OBSERVASI, SAMPLE

WAWANCARA,

KUISIONER,

TEKNIK

RABU,

30

MARET

2011

OBSERVASI, WAWANCARA, KUISIONER, TEKNIK SAMPLE Pengertian observasi dapat dirumuskan sebagai berikut : “Observasi ialah metode atau cara-cara yang menganalisis dan mengadakan pencatatan secara sistematis mengenai tingkah laku dengan melihat atau mengamatiindividu atau kelompok secara langsung” cara atau metode tersebut dapat juga dikatakan dengan menggunakan teknik dan alat-alat khusus seperti blangko-blangko, checklist, atau daftar isian yang telah dipersiapkan sebelumnya. Dengan demikian, secara garis besar teknik observasi dapat dibagi menjadi dua, yaitu : 1).Structured or controlled observation (observasi yang direncanakan, terkontrol) 2).Unstructure or informal observation (observasi informasi atau tidak terencanakan lebih dahulu). Pada structured observation, biasanya mengamat menggunakan blangko-blangko daftar isian yang tersusun, dan didalamnya telah tercantum aspek-aspek ataupun gejala-gejala apa saja yang perlu diperhatikan pada waktu pengamatan itu dilakukan. Adapun pada unstructurred observation, pada umumnya pengamat belum atau tidak mengetahui sebelumnya apa yang sebenarnya harus dicatat dalam pengamatan itu. Aspekaspek atau peristiwanya tidak terduga sebelumnya. Cara-cara Mencatatkan Observasi Ada dua cara pokok tentang mencatatkan observasi itu. 1. Unit-unit tingkah laku yang akan diamati dirumuskan atau ditentukan lebih dulu, dan catatan-catatan yang dibuat hanyalah mengenai aspek-aspek atau kegiatan yang telah ditentukan. 2. Kita mengadakan observasi tanpa menentukan lebih dulu aspek-aspek atau kegiatankegiatan tingkah laku yang akan diamati. Dengan demikian, menurut cara yang kedua kita dapat memperoleh data yang luas dan bervariasi (banyak macamnya) Cara yang pertama biasa dilakukan dalam penyelidikan formal (formal studies), sedangkan cara yang kedua baik untuk digunakan bagi situasi-situasi informal. Dalam kegiatan evaluasi proses belajar-mengajar, kedua cara mencatatkan observasi tersebut diatas sering kali diperlukan dan dilakukan oleh guru-guru di sekolah kelebihan dan kelemahan observasi
Menurut (Djumhur dan Moh. Surya) selain memiliki kelebihan, observasi juga mempunyai kelemahan - kelemahan, yaitu: 1. Banyak data pribadi yang tidak terungkap, misalnya kehidupan pribadi yang rahasia 2. Memungkinkan terjadi ketidak-wajaran apabila yang diobservasi mengetahui bahwa dirinya sedang diobservasi 3. Observasi banyak tergantung dari faktor yang tidak terkontrol 4. Subjektifitas observer sukar dihindarkan Upaya-upaya mengatasi kelemahan dalam observasi yaitu :

1. Data-data yang belum terungkap bisa kita resume guna menambah kelengkapan data yang akan kita gunakan. Setelah data-data yang teresume tersebut sudah selesai kita bisa meminta bantuan misalnya dari keluarga, teman-temannya, sahabat dekatnya. 2. Sebagai seorang peneliti harus benar-benar bisa menjaga kerahasiaan dirinya, ini dimungkinkan jika terjadi hal yang tidak diinginkan, misalnya jika identitas observer terbongkar maka pihak yang diteliti merasa tidak nyaman dan akan menghindar dari penelitian yang dilakukan observer yang nantinya akan menghambat proses observasi.

Wawancara
Wawancara (bahasa Inggris: interview) merupakan percakapan antara dua orang atau lebih dan berlangsung antara narasumber dan pewawancara. Tujuan dari wawancara adalah untuk mendapatkan informasi di mana sang pewawancara melontarkan pertanyaan-pertanyaan untuk dijawab oleh orang yang diwawancarai. Ankur Garg, seorang psikolog menyatakan bahwa wawancara dapat menjadi alat bantu saat dilakukan oleh pihak yang mempekerjakan seorang calon/ kandidat untuk suatu posisi, jurnalis, atau orang biasa yang sedang mencari tahu tentang kepribadian seseorang ataupun mencari informasi.

Bentuk Wawancara 1. Wawancara berita dilakukan untuk mencari bahan berita. 2. Wawancara dengan pertanyaan yang disiapkan terlebih dahulu. 3. Wawancara telepon yaitu wawancara yang dilakukan lewat pesawat telepon. 4. Wawancara pribadi. 5. Wawancara dengan banyak orang. 6. Wawancara dadakan / mendesak. 7. Wawancara kelompok dimana serombongan wartawan mewawancarai seorang, pejabat, seniman, olahragawan dan sebagainya. Sukses tidaknya wawancara selain ditentukan oleh sikap wartawan juga ditentukan oleh perilaku, penampilan, dan sikap wartawan. Sikap yang baik biasanya mengundang simpatik dan akan membuat suasana wawancara akan berlangsung akrab alias komunikatif. Wawancara yang komunikatif dan hidup ikut ditentukan oleh penguasaan permasalahan dan informasi seputar materi topik pembicaraan baik oleh nara sumber maupun wartawan. Kelebihan teknik wawancara: 1. Wawancara memberikan kesempatan kepada pewawancara untuk memotivasi orang yang diwawancarai untuk menjawab dengan bebasa dan terbuka terhadap pertanyaa-pertanyaan yang diajukan. 2. Memungkinkan pewawancara untuk mengembangkan pertanyaanpertanyaan sesuai dengan situasi yang berkembang. 3. Pewawancara dapat menilai kebenaran jawaban yang diberikan dari gerak-gerik dan raut wajah orang yang diwawancarai. 4. Pewawancara dapat menanyakan kegiatan-kegiatan khusus yang tidak selalu terjadi. Kekurangan teknik wawancara: 1. Proses wawancara membutuhkan waktu yang lama, sehingga secara relatif mahal dibandingkan dengan teknik yang lainnya. 2. Keberhasilan hasil wawancara sangat tergantung dari kepandaian pewawancara untuk melakukan hubungan antar manusia. 3. Wawancara tidak selalu tepat untuk kondisi-kondisi tenpat yang tertentu, misalnya di lokasi-lokasi yang ribut dan rmai. 4. Wawancara sangat menganggu kerja dari orang yang diwawancarai bila waktu yang dimilikinya sangat terbatas. KUESiONER

Kuesioner adalah instrumen pengumpulan data atau informasi yang dioperasionalisasikan ke dalam bentuk item atau pertanyaan.Penyusunan kuesioner dilakukan dengan harapan dapat mengetahui variable-variabel apa saja yang menurut responden merupakan hal yang penting . Tujuan penyusunan kuesioner adalah untuk memperbaiki bagian-bagian yang dianggap kurang tepat untuk diterapkan dalam pengambilan data terhadap responden. Yang menjadi dasar pembatasan menentukan variabel-variabel tersebut adalah harus dapat dimengerti dan dirasakan manfaatnya. Kuesioner dapat berfungsi sebagai alat dan sekaligus teknik pengumpulan data yang berisi sederet pertanyaan dalam wujud konkrit. Penyusunan kuesioner dilakukan dalam bentuk pertanyaan tertutup. Yang dimaksud dengan pertanyaan tertutup adalah pertanyaan yang membawa responden ke jawaban yang alternatifnya sudah ditetapkan sebelumnya, sehingga responden tinggal memilih pada kolom yang sudah disediakan dengan memberi tanda „x‟ (Arikunto, 1998: 151). Dalam hal ini, kuesioner untuk konsumen dibagi jadi 2 (dua) bagian, yaitu : 1. Bagian I berisi tentang pertanyaan mengenai data umum responden. 2. Bagian II berisi pertanyaan mengenai kepentingan dan kepuasan pelanggan. Bentuk pertanyaan adalah tertutup dan responden menentukan pilihan jawaban berdasarkan apa yang sudah ditentukan. Menentukan nilai kepentingan dan kepuasan pelanggan mengenai kualitas jasa pemasaran yang digunakan terdiri dari 5 bagian yaitu 1,2,3,4 dan 5. Skala penilaian untuk persepsi adalah : Bentuk kuesioner lain adalah berisi pertanyaan faktor-faktor peluang dan pertanyaan kritis yang ditujukan kepada karyawan di PT x. Penyebaran kuesioner yang dilakukan sebelumnya melalui uji validasi konstruk untuk mengecek apakah variabel-variabelnya sudah layak atau belum. Penggunaan kuesioner tepat bila : 1. Responden (orang yang merenpons atau menjawab pertanyaan) saling berjauhan. 2. Melibatkan sejumlah orang di dalam proyek sistem, dan berguna bila mengetahui berapa proporsi suatu kelompok tertentu yang menyetujui atau tidak menyetujui suatu fitur khusu dari sistem yang diajukan. 3. Melakukan studi untuk mengetahui sesuatu dan ingin mencari seluruh pendapat sebelum proyek sistem diberi petunjuk-petunjuk tertentu. 4. Ingin yakin bahwa masalah-masalah dalam sistem yang ada bisa diidentifikasi dan dibicarakan dalam wawancara tindak lanjut. JENIS PERTANYAAN DALAM KUISONER Perbedaaan pertanyaan dalam wawancara dengan pertanyaan dalam kuesioner adalah dalam wawancara memungkinkan adanya interaksi antara pertanyaan dan artinya. Dalam wawancara analis memiliki peluang untuk menyaring suatu pertanyaan, menetapkan istilahistilah yang belum jelas, mengubah arus pertanyaan, memberi respons terhadap pandanmgan yang rumit dan umumnya bisa mengontrol agar sesuai dengan konteksnya. Beberapa diantara peluang-peluang diatas juga dimungkinkan dalam kuesioner. Jadi bagi penganalisis pertanyaan-pertanyaan harus benar-benar jelas, arus pertanyaan masuk akal, pertanyaanpertanyaan dari responden diantisipasi dan susunan pertanyaan direncanakan secara mendetail. Jenis-jenis pertanyaan dalam kuesioner adalah : 1. Pertanyaan Terbuka : pertanyaan-pertanyaan yang memberi pilihan-pilihan respons terbuka kepada responden. Pada pertanyaan terbuka antisipasilah jenis respons yang muncul. Respons yang diterima harus tetap bisa diterjemahkan dengan benar.

demikian juga merancang format kuesioner juga sangat penting dalam rangka mengumpulkan informasi mengenai sikap. yaitu : 1. Nominal : Skala nominal digunakan untuk mengklasifikasikan sesuatu. Skala rasio memiliki nilai absolut nol. SKALA DALAM KUISONER Penskalaan adalah proses menetapkan nomor-nomor atau simbol-simbol terhadap suatu atribut atau karakteristik yang bertujuan untuk mengukur atribut atau karakteristik tersebut.  Gunakan perangkat lunak untuk memeriksa apakah level bacaannya sudah tepat bagi responden. Petunjuk-petunjuk yang harus diikuti saat memilih bahasa untuk kuesioner adalah sebagai berikut :  Gunakan bahasa responden kapanpun bila mungkin. Skala nominal merupakan bentuk pengukuran yang paling lemah. 2. Alasan penganalisis sistem mendesain skala adalah sebagai berikut :  Untuk mengukur sikap atau karakteristik orang-orang yang menjawab kuesioner.  Bekerja dengan lebih spesifik lebih baik daripada ketidak-jelasan dalam pilihan katakata. juga memungkinkan dilakukannya kalsifikasi. MERANCANG KUISONER Merancang formulir-formulir untuk input data sangat penting. operasi matematisnya bisa ditampilkan dalam data-data kuesioner. Hindari menggunakan pertanyaan-pertanyaan spesifik. 4. sehingga bisa dilakukan analisis yang lebih lengkap. Contoh : Apa jenis perangkat lunak yang paling sering anda gunakan ? 1 = Pengolah kata.  Pastikan bahwa pertanyaan-pertanyaan tersebut secara teknis cukup akurat sebelum menggunakannya. Hindari juga bias dalam pertanyaan – pertanyaan yang menyulitkan. Berkaitan dengan karakteristik ini.  Jangan memihak responden dengan berbicara kapada mereka dengan pilihan bahasa tingkat bawah.  Pertanyaan harus singkat. 1. 3 = Basis Data. 4 = Program e-mail 2.  Hindari bias dalam pilihan kata-katanya. Jangan berasumsi mereka tahu banyak. Interval Skala interval memiliki karakteristik dimana interval di antara masing-masing nomor adalah sama. Skala rasio paling jarang digunakan. umumnya semua analis bisa menggunakannya untuk memperoleh jumlah total untuk setiap klasifikasi. *Ada empat bentuk skala pengukuran . Usahakan agar kata-katanya tetap sederhana.Pertanyaan Tertutup : pertanyaan-pertanyaan yang membatasi atau menutup pilihanpilihan respons yang tersedia bagi responden. 2 = Spreadsheet.  Berikan pertanyaan kepada responden yang tepat (maksudnya orang-orang yang mampu merespons).  Agar respoden memilih subjek kuesioner. perilaku dan karakteristik. Skala ordinal sangat berguna karena satu kelas lebih besar atau kurang dari kelas lainnya. Perbedaannya adalah dalam ordinal juga menggunakan susunan posisi. Ordinal Skala ordinal sama dengan skala nominal. 3. Format kuesioner sebaiknya adalah : . keyakinan. Rasio Skala rasio hampis sama dengan skala interval dalam arti interval-interval di antara nomor diasumsikan sama.

Dapat ditangani lebih teliti. 4. Pengambilan sampel secara statistik (statistical sampling) . pertanyaan harus berkaitan dengan subjek yang dianggap responden penting.Mencicipi rasa makanan didapur . Alasan perlunya pengambilan sampel adalah sebagai berikut : 1. tenaga dan biaya.  Menggunakan tendensi asosiasi responden.  Item-item cluster dari isi yang sama. Keterbatasan waktu. Pengambilan sampel secara keputusan (judgemental sampling) Adalah penentuan sampel dan pemilihan masing-masing item sampelnya diambil dengan dasar keputusan yang masuk akal menurut si pengambil sampel. untuk rancangan survey web gunakan tampilan yang mudah diikuti. Untuk meningkatkan tingkat respons gunakan kertas berwarna putih atau sedikit lebih gelap. 2.Meneliti air sungai . Pengambilan sampel kadang-kadang merupakan satu-satunya jalan yang harus dipilih.  Kemukakan item yang tidak terlalu kontroversial terlebih dulu. Sedang seluruh item yang ada disebut populasi (population). 3. �� Sebagian item yang dipilih disebut sampel-sampel (samples). Di judgemental sampling. 2. 2. Urutan Pertanyaan Dalam menurutkan pertanyaan perlu dipikirkan tujuan digunakannya kuesioner dan menentukan fungsi masing-masing pertanyaan dalam membantu mencapai tujuan. Hasil pengukuran atau karakteristik dari sampel disebut "statistik" yaitu X untuk harga rata-rata hitung dan S atau SD untuk simpangan baku. Sampel adalah bagian dari populasi yang menjadi objek penelitian (sampel sendiri secara harfiah berarti contoh).Memberi ruang kosong secukupnya.  Menggunakan tujuan-tujuan untuk membantu menentukan format.   Sampel.Mencicipi duku yang hendak dibeli �� Pengambilan sampel (sampling) adalah pemilihan sejumlah item tertentu dari seluruh item yang ada dengan tujuan mempelajari sebagian item tersebut untuk mewakili seluruh itemnya.  Meminta responden menandai jawaban dengan lebih jelas. Cara pengambilan sampel: 1. dan bila formulirnya berlanjut ke beberapa layar lainya agar mudah menggulung kebagian lainnya. pengetahuan atau opini dan pengalaman si pengambil sampel digunakan untuk menentukan item-item sampel yang akan dipilih dari populasi. Memberi informasi yang lebih banyak dan dalam.  Konsisten dengan gaya. (tidak mungkin untuk mempelajari seluruh populasi) misalnya: .  Pertanyaan-pertanyaan mengenai pentingnya bagi responden untuk terus.  Memberi ruang yang cukup untuk respons. Lebih cepat dan lebih mudah. Menunjuk pada jarak kosong disekeliling teks halaman atau layar.

PENGAMBILAN SAMPEL. Unit Sampel(Sampling Unit): Yaitu unit terkecil pada populasi yang akan diambil sebagai sampel (KK atau RT). bias pemilihan dapat diperkecil. 2. . Dengan cara random. Pemilihan teknik pengarnbilan sampel merupakan upaya penelitian untuk mendapat sampel yang representatif (mewakili). III.Beda penaksiran parameter populasi dengan statistik sampel. disini dihindarkan. setiap unit populasi. item-item sampel dipilih secara random. Agar sampel yang diambil dari populasinya "representatif" (mewakili). dapat . Rancangan Sampel Yaitu rancangan yang meliputi cara pengambilan sampel dan penentuan besar sampelnya. yaitu : 1. Keuntungan pengambilan sampel dengan probability sampling adalah sebagai berikut: .akan diperoleh (misalnya efek obat pada ibu hamil) maka target populasi adalah ibu hamil.Derajat kepercayaan terhadap sampel dapat ditentukan. Defenisi Dalam rangka pengambilan sampel. sekecil mungkin. maka disebut juga dengan pengambilan sampel secara probabilitas (probability sampling). yang semata-mata atas pertimbangan peneliti. Kerangka Sampel (Sampling Frame): Yaitu suatu daftar unit-unit yang ada pada populasi yang akan diambil sampelnya (daftar anggota populasinya). mempunyai kesempatan yang sama untuk diambil sebagai sampel. Tujuan. yang dapat menggambarkan populasinya. II. Ini merupakan salah satu usaha untuk mendapatkan sampel yang representatif. Non Probability Sampling (Non Random Sample) 1. Yaitu cara mengambil sampel. akan terjadi bias. Probability Sampling Pada pengam bilan sampel secara random. Probability Sampling (Random Sample) 2. yaitu: Populasi Sasaran (Target Populasi): Yaitu populasi yang menjadi sasaran pengamatan atau populasi dari mana suatu keterangan. Karena di pengambilan sampel secara statistik. Bila tidak. maka disebut juga pengambilan sampel secara random (random sampling) dan karena semua item-item di populasi mempunyai kesempatan (probabilitas) yang sama untuk terpilih menjadi item sampel. dimana setiap unit dalam populasi mempunyai kesempatan yang sama untuk dipilih menjadi anggota sampel. Faktor pemilihan atau penunjukan sampel yang mana akan diambil.Pengambilan sampel didasarkan secara random. TEKNIK PENGAMBILAN SAMPEL. sehingga semua itemitem di populasi mempunyai kesempatan yang sama untuk terpilih sebagai sampel. 1. sehingga dapat diperoleh informasi yang cukup untuk mengestimasi populasinya. ada beberapa pengertian yang perlu diketahui. Teknik pengambilan sampel tersebut dibagi atas 2 kelompok besar. Random.

tentukan unit mana yang terpilih. kesalahan petugas pengumpul data dan pengola data disebut Non Sampling Error. Jika ada nomor yang serupa dijumpai. Keuntungan : . 175.2.6. setiap nomor ≤ 300. Tetapi bila populasinya besar. -Sampel tersebar di daerah populasi.Sampel mungkin tersebar pada daerah yang luas. 3. 3. (misalnya dimulai dari 3 kolom pertama dan baris pertama) dengan menggunakan tabel random numbers. . Jika pada lembar pertama jumlah sampel belum mencukupi. karena setiap orang hanya mempunyai 1 nomor identifikasi. dari atas ke bawah. 2. perlu digunakan label "Random Numbers" yang prosedurnya adalah sebagai berikut: . di ambil hanya satu. yaitu sebagai berikut: 3.Besar sampel yang akan diambil dapat dihitung secara statistik.tentukan besar sampel yang akan diambil. Bila jumlah populasi sedikit. sehingga biaya transportasi besar. Pengukuran penyimpangan ini merupakan salah satu bentuk pengujian statistik. .Bila ada sedikit Stratifikasi Pada populasi. dimana: N (Jumlah anggota populasi) K =n (jumlah anggota sam pel) Misalnya. Proses pengambilan sampel dilakukan dengan memberi kesempatan yang sama pada setiap anggota populasi untuk menjadi anggota sampel. bila ada nomor ≥ 300.diperkirakan. .tentukan skema penggunaan label random numbers. Penyimpangan (Error) Dari hasil pengukuran terhadap unit-unit dalam sampel diperoleh nilai-nilai statistik. diambil sebagai sampel (pasien No. merupakan nomor sampel yang diambil (100. yaitu dengan mengurutkan angka-angka dalam 3 kolom pertama. Nilai statistik ini tidak akan persis sama dengan nilai parameternya. Keuntungan :-Perencanan dan penggunaanya mudah. . lanjutkan kelembaran berikutnya.Membutuhkan daftar seluruh anggota populasi. bisa dilakukan dengan cara mengundi "Cointoss". Perbedaan inilah yang disebut sebagai Penyimpangan (Sampling Error) Sedangkan pada non probability sampel. Cara Pengambilan Sampel Ada 5 cara pengambilan sampel yang termasuk secara random. Penyimpangan yang terjadi pada perancangan kwesioner. 243.Misalnya populasi berjumlah 300 (N=300). dan seterusnya. 3.15) dan seterusnya. . Jadi disini proses memilih sejumlah sampel n dari populasi N yang dilakukan secara random. Ada 2 cara yang dikenal yaitu: a. b.tentukan nomor setiap unit populasi (dari 1 s/d 300 = 3 digit/kolom). Sampel Random Sederhana (Simple Random Sampling). setiap urutan ke . setiap pasien yang ke tiga yang berobat ke suatu Rumah Sakit.K" dari titik awal yang dipilih secara random. 101). (Misalnya 75 atau 25 %) . Sampel Random Sistematik (Systematic Random Sampling) Proses pengambilan sampel. Cara ini dipergunakan : . sebesar sampel yang dibutuhkan.9. tidak diambil sebagai sampel (N = 300). penyimpangan nilai sampel terhadap populasinya tidak mungkin diukur.1.Prosedur estimasi m udah dan sederhana Kerugian : .

Sampel Bertingkat (Multi Stage Sampling) Proses pengambilan sampel dilakukan bertingkat. Mahasiswa FK dibagi dalam 6 tingkat (I s/d VI). .2. Cara-cara yang dikenal adalah sebagai berikut : 4.Kerugian : -Membutuhkan daftar populasi. Di dalam suatu penelitian adalah sebagai berikut.Prosudur estimasi sulit. dimana sampling unitnya terdiri dari satu kelompok (cluster). karena hanya sekedar gambaran umu saja.Tidak memerlukan daftar populasi. Pengambilan sampel hanya berdasarkan pertimbangan peneliti saja. tanpa direncanakan lebih dahulu. Maka orang tua sem ua mahasiswa yang berada pada tingkat II diambil sebagai sampel (Cluster). Juga jumlah sampel yang dikehenadaki tidak berdasrkan pertimbangan yang dapat dipertanggung jawabkan. 4. Pengambilan sampel dilakukan hanya atas dasar pertimbangan penelitinya saja yang menganggap unsur-unsur yang dikehendaki telah ada dalam anggota sampel yang diambil. Keuntungan : . asal memenuhi keperluan saja. 4. baik bertingkat dua maupun lebih. kemudian pengambilan sampel dilakukan dalam setiap strata baik secara simple random sampling. 3. Kesimpulan yang diperoleh bersifat kasar dan sementara saja. Misalnya Sampel yang akan di ambil berjumlah 100 orang dengan perincian 50 laki dan 50 perempuan yang berumur 15-40 tahun. pendidikan dan pekerjaan) orang tua mahasiswa FK USU. hasilnya diminta segera. Pilih secara random salah satu tingkat (misal tingkat II). 1.3. tidak memerlukan ketepatan yanq tingqi. Sampel diambil atas dasar seandainya saja. 5.3. Hasil yang diharapkan hanya merupakan gambaran kasar tentana suatu keadaan. Cara ini dipergunakan kalau peneliti mengenal betul daerah dan situasi daerah dimana penelitian akan dilakukan. 4. Perlu dirumuskan masalah-masalah yang dihadapi. Gambaran tentang pengambilan sampel. hanya disini besar dan kriteria sampel telah ditentukan lebih dahulu. kemudian perincilah masalah-masalah tersebut dalam bentuk-bentuk informasi yang harus . suku.Biaya transportasi kurang Kerugian : . 3. Misalnya ingin meneliti gambaran karakteristik (umur. Tiap item (individu) di dalam kelompok yang terpilih akan diambil sebagai sampel. 3. Non Probability Sample (Selected Sample) Pemilihan sampel dengan cara ini tidak menghiraukan prinsip-prinsip probability. Cara ini dipergunakan : Bila biaya sangat sedikit . Sampel Random Berstrata (Stratified Random Sampling) Populasi dibagi strata-strata. Sampel Tanpa Sengaja (Accidental Sampling). Misalnya kita meneliti keadaan gizi anak sekolah Taman Kanak-kanak di Kota Madya Medan (≥ 4-6 tahun).5. Sampel Berjatah (Quota Sampling). Pemilihan sampel tidak secara random.1. Sampel Dengan Maksud (Purposive Samping). Misalnya: provinsi kabupaten Kecamatan desa Lingkungan KK.4. Cara ini dipakai : bila populasi dapat dibagi dalam kelompok-kelompok dan setiap karakteristik yang dipelajari ada dalam setiap kelompok. Sampel Random Berkelompok (Cluster Sampling) Pengambilan sampel dilakukan terhadap sampling unit. (sub populasi). maupun secara systematic random sampling.

Susun rencana. Posted on 27 Januari. 12. Susun analisa atau hasil-hasil tersebut. kwesioner.co. 13.com/2009/08/kelebihan-dan-kelemahan-observasi. 2008. M. Kuesioner dapat dibagi menjadi empat. dan kuesioner.html www. 14.blogspot.com/2011/03/observasi-wawancara-kuisioner-teknik. sesuai dengan biaya yang tersedia sehingga dapat menyajikan informasi yang dibutuhkan. Laksanakan pretest untuk menguji effektivitas kwesioner. Susun rencana lengkap terhadap pelaksanaan penelitian tersebut. 2002) yang umum digunakan dalam suatu penelitian adalah: observasi. Penggunaan kuesioner sebagai metode pengumpulan data terdapat beberapa keuntungan. wawancara. Tetapkan secara terperinci prosedur samping yang final. diantaranya adalah pertanyaan yang akan diajukan pada responden dapat distandarkan. Wawancara berarti komunikasi antara pewawancara dan orang yang diwawancara. 8. Teknik wawancara memakan waktu dan biaya yang sangat besar untuk sampel yang cukup besar dan tersebar. M. hal ini cenderung menimbulkan perbedaan interpretasi antara keduanya. Prinsip-prinsip evaluasi pengajaran. Perlu diketahui apakah informasi yang dibutuhkan sudah pernah tersedia.blogspot. 2008 by binhasyim http://masrochim. 4. 7. 11. manual. yang merupakan komunikasi dari seseorang pekerja untuk mendapatkan informasi yang sesuai dengan yang diinginkan. misalnya sebagai hasil penelitian orang lain.html RABU. Namun dengan wawancara dapat diperoleh informasi lebih lengkap. serta pertanyaan yang diajukan akan lebih tepat dan seragam. 6. Susun buku pedoman (manual) untuk pekerja lapangan selengkap mungkin. Tentukan jenis penelitian apa yang paling baik. Wawancara Wawancara digunakan untuk mendapatkan data secara langsung dari pihak perusahaan. klasifikasi. dan manual. Rencanakan beberapa "Alternative Sampling Design" yang dapat memberi gambaran tentang beban ongkos dan tingkat kecermatannya. Atas dasar pretest tersebut. perbaiki kwesioner.wikipedia. Sebaiknya pertanyaan dibuat dengan bahasa sederhana yang mudah dimengerti dan kalimat-kalimat pendek dengan maksud yang jelas. A. Kuesioner tertutup . Baru dilaksanakan penelitian yang sesungguhnya dan teruskan dengan pengolahan serta tabulasi data seperti yang direncanakan.07. Setelah memahami ruang lingkup masalah yang dihadapi. 10. Buat laporan penelitianA Referensi : Drs. petugas lapangan dan aspek-aspek oprasional lainnya.google.disajikan. termasuk menyusun defenisi. tetapkanlah populasi yang hendak diteliti itu.id Diposkan oleh Bara_stay cool di 21.00 http://babylucuna. petugas dan sebagainya. pertanyaan yang diajukan dapat dipikirkan terlebih dahulu sehingga jawabannya dapat dipercaya dibandingkan dengan jawaban secara lisan. 2. Ngalim Purwanto. Faktor-faktor yang mempengaruhi Interaksi Dalam Wawancara bisa dilihat pada B. 5.org www. responden dapat menjawab kuesioner pada waktu luangnya. 3. yaitu: 1.P. 9. Kuesioner Kuesioner merupakan metode penelitian yang harus dijawab responden untuk menyatakan pandangannya terhadap suatu persoalan. 18 MARET 2009 Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data (Sugiyono. tabulasi dan tetapkan bentuk serta jenis dari tabel yang final.

teknik pengumpulan data merupakan faktor penting demi keberhasilan penelitian. laporan keuangan publikasi perusahaan. Apakah data diperoleh dari sumber langsung (data primer) atau data diperoleh dari sumber tidak langsung (data sekunder).blogspot.com/2007/10/metode-pengumpulan-data. digunakan metode pengumpulan data dengan wawancara pada saat awal penelitian. C.Setiap pertanyaan telah disertai sejumlah pilihan jawaban. Kuesioner semi terbuka Pertanyaan yang jawabannya telah tersusun rapi. Contoh data primer adalah data yang diperoleh dari responden melalui kuesioner. pengamatan harus dilakukan dalam waktu yang lama serta pengamat harus membiasakan diri untuk tidak mengganggu kewajaran objek yang diamati sehingga hasil pengamatan dapat optimal. sains. Jenis sumber data adalah mengenai dari mana data diperoleh.blogspot. Hal ini berkaitan dengan bagaimana cara mengumpulkan data. siapa sumbernya. Observasi Observasi merupakan salah satu teknik pengumpulan data yang cukup efektif untuk mempelajari suatu sistem Observasi merupakan pengamatan secara langsung terhadap kegiatan yang sedang berlangsung. Kuesioner terbuka Dimana tidak terdapat pilihan jawaban sehingga responden haru memformulasikan jawabannya sendiri. pengamatan. 3. Metode menunjuk suatu cara sehingga dapat diperlihatkan penggunaannya melalui angket. kelompok fokus. Sumber Data Sumber data terbagi menjadi dua yaitu data primer dan data sekunder. tes. Maret 18. dari http://ta-tugasakhir. dan panel. dkoumentasi dan sebagainya. 2009 Label: IPA. Kuesioner kombinasi terbuka dan tertutup Dimana pertanyaan tertutup kemudian disusul dengan pertanyaan terbuka. Responden hanya memilih jawaban yang paling sesuai. Metode Pengumpulan Data merupakan teknik atau cara yang dilakukan untuk mengumpulkan data. gaji. atau juga data hasil wawancara peneliti dengan nara sumber. Contoh data sekunder misalnya catatan atau dokumentasi perusahaan berupa absensi. Untuk mendapatkan hasil pengamatan yang baik.html Diposkan oleh Addien di Rabu.html Metode Pengumpulan Data Metode Pengumpulan Data by Hendry A. B. wawancara. Dalam penelitian ini. Data primer adalah data yang diperoleh peneliti secara langsung (dari tangan pertama). sementara data sekunder adalah data yang diperoleh peneliti dari sumber yang sudah ada. dan lain sebagainya. dan apa alat yang digunakan. tetapi masih ada kemungkinan tambahan jawaban. 4. 2. data yang diperoleh dari majalah. Tips http://localheroes-jogja. laporan pemerintah.com/2009/03/metode-pengumpulan-data. . Metode Pengumpulan Data Dalam penelitian.

Sedangkan Instrumen Pengumpul Data merupakan alat yang digunakan untuk mengumpulkan data. Angket Angket / kuesioner adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan atau pernyataan kepada orang lain yang dijadikan responden untuk dijawabnya. hubungan antar guru. Wawancara . maka instrumen dapat berupa lembar cek list. Observasi Obrservasi merupakan salah satu teknik pengumpulan data yang tidak hanya mengukur sikap dari responden (wawancara dan angket) namun juga dapat digunakan untuk merekam berbagai fenomena yang terjadi (situasi. observasi dan wawancara. 1. dsb.  Tipe dan bentuk pertanyaan apakah terbuka atau terturup. kondisi). Misalnya seorang guru dapat melakukan observasi mengenai bagaimana perilaku siswa. Tidak mungkin menggunakan bahasa yang penuh istilah-istilah bahasa Inggris pada responden yang tidak mengerti bahasa Inggris. prinsip pengukuran dan penampilan fisik. Alat yang digunakan dalam teknik observasi ini antara lain : lembar cek list. Teknik ini digunakan bila penelitian ditujukan untuk mempelajari perilaku manusia. camera photo dan lainnya. semangat siswa. kuesioner (angket terbuka / tertutup). Non Participant merupakan observasi yang penelitinya tidak ikut secara langsung dalam kegiatan atau proses yang sedang diamati. peneliti secara langsung terlibat dalam kegiatam sehari-hari orang atau situasi yang diamati sebagai sumber data. Adapun tiga teknik pengumpulan data yang biasa digunakan adalah angket. Jika terbuka artinya jawaban yang diberikan adalah bebas. teknik pengumpulan data melalui angket cukup sulit dilakukan jika respondennya cukup besar dan tersebar di berbagai wilayah. 2. kemampuan manajerial kepala sekolah.  Bahasa yang digunakan harus disesuaikan dengan kemampuan responden. kamera photo. proses kerja. Non participant Observation Berlawanan dengan participant Observation.  Participant Observation Dalam observasi ini. 2007:163) terkait dengan prinsip penulisan angket. sedangkan jika pernyataan tertutup maka responden hanya diminta untuk memilih jawaban yang disediakan. Karena berupa alat. 3. Kelemahan dari metode ini adalah peneliti tidak akan memperoleh data yang mendalam karena hanya bertindak sebagai pengamat dari luar tanpa mengetahui makna yang terkandung di dalam peristiwa. dsb. Meskipun terlihat mudah. Prinsip Penulisan angket menyangkut beberapa faktor antara lain : Isi dan tujuan pertanyaan artinya jika isi pertanyaan ditujukan untuk mengukur maka harus ada skala yang jelas dalam pilihan jawaban. dll. seorang peneliti yang menempatkan dirinya sebagai pengamat dan mencatat berbagai peristiwa yang dianggap perlu sebagai data penelitian. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan angket menurut Uma Sekaran (dalam Sugiyono. gejala-gejala alam dan dilakukan pada responden yang tidak terlalu besar. Misalnya penelitian tentang pola pembinaan olahraga. buku catatan. pedoman wawancara.

Pengamatan digunakan untuk penelitian dan telah direncanakan secara sistematik. Adakalanya subjek tidak mau berkomunikasi. secara verbal dengan enumerator atau peneliti. sambil bertatap muka antara si penanya atau pewawancara dengan si penjawab atau responden dengan menggunakan alat yang dinamakan interview guide (panduan wawancara). 2. dan material lain yang dapat membantu kelancaran wawancara. jika pengamatan tersebut mempunyai kriteria berikut: 1. kamera photo. Metode Wawancara Yang dimaksud dengan wawancara adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab. menjernihkan keraguan. Wawancara pada penelitian sampel besar biasanya hanya dilakukan sebagai studi pendahuluan karena tidak mungkin menggunakan wawancara pada 1000 responden. Kedua. Wawancara tidak terstruktur adalah wawancara bebas. mempunyai kelemahan-kelemahan. Wawancara terstruktur artinya peneliti telah mengetahui dengan pasti apa informasi yang ingin digali dari responden sehingga daftar pertanyaannya sudah dibuat secara sistematis. sewaktu kejadian tersebut berlaku. Dengan pengamatan langsung. Pengamatan harus berkaitan dengan tujuan penelitian yang telah direncanakan. dantidak menggantungkan data dari ingatan seseorang. terdapat kemungkinan untuk mencatat hal-hal. Peneliti juga dapat menggunakan alat bantu tape recorder. karena tidak ada waktu atau karena enggan. dan hanya memuat poin-poin penting masalah yang ingin digali dari responden. Wawancara Tatap Muka Beberapa kelebihan wawancara tatap muka antara lain : Bisa membangun hubungan dan memotivasi responden Bisa mengklarifikasi pertanyaan. perilaku. pertumbuhan. sedangkan pada sampel kecil teknik wawancara dapat diterapkan sebagai teknik pengumpul data (umumnya penelitian kualitatif) Wawancara terbagi atas wawancara terstruktur dan tidak terstruktur.Wawancara merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui tatap muka dan tanya jawab langsung antara pengumpul data maupun peneliti terhadap nara sumber atau sumber data. Dengan cara pengamatan langsung. Penggunaan pengamatan langsung sebagai cara mengumpulkan data mempunyai beberapa keuntungan antara lain :    Pertama. dan sebagainya. Metode Observasi Pengumpulan data dengan observasi langsung atau dengan pengamatan langsung adalah cara pengambilan data dengan menggunakan mata tanpa ada pertolongan alat standar lain untuk keperluan tersebut. data yang langsung mengenai perilaku yang tipikal dari objek dapat dicatat segera. baik karena takut. Kelebihan dan Kekurangan dalam Teknik Pengumpulan Data 1. pengamatan secara langsung sebagai salah satu metode dalam mengumpulkan data. Dengan cara pengamatan. atau sewaktu perilaku tersebut terjadi. Wawancara dapat dilakukan dengan tatap muka maupun melalui telpon. Pengamatan baru tergolong sebagai teknik mengumpulkan data. Pengamatan dapat dicek dan dikontrol atas validitas dan reliabilitasnya. 2. Pengamatan langsung dapat memperoleh data dari subjek baik tidak dapat berkomunikasi secara verbal atau yang tak mau berkomunikasi secara verbal. Pengamatan tersebut dicatat secara sistematis dan dihubungkan dengan proposisi umum dan bukan dipaparkan sebagai suatu set yang menarik perhatian saja. menambah pertanyaan baru Bisa membaca isyarat non verbal Bisa memperoleh data yang banyak Sementara kekurangannya adalah :     . yaitu peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang berisi pertanyaan yang akan diajukan secara spesifik. hal di atas dapat ditanggulangi. Selain dari keuntungan yang telah diberikan di atas.

Masing-masing cara ini memiliki kelebihan dan kelemahan. 2006. dan nomor yang tidak terdaftar pun dihilangkan dari sampel 3. Pertanyaan-pertanyaan yang terdapat dalam kuesioner. 4. Referensi : Uma Sekaran. peneliti harus menyampaikan tujuan dari penelitian kepada subjek dengan jelas. melalui surat. Memperlakukan informasi yang diberikan responden dengan memegang prinsip kerahasiaan dan menjaga pribadi responden merupakan salah satu tanggung jawab peneliti. Namun kelemahannya adalah organisasi kemungkinan menolak memberikan waktu perusahaan untuk survey dengan kelompok karyawan yang dikumpulkan untuk tujuan tersebut. 6. atau daftar pertanyaan tersebut cukup terperinci dan lengkap dan biasanya sudah menyediakan pilihan jawaban (kuesioner tertutup) atau memberikan kesempatan responden menjawab secara bebas (kuesioner terbuka).Metode Kuesioner Kuesioner adalah daftar pertanyaan tertulis yang telah disusun sebelumnya. Tidak boleh ada penyampaian yang salah atau distorsi dalam melaporkan data yang dikumpulkan selama study. Jakarta : Salemba Empat http://teorionline. maka penyampaiannya harus diungkapkan dengan kepekaan yang tinggi kepada responden. Dalam study lab. 2. 3. Peneliti tidak boleh mengemukakan hal yang tidak benar mengenai sifat penelitian kepada subjek. subjek harus diberitahukan sepenuhnya mengenai alasan eksperimen setelah mereka berpartisipasi dalam studi. Informasi pribadi atau yang terlihat mencampuri sebaiknya tidak ditanyakan.Membutuhkan waktu yang lama Biaya besar jika responden yang akan diwawancara berada di beberapa daerah terpisah Responden mungkin meragukan kerahasiaan informasi yang diberikan Pewawancara perlu dilatih Bisa menimbulkan bias pewawancara Responden bias menghentikan wawancara kapanpun Wawancara via phone       Kelebihan Biaya lebih sedikit dan lebih cepat dari warancara tatap muka Bisa menjangkau daerah geografis yang luas Anomalitas lebih besar dibanding wawancara pribadi (tatap muka) Kelemahan    Isyarat non verbal tidak bisa dibaca Wawancara harus diusahakan singkat Nomor telpon yang tidak terpakai bisa dihubungi. seperti kuesioner yang diserahkan secara pribadi dapat membangun hubungan dan memotivasi respoinden. Metodologi Penelitian Untuk Bisnis. 8. baik secara fisik maupun mental. dan melalui email.    Penyebaran kuesioner dapat dilakukan dengan beberapa cara seperti penyerahan kuesioner secara pribadi.wordpress. Apapun sifat metode pengumpulan data. dan memberikan alasan spesifik mengapa informasi tersebut dibutuhkan untuk kepentingan penelitian.com/service/metode-pengumpulan-data/ . harga diri dan kehormatan subjek tidak boleh dilanggar Tidak boleh ada paksaan kepada orang untuk merespon survei dan responden yang tidak mau berpartisipasi tetap harus dihormati. Subjek tidak boleh dihadapkan pada situasi yang mengancam mereka. 5. Dengan demikian. Etika dalam Pengumpulan Data Beberapa isu etis yang harus diperhatikan ketika mengumpulkan data antara lain : 1. dan jika hal tersebut mutlak diperlukan untuk penelitian. respon cukup tinggi. lebih murah jika pemberiannya dilakukan langsung dalam satu kelompok. 7.

Terbuka : Berapa Kali Anda Ke Kampus ? ………………… Tertutup : berapa kali anda ke kekampus ? (a). Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan angket menurut Uma Sekaran (dalam Sugiyono.  Tidak menanyakan yang sudah lupa atau tidak menggunakan pertanyaan yang menyebabkan responden berpikir keras Contohnya : Pertanyaan keadaan perusahaan 10 tahun lalu ?. 1. 2007:163) terkait dengan prinsip penulisan angket.    Contoh : Prinsip Penulisan angket menyangkut beberapa faktor antara lain : Isi dan tujuan pertanyaan artinya jika isi pertanyaan ditujukan untuk mengukur maka harus ada skala yang jelas dalam pilihan jawaban. Sedangkan Instrumen Pengumpul Data merupakan alat yang digunakan untuk mengumpulkan data. Metode menunjuk suatu cara sehingga dapat diperlihatkan penggunaannya melalui angket. 1 – 2 (b). prinsip pengukuran dan penampilan fisik. Umumnya pertanyaan seperti ini akan menyebabkan responden berpikir keras untuk mengingat-ingat kondisi yang terjadi di masa lalu. teknik pengumpulan data melalui angket cukup sulit dilakukan jika respondennya cukup besar dan tersebar di berbagai wilayah. Hal ini berkaitan dengan bagaimana cara mengumpulkan data. Angket Angket / kuesioner adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan atau pernyataan kepada orang lain yang dijadikan responden untuk dijawabnya. camera photo dan lainnya. observasi dan wawancara. Tidak mungkin menggunakan bahasa yang penuh istilah-istilah bahasa Inggris pada responden yang tidak mengerti bahasa Inggris. Meskipun terlihat mudah. . pengamatan. Apakah data diperoleh dari sumber langsung (data primer) atau data diperoleh dari sumber tidak langsung (data sekunder). sedangkan jika pernyataan tertutup maka responden hanya diminta untuk memilih jawaban yang disediakan. Adapun tiga teknik pengumpulan data yang biasa digunakan adalah angket. Karena berupa alat. dkoumentasi dan sebagainya. tes. wawancara. Tipe dan bentuk pertanyaan apakah terbuka atau terturup. Contohnya : bagaimana pendapat anda tentang kondisi kelas dan kemampuan guru menjelaskan pelajaran di kelas ?  Jika pertanyan mendua seperti ini sebaiknya dipecah menjadi dua pertanyaan. A. siapa sumbernya. pedoman wawancara. Bahasa yang digunakan harus disesuaikan dengan kemampuan responden. dsb. teknik pengumpulan data merupakan faktor penting demi keberhasilan penelitian. kuesioner (angket terbuka / tertutup).TEKNIK PENGUMPULAN DATA Dalam penelitian. Jika terbuka artinya jawaban yang diberikan adalah bebas. maka instrumen dapat berupa lembar cek list. dan apa alat yang digunakan. Jenis sumber data adalah mengenai dari mana data diperoleh. Metode Pengumpulan Data merupakan teknik atau cara yang dilakukan untuk mengumpulkan data. 3 – 5 dst Pertanyaan tidak mendua artinya pertanyaan tidak mengandung dua arti yang akan menyulitkan responden.

Misalnya seorang guru dapat melakukan observasi mengenai bagaimana perilaku siswa. C. Misalnya penelitian tentang pola pembinaan olahraga. proses kerja. atau dari yang mudah menuju ke yang sulit. Artinya. Wawancara Wawancara merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui tatap muka dan tanya jawab langsung antara pengumpul data maupun peneliti terhadap nara sumber atau sumber data. Pertanyaan tidak menggiring responden. Alat yang digunakan dalam teknik observasi ini antara lain : lembar cek list.he… Pertanyaan tidak boleh tertalu panjang atau terlalu banyak. hubungan antar guru. kemampuan manajerial kepala sekolah. perlu dilakukan beberapa percobaan sehingga selain diketahui validitas dan reliabilitasnya. sebelum menyebarkan angket.  Urutan pertanyaan dimulai dari yang umum sampai ke spesifik. Contohnya : Apakah anda setuju jika kesejahteraan karyawan ditingkatkan ?. Kalo terlalu panjang atau tertalu banyak akan menyebabkan responden merasa jenuh untuk mengisinya. atau di acak. seorang peneliti yang menempatkan dirinya sebagai pengamat dan mencatat berbagai peristiwa yang dianggap perlu sebagai data penelitian. gejala-gejala alam dan dilakukan pada responden yang tidak terlalu besar. Kelemahan dari metode ini adalah peneliti tidak akan memperoleh data yang mendalam karena hanya bertindak sebagai pengamat dari luar tanpa mengetahui makna yang terkandung di dalam peristiwa. Non Participant merupakan observasi yang penelitinya tidak ikut secara langsung dalam kegiatan atau proses yang sedang diamati. buku catatan. terkesan resmi tentunya memerlukan biaya yang lebih besar dibanding angket yang di cetak di atas kertas seadanya. Observasi Obrservasi merupakan salah satu teknik pengumpulan data yang tidak hanya mengukur sikap dari responden (wawancara dan angket) namun juga dapat digunakan untuk merekam berbagai fenomena yang terjadi (situasi. Wawancara pada penelitian sampel besar biasanya hanya dilakukan sebagai studi pendahuluan karena tidak mungkin menggunakan wawancara pada 1000 responden. dll.he. .jawabannya pasti …. Non participant Observation Berlawanan dengan participant Observation. 2. kamera photo. tingkat kesulitan dan berbagai hal lainnya. Teknik ini digunakan bila penelitian ditujukan untuk mempelajari perilaku manusia. semangat siswa. peneliti secara langsung terlibat dalam kegiatam sehari-hari orang atau situasi yang diamati sebagai sumber data.. kondisi). Penampilan Fisik merupakan salah satu daya tarik dan keseriusan responden dalam mengisi angket. angket yang bagus. B. Prinsip Pengukuran memuat seperangkat ujicoba instrumen. 1. juga akan diperoleh estimasi waktu pengerjaan.Ya Iyaalaaah Atau pertanyan seperti ”Perlukah diambil tindakan tegas pada aparat hukum yang melakukan korupsi ??”…. sedangkan pada sampel kecil teknik wawancara dapat diterapkan sebagai teknik pengumpul data (umumnya penelitian kualitatif) Wawancara terbagi atas wawancara terstruktur dan tidak terstruktur..  Participant Observation Dalam observasi ini. Namun tentu saja.he. dsb.

Pengujian instumen biasanya terdiri dari uji validitas dan reliabilitas. Artinya. tergantung dari baik tidaknya instrumen pengumpulan data. namun menjadi tidak valid jika penggaris digunakan untuk mengukur berat. Sedangkan penelitian yang reliable bila terdapat kesamaan data dalam waktu yang berbeda. Artinya.com/2010/01/24/teknik-pengumpulan-data/ JAN 242010 UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS Dalam penelitian. dan hanya memuat poin-poin penting masalah yang ingin digali dari responden. Wawancara terstruktur artinya peneliti telah mengetahui dengan pasti apa informasi yang ingin digali dari responden sehingga daftar pertanyaannya sudah dibuat secara sistematis. http://teorionline. reliabilitas instrumen mencirikan tingkat konsistensi. kamera photo. A. Penggaris dinyatakan valid jika digunakan untuk mengukur panjang. Banyak rumus yang dapat digunakan untuk mengukur reliabilitas diantaranya adalah rumus Spearman Brown Ket : R 11 adalah nilai reliabilitas R b adalah nilai koefisien korelasi Nilai koefisien reliabilitas yang baik adalah diatas 0.8 (baik). namun tidak valid jika digunakan untuk mengukur berat. 2.1. paling tidak oleh responden yang sama akan menghasilkan data yang konsisten. penggaris memang tepat digunakan untuk mengukur panjang. sedangkan data yang terkumpul berwarna putih maka hasil penelitian tidak valid. 2004:137). yaitu peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang berisi pertanyaan yang akan diajukan secara spesifik. Kalau dalam objek kemarin berwarna merah. dan material lain yang dapat membantu kelancaran wawancara.wordpress. **tulisan ini diedit Tgl 28 November 2012 . Wawancara tidak terstruktur adalah wawancara bebas. Definisi Validitas dan Reliabilitas Validitas adalah tingkat keandalah dan kesahihan alat ukur yang digunakan. Pengukuran validitas dan reliabilitas mutlak dilakukan. Intrumen dikatakan valid berarti menunjukkan alat ukur yang dipergunakan untuk mendapatkan data itu valid atau dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya di ukur (Sugiyono. Peneliti juga dapat menggunakan alat bantu tape recorder. karena jika instrument yang digunakan sudah tidak valid dan reliable maka dipastikan hasil penelitiannya pun tidak akan valid dan reliable. data mempunyai kedudukan yang paling tinggi. maka sekarang dan besok tetap berwarna merah. Sedang benar tidaknya data. instrumen yang valid merupakan instrumen yang benar-benar tepat untuk mengukur apa yang hendak di ukur. di atas 0.7 (cukup baik). Uji reliabilitas berguna untuk menetapkan apakah instrumen yang dalam hal ini kuesioner dapat digunakan lebih dari satu kali. Benar tidaknya data. Dengan demikian. sangat menentukan bermutu tidaknya hasil penelitian. Sugiyono (2007: 137) menjelaskan perbedaan antara penelitian yang valid dan reliable dengan instrument yang valid dan reliable sebagai berikut : Penelitian yang valid artinya bila terdapat kesamaan antara data yang terkumpul dengan data yang sesungguhnya terjadi pada objek yang diteliti. jika objek berwarna merah. Dengan kata lain. karena data merupakan penggambaran variabel yang diteliti dan berfungsi sebagai alat pembuktian hipotesis.

langkah pengumpulan data adalah satu tahap yang sangat menentukan terhadap proses dan hasil penelitian yang akan dilaksanakan tersebut.dirangkum dari : Sugiyono. Dalam prakteknya. membahas pengertian pengumpulan data tidak hanya pada pemahaman pengertiannya saja. akan berakibat langsung terhadap proses dan hasil suatu penelitian. Data Sekunder . tidak dapat dilaksanakan.com/2010/01/24/uji-validitas-dan-reliabilitas/ Edward L. Bandung. Tanpa data lapangan. Ada perbedaan yang cukup mendasar mengenai pengumpulan data dalam penelitian kuantitatif dan kualitatif.Alfabeta. Tergantung dari jenis. http://teorionline. Oleh karena itu. Seperti yang terangkum berikut ini : 1. informasi atau kondisi lokasi penelitian sesuai dengan lingkup penelitian. Dalam suatu penelitian. Jenis Data Menurut Cara Memperolehnya 1. Kesalahan dalam melaksanakan pengumpulan data dalam satu penelitian. maka instrumen penelitian yang akan digunakan. Kegiatan pengumpulan data pada prinsipnya merupakan kegiatan penggunaan metode dan instrumen yang telah ditentukan dan diuji validitas dan reliabilitasnya. pengumpulan data ada yang dilaksanakan melalui pendekatan penelitian kuantitatif dan kualitatif. Metode Penelitian Administrasi. b. Pengumpulan data dalam penelitian kuantitatif dalam pelaksanaannya tidak mesti harus langsung oleh peneliti. Data Primer Data primer adalah secara langsung diambil dari objek penelitian oleh peneliti baik perorangan maupun organisasi. teknik. 2007. akan tetapi dapat dilakukan melalui pihak lain yang dipandang mampu atau kompeten dalam melaksanakan pengumpulan data.wordpress. akan tetapi perlu dipahami juga. Data juga dapat dibagai menjadi menjadi bermacam-macam klasisifikasi. a. Contoh: Mewawancarai langsung penonton bioskop 21 untuk meneliti preferensi konsumen bioskop. betapa pentingnya pengumpulan data dalam proses penelitian. Kualitas instrumen penelitian berkenaan dengan validitas dan reliabilitas instrumen dan kualitas pengumpulan data berkenaan dengan ketepatan cara-cara yang digunakan untuk mengumpulkan data. Pengumpulan data. bagaimana pengumpulan data dalam penelitian kuantitatif dan kualitatif. kualitas instrumen penelitian dan kualitas pengumpulan data. Untuk mengetahui bagaimana teknik pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif maka akan diuraikan pada pembahasan selanjutnya. Dengan kondisi tersebut. belum tentu dapat menghasilkan data yang valid atau reliabel. dapat dimaknai juga sebagai kegiatan peneliti dalam upaya mengumpulkan sejumlah data lapangan yang diperlukan untuk menjawab pertanyaan penelitian (untuk penelitian kualitatif). Thonrndike dan Konektionisme → TEKNIK PENGUMPULAN DATA 30OCT Terdapat dua hal utama yang mempengaruhi kualitas data hasil penelitian yaitu. kegunaan dan analisanya. atau menguji hipotesis (untuk penelitian kuantitatif). pengertian pengumpulan data diartikan juga sebagai proses yang menggambarkan proses pengumpulan data yang dilaksanakan dalam penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif. Atas dasar tersebut. harus memenuhi syarat-syarat instrumen penelitian. pengumpulan data diartikan sebagai proses atau kegiatan yang dilakukan peneliti untuk mengungkap atau menjaring berbagai fenomena. Oleh karena itu instrumen yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. proses analisis data dan kesimpulan hasil penelitian. apabila instrumen tersebut tidak digunakan secara tepat dalam pengumpulan datanya. Merujuk pada pengertian di atas. Secara sederhana.

pada laboratorium dengan metode eksperimen. nilai rupiah dari waktu ke waktu. Data Kontinyu Data kontinyu adalah data yang nilainya ada pada suatu interval tertentu atau berada pada nilai yang satu ke nilai yang lainnya. observasi (Sugiyono. jumlah pengikut jamaah nurdin m. dan lain-lain 2) Data Kualitatif Data kualitatif adalah data yang disajikan dalam bentuk kata-kata yang mengandung makna. di rumah dengan berbagai responden. data pelanggan PT. dan lain-lain. Data Internal Data internal adalah data yang menggambarkan situasi dan kondisi pada suatu organisasi secara internal. kurang lebih. Pembagian Jenis Data Berdasarkan Sifat Data a. b. Contohnya adalah pada peneliti yang menggunakan data statistik hasil riset dari surat kabar atau majalah. Dinas pertanian daerah mengimpor bahan baku pabrik pupuk kurang lebih 850 ton. 4. dan lain sebagainya. Bila dilihat dari sumber datanya. Bila dilihat dari settingnya data dapat dikumpulkan pada setting alamiah (natural seting). Misalnya: data keuangan. persebaran penduduk. tingkat preferensi pelanggan. b. misalnya lewat orang lain atau lewat dokumen. b. Contohnya laporan keuangan per 31 desember 2006. Peneliti mendapatkan data yang sudah jadi yang dikumpulkan oleh pihak lain dengan berbagai cara atau metode baik secara komersial maupun non komersial. Interview (Wawancara) . Klasifikasi Data Berdasarkan Jenis Datanya a. Contohnya seperti persepsi konsumen terhadap botol air minum dalam kemasan. Contohnya adalah berat badan ibu-ibu PKK Sumber Ayu. Data Cross Section Data cross-section adalah data yang menunjukkan titik waktu tertentu. tinggi badan siswa kelas 3 ips 2. Data Time Series / Berkala Data berkala adalah data yang datanya menggambarkan sesuatu dari waktu ke waktu atau periode secara historis. TEKNIK PENGUMPULAN DATA KUANTITATIF Pengumpulan data dapat dilakukan dalam berbagai setting dan berbagai sumber dan berbagai cara. Data Kuantitatif 1) Data kuantitatif adalah data yang dipaparkan dalam bentuk angka-angka. 2. top dan doktor azahari dari bulan ke bulan. maka pengumpulan data dapat menggunakan sumber primer dan sekunder. Misalnya adalah jumlah pembeli saat hari raya idul adha. 3. data pegawai. kuesioner (angket). anggapan para ahli terhadap psikopat dan lain-lain. dan lain sebagainya. maka teknik pengumpulan data dapat dilakukan dengan interview. Berdasarkan sumbernya a. Contohnya penggunaan kata sekitar. dan lain-sebagainya. Jenis-jenis Data Menurut Waktu Pengumpulannya a. dan sebagainya.Data sekunder adalah data yang didapat tidak secara langsung dari objek penelitian. Data Eksternal Data eksternal adalah data yang menggambarkan situasi serta kondisi yang ada di luar organisasi. dan sumber sekunder merupakan sumber yang tidak langsung memberikan data pada pengumpul data. 5. kira-kira. dl A. data produksi. Sumber primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data. Contoh data time series adalah data perkembangan nilai tukar dollar amerika terhadap euro eropa dari tahun 2004 sampai 2006. Data Diskrit Data diskrit adalah data yang nilainya adalah bilangan asli. Selanjutnya kalau dilihat dari segi cara atau teknik pengumpulan data. Contohnya adalah data jumlah penggunaan suatu produk pada konsumen. angin ribut bulan mei 2004. 2006: 137) 1.

1. maka pengumpul data juga dapat menggunakan alat bantu seperti tape recorder. Wawancara tidak terstruktur Wawancara tidak terstruktur adalah wawancara yang bebas dimana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan lengkap untuk pengumpulan datanya. . Bahwa subjek (responden) adalah orang yang paling tahu tentang dirinya sendiri Bahwa apa yang dinyatakan oleh subjek kepada peneliti adalah benar dan dapat dipercaya Bahwa interpretasi subjek tentang pertanyaan-pertanyaan yang diajukan peneliti kepadanya adalah sama dengan apa yang dimaksudkan oleh si peneliti. pengumpul data telah menyiapkan instrumen penelitian berupa pertanyaan-pertanyaan tertulis yang alternatif jawabannya pun sudah disiapkan. dan juga apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam dan jumlah respondennya sedikit/ kecil. Pedoman wawancara yang digunakan hanya berupa garis-garis besar permasalahan yang akan ditanyakan. brosur dan material lain yang dapat membantu pelaksanaan wawancara berjalan lancar. bila peneliti atau pengumpul data telah mengetahui dengan pasti informasi apa yang akan diperoleh. 3. 2. Wawancara terstruktur Wawancara terstruktur digunakan sebagai teknik pengumpulan data. Oleh karena itu dalam melakukan wawancara. Wawancara dapat dilakukan secara terstruktur maupun tidak terstruktur. selain harus membawa instrumen sebagai pedoman untuk wawancara. Adapun contoh wawancara terstruktur tentang tanggapan masyarakat terhadap pelayanan pemerintah: 1) Bagaiamanakah tanggapan Bapak/Ibuk terhadap pelayanan pendidikan di kabupaten ini? a) Sangat bagus b) Bagus c) Tidak bagus d) Sangat tidak bagus 2) Bagaiamanakah tanggapan Bapak/Ibuk terhadap pelayanan bidang kesehatan di kabupaten ini? a) Sangat bagus b) Bagus c) Tidak bagus d) Sangat tidak bagus 2. Dengan wawancara terstruktur ini setiap responden diberi pertanyaan yang sama. Sutrisno Hadi (1986) mengemukakan bahwa anggapan yang perlu dipegang oleh peneliti dalam menggunakan teknik interview dan juga kuesioner adalah sebagai berikut: 1. Dalam melakukan wawancara. Adapun contohnya adalah sebagai berikut: “Bagaimanakah pendapat Bapak/Ibuk terhadap kebijakan pemerintah tentang impor gula saat ini?dan bagaimana dampaknya terhadap pedagang dan petani”.Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti. dan dapat dilakukan dengan tatap muka maupun lewat telepon. gambar. dan pengumpul data mencatatnya.

3. maka peneliti dapat mengajukan berbagai pertanyaan berikutnya yang lebih terarah pada satu tujuan. Dalam melakukan wawancara maka pewawancara harus memperhatikan tentang situasi dan kondisi sehingga dapat memilih waktu yang tepat kapan dan dimana harus melakukan wawancara. atau dari yang mudah menuju hal yang sulit 1. Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang efisien bila peneliti tahu pasti variabel yang akan diukur dan tahu apa yang bisa diharapkan dari responden(Iskandar. Prinsip penulisan angket 1) Isi dan tujuan pertanyaan. Berdasarkan analisis terhadap setiap jawaban dari responden tersebut. sehingga peneliti dapat menentukan secara pasti permasalahan atau variabel apa yang harus diteliti. Uma sekaran (1992) dalam Sugiyono mengungkapkan beberapa prinsip penulisan angket yaitu sebagai berikut: 1. Observasi Dalam menggunakan observasi cara yang paling efektif adalah melengkapinya dengan format atau blangko pengamatan sebagai instrumen pertimbangan kemudian format yang disusun berisi item-item tentang kejadian atau . 4) Pertanyaan tidak mendua 5) Tidak menanyakan yang sudah lupa 6) Pertanyaan tidak menggiring.Wawancara tidak terstruktur sering digunakan dalam penelitian pendahuluan malahan untuk penelitian yang lebih mendalam tentang responden. 2008: 77). penampilan fisik angket sebagai alat pengumpul data akan mempengaruhi respon atau keseriusan responden dalam mengisi angket. pertanyaan dalam angket sebaiknya tidak terlalu panjang. yang dimaksud disini adalah isi pertanyaan tersebut merupakan bentuk pengukuran atau bukan. artinya usahakan pertanyaan tidak menggiring pada jawaban yang baik saja atau yang jelek saja. Prinsip pengukuran. (dalam wawancara bisa terstruktur dan tidak terstruktur). urutan pertanyaan dalam angket. Dalam wawancara tidak terstruktur. Kalau berbentuk pengukuran. 7) Panjang pertanyaan. 2. tipe pertanyaan dalam angket dapat berupa terbuka atau tertutup. sehingga akan membuat jenuh responden dalam mengisi. Pada penelitian pendahuluan. peneliti berusaha mendapatkan informasi awal tentang berbagai isu atau permasalahan yang ada pada objek. 8) Urutan pertanyaan. dan bentuknya dapat menggunakan kalimat positif dan negatif. 2) Bahasa yang digunakan. Penampilan fisik angket. 3) Tipe dan bentuk pertanyaan. peneliti belum mengetahui secara pasti data apa yang akan diperoleh. angket yang diberikan kepada responden adalah merupakan instrumen penelitian. 2. maka dalam membuat pertanyaan harus teliti. bahasa yang digunakan dalam penulisan angket harus disesuaikan dengan kemampuan berbahasa responden. sehingga peneliti lebih banyak mendengarkan apa yang diceritakan oleh responden. yang digunakan untuk mengukur variabel yang akan di teliti. Kuesioner Kuesioner merupakan alat teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. setiap pertanyaan harus ada skala pengukuran dan jumlah itemnya mencukupi untuk mengukur variabel yang diteliti. Oleh karena itu instrumen angket tersebut harus daapat digunakan untuk mendapatkan data yang valid dan reliabel variabel yang diukur. dimulai dari yang umum menuju ke hal yang spesifik.

mana yang memerlukan teknik observasi. 1). observasi. Pada hakikatnya wawancara merupakan kegiatan untuk memperoleh informasi secara mendalam tentang sebuah isu atau tema yang diangkat dalam penelitian. dan 4). perlu ditegaskan di sini bahwa hal sangat penting yang harus dipahami oleh setiap peneliti adalah alasan mengapa masing-masing teknik tersebut dipakai. peneliti membuat suatu gambaran kompleks. serta biaya yang dibutuhkan. yaitu. Bersikap hormat dan ramah terhadap informan. meliputi: 1)Pendahuluan. waktu dan lamanya wawancara. dan pada bagian fokus masalah mana yang memerlukan teknik wawancara. dan melakukan studi pada situasi yang alami (Creswell. Karena merupakan proses pembuktian. dan 4) Probing. wawancara. mengenalkan diri. tetapi juga mengadakan pertimbangan kemudian mengadakan penilaian kepada skala bertingkat. Tidak menyangkal informasi yang diberikan informan. 1. 2006: 229). Selain itu. 1998:15). kalimat pembuka. wawancara bisa saja dilakukan tanpa tatap muka. 3). 2). peneliti perlu mengetahui kondisi lapangan penelitian yang sebenarnya untuk membantu dalam merencanakan pengambilan data. yaitu: a) The setting. pembuka. Mulai pertanyaan dari hal-hal sederhana hingga ke yang serius. serta hasil penyusunan pedoman wawancara sebagai pertanyaan kunci. Studi hipotesis perlu digunakan untuk menggambarkan satu proses yang digunakan peneliti untuk memfasilitasi wawancara. Tidak menanyakan hal-hal yang bersifat pribadi yang tidak . tetapi juga menilai reaksi tersebut apakah sangat kurang. dan 4). lazimnya data dikumpulkan dengan beberapa teknik pengumpulan data kualitatif. c) The events. Strategi ini mencakup seluruh perencanaan pengambilan data mulai dari kondisi. Ciptakan suasana wawancara yang kondusif dan tidak tegang. maka bisa saja hasil wawancara sesuai atau berbeda dengan informasi yang telah diperoleh sebelumnya. 3). pada bagian ini peneliti akan memanfaatkan hasil pada bagian kedua untuk membuat kalimat pendahuluan dan pernyataan pembuka. 3). 6). menyusun protokol wawancara. laporan terinci dari pandangan responden. Di dalamnya termasuk situasi yang lebih disukai partisipan. diskusi terfokus (Focus Group Discussion). strategi pendekatan dan bagaimana pengambilan data dilakukan. Pilihan teknik sangat tergantung pada jenis informasi yang diperoleh. dokumentasi. mengajukan pertanyaan (Yunus. mana yang harus kedua-duanya dilakukan. TEKNIK PENGUMPLAN DATA KUALITIATIF Dalam metode penelitian kualitatif. yakni melalui media telekomunikasi. atau tidak sesuai dengan apa yang dikehendaki (Arikunto. Sebelum masing-masing teknik tersebut diuraikan secara rinci. 4). Dengan kemajuan teknologi informasi seperti saat ini. Wawancara Wawancara ialah proses komunikasi atau interaksi untuk mengumpulkan informasi dengan cara tanya jawab antara peneliti dengan informan atau subjek penelitian (Emzir. Agar wawancara efektif. pembicaraan pendahuluan dan sikap peneliti dalam melakukan pendekatan. mendapatkan data tentang karakteristik calon partisipan. 2). maka disusunlah strategi pengumpulan data secara keseluruhan. 2). meneliti kata-kata. 2010: 358). menjelaskan maksud kedatangan. 1). B. berdasarkan persiapan pada bagian pertama sampai ketiga. Atau. b) The process. 2010: 50). Byrne (2001) menyarankan agar sebelum memilih wawancara sebagai metoda pengumpulan data. agar informan dapat menyampaikan informasi yang komprehensif sebagaimana diharapkan peneliti. untuk memperoleh informasi apa. Menurut Miles dan Huberman (1984) ada beberapa tahapan yang harus diperhatikan dalam melakukan wawancara. merupakan proses pembuktian terhadap informasi atau keterangan yang telah diperoleh lewat teknik yang lain sebelumnya. Dari peneliti berpengalaman diperoleh suatu petunjuk bahwa mencatat data observasi bukanlah sekedar mencatat. 2) 3) Pertanyaan Pertanyaan kunci. Hal-hal yang perlu diketahui untuk menunjang pelaksanaan pengambilan data meliputi tempat pengambilan data. menjelaskan materi wawancara. bukan hanya mencatat rekasi tersebut. maka terdapat berapa tahapan yang harus dilalui yakni: 1). Misalanya memperhatikan reaksi penonton televisi. 5). peneliti harus menentukan apakah pertanyaan penelitian dapat dijawab dengan tepat oleh orang yang dipilih sebagai partisipan. b) The actors.tingkah laku yang digambarkan. maka berdasarkan pengalaman wawancara yang penulis lakukan terdapat beberapa kiat sebagai berikut. Pada pendekatan ini. Cari waktu dan tempat yang telah disepakati dengan informan.

observasi juga merupakan salah satu teknik pengumpulan data yang sangat lazim dalam metode penelitian kualitatif. yaitu upaya menemukan makna sebuah isu oleh sekelompok orang lewat diskusi untuk menghindari diri pemaknaan yang salah oleh seorang peneliti. di mana peneliti menggali informasi secara mendalam dengan cara terlibat langsung dengan kehidupan informan dan bertanya jawab secara bebas tanpa pedoman pertanyaan yang disiapkan sebelumnya sehingga suasananya hidup. Focus Group Discussion Metode terakhir untuk mengumpulkan data ialah lewat Diskusi terpusat (Focus Group Discussion). cenderamata. Inc: California Emzir. Misalnya. Hasil observasi berupa aktivitas. Jakarta: Gaung Persada Group Miles. arsip foto. 2010. 10) Ucapkan terima kasih setelah wawancara selesai dan minta disediakan waktu lagi jika ada informasi yang belum lengkap. kejadian. 2008. Observasi partisipasi. Penelitian Kualitatif: Dasar-Dasar dan Aplikasi. Berbeda dengan wawancara mendalam. M. 2). Bungin (2007: 115-117) mengemukakan beberapa bentuk observasi. Metodologi Penelitian Pendidikan dan Sosial (Kuantitaif dan Kualitatif). 2) Observasi tidak terstruktur ialah pengamatan yang dilakukan tanpa menggunakan pedoman observasi. Dengan beberapa orang mengkaji sebuah isu diharapkan akan diperoleh hasil pemaknaan yang lebih objektif. A. California: Sage Sanafiah Faisal. dan dilakukan berkali-kali. Tidak menanyakan hal-hal yang membuat informan tersinggung atau marah. Tidak bersifat menggurui terhadap informan. Observasi hakikatnya merupakan kegiatan dengan menggunakan pancaindera. wawancara terarah (guided interview) di mana peneliti menanyakan kepada informan hal-hal yang telah disiapkan sebelumnya. 1990. Peneliti perlu memiliki kepekaan teoretik untuk memaknai semua dokumen tersebut sehingga tidak sekadar barang yang tidak bermakna (Faisal. hasil rapat. 1984. informasi juga bisa diperoleh lewat fakta yang tersimpan dalam bentuk surat. yakni: 1). Sebaiknya dilakukan secara sendiri. Data berupa dokumen seperti ini bisa dipakai untuk menggali infromasi yang terjadi di masa silam. 2. untuk memperoleh informasi yang diperlukan untuk menjawab masalah penelitian. 3. 1990: 77). pendengaran. Qualitative Data Analysis: A Sourcebook of New Methods. terdapat dua jenis wawancara. Association of Operating Room Nurses. 4. peristiwa. objek. M. sekelompok peneliti mendiskusikan hasil UN 2011 di mana nilai rata-rata siswa pada matapelajaran bahasa Indonesia rendah. catatan harian. jurnal kegiatan dan sebagainya. penciuman. Qualitatif Inquiry and Research Design. Dokumen Selain melalui wawancara dan observasi. dan perasaan emosi seseorang. Observasi dilakukan untuk memperoleh gambaran riil suatu peristiwa atau kejadian untuk menjawab pertanyaan penelitian (Guba dan Lincoln. 7). 2001. sehingga suasana terasa kaku. kondisi atau suasana tertentu. observasi kelompok. 1981: 191-193). bisa penglihatan. Byrne. Berikut penjelasannya: 1) Observasi partisipasi adalah (participant observation) adalah metode pengumpulan data yang digunakan untuk menghimpun data penelitian melalui pengamatan dan penginderaan di mana peneliti terlibat dalam keseharian informan. sehingga peneliti mengembangkan pengamatannya berdasarkan perkembangan yang terjadi di lapangan. 3) Observasi kelompok ialah pengamatan yang dilakukan oleh sekelompok tim peneliti terhadap sebuah isu yang diangkat menjadi objek penelitian. AORN Journal Creswell. wawancara terarah memiliki kelemahan. 8). W. Sage Publications. B dan Huberman. Malang: YA3 . 2). Sering terjadi pewawancara atau peneliti lebih memperhatikan daftar pertanyaan yang diajukan daripada bertatap muka dengan informan. yakni suasana tidak hidup. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada Iskandar. Metodologi Penelitian Kualitatif: Analisis Data.ada hubungannya dengan masalah/tema penelitian. dan 9). observasi tidak terstruktur. 1998. yaitu: 1). Interviewing as a data collection method. maka dibentuk kelompok diskusi terdiri atas beberapa orang peneliti. wawancara mendalam (in-depth interview). M. Setidaknya. J. Untuk menghindari pemaknaan secara subjektif oleh seorang peneliti. karena peneliti terikat dengan pertanyaan yang telah disiapkan sebelumnya. Observasi Selain wawancara. dan 3).

Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik.go. yang terdiri dari Teknik Wawancara (interview). Berikut ini akan dipaparkan mengenai teknik pemahaman individu teknik non tes. Untuk dapat memahami individu dengan sebaik-baiknya. Interview terstruktur adalah interview yang pertanyaaanpertanyaan interview yang diajukan sudah direncanakan secara rinci dan jelas dan dijadikan sebagai pedoman interview (interview guide). WAWANCARA (INTERVIEW) Pengertian Wawancara adalah suatu cara pengumpulan data dengan cara mengajukan pertanyaaan secara lisan kepada sumber data dan sumber data juga memberikan jawaban secara lisan juga.id/file.com/2011/10/30/teknik-pengumpulan-data/ http://pjjpgsd. Sedangkan interview tidak langsung terjadi apabila interview dilakukan untuk mendapatkan data mengenai individu yang lain. . Biografis. berhadapan muka. 03 Juli 2011 Non Tes Dalam Bimbingan dan Konseling NON TES DALAM BIMBINGAN DAN KONSELING Dalam menyelesaikan permasalahan. dan dengan arah serta tujuan yang telah ditentukan.Suharsimi Arikunto. 1. Sedangkan interview tidak terstruktur adalah interview yang pertanyaaan-pertanyaan interview yang diajukan tidak direncanakan secara rinci dan jelas. Jenis-jenis data yang perlu dikumpulkan adalah sebagai berikut: data tentang keluarga. 1998:44).pdf Minggu. Sosiometri. Jakarta: PT Rineka Cipta http://tepenr06. Jenis-jenis Menurut responden interview Dibagi menjadi dua yaitu interview langsung dan tidak langsung. Wawancara adalah suatu teknik penilain yang dilakukan dengan jalan percakapan (dialog) baik secara langsung (face to face relition) secara langsung apabila wawancara itu dilakukan kepada orang lain misalnya kepada orang tuanya atau kepada temannya. (Arifin. hanya memuat pokok-pokoknya saja. pertumbuhan jasmani. latar perkembangan keluarga. dan Studi Kasus (Case Study). Interview langsung terjadi apabila interview langsung dilakukan denganinterviewee. Angket (Questionare). 2006. kita membutuhkan data-data untuk memahami individu. Secara umum yang dimaksud dengan wawancara adalah cara menghimpun bahan-bahan keterangan yang dilaksanakan dengan melakukan tanya jawab lisan secara sepihak. Observasi/Pengamatan (Observation). kesehatan dan sebagainya.dikti. kita perlu mengumpulkan data yang lengkap dan akurat mengenai individu tersebut. Wawancara adalah salah satu cara memperoleh fakta-fakta kejiwaan yang dapat dijadikan bahan pemetaan tentang bagaimana sebenarnya hidup kejiwaan anak bimbing pada saat tertentu yang memerlukan bantuan.php/1/repository/dikti/Mata%20Kuliah%20Awal/Perkembangan%20Pe serta%20Didik/BAC/PerkemBeljrPsrtDidik_Unit4. Menurut prosedur interview Dibagi menjadi dua yaitu interview terstruktur dan tidak terstruktur.wordpress.

seperti percakapan biasa. Seringkali melibatkan penelaahan yang panjang mengenai dinamika-dinamika pribadinya dan merupakan tahapan yang berlangsung paling lama. Pengumpulan Data. 2. Apakah Anda mau melakukan hal itu? Fungsi wawancara . Tahap untuk merumuskan masalah dan mengidentifikasikan hal-hal yang bisa dilakukan dan diberikan kepada klien. Apa Masalahnya? 3. Apa Kabar? 2. Menurut perencanaan interview Dibagi menjadi dua yaitu interview berencana dan insidental. Wawancara ini jelas sudah berfungsi sebagai proses konseling itu sendiri. Sedangkan interview informal terjadi apabila dilakukan bukan di sebuah tempat formal dan bersifat tidak resmi. 5. Apa yang bisa kita lakukan mengenai hal itu? 5. Mengetahui apa yang dikehendaki klien dan bagaimana kelak kalau persoalan sudah diatasi. Untuk memungkinkan klien mengubah cara berpikirnya. Interview formal terjadi apabila interview dilakukan di sebuah tempat formal dan bersifat resmi. Generalisasi dan Pengalihan Proses Belajar. 3.Menurut situasi interview Dibagi menjadi dua yaitu interview formal dan informal. Ditandai dengan ucapan berbasa basi seperti: Apa Kabar? Tahap ini diikuti dengan rencana yang akan dilakukan terhadap dan dengan klien. proses belajarnya. Sedangkan interview incidental dilaksanakan secara kebetulan apabila ada kesempatan mengadakan interview. Interview berencana dilaksanakan apabila interview direncanakan waktu dan tempatnya. Acap kali penting menerangkan tujuan dari wawancara dan apa yang konselor bisa dan tidak bisa melakukan. Mengetahui alasan mengapa klien sampai datang untuk wawancara dan bagaimana klien menilai atau memandang masalahnya. Mengemukakan Macam-macam Alternatif penyelesaian Masalah. Apa yang anda inginkan akan terjadi? 4. Menentukan Hasil Sesuai Dengan Arah Ke mana Klien Inginkan. 4. serta membawa klien merasa enak menghadapi pewawancara. Tahap yang penting bagi pewawancara untuk mengetahui apa yang dikehendaki klien dan yang senada atau tidak bertentangan dengan apa yang secara rasional dipikirkan oleh pewawancara. Format wawancara Gunarsah (2003:38-39) mengungkapkan ada lima tahapan struktur wawancara sebagai berikut : 1. perasaannya dan perilakunya dalam kehidupan sehari-hari. Diarahkan pada apa yang klien tentukan setelah menentukan dari macam-macam alternatif. Rapport. Kelima tahapan wawancara ini dapat disingkat dengan lima pertanyaan sederhana dan singkat sebagai berikut : 1.

seperti observasi. Sebaliknya jika ia digunakan sebagai alat untuk mencari informasi-informasi yang tidak dapat diperoleh dengan cara lain. sebagai metode pelengkap 3. (Sudijono. observasi tidak mengambil bagian dalam kegiatan yang dilakukan oleh objeknya. misalnya wawancara atau angket  Observer tidak perlu mengunakan bahasa untuk berkomunikasi dengan objek yang diamati. sebagai metode primer 2. ia akan menjadi metode pelengkap. 1988:181) Jadi. METODE OBSERVASI (PENGAMATAN) Pengertian Observasi adalah suatu cara pengumpulan data dengan menggunakan pengamatan langsung terhadap suatu obyek dalam periode tertentu dan dicatat secara sistematis.2009:76). Teknik pengamatan atau observasi merupakan salah satu bentuk teknik non tes yang biasa dipergunakan untuk menilai sesuatu melalui pengamatan terhadap objeknya secara langsung. pengertian observasi adalah cara menghimpun bahan-bahan keterangan (data) yang dilakukan dengan mengadakan pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap fenomena-fenomena yang sedang dijadikan sasaran pengamatan. mempunyai beberapa kebaikan. antara lain:  Observasi dapat memperoleh data sebagai aspek tingkah laku anak. sebagai kriterium. (Slameto. Jenis-jenis 1. kuesioner dan sebagainya. Sedangkan observasi nonpartisipatif. atau sebagai metode diberi kedudukan yang utama dalam serangkaian metode-metode pengumpulan data lainnya. Observasi merupakan pengamatan atau pencatatan tingkah laku anak bekerja atau berbuat. seksama dan sistematis. Observasi merupakan suatu pengamatan langsung terhadap siswa dengan memperhatikan tingkah lakunya. maka hanya sebentar dan tidak langsung memegang peran. Pengamatan memungkinkan untuk melihat dan mengamati sendiri kemudian mencatat perilaku dan kejadian yang terjadi pada keadaan sebenarnya. test. Secara umum. ia akan memiliki ciri sebagai metode primer. Apabila wawancara dijadikan satu-satunya alat pengumpulan data. 2. Digunakan untuk keperluan semacam itu metode wawancara akan menjadi batu pengukur atau kriterium.  Dalam observasi memungkinkan pencatatan yang serempak dengan terjadinya suatu gejala atau kejadian yang penting  Observasi dapat dilakukan untuk melengkapi dan mencek data yang diperoleh dari teknik lain. Perbedaan dengan teknik non tes lainnya Observasi sebagai alat penilain non tes. Yang paling berperan disini adalah panca indra atau pengindraan terutama indra penglihatan. Pada saat-saat tertentu metode wawancara digunakan orang untuk menguji kebenaran dan kemantapan suatu datum yang telah diperoleh dengan cara lain. Atau evaluator . observasi atau pengamatan yaitu teknik atau cara mengamati suatu keadaan atau suatu kegiatan (tingkah laku). kalaupun menggunakan. Berdasarkan situasi yang diobservasi Observasi partisipatif dan nonpartisipatif Observasi partisipatif adalah observasi dimana orang yang mengobservasi (observer) ikut ambil bagian dalam kegiatan yang dilakukan oleh objek yang diamatinya.Fungsi wawancara pada dasarnya dapat digolongkan kedalam tiga golongan besar : 1.

Kalau observasi nonpartisipatif. Sedangkan observasi tidak terstruktur adalah observer tidak menyiapkan daftar terlebih dahulu tentang aspek yang akan diobservasi. Bentuk catatannya ada dua jenis yaitu daftar cek (check list) dan skala bertingkat (rating scale). Kalau observasi nonsistematis maka guru tidak membuat kategori-kategori diatas.3 Berdasarkan pencatatan hasil observasi 3. upacara dan lain-lain. sikap dan nilai yang terkandung dalam diri siswa. guru hanya sebagai pengamat. b. Melihat proses kegiatan yang dilakukan oleh siswa maupun kelompok. masalah yang akan diamati. b. antara lain: o observasi partisipasi : observer ikut terlibat observasi o observasi non partisipasi : observer tidak terlibat observasi o observasi quasi partisipasi : kombinasi partisipasi & non partisipasi 3. Tujuannya untuk mengetahui atau melihat perubahan. Disini sebelum guru melaksanakan observasi sudah membuat kategori-kategori yang akan diamati. Contoh observasi sistematis misalnya guru yang sedang mengamati anak-anak menanam bunga. c.berada “diluar garis” seolah-olah sebagai penonton belaka. gejala-gejala sebagai kibat dari situasi yang sengaja diadakan. dihalaman sekolah pada waktu bermain. Dibagi menjadi dua yaitu terstruktur apabila aspek tingkah laku yang akan diobservasi telah dimuat dalam suatu daftar yang disusun secara sistematis. kesiapan. Waktu Pelaksanaan Observasi Observasi dapat dilakukan pada berbagi tempat misalnya kelas pada waktu pelajaran. Sedangkan observasi nonsistematis yaitu apabila dalam pengamatan tidak terdapat stuktur ketegori yang akan diamati. METODE KUEOSIONER (QUESTIONARE) . Hasil observer dicatat dalam anecdotal record atau catatan anekdot Fungsi Observasi Sebagai alat evaluasi. dalam bekerja kelompok dan juga kemampuan siswa dalam mengumpulkan data. observer sudah mengatur sruktur yang berisi kategori atau kriteria. Berdasarkan keterlibatan observer Observasi sistematis adalah observasi yang sebelum dilakukan. kedisiplinan. Dibagi menjadi tiga yaitu: o free situation : dilakukan dalam situasi wajar o manipulated situation : dilakukan dalam situasi yang dimanipulasi o partially controlled : gabungan dari teknik free & manipulated 2. Dibagi menjadi tiga. Oleh karena itu observasi ini disebut juga observasi sistematis. dilapangan pada waktu murid olah raga. ketangkasan. tetapi langsung mengamati anak yang sedang menanam bunga. observasi digunakan untuk: a. Contoh observasi partisipatif : Misalnya guru mengamati setiap anak. dan tidak ikut bermain. misalnya tentang: kerajinan. Observasi Eksperimental Observasi eksperimental adalah observasi yang dilakukan secara nonpartisipatif tetapi sistematis. Suatu tes essay / obyektif tidak dapat menunjukan seberapa kemampuan siswa dapat menjelaskan pendapatnya secara lisan. Kemudian ketegori-kategori itu dicocokkan dengan tingkah laku murid dalam menanam bunga. kerjasama dan kebersihan. Menilai minat.

Kuesioner secara langsung apabila peneliti meminta data dari responden. sehingga memungkinkan bagi responden untuk memberikan jawaban yang diperkirakan akan melegakan atau memberikan kepuasan kepada pihak penilai Jenis-jenis 1. SOSIOMETRI Pengertian Metode sosiometri dikembangkan oleh Moreno dan Jenning ( Purwoko. Kuesioner terbuka apabila responden diberikan kesempatan untuk menuliskan jawaban seluas-luasnya. Responden tinggal memilih salah satu jawaban. Angket (kuesioner) merupakan alat pengumpul data melalui komunikasi tidak langsuang. Hanya saja.Angkat adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan tertulis kepada responden untuk dijawabnya Perbedaan dengan teknik lain Berbeda dengan wawancara di mana penilai (evaluator) berhadapan secara alangsung (face to face) dengan peserta didik atau dengan pihak lainnya. terutama apabila terjadi kasus-kasus tertentu yang menyangkut diri peserta didik. Sosiometri adalah adalah sutu metode untuk mengumpulkan data tentang pola dan struktur hubungan antara individu dalam suatu kelompok. Angket ini berisi daftar pertanyaan yang bertujuan untuk mengumpulkan keterangan tentang berbagai hal yang berkaitan dengan responden. Fungsi angket Kuesioner sebagai alat evaluasi sangat berguna untuk mengungkap latar belakang orang tua peserta didik maupun peserta didik itu sendiri. Sedangkan kuesioner tertutup apabila pertanyaan-pertanyaan yang diajukan sudah tersedia jawabannya. Sedangkan kuesioner secara tidak langsung apabila peneliti memperoleh data dari orang lain. dengan cara menelaah relasi sosial. Menurut bentuk pertanyaan yang digunakan Dibagi menjadi dua yaitu kuesioner terbuka dan tertutup. menghemat waktu dan tenaga. di mana data yang berhasil diperoleh melalui kuesioner itu pada suatu saat akan diperlukan. yaitu melalui tulisan. Menurut subyek yang dikirimi kuesioner Dibagi menjadi dua yaitu kuesionar langsung dan tidak langsung. 4. apalagi jika pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dalam angket itu kurang tajam. 2007) metode ini didasrkan atas asumsi bahwa kelompok memiliki pola-pola struktur hubungan yang komplek. popularitas . 2. maka dengan menggunakan angket. pengumpulan data sebagai bahan penilaian hasil belajar jauh lebih praktis. Pada umumnya tujuan penggunaan angket atau kuesioner dalam proses pembelajaran terutama adalah untuk memperoleh data mengenai latar belakang peserta didik sebagai salah satu bahan dalam menganalisis tingkah laku dan proses belajar mereka. hubungan-hubungan ini dapat diungkap dengan menerapkan pengukuran baik kuantitatif maupun kulalitatif. jawaban-jawaban yang diberikan acapkali tidak sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya. status sosial. Dengan demikian sosiometri dapat mengugkap dinamika sosial.Pengertian Kueosioner atau angket adalah suatu metode pengumpulan data dengan mengajukan suatu daftar pertanyaan tertulis kepada individu dan individu yang diberikan daftar pertanyaan tersebut diminta untuk menjawab secara tertulis.

Jenis-jenis 1. 2. menjaga kerahasian pilihan maupun hasil 6. Proses pembuatan sosiometri dilakukan dengan jalan meminta kepada setiap individu dalam kelompok lainnya untuk memilih anggota kelompok lainnya (tiga orang) yang disenagi atau tidak dalam bekerjasama. riwayat prestasi. individu harus saling mengenal Kegunaan sosiometri adalah: 1. penjelasan yang dimaksud pelancaran sosiometri 4. bentuk-bentuk hubungan dalam kelompok.2 Skala bertingkat (Rating Scale) b. sebelum dilancarkan hendaknya petugas berusaha menciptakan hubungan baik dengan kelompok 2. Metode Catatan Harian adalah suatu metode pengukuran kepribadian dengan jalan mempelajari catatan harian orang tersebut. Otobiografi adalah suatu metode untuk mengumpulkan data tentang kepribadian seseorang dengan mempelajari riwayat kehidupan yang ditulis oleh orang yang bersangkutan. Situasi sosial kelompok dapat berupa kelompok belajar. mengatur tempatduduk dalam kelas 5. meneliti kecenderungan potensi kepemimpinan individu dalam kelompok 4. Biografi adalah suatu metode untuk memahami kepribadian seseorang dengan mempelajari riwayat hidup orang tersebut yang ditulis oleh orang lain. memperbaiki hubungan sisoal individu dalam kelompok 2. Catatan harian adalah catatan peristiwa penting yang dialami oleh seseorang dan bersifat sangat pribadi. METODE OTOBIOGRAFIS Pengertian Otobiografi adalah suatu metode pengumpulan data dengan menuliskan riwayat hidup sendiri. Bebas) 5. yang masing-masing nama disusun menurut nomor urut yang paling disenagi atau paling tidak disenagi. Lajur. Atas dasar saling pilihan atara anggota kelompok ini inilah dapat diketahui banyak tidaknya seorang individu dipilih oleh anggota kelompoknya. . menentukan keanggotaan kelompok kerja 3. cita-cita dan harapannya masa yang akan datang. petunjuk diberikan dengan jelas 3. bermain.individu dalam kelompok. serta untuk mengenali kesulitan hubungan sosial individu dalam kelompok. 3.1 Nominatif b. sosiometrihendaknya diselengarakan dengan kondisi dimana siswa tidak saling mengetahui jawabannya 5. menyangkut riwayat pendidikan. pertemanan. kerja kelompok dll.3 Siapa Dia Data hasil sosiometri digambarkan dalam Sosiogram (Teknik Lingkaran. mengenali kekompakan dan perpecahan dalam anggota kelompok Jenis-jenis b. kepopuleran dan keterasingan individu Beberapa hal yang perlu diingat dala melancarkan sosiometri: 1. atau menggunakan tulisan yang ada tentang kehidupan seseorang.

otobiografi lebih banyak mengungkap tentang fantasi 3. kita mencoba mencari tahu faktor penyebabnya dan berusaha untuk memberikan bimbingan sehingga dapat mengatasi dan membantu mencarikan jalan keluar. Etika dan Kode Etik Profesi Konselor. Singgih.html . 1988. 2009. Buku Penunjang Teknik Pemahaman Individu Non tes. 2005.4. Anas. DAFTAR PUSTAKA: Abkin. menghemat dalam pengadministraisian sedangkan kelemahan dalam otobiografi ini: 1. siswa kurang terampil dalam komunikasi secara tertulis dengan baik 2.html Nur Hidayah. http://hariadimemed. PPB FIP IKIP Malang. data yang diperoleh dari otobiografi ini harus di padukan dengan baik dari teknik lain agar dapat ditafsirkan secara benar 5. Pengantar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada. Using Tests in Counseling. 2008. piagam. sering terdapat kata-kata yang tidak diketahui atrinya secara benar 6. Leo. tidak semua kejadian dapat diingatnya dengan baik 4. Bimbingan di Sekolah. terutama anak yang mengalami hambatan adalam aspek perkembangan. Metode ini hanya ini digunakan untuk siswa yang mengalami masalah tertentu. D. 1998. Jakarta: Abkin Arifin.blogspot. California : Goodyear Publishing Company. Malang: Universitas Negeri Malang Diposkan oleh Hariadi di 07. Metode Studi Dokumenter adalah suatu metode pengumpulan data tentang keadaan seseorang dengan jalan mempelajari dokumen-dokumen yang telah ada mengenai orang tersebut. METODE STUDI KASUS (CASE STUDY) adalah pengumpulan data dengan menggabungkan berbagai pengumpulan adata sebagai dasar mengadakan interpretasi dan diagnosis tentang tingkah laku individu. Jakarta: Gunung Mulia Goldman. bisa mengungkapkan perasaan dengan bebas dari kegiatan yang telah dilakukan 3. Surabaya. 2007.com/2011/06/kedudukan-tes-dalam-bimbingan-dan. Jakarta: Bina Aksara Sudijono. Materi Pelatihan: Penggunaan Tes dalam Bimbingan dan Konseling. Jakarta: PT.56 http://hariadimemed. 1988. Otobiografi memiliki beberapa kelebihan antara lain: 1. 1984. data ini dapat mendukung data yang diperoleh dari teknik lain 4.com/2011/07/non-tes-dalam-bimbingan-dan-konseling. Gunarsah. Triyono. Pedoman Pelaksanaan Bimbingan dan Penyuluhan Agama. 2003. Pemahaman Individu melalui Teknik non tes. Golden Terayon Press Budi Purwoko. Slameto. memberikan informasi tentang siswa secara lengkap 2. Dengan studi kasus ini.blogspot. Contohnya ijazah. surat dokter dan sebagainya. Unesa University Press. Konseling dan Psikoterapi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful