PENENTUAN LOKASI GEMPA

outline
 Single station

 Multiple station

 Computer Implementation  Error Quantification and Statistic

Lokasi Gempa Bumi
Lokasi dari gempa bumi meliputi : a. Hypocenter : lokasi secara fisik dari proses pelepasan energi/sumber gempa. x0 = bujur y0 = lintang z0 = kedalaman b. Epicenter : proyeksi hypocenter pada permukaan bumi

Image Lokasi Gempa Bumi

Sumber : http://www.cwb.gov.tw/V7e/knowledge/encyclopedia/eq004.htm

Term azimuth : sudut pada epicenter antara arah utara dan arah stasiun pengamatan yang diukur searah jarum jam. (untuk jarak global pengukuran azimuth dan jarak digunakan spherical triangel) . Back azimuth : sudut pada stasiun pengamatan antara arah utara dan arah epicenter yang diukur searah jarum jam.Jarak dan Azimuth • Jarak Epicenter : jarak antara stasiun pengamat dan epicenter . • Azimuth a. b.

Azimuth Back azimuth = 234° Term azimuth = 39° .

Jarak dan Azimuth Sumber : http://ars.0-S1367912011004962-gr1.com/content/image/1-s2.jpg .sciencedirect.

Single station tiga komponen  Amplitudo Phase awal/impuls pertama (displacement)  Azimuth sumber gempabumi  incident angel (sudut kedatangan) .

Partikel Motion .

Partikel motion komponen horizontal * (-)=epic *(+)=epic .

Komponen vertikal i= sudut datang gel P di stasiun .

Epicenter gempa .

Perumusan .

6 km/s. Pn.9km/s.Perumusan  Persamaan ini cocok untuk gelombang langsung di kerak bumi (Pg. jika Vp=5. Sg).  Berdasarkan persamaan diatas. maka  Untuk old crust Vp= 6. maka  Gelombang yang merambat dibawah moho dan upper mantel.Sn . maka menggunakan petunjuk praktis.  Jika tidak ada tabel/kurva waktu-tempuh.

.

dapat digunakan sebagai pendahuluan/pendugaan awal dari sumber gempa bumi. . Prosesnya paling sederhana hanya menggunakan impuls pertama dan amplitudo dari tiap-tiap komponen.  Adapun kekurangannya adalah akan ada komponen yang amplitudo akan menjadi nol.Kelebihan & kekurangan metoda single stasiun  Kelebihan penentuan dengan single stasiun 3 komponen. jika sensornya terlalu dekat /tepat dengan sesar. ….

Kelebihan & kekurangan metoda single stasiun…. supaya dalam pendugaan awal sumber gempa bumi tidak salah. .  Impuls pertama harus benar-benar jelas/clear.  Sudut kedatangan gelombang/incident angle akan bernilai nol/mendekati 0 jika datangnya terlalu tegak.

N and E components.0 .4) gives φ = arctan (10/−4) = −68◦ = 292◦ The S-P time is 7. The origin time is 1992 1015 00:16.The seismogram has amplitudes of 7. Using (5. epicentral distance is 60 km. –4 and 10 mm on Z.0 gives an epicentral distance of 62 km.8 s and using = (tSg −tPg)×8. respectively. depth is 16 km and ML = 2.

Penentuan lokasi dengan multiple stasiun .

. Beda waktu tiba gelombang P dan S (ts-tp) diplot terhadap waktu tiba gelombang P.Diagram Wadati  diagram wadati adalah teknik grafis untuk menentukan OT dengan mencari perpotongan tstp dengan sumbu x (waktu tiba gel p).

Cara yang mudah untuk mendapatkan struktur crustal di suatu daerah. .Diagram Wadati • Kemudian ditarik garis lurus yang mewakili sebagian besar titik yang sudah diplot tadi hingga memotong sumbu x (komponen tp) • Titik perpotongan tersebut merupakan pendekatan waktu terjadinya gempabumi (To) karena di hiposenter ts-tp akan menjadi nol • Dari Wadati diagram kita dapat memperoleh Rasio Vp/Vs.

Kelebihan dan kekurangan metode multiple station  Lebih akurat dan meyakinkan dibandingkan single station  Tidak membutuhkan Impuls pertama jelas/clear  Metoda ini kurang baik untuk medium yang heterogen  Membutuhkan minimal 3 stasiun  Sebaran stasiun yang baik dengan epicenter berada di tengah (Azimuth gap kecil) .

COMPUTER IMPLEMENTATION • Perhitungan waktu tiba pada stasiun i : • Jika data observasi > 4. kita mempunyai overdetermind untuk menginversi 4 variabel. • Solusinya harus Residu pengamatan dan perhitungan mempunyai residu total paling minimum. rumus residu untuk stasiun ke-i: .

• Fungsi waktu tempuh antara sumber dan stasiun pengamat untuk model homogen dan 2D adalah : .COMPUTER IMPLEMENTATION • Waktu tempuh merupakan fungsi non-linier terhadap struktur kecepatan. sehingga tidak bisa dikerjakan dengan metode analitik. sehingga rumit dalam inversi parameter hypocenter.

dengan menggunakan n stasiun pengamat. maka kita akan mendapatkan n type persamaan residu dan hanya t0 yang tidak diketahui. • Dengan pendekatan metode least-square maka kita peroleh harga minimum dari residu e dari n stasiun pengamat.Grid Search • Grid search disebut juga teknik pencarian secara sistematik. – Menentukan diskritisasi dengan interval tertentu pada ruang model. • Dari persamaan residu. • Kita ambil data dengan RMS terendah yang mengisyaratkan akurasi penentuan lokasi sumber gempa. sehingga diperoleh grid yang meliputi seluruh ruang model. .

Pada metoda pencarian sistematik setiap grid merepresentasikan satu sampel model yang harus dihitung responnya untuk memperoleh rms. yaitu model dengan harga fungsi obyektif yang minimum.  Fungsi obyektif didefinisikan jumlah kuadrat kesalahan prediksi data yaitu selisih antara data pengamatan dengan data perhitungan . sehingga diperoleh suatu kontur.Grid Search Harga fungsi obyektif (RMS) setiap grid tersebut kemudian diplot.  Harga fungsi obyektif untuk semua grid pada ruang model dapat digunakan untuk menentukan solusi.

4 s). The circle in the middle indicates the point with the lowest RMS (1. Right: The location of the earthquake and the stations used. The RMS ellipse from the figure on the left is shown as a small ellipse.1 .Grid Search Fig. Figure from NMSOP.6 Left: RMS contours (s) from a grid search location of an earthquake off western Norway (left).The grid size is 2 km. IS 11. Copyright granted by IASPEI. Latitudes are degrees north and longitudes degrees west. 5. Note the elongated geometry of the stations.

Grid search mempunyai solusi ketidakpastian yang bisa kita lihat dari kontur RMS minimum yang berbentuk ellips. • Jika RMS berkontur diseluruh area pencarian. dapat ditemukan nilai minimum lainnya dari ukuran yang hampir sama tidak hanya error yang besar tetapi juga ambiguitas yang serius dalam solusinya. • Penentuan Lokasi dengan grid search 1000 kali lebih lambat dari penentuan lokasi dengan metode iteratif • Probabilitas lokasi gempabumi menggunakan variasi grid search yang disebut metode “directed random walk” lebih efektif.kekurangan dari grid search • Untuk data sebenarnya. . Tergantung pada struktur.

• Lebih akurat dibandingkan metode lingkaran.Kelebihan grid search • Bisa menghandle struktur yang heterogen dengan konsekuensi lebih rumit untuk mencari model inversi yang cocok dari model itu. .

dengan menerapkan fungsi linier hasil dari linierisasi waktu tempuh (ekspansi taylor).∆y.∆t.∆z. . • koreksi untuk membuat residu menjadi nol adalah ∆x. • Nilai awal harus mendekati nilai sebenarnya. untuk menghindari minimum lokal. • Data yang digunakan adalah waktu tiba gelombang P dengan 3 komponen untuk beberapa stasiun • Turunan travel time terhadap parameter yang ditentukan tergantung dari struktur.Iterative Method • Solusi inversi diperoleh dari iterasi yang dimulai nilai awal.

z.y. .z.to) untuk beberapa stasiun.maka rumus untuk restretching berbeda. • • ide dasarnya adalah tcal mendekati data observasi d Jika posisi diterapkan dalam koordinat geografis.t0) Menghitung t cal atau t arr (x.• • Tentukan parameterisasi model yang akan dicari m=(x.y.

Iteratiaf Method .

.• • • • • Perubahan nilai awal x1=x0 + x0 y1=y0 + y0 z1= z0 + z0 t1=t0 + t0 Dengan melakukan iterasi. perhitungan ini terus berjalan sehingga diperoleh jumlah residu yang minimum sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan.

. dengan syarat kedalaman harus sudah dipastikan dan juga minimal ada 1 atau lebih back azimuth. Dengan cara menambahkan persamaan residu back azimuthnya: • Kita juga bisa melengkapinya dengan memanfaatkan persamaan residu parameter sinar ( atau apparent velocity) : • Dimana ρ = 1/vapp • Model 1D kerak bumi dan perhitungan waktu tempuh yang biasanya digunakan .• Dapat juga menentukan lokasi kejadian gempa dengan kurang dari 3 stasiun pengamatan yang memiliki 3 komponen.

10) km (x.-0.Ilustrasi penentuan lokasi pada model lapisan yang homogen • Jumlah stasiun = 10 • OT pada 0 detik dengan titik hipocenter (0.6.4.20.y.1.2). dan iterasi kedua diperoleh hypocenter sebenarnya dengan error nol.z. z0=20 km. dan t0=2 detik.5.0.0.2) • Dari nilai awal diperoleh kuadrat error =92. .6 s dengan hypocenter di (-0.t) • Nilai awal kita asumsikan x0=3 km. y0=4 km.4 s2 • Dengan melakukan iterasi pertama kita dapatkan nilai error 0. (3.10.

tetapi asumsi yang sering kita gunakan adalah homogen) • konfigurasi/geometri stasiun pengamat. (dapat kita lihat dari hasil bentuk RMS pada metode grid search yang berbentu ellips) .Error quantification and statistics Yang menyebabkan Eror dalam perhitungan dan statistik penentuan hypocenter dan Origin Time: • model kecepatan yang digunakan (karena struktur bumi yang sebenarnya adalah heterogen.

notasi matriksnya : • standar deviasi dari parameter hypocenter adalah akar dari element diagonal. y0. z0 dan t0 . • Setengah sumbu Element diagonal mengindikasikan eror ellips yang mana dipengaruhi dari geometri jaringan stasiun dan structur kerak bumi. • Kita gunakan 2 standar deviasi untuk mendapatkan probabilitas 95%. .• eror pada Hyposenter dan OT kita definisikan dengan varians – covarians matrik elemen diagonalnya adalah varians dari parameter lokasi x0. Karena eror yang biasanya dilaporkan memiliki probabilitas 90% (yang berarti 90% kemungkinan benar lokasi gempa dlm elipsoid).

.• Eror ellips lebih besar untuk kejadian yang berada diluar jaringan dari pada yang didalam jaringan stasiun pengamatan. • Eror pada kedalaman juga umumnya lebih besar dari pada eror dalam epicenter seperti yang diharapkan.

.

2 km untuk x0. dan 2.4.2. .1 s yang ditambahkan pada travel time. z0 dan 0. • Data standar deviasi yang digunakan adalah 0. Hal ini menunjukkan adanya eror lokasi. 0.Contoh eror perhitungan • Dalam perhitungan setelah dilakukan 3 kali iterasi masih ada eror masing-masing sebesar 0.2 untuk OT. y0.

Seperti yang terlihat dari elemen diagonal dari varians .hal ini dikarenakan semua seismometer berada dipermukaan bumi.28 1. Model standar deviasi x y z origin time 0.10 • Kovarians antara kedalaman dan OT negatif menunjukkan negatif trade-off antara kedalaman fokus dan OT.29 dan 0. dan trend nya N22°E. .hal ini menunjukkan adanya eror elips yg dr perhitungan trsebut didapatkn panjang semi major dan semi minor 0.25 0.kovarians matriks.24 km.sehingga eror dlm proses penentuan depht lbh besar dr pd epicenter. • Kovarians antara x dan y tidak nol.08 0. kesalahan jauh lebih besar pada perkiraan kedalaman dari pada epicenter .kovarians matriks menunjukkan beberapa fitur menarik.• Varians .

• Azimuth gap (gap terbesar pada azimuth dari event untuk setiap dua stasiun seismik) sebesar180° atau lebih besar mengindikasikan bahwa semua stasiun pengamat berada pada satu sisi saja dari event. selain itu ada juga kesalahan sistematis yang berhubungan dengan model. • Pengujian dengan berbagai konfigurasi stasiun dan fase akan memberikan indikasi error yang benar .Catatan • Kesalahan/eror perhitungan diperkirakan hanya berhubungan dengan kesalahan pembacaan dan geometri dari stasiun pengamatan.

Terima Kasih .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful