P. 1
Konsep Teori Manajemen Asuhan Kebidanan

Konsep Teori Manajemen Asuhan Kebidanan

|Views: 424|Likes:

More info:

Published by: Sendy Pratiwi Rahmadhani on Mar 01, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/10/2014

pdf

text

original

Konsep Teori Manajemen Asuhan Kebidanan

Manajemen kebidanan adalah proses pemecahan masalah yang digunakan sebagai metode untuk mengorganisasikan pikiran dan tindakan berdasarkan teori ilmiah, temuan-

temuan,keterampilan dan rangkaian/tahapan yang logis untuk pengambilan suatu keputusan yang berfokus pada klien,(suryani,2007). Manajemen asuhan kebidanan pada ibu hamil dengan kelainan letak sungsang merupakan bentuk catatan dari asuhan kebidanan yang dilaksanakan pada ibu hamil dengan kelainan letak sungsang. Manajemen asuhan kebidanan disusun dengan tepat dan rasional berdasarkan keputusan yang dibuat oleh bidan dalam langkah sebelumnya. Manajemen kebidanan diadaptasi dari sebuah konsep yang dikembangkan oleh Helen Varney dalam buku Varney Midwifery, edisi ketiga tahun 1997: mengambarkan proses manajemen asuhan kebidan yang terdiri dari 7 langkah yang berurut secara sistematis dan klinis (suryani,2007). Ketujuh langkah tersebut diterapkan dalam kasus ini yaitu didapatkan hasilnya sebagai berikut : 1. Langkah I (Pengumpulan Data) Langkah ini merupakan pengumpulan semua data yang dibutuhkan untuk menilai keadaan pasien secara keseluruhan, meliputi : a) Keluhan ibu (Datar subjektif) Keluhan ibu : Ibu mengeluh merasa sangat nyeri di daerah sekitar pinggang b) Pemeriksaan fisik (sesuai kebutuhan) dan tanda-tanda vital c) Pemeriksaan khusus dilengkapi (inspeksi, palpasi, auskultasi, dan perkusi) Hasil pemeriksaan khusus yang dilakukan secara inspeksi pada kasus ini didapatkan: a. Abdomen b. Genitalia dan anus : adanya nyeri tekan pada ibu saat palpasi : tidak ada pengeluaran pervaginam dan tidak

ada tanda-tanda infeksi d) Pemeriksaan penunjang

Situasi lainnya bisa saja tidak merupakan kegawatan tetapi memerlukan konsultasi atau kolaborasi dengan dokter. maka didapatkan Diagnosa yaitu : salpingitis Masalah : Masalah yang ditemukan dalam kasus ini.2. dan Kebutuhan) Data dasar diinterpretasikan menjadi masalah atau diagnostik spesifik yang sudah diidentifikasi. Diagnosa. Masalah yang sering menyertai diagnosa kebidanan ditegakkan dalam lingkup praktek kebidanan memenuhi standar nomenklatur diagnosa kebidanan. ibu merasakan nyeri disekitar pinggangnya 3. Situasi data menunjukkan satu situasi yang memerlukan tindakan segera. sementara yang lain harus menunggu intervensi dari seorang dokter. pencegahan bila memungkinkan. menunggu sambil mengamati bila hal tersebut benar-benar terjadi 4. Langkah III : Mengidentifikasi Diagnosa atau Masalah Potensial Langkah ini membutuhkan antisipasi. Langkah II (Identifikasi Masalah. Setelah dilakukan pengkajian pada langkah pertama diatas. Langkah V : Merencanakan Asuhan Yang Menyeluruh Adapun rencana asuhan yang dibutuhkan pasien dalam kasus ini yaitu : 1) Jelaskan hasil pemeriksaan kepada ibu dan keluarga 2) Bina hubungan saling percaya dengan pasien 3) Pantau keadaan umum dan vital sign 4) Berikan KIE pada ibu tentang kemungkinan tindakan yang akan dilakukan untuk mengurangi nyeri 5) Berikan dukungan psikologis pada ibu agar tidak terlalu cemas 6) Anjurkan ibu untuk istirahat cukup apabila nyeri yang dirasakannya sudah mengganggu aktifitas 7) Ajukan inform consent 8) Lakukan rujukan . Langkah IV : Identifikasi Kebutuhan Yang Memerlukan Penanganan Segera Beberapa data mengindikasikan situasi yang gawat dimana bidan harus bertindak segera untuk kepentingan keselamatan jiwa ibu dan janin. 5.

Langkah VII : Evaluasi Hasil evaluasi dari penanganan yang telah dilakukan terhadap kasus ini berupa: Ibu dan keluarga paham dengan penjelasan yang diberikan. Ibu bersedia dengan tindakan rujukan. vital sign ibu dalam batas normal dan KU ibu baik . Langkah VI : Melaksanakan Perencanaan Pelaksanaan rencana asuhan pada kasus ini berupa : 1) Menjelaskan hasil pemeriksaan kepada ibu dan keluarga 2) Membina hubungan saling percaya dengan pasien 3) Memantau keadaan umum dan vital sign 4) Memberikan KIE pada ibu tentang kemungkinan tindakan yang akan dilakukan untuk mengurangi nyeri 5) Berikan dukungan psikologis pada ibu agar tidak terlalu cemas 6) Menganjurkan ibu untuk istirahat cukup apabila nyeri yang dirasakannya sudah mengganggu aktifitas 7) Mengajukan inform consent 8) Melakukan rujukan 7.6.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->