PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR 17/PRT/M/2012 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH

DAN PENETAPAN KINERJA DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PEKERJAAN UMUM, Menimbang : a. bahwa berdasarkan ketentuan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, Kementerian melaksanakan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah sebagai wujud pertanggungjawaban instansi pemerintah dalam mencapai misi dan tujuan organisasi; b. bahwa untuk meningkatkan kualitas penyusunan laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum, memerlukan pedoman sebagai acuan seluruh unit organisasi di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum; c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum tentang Pedoman Penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan Penetapan Kinerja di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum;

i

Mengingat :

1. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah; (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 25); 2. Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan Organisasi Kementerian Negara sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 91 Tahun 2011; 3. Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 92 Tahun 2011; 4. Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Intansi Pemerintah; 5. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 2/PRT/ M/2010 tentang Rencana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum Tahun 2010-2014 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 23/PRT/M/2010; 6. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 03/ PRT/M/2010 tentang Penetapan Indikator Kinerja Utama di Lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 22/ PRT/M/2010; 7. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 08/ PRT/M/2010 tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pekerjaan Umum; 8. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 21/PRT/M/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Kementerian PU, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri PU Nomor 09/PRT/M/2011;

ii

9. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 15/ PRT/M/2011 tentang Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Kementerian Pekerjaan Umum yang merupakan kewenangan Pemerintah dan dilaksanakan melalui Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan;

Pasal 1 Dalam Peraturan Menteri yang dimaksud dengan : 1. Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah yang selanjutnya disingkat LAKIP adalah dokumen laporan kinerja yang berisi pertanggungjawaban kinerja instansi pemerintah dalam mencapai tujuan/sasaran strategis. 2. Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah yang selanjutnya disingkat SAKIP adalah rangkaian sistematik dari berbagai komponen, alat, dan prosedur yang dirancang untuk mencapai tujuan manajemen kinerja. 3. Dokumen Penetapan Kinerja yang selanjutnya disebut dengan Dokumen PK adalah suatu dokumen pernyataan kinerja/ kesepakatan kinerja/perjanjian kinerja antara atasan dan bawahan pada tingkat Kementerian, Unit Organisasi Eselon I, Unit Kerja Eselon II dan Unit Kerja Mandiri untuk mewujudkan target kinerja tertentu berdasarkan pada sumber daya yang dimiliki. 4. Akuntabilitas Kinerja adalah perwujudan kewajiban untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan atau kegagalan pelaksanaan program dan kegiatan yang telah diamanatkan dalam rangka mencapai misi organisasi secara terukur dengan sasaran/ target kinerja yang telah ditetapkan melalui laporan akuntabilitas kinerja. Pasal 2 Peraturan Menteri ini dimaksudkan sebagai panduan bagi setiap Unit Organisasi Eselon I dan Unit Kerja Eselon II serta Unit Kerja Mandiri di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum dalam menyusun dokumen penetapan kinerja dan laporan akuntabilitas kinerja di unit yang bersangkutan.

(1)

iii

(2)

Peraturan Menteri ini bertujuan agar setiap Unit Organisasi Eselon I dan Unit Kerja Eselon II serta Unit Kerja Mandiri di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum dapat menyusun penetapan kinerja dan melaksanakan pelaporan akuntabilitas kinerja sesuai peraturan perundang-undangan sehingga dapat tercipta akuntabilitas kinerja di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum.

Pasal 3 Lingkup pengaturan dalam Peraturan Menteri ini meliputi : 1. Penyusunan Penetapan Kinerja Kementerian Pekerjaan Umum, Unit Organisasi Eselon I, Unit Kerja Eselon II dan Unit Kerja Mandiri; 2. Penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah yaitu Kementerian Pekerjaan Umum, Unit Organisasi Eselon I, Unit Kerja Eselon II dan Unit Kerja Mandiri; 3. Sistematika Penyajian Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah yaitu Kementerian Pekerjaan Umum, Unit Organisasi Eselon I, Unit Kerja Eselon II dan Unit Kerja Mandiri. Pasal 4 LAKIP dan Dokumen PK terdiri atas: a. b. c. d. LAKIP dan Dokumen PK Kementerian; LAKIP dan Dokumen PK Unit Organisasi Eselon I; LAKIP dan Dokumen PK Unit Kerja Eselon II; dan LAKIP dan Dokumen PK Unit Kerja Mandiri.

Pasal 5 LAKIP dan Dokumen PK sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 wajib disusun oleh: a. b. Kementerian Pekerjaan Umum; Unit organisasi Eselon I: 1) Sekretariat Jenderal;

iv

2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) 10) c. d.

Inspektorat Jenderal; Direktorat Jenderal Sumber Daya Air; Direktorat Jenderal Bina Marga; Direktorat Jenderal Cipta Karya; Direktorat Jenderal Penataan Ruang; Badan Pembinaan Konstruksi; Badan Penelitian dan Pengembangan; Badan Pengatur Jalan Tol; dan Badan Pendukung Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum.

Unit Kerja Eselon II di Lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum. Unit Kerja Mandiri: 1) 2) 3) 4) 5) Satuan Kerja Pengguna Anggaran; Balai Besar; Balai; Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu; dan SKPD Dekon/TP yang dananya bersumber dari APBN Kementerian Pekerjaan Umum.

Pasal 6 Pedoman Penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan Dokumen Penetapan Kinerja di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.

Pasal 7 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.

v

ttd AMIR SYAMSUDIN BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2012 NOMOR 1037 Salinan sesuai dengan aslinya KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM Kepala Biro Hukum. memerintahkan perundangan Peraturan Menteri ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia. Siti Martini vi .Agar setiap orang mengetahuinya. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 12 Oktober 2012 MENTERI PEKERJAAN UMUM REPUBLIK INDONESIA. ttd DJOKO KIRMANTO Diundangkan di Jakarta pada tanggal 23 Oktober 2012 MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA.

LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR 17/PRT/M/2012 PEDOMAN PENYUSUNAN LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH DAN PENETAPAN KINERJA DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM 1 .

.. Penyampaian Dokumen Laporan Akuntabilitas Kinerja ........................2..... Pengertian ................................................. BAB I PENDAHULUAN 1............. 3......... PK dan LAKIP dalam Siklus SAKIP .............................. BAB II PENYUSUNAN DOKUMEN PENETAPAN KINERJA 2. Formulir Rencana Kinerja Tahunan Unit Organisasi Eselon I .................................... Penyampaian Dokumen Penetapan Kinerja .......DAFTAR ISI DAFTAR ISI .................................................... 2................................................................. Latar Belakang ........................... Format Isi Dokumen Laporan Akuntabilitas Kinerja .......................... 3.............. 1............................... Format Isi Dokumen Penetapan Kinerja .......1................................3.................. Mekanisme Penyusunan Dokumen Penetapan Kinerja .......... DAFTAR TABEL ................ 29 2 ................................................. Formulir Rencana Kinerja Tahunan Kementerian .. Jadwal Penyampaian Dokumen Laporan Akuntabilitas Kinerja ................ 27 Formulir Penetapan Kinerja Unit Organisasi Eselon II/Unit Kerja Mandiri .........2.............. 2...3... DAFTAR TABEL Jadwal Penyampaian Dokumen PK ................................................ PENYUSUNAN KINERJA 3..............1........... Formulir Rencana Kinerja Tahunan Unit Kerja Eselon II/Unit Kerja Mandiri ....... LAPORAN AKUNTABILITAS 16 16 19 19 2 2 3 4 4 7 8 11 11 13 15 BAB III Mekanisme Penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja ...........1... 15 20 21 22 23 Formulir Penetapan Kinerja Kementerian .......... 26 Formulir Penetapan Kinerja Unit Organisasi Eselon I .2....... DAFTAR DIAGRAM ................................................................................ 1..3...................................................................................................................... 28 Formulir Pengukuran Kinerja Kementerian .......................

.............................2.........1......................... 30 Formulir Pengukuran Kinerja Unit Organisasi Eselon II/Unit Kerja Mandiri .......... Diagram 1..........Formulir Pengukuran Kinerja Unit Organisasi Eselon I .................................... 31 DAFTAR DIAGRAM Diagram 1.................. Dokumen PK dan LAKIP ...... Alur Keterkaitan RKT.. Siklus SAKIP ............ 9 10 3 .....

Pada tahun 2004 diterbitkan Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2004 Tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi yang menginstruksikan kepada pimpinan instansi pemerintah untuk membuat penetapan kinerja dengan Pejabat dibawahnya secara 4 .1. 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi. telah dikeluarkan Keputusan Kepala Lembaga Administrasi Negara Nomor 589/IXIS/Y/99 Tentang Pedoman Penyusunan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. yang selanjutnya disempurnakan dengan Keputusan Kepala LAN Nomor 239/IX/6/8/2003 Tentang Perbaikan Pedoman Penyusunan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah sebagai acuan penyusunan sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. berhasil guna. dan bertanggung jawab yang merupakan tindak lanjut dari pelaksanaan Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Nomor XI/MPR/1998 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas Korupsi. bersih. Tujuan yang ingin dicapai dari penerapan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah adalah untuk mendorong terciptanya akuntabilitas kinerja instansi pemerintah sebagai salah satu prasyarat untuk terciptanya pemerintah yang baik dan terpercaya Dalam rangka pelaksanaan Inpres Nomor 7 Tahun 1999 Tentang SAKIP.I. Latar Belakang Penyelenggaraan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) mulai dilaksanakan sejak diterbitkannya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP) sebagai upaya untuk meningkatkan pelaksanaan pemerintahan yang lebih berdaya guna. Kolusi dan Nepotisme yang diikuti dengan diberlakukannya Undang-Undang (UU) No. Kolusi. Pada tahap ini pelaporan akuntabilitias kinerja (LAKIP) disusun dengan menggunakan rencana dan anggaran tahunan yang diterjemahkan dalam Rencana Kinerja Tahunan. dan Nepotisme. PENDAHULUAN 1.

maka agar penyusunan penetapan kinerja dan pelaporan akuntabilitas kinerja dapat dilaksanakan sesuai 5 . Transparansi. sistem penganggaran.PAN/XII/2004 Tentang Penetapan Kinerja.PAN/9/2004 tentang Pedoman Umum Evaluasi Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah sebagai sarana untuk melakukan evaluasi terhadap penerapan akuntabilitas kinerja di setiap intansi.berjenjang yang memiliki tujuan khusus salah satunya adalah meningkatkan Akuntabilitas. maka sebagai upaya konkrit dalam mewujudkan akuntabilitas dan transparansi di lingkungan pemerintah. Instruksi Presiden tersebut selanjutnya ditindaklanjuti oleh Kementerian Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dengan menerbitkan Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor SE-31/M. dan Kinerja Aparatur. Sebagai salah satu upaya untuk mewujudkan hal tersebut. Seiring dengan reformasi perencanaan dan penganggaran yang ditandai dengan diterbitkannya Undang-Undang (UU) Nomor 17/2003 tentang Keuangan Negara. maka penyusunan pelaporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah menggunakan Dokumen Penetapan Kinerja. Untuk melaksanakan ketentuan-ketentuan sebagaimana yang tertuang di dalam Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi Nomor 29 Tahun 2010 tersebut dan masih adanya ketentuan-ketentuan dari Peraturan tersebut yang harus diatur secara internal serta mengingat jumlah unit kerja yang cukup banyak di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum. Selanjutnya diterbitkan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor KEP/135/M. maka kementerian Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi menyempurnakan penyusunan penetapan kinerja dan pelaporan kinerja instansi pemerintah dengan menerbitkan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi Nomor 29 Tahun 2010 Tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja Dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. UU Nomor 25/2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN) dan UU Nomor 1/2004 Tentang Perbendaharaan Negara beserta peraturan pelaksanaannya. Setelah berlakunya peraturan-peraturan tersebut. diperlukan penyelenggaraan SAKIP yang terintegrasi dengan sistem perencanaan strategis. dan Sistem Akuntansi Pemerintahan.

6 . mengingat aspek penetapan kinerja maupun pelaporan akuntabilitas menjadi unsur yang sangat penting dalam penilaian akuntabilitas kinerja secara keseluruhan. Melalui pedoman ini diharapkan ada kesamaan persepsi dan memudahkan penyusunan bagi seluruh unit kerja yang diwajibkan menyampaikan dokumen penetapan kinerja dan laporan akuntabilitas kinerja. sehingga dokumen-dokumen dimaksud pada semua tingkatan di Kementerian dapat tersusun dengan baik sesuai dengan kriteria-kriteria dan persyaratan yang ditetapkan serta penyampaian dokumen kepada instansi yang terkait dapat dilaksanakan tepat waktu. dirasa perlu untuk menerbitkan Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntablitas Kinerja.dengan peraturan perundang-undangan. Hal ini mengingat bahwa keberhasilan untuk mewujudkan akuntabilitas kinerja sesungguhnya menjadi tanggung jawab seluruh aparatur di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum. Koordinasi dan konsolidasi baik secara horisontal maupun vertikal pada setiap tahapan penyusunan dokumen penetapan kinerja maupun laporan akuntabilitas kinerja hingga sampai tahap penyampaian dokumen mutlak diperlukan. kinerja individu dan kelompok akan diselaraskan dengan kinerja organisasi/unit kerja sehingga diharapkan apabila tujuan organisasi/unit kerja tercapai maka tujuan individu dan kelompok juga akan dapat dicapai. Pedoman Penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Dan Penetapan Kinerja Di Lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum diterbitkan sebagai salah satu upaya Kementerian Pekerjaan Umum untuk menciptakan akuntabilitas kinerja tidak hanya secara substansial tapi juga dapat memenuhi kriteria-kriteria dalam evaluasi LAKIP sebagaimana yang tertuang di dalam Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 25 Tahun 2012 tentang Petunjuk Pelaksanaan Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Dalam hal ini sistem manajemen kinerja pada level atau tingkatan organisasi harus dapat diturunkan ke dalam sistem manajeman kinerja individu atau kelompok sehingga terdapat keselarasan. dalam sistem manajemen kinerja ke depan. Terlebih lagi dalam rangka Reformasi Birokrasi.

yang selanjutnya disebut Rencana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum (Renstra Kementerian). Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Pekerjaan Umum. Penetapan Kinerja adalah tekad dan janji rencana kinerja tahunan yang akan dicapai antara pimpinan instansi pemerintah/unit kerja yang menerima amanah/ tanggungjawab/kinerja dengan pihak yang memberikan amanah/tanggungjawab/kinerja. Akuntabilitas Kinerja adalah perwujudan kewajiban untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan/kegagalan pelaksanaan program dan kegiatan yang telah diamanatkan dalam rangka mencapai misi organisasi secara terukur 7 . adalah dokumen rencana keuangan tahunan Kementerian yang disusun menurut Bagian Anggaran Kementerian. Rencana Kinerja Tahunan adalah penetapan rencana capaian atau target indikator kinerja berdasarkan sasaran strategis/ sasaran program yang telah ditetapkan dalam rencana strategis. Kinerja adalah keluaran/hasil dari kegiatan/program yang hendak atau telah dicapai sehubungan dengan penggunaan anggaran dengan kuantitas dan kualitas terukur. yang selanjutnya disingkat RKA Kementerian. 2. 5. 3. Akuntabilitas adalah kewajiban untuk menyampaikan pertanggungjawaban atau untuk menjawab dan menerangkan kinerja dan tindakan pimpinan Instansi Pemerintah kepada pihak yang memiliki hak atau kewenangan untuk meminta keterangan atau pertanggungjawaban. strategi. tujuan. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kementerian Pekerjaan Umum. 8. kebijakan.2. rencana. 6.1. sasaran. Pengertian 1. 7. Pengukuran Kinerja adalah kegiatan manajemen khususnya membandingkan tingkat kinerja yang dicapai dengan standar. adalah dokumen perencanaan Kementerian Pekerjaan Umum untuk periode 5 (lima) tahun yang memuat visi. misi. serta program dan kegiatan pokok sesuai dengan tugas dan fungsi. 4. atau target dengan menggunakan indikator kinerja yang telah ditetapkan.

15. 13. 11.dengan sasaran/target kinerja yang telah ditetapkan melalui laporan akuntabilitas kinerja. Indikator Kinerja adalah instrumen yang digunakan untuk mengukur Kinerja.3. Unit Kerja Mandiri adalah Unit Kerja Eselon II atau Eselon III yang merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) dan atau SKPD Dekon/TP yang sumber dananya dari APBN Kementerian Pekerjaan Umum yaitu organisasi yang bersifat mandiri yang melaksanakan tugas teknis operasional tertentu dan/atau tugas teknis penunjang tertentu dari organisasi induknya. sistem penganggaran. RPJMN dilaksanakan melalui RKP bersama-sama dengan Renstra Kementerian yang dipergunakan 8 . yaitu dimulai dari RPJMN yang digunakan sebagai acuan penyusunan Renstra Kementerian dan pada setiap tahun anggaran. Kegiatan merupakan penjabaran dari program yang rumusannya mencerminkan tugas dan fungsi unit eselon II/satuan kerja atau penugasan tertentu Kementerian Pekerjaan Umum yang berisi komponen kegiatan untuk mencapai Keluaran dengan Indikator Kinerja yang terukur sebagaimana yang terdapat di dalam Renstra kementerian. Oleh karena itu penyelenggaraan SAKIP dilaksanakan secara berjenjang. 16. Keluaran adalah barang atau jasa yang dihasilkan oleh suatu kegiatan yang dilaksanakan untuk mendukung pencapaian sasaran dan tujuan program dan kebijakan. 14. Menteri adalah Menteri Pekerjaan Umum. Indikator Kinerja Utama adalah ukuran keberhasilan dari suatu tujuan dan sasaran strategis organisasi. Penetapan Kinerja Dan Laporan Akuntabilitas Kinerja Dalam Siklus SAKIP Penyelenggaraan SAKIP secara keseluruhan terintegrasi dengan sistem perencanaan. Kementerian adalah Kementerian Pekerjaan Umum. 10. Hasil adalah segala sesuatu yang mencerminkan berfungsinya keluaran dari kegiatan dalam satu program. 1. 9. dan juga sistem akuntansi pemerintahan. 12.

dilakukan pengukuran kinerja dan evaluasi kinerja yang selanjutnya dilaporkan dalam bentuk dokumen Laporan Akuntabilitas Kinerja. Dokumen Laporan Akuntabilitas Kinerja ini selanjutnya digunakan sebagai umpan balik terhadap perencanaan kinerja tahun berikutnya.1. Siklus SAKIP 9 . untuk selanjutnya diimplementasikan ke dalam RKA. Posisi Dokumen PK dan Laporan Akuntabilitas Kinerja dalam siklus SAKIP sebagaimana yang terdapat pada diagram berikut ini. Di awal pelaksanaan RKA terlebih dahulu dibuat Dokumen Penetapan Kinerja (PK).sebagai dasar penyusunan Rencana Kerja. Untuk mengetahui kinerja pelaksanaan Dokumen PK. Diagram 1.

perjanjian kinerja dan pelaporan kinerja memiliki alur keterkaitan yang sangat jelas dan terukur.2. perjanjian kinerja dan penganggaran. Alur Keterkaitan RKT. Alur keterkaitan tersebut dapat diilustrasikan sebagai berikut: Diagram 1. Dokumen PK dan LAKIP 10 . Laporan kinerja tahunan atau LAKIP harus bertitik tolak dari dokumen-dokumen perencanaan.Selanjutnya dari segi waktu penyampaian di dalam SAKIP. instrumen perencanaan kinerja.

PENYUSUNAN DOKUMEN PENETAPAN KINERJA Dokumen penetapan kinerja merupakan dokumen berupa pernyataan komitmen serta janji dalam mencapai target kinerja tertentu.1. Dokumen penetapan kinerja disusun setelah ada kejelasan mengenai alokasi anggaran. Sebagai acuan target dalam menilai keberhasilan organisasi. c. yaitu: 11 . Draf Dokumen PK Unit Organisasi Eselon I disusun oleh unit kerja eselon II yang sesuai dengan tugas dan fungsinya. Mekanisme Penyusunan Dokumen Penetapan Kinerja Sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang ada. 2. Dokumen ini merupakan suatu kesepakatan kinerja yang akan diwujudkan oleh seorang pejabat penerima amanah. Melaporkan capaian realisasi kinerja dalam LAKIP. Memantau dan mengendalikan pencapaian kinerja organisasi.II. b. yaitu : 1. sekaligus sebagai pimpinan kepada atasan langsungnya. Penetapan kinerja juga menggambarkan capaian kinerja yang akan diwujudkan dalam suatu tahun tertentu dengan mempertimbangkan sumber daya yang dikelolanya. Dokumen Penetapan Kinerja merupakan suatu dokumen yang disusun sendiri oleh pimpinan instansi atau unit organisasi/ unit kerja penerima amanah dan disetujui oleh pejabat atasannya. Hal ini dimaksudkan agar dokumen penetapan kinerja dapat disusun secara lebih realistis dengan mempertimbangkan ketersediaan sumber dana yang nyata sudah akan diperoleh. Draf Dokumen PK Kementerian disusun oleh Pusat Kajian Strategis di bawah koordinasi Sekretariat Jenderal. Namun demikian draf penetapan kinerja dapat disusun oleh organisasi/unit kerja di bawahnya yang berdasarkan tugas dan fungsinya ditetapkan untuk melaksanakan penyusunan tersebut. pada dasarnya. 2. Dokumen Penetapan Kinerja nantinya akan dimanfaatkan oleh setiap pimpinan untuk: a.

3. Penyusunan Dokumen PK diawali dengan melakukan Penyusunan RKT (Rencana Kinerja Tahunan) yaitu penetapan rencana capaian atau target indikator kinerja berdasarkan sasaran strategis/ sasaran program yang telah ditetapkan dalam rencana strategis dengan ketentuan sebagai berikut : 1. 2. Draf Dokumen PK Unit Kerja Eselon II disusun oleh unit eselon III atau unit eselon IV yang sesuai dengan tugas dan fungsinya. 4. 12 .a. Draf Dokumen PK Unit Kerja Mandiri disusun oleh unit eselon IV yang sesuai dengan tugas dan fungsinya. c. RKT untuk Kementerian dan Unit Organisasi Eselon I menggunakan Renstra Kementerian dan Renstra Unit Organisasi Eselon I. oleh karenanya perlu ditetapkan jadwal waktu penyusunan Draf Dokumen PK sebagai berikut: 1. Unit Kerja Mandiri menyusun penetapan kinerja setelah menerima dokumen pelaksanaan anggaran. d. Draf Dokumen PK Badan disusun oleh Sekretariat Badan. Unit Organisasi Eselon I menyusun Draf Dokumen PK setelah menerima dokumen pelaksanaan anggaran dan menerima Dokumen PK seluruh unit kerja eselon II. Draf Dokumen PK Kementerian disusun oleh Pusat Kajian Strategis setelah menerima Dokumen PK dari seluruh Unit Organisasi Eselon I. Draf Dokumen PK Sekretariat Jenderal disusun oleh Pusat Kajian Strategis b. Unit Kerja Eselon II menyusun penetapan kinerja tingkat unit kerja setelah menerima dokumen pelaksanaan anggaran dan menerima Dokumen PK seluruh unit kerja mandiri. Dokumen PK merupakan dokumen yang penyusunannya dilakukan secara berjenjang karena melibatkan pimpinan unit organisasi/ unit kerja dan pejabat pimpinan di atasnya. Inspektorat Jenderal disusun oleh 3. Draf Dokumen PK Direktorat Jenderal disusun oleh Direktorat Bina Program. Draf Dokumen PK Inspektorat Khusus. 4.

Ketentuan penanda tanganan Dokumen PK diatur sebagai berikut: a. Dokumen PK Unit Kerja Eselon II ditandatangani oleh pimpinan unit organisasi eselon I induknya dan pimpinan unit kerja eselon II yang bersangkutan. Pernyataan untuk mewujudkan suatu kinerja pada suatu tahun tertentu. c. Format Isi Dokumen Penetapan Kinerja Dokumen PK terdiri atas Pernyataan Penetapan Kinerja dan Lampiran formulir penetapan kinerja. d. RKT untuk Unit Kerja Eselon II dan Unit Kerja Mandiri menggunakan Renstra Unit Kerja Eselon II. maka pernyataan ini harus diperbaiki hingga kedua belah pihak sepakat atas materi dan target kinerja yang telah ditetapkan. 2. Tanda tangan sebagai persetujuan atasan langsung atau pemberi amanah. Dalam hal atasan langsung tidak sependapat dengan target kinerja yang diajukan tersebut. b. sebagai tanda suatu kesanggupan untuk mencapai target kinerja yang telah ditetapkan. Dokumen PK Unit Organisasi Eselon I ditanda tangani oleh Menteri dan pimpinan unit organisasi eselon I yang bersangkutan. b.2. c.2. Tanggal ditandatanganinya pernyataan penetapan kinerja. Pernyataan Penetapan Kinerja Pernyataan penetapan kinerja ditandatangani oleh penerima amanah. Dokumen PK Kementerian ditanda tangani oleh Menteri. 1. Dokumen PK Unit Kerja Mandiri ditandatangani oleh pimpinan unit kerja eselon II induknya dan pimpinan unit kerja mandiri yang bersangkutan. Tanda tangan penerima amanah. d. 13 . dan pemberi amanah atau atasan langsungnya sebagai persetujuan atas target kinerja yang ditetapkan tersebut. Pernyataan penetapan kinerja terdiri atas : a.

Untuk masing-masing Dokumen PK. Dokumen Rencana Kinerja Tahunan dan Dokumen penganggaran dan/atau pelaksanaan anggaran atau RKA. indikator kinerja. Indikator Kinerja merupakan instrumen yang digunakan untuk mengukur Kinerja. 3) Indikator Kinerja Output Penting untuk Dokumen PK masing-masing Unit Kerja Eselon II. 4) Indikator Kinerja Output atau Sub Output untuk Dokumen PK masing-masing Unit Kerja Mandiri. 2) Indikator Kinerja Utama dan Output Penting untuk Dokumen PK masing-masing Unit Organisasi Eselon I. dalam kurunwaktu satu tahun. Dalam penyusunan lampiran penetapan kinerja agar memperhatikan Dokumen Renstra. beserta target kinerja dan anggaran. 14 . Tata cara penyusunan komponen lampiran Dokumen PK sebagai berikut : a. 2) Sasaran Strategis yang dicantumkan dalam Dokumen PK Unit Kerja Eselon II dan Unit Kerja Mandiri adalah Sasaran Strategis sebagaimana yang terdapat dalam Renstra Unit Organisasi Eselon I. 1) Sasaran Strategis yang dicantumkan dalam Dokumen PK Kementerian dan Unit Organisasi Eselon I adalah Sasaran Strategis sebagaimana yang terdapat dalam Renstra Kementerian.2. Khusus untuk penyusunan lampiran formulir penetapan kinerja Kementrian agar memperhatikan kontrak kinerja antara Presiden dengan Menteri. Informasi yang disajikan dalam lampiran penetapan kinerja meliputi : sasaran strategis. terukur. b. indikator kinerja yang dicantumkan yaitu : 1) Indikator Kinerja Utama untuk Dokumen PK Kementerian. Lampiran Formulir Penetapan Kinerja Lampiran formulir penetapan kinerja merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam dokumen formulir penetapan kinerja. Sasaran strategis adalah hasil yang akan dicapai secara nyata oleh Kementerian dalam rumusan yang lebih spesifik.

1. 3. Dokumen PK Unit Kerja Eselon II disampaikan kepada Unit Organisasi Eselon I induknya selambat-lambatnya pada minggu ketiga bulan Februari pada tahun anggaran berjalan. Penyampaian Dokumen Penetapan Kinerja 1. 2. Dokumen PK Unit Kerja Mandiri disampaikan kepada Unit Kerja Eselon II induknya selambat-lambatnya pada minggu pertama bulan Februari pada tahun anggaran berjalan. Organisasi/Unit Kerja Unit Kerja Mandiri Unit Kerja Eselon II UnitOrganisasi Eselon I Kementerian Penyampaian Dokumen PK kepada Pusat Kajian Strategis 15 . Dokumen PK Kementerian. Dokumen PK Unit Organisasi Eselon I. 2. Unit Organisasi Eselon I dan Unit Kerja Eselon II disampaikan kepada Presiden melalui Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi selambat-lambatnya minggu ke empat bulan Maret pada tahun anggaran berjalan. Jadwal Penyampaian Dokumen PK Waktu Penyampaian Dokumen PK Januari Februari Maret No. 3. Unit Kerja Eselon II dan Unit Kerja Mandiri disampaikan kepada Pusat Kajian Strategis selambat-lambatnya minggu pertama bulan Maret pada tahun anggaran berjalan. 4. Target kinerja merupakan ukuran kuantitatif dari indikator kinerja yang akan dicapai dalam suatu Dengan demikian target kinerja yang dicantumkan lampiran Dokumen PK adalah target kinerja untuk indikator kinerja pada tahun berjalan.3.c. dalam setiap Jumlah anggaran yang dialokasikan untuk mewujudkan sasaran tersebut yaitu jumlah yang didasarkan pada dokumen Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) pada tahun berjalan. Jumlah anggaran yang dialokasikan setiap tahun. d. 2. 4.

d. Laporan Akuntabilitas Kinerja selanjutnya dimanfaatkan untuk : a. 2. Penyempurnaan dokumen perencanaan periode yang akan datang. Disamping itu. 3. PENYUSUNAN LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA Laporan Akuntabilitas Kinerja menyajikan uraian tentang kinerja dalam arti keberhasilan dan kegagalan dalam pencapaian target kinerja dari sasaran strategis Kementerian yang telah ditetapkan di dalam Dokumen PK. obyektif.III. perlu memperhatikan : 1. b. dan produktivitas di lingkungan Kementerian. Prinsip lingkup pertanggungjawaban. pemerintahan yang bersih. Bahan evaluasi akuntabilitas kinerja bagi pihak yang membutuhkan. Mekanisme Penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja harus dilandasi dengan pengertian dan kesadaran bahwa laporan akan dapat bermanfaat bagi terwujudnya kepemerintahan yang baik. Penyempurnaan berbagai kebijakan yang diperlukan. Penyempurnaan pelaksanaan program dan kegiatan yang akan datang. Hal-hal yang dilaporkan harus proporsional dengan lingkup kewenangan dan tanggung jawab masing-masing dan memuat baik mengenai kegagalan maupun keberhasilan. yaitu laporan harus disusun secara jujur. akurat dan transparan. Hal-hal yang dilaporkan adalah hal-hal yang penting dan 16 . Prinsip prioritas. Oleh karenanya dalam penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja harus mengikut prinsip-prinsip pelaporan pada umumnya.1. termasuk di dalamnya aspek keuangan yang secara Iangsung mengaitkan hubungan antara anggaran negara yang dibelanjakan dengan hasil atau manfaat yang diperoleh. c.

Prinsip ini mensyaratkan hal-hal yang paling dominan yang membuat sukses atau gagal yang perlu dilaporkan. Prinsip perbandingan. Draf Laporan Akuntabilitas Kinerja Sekretariat Jenderal disusun oleh Pusat Kajian Strategis b. Draf Laporan Akuntabilitas Kinerja Unit Kerja Eselon II disusun oleh unit eselon III atau unit eselon IV yang sesuai dengan tugas dan fungsinya. Draf Laporan Akuntabilitas Kinerja Kementerian disusun oleh Pusat Kajian Strategis di bawah koordinasi Sekretariat Jenderal. 17 . setelah berakhirnya tahun anggaran atau pada awal bulan Januari tahun anggaran berikutnya. 4. Draf Laporan Akuntabilitas Kinerja Inspektorat Jenderal disusun oleh Inspektorat Khusus. 3. d. c. 4. Draf Laporan Akuntabilitas Kinerja Badan disusun oleh Sekretariat Badan. Jadwal waktu dimulainya penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja. Draf Laporan Akuntabilitas Kinerja Unit Kerja Mandiri disusun oleh unit eselon IV yang sesuai dengan tugas dan fungsinya. yaitu: a. Draf Laporan Akuntabilitas Kinerja Direktorat Jenderal disusun oleh Direktorat Bina Program. Ketentuan penanggungjawab penyusun Laporan Akuntabilitas Kinerja sama seperti yang berlaku pada ketentuan penyusunan Dokumen PK yaitu : 1. Prinsip akuntabilitas.relevan bagi pengambilan keputusan dan pertanggungjawaban yang diperlukan untuk upaya-upaya tindak lanjutnya. 3. 2. Draf Laporan Akuntabilitas Kinerja Unit Organisasi Eselon I disusun oleh unit kerja eselon II yang sesuai dengan tugas dan fungsinya. Laporan dapat memberikan gambaran keadaan periode pelaporan dibandingkan dengan periode-periode lain.

kebijakan. Melakukan Pengukuran Kinerja Pengukuran Kinerja merupakan proses sistematis dan berkesinambungan untuk menilai keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan program. agar dapat dinilai dan dipelajari guna perbaikan pelaksanaan program/kegiatan pada masa yang akan datang. Pengukuran kinerja dilakukan dengan mengacu pada dokumen Perencanaan kinerja dan anggaran. sasaran strategis dan tujuan yang telah ditetapkan dalam Renstra. Oleh karena itu analisis kinerja paling tidak dilakukan dengan cara melakukan analisis adanya beda (performancegap analysis). Proses ini dilakukan dengan menilai pencapaian target setiap indikator kinerja guna memberikan gambaran tentang keberhasilan dan kegagalan pencapaian tujuan dan sasaran strategis. Analisis merupakan kebalikan dari sintesis. kemajuan dan kendala yang dijumpai dalam rangka pencapaian sasaran strategis. yaitu proses untuk menyatukan kondisi. dan Dokumen PK masing-masing organisasi/unit kerja. Evaluasi bertujuan agar diketahui pencapaian realisasi. Melakukan Evaluasi dan Analisis Kinerja Berdasarkan hasil-hasil perhitungan dalam Formulir Pengukuran Kinerja.Tingkat pencapaian keberhasilan atau kegagalan target kinerja dinyatakan dalam bentuk prosentase. dilakukan evaluasi terhadap pencapaian setiap indikator kinerja untuk memberikan penjelasan lebih lanjut tentang hal-hal yang mendukung keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan suatu kegiatan. 2. yaitu melihat beda (gap) antara yang telah direncanakan dengan realisasinya atau kenyataannya. atau obyek menjadisesuatu yang baru secara keseluruhan.Tahapan penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja dilakukan sebagai berikut: 1. idea. Jika terdapat gap. Analisis merupakan proses untuk mengurai suatu kondisi sehingga diperoleh pemahaman yang lebih mendalam. maka perlu diteliti sebab-sebabnya berikut berbagai informasi kendala dan hambatannya termasuk usulan tindakan-tindakan apa yang 18 .

dengan tembusan 19 .2. Laporan Akuntabilitas Kinerja Unit Kerja Mandiri disampaikan kepada Unit Organisasi Eselon II induknya selambatlambatnya pada minggu ketiga bulan Januari.diperlukan untuk memperbaiki kondisi tersebut. Penyampaian Dokumen Laporan Akuntabilitas Kinerja 1. d. penjelasan yang memadai atas pencapaian kinerja.3. c. b. pencapaian tujuan dan sasaran strategis. 3. Evaluasi dan analisis capaian indikator kinerja sampai dengan tahun berjalan dibandingkan dengan target kinerja 5 (lima) tahunan yang direncanakan dalam Renstra. Evaluasi dan analisis capaian indikator kinerja tahun berjalan dibandingkan dengan Rencana Kinerja Tahunan (dalam Rencana Kerja Tahunan/RKT). 2. dengan tembusan disampaikan kepada Pusat Kajian Strategis. Evaluasi dan analisis capaian indikator kinerja tahun berjalan dibandingkan dengan dokumen PK (dalam dokumen PK). pembandingan capaian indikator kinerja sampai dengan tahun berjalan dengan target kinerja 5 (lima) tahunan yang direncanakan. c. b. Evaluasi dan analisis dilakukan pada 3 (tiga) tahapan yaitu : a. Laporan Akuntabilitas Kinerja Unit Kerja Eselon II disampaikan kepada Unit Organisasi Eselon I induknya selambat-lambatnya pada minggu keempat bulan Januari. 3. realisasi pencapaian indikator kinerja. Format Isi Dokumen Laporan Akuntabilitas Kinerja Laporan Akuntabilitas Kinerja berisi ikhtisar pencapaian sasaran strategis sebagaimana yang ditetapkan dalam dokumen penetapan kinerja dan dokumen perencanaan yang menyajikan informasi tentang: a.

1. 5. Organisasi/Unit Kerja Unit Kerja Mandiri Unit Kerja Eselon II UnitOrganisasi Eselon I Kementerian Penyampaian Dokumen LAKIP kepada Pusat Kajian Strategis 20 . 2. 3.disampaikan kepada Pusat Kajian Strategis. Laporan Akuntabilitas Kinerja unit organisasi eselon I disampaikan kepada Menteri selambat-lambatnya pada minggu kedua bulan Februari. 4. 3. dengan tembusan disampaikan kepada Pusat Kajian Strategis. 4. Laporan Akuntabilitas Kinerja Kementerian disampaikan kepada Presiden melalui Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi selambat-lambatnya pada tanggal 15 bulan Maret. Pusat Kajian Strategis menyampaikan LAKIP Unit Organisasi Eselon I kepada Inspektorat Jenderal Jadwal Penyampaian Dokumen Laporan Akuntabilitas Kinerja Waktu Penyampaian Dokumen LAK Januari Februari Maret No.

• Kolom (3) diisi dengan angka target dari masing masing indikator kinerja sasaran strategis yang sesuai target dalam Renstra Kementerian. • Kolom (1) diisi dengan sasaran strategis. 21 .FORMULIR RENCANA KINERJA TAHUNAN KEMENTERIAN Kementerian : Pekerjaan Umum Tahun Anggaran : (a) SASARAN STRATEGIS (1) INDIKATOR KINERJA (2) TARGET (3) Cara Pengisian : • Header (a) diisi dengan Tahun Anggaran. • Kolom (2) diisi dengan indikator kinerja atas sasaran strategis.

22 .FORMULIR RENCANA KINERJA TAHUNAN UNIT ORGANISASI ESELON I Unit Organisasi Eselon I Tahun Anggaran SASARAN STRATEGIS (1) : (a) : (b) INDIKATOR KINERJA (2) TARGET (3) Cara Pengisian : • Header (a) diisi dengan Nama unit Organisasi eselon I • Header (b) diisi dengan Tahun Anggaran • Kolom (1) diisi dengan sasaran strategis unit organisasi eselon I • Kolom (2) diisi dengan indikator kinerja atas sasaran strategis dari unit organisasi eselon I • Kolom (3) diisi dengan angka target dari masing masing indikator kinerja sasaran strategis yang sesuai target dalam Renstra Eselon I.

23 .FORMULIR RENCANA KINERJA TAHUNAN UNIT KERJA ESELON II / UNIT KERJA MANDIRI Unit Kerja Eselon II Tahun Anggaran SASARAN STRATEGIS (1) : (a) : (b) INDIKATOR KINERJA (2) TARGET (3) Cara Pengisian : • Header (a) diisi dengan Nama unit kerja eselon II/unit kerja mandiri • Header (b) diisi dengan Tahun Anggaran • Kolom (1) diisi dengan sasaran strategis unit kerja eselon II/unit kerja mandiri • Kolom (2) diisi dengan indikator kinerja atas sasaran strategis dari unit kerja eselon II/unit kerja mandiri • Kolom (3) diisi dengan angka target dari masing masing indikator kinerja sasaran strategis yang sesuai target dalam Renstra Eselon II.

Nama Jabatan : . ............. ini berjanji akan mewujudkan target kinerja tahunan sesuai lampiran perjanjian ini dalam rangka mencapai target jangka menengah seperti yang telah ditetapkan dalam dokumen perencanaan...) 24 ............ kami yang bertanda tangan dibawah ini........ ............. Dalam rangka mewujudkan manajemen pemerintahan yang efektif....... Keberhasilan dan kegagalan pencapaian target kinerja tersebut menjadi tanggung jawab kami.................. : Menteri Pekerjaan Umum Pada tahun ... dan akuntabel serta berorientasi pada hasil........FORMAT DOKUMEN PK KEMENTERIAN _ Logo Kementerian _ PENETAPAN KINERJA TAHUN .......... Menteri Pekerjaan Umum ( .......... transparan............

.............. .......... Selaku atasan langsung pihak pertama Selanjutnya disebut PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA sepakat untuk membuat Perjanjian Penetapan Kinerja dengan ketentuan sebagai berikut: 1) PIHAK PERTAMA pada tahun ......) 25 .................. ........ Nama Jabatan : .............. ini berjanji akan mewujudkan target kinerja tahunan sesuai lampiran perjanjian ini dalam rangka mencapai target jangka menengah seperti yang telah ditetapkan dalam dokumen perencanaan.... Pihak Kedua Pihak Pertama 2) (…………………………...................... : ....................... Selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA Nama Jabatan : .......... Dalam rangka mewujudkan manajemen pemerintahan yang efektif................................................ PIHAK KEDUA akan memberikan supervisi yang diperlukan serta akan melakukan evaluasi akuntabilitas kinerja terhadap capaian kinerja dari perjanjian ini dan mengambil tindakan yang diperlukan dalam rangka pemberian penghargaan dan sanksi.................. : .FORMAT DOKUMEN PK UNIT ORGANISASI ESELON I................................ kami yang bertanda tangan dibawah ini...... transparan........................... dan akuntabel serta berorientasi pada hasil.............................................................) (....... Keberhasilan dan kegagalan pencapaian target kinerja tersebut menjadi tanggung jawab pihak pertama....... UNIT KERJA ESELON II DAN UNIT KERJA MANDIRI _ Logo Kementerian PU _ PERJANJIAN PENETAPAN KINERJA TAHUN ..........………………………...

Menteri (……..(b) Jakarta.... • Kolom (4) diisi dengan nama program yang digunakan untuk pencapaian kinerja Kementerian......... 26 ......... • Footer (b) diisi dengan Total jumlah/nilai pagu anggaran yang direncanakan akan digunakan untuk mencapai sasaran strategis... ...............FORMULIR PENETAPAN KINERJA KEMENTERIAN Kementerian Tahun Anggaran SASARAN STRATEGIS (1) : Pekerjaan Umum : (a) INDIKATOR KINERJA (2) TARGET (3) PROGRAM (4) ANGGARAN (5) Jumlah Anggaran Tahun ....... 20....... • Kolom (2) diisi dengan indikator kinerja yang relevan sesuai dengan Renstra....... • Kolom (1) diisi dengan sasaran strategis sesuai dengan Renstra. • Kolom (3) diisi dengan angka target yang diperjanjikan akan dicapai dari setiap indikator kinerja...... • Kolom (5) diisi dengan jumlah atau nilai pagu anggaran pada program sesuai dengan RKA........ : Rp.......... ..…………………...) Cara Pengisian : • Header (a) diisi dengan Tahun Anggaran yang akan diperjanjikan...

.. baik target output penting maupun target IKU sesuai DIPA......) Cara Pengisian : • Header (a) diisi dengan Nama Unit Organisasi Eselon I • Header (b) diisi dengan Tahun Anggaran yang akan diperjanjikan • Kolom (1) diisi dengan sasaran strategis unit organisasi eselon I/sasaran program sesuai dengan Renstra...………………………...FORMULIR PENETAPAN KINERJA UNIT ORGANISASI ESELON I Unit Oganisasi Eselon I Tahun Anggaran SASARAN STRATEGIS (1) : (a) : (b) INDIKATOR KINERJA (2) TARGET (3) Jumlah Anggaran : Program.......... Menteri Pekerjaan Umum...: Rp .......) (...... • Kolom (3) diisi dengan angka target yang diperjanjikan akan dicapai dari setiap indikator kinerja........ • Footer (c) diisi dengan nama program dan total jumlah/nilai pagu anggaran yang direncanakan akan digunakan untuk mencapai sasaran strategis...20 .(c) Jakarta............ Sasaran strategis/sasaran program adalah outcome atau output penting... • Kolom (2) diisi dengan indikator kinerja sasaran strategis/sasaran program sesuai Renstra..... (…………………………............... 27 ........... Direktur Jenderal.

……………………….(c) Jakarta.....) (..........: Rp ....... • Kolom (2) diisi dengan indikator kinerja sasaran strategis sesuai Renstra • Kolom (3) diisi dengan angka target yang diperjanjikan akan dicapai dari setiap indikator kinerja........... Direktur Jenderal/Direktur... • Footer (c) diisi dengan nama program dan total jumlah/nilai pagu anggaran unit kerja eselon II/ unit kerja mandiri yang direncanakan akan digunakan untuk mencapai sasaran strategis........20 .............FORMULIR PENETAPAN KINERJA UNIT KERJA ESELON II / UNIT KERJA MANDIRI Unit Kerja Eselon II Tahun Anggaran SASARAN STRATEGIS (1) : (a) : (b) INDIKATOR KINERJA (2) TARGET (3) Jumlah Anggaran : Program..... Sasaran strategis sekurang kurangnya adalah output dan/atau sub output penting......... (………………………….. Direktur/Kepala Balai/SKPD Dekon-TP…....... 28 .............) Cara Pengisian • Header (a) diisi dengan Nama Unit Kerja Eselon II/unit kerja mandiri • Header (b) diisi dengan Tahun Anggaran yang akan diperjanjikan • Kolom (1) diisi dengan sasaran strategis unit kerja eselon II/unit kerja mandiri yaitu sasaran Kegiatan sesuai dengan Renstra...

(b) Jumlah Realisasi Anggaran Kegiatan Tahun ....FORMULIR PENGUKURAN KINERJA KEMENTERIAN Kementerian : Pekerjaan Umum Tahun Anggaran : (a) SASARAN STRATEGIS (1) INDIKATOR KINERJA (2) TARGET (3) REALISASI (4) % (5) PROGRAM (6) ANGGARAN PAGU REALISASI (7) (8) % (9) Jumlah Anggaran Kegiatan Tahun .... • Footer (c) diisi total jumlah/nilai realisasi anggaran yang digunakan 29 ....(c) Cara Pengisian : • Header (a) diisi dengan Tahun Anggaran • Kolom (1) diisi dengan sasaran strategis Kementerian sesuai dengan dokumen Penetapan Kinerja • Kolom (2) diisi dengan indikator kinerja sasaran strategis Kementerian sesuai dengan dokumen Penetapan Kinerja • Kolom (3) diisi dengan angka target yang akan dicapai untuk setiap indikator kinerja sesuai dengan dokumen Penetapan Kinerja • Kolom (4) diisi dengan realisasi dari masing-masing indikator kinerja • Kolom (5) diisi dengan presentase pencapaian target dari masing-masing indikator kinerja: (realisasi/target x 100 %) • Kolom (6) diisi dengan nama Program sesuai dengan sasaran strategis......... • Kolom (8) diisi dengan realisasi anggaran masing-masing program yang digunakan untuk mencapai sasaran strategis.... ................. • Kolom (7) diisi total jumlah/nilai pagu anggaran masing-masing program yang digunakan untuk mencapai sasaran strategis........: Rp.: Rp.. • Kolom (9) diisi dengan presentase pencapaian target anggaran dari masing-masing program: (realisasi/target x 100 %) • Footer (b) diisi total jumlah/nilai pagu anggaran yang digunakan...... ..

.........: Rp....: Rp.......... 30 ..... ....(d) Cara Pengisian : • Header (a) diisi dengan nama unit organisasi eselon I • Header (b) diisi dengan Tahun Anggaran • Kolom (1) diisi dengan sasaran strategis unit organisasi eselon I sesuai dengan dokumen Penetapan Kinerja • Kolom (2) diisi dengan indikator kinerja sasaran strategis dari unit organisasi eselon I sesuai dengan dokumen Penetapan Kinerja • Kolom (3) diisi dengan angka target yang akan dicapai untuk setiap indikator kinerja sesuai dengan dokumen Penetapan Kinerja • Kolom (4) diisi dengan realisasi dari setiap indikator kinerja • Kolom (5) diisi dengan presentase pencapaian target dari masing-masing indikator kinerja: (realisasi/target x 100 %) • Footer (c) diisi total jumlah/nilai pagu anggaran program yang digunakan untuk mencapai sasaran strategis....... . • Footer (d) diisi total jumlah/nilai realisasi anggaran program yang digunakan untuk mencapai sasaran strategis....(c) Jumlah Realisasi Anggaran Kegiatan Tahun ..FORMULIR PENGUKURAN KINERJA UNIT ORGANISASI ESELON I Unit Organisasi Eselon I Tahun Anggaran SASARAN STRATEGIS (1) : (a) : (b) INDIKATOR KINERJA (2) TARGET (3) REALISASI (4) % (5) Jumlah Anggaran Kegiatan Tahun .......

. (c) Jumlah Realisasi Anggaran Kegiatan Tahun .: Rp......... ..FORMULIR PENGUKURAN KINERJA UNIT KERJA ESELON II / UNIT KERJA MANDIRI Unit Kerja Eselon II Tahun Anggaran SASARAN STRATEGIS (1) : (a) : (b) INDIKATOR KINERJA (2) TARGET (3) REALISASI (4) % (5) Jumlah Anggaran Kegiatan Tahun ................ • Footer (d) diisi total jumlah/nilai realisasi anggaran Kegiatan yang digunakan untuk mencapai sasaran strategis........ (d) Cara Pengisian : • Header (a) diisi dengan nama unit kerja eselon II/unit kerja mandiri • Header (b) diisi dengan Tahun Anggaran • Kolom (1) diisi dengan sasaran strategis unit kerja eselon II/unit kerja mandiri sesuai dengan dokumen Penetapan Kinerja • Kolom (2) diisi dengan indikator kinerja sasaran strategis dari unit kerja eselon II/unit kerja mandiri sesuai dengan dokumen Penetapan Kinerja • Kolom (3) diisi dengan angka target yang akan dicapai untuk setiap indikator kinerja sesuai dengan dokumen Penetapan Kinerja • Kolom (4) diisi dengan realisasi dari setiap indikator kinerja • Kolom (5) diisi dengan presentase pencapaian target dari masing-masing indikator kinerja: (realisasi/target x 100 %) • Footer (c) diisi total jumlah/nilai pagu anggaran Kegiatan yang digunakan untuk mencapai sasaran strategis.......... . 31 .: Rp.....

PENDAHULUAN Dalam bab ini diuraikan mengenai gambaran umum organisasi Kementerian berupa uraian singkat mandat yang dibebankan. bila ada perubahan pada tahun yang bersangkutan perlu diberikan penjelasan. serta kendala-kendala yang dihadapi dalam pencapaiannya. BAB I. Tugas dan Fungsi Dalam sub bab ini diuraikan tugas dan fungsi Kementerian berdasarkan peraturan perundang-undangan. kondisi dan tantangan pembangunan yang dihadapi serta Renstra Kementerian. b.LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA KEMENTERIAN PENGANTAR Pada bagian ini disajikan latar belakang dan esensi penyusunan LAKIP Kementerian dan harapan yang diinginkan atas terselesaikannya LAKIP Kementerian. Fungsi Dan Struktur Organisasi a. RINGKASAN EKSEKUTIF Pada bagian ini disajikan tujuan dan sasaran yang te!ah ditetapkan dalam Renstra Kementerian dan sejauh mana pencapaian atas tujuan dan sasaran tersebut. 1. 32 . Struktur Organisasi Dalam sub bab ini diisi dengan bagan struktur organisasi beserta unit-unit organisasi yang ada pada Kementerian.1. Tugas. Disebutkan pula langkah-langkah yang telah dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut dan langkah antisipatif untuk menanggulangi kendala yang mungkin akan terjadi pada tahun mendatang.

Misi. Bila tidak ada kebijakan baru.. BAB II.. misi. RENCANA KINERJA TAHUNAN DAN PERJANJIAN KINERJA Dalam bab ini diikhtisarkan beberapa hal penting dalam rencana kinerja tahunan dan perjanjian kinerja (dokumen penetapan kinerja). c. uraian mengenai hal ini dapat dilihat pada Rencana Kerja Pemerintah/RKP pada bab tentang bidang PU.. Kondisi dan Tantangan Pembangunan PU Dalam sub bab ini diurakain kondisi dan tantangan pembangunan sebagaimana yang tercantum di dalam Renstra. yang mungkin ada dari Pemerintah seperti Inpres dsb pada tahun ybs. Kondisi dan Tantangan Pembangunan PU Tahun. Rencana Strategis a. Visi. Kebijakan. Kebijakan Baru Sub bab ini perlu ditampilkan bila ada Inisiatif Baru.3. yang akan mempengaruhi/menambah output/sub output. program dan kegiatan sebagaimana yang terdapat di dalam Renstra.. b. Program dan Kegiatan. Kondisi dan Tantangan Pembangunan a.. maka sub bab ini tidak dicantumkan...1.2. b. Dalam sub bab ini dijelaskan tentang kebijakan.. 1.. Tujuan dan Sasaran Strategis Dalam sub bab ini dijelaskan tentang visi. tujuan dan sasaran strategis sebagaimana yang terdapat di dalam Renstra. Sub bab ini perlu dikemukakan agar dalam evaluasi dan analisis pencapaian indikator kinerja di dalam Rencana Kinerja Tahunan dapat obyektif.. Dalam sub bab ini dijelaskan kondisi dan tantangan pembangunan PU pada tahun yang bersangkutan (tahun yang dilaporkan). sedangkan pencapain targetnya berdasarkan PK yang mengakomodir seluruh target tahun yang bersangkutan. karena terget Rencana Kinerja Tahunan berdasarkan Renstra. 33 .

Evaluasi dan Analisis Anggaran Berisikan mengenai rencana dan realisasi penyerapan pendanaan per program pada tahun yang bersangkutan baik yang berasal dari DIPA maupun PHLN dan analisa tingkat pencapaiannya.2.1. dijelaskan tentang evaluasi dan analisis akuntabilitas kinerja. pada nomor c. foto.2. Evaluasi dan Analisis Kinerja Pada sub bab ini disajikan uraian pencapaian IKU. BAB III.3. Kebijakan Baru. capaian indikator kinerja sampai dengan tahun berjalan dengan target kinerja 5 (lima) tahunan yang direncanakan (Renstra). maka perlu diberi penjelasan singkat. Diuraikan mengenai pencapaian kinerja sampai tahun berjalan dibandingkan dengan dengan target kinerja yang ada dalam Dokumen RPJMN dan dijelaskan pula mengenai pemilihan/ penerapan teknologi.2. hambatan kendala. 3. peta yang relevan dengan kegiatan bersangkutan. Hal ini terkait dengan sub bab 1. inovasi teknologi dalam pelaksanaan pekerjaan dan disisipkan gambar. 34 . aspek keuangan berupa tingkat penyerapan anggaran serta hal-hal yang memerlukan perhatian untuk peningkatan kinerja dan juga prestasi tertentu yang diraih oleh Kementerian pada tahun yang bersangkutan.1. sasaran-sasaran strategis dari hasil/pengukuran kinerja beserta tabel pengukuran kinerja yang disertai dengan uraian secara sistematis keberhasilan dan kegagalan. AKUNTABILITAS KINERJA Pada bagian ini. 2. Rencana Kinerja Tahunan Dalam sub bab ini disajikan ikhtisar secara singkat Rencana Kinerja Tahunan per program dan tabel lengkap Rencana Kinerja Tahunan. Selanjutnya disajikan juga pembandingan capaian indikator kinerja tahun ini dengan tahun sebelumnya. Bila ada perbedaan dengan dokumen Rencana Kinerja Tahunan. Perjanjian Kinerja Dalam sub bab ini disajikan ikhtisar secara singkat Penetapan Kinerja per program dan tabel lengkap lampiran dokumen PK. 3. dan permasalahan yang dihadapi serta langkah-langkah antisipatif yang akan diambil.

3. BAB IV. Penghargaan Pihak Ke-3 Kepada Kementerian Pada sub bab ini diuraikan tentang penghargaan yang diberikan oleh berbagai pihak kepada Kementerian pada tahun yang bersangkutan. termasuk di dalamnya penilaian hasil evaluasi LAKIP tahun sebelumnya yang diberikan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara & Reformasi Birokrasi. permasalahan dan kendala utama yang berkaitan dengan kinerja Kementerian beserta strategi pemecahannya yang akan dilaksanakan pada tahun mendatang.4. 50% dan 100%) beserta keterangan foto yang menjelaskan manfaat dari kegiatan tersebut bagi masyarakat sekitarnya. Lampiran Formulir Pengukuran Kinerja dan Lampiran visualiasi foto pelaksanaan kegiatan ( 0%. 35 . Hal-Hal Yang memerlukan perhatian untuk Peningkatan Kinerja Dalam sub bab ini dijelaskan hal-hal menonjol yang mempengaruhi pencapaian kinerja sehingga memerlukan perhatian dari seluruh aparatur Kementerian untuk ditindaklanjuti pada tahun yang akan datang dan dijelaskan pula tindak turun tangan yang telah dilakukan atas kendala yang terjadi pada tahun sebelumnya.3. PENUTUP Dalam bab ini dikemukakan tinjauan secara umum tentang keberhasilan dan kegagalan. Lampiran Formulir Rencana Kinerja Tahunan (Form. LAMPIRAN Pada Lampiran dimuat Lampiran Formulir Pernyataan Penetapan Kinerja dan Penetapan Kinerja (Formulir PK). RKT). 3. Pada bab ini perlu juga disajikan harapan yang lebih baik yang akan dicapai pada tahun yang akan datang.

PENDAHULUAN Dalam bab ini diuraikan mengenai gambaran umum organisasi Unit Organisasi Eselon I berupa uraian singkat mandat yang dibebankan.1. bila ada perubahan pada tahun yang bersangkutan perlu diberikan penjelasan. Tugas.LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA UNIT ORGANISASI ESELON I PENGANTAR Pada bagian ini disajikan latar belakang dan esensi penyusunan LAKIP Unit Organisasi Eselon I dan harapan yang diinginkan atas terselesaikannya LAKIP Unit Organisasi Eselon I. RINGKASAN EKSEKUTIF Pada bagian ini disajikan tujuan dan sasaran yang te!ah ditetapkan dalam Renstra Unit Organisasi Eselon I dan sejauh mana pencapaian atas tujuan dan sasaran tersebut. Struktur Organisasi Dalam sub bab ini diisi dengan bagan struktur organisasi beserta unit-unit organisasi yang ada pada Unit Organisasi Eselon I. 1. serta kendala-kendala yang dihadapi di dalam pencapaiannya. kondisi dan tantangan pembangunan yang dihadapi serta Renstra Unit Organisasi Eselon I. Fungsi Dan Struktur Organisasi a. Disebutkan pula langkah-langkah yang telah dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut dan langkah antisipatif untuk menanggulangi kendala yang mungkin akan terjadi pada tahun mendatang. BAB I. Tugas dan Fungsi Dalam sub bab ini diuraikan tugas dan fungsi Unit Organisasi Eselon I berdasarkan peraturan yang terbaru. b. 36 .

Dalam sub bab ini dijelaskan tentang kebijakan. tujuan dan sasaran strategis sebagaimana yang terdapat di dalam Renstra...3. Rencana Strategis a. Program dan Kegiatan. 37 . c. Misi. Kebijakan Baru. Dalam sub bab dijelaskan kondisi dan tantangan pembangunan terkait Unit Organisasi Eselon I pada tahun yang bersangkutan (tahun yang dilaporkan).2.. maka sub bab ini tidak dicantumkan.. Sub bab ini perlu dikemukakan agar di dalam evaluasi dan anaisis pencapaian indikator kinerja di dalam Rencana Kinerja Tahunan dapat obyektif. Visi. Kondisi dan Tantangan Pembangunan Tahun.. Tujuan dan Sasaran Strategis Dalam sub bab ini dijelaskan tentang visi. b. 1. yang mungkin ada dari Pemerintah seperti Inpres dsb pada tahun ybs.. b.. Bila tidak ada kebijakan baru. program dan kegiatan sebagaimana yang terdapat di dalam Renstra... karena target Rencana Kinerja Tahunan berdasarkan Renstra. yang akan mempengaruhi/menambah output/sub output. Kebijakan. Sub bab ini perlu ditampilkan bila ada Inisiatif Baru.. sedangkan pencapaian targetnya berdasarkan PK yang mengakomodir seluruh target tahun yang bersangkutan. misi.1. Kondisi dan Tantangan Pembangunan a. Kondisi dan Tantangan Pembangunan Dalam sub bab ini diurakain kondisi dan tantangan pembangunan terkait Unit Organisasi Eselon I sebagaimana yang tercantum di dalam Renstra.

peta yang relevan dengan kegiatan bersangkutan. 38 . aspek keuangan berupa tingkat penyerapan anggaran serta hal-hal yang memerlukan perhatian untuk peningkatan kinerja dan juga prestasi tertentu yang diraih oleh Unit Organisasi Eselon I pada tahun yang bersangkutan. Evaluasi dan Analisis Kinerja Pada sub bab ini disajikan uraian pencapaian IKU dan output penting. Kebijakan Baru. 2. Rencana Kinerja Tahunan Dalam sub bab ini disajikan ikhtisar secara singkat Rencana Kinerja Tahunan per program dan tabel lengkap Rencana Kinerja Tahunan. RENCANA KINERJA TAHUNAN DAN PERJANJIAN KINERJA Dalam bab ini diikhtisarkan beberapa hal penting dalam rencana kinerja tahunan dan perjanjian kinerja (dokumen penetapan kinerja). hambatan kendala. maka perlu diberi penjelasan singkat.1. sasaran-sasaran strategis dari hasil/pengukuran kinerja beserta tabel pengukuran kinerja yang disertai dengan uraian secara sistematis keberhasilan dan kegagalan.1. dan permasalahan yang dihadapi serta langkah-langkah antisipatif yang akan diambil. pada nomor c. Perjanjian Kinerja Dalam sub bab ini disajikan ikhtisar secara singkat Penetapan Kinerja per program dan tabel lengkap lampiran dokumen PK. Diuraikan mengenai pencapaian kinerja sampai tahun berjalan dibandingkan dengan dengan target kinerja yang ada dalam Dokumen RPJMN dan dijelaskan pula mengenai pemilihan/ penerapan teknologi. Hal ini terkait dengan sub bab 1. Selanjutnya disajikan juga pembandingan capaian indikator kinerja tahun ini dengan tahun sebelumnya. AKUNTABILITAS KINERJA Pada bagian ini. dijelaskan tentang evaluasi dan analisis akuntabilitas kinerja. foto. capaian indikator kinerja sampai dengan tahun berjalan dengan target kinerja 5 (lima) tahunan yang direncanakan (Renstra).2.BAB II. 2. Bila ada perbedaan dengan dokumen Rencana Kinerja Tahunan. 3. inovasi teknologi dalam pelaksanaan pekerjaan dan disisipkan gambar. BAB III.3.

3. PENUTUP Dalam bab ini dikemukakan tinjauan secara umum tentang keberhasilan dan kegagalan. 39 . Lampiran Formulir Pengukuran Kinerja dan Lampiran visualiasi foto pelaksanaan kegiatan ( 0%.3. Evaluasi dan Analisis Anggaran Berisikan mengenai rencana dan realisasi penyerapan pendanaan per program pada tahun yang bersangkutan baik yang berasal dari DIPA maupun PHLN dan analisa tingkat pencapaiannya. 3. RKT).2. permasalahan dan kendala utama yang berkaitan dengan kinerja Kementerian beserta strategi pemecahannya yang akan dilaksanakan pada tahun mendatang.4. Pada bab ini perlu juga disajikan harapan yang lebih baik yang akan dicapai pada tahun yang akan datang. LAMPIRAN Pada Lampiran dimuat Lampiran Formulir Pernyataan Penetapan Kinerja dan Penetapan Kinerja (Formulir PK). Hal-Hal Yang Memerlukan Perhatian Untuk Peningkatan Kinerja Dalam sub bab ini dijelaskan hal-hal menonjol yang mempengaruhi pencapaian kinerja sehingga memerlukan perhatian dari seluruh aparatur Kementerian untuk ditindaklanjuti pada tahun yang akan datang dan dijelaskan pula tindak turun tangan yang telah dilakukan atas kendala yang terjadi pada tahun sebelumnya. BAB IV. Lampiran Formulir Rencana Kinerja Tahunan (Form.3. 50% dan 100%) beserta keterangan foto yang menjelaskan manfaat dari kegiatan tersebut bagi masyarakat sekitarnya. Penghargaan Pihak Ke-3 Kepada Unit Organisasi Eselon I Pada sub bab ini diuraikan tentang penghargaan yang diberikan oleh berbagai pihak kepada Unit Organisasi Eselon I pada tahun yang bersangkutan.

kondisi dan tantangan pembangunan yang dihadapi serta Renstra Unit Organisasi Eselon I dan Unit Kerja Eselon II. Tugas. b. Disebutkan pula langkah-langkah yang telah dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut dan langkah antisipatif untuk menanggulangi kendala yang mungkin akan terjadi pada tahun mendatang. bila ada perubahan pada tahun yang bersangkutan perlu diberikan penjelasan.LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA UNIT KERJA ESELON II PENGANTAR Pada bagian ini disajikan latar belakang dan esensi penyusunan LAKIP Unit Kerja Eselon II dan harapan yang diinginkan atas terselesaikannya LAKIP Unit Kerja Eselon II. Fungsi Dan Struktur Organisasi a. 1.1. Struktur Organisasi Dalam sub bab ini diisi dengan bagan struktur organisasi beserta unit-unit organisasi yang ada pada Unit Kerja Eselon II. Tugas dan Fungsi Dalam sub bab ini diuraikan tugas dan fungsi Unit Kerja Eselon II berdasarkan peraturan yang terbaru. serta kendala-kendala yang dihadapi di dalam pencapaiannya. PENDAHULUAN Dalam bab ini diuraikan mengenai gambaran umum organisasi Unit Kerja Eselon II berupa uraian singkat mandat yang dibebankan. BAB I. 40 . RINGKASAN EKSEKUTIF Pada bagian ini disajikan tujuan dan sasaran yang te!ah ditetapkan dalam Renstra Unit Organisasi Eselon I dan Unit Kerja Eselon II dan sejauh mana pencapaian atas tujuan dan sasaran tersebut.

..3. Kondisi dan Tantangan Pembangunan a. Rencana Strategis a. 41 . 1. Bila tidak ada kebijakan baru.. maka sub bab ini tidak dicantumkan.. Dalam sub bab ini dijelaskan tentang kebijakan (Eselon II). sedangkan pencapaian targetnya berdasarkan PK yang mengakomodir seluruh target tahun yang bersangkutan. b. Kondisi dan Tantangan Pembangunan Tahun. Visi.. karena target Rencana Kinerja Tahunan berdasarkan Renstra. Program dan Kegiatan.1. Kondisi dan Tantangan Pembangunan Dalam sub bab ini diurakain kondisi dan tantangan pembangunan terkait Unit Kerja Eselon II sebagaimana yang tercantum di dalam Renstra. uraian mengenai hal ini dapat dilihat pada Rencana Kerja Pemerintah/RKP pada bab tentang bidang PU.2. Kebijakan. Dalam sub bab dijelaskan kondisi dan tantangan pembangunan terkait Unit Kerja Eselon II pada tahun yang bersangkutan (tahun yang dilaporkan). b..... Sub bab ini perlu dikemukakan agar di dalam evaluasi dan anaisis pencapaian indikator kinerja di dalam Rencana Kinerja Tahunan dapat obyektif. Misi. Tujuan dan Sasaran Strategis Dalam sub bab ini dijelaskan tentang visi (Eselon I). misi (Eselon I).. tujuan (Eselon I) dan sasaran strategis (Eselon I) sebagaimana yang terdapat di dalam Renstra. yang akan mempengaruhi/menambah output/sub output. yang mungkin ada dari Pemerintah seperti Inpres dsb pada tahun ybs. c. program (Eselon I) dan kegiatan (Eselon II) sebagaimana yang terdapat di dalam Renstra. Kebijakan Baru Sub bab ini perlu ditampilkan bila ada Inisiatif Baru.

AKUNTABILITAS KINERJA Pada bagian ini. 2.2. Diuraikan mengenai pencapaian kinerja sampai tahun berjalan dibandingkan dengan dengan target kinerja yang ada dalam Dokumen RPJMN dan dijelaskan pula mengenai pemilihan/ penerapan teknologi.3.1. Perjanjian Kinerja Dalam sub bab ini disajikan ikhtisar secara singkat Penetapan Kinerja per program dan tabel lengkap lampiran dokumen PK. Hal ini terkait dengan sub bab 1. RENCANA KINERJA TAHUNAN DAN PERJANJIAN KINERJA Dalam bab ini diikhtisarkan beberapa hal penting dalam rencana kinerja tahunan dan perjanjian kinerja (dokumen penetapan kinerja). maka perlu diberi penjelasan singkat. 42 . 2. capaian indikator kinerja sampai dengan tahun berjalan dengan target kinerja 5 (lima) tahunan yang direncanakan (Renstra). foto. Selanjutnya disajikan juga pembandingan capaian indikator kinerja tahun ini dengan tahun sebelumnya. aspek keuangan berupa tingkat penyerapan anggaran serta hal-hal yang memerlukan perhatian untuk peningkatan kinerja dan juga prestasi tertentu yang diraih oleh Unit Kerja Eselon II pada tahun yang bersangkutan.BAB II. pada nomor c. 3. dijelaskan tentang evaluasi dan analisis akuntabilitas kinerja. Bila ada perbedaan dengan dokumen Rencana Kinerja Tahunan. Kebijakan Baru. Evaluasi dan Analisis Kinerja Pada sub bab ini disajikan uraian pencapaian IKU dan output penting. BAB III. hambatan kendala. Rencana Kinerja Tahunan Dalam sub bab ini disajikan ikhtisar secara singkat Rencana Kinerja Tahunan dan tabel lengkap Rencana Kinerja Tahunan. peta yang relevan dengan kegiatan bersangkutan. dan permasalahan yang dihadapi serta langkah-langkah antisipatif yang akan diambil. inovasi teknologi dalam pelaksanaan pekerjaan dan disisipkan gambar.1. sasaran-sasaran strategis dari hasil/pengukuran kinerja beserta tabel pengukuran kinerja yang disertai dengan uraian secara sistematis keberhasilan dan kegagalan.

Evaluasi dan Analisis Anggaran Berisikan mengenai rencana dan realisasi penyerapan pendanaan per program pada tahun yang bersangkutan baik yang berasal dari DIPA maupun PHLN dan analisa tingkat pencapaiannya. 3. 43 . Pada bab ini perlu juga disajikan harapan yang lebih baik yang akan dicapai pada tahun yang akan datang.2. LAMPIRAN Pada Lampiran dimuat Lampiran Formulir Pernyataan Penetapan Kinerja dan Penetapan Kinerja (Formulir PK). Lampiran Formulir Rencana Kinerja Tahunan (Form. permasalahan dan kendala utama yang berkaitan dengan kinerja Kementerian beserta strategi pemecahannya yang akan dilaksanakan pada tahun mendatang. Penghargaan Pihak Ke-3 Kepada Unit Kerja Eselon II Pada sub bab ini diuraikan tentang penghargaan yang diberikan oleh berbagai pihak kepada Unit Kerja Eselon II pada tahun yang bersangkutan. 3. RKT). Lampiran Formulir Pengukuran Kinerja dan Lampiran visualiasi foto pelaksanaan kegiatan ( 0%. BAB IV.4. Hal-Hal Yang Memerlukan Perhatian Untuk Peningkatan Kinerja Dalam sub bab ini dijelaskan hal-hal menonjol yang mempengaruhi pencapaian kinerja sehingga memerlukan perhatian dari seluruh aparatur Kementerian untuk ditindaklanjuti pada tahun yang akan datang dan dijelaskan pula tindak turun tangan yang telah dilakukan atas kendala yang terjadi pada tahun sebelumnya.3. 50% dan 100%) beserta keterangan foto yang menjelaskan manfaat dari kegiatan tersebut bagi masyarakat sekitarnya.3. PENUTUP Dalam bab ini dikemukakan tinjauan secara umum tentang keberhasilan dan kegagalan.

PENDAHULUAN Dalam bab ini diuraikan mengenai gambaran umum organisasi Unit Kerja Mandiri berupa uraian singkat mandat yang dibebankan. bila ada perubahan pada tahun yang bersangkutan perlu diberikan penjelasan. BAB I. kondisi dan tantangan pembangunan yang dihadapi serta Renstra Kementerian. serta kendala-kendala yang dihadapi di dalam pencapaiannya. Fungsi Dan Struktur Organisasi a. Disebutkan pula langkah-langkah yang telah dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut dan langkah antisipatif untuk menanggulangi kendala yang mungkin akan terjadi pada tahun mendatang. Struktur Organisasi Dalam sub bab ini diisi dengan bagan struktur organisasi 44 . 1. Tugas dan Fungsi Dalam sub bab ini diuraikan tugas dan fungsi Unit Kerja Mandiri berdasarkan peraturan yang terbaru.1. b. RINGKASAN EKSEKUTIF Pada bagian ini disajikan tujuan dan sasaran yang te!ah ditetapkan dalam Renstra Unit Organisasi Eselon I dan Unit Kerja Eselon II induknya dan sejauh mana pencapaian atas tujuan dan sasaran tersebut. Tugas.LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA UNIT KERJA MANDIRI PENGANTAR Pada bagian ini disajikan latar belakang dan esensi penyusunan LAKIP Unit Kerja Mandiri dan harapan yang diinginkan atas terselesaikannya LAKIP Unit Kerja Mandiri.

Kebijakan Baru Sub bab ini perlu ditampilkan bila ada Inisiatif Baru. misi (Eselon I). Dalam sub bab dijelaskan kondisi dan tantangan pembangunan terkait UKM pada tahun yang bersangkutan (tahun yang dilaporkan). 45 . c. Dalam sub bab ini dijelaskan tentang kebijakan (Eselon II).. Rencana Strategis a.. karena target RKT berdasarkan Renstra. Misi. yang mungkin ada dari Pemerintah seperti Inpres dsb pada tahun ybs. Kondisi dan Tantangan Pembangunan a... maka sub bab ini tidak dicantumkan.. sedangkan pencapaian targetnya berdasarkan PK yang mengakomodir seluruh target tahun yang bersangkutan. tujuan (Eselon I) dan sasaran strategis (Eselon I) sebagaimana yang terdapat di dalam Renstra. Program dan Kegiatan. Kondisi dan Tantangan Pembangunan Tahun. program (Eselon I) dan kegiatan (Eselon II) sebagaimana yang terdapat di dalam Renstra. Kebijakan. Sub bab ini perlu dikemukakan agar di dalam evaluasi dan anaisis pencapaian indikator kinerja di dalam RKT dapat obyektif.. 1. Tujuan dan Sasaran Strategis Dalam sub bab ini dijelaskan tentang visi (Eselon I).3. b..beserta unit-unit organisasi yang ada pada Unit Kerja Mandiri.2.. Visi. b.. Bila tidak ada kebijakan baru. 1. Kondisi dan Tantangan Pembangunan Dalam sub bab ini diurakain kondisi dan tantangan pembangunan sebagaimana yang tercantum di dalam Renstra.. yang akan mempengaruhi/menambah output/sub output.

AKUNTABILITAS KINERJA Pada bagian ini. Diuraikan mengenai pencapaian kinerja sampai tahun berjalan dibandingkan dengan target kinerja yang ada dalam Dokumen 46 . aspek keuangan berupa tingkat penyerapan anggaran serta hal-hal yang memerlukan perhatian untuk peningkatan kinerja dan juga prestasi tertentu yang diraih oleh Unit Kerja Mandiri pada tahun yang bersangkutan. Evaluasi dan Analisis Kinerja Pada sub bab ini disajikan uraian pencapaian IKU dan output penting.1.BAB II. hambatan kendala. Hal ini terkait dengan sub bab 1. 2.2. dan permasalahan yang dihadapi serta langkah-langkah antisipatif yang akan diambil. capaian indikator kinerja sampai dengan tahun berjalan dengan target kinerja 5 (lima) tahunan yang direncanakan (Renstra). Selanjutnya disajikan juga pembandingan capaian indikator kinerja tahun ini dengan tahun sebelumnya. sasaran-sasaran strategis dari hasil/pengukuran kinerja beserta tabel pengukuran kinerja yang disertai dengan uraian secara sistematis keberhasilan dan kegagalan. dijelaskan tentang evaluasi dan analisis akuntabilitas kinerja. BAB III. Rencana Kinerja Tahunan Dalam sub bab ini disajikan ikhtisar secara singkat Rencana Kinerja Tahunan dan tabel lengkap Rencana Kinerja Tahunan. Bila ada perbedaan dengan dokumen Rencana Kinerja Tahunan. maka perlu diberi penjelasan singkat. RENCANA KINERJA TAHUNAN DAN PERJANJIAN KINERJA Dalam bab ini diikhtisarkan beberapa hal penting dalam rencana kinerja tahunan dan perjanjian kinerja (dokumen penetapan kinerja).3. Perjanjian Kinerja Dalam sub bab ini disajikan ikhtisar secara singkat Penetapan Kinerja per program dan tabel lengkap lampiran dokumen PK. 2. 3. Kebijakan Baru.1. pada nomor c.

permasalahan dan kendala utama yang berkaitan dengan kinerja Kementerian beserta strategi pemecahannya yang akan dilaksanakan pada tahun mendatang. Pada bab ini perlu juga disajikan harapan yang lebih baik yang akan dicapai pada tahun yang akan datang. inovasi teknologi dalam pelaksanaan pekerjaan dan disisipkan gambar.4. 3. BAB IV. Penghargaan Pihak Ke-3 Kepada Unit Kerja Mandiri Pada sub bab ini diuraikan tentang penghargaan yang diberikan oleh berbagai pihak kepada Unit Kerja mandiri pada tahun yang bersangkutan. Evaluasi dan Analisis Anggaran Berisikan mengenai rencana dan realisasi penyerapan pendanaan per program pada tahun yang bersangkutan baik yang berasal dari DIPA maupun PHLN dan analisa tingkat pencapaiannya. 3. PENUTUP Dalam bab ini dikemukakan tinjauan secara umum tentang keberhasilan dan kegagalan. foto. Hal-Hal Yang Memerlukan Perhatian Untuk Peningkatan Kinerja Dalam sub bab ini dijelaskan hal-hal menonjol yang mempengaruhi pencapaian kinerja sehingga memerlukan perhatian dari seluruh aparatur Kementerian untuk ditindaklanjuti pada tahun yang akan datang dan dijelaskan pula tindak turun tangan yang telah dilakukan atas kendala yang terjadi pada tahun sebelumnya.RPJMN dan dijelaskan pula mengenai pemilihan/ penerapan teknologi. 47 .3.2. 3. peta yang relevan dengan kegiatan bersangkutan.

ttd DJOKO KIRMANTO Salinan sesuai dengan aslinya KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM Kepala Biro Hukum. RKT). MENTERI PEKERJAAN UMUM REPUBLIK INDONESIA. 50% dan 100%) beserta keterangan foto yang menjelaskan manfaat dari kegiatan tersebut bagi masyarakat sekitarnya.LAMPIRAN Pada Lampiran dimuat Lampiran Formulir Pernyataan Penetapan Kinerja dan Penetapan Kinerja (Formulir PK). Lampiran Formulir Rencana Kinerja Tahunan (Form. Siti Martini 48 . Lampiran Formulir Pengukuran Kinerja dan Lampiran visualiasi foto pelaksanaan kegiatan ( 0%.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful