GANGGUAN TIDUR Dr ISKANDAR JAPARDI Fakultas Kedokteran Bagian Bedah Universitas Sumatera Utara

I.

PENDAHULUAN Ganguan tidur merupakan salah satu keluhan yang paling sering ditemukan pada penderita yang berkunjung ke praktek. Gangguan tidur dapat dialami oleh semua lapisan masyarakat baik kaya, miskin, berpendidikan tinggi dan rendah maupun orang muda, serta yang paling sering ditemukan pada usia lanjut. Pada orang normal, gangguan tidur yang berkepanjangan akan mengakibatkan perubahan-perubahan pada siklus tidur biologiknya, menurun daya tahan tubuh serta menurunkan prestasi kerja, mudah tersinggung, depresi, kurang konsentrasi, kelelahan, yang pada akhirnya dapat mempengaruhi keselamatan diri sendiri atau orang lain. Menurut beberapa peneliti gangguan tidur yang berkepanjangan didapatkan 2,5 kali lebih sering mengalami kecelakaan mobil dibandingkan pada orang yang tidurnya cukup Diperkirakan jumlah penderita akibat gangguan tidur setiap tahun semakin lama semakin meningkat sehingga menimbulkan maslah kesehatan. Di dalam praktek sehari-hari, kecendrungan untuk mempergunakan obat hipnotik, tanpa menentukan lebih dahulu penyebab yang mendasari penyakitnya, sehingga sering menimbulkan masalah yang baru akibat penggunaan obat yang tidak adekuat. Melihat hal diatas, jelas bahwa gangguan tidur merupakan masalah kesehatan yang akan dihadapkan pada tahun-tahun yang akan datang.

II.

TIDUR FISIOLOGIS Tidur merupakan salah satu cara untuk melepaskan kelelahan jasmani dan kelelahan mental. Dengan tidur semua keluhan hilang atau berkurang dan akan kembali mendapatkan tenaga serta semangat untuk menyelesaikan persoalan yang dihadapi. Semua makhluk hidup mempunyai irama kehidupan yang sesuai dengan beredarnya waktu dalam siklus 24 jam. Irama yang seiring dengan rotasi bola dunia disebut sebagai irama sirkadian. Pusat kontrol irama sirkadian terletak pada bagian ventral anterior hypothalamus. Bagian susunan saraf pusat yang mengadakan kegiatan sinkronisasi terletak pada substansia ventrikulo retikularis medulo oblogata yang disebut sebagai pusat tidur. Bagian susunan saraf pusat yang menghilangkan sinkronisasi/desinkronisasi terdapat pada bagian rostral medulo oblogata disebut sebagai pusat penggugah atau aurosal state. Tidur dibagi menjadi 2 tipe yaitu: 1. Tipe Rapid Eye Movement (REM) 2. Tipe Non Rapid Eye Movement (NREM)

2002 digitized by USU digital library

1

2002 digitized by USU digital library 2 . Pada waktu REM jam pertama prosesnya berlangsung lebih cepat dan menjadi lebih insten dan panjang saat menjelang pagi atau bangun. stadium 4 : 13% . gelombang verteks dan komplek K 3. 25 %. betha dan kadang gelombang theta dengan amplitudo yang rendah. Gambaran EEG biasanya terdiri dari gelombang campuran alfa. denyut nadi bertambah dan pada laki-laki terjadi eraksi penis. Tidak didapatkan adanya gelombang sleep spindle dan kompleks K 2. lalu diikuti oleh fase REM. Fase tidur NREM. tonus otot yang sangat rendah.Fase awal tidur didahului oleh fase NREM yang terdiri dari 4 stadium. Bayi baru lahir total tidur 1620 jam/hari. apabila dibangunkan hampir semua organ akan dapat menceritakan mimpinya.5 jam/hari pada orang dewasa. tonus otot masih berkurang. ini biasanya berlangsung antara 70 menit sampai 100 menit. Pola tidur REM berubah sepanjang kehidupan seseorang seperti periode neonatal bahwa tidur REM mewakili 50% dari waktu total tidur. tidur lebih dalam dari pada fase pertama. kemudian menurun 9-10 jam/hari pada umur diatas 10 tahun dan kira-kira 7-7. Fase ini didapatkan kelopak mata tertutup. Pada usia 4 bulan pola berubah sehingga persentasi total tidur REM berkurang sampai 40% hal ini sesuai dengan kematangan sel-sel otak. Tidur stadium empat Merupakan tidur yang dalam serta sukar dibangunkan. stadium 3 : 12%. Keadaan tidur normal antara fase NREM dan REM terjadi secara bergantian antara 4-7 kali siklus semalam. Periode neonatal ini pada EEG-nya masuk ke fase REM tanpa melalui stadium 1 sampai 4. 4. tonus otot menunjukkan relaksasi yang dalam.REM. tonus otot berkurang dan tampak gerakan bola mata kekanan dan kekiri. Tidur stadium tiga Fase ini tidur lebih dalam dari fase sebelumnya. Terlihat adanya gelombang sleep spindle. Pola tidur REM ditandai adanya gerakan bola mata yang cepat. setelah itu akan masuk ke fase REM. Fase ini merupakan antara fase terjaga dan fase awal tidur. Tidur stadium Satu. Gambaran EEG terdapat lebih banyak gelombang delta simetris antara 25%-50% serta tampak gelombang slee[ spindle. anak-anak 10-12 jam/hari. Gambaran EEG terdiri dari gelombang theta simetris. kemudian akan masuk keperiode awall tidur yang didahului oleh fase NREM kemudian fase REM pada dewasa muda dengan distribusi fase tidur sebagai berikut: . stadium 2 : 45%. Tipe NREM dibagi dalam 4 stadium yaitu: 1. Fase ini hanya berlangsung 3-5 menit dan mudah sekali dibangunkan. Tidur stadium dua Pada fase ini didapatkan bola mata berhenti bergerak. Gambaran EEG didominasi oleh gelombang delta sampai 50% tampak gelombang sleep spindle.NREM (75%) yaitu stadium 1: 5%.

Obat-obatan yang mempengaruhi peningkatan aktifitas neuron noradrenergik akan menyebabkan penurunan yang jelas pada tidur REM dan peningkatan keadaan jaga. • Sistem Kholinergik Sitaram et al (1976) membuktikan dengan pemberian prostigimin intra vena dapat mempengaruhi episode tidur REM. sehingga terjadi pemendekan latensi tidur REM. maka jumlah serotonin yang terbentuk juga meningkat akan menyebabkan keadaan mengantuk/tidur. orang tersebut akan dalam keadaan tidur. Bila aktifitas ARAS ini meningkat orang tersebut dalam keadaan tidur.III. yang mana terdapat hubungan aktifitas serotonis dinukleus raphe dorsalis dengan tidur REM. Kerusakan sel neuron pada lokus cereleus sangat mempengaruhi penurunan atau hilangnya REM tidur. • Sistem serotonergik Hasil serotonergik sangat dipengaruhi oleh hasil metabolisma asam amino trypthopan. GH. • Sistem histaminergik Pengaruh histamin sangat sedikit mempengaruhi tidur • Sistem hormon Pengaruh hormon terhadap siklus tidur dipengaruhi oleh beberapa hormon seperti ACTH. noradrenergik. Stimulasi jalur kholihergik ini. PERANAN NEUROTRANSMITER Keadaan jaga atau bangun sangat dipengaruhi oleh sistim ARAS (Ascending Reticulary Activity System). histaminergik. mengakibatkan aktifitas gambaran EEG seperti dalam keadaan jaga. Menurut beberapa peneliti lokasi yang terbanyak sistem serotogenik ini terletak pada nukleus raphe dorsalis di batang otak. Hormon hormon ini masing-masing disekresi secara teratur oleh kelenjar pituitary anterior melalui hipotalamus patway. dan LH. Pada obat antikolinergik (scopolamine) yang menghambat pengeluaran kholinergik dari lokus sereleus maka tamapk gangguan pada fase awal dan penurunan REM. kholonergik. Sistem ini secara teratur mempengaruhi pengeluaran neurotransmiter norepinefrin. Gangguan aktifitas kholinergik sentral yang berhubungan dengan perubahan tidur ini terlihat pada orang depresi. Bila serotonin dari tryptopan terhambat pembentukannya. • Sistem Adrenergik Neuron-neuron yang terbanyak mengandung norepineprin terletak di badan sel nukleus cereleus di batang otak. serotonin yang bertugas menagtur mekanisme tidur dan bangun. maka terjadikeadaan tidak bisa tidur/jaga. Aktifitas ARAS menurun. Aktifitas ARAS ini sangat dipengaruhi oleh aktifitas neurotransmiter seperti sistem serotoninergik. 2002 digitized by USU digital library 3 . TSH. dopamin. Dengan bertambahnya jumlah tryptopan.

obat hipnotik atau stimulant • Gangguan tidur irama sirkadian Jet-lag sindroma.03%-0. lingkungan. Demensia (5%). hipoventilasi. distonia parosismal 3. alkohol • Berhubungan dengan kondisi kesehatan 2002 digitized by USU digital library 4 . gerakan anggota gerak periodik. 2. idiopatik.16%) V. perubahan jadwal kerja. sindroma fase tidur belum waktunya. gangguan pusat pernafasan (40-50%). Gangguan tidur kronik (10-15%) disebabkan oleh gangguan psikiatri. Parasomnia • Gangguan aurosal Gangguan tidur berjalan. penyakit ulkus peptikus (<1%). sindroma terlambat tidur (5-10%). bangun tidur tidak teratur. gangguan sinus arrest • Parasomnia lain-lainnya Bruxism (otot rahang mengeram). Kaplan dan Sadock melaporkan kurang lebih 40-50% dari populasi usia lanjut menderita gangguan tidur. narcolepsy (mendadak tidur) (0. tidur berbicara. Diperkirakan tiap tahun 20%-40% orang dewasa mengalami kesukaran tidur dan 17% diantaranya mengalami masalah serius. ketergantungan obat dan alkohol. gangguan afektif. mengompol. sindroma kaki gelisah (5-15%). obstruksi saluran nafas. post traumatik kepala. INSIDENSI Hampir semua orang pernah mengalami gangguan tidur selama masa kehidupannya. tidak tidur selama 24 jam. gangguan obstruksi sesak saluran nafas (1-2%). gangguan tidur teror. prevalensi penyebab-penyebab gangguan tidur adalah sebagai berikut: Penyakit asma (61-74%). psychophysiological (15%). kram kaki malam hari (16%). hal ini juga sesuai dengan peningkatan usia dan berbagai penyebabnya. ketergantungan alkohol (10%). sindroma kaki gelisah. sukar menelan. Menurut data internasional of sleep disorder. perubahan posisi tidur. Gangguan tidur berhubungan dengan gangguan kesehatan/psikiatri • Gangguan mental Psikosis. ketergantungan alkohol. gangguan tingkah laku. sindroma fase terlambat tidur. gangguan perubahan jadwal kerja (25%). gangguan gerak berirama • Berhubungan dengan fase REM Gangguan mimpi buruk.kramkaki. KLASIFIKASI Internasional Classification of Sleep Disorders 1. panik (nyeri hebat). tidur berlebihan (hipersomnia). depresi (65). aurosal konfusional • Gangguan antara bangun-tidur Gerak tiba-tiba. anxietas. toksik. Prevalensi gangguan tidur setiap tahun cendrung meningkat.IV. Dissomnia • Gangguan tidur intrisik Narkolepsi. • Gangguan tidur ekstrisik Tidur yang tidak sehat.

Lesi pada pusat kontrol pacemaker batang otak. • Berhubungan dengan kondisi kesehatan Penyakit asma. Gambaran tidurnya menunjukkan penurunan fase REM 30-70%.Sleep paralis adalah otot volunter mengalami paralis pada saat masuk tidur sehingga pasien sadar ia tidak mampu menggerakkan ototnya. Sering timbul pada fase NREM atau saat onset tidur sehingga menyebabkan gangguan tidur kronik yang terputus. Paling sering terjadi pada anggota gerak kaki baik satu atau kedua kaki. bila 5-25 gerakan/jam: ringan.000. sindroma fibrositis. . A. Tidak ada perbedaan antara jenis kelamin laki dan wanita. refluks gastrointestinal. berulang selama tidur. Bentuknya berupa sktensi ibu jari kaki dan fleksi sebagian pada sendi lutut dan tumit. mengalami gangguan selama tidur (difficulty in staying as sleep). 2002 digitized by USU digital library 5 . adalah kehilangan tonus otot yang sementara baik sebagian atau seluruh otot tubuh seperti jaw drop. dan bangsa Israel 1:500. sedangkan pada bangsa Jepang 20-25%. 25-50 gerakan/jam: sedang. Gangguan tidur spesifik • Narkolepsi Ditandai oleh serangan mendadak tidur yang tidak dapat dihindari pada siang hari.5-5 detik. rhematoid arteritis. danlebih dari 50 kali/jam : berat. PPOK. kelainannya terletak pada lokus kromoson 6 didapatkan pada orang-orang Caucasian white dengan populasi lebih dari 90%. neuropati. Gangguan ini merupakan kelainan heriditer. Berbagai bentuk narkolepsi: . penyakit paru kronik (PPOK) 4.penyakit jantung. DISSOMNIA Adalah suatu keadaan dimana seseorang mengalami kesukaran menjadi jatuh tidur (failling as sleep). Gilles de-la tourette sindroma. epilepsi. Gerak itu berlangsung antara 0. Kelainan ini diduga terletak antara batang otak bagian atas dan kronik pada malam harinya serta tidak rstorasi seperti terputusnya fase REM • Gangguan gerakan anggota gerak badan secara periodik (periodik limb movement disorders)/mioklonus nortuknal Ditandai adanya gerakan anggota gerak badan secara streotipik. Pada serangan tidur dimulai dengan fase REM.Hypnagogic halusinasi auditorik/visual adalah halusinasi pada saat jatuh tidur sehingga pasien dalam keadaan jaga. berulang dalam waktu 20-60 detik atau mungkin berlangsung terusmenerus dalam beberapa menit atau jam. head drop . anemia. Huntington. biasanya hanya berlangsung 10-20 menit atau selalu kurang dari 1 jam. multiple sklerosis). Bentuk tonik lebih sering dari pada mioklonus. gangguan ginjal kronik. stroke.Narkolepsi kataplesia. ulkus peptikus. status epilepsi. Insidensi 5% dari orang normal antara usia 30-50 tahun dan 29% pada usia lebih dari 50 tahun.Penyakit degeneratif (demensia. ketergantungan obat. setelah itu pasien akan segar kembali dan terulang kembali 23 jam berikutnya. Didapatkan pada penyakit seperti mielopati kronik. nyeri kepala. sleep apnea. Berat ringan gangguan ini sangat tergantung dari jumlah gerakan yang terjadi selama tidur. post traumatik kepala. bangun terlalu dini atau kombinasi daintaranya. Gangguan tidur yang tidak terklassifikasi 1. kemudian ke kerangka pikiran normal. parkinson.

Mendengkur ini berlangsung 3-6 kali bersuara kemudian menghilang dan berulang setiap 20-50 detik. pasien sering terbangun berulang kali dimalam hari. Pada penelitian terakhir menunjukkan pasien tampak selalu mengantuk berlebih sepanjang hari tanpa diikuti oleh fase onset REM. dengan akibat pasien terjaga danrespirasi kembali normal secara reflek. Ditemukan pada penyakit gangguan ginjal stadium akut. menyebabkan respirasi lebih aktif yang diaktifkan oleh formasi retikularis dan pusat respirasi medula. Pada orang dewasa obstruksi saluran nafas septal defek. Apnea sentral ditandai oleh terhentinya aliran udara dan usaha pernafasan secara periodik selama tidur. yang kadang-kadang sulit kembali untuk jatuh tidur. Apnea sentral sering terjadi pada usia lanjut. Penanganan 2002 digitized by USU digital library 6 . wanita hamil. yang terjadi sebelum onset tidur.• • • Sindroma kaki gelisah (Restless legs syndrome)/Ekboms syndrome Ditandai oleh rasa sensasi pada kaki/kaku. Gangguan saluran nafas (upper airway obstructive) pada saat tidur ditandai dengan peningkatan pernafasan selama apnea. Pada anak-anak sering berhubungan dengan gangguan kongenital saluran nafas. parkinson. Dikatakan apnea tidur patologis jika penderita mengalami episode apnea sekurang kurang lima kali dalam satu jam atau 30 episode apnea selama semalam. Lokasi kelainan ini diduga diantara lesi batang otakhipotalamus Gangguan bernafas saat tidur (sleep apnea) Terdapat tiga jenis sleep apnea yaitu central sleep apnea. Gangguan ini semakin berat bila memasuki fase REM. yang ditandai dengan intermiten penurunan kemampuan respirasi akibat penurunan saturasi oksigen. tibialis kiri dan kanan sehingga penderita selalu mendorongdorong kakinya. Akibat hipoksia atau hipercapnea. dysotonomi syndrome. Paska trauma kepala Sebagian besar pasien dengan paska trauma kepala sering mengeluh gangguan tidur. hipotiroid. peningkatan usahas otot dada dan dinding perut dengan tujuan memaksa udara masuk melalui obstruksi. Pergerakan kaki secara periodik disertai dengan rasa nyeri akibat kejang otot M. stroke. sehingga pergerakan dada dan dinding perut menghilang. Baik pada sentral atau obstruksi apnea. Serangan apnea pada saat pasien tidak mendengkur. adenotonsilar hypertropi. atau bradikardi. PPOK. arnord chiari malformation. Pada gambaran polysomnography tampak penurunan fase REM dan peningkatan sejumlah fase jaga. Selama periodik ini gerakan dada dan dinding perut sangat dominan. Apnea tidur adalah gangguan pernafasan yang terjadi saat tidur. Gangguan saluran nafas ini ditandai dengan nafas megap-megap atau mendengkur pada saat tidur. gangguan jantung. hipertensi. upper airway obstructive apnea dan bentuk campuran dari keduanya. GBS. Gangguan ini sangat berhubungan dengan mioklonus nokturnal. Hal ini juga menunjukkan bahwa fase koma (trauma kepala) sangat berperan dalam penentuan kelainan tidur. Gangguan ini sering ditandai dengan nyeri kepala atau tidak enak perasaan pada pagi hari. yang berlangsung selama lebih dari 10 detik. Hal ini kemungkinan kerusakan pada batang otak atau hiperkapnia. Jarak waktu antara trauma kepala dengan timbulnya keluhan gangguan tidur setelah 2-3 tahun kemudian.

Gangguan ini sangat berhubungan dengan irama tidur sirkadian normal.dimana onset tidur pada pukul 6-8 malam dan terbangun antara pukul 1-3 pagi. Feldman dan wilkus et al menemukan fase tidur pada lesi atau trauma daerah 2002 digitized by USU digital library 7 . Jet lag) 2. ini merupakan gangguan tidur organik. Gangguan tidur irama sirkadian Sleep wake schedule disorders (gangguan jadwal tidur) yaitu gangguan dimana penderita tidak dapat tidur dan bangun pada waktu yang dikehendaki. Menurut beberapa penelitian terjadi pergeseran irama sirkadian antara onset waktu tidur reguler dengan waktu tidur yang irreguler (bringing irama sirkadian). 4. Litium carbonat dapat menurunkan angka frekwensi gangguan tidur akibat trauma kepala B. Perubahan yang jelas secara organik yang mengalami gangguan irama sirkadian adalah tumor pineal. Siklus irama sirkadian ini dapat mengalami gangguan. Pergeseran kerja terjadi pada orang tg secara teratur dan cepat mengubah jadwal kerja sehingga akan mempengaruhi jadwal tidur. apabila irama tersebut mengalami peregseran. Menetap (shift worker) Keduanya dapat mengganggu irama tidur sirkadian sehingga terjadi perubahan pemendekan waktu onset tidur dan perubahan pada fase REM Berbagai macam gangguan tidur gangguan irama sirkadian adalah sebagai berikut: 1. Gangguan irama sirkadian dapat dikategorikan dua bagian: 1. Gambarannya berupa pola irreguler atau mungkin pola tidur normal dengan onset tidur fase REM. Tipe bangun-tidur beraturan 6. urine. Bagian-bagian yang berfungsi dalam pengaturan sirkadian antara lain temperatur badan. Les batang otak atau bulber dapat mengganggu awal atau memelihara selama tidur. dimana sepertiga waktu untuk tidur dan dua pertiga untuk bangun/aktivitas. Gambaran tidur menunjukkan sleep latensnya panjang dengan tidur yang terputus-putus. Orangorang tersebut sering tertidur (kesulitan jatuh tidur) dan mengantuk pada siang hari (insomnia sekunder). Dalam keadan normal fungsi irama sirkadian mengatur siklus biologi irama tidurbangun. Gambaran tidur tampak normal tetapi penempatan jadwal irama tidur sirkadian yang tdk sesuai. Tipe fase terlalu cepat tidur (advanced sleep phase syndrome).plasma darah.walaupun jumlah tidurnya tatap. 2.dengan proses program rehabilitasi seperti sleep hygine. Gangguan ini sering ditemukan dewasa muda. 5. Tipe fase tidur terlambat (delayed sleep phase type) yaitu ditandai oleh waktu tidur dan terjaga lebih lambat yang diinginkan. Tipe pergeseran kerja (shift work type). Sementara (acut work shift. lebih sering ditemukan pada pasien usia lanjut. anak sekolah atau pekerja sosial. Walaupun pasien ini merasa cukup ubtuk waktu tidurnya. hal ini terjadi setelah berpergian melewati lebih dari satu zone waktu. Lesi susunan saraf pusat (neurologis) Sangat jarang. 3. C. fungsi ginjal dan psikologi. Tipe ini sangat jarang. Tipe Jet lag ialah menangantuk dan terjaga pada waktu yang tidak tepat menurut jam setempat. Tipe tidak tidur-bangun dalam 24 jam. Gejala ini sering timbul bersama-sama dengan gangguan somatik seperti ulkus peptikum.

relatif tidak memberikan respon terhadap usaha orang lain untuk berkomunikasi dengannya dan dapat dibangunkan susah payah. kaffein. antihistamin. menutup pintu. PARASOMNIA Yaitu merupakan kelompok heterogen yang terdiri dari kejadian-kejadian episode yang berlangsung pada malam hari pada saat tidur atau pada waktu antara bangun dan tidur. miopati distropi. Kasus ini sering berhubungan dengan gangguan perubahan tingkah laku danaksi motorik potensial.ventral pons. 2002 digitized by USU digital library 8 . berbicara. Pada penderita stroke dapat mengalami gangguan tidur. Gangguan kesehatan. yang mana fase 1 dan 2 menetap tetapi fase REM berkurang atau tidak ada sama sekali. Peminum alkohol b. Ada 3 faktor utama presipitasi terjadinya parasomnia yaitu: a. Insidensi ini sering ditemukan pada usia anak berumur 3-5 tahun (15%) dan mengalami perbaikan atau penurunan insidensi pada usia dewasa (3%). penyakit. Gejala khasnya berupa penurunan kesadaran (konfuosius). bila terjadi gangguan vaskuler didaerah batang otak epilepsi seringkali terjadi pada saat tidur terutama pada fase NREM (stadium ½) jarang terjadi pada fase REM. distessia. parkinson. berjalan kaki. mungkin akibat diorganisasi siklus sirkadian. menabrak kursi. Seringkali terjadi pada stadium 3 dan 4. Obat-obatan Gangguan tidur dapat disebabkan oleh obat-obatan seperti penggunaan obat stimulan yang kronik (amphetamine. Penderita chroea ditandai dengan gangguan tidur yang berat. Gambaran tipikal gangguan tingkah laku ini didapat dengan gelombang tidur yang rendah. Gambaran berupa aktivitas otot skeletal dan perubahan sistem otonom. toksik Seperti neuritis. dystonia. gangguan saluran nafas obstruksi sering menyebabkan gangguan tidur seperti yang ditunjukkan mioklonus nortuknal. • Gangguan tidur berjalan (slepp walkin)/somnabulisme Merupakan gangguan tingkah laku yang sangat komplek termasuk adanya automatis dan semipurposeful aksi motorik. khorea. sehingga sangat potensial menimbulkan angka kesakitan dan kematian. Tingkah laku berjalan dalam beberapa menit dan kembali tidur. Pada dememsia sinilis gangguan tidur pada malam hari. Kurang tidur (sleep deprivation) c. Obat ini dapat menimbulkan terputus-outus fase tidur REM. nikotine). gangguan metabolik seperti hipo/hipertiroid. antiparkinson. yang diakibatkan kerusakan pada raphe batang otak. terutama perubahan suhu tubuh. Stress psikososial Kelainan ini terletak pada aurosal yang sering terjadi pada stadium transmisi antara bangun dan tidur. Selama serangan. berlangsung 1/3 bagian pertama malam selama tidur NREM pada stadium 3 dan 4. asma. gangguan ginjal akut/kronik. Penyakit seperti Gilles de la Tourettes syndrome. 2. antidepresan. antihipertensi. duduk ditempat tidur. carpal tunnel sindroma. ulkus peptikus. low back pain. D. gerakan-gerakan penyakit lebih sering timbul pada saat pasien tidur. dan diikuti aurosal dan amnesia episode tersebut. E. antikholinergik. seperti membuk apintu. Gerakan ini lebih sering terjadi pada fase awal dan fase 1 dan jarang terjadi pada fase dalam.

berhubungan fase REM B. Short term yaitu jika gangguan tidurnya menetap lebih dari 7 hari dan kurang dari 3 minggu. American Sleep Disorders Association membuat reklasifikasi untuk mencari kemungkinan penyebab gangguan tidur menjadi 4 kelompok yaitu: 1. faktor sistemik. DIAGNOSA ETIOLOGI Sebelum mencari diagnosa penyebab suatu gangguan tidur. gangguan bangun-tidur. Long term yaitu jika gangguan tidur menetap lebih dari 3 minggu. Serangan ini terjadi sepertiga malam yang berlangsung selama tidur NREM pada stadium 3 dan 4. pupil dilatasi. Dissomnia. misalnya: Gangguan aurosal. dan sesak nafas. dengan mengetahui jenis dan lamanya gangguan tidur. Gangguan tingkah laku ini ditandai dengan atonia selama tidur (EMG) dan selanjutnya terjadi aktifitas motorik yang keras. 2002 digitized by USU digital library 9 . Kemungkinan lesinya terletak pada daerah pons atau juga didapatkan pada kasus seperti perdarahan subarakhnoid. selain untuk membantu mengidentifikasi penyebabnya. gangguan psikiatri atau dengan janis penyakit-penyakit degenerasi. Transient yaitu jika gangguan tidurnya kurang dari 7 hari 2. keringat dingin. Kedua gangguan tersebut biasanya berhubungan dengan stress yang akut seperti perubahan kehidupan sosial. gangguan ekstrisik. gangguan irama sirkadian 2. misalnya: ganguan intrisik. peminum alkohol. episode ini sering terjadi pada larut malam (1/2 dari larut malam) yang disertai dengan ingat mimpi yang jelas. faktor lingkungan. Teror tidur mungkin mencerminkan suatu kelainan neurologis minor pada lobus temporalis. Gambaran menunjukkan adanya REM burst dan mioklonik potensial pada rekaman EMG. mimpi buruk dan gangguan sinus arrest. Gangguan teror tidur (slee teror) Ditandai dengan pasien mendadak berteriak. kelainan gangguan kesehatan. Gambaran teror tidur mirip dengan teror berjalan baik secara klinis maupun dalam pemeriksaan polisomnografy. gangguan psikologi. The International Institute of Health membuat suatu konsensus pengelompokan gangguan tidur berdasarkan lamanya gangguan yang terdiri dari: 1. Paling banyak ditemukan pada laki-laki usia lanjut. Pada tahun 1990. juga dapat memberikan pengobatan yang adekuat. Gangguan tidur berhubungan dengan fase REM Ini meliputi gangguan tingkah laku. Pada tahun 1984. A. desinkronisaso irama sirkadian 3. atau sering diikuti tidur berjalan. sebaiknya ditentukan terlebih dahulu jenis danlamanya gangguan tidur (duration of sleep disorder). peningkatan emosional. Bahkan tidak didapatkan adanya gelombang alpha. IV. Kadang-kadang penderita tetap terjaga dalam keadaan terdisorientasi. Parasomnia.• • Pada gambaran EEG menunjukkan iram acampuran terutama theta dengan gelombang rendah. gangguan kesehatan. Pada kasus ini sering kali terjadi perubahan sistem otonomnya seperti takhicardi. gangguan psikiatri. suara tangisan dan berdiri ditempat tidur yang tampak seperti ketakutan dan bergerak-gerak. Biasanya berhubungan dengan gangguan tidur primer.

Pendekatan hubungan antara pasien dan dokter. gangguan tidur kronik.3. Begitu pula bila pemakain obat jangka panjang dapat menimbulkan over dosis dan ketergantungan obat. harus terlebih dahulu ditentukan jenis gangguan tidur misalnya. kurang tidur pada malam hari. Pendekatan farmakologi Dalam mengobati gejala gangguan tidur. mulai dari obat anti anxietas dan beberapa obat anti depres. bangun terlalu dini. Hindari makan pada saat mau tidur. Buat suasana ruang tidur yang sejuk. Sebelum mempergunakan obat hipnotik. tapi dapat dipergunakan hanya untuk sementara. selain dilakukan pengobatan secara kausal. adanya perubahan jadwal kerja/kegiatan atau akibat gangguan penyakit primernya. Segera bangun dari tempat bila tidak dapat tidur (15-30 menit) h.alkohol. obsessi. Dengan psikoterapi ini kita dapat membantu mengatasi masalah-masalah gangguan tidur yang dihadapi oleh penderita tanpa penggunaan obat hipnotik. gangguan mental • Untuk mengubah kebiasaan tidur yang jelek 2. tujuannya: • Untuk mencari penyebab dasarnya danpengobatan yang adekuat • Sangat efektif untuk pasien gangguan tidur kronik • Untuk mencegah komplikasi sekunder yang diakibatkan oleh penggunaan obat hipnotik. cemas sepanjang hari. sambil dicari penyebab yang mendasari. Hindari rasa cemas atau frustasi i. gangguan neurologi. PENATALAKSANA UMUM 1. kompulsi). gangguan kesehatan 4. aman dan enak 4. Pada dsarnya semua obat yang mempunyai kemampuan hipnotik merupakan penekanan aktifitas dari reticular activating system (ARAS) diotak. Konseling dan Psikotherapi Psikotherapi sangat membantu pada pasien dengan gangguan psikiatri seperti (depressi. Sleep hygiene terdiri dari: a. apakah gangguan pada fase latensi panjang (NREM) gangguan pendek. Dengan pemakaian obat yang rasional. Lakukan latihan/olahraga yang ringan sebelum tidur f. Hindari tidur pada siang hari/sambilan c. Obat hipnotik selain penekanan aktivitas susunan saraf pusat yang dipaksakan dari proses fisiologis. Gangguan kesehatan/psikiatri. Walaupun obat hipnotik tidak ditunjukkan dalam penggunaan gangguan tidur kronik. Gangguan yang tidak terklasifikasi VI. 3. juga dapat diberikan obat golongan sedatif hipnotik. juga mempunyai efek kelemahan yang dirasakan efeknya pada hari berikutnya (long acting) sehingga mengganggu aktifitas sehari-hari. sepi. Tidur dan bangunlah secara reguler/kebiasaan b. Jangan menggunakan obat-obat stimulan seperti decongestan e. Hal tersebut didapatkan pada berbagai obat yang menekan susunan saraf pusat. Jangan mengkonsumsi kafein pada malam hari d. obat hipnotik hanya untuk mengkoreksi dari problema gangguan tidur sedini mungkin tanpa menilai kondisi primernya dan harus berhati-hati pada pemakaian obat hipnotik untuk jangka panjang karena akan menyebabkan 2002 digitized by USU digital library 10 . tapi jangan tidur dengan perut kosong g. misalnya: gangguan mental.

New York : Rose Tree. Different diagnosis and tumor.MD. William & Wilkins. 1996: 361-398 Hughes JR. 4th ed. Edisi 1. The NEJM. 1995:833-889 Niedermeyre E. Jadi yang terpenting dalam penggunaan obat hipnotik adalah mengidentifikasi penyebab yang mendasarinya atau obat hipnotik adalah sebagai pengobatan tambahan. Bila penggunaan jangka panjang sebaiknya obat tersebut dihentikan secara berlahan-lahan untuk menghindarkan withdraw terapi. 1st ed. 66-85 R. in Merrit’s text book of neurology. 2nd ed. 1993: 551-557 Rowland LP. Da silva f L. The Diagnosis and management of insomnia. October 1990: 96-104 Goodman and Gilmans. 1994: 55-104 John A. 1990:239-247 Mohr. Semarang : Diponegoro. dan tidak lebih dari 2 minggu untuk short term insomnia. Maryland. Pemilihan obat hipnotik sebaiknya diberikan jenis obat yang bereaksi cepat (short action) dgnmembatasi penggunaannya sependek mungkin yang dapat mengembalikan pola tidur yang normal. Jadi yang terpenting dalam penggunaan obat hipnotik adalah mengidentifikasi dari problem gangguan tidur sedini mungkin tanpa menilai kondisi primernya danharus berhati-hati pada pemakain obat hipnotik untuk jangka panjang karena akan menyebabkan terselubungnya kondisi yang mendasarinya serta akan berlanjut tanpa penyelesaian yang memuaskan.. Insomnia use of a desion tree to assess and treat. DAFTAR PUSTAKA Adam RD. 322(4) January 25. 3rd ed. New York : McGraw Hill. 1989: 302-319 Asbury McKhan. principle of neurology. 1. 36(5). Neuropsychyatri. The Pharmacological basis of therapeutics. New York: Churchill. 2nd ed. EEG in clinical practice. 9th ed. Insomnia : concerns of family physician. 93(1) January 1993. Untuk long term insomnia dapat dilakukan evaluasi kembali untuk mencari latar belakang penyebab gangguan tidur yang sebenarnya. Philadelpia . JPS MD. 1996: 354-372 Robert A.terselubungnya kondisi yang mendasarinya serta akan berlanjut tanpa penyelesaian yang memuaskan. 9th ed. Basic principle clinicalapplications ralated field. Journal of family practice. Joseph. Lamanya pengobatan harus dibatasi 1-3 hari untuk transient insomnia. Electroencephalograpy. Post Medicine Journal. Vol. Univbersity of Pennysilavania Robert ER. Diseases of the nervous system clinical neurobiology. 1993: 765-802 Philip MB. 1995: 875-883 Soedomo Hadimoto. Gangguan neurologi pada usia lanjut. neuropsychology and clinical neuroscience. W. Guide to clinical neurology. Human sleep and its disorders. 1993: 9-16 2002 digitized by USU digital library 11 . Hospital Medicine Journal.G.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful