P. 1
PENYAKIT TANAMA1

PENYAKIT TANAMA1

|Views: 9|Likes:
Published by Idson Kamal
budi daya tanaman
budi daya tanaman

More info:

Published by: Idson Kamal on Mar 01, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/01/2013

pdf

text

original

PENYAKIT TANAMAN

A. Defenisi Penyakit Tanaman Penyakit pada tanaman berarti proses di mana bagian-bagian tertentu dari tanaman tidak dapat menjalankan fungsinya dengan sebaik-baiknya. Patogen atau penyebab penyakit dapat berupa organisme, yang tergolong dalam dunia tumbuhan, dan bukan organisme yang biasa disebut fisiophat. Sedangkan organisme dapat dibedakan menjadi : parasit dan saprofi. Ilmu Penyakit Tumbuhan adalah ilmu yang mempelajari kerusakan yang disebabkan oleh organisme yang tergolong ke dalam dunia tumbuhan seperti Tumbuhan Tinggi Parastis, Ganggang, Jamur, bakteri, Mikoplasma dan Virus. B. Gejala Penyakit Tanaman Gejala adalah perubahan yang ditunjukkan oleh tumbuhan itu sendiri sebagai akibat adanya serangan suatu penyebab penyakit. Gejala dapat dibedakan yaitu gejala primer dan sekunder. Gejala primer terjadi pada bagian yang terserang oleh penyebab penyakit. Gejala sekunder adalah gejala yang terjadi di tempat lain dari tanaman sebagai akibat dari kerusakan pada bagian yang menunjukkan gejala primer. Berdasarkan perubahan-perubahan yang terjadi di dalam sel, gejala dapat dibagi menjadi tiga tipe pokok yaitu : a. Gejala-gejala Nekrotis : meliputi gejala-gejala yang terjadinya karena adanya kerusakan pada sel atau matinya sel. b. Gejala-gejala Hypoplastis : meliputi gejala-gejala yang terjadinya karena terhambatnya atau terhentinya pertumbuhan sel (underdevelopment). c. Gejala-gejala Hyperplastis : meliputi gejala-gejala yang terjadinya karena pertumbuhan sel yang melebihi biasa (overdevelopment). a. Tipe Nekrotis 1. Hidrosis : sebelum sel-sel mati biasanya bagian tersebut terlebih dahulu tampak kebasah-basahan. Hal ini karena air sel keluar dari ruang sel masuk ke dalam ruang antar sel. 2. Klorosis : rusaknya kloroplast menyebabkan menguningnya bagian-bagian tumbuhan yang lazimnya berwarna hijau. 3. Nekrosis : bila sekumpulan sel yang terbatas pada jaringan tertentu mati, sehingga terlihat adanya bercak-bercak atau noda-noda yang berwarna coklat atau hitam. Bentuk bercak ada yang bulat, memanjang, bersudut dan ada yang tidak teratur bentuknya.

. b. 7. 11. Damping off atau patah rebah : rebahnya tumbuhan yang masih muda (semai) karena pembusukan pangkal batang yang berlangsung ssangat cepat. yang disebabkan oleh patogen abiotik.Post Emergen Damping off : bila pembususkan terjadi setelah semai muncul di atas permukaan tanah. Eksudasi atau perdarahan : terjadinya pengeluaran cairan dari suatu tumbuhan karena penyakit. Mati Ujung : kematian ranting atau cabang yang dimulai dari ujung dan meluas ke batang. Tipe Hipopastis 1. Etiolasi : tumbuhan menjadi pucat. Gejala ini terjadi secara mendadak. Busuk : gejala ini sebenarnya sama dengan gejala nekrosis tetapi lazimnya istilah busuk ini digunakan untuk jaringan tumbuhan yang tebal. 6.Gumosis : pengeluaran gom (blendok) dari dalam tumbuhan. . Kerdil (atrophy) : gejala habital yang disebabkan karena terhambatnya pertumbuhan sehingga ukurannya menjadi lebih kecil daripada biasanya. sebaliknya bila bagian tersebut menjadi kering disebut busuk kering. Terbakar : mati dan mengeringnya bagian tumbuhan tertentu laximnya daun. Bila pada jaringan yang membusuk menjadi berair atau mengandung cairan disebut busuk basah. 8. . 10. Berdasarkan cairan yang dikeluarkan dikenal beberapa istilah yaitu : .Latexosis : pengeluaran latex (getah) dari dalam tumbuhan. berbatas tegas. Layu : hilangnya turgot pada bagian daun atau tunas sehingga bagian tersebut menjadi layu. Dibedakan menjadi dua yaitu : .4. batang dan cabang.Pre Emergen Damping off : bila pembusukan terjadi sebelum semai muncul di atas permukaan tanah.Resinosis : pengeluaran resin (damar) dari dalam tumbuhan. 9. Berdasarkan keadaan jaringan yang membusuk. dikenal istilah busuk basah (soft rot) dan busuk kering (dry rot). 5. . tumbuh memanjang dan mempunyai daundaun yang sempit karena mengalami kekurangan cahaya. Perforasi (shot-hole) atau bercak berlobang : terbentuknya lubang-lubang karena runtuhnya sel-sel yang telah mati pada pusat bercak nekrotis. 2. Selanjutnya jaringan kulit yang mati tersebut mengering. Kanker : terjadinya kematian jaringan kulit tumbuhan yang berkayu misalnya akar. mengendap dan pecah-pecah dan akhirnya bagian itu runtuh sehingga terlihat bagian kayunya.

c. Menggulung atau mengeriting : gejala ini disebabkan karena pertumbuhan yang tidak seimbang dari bagian-bagian daun. buah atau umbi. Sebaliknnya jika bagian-bagian daun di sekitar tulang daun yang menguning disebut voin clearing. batang. Fasiasi (Fasciasi. Tipe Hiperplastis 1. Pembentukan alat yang luar biasa : a. Bila pada daun hanya bagian sekitar tulang daun yang berwarna hijaumaka disebut voin banding. Erinosa : terbentuknya banyak trikom (trichomata) yang luar biasa sehingga pada permukaan alat itu (biasanya daun) terdapat bagian yang seperti beledu. Antolisis (antholysis) : perubahan dari bunga menjadi daun-daun kecil. .3. Di bagian tersebut terdapat sel-sel yang berubah menjadi sel-sel gabus. Prolepsis : berkembangnya tunas-tunas tidur atau istirahat (dormant) yang berada dekat di bawah bagian yang sakit. 4. sedang gejala mengeriting terjadi apabila sisi yang pertumbuhannya lebih cepat bergantian. Perubahan Warna : perubahan yang dimaksud di sini adalah perubahan yang bukan klorosis yang terjadi pada suatu organ (alat tanam). 5. 3. Kadangkadang pecah-pecah. karena itu gejala ini disebut gejala busung (cedema). Roset : hambatan pertumbuhan ruas-ruas (internodia) batang tetapi pembentukan daun-daunnya tidak terhambat. Enasi : pembentukan anak daun yang sangat kecil pada sisi bawah tulang daun. b. terbatas dan agak menonjol. 8. Klorosis : terjadinya penghambatan pembentukan klorofil sehingga bagian yang seharusnya berwarna hijau menjadi berwarna kuning atau pucat. 4. Kudis (scab) : bercak atau noda kasar. Gejala menggulung terjadi apabila salah satu sisi pertumbuhannya selalu lebih cepat dari yang lain. Fasciation) : suatu organ yang seharusnya bulat dan lurus berubah menjadi pipih. 7. Gejala ini dapat dijumpai pada daun. sehingga menyebabkan terjadinya penyimpangan bentuk. lebar dan membelok. 5. bahkan ada yang membentuk seperti spiral. Intumesensia (intumesoensia) : sekumpulan sel pada daerah yang agak luas pada daun atau batang memanjang sehingga bagian itu nampak membengkak. 2. Perubahan simetri : hambatan pertumbuhan pada bagian tertentu yang tidak disertai dengan hambatan pada bagian di depannya. berkembang menjadi ranting-ranting segar yang tumbuh vertikal dengan cepat yang juga dikenal dengan tunas air. 6. sebagai akibatnya daun-daun berdesak-desakan membentuk suatu karangan.

Zoosesidia (zoocecidia) : bila penyebabnya tergolong dalam dunia hewan atau binatang. Berdasarkan ada tidaknya sekat. Sesidia (cecidia) atau tumor : pembenkakan setempat pada jaringan tumbuhan sehingga terbentuk bintil-bintil atau bisul-bisul. yaitu kelompok biotik atau organis yang biasa disebut parasit dan kelompok abiotik atau anorganik yang biasa disebut fisiopat. 10. hifa dibedakan menjadi coenocytis (yang tidak bersekat) dan celluler (yang bersekat). b. Penyebab Penyakit Tanaman Penyebab penyakit (pathogen) tumbuhan dapat dibedakan menjadi dua kelompok besar. daun pada tunas baru. Rontoknya alat tersebut karena terbentuknya lapisan pemisah (abcission layar) yang terdiri dari sel-sel yang berbentuk bulat dan satu sama lain terlepas. bersekat atau tidak disebut hifa (hyphae). batang dan daun). tidak berklorofil dan mempunyai inti sejati. Fitosesidia (phytocecidia) : bila penyebabnya tergolong dalam dunia tumbuhan. Sapu (witches broom) : berkembangnya tunas-tunas ketiak atau samping yang biasanya tidur (latent) menjadi seberkas ranting-ranting rapat. Tumbuhan setengah parasitik 2. Bintil ini dapat terdiri dari jaringan tanaman dengan atau tanpa koloni patogennya. Gejala ini umumnya disertai dengan terhambatnya perkembangan ruas-ruas (internodia) batang. Tumbuhan Tinggi Parasitik Tumbuhan tinggi parasitik dapat dibedakan menjadi dua golongan : 1. sedang fisiopat ada yang berasal dari dalam tumbuhan sendiri dan ada yang datangnya dari luar tanaman. bunga atau buah yang terjadi sebelum waktunya dan dalam jumlah yang lebih besar dari biasanya. Ada pula jamur yang membentuk alat untuk beristirahat atau bertahan disebut sclerotium. C. Rontoknya alat-alat : rontoknya daun. yaitu suatu . kumpulan dari hifahifa ini disebut miselium (micelium). jamur. Tumbuhan parasitik sejati 2. Kedua sifat terakhir untuk membedakan dengan Gangang dan Bakteri. Berkas semacam ini disebut rhizomorf. Berdasarkan penyebabnya dibedakan menjadi : a. virus dan nematoda. Jamur Jamur adalah jenis tumbuhan yang tumbuhnya berupa thallus (belum ada defferensiasi menjadi akar.9. . Parasit yang paling penting adalah tumbuhan tingkat tinggi. 1. Bagian vegetatif jamur berupa benang-benang halus tumbuh memanjang bercabang-cabang. 11. Miselium dapat membentuk berkas memanjang dan mempunyai lapisan luar yang liat dan keras.

. yaitu spora yang dibentuk di dalam kantong yang disebut sporangium. Ujung hifa disebut conidiophor (penduduk konidi). Proses perstuannya disebut Anisogami atau Heterogami. pembiakan sexual berlangsung dengan persatuan antara dua gamet yang sama baik ukuran maupun sifat morfologinya. sel-selnya memendek dan membesar serta berisi banyak cairan. Pembiakan sexual : pada kelas Phycomycetes. yang mempunyai lubang untuk keluarnya konidi. tetapi ada juga yang terdapat di dalam tubuh buah tertentu.Apothecium : tubuh buah yang berbentuk cawan/pinggan yang terbuka. . Antheridium dapat melekat di samping oogonium disebut paragynus. bebas satu sama lain. Perkembangbiakan Jamur dapat berkembang biak secara asexual maupun sexual. . atau melekat pada pangkal oogonium disebut amphigynus. Pada umumnya setiap basidium membentuk 4 basidiospora. Seperti halnya dengan konidi. . sedang yang besar dianggap sebagai gamet betina disebut oosphere yang dibentuk di dalam oogonium. Pada golongan yang lebih tinggi dengan membentuk konidi yaitu spora yang dibentuk dengan fragmentasi dari ujung hifa. Pembiakan sexual pada Ascomycetes terjadi dengan persatuan dua inti (kariogami) yang berbeda jenisnya di dalam tubuh buah yang disebut ascoma (ascocarp). ascus letaknya dapat tersebar tetapi dapat pula terkumpul dalam tubuh buah tertentu.Perithecium : tubuh buah berbentuk bulat/botol dan pada ujungnya mempunyai lubang (ostiole) untuk keluarnya spora. . Hasil dari persatuan ini akan terbentuk ascus dan dari ascus ini akan dibentuk ascospora yang pada umumnya berjumlah delapan. tetapi stroma dasarnya menonjol keluar. Pembiakan asexual : pada Phycomycetes pembiakan asexual dengan pembentukan sporangiospora. sedang gametnya disebut anisogamet atau heterogamet.Cleistothecium : tubuh buah berbentuk bulat/botol tapi tidak mempunyai ostiole. Basidiospora dibentuk di luar basidium dan mempunyai tangkai yang disebut strigma.Coremium : tubuh buah yang seperti sporodochium tetapi tangkai konidinya membentuk suatu berkas yang panjang.massa hifa yang rapat/padat.Sporodochium : tubuh buah yang bentuknya seperti acervulus. diantaranya : . Gamet yang kecil dianggap sebagai jantan disebut antheridium. Pada kelas Basidiomycetes pembiakan sexual terjadi dengan pembentukan basidiospora yang berasal dari persatuan dua inti (kariogami) yang berbeda jenis. Pada kelas yang lebih tinggi tingkatannya terjadi persatuan antara dua gamet yang berbeda ukuran dan sifat morfologinya. Sporangiospora yang dapat bergerak disebut spora kembara (zoospora) sedang yang tidak dapat bergerak disebut aplanospora.Pycnidium : tubuh buah yang berbentuk bulat/botol. . Proses persatuan ini disebut Isogami.Acervulus : tubuh buah yang bentuknya seperti cawan. Bentuk tubuh buah ini bermacam-macam. yang disebut ostiole. Hymenium yang membentuk basidium . kemudian mengadakan pembelahan secara meiosis. Conidiophor ini dapat tersebar. misalnya. sedang gametnya disebut Isogamet.. ascus terletak pada permukaannya.

. Chlamydobacteriales. Diduga ALB ini merupakan peralihan dari baketri ke jamur karena thallusnya sudah sperti benang. misalnya E. Ordo yang terakhir ini karena tidak memnuhi semua sifat-sifat bakteri pada umunya sekarang disendirikan menjadi Actimycetes Like Bacterium (ALB). Deuteromycetes (Fungsi Imperfecti) : jamur yang hifanya bersekat dan hanya berkembang biak secara asexual saja. bola. BAKTERI Bakteri meliputi divisio Schizophyta dan kelas Schizomycetes. suatu persenyawaan dari asam inti dan putih telur. X. malvacearum penyebab penyakit bercak daun bersudut (angular leaf spot) pada kapas. 4. berbentuk tabung yang berisi plasma dengan banyak inti. Erwinia adalah genus yang mempunyai bulu cambuk banyak atau peritrich. juga E. gada dan lain-lain. 3. Ascomycetes : jamur yang hifanya bersekat dan mengadakan pembiakan sexual dengan membentuk ascus yang menghasilkan ascospora. tetapi intinya bukan inti sejati. Secara kimiawi virus terdiri dari nucleoprotein. VIRUS Virus hanya dapat membiak di dalam sel yang hidup dan disebut parasit yang biotroph. Taxonomi Jamur dibagi menjadi empat kelas yaitu : Phycomycetes : jamur yang hifanya tidak bersekat. Spirochaetales dan Actimycetales. Sifat utamanya terdiri dari satu sel. Genus Pseudomonas yang mempunyai satu atau beberapa flagellum atau bulu cambuk disebut lophotrich. artinya bila sudah jelas semua sifatnya mungkin dipindah ke genus yang lain seperti misalnya Bacterium celebence dipindah jadi Xanthomonas celebensis. carotovora penyebab penyakit busuk basah pada beberapa sayuran. Basidiomycetes : jamur yang hifanya bersekat dan mengadakan pembiakan sexual dengan membentuk basidium yang menghasilkan basidiospora. X. Genus-genus pada bakteri yang penting adalah xanthomonas yang hanya mempunyai satu flagellum atau bulu cambuk atau monotrich. campestris penyebab penyakit busuk hitam pada kobis. Genus bacterium adalah genus yang sifatnya sementara (temporer). misalnya X. Myxobacteriales. berkembang biak terutama dengan membelah dan tidak mempunyai inti sejati. aroidea. ccryxae penyebab penyakit kresek pada padi.biasanya terdapat dalam tubuh buah yang dapat berbentuk payung. Dari ordo Actimycetales salah satu anggotanya yang penting adalah Streptomyces scabies penyebab penyakiit kudis (scab) pada umbi kentang. Basterium musae dipindah menjadi Pseudomonas musae tetapi Bacterium albilinears penyebab penyakit blendok pada tebu masih tetap tidak dipindah ke genus yang lain. misalnya Pseudomonas pseudozoogloeae penyebab penyakit karat hitam pada daun tembakau. rak. Kelas Schizomycetes mempunyai lima ordo yaitu Eubacteriales.

Virus dapat menular dari suatu tanaman ke tanaman lain dengan berbagai cara antara lain secara mekanis. Virus yang dianggap sebagai suatu ordo dibagi menjadi tiga sub ordo berdasarkan organisme yang diserangnya. Virus dapat di-inaktifkan dengan berbagai cara. Asam inti pada virus tersebut berupa nucleotida yang membentuk spiral dan setiap tiga nucleitida mengikat satu unit putih telur. tetapi daya infektifnya cepat habis dan yang persisten artinya agar dapat ditularkan ke tanaman lain memerlukan waktu di dalam tubuh serangganya. antara lain dengan suhu baik rendah maupun tinggi atau pembekuan serta pemanasan. batang pendek (bacillus). dengan getaran ultrasonik. psorosis penyebab penyakit psorosis pada tanaman jeruk. Virus yang ditularkan oleh vektor serangga dapat dibedakan menjadi nonpersisten artinya begitu dihisap oleh serangga segera dapat ditularkan ke tanaman lain. radiasi dengan sinar X. Secara garis besar bentuk virus dibedakan atas bulat (coccus). solani yang menyerang Solanaceae. genus Nanus misalnya N. jamur. genus Rimocortium misalnya R. tabaci yang menyerang tembakau. Tetapi kita tidak dapat mengadakan determinasi hanya berdasarkan bentuk atau morfologi saja. sedangkan derivat dari Pyrimidine adalah Cytosine dan Thymine yang mengikat DNA serta Cytosine dan Uracil yang mengikat RNA. batang biasa dan benang (filamen). genus Ruga misalnya R. dengan pengenceran. Phytophaginae yang menyerang tumbuhan dan Zoophaginae yang menyerang hewan.Asam inti pada virus dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu RNA atau Ribo Nuclei Acid yang terdapat pada virus yang menyerang tumbuhan dan DNA atau Deoxy Nuclei Acid yang terdapat pada virus yang menyerang hewan dan bakteri. misalnya Marmor saccaari sama dengan Saccjarum virus 1.0 nm. bakteri dan tumbuhan tinggi parasitis. genus Corium misalnya C. Derivat dari Purine adalah Adenine dan Guanine. Sedang menurut HOLMES pemberian nama seperti pada organisme lain. melalui biji. Pada virus yang berbentuk batang ternyata di dalamnya terdapat rongga sebesar 9. yaitu sub ordo Phaginae yang menyerang bakteri. M. dengan tekanan tinggi. . M. theobromae yang menyerang coklat. dengan penyambungan atau penempelan dan yang paling umum melalui vektornya yang dapat berupa serangga. Putih telur virus umumnya terdiri dari Purine dan Pyrymidine. Virus dapat diberi nama menurut SMITH yaitu berdasarkan nama dari tanaman inangnya dan bila pada tanaman itu terdapat banyak virus maka untuk membedakan virus satu dengan virus yang lain dengan menggunakan nomer. sacchari yang menyerang tebu. sinar radioaktif. dengan penyimpangan. nematoda. arachidis yang menyerang kacang tanah. Virus sebenarnya bentuknya macam-macam. Dari sub ordo Phytophaginae ada beberapa genus yang penting misalnya Marmor antara lain M. sinar UV. dengan perubahan pH dan bahan atau senyawa yang berasal dari organisme lain. tabaci yang menyerang tembakau. tetapi kalau sudah ditularkan daya infektifnya lama bahkan ada yang dapat diturunkan ke anak cucunya. Galla fijlensis sama dengan Saccharum virus 2 dan seterusnya. sebab di samping satu virus bentuknya dapat berubah-ubah juga ada beberapa virus yang bentuknya sama.

nematoda betina meletakkan telurnya dlam tanah atau di dalam tanaman inangnya. ikan. 3. Nematoda endoparasit ada dua golongan yaitu yang dapat berpindah tempat dan yang menetap. Namun demikian nematoda ini sangat berbeda dengan cacing yang lain. Nematoda endoparasit yang dapat berpindah dan seluruh tubuhnya tenggelam ke dalam tanaman. Nematoda parasit pada tanaman dapat dibedakan menjadi ectoparasit dan endoparasit. Hellicotylenchus dan Rotylenchus. Larva nematoda tidak mampu bergerak lebih dari 1-2 kali dari telurnya setelah menetas. oleh karena itu telurnya harus diletakkan di dalam atau di dekat tanaman inangnya hingga segera setelah menetas langsung mendapatkan makanannya. NEMATODA Nematoda meskipun termasuk hewan tapi biasa kiita golongkan sebagai penyebab penyakit karena gejala dan cara penyerangannya mirip dengan patogen lainnya. 4. Nematoda yang menyerang tanaman adalah parasit obligat. tumbuhan termasuk jamur dan bakteri bahkan juga terhadap nematoda yang lain. . 2. telur yang menetas menghasilkan larva. Nematoda ada yang bersifat saprofitis dan ada yang bersifat parasitis pada berbagai organisme lain seperti serangga. Nematoda mempunyai sejumlah spesies yang sangat banyak. manusia. misalnya genus Hoplolainus. Ditylenchus dan Aphilenchus sedang yang hanya sebagian tubuhnya yang tenggelam dalam tanaman. Ketiga nematoda ini selain menjadi patogen pada tumbuhan juga menjadi vektor virus yang menyerang tumbuhan. misalnya genus Radopholus. Keduanya dapat dibedakan menjadi yang sebagian tubuhnya tenggelam ke dalam jaringan tanaman iang dan yang seluruh tubuhnya tenggelam ke dalam tumbuhan inangnya. Nematoda ectoparasit misalnya genus Trichodorus. dengan demikian sangat membantu kelangsungan hidupnya. Daur hidup nematoda pada umumnya sebagai berikut : 1. Longidorus dan Xiphinema. setelah larva terakhir terbentuklah nematoda dewasa yang dapat dibedakan menjadi jantan dan betina. Di samping itu banyak telur nematoda yang untuk penetasan telurnya memerlukan rangsangan dari tanaman inangnya. Nematoda endoparasit yang menetap dan seluruh tubuhnya tenggelam ke dalam tanaman inangnya misalnya Meloidogyne dan Heterodera sedang yang hanya tenggelam sebagian tubuhnya ke dalam tanaman inangnya misalnya Rotylenchus dan Tylenchulus. burung. larva ini berkembang melalui empat tingkatan. Nematoda boleh diartikan sebagai cacing silindris yang tidak bersegmen (unsegmented roundworm) meskipun sebenarnya nematoda berarti menyerupai benang (threadlike). Namun demikian banyak nematoda yang hermaprodit.5. bahkan ada jenis yang jantannya tidak pernah dijumpai.

Prinsip pengendalian yaitu pedoman atau pegangan dari suatu tindakan pengendalian. PRINSIP 1. Proteksi(perlindungan) Mencegah infeksi Menghindarkan infeksi Mengembangkan tanaman tahan Proteksi silang 4. Ekslusi (mencegah) STRATEGI Prohibisi (larangan) Intersepsi (menghalangi) Eliminasi (menghapus) 2. 2. Resistensi (ketahanan) . Taktik Pengendalian yaitu ilmu pengetahuan khusus yang digunakan untuk tujuan praktek pengendalian. Aplikasi Pengendalian yaitu prosedur pengendalian yang dapat dilaksanakan di lapangan. Eradikasi (membasmi) Removal (pemindahan / penghapusan) Eliminasi (menghapus) Teknik/Taktik Karantina Karantina Uji kesehatan tanaman Sertifikasi Disinfeksi Pemeriksaan perkebunan/kebun buah Membinasakan inang alternatif Pemeliharaan organisme antagonis Meniadakan makanan pokok Kimia Api Pengerjaan tanah Penggunaan fungisida Modifikasi lingkungan Modifikasi cara bercocok tanam Seleksi Hibridikasi Irradiasi Mengurangi virulensi Destruksi (membinasakan) 3. 3.D. 4. Strategi pengendalian merupakan perencanaan atau managemen pelaksanaan dari usaha pengendalian. Konsep Pengendalian Penyakit Tanaman Konsep pengendalian penyakit tanaman meliputi : 1.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->