P. 1
MAKALAH BOTANI TAKSONOMI

MAKALAH BOTANI TAKSONOMI

|Views: 457|Likes:
Published by Falia Nanda
Universitas Brawijaya Fakultas Pertanian Prodi Agroekoteknologi
Universitas Brawijaya Fakultas Pertanian Prodi Agroekoteknologi

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Falia Nanda on Feb 28, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial
List Price: $4.99 Buy Now

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

10/18/2014

$4.99

USD

pdf

text

original

MAKALAH BOTANI TAKSONOMI

Disusun oleh: Abdul Aziz Andi Nirma Wahyuni Masni Tuty Hartati Sihotang Falia Nanda Nur Alifah Desy Indah Marta R O Berutu Dwi Hermawan Philip G B P Simanjuntak 125040201111301 125040201111302 125040201111303 125040201111304 125040201111305 125040201111306 125040201111307 125040201111308

PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2012

KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat, Inayah, Taufik dan Hinayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi pembaca dalam mempelajari dan memahami tentang ―Taksonomi‖. Harapan kami semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga kami dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik. Makalah ini kami akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang kami miliki sangat kurang. Oleh kerena itu kami harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.

Penulis

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Taksonomi merupakan cabang ilmu dari biologi yang masih sangat erat dipergunakan dalam kehidupan sehari-hari. Unsur-unsur taksonomi langsung maupun tidak, selalu ada dalam kehidupan manusia hingga saat ini. Keanekaragaman sifat dan ciri yang dimiliki suatu makhluk hidup sesungguhnya menggambarkan keanekaragaman potensi dan manfaat yang dapat digali. Bila data dan informasi ilmiah mengenai sumber daya hayati belum sepenuhnya dapat diungkap maka kepunahan suatu makhluk hidup sama artinya dengan kehilangan kesempatan untuk memanfaatkan potensi yang dimiliki makhluk hidup tersebut. Seperangkat gen yang ikut hilang bersama peristiwa kepunahan itu mungkin memiliki potensi dan manfaat yang tidak akan dijumpai lagi pada makhluk hidup yang lain. Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dikenal memiliki potensi kekayaan alam yang luar biasa, baik flora, fauna maupun mikroba yang sebagian diantaranya bersifat endemik. Dengan teknik biologi molekuler, rahasia potensi yang dimiliki setiap makhluk hidup dapat diungkap secara lengkap sehingga kekayaan sumber daya hayati menjadi sangat berharga terutama sebagai sumber gen. Bila setiap gen dapat diperjualbelikan maka keanekaragaman biota yang hidup di Indonesia ini merupakan aset yang luar biasa besar. Namun kenyataan menunjukkan bahwa potensi kekayaan tersebut belum optimal dimanfaatkan. Negeri ini masih merupakan negara miskin dengan

pendapatan kotor nasional (GNP) per kapita sedikit lebih tinggi dari Zimbabwe, negara termiskin di Afrika. Keadaannya makin memprihatinkan karena Indonesia dikategorikan sebagai wilayah Hot Spot, kaya dengan sumber daya hayati tetapi kondisimya terancam punah. Di mata internasional Indonesia juga dianggap kurang serius dalam menangani kelestarian sumber daya hayati. Anggapan ini rasanya tidak berlebihan karena terbukti emas hijau yang terhampar di hutan-hutan di wilayah republik ini dari waktu ke waktu jumlahnya makin menurun dengan laju yang semakin cepat, beberapa jenis dan varietas mulai langka bahkan ada yang telah punah sama sekali.

Tingkatan Takson 10. Sebutkan Klasifikasi Virus? 17. Sebutkan Prinsip dan Peraturan Tata Nama Tumbuhan? 6. Tujuan Pengklasifikasian Makhluk Hidup 3.3 Rumusan Masalah 1. Peranan Virus Bagi Kehidupan 1. Bagaimana Sistem Klasifikasi Enam Kingdom? 9.1. Pengertian Taksonomi 2. Jelaskan Sejarah Klasifikasi ? 5. Apa itu Taksonomi Tumbuhan ? 11. Bagaimana Reproduksi Virus? 16. Pengertian Virus 13.2 Tujuan 1. Bagaimana Tingkatan Takson? 10. Tata Nama Binomial 12. Taksonomi Tumbuhan 11. Prinsip dan Peraturan Tata Nama Tumbuhan 6. Contoh-contoh Virus 18. Apa yang dimaksud dengan Pengertian Taksonomi ? 2. Apa saja Manfaat Klasifikasi Makhluk Hidup ? 4. Apa saja Sistem Klasifikasi Domain ? 7. Apa saja Peranan Virus Bagi Kehidupan? . Sejarah Klasifikasi 5. Bagaimana Tata Nama Binomial? 12. Reproduksi Virus 16. Manfaat Klasifikasi Makhluk Hidup 4. Sejarah Penemuan 15. Apa saja Sistem Klasifikasi Enam Kingdom (Menurut Woese tahun 1977)? 8. Sistem Klasifikasi Enam Kingdom 9. Sistem Klasifikasi Enam Kingdom (Menurut Woese tahun 1977) 8. Apa Pengertian Virus? 13. Sistem Klasifikasi Domain 7. Bagaimana Sejarah Penemuan? 14. Sejarah Penemuan 14. Jelaskan Sejarah Penemuan? 15. Sebutkan Tujuan Pengklasifikasian Makhluk Hidup ? 3. Sebutkan Contoh-contoh Virus? 18. Klasifikasi Virus 17.

Contoh: Hibiscus tiliaceus. yang artinya teori tentang klasifikasi tumbuhan (Rideng. fase biosistematika.BAB II PEMBAHASAN 2. 1989). Penggolongan Seorang ahli taksonomi harus mempunyai pengetahuan tentang morfologi. Kenapa dibutuhkan ilmu taksonomi? Ilmu taksonomi digunakan untuk penemuan flora dan fauna. Jadi definisi taksonomi adalah hukum atau aturan yang digunakan untuk menempatkan suatu makhluk hidup pada takson tertentu. Untuk membuat taksonomi tumbuhan biasanya digunakan cara determinasi. memberikan sebuah metode identifikasi yang tepat sehingga menghasilkan sistem klasifikasi yang terkait dan menyeluruh sehingga nantinya dihasilkan nama ilmiah yang benar pada setiap takson tumbuhan sesuai dengan aturan tata nama tumbuhan. Pengelompokan ini sudah direvisi sejak Carolus Linnaeus untuk menjaga konsistensi dengan asas sifat umum yang diturunkan dari Darwin. Penelaahan ciri-ciri 3. anatomi. Ada pun urutan penggolongan dalam ilmu taksonomi sebagai berikut: fase eksplorasi. membuat keteraturan dan keharmonian ilmu pengetahuan organisme sehingga tercipta suatu sistem yang sederhana dan dapat digunakan orang lain. embriologi. Klasifikasi modern berakar pada sistem Carolus Linnaeus. Sistem binomial yaitu sistem penamaan di mana nama jenis terdiri dari dua kata. yang mengelompokkan spesies menurut kesamaan sifat fisik yang dimiliki. kata pertama adalah nama marga dan kata kedua merupakan penunjuk jenis atau spesies epithet.P. Sejak tahun 1753 sistem polynomial digantikan dengan binomial sejak publikasi ―Systema Plantarum‖ oleh Carolus Linnaeus dan berlaku secara internasional. dan fase ensiklopedik. Secara etimologi taksonomi berasal dari bahasa Yunani: takson artinya unit atau kelompok. Penamaan 2. Kegiatan pokok taksonomi tumbuhan adalah sebagai berikut: 1. sitogenetika dan ilmu jenis lainnya. seorang ahli tumbuhan bangsa Swiss di herbarium Genewa. Klasifikasi ilmiah menunjuk ke bagaimana ahli biologi mengelompokkan dan mengkategorikan spesies dari organisme yang punah maupun yang hidup. Determinasi yaitu membandingkan suatu tumbuhan dengan tumbuhan lainnya yang sudah dikenal sebelumnya. . dan nomos artinya hukum.1 Pengertian Taksonomi Kata taksonomi diciptakan oleh A. fase konsolidasi. de Candolle.

2. dan semak.Untuk mengenali dan mempelajari makhluk hidup secara keseluruhan tidak mudah sehingga dibuat klasifikasi (pengelompokan) makhluk hidup. semak dan pohon. Contoh: Tumbuhan dikelompokkan menjadi pohon. Cara pengelompokan makhluk hidup seperti ini dianggap kurang sesuai yang disebabkan karena dalam pengelompokan makhluk hidup dengan cara demikian dibuat berdasarkan keinginan orang yang mengelompokkannya.2 Tujuan Pengklasifikasian Makhluk Hidup 1. Urutan klasifikasi makhluk hidup dari tingkat tertinggi ke terendah (yang sekarang digunakan) adalah Domain (Daerah). Mengetahui hubungan kekerabatan makhluk hidup memberi nama makhluk hidup yang belum diketahui namanya atau belum memiliki nama 2. Ordo (Bangsa). Contoh klasifikasi makhluk hidup adalah: 1. Aristoteles (384 – 322 SM). Contoh: Hewan dikelompokkan menjadi hewan pemakan daging (karnivora). Berdasarkan manfaatnya. Makhluk hidup yang memliliki ciri yang sama dikelompokkan dalam satu golongan. hewan pemakan tumbuhan (herbivora). dan hewan pemakan hewan serta tumbuhan (omnivora). dan Spesies (Jenis). tumbuhan yang hidup di lingkungan air (hidrofit). perdu. Berdasarkan lingkungan tempat hidupnya. 3. Klasifikasi memudahkan komunikasi 2. yaitu tumbuhan dan hewan. Berdasarkan jenis makanannya. merintis pengelompokkan makhluk hidup kearah grup-grup kecil. tanaman hias. Klasifikasi makhluk hidup adalah suatu cara memilah dan mengelompokkan makhluk hidup menjadi golongan atau unit tertentu. Ia telah melahirkan konsep tentang jenis dan spesies. Genus (Marga). Klasifikasi membuat kita mengetahui hubungan kekerabatan antarjenis makhluk hidup 3. Famili (Suku). Phylum atau Filum (hewan)/Divisio (tumbuhan). Classis (Kelas). tanaman pangan dan sebagainya 4. Kingdom (Kerajaan). Klasifikasi makhluk hidup didasarkan pada persamaan dan perbedaan ciri yang dimiliki makhluk hidup.3 Manfaat Klasifikasi Makhluk Hidup 1. John Ray (1627 – 1708). Tumbuhan dikelompokkan menjadi herba. Berdasarkan ukuran tubuhnya. Mengetahui ciri-ciri suatu jenis makhluk hidup untuk membedakannya dengan makhluk hidup dari jenis lain 3. Sedangkan hewan digolongkan menjadi vertebrata dan avertebrata. 2. Contoh: Tumbuhan dikelompokkan menjadi tanaman obatobatan. . mengelompokkan makhluk hidup menjadi dua kelompok.4 Sejarah Klasifikasi 1. Klasifikasi memudahkan kita dalam mmpelajari makhluk hidup yang sangat beraneka ragam 2. dan tumbuhan yang hidup di lingkungan lembap (higrofit). misalnya bentuk tubuh atau fungsi alat tubuhnya. tanaman sandang. 2. Contoh: Tumbuhan dikelompokkan menjadi tumbuhan yang hidup di lingkungan kering (xerofit). Mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan persamaan ciri-ciri yang dimiliki 2.

Kelompok ini terdiri dari semua hewan.yang telah berdiferensiasi membentuk jaringan. yaitu menyerap zat organik dari lingkungannya sehingga hidupnya bersifat parasit dan saprofit. Karena itu Carolus linneaus dikenal sebagai bapak Taksonomi dunia 4. tumbuhan berbiji terbuka.3. Protista memiliki tubuh yang tersusun atas satu sel atau banyak sel tetapi tidak berdiferensiasi. Protista. yaitu : Monera. kecuali jamur lendir (Myxomycota) dan jamur air (Oomycota). Tumbuhan memiliki kloroplas sehingga dapat membuat makanannya sendiri (bersifat autotrof). Carolus Linnaeus (1707 – 1778). dan Protista menyerupai jamur. mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan pada kesamaan struktur. Fungi tak dapat membuat makanannya sendiri. Plantae dan Animalia 1. Ia juga mengenalkan pada system tata nama makhluk hidup yang dikenal dengan binomial nomenklatur. Kelompok ini terdiri dari bakteri dan ganggang hijau biru (Cyanobacteria) 2. Hewan tidak dapat membuat makanannya sendiri sehingga bersifat heterotrof. Tubuhnya tersusun atas banyak sel . R. . 3. Protista (ganggang dan protozoa) Makhluk hidup yang dimasukkan dalam kerajaan Protista rnemiliki sel eukariotik. Protista umumnya memiliki sifat antara hewan dan tumbuhan. Animalia (hewan) Hewan memiliki sel eukariotik. Kelompok ini terdiri dari tumbuhan lumut. Plantae (tumbuhan) Tumbuhan memiliki sel eukariotik. dan tumbuhan berbiji tertutup 5. tumbuhan paku. Kelompok ini terdiri dari Protista menyerupai hewan (Protozoa) dan Protista menyerupai tumbuhan (ganggang). Tubuhnya terdiri dari banyak sel yang telah berdiferensiasi membentuk jaringan. yaitu hewan tidak bertulang belakang (invertebrata) dan hewan bertulang belakang (vertebrata). Monera (bakteri dan ganggang biru) Makhluk hidup yang dimasukkan dalam kerajaan Monera memiliki sel prokariotik. Kelompok ini terdiri dari semua jamur.H Whittaker pada tahun 1969 mengelompokkan makhluk hidup menjadi 5 (lima) kingdom / kerajaan. Fungi. 4. Fungi (jamur) Fungi memiliki sel eukariotik. Cara makannya bersifat heterotrof.

Deret (series) 17. Anak seksi (subsectio) 16. Dunia tumbuh-tumbuhan (Regnum Vegetabile) 2. dan urutannya bisa membuat satu nama yang benar. Anak suku (subfamilia –oideae) 10. nama ilmiah marga dan semua tingkat di bawahnya tidak diseragamkan akhirannya) 13. Suatu nama yang sah tidak boleh ditolak karena alasan tidak disukai atau karena kehilangan arti aslinya. Spesies epithet (penunjuk jenis) 3. beserta akhiranakhiran nama ilmiahnya): 1. aslinya bukan di Cina. Kelas (classis -opsida. Divisi (divisio -phyta) 3. Anak forma (subforma) Nama ilmiah suatu jenis merupakan penggabungan 3 hal : 1. Jenis (species) 19. Anak deret (subseries) 18. Anak marga (subgenus) 14. Aturan untuk penamaan genus dan penunjuk jenis sama juga dengan yang lain harus dalam bahasa Latin. batasannya. Author 2.2.5 Prinsip dan Peraturan Tata Nama Tumbuhan Tatanama botani tidak berhubungan dengan tata nama zoologi. Anak jenis (sub species) 20. Tata nama yang telah dipublikasikan lebih dulu harus dipakai sebagai dasar pada publikasi berikutnya. Marga (genus. Pelaksanaan penamaan di dalam kelompok taksonomi ditentukan dengan menggunakan tipe tata nama. khusus untuk Alga –phyceae) 5. Setiap kelompok taksonomi. posisinya. Nama ilmiah kelompok taksonomi disajikan dalam bahasa latin tanpa menghiraukan asalnya. Perubahan nama hanya boleh dilakukan biala sudah betul-betul diteliti taksonominya Tingkat-tingkat kesatuan taksonomi (dalam urutan menurun. Nama yang sama yang diberikan pada tumbuhan bisa juga digunakan ahli zoologi pada hewan. Varietas (varietas) 21. Genus 2. Tata nama dari kelompok taksonomi haruslah berdasar pada prioritas publikasi. Anak puak (subtribus –inae) 12. Suku (familia –aceae) 9. tipe untuk genus adalah jenis. Anak kelas (subclassis –idea) 6. Anak bangsa (subordo –ineae) 8.6 Sistem Klasifikasi Domain . Anak divisi (sub divisio -phytina) 4. Bangsa (ordo –ales) 7. Forma (forma) 23. dan nama yang benar adalah nama yang telah dipublikasi terlebih dahulu dan mengacu pada aturan-aturan. Contoh: Hibiscus rosa-sinensis. Puak (tribus –eae) 11. Seksi (sectio) 15. tipe untuk jenis adalah spesimen dan seterusnya. Tipe untuk famili adalah genus. Anak varietas (subvarietas) 22.

Plantae. Fungi (jamur). dan protista) 2. sistem Kingdom sempat dianggap basi. Tumbuhan memiliki klorofil sehingga dapat membuat makanannya sendiri melalui proses fotosintesis dan tidak dapat berpindah tempat dan hewan tidak memiliki dinding sel sementara hewan tidak dapat membuat makanannya sendiri dan umumnya dapat berpindah tempat. tumbuhan. Makhluk hidup yang dimasukkan dalam kerajaan Eubacteria memiliki sel . sehingga dibentuk sistem baru yang menambah urutan dan memiliki lebih sedikit jenis. hewan. dan Animalia (hewan). dan Animalia.7 Sistem Klasifikasi Enam Kingdom (Menurut Woese tahun 1977) Semula para ahli hanya mengelompokkan makhluk hidup menjadi dua kerajaan. Fungi. dan Animalia. Sel yang memiliki membran inti disebut sel eukariotik sedangkan sel yang tidak memiliki membran inti disebut sel prokariotik. makhluk hidup dikelompokkan menjadi empat kerajaan. Bacteria (dari Eubacteria) 3. Archaea (dari Archaebacteria) 2. Setelah para ahli mengetahui struktur sel (susunan sel) secara pasti. Kingdom Eubacteria Para makhluk hidup di Kingdom Eubacteria berupa makhluk hidup sel tunggal (uniseluler). Whittaker mengelompokkan makhluk hidup menjadi lima kingdom. Pada tahun 1969 Robert H. cara makhluk hidup memenuhi makanannya. Namun ada tumbuhan yang tidak dapat membuat makanannya sendiri.Belakangan. yaitu jamur (fungi). Namun sistem ini kemudian diubah dengan dipecahnya kingdom monera menjadi kingdom Eubacteria dan Archaebacteria. yaitu Domain. Pengelompokan ini berdasarkan ada tidaknya membran inti sel. yaitu: 1. yaitu Prokariot. Ada tiga jenis Domain. Eukarya (termasuk fungi. Plantae. Penjelasan mengenai sistem klasifikasi makhluk hidup enam kingdomyaitu sebagai berikut: 1. yaitu Monera. Protista. yaitu Plantae (tumbuhan). Pengelompokan ini berdasarkan pada susunan sel. dan tingkatan makhluk hidup. 2. Fungi. Dasar para ahli mengelompokkan makhluk hidup menjadi dua kerajaan yaitu: 1. Berarti tumbuhan berbeda dengan jamur maka para ahli taksonomi kemudian mengelompokkan makhluk hidup menjadi tiga kelompok. yaitu kerajaan tumbuhan dan kerajaan hewan. Kenyataan bahwa sel kelompok tumbuhan memiliki dinding sel yang tersusun dari selulosa.

Eubacteria juga dikenal dengan istilah bakteria. Cilliata/Infusiora (rambut getar.prokariotik (sel sederhana yang tidak mempunyai kapsul sebagai lapisan terluarnya dan dinding sel didalamnya). Kelompok ini terdiri dari Protista menyerupai tumbuhan (ganggang). contoh Euglena. Namun hingga sekarang yang diakui sebagai sistem klasifikasi standar adalah sistem Lima Kingdom yang ditemukan oleh Whittaker. dan Protista menyerupai hewan (Protozoa. Kingdom Protista Makhluk hidup yang dimasukkan dalam kerajaan Protista memiliki sel eukariotik. Kelas Myxomycetes (jamur lendes). 3. dan Sporozoa (tidak mempunyai alat gerak. kecuali jamur lendir (Myxomycota) dan jamur air (Oomycota). Volvox. Kelompok tersebut dinamakan Archaebacteria. Namun Archaebacteria umumnya tahan di lingkungan yang lebih ekstrim. Kingdom Fungi (Jamur) Fungi memiliki sel eukariotik. zoa: hewan). 2. Beberapa kelompok kelas antara lain: a. Kelas Phycomycetes (jamur ganggang). Archaebacteria lebih mendekati makhluk hidup eukariot dibandingkan bakteri lain yang merupakan prokariot. contoh Paramaecium). yaitu menyerap zat organik dari lingkungannya sehingga hidupnya bersifat parasit dan saprofit. Cara makannya bersifat heterotrof. Noctiluca. contoh Amoeba). Protista memiliki tubuh yang tersusun atas satu sel atau banyak sel tetapi tidak berdiferensiasi. contohnya Physarum policephalius. b. Protista umumnya memiliki sifat antara hewan dan tumbuhan. mucor mue) . Protozoa mempunyai klasifikasi berdasarkan sistem alat geraknya. Rhizopoda/Sarcodina (kaki semu. Fungi tak dapat membuat makanannya sendiri. Protos: pertama. dan Trichomonas). Kingdom Archaebacteria Pada tahun 1977 seorang mikrobiolog bernama Carl Woese dan peneliti lain dari university of Illinois menemukan suatu kelompok bakteri yang memiliki ciri unik dan berbeda dari anggota kingdom Monera lainnya. contoh Plasmodium). Protista menyerupai jamur. yaitu Flagellata/Mastigophora (bulu cambuk. 4. Hal itu menyebabkan terciptanya sistem klasifikasi enam kingdom pemisah kingdom Archaebacteria dari anggota kingdom Monera lain yang kemudian disebut Eubacteria. Trypanosoma. contohnya jamur tempe (Rhizopus oryzae. Makhluk hidup di Kingdom Archaebacteria tidak jauh berbeda dengan yang ada di Kingdom Eubacteria karena mereka dulunya satu Kingdom. Kelompok ini terdiri dari semua jamur.

yaitu hewan tidak bertulang belakang (invertebrata/avertebrata) dan hewan bertulang belakang (vertebrata). pemerian. Bacteria Protozoa Chromista Fungi Plantae Animalia Walaupun sekarang Indonesia sedang berusaha mengadaptasikan klasifikasi Domain. pengenalan (identifikasi). namun klasifikasi menurut ketentuan terakhir (yang terbaru) adalah klasifikasi Cavalier-Smith ini. Ilmu taksonomi tumbuhan mengalami banyak perubahan cepat semenjak digunakannya berbagai teknik biologi molekular dalam berbagai kajiannya. sistematika tumbuhan lebih banyak mempelajari hubungan tumbuhan dengan proses evolusinya. Hewan tidak dapat membuat makanannya sendiri sehingga bersifat heterotrof. 5. pengelompokan (klasifikasi). Klasifikasi tumbuhan adalah bagian dari taksonomi tumbuhan. Sistematika tumbuhan adalah ilmu yang berkaitan sangat erat dengan taksonomi tumbuhan.9 Taksonomi Tumbuhan Taksonomi tumbuhan adalah ilmu yang mempelajari penelusuran. 3.8 Sistem Klasifikasi Enam Kingdom Pada tahun 2004. . yaitu: 1. taksonomi tumbuhan lebih banyak mempelajari aspek penanganan sampel-sampel (spesimen) tumbuhan dan pengelompokan (klasifikasi) berdasarkan contoh-contoh ini. tumbuhan paku (Pteridophyta). seorang ilmuwan. Di sisi lain. 2. Tubuhnya tersusun atas banyak sel yang telah berdiferensiasi membentuk jaringan. Kelompok ini terdiri dari semua hewan. Enam Kingdom menurut Klasifikasi Cavalier-Smith. penyimpanan contoh. 4. Kingdom Plantae (Tumbuhan) Tumbuhan terdiri dari tumbuhan lumut (Bryophyta). yaitu Chromista. Kingdom Animalia (Hewan) Hewan memiliki sel eukariotik. 2. namun dengan memisahkan Eukaryota dari Protista yang bersifat autotrof menjadi Kingdom baru. Dalam sistematika bantuan ilmu seperti filogeni dan kladistika banyak berperan.5. 6. 2. tumbuhan berbiji terbuka (Gymnospermae). Thomas Cavalier-Smith mengklasifikasikan makhluk hidup menjadi k Kingdom juga. dan penamaan tumbuhan. 6. Namun demikian. Ilmu ini merupakan cabang dari taksonomi. Taksonomi tumbuhan (juga hewan) sering kali dikacaukan dengan sistematika tumbuhan dan klasifikasi tumbuhan. dan tumbuhan berbiji tertutup (Angiospermae).

e. buku-buku flora dan monografi. sedangkan istilah kategori yang ditekankan adalah tingkat atau kedudukan golongan dalam suatu hierarki tertentu. Untuk identifikasi tumbuhan yang telah dikenal oleh dunia ilmu pengetahuan. dan periode sistem filogenetik. sistem klasifikasi alam. f. Berdasarkan sejarah perkembangannya ketiga sistem klasifikasi tersebut dibagi menjadi empat periode yaitu periode sistem habitus. baik yang terbatas pada suatu wilayah tertentu saja maupun yang terdapat di seluruh dunia. Perbedaan antara istilah takson dengan kategori yaitu istilah takson yang ditekankan adalah pengertian unit atau kelompok yang mana pun. Identifikasi a. periode sistem numerik. 1. d. Kunci identifikasi merupakan serentetan pertanyaan-pertanyaan yang jawabnya harus ditemukan pada spesimen yang akan diidentifikasi. spesimen herbarium. Takson yang terdapat pada tingkat takson (kategori) yang lebih rendah mempunyai kesamaan sifat lebih banyak daripada takson yang terdapat pada tingkat takson (kategori) di atasnya. dan sistem klasifikasi filogenetik. Prosedur identifikasi tumbuhan yang untuk pertama kali akan diperkenalkan ke dunia ilmiah memerlukan bekal ilmu pengetahuan yang mendalam tentang isi KITT. Klasifikasi a. . d. periode sistem alam. e. atau mungkin sudah dikenal oleh dunia ilmu pengetahuan. kunci identifikasi dan lembar identifikasi jenis. b. j. g. Bila semua pertanyaan berturut-turut dalam kunci identifikasi ditemukan jawabnya. g. memerlukan sarana antara lain bantuan orang. Dalam taksonomi tumbuhan istilah yang digunakan untuk menyebutkan suatu nama takson sekaligus menunjukkan pula tingkat takson (kategori). berarti nama serta tempatnya dalam sistem klasifikasi tumbuhan yang akan diidentifikasi dapat diketahui. Ada tiga sistem klasifikasi dalam taksonomi tumbuhan yaitu sistem klasifikasi buatan. c.Pengelompokan spesies ke dalam berbagai takson sering kali berubah-ubah tergantung dari sistem klasifikasinya. 2. Penentuan nama baru dan penentuan tingkat-tingkat takson harus mengikuti aturan yang ada dalam KITT. Identifikasi tumbuhan adalah menentukan namanya yang benar dan tempatnya yang tepat dalam sistem klasifikasi. c. b. Sifat-sifat yang dijadikan dasar dalam mengadakan klasifikasi berbeda-beda tergantung orang yang mengadakan klasifikasi dan tujuan yang ingin dicapai dengan pengklasifikasian itu. Klasifikasi tumbuhan adalah pembentukan kelompok-kelompok dari seluruh tumbuhan yang ada di bumi ini hingga dapat disusun takson-takson secara teratur mengikuti suatu hierarki. h. Flora adalah suatu bentuk karya taksonomi tumbuhan yang memuat jenis-jenis tumbuhan yang ditemukan dalam suatu wilayah tertentu. f. Monografi adalah suatu bentuk karya taksonomi tumbuhan yang memuat jenisjenis tumbuhan yang tergolong dalam kategori tertentu. Lembar Identifikasi Jenis adalah sebuah gambar suatu jenis tumbuhan yang disertai dengan nama klasifikasi jenis yang bersangkutan. i. Tumbuhan yang akan diidentifikasikan mungkin belum dikenal oleh dunia ilmu pengetahuan (belum ada nama ilmiahnya).

Kingdom Kingdom merupakan tingkatan takson tertinggi makhluk hidup. Kelima kingdom tersebut antara lain : Monera. Nama genus terdiri atas satu kata. Dalam penyebutan indonesia nama suku selalu diulang penyebutannya : kacang-kacangan . 7. d.10 Tingkatan Takson Dalam sistem klasifikasi. Fungi.2. Kelas (Classis) Kelompok takson yang satu tingkat lebih rendah dari filum atau divisio 4. angrek-anggrekan . Tingkatan takson yaitu: 1. 5. 3. Semakin tinggi tingkat taksonnya : a. jahe-jahean. Pada dunia tumbuhan. c. makhluk hidup dikelompokkan menjadi suatu kelompok besar kemudian kelompok besar ini dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil sehingga pada akhirnya terbentuk kelompok-kelompok terkecil yang beranggotakan satu jenis makhluk hidup. dan seluruh huruf dalam kata itu ditulis dengan huruf miring atau dibedakan dari huruf lainnya. Ordo (Bangsa) Setiap kelas terdiri dari beberapa ordo. ilmunya Taksonomi. b. Nama filum tidak memiliki akhiran yang khas sedangkan nama division umumnya memiliki akhiran khas. sedangkan untuk hewan biasanya diberi nama idea. Filum/Divisio (Keluarga Besar) Nama filum digunakan pada dunia hewan. Filum atau division terdiri atas organism-organisme yang memiliki satu atau dua persamaan ciri. huruf pertama ditulis dengan huruf kapital. Kebanyakan ahli Biologi sependapat bahwa makhluk hidup di dunia ni dikelompokkan menjadi 5 kingdom (diusulkan oleh Robert Whittaker tahun 1969). Species (Jenis) . Nama famili tumbuhan biasanya diberi akhiran aceae. 6. dan nama division digunakan pada tumbuhan. 2. Anggotanya semakin banyak Tingkat persamaannya semakin kecil Detil pengelompokkannya semakin sederhana Perbedaannya semakin banyak karena tuntutan kesamaannya sedikit Tingkat kekerabatannya semakin jauh Sebaliknya tingkat takson semakin rendah sifat-sifatnya kebalikan dari yang disebutkan di atas. e. Genus (Marga) Genus adalah takson yang lebih rendah dariada famili. Plantae. Tingkatan-tingkatan pengelompokan itu disebut takson. Famili Famili merupakan tingkatan takson di bawah ordo. dan Animalia. Proista. antara lain phyta dan mycota. nama ordo umumnya diberi akhiran ales.

tidak perlu dikacaukan dengan aturan lain yang berlaku bagi tanaman budidaya (Peraturan Internasional bagi Tata Nama Tanaman Budidaya. c. tidak menjadikan penulisan nama ilmiah menjadi huruf kapital semua) kecuali untuk hal berikut: . Pavo muticus. nama ilmiah ditulis dengan huruf miring (huruf italik). karena sebagian besar nama yang diberikan bukan istilah asli dalam bahasa latin melainkan nama yang diberikan oleh orang yang pertama kali memberi pertelaan atau deskripsi (disebut deskriptor) lalu dilatinkan. dengan mengambil nama genus dan nama spesies. serta fosil tumbuhan. Nama genus selalu diawali dengan huruf kapital (huruf besar. dan Peraturan Internasional bagi Tata Nama Prokariota (ICNP). 2. khususnya tumbuhan. Peraturan Internasional bagi Tata Nama Zoologi (ICZN) bagi hewan dan fosil hewan. Perlu diperhatikan bahwa cara penulisan ini adalah konvensi yang berlaku saat ini sejak awal abad ke-20. misalnya pada judul suatu naskah. ICNCP). Aturan ini pada awalnya diterapkan untuk fungi. tumbuhan dan hewan oleh penyusunnya (Carolus Linnaeus). Penulisan nama ini tidak mengikuti tipografi yang menyertainya (artinya.. seperti yang dilakukan pula oleh Carolus Linnaeus. dan ditulis dengan huruf tegak (latin) atau tanpa garis bawah (jika tulisan tangan). Passer domesticus (Linnaeus. uppercase) dan nama spesies selalu diawali dengan huruf biasa (huruf kecil. dan sebaliknya. . Penamaan organisme pada saat ini diatur dalam Peraturan Internasional bagi Tata Nama Botani (ICBN) bagi tumbuhan. lowercase). d. beberapa alga. namun kemudian segera diterapkan untuk bakteri pula. Contoh: Glycine max Merr.Pada teks tulisan tangan. b. nama atau epitet spesies diawali dengan huruf besar jika diambil dari nama orang atau tempat.Pada teks dengan huruf tegak (huruf latin). Nama yang dipakai adalah nama baku yang diberikan dalam bahasa Latin atau bahasa lain yang dilatinkan.Species adalah takson yang terendah. Sebutan yang disepakati untuk nama ini adalah 'nama ilmiah' (scientific name). Nama lengkap (untuk hewan) atau singkatan (untuk tumbuhan) dari autoritas boleh diberikan di belakang nama spesies. Sebelumnya. Contoh: Glycine soja. nama ilmiah diberi garis bawah yang terpisah untuk nama genus dan nama spesies. dan lumut kerak.11 Tata Nama Binomial Tata nama binomial (binomial berarti 'dua nama') merupakan aturan penamaan baku bagi semua organisme (makhluk hidup) yang terdiri dari dua kata dari sistem taksonomi (biologi). 1. Aturan Penulisan a. . nama autoritas ditulis dalam tanda kurung. suatu teks yang semuanya menggunakan huruf kapital/balok. sehingga diberi tanda kurung (parentesis). fungi. Aturan penamaan dalam biologi. Aturan penulisan dalam tatanama binomial selalu menempatkan nama ("epitet" dari epithet) genus di awal dan nama ("epitet") spesies mengikutinya. Jika suatu spesies digolongkan dalam genus yang berbeda dari yang berlaku sekarang. Spesies adalah suatu kelompok organisme yang dapat melakukan perkawinan antar sesamanya untuk menghasilkan keturunan yang fertil (subur) aturan penulisannya disebut binomial nomenklatur. 1978) — yang terakhir semula dimasukkan dalam genus Fringilla. Awam seringkali menyebutnya sebagai "nama latin" meskipun istilah ini tidak tepat sepenuhnya.

patma. Sebutan E." (botani) digunakan jika nama spesies tidak dapat atau tidak perlu dijelaskan. Di bidang botani.. Singkatan ini berarti "subspesies". Nama autor ditulis di belakang nama takson. Penyebutan selanjutnya cukup dengan mengambil huruf awal nama genus dan diberi titik lalu nama spesies secara lengkap. yang juga disebut kedelai. j. berarti jenis-jenis Adiantum. 2. Merrill) yang hasil karyanya diakui untuk menggambarkan Glycine max. Tatanama binomial dikenal pula sebagai "Sistem Klasifikasi Binomial". Di Pulau Jawa ditemukan pula kerabatnya. Contoh: Tumbuhan dengan bunga terbesar dapat ditemukan di hutan-hutan Bengkulu. yang dikenal sebagai padma raksasa (Rafflesia arnoldii). Pada penulisan teks yang menyertakan nama umum/trivial. Apabila nama awal diganti. g." (dari confer) dipakai jika identifikasi nama belum pasti. Singkatan "spp. kedua sistem tata nama menggunakan tanda kurung (parentesis) yang mengapit autor awalnya. adalah singkatan dari autoritas (dalam contoh ini E.." adalah singkatan baku untuk "Linnaeus". Contoh: (Tumbuhan) Amaranthus retroflexus L. k. f. h. rex berasal dari konvensi ini." (botani) yang menunjukkan subspesies yang belum diidentifikasi. – Linnaeus pertama kali menamakan tumbuhan ini sebagai Scilla italica.e. Cara penulisan ini memiliki perbedaan di antara bidang zoologi dan botani (termasuk mikologi). Rothmaler memindahkannya ke genus Hyacinthoides." i. Singkatan "cf. – "L. paling tidak salah satu nama spesies (biasanya pada penyebutan pertama kali atau pada tempat utama) diikuti oleh "autoritas" suatu cara penyebutan untuk orang yang pertama kali mempublikasikan deskripsi yang valid mengenai spesies tersebut. Contoh pada suatu judul: "Pengujian Daya Tahan Kedelai (Glycine max Merr. Penyebutan Autoritas Dalam naskah-naskah ilmiah.). Sering dikacaukan dengan singkatan sebelumnya adalah "ssp." (zoologi) atau "subsp. dan bentuk jamaknya "sspp. splendens berarti "sejenis burung mirip dengan gagak (Corvus splendens) tapi belum dipastikan sama dengan spesies ini". ICBN menggunakan singkatan nama (terdaftar) dan mengabaikan tanggal (hal ini dulu pernah digunakan pula di bidang zoologi). nama ilmiah biasanya menyusul dan diletakkan dalam tanda kurung. Adiantum spp.D. berarti satu jenis dari genus Canis. yang dikenal sebagai R.) Terhadap Beberapa Tingkat Salinitas". (Penjelasan: Merr. Contoh: Canis sp. Glycine soja. Nama ilmiah ditulis lengkap apabila disebutkan pertama kali." (zoologi dan botani) merupakan bentuk jamak. dengan ukuran bunga yang lebih kecil.  (Tumbuhan) Hyacinthoides italica (L. misalnya karena spesies dipindahkan ke genus yang lain." atau "subspp. Nama Glycine max diberikan dalam judul karena ada spesies lain. Penamaan fungi mengikuti penamaan tumbuhan." (zoologi) atau "spec. ICZN mengatur penulisan nama autor di bidang zoologi dalam bentuk nama akhir (nama keluarga) diikuti oleh tanggal (boleh hanya tahun) publikasi.  . coli atau T. Contoh: Corvus cf. Singkatan "sp.) Rothm.

lipid. Genom virus akan diekspresikan menjadi baik protein yang digunakan untuk memuat bahan genetik maupun protein yang dibutuhkan dalam daur hidupnya. Virus bersifat parasit obligat. glikoprotein. atau tanaman (misalnya virus mosaik tembakau). Karena karakteristik khasnya ini virus selalu terasosiasi dengan penyakit tertentu. Hal ini merupakan salah satu efek sitopatik virus. Virus hanya dapat bereproduksi di dalam material hidup dengan menginvasi dan memanfaatkan sel makhluk hidup karena virus tidak memiliki perlengkapan selular untuk bereproduksi sendiri.12 Pengertian Virus Virus berasal dari bahasa latin venom yang berarti racun. tidak seperti ICBN. Dalam sel inang. lipid. atau kombinasi ketiganya. 1758) – nama asli diberikan oleh Linnaeus sebagai Fringilla domestica. Virus dikatakan tidak hidup karena virus dapat dikristalkan dan tidak mempunyai protoplasma. tetapi bila berada di dalam sel hidup virus dikatakan sebagai makhluk hidup. hewan (misalnya virus flu burung). Replikasi virus mengganggu sintesis dan fungsi protein yang normal serta dapat memicu cedera dan kematian sel yang terinfeksi. Genom virus menyandi baik protein yang digunakan untuk memuat bahan genetik maupun protein yang dibutuhkan dalam daur hidupnya. Setelah masuk ke dalam sel. atau kombinasi ketiganya. virus dapat menyebabkan cedera jaringan dan penyakit dengan berbagai macam mekanisme. hal tersebut disebabkan karena virus hanya dapat bereproduksi di dalam material hidup dengan menginvasi dan memanfaatkan sel makhluk hidup karena virus tidak memiliki perlengkapan selular untuk bereproduksi sendiri. Virus dikatakan hidup karena virus dapat berkembang biak dan memiliki materi genetik (ARN/ ADN) yang menyusun tubuhnya. 2. Biasanya virus mengandung sejumlah kecil asam nukleat yang diselubungi semacam bahan pelindung yang terdiri atas protein. (Hewan) Passer domesticus (Linnaeus. glikoprotein. Virus menginfeksi beragam populasi sel dengan menggunakan molekul permukaan sel sebagai reseptor untuk masuk ke dalam sel. Berbagai macam virus dapat menginfeksi berbagai macam sel. Istilah virus biasanya merujuk pada partikel-partikel yang menginfeksi sel-sel eukariota (organisme multisel dan banyak jenis organisme sel tunggal). . Virus sering diperdebatkan statusnya sebagai makhluk hidup karena ia tidak dapat menjalankan fungsi biologisnya secara bebas. baik pada manusia (misalnya virus influenza dan HIV). Apabila virus berada di luar sel hidup maka virus dianggap sebagai makhluk tak hidup. sementara istilah bakteriofag atau fag digunakan untuk jenis yang menyerang jenis-jenis sel prokariota (bakteri dan organisme lain yang tidak berinti sel). Virus merupakan suatu organisme intraseluler obligatorik yang bereplikasi di dalam sel dengan menggunakan komponen asam nukleat dan peralatan sintesis protein milik host. ICZN tidak memerlukan penulisan nama orang yang memindahkan nama spesies ke genus lainnya. virus merupakan parasit obligat dan di luar inangnya menjadi tak berdaya. Biasanya virus mengandung sejumlah kecil asam nukleat (DNA atau RNA. Virus akan menggunakan molekul permukaan sel sebagai reseptor untuk masuk ke dalam sel. tetapi tidak kombinasi keduanya) yang diselubungi semacam bahan pelindung yang terdiri atas protein. dan infeksi ini disebut litik karena sel yang terinfeksi mengalami lisis.

Mayer menyimpulkan bahwa penyakit tersebut disebabkan oleh bakteri yang lebih kecil dari biasanya dan tidak dapat dilihat dengan mikroskop. seorang ilmuwan Jerman. hal tersebut terbukti dengan adanya beberapa penemuan-penemuan yaitu laporan mengenai infeksi virus dalam hieroglyph di Memphis. melindungi manusia dari Pox. menemukan bahwa penyakit tersebut dapat menular ketika tanaman yang ia teliti menjadi sakit setelah disemprot dengan getah tanaman yang sakit. virus merupakan organisme peralihan antara makhluk hidup dan benda mati. Iwanoski (1892) pada tanaman tembakau. Kemungkinan kedua ini dibuang pada tahun 1897 setelah Martinus Beijerinck dari Belanda menemukan bahwa agen infeksi di dalam getah yang sudah disaring tersebut dapat bereproduksi karena kemampuannya menimbulkan penyakit tidak berkurang setelah beberapa kali ditransfer antartanaman. Wendell M. Pada tahun 1892. Para penemu virus antara lain D. Hal tersebut diduga karena Virus Pox yang terdapat pada sapi. Karena tidak berhasil menemukan mikroba di getah tanaman tersebut. virus endemik yang cukup terkenal adalah virus Smallpox yang menyerang masyarakat cina pada tahun 1000. Agen harus bisa diisolasi dari inang dan bisa ditumbuhkan secara in vitro c. 2. Virus telah menginfeksi sejak jaman sebelum masehi. Agen penyakit harus ada di dalam setiap kasus penyakit b. Louis Pasteur dan Robert Koch mengemukakan suatu "germ theory" yaitu bahwa mikroorganisme merupakan penyebab penyakit. dilanjutkan M. selain itu. Agen yang sama bisa di ambil dan diisolasi kembali dari inang yang terinfeksi tersebut 4. yaitu bahwa bakteri penyebab penyakit tersebut berbentuk sangat kecil sehingga masih dapat melewati saringan. Stanley (1935) berhasil mengkristalkan virus mosaik pada tembakau. Ketika kultur agen muri diinokulasikan ke dalam sel inang sehat yang rentan maka ia bisa menimbulkan penyakit d. Reed (1900) berhasil menemukan virus penyebab kuning (yellow fever). Twort dan Herelle (1917) penemu Bakteriofage. Pada saat itu juga terkenal Postulat Koch yang sangat terkenal hingga saat ini yaitu : a. misalnya mempunyai DNA (asam deoksiribonukleat) dan dapat berkembang biak pada sel hidup. Akan tetapi pada pada tahun 1798 . Pengetahuan tentang virus terus berkembang sampai lahir ilmu cabang biologi yang mempelajari virus disebut virology. 5. Pada tahun 1883. Dikatakan peralihan karena virus mempunyai ciri-ciri makhluk hidup. Raja Firaun Ramses V meninggal pada tahun 1196 SM dan dipercaya meninggal karena terserang virus Smallpox. atau bakteri tersebut mengeluarkan toksin yang dapat menembus saringan. Beijerinck (1898). Pada jaman sebelum masehi. Pada tahun 1880.13 Sejarah Penemuan Menurut para ahli biologi. Sejarah virus yaitu: 1. Penelitian mengenai virus dimulai dengan penelitian mengenai penyakit mosaik yang menghambat pertumbuhan tanaman tembakau dan membuat daun tanaman tersebut memiliki bercak-bercak. Memiliki ciri-ciri benda mati seperti tidak memiliki protoplasma dan dapat dikristalkan.2. Penemuan tersebut yang dipahami kemudian merupakan pelopor penggunaan vaksin. Loffern dan Frooch (1897) menemukan dan memisahkan virus penyebab penyakit mulut dan kaki (food and mouth diseases). Patogen mosaik . Ivanowsky lalu menyimpulkan dua kemungkinan. Dimitri Ivanowsky dari Rusia menemukan bahwa getah daun tembakau yang sudah disaring dengan penyaring bakteri masih dapat menimbulkan penyakit mosaik. Edward Jenner menemukan bahwa beberapa pemerah susu memiliki kekebalan terhadap virus pox. ibu kota Mesir kuno (1400SM) yang menunjukkan adana penyakit poliomyelitis. 3. Adolf Mayer.

Virus ini juga merupakan virus yang pertama kali divisualisasikan dengan mikroskop elektron pada tahun 1939 oleh ilmuwan Jerman G. Virus yang ditemukan oleh Rous dinamakan Rous Sarcoma Virus(RSV). setelah Wendell Meredith Stanley dari Amerika Serikat berhasil mengkristalkan partikel penyebab penyakit mosaik yang kini dikenal sebagai virus mosaik tembakau. Peyton Rous menemukan jika ayam yang sehat diinduksi dengan sel tumor dari ayam yang sakit. Stanley mengemukakan bahwa virus akan dapat tetap aktif meskipun setelah kristalisasi.14 Struktur dan Anatomi Virus Virus adalah organisme subselular yang karena ukurannya sangat kecil. maka pada ayam yang sehat tersebut juga akan terkena kanker. Shope papilloma virus atau cottontail rabbit papilloma virus (CRPV) yang ditemukan oleh Dr. yaitu sejenis cairan hidup pembawa penyakit. 2. Virus yang dikristalkan merupakan Tobacco Mozaic Virus (TMV). Kausche. melainkan merupakan contagium vivum fluidum. Rous juga mencoba melisis sel tumor dari ayam yang sakit lalu menyaring sari-sarinya dengan pori-pori yang tidak dapat dilalui oleh bakteri. dan H. hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop elektron. pada tahun 1898. 9. Bakterofage merupakan virus yang memiliki inang bakteri sehingga hanya dapat bereplikasi di dalam sel bakteri. Bahan genetik kebanyakan virus hewan dan manusia berupa DNA. 7. Pada tahun 1911. yaitu virus yang dapat menyebabkan tumor. Martha Chase dan Alfred Hershey pada tahun 1952 berhasil menemukan bakteriofage. Namun demikian. 10. dan pada virus tumbuhan kebanyakan adalah RNA yang beruntai tunggal.tembakau disimpulkan sebagai bukan bakteri. RNA untai ganda. Pendapat Beijerinck baru terbukti pada tahun 1935. 6. Setelah itu. asam nukleat genom virus dapat berbentuk linear tunggal atau sirkuler. Virus terkecil berdiameter hanya 20 nm (lebih kecil daripada ribosom). Ruska. Pfankuch. Jumlah gen virus bervariasi dari empat untuk yang terkecil sampai dengan beberapa ratus untuk yang terbesar. Rous menyimpulkan kanker disebabkan karena sel virus pada sel tumor ayam yang sakit yang menginfeksi sel ayam yang sehat. E. Pada tahun 1933.A. 8. DNA untai tunggal. Penemuan tersebut merupakan penemuan pertama virus onkogenik. . Richard E Shope merupakan model kanker pertama pada manusia yag disebabkan oleh virus. lalu sari-sari tersebut di suntikkan dalam sel ayam yang sehat dan ternyata hal tersebut juga dapat menyebabkan kanker. 11. Wendell Stanley merupakan orang pertama yang berhasil mengkristalkan virus pada tahun 1935. mereka menyimpulkan bahwa patogennya adalah bakteri yang sangat kecil. Ukurannya lebih kecil daripada bakteri sehingga virus tidak dapat disaring dengan penyaring bakteri. Selain itu. sedangkan virus terbesar sekalipun sukar dilihat dengan mikroskop cahaya. Genom virus dapat terdiri dari DNA untai ganda. Dr Shope melakukan percobaan dengan mengambil filtrat dari tumor pada hewan lalu disuntikkan pada kelinci domestik yang sehat dan ternyata timbul tumor pada kelinci tersebut. Loeffler dan Frosch melaporkan bahwa penyebab penyakit mulut dan kaki sapi dapat melewati filter yang tidak dapat dilewati bakteri. atau RNA untai tunggal. Selain itu. Genom virus dapat berupa DNA ataupun RNA.

kapsid sebagian jenis virus sferik dapat diselubungi lapisan lipid. Jumlah protein yang dibutuhkan untuk membentuk kapsid virus sferik ditentukan dengan koefisien T. Misalnya. Seperti virus bentuk heliks. Bakteriofag terdiri dari kepala polihedral berisi asam nukleat dan ekor untuk menginfeksi inang. Bagian-bagian ini berfungsi dalam pengikatan pada dan pemasukan ke sel inang pada awal infeksi. protein kapsid (biasanya disebut protein nukleokapsid) terikat langsung dengan genom virus.Bahan genetik virus diselubungi oleh suatu lapisan pelindung. butuh 240 protein untuk membentuk kapsid. heliks. Sebagai contoh. Virus cacar air memiliki selubung virus. . Pada virus campak. polihedral. dan glikoprotein yang disandikan oleh virus melekat pada selubung lipid tersebut. kapsid bisa berbentuk bulat (sferik). Kapsid virus sferik menyelubungi genom virus secara keseluruhan dan tidak terlalu berikatan dengan asam nukleat seperti virus heliks.3 mikrometer. virus hepatitis B memiliki angka T=4. nukleokapsid ini diselubungi oleh lapisan lipid yang didapatkan dari sel inang. setiap protein nukleokapsid terhubung dengan enam basa RNA membentuk heliks sepanjang sekitar 1. namun biasanya protein kapsid sendiri langsung terlibat dalam penginfeksian sel. pada virus campak. Bergantung pada tipe virusnya. Struktur ini bisa bervariasi dari ukuran 20 nanometer hingga 400 nanometer dan terdiri atas protein virus yang tersusun dalam bentuk simetri ikosahedral. Komposisi kompleks protein dan asam nukleat ini disebut nukleokapsid. Untuk virus berbentuk heliks. yaitu sekitar 60t protein. Kapsid terbentuk dari banyak subunit protein yang disebut kapsomer. atau bentuk yang lebih kompleks dan terdiri atas protein yang disandikan oleh genom virus. Protein yang menjadi lapisan pelindung tersebut disebut kapsid.

Berdasarkan asam nukleat yang terdapat pada virus. virus juga membawa beberapa molekul enzim di dalam kapsidnya. Bahan-bahan yang diperlukan untuk membentuk bagian tubuh virus baru. Partikel lengkap virus disebut virion. yaitu membran menyelubungi kapsid. Selain protein selubung dan protein kapsid. Ada pula beberapa jenis bakteriofag yang memiliki ekor protein yang melekat pada "kepala" kapsid. kita mengenal virus ADN dan virus ARN. jaringan hewan.Beberapa jenis virus memiliki unsur tambahan yang membantunya menginfeksi inang.Virus pada hewan memiliki selubung virus. Virion berfungsi sebagai alat transportasi gen. Serabut-serabut ekor tersebut digunakan oleh fag untuk menempel pada suatu bakteri. Selubung ini mengandung fosfolipid dan protein dari sel inang. berasal dari sitoplasma sel yang diinfeksi. sedangkan komponen selubung dan kapsid bertanggung jawab dalam mekanisme penginfeksian sel inang. . Tubuhnya masih belum dapat disebut sebagai sel. tetapi juga mengandung protein dan glikoprotein yang berasal dari virus. Virus hanya dapat berkembang biak (bereplikasi) pada medium yang hidup (embrio. jaringan tumbuhan). hanya tersusun dari selubung protein di bagian luar dan asam nukleat (ARN & ADN) di bagian dalamnya.

Bagian isi disebut sebagai virion. HIV. Isi tubuh Bagian isi tersusun atas asam inti. Ekor virus terdiri atas tubus bersumbat yang dilengkapi benang atau serabut. sedangkan virus terbesar sekalipun sukar dilihat dengan mikroskop cahaya. Virus yang menginfeksi sel eukariotik tidak mempunyai ekor. Kepala Kepala virus berisi DNA dan bagian luarnya diselubungi kapsid. Berdasarkan isi yang dikandungnya. . virus cacar) dan virus RNA (virus influenza. d. Fungsi kapsid untuk memberi bentuk virus sekaligus sebagai pelindung virus dari kondisi lingkungan yang merugikan virus. yakni DNA saja atau RNA saja. Kapsid juga dapat terdiri atas protein monomer yang yang terdiri dari rantai polipeptida. H5N1). strukturnya terdiri dari: a. b. Kapsid terdiri atas kapsomer. c. Virus terkecil berdiameter hanya 20 nm (lebih kecil daripada ribosom). Satu unit protein yang menyusun kapsid disebut kapsomer. Kapsid Kapsid adalah selubung yang berupa protein. virus dapat dibedakan menjadi virus DNA (virus T. DNA atau RNA merupakan materi genetik yang berisi kode-kode pembawa sifat virus. Ekor Ekor virus merupakan alat untuk menempel pada inangnya.(gambar kelompok virus) Untuk mengetahui struktur virus secara umum kita gunakan bakteriofage (virus T). Selain itu di dalam isi virus terdapat beberapa enzim.

b. Genom virus dapat terdiri dari DNA untai ganda. asam nukleat genom virus dapat berbentuk linear tunggal atau sirkuler. Fase Litik (pemecahan sel inang) Ketika perakitan selesai. DNA untai tunggal. 2. Bahan genetik kebanyakan virus hewan dan manusia berupa DNA. Jadi kapsid virus tetap berada di luar sel bakteri dan berfungsi lagi. dalam kendali DNA virus. Di dalam sel bakteri yang tidak berdaya itu disintesis virus dan protein yang dijadikan sebagai kapsid virus. Fase Asemblin (perakitan) Bagian-bagian virus yang telah terbentuk. Jumlah virus yang terbentuk sekitar 100-200 buah dalam satu daur litik. akhirnya virus akan mencari inang baru. sehingga terbentuklah bagian-bagian virus. kapsid bisa berbentuk bulat (sferik). Bahan genetik virus diselubungi oleh suatu lapisan pelindung. heliks. Protein yang menjadi lapisan pelindung tersebut disebut kapsid. Selain itu. 2. atau RNA untai tunggal. RNA untai ganda. Fase Adsorbsi (Fase Penempelan) Ditandai dengan melekatnya ekor virus pada sel bakteri. dan pada virus tumbuhan kebanyakan adalah RNA yang beruntai tunggal. Fase Sintesis (pembentukan) DNA virus akan mempengaruhi DNA bakteri untuk mereplikasi bagian-bagian virus. Kapsid terbentuk dari banyak subunit protein yang disebut kapsomer. e. maka virus akan menghancurkan dinding sel bakteri dengan enzim lisoenzim. d.15 Reproduksi Virus Cara reproduksi virus dikenal sebagai proliferasi yang terdiri dari: 1. Fase Injeksi (memasukkan asam inti) Setelah terbentuk lubang pada sel bakteri maka virus akan memasukkan asam inti (DNA) ke dalam tubuh sel bakteri. Daur lisogenik (lisogenic cycle) . c. Bergantung pada tipe virusnya. atau bentuk yang lebih kompleks dan terdiri atas protein yang disandikan oleh genom virus. Jumlah gen virus bervariasi dari empat untuk yang terkecil sampai dengan beberapa ratus untuk yang terbesar. oleh bakteri akan dirakit menjadi virus sempurna.Asam nukleat genom virus dapat berupa DNA ataupun RNA. Setelah menempel virus mengeluarkan enzim lisoenzim (enzim penghancur) sehingga terbentuk lubang pada dinding bakteri untuk memasukkan asam inti virus. polihedral. Daur Litik (Litic Cycle) a.

Fase Sintesis DNA virus melakukan sintesis untuk membentuk bagian-bagian viirus d. kelas Mikrotatobiotes dan ordo Virales (Virus). Virus DNA mempunyai beberapa famili: a. di dalam DNA bakteri terkandung materi genetik virus. Kemudian DNA bakteri mereplikasi untuk melakukan pembelahan. Famili Orthomyxoviridae seperti genus Influensavirus f. Famili Iridoviridae seperti genus Iridovirus f. Famili Togaviridae seperti genus Alphavirus d. Famili Poxviridae seperti genus Orthopoxvirus 2. Famili Papovaviridae seperti genus Aviadenovirus c. yakni berdasarkan kandungan asam. Fase Pembelahan Setelah menyisip DNA virus tidak aktif disebut profag. Fase Penggabungan Dalam menyisip ke DNA bakteri DNA virus harus memutus DNA bakteri. Famili Reoviridae seperti genus Reovirus c. Famili Parvoviridae seperti genus Parvovirus b. Fase Litik Setelah perakitan selesai terjadilah lisis sel bakteri. virus termasuk ke dalam divisio Protophyta. c. Dengan kata lain. Pada tahun 1976 ICTV (International Commite on Taxonomy of Virus) mempublikasikan bahwa virus diklasifikasikan struktur dan komposisi tubuh. dan kemudian DNA masuk ke dalam akan membentuk virus baru e. Famili Picornaviridae seperti genus Enterivirus b. Pada dasarnya virus dibedakan atas dua golongan yaitu virus DNA dan virus RNA. b. Famili Herpesviridae seperti genus Herpesvirus e.16 Klasifikasi Virus Menurut klasifikasi Bergey. Famili Adenoviridae seperti genus Mastadenovirus d. Famili Retroviridae seperti genus Leukovirus .a. Virus RNA mempunyai beberapa famili: a. Virus yang terlepas dari inang akan mencari inang baru 2. 1. Famili Paramyvoviridae seperti genus Pneumovirus e. Fase Perakitan Setelah virus membentuk bagian-bagian virus. kemudian DNA virus menyisip di antara benang DNA bakteri yang terputus tersebut.

7. Virus bakteriofage mula-mula ditemukan oleh ilmuwan Prancis. Virus tumbuhan Virus yang parasit pada sel tumbuhan. termasuk virus penyebab AIDS. dan Orthomuxovirus. yaitu: a. dan virus Influenza. Berdasarkan Punya Tidaknya Selubung Virus Dapat dibedakan menjadi dua tipe. (biasanya glikoprotein). D'Herelle. Famili Rhabdoviridae seperti genus Lyssavirus 8.Pada virus T4 asam nukleatnya adalah DNA. dan Adenovirus. b. 1. Contoh virus hewan: virus Poliomylitis. Contoh virus yang parasit pada tumbuhan: Tobacco Mozaic Virus (TMV) dan Beet Yellow Virus (BYV). Contoh: Reovirus. Virus yang memiliki selubung atau sampul (enveloped virus) Virus ini memiliki nukleokapsid yang dibungkus oleh membran. leher. Contoh: Herpesvirus. RNA pita tunggal (RNA ss). dan RNA pita ganda (RNA ds). Semua virus memiliki asam nukleat. polio. Virus yang tidak memiliki selubung Hanya memiliki capsid (protein) dan asam nukleat (naked virus). ia sangat kompleks dan mempunyai beberapa bagian berbeda yang diatur secara cermat. 2. Membran terdiri dari dua lipid dan protein. Infeksi Akut infeksi akut merupakan infeksi yang berlangsung dalam jangka waktu cepat namun . Pada virus RNA. virus Vaccina. Dibandingkan dengan kebanyakan virus. dan ekor. Bagian dalam kepala mengandung dua pilinan DNA. Membran ini berfungsi sebagai struktur yang pertama-tama berinteraksi. pembawa gen yang diperlukan untuk menghimpun salinan-salinan virus di dalam sel hidup.17 Macam-macam Infeksi Virus Virus dapat menginfeksi inangnya dan menyebabkan berbagai akibat bagi inangnya. Virus bakteri (bakteriofage) Bakteriofage adalah virus yang menggandakan dirinya sendiri dengan menyerbu bakteri. asam nukleatnya adalah RNA. RNA "baru" dibuat dengan cara menggandakan langsung RNA "lama" atau dengan lebih dulu membentuk potongan DNA pelengkap. DNA pita ganda (DNA ds). Corronavirus. tetapi pada banyak virus lain. c. Famili Arenaviridae seperti genus Arenavirus Virus diklasifikasikan berdasarkan: 1. Bagian ekor berfungsi untuk memasukkan DNA virus ke dalam sel inangnya. namun juga ada yang dapat ditangani oleh sel imun dalam tubuh sehingga akibat yang dihasilkan tidak terlalu besar. 2. Ada yang berbahaya. Berdasarkan Tempat Hidupnya a. Berdasarkan Molekul yang Menyusun Asam Nukleat Dibedakan menjadi: DNA pita tunggal (DNA ss). Virus hewan Virus yang parasit pada sel hewan. dan flu. Papovirus. b. 3. Bentuk luar terdiri atas kepala yang berbentuk heksagonal. Bagian leher berfungsi menghubungkan bagian kepala dan ekor.

HCV * Kanker contoh : HTLV-1. Sifatnya yang ganas tersebut disebabkan salah satunya karena virus ini mudah mengalami mutasi. Orthomixoviridae.Virus dalam famili ini mampu menyebabkan banyak penyakit pada manusia. yang contoh spesiesnya adalah HIV 1 dan 2. Picornaviridae. kelompok yang tergolong dalam kelompok ini adalah virus kelas III. HPV. DNA yang dihasilkan nantinya akan berintegrasi ke dalam DNA sel inang sebagai provirus. HBV. Picornaviridae Picornaviridae merupakan berukuran kecil. IV. Virus RNA Virus RNA merupakan virus yang memiliki materi genetik berupa RNA. Contoh dari infeksi kronis adalah : * Silent subclinical infection seumur hidup. contoh : HBV. HCV. contoh : cytomegalovirus( CMV) * Periode diam yang cukup lama sebelum munculnya penyakit. Virus ini memiliki genom RNA berjumlah dua buah yang keduanya identik dan memiliki polaritas positif yang nantinya akan diekspresikan menjadi enzim polimerase yang unik yaitu reverse traskriptase yang berguna untuk mengubah RNA menjadi DNA. Beberapa contoh familia virus yang termasuk ke dalam kelompok ini adalah Retroviridae. .18 Contoh-contoh Virus 1. Akibat dari infeksi akut adalah : * Sembuh tanpa kerusakan (Sembuh total) * Sembuh dengan kerusakan/cacat. HHV. b. 2. Infeksi Kronis Infeksi kronis merupakan infeksi virus yang berkepanjangan sehingga ada resiko gejala penyakit muncul kembali. Salah satu genus dari famili ini yang paling terkenal adalah genus Lentivirus.dapat juga berakibat fatal. Virus ini termasuk ke dalam virus yang ganas. misalnya : polio * Berlanjut kepada infeksi kronis * Kematian 2. dapat menyebabkan penekanan sistem kekebalan tubuh dan juga tumor. Virus ini memiliki genom RNA dengan polaritas positif sehingga termasuk virus kelas IV dalam klasifikasi Baltimore. di antaranya adalah penyakit polio yang disebabkan oleh Poliovirus dan flu ringan yang disebabkan oleh Rhinovirus. dan VI. a. contoh : HIV * Reaktivasi yang menyebabkan infeksi akut. V. Retroviridae Retroviridae merupakan virus berbentuk ikosahedral. dan Arbovirus. contoh : shingles * Penyakit kronis yang berulang (kambuh).

Orthomixoviridae Orthomoxoviridae merupakan virus yang memiliki selubung dengan materi genetik RNA bersegmen berpolaritas negatif sehingga virus ini termasuk dalam kelas V dalam klasifikasi Baltimore.Influenza tipe B . Kejadian tersebut menyebabkan terjadinya endemik musiman.Flaviviridae contoh virus yang termasuk dalam kelompok ini adalah Hepatitis C virus dan Denguevirus yang penyebabkan penyakit demam berdarah dengue. d.Bunyaviridae contoh virus yang termasuk dalam kelompok ini adalah California encephalitis virus (CE) yang menyebabkan penyakit encephalitis pada manusia. Virus ini di klasifikasikan menjadi empat kelompok yaitu : . anjing. Neuraminidase berperan untuk melepaskan virion dari sel oleh sebab itu antibodi terhadap NA dapat menekan tingkat keparahan infeksi virus. burung (burung liar.Reoviridae contoh virus yang termasuk dalam kelompok ini adalah reovirus yang . . kuda. Virus influenza tipe A dapat mengalami antigenic drift dan antigenic shift. .Tick-Borne Influenza Virus ini merupakan virus yang berasal dari kutu. Ciri khan dari virus ini adalah virus ini memiliki protein permukaan yang merupakan antigen utama yaitu Hemmaglutinin (HA) dan Neuraminidase (NA). babi. Hemmaglutinin merupakan bagian virus yang menempel pada sel target oleh sebab itu antibodi terhadap hemmaglutinin dapat melindung dari infeksi virus. karena tidak ada atau sedikitnya imunitas terhada virus baru. Antigenic drift adalah terjadinya mutasi pada gen yang menyandikan protein Hemmaglutinin.Togaviridae contoh virus yang termasuk dalam kelompok ini adalah Rubellavirus. Arbovirus dibagi menjadi empat famili yaitu : . Antigenic shift adalah munculnya subtipe barus virus influenza yang disebabkan karena penggabunggan genetik antara manusia dengan virus hewan atau dengan transmisi langsung dari hewan unggas ke manusia. Arboviruses Arbovirus merupakan singkatan dari ARthropoda-BOrne virus yaitu virus yang berasal dari kelompok Arthropoda. dan mamalia air(anjing laut dan paus). maka pandemik dapat terjadi. ternak. . . domestik).c.Influenza tipe A Influenza tipe A merupakan virus yang menginfeksi berbagai spesies baik manusia. Hal tersebut menyebabkan antibodi yang ada tidak dapat mengenalinya lagi.Influenza tipe C .

Parvoviridae. . jika kondisi inang sedang lemah. Virus ini menyebabkan infeksi pada bayi dan perkembangan abnormal (penyakit kongenital). Virus DNA Virus DNA merupakan virus yang memiliki materi genetik berupa DNA. Contoh dari virus ini adalah Epstein-Barr virus. Parvoviridae Parvoviridae merupakan virus dengan DNA utas tunggal polaritas positif atau negatif sehingga termasuk dalam kelas II dalam klasifikasi Baltimore. b. Herpesviridae Herpesviridae merupakan kelompok virus berukuran besar dengan materi genetik DNA utas ganda sehingga dikelompokkan ke dalam kelas 1 dalam klasifikasi baltimore. Salah satu contoh kelompok ini adalah virus B-19 yang dapat menyebabkan cacat atau keguguran pada janin. Herpesviridae terbagi ke dalam beberapa genus. . 2. Virus ini tidak memiliki selubung virus dan merupakan virus manusia yang berukuran paling kecil. II. infeksi virus ini bersifat laten persisten disebabkan karena kemampuan genom virus ini untuk berintergrasi dengan sel inang.menyebabkan Colorado tick fever dan Rotavirus yang menyebabkan diare epidemik pada anak-anak. Contoh dari virus ini adalah Cytomegalovirus. kelompok yang tergolong dalam kelompok ini adalah virus kelas I. Contoh dari virus ini adalah Herpes simplex tipe 1 dan 2 dan Varicella zoster(VZ) virus. a.Alpha Herpesvirus Virus yang termasuk dalam kelompok Alpha herpesvirus biasanya menyebabkan penyakit yang akut dengan gejala yang muncul saat itu juga. Beberapa contoh familia virus yang termasuk ke dalam kelompok ini adalah Herpesviridae.Gamma Herpesvirus Virus yang termasuk dalam kelompok ini mampu menyebabkan penyakit limphopoliperatif jinak dan ganas. VII. . maka ada kemungkinan penyakit dapat muncul kembali pada tempat yang sama.Beta Herpesvirus Virus yang termasuk dalam kelompok beta herpesvirus biasanya menyebabkan penyakit yang akut akan tetapi tidak ditemukan gejala pada carrier. dan Poxviridae. Virus merupakan virus yang tidak sempurna sehingga perlu berasosiasi dengan adenovirus sehingga sering disebut Adeno-Associated Virus(AAV). Virus dalam kelompok ini dapat menyebabkan penyakit ganas dan juga dapat menyebabkan kelainan pasca kelahiaran pada bayi. yaitu : .

g. menyebabkan AIDS (Acquired Imunodeficiency Syndrome). b. h. d. Herpesvirus varicella. Paramyxovirus. merupakan penyakit yang menyerang sistem pernapasan. Virus yang Merugikan: 1. Untuk membuat antitoksin. c. CVPD (Citrus Vein Phloem Degeneration) penyebab penyakit pada jeruk. Penyakit kuku dan mulut pada ternak. Rous Sarcoma Virus (RSV). Ciri khas dari virus ini adalah virus ini memiliki morfologi besar dan kompleks. Virus Cikungunya. penyebab kanker pada ayam. Menyebabkan penyakit pada tumbuhan a. Corona. Sekarang virus Smallpox sudah dimusnahkan. 2. c. menyebabkan demam berdarah. Untuk melemahkan bakteri. d. 2. Virus yang terkenal dalam kelompok ini adalah Smallpox. Virus Onkogen. b.c. b. Menyebabkan penyakit pada hewan a. menyebabkan cacar air. e. 3. Orthomyxovirus. Virus tungro. menyebabkan penyakit campak. menyebabkan penyakit hepatitis. kera. penyebab tumor pada hewan. penyebab penyakit pada tanaman padi. Untuk reproduksi vaksin. Smallpox cukup terkenal karena menimbulkan pandemik yang sangat besar diseluruh dunia. f. Virus hepatitis A dan hepatitis B. c. yang menyebabkan influenza. Vaksin rabies ditemukan oleh Louis Pasteur. Virus yang Menguntungkan: a. . seperti sapi dan kambing. HIV (Human Imunodeficiency Virus). Polyma. 2. Poxviridae Poxviridae merupakan virus dengan materi genetik DNA untai ganda sehingga virus ini di termasuk dalam kelas I dalam klasifikasi Baltimore. Tetelo pada ayam atau NCD (New Castle Disease). e. Tagovirus (flavovirus). menyebabkan SARS (Severe Accute Respiratory Syndroms). c. menyebabkan penyakit cikungunya. Vektornya adalah wereng hijau dan wereng cokelat. Menyebabkan penyakit pada manusia a. Rhabdovirus. menyebabkan kanker. i. penyebab rabies pada vertebrata (anjing. b.19 Peranan Virus Bagi Kehidupan 1. dan lainlain). Virus mozaik penyebab mozaik (bercak kuning) pada tembakau.

perincian. Selain itu. Di mana taksonomi yang lebih tinggi bersifat lebih umum dan taksonomi yang lebih rendah bersifat lebih spesifik.1 Kesimpulan Taksonomi adalah pengelompokan suatu hal berdasarkan hierarki (tingkatan) tertentu.BAB III PENUTUP 3. taksonomi juga diartikan sebagai cabang ilmu biologi yg menelaah penamaan. . dan pengelompokan makhluk hidup berdasarkan persamaan dan pembedaan sifatnya.

com/wikipedia/tata-nama-binomial http://google.com/2011/04/pengertian-taksonomi.wikipedia.com/wikipedia/reproduksi-virus http://google.com/manfaat-klasifikasi .indoskripsi.com/wikipedia/macam-macam-virus http://google.org/wiki/sejarah-klasifikasi http://www.blogspot.DAFTAR PUSTAKA http://perpustakaan-online.itb.com/ http://google.html http://ahmad-cecep.fmipa.com/wikipedia/peranan-virus-bagi-kehidupan http://id.com/wikipedia/pengertian-virus http://google.ac.com/wikipedia/sejarah-virus http://google.blogspot.id/tujuan-klasifikasi http://one.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->