PENYAKIT TANAMAN

A. Defenisi Penyakit Tanaman Penyakit pada tanaman berarti proses di mana bagian-bagian tertentu dari tanaman tidak dapat menjalankan fungsinya dengan sebaik-baiknya. Patogen atau penyebab penyakit dapat berupa organisme, yang tergolong dalam dunia tumbuhan, dan bukan organisme yang biasa disebut fisiophat. Sedangkan organisme dapat dibedakan menjadi : parasit dan saprofi. Ilmu Penyakit Tumbuhan adalah ilmu yang mempelajari kerusakan yang disebabkan oleh organisme yang tergolong ke dalam dunia tumbuhan seperti Tumbuhan Tinggi Parastis, Ganggang, Jamur, bakteri, Mikoplasma dan Virus. B. Gejala Penyakit Tanaman Gejala adalah perubahan yang ditunjukkan oleh tumbuhan itu sendiri sebagai akibat adanya serangan suatu penyebab penyakit. Gejala dapat dibedakan yaitu gejala primer dan sekunder. Gejala primer terjadi pada bagian yang terserang oleh penyebab penyakit. Gejala sekunder adalah gejala yang terjadi di tempat lain dari tanaman sebagai akibat dari kerusakan pada bagian yang menunjukkan gejala primer. Berdasarkan perubahan-perubahan yang terjadi di dalam sel, gejala dapat dibagi menjadi tiga tipe pokok yaitu : a. Gejala-gejala Nekrotis : meliputi gejala-gejala yang terjadinya karena adanya kerusakan pada sel atau matinya sel. b. Gejala-gejala Hypoplastis : meliputi gejala-gejala yang terjadinya karena terhambatnya atau terhentinya pertumbuhan sel (underdevelopment). c. Gejala-gejala Hyperplastis : meliputi gejala-gejala yang terjadinya karena pertumbuhan sel yang melebihi biasa (overdevelopment). a. Tipe Nekrotis 1. Hidrosis : sebelum sel-sel mati biasanya bagian tersebut terlebih dahulu tampak kebasah-basahan. Hal ini karena air sel keluar dari ruang sel masuk ke dalam ruang antar sel. 2. Klorosis : rusaknya kloroplast menyebabkan menguningnya bagian-bagian tumbuhan yang lazimnya berwarna hijau. 3. Nekrosis : bila sekumpulan sel yang terbatas pada jaringan tertentu mati, sehingga terlihat adanya bercak-bercak atau noda-noda yang berwarna coklat atau hitam. Bentuk bercak ada yang bulat, memanjang, bersudut dan ada yang tidak teratur bentuknya.

Berdasarkan cairan yang dikeluarkan dikenal beberapa istilah yaitu : . mengendap dan pecah-pecah dan akhirnya bagian itu runtuh sehingga terlihat bagian kayunya. Eksudasi atau perdarahan : terjadinya pengeluaran cairan dari suatu tumbuhan karena penyakit. Kerdil (atrophy) : gejala habital yang disebabkan karena terhambatnya pertumbuhan sehingga ukurannya menjadi lebih kecil daripada biasanya. Tipe Hipopastis 1. Gejala ini terjadi secara mendadak. Kanker : terjadinya kematian jaringan kulit tumbuhan yang berkayu misalnya akar.Resinosis : pengeluaran resin (damar) dari dalam tumbuhan. Perforasi (shot-hole) atau bercak berlobang : terbentuknya lubang-lubang karena runtuhnya sel-sel yang telah mati pada pusat bercak nekrotis. yang disebabkan oleh patogen abiotik. Layu : hilangnya turgot pada bagian daun atau tunas sehingga bagian tersebut menjadi layu. Dibedakan menjadi dua yaitu : . Terbakar : mati dan mengeringnya bagian tumbuhan tertentu laximnya daun. . 5. b.Latexosis : pengeluaran latex (getah) dari dalam tumbuhan.Pre Emergen Damping off : bila pembusukan terjadi sebelum semai muncul di atas permukaan tanah. tumbuh memanjang dan mempunyai daundaun yang sempit karena mengalami kekurangan cahaya. Busuk : gejala ini sebenarnya sama dengan gejala nekrosis tetapi lazimnya istilah busuk ini digunakan untuk jaringan tumbuhan yang tebal. Berdasarkan keadaan jaringan yang membusuk. 10. 2.4. berbatas tegas. 8. dikenal istilah busuk basah (soft rot) dan busuk kering (dry rot). Etiolasi : tumbuhan menjadi pucat. 9. batang dan cabang. Selanjutnya jaringan kulit yang mati tersebut mengering. Mati Ujung : kematian ranting atau cabang yang dimulai dari ujung dan meluas ke batang. Bila pada jaringan yang membusuk menjadi berair atau mengandung cairan disebut busuk basah. Damping off atau patah rebah : rebahnya tumbuhan yang masih muda (semai) karena pembusukan pangkal batang yang berlangsung ssangat cepat. 11. . . sebaliknya bila bagian tersebut menjadi kering disebut busuk kering. 6. 7.Gumosis : pengeluaran gom (blendok) dari dalam tumbuhan.Post Emergen Damping off : bila pembususkan terjadi setelah semai muncul di atas permukaan tanah. .

7. b. 4. 5. 3. berkembang menjadi ranting-ranting segar yang tumbuh vertikal dengan cepat yang juga dikenal dengan tunas air. Klorosis : terjadinya penghambatan pembentukan klorofil sehingga bagian yang seharusnya berwarna hijau menjadi berwarna kuning atau pucat. Intumesensia (intumesoensia) : sekumpulan sel pada daerah yang agak luas pada daun atau batang memanjang sehingga bagian itu nampak membengkak. karena itu gejala ini disebut gejala busung (cedema).3. bahkan ada yang membentuk seperti spiral. 5. 2. Fasciation) : suatu organ yang seharusnya bulat dan lurus berubah menjadi pipih. 4. Gejala menggulung terjadi apabila salah satu sisi pertumbuhannya selalu lebih cepat dari yang lain. Prolepsis : berkembangnya tunas-tunas tidur atau istirahat (dormant) yang berada dekat di bawah bagian yang sakit. sehingga menyebabkan terjadinya penyimpangan bentuk. sebagai akibatnya daun-daun berdesak-desakan membentuk suatu karangan. Roset : hambatan pertumbuhan ruas-ruas (internodia) batang tetapi pembentukan daun-daunnya tidak terhambat. Fasiasi (Fasciasi. buah atau umbi. . batang. Perubahan simetri : hambatan pertumbuhan pada bagian tertentu yang tidak disertai dengan hambatan pada bagian di depannya. Enasi : pembentukan anak daun yang sangat kecil pada sisi bawah tulang daun. Erinosa : terbentuknya banyak trikom (trichomata) yang luar biasa sehingga pada permukaan alat itu (biasanya daun) terdapat bagian yang seperti beledu. terbatas dan agak menonjol. c. Menggulung atau mengeriting : gejala ini disebabkan karena pertumbuhan yang tidak seimbang dari bagian-bagian daun. Gejala ini dapat dijumpai pada daun. Kudis (scab) : bercak atau noda kasar. Di bagian tersebut terdapat sel-sel yang berubah menjadi sel-sel gabus. sedang gejala mengeriting terjadi apabila sisi yang pertumbuhannya lebih cepat bergantian. Bila pada daun hanya bagian sekitar tulang daun yang berwarna hijaumaka disebut voin banding. Sebaliknnya jika bagian-bagian daun di sekitar tulang daun yang menguning disebut voin clearing. Tipe Hiperplastis 1. Pembentukan alat yang luar biasa : a. 8. Antolisis (antholysis) : perubahan dari bunga menjadi daun-daun kecil. Perubahan Warna : perubahan yang dimaksud di sini adalah perubahan yang bukan klorosis yang terjadi pada suatu organ (alat tanam). Kadangkadang pecah-pecah. lebar dan membelok. 6.

Tumbuhan parasitik sejati 2. Tumbuhan Tinggi Parasitik Tumbuhan tinggi parasitik dapat dibedakan menjadi dua golongan : 1. bunga atau buah yang terjadi sebelum waktunya dan dalam jumlah yang lebih besar dari biasanya. bersekat atau tidak disebut hifa (hyphae). Jamur Jamur adalah jenis tumbuhan yang tumbuhnya berupa thallus (belum ada defferensiasi menjadi akar. . Rontoknya alat tersebut karena terbentuknya lapisan pemisah (abcission layar) yang terdiri dari sel-sel yang berbentuk bulat dan satu sama lain terlepas. Kedua sifat terakhir untuk membedakan dengan Gangang dan Bakteri. Sesidia (cecidia) atau tumor : pembenkakan setempat pada jaringan tumbuhan sehingga terbentuk bintil-bintil atau bisul-bisul. Tumbuhan setengah parasitik 2. Berdasarkan penyebabnya dibedakan menjadi : a. Bagian vegetatif jamur berupa benang-benang halus tumbuh memanjang bercabang-cabang. b. hifa dibedakan menjadi coenocytis (yang tidak bersekat) dan celluler (yang bersekat). jamur. yaitu kelompok biotik atau organis yang biasa disebut parasit dan kelompok abiotik atau anorganik yang biasa disebut fisiopat. Zoosesidia (zoocecidia) : bila penyebabnya tergolong dalam dunia hewan atau binatang. 1. tidak berklorofil dan mempunyai inti sejati. Ada pula jamur yang membentuk alat untuk beristirahat atau bertahan disebut sclerotium. Rontoknya alat-alat : rontoknya daun. Gejala ini umumnya disertai dengan terhambatnya perkembangan ruas-ruas (internodia) batang. Bintil ini dapat terdiri dari jaringan tanaman dengan atau tanpa koloni patogennya. batang dan daun). daun pada tunas baru. yaitu suatu . virus dan nematoda. Parasit yang paling penting adalah tumbuhan tingkat tinggi. 11. Berdasarkan ada tidaknya sekat. sedang fisiopat ada yang berasal dari dalam tumbuhan sendiri dan ada yang datangnya dari luar tanaman. Fitosesidia (phytocecidia) : bila penyebabnya tergolong dalam dunia tumbuhan.9. 10. Sapu (witches broom) : berkembangnya tunas-tunas ketiak atau samping yang biasanya tidur (latent) menjadi seberkas ranting-ranting rapat. kumpulan dari hifahifa ini disebut miselium (micelium). Penyebab Penyakit Tanaman Penyebab penyakit (pathogen) tumbuhan dapat dibedakan menjadi dua kelompok besar. Berkas semacam ini disebut rhizomorf. C. Miselium dapat membentuk berkas memanjang dan mempunyai lapisan luar yang liat dan keras.

yaitu spora yang dibentuk di dalam kantong yang disebut sporangium. sedang yang besar dianggap sebagai gamet betina disebut oosphere yang dibentuk di dalam oogonium. Proses perstuannya disebut Anisogami atau Heterogami.Pycnidium : tubuh buah yang berbentuk bulat/botol. Bentuk tubuh buah ini bermacam-macam. Pembiakan asexual : pada Phycomycetes pembiakan asexual dengan pembentukan sporangiospora. misalnya. Proses persatuan ini disebut Isogami. atau melekat pada pangkal oogonium disebut amphigynus. . Seperti halnya dengan konidi. Pada umumnya setiap basidium membentuk 4 basidiospora. diantaranya : . . yang disebut ostiole. . tetapi stroma dasarnya menonjol keluar.Perithecium : tubuh buah berbentuk bulat/botol dan pada ujungnya mempunyai lubang (ostiole) untuk keluarnya spora. .massa hifa yang rapat/padat. ascus terletak pada permukaannya.Apothecium : tubuh buah yang berbentuk cawan/pinggan yang terbuka. ascus letaknya dapat tersebar tetapi dapat pula terkumpul dalam tubuh buah tertentu. Pembiakan sexual pada Ascomycetes terjadi dengan persatuan dua inti (kariogami) yang berbeda jenisnya di dalam tubuh buah yang disebut ascoma (ascocarp). .Sporodochium : tubuh buah yang bentuknya seperti acervulus. . Hymenium yang membentuk basidium . yang mempunyai lubang untuk keluarnya konidi. pembiakan sexual berlangsung dengan persatuan antara dua gamet yang sama baik ukuran maupun sifat morfologinya. kemudian mengadakan pembelahan secara meiosis. Pada golongan yang lebih tinggi dengan membentuk konidi yaitu spora yang dibentuk dengan fragmentasi dari ujung hifa.. sel-selnya memendek dan membesar serta berisi banyak cairan. sedang gametnya disebut anisogamet atau heterogamet. Pembiakan sexual : pada kelas Phycomycetes. Antheridium dapat melekat di samping oogonium disebut paragynus. Perkembangbiakan Jamur dapat berkembang biak secara asexual maupun sexual.Acervulus : tubuh buah yang bentuknya seperti cawan. Gamet yang kecil dianggap sebagai jantan disebut antheridium.Cleistothecium : tubuh buah berbentuk bulat/botol tapi tidak mempunyai ostiole. Pada kelas Basidiomycetes pembiakan sexual terjadi dengan pembentukan basidiospora yang berasal dari persatuan dua inti (kariogami) yang berbeda jenis. Sporangiospora yang dapat bergerak disebut spora kembara (zoospora) sedang yang tidak dapat bergerak disebut aplanospora.Coremium : tubuh buah yang seperti sporodochium tetapi tangkai konidinya membentuk suatu berkas yang panjang. Hasil dari persatuan ini akan terbentuk ascus dan dari ascus ini akan dibentuk ascospora yang pada umumnya berjumlah delapan. Conidiophor ini dapat tersebar. bebas satu sama lain. Ujung hifa disebut conidiophor (penduduk konidi). Pada kelas yang lebih tinggi tingkatannya terjadi persatuan antara dua gamet yang berbeda ukuran dan sifat morfologinya. Basidiospora dibentuk di luar basidium dan mempunyai tangkai yang disebut strigma. sedang gametnya disebut Isogamet. tetapi ada juga yang terdapat di dalam tubuh buah tertentu.

X. Sifat utamanya terdiri dari satu sel. Spirochaetales dan Actimycetales. X. Diduga ALB ini merupakan peralihan dari baketri ke jamur karena thallusnya sudah sperti benang. Genus Pseudomonas yang mempunyai satu atau beberapa flagellum atau bulu cambuk disebut lophotrich. misalnya Pseudomonas pseudozoogloeae penyebab penyakit karat hitam pada daun tembakau. ccryxae penyebab penyakit kresek pada padi. tetapi intinya bukan inti sejati. Genus bacterium adalah genus yang sifatnya sementara (temporer). rak. berbentuk tabung yang berisi plasma dengan banyak inti. 3. gada dan lain-lain. Genus-genus pada bakteri yang penting adalah xanthomonas yang hanya mempunyai satu flagellum atau bulu cambuk atau monotrich. artinya bila sudah jelas semua sifatnya mungkin dipindah ke genus yang lain seperti misalnya Bacterium celebence dipindah jadi Xanthomonas celebensis. Ordo yang terakhir ini karena tidak memnuhi semua sifat-sifat bakteri pada umunya sekarang disendirikan menjadi Actimycetes Like Bacterium (ALB). 4. campestris penyebab penyakit busuk hitam pada kobis. . Erwinia adalah genus yang mempunyai bulu cambuk banyak atau peritrich. carotovora penyebab penyakit busuk basah pada beberapa sayuran. suatu persenyawaan dari asam inti dan putih telur. misalnya E.biasanya terdapat dalam tubuh buah yang dapat berbentuk payung. Deuteromycetes (Fungsi Imperfecti) : jamur yang hifanya bersekat dan hanya berkembang biak secara asexual saja. berkembang biak terutama dengan membelah dan tidak mempunyai inti sejati. Chlamydobacteriales. aroidea. Basterium musae dipindah menjadi Pseudomonas musae tetapi Bacterium albilinears penyebab penyakit blendok pada tebu masih tetap tidak dipindah ke genus yang lain. Myxobacteriales. VIRUS Virus hanya dapat membiak di dalam sel yang hidup dan disebut parasit yang biotroph. bola. Kelas Schizomycetes mempunyai lima ordo yaitu Eubacteriales. Ascomycetes : jamur yang hifanya bersekat dan mengadakan pembiakan sexual dengan membentuk ascus yang menghasilkan ascospora. Secara kimiawi virus terdiri dari nucleoprotein. Taxonomi Jamur dibagi menjadi empat kelas yaitu : Phycomycetes : jamur yang hifanya tidak bersekat. juga E. BAKTERI Bakteri meliputi divisio Schizophyta dan kelas Schizomycetes. Basidiomycetes : jamur yang hifanya bersekat dan mengadakan pembiakan sexual dengan membentuk basidium yang menghasilkan basidiospora. malvacearum penyebab penyakit bercak daun bersudut (angular leaf spot) pada kapas. misalnya X. Dari ordo Actimycetales salah satu anggotanya yang penting adalah Streptomyces scabies penyebab penyakiit kudis (scab) pada umbi kentang.

sedangkan derivat dari Pyrimidine adalah Cytosine dan Thymine yang mengikat DNA serta Cytosine dan Uracil yang mengikat RNA. jamur. dengan getaran ultrasonik. Putih telur virus umumnya terdiri dari Purine dan Pyrymidine. sebab di samping satu virus bentuknya dapat berubah-ubah juga ada beberapa virus yang bentuknya sama. genus Corium misalnya C. bakteri dan tumbuhan tinggi parasitis.0 nm. psorosis penyebab penyakit psorosis pada tanaman jeruk. sacchari yang menyerang tebu.Asam inti pada virus dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu RNA atau Ribo Nuclei Acid yang terdapat pada virus yang menyerang tumbuhan dan DNA atau Deoxy Nuclei Acid yang terdapat pada virus yang menyerang hewan dan bakteri. Virus dapat diberi nama menurut SMITH yaitu berdasarkan nama dari tanaman inangnya dan bila pada tanaman itu terdapat banyak virus maka untuk membedakan virus satu dengan virus yang lain dengan menggunakan nomer. Virus dapat di-inaktifkan dengan berbagai cara. Sedang menurut HOLMES pemberian nama seperti pada organisme lain. Dari sub ordo Phytophaginae ada beberapa genus yang penting misalnya Marmor antara lain M. theobromae yang menyerang coklat. Secara garis besar bentuk virus dibedakan atas bulat (coccus). tabaci yang menyerang tembakau. Virus yang dianggap sebagai suatu ordo dibagi menjadi tiga sub ordo berdasarkan organisme yang diserangnya. Virus dapat menular dari suatu tanaman ke tanaman lain dengan berbagai cara antara lain secara mekanis. Phytophaginae yang menyerang tumbuhan dan Zoophaginae yang menyerang hewan. batang biasa dan benang (filamen). dengan penyimpangan. dengan tekanan tinggi. melalui biji. genus Ruga misalnya R. Pada virus yang berbentuk batang ternyata di dalamnya terdapat rongga sebesar 9. M. solani yang menyerang Solanaceae. antara lain dengan suhu baik rendah maupun tinggi atau pembekuan serta pemanasan. Galla fijlensis sama dengan Saccharum virus 2 dan seterusnya. yaitu sub ordo Phaginae yang menyerang bakteri. misalnya Marmor saccaari sama dengan Saccjarum virus 1. batang pendek (bacillus). Virus sebenarnya bentuknya macam-macam. tetapi kalau sudah ditularkan daya infektifnya lama bahkan ada yang dapat diturunkan ke anak cucunya. tetapi daya infektifnya cepat habis dan yang persisten artinya agar dapat ditularkan ke tanaman lain memerlukan waktu di dalam tubuh serangganya. tabaci yang menyerang tembakau. dengan perubahan pH dan bahan atau senyawa yang berasal dari organisme lain. genus Rimocortium misalnya R. . arachidis yang menyerang kacang tanah. Asam inti pada virus tersebut berupa nucleotida yang membentuk spiral dan setiap tiga nucleitida mengikat satu unit putih telur. radiasi dengan sinar X. sinar radioaktif. dengan penyambungan atau penempelan dan yang paling umum melalui vektornya yang dapat berupa serangga. dengan pengenceran. Derivat dari Purine adalah Adenine dan Guanine. sinar UV. genus Nanus misalnya N. M. nematoda. Tetapi kita tidak dapat mengadakan determinasi hanya berdasarkan bentuk atau morfologi saja. Virus yang ditularkan oleh vektor serangga dapat dibedakan menjadi nonpersisten artinya begitu dihisap oleh serangga segera dapat ditularkan ke tanaman lain.

larva ini berkembang melalui empat tingkatan. Daur hidup nematoda pada umumnya sebagai berikut : 1. nematoda betina meletakkan telurnya dlam tanah atau di dalam tanaman inangnya. Nematoda endoparasit ada dua golongan yaitu yang dapat berpindah tempat dan yang menetap. oleh karena itu telurnya harus diletakkan di dalam atau di dekat tanaman inangnya hingga segera setelah menetas langsung mendapatkan makanannya. misalnya genus Hoplolainus. Namun demikian banyak nematoda yang hermaprodit. tumbuhan termasuk jamur dan bakteri bahkan juga terhadap nematoda yang lain. Nematoda endoparasit yang menetap dan seluruh tubuhnya tenggelam ke dalam tanaman inangnya misalnya Meloidogyne dan Heterodera sedang yang hanya tenggelam sebagian tubuhnya ke dalam tanaman inangnya misalnya Rotylenchus dan Tylenchulus. Larva nematoda tidak mampu bergerak lebih dari 1-2 kali dari telurnya setelah menetas. Nematoda yang menyerang tanaman adalah parasit obligat. Nematoda ectoparasit misalnya genus Trichodorus. Keduanya dapat dibedakan menjadi yang sebagian tubuhnya tenggelam ke dalam jaringan tanaman iang dan yang seluruh tubuhnya tenggelam ke dalam tumbuhan inangnya. Di samping itu banyak telur nematoda yang untuk penetasan telurnya memerlukan rangsangan dari tanaman inangnya. Ditylenchus dan Aphilenchus sedang yang hanya sebagian tubuhnya yang tenggelam dalam tanaman.5. Nematoda parasit pada tanaman dapat dibedakan menjadi ectoparasit dan endoparasit. Nematoda ada yang bersifat saprofitis dan ada yang bersifat parasitis pada berbagai organisme lain seperti serangga. ikan. 3. Hellicotylenchus dan Rotylenchus. Nematoda boleh diartikan sebagai cacing silindris yang tidak bersegmen (unsegmented roundworm) meskipun sebenarnya nematoda berarti menyerupai benang (threadlike). setelah larva terakhir terbentuklah nematoda dewasa yang dapat dibedakan menjadi jantan dan betina. misalnya genus Radopholus. 2. Nematoda endoparasit yang dapat berpindah dan seluruh tubuhnya tenggelam ke dalam tanaman. 4. bahkan ada jenis yang jantannya tidak pernah dijumpai. Longidorus dan Xiphinema. burung. manusia. Ketiga nematoda ini selain menjadi patogen pada tumbuhan juga menjadi vektor virus yang menyerang tumbuhan. dengan demikian sangat membantu kelangsungan hidupnya. Nematoda mempunyai sejumlah spesies yang sangat banyak. Namun demikian nematoda ini sangat berbeda dengan cacing yang lain. . telur yang menetas menghasilkan larva. NEMATODA Nematoda meskipun termasuk hewan tapi biasa kiita golongkan sebagai penyebab penyakit karena gejala dan cara penyerangannya mirip dengan patogen lainnya.

Resistensi (ketahanan) . Proteksi(perlindungan) Mencegah infeksi Menghindarkan infeksi Mengembangkan tanaman tahan Proteksi silang 4. Ekslusi (mencegah) STRATEGI Prohibisi (larangan) Intersepsi (menghalangi) Eliminasi (menghapus) 2. Prinsip pengendalian yaitu pedoman atau pegangan dari suatu tindakan pengendalian. Taktik Pengendalian yaitu ilmu pengetahuan khusus yang digunakan untuk tujuan praktek pengendalian. PRINSIP 1. Eradikasi (membasmi) Removal (pemindahan / penghapusan) Eliminasi (menghapus) Teknik/Taktik Karantina Karantina Uji kesehatan tanaman Sertifikasi Disinfeksi Pemeriksaan perkebunan/kebun buah Membinasakan inang alternatif Pemeliharaan organisme antagonis Meniadakan makanan pokok Kimia Api Pengerjaan tanah Penggunaan fungisida Modifikasi lingkungan Modifikasi cara bercocok tanam Seleksi Hibridikasi Irradiasi Mengurangi virulensi Destruksi (membinasakan) 3. 4. 2. Aplikasi Pengendalian yaitu prosedur pengendalian yang dapat dilaksanakan di lapangan. Konsep Pengendalian Penyakit Tanaman Konsep pengendalian penyakit tanaman meliputi : 1. Strategi pengendalian merupakan perencanaan atau managemen pelaksanaan dari usaha pengendalian. 3.D.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful