Panduan Pajak Pertambahan Nilai (PPN

)
A. Pengertian umum PPN
PPN adalah pajak atas konsumsi barang atau jasa di dalam daerah pabean oleh orang pribadi atau badan. Daerah Pabean yaitu wilayah RI yang meliputi wilayah darat,perairan dan ruang udara di atasnya ,tempat-tempat tertentu di zona ekonomi ekslusif. Pengenaan PPN dilaksanakan dalam sistem faktur,setiap terjadinya penyerahan Barang Kena Pajak (BKP) dan Jasa Kena Pajak (JKP) wajib dibuatkan faktur fajak. Faktur pajak merupakan bukti pungutan PPN dimana faktur pajak bagi penjual merupakan bukti pajak keluaran dan pembeli merupakan bukti pajak masukan.

B.

Objek PPN
1. Penyerahan Barang Kena Pajak (BKP) di dalam daerah pabean yang dilakukan oleh Pengusaha. 2. Impor BKP 3. Penyerahan Jasa Kena Pajak (JKP) di dalam daerah pabean yang dilakukan oleh Pengusaha. 4. Pemanfaatan BKP tidak berwujud dari luar daerah pabean di dalam daerah pabean. 5. Pemanfaatan JKP dari luar daerah pabean di dalam daerah pabean 6. Ekspor BKP berwujud oleh PKP 7. Penyerahan JKP dari dalam daerah pabean ke luar daerah pabean oleh PKP yang menghasilkan dan melakukan ekspor BKP berwujud atas dasar pesanan atau permintaan dengan bahan dan atas petunjuk dari pemesan di luar daerah pabean. 8. Ekspor JKP dan atau ekspor BKP tidak berwujud oleh PKP.

C. Non Barang Kena Pajak
1. Barang hasil pengeboran minyak, gas bumi dan panas bumi, yang diambil langsung dari sumbernya. 2. Barang-barang kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan oleh rakyat banyak 3. Uang,emas batangan,makanan dan minuman yang disajikan di hotel,restoran,rumah makan,warung dan sejenisnya. 4. Surat-surat berharga 5. Barang hasil pertanian,hasil perkebunan dan hasil kehutanan,yang dipetik langsung dari sumbernya. 6. Barang hasil petrnakan,perburuan/penangkapan atau penangkaran yang diambil langsung dari sumbernya 7. Barang hasil penangkapan atau budidaya perikanan,yang diambil langsung dari sumbernya.

Jasa perhotelan 13. Tarif PPN Tarif PPN adalah sebesar 10% Tarif PPN sebesar 0% diterapkan atas : a. dan jasa angkutan udara dalam negeri yang menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari jasa angkutan udara luar negeri 11. Jasa pengiriman uang dengan wesel pos Pengusaha Kena Pajak (PKP) Pihak yang wajib melakukan kewajiban PPN-nya disebut PKP Peraturan tentang Pengusaha Kecil mengacu pada Kep.pengiriman barang adalah DPP-nya 10% dari penyerahan JKP ( tarif menjadi 1 % dari penyerahan JKP) . Jasa pendidikan 8. Jasa keuangan 5. Jasa pelayana kesehatan medik 2. 2. Ekspor JKP dan atau ekspor BKP tidak berwujud 3. Jasa yang disediakan oleh pemerintah dalam rangka menjalankan pemerintahan secara umum 14. Jasa penyiaran yang bukan bersifat iklan 10. Tarif PPN serta Dasar Pengenaan Pajak (DPP) A. Jasa telepon umum dengan menggunakan logam 16. Non Jasa Kena Pajak ( Non –JKP) 1. yaitu pengusaha selama satu tahun buku melakukan penyerahan BKP dan atau JKP dengan jumlah peredaran bruto atau penerimaan bruto tidak lebih dari Rp 600. Ekspor BKP b. Jasa kesenian dan hiburan 9.D. 1. Jasa pengiriman surat dengan perangko 4.Menkeu No 571/KMK. Jasa tenaga kerja 12. Jasa pelayanan sosial 3.03/2003 tanggal 29 Desember 2003. Perjalanan wisata (travel). Penyerahan JKP dari dalam daerah pabean ke luar daerah pabean oleh PKP yang menghasilkan dan melakukan ekspor BKP berwujud atas dasar pesanan atau permintaan dengan bahan dan atas petunjuk dari pemesan di luar daerah pabean c. Jasa asuransi 6. Jasa angkutan umum di darat. di air. Jasa penyediaan tempat parkir 15.000.000. Jasa keagamaan 7.

3. Faktur fajak harus memenuhi persyaratan formal dam material. Kode. Nama dan tanda tangan yang berhak menandatangani faktur pajak serta cap perusahaan Faktur Pajak gabungan a.alamat dan NPWP pembeli atau Penerima JKP c.B. .Jika pembayaran baik sebagian atau seluruhnya terjadi pada bulan penyerahan. DPP adalah jumlah harga jual berupa uang. 2.tidak termasuk PPN yang dipungut menurut Undang-undang PPN dan potongan harga yang dicantumkan dalam faktur pajak. DPP 2.000.000.x 10 % = Rp 1.000. Faktur Pajak adalah bukti pungutan pajak yang dibuat oleh PKP yang melakukan penyerahan BKP atau JKP. Jumlah harga jual atau pergantian e.rusak atau cacat atau salah dalam pengisian maupun dalam penulisan dapat diganti atau dibetulkan. Faktur pajak gabungan harus dibuat selambat-lambatnya pada akhir bulan berikutnya setelah bulan penyerahan BKP dan/atau JKP. Nama. Faktur pajak yang hilang..alamat.faktur pajak gabungan harus dibuat selambat-lambatnya pada akhir bulan penyerahan.Direktur Jenderal Pajak dapat menetapkam dokumen tertentu yang kedudukannya dipersamakan dengan faktur Pajak. Nama. Syarat –syarat faktur pajak: a. PPN yang dupingut f. 5. b. Dasar Pengenaan Pajak (DPP) 1..000.termasuk semua biaya yang diminta atau seharusnya diminta oleh penjual karena penyerahan BKP. 4.000.000. Pajak penjualan atas barang mewah yang dipungut g.Tarif 10% PPN = Rp 10. dan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) yang menyerahkan BKP atau JKP. PKP dapat membuat satu faktur pajak yang meliputi seluruh penyerahan yang dilakukan kepada pembeli BKP atau penerima JKP yang sama selama sebulan takwim b. Faktur Pajak (FP) 1. PPN terutang dihitung dengan cara mengalikan tarif PPN dengan Contoh : Tagihan (DPP) = Rp 10.nomor seri dan tanggal pembuatan Faktur pajak d.

. Perolehan BKP atau JKP oleh Pengusaha yang belum dikukuhkan sebagai PKP 2.Penjelasan Pengisian Faktur Pajak 1. Perolehan dan pemeliharaan kendaraan bermotor sedan dan station wagon kecuali merupakan barang dagangan atau disewakan 4.. 5.alamat dan NPWP Agar dilakukan pengecekan antara identitas pada faktur pajak dengan identitas pada fotocopy kartu NPWP Identitas Pembeli BKP/JKP Pengadaan BKP/JKP ditampilkan sebesar DPP tampa PPN Penyajian keterangan pada kolom Nama Barang Kena Pajak / jasa Kena Pajak boleh dirinci atau boleh direkap. Pengkreditan Pajak Masukan Pajak masukan yang dapat dikreditkan adalahpajak masukan yang berasal dari perolehan BKP/JKP yang berhubungan langsung dengan kegiatan perusahaan..alamat. . Nomor seri faktur pajak diisi dengan angka sebanyak 16 digit Digit ke-1 dan ke-2 dalah Kode Transaksi Digit ke-3 adalah Kode Status Digit ke-4.Kalau Ada Dasar Pengenaan Pajak (DPP) ..Kalau Ada Dikurangi Uang Muka Yang Telah Diterima .Sedangkan pajak masukan yang tidak terkat langsung dengan kegiatan usaha.10% x DPP Nama Kota diisi dengan nama tempat Tanggal diisi sesuai dengan tanggal Berita Acara serah Terima barang atau invoice dengan catatan barang belum diterima Nama diisi dengan nama pimpinan perusahaan tersebut(pejabat yang berwenang) juga dilengkapi dengan nama jabatan.tidak dapat dikreditkan antara lain terdiri dari : 1.. 2. Pemanfaatan BKP tidak berwujud atau pemanfaatan JKP dari luar daerah pabean oleh pengusaha yang belum dikukuhkan sebagai PKP 5. 3.misalnya dengan mencamtumkan fee/keuntungan Harga Jual / Penggantian / Uang Muka / diisi berdasarkan penjumlahan Dikurangi Potongan Harga. dan NPWP pembeli BKP atau penerima JKP. Perolehan PKP atau JKP yang faktur pajaknya tidak memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 ayat (5) atau Pasal 13 ayat (9) UU PPN atau tidak mencamtumkan nama.tanda tangan dan cap/stempel perusahaan..ke-5 dan ke-6 adalah Kode cabang Digit ke-7 dan ke-8 adalah Kode Tahun Digit ke-9 sampai ke-16 adalah Nomor Urut Identitas Pengusaha Kena Pajak antara lain nama.diisi angka sebesar 100% (tampa PPN) PPN= 10% x Dasar Pengenaan Pajak. 6.. Perolehan BKP atau JKP yang tidak mempunyai hubungan langsung dengan kegiatan usaha 3.. 4.

Perolehan BKP atau JKP yang pajak masukannya tidak dilaporkan dalam Surat Pemberitahuan Masa Pajak Pertambahan Nilai. Pemanfaatan BKP tidak berwujud atau pemanfaatan JKP dari luar daerah pabean yang fakturpajaknya tidak memenuhi ketentuan formal dan material 7. Saat Terutang PPN Terutang pajak terjadi saat: a. Perolehan BKP atau JKP yang pajak masukannya ditagih dengan penertiban Ketetapan Pajak 8. 9. Pajak masukan dapat dikreditkan paling lama 3 bulan sejak diterbitkan faktur pajak Contoh: Faktur pajak diterbitkan pada tanggal 15 Januari 2012. Penyerahan atau pembayaran JKP dari dalam daerah pabean ke luar daerah pabean oleh PKP yang menghasilkan dan melakukan ekspor BKP atas dasar pesanan atau permintaan dengan bahan dan atas petunjuk dari pemesan di luar daerah pabean(mana yang terlebih dahulu) d. Ekspor JKP dan /atau ekspor BKP tidak berwujud oleh PKP . Penyerahan atau pembayaran BKP maupun JKP(mana yang terlebih dahulu) b. Impor BKP e. Pemanfaatan atau pembayaran BKP dan JKP tidak berwujud dari luar daerah pabean c.Maksimum dapat dikreditkan pada SPT Masa April 2012.yang ditemukan pada waktu dilakukan pemeriksaan.6. Ekspor BKP f. Perolehan BKP selain barang modal atau JKP sebelum PKP berproduksi.

jasa konstruksi.dan atestasi laporan keuangan 4. Jasa penambangan dan jasa penunjang di bidang penambangan selai migas 8. Jasa pengisian suara dan atau sulih suara 16.subjek pajak badan dalam negeri.penyelenggara kegiatan.bentuk usaha tetap.kecuali yang dilakukan oleh KSEL 15. Jasa Pengeboran di bidang penambangan minyak dan gas bumi kecuali yang dilakukan oleh bentuk usaha tetap 6.royalti.244/PMK. dan belum dipotong PPh Pasal 21 Objek dan Tarif Pajak Undang-undang NO 36 tahun 2008 pasal 23 berbunyi “atas penghasilan tersebut di bawah ini dengan nama dan dalam bentuk apapun yang dibayarkan. Jasa aktuaris 3.penghargaan dan bonus 2.jasa manajemen. atau telah jatuh tempo pembayarannya oleh badan pemerintah. Jasa penebangan hutan 10.pembukuan.atau peyelenggaraan kegiatan 2. Jasa penunjang di bidang penerbangan dan bandar udara 9. Yang diterima oleh WP dalam negeri 3.imbalan sehubungan dengan jasa teknik. Jasa pengelolaan limbah 11. Jasa perancang 5.pasal 1 sbb: 1. Untuk jenis “jasa lain” sebagaimana dijelaskan pada poin 2 di atas dapat dilihat pada Peraturan Menteri Keuangan No.hadiah. Jasa di bidang perdagangan surat-surat berharga.penyerahan jasa.3/2008 tanggal 31 desember 2008. Sebesar 15 % dari jumlah bruto atas dividen. jasa akuntansi. Jasa perantara dan atau keagenan 13. Jasa kustodian/penyimpanan/penitipan . Berbentuk usaha tetap 4. Jasa penunjang di bidang penambangan migas 7.dipotong pajak oleh pihak yang wajib membayarkan” : 1.bunga. Jasa mixing film .jasa konsultan dan jasa lain.Panduan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 23 tahun 2011 Pengertian Pajak yang dipungut atas: 1. Sebesar 2 % dari jumlah bruto atas sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta. Jasa penilai(appraisal) 2. Jasa penyedia tenaga kerja 12.disediakan untuk dibayarkan. Penghasilan yang diperoleh dari modal.kecuali yang dilakukan oleh Bursa Efek 14.atau perwakilan perusahaan luar negeri lainnya kepada wajib pajak dalam negeri atau bentuk usaha tetap.

000 x 15% = Rp 1. 20. Contoh Kasus Contoh I. Jasa/perawatan/perbaikan/pemeliharaan mesin.telepon.000 = Rp 8.000. Jasa maklon 21. Jasa pengepakan 24.listrik.termasuk perawatan.17. Jasa pembasmian hama 26.AC.listrik.selain yang dilakukan oleh wajib pajak yang ruamg lingkuonya di bidang konstruksi dan mempunyai izin dan atau sertifikasi sebagai pengusaha konstruksi.PT Telesindo merupakan customer ber-NPWP maka perhitungan pajaknya adalah sbb: Perhitungan PPh Pasal 23: Rp 10.gas. Jasa kebersihan 27.Jumlah diterima PT Telesindo sebesar = Rp 10.000.air. 18.AC.besarnya tarif pemotongan adalah lebih tinggi 100% daripada tarif.000.000.telepon.000.500. 25.gas.TV kabel.pemeliharaan dan perbaikan.dan atau TV kabel selain yang dilakukan oleh wajib pajak yang ruang lingkupnya di bidang konstruksi dan mempunyai ijin dan atau sertifikasi sebagai pengusaha konstruksi.alat transportasi/kendaraan dan atau bangunan .air.-Rp 1.500. 19.peralatan. Jasa penyelenggara kegiatan atau event organizer 23.media luar ruang atau media lain untuk penyampain informasi. Jasa sehubungan dengan software komputer.PPh 23 tarif 15 % untuk customer ber-NPWP PT Telesindo mendapatkan hadiah dari telkom atas pencapain penjualan vouvher Flexi sebesar RP 10.peralatan.000.- . Jasa instalasi/pemasangan mesin.000. Jasa penyelidikan dan keamanan 22. Jasa penyediaan tempat dan atau waktu dalam media massa. Jasa katering Dalam hal penerima imbalan sehubungan dengan jasa tidak memiliki NPWP.-Pajak ditanggung pemenang.500.

000.000.000.000 = Rp 3.000-Rp 80.000.000 x 4 % Jumlah diterima Pt sukamaju sebesar = Rp 160.000.000-Rp 3.840.000 x 2% = Rp 80.000 Jumlah diterima kopegtel XYZ sebesar = Rp 4.Ket: apabila customer tidak memiliki NPWP maka dikenakan pajak 100% lebih tinggi.di mana pihak gedung tidak bertanggung jawab atas dokumen yang disimpam telkom di gudang tersebut.000.000.Koperasi ABC merupakan Costomer Non-NPWP maka perhitungan pajaknya adalah sebagai berikut: Perhitungan PPh Pasal 23 : Rp 10.000 = Rp 3.000.000.000 = Rp 4.000.Catatan: Perhatikan penulisan kalimat di surat bukti atau tagihan untuk menentukan jenis jasa yabg dikenakan PPh Pasal 23.920.000-Rp 80.Pajak ditanggung pemenang.- Contoh IV-PPh Pasal 23 tarif 4% untuk customer Non –NPWP PT Sukamaju mengajukan tagihan atas jasa sewa mobil bulan Januari 2012 sebesar Rp 4.0000 Jumlah diterima PT Telesindo sebesar =RP 10. Contoh III –PPh Pasal 23 tarif 2% untuk customer ber-NPWP Kopegtel XYZ mengajukan tagihan atas jasa sewa mobil bulan Januari 2012 sebesar Rp 4.Contoh II-PPh Pasal 23 tarif 30 % untuk costomer Non-NPWP Koperasi ABC mendapatkan hadiah dari Telkom atas pencapaian penjualan voucher flexi sebesar Rp 10..Maka PPh yang dikenakan atas sewa gedung tersebut merupakan PPh Final (PPh Pasal 4 Ayat 2 atas sewa gedung/bangunan) karena dalam transaksi tersebut yang merupakan objek pajak adalah sewa gedung bukan atas . x 30% =Rp 3.000.-.000.000.000.000.maka perhitungan pajaknya adalah sbb: Perhitungan PPh Pasal 23 : Rp 4.000.000.0000.000... Contoh lain PT Telkom menyewa sebuah gedung untuk menyimpan dokumen.maka perhitungan pajaknya adalah sbb: Perhitungan PPh Pasal 23 Rp 4.000 =Rp 7.

Contoh lain PT Telkom menyimpan dokumen di sebuah gedung yang dikelolah oleh perusahaan yang bergerak di bidang jasa penyimpanan dokumen sehingga dokumen tersebut menjadi tanggung jawab perusahaan tersebut.jasa penyimpanan barang sehingga pajak yang dikenakan adalah PPh Final ( PPh Pasal 4 Ayat 2).maka pajak yang dikenakan atas jasa penyimpanan dokumen tersebut adalah PPh Pasal 23. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful