PEMBAHASAN

SEL Sel merupakan unit dasar terkecil yang mendasari suatu kehidupan. Ilmu yang mempelajari sel disebut sitologi (cytology). 1. bagian dari sel a. plasma sel 1) luar sel 2) 3) tersusun atas fosfolipid dan protein membrane plasma memungkinkan sel untuk berinteraksi dengan sel yang lain, tempat sebagai pembatas terluar dari sel yang membatasi komponen dalam sel dengan lingkungan

reseptor, dan mengatur pertukaran material dengan cara difusi atau osmosis b. sitoplasma, cairan tempat melekatnya organel-organel pada sel 1) substansi antara nucleus dan membrane plasma yang meengandung organel dan incluuisions terdiri atas air, protein, karbohidrat, lipid, serta komponen anorganik. Zat kimia dalam tempat dimana reaksi kimia berlangsung nucleus merupakan pusat pengaturan segala aktivitas sel dan mengandung kromosom yang berisi materi genetic (DNA) • 2) • • 3) • • • semua sel memiliki nucleus kecuali sel darah merah ribosome terdiri dari granula yang berisi DNA ribosomal dan protein ribosomal sebagai tempat sintesis protein reticulum endoplasma merupakan jaringan yang menghubungkan membrane nucleus dan membrane plasma reticulum endoplasma kasar mengandung ribosom, tetapi reticulum endoplasma halus tidak mendukung proses mekanis yang terjadi, melepaskan ion kalsium yang terlibat dalam konsentrasi otot, memimpin pertukaran materi dalam sitoplasma, system pengangkutan interseluler, mensintesa lipid dan protein, menyimpan molekul hasil sintesa, dan membantu sel untuk mengeluarkan zat kimia yang tidak diperlukan 4) • badan golgi terdiri dari empat hingga delapan tumpukan kantong gepeng fungsi utamanya adalah memproses, menyusun, dan mengantarkan protein ke sel. Selain itu juga mensekresi protein dan lipid sertab membentuk lisosom 5) • • mitokondria terdiri dari lapisan membrane yang membatasi dan lipatan yang disebut Krista membentuk ATP

2)
3) c. organel 1) •

sitoplasma dapat berbentuk larutan atau koloid

d. inclusions, yaitu hasil sekresi dan produk nutrisi pada sel seperti melanin, glikogen, dan lipid. SISTEM INTEGUMEN

Terdiri dari kulit dan turunannya seperti rambut, kuku, keringat, minyak, dan kelenjar susu. Organ ini adalah organ yang paling bisa terlihat (Tortora) KULIT Fungsi Kulit : (Gartner, Leslie P., 327) 1. Perlindungan 2. Pengatur suhu tubuh 3. Ekskresi yang dilakukan oleh kelenjar keringat 4. Arbsorbsi sinar Ultra Violet dari sinar matahari untuk mensintesis vitamin D Epidermis Kulit Tebal Tebal 0,8 mm – 1,4 mm. Terdiri dari 5 lapisan. Dari bawah yaitu : Stratum Basale (Germinativum), Stratum Spinosum, Stratum Granulosum, Stratum Lucidium, dan Stratum Corneum. Kulit Tipis Tebal 0,07 mm – 0,12 mm. Memiliki 4 lapisan, tanpa Stratum Lucidium (Guton, Arthur C.) , terdapat pada bagian yang kekurangan rambut (telapak kaki dan telapak tangan). Stratum Ge\rminativum Terdiri dari epidermal stem cells, melanocytes, dan keratinocytes. Merupakan lapisan epidermis paling bawah. Terbentuk dari jaringan ikat longgar. Berbatasan langsung dengan dermis. Sel-sel yang mendominasi adalah sel-sel stem yang besar/ sel basale. Aktifitas melanocytes menyebabkan kulit bewarna kecoklatan. Sel merkel yang banyak terdapat pada bagian yang kekurangan rambut, mengeluarkan zat kimia yang peka terhadap sentuhan. Stratum Spinosum Lapisan epidermis yang paling tebal, terdiri daru berbagai macam bentuk sel (polyhedral sampai sel-sel yang berbentuk tipis) sehingga nampak berduri (spin). Disini juga terdapat keratinocytes yang aktif melakukan mitosis. Stratum basal dan spinosum disebut lapisan malphigi yang bertanggung jawab dalam pergantian epidermal keratinocytes. Stratum Granulosum Terdapat keratinocytes yang tergantikan oleh atau dari stratum spinosum. Ketika sel tersebut mencapai lapisan ini, mulai untuk membuat protein keratohyalin dan keratin dalam jumlah banyak. Keratohyalin merupakan zat tanduk, menyebabkan kulit less permeable. Keratin merupakan bahan penyusun utama rambut dan kuku. Stratum Lucidium Lapisan ini hanya terdapat pada kulit tebal (thick skin). Walaupun lapisan ini berisi sel-sel tipis dan kekurangan organel dan nuclei, akan tetapi mengandung keratin filament yang tebal. Plasma membran mengalami penenbalan akibat penyuluran protei non kreatin (infolokrin). Tidak terlihat bawah pada standard hytological layer. Stratum Corneum Terletak di permukaan, 15-10 lapisan tipis (epitel pipih), sel mati, interloching cells. Disebut juga lapisan tanduk (horny layer). Tipe Sel : Keratinocytes, Melanocytes, Sel Merkel, Sel Langerhans. Keratinocytes

Subtansi terbanyak dari sel-sel epidermis, karena keratinocytes selalu mengelupas pada permukaaan epidermis, maka harus selalu digunakan. Pergantian dilakukan oleh aktivitas mitosis dari lapisan basal (di malam hari). Selama perjalanannya ke luar (menuju permukaan. Keratinocyes berdeferensiasi menjadi keratin filamen dalam sitoplasma. Proses dari basal sampai korneum selama 20-30 hari. Karena proses cytomorhose dari keratinocytes yang bergerak dari basal ke korneum, lima lapisan dapat diidentifikasi. Yaitu basal, spimosum, granulosum, losidum dan kornium. Melanocytes Didapat dari ujung saraf, memproduksi pigment melanin yang memberikan warna coklat pada kulit. Bentuknya silindris, bulat dan panjang. Mengandung tirosinase yang dihasilkan oleh REG, kemudian tirosinase tersebut diolah oleh Aparatus Golgi menjadi oval granules (melanosomes). Ketika asam amino tirosin berpindah ke dalam melanosomes, melanosomes berubah menjadi melanin. Enzim tirosinase yang diaktifkan oleh sinar ultra violet.. Kemudian melanin meninggalkan badan melanicytes dan menuju ke sitoplasma dari sel-sel dalam lapisan stratum spinosum. Dan pada akhirnya pigmen melanin didegradasi oleh keratinocytes. Faktor-faktor yang menyebabkan adanya perbedaan warna kulit antara lain: 1. Melanosit, terletak pada stratum basalis, memproduksi pigmen, melanin, yang bertanggung jawab untuk pewarnaan kulit dari coklat sampai hitam.

2. Darah dalam pembuluh dermal di bawah lapisan epidermis dapat terlihat dari permukaan dan menghasilkan
pewarnaan merah muda . Ini lebih jelas terlihat pada kulit orang kilit putih (Kaukasian) 3. Keberadaan dan jumlah pigmen kuning, karotin, hanya ditemukan pada stratum korneum, dan dalam sel lemak dermis dan hipodermis, yang menyebabkan beberapa perbedaan pada pewarnaan kulit. Merkel Cells Banyak terdapat pada daerah kulit yang sedikit rambut (fingertips, oral mucosa, daerah dasar folikel rambut). Menyebar di lapisan stratum basal yang banyak mengandung keratinocytes. Langerhans Cells Disebut juga dendritic cells karena sering bekerja di daerah lapisan stratum spinosum. Merupakan sel yang mengandung antibodi. Banyaknya 2% – 4 % dari keseluruhan sel epidermis. Selain itu, juga banyak terdapat di bagian dermis pada lubang mulut, esophagus, dan vagina. Fungsi dari langerhans cells adalah untuk responisasi terhadap imun karena mempunyai antibodi Dermis Lapisan Papiler : tipis mengandung jaringan ikat jarang. Lapisan Kutikuler : tebal terdiri dari jaringan ikat padat.

Kulit Tebal

Kulit Tipis RAMBUT Rambut terdiri dari benang-benang bertanduk yang berasal dari epidermis, terdiri dari batang dan akar yang meluas kebawah hingga menyerupai umbi yang bertakik pada lapisan bawahnya. Ruang di dalam takik terdapat jaringan penyambung / papilla. Akar rambut terbungkus oleh folike rambut yang berasal dari sumbu epidermal dan dermal. Rambut terdiri dari 3 lapisan epitel : 1. Medula 2. Kortex 3. Kutikula Folikel rambut terdiri dari : 1. Selubung akar epitel dalam Terdiri dari kutikula, lapisan Huxley, lapisan henle 2. Selubung akar epitel luar yang erasal dari epidermis Merupakan perpanjangan dari lapisan malpighi (stratum basale dan spinosum) 3. Selubung jaringan penyambung berasal dari dermis a. Selubung dalam, membran hialin sempit, menempel pada sel-sel silindris selubung luar. b. Selubung tengah, serat jaringan penyambung halus yang tersusun dalam lingkaran. c. KUKU Merupakan modifikasi dari lapisan epidermis. 1. Badan kuku Tersusun dari sel-sel pipih jernih. 2. Dinding kuku Lipatan sekeliling proksimal dan lateral dari kuku. 3. Alas kuku Epidermis dibawah badan kuku, tidak memiliki sratum granulosum. KELENJAR PADA KULIT 1. Kelenjar Sebasea a. Mensekresikan minyak ke folikel rambut Selubung tengah, berfungs mengangkat rambut dalam dermis.

Tergantung dari kebuthan tubuh akan pengaturan suhu. Kelenjar apokrin 1) 2) 3) 4) 1) 2) 3) 4) 5) 6) Terdapat pada axilla. Kelenjar merokrin MEKANISME SEKRESI KERINGAT Keringat adalah sekresi aktif dari kelenjar keringat di bawah pngendalian saraf simpatis Keringat terutama berisilarutan garam dengan konsentrasi kira-kira 1/3 dari yang ada dalam plasma. . kebanyakan air Merocrine secretion mechanism Dikontrol oleh sistem saraf Penting dalam thermoregulation dan ekskresi Sebagai antibakteri b. nipple Memproduksi sekresi kental dengan komposisi kompleks Pada individu tertentu dapat menjadi sarana komunikasi Kerjanya sangant dipengaruhi hormon Tersebar luas Memproduksi sedikit sekresi. Penyedia antibakteria 2.b. Suhu lingkungan yang lebih tinggi dari suhu tubuh dapat dirasakan cukup nyaman bila udara kering. groin. tetapi kelembaban dapat menyebabkan rasa sangat tidak enak karena menghalangi hilangnya suhu tubuh melalui penguapan. Kelanjar Keringat Kelenjar keringat adalah alat utama untuk merendahkan suhu tubuh. Dengan perspirasi hilang kira-kira 500ccm air setiap hari. Berbagai jumlah air dapat dilepaskan. Banyaknya keringat berkisar dari 0 sampai 2000 ccm setiap hari. a. kurang pada ilim dingin dan lebih pada yang panas. kira-kira setengah liter sehari pada iklim sedang. Hal ini hendaknya dibedakan dengan perspirasi atau pelepasan air dengan tak terasa yang hanya berupa difusi air secara sederhana melalui kulit.

tetapi tidak mengandung protein plasma. 892) KLASIFIKASI RESEPTOR DALAM SISTEM INTEGUMEN Merkel’s disk : sentuhan Meissner corpuscle : raba Vater paccini : tekanan. Konsentrasi Natrium sekitar 142 mEq/L dan Klorida sekitar 104 mEq/L dengan konsentrasi zat terlarut lain yang lebih kecil dibanding dalam plasma.Pada kelenjar keringat terdiri dari dua bagian: 1. Apabila kelenjar keringat kuat dirangsang. sentuhan . dan vibrasi Free nerved ending : pain dan thermoreceptor Ruffini corp : stretching &pressure Krause : receptor dingin . Bagian duktus Sekret primer itu memiliki komposisi yang mirip dengan protein plasma. cairan prekursor dibentuk dalam jumlah banyak dan duktus ini hanya mengabsorpsi Natrium dan Klorida dalam jumlah sedikit sehingga dapat mencapai tingkat maksimum 50-60 mEq/L dan hanya sedikit cairan yang direabsorpsi. Kemudian direabsorpsi oleh duktus sehingga konsentrasi Natrium dan Klorida turun menjadi 5 mEq/L dan sebagian besar cairan tersebut juga direabsorpsi. 1. Sewaktu larutan ini mengalir di duktus. cairan prekursor mengalir melalui duktus secara lambat. (Sumber : Guyton & hall. larutan prekursor ini mengalami reabsorpsi sebagian ion Natrium dan Klorida. Bagian yang bergelung (menghasilkan sekret primer atau sekret prekursor) 2. 2. Apabila kelenjar keringat sedikit dirangsang.

Nociceptors Nyeri Free nerve endings IV. Chemoreceptors Rasa Papila lidah Bau Epitel olfaktori .Muscle spindle & golgi tendon : mecanoreceptor (sumber : presentasi dr. Bambang Sumantri) I. Mechanoreceptors Sensibilitas kulit (epidermis and dermis) Free nerve endings Percabangan Merkel’s discs Spray endings Ruffini’s endings Ujung reseptor Meissner’s corpuscles Krause’s corpuscles Sensibilitas kedalaman jaringan Free nerve endings Percabangan Spray endings Ruffini’s endings Ujung reseptor Pacinian corpuscles Muscle spindles Golgi tendon receptors Pendengaran Reseptor suara pada koklea Keseimbangan Reseptor Vestibular Arteri Aorta II. Thermoreceptors Dingin Krause’s corpuscles Panas Ruffini’s endings III. Electromagnetic receptors Penglihatan sel batang reseptor gelap sel kerucut receptor terang V.

Ada 3 jenis protein plasma yang utama. asam lemak Hypothalamus (sumber : Guyton n Hall) KOMPONEN DALAM DARAH Plasma darah Cairan bening kekuningan yang unsure pokoknya sama dengan sitoplasma. • • Koloid adalah zat yang berdiameter 1 nm sampai 100 nm. disintesis di hati dan merupakan komponen esensial dalam mekanisme pembekuan darah. dan zat yang penting lainnya. . Fibrinogen Membentuk 4 % protein plasma. tetapi memiliki ukuran paling kecil. sedangkan kristaloid adalah zat yang berdiameter kurang dari 1 nm. dengan fungsi utama sebagai molekul pembawa lipid. sekitar 55-60%.aorta dan badan carotid Gula darah. yakni albumin. Albumin Protein plasma yang terbanyak. globulin. Tekanan ini merupakan suatu ukuran ”daya tarik” plasama terhadap difusi air dari cairan ekstraseluler yang melewati membran kapiler. Globulin Membentuk sekitar 30% protein plasma • • Alfa dan beta globulin disintesis di hati. asam amino. dan fibrinogen. 1. Albumin disintesis dalam hati dan bertanggung jawab untuk tekanan osmotik koloid darah. 3. 2. Tekanan osmotic koloid ditentukan berdasarkan jumlah partikel koloid dalam larutan. beberapa Gamma globulin(imunoglobulin) adalah antibodi. Protein plasma mencapai 7 % plasma dan merupakan satu-satunya unsure pokok plasma yang tidak dapat menembus membran kapiler untuk mencapai sel. Plasma terdiri dari 92% air dan mengandung campuran kompleks zat organik dan anorganik. berbagai substrat. Plasma mengandung koloid dan kristaloid. limfoid dan berfungsi dalam imunitas. Ada lima jenis imunoglobulin yang diproduksi jaringan hormon.

sebagian limfosit (sel B) berdiferensiasi menjadi sel plasma yang akan : menghasilkan antibodi b. Agranular a. Elektrolit plasma : ion natrium. beberapa minggu. Granular a. Eosinofil : sel fagositik khususnya bakteri : sel fagositik khusus terhadap kompleks antigen-antibodi dan dapat bertambah banyak selama infestasi parasit c. benda asing. sel darah putih (leukosit). Walaupun sel darah merah matang tidak memiliki nuklei. KLASIFIKASI LUKA Berdasarkan Patofisiologi. magnesium. atau beberapa bulan tergantung jenis leukositnya. 1. 3. elektrolit. kalsium bikarbonat. dan zat-zat sisa. Eritrosit Memiliki fungsi antara lain: Mentranspor oksigen ke seluruh jaringan melalui pengikatan hemoglobin terhadap oksigen. Leukosit Memiliki fungsi antara lain : 1. dan trombosit.Plasma juga mengandung nutrien. Elemen pembentuk darah meliputi sel darah merah (eritrosit). mitokondria. kalium. dan debris sel Rentang kehidupan : Setelah diproduksi di sumsum tulang. dan ion sulfat. Monosit Fagosit kuat yang berdiferensiasi menjadi makrofag jaringan pada tempat terjadi infeksi kemudian akan menghancurkan bakteri. Basofil 2. Nutrien 2. Netrofil b. hormon. Kontusi (memar) . leukosit bertahan kurang lebih satu hari dalam sirkulasi sebelum masuk ke jaringan. gas darah. atau pun retikulum endoplasma. Sel ini tetap dalam jaringan selama beberapa hari. Gas darah : asam amino. mineral. : oksigen. Leukosit memiliki sifat diapedesis. dengan definisi tidak menebus lapisan epidermis 2. vitamin. klorida. gula. Trombosit Trombosit berfungsi dalam hemostasis (penghentian perdarahan) dan perbaikian pembuluh darah yang robek. luka dibedakan menjadi : 1. yaitu kemampuan untuk menembus pori-pori membran kapiler dan masuk ke dalam jaringan. fosfat. Limfosit • • : serupa dengan sel mast dan dapat membebaskan histamin dan heparin dalam reaksi alergi : Berperan dalam mekanisme pertahanan imunologik tubuh Bila ada antigen spesifik. dan lipid yang diabsorbsi dari saluran pencernaan. Abrasi Merupakan perlukaan paling superfisial. Berperan penting dalam pengaturan pH darah karena ion bikarbonat dan hemoglobin merupakan buffer - asam basa Bersikulasi selama 120 hari sebelum menjadi rapuh dan mudah pecah. enzim sitoplasmanya mampu memproduksi ATP untuk waktu yang terbatas ini. karbondioksida. dan nitrogen.

merupakan fase pembekuan darah pada daerah luka (terbentuk scab) Proses pembekuan darah Protrombin Aktivator protrombin Ca++ Trombin Fibrinogen Benang-benang Fibrin Trombin Faktor stabilisasi fibrin yang teraktivasi Fibrinogen Monomer Ca++ Benang fibrin yang saling berikatan b. fase migratory a. 4.Terjadi karena kebocoran pada pembuluh darah dengan epidermis yang utuh oleh karena proses mekanis 3. sel epitel bermigrasi silang pada luka dan membelah diri untuk membentuk jaringan baru c. dibutuhkan bantuan kaca penbesar. termasuk Tidak adanya luka lurus yang tajam pada tulang dibawahnya. Laserasi Berbeda dengan luka iris dimana pada luka gores jringan yang rusak menyobek bukan mengiris. Laserasi dapat dibedakan dari luka iris : • • • • Garis tepi memar dan kerusakan memiliki area yang sangat kecil sehingga untuk pemeriksaanya kadang Keberadaan rangkaian jaringan yang terkena terdapat pada daerah bagian dalam luka. luka insisi PENYEMBUHAN LUKA Pada kasus Ontoseno. maka disebut luka dalam 2. karena rusaknya hingga ke pembuluh darah. merupakan fase dimana sel epitel mulai membentuk jembatan diantara luka (dibawah scab) b. tengkorak. fibroblast mulai mensistesa jaringan luka . pembuluh darah dan saraf .terutama jika yang terluka daerah tulang Jika area tertutup oleh rambut seperti kulit kepala. jaringan yang rusak adalah epidermis. dermis. maka rambut tersebut akan terdapat pada luka. Kerusakan pembuluh darah direcovery oleh trombosit. permeabilitas pembuluh darah meningkat untuk mengantarkan sel fagosit (monosit dan limfosit untuk membunuh mikroba) d. mulai terbentuk fibroblast 3. Sedangkan recovery jaringan dermis dan epidermis dijelaskan sebagai berikut: 1. hingga ke pembuluh darah. fase inflammatory a.

epidermis mulai kembali pada ketebalan normal c. pembuluh darah yang luka mulai diperbaiki oleh trombosit 4. lengan Ontoseno terasa perih. tibatiba tangannya terkena duri pada tanaman semak belukar sehingga kulit lengan kanannya tertusuk. fibroblast mulai membentuk kolagen 5. Proses netralisasi bakteri dibut phagositosis. dermis serta pembuluh darah rusak. Luka tersebut dapat tertutup melalui proses penutupan luka yang meliputi fase inflammatory. Bakteri-bakteri terebut dinetralisasi oleh sel-sel leukosit yang memuliki sifat diapedesis. Ketika tertusuk duri. Ketika hendak mengusap keringat. pembuluh darah kembali normal (sumber : Tortota) KESIMPULAN Pemicu 1 Blok 2 Ontoseno mempunyai kulit berwarna sawo matang sedang berjalan di ladang. Keluarnya keringat tersebut diatur oleh syaraf simpatik. Ontoseno memiliki kulit sawo matang karena dalam kulit terdapat melanocytes yang menghasilkan pigmen melanin (coklat). jaringan epidermis yang baru mulai terbentuk c. sehingga mengeluarkan darah. Ontoseno mengeluarkan keringat karena dalam kulit terdapat kelenjar keringat. Yang menyebabkan rasa nyeri adalah ujung syaraf free nerve endings. Banyak sedikitnya keringat tergantung pada kebutuhan tubuh akan pengaturan suhu. Hal ini disebabkan karena di dalam kulit terdapat ujung-ujung syaraf reseptor. fase proliferatif a. Setelah tertusuk. lapisan epidermis. fibroblast mulai menghilang e. keluat darah sedikit dan terasa perih. merupakan fase dimana pembentukan sel epitel lebih intensif b. serat kolagen mulai tersusun normal d. lengan kanan Ontoseno mengalami luka. fase migratory fase proliferatif. fase maturation a. Salah satu penyebab rasa nyeri dalam luka ontoseno adalah masuknya bakteri dari duri. TULANG DAN RANGKA ANATOMI RANGKA . fase maturation. scab mengelupas b.c.

Aksilar : Tengkorak 1.langit rongga nasal. langit . Kranium : melindungi otak • Tulang frontal: membentuk dahi. dan kantong mata • Tulang parietal • Tulang oksipital : membentuk bagian belakang kranium • Tulang temporal : membentuk sisi kranium • Tulang etmoid : penyangga penting rongga nasal .

Sternum dan Iga . rongga nasal Tulang zigomatik : tonjolan tulang pipi Tulang maksilar : rahang atas Tulang lakrimal : berisi celah . 3-5 koksigeal ) ( Sloane. • • • • • • • • 4. tidak berartikulasi dg tulang lain. 5 vertebra lumbal. Sinus pranasal : terdiri dari ruang . 5 vertebra sakrum.• Tulang sfenoid : membentuk dasar anterior kranium • Osikel auditori : untuk proses pendengaran • Tulang womian : tulang kecil yang terdapat di dalam sutura 2. 2003 ). dengan rongga nasal. tulang orbital.ruang udara dalam tegkorak yang berhubungan Vertebra Kolumna vertebra : menyangga berat tubuh dan melindungi medula spinalis. ( 12 vertebra toraks. 2003 ) Tulang wajah : Tulang nasal : penyangga hidung Tulang palatum : membentul langit .langit mulut.celah untuk lintasan duktus lakrimal yang mengalirkan air mata ke rongga nasal Tulang vomer : membentuk septum nasal Konka nasal inferior Mandibula : rahang bawah Tulang hioid : bentuknya tapal kuda. ( Sloane.

dan pisiform. yaitu: 1.lunatum. Tangan Sternum : Tulang dada ( manubrium atas. Tulang Pergelangan Tangan (Karpus) Pergelangan tangan terbentuk dari delapan tulang karpal irteguler yang tersusun dalam dua baris. 2 pasang iga melayang Skapula ( tulang belikat ) Klavikula ( tulang kolar ) Humerus : tulang tunggal pada lengan atas Lengan bawah : radius dan ulna Ada tiga macam tulang yang menyusun tangan. Tulang – tulang jari (phalanges) Setiap jari memiliki tiga tulang yaitu tulang proksimal. Kapitatum. Femur ( paha ): tulang terpanjang dan terkuat Tungkai : tibia dan fibula . Lengan 1. Apendikular : Gilder Pektoral ( bahu ) 1. kecuali ibu jari yang hanya memiliki tulang proksimal dan medial saja. prosesus sifoid ) Tulang iga : 7 pasang iga sejati. dan tulang distal. Barisan tulang karpal distal yang terdiri dari: Trapezium. ( Sloane. badan. 3. 2.tulang medial. 3 pasang iga semu. 2003 ) Gilder pelvis (tulang panggul) Tungkai bawah 1. 2. trikuetral(triangular). Barisan tulang karpal proksimal yang terdiri dari navicular(skafoid). 2. dan setiap barisnya terdiri dari empat tulang.1.kepala tulang metacarpal membentuk buku jari yang menonjol pada tangan. Tangan (metacarpus) Tangan tersusun dari lima tulang metakarpal’dimana semua tulang metacarpal berukuran serupa kecuali tulang metacarpal pertama pada ibujari. Setiap tulang metacarpal memiliki sebuah dasar proksimal yang berartikulasi dengan barisan distal tulang karpal pergelangan tangan. 2. 2. Trapezoid. Hamatum.

Tulang Telapak Kaki dan Jari Kaki Tarsal adalah terdiri dari 7 buah tulang. Tulang pendek contoh: carpal dan tarsal f. tibia. radius. yaitu kelima jari kaki. Tulang datar contoh: sternum. dan fibula. ( Guyton. Tulang tak beraturan contoh: ruas-ruas tulang belakang e. dan parietal. 2008 ) FISOLOGI TULANG 1. terdapat 2 buah falanges pada masing-masing ibu jari dan 3 buah falanges pada jari lain. 2. Hal ini disebabkan pada ibu jari kaki tidak memiliki sendi karpometakarpal seperti yang dimiliki ibu jari tangan. Tulang panjang contoh: humerus. Pada ibu jari tangan terdapat sendi pelana yang membuat ibu jari tangan lebih bebas bergerak daripada ibu jari kaki. Di antara falanges terdapat sendi engsel yang memungkinkan gerak satu bidang. 3. Tulang sesamoid contoh: patella ( Ganong. Ibu jari kaki tidak sefleksibel ibu jari tangan. Tarsal membentuk artikulasio dengan metatarsal. Seperti pada jari tangan. b.organ lunak yang ada dalam tubuh . Sutural contoh: tulang diantara tulang datar pada tengkorak di garis sutura d. Sistem rangka melindungi organ . Tulang berartikulasi dengan tulang lain pada sebuah persendian sebagai pengungkit. c. scapula. ulna. Tulang yang terbesar adalah atau biasa disebut tumit. femur. 2006 ) KLASIFIKASI TULANG a. Tulang memberikan topangan dan bentuk tubuh Pergerakan. Perlindungan. Falang adalah tulang penyusun jari.

2007 ) Kharakteristik Tulang Rawan Tulang rawan = Jaringan yang terdiri dari sel-sel rawan yang terdapat kondrosit dan bahan dasar tulang rawan sebagai bahan antar sel Terdapat 3 jenis tulang rawan berdasarkan karakteristiknya : 1 Tulang rawan hyalin Ciri-ciri : -Konsistensi lunak. Tidak terdapat perikondrium yang dikanali dalam kartilago fibrosa. semi tembus cahaya. epiglottis. agak elastis . Kondrositnya lebih besar bila dibandingkan dengan kartilago hyaline.4. Sedangakan interteritorial matrix adalah matrix terbesar dan mengandung lebih banyak kolagen. 5. lebih banyak mengandung elastic fiber. Berwarna coklat kebirubiruan. Pembentukan sel darah ( hematopoiesis ). Terletak di hidung. Terdapat pada discus invertebralis. serta lebih sedikit kandunagn proteoglikannya. akhir dari tulang rusuk. glycoproteins. Matrixnya mengandung kolagen tipe I dan bersifat asidofilik. Sumsusm tulang merah. 2007 ) Kartilago Fibrosa Merupakan jaringan intermediate antara jaringan ikat padat dan kartilago hyalin. dan cincin trakea dan bronkus. Perikondrium terbentuk di batas luar ketika proses pembentukan kondrosit. Teritorial matrix merup\akan matrix yang berada di sekeliling lacuna. dan extracellular fluid. dan dalam tendon-tendon tertentu. 2003 ). Memiiki warna kekuningan darena memiliki elastin dalam serat elastis. tulang iga. Histogenesis dan pertumbuhan : Individual mesenchymal cells  berkumpul membentuk pusat kondrofikasi  berdiferensiasi menjadi kondroblas  sekresi matriz kartilago disekelilingnya  terbentuk lacuna  kondroblas yang dikelilingi matrixnya disebut kondrosit  cell division  lebih dari 2 kondrosit disebut isogenous groups. simfisis pubis. yang ditemukan pada orang dewasa dalam tulang sternum. dan trombosirt. saluran eustachius. sehingga lebih elastis. ( Junqueira. Tempat penyimpanan mineral ( Sloane. laring. ( Junqueira. badan vertebra. proteoglycans. pada bagian ujung tulang panjang. 2007 ) Gambar Hyalin Kartilago Kartilago Elastik Ditemukan di aurikula telinga. dan tulang rawan kuneiformis di laring. dinding telinga bagian luar. merupakan tempat produksi sel darah merah. tulang pipih dan kranium. ( Junqueira. pada bagian perikondrium. dan lunak. sel darah putih. mengandung sedikit kolagen dan banyak kondrotinsulfat. HISTOLOGI TULANG Tulang Rawan ( Kartilago ) Kartilago Hyalin Mtrixnya terdiri dari kolagen tipe II.

-Warna kebiru-biruan -Bahan dasar homogen 2 Tulang rawan elastis : Ciri-ciri : -Warna kekuning-kuningan -Lebih fleksibel dan elastis -Bahan dasar terdapat anyaman sabut-sabut elastis dalam berbagai arah terutama di sekitar kondrosit. Matrix terdiri dari komponen organic dan anorganik. Sedangkan komponen anorganik berisi kolagen tipe I. ( Junqueira. Akan tetapi. Matrix ektravaskulernya telah mengandung kalsium sehingga menutup jalanya sekresi sel didalamnya. pertukaran zat antara osteosit dan kapiler darah tetap bisa berjalan karena adanya komusikasi melalui kanalikuli.karena bahan antar sel agak padat -Kemungkinan sel membelah diri sedikit -Terdapat bahan sabut kolagen berbagai arah -Merupakan peralihan antara jaringan ikat fibrilair dengan jaringan tulang (Keeton.tudung sel tulang rawan dan kelopmpok isogen seperti pada tulang rawan hyalin 3 Tulang rawan fibrious : Ciri-ciri : -Kondrosit dan tudung sel tulang rawan seperti pada tulang hyalin -Kelompok isogen hanya sedikit. Komponen organic merupakan kumpulan kristal-kristal kalsium hidroksiapatit yang terdiri dari kalsium dan fosfor yang banyak. sedangkan endosteum melapisi bagian dalam tulang. 2007 ) Gambar : Penampang system harverst .sabut ini kemudian melanjutkan diri ke perikandrium -Kondrosit. keras dan berbentuk tetap. 1980 ) Tulang ( Bone ) rawan Tulang adalah jaringan ikat kaku. Periosteum melapisi bagian luar tulang.

Memiliki peranan penting dalam proses resorpsi tulang. Aktifinasnya dipengaruhi oleh hormone sitokinin.000 per mm 3. Osteosit. dan di dalam endosteum. Osteoblas juga berperan dalam sistesis komponen organic dari matrix (Kolagen tipe I. sehingga menjaga kemampuan mitotik (sangat berpotensi untuk berdiferensiasi menjadi Osteoblas). Insulin : berfungsi dalam meningkatkan produksi energi dari glukosa. Osteoprogenitor cells Merupakan embryonic mesenchymal cells. Tiroksin (kelenjar tiroid) : berfungsi untuk meningkatkan kecepatan sintesis protein dan meningkatkan produksi energi dari semua jenis makanan. Osteoblas. Di dapat dari osteoblas yang berdeferensiasi. 2007 ) HORMON YANG BEKERJA PADA PERTUMBUHAN TULANG 1.Sel-sel tulang : Osteoprogenitor cells. Jumlahnya 20. osteoblas akan memperoduksi suatu sitokin yang disebut factor perangsang osteoklas. yang disebut Osteoid. Berada pada bagian dalam periosteum. Osteoblas Terbentuk dari Osteorogenitor cells yang telah berdiferensiasi. Berasal dari penggabungan sel-sel sumsum tulang. 3. matriks.000 – 30. sel-sel ini secara aktif terlibat untuk mempertahankan matrix tulang dan kematianya diikuti oleh resorpsi matrix tersebut. yakni suati hormone tiroid. Peptioglikan. Kelenjar hipofisis anterior / kelenjar pertumbuhan : berfungsi meningkatkan kecepatan mitosis kondrosit dan osteoblas serta meningkatkan kecepatan sintesis protein (kolagen. Terdapat didalam lacuna yang terletak diantara lamela-lamela matrix. dan glikoprotein). diantara lapisan osteoblas dan tulang yang baru dibentuk. ( Junqueira. Berinti banyak. 2007 ) Gambar Berbagai Bentuk Tulang Osteosit Merupakan sel tulang yang telah dewasa. Mengalami proses aposisi tulang yaitu komponen matrix disekresi pada permukaan sel yang berkontak dengan matrx tulang yang lebih tua. dan lapisan matrix baru (namun belum terkapur). tetapi bukan untuk hormone paratiroid. Akan tetapi osteoblas memiliki reseptor untuk hormone paratiroid dan begitu teraktivasi oleh hormone ini. Osteoklas memiliki reseptor untuk kalsitokinin. 2007 ) Osteoklas. ( Junqueira. 2. . dan Osteoklas. kartilago dan enzim untuk pembentukan kartilago tulang). Tumbuh dibawah pengaruh Bone Morphogenic Protein (BMP) dan Transforming Growth Factor β. lapisan canal harvest. Osteoklas mensekresi kolagenase dan enzim lain sehingga memudahkan pencernaan kolagen setempat dan melarutkan kristal gram kalsium. ( Junqueira.

8. menutupi fracture. ( Tortora. 7. mati dan berdegenerasi. Kalsitonin : berfungsi dalam menurunkan reabsorpsi kalsium dari tulang (menurunkan kadar kalsium dalam darah). ( Gartner. Pembentukan model kartilago hyaline 2. fase yang terakhir adalah remodeling. Selama satu minggu. osteoblast dari periosteum membentuk lengkung disekitar fragmen tulang (eksternal callus). skoliosis ( Sloane. 2003 ) PENYEMBUHAN FRAKTUR TULANG 1. osteoblast membentuk trabeculae baru di dekat garis patahan (internal callus). Paratiroid : berfungsi untuk meningkatkan reabsorpsi kalsium dari tulang ke darah dan meningkatkan absorpsi kalsium oleh usus halus dan ginjal. osteoblast dan osteosit mulai aktif membelah. sekitar 48 jam setelah fracture. Terbentuk kartilago yang telah terkalsifikasi. Bagian callus yang terbentuk dari sel osteoblast (dari endosteum) berkembang diantara fragmen akhir tulang yang patah dan diantara dua sumsum tulang (internal callus) 2. Fraktura : patah tulang : retak tulang : kematian sel tulang yang tidak diprogram Primarry Centre Of Ossification Secondary Centre Of Ossification 2. ( Sanlon. Gangguan ruas tulang belakang : kifosis. Osteoklas mulai meresorpsi kartilago yang terkalsifikasi. 10. 6. lordosis. Estrogen dan testosteron : berfungsi untuk mempercepat penutupan epifisis tulang panjang dan untuk membantu menahan kalsium dalam tulang untuk mempertahankan matriks tulang yang kuat. Pertumbuhan tulang terjadi di lempeng epifiseal. 2007 ) PROSES KALSIFIKASI TULANG Osteoid  Ca2+ dan PO43. Perikondrium tervaskularisasi 3. Komponen-komponen tulang yang mati dari fragmen ynag patah diserap oleh osteoclast.konsentrasi tinggi  vesikel matrix memproduksi pompa kalsium  transport ion Ca2+ ke dalam vesikel  konsentrasi ion Ca2+ lebih tinggi  kristalisasi  pertumbuhan kristal hidroksiapatit  menembus membrane  isi dari vesikel keluar. Ossifikasi mulai epifisis. Bagian-bagian pembentuk callus berasal dari osteoblast (dari periosteum yang robek) dan berkembang di sekitar patahan (disebut eksternal callus). 6.4. pertumbuhan jaringan tulang baru (callus) pada awalnya membentuk jembatan antara tulang yang terputus. 5. Osteoklas membentuk lubang di dalam tulang sub periosteal. Beberapa hari setelah itu. 2005 ) . Tulang subperiosteal menebal 9. Epifisis dan Diafisis ( Gartner. 11. 3. Fisura 3. Nekrosa 4. 2008 ) PENULANGAN ENDOKONDRAL 1. 5. Kondrosit dalam mengalami diapsis. 2007 ) GANGGUAN PADA TULANG 1. Tulang kompak yang patah mula-mula diganti dengan jaringan berongga lalu lama kelamaan akan digantikan dengan tulang kompak lagi. Osteoblast mensekresikan matrix 4.

yang terdiri dari sebuah tulang yang masuk kedalam rongga berbentuk cangkir pada tulang lain. sendi ini dibungkus dengan jaringan ikat fibrosa atau kartilago. c. Contoh: sendi lutut dan siku. Persendian fibrosa. Sendi amfiartosis (sendi dengan pergerakan terbatas) Sendi ini memungkinkan gerakan terbatas sebagai respon terhadap torsi dan kompresi. Sendi jenis ini antara lain adalah : a. Menurut fungsinya : 1. Sendi kondiloid. adalah sendi yang kedua tulangnya dihubungkan dengan diskus kartilago. terdiri dari sebuah tulang yang masuk dengan pas pada permukaan konkaf tulang kedua. sehingga memungkinkan gerakan kesatu arah. yang memungkinkan gerakan kedua arah disudut kanan setiap tulang. adalah sendi dimana tulang berbentuk kerucut masuk dengan pas . Contoh: sendi panggul dan bahu b. sehingga memungkinkan gerakan meluncur antara satu tulang dengan tulang yang lainnya. terbentuk saat tulang-tulang yang berdekatan dihubungkan dengan serat-serat jaringan ikat kolagen. Sendi pelana. Contoh: simpisis pubis yang bersisihan seperti radius dan ulna. Sendi sinartosis (sendi mati). Sinkondrosis. Persendian semacam ini disebut sendi nonaksia. yang menjadi bantalan sendi dan memungkinkan terjadi sedikit gerakan. Contoh: sutura sagital dan parietal. yaitu sendi yang tulang-tulangnya dihubungkan dengan kartilago hialin. Contoh: tulang atas. Contoh: ditemukan pada tulang pada gigi yang tertanam pada tulang rahang 3. sehingga tulang akan masuk dengan pas seperti dua pelana yang saling menyatu. Sendi peluru. Sendi jenis ini antara lain adalah: a. adalah salah satu sendi yang permukaan kedua tulang berartikulasi berbentuk datar. Contoh: lempeng epifisis sementara antara epifisis dan diafisis pada tulang panjang anak. yaitu tulang bentuk kerucut yang masuk pas cekungan tulang kedua dan dapat berputar kesemua arah. Sendi engsel. Persendian kartilago. permukaan tulang yang berartikulasi berbentuk konkaf disatu sisi dan konkaf pada sisi lain. yaitu persendian yang tidak memiliki rongga sendi dan diperkokoh dengan jaringan ikat fibrosa. Contoh: sendi antara tulang radius dan tulang karpal e. yaitu sendi yang dihubungkan dengan jaringan ikat fibrosa rapat yang hanya ditemukan pada tulang tengkorak. yaitu persendian yang tidak memiliki rongga sendi dan diperkokoh dengan jaringan kartilago. merupakan sendi biaksial. Sendi kisar. c. Sutura. 2. 2. Satu-satunya sendi pelana sejati yang ada dalam tubuh adalah persendian antara tulang karpal dan metakarpal pada ibu jari. b. f. Klasifikasi persendian synovial terdiri dari: a.SENDI KLASIFIKASI SENDI Secara struktural : 1. Gomposis. Sendi diartosis (sendi dengan pergerakan bebas) disebut juga sendi synovial Sendi ini memiliki rongga sendi yang berisi cairan sinofial. Simfisis. Sindesmosis. yaitu persendian yang memiliki rongga sendi dan diperkokoh dengan kapsul dan ligament artikular yang membukuskan. 3. Persendian sinovial. persendian bagian kepala d. Sendi sferoidal. serta tibia dan fibula dalam kantong tulang. seperti b.

7. 2. mempermudah gerakan antara kedua ujung-ujung tulang 2. cairan ini berfungsi sebagai pelumas untuk mempermudah gerakan . ( Sloane . 2003 ) GANGGUAN PERSENDIAN 1. dan nyeri . Rongga sendi Tempat cairan sinovial 3. kaku. Syaraf Syaraf akan mendeteksi rasa nyeri pada persendian dan memonitor peregangan pada sendi. ( Setiadi. Tulang rawan sendi Tersusun atas tulang rawan hialin yang berfungsi untuk melindungi tulang dari benturan dan meredam tekanan. 2003 ) FISIOLOGI PERSENDIAN 1. Artitis (inflamasi sendi) a. Berfungsi untuk mempertebal kapsul sendi. dan persendian antara tulang-tulang karpa dan tulang-tulang tarsal. Pembuluh darah Supli pembuluh darah untuk membentuk cairan sinovial. 5. 6. berperan dalam pertumbuhan tulang ke arah memanjang ( Sloane. Reinforcing ligament Beberapa persendian sinovial menguat dan mengeras oleh ligament yang menutupinya.Misalnya: Persendian intervertebra. Cairan sinovial Cairan sinovial berasal dari filtrasi darah yang disekresikan fibroblast dalam membrane sinovial. 2007 ) HISTOLOGI PERSENDIAN SINOVIAL Gambar Sendi sinovial Sendi sinovial tersusun atas: 1. Kapsul sendi 4. osteoartritis konsekuensi alami menjadi tua kartilago artikular menjadi aus sendi menjadi kasar. reinforcing ligament terbagi menjadi dua yaitu extracapsular ligament yang berada di luar kapsul sendi dan intracapsularligamen yang berada di dalam.

seratnya terdiri atas filament intermediate yang tebal (disebut caveolae) c. memiliki satu inti. hanya ada pada jantung c. artritis reumatoid : merupakan penyakit autoimun (sistem imum keliru mengarahkan kemampuan destruktifnya pada bagian tubuh). Sarcoplasm mengandung sejumlah potassium. artritis infeksius : peradangan dalam persendian. dan fosfat serta beberapa enzim protein. otot lurik a. ( Sloane. Keberadaan sarcoplasmic reticulum sangat diperlukan dalam mengatur kontraksi otot. Eksibilitas : Serabut otot akan merespons dengan kuat jika distimulasi oleh impuls saraf 3. magnesium. bekerja secara sadar. d. STRUKTUR OTOT 1. Bursitis : merupakan peradangan pada bursa yang menyatu dengan sendi yang terjadi akibat ekskresi sendi yang berlebihan / infeksi. dsb d. dan factor lingkungan 2. Kontraktilitas : Serabut otot berkontraksi dan menegang. Menyebabkan ketidakmampuan berjalan / bergerak c. ( Sloane. Elastisitas : Serabut otot dapat kembali ke ukurannya semula setelah berkontraksi atau meregang. bekerja tidak sadar. memiliki inti banyak sehingga pembentukan ATP lebih cepat. Otot yang memiliki kontraksi kuat maka memiliki sarcoplasm reticulum yang luas. bercabang b. hormone. bercabang b.b. 2006 ) KHARAKTERISTIK OTOT 1. artritis gouti : disebabkan karena penumpukanasam urat. memiliki sarcoplasma sehingga mitokondrianya lebih banyak ( Guyton. Ekstensibilitas : Serabut otot memiliki kemampuan untuk meregang melebihi panjang otot saat rileks. Di dalam sarcoplasm juga terdapat sejumlah mitokondria yang terletak parallel pada myofibril. 2003 ) 4. otot polos a. 2003 ) OTOT HISTOLOGI OTOT 1. berada pada system pencernaan. bereaksi atas rangsang syaraf. system pencernaan. Sarcoplasm Cairan yang memenuhi ruang antara myofibril. tidak bercabang b. Dislokasi / luksasi : disebabkan karena kesalahan letak permukaan artikulasi suatu persendian. bekerja secara tidak sadar. terdiri dari serat yang dilapisi oleh sarcolemma c. Terkilir : merupakan cedera sendi yang disebabkan karena perenggangan ligamen / tendon. Serabut akan terengolasi karena kontraksi pada setiap diameter sel berbentuk kubus atau bulat hanya akan menghasilkan pemendekan yang terbatas 2. tiap serat terdapat myofibril yang terdiri dari miofilamen tebal (berisi myosin) dan miofilamen tipis (berisi aktin) d. otot jantung a. 2. Sarcoplasmic Reticulum Reticulum yang berada pada sarcoplasm. 4. Mitokondria ini mensuplai kontraksi myofibril dengan sejumlah ATP. berada pada alat gerak (skeleton) 3. berinti banyak. 3. 3. 2. Sarcolemma . yang dapat atau mungkin juga tidak melibatkan pemendekan otot.

Penopang tubuh dan mempertahankan postur : Otot menopang rangka dan mempertahankan tubuh saat berada dalam posisi berdiri atau saat duduk terhadap bgaya gravitasi. Muscular Dysthrophy Penyakit yamg memnghancurkan otot yang biasanya muncul pada masa anak anak. Setiap serat otot terdiri dari ratusan myofibril. Dimana molekul-molekul protein ini bertanggung jawab terhadap kontraksi otot. Muscular Dysthrophy 2. permukaan lapisan sarcolemma melebur dengan serat tendon. ( Sloane. 2001 ) KERJA OTOT BERDASARKAN TUJUAN KERJANYA Otot antagonis Terdapat dua tau lebih yang tujuan kerja ototnya berlawanan.Pergerakan : Otot menghasilkan gerakan pada tulang tempat otot tersebut melekat dan bergerak dalam bagian-bagian organ internal tubuh. otot bisep berkontraksi dan otot trisep berkontraksi. 4. Gambar. ( Guyton.contoh dari otot antagonis adalah otot bisep dan otot trisep. Fibromyalgia ( Marieb. Otot bisep merupakan otot yang memiliki dua ujung(tendon) yang melekat pada tulang dan terletak di lengan atas bagian depan. Actin and Myosin Filaments. Untuk mengangkut lengan bawah . Untuk menrunkan lengan bawah. 2003 ) KELAINAN OTOT 1. dan serat tendon berkumpul untuk membentuk tendon otot yang berada di dalam tulang. terletak di lengan atas bagian belakang. disebut dengan plasma membrane. Sarcolemma terdiri dari membrane sel yang sebenarnya. otot trisep berkontraksi dan otot bisep berelaksasi.Produksi panas : Kontraksi otot secara metabolis menghasilkan panas untuk mempertahankan suhu normal tubuh. 2006 ) FISIOLOGI OTOT 1. yang terdiri dari 1500 miofilamen tebal (berisi myosin) dan 3000 miofilamen tipis (berisi aktin). Pada setiap serat otot. Myofascial Pain Syndrom Rasa nyeri apabila tersentuh 3. JIka otot pertama berkontraksi dan otot yang kedua berelaksasi sehingga otot terangkat. Sedangkan otot trisep merupakan otot yang merupakan memilki tiga ujung(tendon) yang melekat pada tulang. Otot sinergis . 2. 3. dan selaput luar yang terbuat dari lapisan polisakarida tipis yang berisi banyak kolagen fibril. Myofibrils.Sarcolemma merupakan membrane sel dari serat otot.

2007 ) TAHAP – TAHAP KONTRAKSI DAN RELAKSASI OTOT 1. ( Arief. 2. Penyebaran depolarisasi ke dalam di sepanjang tubulus T h. Pelepasan transmiter (asetilkolin) di end-plate motorik c. Sel saraf sensorik . Otot olahragawan lebih tampak atatu terbentuk Badan lebih kencang Pada olahragawan. Pelepasan Ca2+ dari troponin c. 5. 3. Pembentukan potensial end-plate f. Pembentukan potensial aksi di serabut-serabut otot g. Tahap-tahap relaksasi otot rangka a. Pengikatan konduktansi Na+ dan K+ di membran end-plate e. Pelepasan muatan oleh neuron motorik b. Jadi. sehingga membuka tempat pengikatan miosin di molekul aktin j. Pelepasan Ca2+ dari sistema terminalis retikulum sarkoplasma serta difusi Ca2+ ke filamen tebal dan filamen tipis i. 6. sehingga menghasilkan gerakan 2. Pengikatan asetilkolin ke reseptor asetilkolin nikotinik d.Terdapat dua otot atau lebih yang bekerja bersama-sama dengan tujuan yang sama. 4. Ca2+ dipompa kembali ke retikulum sarkoplasma b. otot-otot itu berkontraksi bersama menjadi akurat. Penghentian interaksi antara aktin dan miosin ( Ganong. 2006 ) SARAF DALAM SISTEM GERAK 1. Tahap-tahap kontraksi otot rangka a. Otot bahu dianggap bekerja sinergis karena kontribusinya membuat gerakan lebih efektif. 2008 ) PERBEDAAN FISIK OLAHRAGAWAN DAN BUKAN OLAHRAGAWAN 1. Pada saat yang sama. Pembentukan ikatan silang antara aktin dan miosin dan pergeseran filamen tipis pada filamen tebal. otot-otot bahu akan menjaga persendian tetap stabil sehingga air akan masuk ke mulut kita. otot bisep pada lengan akan menjadi penggerak utama untuk memfleksi lengan bawah. ototnya mengalami hipertofi(otot menjadi besar dan kuat) Kekar Lebih padat Olahragawan tidak cepat merasa lelah karena mampu menyesuaikan diri dengan lingkungannya ( Guyton. Contoh Gerak Sinergis ialah jika kita minum segelas air. Pengikatan Ca2+ ke troponin C.

Sel saraf sensorik adalah sel yang membawa impuls berupa rangsangan dari reseptor (penerima rangsangan), ke system saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang). Sel saraf sensorik disebut juga dengan sel saraf indera, karena berhubungan dengan alat indera. 2. Sel saraf Motorik Sel saraf motorik berfungsi membawa impuls berupa tanggapan dari susunan saraf pusat (otak atau sumsum tulang belakang) menuju ke kelenjar tubuh. Sel saraf motorik disebut juga dengan sel saraf penggerak, karena berhubungan erat dengan otot sebagai alat gerak. 3. Sel saraf penghubung Sel saraf penghubung disebut juga dengan sel saraf konektor, hal ini disebabkan karena fungsinya meneruskan rangsangan dari sel saraf sensorik ke sel saraf motorik. ( Setiadi, 2007 ) MEKANISME GERAK Gerak pada umumnya terjadi secara sadar, namun, ada pula gerak yang terjadi tanpa disadari yaitu gerak refleks. Impuls pada gerakan sadar melalui jalan panjang, yaitu dari reseptor, ke saraf sensori, dibawa ke otak untuk selanjutnya diolah oleh otak, kemudian hasil olahan oleh otak, berupa tanggapan, dibawa oleh saraf motor sebagai perintah yang harus dilaksanakan oleh efektor. Gerak refleks berjalan sangat cepat dan tanggapan terjadi secara otomatis terhadap rangsangan, tanpa memerlukan kontrol dari otak. Jadi dapat dikatakan gerakan terjadi tanpa dipengaruhi kehendak atau tanpa disadari terlebih dahulu. Contoh gerak refleks misalnya berkedip, bersin, atau batuk. Dimana gerak refleks ini merupakan gerak yang dihasilkan oleh jalur saraf yang paling sederhana. Jalur saraf ini dibentuk oleh sekuen dari neuron sensorik ,interneuron, dan neuron motorik, yang mengalirkan impuls saraf untuk tipe refleks tertentu. Gerak refleks yang paling sederhanahanya memerlukandua tipe sel saraf, yaitu neuron sensorik dan neuron motorik. Gerak refleks bekerja bukanlah dibawah kesadaran dan kemauan seseorang. Pada gerak refleks, impuls melalui jalan pendek atau jalan pintas, yaitu dimulai dari reseptor penerima rangsang, kemudian diteruskan oleh saraf sensori ke pusat saraf, diterima oleh set saraf penghubung (asosiasi) tanpa diolah di dalam otak langsung dikirim tanggapan ke saraf motor untuk disampaikan ke efektor, yaitu otot atau kelenjar. Jalan pintas ini disebut lengkung refleks. Gerak refleks dapat dibedakan atas refleks otak bila saraf penghubung (asosiasi) berada di dalam otak, misalnya, gerak mengedip atau mempersempit pupil bila ada sinar dan refleks sumsum tulang belakang bila set saraf penghubung berada di dalam sumsum tulang belakang misalnya refleks pada lutut. ( Amien, 1987 ) RINGKASAN PEMBAHASAN LEARNING ISSUES 1. MACAM, FUNGSI, KANDUNGAN, DAN KELENJAR PENGHASIL HORMONE  Hormon diklasifikasikan menjadi 3 berdasarkan komposisinya, yaitu : 1. Protein dan Polipeptida Dapat larut dalam air, contohnya : Insulin, Glokagon, dan FSH. 2. Derivat Asam Amino Dapat larut dalam air, contohnya : Tiroksin dan Epinefrin. 3. Steroid dan Derifat Asam Lemak Dapat larut dalam lemak, contohnya : Progesteron, Testosteron, dan Estradiol.  Kandungan hormon 1. Protein dan polipeptida Cirinya larut dalam air. Contohnya yakni pada FSH, dan hormon-hormon yang dihasilkan oleh kelenjar hipofisis.

2. Derivat asam amino Cirinya larut dalam air. Contohnya yakni pada tiroksin, epinefrin 3. Steroid Merupakan senyawa lipid larut. Bersirkulasi dalam plasma yang mentranspor protein. Contohnya terdapat pada hormon testosteron, estrogen, progesteron, dan kortisol. 4. Derivat asam lemak Contohnya terdapat pada progesteron, testosteron, ekstradiol. 5. Eicosanoid Molekul kecil dengan 5 rantai karbon Fungsinya mengatur aktivitas selular dan proses enzim a. Kelenjar Hipofisis Pada saat pembentukan embrio, kelenjar hipofisis terbentuk dari 2 jaringan yaitu ektoderm oral dan jaringan saraf. Sehingga ada 2 tempat asal yang menyebabkan ada 2 kelenjar yaitu Neurohipofisis (berkembang dari jaringan saraf, terdiri dari pars nervosa dan Infundibulum (batang dan eminensia mediana)) dan Adenohipofisis (berkembang dari jariangan ektoderm oral, terdiri dari Pars Distalis, Pars Tuberalis, dan Pars Intermedia). Sistem hipotalamo hipofisis Yang dimaksud sistem ini adalah 3 tempat pelepasan hormon dan 3 hormon yang dihasilkan. Nuklei (Neuron Sekretoris) Hipotalamus : nukleus supraoptikus dan nukleus paraventrikular. Transpor hormon mulai dari badan sel (dirangsang)  akson  ujung akson yang berada pada neurohipofisis  hormon yang dihasilkan merupakan peptida. Nuklei Dorsal Medial, ventral medial, dan nuklei infundibulum hipotalamus. Transpor mulai dari badan sel  akson  berakit pada eminensia mediana (Tempat hormon disimpan dan dibebaskan) Dihasilkan oleh sel-sel sekretoris pada bagian pars distalis dan dibebaskan kedalam kapiler darah di bagian kedua sistem portal. Kelenjar hipofisis terbagi menjadi 2 lobus, yaitu interior dan posterior. a. Kelenjar hipofisis posterior

 

Hormon Antidiuretik (ADH)  meningkatkan reabsorbsi air oleh tubulus ginjal (air di kembalikan ke

dalam darah) Hormon oksitosin  meningkatkan kontraksi miometrium (saat bersalin) dan meningkatkan pelepasan

susu ibu dari kelenjar mamae b. Kelenjar hipofisis anterior Beberapa sel yang mensekresi hormone dalam hipofisis anterior adalah sebagai berkut:

1. TSH  thyrotropes 2. ACTH  corticotropes 3. Prolactin (PRL)  lactotropes 4. GH / Somatotropin  somatotropes
 Hormon pertumbuhan (GH) 1. Meningkatkan kecepatan mitosis 2. Meningkatkan transpor asam amino ke dalam sel 3. Meningkatkan kecepatan sintesis protein 4. Meningkatkan penggunaan lemak untuk produksi energi

Hormon tiroid (TSH)  meningkatkan sekresi tiroksin dan T3 oleh tiroid

 

Hormon ACTH  meningkatkan sekresi kortisol oleh korteks adrenal Hormon prolaktin  merangsang produksi ar susu oleh kelenjar mamae Hormon Folicle Stimulating Hormone (FSH) 2. Meningkatkan sekresi estrogen oleh sel folikel

Wanita : 1. Memicu pertumbuhan ovum di folikel ovarium Pria : Memicu prduksi sperma  Wanita : 1. 2. 3. b. Kelenjar Tiroid  Hormon tiroksin dan triiodotironin disekresi oleh sel follicular ephitellium 1. Meningkatkan produksi energi dari semua makanan 2. Meningkatkan sintesis protein Menyebabkan ovulasi Menyebabkan pecahnya folikel ovarium untuk menjadi korpus luteum Meningkatkan sekresi progesteron oleh korpus luteum Hormon LH pada :

Pria : Meningkatkan sekresi testosteron oleh sel interstisial di testis

Kalsitonin disekresi oleh C cell  menurunkan reabsorbsi kalsium dan fosfat dari tulang ke dalam darah

b. Kelenjar Paratiroid Kelenjar paratiroid terdiri dari empat kelenjar kecil (3 x 6mm), dengan berat total sekitar 0,4g. Kelenjar paratiroid terletak di belakang kelenjar tiroid, satu pada masing–masing kutub atas dan bawah, dan umumnya berada di dalam simpai yang membungkus lobus tiroid. Kadang – kadang kelenjar ini terbenam dalam kelenjar tiroid. Kelanjar paratiroid berkembang dari kantung faring (kelenjar superior berasal dari kantung keempat dan kelenjar inferior berasal dari kantung ketiga). Kelenjar paratiroid juga ditemukan dalam mediastinum, yang terletak disamping timus, karena kelenjar paratiroid dan timus berkembang dari kantung faring yang sama. Setiap kelenjar paratiroid terdapat dalam simpai jaringan ikat. Simpai ini menjulurkan septa kedalam kelenjar, tempat simpai tersebut berbaur dengan seratretikulin yang menyangga kelompok sel sekresi yang berderet memanjang mirip tali. Sel – sel endokrin di kelenjar paratiroid tersusun berderet. Terdapat dua jenis sel : sel principal (chief cell) dan sel oksifil. Sel principal merupakan sel polygonal kecil dangan inti vesicular dan sitoplasma pucat yang agak asidofilik. Mikroskop electron memperlihatkan granula – granula yang berbentuk tidak teratur dan berdiameter 200 – 400 nm di dalam sitoplasmanya. Granula ini merupakan granula – granula sekretoris yang mengandung hormon paratiroid, yang merupakan polipeptida dalam bentuk aktifnya. Sel – sel oksifil jumlahnya lebih sedikit. Sel oksifil bebentuk polygonal dan lebih besar dari sel principal; sitoplasmanya menganding banyak mitokondria asidofilik dengan Krista yang berlimpah.  Hormon PTH (parathormon) : 1. Meningkatkan reabsorbsi kalsium dan fosfat dari tulang ke dalam darah 2. Meningkatkan absorbsi kalsium dan fosfat oleh usus halus 3. Meningkatkan reabsorbsi kalsium dan ekskresi fosfat oleh ginjal d. Kelenjar Pankreas Dalam kelenjar pancreas terdapat beberapa sel penghasil sebagai berikut: 1. Sel alfa mensekresi glukagon, yang dapat meningkatkan kadar gula darah 2. Sel beta mensekresi insulin, yang dapat menurunkan kadar gula darah 3. Sel delta mensekresi somatostatin, atau hormon penghalang hormon pertumbuhan, yang menghambat sekresi glukagon dan insulin. 4. Sel F mensekresi polipeptida pankreas, yang berguna untuk menghambat kontraksi kandung kemih, meregulasi

beberapa enzim pankreas, mengontrol absorbsi nutrien. Hormon yang dihasilkan dalam pancreas adalah sebagai berikut:  1. 2.  Insulin : Glukagon Meningkatkan pengubahan glikogen menjadi glukosa dalam hati Meningkatkan penggunaan asam amino yg berlebihan dan Lemak sebagai sumber energi

1. Meningkatkan transpor glukosa ke dalam sel dan penggunaannya untuk produksi energi 2. Meningkatkan pengubahan glukosa yang berlebihan menjadi glikogen di hati dan otot 3. Meningkatkan transpor asam amino dan asam lemak ke dalam sel dan penggunaannya dalam reaksi sintesis

Pancreatic polypeptide (PP)  menghambat kontraksi kandung kemih, meregulasi produksi beberapa

enzim pankreas, mengontrol absorpsi nutrien. E. Kelenjar Adrenal Merupakan sepasang organ yang terletak di dekat kutub atas ginjal dan terbenam dalam jaringan lemak. Strukturnya gepeng dan berbentuk bulan sabit. Pada manusia memiliki panjang 4 – 6 cm, lebar 1 – 2 cm, dan tebal 4 – 6 mm, berat kurang lebih 8 gr. Terdiri dari 2 lapisan konsentris : 1. Nuklei Berwarna kuning, merupakan kortex adrenal, pada saat pembentukan embrio berasal dari mesoderm intermediet selom. 2. Lapisan Pusat Berwarna coklat kemerah-merahan, merupakan medula, pada saat pembentukan embrio berasal dari kristaneuralis. Kelenjar adrenal disuplai oleh sejumlah arteri yang masuk di berbagai tempat disekitar tepinya. Cabang arteri membentuk Pleksus Subkapsularis (tempat asal 3 kelompok pembuluh : Areri Simpai, Arteri Kortex, dan Arteri Medula). A. Kortex Adrenal Terdiri atas 3 bagian berdasarkan penampilan yang berbeda-beda. Yaitu zona glomerolusa, zona fasikulata, dan zona ratikularis. a. Zona Glomerolusa 15 % dari volume total kortex adrenal. Terletak tepat dibawah simpai jaringan ikat. Sel-selnya berbentuk silindris atau piramidal yang tersusun berhimpitan membentuk deretan bundar atau melengkung yang dikelilingi oleh kapiler. b. Zona Fasikulata 65 % dari volume total kortex adrenal. Sel-selnya tersusun berupa deretan lurus, setebal 1 atau 2 sel yang berjalan tegak lurus terhadap permukaan organ. Sel-selnya berbentuk polihedral, sitoplasmanya mengandung banyak lipid, sehingga nampak bervakuol. c. Zona Retikularis 7 % dari volume total adrenal. Merupakan lapisan koertex yang terdalam, terletak diantara zona fasikulata dan medula. Bentuk sel-selnya tidak teratur. Hormon Kortex dan kerjanya Kortex mensekresikan steroid. Steroid yang dihasilkan macamnya adalah Glukokortiroid, Mineralokortikoid, dan Androgen.  Glukokortikoid Hormon spesifiknya adalah kortisal dan kortikosteron. Disekresikan oleh zona fasikulata dan zona retikularis. Fungsi secara umum yaitu mengatur jalannya metabolisme karbohidrat, protein dan lemak. Di dalam hati, glikokortikoid meningkatkan masukan dan penggunaan asam lemak (sumber energi), asam amino (sintesis enzim), dan karbohidrat (sinsesis glukosa). Sintesis glokosa mengakibatkan kadar gula naik dan memungkinkan terjadinya Diabetes Melitus. Akan tetapi, di luar hati, yaitu di orga-organ perifer (kulit, otot, dan jaringan lemak), menginduksi efek kebalikannya (efek katabolik).

Menyebabkan vasokonstriksi kulit. Meningkatkan pemakaian lemak untuk energi 9. Merangsang pertumbuhan pembuluh darah di endometrium Estrogen disekresi oleh folicel cells  Hormon Progesteron  membantu menyimpan glikogen dan pertumbuhan pembuluh darah pada endometrium Progesteron disekresi oleh corpus luteum  hipotalamus Hormon Inhibin  membantu menurunkan sekresi FSH oleh kelenjar hipofisis anterior dan GnRh oleh  Relaxin  merelaksasi otot cervic. kelenjar air liur dan kelenjar keringat. Menyebabkan vasokonstriksi kulit dan visera 8. dan konsumsi oksigen meningkat 2. Sel parenkimnya memiliki banyak granula sekretoris. metabolisme. Frekuensi jantung. Kadar gula darah meningkat melalui stimulasi glikogenolisis pada hati dan simpanan glikogen otot 3. Hormon ini bekerja saat dikonversi pada testosteron. Membantu pematangan ovum di folikel ovarium 2. B. Mendilatasi bronkiolus 4. fungsi imunitas.organ viseral berkonstriksi sementara pembuluh otot rangka dan otot jantung berdilatasi f. Medula menyimpan dan mengumpulkan hormonnya dalam granula.  Androgen Hormon yang utama adalah Dehidroepiandrosteron dan Andostemedion. Mineralokortikoid bekerja pada tubulus distal ginjal. Mekanismenya adalah : Stimulus  Hipotalamus (Eminensia Mediana)  Memproduksi CRH  CRH merangsang hipofisis untuk mensekresikan ACTH  ACTH merangsang kelenjar adrenal untuk mensekresikan Glukokortikoid  Inhibisi ACTH dan CRH. Terdapat sel-sel ganglion parasimpatis. Menyebabkan vasodilatasi otot skelet 7. mukosa lamung.  Mineralokortikoid Dihasilkan oleh zona glomerolusa pada kortex adrenal.Fungsi lain yaitu : Glikoneogenesis  Merangsang sintesis glikogen dari prekursor non-karbohidrat. Glikogenesis  Perakitan molekul glukosa menjadi glikogen. Meningkatkan frekuensi jantung dan kekuatan kontraksi jantung 3. Dehidroepiandrosteron merupakan hormon yang paling banyak disekresikan dan merupakan androgen yang lemah. Hormon yang dihasilkan adalah:  Hormon Norepinefrin 1.visera dan otot dan Epinefrin 2. Pembuluh darah pada kulit dan organ . Menurunkan peristaltis 5. Meningkatkan pengubahan glikogen menjadi glukosa 6. Hormon yang utama yaitu Aldosteron (dirangsang oleh Adenoglomerulotropin) yang berfungsi utuk mempertahankan kesetimbangan elektrolit (Ion Kaliun dan Natrium) dan air. Meningkatkan laju respirasi sel  Hormon epinefrin 1. Ovarium Sel yang mensekresi hormone pada ovarium adalah sebagai berikut:  Hormon Esterogen 1. merangsang perkembangan kelenjar mamae . Medula Adrenal Terdiri atas sel-sel parenkim polihedral yang tesusun berupa deretan yang jaringan serat retikulin.

molekul dari berbagai hormon protein dan polipeptida ( pembawa pesan pertama ) berikatan dengan reesptor tetap pada permukaan sel yang spesifik untuk hormon tersebut. cAMP terurai dengan cepat oleh enzim intraelular fosfodisterase. i. 3. yang dapat menyampaikan pasan . terlibat dalam “circadian rhythms” Intensitas dan durasi cahaya lingkungan. mempengaruhi pelepasan melatonin.5’-monofosfatsiklik (cAMP) sebagai pengantar pesan kedua.Ini akan membatasi durasi efek cAMP. Adiposit     Leptin  Menghambat nafsu makan dan merangsang termogenesis m. MEKANISME KERJA HORMON  Mekanisme kerja hormone secara global Molekul . Usus halus Gastrin  Menstimulasi sekresi Hcl oleh sel parietal a. anggota famili gen yang mirip insulin dan secara struktural serupa Peptida lain yang berhubungan adalah IGF-II. dengan proinsulin menstimulasi pembentukan adenosin 3’. 2. Renin  mengatalisis perubahan angiotensinogen menjadi angiotensin I (bertindak sebagai enzim) 2. Aktivase enzim oleh protein kinase mengakibatkan efek fisiologis dan reaksi kimia. Lambung Peptida Natriuretic Atrium (ANP)  Meningkatkan ekskresi natrium oleh ginjal dan menurunkan tekanan  k. Kolesistokinin (CCK)  Merangsang kontraksi kandung empedu & melepaskan enzim pancreas l. Siklus alami produksi melatonin mungkin berkaitan dengan irama beberapa proses fisiologis harian.25 Dihidroksikolekalsiferol  Meningkatkan absorpsi kalsium & mineralisasi tulang. n. bergantung pada sifat bawaan sel. 1. b. Eritropoierin  Meningkatkan produksi eritrosit. yang mencapai kelenjar melalui kolateral jalur penglihatam. Kompleks hormon-reseptor pertama sebagai hormon. Hormon Inhibin  menurunkan sekresi FSH oleh kelenjar hipofisis anterior h.Relaxin disekresi oleh corpus luteum g. Testis 1. Setiap molekul cAMP mengaktivasi berbagai molekul cAMP-dependen protein kinase yang sesuai. Hormon Testosteron  membantu pematangan sperma di tubulus seminiferus testis 2. Sekretin  Menstimulasi sel asinar pancreas untuk melepaskan bikarbonat dan air. GH berhubungan dengan IGF-I. Kelenjar Pineal melatonin  emiliki efek inhibisi terhadap pelepadan gonadotropin dan menghambat produksi melanin Melatonin disekresi oleh sel pinealocytes Pengendalian produksi melatonin : oleh melanosit di kulit.  Mekanisme mineral hormone pertumbuhan 1. Produksi melatonin terendah terjadi pada siang hari dan terbesar pada malam hari. Ginjal 1. Kelenjar Timus  adrenoglomerulotrophine  menstimulasi adrenal korteks untuk mensekresi aldosteron  Hormon timosin  maturasi dan kompetensi fungsi dari sistem imun pada limfosit 2. Jantung  darah j.

- GH atau mungkin lagi IGF-I meningkatkan positif kalsium.bisa bermigrasi ke area yang terluka dari saraf dan berfungsi sebagai makrofag kecil.biasa disebut dengan brain macrophages. Ependymocytes Sel epitel yang tersusun selapis dan teratur berbentuk pipih hingga columnar dan banyak yang bersilia Fungsi: membentuk garis epitel bersambung otak. dan menimbulkan retensi Na . Neuroglia (glial cells) Berada pada system saraf pusat. ditemukan di substansi kelabu (SSP) b. HISTOLOGI SARAF a. dan Cl-. 3. mengatur b.yang lain menghubungkan saraf dengan pembuluh darah. Fungsi: menyangga dengan membentuk barisan jaringan ikat semirigid di antara neuron di (SSP) dan memproduksi selubung myelin di sekitar akson neuron. protoplasmic astrocytes.menghubungkan neuron dengan pembuluh darah. sehingga orang yang memiliki IGF-I yang kurang tidak akan mengalami pertumbuhan yang normal. Astrocytes a. Berfungsi sebagai penyangga dan pelindung. K-. 4.dan membantu mengontrol aliran darah di otak 2. dan fosfat. 4.kebanyakan glial sel menyangga jaringan dengan mengelilingi sel saraf atau membatasi struktur tertentu di otak dan tulang belakang. biasanya menetap namun bisa berpindah ke tempat yang terluka. Macam-macam Neuroglia: 1. dan sedikit tipe dlial sel yang memberikan fungsi special contoh: memproduksi fospolopid penutup yaitu myelin dan oligodendroglia. Neuron . Fungsi : menyelubungi dan memusnahkan mikroba dan cellular debril. IGF-I berhubungan langsung dengan efek hormon pertumbuhan. ditemukan di substansi putih (SSP) Keduanya berfungsi: Memutar di sekitar saraf untuk menjaga jaringan dalam system saraf pusat. untuk cairan ventrikel sirkulasi serebrospinal.3. Efek ini berhubungan dengan kerja GH di tulang karena GH mendorong pertumbuhan tulang panjang di lempeng epifisis pada anak-anak yang sedang tumbuh dan merangsang pertumbuhan tambahan serta pertumbuhan aktal pada orang dewasa 3. magnesium. Mycroglia Sel kecil yang merupakan derivate monosit. merupakan derivate ectoderm.berikiran 5-10 kali lebih kecil dari neuron. Olygodendrocytes Mempunyai kesamaan dengan astrocytes namun mempunyai proses yang pendek dan sedikit. fibrous astrocytes.

4. daerah titik awal muara akson dengan awal mielinisasi disebut segmen inisial. diputuskan terus atau tidak suatu potensial aksi. mikrotubulus. Neuro fibrik dan badan niddl memanjang ke dalam dendrite. Bercabang-cabang sehingga memperluas daerah penerimaan. Terdapat badan Nissl. Kebalikan dari aliran Anterograd yaitu aliran Retrograd (dari akson menuju badan sel). Pada akson bermielin. dan mikrofilamen. Badan Nissl ada dalam RER dan Ribosom yang nampak bergranula dan bersifat basofilik. Permukaan dendrite penuh dengan neuron dendrite untuk berhubungan dengan neuron lain. Dalam system saraf perifer sel schwan melingar dalam bentuk jeli. Perpanjangan sitoplasma yang biasanya berganda dan pendek. Aksoplasma mengandung mitokondria. berfungsi untuk menghantarkan impuls ke seluruh tubuh. MACAM DAN FUNGSI SARAF  Berdasarkan fungsi: .1. Makromolekul dan organel disintesis dalam badan sel dan diangkut secara kontinyu disepanjang akson ke bagian terminalnya oleh aliran Anterograd. Ada 3 kecepatan dalam aliran Anterograd:  Lemah / Lambat : Mengangkut protein dan mikrofilamen  Sedang : Mengangkut mitokondria  Cepat (100 kali lebih cepat) : mengangkut neurotransmitter. 3. Segmen ini sebagai tempat berkumpulnya stimulus yang merangsang atau menghambat. Mielin berfungsi sebagai insukator listrik dan mempercepat hantaran saraf. Badan sel Disebut juga perikarion. Dendrit Merupakan bagian yang meneriam banyak sinaps dan sebagai tempat penerimaan sinyal. Akson Dimiliki oleh beberapa neuron. Fungsinya menyalurkan impuls saraf dan mengendalikan metabolisma seluruh neuron. Tidak ada RER dan ribosom sehingga bergantung pada badan sel. biasanya mengangkut virus dan toksin. Namun ada juga yang tidak memiliki (neuron-neuron yang ada di SSP). Badan Golgi dan Mitokondria tersebar di badan sel. 2. Akson besar memilikilapusan dalam disebut myelin akson yang tampak berwrna putih disebut serabut termielinasi. Ditemukan di kebanyakan neuro. Membran plasma di akson disebut aksolemma dan isinya disebut aksoplasma. Spina dendrit merupakan daerah ujung dendrit yang kebanyakan menerima sinaps. Fungsi: menyalurkan impuls dari badan sel ke neuron lain Origo Akson: akson yang beradal dari badan sel pada hillock akson 4. Sel Schwan Semua akson di dalam sistem saraf perifer di bingkus dengan lapisan schwan. Nodis ranvier merupakan celah diantara sel schwan yang berdekatan. terutama neuron motorik.

Otak Besar Otak besar (cerebrum) merupakan bagian terluas dari otak yang berbentuk ovale. dan otak belakang.sensorik/aferen Berfungsi menghantarkan impuls dari reseptor ke sistem saraf pusat.  Berdasarkan strukturnya. Ujung akson dari saraf sensori berhubungan dengan saraf asosiasi (intermediet). Otak dibagi menjadi tiga daerah. yaitu lapisan luar (korteks) yang berisi badan neuron dan lapisan dalam yang berisi serabut saraf baik dendrit maupun neurit. Selain itu. Antara bagian dahi dan ubun-ubun dipisahkan oleh celah yang disebut fisura Rolando. SISTEM SARAF PUSAT 1. sedangkan aksonnya dapat sangat panjang. Sel ini dapat ditemukan di dalam sistem saraf pusat dan berfungsi menghubungkan sel saraf motor dengan sel saraf sensori atau berhubungan dengan sel saraf lainnya yang ada di dalam sistem saraf pusat. sedangkan belahan otak kanan akan mengendalikan sistem-sistem tubuh yang terletak dibagian kiri tubuh. Sedangkan pada manusia dewasa tidak tampak jelas karena masing-masing daerah terdiri dari beberapa bagian atau lobus. Otak besar mengisi penuh bagian depan atas rongga tengkorak. Pembagian otak seperti ini tampak jelas pada masa perkembangan embrio. Kedua belahan tersebut dihubungkan oleh balok otak yang berongga (ventrikel) yang berisi cairan getah bening( cebrospinal). yaitu belahan otak kiri akan mengendalikan sistem-sistem tubuh yang terletak dibagian kanan tubuh. multipolar  memiliki akson dan dendrit lebih dari satu A. bagian ubun-ubun (lobus parientalis). dan terdiri dari dua belahan yang bekerja secara berlawanan. Pada tali spinal (jalur antara otak dengan sumsum tulang belakang) terjadi pindah silang sehingga terjadi kebalikan system pengendalian. yaitu bagian dahi (lobus frontalis). unipolar  memiliki 1 akson bercabang b. asosiasi/intermediet Sel saraf intermediet disebut juga sel saraf asosiasi. OTAK Otak manusia terdiri dari dua belahan (hemisfer). Antara bagian dahi dan pelipis dipisahkan oleh celah silvius. Badan sel saraf motor berada di sistem saraf pusat. yaitu otak (ensefalon) dan sumsum belakang (medula spinalis). a. a. motorik/eferen Berfungsi mengirimkan impuls dari sistem saraf pusat ke otot atau kelenjar yang hasilnya berupa tanggapan tubuh terhadap rangsangan. otak besar juga tersusun oleh dua lapisan. Sel saraf intermediet menerima impuls dari reseptor sensori atau sel saraf asosiasi lainnya. bagian pelipis (lobus temporalis). yaitu otak depan. Dendritnya sangat pendek berhubungan dengan akson saraf asosiasi. dan bagian belakang kepala (lobus oksipetalis). otak tengah. Otak besar terbagi menjadi empat bagian. yaitu belahan kiri dan belahan kanan. . bipolar  memiliki 1 akson dan 1 dendrit c.

yaitu bagian yang menghubungkan anatara bagian sensorik dan motorik.  Mengendalikan berbagai aktivitas reflex dalam tubuh. d.  Daerah belakang kepala merupakan pusat penglihatan dan dapat menyampaikan memori tentang apa yang dilihat. keseimbangan kerja otot dan rangka. emosi. tersusun oleh empat bagian yang menonjol.  Daerah pelipis dan ubun-ubun mengendalikan kemampuan berbicara dan bahasa.. Otak kecil berfungsi mengatur sikap dan posisi tubuh. Otak tengah Otak tengah (mesencephalon) manusia berukuran kecil dan terletak di depan otak kecil. Di antara belahan otak besar terdapat otak depan. b. XI dan XII terletak dalam medulla 3. kepribadian. tekanan darah. yaitu pangkal dari hipofisis (kelenjar endokrin). bahkan kepercayaan kepada sesuatu yang bersifat metafisik.  Daerah ubun-ubun. gerak alat-alat pencernaan.  Medulla anterior atau ventralterdiri dari tonjolan substansi putih disebut pyramid. keinginan.Otak besar merupakan pusat saraf utama karena berperan dalam pengaturan seluruh aktivitas tubuh. daya khayal. c. Setiap aktivitas akan dikendalikan oleh bagian yang berbeda. MEDULLA SPINALIS  Fungsi: a. selain pusat berbicara dan juga pusat untuk merasakan dingin. serta mengatur koordinasi gerakan otot. Ketiga bagian otak belakang tersebut membentuk batang otak. dan tekanan darah serta infundibulum. Pada bagian otak besar terdapat daerah asosiasi. X. antara lain pernafasan. suhu tubuh. yaitu jembatan varol (pons varolli). Pada otak tengah terdapat saraf okulomotoris (saraf yang berhubungan dengan pusat pergerakan mata). dan menghubungkan antar otak kecil dengan korteks otak besar. Otak tengah memiliki bagian dorsal yang disebut atap. Bagian ini berakhir pada area foramen magnum tengkorak. MEDULLA OBLONGATA Letaknya menjulur dari pons sampai medulla spinalis dan terus memanjang. menelan dan muntah. Hipotalamus yaitu bagian pengatur suhu tubuh dan juga pengatur rasa mengantuk. daya cipta. tekanan darah. pernapasan. kesadaran. batuk. kecerdasan. b. berisi serabut saraf yang menghubungkan antara bagian kiri dan kanan otak kecil. 2. yaitu:  Daerah dahi yang berhubungan dengan kemampuan berpikir. Struktur umum Medulla spinalis 31 satu pasang saraf spinal keluar dari area urutan korda melalui foramina intervertebral . yang merupakan lanjutan dari akson pada pedunkulus serebral  Medulla dorsal atau posteriorterdiri sebagian dari lanjutan traktus sensorik  Pusat medulla (vital)nuklei yang berperan dalam pengendalian fungsi seperti frekuensi jantung. yaitu penerima dan penerus impuls yang dating dari saraf perifer dan meneruskannya ke pusat sensorik pada bagian korteks otak. ingatan. Mentransmisi impuls ke dan dari otak melalui traktus asenden dan desenden. tampak seperti ujung yang bengkak pada tali spinal dan berfungsi sebagai pusat pengatur reflex biologis misalnya detak jantung.  Nukleiasal saraf cranial IX. Otak kecil Otak kecil (serebelum). terdiri atas dua belahan yang berliku-liku sangat dalam dan terletak diobawah bagian otak belakangg.  Daerah pelipis terdapat pusat bicara dan juga terdapat pusat pendengaran. panas dan rasa sakit. yang terdiri dari thalamus. dua tonjolan ke atas dan dua tonjolan ke bawah. sumsum lanjutan (medulla oblongata). Otak Belakang Otak belakang memilki tiga bagian utama.

b. XII (hypoglossal) 2. Reflek peregangan  bahwa otot yg terenggang akan berkontraksi secara otomatis (misal ketukan pada tendon patela tepat di bawah tempurung lutut eksistensi tungkai bawah) Reflek fleksor (penarikan)  stimulasinya rasa nyeri dan adanya kemungkinan bahaya sehingga respon yang timbul menghindari hal tersebut (otak tidak perlu membuat keputusan untuk melindungi tubuh) B. bentuknya seperti huruf H Batang atas dan bawah huruf H disebut tanduk Tanduk abu-abu posterior (dorsal) adalah batang vertical atas substansi abu-abu. II (optic) N. SISTEM SARAF TEPI 1. X (vagus) N. Susunan saraf simpatik Berupa 25 pasang simpul saraf atau ganglia. VIII (auditori) N. . Dibedakan menjadi dua. Saraf kranial Nama N. Bagian ini mengandung badan sel neuron system SSO. VI (abducents) N. IX (glossopharyngeal) N. Bagian Tanduk abu-abu anterior (ventral) adalah batang vertical bawah. Saraf spinal  Cervical (C1-C8)  Thoracic (T1-T12)  Lumbar (L1-L5)  Sacral (S1-S5)  Coccygeal (Co1) b. SARAF OTONOM a.  Kanal sentral berukuran kecil dikelilingi oleh substansi abu-abu.  c. Bagian ini mengandung Tanduk lateral adalah protrusi di antara tanduk posterior dan anterior pada area toraks Komisura abu-abu menghubungkan substansi abu-abu di sisi kiri dan kanan medulla spinalis ini mengandung badan sel yang menerima sinyal melalui saraf spinal dari neuron sensorik. I (olfaktori) N. III (oculomotor) N. Struktur internal medulla spinalis a. b. Gerak Reflek Pada Medula Spinalis  Ada 2 reflek yang terjadi : a. XI (accessory) N. yakni saraf parasimpatik dan saraf simpatik. dan dari ganglion masuk menuju sumsum tulang Tipe Sensori Sensori Motori Motori Mix Motori Mix Sensori Mix Mix Motori Motori Fungsi Pencium Penglihat Penggerak otot kelopak mata dan bola mata Penggerak otot mata Sensori: otot wajah dan mulut Motori: menguyah Pergerakan mata Sensori: merasa Motori: otot wajah dan kelenjar saliva Pendengaran dan keseimbangan Sensori: perasa Motori: menelan Saraf utama untuk sistem saraf parasimpatetis Menelan dan menggerakkan kepala dan pundak Penggerak otot lidah Merupakan saraf tak sadar. mulai dari ruas leher terbawah sampai pada tulang ekor. IV (trochlear) N. V (trigeminal) N. SARAF SOMATIK a. Ke 25 pasang ganglia itu terdapat di sepanjang tulang belakang sebelah depan. VII (facial) N.  neuron motorik yang aksonnya mengirim impuls melalui saraf spinal ke otot dan kelenjar. Ganglia-ganglia ini berhubung-hubungan dengan sistem saraf pusat melalui sumsum tulang punggung dengan menggunakan cabang-cabang penghubung yang bergerak le luar dari sumsum tulang punggung menuju ganglion. dan lumbal system saraf perifer.

Dari tiap ganglion keluar urat saraf ke paru-paru. yaitu aksosomatik (antaran akson dengan badan sel). kemudian diteruskan ke badan sel dan menuju akson. Secara fungsional. saraf parasimpatik memperlambat aktivitas itu sedikit demi sedikit. Sebelum impuls menjalar. amino. Kemudian ketika Impuls menjalar  Kanal Ion Natrium membuka  ion natrium masuk ke dalam sel  Potensial naik menjadi 30 mV  kenaikan potensial menyebabkan kanal Ion Kalium membuka  Ion Kalium keluar dari sel  Potensial kembali menjadi -65 mV (Potensial Membran Istirahat). Potensial listrik itu sebesar -65 mV dan disebut dengan Potensial Membran Istirahat. alat pencernaan. Fungsi susunan saraf simpatik antara lain:  Mempercepat denyut jantung  Memperlebar pembuluh darah  Mempertinggi tekanan darah b. membran sel neuron memiliki sebuah potensial yang disebabkan oleh banyaknya konsentrasi ion Kalium dan sedikitnya konsentrasi ion Natrium di dalam sel. Neurotransmitter merupakan zat yang berada dalam ujung akson yang berfungsi untuk komunikasi sinaps. ginjal. Gambar : Potensial listrik pada membran sel pada saat dilewati impuls Komunikasi Sinaps (jalannya impuls antar neuron) Ujung akson yang menghantarkan impuls disebut daerah prasinaps. Dalam keadaan istirahat. 5. Proses ini kurang lebih terjadi dalam waktu 5 mili detik. susunan saraf parasimpatik berlawanan dengan susunan saraf simpatik. darah beredar lebih cepat. kebanyakan merupakan amin. sedangakan dendrit atau badan sel yang menerima rangsang atau impuls dari ujung akson disebut pascasinaps. . Jenis sinaps ada 3. MEKANISME JALANNYA IMPULS Ketika sinyal dieriam oleh reseptor. jantung. pembuluh darah dan lainnya. aksodendritik(antara akson dengan dendrit). Susunan saraf parasimpatik Berupa jaring-jaring yang berhubung-hubungan dengan ganglia yang terbesar di seluruh tubuh. dan neuropeptida. dan aksoaksonik (antara akson dengan akson lain). Contoh: Misalnya setelah berlari jantung berdenyut lebih cepat.punggung. sampai kembali ke keadaan semula.

NEUROTRANSMITTER Definisi Neurotransmitter merupakan suatu zat kimia yang dapat menyeberangkan impuls dari prasinapsis ke post sinapsis atau pasca sinapsis Macam-macam Bersifat eksitasi:  asetilkolin  berada di seluruh tubuh  norepinephrine  berada dalam system saraf  dopamine  berada dalam otak  glutamate  salah satu asam amino esensial  histamine  salah satu asam amino esensial Bersifat inhibisi:   gamma aminobutyric acid (GABA)  berada pada jaringan otak glisin  berada pada medulla spinalis . konsentrasi ion Na+ di luar membran sel lebih tinggi daripada di dalam sel karena tingkat permeabilitas membran terhadap ion K+ sekitar 75 kali lebih besar daripada ion Na+. difusi atau endositosis.Jalannya komunikasi sinaps: Impuls saraf  Mmenjalar sepanjang membran sel  terjadi depolarisasi  Kanal Kalsium membuka  ion kalsium masuk  masuknya kalsium memicu eskositosis neurotrnsmitter yang berada dalam vesikel  neurotransmitter lepas dan kemudian beraksi dengan reseptor yang berada di daerah pascasinaps  depolarisasi membran pascasinaps  impuls tersampaikan. Membran neuron sangat permeabel terhadap ion K+ dak klor (Cl-). ion tersebut meninggalkan molekul protein bermuatan negatif yang terlalu besar untuk dapat berdifusi melalui membran. Membran ini impermeabel terhadap molekul protein intraselular besar yang bemuatan negatif. maka difusi ion K+ keluar dari sel lebih cepat daripada difusi ion Na+ ke dalam sel. Neurotransmiter yang lepas tadi dirombak melalui pemecahan enzimatis. Potensial Istirahat / Potensial Membran Polarisasi ( potensial istirahat ) disebabkan oleh konsentrasi ion natrium (Na+) dan Kalium (K+) yang tidak seimbang di dalam dan di luar sel. serta relatif impermeable terhadap ion Na+. Saat ion K+ bermuatan posistif keluar dari sel. serta perbedaan permeabilitas membran terhadap ion ini dan ion lain . Konsentrasi ion K+ di dalam membran sel lebih tinggi daripada di luar sel. Hal ini mengakibatkan bagian dalam sel mengalami elektronegatifitas.

nasofaring. duktus alveolus. dan bronkiolus terminalis. Ada 5 jenis sel epitel respirasi. trakea. Epitel respirasi Sebagian konduksi dilapisi oleh epitel silindris berlapis dan mengandung banyak sel goblet. Sel basal 5. dan alveoli. Sel sikat 4. Sel bergranul kecil . bronkiolus. Sel goblet mukosa 3. 2. Bagian Respirasi Meliputi bronkiolus respiratris. yaitu : 1. bronkus. Bagian Konduksi Meliputi rongga hidung. serotonin  menghambat dan mengontrol keinginan tidur. lapar. dan mempengaruhi kesadaran Mekanisme mata dapat melihat benda Bayangan  Mata Cahaya menembus bagian mata  Kornea  Aqueus humor Lensa  Badan vitreus  Merangsang ujung ujung saraf retina saraf opticus II  Ke otak lobus oksifitalis  membentuk benda SISTEM PERNAFASAN Alat-alat respirasi Terdiri dari dua bagian utama. laring. Sel silindris berlapis banyak (paling banyak) 2. yaitu : 1.

inferior). 2. terdapat 3 tonjolan yang disebut dengan konda (superior. Pengondisian udara dalam rongga hidung: Vibrisa menyaring debu. krikoid. 3. Bagian Vestibulum merupakan bagian yang paling anterior dan paling lebar dari rongga hidung. sebagai katup untuk mencegah masuknya makanan atau cairan yang Memiliki fungsi sebagai jalan masuknya udara ke laring dan masuknya makanan ke esofagus. Sedangkan bagian fosa nasalis. . mucus dan secret serosa melembabkan udara yang masuk. Fungsinya adalah sebagai penyokong (menjaga agar jalan nafas tetap terbuka). Faring 4. Bagian Konduksi 1. Rongga Hidung Terdiri dari 2 bagian. ujung aritenoid). Terdiri dari tulang rawan hyaline (tiroid. lapisan mucus fosa nasalis menyaring zat renik dan berbagai gas.A. Di sekitar permukaan nares terdapat kelanjar sebasea. yaitu bagian Vestibulum dan Fosa Nasalis. dan vibrissa (rambut pendek). kelenjar keringat. aritenoid) dan tulang rawan elastik (epiglottis. Dalam rongga hidung ini juga terdapat reseptor olfaktorius yang mendeteksi uap kimiawi yang diinhalasi yang disebut nervus olfaktorius melewati tulang etmoidalis menuju otak. media. Nasofaring Merupakan bagian pertama faring. Laring Merupakan tabung tak teratur yang mengubungkan faring dengan trakea.

2 cabang di kiri).ditelan. Trakea Dilapisi oleh cincin tulang rawan hyaline yang berbentuk C  menjaga supaya lumen trakea tetap terbuka. . Selain itu. terdapat pada bronkus respiratoris. Tetapi di bagian muara. 2. Dilapisi sel-sel pipih yang sangat halus. duktus alveolus. 5. dan juga sebagai fungsi fonasi (penghasil suara). 3. Bagian ujung cabang disebut bronkiolus. alveoli juga merupakan tempat pertukaran oksigen dan karbondioksida. terdapat ligament fibroelastis (mencegah distensi berlebihan dari lumen) dan berkas otot polos (pengaturan lumen) yang terlihat pada lapisan periosteum. sel epitel menyatu dengan sel-sel alveolus yang gepeng. Diantara ujung hyaline yang berbentuk C. Bronkus Trakea bercabang menjadi 2 bronkus primer. Bagian ini merupakan daerah peralihan bagian konduksi dan respirasi. Alveolus Merupakan penonjolan (evaginasi) dengan bentuk mirip kantung dengan diameter kurang lebih 200 mikro meter. Serat elastic yang berfungsi memungkinkan alveolus dapat mengembang pada saat terjadi inspirasi dan kontraksi secara pasif pada wakti ekspirasi. Bagian Respirasi 1. Dilapisi oleh sel epitel kuboid bersilia dan sel clara. Sedangkan retikulin berfungsi sebagai penunjang yang mencegah perkembangan secara berlebihan dan pengerusakan kapiler-kapiler halus dan septa alveolar yang tipis. Terdapat kelenjar seromukosa yang menghasilkan mucus yang lebih cair. dan sakus alveolus. Terdapat banyak alveolus yang merupakan tempat pertukaran gas. bercabang 2 atau lebih bronkiolus respiratoris. Setiap bronkiolus bercabang 5 – 7 bronkiolis terminalis. Duktus Alveolaris Merupakan saluran yang makin ke distal dengan jumlah muara alveolus yang semakin tambah banyak. B. Bronkus primer masuk ke setiap lobus paru-paru (3 cabang di kanan. Trakea ini juga dilapisi oleh pseudostratified ciliated columnar epithelium. Katup yang mencegah masuknya makanan atau cairan yang ditelan adalah epiglotis atau yang sering disebut dengan anak tekak. Bronkus Respiratoris Setiap bronkiolus terminalis. Pada lamina propia terdapat otot polos. 6. Alveoli bertanggung jawab atas struktur berongga dalam paru-paru. pada matrix terdapat serat-serat elastin dan kolagen (sebagai penunjang).

Pulmo (paru-paru) Paru-paru terdiri oleh dua bagian. Pada ekspirasi dalam. yaitu paru-paru kiri dan paru-paru kanan. Dalam pernapasan. Mekanisme Pernafasan Inspirasi Pada saat inspirasi. Paru-paru kiri terdapat dua gelambir dan paru-paru kanan terdapat tiga gelambir. Bronkiolus diparu-paru bercabang-cabang lagi membentuk pembuluh-pembuluh halus. 4. otot diafragma berkontraksi sehingga diafragma mendatar. sehingga udara luar masuk melalui hidung. Udara alveolus hanya sebagian diganti oleh udara atmosfer tiap kali bernapas. Didalam paru-paru terdapat bronkus dan bronkiolus. Otot interkostal eksternal mengangakat iga ke atas dan ke depan saat berkontraksi sehingga memperbesar rongga toraks ke arah anterior dan superior. otot otot sternokleidomastoid. CO2 berdifusi terus menerus ke dalam alveoli. Ekspirasi Ekspirasi pada pernapasan dipengaruhi oleh relaksasi otot dan disebut proses pasif. Pelembaban udara di sepanjang saluran pernapasan. Diafragma melengkung ke arah toraks. pektoralis mayor. serratus anterior dan otot skalena juga akan memperbesar rongga toraks. Paru-paru pun mengembang. Pembuluh-pembuluh halus ini berakhir pada gelembuggelembung halus yang disebut alveolus (alveoli=jamak). akibatnya udara dalam paruparu terdorong keluar. bronkus dan masuk ke paru-paru. trakea. Oksigen secara terus menerus diabsorbsi oleh alveolus kedalam darah paru paru 3. . otot interkostal internal menarik kerangka iga ke bawah dan otot abdomen berkontraksi sehingga mendorong isi abdomen menekan diafragma. Udara Alveolus tidak sama dengan udara atmosfer. Hal ini disebabkan oleh : 1. 2. Rongga dada pun mengecil.

Maka Oksigen akan berdifusi masuk ke dalam alveolus. Konsentrasi Karbon Dioksida dalam Alveolus Peningkatan konsentrasi karbon Dioksida berbanding lurus dengan dengan kecepatan ekskresi Karbon Dioksida dan berbanding terbalik dengan ventilasi alveolus. Difusi gas melalui membran pernapasan (sawar udara-darah) Proses difusi gas pada alveolus bergantung pada prinsip fisika yaitu tentang tekanan parsial (hukum henry). 2. Pada karbon dioksida juga sama. Membran pernapasan (sawar udara-darah) Terdiri dari 3 lapisan yaitu : 1. Sitoplasma sel endotel. namun kebalikannya. Oksigen dari udara alveolus masuk ke dalam darah kapiler. Jadi konsentrasi oksigen dalam alveolus dipengaruhi oleh : 1. Tekanan parsial karbon dioksida dalam darah lebih tinggi dari pada di alveolus. Kecepatan masuknya oksogen baru ke dalam paru-paru. Pembebasan CO2 dari HCO3 dikatalis oleh enzin karbonat anhidrase yang terdapat pada eritrosit. Karbon dioksida berdifusi dengan arah yang berlawanan. .Konsentrasi Oksigen dalam Alveolus Oksigen diarbsorbsi dari alveoli ke dalam darah paru secara terus menerus. sedangkan tekanan parsial oksigen dalam kapiler darah lebih rendah (karena oksigen sudah digunakan oleh jaringan-jaringan tubuh). sehingga karbon dioksida berdifusi masuk ke dalam alveolus. 3. Pada saat udara masuk kedalam alveolus. Kecepatan absorbsi oksigen dalam darah 2. tekanan oksigen dalam alveolus meningkat. Oksigen baru juga secara terus-menerus dihirup masuk ke dalam alveoli dari atmosfer. Lamina basal alveolar dan endotel yang menyatu. Lapisan permukaan dan sitoplasma sel alveolus. Secara umum proses difusi oksigen dan karbon dioksida tidak lepas dari prinsip tekanan parsial ini.

Faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan difusi gas melalui membran pernapasan 1. Koefisien difusi Merupakan kelarutan gas dalam membran. Perbedaan tekanan diantara kedua sisi menbran pernapasan Yaitu merupakan perbedaan tekanan parsial gas dalam alveoli dan tekanan parsial gas dalam darah. Sedangkan yang 2% menuju ke paru-paru lewat sirkulasi bronchial yang secara khusus member nutrisi pada sel-sel paru dengan tekanan 40 mmHg (saluran pintas). 2. CO2 lebih cepat 20 kali daripada O2. Ketebalan membran Contohnya adanya cairan edema dalam mebran interstitial dan dalam alveoli dan penyakit paru yang menyebabkan fibrosis paru. 3. yaitu alveoli bersatu dengan alveoli yang lain sehingga lebar dinding (membrane pernapasan) keseluruhan berkurang. 4. . Transpor oksigen dalam arteri 98% darah paru teroksigenasi sampai pada tekana parsial oksigen 104 mmHg  keseluruh tubuh. Luas permukaan membran pernapasan Contohnya pada penyakit enfisema.

Pengaruh saraf Pusat respirasi terdapat pada medullary rhytmicity area. Menghirup dan mengeluarkan napas dengan cepat. pada pria laju respirasinya lebih tinggi dibandingkan wanita Mekanisme Terengah-engah Mekanisme terengah-engah digunakan oleh binatang tingkat rendah sebagai alat untuk menghilangkan panas. 2. stretch receptor tidak lagi terstimuli. Kapasitas Paru-Paru(Sloane) . proses ini akan mendinginkan darah di dalam saluran mukosa pernapasan sebagai akibat evaporasi dari permukaan mukosa. hipotalamus menimbulkan sinyal neurogenik untuk menurunkan suhu tubuh. Saat reseptor ini meregang. Peristiwa terengah-engah dihidupkan oleh pusat pengatur suhu di otak. Satu dari sinyal ini menimbulkan keadaan terengah-engah. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pernafasan 1. Jenis kelamin. Proses terengah-engah sebenarnya diatur oleh pusat terengah-engah yang berhubungan dengan pusat pernapasan pneumotaksik yang berada dalam pons. 4. sehingga sejumlah udara baru berasal dari luar mengadakan kontak dengan bagian atas saluran pernapasan. Yaitu. area inspirasi terstimulasi. saraf nomor tujuh atau nerve vagus dari reseptor di saluran nafas dan paru turut mempengaruhi laju pernafasan. Oleh karena itu. Saat PCO3 dan H+ mencapai level tertentu. Pada efeknya. Namun. Pneumotaxic area dan apneustic area mengkoordinasi masa transisi antara inspirasi dan ekspirasi. Kemampuan menahan nafas dibatasi oleh adanya cadangan H+ dan CO2 dalam darah. maka O2 akan berikata dengan Hb. Medullary rhytmicity area (area inspirasi dan ekspirasi) memiliki kemampuan untuk menentukan irama dasar respirasi. Saat udara meninggalkan paru-paru setelah ekspirasi. sebagian besar udara yang masuk ke alveoli adalah udara ruang rugi yang terutama berasal dari trakea dan bukan dari atmosfer. ion H+ dapat mengubah laju pernafasan. Refleks inflasi Dalam dinding bronkus dan bronkeolus terdapat stretch receptor. Kenaikan suhu tubuh dapat meningkatkan laju respirasi 6. Namun. pneumotaxic area. 3.Ikatan Oksigen-Hb Dalam darah. jika tekaana parsial O2 rendah. maka inspiratory dan apneustic area terhambat sehingga terjadi ekspirasi. Hal ini menyebabkan inspiratory dan apneustic area tidak lagi terhambat sehingga terjadi nafas baru. Bika tekanan parsial O 2 tinggi (dalam kapiler paru). Peregangan otot anus dapat meningkatkan laju respirasi 7. bila darah menjadi terlalu panas. karena setiap pernapasan sangat dangkal. Pada saraf kranial. Impuls dikirim dari otak ke area inspiratory sehingga proses bernafas dilanjutkan. Stimuli kimia CO2 dan O2 Peningkatan CO2 akan meningkatkan H+ dan begitu pula sebaliknya. terutama evaporasi saliva dari lidah. Pengaruh otak Kita dapat menghentikan nafas kita dalam waktu yang singkat. Fungsi Hb adalah sebagai buffer tekanan parsial Oksigen dalam darah. keadaan terengah-engah tidak meningkatkan ventilasi alveolar lebih dari yang dibutuhkan untuk mengendalikan gas-gas di dalam darah dalam jumlah yang sesuai. dan apneustic area. 5. O2 bergabung secara longgar dengan heme Hb. maka akan terjadi dissosiasi O2Hb.

laki dan 380 ml untuk perempuan b. berupa jalinan saluran halus dan rumit yang saling beranastomosis dan dindingnya merupakan tempat berlangsungnya pertukaran zat antara darah dan jaringan.1 4.laki dan 800 ml pada perempuan. d.paru dengan inspirasi maksimum di atas inspirasi tidal. yakni suatu organ yang berfungsi untuk memompa darah. dengan nutrien dan oksigen ke jaringan. sambil membawa darah ke jantung. untuk dipompa keluar lagi. b. Volume Residual (VR) adalah volume udara sisa dalam paru .laki dan 1900 ml pada perempuan.rata volume ini pada laki .5 1. Volume Cadangan Inspirasi ( VCI ) adalah volume udara ekstra yang masuk ke paru .2 SISTEM SIRKULASI Yang terlibat dalam sistem sirkulasi adalah: 1. .9 0. Kapasitas Paru-Paru(Ganong) IRV (Inspiratory Reserve Volume) TV (Tidal Volume) ERV (Expiratory Reserve Volume) RV (Recidu Volume) Kapasitas Total Kecepatan nafas normal tiap menit: Bayi baru lahir Usia 12 bulan Usia 2-5 tahun Dewasa 30-40 30 24 10-20 Pria (L) 3.7 1. Jantung.paru estela melakukan ekspirasi kuat.0 Wanita (L) 1.paru selama ventilasi normal biasa. Pembuluh darah Arteri. Volume Cdangan Ekspirasi (VCE) adalah volume udara ekstra yang dapat kuat dikeluarkan pada akhir ekspirasi tidal normal.3 0. CDI berkisar 3100ml pada laki .0 1. Ukurannya semakin besar ketika pembuluh ini mendekati jantung. VT pada dewasa muda sehat 500 ml untuk laki.2 6. terbentuk dari penggabungan kapiler menjadi sistem saluran. c. Volume residual penting untuk kelangsungan aerasi dalam darah saat jeda pernapasan.5 0. serangkaian pembuluh eferen yang semakin mengecil sewaktu bercabang. Sistem kardiovaskular a.a. dan berfungsi untuk mengangkut darah. VCE biasanya berkisar 1200 ml pada laki .laki sekitar 1200 ml dan pada perempuan 1000ml. Kapiler. Vena. Rata. yaitu pembuluh darah terkecil. Volume tidal (VT) adalah normal udara yang masuk dan keluar paru .

Limfe b. arteri muskular dan elastis. b. Jaringan limfe Histologi sistem sirkulasi : 1. Mikrovaskulatur. 2. Nodus limfe. Sumsum tulang d. Pembuluh limfe. 3. Hati c. pembuluh dengan diameter lebih dari 0. adalah cairan yang mengalir dalam pembuluh. 2. terletak dalam pembuluh limfe besar. Darah. Makrovaskulatur. Jantung ANATOMI JANTUNG . berawal di kapiler limfe.c. Kelenjar timus e. kapiler. Jarak semua sel tubuh dari sumber nutrisi ini tidak pernah melebihi satu milimeter. venula pascakapiler). yaitu saluran buntu yang beranastomosis untuk membentuk pembuluh – pembuluh yang makin membesar. Organ pembentuk dan penyimpanan darah a. merupakan tempat terjadinya pertukaran antar darah dan jaringan sekitar pada keadaan normal dan pada poroses peradangan. vena muskular).1 mm (arteriol besar. Sistem Limfatik a. (arteriol.

Ujung atas yang lebar (dasar) mengarah ke bahu kanan.1. Jantung adalah organ berongga dan memiliki empat ruang yang terletak antara kedua paru . 2. ujung bawah yang mengerucut (apeks) mengarah ke bahu kiri. Jantung berukuran kurang lebih sebesar kepalan tangan pemiliknya. b. Ukuran dan bentuk a. Dua pertiga jantung terletak di sebelah garis kiri midsternal. Pelapis . Jantung dilindungi medistinum. Bentuknya seperti kerucut tumpul.paru di bagian tengah rongga toraks.

dan pleura yang membungkus paru . Rongga perikardial adalah ruang potensial antara membran viseral dan parietal. b.sel mesotelial yang berada di atas jaringan ikat. (a) Membran viseral (epikardium) menutup permukaan jantung (b) Membran parietal melapisi permukaan bagian dalam fibrosa perikardium b. atrium = dinding tipis= reservoar (menerima darah) b. Epikardium luar tersusun dari lapisan sel . (1) Lapisan fibrosa luar pada perikardium tersusun dari serabut kolagen yang membentuk lapisan jaringan ikat rapat untuk melindungi jantung.berkas spiral melapisi ruang jantung. Terdiri 2 macam ruang : a. Curah jantung terkadang disebut volume jantung per menit. 3.paru. Curah Jantung Adalah volume darah yang dikeluarkan oleh kedua ventrikel per menit.a. Endokardium dalam tersusun dari lapisan endotelial yang terletak di atas jaringan ikat. membungkus jantung dan pembuluh darah besar. . (2) Serabut otot yang tersusun dalam berkas . 4. Volume nya kurang lebih 5 liter per menit pada laki – laki berukuran rata – rata dan kurang 20% pada perempuan. ventrikel = dinding tebal = pemompa (memompa darah) 5. Perikardium Adalah kantong berdinding ganda yang dapat membesar dan mengecil. Ruang ini mengandung cairan perikardial yang diekskresi lapisan serosa untuk melumasi membran dan mengurangi friksi. Miokardium terngah terdiri dari jaringan otot jantung yang berkontraksi untuk memompa darah. Kantong ini melekat pada diafragma. Lapian ini melapisi jantung. dan menyambung dengan lapisan endotelial yang melapisi pembuluh darah yang memasuki dan meninggalkan jantung. (2) Lapisan serosa dalam terdiri dari 2 lapisan. Dinding jantung tersusun dari tiga lapisan : a. katup. (1) Ketebalan miokardium bervariasi dari satu ruang jantung ke ruang lainnya. sternum. Kontraksi miokardium ”menekan” darah keluar ruang menuju arteri besar c.

2. 3. meliputi : e. Aliran balik ke vena jantung c. a. Pengaruh tambahan pada curah jantung. Kapiler : 1. 2. Faktor – faktor utama yang mempengaruhi curah jantung a. Vena : 1. 5. Membawa darah dari arteriol ke venula Dinding dilapisi selapis sel tipis untuk memungkinkan pertukaran darah dan cairan Terdapat sel otot polos yaitu sfingter prekapiler yang dijumpai pada permulaan masing-masing kapiler untuk mengatur aliran darah dalam kapiler Membawa darah dari kapiler kembali ke jantung Lapisan dalam : Endotelium yang melipat membentuk valvula untuk mencegah aliran darah terbalik Lapisan tengah : Otot polos tipis karena vena tidak begitu penting untuk mempertahankan tekanan darah Lapisan luar : Jaringan ikat fibrosa tipis karena vena tidak membawa darah dengan tekanan tinggi (hanya 2mmHg dibanding arteri yang memiliki tekanan sampai 100mmHg) Mempunyai percabangan kecil disebut venula Membawa darah dari jantung menuju kapiler Terdapat 3 lapisan : Tunika Intima : paling dalam (merupakan selapis sel gepeng) Tunika Media : Disusun otot polos dan jaringan ikat elastis Tunika Eksterna : Merupakan jaringan ikat fibrosa penyusunnya Mempunyai percabangan kecil yang menyambung pada kapiler disebut arteriol Pompa otot rangka Pernapasan Reservoar vena Gaya gravitasi Perubahan posisi tubuh Tekanan rendah abnormal pada vena Tekanan darah tinggi Hormon medular adrenal Ion Usia dan ukuran tubuh seseorang Penyakit kardiovaskular d. 3. 4.1. Aktifitas berat b. meliputi : . c. b. Faktor yang mendukung aliran balik vena dan memperbesar curah jantung. Faktor – faktor yang mengurangi aliran balik vena dan mempengaruhi curah jantung. 2. meliputi : Pembuluh Darah Arteri : 1. 3. Perhitungan curah jantung adalah sebagai berikut Curah jantung = frekuensi jantung x isi sekuncup 2.

Letak pembuluh darah .

.

Mekanisme Sirkulasi Darah Mekanisme Pengikatan Oksigen O2 dalam alveolus Berdifusi melalui membrane kapiler pulmonalis .

Ikatan ini tidak kuat dan reversibel. a. (2) Ujung serabut sarafnya mensekresi asetilkolin. . Tiap gram Hb dapat mengikat 1. Impuls aferen yang menuju pusat kendali jantung yang berasal dari receptor. b. Proreseptor (baroreseptor) dalam arteri karotis dan aorta (sinus aorta dan arkus aorta) sensitif terhadap perubahan tekanan darah . 2. Pusat reflek kardioinhibitor juga terdapat dalam medulla oblongata (1) Efek impuls dari neuron ini adalah untuk mengurangi frekuensi jantung. Konsentrasi Hb ini biasanya dinyatakan sebagai persentase volume dan merupakan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh. Volume maksimal O2 yang dapat berikatan dengan sejumlah hemoglobin dalam darah. Tiap eritrosit mempunyai 280 juta molekul Hb.34). 2. Tiap molekul dalam ke empat molekul besi dalam hemoglobin berikatan dengan satu molekul O2 dan membentuk oksihemoglobin (HbO2) yang berwarna merah tua.Diikat Hb dalam sel darah merah O2+Hb (HHb) Di kapiler darah jaringan O2 dilepas Hb O2 menuju sel jaringan lainnya di plasma membentuk O3 1. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Denyut Jantung 1.34 ml O2 3. Impuls eferen menjalar melalui saraf simpatis dan parasimpatis susunan saraf otonom. 100 ml darah rata-rata mengandung 15 gr Hb untuk maksimal 20 ml O2 per 100 ml darah (15 x 1. Pusat refleks kardioakselerator adalah sekelompok neuron dalam medula oblongata. (1) Untuk meningkatkan frekuensi jantung (2) Ujung serabut sarafnya mensekresi norepinefrin yang meningkatkan eksitabilitas jantung.

kalium. atau oleh input emosional dari sistem saraf pusat. SISTEM EKSKRESI Organ-organ yang terlibat: 1. fungsi jantung normal juga bergantung pada keseimbangan elektrolit seperti kalsium. Pengaruh dari atropin dan nikotin yang juga dapat mempercepat denyut jantung e. c. Usia muda memiliki frekuensi jantung yang lebih cepat f. b. dingin. Paru-paru 2. dan natrium. Reflek ini akan menghambat pusat kardioakselerator dan menstimulasi pusat kardioinhibitor.(1) Peningkatan tekanan darah akan mengakibatkan statu reflek yang memperlambat frekuensi jantung. dan sentuhan. Aktivitas yang tinggi dapat mempercepat denyut jantung d. 3. Suhu tubuh yang tinggi atau demam juga mempercepat frekuensi denyut jantung. yang mempengaruhi frekuensi jantung jika kadarnya menigkat atau berkurang. Ginjal Mekanisme ekskresi pada Paru-paru . Pengaruh lain pada frekuensi jantung a. Frekuensi jantung dipengaruhi oleh stimulasi pada hampir semua saraf kutan. (2) Penurunan tekanan darah akan mengakibatkan statu reflek yang menstimulasi fekuensi jantung yang menjalar melalui pusat medular . panas. seperti reseptor untuk nyeri.

sedangkan bagian dalamnya disebut medulla. Setiap nefron terdiri dari badan malphigi (mengandung gromerulus yang diselubungi oleh kapsula bowman) dan saluran nefron. Regulasi tekanan arteri 7. Pada bagian dalam terdapat ruang kosong (pelvis). Regulasi vitamin D 8. Pada manusi aterdapat sekitar satu juta nefron. 2. Nefron .Karbondioksida dalam sel jaringan Menuju cairan interstitial Berdifusi melaui dinding kapiler jaringan Berikatan dengan molekul air dalam sel darah merah( CO2 +H2O) H2CO3 HCO3 + H H+Hb(HHb) Berikatan dengan Na di plasma darah Menuju kapiler pulmonali Co2 yang berikatan dengan H2O PECAH Co2 berdifusi keluar membrane kapiler pulmonalis Menuju alveolus Ginjal Fungsi Ginjal 1. Regulasi osmolaritas cairan tubuh dan elektrolit 5. Sebagai kelenjar endokrin Struktur ginjal: Diselubungi oleh suatu kapsul yang berbentuk dari jaringan serabut. Pada ginjal terdapat nefron yang merupakan unit fungsional dan structural terkecil. yang selanjutnya membentuk urine yang mengandung zat sisa metabolisme. Menyaring darah. Regulasi keseimbangan elektrolit dan air 4. Regulasi keseimbangn asam basa 6. Gluconogenesis 9. Pengendalian komposisi jaringan tubuh 3. Bagian luar ginjal disebut korteks.

filtratnya ditampung oleh Kapsula Bowman yang disebut filtrat glomerulus / urin primer. Filtrasi Dilakukan oleh glomerulus yang terdapat alat penyaring disebut sel podosit.zat yang dibutuhkan oleh tubuh. tubukus kontortus distal dan saluran penampung. Tubulus Kontortus proksimal. Jumlah urin primer/menit adalah 125 cc. Filtrat ini masih banyak zat . yaitu unsur pembuluh (elemen vaskuler) dan unsure epitel.mengandung dua macam unsur. Proses ekskresi pada ginjal: 1. lengkung henle yang terdiri dari saluran menurun dan naik.bagian nefron yang mengandung unsur epitel. . yaitu Kapsula Bowman.

Sebuah kelenjar limfe mempunyai pinggiran mempunyai pinggiran yang cembung dan yang cekung. torax. jaringan limfe terbungkus oleh kapsul fibrus. masuk ke dalam kelenjar membentuk sekat-sekat. yang mengandung banyak sel darah putih atau limfosit. Augmentasi Penambahan zat . Dari sini keluar tajuk-tajuk dari jaringan otot dan fibrus. SISTEM LIMFATIK Organ yang terlibat: Nodus limfe Berbentuk kecil lonjong atau seperti kacang dan terdapat di sepanjang pembuluh limfe. duktus torasikus dan batang saluran kanan. axial. kecuali dari bagian yang menyalurkan limfenya ke duktus limfe kanan. 3.zat yang tidak berguna bagi tubuh kedalam urin sekunder misalnya ion H+ dan K+ yang terjadi pada tubulus kontortus distal sehingga terbentuklah urin yang sesungguhnya/ urin saja yang dialirkan ke tubulus kolektivus menuju ke pelvis renalis  ureter  vesika urinaria ( 300cc) uretra. abdomen. Arteri dan vena juga masuk dan keluar kelenjar melalui hilum. Kelompok-kelompok utama terdapat di dalam leher. Ruangan di antaranya berisi jaringan kelenjar .2. ion . lengan kanan dan dada sebelah kanan dan menuangkan isinya ke dalam vena yang berada di sebelah kanan leher. jaringan otot. yaitu trabekulae. asam amino. Duktus limfe kanan ialah saluran yang jauh lebih kecil dan mengumpulkan limfe dari sebelah kanan kepala dan leher. dan lipat paha.ion organik sehingga terbentuklah urin sekunder yang akan melewati lengkung henle. Pinggiran yang cekung disebut hilum. Kerjanya sebagai penyaring dan dijumpai di tempat-tempat terbentuknya limfosit.zat yang diserap kembali antara lain glukosa. Pembuluh limfa eferen menembus kapsul di pinggiran yang cembung dan menuangkan isinya ke dalam kelenjar. Bahan ini bercampur dengan benda-benda kecil daripada limfe yang banyak sekali terdapat di dalam kelenjar dan selanjutnya campuran ini dikumpulkan pembuluh limfa aferen yang mengeluarkannya melalui hilum. Peristiwa membuang air kecil dikenal dengan miksturisi. .Di sebelah luar. Sebuah kelenjar terdiri atas jaringan fibrus. dan jaringan kelenjar. Duktus torasikus mengumpulkan limfe dari semua bagian tubuh. Reabsorpsi Urin primer direabsorpsi oleh tubulus kontortus proksimal. Saluran limfe Terdapat dua batang saluran limfe yang utama. Zat .

Mekanisme Peredaran Cairan Limfe cairan interstitial  kapiler limfe  pembuluh limfe  batang limfe  saluran limfe sebelah kiri/sebelah kanan  vena subclavian .

Mengembalikan kelebihan cairan jaringan yang keluar dari kapiler .Mentranspor nutrien yang terabsorbsi . .Mengeluarkan zat-zat toksik dan debris selular dari jaringan setelah infeksi atau kerusakan jaringan.Mengendalikan kualitas aliran cairan jaringan dengan cara menyaringnya melalui nodus-nodus limfe sebelum mengendalikannya ke sirkulasi.Mengembalikan protein plasma ke dalam sirkulasi . Faktor-faktor yang mempengaruhi meningkatnya aliran limfa: Efek tekanan cairan interstitial -peningkatan tekanan kapiler -penurunan tekanan osmotic koloid plasma -peningkatan tekanan osmotic koloid cairan interstitial .Fungsi cairan limfa : .

Contoh: respirasi sel yang memecah molekul makanan menjadi energi. Dalam kondisi duduk dengan posisi lama dan waktu yang lama. - Katabolisme.-peningkatan permeabilitas kapiler Aktifitas pompa limfa naik maka alirannya juga naik. penguraian atau dekomposisi atau pemecahan molekul-molekul besar menjadi molekul-molekul kecil. b.Oksidasi. . PENJELASAN LEARNING ISSUE : 1. Reaksi Reduksi-Oksidasi . . PROSES METABOLISME TINGKAT SELULER SAMPAI DENGAN JARINGAN Metabolisme Adalah jumlah keseluruhan reaksi kimia dan pengubahan energi untuk menopang dan memertahankan kehidupan. diterima kembali oleh molekul lain. sehingga elektron yang dilepas. Jalur metabolic a. sintesis glikogen oleh hepar. maka setiap reaksi oksidasi disertai dengan reaksi reduksi. reaksi kimia yang molekulnya mendapatkan electron. Enzim Berfungsi mengatalis atau mempercepat jalannya suatu reaksi kimia Sebagian besar reaksi enzimatik memerlukan koenzim sebagai pembawa electron yang memaksimalkan fungsi suatu enzim. Karena elektron yang dilepas selama reaksi tidak dapat muncul dalam bentuk bebas. dan sintesis lemak oleh jaringan adipose. reaksi kimia yang molekulnya melepaskan electron. pembentukan molekul-molekul kecil menjadi molekul-molekul besar. otot rangka tidak berkontraksi sehingga cairan tersebut akan terakumulasi. Kontraksi otot rangka disekitar saluran limfa.Reduksi. karbondioksida dan air. Pergerakan bagian-bagian tubuh pulsasi arteri yang berdekatan dengan saluran limfa perekanan jaringan oleh benda-benda diluar tubuh. - Anabolisme. Contoh: sintesis hemoglobin oleh sumsum tulang merah. selain itu juga obstruksi vena juga berperan dalam kondisi seperti ini sehingga akan muncul bengkak tersebut. Mekanisme terjadinya bengkak akibat penumpukan cairan: Cairan interstisial cenderung berakumulasi di bagian-bagian dependen akibat efek gravitasi.

ATP dibentuk dari pembakaran lemak.peningkatan transpor glukosa dan penggunaanya untuk energi . sebagai koenzim yang menerima electron dan bekerja sama dengan enzim laktat dehidrogenase dalam metabolism glukosa dan pembentukan ATP.peningkatan asam amino dan lemak untuk energi 5.peningkatan transport asam amino ke dalam sel . b) sintesis senyawa kimia di sel. keculali hepar 6. Glukagon . Fungsi ATP: a) transpor zat melalui membran sel. berasal dari riboflavin sebagai akseptor electron dan bekerja sama dengan enzim suksinat dehidrogenase.peningkatan penggunaan lemak untuk energi 3.peningkatan penggunaan jenis-jenis makanan .peningkatan transpor asam amino dan asam lemak untuk sintesis sel 4.Nikotinamida Adenin Dinukleotida (NAD). Epinefrin .peningkatan glukosa  glikogen . Insulin . 1. Tiroksin .peningkatan asam amino dan lemak untuk energi .peningkatan sintesis protein . Kortisol .peningkatan glukosa  glikogen oleh hepar . c) kerja mekanik.penurunan sintesis protein. ATP terbentuk dari nukleotida adenosine ditambah dua gugus fosfat dalam ikatan berenergi tinggi. Flavin Adenin Dinukleotida (FAD). berasal dari niasin.peningkatan sintesis protein 2. Hormon-hormon yang Mengatur Metabolisme Hormon menentukan jalur metabolik yang diambil nutrien terabsorpsi dan memastikan penggunaan sumber energi tubuh yang efisien berdasarkan kebutuhan tubuh. c. protein maupun karbohidrat.peningkatan glikogen  glukosa . Hormon Pertumbuhan .peningkatan lemak untuk energi .peningkatan glikogen  glukosa . ATP Senyawa fosfat berenergi tinggi yang menyimpan energi dalam tubuh.

Dalam tubuh. metabolism makanan. ANATOMI. pemompaan jantung. pada postabsorptif (12 jam setelah makan) dan dalam lingkungan nyaman serta hangat. SDA protein lebih besar daripada SDA lemak atau karbohidrat sehingga makanan yang mengandung protein bisa meningkatkan laju metabolism. 1 gram karbohidrat melepas 4. suhu tubuh dan keadaan fisik maupun psikis seseorang (depresi. 2. sekresi. dan pertahanan tubuh saat individu terjaga. FUNGSI SISTEM PENCERNAAN Fungsi utama sistem ini adalah menyediakan makanan. Faktor yang mempengaruhi : Hormon tiroid.20% melebihi laju energi basal yang digunakan dalam pencernaan makanan.1K. Specific Dynamic Action (SDA) Adalah laju metabolic sebesar 10% . dan elektrolit bagi tubuh dari nutrien yang dicerna sehingga siap diabsorpsi. 1. Aktivitas Muskular juga dapat menghasilkan peningkatan laju metabolic terbesar.Kecepatan Metabolisme Kecepatan metabolism biasanya digunakan sebagai jumlah produksi panas. Hal ini karena beberapa proses tubuh yang menggunakan ATP juga memproduksi panas. Proses ini meliputi kontraksi otot. sirkulasi. BMR menyatakan energi minimal yang diperlukan pada saat respirasi. Makanan kemudian bercampur dengan saliva sebelum ditelan . 1 gram protein melepas 4. jenis kelamin. Satu kilokalori Adalah jumlah panas tubuh yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu satu kilogram air sebesar satu derajat celcius dan digunakan untuk menyatakan kandungan kalori makanan dan pengeluaran energi oleh individu.1K b. penguraian normal komponen-komponen sel. Basal Metabolic Rate (BMR) Adalah pelepasan energi per satuan waktu dalam kondisi basal yang secara standar terjaga dan istirahat. Pemotongan dan penggilingan makanan dilakukan secara mekanik ole gigi. 1 gram lemak melepas 9. ukuran tubuh dan area permukaan. Misalnya latihan berat dapat meningkatkan metabolism sampai 15 kali. Ingesti adalah masuknya makanan ke dalam mulut.5 K. Laju metabolic Mengacu pada jumlah energi yang dilepas dalam tubuh melalui katabolisme per satuan waktu. kelaparan dan kecemasan) 2. digesti. a. air. produksi panas bisa diukur dengan mengukur aktivitas metabolism. DAN FISIOLOGI ORGAN DALAM PENCERNAAN A. Oleh karena itu. usia. aktivitas saraf. HISTOLOGI. Kilokalori yang dilepas melalui oksidasi makanan dalam tubuh dapat lansung diukur melalui bankalorimeter. 1. 2.

menghambat kontraksi otot polos saluran. 3. mengeluarkan efek stimulasi konstan pada tonus otot polos dan bertanggung jawab untuk peningkatan keseluruhan aktivitas. Mukosa (membran mukosa) tersusun dari tiga lapisan. 2. d. Rongga Oral . sekresi. pembuluh limfatik dan pleksur serabut saraf. Pleksur Meissner dan Aurebach merupakan sisi sinaps untuk serabut proganglionik parasimpatis. FARING. DINDING SALURAN PENCERNAAN Dinding saluran pencernaan terdiri dari 4 lapisan jaringan dasar dari lumen ke arah luar a. satu lapisan sirkular dalam dan satu lapisan longitudinal luar. D. serta saraf sel-sel ganglion yang disebut pleksus Meissner. (1) (2) (3) Epitelium yang melapisi berfungsi untuk perlindungan.3. Impuls simpatis yang dibawa medulla spinalis dalam saraf splanknik. Muskularis eksterna terdiri dari dua lapisan otot. Submukosa terdiri dari jaringan ikat areolar yang mengandung pembuluh darah. Peristalsis adalah gelombang kontraksi otot polos involunter yang menggerakan makanan tertelan melalui saluran pencernaan 4. kecuali ujung atas dan ujung bawah yang dikendalikan secara volunteer 1. c. beberapa kelenjar submukosal. Lapisan ini terdiri dari membrab serosa jaringan ikat renggang yang dilapisi epithelium skuamosa simple. dan absorpsi Lamina propria adalah jaringan ikat areolar yang menopang epithelium Muskularis mukosa terdiri dari lapisan sirkular dalam yang tipis dan lapisan otot polos longitudinal luar b. C. KENDALI SARAF pada SALURAN PENCERNAAN Sistem saraf otonom menginervasi keseluruhan saluran pencernaan. Egesti adalah proses eliminasi zat-zat sisa yang tidak tercerna B. Digesti adalah hidrolisis kimia (penguraian) molekul besar menjadi molekul kecil 5. dan menghambat sekresi cairan pencernaan. Impuls parasimpatis yang dihantarkan dalam saraf vagus (CN X). lapisan keempat dan paling luar juga disebut peritoneum visceral. dan ESOFAGUS a. mengurangi motalitas. Serosa. RONGGA ORAL. Absorpsi adalah pergerakan produk akhir pencernaan dari lumen saluran pencernaan ke dalam sirkulasi darah dan limfatik 6.

Bagian frenulum labia melekatkan membrane mukosa pada gusi di garis tengah 2. a. Area transisional memiliki epidermis transparan.Rongga oral merupakan jalan masuk menuju sistem pencernaan dan berisi organ aksesori yang berfungsi dalam proses awal pencernaan. Lidah dilekatkan pada dasar mulut oleh frenulum lingua. Ada tiga pasang kelenjar saliva (1) Kelenjar parotid adalah kelenjar saliva terbesar. Permukaan luar bibir dilapisi kulit yang mengandung folikel rambut. a. Kelenjar Saliva mensekresi saliva ke dalam rongga oral. Saliva terdiri dari cairan encer yang mengandung enzim dan cairan kental yang mengandung mukus. Pipi mengandung otot buksinator mastikasi 3. untuk pengecapan. Otot-otot intrinsik lidah memiliki serabut yang menghadap ke berrbagai arah untuk membentuk sudut satu sama lain. kelenjar keringat. terletak agak bawah dan di depan telinga dan membuka melalui duktus parotid (2) Kelenjar submaksilar (submandibular) kurang lebih sebesar kacang kenari dan terletak di permukaan dalam pada mandibula serta membuka melalui duktus Wharton . Bibir tersusun dari otot rangka dan jaringan ikat. Tonsil-tonsil lingua adalah agregasi jaringan limfoid pada sepertiga bagian belakang lidah 4. Dan otot ini memberikan mobilitas yang besar pada lidah c. a. Lidah berfungsi untuk menggerakan makanan saat dikunyah atau ditelan. Otot-otot ekstrinsik berfungsi dalam pergerakan lidah secara keseluruhan b. Permukaan dalam bibir adalah membrane mukosa. Bagian ini tampak merah karena dilewati oleh banyak kapiler c. Papila adalah elevasi jaringan mukosa dan jaringan ikat pada permukaan dorsal lidah yang menyebabkan tekstur lidah menjadi kasar • • • • Papila fungiformis Papila filiformis Palila foliate Papila sirkumvalatae d. dan dalam produksi wicara. dan kelenjar sebasea b.Rongga vestibulum terletak di antara gigi dan bibir serta pipi sebagai batas luarnya 1. berfungsi untuk menerima makanan dan produksi wicara.

berisi pulpa gigi yang mengandung pembuluh darah dan saraf. a. dua geraham. Total keseluruhan adalah 20 gigi • Gigi sekunder mulai keluar pada usia lima sampai enam tahun yang terdiri dari satu taring. dan tiga geraham. yaitu 98% air dan mengandung enzim amilase serta berbagai jenis ion (natrium. b. dua premolar. Total keseluruhan adalah 32 gigi b. Saliva terutama terdiri dari sekresi serosa. ion. Gigi tersusun dalam kantong-kantong pada mandibula dan maksila. Komponen gigi (a) Mahkota adalah bagian gigi yang terlihat. Mahkota dan akar bertemu leher yang diselubungi gingival (gusi) (b) Membran periodontal merupakan jaringan ikat yang melapisi kantong alveolar dan melekat pada sementum di akar (c) Rongga pulpa dalam mahkota melebar ke dalam saluran akar. Gigi berfungsi dalam proses mastikasi (pengunyahan). Proses Menelan (deglutisi) menggerakan makanan dari faring menuju esophagus . bikarbonat) juga sekresi mucus yang lebih kental dan lebih sedikit yang mengandung glikoprotein. dua gigi seri. Fungsi saliva (1) Melarutkan makanan secara kimia (2) Melembabkan dan melumasi makanan (3) Menguraikan zat tepung menjadi polisakarida dan maltose (4) Zat buangan seperti urea dan asam urat diekskresikan ke dalam saliva (5) Zat antibodi dan antibakteri berfungsi untuk membersihkan rongga oral dan membantu memelihara kesehatan oral serta mencegah kerusakan gigi 5. kalium. Pada umunya manusia memiliki 2 susunan gigi : • Gigi primer terdiri dari satu taring. Fungsi gigi. Komposisi saliva. dan air c. dua gigi seri. Dentin pada bagian mahkota tertutup oleh email dan di bagian akar oleh sementum c.(3) Kelenjar sublingual terletak di dasar mulut dan membuka melalui duktus sublingual kecil menuju ke dasar mulut b. klorida. Makanan yang masuk dalam mulut dipotong menjadi bagian-bagian kecil dan bercampur dengan saliva untuk membentuk bolus makanan yang dapat ditelan. Saluran akar membuka ke tulang melalui foramen apical (d) Dentin menyelubungi rongga pulpa dan membentuk bagian terbesar gigi.

Esofagus Esofagus adalah tuba muscular. dan terjadi penutupan semua lubang kecuali esophagus a.Proses ini melalui tiga fase : 1. Laring terelevasi. fundus. Fase volunter. badan organ. Bagian jantung lambung adalah area disekitar pertemuan esofagus dan lambung. Tepi medial badan lambyng yang konkaf disebut kurvakur kecil. Lidah menekan palatum keras dan mengarahkan bolus ke arah orofaring Fase faring. Histologi dinding lambung. 2. Muskularis eksterna pada bagian fundus dan badan lambung mengandung lapisan otot muskularis) beserta modifikasinya. Semua bagian. Lapisan otot tambahan ini membantu keefektifan pencampuran dan penghancuran isi lambung. Ada tiga lapisan jaringan dasar (mukosa. Antrum pilorus mengarah ke mulut pilorus yang di kelilingi sfingter pilorus muskular . yag panjangnya sekitar 9 sampai 10 inci dan berdiameter 1 inci Fungsinya adalah menggerakkan makanan dari faring ke lambung melalui gerak peristaltis d. yang membentuk dua per tiga bagian lambung. Gelombang peristaltic kontraksi yang menggerakkan bolus ke dalam esophagus 3. Bolus makanan dalam faring merangsang reseptor orofaring yang mengirim impuls ke pusat menelan dalam medulla dan batang otak bagian bawah. tebal. terletak pada bagian superior kiri rongga abdomen di bawah diafragma. Lambung Anatomi 1. glottis tertutup. Lidah menekan palatum keras dan menghalangi makanan kembali ke mulut Otot menekan palatum lunak dan uvula mengangkat palatum lunak untuk menutup mulut saluran nasal sehingga makanan tidak akan masuk ke rongga nasal c. c. melakukan gelombang peristaltic dan memungkinkan makanan terdorong ke dalam lambung c. dan jaringan a. b. d. Bagian pilorus lambung menyempit di ujung bawah lambung dan membuka ke duodenum. Regia-regia lambung terdiri dari bagian jantung. Badan lambung adalah bagian yang terdilatasi dibawah fundus. dan bagian pilorus. Fase esophagus. dan epiglottis condong ke bawah menutup mulut laring yang menahan makanan sehingga tidak memasuki saluran pernapasan d. melintag tambahan. a. b. Sfingter esophagus bawah. submukosa. Ukuran dan bentuknya bervariasi dari satu individu ke individu lain. kecuali sebagian kecil. tepi lateral badan lambung yang konveks disebut kurvakur besar. Sfingter esophagus atas pada mulut esophagus secara normal menyempit untuk mencegah udara memasuki esophagus e. 2. Lambung adalah organ berbentuk j. Fundus adalah bagian yang menonjol ke sisi kiri atas mulut esofagus. terletak pada bagian kiri garis tengah.

Faktor intrinsik adalah glikoprotein yang disekresi sel parietal. menghasilkan 2 sampai 3 L cairan lambung. .Kelenjar ini mensekresi lipase dan renin lambung yang kurang penting. Puga terlihat saat lambung kosong dan aka menghalus saat lambung teregang terisi makanan. terikat pada faktor intrinsik. berkadar asam tinggi yang berasal dari bolus) dan mendorongnya ke dalam duodenum. c. Sel pariental mensekresi asam korida dan faktor intrinsik a. b. Zat terlarut dalam air terabsorpsi dalam jumlah yang tidak jelas. Mukus yang dihasilkan dari kelenjar membentuk barier setebal 1 mm untuk Produksi faktor intrinsik a. Kompleks faktor intrinsik vitamin B12 dibawa ke ileum usus halus. 4. c. b. Lambung memulai digesti protein melalui sekresi tripsin dan asam klorida. 3. prekusor enzim pepsin. i. Dalam pembuatan HCL. 5. Ion hidrogen bersama ion klorida secara aktif terpompa ke dalam lambung Sel leher mukosa ditemukan pada bagian leher semua kelenjar lambung. Kelenjar ini hanya mensekresi mukus. Kelenjar ini mensekresi mukus dan gastrin suatu hormon peptida yang berpengaruh besar dalam proses sekresi lambung. iii. Mukosa membentuk lipatan-lipatan (ruga) longitudinal yang menonjol sehingga memungkinkan peregangan dinding lambung. CO2 bergerak ke dalam sel untuk berikatan dengan air dan membentuk asam karbonat (H2CO3) dalam reaksi yang dikatalis oleh anhidrase karbonik. 2. Ion bikarbonat keluar dari sel digantikan ion klorida dan memasui sirkulasi sistemik. H2CO3 terionisasi untuk membentuk H+ dan HCO3-. asalkan makanan yang dimakan sedikit dan sering. Beberapa obat larut lemak (aspirin) dan alkohol diabsorbsi pada dinding lambung. garam-garaman. b.Kelenjar fundus (lambung) terdiri dari tiga jenis sel. setengah cair. ii. Lambung tidak memiliki peran mendasar dalam kehidupan dan dapat diangkat. Sekresi Lambung 1. Aktivitas lambung mengakibatkan terbentuknya kimun ( masa homogen Digesti protei. Ada kurang lebih 3 juta pit lambung di antara ruga-ruga yang bermuara pada sekitar 15 juta kelenjar lambung. Sel ini mensekresi barier mukus setebal 1 mm dan melindungi lapisan lambung terhadap kerusakan oleh HCL atau autodigesti. 6. Kapasitas lambung normal memungkinkan adanya interval waktu yang panjang antara saat makan dan kemampuan menyimpan makanan dalam jumlah besar sanpai makanan ini dapat terakomodasi di bagian bawah saluran. Sel chief(zimogenik) mensekresi pepsinogen. mukus. Kelenjar lambung yang dinamakan sesuai letaknya. Kelenjar pilorus terletak pada regia antrum pilorus. Produksi mukus. Absorbsi nutrien yang berlangsung dalam lambung hanya sedikit. asam klorida. Cairan lambung mengandung enzim pencernaan.Vitamin B12.b.Kelenjar jantung ditemukan di regia mulut jantung. dan air. didapat dari makanan yang dicerna di lambung. tempat vitamin B12 diabsorbsi. c. Fungsi Lambung 1. Prosuksi kimus. Jenis kelenjar lambung a. Penyimpanan makanan. melindungi lambung terhadap aksi pencernaan dari sekresinya sendiri.

Sekresi lambung distimulasi oleh sekresi gastrin dodenum sehingga dapat berlangsung selama beberapa jam. 4. Hormon ini yang dibawa ke dalam sirkulasi menuju lambung. b. tetapi aktivitasnya terbatas dalam kadar ph yang rendah. Enzim ini menghidrolisis protein menjadi polipeptida. enzim yang mengkoagulasi protein susu. 1. ini terbawa bersama bolus dan tetap bekerja dalam lambung sampai asiditas lambung menembus bolus. Pepsin adalah enzim proteolitik yang hanya dapat bekerja dengan ph di bawah 5. yang kemudian memicu faktor saraf dan hormon. Pepsinogen (disekresi sel chief) diubah menjadi pepsin oleh asam klorida (disekresi sel parietal). Jika tidak ada makanan dalam lambung antara jam makan. Faktor Tahap sefalik terjadi sebelum makanan mencapai lambung. Sekresi lambung dihambat oleh hormon-hormon polipeptida yang dihasilkan duodenum. Serabu saraf aferen menjalar ke medula melalui saraf vagus. d. Cairan lambung memicu digesti protein dan lemak. b. Enzim gliserol. Peregangan dinding lambung merangsang reseptor saraf dalam mukosa lambung dan memicu refleks lambung. 2. atau pikiran tentang makanan dapat meransang sekresi lambung. a. Serabut saraf eferen parasimpatis menjalar dalam vagus menuju kelenjar lambung untuk menstimulasi produksi HCL. Lambung janin memproduksi renin. a. Digesti protein. 1. disekresi sebagai respon terhadap asiditas lambung dengan ph di bawah 2 dan jika ada makanan berlemak. b. Tiga tahap sekresi lambung dinamakan sesuai dengan regia tempat terjadinya stimulus. 1. Hormon ini meliputi gastric inhibitory polipeptide (GIP). Digesti dalam lambung. ph lambung rendah dan Makanan yang masuk ke lambung memiliki efek pendaparan yang mengakibatkan Tahap usus terjadi setelah kimus meninggalkan lambung dan memasuki usus halus sekresi lambung terbatas. kolesistokinin dan hormon pembersih enterogastrin. Amilase dalam salva yang menghidrolisis zat tepung bekerja pada ph netral. Fungsi gastrin antara lain: a. Masuknya makanan ke Tahap lambung terjadi saat makanan mencapai lambung dan berlangsung selama saraf dan hormon terlibat. Lipase lambung(disekresi sel chief) menhidrolisis lemak susu menjadi asam lemak dan Karbohidrat. 3.2. . makanan masih ada. Pengaturan pelepasan gastrin dalam lambung terjadi melalui penghambatan umpan balik yang didasarkan pada ph isi lambung. dan menguraikannyauntuk membentuk dadih (curd). Gastrin ini dihasilkan oleh bagian atas (duodenum) usus halus dan dibawa dalam sirkulasi menuju lambung. Asam amino dan protein dalam makana yang separuh tercerna dan zat kimis juga meningkatkan sekresi lambung melalui refleks lokal. dalam mulut atau tampilan bau. 2. peningkatan ph dan peningkatan sekresi lambung. sekretin. c. Meransang sekresi lambung Meningkatkan motilitas usus dan lambung Mengkonstriksi sfingter esofagus bawah dan merelaksasi sfingter pilorus Efek tambahan seperti stimulasi sekresi pankreas dan peningkatan motilitas usus. 2. Lemak. enzim-enzim pencernaadn dan gastrin. 3. Lambung tidak mensekresi enzim untuk mencerna karbohidrat. c.

Anatomi mikroskopik dinding usus 1. 2. Pengosongan lambung dihambat oleh hormon duodenum yang juga menghambat sekresi lambung dan oleh refleks umpan balik enterogastrik dari duodenum.2mm sampai 1. Gerakan ini ialah gerakan konstriksi dan relaksasi yang bergantian dari cincin-cincin otot dinding usus yang membagi isi menjadi segmensegmen dan mendorong kimus bergerak maju mundur dari satu segmen yang relaks ke segmen lain. Duodenum adalah bagian yang terpendek 25cm sampai 30cm. Kontraksi ini adalah daya dorong yang utama yang menggerakkan kimus ke arah bawah sepanjang saluran. Motilitas Jejunum adalah bagian yang selanjutnya. pelepasan gastrin. 3. Ileum (2 sampai 2. Divisi 1. Faktor-faktor hormon dan saraf ini mencegah terjadinya pengisian yang berlebih pada usus dan memberikan waktu yang lebih lama untuk digesti dalam usus halus.5cm dan panjangnya 3 sampai 5 meter saat bekerja. Segmentasi irama adalah gerakan pencampuran utama. Duktus empedu dan duktus pankreas. memungkinkan produk akhir pencernaan mengadakan kontak dengan sel absortif dan mendorong zat sisa memasuki usus besar. Vili adalah jutaan tonjolan menyerupai jari (tingginya 0. Karbohidrat dapat masuk dengan cepat . e. Peristalsis ialah kontraksi ritmik otot polos longitudinal dan sirkular. Gerakan usus halus mencampur isinya dengan enzim untuk pencernaan. Vili hanya ditemukan pada usus halus.Kendali Pada Pengosongan Lambung 1. Panjangnya kurang lebih I m sampai 1. Usus Halus Keseluruhan usus halus adalah tuba terlilit yang merentang dari sfingter pilorus sampai katup ileosekal. Pilcae circulares adalah lipatan sirkular membran mukosa yang permanen dan besar. setiap vilus mengandung jaring-jaring kapilar dan pembuluh limfe yang disebut kakteal. Panjang 7 meter pada mayat dicapai saat lapisan muskularis eksterna berelaksasi.0 mm) yang lebih 600 kali.5 m. Diameter usus halus kurang lebih 2. Segmentasi mencampur kimus dengan cairan pencernaan dan memaparkannya ke permukaan absortif. dan jenis makanan. 2. keduanya membuka ke dinding posterior duodenum beberapa sentimeter dibawah mulut 2.5 m) merentang samapi menyatu dengan usus besar. 3. kekentalan kimus. memanjang ke lumen dari permukaan mukosa. Lipatan ini hampir secara kseluruhan mengitari lumen. Ada 3 spesialisasi struktural yang memperluas permukaan absorptif usus halus sampai kurang a. . pilorus. protein lebih lambat dan lemak dalam lambung selama 3 sampai 6 jam. Sinyal umpan balik memungkinkan kimus memasuki usus halus pada kecepatan tertentu sehingga dapat diproses. Pengosongan distimulasi secara refleks saat merespon terhadap peregangan lambung. b. Pergerakan ini dipicu oleh peregagan dan secara refleks dikendalikan oleh SSO. tempatnya menyatu dengan usus besar. 1.

Kelenjar ini mensekresi hormon dan enzim. Usus halus secara selektif mengabsorpsi produk digesti. Pankreas. Leukosit dan nodulus limfe ada di keseluruhan usus halus untuk melindungi dinding usus terhadap invasi benda asing.Sekretin. Sel –sel endokrin (pulau-pulau langerhans) pankreas mensekresi hormon insulin dan glukagon.Kelenjar-kelenjar usus (kripta lieberkuhn) tertanam dalam mukosa dan membuka di antara basisbasis vili. 1. CCK.c. Sel eksokrin (asinar) mensekresi enzim-enzim pencernaan dan larutan berair yang mengandung ion bikarbonat dalam konsentrasi tinggi. Kelenjar ini memproduksi mukus untuk melindungi mukosa duodenum terhadap kimus asam dan cairan lambung yang masuk ke pilorus melalui lambung. Pankreas adalah kelenjar terelongasi berukuran besar di balik kurvakur besar lambung. Proses ini diselesaikan oleh enzim usus dan enzim pankreas serta dibantu empedu dalam hati. Hati. Fungsi usus halus 1. Sfingter Oddi secara normal mempertahankan keadaan mulut duktus agar tetap tertutup. Kelenjar penghasil mukus Enzim yang dibentuk oleh sel epitel usus dibutuhkan untuk melengkapi digesti.Somatostasin menghambat sekresi asam klorida dan gastrin seperti hipotalamus yang melepas faktor pelepas hormon pertumbuhan. d. Kelenjar a. b. Agregasi nodulus limfe yang disebut bercak peyer terdapat dalam ileum.Peptida usus vaso aktif memiliki efek vasodilator dan efek relaksasi otot polos. . 2. Pankreas Anatomi 1. Walaupun demikian. Kelenjar Brunner terletak dalam submukosa duodenum. Sel ini memproduksi mukus pelindung. b. Kelenjar enteroendokrin menghasilkan hormon-hormon gastrointestinal. Sekresi eksokrin pankreas dipengaruhi oleh aktivitas refleks saraf selama tahap sefalik dan lambung pada sekresi lambung. dan Kantung empedu 1. lain: a. dan GIP berperan untuk menghalangi sekresi kelenjar lambung. Jaringan limfatik.Produk gabungan sel-sel asinar mengalir melalui duktus pankreas yang menyatu dengan duktus empedu komunis dan masuk ke duodenum di titik ampula hepatopankreas. 2. c. 2. Kendali pada sekresi pankreas. kendali utama terletak pada hormon duodenum yang diabsorpsi ke dalam aliran darah untuk mencapai pankreas. Substansi P mempengaruhi aktivitas motorik otot polos. 3. walaupun duktus pankreas dan duktus empedu komunis membuka secara terpisah pada duodenum. 2. c. Mikrovili adalah lipatan-lipatan menonjol kecil pada membran sel yang muncul pada tepi yang berhadapan degan sel-sel epitel. 2. Sel goblet terletak dalam epitelium di sepanjang usus halus. Usus halus mengakhiri proses pencernaan makanan yang dimulai di mulut dan di lambung. Hormon-hormon yang mempengaruhi sekresi dan motilitas saluran pencernaan antara 1.

dan lemak. . 1. 2. Sekretin diproduksi oleh sel-sel mukosa duodenum dan diabsorpsi ke dalam darah untuk mencapai pankreas. Enzim proteolitik pankres (protease) Trisinogen yang disekresi pankreas diaktivasi menjadi tripsin oleh enterokinase yang diproduksi usus halus. 3. Metabolisme.1. dan lobus kaudatus. lobus kuadratus. saluran portal. Kimotripsin memiliki fungsi yang Karboksipeptidase. Komposisi cairan pankreas.500g dan pada kondisi hidup berwarna merah tua karena kaya akan persediaan darah. masing-masing berisi sebuah cabang vena portal. a. Lobus kanan hati lenih besar dari lobus kirinya dan memiliki tiga bagian utama. 1. aminopeptidase. arteri hepatica. Bikarbonat menetralisir asam dan membentuk lingkungan basa untuk kerja enzim pankreas dan usus. 2. c. Organ ini glukosa dalam bentuk glikogen dan mengubahnya kembali menjadi glukosa jika diperlukan tubuh membentuk urea dari asam amino berlebih dan sisa nitrogen. 2. b. Hati menyimpan Hati mengurai protein dari sel-sel tubuh dan sel darah merah yang rusak. Hati terbagi menjadi lobus kanan dan kiri. Ligamen falsiform memisahkan lobus kanan dari lobus kiri. dan karbohidrat tercerna Hati berperan penting dalam mempertahankan homeostatik gula darah. Sekresi. Hati memetabolis protein. Diantara kedua lobus terdapat vena porta hepatica. b. Hati memproduksi empedu yang berperan dalam emulsifikasi dan absorpsi lemak. membentuk sebuah lobulus portal. duktus empedu. CCK diproduksi oleh sel-sel mukosa duodenum sebagai respon terhadap lemak dan protein separuh tercerna yang masuk dari lambung. lemak. 4. a. dan dipeptidase adalah enzim yang melanjutkan Lipase pankreas menghidrolisis lemak menjadi asam lemak dan gliserol setelah lemak diemulsi Amilase pankreas menghidrolisis zat tepung yang tidak tercerna oleh amilase saliva menjadi Ribonuklease dan deoksiribonuklease menghidrolisis RNA dan DNA menjadi blok-blok sama seperti tripsin terhadap protein. 3. oleh garam-garam empedu. Hati menerima darah teroksigenasi dari arteri hepatika dan darah yang tidak teroksigenasi tetapi kaya akan nutrien dari vena portal hepatica. sukrosa. disakarida ( maltosa. 2. Kimotripsin teraktivasi dari kimotripsinogen oleh tripsin. lobus kanan atas. Cairan pankreas mengandung enzim-enzim untuk mencerna protein. CCK ini menstimulasi sekresi sejumlah besar enzim pankreas. Beratnya 1. Tripsin mencerna protein dan polipeptida besar untuk membentuk polipeptida dan peptida yang lebih kecil. jalur masuk dan keluar pembuluh darah. Ruang-ruang darah sinusoid terletak di antara lempeng-lempeng sel . dan laktosa) pembentuk nukleotidanya. Sekretin akan dilepas jika kimus asam memasuki usus dan mengeluarkan sejumlah besar cairan berair yang mengandung natrium bikarbonat. saraf dan duktus. Dalam lobus lempengan sel-sel hati bercabang dan beranastomosis untuk membentuk jaringan tiga dimensi. Fungsi utama hati 1. karbohidrat. proses pencernaan protein untuk menghasilkan asam-asam amino bebas. Hati dan sekresi empedu Anatomi hati Hati adalah organ viseral terbesar dan terletak dibawah kerangka iga.

bersama dengan duktus pankreas. Garam empedu mengemulsi gobulus lemak besar dalam usus halus yang kemudian menghasilkan gobulus lemak lebih kecil dan area permukaan yang lebih luas untuk kerja penguraian hemoglobin yagn dilepas dari sel darah merah terdisinegrasi. Setelah disekresi kedalam usus . e. b.emberikan warna kuning pada urine dan feses. Pigmen empedu tersiri dari biliverdin (hijau) dan bilirubin (kuning). Hati memfagosit eritrosit dan zat asing terdisintegrasi dalam darah. enzim. Emulsifikasi lemak. b. Garam-garam empedu terbentuk dari asam empedu yang berikatan dengan kolesterol dan asam amino. 3. tuntuk penyimpanan di kantung empedu. Hati menyimpan mineral sepeti zat besi dan tembaga serta vitamin latur lemak (A. d. serts obat yang tidak dapat diuraikan dan diekskresikan. dan K). 6. pigmen empedu. Hati mensintesis lemak dari karbohidrat dan protein dan terlibat dalam penyimpanan dan Hati mensintesi unsur-unsur pokok membran sel (lipoprotein. Hati merupakan reservoar untuk sekitar 30% curah jantung. 4. a. Organ ini juga pemakaian lemak. Detoksifikasi. b. atau warana kekuningan pada jaringan. dan garamgaram empedu. dan fosfolipid) Hati mensintessis protein plasma dan faktor-faktor pembekuan darah. Produki panas . terutama saat tidur. Jaudince. Garam empedu berikatan dengan kolesterol dan lesitin memfasilitasi jalurnya menembus membran sel. Penyimpanan. Empedu Anatomi sekresi empedu a. Pigmen utamanya adalah bilirubin yang . Pigmen ini merupakan hasil 1. Fungsi garam empedu dalam usus halus. merupakan akibat dari peningkatan kadar bilirubin darah. D. 5. dengan duktus sistikus dari kantung empedu dan keluar dari hatu sebagai dukts empedu komunis. untuk membentuk agregasi kecil disebut micelle yang dibuang melalui feses. dan bersama limpa mengatur volume darah yang diperlukan tubuh. bermuara di duodenum atau dialihkan duktus hepatika kanan dan kiri. atau obstruksi duktud empedu dan batu empedu. peningkatan destruksi sel darah merah. c. hati melakukan inaktivasi hormon dan detoksifikasi toksin dan obat. Peristiwa ini dikenal sebagai sirkulasi enterohepatika garam empedu. Komposisi empedu Empedu adalah larutan berwarna unign kehijauan terdiri dari 97% air. a.c. E. berbagai aktivitas kimia tubuh dalam hati menjadikannya sebagai sumber panas utama dalam tubuh. Garam empedu membantu mengabsorpsi zat terlarut lemak dengan cara Pengeluaran kolesterol dari tubuh. . garam tersebut direabsorpsi dari ileum bagian bawah kembali ke hati dan didaur ulang kembali. c. mensintesis bilirubin dari produk penguraian hemoglobin dan mensekresinya kedalam empedu. kolesterol. Penyimpanan darah. Dan hati menyimpan toksin tertentu ( pestisida. Ini merupakan indikasi kerusakan fungsi hati dan dapat disebabkan oleh kerusakan sel hati (hepatis). Empedu yang diproduksi oleh sel-sel hati memasuki kanalikuli empedu yang kemudian menjadi Duktus hepatika menyatu untuk membentuk duktus hepatik komunis yang kemudian menyatu Duktus emepdu komunis. Absorpsi lemak. 2.

2. Kapasitas total kandung empedu kurang lebih 30 ml sampai 60 ml. f. berakhir pada saluran anal dan membuka ke eksterior di anus Fungsi usus besar • • Mengabsorpsi 80% sampai 90% air dan elektrolit Mmeproduksi mucus . dan daya regangnya lebih besar dibandingkan usus halus Bagian-bagian usus besar • • 1. Kandung empedu menyimpan cairan empedu yang secara terus-menerus disekresi oleh sel-sel hati sampai diperlukan dalam duodenum. Kandung empedu Anatomi Kandung empedu adalah kantog muskular hijau menyerupai pir dengan panjang 10 cm. Di antara waktu makan sfingter Oddi menutup dan cairan empedu mengalir ke dalam kantung empedu yang relaks. tempatnya memutar ke bawah pada fleksura spleknik 3. CCK dilepas untuk menkontraksi otot kandung empedu dan merelaksasi sfingter Oddi. Saat asam lemak dan asam amino mencapai usus halus. Usus Besar Usus besar tidak memiliki vili dan lipatan-lipatan sirkular. Dengan demikian kandung ini mampu menampung hasil 12 jam sekresi empedu hati. Pelepasa cairan ini dirangsang oleh CCK. Fungsi 1. Cairan empedu kemudian didorong ke dalam duodenum. Sekum adalah kantong tertutup yang menggantung di bawah area katup ileosekal Kolon adalah bagian usus besar dari sekum sampai rekum.Kendali pada sekresi dan aliran empedu Sekresi empedu diatur oleh faktor saraf (impuls parasimpatis) dan homon (sekretin dan CCK) yang sama dengan yang mengatur sekresi cairan pankreas. Kolon descenden merentang ke bawah pada sisi kiri abdomen dan menjadi kolon sigmoid berbentuk S yang bermuara di rectum • Rektum adalah bagian saluran pencernaan selanjutnya dengan panjang 12 sampai 13cm. diameternya lebih lebar. Kandung empedu mengkonsentrasi cairannya dengan cara mereabsorpsi air dan elektrolit. Organ ini terletak di lekukan dibawah lobus kanan hati. Kolon memiliki tiga divisi: Kolon ascenden merentang dari sekum sampai ke tepi bawah hati sebelah kanan dan membalik secara horizontal pada fleksura hepatica 2. panjangnya lebih pendek. Kolon transversa merentang menyilang abdomendi bawah hati dan lambung sampai ke tepi lateral ginjal kiri.

Pada manusia proses pencernaan mekanik dilakukan dengan menggunakan gigi. berfungsi untuk mengubah sukrosa menjadi fruktosa dan glukosa. 3.• • Baketri yang terdapat dalam kolon mampu mencerna sejumlah selulosa dan memproduksi Mengekskresi zat sisa dalam bentuk feses sedikit kalori nutrient bagi tubuh 3. berguna membunuh kuman yang masuk bersama makanan dan membantu melunakkan . berguna untuk mengubah protein menjadi pepton. Asam (HCl). makanan dicerna secara kimiawi dibantu oleh enzim pencernaan dari pankreas. berfungsi untuk mengubah maltosa menjadi glukosa. 2. asam lemak. Enzim ini berfungsi untuk mengubah amilum menjadi maltosa. Selain itu. 3. d. Kelenjar pankreas Kelenjar pankreas terletak di usus 12 jari dan menghasilkan beberapa enzim sebagai berikut: 1. Makanan kemudian disalurkan ke usus penyerapan. Erepsin berfungsi mengubah pepton menjadi asam amino. berfungsi untuk mengubah laktosa menjadi glukosa dan galaktosa. berfungsi untuk mengubah amilum menjadi maltosa. Enzim tripsin. MEKANISME PROSES PENCERNAAN Pencernaan makanan pada manusia ada 2: a. Pepsin berfungsi untuk mengubah protein menjadi proteosa dan pepton. dan gliserol. 2. berguna untuk mengubah susu menjadi kasein. Pencernaan kimiawi Pencernaan kimiawi adalah proses perubahan makanan dari bentuk kompleks menjadi bentuk yang lebih sederhana dengan menggunakan enzim. Usus penyerapan menghasilkan enzim-enzim sebagai berikut: 1. 2. . diaktifkan oleh enterokinase menjadi erepsin. enzim ini juga berfungsi untuk membunuh kuman yang masuk bersama makanan. makanan yang keras di dalam lambung serta mengaktifkan pepsinogen menjadi pepsin. b. Pencernaan mekanik Pencernaan mekanik adalah proses perubahan makanan dari bentuk besar atau kasar menjadi bentuk kecil atau halus. c. Lambung Di dalam lambung makanan dari kerongkongan dicerna oleh dinding lambung. Renin. Maltase. Sakrase. yaitu dengan bercampurnya makanan yang telah dikunyah dengan air liur yang mengandung enzim ptialin (amilase). 4. Enzim adalah zat kimia yang berfungsi untuk mempercepat reaksi kimia. Laktase. Pepsin. Usus halus Ketika makanan masuk ke usus halus. Enzim amilase. lambung mengeluarkan getah lambung yang mengandung: 1. Erepsinogen. . Peran enzim dalam sistem pencernaan: Mulut Pada mulut selain terjadi pencernaan secara mekanik juga terjadi pencernaan secara kimiawi. berfungsi sebagai pengubah protein dan pepton menjadi dipeptida. Pada proses ini.

siklus Krebs. Karbohidrat yang masuk ke tubuh berasal dari makanan. Tabel singkat respirasi sel Reaksi Molekul yang terlibat Hasil reaksi Vitamin/ mineral yang diperlukan . baru akan terjadi metabolisme glukosa di tingkat sel (respirasi sel). Contoh dari monosakarida adalah glukosa. PROSES METABOLISME KARBOHIDRAT. 3. fruktosa. pentosa. PROTEIN. laktosa (bila dihidrolisis menjadi glukosa dan galaktosa). Monosakarida Merupakan bentuk karbohidrat yang tidak dapat dihidrolisis lagi menjadi senyawa yang lebih sederhana. hektosa. Respirasi sel ini mencakup tiga peristiwa: glikolisis. Karena glukosa merupakan monosakarida yang paling utama yang dapat diserap oleh tubuh untuk menghasilkan energi. sistem transpor sitokrom/ elektron. heptosa. berfungsi sebagai pengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol. Contoh dari polisakarida adalah pati dan dekstrin.3. Monosakarida menurut jumlah atom karbonnya adalah triosa. Setelah berubah menjadi glukosa. oktosa dan selanjutnya. Polisakarida bila dihidrolisis akan menghasilkan lebih dari sepuluh molekul monosakarida. Karbohidrat dibagi menjadi empat macam. DAN LEMAK A. sukrosa (bila dihidrolisis menjadi glukosa dan fruktosa). tetrosa. Sedangkan bila berdasarkan gugus pembentuknya monosakarida dibedakan menjadi aldosa (gugus aldehid) dan ketosa (gugus keton). Oligosakarida Merupakan bentuk karbohidrat yang bila dihidrolisis menjadi dua sampai sepuluh unit monosakarida. 2. Karbohidrat akan dipecah menjadi monosakarida melalui proses digesti di saluran pencernaan. yaitu: 1. Enzim lipase. galaktosa. 4. 4. Polisakarida Merupakan bentuk karbohidrat yang paling kompleks. Disakarida Merupakan bentuk karbohidrat yang bila terhidrolisis menjadi dua monosakarida yang sama ataupun berbeda. METABOLISME KARBOHIDRAT Karbohidrat merupakan derivat dari aldehid. terutama dalam bentuk glukosa. Contohnya adalah maltotriosa. tetapi karbohidrat tersebut harus dipecah menjadi molekul yang lebih sederhana lagi yaitu monosakarida. Contoh disakarida adalah maltosa ( bila dihidrolisis menjadi dua molekul glukosa). Sel-sel di dalam tubuh tentunya tidak dapat langsung menyerap karbohidrat.

GLIKOLISIS . bahwa yang paling perlu dalam metabolisme iti adalah makan dan bernafas. Dari tabel di atas dapat diambil garis besar.Glikolisis Glukosa ∙ 2 ATP (bersih) ∙ 2 NADH2 dan 1 FADH2 (dilanjutkan ke reaksi sistem transpor sitokrom) ∙ 2 Asam piruvat ( bila aerob langsung menuju siklus Krebs. bila anaerob diubah menjadi asam laktat) ∙ CO2 ∙ 3 NADH2 dan 1 FADH2 Niasin Siklus Krebs Asam Piruvat atau Asetil KoA NADH2 dan (menuju reaksi sistem transpor sitokrom) ∙ empat molekul karbon ∙ 34 ATP ∙ air metabolik ∙ Tiamin ∙ Riboflavin ∙ Niasin ∙ Asam pantotenat Besi dan tembaga Sistem Transpor Sitokrom FADH2 Kelebihan glukosa akan disimpan dalam bentuk glukagon yang terdapat pada hepar dan otot rangka. Sehingga dapat digunakan bila tubuh membutuhkannya untuk menghasilkan energi. sedangkan untuk membebaskan energi tersebut dibutuhkan O2 yang di dapatkan dari proses bernafas. METABOLISME GLUKOSA A. Makanan merupakan energi potensial.

.

B. SIKLUS KREBS .

glisin. sistein. arginin. dan 20 di antaranya terdapat dalam protein tubuh dalam jumlah yang cukup banyak. tirosin . . fenialanin. isoleusin.Asam amino esensial : tidak dapat disintesis oleh tubuh Ex : treonin. triptofan. serin.SECARA GARIS BESAR Glukosa  2 ATP  2 NADH + 2 H+ GLIKOLISIS Asam piruvat  2 NADH + 2 H+ Asetil Ko-A  2 CO2 4 CO2 SIKLUS KREBS  6 NADH  2 FADH2 2 ATP TRANSPOR ELEKTRON 34 ATP O2 H2O B. glutamate. lisin. asparagin. METABOLISME PROTEIN Anabolisme Unsur dasar penyusun protein adalah asam amino. prolin. leusin.Asam amino non esensial : asam amino yang dapat disintesis oleh tubuh Ex : alanin. metionin. aspartat. valin. glutamine. histidin .

Pada dasarnya. satu radikal amino dan satu radikal karboksil masih terletak pada ujung yang berlawanan dan kemudian membentuk lagi rantai peptida. otak. sehingga siklus tersebut dapat berlangsung berulang-ulang. Asam keto diubah menjadi zat kimia yang sesuai kemudian masuk ke dalam siklus asam sitrat. Oksidasi ini biasanya melibatkan 2 proses yang berurutan: a. sebagian dikonversi menjadi asetil ko-A (2 mol asetil ko-A akan berubah menjadi asam aseloasetat). yang sering kali menimbulkan keadaan yang disebut koma hepatikum. asam glutamat sekali lagi menjadi asam αketoglutarat. yang kemudian menjadi asam glutamate. Satu atom hidrogen dilepaskan dari radikal amino. Dalam protein. Oksidasi asam amino yang sudah mengalami deaminasi Begitu asam amino sudah dideaminasi. Asam amino tertentu yang dideaminasi serupa. keduanya bergabung membentuk molekul air. yaitu enzim yang bertanggung jawab memulai sebagian besar katabolisme (pemecahan protein untuk digunakan sebagai energi atau bila berlebih disimpan terutama sebagai lemak / glikogen).Struktur asam amino memperlihatkan ciri yang khas yaitu mempunyai satu gugus asam (-COOH) dan satu atom nitrogen yang melekat pada molekul. Setelah dibentuk. akan menginduksi aktivasi sejumlah besar aminotransferase. 2. Bila tidak ada hati / pada penyakit hati yang berat. Hormon yang berpengaruh dalam metabolisme protein: 1. Katabolisme Begitu sel diisi sampai batasnya dengan protein yang tersimpan. 3. Setelah ureum terbentuk. Setelah itu zat tersebut dpecah dan menjadi energi. digunakan untuk mensintesis glukosa / asama lemak. Nitrogen pada radikal amino dari satu asam amino berikatan dengan karbon dari radikal karboksil asam amino lainnya. Dalam proses kehilangan gugus amino. ammonia akan menumpuk dalam darah. . Pembentukan urea di hati Amonia yang dilepaskan selama deaminasi asam amino dikeluarkan dari darah hampir seluruhnya melalui konversi menjadi ureum. Asam glutamat ini kemudian dapat mentransfer asam amino ke zat lainnya / dapat melepaskan dalam bentuk ammonia (NH3). Misalnya deaminasi alanin adalah asam piruvat. semua asam amino dalam tubuh manusia disintesis di hati. yang biasanya berupa gugus amino (-NH2). asam keto yang dihasilkan dapat dioksidasi untuk mengeluarkan energi untuk keperluan metabolisme. asam amino dihubungkan menjadi rantai panjang melalui ikatan peptide. ureum berdifusi dari sel hati masuk ke dalam cairan tubuh dan diekskresikan oleh ATP yang dihasilkan dari protein lebih kecil daripada ATP yang dibentuk glukosa untuk setiap gramnya. Deaminasi Gugus amino dari asam amino ditransfer ke asam α-ketoglutarat. dan satu ion hidroksil dilepas dari radikal karboksil. Keadaan ini sangat toksik terutama terhadap ginjal. 1. b. pada banyak keadaan . Hormon pertumbuhan meningkatkan sintesis protein sel karena adanya percepatan proses transkripsi dan translasi RNA dan DNA untuk sintesis protein.dan sebagian lagi dikonversi menjadi asam lemak (disebut proses ketogenesis). Asam piruvat ini kemudian dikonversi menjadi glukosa/ glikogen (disebut proses glukoneogenesis). penambahan asam amino tambahan dalam cairan tubuh terutama di hati.

albumin dimanfaatkan untuk mempercepat pemulihan jaringan sel tubuh yang terbelah.Misalnya akibat operasi.Membentuk jaringan sel baru sehingga dalam ilmu kedokteran. Terbuat di hepar sehingga dapat digunakan untuk tes pembantu dalam penilaiaan fungsi ginjal dan saluran pencernaan. dalam susu (laktalbumin). darah (albumin serum). dalam daging mamalia 63000.Trigliserida 2. C. 6. larut dalam pseudoglobulin. Insulin diperlukan untuk sintesis protein.Mengangkat molekul-molekul kecil melewati plasma dan cairan sel.Fosfolipid 3. albumin telur 44000. larut dalam euglobulins. Fibrinogen Fibrinogen berpolimerasi menjadi pilinan fibrin yang panjang selama proses koagulasi darah. Fungsi albumin : a. Beta globulin Protein plasma darah yang memiliki kaitan erat dengan transportasi thrombin dan protrombin. METABOLISME LEMAK Lipid dibagi menjadi 3: 1. 4. Ada tiga macam globulin: a. Gamma globulin Kelompok protein serum yang mengandung banyak antibody. Dengan demikian. 3. Alfa globulin Salah satu bagian plasma darah yang mengedarkan hormon. c. b. Berat molekul albumin plasma pada manusia 69000. Insulin mempercepat transpor beberapa asam amino ke dalam sel. Globulin Meruapakan protein yang tidak larut dalam air. 5. Estrogen menambah sedikit deposit protein. Fungsi ini erat kaitannya dengan bahan metabolism asam lemak bebas dan bilirubin dan berbagai macam obat yang kurang larut dalam air tetapi harus diangkat melalui darah dari satu organ ke organ lain agar dapat diekskresi. Banyak dijumpai pada telur (albumin telur. Tiroksin meningkatkan kecepatan metabolisme seluruh sel termasuk protein. serta dalam larutan garam. Dengan kata lain sangat erat kaitannya dengan proses pembekuan darah. Globulin juga memiliki sifat lain yaitu mengeras atau menggumpal jika dikondisikan dalam suhu tinggi. Jenis protein yang terdapat dalam plasma: Albumin Jenis protein terbanyak dalam plasma yang mencapai 60%. Glukortikoid meningkatkan pemecahan sebagian besar protein jaringan. c. Testoteron menambah deposit protein di jaringan. Albumin merupakan protein yang larut dalam air dan mengendap pada kondisi dipanaska. Albumin dapat menghindari timbulnya pembengkakan paru-paru dan gagal ginjal serta sebagai carrier faktor pembekuan darah.Kolesterol .2. Dengan kata lain sangat erat kaitannya dengan proses imun atau kekebalan tubuh. terbentuk bekuan darah yang akan membantu memperbaiki kebocoran sistem sirkulasi. b. putih telur). sehingga dapat menjadi rangsangan bagi pembentukan protein.

(memperbesar 1000x daerah permukaan lemak total) Lemak + (empedu + pengadukan ) -> lemak terelmusi Lemak teremulsi + (lipase pangkreas) -> Asam lemak dan 2-monogliserida Fungsi Lemak     Sebagai sumber energi sekunder Melarutkan vitamin A. Pengaruh empedu (garam empedu + fosfolipid lestin) -> menurunkan tegangan antar permukaan lemak.Emulsifikasi lemak. memecahkan gumpalan lemak menjadi ukuran yang lebih kecil sehingga enzim pencernaan yang larut air dapat bekerja pada permukaan gumpalan lemak 2.E.Pencernaan lemak dalam usus 1.D. dan K Melindungi alat-alat vital pada tubuh Memperbaiki rasa makanan (gurih) Kelebihan lemak disimpan dalam jaringan adipose. terutama pada subcutaneous layer. .

Air selalu berpindah dari 1 kompartemen ke kompartemen lainya. Air membentuk 60% sampai 75% total berat badan tubuh 2. Cairan ekstraselular(CES) adalah air diluar sel terdiri atas plasma . SISTEM REGULASI SUHU TUBUH A.5. .air akan berdifusi melewati membran ketempat yang mempunyai konsentrasi elektrolit lebih tinggi. atau cairan intraselular 4. fitrasi: plasma menjadi cairan jaringan. Cairan intraselular (CIS) adalah air dalam sel kira-kira dua pertiga total cairan tubuh 2. getah bening. osmosis: cairan jaringan menjadi plasma. Cairan tubuh elektrolit dan Keseimbangan air dan elektrolit 1. Elektrolitn merupakan ion yang ditemukan dalam tubuh.getah bening.cairan jaringan dan cairan khusus 3. terbanyak adalah mineral Kompartemen air 1. Osmosis diatur oleh konsentrasi elektrolit didalam cairan tubuh (OSMOLARITAS).

RNA . Ketidakseimbangan kalium meliputi: .dan sulfat 3. Dehidrasi merangsang sensasi haus .membantu mengatur tekanan osmotic Fungsi bikarbonat adalah sebagai bagian system dapar bikarbonat Fungsi fosfat adalah bagian DNA.mudah berdifusi keluar masuknya sel .kalsium magnesium . Ketidakseimbangan natrium meliputi: a.fosfat . feses 2.air kemudian di reabsorpsi melalui osmosis. Hiponatermia adalah konsekuensi akibat keringat yang berlebihan .ANH kehilangan ion natrium dan air di dalam urine Elektrolit 1.bikarbonat .kation terbanyak dalam CIS Fungsi dari kalsium adalah mempertahankan eksitabilitas saraf dan sel-sel otot Fungsi dari magnesium adalah sangat penting untuk produksi ATP .kalium. natrium .ditandai Hipernatemia adalah konsekuensi kehilangan air ditandai dengan kehilangan CIS.dan anionya meliputi .protein .kation terbanyak dalam CES Fungsi dari kalium adalah menciptakan tekanan osmotic CIS . klorida.kalsium . Cairan nonelektrolit adalah zat yang tidak terurai dalam larutan dan tidak bermuatan listrik contohnya. Urine. haus dengan pusing berlebihan 2. 2.urea.dan cairan dikonsumsi untuk menggantikannya 3.glukosa dan karbondioksida. Setiap variasi haluaran harus dikompensasi oleh perubahan asupan Pengaturan asupan dan haluaran air 1. ADH yg dilepaskan darihipofisis posterior meningkatkan reabsorpsi air oleh ginjal 4. Jika air dalam tubuh terlalu banyak .magnesium .natrium .ATP dan FOSFOLIPID Fungsi sulfat adalah bagian asam amino dan protein Ketidakseimbangan elektrolit 1. Jika volume darah meningkat . Elektrolit membantu mengatur osmosis antar kompartemen air Elektrolit dibagi menjadi dua yaitu 1.diare atau muntah . b.sebazgian besar anorganik 2. Beberapa fungsi dari macam kation elektrolit utama Fungsi dari natrium adalah menciptakan tekanan osmotic CES . Mengandung kation meliputi.kalium. udara yang dikeluarkan.sekresi ADH menurun . keringat. Cairan elektrolit dalah garam yang terlarut dalam air menjadi 1 atau lebih partikel bermuatan disebut ion contohnya.Haluaran air 1.oksigen. Zat kimia yang terlarut didalam air dan memisahkan diri membentuk ion-ion . 5.aktifitas saraf serta sel otot Beberapa fungsi dari macam anion elektrolit utama Fungsi klorida adalah anion terbanyak dalam CES . Aldosteron yang disekresi oleh korteks adrenal meningkatkan reabsorpsi ion natrium oleh ginjal .dan haluaran urine meningkat 6. Hipotalamus mempunyai osmoreseptor yang mendeteksi perubahan osmolaritas cairan tubuh 2.

a. Hal ini menjelaskan mengapa bila ada suatu ruangan kosong yang dingin. Hormon yang terlibat . Ketidakseimbangan kalsium meliputi: a. 2. radiasi. Hipokalsemia adalah penurunan asupan kalsium ditandai dengan spasme otot kemudian Hiperkalsemia adalah suatu konsekuensi hipoparatiroidisme .PTH dan Kalsitonin –kalsium dan fosfat B. - Panas hilang dari saluran pernafasan melalui pengupan air dari mukosa pernafasan yang panas Sejumlah kecil panas hilang sebagai urin dan feses yang dikeluarkan dari tubuh Mekanisme kehilangan panas adalah vasodilatasi pada dermis dan peningkatan berkeringat. Produksi panas Panas adalah salah satu energi yang diproduksi pada respirasi sel. dan neropinefrin meningkatkan aktivitas metabolic. kofusi b. tirosin disekresi lebih banyak untuk meningkatkan respirasi sel. Hepar menghasilkan 20% panas saat istirahat. . Dalam 24 jam. Evaporasi juga bisa terjadi di tubuh melalui kulit ( keringat). radiasi dan konveksi efektif bila suhu lingkungan lebih dingin daripada tubuh. Kehilangan panas Aliran darah melalui dermis menentukan jumlah panas yang hilang melalui konveksi.ditandai dengan kelemahan otot menjadi tetanus (kejang) Asupan haluaran dan pengaturan 1. b. Termoregulasi Rentan normal suhu tubuh manusia adalah 360 C-380 C. dan konduksi. epinefrin.feses 3.ANH –natrium . Organ yang aktif terus menerus memproduksi panas. akan naik suhu nya bila ruangan itu dipenuhi orang. suhu tubuh berfluktuasi 10 C – 20 C. Haluaran –urine .keringat .aldosteron –natrium dan kalium . Hiperkalemia adalah suatu konsekuensi gagal ginjal angkut serta penyakit Addison ditandai dengan kelemahan . sehingga produksi panas dan ATP juga naik. Berkeringat adalah mekanisme kehilangan panas tubuh menguapkan keringat di atas permukaan tubuh.arimia ginjal 3. Stress Rangsang simpatik. Faktor – faktor yang mempengaruhi produksi panas : 1. Konduksi dan konveksi adalah perpindahan panas dengan disertai kontak langsung. Hipokalemia adalah suatu konsekuensi muntah/diare serta penyakit ginjal ditandai dengan lelah. Tiroksin dari glandula Tiroidea ( paling penting ) seiring penurunan kecepatan metabolism. 4. Tonus otot menghasilkan 25% panas saat istirahat. Asupan makanan dan perubahan suhu tubuh yang akan berpengaruh terhadap proses metabolism di dalam tubuh. 3. Aliran darah meningkat. Asupan –elektrolit adalah makanan dan minuman beraklohol 2. dengan suhu terendah saat tidur. Radiasi adalh proses kehilangan panas dalam bentuk gelombang inframerah.

Aktivasi saraf simpatik vasokonstriktor di tubuh menyebabkan vasokontriksi yang kuat. - Ada beberapa cara manual yang dapat dilakukan antara lain: memakai pakaian hangat untuk membatasi panas yang keluar.- Beberapa cara manual antara lain: menurunkan tingkat aktivitas. ditandai dengan keringat yang keluar. Produksi panas Hipotalamus adalah thermostat tubuh dan mengatur suhu tubuh dengan menyeimbangkan produksi panas dengan kehilangan panas. cedera di system saraf pusat). Hal itu akan menurunkan suhu tubuh dengan sendirinya. Prostalglandin mengatur thermostat di hipotalamus ke suhu yang lebih tinggi. Hipotalamus menerima rangsangan dari perifer termoreseptor yang terletak di kulit dan termoreseptor pusat. dan meningkatakan aktivitas tubuh. Hipotalamus menyebabkan pengeluaran prostalglandin. . tetapi bisa juga disebabkan oleh kondisi lain (kanker. minum minuman panas. Demam Demam adalah hyperthermia yang terkontrol. menggunakan pakaian berwarna terang. mencari lingkungan yang lebih dingin. - Mekanisme untuk meningkatkan panas adalah vasokontriksi pada dermis dan penurunan produksi keringat. Sering terjadi kerena terjadi infeksi di dalam tubuh. dll. Sebagai hasilnya aliran darah dalam tubuh menurun. mengubah posisi tubuh (melingkarkan tangan di tubuh). Setelah itu thermostat kembali ke tingkat normal .alergi. Temperatur akan meningkat terus sampai mencapai pengaturan baru. selanjutnya sutu tubuh akan berada di pengaturan demam smapai adanya pertahanan dari tubuh dan bila ada antibiotic yang masuk.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful