P. 1
LAPORAN Reaksi Redoks

LAPORAN Reaksi Redoks

5.0

|Views: 284|Likes:
Published by ULfah SArrah
laporan
laporan

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: ULfah SArrah on Feb 28, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial
List Price: $0.99 Buy Now

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

12/11/2014

$0.99

USD

pdf

text

original

LAPORAN PRAKTIKUM EL-JK REAKSI REDOS

Disusun Oleh: Ulfah Sarah Rakhmawati 2 analis kimia 2

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 7 BANDUNG

ataupun ia dapat berupa proses yang kompleks seperti oksidasi gula pada tubuh manusia melalui rentetan transfer elektron yang rumit. Tujuan 1.Reaksi Redoks Tanggal Praktikum: 1 Mei 2012 A. atau reduksi karbon oleh hidrogen menghasilkan metana(CH4). atom. atau ion. Istilah redoks berasal dari dua konsep. . atau ion Oksidasi menjelaskan penambahan elektron oleh sebuah molekul. Dapat menentukan oksidator atau reduktor suatu zat dengan mengamati warna larutannya 3. penjelasan di atas tidaklah persis benar. Dapat menghitung konsentrasi larutan H2C24 B. Dapat menentukan terjadinya reaksi redoks 2. yaitu reduksi dan oksidasi. Teori Dasar Redoks (singkatan dari reaksi reduksi/oksidasi) adalah istilah yang menjelaskan berubahnya bilangan oksidasi (keadaan oksidasi) atom-atom dalam sebuah reaksi kimia. Oksidasi dan reduksi tepatnya merujuk pada perubahan bilangan oksidasi karena transfer elektron yang sebenarnya tidak akan selalu terjadi. Sehingga oksidasi lebih baik didefinisikan sebagai peningkatan bilangan oksidasi. transfer elektron akan selalu mengubah bilangan oksidasi. Ia dapat dijelaskan dengan mudah sebagai berikut:   Reduksi menjelaskan pelepasan elektron oleh sebuah molekul. Hal ini dapat berupa proses redoks yang sederhana seperti oksidasi karbon yang menghasilkan karbon dioksida. Walaupun cukup tepat untuk digunakan dalam berbagai tujuan. atom. namun terdapat banyak reaksi yang diklasifikasikan sebagai "redoks" walaupun tidak ada transfer elektron dalam reaksi tersebut (misalnya yang melibatkan ikatan kovalen). Dalam prakteknya. dan reduksi sebagai penurunan bilangan oksidasi.

atau nikel. Fe. dan bromin). terutama dalam reduksi senyawa-senyawa karbonil menjadi alkohol. Oksidator bisanya adalah senyawasenyawa yang memiliki unsur-unsur dengan bilangan oksidasi yang tinggi (seperti H2O2.Reaksi non-redoks yang tidak melibatkan perubahan muatan formal (formal charge) dikenal sebagai reaksi metatesis. ia juga disebut sebagai penderma elektron. platinum. reduktor melepaskan elektron dan teroksidasi. Oksidator melepaskan elektron dari senyawa lain. Oleh karena ia "mendonorkan" elektronnya. sehingga dapat mendapatkan satu atau dua elektron yang lebih dengan mengoksidasi sebuah senyawa (misalnya oksigen. Cr2O72−. dan oksidator mendapatkan elektron dan tereduksi. Na. CrO3. Sehingga dalam reaksi. Zn. Senyawa-senyawa yang berupa reduktor sangat bervariasi. dan Al dapat digunakan sebagai reduktor. reduktor mentransfer elektronnya ke oksidator. . sehingga ia sendiri teroksidasi. Reduktor jenus lainnya adalah reagen transfer hidrida. Senyawa-senyawa yang memiliki kemampuan untuk mereduksi senyawa lain dikatakan sebagai reduktif dan dikenal sebagai reduktor atau agen reduksi. Mg. ia juga disebut sebagai penerima elektron. misalnya NaBH4 dan LiAlH4). reagen-reagen ini digunakan dengan luas dalam kimia organik[1][2]. klorin. Unsur-unsur logam seperti Li. Pasangan oksidator dan reduktor yang terlibat dalam sebuah reaksi disebut sebagai pasangan redoks. Oksidator dan reduktor Senyawa-senyawa yang memiliki kemampuan untuk mengoksidasi senyawa lain dikatakan sebagai oksidatif dan dikenal sebagai oksidator atau agen oksidasi. fluorin. sehingga dirinya sendiri tereduksi. Cara yang mudah untuk melihat proses redoks adalah. Logam-logam ini akan memberikan elektronnya dengan mudah. Metode reduksi lainnya yang juga berguna melibatkan gas hidrogen (H2) dengan katalis paladium. OsO4) atau senyawa-senyawa yang sangat elektronegatif. Reduktor melepaskan elektronnya ke senyawa lain. MnO4−. Oleh karena ia "menerima" elektron. Reduksi katalitik ini utamanya digunakan pada reduksi ikatan rangkap dua ata tiga karbon-karbon.

Alat – alat Tabung reaksi Pipet tetes Kassa asbes Pembakar busen Gelas ukur Kaki tiga Gelas kimia D.C.05% Larutan Asam Sulfat 2M Larutan Asam Oksalat . Bahan Larutan Kalium Iodida 1M Larutan Kalium Bromida Larutan Klor Larutan Brom Larutan Karbon Tetraklorida 0.1M Larutan NaOH 1M Larutan Hidrogen Peroksida 3% Larutan Kalium Permanganat 0.

. . amati perubahan yang terjadi! 2. selanjutnya tambahkan ke dalam tabung ini 5ml larutan H2O2 3%.Isi sebuah tabung reaksi dengan 3ml larutan CrCl3 0.Isi sebuah tabung reaksi dengan larutan KMnO4 0.Ulangi percobaan ini dan ganti larutan KI 0. kocok dan amati perubahan yang terjadi. tambahkan 1ml CCl4 dan 5 tetes air klor. CrCl3+ NaOH dari NaOH CrCl3+ NaOH+H2O2 warna hijau muda larutan menjadi terbentuk warna putih .Ulangi percobaan ini isi tabung reaksi dengan 2ml larutan KI 0. .1M dengan larutan KBr 0. Prosedur Kerja dan Pengamatan 1.1 M KBr+ CCl4 +Cl2 larutan tidak bersatu dan larutan CCl4 berada di bawah. larutan tidak berwarna.1M dan tambahkan 3ml larutan NaOH 1M.E. ganti air klor dengan air brom. amati perubahan yang terjadi! KI + CCl4+Br2 saat larutan ditambah Br2 larutan yang diatas menjadi warna coklat nuda dan larutan yang dibawah menjadi ungu. KI + CCl4+Cl2 warna larutan yang berada di bawah menjadi pink dan KI menjadi kehijauan.1M.1M. amati peruabahn yang terjadi menjadi memuda warna larutan .5M dan 3ml larutan KmnO4+H2SO4 KMnO4 lar warna ungu dari H2SO4 2M. KI + CCl4 larutan tidak menyatu. larutan KI berada di atas CCl4 dan alrutan KI berwarna kuning. kemudian ke dalam tabung KmnO4+H2SO4 +H2O2 reaksi ini ditambahkan 5ml larutan H2O2 3%. .Isilah sebuah tabung reaksi dengan 2ml lar KI 0.

teteskan larutan ini kedalam tabung reaksi yang berisi asam oksalat dan asam sulfat sambil di goyangkan hentikan saat warna larutan berubah menjadi merah. ml KMnO yang terpakai 2.38 2. masukkan tabung reaksi ini selama 2 menit kedalam air mendidih.38-2.05M. Isi sebuah tabung reaksi dengan 5ml larutan H2C2O4 dan 2ml larutan H2SO4.01ml . Isi pipet ukur dengan 5ml laruta KMnO4 0. Catat volune larutan KMnO4 yang dipakai.3. 1 2 3 No.37 Selisih: 2.42 2. Ulangi percobaan sampai didapat hasil volume yang tidak jauh berbeda.37 = 0.

H2C2O4.wordpress. G. dan yang bersifat sebagai reduktor adalah Cl2.com/2011/01/15/reaksi-redoks/ http://www.org/wiki/Redoks http://naekmarpaung.co. Reaksi redoks melibatkan pertukaran elektron dan selalu terjadi perubahan bilangan oksidasi dari dua atau lebih unsur dari reaksi kimia. Redoks sering dihubungkan dengan terjadinya perubahan warna lebih sering dari pada yang diamati dalam reaksi asam-basa. Kesimpulan Dari hasil pengamatan pada praktikum kali ini dapat disimpulkan bahwa dalam reaksi redoks akan terjadi oksidasi dan reduksi dan pertukaran elektron dari zat-zat yang bereaksi. Pembahasan Reaksi yang disertai dengan pertukaran elektron disebut reaksi oksidasi reduksi atau lebih pendek disebut reaksi redoks.F.id/ . Daftar pustaka http://id. H.wikipedia.google. KMnO4. Yang bersifat sebagai oksidator adalah KI.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->