PENYAKIT TANAMAN

A. Defenisi Penyakit Tanaman Penyakit pada tanaman berarti proses di mana bagian-bagian tertentu dari tanaman tidak dapat menjalankan fungsinya dengan sebaik-baiknya. Patogen atau penyebab penyakit dapat berupa organisme, yang tergolong dalam dunia tumbuhan, dan bukan organisme yang biasa disebut fisiophat. Sedangkan organisme dapat dibedakan menjadi : parasit dan saprofi. Ilmu Penyakit Tumbuhan adalah ilmu yang mempelajari kerusakan yang disebabkan oleh organisme yang tergolong ke dalam dunia tumbuhan seperti Tumbuhan Tinggi Parastis, Ganggang, Jamur, bakteri, Mikoplasma dan Virus. B. Gejala Penyakit Tanaman Gejala adalah perubahan yang ditunjukkan oleh tumbuhan itu sendiri sebagai akibat adanya serangan suatu penyebab penyakit. Gejala dapat dibedakan yaitu gejala primer dan sekunder. Gejala primer terjadi pada bagian yang terserang oleh penyebab penyakit. Gejala sekunder adalah gejala yang terjadi di tempat lain dari tanaman sebagai akibat dari kerusakan pada bagian yang menunjukkan gejala primer. Berdasarkan perubahan-perubahan yang terjadi di dalam sel, gejala dapat dibagi menjadi tiga tipe pokok yaitu : a. Gejala-gejala Nekrotis : meliputi gejala-gejala yang terjadinya karena adanya kerusakan pada sel atau matinya sel. b. Gejala-gejala Hypoplastis : meliputi gejala-gejala yang terjadinya karena terhambatnya atau terhentinya pertumbuhan sel (underdevelopment). c. Gejala-gejala Hyperplastis : meliputi gejala-gejala yang terjadinya karena pertumbuhan sel yang melebihi biasa (overdevelopment). a. Tipe Nekrotis 1. Hidrosis : sebelum sel-sel mati biasanya bagian tersebut terlebih dahulu tampak kebasah-basahan. Hal ini karena air sel keluar dari ruang sel masuk ke dalam ruang antar sel. 2. Klorosis : rusaknya kloroplast menyebabkan menguningnya bagian-bagian tumbuhan yang lazimnya berwarna hijau. 3. Nekrosis : bila sekumpulan sel yang terbatas pada jaringan tertentu mati, sehingga terlihat adanya bercak-bercak atau noda-noda yang berwarna coklat atau hitam. Bentuk bercak ada yang bulat, memanjang, bersudut dan ada yang tidak teratur bentuknya.

Gejala ini terjadi secara mendadak. Berdasarkan cairan yang dikeluarkan dikenal beberapa istilah yaitu : . 11. Eksudasi atau perdarahan : terjadinya pengeluaran cairan dari suatu tumbuhan karena penyakit. Dibedakan menjadi dua yaitu : . Berdasarkan keadaan jaringan yang membusuk.Pre Emergen Damping off : bila pembusukan terjadi sebelum semai muncul di atas permukaan tanah. Busuk : gejala ini sebenarnya sama dengan gejala nekrosis tetapi lazimnya istilah busuk ini digunakan untuk jaringan tumbuhan yang tebal. yang disebabkan oleh patogen abiotik. Mati Ujung : kematian ranting atau cabang yang dimulai dari ujung dan meluas ke batang. 6. b. Bila pada jaringan yang membusuk menjadi berair atau mengandung cairan disebut busuk basah.Post Emergen Damping off : bila pembususkan terjadi setelah semai muncul di atas permukaan tanah. Kerdil (atrophy) : gejala habital yang disebabkan karena terhambatnya pertumbuhan sehingga ukurannya menjadi lebih kecil daripada biasanya. Perforasi (shot-hole) atau bercak berlobang : terbentuknya lubang-lubang karena runtuhnya sel-sel yang telah mati pada pusat bercak nekrotis. . 2.Gumosis : pengeluaran gom (blendok) dari dalam tumbuhan. Layu : hilangnya turgot pada bagian daun atau tunas sehingga bagian tersebut menjadi layu. 8. Damping off atau patah rebah : rebahnya tumbuhan yang masih muda (semai) karena pembusukan pangkal batang yang berlangsung ssangat cepat. sebaliknya bila bagian tersebut menjadi kering disebut busuk kering. batang dan cabang. Tipe Hipopastis 1. Terbakar : mati dan mengeringnya bagian tumbuhan tertentu laximnya daun. Etiolasi : tumbuhan menjadi pucat. berbatas tegas. Selanjutnya jaringan kulit yang mati tersebut mengering. mengendap dan pecah-pecah dan akhirnya bagian itu runtuh sehingga terlihat bagian kayunya. 5. 7.Latexosis : pengeluaran latex (getah) dari dalam tumbuhan. tumbuh memanjang dan mempunyai daundaun yang sempit karena mengalami kekurangan cahaya.4.Resinosis : pengeluaran resin (damar) dari dalam tumbuhan. . . . 10. dikenal istilah busuk basah (soft rot) dan busuk kering (dry rot). Kanker : terjadinya kematian jaringan kulit tumbuhan yang berkayu misalnya akar. 9.

Klorosis : terjadinya penghambatan pembentukan klorofil sehingga bagian yang seharusnya berwarna hijau menjadi berwarna kuning atau pucat. 6. 5. terbatas dan agak menonjol. Kudis (scab) : bercak atau noda kasar. Prolepsis : berkembangnya tunas-tunas tidur atau istirahat (dormant) yang berada dekat di bawah bagian yang sakit. Di bagian tersebut terdapat sel-sel yang berubah menjadi sel-sel gabus. Tipe Hiperplastis 1. batang. 3. Erinosa : terbentuknya banyak trikom (trichomata) yang luar biasa sehingga pada permukaan alat itu (biasanya daun) terdapat bagian yang seperti beledu. Perubahan simetri : hambatan pertumbuhan pada bagian tertentu yang tidak disertai dengan hambatan pada bagian di depannya. berkembang menjadi ranting-ranting segar yang tumbuh vertikal dengan cepat yang juga dikenal dengan tunas air. 5. Fasciation) : suatu organ yang seharusnya bulat dan lurus berubah menjadi pipih.3. Sebaliknnya jika bagian-bagian daun di sekitar tulang daun yang menguning disebut voin clearing. Gejala menggulung terjadi apabila salah satu sisi pertumbuhannya selalu lebih cepat dari yang lain. buah atau umbi. sehingga menyebabkan terjadinya penyimpangan bentuk. Antolisis (antholysis) : perubahan dari bunga menjadi daun-daun kecil. Perubahan Warna : perubahan yang dimaksud di sini adalah perubahan yang bukan klorosis yang terjadi pada suatu organ (alat tanam). sedang gejala mengeriting terjadi apabila sisi yang pertumbuhannya lebih cepat bergantian. b. 2. Fasiasi (Fasciasi. 8. Bila pada daun hanya bagian sekitar tulang daun yang berwarna hijaumaka disebut voin banding. Menggulung atau mengeriting : gejala ini disebabkan karena pertumbuhan yang tidak seimbang dari bagian-bagian daun. karena itu gejala ini disebut gejala busung (cedema). Intumesensia (intumesoensia) : sekumpulan sel pada daerah yang agak luas pada daun atau batang memanjang sehingga bagian itu nampak membengkak. Pembentukan alat yang luar biasa : a. Roset : hambatan pertumbuhan ruas-ruas (internodia) batang tetapi pembentukan daun-daunnya tidak terhambat. Kadangkadang pecah-pecah. 7. Enasi : pembentukan anak daun yang sangat kecil pada sisi bawah tulang daun. 4. 4. . c. bahkan ada yang membentuk seperti spiral. sebagai akibatnya daun-daun berdesak-desakan membentuk suatu karangan. Gejala ini dapat dijumpai pada daun. lebar dan membelok.

9. Berkas semacam ini disebut rhizomorf. bersekat atau tidak disebut hifa (hyphae). jamur. Berdasarkan penyebabnya dibedakan menjadi : a. tidak berklorofil dan mempunyai inti sejati. kumpulan dari hifahifa ini disebut miselium (micelium). sedang fisiopat ada yang berasal dari dalam tumbuhan sendiri dan ada yang datangnya dari luar tanaman. Bagian vegetatif jamur berupa benang-benang halus tumbuh memanjang bercabang-cabang. virus dan nematoda. Fitosesidia (phytocecidia) : bila penyebabnya tergolong dalam dunia tumbuhan. daun pada tunas baru. Tumbuhan parasitik sejati 2. Zoosesidia (zoocecidia) : bila penyebabnya tergolong dalam dunia hewan atau binatang. Ada pula jamur yang membentuk alat untuk beristirahat atau bertahan disebut sclerotium. Berdasarkan ada tidaknya sekat. bunga atau buah yang terjadi sebelum waktunya dan dalam jumlah yang lebih besar dari biasanya. C. Sapu (witches broom) : berkembangnya tunas-tunas ketiak atau samping yang biasanya tidur (latent) menjadi seberkas ranting-ranting rapat. Penyebab Penyakit Tanaman Penyebab penyakit (pathogen) tumbuhan dapat dibedakan menjadi dua kelompok besar. Rontoknya alat-alat : rontoknya daun. Gejala ini umumnya disertai dengan terhambatnya perkembangan ruas-ruas (internodia) batang. Kedua sifat terakhir untuk membedakan dengan Gangang dan Bakteri. 1. Rontoknya alat tersebut karena terbentuknya lapisan pemisah (abcission layar) yang terdiri dari sel-sel yang berbentuk bulat dan satu sama lain terlepas. Jamur Jamur adalah jenis tumbuhan yang tumbuhnya berupa thallus (belum ada defferensiasi menjadi akar. batang dan daun). yaitu kelompok biotik atau organis yang biasa disebut parasit dan kelompok abiotik atau anorganik yang biasa disebut fisiopat. b. Tumbuhan Tinggi Parasitik Tumbuhan tinggi parasitik dapat dibedakan menjadi dua golongan : 1. Bintil ini dapat terdiri dari jaringan tanaman dengan atau tanpa koloni patogennya. Parasit yang paling penting adalah tumbuhan tingkat tinggi. Sesidia (cecidia) atau tumor : pembenkakan setempat pada jaringan tumbuhan sehingga terbentuk bintil-bintil atau bisul-bisul. Tumbuhan setengah parasitik 2. 10. Miselium dapat membentuk berkas memanjang dan mempunyai lapisan luar yang liat dan keras. . 11. yaitu suatu . hifa dibedakan menjadi coenocytis (yang tidak bersekat) dan celluler (yang bersekat).

Pada kelas Basidiomycetes pembiakan sexual terjadi dengan pembentukan basidiospora yang berasal dari persatuan dua inti (kariogami) yang berbeda jenis. Bentuk tubuh buah ini bermacam-macam. .Cleistothecium : tubuh buah berbentuk bulat/botol tapi tidak mempunyai ostiole. Ujung hifa disebut conidiophor (penduduk konidi). Pembiakan sexual : pada kelas Phycomycetes. . yang mempunyai lubang untuk keluarnya konidi. Pembiakan asexual : pada Phycomycetes pembiakan asexual dengan pembentukan sporangiospora. Conidiophor ini dapat tersebar. Pada kelas yang lebih tinggi tingkatannya terjadi persatuan antara dua gamet yang berbeda ukuran dan sifat morfologinya. yaitu spora yang dibentuk di dalam kantong yang disebut sporangium.Coremium : tubuh buah yang seperti sporodochium tetapi tangkai konidinya membentuk suatu berkas yang panjang. Perkembangbiakan Jamur dapat berkembang biak secara asexual maupun sexual. ascus letaknya dapat tersebar tetapi dapat pula terkumpul dalam tubuh buah tertentu.. . Pembiakan sexual pada Ascomycetes terjadi dengan persatuan dua inti (kariogami) yang berbeda jenisnya di dalam tubuh buah yang disebut ascoma (ascocarp). sedang gametnya disebut anisogamet atau heterogamet. bebas satu sama lain. Hymenium yang membentuk basidium . . Gamet yang kecil dianggap sebagai jantan disebut antheridium. tetapi ada juga yang terdapat di dalam tubuh buah tertentu. yang disebut ostiole.Pycnidium : tubuh buah yang berbentuk bulat/botol. tetapi stroma dasarnya menonjol keluar. kemudian mengadakan pembelahan secara meiosis. Proses persatuan ini disebut Isogami. sedang yang besar dianggap sebagai gamet betina disebut oosphere yang dibentuk di dalam oogonium.Acervulus : tubuh buah yang bentuknya seperti cawan. pembiakan sexual berlangsung dengan persatuan antara dua gamet yang sama baik ukuran maupun sifat morfologinya. atau melekat pada pangkal oogonium disebut amphigynus. sedang gametnya disebut Isogamet.Sporodochium : tubuh buah yang bentuknya seperti acervulus. . Sporangiospora yang dapat bergerak disebut spora kembara (zoospora) sedang yang tidak dapat bergerak disebut aplanospora. diantaranya : .massa hifa yang rapat/padat. Pada golongan yang lebih tinggi dengan membentuk konidi yaitu spora yang dibentuk dengan fragmentasi dari ujung hifa. ascus terletak pada permukaannya. sel-selnya memendek dan membesar serta berisi banyak cairan. Seperti halnya dengan konidi. Proses perstuannya disebut Anisogami atau Heterogami. Antheridium dapat melekat di samping oogonium disebut paragynus. .Apothecium : tubuh buah yang berbentuk cawan/pinggan yang terbuka. Hasil dari persatuan ini akan terbentuk ascus dan dari ascus ini akan dibentuk ascospora yang pada umumnya berjumlah delapan.Perithecium : tubuh buah berbentuk bulat/botol dan pada ujungnya mempunyai lubang (ostiole) untuk keluarnya spora. Basidiospora dibentuk di luar basidium dan mempunyai tangkai yang disebut strigma. Pada umumnya setiap basidium membentuk 4 basidiospora. misalnya.

misalnya X. Ascomycetes : jamur yang hifanya bersekat dan mengadakan pembiakan sexual dengan membentuk ascus yang menghasilkan ascospora. 4. malvacearum penyebab penyakit bercak daun bersudut (angular leaf spot) pada kapas. artinya bila sudah jelas semua sifatnya mungkin dipindah ke genus yang lain seperti misalnya Bacterium celebence dipindah jadi Xanthomonas celebensis. gada dan lain-lain. Dari ordo Actimycetales salah satu anggotanya yang penting adalah Streptomyces scabies penyebab penyakiit kudis (scab) pada umbi kentang. Sifat utamanya terdiri dari satu sel. Deuteromycetes (Fungsi Imperfecti) : jamur yang hifanya bersekat dan hanya berkembang biak secara asexual saja. Basidiomycetes : jamur yang hifanya bersekat dan mengadakan pembiakan sexual dengan membentuk basidium yang menghasilkan basidiospora. aroidea. X. Diduga ALB ini merupakan peralihan dari baketri ke jamur karena thallusnya sudah sperti benang. Kelas Schizomycetes mempunyai lima ordo yaitu Eubacteriales. Ordo yang terakhir ini karena tidak memnuhi semua sifat-sifat bakteri pada umunya sekarang disendirikan menjadi Actimycetes Like Bacterium (ALB). bola. berbentuk tabung yang berisi plasma dengan banyak inti. campestris penyebab penyakit busuk hitam pada kobis. suatu persenyawaan dari asam inti dan putih telur. berkembang biak terutama dengan membelah dan tidak mempunyai inti sejati. juga E. Genus Pseudomonas yang mempunyai satu atau beberapa flagellum atau bulu cambuk disebut lophotrich. Secara kimiawi virus terdiri dari nucleoprotein. Taxonomi Jamur dibagi menjadi empat kelas yaitu : Phycomycetes : jamur yang hifanya tidak bersekat. . VIRUS Virus hanya dapat membiak di dalam sel yang hidup dan disebut parasit yang biotroph. misalnya E. 3. X. misalnya Pseudomonas pseudozoogloeae penyebab penyakit karat hitam pada daun tembakau. Erwinia adalah genus yang mempunyai bulu cambuk banyak atau peritrich. Spirochaetales dan Actimycetales. rak. Chlamydobacteriales. Genus bacterium adalah genus yang sifatnya sementara (temporer).biasanya terdapat dalam tubuh buah yang dapat berbentuk payung. Myxobacteriales. BAKTERI Bakteri meliputi divisio Schizophyta dan kelas Schizomycetes. ccryxae penyebab penyakit kresek pada padi. carotovora penyebab penyakit busuk basah pada beberapa sayuran. Genus-genus pada bakteri yang penting adalah xanthomonas yang hanya mempunyai satu flagellum atau bulu cambuk atau monotrich. Basterium musae dipindah menjadi Pseudomonas musae tetapi Bacterium albilinears penyebab penyakit blendok pada tebu masih tetap tidak dipindah ke genus yang lain. tetapi intinya bukan inti sejati.

nematoda. Asam inti pada virus tersebut berupa nucleotida yang membentuk spiral dan setiap tiga nucleitida mengikat satu unit putih telur. bakteri dan tumbuhan tinggi parasitis. tetapi daya infektifnya cepat habis dan yang persisten artinya agar dapat ditularkan ke tanaman lain memerlukan waktu di dalam tubuh serangganya. Virus dapat di-inaktifkan dengan berbagai cara. batang biasa dan benang (filamen). misalnya Marmor saccaari sama dengan Saccjarum virus 1. antara lain dengan suhu baik rendah maupun tinggi atau pembekuan serta pemanasan. Sedang menurut HOLMES pemberian nama seperti pada organisme lain.Asam inti pada virus dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu RNA atau Ribo Nuclei Acid yang terdapat pada virus yang menyerang tumbuhan dan DNA atau Deoxy Nuclei Acid yang terdapat pada virus yang menyerang hewan dan bakteri. Virus yang dianggap sebagai suatu ordo dibagi menjadi tiga sub ordo berdasarkan organisme yang diserangnya. arachidis yang menyerang kacang tanah. solani yang menyerang Solanaceae. M. dengan perubahan pH dan bahan atau senyawa yang berasal dari organisme lain. Virus dapat diberi nama menurut SMITH yaitu berdasarkan nama dari tanaman inangnya dan bila pada tanaman itu terdapat banyak virus maka untuk membedakan virus satu dengan virus yang lain dengan menggunakan nomer. sebab di samping satu virus bentuknya dapat berubah-ubah juga ada beberapa virus yang bentuknya sama. tabaci yang menyerang tembakau. dengan penyimpangan. Virus dapat menular dari suatu tanaman ke tanaman lain dengan berbagai cara antara lain secara mekanis. dengan getaran ultrasonik. Tetapi kita tidak dapat mengadakan determinasi hanya berdasarkan bentuk atau morfologi saja. tetapi kalau sudah ditularkan daya infektifnya lama bahkan ada yang dapat diturunkan ke anak cucunya. Dari sub ordo Phytophaginae ada beberapa genus yang penting misalnya Marmor antara lain M. radiasi dengan sinar X. dengan pengenceran. Galla fijlensis sama dengan Saccharum virus 2 dan seterusnya. sinar UV. Phytophaginae yang menyerang tumbuhan dan Zoophaginae yang menyerang hewan. dengan penyambungan atau penempelan dan yang paling umum melalui vektornya yang dapat berupa serangga. sedangkan derivat dari Pyrimidine adalah Cytosine dan Thymine yang mengikat DNA serta Cytosine dan Uracil yang mengikat RNA. genus Ruga misalnya R. sinar radioaktif. psorosis penyebab penyakit psorosis pada tanaman jeruk. Putih telur virus umumnya terdiri dari Purine dan Pyrymidine. genus Corium misalnya C. Derivat dari Purine adalah Adenine dan Guanine. genus Nanus misalnya N. batang pendek (bacillus). theobromae yang menyerang coklat. tabaci yang menyerang tembakau. Virus sebenarnya bentuknya macam-macam. yaitu sub ordo Phaginae yang menyerang bakteri.0 nm. M. melalui biji. Secara garis besar bentuk virus dibedakan atas bulat (coccus). sacchari yang menyerang tebu. Pada virus yang berbentuk batang ternyata di dalamnya terdapat rongga sebesar 9. . genus Rimocortium misalnya R. Virus yang ditularkan oleh vektor serangga dapat dibedakan menjadi nonpersisten artinya begitu dihisap oleh serangga segera dapat ditularkan ke tanaman lain. dengan tekanan tinggi. jamur.

ikan. 4. Nematoda boleh diartikan sebagai cacing silindris yang tidak bersegmen (unsegmented roundworm) meskipun sebenarnya nematoda berarti menyerupai benang (threadlike). 2. Nematoda parasit pada tanaman dapat dibedakan menjadi ectoparasit dan endoparasit. Namun demikian banyak nematoda yang hermaprodit. Nematoda endoparasit yang menetap dan seluruh tubuhnya tenggelam ke dalam tanaman inangnya misalnya Meloidogyne dan Heterodera sedang yang hanya tenggelam sebagian tubuhnya ke dalam tanaman inangnya misalnya Rotylenchus dan Tylenchulus. Namun demikian nematoda ini sangat berbeda dengan cacing yang lain. Daur hidup nematoda pada umumnya sebagai berikut : 1. misalnya genus Radopholus. Nematoda ectoparasit misalnya genus Trichodorus. larva ini berkembang melalui empat tingkatan. tumbuhan termasuk jamur dan bakteri bahkan juga terhadap nematoda yang lain. bahkan ada jenis yang jantannya tidak pernah dijumpai. Larva nematoda tidak mampu bergerak lebih dari 1-2 kali dari telurnya setelah menetas. Keduanya dapat dibedakan menjadi yang sebagian tubuhnya tenggelam ke dalam jaringan tanaman iang dan yang seluruh tubuhnya tenggelam ke dalam tumbuhan inangnya. Ditylenchus dan Aphilenchus sedang yang hanya sebagian tubuhnya yang tenggelam dalam tanaman. misalnya genus Hoplolainus. nematoda betina meletakkan telurnya dlam tanah atau di dalam tanaman inangnya. Nematoda ada yang bersifat saprofitis dan ada yang bersifat parasitis pada berbagai organisme lain seperti serangga. 3. telur yang menetas menghasilkan larva. Longidorus dan Xiphinema. . Di samping itu banyak telur nematoda yang untuk penetasan telurnya memerlukan rangsangan dari tanaman inangnya. Ketiga nematoda ini selain menjadi patogen pada tumbuhan juga menjadi vektor virus yang menyerang tumbuhan. Nematoda endoparasit ada dua golongan yaitu yang dapat berpindah tempat dan yang menetap. manusia. dengan demikian sangat membantu kelangsungan hidupnya.5. Nematoda yang menyerang tanaman adalah parasit obligat. burung. Nematoda mempunyai sejumlah spesies yang sangat banyak. setelah larva terakhir terbentuklah nematoda dewasa yang dapat dibedakan menjadi jantan dan betina. oleh karena itu telurnya harus diletakkan di dalam atau di dekat tanaman inangnya hingga segera setelah menetas langsung mendapatkan makanannya. Nematoda endoparasit yang dapat berpindah dan seluruh tubuhnya tenggelam ke dalam tanaman. NEMATODA Nematoda meskipun termasuk hewan tapi biasa kiita golongkan sebagai penyebab penyakit karena gejala dan cara penyerangannya mirip dengan patogen lainnya. Hellicotylenchus dan Rotylenchus.

Proteksi(perlindungan) Mencegah infeksi Menghindarkan infeksi Mengembangkan tanaman tahan Proteksi silang 4. Prinsip pengendalian yaitu pedoman atau pegangan dari suatu tindakan pengendalian. PRINSIP 1. 2. 3. Eradikasi (membasmi) Removal (pemindahan / penghapusan) Eliminasi (menghapus) Teknik/Taktik Karantina Karantina Uji kesehatan tanaman Sertifikasi Disinfeksi Pemeriksaan perkebunan/kebun buah Membinasakan inang alternatif Pemeliharaan organisme antagonis Meniadakan makanan pokok Kimia Api Pengerjaan tanah Penggunaan fungisida Modifikasi lingkungan Modifikasi cara bercocok tanam Seleksi Hibridikasi Irradiasi Mengurangi virulensi Destruksi (membinasakan) 3. Strategi pengendalian merupakan perencanaan atau managemen pelaksanaan dari usaha pengendalian. Konsep Pengendalian Penyakit Tanaman Konsep pengendalian penyakit tanaman meliputi : 1. 4. Ekslusi (mencegah) STRATEGI Prohibisi (larangan) Intersepsi (menghalangi) Eliminasi (menghapus) 2. Taktik Pengendalian yaitu ilmu pengetahuan khusus yang digunakan untuk tujuan praktek pengendalian. Resistensi (ketahanan) .D. Aplikasi Pengendalian yaitu prosedur pengendalian yang dapat dilaksanakan di lapangan.