuk dari jaringan ikat longgar. Berbatasan langsung dengan dermis. Sel-sel yang mendominasi adalah sel-sel stem yang besar/ sel basale. Aktifitas melanocytes menyebabkan kulit bewarna kecoklatan. Sel merkel yang banyak terdapat pada bagian yang kekurangan rambut, mengeluarkan zat kimia yang peka terhadap sentuhan. Stratum Spinosum Lapisan epidermis yang paling tebal, terdiri daru berbagai macam bentuk sel (polyhedral sampai sel-sel yang berbentuk tipis) sehingga nampak berduri (spin). Disini juga terdapat keratinocytes yang aktif melakukan mitosis. Stratum basal dan spinosum disebut lapisan malphigi yang bertanggung jawab dalam pergantian epidermal keratinocytes. Stratum Granulosum Terdapat keratinocytes yang tergantikan oleh atau dari stratum spinosum. Ketika sel tersebut mencapai lapisan ini, mulai untuk membuat protein keratohyalin dan keratin dalam jumlah banyak. Keratohyalin merupakan zat tanduk, menyebabkan kulit less permeable. Keratin merupakan bahan penyusun utama rambut dan kuku. Stratum Lucidium Lapisan ini hanya terdapat pada kulit tebal (thick skin). Walaupun lapisan ini berisi sel-sel tipis dan kekurangan organel dan nuclei, akan tetapi mengandung keratin filament yang tebal. Plasma membran mengalami penenbalan akibat penyuluran protei non kreatin (infolokrin). Tidak terlihat bawah pada standard hytological layer. Stratum Corneum Terletak di permukaan, 15-10 lapisan tipis (epitel pipih), sel mati, interloching cells. Disebut juga lapisan tanduk (horny layer). Tipe Sel : Keratinocytes, Melanocytes, Sel Merkel, Sel Langerhans. Keratinocytes

Subtansi terbanyak dari sel-sel epidermis, karena keratinocytes selalu mengelupas pada permukaaan epidermis, maka harus selalu digunakan. Pergantian dilakukan oleh aktivitas mitosis dari lapisan basal (di malam hari). Selama perjalanannya ke luar (menuju permukaan. Keratinocyes berdeferensiasi menjadi keratin filamen dalam sitoplasma. Proses dari basal sampai korneum selama 20-30 hari. Karena proses cytomorhose dari keratinocytes yang bergerak dari basal ke korneum, lima lapisan dapat diidentifikasi. Yaitu basal, spimosum, granulosum, losidum dan kornium. Melanocytes Didapat dari ujung saraf, memproduksi pigment melanin yang memberikan warna coklat pada kulit. Bentuknya silindris, bulat dan panjang. Mengandung tirosinase yang dihasilkan oleh REG, kemudian tirosinase tersebut diolah oleh Aparatus Golgi menjadi oval granules (melanosomes). Ketika asam amino tirosin berpindah ke dalam melanosomes, melanosomes berubah menjadi melanin. Enzim tirosinase yang diaktifkan oleh sinar ultra violet.. Kemudian melanin meninggalkan badan melanicytes dan menuju ke sitoplasma dari sel-sel dalam lapisan stratum spinosum. Dan pada akhirnya pigmen melanin didegradasi oleh keratinocytes. Faktor-faktor yang menyebabkan adanya perbedaan warna kulit antara lain: 1. Melanosit, terletak pada stratum basalis, memproduksi pigmen, melanin, yang bertanggung jawab untuk pewarnaan kulit dari coklat sampai hitam.

2. Darah dalam pembuluh dermal di bawah lapisan epidermis dapat terlihat dari permukaan dan menghasilkan
pewarnaan merah muda . Ini lebih jelas terlihat pada kulit orang kilit putih (Kaukasian) 3. Keberadaan dan jumlah pigmen kuning, karotin, hanya ditemukan pada stratum korneum, dan dalam sel lemak dermis dan hipodermis, yang menyebabkan beberapa perbedaan pada pewarnaan kulit. Merkel Cells Banyak terdapat pada daerah kulit yang sedikit rambut (fingertips, oral mucosa, daerah dasar folikel rambut). Menyebar di lapisan stratum basal yang banyak mengandung keratinocytes. Langerhans Cells Disebut juga dendritic cells karena sering bekerja di daerah lapisan stratum spinosum. Merupakan sel yang mengandung antibodi. Banyaknya 2% – 4 % dari keseluruhan sel epidermis. Selain itu, juga banyak terdapat di bagian dermis pada lubang mulut, esophagus, dan vagina. Fungsi dari langerhans cells adalah untuk responisasi terhadap imun karena mempunyai antibodi Dermis Lapisan Papiler : tipis mengandung jaringan ikat jarang. Lapisan Kutikuler : tebal terdiri dari jaringan ikat padat.

Kulit Tebal

Kulit Tipis RAMBUT Rambut terdiri dari benang-benang bertanduk yang berasal dari epidermis, terdiri dari batang dan akar yang meluas kebawah hingga menyerupai umbi yang bertakik pada lapisan bawahnya. Ruang di dalam takik terdapat jaringan penyambung / papilla. Akar rambut terbungkus oleh folike rambut yang berasal dari sumbu epidermal dan dermal. Rambut terdiri dari 3 lapisan epitel : 1. Medula 2. Kortex 3. Kutikula Folikel rambut terdiri dari : 1. Selubung akar epitel dalam Terdiri dari kutikula, lapisan Huxley, lapisan henle 2. Selubung akar epitel luar yang erasal dari epidermis Merupakan perpanjangan dari lapisan malpighi (stratum basale dan spinosum) 3. Selubung jaringan penyambung berasal dari dermis a. Selubung dalam, membran hialin sempit, menempel pada sel-sel silindris selubung luar. b. Selubung tengah, serat jaringan penyambung halus yang tersusun dalam lingkaran. c. KUKU Merupakan modifikasi dari lapisan epidermis. 1. Badan kuku Tersusun dari sel-sel pipih jernih. 2. Dinding kuku Lipatan sekeliling proksimal dan lateral dari kuku. 3. Alas kuku Epidermis dibawah badan kuku, tidak memiliki sratum granulosum. KELENJAR PADA KULIT 1. Kelenjar Sebasea a. Mensekresikan minyak ke folikel rambut Selubung tengah, berfungs mengangkat rambut dalam dermis.

nipple Memproduksi sekresi kental dengan komposisi kompleks Pada individu tertentu dapat menjadi sarana komunikasi Kerjanya sangant dipengaruhi hormon Tersebar luas Memproduksi sedikit sekresi. Suhu lingkungan yang lebih tinggi dari suhu tubuh dapat dirasakan cukup nyaman bila udara kering. Berbagai jumlah air dapat dilepaskan. a. Hal ini hendaknya dibedakan dengan perspirasi atau pelepasan air dengan tak terasa yang hanya berupa difusi air secara sederhana melalui kulit.b. Dengan perspirasi hilang kira-kira 500ccm air setiap hari. kurang pada ilim dingin dan lebih pada yang panas. tetapi kelembaban dapat menyebabkan rasa sangat tidak enak karena menghalangi hilangnya suhu tubuh melalui penguapan. groin. kira-kira setengah liter sehari pada iklim sedang. Kelenjar apokrin 1) 2) 3) 4) 1) 2) 3) 4) 5) 6) Terdapat pada axilla. Banyaknya keringat berkisar dari 0 sampai 2000 ccm setiap hari. kebanyakan air Merocrine secretion mechanism Dikontrol oleh sistem saraf Penting dalam thermoregulation dan ekskresi Sebagai antibakteri b. Kelenjar merokrin MEKANISME SEKRESI KERINGAT Keringat adalah sekresi aktif dari kelenjar keringat di bawah pngendalian saraf simpatis Keringat terutama berisilarutan garam dengan konsentrasi kira-kira 1/3 dari yang ada dalam plasma. Penyedia antibakteria 2. Tergantung dari kebuthan tubuh akan pengaturan suhu. Kelanjar Keringat Kelenjar keringat adalah alat utama untuk merendahkan suhu tubuh. .

tetapi tidak mengandung protein plasma. larutan prekursor ini mengalami reabsorpsi sebagian ion Natrium dan Klorida. Sewaktu larutan ini mengalir di duktus. sentuhan . dan vibrasi Free nerved ending : pain dan thermoreceptor Ruffini corp : stretching &pressure Krause : receptor dingin . Bagian duktus Sekret primer itu memiliki komposisi yang mirip dengan protein plasma. Kemudian direabsorpsi oleh duktus sehingga konsentrasi Natrium dan Klorida turun menjadi 5 mEq/L dan sebagian besar cairan tersebut juga direabsorpsi. 2. Bagian yang bergelung (menghasilkan sekret primer atau sekret prekursor) 2. cairan prekursor mengalir melalui duktus secara lambat. (Sumber : Guyton & hall. 1.Pada kelenjar keringat terdiri dari dua bagian: 1. Konsentrasi Natrium sekitar 142 mEq/L dan Klorida sekitar 104 mEq/L dengan konsentrasi zat terlarut lain yang lebih kecil dibanding dalam plasma. Apabila kelenjar keringat sedikit dirangsang. cairan prekursor dibentuk dalam jumlah banyak dan duktus ini hanya mengabsorpsi Natrium dan Klorida dalam jumlah sedikit sehingga dapat mencapai tingkat maksimum 50-60 mEq/L dan hanya sedikit cairan yang direabsorpsi. Apabila kelenjar keringat kuat dirangsang. 892) KLASIFIKASI RESEPTOR DALAM SISTEM INTEGUMEN Merkel’s disk : sentuhan Meissner corpuscle : raba Vater paccini : tekanan.

Bambang Sumantri) I. Mechanoreceptors Sensibilitas kulit (epidermis and dermis) Free nerve endings Percabangan Merkel’s discs Spray endings Ruffini’s endings Ujung reseptor Meissner’s corpuscles Krause’s corpuscles Sensibilitas kedalaman jaringan Free nerve endings Percabangan Spray endings Ruffini’s endings Ujung reseptor Pacinian corpuscles Muscle spindles Golgi tendon receptors Pendengaran Reseptor suara pada koklea Keseimbangan Reseptor Vestibular Arteri Aorta II. Electromagnetic receptors Penglihatan sel batang reseptor gelap sel kerucut receptor terang V. Chemoreceptors Rasa Papila lidah Bau Epitel olfaktori . Nociceptors Nyeri Free nerve endings IV.Muscle spindle & golgi tendon : mecanoreceptor (sumber : presentasi dr. Thermoreceptors Dingin Krause’s corpuscles Panas Ruffini’s endings III.

2. Tekanan osmotic koloid ditentukan berdasarkan jumlah partikel koloid dalam larutan. Tekanan ini merupakan suatu ukuran ”daya tarik” plasama terhadap difusi air dari cairan ekstraseluler yang melewati membran kapiler. Protein plasma mencapai 7 % plasma dan merupakan satu-satunya unsure pokok plasma yang tidak dapat menembus membran kapiler untuk mencapai sel. disintesis di hati dan merupakan komponen esensial dalam mekanisme pembekuan darah. berbagai substrat. 3.aorta dan badan carotid Gula darah. dan fibrinogen. dengan fungsi utama sebagai molekul pembawa lipid. Ada lima jenis imunoglobulin yang diproduksi jaringan hormon. yakni albumin. 1. Globulin Membentuk sekitar 30% protein plasma • • Alfa dan beta globulin disintesis di hati. Albumin disintesis dalam hati dan bertanggung jawab untuk tekanan osmotik koloid darah. globulin. Albumin Protein plasma yang terbanyak. Ada 3 jenis protein plasma yang utama. sedangkan kristaloid adalah zat yang berdiameter kurang dari 1 nm. • • Koloid adalah zat yang berdiameter 1 nm sampai 100 nm. sekitar 55-60%. asam amino. . limfoid dan berfungsi dalam imunitas. Fibrinogen Membentuk 4 % protein plasma. tetapi memiliki ukuran paling kecil. asam lemak Hypothalamus (sumber : Guyton n Hall) KOMPONEN DALAM DARAH Plasma darah Cairan bening kekuningan yang unsure pokoknya sama dengan sitoplasma. Plasma mengandung koloid dan kristaloid. dan zat yang penting lainnya. Plasma terdiri dari 92% air dan mengandung campuran kompleks zat organik dan anorganik. beberapa Gamma globulin(imunoglobulin) adalah antibodi.

gas darah. yaitu kemampuan untuk menembus pori-pori membran kapiler dan masuk ke dalam jaringan. Granular a. Walaupun sel darah merah matang tidak memiliki nuklei. Agranular a. kalsium bikarbonat. mitokondria. luka dibedakan menjadi : 1.Plasma juga mengandung nutrien. Monosit Fagosit kuat yang berdiferensiasi menjadi makrofag jaringan pada tempat terjadi infeksi kemudian akan menghancurkan bakteri. Leukosit memiliki sifat diapedesis. Elektrolit plasma : ion natrium. sebagian limfosit (sel B) berdiferensiasi menjadi sel plasma yang akan : menghasilkan antibodi b. mineral. dan zat-zat sisa. dengan definisi tidak menebus lapisan epidermis 2. Leukosit Memiliki fungsi antara lain : 1. elektrolit. Berperan penting dalam pengaturan pH darah karena ion bikarbonat dan hemoglobin merupakan buffer - asam basa Bersikulasi selama 120 hari sebelum menjadi rapuh dan mudah pecah. : oksigen. Eosinofil : sel fagositik khususnya bakteri : sel fagositik khusus terhadap kompleks antigen-antibodi dan dapat bertambah banyak selama infestasi parasit c. dan nitrogen. Kontusi (memar) . Nutrien 2. gula. Sel ini tetap dalam jaringan selama beberapa hari. fosfat. dan ion sulfat. magnesium. Trombosit Trombosit berfungsi dalam hemostasis (penghentian perdarahan) dan perbaikian pembuluh darah yang robek. Netrofil b. 1. vitamin. Eritrosit Memiliki fungsi antara lain: Mentranspor oksigen ke seluruh jaringan melalui pengikatan hemoglobin terhadap oksigen. Basofil 2. leukosit bertahan kurang lebih satu hari dalam sirkulasi sebelum masuk ke jaringan. dan lipid yang diabsorbsi dari saluran pencernaan. 3. atau beberapa bulan tergantung jenis leukositnya. atau pun retikulum endoplasma. beberapa minggu. benda asing. enzim sitoplasmanya mampu memproduksi ATP untuk waktu yang terbatas ini. Gas darah : asam amino. hormon. Limfosit • • : serupa dengan sel mast dan dapat membebaskan histamin dan heparin dalam reaksi alergi : Berperan dalam mekanisme pertahanan imunologik tubuh Bila ada antigen spesifik. Elemen pembentuk darah meliputi sel darah merah (eritrosit). KLASIFIKASI LUKA Berdasarkan Patofisiologi. karbondioksida. kalium. klorida. dan debris sel Rentang kehidupan : Setelah diproduksi di sumsum tulang. Abrasi Merupakan perlukaan paling superfisial. dan trombosit. sel darah putih (leukosit).

luka insisi PENYEMBUHAN LUKA Pada kasus Ontoseno. karena rusaknya hingga ke pembuluh darah. maka disebut luka dalam 2. hingga ke pembuluh darah. merupakan fase dimana sel epitel mulai membentuk jembatan diantara luka (dibawah scab) b. sel epitel bermigrasi silang pada luka dan membelah diri untuk membentuk jaringan baru c. merupakan fase pembekuan darah pada daerah luka (terbentuk scab) Proses pembekuan darah Protrombin Aktivator protrombin Ca++ Trombin Fibrinogen Benang-benang Fibrin Trombin Faktor stabilisasi fibrin yang teraktivasi Fibrinogen Monomer Ca++ Benang fibrin yang saling berikatan b. Laserasi Berbeda dengan luka iris dimana pada luka gores jringan yang rusak menyobek bukan mengiris. mulai terbentuk fibroblast 3. jaringan yang rusak adalah epidermis. dermis. maka rambut tersebut akan terdapat pada luka. tengkorak. fase inflammatory a. 4. pembuluh darah dan saraf . dibutuhkan bantuan kaca penbesar. fase migratory a. Kerusakan pembuluh darah direcovery oleh trombosit. permeabilitas pembuluh darah meningkat untuk mengantarkan sel fagosit (monosit dan limfosit untuk membunuh mikroba) d. fibroblast mulai mensistesa jaringan luka . Sedangkan recovery jaringan dermis dan epidermis dijelaskan sebagai berikut: 1.terutama jika yang terluka daerah tulang Jika area tertutup oleh rambut seperti kulit kepala. Laserasi dapat dibedakan dari luka iris : • • • • Garis tepi memar dan kerusakan memiliki area yang sangat kecil sehingga untuk pemeriksaanya kadang Keberadaan rangkaian jaringan yang terkena terdapat pada daerah bagian dalam luka. termasuk Tidak adanya luka lurus yang tajam pada tulang dibawahnya.Terjadi karena kebocoran pada pembuluh darah dengan epidermis yang utuh oleh karena proses mekanis 3.

scab mengelupas b. Hal ini disebabkan karena di dalam kulit terdapat ujung-ujung syaraf reseptor. fibroblast mulai membentuk kolagen 5. Ontoseno memiliki kulit sawo matang karena dalam kulit terdapat melanocytes yang menghasilkan pigmen melanin (coklat). Banyak sedikitnya keringat tergantung pada kebutuhan tubuh akan pengaturan suhu. fibroblast mulai menghilang e. fase migratory fase proliferatif. pembuluh darah kembali normal (sumber : Tortota) KESIMPULAN Pemicu 1 Blok 2 Ontoseno mempunyai kulit berwarna sawo matang sedang berjalan di ladang. Setelah tertusuk. fase proliferatif a. epidermis mulai kembali pada ketebalan normal c. dermis serta pembuluh darah rusak. lengan kanan Ontoseno mengalami luka. jaringan epidermis yang baru mulai terbentuk c. Keluarnya keringat tersebut diatur oleh syaraf simpatik. TULANG DAN RANGKA ANATOMI RANGKA . Bakteri-bakteri terebut dinetralisasi oleh sel-sel leukosit yang memuliki sifat diapedesis. tibatiba tangannya terkena duri pada tanaman semak belukar sehingga kulit lengan kanannya tertusuk. lengan Ontoseno terasa perih. lapisan epidermis.c. Luka tersebut dapat tertutup melalui proses penutupan luka yang meliputi fase inflammatory. keluat darah sedikit dan terasa perih. Proses netralisasi bakteri dibut phagositosis. serat kolagen mulai tersusun normal d. Ketika tertusuk duri. Yang menyebabkan rasa nyeri adalah ujung syaraf free nerve endings. fase maturation a. fase maturation. Ketika hendak mengusap keringat. pembuluh darah yang luka mulai diperbaiki oleh trombosit 4. Salah satu penyebab rasa nyeri dalam luka ontoseno adalah masuknya bakteri dari duri. Ontoseno mengeluarkan keringat karena dalam kulit terdapat kelenjar keringat. sehingga mengeluarkan darah. merupakan fase dimana pembentukan sel epitel lebih intensif b.

Aksilar : Tengkorak 1. Kranium : melindungi otak • Tulang frontal: membentuk dahi.langit rongga nasal. dan kantong mata • Tulang parietal • Tulang oksipital : membentuk bagian belakang kranium • Tulang temporal : membentuk sisi kranium • Tulang etmoid : penyangga penting rongga nasal . langit .

2003 ). tidak berartikulasi dg tulang lain. 3-5 koksigeal ) ( Sloane. Sternum dan Iga . ( 12 vertebra toraks. ( Sloane. 5 vertebra sakrum.• Tulang sfenoid : membentuk dasar anterior kranium • Osikel auditori : untuk proses pendengaran • Tulang womian : tulang kecil yang terdapat di dalam sutura 2. dengan rongga nasal.langit mulut.ruang udara dalam tegkorak yang berhubungan Vertebra Kolumna vertebra : menyangga berat tubuh dan melindungi medula spinalis. • • • • • • • • 4. tulang orbital.celah untuk lintasan duktus lakrimal yang mengalirkan air mata ke rongga nasal Tulang vomer : membentuk septum nasal Konka nasal inferior Mandibula : rahang bawah Tulang hioid : bentuknya tapal kuda. Sinus pranasal : terdiri dari ruang . 5 vertebra lumbal. 2003 ) Tulang wajah : Tulang nasal : penyangga hidung Tulang palatum : membentul langit . rongga nasal Tulang zigomatik : tonjolan tulang pipi Tulang maksilar : rahang atas Tulang lakrimal : berisi celah .

2003 ) Gilder pelvis (tulang panggul) Tungkai bawah 1. Tulang – tulang jari (phalanges) Setiap jari memiliki tiga tulang yaitu tulang proksimal. Tulang Pergelangan Tangan (Karpus) Pergelangan tangan terbentuk dari delapan tulang karpal irteguler yang tersusun dalam dua baris. Tangan (metacarpus) Tangan tersusun dari lima tulang metakarpal’dimana semua tulang metacarpal berukuran serupa kecuali tulang metacarpal pertama pada ibujari. 2. Apendikular : Gilder Pektoral ( bahu ) 1. Tangan Sternum : Tulang dada ( manubrium atas.kepala tulang metacarpal membentuk buku jari yang menonjol pada tangan. Femur ( paha ): tulang terpanjang dan terkuat Tungkai : tibia dan fibula . ( Sloane.tulang medial. 2. Barisan tulang karpal distal yang terdiri dari: Trapezium.lunatum. Trapezoid. 2. yaitu: 1. Barisan tulang karpal proksimal yang terdiri dari navicular(skafoid). 2.dan pisiform. 3 pasang iga semu. Lengan 1. Hamatum. trikuetral(triangular). dan setiap barisnya terdiri dari empat tulang. 2. 2 pasang iga melayang Skapula ( tulang belikat ) Klavikula ( tulang kolar ) Humerus : tulang tunggal pada lengan atas Lengan bawah : radius dan ulna Ada tiga macam tulang yang menyusun tangan. dan tulang distal.1. kecuali ibu jari yang hanya memiliki tulang proksimal dan medial saja. Setiap tulang metacarpal memiliki sebuah dasar proksimal yang berartikulasi dengan barisan distal tulang karpal pergelangan tangan. prosesus sifoid ) Tulang iga : 7 pasang iga sejati. badan. Kapitatum. 3.

dan fibula. 2008 ) FISOLOGI TULANG 1. scapula. femur. b. Perlindungan. Tulang memberikan topangan dan bentuk tubuh Pergerakan. ulna. Sistem rangka melindungi organ . Di antara falanges terdapat sendi engsel yang memungkinkan gerak satu bidang. Falang adalah tulang penyusun jari. yaitu kelima jari kaki. Tulang panjang contoh: humerus. Tulang pendek contoh: carpal dan tarsal f.organ lunak yang ada dalam tubuh . Ibu jari kaki tidak sefleksibel ibu jari tangan. dan parietal. Pada ibu jari tangan terdapat sendi pelana yang membuat ibu jari tangan lebih bebas bergerak daripada ibu jari kaki. c. Seperti pada jari tangan. Tulang tak beraturan contoh: ruas-ruas tulang belakang e. tibia. 2. Tulang sesamoid contoh: patella ( Ganong. Hal ini disebabkan pada ibu jari kaki tidak memiliki sendi karpometakarpal seperti yang dimiliki ibu jari tangan. Tulang berartikulasi dengan tulang lain pada sebuah persendian sebagai pengungkit. Tulang datar contoh: sternum.Tulang Telapak Kaki dan Jari Kaki Tarsal adalah terdiri dari 7 buah tulang. Tarsal membentuk artikulasio dengan metatarsal. terdapat 2 buah falanges pada masing-masing ibu jari dan 3 buah falanges pada jari lain. ( Guyton. 3. Tulang yang terbesar adalah atau biasa disebut tumit. radius. 2006 ) KLASIFIKASI TULANG a. Sutural contoh: tulang diantara tulang datar pada tengkorak di garis sutura d.

Sumsusm tulang merah. Teritorial matrix merup\akan matrix yang berada di sekeliling lacuna. akhir dari tulang rusuk. Matrixnya mengandung kolagen tipe I dan bersifat asidofilik. badan vertebra. lebih banyak mengandung elastic fiber. Terdapat pada discus invertebralis. agak elastis . merupakan tempat produksi sel darah merah. 2007 ) Kharakteristik Tulang Rawan Tulang rawan = Jaringan yang terdiri dari sel-sel rawan yang terdapat kondrosit dan bahan dasar tulang rawan sebagai bahan antar sel Terdapat 3 jenis tulang rawan berdasarkan karakteristiknya : 1 Tulang rawan hyalin Ciri-ciri : -Konsistensi lunak. Pembentukan sel darah ( hematopoiesis ). pada bagian ujung tulang panjang. Histogenesis dan pertumbuhan : Individual mesenchymal cells  berkumpul membentuk pusat kondrofikasi  berdiferensiasi menjadi kondroblas  sekresi matriz kartilago disekelilingnya  terbentuk lacuna  kondroblas yang dikelilingi matrixnya disebut kondrosit  cell division  lebih dari 2 kondrosit disebut isogenous groups. Perikondrium terbentuk di batas luar ketika proses pembentukan kondrosit. dan trombosirt. yang ditemukan pada orang dewasa dalam tulang sternum. dinding telinga bagian luar. 2007 ) Gambar Hyalin Kartilago Kartilago Elastik Ditemukan di aurikula telinga. sehingga lebih elastis. dan extracellular fluid. Sedangakan interteritorial matrix adalah matrix terbesar dan mengandung lebih banyak kolagen. Memiiki warna kekuningan darena memiliki elastin dalam serat elastis. glycoproteins. sel darah putih. 2003 ). saluran eustachius. simfisis pubis. tulang pipih dan kranium. proteoglycans. 2007 ) Kartilago Fibrosa Merupakan jaringan intermediate antara jaringan ikat padat dan kartilago hyalin. Kondrositnya lebih besar bila dibandingkan dengan kartilago hyaline. ( Junqueira. dan lunak. dan cincin trakea dan bronkus. laring. ( Junqueira. ( Junqueira. tulang iga. Tempat penyimpanan mineral ( Sloane. serta lebih sedikit kandunagn proteoglikannya. mengandung sedikit kolagen dan banyak kondrotinsulfat. Berwarna coklat kebirubiruan. epiglottis. semi tembus cahaya. HISTOLOGI TULANG Tulang Rawan ( Kartilago ) Kartilago Hyalin Mtrixnya terdiri dari kolagen tipe II.4. Terletak di hidung. 5. dan dalam tendon-tendon tertentu. dan tulang rawan kuneiformis di laring. Tidak terdapat perikondrium yang dikanali dalam kartilago fibrosa. pada bagian perikondrium.

sabut ini kemudian melanjutkan diri ke perikandrium -Kondrosit. sedangkan endosteum melapisi bagian dalam tulang. ( Junqueira. Matrix ektravaskulernya telah mengandung kalsium sehingga menutup jalanya sekresi sel didalamnya. pertukaran zat antara osteosit dan kapiler darah tetap bisa berjalan karena adanya komusikasi melalui kanalikuli.-Warna kebiru-biruan -Bahan dasar homogen 2 Tulang rawan elastis : Ciri-ciri : -Warna kekuning-kuningan -Lebih fleksibel dan elastis -Bahan dasar terdapat anyaman sabut-sabut elastis dalam berbagai arah terutama di sekitar kondrosit. 2007 ) Gambar : Penampang system harverst . Sedangkan komponen anorganik berisi kolagen tipe I. 1980 ) Tulang ( Bone ) rawan Tulang adalah jaringan ikat kaku. Komponen organic merupakan kumpulan kristal-kristal kalsium hidroksiapatit yang terdiri dari kalsium dan fosfor yang banyak. Periosteum melapisi bagian luar tulang. Matrix terdiri dari komponen organic dan anorganik.karena bahan antar sel agak padat -Kemungkinan sel membelah diri sedikit -Terdapat bahan sabut kolagen berbagai arah -Merupakan peralihan antara jaringan ikat fibrilair dengan jaringan tulang (Keeton. Akan tetapi.tudung sel tulang rawan dan kelopmpok isogen seperti pada tulang rawan hyalin 3 Tulang rawan fibrious : Ciri-ciri : -Kondrosit dan tudung sel tulang rawan seperti pada tulang hyalin -Kelompok isogen hanya sedikit. keras dan berbentuk tetap.

Peptioglikan. Berinti banyak. 2007 ) Gambar Berbagai Bentuk Tulang Osteosit Merupakan sel tulang yang telah dewasa. Di dapat dari osteoblas yang berdeferensiasi.Sel-sel tulang : Osteoprogenitor cells. 2007 ) HORMON YANG BEKERJA PADA PERTUMBUHAN TULANG 1. Osteoprogenitor cells Merupakan embryonic mesenchymal cells. kartilago dan enzim untuk pembentukan kartilago tulang). Osteoklas memiliki reseptor untuk kalsitokinin. dan di dalam endosteum. Osteoblas. ( Junqueira. Tiroksin (kelenjar tiroid) : berfungsi untuk meningkatkan kecepatan sintesis protein dan meningkatkan produksi energi dari semua jenis makanan. 2007 ) Osteoklas. . ( Junqueira. Jumlahnya 20. Memiliki peranan penting dalam proses resorpsi tulang. sel-sel ini secara aktif terlibat untuk mempertahankan matrix tulang dan kematianya diikuti oleh resorpsi matrix tersebut.000 – 30. yang disebut Osteoid. Kelenjar hipofisis anterior / kelenjar pertumbuhan : berfungsi meningkatkan kecepatan mitosis kondrosit dan osteoblas serta meningkatkan kecepatan sintesis protein (kolagen. tetapi bukan untuk hormone paratiroid. Terdapat didalam lacuna yang terletak diantara lamela-lamela matrix. Berada pada bagian dalam periosteum. Tumbuh dibawah pengaruh Bone Morphogenic Protein (BMP) dan Transforming Growth Factor β. dan lapisan matrix baru (namun belum terkapur).000 per mm 3. sehingga menjaga kemampuan mitotik (sangat berpotensi untuk berdiferensiasi menjadi Osteoblas). Osteoblas juga berperan dalam sistesis komponen organic dari matrix (Kolagen tipe I. Osteoklas mensekresi kolagenase dan enzim lain sehingga memudahkan pencernaan kolagen setempat dan melarutkan kristal gram kalsium. yakni suati hormone tiroid. Osteosit. Osteoblas Terbentuk dari Osteorogenitor cells yang telah berdiferensiasi. matriks. 2. lapisan canal harvest. diantara lapisan osteoblas dan tulang yang baru dibentuk. Berasal dari penggabungan sel-sel sumsum tulang. Aktifinasnya dipengaruhi oleh hormone sitokinin. 3. dan Osteoklas. ( Junqueira. dan glikoprotein). Insulin : berfungsi dalam meningkatkan produksi energi dari glukosa. osteoblas akan memperoduksi suatu sitokin yang disebut factor perangsang osteoklas. Akan tetapi osteoblas memiliki reseptor untuk hormone paratiroid dan begitu teraktivasi oleh hormone ini. Mengalami proses aposisi tulang yaitu komponen matrix disekresi pada permukaan sel yang berkontak dengan matrx tulang yang lebih tua.

2008 ) PENULANGAN ENDOKONDRAL 1. lordosis. Tulang subperiosteal menebal 9. Bagian callus yang terbentuk dari sel osteoblast (dari endosteum) berkembang diantara fragmen akhir tulang yang patah dan diantara dua sumsum tulang (internal callus) 2.konsentrasi tinggi  vesikel matrix memproduksi pompa kalsium  transport ion Ca2+ ke dalam vesikel  konsentrasi ion Ca2+ lebih tinggi  kristalisasi  pertumbuhan kristal hidroksiapatit  menembus membrane  isi dari vesikel keluar. Epifisis dan Diafisis ( Gartner.4. Osteoklas membentuk lubang di dalam tulang sub periosteal. 11. Pertumbuhan tulang terjadi di lempeng epifiseal. Fisura 3. osteoblast dan osteosit mulai aktif membelah. 7. osteoblast dari periosteum membentuk lengkung disekitar fragmen tulang (eksternal callus). menutupi fracture. Tulang kompak yang patah mula-mula diganti dengan jaringan berongga lalu lama kelamaan akan digantikan dengan tulang kompak lagi. 10. 3. ( Tortora. 6. 6. Gangguan ruas tulang belakang : kifosis. ( Gartner. Paratiroid : berfungsi untuk meningkatkan reabsorpsi kalsium dari tulang ke darah dan meningkatkan absorpsi kalsium oleh usus halus dan ginjal. 2007 ) GANGGUAN PADA TULANG 1. Ossifikasi mulai epifisis. osteoblast membentuk trabeculae baru di dekat garis patahan (internal callus). ( Sanlon. pertumbuhan jaringan tulang baru (callus) pada awalnya membentuk jembatan antara tulang yang terputus. Osteoklas mulai meresorpsi kartilago yang terkalsifikasi. Komponen-komponen tulang yang mati dari fragmen ynag patah diserap oleh osteoclast. Kalsitonin : berfungsi dalam menurunkan reabsorpsi kalsium dari tulang (menurunkan kadar kalsium dalam darah). 2005 ) . 2007 ) PROSES KALSIFIKASI TULANG Osteoid  Ca2+ dan PO43. Osteoblast mensekresikan matrix 4. sekitar 48 jam setelah fracture. mati dan berdegenerasi. Fraktura : patah tulang : retak tulang : kematian sel tulang yang tidak diprogram Primarry Centre Of Ossification Secondary Centre Of Ossification 2. Estrogen dan testosteron : berfungsi untuk mempercepat penutupan epifisis tulang panjang dan untuk membantu menahan kalsium dalam tulang untuk mempertahankan matriks tulang yang kuat. Perikondrium tervaskularisasi 3. fase yang terakhir adalah remodeling. Terbentuk kartilago yang telah terkalsifikasi. Beberapa hari setelah itu. 5. skoliosis ( Sloane. Nekrosa 4. Selama satu minggu. Kondrosit dalam mengalami diapsis. Pembentukan model kartilago hyaline 2. 2003 ) PENYEMBUHAN FRAKTUR TULANG 1. 8. Bagian-bagian pembentuk callus berasal dari osteoblast (dari periosteum yang robek) dan berkembang di sekitar patahan (disebut eksternal callus). 5.

Sutura. Sendi jenis ini antara lain adalah: a. Contoh: simpisis pubis yang bersisihan seperti radius dan ulna. Sendi peluru. Contoh: sendi lutut dan siku. Persendian sinovial. Sendi pelana. 2. sendi ini dibungkus dengan jaringan ikat fibrosa atau kartilago. yaitu persendian yang tidak memiliki rongga sendi dan diperkokoh dengan jaringan kartilago. c. yaitu sendi yang tulang-tulangnya dihubungkan dengan kartilago hialin. c. Sinkondrosis. Klasifikasi persendian synovial terdiri dari: a. yaitu sendi yang dihubungkan dengan jaringan ikat fibrosa rapat yang hanya ditemukan pada tulang tengkorak. yaitu persendian yang tidak memiliki rongga sendi dan diperkokoh dengan jaringan ikat fibrosa. yaitu persendian yang memiliki rongga sendi dan diperkokoh dengan kapsul dan ligament artikular yang membukuskan. sehingga memungkinkan gerakan meluncur antara satu tulang dengan tulang yang lainnya. yang terdiri dari sebuah tulang yang masuk kedalam rongga berbentuk cangkir pada tulang lain. b. yaitu tulang bentuk kerucut yang masuk pas cekungan tulang kedua dan dapat berputar kesemua arah. Satu-satunya sendi pelana sejati yang ada dalam tubuh adalah persendian antara tulang karpal dan metakarpal pada ibu jari. 3. persendian bagian kepala d. Persendian kartilago. sehingga memungkinkan gerakan kesatu arah. Contoh: sendi antara tulang radius dan tulang karpal e. Contoh: ditemukan pada tulang pada gigi yang tertanam pada tulang rahang 3. adalah salah satu sendi yang permukaan kedua tulang berartikulasi berbentuk datar. Simfisis. Contoh: lempeng epifisis sementara antara epifisis dan diafisis pada tulang panjang anak. serta tibia dan fibula dalam kantong tulang. Sendi jenis ini antara lain adalah : a. yang memungkinkan gerakan kedua arah disudut kanan setiap tulang. Gomposis. seperti b. Sendi kondiloid. Sendi sinartosis (sendi mati). Sendi amfiartosis (sendi dengan pergerakan terbatas) Sendi ini memungkinkan gerakan terbatas sebagai respon terhadap torsi dan kompresi. 2. sehingga tulang akan masuk dengan pas seperti dua pelana yang saling menyatu. terdiri dari sebuah tulang yang masuk dengan pas pada permukaan konkaf tulang kedua. Sendi engsel. merupakan sendi biaksial. Sendi sferoidal. f. yang menjadi bantalan sendi dan memungkinkan terjadi sedikit gerakan. Contoh: tulang atas. Persendian fibrosa. Sendi diartosis (sendi dengan pergerakan bebas) disebut juga sendi synovial Sendi ini memiliki rongga sendi yang berisi cairan sinofial. Sindesmosis. Sendi kisar. Contoh: sendi panggul dan bahu b. Persendian semacam ini disebut sendi nonaksia. terbentuk saat tulang-tulang yang berdekatan dihubungkan dengan serat-serat jaringan ikat kolagen.SENDI KLASIFIKASI SENDI Secara struktural : 1. permukaan tulang yang berartikulasi berbentuk konkaf disatu sisi dan konkaf pada sisi lain. adalah sendi yang kedua tulangnya dihubungkan dengan diskus kartilago. Contoh: sutura sagital dan parietal. Menurut fungsinya : 1. adalah sendi dimana tulang berbentuk kerucut masuk dengan pas .

2. Artitis (inflamasi sendi) a. Kapsul sendi 4. 2007 ) HISTOLOGI PERSENDIAN SINOVIAL Gambar Sendi sinovial Sendi sinovial tersusun atas: 1. Tulang rawan sendi Tersusun atas tulang rawan hialin yang berfungsi untuk melindungi tulang dari benturan dan meredam tekanan. reinforcing ligament terbagi menjadi dua yaitu extracapsular ligament yang berada di luar kapsul sendi dan intracapsularligamen yang berada di dalam. 2003 ) FISIOLOGI PERSENDIAN 1. 5. 7. 6. osteoartritis konsekuensi alami menjadi tua kartilago artikular menjadi aus sendi menjadi kasar. ( Sloane .Misalnya: Persendian intervertebra. Reinforcing ligament Beberapa persendian sinovial menguat dan mengeras oleh ligament yang menutupinya. 2003 ) GANGGUAN PERSENDIAN 1. ( Setiadi. Syaraf Syaraf akan mendeteksi rasa nyeri pada persendian dan memonitor peregangan pada sendi. dan nyeri . dan persendian antara tulang-tulang karpa dan tulang-tulang tarsal. Pembuluh darah Supli pembuluh darah untuk membentuk cairan sinovial. Rongga sendi Tempat cairan sinovial 3. cairan ini berfungsi sebagai pelumas untuk mempermudah gerakan . berperan dalam pertumbuhan tulang ke arah memanjang ( Sloane. Berfungsi untuk mempertebal kapsul sendi. mempermudah gerakan antara kedua ujung-ujung tulang 2. kaku. Cairan sinovial Cairan sinovial berasal dari filtrasi darah yang disekresikan fibroblast dalam membrane sinovial.

Bursitis : merupakan peradangan pada bursa yang menyatu dengan sendi yang terjadi akibat ekskresi sendi yang berlebihan / infeksi. artritis gouti : disebabkan karena penumpukanasam urat. memiliki sarcoplasma sehingga mitokondrianya lebih banyak ( Guyton. berada pada system pencernaan. bekerja secara tidak sadar. 2. Serabut akan terengolasi karena kontraksi pada setiap diameter sel berbentuk kubus atau bulat hanya akan menghasilkan pemendekan yang terbatas 2. Sarcoplasmic Reticulum Reticulum yang berada pada sarcoplasm. ( Sloane. artritis infeksius : peradangan dalam persendian. berinti banyak. hanya ada pada jantung c. seratnya terdiri atas filament intermediate yang tebal (disebut caveolae) c. system pencernaan. bekerja tidak sadar. magnesium. 3. otot lurik a. Keberadaan sarcoplasmic reticulum sangat diperlukan dalam mengatur kontraksi otot. hormone. Sarcoplasm Cairan yang memenuhi ruang antara myofibril. 2. bercabang b. bercabang b. Sarcolemma . otot jantung a. dan factor lingkungan 2.b. memiliki satu inti. d. Kontraktilitas : Serabut otot berkontraksi dan menegang. Dislokasi / luksasi : disebabkan karena kesalahan letak permukaan artikulasi suatu persendian. dsb d. terdiri dari serat yang dilapisi oleh sarcolemma c. 3. 2006 ) KHARAKTERISTIK OTOT 1. tidak bercabang b. ( Sloane. bereaksi atas rangsang syaraf. yang dapat atau mungkin juga tidak melibatkan pemendekan otot. Ekstensibilitas : Serabut otot memiliki kemampuan untuk meregang melebihi panjang otot saat rileks. otot polos a. 2003 ) OTOT HISTOLOGI OTOT 1. bekerja secara sadar. Sarcoplasm mengandung sejumlah potassium. tiap serat terdapat myofibril yang terdiri dari miofilamen tebal (berisi myosin) dan miofilamen tipis (berisi aktin) d. Menyebabkan ketidakmampuan berjalan / bergerak c. STRUKTUR OTOT 1. Otot yang memiliki kontraksi kuat maka memiliki sarcoplasm reticulum yang luas. berada pada alat gerak (skeleton) 3. dan fosfat serta beberapa enzim protein. Terkilir : merupakan cedera sendi yang disebabkan karena perenggangan ligamen / tendon. Di dalam sarcoplasm juga terdapat sejumlah mitokondria yang terletak parallel pada myofibril. 2003 ) 4. Elastisitas : Serabut otot dapat kembali ke ukurannya semula setelah berkontraksi atau meregang. Eksibilitas : Serabut otot akan merespons dengan kuat jika distimulasi oleh impuls saraf 3. 4. artritis reumatoid : merupakan penyakit autoimun (sistem imum keliru mengarahkan kemampuan destruktifnya pada bagian tubuh). Mitokondria ini mensuplai kontraksi myofibril dengan sejumlah ATP. memiliki inti banyak sehingga pembentukan ATP lebih cepat.

Penopang tubuh dan mempertahankan postur : Otot menopang rangka dan mempertahankan tubuh saat berada dalam posisi berdiri atau saat duduk terhadap bgaya gravitasi. terletak di lengan atas bagian belakang. Muscular Dysthrophy Penyakit yamg memnghancurkan otot yang biasanya muncul pada masa anak anak. permukaan lapisan sarcolemma melebur dengan serat tendon. Untuk mengangkut lengan bawah . otot trisep berkontraksi dan otot bisep berelaksasi. dan serat tendon berkumpul untuk membentuk tendon otot yang berada di dalam tulang. 2001 ) KERJA OTOT BERDASARKAN TUJUAN KERJANYA Otot antagonis Terdapat dua tau lebih yang tujuan kerja ototnya berlawanan. Sarcolemma terdiri dari membrane sel yang sebenarnya. 3. Fibromyalgia ( Marieb. Muscular Dysthrophy 2. Otot bisep merupakan otot yang memiliki dua ujung(tendon) yang melekat pada tulang dan terletak di lengan atas bagian depan.Sarcolemma merupakan membrane sel dari serat otot. 2006 ) FISIOLOGI OTOT 1. Setiap serat otot terdiri dari ratusan myofibril. Untuk menrunkan lengan bawah. 4. 2. Dimana molekul-molekul protein ini bertanggung jawab terhadap kontraksi otot. Myofascial Pain Syndrom Rasa nyeri apabila tersentuh 3. ( Sloane. Myofibrils. otot bisep berkontraksi dan otot trisep berkontraksi.Pergerakan : Otot menghasilkan gerakan pada tulang tempat otot tersebut melekat dan bergerak dalam bagian-bagian organ internal tubuh. Sedangkan otot trisep merupakan otot yang merupakan memilki tiga ujung(tendon) yang melekat pada tulang. JIka otot pertama berkontraksi dan otot yang kedua berelaksasi sehingga otot terangkat.contoh dari otot antagonis adalah otot bisep dan otot trisep. Otot sinergis . 2003 ) KELAINAN OTOT 1.Produksi panas : Kontraksi otot secara metabolis menghasilkan panas untuk mempertahankan suhu normal tubuh. Gambar. disebut dengan plasma membrane. ( Guyton. Actin and Myosin Filaments. yang terdiri dari 1500 miofilamen tebal (berisi myosin) dan 3000 miofilamen tipis (berisi aktin). dan selaput luar yang terbuat dari lapisan polisakarida tipis yang berisi banyak kolagen fibril. Pada setiap serat otot.

Pengikatan asetilkolin ke reseptor asetilkolin nikotinik d.Terdapat dua otot atau lebih yang bekerja bersama-sama dengan tujuan yang sama. sehingga menghasilkan gerakan 2. Pelepasan Ca2+ dari troponin c. Sel saraf sensorik . ototnya mengalami hipertofi(otot menjadi besar dan kuat) Kekar Lebih padat Olahragawan tidak cepat merasa lelah karena mampu menyesuaikan diri dengan lingkungannya ( Guyton. 4. Pengikatan konduktansi Na+ dan K+ di membran end-plate e. 2. Ca2+ dipompa kembali ke retikulum sarkoplasma b. otot bisep pada lengan akan menjadi penggerak utama untuk memfleksi lengan bawah. Penyebaran depolarisasi ke dalam di sepanjang tubulus T h. 2006 ) SARAF DALAM SISTEM GERAK 1. Pembentukan potensial aksi di serabut-serabut otot g. 2008 ) PERBEDAAN FISIK OLAHRAGAWAN DAN BUKAN OLAHRAGAWAN 1. Otot olahragawan lebih tampak atatu terbentuk Badan lebih kencang Pada olahragawan. Penghentian interaksi antara aktin dan miosin ( Ganong. otot-otot itu berkontraksi bersama menjadi akurat. 2007 ) TAHAP – TAHAP KONTRAKSI DAN RELAKSASI OTOT 1. 5. Pelepasan Ca2+ dari sistema terminalis retikulum sarkoplasma serta difusi Ca2+ ke filamen tebal dan filamen tipis i. 3. Otot bahu dianggap bekerja sinergis karena kontribusinya membuat gerakan lebih efektif. Pelepasan muatan oleh neuron motorik b. ( Arief. Tahap-tahap kontraksi otot rangka a. 6. Tahap-tahap relaksasi otot rangka a. Pembentukan potensial end-plate f. Pada saat yang sama. sehingga membuka tempat pengikatan miosin di molekul aktin j. Contoh Gerak Sinergis ialah jika kita minum segelas air. Pelepasan transmiter (asetilkolin) di end-plate motorik c. otot-otot bahu akan menjaga persendian tetap stabil sehingga air akan masuk ke mulut kita. Pembentukan ikatan silang antara aktin dan miosin dan pergeseran filamen tipis pada filamen tebal. Jadi. Pengikatan Ca2+ ke troponin C.

Sel saraf sensorik adalah sel yang membawa impuls berupa rangsangan dari reseptor (penerima rangsangan), ke system saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang). Sel saraf sensorik disebut juga dengan sel saraf indera, karena berhubungan dengan alat indera. 2. Sel saraf Motorik Sel saraf motorik berfungsi membawa impuls berupa tanggapan dari susunan saraf pusat (otak atau sumsum tulang belakang) menuju ke kelenjar tubuh. Sel saraf motorik disebut juga dengan sel saraf penggerak, karena berhubungan erat dengan otot sebagai alat gerak. 3. Sel saraf penghubung Sel saraf penghubung disebut juga dengan sel saraf konektor, hal ini disebabkan karena fungsinya meneruskan rangsangan dari sel saraf sensorik ke sel saraf motorik. ( Setiadi, 2007 ) MEKANISME GERAK Gerak pada umumnya terjadi secara sadar, namun, ada pula gerak yang terjadi tanpa disadari yaitu gerak refleks. Impuls pada gerakan sadar melalui jalan panjang, yaitu dari reseptor, ke saraf sensori, dibawa ke otak untuk selanjutnya diolah oleh otak, kemudian hasil olahan oleh otak, berupa tanggapan, dibawa oleh saraf motor sebagai perintah yang harus dilaksanakan oleh efektor. Gerak refleks berjalan sangat cepat dan tanggapan terjadi secara otomatis terhadap rangsangan, tanpa memerlukan kontrol dari otak. Jadi dapat dikatakan gerakan terjadi tanpa dipengaruhi kehendak atau tanpa disadari terlebih dahulu. Contoh gerak refleks misalnya berkedip, bersin, atau batuk. Dimana gerak refleks ini merupakan gerak yang dihasilkan oleh jalur saraf yang paling sederhana. Jalur saraf ini dibentuk oleh sekuen dari neuron sensorik ,interneuron, dan neuron motorik, yang mengalirkan impuls saraf untuk tipe refleks tertentu. Gerak refleks yang paling sederhanahanya memerlukandua tipe sel saraf, yaitu neuron sensorik dan neuron motorik. Gerak refleks bekerja bukanlah dibawah kesadaran dan kemauan seseorang. Pada gerak refleks, impuls melalui jalan pendek atau jalan pintas, yaitu dimulai dari reseptor penerima rangsang, kemudian diteruskan oleh saraf sensori ke pusat saraf, diterima oleh set saraf penghubung (asosiasi) tanpa diolah di dalam otak langsung dikirim tanggapan ke saraf motor untuk disampaikan ke efektor, yaitu otot atau kelenjar. Jalan pintas ini disebut lengkung refleks. Gerak refleks dapat dibedakan atas refleks otak bila saraf penghubung (asosiasi) berada di dalam otak, misalnya, gerak mengedip atau mempersempit pupil bila ada sinar dan refleks sumsum tulang belakang bila set saraf penghubung berada di dalam sumsum tulang belakang misalnya refleks pada lutut. ( Amien, 1987 ) RINGKASAN PEMBAHASAN LEARNING ISSUES 1. MACAM, FUNGSI, KANDUNGAN, DAN KELENJAR PENGHASIL HORMONE  Hormon diklasifikasikan menjadi 3 berdasarkan komposisinya, yaitu : 1. Protein dan Polipeptida Dapat larut dalam air, contohnya : Insulin, Glokagon, dan FSH. 2. Derivat Asam Amino Dapat larut dalam air, contohnya : Tiroksin dan Epinefrin. 3. Steroid dan Derifat Asam Lemak Dapat larut dalam lemak, contohnya : Progesteron, Testosteron, dan Estradiol.  Kandungan hormon 1. Protein dan polipeptida Cirinya larut dalam air. Contohnya yakni pada FSH, dan hormon-hormon yang dihasilkan oleh kelenjar hipofisis.

2. Derivat asam amino Cirinya larut dalam air. Contohnya yakni pada tiroksin, epinefrin 3. Steroid Merupakan senyawa lipid larut. Bersirkulasi dalam plasma yang mentranspor protein. Contohnya terdapat pada hormon testosteron, estrogen, progesteron, dan kortisol. 4. Derivat asam lemak Contohnya terdapat pada progesteron, testosteron, ekstradiol. 5. Eicosanoid Molekul kecil dengan 5 rantai karbon Fungsinya mengatur aktivitas selular dan proses enzim a. Kelenjar Hipofisis Pada saat pembentukan embrio, kelenjar hipofisis terbentuk dari 2 jaringan yaitu ektoderm oral dan jaringan saraf. Sehingga ada 2 tempat asal yang menyebabkan ada 2 kelenjar yaitu Neurohipofisis (berkembang dari jaringan saraf, terdiri dari pars nervosa dan Infundibulum (batang dan eminensia mediana)) dan Adenohipofisis (berkembang dari jariangan ektoderm oral, terdiri dari Pars Distalis, Pars Tuberalis, dan Pars Intermedia). Sistem hipotalamo hipofisis Yang dimaksud sistem ini adalah 3 tempat pelepasan hormon dan 3 hormon yang dihasilkan. Nuklei (Neuron Sekretoris) Hipotalamus : nukleus supraoptikus dan nukleus paraventrikular. Transpor hormon mulai dari badan sel (dirangsang)  akson  ujung akson yang berada pada neurohipofisis  hormon yang dihasilkan merupakan peptida. Nuklei Dorsal Medial, ventral medial, dan nuklei infundibulum hipotalamus. Transpor mulai dari badan sel  akson  berakit pada eminensia mediana (Tempat hormon disimpan dan dibebaskan) Dihasilkan oleh sel-sel sekretoris pada bagian pars distalis dan dibebaskan kedalam kapiler darah di bagian kedua sistem portal. Kelenjar hipofisis terbagi menjadi 2 lobus, yaitu interior dan posterior. a. Kelenjar hipofisis posterior

 

Hormon Antidiuretik (ADH)  meningkatkan reabsorbsi air oleh tubulus ginjal (air di kembalikan ke

dalam darah) Hormon oksitosin  meningkatkan kontraksi miometrium (saat bersalin) dan meningkatkan pelepasan

susu ibu dari kelenjar mamae b. Kelenjar hipofisis anterior Beberapa sel yang mensekresi hormone dalam hipofisis anterior adalah sebagai berkut:

1. TSH  thyrotropes 2. ACTH  corticotropes 3. Prolactin (PRL)  lactotropes 4. GH / Somatotropin  somatotropes
 Hormon pertumbuhan (GH) 1. Meningkatkan kecepatan mitosis 2. Meningkatkan transpor asam amino ke dalam sel 3. Meningkatkan kecepatan sintesis protein 4. Meningkatkan penggunaan lemak untuk produksi energi

Hormon tiroid (TSH)  meningkatkan sekresi tiroksin dan T3 oleh tiroid

 

Hormon ACTH  meningkatkan sekresi kortisol oleh korteks adrenal Hormon prolaktin  merangsang produksi ar susu oleh kelenjar mamae Hormon Folicle Stimulating Hormone (FSH) 2. Meningkatkan sekresi estrogen oleh sel folikel

Wanita : 1. Memicu pertumbuhan ovum di folikel ovarium Pria : Memicu prduksi sperma  Wanita : 1. 2. 3. b. Kelenjar Tiroid  Hormon tiroksin dan triiodotironin disekresi oleh sel follicular ephitellium 1. Meningkatkan produksi energi dari semua makanan 2. Meningkatkan sintesis protein Menyebabkan ovulasi Menyebabkan pecahnya folikel ovarium untuk menjadi korpus luteum Meningkatkan sekresi progesteron oleh korpus luteum Hormon LH pada :

Pria : Meningkatkan sekresi testosteron oleh sel interstisial di testis

Kalsitonin disekresi oleh C cell  menurunkan reabsorbsi kalsium dan fosfat dari tulang ke dalam darah

b. Kelenjar Paratiroid Kelenjar paratiroid terdiri dari empat kelenjar kecil (3 x 6mm), dengan berat total sekitar 0,4g. Kelenjar paratiroid terletak di belakang kelenjar tiroid, satu pada masing–masing kutub atas dan bawah, dan umumnya berada di dalam simpai yang membungkus lobus tiroid. Kadang – kadang kelenjar ini terbenam dalam kelenjar tiroid. Kelanjar paratiroid berkembang dari kantung faring (kelenjar superior berasal dari kantung keempat dan kelenjar inferior berasal dari kantung ketiga). Kelenjar paratiroid juga ditemukan dalam mediastinum, yang terletak disamping timus, karena kelenjar paratiroid dan timus berkembang dari kantung faring yang sama. Setiap kelenjar paratiroid terdapat dalam simpai jaringan ikat. Simpai ini menjulurkan septa kedalam kelenjar, tempat simpai tersebut berbaur dengan seratretikulin yang menyangga kelompok sel sekresi yang berderet memanjang mirip tali. Sel – sel endokrin di kelenjar paratiroid tersusun berderet. Terdapat dua jenis sel : sel principal (chief cell) dan sel oksifil. Sel principal merupakan sel polygonal kecil dangan inti vesicular dan sitoplasma pucat yang agak asidofilik. Mikroskop electron memperlihatkan granula – granula yang berbentuk tidak teratur dan berdiameter 200 – 400 nm di dalam sitoplasmanya. Granula ini merupakan granula – granula sekretoris yang mengandung hormon paratiroid, yang merupakan polipeptida dalam bentuk aktifnya. Sel – sel oksifil jumlahnya lebih sedikit. Sel oksifil bebentuk polygonal dan lebih besar dari sel principal; sitoplasmanya menganding banyak mitokondria asidofilik dengan Krista yang berlimpah.  Hormon PTH (parathormon) : 1. Meningkatkan reabsorbsi kalsium dan fosfat dari tulang ke dalam darah 2. Meningkatkan absorbsi kalsium dan fosfat oleh usus halus 3. Meningkatkan reabsorbsi kalsium dan ekskresi fosfat oleh ginjal d. Kelenjar Pankreas Dalam kelenjar pancreas terdapat beberapa sel penghasil sebagai berikut: 1. Sel alfa mensekresi glukagon, yang dapat meningkatkan kadar gula darah 2. Sel beta mensekresi insulin, yang dapat menurunkan kadar gula darah 3. Sel delta mensekresi somatostatin, atau hormon penghalang hormon pertumbuhan, yang menghambat sekresi glukagon dan insulin. 4. Sel F mensekresi polipeptida pankreas, yang berguna untuk menghambat kontraksi kandung kemih, meregulasi

beberapa enzim pankreas, mengontrol absorbsi nutrien. Hormon yang dihasilkan dalam pancreas adalah sebagai berikut:  1. 2.  Insulin : Glukagon Meningkatkan pengubahan glikogen menjadi glukosa dalam hati Meningkatkan penggunaan asam amino yg berlebihan dan Lemak sebagai sumber energi

1. Meningkatkan transpor glukosa ke dalam sel dan penggunaannya untuk produksi energi 2. Meningkatkan pengubahan glukosa yang berlebihan menjadi glikogen di hati dan otot 3. Meningkatkan transpor asam amino dan asam lemak ke dalam sel dan penggunaannya dalam reaksi sintesis

Pancreatic polypeptide (PP)  menghambat kontraksi kandung kemih, meregulasi produksi beberapa

enzim pankreas, mengontrol absorpsi nutrien. E. Kelenjar Adrenal Merupakan sepasang organ yang terletak di dekat kutub atas ginjal dan terbenam dalam jaringan lemak. Strukturnya gepeng dan berbentuk bulan sabit. Pada manusia memiliki panjang 4 – 6 cm, lebar 1 – 2 cm, dan tebal 4 – 6 mm, berat kurang lebih 8 gr. Terdiri dari 2 lapisan konsentris : 1. Nuklei Berwarna kuning, merupakan kortex adrenal, pada saat pembentukan embrio berasal dari mesoderm intermediet selom. 2. Lapisan Pusat Berwarna coklat kemerah-merahan, merupakan medula, pada saat pembentukan embrio berasal dari kristaneuralis. Kelenjar adrenal disuplai oleh sejumlah arteri yang masuk di berbagai tempat disekitar tepinya. Cabang arteri membentuk Pleksus Subkapsularis (tempat asal 3 kelompok pembuluh : Areri Simpai, Arteri Kortex, dan Arteri Medula). A. Kortex Adrenal Terdiri atas 3 bagian berdasarkan penampilan yang berbeda-beda. Yaitu zona glomerolusa, zona fasikulata, dan zona ratikularis. a. Zona Glomerolusa 15 % dari volume total kortex adrenal. Terletak tepat dibawah simpai jaringan ikat. Sel-selnya berbentuk silindris atau piramidal yang tersusun berhimpitan membentuk deretan bundar atau melengkung yang dikelilingi oleh kapiler. b. Zona Fasikulata 65 % dari volume total kortex adrenal. Sel-selnya tersusun berupa deretan lurus, setebal 1 atau 2 sel yang berjalan tegak lurus terhadap permukaan organ. Sel-selnya berbentuk polihedral, sitoplasmanya mengandung banyak lipid, sehingga nampak bervakuol. c. Zona Retikularis 7 % dari volume total adrenal. Merupakan lapisan koertex yang terdalam, terletak diantara zona fasikulata dan medula. Bentuk sel-selnya tidak teratur. Hormon Kortex dan kerjanya Kortex mensekresikan steroid. Steroid yang dihasilkan macamnya adalah Glukokortiroid, Mineralokortikoid, dan Androgen.  Glukokortikoid Hormon spesifiknya adalah kortisal dan kortikosteron. Disekresikan oleh zona fasikulata dan zona retikularis. Fungsi secara umum yaitu mengatur jalannya metabolisme karbohidrat, protein dan lemak. Di dalam hati, glikokortikoid meningkatkan masukan dan penggunaan asam lemak (sumber energi), asam amino (sintesis enzim), dan karbohidrat (sinsesis glukosa). Sintesis glokosa mengakibatkan kadar gula naik dan memungkinkan terjadinya Diabetes Melitus. Akan tetapi, di luar hati, yaitu di orga-organ perifer (kulit, otot, dan jaringan lemak), menginduksi efek kebalikannya (efek katabolik).

Dehidroepiandrosteron merupakan hormon yang paling banyak disekresikan dan merupakan androgen yang lemah. mukosa lamung. Meningkatkan pemakaian lemak untuk energi 9. fungsi imunitas. Terdapat sel-sel ganglion parasimpatis. Ovarium Sel yang mensekresi hormone pada ovarium adalah sebagai berikut:  Hormon Esterogen 1. Medula menyimpan dan mengumpulkan hormonnya dalam granula.visera dan otot dan Epinefrin 2. Mendilatasi bronkiolus 4. kelenjar air liur dan kelenjar keringat. Menyebabkan vasokonstriksi kulit dan visera 8. B. Glikogenesis  Perakitan molekul glukosa menjadi glikogen.  Androgen Hormon yang utama adalah Dehidroepiandrosteron dan Andostemedion. Meningkatkan frekuensi jantung dan kekuatan kontraksi jantung 3. merangsang perkembangan kelenjar mamae . Hormon yang dihasilkan adalah:  Hormon Norepinefrin 1. Meningkatkan laju respirasi sel  Hormon epinefrin 1. Mineralokortikoid bekerja pada tubulus distal ginjal. Sel parenkimnya memiliki banyak granula sekretoris. dan konsumsi oksigen meningkat 2. metabolisme. Hormon yang utama yaitu Aldosteron (dirangsang oleh Adenoglomerulotropin) yang berfungsi utuk mempertahankan kesetimbangan elektrolit (Ion Kaliun dan Natrium) dan air. Menyebabkan vasodilatasi otot skelet 7. Meningkatkan pengubahan glikogen menjadi glukosa 6. Mekanismenya adalah : Stimulus  Hipotalamus (Eminensia Mediana)  Memproduksi CRH  CRH merangsang hipofisis untuk mensekresikan ACTH  ACTH merangsang kelenjar adrenal untuk mensekresikan Glukokortikoid  Inhibisi ACTH dan CRH. Hormon ini bekerja saat dikonversi pada testosteron. Kadar gula darah meningkat melalui stimulasi glikogenolisis pada hati dan simpanan glikogen otot 3. Membantu pematangan ovum di folikel ovarium 2.Fungsi lain yaitu : Glikoneogenesis  Merangsang sintesis glikogen dari prekursor non-karbohidrat.organ viseral berkonstriksi sementara pembuluh otot rangka dan otot jantung berdilatasi f. Menurunkan peristaltis 5. Menyebabkan vasokonstriksi kulit. Pembuluh darah pada kulit dan organ . Medula Adrenal Terdiri atas sel-sel parenkim polihedral yang tesusun berupa deretan yang jaringan serat retikulin. Frekuensi jantung. Merangsang pertumbuhan pembuluh darah di endometrium Estrogen disekresi oleh folicel cells  Hormon Progesteron  membantu menyimpan glikogen dan pertumbuhan pembuluh darah pada endometrium Progesteron disekresi oleh corpus luteum  hipotalamus Hormon Inhibin  membantu menurunkan sekresi FSH oleh kelenjar hipofisis anterior dan GnRh oleh  Relaxin  merelaksasi otot cervic.  Mineralokortikoid Dihasilkan oleh zona glomerolusa pada kortex adrenal.

terlibat dalam “circadian rhythms” Intensitas dan durasi cahaya lingkungan. 1. bergantung pada sifat bawaan sel.molekul dari berbagai hormon protein dan polipeptida ( pembawa pesan pertama ) berikatan dengan reesptor tetap pada permukaan sel yang spesifik untuk hormon tersebut. cAMP terurai dengan cepat oleh enzim intraelular fosfodisterase. Hormon Testosteron  membantu pematangan sperma di tubulus seminiferus testis 2. MEKANISME KERJA HORMON  Mekanisme kerja hormone secara global Molekul . mempengaruhi pelepasan melatonin. dengan proinsulin menstimulasi pembentukan adenosin 3’. Sekretin  Menstimulasi sel asinar pancreas untuk melepaskan bikarbonat dan air. 2. Adiposit     Leptin  Menghambat nafsu makan dan merangsang termogenesis m. Usus halus Gastrin  Menstimulasi sekresi Hcl oleh sel parietal a. Eritropoierin  Meningkatkan produksi eritrosit. Kelenjar Timus  adrenoglomerulotrophine  menstimulasi adrenal korteks untuk mensekresi aldosteron  Hormon timosin  maturasi dan kompetensi fungsi dari sistem imun pada limfosit 2. Produksi melatonin terendah terjadi pada siang hari dan terbesar pada malam hari. anggota famili gen yang mirip insulin dan secara struktural serupa Peptida lain yang berhubungan adalah IGF-II. yang mencapai kelenjar melalui kolateral jalur penglihatam. Testis 1. yang dapat menyampaikan pasan . Jantung  darah j. Ginjal 1. 3. b. Kolesistokinin (CCK)  Merangsang kontraksi kandung empedu & melepaskan enzim pancreas l. Setiap molekul cAMP mengaktivasi berbagai molekul cAMP-dependen protein kinase yang sesuai.25 Dihidroksikolekalsiferol  Meningkatkan absorpsi kalsium & mineralisasi tulang. Lambung Peptida Natriuretic Atrium (ANP)  Meningkatkan ekskresi natrium oleh ginjal dan menurunkan tekanan  k. Renin  mengatalisis perubahan angiotensinogen menjadi angiotensin I (bertindak sebagai enzim) 2. Kompleks hormon-reseptor pertama sebagai hormon.5’-monofosfatsiklik (cAMP) sebagai pengantar pesan kedua. Aktivase enzim oleh protein kinase mengakibatkan efek fisiologis dan reaksi kimia.Relaxin disekresi oleh corpus luteum g. Hormon Inhibin  menurunkan sekresi FSH oleh kelenjar hipofisis anterior h. Siklus alami produksi melatonin mungkin berkaitan dengan irama beberapa proses fisiologis harian.  Mekanisme mineral hormone pertumbuhan 1. Kelenjar Pineal melatonin  emiliki efek inhibisi terhadap pelepadan gonadotropin dan menghambat produksi melanin Melatonin disekresi oleh sel pinealocytes Pengendalian produksi melatonin : oleh melanosit di kulit.Ini akan membatasi durasi efek cAMP. GH berhubungan dengan IGF-I. n. i.

Berfungsi sebagai penyangga dan pelindung. Astrocytes a.dan membantu mengontrol aliran darah di otak 2. Mycroglia Sel kecil yang merupakan derivate monosit. K-. Efek ini berhubungan dengan kerja GH di tulang karena GH mendorong pertumbuhan tulang panjang di lempeng epifisis pada anak-anak yang sedang tumbuh dan merangsang pertumbuhan tambahan serta pertumbuhan aktal pada orang dewasa 3. HISTOLOGI SARAF a. merupakan derivate ectoderm. protoplasmic astrocytes. Olygodendrocytes Mempunyai kesamaan dengan astrocytes namun mempunyai proses yang pendek dan sedikit. dan menimbulkan retensi Na . biasanya menetap namun bisa berpindah ke tempat yang terluka.yang lain menghubungkan saraf dengan pembuluh darah. magnesium. Fungsi: menyangga dengan membentuk barisan jaringan ikat semirigid di antara neuron di (SSP) dan memproduksi selubung myelin di sekitar akson neuron. 4.bisa bermigrasi ke area yang terluka dari saraf dan berfungsi sebagai makrofag kecil. Fungsi : menyelubungi dan memusnahkan mikroba dan cellular debril. fibrous astrocytes. - GH atau mungkin lagi IGF-I meningkatkan positif kalsium. Neuron .berikiran 5-10 kali lebih kecil dari neuron. IGF-I berhubungan langsung dengan efek hormon pertumbuhan. dan Cl-. dan fosfat.menghubungkan neuron dengan pembuluh darah. sehingga orang yang memiliki IGF-I yang kurang tidak akan mengalami pertumbuhan yang normal. mengatur b.biasa disebut dengan brain macrophages. Ependymocytes Sel epitel yang tersusun selapis dan teratur berbentuk pipih hingga columnar dan banyak yang bersilia Fungsi: membentuk garis epitel bersambung otak. ditemukan di substansi putih (SSP) Keduanya berfungsi: Memutar di sekitar saraf untuk menjaga jaringan dalam system saraf pusat. ditemukan di substansi kelabu (SSP) b. Neuroglia (glial cells) Berada pada system saraf pusat. untuk cairan ventrikel sirkulasi serebrospinal. 3.kebanyakan glial sel menyangga jaringan dengan mengelilingi sel saraf atau membatasi struktur tertentu di otak dan tulang belakang. dan sedikit tipe dlial sel yang memberikan fungsi special contoh: memproduksi fospolopid penutup yaitu myelin dan oligodendroglia.3. Macam-macam Neuroglia: 1. 4.

Ditemukan di kebanyakan neuro. Badan Nissl ada dalam RER dan Ribosom yang nampak bergranula dan bersifat basofilik. Sel Schwan Semua akson di dalam sistem saraf perifer di bingkus dengan lapisan schwan. Pada akson bermielin. biasanya mengangkut virus dan toksin. Kebalikan dari aliran Anterograd yaitu aliran Retrograd (dari akson menuju badan sel). Aksoplasma mengandung mitokondria. Fungsinya menyalurkan impuls saraf dan mengendalikan metabolisma seluruh neuron. terutama neuron motorik. Neuro fibrik dan badan niddl memanjang ke dalam dendrite. Permukaan dendrite penuh dengan neuron dendrite untuk berhubungan dengan neuron lain. Membran plasma di akson disebut aksolemma dan isinya disebut aksoplasma. Ada 3 kecepatan dalam aliran Anterograd:  Lemah / Lambat : Mengangkut protein dan mikrofilamen  Sedang : Mengangkut mitokondria  Cepat (100 kali lebih cepat) : mengangkut neurotransmitter. Terdapat badan Nissl. Akson Dimiliki oleh beberapa neuron. Mielin berfungsi sebagai insukator listrik dan mempercepat hantaran saraf. Tidak ada RER dan ribosom sehingga bergantung pada badan sel. 4. Dalam system saraf perifer sel schwan melingar dalam bentuk jeli. 3. Perpanjangan sitoplasma yang biasanya berganda dan pendek. Spina dendrit merupakan daerah ujung dendrit yang kebanyakan menerima sinaps. Akson besar memilikilapusan dalam disebut myelin akson yang tampak berwrna putih disebut serabut termielinasi. Segmen ini sebagai tempat berkumpulnya stimulus yang merangsang atau menghambat. mikrotubulus. Badan sel Disebut juga perikarion. Fungsi: menyalurkan impuls dari badan sel ke neuron lain Origo Akson: akson yang beradal dari badan sel pada hillock akson 4.1. 2. Namun ada juga yang tidak memiliki (neuron-neuron yang ada di SSP). Nodis ranvier merupakan celah diantara sel schwan yang berdekatan. MACAM DAN FUNGSI SARAF  Berdasarkan fungsi: . Dendrit Merupakan bagian yang meneriam banyak sinaps dan sebagai tempat penerimaan sinyal. Makromolekul dan organel disintesis dalam badan sel dan diangkut secara kontinyu disepanjang akson ke bagian terminalnya oleh aliran Anterograd. diputuskan terus atau tidak suatu potensial aksi. Bercabang-cabang sehingga memperluas daerah penerimaan. berfungsi untuk menghantarkan impuls ke seluruh tubuh. Badan Golgi dan Mitokondria tersebar di badan sel. daerah titik awal muara akson dengan awal mielinisasi disebut segmen inisial. dan mikrofilamen.

Sel saraf intermediet menerima impuls dari reseptor sensori atau sel saraf asosiasi lainnya. unipolar  memiliki 1 akson bercabang b. OTAK Otak manusia terdiri dari dua belahan (hemisfer). yaitu bagian dahi (lobus frontalis). Pada tali spinal (jalur antara otak dengan sumsum tulang belakang) terjadi pindah silang sehingga terjadi kebalikan system pengendalian. Kedua belahan tersebut dihubungkan oleh balok otak yang berongga (ventrikel) yang berisi cairan getah bening( cebrospinal). yaitu belahan kiri dan belahan kanan. Otak Besar Otak besar (cerebrum) merupakan bagian terluas dari otak yang berbentuk ovale. otak besar juga tersusun oleh dua lapisan. motorik/eferen Berfungsi mengirimkan impuls dari sistem saraf pusat ke otot atau kelenjar yang hasilnya berupa tanggapan tubuh terhadap rangsangan. a. yaitu lapisan luar (korteks) yang berisi badan neuron dan lapisan dalam yang berisi serabut saraf baik dendrit maupun neurit. Sel ini dapat ditemukan di dalam sistem saraf pusat dan berfungsi menghubungkan sel saraf motor dengan sel saraf sensori atau berhubungan dengan sel saraf lainnya yang ada di dalam sistem saraf pusat. Antara bagian dahi dan ubun-ubun dipisahkan oleh celah yang disebut fisura Rolando. Ujung akson dari saraf sensori berhubungan dengan saraf asosiasi (intermediet). asosiasi/intermediet Sel saraf intermediet disebut juga sel saraf asosiasi. SISTEM SARAF PUSAT 1. yaitu otak (ensefalon) dan sumsum belakang (medula spinalis). sedangkan belahan otak kanan akan mengendalikan sistem-sistem tubuh yang terletak dibagian kiri tubuh. yaitu belahan otak kiri akan mengendalikan sistem-sistem tubuh yang terletak dibagian kanan tubuh. Antara bagian dahi dan pelipis dipisahkan oleh celah silvius. dan bagian belakang kepala (lobus oksipetalis). . bagian ubun-ubun (lobus parientalis).  Berdasarkan strukturnya. Dendritnya sangat pendek berhubungan dengan akson saraf asosiasi. bagian pelipis (lobus temporalis). Pembagian otak seperti ini tampak jelas pada masa perkembangan embrio. otak tengah. dan terdiri dari dua belahan yang bekerja secara berlawanan. dan otak belakang. Otak besar terbagi menjadi empat bagian.sensorik/aferen Berfungsi menghantarkan impuls dari reseptor ke sistem saraf pusat. Otak dibagi menjadi tiga daerah. a. multipolar  memiliki akson dan dendrit lebih dari satu A. bipolar  memiliki 1 akson dan 1 dendrit c. yaitu otak depan. Otak besar mengisi penuh bagian depan atas rongga tengkorak. sedangkan aksonnya dapat sangat panjang. Badan sel saraf motor berada di sistem saraf pusat. Sedangkan pada manusia dewasa tidak tampak jelas karena masing-masing daerah terdiri dari beberapa bagian atau lobus. Selain itu.

suhu tubuh. Pada bagian otak besar terdapat daerah asosiasi. b. serta mengatur koordinasi gerakan otot. b.  Daerah pelipis dan ubun-ubun mengendalikan kemampuan berbicara dan bahasa. Struktur umum Medulla spinalis 31 satu pasang saraf spinal keluar dari area urutan korda melalui foramina intervertebral . kesadaran. menelan dan muntah. pernapasan. Bagian ini berakhir pada area foramen magnum tengkorak. yaitu penerima dan penerus impuls yang dating dari saraf perifer dan meneruskannya ke pusat sensorik pada bagian korteks otak. Otak kecil berfungsi mengatur sikap dan posisi tubuh. kepribadian. d. terdiri atas dua belahan yang berliku-liku sangat dalam dan terletak diobawah bagian otak belakangg. dua tonjolan ke atas dan dua tonjolan ke bawah.  Daerah ubun-ubun. yaitu jembatan varol (pons varolli). MEDULLA OBLONGATA Letaknya menjulur dari pons sampai medulla spinalis dan terus memanjang. emosi. tersusun oleh empat bagian yang menonjol. MEDULLA SPINALIS  Fungsi: a.  Mengendalikan berbagai aktivitas reflex dalam tubuh. daya cipta. Ketiga bagian otak belakang tersebut membentuk batang otak. Otak tengah memiliki bagian dorsal yang disebut atap. keseimbangan kerja otot dan rangka. dan tekanan darah serta infundibulum. tampak seperti ujung yang bengkak pada tali spinal dan berfungsi sebagai pusat pengatur reflex biologis misalnya detak jantung. yaitu pangkal dari hipofisis (kelenjar endokrin). XI dan XII terletak dalam medulla 3. kecerdasan. X. Pada otak tengah terdapat saraf okulomotoris (saraf yang berhubungan dengan pusat pergerakan mata). yaitu bagian yang menghubungkan anatara bagian sensorik dan motorik. antara lain pernafasan.  Daerah pelipis terdapat pusat bicara dan juga terdapat pusat pendengaran. yang merupakan lanjutan dari akson pada pedunkulus serebral  Medulla dorsal atau posteriorterdiri sebagian dari lanjutan traktus sensorik  Pusat medulla (vital)nuklei yang berperan dalam pengendalian fungsi seperti frekuensi jantung. Di antara belahan otak besar terdapat otak depan. panas dan rasa sakit. Setiap aktivitas akan dikendalikan oleh bagian yang berbeda. berisi serabut saraf yang menghubungkan antara bagian kiri dan kanan otak kecil. bahkan kepercayaan kepada sesuatu yang bersifat metafisik.. yang terdiri dari thalamus. 2.  Nukleiasal saraf cranial IX. keinginan. dan menghubungkan antar otak kecil dengan korteks otak besar. Otak tengah Otak tengah (mesencephalon) manusia berukuran kecil dan terletak di depan otak kecil. selain pusat berbicara dan juga pusat untuk merasakan dingin.  Medulla anterior atau ventralterdiri dari tonjolan substansi putih disebut pyramid.Otak besar merupakan pusat saraf utama karena berperan dalam pengaturan seluruh aktivitas tubuh. sumsum lanjutan (medulla oblongata). Otak kecil Otak kecil (serebelum). Mentransmisi impuls ke dan dari otak melalui traktus asenden dan desenden. ingatan. Otak Belakang Otak belakang memilki tiga bagian utama. Hipotalamus yaitu bagian pengatur suhu tubuh dan juga pengatur rasa mengantuk. gerak alat-alat pencernaan.  Daerah belakang kepala merupakan pusat penglihatan dan dapat menyampaikan memori tentang apa yang dilihat. c. daya khayal. batuk. yaitu:  Daerah dahi yang berhubungan dengan kemampuan berpikir. tekanan darah. tekanan darah.

dan lumbal system saraf perifer. b. SISTEM SARAF TEPI 1. XII (hypoglossal) 2. VIII (auditori) N. IX (glossopharyngeal) N. bentuknya seperti huruf H Batang atas dan bawah huruf H disebut tanduk Tanduk abu-abu posterior (dorsal) adalah batang vertical atas substansi abu-abu. mulai dari ruas leher terbawah sampai pada tulang ekor. V (trigeminal) N. Gerak Reflek Pada Medula Spinalis  Ada 2 reflek yang terjadi : a. Bagian Tanduk abu-abu anterior (ventral) adalah batang vertical bawah. Saraf spinal  Cervical (C1-C8)  Thoracic (T1-T12)  Lumbar (L1-L5)  Sacral (S1-S5)  Coccygeal (Co1) b.  c. Saraf kranial Nama N. VI (abducents) N. yakni saraf parasimpatik dan saraf simpatik. I (olfaktori) N. b. Ganglia-ganglia ini berhubung-hubungan dengan sistem saraf pusat melalui sumsum tulang punggung dengan menggunakan cabang-cabang penghubung yang bergerak le luar dari sumsum tulang punggung menuju ganglion. II (optic) N. Dibedakan menjadi dua. Bagian ini mengandung badan sel neuron system SSO. . Struktur internal medulla spinalis a. X (vagus) N.  Kanal sentral berukuran kecil dikelilingi oleh substansi abu-abu. IV (trochlear) N. III (oculomotor) N. Reflek peregangan  bahwa otot yg terenggang akan berkontraksi secara otomatis (misal ketukan pada tendon patela tepat di bawah tempurung lutut eksistensi tungkai bawah) Reflek fleksor (penarikan)  stimulasinya rasa nyeri dan adanya kemungkinan bahaya sehingga respon yang timbul menghindari hal tersebut (otak tidak perlu membuat keputusan untuk melindungi tubuh) B. dan dari ganglion masuk menuju sumsum tulang Tipe Sensori Sensori Motori Motori Mix Motori Mix Sensori Mix Mix Motori Motori Fungsi Pencium Penglihat Penggerak otot kelopak mata dan bola mata Penggerak otot mata Sensori: otot wajah dan mulut Motori: menguyah Pergerakan mata Sensori: merasa Motori: otot wajah dan kelenjar saliva Pendengaran dan keseimbangan Sensori: perasa Motori: menelan Saraf utama untuk sistem saraf parasimpatetis Menelan dan menggerakkan kepala dan pundak Penggerak otot lidah Merupakan saraf tak sadar. XI (accessory) N. SARAF SOMATIK a. Bagian ini mengandung Tanduk lateral adalah protrusi di antara tanduk posterior dan anterior pada area toraks Komisura abu-abu menghubungkan substansi abu-abu di sisi kiri dan kanan medulla spinalis ini mengandung badan sel yang menerima sinyal melalui saraf spinal dari neuron sensorik. Ke 25 pasang ganglia itu terdapat di sepanjang tulang belakang sebelah depan.  neuron motorik yang aksonnya mengirim impuls melalui saraf spinal ke otot dan kelenjar. SARAF OTONOM a. VII (facial) N. Susunan saraf simpatik Berupa 25 pasang simpul saraf atau ganglia.

Gambar : Potensial listrik pada membran sel pada saat dilewati impuls Komunikasi Sinaps (jalannya impuls antar neuron) Ujung akson yang menghantarkan impuls disebut daerah prasinaps. kebanyakan merupakan amin. Fungsi susunan saraf simpatik antara lain:  Mempercepat denyut jantung  Memperlebar pembuluh darah  Mempertinggi tekanan darah b. darah beredar lebih cepat. Neurotransmitter merupakan zat yang berada dalam ujung akson yang berfungsi untuk komunikasi sinaps. yaitu aksosomatik (antaran akson dengan badan sel). ginjal. 5. Potensial listrik itu sebesar -65 mV dan disebut dengan Potensial Membran Istirahat. kemudian diteruskan ke badan sel dan menuju akson. sedangakan dendrit atau badan sel yang menerima rangsang atau impuls dari ujung akson disebut pascasinaps. susunan saraf parasimpatik berlawanan dengan susunan saraf simpatik. aksodendritik(antara akson dengan dendrit). Dalam keadaan istirahat. dan neuropeptida. Kemudian ketika Impuls menjalar  Kanal Ion Natrium membuka  ion natrium masuk ke dalam sel  Potensial naik menjadi 30 mV  kenaikan potensial menyebabkan kanal Ion Kalium membuka  Ion Kalium keluar dari sel  Potensial kembali menjadi -65 mV (Potensial Membran Istirahat). alat pencernaan. pembuluh darah dan lainnya. Contoh: Misalnya setelah berlari jantung berdenyut lebih cepat. Jenis sinaps ada 3. . jantung. Sebelum impuls menjalar. Secara fungsional. Susunan saraf parasimpatik Berupa jaring-jaring yang berhubung-hubungan dengan ganglia yang terbesar di seluruh tubuh. Proses ini kurang lebih terjadi dalam waktu 5 mili detik. membran sel neuron memiliki sebuah potensial yang disebabkan oleh banyaknya konsentrasi ion Kalium dan sedikitnya konsentrasi ion Natrium di dalam sel. MEKANISME JALANNYA IMPULS Ketika sinyal dieriam oleh reseptor. saraf parasimpatik memperlambat aktivitas itu sedikit demi sedikit.punggung. amino. sampai kembali ke keadaan semula. Dari tiap ganglion keluar urat saraf ke paru-paru. dan aksoaksonik (antara akson dengan akson lain).

konsentrasi ion Na+ di luar membran sel lebih tinggi daripada di dalam sel karena tingkat permeabilitas membran terhadap ion K+ sekitar 75 kali lebih besar daripada ion Na+. serta relatif impermeable terhadap ion Na+. ion tersebut meninggalkan molekul protein bermuatan negatif yang terlalu besar untuk dapat berdifusi melalui membran. difusi atau endositosis. Membran neuron sangat permeabel terhadap ion K+ dak klor (Cl-). Konsentrasi ion K+ di dalam membran sel lebih tinggi daripada di luar sel. Saat ion K+ bermuatan posistif keluar dari sel. NEUROTRANSMITTER Definisi Neurotransmitter merupakan suatu zat kimia yang dapat menyeberangkan impuls dari prasinapsis ke post sinapsis atau pasca sinapsis Macam-macam Bersifat eksitasi:  asetilkolin  berada di seluruh tubuh  norepinephrine  berada dalam system saraf  dopamine  berada dalam otak  glutamate  salah satu asam amino esensial  histamine  salah satu asam amino esensial Bersifat inhibisi:   gamma aminobutyric acid (GABA)  berada pada jaringan otak glisin  berada pada medulla spinalis . maka difusi ion K+ keluar dari sel lebih cepat daripada difusi ion Na+ ke dalam sel.Jalannya komunikasi sinaps: Impuls saraf  Mmenjalar sepanjang membran sel  terjadi depolarisasi  Kanal Kalsium membuka  ion kalsium masuk  masuknya kalsium memicu eskositosis neurotrnsmitter yang berada dalam vesikel  neurotransmitter lepas dan kemudian beraksi dengan reseptor yang berada di daerah pascasinaps  depolarisasi membran pascasinaps  impuls tersampaikan. Membran ini impermeabel terhadap molekul protein intraselular besar yang bemuatan negatif. Hal ini mengakibatkan bagian dalam sel mengalami elektronegatifitas. Potensial Istirahat / Potensial Membran Polarisasi ( potensial istirahat ) disebabkan oleh konsentrasi ion natrium (Na+) dan Kalium (K+) yang tidak seimbang di dalam dan di luar sel. serta perbedaan permeabilitas membran terhadap ion ini dan ion lain . Neurotransmiter yang lepas tadi dirombak melalui pemecahan enzimatis.

 serotonin  menghambat dan mengontrol keinginan tidur. Sel silindris berlapis banyak (paling banyak) 2. nasofaring. Sel goblet mukosa 3. laring. Epitel respirasi Sebagian konduksi dilapisi oleh epitel silindris berlapis dan mengandung banyak sel goblet. duktus alveolus. yaitu : 1. Ada 5 jenis sel epitel respirasi. Sel basal 5. yaitu : 1. Sel sikat 4. 2. bronkiolus. trakea. dan alveoli. bronkus. Bagian Konduksi Meliputi rongga hidung. Sel bergranul kecil . Bagian Respirasi Meliputi bronkiolus respiratris. dan bronkiolus terminalis. dan mempengaruhi kesadaran Mekanisme mata dapat melihat benda Bayangan  Mata Cahaya menembus bagian mata  Kornea  Aqueus humor Lensa  Badan vitreus  Merangsang ujung ujung saraf retina saraf opticus II  Ke otak lobus oksifitalis  membentuk benda SISTEM PERNAFASAN Alat-alat respirasi Terdiri dari dua bagian utama. lapar.

Nasofaring Merupakan bagian pertama faring. Terdiri dari tulang rawan hyaline (tiroid. mucus dan secret serosa melembabkan udara yang masuk. media. 3. Rongga Hidung Terdiri dari 2 bagian. kelenjar keringat. terdapat 3 tonjolan yang disebut dengan konda (superior. aritenoid) dan tulang rawan elastik (epiglottis. sebagai katup untuk mencegah masuknya makanan atau cairan yang Memiliki fungsi sebagai jalan masuknya udara ke laring dan masuknya makanan ke esofagus. Faring 4. Dalam rongga hidung ini juga terdapat reseptor olfaktorius yang mendeteksi uap kimiawi yang diinhalasi yang disebut nervus olfaktorius melewati tulang etmoidalis menuju otak. Sedangkan bagian fosa nasalis. inferior). yaitu bagian Vestibulum dan Fosa Nasalis. Bagian Konduksi 1. Laring Merupakan tabung tak teratur yang mengubungkan faring dengan trakea. Bagian Vestibulum merupakan bagian yang paling anterior dan paling lebar dari rongga hidung. Fungsinya adalah sebagai penyokong (menjaga agar jalan nafas tetap terbuka). 2.A. Di sekitar permukaan nares terdapat kelanjar sebasea. lapisan mucus fosa nasalis menyaring zat renik dan berbagai gas. dan vibrissa (rambut pendek). . ujung aritenoid). Pengondisian udara dalam rongga hidung: Vibrisa menyaring debu. krikoid.

Sedangkan retikulin berfungsi sebagai penunjang yang mencegah perkembangan secara berlebihan dan pengerusakan kapiler-kapiler halus dan septa alveolar yang tipis. Pada lamina propia terdapat otot polos. B. terdapat ligament fibroelastis (mencegah distensi berlebihan dari lumen) dan berkas otot polos (pengaturan lumen) yang terlihat pada lapisan periosteum. pada matrix terdapat serat-serat elastin dan kolagen (sebagai penunjang). Bagian ujung cabang disebut bronkiolus. alveoli juga merupakan tempat pertukaran oksigen dan karbondioksida. Bronkus primer masuk ke setiap lobus paru-paru (3 cabang di kanan. terdapat pada bronkus respiratoris. dan sakus alveolus. 2 cabang di kiri). Katup yang mencegah masuknya makanan atau cairan yang ditelan adalah epiglotis atau yang sering disebut dengan anak tekak. Bronkus Trakea bercabang menjadi 2 bronkus primer. Dilapisi oleh sel epitel kuboid bersilia dan sel clara. Terdapat banyak alveolus yang merupakan tempat pertukaran gas. Diantara ujung hyaline yang berbentuk C. . Alveoli bertanggung jawab atas struktur berongga dalam paru-paru. Tetapi di bagian muara.ditelan. 3. 6. duktus alveolus. Bronkus Respiratoris Setiap bronkiolus terminalis. Selain itu. 5. dan juga sebagai fungsi fonasi (penghasil suara). Duktus Alveolaris Merupakan saluran yang makin ke distal dengan jumlah muara alveolus yang semakin tambah banyak. Bagian ini merupakan daerah peralihan bagian konduksi dan respirasi. Serat elastic yang berfungsi memungkinkan alveolus dapat mengembang pada saat terjadi inspirasi dan kontraksi secara pasif pada wakti ekspirasi. Setiap bronkiolus bercabang 5 – 7 bronkiolis terminalis. bercabang 2 atau lebih bronkiolus respiratoris. Dilapisi sel-sel pipih yang sangat halus. Trakea Dilapisi oleh cincin tulang rawan hyaline yang berbentuk C  menjaga supaya lumen trakea tetap terbuka. Alveolus Merupakan penonjolan (evaginasi) dengan bentuk mirip kantung dengan diameter kurang lebih 200 mikro meter. Terdapat kelenjar seromukosa yang menghasilkan mucus yang lebih cair. Trakea ini juga dilapisi oleh pseudostratified ciliated columnar epithelium. sel epitel menyatu dengan sel-sel alveolus yang gepeng. 2. Bagian Respirasi 1.

otot otot sternokleidomastoid. Udara alveolus hanya sebagian diganti oleh udara atmosfer tiap kali bernapas. Ekspirasi Ekspirasi pada pernapasan dipengaruhi oleh relaksasi otot dan disebut proses pasif. Udara Alveolus tidak sama dengan udara atmosfer. sehingga udara luar masuk melalui hidung. Diafragma melengkung ke arah toraks. Mekanisme Pernafasan Inspirasi Pada saat inspirasi. Rongga dada pun mengecil. serratus anterior dan otot skalena juga akan memperbesar rongga toraks. Didalam paru-paru terdapat bronkus dan bronkiolus. Oksigen secara terus menerus diabsorbsi oleh alveolus kedalam darah paru paru 3. Paru-paru kiri terdapat dua gelambir dan paru-paru kanan terdapat tiga gelambir. Paru-paru pun mengembang. Pembuluh-pembuluh halus ini berakhir pada gelembuggelembung halus yang disebut alveolus (alveoli=jamak). bronkus dan masuk ke paru-paru. Pelembaban udara di sepanjang saluran pernapasan. pektoralis mayor. otot diafragma berkontraksi sehingga diafragma mendatar. Pada ekspirasi dalam. CO2 berdifusi terus menerus ke dalam alveoli. 4. . otot interkostal internal menarik kerangka iga ke bawah dan otot abdomen berkontraksi sehingga mendorong isi abdomen menekan diafragma. trakea. Dalam pernapasan. yaitu paru-paru kiri dan paru-paru kanan. akibatnya udara dalam paruparu terdorong keluar. Otot interkostal eksternal mengangakat iga ke atas dan ke depan saat berkontraksi sehingga memperbesar rongga toraks ke arah anterior dan superior. Hal ini disebabkan oleh : 1. Bronkiolus diparu-paru bercabang-cabang lagi membentuk pembuluh-pembuluh halus.Pulmo (paru-paru) Paru-paru terdiri oleh dua bagian. 2.

Oksigen baru juga secara terus-menerus dihirup masuk ke dalam alveoli dari atmosfer. Pada saat udara masuk kedalam alveolus. Tekanan parsial karbon dioksida dalam darah lebih tinggi dari pada di alveolus. Pembebasan CO2 dari HCO3 dikatalis oleh enzin karbonat anhidrase yang terdapat pada eritrosit. Konsentrasi Karbon Dioksida dalam Alveolus Peningkatan konsentrasi karbon Dioksida berbanding lurus dengan dengan kecepatan ekskresi Karbon Dioksida dan berbanding terbalik dengan ventilasi alveolus. Kecepatan absorbsi oksigen dalam darah 2. sedangkan tekanan parsial oksigen dalam kapiler darah lebih rendah (karena oksigen sudah digunakan oleh jaringan-jaringan tubuh). 2. Sitoplasma sel endotel. tekanan oksigen dalam alveolus meningkat. Maka Oksigen akan berdifusi masuk ke dalam alveolus. Membran pernapasan (sawar udara-darah) Terdiri dari 3 lapisan yaitu : 1. namun kebalikannya. Oksigen dari udara alveolus masuk ke dalam darah kapiler.Konsentrasi Oksigen dalam Alveolus Oksigen diarbsorbsi dari alveoli ke dalam darah paru secara terus menerus. Secara umum proses difusi oksigen dan karbon dioksida tidak lepas dari prinsip tekanan parsial ini. Jadi konsentrasi oksigen dalam alveolus dipengaruhi oleh : 1. Kecepatan masuknya oksogen baru ke dalam paru-paru. Lamina basal alveolar dan endotel yang menyatu. 3. Pada karbon dioksida juga sama. Lapisan permukaan dan sitoplasma sel alveolus. sehingga karbon dioksida berdifusi masuk ke dalam alveolus. Difusi gas melalui membran pernapasan (sawar udara-darah) Proses difusi gas pada alveolus bergantung pada prinsip fisika yaitu tentang tekanan parsial (hukum henry). . Karbon dioksida berdifusi dengan arah yang berlawanan.

Sedangkan yang 2% menuju ke paru-paru lewat sirkulasi bronchial yang secara khusus member nutrisi pada sel-sel paru dengan tekanan 40 mmHg (saluran pintas). yaitu alveoli bersatu dengan alveoli yang lain sehingga lebar dinding (membrane pernapasan) keseluruhan berkurang.Faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan difusi gas melalui membran pernapasan 1. 2. Ketebalan membran Contohnya adanya cairan edema dalam mebran interstitial dan dalam alveoli dan penyakit paru yang menyebabkan fibrosis paru. Transpor oksigen dalam arteri 98% darah paru teroksigenasi sampai pada tekana parsial oksigen 104 mmHg  keseluruh tubuh. CO2 lebih cepat 20 kali daripada O2. 3. Luas permukaan membran pernapasan Contohnya pada penyakit enfisema. Koefisien difusi Merupakan kelarutan gas dalam membran. . 4. Perbedaan tekanan diantara kedua sisi menbran pernapasan Yaitu merupakan perbedaan tekanan parsial gas dalam alveoli dan tekanan parsial gas dalam darah.

Satu dari sinyal ini menimbulkan keadaan terengah-engah. Impuls dikirim dari otak ke area inspiratory sehingga proses bernafas dilanjutkan. Refleks inflasi Dalam dinding bronkus dan bronkeolus terdapat stretch receptor. O2 bergabung secara longgar dengan heme Hb. Oleh karena itu. Peristiwa terengah-engah dihidupkan oleh pusat pengatur suhu di otak. 5. Namun. proses ini akan mendinginkan darah di dalam saluran mukosa pernapasan sebagai akibat evaporasi dari permukaan mukosa. Yaitu. maka O2 akan berikata dengan Hb. 4. Kemampuan menahan nafas dibatasi oleh adanya cadangan H+ dan CO2 dalam darah. Saat PCO3 dan H+ mencapai level tertentu. Pada efeknya. Pengaruh otak Kita dapat menghentikan nafas kita dalam waktu yang singkat. Bika tekanan parsial O 2 tinggi (dalam kapiler paru). Namun. Proses terengah-engah sebenarnya diatur oleh pusat terengah-engah yang berhubungan dengan pusat pernapasan pneumotaksik yang berada dalam pons. 2. Kenaikan suhu tubuh dapat meningkatkan laju respirasi 6. Saat reseptor ini meregang. jika tekaana parsial O2 rendah. terutama evaporasi saliva dari lidah. pneumotaxic area. Pengaruh saraf Pusat respirasi terdapat pada medullary rhytmicity area. area inspirasi terstimulasi. ion H+ dapat mengubah laju pernafasan. Jenis kelamin. sebagian besar udara yang masuk ke alveoli adalah udara ruang rugi yang terutama berasal dari trakea dan bukan dari atmosfer. Pada saraf kranial. dan apneustic area. Peregangan otot anus dapat meningkatkan laju respirasi 7. Medullary rhytmicity area (area inspirasi dan ekspirasi) memiliki kemampuan untuk menentukan irama dasar respirasi. Kapasitas Paru-Paru(Sloane) . Fungsi Hb adalah sebagai buffer tekanan parsial Oksigen dalam darah. stretch receptor tidak lagi terstimuli. saraf nomor tujuh atau nerve vagus dari reseptor di saluran nafas dan paru turut mempengaruhi laju pernafasan. Hal ini menyebabkan inspiratory dan apneustic area tidak lagi terhambat sehingga terjadi nafas baru.Ikatan Oksigen-Hb Dalam darah. Pneumotaxic area dan apneustic area mengkoordinasi masa transisi antara inspirasi dan ekspirasi. bila darah menjadi terlalu panas. sehingga sejumlah udara baru berasal dari luar mengadakan kontak dengan bagian atas saluran pernapasan. maka inspiratory dan apneustic area terhambat sehingga terjadi ekspirasi. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pernafasan 1. keadaan terengah-engah tidak meningkatkan ventilasi alveolar lebih dari yang dibutuhkan untuk mengendalikan gas-gas di dalam darah dalam jumlah yang sesuai. Saat udara meninggalkan paru-paru setelah ekspirasi. karena setiap pernapasan sangat dangkal. maka akan terjadi dissosiasi O2Hb. hipotalamus menimbulkan sinyal neurogenik untuk menurunkan suhu tubuh. Stimuli kimia CO2 dan O2 Peningkatan CO2 akan meningkatkan H+ dan begitu pula sebaliknya. pada pria laju respirasinya lebih tinggi dibandingkan wanita Mekanisme Terengah-engah Mekanisme terengah-engah digunakan oleh binatang tingkat rendah sebagai alat untuk menghilangkan panas. Menghirup dan mengeluarkan napas dengan cepat. 3.

9 0.paru estela melakukan ekspirasi kuat. c. dan berfungsi untuk mengangkut darah. Jantung. terbentuk dari penggabungan kapiler menjadi sistem saluran.2 SISTEM SIRKULASI Yang terlibat dalam sistem sirkulasi adalah: 1. yaitu pembuluh darah terkecil. CDI berkisar 3100ml pada laki . d. VCE biasanya berkisar 1200 ml pada laki . untuk dipompa keluar lagi. sambil membawa darah ke jantung. b. Kapiler. Volume Cdangan Ekspirasi (VCE) adalah volume udara ekstra yang dapat kuat dikeluarkan pada akhir ekspirasi tidal normal.laki dan 800 ml pada perempuan. Rata. Kapasitas Paru-Paru(Ganong) IRV (Inspiratory Reserve Volume) TV (Tidal Volume) ERV (Expiratory Reserve Volume) RV (Recidu Volume) Kapasitas Total Kecepatan nafas normal tiap menit: Bayi baru lahir Usia 12 bulan Usia 2-5 tahun Dewasa 30-40 30 24 10-20 Pria (L) 3. . serangkaian pembuluh eferen yang semakin mengecil sewaktu bercabang. Pembuluh darah Arteri. Sistem kardiovaskular a. Volume Cadangan Inspirasi ( VCI ) adalah volume udara ekstra yang masuk ke paru . dengan nutrien dan oksigen ke jaringan.paru selama ventilasi normal biasa. Ukurannya semakin besar ketika pembuluh ini mendekati jantung.laki dan 380 ml untuk perempuan b.laki dan 1900 ml pada perempuan. Volume residual penting untuk kelangsungan aerasi dalam darah saat jeda pernapasan.laki sekitar 1200 ml dan pada perempuan 1000ml. Volume Residual (VR) adalah volume udara sisa dalam paru .paru dengan inspirasi maksimum di atas inspirasi tidal. Vena.rata volume ini pada laki .0 Wanita (L) 1.0 1.a.2 6.3 0. berupa jalinan saluran halus dan rumit yang saling beranastomosis dan dindingnya merupakan tempat berlangsungnya pertukaran zat antara darah dan jaringan.7 1.5 1.1 4. yakni suatu organ yang berfungsi untuk memompa darah. Volume tidal (VT) adalah normal udara yang masuk dan keluar paru . VT pada dewasa muda sehat 500 ml untuk laki.5 0.

Jaringan limfe Histologi sistem sirkulasi : 1. Nodus limfe. 3.1 mm (arteriol besar. Makrovaskulatur. merupakan tempat terjadinya pertukaran antar darah dan jaringan sekitar pada keadaan normal dan pada poroses peradangan. berawal di kapiler limfe. 2. Hati c. Sumsum tulang d. yaitu saluran buntu yang beranastomosis untuk membentuk pembuluh – pembuluh yang makin membesar. b. (arteriol. Pembuluh limfe. Darah. venula pascakapiler). Mikrovaskulatur. 2. Limfe b. kapiler. vena muskular). pembuluh dengan diameter lebih dari 0. adalah cairan yang mengalir dalam pembuluh. Kelenjar timus e.c. Organ pembentuk dan penyimpanan darah a. Jarak semua sel tubuh dari sumber nutrisi ini tidak pernah melebihi satu milimeter. arteri muskular dan elastis. Jantung ANATOMI JANTUNG . terletak dalam pembuluh limfe besar. Sistem Limfatik a.

Jantung berukuran kurang lebih sebesar kepalan tangan pemiliknya. Bentuknya seperti kerucut tumpul. Pelapis . ujung bawah yang mengerucut (apeks) mengarah ke bahu kiri. 2. Ukuran dan bentuk a. Ujung atas yang lebar (dasar) mengarah ke bahu kanan. Jantung adalah organ berongga dan memiliki empat ruang yang terletak antara kedua paru .paru di bagian tengah rongga toraks. Dua pertiga jantung terletak di sebelah garis kiri midsternal. Jantung dilindungi medistinum.1. b.

dan menyambung dengan lapisan endotelial yang melapisi pembuluh darah yang memasuki dan meninggalkan jantung. 3. Ruang ini mengandung cairan perikardial yang diekskresi lapisan serosa untuk melumasi membran dan mengurangi friksi. (1) Lapisan fibrosa luar pada perikardium tersusun dari serabut kolagen yang membentuk lapisan jaringan ikat rapat untuk melindungi jantung. . Terdiri 2 macam ruang : a. Kantong ini melekat pada diafragma. Lapian ini melapisi jantung. sternum. 4. Epikardium luar tersusun dari lapisan sel . Perikardium Adalah kantong berdinding ganda yang dapat membesar dan mengecil.a. katup. (1) Ketebalan miokardium bervariasi dari satu ruang jantung ke ruang lainnya. Dinding jantung tersusun dari tiga lapisan : a. Rongga perikardial adalah ruang potensial antara membran viseral dan parietal. Miokardium terngah terdiri dari jaringan otot jantung yang berkontraksi untuk memompa darah. (2) Lapisan serosa dalam terdiri dari 2 lapisan. (2) Serabut otot yang tersusun dalam berkas . ventrikel = dinding tebal = pemompa (memompa darah) 5. Kontraksi miokardium ”menekan” darah keluar ruang menuju arteri besar c. b.berkas spiral melapisi ruang jantung. (a) Membran viseral (epikardium) menutup permukaan jantung (b) Membran parietal melapisi permukaan bagian dalam fibrosa perikardium b.sel mesotelial yang berada di atas jaringan ikat. Volume nya kurang lebih 5 liter per menit pada laki – laki berukuran rata – rata dan kurang 20% pada perempuan. membungkus jantung dan pembuluh darah besar. Curah jantung terkadang disebut volume jantung per menit. atrium = dinding tipis= reservoar (menerima darah) b. dan pleura yang membungkus paru . Curah Jantung Adalah volume darah yang dikeluarkan oleh kedua ventrikel per menit.paru. Endokardium dalam tersusun dari lapisan endotelial yang terletak di atas jaringan ikat.

c. meliputi : . meliputi : Pembuluh Darah Arteri : 1. Membawa darah dari arteriol ke venula Dinding dilapisi selapis sel tipis untuk memungkinkan pertukaran darah dan cairan Terdapat sel otot polos yaitu sfingter prekapiler yang dijumpai pada permulaan masing-masing kapiler untuk mengatur aliran darah dalam kapiler Membawa darah dari kapiler kembali ke jantung Lapisan dalam : Endotelium yang melipat membentuk valvula untuk mencegah aliran darah terbalik Lapisan tengah : Otot polos tipis karena vena tidak begitu penting untuk mempertahankan tekanan darah Lapisan luar : Jaringan ikat fibrosa tipis karena vena tidak membawa darah dengan tekanan tinggi (hanya 2mmHg dibanding arteri yang memiliki tekanan sampai 100mmHg) Mempunyai percabangan kecil disebut venula Membawa darah dari jantung menuju kapiler Terdapat 3 lapisan : Tunika Intima : paling dalam (merupakan selapis sel gepeng) Tunika Media : Disusun otot polos dan jaringan ikat elastis Tunika Eksterna : Merupakan jaringan ikat fibrosa penyusunnya Mempunyai percabangan kecil yang menyambung pada kapiler disebut arteriol Pompa otot rangka Pernapasan Reservoar vena Gaya gravitasi Perubahan posisi tubuh Tekanan rendah abnormal pada vena Tekanan darah tinggi Hormon medular adrenal Ion Usia dan ukuran tubuh seseorang Penyakit kardiovaskular d. a. Kapiler : 1. 2. 2. 3. 4.1. Faktor – faktor utama yang mempengaruhi curah jantung a. Faktor yang mendukung aliran balik vena dan memperbesar curah jantung. Pengaruh tambahan pada curah jantung. 2. b. Aliran balik ke vena jantung c. Aktifitas berat b. meliputi : e. Vena : 1. 3. 5. 3. Faktor – faktor yang mengurangi aliran balik vena dan mempengaruhi curah jantung. Perhitungan curah jantung adalah sebagai berikut Curah jantung = frekuensi jantung x isi sekuncup 2.

Letak pembuluh darah .

.

Mekanisme Sirkulasi Darah Mekanisme Pengikatan Oksigen O2 dalam alveolus Berdifusi melalui membrane kapiler pulmonalis .

Proreseptor (baroreseptor) dalam arteri karotis dan aorta (sinus aorta dan arkus aorta) sensitif terhadap perubahan tekanan darah . Tiap gram Hb dapat mengikat 1. 100 ml darah rata-rata mengandung 15 gr Hb untuk maksimal 20 ml O2 per 100 ml darah (15 x 1. Konsentrasi Hb ini biasanya dinyatakan sebagai persentase volume dan merupakan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh. Tiap eritrosit mempunyai 280 juta molekul Hb. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Denyut Jantung 1. Tiap molekul dalam ke empat molekul besi dalam hemoglobin berikatan dengan satu molekul O2 dan membentuk oksihemoglobin (HbO2) yang berwarna merah tua. 2.34 ml O2 3. Impuls aferen yang menuju pusat kendali jantung yang berasal dari receptor. . Pusat refleks kardioakselerator adalah sekelompok neuron dalam medula oblongata. (1) Untuk meningkatkan frekuensi jantung (2) Ujung serabut sarafnya mensekresi norepinefrin yang meningkatkan eksitabilitas jantung.Diikat Hb dalam sel darah merah O2+Hb (HHb) Di kapiler darah jaringan O2 dilepas Hb O2 menuju sel jaringan lainnya di plasma membentuk O3 1.34). Pusat reflek kardioinhibitor juga terdapat dalam medulla oblongata (1) Efek impuls dari neuron ini adalah untuk mengurangi frekuensi jantung. a. Ikatan ini tidak kuat dan reversibel. (2) Ujung serabut sarafnya mensekresi asetilkolin. Volume maksimal O2 yang dapat berikatan dengan sejumlah hemoglobin dalam darah. 2. b. Impuls eferen menjalar melalui saraf simpatis dan parasimpatis susunan saraf otonom.

dan sentuhan. Aktivitas yang tinggi dapat mempercepat denyut jantung d. dingin. Pengaruh lain pada frekuensi jantung a. Ginjal Mekanisme ekskresi pada Paru-paru . atau oleh input emosional dari sistem saraf pusat. c. 3. Usia muda memiliki frekuensi jantung yang lebih cepat f. (2) Penurunan tekanan darah akan mengakibatkan statu reflek yang menstimulasi fekuensi jantung yang menjalar melalui pusat medular . dan natrium. Frekuensi jantung dipengaruhi oleh stimulasi pada hampir semua saraf kutan. b.(1) Peningkatan tekanan darah akan mengakibatkan statu reflek yang memperlambat frekuensi jantung. yang mempengaruhi frekuensi jantung jika kadarnya menigkat atau berkurang. panas. SISTEM EKSKRESI Organ-organ yang terlibat: 1. seperti reseptor untuk nyeri. fungsi jantung normal juga bergantung pada keseimbangan elektrolit seperti kalsium. Pengaruh dari atropin dan nikotin yang juga dapat mempercepat denyut jantung e. kalium. Paru-paru 2. Reflek ini akan menghambat pusat kardioakselerator dan menstimulasi pusat kardioinhibitor. Suhu tubuh yang tinggi atau demam juga mempercepat frekuensi denyut jantung.

Pada bagian dalam terdapat ruang kosong (pelvis). Setiap nefron terdiri dari badan malphigi (mengandung gromerulus yang diselubungi oleh kapsula bowman) dan saluran nefron. Pada ginjal terdapat nefron yang merupakan unit fungsional dan structural terkecil. Pada manusi aterdapat sekitar satu juta nefron. Nefron . Pengendalian komposisi jaringan tubuh 3. Regulasi keseimbangan elektrolit dan air 4. Bagian luar ginjal disebut korteks. sedangkan bagian dalamnya disebut medulla. Gluconogenesis 9.Karbondioksida dalam sel jaringan Menuju cairan interstitial Berdifusi melaui dinding kapiler jaringan Berikatan dengan molekul air dalam sel darah merah( CO2 +H2O) H2CO3 HCO3 + H H+Hb(HHb) Berikatan dengan Na di plasma darah Menuju kapiler pulmonali Co2 yang berikatan dengan H2O PECAH Co2 berdifusi keluar membrane kapiler pulmonalis Menuju alveolus Ginjal Fungsi Ginjal 1. Regulasi osmolaritas cairan tubuh dan elektrolit 5. Regulasi vitamin D 8. 2. Regulasi keseimbangn asam basa 6. Menyaring darah. Regulasi tekanan arteri 7. Sebagai kelenjar endokrin Struktur ginjal: Diselubungi oleh suatu kapsul yang berbentuk dari jaringan serabut. yang selanjutnya membentuk urine yang mengandung zat sisa metabolisme.

zat yang dibutuhkan oleh tubuh. yaitu unsur pembuluh (elemen vaskuler) dan unsure epitel. . tubukus kontortus distal dan saluran penampung. Filtrasi Dilakukan oleh glomerulus yang terdapat alat penyaring disebut sel podosit. Filtrat ini masih banyak zat .mengandung dua macam unsur. yaitu Kapsula Bowman. lengkung henle yang terdiri dari saluran menurun dan naik. Proses ekskresi pada ginjal: 1. Tubulus Kontortus proksimal.bagian nefron yang mengandung unsur epitel. filtratnya ditampung oleh Kapsula Bowman yang disebut filtrat glomerulus / urin primer. Jumlah urin primer/menit adalah 125 cc.

zat yang tidak berguna bagi tubuh kedalam urin sekunder misalnya ion H+ dan K+ yang terjadi pada tubulus kontortus distal sehingga terbentuklah urin yang sesungguhnya/ urin saja yang dialirkan ke tubulus kolektivus menuju ke pelvis renalis  ureter  vesika urinaria ( 300cc) uretra. Kerjanya sebagai penyaring dan dijumpai di tempat-tempat terbentuknya limfosit. Duktus torasikus mengumpulkan limfe dari semua bagian tubuh. dan lipat paha. Arteri dan vena juga masuk dan keluar kelenjar melalui hilum. Sebuah kelenjar limfe mempunyai pinggiran mempunyai pinggiran yang cembung dan yang cekung. lengan kanan dan dada sebelah kanan dan menuangkan isinya ke dalam vena yang berada di sebelah kanan leher. yang mengandung banyak sel darah putih atau limfosit. yaitu trabekulae. kecuali dari bagian yang menyalurkan limfenya ke duktus limfe kanan. Bahan ini bercampur dengan benda-benda kecil daripada limfe yang banyak sekali terdapat di dalam kelenjar dan selanjutnya campuran ini dikumpulkan pembuluh limfa aferen yang mengeluarkannya melalui hilum.zat yang diserap kembali antara lain glukosa. Pembuluh limfa eferen menembus kapsul di pinggiran yang cembung dan menuangkan isinya ke dalam kelenjar. abdomen. jaringan limfe terbungkus oleh kapsul fibrus. ion . Augmentasi Penambahan zat . Duktus limfe kanan ialah saluran yang jauh lebih kecil dan mengumpulkan limfe dari sebelah kanan kepala dan leher. duktus torasikus dan batang saluran kanan. Dari sini keluar tajuk-tajuk dari jaringan otot dan fibrus. . Ruangan di antaranya berisi jaringan kelenjar .Di sebelah luar. torax. Pinggiran yang cekung disebut hilum. axial. masuk ke dalam kelenjar membentuk sekat-sekat. Sebuah kelenjar terdiri atas jaringan fibrus. Kelompok-kelompok utama terdapat di dalam leher. Reabsorpsi Urin primer direabsorpsi oleh tubulus kontortus proksimal. jaringan otot. Saluran limfe Terdapat dua batang saluran limfe yang utama.ion organik sehingga terbentuklah urin sekunder yang akan melewati lengkung henle. SISTEM LIMFATIK Organ yang terlibat: Nodus limfe Berbentuk kecil lonjong atau seperti kacang dan terdapat di sepanjang pembuluh limfe. dan jaringan kelenjar.2. Peristiwa membuang air kecil dikenal dengan miksturisi. 3. Zat . asam amino.

Mekanisme Peredaran Cairan Limfe cairan interstitial  kapiler limfe  pembuluh limfe  batang limfe  saluran limfe sebelah kiri/sebelah kanan  vena subclavian .

Mentranspor nutrien yang terabsorbsi .Mengembalikan kelebihan cairan jaringan yang keluar dari kapiler .Fungsi cairan limfa : .Mengeluarkan zat-zat toksik dan debris selular dari jaringan setelah infeksi atau kerusakan jaringan.Mengendalikan kualitas aliran cairan jaringan dengan cara menyaringnya melalui nodus-nodus limfe sebelum mengendalikannya ke sirkulasi.Mengembalikan protein plasma ke dalam sirkulasi . Faktor-faktor yang mempengaruhi meningkatnya aliran limfa: Efek tekanan cairan interstitial -peningkatan tekanan kapiler -penurunan tekanan osmotic koloid plasma -peningkatan tekanan osmotic koloid cairan interstitial . .

karbondioksida dan air. PENJELASAN LEARNING ISSUE : 1. - Katabolisme. . PROSES METABOLISME TINGKAT SELULER SAMPAI DENGAN JARINGAN Metabolisme Adalah jumlah keseluruhan reaksi kimia dan pengubahan energi untuk menopang dan memertahankan kehidupan. - Anabolisme. selain itu juga obstruksi vena juga berperan dalam kondisi seperti ini sehingga akan muncul bengkak tersebut. pembentukan molekul-molekul kecil menjadi molekul-molekul besar. . otot rangka tidak berkontraksi sehingga cairan tersebut akan terakumulasi. sintesis glikogen oleh hepar. dan sintesis lemak oleh jaringan adipose. reaksi kimia yang molekulnya mendapatkan electron. Contoh: respirasi sel yang memecah molekul makanan menjadi energi. Enzim Berfungsi mengatalis atau mempercepat jalannya suatu reaksi kimia Sebagian besar reaksi enzimatik memerlukan koenzim sebagai pembawa electron yang memaksimalkan fungsi suatu enzim. Mekanisme terjadinya bengkak akibat penumpukan cairan: Cairan interstisial cenderung berakumulasi di bagian-bagian dependen akibat efek gravitasi. maka setiap reaksi oksidasi disertai dengan reaksi reduksi.-peningkatan permeabilitas kapiler Aktifitas pompa limfa naik maka alirannya juga naik. Jalur metabolic a. Dalam kondisi duduk dengan posisi lama dan waktu yang lama. Kontraksi otot rangka disekitar saluran limfa. diterima kembali oleh molekul lain. penguraian atau dekomposisi atau pemecahan molekul-molekul besar menjadi molekul-molekul kecil. Karena elektron yang dilepas selama reaksi tidak dapat muncul dalam bentuk bebas. Reaksi Reduksi-Oksidasi . reaksi kimia yang molekulnya melepaskan electron. Contoh: sintesis hemoglobin oleh sumsum tulang merah. sehingga elektron yang dilepas. Pergerakan bagian-bagian tubuh pulsasi arteri yang berdekatan dengan saluran limfa perekanan jaringan oleh benda-benda diluar tubuh.Reduksi. b.Oksidasi.

Nikotinamida Adenin Dinukleotida (NAD). Epinefrin . Insulin .peningkatan sintesis protein . c.peningkatan glukosa  glikogen oleh hepar .peningkatan transpor asam amino dan asam lemak untuk sintesis sel 4. Hormon-hormon yang Mengatur Metabolisme Hormon menentukan jalur metabolik yang diambil nutrien terabsorpsi dan memastikan penggunaan sumber energi tubuh yang efisien berdasarkan kebutuhan tubuh.penurunan sintesis protein.peningkatan penggunaan jenis-jenis makanan . b) sintesis senyawa kimia di sel. ATP dibentuk dari pembakaran lemak. protein maupun karbohidrat. Flavin Adenin Dinukleotida (FAD). ATP terbentuk dari nukleotida adenosine ditambah dua gugus fosfat dalam ikatan berenergi tinggi.peningkatan transport asam amino ke dalam sel . Glukagon . berasal dari riboflavin sebagai akseptor electron dan bekerja sama dengan enzim suksinat dehidrogenase. Fungsi ATP: a) transpor zat melalui membran sel.peningkatan glukosa  glikogen . sebagai koenzim yang menerima electron dan bekerja sama dengan enzim laktat dehidrogenase dalam metabolism glukosa dan pembentukan ATP.peningkatan asam amino dan lemak untuk energi 5. Tiroksin . Kortisol . berasal dari niasin. 1.peningkatan asam amino dan lemak untuk energi .peningkatan sintesis protein 2.peningkatan penggunaan lemak untuk energi 3.peningkatan glikogen  glukosa . keculali hepar 6. Hormon Pertumbuhan .peningkatan glikogen  glukosa . c) kerja mekanik.peningkatan lemak untuk energi . ATP Senyawa fosfat berenergi tinggi yang menyimpan energi dalam tubuh.peningkatan transpor glukosa dan penggunaanya untuk energi .

digesti.5 K. Basal Metabolic Rate (BMR) Adalah pelepasan energi per satuan waktu dalam kondisi basal yang secara standar terjaga dan istirahat.Kecepatan Metabolisme Kecepatan metabolism biasanya digunakan sebagai jumlah produksi panas.1K b. metabolism makanan. Aktivitas Muskular juga dapat menghasilkan peningkatan laju metabolic terbesar. Proses ini meliputi kontraksi otot. dan elektrolit bagi tubuh dari nutrien yang dicerna sehingga siap diabsorpsi. dan pertahanan tubuh saat individu terjaga. Makanan kemudian bercampur dengan saliva sebelum ditelan .1K. kelaparan dan kecemasan) 2. 1 gram protein melepas 4. 2. Faktor yang mempengaruhi : Hormon tiroid. Specific Dynamic Action (SDA) Adalah laju metabolic sebesar 10% . Misalnya latihan berat dapat meningkatkan metabolism sampai 15 kali. Ingesti adalah masuknya makanan ke dalam mulut. jenis kelamin. Satu kilokalori Adalah jumlah panas tubuh yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu satu kilogram air sebesar satu derajat celcius dan digunakan untuk menyatakan kandungan kalori makanan dan pengeluaran energi oleh individu. HISTOLOGI. aktivitas saraf. air. usia. Laju metabolic Mengacu pada jumlah energi yang dilepas dalam tubuh melalui katabolisme per satuan waktu. ukuran tubuh dan area permukaan. suhu tubuh dan keadaan fisik maupun psikis seseorang (depresi. Pemotongan dan penggilingan makanan dilakukan secara mekanik ole gigi. sirkulasi. FUNGSI SISTEM PENCERNAAN Fungsi utama sistem ini adalah menyediakan makanan. sekresi. penguraian normal komponen-komponen sel. 1 gram karbohidrat melepas 4. 1. Hal ini karena beberapa proses tubuh yang menggunakan ATP juga memproduksi panas. pada postabsorptif (12 jam setelah makan) dan dalam lingkungan nyaman serta hangat. 2. Kilokalori yang dilepas melalui oksidasi makanan dalam tubuh dapat lansung diukur melalui bankalorimeter. DAN FISIOLOGI ORGAN DALAM PENCERNAAN A.20% melebihi laju energi basal yang digunakan dalam pencernaan makanan. 1. 1 gram lemak melepas 9. produksi panas bisa diukur dengan mengukur aktivitas metabolism. ANATOMI. BMR menyatakan energi minimal yang diperlukan pada saat respirasi. pemompaan jantung. Oleh karena itu. Dalam tubuh. a. SDA protein lebih besar daripada SDA lemak atau karbohidrat sehingga makanan yang mengandung protein bisa meningkatkan laju metabolism.

Impuls simpatis yang dibawa medulla spinalis dalam saraf splanknik. Absorpsi adalah pergerakan produk akhir pencernaan dari lumen saluran pencernaan ke dalam sirkulasi darah dan limfatik 6. dan menghambat sekresi cairan pencernaan. dan absorpsi Lamina propria adalah jaringan ikat areolar yang menopang epithelium Muskularis mukosa terdiri dari lapisan sirkular dalam yang tipis dan lapisan otot polos longitudinal luar b. 2. Mukosa (membran mukosa) tersusun dari tiga lapisan. C. c. FARING. (1) (2) (3) Epitelium yang melapisi berfungsi untuk perlindungan.3. serta saraf sel-sel ganglion yang disebut pleksus Meissner. mengurangi motalitas. d. Submukosa terdiri dari jaringan ikat areolar yang mengandung pembuluh darah. Egesti adalah proses eliminasi zat-zat sisa yang tidak tercerna B. 3. Serosa. Muskularis eksterna terdiri dari dua lapisan otot. RONGGA ORAL. pembuluh limfatik dan pleksur serabut saraf. satu lapisan sirkular dalam dan satu lapisan longitudinal luar. sekresi. Digesti adalah hidrolisis kimia (penguraian) molekul besar menjadi molekul kecil 5. Pleksur Meissner dan Aurebach merupakan sisi sinaps untuk serabut proganglionik parasimpatis. DINDING SALURAN PENCERNAAN Dinding saluran pencernaan terdiri dari 4 lapisan jaringan dasar dari lumen ke arah luar a. Lapisan ini terdiri dari membrab serosa jaringan ikat renggang yang dilapisi epithelium skuamosa simple. menghambat kontraksi otot polos saluran. Rongga Oral . D. Peristalsis adalah gelombang kontraksi otot polos involunter yang menggerakan makanan tertelan melalui saluran pencernaan 4. kecuali ujung atas dan ujung bawah yang dikendalikan secara volunteer 1. Impuls parasimpatis yang dihantarkan dalam saraf vagus (CN X). lapisan keempat dan paling luar juga disebut peritoneum visceral. KENDALI SARAF pada SALURAN PENCERNAAN Sistem saraf otonom menginervasi keseluruhan saluran pencernaan. mengeluarkan efek stimulasi konstan pada tonus otot polos dan bertanggung jawab untuk peningkatan keseluruhan aktivitas. dan ESOFAGUS a. beberapa kelenjar submukosal.

Permukaan luar bibir dilapisi kulit yang mengandung folikel rambut. Otot-otot intrinsik lidah memiliki serabut yang menghadap ke berrbagai arah untuk membentuk sudut satu sama lain. kelenjar keringat. a. Bibir tersusun dari otot rangka dan jaringan ikat. a. Saliva terdiri dari cairan encer yang mengandung enzim dan cairan kental yang mengandung mukus. Lidah berfungsi untuk menggerakan makanan saat dikunyah atau ditelan. Pipi mengandung otot buksinator mastikasi 3. Papila adalah elevasi jaringan mukosa dan jaringan ikat pada permukaan dorsal lidah yang menyebabkan tekstur lidah menjadi kasar • • • • Papila fungiformis Papila filiformis Palila foliate Papila sirkumvalatae d. Area transisional memiliki epidermis transparan. Bagian ini tampak merah karena dilewati oleh banyak kapiler c. Otot-otot ekstrinsik berfungsi dalam pergerakan lidah secara keseluruhan b. Lidah dilekatkan pada dasar mulut oleh frenulum lingua. untuk pengecapan. berfungsi untuk menerima makanan dan produksi wicara. terletak agak bawah dan di depan telinga dan membuka melalui duktus parotid (2) Kelenjar submaksilar (submandibular) kurang lebih sebesar kacang kenari dan terletak di permukaan dalam pada mandibula serta membuka melalui duktus Wharton .Rongga oral merupakan jalan masuk menuju sistem pencernaan dan berisi organ aksesori yang berfungsi dalam proses awal pencernaan.Rongga vestibulum terletak di antara gigi dan bibir serta pipi sebagai batas luarnya 1. Kelenjar Saliva mensekresi saliva ke dalam rongga oral. dan kelenjar sebasea b. Dan otot ini memberikan mobilitas yang besar pada lidah c. a. Ada tiga pasang kelenjar saliva (1) Kelenjar parotid adalah kelenjar saliva terbesar. dan dalam produksi wicara. Permukaan dalam bibir adalah membrane mukosa. Tonsil-tonsil lingua adalah agregasi jaringan limfoid pada sepertiga bagian belakang lidah 4. Bagian frenulum labia melekatkan membrane mukosa pada gusi di garis tengah 2.

Proses Menelan (deglutisi) menggerakan makanan dari faring menuju esophagus .(3) Kelenjar sublingual terletak di dasar mulut dan membuka melalui duktus sublingual kecil menuju ke dasar mulut b. a. bikarbonat) juga sekresi mucus yang lebih kental dan lebih sedikit yang mengandung glikoprotein. Gigi tersusun dalam kantong-kantong pada mandibula dan maksila. Dentin pada bagian mahkota tertutup oleh email dan di bagian akar oleh sementum c. Saluran akar membuka ke tulang melalui foramen apical (d) Dentin menyelubungi rongga pulpa dan membentuk bagian terbesar gigi. klorida. Total keseluruhan adalah 32 gigi b. dan air c. Mahkota dan akar bertemu leher yang diselubungi gingival (gusi) (b) Membran periodontal merupakan jaringan ikat yang melapisi kantong alveolar dan melekat pada sementum di akar (c) Rongga pulpa dalam mahkota melebar ke dalam saluran akar. Fungsi saliva (1) Melarutkan makanan secara kimia (2) Melembabkan dan melumasi makanan (3) Menguraikan zat tepung menjadi polisakarida dan maltose (4) Zat buangan seperti urea dan asam urat diekskresikan ke dalam saliva (5) Zat antibodi dan antibakteri berfungsi untuk membersihkan rongga oral dan membantu memelihara kesehatan oral serta mencegah kerusakan gigi 5. Makanan yang masuk dalam mulut dipotong menjadi bagian-bagian kecil dan bercampur dengan saliva untuk membentuk bolus makanan yang dapat ditelan. berisi pulpa gigi yang mengandung pembuluh darah dan saraf. b. Komposisi saliva. Saliva terutama terdiri dari sekresi serosa. Komponen gigi (a) Mahkota adalah bagian gigi yang terlihat. Fungsi gigi. dua gigi seri. dua gigi seri. dan tiga geraham. dua premolar. Pada umunya manusia memiliki 2 susunan gigi : • Gigi primer terdiri dari satu taring. Total keseluruhan adalah 20 gigi • Gigi sekunder mulai keluar pada usia lima sampai enam tahun yang terdiri dari satu taring. ion. kalium. Gigi berfungsi dalam proses mastikasi (pengunyahan). dua geraham. yaitu 98% air dan mengandung enzim amilase serta berbagai jenis ion (natrium.

terletak pada bagian superior kiri rongga abdomen di bawah diafragma. Antrum pilorus mengarah ke mulut pilorus yang di kelilingi sfingter pilorus muskular . Ada tiga lapisan jaringan dasar (mukosa. dan jaringan a. dan terjadi penutupan semua lubang kecuali esophagus a. Fundus adalah bagian yang menonjol ke sisi kiri atas mulut esofagus. dan bagian pilorus. Ukuran dan bentuknya bervariasi dari satu individu ke individu lain. Sfingter esophagus atas pada mulut esophagus secara normal menyempit untuk mencegah udara memasuki esophagus e.Proses ini melalui tiga fase : 1. yag panjangnya sekitar 9 sampai 10 inci dan berdiameter 1 inci Fungsinya adalah menggerakkan makanan dari faring ke lambung melalui gerak peristaltis d. Esofagus Esofagus adalah tuba muscular. tebal. b. Bolus makanan dalam faring merangsang reseptor orofaring yang mengirim impuls ke pusat menelan dalam medulla dan batang otak bagian bawah. Fase volunter. Bagian jantung lambung adalah area disekitar pertemuan esofagus dan lambung. Lidah menekan palatum keras dan mengarahkan bolus ke arah orofaring Fase faring. 2. Laring terelevasi. b. Sfingter esophagus bawah. submukosa. yang membentuk dua per tiga bagian lambung. Tepi medial badan lambyng yang konkaf disebut kurvakur kecil. Histologi dinding lambung. Semua bagian. badan organ. c. Lapisan otot tambahan ini membantu keefektifan pencampuran dan penghancuran isi lambung. tepi lateral badan lambung yang konveks disebut kurvakur besar. fundus. Gelombang peristaltic kontraksi yang menggerakkan bolus ke dalam esophagus 3. Lambung Anatomi 1. Regia-regia lambung terdiri dari bagian jantung. kecuali sebagian kecil. Lambung adalah organ berbentuk j. Bagian pilorus lambung menyempit di ujung bawah lambung dan membuka ke duodenum. dan epiglottis condong ke bawah menutup mulut laring yang menahan makanan sehingga tidak memasuki saluran pernapasan d. glottis tertutup. 2. terletak pada bagian kiri garis tengah. Fase esophagus. Lidah menekan palatum keras dan menghalangi makanan kembali ke mulut Otot menekan palatum lunak dan uvula mengangkat palatum lunak untuk menutup mulut saluran nasal sehingga makanan tidak akan masuk ke rongga nasal c. melakukan gelombang peristaltic dan memungkinkan makanan terdorong ke dalam lambung c. melintag tambahan. Badan lambung adalah bagian yang terdilatasi dibawah fundus. d. Muskularis eksterna pada bagian fundus dan badan lambung mengandung lapisan otot muskularis) beserta modifikasinya. a.

melindungi lambung terhadap aksi pencernaan dari sekresinya sendiri. 4. Ada kurang lebih 3 juta pit lambung di antara ruga-ruga yang bermuara pada sekitar 15 juta kelenjar lambung. berkadar asam tinggi yang berasal dari bolus) dan mendorongnya ke dalam duodenum. Kelenjar ini hanya mensekresi mukus. asalkan makanan yang dimakan sedikit dan sering. Prosuksi kimus. Produksi mukus. 3.Kelenjar fundus (lambung) terdiri dari tiga jenis sel. terikat pada faktor intrinsik. didapat dari makanan yang dicerna di lambung. CO2 bergerak ke dalam sel untuk berikatan dengan air dan membentuk asam karbonat (H2CO3) dalam reaksi yang dikatalis oleh anhidrase karbonik. Kelenjar lambung yang dinamakan sesuai letaknya. Dalam pembuatan HCL. i. Kelenjar ini mensekresi mukus dan gastrin suatu hormon peptida yang berpengaruh besar dalam proses sekresi lambung. Mukus yang dihasilkan dari kelenjar membentuk barier setebal 1 mm untuk Produksi faktor intrinsik a.b. Lambung tidak memiliki peran mendasar dalam kehidupan dan dapat diangkat. Absorbsi nutrien yang berlangsung dalam lambung hanya sedikit. garam-garaman. Sel chief(zimogenik) mensekresi pepsinogen. Zat terlarut dalam air terabsorpsi dalam jumlah yang tidak jelas. Penyimpanan makanan. 5. Aktivitas lambung mengakibatkan terbentuknya kimun ( masa homogen Digesti protei.Vitamin B12. Sekresi Lambung 1. Kompleks faktor intrinsik vitamin B12 dibawa ke ileum usus halus. menghasilkan 2 sampai 3 L cairan lambung. prekusor enzim pepsin. iii. Cairan lambung mengandung enzim pencernaan. b. asam klorida. Beberapa obat larut lemak (aspirin) dan alkohol diabsorbsi pada dinding lambung. c.Kelenjar ini mensekresi lipase dan renin lambung yang kurang penting.Kelenjar jantung ditemukan di regia mulut jantung. Kapasitas lambung normal memungkinkan adanya interval waktu yang panjang antara saat makan dan kemampuan menyimpan makanan dalam jumlah besar sanpai makanan ini dapat terakomodasi di bagian bawah saluran. Fungsi Lambung 1. Mukosa membentuk lipatan-lipatan (ruga) longitudinal yang menonjol sehingga memungkinkan peregangan dinding lambung. 2. Lambung memulai digesti protein melalui sekresi tripsin dan asam klorida. Ion bikarbonat keluar dari sel digantikan ion klorida dan memasui sirkulasi sistemik. Kelenjar pilorus terletak pada regia antrum pilorus.Faktor intrinsik adalah glikoprotein yang disekresi sel parietal. H2CO3 terionisasi untuk membentuk H+ dan HCO3-. tempat vitamin B12 diabsorbsi. c. dan air. Sel ini mensekresi barier mukus setebal 1 mm dan melindungi lapisan lambung terhadap kerusakan oleh HCL atau autodigesti. b. mukus. ii. Puga terlihat saat lambung kosong dan aka menghalus saat lambung teregang terisi makanan. Ion hidrogen bersama ion klorida secara aktif terpompa ke dalam lambung Sel leher mukosa ditemukan pada bagian leher semua kelenjar lambung. Sel pariental mensekresi asam korida dan faktor intrinsik a. . 6. Jenis kelenjar lambung a. setengah cair. b. c.

a. Pengaturan pelepasan gastrin dalam lambung terjadi melalui penghambatan umpan balik yang didasarkan pada ph isi lambung. Gastrin ini dihasilkan oleh bagian atas (duodenum) usus halus dan dibawa dalam sirkulasi menuju lambung. Amilase dalam salva yang menghidrolisis zat tepung bekerja pada ph netral. ph lambung rendah dan Makanan yang masuk ke lambung memiliki efek pendaparan yang mengakibatkan Tahap usus terjadi setelah kimus meninggalkan lambung dan memasuki usus halus sekresi lambung terbatas. Lipase lambung(disekresi sel chief) menhidrolisis lemak susu menjadi asam lemak dan Karbohidrat. Digesti dalam lambung. Hormon ini yang dibawa ke dalam sirkulasi menuju lambung. b. yang kemudian memicu faktor saraf dan hormon. dalam mulut atau tampilan bau. Enzim gliserol. 2. 1. 3. atau pikiran tentang makanan dapat meransang sekresi lambung. 1. dan menguraikannyauntuk membentuk dadih (curd). tetapi aktivitasnya terbatas dalam kadar ph yang rendah. c. c. Serabut saraf eferen parasimpatis menjalar dalam vagus menuju kelenjar lambung untuk menstimulasi produksi HCL. b. Masuknya makanan ke Tahap lambung terjadi saat makanan mencapai lambung dan berlangsung selama saraf dan hormon terlibat. disekresi sebagai respon terhadap asiditas lambung dengan ph di bawah 2 dan jika ada makanan berlemak. 4. Peregangan dinding lambung merangsang reseptor saraf dalam mukosa lambung dan memicu refleks lambung. Pepsinogen (disekresi sel chief) diubah menjadi pepsin oleh asam klorida (disekresi sel parietal). b. Enzim ini menghidrolisis protein menjadi polipeptida.2. Asam amino dan protein dalam makana yang separuh tercerna dan zat kimis juga meningkatkan sekresi lambung melalui refleks lokal. 2. Sekresi lambung dihambat oleh hormon-hormon polipeptida yang dihasilkan duodenum. peningkatan ph dan peningkatan sekresi lambung. enzim yang mengkoagulasi protein susu. Lambung janin memproduksi renin. Tiga tahap sekresi lambung dinamakan sesuai dengan regia tempat terjadinya stimulus. sekretin. 2. Cairan lambung memicu digesti protein dan lemak. 1. Fungsi gastrin antara lain: a. Lemak. 3. Sekresi lambung distimulasi oleh sekresi gastrin dodenum sehingga dapat berlangsung selama beberapa jam. Lambung tidak mensekresi enzim untuk mencerna karbohidrat. Digesti protein. Jika tidak ada makanan dalam lambung antara jam makan. Faktor Tahap sefalik terjadi sebelum makanan mencapai lambung. Meransang sekresi lambung Meningkatkan motilitas usus dan lambung Mengkonstriksi sfingter esofagus bawah dan merelaksasi sfingter pilorus Efek tambahan seperti stimulasi sekresi pankreas dan peningkatan motilitas usus. . Serabu saraf aferen menjalar ke medula melalui saraf vagus. kolesistokinin dan hormon pembersih enterogastrin. ini terbawa bersama bolus dan tetap bekerja dalam lambung sampai asiditas lambung menembus bolus. makanan masih ada. Pepsin adalah enzim proteolitik yang hanya dapat bekerja dengan ph di bawah 5. enzim-enzim pencernaadn dan gastrin. d. a. Hormon ini meliputi gastric inhibitory polipeptide (GIP).

Pengosongan distimulasi secara refleks saat merespon terhadap peregangan lambung. Sinyal umpan balik memungkinkan kimus memasuki usus halus pada kecepatan tertentu sehingga dapat diproses. Anatomi mikroskopik dinding usus 1.5cm dan panjangnya 3 sampai 5 meter saat bekerja. Karbohidrat dapat masuk dengan cepat . Pengosongan lambung dihambat oleh hormon duodenum yang juga menghambat sekresi lambung dan oleh refleks umpan balik enterogastrik dari duodenum.2mm sampai 1. Divisi 1. e. Faktor-faktor hormon dan saraf ini mencegah terjadinya pengisian yang berlebih pada usus dan memberikan waktu yang lebih lama untuk digesti dalam usus halus. Kontraksi ini adalah daya dorong yang utama yang menggerakkan kimus ke arah bawah sepanjang saluran. Panjangnya kurang lebih I m sampai 1. pelepasan gastrin. pilorus. 2. Segmentasi irama adalah gerakan pencampuran utama. Pergerakan ini dipicu oleh peregagan dan secara refleks dikendalikan oleh SSO. 1.5 m) merentang samapi menyatu dengan usus besar. Gerakan usus halus mencampur isinya dengan enzim untuk pencernaan. memanjang ke lumen dari permukaan mukosa. Ada 3 spesialisasi struktural yang memperluas permukaan absorptif usus halus sampai kurang a. Gerakan ini ialah gerakan konstriksi dan relaksasi yang bergantian dari cincin-cincin otot dinding usus yang membagi isi menjadi segmensegmen dan mendorong kimus bergerak maju mundur dari satu segmen yang relaks ke segmen lain. protein lebih lambat dan lemak dalam lambung selama 3 sampai 6 jam. Ileum (2 sampai 2. Pilcae circulares adalah lipatan sirkular membran mukosa yang permanen dan besar. 2. Diameter usus halus kurang lebih 2. Panjang 7 meter pada mayat dicapai saat lapisan muskularis eksterna berelaksasi. Motilitas Jejunum adalah bagian yang selanjutnya. Segmentasi mencampur kimus dengan cairan pencernaan dan memaparkannya ke permukaan absortif. 3. Usus Halus Keseluruhan usus halus adalah tuba terlilit yang merentang dari sfingter pilorus sampai katup ileosekal. . kekentalan kimus. Duktus empedu dan duktus pankreas.5 m. Vili adalah jutaan tonjolan menyerupai jari (tingginya 0. Peristalsis ialah kontraksi ritmik otot polos longitudinal dan sirkular. tempatnya menyatu dengan usus besar.0 mm) yang lebih 600 kali. Vili hanya ditemukan pada usus halus. dan jenis makanan. setiap vilus mengandung jaring-jaring kapilar dan pembuluh limfe yang disebut kakteal. memungkinkan produk akhir pencernaan mengadakan kontak dengan sel absortif dan mendorong zat sisa memasuki usus besar. Lipatan ini hampir secara kseluruhan mengitari lumen. b. 3.Kendali Pada Pengosongan Lambung 1. Duodenum adalah bagian yang terpendek 25cm sampai 30cm. keduanya membuka ke dinding posterior duodenum beberapa sentimeter dibawah mulut 2.

Kelenjar a. Walaupun demikian. Sel –sel endokrin (pulau-pulau langerhans) pankreas mensekresi hormon insulin dan glukagon. Mikrovili adalah lipatan-lipatan menonjol kecil pada membran sel yang muncul pada tepi yang berhadapan degan sel-sel epitel. walaupun duktus pankreas dan duktus empedu komunis membuka secara terpisah pada duodenum. Leukosit dan nodulus limfe ada di keseluruhan usus halus untuk melindungi dinding usus terhadap invasi benda asing.Peptida usus vaso aktif memiliki efek vasodilator dan efek relaksasi otot polos. Pankreas. CCK. Sel goblet terletak dalam epitelium di sepanjang usus halus. dan GIP berperan untuk menghalangi sekresi kelenjar lambung. Kelenjar penghasil mukus Enzim yang dibentuk oleh sel epitel usus dibutuhkan untuk melengkapi digesti. d. Sel eksokrin (asinar) mensekresi enzim-enzim pencernaan dan larutan berair yang mengandung ion bikarbonat dalam konsentrasi tinggi. 2. Kendali pada sekresi pankreas. 2. 2. 3. 2. Kelenjar Brunner terletak dalam submukosa duodenum. kendali utama terletak pada hormon duodenum yang diabsorpsi ke dalam aliran darah untuk mencapai pankreas. c. Agregasi nodulus limfe yang disebut bercak peyer terdapat dalam ileum. Usus halus mengakhiri proses pencernaan makanan yang dimulai di mulut dan di lambung. Hati. Pankreas adalah kelenjar terelongasi berukuran besar di balik kurvakur besar lambung.Somatostasin menghambat sekresi asam klorida dan gastrin seperti hipotalamus yang melepas faktor pelepas hormon pertumbuhan. Fungsi usus halus 1. Hormon-hormon yang mempengaruhi sekresi dan motilitas saluran pencernaan antara 1.Sekretin. 2. b. Proses ini diselesaikan oleh enzim usus dan enzim pankreas serta dibantu empedu dalam hati. Usus halus secara selektif mengabsorpsi produk digesti. Kelenjar ini memproduksi mukus untuk melindungi mukosa duodenum terhadap kimus asam dan cairan lambung yang masuk ke pilorus melalui lambung. lain: a. .c. Sel ini memproduksi mukus pelindung. Jaringan limfatik.Produk gabungan sel-sel asinar mengalir melalui duktus pankreas yang menyatu dengan duktus empedu komunis dan masuk ke duodenum di titik ampula hepatopankreas. Substansi P mempengaruhi aktivitas motorik otot polos. Sfingter Oddi secara normal mempertahankan keadaan mulut duktus agar tetap tertutup. b. Kelenjar ini mensekresi hormon dan enzim. Pankreas Anatomi 1. Kelenjar enteroendokrin menghasilkan hormon-hormon gastrointestinal. Sekresi eksokrin pankreas dipengaruhi oleh aktivitas refleks saraf selama tahap sefalik dan lambung pada sekresi lambung. dan Kantung empedu 1. c. 1.Kelenjar-kelenjar usus (kripta lieberkuhn) tertanam dalam mukosa dan membuka di antara basisbasis vili.

. Enzim proteolitik pankres (protease) Trisinogen yang disekresi pankreas diaktivasi menjadi tripsin oleh enterokinase yang diproduksi usus halus. 1. 2. lobus kuadratus. 3. Bikarbonat menetralisir asam dan membentuk lingkungan basa untuk kerja enzim pankreas dan usus. Sekresi. aminopeptidase. CCK ini menstimulasi sekresi sejumlah besar enzim pankreas. Lobus kanan hati lenih besar dari lobus kirinya dan memiliki tiga bagian utama. dan lobus kaudatus. Tripsin mencerna protein dan polipeptida besar untuk membentuk polipeptida dan peptida yang lebih kecil. arteri hepatica. Hati memetabolis protein. Sekretin akan dilepas jika kimus asam memasuki usus dan mengeluarkan sejumlah besar cairan berair yang mengandung natrium bikarbonat. dan laktosa) pembentuk nukleotidanya. c. lobus kanan atas. b. saraf dan duktus. oleh garam-garam empedu. dan dipeptidase adalah enzim yang melanjutkan Lipase pankreas menghidrolisis lemak menjadi asam lemak dan gliserol setelah lemak diemulsi Amilase pankreas menghidrolisis zat tepung yang tidak tercerna oleh amilase saliva menjadi Ribonuklease dan deoksiribonuklease menghidrolisis RNA dan DNA menjadi blok-blok sama seperti tripsin terhadap protein. sukrosa. masing-masing berisi sebuah cabang vena portal.500g dan pada kondisi hidup berwarna merah tua karena kaya akan persediaan darah. dan karbohidrat tercerna Hati berperan penting dalam mempertahankan homeostatik gula darah. Hati memproduksi empedu yang berperan dalam emulsifikasi dan absorpsi lemak. 4. Ligamen falsiform memisahkan lobus kanan dari lobus kiri. a. membentuk sebuah lobulus portal. 2. dan lemak. a. 1. Komposisi cairan pankreas. Cairan pankreas mengandung enzim-enzim untuk mencerna protein. Hati terbagi menjadi lobus kanan dan kiri. Metabolisme. Dalam lobus lempengan sel-sel hati bercabang dan beranastomosis untuk membentuk jaringan tiga dimensi. Kimotripsin memiliki fungsi yang Karboksipeptidase. Beratnya 1. Kimotripsin teraktivasi dari kimotripsinogen oleh tripsin. disakarida ( maltosa. proses pencernaan protein untuk menghasilkan asam-asam amino bebas. b. 2. Sekretin diproduksi oleh sel-sel mukosa duodenum dan diabsorpsi ke dalam darah untuk mencapai pankreas. 2. duktus empedu. Diantara kedua lobus terdapat vena porta hepatica. saluran portal. CCK diproduksi oleh sel-sel mukosa duodenum sebagai respon terhadap lemak dan protein separuh tercerna yang masuk dari lambung. Hati dan sekresi empedu Anatomi hati Hati adalah organ viseral terbesar dan terletak dibawah kerangka iga. Hati menyimpan Hati mengurai protein dari sel-sel tubuh dan sel darah merah yang rusak. 3. Organ ini glukosa dalam bentuk glikogen dan mengubahnya kembali menjadi glukosa jika diperlukan tubuh membentuk urea dari asam amino berlebih dan sisa nitrogen. karbohidrat. jalur masuk dan keluar pembuluh darah. Fungsi utama hati 1. Ruang-ruang darah sinusoid terletak di antara lempeng-lempeng sel .1. Hati menerima darah teroksigenasi dari arteri hepatika dan darah yang tidak teroksigenasi tetapi kaya akan nutrien dari vena portal hepatica. lemak.

Setelah disekresi kedalam usus . peningkatan destruksi sel darah merah. 4. Garam empedu membantu mengabsorpsi zat terlarut lemak dengan cara Pengeluaran kolesterol dari tubuh. Jaudince. 3. Emulsifikasi lemak. terutama saat tidur. serts obat yang tidak dapat diuraikan dan diekskresikan. Dan hati menyimpan toksin tertentu ( pestisida. Pigmen empedu tersiri dari biliverdin (hijau) dan bilirubin (kuning). garam tersebut direabsorpsi dari ileum bagian bawah kembali ke hati dan didaur ulang kembali. Garam empedu berikatan dengan kolesterol dan lesitin memfasilitasi jalurnya menembus membran sel. Empedu yang diproduksi oleh sel-sel hati memasuki kanalikuli empedu yang kemudian menjadi Duktus hepatika menyatu untuk membentuk duktus hepatik komunis yang kemudian menyatu Duktus emepdu komunis. dan bersama limpa mengatur volume darah yang diperlukan tubuh. tuntuk penyimpanan di kantung empedu. e. dan fosfolipid) Hati mensintessis protein plasma dan faktor-faktor pembekuan darah. bermuara di duodenum atau dialihkan duktus hepatika kanan dan kiri. d. 6. 2. Organ ini juga pemakaian lemak. berbagai aktivitas kimia tubuh dalam hati menjadikannya sebagai sumber panas utama dalam tubuh. . untuk membentuk agregasi kecil disebut micelle yang dibuang melalui feses. D. a. enzim. b. Absorpsi lemak. Empedu Anatomi sekresi empedu a. Garam-garam empedu terbentuk dari asam empedu yang berikatan dengan kolesterol dan asam amino. Hati merupakan reservoar untuk sekitar 30% curah jantung. Penyimpanan. Hati menyimpan mineral sepeti zat besi dan tembaga serta vitamin latur lemak (A. Hati mensintesis lemak dari karbohidrat dan protein dan terlibat dalam penyimpanan dan Hati mensintesi unsur-unsur pokok membran sel (lipoprotein. merupakan akibat dari peningkatan kadar bilirubin darah. mensintesis bilirubin dari produk penguraian hemoglobin dan mensekresinya kedalam empedu. Pigmen utamanya adalah bilirubin yang . E. Pigmen ini merupakan hasil 1. dan garamgaram empedu. a. hati melakukan inaktivasi hormon dan detoksifikasi toksin dan obat. dengan duktus sistikus dari kantung empedu dan keluar dari hatu sebagai dukts empedu komunis. c. Peristiwa ini dikenal sebagai sirkulasi enterohepatika garam empedu. Detoksifikasi. Garam empedu mengemulsi gobulus lemak besar dalam usus halus yang kemudian menghasilkan gobulus lemak lebih kecil dan area permukaan yang lebih luas untuk kerja penguraian hemoglobin yagn dilepas dari sel darah merah terdisinegrasi. c. Penyimpanan darah. dan K). Fungsi garam empedu dalam usus halus. atau warana kekuningan pada jaringan. atau obstruksi duktud empedu dan batu empedu. Komposisi empedu Empedu adalah larutan berwarna unign kehijauan terdiri dari 97% air. 5. Ini merupakan indikasi kerusakan fungsi hati dan dapat disebabkan oleh kerusakan sel hati (hepatis). pigmen empedu. kolesterol. b. Produki panas . b. bersama dengan duktus pankreas.emberikan warna kuning pada urine dan feses. Hati memfagosit eritrosit dan zat asing terdisintegrasi dalam darah.c.

Kolon descenden merentang ke bawah pada sisi kiri abdomen dan menjadi kolon sigmoid berbentuk S yang bermuara di rectum • Rektum adalah bagian saluran pencernaan selanjutnya dengan panjang 12 sampai 13cm. panjangnya lebih pendek. Kolon transversa merentang menyilang abdomendi bawah hati dan lambung sampai ke tepi lateral ginjal kiri. Usus Besar Usus besar tidak memiliki vili dan lipatan-lipatan sirkular. Kandung empedu mengkonsentrasi cairannya dengan cara mereabsorpsi air dan elektrolit. Kandung empedu menyimpan cairan empedu yang secara terus-menerus disekresi oleh sel-sel hati sampai diperlukan dalam duodenum. Saat asam lemak dan asam amino mencapai usus halus. Sekum adalah kantong tertutup yang menggantung di bawah area katup ileosekal Kolon adalah bagian usus besar dari sekum sampai rekum. Dengan demikian kandung ini mampu menampung hasil 12 jam sekresi empedu hati. dan daya regangnya lebih besar dibandingkan usus halus Bagian-bagian usus besar • • 1. Fungsi 1. Organ ini terletak di lekukan dibawah lobus kanan hati. 2. diameternya lebih lebar. Pelepasa cairan ini dirangsang oleh CCK. Kapasitas total kandung empedu kurang lebih 30 ml sampai 60 ml. Kandung empedu Anatomi Kandung empedu adalah kantog muskular hijau menyerupai pir dengan panjang 10 cm. Cairan empedu kemudian didorong ke dalam duodenum.Kendali pada sekresi dan aliran empedu Sekresi empedu diatur oleh faktor saraf (impuls parasimpatis) dan homon (sekretin dan CCK) yang sama dengan yang mengatur sekresi cairan pankreas. tempatnya memutar ke bawah pada fleksura spleknik 3. f. Di antara waktu makan sfingter Oddi menutup dan cairan empedu mengalir ke dalam kantung empedu yang relaks. berakhir pada saluran anal dan membuka ke eksterior di anus Fungsi usus besar • • Mengabsorpsi 80% sampai 90% air dan elektrolit Mmeproduksi mucus . CCK dilepas untuk menkontraksi otot kandung empedu dan merelaksasi sfingter Oddi. Kolon memiliki tiga divisi: Kolon ascenden merentang dari sekum sampai ke tepi bawah hati sebelah kanan dan membalik secara horizontal pada fleksura hepatica 2.

Usus penyerapan menghasilkan enzim-enzim sebagai berikut: 1. diaktifkan oleh enterokinase menjadi erepsin. Maltase.• • Baketri yang terdapat dalam kolon mampu mencerna sejumlah selulosa dan memproduksi Mengekskresi zat sisa dalam bentuk feses sedikit kalori nutrient bagi tubuh 3. Kelenjar pankreas Kelenjar pankreas terletak di usus 12 jari dan menghasilkan beberapa enzim sebagai berikut: 1. d. Usus halus Ketika makanan masuk ke usus halus. asam lemak. makanan dicerna secara kimiawi dibantu oleh enzim pencernaan dari pankreas. berfungsi untuk mengubah maltosa menjadi glukosa. lambung mengeluarkan getah lambung yang mengandung: 1. Enzim adalah zat kimia yang berfungsi untuk mempercepat reaksi kimia. Enzim amilase. Pada proses ini. Asam (HCl). Peran enzim dalam sistem pencernaan: Mulut Pada mulut selain terjadi pencernaan secara mekanik juga terjadi pencernaan secara kimiawi. 2. 2. 3. Pada manusia proses pencernaan mekanik dilakukan dengan menggunakan gigi. Enzim ini berfungsi untuk mengubah amilum menjadi maltosa. Pencernaan kimiawi Pencernaan kimiawi adalah proses perubahan makanan dari bentuk kompleks menjadi bentuk yang lebih sederhana dengan menggunakan enzim. berfungsi untuk mengubah amilum menjadi maltosa. Enzim tripsin. berfungsi sebagai pengubah protein dan pepton menjadi dipeptida. Sakrase. b. dan gliserol. yaitu dengan bercampurnya makanan yang telah dikunyah dengan air liur yang mengandung enzim ptialin (amilase). berguna membunuh kuman yang masuk bersama makanan dan membantu melunakkan . 2. berguna untuk mengubah protein menjadi pepton. berfungsi untuk mengubah sukrosa menjadi fruktosa dan glukosa. Pepsin. Renin. MEKANISME PROSES PENCERNAAN Pencernaan makanan pada manusia ada 2: a. . Pepsin berfungsi untuk mengubah protein menjadi proteosa dan pepton. c. Laktase. Pencernaan mekanik Pencernaan mekanik adalah proses perubahan makanan dari bentuk besar atau kasar menjadi bentuk kecil atau halus. Lambung Di dalam lambung makanan dari kerongkongan dicerna oleh dinding lambung. makanan yang keras di dalam lambung serta mengaktifkan pepsinogen menjadi pepsin. Erepsin berfungsi mengubah pepton menjadi asam amino. Erepsinogen. berfungsi untuk mengubah laktosa menjadi glukosa dan galaktosa. 3. 4. Makanan kemudian disalurkan ke usus penyerapan. enzim ini juga berfungsi untuk membunuh kuman yang masuk bersama makanan. Selain itu. . berguna untuk mengubah susu menjadi kasein.

heptosa. Polisakarida Merupakan bentuk karbohidrat yang paling kompleks. hektosa. Sel-sel di dalam tubuh tentunya tidak dapat langsung menyerap karbohidrat.3. baru akan terjadi metabolisme glukosa di tingkat sel (respirasi sel). Karbohidrat dibagi menjadi empat macam. PROSES METABOLISME KARBOHIDRAT. galaktosa. Contoh dari monosakarida adalah glukosa. Oligosakarida Merupakan bentuk karbohidrat yang bila dihidrolisis menjadi dua sampai sepuluh unit monosakarida. Monosakarida menurut jumlah atom karbonnya adalah triosa. laktosa (bila dihidrolisis menjadi glukosa dan galaktosa). Monosakarida Merupakan bentuk karbohidrat yang tidak dapat dihidrolisis lagi menjadi senyawa yang lebih sederhana. Setelah berubah menjadi glukosa. Karbohidrat akan dipecah menjadi monosakarida melalui proses digesti di saluran pencernaan. Contoh disakarida adalah maltosa ( bila dihidrolisis menjadi dua molekul glukosa). yaitu: 1. Tabel singkat respirasi sel Reaksi Molekul yang terlibat Hasil reaksi Vitamin/ mineral yang diperlukan . PROTEIN. 2. 4. METABOLISME KARBOHIDRAT Karbohidrat merupakan derivat dari aldehid. Polisakarida bila dihidrolisis akan menghasilkan lebih dari sepuluh molekul monosakarida. 4. oktosa dan selanjutnya. tetapi karbohidrat tersebut harus dipecah menjadi molekul yang lebih sederhana lagi yaitu monosakarida. Respirasi sel ini mencakup tiga peristiwa: glikolisis. Karena glukosa merupakan monosakarida yang paling utama yang dapat diserap oleh tubuh untuk menghasilkan energi. DAN LEMAK A. Enzim lipase. Karbohidrat yang masuk ke tubuh berasal dari makanan. siklus Krebs. fruktosa. sistem transpor sitokrom/ elektron. berfungsi sebagai pengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol. Contoh dari polisakarida adalah pati dan dekstrin. Disakarida Merupakan bentuk karbohidrat yang bila terhidrolisis menjadi dua monosakarida yang sama ataupun berbeda. Contohnya adalah maltotriosa. pentosa. terutama dalam bentuk glukosa. 3. sukrosa (bila dihidrolisis menjadi glukosa dan fruktosa). Sedangkan bila berdasarkan gugus pembentuknya monosakarida dibedakan menjadi aldosa (gugus aldehid) dan ketosa (gugus keton). tetrosa.

bila anaerob diubah menjadi asam laktat) ∙ CO2 ∙ 3 NADH2 dan 1 FADH2 Niasin Siklus Krebs Asam Piruvat atau Asetil KoA NADH2 dan (menuju reaksi sistem transpor sitokrom) ∙ empat molekul karbon ∙ 34 ATP ∙ air metabolik ∙ Tiamin ∙ Riboflavin ∙ Niasin ∙ Asam pantotenat Besi dan tembaga Sistem Transpor Sitokrom FADH2 Kelebihan glukosa akan disimpan dalam bentuk glukagon yang terdapat pada hepar dan otot rangka. METABOLISME GLUKOSA A. Makanan merupakan energi potensial. Sehingga dapat digunakan bila tubuh membutuhkannya untuk menghasilkan energi.Glikolisis Glukosa ∙ 2 ATP (bersih) ∙ 2 NADH2 dan 1 FADH2 (dilanjutkan ke reaksi sistem transpor sitokrom) ∙ 2 Asam piruvat ( bila aerob langsung menuju siklus Krebs. sedangkan untuk membebaskan energi tersebut dibutuhkan O2 yang di dapatkan dari proses bernafas. Dari tabel di atas dapat diambil garis besar. GLIKOLISIS . bahwa yang paling perlu dalam metabolisme iti adalah makan dan bernafas.

.

B. SIKLUS KREBS .

METABOLISME PROTEIN Anabolisme Unsur dasar penyusun protein adalah asam amino. dan 20 di antaranya terdapat dalam protein tubuh dalam jumlah yang cukup banyak. metionin.Asam amino non esensial : asam amino yang dapat disintesis oleh tubuh Ex : alanin. arginin. prolin. isoleusin.Asam amino esensial : tidak dapat disintesis oleh tubuh Ex : treonin. glutamate. tirosin . lisin. leusin. valin. asparagin. sistein. serin. glutamine. . triptofan. fenialanin.SECARA GARIS BESAR Glukosa  2 ATP  2 NADH + 2 H+ GLIKOLISIS Asam piruvat  2 NADH + 2 H+ Asetil Ko-A  2 CO2 4 CO2 SIKLUS KREBS  6 NADH  2 FADH2 2 ATP TRANSPOR ELEKTRON 34 ATP O2 H2O B. histidin . aspartat. glisin.

digunakan untuk mensintesis glukosa / asama lemak. satu radikal amino dan satu radikal karboksil masih terletak pada ujung yang berlawanan dan kemudian membentuk lagi rantai peptida. Bila tidak ada hati / pada penyakit hati yang berat. yaitu enzim yang bertanggung jawab memulai sebagian besar katabolisme (pemecahan protein untuk digunakan sebagai energi atau bila berlebih disimpan terutama sebagai lemak / glikogen). Setelah itu zat tersebut dpecah dan menjadi energi. dan satu ion hidroksil dilepas dari radikal karboksil. asam amino dihubungkan menjadi rantai panjang melalui ikatan peptide. asam keto yang dihasilkan dapat dioksidasi untuk mengeluarkan energi untuk keperluan metabolisme. Asam keto diubah menjadi zat kimia yang sesuai kemudian masuk ke dalam siklus asam sitrat.Struktur asam amino memperlihatkan ciri yang khas yaitu mempunyai satu gugus asam (-COOH) dan satu atom nitrogen yang melekat pada molekul. Asam glutamat ini kemudian dapat mentransfer asam amino ke zat lainnya / dapat melepaskan dalam bentuk ammonia (NH3). yang sering kali menimbulkan keadaan yang disebut koma hepatikum. 1. Setelah dibentuk. yang kemudian menjadi asam glutamate. ammonia akan menumpuk dalam darah. Setelah ureum terbentuk. penambahan asam amino tambahan dalam cairan tubuh terutama di hati. Satu atom hidrogen dilepaskan dari radikal amino. Pembentukan urea di hati Amonia yang dilepaskan selama deaminasi asam amino dikeluarkan dari darah hampir seluruhnya melalui konversi menjadi ureum. asam glutamat sekali lagi menjadi asam αketoglutarat. 3. keduanya bergabung membentuk molekul air. Nitrogen pada radikal amino dari satu asam amino berikatan dengan karbon dari radikal karboksil asam amino lainnya. . yang biasanya berupa gugus amino (-NH2). Oksidasi ini biasanya melibatkan 2 proses yang berurutan: a. sehingga siklus tersebut dapat berlangsung berulang-ulang. b. Oksidasi asam amino yang sudah mengalami deaminasi Begitu asam amino sudah dideaminasi. Pada dasarnya. Hormon pertumbuhan meningkatkan sintesis protein sel karena adanya percepatan proses transkripsi dan translasi RNA dan DNA untuk sintesis protein. Asam amino tertentu yang dideaminasi serupa. Hormon yang berpengaruh dalam metabolisme protein: 1. Keadaan ini sangat toksik terutama terhadap ginjal. Deaminasi Gugus amino dari asam amino ditransfer ke asam α-ketoglutarat. 2. Katabolisme Begitu sel diisi sampai batasnya dengan protein yang tersimpan. akan menginduksi aktivasi sejumlah besar aminotransferase. semua asam amino dalam tubuh manusia disintesis di hati. Misalnya deaminasi alanin adalah asam piruvat.dan sebagian lagi dikonversi menjadi asam lemak (disebut proses ketogenesis). sebagian dikonversi menjadi asetil ko-A (2 mol asetil ko-A akan berubah menjadi asam aseloasetat). Dalam proses kehilangan gugus amino. Asam piruvat ini kemudian dikonversi menjadi glukosa/ glikogen (disebut proses glukoneogenesis). pada banyak keadaan . Dalam protein. ureum berdifusi dari sel hati masuk ke dalam cairan tubuh dan diekskresikan oleh ATP yang dihasilkan dari protein lebih kecil daripada ATP yang dibentuk glukosa untuk setiap gramnya. otak.

albumin dimanfaatkan untuk mempercepat pemulihan jaringan sel tubuh yang terbelah. Globulin Meruapakan protein yang tidak larut dalam air. dalam susu (laktalbumin). Fungsi albumin : a. larut dalam pseudoglobulin. terbentuk bekuan darah yang akan membantu memperbaiki kebocoran sistem sirkulasi. Albumin merupakan protein yang larut dalam air dan mengendap pada kondisi dipanaska. Glukortikoid meningkatkan pemecahan sebagian besar protein jaringan.Misalnya akibat operasi. b. C. Ada tiga macam globulin: a. Albumin dapat menghindari timbulnya pembengkakan paru-paru dan gagal ginjal serta sebagai carrier faktor pembekuan darah. serta dalam larutan garam. darah (albumin serum). b. Dengan demikian. Terbuat di hepar sehingga dapat digunakan untuk tes pembantu dalam penilaiaan fungsi ginjal dan saluran pencernaan. 5. Globulin juga memiliki sifat lain yaitu mengeras atau menggumpal jika dikondisikan dalam suhu tinggi.Kolesterol . albumin telur 44000. c. Banyak dijumpai pada telur (albumin telur. Fibrinogen Fibrinogen berpolimerasi menjadi pilinan fibrin yang panjang selama proses koagulasi darah. sehingga dapat menjadi rangsangan bagi pembentukan protein.2. Dengan kata lain sangat erat kaitannya dengan proses pembekuan darah. Berat molekul albumin plasma pada manusia 69000.Membentuk jaringan sel baru sehingga dalam ilmu kedokteran. Beta globulin Protein plasma darah yang memiliki kaitan erat dengan transportasi thrombin dan protrombin.Mengangkat molekul-molekul kecil melewati plasma dan cairan sel. Tiroksin meningkatkan kecepatan metabolisme seluruh sel termasuk protein. Estrogen menambah sedikit deposit protein. c. Dengan kata lain sangat erat kaitannya dengan proses imun atau kekebalan tubuh. Testoteron menambah deposit protein di jaringan. larut dalam euglobulins. Jenis protein yang terdapat dalam plasma: Albumin Jenis protein terbanyak dalam plasma yang mencapai 60%. Gamma globulin Kelompok protein serum yang mengandung banyak antibody. 3. putih telur). METABOLISME LEMAK Lipid dibagi menjadi 3: 1. Insulin diperlukan untuk sintesis protein. dalam daging mamalia 63000. Fungsi ini erat kaitannya dengan bahan metabolism asam lemak bebas dan bilirubin dan berbagai macam obat yang kurang larut dalam air tetapi harus diangkat melalui darah dari satu organ ke organ lain agar dapat diekskresi. 6.Fosfolipid 3. Insulin mempercepat transpor beberapa asam amino ke dalam sel. Alfa globulin Salah satu bagian plasma darah yang mengedarkan hormon. 4.Trigliserida 2.

D.Pencernaan lemak dalam usus 1. (memperbesar 1000x daerah permukaan lemak total) Lemak + (empedu + pengadukan ) -> lemak terelmusi Lemak teremulsi + (lipase pangkreas) -> Asam lemak dan 2-monogliserida Fungsi Lemak     Sebagai sumber energi sekunder Melarutkan vitamin A.Emulsifikasi lemak.E. terutama pada subcutaneous layer. memecahkan gumpalan lemak menjadi ukuran yang lebih kecil sehingga enzim pencernaan yang larut air dapat bekerja pada permukaan gumpalan lemak 2. Pengaruh empedu (garam empedu + fosfolipid lestin) -> menurunkan tegangan antar permukaan lemak. . dan K Melindungi alat-alat vital pada tubuh Memperbaiki rasa makanan (gurih) Kelebihan lemak disimpan dalam jaringan adipose.

cairan jaringan dan cairan khusus 3. Elektrolitn merupakan ion yang ditemukan dalam tubuh. Osmosis diatur oleh konsentrasi elektrolit didalam cairan tubuh (OSMOLARITAS). Air membentuk 60% sampai 75% total berat badan tubuh 2.air akan berdifusi melewati membran ketempat yang mempunyai konsentrasi elektrolit lebih tinggi. atau cairan intraselular 4. SISTEM REGULASI SUHU TUBUH A.getah bening.5. Cairan intraselular (CIS) adalah air dalam sel kira-kira dua pertiga total cairan tubuh 2. Cairan tubuh elektrolit dan Keseimbangan air dan elektrolit 1. fitrasi: plasma menjadi cairan jaringan. osmosis: cairan jaringan menjadi plasma. Air selalu berpindah dari 1 kompartemen ke kompartemen lainya. Cairan ekstraselular(CES) adalah air diluar sel terdiri atas plasma . getah bening. . terbanyak adalah mineral Kompartemen air 1.

5.bikarbonat .kalsium .membantu mengatur tekanan osmotic Fungsi bikarbonat adalah sebagai bagian system dapar bikarbonat Fungsi fosfat adalah bagian DNA.sekresi ADH menurun . Aldosteron yang disekresi oleh korteks adrenal meningkatkan reabsorpsi ion natrium oleh ginjal .urea. Hiponatermia adalah konsekuensi akibat keringat yang berlebihan .oksigen. Elektrolit membantu mengatur osmosis antar kompartemen air Elektrolit dibagi menjadi dua yaitu 1. b. Urine. udara yang dikeluarkan.dan anionya meliputi . 2.ditandai Hipernatemia adalah konsekuensi kehilangan air ditandai dengan kehilangan CIS.kalsium magnesium .protein .fosfat .Haluaran air 1.diare atau muntah .aktifitas saraf serta sel otot Beberapa fungsi dari macam anion elektrolit utama Fungsi klorida adalah anion terbanyak dalam CES . ADH yg dilepaskan darihipofisis posterior meningkatkan reabsorpsi air oleh ginjal 4.kalium.sebazgian besar anorganik 2. Beberapa fungsi dari macam kation elektrolit utama Fungsi dari natrium adalah menciptakan tekanan osmotic CES . Ketidakseimbangan natrium meliputi: a. Cairan nonelektrolit adalah zat yang tidak terurai dalam larutan dan tidak bermuatan listrik contohnya.dan haluaran urine meningkat 6. Hipotalamus mempunyai osmoreseptor yang mendeteksi perubahan osmolaritas cairan tubuh 2.dan cairan dikonsumsi untuk menggantikannya 3. haus dengan pusing berlebihan 2. Cairan elektrolit dalah garam yang terlarut dalam air menjadi 1 atau lebih partikel bermuatan disebut ion contohnya. keringat.dan sulfat 3. feses 2.magnesium .glukosa dan karbondioksida.ATP dan FOSFOLIPID Fungsi sulfat adalah bagian asam amino dan protein Ketidakseimbangan elektrolit 1. Ketidakseimbangan kalium meliputi: .kation terbanyak dalam CIS Fungsi dari kalsium adalah mempertahankan eksitabilitas saraf dan sel-sel otot Fungsi dari magnesium adalah sangat penting untuk produksi ATP . Jika volume darah meningkat .air kemudian di reabsorpsi melalui osmosis. natrium .ANH kehilangan ion natrium dan air di dalam urine Elektrolit 1. Dehidrasi merangsang sensasi haus .RNA .kalium. Jika air dalam tubuh terlalu banyak .natrium . klorida. Mengandung kation meliputi.mudah berdifusi keluar masuknya sel . Zat kimia yang terlarut didalam air dan memisahkan diri membentuk ion-ion . Setiap variasi haluaran harus dikompensasi oleh perubahan asupan Pengaturan asupan dan haluaran air 1.kation terbanyak dalam CES Fungsi dari kalium adalah menciptakan tekanan osmotic CIS .

a.arimia ginjal 3. Asupan makanan dan perubahan suhu tubuh yang akan berpengaruh terhadap proses metabolism di dalam tubuh. Produksi panas Panas adalah salah satu energi yang diproduksi pada respirasi sel. dan konduksi. radiasi dan konveksi efektif bila suhu lingkungan lebih dingin daripada tubuh. Haluaran –urine . - Panas hilang dari saluran pernafasan melalui pengupan air dari mukosa pernafasan yang panas Sejumlah kecil panas hilang sebagai urin dan feses yang dikeluarkan dari tubuh Mekanisme kehilangan panas adalah vasodilatasi pada dermis dan peningkatan berkeringat.ditandai dengan kelemahan otot menjadi tetanus (kejang) Asupan haluaran dan pengaturan 1. Termoregulasi Rentan normal suhu tubuh manusia adalah 360 C-380 C. Aliran darah meningkat. Organ yang aktif terus menerus memproduksi panas. suhu tubuh berfluktuasi 10 C – 20 C. Kehilangan panas Aliran darah melalui dermis menentukan jumlah panas yang hilang melalui konveksi. Stress Rangsang simpatik. dan neropinefrin meningkatkan aktivitas metabolic. 3. Berkeringat adalah mekanisme kehilangan panas tubuh menguapkan keringat di atas permukaan tubuh.aldosteron –natrium dan kalium . epinefrin. Ketidakseimbangan kalsium meliputi: a. Konduksi dan konveksi adalah perpindahan panas dengan disertai kontak langsung. Tiroksin dari glandula Tiroidea ( paling penting ) seiring penurunan kecepatan metabolism. sehingga produksi panas dan ATP juga naik. Hiperkalemia adalah suatu konsekuensi gagal ginjal angkut serta penyakit Addison ditandai dengan kelemahan . 4. Faktor – faktor yang mempengaruhi produksi panas : 1.PTH dan Kalsitonin –kalsium dan fosfat B.ANH –natrium .feses 3. tirosin disekresi lebih banyak untuk meningkatkan respirasi sel. kofusi b. . dengan suhu terendah saat tidur. Hepar menghasilkan 20% panas saat istirahat. Dalam 24 jam. 2. Hipokalsemia adalah penurunan asupan kalsium ditandai dengan spasme otot kemudian Hiperkalsemia adalah suatu konsekuensi hipoparatiroidisme . Evaporasi juga bisa terjadi di tubuh melalui kulit ( keringat). Asupan –elektrolit adalah makanan dan minuman beraklohol 2.keringat . radiasi. Hormon yang terlibat . Tonus otot menghasilkan 25% panas saat istirahat. akan naik suhu nya bila ruangan itu dipenuhi orang. b. Hipokalemia adalah suatu konsekuensi muntah/diare serta penyakit ginjal ditandai dengan lelah. Hal ini menjelaskan mengapa bila ada suatu ruangan kosong yang dingin. Radiasi adalh proses kehilangan panas dalam bentuk gelombang inframerah.

Setelah itu thermostat kembali ke tingkat normal . Aktivasi saraf simpatik vasokonstriktor di tubuh menyebabkan vasokontriksi yang kuat. mengubah posisi tubuh (melingkarkan tangan di tubuh). mencari lingkungan yang lebih dingin.- Beberapa cara manual antara lain: menurunkan tingkat aktivitas. - Ada beberapa cara manual yang dapat dilakukan antara lain: memakai pakaian hangat untuk membatasi panas yang keluar. Hal itu akan menurunkan suhu tubuh dengan sendirinya. Hipotalamus menyebabkan pengeluaran prostalglandin. ditandai dengan keringat yang keluar. minum minuman panas. dan meningkatakan aktivitas tubuh. - Mekanisme untuk meningkatkan panas adalah vasokontriksi pada dermis dan penurunan produksi keringat. . dll. Demam Demam adalah hyperthermia yang terkontrol. selanjutnya sutu tubuh akan berada di pengaturan demam smapai adanya pertahanan dari tubuh dan bila ada antibiotic yang masuk.alergi. tetapi bisa juga disebabkan oleh kondisi lain (kanker. cedera di system saraf pusat). menggunakan pakaian berwarna terang. Sering terjadi kerena terjadi infeksi di dalam tubuh. Hipotalamus menerima rangsangan dari perifer termoreseptor yang terletak di kulit dan termoreseptor pusat. Produksi panas Hipotalamus adalah thermostat tubuh dan mengatur suhu tubuh dengan menyeimbangkan produksi panas dengan kehilangan panas. Prostalglandin mengatur thermostat di hipotalamus ke suhu yang lebih tinggi. Temperatur akan meningkat terus sampai mencapai pengaturan baru. Sebagai hasilnya aliran darah dalam tubuh menurun.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->