PEMBAHASAN

SEL Sel merupakan unit dasar terkecil yang mendasari suatu kehidupan. Ilmu yang mempelajari sel disebut sitologi (cytology). 1. bagian dari sel a. plasma sel 1) luar sel 2) 3) tersusun atas fosfolipid dan protein membrane plasma memungkinkan sel untuk berinteraksi dengan sel yang lain, tempat sebagai pembatas terluar dari sel yang membatasi komponen dalam sel dengan lingkungan

reseptor, dan mengatur pertukaran material dengan cara difusi atau osmosis b. sitoplasma, cairan tempat melekatnya organel-organel pada sel 1) substansi antara nucleus dan membrane plasma yang meengandung organel dan incluuisions terdiri atas air, protein, karbohidrat, lipid, serta komponen anorganik. Zat kimia dalam tempat dimana reaksi kimia berlangsung nucleus merupakan pusat pengaturan segala aktivitas sel dan mengandung kromosom yang berisi materi genetic (DNA) • 2) • • 3) • • • semua sel memiliki nucleus kecuali sel darah merah ribosome terdiri dari granula yang berisi DNA ribosomal dan protein ribosomal sebagai tempat sintesis protein reticulum endoplasma merupakan jaringan yang menghubungkan membrane nucleus dan membrane plasma reticulum endoplasma kasar mengandung ribosom, tetapi reticulum endoplasma halus tidak mendukung proses mekanis yang terjadi, melepaskan ion kalsium yang terlibat dalam konsentrasi otot, memimpin pertukaran materi dalam sitoplasma, system pengangkutan interseluler, mensintesa lipid dan protein, menyimpan molekul hasil sintesa, dan membantu sel untuk mengeluarkan zat kimia yang tidak diperlukan 4) • badan golgi terdiri dari empat hingga delapan tumpukan kantong gepeng fungsi utamanya adalah memproses, menyusun, dan mengantarkan protein ke sel. Selain itu juga mensekresi protein dan lipid sertab membentuk lisosom 5) • • mitokondria terdiri dari lapisan membrane yang membatasi dan lipatan yang disebut Krista membentuk ATP

2)
3) c. organel 1) •

sitoplasma dapat berbentuk larutan atau koloid

d. inclusions, yaitu hasil sekresi dan produk nutrisi pada sel seperti melanin, glikogen, dan lipid. SISTEM INTEGUMEN

Terdiri dari kulit dan turunannya seperti rambut, kuku, keringat, minyak, dan kelenjar susu. Organ ini adalah organ yang paling bisa terlihat (Tortora) KULIT Fungsi Kulit : (Gartner, Leslie P., 327) 1. Perlindungan 2. Pengatur suhu tubuh 3. Ekskresi yang dilakukan oleh kelenjar keringat 4. Arbsorbsi sinar Ultra Violet dari sinar matahari untuk mensintesis vitamin D Epidermis Kulit Tebal Tebal 0,8 mm – 1,4 mm. Terdiri dari 5 lapisan. Dari bawah yaitu : Stratum Basale (Germinativum), Stratum Spinosum, Stratum Granulosum, Stratum Lucidium, dan Stratum Corneum. Kulit Tipis Tebal 0,07 mm – 0,12 mm. Memiliki 4 lapisan, tanpa Stratum Lucidium (Guton, Arthur C.) , terdapat pada bagian yang kekurangan rambut (telapak kaki dan telapak tangan). Stratum Ge\rminativum Terdiri dari epidermal stem cells, melanocytes, dan keratinocytes. Merupakan lapisan epidermis paling bawah. Terbentuk dari jaringan ikat longgar. Berbatasan langsung dengan dermis. Sel-sel yang mendominasi adalah sel-sel stem yang besar/ sel basale. Aktifitas melanocytes menyebabkan kulit bewarna kecoklatan. Sel merkel yang banyak terdapat pada bagian yang kekurangan rambut, mengeluarkan zat kimia yang peka terhadap sentuhan. Stratum Spinosum Lapisan epidermis yang paling tebal, terdiri daru berbagai macam bentuk sel (polyhedral sampai sel-sel yang berbentuk tipis) sehingga nampak berduri (spin). Disini juga terdapat keratinocytes yang aktif melakukan mitosis. Stratum basal dan spinosum disebut lapisan malphigi yang bertanggung jawab dalam pergantian epidermal keratinocytes. Stratum Granulosum Terdapat keratinocytes yang tergantikan oleh atau dari stratum spinosum. Ketika sel tersebut mencapai lapisan ini, mulai untuk membuat protein keratohyalin dan keratin dalam jumlah banyak. Keratohyalin merupakan zat tanduk, menyebabkan kulit less permeable. Keratin merupakan bahan penyusun utama rambut dan kuku. Stratum Lucidium Lapisan ini hanya terdapat pada kulit tebal (thick skin). Walaupun lapisan ini berisi sel-sel tipis dan kekurangan organel dan nuclei, akan tetapi mengandung keratin filament yang tebal. Plasma membran mengalami penenbalan akibat penyuluran protei non kreatin (infolokrin). Tidak terlihat bawah pada standard hytological layer. Stratum Corneum Terletak di permukaan, 15-10 lapisan tipis (epitel pipih), sel mati, interloching cells. Disebut juga lapisan tanduk (horny layer). Tipe Sel : Keratinocytes, Melanocytes, Sel Merkel, Sel Langerhans. Keratinocytes

Subtansi terbanyak dari sel-sel epidermis, karena keratinocytes selalu mengelupas pada permukaaan epidermis, maka harus selalu digunakan. Pergantian dilakukan oleh aktivitas mitosis dari lapisan basal (di malam hari). Selama perjalanannya ke luar (menuju permukaan. Keratinocyes berdeferensiasi menjadi keratin filamen dalam sitoplasma. Proses dari basal sampai korneum selama 20-30 hari. Karena proses cytomorhose dari keratinocytes yang bergerak dari basal ke korneum, lima lapisan dapat diidentifikasi. Yaitu basal, spimosum, granulosum, losidum dan kornium. Melanocytes Didapat dari ujung saraf, memproduksi pigment melanin yang memberikan warna coklat pada kulit. Bentuknya silindris, bulat dan panjang. Mengandung tirosinase yang dihasilkan oleh REG, kemudian tirosinase tersebut diolah oleh Aparatus Golgi menjadi oval granules (melanosomes). Ketika asam amino tirosin berpindah ke dalam melanosomes, melanosomes berubah menjadi melanin. Enzim tirosinase yang diaktifkan oleh sinar ultra violet.. Kemudian melanin meninggalkan badan melanicytes dan menuju ke sitoplasma dari sel-sel dalam lapisan stratum spinosum. Dan pada akhirnya pigmen melanin didegradasi oleh keratinocytes. Faktor-faktor yang menyebabkan adanya perbedaan warna kulit antara lain: 1. Melanosit, terletak pada stratum basalis, memproduksi pigmen, melanin, yang bertanggung jawab untuk pewarnaan kulit dari coklat sampai hitam.

2. Darah dalam pembuluh dermal di bawah lapisan epidermis dapat terlihat dari permukaan dan menghasilkan
pewarnaan merah muda . Ini lebih jelas terlihat pada kulit orang kilit putih (Kaukasian) 3. Keberadaan dan jumlah pigmen kuning, karotin, hanya ditemukan pada stratum korneum, dan dalam sel lemak dermis dan hipodermis, yang menyebabkan beberapa perbedaan pada pewarnaan kulit. Merkel Cells Banyak terdapat pada daerah kulit yang sedikit rambut (fingertips, oral mucosa, daerah dasar folikel rambut). Menyebar di lapisan stratum basal yang banyak mengandung keratinocytes. Langerhans Cells Disebut juga dendritic cells karena sering bekerja di daerah lapisan stratum spinosum. Merupakan sel yang mengandung antibodi. Banyaknya 2% – 4 % dari keseluruhan sel epidermis. Selain itu, juga banyak terdapat di bagian dermis pada lubang mulut, esophagus, dan vagina. Fungsi dari langerhans cells adalah untuk responisasi terhadap imun karena mempunyai antibodi Dermis Lapisan Papiler : tipis mengandung jaringan ikat jarang. Lapisan Kutikuler : tebal terdiri dari jaringan ikat padat.

Kulit Tebal

Kulit Tipis RAMBUT Rambut terdiri dari benang-benang bertanduk yang berasal dari epidermis, terdiri dari batang dan akar yang meluas kebawah hingga menyerupai umbi yang bertakik pada lapisan bawahnya. Ruang di dalam takik terdapat jaringan penyambung / papilla. Akar rambut terbungkus oleh folike rambut yang berasal dari sumbu epidermal dan dermal. Rambut terdiri dari 3 lapisan epitel : 1. Medula 2. Kortex 3. Kutikula Folikel rambut terdiri dari : 1. Selubung akar epitel dalam Terdiri dari kutikula, lapisan Huxley, lapisan henle 2. Selubung akar epitel luar yang erasal dari epidermis Merupakan perpanjangan dari lapisan malpighi (stratum basale dan spinosum) 3. Selubung jaringan penyambung berasal dari dermis a. Selubung dalam, membran hialin sempit, menempel pada sel-sel silindris selubung luar. b. Selubung tengah, serat jaringan penyambung halus yang tersusun dalam lingkaran. c. KUKU Merupakan modifikasi dari lapisan epidermis. 1. Badan kuku Tersusun dari sel-sel pipih jernih. 2. Dinding kuku Lipatan sekeliling proksimal dan lateral dari kuku. 3. Alas kuku Epidermis dibawah badan kuku, tidak memiliki sratum granulosum. KELENJAR PADA KULIT 1. Kelenjar Sebasea a. Mensekresikan minyak ke folikel rambut Selubung tengah, berfungs mengangkat rambut dalam dermis.

Suhu lingkungan yang lebih tinggi dari suhu tubuh dapat dirasakan cukup nyaman bila udara kering. kebanyakan air Merocrine secretion mechanism Dikontrol oleh sistem saraf Penting dalam thermoregulation dan ekskresi Sebagai antibakteri b. tetapi kelembaban dapat menyebabkan rasa sangat tidak enak karena menghalangi hilangnya suhu tubuh melalui penguapan. Hal ini hendaknya dibedakan dengan perspirasi atau pelepasan air dengan tak terasa yang hanya berupa difusi air secara sederhana melalui kulit. Tergantung dari kebuthan tubuh akan pengaturan suhu. Berbagai jumlah air dapat dilepaskan. . Banyaknya keringat berkisar dari 0 sampai 2000 ccm setiap hari. Kelenjar merokrin MEKANISME SEKRESI KERINGAT Keringat adalah sekresi aktif dari kelenjar keringat di bawah pngendalian saraf simpatis Keringat terutama berisilarutan garam dengan konsentrasi kira-kira 1/3 dari yang ada dalam plasma. Dengan perspirasi hilang kira-kira 500ccm air setiap hari. Penyedia antibakteria 2. kurang pada ilim dingin dan lebih pada yang panas. a.b. Kelanjar Keringat Kelenjar keringat adalah alat utama untuk merendahkan suhu tubuh. nipple Memproduksi sekresi kental dengan komposisi kompleks Pada individu tertentu dapat menjadi sarana komunikasi Kerjanya sangant dipengaruhi hormon Tersebar luas Memproduksi sedikit sekresi. groin. Kelenjar apokrin 1) 2) 3) 4) 1) 2) 3) 4) 5) 6) Terdapat pada axilla. kira-kira setengah liter sehari pada iklim sedang.

(Sumber : Guyton & hall. Apabila kelenjar keringat sedikit dirangsang. Bagian yang bergelung (menghasilkan sekret primer atau sekret prekursor) 2.Pada kelenjar keringat terdiri dari dua bagian: 1. Sewaktu larutan ini mengalir di duktus. sentuhan . Bagian duktus Sekret primer itu memiliki komposisi yang mirip dengan protein plasma. Kemudian direabsorpsi oleh duktus sehingga konsentrasi Natrium dan Klorida turun menjadi 5 mEq/L dan sebagian besar cairan tersebut juga direabsorpsi. 2. Apabila kelenjar keringat kuat dirangsang. Konsentrasi Natrium sekitar 142 mEq/L dan Klorida sekitar 104 mEq/L dengan konsentrasi zat terlarut lain yang lebih kecil dibanding dalam plasma. dan vibrasi Free nerved ending : pain dan thermoreceptor Ruffini corp : stretching &pressure Krause : receptor dingin . cairan prekursor mengalir melalui duktus secara lambat. larutan prekursor ini mengalami reabsorpsi sebagian ion Natrium dan Klorida. 892) KLASIFIKASI RESEPTOR DALAM SISTEM INTEGUMEN Merkel’s disk : sentuhan Meissner corpuscle : raba Vater paccini : tekanan. cairan prekursor dibentuk dalam jumlah banyak dan duktus ini hanya mengabsorpsi Natrium dan Klorida dalam jumlah sedikit sehingga dapat mencapai tingkat maksimum 50-60 mEq/L dan hanya sedikit cairan yang direabsorpsi. 1. tetapi tidak mengandung protein plasma.

Thermoreceptors Dingin Krause’s corpuscles Panas Ruffini’s endings III.Muscle spindle & golgi tendon : mecanoreceptor (sumber : presentasi dr. Electromagnetic receptors Penglihatan sel batang reseptor gelap sel kerucut receptor terang V. Mechanoreceptors Sensibilitas kulit (epidermis and dermis) Free nerve endings Percabangan Merkel’s discs Spray endings Ruffini’s endings Ujung reseptor Meissner’s corpuscles Krause’s corpuscles Sensibilitas kedalaman jaringan Free nerve endings Percabangan Spray endings Ruffini’s endings Ujung reseptor Pacinian corpuscles Muscle spindles Golgi tendon receptors Pendengaran Reseptor suara pada koklea Keseimbangan Reseptor Vestibular Arteri Aorta II. Bambang Sumantri) I. Chemoreceptors Rasa Papila lidah Bau Epitel olfaktori . Nociceptors Nyeri Free nerve endings IV.

Fibrinogen Membentuk 4 % protein plasma. Ada 3 jenis protein plasma yang utama. tetapi memiliki ukuran paling kecil. . Albumin disintesis dalam hati dan bertanggung jawab untuk tekanan osmotik koloid darah. sekitar 55-60%. sedangkan kristaloid adalah zat yang berdiameter kurang dari 1 nm. asam lemak Hypothalamus (sumber : Guyton n Hall) KOMPONEN DALAM DARAH Plasma darah Cairan bening kekuningan yang unsure pokoknya sama dengan sitoplasma. Ada lima jenis imunoglobulin yang diproduksi jaringan hormon. dan fibrinogen. Plasma mengandung koloid dan kristaloid. Plasma terdiri dari 92% air dan mengandung campuran kompleks zat organik dan anorganik. 3. Albumin Protein plasma yang terbanyak. asam amino. Tekanan ini merupakan suatu ukuran ”daya tarik” plasama terhadap difusi air dari cairan ekstraseluler yang melewati membran kapiler. Protein plasma mencapai 7 % plasma dan merupakan satu-satunya unsure pokok plasma yang tidak dapat menembus membran kapiler untuk mencapai sel. berbagai substrat. yakni albumin. beberapa Gamma globulin(imunoglobulin) adalah antibodi. Tekanan osmotic koloid ditentukan berdasarkan jumlah partikel koloid dalam larutan. dengan fungsi utama sebagai molekul pembawa lipid.aorta dan badan carotid Gula darah. disintesis di hati dan merupakan komponen esensial dalam mekanisme pembekuan darah. • • Koloid adalah zat yang berdiameter 1 nm sampai 100 nm. limfoid dan berfungsi dalam imunitas. 1. dan zat yang penting lainnya. 2. Globulin Membentuk sekitar 30% protein plasma • • Alfa dan beta globulin disintesis di hati. globulin.

enzim sitoplasmanya mampu memproduksi ATP untuk waktu yang terbatas ini. kalium. fosfat. Gas darah : asam amino. Trombosit Trombosit berfungsi dalam hemostasis (penghentian perdarahan) dan perbaikian pembuluh darah yang robek. leukosit bertahan kurang lebih satu hari dalam sirkulasi sebelum masuk ke jaringan.Plasma juga mengandung nutrien. gas darah. Abrasi Merupakan perlukaan paling superfisial. sebagian limfosit (sel B) berdiferensiasi menjadi sel plasma yang akan : menghasilkan antibodi b. Sel ini tetap dalam jaringan selama beberapa hari. yaitu kemampuan untuk menembus pori-pori membran kapiler dan masuk ke dalam jaringan. Granular a. dan ion sulfat. Kontusi (memar) . 1. klorida. gula. dan nitrogen. dengan definisi tidak menebus lapisan epidermis 2. Nutrien 2. Netrofil b. Leukosit Memiliki fungsi antara lain : 1. mineral. Berperan penting dalam pengaturan pH darah karena ion bikarbonat dan hemoglobin merupakan buffer - asam basa Bersikulasi selama 120 hari sebelum menjadi rapuh dan mudah pecah. Elektrolit plasma : ion natrium. Elemen pembentuk darah meliputi sel darah merah (eritrosit). dan lipid yang diabsorbsi dari saluran pencernaan. karbondioksida. Limfosit • • : serupa dengan sel mast dan dapat membebaskan histamin dan heparin dalam reaksi alergi : Berperan dalam mekanisme pertahanan imunologik tubuh Bila ada antigen spesifik. Monosit Fagosit kuat yang berdiferensiasi menjadi makrofag jaringan pada tempat terjadi infeksi kemudian akan menghancurkan bakteri. Leukosit memiliki sifat diapedesis. atau pun retikulum endoplasma. 3. beberapa minggu. dan debris sel Rentang kehidupan : Setelah diproduksi di sumsum tulang. atau beberapa bulan tergantung jenis leukositnya. dan zat-zat sisa. vitamin. benda asing. Basofil 2. mitokondria. Eritrosit Memiliki fungsi antara lain: Mentranspor oksigen ke seluruh jaringan melalui pengikatan hemoglobin terhadap oksigen. Walaupun sel darah merah matang tidak memiliki nuklei. luka dibedakan menjadi : 1. Agranular a. hormon. Eosinofil : sel fagositik khususnya bakteri : sel fagositik khusus terhadap kompleks antigen-antibodi dan dapat bertambah banyak selama infestasi parasit c. elektrolit. KLASIFIKASI LUKA Berdasarkan Patofisiologi. : oksigen. kalsium bikarbonat. magnesium. dan trombosit. sel darah putih (leukosit).

fase migratory a. pembuluh darah dan saraf . maka disebut luka dalam 2. termasuk Tidak adanya luka lurus yang tajam pada tulang dibawahnya. fase inflammatory a. mulai terbentuk fibroblast 3.Terjadi karena kebocoran pada pembuluh darah dengan epidermis yang utuh oleh karena proses mekanis 3. dibutuhkan bantuan kaca penbesar. sel epitel bermigrasi silang pada luka dan membelah diri untuk membentuk jaringan baru c. Laserasi Berbeda dengan luka iris dimana pada luka gores jringan yang rusak menyobek bukan mengiris. merupakan fase dimana sel epitel mulai membentuk jembatan diantara luka (dibawah scab) b. luka insisi PENYEMBUHAN LUKA Pada kasus Ontoseno. merupakan fase pembekuan darah pada daerah luka (terbentuk scab) Proses pembekuan darah Protrombin Aktivator protrombin Ca++ Trombin Fibrinogen Benang-benang Fibrin Trombin Faktor stabilisasi fibrin yang teraktivasi Fibrinogen Monomer Ca++ Benang fibrin yang saling berikatan b. hingga ke pembuluh darah. jaringan yang rusak adalah epidermis.terutama jika yang terluka daerah tulang Jika area tertutup oleh rambut seperti kulit kepala. permeabilitas pembuluh darah meningkat untuk mengantarkan sel fagosit (monosit dan limfosit untuk membunuh mikroba) d. dermis. fibroblast mulai mensistesa jaringan luka . Kerusakan pembuluh darah direcovery oleh trombosit. tengkorak. Sedangkan recovery jaringan dermis dan epidermis dijelaskan sebagai berikut: 1. maka rambut tersebut akan terdapat pada luka. Laserasi dapat dibedakan dari luka iris : • • • • Garis tepi memar dan kerusakan memiliki area yang sangat kecil sehingga untuk pemeriksaanya kadang Keberadaan rangkaian jaringan yang terkena terdapat pada daerah bagian dalam luka. karena rusaknya hingga ke pembuluh darah. 4.

jaringan epidermis yang baru mulai terbentuk c. fibroblast mulai membentuk kolagen 5. Proses netralisasi bakteri dibut phagositosis. Hal ini disebabkan karena di dalam kulit terdapat ujung-ujung syaraf reseptor.c. sehingga mengeluarkan darah. Ontoseno memiliki kulit sawo matang karena dalam kulit terdapat melanocytes yang menghasilkan pigmen melanin (coklat). fase migratory fase proliferatif. Salah satu penyebab rasa nyeri dalam luka ontoseno adalah masuknya bakteri dari duri. Banyak sedikitnya keringat tergantung pada kebutuhan tubuh akan pengaturan suhu. fase maturation a. pembuluh darah yang luka mulai diperbaiki oleh trombosit 4. lapisan epidermis. Setelah tertusuk. pembuluh darah kembali normal (sumber : Tortota) KESIMPULAN Pemicu 1 Blok 2 Ontoseno mempunyai kulit berwarna sawo matang sedang berjalan di ladang. Yang menyebabkan rasa nyeri adalah ujung syaraf free nerve endings. fibroblast mulai menghilang e. Luka tersebut dapat tertutup melalui proses penutupan luka yang meliputi fase inflammatory. Ketika hendak mengusap keringat. fase proliferatif a. tibatiba tangannya terkena duri pada tanaman semak belukar sehingga kulit lengan kanannya tertusuk. lengan Ontoseno terasa perih. scab mengelupas b. dermis serta pembuluh darah rusak. lengan kanan Ontoseno mengalami luka. Ketika tertusuk duri. Bakteri-bakteri terebut dinetralisasi oleh sel-sel leukosit yang memuliki sifat diapedesis. keluat darah sedikit dan terasa perih. serat kolagen mulai tersusun normal d. Ontoseno mengeluarkan keringat karena dalam kulit terdapat kelenjar keringat. Keluarnya keringat tersebut diatur oleh syaraf simpatik. epidermis mulai kembali pada ketebalan normal c. merupakan fase dimana pembentukan sel epitel lebih intensif b. TULANG DAN RANGKA ANATOMI RANGKA . fase maturation.

langit .langit rongga nasal.Aksilar : Tengkorak 1. Kranium : melindungi otak • Tulang frontal: membentuk dahi. dan kantong mata • Tulang parietal • Tulang oksipital : membentuk bagian belakang kranium • Tulang temporal : membentuk sisi kranium • Tulang etmoid : penyangga penting rongga nasal .

dengan rongga nasal. tidak berartikulasi dg tulang lain. 3-5 koksigeal ) ( Sloane.ruang udara dalam tegkorak yang berhubungan Vertebra Kolumna vertebra : menyangga berat tubuh dan melindungi medula spinalis.celah untuk lintasan duktus lakrimal yang mengalirkan air mata ke rongga nasal Tulang vomer : membentuk septum nasal Konka nasal inferior Mandibula : rahang bawah Tulang hioid : bentuknya tapal kuda. 2003 ) Tulang wajah : Tulang nasal : penyangga hidung Tulang palatum : membentul langit . tulang orbital. rongga nasal Tulang zigomatik : tonjolan tulang pipi Tulang maksilar : rahang atas Tulang lakrimal : berisi celah . 5 vertebra lumbal. 2003 ). ( 12 vertebra toraks. • • • • • • • • 4. Sternum dan Iga . Sinus pranasal : terdiri dari ruang .langit mulut. ( Sloane. 5 vertebra sakrum.• Tulang sfenoid : membentuk dasar anterior kranium • Osikel auditori : untuk proses pendengaran • Tulang womian : tulang kecil yang terdapat di dalam sutura 2.

( Sloane. 3. dan tulang distal. Barisan tulang karpal proksimal yang terdiri dari navicular(skafoid).1. trikuetral(triangular). dan setiap barisnya terdiri dari empat tulang.dan pisiform. Setiap tulang metacarpal memiliki sebuah dasar proksimal yang berartikulasi dengan barisan distal tulang karpal pergelangan tangan. yaitu: 1. Tangan Sternum : Tulang dada ( manubrium atas. Tangan (metacarpus) Tangan tersusun dari lima tulang metakarpal’dimana semua tulang metacarpal berukuran serupa kecuali tulang metacarpal pertama pada ibujari. Trapezoid. 2.kepala tulang metacarpal membentuk buku jari yang menonjol pada tangan.tulang medial. Lengan 1.lunatum. Tulang Pergelangan Tangan (Karpus) Pergelangan tangan terbentuk dari delapan tulang karpal irteguler yang tersusun dalam dua baris. Kapitatum. Apendikular : Gilder Pektoral ( bahu ) 1. 2 pasang iga melayang Skapula ( tulang belikat ) Klavikula ( tulang kolar ) Humerus : tulang tunggal pada lengan atas Lengan bawah : radius dan ulna Ada tiga macam tulang yang menyusun tangan. Barisan tulang karpal distal yang terdiri dari: Trapezium. Femur ( paha ): tulang terpanjang dan terkuat Tungkai : tibia dan fibula . prosesus sifoid ) Tulang iga : 7 pasang iga sejati. 2. 2003 ) Gilder pelvis (tulang panggul) Tungkai bawah 1. kecuali ibu jari yang hanya memiliki tulang proksimal dan medial saja. 2. badan. 2. 3 pasang iga semu. Hamatum. 2. Tulang – tulang jari (phalanges) Setiap jari memiliki tiga tulang yaitu tulang proksimal.

Tulang panjang contoh: humerus. Sistem rangka melindungi organ . dan parietal. yaitu kelima jari kaki. Di antara falanges terdapat sendi engsel yang memungkinkan gerak satu bidang. terdapat 2 buah falanges pada masing-masing ibu jari dan 3 buah falanges pada jari lain. Tulang yang terbesar adalah atau biasa disebut tumit.organ lunak yang ada dalam tubuh . Tulang sesamoid contoh: patella ( Ganong. Falang adalah tulang penyusun jari. radius. Hal ini disebabkan pada ibu jari kaki tidak memiliki sendi karpometakarpal seperti yang dimiliki ibu jari tangan. 2008 ) FISOLOGI TULANG 1. Tulang berartikulasi dengan tulang lain pada sebuah persendian sebagai pengungkit. 2. Tulang memberikan topangan dan bentuk tubuh Pergerakan. c. Perlindungan. ( Guyton. Ibu jari kaki tidak sefleksibel ibu jari tangan. Tulang tak beraturan contoh: ruas-ruas tulang belakang e. b. Tulang pendek contoh: carpal dan tarsal f. Seperti pada jari tangan. femur. tibia. 2006 ) KLASIFIKASI TULANG a. ulna. Sutural contoh: tulang diantara tulang datar pada tengkorak di garis sutura d. 3. dan fibula.Tulang Telapak Kaki dan Jari Kaki Tarsal adalah terdiri dari 7 buah tulang. Pada ibu jari tangan terdapat sendi pelana yang membuat ibu jari tangan lebih bebas bergerak daripada ibu jari kaki. Tarsal membentuk artikulasio dengan metatarsal. Tulang datar contoh: sternum. scapula.

Tempat penyimpanan mineral ( Sloane. dan cincin trakea dan bronkus. tulang pipih dan kranium. 2007 ) Kharakteristik Tulang Rawan Tulang rawan = Jaringan yang terdiri dari sel-sel rawan yang terdapat kondrosit dan bahan dasar tulang rawan sebagai bahan antar sel Terdapat 3 jenis tulang rawan berdasarkan karakteristiknya : 1 Tulang rawan hyalin Ciri-ciri : -Konsistensi lunak. sehingga lebih elastis. serta lebih sedikit kandunagn proteoglikannya. tulang iga. dan trombosirt. Teritorial matrix merup\akan matrix yang berada di sekeliling lacuna. laring. sel darah putih. ( Junqueira. Kondrositnya lebih besar bila dibandingkan dengan kartilago hyaline. Memiiki warna kekuningan darena memiliki elastin dalam serat elastis. agak elastis . Terdapat pada discus invertebralis. dan dalam tendon-tendon tertentu. 2007 ) Gambar Hyalin Kartilago Kartilago Elastik Ditemukan di aurikula telinga. 2007 ) Kartilago Fibrosa Merupakan jaringan intermediate antara jaringan ikat padat dan kartilago hyalin. Pembentukan sel darah ( hematopoiesis ). Tidak terdapat perikondrium yang dikanali dalam kartilago fibrosa. Sedangakan interteritorial matrix adalah matrix terbesar dan mengandung lebih banyak kolagen. yang ditemukan pada orang dewasa dalam tulang sternum. proteoglycans. merupakan tempat produksi sel darah merah. pada bagian perikondrium.4. pada bagian ujung tulang panjang. ( Junqueira. Sumsusm tulang merah. HISTOLOGI TULANG Tulang Rawan ( Kartilago ) Kartilago Hyalin Mtrixnya terdiri dari kolagen tipe II. Histogenesis dan pertumbuhan : Individual mesenchymal cells  berkumpul membentuk pusat kondrofikasi  berdiferensiasi menjadi kondroblas  sekresi matriz kartilago disekelilingnya  terbentuk lacuna  kondroblas yang dikelilingi matrixnya disebut kondrosit  cell division  lebih dari 2 kondrosit disebut isogenous groups. badan vertebra. dan tulang rawan kuneiformis di laring. semi tembus cahaya. dinding telinga bagian luar. dan lunak. simfisis pubis. lebih banyak mengandung elastic fiber. dan extracellular fluid. 2003 ). glycoproteins. 5. akhir dari tulang rusuk. mengandung sedikit kolagen dan banyak kondrotinsulfat. ( Junqueira. Berwarna coklat kebirubiruan. Perikondrium terbentuk di batas luar ketika proses pembentukan kondrosit. Terletak di hidung. Matrixnya mengandung kolagen tipe I dan bersifat asidofilik. epiglottis. saluran eustachius.

Matrix ektravaskulernya telah mengandung kalsium sehingga menutup jalanya sekresi sel didalamnya. 1980 ) Tulang ( Bone ) rawan Tulang adalah jaringan ikat kaku.tudung sel tulang rawan dan kelopmpok isogen seperti pada tulang rawan hyalin 3 Tulang rawan fibrious : Ciri-ciri : -Kondrosit dan tudung sel tulang rawan seperti pada tulang hyalin -Kelompok isogen hanya sedikit. Periosteum melapisi bagian luar tulang.sabut ini kemudian melanjutkan diri ke perikandrium -Kondrosit. Matrix terdiri dari komponen organic dan anorganik. Sedangkan komponen anorganik berisi kolagen tipe I. Komponen organic merupakan kumpulan kristal-kristal kalsium hidroksiapatit yang terdiri dari kalsium dan fosfor yang banyak.karena bahan antar sel agak padat -Kemungkinan sel membelah diri sedikit -Terdapat bahan sabut kolagen berbagai arah -Merupakan peralihan antara jaringan ikat fibrilair dengan jaringan tulang (Keeton. Akan tetapi. sedangkan endosteum melapisi bagian dalam tulang.-Warna kebiru-biruan -Bahan dasar homogen 2 Tulang rawan elastis : Ciri-ciri : -Warna kekuning-kuningan -Lebih fleksibel dan elastis -Bahan dasar terdapat anyaman sabut-sabut elastis dalam berbagai arah terutama di sekitar kondrosit. ( Junqueira. 2007 ) Gambar : Penampang system harverst . keras dan berbentuk tetap. pertukaran zat antara osteosit dan kapiler darah tetap bisa berjalan karena adanya komusikasi melalui kanalikuli.

000 – 30. 3. 2. Jumlahnya 20. Akan tetapi osteoblas memiliki reseptor untuk hormone paratiroid dan begitu teraktivasi oleh hormone ini. Berinti banyak. ( Junqueira. dan di dalam endosteum. lapisan canal harvest. Tiroksin (kelenjar tiroid) : berfungsi untuk meningkatkan kecepatan sintesis protein dan meningkatkan produksi energi dari semua jenis makanan. 2007 ) Gambar Berbagai Bentuk Tulang Osteosit Merupakan sel tulang yang telah dewasa. Tumbuh dibawah pengaruh Bone Morphogenic Protein (BMP) dan Transforming Growth Factor β. Di dapat dari osteoblas yang berdeferensiasi. sehingga menjaga kemampuan mitotik (sangat berpotensi untuk berdiferensiasi menjadi Osteoblas). ( Junqueira. Memiliki peranan penting dalam proses resorpsi tulang. Osteoklas mensekresi kolagenase dan enzim lain sehingga memudahkan pencernaan kolagen setempat dan melarutkan kristal gram kalsium. Osteoblas Terbentuk dari Osteorogenitor cells yang telah berdiferensiasi. dan Osteoklas.000 per mm 3. osteoblas akan memperoduksi suatu sitokin yang disebut factor perangsang osteoklas.Sel-sel tulang : Osteoprogenitor cells. yang disebut Osteoid. Insulin : berfungsi dalam meningkatkan produksi energi dari glukosa. dan lapisan matrix baru (namun belum terkapur). . Mengalami proses aposisi tulang yaitu komponen matrix disekresi pada permukaan sel yang berkontak dengan matrx tulang yang lebih tua. diantara lapisan osteoblas dan tulang yang baru dibentuk. 2007 ) Osteoklas. Terdapat didalam lacuna yang terletak diantara lamela-lamela matrix. Kelenjar hipofisis anterior / kelenjar pertumbuhan : berfungsi meningkatkan kecepatan mitosis kondrosit dan osteoblas serta meningkatkan kecepatan sintesis protein (kolagen. Berasal dari penggabungan sel-sel sumsum tulang. Osteoblas. Osteoprogenitor cells Merupakan embryonic mesenchymal cells. Osteosit. yakni suati hormone tiroid. Aktifinasnya dipengaruhi oleh hormone sitokinin. tetapi bukan untuk hormone paratiroid. Peptioglikan. Osteoklas memiliki reseptor untuk kalsitokinin. Berada pada bagian dalam periosteum. matriks. 2007 ) HORMON YANG BEKERJA PADA PERTUMBUHAN TULANG 1. dan glikoprotein). kartilago dan enzim untuk pembentukan kartilago tulang). sel-sel ini secara aktif terlibat untuk mempertahankan matrix tulang dan kematianya diikuti oleh resorpsi matrix tersebut. Osteoblas juga berperan dalam sistesis komponen organic dari matrix (Kolagen tipe I. ( Junqueira.

Fraktura : patah tulang : retak tulang : kematian sel tulang yang tidak diprogram Primarry Centre Of Ossification Secondary Centre Of Ossification 2. 7. skoliosis ( Sloane. Nekrosa 4. Pertumbuhan tulang terjadi di lempeng epifiseal. ( Gartner. Tulang subperiosteal menebal 9. 6. Perikondrium tervaskularisasi 3. Osteoklas mulai meresorpsi kartilago yang terkalsifikasi. 2003 ) PENYEMBUHAN FRAKTUR TULANG 1. osteoblast membentuk trabeculae baru di dekat garis patahan (internal callus). Kalsitonin : berfungsi dalam menurunkan reabsorpsi kalsium dari tulang (menurunkan kadar kalsium dalam darah). Selama satu minggu. Osteoklas membentuk lubang di dalam tulang sub periosteal. Epifisis dan Diafisis ( Gartner. Fisura 3.4. menutupi fracture. Tulang kompak yang patah mula-mula diganti dengan jaringan berongga lalu lama kelamaan akan digantikan dengan tulang kompak lagi. 8. lordosis. Kondrosit dalam mengalami diapsis. Pembentukan model kartilago hyaline 2. pertumbuhan jaringan tulang baru (callus) pada awalnya membentuk jembatan antara tulang yang terputus. 2007 ) GANGGUAN PADA TULANG 1. 5. ( Tortora. osteoblast dari periosteum membentuk lengkung disekitar fragmen tulang (eksternal callus). mati dan berdegenerasi. 3. Estrogen dan testosteron : berfungsi untuk mempercepat penutupan epifisis tulang panjang dan untuk membantu menahan kalsium dalam tulang untuk mempertahankan matriks tulang yang kuat. Beberapa hari setelah itu. 11. Bagian callus yang terbentuk dari sel osteoblast (dari endosteum) berkembang diantara fragmen akhir tulang yang patah dan diantara dua sumsum tulang (internal callus) 2. osteoblast dan osteosit mulai aktif membelah. Gangguan ruas tulang belakang : kifosis. Terbentuk kartilago yang telah terkalsifikasi. Paratiroid : berfungsi untuk meningkatkan reabsorpsi kalsium dari tulang ke darah dan meningkatkan absorpsi kalsium oleh usus halus dan ginjal. fase yang terakhir adalah remodeling. Ossifikasi mulai epifisis. Komponen-komponen tulang yang mati dari fragmen ynag patah diserap oleh osteoclast. 5. 6. 2005 ) . 2007 ) PROSES KALSIFIKASI TULANG Osteoid  Ca2+ dan PO43. Bagian-bagian pembentuk callus berasal dari osteoblast (dari periosteum yang robek) dan berkembang di sekitar patahan (disebut eksternal callus). 2008 ) PENULANGAN ENDOKONDRAL 1. ( Sanlon.konsentrasi tinggi  vesikel matrix memproduksi pompa kalsium  transport ion Ca2+ ke dalam vesikel  konsentrasi ion Ca2+ lebih tinggi  kristalisasi  pertumbuhan kristal hidroksiapatit  menembus membrane  isi dari vesikel keluar. sekitar 48 jam setelah fracture. 10. Osteoblast mensekresikan matrix 4.

c. Sendi engsel. Persendian kartilago. Contoh: ditemukan pada tulang pada gigi yang tertanam pada tulang rahang 3. Persendian sinovial. adalah salah satu sendi yang permukaan kedua tulang berartikulasi berbentuk datar. Simfisis. Sendi amfiartosis (sendi dengan pergerakan terbatas) Sendi ini memungkinkan gerakan terbatas sebagai respon terhadap torsi dan kompresi. yaitu sendi yang tulang-tulangnya dihubungkan dengan kartilago hialin. 2. Contoh: simpisis pubis yang bersisihan seperti radius dan ulna. yaitu persendian yang memiliki rongga sendi dan diperkokoh dengan kapsul dan ligament artikular yang membukuskan. Sendi sferoidal. yaitu persendian yang tidak memiliki rongga sendi dan diperkokoh dengan jaringan ikat fibrosa. Menurut fungsinya : 1. Contoh: sendi panggul dan bahu b. yang menjadi bantalan sendi dan memungkinkan terjadi sedikit gerakan. persendian bagian kepala d. Contoh: lempeng epifisis sementara antara epifisis dan diafisis pada tulang panjang anak. adalah sendi dimana tulang berbentuk kerucut masuk dengan pas . Sendi jenis ini antara lain adalah : a. serta tibia dan fibula dalam kantong tulang. sehingga memungkinkan gerakan meluncur antara satu tulang dengan tulang yang lainnya. f. Sendi jenis ini antara lain adalah: a. Contoh: tulang atas. c. Gomposis. b. merupakan sendi biaksial. Sinkondrosis. terbentuk saat tulang-tulang yang berdekatan dihubungkan dengan serat-serat jaringan ikat kolagen. terdiri dari sebuah tulang yang masuk dengan pas pada permukaan konkaf tulang kedua. Contoh: sutura sagital dan parietal. Sendi sinartosis (sendi mati). permukaan tulang yang berartikulasi berbentuk konkaf disatu sisi dan konkaf pada sisi lain. Sendi pelana. yang memungkinkan gerakan kedua arah disudut kanan setiap tulang. Persendian semacam ini disebut sendi nonaksia. sehingga tulang akan masuk dengan pas seperti dua pelana yang saling menyatu. adalah sendi yang kedua tulangnya dihubungkan dengan diskus kartilago. Sendi diartosis (sendi dengan pergerakan bebas) disebut juga sendi synovial Sendi ini memiliki rongga sendi yang berisi cairan sinofial. Sendi peluru. yang terdiri dari sebuah tulang yang masuk kedalam rongga berbentuk cangkir pada tulang lain. seperti b. Klasifikasi persendian synovial terdiri dari: a. 3. Sendi kisar. Sindesmosis. Contoh: sendi lutut dan siku. Sutura. Satu-satunya sendi pelana sejati yang ada dalam tubuh adalah persendian antara tulang karpal dan metakarpal pada ibu jari. Persendian fibrosa. 2. sendi ini dibungkus dengan jaringan ikat fibrosa atau kartilago. Contoh: sendi antara tulang radius dan tulang karpal e.SENDI KLASIFIKASI SENDI Secara struktural : 1. yaitu persendian yang tidak memiliki rongga sendi dan diperkokoh dengan jaringan kartilago. yaitu sendi yang dihubungkan dengan jaringan ikat fibrosa rapat yang hanya ditemukan pada tulang tengkorak. yaitu tulang bentuk kerucut yang masuk pas cekungan tulang kedua dan dapat berputar kesemua arah. sehingga memungkinkan gerakan kesatu arah. Sendi kondiloid.

reinforcing ligament terbagi menjadi dua yaitu extracapsular ligament yang berada di luar kapsul sendi dan intracapsularligamen yang berada di dalam. 2. 2007 ) HISTOLOGI PERSENDIAN SINOVIAL Gambar Sendi sinovial Sendi sinovial tersusun atas: 1. 2003 ) FISIOLOGI PERSENDIAN 1. Cairan sinovial Cairan sinovial berasal dari filtrasi darah yang disekresikan fibroblast dalam membrane sinovial. dan nyeri . ( Sloane . Tulang rawan sendi Tersusun atas tulang rawan hialin yang berfungsi untuk melindungi tulang dari benturan dan meredam tekanan. 7. 2003 ) GANGGUAN PERSENDIAN 1. berperan dalam pertumbuhan tulang ke arah memanjang ( Sloane. kaku. Kapsul sendi 4. 5. 6. cairan ini berfungsi sebagai pelumas untuk mempermudah gerakan . Berfungsi untuk mempertebal kapsul sendi. osteoartritis konsekuensi alami menjadi tua kartilago artikular menjadi aus sendi menjadi kasar. Artitis (inflamasi sendi) a. ( Setiadi. Reinforcing ligament Beberapa persendian sinovial menguat dan mengeras oleh ligament yang menutupinya.Misalnya: Persendian intervertebra. Syaraf Syaraf akan mendeteksi rasa nyeri pada persendian dan memonitor peregangan pada sendi. mempermudah gerakan antara kedua ujung-ujung tulang 2. Rongga sendi Tempat cairan sinovial 3. dan persendian antara tulang-tulang karpa dan tulang-tulang tarsal. Pembuluh darah Supli pembuluh darah untuk membentuk cairan sinovial.

STRUKTUR OTOT 1. bekerja tidak sadar. berinti banyak. 2. otot jantung a. Serabut akan terengolasi karena kontraksi pada setiap diameter sel berbentuk kubus atau bulat hanya akan menghasilkan pemendekan yang terbatas 2. ( Sloane. hanya ada pada jantung c. artritis reumatoid : merupakan penyakit autoimun (sistem imum keliru mengarahkan kemampuan destruktifnya pada bagian tubuh). 2006 ) KHARAKTERISTIK OTOT 1. memiliki sarcoplasma sehingga mitokondrianya lebih banyak ( Guyton. Sarcoplasm Cairan yang memenuhi ruang antara myofibril. Di dalam sarcoplasm juga terdapat sejumlah mitokondria yang terletak parallel pada myofibril. 3. Ekstensibilitas : Serabut otot memiliki kemampuan untuk meregang melebihi panjang otot saat rileks. Keberadaan sarcoplasmic reticulum sangat diperlukan dalam mengatur kontraksi otot. hormone. 3. 2003 ) 4. tiap serat terdapat myofibril yang terdiri dari miofilamen tebal (berisi myosin) dan miofilamen tipis (berisi aktin) d. terdiri dari serat yang dilapisi oleh sarcolemma c. dan factor lingkungan 2. dsb d. 2. artritis gouti : disebabkan karena penumpukanasam urat. Sarcolemma . bercabang b. 4. bekerja secara sadar. berada pada system pencernaan. Otot yang memiliki kontraksi kuat maka memiliki sarcoplasm reticulum yang luas. otot lurik a.b. bereaksi atas rangsang syaraf. seratnya terdiri atas filament intermediate yang tebal (disebut caveolae) c. system pencernaan. memiliki satu inti. yang dapat atau mungkin juga tidak melibatkan pemendekan otot. tidak bercabang b. memiliki inti banyak sehingga pembentukan ATP lebih cepat. Bursitis : merupakan peradangan pada bursa yang menyatu dengan sendi yang terjadi akibat ekskresi sendi yang berlebihan / infeksi. bekerja secara tidak sadar. Menyebabkan ketidakmampuan berjalan / bergerak c. 2003 ) OTOT HISTOLOGI OTOT 1. Sarcoplasmic Reticulum Reticulum yang berada pada sarcoplasm. Dislokasi / luksasi : disebabkan karena kesalahan letak permukaan artikulasi suatu persendian. magnesium. bercabang b. Sarcoplasm mengandung sejumlah potassium. d. Kontraktilitas : Serabut otot berkontraksi dan menegang. Elastisitas : Serabut otot dapat kembali ke ukurannya semula setelah berkontraksi atau meregang. Mitokondria ini mensuplai kontraksi myofibril dengan sejumlah ATP. ( Sloane. berada pada alat gerak (skeleton) 3. artritis infeksius : peradangan dalam persendian. Terkilir : merupakan cedera sendi yang disebabkan karena perenggangan ligamen / tendon. otot polos a. Eksibilitas : Serabut otot akan merespons dengan kuat jika distimulasi oleh impuls saraf 3. dan fosfat serta beberapa enzim protein.

otot trisep berkontraksi dan otot bisep berelaksasi. Muscular Dysthrophy Penyakit yamg memnghancurkan otot yang biasanya muncul pada masa anak anak. Otot bisep merupakan otot yang memiliki dua ujung(tendon) yang melekat pada tulang dan terletak di lengan atas bagian depan. Sedangkan otot trisep merupakan otot yang merupakan memilki tiga ujung(tendon) yang melekat pada tulang.contoh dari otot antagonis adalah otot bisep dan otot trisep. Myofibrils. Muscular Dysthrophy 2. 3. Untuk mengangkut lengan bawah . Fibromyalgia ( Marieb.Produksi panas : Kontraksi otot secara metabolis menghasilkan panas untuk mempertahankan suhu normal tubuh. 4. 2. JIka otot pertama berkontraksi dan otot yang kedua berelaksasi sehingga otot terangkat. Actin and Myosin Filaments. ( Guyton. ( Sloane. Otot sinergis . dan selaput luar yang terbuat dari lapisan polisakarida tipis yang berisi banyak kolagen fibril. Sarcolemma terdiri dari membrane sel yang sebenarnya. disebut dengan plasma membrane. Myofascial Pain Syndrom Rasa nyeri apabila tersentuh 3. otot bisep berkontraksi dan otot trisep berkontraksi. permukaan lapisan sarcolemma melebur dengan serat tendon. 2006 ) FISIOLOGI OTOT 1.Penopang tubuh dan mempertahankan postur : Otot menopang rangka dan mempertahankan tubuh saat berada dalam posisi berdiri atau saat duduk terhadap bgaya gravitasi. Untuk menrunkan lengan bawah. 2001 ) KERJA OTOT BERDASARKAN TUJUAN KERJANYA Otot antagonis Terdapat dua tau lebih yang tujuan kerja ototnya berlawanan. Setiap serat otot terdiri dari ratusan myofibril.Pergerakan : Otot menghasilkan gerakan pada tulang tempat otot tersebut melekat dan bergerak dalam bagian-bagian organ internal tubuh. Gambar. terletak di lengan atas bagian belakang. yang terdiri dari 1500 miofilamen tebal (berisi myosin) dan 3000 miofilamen tipis (berisi aktin). dan serat tendon berkumpul untuk membentuk tendon otot yang berada di dalam tulang. 2003 ) KELAINAN OTOT 1. Dimana molekul-molekul protein ini bertanggung jawab terhadap kontraksi otot. Pada setiap serat otot.Sarcolemma merupakan membrane sel dari serat otot.

Otot bahu dianggap bekerja sinergis karena kontribusinya membuat gerakan lebih efektif. sehingga membuka tempat pengikatan miosin di molekul aktin j. Jadi. Sel saraf sensorik . Tahap-tahap kontraksi otot rangka a. Penghentian interaksi antara aktin dan miosin ( Ganong. Contoh Gerak Sinergis ialah jika kita minum segelas air.Terdapat dua otot atau lebih yang bekerja bersama-sama dengan tujuan yang sama. Ca2+ dipompa kembali ke retikulum sarkoplasma b. otot-otot bahu akan menjaga persendian tetap stabil sehingga air akan masuk ke mulut kita. Pelepasan muatan oleh neuron motorik b. Pelepasan Ca2+ dari sistema terminalis retikulum sarkoplasma serta difusi Ca2+ ke filamen tebal dan filamen tipis i. Otot olahragawan lebih tampak atatu terbentuk Badan lebih kencang Pada olahragawan. Pengikatan konduktansi Na+ dan K+ di membran end-plate e. Pembentukan potensial aksi di serabut-serabut otot g. 5. 4. ototnya mengalami hipertofi(otot menjadi besar dan kuat) Kekar Lebih padat Olahragawan tidak cepat merasa lelah karena mampu menyesuaikan diri dengan lingkungannya ( Guyton. 6. Pelepasan Ca2+ dari troponin c. 2007 ) TAHAP – TAHAP KONTRAKSI DAN RELAKSASI OTOT 1. 3. Pembentukan ikatan silang antara aktin dan miosin dan pergeseran filamen tipis pada filamen tebal. Penyebaran depolarisasi ke dalam di sepanjang tubulus T h. Pelepasan transmiter (asetilkolin) di end-plate motorik c. otot bisep pada lengan akan menjadi penggerak utama untuk memfleksi lengan bawah. Pengikatan asetilkolin ke reseptor asetilkolin nikotinik d. Pada saat yang sama. Pengikatan Ca2+ ke troponin C. 2006 ) SARAF DALAM SISTEM GERAK 1. Pembentukan potensial end-plate f. 2. sehingga menghasilkan gerakan 2. ( Arief. otot-otot itu berkontraksi bersama menjadi akurat. 2008 ) PERBEDAAN FISIK OLAHRAGAWAN DAN BUKAN OLAHRAGAWAN 1. Tahap-tahap relaksasi otot rangka a.

Sel saraf sensorik adalah sel yang membawa impuls berupa rangsangan dari reseptor (penerima rangsangan), ke system saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang). Sel saraf sensorik disebut juga dengan sel saraf indera, karena berhubungan dengan alat indera. 2. Sel saraf Motorik Sel saraf motorik berfungsi membawa impuls berupa tanggapan dari susunan saraf pusat (otak atau sumsum tulang belakang) menuju ke kelenjar tubuh. Sel saraf motorik disebut juga dengan sel saraf penggerak, karena berhubungan erat dengan otot sebagai alat gerak. 3. Sel saraf penghubung Sel saraf penghubung disebut juga dengan sel saraf konektor, hal ini disebabkan karena fungsinya meneruskan rangsangan dari sel saraf sensorik ke sel saraf motorik. ( Setiadi, 2007 ) MEKANISME GERAK Gerak pada umumnya terjadi secara sadar, namun, ada pula gerak yang terjadi tanpa disadari yaitu gerak refleks. Impuls pada gerakan sadar melalui jalan panjang, yaitu dari reseptor, ke saraf sensori, dibawa ke otak untuk selanjutnya diolah oleh otak, kemudian hasil olahan oleh otak, berupa tanggapan, dibawa oleh saraf motor sebagai perintah yang harus dilaksanakan oleh efektor. Gerak refleks berjalan sangat cepat dan tanggapan terjadi secara otomatis terhadap rangsangan, tanpa memerlukan kontrol dari otak. Jadi dapat dikatakan gerakan terjadi tanpa dipengaruhi kehendak atau tanpa disadari terlebih dahulu. Contoh gerak refleks misalnya berkedip, bersin, atau batuk. Dimana gerak refleks ini merupakan gerak yang dihasilkan oleh jalur saraf yang paling sederhana. Jalur saraf ini dibentuk oleh sekuen dari neuron sensorik ,interneuron, dan neuron motorik, yang mengalirkan impuls saraf untuk tipe refleks tertentu. Gerak refleks yang paling sederhanahanya memerlukandua tipe sel saraf, yaitu neuron sensorik dan neuron motorik. Gerak refleks bekerja bukanlah dibawah kesadaran dan kemauan seseorang. Pada gerak refleks, impuls melalui jalan pendek atau jalan pintas, yaitu dimulai dari reseptor penerima rangsang, kemudian diteruskan oleh saraf sensori ke pusat saraf, diterima oleh set saraf penghubung (asosiasi) tanpa diolah di dalam otak langsung dikirim tanggapan ke saraf motor untuk disampaikan ke efektor, yaitu otot atau kelenjar. Jalan pintas ini disebut lengkung refleks. Gerak refleks dapat dibedakan atas refleks otak bila saraf penghubung (asosiasi) berada di dalam otak, misalnya, gerak mengedip atau mempersempit pupil bila ada sinar dan refleks sumsum tulang belakang bila set saraf penghubung berada di dalam sumsum tulang belakang misalnya refleks pada lutut. ( Amien, 1987 ) RINGKASAN PEMBAHASAN LEARNING ISSUES 1. MACAM, FUNGSI, KANDUNGAN, DAN KELENJAR PENGHASIL HORMONE  Hormon diklasifikasikan menjadi 3 berdasarkan komposisinya, yaitu : 1. Protein dan Polipeptida Dapat larut dalam air, contohnya : Insulin, Glokagon, dan FSH. 2. Derivat Asam Amino Dapat larut dalam air, contohnya : Tiroksin dan Epinefrin. 3. Steroid dan Derifat Asam Lemak Dapat larut dalam lemak, contohnya : Progesteron, Testosteron, dan Estradiol.  Kandungan hormon 1. Protein dan polipeptida Cirinya larut dalam air. Contohnya yakni pada FSH, dan hormon-hormon yang dihasilkan oleh kelenjar hipofisis.

2. Derivat asam amino Cirinya larut dalam air. Contohnya yakni pada tiroksin, epinefrin 3. Steroid Merupakan senyawa lipid larut. Bersirkulasi dalam plasma yang mentranspor protein. Contohnya terdapat pada hormon testosteron, estrogen, progesteron, dan kortisol. 4. Derivat asam lemak Contohnya terdapat pada progesteron, testosteron, ekstradiol. 5. Eicosanoid Molekul kecil dengan 5 rantai karbon Fungsinya mengatur aktivitas selular dan proses enzim a. Kelenjar Hipofisis Pada saat pembentukan embrio, kelenjar hipofisis terbentuk dari 2 jaringan yaitu ektoderm oral dan jaringan saraf. Sehingga ada 2 tempat asal yang menyebabkan ada 2 kelenjar yaitu Neurohipofisis (berkembang dari jaringan saraf, terdiri dari pars nervosa dan Infundibulum (batang dan eminensia mediana)) dan Adenohipofisis (berkembang dari jariangan ektoderm oral, terdiri dari Pars Distalis, Pars Tuberalis, dan Pars Intermedia). Sistem hipotalamo hipofisis Yang dimaksud sistem ini adalah 3 tempat pelepasan hormon dan 3 hormon yang dihasilkan. Nuklei (Neuron Sekretoris) Hipotalamus : nukleus supraoptikus dan nukleus paraventrikular. Transpor hormon mulai dari badan sel (dirangsang)  akson  ujung akson yang berada pada neurohipofisis  hormon yang dihasilkan merupakan peptida. Nuklei Dorsal Medial, ventral medial, dan nuklei infundibulum hipotalamus. Transpor mulai dari badan sel  akson  berakit pada eminensia mediana (Tempat hormon disimpan dan dibebaskan) Dihasilkan oleh sel-sel sekretoris pada bagian pars distalis dan dibebaskan kedalam kapiler darah di bagian kedua sistem portal. Kelenjar hipofisis terbagi menjadi 2 lobus, yaitu interior dan posterior. a. Kelenjar hipofisis posterior

 

Hormon Antidiuretik (ADH)  meningkatkan reabsorbsi air oleh tubulus ginjal (air di kembalikan ke

dalam darah) Hormon oksitosin  meningkatkan kontraksi miometrium (saat bersalin) dan meningkatkan pelepasan

susu ibu dari kelenjar mamae b. Kelenjar hipofisis anterior Beberapa sel yang mensekresi hormone dalam hipofisis anterior adalah sebagai berkut:

1. TSH  thyrotropes 2. ACTH  corticotropes 3. Prolactin (PRL)  lactotropes 4. GH / Somatotropin  somatotropes
 Hormon pertumbuhan (GH) 1. Meningkatkan kecepatan mitosis 2. Meningkatkan transpor asam amino ke dalam sel 3. Meningkatkan kecepatan sintesis protein 4. Meningkatkan penggunaan lemak untuk produksi energi

Hormon tiroid (TSH)  meningkatkan sekresi tiroksin dan T3 oleh tiroid

 

Hormon ACTH  meningkatkan sekresi kortisol oleh korteks adrenal Hormon prolaktin  merangsang produksi ar susu oleh kelenjar mamae Hormon Folicle Stimulating Hormone (FSH) 2. Meningkatkan sekresi estrogen oleh sel folikel

Wanita : 1. Memicu pertumbuhan ovum di folikel ovarium Pria : Memicu prduksi sperma  Wanita : 1. 2. 3. b. Kelenjar Tiroid  Hormon tiroksin dan triiodotironin disekresi oleh sel follicular ephitellium 1. Meningkatkan produksi energi dari semua makanan 2. Meningkatkan sintesis protein Menyebabkan ovulasi Menyebabkan pecahnya folikel ovarium untuk menjadi korpus luteum Meningkatkan sekresi progesteron oleh korpus luteum Hormon LH pada :

Pria : Meningkatkan sekresi testosteron oleh sel interstisial di testis

Kalsitonin disekresi oleh C cell  menurunkan reabsorbsi kalsium dan fosfat dari tulang ke dalam darah

b. Kelenjar Paratiroid Kelenjar paratiroid terdiri dari empat kelenjar kecil (3 x 6mm), dengan berat total sekitar 0,4g. Kelenjar paratiroid terletak di belakang kelenjar tiroid, satu pada masing–masing kutub atas dan bawah, dan umumnya berada di dalam simpai yang membungkus lobus tiroid. Kadang – kadang kelenjar ini terbenam dalam kelenjar tiroid. Kelanjar paratiroid berkembang dari kantung faring (kelenjar superior berasal dari kantung keempat dan kelenjar inferior berasal dari kantung ketiga). Kelenjar paratiroid juga ditemukan dalam mediastinum, yang terletak disamping timus, karena kelenjar paratiroid dan timus berkembang dari kantung faring yang sama. Setiap kelenjar paratiroid terdapat dalam simpai jaringan ikat. Simpai ini menjulurkan septa kedalam kelenjar, tempat simpai tersebut berbaur dengan seratretikulin yang menyangga kelompok sel sekresi yang berderet memanjang mirip tali. Sel – sel endokrin di kelenjar paratiroid tersusun berderet. Terdapat dua jenis sel : sel principal (chief cell) dan sel oksifil. Sel principal merupakan sel polygonal kecil dangan inti vesicular dan sitoplasma pucat yang agak asidofilik. Mikroskop electron memperlihatkan granula – granula yang berbentuk tidak teratur dan berdiameter 200 – 400 nm di dalam sitoplasmanya. Granula ini merupakan granula – granula sekretoris yang mengandung hormon paratiroid, yang merupakan polipeptida dalam bentuk aktifnya. Sel – sel oksifil jumlahnya lebih sedikit. Sel oksifil bebentuk polygonal dan lebih besar dari sel principal; sitoplasmanya menganding banyak mitokondria asidofilik dengan Krista yang berlimpah.  Hormon PTH (parathormon) : 1. Meningkatkan reabsorbsi kalsium dan fosfat dari tulang ke dalam darah 2. Meningkatkan absorbsi kalsium dan fosfat oleh usus halus 3. Meningkatkan reabsorbsi kalsium dan ekskresi fosfat oleh ginjal d. Kelenjar Pankreas Dalam kelenjar pancreas terdapat beberapa sel penghasil sebagai berikut: 1. Sel alfa mensekresi glukagon, yang dapat meningkatkan kadar gula darah 2. Sel beta mensekresi insulin, yang dapat menurunkan kadar gula darah 3. Sel delta mensekresi somatostatin, atau hormon penghalang hormon pertumbuhan, yang menghambat sekresi glukagon dan insulin. 4. Sel F mensekresi polipeptida pankreas, yang berguna untuk menghambat kontraksi kandung kemih, meregulasi

beberapa enzim pankreas, mengontrol absorbsi nutrien. Hormon yang dihasilkan dalam pancreas adalah sebagai berikut:  1. 2.  Insulin : Glukagon Meningkatkan pengubahan glikogen menjadi glukosa dalam hati Meningkatkan penggunaan asam amino yg berlebihan dan Lemak sebagai sumber energi

1. Meningkatkan transpor glukosa ke dalam sel dan penggunaannya untuk produksi energi 2. Meningkatkan pengubahan glukosa yang berlebihan menjadi glikogen di hati dan otot 3. Meningkatkan transpor asam amino dan asam lemak ke dalam sel dan penggunaannya dalam reaksi sintesis

Pancreatic polypeptide (PP)  menghambat kontraksi kandung kemih, meregulasi produksi beberapa

enzim pankreas, mengontrol absorpsi nutrien. E. Kelenjar Adrenal Merupakan sepasang organ yang terletak di dekat kutub atas ginjal dan terbenam dalam jaringan lemak. Strukturnya gepeng dan berbentuk bulan sabit. Pada manusia memiliki panjang 4 – 6 cm, lebar 1 – 2 cm, dan tebal 4 – 6 mm, berat kurang lebih 8 gr. Terdiri dari 2 lapisan konsentris : 1. Nuklei Berwarna kuning, merupakan kortex adrenal, pada saat pembentukan embrio berasal dari mesoderm intermediet selom. 2. Lapisan Pusat Berwarna coklat kemerah-merahan, merupakan medula, pada saat pembentukan embrio berasal dari kristaneuralis. Kelenjar adrenal disuplai oleh sejumlah arteri yang masuk di berbagai tempat disekitar tepinya. Cabang arteri membentuk Pleksus Subkapsularis (tempat asal 3 kelompok pembuluh : Areri Simpai, Arteri Kortex, dan Arteri Medula). A. Kortex Adrenal Terdiri atas 3 bagian berdasarkan penampilan yang berbeda-beda. Yaitu zona glomerolusa, zona fasikulata, dan zona ratikularis. a. Zona Glomerolusa 15 % dari volume total kortex adrenal. Terletak tepat dibawah simpai jaringan ikat. Sel-selnya berbentuk silindris atau piramidal yang tersusun berhimpitan membentuk deretan bundar atau melengkung yang dikelilingi oleh kapiler. b. Zona Fasikulata 65 % dari volume total kortex adrenal. Sel-selnya tersusun berupa deretan lurus, setebal 1 atau 2 sel yang berjalan tegak lurus terhadap permukaan organ. Sel-selnya berbentuk polihedral, sitoplasmanya mengandung banyak lipid, sehingga nampak bervakuol. c. Zona Retikularis 7 % dari volume total adrenal. Merupakan lapisan koertex yang terdalam, terletak diantara zona fasikulata dan medula. Bentuk sel-selnya tidak teratur. Hormon Kortex dan kerjanya Kortex mensekresikan steroid. Steroid yang dihasilkan macamnya adalah Glukokortiroid, Mineralokortikoid, dan Androgen.  Glukokortikoid Hormon spesifiknya adalah kortisal dan kortikosteron. Disekresikan oleh zona fasikulata dan zona retikularis. Fungsi secara umum yaitu mengatur jalannya metabolisme karbohidrat, protein dan lemak. Di dalam hati, glikokortikoid meningkatkan masukan dan penggunaan asam lemak (sumber energi), asam amino (sintesis enzim), dan karbohidrat (sinsesis glukosa). Sintesis glokosa mengakibatkan kadar gula naik dan memungkinkan terjadinya Diabetes Melitus. Akan tetapi, di luar hati, yaitu di orga-organ perifer (kulit, otot, dan jaringan lemak), menginduksi efek kebalikannya (efek katabolik).

Frekuensi jantung. merangsang perkembangan kelenjar mamae . Menyebabkan vasokonstriksi kulit dan visera 8. Hormon ini bekerja saat dikonversi pada testosteron. Terdapat sel-sel ganglion parasimpatis. Sel parenkimnya memiliki banyak granula sekretoris.  Mineralokortikoid Dihasilkan oleh zona glomerolusa pada kortex adrenal. Meningkatkan frekuensi jantung dan kekuatan kontraksi jantung 3.  Androgen Hormon yang utama adalah Dehidroepiandrosteron dan Andostemedion. Glikogenesis  Perakitan molekul glukosa menjadi glikogen. Dehidroepiandrosteron merupakan hormon yang paling banyak disekresikan dan merupakan androgen yang lemah. Mendilatasi bronkiolus 4. kelenjar air liur dan kelenjar keringat.organ viseral berkonstriksi sementara pembuluh otot rangka dan otot jantung berdilatasi f. Menurunkan peristaltis 5. dan konsumsi oksigen meningkat 2. Ovarium Sel yang mensekresi hormone pada ovarium adalah sebagai berikut:  Hormon Esterogen 1. Menyebabkan vasokonstriksi kulit. metabolisme. Mineralokortikoid bekerja pada tubulus distal ginjal.Fungsi lain yaitu : Glikoneogenesis  Merangsang sintesis glikogen dari prekursor non-karbohidrat. Meningkatkan pengubahan glikogen menjadi glukosa 6. Menyebabkan vasodilatasi otot skelet 7. B. Medula menyimpan dan mengumpulkan hormonnya dalam granula. Pembuluh darah pada kulit dan organ . mukosa lamung.visera dan otot dan Epinefrin 2. Membantu pematangan ovum di folikel ovarium 2. Meningkatkan pemakaian lemak untuk energi 9. Mekanismenya adalah : Stimulus  Hipotalamus (Eminensia Mediana)  Memproduksi CRH  CRH merangsang hipofisis untuk mensekresikan ACTH  ACTH merangsang kelenjar adrenal untuk mensekresikan Glukokortikoid  Inhibisi ACTH dan CRH. Kadar gula darah meningkat melalui stimulasi glikogenolisis pada hati dan simpanan glikogen otot 3. Meningkatkan laju respirasi sel  Hormon epinefrin 1. Medula Adrenal Terdiri atas sel-sel parenkim polihedral yang tesusun berupa deretan yang jaringan serat retikulin. Merangsang pertumbuhan pembuluh darah di endometrium Estrogen disekresi oleh folicel cells  Hormon Progesteron  membantu menyimpan glikogen dan pertumbuhan pembuluh darah pada endometrium Progesteron disekresi oleh corpus luteum  hipotalamus Hormon Inhibin  membantu menurunkan sekresi FSH oleh kelenjar hipofisis anterior dan GnRh oleh  Relaxin  merelaksasi otot cervic. Hormon yang dihasilkan adalah:  Hormon Norepinefrin 1. Hormon yang utama yaitu Aldosteron (dirangsang oleh Adenoglomerulotropin) yang berfungsi utuk mempertahankan kesetimbangan elektrolit (Ion Kaliun dan Natrium) dan air. fungsi imunitas.

Ginjal 1. Sekretin  Menstimulasi sel asinar pancreas untuk melepaskan bikarbonat dan air. Aktivase enzim oleh protein kinase mengakibatkan efek fisiologis dan reaksi kimia. Renin  mengatalisis perubahan angiotensinogen menjadi angiotensin I (bertindak sebagai enzim) 2. Hormon Testosteron  membantu pematangan sperma di tubulus seminiferus testis 2. Lambung Peptida Natriuretic Atrium (ANP)  Meningkatkan ekskresi natrium oleh ginjal dan menurunkan tekanan  k. Produksi melatonin terendah terjadi pada siang hari dan terbesar pada malam hari. Usus halus Gastrin  Menstimulasi sekresi Hcl oleh sel parietal a. 3. Hormon Inhibin  menurunkan sekresi FSH oleh kelenjar hipofisis anterior h.Ini akan membatasi durasi efek cAMP. yang dapat menyampaikan pasan . Kelenjar Timus  adrenoglomerulotrophine  menstimulasi adrenal korteks untuk mensekresi aldosteron  Hormon timosin  maturasi dan kompetensi fungsi dari sistem imun pada limfosit 2. Eritropoierin  Meningkatkan produksi eritrosit. Adiposit     Leptin  Menghambat nafsu makan dan merangsang termogenesis m. yang mencapai kelenjar melalui kolateral jalur penglihatam. b. MEKANISME KERJA HORMON  Mekanisme kerja hormone secara global Molekul . Setiap molekul cAMP mengaktivasi berbagai molekul cAMP-dependen protein kinase yang sesuai.Relaxin disekresi oleh corpus luteum g. anggota famili gen yang mirip insulin dan secara struktural serupa Peptida lain yang berhubungan adalah IGF-II. 1. Kelenjar Pineal melatonin  emiliki efek inhibisi terhadap pelepadan gonadotropin dan menghambat produksi melanin Melatonin disekresi oleh sel pinealocytes Pengendalian produksi melatonin : oleh melanosit di kulit. terlibat dalam “circadian rhythms” Intensitas dan durasi cahaya lingkungan.molekul dari berbagai hormon protein dan polipeptida ( pembawa pesan pertama ) berikatan dengan reesptor tetap pada permukaan sel yang spesifik untuk hormon tersebut. Kolesistokinin (CCK)  Merangsang kontraksi kandung empedu & melepaskan enzim pancreas l. Testis 1. Kompleks hormon-reseptor pertama sebagai hormon. i. Siklus alami produksi melatonin mungkin berkaitan dengan irama beberapa proses fisiologis harian.  Mekanisme mineral hormone pertumbuhan 1. 2. n. GH berhubungan dengan IGF-I. bergantung pada sifat bawaan sel.5’-monofosfatsiklik (cAMP) sebagai pengantar pesan kedua. dengan proinsulin menstimulasi pembentukan adenosin 3’. mempengaruhi pelepasan melatonin. cAMP terurai dengan cepat oleh enzim intraelular fosfodisterase. Jantung  darah j.25 Dihidroksikolekalsiferol  Meningkatkan absorpsi kalsium & mineralisasi tulang.

Olygodendrocytes Mempunyai kesamaan dengan astrocytes namun mempunyai proses yang pendek dan sedikit. Fungsi : menyelubungi dan memusnahkan mikroba dan cellular debril.biasa disebut dengan brain macrophages.menghubungkan neuron dengan pembuluh darah. Macam-macam Neuroglia: 1. merupakan derivate ectoderm. Efek ini berhubungan dengan kerja GH di tulang karena GH mendorong pertumbuhan tulang panjang di lempeng epifisis pada anak-anak yang sedang tumbuh dan merangsang pertumbuhan tambahan serta pertumbuhan aktal pada orang dewasa 3.kebanyakan glial sel menyangga jaringan dengan mengelilingi sel saraf atau membatasi struktur tertentu di otak dan tulang belakang.3. 4. HISTOLOGI SARAF a. ditemukan di substansi putih (SSP) Keduanya berfungsi: Memutar di sekitar saraf untuk menjaga jaringan dalam system saraf pusat. Berfungsi sebagai penyangga dan pelindung. 3. Ependymocytes Sel epitel yang tersusun selapis dan teratur berbentuk pipih hingga columnar dan banyak yang bersilia Fungsi: membentuk garis epitel bersambung otak.bisa bermigrasi ke area yang terluka dari saraf dan berfungsi sebagai makrofag kecil. sehingga orang yang memiliki IGF-I yang kurang tidak akan mengalami pertumbuhan yang normal. Fungsi: menyangga dengan membentuk barisan jaringan ikat semirigid di antara neuron di (SSP) dan memproduksi selubung myelin di sekitar akson neuron. - GH atau mungkin lagi IGF-I meningkatkan positif kalsium. Neuron . K-. mengatur b. ditemukan di substansi kelabu (SSP) b. dan fosfat. Neuroglia (glial cells) Berada pada system saraf pusat. dan Cl-. biasanya menetap namun bisa berpindah ke tempat yang terluka. Astrocytes a. magnesium.yang lain menghubungkan saraf dengan pembuluh darah. Mycroglia Sel kecil yang merupakan derivate monosit. dan sedikit tipe dlial sel yang memberikan fungsi special contoh: memproduksi fospolopid penutup yaitu myelin dan oligodendroglia. dan menimbulkan retensi Na .dan membantu mengontrol aliran darah di otak 2. fibrous astrocytes. 4. IGF-I berhubungan langsung dengan efek hormon pertumbuhan.berikiran 5-10 kali lebih kecil dari neuron. protoplasmic astrocytes. untuk cairan ventrikel sirkulasi serebrospinal.

Badan sel Disebut juga perikarion. Dalam system saraf perifer sel schwan melingar dalam bentuk jeli. Permukaan dendrite penuh dengan neuron dendrite untuk berhubungan dengan neuron lain. Nodis ranvier merupakan celah diantara sel schwan yang berdekatan. Perpanjangan sitoplasma yang biasanya berganda dan pendek. MACAM DAN FUNGSI SARAF  Berdasarkan fungsi: . Dendrit Merupakan bagian yang meneriam banyak sinaps dan sebagai tempat penerimaan sinyal. Sel Schwan Semua akson di dalam sistem saraf perifer di bingkus dengan lapisan schwan. Neuro fibrik dan badan niddl memanjang ke dalam dendrite. Kebalikan dari aliran Anterograd yaitu aliran Retrograd (dari akson menuju badan sel). Ditemukan di kebanyakan neuro. Namun ada juga yang tidak memiliki (neuron-neuron yang ada di SSP). Ada 3 kecepatan dalam aliran Anterograd:  Lemah / Lambat : Mengangkut protein dan mikrofilamen  Sedang : Mengangkut mitokondria  Cepat (100 kali lebih cepat) : mengangkut neurotransmitter. Spina dendrit merupakan daerah ujung dendrit yang kebanyakan menerima sinaps. Pada akson bermielin. 2. Fungsi: menyalurkan impuls dari badan sel ke neuron lain Origo Akson: akson yang beradal dari badan sel pada hillock akson 4. terutama neuron motorik. mikrotubulus. Tidak ada RER dan ribosom sehingga bergantung pada badan sel. diputuskan terus atau tidak suatu potensial aksi. Membran plasma di akson disebut aksolemma dan isinya disebut aksoplasma. berfungsi untuk menghantarkan impuls ke seluruh tubuh. Akson Dimiliki oleh beberapa neuron. dan mikrofilamen. 3. Fungsinya menyalurkan impuls saraf dan mengendalikan metabolisma seluruh neuron. 4. Makromolekul dan organel disintesis dalam badan sel dan diangkut secara kontinyu disepanjang akson ke bagian terminalnya oleh aliran Anterograd. Badan Golgi dan Mitokondria tersebar di badan sel. biasanya mengangkut virus dan toksin. Badan Nissl ada dalam RER dan Ribosom yang nampak bergranula dan bersifat basofilik. Segmen ini sebagai tempat berkumpulnya stimulus yang merangsang atau menghambat. Bercabang-cabang sehingga memperluas daerah penerimaan. daerah titik awal muara akson dengan awal mielinisasi disebut segmen inisial.1. Akson besar memilikilapusan dalam disebut myelin akson yang tampak berwrna putih disebut serabut termielinasi. Terdapat badan Nissl. Mielin berfungsi sebagai insukator listrik dan mempercepat hantaran saraf. Aksoplasma mengandung mitokondria.

yaitu otak depan. yaitu lapisan luar (korteks) yang berisi badan neuron dan lapisan dalam yang berisi serabut saraf baik dendrit maupun neurit. dan otak belakang. motorik/eferen Berfungsi mengirimkan impuls dari sistem saraf pusat ke otot atau kelenjar yang hasilnya berupa tanggapan tubuh terhadap rangsangan. sedangkan belahan otak kanan akan mengendalikan sistem-sistem tubuh yang terletak dibagian kiri tubuh.sensorik/aferen Berfungsi menghantarkan impuls dari reseptor ke sistem saraf pusat. dan terdiri dari dua belahan yang bekerja secara berlawanan. Otak besar mengisi penuh bagian depan atas rongga tengkorak. Otak dibagi menjadi tiga daerah. yaitu otak (ensefalon) dan sumsum belakang (medula spinalis). Pembagian otak seperti ini tampak jelas pada masa perkembangan embrio. dan bagian belakang kepala (lobus oksipetalis). yaitu belahan kiri dan belahan kanan. bagian pelipis (lobus temporalis). Otak besar terbagi menjadi empat bagian. Dendritnya sangat pendek berhubungan dengan akson saraf asosiasi. yaitu bagian dahi (lobus frontalis). sedangkan aksonnya dapat sangat panjang. Sel saraf intermediet menerima impuls dari reseptor sensori atau sel saraf asosiasi lainnya. bagian ubun-ubun (lobus parientalis). Selain itu. Kedua belahan tersebut dihubungkan oleh balok otak yang berongga (ventrikel) yang berisi cairan getah bening( cebrospinal). a. SISTEM SARAF PUSAT 1. bipolar  memiliki 1 akson dan 1 dendrit c. otak besar juga tersusun oleh dua lapisan.  Berdasarkan strukturnya. a. unipolar  memiliki 1 akson bercabang b. OTAK Otak manusia terdiri dari dua belahan (hemisfer). . yaitu belahan otak kiri akan mengendalikan sistem-sistem tubuh yang terletak dibagian kanan tubuh. Antara bagian dahi dan ubun-ubun dipisahkan oleh celah yang disebut fisura Rolando. asosiasi/intermediet Sel saraf intermediet disebut juga sel saraf asosiasi. Badan sel saraf motor berada di sistem saraf pusat. multipolar  memiliki akson dan dendrit lebih dari satu A. Otak Besar Otak besar (cerebrum) merupakan bagian terluas dari otak yang berbentuk ovale. Sedangkan pada manusia dewasa tidak tampak jelas karena masing-masing daerah terdiri dari beberapa bagian atau lobus. otak tengah. Antara bagian dahi dan pelipis dipisahkan oleh celah silvius. Pada tali spinal (jalur antara otak dengan sumsum tulang belakang) terjadi pindah silang sehingga terjadi kebalikan system pengendalian. Sel ini dapat ditemukan di dalam sistem saraf pusat dan berfungsi menghubungkan sel saraf motor dengan sel saraf sensori atau berhubungan dengan sel saraf lainnya yang ada di dalam sistem saraf pusat. Ujung akson dari saraf sensori berhubungan dengan saraf asosiasi (intermediet).

yang terdiri dari thalamus. bahkan kepercayaan kepada sesuatu yang bersifat metafisik.  Daerah belakang kepala merupakan pusat penglihatan dan dapat menyampaikan memori tentang apa yang dilihat. batuk. keinginan. Bagian ini berakhir pada area foramen magnum tengkorak. Di antara belahan otak besar terdapat otak depan. dan tekanan darah serta infundibulum. panas dan rasa sakit. Struktur umum Medulla spinalis 31 satu pasang saraf spinal keluar dari area urutan korda melalui foramina intervertebral .Otak besar merupakan pusat saraf utama karena berperan dalam pengaturan seluruh aktivitas tubuh. 2. kesadaran.  Nukleiasal saraf cranial IX. X. menelan dan muntah. tekanan darah. kecerdasan. suhu tubuh. Ketiga bagian otak belakang tersebut membentuk batang otak. Otak tengah Otak tengah (mesencephalon) manusia berukuran kecil dan terletak di depan otak kecil. gerak alat-alat pencernaan. Otak kecil berfungsi mengatur sikap dan posisi tubuh. yang merupakan lanjutan dari akson pada pedunkulus serebral  Medulla dorsal atau posteriorterdiri sebagian dari lanjutan traktus sensorik  Pusat medulla (vital)nuklei yang berperan dalam pengendalian fungsi seperti frekuensi jantung. pernapasan. ingatan. antara lain pernafasan. Pada bagian otak besar terdapat daerah asosiasi. emosi.. tersusun oleh empat bagian yang menonjol. dua tonjolan ke atas dan dua tonjolan ke bawah. keseimbangan kerja otot dan rangka. Hipotalamus yaitu bagian pengatur suhu tubuh dan juga pengatur rasa mengantuk.  Daerah pelipis dan ubun-ubun mengendalikan kemampuan berbicara dan bahasa. Setiap aktivitas akan dikendalikan oleh bagian yang berbeda. sumsum lanjutan (medulla oblongata). d.  Daerah pelipis terdapat pusat bicara dan juga terdapat pusat pendengaran. XI dan XII terletak dalam medulla 3. Otak kecil Otak kecil (serebelum). yaitu penerima dan penerus impuls yang dating dari saraf perifer dan meneruskannya ke pusat sensorik pada bagian korteks otak.  Mengendalikan berbagai aktivitas reflex dalam tubuh. dan menghubungkan antar otak kecil dengan korteks otak besar. Pada otak tengah terdapat saraf okulomotoris (saraf yang berhubungan dengan pusat pergerakan mata). berisi serabut saraf yang menghubungkan antara bagian kiri dan kanan otak kecil. yaitu bagian yang menghubungkan anatara bagian sensorik dan motorik. yaitu:  Daerah dahi yang berhubungan dengan kemampuan berpikir. daya khayal. kepribadian.  Daerah ubun-ubun. Mentransmisi impuls ke dan dari otak melalui traktus asenden dan desenden. serta mengatur koordinasi gerakan otot. terdiri atas dua belahan yang berliku-liku sangat dalam dan terletak diobawah bagian otak belakangg. b. selain pusat berbicara dan juga pusat untuk merasakan dingin. daya cipta. Otak tengah memiliki bagian dorsal yang disebut atap. MEDULLA OBLONGATA Letaknya menjulur dari pons sampai medulla spinalis dan terus memanjang. c. tekanan darah. MEDULLA SPINALIS  Fungsi: a. tampak seperti ujung yang bengkak pada tali spinal dan berfungsi sebagai pusat pengatur reflex biologis misalnya detak jantung. Otak Belakang Otak belakang memilki tiga bagian utama. yaitu jembatan varol (pons varolli).  Medulla anterior atau ventralterdiri dari tonjolan substansi putih disebut pyramid. yaitu pangkal dari hipofisis (kelenjar endokrin). b.

 Struktur internal medulla spinalis a.  neuron motorik yang aksonnya mengirim impuls melalui saraf spinal ke otot dan kelenjar. SARAF OTONOM a. V (trigeminal) N. Bagian ini mengandung badan sel neuron system SSO. dan dari ganglion masuk menuju sumsum tulang Tipe Sensori Sensori Motori Motori Mix Motori Mix Sensori Mix Mix Motori Motori Fungsi Pencium Penglihat Penggerak otot kelopak mata dan bola mata Penggerak otot mata Sensori: otot wajah dan mulut Motori: menguyah Pergerakan mata Sensori: merasa Motori: otot wajah dan kelenjar saliva Pendengaran dan keseimbangan Sensori: perasa Motori: menelan Saraf utama untuk sistem saraf parasimpatetis Menelan dan menggerakkan kepala dan pundak Penggerak otot lidah Merupakan saraf tak sadar. yakni saraf parasimpatik dan saraf simpatik. Reflek peregangan  bahwa otot yg terenggang akan berkontraksi secara otomatis (misal ketukan pada tendon patela tepat di bawah tempurung lutut eksistensi tungkai bawah) Reflek fleksor (penarikan)  stimulasinya rasa nyeri dan adanya kemungkinan bahaya sehingga respon yang timbul menghindari hal tersebut (otak tidak perlu membuat keputusan untuk melindungi tubuh) B. dan lumbal system saraf perifer. VIII (auditori) N. bentuknya seperti huruf H Batang atas dan bawah huruf H disebut tanduk Tanduk abu-abu posterior (dorsal) adalah batang vertical atas substansi abu-abu. b. IV (trochlear) N. Bagian Tanduk abu-abu anterior (ventral) adalah batang vertical bawah. b. XI (accessory) N. XII (hypoglossal) 2.  Kanal sentral berukuran kecil dikelilingi oleh substansi abu-abu. VII (facial) N. Bagian ini mengandung Tanduk lateral adalah protrusi di antara tanduk posterior dan anterior pada area toraks Komisura abu-abu menghubungkan substansi abu-abu di sisi kiri dan kanan medulla spinalis ini mengandung badan sel yang menerima sinyal melalui saraf spinal dari neuron sensorik. Dibedakan menjadi dua. Susunan saraf simpatik Berupa 25 pasang simpul saraf atau ganglia. SISTEM SARAF TEPI 1. VI (abducents) N. mulai dari ruas leher terbawah sampai pada tulang ekor. Gerak Reflek Pada Medula Spinalis  Ada 2 reflek yang terjadi : a. Ganglia-ganglia ini berhubung-hubungan dengan sistem saraf pusat melalui sumsum tulang punggung dengan menggunakan cabang-cabang penghubung yang bergerak le luar dari sumsum tulang punggung menuju ganglion. III (oculomotor) N. X (vagus) N.  c. . SARAF SOMATIK a. IX (glossopharyngeal) N. Ke 25 pasang ganglia itu terdapat di sepanjang tulang belakang sebelah depan. Saraf kranial Nama N. Saraf spinal  Cervical (C1-C8)  Thoracic (T1-T12)  Lumbar (L1-L5)  Sacral (S1-S5)  Coccygeal (Co1) b. II (optic) N. I (olfaktori) N.

membran sel neuron memiliki sebuah potensial yang disebabkan oleh banyaknya konsentrasi ion Kalium dan sedikitnya konsentrasi ion Natrium di dalam sel. saraf parasimpatik memperlambat aktivitas itu sedikit demi sedikit. alat pencernaan. Sebelum impuls menjalar. . 5. Neurotransmitter merupakan zat yang berada dalam ujung akson yang berfungsi untuk komunikasi sinaps. kebanyakan merupakan amin. amino. Dari tiap ganglion keluar urat saraf ke paru-paru. Contoh: Misalnya setelah berlari jantung berdenyut lebih cepat. Proses ini kurang lebih terjadi dalam waktu 5 mili detik. Susunan saraf parasimpatik Berupa jaring-jaring yang berhubung-hubungan dengan ganglia yang terbesar di seluruh tubuh. ginjal. Gambar : Potensial listrik pada membran sel pada saat dilewati impuls Komunikasi Sinaps (jalannya impuls antar neuron) Ujung akson yang menghantarkan impuls disebut daerah prasinaps.punggung. MEKANISME JALANNYA IMPULS Ketika sinyal dieriam oleh reseptor. dan aksoaksonik (antara akson dengan akson lain). sampai kembali ke keadaan semula. aksodendritik(antara akson dengan dendrit). Kemudian ketika Impuls menjalar  Kanal Ion Natrium membuka  ion natrium masuk ke dalam sel  Potensial naik menjadi 30 mV  kenaikan potensial menyebabkan kanal Ion Kalium membuka  Ion Kalium keluar dari sel  Potensial kembali menjadi -65 mV (Potensial Membran Istirahat). Secara fungsional. pembuluh darah dan lainnya. Dalam keadaan istirahat. kemudian diteruskan ke badan sel dan menuju akson. Fungsi susunan saraf simpatik antara lain:  Mempercepat denyut jantung  Memperlebar pembuluh darah  Mempertinggi tekanan darah b. yaitu aksosomatik (antaran akson dengan badan sel). sedangakan dendrit atau badan sel yang menerima rangsang atau impuls dari ujung akson disebut pascasinaps. jantung. Potensial listrik itu sebesar -65 mV dan disebut dengan Potensial Membran Istirahat. Jenis sinaps ada 3. dan neuropeptida. susunan saraf parasimpatik berlawanan dengan susunan saraf simpatik. darah beredar lebih cepat.

difusi atau endositosis. NEUROTRANSMITTER Definisi Neurotransmitter merupakan suatu zat kimia yang dapat menyeberangkan impuls dari prasinapsis ke post sinapsis atau pasca sinapsis Macam-macam Bersifat eksitasi:  asetilkolin  berada di seluruh tubuh  norepinephrine  berada dalam system saraf  dopamine  berada dalam otak  glutamate  salah satu asam amino esensial  histamine  salah satu asam amino esensial Bersifat inhibisi:   gamma aminobutyric acid (GABA)  berada pada jaringan otak glisin  berada pada medulla spinalis . konsentrasi ion Na+ di luar membran sel lebih tinggi daripada di dalam sel karena tingkat permeabilitas membran terhadap ion K+ sekitar 75 kali lebih besar daripada ion Na+. serta relatif impermeable terhadap ion Na+. serta perbedaan permeabilitas membran terhadap ion ini dan ion lain . ion tersebut meninggalkan molekul protein bermuatan negatif yang terlalu besar untuk dapat berdifusi melalui membran. Saat ion K+ bermuatan posistif keluar dari sel.Jalannya komunikasi sinaps: Impuls saraf  Mmenjalar sepanjang membran sel  terjadi depolarisasi  Kanal Kalsium membuka  ion kalsium masuk  masuknya kalsium memicu eskositosis neurotrnsmitter yang berada dalam vesikel  neurotransmitter lepas dan kemudian beraksi dengan reseptor yang berada di daerah pascasinaps  depolarisasi membran pascasinaps  impuls tersampaikan. Membran neuron sangat permeabel terhadap ion K+ dak klor (Cl-). Potensial Istirahat / Potensial Membran Polarisasi ( potensial istirahat ) disebabkan oleh konsentrasi ion natrium (Na+) dan Kalium (K+) yang tidak seimbang di dalam dan di luar sel. Neurotransmiter yang lepas tadi dirombak melalui pemecahan enzimatis. Membran ini impermeabel terhadap molekul protein intraselular besar yang bemuatan negatif. Hal ini mengakibatkan bagian dalam sel mengalami elektronegatifitas. Konsentrasi ion K+ di dalam membran sel lebih tinggi daripada di luar sel. maka difusi ion K+ keluar dari sel lebih cepat daripada difusi ion Na+ ke dalam sel.

Sel sikat 4. bronkiolus. Ada 5 jenis sel epitel respirasi. nasofaring. Bagian Konduksi Meliputi rongga hidung. Bagian Respirasi Meliputi bronkiolus respiratris. serotonin  menghambat dan mengontrol keinginan tidur. bronkus. dan bronkiolus terminalis. 2. dan alveoli. Sel goblet mukosa 3. Sel silindris berlapis banyak (paling banyak) 2. Sel bergranul kecil . trakea. lapar. Epitel respirasi Sebagian konduksi dilapisi oleh epitel silindris berlapis dan mengandung banyak sel goblet. yaitu : 1. yaitu : 1. laring. Sel basal 5. dan mempengaruhi kesadaran Mekanisme mata dapat melihat benda Bayangan  Mata Cahaya menembus bagian mata  Kornea  Aqueus humor Lensa  Badan vitreus  Merangsang ujung ujung saraf retina saraf opticus II  Ke otak lobus oksifitalis  membentuk benda SISTEM PERNAFASAN Alat-alat respirasi Terdiri dari dua bagian utama. duktus alveolus.

Faring 4.A. . inferior). Terdiri dari tulang rawan hyaline (tiroid. Nasofaring Merupakan bagian pertama faring. sebagai katup untuk mencegah masuknya makanan atau cairan yang Memiliki fungsi sebagai jalan masuknya udara ke laring dan masuknya makanan ke esofagus. media. Rongga Hidung Terdiri dari 2 bagian. ujung aritenoid). 2. terdapat 3 tonjolan yang disebut dengan konda (superior. Pengondisian udara dalam rongga hidung: Vibrisa menyaring debu. 3. lapisan mucus fosa nasalis menyaring zat renik dan berbagai gas. Di sekitar permukaan nares terdapat kelanjar sebasea. Bagian Konduksi 1. Laring Merupakan tabung tak teratur yang mengubungkan faring dengan trakea. Bagian Vestibulum merupakan bagian yang paling anterior dan paling lebar dari rongga hidung. Fungsinya adalah sebagai penyokong (menjaga agar jalan nafas tetap terbuka). dan vibrissa (rambut pendek). kelenjar keringat. mucus dan secret serosa melembabkan udara yang masuk. Sedangkan bagian fosa nasalis. aritenoid) dan tulang rawan elastik (epiglottis. yaitu bagian Vestibulum dan Fosa Nasalis. Dalam rongga hidung ini juga terdapat reseptor olfaktorius yang mendeteksi uap kimiawi yang diinhalasi yang disebut nervus olfaktorius melewati tulang etmoidalis menuju otak. krikoid.

Bronkus Trakea bercabang menjadi 2 bronkus primer. 2.ditelan. Trakea ini juga dilapisi oleh pseudostratified ciliated columnar epithelium. . 2 cabang di kiri). Diantara ujung hyaline yang berbentuk C. Bronkus primer masuk ke setiap lobus paru-paru (3 cabang di kanan. 3. Terdapat kelenjar seromukosa yang menghasilkan mucus yang lebih cair. Bagian ini merupakan daerah peralihan bagian konduksi dan respirasi. dan juga sebagai fungsi fonasi (penghasil suara). B. bercabang 2 atau lebih bronkiolus respiratoris. Katup yang mencegah masuknya makanan atau cairan yang ditelan adalah epiglotis atau yang sering disebut dengan anak tekak. terdapat pada bronkus respiratoris. Sedangkan retikulin berfungsi sebagai penunjang yang mencegah perkembangan secara berlebihan dan pengerusakan kapiler-kapiler halus dan septa alveolar yang tipis. Serat elastic yang berfungsi memungkinkan alveolus dapat mengembang pada saat terjadi inspirasi dan kontraksi secara pasif pada wakti ekspirasi. Bronkus Respiratoris Setiap bronkiolus terminalis. alveoli juga merupakan tempat pertukaran oksigen dan karbondioksida. Alveoli bertanggung jawab atas struktur berongga dalam paru-paru. 5. Selain itu. Dilapisi sel-sel pipih yang sangat halus. Pada lamina propia terdapat otot polos. Tetapi di bagian muara. Alveolus Merupakan penonjolan (evaginasi) dengan bentuk mirip kantung dengan diameter kurang lebih 200 mikro meter. Dilapisi oleh sel epitel kuboid bersilia dan sel clara. 6. duktus alveolus. dan sakus alveolus. Bagian ujung cabang disebut bronkiolus. Setiap bronkiolus bercabang 5 – 7 bronkiolis terminalis. Trakea Dilapisi oleh cincin tulang rawan hyaline yang berbentuk C  menjaga supaya lumen trakea tetap terbuka. sel epitel menyatu dengan sel-sel alveolus yang gepeng. Bagian Respirasi 1. pada matrix terdapat serat-serat elastin dan kolagen (sebagai penunjang). Terdapat banyak alveolus yang merupakan tempat pertukaran gas. Duktus Alveolaris Merupakan saluran yang makin ke distal dengan jumlah muara alveolus yang semakin tambah banyak. terdapat ligament fibroelastis (mencegah distensi berlebihan dari lumen) dan berkas otot polos (pengaturan lumen) yang terlihat pada lapisan periosteum.

Bronkiolus diparu-paru bercabang-cabang lagi membentuk pembuluh-pembuluh halus. CO2 berdifusi terus menerus ke dalam alveoli. bronkus dan masuk ke paru-paru. Pada ekspirasi dalam. Udara Alveolus tidak sama dengan udara atmosfer. Pelembaban udara di sepanjang saluran pernapasan. otot diafragma berkontraksi sehingga diafragma mendatar.Pulmo (paru-paru) Paru-paru terdiri oleh dua bagian. Hal ini disebabkan oleh : 1. Diafragma melengkung ke arah toraks. Didalam paru-paru terdapat bronkus dan bronkiolus. Paru-paru pun mengembang. 2. Udara alveolus hanya sebagian diganti oleh udara atmosfer tiap kali bernapas. Pembuluh-pembuluh halus ini berakhir pada gelembuggelembung halus yang disebut alveolus (alveoli=jamak). Rongga dada pun mengecil. Ekspirasi Ekspirasi pada pernapasan dipengaruhi oleh relaksasi otot dan disebut proses pasif. pektoralis mayor. serratus anterior dan otot skalena juga akan memperbesar rongga toraks. otot interkostal internal menarik kerangka iga ke bawah dan otot abdomen berkontraksi sehingga mendorong isi abdomen menekan diafragma. 4. akibatnya udara dalam paruparu terdorong keluar. Otot interkostal eksternal mengangakat iga ke atas dan ke depan saat berkontraksi sehingga memperbesar rongga toraks ke arah anterior dan superior. yaitu paru-paru kiri dan paru-paru kanan. . Paru-paru kiri terdapat dua gelambir dan paru-paru kanan terdapat tiga gelambir. trakea. Mekanisme Pernafasan Inspirasi Pada saat inspirasi. Dalam pernapasan. Oksigen secara terus menerus diabsorbsi oleh alveolus kedalam darah paru paru 3. otot otot sternokleidomastoid. sehingga udara luar masuk melalui hidung.

Oksigen baru juga secara terus-menerus dihirup masuk ke dalam alveoli dari atmosfer. Jadi konsentrasi oksigen dalam alveolus dipengaruhi oleh : 1. Oksigen dari udara alveolus masuk ke dalam darah kapiler. Maka Oksigen akan berdifusi masuk ke dalam alveolus. Sitoplasma sel endotel. sedangkan tekanan parsial oksigen dalam kapiler darah lebih rendah (karena oksigen sudah digunakan oleh jaringan-jaringan tubuh). namun kebalikannya. tekanan oksigen dalam alveolus meningkat.Konsentrasi Oksigen dalam Alveolus Oksigen diarbsorbsi dari alveoli ke dalam darah paru secara terus menerus. Pada karbon dioksida juga sama. 3. sehingga karbon dioksida berdifusi masuk ke dalam alveolus. Lapisan permukaan dan sitoplasma sel alveolus. 2. Karbon dioksida berdifusi dengan arah yang berlawanan. Pembebasan CO2 dari HCO3 dikatalis oleh enzin karbonat anhidrase yang terdapat pada eritrosit. Tekanan parsial karbon dioksida dalam darah lebih tinggi dari pada di alveolus. Secara umum proses difusi oksigen dan karbon dioksida tidak lepas dari prinsip tekanan parsial ini. Difusi gas melalui membran pernapasan (sawar udara-darah) Proses difusi gas pada alveolus bergantung pada prinsip fisika yaitu tentang tekanan parsial (hukum henry). Konsentrasi Karbon Dioksida dalam Alveolus Peningkatan konsentrasi karbon Dioksida berbanding lurus dengan dengan kecepatan ekskresi Karbon Dioksida dan berbanding terbalik dengan ventilasi alveolus. Kecepatan masuknya oksogen baru ke dalam paru-paru. Pada saat udara masuk kedalam alveolus. . Membran pernapasan (sawar udara-darah) Terdiri dari 3 lapisan yaitu : 1. Kecepatan absorbsi oksigen dalam darah 2. Lamina basal alveolar dan endotel yang menyatu.

4. Ketebalan membran Contohnya adanya cairan edema dalam mebran interstitial dan dalam alveoli dan penyakit paru yang menyebabkan fibrosis paru.Faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan difusi gas melalui membran pernapasan 1. Perbedaan tekanan diantara kedua sisi menbran pernapasan Yaitu merupakan perbedaan tekanan parsial gas dalam alveoli dan tekanan parsial gas dalam darah. Koefisien difusi Merupakan kelarutan gas dalam membran. Luas permukaan membran pernapasan Contohnya pada penyakit enfisema. 2. CO2 lebih cepat 20 kali daripada O2. 3. Sedangkan yang 2% menuju ke paru-paru lewat sirkulasi bronchial yang secara khusus member nutrisi pada sel-sel paru dengan tekanan 40 mmHg (saluran pintas). . yaitu alveoli bersatu dengan alveoli yang lain sehingga lebar dinding (membrane pernapasan) keseluruhan berkurang. Transpor oksigen dalam arteri 98% darah paru teroksigenasi sampai pada tekana parsial oksigen 104 mmHg  keseluruh tubuh.

Oleh karena itu. Proses terengah-engah sebenarnya diatur oleh pusat terengah-engah yang berhubungan dengan pusat pernapasan pneumotaksik yang berada dalam pons. maka O2 akan berikata dengan Hb. saraf nomor tujuh atau nerve vagus dari reseptor di saluran nafas dan paru turut mempengaruhi laju pernafasan. Pada saraf kranial. dan apneustic area. Namun. 5. Pengaruh otak Kita dapat menghentikan nafas kita dalam waktu yang singkat. 4. O2 bergabung secara longgar dengan heme Hb. Yaitu. pada pria laju respirasinya lebih tinggi dibandingkan wanita Mekanisme Terengah-engah Mekanisme terengah-engah digunakan oleh binatang tingkat rendah sebagai alat untuk menghilangkan panas. 2. Pengaruh saraf Pusat respirasi terdapat pada medullary rhytmicity area. Stimuli kimia CO2 dan O2 Peningkatan CO2 akan meningkatkan H+ dan begitu pula sebaliknya. ion H+ dapat mengubah laju pernafasan. Fungsi Hb adalah sebagai buffer tekanan parsial Oksigen dalam darah. Kapasitas Paru-Paru(Sloane) . Hal ini menyebabkan inspiratory dan apneustic area tidak lagi terhambat sehingga terjadi nafas baru. area inspirasi terstimulasi. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pernafasan 1. Kemampuan menahan nafas dibatasi oleh adanya cadangan H+ dan CO2 dalam darah.Ikatan Oksigen-Hb Dalam darah. Menghirup dan mengeluarkan napas dengan cepat. Refleks inflasi Dalam dinding bronkus dan bronkeolus terdapat stretch receptor. karena setiap pernapasan sangat dangkal. sebagian besar udara yang masuk ke alveoli adalah udara ruang rugi yang terutama berasal dari trakea dan bukan dari atmosfer. hipotalamus menimbulkan sinyal neurogenik untuk menurunkan suhu tubuh. Namun. bila darah menjadi terlalu panas. Bika tekanan parsial O 2 tinggi (dalam kapiler paru). Satu dari sinyal ini menimbulkan keadaan terengah-engah. Pada efeknya. proses ini akan mendinginkan darah di dalam saluran mukosa pernapasan sebagai akibat evaporasi dari permukaan mukosa. Medullary rhytmicity area (area inspirasi dan ekspirasi) memiliki kemampuan untuk menentukan irama dasar respirasi. Saat PCO3 dan H+ mencapai level tertentu. Impuls dikirim dari otak ke area inspiratory sehingga proses bernafas dilanjutkan. Peristiwa terengah-engah dihidupkan oleh pusat pengatur suhu di otak. Saat reseptor ini meregang. maka akan terjadi dissosiasi O2Hb. pneumotaxic area. stretch receptor tidak lagi terstimuli. jika tekaana parsial O2 rendah. Pneumotaxic area dan apneustic area mengkoordinasi masa transisi antara inspirasi dan ekspirasi. keadaan terengah-engah tidak meningkatkan ventilasi alveolar lebih dari yang dibutuhkan untuk mengendalikan gas-gas di dalam darah dalam jumlah yang sesuai. Saat udara meninggalkan paru-paru setelah ekspirasi. maka inspiratory dan apneustic area terhambat sehingga terjadi ekspirasi. 3. Peregangan otot anus dapat meningkatkan laju respirasi 7. sehingga sejumlah udara baru berasal dari luar mengadakan kontak dengan bagian atas saluran pernapasan. Kenaikan suhu tubuh dapat meningkatkan laju respirasi 6. Jenis kelamin. terutama evaporasi saliva dari lidah.

Pembuluh darah Arteri.2 SISTEM SIRKULASI Yang terlibat dalam sistem sirkulasi adalah: 1. Jantung.2 6.laki dan 800 ml pada perempuan. Volume Cdangan Ekspirasi (VCE) adalah volume udara ekstra yang dapat kuat dikeluarkan pada akhir ekspirasi tidal normal.laki dan 1900 ml pada perempuan.laki dan 380 ml untuk perempuan b. dan berfungsi untuk mengangkut darah. Vena. yaitu pembuluh darah terkecil. Volume residual penting untuk kelangsungan aerasi dalam darah saat jeda pernapasan. CDI berkisar 3100ml pada laki .a. Volume tidal (VT) adalah normal udara yang masuk dan keluar paru .paru estela melakukan ekspirasi kuat. Sistem kardiovaskular a.5 0. Volume Cadangan Inspirasi ( VCI ) adalah volume udara ekstra yang masuk ke paru . Ukurannya semakin besar ketika pembuluh ini mendekati jantung.1 4.7 1.paru selama ventilasi normal biasa. Kapasitas Paru-Paru(Ganong) IRV (Inspiratory Reserve Volume) TV (Tidal Volume) ERV (Expiratory Reserve Volume) RV (Recidu Volume) Kapasitas Total Kecepatan nafas normal tiap menit: Bayi baru lahir Usia 12 bulan Usia 2-5 tahun Dewasa 30-40 30 24 10-20 Pria (L) 3. untuk dipompa keluar lagi. yakni suatu organ yang berfungsi untuk memompa darah.rata volume ini pada laki . Kapiler. VT pada dewasa muda sehat 500 ml untuk laki. Volume Residual (VR) adalah volume udara sisa dalam paru . b. Rata.0 1. dengan nutrien dan oksigen ke jaringan. serangkaian pembuluh eferen yang semakin mengecil sewaktu bercabang. .0 Wanita (L) 1.9 0. c. berupa jalinan saluran halus dan rumit yang saling beranastomosis dan dindingnya merupakan tempat berlangsungnya pertukaran zat antara darah dan jaringan. sambil membawa darah ke jantung.3 0.laki sekitar 1200 ml dan pada perempuan 1000ml.5 1. d. VCE biasanya berkisar 1200 ml pada laki .paru dengan inspirasi maksimum di atas inspirasi tidal. terbentuk dari penggabungan kapiler menjadi sistem saluran.

1 mm (arteriol besar. Limfe b. arteri muskular dan elastis. Sistem Limfatik a. Jaringan limfe Histologi sistem sirkulasi : 1. 3. 2. Jarak semua sel tubuh dari sumber nutrisi ini tidak pernah melebihi satu milimeter. Organ pembentuk dan penyimpanan darah a. Nodus limfe. Makrovaskulatur. vena muskular).c. merupakan tempat terjadinya pertukaran antar darah dan jaringan sekitar pada keadaan normal dan pada poroses peradangan. kapiler. venula pascakapiler). Jantung ANATOMI JANTUNG . Pembuluh limfe. yaitu saluran buntu yang beranastomosis untuk membentuk pembuluh – pembuluh yang makin membesar. adalah cairan yang mengalir dalam pembuluh. berawal di kapiler limfe. Sumsum tulang d. pembuluh dengan diameter lebih dari 0. Hati c. Kelenjar timus e. Darah. 2. Mikrovaskulatur. terletak dalam pembuluh limfe besar. (arteriol. b.

2. Jantung dilindungi medistinum. Bentuknya seperti kerucut tumpul. Ukuran dan bentuk a. Jantung berukuran kurang lebih sebesar kepalan tangan pemiliknya. Ujung atas yang lebar (dasar) mengarah ke bahu kanan. Jantung adalah organ berongga dan memiliki empat ruang yang terletak antara kedua paru . b.1. Pelapis . Dua pertiga jantung terletak di sebelah garis kiri midsternal.paru di bagian tengah rongga toraks. ujung bawah yang mengerucut (apeks) mengarah ke bahu kiri.

Dinding jantung tersusun dari tiga lapisan : a. membungkus jantung dan pembuluh darah besar.berkas spiral melapisi ruang jantung. katup. (a) Membran viseral (epikardium) menutup permukaan jantung (b) Membran parietal melapisi permukaan bagian dalam fibrosa perikardium b. (1) Lapisan fibrosa luar pada perikardium tersusun dari serabut kolagen yang membentuk lapisan jaringan ikat rapat untuk melindungi jantung. (1) Ketebalan miokardium bervariasi dari satu ruang jantung ke ruang lainnya.paru. Curah Jantung Adalah volume darah yang dikeluarkan oleh kedua ventrikel per menit. dan pleura yang membungkus paru . Kantong ini melekat pada diafragma. Lapian ini melapisi jantung. Ruang ini mengandung cairan perikardial yang diekskresi lapisan serosa untuk melumasi membran dan mengurangi friksi. atrium = dinding tipis= reservoar (menerima darah) b. ventrikel = dinding tebal = pemompa (memompa darah) 5. (2) Serabut otot yang tersusun dalam berkas . dan menyambung dengan lapisan endotelial yang melapisi pembuluh darah yang memasuki dan meninggalkan jantung. Rongga perikardial adalah ruang potensial antara membran viseral dan parietal. 3. sternum. Terdiri 2 macam ruang : a. Miokardium terngah terdiri dari jaringan otot jantung yang berkontraksi untuk memompa darah. (2) Lapisan serosa dalam terdiri dari 2 lapisan. Volume nya kurang lebih 5 liter per menit pada laki – laki berukuran rata – rata dan kurang 20% pada perempuan. . Endokardium dalam tersusun dari lapisan endotelial yang terletak di atas jaringan ikat.sel mesotelial yang berada di atas jaringan ikat. Curah jantung terkadang disebut volume jantung per menit. b. Perikardium Adalah kantong berdinding ganda yang dapat membesar dan mengecil. 4.a. Epikardium luar tersusun dari lapisan sel . Kontraksi miokardium ”menekan” darah keluar ruang menuju arteri besar c.

Vena : 1. Faktor – faktor yang mengurangi aliran balik vena dan mempengaruhi curah jantung. a. Membawa darah dari arteriol ke venula Dinding dilapisi selapis sel tipis untuk memungkinkan pertukaran darah dan cairan Terdapat sel otot polos yaitu sfingter prekapiler yang dijumpai pada permulaan masing-masing kapiler untuk mengatur aliran darah dalam kapiler Membawa darah dari kapiler kembali ke jantung Lapisan dalam : Endotelium yang melipat membentuk valvula untuk mencegah aliran darah terbalik Lapisan tengah : Otot polos tipis karena vena tidak begitu penting untuk mempertahankan tekanan darah Lapisan luar : Jaringan ikat fibrosa tipis karena vena tidak membawa darah dengan tekanan tinggi (hanya 2mmHg dibanding arteri yang memiliki tekanan sampai 100mmHg) Mempunyai percabangan kecil disebut venula Membawa darah dari jantung menuju kapiler Terdapat 3 lapisan : Tunika Intima : paling dalam (merupakan selapis sel gepeng) Tunika Media : Disusun otot polos dan jaringan ikat elastis Tunika Eksterna : Merupakan jaringan ikat fibrosa penyusunnya Mempunyai percabangan kecil yang menyambung pada kapiler disebut arteriol Pompa otot rangka Pernapasan Reservoar vena Gaya gravitasi Perubahan posisi tubuh Tekanan rendah abnormal pada vena Tekanan darah tinggi Hormon medular adrenal Ion Usia dan ukuran tubuh seseorang Penyakit kardiovaskular d. 4. 2. 2. 3. meliputi : e. meliputi : . Faktor – faktor utama yang mempengaruhi curah jantung a. Pengaruh tambahan pada curah jantung. Faktor yang mendukung aliran balik vena dan memperbesar curah jantung. b. Aktifitas berat b. Perhitungan curah jantung adalah sebagai berikut Curah jantung = frekuensi jantung x isi sekuncup 2. 5. c.1. 3. meliputi : Pembuluh Darah Arteri : 1. 3. Aliran balik ke vena jantung c. Kapiler : 1. 2.

Letak pembuluh darah .

.

Mekanisme Sirkulasi Darah Mekanisme Pengikatan Oksigen O2 dalam alveolus Berdifusi melalui membrane kapiler pulmonalis .

Pusat reflek kardioinhibitor juga terdapat dalam medulla oblongata (1) Efek impuls dari neuron ini adalah untuk mengurangi frekuensi jantung.34 ml O2 3. Impuls aferen yang menuju pusat kendali jantung yang berasal dari receptor. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Denyut Jantung 1. Konsentrasi Hb ini biasanya dinyatakan sebagai persentase volume dan merupakan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh. b. 100 ml darah rata-rata mengandung 15 gr Hb untuk maksimal 20 ml O2 per 100 ml darah (15 x 1. Proreseptor (baroreseptor) dalam arteri karotis dan aorta (sinus aorta dan arkus aorta) sensitif terhadap perubahan tekanan darah . a. Pusat refleks kardioakselerator adalah sekelompok neuron dalam medula oblongata. Tiap eritrosit mempunyai 280 juta molekul Hb. 2. Volume maksimal O2 yang dapat berikatan dengan sejumlah hemoglobin dalam darah. . Ikatan ini tidak kuat dan reversibel.Diikat Hb dalam sel darah merah O2+Hb (HHb) Di kapiler darah jaringan O2 dilepas Hb O2 menuju sel jaringan lainnya di plasma membentuk O3 1. (2) Ujung serabut sarafnya mensekresi asetilkolin. Impuls eferen menjalar melalui saraf simpatis dan parasimpatis susunan saraf otonom. (1) Untuk meningkatkan frekuensi jantung (2) Ujung serabut sarafnya mensekresi norepinefrin yang meningkatkan eksitabilitas jantung. Tiap molekul dalam ke empat molekul besi dalam hemoglobin berikatan dengan satu molekul O2 dan membentuk oksihemoglobin (HbO2) yang berwarna merah tua.34). Tiap gram Hb dapat mengikat 1. 2.

Frekuensi jantung dipengaruhi oleh stimulasi pada hampir semua saraf kutan. dingin. Ginjal Mekanisme ekskresi pada Paru-paru . c. b. Aktivitas yang tinggi dapat mempercepat denyut jantung d. yang mempengaruhi frekuensi jantung jika kadarnya menigkat atau berkurang. Paru-paru 2. fungsi jantung normal juga bergantung pada keseimbangan elektrolit seperti kalsium. panas.(1) Peningkatan tekanan darah akan mengakibatkan statu reflek yang memperlambat frekuensi jantung. kalium. Pengaruh dari atropin dan nikotin yang juga dapat mempercepat denyut jantung e. Reflek ini akan menghambat pusat kardioakselerator dan menstimulasi pusat kardioinhibitor. Pengaruh lain pada frekuensi jantung a. Suhu tubuh yang tinggi atau demam juga mempercepat frekuensi denyut jantung. atau oleh input emosional dari sistem saraf pusat. dan sentuhan. SISTEM EKSKRESI Organ-organ yang terlibat: 1. (2) Penurunan tekanan darah akan mengakibatkan statu reflek yang menstimulasi fekuensi jantung yang menjalar melalui pusat medular . seperti reseptor untuk nyeri. Usia muda memiliki frekuensi jantung yang lebih cepat f. 3. dan natrium.

Bagian luar ginjal disebut korteks.Karbondioksida dalam sel jaringan Menuju cairan interstitial Berdifusi melaui dinding kapiler jaringan Berikatan dengan molekul air dalam sel darah merah( CO2 +H2O) H2CO3 HCO3 + H H+Hb(HHb) Berikatan dengan Na di plasma darah Menuju kapiler pulmonali Co2 yang berikatan dengan H2O PECAH Co2 berdifusi keluar membrane kapiler pulmonalis Menuju alveolus Ginjal Fungsi Ginjal 1. Pada bagian dalam terdapat ruang kosong (pelvis). Sebagai kelenjar endokrin Struktur ginjal: Diselubungi oleh suatu kapsul yang berbentuk dari jaringan serabut. Pengendalian komposisi jaringan tubuh 3. Regulasi keseimbangan elektrolit dan air 4. yang selanjutnya membentuk urine yang mengandung zat sisa metabolisme. Regulasi osmolaritas cairan tubuh dan elektrolit 5. Menyaring darah. Regulasi keseimbangn asam basa 6. Regulasi tekanan arteri 7. Pada manusi aterdapat sekitar satu juta nefron. 2. Regulasi vitamin D 8. Setiap nefron terdiri dari badan malphigi (mengandung gromerulus yang diselubungi oleh kapsula bowman) dan saluran nefron. Pada ginjal terdapat nefron yang merupakan unit fungsional dan structural terkecil. sedangkan bagian dalamnya disebut medulla. Nefron . Gluconogenesis 9.

Tubulus Kontortus proksimal. . Filtrat ini masih banyak zat . lengkung henle yang terdiri dari saluran menurun dan naik. filtratnya ditampung oleh Kapsula Bowman yang disebut filtrat glomerulus / urin primer.bagian nefron yang mengandung unsur epitel. yaitu unsur pembuluh (elemen vaskuler) dan unsure epitel. Filtrasi Dilakukan oleh glomerulus yang terdapat alat penyaring disebut sel podosit. yaitu Kapsula Bowman.mengandung dua macam unsur. tubukus kontortus distal dan saluran penampung. Jumlah urin primer/menit adalah 125 cc. Proses ekskresi pada ginjal: 1.zat yang dibutuhkan oleh tubuh.

duktus torasikus dan batang saluran kanan. yaitu trabekulae. dan jaringan kelenjar. Pembuluh limfa eferen menembus kapsul di pinggiran yang cembung dan menuangkan isinya ke dalam kelenjar. Augmentasi Penambahan zat . jaringan otot. axial. . lengan kanan dan dada sebelah kanan dan menuangkan isinya ke dalam vena yang berada di sebelah kanan leher.zat yang tidak berguna bagi tubuh kedalam urin sekunder misalnya ion H+ dan K+ yang terjadi pada tubulus kontortus distal sehingga terbentuklah urin yang sesungguhnya/ urin saja yang dialirkan ke tubulus kolektivus menuju ke pelvis renalis  ureter  vesika urinaria ( 300cc) uretra. Saluran limfe Terdapat dua batang saluran limfe yang utama. Reabsorpsi Urin primer direabsorpsi oleh tubulus kontortus proksimal. Kerjanya sebagai penyaring dan dijumpai di tempat-tempat terbentuknya limfosit. Kelompok-kelompok utama terdapat di dalam leher. jaringan limfe terbungkus oleh kapsul fibrus. Sebuah kelenjar limfe mempunyai pinggiran mempunyai pinggiran yang cembung dan yang cekung. 3. Peristiwa membuang air kecil dikenal dengan miksturisi.zat yang diserap kembali antara lain glukosa. ion . Sebuah kelenjar terdiri atas jaringan fibrus. Arteri dan vena juga masuk dan keluar kelenjar melalui hilum. SISTEM LIMFATIK Organ yang terlibat: Nodus limfe Berbentuk kecil lonjong atau seperti kacang dan terdapat di sepanjang pembuluh limfe. Duktus torasikus mengumpulkan limfe dari semua bagian tubuh.2. Ruangan di antaranya berisi jaringan kelenjar . kecuali dari bagian yang menyalurkan limfenya ke duktus limfe kanan. Dari sini keluar tajuk-tajuk dari jaringan otot dan fibrus.Di sebelah luar. masuk ke dalam kelenjar membentuk sekat-sekat. abdomen. asam amino. yang mengandung banyak sel darah putih atau limfosit. Pinggiran yang cekung disebut hilum. torax. Bahan ini bercampur dengan benda-benda kecil daripada limfe yang banyak sekali terdapat di dalam kelenjar dan selanjutnya campuran ini dikumpulkan pembuluh limfa aferen yang mengeluarkannya melalui hilum. Duktus limfe kanan ialah saluran yang jauh lebih kecil dan mengumpulkan limfe dari sebelah kanan kepala dan leher. dan lipat paha.ion organik sehingga terbentuklah urin sekunder yang akan melewati lengkung henle. Zat .

Mekanisme Peredaran Cairan Limfe cairan interstitial  kapiler limfe  pembuluh limfe  batang limfe  saluran limfe sebelah kiri/sebelah kanan  vena subclavian .

.Mengeluarkan zat-zat toksik dan debris selular dari jaringan setelah infeksi atau kerusakan jaringan.Mengembalikan protein plasma ke dalam sirkulasi .Mengendalikan kualitas aliran cairan jaringan dengan cara menyaringnya melalui nodus-nodus limfe sebelum mengendalikannya ke sirkulasi.Mentranspor nutrien yang terabsorbsi .Fungsi cairan limfa : . Faktor-faktor yang mempengaruhi meningkatnya aliran limfa: Efek tekanan cairan interstitial -peningkatan tekanan kapiler -penurunan tekanan osmotic koloid plasma -peningkatan tekanan osmotic koloid cairan interstitial .Mengembalikan kelebihan cairan jaringan yang keluar dari kapiler .

otot rangka tidak berkontraksi sehingga cairan tersebut akan terakumulasi. karbondioksida dan air. Dalam kondisi duduk dengan posisi lama dan waktu yang lama. pembentukan molekul-molekul kecil menjadi molekul-molekul besar. reaksi kimia yang molekulnya melepaskan electron. maka setiap reaksi oksidasi disertai dengan reaksi reduksi. b. . Karena elektron yang dilepas selama reaksi tidak dapat muncul dalam bentuk bebas. - Anabolisme. Enzim Berfungsi mengatalis atau mempercepat jalannya suatu reaksi kimia Sebagian besar reaksi enzimatik memerlukan koenzim sebagai pembawa electron yang memaksimalkan fungsi suatu enzim. sehingga elektron yang dilepas. Contoh: respirasi sel yang memecah molekul makanan menjadi energi. penguraian atau dekomposisi atau pemecahan molekul-molekul besar menjadi molekul-molekul kecil. Kontraksi otot rangka disekitar saluran limfa. .Oksidasi. Pergerakan bagian-bagian tubuh pulsasi arteri yang berdekatan dengan saluran limfa perekanan jaringan oleh benda-benda diluar tubuh. - Katabolisme. sintesis glikogen oleh hepar. PROSES METABOLISME TINGKAT SELULER SAMPAI DENGAN JARINGAN Metabolisme Adalah jumlah keseluruhan reaksi kimia dan pengubahan energi untuk menopang dan memertahankan kehidupan. Mekanisme terjadinya bengkak akibat penumpukan cairan: Cairan interstisial cenderung berakumulasi di bagian-bagian dependen akibat efek gravitasi.-peningkatan permeabilitas kapiler Aktifitas pompa limfa naik maka alirannya juga naik. Jalur metabolic a.Reduksi. Contoh: sintesis hemoglobin oleh sumsum tulang merah. PENJELASAN LEARNING ISSUE : 1. diterima kembali oleh molekul lain. Reaksi Reduksi-Oksidasi . reaksi kimia yang molekulnya mendapatkan electron. selain itu juga obstruksi vena juga berperan dalam kondisi seperti ini sehingga akan muncul bengkak tersebut. dan sintesis lemak oleh jaringan adipose.

Tiroksin . Hormon-hormon yang Mengatur Metabolisme Hormon menentukan jalur metabolik yang diambil nutrien terabsorpsi dan memastikan penggunaan sumber energi tubuh yang efisien berdasarkan kebutuhan tubuh. Insulin . Hormon Pertumbuhan .peningkatan asam amino dan lemak untuk energi .peningkatan asam amino dan lemak untuk energi 5. keculali hepar 6.peningkatan penggunaan lemak untuk energi 3. 1.peningkatan glukosa  glikogen . b) sintesis senyawa kimia di sel. berasal dari riboflavin sebagai akseptor electron dan bekerja sama dengan enzim suksinat dehidrogenase. ATP dibentuk dari pembakaran lemak. Kortisol . Flavin Adenin Dinukleotida (FAD). c. protein maupun karbohidrat.peningkatan sintesis protein .peningkatan glukosa  glikogen oleh hepar . sebagai koenzim yang menerima electron dan bekerja sama dengan enzim laktat dehidrogenase dalam metabolism glukosa dan pembentukan ATP.peningkatan transpor asam amino dan asam lemak untuk sintesis sel 4.peningkatan penggunaan jenis-jenis makanan .peningkatan glikogen  glukosa . Epinefrin .peningkatan sintesis protein 2. ATP terbentuk dari nukleotida adenosine ditambah dua gugus fosfat dalam ikatan berenergi tinggi. Fungsi ATP: a) transpor zat melalui membran sel.peningkatan glikogen  glukosa . c) kerja mekanik. Glukagon .peningkatan lemak untuk energi .penurunan sintesis protein.peningkatan transpor glukosa dan penggunaanya untuk energi .peningkatan transport asam amino ke dalam sel . ATP Senyawa fosfat berenergi tinggi yang menyimpan energi dalam tubuh.Nikotinamida Adenin Dinukleotida (NAD). berasal dari niasin.

sirkulasi. 2. usia. digesti. dan elektrolit bagi tubuh dari nutrien yang dicerna sehingga siap diabsorpsi.20% melebihi laju energi basal yang digunakan dalam pencernaan makanan. Makanan kemudian bercampur dengan saliva sebelum ditelan . kelaparan dan kecemasan) 2. sekresi. Ingesti adalah masuknya makanan ke dalam mulut. 1. FUNGSI SISTEM PENCERNAAN Fungsi utama sistem ini adalah menyediakan makanan. pemompaan jantung. DAN FISIOLOGI ORGAN DALAM PENCERNAAN A.Kecepatan Metabolisme Kecepatan metabolism biasanya digunakan sebagai jumlah produksi panas. pada postabsorptif (12 jam setelah makan) dan dalam lingkungan nyaman serta hangat.1K. aktivitas saraf. penguraian normal komponen-komponen sel. dan pertahanan tubuh saat individu terjaga.5 K. Faktor yang mempengaruhi : Hormon tiroid. 1. Proses ini meliputi kontraksi otot. SDA protein lebih besar daripada SDA lemak atau karbohidrat sehingga makanan yang mengandung protein bisa meningkatkan laju metabolism. Aktivitas Muskular juga dapat menghasilkan peningkatan laju metabolic terbesar. produksi panas bisa diukur dengan mengukur aktivitas metabolism. BMR menyatakan energi minimal yang diperlukan pada saat respirasi. Basal Metabolic Rate (BMR) Adalah pelepasan energi per satuan waktu dalam kondisi basal yang secara standar terjaga dan istirahat. Laju metabolic Mengacu pada jumlah energi yang dilepas dalam tubuh melalui katabolisme per satuan waktu. Hal ini karena beberapa proses tubuh yang menggunakan ATP juga memproduksi panas. ANATOMI. metabolism makanan.1K b. jenis kelamin. 2. 1 gram lemak melepas 9. Satu kilokalori Adalah jumlah panas tubuh yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu satu kilogram air sebesar satu derajat celcius dan digunakan untuk menyatakan kandungan kalori makanan dan pengeluaran energi oleh individu. Kilokalori yang dilepas melalui oksidasi makanan dalam tubuh dapat lansung diukur melalui bankalorimeter. suhu tubuh dan keadaan fisik maupun psikis seseorang (depresi. Specific Dynamic Action (SDA) Adalah laju metabolic sebesar 10% . Dalam tubuh. 1 gram protein melepas 4. Pemotongan dan penggilingan makanan dilakukan secara mekanik ole gigi. a. Misalnya latihan berat dapat meningkatkan metabolism sampai 15 kali. air. 1 gram karbohidrat melepas 4. HISTOLOGI. Oleh karena itu. ukuran tubuh dan area permukaan.

(1) (2) (3) Epitelium yang melapisi berfungsi untuk perlindungan. Submukosa terdiri dari jaringan ikat areolar yang mengandung pembuluh darah. Rongga Oral . Egesti adalah proses eliminasi zat-zat sisa yang tidak tercerna B. 2. C. DINDING SALURAN PENCERNAAN Dinding saluran pencernaan terdiri dari 4 lapisan jaringan dasar dari lumen ke arah luar a. Digesti adalah hidrolisis kimia (penguraian) molekul besar menjadi molekul kecil 5. menghambat kontraksi otot polos saluran. Serosa. pembuluh limfatik dan pleksur serabut saraf. kecuali ujung atas dan ujung bawah yang dikendalikan secara volunteer 1. satu lapisan sirkular dalam dan satu lapisan longitudinal luar. d. Lapisan ini terdiri dari membrab serosa jaringan ikat renggang yang dilapisi epithelium skuamosa simple. Muskularis eksterna terdiri dari dua lapisan otot. sekresi. serta saraf sel-sel ganglion yang disebut pleksus Meissner. c. 3. Peristalsis adalah gelombang kontraksi otot polos involunter yang menggerakan makanan tertelan melalui saluran pencernaan 4. lapisan keempat dan paling luar juga disebut peritoneum visceral. RONGGA ORAL. Impuls parasimpatis yang dihantarkan dalam saraf vagus (CN X). mengurangi motalitas.3. D. FARING. beberapa kelenjar submukosal. Pleksur Meissner dan Aurebach merupakan sisi sinaps untuk serabut proganglionik parasimpatis. dan ESOFAGUS a. dan absorpsi Lamina propria adalah jaringan ikat areolar yang menopang epithelium Muskularis mukosa terdiri dari lapisan sirkular dalam yang tipis dan lapisan otot polos longitudinal luar b. mengeluarkan efek stimulasi konstan pada tonus otot polos dan bertanggung jawab untuk peningkatan keseluruhan aktivitas. Mukosa (membran mukosa) tersusun dari tiga lapisan. Absorpsi adalah pergerakan produk akhir pencernaan dari lumen saluran pencernaan ke dalam sirkulasi darah dan limfatik 6. Impuls simpatis yang dibawa medulla spinalis dalam saraf splanknik. dan menghambat sekresi cairan pencernaan. KENDALI SARAF pada SALURAN PENCERNAAN Sistem saraf otonom menginervasi keseluruhan saluran pencernaan.

Ada tiga pasang kelenjar saliva (1) Kelenjar parotid adalah kelenjar saliva terbesar. berfungsi untuk menerima makanan dan produksi wicara. Area transisional memiliki epidermis transparan. Lidah berfungsi untuk menggerakan makanan saat dikunyah atau ditelan. Bagian ini tampak merah karena dilewati oleh banyak kapiler c. Pipi mengandung otot buksinator mastikasi 3. Bibir tersusun dari otot rangka dan jaringan ikat. kelenjar keringat. Lidah dilekatkan pada dasar mulut oleh frenulum lingua. Otot-otot ekstrinsik berfungsi dalam pergerakan lidah secara keseluruhan b. Bagian frenulum labia melekatkan membrane mukosa pada gusi di garis tengah 2. Dan otot ini memberikan mobilitas yang besar pada lidah c. Kelenjar Saliva mensekresi saliva ke dalam rongga oral.Rongga oral merupakan jalan masuk menuju sistem pencernaan dan berisi organ aksesori yang berfungsi dalam proses awal pencernaan. Papila adalah elevasi jaringan mukosa dan jaringan ikat pada permukaan dorsal lidah yang menyebabkan tekstur lidah menjadi kasar • • • • Papila fungiformis Papila filiformis Palila foliate Papila sirkumvalatae d. Otot-otot intrinsik lidah memiliki serabut yang menghadap ke berrbagai arah untuk membentuk sudut satu sama lain. Permukaan dalam bibir adalah membrane mukosa. a. a. Tonsil-tonsil lingua adalah agregasi jaringan limfoid pada sepertiga bagian belakang lidah 4. terletak agak bawah dan di depan telinga dan membuka melalui duktus parotid (2) Kelenjar submaksilar (submandibular) kurang lebih sebesar kacang kenari dan terletak di permukaan dalam pada mandibula serta membuka melalui duktus Wharton . Permukaan luar bibir dilapisi kulit yang mengandung folikel rambut. Saliva terdiri dari cairan encer yang mengandung enzim dan cairan kental yang mengandung mukus. a.Rongga vestibulum terletak di antara gigi dan bibir serta pipi sebagai batas luarnya 1. untuk pengecapan. dan dalam produksi wicara. dan kelenjar sebasea b.

Komponen gigi (a) Mahkota adalah bagian gigi yang terlihat. klorida. a. dua geraham. Fungsi saliva (1) Melarutkan makanan secara kimia (2) Melembabkan dan melumasi makanan (3) Menguraikan zat tepung menjadi polisakarida dan maltose (4) Zat buangan seperti urea dan asam urat diekskresikan ke dalam saliva (5) Zat antibodi dan antibakteri berfungsi untuk membersihkan rongga oral dan membantu memelihara kesehatan oral serta mencegah kerusakan gigi 5. dua premolar. ion. Gigi tersusun dalam kantong-kantong pada mandibula dan maksila. Pada umunya manusia memiliki 2 susunan gigi : • Gigi primer terdiri dari satu taring. dua gigi seri. Proses Menelan (deglutisi) menggerakan makanan dari faring menuju esophagus . b. dua gigi seri. Fungsi gigi. Mahkota dan akar bertemu leher yang diselubungi gingival (gusi) (b) Membran periodontal merupakan jaringan ikat yang melapisi kantong alveolar dan melekat pada sementum di akar (c) Rongga pulpa dalam mahkota melebar ke dalam saluran akar. Makanan yang masuk dalam mulut dipotong menjadi bagian-bagian kecil dan bercampur dengan saliva untuk membentuk bolus makanan yang dapat ditelan. berisi pulpa gigi yang mengandung pembuluh darah dan saraf. Saluran akar membuka ke tulang melalui foramen apical (d) Dentin menyelubungi rongga pulpa dan membentuk bagian terbesar gigi. kalium. dan tiga geraham. bikarbonat) juga sekresi mucus yang lebih kental dan lebih sedikit yang mengandung glikoprotein.(3) Kelenjar sublingual terletak di dasar mulut dan membuka melalui duktus sublingual kecil menuju ke dasar mulut b. Total keseluruhan adalah 32 gigi b. dan air c. yaitu 98% air dan mengandung enzim amilase serta berbagai jenis ion (natrium. Dentin pada bagian mahkota tertutup oleh email dan di bagian akar oleh sementum c. Total keseluruhan adalah 20 gigi • Gigi sekunder mulai keluar pada usia lima sampai enam tahun yang terdiri dari satu taring. Saliva terutama terdiri dari sekresi serosa. Gigi berfungsi dalam proses mastikasi (pengunyahan). Komposisi saliva.

glottis tertutup. melintag tambahan. yang membentuk dua per tiga bagian lambung. Bolus makanan dalam faring merangsang reseptor orofaring yang mengirim impuls ke pusat menelan dalam medulla dan batang otak bagian bawah. Fundus adalah bagian yang menonjol ke sisi kiri atas mulut esofagus. fundus. Ukuran dan bentuknya bervariasi dari satu individu ke individu lain. Sfingter esophagus atas pada mulut esophagus secara normal menyempit untuk mencegah udara memasuki esophagus e. Bagian pilorus lambung menyempit di ujung bawah lambung dan membuka ke duodenum. a. Sfingter esophagus bawah. Lidah menekan palatum keras dan mengarahkan bolus ke arah orofaring Fase faring. dan epiglottis condong ke bawah menutup mulut laring yang menahan makanan sehingga tidak memasuki saluran pernapasan d. 2. melakukan gelombang peristaltic dan memungkinkan makanan terdorong ke dalam lambung c. Histologi dinding lambung. submukosa. Lidah menekan palatum keras dan menghalangi makanan kembali ke mulut Otot menekan palatum lunak dan uvula mengangkat palatum lunak untuk menutup mulut saluran nasal sehingga makanan tidak akan masuk ke rongga nasal c. badan organ. Fase esophagus. dan bagian pilorus. b. Tepi medial badan lambyng yang konkaf disebut kurvakur kecil. kecuali sebagian kecil. Fase volunter. tebal. Esofagus Esofagus adalah tuba muscular. d. Gelombang peristaltic kontraksi yang menggerakkan bolus ke dalam esophagus 3. Regia-regia lambung terdiri dari bagian jantung. terletak pada bagian superior kiri rongga abdomen di bawah diafragma. terletak pada bagian kiri garis tengah. Muskularis eksterna pada bagian fundus dan badan lambung mengandung lapisan otot muskularis) beserta modifikasinya. Antrum pilorus mengarah ke mulut pilorus yang di kelilingi sfingter pilorus muskular . 2. dan terjadi penutupan semua lubang kecuali esophagus a. b. Lambung Anatomi 1. Lapisan otot tambahan ini membantu keefektifan pencampuran dan penghancuran isi lambung. Lambung adalah organ berbentuk j. Bagian jantung lambung adalah area disekitar pertemuan esofagus dan lambung.Proses ini melalui tiga fase : 1. Semua bagian. tepi lateral badan lambung yang konveks disebut kurvakur besar. c. Badan lambung adalah bagian yang terdilatasi dibawah fundus. Ada tiga lapisan jaringan dasar (mukosa. dan jaringan a. Laring terelevasi. yag panjangnya sekitar 9 sampai 10 inci dan berdiameter 1 inci Fungsinya adalah menggerakkan makanan dari faring ke lambung melalui gerak peristaltis d.

Kapasitas lambung normal memungkinkan adanya interval waktu yang panjang antara saat makan dan kemampuan menyimpan makanan dalam jumlah besar sanpai makanan ini dapat terakomodasi di bagian bawah saluran.Faktor intrinsik adalah glikoprotein yang disekresi sel parietal. Penyimpanan makanan. ii. Kelenjar ini hanya mensekresi mukus. . Kompleks faktor intrinsik vitamin B12 dibawa ke ileum usus halus.Vitamin B12. Jenis kelenjar lambung a. Kelenjar lambung yang dinamakan sesuai letaknya. tempat vitamin B12 diabsorbsi. mukus. asam klorida. prekusor enzim pepsin. iii. dan air. Beberapa obat larut lemak (aspirin) dan alkohol diabsorbsi pada dinding lambung. H2CO3 terionisasi untuk membentuk H+ dan HCO3-. Aktivitas lambung mengakibatkan terbentuknya kimun ( masa homogen Digesti protei. Puga terlihat saat lambung kosong dan aka menghalus saat lambung teregang terisi makanan. asalkan makanan yang dimakan sedikit dan sering. b. Mukus yang dihasilkan dari kelenjar membentuk barier setebal 1 mm untuk Produksi faktor intrinsik a. c. Ada kurang lebih 3 juta pit lambung di antara ruga-ruga yang bermuara pada sekitar 15 juta kelenjar lambung. didapat dari makanan yang dicerna di lambung. Ion hidrogen bersama ion klorida secara aktif terpompa ke dalam lambung Sel leher mukosa ditemukan pada bagian leher semua kelenjar lambung. 4. Sekresi Lambung 1. Zat terlarut dalam air terabsorpsi dalam jumlah yang tidak jelas. CO2 bergerak ke dalam sel untuk berikatan dengan air dan membentuk asam karbonat (H2CO3) dalam reaksi yang dikatalis oleh anhidrase karbonik. Cairan lambung mengandung enzim pencernaan. setengah cair. c. Lambung tidak memiliki peran mendasar dalam kehidupan dan dapat diangkat.Kelenjar jantung ditemukan di regia mulut jantung. 5. Kelenjar ini mensekresi mukus dan gastrin suatu hormon peptida yang berpengaruh besar dalam proses sekresi lambung. garam-garaman. Prosuksi kimus. Kelenjar pilorus terletak pada regia antrum pilorus. Ion bikarbonat keluar dari sel digantikan ion klorida dan memasui sirkulasi sistemik.Kelenjar fundus (lambung) terdiri dari tiga jenis sel.b. b. 6. 3. c. melindungi lambung terhadap aksi pencernaan dari sekresinya sendiri. Mukosa membentuk lipatan-lipatan (ruga) longitudinal yang menonjol sehingga memungkinkan peregangan dinding lambung. Sel pariental mensekresi asam korida dan faktor intrinsik a. Dalam pembuatan HCL. terikat pada faktor intrinsik. Sel chief(zimogenik) mensekresi pepsinogen. b. 2. Absorbsi nutrien yang berlangsung dalam lambung hanya sedikit.Kelenjar ini mensekresi lipase dan renin lambung yang kurang penting. Produksi mukus. berkadar asam tinggi yang berasal dari bolus) dan mendorongnya ke dalam duodenum. Lambung memulai digesti protein melalui sekresi tripsin dan asam klorida. Fungsi Lambung 1. i. Sel ini mensekresi barier mukus setebal 1 mm dan melindungi lapisan lambung terhadap kerusakan oleh HCL atau autodigesti. menghasilkan 2 sampai 3 L cairan lambung.

Lemak. enzim yang mengkoagulasi protein susu. Sekresi lambung dihambat oleh hormon-hormon polipeptida yang dihasilkan duodenum. sekretin. Digesti dalam lambung. Lipase lambung(disekresi sel chief) menhidrolisis lemak susu menjadi asam lemak dan Karbohidrat. Fungsi gastrin antara lain: a. Lambung tidak mensekresi enzim untuk mencerna karbohidrat.2. . a. c. tetapi aktivitasnya terbatas dalam kadar ph yang rendah. atau pikiran tentang makanan dapat meransang sekresi lambung. Serabu saraf aferen menjalar ke medula melalui saraf vagus. disekresi sebagai respon terhadap asiditas lambung dengan ph di bawah 2 dan jika ada makanan berlemak. Hormon ini meliputi gastric inhibitory polipeptide (GIP). 2. makanan masih ada. yang kemudian memicu faktor saraf dan hormon. Hormon ini yang dibawa ke dalam sirkulasi menuju lambung. 2. Pepsin adalah enzim proteolitik yang hanya dapat bekerja dengan ph di bawah 5. Tiga tahap sekresi lambung dinamakan sesuai dengan regia tempat terjadinya stimulus. Faktor Tahap sefalik terjadi sebelum makanan mencapai lambung. 3. Meransang sekresi lambung Meningkatkan motilitas usus dan lambung Mengkonstriksi sfingter esofagus bawah dan merelaksasi sfingter pilorus Efek tambahan seperti stimulasi sekresi pankreas dan peningkatan motilitas usus. Cairan lambung memicu digesti protein dan lemak. Amilase dalam salva yang menghidrolisis zat tepung bekerja pada ph netral. Serabut saraf eferen parasimpatis menjalar dalam vagus menuju kelenjar lambung untuk menstimulasi produksi HCL. 1. dan menguraikannyauntuk membentuk dadih (curd). Enzim ini menghidrolisis protein menjadi polipeptida. 1. kolesistokinin dan hormon pembersih enterogastrin. Digesti protein. b. Peregangan dinding lambung merangsang reseptor saraf dalam mukosa lambung dan memicu refleks lambung. Pengaturan pelepasan gastrin dalam lambung terjadi melalui penghambatan umpan balik yang didasarkan pada ph isi lambung. Sekresi lambung distimulasi oleh sekresi gastrin dodenum sehingga dapat berlangsung selama beberapa jam. Pepsinogen (disekresi sel chief) diubah menjadi pepsin oleh asam klorida (disekresi sel parietal). Enzim gliserol. d. a. c. 1. 4. 2. b. Lambung janin memproduksi renin. Gastrin ini dihasilkan oleh bagian atas (duodenum) usus halus dan dibawa dalam sirkulasi menuju lambung. Jika tidak ada makanan dalam lambung antara jam makan. 3. ph lambung rendah dan Makanan yang masuk ke lambung memiliki efek pendaparan yang mengakibatkan Tahap usus terjadi setelah kimus meninggalkan lambung dan memasuki usus halus sekresi lambung terbatas. Asam amino dan protein dalam makana yang separuh tercerna dan zat kimis juga meningkatkan sekresi lambung melalui refleks lokal. peningkatan ph dan peningkatan sekresi lambung. enzim-enzim pencernaadn dan gastrin. Masuknya makanan ke Tahap lambung terjadi saat makanan mencapai lambung dan berlangsung selama saraf dan hormon terlibat. dalam mulut atau tampilan bau. ini terbawa bersama bolus dan tetap bekerja dalam lambung sampai asiditas lambung menembus bolus. b.

Pengosongan distimulasi secara refleks saat merespon terhadap peregangan lambung. b. pelepasan gastrin. Vili hanya ditemukan pada usus halus. Anatomi mikroskopik dinding usus 1.5cm dan panjangnya 3 sampai 5 meter saat bekerja. Segmentasi mencampur kimus dengan cairan pencernaan dan memaparkannya ke permukaan absortif. kekentalan kimus. . Segmentasi irama adalah gerakan pencampuran utama. Ada 3 spesialisasi struktural yang memperluas permukaan absorptif usus halus sampai kurang a. Duktus empedu dan duktus pankreas.Kendali Pada Pengosongan Lambung 1. Usus Halus Keseluruhan usus halus adalah tuba terlilit yang merentang dari sfingter pilorus sampai katup ileosekal. protein lebih lambat dan lemak dalam lambung selama 3 sampai 6 jam.2mm sampai 1. memanjang ke lumen dari permukaan mukosa. Peristalsis ialah kontraksi ritmik otot polos longitudinal dan sirkular. 2. Karbohidrat dapat masuk dengan cepat . Lipatan ini hampir secara kseluruhan mengitari lumen.0 mm) yang lebih 600 kali. setiap vilus mengandung jaring-jaring kapilar dan pembuluh limfe yang disebut kakteal. Panjangnya kurang lebih I m sampai 1. Panjang 7 meter pada mayat dicapai saat lapisan muskularis eksterna berelaksasi. keduanya membuka ke dinding posterior duodenum beberapa sentimeter dibawah mulut 2. Faktor-faktor hormon dan saraf ini mencegah terjadinya pengisian yang berlebih pada usus dan memberikan waktu yang lebih lama untuk digesti dalam usus halus. Pilcae circulares adalah lipatan sirkular membran mukosa yang permanen dan besar. Duodenum adalah bagian yang terpendek 25cm sampai 30cm. 1. Ileum (2 sampai 2.5 m) merentang samapi menyatu dengan usus besar. Pengosongan lambung dihambat oleh hormon duodenum yang juga menghambat sekresi lambung dan oleh refleks umpan balik enterogastrik dari duodenum. 2. Kontraksi ini adalah daya dorong yang utama yang menggerakkan kimus ke arah bawah sepanjang saluran. Gerakan usus halus mencampur isinya dengan enzim untuk pencernaan. dan jenis makanan. tempatnya menyatu dengan usus besar. Motilitas Jejunum adalah bagian yang selanjutnya. Pergerakan ini dipicu oleh peregagan dan secara refleks dikendalikan oleh SSO. Sinyal umpan balik memungkinkan kimus memasuki usus halus pada kecepatan tertentu sehingga dapat diproses. 3. e. Divisi 1. Vili adalah jutaan tonjolan menyerupai jari (tingginya 0. pilorus. Gerakan ini ialah gerakan konstriksi dan relaksasi yang bergantian dari cincin-cincin otot dinding usus yang membagi isi menjadi segmensegmen dan mendorong kimus bergerak maju mundur dari satu segmen yang relaks ke segmen lain. Diameter usus halus kurang lebih 2. memungkinkan produk akhir pencernaan mengadakan kontak dengan sel absortif dan mendorong zat sisa memasuki usus besar. 3.5 m.

kendali utama terletak pada hormon duodenum yang diabsorpsi ke dalam aliran darah untuk mencapai pankreas. lain: a. Leukosit dan nodulus limfe ada di keseluruhan usus halus untuk melindungi dinding usus terhadap invasi benda asing. Sekresi eksokrin pankreas dipengaruhi oleh aktivitas refleks saraf selama tahap sefalik dan lambung pada sekresi lambung. Kelenjar enteroendokrin menghasilkan hormon-hormon gastrointestinal. Pankreas Anatomi 1.c. . Kelenjar ini mensekresi hormon dan enzim. b. Agregasi nodulus limfe yang disebut bercak peyer terdapat dalam ileum. Proses ini diselesaikan oleh enzim usus dan enzim pankreas serta dibantu empedu dalam hati. Sel eksokrin (asinar) mensekresi enzim-enzim pencernaan dan larutan berair yang mengandung ion bikarbonat dalam konsentrasi tinggi. 2. Pankreas adalah kelenjar terelongasi berukuran besar di balik kurvakur besar lambung. Mikrovili adalah lipatan-lipatan menonjol kecil pada membran sel yang muncul pada tepi yang berhadapan degan sel-sel epitel. Sel –sel endokrin (pulau-pulau langerhans) pankreas mensekresi hormon insulin dan glukagon. Sfingter Oddi secara normal mempertahankan keadaan mulut duktus agar tetap tertutup. c.Sekretin. Substansi P mempengaruhi aktivitas motorik otot polos. walaupun duktus pankreas dan duktus empedu komunis membuka secara terpisah pada duodenum. Pankreas. Walaupun demikian. Usus halus mengakhiri proses pencernaan makanan yang dimulai di mulut dan di lambung. CCK. Fungsi usus halus 1. Usus halus secara selektif mengabsorpsi produk digesti.Somatostasin menghambat sekresi asam klorida dan gastrin seperti hipotalamus yang melepas faktor pelepas hormon pertumbuhan. 1. 3.Kelenjar-kelenjar usus (kripta lieberkuhn) tertanam dalam mukosa dan membuka di antara basisbasis vili. Sel goblet terletak dalam epitelium di sepanjang usus halus. 2.Produk gabungan sel-sel asinar mengalir melalui duktus pankreas yang menyatu dengan duktus empedu komunis dan masuk ke duodenum di titik ampula hepatopankreas. Kelenjar Brunner terletak dalam submukosa duodenum. c. Hormon-hormon yang mempengaruhi sekresi dan motilitas saluran pencernaan antara 1. Kelenjar ini memproduksi mukus untuk melindungi mukosa duodenum terhadap kimus asam dan cairan lambung yang masuk ke pilorus melalui lambung. d. 2. Kendali pada sekresi pankreas. Sel ini memproduksi mukus pelindung. Kelenjar penghasil mukus Enzim yang dibentuk oleh sel epitel usus dibutuhkan untuk melengkapi digesti. 2. dan GIP berperan untuk menghalangi sekresi kelenjar lambung. b. Hati.Peptida usus vaso aktif memiliki efek vasodilator dan efek relaksasi otot polos. Jaringan limfatik. Kelenjar a. 2. dan Kantung empedu 1.

1. 3. Hati memproduksi empedu yang berperan dalam emulsifikasi dan absorpsi lemak. aminopeptidase. Ruang-ruang darah sinusoid terletak di antara lempeng-lempeng sel . dan lemak. c. Hati dan sekresi empedu Anatomi hati Hati adalah organ viseral terbesar dan terletak dibawah kerangka iga. jalur masuk dan keluar pembuluh darah. Hati terbagi menjadi lobus kanan dan kiri. Organ ini glukosa dalam bentuk glikogen dan mengubahnya kembali menjadi glukosa jika diperlukan tubuh membentuk urea dari asam amino berlebih dan sisa nitrogen. Hati memetabolis protein. 3. Sekretin diproduksi oleh sel-sel mukosa duodenum dan diabsorpsi ke dalam darah untuk mencapai pankreas. Hati menyimpan Hati mengurai protein dari sel-sel tubuh dan sel darah merah yang rusak. proses pencernaan protein untuk menghasilkan asam-asam amino bebas. 2. dan dipeptidase adalah enzim yang melanjutkan Lipase pankreas menghidrolisis lemak menjadi asam lemak dan gliserol setelah lemak diemulsi Amilase pankreas menghidrolisis zat tepung yang tidak tercerna oleh amilase saliva menjadi Ribonuklease dan deoksiribonuklease menghidrolisis RNA dan DNA menjadi blok-blok sama seperti tripsin terhadap protein. Lobus kanan hati lenih besar dari lobus kirinya dan memiliki tiga bagian utama. Cairan pankreas mengandung enzim-enzim untuk mencerna protein. saluran portal. Ligamen falsiform memisahkan lobus kanan dari lobus kiri. 2. Kimotripsin memiliki fungsi yang Karboksipeptidase. 2. CCK ini menstimulasi sekresi sejumlah besar enzim pankreas. sukrosa. CCK diproduksi oleh sel-sel mukosa duodenum sebagai respon terhadap lemak dan protein separuh tercerna yang masuk dari lambung. masing-masing berisi sebuah cabang vena portal. a. dan laktosa) pembentuk nukleotidanya. dan karbohidrat tercerna Hati berperan penting dalam mempertahankan homeostatik gula darah. membentuk sebuah lobulus portal. dan lobus kaudatus. lobus kuadratus. karbohidrat. b. . Tripsin mencerna protein dan polipeptida besar untuk membentuk polipeptida dan peptida yang lebih kecil. Hati menerima darah teroksigenasi dari arteri hepatika dan darah yang tidak teroksigenasi tetapi kaya akan nutrien dari vena portal hepatica. 1. lobus kanan atas. Enzim proteolitik pankres (protease) Trisinogen yang disekresi pankreas diaktivasi menjadi tripsin oleh enterokinase yang diproduksi usus halus. 4. b. saraf dan duktus. a. Kimotripsin teraktivasi dari kimotripsinogen oleh tripsin. disakarida ( maltosa. 1. Beratnya 1. oleh garam-garam empedu.500g dan pada kondisi hidup berwarna merah tua karena kaya akan persediaan darah. Fungsi utama hati 1. Komposisi cairan pankreas. Dalam lobus lempengan sel-sel hati bercabang dan beranastomosis untuk membentuk jaringan tiga dimensi. 2. duktus empedu. Metabolisme. Sekretin akan dilepas jika kimus asam memasuki usus dan mengeluarkan sejumlah besar cairan berair yang mengandung natrium bikarbonat. Sekresi. Diantara kedua lobus terdapat vena porta hepatica. lemak. Bikarbonat menetralisir asam dan membentuk lingkungan basa untuk kerja enzim pankreas dan usus. arteri hepatica.

Komposisi empedu Empedu adalah larutan berwarna unign kehijauan terdiri dari 97% air. e. hati melakukan inaktivasi hormon dan detoksifikasi toksin dan obat. dan fosfolipid) Hati mensintessis protein plasma dan faktor-faktor pembekuan darah. d. dengan duktus sistikus dari kantung empedu dan keluar dari hatu sebagai dukts empedu komunis. c. Empedu yang diproduksi oleh sel-sel hati memasuki kanalikuli empedu yang kemudian menjadi Duktus hepatika menyatu untuk membentuk duktus hepatik komunis yang kemudian menyatu Duktus emepdu komunis. Jaudince. tuntuk penyimpanan di kantung empedu. Organ ini juga pemakaian lemak. kolesterol. Hati memfagosit eritrosit dan zat asing terdisintegrasi dalam darah. 3. berbagai aktivitas kimia tubuh dalam hati menjadikannya sebagai sumber panas utama dalam tubuh. enzim. Dan hati menyimpan toksin tertentu ( pestisida. pigmen empedu. Setelah disekresi kedalam usus . Garam empedu mengemulsi gobulus lemak besar dalam usus halus yang kemudian menghasilkan gobulus lemak lebih kecil dan area permukaan yang lebih luas untuk kerja penguraian hemoglobin yagn dilepas dari sel darah merah terdisinegrasi. b. Hati merupakan reservoar untuk sekitar 30% curah jantung. Penyimpanan darah. bermuara di duodenum atau dialihkan duktus hepatika kanan dan kiri. 5. Peristiwa ini dikenal sebagai sirkulasi enterohepatika garam empedu. a. terutama saat tidur. Hati menyimpan mineral sepeti zat besi dan tembaga serta vitamin latur lemak (A. atau warana kekuningan pada jaringan. Fungsi garam empedu dalam usus halus. Detoksifikasi. 4. Garam empedu berikatan dengan kolesterol dan lesitin memfasilitasi jalurnya menembus membran sel. Pigmen empedu tersiri dari biliverdin (hijau) dan bilirubin (kuning). D. b. Garam-garam empedu terbentuk dari asam empedu yang berikatan dengan kolesterol dan asam amino. mensintesis bilirubin dari produk penguraian hemoglobin dan mensekresinya kedalam empedu. serts obat yang tidak dapat diuraikan dan diekskresikan. garam tersebut direabsorpsi dari ileum bagian bawah kembali ke hati dan didaur ulang kembali. Pigmen utamanya adalah bilirubin yang . c.c. Ini merupakan indikasi kerusakan fungsi hati dan dapat disebabkan oleh kerusakan sel hati (hepatis). a. Emulsifikasi lemak. b. Garam empedu membantu mengabsorpsi zat terlarut lemak dengan cara Pengeluaran kolesterol dari tubuh. Empedu Anatomi sekresi empedu a. untuk membentuk agregasi kecil disebut micelle yang dibuang melalui feses. Produki panas . atau obstruksi duktud empedu dan batu empedu. Penyimpanan. 6. peningkatan destruksi sel darah merah. merupakan akibat dari peningkatan kadar bilirubin darah. Absorpsi lemak. dan garamgaram empedu. . E. dan bersama limpa mengatur volume darah yang diperlukan tubuh. Hati mensintesis lemak dari karbohidrat dan protein dan terlibat dalam penyimpanan dan Hati mensintesi unsur-unsur pokok membran sel (lipoprotein. dan K). Pigmen ini merupakan hasil 1. bersama dengan duktus pankreas.emberikan warna kuning pada urine dan feses. 2.

Kolon memiliki tiga divisi: Kolon ascenden merentang dari sekum sampai ke tepi bawah hati sebelah kanan dan membalik secara horizontal pada fleksura hepatica 2. Organ ini terletak di lekukan dibawah lobus kanan hati. Dengan demikian kandung ini mampu menampung hasil 12 jam sekresi empedu hati. Kandung empedu mengkonsentrasi cairannya dengan cara mereabsorpsi air dan elektrolit. Kandung empedu Anatomi Kandung empedu adalah kantog muskular hijau menyerupai pir dengan panjang 10 cm. panjangnya lebih pendek. Di antara waktu makan sfingter Oddi menutup dan cairan empedu mengalir ke dalam kantung empedu yang relaks. f. berakhir pada saluran anal dan membuka ke eksterior di anus Fungsi usus besar • • Mengabsorpsi 80% sampai 90% air dan elektrolit Mmeproduksi mucus . Saat asam lemak dan asam amino mencapai usus halus. Cairan empedu kemudian didorong ke dalam duodenum. 2. tempatnya memutar ke bawah pada fleksura spleknik 3. Sekum adalah kantong tertutup yang menggantung di bawah area katup ileosekal Kolon adalah bagian usus besar dari sekum sampai rekum. Kapasitas total kandung empedu kurang lebih 30 ml sampai 60 ml. Usus Besar Usus besar tidak memiliki vili dan lipatan-lipatan sirkular. Kolon descenden merentang ke bawah pada sisi kiri abdomen dan menjadi kolon sigmoid berbentuk S yang bermuara di rectum • Rektum adalah bagian saluran pencernaan selanjutnya dengan panjang 12 sampai 13cm. Kandung empedu menyimpan cairan empedu yang secara terus-menerus disekresi oleh sel-sel hati sampai diperlukan dalam duodenum. dan daya regangnya lebih besar dibandingkan usus halus Bagian-bagian usus besar • • 1. diameternya lebih lebar. CCK dilepas untuk menkontraksi otot kandung empedu dan merelaksasi sfingter Oddi. Fungsi 1.Kendali pada sekresi dan aliran empedu Sekresi empedu diatur oleh faktor saraf (impuls parasimpatis) dan homon (sekretin dan CCK) yang sama dengan yang mengatur sekresi cairan pankreas. Kolon transversa merentang menyilang abdomendi bawah hati dan lambung sampai ke tepi lateral ginjal kiri. Pelepasa cairan ini dirangsang oleh CCK.

Selain itu. berfungsi untuk mengubah laktosa menjadi glukosa dan galaktosa. . Pepsin berfungsi untuk mengubah protein menjadi proteosa dan pepton. berfungsi sebagai pengubah protein dan pepton menjadi dipeptida. . Kelenjar pankreas Kelenjar pankreas terletak di usus 12 jari dan menghasilkan beberapa enzim sebagai berikut: 1. 4. Enzim ini berfungsi untuk mengubah amilum menjadi maltosa. Pencernaan mekanik Pencernaan mekanik adalah proses perubahan makanan dari bentuk besar atau kasar menjadi bentuk kecil atau halus.• • Baketri yang terdapat dalam kolon mampu mencerna sejumlah selulosa dan memproduksi Mengekskresi zat sisa dalam bentuk feses sedikit kalori nutrient bagi tubuh 3. Peran enzim dalam sistem pencernaan: Mulut Pada mulut selain terjadi pencernaan secara mekanik juga terjadi pencernaan secara kimiawi. asam lemak. Sakrase. Lambung Di dalam lambung makanan dari kerongkongan dicerna oleh dinding lambung. 3. Enzim amilase. 2. Pepsin. Enzim tripsin. Pada proses ini. b. berfungsi untuk mengubah maltosa menjadi glukosa. enzim ini juga berfungsi untuk membunuh kuman yang masuk bersama makanan. 3. dan gliserol. berfungsi untuk mengubah amilum menjadi maltosa. Enzim adalah zat kimia yang berfungsi untuk mempercepat reaksi kimia. Makanan kemudian disalurkan ke usus penyerapan. diaktifkan oleh enterokinase menjadi erepsin. Usus penyerapan menghasilkan enzim-enzim sebagai berikut: 1. Asam (HCl). Maltase. Erepsin berfungsi mengubah pepton menjadi asam amino. Pada manusia proses pencernaan mekanik dilakukan dengan menggunakan gigi. lambung mengeluarkan getah lambung yang mengandung: 1. Laktase. c. Usus halus Ketika makanan masuk ke usus halus. makanan dicerna secara kimiawi dibantu oleh enzim pencernaan dari pankreas. makanan yang keras di dalam lambung serta mengaktifkan pepsinogen menjadi pepsin. Pencernaan kimiawi Pencernaan kimiawi adalah proses perubahan makanan dari bentuk kompleks menjadi bentuk yang lebih sederhana dengan menggunakan enzim. berfungsi untuk mengubah sukrosa menjadi fruktosa dan glukosa. Erepsinogen. 2. 2. berguna untuk mengubah protein menjadi pepton. yaitu dengan bercampurnya makanan yang telah dikunyah dengan air liur yang mengandung enzim ptialin (amilase). MEKANISME PROSES PENCERNAAN Pencernaan makanan pada manusia ada 2: a. Renin. berguna untuk mengubah susu menjadi kasein. d. berguna membunuh kuman yang masuk bersama makanan dan membantu melunakkan .

METABOLISME KARBOHIDRAT Karbohidrat merupakan derivat dari aldehid. heptosa. DAN LEMAK A. Karbohidrat yang masuk ke tubuh berasal dari makanan. Karbohidrat akan dipecah menjadi monosakarida melalui proses digesti di saluran pencernaan. 2. 3. galaktosa. Polisakarida Merupakan bentuk karbohidrat yang paling kompleks. Karbohidrat dibagi menjadi empat macam. oktosa dan selanjutnya. pentosa. baru akan terjadi metabolisme glukosa di tingkat sel (respirasi sel). siklus Krebs. berfungsi sebagai pengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol. PROSES METABOLISME KARBOHIDRAT. tetrosa. yaitu: 1. Enzim lipase. fruktosa. Disakarida Merupakan bentuk karbohidrat yang bila terhidrolisis menjadi dua monosakarida yang sama ataupun berbeda. Sel-sel di dalam tubuh tentunya tidak dapat langsung menyerap karbohidrat. tetapi karbohidrat tersebut harus dipecah menjadi molekul yang lebih sederhana lagi yaitu monosakarida.3. hektosa. Contoh dari polisakarida adalah pati dan dekstrin. sistem transpor sitokrom/ elektron. Tabel singkat respirasi sel Reaksi Molekul yang terlibat Hasil reaksi Vitamin/ mineral yang diperlukan . Sedangkan bila berdasarkan gugus pembentuknya monosakarida dibedakan menjadi aldosa (gugus aldehid) dan ketosa (gugus keton). terutama dalam bentuk glukosa. Polisakarida bila dihidrolisis akan menghasilkan lebih dari sepuluh molekul monosakarida. Setelah berubah menjadi glukosa. sukrosa (bila dihidrolisis menjadi glukosa dan fruktosa). PROTEIN. Contoh disakarida adalah maltosa ( bila dihidrolisis menjadi dua molekul glukosa). laktosa (bila dihidrolisis menjadi glukosa dan galaktosa). 4. Karena glukosa merupakan monosakarida yang paling utama yang dapat diserap oleh tubuh untuk menghasilkan energi. Contoh dari monosakarida adalah glukosa. Contohnya adalah maltotriosa. Monosakarida Merupakan bentuk karbohidrat yang tidak dapat dihidrolisis lagi menjadi senyawa yang lebih sederhana. 4. Monosakarida menurut jumlah atom karbonnya adalah triosa. Respirasi sel ini mencakup tiga peristiwa: glikolisis. Oligosakarida Merupakan bentuk karbohidrat yang bila dihidrolisis menjadi dua sampai sepuluh unit monosakarida.

bila anaerob diubah menjadi asam laktat) ∙ CO2 ∙ 3 NADH2 dan 1 FADH2 Niasin Siklus Krebs Asam Piruvat atau Asetil KoA NADH2 dan (menuju reaksi sistem transpor sitokrom) ∙ empat molekul karbon ∙ 34 ATP ∙ air metabolik ∙ Tiamin ∙ Riboflavin ∙ Niasin ∙ Asam pantotenat Besi dan tembaga Sistem Transpor Sitokrom FADH2 Kelebihan glukosa akan disimpan dalam bentuk glukagon yang terdapat pada hepar dan otot rangka. sedangkan untuk membebaskan energi tersebut dibutuhkan O2 yang di dapatkan dari proses bernafas. METABOLISME GLUKOSA A. Dari tabel di atas dapat diambil garis besar. Makanan merupakan energi potensial. GLIKOLISIS . bahwa yang paling perlu dalam metabolisme iti adalah makan dan bernafas. Sehingga dapat digunakan bila tubuh membutuhkannya untuk menghasilkan energi.Glikolisis Glukosa ∙ 2 ATP (bersih) ∙ 2 NADH2 dan 1 FADH2 (dilanjutkan ke reaksi sistem transpor sitokrom) ∙ 2 Asam piruvat ( bila aerob langsung menuju siklus Krebs.

.

B. SIKLUS KREBS .

histidin . sistein. metionin.Asam amino non esensial : asam amino yang dapat disintesis oleh tubuh Ex : alanin. arginin. glisin. triptofan. . fenialanin. prolin. glutamate. METABOLISME PROTEIN Anabolisme Unsur dasar penyusun protein adalah asam amino. dan 20 di antaranya terdapat dalam protein tubuh dalam jumlah yang cukup banyak. isoleusin. valin.SECARA GARIS BESAR Glukosa  2 ATP  2 NADH + 2 H+ GLIKOLISIS Asam piruvat  2 NADH + 2 H+ Asetil Ko-A  2 CO2 4 CO2 SIKLUS KREBS  6 NADH  2 FADH2 2 ATP TRANSPOR ELEKTRON 34 ATP O2 H2O B. glutamine. serin.Asam amino esensial : tidak dapat disintesis oleh tubuh Ex : treonin. tirosin . lisin. aspartat. asparagin. leusin.

digunakan untuk mensintesis glukosa / asama lemak. otak. penambahan asam amino tambahan dalam cairan tubuh terutama di hati. yang biasanya berupa gugus amino (-NH2). Setelah itu zat tersebut dpecah dan menjadi energi. yang kemudian menjadi asam glutamate. Oksidasi ini biasanya melibatkan 2 proses yang berurutan: a. Dalam protein. Setelah ureum terbentuk. yaitu enzim yang bertanggung jawab memulai sebagian besar katabolisme (pemecahan protein untuk digunakan sebagai energi atau bila berlebih disimpan terutama sebagai lemak / glikogen). Dalam proses kehilangan gugus amino. asam amino dihubungkan menjadi rantai panjang melalui ikatan peptide. dan satu ion hidroksil dilepas dari radikal karboksil. Misalnya deaminasi alanin adalah asam piruvat. satu radikal amino dan satu radikal karboksil masih terletak pada ujung yang berlawanan dan kemudian membentuk lagi rantai peptida. Setelah dibentuk. . Deaminasi Gugus amino dari asam amino ditransfer ke asam α-ketoglutarat. sebagian dikonversi menjadi asetil ko-A (2 mol asetil ko-A akan berubah menjadi asam aseloasetat). pada banyak keadaan . asam glutamat sekali lagi menjadi asam αketoglutarat. Pada dasarnya. Hormon pertumbuhan meningkatkan sintesis protein sel karena adanya percepatan proses transkripsi dan translasi RNA dan DNA untuk sintesis protein. 1. 2. Asam glutamat ini kemudian dapat mentransfer asam amino ke zat lainnya / dapat melepaskan dalam bentuk ammonia (NH3). 3. Asam piruvat ini kemudian dikonversi menjadi glukosa/ glikogen (disebut proses glukoneogenesis). akan menginduksi aktivasi sejumlah besar aminotransferase. ammonia akan menumpuk dalam darah. Asam amino tertentu yang dideaminasi serupa. Bila tidak ada hati / pada penyakit hati yang berat. Katabolisme Begitu sel diisi sampai batasnya dengan protein yang tersimpan. semua asam amino dalam tubuh manusia disintesis di hati. keduanya bergabung membentuk molekul air. Pembentukan urea di hati Amonia yang dilepaskan selama deaminasi asam amino dikeluarkan dari darah hampir seluruhnya melalui konversi menjadi ureum. Nitrogen pada radikal amino dari satu asam amino berikatan dengan karbon dari radikal karboksil asam amino lainnya. Satu atom hidrogen dilepaskan dari radikal amino. Asam keto diubah menjadi zat kimia yang sesuai kemudian masuk ke dalam siklus asam sitrat. yang sering kali menimbulkan keadaan yang disebut koma hepatikum. Keadaan ini sangat toksik terutama terhadap ginjal. ureum berdifusi dari sel hati masuk ke dalam cairan tubuh dan diekskresikan oleh ATP yang dihasilkan dari protein lebih kecil daripada ATP yang dibentuk glukosa untuk setiap gramnya.dan sebagian lagi dikonversi menjadi asam lemak (disebut proses ketogenesis). Oksidasi asam amino yang sudah mengalami deaminasi Begitu asam amino sudah dideaminasi.Struktur asam amino memperlihatkan ciri yang khas yaitu mempunyai satu gugus asam (-COOH) dan satu atom nitrogen yang melekat pada molekul. asam keto yang dihasilkan dapat dioksidasi untuk mengeluarkan energi untuk keperluan metabolisme. b. sehingga siklus tersebut dapat berlangsung berulang-ulang. Hormon yang berpengaruh dalam metabolisme protein: 1.

Mengangkat molekul-molekul kecil melewati plasma dan cairan sel.Misalnya akibat operasi. Glukortikoid meningkatkan pemecahan sebagian besar protein jaringan. Dengan kata lain sangat erat kaitannya dengan proses imun atau kekebalan tubuh.Kolesterol . Globulin Meruapakan protein yang tidak larut dalam air. Alfa globulin Salah satu bagian plasma darah yang mengedarkan hormon. darah (albumin serum). Terbuat di hepar sehingga dapat digunakan untuk tes pembantu dalam penilaiaan fungsi ginjal dan saluran pencernaan. sehingga dapat menjadi rangsangan bagi pembentukan protein. Berat molekul albumin plasma pada manusia 69000. Fungsi ini erat kaitannya dengan bahan metabolism asam lemak bebas dan bilirubin dan berbagai macam obat yang kurang larut dalam air tetapi harus diangkat melalui darah dari satu organ ke organ lain agar dapat diekskresi. Insulin diperlukan untuk sintesis protein. Testoteron menambah deposit protein di jaringan. 4. Jenis protein yang terdapat dalam plasma: Albumin Jenis protein terbanyak dalam plasma yang mencapai 60%. larut dalam euglobulins. serta dalam larutan garam. putih telur). terbentuk bekuan darah yang akan membantu memperbaiki kebocoran sistem sirkulasi. 3. Beta globulin Protein plasma darah yang memiliki kaitan erat dengan transportasi thrombin dan protrombin. Fungsi albumin : a. Estrogen menambah sedikit deposit protein.Membentuk jaringan sel baru sehingga dalam ilmu kedokteran. dalam daging mamalia 63000. C. c. Albumin merupakan protein yang larut dalam air dan mengendap pada kondisi dipanaska. Fibrinogen Fibrinogen berpolimerasi menjadi pilinan fibrin yang panjang selama proses koagulasi darah. METABOLISME LEMAK Lipid dibagi menjadi 3: 1. Dengan kata lain sangat erat kaitannya dengan proses pembekuan darah.Trigliserida 2. Insulin mempercepat transpor beberapa asam amino ke dalam sel. 6. b. Dengan demikian. albumin dimanfaatkan untuk mempercepat pemulihan jaringan sel tubuh yang terbelah. dalam susu (laktalbumin). albumin telur 44000. larut dalam pseudoglobulin. Ada tiga macam globulin: a.2. b. Albumin dapat menghindari timbulnya pembengkakan paru-paru dan gagal ginjal serta sebagai carrier faktor pembekuan darah. Banyak dijumpai pada telur (albumin telur. Gamma globulin Kelompok protein serum yang mengandung banyak antibody.Fosfolipid 3. c. 5. Globulin juga memiliki sifat lain yaitu mengeras atau menggumpal jika dikondisikan dalam suhu tinggi. Tiroksin meningkatkan kecepatan metabolisme seluruh sel termasuk protein.

dan K Melindungi alat-alat vital pada tubuh Memperbaiki rasa makanan (gurih) Kelebihan lemak disimpan dalam jaringan adipose.D. .Pencernaan lemak dalam usus 1. (memperbesar 1000x daerah permukaan lemak total) Lemak + (empedu + pengadukan ) -> lemak terelmusi Lemak teremulsi + (lipase pangkreas) -> Asam lemak dan 2-monogliserida Fungsi Lemak     Sebagai sumber energi sekunder Melarutkan vitamin A. Pengaruh empedu (garam empedu + fosfolipid lestin) -> menurunkan tegangan antar permukaan lemak.E. memecahkan gumpalan lemak menjadi ukuran yang lebih kecil sehingga enzim pencernaan yang larut air dapat bekerja pada permukaan gumpalan lemak 2. terutama pada subcutaneous layer.Emulsifikasi lemak.

SISTEM REGULASI SUHU TUBUH A.air akan berdifusi melewati membran ketempat yang mempunyai konsentrasi elektrolit lebih tinggi.cairan jaringan dan cairan khusus 3. osmosis: cairan jaringan menjadi plasma. atau cairan intraselular 4. . Cairan ekstraselular(CES) adalah air diluar sel terdiri atas plasma . Air selalu berpindah dari 1 kompartemen ke kompartemen lainya.5. Cairan intraselular (CIS) adalah air dalam sel kira-kira dua pertiga total cairan tubuh 2.getah bening. Elektrolitn merupakan ion yang ditemukan dalam tubuh. Air membentuk 60% sampai 75% total berat badan tubuh 2. fitrasi: plasma menjadi cairan jaringan. terbanyak adalah mineral Kompartemen air 1. getah bening. Cairan tubuh elektrolit dan Keseimbangan air dan elektrolit 1. Osmosis diatur oleh konsentrasi elektrolit didalam cairan tubuh (OSMOLARITAS).

Beberapa fungsi dari macam kation elektrolit utama Fungsi dari natrium adalah menciptakan tekanan osmotic CES . Jika volume darah meningkat .dan anionya meliputi . Dehidrasi merangsang sensasi haus . Mengandung kation meliputi.dan cairan dikonsumsi untuk menggantikannya 3.kation terbanyak dalam CES Fungsi dari kalium adalah menciptakan tekanan osmotic CIS . b. Cairan elektrolit dalah garam yang terlarut dalam air menjadi 1 atau lebih partikel bermuatan disebut ion contohnya. Hiponatermia adalah konsekuensi akibat keringat yang berlebihan . Urine. ADH yg dilepaskan darihipofisis posterior meningkatkan reabsorpsi air oleh ginjal 4. 2. Elektrolit membantu mengatur osmosis antar kompartemen air Elektrolit dibagi menjadi dua yaitu 1.RNA .membantu mengatur tekanan osmotic Fungsi bikarbonat adalah sebagai bagian system dapar bikarbonat Fungsi fosfat adalah bagian DNA. Cairan nonelektrolit adalah zat yang tidak terurai dalam larutan dan tidak bermuatan listrik contohnya.kalium. Ketidakseimbangan kalium meliputi: .dan sulfat 3. klorida. udara yang dikeluarkan.sekresi ADH menurun .dan haluaran urine meningkat 6.natrium . Aldosteron yang disekresi oleh korteks adrenal meningkatkan reabsorpsi ion natrium oleh ginjal .ATP dan FOSFOLIPID Fungsi sulfat adalah bagian asam amino dan protein Ketidakseimbangan elektrolit 1.air kemudian di reabsorpsi melalui osmosis.mudah berdifusi keluar masuknya sel .urea. Ketidakseimbangan natrium meliputi: a. natrium .protein .aktifitas saraf serta sel otot Beberapa fungsi dari macam anion elektrolit utama Fungsi klorida adalah anion terbanyak dalam CES .Haluaran air 1.kalsium . Setiap variasi haluaran harus dikompensasi oleh perubahan asupan Pengaturan asupan dan haluaran air 1. Hipotalamus mempunyai osmoreseptor yang mendeteksi perubahan osmolaritas cairan tubuh 2.diare atau muntah .glukosa dan karbondioksida.kation terbanyak dalam CIS Fungsi dari kalsium adalah mempertahankan eksitabilitas saraf dan sel-sel otot Fungsi dari magnesium adalah sangat penting untuk produksi ATP .kalsium magnesium . 5. keringat.ditandai Hipernatemia adalah konsekuensi kehilangan air ditandai dengan kehilangan CIS.ANH kehilangan ion natrium dan air di dalam urine Elektrolit 1. haus dengan pusing berlebihan 2.magnesium .fosfat . Zat kimia yang terlarut didalam air dan memisahkan diri membentuk ion-ion . feses 2.oksigen. Jika air dalam tubuh terlalu banyak .kalium.sebazgian besar anorganik 2.bikarbonat .

b. 4. Produksi panas Panas adalah salah satu energi yang diproduksi pada respirasi sel. dan konduksi. Radiasi adalh proses kehilangan panas dalam bentuk gelombang inframerah. Konduksi dan konveksi adalah perpindahan panas dengan disertai kontak langsung. 3. Tonus otot menghasilkan 25% panas saat istirahat. dan neropinefrin meningkatkan aktivitas metabolic. Stress Rangsang simpatik.ditandai dengan kelemahan otot menjadi tetanus (kejang) Asupan haluaran dan pengaturan 1. kofusi b.aldosteron –natrium dan kalium . Asupan –elektrolit adalah makanan dan minuman beraklohol 2. akan naik suhu nya bila ruangan itu dipenuhi orang.PTH dan Kalsitonin –kalsium dan fosfat B. Ketidakseimbangan kalsium meliputi: a. Hormon yang terlibat . Haluaran –urine . Hipokalemia adalah suatu konsekuensi muntah/diare serta penyakit ginjal ditandai dengan lelah. Asupan makanan dan perubahan suhu tubuh yang akan berpengaruh terhadap proses metabolism di dalam tubuh. suhu tubuh berfluktuasi 10 C – 20 C. Aliran darah meningkat. tirosin disekresi lebih banyak untuk meningkatkan respirasi sel. radiasi. Faktor – faktor yang mempengaruhi produksi panas : 1. Termoregulasi Rentan normal suhu tubuh manusia adalah 360 C-380 C. Hepar menghasilkan 20% panas saat istirahat. Hal ini menjelaskan mengapa bila ada suatu ruangan kosong yang dingin.arimia ginjal 3.ANH –natrium . Hipokalsemia adalah penurunan asupan kalsium ditandai dengan spasme otot kemudian Hiperkalsemia adalah suatu konsekuensi hipoparatiroidisme . - Panas hilang dari saluran pernafasan melalui pengupan air dari mukosa pernafasan yang panas Sejumlah kecil panas hilang sebagai urin dan feses yang dikeluarkan dari tubuh Mekanisme kehilangan panas adalah vasodilatasi pada dermis dan peningkatan berkeringat. Evaporasi juga bisa terjadi di tubuh melalui kulit ( keringat). Berkeringat adalah mekanisme kehilangan panas tubuh menguapkan keringat di atas permukaan tubuh. 2. radiasi dan konveksi efektif bila suhu lingkungan lebih dingin daripada tubuh. sehingga produksi panas dan ATP juga naik. epinefrin.a.keringat .feses 3. . Kehilangan panas Aliran darah melalui dermis menentukan jumlah panas yang hilang melalui konveksi. Tiroksin dari glandula Tiroidea ( paling penting ) seiring penurunan kecepatan metabolism. dengan suhu terendah saat tidur. Organ yang aktif terus menerus memproduksi panas. Dalam 24 jam. Hiperkalemia adalah suatu konsekuensi gagal ginjal angkut serta penyakit Addison ditandai dengan kelemahan .

dll. Sebagai hasilnya aliran darah dalam tubuh menurun. menggunakan pakaian berwarna terang. mencari lingkungan yang lebih dingin. minum minuman panas. Setelah itu thermostat kembali ke tingkat normal . Prostalglandin mengatur thermostat di hipotalamus ke suhu yang lebih tinggi.- Beberapa cara manual antara lain: menurunkan tingkat aktivitas. dan meningkatakan aktivitas tubuh. selanjutnya sutu tubuh akan berada di pengaturan demam smapai adanya pertahanan dari tubuh dan bila ada antibiotic yang masuk. Hal itu akan menurunkan suhu tubuh dengan sendirinya. mengubah posisi tubuh (melingkarkan tangan di tubuh). Temperatur akan meningkat terus sampai mencapai pengaturan baru. Hipotalamus menyebabkan pengeluaran prostalglandin. Demam Demam adalah hyperthermia yang terkontrol. - Ada beberapa cara manual yang dapat dilakukan antara lain: memakai pakaian hangat untuk membatasi panas yang keluar. Sering terjadi kerena terjadi infeksi di dalam tubuh.alergi. ditandai dengan keringat yang keluar. . Produksi panas Hipotalamus adalah thermostat tubuh dan mengatur suhu tubuh dengan menyeimbangkan produksi panas dengan kehilangan panas. - Mekanisme untuk meningkatkan panas adalah vasokontriksi pada dermis dan penurunan produksi keringat. Aktivasi saraf simpatik vasokonstriktor di tubuh menyebabkan vasokontriksi yang kuat. tetapi bisa juga disebabkan oleh kondisi lain (kanker. Hipotalamus menerima rangsangan dari perifer termoreseptor yang terletak di kulit dan termoreseptor pusat. cedera di system saraf pusat).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful