PENYAKIT TANAMAN

A. Defenisi Penyakit Tanaman Penyakit pada tanaman berarti proses di mana bagian-bagian tertentu dari tanaman tidak dapat menjalankan fungsinya dengan sebaik-baiknya. Patogen atau penyebab penyakit dapat berupa organisme, yang tergolong dalam dunia tumbuhan, dan bukan organisme yang biasa disebut fisiophat. Sedangkan organisme dapat dibedakan menjadi : parasit dan saprofi. Ilmu Penyakit Tumbuhan adalah ilmu yang mempelajari kerusakan yang disebabkan oleh organisme yang tergolong ke dalam dunia tumbuhan seperti Tumbuhan Tinggi Parastis, Ganggang, Jamur, bakteri, Mikoplasma dan Virus. B. Gejala Penyakit Tanaman Gejala adalah perubahan yang ditunjukkan oleh tumbuhan itu sendiri sebagai akibat adanya serangan suatu penyebab penyakit. Gejala dapat dibedakan yaitu gejala primer dan sekunder. Gejala primer terjadi pada bagian yang terserang oleh penyebab penyakit. Gejala sekunder adalah gejala yang terjadi di tempat lain dari tanaman sebagai akibat dari kerusakan pada bagian yang menunjukkan gejala primer. Berdasarkan perubahan-perubahan yang terjadi di dalam sel, gejala dapat dibagi menjadi tiga tipe pokok yaitu : a. Gejala-gejala Nekrotis : meliputi gejala-gejala yang terjadinya karena adanya kerusakan pada sel atau matinya sel. b. Gejala-gejala Hypoplastis : meliputi gejala-gejala yang terjadinya karena terhambatnya atau terhentinya pertumbuhan sel (underdevelopment). c. Gejala-gejala Hyperplastis : meliputi gejala-gejala yang terjadinya karena pertumbuhan sel yang melebihi biasa (overdevelopment). a. Tipe Nekrotis 1. Hidrosis : sebelum sel-sel mati biasanya bagian tersebut terlebih dahulu tampak kebasah-basahan. Hal ini karena air sel keluar dari ruang sel masuk ke dalam ruang antar sel. 2. Klorosis : rusaknya kloroplast menyebabkan menguningnya bagian-bagian tumbuhan yang lazimnya berwarna hijau. 3. Nekrosis : bila sekumpulan sel yang terbatas pada jaringan tertentu mati, sehingga terlihat adanya bercak-bercak atau noda-noda yang berwarna coklat atau hitam. Bentuk bercak ada yang bulat, memanjang, bersudut dan ada yang tidak teratur bentuknya.

Perforasi (shot-hole) atau bercak berlobang : terbentuknya lubang-lubang karena runtuhnya sel-sel yang telah mati pada pusat bercak nekrotis. Busuk : gejala ini sebenarnya sama dengan gejala nekrosis tetapi lazimnya istilah busuk ini digunakan untuk jaringan tumbuhan yang tebal. berbatas tegas. sebaliknya bila bagian tersebut menjadi kering disebut busuk kering. Kerdil (atrophy) : gejala habital yang disebabkan karena terhambatnya pertumbuhan sehingga ukurannya menjadi lebih kecil daripada biasanya. 8. Etiolasi : tumbuhan menjadi pucat. Gejala ini terjadi secara mendadak. 5.Latexosis : pengeluaran latex (getah) dari dalam tumbuhan.Post Emergen Damping off : bila pembususkan terjadi setelah semai muncul di atas permukaan tanah. . dikenal istilah busuk basah (soft rot) dan busuk kering (dry rot). 6. Layu : hilangnya turgot pada bagian daun atau tunas sehingga bagian tersebut menjadi layu. 2. Kanker : terjadinya kematian jaringan kulit tumbuhan yang berkayu misalnya akar. 10. 7.Pre Emergen Damping off : bila pembusukan terjadi sebelum semai muncul di atas permukaan tanah. Berdasarkan cairan yang dikeluarkan dikenal beberapa istilah yaitu : . Dibedakan menjadi dua yaitu : . Damping off atau patah rebah : rebahnya tumbuhan yang masih muda (semai) karena pembusukan pangkal batang yang berlangsung ssangat cepat. Bila pada jaringan yang membusuk menjadi berair atau mengandung cairan disebut busuk basah. . tumbuh memanjang dan mempunyai daundaun yang sempit karena mengalami kekurangan cahaya. batang dan cabang. b. 9. Eksudasi atau perdarahan : terjadinya pengeluaran cairan dari suatu tumbuhan karena penyakit. Tipe Hipopastis 1. .Gumosis : pengeluaran gom (blendok) dari dalam tumbuhan. mengendap dan pecah-pecah dan akhirnya bagian itu runtuh sehingga terlihat bagian kayunya. yang disebabkan oleh patogen abiotik. Mati Ujung : kematian ranting atau cabang yang dimulai dari ujung dan meluas ke batang.4. Berdasarkan keadaan jaringan yang membusuk. . Terbakar : mati dan mengeringnya bagian tumbuhan tertentu laximnya daun. Selanjutnya jaringan kulit yang mati tersebut mengering.Resinosis : pengeluaran resin (damar) dari dalam tumbuhan. 11.

Sebaliknnya jika bagian-bagian daun di sekitar tulang daun yang menguning disebut voin clearing. sebagai akibatnya daun-daun berdesak-desakan membentuk suatu karangan. Erinosa : terbentuknya banyak trikom (trichomata) yang luar biasa sehingga pada permukaan alat itu (biasanya daun) terdapat bagian yang seperti beledu. sehingga menyebabkan terjadinya penyimpangan bentuk. 3. . Bila pada daun hanya bagian sekitar tulang daun yang berwarna hijaumaka disebut voin banding. berkembang menjadi ranting-ranting segar yang tumbuh vertikal dengan cepat yang juga dikenal dengan tunas air. 5. Fasciation) : suatu organ yang seharusnya bulat dan lurus berubah menjadi pipih. Klorosis : terjadinya penghambatan pembentukan klorofil sehingga bagian yang seharusnya berwarna hijau menjadi berwarna kuning atau pucat. lebar dan membelok. 7. 4. Kudis (scab) : bercak atau noda kasar. Gejala ini dapat dijumpai pada daun. Antolisis (antholysis) : perubahan dari bunga menjadi daun-daun kecil. Perubahan Warna : perubahan yang dimaksud di sini adalah perubahan yang bukan klorosis yang terjadi pada suatu organ (alat tanam).3. Kadangkadang pecah-pecah. Tipe Hiperplastis 1. c. Intumesensia (intumesoensia) : sekumpulan sel pada daerah yang agak luas pada daun atau batang memanjang sehingga bagian itu nampak membengkak. Gejala menggulung terjadi apabila salah satu sisi pertumbuhannya selalu lebih cepat dari yang lain. 5. Menggulung atau mengeriting : gejala ini disebabkan karena pertumbuhan yang tidak seimbang dari bagian-bagian daun. Roset : hambatan pertumbuhan ruas-ruas (internodia) batang tetapi pembentukan daun-daunnya tidak terhambat. bahkan ada yang membentuk seperti spiral. karena itu gejala ini disebut gejala busung (cedema). 4. 8. Prolepsis : berkembangnya tunas-tunas tidur atau istirahat (dormant) yang berada dekat di bawah bagian yang sakit. sedang gejala mengeriting terjadi apabila sisi yang pertumbuhannya lebih cepat bergantian. 6. 2. Di bagian tersebut terdapat sel-sel yang berubah menjadi sel-sel gabus. Perubahan simetri : hambatan pertumbuhan pada bagian tertentu yang tidak disertai dengan hambatan pada bagian di depannya. Pembentukan alat yang luar biasa : a. b. terbatas dan agak menonjol. buah atau umbi. batang. Enasi : pembentukan anak daun yang sangat kecil pada sisi bawah tulang daun. Fasiasi (Fasciasi.

Bintil ini dapat terdiri dari jaringan tanaman dengan atau tanpa koloni patogennya. Parasit yang paling penting adalah tumbuhan tingkat tinggi. 10. Tumbuhan parasitik sejati 2. Ada pula jamur yang membentuk alat untuk beristirahat atau bertahan disebut sclerotium. b. jamur. bersekat atau tidak disebut hifa (hyphae). yaitu suatu . Bagian vegetatif jamur berupa benang-benang halus tumbuh memanjang bercabang-cabang. . Jamur Jamur adalah jenis tumbuhan yang tumbuhnya berupa thallus (belum ada defferensiasi menjadi akar. hifa dibedakan menjadi coenocytis (yang tidak bersekat) dan celluler (yang bersekat). Sapu (witches broom) : berkembangnya tunas-tunas ketiak atau samping yang biasanya tidur (latent) menjadi seberkas ranting-ranting rapat. Kedua sifat terakhir untuk membedakan dengan Gangang dan Bakteri. daun pada tunas baru. Rontoknya alat-alat : rontoknya daun. 11. Berdasarkan ada tidaknya sekat. tidak berklorofil dan mempunyai inti sejati.9. 1. Berdasarkan penyebabnya dibedakan menjadi : a. Tumbuhan setengah parasitik 2. Rontoknya alat tersebut karena terbentuknya lapisan pemisah (abcission layar) yang terdiri dari sel-sel yang berbentuk bulat dan satu sama lain terlepas. bunga atau buah yang terjadi sebelum waktunya dan dalam jumlah yang lebih besar dari biasanya. yaitu kelompok biotik atau organis yang biasa disebut parasit dan kelompok abiotik atau anorganik yang biasa disebut fisiopat. Tumbuhan Tinggi Parasitik Tumbuhan tinggi parasitik dapat dibedakan menjadi dua golongan : 1. Gejala ini umumnya disertai dengan terhambatnya perkembangan ruas-ruas (internodia) batang. Miselium dapat membentuk berkas memanjang dan mempunyai lapisan luar yang liat dan keras. Penyebab Penyakit Tanaman Penyebab penyakit (pathogen) tumbuhan dapat dibedakan menjadi dua kelompok besar. Berkas semacam ini disebut rhizomorf. Sesidia (cecidia) atau tumor : pembenkakan setempat pada jaringan tumbuhan sehingga terbentuk bintil-bintil atau bisul-bisul. batang dan daun). sedang fisiopat ada yang berasal dari dalam tumbuhan sendiri dan ada yang datangnya dari luar tanaman. C. Fitosesidia (phytocecidia) : bila penyebabnya tergolong dalam dunia tumbuhan. virus dan nematoda. kumpulan dari hifahifa ini disebut miselium (micelium). Zoosesidia (zoocecidia) : bila penyebabnya tergolong dalam dunia hewan atau binatang.

Perkembangbiakan Jamur dapat berkembang biak secara asexual maupun sexual.Cleistothecium : tubuh buah berbentuk bulat/botol tapi tidak mempunyai ostiole.Acervulus : tubuh buah yang bentuknya seperti cawan. Pembiakan asexual : pada Phycomycetes pembiakan asexual dengan pembentukan sporangiospora. tetapi stroma dasarnya menonjol keluar. Gamet yang kecil dianggap sebagai jantan disebut antheridium. ascus terletak pada permukaannya. kemudian mengadakan pembelahan secara meiosis. Pembiakan sexual pada Ascomycetes terjadi dengan persatuan dua inti (kariogami) yang berbeda jenisnya di dalam tubuh buah yang disebut ascoma (ascocarp). Hymenium yang membentuk basidium . bebas satu sama lain. misalnya. ascus letaknya dapat tersebar tetapi dapat pula terkumpul dalam tubuh buah tertentu. . tetapi ada juga yang terdapat di dalam tubuh buah tertentu. yaitu spora yang dibentuk di dalam kantong yang disebut sporangium. yang disebut ostiole. Conidiophor ini dapat tersebar. Pada kelas yang lebih tinggi tingkatannya terjadi persatuan antara dua gamet yang berbeda ukuran dan sifat morfologinya. .Sporodochium : tubuh buah yang bentuknya seperti acervulus. . Proses perstuannya disebut Anisogami atau Heterogami. Pada kelas Basidiomycetes pembiakan sexual terjadi dengan pembentukan basidiospora yang berasal dari persatuan dua inti (kariogami) yang berbeda jenis.massa hifa yang rapat/padat. Proses persatuan ini disebut Isogami. diantaranya : . Hasil dari persatuan ini akan terbentuk ascus dan dari ascus ini akan dibentuk ascospora yang pada umumnya berjumlah delapan. Pembiakan sexual : pada kelas Phycomycetes. Ujung hifa disebut conidiophor (penduduk konidi).Perithecium : tubuh buah berbentuk bulat/botol dan pada ujungnya mempunyai lubang (ostiole) untuk keluarnya spora. Pada umumnya setiap basidium membentuk 4 basidiospora.Coremium : tubuh buah yang seperti sporodochium tetapi tangkai konidinya membentuk suatu berkas yang panjang. pembiakan sexual berlangsung dengan persatuan antara dua gamet yang sama baik ukuran maupun sifat morfologinya. sedang gametnya disebut anisogamet atau heterogamet. sedang yang besar dianggap sebagai gamet betina disebut oosphere yang dibentuk di dalam oogonium..Pycnidium : tubuh buah yang berbentuk bulat/botol. Pada golongan yang lebih tinggi dengan membentuk konidi yaitu spora yang dibentuk dengan fragmentasi dari ujung hifa. yang mempunyai lubang untuk keluarnya konidi. Basidiospora dibentuk di luar basidium dan mempunyai tangkai yang disebut strigma.Apothecium : tubuh buah yang berbentuk cawan/pinggan yang terbuka. Antheridium dapat melekat di samping oogonium disebut paragynus. sedang gametnya disebut Isogamet. sel-selnya memendek dan membesar serta berisi banyak cairan. . . Seperti halnya dengan konidi. Sporangiospora yang dapat bergerak disebut spora kembara (zoospora) sedang yang tidak dapat bergerak disebut aplanospora. atau melekat pada pangkal oogonium disebut amphigynus. . Bentuk tubuh buah ini bermacam-macam.

3. malvacearum penyebab penyakit bercak daun bersudut (angular leaf spot) pada kapas. misalnya Pseudomonas pseudozoogloeae penyebab penyakit karat hitam pada daun tembakau. carotovora penyebab penyakit busuk basah pada beberapa sayuran. X. Ordo yang terakhir ini karena tidak memnuhi semua sifat-sifat bakteri pada umunya sekarang disendirikan menjadi Actimycetes Like Bacterium (ALB). Basidiomycetes : jamur yang hifanya bersekat dan mengadakan pembiakan sexual dengan membentuk basidium yang menghasilkan basidiospora. Dari ordo Actimycetales salah satu anggotanya yang penting adalah Streptomyces scabies penyebab penyakiit kudis (scab) pada umbi kentang. . Chlamydobacteriales. juga E. misalnya X. Kelas Schizomycetes mempunyai lima ordo yaitu Eubacteriales. Ascomycetes : jamur yang hifanya bersekat dan mengadakan pembiakan sexual dengan membentuk ascus yang menghasilkan ascospora. berkembang biak terutama dengan membelah dan tidak mempunyai inti sejati. Basterium musae dipindah menjadi Pseudomonas musae tetapi Bacterium albilinears penyebab penyakit blendok pada tebu masih tetap tidak dipindah ke genus yang lain. Deuteromycetes (Fungsi Imperfecti) : jamur yang hifanya bersekat dan hanya berkembang biak secara asexual saja. rak. tetapi intinya bukan inti sejati. Spirochaetales dan Actimycetales. suatu persenyawaan dari asam inti dan putih telur. X. Diduga ALB ini merupakan peralihan dari baketri ke jamur karena thallusnya sudah sperti benang. 4. Sifat utamanya terdiri dari satu sel. misalnya E.biasanya terdapat dalam tubuh buah yang dapat berbentuk payung. artinya bila sudah jelas semua sifatnya mungkin dipindah ke genus yang lain seperti misalnya Bacterium celebence dipindah jadi Xanthomonas celebensis. bola. VIRUS Virus hanya dapat membiak di dalam sel yang hidup dan disebut parasit yang biotroph. campestris penyebab penyakit busuk hitam pada kobis. BAKTERI Bakteri meliputi divisio Schizophyta dan kelas Schizomycetes. ccryxae penyebab penyakit kresek pada padi. aroidea. Myxobacteriales. Genus bacterium adalah genus yang sifatnya sementara (temporer). berbentuk tabung yang berisi plasma dengan banyak inti. Erwinia adalah genus yang mempunyai bulu cambuk banyak atau peritrich. Genus-genus pada bakteri yang penting adalah xanthomonas yang hanya mempunyai satu flagellum atau bulu cambuk atau monotrich. Genus Pseudomonas yang mempunyai satu atau beberapa flagellum atau bulu cambuk disebut lophotrich. Taxonomi Jamur dibagi menjadi empat kelas yaitu : Phycomycetes : jamur yang hifanya tidak bersekat. Secara kimiawi virus terdiri dari nucleoprotein. gada dan lain-lain.

Virus yang dianggap sebagai suatu ordo dibagi menjadi tiga sub ordo berdasarkan organisme yang diserangnya. bakteri dan tumbuhan tinggi parasitis. sebab di samping satu virus bentuknya dapat berubah-ubah juga ada beberapa virus yang bentuknya sama.0 nm. Secara garis besar bentuk virus dibedakan atas bulat (coccus). Dari sub ordo Phytophaginae ada beberapa genus yang penting misalnya Marmor antara lain M. melalui biji. Putih telur virus umumnya terdiri dari Purine dan Pyrymidine. genus Ruga misalnya R. yaitu sub ordo Phaginae yang menyerang bakteri. Galla fijlensis sama dengan Saccharum virus 2 dan seterusnya. sinar UV. Virus sebenarnya bentuknya macam-macam. dengan getaran ultrasonik. Phytophaginae yang menyerang tumbuhan dan Zoophaginae yang menyerang hewan. solani yang menyerang Solanaceae. batang biasa dan benang (filamen). genus Rimocortium misalnya R. misalnya Marmor saccaari sama dengan Saccjarum virus 1. . theobromae yang menyerang coklat. M. dengan penyambungan atau penempelan dan yang paling umum melalui vektornya yang dapat berupa serangga. arachidis yang menyerang kacang tanah. dengan penyimpangan. Pada virus yang berbentuk batang ternyata di dalamnya terdapat rongga sebesar 9. Virus dapat di-inaktifkan dengan berbagai cara. sinar radioaktif. dengan tekanan tinggi. sedangkan derivat dari Pyrimidine adalah Cytosine dan Thymine yang mengikat DNA serta Cytosine dan Uracil yang mengikat RNA.Asam inti pada virus dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu RNA atau Ribo Nuclei Acid yang terdapat pada virus yang menyerang tumbuhan dan DNA atau Deoxy Nuclei Acid yang terdapat pada virus yang menyerang hewan dan bakteri. Virus dapat menular dari suatu tanaman ke tanaman lain dengan berbagai cara antara lain secara mekanis. Virus dapat diberi nama menurut SMITH yaitu berdasarkan nama dari tanaman inangnya dan bila pada tanaman itu terdapat banyak virus maka untuk membedakan virus satu dengan virus yang lain dengan menggunakan nomer. genus Corium misalnya C. Derivat dari Purine adalah Adenine dan Guanine. antara lain dengan suhu baik rendah maupun tinggi atau pembekuan serta pemanasan. batang pendek (bacillus). Virus yang ditularkan oleh vektor serangga dapat dibedakan menjadi nonpersisten artinya begitu dihisap oleh serangga segera dapat ditularkan ke tanaman lain. psorosis penyebab penyakit psorosis pada tanaman jeruk. dengan perubahan pH dan bahan atau senyawa yang berasal dari organisme lain. tabaci yang menyerang tembakau. tetapi daya infektifnya cepat habis dan yang persisten artinya agar dapat ditularkan ke tanaman lain memerlukan waktu di dalam tubuh serangganya. tabaci yang menyerang tembakau. tetapi kalau sudah ditularkan daya infektifnya lama bahkan ada yang dapat diturunkan ke anak cucunya. sacchari yang menyerang tebu. jamur. genus Nanus misalnya N. M. nematoda. radiasi dengan sinar X. dengan pengenceran. Asam inti pada virus tersebut berupa nucleotida yang membentuk spiral dan setiap tiga nucleitida mengikat satu unit putih telur. Tetapi kita tidak dapat mengadakan determinasi hanya berdasarkan bentuk atau morfologi saja. Sedang menurut HOLMES pemberian nama seperti pada organisme lain.

telur yang menetas menghasilkan larva. Ditylenchus dan Aphilenchus sedang yang hanya sebagian tubuhnya yang tenggelam dalam tanaman. nematoda betina meletakkan telurnya dlam tanah atau di dalam tanaman inangnya. setelah larva terakhir terbentuklah nematoda dewasa yang dapat dibedakan menjadi jantan dan betina. . misalnya genus Hoplolainus. Nematoda endoparasit yang menetap dan seluruh tubuhnya tenggelam ke dalam tanaman inangnya misalnya Meloidogyne dan Heterodera sedang yang hanya tenggelam sebagian tubuhnya ke dalam tanaman inangnya misalnya Rotylenchus dan Tylenchulus. Nematoda yang menyerang tanaman adalah parasit obligat. misalnya genus Radopholus. ikan. tumbuhan termasuk jamur dan bakteri bahkan juga terhadap nematoda yang lain. Longidorus dan Xiphinema. larva ini berkembang melalui empat tingkatan.5. Nematoda ectoparasit misalnya genus Trichodorus. Nematoda endoparasit ada dua golongan yaitu yang dapat berpindah tempat dan yang menetap. Di samping itu banyak telur nematoda yang untuk penetasan telurnya memerlukan rangsangan dari tanaman inangnya. 3. bahkan ada jenis yang jantannya tidak pernah dijumpai. Nematoda mempunyai sejumlah spesies yang sangat banyak. Namun demikian nematoda ini sangat berbeda dengan cacing yang lain. Ketiga nematoda ini selain menjadi patogen pada tumbuhan juga menjadi vektor virus yang menyerang tumbuhan. burung. Nematoda endoparasit yang dapat berpindah dan seluruh tubuhnya tenggelam ke dalam tanaman. Nematoda parasit pada tanaman dapat dibedakan menjadi ectoparasit dan endoparasit. NEMATODA Nematoda meskipun termasuk hewan tapi biasa kiita golongkan sebagai penyebab penyakit karena gejala dan cara penyerangannya mirip dengan patogen lainnya. oleh karena itu telurnya harus diletakkan di dalam atau di dekat tanaman inangnya hingga segera setelah menetas langsung mendapatkan makanannya. Namun demikian banyak nematoda yang hermaprodit. 4. Hellicotylenchus dan Rotylenchus. Daur hidup nematoda pada umumnya sebagai berikut : 1. dengan demikian sangat membantu kelangsungan hidupnya. Keduanya dapat dibedakan menjadi yang sebagian tubuhnya tenggelam ke dalam jaringan tanaman iang dan yang seluruh tubuhnya tenggelam ke dalam tumbuhan inangnya. Larva nematoda tidak mampu bergerak lebih dari 1-2 kali dari telurnya setelah menetas. manusia. 2. Nematoda boleh diartikan sebagai cacing silindris yang tidak bersegmen (unsegmented roundworm) meskipun sebenarnya nematoda berarti menyerupai benang (threadlike). Nematoda ada yang bersifat saprofitis dan ada yang bersifat parasitis pada berbagai organisme lain seperti serangga.

Eradikasi (membasmi) Removal (pemindahan / penghapusan) Eliminasi (menghapus) Teknik/Taktik Karantina Karantina Uji kesehatan tanaman Sertifikasi Disinfeksi Pemeriksaan perkebunan/kebun buah Membinasakan inang alternatif Pemeliharaan organisme antagonis Meniadakan makanan pokok Kimia Api Pengerjaan tanah Penggunaan fungisida Modifikasi lingkungan Modifikasi cara bercocok tanam Seleksi Hibridikasi Irradiasi Mengurangi virulensi Destruksi (membinasakan) 3. Proteksi(perlindungan) Mencegah infeksi Menghindarkan infeksi Mengembangkan tanaman tahan Proteksi silang 4. Strategi pengendalian merupakan perencanaan atau managemen pelaksanaan dari usaha pengendalian. 3. Ekslusi (mencegah) STRATEGI Prohibisi (larangan) Intersepsi (menghalangi) Eliminasi (menghapus) 2.D. Prinsip pengendalian yaitu pedoman atau pegangan dari suatu tindakan pengendalian. Resistensi (ketahanan) . Aplikasi Pengendalian yaitu prosedur pengendalian yang dapat dilaksanakan di lapangan. 4. Taktik Pengendalian yaitu ilmu pengetahuan khusus yang digunakan untuk tujuan praktek pengendalian. Konsep Pengendalian Penyakit Tanaman Konsep pengendalian penyakit tanaman meliputi : 1. PRINSIP 1. 2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful