PENYAKIT TANAMAN

A. Defenisi Penyakit Tanaman Penyakit pada tanaman berarti proses di mana bagian-bagian tertentu dari tanaman tidak dapat menjalankan fungsinya dengan sebaik-baiknya. Patogen atau penyebab penyakit dapat berupa organisme, yang tergolong dalam dunia tumbuhan, dan bukan organisme yang biasa disebut fisiophat. Sedangkan organisme dapat dibedakan menjadi : parasit dan saprofi. Ilmu Penyakit Tumbuhan adalah ilmu yang mempelajari kerusakan yang disebabkan oleh organisme yang tergolong ke dalam dunia tumbuhan seperti Tumbuhan Tinggi Parastis, Ganggang, Jamur, bakteri, Mikoplasma dan Virus. B. Gejala Penyakit Tanaman Gejala adalah perubahan yang ditunjukkan oleh tumbuhan itu sendiri sebagai akibat adanya serangan suatu penyebab penyakit. Gejala dapat dibedakan yaitu gejala primer dan sekunder. Gejala primer terjadi pada bagian yang terserang oleh penyebab penyakit. Gejala sekunder adalah gejala yang terjadi di tempat lain dari tanaman sebagai akibat dari kerusakan pada bagian yang menunjukkan gejala primer. Berdasarkan perubahan-perubahan yang terjadi di dalam sel, gejala dapat dibagi menjadi tiga tipe pokok yaitu : a. Gejala-gejala Nekrotis : meliputi gejala-gejala yang terjadinya karena adanya kerusakan pada sel atau matinya sel. b. Gejala-gejala Hypoplastis : meliputi gejala-gejala yang terjadinya karena terhambatnya atau terhentinya pertumbuhan sel (underdevelopment). c. Gejala-gejala Hyperplastis : meliputi gejala-gejala yang terjadinya karena pertumbuhan sel yang melebihi biasa (overdevelopment). a. Tipe Nekrotis 1. Hidrosis : sebelum sel-sel mati biasanya bagian tersebut terlebih dahulu tampak kebasah-basahan. Hal ini karena air sel keluar dari ruang sel masuk ke dalam ruang antar sel. 2. Klorosis : rusaknya kloroplast menyebabkan menguningnya bagian-bagian tumbuhan yang lazimnya berwarna hijau. 3. Nekrosis : bila sekumpulan sel yang terbatas pada jaringan tertentu mati, sehingga terlihat adanya bercak-bercak atau noda-noda yang berwarna coklat atau hitam. Bentuk bercak ada yang bulat, memanjang, bersudut dan ada yang tidak teratur bentuknya.

Kanker : terjadinya kematian jaringan kulit tumbuhan yang berkayu misalnya akar. Eksudasi atau perdarahan : terjadinya pengeluaran cairan dari suatu tumbuhan karena penyakit. Damping off atau patah rebah : rebahnya tumbuhan yang masih muda (semai) karena pembusukan pangkal batang yang berlangsung ssangat cepat. Dibedakan menjadi dua yaitu : . 2. Berdasarkan cairan yang dikeluarkan dikenal beberapa istilah yaitu : . mengendap dan pecah-pecah dan akhirnya bagian itu runtuh sehingga terlihat bagian kayunya. .Gumosis : pengeluaran gom (blendok) dari dalam tumbuhan.Latexosis : pengeluaran latex (getah) dari dalam tumbuhan. sebaliknya bila bagian tersebut menjadi kering disebut busuk kering. Bila pada jaringan yang membusuk menjadi berair atau mengandung cairan disebut busuk basah. . Terbakar : mati dan mengeringnya bagian tumbuhan tertentu laximnya daun.4. Etiolasi : tumbuhan menjadi pucat. berbatas tegas. yang disebabkan oleh patogen abiotik. dikenal istilah busuk basah (soft rot) dan busuk kering (dry rot). 9. Selanjutnya jaringan kulit yang mati tersebut mengering. 7. 5. Berdasarkan keadaan jaringan yang membusuk. Kerdil (atrophy) : gejala habital yang disebabkan karena terhambatnya pertumbuhan sehingga ukurannya menjadi lebih kecil daripada biasanya.Post Emergen Damping off : bila pembususkan terjadi setelah semai muncul di atas permukaan tanah. Perforasi (shot-hole) atau bercak berlobang : terbentuknya lubang-lubang karena runtuhnya sel-sel yang telah mati pada pusat bercak nekrotis. tumbuh memanjang dan mempunyai daundaun yang sempit karena mengalami kekurangan cahaya. Busuk : gejala ini sebenarnya sama dengan gejala nekrosis tetapi lazimnya istilah busuk ini digunakan untuk jaringan tumbuhan yang tebal. . 11. Mati Ujung : kematian ranting atau cabang yang dimulai dari ujung dan meluas ke batang. 8. 10. . Layu : hilangnya turgot pada bagian daun atau tunas sehingga bagian tersebut menjadi layu.Pre Emergen Damping off : bila pembusukan terjadi sebelum semai muncul di atas permukaan tanah. batang dan cabang. Gejala ini terjadi secara mendadak.Resinosis : pengeluaran resin (damar) dari dalam tumbuhan. 6. Tipe Hipopastis 1. b.

5. Sebaliknnya jika bagian-bagian daun di sekitar tulang daun yang menguning disebut voin clearing. Perubahan Warna : perubahan yang dimaksud di sini adalah perubahan yang bukan klorosis yang terjadi pada suatu organ (alat tanam). Kadangkadang pecah-pecah. Enasi : pembentukan anak daun yang sangat kecil pada sisi bawah tulang daun. sedang gejala mengeriting terjadi apabila sisi yang pertumbuhannya lebih cepat bergantian. sehingga menyebabkan terjadinya penyimpangan bentuk. . 4. Fasiasi (Fasciasi. Roset : hambatan pertumbuhan ruas-ruas (internodia) batang tetapi pembentukan daun-daunnya tidak terhambat. karena itu gejala ini disebut gejala busung (cedema). bahkan ada yang membentuk seperti spiral. buah atau umbi. 7. Gejala ini dapat dijumpai pada daun. Klorosis : terjadinya penghambatan pembentukan klorofil sehingga bagian yang seharusnya berwarna hijau menjadi berwarna kuning atau pucat. 3. terbatas dan agak menonjol. Tipe Hiperplastis 1. Prolepsis : berkembangnya tunas-tunas tidur atau istirahat (dormant) yang berada dekat di bawah bagian yang sakit. Gejala menggulung terjadi apabila salah satu sisi pertumbuhannya selalu lebih cepat dari yang lain. 5. Menggulung atau mengeriting : gejala ini disebabkan karena pertumbuhan yang tidak seimbang dari bagian-bagian daun. Bila pada daun hanya bagian sekitar tulang daun yang berwarna hijaumaka disebut voin banding. 8. lebar dan membelok. Di bagian tersebut terdapat sel-sel yang berubah menjadi sel-sel gabus. Perubahan simetri : hambatan pertumbuhan pada bagian tertentu yang tidak disertai dengan hambatan pada bagian di depannya. Pembentukan alat yang luar biasa : a.3. Erinosa : terbentuknya banyak trikom (trichomata) yang luar biasa sehingga pada permukaan alat itu (biasanya daun) terdapat bagian yang seperti beledu. 4. sebagai akibatnya daun-daun berdesak-desakan membentuk suatu karangan. Intumesensia (intumesoensia) : sekumpulan sel pada daerah yang agak luas pada daun atau batang memanjang sehingga bagian itu nampak membengkak. batang. berkembang menjadi ranting-ranting segar yang tumbuh vertikal dengan cepat yang juga dikenal dengan tunas air. Antolisis (antholysis) : perubahan dari bunga menjadi daun-daun kecil. Kudis (scab) : bercak atau noda kasar. 6. Fasciation) : suatu organ yang seharusnya bulat dan lurus berubah menjadi pipih. b. c. 2.

Berdasarkan ada tidaknya sekat. Kedua sifat terakhir untuk membedakan dengan Gangang dan Bakteri. kumpulan dari hifahifa ini disebut miselium (micelium). jamur. Sapu (witches broom) : berkembangnya tunas-tunas ketiak atau samping yang biasanya tidur (latent) menjadi seberkas ranting-ranting rapat. hifa dibedakan menjadi coenocytis (yang tidak bersekat) dan celluler (yang bersekat). 11. 1. Ada pula jamur yang membentuk alat untuk beristirahat atau bertahan disebut sclerotium.9. virus dan nematoda. bunga atau buah yang terjadi sebelum waktunya dan dalam jumlah yang lebih besar dari biasanya. Zoosesidia (zoocecidia) : bila penyebabnya tergolong dalam dunia hewan atau binatang. Tumbuhan parasitik sejati 2. C. Bagian vegetatif jamur berupa benang-benang halus tumbuh memanjang bercabang-cabang. Tumbuhan Tinggi Parasitik Tumbuhan tinggi parasitik dapat dibedakan menjadi dua golongan : 1. yaitu suatu . sedang fisiopat ada yang berasal dari dalam tumbuhan sendiri dan ada yang datangnya dari luar tanaman. Rontoknya alat-alat : rontoknya daun. Jamur Jamur adalah jenis tumbuhan yang tumbuhnya berupa thallus (belum ada defferensiasi menjadi akar. yaitu kelompok biotik atau organis yang biasa disebut parasit dan kelompok abiotik atau anorganik yang biasa disebut fisiopat. Parasit yang paling penting adalah tumbuhan tingkat tinggi. Gejala ini umumnya disertai dengan terhambatnya perkembangan ruas-ruas (internodia) batang. bersekat atau tidak disebut hifa (hyphae). Tumbuhan setengah parasitik 2. Rontoknya alat tersebut karena terbentuknya lapisan pemisah (abcission layar) yang terdiri dari sel-sel yang berbentuk bulat dan satu sama lain terlepas. Miselium dapat membentuk berkas memanjang dan mempunyai lapisan luar yang liat dan keras. b. Penyebab Penyakit Tanaman Penyebab penyakit (pathogen) tumbuhan dapat dibedakan menjadi dua kelompok besar. Bintil ini dapat terdiri dari jaringan tanaman dengan atau tanpa koloni patogennya. Berdasarkan penyebabnya dibedakan menjadi : a. daun pada tunas baru. Berkas semacam ini disebut rhizomorf. Sesidia (cecidia) atau tumor : pembenkakan setempat pada jaringan tumbuhan sehingga terbentuk bintil-bintil atau bisul-bisul. tidak berklorofil dan mempunyai inti sejati. Fitosesidia (phytocecidia) : bila penyebabnya tergolong dalam dunia tumbuhan. 10. batang dan daun). .

Acervulus : tubuh buah yang bentuknya seperti cawan.. kemudian mengadakan pembelahan secara meiosis.massa hifa yang rapat/padat.Perithecium : tubuh buah berbentuk bulat/botol dan pada ujungnya mempunyai lubang (ostiole) untuk keluarnya spora. bebas satu sama lain. Pembiakan sexual : pada kelas Phycomycetes. yaitu spora yang dibentuk di dalam kantong yang disebut sporangium. Pada kelas yang lebih tinggi tingkatannya terjadi persatuan antara dua gamet yang berbeda ukuran dan sifat morfologinya.Pycnidium : tubuh buah yang berbentuk bulat/botol.Sporodochium : tubuh buah yang bentuknya seperti acervulus. misalnya.Cleistothecium : tubuh buah berbentuk bulat/botol tapi tidak mempunyai ostiole. Pembiakan asexual : pada Phycomycetes pembiakan asexual dengan pembentukan sporangiospora. . tetapi ada juga yang terdapat di dalam tubuh buah tertentu. Pada golongan yang lebih tinggi dengan membentuk konidi yaitu spora yang dibentuk dengan fragmentasi dari ujung hifa.Coremium : tubuh buah yang seperti sporodochium tetapi tangkai konidinya membentuk suatu berkas yang panjang. ascus terletak pada permukaannya. Hasil dari persatuan ini akan terbentuk ascus dan dari ascus ini akan dibentuk ascospora yang pada umumnya berjumlah delapan. Pada umumnya setiap basidium membentuk 4 basidiospora. pembiakan sexual berlangsung dengan persatuan antara dua gamet yang sama baik ukuran maupun sifat morfologinya. Sporangiospora yang dapat bergerak disebut spora kembara (zoospora) sedang yang tidak dapat bergerak disebut aplanospora. Pembiakan sexual pada Ascomycetes terjadi dengan persatuan dua inti (kariogami) yang berbeda jenisnya di dalam tubuh buah yang disebut ascoma (ascocarp). ascus letaknya dapat tersebar tetapi dapat pula terkumpul dalam tubuh buah tertentu. tetapi stroma dasarnya menonjol keluar. Hymenium yang membentuk basidium . Basidiospora dibentuk di luar basidium dan mempunyai tangkai yang disebut strigma.Apothecium : tubuh buah yang berbentuk cawan/pinggan yang terbuka. sedang gametnya disebut Isogamet. Conidiophor ini dapat tersebar. sel-selnya memendek dan membesar serta berisi banyak cairan. yang disebut ostiole. atau melekat pada pangkal oogonium disebut amphigynus. diantaranya : . . . Ujung hifa disebut conidiophor (penduduk konidi). sedang yang besar dianggap sebagai gamet betina disebut oosphere yang dibentuk di dalam oogonium. sedang gametnya disebut anisogamet atau heterogamet. Perkembangbiakan Jamur dapat berkembang biak secara asexual maupun sexual. yang mempunyai lubang untuk keluarnya konidi. . Bentuk tubuh buah ini bermacam-macam. . Pada kelas Basidiomycetes pembiakan sexual terjadi dengan pembentukan basidiospora yang berasal dari persatuan dua inti (kariogami) yang berbeda jenis. Proses perstuannya disebut Anisogami atau Heterogami. . Antheridium dapat melekat di samping oogonium disebut paragynus. Proses persatuan ini disebut Isogami. Seperti halnya dengan konidi. Gamet yang kecil dianggap sebagai jantan disebut antheridium.

Taxonomi Jamur dibagi menjadi empat kelas yaitu : Phycomycetes : jamur yang hifanya tidak bersekat. artinya bila sudah jelas semua sifatnya mungkin dipindah ke genus yang lain seperti misalnya Bacterium celebence dipindah jadi Xanthomonas celebensis. bola. misalnya X. Genus-genus pada bakteri yang penting adalah xanthomonas yang hanya mempunyai satu flagellum atau bulu cambuk atau monotrich. Secara kimiawi virus terdiri dari nucleoprotein. suatu persenyawaan dari asam inti dan putih telur. Ascomycetes : jamur yang hifanya bersekat dan mengadakan pembiakan sexual dengan membentuk ascus yang menghasilkan ascospora. Basidiomycetes : jamur yang hifanya bersekat dan mengadakan pembiakan sexual dengan membentuk basidium yang menghasilkan basidiospora. malvacearum penyebab penyakit bercak daun bersudut (angular leaf spot) pada kapas.biasanya terdapat dalam tubuh buah yang dapat berbentuk payung. Dari ordo Actimycetales salah satu anggotanya yang penting adalah Streptomyces scabies penyebab penyakiit kudis (scab) pada umbi kentang. misalnya Pseudomonas pseudozoogloeae penyebab penyakit karat hitam pada daun tembakau. misalnya E. X. berkembang biak terutama dengan membelah dan tidak mempunyai inti sejati. rak. juga E. . berbentuk tabung yang berisi plasma dengan banyak inti. Genus bacterium adalah genus yang sifatnya sementara (temporer). Myxobacteriales. Erwinia adalah genus yang mempunyai bulu cambuk banyak atau peritrich. BAKTERI Bakteri meliputi divisio Schizophyta dan kelas Schizomycetes. gada dan lain-lain. aroidea. Spirochaetales dan Actimycetales. Basterium musae dipindah menjadi Pseudomonas musae tetapi Bacterium albilinears penyebab penyakit blendok pada tebu masih tetap tidak dipindah ke genus yang lain. Sifat utamanya terdiri dari satu sel. campestris penyebab penyakit busuk hitam pada kobis. Kelas Schizomycetes mempunyai lima ordo yaitu Eubacteriales. 3. ccryxae penyebab penyakit kresek pada padi. Chlamydobacteriales. VIRUS Virus hanya dapat membiak di dalam sel yang hidup dan disebut parasit yang biotroph. X. Genus Pseudomonas yang mempunyai satu atau beberapa flagellum atau bulu cambuk disebut lophotrich. 4. Diduga ALB ini merupakan peralihan dari baketri ke jamur karena thallusnya sudah sperti benang. tetapi intinya bukan inti sejati. carotovora penyebab penyakit busuk basah pada beberapa sayuran. Ordo yang terakhir ini karena tidak memnuhi semua sifat-sifat bakteri pada umunya sekarang disendirikan menjadi Actimycetes Like Bacterium (ALB). Deuteromycetes (Fungsi Imperfecti) : jamur yang hifanya bersekat dan hanya berkembang biak secara asexual saja.

Virus dapat menular dari suatu tanaman ke tanaman lain dengan berbagai cara antara lain secara mekanis. batang pendek (bacillus). genus Nanus misalnya N. bakteri dan tumbuhan tinggi parasitis. tetapi kalau sudah ditularkan daya infektifnya lama bahkan ada yang dapat diturunkan ke anak cucunya. Galla fijlensis sama dengan Saccharum virus 2 dan seterusnya. Secara garis besar bentuk virus dibedakan atas bulat (coccus). misalnya Marmor saccaari sama dengan Saccjarum virus 1. sacchari yang menyerang tebu. tabaci yang menyerang tembakau. jamur. M. genus Ruga misalnya R. dengan perubahan pH dan bahan atau senyawa yang berasal dari organisme lain. Virus dapat di-inaktifkan dengan berbagai cara. psorosis penyebab penyakit psorosis pada tanaman jeruk. tabaci yang menyerang tembakau. dengan pengenceran. Sedang menurut HOLMES pemberian nama seperti pada organisme lain. Asam inti pada virus tersebut berupa nucleotida yang membentuk spiral dan setiap tiga nucleitida mengikat satu unit putih telur. . tetapi daya infektifnya cepat habis dan yang persisten artinya agar dapat ditularkan ke tanaman lain memerlukan waktu di dalam tubuh serangganya.Asam inti pada virus dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu RNA atau Ribo Nuclei Acid yang terdapat pada virus yang menyerang tumbuhan dan DNA atau Deoxy Nuclei Acid yang terdapat pada virus yang menyerang hewan dan bakteri. Virus yang ditularkan oleh vektor serangga dapat dibedakan menjadi nonpersisten artinya begitu dihisap oleh serangga segera dapat ditularkan ke tanaman lain. batang biasa dan benang (filamen). Tetapi kita tidak dapat mengadakan determinasi hanya berdasarkan bentuk atau morfologi saja. Putih telur virus umumnya terdiri dari Purine dan Pyrymidine. Virus yang dianggap sebagai suatu ordo dibagi menjadi tiga sub ordo berdasarkan organisme yang diserangnya. genus Corium misalnya C. M. sinar radioaktif. Pada virus yang berbentuk batang ternyata di dalamnya terdapat rongga sebesar 9. sinar UV. nematoda. melalui biji. Virus sebenarnya bentuknya macam-macam. sedangkan derivat dari Pyrimidine adalah Cytosine dan Thymine yang mengikat DNA serta Cytosine dan Uracil yang mengikat RNA. dengan penyimpangan. dengan penyambungan atau penempelan dan yang paling umum melalui vektornya yang dapat berupa serangga. antara lain dengan suhu baik rendah maupun tinggi atau pembekuan serta pemanasan.0 nm. sebab di samping satu virus bentuknya dapat berubah-ubah juga ada beberapa virus yang bentuknya sama. radiasi dengan sinar X. yaitu sub ordo Phaginae yang menyerang bakteri. theobromae yang menyerang coklat. Dari sub ordo Phytophaginae ada beberapa genus yang penting misalnya Marmor antara lain M. arachidis yang menyerang kacang tanah. Derivat dari Purine adalah Adenine dan Guanine. dengan tekanan tinggi. dengan getaran ultrasonik. Phytophaginae yang menyerang tumbuhan dan Zoophaginae yang menyerang hewan. Virus dapat diberi nama menurut SMITH yaitu berdasarkan nama dari tanaman inangnya dan bila pada tanaman itu terdapat banyak virus maka untuk membedakan virus satu dengan virus yang lain dengan menggunakan nomer. solani yang menyerang Solanaceae. genus Rimocortium misalnya R.

Nematoda endoparasit yang dapat berpindah dan seluruh tubuhnya tenggelam ke dalam tanaman. misalnya genus Radopholus. Keduanya dapat dibedakan menjadi yang sebagian tubuhnya tenggelam ke dalam jaringan tanaman iang dan yang seluruh tubuhnya tenggelam ke dalam tumbuhan inangnya.5. bahkan ada jenis yang jantannya tidak pernah dijumpai. Larva nematoda tidak mampu bergerak lebih dari 1-2 kali dari telurnya setelah menetas. 3. Nematoda boleh diartikan sebagai cacing silindris yang tidak bersegmen (unsegmented roundworm) meskipun sebenarnya nematoda berarti menyerupai benang (threadlike). Nematoda ada yang bersifat saprofitis dan ada yang bersifat parasitis pada berbagai organisme lain seperti serangga. Nematoda mempunyai sejumlah spesies yang sangat banyak. Nematoda endoparasit yang menetap dan seluruh tubuhnya tenggelam ke dalam tanaman inangnya misalnya Meloidogyne dan Heterodera sedang yang hanya tenggelam sebagian tubuhnya ke dalam tanaman inangnya misalnya Rotylenchus dan Tylenchulus. nematoda betina meletakkan telurnya dlam tanah atau di dalam tanaman inangnya. . Ditylenchus dan Aphilenchus sedang yang hanya sebagian tubuhnya yang tenggelam dalam tanaman. Namun demikian banyak nematoda yang hermaprodit. manusia. oleh karena itu telurnya harus diletakkan di dalam atau di dekat tanaman inangnya hingga segera setelah menetas langsung mendapatkan makanannya. Hellicotylenchus dan Rotylenchus. burung. 2. Nematoda ectoparasit misalnya genus Trichodorus. ikan. Nematoda parasit pada tanaman dapat dibedakan menjadi ectoparasit dan endoparasit. 4. Ketiga nematoda ini selain menjadi patogen pada tumbuhan juga menjadi vektor virus yang menyerang tumbuhan. dengan demikian sangat membantu kelangsungan hidupnya. Daur hidup nematoda pada umumnya sebagai berikut : 1. misalnya genus Hoplolainus. Namun demikian nematoda ini sangat berbeda dengan cacing yang lain. Nematoda yang menyerang tanaman adalah parasit obligat. Di samping itu banyak telur nematoda yang untuk penetasan telurnya memerlukan rangsangan dari tanaman inangnya. Longidorus dan Xiphinema. larva ini berkembang melalui empat tingkatan. setelah larva terakhir terbentuklah nematoda dewasa yang dapat dibedakan menjadi jantan dan betina. tumbuhan termasuk jamur dan bakteri bahkan juga terhadap nematoda yang lain. Nematoda endoparasit ada dua golongan yaitu yang dapat berpindah tempat dan yang menetap. NEMATODA Nematoda meskipun termasuk hewan tapi biasa kiita golongkan sebagai penyebab penyakit karena gejala dan cara penyerangannya mirip dengan patogen lainnya. telur yang menetas menghasilkan larva.

PRINSIP 1. Prinsip pengendalian yaitu pedoman atau pegangan dari suatu tindakan pengendalian. Ekslusi (mencegah) STRATEGI Prohibisi (larangan) Intersepsi (menghalangi) Eliminasi (menghapus) 2. Taktik Pengendalian yaitu ilmu pengetahuan khusus yang digunakan untuk tujuan praktek pengendalian. Proteksi(perlindungan) Mencegah infeksi Menghindarkan infeksi Mengembangkan tanaman tahan Proteksi silang 4. Konsep Pengendalian Penyakit Tanaman Konsep pengendalian penyakit tanaman meliputi : 1. Eradikasi (membasmi) Removal (pemindahan / penghapusan) Eliminasi (menghapus) Teknik/Taktik Karantina Karantina Uji kesehatan tanaman Sertifikasi Disinfeksi Pemeriksaan perkebunan/kebun buah Membinasakan inang alternatif Pemeliharaan organisme antagonis Meniadakan makanan pokok Kimia Api Pengerjaan tanah Penggunaan fungisida Modifikasi lingkungan Modifikasi cara bercocok tanam Seleksi Hibridikasi Irradiasi Mengurangi virulensi Destruksi (membinasakan) 3. 3. Resistensi (ketahanan) . 2. Strategi pengendalian merupakan perencanaan atau managemen pelaksanaan dari usaha pengendalian.D. Aplikasi Pengendalian yaitu prosedur pengendalian yang dapat dilaksanakan di lapangan. 4.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful